Pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

1. Dua buah uang logam dilempar secara bersama-sama, banyaknya ruang sampel adalah. a. 2 b. 4 c 6 d. 8 Pembahasan: Penentuan ruang sampelnya sebagai berikut: A = angka G = gambar Jadi, banyak ruang sampelnya ada 4. Jawaban: B. 2. Tiga keping uang logam dilemparkan secara bersamaan.

pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

Banyaknya ruang sampel adalah. a. 3 b. 6 c. 8 d. 16 Pembahasan: Penentuan ruang sampelnya: A = angka G = gambar Jadi, banyak ruang sampel adalah 8. Jawaban: C 3. Riki memiliki sejumlah balon berwarna merah, hijau, dan putih. Peluang balon hitam yang dimiliki Riki meletus adalah. a. 0 b. 0,5 c. 0,75 d. 1 Pembahasan: Riki tidak memiliki balon berwarna hitam.

Jadi peluangnya 0. Jawaban: A. 4. Sebuah uang logam dilempar sebanyak 500 kali. Pada pelemparan tersebut, sisi angka muncul 255 kali. Frekuensi relatif munculnya sisi gambar adalah.

Pembahasan: Banyak sisi angka yang muncul n(A) = 255 Banyak pelemparan (M) = 500 kali Banyak sisi gambar yang muncul n(G) = 500 – 255 = 245 Frekuensi relatif (G) = Jawaban: C 5. Peluang seorang siswa mengalami sakit flu pada musim penghujan adalah 0,4. Peluang seorang siswa tidak sakit flu pada musim penghujan adalah. a. 0 b. 0,4 c. 0,6 d. 1 Pembahasan: P(tidak flu) = 1 – P(flu) = 1 – 0,4 = 0,6 Jawaban: C 6.

Sebuah huruf dipilih secara acak dari huruf-huruf dalam kata “MATEMATIKA”. Peluang terpilihnya huruf M adalah. Pembahasan: Pada kata “MATEMATIKA” banyaknya huruf = n(S) = 10 Banyak huruf M = n(M) = 2 Peluang terambil huruf M = Jawaban: A 7.

Peluang muncul 1 angka dan 1 gambar pada pelemparan dua uang logam adalah. a. 3/4 b. 1/2 c. 1/4 d. 1/8 Pembahasan: S = ruang sampel = Berdasarkan tabel di atas, banyaknya ruang sampel = n(S) = 4 Kejadian muncul 1 A, 1 G = (A, G) dan (G, A) = n(A) = 2 Jawaban: B 8. Peluang muncul ketiganya gambar pada pelemparan 3 keping uang logam adalah. a. 1/8 b. 3/8 c. 3/4 d. 7/8 Peluang: Ruang sampel 3 keping uang logam: Banyaknya ruang sampel = n(S) = 8 Kajadian muncul ketiganya gambar = A = (G, G, G) = n(A) = 1 Jawaban: A 9.

Peluang muncul dua angka dan satu gambar pada pelemparan tiga keping uang logam bersama-sama adalah. a. 1/8 b. 2/8 c. 3/8 d. 4/8 Pembahasan: Perhatikan ruang sampel pada pelemparan 3 mata uang logam pada soal nomor 8 di atas. Banyak ruang sampel = n(S) = 8 Banyak kejadian 2A dan 1G = A = (A, A, G), (A, G, A), (G, A, A) = n(A) = 3 Jawaban: C 10. Tiga keping uang logam dilempar secara bersamaan.

Peluang muncul paling sedikit satu angka adalah. a. 8/8 b. 7/8 c. 5/8 d. 1/8 Pembahasan: Perhatikan ruang sampel pada pelemparan 3 mata uang logam pada soal nomor 8 di atas. Banyak ruang sampel = n(S) = 8 Banyak kejadian paling sedikit 1 angka = A = (A, A, G), (A, G, G), (A, G, A), (A, A, A), (G, A, G), (G, G, A), (G, A, A) = n(A) = 7 Jawaban: B 11.

Dalam pelemparan sebuah dadu, peluang muncul mata dadu ganjil adalah. a. 1/2 b. 1/3 c. 1/6 d. 2/3 Pembahasan: S = ruang sampel pelemparan 1 buah dadu = {1,2,3,4,5,6}= n(S) = 6 A = kejadian muncul mata dadu ganjil = {1,3,5} = n(A) = 3 Jawaban: A 12. Peluang muncul mata dadu kurang dari 5 pada pelambungan sebuah hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11. adalah. a. 5/6 b. 1/3 c. 1/2 d. 2/3 Pembahasan: S = ruang sampel pelambungan 1 buah dadu = {1,2,3,4,5,6}= n(S) = 6 A = kejadian muncul mata dadu kurang dari 5 = {1,2,3,4} = n(A) = 4 Jawaban: D 13.

Dua buah dadu hitam dan merah dilempar bersama-sama. Peluang munculnya dadu pertama bermata 3 adalah. a. 1/6 b. 1/5 c. 2/5 d. 2/3 Pembahasan: S = ruang sampel pelemparan 2 dadu, perhatikan tabel berikut: Berdasarkan tabel di atas, n(S) = 36 A = kejadian muncul mata dadu pertama bermata 3 = (3,1)(3,2), (3,3), (3,4), (3,5), (3,6) = n(A) = 6 Jawaban: A 14. Dua buah dadu dilempar secara bersamaan.

Peluang muncul mata dadu dengan selisih 3 adalah. a. 5/6 b. 1/12 c. 5/36 d. 1/6 Pembahasan: S = ruang hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11. pelemparan 2 dadu (perhatikan tabel pada pembahasan soal nomor 13) = n(S) = 36 A = kejadian muncul mata dadu dengan selisih 3 = (1,4), (2,5), (3,6), (4,1), (5,2), (6,3) = n(A) = 6 Jawaban: D 15. Sebuah dadu dan sekeping uang logam dilempar bersamaan.

Peluang muncul sisi gambar adalah. a. 1/2 b. 1/4 c. 1/6 d. 1/12 Pembahasan: S = ruang sampel pelemparan 1 dadu dan 1 keping uang logam, perhatikan tabel berikut: Berdasarkan tabel di atas n(S) = 12 A = kejadian muncul sisi gambar = (1,G), (2,G), (3,G), (4,G), (5,G), (6,G) = n(A) = 6 Jawaban: A 16.

pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

Dalam sebuah kantong terdapat 8 bola dengan nomor 1 sampai dengan 8. Jika diambil sebuah bola secara acak, peluang terambilnya bola bernomor bilangan prima adalah. a. 2/8 b. 3/8 c. 4/8 d. 5/8 Pembahasan: S = himpunan bola bernomor 1 – 8 = n(S) = 8 A = kejadian terambil bola bilangan prima = {2,3,5,7 } = n(A) = 4 Jawaban: C 17. Dalam sebuah kantong terdapat 9 buah bola pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus telah diberi nomor 1 sampai dengan 9.

Jika diambil sebuah bola secara acak, peluang terambilnya bola beromor genap adalah. a. 6/9 b. 5/9 c. 4/9 d. 3/9 Pembahasan: S = himpunan bola bernomor 1 – 9 = n(S) = 9 A = kejadian terambil bola bernomor genap = {2,4,6,8 } = n(A) = 4 Jawaban: C 18.

Ifan memiliki kantong berisi 3 kelereng biru dan 6 kelereng hitam. Ia mengambil sebutir kelereng secara acak. Peluang terambil kelereng biru adalah. a. 1/3 b. 1/2 c. 1/9 d. 2/3 Pembahasan: Banyak kelereng biru = n(B) = 3 Banyak kelereng hitam = n(H) = 6 Jumlah kelereng = n(S) = 3 + 6 = 9 Jawaban: A 19.

Viani memiliki kotak berisi 9 bola merah, 12 bola kuning, dan 7 bola biru. Ia mengambil sebuah bola secara acak di dalam kotak tersebut. Peluang Viani mengambil bola merah atau biru adalah.

a. 1/7 b. 2/7 c. 3/7 d. 4/7 Pembahasan: Banyak kelereng merah = n(M) = 9 Banyak kelereng kuning = n(K) = 12 Banyak kelereng biru = n(B) = 7 Jumlah seluruh kelereng = n(S) = 9 + 12 + 7 = 28 Jawaban: D 20.

Roni memperbolehkan ibunya untuk mengambil satu permen dari seuah kantong. Dia tidak dapat melihat warna permen tersebut. Banyaknya permen dengan setiap warna dalam kantong tersebut ditunjukkan dalam grafik berikut.

Berapakah peluang Roni mengambil sebuah permen warna merah? a. 10% b. 20% c. 25% d. 50% Pembahasan: Jumlah permen merah = n(M) = 6 Jumlah permen orange = n(O) = 5 Jumlah permen kuning = n(K) = 3 Jumlah permen hijau = n(H) = 3 Jumlah permen biru = n(B) = 2 Jumlah permen merah muda = n(Md) = 4 Jumlah permen ungu = n(U) = 2 Jumlah permen coklat = n(C) = 5 Jumlah seluruh permen = n(S) = 6 + 5 + 3 + 3 + 2 + 4 + 2 + 5 = 30 Jawaban: B 21.

Peluang turun hujan dalam bulan November adalah 0,4. Frekuensi harapan tidak turun hujan dalam bulan November adalah. a. 18 hari b. 10 hari c. 9 hari d. 7 hari Pembahasan: Peluang turun hujan = 0,4 Hari dalam bulan November = 30 hari Peluang tidak turun hujan = 1 – 0,4 = 0,6 Frekuensi harapan tidak turun hujan = 0,6 x 30 hari = 18 hari Jawaban: A 22. Sebuah dadu dilambungkan sebanyak 42 kali. Frekuensi harapan munculnya mata dadu genap adalah. a. 7 b. 10 c. 14 d. 21 Pembahasan: Banyak dilambungkan = N = 42 kali Kejadian mata dadu genap = A = {2,4,6} = n(A) =3 S = ruang sampel pelemparan sebuah dadu = {1,2,3,4,5,6} = n(S) = 6 Frekuensi harapan muncul mata dadu genap = Jawaban: D 23.

Dua mata uang logam dilempar 200 kali. Frekuensi harapan munculnya angka adalah. a.

pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

50 kali b. 100 kali c. 150 kali d. 160 kali Pembahasan: Banyak pelemparan = N = 200 kali S = ruang sampel pelemparan 2 mata uang logam = n(S) = 4 A = kejadian muncul angka = {(A,A),(A,G),(G,A)} = n(A) = 3 Frekuensi harapan muncul angka = Jawaban: C 24. Sebuah kantong berisi 15 bola merah, 12 bola biru, dan 3 bola hijau. Diambil sebuah bola secara acak sebanyak dua kali tanpa pengembalian.

Peluang bola yang terambil merah pada pengambilan pertama dan hijau pada pengambilan kedua adalah. a. 1/20 b. 3/58 c. 1/5 d.

pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

3/29 e. 6/29 Pembahasan: Banyak bola merah = n(M) = 15 Banyak bola biru = n(B) = 12 Banyak bola hijau = n(H) = 3 Jumlah bola = n(S) = 15 + 12 + 3 = pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus Pengambilan pertama: peluang terambil bola merah: Pengambilan kedua: peluang terambil bola hijau (jumlah bola menjadi 29, karena sudah diambil 1 warna merah dan tidak dikembalikan) Maka, Jawaban: B 25. Suatu survei dilakukan terhadap 100 siswa peserta OSN tingkat kaupaten/ kota berkaitan dengan frekuensi pengiriman sms pada suatu hari.

Hasil yang diperoleh sebagai berikut: Sisanya dilaporkan tidak mengirim sms. Jika dipilih seorang siswa secara acak, peluang siswa tersebut mengirim sms tidak lebih dari 30 kali adalah.

a. 0,55 b. 0,30 c. 0,25 d. 0,15 Pembahasan: Banyak peserta OSN = n(S) = 100 Siswa yang tidak mengirim sms = 100% - (5% + 10% + 15% + 20% + 25%) = 100% - 75% = 25% A = siswa yang mengirim sms tidak lebih dari 30 kali (yang tidak sms dan yang sms kurang dari sama dengan 30, yaitu yang mengirim pesan 1- 30) = 25% + 5% + 10% + 15% = 55% Maka: n(A) = 55% x n(S) = 55% x 100 = 55 Jawaban: A Jangan lupa latihan soal melalui youtube chanel ajar hitung ya.

silahkan kunjungi melalui link berikut ya: Misalkan adalah banyaknya anggota ruang sampel, jika satu dadu mempunyai enam mata, maka berdasarkan konsep ruang sampel dua dadu: Misalkan A adalah kejadian mata dadu berjumlah 7, yang artinya jika mata dadu pertama dijumlahkan dengan mata dadu kedua hasilnya adalah 7.

Sehingga anggota A adalah Misalkan adalah banyaknya kejadian mata dadu berjumlah 7 maka. Sehingga berdasarkan konsep peluang kejadian maka: Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah A.
Diketahui: Pelemparan dua buah dadu. Peluang adalah perbandingan banyaknya titik sampel kejadian yang diinginkan dengan banyaknya anggota ruang sampel kejadian tersebut.

Bilangan prima adalah bilangan asli yang lebih besar dari angkayang faktor pembaginya adalah dan bilangan itu sendiri. Tabel pelemparan dua hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11. dadu, yaitu: Banyak titik sampel kedua mata dadu bilangan prima, yaitu: Banyaknya anggota ruang sampel dua buah dadu, yaitu: Sehingga diperoleh: Maka, peluang munculnya jumlah kedua mata dadu bilangan prima pada pelemparan dua buah dadu adalah.

Rumus.Co.Id – akan membahas tentang pengertian, jenis, macam-macam, rumus, dan contoh soal peluang matematika secara detail dan lengkap. Peluang didalam ilmu matematika itu sendiri yakni suatu cara untuk mengetahui kemungkinan dari suatu peristiwa, untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan dibawah ini : Daftar Isi : • Pengertian Peluang • Frekuensi Relatif • Ruang Sampel • Menentukan Ruang Sampel • Titik Sampel • Rumus Peluang Matematika • Nilai Peluang • Penjumlahan Peluang • Contoh Soal Peluang • Share this: • Related posts: Pengertian Peluang Peluang bisa diartikan sebagai suatu cara yang dilakukan untuk mengetahui kemungkinan akan terjadinya suatu peristiwa.

di dalam sebuah permasalahan pasti ada ketidakpastian yang disebabkan oleh suatu tindakan yang terkadang berakibat lain. Misalkan terjadi pada sebuah mata uang logam yang dilemparkan ke atas maka akibatnya dapat muncul sisi gambar (G) atau sisi angka (A), maka sisi yang akan muncul tersebut tidak dapat dikatakan secara pasti kebenarannya.

Akibat dari peristiwa melemparkan sebuah mata uang logam tersebut ada salah satu dari dua kejadian yang kemungkinan bisa terjadi yaitu munculnya sisi G atau A.

Kegiatan melemparkan sebuah mata uang logam tersebut dapat dikatan sebagai suatu tindakan acak. Tindakan tersebut dapat diulang sampai beberapa kali dan rangkaian dari tindakan tersebut dinamakan percobaan.

Frekuensi Relatif Frekuensi adalah perbandingan antara banyaknya percobaan yang dilakukan dengan banyaknya hasil dari kejadian yang diamati. Dan dari Percobaan melemparkan mata uang logam tersebut maka frekuensi relative dapat dirumuskan sebagai berikut : Ruang Sampel Ruang sampel merupakan himpunan dari semua kejadian (hasil) percobaan yang mungkin terjadi.

Ruang sampel dilambangkan dengan S. Contoh a. Ruang sampel pada pengetosan sebuah dadu ialah S =(1,2,3,4,5,6) b. Ruang sampel pada pengetosan sebuah mata uang logam ialah S= (A, G) Menentukan Ruang Sampel Ruang sampel dari hasil melempar dua buah mata uang juga dapat ditentukan dengan menggunakan tabel (daftar) seperti berikut ini.

Ruang sampelnya ialah S = {(A,A), (A,G), (G,A), (G,G)} Kejadian A1 yang dapat memuat dua gambar = (G,G) Kejadian A2 yang tidak dapat memuat gambar = (A,A) Titik Sampel Titik sampel adalah anggota-anggota dari ruang sampel Contoh Ruang sampel dari S adalah = ((A,A), (A,G), (G,A), (G,G)) Titik sampelnya ialah = ((A,A), (A,G), (G,A), (G,G)) Rumus Peluang Matematika Dari hasil Percobaan melemparkan mata uang logam hasilnya adalah G atau A.

Apabila percobaan dilempar sampai 10 kali dan muncul G 4 kali maka frekuensi relatif munculnya G itu adalah 4/10. Dan Jika percobaan tersebut dilakukan sampai 10 kali lagi dan muncul G 3 kali sehingga dalam 20 kali percobaam G muncul sebanyak 7 kali maka frekuensi relatif muncul untuk G pada 20 percobaan ialah 7/20. 1.Peluang Kejadian A atau P(A) Peluang dari kejadian tersebut dapat ditentukan dengan cara seperti berikut.

S = {1,2,3,4,5,6} maka nilai dari n(S) = 6 A = {2,3,5} maka nilai dari n(A) = 3 dengan begitu maka peluang dari kejadian A yang jumlah anggotanya dapat dinyatakan dalam n(A) dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut. Nilai Peluang Nilai-nilai peluang yang bisa diperoleh berkisar antara 0 sampai dengan 1. Untuk setiap kejadian A, batas-batas dari nilai P(A) secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.

0 ≤ P (A) ≤ 1 dengan P(A) adalah peluang suatu kejadian A Jika nilai P(A) = 0, maka kejadian A ialah kejadian mustahil, maka peluangnya ialah 0. Contoh : Matahari terbit dari sebelah selatan adalah kejadian mustahil, maka peluangnya adalah 0.

Jika P(A) = 1, maka kejadian dari A adalah kejadian pasti • Frekuensi Harapan frekuensi harapan merupakan suatu kejadian yaitu harapan banyaknya muncul suatu kejadian dari sejumlah percobaan yang telah dilakukan. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut Frekuensi harapan = P(a) x banyak percobaan Contoh : Pada percobaan mengetos sebuah dadu yang telah dilakukan sebanyak 60 kali, maka : Peluang akan muncul mata 2 = 1/6 Frekuensi harapan akan muncul mata 2 = P (mata 2) x banyak percoban = 1/6 x 60 = 10 kali 2.

Kejadian Majemuk Kejadian majemuk adalah dua atau lebih kejadian yang dioperasikan sehingga terbentuklah sebuah kejadian yang baru. Suatu kejadian K dan kejadian komplemen berupa K’ memenuhi persamaan: P(K) + P(K’) = 1 atau P(K’) = 1 – P(K) Penjumlahan Peluang 1.

Kejadian Saling Lepas dua buah kejadian A dan B dapat dikatakan saling lepas apabila tidak ada satupun elemen yang terjadi pada kejadian A yang sama dengan elemen yang terjadi pada kejadian B, maka peluang salah satu A atau B mungkin terjadi, rumusnya ialah: P(A u B) = P(A) + P(B) 2. Kejadian Tidak Saling Lepas Maksutnya adalah ada elemen A yang sama dengan elemen B, rumusnya dapat dituliskanseperti berikut ini: P(A u B) = P(A) + P(B) – P(A n B) 3.

Kejadian Bersyarat kejadian bersyarat dapat terjadi apabila kejadian A dapat mempengaruhi munculnya kejadian B atau sebaliknya. Maka dari itu dapat dituliskan seperti berikut ini: P(A n B) = P(A) x P(B/A) atau P(A n B) = P(B) x P(A/B) Karena kejadiannya itu saling berpengaruh,makadapat digunakan rumus: P(A n B) = P(A) x P(B) Contoh Soal Peluang Contoh Soal 1 1. Pada suatu percobaan melempar sebuah mata uang logam yang dilakukan sebanyak 120 pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, ternyata peluang muncul angka sebanyak 50 kali.

pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

Tentukanlah frekuensi relatif muncul angka dan frekuensi relatif muncul gambar tersebut! Penyelesaian: a).Frekuensi relatif muncul angka = Banyak angka hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11. muncul/Banyak percobaan = 50/120 = 5/12 b).Frekuensi relatif muncul gambar = Banyak gambar yang muncul/Banyak percobaan = (120 – 50) / 120 = 70/120 = 7/12 Contoh Soal 2 2. Dua buah mata dadu ditos bersama-sama.

Tentukan peluang kejadian berikut ini a. Peluang muncul dadu pertama bermata 4 b. Peluang muncul mata dadu berjumlah 9 Penyelesaian: Kita buat terlebih dahulu ruang sampel percobaan mengetos dua dadu seperti berikut. a. Jumlah mata dadu pertama bermata 4, berarti dadu kedua boleh jadi bermata 1,2,3,4,5, atau 6. Dengan begitu, kejadian muncul dadu pertama bermata 4 adalah : M = {(4,1), (4,2), (4,3), (4,4), (4,5), (4,6)} Jadi, P (dadu I bermata 4) = n(M)/n(S) = 6/36 = 1/6 b.

Kejadian untuk muncul mata dadu berjumlah 9 ialah : N = {(3,6), (4,5), (5,4), (6,3)} Jadi, nilai dari P (jumlah 9) = n(N)/n(S) = 4/36 = 1/9 Nah itulah materi peluang matematika yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat … Rumus Lainnya hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11. • Rumus Mean, Median, dan Modus Data Kelompok • Barisan Deret Aritmatika Related posts: • Rumus Trapesium – Pengertian, Jenis, Keliling, Luas, Beserta Contohnya • Pertidaksamaan Rasional • Rumus Luas Persegi Panjang Beserta Contoh Soalnya Posted in Matematika Tagged kumpulan rumus peluang, rumus peluang dan contoh soal, rumus peluang koin, rumus peluang kombinasi, rumus peluang sma, rumus peluang smk, rumus peluang smp, rumus peluang statistika Tulisan Terbaru • Iklim Schmidt Ferguson • Iklim Koppen • Gangguan Pada Hati • Iklim Fisis • Sistem Sosial • Contoh Masalah Sosial • Kesenjangan Sosial • Gangguan Pada Usus Besar • Iklim Oldeman • Rumus Trapesium – Pengertian, Jenis, Keliling, Luas, Beserta Contohnya • Perbedaan Etika dan Moral • Perbedaan Debit Dan Kredit • Perbedaan CV dan PT • Bagian Bagian Pada Telinga Beserta Gambar dan Fungsinya • Konsep Adalah
Jawaban: n(S) = 6² = 36 Peluang dadu berjumlah 6 A = {(1, 5), (2, 4), (3, 3), (4, 2), (5, 1)} n(A) = 5 P(A) = n(A)/n(S) P(A) = 5/36 Peluang dadu berjumlah 11 A = {(5, 6), (6, 5)} n(A) = 2 P(A) = n(A)/n(S) P(A) = 2/36 Peluang dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11 kalau ada kata atau dalam peluang, berarti ditambah P(Jumlah 6 V jumlah 11) = 5/36 + 2/36 = 7/36 Detail jawaban ♬ Mapel : Matematika ♬ Kelas : IX ♬ Materi : Bab 7 – Peluang ♬ Kode mapel : 2 ♬ Kode kategorisasi : 9.2.7 ♬ Kata kunci : peluang dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11 ____________________________ Semangattt ya'
pada pelemparan dua buah dadu satu kali, peluang munculnya mata dadu berjumlah 5 atau 8 adalah 1/4 Pembahasan : • n(S) = Ruang sample 2 mata dadu = 6² = 36 • P = Peluang muncul mata dadu berjumlah 5 atau 8 = .

Ruang sampel 2 mata dadu dapat dicari dengan : n(S) = 6² = 36 mari kita bukktikan dengan tabel : - 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - - 1 - (1,1) - (1,2) - (1,3) - (1,4) - (1,5) - (1,6) - - 2 - (2,1) - (2,2) - ( 2,3) - (2,4) - (2,5) - (2,6) - - 3 - (3,1) - (3,2) - (3,3) - (3,4) - (3,5) - (3,6) - - 4 - (4,1) - (4,2) - (4,3) - (4,4) - (4,5) - (4,6) - - 5 - (5,1) - (5,2) - (5,3) - (5,4) - (5,5) - (5,6) - - 6 - (6,1) - (6,2) - (6,3) - (6,4) - (6,5) - (6,6) - dan kejadian muncul mata dadu berjumlah 5 atau 8 = n(A) dapat dilihat pada tabel yang bercetak tebal : (1,4), (2,3), (3,2), (4,1), (2,6), (3,5), (4,4), (5,3), (6,2) jadi n(A) ada 9 Dari Rumus : Keterangan : P(A) = Peluang Kejadian n(A) = Kejadian n(S) = Ruang Sample maka : MAKA PELUANG MUNCUL KEJADIAN MATA DADU BERJUMLAH 5 ATAU 8 ADALAH 1/4 Simak lebih lanjut materi peluang pada : • brainly.co.id/tugas/3375296 ================""YY""============= • Detail Jawaban • Kelas : 9 • Mapel : Matematika • Bab : 7 • Materi : Barisan dan Deret Bilangan • Kode : 9.2.7 • Peluang Kejadian, Ruang Sampel #optitimcompetition 1.tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut.

a.3x 4 = 28 b.3x - 4 = 20 2.tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut. a.2x - 6 = -3x 19 b. … -4x 7 = -6x 17 3.tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut. a.2x 4 = 6 b.3x - 2 = 7 c.1/2x 2 = 4 e.3x - 2= x 2 tolong dibantu ya bang/kak/ soalnya besok mau dikumpul ​ 1.diketahui barisan 4,9,14,19., carilah rumus suku ke-n barisanya 2.nilai suku ke - 9 barisan adalah -29 dan beda -7.

tentukan suku pertama barisa … n ! 3. barisan bilangan dengan a = 9b = -2 dan un = 37 tentukan banyak n suku barisan 4. dari barisan yang dirumuskan un = -7n 5. tentukan beda dari barisan tersebut 5. dari barisan 41,32,27,18. tentukan rumus suku ke -n barisan ! mohon bantuanyaJakarta - Peluang adalah bidang matematika yang mempelajari kemungkinan munculnya sesuatu dengan cara perhitungan maupun percobaan. Peluang juga sering digunakan untuk membantu kehidupan sehari-hari. Contoh manfaat peluang dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk membantu pengambilan keputusan yang tepat, memperkirakan hal yang akan terjadi, dan meminimalisir kerugian.

Tidak hanya itu, selain dalam ilmu matematika, peluang juga digunakan dalam ilmu ekonomi dalam bidang aktuaria, ilmu psikologi, dan statistika. Sebelum menghitung rumus peluang, kita perlu mengenal terlebih dahulu mengenai percobaan, ruang sampel, dan kejadian atau peristiwa. Baca juga: Menghitung Luas Trapesium dengan Rumus serta Contoh Soal Percobaan, Ruang Sampel, dan Kejadian Peluang Dikutip dari Modul Kemdikbud Matematika Umum: Teori Peluang, percobaan dalam studi peluang diartikan sebagai suatu proses disertai hasil dari suatu kejadian yang bergantung pada kesempatan.

Jadi, ketika suatu percobaan dilakukan kembali, hasil yang diperoleh tidak selalu sama meskipun dilakukan dengan kondisi yang sama. Percobaan ini disebut sebagai percobaan acak.

pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

Kemudian, ruang sampel adalah himpunan dari semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. Dalam rumus peluang, ruang sampel dinotasikan dengan S sehingga banyaknya elemen ruang sampel dinyatakan dengan n(S). Kejadian atau peristiwa merupakan himpunan bagian dari ruang sampel yang biasanya dinotasikan dengan huruf kapital, seperti A, B, C, D, dan sebagainya.

Dengan begitu, banyaknya elemen kejadian A dituliskan dengan n(A), n(B), dan seterusnya. Contoh: Anita melakukan percobaan dengan melambungkan sebuah dadu. Berdasarkan percobaan tersebut, tentukanlah: a. Ruang sampel percobaan. b. Kejadian A, yaitu munculnya sisi dadu bernilai genap. c. Kejadian B, yaitu munculnya sisi dadu yang habis dibagi 3.

Penyelesaian: a. Hasil yang mungkin muncul dari percobaan tersebut adalah munculnya sisi dadu dengan mata dadu 1, 2, 3, 4, 5, 6. Jadi, ruang sampelnya adalah S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} dan banyaknya elemen ruang sampel adalah n(S) = 6.

b. Kejadian munculnya sisi dadu bermata genap adalah A = {2, 4, 6} sehingga n(A) = 3. c. Kejadian munculnya sisi dadu yang habis dibagi 3 adalah B = {3, 6}.

pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

Jadi, n(B) = 2. Rumus Peluang Dari penjelasan sebelumnya, S adalah ruang sampel dengan banyak elemen adalah n(S) dan A adalah suatu kejadian dengan banyak elemen = n(A), maka peluang kejadian A ditulis dengan notasi P(A).

pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

Dengan begitu, rumus peluang dituliskan menjadi sebagai berikut. P(A) = n(A)/n(S) Untuk memahami cara menghitung rumus peluang, perhatikan contoh soal beserta penyelesaiannya di bawah ini, yuk!

Contoh Soal: 1. Nisa melakukan percobaan dengan melempar sebuah dadu. Tentukan: a. Peluang muncul mata dadu angka ganjil, b. Peluang muncul mata dadu dengan angka kurang dari 6. 2. Dari dua dadu yang dilambungkan secara bersamaan, tentukan peluang munculnya mata dadu berjumlah 5, berjumlah 7, dan dadu dengan mata dadu sama.

Penyelesaian: 1. Diketahui ruang sampel pelemparan sebuah dadu S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11. n(S) = 6. a. Misal A adalah kejadian muncul mata dadu berangka ganjil, maka = A = {1, 3, 5} = n(A) = 3 = P(A) = n(A)/n(S) = P(A) = 3/6 = 1/2 b. Misal B adalah kejadian muncul mata dadu berangka kurang dari 6, maka = B = {1, 2, 3, 4, 5} = n(B) = 5 = P(B) = n(B)/n(S) = P(B) = 5/6 2.

Diketahui banyaknya hasil yang mungkin keluar saat melambungkan 2 dadu sekaligus adalah 36 yang didapat dari hasil 6 x 6 = 36. Dengan begitu, n(S) = 36. a. Misalnya A adalah kejadian munculnya angka berjumlah 5, maka = A = {(1,4), (2,3), (3,2), (4,1)} = n(A) = 4 = P(A) = n(A)/n(S) = P(A) = 4/36 = 1/9 b.

Misalnya B adalah kejadian munculnya angka berjumlah 7, maka = B = {(1,6), (2,5), (3,4), (4,3), (5,2), (6,1)} = n(B) = 6 = P(B) = n(B)/n(S) = P(B) = 6/36 = 1/6 c. Misal C adalah kejadian munculnya angka sama, maka = C = {(1,1), (2,2), (3,3), (4,4), (5,5), (6,6)} = n(C) = 6 = P(C) = n(C)/n(S) = P(C) = 6/36 = 1/6 Bagaimana? Cukup mudah bukan memahami rumus peluang dan mengerjakan contoh soalnya.
Misal A = Angka dan G= Gambar, maka Ruang sampelnya adalah = { (A,G), (A,A), (G,A), (G,G)} n (S) = 4 banyaknya titik sampel muncul gambar di kedua koin (G,G) adalah n (A) = 1 P(A) = n(A)/ n(S) = 1/ 4 Jadi, peluang muncul keduanya gambar adalah 1/ 4 3) Sebuah tas berisi 12 kelereng yang terdiri dari 5 kelereng biru, 3 kelereng merah, dan 4 kelereng kuning.

Dari tas tersebut akan diambil satu kelereng. Berapa peluang terambilnya kelereng berwarna merah? Kejadian jumlah kedua mata dadu sama dengan 6 adalah (1, 5), (2, 4), (3, 3), (4, 2), dan (5, 1). Maka n(A) = 5 n(S) = 6 × 6 = 36 P(A) = n(A)/ n(S) = 5/ 36 Jadi, peluang munculnya jumlah kedua dadu sama dengan 6 hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

5/ 36. 5.) Sebuah kantong berisi 10 buah kelereng yang terdiri dari 3 kelereng kuning dan 7 kelerang hijau. Berapakah peluang mengambil 3 kelereng hijau sekaligus? Banyak cara mengambil 3 kelereng hijau dari 6 kelereng hijau adalah: n(A) = 7C 3 Banyak cara mengambil 3 kelerang dari 10 kelereng adalah n(S) = 10C 3 Banyak cara mengambil 3 kelerang hijau dari 10 kelereng adalah: P(A) = n(A)/ n(S) = 35/ 120 = 7/ 24 Jadi, peluang terambil 3 kelereng hijau sekaligus adalah 7/ 24 6.) Lisa mengambil 4 bola sekaligus dari sebuah tas berisi 11 bola yang terdiri dari 4 bola putih dan 7 bola merah.

Berapakah Peluang terambiilnya 2 bola merah dan 2 bola putih ? Cara mengambil 2 bola merah dari 7 bola adalah n(A 1) = 7C 2 Cara mengambil 2 bola putih dari 4 bola adalah n(A 2)= 4C 2 Cara mengambil 2 bola merah dan 2 bola putih adalah: n(K) = n(A 1) × n(A 1) = 21. 6 = 126. Cara mengambil 4 bola dari 11 bola = n(S) = 11C 4 Peluang terambil 2 bola merah dan 2 bola putih adalah: P(K) = n(K)/ n(S) = 126/ 330 7.) 2 buah dadu dilempar bersamaan.

Berapakah peluang munculnya mata dadu yang pertama 2 dan mata dadu kedua 6 adalah… Kejadian tersebut adalah peluang kejadian saling lepas, maka: P(angka) = 1/2 P(genap) = 3/6 P(angka dan genap) = P(angka) × P(genap) = 1/ 2 × 3/ 6 = 3/ 12 = 1/ 4 Jadi, peluang muncul angka pada uang logam dan bilangan genap pada dadu adalah 1/ 4.

9.) Reni melempar sebuah uang logam sebanyak 200 kali, hasilnya muncul angka sebanyak 75 kali. Hitunglah a. Frekunsi munculnya angka b. Frekunesi munculnya gambar a. Frekuensi muncul angka f(A) Frekuensi muncul angka = banyak angka yang muncul / banyak percobaan f(A) = 75/ 200 = 3/ 8 b. Frekuensi muncul gambar f(G) Frekuensi muncul gambar = banyak gambar yang muncul / banyak percobaan f(G) = (200-75)/ 200 = 125/ 200 = 5/ 8 10.) Sebuah tas berisi lima buah komik volume 11 sampai 15.

Jika buku diambil secara acak dari tas tersebut. Maka: a. Tentukanlah peluang terambilnya komik bervolume genap. b. Jika yang terambil adalah buku bervolume ganjil, lalu tidak dikembalikan lagi.

Tentukanlah peluang terambilnya komik volume ganjil pada pengambilan berikutnya. a.

pada pelemparan 2 buah dadu sekaligus, hitunglah peluang muncul dadu berjumlah 6 atau dadu berjumlah 11.

Banyaknya komik bervolume genap adalah 2 yaitu bola bernomor 12 dan 14. Sehingga P(genap) = 2/ 5 b. Banyaknya komik volume ganjil ada 3, terambil 1 sehingga sisa 2.

Maka P(ganjil) = (3-1)/ (5-1) = 2/ 4 = 1/ 2 Demikianlah pembahan tentang contoh soal peluang. Semoga bisa bermanfaat bagi anda yang belajar tentang peluang. Selamat belajar. Pelajari Juga Rumus Peluang Permutasi dan Kombinasi Contoh Soal Logaritma Contoh Soal Barisan dan Deret Aritmatika Frekuensi Posted in Matematika, Statistika 7 Comments Post navigation Recent Posts • Contoh Soal Matematika Kelas 3 SD Semester 1 2019 • Kecepatan, Jarak, & Waktu (Rumus & Contoh Soalnya) • Jajar Genjang: Pengertian, Sifat, Rumus Luas & Keliling, Contoh Soal & Pembahasannya • Turunan Fungsi Trigonometri: Pengertian dan Contoh Soal • Payback Period: Pengertian, Rumus, Kelebihan, Kekurangan, Contoh Soal

Dua buah dadu dilempar bersama-sama satu kali. Peluang munculnya mata dadu berjumlah 6 atau ganjil




2022 www.videocon.com