Kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

Cara Menjaga Keutuhan NKRI dalam Kehidupan Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat_Akhir-akhir ini, bangsa Indonesia diterpa berbagai persoalan, mulai dari isu agama, politik hingga dugaan makar, yaitu tindakan terencana untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Jika persatuan dan kesatuan serta rasa keadilan terus dibiarkan memudar, maka kedepan negara ini akan menghadapi tantangan yang semakin besar.

Untuk kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari mengatasi itu, mau tidak mau semua komponen anak bangsa harus bersatu. Tanpa persatuan, negara kita akan kacau dan tentunya akan semakin tertinggal dari kemajuan negara lain. Tugas utama kita sebagai anak bangsa adalah menjaga negara kesatuan republik ini agar tetap utuh aman dan damai.

Dan ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Berbagai Cara Menjaga Keutuhan NKRI Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk turut serta menjaga keutuhan Negara ini, salah satunya adalah memulainya dari dalam keluarga dan masyarakat terlebih dahulu.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan: 1. Mencintai Tanah Air dengan Sepenuh Hati Setiap warga negara diwajibkan untuk membela dan mencintai tanah air. Bentuk mencintai tanah air bisa dilakukan dalam berbagai cara, antara lain: • Menjaga keamanan tempat tinggal atau lingkungan.

• Mengelola kekayaan alam Indonesia serta tidak merusak ekosistem agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. • Menjaga kelestarian lingkungan agar tidak terjadi pencemaran terhadap lingkungan yang berakibat buruk pada kesehatan masyarakat.

• Rajin belajar guna menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin untuk diabdikan kepada negara. 2. Menjaga Persatuan dan Kesatuan Syarat utama keutuhan satu bangsa adalah adanya persatuan antara sesama anak bangsa. Untuk membangun persatuan bisa dilakukan dimanapun kita berada. Intinya, diamana ada interaksi antara sesama maka disitu persatuan harus selalu dibangun. Beberapa contoh bentuk tindakan untuk menjaga persatuan: • Membangun relasi antar sesama daerah • Membangun relasi kekeluargaan dengan berbagai suku, agama, ras dan golongan • Menghindari sikap diskriminasi terhadap asal daerah • Mempelajari budaya-budaya daerah lain • Menjalin hubungan baik dengan berbagai golongan • Memahami penderitaan orang lain sehingga bisa berbagi 3.

Bersedia dan Ikhlas Berkorban Rela berkorban demi keutuhan NKRI merupakan refresentasi atas kesediaan dan keikhlasan untuk memberikan sesuatu kepada bangsa tanpa mengharap imbalan, meskipun bisa menyebabkan penderitaan bagi diri sendiri. Sikap rela berkorban bisa dilakukan dengan tenaga maupun fikiran.

kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

4. Mempererat Simpul/Tali Budaya Di era modern ini, globalisasi terus mengalir keseluruh penjuru dunia, melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Satu hal yang pasti bahwa, globalisasi tidak bisa ditolak. Satu-satunya cara adalah memaksimalkan sisi positifnya dan meminimalkan negatifnya. Jika tidak maka identitas keindonesiaan, seperti budaya bisa punah seketika. 5. Menjaga Kesatuan NKRI Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mejaga keutuhan NKRI: • Menciptakan ketahanan nasional.

Setiap warga negara berkewajiban menjaga kedaulatan negara dan selalau memperkokoh persatuan • Menjaga kebersamaan. Caranya dengan mempertahankan bangsa, bahasa dan tanah air serta bersama-sama mengamalkan pancasila dan UUD 1945 • Memperkokoh semangat persatuan nusantara. Semangat untuk menciptakan persatuan dan kesatuan kepada segenap komponen bangsa. • Mematuhi segala peraturan. Ketaatan pada aturan adalah instrumen utama keutuhan bangsa. Semua pihak harus taat, baik rakyat biasa maupun penguasa.

kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

Dimata aturan semua sama. Siapa yang melanggar harus dikenakan sanksi. Jangan malah sebaliknya, rakyat menjadi sasaran aturan. Sedikit saja melanggar sudah babak belur. Penguasa melanggar banyak tapi bebas dari hukuman. Demikianlah uraian mengenai cara menjaga keutuhan NKRI dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Tentunya ada banyak cara lainnya lagi yang bisa kita lakukan. Intinya, NKRI adalah harga mati, karena itu keutuhannya pun harga mati. • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • 4 Tips Ngabuburit di Rumah Bagi Muslimah, Apa Saja?

• Bisakah Kita Menjadi Kartini Nowadays? • Hikmah di Balik Dua Tahun Ramadan di Rumah Saja • Mohon Maaf (Lahir Batin), Kita Temenan Saja • Gaungkan Kearifan Lokal, Lawan Ideologi NII Perusak Keutuhan NKRI • Kita Berpisah Disini Saja, Maafkan Aku Ramadhan.

Dr. Ira Alia Maerani, S.H., M.H., Muhammad Rizal Alma Dosen FH Unissula, Mahasiswa PBSI, FKIP Unissula Menjaga keutuhan NKRI adalah kewajiban seluruh warga Indonesia. Dengan menjaganya, Indonesia bisa terhindar dari berbagai serangan baik secara langsung maupun melalui media sosial. Sebagai bangsa yang besar yang memiliki banyak budaya, kita seharusnya menjaganya agar generasi penerus kita dapat merasakan apa yang kita rasakan dulu.

Sebagai contoh saja, budaya jalan membungkuk di depan orang yang lebih tua kini sudah mulai terasa luntur, padahal hal tersebut sebagian dari rasa hormat kita kepada orang yang lebih tua. 1. Tidak Melupakan Sejarah Poin pertama tentu saja mengenai sejarah. Sejarah merupakan kajadian-kejadian di masa lalu, sehingga kta perlu menjaganya agar bisa mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Banyak sejarah-sejarah penting di Indonesia yang mulai luntur. Padahal presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno pernah mengatakan bahwa, "Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah)". Melupakan sejarah sama seperti menghilangkan identitas bangsa. Dengan sejarah tersebutlah kita tahu pengorbanan besar para pahlawan kita untuk kemerdekaan Indonesia.

2. Merawat Benda-Benda Bersejarah Benda bersejarah dapat kita temui di museum maupun bekas rumah-rumah pahlawan kita terdahulu. Contohnya seperti Museum Sasmitaloka Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution yang berada di Jakarta Pusat yang dulunya adalah rumah dari Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution. Museum tersebut dibangun untuk mengenang tragedi penembakan dan penculikan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tragedi tersebut menewaskan anak dari Jenderal A.H Nasution, yaitu Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, yaitu Kapten Anumerta Pierre Andries Tandean. 3. Mencintai Tanah Air Mencintai tanah air dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Tindak tanduk kita harus mencerminkan rasa cinta kepada bangsa, tidak boleh malu dengan budaya sendiri. Masuknya budaya asing perlu kita pilah dan pilih demi keutuhan NKRI.

Contoh sederhananya adalah menjaga kelestarian budaya dan melestarikannya. Ataupun mencintai produk dalam negeri (lokal). 4. Saling Menghormati
Bagi Rakyat Indonesia, Pancasila merupakan pedoman yang mengatur seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Hal itu pula yang mendorong terciptanya Cinta Tanah Air dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, Pendidikan Pancasila sangat penting ditanamkan kepada seluruh Rakyat Indonesia agar mampu bersikap dan berpedoman pada Pancasila.

Sehingga bisa menjaga keutuhan NKRI, dimana ini menjadi kewajiban semua warga negara Indonesia. Artinya semua warga negara harus menjaga maupun melindungi NKRI dari berbagai macam hal yang mungkin bisa mengancam keutuhan NKRI. Dalam upaya menjaga keutuhan NKRI, setidaknya ada tiga sikap yang perlu kita tanamkan sedini mungkin dan menjadi pegangan bagi setiap warga negara Indonesia.

Adapun sikap-sikap tersebut antara lain: Cinta Tanah Air Sikap cinta tanah air artinya berbakti kepada negara dan bersedia berkorban membela negara. Cinta tanah air menjadi sikap penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Cinta tanah air dapat diwujudkan melalui berbagai cara, yaitu : • Menjaga keamanan wilayah negaranya dari ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam negeri.

• Menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. • Mengolah kekayaan alam dengan menjaga ekosistem guna meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat. • Rajin belajar guna menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin untuk diabdikan kepada negara. Membina Persatuan dan Kesatuan di Manapun Kita Berada Semboyan Bhineka Tunggal Ika mencerminkan persatuan dan kesatuan bangsa negara Indonesia.

Meskipun ditengah kemajemukan bangsa Indonesia, tetapi mampu membangun kesatuan bangsa yang kokoh. Maka membina persatuan dan kesatuan dimanapun kita berada baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun bangsa dan negara sangat penting. (Baca juga: Menumbuhkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara) Adapun beberapa tindakan yang menunjukan usaha membina persatuan dan kesatuan diantaranya: • Menjalin kerjasama antardaerah • Menjalin persahabatan antarsuku bangsa, misalnya dengan memberi bantuan tanpa membedakan suku bangsa atau asal daerah.

• Mempelajari berbagai kesenian dari daerah lain. • Memperluas pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. • Mengerti dan merasakan kesedihan dan penderitaan orang lain kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari tidak mudah marah atau menyimpan dendam. • Menerima teman tanpa mempertimbangkan perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan. Sikap Rela Berkorban Rela berkorban yaitu kesediaan dan keikhlasan memberikan sesuatu yang dimiliki untuk orang lain maupun bangsa dan negara walaupun akan menimbulkan penderitaan bagi diri sendiri.

Kelas Pintar Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related Topics • Kelas 7 • Keutuhan NKRI • NKRI • Pendidikan Pancasila Previous Article • Tebar Kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Keutamaan dan Keindahan kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari Menjaga Hubungan Antar Sesama Manusia (Hablumminannas) • Menutup Aurat dan Menjaga Pandangan • Gaungkan Kearifan Lokal, Lawan Ideologi NII Perusak Keutuhan NKRI • Menjaga Kata-kata, Menjaga Etika • Peran Pemuda dalam Pertahanan Negara • Tjeng Beng yang Sudah Dilupakan Generasi Muda?

Peran Generasi Muda dalam Menjaga Kesatuan dan Keutuhan NKRI Peran penting generasi muda dalam menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI di era globalisasi ini sangat penting sekali. Era globalisasi menciptakan banyak perubahan segala aspek mulai dari kemajuan teknologi, budaya, ekonomi.

 Globalisasi ini dapat memunciptakan ancaman berupa memudarnya nasionalisme.  Untuk menjaga rasa nasionalisme, dalam hal ini berbicara mengenai rasa nasionalisme bangsa Indonesia yang mana mempunyai dasar negara Pancasila, maka cara yang dapat diamalkan untuk mengimplementasi nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi muda adalah: 2.

Menciptakan lagu yang memiliki pesan moral dan nilai-nilai Pancasila serta nasionalisme. Dari pernyataan diatas dapat dijabarkan bahwa peran Generasi muda dalam menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI dengan pengimplementasian rasa nasionalisme dalam diri mereka masing-masing.

Implenetasi Peran Generasi dalam menjaga kesatuan dan keutuhan dapat diaplikasikan dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara. Perilaku-perilaku yang dapat dilakukan dengan cara : • Menjaga kerukunan antar anggota keluarga • Bersikap nasionalisme dengan cara mengibarkan bendera merah putih di depan rumah pada hari-hari besar nasional dengan baik dan benar • Mengamalkan sikap kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekitar • Memelihara kerukunan dengan sesama warga masyarakat • Selalu  memupuk rasa persatuan dan kesatuan dan menjaganya agar bangsa Indonesia menjadi negara yang kuat dan tangguh • Melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 • Mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintahan • Berusaha mematuhi hukum dan norma-norma lainnya yang berlaku di masyarakat • Tidak main hakim sendiri • Saling menyadarkan apabila ada yang melakukan perbuatan yang melanggar • Berani melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila ada yang bersalah • Menjaga kelestarian budaya daerah • Membantu dan menolong orang yang terkena musibah • Menjaga kebersihan dan keindahan sarana-sarana umum Dalam menjaga kesatuan dalam bermasyarakat, peran generasi muda sangat penting.

 Apabila kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari masalah atau ada sesuatu yang salah yang ada pada di sekeliling lingkungannya,  sebagai pemuda haruslah memecahkan masalah tersebut dengan solusi dengan yang baik, tidak mengabaikan atau bersikap acuh pada permasalahan atau kerusakan tersebut.

Solusi dalam mennghadapi globalisasi dapat dengan menyaring masuknya budaya asing yang tidak jelas manfaatnya bagi kemajuan bangsa Dan pada akhirnya, Pemuda penerus bangsa merupakan generasi yang nantinya akan memberikan perubahan terhadap tatanan kehidupan suatu bangsa. Masa depan kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia terletak dalam kualitas dari generasi muda, peran yang dapat dilakukan bagi genenasi muda saat ini sebagai generasi penerus bangsa adalah mengimplemantasikan perilaku-perilaku yang dapat menjaga keutuhan dan kesatuan seperti yang dipaparkan di atas.

Di era globalisasi yang menciptakan perubahan yang luar biasa pada segala aspek mulai dari kemajuan teknologi, media, budaya, ekonomi dll yang sehingga globalisasi sering dikaitkan dengan ancaman memudarnya nasionalisme. Maka dari itu untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme dalam menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI dapat dilakukan melalui hal-hal kecil di lingkungan sekitar mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga bangsa dan negara.

Tulisan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bela Negara :
Website Ini Dalam Lindungan Allah SWT Dan Berbagi Ilmu kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari blog yang membahas seputar pendidikan, bisnis, teknologi dan berbagai informasi edukatif lainnya. Dengan Tagline Berbagi Ilmu, diharapkan setiap postingan yang ada di website tersebut dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk anda serta mampu memberikan pencerahan.

kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

13 Cara Menjaga Keutuhan NKRI dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara_ NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki banyak arti baik secara umum maupun secara khusus, adapun jika dilihat dari pasal 18 ayat 1 UUD 1945 salah satunya yaitu “ Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas beberapa daerah provinsi yang kemudian dibagi atas kabupaten dan kota serta memiliki pemerintahan daerah yang dimana diatur oleh undang-undang” Adapun tujuan NKRI yang berdasarkan UUD tahun 1945 adalah sebagai pelindung segenap bangsa Indonesia, mencerdaskan kehudupan bangsa, memajukan kesejahteraan umu, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia menurut kemerdekaan, perdamaian abadi serta keadilan sosial.

Sedangkan fungsi dari NKRI sendiri yaitu; fungsi pembuatan UUD, pembentukan Lembaga negara, fungsi kehakiman, kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari pemerintah penyelenggaraan kemakmuran, fungsi perencanaan aktivitas pembangunan negara, menetapkan anggaran pendapatan dan belanja negara, memeriksa pertanggung jawaban keuangan negara, membuat undang-undang dan peraturan-peraturan umum.

Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah bagaimana cara agar kita bisa menjaga keutuhan NKRI dalam berbangsa dan bernegara? Berikut beberapa caranya ; 13 Cara Menjaga Keutuhan NKRI dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara 1. Tidak Melupakan Sejarah Salah satu cara untuk menjaga keutuhan NKRI adalah senantiasa selalu mengenang sejarah para pahlawan dalam memperjuangkan Negara ini agar tidak terlupakan.

Ada banyak cara untuk membuat kita selalu ingat perjuangan mereka, salah satunya adalah dengan berkunjung ke tempat- tempat bersejarah, museum, atau berziarah ke makam para pahlawan. Dengan mempelajari sejarah kita akan tahu bagaimana sulitnya negara kita meraih kemerdekaan melalui tangan penjajah sehingga dengan begitu kita akan lebih nasionalis dan patriotis dalam mencintai bangsa kita.

2.

kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

Mencintai Tanah Air Cinta akan tanah air merupakan bentuk dari tindakan untuk menjaga keutuhan NKRI, bukan hanya melalui ucapan tetapi juga melalui tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus bangga menjadi bangsa atau bagian dari Indonesia.

3. Menjaga Persatuan dan Kesatuan Jadilah warga negara yang baik demi keutuhan NKRI dengan menjaga persatuan dan kesatuan, misalnya dengan berbuat baik kesasama baik keluarga maupun orang lain, tidak memfitnah dan mengadu domba, agar terus terjalin hubungan yang baik tanpa adanya perpecahan.

Terkhusus bagi kaum pelajar tetaplah menjadi pelajar yang cerdas menjaga persatuan dengan tidak tawuran, saat ini tawuran dikalangan pelajar sudah menjadi hal yang lumrah dan bisa memicu adanya perpecahan. 4. Saling Menghormati Saling menghormati, baik kepada yang lebih tua maupun pada teman sebaya dan yang lebih mudah dari kita. Saling menghormati tidak perlu memandang usia dan lain sebagainya. 5. Bersikap Toleransi Indonesia dikenal sebagai kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari yang dimana berbagai macam keragaman budaya dan bahasanya, selain itu pemeluk agama yang berbeda.

Sesuai dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan terdapat pada sila pertama yaitu “Ketuhanan yang Maha Esa” masing-masing warna negara Indonesia diberi kebebasan dala m memeluk agama mana saja sesuai dengan keyakinannya.

Untuk itu, marilah sama-sama menjaga sikap toleransi antar sesame umat beragama. Tidak perlu mencaci ataupun mencela agama lain, tidak perlu menjelek-jelekan kepercayaan orang lain, karena dengan adanya perbedaan kita menjadi saling melengkapi sehingga terciptalah keindahan dalam bertoleransi. 6. Hindari Narkoba Mengapa harus menghindari narkoba? Di Indonesia saat ini pengguna narkoba tidak hanya didaptkan pada kalangan orang dewasa, tetapi lebih banyak pada kalangan remaja yang mayoritas masih duduk dibangku sekolah, hal ini tentu sangat disayangkan.

Pemuda pemudi seharunya menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan, mencetak prestasi demi mengharumkan nama bangsa, bukan malah melakukan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat dan bisa merugikan dirinya sendiri. Karena kehancuran suatu negara bisa saja berawal dari kehancuran penerus bangsanya. 7. Rela Berkorban Para pahlawan kita terdahulu rela mengorbankan nyawa demi negara tercinta, hari ini kita hanya menikmati hasil dari pengorbanan mereka pada saat itu, namun yang Namanya suatu negara tentu tidak selalu terlihat baik seperti apa yang kita kira.

kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

Hari ini banyak pemimpin-pemimpin yang mempermainkan rakyat dengan sesuka hati, jika hal ini terus terjadi apa yang akan terjadi dengan negara ini? Untuk itu berkorban disini dalam artian bukan berarti harus perperang dengan menggunakan senjata, tetapi bisa dengan mengunnakan perang ideologi, hari ini negara ita sedang tidak baik-baik saja dan benar apa yang dikatakan oleh almarhum Ir.Soekarno “pejuangannku lebih mudah karena melawan penjajah, tetapi pejuangan kalian lebih berat, karena melawan saudara sendiri” dan hari ini perkataan ini benar terjadi.

8. Melestarikan lingkungan Menjaga kelestarian lingkungan juga merupakan bagian dari menjaga keutuhan NKRI, dengan tidak membuang sampah sembarangan, penebangan pohon secara liar, pembakaran hutan, pencemaran udara, pembuangan limbah pabrik di areah pemukiman yang menyebabkan tercemarnya lingkungan.

kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

Jika benar mencintai tanah air maka mulailah dari hal-hal kecil terlebih dahulu dengan menjaga kebersihan di lingkungan sekitar atau menjadi relawan kebersihan.

Di negara kita ada yang Namanya Hari Bersih Indonesia. 9. Menjaga dan Melestarikan Budaya Indonesia sangat terkenal dengan keanekaragaman budayanya, hal ini tentu menjadi suatu kebanggan bagi kita bangsa Indonesia, saat ini banyak muda mudi lebih menyukai budaya asing, mulai dari cara bergaul, cara berpakaian, bahkan cara mereka dalam berbahasa yang katanya lebih kelihatan keren, tidak ketinggalana zaman dan tentunya menjadi muda mudi milenial, jika penerus bangsanya sudah seperti ini siapa yang akan melestarikan kebudayaan Indonesia?

untuk itu marilah kita sama-sama menjaga kelestariannya demi indonesia tercinta, banggalah akan keunikan negara kita yang banyak dikagumi oleh negara lain.

10. Mencintai Produk Lokal Meskipun banyak produk local yang memiliki kualitas bagus tetapi masih banyak dari kita yang lebih memilih produk dari luar, seharusnya mulai saat ini kita lebih mengutaman dan mencintai hasil karya dari negara sendiri, selain menjaga perekonomian negara kita juga bisa membantu antar sesama. 11. Menjaga Nama Baik Indonesia Menjaga nama baik Indonesia sudah menjadi bagian dari kewajiban kita sebagai warna negara, sudah banyak kejadian contohnya persoalan antar pendukung atau supporter bola yang akhir-akhir ini sering menjadi perbincangan dimana supporter Indonesia dan negara lain saling mengejek, hal ini seharusnya tidak terjadi dan parahnya lagi bukan hanya antar negara tetapi kadang sesame warna negara Indonesia saling mengejek hanya karena perbedaan club favorit.

Jagalah nama baik negara kita, karena Indonesia juga dikenal sebagai negara dengan penduduk yang ramah dan semoga saja hal ini terus terjaga demi keutuhan NKRI. 12. Merawat Benda-Benda Bersejarah Banyak kita dapatkan ketika berkunjung ke tempat-tempat bersejarah bukannya merawat malah merusak, anehnya turis yang dari negara lain saja masih bisa menjaga kebersihan dibandingkan warga local.

Kita seharusnya menyadari hal ini, masih banyak dari kita yang ketika berkujung tidak menaati peraturan yang berlaku sperti membuang sampah sembarangan dan merusak fasilitas yang telah disediakan.

13. Tidak Mudah Termakan Berita HOAKX Saat ini tak dapat dipungkiri bahwasanya ada banyak berita-berita yang belum jelas kebenaranya (hoaks) yang kadang beredar di masyarakat yang bisa memicu keutuhan NKRI, maka dari itu alangkah baiknya kita bijak dalam menyikapi berita-berita yang belum jelas kebenarannya.

Itulah beberapa cara untuk menjaga keutuhan NKRI, semoga kita bisa menjadi warga negara yang baik, bukan hanya mewujudkan tetapi juga bisa menjaganya dengan baik agar tidak terjadi perpecahan.
• Tebar Kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Menurut saya keutuhan NKRI adalah suatu hal yang perlu dipertahankan karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang mana memiliki suku, ras, dan agama yang berbeda sehingga banyak sekali perbedaan didalamnya.

Oleh sebab itulah Pancasila sangat dibutuhkan sebagai pemersatu bangsa yang diharapkan dapat dijadikan pemersatu bangsa yang akan membuat utuhnya NKRI tetap terjaga. Keutuhan NKRI juga dipengaruhi oleh sikap masyarakat didalamnya, pengimplementasian Pancasila haruslah didukung oleh masyarakat yang tertib, karena apabila kesadaran masyarakat kurang didalamnya maka nilai-nilai Pancasila yang sudah ada tidak akan terlaksana dengan baik.

Oleh sebab itu, penting dari kita menyadari dan lebih menghayati isi dari Pancasila. Pancasila merupakan dasar negara paling lengkap karena segala unsur kehidupan ada didalamnya. Mulai dari unsur ketuhanan hingga unsur kemasyarakatan semua diatur didalam Pancasila. Hanya Indonesia yang memiliki dasar negara yang bisa dijadikan sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Di era globalisasi dimana berbagai macam hal masuk secara bebas ke dalam kehidupan rentan sekali terjadinya perpecahan didalam negeri ini.Saat UUD 1945 diamandemen, terdapat dua hal penting yang tidak akan pernah mengalami perubahan, yaitu mengenai bentuk Negara dan Pembukaan UUD 1945.

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang lahir saat Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun dan eksistensinya dijamin oleh UUD 1945 sesuai dengan Pasal 37 ayat 5 yang berbunyi : “ Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan”. Pembukaan UUD 1945 adalah hal kedua yang tidak akan pernah mengalami perubahan karena merupakan kaidah Negara yang bersifat paling mendasar yang memuat dasar Negara, tujuan Negara, cita-cita, serta asas politik Negara.

Terdapat empat pikiran pokok yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu : • Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

• Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. • Negara Indonesia adalah Negara yang berkedaulatan rakyat berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan. • Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut Dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Arti Negara Kesatuan Republik Indonesia Melalui buku Empat Kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Susilo Budi Soepandji menulis : “ Negara Kesatuan Republik Indonesia itu adalah negara yang memiliki satu kesatuan teritori (sesuai dengan UNCLOS 1982) dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai pulau Rote, satu kesatuan bangsa yang disebut bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda 1928), satu kesatuan kepemilikan sumber kekayaan alam yang peruntukannya sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, satu kesatuan ideologi negara yaitu ideologi Pancasila, satu kesatuan politik nasional yang harus selalu berpihak pada kepentingan nasional (national interest), satu kesatuan perekonomian nasional yang harus selalu berpihak pada upaya mensejahterakan rakyat Indonesia, satu kesatuan budaya nasional yang memiliki jati diri Indonesia sebagai karakter nasional dan sistem pertahanan keamanan nasional yang khas menurut kharakteristik Indonesia, itulah makna yang dalam dari Negara Kesatuan Republik Indonesia” (2012 : 164).

Jadi, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara yang mempunyai satu kesatuan dalam wilayah, bangsa, kekayaan alam, ideologi Pancasila, sistem politik, sistem ekonomi, sosial budaya dan sistem hankamnas yang bersifat “Indonesia”. Permasalahan yang Dihadapi Negara Kesatuan Republik Indonesia Setelah Indonesia mencapai kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, yang menjadi musuh Indonesia selanjutnya adalah ada dalam Negara sendiri. Pada masa mengisi dan mempertahankan kemerdekaan ini dinamika kehidupan sosial politik, ekonomi, serta budaya telah mewarnai perjalanan hidup Indonesia.

Berbagai persoalan timbul baik yang berupa ancaman, tantangan, hambatan atau gangguan. Berbagai macam persoalan yang menjadi ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebagai berikut: • Potensi perpecahan. Kemajemukan Indonesia yang merupakan kelebihan Indonesia di mata dunia internasional yang harus dikelola sedemikian rupa agar menjadi kekuatan besar yang mampu menghadapi permasalahan yang datang.

kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

Namun, seringkali kemajemukan itu justru menjadi bibit perpecahan diantara warga bangsa. Tak luput hal ini dimanfaatkan pihak luar untuk kepentingan tertentu yang dapat merusak keberlangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Memudarnya fungsi Pancasila sebagai dasar Negara. Setelah reformasi bergulir, tidak ada lagi doktrin ideologi Pancasila yang dilakukan pemerintah seperti saat Orde Baru berkuasa dengan BP7 dan Penataran P4-nya. Akibatnya, generasi sekarang dianggap tidak menjiwai nilai-nilai Pancasila.

• Penyebab lunturnya Bhinneka Tunggal Ika memicu timbulnya konflik di Indonesia. • Akibat negatif globalisasi. Arus globalisasi yang sangat pesat membuat segala hal benar-benar mudah diakses.

Tanpa adanya filter tentunya dapat mendatangkan permasalahan bagi Negara Indonesia. • Kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari separatis. Di Indonesia terdapat beberapa gerakan separatis yang dapat merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Ketimpangan sosial ekonomi.

Selama ini wilayah timur Indonesia kurang mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah. Hal ini memberi dampak ketimpangan sosial di masyarakat yang bukan tidak mungkin menjadi bibit separatis baru. • Pelanggaran HAM. Masalah pelanggaran HAM merupakan masalah yang sering muncul di Indonesia.

Berbagai jenis-jenis pelanggaran HAM terjadi di misalnya kerusuhan Mei 1998. • Konflik sosial. Konflik sosial sangat rentan terjadi di Indonesia. Hal ini terkait dengan lunturnya Bhinneka Tunggal Ika dan memudarnya fungsi Pancasila sebagai dasar Negara serta memudarnya fungsi toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Dampak akibat konflik sosial yang ditimbulkan tidaklah sedikit seperti kerugian materiil dan jatuhnya korban jiwa. Tak jarang mereka menjadi pengungsi di Negara sendiri yang bukan tidak mungkin menimbulkan bibit-bibit konflik baru.

• Terjadinya korupsi sebagai penyebab terjadinya tindakan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan baik oleh pejabat pemerintah maupun swasta. • Narkoba merajalela di Indonesia. Saat ini Indonesia tengah gencar-gencarnya perang melawan narkoba. Berbagai kasus penyalahgunaan narkoba terjadi hampir di berbagai kalangan dan tempat.

Bahkan aparat pemerintah dan aparat hukum yang seyogyanya menjadi suri tauladan bagi rakyat justru terjerat narkoba. • Potensi intervensi yang dilakukan pihak asing. Indonesia dengan segala kekayaan yang dimiliki tentu tidak luput dari gangguan yang berasal dari Negara lain. Mungkin bukan berbentuk agresi militer, tetapi intervensi bidang ideologi dan perekonomian.

• Pelanggaran batas wilayah Negara juga menjadi ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelanggaran ini dapat memicu terjadinya konflik dengan Negara lain. Upaya Menjaga Keutuhan NKRI Banyak sekali upaya yang bisa dilakukan guna menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia. Namun, semua mengerucut pada 4 hal penting berikut yaitu kembali kepada Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika serta usaha pertahanan negara. Berikut kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari upaya menjaga keutuhan NKRI : 1.

Mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia, dasar Negara Indonesia, serta falsafah hidup sejatinya benar-benar menjadi pedoman hidup yang harus dihayati dan diamalkan ke dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila maka keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat terjaga. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada zaman Orde Baru dikenal dengan 36 Butir Pancasila. Setelah masa reformasi bergulir, nilai-nilai ini mengalami perubahan menjadi 45 butir Pancasila. Berikut adalah ke-45 butir Pancasila yang menjadi pedoman perilaku bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus menjaga keutuhan NKRI : Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

• Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. • Mengembangkan kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

• Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Sila Kedua: Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

• Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. • Berani membela kebenaran dan keadilan. • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

• Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

• Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Sila Keempat: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

• Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. • Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

• Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. • Keputusan yang kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

• Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

• Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. • Menghormati hak orang lain. • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

• Suka bekerja keras. • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. 2.

Menggelorakan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai persatuan bangsa Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan Negara yang berarti berbeda-beda tetapi satu jua. Bhinneka Tunggal Ika merupakan ikatan kemajemukan yang Indonesia miliki. Salah satu cara merawat kemajemukan bangsa Indonesia adalah dengan belajar menerima ke Bhinnekaan itu sendiri sebagai sebuah kenyataan agar menjadi kekuatan.

kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

3. Menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai konstitusi/UUD 1945. Dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara hendaknya mengacu pada konstitusi. Dalam UUD 1945 telah diatur secara jelas mengenai hak dan kewajiban warga Negara. Kewajiban warga Negara hendaknya didahulukan dari pada menuntut hak. Dengan demikian akan tercipta tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman dan tertib.

kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari

(baca ; Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam UUD 1945 – Peran Konstitusi dalam Negara Demokrasi) 4. Melaksanakan usaha pertahanan Negara Segala ketentuan mengenai pertahanan Negara tercantum dalam UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Sesuai dengan ketentuan dalam UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang dimaksud dengan pertahanan Negara adalah : “usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara”.

Hakikat, Dasar, Tujuan, dan Fungsi Pertahanan Negara Adapun yang menjadi hakikat, dasar, tujuan dan fungsi pertahanan Negara sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara adalah sebagai berikut : Pasal 2 berbunyi : “Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri”.

Pasal 3 berbunyi : (1) Pertahanan negara disusun berdasarkan prinsip demokrasi, hak asasi manusia, kesejahteraan umum, lingkungan hidup, ketentuan hukum nasional, hukum internasional dan kebiasaan internasional, serta prinsip hidup berdampingan secara damai. (2) Pertahanan negara disusun kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Pasal 4 berbunyi : “Pertahanan negara bertujuan untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman.

Pasal 5 berbunyi : “Pertahanan negara berfungsi untuk mewujudkan dan mempertahankan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai satu kesatuan pertahanan”. Penyelenggaraan Pertahanan Negara Penyelenggaraan pertahanan Negara sebagaimana yang tercantum dalam UU No 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara adalah : Pasal 6 berbunyi : “Pertahanan negara diselenggarakan melalui usaha membangun dan membina kemampuan, daya tangkal negara dan bangsa, serta menanggulangi setiap ancaman”.

Pasal 7 : (1) Pertahanan negara, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, diselenggarakan oleh pemerintah dan dipersiapkan secara dini dengan sistem pertahanan negara. (2) Sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan Tentara Nasional Indonesia sebagai komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung.

(3) Sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman non militer menempatkan lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sebagai unsur utama, sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi dengan didukung oleh unsur-unsur lain dari kekuatan bangsa. Pasal 8 berbunyi : (1) Komponen cadangan, terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat komponen utama.

(2) Komponen pendukung, terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional yang secara langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan. (3) Komponen cadangan dan komponen pendukung, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), diatur dengan undang-undang.

Pasal 9 berbunyi : (1) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara.

(2) Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diselenggarakan melalui: a. pendidikan kewarganegaraan; b. pelatihan dasar kemiliteran secara wajib; c. pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau secara wajib; dan d. pengabdian sesuai dengan profesi. (3) Ketentuan mengenai pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi diatur dengan undang-undang.

Pasal 10 berbunyi : (1) Tentara Nasional Indonesia berperan sebagai alat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (2) Tentara Nasional Indonesia, terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

(3) Tentara Nasional Indonesia bertugas melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk: a. mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah; b. melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa; c. melaksanakan Operasi Militer Selain Perang; dan d.

ikut serta secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional. (baca : Bentuk-bentuk Usaha Pembelaan Negara di Indonesia – Kekuatan Militer Indonesia – Tugas dan Fungsi TNI-Polri) Itulah upaya menjaga keutuhan NKRI yang mengerucut pada 4 hal, yaitu kembali ke Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara yang dibalut dengan ikatan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa serta usaha pertahanan Negara.
Bagaimana cara menjaga keutuhan NKRI?

kamu perlu melakukan beberapa contoh perilaku yang akan kita bahas dibawah ini, suatu gambaran betapa pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia, yang terdiri dari banyak suku dan budaya. Ini merupakan kewajiban kita sebagai warga negara supaya berupaya menjaga kerukunan dan juga menjunjung toleransi. Ada banyak sekali tantangan dalam menjaga keutuhan NKRI. Mulai dari faktor internal atau pun eksternal.

Seperti misalnya globalisasi yang membuat milenial Indonesia terpapar budaya luar, dan melupakan budaya bangsanya sendiri. Kemudian muncul pertanyaan Apa peran sertamu sebagai generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI? Sebagai anak muda yang berstatus pelajar atau mahasiswa, kita perlu melakukan usaha-usaha dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, tidak lantas mengharapkan pemerintah sepenuhnya, namun juga harus ikut berkontribusi.

Mungkin di pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada saat sekolah sudah jelas dikatakan bahwa setiap warga negara wajib untuk menjaga toleransi dan persatuan antar umat beragama, antar suku, dan antar budaya. Namun kenapa belakangan ini kondisi bangsa kita semakin terpecah, banyaknya konflik yang terjadi dan dan terjadinya polarisasi? Sepertinya sobat kosngosán memang harus belajar lebih dalam lagi mengenai menghargai pendapat, dan bagaimana cara mengkritik yang benar Mulailah untuk lebih mengedepankan kepentingan bersama, dibanding kepentingan kelompok atau pribadi.

Kita harus sadar bahwa tantangan bangsa ini kedepan semakin berat, dibutuhkan peran serta nyata dari warga negaranya untuk berkontribusi aktif terhadap pembangunan di segala sektor Baca juga : 25 Contoh Cinta Produk Indonesia yang Bisa Kamu Lakukan Sebagai Pelajar Kita akan langsung to the point membahas beberapa contoh penerapan yang bisa kamu lakukan untuk menjaga keutuhan NKRI, dengan statusmu sekarang sebagai seorang pelajar atau mahasiswa.

Berikut beberapa contohnya : Tidak Menyebarkan HOAX Hoax atau berita palsu merupakan sumber dari perpecahan bangsa ini.

Apalagi saat ini penggunaan media sosial yang sangat masif, banyaknya buzzer dan penggerak opini publik, menjadikan berita palsu semakin mudah untuk disebar. Sebagai pelajar yang cerdas kamu harus bisa memilih mana informasi yang betul-betul bermanfaat dan sesuai dengan fakta. Jangan sampai menyebarluaskan hoax atau bahkan membuat hoax yang nanti berujung kepada perpecahan dan ketidakstabilan di tengah masyarakat Menjadi Pelajar yang Berprestasi Salah satu kewajibanmu dalam menjadi seorang siswa di sekolah adalah dengan belajar dengan giat dan menjadi sosok yang berprestasi di bidang akademik maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Dengan berprestasi di bidang yang kamu tekuni sebenarnya kamu sudah ikut berpartisipasi dalam menjaga keutuhan NKRI. Karena saat ini kita masih dalam masa perdamaian, maka Salah satu cara untuk mengisi kemerdekaan dan berpartisipasi untuk membangun bangsa adalah dengan memberikan ide dan inovasi yang sobat kósngosan miliki Membuka Bisnis Sendiri Menjadi seorang pelajar yang berkutat dengan sekolah memang bagus.

Akan tetapi lebih hebat lagi apabila kamu bisa membuat suatu bisnis sampingan yang bisa berkontribusi dalam membuka lapangan pekerjaan. Banyak sekali pelajar yang sukses berbisnis di usia dini dan menjadi entrepreneur yang membantu orang-orang di sekitarnya untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini salah satu upaya yang bisa kamu lakukan untuk menjaga keutuhan NKRI di bidang ekonomi.

Membentuk Komunitas Sebagai seorang makhluk sosial, kamu juga harus mengikuti atau membuat suatu komunitas positif yang memiliki peran di tengah masyarakat atau sekolah. lakukan kegiatan positif sesuai dengan passionmu masing masing, dan berkaryalah menghasilkan inovasi yang bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat sekitar Jangan Melupakan Sejarah Ada banyak cara untuk membuat sobat kosngosan selalu ingat perjuangan mereka, salah satunya adalah dengan berkunjung ke tempat- tempat bersejarah, museum, atau berziarah ke makam para pahlawan.

Dengan mempelajari sejarah kita akan tahu bagaimana sulitnya negara kita meraih kemerdekaan melalui tangan penjajah sehingga dengan begitu kita akan lebih nasionalis dan patriotis dalam mencintai bangsa kita. Menjaga Persatuan dan Kesatuan Menjaga persatuan berarti kita harus berbuat baik kepada semua orang, baik keluarga maupun orang lain, baik yang berbeda suku, agama, dan budaya dengan kita.

Menghindari fitnah dan mengadu domba, supaya nantinya terjalin hubungan yang baik tanpa adanya keretakan dalam bermasyarakat. Untuk kalian kaum pelajar tetaplah menjadi murid yang cerdas menjaga persatuan dengan tidak tawuran, karena pada saat ini tawuran dikalangan pelajar sangat sering terjadi karena hal sepele, maka hindari ini supaya tidak ada lagi yang namanya perpecahan. Belajar Mencintai Tanah Air Mengapa milenial saat ini sangat mencintai budaya luar?

dan kurang mencintai budayanya sendiri? Mulailah belajar mengenai budaya sendiri. Mimin tidak melarang kalian suka K-POP atau Anime, akan tetapi yang namanya budaya Indonesia juga jangan sampai lepas dari kehidupan sobat kosngosan sehari hari. Mencintai tanah air adalah kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari satu bentuk menjaga keutuhan NKRI, bukan hanya melalui ucapan tetapi juga melalui tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Harus ada rasa bangga menampilkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Saling Menghormati dan Toleransi Untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara, mari kita sama-sama menjaga sikap toleransi antar sesama umat beragama.

Karena pada dasarnya negara kita plural (banyak agama), maka kita tidak boleh merusak keharmonisan tersebut. Tidak perlu mencaci ataupun mencela agama lain, tidak menjelek jelekkan kepercayaan orang lain, karena dengan adanya perbedaan sebenarnya sudah terjadi saling melengkapi sehingga akan tercipta keindahan dan keselerasan. Menghindari NAPZA Yang namanya Narkoba, Psikotropika dan Zat Aditif lainya harus dihindari oleh kaum milenial, supaya kalian bisa sukses dimasa depan.

Zat ini hanya merusak dan menjadikan kalian generasi penerus bangsa yang rusak dan tidak bermoral. Maka tidak ada alasan untuk mencobanya, kalau kalian ingin mencetak prestasi demi mengharumkan nama bangsa.

Ingat, kehancuran kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari negara dapat berawal dari kebiasaan penerus bangsanya yang sudah kecanduan akan NAPZA. Rela Berkorban Sejak SD mimin dan sobat kosngosan sekalian pastinya sudah sering diberikan nasehat oleh guru mengenai sifat terpuji yang harus dipupuk yaitu rela berkorban. Hal hal kecil seperti membersihkan paku dijalan, membantu teman yang kesusahan, memberikan bantuan tumpangan kepada teman yang jalan kaki dan sebagainya adalah bentuk sederhana dari rela berkoban yang merupakan aktualisasi dari menjaga keutuhan NKRI.

Melestarikan Alam dan Lingkungan Sebagai seorang pelajar, kamu bisa berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dengan melakuan kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon secara liar, tidak membakar hutan, mencemari udara, membuang limbah di areah pemukiman, menggunakan sepeda ketimbang motor, menghemat pemakaian listrik, menggunakan produk daur ulang, menerapkan gaya hidup zero waste, dan sebagainya.

(Baca juga : cara menerapkan gaya hidup zero waste yang baik) Melestarikan Kebudayaan dan Kearifan Lokal Indonesia memiliki suku dan budaya yang beragam di berbagai daerah. Kamu yang berasal dari suku bugis misalnya, harus mampu menjaga dan melestarikan budaya serta kearifan lokal yang ada di dalam suku bugis. Mungkin saat ini contoh yang paling relevan adalah kamu bisa memperkenalkan budaya-mu melalui konten di YouTube atau Instagram.

Marilah kita sama-sama menjaga kelestariannya demi indonesia tercinta, banggalah akan keunikan negara kita yang banyak dikagumi oleh negara lain Memakai Produk Lokal dalam Negeri Percuma kamu berkoar-koar untuk menjaga keutuhan NKRI akan tetapi barang-barang yang kamu pakai saat ini 100% berasal dari luar atau impor.

Sebagai seorang pelajar kita harus membuktikan, bahwa memakai produk dalam negeri adalah satu bentuk kecintaan kita dalam menjaga identitas bangsa sendiri. Tidak hanya itu memakai dan membeli produk dalam negeri juga turut serta dalam meningkatkan perekonomian nasional dan membantu bisnis lokal, dalam bersaing di pasar bebas seperti sekarang ini. Menjaga Nama Baik Indonesia Nama baik itu seperti brand dalam perusahaan, dimana setiap karyawan (dalam hal ini kita sebagai warga negara), wajib menjaga kesan positif yang dibawa oleh institusi yang kita naungi, dengan tidak melakukan hal-hal yang memalukan dan dan mencoret nama baiknya.

Seperti misalnya sobat kosngósan tidak melakukan hal negatif di media sosial atau grup yang banyak orang luar negerinya, bersifat ramah dan memberi contoh positif ketika mengikuti event internasional, bergaul dan mengenalkan budaya indonesia kepada orang luar, dsb.

Melestarikan Peninggalan Bersejarah Banyak sekali peninggalan bersejarah yang mengandung nilai historis. Kita harus mulai melestarikannya dan menjaga keberadaan benda berharga ini, untuk disimpan dan dijadikan sebagia bahan pembelajaran sejarah bagi generasi selanjutnya. Peninggalan sejarah menjadi saksi bisu terhadap suatu peristiwa masa langkau yang bisa dijadikan sebagai pembelajaran kedepannya. Sebagai pelajar, kita juga bisa menghargai peninggalan bersejarah ini dengan mengunjungi museum dan belajar sejarah disana.

Baca juga : Contoh Pluralisme dan Toleransi di Indonesia Kata Penutup Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan upaya yang harus kita pertahankan sebagai warga negara Indonesia. Banyak kegiatan yang harus kita lakukan, semua profesi wajib berperan dalam menjaga stabilitas negara kita, sesuai dengan kapasitas masing2, termasuk pelajar sekolah, mahasiswa di kampus dan pekerja kantoran Semoga dengan membaca materi pembahasan kita diatas bisa menambah pengetahuan dan meningkatkan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Jangan lupa untuk berbagi hal positif dengan menekan tombol share di bawah, terimakasih
• TERKINI • • • • Presiden: Hindari Puncak Arus Balik 03-05-2022 18:54:40 • Idulfitri 1443 H, Wapres Salat Id di Masjid Istiqlal 02-05-2022 22:03:15 • Presiden dan Ibu Iriana Salat Idulfitri di Halaman Istana Yogyakarta 02-05-2022 21:59:16 • Sambut Idulfitri 1443 H, Wapres Harapkan Kebiasaan Baik Selama Ramadan Tetap Dilanjutkan 01-05-2022 22:03:08 • Presiden dan Ibu Iriana Sampaikan Ucapan Selamat Idulfitri 1443 Hijriah 01-05-2022 19:06:45 • Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1443 H Jatuh pada 2 Mei 2022 01-05-2022 17:05:10 • Keberhasilan Rekayasa Lalu Lintas Mudik Diharapkan Terjadi Pada Arus Balik 01-05-2022 14:55:22 • Pergerakan Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Tembus 1.054 Flight, Capaian Tertinggi di Masa Pandemi 29-04-2022 22:46:01 • Presiden Joko Widodo dan PM Kishida Sepakati Sejumlah Kerja Sama Indonesia-Jepang 29-04-2022 21:19:00 • [Berita Foto] Menteri Johnny Pantau Arus Mudik dan Berdialog dengan Petugas Lapangan Layanan Telekomunikasi 29-04-2022 14:10:06 Sebuah poster bertuliskan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2572 terpasang di pintu pagar sebuah rumah warga di Komplek Perumahan Malik Raya, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (12/2/2021).

Sejumlah warga keturunan Tionghoa di Kota Kendari memilih untuk tidak merayakan tahun baru Imlek dengan kemeriahan dan tidak menerima kunjungan tamu karena masih dalam masa pandemi COVID-19. - (antarafoto) Jakarta, Kominfo – Keberagaman suku, agama, dan ras bangsa Indonesia merupakan keunikan tersendiri yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.

Namun, tidak sedikit pula konflik yang terjadi akibat keberagaman itu sendiri. Untuk itu, dibutuhkan upaya menciptakan kerukunan antar umat agar dapat menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. “Saya berharap seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas), terutama yang berbasis agama, untuk terus berperan dan berkontribusi dalam upaya ikut menjaga antar umat beragama, membangun kesatuan dan keutuhan nasional, karena kerukunan adalah faktor utama dalam menjaga keutuhan bangsa,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H.

Ma’ruf Amin pada Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2572 Kongzili melalui konferensi video di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro No.2, Jakarta, Minggu (14/02/21). Selain menjaga kerukunan, Wapres juga meminta Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) yang sebagian besar warganya merupakan pelaku usaha, dapat mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Corona Virus Disease-2019 ( Covid-19) ini.

Ia pun mengapresiasi partisipasi organisasi tersebut dalam menanggulangi dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19. “Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada MATAKIN kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari segenap umat Konghucu, atas peran serta dan kontribusi yang telah diberikan dalam membantu masyarakat mengatasi pandemi Covid-19 dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan,” ucap Wapres. Menurutnya, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk melakukan percepatan penanganan pandemi Covid-19 sekaligus untuk pemulihan ekonomi nasional.

“Kunci utamanya adalah kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan, dimana kita harus melakukan penyesuaian untuk tetap beraktivitas dan produktif,” tutur Wapres.

Selain itu, Wapres juga mendorong peran para pemuka agama untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. “Nasihat dan bimbingan pemuka agama akan memperkuat keyakinan dan kepatuhan umatnya tentang akibat apabila tidak menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Wapres. Wapres juga berharap kondisi ekonomi nasional dapat dipulihkan secara cepat melalui dukungan dari organisasi masyarakat.

“Saya berharap dukungan MATAKIN dan seluruh umat Konghucu akan memberikan dampak yang berarti bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19,” harapnya. Wapres pun optimis bangsa Indonesia mampu menghadapi masa sulit dan mampu bangkit dari pandemi ini. “Saya percaya dengan semangat dan usaha yang terbaik, diiringi doa, serta inovasi dan kreativitas, kita dapat melewati masa sulit kita dapat menjaga keutuhan bangsa mulai dari serta dapat kembali membangun Indonesia yang lebih baik,” kata Wapres optimis.

Menutup sambutannya dalam acara yang mengangkat tema “Doa Untuk Indonesia” tersebut, Wapres memberikan ucapan tahun baru Imlek ke-2572 dengan harapan adanya pandemi tidak mengurangi kekhidmatan perayaan serta agar tahun yang baru ini dapat menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Selamat Hari Raya Tahun Baru Imlek ke-2572 kepada umat Khonghucu. Semoga perlindungan dan berkah Yang Maha Kuasa, serta upaya membersihkan hati, menyucikan nurani, dan berusaha supaya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” tutup Wapres. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa dalam sejarahnya, perayaan Imlek memberikan hikmah tentang pentingnya persatuan di dalam menghadapi permasalahan.

Anies mengajak masyarakat untuk saling menopang dan memupuk optimisme dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Marilah kita melihat momen pandemi ini untuk mencari peluang agar kita bisa kembali bangkit dalam suasana persatuan dan persaudaraan, dengan harapan kita semua bisa lebih cepat melewati masa penuh ujian ini,” ajak Anies.

Sementara, Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Choil Qoumas menyampaikan agar perayaan Tahun Baru Imlek kali ini dapat dijadikan momentum melakukan refleksi diri untuk dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi. “Hakikat tahun baru bukanlah pesta pora tapi mengoreksi perjalanan yang lalu, bersyukur terhadap kesempatan yang diberikan lagi, dan merencanakan pembaruan pada perjalanan berikutnya,” ucap Yaqut.

Turut hadir pada acara tersebut secara virtual Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat MATAKIN Xs. Budi Santoso Tanuwibowo, Ketua Kehormatan MATAKIN Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj.

Disclaimer: You are using Google Translate. The Ministry of CI is not responsible for the accuracy of information in the translated language. Powered by Google Disclaimer: Anda menggunakan Google Translate. Kementerian Kominfo tidak bertanggung jawab atas keakuratan informasi dalam bahasa diterjemahkan

Sejarah Singkat PMII Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa




2022 www.videocon.com