Kerangka konseptual

kerangka konseptual

Contoh Kerangka Konseptual Templat visual dan contoh untuk menentukan teori dan metodologi untuk penyelidikan anda • Bayangkan bagaimana merancang dan menjalankan penyelidikan untuk menulis tesis anda • Beri tunjuk ajar tesis anda dan pastikan projek anda terus berjalan lancar • Mempermudahkan tesis anda untuk rakan sebaya dan penasihat anda menganalisisnya Buat Kerangka Konseptual Panduan dan Amalan Terbaik Kerangka konseptual adalah alat analisis yang digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai suatu fenomena.

Ia dapat digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan dan paling sering digunakan untuk menjelaskan konsep atau pemboleh ubah utama secara visual dan hubungan kerangka konseptual antara mereka yang perlu dikaji. Bagaimana membuat kerangka konseptual • Pilih topik untuk penyelidikan anda. Lebih baik memastikan bahawa topik penyelidikan berada dalam bidang pengkhususan anda.

• Menjalankan tinjauan literatur untuk memahami apa kajian yang telah dilakukan mengenai perkara tersebut. Ikuti sumber yang boleh dipercayai seperti jurnal ilmiah, buku dan artikel ilmiah. • Cari pemboleh ubah khusus yang dijelaskan dalam literatur dan kaji hubungan di antara mereka.

• Pastikan bahawa tesis anda menyumbang sesuatu yang baru untuk apa yang sudah ada di luar sana dan perbetulkan hujah atau hipotesis anda berdasarkan tinjauan literatur.

• Buat kerangka konsep anda; ia boleh dalam bentuk peta alir, peta minda atau peta konsep. Paparkan aliran penyelidikan anda dan tunjukkan pemboleh ubah yang mempengaruhi komponen kajian anda. • Dengan kerangka konseptual, sertakan naratif yang menjelaskan secara mendalam tentang pemboleh ubah yang mempengaruhi kajian anda dan metodologi penyelidikan. • Semasa menjalankan penyelidikan, anda mungkin menemui data yang dapat membuktikan hipotesis anda salah.

Kembali ke kerangka konsep anda dan kaji semula dengan sewajarnya. • Sekiranya anda ingin menerbitkan kerangka konseptual anda di blog kerangka konseptual laman web, anda boleh memasukkannya dengan mudah melalui Creately Viewer.

Atau anda boleh mengeksportnya sebagai PDF atau gambar untuk disertakan dalam persembahan PowerPoint dan dokumen Word.

kerangka konseptual

• Gambarajah Perniagaan • Pembuat carta alir • Perisian Carta Org • Pembuat Peta Minda • Alat Analisis SWOT • Alat Rangka Kawat • Pencipta Peta Laman Web • Pembuat Carta Gantt • Alternatif Dalam Talian Visio • Perisian carta alir untuk Mac OSX • Perisian Diagram Perniagaan • Pembuat Pokok Keluarga • Perisian BPM Dalam Talian • Pembuat Garis Masa • Pembuat Infografik • Perisian Papan Cerita • Gambarajah Teknikal • Alat Diagram UML • Alat Diagram Jujukan • Lukis Gambarajah Kes Penggunaan dalam talian • Pencipta Gambarajah Kelas • Reka Kerangka konseptual Pangkalan Data Dalam Talian • Pembuat Diagram Venn • Perisian Diagram Rangkaian • Pembuat Penyusun Grafik • Alat Diagram ER • Pembuat Peta Konsep • Visio kerangka konseptual Mac • Alat Diagram Senibina AWS Contoh Kerangka Konseptual Template visual dan contoh untuk menentukan teori dan metodologi untuk penelitian Anda • Visualisasikan bagaimana merencanakan dan melakukan penelitian untuk menulis tesis Anda • Berikan panduan untuk tesis Anda dan pastikan bahwa proyek Anda tetap pada jalurnya • Sederhanakan tesis Anda untuk rekan dan pembimbing yang menganalisisnya Buat Kerangka Konseptual Panduan dan Praktik Terbaik Kerangka konseptual adalah alat analisis yang digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang suatu fenomena.

Ini dapat digunakan di berbagai bidang pekerjaan dan paling umum digunakan untuk menjelaskan secara visual konsep atau variabel utama dan hubungan di antara keduanya yang perlu dipelajari. Bagaimana membuat kerangka konseptual • Pilih topik untuk penelitian Anda.

Lebih baik memastikan bahwa topik penelitian sesuai dengan bidang spesialisasi Anda. • Lakukan tinjauan pustaka untuk memahami penelitian apa yang telah dilakukan tentang materi pelajaran. Tetap gunakan sumber daya yang dapat diandalkan seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel ilmiah.

kerangka konseptual

• Carilah variabel spesifik yang dijelaskan dalam literatur dan periksa hubungan di antara mereka. • Pastikan tesis Anda memberikan sesuatu yang baru untuk apa yang sudah ada dan perbaiki argumen atau hipotesis Anda berdasarkan tinjauan pustaka.

• Buat kerangka konseptual Anda; bisa dalam bentuk diagram alir, peta pikiran, atau peta konsep. Tampilkan alur penelitian Anda dan tunjukkan variabel mana yang memengaruhi berbagai komponen penelitian Anda.

• Dengan kerangka konseptual, sertakan narasi yang menjelaskan secara mendalam variabel-variabel yang mempengaruhi penelitian Anda dan metodologi penelitian. • Saat Anda melakukan penelitian, Anda mungkin kerangka konseptual data yang dapat membuktikan hipotesis Anda salah. Kembali ke kerangka konseptual Anda dan perbaiki sesuai dengan itu. • Jika Anda ingin mempublikasikan kerangka kerja konseptual Anda di blog atau situs web, Anda dapat dengan cepat menyematkannya dengan Creately Viewer.

Atau Anda dapat mengekspornya sebagai PDF atau gambar untuk disertakan dalam presentasi PowerPoint dan dokumen Word. • Diagram Bisnis • Pembuat Diagram Alir • Perangkat Lunak Bagan Organisasi • Pembuat Peta Pikiran • Alat Analisis SWOT • Alat Wireframe • Pembuat Peta Situs Situs Web • Pembuat Grafik Gantt • alternatif visio online • Software Flowchart untuk Mac OSX • Perangkat Lunak Diagram Bisnis • Pembuat Pohon Keluarga • Software BPM Online • Pembuat Garis Waktu • Pembuat Infografis • Perangkat Lunak Papan Cerita • Pembuatan Diagram Teknis • Alat Diagram UML • Alat Diagram Urutan • Gambar Diagram Use Case online • Pembuat Diagram Kelas • Desain Database Online • Pembuat Diagram Kerangka konseptual • Perangkat Lunak Diagram Jaringan • Pembuat Organizer Grafis • Alat Diagram ER • Pembuat Peta Konsep • Visio untuk Mac • Alat Diagram Arsitektur AWS
Kerangka konseptual adalah suatu bagian daripada kerangka yang mencakup satu atau lebih landasan teori formal (sebagian atau keseluruhan) serta konsep lain dan temuan empiris dari literatur.

Kerangka konseptual ini sendiri dibuat dengan tujuan untuk menunjukkan hubungan antara ide-ide tersebut dan bagaimana itu berhubungan dengan studi penelitian.

Oleh karena alasan itulah, maka kerangka konseptual secara sistematis menjelaskan tindakan yang diperlukan dalam perjalanan arti penelitian berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari penelitian lain yang sedang berlangsung dan sudut pandang peneliti lain tentang materi pelajaran. Disisi lainnya, kerangka kerangka konseptual umumnya terlihat dalam penelitian kualitatif.

Contohnya saja pada ilmu-ilmu sosial dan perilaku, karena seringkali satu teori tidak dapat sepenuhnya membahas fenomena yang dipelajari.

Daftar Isi • Kerangka Konsep Penelitian • Pengertian Kerangka Konsep Penelitian • Pengertian Kerangka Konsep Menurut Para Ahli • Struktur Bagian Kerangka Konsep Penelitian • Variabel penelitian • Konsep penelitian • Teori penelitian • Kerangka konseptual Kerangka Konsep Penelitian • Taksonomi • Representasi Visual • Deskripsi Matematika • Tujuan Kerangka Konsep Penelitian • Cara Membuat Kerangka Konsep Penelitian • Pilih Topik untuk Penelitian • Cari Tinjauan Literatur • Analisis Penelitian yang Sudah Ada • Membuat Argumen • Mengembangkan Kerangka Konseptual • Tambahkan Narasi • Sebarkan ini: • Posting terkait: Kerangka Konsep Penelitian Kerangka konseptual ( conceptual framework) senantisa menggambarkan apa yang kita harapkan untuk ditemukan melalui penelitian kita.

Kerangka konseptual berperan penting dalam mendefinisikan variabel yang relevan untuk penelitian kita dan memetakan bagaimana variabel- variabel penelitian tersebut berhubungan satu sama lain.

Oleh sebab itu, kita harus membuat kerangka konseptual terlebih dahulu sebelum mulai mengumpulkan data. Pengertian Kerangka Konsep Penelitian Kerangka konseptual adalah representasi tertulis atas visual dari hubungan yang diharapkan antara variabel kerangka konseptual diteliti, sehingga kerangka konseptual tersebut umumnya dikembangkan berdasarkan tinjauan pustaka dari studi dan teori yang ada tentang topik penelitian.

Pengertian Kerangka Konsep Menurut Para Ahli Adapun definisi kerangka konsep menurut para ahli, antara lain: • Miles dan Huberman (1994), Kerangka konseptual adalah suatu kerangka yang dapat berbentuk grafis kerangka konseptual naratif yang menunjukkan variabel kunci atau konstruksi untuk dipelajari dan hubungan yang diduga antara mereka.

• Camp (2001), Kerangka konseptual adalah struktur yang menurut peneliti dapat menjelaskan perkembangan alami dari fenomena yang akan dipelajari. • Notoatmodjo (2012), Kerangka konsep ialah suatu uraian dan visualisasi tentang hubungan atau kaitan antara konsep- konsep atau variabel-variabel yang akan diamati atau diukur melalui penelitian yang akan dilakukan. • Imenda (2014), Kerangka kerja konseptual adalah sintesis dari komponen dan variabel yang saling terkait yang membantu dalam memecahkan masalah dunia nyata.

Penjelasan ini adalah lensa terakhir yang digunakan untuk melihat resolusi deduktif dari masalah yang di identifikasi Kerangka konseptual Bagian Kerangka Konsep Penelitian Beberapa hal yang harus ada di dalam kerangka konsep penelitian, diantaranya yaitu variabel, konsep, kerangka konseptual, dan/atau bagian dari kerangka kerja lain yang ada. Berikut penjelasannya: • Variabel penelitian Variabel adalah hal-hal yang akan kita ukur, manipulasi, dan kendalikan dalam statistik dan statistika penelitian.

Semua penelitian menganalisis variabel, yang dapat menggambarkan seseorang, tempat, benda atau ide. Nilai variabel dapat berubah antar kelompok atau seiring waktu. • Konsep penelitian Secara singkat, konsep dapatlah diartikan sebagai ide atau gagasan. Misalnya, jika kita akan mendekorasi ulang kamar tidur kita, kita mungkin ingin memulainya dengan sebuah konsep, seperti “taman bunga” atau “luar angkasa”.

• Teori penelitian Teori penelitian ialah pengetahuan umum yang dirumuskan dengan tujuan untuk memberikan penjelasan, prediksi, dan pemahaman tentang suatu fenomena dan, dalam banyak kasus, untuk menantang serta memperluas pengetahuan yang ada dalam batas-batas asumsi kritis. Jenis Kerangka Konsep Kerangka konseptual Terdapat beberapa jenis kerangka konseptual, diantaranya yaitu: • Taksonomi Taksonomi adalah jenis kerangka konseptual berupa deskripsi verbal yang mengkategorikan fenomena ke dalam kelas.

Hubungan terbukti karena item-item dalam kelas adalah sama; tapi hubungan antar kelas lemah atau tidak ada sama sekali. Jenis kerangka konseptual ini tidak menunjukkan hubungan antar kelas Cakupan fenomena yang digambarkan mungkin sempit, tapi seringkali luas.

Bukti atas fenomena tersebut mungkin merupakan hasil dari pengalaman langsung, atau dikembangkan dari penalaran logis atau dikembangkan secara empiris. • Representasi Visual Representasi visual adalah jenis kerangka konseptual yang memberikan gambaran tentang fenomena, menunjukkan bahwa hubungan antar kelas ada atau tanpa menunjukkan sejauh mana hubungan tersebut. Hubungan ditunjukkan antar kelas, sedangkan dalam taksonomi, hubungan seperti itu biasanya tidak dibuat.

Dengan menerapkan kerangka konseptual jenis ini, bukti harus setidaknya logis dan mungkin memiliki dukungan empiris, yang bisa berasal dari pendapat otoritas atau penelitian. • Deskripsi Matematika Deskripsi matematika adalah jenis kerangka konseptual di mana fenomena dapat diekspresikan dalam beberapa jenis persamaan matematika, meskipun deskripsi verbal dan representasi bergambar juga dimungkinkan. Hubungan antara fenomena dikuantifikasi dengan bobot spesifik yang diberikan untuk masing-masing; yang secara jelas membedakan jenis kerangka konseptual ini dari representasi visual yang hanya menunjukkan bahwa ada hubungan, tetapi bukan derajatnya; dan taksonomi yang mungkin tidak menunjukkan hubungan apa pun antara kelas yang disajikan.

Pada tipe ini diperlukan bukti empiris dari penelitian; tetapi penjelasan logis mungkin tidak diperlukan karena kerangka kerja semacam itu mungkin hanya mewakili apa adanya, bukan mengapa.

Deskripsi matematis cenderung sempit cakupannya karena hanya bukti yang dapat dikumpulkan secara empiris yang disertakan. Namun sebagai catatannya, bahwa tidak ada demarkasi khusus di antara ketiga jenis kerangka konseptual yang telah disebutkan di atas.

Deskripsi matematis dapat direpresentasikan secara visual atau dijelaskan secara verbal. Demikian juga, representasi visual dapat dijelaskan secara verbal; dan gambaran taksonomi dapat digunakan untuk menggambarkan suatu hubungan, meskipun hubungan antara berbagai kelas tersebut tidak akan terlihat jelas.

Taksonomi atau representasi visual pada akhirnya bisa menjadi deskripsi matematis jika bukti empiris yang sesuai dikumpulkan dan dianalisis, sehingga seharusnya tidak diasumsikan bahwa satu jenis kerangka konseptual secara inheren lebih unggul dari yang lain. Tujuan Kerangka Konsep Penelitian Penyusunan kerangka konsep penelitian dilakukan dengan beberapa tujuan, diantaranya: • Membantu peneliti dalam mengidentifikasi dan membangun pandangan dunianya tentang fenomena yang akan diselidiki.

• Menyajikan solusi yang tegas untuk masalah yang telah didefinisikan oleh peneliti. • Menjelaskan atau memprediksi cara konsep/variabel kunci akan bersatu untuk menginformasikan masalah/fenomena • Memberikan arah/parameter penelitian • Membantu peneliti mengatur ide dan mengklarifikasi konsep • Memperkenalkan penelitian kita dan bagaimana penelitian itu akan memajukan bidang praktik kita.

• Sebagian besar digunakan oleh peneliti ketika teori yang ada tidak berlaku atau cukup dalam menciptakan struktur perusahaan untuk penelitian. Cara Membuat Kerangka Konsep Penelitian Berikut ini langkah-langkah sederhana untuk membuat kerangka konseptual dalam suatu penelitian: • Pilih Topik untuk Penelitian Pertama, pilih topik penelitian.

Topik penelitian dapat berada dalam bidang spesialisasi kita atau jika kita ingin mempelajari variabel tertentu, kita juga dapat membuat kerangka kerja konseptual untuk itu. • Cari Tinjauan Literatur Kerangka konseptual dalam penelitian didasarkan pada tinjauan pustaka tentang hal-hal yang menjadi topik. Lakukan tinjauan pustaka untuk lebih memahami penelitian apa yang sudah ada pada subjek dan hanya berpegang pada sumber yang dapat diandalkan seperti jurnal kotak ilmiah dan artikel ilmiah.

• Analisis Penelitian yang Sudah Ada Saat meneliti data yang sudah tersedia, cari variabel spesifik yang dijelaskan dalam literatur dan analisis hubungan di antara mereka. • Membuat Argumen Dasar dari kerangka konseptual adalah untuk memunculkan teori kita sendiri tentang masalah yang kita pelajari, jadi pastikan bahwa tesis kita memberikan kontribusi sesuatu yang baru untuk penelitian yang sudah ada.

Perbaiki argumen kita pada bagian hipotesis penelitian Anda. • Mengembangkan Kerangka Konseptual Sekarang saatnya untuk menata kerangka kerja konseptual kita dalam bentuk visual. Tampilkan proses penelitian dan variabel penelitian kita. Visualisasikan hubungan sebab dan akibat untuk merancang komponen dasar seperti kotak adalah baris dan garis dalam kerangka kerja penelitian.

Saat kita mengembangkan kerangka kerja penelitian, kita juga akan kerangka konseptual mengidentifikasi variabel lain yang mungkin kerangka konseptual hubungan antara variabel dependen dan independen kita.

Pastikan variabel-variabel tersebut disebutkan dengan jelas. • Tambahkan Narasi Setelah secara visual kita memabuat kerangka konseptual penelitian, pastikan kita telah menambahkan narasi rinci yang menjelaskan metodologi penelitian kita secara mendalam bersama dengan bagaimana variabel mempengaruhi penelitian kita.

kerangka konseptual

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa kerangka konseptual memberi tahu kita terkait apa yang diharapkan untuk ditemukan melalui penelitian kita dan mendefinisikan variabel yang berbeda untuk penelitian kita.

Dengan kata sederhana, kerangka penelitian memetakan bagaimana berbagai konsep dalam penelitian kita berhubungan satu sama lain.

kerangka konseptual

Oleh karena itulah. Maka kerangka konseptual juga dapat diartikan sebagai kerangka yang berfokus pada bagaimana masalah yang diteliti harus dieksplorasi dalam arah tertentu yang dilakukan oleh peneliti. Jadi, dalam kerangka konseptual, kita mengembangkan kesimpulan atau hipotesis berdasarkan teori kita sendiri daripada menggunakan karya orang lain.

Itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian kerangka konseptual menurut para ahli, struktur bagian, macam, tujuan, dan cara membuatnya dalam penelitian. Semoga saja memberi wawasan bagi kalian.

Posting terkait: • 6 Kerangka konseptual Membuat Judul Penelitian yang Baik dan Benar • 2 Jenis Desain Penelitian dan Pembahasannya • 4 Tujuan Membuat Desain Penelitian yang Baik Posting pada Contoh, Penelitian Ilmiah, Pengertian Ahli Ditag bentuk kerangka konsep, cara membuat kerangka konsep, contoh kerangka konsep, fungsi kerangka konsep, jenis kerangka konsep, Kerangka konsep menurut para ahli, kerangka konsep penelitian, Kerangka konseptual, Kerangka konseptual adalah, macam kerangka konsep, pengertian Kerangka konseptual, tujuan kerangka konsep Navigasi pos Kategori • Angket/Kuesioner • BAB Penelitian • Bagian • Ciri • Contoh • Data Penelitian • Essai • Evaluasi • Faktor • Jenis Penelitian • Jurnal • Karya Tulis • Kata Pengantar • Kelebihan dan Kekurangan • Kualititatif • Kuantitatif • Landasan Teori • Makalah • Manfaat • Menulis • Metode Penelitian • Penelitian Ilmiah • Pengertian Ahli • Perbedaan • Praktikum • Sampel • Sitasi • Skripsi • Statistik • Struktur • Studi Kasus • Surat • Thesis • Tujuan • Variabel • Wawancara Hello sobat lintar, udah lama nih admin kerangka konseptual update artikel, mungkin sekitar 4 bulanan lebih kayaknya.

Nah, kerangka konseptual topik kali ini saya kan membahas tentang kerangka konseptual. Sebelumnya sudah tahu belum apa dimaksud dengan kerangka konsep? pasti masih banyak yang bingung atau ada yang punya tugas diminta membuat kerangka konsep tapi belum tahu maksudnya apa. So, yuk kita simak bersama penjelasannya berikut ini.

Elements Pengertian Kerangka Konseptual Kerangka konsep adalah gambaran/skema/bagan yang menggambarkan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, atau kerangka konsep merupakan kerangka berpikir yang membentuk teori, dengan menjelaskan keterkaitan antar variabel yang belum diketahui. [powerkit_alert type=”success” dismissible=”false” multiline=”false”] Menurut Kusumayati (2009) bahwa kerangka konsep merupakan hubungan antara konsep yang dibangun berdasarkan hasil-hasil studi empiris terdahulu sebagai pedoman dalam melakukan penelitian.

[/powerkit_alert] [powerkit_alert type=”success” dismissible=”false” multiline=”false”] Menurut Notoatmodjo (2010), merupakan abstraksi (intisari/ringkasan) kerangka konseptual terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal yang khusus. Sehingga, konsep hanya dapat diamati dan diukur melalui konstruk yang dikenal dengan istilah variabel. [/powerkit_alert] Jadi bisa disimpulkan bahwa kerangka konsep merupakan susunan kontruksi logika yang diatur dalam rangka kerangka konseptual variabel yang akan diteliti.

kerangka konseptual

Dimana, kerangka ini disusun untuk menjelaskan kerangka konseptual aliran logika untuk memperjelas variabel yang sedang diteliti. Sehingga, elemen dari pengukurnya dapat diperinci secara kongkrit. Tujuan dibuatnya kerangka konsep adalah untuk memberkan pedoman dalam penyusunan dan juga penyajian laporan secara umum atau general. Maka dari itu dengan adanya kerangka konseptual, minat dari penelitian bisa lebih berfokus ke dalam bentuk yang layak diuji serta memudahkan dalam menyusun hipotesis dan memudahkan identifikasi fungsi dari kerangka konseptual variabel penelitian.

Sebelum kita membuat kerangka konseptual, ada baiknya kita juga memperhatikan hal-hal yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam membuat kerangka konseptual, Seperti: 1. Tujuan dilakukannya penelitian? Kita semua tentu sudah tahu bahwa penelitian itu dilakukan agar bisa mencari suatu kebenaran dari data atau masalah yang ditemukan.

kerangka konseptual

Contohnya dengan membandingkan hasil penelitian yang telah ada dengan penelitian yang sedang atau yang akan dilakukan sekarang. Bisa juga, membantah ataupun membenarkan hasil penelitian sebeumnya, dengan menemukan suatu kajian baru (ilmu baru) yang akan digunakan dalam menjawab masalah-masalah yang ada.

2. Bagaimana proses penelitian dilakukan? Nah, untuk proses penelitian sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kebutuhan yang kalian perlukan. Bisa, melakukan penelitian dengan metode sampling, olah literarure (studi pustaka), studi kasus dan lain sebagainya. 3. Apa yang akan diperoleh dari penelitian tersebut? Sebetulnya yang akan kalian peroleh dari sebuah penelitian itu tergantung dari pemikiran atau konsep yang terdapat dalam kerangka tersebut.

Walaupun tidak semuanya yang diinginkan sesuai dengan apa yang kita pikirkan sebelumnya. 4. Untuk apa hasil penelitian tersebut? Nah, untuk menjawab pertanyaan ini kita harus kembali pada point pertama yaitu “mengapa penelitian itu dilakukan?” Intinya adalah untuk mencari kebenaran akan sesuatu hal ataupun masalah yang krontroversi di kalangan masyarakat.

Atau kerangka konseptual juga untuk membantah opini maupun mitos yang tersebar pada masyarakat umum. Selain itu juga hasil dari penelitian yang kita peroleh juga harus bermanfaat bagi banyak kalangan masyarakat, sehingga penelitian tersebut tidak dianggap sia-sia. Landasan Kerangka Pemikiran/Konseptual Perlu kita ketahui bersama, bahwa dalam pembuatan kerangka konseptual ini terdapat tiga garis besar landasan terhadap sebuah penelitian.

Yaitu: 1. Landasan Berpikir Deduktif: mencangkup analisis teori, konsep, premis, dan prinsip yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti. Maka dari itu si peniliti harus membuat analisis yang kritis dan juga hati-hati dalam menelaah semua kepustakaan yang berhungungan dengan subyek penelitian secara cermat, sebelum memformulasikan sebuah hipotesis agar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar penelitian tersebut.

2. Landasan Berpikir Induktif: merupakan analisis gabungan dari hasil penulusuran terhadap sebuah penelitian orang lain yang mendahului kita, terkait masalah dan tujuan dari penelitian.

3. Landasan dalam merumuskan permasalahan serta penetapan tujuan, sebuah penelitian atas dasar sintesis dari analisis landasan pertama dan kedua, dengan cara berpikir yang kreatif-inovatif.

Landasan kerangka konseptual atau pemikiran Cara Membuat Kerangka Konseptual Untuk pembuatan kerangka konseptual konseptual ini sebetulnya kita hanya perlu mengamati hungan konsep dengan suatu penelitian yang akan dilakukan.

Nah, step dasar atau langkah sederhanyanya bisa dilakukan dengan cara berikut: 1. Menyeleksi dan mendefinisikan sebuah konsep melalui logika berfikir. Kemudian, caba dengan menjelaskan secara sederhana dan berdasar akan kerangka konseptual yang sedang diteliti 2. Mengembangkan suatu pernyataan-pernyataan yang saling berhubungan. 3. Mengembangkan konsep yang telah ada dalam kerangka maupun didalam gambar sebagai berikut: A.

Konsep harus disesuaikan dengan permasalahan. B. menjelaskan bagaimana hubungan variabel dengan masalah, kemudian membuat sebuah hipotesis atau bisa juga menduga penyebab dari masalah tersebut. Sebagaimana arah dari kerangka yang kemudian di sesuaikan dengan variabel yang akan ditulis, lalu dikembangkan dengan menggunakan kerangka untuk membuat garis manakah yang harus diteliti.

Bisa dengan menggunakan garis terputus ataupun sambung. Selanjutnya buatlah panah pada bagian yang memberikan pengaruh terhadap tujuan supaya lebih mudah dalam pembuatannya. C. Mengidentifikasi serta menganalisis kembali teori yang akan diaplikasikan. Cara sederhana membuat kerangka konseptual Berikut ini sebuah contoh sederhana kerangka konseptual akuntansi atau laporan keuangan.

Tujuan Pelaporan Keuangan 1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan. 2. Untuk memberikan infomasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva neto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.

3. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba. 4. Untuk memberikan kerangka konseptual penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, salah satu contohnya seperti informasi aktivitas pembiayaan investasi. 5. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

Tujuan pelaporan keuangan Baca Juga: Teknik Analisis Data Karakteristik Kualitatif 1. Relevan Laporan keuangan bisa dikatakan relevan apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan cara membantu mereka dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, dan memprediksi masa depan.

Serta menegaskan ataupun mengoreksi kembali hasil evaluasi mereka di masa lalu. Maka dengan demikian, informasi laporan kerangka konseptual yang relevan dapat dihubungkan dengan maksud penggunanya. Karakteristik kualitatif kerangka konseptual 2. Dapat Dibandingkan Sebuah informasi yang termuat dalam laporan keuangan akan lebih berguna jika dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporan keuangan entitas pelaporan lain pada umumnya. Perbandingan dapat dilakukan secara internal dan eksternal.

Perbandingan secara internal dapar dilakukan apabila suatu entitas menerapkan kebijakan akuntansi yang sama dari tahun ke tahun. Sedangkan perbandingan secara ekternal dapat dilakukan bila entitas yang diperbandingkan menerapkan kebijakan akuntansi yang sama. Dan apabbila entitas pemerintah menerapkan kebijakan akuntansi yang lebih baik daripada kebijakan akuntansi yang sekarang diterapkan, perubahan tersebut diungkapkan pada periode terjadinya perubahan.

Karakteristik kualitatif yang dapat dibandingkan 3. Andal Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur, serta dapat diverifikasi. Informasi mungkin juga relevan, tetapi jika penyajiannya tidak dapat diandalkan, maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan.

Karakteristik kualitatif andal 4. Dapat Dipahami Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus bisa dipahami oleh pengguna dan dinyatakan dalam bentuk atau istilah yang disesuaikan dengan kerangka konseptual pemahaman para pengguna.

Untuk itu, pengguna diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai atas kegiatan dan lingkungan operasientitas pelaporan, serta adanya kemauan pengguna untuk mempelajari informasi yang dimaksud. Karakteristik kualitatif yang dapat difahami Elements Assets adalah seumber daya yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari kejadian yang sudah lampau, dimana dari sumber daya itu manfaat ekonomi akan mengalir kepada entitas di masa depan.

Hutang adalah kewajiban entitas sekarang yang timbul dari kejadian yang sudah lampau sehingga penyelesaiannya akan mengakibatkan arus keluar sumber daya (manfaat ekonomi) dari entitas di masa depan. Ekuitas adalah kepetingan/klaim residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya. Pendapatan adalah bertambahnya manfaat ekonomi selama periode akuntansi berupa arus masuk atau peningkatan potensi jasa aset atau berkurangnya liabilitas yang mengakibatkan bertambahnya ekuitas.

Biaya adalah kerangka konseptual manfaat ekonomi selama periode akuntansi berupa arus keluar atau penurunan potensi jasa aset maupun timbulnya liabilitas yang berdampak terhadap berkurangnya ekuitas, selain yang terkait dengan distribusi kepada pemilik.

kerangka konseptual

Element laporan keuangan
Daftar Isi • Pengertian Kerangka Konseptual • Bagaimana Contoh Kerangka Konseptual? • Cara Membuat Kerangka Konseptual Pengertian Kerangka Konseptual Ditinjau dari pengertiannya, kerangka konseptual penelitian adalah suatu hubungan ataupun kaitan yang terjadi antara konsep yang satu dengan konsep lainnya yang berasal dari masalah yang akan diteliti.

Kerangka Konseptual yang baik berdasarkan Uma Sekaran (2008 : 54) antara lain : • Variabel-variabel penelitian yang akan diteliti haruslah jelas • Kerangka konseptual wajib menjelaskan hubungan antara variabel variabel yang akan diteliti, serta ada teori yang melandasi • Kerangka konseptual perlu dinyatakan dalam bentuk diagram atau bagan, sehingga masalah penelitian yang akan dicari jawabannya mudah dipahami.

Pada umumnya, kerangka ini digunakan untuk menghubungkan maupun menjelaskan baik secara panjang lebar mengenai topik atau tema yang akan dibahas. Biasanya, kerangka ini dihasilkan dari konsep ilmu maupun teori yang biasanya digunakan sebagai suatu landasan penelitian yang diperoleh dari tinjauan pustaka. Adapun tinjauan pustaka ini juga berisi semua pengetahuan yang meliputi teori, prinsip, konsep, maupun hukum dan proposisi. Kemudian, nantinya hal ini dapat membantu proses penyusunan dari kerangka konsep dan operasional suatu penelitian.

Temuan dari hasil penelitian ini akan sangat membantu serta kerangka konseptual seorang peneliti dalam menemukan kerangka konseptual yang akan dicapai. Harapannya adalah untuk memberikan gambaran maupun arahan yang bersifat asumsi dari variabel yang akan diteliti. Adanya kerangka ini juga memiliki tujuan yakni untuk memberikan petunjuk kepada peneliti terutama dalam hal menentukan rumusan kerangka konseptual. Kerangka ini juga biasanya digunakan untuk menyusun pertanyaan yang harus dijawab sesuai dengan petunjuk empiris.

Selain itu, kerangka ini juga dihasilkan dari sebuah hasil sintesis dari proses berpikir secara deduktif dan induktif. Kemudian hal ini diakhiri dengan ide baru yang kreatif dan inovatif yang disebut juga dengan kerangka kerangka konseptual. Bagaimana Contoh Kerangka Konseptual? Setelah Anda memahami definisi dan pengertian yang sudah dijelaskan di atas. Ada juga perlu mengetahui contoh kerangka konseptual guna menambah pemahaman anda.

Sehat merupakan sebuah konsep. Istilah ini memiliki arti untuk mengungkapkan berbagai observasi yang berkaitan dengan hal-hal maupun gejala yang dapat mencerminkan suatu kerangka keragaman dari kondisi kesehatan dari seseorang. Nah, untuk mengetahui seseorang sehat maupun tidak sehat, caranya adalah dengan mengukur konsep sehat dengan menggunakan variabel. Sebagai contoh, denyut nadi, tekanan darah, HB darah dan masih banyak lainnya. Dan kerangka konseptual nadi, tekanan darah dan juga HB ini merupakan variabel.

Variabel ini nantinya akan digunakan untuk meneliti dan mengukur apakah seseorang bisa dikatakan sakit maupun sehat. Dalam pemilihannya, kerangka konseptual ini harus dipilih dengan tepat. Oleh sebab itu diperlukanlah suatu landasan. Apa saja landasan tersebut, simak selengkapnya di bawah ini.

1.Landasan pertama adalah berfikir secara induktif, konsep, analisis teori, premis yang memiliki hubungan dengan masalah yang diteliti. Oleh sebab itu, para peneliti harus membuat suatu analisis dengan hati-hati dan kritis.

Kemudian analisis tersebut ditelaah secara kepustakaan yang memiliki hubungan dengan subjek penelitian yang dilakukan dengan cermat.

Hal ini dilakukan sebelum merumuskan hipotesis yang memiliki tujuan kerangka konseptual menjawab semua pertanyaan yang ada dalam penelitian tersebut. 2. Landasan kedua adalah berfikir secara induktif. Maksudnya adalah penelusuran dari hasil penelitian dari orang lain yang telah mendahului namun berkaitan dengan masalah serta tujuan dari penelitiannya.

kerangka konseptual

3. Sedangkan landasan yang ketiga adalah dengan merumuskan masalah serta menentukan tujuan masalah penelitian dengan kerangka konseptual dasar sintetis dari analisis landasan yang pertama dan kedua dengan menggunakan cara berfikir yang kreatif dan inovatif. Tidak hanya itu sama, namun dengan menggunakan teori, sintesis pengalaman, fakta, tujuan penelitian, logika berpikir yang kreatif yang disusun menjadi suatu kerangka konseptual dalam penelitian.

Di atas adalah kerangka kerangka konseptual yang menunjukkan efek moderasi country of origin terhadap pengaruh kualitas produk, ekuitas merek dan harga terhadap keputusan pembelian.

Di atas adalah contoh kerangka konseptual yang menggambarkan tentang hubungan – hubungan variabel terhadap BBLR ( Berat Bayi Lahir Rendah). Dalam pembuatan kerangka konseptual, terdapat asas-asas yang digunakan. Adapun diantaranya antara lain adalah sebagai berikut. 1.Digunakan untuk Pendidikan Sarjana Jenis kerangka yang satu ini biasanya kerap ditemukan dalam penelitian untuk mencapai gelar sarjana.

Dalam hal ini, variabel yang digunakan ditujukan untuk membentuk kerangka konsep yang telah disesuaikan dengan variabel yang relevan dengan masalah yang akan diteliti.

kerangka konseptual

Jadi, disini Anda harus bisa mencocokkan antara teori, konsep dengan kenyataan suatu permasalahan yang ada di lapangan. Dengan demikian, kerangka ini bisa berfungsi dengan semestinya. 2. Digunakan untuk Pendidikan Magister Dalam pendidikan magister, konsep yang digunakan bisa lebih dari satu konsep. Selain itu juga dimasukkan ide dan juga gagasan baru yang ada di dalamnya. Dalam penelitian ini, kerangka konseptual yang dilakukan harus ada modifikasi sedikit yang tentunya disesuaikan dengan realitas yang ada di lapangan.

Kerangka konseptual tujuan akhir dari penelitian yang dilakukan ini tujuannya adalah untuk menemukan ide maupun teknologi yang digunakan untuk memecahkan masalah. 3. Digunakan untuk Pendidikan Doktor Sedangkan pada pendidikan doktor konsep yang digunakan harus dimodifiaksi. Maksudnya adalah Anda harus memiliki ide dan juga gagsan yang lebih inovatif kerangka konseptual hal engembangan konsenya. Ide inovatif inilah yang nantinya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi dari penelitian yang akan dilakukan.

Dengan demikian nantinya bisa menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih baru. Cara Membuat Kerangka Konseptual Pada dasarnya, kerangka ini memiliki hubungan dengan konsep yang akan diamati dalam suatu penelitian.

kerangka konseptual

Adapun cara yang harus dilakukan dalam membuat kerangka konseptual adalah sebagai berikut: • Menyeleksi dan mendefinisikan konsep melalui logika yang berpikir kemudian mencoba menjelaskan berdasarkan masalah yang diteliti.

• Mengembangkan suatu pernyataan yang saling berhubungan. • Kemudian menembangkan konsep yang ada di dalam gambar maupuk kerangka.

Adapun diantaranya adalah sebagai berikut: • Konsep harus disesuaikan dengan masalah. • Menjelaskan bagaimana hubungan variabel dengan masalah kemudian menduga penyebab dari masalah tersebut. Adapun arah dari kerangka ini kemudian disesuaikan dengan variabel yang mau ditulis kemudian dikembangkan dengan menggunakan kerangka untuk membuat garis manakah yang harus kerangka konseptual dengan menggunakan garis terputus atau garis sambung.

Setelah itu, buatlah anah ada bagian yang memberikan pengaruh dengan tujuan untuk memudahkan kerangka berfikir ini. • Kemudian mengidentifikasi dan menganalisis teori yang akan diaplikasikan. Adanya kerangka konseptual ini sangat penting di dalam suatu penelitian. Dengan adanya kerangka ini seseorang akan lebih mudah dalam mengetahui hasil penelitian yang diharapkan. Tidak hanya itu saja, namun kerangka ini juga akan sangat membantu memudahkan peneliti dalam memahami penelitiannya sendiri.

Dengan adanya informasi seputar kerangka konseptual semoga dapat membantu Anda dalam mengerjakan sebuah penelitian. Untuk menambah pengetahuan anda akan penelitian, baca juga apa kerangka konseptual instrumen penelitian yang lengkap dan teknik analisis data.

kerangka konseptual

Kerangka Konseptual Akuntansi




2022 www.videocon.com