Gudang minyak goreng di depok digerebek, dikemas ulang jadi merek sendiri

gudang minyak goreng di depok digerebek, dikemas ulang jadi merek sendiri

Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi gudang minyak goreng di depok digerebek Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Baca Juga • Warga Indramayu Bisa Tebus Gula dan Minyak Goreng Murah, tapi Ini Syaratnya • Ikut Vaksinasi Booster, Dapat Gula Pasir dan Minyak Goreng Murah • Minyak Goreng Langka, PTPN VIII Tingkatkan Produksi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri "Kami menemukan barang bukti 2.300 liter minyak goreng di dalam tangki dan beberapa mesin pengemasan serta ribuan plastik packing minyak goreng dengan merek tertentu," ujar Kasat Reskrim Polrestro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno.

Lanjut Yogen, informasi yang diperoleh, modusnya yakni para pelaku membeli minyak goreng dalam dirigen yang per liternya seharga Rp 12 ribu. Kemudian dikemas ulang per liter dengan merk sendiri dan dijual seharga Rp 14 ribu. "Kami masih mendalami kemungkinan adanya pengoplosan minyak goreng dengan menggunakan minyak goreng curah. Berdasarkan informasi, minyak goreng yang sudah dikemas ulang di distribusikan ke toko-toko yang sudah menjadi langganan," jelasnya.

Ia menambahkan, gudang yang sudah beroperasi sejak 2018 ini ternyata juga tidak memiliki izin BPOM dan tidak memiliki izin usaha. "Disperindag Kota Depok menegaskan gudang ini tidak ada izin usahanya. Jadi ada pelanggaran undang-undang perlindungan konsumen dan undang-undang perdagangan," terang Yogen.

Yogen menegaskan, lokasi gudang saat ini sudah dipasang garis polisi dan para pelakunya langsung dibawa ke Dikemas ulang jadi merek sendiri Depok untuk dimintai keterangan serta seluruh minyak goreng berserta mesin pengemasan serta ribuan plastik packing kami sita untuk dijadikan barang bukti. "Kami akan meminta keterangan para pekerja dan pengelola. Kami juga akan mendalami pelanggaran lain. Beberapa sampel minyak goreng kami bawa untuk di cek keasliannya," pungkasnya.

gudang minyak goreng di depok digerebek, dikemas ulang jadi merek sendiri

Depok - Polisi menyegel gudang pengemasan ulang minyak goreng di wilayah Pasir Putih, Sawangan, Depok. Penyegelan dilakukan karena pengelola diduga berlaku curang mengganti kemasan minyak goreng dengan merek 'Wasilah 212'. Kapolsek Bojongsari Depok, Kompol M Syahroni membenarkan penyegelan tersebut.

gudang minyak goreng di depok digerebek, dikemas ulang jadi merek sendiri

Ia juga membenarkan pengelola mengganti kemasan dengan merek 'Wasilah 212'. "Benar, benar (Wasilah 212), sudah gitu sertifikat halalnya juga sudah mati enggak diperpanjang," ujar Syahroni saat dihubungi detikcom, Rabu (16/3/2022). Penggerebekan gudang pengemasan minyak goreng ini bermula dari laporan warga. Pada Selasa (15/3), Polsek Bojongsari dan Polres Metro Depok melakukan pemeriksaan di TKP. "Melakukan pengecekan TKP yang diduga kemungkinan adanya pelanggaran perlindungan konsumen maupun undang-undang perdagangan.

Namun, nanti masih kita dalami karena memang dari Disperindag tidak ada izin gudang minyak goreng di depok digerebek dan label POM dari Dinkesnya," papar Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno, Selasa (15/3).

Baca juga: Diduga Curang, Gudang Pengemasan Ulang Minyak Goreng di Depok Disegel Polisi Kemungkinan motif yang dilakukan, yakni mengganti kemasan yang tak sesuai dengan merek asli. Polisi juga akan mendalami apakah ada penambahan atau oplosan minyak goreng jenis tertentu di gudang tersebut. "Dugaan sementara mereka membeli minyak goreng dengan merek tertentu dalam bentuk jeriken ukuran 18 liter, kemudian dimasukkan ke dalam tangki untuk dijadikan kemasan 1 atau 2 liter menggunakan merek yang berbeda.

Ini akan kita dalami apakah murni dari minyak goreng atas merek tersebut atau dioplos lagi menggunakan minyak goreng curah," sambungnya.

Adapun polisi telah amankan 2.300 minyak goreng yang telah siap didistribusikan ke toko-toko lain di wilayah Depok hingga Parung, Bogor.

gudang minyak goreng di depok digerebek, dikemas ulang jadi merek sendiri

Beberapa barang dibawa ke Polres Metro Depok untuk dilakukan pendalaman. Baca juga: Mendag Kembali Absen Raker dengan DPR Bahas Minyak Goreng, Ini Alasannya "Sementara ada 2.300 yang sudah siap didistribusikan ke toko-toko yang memang sudah menjadi langganan.

Kemudian apabila sisa akan disalurkan ke pedagang-pedagang lain. (Polisi) memberikan police line di lokasi, barang-barang yang sudah diamankan hari ini agar tidak keluar lagi. Beberapa sampel kita bawa ke Polres untuk dijadikan barang bukti" kata Yogen. Gudang penyimpanan minyak goreng ini disebut sudah beroperasi sejak 2018.

gudang minyak goreng di depok digerebek, dikemas ulang jadi merek sendiri

Beberapa saksi di TKP sudah diamankan untuk gudang minyak goreng di depok digerebek keterangan lebih lanjut. "Untuk pemilik, manager semuanya akan kita periksa dulu. Kemudian semua yang ada di sini (gudang penyimpanan) kita amankan dulu," tutupnya.
DEPOK, KOMPAS.com - Polisi menyegel gudang minyak goreng di jalan Raya Pasir Putih, Sawangan, Depok pada Selasa (15/3/2022).

Pengelola gudang diduga melakukan penyelewengan distribusi dengan cara mengemas ulang minyak goreng dengan merek "Wasilah 212". Kepala Satuan Reserse Krimininal Kepolisian Resor (Polres) Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, polisi sudah menghentikan sementara operasional gudang, meski terdapat barang yang siap didistribusikan ke Depok dan Parung, Bogor. Baca juga: Polisi Segel Gudang Minyak Goreng di Depok karena Lakukan Kemas Ulang "Sementara ada 2.300 (kemasan minyak goreng diamankan) yang sudah siap didistribusikan ke toko yang sudah menjadi langganan.

Apabila ada sisa akan disalurkan ke pedagang lain," kata Yogen, saat memberikan keterangan, Rabu (15/3/2022). "Ada 40 toko yang menerima distribusi minyak dari sini, itu semua di wilayah Depok ada sebagian di wilayah Parung, Bogor," kata dia.

Selain itu, Yogen menuturkan, polisi belum dapat memastikan kualitas minyak goreng yang dikemas ulang, apakah murni atau oplosan. Yogen mengatakan, polisi masih memeriksa sampel minyak goreng dari gudang tersebut. "Yang kami sita di sini hanya ada beberapa sampel minyak goreng.

Kami belum tahu kandungannya antara minyak goreng yang dibeli awal dan yang sudah dikemas, harus ada pemeriksaan lebih lanjut," kata Yogen. Baca juga: Gudang Minyak Goreng di Depok yang Digerebek Polisi Tak Punya Izin Usaha Sementara, polisi juga belum dapat memastikan keterkaitan kelompok tertentu dengan produk minyak goreng yang dikemas ulang. "Sementara belum ada informasi terkait itu. Karena dari pemilik belum memberikan informasi secara utuh apa yang dibuat dalam kemasan lambang (Wasilah 212) seperti itu," kata Yogen, "Untuk mengatakan itu lambang 212, kami tidak bisa.

Itukan angka dua, lambang Monas dan angka dua," lanjut dia. Tiket Hari Ketiga MotoGP Mandalika Ludes Terjual, Tiket Hari Pertama dan Kedua Masih Tersedia https://nasional.kompas.com/read/2022/03/16/16040041/tiket-hari-ketiga-motogp-mandalika-ludes-terjual-tiket-hari-pertama-dan https://asset.kompas.com/crops/wxa_tTYDK2fgrevspLjZJRMEzBg=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2022/03/16/623199f1d6b80.jpg Wowsiap.com - Polisi menggerebek tempat pengemasan ulang minyak goreng di sebuah gudang wilayah Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Selasa (15/3/2022).

Dalam penggerebekan ini ditemukan 2.300 liter minyak goreng.

gudang minyak goreng di depok digerebek, dikemas ulang jadi merek sendiri

“Kami menemukan barang bukti 2.300 liter minyak goreng di dalam tangki dan beberapa mesin pengemasan serta ribuan plastik packing minyak goreng dengan merek tertentu,” ungkap Kasat Reskrim Polrestro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, Rabu (16/3/2022). AKBP Yogen menjelaskan, modusnya para pelaku dengan membeli minyak goreng dalam dirigen dengan harga per liternya Rp12 ribu.

Kemudian, dikemas ulang per liter dengan merk sendiri dan dijual seharga Gudang minyak goreng di depok digerebek ribu. “Kami masih mendalami kemungkinan adanya pengoplosan minyak goreng dengan menggunakan minyak goreng curah. Berdasarkan informasi, minyak goreng yang sudah dikemas ulang di distribusikan ke toko-toko yang sudah menjadi langganan,” jelas AKBP Yogen. Menurut AKBP Yogen, gudang yang sudah beroperasi sejak 2018 ini ternyata juga tidak memiliki izin BPOM dan tidak memiliki izin usaha.

Hal ini dibenarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok. “Disperindag Kota Depok menegaskan gudang ini tidak ada izin usahanya. Jadi ada pelanggaran undang-undang perlindungan konsumen dan undang-undang perdagangan,” tutur AKBP Yogen.

gudang minyak goreng di depok digerebek, dikemas ulang jadi merek sendiri

Saat ini, lanjut AKBP Yogen, lokasi gudang sudah dipasang garis polisi dan para pelakunya dibawa ke Mapolrestro Depok untuk dimintai keterangan. Sementara minyak goreng berserta mesin pengemasan serta ribuan plastik packing disita untuk dijadikan barang bukti. “Kami akan meminta keterangan para pekerja dan dikemas ulang jadi merek sendiri.

Kami juga akan mendalami pelanggaran lain. Beberapa sampel minyak goreng kami bawa untuk di cek keasliannya,” tukas AKBP Yogen
Depok, IDN Times - Usai melakukan penggerebekan terhadap gudang minyak goreng di Jalan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Polres Metro Depok akan melakukan pemeriksaan kandungan minyak goreng. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kadar kandungan minyak goreng yang telah di- repacking kemasannya.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, Polres Metro Depok telah melakukan penyitaan minyak goreng repacking kemasan dari gudang yang berada di kawasan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Terdapat sejumlah sampel yang dibawa untuk dilakukan pemeriksaan. "Sementara kita sita dan ada beberapa yang akan kami bawa untuk dilakukan pendalaman dan diteliti beberapa ahli," ujar Yogen kepada IDN Times, Rabu (16/3/2022).

Polres Metro Depok melakukan penyitaan minyak goreng repacking kemasan yang berada dalam gudang di kawasan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

(IDNTimes/Dicky) Yogen mengungkapkan, pemeriksaan dan penelitian terhadap kandungan minyak goreng untuk memastikan minyak goreng tersebut murni atau dilakukan pengoplosan.

Namun, dugaan sementara gudang minyak goreng tersebut menggunakan modus mencari keuntungan dengan mengganti merek lain menjadi merek produknya sendiri. "Kami akan memeriksa pengelola hingga pegawai gudang minyak goreng yang kemarin kita datangi," ungkap Yogen. Yogen menjelaskan, sementara pengelola gudang terancam undang-undang perdagangan dan perlindungan konsumen. Untuk menghindari minyak goreng yang dilakukan repacking kemasan telah diberikan police line sehingga barang di dalam gudang tersebut tidak dapat diedarkan kembali sambil menunggu hasil dari penyelidikan.

"Sudah diberikan police line berikut akan kami periksa satu persatu pengelola dan pegawai di dikemas ulang jadi merek sendiri jelas Yogen. Baca Juga: [BREAKING] Harga Minyak Goreng Kemasan Akan Ikuti Nilai Keekonomian Polres Metro Depok melakukan penyitaan minyak goreng repacking kemasan yang berada dalam gudang di kawasan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky) Sekretaris Kelurahan Pasir Putih, Umar mengatakan, tidak menyangka gudang minyak goreng yang melakukan repacking kemasan berada tidak jauh dari kantor Kelurahan Pasir Putih.

gudang minyak goreng di depok digerebek, dikemas ulang jadi merek sendiri

Menurutnya, baru mengetahui keberadaan gudang tersebut dijadikan repacking kemasan minyak goreng. "Merasa kecolongan juga karena baru tahu gudang ini dijadikan repacking kemasan minyak goreng dari produk lain," kata Umar. Umar menuturkan, kasus tersebut telah ditangani Polres Metro Depok terkait repacking kemasan minyak goreng. Pihaknya sempat diminta untuk mendampingi Polres Metro Depok untuk menyaksikan penggeledahan gudang minyak goreng yang berada di sisi utara dari kantor Kelurahan Pasir Putih.

"Kami hanya mendampingi dan menyaksikan saat Polres Dikemas ulang jadi merek sendiri Depok datang ke gudang itu," tutur Umar. Polres Metro Depok melakukan penyitaan minyak goreng repacking kemasan yang berada dalam gudang di kawasan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

(IDNTimes/Dicky) Usai diketahui terdapat gudang melakukan repacking kemasan minyak goreng, sejumlah warga Kecamatan Gudang minyak goreng di depok digerebek meresa kecewa, salah satunya Sulastri. Ibu rumah tangga tersebut meminta kepolisian menghukum pengelola gudang repacking kemasan minyak goreng dengan hukuman berat.

"Udah tahu minyak goreng masih susah dan mahal, ini malah diganti kemasan dan dijual kembali dengan harga yang lumayan, hukum aja yang berat biar kapok," ucap Sulastri. Sulastri mengatakan, minyak goreng yang beredar saat ini merupakan minyak goreng kemasan dua liter seharga Rp28 ribu hingga Rp32 ribu.

Untuk mendapatkan minyak goreng tersebut harus antre di supermarket, sekalipun ditemukan di warung kelontong harganya cukup tinggi. "Sangat tidak manusiawi pengelola gudang repacking minyak goreng, karena mencari keuntungan memanfaatkan masih sulitnya mendapatkan minyak goreng," kata Sulastri. Baca Juga: Mendag Bakal Sikat Mafia yang Bikin Harga Minyak Goreng Tinggi! Berita Terpopuler • Daftar Tanggal Merah Desember 2022: Libur Natal • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Menko Muhadjir: Biaya Pasien Hepatitis Akut Ditanggung BPJS Kesehatan • 9 Potret Atta Halilintar di Singapura, Berlibur sambil Momong Anak! • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • Hari Keberuntungan Tiap Zodiak di Bulan Mei 2022, Mohon Dicatat ya!
Depok - Sebuah gudang pengemasan ulang minyak goreng di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Depok, digerebek polisi.

gudang minyak goreng di depok digerebek, dikemas ulang jadi merek sendiri

Pengelola mengemas ulang minyak goreng ke dalam kemasan 'Wasilah 212' dan 'Kita 212'. Pengelola diduga melakukan kecurangan.

gudang minyak goreng di depok digerebek, dikemas ulang jadi merek sendiri

Selain itu, gudang pengemasan minyak goreng 'Wasilah 212' juga tidak memiliki izin. "Melakukan pengecekan TKP yang diduga kemungkinan adanya pelanggaran perlindungan konsumen maupun undang-undang perdagangan. Namun, nanti masih kita dalami karena memang dari Disperindag tidak ada izin usaha dan label POM dari Dinkesnya," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno kepada wartawan di lokasi, Selasa (15/3/2022).

Baca juga: Diduga Curang, Gudang Pengemasan Ulang Minyak Goreng di Depok Disegel Polisi Berawal dari Keluhan Minyak Goreng Tak Jernih Kapolsek Bojongsari Kompol M Syahroni mengatakan warga sempat mencurigai minyak goreng dengan kemasan 'Wasilah 212' ini adalah minyak curah.

"Berawal dari keluhan warga kalau beli minyak goreng kok nggak bersih, padahal itu minyak goreng kemasan, tapi kayak minyak goreng curah," ujar Syahroni kepada wartawan di kantornya, Bojongsari, Depok, Rabu (16/3/2022).

Baca juga: Minyak Goreng 'Wasilah 212' Digerebek Usai Dikeluhkan Warga Tak Jernih Dikelola Keluarga Anggota DPRD Jabar Gudang tersebut merupakan milik PD Bhakti Karya. Bhakti Karya ini adalah milik dari keluarga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

"Pemilik itu perusahaan gudang minyak goreng di depok digerebek Bhakti Karya. Bhakti Karya ini punyanya Haji P, salah satu anaknya anggota Dewan. Milik keluargalah," imbuhnya.Tapakasuari.com – Kepolisian bersama Dinas Perdagangan Kota Depok menggerebek gudang pengemasan ulang minyak goreng di kawasan Pasir Putih, Sawangan. Petugas menemukan belasan liter minyak goreng siap edar yang dikemas ulang dari merek tertentu menjadi merek sendiri dan dijual dengan harga lebih tinggi.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan di lokasi ini ditemukan adanya pelanggaran undang-undang perlindungan konsumen dan undang-undang perdagangan. “Jadi modusnya mereka beli minyak dalam bentuk jeriken yang perliternya seharga 12 ribu rupiah. Kemudian dikemas ulang per liter dengan merek sendiri dan dijual seharga 14 ribu rupiah,” kata Yogen saat ditemui di lokasi. Di gudang tersebut terdapat setidaknya 2.300 liter minyak goreng siap edar, serta mesin-mesin penyulingan dan mesin pengemasan.

Namun pihaknya masih mendalami adanya pengoplosan minyak di gudang ini lantaran terdapat berbagai mesin. “Ini akan kita dalami apakah murni dari minyak goreng atas merek tersebut atau dioplos lagi menggunakan minyak goreng curah, nanti akan kita dalami terlebih dahulu,” tuturnya. Tak hanya itu, minyak yang dikemas ulang itu juga tidak memiliki izin BPOM dan tidak memiliki izin usaha. “Label BPOMnya sudah habis tahun 2020.

Disperindag juga mengatakan ini tidak ada izin usahanya,” ungkapnya. Pihaknya akan meminta keterangan para pekerja dan pengelola. Pihak kepolisian akan mendalami dugaan adanya pelanggaran lain. Lokasi tersebut pun kini sudah dipasangi garis polisi. Artikel ini telah tayang di tvonenews.com : https://www.tvonenews.com/daerah/jabar/31933-gudang-minyak-goreng-di-depok-digerebek-dikemas-ulang-jadi-merek-sendiri?page=2 Recent Posts • PERINGATAN HUT KOPASSUS KE 70 OLEH POS MALEO DI TINGGINAMBUT PUNCAK JAYA,PAPUA • Penahan Jembatan Gantung Putus, 15 Siswa Jatuh ke Sungai di Jambi • Polisi Selidiki Penembakan KRL di Kebayoran, Proyektil Diperiksa Labfor • Rider Dunia Jelang Race Mandalika: Dijamu Jokowi hingga Jajan Kaki Lima • Arahan Mahfud hingga Polri Usut Pendeta Saifuddin Ibrahim Sebab Bikin Gaduh
Depok, Jawa Barat - Kepolisian bersama Dinas Perdagangan Kota Depok menggerebek gudang pengemasan ulang minyak goreng di kawasan Pasir Putih, Sawangan, Selasa (15/3/2022).

Petugas menemukan belasan liter minyak goreng siap edar yang dikemas ulang dari merek tertentu menjadi merek sendiri dan dijual dengan harga lebih tinggi. Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan di lokasi ini ditemukan adanya pelanggaran undang-undang perlindungan konsumen dan undang-undang perdagangan. "Jadi modusnya mereka beli minyak dalam bentuk jeriken yang perliternya seharga 12 ribu rupiah.

Kemudian dikemas ulang per liter dengan merek sendiri dan dijual seharga 14 ribu rupiah," kata Yogen saat ditemui di lokasi. Di gudang tersebut terdapat setidaknya 2.300 liter minyak goreng siap edar, serta mesin-mesin penyulingan dan mesin pengemasan. Namun pihaknya masih mendalami adanya pengoplosan minyak di gudang ini lantaran terdapat berbagai mesin.

"Ini akan kita dalami apakah murni dari minyak goreng atas merek tersebut atau dioplos lagi menggunakan minyak goreng curah, nanti akan kita dalami terlebih dahulu," tuturnya. Berita Terkait : • Nekat Lawan Arah, Pemotor di Depok Tewas Dihantam Minibus • Bocah Tenggelam di Kolam Renang Depok, Polisi: Semua "Lifeguard" Tidak Punya Kompetensi • Dugaan Penyelundupan, TNI AL Tahan 34 Kontainer Berisi Bahan Baku Minyak Goreng • Kebakaran Padam, 43 Lapak di Pasar Kemiri Beji Depok Ludes Terbakar Mayat yang diketahui bernama Ari Dominggus (27) warga Desa Muhajirin, Kecamatan Jambu Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, ini merupakan seorang Satpam yang bekerja di PT Mitra Cakrawala Pro Jaya (MCPJ) PTPN VI.

Satpam tersebut tewas diduga korban pembunuhan, pasalnya terdapat gudang minyak goreng di depok digerebek luka tusukan pada tubuh korban.

Pangkoarmada RI Belum Pastikan 34 Kontainer Yang Ditangkap Berisi Minyak Goreng




2022 www.videocon.com