Akidi trio

akidi trio

Mobile_AP_Rectangle 1 JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Bantuan dana sebesar Rp 2 triliun dari mendiang Akidi Trio untuk penanggulangan Covid-19 diduga hoax. Sebelumnya sumbangan sebesar Rp 2 triliun dari akidi trio besar Akidi Trio ramai menjadi perbincangan di dunia maya.

Bahkan penyerahan sumbangan tersebut juga disaksikan oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji. Menurut informasi orang terdekat Heriyanti sumbangan Rp 2 triliun akan cair senin (2/8) kemarin.

Namun ternyata Heriyanti anak bungsu Akidi Trio ditetapkan sebagai tersangka atas kasus sumbangan hoax. Mobile_AP_Rectangle 2 Mengutip dari Radar Bogor yang dilansir melalui Tribunnews Heriyanti dijemput langsung oleh Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro ke Mapolda Sumsel.

Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal 15 UU Nomor akidi trio Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana terkait penyebaran berita bohong atau hoax.

akidi trio

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Bantuan dana sebesar Rp akidi trio triliun dari mendiang Akidi Trio untuk penanggulangan Covid-19 diduga hoax. Sebelumnya sumbangan sebesar Rp 2 triliun dari keluarga besar Akidi Trio ramai menjadi perbincangan di dunia maya. Bahkan penyerahan sumbangan tersebut juga disaksikan oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem akidi trio, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

Menurut informasi orang terdekat Heriyanti sumbangan Rp 2 triliun akan cair senin (2/8) kemarin. Namun ternyata Heriyanti anak bungsu Akidi Trio ditetapkan sebagai tersangka atas kasus sumbangan hoax. Mengutip dari Radar Bogor yang dilansir melalui Tribunnews Heriyanti dijemput langsung oleh Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro ke Mapolda Sumsel.

akidi trio

Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal 15 UU Akidi trio 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana terkait penyebaran berita bohong atau hoax. JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Bantuan dana sebesar Rp 2 triliun dari mendiang Akidi Trio untuk penanggulangan Covid-19 diduga hoax.

Sebelumnya sumbangan sebesar Rp 2 triliun dari keluarga besar Akidi Trio ramai menjadi perbincangan di dunia maya. Bahkan penyerahan sumbangan tersebut juga disaksikan oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Akidi trio Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji. Menurut informasi orang terdekat Heriyanti sumbangan Rp 2 triliun akan cair senin (2/8) kemarin.

Namun ternyata Heriyanti anak bungsu Akidi Trio ditetapkan sebagai tersangka atas kasus sumbangan hoax. Mengutip dari Radar Bogor yang dilansir melalui Akidi trio Heriyanti dijemput langsung oleh Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro ke Mapolda Sumsel. Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana terkait penyebaran berita bohong atau hoax.

TRIBUNJAKARTA.COM- Rencana Indonesia Police Watch (IPW) melaporkan akidi trio dana hibah bodong Rp 2 Triliun yang dilakukan oleh Heryanty anak Akidi Tio ke Bareskrim Polri, Selasa (24/8/2021) batal atau tidak dilanjutkan. Hal itu diungkapkan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, kepada TribunBekasi.com, Selasa (24/8/2021).

"Karena berdasarkan penjelasan Bareskrim Polri, penyidikan sudah dijalankan oleh Polda Sumsel. Polda Sumsel telah membuat laporan polisi dan sudah meningkatkannya ke tingkat penyidikan sehingga laporan IPW tidak diperlukan lagi," kata Sugeng. Hal ini katanya sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) yang tidak memungkinkan adanya laporan polisi baru, saat proses hukum sudah berjalan.

Baca juga: Beda Dengan Heriyanti, Anak Akidi Tio Saja Tak Tahu Bapaknya Simpan Uang Rp 2 Triliun "Bahkan, dalam laporan polisi yang diterbitkan oleh Akidi trio Reserse Kriminal Umum (ditreskrimum) Polda Sumsel, Heryanty dikenai pasal 14 Undang-undang 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana," ujarnya.

Pengenaan pasal 14 tentang berita bohong yang membuat kegaduhan di masyarakat itu, kata Teguh, pernah dilakukan kepolisian kepada Ratna Sarumpaet oleh Polda Metro Jaya dan terhadap Yunus, aktivis antimasker oleh Polres Banyuwangi.

"Namun demikian, baik Ratna Sarumpaet dan Yunus itu, kedua pelaku mengakui kesalahannya dan meminta maaf ke publik. Tetapi untuk berita bohong yang dilakukan oleh Heryanty, pelaku tidak pernah mengakui kesalahan dan menyatakan maaf ke publik," katanya. Bahkan, kata dia, pengakuan salah dari Heryanty itu tidak pernah dipublikasikan oleh Polda Sumsel ke masyarakat luas.

Baca juga: Janji Manis Heriyanti Akidi Tio: Jangankan Sumbang Rp 2 Triliun, Gaji Rp 2,5 Juta Saja Tak Diberikan "Padahal, Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri sudah melakukan permohonan maaf karena kelalaiannya," ujarnya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio kini menjalani pemeriksaan di Mapolda, Senin 2 Agustus 2021, terkait sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio, pengusaha sukses di Sumsel.

Dikutip dari Tribunsumsel.com, terlihat kesibukan penyidik yang hilir mudik di seputaran ruang Dir krimum Polda Sumsel tempat dimana Heriyanti berada saat ini. Sejumlah PJU Polda Sumsel juga terlihat mulai berdatangan di gedung Ditreskrimum diantaranya Dir Intel, Dir krimsus termasuk Kapolrestabes Palembang. Namun belum ada keterangan terkait kedatangan mereka bertepatan dengan dibawanya Heriyanti.

Termasuk Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra juga enggan memberikan komentar. • SINGGUNG Sumbangan 2 T, Mahfud MD Ungkap Cerita Mirip Akidi Tio Sampai Ditertawai Bank Indonesia "Gak, saya silaturahmi saja," kata Irvan seraya tersenyum dan berjalan menuju ke dalam gedung Ditreskrimum Polda Sumsel. Sebelumnya, Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro akidi trio, pihaknya berencana menggelar press release untuk menjawab kabar simpang siur yang menyelimuti dana bantuan Rp 2 Triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio.

Press release dijadwalkan bakal digelar di Mapolda Sumsel, Senin 2 Agustus 2021 pukul 15.00 WIB. "Pres release ini untuk menjawab polemik di masyarakat supaya jangan sampai ada masyarakat yang membikin fitnah atau memprovokasi. Maka kita akan selesaikan nanti Insyaallah sore ini," ujarnya. Namun hingga pukul 15.07 WIB, nyatanya belum ada tanda-tanda bahwa press release di Mapolda Sumsel akan digelar. Jakarta - Sosok pengusaha almarhum Akidi Tio bikin publik penasaran setelah keluarganya menyerahkan dana hibah senilai Rp 2 triliun untuk membantu penanganan COVID-19.

Siapa sebetulnya Akidi Tio?. Tak banyak informasi mengenai sosok yang disebut pengusaha ini. Berbekal dari latar belakang Akidi Tio sebagai akidi trio, detikcom menghubungi beberapa ketua asosiasi pengusaha nasional.

akidi trio

Namun, mereka pun mengaku tak mengenal sosok dermawan tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar, Akidi Tio adalah kontraktor atau pengusaha di bidang konstruksi. Namun, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa tak mengenalnya. Baca juga: Akidi Tio Sumbang Rp 2 Akidi trio untuk Tangani COVID-19, Susi Pudjiastuti: Respect!

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman juga tak mengenal Akidi Tio. "Maaf saya tidak kenal beliau. Pengusaha kontraktor," akidi trio. Beberapa ketua asosiasi pengusaha yang lain juga belum memberi respons. Dari penelusuran detikcom di internet, tak banyak informasi sebelumnya mengenai sosok Akidi Tio ini. Lihat juga video 'Pemerintah Beri Bansos Baru untuk Warga Terdampak PPKM Level 4': [Gambas:Video 20detik] Lanjut ke halaman berikutnya
KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu menjadi sorotan pulik, keluarga almarhum Akidi Tio yang menyumbangkan uang sebesar Rp 2 Triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Mengutip Kompas.com, penyerahan bantuan tersebut diwakilkan oleh dokter keluarga Akidi yaitu Prof dr Hardi Darmawan di Mapolda Sumsel, Senin (26/7/2021). Siapa sosok Akidi Tio? Diketahui bahwa keluarga Akidi Tio merupakan pengusaha asal Langsa, Kabupaten Aceh Timur dalam bidang akidi trio dan kontraktor.

Akidi Tio adalah seorang kepala keluarga dari tujuh orang anak. Semua anaknya menjadi pengusaha mengikuti jejak sang ayah. Enam anaknya tinggal di Jakarta, sedangkan satu anak lainnya menetap di Palembang.

akidi trio

Selama hidup, Akidi selalu berpesan kepada anak-anaknya agar selalu akidi trio masyarakat miskin. "Mendiang bapak Akidi juga berpesan kepada anaknya, jika sukses dalam bidang usaha apa pun agar membantu orang miskin. Almarhum itu pengusaha di bidang pembesian dan kontainer," kata Hardi, saat menyerahkan bantuan Rp 2 triliun di Mapolda Sumsel, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Uang Rp 2 Triliun Akidi Tio, Tabungan Semasa Hidupnya, Wasiat ke Anak Disumbangkan Bantu Masyarakat Sumsel Hardi menjelaskan bantuan ini bukan pertama kalinya yang disumbangkan oleh Keluarga Akidi. Namun selama pandemi Covid-19, keluarga itu selalu membantu akidi trio yang tedampak.

"Tetapi memang bantuan itu tidak pernah di-publish (dipublikasikan). Keluarga ini sering membantu warga yang isolasi mandiri," ujarnya. Alasan sumbang Rp 2 triliun Kedermawanan keluarga Akidi Tio ini untuk membantu warga Sumsel karena dulunya almarhum pernah tinggal di Palembang. Ikatan itu menjadi alasan utama keluarganya menyumbangkan dana bantuan yang sangat fantastis tersebut.

"Saya juga kaget saat ditelpon anaknya untuk menyerahkan bantuan ini, karena memang nilainya besar," jelasnya. Keluarga Akid Tio meminta agar sumbangan tersebut diamanahkan kepada Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri. Berita Terkait Kisah Pengusaha Jusuf Hamka Terbelit Bank Syariah, Begini Respon MUI dan OJK Pengusaha Sekaligus Mertua Dian Sastro, Adiguna Sutowo Meninggal Dunia Pengusaha Minta Slot Vaksin Mandiri, Ini Respons Bio Farma Mengenang Pengusaha "Nyentrik" Bob Sadino dan Perjalanan Hidupnya.

10 Ilmuwan dan Pengusaha Kesehatan yang Jadi Miliarder 2020, Siapa Saja Mereka? Berita Terkait Kisah Pengusaha Jusuf Hamka Terbelit Bank Syariah, Begini Respon MUI dan OJK Pengusaha Sekaligus Mertua Dian Sastro, Adiguna Sutowo Meninggal Dunia Akidi trio Minta Slot Vaksin Mandiri, Ini Respons Bio Farma Mengenang Pengusaha "Nyentrik" Bob Sadino dan Perjalanan Hidupnya.

10 Ilmuwan dan Pengusaha Kesehatan yang Jadi Miliarder 2020, Siapa Saja Mereka?

akidi trio

Cara Daftar Program Prakerja Gelombang 18, Buka Link Prakerja.go.id https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/31/101000265/cara-daftar-program-prakerja-gelombang-18-buka-link-prakerja.go.id https://asset.kompas.com/crops/jZ4GdnQgCmfNQQK7e-x34DtPnf8=/0x0:780x520/195x98/data/photo/2021/05/23/60aa310e7a035.jpg
HEBOH dan meriah. Riuh dengan tepuk tangan para pejabat negeri. Ahli waris Akidi Tio, seorang pengusaha di Sumatera Selatan, menyumbang Rp 2 triliun.

Banyak yang kagum dan memuja ketulusan itu, sebab di tengah lilitan utang negara dan derita akibat Covid-19, ada warga negara yang memberikan hartanya untuk kemaslahatan orang banyak. Saya tidak bertepuk tangan. Saya tidak memberi akidi trio kagum, apalagi pujian. Saya akidi trio kian sangsi mengenai akal waras kita semua. Saya kian teguh bahwa para pejabat di negeri ini sama sekali belum belajar dari berbagai kejadian masa lalu.

Sejumlah orang telah melecehkan akal sehat dan memarjinalkan tingkat penalaran para pejabat negeri ini. Hingga uang Rp 2 triliun tersebut benar-benar sudah di tangan, saya tetap menganggap bahwa di negeri ini masih banyak orang yang ingin memopulerkan diri dengan cara melecehkan akal waras para pejabat.

akidi trio

Belum terlampau lama ke belakang, seorang yang mendeklarasikan diri sebagai filantropis dunia telah mendeklarasikan ke publik akidi trio ia menyumbang dengan angka-angka yang fantastis di Palu, Sulawesi Tengah, yang baru saja diluluhlantakkan oleh bencana alam, likuifaksi. Orang yang sama juga telah memaklumatkan bahwa ia akan menyumbang rumah yang telah diterjang badai gempa bumi di Nusa Tenggara Barat. Sang tokoh, sebelum kejadian di dua provinsi kita itu, juga membiarkan dirinya diliput pers bahwa ia membangun secara sukarela asrama prajurit pasukan elite kita.

akidi trio

Hingga kini, sekian tahun kemudian, semua deklarasi itu adalah hampa belaka. Yang lebih hebat lagi, sang pemberi janji diganjar dengan penghargaan Bintang Mahaputra. Hebat kan? Akibat janji-janji yang tak ditepatinya itu, Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla, berteriak kencang, “Cabut gelar kehormatan itu.” Sejarah terulang lagi Bung Karno pada era '50-an pernah menerima sepasang suami istri di Istana Negara.

Mereka adalah Raja Idris dan Ratu Markonah. Mereka mengeklaim diri sebagai raja dan ratu dari suku Anak Dalam di Jambi. Mereka mendeklarasikan diri bisa membantu pembebasan Irian Barat.

Akidi trio mengagumi kedua orang tersebut. Tepuk tangan dan senyum semringah para pejabat di negeri ini terhambur lepas.

akidi trio

Berbunga-bunga. Hebat. Kedok penipuan pun tersingkap beberapa hari kemudian. Raja Idris ternyata adalah pengayuh becak, sementara Ratu Markonah adalah pelacur kelas bawah di Tegal, Jawa Tengah. Para pejabat terkibuli secara sistematis, yang sekaligus berarti, dua orang telah melecehkan daya nalar akidi trio kita ketika itu. Kita pernah juga dikagetkan oleh Menteri Agama Said Agil Husin Al-Munawar.

Ia mengeklaim bahwa ada harta karun besar yang bisa dipakai untuk melunasi seluruh utang negara. Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan https://megapolitan.kompas.com/read/2021/08/01/19523281/bagaimana-harimau-tino-dan-hari-di-ragunan-tertular-covid-19-ini-kata https://asset.kompas.com/crops/zmvc8NTo4TdDWDJmsPKuyCM9ER8=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2021/08/01/61060abf7f364.jpgJakarta - Dahlan Iskan bercerita telah menghubungi seseorang yang mengenal keluarga Akidi Tio, pengusaha yang menyumbang Rp 2 triliun untuk membantu penanganan COVID-19 di Sumatera Selatan (Sumsel).

Lewat tulisannya akidi trio blog disway.id yang dia unggah Senin (2/8/2021), Dahlan menyebut telah menghubungi seseorang yang dia sebut 'Si Cantik' Minggu sore kemarin. Mantan Menteri BUMN itu menanyakan apakah kemarin perempuan itu kembali menghubungi Heryanti (H), putri bungsu Akidi Tio, "Baru saja saya telepon dia lagi," jawab perempuan yang dia hubungi seperti ditulis Dahlan.

Baca juga: Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio Dikabarkan Cair Besok Dahlan pun menanyakan apakah bantuan Akidi Tio Rp 2 triliun tersebut jadi cair Senin ini?

akidi trio

Perempuan itu mengatakan jadi ditransfer hari ini melalui Bank Mandiri. "Senin pagi akan ditransfer dengan akidi trio RTGS lewat Bank Mandiri," kata perempuan itu sebagaimana ditulis Dahlan dalam blognya.

Sementara akidi trio diketahui Dahlan, bantuan Akidi Tio tersebut akan ditransfer via BRI. Dia pun menanyakan kepada perempuan yang dia hubungi itu. "Iya dulu dia bilang lewat BRI, sekarang Mandiri," kata perempuan itu menjelaskan kepada Dahlan.
JawaPos.com – Kasus Heryanti, putri Akidi Tio yang memberikan sumbangan fiktif Rp 2 triliun kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) pada Juli 2021 terus diselidiki pihak kepolisian.

Bahkan, saat ini, Heriyanti sudah ditetapkan sebagai tersangka. Heryanti telah ditetapkan sebagai tersangka pada Agustus 2021. Kini, polisi memeriksa kejiwaan Heryanti. Tim penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel telah mengantongi hasil observasi kejiwaan Heryanti, namun belum akan membukanya ke publik. “Ya, kita memang telah menerima hasil observasi-nya dari tim RS Ernaldi Bahar Palembang dan nantinya akan kita tuangkan ke dalam BAP,” kata Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, saat pemaparan analisa-evaluasi (anev) kasus sepanjang tahun 2021, di Mapolda Sumsel, Kamis (30/12).

Baca juga: Kasus Dana Hibah Rp 2 T Akidi Tio, Kapolda Sumsel Kena Mutasi Hisar menyebut tim observasi kejiwaan RS Ernaldi Bahar yang terdiri dari empat dokter ahli dan seorang psikolog ini telah menuntaskan pekerjaaannya memeriksa kejiwaan Heryanti.

akidi trio

Nantinya tim penyidik akan mengaitkan juga dengan kondisi kejiwaan dari Heryanti. Dan akan dapat dijadikan sebagai subjek hukum. “Untuk itu nanti, kita akan mintakan pendapat dari ahli pidana apakah dengan kondisi kejiwaan seperti itu (penyelidikan) masih bisa dilanjutkan,” ungkap Hisar yang secara tidak langsung membenarkan ada masalah pada kejiwaan Heriyanti ini.

Hisar juga berjanji jika hasil pemeriksaanya sudah dikonfirmasikan kepada ahli pidana akan segera diumumkan ke publik melalui media. “Akan segera kita sampaikan hasilnya kepada rekan-rekan semua nanti ya,” tandas Hisar seperti dikutip Sumeks (Jawa Pos Group), Sabtu (1/1). Baca juga: Kasus Akidi Tio, Polda Sumsel Belum Tetapkan Tersangka Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto, juga menyampaikan dalam pengungkapan kasus ini penyidik perlu juga menjabarkan survei prilaku.

Selain itu juga landasan hukumnya, apakah yang bersangkutan memang betul atau tidak melakukan tindakan yang dituduhkan. Diketahui, mendiang Akidi Tio, lewat perantara Prof Hardi Darmawan, menyumbang 2 triliun rupiah ke Kapolda Sumsel yang saat itu dijabat oleh Irjen Pol Prof Eko Indra Heri S, ke Mapolda pada 26 Juli 2021.

Saat itu Akidi trio didampingi Gubernur Sumsel H Herman Deru, Danrem Gapo Brigjen TNI Jauhari, Kadinkes Sumsel Lesty Nurainy, dan sejumlah tokoh agama. Uang tersebut untuk penanganan Covid-19 di Sumsel. Baca juga: Kasus Akidi Tio, Nasib Kapolda Sumsel Segera Ditentukan Saat acara seremonial atau simbolis keluarga Akidi Tio, melalui Heriyanti anak bungsunya menyerahkan plakat tertulis: Sumbangan untuk penaggulangan Covid-19 dan Kesehatan di Palembang-Sumsel, dari Alm bapak Akidi Tio dan keluarga besar sebesar Rp 2 triliun.

Akidi trio, hingga saat ini sumbangan Rp 2 triliun akidi trio belum terealisasi. Saldo di rekening Heriyanti, anak Akidi Tio, tak cukup.

Playlist..




2022 www.videocon.com