Apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Baca Juga • Begini Cara Nabi Muhammad Menyantap Madu • Tiga Moral Kepemimpinan Nabi • Ini Lokasi Tempat Pembakaran Nabi Ibrahim Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Rasulullah SAW.

Aisyah menjawab, " Akhlak Nabi SAW adalah Alquran" (HR Muslim).

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

Sungguh, jawaban Aisyah ini singkat, tetapi sarat makna. Ia menyifati Rasulullah SAW dengan satu sifat yang dapat mewakili seluruh sifat yang ada. Memang tepat, akhlak Nabi SAW adalah Alquran. Allah SWT berfirman, yang artinya, " .Alquran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus." (QS. Al-Israa': 9). " (Yang) memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus." (QS. Al-Jinn: 2). Akhlak Nabi SAW adalah Alquran--kitab suci yang disifati dengan firman Allah, " .tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS.

Al-Baqarah: 2). Pada masa permulaan dakwah Islam, Nabi Muhammad SAW tidak hanya membangun sisi tauhid, tetapi juga membangun sendi dan pilar akhlak mulia. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sungguh, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia" (HR.

Baihaqi dan Al-Hakim). Anas RA berkata, "Sungguh, Rasulullah SAW benar-benar manusia dengan akhlak paling mulia.

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

(HR Bukhari-Muslim). Anas juga berkata, "Selama 10 tahun aku berkhidmat kepada beliau (Rasulullah), aku tidak pernah mendengar beliau mengucapkan kata "Ah", sebagaimana beliau tidak pernah mempertanyakan apa yang kau kerjakan, 'Kenapa kamu mengerjakan ini?

atau 'Bukankah seharusnya kamu mengerjakan seperti ini?" (HR Bukhari-Muslim).

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

Menu • Home • Shalawat • Bacaan Shalawat • Dalailul Khairat • Hikmah Shalawat • Dinul Islam • Al Quran dan Hadist • Aqidah • Fiqih • Tasawuf • Taklim • Sirah Nabi • Maulid • Al Barzanji • Ad-Dibai • Simthud Durar • Adh Dhiya Ullami • Al Burdah apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran Hikmah Maulid • Hikmah • Sahabat • Manaqib • Mutiara Hikmah • Kolom Aswaja • Kolom Sekte • Download • e-Book • Kajian Islam • Ratib, Wirid, Hizb • Shalawat, Maulid • Qasidah • Lihat semua.

"Kana Rasulullah Ahsanan nasi Khalqan wa Khuluqan" Pada diri Rasulullah S.a.w terangkum segala akhlak mulia, seperti sifat malu, zuhud, berani, jujur, dermawan, cerdas, ramah, sabar, memuliakan anak yatim, berperangai baik, jujur, pandai menjaga diri, wara', dan berjiwa bersih, serta budi pekerti luhur lainnya. Ibnu Qayyim menyatakan bahwa pada diri Nabi Muhammad S.a.w terpadunya takwa kepada Allah dan sifat-sifat luhur. Takwa kepada Allah S.w.t dapat memperbaiki hubungan antara seorang hamba dan Tuhannya, sedangkan akhlak mulia dapat memperbaiki hubungannya dengan sesama makhluk Allah S.w.t.

Jadi, takwa kepada Allah S.w.t akan melahirkan cinta seseorang kepada-Nya dan akhlak mulia dapat menarik cinta manusia kepadanya. Anas R.a juga berkata, "Selama sepuluh tahun aku berkhidmat kepada beliau (Rasulullah), aku tidak pernah mendengar beliau mengucapkan kata "Ah", sebagaimana beliau tidak pernah mempertanyakan apa yang kau kerjakan, 'Kenapa kamu mengerjakan ini? atau 'Bukankah seharusnya kamu mengerjakan seperti ini?" (HR Bukhari-Muslim). Ayat Al Qu’ran yang merupakan pujian untuk Nabi Muhammad S.a.w adalah ayat berbunyi "wa innaka la’ala khuluqin ‘azhim", yang artinya "Sesungguhnya engkau (wahai Nabi Muhammad S.a.w) memiliki akhlak yang sangat agung".

Kata khuluq berarti akhlak secara linguistik (bahasa) mempunyai akar kata yang sama dengan khalq yang berarti ciptaan. Bedanya kalau khalq lebih bermakna ciptaan Allah yang bersifat lahiriah dan fisikal, maka khuluq adalah ciptaan Allah yang bersifat batiniah.

Seorang sahabat pernah mengenang Nabi Muhammad S.a.w yang mulia dengan kalimat "Kana Rasulullah ahsanan nasi khalqan wa khuluqan", bahwa Rasulullah S.a.w adalah manusia yang terbaik secara khalq dan khuluq. Dengan demikian, Nabi Muhammad S.a.w adalah manusia sempurna dalam segala aspek, baik lahiriah maupun batiniah.

Kesempurnaan lahiriah Beliau sering kita dengar dari riwayat para sahabat yang melaporkan tentang sifat-sifat Beliau S.a.w.

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

Hindun bin Abi Halah misalnya mendeskripsikan sifat-sifat lahiriah Beliau bahwa Nabi Muhammad S.a.w adalah seorang manusia yang sangat anggun, indah dan berwibawa, yang wajahnya bercahaya bagaikan bulan purnama di saat sempurnanya.

Badannya tinggi sedang. Postur tubuh Nabi tegap. Rambutnya ikal dan panjang tidak melebihi daun telinganya. Warna kulitnya terang. Dahinya luas. Alisnya memanjang halus, bersambung dan indah. Sepotong urat halus membelah kedua alisnya yang akan timbul saat marahnya.

Hidungnya mancung yang bagian atasnya berkilau cahaya. Janggutnya lebat, pipinya halus.

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

Matanya hitam. Mulutnya sedang. Giginya putih tersusun rapi. Dadanya bidang dan berbulu ringan. Lehernya putih, bersih dan kemerah-merahan. Perutnya rata dengan dadanya. Bila berjalan, jalannya cepat laksana orang yang turun dari atas. Bila menoleh, seluruh tubuhnya menoleh. Pandangannya lebih banyak ke arah bumi ketimbang langit, sering merenung. Beliau S.a.w mengiringi sahabat-sahabatnya di saat berjalan, dan Beliau jugalah yang memulai salam.

Deskripsi para sahabat Nabi tentang sifat-sifat manusia agung seperti ini sangat banyak. Namun ada yang fokus dari Al Qur’an tentang gambaran sifat Nabi Muhammad S.a.w. Lalu apa yang menjadi fokus pandangan Al Qur’an terhadap Nabi? Jawabnya adalah khuluq nya (yakni akhlaq Beliau S.a.w). Apa arti Akhlak?. Kata Imam al-Ghazali, akhlak adalah wajah batiniah manusia. Ia bisa indah dan juga bisa buruk. Akhlak yang indah disebut al khuluq al hasan; sementara akhlak yang buruk disebut al khuluq as-sayyi.

Akhlak yang baik adalah akhlak yang mampu meletakan secara proporsional fakultas-fakultas (bagian-bagian) yang ada di dalam jiwa manusia.

Ia mampu meletakkan dan menggunakan secara adil fakultas-fakultas yang ada dalam apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran ‘aqliyah (rasio/akal), ghadabiyah (emosi), syahwaniyyah (syahwat) dan wahmiyah (imajinasi). Manusia yang berakhlak baik adalah yang tidak melampui batas dalam menggunakan empat fakultas di atas dan tidak mengabaikannya secara total. Ia akan sangat adil dan proposional didalam menggunakan fakultas yang ada dalam dirinya. ( Baca juga: Akhlak, dalam Uraian Ringkas) Orang yang menyandang Khuluq al-Hasan adalah orang yang mampu meletakan secara proposional dalam membagi secara adil mana hak dunia dan hak akhiratnya.

Orang yang menyandang sifat ini akan memantulkan suatu bentuk sangat indah lahiriah di dalam segala aspek kehidupan sehari-hari. Akhlak seperti inilah yang ditunjukan oleh Rasulullah S.a.w kepada umatnya. Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Sayyidatina Aisyah R.a tentang akhlak Rasulullah S.a.w, Aisyah menjawab, "Akhlak Nabi S.a.w adalah Al Qur'an.". (HR Muslim). Sungguh, jawaban Sayyidatina Aisyah ini singkat, namun sarat makna. Ia menyifati Rasulullah S.a.w dengan satu sifat yang dapat mewakili seluruh sifat mulia yang ada.

Memang tepat, akhlak Nabi Muhammad S.a.w adalah Al Qur'an. Akhlak Beliau S.a.w adalah cerminan Al Qur’an, bahkan Beliau sendiri adalah Al Qur’an hidup yang hadir di tengah-tengah umat manusia.

Membaca dan menghayati akhlak Beliau S.a.w berarti membaca dan menghayati isi kandungan Al Qur’an. Itulah kenapa Siti Aisyah R.a berkata "Akhlaq Nabi adalah Al Qur’an". Allah SWT berfirman, ".Al Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus.". (QS. Al-Israa': 9). "(Yang) memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus.". (QS. Al-Jinn: 2). Akhlak Nabi Muhammad S.a.w adalah Al Qur'an; kitab suci umat Islam yang disifati dengan Firman Allah S.w.t, ".tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.".

(QS. Al-Baqarah: 2). Dirangkum dari beberapa tulisan, Wassalam. Baca juga: - Hidup Indah bersama Akhlak Nabi Muhammad S.A.W - Sayyidina Muhammad S.A.W, Nabi Cinta - Jejak Kedermawanan Rasulullah S.A.W
Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Ibnu Qayyim menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW memadukan takwa kepada Allah dan sifat-sifat luhur.

Takwa kepada Allah SWT dapat memperbaiki hubungan antara seorang hamba dan Tuhannya, sedangkan akhlak mulia dapat memperbaiki hubungannya dengan sesama makhluk Allah SWT. Jadi, takwa kepada Allah SWT akan melahirkan cinta seseorang kepada-Nya dan akhlak mulia dapat menarik cinta manusia kepadanya.

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Rasulullah SAW. Aisyah menjawab, "Akhlak Nabi SAW adalah Alquran." (HR Muslim). Sungguh, jawaban Aisyah ini singkat, namun sarat makna. Ia menyifati Rasulullah SAW dengan satu sifat yang dapat mewakili seluruh sifat yang ada. Memang tepat, akhlak Nabi SAW adalah Alquran. Allah SWT berfirman, ".Alquran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus." (QS. Al-Israa': 9). "(Yang) memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus." (QS.

Al-Jinn: 2). Akhlak beliau adalah Alquran; kitab suci umat yang disifati dengan firman Allah, ".tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS.

Al-Baqarah: 2). Pada masa permulaan dakwah Islam, Nabi Muhammad SAW tidak hanya membangun sisi tauhid, tetapi juga membangun sendi dan pilar akhlak mulia. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sungguh, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia." (HR. Baihaqi dan Al-Hakim). Anas RA berkata, "Sungguh, Rasulullah SAW benar-benar manusia dengan akhlak paling mulia. (HR Bukhari-Muslim). Anas juga berkata, "Selama sepuluh tahun aku berkhidmat kepada beliau (Rasulullah), aku tidak pernah mendengar beliau mengucapkan kata "Ah", sebagaimana beliau tidak pernah mempertanyakan apa yang kau kerjakan, 'Kenapa kamu mengerjakan ini?

atau 'Bukankah seharusnya kamu mengerjakan seperti ini?" (HR Bukhari-Muslim). Griya Al Quran – Ketika Ibunda Aisyah radhiyallahu`anhā ditanya mengenai akhlak Rasulullah shallallāhu `alaihi wa sallam, beliau menjawab: “Akhlak rasulullah adalah Al Quran” (HR Ahmad).

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ) رواه أحمد) Ini berarti kehidupan Rasulullah merupakan manifestasi riil Al Quran. Maka tidak berlebihan jika dikatakan –sebagaimana judul di atas- bahwa akhlak beliau adalah, ‘Al Quran berjalan’.

Ketika Al Quran berbicara masalah iman, Rasulullah selalu berada di garda depan. Sebelum mengajak manusia beriman, beliau terlebih dahulu yang memancangkan iman di dalam hatinya. Walau mendapat rintangan dan halangan besar dari sanak familinya, beliau tak pernah mundur dan gentar. Kemimanan pada Tuhan, begitu memenuhi ruang hatinya.

Baca Juga : Ayah, Ajari Aku Membaca Al Qur’an Ketika Al Quran berbicara mengenai shalat, Rasulullah berada pada puncak keteladanan. Shalat yang dikatakan Al Quran sebagai pencegah dari perbuatan keji dan munkar. Shalat yang mempunyai efek sosial. Maka tidak mengherankan jika setiap kali mendapatkan masalah serius, beliau berkata pada Bilal: “Yaa Bilal, arihna bi shalaah” – Wahai Bilal apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran kita dengan shalat” (HR Abu Daud).

Begitu juga puasa, zakat dan haji. Beliau selalu menjadi panutan utama. Suatu ketika ada beberapa orang yang ingin mengetahui langsung bagaimana ibadah Rasulullah. Ketika mengetahuinya, mereka berkomitmen untuk: shalat malam, puasa, tidak tidur, bahkan tidak beristri selamanya, karena merasa amalnya masih sedikit. Melihat penyikapan yang salah tersebut, beliau langsung menegur mereka.

Pada intinya, beribadah tidak boleh melampaui batas. Harus diukur dengan ukuran syar`i yang jelas. Bukan dengan menggunakan ukuran hawa nafsu. Al Quran menggunakan kosa kata: wasath, qawāma, `awānun baina dzālik, dan tidak isrāf. Semua ada ukurannya. Baca Juga : Metode Sahabat, Metode Mudah Menghafal Al Qur’an Ketika Al Quran berbicara masalah jihad, beliau adalah contoh terbaik.

Beliau benar-benar mencurahkan segenap pikiran, jiwa, tenaga dan hartanya untuk kepentingan Islam. Al Quran menggunakan istilah jihad anfus dan amwāl. Dalam sirah nabawiah kita mendapatkan data valid bahwa Rasulullah pernah memimpin jihad –dalam pengertian perang- sebanyak 27 kali. Meski begitu, jihad tidak berarti selalu perang. Beliau memberikan contoh-contoh riil mengenai jihad yang sesungguhnya, baik dalam bidang agama, pendidikan, ekonomi, negara dan sosial.

Kehidupannya tidak pernah tanggal dari kosa kata, ‘jihad’ (dalam apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran luas). Sejak mendapatkan wahyu dari gua Hira, ia berujar: “Waktu tidur sudah habis wahai Khadijah”. Keislaman beliau benar-benar seseuai dengan istilah Al Quran, ‘kāffah’. Pada segenap elemen kehidupan, beliau tidak hentinya memandu, membimbing, memberi pencerahan agar umat manusia kembali menuju fitrah Allah, yaitu: tauhid.

Dunia tidak pernah dibenci dan dipisahkan dari akhirat. Beliau menjadikan dunia sebagai ladang akhirat. Saat beliau meninggal, beliau telah menyiapkan generasi yang dibahasakan Al Quran dengan, ‘khairu ummah’ (sebaik-baik umat). Maka tidak mengherankan jika, beberapa tahun kemudian, mereka mampu menjadi mercusuar dunia.

Menjadi kiblat dan soko guru peradaban dunia. Hasil yang monumental itu –setelah izin Allah– adalah buah dari keseriusan para sahabat untuk meneladani Rasulullah sebagai Al Quran berjalan. Sumber : Suaramuslim.net
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied. Request blocked.

We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: YEBoaDzsLto9oqkzjDs4haZGBfHcS3K7kNzbyZ4mCdl7Jja2KUTpcw==
Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Sayyidatina Aisyah R.a tentang akhlak Rasulullah S.a.w, Aisyah menjawab, “Akhlak Nabi S.a.w adalah Al Qur’an.”.

(HR Muslim). Pada diri Rasulullah S.a.w terangkum segala akhlak mulia, seperti sifat malu, zuhud, berani, jujur, dermawan, cerdas, ramah, sabar, memuliakan anak yatim, berperangai baik, jujur, pandai menjaga diri, wara’, dan berjiwa bersih, serta budi pekerti luhur lainnya.

Ibnu Qayyim menyatakan bahwa pada diri Nabi Muhammad S.a.w terpadunya takwa kepada Allah dan sifat-sifat luhur. Takwa kepada Allah S.w.t dapat memperbaiki hubungan antara seorang hamba dan Tuhannya, sedangkan akhlak mulia dapat memperbaiki hubungannya dengan sesama makhluk Allah S.w.t.

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

Jadi, takwa kepada Allah S.w.t akan melahirkan cinta seseorang kepada-Nya dan akhlak mulia dapat menarik cinta manusia kepadanya. Pada masa permulaan dakwah Islam, Nabi Muhammad S.a.w tidak hanya membangun sisi tauhid, tetapi juga membangun sendi dan pilar akhlak mulia.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad S.a.w bersabda, “Sungguh, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR. Baihaqi dan Al-Hakim).

Anas bin Malik R.a berkata, “Sungguh, Rasulullah S.a.w benar-benar manusia dengan akhlak paling mulia”. (HR Bukhari-Muslim). Anas R.a juga berkata, “Selama sepuluh tahun aku berkhidmat kepada beliau (Rasulullah), aku tidak pernah mendengar beliau mengucapkan kata “Ah”, sebagaimana beliau tidak pernah mempertanyakan apa yang kau kerjakan, ‘Kenapa kamu mengerjakan ini?

atau ‘Bukankah seharusnya kamu mengerjakan seperti ini?” (HR Bukhari-Muslim). Ayat Al Qu’ran yang merupakan pujian untuk Nabi Muhammad S.a.w adalah ayat berbunyi “wa innaka la’ala khuluqin ‘azhim”, yang artinya “Sesungguhnya engkau (wahai Nabi Muhammad S.a.w) memiliki akhlak yang sangat agung”.

Kata khuluq berarti akhlak secara linguistik (bahasa) mempunyai akar kata yang sama dengan khalq yang berarti ciptaan.

Bedanya kalau khalq lebih bermakna ciptaan Allah yang bersifat lahiriah dan fisikal, maka khuluq adalah ciptaan Allah yang bersifat batiniah. Seorang sahabat pernah mengenang Nabi Muhammad S.a.w yang mulia dengan kalimat “Kana Rasulullah ahsanan nasi khalqan wa khuluqan”, bahwa Rasulullah S.a.w adalah manusia yang terbaik secara khalq dan khuluq.

Dengan demikian, Nabi Muhammad S.a.w adalah manusia sempurna dalam segala aspek, baik lahiriah maupun batiniah. Kesempurnaan lahiriah Beliau sering kita dengar dari riwayat para sahabat yang melaporkan tentang sifat-sifat Beliau S.a.w. Hindun bin Abi Halah misalnya mendeskripsikan sifat-sifat lahiriah Beliau bahwa Nabi Muhammad S.a.w adalah seorang manusia yang sangat anggun, indah dan berwibawa, yang wajahnya bercahaya bagaikan bulan purnama di saat sempurnanya.

Badannya tinggi sedang. Postur tubuh Nabi tegap. Rambutnya ikal dan panjang tidak melebihi daun telinganya. Warna kulitnya terang. Dahinya luas. Alisnya memanjang halus, bersambung dan indah. Sepotong urat halus membelah kedua alisnya yang akan timbul saat marahnya.

Hidungnya mancung yang bagian atasnya berkilau cahaya. Janggutnya lebat, pipinya halus. Matanya hitam. Mulutnya sedang. Giginya putih tersusun rapi. Dadanya bidang dan berbulu ringan. Lehernya putih, bersih dan kemerah-merahan. Perutnya rata dengan dadanya. Bila berjalan, jalannya cepat laksana orang yang turun dari atas. Bila menoleh, seluruh tubuhnya menoleh. Pandangannya lebih banyak ke arah bumi ketimbang langit, sering merenung. Beliau S.a.w mengiringi sahabat-sahabatnya di saat berjalan, dan Beliau jugalah yang memulai salam.

Deskripsi para sahabat Nabi tentang sifat-sifat manusia agung seperti ini sangat banyak. Namun ada yang fokus dari Al Qur’an tentang gambaran sifat Nabi Muhammad S.a.w. Lalu apa yang menjadi fokus pandangan Al Qur’an terhadap Nabi? Jawabnya adalah khuluq nya (yakni akhlaqBeliau S.a.w). Apa arti Akhlak?. Kata Imam al-Ghazali, akhlak adalah wajah batiniah manusia. Ia bisa indah dan juga bisa buruk. Akhlak yang indah disebut al khuluq al hasan; sementara akhlak yang buruk disebut al khuluq as-sayyi.

Akhlak yang baik adalah akhlak yang mampu meletakan secara proporsional fakultas-fakultas (bagian-bagian) yang ada di dalam jiwa manusia. Ia mampu meletakkan dan menggunakan secara adil fakultas-fakultas yang ada dalam dirinya: ‘aqliyah (rasio/akal), ghadabiyah (emosi), apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran (syahwat) dan wahmiyah (imajinasi).

Manusia yang berakhlak baik adalah yang tidak melampui batas dalam menggunakan empat fakultas di atas dan tidak mengabaikannya secara total. Ia akan sangat adil dan proposional didalam menggunakan fakultas yang ada dalam dirinya. ( Baca juga: Akhlak, dalam Uraian Ringkas) Orang yang menyandang Khuluq al-Hasan adalah orang yang mampu meletakan secara proposional dalam membagi secara adil mana hak dunia dan hak akhiratnya. Orang yang menyandang sifat ini akan memantulkan suatu bentuk sangat indah lahiriah di dalam segala aspek kehidupan sehari-hari.

Akhlak seperti inilah yang ditunjukan oleh Rasulullah S.a.w kepada umatnya. Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Sayyidatina Aisyah R.a tentang akhlak Rasulullah S.a.w, Aisyah menjawab, “Akhlak Nabi S.a.w adalah Al Qur’an.”.

(HR Muslim).

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

Sungguh, jawaban Sayyidatina Aisyah ini singkat, namun sarat makna. Ia menyifati Rasulullah S.a.w dengan satu sifat yang dapat mewakili seluruh sifat mulia yang ada. Memang tepat, akhlak Nabi Muhammad S.a.w adalah Al Qur’an. Akhlak Beliau S.a.w adalah cerminan Al Qur’an, bahkan Beliau sendiri adalah Al Qur’an hidup yang hadir di tengah-tengah umat manusia.

Membaca dan menghayati akhlak Beliau S.a.w berarti membaca dan menghayati isi kandungan Al Qur’an. Itulah kenapa Siti Aisyah R.a berkata “Akhlaq Nabi adalah Al Qur’an”. Allah SWT berfirman, “…Al Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus…”. (QS. Al-Israa’: 9). “(Yang) memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus…”. (QS. Al-Jinn: 2). Akhlak Nabi Muhammad S.a.w adalah Al Qur’an; kitab suci umat Islam yang disifati dengan Firman Allah S.w.t, “…tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”.

(QS. Al-Baqarah: 2). Dirangkum dari beberapa tulisan, Wassalam. http://nurulmakrifat.blogspot.co.id/2015/01/akhlak-nabi-adalah-al-quran.html?m=1Klaten, NU Online Polres Klaten menggelar pengajian di Masjid Al Mukmin Klaten uuntuk memperingati Maulid Nabi Muhammad saw belum lama ini.

<> Dalam rilis yang diterima NU Online, Senin (25/1), acara yang bertema “Jadikan Akhlak Nabi Besar Muhammad saw sebagai Teladan dalam Menjalankan Tugas Mewujudkan Kamtibnas” tersebut, dihadiri ratusan jamaah.

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

Acara dilaksanakan dengan pembacaan maulid nabi dan dilanjutkan ceramah oleh Rais Syuriyah NU Klaten, KH Mukhlis Hudaf. Dalam ceramahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam Ceper Batu itu menerangkan tentang akhlak Nabi Muhammad saw dalam memimpin umat. “Akhlak Nabi Muhammad saw.

adalah Al-Qur’an,” ungkapnya. Sedangkan Kapolres Klaten, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, dalam sambutannya memberikan pesan kepada jamaah, terutama anggota kepolisian yang hadir untuk berperilaku sesuai akhlak nabi. “Dalam melaksanakan tugas harus berperilaku sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah,” terangnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Ayat AlQuran Tentang Akhlak Nabi Muhammad SAW Ayat AlQuran Tentang Akhlak Nabi Muhammad – Nabi Muhammad adalah nabi sekaligus rasul paling akhir dari sekian banyak nabi yang diturunkan oleh Allah SWT ke dunia ini.

Tugas utama nabi Muhammad diutus adalah menyampaikan risalah kenabian yang Allah turunkan melalui wahyu yang disampaikan oleh malaikat jibril. Namun sesungguhnya Ada misi lain yang lebih urgen kenapa nabi muhammad diutus yaitu untuk menyempurnakan akhlak seluruh umat manusia di dunia ini. Sebagaimana sabna beliau yang berbunyi “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh”.

(HR: Bukhari dalam shahih Bukhari kitab adab, Baihaqi dalam kitab syu’bil Iman dan Hakim).” Ayat Tentang Akhlak Nabi Muhammad Allah SWT menegaskan dalam al-quran bahwa nabi Muhammad memiliki akhlak atau budi pekerti yang sangat agung. Ayat alquran apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran akhlak nabi Muhammad ini terdapat dalam surat al-qalam ayat 4 yang berbunyi : وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Akhlak yang baik nan mulia merupakan dambaan setiap orang, jika kita memiliki akhlak yang baik maka kita akan mendpatkan kebahagiaan baik di dunia mapun di akhirat. Untuk itulah, kita tidak perlu lagi meragukan akan kegungan dan kemulian akhlah nabi Muhammad karena dalam ayat lain juga terdapat ayat tentang akhlak nabi Muhammad yang terdapat dalam surat al-ahzab ayat 21 yang berbunyi : لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.

Dengan budi pekerti yang dimiliki oleh nabi diharapkan semua umat manusi bisa mencontohnya sehingga terciptalah kehidupan umat manusia yang aman dan damai, karena pada hakikatnya nabi Muhammad diutus adalah sebagai rahmat bagi sekalian alam. Allah swt menegaskan dalam surat al-anbiya ayat 107 : وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Demikian ayat alquran tentang akhlak nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan bagi kita semua. Baca Juga : Ayat Quran Tentang Umrah
Nabi Nuh a.s. dikenal sebagai seorang yang gigih dan tabah dalam berdakwah. Nabi Ibrahim a.s. dikenal sebagai seorang yang amat pemurah serta amat tekun bermujahadah mendekatkan diri kepada Allah.

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

Nabi Daud a.s. dikenal sebagai nabi yang amat menonjolkan rasa syukur serta penghargaannya terhadap nikmat Allah. Nabi Zakaria a.s., Yahya a.s., dan Isa a.s., adalah nabi-nabi yang berupaya menghindari kenikmatan dunia demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nabi Yusuf a.s.

apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran

terkenal gagah, dan amat bersyukur dalam nikmat dan bersabar menahan cobaan. Nabi Yunus a. s. Diketahui sebagai nabi yang amat khusyuk ketika berdoa, Nabi Musa terbukti sebagai nabi yang berani dan memiliki ketegasan, Nabi Harun a.s. sebaliknya, adalah nabi yang penuh dengan kelemahlembutan. Demikian seterusnya, dan Nabi Muhammad Saw. meneladani semua keistimewaan mereka itu. Rahmat dan kasih sayang yang dicurahkannya sampai pula pada benda-benda tak bernyawa.

Susu, gelas, cermin, tikar, perisai, pedang, dan sebagainya, semuanya beliau beri nama, seakan-akan benda-benda tak bernyawa itu mempunyai kepribadian yang membutuhkan uluran tangan, rahmat, kasih sayang, dan persahabatan. "Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya." (QS Al-Kahf [18]: 110) Seperti halnya permata adalah jenis batu yang sama jenisnya dengan batu yang di jalan, tetapi ia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh batu-batu lain. Dalam bahasa tafsir Al-Qur'an, "Yang sama dengan manusia lain adalah basyariyah bukan pada insaniyah." Perhatikan bunyi firman tadi: basyarun mitslukum bukan insan mitslukum.

Dalam konteks ini, Abbas Al-Aqqad, seorang pakar Muslim kontemporer menguraikan bahwa manusia dapat diklasifikasikan ke dalam empat tipe: seniman, pemikir, pekerta, dan yang tekun beribadah. Sejarah hidup Nabi Muhammad membuktikan bahwa beliau menghimpun dan mencapai puncak keempat macam manusia tersebut. Karya-karyanya, ibadahnya, seni bahasa yang dikuasainya, serta pemikiran-pemikirannya sungguh mengagumkan setiap orang yang bersikap objektif.

Karena itu pula seorang Muslim akan kagum berganda kepada beliau, sekali pada saat memandangnya melalui kacamata ilmu dan kemanusiaan, dan kedua kali pada saat memandangnya dengan kacamata iman dan agama.

Kata syahid/syahid antara lain berarti "menyaksikan," baik dengan pandangan mata maupun dengan pandangan hati (pengetahuan).

Ayat itu menjelaskan keberadaan umat Islam pada posisi tengah, agar mereka tidak hanyut pada pengaruh kebendaan, tidak pula mengantarkannya membubung tinggi ke alam ruhani sehingga tidak berpijak lagi di bumi. Mereka berada di antara keduanya (posisi tengah), sehingga mereka dapat menjadi saksi dalam arti patron/teladan dan skala kebenaran bagi umat-umat yang lain, sedangkan Rasulullah yang juga berkedudukan sebagai syahid (saksi) adalah patron dan teladan bagi umat Islam.

Kendati ada juga yang berpendapat bahwa kata tersebut berarti bahwa Nabi Muhammad akan menjadi saksi di hari kemudian terhadap umatnya dan umat-umat terdahulu, seperti bunyi firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Nisa' (4): 41: Tingkat syahadat (persaksian) hanya diraih oleh mereka yang menelusuri jalan lurus (shirath al-mustaqim), sehingga mereka mampu menyaksikan yang tersirat di balik yang tersurat.

Mereka yang menurut Ibnu Sina disebut "orang yang arif," mampu memandang rahasia Tuhan yang terbentang melalu qudrat-Nya. Tokoh dari segala saksi adalah Rasulullah SAW. Yang secara tegas di dalam ayat ini apa makna akhlak nabi muhammad saw adalah akhlak al quran "diutus untuk menjadi syahid (saksi)."

AKHLAK NABI MUHAMMAD SAW DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI




2022 www.videocon.com