Sumber acuan

sumber acuan

Untuk menciptakan sebuah karya ilmiah yang baik, kita harus memahami teknik penyusunannya. di setiap universitas umumnya setiap mahasiswa dibekali kompetensi ini melalui mata kuliah “teknik penulisan karya ilmiah”, akan sumber acuan tidak menutup kemungkinan materi ini perlu diuraikan lagi secara lebih sederhana dan lengkap…untuk itu dalam kesempatan ini saya berniat mengurai ulang kembali teknik penulisan karya ilmiah tersebut.

sumber acuan KUTIPAN Kutipan harus sama dengan aslinya, baik mengenai susunan kata-kata, ejaan maupun tanda bacanya. Kutipan yang panjangnya lima baris atau lebih, di ketik satu spasi dengan cara : Baris pertama dimulai setelah tujuh ketukan dari margin kiri.

Barisan kedua seterusnya di mulai setelah empat ketukan dari margin kiri. Contoh : Tentang manajemen kas Maurice D. Levi menyatakan : The Objective of effective working-capital management in an international environment are both to allocate short term investments and cash balance holdings between currencies and countries to maximize overall corporate returns and to borrow in different money markets to achieve the minimum cost.(Levi, 1990, p.286) Kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris diketik seperti pada pengetikan teks biasa (dua spasi) akan tetapi diberi tanda kutip pada awal dan akhir kutipan.

Contoh : Menurut Bambang Riyanto “Pembelanjaan disatu pihak dapat sebagai masalah penarikan modal, dan dilain pihak dapat dipandang sebagai masalah penggunaan modal”. Kalau kutipan itu perlu dihilangkan beberapa kata/bagian dari kalimat, maka pada awal kalimat itu diberi titik tiga buah. Contoh :Teory Refleksivitas menurut 1 George Soros dalam The Alchemy Finance menyatakan bahwa:“… Functions need an independent variable in order to produce a determinate result, but in this case the independent variable sumber acuan one function is the dependent variable of the other …” (Soros, 1994, p.

sumber acuan

42). Kalau di dalam kutipan yang panjangnya kurang dari lima baris terdapat tanda kutip (dua koma), maka harus diubah menjadi tanda kutip satu koma. Contoh : “Reorganisasi yang disertai sumber acuan penarikan modal baru biasanya diadakan pada waktu-waktu sesudah ‘revival’ dimana dirasakan kebutuhan adanya modal kerja yang relatif besar”. Kata “revival” ditulis ‘revival’ Tiap akhir kutipan ditulis diantara dua kurung nama pengarang, tahun terbitan dan halaman kutipan.

– FOOTNOTES dan ENDNOTES Peneliti boleh menggunakan FOOTNOTES dan ENDNOTES ketika menulis kutipan.Cara penomeran FOOTNOTES adalah menulis nomor urut 1, 2, 3, dan seterusnya di akhir kutipan dan di belakang penulis kutipan dengan FONT SUPERCRIPT.

Contoh: 1Danila, Nevi, The Impact of Intervention On Inventory Control Mechanism, (Malang-Indonesia, Jurnal Akuntansi-Bisnis &Manajemen, 2001, p. 117 – 148) Cara pengetikan endnotes Dalam endnotes dicantumkan nama akhir pengarang,tahun dan halaman. Contoh: “ The starting point in effective management is setting goals: objectives that a business hopes (and plans) to achieve.” (Griffin & Ebert, 1998, p. 111) Sumber-sumber yang dikutip dapat berasal dari : Buku; Majalah/jurnal/CD ROM; Surat kabar; Ensiklopedi; Web-site; Sumber dari Buku Satu Pengarang Contoh : 1 Sjahrir, Analisis Bursa Efek, cetakan pertama, PT.

Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1995, halaman 157. (Sjahrir, 1995, hal.157) 2 Guritno Mangkoesoebroto, Kebijakan Ekonomi Publik Di Indonesia : Substansi dan Urgensi, cetakan pertama, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1994, halaman 38 (Guritno, 1994, hal.

38)Buku ini ada anak atau sub judul Dua Pengarang Contoh : 1 Husnan, Suad dan Pudjiastuti, Enny, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, edisi pertama, cetakan pertama, UPP-AMP YKPN, Yogyakarta, 1993, halaman 115 (Husnan & Pudjiastuti, 1993, hal. 115) 2………, Dasar-dasar Manajemen Keuangan, edisi pertama, cetakan pertama, UPP-SMP YKPN, Yogyakarta, 1993, halaman 191 (Husnan & Pudjiastuti, 1993, hal. 191) Tiga Pengarang Contoh : 1Rugman, Alan M., Donald J.

Lecraw, and Laurence D. Booth, International Business Firm and Environment, 2 and Printing, Mc Graw Hill Book Company, Singapore, 1987, page 323 (Rugman, Lecraw sumber acuan Booth, 1987, p.323) 2Engel, James f., Roger D.

Blackwell dan Paul W. Miniard, (1990), Perilaku Konsumen, Terjemahan : Budijanto, Jilid 1, cetakan Pertama, Binarupa Aksara, Jakarta, 1995, halaman 127 (Engel, Blackwell and Miniard, 1995, hal. 127) 3 Eiteman, David K., Stonchill, Arthur I., Moffett, Michael H., Multinational Business Finance, ninth edition, Addison-Wesley Publishing Company, Inc, 2001, USA, p.

152 (Eiteman, Stonchill and Moffett, 2001, p. 152) Pengarang lebih dari tiga 1Spriegel, M., et al, Statistics, Schaum Edition, Prentice Hall, New York, 1970, Page 90. Artikel atau tulisan dalam buku kumpulan karangan Untuk kutipan dari artikel atau tulisan yang dimuat dalam sumber acuan kumpulan artikel atau tulisan cara penulisannya sebagai berikut : Contoh : 1Biagiono,Luis F., Joseph A.

Lovely, “The Impact of Accounting on Managerial Performance “In Readings in Cost Accounting, Budgeting and Control, Ed, William E. Thomas, Jr, Fifth Edition, South-Western Publishing Co, Cincinnati,978, page 26-27. 2Ida Bagus Mantra dan Kasto, “Penentuan Sampel”, Dalam Metode Penelitian Survei Ed., Mari Singarimbun dan Sofyan Effendi, Edisi Revisi, LP3ES., Jakarta, 1989, halaman 155-171.

Tidak ada pengarang tertentu Buku diterbitkan oleh sebuah nama Badan, Lembaga, Perkumpulan perusahaan dan sejenisnya, cara penulisan catatan kaki seperti dibawah ini. Contoh : 1Tim Koordinasi Pengembangan Akuntansi, Accountancy Development in Indonesia, Publication No.

9, Yogyakarta, 1992, halaman 305. 2Bank Indonesia, Laporan Mingguan (Weekly Report), No. 1855, 15 Desember 1994, BI Urusan Ekonomi dan Statistik, Jakarta, 1994 halaman 10. Buku yang diterjemahkan Dalam buku terjemahan yang dicantumkan tetap nama pengarang asli dan judul buku yang diterjemahkan, dibelakang judul buku ditulis nama penerjemahnya.

Contoh : 1Kerlinger, Fred N., (1989), Asas-asas Penelitian Behavioral, Terjemahan : Landang M. Simatupang, edisi ketiga, Gajah Mada Sumber acuan Press, Yogyakarta, 1990, halaman 101. 2Wee Chow Hou, Lee Khai Sheang, dan Bambang Walujo Hidayat, (1991), Sun Tzu perang dan Manajemen, Terjemahan : Soesanto Boedidharmo, cetakan Kedua, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 1992, halaman 256. Sumber dari Majalah atau jurnal Contoh : 1Gatot Widayanto, “Strategic Cost Management : Tehnik Manajemen Biaya Untuk Transformasi Visi Bisnis Anda”, Manajemen dan Usahawan Indonesia, No.

02 Th XXIV Februari 1995, halaman 10-15. 2Chekulaev, Elena., “The Stolen Life Of Okada Yoshiyo, The Untold Story of How a Courageous Japanese Actress Survived in Stalin’s Russia”, ASIAWEEK February 23, 1994, halaman 50-57.3 Kasali, Rhenald, “ Fenomena Pop Marketing Dalam Konteks Pemasaran di Indonesia, Manajemen Usahawan Indonesia, No. 09/TH. XXXII September 2003, halaman 3 Sumber dari surat kabar Contoh : 1Harian Republika, Senin, 1 Maret 2004, halaman 6.2Bisnis Indonesia, Selasa, 2 Maret 2004, halaman 5.

Sumber dari Ensiklopedi 1) Nama Pengarang diketahui Contoh : 1Magdalena Lumbantoruan dan B. Suwartoyo, Ensiklopedi Ekonomi, Bisnis dan M manajemen, jilid 1, cetakan pertama, PT. Cipta Adi Pustaka, Jakarta, 1992, halaman 317. Sumber dari Web-site: Kutipan yang diperoleh dari web-site cara penulisan sumber dapat ditulis sebagai berikut: (a) Tingkat inflasi Indonesia tahun 2003 http://www.bi.gi.id/bank_indonesia2/moneter/inflasi/ diakses pada hari: Jum’at, 5 Maret 2004.

(b) Rating Indonesia dari Standard & Poorhttp://www.standardpoor.com/ratings diakses 8 Setember 2004 .(c) Doyne Farmer and Andrew W. LO. 1999, Fronters of Finance: Evolution and Efficient Markets, April 11, 1999 (online) diakses 30 Agustus 2004( http://www.e-m-h.org/FaLo99b.pdf ) (d) Ragnar Nurkse, “Memahami Kemiskinan” online ( http://www.kimpraswil.go.id/publik/P2KP/Des/memahami99.html) diakses, 25 Agustus 2004 (e) The NAIRU: Non-accelerating Inflation Rate of Unemployment, Juli 19, 2002, Semi-Daily JournalBrad Delong’s, diakses sumber acuan Setember 2004( http://econ161.bekerley.edu/movable_type/archives/000382.html) – DAFTAR PUSTAKA Isi Daftar pustaka berisi sumber-sumber yang dipergunakan untuk penulisan Skripsi.

Susunan Daftar pustaka di susun menurut abjad nama pengarang, yang dapat ditulis nama orang, lembaga, badan sumber acuan lainnya. Bentuk Bentuk susunan dalam daftar pustaka dapat disusun seperti berikut : 1) Nama pengarang asing dimulai dengan nama akhirnya, sedang pengarang lokal ditulis tetap.

2) Nomor halaman tidak perlu dicantumkan. 3) Nama pengarang mulai diketik pada margin kiri, sedangkan baris kedua dan selanjutnya diketik empat ketukan dari margin kiri dengan jarak pengetikan satu spasi. Antara sumber yang satu dengan sumber berikutnya berjarak dua spasi. Contoh : Daftar Pustaka Azumi, K and J.

Hage, Organization Systems, A Text Reader Inc Sociology Of Organization, D. C. Heath dan Company, London, 1980.Burns, T dan Stalker, G. M., The Management Of Innovation, Tavistock, London, 1984. Clothier, Peter J., (1991), Meraup Uang Dengan Multi-Level Sumber acuan : Pedoman Praktis Menuju Network Selling Yang Sukses, Terjemahan : T.

Hermaya, Cetakan Ketiga, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1992.Etziomi, Amitai, (1991), Dimensi Moral Menuju Ilmu Ekonomi Baru, Terjemahan : Tjun Surjaman, Cetakan Pertama, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 1992. Farmer, J. Doyne and Lo, Andrew W. 1999, Frontiers of Finance: Evolution and Efficient Markets, online diakses 9 September 2004 ( http://www.e-m-h.org/FaLo99b.pdf) Hadipranoto, Arsip, F., Kohesifitas Kelompok Sebagai Indikator Dasar Kekuatan Koperasi, Badan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1988.Kerlinger, Fred N, (1989), Asas-asas Penelitian Behavioral, Terjemahan : Landung M.

Simatupang, edisi ketiga, Gajah Mada University Press, Yogyakarta, 1990. Littauer, Florence, (1994), Personality Plus, Terjemahan : Anton Adiwiyoto, Binarupa Aksara, Jakarta, 1995. Maulana, A., Sistem Pengendalian Managemen, Cetakan Pertama, Bina Aksara, Jakarta, 1989. Naisbitt, John, (1991), Global Paradox, Terjemahan : Budijanto, cetakan Pertama, Binarupa Aksara, Jakarta, 1994.Ohmae, Kenchi, (1991), Dunia Tanpa Batas, Terjemahan : FX.

Budiyanto, cetakan pertama, Binarupa Aksara, Jakarta, 1991. Santoso ,Singgih; Tjiptono, Fandy (2002) Riset Pemasaran: Konsep dan Aplikasi dengan SPSS, cetakan kedua, PT Gramedia, Jakarta Sugiyono (2003), Metode Penelitian Bisnis, cetakan kelima, CV Alfabeta, BandungWee Chow Hou, Lee Khai Sheang, Bambang Walujo Hidayat, (1991) Sun Tzu Perang dan Manajemen, Diterjemahkan : Soesanto Boedidharmo, cetakan Kedua, PT.

Elex Media Komputindo, Jakarta, 1992. Daftar pustaka Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang benar-benar diacu dalam skripsi dan disusun sebagai berikut : 1. Ke bawah menurut abjad nama utama atau nama keluarga penulis pertama. 2. Ke kanan : a. Buku : penulis, sumber acuan. Judul buku, jilid, terbitan ke, halaman, nama penerbit dan kota. b. Majalah : penulis, tahun, judul tulisan, nama majalah (dengan singkatan resminya), julid dan halaman. DAFTAR PUSTAKA DAN DAFTAR ACUAN Daftar acuan berisi informasi yang diacu dari sumber lain yang dimanfaatkan dalam penelitian, dan dikutip baik esensinya maupun sumber acuan lengkapnya dalam teks penulisan tesis/disertasi atau laporan penelitian.

Penulis dari sumber informasi yang diacu ini harus tercatat dalam Daftar Acuan pada halaman terakhir dari penulisannya. Nah… daftar acuan ini hanya terdapat dalam laporan penelitian, skripsi, tesis maupun disertasi. Sedangkan Daftar Pustaka adalah daftar bacaan yang disarankan untuk dibaca dan tidak diacu dalam tulisan, baik dalam tesis/disertasi/laporan, tetapi sekedar untuk memperluas wawasan bagi mereka yang ingin mengetahuinya lebih lanjut. Daftar Pustaka tidak disarankan dalam penulisan laporan penelitian, skripsi, sumber acuan dan disertasi.

Maksudnya tentu agar penelitian, skripsi, tesis dan disertasi memanfaatkan sumber informasi yang telah ada atau penelitian yang telah dilakukan orang lain untuk dikembangkan sebagai inspirasi penelitian baru atau membangun suatu informasi baru.

sumber acuan

Nah, sekarang yang ingin saya soroti dalam tulisan ini adalah cara menulis daftar pustaka, dan saya harap tulisan ini dapat membantu pembaca (yah.semoga saja,soalnya blog saya blm terlalu terkenal). Saya sering bingung jika menulis daftar pustaka yang sumbernya macem2. K’lo buku mendinglah. Tapi klo itu surat kabar, web, ato bahkan kaset rekaman…Gimana coba???

Tanggal 13 ato 14 yang lalu (klo ga salah), saya jalan2 ke perpus pusat ITB. Biasa, ngisi waktu luang daripada liburan maen game terus di rumah. Saya baca2 buku favorit:tentang sejarah2 gitu pokonya, terus lewat di depan rak bagian literatur,writing, dan sebagainya.

Akhirnya terlihatlah buku “ College Writing Skills with Readings“, 5th Ed.Karya John Langan (sampulnya kaya di atas). Dari penerbitnya, McGraw-Hill, udah keliatan k’lo bukunya pasti bagus.

Dan emang bagus ternyata! (FYI: buku ini jumlahnya terbatas–ya iyalah–tapi baru semua, letaknya di perpus pusat ITB lt.4) Di sana dijelasin banyak banget tentang aturan2 menulis, termasuk ini. Ok, langsung aja ya saya jelasin satu-satu: 1. Buku dengan satu pengarang: Goodwin, Doris Kearns. No Ordinary Time. New York: Simon and Sumber acuan, 1994. ingat, nama akhir penulis ditulis duluan 2.

Jika penulis tersebut mengarang buku lain —. Wait Till Next Year. New York: Simon and Schuster, 1994. nah, klo kaya gini kita ga usah nulis nama penulisnya lagi (Doris Kearns Goodwin itu) cukup kasih strip 3x 3.

Jika penulis buku lebih dari satu orang Simon, David, and Edward Burns. The Corner. New York: Broadway Books, 1997. semua nama pengarang ditulis, tapi yang dibalik cuma nama pengarang pertama aja 4. Artikel majalah Cowley, Geoffrey. “New Hope for Alzheimer’s.” Newsweek 31 Jan. 2000: 46-51. angka-angka terakhir di paling belakang sumber acuan menunjukkan halaman si artikel berada pada majalah Newsweek 5. Artikel surat kabar Farrel, Greg.

“Online Time Soars at Office.” USA Today 18 Feb. 2000: A1-2. A1-2 menandakan halaman 1 dan 2 dari bagian A di koran USA Today 6. Editorial “Confronting an Unfair Census.” Editorial. New York Times 30 Nov.

1998: A24. jangan lupa menambahkan tulisan “Editorial” setelah judul artikel, seperti di atas 7. Selection in an Edited Collection McClane, Kenneth A.

“A Death in the Family.” Bearing Witness. Ed. Henry Louise Gates, Jr. New York: Pantheon, 1991. 96-102. oia, klo kita nulis daftar pustaka/ works cited yang cukup panjang seperti di atas, bisa dibuat dua baris tapi baris keduanya lebih menjorok ke dalam 8.

Revisi atau edisi selanjutnya Myers, David G. Social Psychology. 6th ed. New York: McGraw-Hill, 1999. singkatan Rev.ed., 2nd ed., 3rd ed., dll. ditempatkan tepat di sebelah sumber acuan judul 9. Chapter atau Section dalam sebuah buku oleh seorang pengarang Schor, Juliet B. “The Visible Lifestyle: American Sumber acuan of Status.” The Overspent American. New York: Basic Books, 1998. 43-64. buat model2 kaya gini (yang artikelnya bagian dari buku/majalah/koran), yang diberi garis bawah adalah buku/majalah/korannya 10.

Pamflet 1998 Heart and Stroke Facts. New York: American Heart Association, 1998. Berani Mengenalkan Sunda Kita. Bandung: Lingkung Seni Sunda ITB, 2008. 11. Film American History X. Dir. Tony Kaye. New Line Cinema, 1998. 12. Program televisi “Smoke Screen.” 60 Minutes.

Narr. Lesley Stahl. Prod. Rome Hartman. CBS. 11 Nov. 1998. 13. Sound recording Diamond, Neil. “Yesterday’s Song.” In My Lifetime. Sony Music, 1996. 14. Videocassette “Cedric’s Journey.” Nightline.

Narr. Ted Koppel. ABC. WABC, New York. 24 June 1998. Videocassette. ABC/FDCH, 1998. 15. Wawancara perseorangan McClintock, Ann. Personal interview. 20 July 1999. Popong, Ceu. Wawancara pribadi. 2 April 2008. 16. Sumber online dengan referensi dari database tertentu “Organ Transplants.” Sumber acuan Online. Vers. 98.10.1. Nov. 1998. Encylopaedia Britannica. 1 Dec. 2003. tanggal pertama menunjukkan kapan artikel di publish/post/edit secara elektronik, sedangkan tanggal kedua menunjukkan kapan artikel tersebut di akses oleh kita 17.

Artikel online Woodward, Kenneth L. sumber acuan, Sin, and Salvation.” Newsweek Online 2 Nov. 1998. 6 Nov. 1998. biasanya klo saya ngambil artikel dari internet langsung di copas aja tuh www….bla.bla-nya, ga dikasih tambahan keterangan kaya di atas Yup, kurang lebih itulah model2 yang bisa digunakan dalam menulis daftar pustaka.

Lumayan kan buat bahan persiapan bikin TA, tugas besar, dan lain sebagainya. Tapi masih ada nih yang mengganjel, klo di BI kan diajarin nulis dafpus itu: Ghani, Hamid. 2008. Cara Bermain Bola. Bandung: Pelita Press. nah, beda kan dari tata letak tahun dan style judul nya??Harus ditanyain ke yg lebih ahli nih… SUMBER: 1.

http://semangatyanghidup.blogspot.com/ 2. http://blog.rosihanari.net/ 3. http://mariaulfah15.multiply.com/ Search for: • Recent Posts • Hello world! • CONTOH PENELITIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN • CONTOH PENELITIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN • CONTOH SKRIPSI Sumber acuan • CONTOH JUDUL SKRIPSI KESEHATAN, KESMAS, KEDOKTERAN, KEPERAWATAN, KEBIDANAN • Archives • December 2010 • August 2010 sumber acuan December 2009 • Categories • contoh makalah ekonomi • HPT • ilmu kependidikan • judul-judul penelitian • KUMPULAN-ABSTRAK-SKRIPSI-ILMU PANGAN - PROFIL VEDCA KAMPUSKU • skripsi akbid • skripsi akper • skripsi kebidanan • skripsi kedokteran • skripsi keperawatan • skripsi kesmas • skripsi pengawasan pangan • Uncategorized • Sumber acuan • Register • Log in • Entries feed • Comments feed • WordPress.com • Blog Stats • 266,737 visitors Karya tari yang berkualiatas dan dapat dipertanggung jawabkan dikalangan akademik harus didasari dengan keterampilan dalam proses kreatif, lewat kerja studio dan didukung dengan penguasaan konsep serta referensi.

Tinjauan sumber acuan dalam proes penciptaan karya adalah sesuatu yang penting. Tinjauan sumber acuan digunakan sebagai pengetahuan, sumber inspirasi, serta pendukung konsep garapan dalam proses kreatif. Tinjauan sumber acuan yang dapat digunakan dalam pembuatan karya dapat berupa sumber tertulis, lisan, dan sumber video. 1. Sumber tertulis Y. Sumandyo Hadi, Aspek-aspek Dasar Koreografi Kelompok.

sumber acuan

Manthili. 1996. Yogyakarta, koreografi kelompok adalah koreografi yang ditarikan lebih dari satu penari. Buku ini selain menjelaskan tentang tari kelompok, juga menjelaskan pembagian komposisi seperti focus on two point, focus on three point dan seterusnya, pertimbangan jumlah penari, jenis kelamin, postur tubuh, dan lain sebagainya. Hal-hal yang berkaitan dengan koreografi kelompok dijelaskan dalam buku ini sehingga sangat memberikan kontribusi kepada karya tari Kicak Shrogol, dimana penggunakan dua puluh lima dengan tipe studi dapat menghasilkan komposisi yang beraneka ragam, sehingga dalam proses penggarapan harus lebih teliti, kreatif dan inovatif dalam mengkomposisikannya.

Pemilihan jenis kelamin yang berbeda, dikarenakan keinginan penata untuk memunculkan inovasi-inovasi baru pada Tari Sumber acuan.

Sumaryono, Ragam Seni Pertunjukkan Tradisional,UPTD Taman Budaya. 2012. Dalam buku ini dijelaskan tentang jenis-jenis seni pertunjukkan tradisional, termasuk juga kesenian kerakyatan. Pada proses penciptaan tari yang diciptakan, lebih berkonsentrasi pada kesenian atau tari kerakyatan, sehingga buku Sumaryono membantu untuk mengetahui dinamika dan perkembangan kesenian tradisional maupun kerakyatan, kesenian kerakyatan salah satunya adalah Tari Angguk dengan pengembangannya.

Buku Hendro Martono, Sekelumit Ruang Pentas Modern dan Tradisi, 2008, Cipta Media. Menjelaskan tentang ruang pentas yang konvensional serta sumber acuan sejarah proscenium stage dalam seni pertunjukan. Karya tari yang diciptakan dipentaskan di proscenium stage dan menggunakan setting panggung yaitu tikar anyam, sehingga buku ini memberikan kontribusi maupun membantu dalam mengetahui ruang pentas dalam proscenium stage dan titik kuat serta titik lemah dalam sumber acuan stage sehubungan dengan kebutuhan komposisi.

Y. Sumandyo Hadi, Koreografi bentuk-teknik-isi. Cipta Media. 2014. Yogyakarta. Buku ini sangat memberikan kontribusi kepada karya Kicak Shrogol yang lebih berkonsentrasi pada pengembangan empat motif gerak sehingga tipe tari yang digunakan adalah studi, lebih fokus pada pengolahan bentuk gerak-tehnik-isi dan makna yang ingin disampaikan dapat diserap oleh penonton.

Jacqueline Smith, Dance Composition Guide for Teachers yang diterjemahkan oleh Ben suharto menjadi Komposisi Tari sebuah Petunjuk Praktis bagi Guru, Ikalasti. 1985, Yogyakarta.

Buku ini berisi tentang langkah-langkah penciptaan tari. Metode kontruksi I sampai kontruksi V sangat membantu koreografer dalam menciptakan tari, pada kontruksi I dijelaskan tentang rangsang, tipe tari dan 16 cara penyajian. Rangsang bagi komposisi tari dapat berupa auditif, visual, gagasan, rabaan dan kinestetik. Pada karya tari ini berawal dari melihat dan melakukkan gerak tari angguk. Pada tarian tersebut terdapat motif yang menarik perhatian penata, dan motif tersebut menjadi ciri khas gerak Tari Angguk.

Ketika melihat dan memperhatikan beberapa motif gerak dalam tarian tersebut, maka muncul ide dan inspirasi untuk menciptakan karya tari yang berawal dari rangsang visual dengan tipe tari studi serta tipe penyajian simbolis representasional.

Metode kontruksi II membantu dalam tahapan saat mengembangkan motif mulai dari eksplorasi hingga komposisi. Metode Kontruksi III menjelaskan aspek waktu dan ruang sehingga membantu dalam mengembangkan variasi waktu dan ruang (arah hadap). Metode kontruksi IV memberi arahan dalam pengorganisasian bentuk waktu dan tenaga dalam hubungannya dengan setiap gerak.

Selanjutnya metode kontruksi V menjelaskan tentang pengulangan gerak dapat dihadirkan kembali. 2. Sumber Lisan Surajiyo selaku pimpinan Sanggar Tari Angguk Sri Panglaras. Sripanglaras adalah salah satu sanggar tari Angguk yang terdapat di daerah Hargomulyo, Kokap, Kulonprogo. Surajiyo menjelaskan tentang perkembangan tari Angguk putra dan putri. Menjelaskan musik pengiring, lagu, pantun, dan syair yang digunakan pada Tari Angguk. (Wawancara : Jumat, 1 Agustus 2014, pukul 19.00WIB) Sri Wuryanti selaku penari Tari Angguk putri.

Menjelaskan tentang eksistensi Tari Angguk putri dan menjelaskan motif gerak yang terdapat pada Tari Angguk. (Wawancara : Jumat, 20 Maret 2015, pukul 16.00 WIB) Muhdiyanto selaku penari Angguk putra. Menjelaskan tentang sumber acuan ritual, perkembangan dan latar belakang Tari Angguk putra.

( Wawancara : Sabtu, 07 Februari 2015,pukul 19.00WIB) Wawancara dengan Umiyati selaku penari Angguk putri Sri Lestari. Sri Lestari adalah salah satu organisasi tari Angguk yang terdapat di daerah Hargomulyo, akan tetapi organisasi ini sudah dibubarkan pada tahun 2001. Beliau menjelaskan pengalaman dan perjalanan tarinya pada kesenian Angguk, dari awal ia belajar sampai saat ini, serta menjelaskan apa yang dirasakan dengan perkembangan tari Angguk hingga saat ini.

Senin, 18 Mei 2015, 22.00 WIB. 3. Sumber Acuan Audiovisual Http://www.youtube.com/, diakses pada tanggal 1 Februari 2015, pukul 18.00 WIB. Dalam sumber acuan banyak ditemukan beberapa acuan berupa video tentang tari kerakyatan maupun karya tari yang tidak menggunakan setting dan properti yang dipentaskan di proscenium stage. Koreografer menemukan beberapa karya tari kerakyatan antara lain Tari Angguk Tempel “Suko Budaya”. Video ini memberikan pengalaman dalam mengkomposisikan tari kerakyatan dengan jumlah penari yang cukup banyak.

Ngirig adalah judul Tari Dolalak kreasi baru dalam acara Malam Anugrah Parade Tari Nusantara kontingen jawa tengah. Karya tari Ngirig menjadi referensi karya tari Kicak Shrogol. Karya tari Ngirig memberikan pembelajaran dalam memecah fokus penari terutama pada permainan pola lantai. Melalui dua karya tari tersebut, dapat dijadikan sebuah referensi bagi koreografer untuk menciptakan karya tari yang inovatif yang berpijak pada tari kerakyatan.

Video tari kerakyatan 18 yang terdapat adegan trance menjadi referensi dan esensi enjoy serta gerak yang dilakukan secara berulang-ulang merangsang ide kreatif pada karya tari Kicak Shrogol. Penata sangat tertarik dengan gerak-gerak pengulangan yang dilakukan secara rampak. Video Tari Tumbuh Membar Jaklado, karya Sumber acuan Permata Sari, Yogyakarta: 2014. Pada karya ini diharapkan penata mendapat sebuah pengalaman tentang menciptakan tari dengan mengembangkan gerak tradisi serta melibatkan banyak penari.

Karya tari Tumbuh Membar Jaklado memberi pengalaman dalam mengemas sebuah karya tari, karena karya tari ini memiliki variasi pola lantai yang banyak, menarik, serta inovatif. Selain itu judul karya yang unik juga memberikan inspirasi bagi karya Kicak Shrogol yaitu menggabungkan suku kata dari motif-motif yang dikembangkan sehingga melahirkan kosa kata baru.

Video tari, Kenez karya Puput Ratri Widayani, Yogyakarta: 2012. Karya tari ini dapat memicu penata tentang menciptakan tari dengan mengembangkan gerak tradisi serta pengembangan gerak - gerak Tari Angguk. Karya tari Kenez memberi pengalaman dalam mengemas sebuah karya tari kerakyatan yaitu memiliki variasi gerak pengembangan dari motif-motif gerak Tari Angguk yang dipadukan dengan motif – motif gerak tari kasik gaya yogyakarta, sehingga ketika penari melakukan motif gerak yang terdapat pada karya tari Kenez terlihat sangat luwes.

Video tari Kelebon karya Aprilia Wedaringtyas, Yogyakarta: 2015. Pada karya ini diharapkan koreografer mendapat sebuah pengalaman tentang menciptakan tari dengan mengembangkan gerak tradisi serta melibatkan banyak penari. Karya tari Kelebon memberi pengalaman dalam mengemas sebuah karya tari yaitu Angguk, karena karya tari ini memiliki variasi pola lantai dan pengembangan gerak-gerak tari Angguk.

Beberapa poin yang masih harus diperhatikan pada karya ini yaitu detail gerak yang masih kurang, pengembangan motif yang kurang variatif, busana yang digunakan kurang menguntungkan, serta dinamika musik pengiring masih perlu diolah kembali. Pada karya Kicak Shrogol, koreografer lebih berfokus terhadap kekurangan yang ada pada karya Kelebon dengan pengembangan empat motif gerak dan beberapa sajian yang berbeda dari segi musik maupun busana Karya tari Angguk Kenya Rinengga karya Gandung Djatmiko,Yogyakarta: 1991.

Motif gerak pada karya tari ini terinspirasi dari motif-motif gerak tari Angguk putra. Busana yang digunakan tetap menggunakan esensi dari busana tari Angguk sumber acuan asli akan tetapi warna yang digunakan berbeda. Musik pengiring hampir sama, yang membedakan adalah pada syair yang sudah dikembangkan. Angguk Kenya Rinengga, sangat memberikan apresiasi serta sumber acuan dalam menciptakan dan mengembangkan motif gerak tari Angguk, dan menjadi satu kemasan karya seni yang menarik serta inovatif.

Vidio tari Oleg dari Provinsi Bali yang ditarikan oleh Kadek Ayu Era Pinatih. Pada tari ini terdapat motif gerak yang disebut ngeseh. Gerak vibrasi yang dilakukan pada bahu dan tubuh saat posisi duduk menjadi inspirasi dalam pengembangan motif gerak kirig baik segi waktu dan aksen yang dilakukan.

sumber acuan

Video Falling Angels karya Netherland Dance Theatre juga menjadi referensi karya tari ini. Karya tari Falling Angles memberi pembelajaran dalam memecah 20 fokus penari.

Selain memecah fokus penari, karya tari ini juga memberi pembelajaran dalam permainan lighting, sehingga dengan adanya video ini koreografer lebih kreatif ketika penggarapan karya tari Kicak Shrogol.
Pengertian acuan adalah: Subjek Definisi Teknik Sipil ? acuan (bekisting) : adalah suatu sarana pembantu struktur beton untuk pencetak beton sesuai dengan ukuran, bentuk, rupa ataupun posisi yang direncanakan Kamus Definisi Bahasa Indonesia (KBBI) ? acuan : acu.an [n] cetakan (kue, peluru, dsb) [n] (1) rujukan; referensi; (2) pola dasar penafsiran yang ditetapkan terlebih dahulu Malaysia (Dewan) ?

acuan 1. : bekas yg mempunyai bentuk tertentu utk dituangkan sesuatu bahan cecair: ~ kuih; ~ agar-agar; ~ peluru; 2. : alat (spt kerangka, pemidang, dsb) utk sesuatu: ~ sepatu; 3.

: ki sesuatu yg dapat membentuk atau mencorakkan sesuatu: proses pembesaran kanak-kanak akan menjadi ~ kpd sikap sebenar yg akan diwarisi; ~ kalimat pola kalimat. Definisi ?

Sinonim acuan n 1 referensi, rujukan, tumpuan; 2 anteseden, anutan, arketipe, cermin, ideal, kaca, model, teladan ; 2 acuan n cetakan, contoh, kelebut, pola, teladan, tuangan Glosarium.org versi April 2019 ✰ Glosarium.org adalah website belajar online. tentang Glosarium kamus kosa kata bebas yang dimuat dari banyak sumber dan referensi di internet. ✰ Berdasarkan kategori bidang khusus dan mata pelajaran.

✰ Referensi rata-rata minimal 2 bidang/mata pelajaran per kata. ✰ Lengkap lebih dari 200+ bidang dan mata pelajaran ada di Glosarium.org ✰ Tanpa website mirror/kloningan ampas ✰ AMP, akses glosarium.org lewat Google Search mobile lebih cepat. ✰ Konten berorientasi manusia, mendahulukan penyampaian maksud yg dapat dimengerti manusia daripada mesin pencari. ✰ 2021, glosarium.org 3x lebih cepat. Artikel ini didasari oleh seringnya saya jumpai mahasiswa yang salah dalam menuliskan daftar referensi atau acuan dalam skripsi atau laporan ilmiah.

Eh… yang benar tuh daftar referensi/acuan atau daftar pustaka ya? sama nggak ya kedua istilah tersebut? jangan-jangan… keduanya beda.

Hayoo sama nggak? Dulu saya sendiri menganggapnya sama. Tetapi setelah saya coba cari-cari di internet mengenai kedua hal tersebut, ternyata… keduanya beda. Daftar acuan berisi informasi yang diacu dari sumber lain yang dimanfaatkan dalam penelitian, dan dikutip baik esensinya maupun statement lengkapnya dalam teks penulisan tesis/disertasi atau laporan penelitian.

Penulis dari sumber informasi yang diacu ini harus tercatat dalam Daftar Acuan pada halaman terakhir dari penulisannya. Nah… daftar acuan ini hanya terdapat dalam laporan penelitian, skripsi, tesis maupun disertasi.

Sedangkan Daftar Pustaka adalah daftar bacaan yang disarankan untuk dibaca dan tidak diacu dalam tulisan, baik dalam tesis/disertasi/laporan, tetapi sekedar untuk memperluas wawasan bagi mereka yang ingin mengetahuinya lebih lanjut.

Daftar Pustaka tidak disarankan dalam penulisan laporan penelitian, skripsi, tesis dan disertasi. Maksudnya tentu agar penelitian, skripsi, tesis dan disertasi memanfaatkan sumber informasi yang telah ada atau penelitian yang telah dilakukan orang lain untuk dikembangkan sebagai inspirasi penelitian baru atau sumber acuan suatu informasi baru.

Kedua statement di atas saya ambil dari apa yang ditulis oleh Jacub Rais (Anggota Dewan Riset Nasional). Tulisannya dapat dibuka melalui situs http://mit.biotrop.org OK setelah kita tahu keduanya ternyata beda, sekarang kita tinjau bagaimana cara menulis daftar acuan yang benar sesuai dengan aturan atau format ilmiah? Tentu kita tahu bahwa sumber referensi yang dapat dijadikan sebagai acuan kita dalam menuliskan laporan penelitian, skripsi, tesis maupun disertasi sangat banyak.

Bisa berasal dari jurnal ilmiah, internet, email, sumber acuan di koran dan majalah, dokumen resmi, makalah seminar dll, yang masing-masing sumber memiliki aturan yang berbeda dalam penulisannya dalam daftar acuan.

Berikut ini beberapa contoh penulisan daftar acuan yang baku dari berbagai sumber referensi Buku: AndersonD.W., Vault, V.D. & Dickson, C.E. 1999. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency Based Teacher Education. Berkeley: McCutchan Publishing Co. Buku kumpulan artikel: Saukah, A. & Waseso, M.G. (Eds.). 2002. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah (Edisi ke-4, cetakan ke-1).

Malang: UM Press. Artikel dalam buku kumpulan artikel: Russel, T. 1998. An Alternative Conception: Representing Representation. Dalam P.J. Black & A. Lucas (Eds.), Children’s Informal Ideas in Science (hlm. 62-84). London: Routledge. Artikel dalam jurnal atau majalah: Kansil, C.L. 2002. Orientasi Baru Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesional dalam Memenuhi Kebutuhan Dunia Industri. TransporXX (4): 57-61. Proceeding Konferensi atau Simposium Australian Association of Social Workers.

1969. Social issues of today. Proceedings of the Australian Association of Social Workers’ 11th Annual Conference. Hobart, Australia. pp 17-34 Artikel dalam koran: Pitunov, B. 13 Desember, 2002. Sekolah Unggulan ataukah Sekolah Pengunggulan? Majapahit Poshlm. 4 & 11.

Tulisan/berita dalam koran (tanpa nama pengarang): Jawa Pos. 22 April, 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3. Dokumen resmi: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Depdikbud. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional.1990.

Jakarta: PT Armas Duta Jaya. Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Keppres Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara RI Tahun 1992, No. 115. Sekretariat Negara. Jakarta. Buku terjemahan: Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. 1976. Pengantar Penelitian Pendidikan.

Terjemahan oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional. Ensiklopedia, Kamus Stafford-Clark, D. 1978. Mental disorders and their treatment. The New Encyclopedia Britannica.

Encyclopedia Britannica. 23: 956-975. Chicago, USA. Echols, J.M. dan Shadily, H. (Eds). 1989. Kamus Inggris – Indonesia. PT Gramedia. Jakarta. Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian: Kuncoro, T.

1996. Pengembangan Kurikulum Pelatihan Magang di STM Nasional Malang Jurusan Bangunan, Program Studi Bangunan Gedung: Suatu Studi Berdasarkan Kebutuhan Dunia Usaha Jasa Konstruksi. Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP MALANG. Makalah seminar, lokakarya, penataran: Waseso, M.G. 2001. Isi dan Format Jurnal Ilmiah. Makalah disajikan dalam Seminar Lokakarya Penulisan Artikel dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah, Universitas Lambungmangkurat, Banjarmasin9-11 Sumber acuan.

Internet (karya individual): Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-1995: The Calm before the Storm(Online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.htmldiakses 12 Juni 1996). Internet (artikel dalam jurnal online): Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan. (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.malang.ac.iddiakses 20 Januari 2000). Internet (forum diskusi online): Wilson, D.

20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List(Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edudiakses 22 November 1995). Internet (e-mail pribadi): Naga, D.S. (ikip-jkt@indo.net.id ). 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP. E-mail kepada Ali Saukah (jippsi@mlg.ywcn.or.id ). Kaset Video Burke, J. 1978. Distant Voices, BBC VideocasetteLondon, UK. 45 mins. Film (Movie) Oldfield, B. (Producer) 1977. On the edge of the forest.

Tasmanian Film Corporation. Hobart, Austraalia. 30 mins. Slides (Kumpulan Slides) Reidy, J.F. 1987. The Thorax Slides. Grave Medical Audiovisual Library. Chelmsford, UK. 54 mins. Trackback from your site. Artikel • Failover Mikrotik dengan 2 Koneksi • Urutan penghitungan matematika • Database Desktop pada Delphi 2010 • Macam-macam Protokol dan Fungsinya di Jaringan Komputer • Cara Setting DNS/NameServer Permanent di Ubuntu Server • Perbedaan pada Jurusan IT • Penanganan string pada PHP dengan explode dan implode • Install dan Konfigurasi CentOS 7 pada Raspberry Pi 3 • Mematikan Windows Update • Alasan migrasi ke MariaDB Terbaru • Change permissions for a folder and its subfolders/files in one step • Sinkronkan Atom Editor di beberapa PC (via Dropbox) • Cara Menemukan Alamat IP Publik Saya Dari Command Line di Linux/Mac • Mengedit variabel PATH di Catalina Mac OSX • FIX: We Couldn’t Create A New Partition Or Locate An Existing One
Sistem kami menemukan sumber acuan jawaban utk pertanyaan TTS sumber acuan.

Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Gunakan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?B
Bagi kamu yang sering menulis atau mengerjakan suatu tugas, baik artikel ilmiah maupun artikel bebas dengan berbagai sumber, tentunya sumber acuan asing dengan referensi.

Keberadaan referensi sebagai salah satu pokok atau landasan dari penulisan artikel maupun karya ilmiah sudah tak diragukan lagi. Sebabnya, dalam sebuah kegiatan menulis, kita perlu memperkuat argumen atau asumsi dengan beberapa pendapat dari berbagai sumber valid. Sumber-sumber dengan validasi tertentu itulah yang lantas disebut referensi.

Nah, untuk lebih memahami tentang apa itu “referensi” secara lebih lengkap, mari kita simak ulasan singkatnya berikut ini. Baca juga: Turnitin adalah: Pengertian, fungsi, dan 4 tips lolos pengujiannya Apa itu referensi? Referensi merupakan sumber acuan atau rujukan dalam proses penulisan karya tulis (Sumber: Pexels) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, lema referensi diartikan sebagai sumber acuan.

rujukan, atau sumber petunjuk. Dalam suatu kegiatan menulis atau mempelajari sesuatu, referensi dipakai sebagai sumber yang diacu untuk menambah wawasan dan sudut pandang seseorang. Selain itu, Merriam Sumber acuan Dictionary mendefinisikan referensi sebagai tindakan merujuk atau berkonsultasi yang mengacu pada sesuatu atau sumber informasi lain seperti buku atau orang lain. Referensi juga disebut sebagai sumber informasi atau sebuah karya yang berisi fakta atau informasi berguna.

Sedangkan, menurut Cambridge Dictionary, referensi sebagai seorang penulis, atau buku, artikel dan lainnya yang disebutkan dalam sebuah tulisan. Referensi menurut Cambridge Dictionary akan menunjukkan pada kita tentang di mana informasi tertentu ditemukan.

Secara umum referensi dapat didefinisikan sebagai rujukan terhadap suatu objek, konsep atau gagasan yang diucapkan atau disebutkan dalam konteks lain untuk mendukung konteks atau hipotesis terkini. Hal ini juga berlaku pada referensi yang berarti sebuah rujukan lebih bersifat teknis dan spesifik. Referensi juga dapat berarti kutipan dan sumber informasi yang tercantum sumber acuan setiap karya tulis baik jurnal, buku, artikel, dan esai.

Seseorang yang menggunakan referensi akan menggunakannya dengan penyesuaian konteks. Baca juga: 7 Tips menjadi freelance writer dengan banyak proyek Tujuan membuat referensi Referensi dibuat untuk memberi informasi dan memperkuat asumsi dengan sumber terdahulu (Sumber: Pexels) Jika dikaji secara umum, penggunaan referensi dalam penulisan bertujuan untuk memperkaya sudut pandang akan sebuah informasi atau konteks ide yang sedang ditulis. Referensi bertujuan untuk membuat suatu tulisan atau penulis mendapatkan pembanding atau sumber untuk sumber acuan sebuah karya tulis yang relevan dan tidak terlampau bias atau subjektif.

Di samping itu, penulisan atau pembuatan referensi dalam suatu karya tulis juga memiliki tujuan-tujuan penting yang antara lain adalah sebagai berikut, • Menunjukkan bagian tulisan yang diambil dari acuan sumber tertentu • Menghindari praktik plagiat • Membantu pembaca untuk mencari sumber rujukan yang dipakai • Memberi penghargaan pada penulis lain yang dijadikan sumber acuan referensi 4 Sumber referensi Buku merupakan salah satu referensi paling umum dipakai (Sumber: Pexels) Sebagai acuan dalam menulis, referensi dapat diambil dari beberapa karya tulis yang tentunya telah tervalidasi sebagai sumber.

Referensi sebaiknya diambil dari dokumen karya tulis dengan keabsahan tinggi setelah melewati proses penyuntingan atau kurasi tertentu.

Berikut ini adalah empat sumber referensi yang umum dipakai dalam kegiatan menulis. 1. Buku Buku merupakan referensi paling umum yang dipakai dalam proses kepenulisan maupun pengajaran dalam institusi pendidikan. Umumnya, buku telah melewati proses penyuntingan sebelum diterbitkan, sehingga konten dan isinya juga telah tervalidasi secara khusus. Sumber acuan yang patut dijadikan referensi dapat ditentukan berdasarkan kepentingan penulis, baik itu fiksi maupun non-fiksi.

Buku non fiksi lebih sering dijadikan referensi karena sifatnya yang berisi fakta dan analisis tertentu. Sedangkan buku fiksi umumnya digunakan sebagai referensi dalam tulisan bersifat artikel bebas, sastra atau kritik sastra.

Kita bisa menggunakan buku sebagai referensi dengan menuliskan nama pengarang; tahun terbit; judul buku; penerbit dan tempat terbitnya di bagian daftar pustaka maupun sebagai catatan kaki. Baca juga: Cara menjadi UX Writer yang mumpuni 2. Surat kabar atau majalah Berita dan artikel teraktual dari surat kabar dan majalah dapat dijadikan referensi (Sumber: Pexels) Surat kabar dan majalah merupakan sumber rujukan atau referensi yang paling aktual dan sesuai dengan tanggal kejadian.

Berita atau tulisan yang ada dalam surat kabar dan majalah umumnya juga telah terkurasi dan melewati proses penyuntingan sehingga validasinya terpenuhi. Surat kabar menyajikan berita, kabar teraktual, maupun opini publik terhadap suatu konteks tertentu. Konten dalam surat kabar dapat dijadikan referensi dalam mendukung proses penulisan artikel maupun karya ilmiah yang memang membutuhkan acuan fakta aktual dari waktu ke waktu seperti analisis berita politik, kasus hukum, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, sumber acuan yang terbit berkala juga umumnya memuat artikel panjang terkait beberapa tema tertentu. Majalah pun terbit dengan berbagai ciri khas atau pembawaan khususnya masing-masing. Majalah-majalah dengan tema sains dapat dijadikan rujukan karena umumnya berisi sebuah artikel hasil dari kerja lapangan atau penelitian tertentu yang disajikan dengan bahasa sederhana dan menarik.

Kita bisa menuliskan rujukan dari surat kabar atau majalah dengan menuliskan nama penulis artikel; tahun terbit; judul artikel atau berita; nama surat kabar dan majalah beserta tahun terbit, volume, dan lain sebagainya. 3. Internet Mesin peramban di internet mempermudah pencarian referensi namun dengan telaah kredibel (Sumber: Pexels) Pencarian sumber rujukan atau referensi di era digital dipermudah oleh keberadaan internet.

Tidak dapat diragukan lagi bahwa internet amat mendukung tersebarnya informasi secara cepat, baik berita umum, artikel ilmiah, hingga buku sekalipun dapat ditemui dan diunduh dengan mudah dari internet. Meski begitu, sumber-sumber referensi dari internet perlu disaring dan ditelaah lebih lanjut keabsahannya. Gunakanlah situs yang berisi berita tervalidasi atau penyedia jurnal atau artikel ilmiah terverifikasi. Untuk sumber-sumber yang sumber acuan di internet, kita dapat menuliskan referensi secara lengkap sesuai nama penulis, judul artikel, dan lainnya ditambah dengan waktu unduk atau akses.

Hal ini dilakukan karena setiap konten di internet umumnya hanya dapat diakses ketika domain yang menyajikannya masih aktif, jika domain atau situs itu hilang maka kemungkinan besar artikel tadi juga ikut hilang. Itulah sebabnya diperlukan tambahan penulisan waktu akses. 4. Jurnal Jurnal ilmiah menjadi sumber sumber acuan paling valid karena terdapat peer review (Sumber: Pexels) Seperti yang telah disinggung sebelumnya, jurnal merupakan salah satu referensi dengan akurasi dan validasi yang tinggi.

Jurnal pada umumnya diterbitkan dalam beberapa volume per periode tahunnya. Jurnal juga memiliki proses penyuntingan atau disebut peer review khusus pada tiap tulisan atau artikel ilmiah yang dimuat di dalamnya.

Keberadaan peer review dalam proses kurasi dan seleksi artikel jurnal membuatnya seperti majalah ilmiah dengan kredibilitas tinggi. Jurnal juga terbit dengan judul atau tema-tema khusus sesuai hal bahasan artikel-artikel yang terbit di dalamnya. Untuk itu, jurnal akan lebih memudahkan setiap orang dalam pencarian referensi karena tinggal menyesuaikan tulisan dengan tema jurnal-jurnal yang relevan. Sama seperti majalah, penulisan referensi sumber dari jurnal ditulis dengan tambahan judul jurnal beserta nomor dan volumenya di bagian akhir.

Baca juga: 11 Cara menjadi Content Writer andal di perusahaan startup Jenis penulisan dan contoh referensi Terdapat 3 jenis penulisan referensi yakni, catatan kaki, kutipan, dan bibliografi. (Sumber: Pexels) Dalam proses penulisan referensi dapat dilakukan lewat beberapa cara.

Adapun beberapa cara yang umum dipakai adalah sebagai berikut: 1. Catatan kaki ( Footnotes) Catatan kaki umumnya dipakai dengan menuliskan sumber referensi di bagian footer dari halaman artikel/buku atau margin paling bawah dari suatu dokumen. Catatan kaki berfungsi untuk menunjukkan ketelitian penulis terhadap setiap kutipan yang ia pakai pada suatu halaman artikel ilmiah dan juga memudahkan pembaca untuk menemukan keterangan penjelas dalam sebuah paragraf atau halaman artikel.

Catatan kaki dapat ditulis dengan berbagai cara yang umumnya adalah sebagai berikut: • Ditulis sebagai footnotes dengan ukuran font lebih kecil • Berisi penjelasan atau keterangan dari kutipan utama di badan tulisan • Dituliskan sumber referensi dengan format nama pengarang; tahun; judul artikel/buku; penerbit dan tempat terbit; halaman buku yang dikutip Contoh penulisan catatan kaki adalah sebagai berikut, • Soemarwoto, Otto. 1992. Ekologi, Lingkungan Hidup, dan Pembangunan.

Jakarta: Djambatan, hlm. 231 • Hatta, Mohammad. 2002. Pengantar ke Jalan Ekonomi Sosiologi. Jakarta: Gunung Agung, hlm. 121-124. Hatta menjelaskan bahwa ekonomi kooperatif dijalankan dengan “.tujuan kemakmuran bersama dan kesejahteraan sosial masyarakat”, oleh karena itu ia mengusung telaah sosiologi pada ekonomi masyarakat yang dapat dibangun secara kolaboratif dan sinergis (hlm. 121). Praktik dari ekonomi sosial ini dapat dilakukan, salah satunya dengan cara membangun sistem perbankan mikro yang seluruh dana hingga tujuannya adalah menyejahterakan para anggotanya (hlm.

123). 2. Kutipan Kutipan merupakan jenis referensi dengan menyalin atau melakukan parafrase terhadap sumber (Sumber: Pexels) Kutipan merupakan jenis referensi yang ditulis dengan cara menyalin kalimat dari pendapat penulis lain atau ucapan lisan seseorang ahli dalam buku, artikel, jurnal, maupun karya tulis lainnya.

Kutipan digunakan untuk memperkuat argumen atau asumsi yang sedang dibangun oleh penulis dalam karya tulisnya. Sumber acuan yang dipakai dalam penulisan karya sumber acuan terdiri dari kutipan langsung dan tidak langsung.

sumber acuan

Kutipan langsung disalin sama persis dengan apa yang tertulis di sumber referensi dan umumnya ditulis dengan tanda kutip, font Italic, dan menjorok ke dalam alinea utama paragraf seperti berikut, “.pertukaran aspek kimiawi dalam udara kotor terjadi pada pagi hari ketika embun mengikat debu dan polutan.

Daun-daun jarum cemara udang (Casuarina equisetifolia sp.) akan bertindak memproduksi gutasi dan menangkap polutan dan debu tersebut dan perlahan menutup ruang gerak bagi polutan-polutan tersebut dalam jangka waktu tertentu di pagi hari” (Danarto, 2007: 237) Sedangkan, kutipan tidak langsung ditulis dengan menyadur atau melakukan parafrase pada sumber acuan utama.

Kutipan tidak langsung umumnya ditulis dengan bahasa penulis sendiri, meski ide utamanya berasal dari sumber referensi yang dipakai. Kutipan tidak langsung dapat berupa ringkasan atau sumber acuan ringkas (ikhtisar) dan ditulis secara utuh dan menyatu dengan paragraf tulisan.

Contohnya adalah sebagai berikut, Dalam penelitian ini saya ingin melakukan uji biokimia pada spesies cemara udang (Casuarina equisetifolia sp.) untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi gutasi daun cemara udang terhadap polutan dan debu pada pagi hari (Danarto, 2007: 237). Praktik uji biokimia akan dilakukan pada pukul 04.00 hingga 06.00 untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Baca sumber acuan Content Writer, ini 7 aplikasi menulis terbaik di tahun 2021 3.

Bibliografi Bibliografi atau daftar pustaka menurut KBBI merupakan daftar buku atau karangan yang merupakan sumber rujukan dari sebuah tulisan atau karangan atau daftar tentang suatu subjek ilmu.

Bibliografi dapat berfungsi untuk mendeskripsikan keterangan umum dari sumber referensi yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Adapun beberapa jenis penulisan bibliografi atau sitasi yang dikenal dalam ranah ilmiah adalah sebagai berikut, • American Psychological Association (APA) Conrad, A.G.

(2001). The Purpose sumber acuan Ecological Adaptation. Journal of Nature, 26 (Vol.2), 537-545 Salim, Emil and Olla Ullstein (1999). Our Forest, Our Future.

Cambridge: Cambridge University Press Hoppster, G. (2005, December). Into the Heart of African Forest. National Geographic, 152, 24-30. • Chicago Manual of Style (CMOS) Howard, Jim. “About the Chemical Disaster in Chernobyl”.

Diakses tanggal 9 Juni 2017. http://rgheck.frege.org/ecological/aboutpgr.php. Hofman, Courtney A. “Ancient Biological Invasions and Island Ecosystems: Tracking Translocations of Wild Plants and Animals.” Journal of Archaeological Research 26, No.1 (2018): 65-115. • Modern Language Association (MLA) Raharja, Sukma Dwi. Standardisasi Operasional Teknis Tahap 1 untuk Listrik Statis. UM Press, 2018 Gaitskill, Mary. “Twilight of the Superheroes.” The Scribner Anthology of Contemporary Short Fiction: 50 North American Stories Since 1970, 2012, pp.

228-238. Shelley, Mary. Frankenstein. Mavor & Jones, 1818 Baca juga: 8 Perbedaan antara Copywriter dan Content Writer, sudah tahu? Itulah tadi beberapa jenis penulisan referensi beserta contohnya yang dapat kita ketahui dan umum dipakai dalam dunia akademis. Penulisan referensi dapat mengurangi terjadinya plagiasi oleh penulis artikel ilmiah.

sumber acuan

Dalam ranah pendidikan, plagiasi adalah sebuah hal yang amat memalukan dan dapat menyebabkan pencederaan terhadap kredibilitas intelektual seseorang. Untuk itu, pemahaman tentang penulisan referensi amat penting bagi seorang akademisi secara umum.

Bagi kamu yang sedang mengerjakan skripsi atau tesis, perihal referensi ini bisa menjadi bekalmu untuk menulis karya ilmiah tanpa takut dikenai hukuman akibat plagiasi. Jika kamu telah menyelesaikan sumber acuan dan lulus, maka ada baiknya kamu mulai merintis kariermu lewat EKRUT. EKRUT dapat membantu lulusan baru untuk bertemu dengan berbagai perusahaan yang mencari kandidat fresh graduate dengan berbagai posisi.

Silakan klik tautan di bawah ini untuk mendaftar lewat EKRUT. Sumber: • What is Reference? Definition, Uses, Types and Advantages • Types of Bibliography Styles Tags dokumen kerja tips and trick Share1. Pendahulan Tulisan ini merupakan tugas ketiga dari kuliah keamanan informasi lanjut.

Latar belakang tugas ini adalah sebagai pedoman penulisan paper dalam tugas akhir kuliah kemanan informasi lanjut. Dalam sebuah paper banyak memuat informasi yang dijadikan acuan. Sumber acuan ini biasanya kutipan-kutipan (citation) dari berbagai sumber seperti buku, paper orang lain, prosedding, seminar internet dan sebagainya. Dalam setiap bidang keilmuan terdapat standar yang menjadi pedoman penulisan paper. Salah satu standar yang digunakan di bidang teknik elektro sumber acuan teknik informatika adalah standar dari IEEE.

‘Bagaimana pedoman penulisan daftar acuan berdasarkan standar IEEE akan diuraikan disini.

sumber acuan

Namun pedoman yang pertama dalam penulisan paper (umumnya tulisan ilmiah) adalah ‘Bahwa semua informasi yang bukan dari hasil penelitian sendiri harus dikutip sumber di mana informasi itu diperoleh dan dimasukkan dalam Daftar Acuan (ReferenceList, References) pada akhir tulisan.

Kaidah ini mendidik diri kita agar jujur dalam menulis ilmiah [1]’ 2. Pedoman Mengutip Sumber Informasi Dalam Tulisan Ilmiah Citations (kutipan) menunjukan bahwa informasi yang ditulis berasal dari sumber lain.

Baik itu ditulis secara utuh kata per kata, rangkuman atau parapharse. Kutipan dari sumber lain dapat berupa sebuah fakta, tabel data, grafik, gambar muapun diagram [2].

Setiap kutipan dalam tulisan diberi nomor unik yang ditulis dalam tanda sumber acuan persegi, seperti berikut [10]. Setiap kutipan diberi nomor berdasarkan urutan kemunculannya di dalam tulisan. Jika lebih dari satu kali menulis kutipan yang sama, maka nomor yang digunakan adalah nomor yang sama dengan kutipan pertama. Untuk kutipan yang mengacu pada bagian yang spesifik dapat ditambahkan nomor halamannya seperti berikut [11, p34] Contoh ………… merupakan sebuah serangan keamanan [10].

atau …………hal ini yang menyebabkan terjadinya fraud [10]. Semua kutipan dalam tulisan yang telah diberi nomor unik didalam tanda kurung persegi, harus dimasukan dalam sebuah daftar acuan. Daftar acuan ini berisi daftar sumber asal dari kutipan yang ditulis seperti penulis, jenis, judul tulisan, tempat dan tanggal penerbitan. Daftar acuan tersebut diurutkan berdasarkan nomor unik dari tiap kutipan yang sumber acuan ditulisan.

3. Pedoman Penulisan Daftar Acuan Berikut ini tata cara, urutan dan detail informasi yang harus dicantumkan didaftar acuan dan daftar pustaka berdasarkan sumber asal kutipan : A. Buku Nama pertama penulis atau inisial. nama kedua atau nama dari organisasi, Judul buku, edisi ed., Kota tempat penerbitan : Penerbit, Tahun penerbitan, pp. nomor halaman pertama dan akhir untuk bahan yang dikutip secara spesifik. Contoh 1 Buku edisi pertama : [1] D. Sarunyagate, Lasers, New York: McGraw Hill, 1996.

Contoh 2 Buku edisi ketiga dan mengutip halaman 126 sampai dengan 230 : [11] V. Hill, The Structure of Metals, 3rd ed., Oxford: Pergamon Press, 1998,pp 126 – 230. Contoh 3 Buku yang ditulis oleh institusi atau asosiasi : [12] Austroads, Rural Road Design: Guide to the Geometric Design of Rural Roads, Sydney: Austroads, 1999. B. Paper Jurnal Nama pertama penulis atau inisial. Nama kedua, “Judul Paper,” Judul Jurnal, vol.

Volume, (issue number), pp halaman pertama dan halaman akhir dari paper, bulan dan atau tahun penerbitan. Contoh : [2] K.

P. Dabke and K. M. Thomas, “Expert system guidance for library users,” Library Hi Tech,vol. 10, (1-2), pp. 53-60, 1992. C. Paper dari Sumber acuan, Seminar dan Simposium Nama pertama penulis atau inisial. Nama kedua, “Judul Paper,” in nama dari konferensi, nama editor jika ada, Ed. Tempat Penerbitan: Penerbit jika ada, bulan dan atau tahun penerbitan, pp. halaman pertama dan halaman terakhir Contoh : [3] A. H. Cookson and B.

O. Pedersen, “Thermal measurements in a 1200kV compressed gasinsulated transmission line,” in Seventh IEEE Power Engineering Society Transmission and Distribution Conference and Exposition, 1979, pp. 163-167. D. Tesis atau Disertasi Nama pertama penulis sumber acuan inisial.

Nama kedua, “Judul tesis atau disertasi,” tipe tesis master atau disertasi doktor, departemen atau fakultas, universitas, tempat, negara, tahun penerbitan. Contoh : [4] S. Birch, “Dolphin-human interaction effects: frequency mediated psychophysiological responses in biological systems,” doctoral dissertation, Dept. Electrical and Computer Systems Engineering, Monash University, Victoria, Australia, 1997. E. Sumber acuan Penulis atau organisasi. (Tahun, bulan penerbitan). Judul.

[Jenis Media].Viewed tahun,bulan jika tidak ada tanggal terbit. Available: site/path/file Contoh 1 website pemerintah kabupaten Cianjur (tidak mengacu pada halaman tertentu di website tersebut : [5] Pemerintah Kabupaten Cianjur. (undated). [Online]. Viewed 2011 September 30. Available: http://www.cianjurkab.go.id Contoh 2 sumber acuan tertentu dari website wikipedia : [5] Wikipedia.

(undated). Sistem Diteksi Intrusi. [Online]. Viewed 2011 September 21. Available: http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_deteksi_intrusi Contoh 3 artikel dari website dengan penulis yang diketahui : [5] E.

Kusmayadi. (2011, Oktober).

sumber acuan

Pengujian Web Dengan Serangan Denial of Service. [Online]. vailable: https://kuzmayadi.wordpress.com/2011/10/02/serangan-denial-od-service/ F. Buku Online Nama pertama penulis atau inisial. Nama kedua. (Tahun, bulan penerbitan).

Judul. (edisi ed.) [Tipe Media].

sumber acuan

Nomor volume jika diperlukan. (Nomor issue jika diperlukan). Available: site/path/file Contoh : [6] J.Jones.

sumber acuan

(1991). Networks. (2nd sumber acuan [Online]. Available: http://www.atm.com G. Paper Jurnal Online Nama pertama penulis atau inisial. Nama sumber acuan. (Tahun, bulan penerbitan). Judul Paper. Judul Jurnal. [Tipe Media]. Nomor volume (nomor issue), pp. halaman. Available : site/path/file Contoh : [7] A.

Ansari. (1999, Dec.). Langevin modes of analysis of myoglobin. Journal of Chemical Physics. [Online]. 110 (3), pp 210 – 234.

Available: http://ojps.aip.org/journals/doc/vol_110/iss.html Daftar Referensi [1] J.Rais. (undated). Tata Cara Penulisan Baku Daftar Acuan (References) Dan Daftar Pustaka (Bibliography) Dalam Makalah Ilmiah, Tesis, Disertasi. [online]. Viewed 2011 September 30. Available : http://edi_mp.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20476/Tata+Cara+Penulisan+Pustaka.pdf [2] Monash University. (undated). Using References in Your Assignments: the IEEE referencing system. [online]. Viewed 2011 September 30.

Available : http://www.eng.monash.edu.au/current-students/download/using-ieee-system.pdf Top Posts & Pages • TIK sebagai Enabler Terwujudnya Visi Misi Cianjur • Presentasi Rancangan Diskominfo • Kumpulan Video Menuju Diskominfo • Rancangan Organisasi Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten Cianjur • CFW = Cianjur Free WiFI Recent Comments kuzmayadi on Cara Nabi Mendidik Anak : Meto… Mimin on Cara Nabi Mendidik Anak : Meto… kuzmayadi on Melatih Jiwa Entrepreneurship… Mimin on Melatih Jiwa Entrepreneurship… Follow me on Twitter My Tweets
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Sumber acuan • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Teknologi dan Sumber Daya Manusia • Syarat dan Cara Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2022 • Daftar dan Drawing Pemain Bulutangkis Indonesia di Korea Open 2022 • Ketidaktahuan adalah Sumber Masalah Kehidupan • Perang Rusia-Ukraina dan Sumber Daya IT • Krisis Iklim dan Eksploitasi Sumber Daya Alam SUMBER ACUAN DAN DAFTAR PUSTAKA 1.

Muntaha (112-14-023 )Â 2. Nadhif (112-14-020)Â 3. Nur latifah (112-14-039)Â Â 4. Faisol alaudin (112-14-049) I. Pengertian Daftar acuan dan Daftar pustaka Berisi informasi yang diacu dari sumber lain yang dimanfaatkan dalam penelitian dan dikutip baik esensinya maupun statement lengkapnya dalam teks penulisan tesis / disertasi/ laporan penelitian.

Sedangkan Daftar pustaka adalah daftar bacaan yang disarankan untuk dibaca dan tidak diacu dalam tulisan baik dalam sumber acuan disertasi/ laporan, sekedar untuk memper luas wawasan. Pada umumnya, sumber acuan yang ditulis sumber acuan daftar acuan secara berturut-turut melipiti 1. Nama penulis ditulis dengan urutan : nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik. 2. Tahun penerbitan 3. Judul, termasuk anak judul (sub judul) 4. kota tempat penerbit 5. Nama penerbit, halaman (volume dan nomor halaman untuk jurnal) Unsur-unsur tersebut dapat berfariasi bergantung jenis sumber pustakanya.

1. acuan dari buku Buku yang berisi satu karangan dan ditulis oleh satu atau lebih dari satu orang penulisan disusun sebagaiberikut: Nama penulis, ditulis didepan tahun penerbit, judul buku dicetak miring dengan huruf besarpada awal setiap kata kecuali kata penghubung. Edisi atau jilid/cetakan dalam kurung (jika ada). Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:) 2. Buku yang berisi kumpulan artikel (ada editornya) (Ed) jika ada satu editor dan (Eds) jika editornya lebih dari satu, di antara nama penulis dan tahun penerbit.

Buku dari kumpulan artikel atau bunga rampai (Ada editornya) Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel ditulis tanpa cetak miring. Diikuti kata “Dalam” kemudian nama editor ditulis seperti menulis nama biasa, dengan menyingkat nama depan dan nama tengah (kalau ada), diberi keterangan (Ed.) bila hanya satu editor, dan (Eds.) bila lebih dari satu editor.

3. Acuan dari Artikel dalam Jurnal Nama penulis ditulis paling depan diikuti tahun penerbitan dan judul artikel yangditulis dengan cetak biasa, dan huruf besar pada setiap awal kata.

4. Acuan dari Internet a) Artikel dalam jurnal b) Karya Individual c) Bahan Diskusi d) E-mail Pribadi 5. Acuan Artikel dalam Jurnal dari CD-ROM Penulisannya pada daftar acuan sama dengan acuan dari artikel dalam jurnal cetak ditambah dengan penyebutan CD-Romnya dalam kurung.

6. Acuan dari Karya Terjemahan. Nama penulis asli ditulis paling sumber acuan, diikuti tahun penerbitan karya asli (kalau tahun tidak tercantum ditulis "tanpa tahun", judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan. 7. Acuan dari Skripsi, Tesis, atau Disertasi Nama penyusun paling awal, diikuti tahun yang tercantum pada sampul, judul skripsi atau disertasi dicetak biasa diikuti dengan pernyataanSkripsi, Tesis atau Disertasi dicetak miring, kemudian pernyataan.

8. Acuan dari Buletin Nama penulis sumber acuan tahun penerbitan, judul artikel, kemudian nama Buletin dicetak miring, dan nomor terbitan, tahun keberapa, dan halaman artikel.

9. Acuan dari Laporan Nama laporan ditulis paling awal, diikuti tahun, judulartikel, kota penerbitan, nama lembaga yang menerbitkan (mengeluarkan laporan).

10. Acuan dari Prosiding/Risalah Penulisan identitas acuan dimulai dengan nama penulis, diikuti tahun, judul artikel. Diikuti kata "Dalam" kemudian nama penyunting atau editor (kalau ada), nama prosiding/ risalah dicetak miring, nomor halaman artikeldalam kurung, kota tempat berlangsungnya kegiatan, dan lembaga penyelenggara kegiatan(atau kota penerbitan dan nama penerbit).

11. Acuan dari Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, Lokakarya Nama penyusun ditulis paling awal, diikuti tahun penyajian, judul makalah, diikuti pernyataan Makalah disajikan dalam (nama pertemuan dicetak sumber acuan, lembaga penyelenggara, tempat, dan tanggal penyelenggaraan.

12. Acuan dari Surat Kabar a) Artikel/Karangan dengan Nama Penulis ,b) Artikel Tanpa Nama Penulis, c)Tulisan Bersambung ke Halaman Lain 13. Acuan dari Kumpulan Abstrak Nama penulis ditulis paling awal, disusul tahun penerbitan, judul artikel, kemudian kata Dalam (bila ada editor) nama editor (Ed.), nama kumpulan Abstrak dicetak miring, kota penerbitan: Lembaga yang menerbitkan.

14. Acuan dari Dokumen Resmi Pemerintah tanpa nama Penulis a) Dokumen yang Diterbitkan oleh suatu Penerbit Tanpa Lembaga b) Dokumen yang Ditulis Atas Nama Lembaga sumber acuan atau Tanpa Penerbit

Menulis Karya Ilmiah_Antologi, Internet Sebagai Sumber Acuan, dan Penulisan Indeks_5C




2022 www.videocon.com