Pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

Daftar Isi : • Pengertian Halogen • Ciri – Ciri Halogen • Sifat Halogen • Sifat Fisik Halogen • Sifat Kimiawi Halogen • Karakteristik Halogen • Fungsi Halogen • Manfaat Halogen Dalam Kehidupan Sehari Hari • Contoh Soal Kimia Unsur dan Pembahasan Pengertian Halogen Sifat Unsur Halogen Pada semua kelompok halogen tersusun dari sejumlah unsur-unsur yang bersifat non logam.

kemudian seri unsur yang jatuh di bawah kelompok 17 berdasarkan tabel periodik unsur kimia. Kemudian dari sejumlah unsur-unsur yang tersusun dari keluarga halogen dalam unsur kimia misalnya saja seperti klorin, yodium, brom, fluorin,dan astatin. Bahkan pada Ununseptium, yang bukan digolongkan sebagai unsur yang alami, namun banyak yang meyakini bahwa ia termasuk sebagai halogen.

Tabel Halogen Sifat Flour Klor Brom Iodium Astatin Massa-Atom 19 35.5 80 127 210 JariJari-Atom A 72 99 115 133 155 Titik-Leleh C -220 -101 -7 113 302 Titik-Didih C -188 -35 59 183 337 Keelegtronegatifan 4.1 2.8 2.8 2.5 2.2 Bentuk/Wujud Gas Gass Cair Padat Padat Colour/Warna Kenuing-Muda Hijau-Kekuningan Merah-Kecoklatan Ungu – Kemudian mengenai karakteristik unik yang ada pada halogen yakni bahwa ia merupakan satu-satunya kelompok unsur yang terdapat dalam semua pada waktu berubah wujud dari cair ke padat periodik yang terbentuk dari berbagai unsur yang memiliki tiga kondisi klasik materi – padat, cair dan gas – pada saat diletakan dalam keadaan tekanan dan suhu yang standar.

Ciri – Ciri Halogen • Konfigurasi elektron valensi halogen ialah ns 2np 5 • Berawal dari F ke At yang mana titik didih dan titik lelehnya akan semakin tinggi • Energi ionisasi halogen yang sangat tinggi • Afinitas elektron yang sangat tinggi • Energi disosiasi ikatan Sifat Halogen Sifat Unsur Halogen Sifat Fisik Halogen • Halogen hampir terdapat pada setiap tiga kondisi klasik materi baik itu berupa zat padat, cair ataupun gas • Tidak terdapat jenis halogen yang memiliki warna • Pada Halogen diatomik ketika diletakan disebuah tempat yang berada bawah suhu kamar menjadi gas maka akan berubaha menjadi berwarna ungu-biru • Kemudian pada Halogen misalnya seperti brom, flour dan klor yang mengandung racun di alam dan dari tiap tiap hologen tersebut memiliki beberapa macam tingkat toksisitas • Pada saat dalam keadaan berbentuk padat, maka pada semua halogen memiliki tekstur yang sangat mudah rapuh.

pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

Baca Juga : Fungsi Alkaloid Sifat Kimiawi Halogen • Pada setiap halogen memiliki elektronegatifitas. • Definis Halogen merupakan sebauh konduktor panas dan juga pengantar listrik yang sangat buruk, hal ini terlepas dari kondisi fisik mereka. • Meampu memperoleh elektron dengan sangat cepat sehinga dengan adanya kemampuan tersebutlah yang membuat mereka bisa sangat reaktif terhadap semua unsur kimia.

• Halogen juga mudah terdisosiasi sehingga dapat berubah menjadi partikel atom dan dapat disatukan dengan unsur yang ada disekelilingnya guna membentuk senyawa. • Kemudian pada ketika disatukan dengan hidrogen, maka halogen tersebut akan memperoleh/menghasilkan halida yang mana halida adalah suatu jenis senyawa asam yang sangat kuat.

• Secara umum terhadap yang bersifat non-logam, dimana halogen memiliki ti-tik leleh dan juga ti-tik didih yang cukup sangat rendah.

pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

Karakteristik Halogen Di bawah ini merupakan sebuah susunan daftar dari karakteristik halogen yang sangat unik terhadap setiap konstituen dari sejumlah kelompok unsur. Dimana dengan Karakteristik halogen ini sehingga dapat mengatur berbagai unsur yang masih merupakan golongan dari kelompok unsur ini terlepas atas setiap kelompok dan merupakan unsur yang didapat dari tabel periodik lainnya.

• Hampir dari sebagian ion halogen dan atom dapat dijumpai dan kemudian di dikombinasikan dengan menggunakan jenis bahan kimia lainnya yang ada di laut atau air mineral.

Dimana dalam hal ini disebabkan, oleh karena dari beberapa unsur halogen pada waktu berubah wujud dari cair ke padat cenderung untuk melakukan pembuatan garam pada ketika saling bersentuhan dengan bahan logam dan kemudian akan saling menjadi satu kesatuan dengan mereka guna membentuk dan menghasilkan senyawa.

• Kemudian pada semua makhluk hidup biologis mungkin dapat terkenna dampak/ efek berbahaya bahan ini apabila terkena secara langsung baik dalam jumlah yang sangat banyak halogen atau dalam jumlah yang sedang dan untuk jangka waktu yang cukup lama. • Halogen ialah merupakan satu-satunya kelompok unsur dari keseluruhan tabel periodik yang terbentuk dari unsur yang dimiliki pada ketiga kondisi klasik materi yakni jenis padat, cair dan gas. Dimana dalam hal ini dapat dibuktikan dengan fakta bahwa ketika disimpan di bawah suhu kamar dalam tekanan yang cukup normal, maka kemudian astatin dan yodium yang berupa padatan, dan kemudian bromin akan muncul sebagai sebuah zat cair sepertiklorin dan fluor yang dapat berlangsung sebagai gas.

• Kemudian Unsur halogen reaktif. Hal ini disebabkan karena kecenderungan pada reaktivitas tinggi, namun pada umumnya halogen tidak dapat eksis dalam lingkungan sebagai unsur murni, sebab biasanya ia dapat dijumpai sebagai senyawa atau ion. • Kemudian Halogen juga membentuk suatu hidrogen halida, dengan berbentuk asam yang sangat kuat, dimana apabila mereka saling digabungkan dengan hidrogen maka mereka akan membentuk senyawa biner.

• Kemudian pada ketika mereka bereaksi di dalam kelompok halogen, maka pada unsur halogen akan membentuk sebuah senyawa diatomik yang terjadi antar halogen. • Halogen memperoleh suatu kecenderungan yang sangat tinggi supaya mereka dapat bereaksi dengan materi lainkemudian kaeran disebabkan oleh tingginya tingkat elektronegativitas atom mereka yang mana hal tersebut merupakan hasil yang diperoleh dari muatan inti efektif tinggi atas setiap jenis atom halogen.

Baca Juga : Pengertian Klorofil Fungsi Halogen Kemudian beberapa halogen yang biasanya kerap digunakan oleh manusia dalam berbagai hal, yakni sebagai berikut: Baca Juga : Kristalisasi • Desinfektan • pendingin • bahan pemeriksaan api • insektisida • pewarna makanan • pewarna • produk minyak bumi • dll. Manfaat Halogen Dalam Kehidupan Sehari Hari a.

Fluorin (F) • Membentuk senyawa CFC, dan juga CFC yang kemudian di gunakan sebagai bahan cairan pendingin ( kulkas dan ac ). • Pada Garam fluorida ditambahkan kedalam pasta gigi atau air minum yang berguna agar dapat mencegah dari terjadinya kerusakan gigi. • Dapat digunakan sebagai bahan pembuatan Teflon. b. Klorin (Cl) • Klorinasi hidrokarbon = Dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam sebauh industri plastik dan juga karet sintesis.

• Dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat tetrakloro metana (CCl4). • Dapat dimanfaatkan dalam membuat etil klorida (C2H3Cl) yang biasanya dipakai dalam pembuatan TEL (tetra etillead), yakni merupakan bahan aditif yang terkandung pada bensin. • Dapat dimanfaatkan dalam industri dari berbagai jenis pestisida.

• Dimanafaatkan sebagai bahan desinfektans yang biasanya dicampurkan kedalam air minum dan kolam renang. • Dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemutih di dalam industri pulp (atau digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan kertas) dan tekstil. • Gas klorin bisa dimanfaatkan/digunakan untuk dijadikan sebagai sebauh zat oksidator dalam pembuatan bromin c.

Bromin (Br) • Dapat digunakan dalam pembuatan Etil bromida (C2H4Br2), yakni merupakan suatu zat yang biasanya kerang dicampurkan ke dalam bensin bertimbal (TEL) yang mana hal tersebut berfungsi untuk mengikat timbal, sehingga membuatnya tidak melekat pada bagian silinder atau piston kendaraan.

• Dimanfaatkan dalam pembuatan AgBr, yakni merupakan suatu jenis bahan yang sangat sensitif akan cahaya dan biasanya kerap digunakan dalam film fotografi. • Dapat dimanfaatkan dalam pembentukan senyawa organik, seperti misalnya zat warna dan pestisida. Baca Juga : Fungsi Fospolipid d. Iodin (I) • Sering dimanfaatkan untuk dijdikan sebagai bahan campuran dari obat luka (larutan iodin yang biasanya dikenal dengan sebutan iodiumtingtur). • Dimanafaatkan sebagai bahan dalam pembentukan perak iodida (AgI).

pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

• Dapat Dimanafatan dalam melakukan uji coba adanya amilum dalam tepung tapioka. Contoh Soal Kimia Unsur dan Pembahasan Di bawah ini merupakan Unsur logam yang menyala denagn berwarna merah ialah… a. magnesium b. kalium c. berilium d. stronsium e. barium Jawab: d. stronsium Pembahasan: Pada magnesium dan juga berilium memberikan nyala berwarna putih, kemudian kalium menyala dengan berwarna ungu muda, lalu stronsium menyala dengan berwarna merah, sedangkan barium menyala dengan berwarna hijau.

Apa yang dimaksud dengan Astatin? Pengertian Astatin ialah merupakan suatu unsur kimia yang terdapat dalam tabel periodik yang mempunyai simbol atau berlambangkan At dengan nomor atom 85.

Dimana sebutan dari Nama unsur ini didapat dari bahasa Yunani yakni αστατος (istilah astatos) yang memiliki arti “tidak stabil”. Diaman pada unsur ini merupakan salah satu golongan yang masih termasuk halogendan dan juga merupakan sebuah unsur radioaktif yang proses pembentukannya dapat terjadi dengan secara alami denagn melalui peluruhan dari bahan uranium-235 and uranium-238. Sebutkan Kegunaan klorin dalam kehidupan sehari-hari?

– Klorinasi hidrokarbon = Dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam sebauh industri plastik dan juga karet sintesis.

-Dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat tetrakloro metana (CCl4). -Dapat dimanfaatkan dalam industri dari berbagai jenis pestisida. pada waktu berubah wujud dari cair ke padat sebagai bahan desinfektans yang biasanya Nah itulah yang bisa quipper.co.id sampaikan mengenai sifat unsur halogen, semoga serangkain ulasan ini dapat bermanfaat untuk sahabat sekalian.

Posted in Kimia Tagged a. Fluorin (F), Apa kegunaan unsur neon, Apakah halogen bersifat racun, Apakah sifat molekul dari x2, Asam terlemah dalam senyawa asam halida, b. Klorin (Cl), Berapa elektron valensi unsur halogen, Bromin berwujud, c. Bromin (Br), Ciri - Ciri Halogen, Contoh soal kimia unsur, Contoh Soal Kimia Unsur dan Pembahasan, d.

pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

Iodin (I), Dampak halogen, Diantara asam oksihalogen yang terkuat adalah, Fungsi Halogen, Halogen bersifat radioaktif, Karakteristik Halogen, Karakteristik unsur, Kegunaan astatin, Kegunaan klorin dalam kehidupan sehari-hari, Kegunaan unsur halogen, Kelimpahan halogen, Kelimpahan unsur halogen di alam, Kimia unsur ppt, Konfigurasi elektron halogen, Makalah halogen, Makalah kimia unsur, Manfaat Halogen Dalam Kehidupan Sehari Hari, Materi halogen, Materi kimia unsur kelas 12 lengkap, Pembuatan unsur halogen, Pengertian Halogen, Pengertian kereaktifan, Pengertian sifat fisis halogen, Perbedaan halogen dan halida, Pertanyaan tentang halogen, Ppt halogen, Reaksi halogen, Reaksi reaksi halogen, Ringkasan materi kimia unsur pdf, Salah satu logam transisi golongan 7b, Sebutkan sifat-sifat umum astatin, Sebutkan unsur-unsur transisi periode 4, Sifat Fisik Halogen, Sifat fisika dan kimia gas mulia dan halogen, Sifat fluorin adalah, Sifat Halogen, Sifat kimia halogen, Sifat kimia halogen pdf, Sifat Kimiawi Halogen, Sifat reduktor halida dari atas ke bawah, Sifat sifat unsur golongan halogen adalah nomor, Sifat sifat unsur periodik, Sifat unsur alkali, Sifat unsur gas mulia, Sifat unsur golongan gas mulia, Sifat Unsur Halogen, Sifat-sifat unsur transisi, Unsur golongan gas mulia, Unsur yang segolongan dengan adalah….

SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our Privacy Policy and User Agreement for details.

Geo sem 2 by Mohd Nazren Bin Saparudin pdf • 1. GEOGRAFI STPM PENGGAL 2 NOTA KUPASAN BAHAGIAN A [Modul “Geografi STPM Penggal 2 Nota Kupasan” bertujuan untuk membantu sesama pelajar sahaja.

Isi kandungan berdasarkan format terkini STPM. Sebarang bahagian dalam modul ini tidak boleh diterbitkan semula, disimpan dengan cara yang boleh dipergunakan lagi,ataupun dipindahkan dalam sebarang bentuk atau cara, baik dengan cara elektronik, mekanik, fotokopi, perakaman dan sebagainya tanpa izin bertulis terlebih dahulu daripada penulis mohd.nazren.03@gmail.com.

Juga bukan tujuan jualan kepada mana- mana pihak.Pihak penulis tidak akan bertanggungjawab atas ketidaklengkapan fakta yang tedapat di dalam modul ini. Sebelum merujuk modul ini, pastikan anda memahami sepenuhnya konsep yang terdapat dalam Geografi Penggal 2 STPM terlebih dahulu.] EDISI PERTAMA 2017 • 2.

1 SISTEM ATMOSFERA : STRUKTUR, KANDUNGAN, PERANAN, FAKTOR KONSEP ATMOSFERA Satu lapisan nipis gas tanpa bau, warna dan rasa yang berada di atas permukaan bumi disebabkan oleh tarikan daya graviti bumi. STRUKTUR ATMOSFERA (Termosfera, Mesosfera, Stratosfera, Troposfera) a.

Termosfera/ionosfera  Suhu meningkat mengikut ketinggian sehingga 1000˚C. Lapisan paling bawah dipenuhi dengan gas nitrogen dan molekul oksigen.  Berlaku pemisahan electron bercas negative daripada atom oksigen dan pada waktu berubah wujud dari cair ke padat nitrogen.  Penting untuk telekomunikasi. b. Mesosfera  Ketinggian sehingga 80 km, suhu berkurangan mengikut ketinggian sehingga -90˚C.

 Di kawasan ini wujud awan noktilusen.  Bahan meteor mula terbakar di sini c. Stratosfera  Ketinggian sehingga 50 km, suhu bertambah secara perlahanlahan mengikut ketinggian.  Lapisan ini sangat kering, tidak mengandungi awan atau cuaca.  Mengandungi gas ozon.Kebanyakkan bahan meteor memasuki lapisan ini.

d. Troposfera  Ketebalan kira-kira 8 km, meliputi 25 % daripada jisim bumi.  Pengurangan suhu 6.5˚C bagi setiap 1000m.  Kawasan terdapatnya perubahan iklim dan cuaca • 3. 2 KANDUNGAN ATMOSFERA 1. Gas kekal Gas yang tetap di atmosfera seperti Nitrogen ( 78.09%), Oksigen (20.95%) dan Argon (0.93%). 2. Gas berubah Gas yang kandungannya tidak tetap di atmosfera. Contohnya : a.

Karbon dioksida : sentiasa bertambah;  memasuki atmosfera melalui tindakan organisma hidupan lautan dan daratan. peningkatan penggunaan bahan api fosil oleh manusia b. Ozon : sentiasa berkurangan;  melalui kitar fotokimia iaitu melibatkan percantuman semula dengan atom oksigenmenye babkan kehilangan bersih oksigen ganjil c.

Klorofluorokarbon (CFC) : sentiasa bertambah  punca: bahan-bahan aerosol, bahan penyejuk (freom)bahan pencuci dan penyaman udara terlerai dan membebaskan klorin yang juga terlibat dalam pemusnahan lapisanozon.

d. Nitrogen Oksida (NOX): sentiasa bertambah  mekanisme biologi di lautan dan juga dalam tanah, pembakaran industri,kenderaan, biojis im, dan penggunaan baja kimia. e. Sulfur dioksida (SO2): sentiasa bertambah  pembakaran arang batu dan minyak serta peleburan tembaga.  Penambahan dan pengurangan kumpulan gas ini akan mempengaruhi : a.pencemaran udara b.peningkatan gas rumah hijau c.hujan asid d.Penipisan lapisan ozon e.pemanasan global 3.

Juzuk bukan gas  Dikenali sebagai bahan aerosol termasuk habuk, asap, zarah garam, zarah tanah, dan habuk galian daripada pembakaran kering, karbon dan habuk gunung berapi.  Mengakibatkan fenomena jerebu • 4. 3 PERANAN ATMOSFERA 1. Kepada Biologi  Oksigen - penyokong kepada semua kehidupan pada waktu berubah wujud dari cair ke padat permukaan bumi. 2. Mencorakkan kontur permukaan bumi  Kejadian cuaca seperti angin, hujan dan larian air.

 Tindakan unsurunsur cuaca ini telah mewujudkan pelbagai bentuk permukaan bumi yang sentiasa beruba h tanpamengira masa dan tempat. 3. Kekayaan semula jadi  Perlombongan logam dan simpanan bijih dikaitkan dengan pengumpulan bahan logam m elalui tindakan kimia airhujan ke dalam batuan. 4. Perdagangan / rekreasi  Pedagang pada zaman dahulu menggunakan kapal layar yang memerlukan tiupan angin.

5. Membentuk dan mempengaruhi cuaca  Atmosfera bumi sentiasa mengalami perubahan secara berterusan. Manusia perlu menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang ekstrem agar tidak meng alami kesan perubahantersebut ATMOSFERA : UNSUR-UNSUR IKLIM DAN CUACA KONSEP-KONSEP IKLIM DAN CUACA UNSUR-UNSUR CUACA DAN IKLIM Konsep Cuaca dan Iklim Cuaca  Fenomena harian yang sentiasa berubah mengikut tempat dan masa.

 Contohnya, cuaca tempat A mungkin tidak sama dengan tempat B walaupun jaraknya hanya beberapa kilometer. Iklim  Purata unsur-unsur cuaca seperti suhu, hujan, kelembapan udara dalam tempoh 35 tahun meliputi skala yang luas seperti sebuah negara atau rantau/wilayah. • 5. 4 Unsur-unsur cuaca 1. Suhu 2. Kerpasan 3. Kelembapan udara 4.

Awan 5. Tekanan udara 6. Angin FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABURAN SUHU MENDATAR 1.Tumbuhan semulajadi 2.Awan 3.Arus lautan 4.Perbezaan permukaan bumi 5.Ketinggian FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABURAN SUHU MENEGAK 1.

Tekanan udara 2. Suhu permukaan 3. Lapisan atmosfera 4. Kandungan atmosfera LEMBAPAN ATMOSFERA 1.Lembapan atmosfera.-Kandungan wap air yang terdapat di atmosfera.

2.Kelembapan mutlak.- Pada waktu berubah wujud dari cair ke padat wap air dalam sesuatu isipadu air. (g/m3) 3. Kelembapan tentu.-Jisim wap air bagi setiap kilogram udara. 4. Kelembapan bandingan.-Nisbah jumlah wap air yang sebenar terdapat di udara berbanding dengan jumlah wap air yang boleh ditampung oleh udara tersebut pada suhu yang tertentu. PROSES-PROSES LEMBAPAN ATMOSFERA 1.Sejatan 2. Pepeluhan/ Transpirasi 3.

Sejatpeluhan FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEJATAN 1. Tekanan wap 2. Suhu permukaan 3. Angin 4. Kandungan air 5. Luas permukaan sejat • 6. 5 SISTEM ATMOSFERA  KERPASAN KERPASAN  ANGIN  BAJET HABA  KELEMBAPAN UDARA  SEJATAN  PEMELUWAPAN  PEMBENTUKAN AWAN  KERPASAN SISTEM ATMOSFERA : KERPASAN KERPASAN Konsep kerpasan  Semua jenis lembapan yang turun ke bumi dari atmosfera sama ada dalam bentuk hujan, salji, embun atau hujan batu.

Jenis-jenis kerpasan i. Hujan perolakan ii. Hujan bukit iii. Hujan perenggan SISTEM ATMOSFERA : ANGIN Angin dan tekanan udara SISTEM ATMOSFERA : BAJET HABA  Bahangan Suria  Bahang Bumi Proses-proses yang menentukan bajet imbangan haba dunia a. Proses penyerakan b. Penyerapan c. Pantulan13. Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan bajet haba dunia 1.

Litupan awan yang tebal 2. Kebocoran lapisan ozon 3. Pembebasan gas rumah hijau 4. Kejadian jerebu 5. Albedo atau kadar pembalikan bahangan matahari • 7. 6 SISTEM ATMOSFERA : KELEMBAPAN UDARA Konsep kelembapan udara  Jumlah wap air yang terdapat dalam udara pada suhu tertentu dan waktu tertentu.

Jenis kelembapan: i. Kelembapan Mutlak (KM) –merujuk jumlah wap air sebenar yang terdapat dalam jisim udara pada sesuatu suhu tertentu dalam gram meter padu (g/m3) udara pada masa yang tertentu. ii. Kelembapan Bandingan – merujuk jumlah wap air sebenar yang terkandung di dalam udara dengan jumlah wap air yang mampu ditampung oleh udara pada suhu tertentu. Ukurannya dalam unit peratus (%). Kelembapan bandigan dianggap tepu apabila mencapai 100%. Alat Higrometer diguna mengukur kelembapan bandingan.

SISTEM ATMOSFERA : SEJATAN Konsep sejatan  Proses pertukaran daripada bentuk cecair dari badan air (laut, tasik, kolam, paya dan sebagainya) kepada bentuk wap ke atmosfera.

Proses sejatan a. Sejatan berlaku dari badan air seperti laut, tasik, kolam, paya dan sebagainya apabila tekanan wap pada permukaan adalah lebih tinggi berbanding dengan tekanan wap di dalam atmosfera yang belum sampai ke takat tepu.Sejatan mula apabila tenaga elektromagnet ditukar kepada tenaga haba yang memanaskan permukaan air.

Air yang mengandungi molekul-molekul H2O akan menjadi panas. b. Molekul-molekul air yang panas akan bergerak dan tenaga haba tadi bertukar menjadi tenaga kinetik. Molekul-molekul air yang bergerak ini akan berlanggar antara satu sama lain dan apabila halaju menjadi tinggi akibat peningkatan suhu maka peluang bagi molekul air untuk terbebas ke atmosfera dalam bentuk wap air adalah cepat.

c. Molekul-molekul yang dapat membebaskan diri dan naik ke atas atmosfera akan wujud di dalam bentuk wap air yang mengandungi tenaga haba pendam.

Ekoran daripada itu, proses sejatan akan merendahkan suhu sesuatu permukaan air. Faktor-faktor yang mempengaruhi sejatan a. Suhu air. b. Tekanan wap pada permukaan air c. Udara yang lebih kering d. Kadar kemasinan air e. Nilai kelembapan bandingan • 8.

pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

7 SISTEM ATMOSFERA : PEMELUWAPAN Konsep pemeluwapan  Proses pertukaran wap air kepada cecair/ titisan-titisan air apabila suhu dalam jisim udara mencapai takat embun. Proses pemeluwapan a.

Berlaku apabila suhu dalam jisim udara menurun kepada takat embun (0°C) pada ketinggian melebihi 1000 meter. b. Penurunan suhu berlaku disebabkan pada waktu berubah wujud dari cair ke padat pertukaran adiabatik. Semakin tinggi sesuatu tempat maka suhunya semakin menurun. c. Apabila jisim udara tersebut sejuk, tenaga kinetik zarah-zarah (wap air) berkurangan.

Zarah-zarah (wap air) bergerak dengan lebih perlahan dan ditarik antara satu sama lain dengan lebih kuat. Jadi zarah-zarah tersusun lebih rapat menyebabkannya bertukar kepada cecair. Proses pemeluwapan melalui proses penyejukan 1. Penyejukan air lintang  Berlaku apabila udara yang bersempadan dengan permukaan bumi mengalir dari kawasan panas ke kawasan yang sejuk.

Hasilnya terbentuk kabus air lintang dan awan jenis stratus yang rendah. 2. Penyejukan sinaran  Berlaku pada waktu malam dalam keadaan langit yang terang dan udara tenang. Bahangan bumi terus hilang ke angkasa lepas tanpa halangan.Kesannya jisim udara disejukkan menghasilkan embun dan kabus sinaran.

3. Penyejukan adiabatik Faktor-faktor yang mempengaruhi pemeluwapan a. Kandungan wap air yang mencukupi dalam atmosfera b.Takat embun c.Nukleus higroskopik/ nukleus pemeluwapan SISTEM ATMOSFERA : PEMBENTUKAN AWAN Konsep awan  Bintik air yang halus atau hablur-hablur ais yang amat halus yang terapung di dalam atmosfera pada ketinggian yang berlainan dari permukaan bumi.Ia terhasil daripada penyejukan udara lembap ke takat suhu yang lebih rendah daripada takat embun.

Jenis-jenis awan: a.Awan tinggi (6100 m hingga 12000 m) b.Awan pertengahan (1200 m hingga 6100 m) c.Awan rendah (0 hingga 1200 m) • 9. 8 d.Awan tegak (had dasar 180 m) Awan tinggi (6100 m hingga 12000 m) 1. Sirus Awan ini berbentuk nipis, lembut berumbai-umbai.Ia menunjukkan cuaca agak cerah dan suasana senja waktu senja yang indah. 2. Sirostatus Awan ini membentuk kepingan awan nipis yang menyelubungi langit.Ia kelihatan seperti tirai. 3. Sirokumulus Awan ini seperti sisik ikan dan tersusun dalam kumpulan atau berderet-deret.

Awan pertengahan (1200 m hingga 6100 m) 1. Altostratus Awan ini berwarna kelabu atau kebiruan dan berbentuk seperti sirosratus tebal.Ia padat berjurai-jurai atau calar-calar.

2. Altocumulus Awan ini berupa lapisan kumpulan awan yang bertompok-tompok tidak rata dan berlapislapis tetapi tersusun rapat. Awan rendah 1. Staratokumulus Awan ini merupakan beberapa kelompok awan kelabu yang tersusun. 2. Stratus Awan ini sangat rendah tetapi tidak mencecah permukaan bumi.Keadaannya tebal dan berwarna kelabu.Awan pada waktu berubah wujud dari cair ke padat menyebabkan cuaca menjadi kelam dan disertai dengan gerimis.Ia menghablurkan penglihatan dan merbahaya kepada kapal terbang.

3. Nimbostratus Awan ini tidak mempunyai bentuk yang tertentu tetapi tebal. Awan ini gelap, mempunyai lapisan-lapisan yang jelas. Awan ini membawa hujan, salji atau hujan beku. Awan tegak 1. Kumulus Awan ini tinggi menegak.Awan cumulus mempunyai dasar yang rata dan bentuknya seperti kubis bunga serta tebal.Awan ini menunjukkan cuaca yang baik.

2. Kumulonimbus Mempunyai dasar yang rata berkembang secara menegak dan kelihatan seperti gunung. Awan ini dikenali sebagai awan ribut yang membawa hujan perolakan yang disertai oleh kilat dan petir. • 10. 9 SISTEM ATMOSFERA : KERPASAN Konsep kerpasan Kerpasan merupakan semua jenis lembapan yang turun ke bumi dari atmosfera sama ada dalam bentuk hujan, salji, embun atau hujan batu. Jenis-jenis kerpasan i.

Hujan perolakan ii. Hujan bukit iii. Hujan perenggan Hujan perolakan Terjadi apabila permukaan bumi dipanaskan oleh pancaran matahari pada waktu pagi.Permukaan bumi yang menyerap pancaran matahari juga mengeluarkan haba. Haba yang dikeluarkan akan memanaskan udara yang berhampiran dengan permukaan bumi. Udara yang dipanaskan ini akanmengembang dan naik secara perolakan kerana udara ini lebih ringan daripada udara di sekelilingnya.

Udara ini akan terus naik dan disejukkan secara adiabatic (makin tinggi udara naik makin sejuk). Sehingga sampai takat embun, udara akan terpeluwap membentuk titisan air dan berkumpul membentuk awan kumulunimbus yang membawa hujan lebat pada waktu petang disertai kilat dan petir.

Hujan bukit Hujan ini terjadi di kawasan bukit yang menghadap laut atau lautan.Kumpulan udara lembap dari bertiup ke darat terpaksa naik ke atas kerana terdapat halangan gunung atau bukit.Semakin tinggi udara itu naik, udara itu menjadi semakin sejuk. Apabila sampai takat embun iaitu pada waktu berubah wujud dari cair ke padat dimana udara tidak boleh disejukkan lagi, udara akan terpeluwap menjadi titisan air.

Titisan air ini akhirnya akan turun sebagai hujan. Hujan bukit turun dengan lebat di kawasan cerun yang menghadap angin dan kawasan cerun yang membelakangi angin dikenali sebagai kawasan lindungan hujan.

Hujan perenggan Ia terjadi apabila terdapat pertembungan dua kumpulan udara iaitu udara sejuk dan udara panas. Pertembungan dua udara ini biasanya terjadi di kawasan yang beriklim sederhana dan tropika. Udara sejuk adalah lebih tumpat maka udara ini akan sentiasa berada hampir dengan permukaan bumi. • 11. 10 3.11 Sistem Angin Dunia Angin Monson Barat Daya ( Monson Musim Panas ) 1. Pada bulan Mei – Sep, matahari tepat pada garisan sartan.

Benua Asia menerima suhu yang tinggi menyebabkan tekanan udaranya menjadi rendah. Perbezaan suhu ini merupakan satu sebab terbentuknya angin monsoon. 2. Pada masa yang sama hemisfera selatan iaitu di Australia mengalami musim sejuk menyebabkan udaranya bertekanan tinggi.

3. Perbezaan tekanan di antara kedua-dua kawasan ini menghasilkan daya cerun tekanan dan pergerakan angin dari kawasan tekanan tinggi ( Australia ) ke kawasan tekanan rendah ( Asia ) 4. Angin dari kawasan tekanan tinggi bergerak keluar sebagai angin tenggara dan dibiaskan oleh daya korialis menjadi angin monson barat daya. Angin monson barat daya juga dikenali sebagai angin monson musim panas.

5. Angin monson barat daya merentasi kawasan lautan dan membawa hujan ke kawasan seperti Asia selatan iaitu Bangladesh, Sri Lanka, India dan Pulau Sumatera Indonisia. Angin Monson Timur Laut ( Monson Musim Basah ) 1. Monson timur laut berlaku di antara bulan November hingga bulan Mac setiap tahun. 2. Tempoh November hingga Mac bahagian tengah benua Asia mengalami musim sejuk menyebabkan udaranya bertekanan tinggi.

Contohnya di dataran Tingggi Tibet. 3. Dalam jangkamasa yang sama di Australia pula mengalami musim panas kerana matahari berada tegak pada garisan jadi.Suhu yang tinggi di benua Australia memyebabkan udaranya mempunyai tekanan yang rendah. 4. Perbezaan tekanan udara ini menghasilkan daya cerun tekanan. Angin dari kawasan tekanan tinggi ( Asia ) akan bergerak ke kawasan tekanan rendah ( Australia ).

5. Angin yang keluar dari pusat tekanan tinggi dalam arah barat laut dan dipesongkan ke kanan oleh daya korialis menjadi angin monson timur laut. 6. Angin monson timur laut membawa hujan yang lebat ke negara-negara seperti Vietnam dan Malaysia. Pengaruh Tiupan Angin Monson Kepada Aktiviti Manusia 1. Kegiatan pertanian seperti tembakau dapat dilaksanakan terutamanya di pantai timur Semenanjung semasa tempoh monson musim panas kerana keadaan yang lebih kering dan bebas daripada lebihan hujan ( monson timur laut ).

Semasa tempoh monson musim kegiatan pertanian tergendala apabila banyak kawasan • 12. 11 pertanian ditenggelami air. Kegiatan menoreh getah juga tergendala semasa monson musim basah. 2. Kegiatan pelancongan dapat dijalankan dengan meluas semasa monson musim panasKerana keadaan cuaca yang baik berbanding dengan monson musim basah yang membawa hujan lebat dan mengakibatkan banjir.

3. Dari segi aktiviti perikanan, lebih banyak hasil atau tangkapan yang diperolehi pada monson musim panas kerana keadaan laut yang tenang membolehkan nelayan turun ke laut. Semasa monson musim basah kegiatan perikanan tergendala kerana keadaan laut yang bergelora menyebabkan hasil tangkapan berkurangan dan nelayan terpaksa membuat kerja sampingan. 4. Kegiatan pembalakan juga dilakukan semasa monson musim panas kerana keadaan jalan yang baik membolehkan pengangkutan kayu balak.

Semasa monson musim basah kegiatan pembalakan tergendala kerana keadaan jalan yang licin dan masalah tanah runtuh.

5. Kegiatan industri kecil dan sederhana ( IKS ) seperti pengeringan batik dan ikan dapat dijalankan semasa monson musim panas kerana terdapat cahaya matahari yang mencukupi. semasa monson musim basah kegiatan ini terhenti kerana hujan lebat dan kurang mendapat cahaya matahari. 6. Kegiatan pengangkutan akan tergendala semasa monson musim basah.

Banyak jalan terpaksa ditutup kerana ditenggelami air. Pengangkutan ke pulau-pulau juga tergendala kerana keadaan laut yang bergelora. 3.12 Bayu Laut dan Bayu Darat 1. Pada waktu siang hari kadar pemanasan di antara lautan dan daratan berbeza.

Pada waktu siang hari kawasan daratan lebih cepat menyerap haba berbanding dengan kawasan lautan.kadar pemanasan yang berbeza di antara daratan dan lautan pada waktu siang hari menghasilkan tekanan udara yang berbeza. Suhu yang panas di darat menyebabkan udaranya bertekanan rendah dan suhu yang sejuk di lautan menyebabkan udaranya bertekanan tinggi. 2. Perbezaan tekanan di antara lautan dan daratan menghasilkan daya cerun tekanan dan seterusnya menghasilkan pergerakan angin dari laut ke darat pada siang hari yang dikenali sebagai bayu laut.

3. Pada waktu malam, permukaan daratan lebih cepat membebaskan haba berbanding dengan permukaan lautan. Pada waktu malam suhu di daratan lebih sejuk berbanding dengan suhu di lautan. Suhu yang panas di laut pada waktu malam menyebabkan udaranya bertekanan rendah dan suhu yang sejuk di darat menyebabkan udaranya bertekanan tinggi.

4. Perbezaan tekanan di antara kawasan lautan dan daratan menghasilkan pergerakan angin dari darat ke laut pada waktu malam yang dikenali sebagai bayu darat. • 13. 12 3.13 Siklon Tropika 1. Nama siklon tropika berbeza-beza mengikut kawasan, di Amerika Utara dikenali sebagai hurican, di Pasifik utara di kenali sebagai taufan dan di Australia dikenali sebagai siklon.

2. Siklon terbentuk di atas kawasan lautan yang mempunyai suhu laut 26º - 27ºc dan lapisan air panas yang cukup sehingga ke paras 70m dalam. 3. Pemanasan permukaan laut oleh matahari menyebabkan udara di permukaan lautan naik ke atas meninggalkan satu kawasan tekanan udara rendah di bawahnya. Kawasan tekanan udara rendah ini meliputi kawasan seluas 5 – 50km yang dikenali sebagai mata ribut. 4.

pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

Daya korialis yang terdapat di permukaan bumi di sekitar kawasan 8º - 15º di Utara dan selatan bumi akan memutarkan angin siklon.

5. Pemanasan udara di permukaan laut menggalakkan proses sejatan air laut. Apabila berlaku proses pemeluwapan, haba pendam akan dibebaskan.

Haba pendam akan menaikkan lagi suhu udara dan memaksa udara tersebut naik ke paras yang lebih tinggi. Proses pemeluwapan juga membentuk awan kumulus yang membawa hujan lebat. 6. Udara di luar kawasan mata ribut ( 5 – 50km ) adalah udara sejuk dan mempunyai tekanan yang tinggi. Udara yang sejuk ini akan mengalir masuk ke dalam mata ribut dengan halaju yang cukup tinggi secara berpusar membentuk ribut tropika. 7 Siklon tropika lebih banyak terdapat di hemisfera selatan bumi kerana sebahagian besar lautan terdapat di hemisfera selatan bumi.

Kesan-kesan Siklon Tropika Terhadap Manusia 1. Kehilangan nyawa – Siklon tropika yang berlaku di Teluk Benggala pada tahun 1970 menyebabkan 3000 orang terkorban. 2. Kemusnahan harta benda seperti meruntuhkan bangunan dan rumah kediaman.Contohnya Hurikan Agnes pada tahun 1972 menyebabkan kemusnahan harta bernilai US$ 3 juta.

3. Kehilangan mata pencarian – perikanan, pertanian dan penternakan 4. Wabak penyakit 3.14 Fenomena Cuaca Luar Biasa El Nino 1. Terjadi akibat pemanasan dan peningkatan suhu arus lautan Pasifik.

pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

Peningkatan suhu lautan Pasifik mengubah pola tiupan angina timuran. 2. El Nino ialah pada waktu berubah wujud dari cair ke padat fenomena yang mengubah arus lautan dan cuaca di kedua-dua bahagian iaitu di barat dan timur Pasifik.

3. Kebiasaannya tekanan tinggi terdapat di barat Pasifik dan tekanan rendah terdapat di timurPasifik. • 14. 13 4. Angin timuran yang biasanya bertiup dari timur ke barat Pasifik semakin lemah dan digantikan dengan angin dari barat ke timur apabila suhu lautan pasifik semakin tinggi.

Peningkatan suhu di lautan Pasifik menyebabkan menyebabkan tekanan udaranya rendah 5. Sebelum fenomena El Nino suhu permukaan air laut di pantai Amerika Selatan adalah sejuk kerana terdapatnya proses upwelling. Proses upwelling ialah pengaliran air sejuk dari bawah permukaan laut ke atas yang membawa banyak nutrien untuk hidupan laut. 6. Semasa fenomena el nino arus lautan yang sejuk di bahagian bawah lautan di Amerika selatan bergerak ke Asia Tenggara untuk menggantikan arus panas yang bergerak ke pantai Amerika Selatan 6.

Di Amerika Selatan suhu permukaan laut di pantai Amerika selatan meningkat lebih daripada 27ºc akibat pengaliran air laut yang panas dari lautan Pasifik dan menggantikan air laut yang sejuk di pantai Amerika Selatan.Semasa kejadian El Nino banyak hidupan di pantai Amerika Selatan seperti di luar pantai Peru yang mati. 7.Di sampng itu juga arus lautan yang panas menyebabkan berlakunya sejatan yang tinggi dan membawa hujan yang lebat di bahagioan pantai barat Amerika Selatan seperti di Equador dan Peru.

Kesan-kesan Fenomena El Nino 1. Fenomena El Nino telah menjejaskan sektor perikanan di pantai Amerika Selatan.Contohnya tangkapan ikan di pantai Peru menurun 12 juta tan pada tahun 1980 kepada 0.5 juta tan pada tahun 1983. Keadaan ini terjadi kerana suhu air laut yang panag menyebabkan banyak ikan yang mati. 2. Selain daripada burung-burung yang berhijrah tidak lagi terdapat sebagaimana tarikh dan yang dijangkakan di pantai amerika selatan. 3. Berlakunya banjir di Negara-negara Amerika Selatan seperti Bolivia, Peru dan Equador kerana sejatan yang tinggi akibat suhu air laut yang panas.

Kadar sejatan yang tinggi membekalkan wap air yang banyak dan menghasilkan hujan lebat di negara-negara tersebut. 4. Di bahagian barat lautan Pasifik iaitu di Negara-negara Asia Tenggara berlakunya kemarau panjang. Kemarau melanda Negara-negara di Asia Tenggara kerana fenomena El Nino mengubah dan menghentikan tiupan angin timuran yang membawa hujan ke Negara-negara Asia Tenggara. Sifat-sifat kemarau semasa fenomena el nino di Asia Tenggara adalah seperti berikut: a.

Kekurangan kerpasan dalam jangkamasa yang panjang b.

pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

Kelembapan bandingan yang rendah c. Tekanan udara menjadi rendah • 15. 14 d. Kadar sejatan yang tinggi e. Simpanan air tanih yang negatif f. Litupan awan yang kurang 5. Fenomena kemarau juga menyebabkan berlakunya masalah jerebu di Negara- negara AsiaTenggara.Cuaca yang kering dan kemarau yang berpanjangan memudahkan partikulat terampai di ruang udara.Partikuat dibebaskan oleh aktiviti manusia di permukaan bumi seperti pembakaran hutan, pembebasan asap kenderaan dan kegiatan pembakaran terbuka.Ketiga- tiga aktiviti Kemarau panjang yang berlaku semasa fenomena El Nino juga menyebabkan berlakunya kebakaran hutan secara semulajadi.Kebakaran hutan secara semulajadi membebaskan banyak asap dan debu ke atmosfera dan membentuk satu lapisan jerebu yang tebal.

6. Berlakunya masalah kekurangan sumber bekalan air apabila cuaca panas menyebabkan kadar sejatan air permukaan yang tinggi 3.15 Atmosfera dan Manusia 3.15.1 Kesan Rumah Hijau 1. Kesan rumah hijau ialah pemanasan permukaan bumi yang disebabkan oleh pertambahan gas rumah hijau seperti karbon dioksida, metana,sulfur dioksida dan nitrojen dioksida.

Gas-gas ini memerangkap lebih banyak bahangan matahari dan menghalang pembebasan keluar bahang bumi ke atmosfera. Faktor-faktor Berlakunya Pemanasan Global 1. Penggunaan kenderaan bermotor 2. Kegiatan pembakaran terbuka 3. Kegiatan pembalakan 4.

Pereputan sisa-sisa pertanian 5. Sektor perindustrian 6. Letusan gunung berapi 3.15.2 Lapisan Ozon 1. Lapisan ozon terletak di ruang stratosfera bumi berfungsi untuk menyerap dan menapis sinar ultra unggu yang masuk ke permukaan bumi. 2. Kapal terbang super sonic yang terbang di lapisan stratosfera mengeluarkan gas nitrojen dioksida yang boleh menipiskan lapisan ozon dan membenarkan kemasukan lebih banyak kemasukan sinar ultra unggu ke permukaan bumi.

3. Pembebasan gas CFC ( Kloroflourokarbon) melalui penggunaan alat hawa dingin, pewangi dan semburan cat juga menyebabkan berlakunya penipisan lapisan ozon.Atom klorin yang terdapat dalam gas CFC memecahkan molekul oksigen yang membentuk lapisan ozon. • 16. 15 (Ozon adalah salah satu daripada gas-gas yang membentuk atmosfera. Molekul dwiatom oksigen (O2) yang kita bernafas membentuk hampir-hampir 20% atmosfera.

Pembentukan ozon (O3), molekul triatom oksigen kurang banyak dalam atmosfera yang mana kandungannya hanya 1/3,000,000 daripada gas atmosfera. ) CFCs digunakan oleh masyarakat moden dengan cara yang tidak terkira banyak, dalam peti sejuk, bahan dorong dalam penyembur, pembuatan busa dan bahan pelarut terutamanya bagi kilang- kilang elektronik.

Hayat bagi CFCs bermaksud bahawa satu molekul yang dibebaskan hari ini boleh wujud 50 hingga 100 tahun dalam atmosfera sebelum dihapuskan. Bagi tempoh kira-kira 5 tahun, CFCs bergerak naik dengan perlahan ke dalam stratosfera (10 – 50 km). Di atas lapisan ozon utama, pertengahan julat ketinggian 20 – 25 km, kurang UV diserap oleh ozon.

Molekul CFC terurai setelah bertindakbalas dengan UV, dan membebaskan atom klorin. Atom klorin ini berupaya untuk memusnahkan ozon. Kesan-kesan Pemanasan Gobal dan Kesan Rumah Hijau 1. Pemanasan global akibat pertambahan gas rumah hijau dan penipisan lapisan ozon menyebabkan meningkatnya proses luluhawa fizikal terutamanya di kawasan gurun panas.

Proses luluhawa fizikal yang berkaitan dengan peningkatan suhu seperti proses kelupasan dan pemecahan bongkah. 2. Proses penggurunan ( desertification ) akan berlaku dengan meluasnya di permukaan bumi. Proses penggurunan berlaku apabila semakin luas kawasan di permukaan bumi menjadi tandus dan kering. 3. Peningkatan suhu global kesan daripada pertambahan gas rumah hijau dan penipisan lapisan ozon menyebabkan peningkatan paras air laut di seluruh dunia.

Peningkatan suhu menyebabkan ais di kutub utara dan selatan menjadi cair dan menyebabkan berlakunya peningkatan paras air laut. Peningkatan paras air laut seterusnya memyebabkan berlakunya hakisan pantai.Banyak kawasan yang rendah seperti Bangladesh akan ditenggelami air. 4. Pemanasan global juga menyebabkan berlakunya pencemaran udara dan jerebu.

Suhu udara yang kering memudahkan partikulat-partikulat yang dibebaskan oleh manusia di permukaan bumi terampai di ruang udara yang membentuk jerebu. 5. Kebakaran hutan juga akan berlaku kesan daripada pemanasan global. Suhu yang tinggi menyebabkan hutan terbakar secara semulajadi. 6. Pulau haba bandar juga merupakan salah satu kesan pemanasan global. Pulau haba ialah peningkatan suhu di kawasan bandar berbanding dengan kawasan disekitarnya.Suhu yang tinggi disokong oleh faktor-faktor seperti morfologi bandar dan bahan binaanbandar mempercepatkan pulau haba bandar.

7. Gangguan terhadap kitar hidrologi juga berlaku kesan daripada pemanasan global. Suhu yang tinggi menyebabkan kadar sejatan air tinggi. Kadar sejatan air yang tinggi mengurangkan air di permukaan di kawasan daratan. 8. Suhu yang tinggi menyebabkan kehilangan air dari badan manusia yang • 17. 16 berlebihan. Kehilangan air dari badan pada waktu berubah wujud dari cair ke padat manusia kepada beberapa wabak penyakit.

9. Penyebaran penyakit-penyakit tertentu seperti kanser kulit dan katarak akan berlaku kesan daripada pemanasan global. 10.Aktiviti pertanian yang dijalankan oleh manusia akan terganggu kesan daripada pemanasan.

Pemanasan global menyebabkan tumbesaran tanaman terbantut dan mati.Keadaan ini menyebabkan produktiviti berkurangan dan masalah kekurangan makanan. Perubahan Iklim-Impak kepada Dunia Bawah Laut 1.0 Pengenalan Mengenai Perubahan Iklim Iklim ialah suatu ungkapan statistik jangka panjang yang dikira daripada cuaca jangka pendek.

Iklim juga boleh didefinasikan sebagai ‘ramalan cuaca’. Oleh itu, apabila perubahan pada ramalan cuaca berlaku maka ia juga boleh dipanggil perubahan iklim di mana perubahan iklim ini akan memberi impak yang besar kepada manusia, ekosistem, bandar-bandar, dan juga penggunaan tenaga.

2.0 Kesan Perubahan Iklim kepada Lautan Lautan mampu menyimpan kapasiti haba yang tinggi dan lautan juga bergerak lebih perlahan berbanding dengan atmosfera. Oleh hal yang demikian, walaupun sedikit sahaja perubahan berlaku pada iklim di sekeliling kita ia akan memberi kesan yang besar kepada lautan. Perubahan iklim memberi kesan bukan sahaja kepada lautan malah kawasan persisiran pantai turut terjejas disebabkan pertukaran pola cuaca, perubahan tindak balas kimia dalam air di lautan, dan kenaikan paras air laut.

2.1 Pertukaran Pola Cuaca 2.2 Perubahan Tindak Balas Kimia dalam Air Laut 2.3 Kenaikan Paras Air Laut. 3.0 Perubahan Iklim Memberi Kesan Terhadap Ikan Perubahan iklim boleh mempengaruhi ikan secara tidak langsung dengan mempengaruhi stok ikan sekaligus pembekalan ikan secara global untuk kegunaan semua atau juga secara tidak langsung seperti mempengaruhi harga ikan serta harga perkhidmatan yang diperlukan oleh nelayan-nelayan dan penjual ikan.

Terdapat banyak kesan lain yang mempengaruhi ikan apabila iklim berubah contohnya perpindahan ikan-ikan, perubahan dalam jumlah dan taburan spesis, kemusnahan ikan disebabkan oleh kenaikan suhu air, perubahan tumbesaran ikan, impak terhadap perikanan marin, dan perubahan habitat.

3.1 Migrasi Ikan 3.2 Perubahan dalam Jumlah dan Taburan Spesis 3.3 Kesan kepada Organisma “sessile” • 18. 17 3.4 Kesan kepada Perubahan Rantai Makanan 3.5 Kemusnahan Ikan disebabkan Peningkatan Suhu Air 3.6 Kesan kepada Perikanan Marin 3.7 Perubahan Habitat 4.0 Kesan Perubahan Iklim kepada Organism Marin Yang Lain.

4.1 Pemutihan Pada waktu berubah wujud dari cair ke padat Karang 4.2 Mamalia Marin 5.0 Kesan ke atas Industri Perikanan dan Pelancongan 5.1 Nelayan Hilang Sumber Pendapatan 5.2 Kurang Sumber Makanan yang Penting untuk Manusia 5.3 Industri Pelancongan Cara-cara mengatasi penipisan lapisan ozon 1) Kurangkan penerbangan kapal terbang dan roket. 2) Menambahkan penanaman pokok. 3) Mengawal pembunangan sisa industri yang mengandungi bahan kimia dalam penipisan ozon dengan pengurusan sisa buangan yang lebih teratur.

4) Guna produk yang mesra alam dan mesra ozon dalam penggunaan penghawa dingin dan petrol. http://weatherandclimate.blog.umt.edu.my/2011/04/10/penipisan-ozon-kesannyaterhadap- hidupan-dan-persekitaran/ 3.15.3 Pencemaran Udara dan Jerebu 1. kehadiran sejumlah bahan pencemar seperti gas karbon dioksida, sulfur dioksida, nitrojen dioksida, metana dan zarah-zarah bukan gas seperti habuk dan debu dalam udara yang akan mengubah kualiti dan komposisi udara.

2. Jerebu pula boleh ditakrifkan sebagai partikel-partikel halus yang terampai di ruang udara akibat suhu yang tinggi. Faktor-faktor Berlakunya Pencemaran Udara dan Jerebu 1. kebakaran hutan 2 letusan gunung 3. Kejadian ribut debu 4. Pembebasan beberapa jenis gas dan asap melalui kegiatan perindustrian 5.

Asap-asap yang dibebaskan oleh kenderaan bermotor 6. Pembakaran terbuka di tapak-tapak pelupusan sampah Kesan-kesan Pencemaran Udara dan Jerebu 1. Penyakit 2.Mengurangkan jarak penglihatan 3.

pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

Banyak berlaku kemalangan jalan raya • 19. 18 4. Pertanian Langkah-langkah Mengatasi pada waktu berubah wujud dari cair ke padat Udara dan jerebu 1. Pembenihan awan 2. Menanam lebih banyak tumbuh-tumbuhan 3. Memasang penapis pada cerobong asap kilang 4. Penggunaan kenderaan awam 5. Kongsi kereta 6. Kuatkuasa undang-undang oleh Jabatan Alam Sekitar HUJAN ASID Kawasan perindustrian yang pesat dikenalpasti sebagai kawasan yang mempunyai nilai keasidan air hujan yang tinggi disebabkan ruang udara yang mengandungi gas beracun.

Hujan asid terjadi akan apabila kandungan sulfur dioksida dan nitrogen oksida meningkat dalam udara.Pertambahan kedua-dua sebatian adalah diakibatkan oleh sumber-sumber pencemaran seperti asap industri dan bahan cemar kenderaan bermotor. Kesan-kesannya 1. Tumbuh-tumbuhan 2. Kerosakan bangunan 3. Mengancam hidupan akuatik 4. Mengancam Kesihatan manusia 3.15.4 Pemendapan Hujan Asid 1.

Pemendapan hujan asid merupakan pemendapan asid yang turun ke permukaan bumi dalam bentuk hujan dan dalam bentuk partikulat yang mempunyai nilai PH kurang 7 2. Pembakaran bahan api fosil seperti arang batu dan petroleum membebaskan gas sulfur dioksida ke atmosfera. Gas sulfur dioksida yang dibebaskan ke atmosfera ditukarkan kepada asid sulfurik. Pembebasan gas nitrojen dioksida pula menghasilkan asid nitrit. Kedua-dua asid ini terbentuk apabila gas sulfur dioksida dan nitrojen dioksida bertindakbalas dengan air hujan.

3. Letusan gunung berapi juga penyebab kepada berlakunya hujan asid. Letusan gunung berapi membebaskan gas sulfur dioksida dan apabila bertindakbalas dengan air hujan membentuk asid sulfurik. 4. Kegiatan industri seperti industri kimia dan industri peleburan logam membebaskan nitrojen dioksida dan menghasilkan asid nitrit apabila bertindakbalas dengan air hujan.

5. Penggunaan kenderaan bermotor membebaskan gas karbon monoksida dan membentuk hujan asid apabila gas ini bertindakbalas dengan air hujan di ruang atmosfera bumi. 6. Pembakaran secara terbuka di tapak pelupusan sampah membebaskan gas sulfur • 20. 19 dioksida dan hirokarbon. Bahan-bahan ini bertindakbalas dengan air hujan dan membentuk asid sulfurik. 7. Hujan asid menjejaskan kehidupan akuatik. Banyak spesis ikan akan mati apabila nilai PH air jatuh di bawah paras 4.5.

Hujan asid yang turun juga membawa bahan-bahan kimia seperti aluminium ke dalam tasik melalui aliran air permukaan. 8. Kemusnahan hutan – hujan asid memusnahkan daun-daun tumbuhan dan melemahkan struktur pokok. 9. Hujan asid juga menyebabkan kesuburan tanah semakin berkurangan. Hujan asid akan melarutkan beberapa nutrient yang penting dalam tanah seperti magnesium dan potassium.Di samping itu kemasukan asid nitrit ke dalam tanah menyebabkan berlakunya pertambahan nitrojen dan kekurangan nutrien yang lain dalam tanah.

10.Monumen dan bangunan juga terjejas disebabkan hujan asid. Hujan asid boleh Melunturkan cat banguanan dan mereputkan bahan-bahan konkrit dalam jangkamasa yang lama. 11.Penyakit – pendedahan kepada hujan asid menyebabkan manusia terdedah kepada beberapa wabak penyakit seperti batuk dan penyakit kulit. 3.15.5 Mikro Iklim Bandar dan Pulau Haba Bandar 1. Mikroiklim Bandar ialah iklim yang terdapat di suatu kawasan kecil yang mempunyai cirinya sendiri dan sangat dipengaruhi oleh permukaan Bandar.

mikroiklim Bandar boleh dibahagikan kepada dua iaitu pulau haba Bandar dan pulau sejuk Bandar. 2. Pulau haba ialah peningkatan suhu yang sangat tinggi di kawasan bandar berbanding dengan kawasan luar bandar. 2. Kepadatan bangunan yang tinggi di kawasan bandar menyebabkan haba terperangkap di celah-celah bangunan dan sukar untuk dibebaskan kerana tiupan angin dihalang oleh bangunan-bangunan tinggi. Kesannya menyebabkan haba tersebut terperangkap di celah-celah bangunan dan memanaskan permukaan bandar.

3. Bahan-bahan binaan bangunan yang diperbuat daripada keluli dan konkrit mempunyai daya serap haba yang tinggi dan boleh memanaskan suhu di kawasan bandar. 4. Kekurangan tumbuh-tumbuhan hijau di kawasan bandar juga merupakan salah Satu faktor yang menyumbangkan kepada kejadian pulau haba bandar. Kekurangan tumbuh-tumbuhan menyebabkan kurangnya proses perpeluhan.Kekurangan proses perpeluhan akan mengurangkan jumlah wap air dalam udara di bandar dan seterusnya menyebabkan suhunya meningkat berbanding dengan kawasan luar bandar yang mempunyai banyak litupan tumbuh-tumbuhan.

• 21. 20 5. Penutupan permukaan bumi di bandar dengan permukaan berturap juga menyumbangkan kepada kejadian pulau haba. Permukaan berturap seperti tar yang bewarna gelap mempunyai daya serap haba dan meningkatkan suhu di kawasan bandar. 6. Pembakaran bahan api fosil oleh kenderaan bermotor membebaskan banyak gas karbon monoksida ke ruang udara di bandar. Gas karbon monoksida merupakan salah satu gas rumah hijau yang boleh menyerap bahang matahari dengan kadar yang tinggi dan menghalang pembebasan keluar bahang matahari dari permukaan bandar ke udara.

7. Aktiviti pembakaran secara terbuka di tapak pelupusan sampah membebaskan gas-gas seperti sulfur dioksida yang boleh menyerap bahang matahari dan menyumbangkan kepada peningkatan suhu di kawasan bandar.

pada waktu berubah wujud dari cair ke padat

8. Jumlah penduduk bandar yang ramai menyebabkan lebih banyak pembebasan haba metabolik yang juga menyumbangkan kepada kejadian pulau haba bandar Kesan-kesan Pulau Haba Bandar 1.

Nilai kelembapan udara di kawasan bandar lebih rendah berbanding dengan kelembapan udara di kawasan Bandar. 2. Suhu di kawasan bandar lebih tinggi berbanding dengan suhu di kawasan luar bandar. 3. Partikulat-partikulat terampai juga lebih tinggi di kawasan bandar berbanding dengan kawasan luar bandar. 4. Bahan-bahan pencemar udara di bandar juga membentuk nukleus higroskopik yang boleh memerangkap lebih banyak wap air melekat padanya.

Langkah-langkah Mengatasi Masalah Pulau Haba Bandar 1. Menanam lebih banyak pokok di kawasan bandar untuk meningkatkan proses sejatpeluhan. 2. Mengadakan langkah kawalan penggunaan bahan api di kawasan bandar. 3. Dari segi perancangan bandar, jarak di antara bangunan hendaklah dijauhkan supaya haba tidak terperangkap dan mudah dibebaskan. 4. Lokasi industri perlu dipindahkan ke kawasan pinggir atau ke luar bandar supaya gas-gas yang dibebaskan tidak memanaskan permukaan bandar.

5. Penggunaan cermin pada bangunan harus dikurangkan kerana bangunan yang mempunyai cermin yang banyak memyebabkan berlakunya pantulan cahaya ke semua arah di kawasan bandar.

6. Suhu di kawasan Bandar juga dapat dikurangkan dengan meningkatkan lagi kelembapan udaranya. Kelambapan udara di kawasan Bandar dapat ditingkatkan dengan membina lebih pancutan air ( fountain ). • 22. 21 SISTEM HIDROLOGI FASA AIR Tiga fasa proses perubahan air dan tenaga yang terlibat: a.cecair (air) b.gas wap (air air) c.pepejal (ais) -Proses sejatan akan menukarkan cecair kepada wap air (gas).

-Perwapan proses menukarkan ais kepada bentuk wap air. -Pencairan merupakan proses menukarkan ais kepada air. -Air dalam bentuk wap dapat bertukar kepada keadaan cecair melalui proses pemeluwapan. -Proses pembekuan akan menukarkan keadaan cecair kepada ais.

-Wap air dapat berubah kepada bentuk ais melalui proses pemejalwapan. KITARAN HIDROLOGI Proses Kitaran Hidrologi Proses mendatar kitaran hidrologi i. larian air permukaan. ii. aliran air bawah tanah. iii. alir lintang atmosfera Proses menegak kitaran hidrologi i. sejatan. ii. sejatpeluhan. iii. kerpasan. iv. aliran batang. v. resapan/susupan. vi. proses pemeluwapan. Pengaruh sejatan dan sejatpeluhan terhadap kandungan air di atmosfera (kelembapan).

Kelembapan merujuk kepada jumlah air yang terkandung di dalam atmosfera pada satu masa tertentu. Proses penyejatan dari permukaan air tanah, tanah-tanih dan sejat peluhan dari tumbuhan adalah penting terhadap kandungan air di atmosfera. Ia akan memastikan lebih kurang 5% daripada jumlah isipadu atmosfera dipenuhi oleh kelembapan. Proses sejatan dan sejat peluhan pada waktu berubah wujud dari cair ke padat memastikan kelembapan atmosfera atau kandungan air dunia sentiasa dalam keadaan keseimbangan.

Air dalam pelbagai bentuk sama ada wap air, air hujan, air tanih, larian permukaan atau air lautan adalah sama pada setiap masa. • 23. 22 i) maksud sejatan: Proses penukaran cecair kepada wap air/ penukaran air kepada gas.

ii) maksud sejat peluhan: Proses pembebasan wap air oleh tumbuhan melalui liang stoma daun dan batang. KEBERKESANAN KERPASAN Konsep keberkesanan kerpasan/ kerpasan efektif. Jumlah hujan yang diserap/disusupkan oleh tanah-tanih yang terdapat digunakan oleh tumbuh- tumbuhan atau tanaman bagi tujuan pembesarannya.

Faktor-faktor yang menentukan keberkesanan kerpasan. i. intensiti hujan (kelebatan curahan hujan mengikut masa). ii. tempoh musim hujan. iii. kecerunan permukaan bumi. iv. ciri-ciri geologi sesuatu kawasan.

v. tumbuh-tumbuhan litupan. vi. suhu. EDARAN AIR TANIH Konsep edaran air tanih. Semua bentuk pergerakan air yang menggunakan tanah sebagai mediumnya seperti aliran, sub- permukaan, susupan (infiltrasi) dan pergerakan secara mendatar dalam sistem akuifer/ edaran air bawah tanah.

Semua pergerakan ini dalam bentuk cecair. Proses-proses dalam edaran air tanih. i. larian air permukaan. ii. resapan/ infiltrasi/ susupan. iii. aliran air bawah tanah. iv. simpanan air tanih v. keporosan dan ketelapan. vi. akuifer. KEPENTINGAN SUMBER AIR KE ATAS AKTIVITI MANUSIA. i. Kegunaan domestik ii. Pertanian iii. Perindustrian iv. Sistem Pengangkutan Air v. Rekreasi, Eko Pelancongan dan Sukan Air • 24. 23 IMBANGAN AIR Konsep imbangan air. Keseimbangan antara jumlah air yang diterima dari atmosfera dengan jumlah air yang keluar ke atmosfera Formulanya ialah: (P=ET + dST + S) P = Jumlah air yang diterima daripada kerpasan.

ET =Jumlah air yang hilang melalui proses sejata peluhan. dST =Air yang diterima atau hilang dari lapisan-lapisan tanah. S = Air yang berlebihan atau storan (simpanan air) Konsep lebihan air. Imbangan air positif yang bermaksud jumlah kerpasan melebihi sejatan yang dialami oleh sesebuah kawasan dalam tempoh tertentu. Konsep kurangan air. Kurangan air atau imbangan air negatif ditakrifkan sebagai kekurangan air yang dialami oleh sesebuah kawasan dalam tempoh tertentu. Faktor-faktor mempengaruhi variasi imbangan air.

i. topografi dan aspek. ii. hujan. iii. pada waktu berubah wujud dari cair ke padat. iv. ketelapan tanih dan ciri batuan.

v. kehadiran badan air. vi. tindakan manusia. KAITAN SISTEM HIDROLOGI DENGAN MANUSIA Gangguan imbangan air. Gangguan terhadap kitar air boleh menyebabkan berlakunya tidak ketidakseimbangan air sama ada ketidakseimbangan positif (air berlebihan seperti banjir) atau ketidakseimbangan negatif (berkurangan seperti kemarau).

a. kejadian kemarau. Kemarau di definasikan sebagai keadaan jumlah sejat peluhan yang melebihi jumlah kerpasan yang turun untuk satu tempoh yang lama pada waktu berubah wujud dari cair ke padat panjang. b. kejadian banjir c. banjir monsun/musiman Banjir musiman ialah limpahan air secara besar-besaran dan kompleks yang berlaku secara meluas pada musim-musim tertentu dalam jangka masa yang lama akibat curahan hujan lebat yang berpanjangan.

• 25. 24 d. banjir kilat Satu fenemona banjir yang berlaku dalam tempoh yang singkat/beberapa jam. Akibat daripada curahan hujan yang lebat walaupun jangka masanya singkat tetapi ia mampu menghasilkan aliran permukaan yang banyak dalam jangka masa yang singkat juga. Aliran permukaan yang banyak ini tidak dapat menyusup masuk ke dalam tanih yang mana liang porinya telah ditutup dengan bitumen/ tar/ aspalt lalu mengalir limpah sebagai air larian permukaan.

GANGGUAN IMBANGAN AIR TERHADAP AKTIVITI MANUSIA i. pertanian ii. perikanan iii. pembalakan iv. penternakan Lebihan air (banjir) boleh menganggu aktiviti penternakan dimana kawasan ragutan ternakan dan kandang ternakan ditenggelami air.Semasa banjir penternak sukar untuk memindahkan ternakan. Keadaan ini boleh menyebabkan ternakan akan mati dan kerugian kepada penternak. Kekurangan air (kemarau) boleh menyebabkan kekurangan kawasan ragut rumput untuk ternakan lembu kambing.

Penyesuaian manusia terhadap kurangan air dan lebihan air. Kurangan air/kemarau. i. pengunaan air bawah tanah. ii. pembenihan awan.

iii. membina laluan air/terowong air. iv. pengunaan air tasik, kolam. Lebihan air / banjir. i. membina empangan besar. ii. mendalam dan meluruskan sungai. iii. membina benteng/tetambak. iv. tindakan undang-undang. • 26. 25 BANJIR KILAT Konsep banjir kilat Satu fenemona banjir yang berlaku dalam tempoh yang singkat/beberapa jam. Akibat daripada curahan hujan yang lebat walaupun jangka masanya singkat tetapi ia mampu menghasilkan aliran permukaan yang banyak dalam jangka masa yang singkat juga.

Aliran permukaan yang banyak ini tidak dapat menyusup masuk ke dalam tanih yang mana liang porinya telah ditutup dengan bitumen/ tar/ aspalt lalu mengalir limpah sebagai air larian permukaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi banjir kilat. i) litupan permukaan tidak telap air. ii) sistem peparitan tidak cekap. iii) kekurangan litupan tumbuh-tumbuhan. iv) kepesatan pembangunan. v) sikap manusia yang tidak bertanggunngjawab. Langkah-langkah mengatasi kejadian banjir.

i. sistem perparitan yang lebih cekap dan sistematik. ii. penghijauan persekitaran kawasan bandar. iii. rizab sungai. iv. tindakan undang-undang v. kempen kesedaran dan pendidikan alam sekitar *Sila Kuasai Keseluruhan Konsep Terlebih Dahulu Sebelum Membaca Nota Ini Sebarang pertanyaan dan penambahbaikan nota ini haruslah dimaklumkan kepada mohd.nazren.03@gmail.com

Perhitungan Perunahan Kalor (GRAFIK PERUBAHAN WUJUD ZAT)




2022 www.videocon.com