Tashrif lughowi

tashrif lughowi

Ingat ya! Yang dimaksud ghaib disini bukan hantu atau hal-hal yang berbau mistis ya. Dalam kaidah bahasa Arab ghaib adalah orang ketiga, mukhathab itu orang kedua, dan mutakallim itu orang pertama. Perubahan ini hanya berlaku pada fiโ€™il saja. Intinya perubahan fiโ€™il berdasarkan faโ€™il sesuai dhamirnya masing-masing.

tashrif lughowi

โ€ข โ–บ 2022 (12) โ€ข โ–บ Mar (4) โ€ข โ–บ Feb (4) โ€ข โ–บ Tashrif lughowi (4) โ€ข โ–บ 2021 (64) โ€ข โ–บ Dec (7) โ€ข โ–บ Nov (4) โ€ข โ–บ Oct (4) โ€ข โ–บ Sep (6) โ€ข โ–บ Aug (4) โ€ข โ–บ Jul (4) โ€ข โ–บ Jun (7) โ€ข โ–บ May (5) โ€ข โ–บ Apr (5) โ€ข โ–บ Mar (8) โ€ข โ–บ Feb (5) โ€ข โ–บ Jan (5) โ€ข โ–บ 2020 (96) โ€ข โ–บ Dec (3) โ€ข โ–บ Nov (6) โ€ข โ–บ Oct (6) โ€ข โ–บ Sep (9) โ€ข โ–บ Aug (5) โ€ข โ–บ Jul (5) โ€ข โ–บ Jun (9) โ€ข โ–บ May (9) โ€ข โ–บ Apr (11) โ€ข โ–บ Mar (10) โ€ข โ–บ Feb (10) โ€ข โ–บ Jan (13) โ€ข โ–ผ 2019 (84) โ€ข โ–บ Dec (11) โ€ข โ–บ Nov (12) โ€ข โ–บ Oct (7) โ€ข โ–บ Sep (7) โ€ข โ–บ Aug (7) โ€ข โ–บ Jul (4) โ€ข โ–บ Jun (5) โ€ข โ–บ May (6) โ€ข โ–บ Apr (5) โ€ข โ–บ Mar (6) โ€ข โ–บ Feb (8) โ€ข โ–ผ Jan (6) โ€ข Fakta Tentang Al-Qur'an (Pertanyaan dan Jawaban Se.

โ€ข Keren! Mufradat Tentang Hewan Dengan Gambar Ilustr. โ€ข Pengertian dan Contoh Mad Lin/Lain/Layyin โ€ข Cara Membaca Hamzah Washal Kata (ุงุฆู’ุชููˆู’ู†ููŠู’) pada. โ€ข Tashrif Tashrif lughowi (Pengertian dan Contohnya) โ€ข Huruf Jar dengan Arti dan Contoh โ€ข โ–บ tashrif lughowi (50) โ€ข โ–บ Dec (4) โ€ข โ–บ Nov (4) โ€ข โ–บ Oct (4) โ€ข โ–บ Sep (4) โ€ข โ–บ Aug (4) โ€ข โ–บ Jul (4) โ€ข โ–บ Jun (4) โ€ข โ–บ May (4) โ€ข โ–บ Apr (4) โ€ข โ–บ Mar (4) โ€ข โ–บ Feb (5) โ€ข โ–บ Jan (5) โ€ข โ–บ 2017 (90) โ€ข โ–บ Dec (4) โ€ข โ–บ Nov (4) โ€ข โ–บ Oct (6) โ€ข โ–บ Sep (10) โ€ข โ–บ Aug (4) โ€ข โ–บ Jul (7) โ€ข โ–บ Jun (9) โ€ข โ–บ May (4) โ€ข โ–บ Apr (7) โ€ข โ–บ Mar (11) tashrif lughowi โ–บ Feb (11) โ€ข โ–บ Jan (13) โ€ข โ–บ 2016 (10) โ€ข โ–บ Dec (10) Tafsir lughowi merupakan perubahan mutlak.

Yang dimaksud perubahan bentuk kalimat satu ke bentuk kalimat lain memandang pada mufrod (tunggal), mutsanna (dual), jamak, dan memandang pada mudzakkar (laki-laki), muannats (perempuan), ghoib (yang dibicarakan laki-laki), ghoibah (yang dibicarakan perempuan), mukhotob (yang diajak bicara laki-laki), mukhotobah (yang diajak bicara perempuan), dan mutakallim (yang berbicara).
Sebelumnya, ingat dulu satu hal: Huruf 'illat dibuang jika setelah huruf 'illat itu ada huruf yang sukun.

Karena terjadi ุงูู„ู’ุชูู‚ูŽุงุกู ุงู„ุณู‘ูŽุงูƒูู†ูŽูŠู’ู†ู (bertemu dua huruf sukun). Seperti: ู‚ููˆู’ู„ู’ (fi'il amar fiil ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู), menjadi ู‚ูู„ู’.

tashrif lughowi

Tapi huruf illat dikembalikan lagi jika setelahnya huruf yang berharkat. Contoh: ู‚ููˆู’ู„ุงูŽ Polanya terbagi tashrif lughowi, menjadi 2 yaitu: Cara mudah untuk mengetahui tahu bahwa alif itu asalnya wawu/ya?. Itu berdasarkan fi'il mudlorenya, sebab huruf 'illat wawu tidak akan masuk pada wazan ูŠูŽูู’ุนูู„ู sebagaimana yang asalnya ya tidak akan masuk pada wazan ูŠูŽูู’ุนูู„ู (ingat, hanya jika fiil madlinya berwazan ููŽุนูŽู„ูŽ).

Juga tidak mungkin masuk pada wazan ููŽุนูŽู„ูŽ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู sebab aturan untuk wazan ini: 'ain atau lam fiilnya harus berhuruf halaq; ุฃุŒ ู‡ู€ุŒ ุนุŒ ุญุŒ ุบ dan ุฎ sedangkan huruf ูˆ dan ูŠ tidak termasuk - Fi'il madli wazan ููŽุนูู„ูŽ (pasti huruf 'illatnya berasal dari wawu) dan ููŽุนูู„ูŽ (baik huruf 'illatnya wawu ataupun ya) tetap mengikuti wazan. Hanya saja harkat fa fi'il dirubah dengan harkat ain fiil. Perhatikan gambar ini: Asal kata ุทูู„ู’ู†ูŽุŒ ุฎููู’ู†ูŽ dan ู‡ูุจู’ู†ูŽ adalah ุทูŽูˆูู„ู’ู†ูŽุŒ ุฎูŽูˆููู’ู†ูŽ dan ู‡ูŽูŠูุจู’ู†ูŽ wazan ููŽุนูู„ูŽ.

Lalu harkat huruf 'illat dipindahkan pada fa fi'il. menjadi: ุทููˆู’ู„ู’ู†ูŽุŒ ุฎููˆู’ูู’ู†ูŽ dan ู‡ููŠู’ุจู’ู†ูŽ. Karena terjadi ุงูู„ู’ุชูู‚ูŽุงุกู ุงู„ุณู‘ูŽุงูƒูู†ูŽูŠู’ู†ู ( bertemu dua huruf sukun), maka dibuanglah huruf 'illat.

Jadilah: ุทูู„ู’ู†ูŽุŒ ุฎููู’ู†ูŽ dan ู‡ูุจู’ู†ูŽ. Begitulah seterusnya dari dlomir ู‡ูู†ู‘ูŽ sampai ู†ูŽู€ุญู’ู†ู. Pada bagian ini pun kita bagi dua, menjadi: a. Tashrif lughowi fi'il mu'tall lam pada fiil madli Jika terdapat huruf fathah sebelum huruf illat, maka huruf illat dibuang secara mutlaq ketika dimasuki dlomir ู‡ูู…ู’ุŒ ู‡ููŠูŽ dan ู‡ูู…ูŽุง (untuk muannats), sedangkan selainnya ditetapkan (tidak dibuang). Perhatikan contoh: "Wawu dlomir jika bersambung dengan fiil naqish (mu'tall lam) setelah huruf lam fi'ilnya dibuang, (Perhatikan!) jika huruf sebelum (huruf 'illat) itu fathah, maka ditetapkan dalam fathah sedangkan jika dlommah atau kasrah (sebelum huruf 'illatnya) maka didlommahkan" Jadi asal ุฎูŽุดููˆู’ุง itu adalah ุฎูŽุดููŠููˆู’ุง, lalu harkat huruf 'illat sebelum dibuang dipindahkan pada huruf sebelumnya; ุด, menjadi: ุฎูŽุดููŠู’ูˆู’ุง, setelah itu huruf 'illat; ูŠ dibuang, jadilah ุฎูŽุดููˆู’ุง Demikian pula kaidah ini berlaku pada fi'il madli yang lebih dari tiga huruf (tsulatsi maziid dan ruba'i) dan untuk fi'il madli yang tashrif lughowi dari tiga huruf, cara mentashrifnya disamakan dengan ุฑูŽู…ูŽู‰.

tashrif lughowi

Contoh: b. Tashrif lughowi fi'il mu'tall lam pada fiil mudlore Agar mudah ketika mentashrif fi'il mudlore dari bina naqish ini, hendaklah memperhatikan akhir dari fi'il mudlorenya itu sendiri. Ada yang berakhiran wawu seperti ูŠูŽุบู’ุฒููˆ, ada yang berakhiran ูŠ seperti ูŠูŽุฑู’ู…ููŠdan ada yang berakhiran alif seperti ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰. Setelah kita tahu akhirannya, perhatikan polanya: Setelah kita hafal, samakanlah fi'il-fi'il yang sama akhirannya.

tashrif lughowi

Seperti ูŠูŽุฏู’ุนููˆ sama dengan ูŠูŽุบู’ุฒููˆ. Lalu ูŠูŽุณู’ุฑููŠ sama dengan ูŠูŽุฑู’ู…ููŠ dan ูŠูŽุฎู’ุดูŽู‰ sama dengan ูŠูŽุฑู’ุถูŽูŠ. Demikian pula untuk fi'il-fi'il tsulatsi maziid dan ruba'i. Yang terpenting, akhir dari fi'ilnya sama bahkan ketika fi'il itu diubah menjadi bentuk mabniy lil majhul (kata kerja bentuk pasif).

tashrif lughowi

Perhatikanlah gambar berikut: Kata ูŠูุนู’ุทููŠ akhirnya sama dengan ูŠูŽุฑู’ู…ููŠ dan kata ูŠูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ juga ูŠูุฑู’ู…ูŽู‰ (bentuk mabniy majhul dari ูŠูŽุฑู’ู…ููŠู’) sama dengan ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰ Begitulah fi'il-fi'il lain. Sekali lagi, yang terpenting dalam fi'il mudlore bina naqish ini adalah huruf illat dan harkat huruf sebelumnya. Saya kira cukuplah pembahasan tentang tashrif lughowi ini. Saya sarankan kepada tashrif lughowi untuk berlatih dan terus berlatih agar semakin lancar dan berkembang pula pemahaman kita tentang Bahasa Arab, Bahasa al-Qur'an dan Hadits.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan saya. Jika dirasa ada yang salah, boleh kita berdiskusi lewat komentar Terima kasih atas kunjungan Anda di blog saya yang serba kekurangan ini Wassalamu'alaikum wr. wb. Terima kasih Anda telah membaca tulisan / artikel di atas tentang: Judul: Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi - Shorof Praktis Ditulis Oleh Anonymous Semoga informasi mengenai Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi - Shorof Praktis memberi manfaat bagi Anda.

Jangan lupa share artikel ini jika sangat dibutuhkan, di bawah ini: Table of Contents โ€ข Apa Itu Tashrif ? โ€ข Definisi Tashrif Istilahi โ€ข Sumber Acuan Tashrif lughowi Tashrif Istilahi โ€ข Ketentuan Umum Tashrif Jenis Istilahi โ€ข Merubah Bentuk Kata โ€ข Berlaku di Semua Jenis Kalimat โ€ข Perubahan Kata Harus Dihafal โ€ข Utamanya Mempengaruhi Subjek dan Objek Kalimat โ€ข Contoh Penerapan Tashrif Istilahi โ€ข 10 Ketentuan Tashrif Istilahi yang Harus Dipahami โ€ข Share this: โ€ข Related posts: Apa Itu Tashrif ?

dang keunikannya memiliki istilah โ€œShighotโ€ yang bisa diartikan sebagai bentuk kata. Shighot dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu Fiโ€™il, Isim dan Huruf.

Ketiganya memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Namun, kali ini sahabat muslim akan dituntut untuk lebih mengenal apa itu tashrif istilahi yang juga masuk dalam kategori fiโ€™il dan huruf. Definisi Tashrif Istilahi Tashrif atau tasrif umumnya dikenal sebagai perubahan bentuk kata.

Sedangkan tashrif istilah diartikan sebagai perubahan kata yang terjadi karena pengalihan waktu kejadian. Seperti merubah kata tashrif lughowi kalimat tanya menjadi kalimat perintah, bentuk lampau menjadi kata kerja, bentuk larangan juga bentuk lainnya. Baca Juga : Mengenal Huruf Hijaiyah Sambung Sama-sama membentuk kata baru, tashrif jenis lughowi dengan tashrif jenis istilahi banyak dipandang serupa. Padahal keduanya memiliki kaidah penulisan yang cukup berbeda. Tashrif jenis ini lebih mengedepankan perubahan makna bila diartikan secara keseluruhan tashrif lughowi satu kalimat atau lebih luasnya mencakup satu paragraf.

Sumber Acuan Materi Tashrif Istilahi Kitab yang paling banyak dijadikan acuan untuk memperdalam ilmu tashrif salah satunya kitab Jumuriyah yang dikarang oleh Ibnu Ajurrum dengan nama panjang Abu Abdillah Sidi Muhammad bin Daud Ash-Shanhaji. Di dalam bukunya pada bab pengenalan dengan judul Kalam dikatakan bahwa ada pembagian dalam kebahasaan atau kalam.

ุงู„ูƒู„ุงู… โ€“ ุงูƒุซู…ู‡ ุซู„ุงุซุฉ ุงุณู…ุŒ ูˆ ูุนู„ุŒ ูˆ ุญุฑู. Yang kurang lebih memiliki arti bahwa kalam dibagi menjadi 3 macam yaitu Isim (ุงุณู…), Fiโ€™il ูุนู„) ), Haraf/Huruf ((ุญุฑู. Tashrif sebagai sebutan untuk perubahan bentuk kata bisa saja termasuk dalam huruf, isim atau fiโ€™il. Baca Juga : Pengertian Sanad dan Contoh Haditsnya Ketentuan Umum Tashrif Jenis Istilahi Tashrif jenis istilahi sedikit berbeda dengan tashrif jenis lughowi.

Beberapa ketentuan umumnya mencakup cara penulisan sehingga penggunaannya diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kesalahan dalam menulis.

Apa saja ketentuan tersebut? โ€ข Merubah Bentuk Kata Menggunakan tashrif jenis istilahi berarti juga mengubah bentuk dan arti kata. Maka dari itu penggunaannya tidak bisa digunakan sembarangan apalagi dalam kalimat yang tidak beraturan. Memerhatikan jenis dan tatanan kalimat jadi hal penting dalam memakai aturan ini.

tashrif lughowi

โ€ข Berlaku di Semua Jenis Kalimat Ketentuan ini sering jadi bahan perdebatan oleh para ahli. Pasalnya perubahan kata istilahi bisa digunakan di segala bentuk dan jenis kalimat. Asalnya sahabat muslim mengetahui apa saja ketentuan dan cara pemakaiannya. โ€ข Perubahan Kata Harus Dihafal Mengetahui dan memahami kaidah istilahi memang sebuah keharusan. Namun yang tak kalah penting sahabat muslim harus bisa menghafal perubahan kata tertentu karena tidak ada aturan baku dalam merubah bentuk kata.

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun yang tertarik dengan kaidah kebahasaan khususnya bahasa Arab. Baca Juga : Pengertian Matan dalam Hadits โ€ข Utamanya Mempengaruhi Subjek dan Objek Kalimat Sahabat muslim tidak perlu ambil pusing akan segala bentuk kata dalam satu tashrif lughowi.

Dalam aturan tashrif jenis istilahi hanya perlu memperhatikan subjek atau objek kalimat sehingga fokus tidak akan mudah terbagi. Tatanan kalimat pun bisa lebih diperjelas juga dikembangkan menjadi satu paragraf utuh.

tashrif lughowi

Contoh Penerapan Tashrif Istilahi Langsung melihat penerapan materi bisa jadi gerbang pembuka untuk sahabat muslim mengenal lebih jauh bagaimana bentuk dan pengaplikasian tashrif jenis istilahi. Bagaimana bentuk penerapan sederhananya? 10 Ketentuan Tashrif Istilahi yang Harus Dipahami Kurang lebih ada 10 ketentuan yang harus dipahami di luar kepala mengenai tashrif istilahi, yakni sebagai berikut: Baca Juga : Pengertian Rawi, Syarat, dan Tingkatannya โ€ข Fiโ€™il madhiโ€™ (kata kerja lampau/ past tense).

tashrif lughowi

Kata kerja ini memiliki fungsi untuk menjelaskan sebuah kejadian di masa lalu. โ€ข Fiโ€™il mudhariโ€™ (kata kerja masa ini/ present tense). Kata kerja ini memiliki fungsi untuk menjelaskan kejadian saat ini atau masa yang akan datang.

โ€ข Masdar (kata dasar/ kata benda dasar). Kata ini memiliki fungsi untuk mengungkapkan kata bermakna tindakan dengan bentuk asal kata benda. โ€ข Isim faโ€™il (kata benda subjek/ tashrif lughowi.

Kata ini memiliki fungsi sebagai petunjuk atau indikator subjek dari kata kerja. โ€ข Isim mafโ€™ul (kata benda objek). Kata ini memiliki fungsi sebagai penunjuk objek/ benda dari kata kerja. โ€ข Fiโ€™il โ€˜Amr (kata kerja perintah). Kata ini memiliki fungsi untuk menekankan kalimat perintah yang ditujukan pada seseorang.

โ€ข Fiโ€™il nahyi (kata kerja larangan). Tashrif lughowi ini bertujuan untuk memberikan perintah dari seseorang (penyuruh) kepada lawan bicaranya (disuruh) agar tidak melakukan suatu tindakan.

โ€ข Isim zaman (kata penunjuk waktu). Kata ini memiliki fungsi untuk menunjukkan keterangan waktu. โ€ข Isim Makan (kata penunjuk tempat). Kata ini memiliki fungsi untuk menunjukkan keterangan tempat. โ€ข Ismi Alat (nama alat). Kata ini memiliki fungsi untuk menunjukkan alat atau objek kalimat dalam melakukan suatu pekerjaan.

Baca Juga : Pengertian dan Contoh Lengkap Jamak Taksir Bahasa Arab dengan segudang keunikannya memang terbilang sulit dipahami.

tashrif lughowi

Namun usaha tidak akan mengkhianati hasil, dimana bila sahabat muslim terus berusaha memperdalam teknik penulisan ini insyaallah akan banyak memberikan manfaat. Jangan lupa untuk terus berlatih dan memperdalam pemahaman. Related posts: tashrif lughowi Jamak Taksir dan Contoh โ€ข Huwa Huma Hum โ€ข Mafโ€™ul Liajlih dan contohnya Posted in ILMU NAHWU Tagged 35 wazan tashrif, ada berapakah jumlah seluruh bab tasrif, almaany, apakah asal wahid itu, bagan tasrif 35 bab, contoh fiil madhi, contoh tashrif, contoh tashrif lughawi, contoh tashrif ushul, contoh wazan ููŽุนูู„ูŽ ูŠูŽูู’ุนูู„ู, fiil madhi, hafalan tasrif, kamus bahasa arab, kamus tasrif lengkap, kataba yaktubu artinya, kitab berasal dari bahasa arab kataba yang berarti, kumpulan kosa kata masdar, masdar tashrif lughowi ู†ูŽุธูŽุฑูŽ, materi pelajaran shorof, pembagian tashrif, pengertian tashrif lughowi, tashrif lughowi, sebutkan tashrif lughowi bab tashrif, shorof tashrif istilahi, tabel tashrif istilahi lengkap, tabel tashrif lughowi pdf, tashrif, tashrif al- furu, tashrif fi'il madhi fa'ala, tashrif fiil madhi, tashrif istilahi, tashrif istilahi faala, tashrif istilahi lengkap pdf, tashrif lengkap, tashrif lughawi, tashrif lughawi lengkap pdf, tashrif lughowi, tashrif online, tashrif ุฌูŽุงุกูŽ, tasrif, tasrif 10, tasrif 35 bab, tasrif ahabba, tasrif akrama, tasrif b arab, tasrif fiil madhi, tasrif istilahi, tasrif istilahi bab 1, tasrif istilahi bab tashrif lughowi, tasrif istilahi dan artinya, tasrif istilahi kataba, tasrif istilahi mp3, tasrif istilahi mudhori, tasrif lafadz qorona, tasrif lughowi, tasrif qoroa, tasrif wazan ููŽุนูŽู‘ู„ูŽ, termasuk, tuliskan timbangan tasrif istilahi, urutan tashrif lughowi istilahi Post navigation
Apakah sahabat muslim pernah mendengar ilmu sharaf?

Mungkin istilah tersebut masih asing di telinga. Ilmu tersebut juga membahas tentang tashrif yang secara umum diartikan sebagai perubahan bentuk kata untuk membentuk makna lain.

Kaidah tashrif sendiri bisa dibagi menjadi tashrif lughowi dan tashrif istilahi. Kali ini sahabat muslim akan mengenal lebih lanjut apa itu tashrif jenis lughowi. Table of Contents โ€ข Perubahan dalam Tashrif Lughowi โ€ข Fiโ€™il Madhi โ€ข Fiโ€™il Mudhari โ€ข Fiโ€™il Amr โ€ข Acuan Sumber Tashrif Lughowi โ€ข Pembagian Tashrif Lughowi โ€ข Pelaku Berjumlah Satu Orang atau Tunggal โ€ข Pelaku Berjumlah Tashrif lughowi Orang โ€ข Pelaku Berjumlah Tiga Orang atau Tashrif lughowi (Jamaโ€™a) โ€ข Share this: โ€ข Related posts: Perubahan dalam Tashrif Lughowi Selain didasarkan pada perubahan jumlah subjek, tashrif ini bisa berubah berdasarkan waktu.

Semuanya bisa memengaruhi perubahan dari shigat ke ghaib, mufrad ke jamaโ€™, dari mudzakkar ke muannats dan lainnya. Perubahan ini didasari oleh perubahan latar waktu yakni lampau, sekarang dan masa yang akan datang.

Baca Juga : Kajian Naibul Faโ€™il, Pengertian, Contoh, dan Hukum-Hukumnya Berdasarkan tashrif lughowi tersebut, tashrif ini dapat dibagi menjadi 3 dengan istilah Arab yaitu fiโ€™il madhi, fiโ€™il mudhari dan fiโ€™il amr. Pembagian perubahan kata ini bisa disesuaikan oleh si penulis agar tatanan kalimatnya sesuai dan enak dibaca. โ€ข Fiโ€™il Madhi Fiโ€™il madhi berdampak tashrif lughowi perubahan kata bila kalimat sedang berbicara dalam latar waktu lampau.

Mengangkat kejadian lalu dan dibicarakan saat ini, bukan berarti terjadi saat ini. perubahan signifikan bisa dilihat pada dhomir. โ€ข Fiโ€™il Mudhari Terakhir, perubahan bisa dilihat dan dilakukan oleh si penulis bila konteks kalimat sedang berbicara tentang harapan, keinginan dan pengandaian di masa yang akan datang. Bentuk kata dalam fiโ€™il ini cenderung sedikit dan jarang digunakan. โ€ข Fiโ€™il Amr Pembagian kelompok yang kedua menyesuaikan bentuk saat ini.

Bila disandingkan dengan tensis dalam kaidah bahasa Inggris, fiโ€™il mudhari berarti juga perempuanesent tense. Jadi penulis harus menggunakan fiโ€™il madhi untuk menyesuaikan keadaan saat ini. Baca Juga : Kupas Tuntas Khobar Muqoddam dan Mubtada Muakhor Acuan Sumber Tashrif Lughowi Bahan atau sumber acuan banyak tersebar bahkan di Indonesia.

Namun, ada satu kitab yang dijadikan acuan utama dan diklaim sebagai pencetus ilmu tashrif. Berdasarkan Kitab Matan Tashrif Al-Izzy yang dijadikan salah satu pedoman untuk lingkup pengalihan bentuk dan makna kata dalam bahasa Arab. ุงูุนู’ู„ูŽู…ู’ุŒ ุงูŽูŽูŽู†ูŽู‘ ุงู„ุชูŽู‘ุตู’ุฑููŠู’ููŽ ูููŠ ุงู„ู„ูู‘ุบูŽุฉู: ุงู„ุชูŽู‘ุบู’ูŠููŠู’ุฑูุŒ ูˆูŽูููŠ ุงู„ุตูŽู‘ู†ูŽุงุนูŽุฉู: ุชูŽุญู’ูˆููŠู’ู„ู ุงู’ู„ุฃูŽุตู’ู„ู ุงู„ู’ูˆูŽุงุญูุฏู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู…ู’ุซูู„ูŽุฉู ู…ูุฎู’ุชูŽู„ูููŽุฉู ู„ูู…ูŽุนูŽุงู†ู ู…ูŽู‚ู’ุตููˆู’ุฏูŽุฉู ู„ุงูŽ ุชูŽุญู’ุตูู„ู ุงูู„ุงูŽู‘ ุจูู‡ูŽุง.

Ketahuilah, bahwasanya yang dinamakan Tashrif menurut Bahasa adalah pengubahan. Sedangkan menurut Istilah adalah pengkonversian asal (bentuk) yang satu kepada contoh-contoh (bentuk) yang berbeda-beda, untuk (tujuan menghasilkan) makna-makna yang dimaksud, (yang mana) tidak akan berhasil tujuan makna tersebut kecuali dengan contoh-contoh bentuk yang berbeda-beda itu.

Pembagian Tashrif Lughowi Tashrif lughowi dibagi menjadi 3 berdasarkan jumlah pelakunya yang juga masing-masing memiliki bentuk berbeda tergantung pelakunya. Untuk pelaku laki-laki disebut mudzakkar dan perempuan dikenal dengan bentuk muannats. Berikut pembagiannya: โ€ข Pelaku Tashrif lughowi Satu Orang atau Tunggal No. Dhomir Fiโ€™il Madhi Arti Fiโ€™il Mudhori Arti Tashrif lughowi Amr Arti 1 ู‡ููˆูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ Dia (seorang laki laki) telah keluar ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู Dia (1 orang laki laki) sedang keluar 2 ู‡ููŠูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽุชู’ Dia (1 orang perempuan) telah keluar ุชูŽุฎู’ุฑูุฌู Dia (1 orang perempuan) sedang keluar 3 ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌู’ุชูŽ Kamu (1 orang laki laki) telah keluar ุชูŽุฎู’ุฑูุฌู Kamu (1 orang laki laki) sedang keluar ุงูุฎุฑูุฌู’ Keluarlah!

(Kamu 1 orang laki laki) 4 ุฃูŽู†ู’ุชู ุฎูŽุฑูŽุฌู’ุชู Kamu (1 orang perempuan) telah keluar ุชูŽุฎู’ุฑูุฌููŠู’ู†ูŽ Kamu (1 orang perempuan) sedang keluar ุงูุฎู’ุฑูุฌู ูŠ Keluarlah (kamu 1 orang perempuan) 5 ุฃู†ูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌู’ุชู Aku telah keluar ุฃูŽุฎู’ุฑูุฌู Saya sedang keluar โ€ข Pelaku Berjumlah Dua Orang Baca Juga : Masdar Bahasa Arab, Pengertian, Contoh, dan Jenis-Jenisnya No.

Dhomir Fiโ€™il Madhi Arti Fiโ€™il Mudhori Arti Fiโ€™il Amr Arti 1 ู‡ูู…ูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌูŽุง Dia (2 orang laki laki) telah keluar ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌูŽุงู†ู Dia (2 orang laki laki) sedang keluar 2 ู‡ูู…ูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌูŽุชูŽุง Dia (2 orang tashrif lughowi telah keluar ุฎู’ุฑูุฌูŽุงู†ู ุชูŽ Dia (2 orang perempuan) sedang keluar 3 ุฃูŽู†ู’ุชูู…ูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌู’ุชูู…ูŽุง kamu (2 orang laki laki) telah keluar ุชูŽุฎู’ุฑูุฌูŽุงู†ู Kamu (2 orang laki laki) sedang keluar ุงูุฎู’ุฑูุฌูŽุง Keluarlah (kamu 2 orang laki laki) 4 ุฃูŽู†ู’ุชูู…ูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌู’ุชูู†ูŽู‘ Kamu (2 orang perempuan) telah keluar ุชูŽุฎู’ุฑูุฌูŽุงู†ู Kamu (2 orang perempuan) sedang keluar ุงูุฎู’ุฑูุฌูŽุง Keluarlah (kamu 2 orang perempuan) โ€ข Pelaku Berjumlah Tiga Orang atau Lebih (Jamaโ€™a) No.

Dhomir Fiโ€™il Madhi Arti Fiโ€™il Mudhori Arti Fiโ€™il Amr Arti 1 ู‡ูู…ู’ ุฎูŽุฑูŽุฌููˆุง Dia (lebih dari 3 orang laki laki) telah keluar ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌููˆู’ู†ูŽ Dia (lebih dari 3 orang laki laki) sedang keluar 2 ู‡ูู†ูŽู‘ ุฎูŽุฑูŽุฌู’ู†ูŽ Dia (lebih dari 3 orang perempuan) telah keluar ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู†ูŽ Dia (lebih dari 3 orang perempuan) sedang keluar 3 ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุฎูŽุฑูŽุฌู’ุชูู…ู’ Kamu (lebih dari3 orang laki laki) telah keluar ุชูŽุฎู’ุฑูุฌููˆู’ู†ูŽ Kamu (lebih dari 3 orang laki laki) sedang keluar ุงูุฎู’ุฑูุฌู ูˆุง Keluarlah (kamu 3/lebih dari 3 orang laki laki) 4 ุฃูŽู†ู’ุชูู†ูŽู‘ ุฎูŽุฑูŽุฌู’ุชูู†ูŽู‘ Kamu (lebih dari 3 orang perempuan) telah keluar ุชูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู†ูŽ Kamu (lebih dari 3 orang perempuan) sedang keluar ุงูุฎู’ุฑูุฌู’ู†ูŽ Keluarlah (kamu 3/lebih dari 3 orang perempuan) 5 ู†ูŽุญู’ู†ู ุฎูŽุฑูŽุฌู’ู†ูŽุง Kami/kita telah keluar ู†ูŽุฎู’ุฑูุฌู Kami / kita sedang keluar Baca Juga : Contoh Kalimat Isim Mufrad dalam Kehidupan Sehari-hari Memang tidak ada yang mudah dalam memahami sesuatu.

Namun, setidaknya dengan mengenal dasar tashrif lughowi sahabat muslim bisa sedikit demi sedikit menyelami kaidah kebahasaan khususnya bahasa Arab. Terus perdalam pemahaman dengan sering membaca, mencari informasi tambahan dan berlatih menggunakannya. Related posts: โ€ข Jamak Taksir dan Contoh โ€ข Huwa Huma Hum โ€ข Mafโ€™ul Liajlih dan contohnya Posted in ILMU NAHWU Tagged ada berapa macam isim masdar itu, apa yang dimaksud dengan tsulasi mujarrod, bahasa arab tasrif lughowi, bina fi'il mudhari, contoh tashrif lughowi fi'il mudhori, fiil madhi, hafalan tasrif lughowi, i'rab fi'il madhi dan mudhori, i'rob fail, i'rob fi'il amr, lagu tasrif lughowi, lughawi artinya, makalah tasrif lughowi, pengertian tashrif istilahi, quthrub, tabel tashrif fi'il madhi, tabel tashrif lughowi lengkap, tashrif fi'il amr lengkap, tashrif istilahi, tashrif istilahi lengkap, tashrif lengkap pdf, tashrif lughawi isim fa'il, tashrif lughowi, tashrif lughowi fi'il madhi, tashrif lughowi fiil mudhori, tashrif lughowi lengkap, tashrif lughowi mudhori, tashrif lughowi pdf, tashrif lughowi tsulatsi mazid, tasrif, tasrif fi'il madhi ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ, tasrif fiil madhi, tasrif fiil madhi fa'ala, tasrif istilahi, tasrif lughowi fataha, tasrif lughowi fi'il amr, tasrif lughowi kataba, tasrif lughowi madda, tasrif lughowi mudhori, tasrif tashrif lughowi qoroa, tasrif lughowi ุฌูŽู„ูŽุณูŽ, tasrif shorof, timbangan fi'il madhi, wazan, wazan tashrif fi'il mudhari, wazan tashrif lughawi, wazan tashrif lughowi Post navigation
Sebelumnya, ingat dulu satu hal: Huruf โ€˜illat dibuang jika setelah huruf โ€˜illat itu ada huruf yang sukun.

Karena terjadi ุงูู„ู’ุชูู‚ูŽุงุกู ุงู„ุณู‘ูŽุงูƒูู†ูŽูŠู’ู†ู (bertemu dua huruf sukun). Seperti: ู‚ููˆู’ู„ู’ (fiโ€™il amar fiil ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู), menjadi ู‚ูู„ู’. Tapi huruf illat dikembalikan lagi jika setelahnya huruf yang berharkat.

Contoh: ู‚ููˆู’ู„ุงูŽ Polanya terbagi lagi, menjadi 2 yaitu: Cara mudah untuk mengetahui tahu bahwa alif itu asalnya wawu/ya?. Itu berdasarkan fiโ€™il mudlorenya, sebab huruf โ€˜illat wawu tidak akan masuk pada wazan ูŠูŽูู’ุนูู„ู sebagaimana yang asalnya ya tidak akan masuk pada wazan ูŠูŽูู’ุนูู„ู (ingat, hanya jika fiil madlinya berwazan ููŽุนูŽู„ูŽ).

Juga tidak mungkin masuk pada wazan ููŽุนูŽู„ูŽ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู sebab aturan untuk wazan ini: โ€˜ain atau lam fiilnya harus berhuruf halaq; ุฃุŒ ู‡ู€ุŒ ุนุŒ ุญุŒ ุบ dan ุฎ sedangkan huruf ูˆ dan ูŠ tidak termasuk โ€“ Fiโ€™il madli wazan ููŽุนูู„ูŽ (pasti huruf โ€˜illatnya berasal dari wawu) dan ููŽุนูู„ูŽ (baik huruf โ€˜illatnya tashrif lughowi ataupun ya) tetap mengikuti wazan. Tashrif lughowi saja harkat fa fiโ€™il dirubah dengan harkat tashrif lughowi fiil. Perhatikan gambar ini: Asal kata ุทูู„ู’ู†ูŽุŒ ุฎููู’ู†ูŽ dan ู‡ูุจู’ู†ูŽ adalah ุทูŽูˆูู„ู’ู†ูŽุŒ ุฎูŽูˆููู’ู†ูŽ dan ู‡ูŽูŠูุจู’ู†ูŽ wazan ููŽุนูู„ูŽ.

Lalu harkat huruf tashrif lughowi dipindahkan pada fa fiโ€™il. menjadi: ุทููˆู’ู„ู’ู†ูŽุŒ ุฎููˆู’ูู’ู†ูŽ dan ู‡ููŠู’ุจู’ู†ูŽ. Karena terjadi ุงูู„ู’ุชูู‚ูŽุงุกู ุงู„ุณู‘ูŽุงูƒูู†ูŽูŠู’ู†ู ( bertemu dua huruf sukun), maka dibuanglah huruf โ€˜illat. Jadilah: ุทูู„ู’ู†ูŽุŒ tashrif lughowi dan ู‡ูุจู’ู†ูŽ.

Begitulah seterusnya dari dlomir ู‡ูู†ู‘ูŽ sampai ู†ูŽู€ุญู’ู†ู. Pada bagian ini pun kita bagi dua, menjadi: a. Tashrif lughowi fiโ€™il muโ€™tall lam pada fiil madli Jika terdapat huruf fathah sebelum huruf illat, maka huruf illat dibuang secara mutlaq ketika dimasuki dlomir ู‡ูู…ู’ุŒ ู‡ููŠูŽ dan ู‡ูู…ูŽุง (untuk muannats), sedangkan selainnya ditetapkan (tidak dibuang).

Perhatikan contoh: โ€œWawu dlomir jika bersambung dengan fiil naqish (muโ€™tall lam) setelah huruf lam fiโ€™ilnya dibuang, (Perhatikan!) jika huruf sebelum (huruf โ€˜illat) itu fathah, maka ditetapkan dalam fathah sedangkan jika dlommah atau kasrah (sebelum huruf โ€˜illatnya) maka didlommahkanโ€ Jadi asal ุฎูŽุดููˆู’ุง itu adalah ุฎูŽุดููŠููˆู’ุง, lalu harkat huruf โ€˜illat sebelum dibuang dipindahkan pada huruf sebelumnya; ุด, menjadi: ุฎูŽุดููŠู’ูˆู’ุง, setelah itu huruf โ€˜illat; ูŠ dibuang, jadilah ุฎูŽุดููˆู’ุง Demikian pula kaidah ini berlaku pada fiโ€™il madli yang lebih dari tiga huruf (tsulatsi maziid dan rubaโ€™i) dan untuk fiโ€™il madli yang lebih dari tashrif lughowi huruf, cara mentashrifnya disamakan dengan ุฑูŽู…ูŽู‰.

Contoh: b. Tashrif lughowi fiโ€™il muโ€™tall lam pada fiil mudlore Agar mudah ketika mentashrif fiโ€™il mudlore dari bina naqish ini, hendaklah memperhatikan akhir dari fiโ€™il mudlorenya itu sendiri. Ada yang berakhiran wawu seperti ูŠูŽุบู’ุฒููˆ, ada yang berakhiran ูŠ seperti ูŠูŽุฑู’ู…ููŠdan ada yang berakhiran alif seperti ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰.

Setelah kita tahu akhirannya, perhatikan polanya: Tashrif lughowi kita hafal, samakanlah fiโ€™il-fiโ€™il yang sama akhirannya. Seperti ูŠูŽุฏู’ุนููˆ sama dengan ูŠูŽุบู’ุฒููˆ. Lalu ูŠูŽุณู’ุฑููŠ sama dengan ูŠูŽุฑู’ู…ููŠ dan ูŠูŽุฎู’ุดูŽู‰ sama dengan ูŠูŽุฑู’ุถูŽูŠ. Demikian pula untuk fiโ€™il-fiโ€™il tsulatsi maziid dan rubaโ€™i. Yang terpenting, akhir dari fiโ€™ilnya sama bahkan ketika fiโ€™il itu diubah menjadi bentuk mabniy lil majhul (kata kerja bentuk pasif). Perhatikanlah gambar berikut: Kata ูŠูุนู’ุทููŠ akhirnya sama dengan ูŠูŽุฑู’ู…ููŠ dan kata ูŠูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ juga ูŠูุฑู’ู…ูŽู‰ (bentuk mabniy majhul dari ูŠูŽุฑู’ู…ููŠู’) sama dengan ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰ Begitulah fiโ€™il-fiโ€™il lain.

Sekali lagi, yang terpenting dalam fiโ€™il mudlore bina naqish ini adalah huruf illat dan harkat huruf sebelumnya. Saya kira cukuplah pembahasan tentang tashrif lughowi ini. Saya sarankan kepada pembaca untuk berlatih dan terus berlatih agar semakin lancar dan berkembang pula pemahaman kita tentang Bahasa Arab, Bahasa al-Qurโ€™an dan Hadits.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan saya. Jika dirasa ada yang salah, boleh kita berdiskusi lewat komentar Terima kasih atas kunjungan Anda di blog saya yang serba kekurangan ini Wassalamuโ€™alaikum wr. wb.4.3/5 - (42 votes) Tashrif Lughawi (Pengertian dan Contohnya) Tashrif lughawi adalah perubahan bentuk kata pada satu shighat dari ghaib ke mukhathab ke mutakallim, dari mufrad ke mutsana ke jamaโ€™, dan dari mudzakkar ke muanats.

Untuk lebih jelasnya berikut saya jelaskan perubahan bentuk kata pada tashrif lughawi. โ€ข Ghaib, mukhathab dan mutakallim Daftar Isi Artikel โ€ข Ghaib, mukhathab dan mutakallim โ€ข Mufrad, mutsana dan jamaโ€™ โ€ข Mudzakkar dan muanats โ€ข Tashrif lughowi fiโ€™il amar dan fiโ€™il nahi โ€ข Wazan jamaโ€™ taksir โ€ข Pengertian nun taukid โ€ข Pembagian nun tashrif lughowi โ€ข Tashrif Ishtilahy ( ุญููŠ ุตู’ุทูู„ูŽุง ู„ุงู•ู ุง ูŠู’ููŽ ุงู„ุชูŽุตู’ุฑู) โ€ข Sebarkan ini: โ€ข Posting terkait: Ingat ya!

Yang dimaksud ghaib disini bukan hantu atau hal-hal yang berbau mistis ya. Dalam kaidah bahasa Arab ghaib adalah tashrif lughowi ketiga, mukhathab itu orang kedua, dan mutakallim itu orang pertama. Perubahan ini hanya berlaku pada fiโ€™il saja.

Intinya perubahan fiโ€™il berdasarkan faโ€™il sesuai tashrif lughowi masing-masing. Contoh: ุฌูŽู„ูŽุณูŽ โ† ุฌูŽู„ูŽุณู’ุชูŽ โ† ุฌูŽู„ูŽุณู’ุชู Baca Juga ; Idgham Syafawi โ€ข Mufrad, mutsana dan jamaโ€™ Mufrad artinya satu, mutsana artinya dua, dan jamaโ€™ artinya banyak (lebih dari dua). Perubahan ini berlaku pada fiโ€™il dan isim. Contoh: ุฌูŽู„ูŽุณูŽ โ† ุฌูŽู„ูŽุณูŽุง โ† ุฌูŽู„ูŽุณููˆู’ุง ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ โ† ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงู†ู โ† ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ โ€ข Mudzakkar dan muanats Mudzakar artinya laki-laki dan muanats artinya perempuan.

Maksud gender disini secara bahasa saja. Contoh: ุฌูŽู„ูŽุณูŽ โ† ุฌูŽู„ูŽุณูŽุชู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ โ† tashrif lughowi Baca Juga : Idgham Syamsiyah dan Indgham Qomariyah Pada dasarnya tashrif lughowi artinya mutlaqnya perubahan.

Namun yang dimaksud disini ialah perubahan bentuk kalimah satu kebentuk kalimah lain memandang pada mufrod (tunggal), taszniyah (dua), jamakโ€™ (lebih dari dua), tashrif lughowi memandang pada mudzakar (laki-laki), muโ€™annats (perempua), ghoib (yang dibicarakan laki-laki), ghoibah (yang dibicarakan perempuan), mukhotob (yang diajak bicara laki-laki), mukhotob (yang diajak bicara laki-laki, mukhotobah tashrif lughowi diajak bicara perempuan) dan mutakalim (yang dibicara) Tashrif lughowi binaโ€™ shohih ูˆูŽู…ูŽุงุถู ุงูŽูˆู’ู…ูุถูŽุงุฑูุนู ุชูŽุตูŽุฑู‘ูŽููŽุง # ู„ุฃููŽูˆู’ุฌูู‡ู ูƒูŽุงู’ู„ุฃูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽู‡ู’ูŠู ุงุนู’ุฑูููŽุง ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ู„ูุบูŽุงุฆูุจู ูƒูŽุงู„ู’ุบูŽุงุฆูุจูŽุฉู’ # ูƒูŽุฐูŽุง ู…ูุฎูŽุงุทูŽุจูŒ ูˆูŽูƒูŽุงู„ู’ู…ูุฎูŽุงุทูŽุจูŽุฉู’ ูˆูŽู…ูุชูŽูƒูŽู„ู‘ูู…ูŒ ู„ูŽู‡ู ุงูŽุซู’ู†ูŽุงู†ู ู‡ูู…ูŽุง # ููู‰ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู…ู’ุฑู ุซูู…ู‘ูŽ ู†ูŽู‡ู’ูŠู ุนูู„ูู…ูŽุง Tashrif lughowi fiโ€™il madli mabni maโ€™lum dan mabni majhul Fiโ€™il madli, baik mabni maโ€™lum maupun majhul, bisa ditashrif secara lughowi menjadi 14 bentuk, yaitu: โ€ข 3 Ghoib ููŽุนูŽู„ูŽ ููุนูู„ูŽ ู‡ููˆูŽ : ู…ููู’ุฑูŽุฏูŒ ููŽุนูŽู„ุงูŽ ููุนูู„ุงูŽ ู‡ูู…ูŽุง : ุชูŽุซู’ู†ููŠู‘ูŽุฉูŒ ููŽุนูŽู„ููˆ ููุนูู„ููˆ ู‡ูู…ู’ : ุฌูŽู…ู’ุนูŒ โ€ข 3 Ghoibah ููŽุนูŽู„ูŽุชู’ ููุนูู„ูŽุชู’ ู‡ููŠูŽ : ู…ููู’ุฑูŽุฏู ููŽุนูŽู„ูŽุชูŽุง ููุนูู„ูŽุชูŽุง ู‡ูู…ูŽุง : ุชูŽุซู’ู†ููŠู‘ูŽุฉูŒ ููŽุนูŽู„ู’ู†ูŽ ููุนูู„ู’ู†ูŽ ู‡ูู†ูŽ : ุฌูŽู…ู’ุนูŒ โ€ข 3 Mukhotob ููŽุนูŽู„ู’ุชูŽ ููุนูู„ู’ุชูŽ ุงูŽู†ู’ุชูŽ : ู…ููู’ุฑูŽุฏูŒ Baca Juga ; Hukum Mim Mati ููŽุนูŽู„ู’ุชูู…ูŽุง ููุนูู„ู’ุชูู…ูŽุง ุงูŽู†ู’ุชูู…ูŽุง : ุชูŽุซู’ู†ููŠู‘ูŽุฉูŒ ููŽุนูŽู„ู’ุชูู…ู’ ููุนูู„ู’ุชูู…ู’ ุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ : ุฌูŽู…ู’ุนูŒ โ€ข 3 Mukhotobah ููŽุนูŽู„ู’ุชู ููุนูู„ู’ุชู ุงูŽู†ู’ุชู : ู…ููู’ุฑูŽุฏูŒ ููŽุนูŽู„ู’ุชูู…ูŽุง ููุนูู„ู’ุชูู…ูŽุง ุงูŽู†ู’ุชูู…ูŽุง : ุชูŽุซู’ู†ููŠู‘ูŽุฉูŒ ููŽุนูŽู„ู’ุชูู†ู‘ูŽ ููุนูู„ู’ุชูู†ู‘ูŽ ุงูŽู†ู’ุชูู†ู‘ูŽ : ุฌูŽู…ู’ุนูŒ โ€ข 2 Mutakalim ููŽุนูŽู„ู’ุชู ููุนูู„ู’ุชู ุงูŽู†ูŽุง : ู…ููู’ุฑูŽุฏูŒ ููŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ููุนูู„ู’ู†ูŽุง ู†ูŽุญู’ู†ู : ุชูŽุซู’ู†ููŠู‘ูŽุฉูŒ / ุฌูŽู…ู’ุนูŒ Tashrif lughowi fiโ€™il mudloriโ€™ mabni maklum dan mabni majhul Fiโ€™il mudloriโ€™, baik mabni maโ€™lum maupun majhul, bisa ditashrif secara lughowi menjadi 14 bentuk, yaitu: Baca Juga ; Ra Tarqiq โ€ข 3 Ghoib ูŠูŽูู’ุนูู„ู ูŠููู’ุนูŽู„ู ูŠูŽูู’ุนูู„ุงูŽู†ู ูŠููู’ุนูŽู„ุงูŽู†ู ูŠูŽูู’ุนูู„ููˆู’ู†ูŽ ูŠููู’ุนูŽู„ููˆู’ู†ูŽ โ€ข 3 Ghoibah ุชูŽูู’ุนูู„ู ุชููู’ุนูŽู„ู ุชูŽูู’ุนูู„ุงูŽู†ู ุชููู’ุนูŽู„ุงูŽู†ู ูŠูŽูู’ุนูู„ู’ู†ูŽ ูŠููู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽ โ€ข 3 Mukhotob ุชูŽูู’ุนูู„ู ุชููู’ุนูŽู„ู ุชูŽูู’ุนูู„ุงูŽู†ู ุชููู’ุนูŽู„ุงูŽู†ู ุชูŽูู’ุนูู„ููˆู’ู†ูŽ ุชููู’ุนูŽู„ููˆู’ู†ูŽ โ€ข 3 Mukhotobah ุชูŽูู’ุนูู„ููŠู’ู†ูŽ ุชููู’ุนูŽู„ููŠู’ู†ูŽ ุชูŽูู’ุนูู„ุงูŽู†ู ุชููู’ุนูŽู„ุงูŽู†ู ุชูŽูู’ุนูู„ู’ู†ูŽ ุชููู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽ โ€ข 2 Mutakalim ุงูŽูู’ุนูู„ู ุงููู’ุนูŽู„ู ู†ูŽูู’ุนูู„ู ู†ููู’ุนูŽู„ู Baca Juga : Ya Latif Tashrif lughowi fiโ€™il amar dan fiโ€™il nahi Pada fiโ€™il amar tashrif lughowi fiโ€™il nahi karena huruf akhir dijazemkan, maka membuang nun kecuali nun jamaโ€™ niswah.

Jika akhir fiโ€™il berupa huruf shohih dan tidak bertemu dengan dlomir alif, wawu dan yaโ€™, maka tanda jazemnya dengan sukun. Contoh:ู„ุงูŽูŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽุงุŒ ู„ุงูŽูŠูŽู†ู’ุตูุฑููˆู’ุงุŒ ู„ููŠูŽุถู’ุฑูุจูŽุงุŒ ู„ููŠูŽุถู’ุฑูุจููˆู’ุงุŒ ู„ููŠูŽุถู’ุฑูุจููŠุŒ ู„ุงูŽุชูŽู†ู’ุตูุฑููŠ Fiโ€™il amar dan fiโ€™il nahi yang bertemu nun jamaโ€™ niswah hukumnya mabni sukun.

Contoh: ู„ุงูŽูŠูŽู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุŒ ู„ููŠูŽู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽ Fiโ€™il amar dan fiโ€™il nahi yang berbentuk takalum tidak ada karena perintah/mencegah pada diri sendiri itu tidak mungkin. fiโ€™il amar dan fiโ€™il nahi, baik mabni faโ€™il maupun mabni mafโ€™ul, bisa ditashrif menjadi 12 bentuk, yaitu: โ€ข 3 Ghoib ู„ููŠูŽู†ู’ุตูุฑู’ ู„ููŠูู†ู’ุตูŽุฑู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ุตูุฑู’ ู„ุงูŽ ูŠูู†ู’ุตูŽุฑู’ ู„ููŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽุง tashrif lughowi ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูู†ู’ุตูŽุฑูŽุง ู„ููŠูŽู†ู’ุตูุฑููˆุง ู„ููŠูู†ู’ุตูŽุฑููˆุง ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ุตูุฑููˆุง ู„ุงูŽ ูŠูู†ู’ุตูŽุฑููˆุง โ€ข 3 Ghoibah ู„ูุชูŽู†ู’ุตูุฑู’ ู„ูุชูู†ู’ุตูŽุฑู’ ู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุตูุฑู’ ู„ุงูŽ ุชูู†ู’ุตูŽุฑู’ ู„ูุชูŽู†ู’ุตูุฑูŽุง ู„ูุชูู†ู’ุตูŽุฑูŽุง ู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุตูุฑูŽุง ู„ุงูŽ ุชูู†ู’ุตูŽุฑูŽุง ู„ููŠูŽู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽ ู„ููŠูู†ู’ุตูŽุฑู’ู†ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูู†ู’ุตูŽุฑู’ู†ูŽ โ€ข 3 Mukhotob ู„ูุชูŽู†ู’ุตูุฑู’ ู„ูุชูู†ู’ุตูŽุฑู’ ู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุตูุฑู’ ู„ุงูŽ ุชูู†ู’ุตูŽุฑู’ ู„ูุชูŽู†ู’ุตูุฑูŽุง ู„ูุชูู†ู’ุตูŽุฑูŽุง ู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุตูุฑูŽุง ู„ุงูŽ ุชูู†ู’ุตูŽุฑูŽุง ู„ูุชูŽู†ู’ุตูุฑููˆุง ู„ูุชูู†ู’ุตูŽุฑููˆุง ู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุตูุฑููˆุง ู„ุงูŽ ุชูู†ู’ุตูŽุฑููˆุง โ€ข 3 Mukhotobah ู„ูุชูŽู†ู’ุตูุฑููŠ ู„ูุชูู†ู’ุตูŽุฑููŠ ู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุตูุฑููŠ ู„ุงูŽ ุชูู†ู’ุตูŽุฑููŠ ู„ูุชูŽู†ู’ุตูุฑูŽุง ู„ูุชูู†ู’ุตูŽุฑูŽุง ู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุตูุฑูŽุง ู„ุงูŽ ุชูู†ู’ุตูŽุฑูŽุง ู„ูุชูŽู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽ ู„ูุชูู†ู’ุตูŽุฑู’ู†ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽ ู„ุงูŽ ุชูู†ู’ุตูŽุฑู’ู†ูŽ โ€ข Tashrif lughowi isim faโ€™il dan fiโ€™il ghoiru tsulatsi ู„ูุนูŽุดู’ุฑูŽุฉู ูŠูุตูŽุฑู‘ูŽูู ุงุณู’ู…ู ุงู„ู’ููŽุงุนูู„ู # ููŽุนูŽู„ูŽุฉู ูˆูŽููŽุงุนูู„ูŽูŠู’ู†ู ููŽุงุนูู„ู Baca Juga : Qalqalah Kubra dan Qalqalah Sugra ูˆูŽููŽุงุนูู„ููŠู’ู†ู ููุนู‘ูŽู„ู ููุนู‘ูŽุงู„ู # ูˆูŽูููŠู’ู‡ูู…ูŽุง ุงุถู’ู…ูู…ู’ ููŽุงูˆูŽุดูุฏู‘ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุงู„ูู‰ ููŽุงุนูู„ูŽุฉู ููŽุงุนูู„ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ููŽุงุนูู„ุงูŽ # ุชู ูˆูŽููŽูˆูŽุงุนูู„ูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู’ ู†ูู‚ูู„ุงูŽ Isim faโ€™il yang tercetak dari fโ€™il tsulatsi mujarrod dapat ditashrif menjadi 10 bentuk, yaitu: 6 berbentuk mudzakar dan 4 berbentuk muโ€™annats.

โ€ข 6 mudzakar ููŽุงุนูู„ูŒ > ู‡ููˆูŽุŒ ุงูŽู†ู’ุชูŽุŒ ุงูŽู†ูŽุง > ู…ููู’ุฑูŽุฏูŒ ู…ูุฐูŽูƒู‘ูŽุฑูŒ > ู†ูŽุงุตูุฑูŒ ููŽุงุนูู„ุงูŽู†ู > ู‡ูู…ูŽุงุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู…ูŽุงุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุชูŽุซู’ู†ููŠู‘ูŽุฉูŒ ู…ูุฐูŽูƒู‘ูŽุฑูŒ > ู†ูŽุงุตูุฑูŽุงู†ู ููŽุงุนูู„ููˆู’ู†ูŽ > ู‡ูู…ู’ุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุฌูŽู…ู’ุนูŒ ู…ูุฐูŽูƒู‘ูŽุฑูŒ > ู†ูŽุงุตูุฑููˆู’ู†ูŽ ููุนู‘ูŽุงู„ูŒ > ู‡ูู…ู’ุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุฌูŽู…ู’ุนู ุชูŽูƒู’ุณููŠู’ุฑู > ู†ูุตู‘ูŽุงุฑูŒ ููุนู‘ูŽู„ูŒ > tashrif lughowi ุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุฌูŽู…ู’ุนู ุชูŽูƒู’ุณููŠู’ุฑู > ู†ูุตู‘ูŽุฑูŒ ููŽุนูŽู„ูŽุฉูŒ > ู‡ูู…ู’ุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุฌูŽู…ู’ุนู ุชูŽูƒู’ุณููŠู’ุฑู > ู†ูŽุตูŽุฑูŽุฉูŒ โ€ข 4 muโ€™annats ููŽุงุนูู„ูŽุฉูŒ > ู‡ููŠูŽุŒ ุงูŽู†ู’ุชูุŒ ุงูŽู†ูŽุง > ู…ููู’ุฑูŽุฏูŒ ู…ูุคูŽู†ู‘ูŽุซูŒ > ู†ูŽุงุตูุฑูŽุฉูŒ ููŽุงุนูู„ูŽุชูŽุงู†ู > ู‡ูู…ูŽุงุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู…ูŽุงุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุชูŽุซู’ู†ููŠู‘ูŽุฉูŒ ู… ู…ูุคูŽู†ู‘ูŽุซูŒ > ู†ูŽุงุตูุฑูŽุชูŽุงู†ู ููŽุงุนูู„ุงูŽุชูŒ > ู‡ูู†ู‘ูŽุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู†ู‘ูŽุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุฌูŽู…ู’ุนูŒ ู…ูุคูŽู†ู‘ูŽุซูŒ > ู†ูŽุงุตูุฑูŽุงุชูŒ ููŽูˆูŽุงุนู„ู > ู‡ูู†ู‘ูŽุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู†ู‘ูŽุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู >ุตููŠู’ุบูŽุฉู ู…ูู†ู’ุชูŽู‡ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูู…ููˆุนู> ู†ูŽูˆูŽุงุตูุฑู Catatan: Jamaโ€™ taksir adalah kalimah yang menunjukkan arti lebih dari dua dengan merubah dari bentuk mufrodnya, bisa dengan menambah atau mengurangi huruf.

Contoh: ุงูŽุณูŽุฏูŒ > ุงูุณูุฏูŒ ุŒ ุบูŽุงุฒู > ุบูุฒู‹ู‰ Wazan jamaโ€™ taksir Baca Juga ; Pengertian Matan Jamaโ€™ taksir mempunyai wazan yang sangat banyak. Sebagian ulamaโ€™ muta-akhirin mengatakan kebanyakan jamaโ€™ taksir hukumnya simaโ€™i, namun ada pula yang diqiyasi (bisa dijadikan pedoman). Shighot muntahal jumuโ€™ adalah tashrif lughowi jamaโ€™ taksir, dimana setelah alif jamaโ€™ taksir terdapat dua huruf atau tiga huruf, yang tengah mati.

Contoh: ุฏูŽู†ูŽุงู†ููŠู’ุฑูุŒ ุฏูŽุฑูŽุงู‡ูู…ู โ€ข Tashrif lughowi isim mafโ€™ul dan fiโ€™il tsulatsi โ€ข Tashrif lughowi isim mafโ€™ul dari fiโ€™il tsulatsi ุซูู…ู‘ูŽ ุงุณู’ู…ู ู…ูŽูู’ุนููˆู’ู„ู ู„ูุณูŽุจู’ุนู ูŠูŽุฃู’ุชูู‰ # ู…ูŽูู’ุนููˆู’ู„ูŽุฉู ูˆูŽุซูŽู†ู‘ู ู…ูŽูู’ุนููˆู’ู„ุงูŽุชู ูƒูŽุฐูŽุงูƒูŽ ู…ูŽูู’ุนููˆู’ู„ูŒ ู…ูุซูŽู†ู‘ูŽุงู‡ู ูˆูŽู…ูŽูู’ู€ # ู€ุนููˆู’ู„ููˆู’ู†ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽู…ู’ุนู ุชูŽูƒู’ุณููŠู’ุฑู ูŠูุถูŽูู’ Isim mafโ€™ul yang tercetak dari fiโ€™il tsulatsi mujarrod kebanyakan mengikuti wazan ู…ูŽูู’ุนููˆู’ู„ูŒ.

Contoh: ู…ูŽู†ู’ุตููˆู’ุฑูŒ Isim mafโ€™ul yang tercetak dari fiโ€™il tsulatsi mujarrod dapat ditashrif menjadi 7 bentuk, yaitu: 4 berbentuk mudzakar dan 3 berbentuk muโ€™annats. โ€ข 4 mudzakar ู…ูŽูู’ุนููˆู’ู„ูŒ > ู‡ููˆูŽุŒ ุงูŽู†ู’ุชูŽุŒ ุงูŽู†ูŽุง > ู…ููู’ุฑูŽุฏูŒ >> ู…ูŽู†ู’ุตููˆู’ุฑูŒ ู…ูŽูู’ุนููˆู’ู„ุงูŽู†ู > ู‡ูู…ูŽุงุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู…ูŽุงุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุชูŽุซู’ู†ููŠู‘ูŽุฉูŒ >> ู…ูŽู†ู’ุตููˆู’ุฑูŽุงู†ู ู…ูŽูู’ุนููˆู’ู„ููˆู’ู†ูŽ > ู‡ูู…ู’ุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุฌูŽู…ู’ุนูŒ >> ู…ูŽู†ู’ุตููˆู’ุฑููˆู’ู†ูŽ ู…ูŽููŽุงุนููŠู’ู„ู > ู‡ูู…ู’ุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุฌูŽู…ู’ุนู >> ู…ูŽู†ูŽุงุตููŠู’ุฑู โ€ข 3 muโ€™annats ู…ูŽูู’ุนููˆู’ู„ูŽุฉูŒ > ู‡ููˆูŽุŒ tashrif lughowi ุงูŽู†ูŽุง > ู…ููู’ุฑูŽุฏูŒ >> ู…ูŽู†ู’ุตููˆู’ุฑูŽุฉูŒ ู…ูŽูู’ุนููˆู’ู„ูŽุชูŽุงู†ู > ู‡ูู…ูŽุงุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู…ูŽุงุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุชูŽุซู’ู†ููŠู‘ูŽุฉูŒ >> ู…ูŽู†ู’ุตููˆู’ุฑูŽุชูŽุงู†ู ู…ูŽูู’ุนููˆู’ู„ุงูŽุชูŒ > ู‡ูู…ู’ุŒ ุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ุŒ ู†ูŽุญู’ู†ู > ุฌูŽู…ู’ุนูŒ >> ู…ูŽู†ู’ุตููˆู’ุฑูŽุงุชูŒ Tashrif lughowi isim faโ€™il dan isim mafโ€™ul dari fiโ€™il ghoiru tsulatsi mujarrod Isim faโ€™il dan isim mafโ€™ul yang tercetak dari dari fiโ€™il tsulatsi mazid atau fiโ€™il rubaโ€™i mujarrod atau mazid sama dengan wazan mudloriโ€™nya, hanya saja huruf mudloroโ€™ahnya diganti dengan huruf mim dibaca dlommah.

Jika huruf sebelum akhir dibaca kasroh maka menjadi isim faโ€™il dan jika huruf sebelum akhir dibaca fathah maka menjadi isim mafโ€™ul. Isim faโ€™il dan isim mafโ€™ul yang tercetak dari dari fiโ€™il tsulatsi mazid atau fiโ€™il rubaโ€™i mujarrod atau mazid dapat ditashrif menjadi 6 bentuk, yaitu: 3 berbentuk mudzakar dan 3 berbentuk muโ€™annats. Contoh: ุซูู„ุงูŽุซููŠูŒ ู…ูŽุฒููŠู’ุฏูŒ > ูˆูŽุงุตูŽู„ูŽ ูŠููˆูŽุงุตูู„ู ู…ููˆูŽุงุตูู„ูŒ ู…ููˆูŽุงุตูŽู„ูŒ ุฑูุจูŽุงุนููŠูŒ ู…ูุฌูŽุฑูŽุฏูŒ > ููŽุนู’ู„ูŽู„ูŽ ูŠูููŽุนู’ู„ูู„ู ู…ูููŽุนู’ู„ูู„ูŒ ู…ูููŽุนู’ู„ูŽู„ูŒ ุฑูุจูŽุงุนููŠูŒ ู…ูู„ู’ุญูŽู‚ูŒ > ููŽูˆุนูŽู„ูŽ ูŠูููŽูˆู’ุนูู„ู ู…ูููŽูˆู’ุนูู„ูŒ ู…ูููŽูˆู’ุนูŽู„ูŒ โ€ข 3 mudzakar ู…ููˆูŽุงุตูู„ูŒ ุŒ ู…ููˆูŽุงุตูŽู„ูŒ ู…ููˆูŽุงุตูู„ุงูŽู†ู ุŒ ู…ููˆูŽุงุตูŽู„ุงูŽู†ู ู…ููˆูŽุงุตูู„ููˆู’ู†ูŽ ุŒ ู…ููˆูŽุงุตูŽู„ููˆู’ู†ูŽ โ€ข 3 muโ€™annats ู…ููˆูŽุงุตูู„ูŽุฉูŒ ุŒ ู…ููˆูŽุงุตูŽู„ูŽุฉูŒ ู…ููˆูŽุงุตูู„ูŽุชูŽุงู†ู ุŒ ู…ููˆูŽุงุตูŽู„ูŽุชูŽุงู†ู ู…ููˆูŽุงุตูู„ุงูŽุชูŒ ุŒ ู…ููˆูŽุงุตูŽู„ุงูŽุชูŒ โ€ข Nun Taukid ูˆูŽุชูŽู„ู’ุญูŽู‚ู ุงู„ู’ููุนู’ู„ู ุงูŽูŠู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูŽู„ุงูŽ # ู†ููˆู’ู†ูŽุงู†ู ู„ูู„ุชู‘ูŽูˆู’ูƒููŠู’ุฏู ู‚ูุณู‘ูู…ูŽุง ุงูู„ูŽู‰ ุฎูŽูููŠู’ููŽุฉู ุณูŽุงูƒูู†ูŽุฉู ู…ูุซู’ู„ู ุงุถู’ุฑูุจูŽู†ู’ ูƒูŽุฐูŽุง ุงูู„ูŽู‰ ุซูŽู‚ููŠู’ู„ูŽุฉู ูƒูŽุงู„ู’ูŠูุณู’ุฌูŽู†ูŽู†ู‘ูŽ # ู‡ูŽุฐูู‡ู ู…ูŽูู’ุชููˆู’ุญูŽุฉูŒ ููู‰ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ุญูุตู‘ูŽุชู’ ุจูู‡ู ูƒูŽุณู’ุฑูู‡ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุฒูŽู…ูŽุง ูˆูŽุฐูŽุงูƒูŽ ููุนู’ู„ู ุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุณู’ูˆูŽุงู†ู # ูƒูŽู‚ูŽูˆู’ู„ููƒูŽ ุงุฐู’ู‡ูŽุจูŽุงู†ู‘ู ูˆูŽุงุฐู’ู‡ูŽุจู’ู†ูŽุงู†ู‘ู ูˆูŽุจูŽุนู’ุฏูŽ ู†ููˆู’ู†ู ุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุนู ู„ูู„ุฅู’ูู†ูŽุงุซู # ุจูุงูŽู„ู’ูู ุฌููŠู’ุฆูŽ ููŽุงุตูู„ูŽ ุงู„ุซู‘ูŽู„ุงูŽุซู[1] Pengertian nun taukid Nun taukid adalah nun yang berfungsi untuk meyakinkan, yang masuk pada fiโ€™il yang tashrif lughowi mustaqbal (masa yang akan datang) Pembagian nun taukid Nun taukid terbagi menjadi 2, yaitu: โ€ข Nun taukid khofifah, yaitu nun taukid yang disukun.

Contoh: ูŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽู†ู’ โ€ข Nun taukid tsaqilah, yaitu nun bertasydid yang berharokat fathah, selain yang berada setelah alif tasniyah dan alif fashilah. Jika nun taukid tsaqilah berada setelah alif tasnian dan alif fashilah, maka nun taukid wajib dibaca kasroh.

Contoh: ูŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽู†ู‘ูŽุŒ ูŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽุงู†ู‘ูุŒ ูŠูŽู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุงู†ู‘ู โ€ข Hukum-hukum bacaan kalimah yang bertemu tashrif lughowi nun taukid โ€ข Fiโ€™il mudloriโ€™ ketika bertemu dengan nun taukid khofifah dimabnikan fathah. Contoh: ูŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽู†ู’ / ูŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽู†ู‘ูŽุŒ ูŠูŽุบู’ุฒููˆูŽู†ู’ / ูŠูŽุบู’ุฒููˆูŽู†ู‘ูŽ Baca Juga ; Pengertian Sanad Jika sebelum nun taukid tsaqilah berupa alif tasniyah, wawu jamaโ€™ atau yaโ€™ muโ€™annats mukhottobah, maka fiโ€™il mudlori dihukumi muโ€™rob dengan adanya huruf nun yang dibuang.

Alif tasniyah tidak boleh dibuang, namun dlomir wawu dan yaโ€™ dibuang. Contoh: ูŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽุงู†ู + ู†ู‘ูŽ > ูŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽุงู†ู‘ูŽ > ูŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽุงู†ู‘ู ุชูŽู†ู’ุตูุฑูŽุงู†ู + ู†ู‘ูŽ > ุชูŽู†ู’ุตูุฑูŽุงู†ู‘ูŽ > ุชูŽู†ู’ุตูุฑูŽุงู†ู‘ู ูŠูŽู†ู’ุตูุฑููˆู†ูŽ + ู†ู‘ูŽ > ูŠูŽู†ู’ุตูุฑููˆู’ู†ู‘ูŽ > ูŠูŽู†ู’ุตูุฑูู†ู‘ูŽ ุชูŽู†ู’ุตูุฑููˆู†ูŽ + ู†ู‘ูŽ > ุชูŽู†ู’ุตูุฑููˆู’ู†ู‘ูŽ > ุชูŽู†ู’ุตูุฑูู†ู‘ูŽ ุชูŽู†ู’ุตูุฑููŠู†ูŽ + ู†ู‘ูŽ > ุชูŽู†ู’ุตูุฑููŠู’ู†ู‘ูŽ > ุชูŽู†ู’ุตูุฑูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู†ููˆู’ู†ูŽ ุชูŽูˆู’ูƒููŠู’ุฏู ุจูุงู„ุฃูŽู…ุฑู’ ูุงู„ู†ู‘ูŽู‡ู’ูŠู ุตูู„ู’ # tashrif lughowi ุฎููู‘ู ู…ูŽุนูŽ ุณููƒููˆู’ู†ู ู„ุงูŽุชูŽุตูู„ู’ Fiโ€™il mudloriโ€™, baik tsulatsi maupun rubaโ€™i, mujarrod atau mazid yang ketemu dengan nun taukid tsaqilah dapat ditashrif menjadi 14 bentuk, yaitu: โ€ข 3 ghoib โ€ข 3 ghoibah โ€ข 3 mukhothob โ€ข 3 mukhothobah โ€ข 2 mutakalim Tashrif lughowi fiโ€™il mudloriโ€™ bertemu nun taukid khofifah hanya bisa ditashrif menjadi 8 bentuk, yaitu: โ€ข 2 ghoib โ€ข 1 ghoibah โ€ข 2 mukhothob โ€ข 1 mukhothobah โ€ข 2 mutakalim Hanya bisa ditashrif menjadi 8 bentuk karena nun taukid khofifah tidak bisa jatuh setelah alif tatsniyah dan alif fashilah karena menimbulkan berkumpulnya 2 huruf yang mati yag dilarang.

Contoh: ูŠูŽู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุงู†ู’ุŒ ูŠูŽู†ู’ุตูุฑูŽุงู†ู ู†ู’ โ€ข Nun taukid khofifah atau tsaqilah yang masuk pada fiโ€™il amar dan fiโ€™il nahi hukumnya sama ketika masuk pada fiโ€™il mudloriโ€™, hanya saja pada fiโ€™il amar mendatangkan lam amar dan pada fiโ€™il nahi mendatangka laa (ู„ุง). โ€ข Pada fiโ€™il amar dan fiโ€™il nahi yang bertemu dengan nun taukid khofifah hanya bisa ditashrif menjadi 6 bentuk, yaitu: โ€ข Fiโ€™il amar dan fiโ€™il nahi yang bertemu nun taukid tsaqilah bisa ditashrif menjadi 12 bentuk, yaitu: โ€ข 3 hoib โ€ข 3 ghoibah โ€ข 3 mukhothob โ€ข 3 mukhothobah Tashrif Ishtilahy ( ุญููŠ ุตู’ุทูู„ูŽุง ู„ุงู•ู ุง ูŠู’ููŽ ุงู„ุชูŽุตู’ุฑู) Tashrif ishthilahy adalah perubahan kata yang didasarkan pada perbedaan bentuk katanya.Perubahan bentuk dari bentuk asli (fiโ€™il madhy) ke bentuk mashdar, isim faโ€™il hingga fiโ€™il amar adalah yang dimaksud dengan tashrif ishthilahy.

Untuk lebih memahami tashrif ishthilahy. Perhatikanlah contoh tashrif ishthilahy untuk kata โ€menulisโ€ ( ูƒูŽุชูŽุจูŽ ) Tashrif isthilahy Arti ูƒูŽุชูŽุจูŽ Telah menulis (dia laki-laki) ูŠูŽูƒู’ุชูุจู Sedang menulis (dia laki-laki) ูƒูุชูŽุงุจูŽุฉู‹ Tulisan ูƒูŽุงุชูุจู Penulis ู…ูŽูƒู’ุชููˆู’ุจูŒ yang ditulis ูƒู’ุชูุจู’ ุงู tulislah! ู„ูŽุงุชูŽูƒู’ุชูุจู’ jangan kau tulis! Posting terkait: โ€ข Naudzubillah Min Dzalik Artinya โ€ข Isim Tafdhil โ€ข Huruf Nashab Posting pada lughah Ditag contoh tashrif lughowi, contoh tashrif lughowi fi'il madhi, contoh tashrif lughowi fi'il mudhori, pengertian tashrif lughowi, pengertian tashrif lughowi dan istilahi, perbedaan tashrif lughawi dan istilahi, shorof tashrif lughowi, tabel tashrif lughawi lengkap, tabel tashrif lughowi, tashrif lughowi adalah, tashrif lughowi dan istilahi, tashrif lughowi fiil amar, tashrif lughowi fiil amr, tashrif lughowi fiil madhi, tashrif lughowi fiil mudhori, tashrif lughowi lengkap, tashrif lughowi lengkap tashrif lughowi, tashrif lughowi pdf, wazan tashrif lughowi Post Terbaru โ€ข Program Kerja Osis โ€ข 16 Prospek Kerja Agribisnis โ€ข โˆš Larutan Non Elektrolit : Pengertian, Contoh dan Penjelasannya โ€ข Motto OSIS โ€ข Prospek Kerja Teknik Industri dan Gajinya โ€ข Sinopsis Novel Dia Adalah Kakakku โ€ข Sinopsis Novel Sepotong Hati yang Baru โ€ข Sinopsis Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah โ€ข Sinopsis Novel Sunset Bersama Rosie โ€ข Sinopsis Novel Selamat Tinggal
ุงูŽู„ุชู‘ูŽุตู’ุฑููŠู’ูู ุงู„ู„ู‘ูุบูŽูˆููŠู‘ู Tashrif Lughowi Tashrif lughowi adalah perubahan fiโ€™il bersama dengan dhomirnya 1.

Tashrif lughowi untuk fiโ€™il madhi Pembacaan Tabel ูƒูŽุชูŽุจูŽ : Dia (seorang laki-laki) telah menulis ูƒูŽุชูŽุจูŽุง : Mereka (dua orang laki-laki) telah menulis ูƒูŽุชูŽุจููˆู’ุง : Mereka (para lelaki) telah menulis ูƒุชูŽุจูŽุชู’ : Dia (seorang perempuan) telah menulis ูƒูŽุชูŽุจูŽุชูŽุง : Mereka (dua orang perempuan) telah menulis dst. Contoh tashrif lughowi untuk fiโ€™il ู†ูŽุตูŽุฑูŽ Silakan dicobaโ€ฆ โ€ข ุฌูŽู„ูŽุณูŽ (Duduk) โ€ข ู‚ูŽุชูŽู„ูŽ (Membunuh) โ€ข ุดูŽุฑูุจูŽ (Minum) Dengarkan Kajian: badar online 15th August 2009 pada waktu 6:54 am #Ikhwanul Hakim Memang untuk shorof, pelajaran iโ€™lal adalah pelajaran yang menjadi โ€œmomokโ€ bagi orang yang belajar bahasa arab.

Untuk iโ€™lal ada pelajarannya sendiri juga akhi, tentang kaidah-kaidah dalam iโ€™lal. Penjelasannya cukup panjang akh, semoga ke depannya kami bisa menampilkannya dengan baik. Untuk contoh, antum bisa melihat kitab-kitab tashrif lughowi, di sana terdapat penjelasan tentang iโ€™lal. BarakAllah fikum โ€ข ingin belajar arab 13th February 2012 pada waktu 2:31 pm ustadz apakah setiap kata fiโ€™il itu asalnya memang fiโ€™il madhi???

apakah dikamus dijelaskan misalnya kata โ€œkatabaโ€ itu artinya dia telah menulis??? kebetulan saya baru mau beli kamus, saya ingin sekali belajar bahasa arab. saya senang sekali belajar disini dan mudah mengerti terima kasih ustadz โ€ข Badar Online 7th April 2012 pada waktu 11:44 am @ ingin belajar arab Untuk kata dasar, ulama nahwu berbeda pendapat.

ada yang berpendapat bahwa kata dasar adalah fiil madhi, ada yang berpendapat kata dasar adalah masdar. Terlepas dariperbedaan pendapat tersebut, Untuk kamus standar, misal kamus Munawir seperti ini untuk pencarian di kamus, dicari melaliu fiil madhi nya.

tashrif lughowi

misalnya kataba di sebelahnya terdapat garis dengan harakat dhommah menunjukkan fiil mudhariโ€™nya yak tubu (masuk bab faโ€™ala โ€“ yafโ€™ulu) dan disebelahnya lagi adalah masdarnya. dan dibawahnya ada cabang-cabang dari kata dasar kataba.

โ€ข

Tashrif Lughowi Mukhotob dan Mukhotobah




2022 www.videocon.com