Urutan wudlu

urutan wudlu

Table of Contents • Syarat Sah Wudhu • Cara Wudhu yang Benar • Video yang berhubungan Berikut adalah tata cara wudhu dengan baik yang benar dilansir dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap yang ditulis oleh Moh.

Rifai: Bacaan niat wudhu ini dapat dilafalkan secara dhohir (lisan) atau secara batin (dilafalkan dalam hati) نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu karena Allah". 2. Membasuh Kedua Telapak Tangan Dilakukan sebanyak tiga kali hingga ke sela-sela jari, sembari berdoa: Advertising Advertising Allâhumma ihfadh yadi min ma'âshîka kullahâ" Artinya: "Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat.

3. Berkumur Berkumur sebanyak tiga kali sembari membaca doa: اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ اللَّهُمَّ اسْقِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا Allâhumma a'inni 'alâ dzikrika wa syukrika, Allâhumma asqini min haudli nabiyyika shallallâhu 'alaihi wa sallam ka'san lâ adzma'a ba'dahu Abadan Artinya: "Ya Allah, tolonglah aku urutan wudlu selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu.

Ya Allah beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya." 4. Membersihkan Kedua Lubang Hidung Mencuci lubang hidung sebanyak tiga kali dengan cara menghirup air ke dalam hidung untuk kemudian mengeluarkannya lagi. Pada saat menghirup air, hendaklah membaca doa berikut dalam hati: اللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نِعَمِكَ وَجَنَّاتِك Allâhumma Arihni Raaihatal jannah.

Allâhumma lâ tahrimni râihata ni'amika wa jannatika Artinya: "Ya Allah (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmatmu dan wanginya surga." 5. Membasuh Muka Membasuh muka dilakukan mulai dari ujung kepala tumbuhnya rambut hingga bawah dagu. Dengan membaca doa: اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ Allâhumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujûhun wa taswaddu wujûh Artinya: "Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam." 6.

Membasuh Kedua Tangan Tata cara wudhu selanjutnya adalah membasuh kedua belah tangan hingga siku sebanyak 3 kali. Pada saat membasuh tangan kanan, hendaklah membaca doa berikut: اللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا Allâhumma a'thinî kitâbi biyamîni, wa hâsibnî hisâban yasîran Artinya: "Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan." Kemudian saat membasuh tangan kiri, membaca doa: اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ Allâhumma laa tu'thini bi syimaali, wa laa min waraa`i dzahri Artinya: "Ya Allah, jangan kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan janganlah pula diberikan dari balik punggungku." 7.

Mengusap Kepala Mengusap kepala sebanyak 3 kali. Pada saat mengusap kepala, hendaklah dibaca doa berikut ini: اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّك Allâhumma harrim sya'ri wa basyari 'ala an-nâri wa adzilni tahta 'arsyika yauma lâ dzilla illa dzilluka. Artinya: "Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan urutan wudlu naungan dari-Mu." 8.

Mengusap telinga Mengusap kedua telinga secara bersamaan sebanyak tiga kali disertai membaca doa: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ Allâhumma ij'alni minalladzîna yastami'ûnal qaula fayattabi'ûna ahsanahu. Artinya :"Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut." 9.

Mencuci kaki Mencuci kedua kaki sampai mata kaki ataupun betis sebanyak tiga kali. Pada saat mencuci hendaklah jari-jari kaki disela-selai dengan jari tangan. Pada saat memncuci kaki kanan, disunnahkan membaca: اللهم اجْعَلْهُ سَعْيًا urutan wudlu وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ Allâhumma ij'alhu sa'yan masykûran wa dzamban maghfûran wa 'amalan mutaqabbalan. Allâhumma tsabbit qadami 'ala shirâthi yauma tazila fîhi urutan wudlu. Artinya:"Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima.

Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir." Kemudian untuk kaki sebelah kiri membaca: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ Allâhumma innî a'ûdzu bika an tanzila qadamî 'anish-shirâthi yauma tanzilu fîhi aqdâmul munâfiqîn Artinya:"Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir." 10.

Doa setelah wudhu Sebagai penyempurna wudhu, hendaklah membaca doa setelah wudhu: أَشْهَدُ أَنْ لآّاِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ Asyhadu allâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhû wa rasûluhû, allâhummaj'alnî minat tawwâbîna waj'alnii minal mutathahhirîna. Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci (shalih)." Demikianlah tata cara berwudhu yang harus dilakukan sesuai urutan. Apabila proses wudhu tidak benar dan tidak sah, akan berpotensi tidak diterimanya urutan wudlu salat oleh Allah SWT. Ilustrasi. Umat Islam harus menerapkan cara wudhu yang benar agar salat jadi sah.

(iStockphoto/mustafagull) Jakarta, CNN Indonesia -- Wudhu (wudu) berarti bersuci. Wudu merupakan salah satu syarat sah salatdan wajib dilakukan berdasarkan hukum Islam.

Cara wudhu yang benar sudah sewajibnya diketahui dan diterapkan oleh setiap umat Muslim sebelum melaksanakan salat. Berwudu sama halnya dengan membersihkan diri dari hadas kecil yang ada di anggota tubuh, menggunakan media air atau tanpa air (khusus untuk tayamum).

Dilansir dari NU Online, Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadis mengenai penolakan salat tanpa bersuci terlebih dulu.

Ilustrasi. Cara wudhu yang benar dimulai dengan membaca niat. (iStockphoto/travenian) Selain berwudu, seorang Muslim juga harus memenuhi syarat sah wudhu. Di antaranya sebagai berikut: - Muslim- Aqil atau berakal- Balig- Tidak berhadas besar- Menggunakan air suci lagi menyucikan- Tidak ada sesuatu yang menghalangi air wudu sampai ke anggota badan, misalnya getah, cat, dan lain-lain - Mengetahui mana urutan wudlu wajib (fardu) dan mana yang sunah Cara Wudhu yang Benar Merujuk buku Risalah Tuntunan Urutan wudlu Lengkap oleh Drs.

Moh. Rifa'i, berikut cara wudhu yang benar, dilengkapi doanya. Lakukan setiap gerakan wudhu masing-masing tiga kali. 1. Membaca bismillahirrahmanirrahim dan niat wudhu نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًاِللهِ تَعَالَى Nawaitu wudua lirof'il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta'alaa Artinya: "Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardu karena Allah" 2. Lanjut mencuci kedua belah tangan hingga ke pergelangan sampai bersih 3.

Berkumur untuk membersihkan gigi dan mulut 4. Membasuh lubang hidung 5. Mengusap muka, mulai dari tempat tumbuhnya rambut hingga ke bawah dagu 6.

urutan wudlu

Mencuci kedua belah tangan hingga siku 7. Menyapu sebagian rambut kepala 8. Mengusap daun terlinga kanan dan kiri 9. Mencuci kedua belah kaki sampai mata kaki 10. Membaca doa setelah wudhu sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua belah tangan أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu.

Wa asyhadu anna Muhammadan Abduhu wa rasuluhu. Allahumma-j alnii minat tabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alni min ibadati shalihin.

Artinya: "Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukan bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hambaNya dan UtusanNya. Ya Allah jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh." Cara wudhu yang benar juga harus dilakukan secara runut sesuai ketetapan yang berlaku menurut syariat Islam, supaya ibadah salat sah.

(avd/asr) Saksikan Video di Bawah Ini: TOPIK TERKAIT Selengkapnya LAINNYA DARI DETIKNETWORK Wudhu merupakan aktivitas yang dilakukan oleh orang untuk mensucikan diri dari hadast dan Cara Membersihkan Najis kecil dengan menggunakan urutan wudlu yang dilakukan dalam agama islam sebelum melakukan sholat. Urutan wudlu biasanya dilakukan pada hendak melaksanakan shalat karena merupakan salah satu rukun shalat.

Selain menggunakan air wudhu juga bisa digantikan dengan debu yang disebut dengan Cara Wudhu Tayamum. Sebelum berwudhu sangat dianjurkan untuk membaca niat.(Baca : Keutamaan Menjaga Wudhu) “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya.

Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba-Mu yang sholeh.” Hukum Berwudhu Sama halnya dengan beberapa jenis sholat yaitu Shalat Wajib dan sholat sunnah.

Hukum berwudhu terdapat dua jenis yaitu wudhu yang wajib dan sunah: 1. Hukum wudhu wajib Melakukan wudhu merupakan hal yang wajib dilakukan oleh orang muslim sebelum melakukan kegiatan sholat, thawaf memutari kabah dan sebelum memegang kitab suci al-quran. Hukum wajib berwudhu sebelum menyentuh al-quran sudah didaulat oleh empat mahzab islam berdasarkan literature di dalam al-quran pada surat al-waqiah ayat 77 – 79, yang berbunyi: “sesungguhnya Al-quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang telperihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan”.

Namun ada pendapat lain yang mengemukakan pendapat mengenai ayat tersebut, dicetuskan oleh ibnu abbas dan telah ditafsirkan oleh Al-Hafidzt Ibnu katsir. Ayat tersebut menurutnya merupakan “tidak ada yang dapat menyentuh al-quran yang ada di dalam lauhul mahfuzh kecuali mereka para malaikat yang telah disucikan”. Bukan berarti bahwa orang yang bisa menyentuh al-quran adalah orang yang telah terbebas dari berbegai hadast baik kecil maupun besar.

Baca urutan wudlu : • Keutamaan Membaca Al Quran • Hukum Menghina Al Quran dan Azabnya • Manfaat Baca Al-quran Setiap Hari • Bahagia Menurut Al-Quran • Fungsi Al-Quran Dalam Kehidupan 2. Hukum wudhu sunah Wudhu juga digolongkan menjadi hal yang sunah jika menjadi hal-hal berikut ini: • Mengulangi kegiatan wudhu untuk setiap kali sholat. Sebenarnya jika sudah wudhu satu kali dan urutan wudlu itu belum batal maka tidak perlu diulangi lagi wudhunya.

Namun jika tidak yakin apakah wudhu yang dilakukan sudah batal atau belum bisa melakukan wudhu kembali.(Baca : Hukum Keluar Urutan wudlu Mazi Bagi Perempuan ) • Senantiasa melakukan wudhu setiap melakukan kegiatan sehari-hari. Hal ini biasanya dilakukan oleh beberapa orang jika akan melakukan kegiatan maka dilakukan dengan wudhu terlebih dahulu.(Baca : Kegiatan di Bulan Ramadhan) • Ketika orang hendak mau tidur, terutama saat tubuh dalam keadaan junub.

Jadi orang yang sedang dalam keadaan junub disunahkan untuk wudhu terlebih dahulu.(Baca : Hukum Mandi Junub Setelah Imsak) • Wudhu yang dilakukan ketika hendak Mandi Wajib. Seorang yang akan melakukan mandi wajib disunahkan untuk melakukan wudhu terlebih dahulu.(Baca : Tata Cara Mandi Wajib) • Wudhu yang dilakukan saat hendak mengulangi hubungan badan.

• Urutan wudlu marah, seorang muslim disunahkan untuk melakukan wudhu dan senantiasa mengingat Allah SWT untuk meredakan amarah yang dirasakannya.(Baca : Sifat Marah Dalam Islam) • Saat melakukan adzan dan iqamat, orang tersebut hendaknya mengambil wudhu terlebih dahulu.

• Orang muslim yang hendak menyentuh kitab suci al-quran sebaiknya mengambil wudhu terlebih dahulu.(Baca : Keutamaan Adzan yang Luar Biasa, Keutamaan Adzan Subuh) Rukun Wudhu (Tata cara berwudhu) Rukun wudhu merupakan hal yang harus dilakukan saat wudhu, jika tidak dilakukan maka menyebabkan hukum wudhu tersebut tidak sah. Berikut beberapa cara berwudhu dengan benar yang harus diterapkan tanpa ada kesalahan atau kekeliruan.

1. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali; Dengan gerakan menyeka pada sela-sela jari telapak tangan yang dimulai dari tangan kanan kemudian tangan kiri kemudian diriringi dengan membaca doa: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْرًا “ Allhamdulillahilaziy ja’alal ma’a tohuro.” Artinya : “ Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.

urutan wudlu

Segala Puji bagi Allah yang menjadikan air itu suci.” 2. Berkumur ; Berkumur sebanyak 3 kali, dengan gerakan utuh membersihkan mulut (bahkan dari urutan wudlu makanan yang masih ada pada mulut).(Baca : Sikat Gigi Saat Puasa, Hukum Menyikat Gigi Saat Puasa) اللَّهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ “ Allahumma aini alay dzikrika wasukrika wahusni ibadatika.” Artinya : “Ya Allah, bantulah aku supaya aku dapat berzikir kepadaMu, dan bersyukur kepadaMu, dan perelok ibadah kepadaMu.” 3.

Membasuh hidung ; Membasuh lubang hidung secara menyeluruh, sebanyak 3 kali gerakan.

urutan wudlu

اَللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَة الجَـنَّةْ “ Allahuma arihniy roihata janat.” Artinya : “Ya Allah, berilah aku ciuman daripada haruman bau Syurga.” 4. Membasuh Muka ; Membasuh seluruh permukaan wajah dengan rata, sebanyak 3 kali gerakan memutar sekeliling wajah. اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ “ Allahuma bayadh wajhi yawmatabyaht wujudhu wataswadu wujdhu.” Artinya : “Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari putihnya wajah-wajah dan hitamnya wajah-wajah.” 5.

Membasuh kedua tangan Membasuh kedua tangan hingga mencapai siku, sebanyak 3 kali gerakan memutar dan menyeluruh ke permukaan tangan. • Tangan kanan اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرًا “Allahumma a’tini kitabiy biyamiyni wahasibni hisaban yasiyron.” Artinya : “Ya Allah! berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.” • Tangan kiri اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى مِنْ يَساَرِىْ وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ “Allahumma latu’tini kitabi minyasariy wala minwaro’i tohriy.” Artinya : “Ya Allah!

aku berlindung denganMu dari menerima kitab urutan wudlu dari sebelah kiri atau dari sebelah belakang.” 6. Membasuh kepala mulai dari ubun-ubun ; Membasuh kening hingga ujung kening (ubun-ubun) sampai sebagian kepala, sebanyak 3 kali gerakan menyeluruh. اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ “Allahumma harom sa’riy wabasariy a’la nnari.” Artinya : “Ya Allah, haramkan rambutku dan kulit kepalaku dari pada neraka.” 7. Membasuh keduan telinga ; Membasuh kedua tengila baik itu bagian dalam maupun luar telinga (daun telinga) hingga menyeluruh ke bagian telinga, sebanyak 3 kali gerakan.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ “Allahummajalni minaladziyna yastami’uwnal qowla fayatabi’uwna ahnashu.” Artinya : “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan kata dan mengikuti sesuatu yang terbaik.” 8.

Mencuci kedua kaki ; Membasuh kedua kaki dan diusahakan menyeluruh tidak pada bagian depan saja, basuh hingga ke seluruh kaki hingga ke mata kaki. • Kaki kanan اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِاْ لاَقْدَامِ “Allahumma tabbatqodamiy a’lasoroti yawmatazilu fiyhil laqdami.” Artinya : “Yaa Allah, yaa Tuhanku,tetapkanlah tumuitku diatas titian yang lurus bersama tumit hamba-hamba-Mu yang shaleh.” • Kaki kiri اَللّهمَّ اِنِّى اَنْتُجِلَ قَدَمِ عَلَى صِرَاطِ فِى النَّارْ يَوْمَ تِجِلُ اَقْدَمِ المُنَافِقِيْنْ وَ المُشْرِكِينْ “Allahuma iniyantujila qodamia’la sirotifinari yawmatijilu akdami munafikiyn wamusyrikiyni.” Artinya : “Ya Allah yaa Tuhanku,sesungguhnya aku-berlindung kepada-Mu dari keterpelesetan tumuitku dari atas jalan neraka,pada hari dikala terpeleset tumit orang-orang kafir.” Baca juga : • Tujuan Pendidikan Islam • Proses Penciptaan Manusia • Hati Nurani Menurut Islam • Hubungan Akhlak urutan wudlu Tasawuf 9.

Tertib ; dan diusahakan berwudhu dengan cara berurutan (tidak meloncat urutan dalam wudhu yang benar). Adapun jenis-jenis air yang diperbolehkan untuk berwudhu diantaranya adalah air hujan, air sumur, air terjun, air laut, air sungai, air dari bekuan es atau salju serta air yang berada di dalam tangki atau bak dengan jumlah yang besar untuk memastikan bahwa najis yang terdapat pada air tersebut hilang.(Baca : Jenis-Jenis Najis Dalam Islam) Adapun jenis air yang tidak diperbolehkan untuk berwudhu antara lain air kotor atau air yang mengandung najis seperti air yang terkena air liur anjing dan jenis najis lainnya.

air dari sari buah seperti air kelapa atau buah lainnya serta air dari dalam pohon juga tidak diperkenankan untuk digunakan dalam berwudhu.(Baca : Cara Mandi Besar) Selain itu air yang telah mengalami perubahan warna menjadi keruh karena ada urutan wudlu yang direndam dalam kubangan air tersebut juga tidak boleh digunakan untuk wudhu.

Air yang berjumlah sedikit atau kurang dari 100 liter terutama yang sudah terkena najis seperti air seni, darah atau minuman atau bahkan ada seekor binatang yang sudah mati di dalam air tersebut. Air bekas wudhu juga tidak boleh digunakan untuk wudhu lagi dan air yang merupakan sisa dari orang mabuk.(Baca : Tata Cara Shalat Idul Fitri) Jenis – Jenis Air Mustamal Menurut Empat Mahzab Islam 1.

Mahzab Al-Hanawiyah Menurut mahzab Al-Hanawiyah mengemukakan pendapat bahwa air yang boleh digunakan untuk wudhu adalah air yang bisa membasahi bagian tubuh saja bukan merupakan air yang tersisa di dalam wadah atau bak. Air tersebut langsung dapat dikategorikan sebagai air mumtasal setelah menetas dari tubuh saat seseorang selesai melakukan wudhu atau urutan wudlu : Cara Mandi Wajib bagi Wanita) Menurut mahzab ini air yang digunakan oleh seseorang yang menggunakan air kemudian air tersebut yang sudah dijadikan sebagai pengangkat hadast baik dilakukan oleh wudhu maupun Cara Mandi Besar merupakan air yang suci namun tidak dapat mensucikan.

Jadi air bekas wudhu dan mandi tidak bisa digunakan sebagai air untuk wudhu lagi meskipun air tersebut tidak memiliki najis.(Baca : Cara Mandi Dalam Islam) 2. Mahzab Al-Malikiyah Air mumtasal menurut pandangan mahzab al-malikiyah ini adalah air yang sudah digunakan oleh seseorang untuk media wudhu dan mandi urutan wudlu supaya hadast besar dan kecil di dalam tubuh hilang namun tidak dibedakan apakah itu sebagai tindakan wajib atau tindakan sunah.(Baca : Doa Mandi Haid untuk Wanita) Air tersebut juga meliputi air yang telah digunakan untuk membersihkan najis urutan wudlu tubuh maupun dari benda lainnya.

menurut mahzab ini tidak ada bedanya antara urutan wudlu dan mandi besar baik sunah maupun wajib karena semuanya telah tercampur dengan kotoran yang digunakan untuk membersihkan hadast sebelumnya di dalam tubuh.(Baca : Keramas Saat Haid) 3.

Mahzab As-syafi’iyah Menurut pandangan dari mahzab ini, air mumtasal adalah air yang digunakan dari air yang digunakan untuk wudhu dan mandi besar atau air yang telah digunakan sebagai penghilang hadast dan kotoran. Air akan dikatakan mumtasal apabila didapatkan dalam jumlah yang sedikit saja dan niatnya sudah digunakan untuk wudhu atau mandi besar meskipun hanya dengan membasuh bagian tertentu saja.(Baca : Hukum Menunda Mandi Wajib Setelah Haid) Sedangkan jika air yang digunakan untuk membersihkan badan namun niatnya bukanlah untuk wudhu dan mandi besar maka air tersebut tidak termasuk dalam golongan air mumtasal.

Air mumtasal diantaranya adalah air bekas memandikan mayit, memandikan orang gila atau sakit dan air yang baru saja digunakan untuk memandikan orang yang baru masuk islam.

Air mumtasal menurut mahzab ini juga tidak bisa digunakan untuk wudhu dan mandi besar lagi meskipun airnya tidak dikatakan najis namun tetap saja tidak bisa mensucikan.(Baca : Hukum Meninggalkan Shalat Dengan Sengaja) Baca juga : • Tingkatan Iman dalam Islam • Berhutang Dalam Islam • Aliran dalam Islam • Dunia Menurut Islam 4.

Mahzab Al-hanabiyah Menurut mahzab al-hanabiyah, air mumtasal merupakan air yang sudah digunakan untuk wudhu dan mandi besar atau air yang digunakan untuk menghilangkan segala najis dan hadast besar atau kecil dari tubuh meskipun air tersebut tidak mengalami perubahan warna, aroma dan rasanya.(Baca : Proses Pemakaman Jenazah Menurut Islam) Air bekas memandikan mayit juga telah termasuk dalam jenis air mumtasal.

Namun menurut mahzab ini, air yang digunakan untuk membersihkan kotoran dan hadas namun tidak ada niatan sebagai ibadah maka air tersebut tidak termasuk dalam golongan air mumtasal.(Baca : Niat Mandi Wajib yang Benar) Syarat Berwudhu Ada 5 syarat yang harus dipenuhi seseorang melakukan wudhu: • Niat wudhu perlu dilakukan meskipun ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama. • Air yang digunakan saat wudhu harus merupakan air yang suci dan yang mensucikan.

urutan wudlu

Jika menggunakan air selain urutan wudlu suci maka hukumnya haram dan tidak sah.(Baca : Hukum Mendengarkan Musik Dalam Islam) • Dalam berwudhu sebaiknya tubuh dalam keadaan bebas hambatan atau tidak ada yang menghalangi masuknya air sampai ke dalam pori-pori tubuh seperti misalnya menggunakan kutek kuku dan lainnya. • Jika orang tersebut baru saja membuang hajat maka sebaiknya untuk melakukan wudhu terlebih dahulu.
mukhtar-api.blogspot.com Wudhu merupakan aktivitas yang dilakukan oleh seseorang untuk mensucikan diri dari hadast kecil yani dengan cara membasuh beberapa anggota tubuh, seperti wajah, tangan dan kaki.

Sebelum kita mengerjakan sholat 5 waktu, maka diwajibkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Karena dengan berwudhu anda akan membersihkan hadast/najis baik besar maupun kecil. Disamping itu ada manfaat lain yang akan kamu dapatkan ketika sudah berwudhu, khususnya sangat bermanfaat untuk kesahatan. Dalam artikel ini aka kami bahas megenai urutan wudhu yang benar lengkap dengan doa niat wudhu, doa sesudah wudhu beserta artinya. Yuks Pelajari bagaimana urutan wudhu yang benar sesuai sunnah Rasulullah SAW.

 qolbunhadi.com Pengertian Wudhu Wudhu‘ adalah sebuah kegiatan untuk mensucikan diri dari hadats kecil dengan menggunakan media air. Yaitu dengan cara membasuh beberapa bagian anggota tubuh menggunakan air sambil berniat di dalam hati dan dilakukan sebagai sebuah peribadatan umat islam. Kewajiban wudhu’ didasarkan pada Al-Quran yang dijelaska pasa surah Al-Maidah ayat 6 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Artinya : “Hai orang-orang yang beriman Jika kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah!

mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah! dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan. Lalu kamu tidak memperoleh air maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih)! sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur."  ilmutauhid.com Niat Wudhu Niat artinya sengaja urutan wudlu penuh kesungguhan urutan wudlu untuk mengerjakan wudhu’ sematamata karena menaati perintah Allah SWT dan Rasulullah Muhammad saw.

Niat artinya sengaja dengan penuh kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu’ sematamata karena menaati perintah Allah SWT dan Rasulullah Muhammad saw. نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى Nawaitul-wudhuu’a liraf’il hadatsil ashghari fardhal lillaahi ta’aalaa. Artinya : “Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil, fardhu karena Allah Ta’ala." tongkronganislam.net Nah, sekarang kita sudah mengetahui pengertian tentang wudhu dan niat untuk berwudhu.

Sekarang kita akan segera mengetahui urutan wudhu yang benar sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW. Urutan Wudhu yang Sempurna sesuai Hadist Nabi Urutan wudlu SAW 1. Níat dan baca basmalah Jíka seorang muslím akan berwudhu, maka hendaklah ía níat dengan hatínya, kemudían membaca: بِسْمِ اللَّهِ urutan wudlu Nama Allah.” Berdasarkan sabda Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam: لاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ “Tídak (sempurna) wudhu seseorang yang tídak menyebut nama Allah (membaca bísmíllaah).” (HR.

Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, dan díshahíhkan Ahmad Syakír). Namun urutan wudlu seseorang lupa membaca basmalah, maka wudhunya tetap sah, tídak batal. 2. Membasuh telapak tangan Kemudían dísunahkan membasuh telapak tangan tíga kalí sebelum memulaí wudhu sambíl menyela-nyelaí jarí-jemarí.

3. Berkumur-kumur Kemudían berkumur-kumur, yakní memutar-mutar aír dí dalam mulut, kemudían mengeluarkannya. 4. Istinsyaq dan Istintsar Kemudían ístínsyaq, yakní menghírup aír ke hídung dengan nafasnya, lalu mengeluarkannya kembalí.

Híruplah aír darí urutan wudlu kanan, lalu keluarkan dengan memegang hídung dengan tangan kírí. Dísunahkan untuk ístínsyaq dengan kuat, kecualí jíka sedang berpuasa, karena díkhawatírkan aír akan masuk ke perut.

Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam bersabda: وَبَالِغْ فِى الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا “Bersungguh-sungguhlah (lakukanlah dengan kuat) ketíka ístínsyaq, kecualí jíka engkau sedang berpuasa.” (HR. Ahmad, Hakím, Baíhaqí, dan dísahíhkan Ibnu Hajar).

5. Membasuh wajah Kemudían membasuh wajah. Adapun batasan wajah adalah: • Panjangnya mulaí darí awal tempat tumbuh rambut kepala híngga dagu tempat tumbuh jenggot. • Lebarnya darí telínga kanan híngga ke telínga kírí. Rambut yang ada dí wajah, dan kulít dí bawahnya wajíb díbasuh, jíka rambut ítu típís.

urutan wudlu

• Adapun jíka rambut ítu tebal, maka wajíb díbasuh bagían permukaannya saja dan dísunnahkan untuk menyela-nyelaínya (dengan jarí-jemarí). • Iní berdasarkan perbuatan Nabí shallallahu alaíhí wa sallam yang menyela-nyelaí jenggotnya ketíka wudhu. 6. Membasuh kedua tangan Kemudían membasuh kedua tangan, beríkut kedua síku, berdasarkan fírman Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ “Dan (basuhlah) tanganmu sampaí ke síku.” (QS.

Al-Maídah: 6) Atau dímulaí darí síku híngga ke ujung jarí. 7. Mengusap kepala dan kedua telínga Kemudían mengusap kepala dan kedua telínga satu kalí. Iní dílakukan mulaí darí depan kepala, lalu (kedua tangan) díusapkan híngga sampaí ke bagían belakang kepala (tengkuk), kemudían kembalí lagí mengusapkan tangan híngga bagían depan kepala. Kemudían mengusap kedua telínga dengan aír yang tersísa dí tangan bekas mengusap kepala. 8. Membasuh kedua kakí Kemudían membasuh kedua kakí, sampaí kedua mata kakí, berdasarkan fírman Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ “Dan (basuh) kedua kakímu sampaí kedua mata kakí…” (QS.

Al-Maídah: 6). Mata kakí adalah tulang yang menonjol dí bagían bawah betís. Kedua mata kakí wajíb díbasuh bersamaan dengan membasuh kakí. Orang yang tangan atau kakínya terputus, maka ía hanya díwajíbkan membasuh bagían anggota badan yang tersísa, yang masíh wajíb díbasuh. Mísal: putus sampaí pergelangan, maka día wajíb membasuh hastanya sampaí urutan wudlu síku.

Apabíla tangan atau kakínya seluruhnya terputus, maka ía hanya wajíb membasuh ujungnya saja. 9. Membaca doa sesudah wudhu Setelah selesaí wudhu, kemudían membaca (doa): أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِين “Aku bersaksí bahwa tídak ada ílah yang berhak dííbadahí dengan benar kecualí Allah semata, tídak ada sekutu bagí-Nya, dan aku bersaksí bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.

Ya Allah, jadíkanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadíkanlah pula aku termasuk orang-orang yang membersíhkan dírí.” (HR. Muslím, tanpa tambahan: Allahummajlníí… dan Turmudzí dengan redaksí lengkap).

10. Wudhu secara tertíb Orang yang berwudhu wajíb membasuh anggota-anggota wudhunya secara berurutan (tertíb dan runut, yakní jangan menunda-nunda membasuh suatu anggota wudhu híngga anggota wudhu yang sudah díbasuh sebelumnya mengeríng. 11. Mengeríngkan dengan urutan wudlu Díbolehkan mengeríngkan anggota-anggota wudhu (dengan handuk dan yang laínnya) setelah wudhunya selesaí.

Video Urutan Wudhu Secara Benar Itulah Niat Wudhu beserta Urutan Wudhu sesuai sunnah Nabi, setelah kita mengetahui urutan wudhu yang benar kita juga harus mengamalkannya setiap hari.

Semoga artikel tentang urutan wudhu ini bisa bermanfaat bagi Anda semua, terimakasih. Urutan rukun wudhu merupakan serangkaian amalan yang wajib dikerjakan umat Muslim khususnya sebelum menunaikan sholat. Keabsahan wudhu yang kita tunaikan juga mempengaruhi sah atau tidaknya sholat yang kita kerjakan.

Agar dapat menunaikan wudhu dengan sempurna, berikut ini urutan rukun wudhu sesuai sunnah lengkap dengan bacaan doanya. Lebih lanjut, dalam buku tersebut dinyatakan wudhu dilakukan untuk mempersiapkan diri untuk beribadah khususnya sholat.

Agar wudhu dapat bernilai sah, tentunya tiap umat Muslim perlu memperhatikan bagaimana urutan rukun wudhu beserta bacaan doanya yang sesuai dengan sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَسُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ Artinya: Aku bersaksi tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci. Maha Suci Engkau Ya Allah dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.
Jakarta - Wudhu yang merupakan tindakan membersihkan tubuh, wajib dilakukan tiap muslim sebelum sholat.

Ada 6 rukun wudhu yang harus dipenuhi agar sholatnya sah. Dalam Al-Qur'an, perintah wudhu disebutkan dalam surat Al-Maaidah ayat 6, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila urutan wudlu hendak melakukan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu urutan wudlu dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki." Baca juga: 6 Rukun Wudhu yang Harus Dipenuhi Sebagai Syarat Sah Sholat Seperti ibadah lain, harus diperhatikan rukun wudhu hal wajib yang harus dilakukan sehingga bisa dianggap sah.

Dalam mahzab Syafi'i, ada enam hal yang menjadi rukun wudhu. Berikut pernyataan urutan wudlu rukun wudhu, yang juga disebutkan Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dalam kitab Safinatun Najâ. "Fardhu wudhu ada enam: (1) niat, (2) membasuh muka, (3) membasuh kedua tangan beserta kedua siku, (4) mengusap sebagian kepala, (5) membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki, dan (6) tertib." Rukun wudhu sebaiknya tetap menjadi prioritas utama dalam bersuci, hingga kondisi sudah tidak lagi memungkinkan dan mengharuskan tayamum.

urutan wudlu

Dikutip dari situs Waterwise, pentingnya membersihkan diri sebelum sholat tidak berarti menggunakan air berlebihan demi wudhu yang sah. Nabi Muhammad SAW bahkan mencontohkan langsung penggunaan air yang pas untuk berwudhu. Hal ini ada dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari yang menyatakan, Nabi Muhammad SAW mandi besar dengan air satu sha' hingga empat mud dan berwudhu dengan air urutan wudlu mud. Penggunaan air satu mud setara dengan sekitar 625 mililiter untuk wudhu. Sementara untuk ghusl atau mandi wajib sebesar empat mudd yang kira-kira setara 2,5 liter air.

Nabi sempat menegur seorang sahabat bernama Sa'ad yang dianggap menggunakan air berlebihan untuk wudhu. Prinsip secukupnya tetap harus diterapkan meski sedang wudhu di sungai yang banyak airnya.

Baca juga: 11 Hal yang Membatalkan Wudhu Lengkap Dalam Mahzab Syafi'i, anggota tubuh yang dibasuh dibedakan menjadi wajib dan sunah. Bagian yang wajib adalah wajah, kedua tangan sampai mata siku, membasuh sebagian kepala, dan kedua kaki sampai mata kaki.

sedangkan membasuh kedua telapak tangan, berkumur, memasukkan air ke hidung, dan membersihkan telinga adalah sunah. Urutan anggota tubuh yang dibasuh tidak urutan wudlu menyalahi aturan.

Pembasuhan dimulai dari wajah, tangan, kepala, dan kaki. Urutan tidak boleh dilanggar karena hal tersebut urutan wudlu tidak urutan wudlu rukun wudhu. (row/erd)
Terkecuali bagi yang tidak bisa Wudhu karena alasan syar'i maka bisa diganti dengan tayammum.

Berikut ini adalah bacaan Niat Sebelum Wudhu نَوَيْتُ اْلوُضُوْءَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَصْغَرِ-لِلطَّهَارَةِ عَنِ اْلحَدَثِ اْلأَصْغَرِ-لِلطَّهَارَةِ لِلصَّلاَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى Nawaitul Wudhuan Lirof'il Hadatsi Ashghar Littoharoti 'Anil Hadats Ashghar Littoharoti Lis Sholati Fardhann Lillahi Taala “Saya niat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil/agar suci dari hadas kecil/agar suci untuk melaksanakan shalat fardhu karena Allah Ta’ala.” Baca juga: Bacaan Doa dan Amalan Sunnah yang Dianjurkan Saat Adzan Dikumandangkan Baca juga: Ini 8 Waktu Mustajab untuk Berdoa, Salah Satunya Doa Saat Minum Air Zam-zam Doa Selesai WudhuWudhu adalah salah satu hal yang wajib dilakukan oleh setiap muslim sebelum melakukan sholat .

urutan wudlu

Dalam urutan wudlu Islam, wudhu menjadi salah satu syarat dalam beribadah. Oleh karena itulah, setiap umat muslim wajib memahami urutan gerakan wudhu yang benar beserta doa yang menyertainya. Baik doa sebelum wudhu maupun setelah wudhu. Artinya, Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci (shalih)."
• HOME • NEWS • Politik dan Hukum • Ekonomi • Humaniora • Megapolitan • Nusantara • Internasional • Olahraga • VIEWS • Editorial • Podium • Opini • Kolom Pakar • Sketsa • FOTO • VIDEO • INFOGRAFIS • WEEKEND • SEPAK BOLA • SAJAK KOFE • OTOMOTIF • TEKNOLOGI • RAMADAN • LAINNYA • Live Streaming • Media Guru • Telecommunication Update (Arab: الوضوء al-wuḍū', Persia:آبدست ābdast, Turki: abdest, Urdu: وضو wazū') Wudhu mempunyai arti salah satu cara menyucikan anggota tubuh dengan air.

Bersuci merupakan kewajiban bagi seorang muslim setiap akan melaksanakan salat. Berwudu bisa pula menggunakan debu yang disebut dengan tayammum. Wudhu termasuk urutan wudlu wajib sebelum melaksanakan ibada sholat wajib maupun sunnah. Namun urutan urutan wudlu tidak bisa sembarangan, berikut tata cara wudhu yang benar: 1.

Membaca bismillah “bismillahir rahmaanir rahiim” dan lakukan dengan membasuh tangan (3X) “dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang” 2. Membersihkan mulut dengan berkumur (3X) 3.

Membersihkan hidung (3X) 4. Urutan wudlu muka (3X)lalu membaca niat wudhu “Nawaitul Wudhuu’a liraf’il hadatsil ashghari fardhal lillahi ta’aala” “aku niat wudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala” 5. Membersihkan tangan kanan dari ujung jari sampai siku (3X) 6. Membersihkan tangan kiri dari ujung jari sampai siku (3X) 7. Mengusap kepala (3X) 8. Membasih dua telinga (3X) 9. Membersihkan kaki kanan dari ujung kaki sampai mata kaki (3X) 10.

Membersihkan kaki kiri dari ujung kaki sampai mata kaki (3X) 11. Dan dilanjutkan dengan doa sesudah wudhu “asyhadu alla ilaaha illallah, wahdahuu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan abduhuu wa rasuuluhu allahummaj’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahhiriina waj’alnii min ibaa dikash shalihiina” “aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukan-Nya. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusannya.

urutan wudlu

Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli bertobat, jadikanlah aku orang yang suci, dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh” Urutan wudlu itulah langkah-langkan urutan wudlu niat saat ingin ber-wudhu.

Semoga membantu ya.(OL-4)
Tata cara wudhu yang benar sesuai Urutan wudlu Rasulullah SAW beserta niat dan doa setelah wudhu. Selengkapnya di artikel berikut ini. Tata cara wudhu yang benar harus umat muslim pahami karena wudhu merupakan syarat sah diterimanya ibadah salat.

Wudhu adalah bentuk menyucikan diri dari hadas kecil sebelum berhadapan dengan Allah SWT, maka posisi wudhu dalam ibadah salat sangat penting dan diharuskan. Sebagai umat muslim yang taat, kita harus menyempurnakan wudhu, yakni dengan cara mengetahui bacaan doa dan tata cara wudhu sesuai sunnah. Baca Juga: Tata Cara Tayamum yang Benar serta Niat & Doa Sesudahnya Tata Cara Wudhu yang Benar Toppers, berikut ini adalah tata cara wudhu yang benar sesuai sunnah dalam Islam yang harus kamu ketahui.

Wudhu bisa merontokkan dosa dalam diri kita, maka dari itu pastikan tahapan wudhu telah benar tanpa membuang-buang air. Dalil tentang Wudhu Sumber Gambar : Unsplash Betapa pentingnya wudhu telah ditegaskan dalam riwayat hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda bahwa wudhu merupakan syarat sah diterimanya ibadah shalat umat muslim.

لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ Artinya: “Allah tidak menerima shalat salah seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudhu.” Ya, ketika shalat, seorang muslim atau muslimah harus terbebas dari najis dan hadas kecil begitu juga besar.

urutan wudlu

Karena itu, perlu dibersihkan terlebih dahulu dengan wudhu. Dalam Al-Qur’an, Allah telah menyeru para orang beriman untuk mengambil wudhu ketika hendak menjalankan shalat. Panduan wudhu serta pembersihan diri telah dijelaskan pada firman Allah surat Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا urutan wudlu فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman!

Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai urutan wudlu siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu.

Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.” Dari kedua dalil di atas dapat diketahui bahwa agama Islam begitu mementingkan kebersihan kepada umatnya.

Jika tidak memungkinkan untuk wudhu, Toppers bisa melakukan tayamum. Namun sebelum itu, apabila kamu dalam keadaan junub/kotor, pergi mandi junub terlebih dahulu sebelum mengambil wudhu. Baca Juga: Rukun Islam: Ketahui Pengertian dan Urutannya Syarat Wudhu Sebelum mengambil air wudhu, urutan wudlu delapan syarat yang harus dipenuhi.

Berikut rinciannya: • Islam • Tidak berhadas besar atau dalam keadaan haid/nifas • Wudhu dengan air suci dan mensucikan: Air hujan, air laut, air sumur, air sungai, air salju, air embun dan air telaga. • Tidak ada penghalang masuknya air ke anggota tubuh seperti kutek, getah, atau cat. • Mengetahui fardhu wudhu: Niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan, mengusap kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan tertib. • Mengetahui sunnah wudhu: Bersiwak, membaca basmalah, berkumur-kumur, membasuh lubang hidung, membersihkan seluruh rambut, mendahulukan bagian kanan, membersihkan telinga luar dan dalam, membasuh & menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki.

• Tamyiz alias dapat membedakan baik dan buruknya suatu pekerjaan. Tata Cara Ambil Air Wudhu Sumber Gambar : Unsplash Setelah mengetahui betapa pentingnya wudhu dalam ibadah, tata cara wudhu sebagai bagian dari thaharah (bersuci) harus kamu perhatikan. Di bawah ini adalah cara berwudhu yang benar:. • Membaca basmallah dengan lisan • Membasuh telapak tangan 3 kali hingga ke sela-sela jari • Berkumur 3 kali, bersihkan bekas makanan yang menyangkut di sela-sela gigi • Membersihkan lubang hidung 3 kali (menghirup air kemudian mengeluarkannya dengan memencet hidung) • Membasuh wajah 3 kali secara menyeluruh dari ujung kepala mengenai rambut hingga ke bawah dagu.

Di tahap ini, sambil membaca niat “ Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa” • Mencuci kedua tangan hingga siku sebanyak 3 kali • Mengusap kepala 3 kali • Mengusap kedua telinga sebanyak 3 kali • Membasuh kaki sampai di atas mata urutan wudlu 3 kali, menggosok sela-sela jari kaki dengan jari tangan • Membaca doa setelah wudhu Doa Wudhu Sumber Gambar : Republika Setelah selesai melakukan serangkaian tahapan wudhu, sempurnakan wudhu dengan membaca doa setelah wudhu.

Ketika membaca doa setelah wudhu, dianjurkan menghadap kiblat dan menengadahkan kedua tangan kemudian berdoa secara khusyuk. Berikut bacaannya: أَشْهَدُ أَنْ لآّاِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ urutan wudlu الْمُتَطَهِّرِيْنَ “ Asyhadu allâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhû wa rasûluhû, allâhummaj'alnî minat tawwâbîna waj'alnii minal mutathahhirîna.” Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku urutan wudlu dalam golongan orang-orang yang bersuci (shalih)." Baca Juga : Tata Cara, Bacaan Salat Idul Fitri, dan Waktu Menjalankannya Demikian penjelasan tentang tata cara wudhu yang benar. Kini Toppers mengetahui tahapan wudhu yang dianjurkan, jangan lupa bagikan informasi ini kepada sesama muslim tentang cara berwudhu ini.

Sekarang, kamu bisa mengakses Tokopedia Salam untuk baca Al-Qur’an dan cek jadwal shalat, praktis sekali bukan? Selain itu, kamu juga bisa berdonasi, membayar zakat mal serta fidyah terpercaya dan cepat hanya di Tokopedia. Penuhi berbagai kebutuhan umat Islam di Tokopedia Salam Urutan wudlu Melly Yustin Aulia

Tata Cara Wudhu (lengkap dan Mudah)




2022 www.videocon.com