Mbah bolong jombang

mbah bolong jombang

DIWEK, KabarJombang.com- Kabupaten Jombang, adalah salah satu mbah bolong jombang yang di Jawa Timur yang predikat sebagai Kota Santri. Hal ini karena banyaknya Pondok Pesantren (Ponpes) hingga ratusan yang tersebar di wilayah Jombang.

Salah satunya adalah Ponpes Falahul Muhibbin di Dusun Gendong, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Ponpes tersebut berdiri sejak tahun 2003 yang didirikan Almarhum KH Dhucha Tholhah. Ketika itu KH Dhucha Tholhah mengadakan sebuah pengajian Al Qur’an dan kitab yang diadakan di rumah dengan para santri yang berasal dari lingkungan dusun sekitar.

“KH Dhucha Tholhah dulu itu sangat ingin memiliki dan mendirikan Pondok Pesantren. Sehingga, beliau berniat untuk memondokkan kedua anaknya.

mbah bolong jombang

Kedua anaknya tersebut bernama Neng Fitrotul Himmah dan Agus Maimun Dhucha,” kata Pengasuh Ponpes Falahul Muhibbin, KH Nur Hadi alias Mbah Bolong kepada KabarJombang.com, Sabtu (17/4/2021). Saat setelah Neng Fitrotul Himmah sudah selesai dari pondoknya, beliau dinikahkan dengan KH Nur Hadi (Mbah Bolong), alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang. Dengan berkat bantuan dan dukungan yang diberikan sang menantu (Mbah Bolong) perkembangan santri semakin banyak.

Selang beberapa waktu kemudian, ada seorang santri yang berkeinginan untuk ikut bertempat dan mengabdi kepada Mbah Bolong.

mbah bolong jombang

Namun, karena keterbatasan tempat, Mbah Bolong berinisiatif memanfaatkan kamar berukuran sekitar 2,5 meter x 4 meter yang ada di belakang rumah.

“Dari berjalannya waktu, beberapa wali santri dari luar desa maupun luar kota akhirnya berdatangan untuk memondokkan anaknya di sini.

mbah bolong jombang

Dan lama kelamaan kamar kok tidak cukup untuk menampung para santri lagi. Sehingga, saya mulai membuat kamar dan musala,” paparnya.

mbah bolong jombang

Sejak itulah di Dusun Gendong secara resmi berdiri Pondok Pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Watugaluh atau yang sekarang mbah bolong jombang Ponpes Falahul Muhibbin Untuk mengembangkan Ponpes tersebut tidak terlepas juga dari dukungan sang putra kedua dari KH Dhucha Tholhah yakni Agus Maimun Dhuha terutama dalam pendidikan Madrasah Diniyah.

Setelah banyaknya santri dan adanya pendidikan diniyah yang sudah berjalan, maka Mbah Bolong menganjurkan mertua dan adik iparnya untuk silaturahmi ke KH Moch Djamaluddin Ahmad (Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhibbin, Bahrul Ulum Tambakberas Jombang) tentang Pondok Watugaluh. “Dari hasil silaturahmi itulah, nama Pondok Pesantren Watugaluh diganti menjadi Pondok Pesantren Falahul Muhibbin yang merupakan pemberian dari KH Moch Jamaluddin Ahmad.

mbah bolong jombang

Nama Falahul Muhibbin diambil dari dua nama Pondok Pesantren, yaitu, Al-Falah (Pondok Pesantren Ploso Kediri) dan Al-Muhibbin (Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang),” tandasnya. Sejak itulah nama Pondok Pesantren Watugaluh resmi diganti menjadi Pondok Pesantren Falahul Muhibbin pada tahun 2008. Dengan jumlah santrinya saat ini ada sekitar 300 santri baik putra maupun putri.

“Untuk bulan Ramadan ini kegiatan santri ada tadarus setelah Subuh, salat Dhuha, sekolah (ngaji Qur’an dan kitab kuning), salat Dhuhur, terus istirahat, salat Ashar sampai menjelang berbuka itu ngaji, terus mbah bolong jombang puasa, tarawih dan tadarus,” ujarnya.

Berita Terkait • Polres Jombang Larang Takbir Keliling saat Malam Idulfitri 2022 • Selain Berburu Lailatul Qadar, Ulama Muda Jombang Juga Ingatkan Kesalehan Sosial • Infografis Kewajiban dan Ketentuan Zakat Fitrah • Siswa SD di Selorejo Jombang Ini Sabet Juara Muadzin Tingkat Nasional • Melihat Kesederhanaan Natal di GKJW Bongsorejo Mbah bolong jombang saat Pandemi • Pademi Covid-19, Ibadah Natal di GKJW Bongsorejo Jombang Dibagi Dua Sesi • Keistimewaan Hari Rabu, Mustajab untuk Panjatkan Doa • Keistimewaan Dzikir dan Doa Setelah Salat Dzuhur DIWEK, KabarJombang.com – Warga Kabupaten Jombang dan sekitarnya, mungkin tak asing dengan nama “Mbah Bolong”, baik warga kalangan muda, paruh baya dan berusia tua.

Pastinya, mereka akan menyebut Mbah Bolong adalah sang dai muda nan kondang. Namun, warga kemungkinan tak banyak tahu nama sebenarnya Mbah Bolong. Juga sekarang tinggal di mana. Nama asli Mbah Bolong adalah KH Nur Hadi. Pendakwah yang dikenal materinya segar dan disisipi guyonan masa kini ini, tinggal di Dusun Gendong, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Sekaligus sebagai pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Falahul Muhibbin di sebelah kediamannya. Lantas, mengapa sebutan “Mbah Bolong” melekat pada kiai muda ini yang menjadi pembina jamiyah salawat bernama “Seribu Rebana” ini?. Mengapa nama julukannya tidak dengan sebutan lebih keren sekaligus milenial?. Mbah Bolong menyambut dengan senyuman saat ditanya demikian, ketika singgah di kantor Kelompok Faktual Media (KFM), untuk memberi ceramah agama memperingati Haul (Alm) Kasiman, orangtua salah satu warga di Perumahan Citra Raya Block E, Jalan Prof M Yamin, Pandanwangi Jombang, Rabu (12/8/2020).

mbah bolong jombang

Dikatakannya, asal muasal panggilan “Mbah Bolong” dimulai saat dirinya mondok di Pesantren Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, pada tahun 1991.

Saat mondok, Nur Hadi remaja memang kerapkali latihan berpidato. Nah, dalam pidatonya saat mbah bolong jombang pesantren, Nur Hadi remaja selalu menceritakan Mbah Bolong, santri Sunan Ampel yang dikenal bisa melihat Kakbah dari lubang pengimaman masjid Ampel, Surabaya. “Saat di tengah-tengah berpidato itu, saya selalu menceritakan karomahnya Mbah Bolong, santri Sunan Ampel yang bisa melihat Kakbah dari Ampel.

Bahan cerita Mbah Bolong itu saya ulang-ulang. Sehingga teman-teman saya di pondok secara alami memanggil saya Mbah Bolong. Dan sampai sekarang,” kenang Mbah Bolong. Ditanya, apakah kerapnya bercerita karomahnya Mbah Bolong santri Sunan Ampel saat mondok, kemudian karomahnya mengikuti dirinya. “Semoga saja begitu,” katanya sambil tertawa. “Yang pasti, sebutan Mbah Bolong dari teman-teman, cukup berpengaruh,” kata kiai yang langganan diundang untuk mengisi tausiyah di berbagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Timur ini.

mbah bolong jombang

Dalam kesempatan ini, Mbah Bolong berpesan agar masyarakat bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian, termasuk pandemi Covid-19 ini. “Ibarat orang di lautan, maka syariatnya, perahunya harus dilihat baik terus. Dalam artian syariat perahu itu ya ibadahnya dan tetap mengikuti protokol kesehatan dalam situasi seperti ini. Begitu juga toriqohnya dengan memperbanyak doa, meminta pertolongan kepada Allah SWT. Dan hakikatnya, pasti akan banyak hikmahnya.

Setiap kejadian pasti akan ada pembelajaran yang Allah berikan,” pesannya. Berita Terkait • Cerita Mahasiswa Asal Jombang di Mesir, Tak Bisa Pulang Saat Lebaran • Perahu Tambang Sungai Brantas di Jombang Jadi Primadona Pemudik Hindari Macet • Mengintip Keluarga Pecinta Ular Piton di Jombang, Punya Koleksi Puluhan Ular • Mengenal Paspampres Asal Jombang, Tim Mbah bolong jombang Tanah dan Air di IKN Nusantara • Menengok Bocil Penggemar Ikan Channa di Jombang, Miliki Koleksi dengan Harga Jutaan Rupiah • Dua Bayi Laki-laki di RSUD Jombang Lahir di Tanggal Cantik • Pemuda di Jombang Hasilkan Ratusan Juta dari Budidaya Iguana • Mau Jadi Kontennya Kreator Kekinian?

ini Tips dari Yoga Arizona dengan Smartphone Sejutaan
JOMBANG, KabarJombang.com – KH. Nur Hadi yang kerap dipanggil Mbah Bolong, memperingatkan jamaah untuk tidak ngawur dalam berdoa dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Pernyataan ini disampaikannya pada saat pengajian Peringatan Haul Alm. Kasiman, orangtua salah satu warga di Jalan Prof. M. Yamin, Perumahan Citra Raya Block E, Pandanwangi Jombang.

mbah bolong jombang

“Berdoa itu juga membutuhkan sholawat, peran dari anak yatim, orangtua, mengundang jamaah, dan shodaqoh agar mudah dikabulkan sama Allah. Layaknya handphone yang membutuhkan sinyal, begitulah peran manusia dalam berdoa pasti juga butuh sinyal. Dan mengaji seperti ini layaknya sedang berdoa ditaman-taman surga,” katanya didepan jamaah, Rabu (12/8/2020). “Jadi, siapa yang selalu bersyukur kepada Allah, maka Allah akan senantiasa menambah nikmatnya dan akan diganti Allah diakhirat.

Cara untuk bersyukur itu seperti saat kita menjadi anak maka terimakasih ke orangtua, murid terimakasih ke guru, dan itu akan mencakup hakikatnya terimakasih kepada Allah,” papar Kiai (44) asal Jombang ini. Berita Terkait • Mengawali Pagi Hari, Inilah Amalan Rasulullah SAW • Mitos dan Amalan Muharram, Mbah Bolong: Malam Asyura Disunnahkan Beri Belanja Lebih Istrinya • Inilah Keutamaan Salat Dhuha Setiap Hari • NU Jombang Imbau Tak Ada Kerumunan Saat Penyembelihan Kurban • Idul Adha di Masa Pandemi, Ini Imbauan LTMNU Soal Pelaksanaan Salat Id • Soal Reuni 212, PCNU: Masyarakat Jombang Sudah Paham Mana yang Harus Dihadiri Mana yang Tidak • Polemik Imbauan Salam MUI Jatim, Mbah bolong jombang Tanggapan PCNU Jombang • Modal Banner Menantang Incumbent, Menghadapi Pilbup Jombang Cerita UKM New Flash News LIVE TV News Commerce Ketahanan Informasi TIMES TV Nasional Daerah Internasional Politik Ekonomi Pemerintahan Gaya Hidup Entertainment Wisata Kuliner Tekno Olahraga Otomotif Jadwal Sepakbola Pendidikan Kesehatan Kopi TIMES Glutera News Gawainesia English • • Kanal • Peristiwa Daerah • Mbah Bolong Dinobatkan Sebagai Duta Prokes oleh Kapolres Jombang TIMESINDONESIA, JOMBANG – KH Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong, resmi dinobatkan sebagai Duta Prokes (Protokol Kesehatan) oleh Kapolres Jombang.

Penobatan digelar di Gedung Graha Bhakti Bhayangkara Polres Jombang, Kamis (29/7/2021). Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Falahul Muhibbin Desa Watugaluh Kecamatan Diwek Jombang ini dilantik menjadi Duta Prokes bersama Resida Risti Nabila, yang mbah bolong jombang mahasiswi dari Universitas Muhammadiyah Malang. Pemberian anugerah ini, sebagai salah satu cara untuk mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan (prokes) di Kabupaten Jombang yang saat ini angka penyebaran Covid-19 masih signifikan.

Tak hanya Duta Prokes, Polres Jombang juga menganugerahkan gelar Duta Vaksin kepada warga Jombang. Ini sebagai simbol untuk mensukseskan program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Jombang. Selain itu, untuk Duta Vaksin juga memiliki latar belakang yang berbeda. Untuk Duta Vaksin, disandang oleh Margo Febrianto dan Inesita Rahmawati.

mbah bolong jombang

Dimana keduanya merupakan pegawai bank di Jombang yang memiliki peran sebagai influencer media sosial Instagram. Pelantikan Duta Prokes dan Duta Vaksin ini juga dihadiri oleh Pamwatwil Polda Jatim, Kombespol Revindo beserta Tim, Pejabat Utama Polres Jombang dan sejumlah undangan lainnya. Pesan Polres Jombang Untuk Masyarakat Mengenai Duta Prokes dan Duta Vaksin Foto bersama Polda Jatim, Polres Jombang dan Duta Prokes dan Vaksin Jombang (Foto : Humas Polres for TIMES Indonesia) Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, untuk mendukung upaya pencegahan dan memutus rantai penularan covid 19 di wilayah Kabupaten Jombang, Tiga Pilar kamtibmas ( Bhabinkatibmas, Babinsa dan Kepala Desa) merupakan ujung tombak dalam kesuksesan program penanganan Covid-19.

Adapun upaya-upaya tersebut antara lain, memutus atau meredam mata rantai penyebaran covid-19 di teritori tertentu dalam batas waktu yang ditentukan. “Menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membangun semangat bersama agar lebih waspada terhadap penyebaran covid-19 dan membangun solidaritas masyarakat di masa pandemi,” katanya.

Sementara itu, Kombespol Revindo selaku Pamatwil mengatakan mbah bolong jombang Duta Prokes dari unsur ulama ini, bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menerapkan prokes. “Dengan kita menunjuk Mbah Bolong, ini harapan kita bisa memberi pencerahan dan sosialisasi terhadap umat.

Dengan harapan bahwa dari lingkungan tokoh agama sangat antusias untuk menjaga prokes,” terang Revindo.

mbah bolong jombang

Dengan menggunakan bapak-bapak dari alim ulama ini, bisa memberikan keyakinan pada umat, bahwa prokes dan vaksin ini merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Masker ini harga mati, tapi kalau tidak pakai masker kita bisa mati.

mbah bolong jombang

Lebih lanjut ia menyebut, berdasarkan data yang ada, di Jombang program vaksin ini sudah berjalan mencapai angka 80 persen lebih. Untuk itu, perlu ditingkatkan lagi. “Tinggal sisanya ini, saya minta pada Kapolres dengan komponen yang ada di Kabupaten ini, agar terus digalakkan bahwa vaksin ini sangat penting,” pungkas Karorena Polda Jatim ini dalam penganugerahan Duta Prokes oleh Kapolres Jombang kepada Mbah Bolong.

mbah bolong jombang

(*) **) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.

Gus Muwafiq Cerita Tentang Mbah Bolong Jombang




2022 www.videocon.com