Tanggal merah 10 agustus 2021

tanggal merah 10 agustus 2021

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Pemerintah telah memutuskan untuk mengubah 2 hari libur nasional dan 1 cuti bersama 2021. Keputusan itu lantaran masih merebaknya asus positif Covid-19 di beberapa daerah Indonesia. Keputusan untuk merevisi jadwal libur nasional dan cuti bersama juga sudah disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy beberapa pekan lalu. Menko PMK Muhadjir Effendy menyebutkan bahwa ada 2 hari libur nasional dan 1 cuti bersama yang mengalami perubahan.

• Hari libur Tahun Baru Hijriah 1443 yang jatuh pada hari Selasa, tanggal 10 Agustus 2021, diubah menjadi hari Rabu, tanggal 11 Agustus 2021. • Hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari Selasa, tanggal 19 Oktober 2021 diubah menjadi Rabu tanggal 20 Oktober 2021. • Cuti bersama Hari Natal 2021 pada tanggal 24 Desember 2021. Jadi, bagaimana daftar tanggal merah tahun ini?

Karena adanya perubahan tersebut, maka perlu diketahui daftar tanggal merah terbaru pada 2021. Daftar Tanggal Merah 2021 Terbaru Berikut ini adalah daftar libur nasional dan cuti bersama 2021 setelah mengalami revisi: • Jumat, 1 Januari: Tahun Baru 2021 Masehi.

tanggal merah 10 agustus 2021

• Jumat, 12 Februari: Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili. • Kamis, 11 Maret: Tanggal merah 10 agustus 2021 Mi'raj Nabi Muhammad SAW. • Minggu, 14 Maret: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943. • Jumat, 2 April: Wafat Isa Al Masih.

• Sabtu, 1 Mei: Hari Buruh Internasional. • Kamis, 13 Mei: Kenaikan Isa Al Masih sekaligus Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. • Jumat, 14 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

• Rabu, 26 Mei: Hari Raya Waisak 2565. • Selasa, 1 Juni: Hari Lahir Pancasila. • Selasa, 20 Juli: Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah. • Rabu, 11 Agustus: Tahun Baru Islam 1443 Hijriah (diubah). • Selasa, 17 Agustus: Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

• Rabu, 20 Oktober: Maulid Nabi Muhammad SAW (diubah). • Sabtu, 25 Desember: Hari Raya Natal 2021. Cuti bersama 2021 Tahun baru Islam 1 Muharam 1443 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 10 Agustus 2021.

tanggal merah 10 agustus 2021

Tanggal merah hari libur ini telah digeser menjadi 11 Agustus 2021. Demikian juga hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW yang semula tanggal 19 Oktober 2021 telah digeser menjadi 20 Oktober 2021. Perubahan ini dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), masing-masing Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menteri PANRB Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021.

Dengan adanya perubahan ini, total hari libur tahun 2021 adalah sebanyak 16 hari libur, terdiri dari 15 hari libur nasional, ditambah 1 hari libur cuti bersama. Pada bulan Agustus terdapat dua hari libur, kemudian pada bulan Oktober dan Desember terdapat masing-masing satu hari libur. Sementara itu pada bulan September dan November tidak terdapat hari libur.

Dua Kali Revisi Ketetapan hari libur tahun 2021 telah direvisi sebanyak dua kali, yaitu pada bulan Februari dan Juni 2021, sehubungan kasus Covid-19 di Indonesia yang masih tinggi. Perubahan hari libur dilakukan dengan pertimbangan untuk meminimalisir kemungkinan berkumpulnya masyarakat pada waktu tertentu, terutama long weekend.

Demikian dinyatakan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam situs resmi Kemenko PMK.
Foto : Istimewa Jakarta, Pesan Rakyat - Libur tanggal merah Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H yang semestinya jatuh pada Tanggal merah 10 agustus 2021, 10 Agustus 2021 diundur menjadi tanggal 11 Agustus 2021.

Meski tanggal merahnya berubah, tetapi Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin memastikan Tahun Baru Islam tidak berubah, tetap 1 Muharram 1443 H pada 10 Agustus 2021. "Tahun Baru Islam tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021 M. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021 M," tegas Kamaruddin Amin di Jakarta, dikutip laman Kementerian Agama (Kemenag). Perubahan ini tertuang dalam SKB 3 Menteri Nomor 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Selain hari libur dalam rangka peringatan 1 Muharram 1443 H, ada juga perubahan hari libur dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, 12 Rabiul Awwal 1443 H. "Awalnya hari liburnya 19 Oktober, berubah menjadi 20 Oktober 2021 M. Sedangkan cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021 M, ditiadakan," sambungnya. Kamaruddin menjelaskan, kebijakan ini sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19.

"Ini ikhtiar untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, maka dipandang perlu dilakukan perubahan hari libur dan cuti bersama tahun 2021 M," sebutnya. Dalam Islam, 1 Muharram merupakan awal ekspedisi hijrah Nabi Muhammad dari Makah ke Madinah. Rasulullah melakukan hijrah dua bulan berikutnya tepatnya pada 12 Rabi`ul Awal tahun 1 Hijriah mamasuki kota Madinah setelah hampir 12 hari menempuh perjalanan di malam hari.

Perayaan 1 Muharram kali ini mungkin tidak bisa dilakukan beramai-ramai bersama keluarga dan sanak saudara, karena kondisi pandemi COVID-19. Namun, jangan khawatir, Anda tetap bisa mengucapkan 1 Muharram kepada kerabat melalui pesan singkat atau hadiah, dengan ucapan-ucapan yang berkaitan 1 Muharram.

Dalam tradisi Jawa, tanggal 1 Muharram disebut sebagai Malam 1 Suro. Jika dalam budaya Islam tanggal tersebut merupakan hari suci karena sebagai penanda resolusi kalender Islam, dalam tradisi Jawa justru dianggap sakral dan mistis. Secara umum, 1 Muharram dan Malam 1 Suro adalah sama. Yang membedakan keduanya hanyalah dalam hal penyebutan dan tradisi yang tanggal merah 10 agustus 2021. Jika 1 Muharram adalah penanda tahun baru hijriah, 1 Suro adalah tradisi serupa dalam budaya Jawa.

tanggal merah 10 agustus 2021

-Kikidamanhuri Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk mengubah 2 hari libur nasional dan 1 cuti bersama 2021. Keputusan ini diambil lantaran melonjaknya kasus COVID-19 di Tanah Air. Keputusan untuk merevisi jadwal libur nasional dan cuti bersama disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy dalam jumpa pers, Jumat (18/6/2021).

Muhadjir menyebut ada 2 hari libur nasional dan 1 cuti bersama yang mengalami perubahan. "Pemerintah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari libur cuti bersama," kata Muhadjir.

Baca juga: Tok! Pemerintah Ubah 2 Hari Libur Nasional dan Hapus Cuti Bersama Natal 2021 Adapun 3 poin revisi libur dan cuti bersama: 1. Libur tahun baru Islam 1443 Hijriah yang jatuh pada hari Selasa, 10 Agustus 2021, diubah menjadi hari Rabu, 11 Agustus 2021 2. Libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 19 Oktober 2021 diubah menjadi Rabu tanggal 20 Oktober 2021 3.

Libur cuti bersama Hari Natal 2021 pada tanggal 24 Desember 2021 Simak video 'Jadwal Libur Nasional 2021 Setelah Kembali Direvisi': [Gambas:Video 20detik] Simak selengkapnya daftar libur nasional dan cuti bersama tahun 2021 di halaman berikutnya.
TRIBUNKALTIM.CO - Hari Libur Agustus 2021 geser, tanggal merah untuk Tahun Baru Islam 1443 H diubah dari 10 Agustus ke 11 Agustus 2021.

Di bulan Agustus 2021, terdapat dua hari libur nasional. Sesuai daftar Hari Libur Nasional 2021 setelah Tanggal merah 10 agustus 2021, dua hari libur nasional di bulan Agustus 2021 adalah Tahun Baru Islam dan Hari Kemerdekaan RI. Jika melihat di kalender yang sudah ditetapkan, Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1443 H jatuh pada hari Selasa, 10 Agustus 2021. Baca juga: Siap Menemani Hari Libur, Berikut 10 Drama Korea Diadaptasi dari Webtoon yang Tayang pada Tahun 2020 Sementara Hari Kemerdekaan RI jatuh pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Namun pada Jumat (18/6/2021), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, pemerintah memutuskan untuk mengganti dua hari libur nasional. Satu di antara dua hari libur nasional yang diganti atau digeser adalah Tahun Baru Islam. Dengan demikian, libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H yang semula jatuh pada Selasa, 10 Agustus 2021 geser menjadi Rabu, tanggal merah 10 agustus 2021 Agustus 2021.

Sementara untuk libur Hari Kemerdekaan RI tetap pada Selasa, 17 Agustus 2021.
JAKARTA, KOMPAS.com - Hari libur nasional Tahun Baru Islam 1443 Hijriah yang semula pada hari Selasa tanggal 10 Agustus 2021 digeser pemerintah menjadi hari Rabu tanggal 11 Agustus 2021.

Perubahan itu ini tertuang dalam Surat Keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi, Birokrasi Nomor 712, 1, dan 3 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB Nomor 642, 4, dan 4 Tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Meski begitu, menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Tahun Baru Islam 1443 Hijriah atau 1 Muharram tetap jatuh pada 10 Agustus 2021.

Hanya waktu liburnya yang berubah. "Tahun Baru Islam tetap 1 Muharram 1443 Hijriah, bertepatan 10 Agustus 2021 Masehi. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021 Masehi," ujar Kamaruddin, seperti dilansir laman resmi Kemenag, Kamis (5/8/2021). Baca juga: Kemenag: Hari Libur Tahun Baru Islam Digeser ke 11 Agustus Selain hari libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram, hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW juga turut digeser.

"Awalnya hari liburnya 19 Oktober, berubah menjadi 20 Oktober 2021. Sedangkan cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021 Masehi ditiadakan," katanya. Kamaruddin menjelaskan, kebijakan ini dibuat oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan penyebaran dan antisipasi munculnya klaster baru Covid-19.

tanggal merah 10 agustus 2021

Dengan demikian, dinilai perlu dilakukan perubahan hari libur dan cuti bersama tahun 2021 demi mengurangi mobilitas dan potensi penularan Covid-19. "Jadi hari liburnya saja yang berubah, bukan hari besar keagamaannya," jelas Kamaruddin. Lurah Pondok Bambu Meninggal Setelah Dua Hari Dirawat karena Covid-19 https://megapolitan.kompas.com/read/2021/08/05/13351901/lurah-pondok-bambu-meninggal-setelah-dua-hari-dirawat-karena-covid-19 https://asset.kompas.com/crops/fy5vkkkuCG2k2qrTdcUW8wk1Bqk=/0x0:996x664/195x98/data/photo/2021/06/23/60d315a5510c3.jpgJAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah mengubah libur nasional Tahun Baru Islam 1443 Hijriah yang sebelumnya jatuh pada 10 Agustus 2021 digeser menjadi 11 Agustus 2021.

Namun, perlu diingat bahwa Tahun Baru Islam 1443 H atau 1 Muharram tetap jatuh pada 10 Agustus 2021, tetapi hanya waktu liburnya yang berubah. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, Tahun Baru Islam 1443 Hijriah atau 1 Muharram 1443 H tetap jatuh pada 10 Agustus 2021.

tanggal merah 10 agustus 2021

"Tahun Baru Islam tetap 1 Muharram 1443 Hijriah, bertepatan 10 Agustus 2021 Masehi. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021 Masehi," kata Kamaruddin, seperti dilansir Tribunnews, Kamis (5/8/2021). Baca juga: Tanggal Merah Tahun Baru Islam Digeser dari 10 Jadi 11 Agustus, Maulid Nabi dari 19 Jadi 20 Oktober Selain itu, pemerintah juga mengubah hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW dan meniadakan libur cuti bersama Hari Raya Natal.

Nantinya, hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW yang sebelumnya 19 Oktober 2021 kini berubah menjadi 20 Oktober 2021. Sementara itu, libur cuti bersama Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021 ditiadakan.

tanggal merah 10 agustus 2021

Baca juga: Kemenag: Hari Libur Tahun Baru Islam Digeser ke 11 Agustus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan, keputusan itu berdasarkan arahan Presiden Jokowi yang meminta adanya peninjauan ulang terhadap hari libur nasional dan cuti bersama yang sudah tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri. "Oleh karena itu, pemerintah perlu mengubah hari libur nasional dan menghapus cuti bersama Hari Natal 2021 untuk menghindari long weekend yang berpotensi mendorong penumpukan masyarakat pada waktu tertentu, sehingga meningkatkan penyebaran Covid-19," kata Muhadjir, Jumat (18/6/2021).

Adapun perubahan ini tertuang dalam SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 712, 1, dan 3 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB Nomor 642, 4, dan 4 Tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Baca juga: Menag: Lebih dari 10 Juta Siswa dan 1,6 Juta Mahasiswa Binaan Kemenag Terdampak Covid-19
TRIBUNSUMSEL.COM-Saat melihat kalender di rumah atau kantor, 10 Agustus 2021 adalah tanggal merah.

Hari Selasa itu bertepatan dengan 1 Muharram 1443 Hijriah atau peringatan tahun baru Islam. Meski tanggal merah, hari itu bukan menjadi hari libur nasional. Pemerintah telah mengubah hari libur Tahun Baru Islam 1 Muharram menjadi 11 Agustus 2021. Perubahan hari libur nasional itu berdasarkan Surat Keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi, Birokrasi Nomor 712, tanggal merah 10 agustus 2021, dan 3 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB Nomor 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Hanya hari liburnya berubah, sedangkan Tahun Baru Islam 1443 Hijriah atau 1 Muharram tetap jatuh pada 10 Agustus 2021. Sementara hari liburnya tanggal 11 Agustus 2021 sudah masuk tanggal 2 Muharram 1443 Hijriah. "Tahun Baru Islam tetap 1 Muharram 1443 Hijriah, bertepatan 10 Agustus 2021 Masehi. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021 masehi," kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin dilansir dari laman resmi Kemenag, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Bacaan Doa Tanggal merah 10 agustus 2021 dan Awal Tahun Baru Islam 1 Muharram, Lengkap Latin dan Terjemahanya Selain hari libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram, hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW juga turut digeser. "Awalnya hari liburnya 19 Oktober, berubah menjadi 20 Oktober 2021.

Sedangkan cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021 masehi ditiadakan," katanya. Kamaruddin menjelaskan, kebijakan ini dibuat oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan penyebaran dan antisipasi munculnya klaster baru Covid-19.
Pemerintah resmi mengumumkan bahwa libur Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 Hijriah diundur satu hari, dari sebelumnya pada Selasa (10/8/2021) menjadi Rabu (11/8/2021).

Keputusan pergeseran hari libur tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021 pada 18 Juni 2021 lalu. Baca Juga: Tahun Baru Islam pada 10 Agustus 2021, Kemenag: Liburnya Tanggal 11 Agustus Keputusan tersebut disepakati dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, serta Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo.

"Pemerintah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan menghapus satu hari libur cuti bersama. Pengubahan hari tanggal merah 10 agustus 2021 diterapkan pada hari raya keagamaan yang tidak ada ritual ibadahnya," kata Muhadjir dalam Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko PMK, Selasa (3/8/2021). Mengapa Hari Libur Tahun Baru Islam Digeser? Ini Alasan Pemerintah Alasan disepakatinya hari libur Tahun Baru Islam digeser adalah guna menghindari adanya libur panjang yang kerap berdampak pada naiknya kasus Covid-19 di Indonesia.

tanggal merah 10 agustus 2021

Selain hari libur Tahun Baru Islam, ada juga beberapa hari libur nasional dan cuti bersama 2021 lainnya yang turut digeser bahkan ditiadakan.
tirto.id - Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender umat Islam berdasarkan penanggalan bulan (Qomariyah). Orang-orang mukmin menyambut datangnya bulan Muharram dengan dua sikap, yaitu kebahagiaan dan kesedihan.

Mukmin yang berbahagia dengan datangnya Muharram disebabkan karena pada bulan tersebut, merupakan waktu di mana Allah SWT menyelamatkan Nabi Nuh dari banjir bandang, Nabi Musa dari kejaran pasukan Fir’aun, dan banyak lainnya. Sedangkan bagi mukmin yang menanggapi dengan sikap kesedihan, mereka menyatakan bahwa Muharram merupakan bulan di mana terjadinya pembantaian terhadap keluarga Nabi Muhammad SAW seperti Husen (cucu) dalam peristiwa karbala oleh Yazid bin Mua’awiyah. Tanggal 1 Muharram 2021 atau Tahun Baru Islam 1443 H akan jatuh pada hari Selasa, 10 Agustus 2021.

tanggal merah 10 agustus 2021

Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Ketenagakerjaan, Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Reformasi Biokrasi Republik Indonesia Nomor 712, 1, dan 2 Tahun 2021 tentang Penetapan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021, bahwa pada tanggal 10 Agustus 2021 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1443 H, tidak ditetapkan sebagai tanggal merah. SKB 3 Menteri ini menyatakan bahwa tanggal merah atau hari libur Tahun Baru Islam tidak jatuh pada 10 Agustus, melainkan hari Rabu 11 Agustus 2021.

Peraturan ini diumumkan sehubungan dengan adanya kebijakan pemerintah dalam rangka tanggal merah 10 agustus 2021 dan penanganan penyebaran COVID-19 serta untuk mengantisipasi munculnya klaster baru. Selain perubahan tanggal Tahun Baru Muharram 1443 H yang semula jatuh pada hari Selasa tanggal 10 Agustus 2021 menjadi hari Rabu tanggal 11 Agustus 2021, pemerintah juga mengubah hari libur lainnya, seperti: • Mengubah Hari Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad SAW yang semula jatuh pada hari Selasa tanggal 19 Oktober 2021 menjadi hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021.

• Menghapus Cuti Bersama Hari Raya Natal tanggal 24 Desember 2021. Link Download SKB 3 Menteri Nomor 642 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021.

Sejarah Penetapan Bulan Muharram Muharram ditetapkan sebagai bulan pertama dalam kalender Qomariyah terjadi pada masa Kekhalifahan Umar bin Khattab Tahun 17 H. Pada mulanya, Umar bin Khattab mendapatkan surat dari Abu Musa Al-Asy’ari tanpa adanya keterangan tanggal dan hari pengiriman.

Hal tersebut tentunya menyulitkan dalam menandai surat yang baru dan lama. Umar bin Khattab kemudian melakukan musyawarah bersama para sahabat untuk menentukan awal tarikh Islam. Umar bin Khattab dan para sahabat menghasilkan beberapa pilihan tahun tanggal merah 10 agustus 2021 awal tarikh Islam seperti tahun kelahiran, tahun kebangkitan, tahun wafat, dan tahun hijrah Nabi Muhammad SAW.

Dalam akhir musyawarah tersebut, keluarlah sebuah keputusan bahwa awal tarikh Islam ditetapkan dengan hari yang sama, di mana Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Makkah menuju Madinah. Dikutip dari laman NU Online, alasan kuat mengapa awal tarikh Islam disesuaikan dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW, adalah sebagai implementasi proses awal terjadinya perkembangan dakwah Islam sampai menuju masa kejayaannya.

tanggal merah 10 agustus 2021

Selain itu, Muharram merupakan bulan dimana dilaksanakannya ibadah haji oleh orang-orang mukmin. Hal tersebut menunjukan bahwa keputusan pemilihan awal tarikh pada bulan muharram dipandang tepat. Sehingga, umat Islam akan selalu mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam melakukan pergerakan dalam menegakkan panji-panji agama pada bulan Muharram.

Kemuliaan Bulan Muharram Muharram merupakan bulan yang mulia serta mengandung banyak keutamaan di dalamnya. Pada bulan tersebut, banyak kejadian (peristiwa) luar biasa dengan kebesaran-kebesaran Allah SWT yang diungkapkan dalam perjalanan dakwah beberapa nabinya. Sebagai contoh, Nabi Musa AS dan para pengikutnya berhasil selamat dari kejaran Raja Fir’aun dan bala tentaranya yang harus tenggelam di laut merah.

Selain itu, Nabi Nuh AS dan kaumnya yang taat diselamatkan dari terjadinya banjar bandang pada musim kemarau panjang. Kemudian, Nabi Musa AS dan Nabi Nuh AS melakukan puasa sebagai rasa syukur kepada Allah SWT pada bulan tersebut (Muharram). Ibnu Katsir tanggal merah 10 agustus 2021 bahwa, pada bulan Muharram Allah SWT akan memperbanyak dosa bagi hambanya yang berbuat kejahatan. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS Al Hajj ayat 25 yang berbunyi, “Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.”

Pengibaran Bendera oleh Yonif 315 Garuda di Tugu Kujang, 10 Agustus 2021




2022 www.videocon.com