Perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

• Ciri-ciri Seks Sekunder pada Perempuan 1) Pinggul Pinggul yang membesar dan membulat sebagai akibat membesarnya tulang pinngul dan berkembangnya lemak bawah kulit. 2) Payudara Buah dada dan puting susu semakin tampak menonjol, dan dengan berkembangnya kelenjar susu, payudara menjadi lebih besar dan lebih bulat lagi.

3) Rambut Tumbuhnya rambut di kemaluan, ketiak, lengan dan kaki, dan kulit wajah. Semua rambut, kecuali rambut wajah mula-mula lurus dan terang warnany, kemudian menjadi lebih suburlebih kasar, dan lebih gelap dan agak keriting. 4) Kulit Kulit menjadi lebih kasar, lebih tebal, agak pu­cat dan lubang pori-pori bertambah besar.

5) Kelenjar Kelenjar lemak dan kelenjar keringat menjadi .lebih aktif. Sumbatan kelenjar lemak dapat menyebabkan jerawat. Kelenjar keringat di ketiak mengeluarkan banyak keringat dan baunya menusuk sebelum dan selama masa haid. 6) Otot Otot semakin besar dan semakin kuat terutama pada pertengahan dan menjelang akhir,masa puber, sehingga memberikan bentuk pada bahu, lengan dan tungkai kaki. 7) Suara Suara berubah dari suara kanak-kanak menjadi lebih merdu, suara serak dan suara yang pecah jarang terjadi.

( Al-migwar, 2006) Ciri-ciri seks sekunder pada perempuan 1) Pinggul; Pinggul mulai bertambah lebar dan bulat sebagai akibat membesarnya tulang pinggul dan berkembangnya minyak bawah kulit. 2) Payudara; segera setelah pinggul mulai membesar, kelenjar susu juga berkembang, dan puting susu berkembang serta menjadi lebih bulat 3) Rambut; rambut kemaluan tumbuh setelah pinggul dan payudara berkembang.

( http://.khairilansyri.webnode.com) Diantara perubahan-perubahan fisik itu, yang terbesar pengaruhnya pada perkembangan jiwa remaja adalah pertumbuhan tubuh (badan menjadi makin panjang dan tinggi), mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (di tandai dengan haid pada wanita dan mimpi basah pada laki-laki) dan tanda-tanda seksual sekunder yang tumbuh, perubahan- perubahan fisik pada perempuan tersebut sebagai berikut : 1) Pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggot-anggota badan menjadi panjang).

2) Pertumbuhan payudara 3) Tumbuh bulu yang halus dan lurus berwarna gelap di kemaluan. 4) Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimal setiap tahunnya.

5) Bulu kemaluan menjadi kriting. 6) Haid. 7) Tumbuh bulu-bulu ketiak. Sebagai akibat bekerjanya hormon-hormon dalam tubuh, seorang anak sejak memasuki usia remaja (lebih kurang usia 12 tahun) mulai menunjukan perbedaan-perbedaaan tubuh yang tidak terdapat pada anak-anak yang lebih kecil.

Sejak usia remaja itu kita bisa langSsung membedakan pria dan wanita, misalnya dari kumis suaranya yang berat, jakunnya, otot-ototnya yang kuat perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa lain-lain (pada pria).

Pada wanita, bisa ditandai dari panggulnya yang besar, payudara membesar, suaranya yang lembut, dan lain-lain. Tanda-tanda badaniah yang membedakan pria dan wanita ini disebut tanda-tanda seksual sekunder. Ini tidak terdapat pada ank-anak yang lebih muda, khususnya pada anak-anak balita. (Sarwono,2010) Pada umumnya yang berusia 11 tahun atau 12 tahun lebih cepat pertumbuhannya di banding anak laki-laki sehingga secara tidak sadar anak laki-laki merasa iri hatin terhadapanya.

Alasan inilah yang menjadi penyebab seringnya anak laki-laki menjauhi bahkan memusuhi anak wanita pada usia ini (sex antagonisme). Namun demikiandalam pertumbuhan biologiss lebih lanjut, wanita lebih memperlihatkan lekuk tubuhnya yang menarik.

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

Dapat diketahui meskipun berbagai perubahan seks termasuk pertumbuhan dan perkembangan fisik atau biologis, secara langsung maupun tidak langsung, tetap brkaitan erat dengan aspek psikologis. Beberapa pengaruh perubahan masa puber 1) Pengaruh pada kondisi fisik. Pesatnya pertumbuhan dan perubahan-perubahan tubuh cenderung menimbulkan kecapean, kelesuan dan gejala-gejala buruk lainya.

Dengan semakin bertambanya tugas-tugas dan tanggung jawab, sedangkan individu tidak dapat melaksanakanya dengan baik, perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa itu sering semakin memburuk. Gejala yang sering terjadi antara lain gangguan pencernaan dan kurangnya nafsu makan. Anemia juga sering terjadi akibat kebiasaan yang tidak menentu. Sepanjang periode haid awal, gejala yang sering dialami anak perempuan adalah sakit kepala, sakit punggung, kejang, sakit perut yang di iringi pingsan, muntah-muntah, gangguan kulitpembekakan tungkai kaki dan pergelangan kaki.

Akibatnya, timbulah rasa lelah, tertekan dan gampang marah. Ganguan fisik dan psikologis akan hilang dengan sendirinya saat haid datang lebih tertur. 2) Pengaruh pada sikap dan tingkah laku. Realita menunjukan bahwa perubahan sikap dan tingkah lakunya saat itu lebih merupakan akibat dari perubahan sosial daripada akibat perubahan kelenjar yang berpengaruh pada keseimbangan tubuh.

Bila orang tua, kakak-adik, guru-guru, dan teman kurang memberikan pengertian dan simpati pada ank puber yang harapan-harapan sosialnnya begitu besar, akibat psikologis yang ditimbulkan oleh perubahan-perubahan fisik itu semakin besar. Secara umum, pengaruh perubahan paling serius dan kuat yang menimpa yaitu, Suka menyendiri, Jemu, Kontraindikasi dengan sosial, Beremosi tinggi, kurang percaya diri. (Al-Migwar. 2007) Jakarta - Tanda serta ciri-ciri perubahan seks primer dan sekunder laki-laki umum terjadi di usia remaja.

Perubahan yang bersifat normal ini sangat khas menandai pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Munculnya tanda serta ciri-ciri perubahan seks primer dan sekunder laki-laki biasa terjadi di masa pubertas. Kondisi ini dialami laki-laki di usia 12-16 tahun, bergantung pada kondisi tiap anak.

"Pada masa pubertas, anak laki-laki akan mengalami perubahan fisik primer dan sekunder. Perubahan primer adalah perubahan yang pasti akan dialami laki-laki pada masa pubertas," tulis repository Universitas Sumatera Utara (USU) Baca juga: Ternyata Ini Sebabnya, Warna Kulit di Organ Vital Selalu Lebih Gelap Tanda serta ciri-ciri perubahan primer dan sekunder laki-laki saat pubertas A.

Tanda dan ciri-ciri perubahan primer 1. Kesiapan testis memproduksi sperma 2. Mengalami mimpi basah Peristiwa mimpi basah adalah peristiwa ejakulasi atau keluarnya air mani saat tidur.

Tanda dan ciri-ciri perubahan primer ini terjadi saat testis serta salurannya (uretra) terisi penuh sperma. Mimpi basah biasa dialami semua anak laki-laki menjelang dewasa. Kondisi ini menunjukkan seorang laki-laki siap melakukan proses reproduksi. Dia sudah mampu membuahi sel telur yang sudah matang hingga terjadi kehamilan. B. Tanda dan ciri-ciri perubahan sekunder 1. Ukuran kemaluan bertambah 2.

Suara menjadi lebih berat 3. Kumis tumbuh dan jakun mulai tampak 4. Perubahan hormon mengakibatkan munculnya gangguan bau badan dan jerawat 5. Rambut halus tumbuh di ketiak dan kemaluan 6. Dada pria menjadi lebih lebar dan bidang. Perubahan sekunder mengindikasikan kondisi anak laki-laki yang menjadi lebih matang dibanding sebelumnya. Baca juga: Pubertas pada Anak Laki-laki dan Perempuan: Ciri, Tanda, dan Masa Dikutip dari Pedoman Pelaksanaan Kegiatan KIE Kesehatan Reproduksi untuk Petugas Kesehatan di Tingkat Pelayanan Dasar, Kementerian Kesehatan, tanda serta ciri-ciri perubahan primer dan sekunder laki-laki terjadi sangat cepat.

Perubahan fisik kerap tidak seimbang dengan kondisi mental dan kejiwaan remaja. "Perubahan dapat membingungkan para remaja sehingga perlu bimbingan dan dukungan lingkungan di sekitarnya, agar tidak salah melangkah. Apalagi remaja adalah masa perilaku remaja ingin mencoba hal baru," tulis Kemenkes. Berbagai hal bisa mendorong remaja mencoba hal baru termasuk rangsangan seksual. Perilaku ini berisiko memberikan dampak buruk pada remaja.

Misal kehamilan tidak diinginkan, tertular penyakit menular seksual, dan gangguan lainnya. Karena itu, remaja harus punya cukup informasi soal tanda serta ciri-ciri perubahan primer dan sekunder laki-laki saat puber. Pengetahuan diharapkan bisa mencegah remaja melakukan perbuatan yang berisiko merugikan dirinya.

Info yang benar terkait tanda serta ciri-ciri perubahan primer dan sekunder laki-laki, juga diharapkan membantu remaja menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa kesehatan dan kesiapan fisik serta mental, remaja bisa membangun keluarga dan masa depan yang lebih baik.

Simak Video " Jika Anak Alami Eating Disorder" [Gambas:Video 20detik] (row/erd) Berita Terkait • Dugaan Autoimun di Balik Remaja 'Bisa Jalan Lagi' usai Vaksin Nusantara • 7 Gejala Tipes yang Harus Diwaspadai, Bedanya dengan Demam Biasa • e-Life: Puasa, Remaja, dan Eating Disorder • 3 Cara Menghilangkan Jerawat dengan Bahan Alami, Mudah Banget!

• 4 Tanda-tanda Omicron pada Remaja, Jangan Diabaikan! • Pemulihan Psikis dan Restitusi adalah Hak Korban Kekerasan Seksual • Anak Ke-gap Nonton Siskaeee? Ortu Jangan Langsung Marah, Begini Tipsnya • Kemenko PMK: 18,8 Persen Pelajar RI Perokok Aktif MOST POPULAR • 1 Hepatitis Akut 'Misterius' Menular Lewat Pernapasan dan Pencernaan, Begini Mencegahnya • 2 Benarkah Long COVID 'Biang Kerok' Hepatitis Misterius?

Ini Penjelasan Pakar IDI • 3 Masih Misterius, IDAI Ungkap Kemungkinan Cara Penularan Hepatitis Akut • 4 Tips Curi-curi Waktu untuk Bercinta di Pagi Hari • 5 Post Holiday Blues Bikin Tak Semangat Bekerja?

Psikolog Sarankan Ini • 6 Perlengkapan Main Sepatu Roda, Penting agar Tetap Aman Saat Meluncur • 7 5 Tips Foreplay yang Bikin Seks Makin Panas • 8 WHO: Angka Kematian Tak Langsung Pasien COVID-19 RI Tertinggi Ketiga di Dunia • 9 Wajib Dicoba! Ini 4 Posisi yang Bikin Seks Makin Enak • 10 Ssst! Ternyata Ini Lho Alasan Seks Terasa Enak • SELENGKAPNYA
TEMPO.CO, Jakarta - Masa remaja adalah masa di mana perilaku kaum remaja ingin mencoba hal-hal baru bahkan yang didorong oleh rangsangan seksual.

Kementerian Kesehatan, dalam rilisnya yang dilansir pada 19 Desember 2018, menyebutkan pentingnya mengetahui perubahan fisik masing-masing remaja agar mereka tidak terjerumus dalam hubungan seks pranikah dengan segala akibatnya. Baca: Maia Estianty Duet dengan Dul, Tips Dekat dengan Anak Remaja Dalam Pedoman Pelaksanaan Kegiatan KIE Kesehatan Reproduksi untuk Petugas Kesehatan di Tingkat Pelayanan Dasar Kementerian Kesehatan, dijelaskan bahwa perubahan fisik saat remaja terjadi begitu cepat dan tidak seimbang dengan perubahan kejiwaan.

Hal tersebut dapat membingungkan para remaja sehingga perlu bimbingan dan dukungan lingkungan di sekitarnya agar tidak salah melangkah. Perubahan fisik pada remaja terjadi karena pertumbuhan fisik termasuk pertumbuhan organ-organ reproduksi (organ seksual) menuju kematangan. Perubahan ini dapat dilihat dari tanda-tanda seks primer dan seks sekunder. Tanda-tanda seks primer, yakni berhubungan langsung dengan organ seks seperti haid dan mimpi basah.

Sementara tanda-tanda seks sekunder, pada remaja laki-laki terjadi perubahan suara, tumbuhnya jakun, penis dan buah zakar bertambah besar, terjadinya ereksi dan ejakulasi, badan berotot, tumbuhnya kumis, cambang dan rambut di sekitar kemaluan dan ketiak. Pada remaja putri ditandai dengan payudara membesar, pinggul melebar, dan tumbuhnya rambut di ketiak dan sekitar kemaluan.

Perubahan fisik juga dapat dilihat dari perubahan kejiwaan. Secara emosi, remaja lebih sensitif seperti mudah menangis, cemas, frustasi, dan tertawa. Kemudian secara intelegensia, remaja mampu berpikir abstrak, dan senang memberikan kritik. Namun di antara itu semua yang penting diperhatikan adalah keingintahuan anak remaja terhadap hal yang baru, sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba termasuk perilaku seks pranikah.

Dari segi kesehatan reproduksi, perilaku ingin mencoba dalam bidang seks sangatlah rawan karena dapat mengakibatkan dampak buruk yang merugikan masa depan, terutama remaja perempuan. Akibatnya bagi remaja akan menambah risiko tertular penyakit menular seksual seperti, gonore, sifilis, herpes simpleks (genitalis), clamidia, perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa akuminata, dan HIV/AIDS.

Remaja perempuan terancam kehamilan yang tidak diinginkan, pengguguran kandungan yang tidak aman, infeksi organ reproduksi, anemia, kemandulan, dan kematian karena pendarahan atau keracunan kehamilan. Dampak lainnya depresi, hilang kesempatan melanjutkan pendidikan, dan melahirkan bayi kurang sehat.

Akibat buruk itu tidak hanya berdampak pada pasangan, tapi juga orang tua, keluarga, dan masyarakat. Sehingga, perlu pembinaan kesehatan reproduksi remaja untuk memberikan informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan perilaku hidup sehat bagi remaja. Baca: Sexting oleh Remaja Menjadi Legal di NSW Australia, Kenapa?

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

Dengan pengetahuan yang memadai tentang perubahan fisik, dan akibat melakukan seks pranikah, para remaja diharapkan mampu memelihara kesehatan dirinya agar dapat memasuki masa kehidupan berkeluarga dengan reproduksi yang sehat. Pertumbuhan memanjang sangat mencolok selama bulan ketiga, keempat, dan kelima.

Pada usia lima bulan dalam kandungan, panjang janin sekitar 15-19 sentimeter dan beratnya kira-kira 250-450 gram. Selama bulan kelima, gerakan janin biasanya dapat jelas dirasakan oleh ibunya.

Sedangkan peningkatan berat badan sangat mencolok selama dua bulan terakhir dari kehamilan.

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

Bayi akan segera bernapas begitu lahir. Paru-paru mulai berfungsi. Saat dilahirkan, secara proporsional kepala lebih besar daripada tubuhnya. Setelah itu lengan, kaki, dan paha tumbuh lebih cepat daripada kepala. Setelah lahir, manusia akan mengalami tahap-tahap perkembangan mulai dari masa anak-anak, remaja, dewasa, hingga manula (manusia lanjut usia).

Masa pertumbuhan manusia ada batasnya. Secara normal, pada laki-laki pertumbuhan akan terhenti pada usia sekitar 22 tahun. Sedangkan pada perempuan, pertumbuhan akan terhenti pada usia sekitar 18 tahun.

Pada kebanyakan remaja, perkembangan tubuh lebih cepat dialami pada waktu mereka berusia 12-18 tahun. Untuk remaja perempuan, pertumbuhan cepat itu biasanya terjadi pada usia 12 tahun, sedangkan untuk remaja laki-laki pada usia 14 tahun. Bahan makanan yang mempengaruhi pertumbuhan adalah bahan makanan yang mengandung protein tinggi seperti ikan, daging, telur, susu, keju, kacang kedelai (tahu, tempe), dan kacang-kacangan lainnya.

Hormon yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan adalah hormon tumbuh dan hormon kelenjar gondok (tiroksin). a. Masa anak-anak Masa anak-anak dimulai sejak lahir (bayi) hingga masa remaja, bayi sangat membutuhkan air susu ibu (ASI). Sebaiknya ASI diberikan pada bayi selama dua belas bulan sejak kelahiran. Hal ini karena bayi membutuhkan ASI selama tahun pertama kehidupannya.

Pada usia balita terjadi pertumbuhan sel-sel otak, sehingga diperlukan makanan yang bergizi. Pada usia sekitar tiga tahun, anak-anak mulai berbicara kalimat pendek. Anak-anak belajar menggambar, membaca, dan menulis. Bermain merupakan hal yang penting dalam kehidupan anak-anak. Menjelang usia sepuluh tahun, anak-anak sudah mencari teman. Mereka juga sudah tahu bagaimana berbagi, melakukan tugas mereka, dan bekerja sama dengan orang lain. anak-anak Masa anak-anak. b. Masa remaja (masa pubertas) Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa mengalami suatu tahap yang disebut masa pubertas.

Pada masa ini baik laki-laki maupun perempuan menunjukkan pertumbuhan yang cukup cepat. Badan akan bertambah tinggi, bertambah gemuk, dan organ kelaminnya sudah mampu menghasilkan sel kelamin yang matang.

remaja Saat dewasa, manusia telah memikirkan pekerjaannya, misalnya dengan bekerja. d. Manula Manula atau manusia lanjut usia, yaitu seseorang yang telah memasuki usia lanjut.

Pada usia ini, biasanya organ-organ manusia sudah mulai melemah atau berkurang kemampuannya. Pada manula, biasanya pigmentasi rambut kepala telah berkurang, sehingga rambut terlihat memutih. Pada masa manula, rambut mulai memutih dan kulit mulai keriput. 3. Ciri-ciri Remaja yang Mengalami Pubertas Seorang anak yang mengalami pubertas tidak lagi disebut anak-anak, namun disebut sebagai remaja.

Pubertas ditandai dengan penampakan ciri-ciri seks sekunder. Ciri-ciri seks sekunder tampak pada remaja laki-laki maupun perempuan. Remaja perempuan mengalami pubertas lebih cepat dibandingkan laki-laki. Ciri-ciri seks sekunder pada perempuan seperti membesarnya payudara, membesarnya pinggul, tumbuh rambut di ketiak, dan kulit lebih halus.

Selain itu, pubertas pada remaja perempuan juga ditandai dengan mendapatkan menstruasi (haid) yang pertama. Bagi remaja perempuan, menstruasi yang pertama merupakan tanda bahwa ia telah mencapai masa pubertas.

Keadaan ini merupakan tanda yang normal pada semua perempuan yang sehat. Menstruasi menunjukkan bahwa perempuan telah memiliki sistem reproduksi yang berfungsi dengan normal.
Kebutuhan Seksual adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia, tahukah sahabat bahwa perkembangan seksual manusia tidak langsung sempurna melainkan terjadi secara bertahap, terdapat 4 tahap perkembangan seksualitas pada manusia.

di masyarakat sendiri, kata seksual lebih dipandang sebagai sistem reproduksi, perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa, ataupun hal-hal yang berhubungan dengan alat kelamin. Namun di dunia medis, kata seksual itu dapat mengartikan banyak hal, seperti identitas atau mencerminkan perasaan seseorang.

Perkembangan seksual sendiri dimulai ketika seseorang berusia pranatal (bayi), dan berakhir sampai masa dewasa. Perkembangan seksual akan meningkat seiring bertambahnya usia. ada dua hal yang dapat terjadi ketika masa dewasa yaitu memiliki seksual normal atau abnormal. Seksual yang abnormal atau menyimpang perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa saja timbul ketika ia sudah dewasa, hal ini dapat diakibatkan oleh berbagai hal seperti pergaulan bebas atau kurangnya pengawasan perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa orang tua.

Salah satu contoh penyimpangan seksual, seperti pornografi (visual, dimana gambar atau tulisan yang dapat merangsang gairah). Pada tahap ini, fisik (tubuh bayi) mulai berkembang, begitu juga dengan seksualnya. Pada bayi laki-laki sudah mulai merasakan ereksi pada kemaluannya, sedangkan bayi perempuan sudah mulai adanya pelumas. Menurut sigmund freud, Biasanya perilaku ini terjadi ketika bayi mandi, ia akan merasakan senang, lebih jelasnya pada tahapan bayi ini.

a. tahap oral Perkembangan seksual pada tahap ini dimulai pada usia bayi 0 sampai 12 bulan. Ya, Seperti namanya tahap oral yang berarti mulut, maka Pada usia ini untuk mendapatkan perasaan senang, puas, atau merasakan nilkmat, Didapatkan bayi ketika menggigit, mengunyah, menghisap, dan bersuara. b. tahap Anal Sedangkan tahap anal yang berarti anus, dimana anak mendapat kepuasan ketika melakukan BAB (Buang Air Besar).

Selain itu pada tahap ini, anak akan tampak egois, dan mencintai dirinya sendiri. anak juga mulai menunjukan sifat keakuannya, dan mempelajari tentang struktur tubuhnya, tahap ini dimulai pada usia 1 sampai 3 tahun.

Pada masa ini juga dibagi menjadi dua tahap. Dimana tahap pertama yaitu Oedipal dan tahap keduanya yaitu Laten. a. Tahap Oedipal Pada tahap ini, anak sudah mulai mengenal jenis kelaminnya dan sudah mulai beraba-raba area erogennya. Selain itu anak juga sudah mulai menyukai lawan jenis, sehingga anak laki-laki cenderung lebih menyukai ibunya dibanding ayahnya, begitu juga pada anak perempuan. Pada tahap ini, anak juga mulai berinteraksi dengan figur orang tuanya, oh ya, tahap ini dimulai pada usia 3 tahun sampai 5 tahun.

b. Tahap Laten Setelah tahap Oedipal, maka dilanjutkan pada tahap laten. Dimana pada tahap ini dimulai ketika anak berusia 5 sampai 13 tahun. Sehingga dapat dikatakan bahwa anak sudah mulai memasuki masa pubertas atau remaja. Pada tahap ini, anak sudah mulai berhadapan secara langsung terhadap tuntutan sosial. Pada tahap pubertas atau remaja, berbagai perubahan terjadi. Anak sudah memiliki kematangan fisik dan sosialnya, serta sudah mulai proses pematangan psikologisnya.

Pada tahap ini, anak lebih memperhatikan perubahan fungsi tubuhnya, dan mulai belajar tentang sosial, dan perilaku. Pada usia 12 tahun sudah dimulai tahap Genital, dimana pada tahap ini sang anak mulai menyukai lawan jenisnya.

Setelah seseorang mencapai usia 18 tahun sampai 30 tahun (usia pertengahan), ciri-ciri seks sekunder sudah mencapai puncaknya. Ini juga menandakan bahwa fisiknya sudah cukup sempurna, sehingga pada wanita akan terjadi penurunan hormon estrogen, payudara mengecil, dan cairan vagina menurun sehingga selanjutnya akan terjadi penurunan ereksi.

Sedangkan pada laki-laki akan terjadi penurunan ukuran penis (alat kemain), dan penurunan semen.

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

Tahap perkembangan seksual terkadang jarang diperhatikan, hal ini karena terjadi secara alami. Selain itu, anda wajib mengawasi kegiatan anak anda, hal ini agar anak terhindar dari pergaulan yang tidak baik. Terimakasih sudah rela hati mau membagikan tulisan kami tantang “tahap perkembangan seksualitas pada manusia”, terimakasih dengan setulus hati, karena setiap tulisan kami yang anda bagikan, membantu kami dalam memberikan wawasan kepada warga +62, salam sehat (bye).
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan.

Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Ciri kelamin sekunder" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) Ciri kelamin sekunder akan berkembang saat memasuki masa pubertas.

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan biasanya dimulai saat berumur delapan sampai sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 20.

tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita, pubertas ditandai dengan menstruasi pertama ( menarche), sedangkan pada pria ditandai dengan mimpi basah [1] Daftar isi • 1 Ciri pada manusia • 1.1 Ciri pada pria • 1.2 Ciri pada wanita • 2 Catatan Ciri pada manusia [ sunting - sunting sumber ] Ciri pada pria [ sunting - sunting sumber ] Ciri primer pada Pria antara lain • Mimpi basah (keluarnya cairan mani pada kelamin saat malam hari) Ciri kelamin sekunder pada pria adalah: • Tumbuh kumis dan janggut pada muka, rambut pada dada, rambut pada sekitar alat kelamin, rambut pada ketiak dan sebagainya.

• Nada suara. (Hal ini suara dari awal lebih lembut akan menjadi keras dan berat • Dan kebanyakan akan tumbuh prominentia laryngea atau jakun. • Jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori - pori tampak membesar • Mulai muncul jerawat di sekitar wajah • Mulai tampak ada otot -otot yang berkembang lebih besar dan menonjol • Dada terlihat bidang Ciri pada wanita [ sunting - sunting sumber ] Ciri primer pada wanita: • Menstruasi / haid (hal ini karena luruhnya dinding rahim wanita bersama Ovum ciri ciri sekunder pada wanita: • Tumbuh rambut pada sekitar alat kelamin dan di ketiak.

(Tumbuhnya rambut rambut halus seperti rambut, tetapi rambut pada bagian ini agak kasar) • Pinggul semakin lebar • Payudara akan mengembang. • Kulit semakin halus. • Suara semakin nyaring (melengking) Catatan [ sunting - sunting sumber ] • Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat bagi anda • Halaman ini terakhir diubah pada 26 Agustus 2021, pukul 07.40. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •Sistem Reproduksi pada Manusia – Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa organisme berbeda antara jantan dan betina. Sistem reproduksi pada perempuan berpusat di ovarium.

Reproduksi pada manusia terjadi secara seksual, artinya terbentuknya individu baru diawali dengan bersatunya sel kelamin laki-laki (sperma) dan sel kelamin wanita (sel telur). Sistem reproduksi manusia dibedakan menjadi alat reproduksi laki-laki dan perempuan. Daftar Isi • A. Alat reproduksi laki-laki • Alat Reproduksi Pria • B. Alat reproduksi wanita • Alat Reproduksi Wanita • Rahim terdiri atas 3 lapisan, yaitu: • Proses Oogenesis • C.

Fertilisasi dan Perkembangan Embrio • Perkembangan embrio: • D. Siklus Menstruasi • E. Gangguan Sistem Reproduksi pada Manusia A. Alat reproduksi laki-laki Alat reproduksi laki-laki terdiri dari alat kelamin bagian luar dan alat kelamin bagian dalam.

Alat kelamin bagian luar terdiri dari penis dan skrotum. Sedangkan alat kelamin bagian dalam terdiri dari testis, epididimis, vas deferens, prostat, vesika seminalis, dan kelenjar bulbouretral. Alat Reproduksi Pria 1. Testis Testis disebut juga dengan buah zakar.

Testis merupakan organ kecil dengan diameter sekitar 5 cm pada orang dewasa. Testis membutuhkan suhu lebih rendah dari suhu badan (36,7 oC) agar dapat berfungsi secara optimal. Oleh karena itu, testis terletak di luar tubuh di dalam suatu kantong yang disebut skrotum. Ukuran dan posisi testis sebelah kanan dan kiri berbeda. Testis berfungsi sebagai tempat pembentukan sperma (spermatogenesis). Spermatogenesis pada manusia berlangsung selama 2 – 3 minggu.

Bentuk sperma sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Sperma berbentuk seperti kecebong, dapat bergerak sendiri dengan ekornya. Testis juga memiliki tanggung jawab lain, yaitu membuat hormon testosteron. Hormon ini merupakan hormon yang sangat bertanggung jawab atas perubahan anak laki-laki menjadi perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa. Membuat suara laki-laki menjadi besar dan berat, dan berbagai perubahan lain yang memperlihatkan bahwa seorang anak telah beranjak dewasa.

2. Skrotum Skrotum adalah kantong kulit yang melindungi testis dan berfungsi sebagai tempat bergantungnya testis. Skrotum berwarna gelap dan berlipat-lipat. Skrotum mengandung otot polos yang mengatur jarak testis ke dinding perut.

Dalam menjalankan fungsinya, skrotum dapat mengubah ukurannya. Jika suhu udara dingin, maka skrotum akan mengerut dan menyebabkan testis lebih dekat dengan tubuh dan dengan demikian lebih hangat. Sebaliknya pada cuaca panas, maka skrotum akan membesar dan kendur. Akibatnya luas permukaan skrotum meningkat dan panas dapat dikeluarkan. 3. Vas deferens Vas deferens adalah sebuah tabung yang dibentuk dari otot.

Vas deferens membentang dari epididimis ke uretra. Vas deferens berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma sebelum dikeluarkan melalui penis. Saluran ini bermuara dari epididimis. Saluran vas deferens menghubungkan testis dengan kantong sperma. Kantong sperma ini berfungsi untuk menampung sperma yang dihasilkan oleh testis. 4. Epididimis Epididimis adalah saluran-saluran yang lebih kecil dari vas deferens. Alat ini mempunyai bentuk berkelok-kelok dan membentuk bangunan seperti topi.

Epididimis berfungsi sebagai tempat pematangan sperma. 5. Vesikula seminalis Alat ini berfungsi sebagai penampung spermatozoa dari testis. 6. Kelenjar prostat Kelenjar prostat sebagai penghasil cairan basa untuk melindungi sperma dari gangguan luar.

7. Uretra Uretra merupakan saluran sperma dan urine. Uretra berfungsi membawa sperma dan urine ke luar tubuh. 8. Penis Penis dibagi menjadi dua bagian, yaitu batang dan kepala penis. Pada bagian kepala terdapat kulit yang menutupinya, disebut preputium.

Kulit ini diambil secara operatif saat melakukan sunat.

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

Penis tidak mengandung tulang dan tidak terbentuk dari otot. Ukuran dan bentuk penis bervariasi, tetapi jika penis ereksi ukurannya hampir sama. Kemampuan ereksi sangat berperan dalam fungsi reproduksi. Pada bagian dalam penis terdapat saluran yang berfungsi mengeluarkan urine.

Saluran ini untuk mengalirkan sperma keluar. Jadi, fungsi penis sebagai alat sanggama, saluran pengeluaran sperma, dan urine. Sperma Pada usia remaja (sekitar usia 12 – 13 tahun), umumnya organ kelamin laki-laki telah mampu menghasilkan sel sperma.

Biasanya ditandai dengan mimpi dan keluarnya sel sperma (mimpi basah). Sel sperma manusia memiliki panjang ±60 μm. Dalam satu tetes semen (air mani) terdapat kurang lebih 200 – 500 juta sperma. Sel sperma dapat bergerak aktif karena mempunyai flagela (ekor). Proses Spermatogenesis Proses pembentukan dan pemasakan sperma disebut spermatogenis. Pada pembahasan sebelumnya dikatakan bahwa sperma dihasilkan oleh testis. Spermatogenis terjadi di tubulus seminiferus testis.

Dalam tubulus tersebut terdapat sel sperma, yang disebut spermatogonium. Spermatogonium kemudian membelah secara mitosis menghasilkan spermatogonium yang haploid (Lihat gambar di bawah). Spermatogenesis Spermatogonium ini kemudian membesar membentuk spermatosit primer. Spermatosit primer seterusnya akan membelah secara meiosis I untuk menghasilkan dua spermatosit sekunder yang haploid. Kemudian setiap spermatosit sekunder akan membelah secara meiosis II untuk menghasilkan dua spermatid yang hapolid.

Sel-sel spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa atau sperma. B. Alat reproduksi wanita Saat dilahirkan seorang anak wanita telah mempunyai alat reproduksi yang lengkap, tetapi belum berfungsi sepenuhnya. Alat reproduksi ini perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa berfungsi sepenuhnya saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas. Alat reproduksi wanita juga terdiri dari alat kelamin dalam dan alat kelamin luar. Alat kelamin bagian luar terdiri dari lubang vagina, labia mayora, labia minora, mons pubis dan klitoris.

Sedangkan pada alat kelamin bagian dalam terdapat ovarium, tuba falopii (oviduk), dan uterus (rahim). 1. Vulva Vulva merupakan daerah yang menyelubungi vagina. Vulva terdiri atas mons pubis, labia, klitoris, daerah ujung luar vagina, dan saluran kemih. Mons pubis adalah gundukan jaringan lemak yang terdapat di bagian bawah perut.

Daerah ini dapat dikenali dengan mudah karena tertutup oleh rambut pubis. Rambut ini akan tumbuh saat seorang gadis beranjak dewasa. Labia adalah lipatan berbentuk seperti bibir yang terletak di dasar mons pubis. Labia terdiri dari dua bibir, yaitu bibir luar dan bibir dalam.

Bibir luar disebut labium mayora, merupakan bibir yang tebal dan besar. Sedangkan bibir dalam disebut labium minora, merupakan bibir tipis yang menjaga jalan masuk ke vagina.

Klitoris perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa pada pertemuan antara ke dua labia minora dan dasar mons pubis. Ukurannya sangat kecil sebesar kacang polong, penuh dengan sel saraf sensorik dan pembuluh darah. Alat ini sangat sensitif dan berperan besar dalam fungsi seksual. 2. Vagina Vagina adalah saluran yang elastis, panjangnya sekitar 8-10 cm, dan berakhir pada rahim. Vagina dilalui darah pada saat menstruasi dan merupakan jalan lahir.

Karena terbentuk dari otot, vagina bisa melebar dan menyempit. Kemampuan ini sangat hebat, terbukti pada saat melahirkan vagina bisa melebar seukuran bayi yang melewatinya.

Pada bagian ujung yang terbuka, vagina ditutupi oleh sebuah selaput tipis yang dikenal dengan istilah selaput dara. Bentuknya bisa berbeda-beda setiap wanita.

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

Selaput ini akan robek pada saat bersanggama, kecelakaan, masturbasi/onani yang terlalu dalam, olah raga dan sebagainya. 3. Serviks Serviks disebut juga dengan mulut rahim. Serviks ada pada bagian terdepan dari rahim dan menonjol ke dalam vagina, sehingga berhubungan dengan bagian vagina. Serviks memproduksi cairan berlendir.

Pada sekitar waktu ovulasi, mukus ini menjadi banyak, elastis, dan licin. Hal ini membantu spermatozoa untuk mencapai uterus. Saluran yang berdinding tebal ini akan menipis dan membuka saat proses persalinan dimulai. 4. Rahim Rahim disebut juga uterus. Alat ini memiliki peranan yang besar dalam reproduksi wanita. Rahim berperan besar saat menstruasi hingga melahirkan. Bentuk rahim seperti buah pear, berongga, dan berotot.

Sebelum hamil beratnya 30-50 gram dengan perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa panjang 9 cm dan lebar 6 cm kurang lebih sebesar telur ayam kampung. Tetapi saat hamil mampu membesar dan beratnya mencapai 1000 gram.

Rahim berfungsi sebagai tempat untuk perkembangan embrio menjadi janin. Dinding rahim memiliki banyak pembuluh darah sehingga dindingnya menebal ketika terjadi pertumbuhan janin. Rahim terdiri atas 3 lapisan, yaitu: ☯ Lapisan parametrium, merupakan lapisan paling luar dan yang berhubungan dengan rongga perut. ☯ Lapisan miometrium merupakan lapisan yang berfungsi mendorong bayi keluar pada proses persalinan (kontraksi). ☯ Lapisan endometrium merupakan lapisan dalam rahim tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi.

Lapisan ini terdiri atas lapisan kelenjar yang berisi pembuluh darah. 5. Ovarium Ovarium menghasilkan ovum. Ovarium disebut juga dengan indung telur. Letak ovarium di sebelah kiri dan kanan rongga perut bagian bawah. Ovarium berhasil memproduksi sel telur jika wanita telah dewasa dan mengalami siklus menstruasi. Setelah sel telur masak, akan terjadi ovulasi yaitu pelepasan sel telur dari ovarium. Ovulasi terjadi setiap 28 hari.

Sel telur disebut juga dengan ovum. 6. Tuba fallopi Tuba fallopi disebut juga dengan saluran telur. Saluran telur adalah sepasang saluran yang berada pada kanan dan kiri rahim sepanjang +10 cm. Saluran ini menghubungkan rahim dengan ovarium melalui fimbria. Ujung yang satu dari tuba fallopii akan bermuara di rahim sedangkan ujung yang lain merupakan ujung bebas dan terhubung ke dalam rongga abdomen. Ujung yang bebas berbentuk seperti umbai dan bergerak bebas.

Ujung ini disebut fimbria dan berguna untuk menangkap sel telur saat dilepaskan oleh ovarium. Dari fimbria, telur digerakkan oleh rambut-rambut halus yang terdapat di dalam saluran telur menuju ke dalam rahim. Proses Oogenesis Proses pembentukan ovum disebut oogenesis dan terjadi di ovarium. Pembentukan ovum diawali dengan pembelahan mitosis lapisan luar ovarium untuk membentuk oogonium yang diploid.

Setiap oogonium dilapisi oleh sel folikel. Keseluruhan struktur ini disebut folikel primer. Ketika folikel tumbuh, oosit primer membelah secara meiosis I menghasilkan satu oosit sekunder dan badan kutub. Oosit sekunder kemudian berkembang menjadi ovum haploid yang siap untuk dibuahi oleh sperma. C. Fertilisasi dan Perkembangan Embrio Fertilisasi adalah proses pembuahan.

Ovum matang dilepas ovarium dan ditangkap rumbai-rumbai pada corong tuba fallopi. Jika ada sperma masuk, maka ovum dibuahi sperma.

Ovum yang sudah dibuahi membentuk zigot, kemudian zigot bergerak menuju rahim. Jika ovum tidak dibuahi sperma, jaringan dalam dinding rahim yang telah menebal dan banyak pembuluh darah akan rusak dan luruh sehingga terjadi menstruasi. Bersamaan dengan terjadinya pematangan ovum, sel-sel dinding rahim tumbuh menebal dan banyak pembuluh darah sehingga pada saat zigot datang dan menempel tidak terjadi gangguan.

Pematangan ovum dan penebalan dinding rahim dipengaruhi hormon esterogen dan progesterone. Di rahim embrio berkembang selama 9 bulan untuk menjadi bayi. Perkembangan embrio: • Usia 4 minggu, sudah tampak pertumbuhan mata dan telinga. • Usia 8 minggu, sudah terbentuk janin yang mirip dengan bayi, mulai tampak tangan, jari tangan, hidung, dan kaki.

• Usia 10 minggu, panjang janin lebih kurang 6 cm dan sudah terlihat seperti bayi. Ukuran kepalanya lebih besar dari pada ukuran badan.

• Usia 16 minggu, panjang janin telah mencapai 40 cm dan memilliki organ yang sudah lengkap. • Usia 40 minggu, janin sudah siap untuk dilahirkan. Selama dalam rahim, embrio mendapatkan nutrisi dari induknya melalui plasenta. Plasenta mempunyai fungsi sebagai berikut. • Menyalurkan zat makanan dari induk ke embrio. • Mengalirkan zat-zat sampah dari embrio ke dalam darah induknya. • Melindungi janin dari berbagai zat racun atau kuman penyakit.

D. Siklus Menstruasi Menstruasi disebut juga haid merupakan pendarahan yang perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa akibat luruhnya dinding sebelah dalam rahim (endometrium) yang banyak mengandung pembuluh darah.

Lapisan endometrium dipersiapkan untuk menerima pelekatan embrio. Jika tidak terjadi pelekatan embrio, maka lapisan ini akan luruh, kemudian darah keluar melalui serviks dan vagina. Pendarahan ini terjadi secara periodik, jarak waktu antara menstruasi yang satu dengan menstruasi berikutnya dikenal dengan satu siklus menstruasi. Siklus menstruasi wanita berbeda-beda, namun rata-rata berkisar 28 hari. Hari pertama menstruasi dinyatakan sebagai hari pertama siklus menstruasi.

Siklus ini terdiri atas 4 fase, yaitu: 1.

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

Fase menstruasi Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi sperma, sehingga korpus luteum menghentikan produksi hormon esterogen dan progesteron. Turunnya kadar esterogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari endometrium yang disertai robek dan luruhnya endometrium, sehingga terjadi pendarahan.

Fase menstruasi ini berlangsung kurang lebih 5 hari. Darah yang keluar selama menstruasi berkisar antara 50-150 perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa liter. 2. Fase pra-ovulasi Fase pra-ovulasi disebut juga dengan fase poliferasi. Pada fase ini hormon pembebas gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu hipofise untuk mengeluarkan FSH.

FSH singkatan dari folikel stimulating hormon. FSH memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan hormon esterogen. Adanya esterogen menyebabkan pembentukan kembali (poliferasi) dinding endometrium. Peningkatan kadar esterogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifat basa. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan suasana asam pada vagina sehingga mendukung kehidupan sperma. 3. Fase ovulasi Jika siklus menstruasi seorang perempuan 28 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke 14.

Peningkatan kadar esterogen menghambat pengeluaran FSH, kemudian hipofise mengeluarkan LH. LH singkatan dari luternizing hormon. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel, peristiwa ini disebut ovulasi. 4. Fase pasca ovulasi Fase ini berlangsung selama 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Walaupun panjang siklus menstruasi berbeda-beda, fase pasca-ovulasi ini selalu sama yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.

Folikel de Graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormon progesteron dan masih mengeluarkan hormon esterogen namun tidak sebanyak ketika berbentuk folikel. Progesteron mendukung kerja esterogen untuk mempertebal dan menumbuhkan pembuluhpembuluh darah pada endometrium serta mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan embrio jika terjadi pembuahan atau kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya sedikit mengeluarkan hormon, sehingga kadar progesteron dan esterogen menjadi rendah.

Keadaan ini menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya.

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

E. Gangguan Sistem Reproduksi pada Manusia Sistem reproduksi dapat mengalami gangguan atau kelainan. Gangguan ini dapat menyebabkan pasangan usia subur sulit memperoleh keturunan.

Oleh karena itu, kamu harus selalu menjaga kesehatan organ-organ reproduksi, sehingga kelak dapat memperoleh keturunan yang sehat. 1. HIV/AIDS AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang kekebalan tubuh. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah penderita AIDS, jarum suntik yang tercemar, dan ibu hamil kepada anaknya. Tubuh yang terserang virus HIV kekebalannya rusak, sehingga mudah terinfeksi oleh berbagai jenis penyakit yang dapat menimbulkan kematian.

Infeksi HIV awalnya tidak menampakkan gejala sakit. Pada tahap berikutnya muncul gejala flu berulang seperti lesu, demam, berkeringat di malam hari, dan otot sakit.

a. Gejala HIV AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Virus ini akan merusak sistem kekebalan tubuh dengan cara menyerang sel darah putih. Seseorang yang mengidap AIDS tidak dapat melindungi dirinya dari segala macam bibit penyakit. Akibatnya, penderita bisa terserang berbagai penyakit.

b. Penularan HIV Sebagian besar orang tertular HIV karena hubungan seksual. Virus HIV dapat menyerang orang pemakai narkoba dan tato yang menggunakan jarum suntik dan semprotan yang telah terkontaminasi oleh virus HIV. Penularan HIV juga bisa melalui transfusi darah. Ibu hamil yang mengidap AIDS dapat menularkan virus HIV pada janinnya. c. Pencegahan HIV Obat penyakit AIDS belum ditemukan sampai saat ini. Satu-satunya jalan supaya terhindar dari penyakit ini adalah meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, AIDS dapat juga dicegah dengan cara sebagai berikut. 1) Menghindari hubungan seks bebas dengan orang yang menderita penyakit ini. 2) Menghindari hubungan seks dengan orang yang pecandu narkoba. 3) Mengadakan pemeriksaan laboratorium terhadap orang yang akan mendonorkan darahnya. 4) Menjamin sterilitas alat suntik dan menggunakannya untuk sekali pakai.

2. Sifilis Penyakit sifilis sering disebut raja singa. Sifilis bersifat menular dan disebabkan oleh bakteri Troponema pallidum. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan kehamilan. Gejala awalnya timbul bisul pada bagian penis laki-laki atau di rahim perempuan. Bisul ini tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Gejala selanjutnya muncul lesi di permukaan kulit di seluruh tubuh namun tidak menyebabkan gatal, sariawan di mulut, sakit tenggorokan, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar limfa pada lipatan tangan, leher, dan paha.

Gejala-gejala ini juga dapat hilang dengan sendirinya. Pada infeksi tingkat lanjut, muncul gejala berupa kerusakan tulang dan sendi, aorta, dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

Namun gejala-gejala ini dapat dihentikan dengan pengobatan. 3. Gonorrhoe Penyakit gonorrhoe disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseiria gonokokus dan dapat menular melalui hubungan seksual. Gonorrhoe menyerang selaput lendir uretra, leher rahim, dan organ lain. Pada laki-laki, gejalanya adalah terasa sakit saat buang air dan keluar nanah dari uretra. Pada penderita wanita, muncul perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa keluar lendir berwarna hijau dari alat kelamin.

Namun banyak perempuan yang tidak menunjukkan adanya gejala, sehingga penyakit akan berlanjut sampai terjadi komplikasi. Infeksi yang menyebar hingga ke testis (pada laki-laki) dan oviduk (pada wanita) dapat menyebabkan kemandulan.

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

Infeksi yang menyebar ke persendian menyebabkan radang sendi. Bayi yang lahir dari penderita gonore dapat mengalami kebutaan jika tidak segera mendapatkan pengobatan. 4. Klamidia (klamidiasis) Pada laki-laki akan keluarnya nanah dari penis saluran urine.

Sehingga mengakibatkan infeksi pada testis. 5. Herpes (dhab) Luka pada vagina atau penis. Ini sangat membahayakan jantung dan otak, melalui ibu yang ditularkan ke fetusnya. 6. Candidiasis (keputihan) Gejala yang timbul yaitu luka pada vagina atau penis seperti bercak-bercak yang menyerang pada alat kelamin manusia Infeksi pada dinding vagina, langit -langit, lipatan dekat anus.

Melalui proses kelahiran infeksi berasal dari ibu selama kelahiran. Ini dapat diakibatkan karena kebersihan vagina, mulut dan anus tidak terjaga. Daftar Pustaka Sukis Wariyono. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 3: Panduan Belajar IPA Terpadu untuk Kelas IX SMP/ MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

Dewi Ganawati. 2008. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam: Terpadu dan Kontekstual IX untuk SMP/ MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional sumber : https://unitedscience.wordpress.com
Manusia mengalami pertumbuhan seiring dengan bertambahnya usia. Laki – laki dan perempuan akan mengalami perbedaan pertumbuhan pada tubuhnya ketika memasuki usia dewasa yaitu sekitar 10–16 tahun.

Ada dua jenis perubahan yang terkadi ketika seorang manusia tumbuh dewasa yaitu perubahan primer dan sekunder. Di mana perubahan primer dan sekunder pada laki-laki dan perrempuan memiliki perbedaan.

Perbedaan tersebut terjadi karena komposisi hormon dalam tubuh laki–laki dan perempuan berbeda. Hormon adalah hormon adalah zat yang dihasilkan tubuh untuk mengendalikan proses–proses di dalam tubuh. Perubahan primer merupakan perubahan yang terjadi dalam tubuh meliputi perubahan hormon dan organ reproduksi.

Jenis perubahan ini merupakan tanda awal seseorang memasuki masa pubertas yang ditandai matangnya organ reproduksi. Sedangkan perubahan sekunder adalah perubahan yang menyertai perubahan primer yang pada umumnya bersifat nampak seperti perubahan fisik dan psikis. Perubahan primer dan sekunder yang terjadi, baik pada laki – laki atau perempuan, dapat diamati melalui perubahan bentuk fisik tubuh mereka. Apa saja perubahan yang terjadi?

perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa

Apa perbedaan pertumbuhan yang terjadi pada laki – laki dan perempuan? Sobat idschool dapat mengenali apa saja ciri – ciri perubahan primer dan sekunder yang terjadi pada laki – laki dan perempuan melalui ulasan di bawah. Baca Juga: Bentuk Interaksi Makhluk Hidup Perubahan Primer dan Sekunder pada Laki – Laki Dewasa Secara umum, laki – laki dan perempuan memiliki ciri fisik yang sama pada bentuk tubuh yang meliputi kaki, tangan, mata, rambut, dan lain sebagainya.

Perbedaan laki – laki dan perempuan terdapat organ reproduksinya. Organ reproduksi merupakan organ yang berperan dalam perkembangbiakan, sebagai penghasil keturunan. Ciri fisik pada laki – laki dan perempuan akan nampak berbeda setelah memasuki masa pubertas/remaja. Masa tersebut merupakan waktu peralihan dari masa anak – anak menjadi dewasa.

Ciri–ciri perubahan primer pada laki–laki: • Mengalami mimpi basah, yaitu sebuah mimpi yang menjadi pertanda bahwa laki–laki tersebut sudah masuk usia dewasa • Organ reproduksi sudah mampu menghasilkan sperma Ciri–ciri perubahan sekunder pada laki–laki: • Tumbuh kumis dan jenggot pada wajah • Jakun mulai tampak membesar • Suara lebih berat dan besar • Tumbuh rambut di beberapa area tubuh tertentu seperti di ketiak, kaki, dada, dan organ kelamin • Bahu semakin bidang dan lebar • Muncul jerawat pada wajah • Tubuh yang lebih cepat tinggi dan juga membesar • Otot tubuh mulai terbentuk Baca Juga: Ciri – Ciri Makhluk Hidup Perubahan Primer & Sekunder pada Perempuan Perubahan yang terjadi pada masa pubertas perempuan berbeda dengan laki – laki.

Masa pubertas yang dialami oleh perempuan biasanya lebih cepat dibandingkan dengan laki – laki. Atau dengan kata lain, perempuan akan mengalami tanda–tanda dewasa lebih cepat dari laki – laki seumurannya. Perkembangan pada perempuan dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Hormon ini berfungsi untuk mematangkan sel telur (ovum) dan mengatur perkembangan sekunder pada perempuan saat masuk usia dewasa. • Mengalami haid/menstruasi • Organ reproduksi mengalami ovulasi dan dapat menghasilkan ovum yang bisa menjadi bayi jika dibuahi Ciri – ciri perubahan sekunder pada perempuan: • Panggul lebih lebar • Payudara mulai membesar • Suara lebih nyaring dan lembut • Tumbuh beberapa rambut di area tertentu seperti ketiak, kaki, dan organ kelamin • Muncul jerawat • Kulit nampak lebih halus Waktu seseorang yang mulai memasuki usia dewasa disebut pubertas.

Pubertas adalah masa remaja yang ditandai dengan adanya perkembangan seksual sekunder. Anak laki-laki mengalami pubertas pada usia antara 11–16 tahun, sedangkan perempuan pada usia antara 10–15 tahun. Masa pubertas juga dapat nampak pada sifat dan psikis/mental pada laki – laki dan perempuan. Perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa yang muncul seperti mulai tertarik pada lawan jenis, mudah marah/emosi, dan mampu mengungkapkan pendapat serta keinginan diri sendiri.

Pada masa ini, baik laki – laki atau perempuan berada pada masa mencari identitas diri dengan menunjukkan sifat tidak mau diatur, merasa cukup perkembangan seks sekunder pada manusia terjadi pada masa, dan senang untuk mencoba hal – hal baru.

Itulah tadi ulasan materi perubahan primer dan sekunder pada laki – laki dan perempuan saat menuju dewasa. Ada perbedaan perubahan fisik yang dialami laki – laki dan perempuan sebagaimana yang telah dibahas di atas.

Terimakashi sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat. Baca Juga: Perkembangbiakan Hewan Secara Generatif
KOMPAS.com – Perkembangan seks manusia berbeda dengan hewan dan bersifat kompleks. Pada hewan, seks dilakukan hanya untuk kepentingan mempertahankan generasi atau keturunan. Seks pada hewan juga dilakukan pada musim tertentu dan berdasarkan dorongan insting.

Sementara, pada manusia, seks berkaitan dengan persoalan biologis, fisiologis, psikologis, sosial, hingga norma yang berlaku. Pertumbuhan dan perkembangan seks pada manusia juga sesuai dengan makin bertambahnya umur dan dimulai sejak kelahirannya.

Baca juga: Bagaimana Aktivitas Seks yang Bisa Meningkatkan Daya Tahan Tubuh? Tahap pertumbuhan dan perkembangan seks manusia Dalam Buku Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita Edisi 2 (2009) karya dr.

Ida Ayu Chandranita Manuaba, Sp.OG., dijelaskan bahwa ada 5 tahap pertumbuhan dan perkembangan seks yang terjadi pada manusia. Berikut penjelasannya: 1. Tahap oral Sampai mencapai umur sekitar 1-2 tahun, tingkat kepuasaan seks manusia dicapai dengan mengisap putting susu ibu, dot botol, atau mengisap jari tangan. Dengan demikian, banyak bayi ditemukan baru bisa tidur setelah disusui oleh ibunya, mengisap botol, atau tidur sambil mengisap jarinya.

Sistem Reproduksi Pada Manusia




2022 www.videocon.com