Dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

Karya sastra disusun oleh dua unsur yang menyusunnya. Dua unsur yang dimaksud iaslah unsur intrinsic dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsic ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra, seperti : tema tokoh dan penokohan, alur dan pengeluaran, latae dan pelataran, dan pusat pengisahan.

Sedangkan unsur ekstinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari luasnya menyangkut aspeksosiologi, psikologi, dan lain-lain. Amanat ialah pemecahan yang diberikan oleh pengarang bagi persoalan di dalam karya sastra.

Amanat biasa disebut makna. Makna dibedakan menjassdi makna niatan dan makna muatan. Makna niatan ialah maknayang diniatkan oleh pengarang bagi jkarya sastra yang ditulisnya. Makna muatan ialah makna yang termuat dalam karya sastra tersebut. Tokoh ialah pelaku dalam karya sastra. Dalam karya sestra biasanya ada beberapa tokoh, namun biasnya hanya ada satu tokoh utama. Tokoh utama ialah tokoh yang sangat penting dalam mengambil peranan dalam karya sastra.

Dua jenis tokoh adalah tokoh datar (flash character) dan tokohbulat (round character). Tokoh datar ialah tokoh yang hanya menunjukka satu segi, misalnya baik saja atau buruk saja. Sejak awal sampaiu akhir cerita tokoh yang jahat akan tetap jahat. Tokoh bulat adalah tokoh yang menunjukkan berbagai segi baik buruknya, kelebihan dan kelemahannya.

Jadi ada perkembangan dalam karya sastra kita mengenali dua unsur terjadi pada tokoh ini. Dari segi kejiwaan dikenal ada tokoh introvert dan ekstrovent. Tokoh introvert ialah pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh ketidaksadarannya. Tokoh ekstrovert ialag pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh kesadarannya. Dalam karya sastra dikenal pula tokoh protagonist dan antagonis. Protagonisialah tokoh yang disukai pembaca atau dalam karya sastra kita mengenali dua unsur sastra karena sifat-sifatnya.

Antagonis ialah tokoh yang disukai pembaca atau penikmat sastra karena sifat-difatnya. Penokohan atau perwatakan ialah teknik atau cara-cara menampilkan tokoh.

Ada beberapa cara menampilkan tokoh. Cara analitik, ialah cara cara penampilan tokoh secara langsung malalui uraian pengarang. Jadi pengarang menguraikan cirri-ciri tokoh tersebut secara langsung. Cara dramatic, ialah cara mnampilkan tokoh tidak secara langsung tetapi melalui gambaran ucapan, perbuatan, dan komentar atau penilaian pelaku atau tokoh dalam suatu ceita. Dialog ialah cakapan antara seorang tokoh dengan banyak tokoh.

Dualog ialah cakapan antara dua tokoh saja. Monolog ialah cakapan batin terhadap kejadian lampau dan yang sedang terjadi. Solilokui ialah bentuk cakapan batin terhadap peristiwa yang akakn terjadi.

Pengeluaran, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan alur. Menurut kualitasnya, pengeluaran dibedakan menjadi alur erat dan alur longgar. Alur erat ialah alur yang tidak memungkinkan adanya pencabangan cerita. Alur longgar ialah alur yang memungkinkan adanya pencabangan cerita. Menurut kualitasnya, pengeluaran dibedakan menjadi alur tunggal dan alur ganda.

Alur tunggal ialah alur yang hanya satu dalam karya sastra. Alur ganda ialah alur yang lebih dari satu dalam karya sastra. Dari segi urutan waktu, pengeluaran dibedakan kedalam alur lurus dan tidak lurus. Alur lurus ialah alur yang melukiskan peristiwa-peristiwa berurutan dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus ialah alur yang melukiskan tidak urut dari awal sampai akhir cerita.

Alur tidak lurus bias menggunakan gerak balit (backtracking), sorot balik (fashback), atau campuran keduanya. Latar disebut juga setting, yaitu tempat atau waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sebuah karya sastra. Latar atau setting dibedakan menjadi atar material dan social. Latar material ialah lukisan latar belakang alam atau lingkungan di mana tokoh tersebut berada.

Latar sosial, ialah lukjisan tatakrama tingkah laku, adapt, dan pandangan hidup. Sedangkan pelataran ialah teknik atau cara-cara menampilkan latar. Pusat pengisahan ialah dari mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita. Pencerita di sini adalah pribadi yang diciptakan pengarang untuk menyampikan cerita.

dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

Paling tidak ada dua pusat pengisahan yaitu pencerita sebagai orang pertama dan pencerita sebagai orang ketiga. Sebagai orang pertama, pencerita duduk dan terlibat dalam cerita tersebut, biasanya sebagai aku dalam tokoh cerita.

dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

Sebagai orang ketigapencerita tidak terlibat dalam cerita tersebut tetapi ia duduk sebagai seorang pengamat atau dalang yang serba tahu. Cara penulis menggamnarkan karakter. Ada banyak cara untuk menggali penggambaran karakter, secara garis besar karakterisasi ditinjau melalui dua cara yaitu secara naratif dan dramatic.

Tekniknaratif berarti karakterisasi dari tokoh dituliskan langsung oleh penulis atau narrator. Teknik daramatik dipakai ketika karakterisasi torkoh terlihat dari antara lain: penampilan fisik karakter, cara berpakaian, kata-kata yang diucapkan, dialognya dengan karakter lain, pendapat kerakter lain, dll.

Dalam menuangkan idenya, penulis biasa memilih kata-kata yang dipakainya sedemikian rupa sehingga segala pesannya sampai kepada pemabaca. Selain itu, teknik penggunaan bahasa yang baik juga membuat tuisan menjadi indah dan mudah dikenang.

Teknik berbahasa ini misalnya menggunakan majas, idiom, dan peribahasa. Unsur ekstrinsik sebuah karya sasta dari luarnya menyangkut aspek sosiologi, psikologi, dan lain-lain. Tidak ada sebuah karya sastra yang tumbuh otonom, tetapi selalu pastibewrhubungan secara ekstrinsik dengan luar sastra, dengan sejumlah faktor kemasyarakatan seperti tradisi sastra, kebudayaan llingkungan, pembaca sastra, serta kejiwaan mereka. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa unsur ekstrinsik ialah unsur yang membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri.

Untuk melakukan pendekatan terhadap unsur ekstrinsikdiperlukan bantuan ilmu-ilmu kerabat seperti sosiologi, psikologi,filsafat, dan lain-lain. Seorang sastrawan mamiliki penalaran tinggi, mata batin yang tajam, dan memiliki daya intuitif yang peka. Kelebihan-kelebihan itu dalam karya sastra kita mengenali dua unsur sekali ditemukan pada orang awam. Dalam hal ini, karya sastra yang lahir pun akan diwarnai oleh latar belakang sosiokultural yang melingkupi kehidupan sastrawannya.

Suatu keabsahan jika dalam karya sastra terdapat unsur-unsur ekstrinsik yang turut mewarnai karya sastra. Unsur-unsur ekstrinsik yang dimaksud seperti filsafat, psikologi, religi gagasan, pendapat, sikap, keyakinan, dan visi lain dari pengarang dalam memandang dunia. Karena unsur-unsur ekstrinsik itulayh yang menyebabkan karya sastra tidak mung terhindar dari amanat, tendensi, unsur mendidik, dan fatwa tentang makna kearifan hidup yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah? β€’ Unsur-unsur yang ada di dalam batang tubuh suatu karya sastra β€’ Unsur-unsur yang terdapat di luar karya sastra yang memengaruhi kelahiran dan keberadaan suatu karya sastra β€’ Unsur kebahasaan β€’ Unsur pembangun dalam hikayat β€’ Semua jawaban benar Dalam karya sastra kita mengenali dua unsur A.

Unsur-unsur yang ada di dalam batang tubuh suatu karya sastra. Dilansir dari Ensiklopedia, dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang ada di dalam batang tubuh suatu karya sastra. Itulah tadi jawaban dari Dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah?, semoga membantu.

Kemudian, Buk Guru sangat menyarankan siswa sekalian untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu dalam melaksanakan tugasnya presiden dibantu oleh? dengan penjelasan jawaban dan pembahasan yang lengkap.

Kategori Tanya Jawab Navigasi Tulisan Postingan Baru β€’ unsur kebahasaan teks eksplanasi β€’ air tidak dapat dipakai untuk mengisi termometer karena β€’ titik tetap atas termometer celcius adalah β€’ tari tortor berasal dari daerah β€’ apakah komponen kebugaran jasmani yang bisa meningkatkan kesehatan β€’ rumusan pancasila yang sah tercantum pada β€’ keberhasilan kabinet burhanudin harahap β€’ apa fungsi fakta dan pendapat dalam teks persuasi β€’ parotitis adalah gangguan sistem pencernaan yang disebabkan β€’ proses pengujian data yang dilakukan sejarawan disebut
MENU β€’ Home β€’ Tentang Kami β€’ Profil Kontributor β€’ Kebijakan Privasi β€’ Kontak Kami β€’ Geografi β€’ Geografi Ekonomi β€’ Geografi Fisik β€’ Geografi Kota β€’ Geografi Kependudukan β€’ Geografi Lingkungan β€’ Sumber Daya Alam β€’ Perpetaan β€’ Astronomi β€’ Laut dan Pesisir β€’ Meteorologi β€’ Ekonomi β€’ Kewarganegaraan β€’ Bahasa β€’ Bahasa Indonesia β€’ Sejarah β€’ Pengetahuan Umum β€’ Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Sastra merupakan hal yang sangat penting dalam penulisan sebuah karya sastra.

Kata sastra berasal dari Bahasa Sansekerta Sastra. Kata β€˜Sas’ mengandung arti sebuah teks yang di dalamnya terdapat instruksi.

dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

Sedangkan kata β€˜Tra’ mengandung arti sarana atau alat. Sastra secara umum diartikan sebagai sebuah bentuk karya yang sangat indah berbentuk tulisan ataupun lisan. Salah satu ahli sastra, Panuti Sudjiman mengartikan sastra sebagai karya lisan ataupun tulisan yang memiliki ciri-ciri unggulan seperti keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya, serta keorisinalan Dalam sebuah sastra terdapat unsur paling penting yang membangun sebuah karya, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Daftar Isi β€’ Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Sastra Beserta Penjelasannya β€’ Unsur Intrinsik dalam Karya Sastra β€’ Alur atau Plot β€’ Tema dan Amanat β€’ Latar β€’ Tokoh dan Watak β€’ Sudut Pandang β€’ Unsur Ekstrinsik dalam Karya Sastra β€’ Kondisi Pembuatan Karya Sastra β€’ Latar Belakang Pengarang β€’ Nilai-Nilai β€’ Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Berbagai Karya Sastra β€’ Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Puisi β€’ Unsur Intrinsik dalam puisi β€’ Unsur Ekstrinsik dalam puisi β€’ Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Drama β€’ Unsur Intrinsik dalam Naskah Drama β€’ Unsur Ekstrinsik dalam Naskah Drama β€’ Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Cerpen β€’ Unsur Intrinsik dalam Cerpen β€’ Unsur Ekstrinsik dalam Cerpen β€’ Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Novel β€’ Unsur Intrinsik dalam Novel β€’ Unsur Ekstrinsik dalam Novel Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Sastra Beserta Penjelasannya Sebuah karya sastra umumnya mengandung dua unsur utama, yaitu unsur-unsur yang bersifat intrinsik dan unsur-unsur yang bersifat ekstrinsik.

Kedua unsur ini merupakan unsur dasar yang menjadi fondasi pembuatan sebuah karya sastra yang baik dan benar serta mudah dipahami oleh para pembacanya. Tanpa unsur intrinsik dan ekstrinsik yang jelas dan ditulis dengan baik, maka pembaca akan kesulitan untuk memahami karya sastra tersebut.

Unsur Intrinsik dalam Karya Sastra Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membentuk dan mempengaruhi struktur karya sastra yang berasal dari dalam karya sastra.

Unsur-unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah berada dalam karya sastra tersebut antara lain adalah β€’ Alur cerita β€’ Tema dan Amanat β€’ Latar β€’ Penokohan β€’ Sudut pandang β€’ Gaya bahasa Agar kalian lebih paham, unsur-unsur tersebut akan dibahas secara lebih rinci dibawah ini Alur atau Plot Alur atau juga disebut plot adalah sebuah rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir yang saling berhubungan dan membentuk suatu kesatuan cerita yang utuh, bulat, dan padu.

Terdapat 3 jenis alur yang ada dalam sebuah cerita β€’ Alur Maju β€’ Alur Mundur β€’ Alur Campur Alur maju adalah alur cerita yang menggambarkan peristiwa yang dimulai dari awal sampai akhir secara beruntut. Karena mudah dipahami, alur maju sering kali digunakan dalam berbagai macam cerita, mulai dari novel, cerita rakyat, cerita sejarah, cerita fiksi, hingga cerita fantasi. Alur mundur adalah alur yang menempatkan peristiwa akhir atau penutup sebagai awalan cerita, dan menceritakan peristiwa-peristiwa pokok melalui kenangan masa lalu salah satu tokoh.

Umumnya, alur mundur digunakan dalam cerita-cerita yang berhubungan dengan ingatan masa lalu atau mengingat masa-masa yang sudah lampau. Sedangkan, alur campuran adalah alur yang menggabungkan alur maju dan alur mundur dalam rangkaian peristiwanya. Umumnya, alur campuran digunakan untuk cerita-cerita kompleks yang memiliki unsur perjalanan waktu ataupun unsur mengingat ke masa lalu dan kembali ke masa sekarang.

Sebagai runtutan peristiwa yang ada dalam sebuah cerita, alur cerita umumnya mengikuti struktur sebagai berikut β€’ Tahap Awal β€’ Tahap Konflik Muncul β€’ Tahap Klimaks β€’ Tahap Anti-klimaks β€’ Tahap Penyelesaian Tahap awal merupakan bagian pengenalan yang menceritakan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita serta latar belakang dan kontekstualisasi dari cerita tersebut.

Pada tahap konflik muncul, bagian ini menceritakan mengenai awal munculnya suatu konflik. Bagian ini biasanya ditandai dengan adanya pertentangan antar tokoh Pada tahap klimaks, pertentangan dan masalah yang sudah ada mencapai puncaknya dan tokoh utamanya harus menyelesaikan konflik tersebut. Sedangkan, pada tahapan penyelesaian, pertentangan dan konflik yang terjadi antar tokoh sudah mampu diselesaikan dengan baik. Tema dan Amanat Tema adalah pokok pikiran atau pokok masalah suatu karya sastra.

Ada dua jenis tema dalam karya sastra yaitu tema mayor dan minor. Tema yang sangat menonjol disebut dengan tema mayor. Tema seperti ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap alur cerita serta penokohan dari tokoh-tokoh tersebut. Sedangkan, tema yang tidak menonjol disebut tema minor yang tidak terlalu berpengaruh/dirasakan tetapi tetap memiliki dampak pada cerita.

dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan sehingga sesuatu menjadi lebih bermakna. Amanat biasa disebut juga sebagai makna dalam cerita. Latar atau biasa disebut setting merupakan keadaan yang mempengaruhi tokoh dalam suatu cerita. Latar dalam suatu karya sastra umumnya terdiri dari latar tempat dan latar waktu.

Latar tempat merupakan lokasi dimana cerita tersebut terjadi, misalnya di suatu negara, suatu desa, dalam gua, di kapal, atau tempat-tempat lainnya yang relevan dengan cerita. Latar waktu adalah kapan cerita tersebut terjadi, bisa itu runtutan waktu, periode waktu, ataupun indikator waktu lainnya.

Selain itu, ada pula yang disebut sebagai latar cerita atau kontekstualiasasi terhadap cerita dan fenomena-fenomena yang akan terjadi.

Umumnya, bagian ini dimasukkan dalam prolog dan berupaya memberikan pemahaman, mengapa suatu fenomena terjadi pada kisah yang sedang diceritakan. Tokoh dan Watak Tokoh adalah karakter-karakter yang ada dalam suatu kisah yang sedang diceritakan.

Dari segi kepentingannya, terdapat 2 jenis tokoh yaitu β€’ Tokoh utama β€’ Tokoh pembantu Sesuai dengan namanya, tokoh utama adalah karakter utama dan merupakan pusat perhatian dari cerita tersebut. Tokoh pembantu hanyalah figuran atau pemeran yang membantu tokoh utama dalam cerita tersebut.

Sedangkan, dari segi perannya dalam suatu cerita, tokoh dibagi menjadi 3 yaitu β€’ Tokoh protagonis β€’ Tokoh antagonis β€’ Tokoh tritagonis Tokoh protagonis atau kerap disebut sebagai tokoh baik adalah karakter yang biasanya disukai oleh penikmat karya sastra. Sedangkan tokoh antagonis, atau tokoh jahat adalah tokoh yang kerap dibenci karena sifatnya jahat atau kurang baik.

dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

Tokoh tritagonis adalah tokoh yang menjadi penengah ataupun mediator dalam konflik-konflik yang muncul dalam cerita tersebut.

Agar pembaca dapat bersimpati dengan tokoh-tokoh yang ada dalam suatu cerita, maka penulis harus menggambarkan karakteristik serta pola hidup dari tokoh tersebut dengan menggunakan watak. Watak dalam penokohan merupakan cara-cara yang dilakukan pengarang untuk mendeskripsikan tokoh dalam suatu karya sastra. Perwatakan yang baik dapat membuat suatu tokoh tampak hidup dan berfungsi sesuai dengan fungsinya, entah itu untuk disukai atau dibenci oleh para pembaca.

&nbp; Sudut Pandang Sudut Pandang ialah posisi atau kedudukan seorang pencerita dalam menceritakan suatu karya sastra. Ada dua sudut pandang, yaitu sudut padang orang pertama yang biasa dicirikan dengan kata aku. Dan sudut pandang orang ketiga, yaitu pencerita yang tidak terlibat dalam suatu karya sastra. Unsur Ekstrinsik dalam Karya Sastra Unsur ekstrinsik merupakan unsur-unsur yang mempengaruhi sebuah karya sastra tetapi tidak berasal dari dalam karya sastra itu sendiri.

Sesuai dengan namanya, unsur ekstrinsik berasal dari luar karya sastra. Dalam sebuah karya sastra, unsur-unsur ekstrinsik yang mempengaruhinya antara lain adalah β€’ Kondisi Pembuatan Karya Sastra β€’ Latar Belakang Pengarang β€’ Nilai-nilai Agar kalian lebih paham, ketiga hal tersebut akan dijelaskan secara lebih rinci dibawah ini Kondisi Pembuatan Karya Sastra Kondisi pembuatan karya sastra menjelaskan waktu dan tempat dibuatnya suatu karya sastra.

Beberapa karya sastra juga menerangkan kondisi sosial, budaya, politik masyarakat pada saat dibuatnya karya sastra. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa mempengaruhi karya sastra β€’ Kondisi negara β€’ Kondisi politik β€’ Kondisi sosial β€’ Kondisi ekonomi Ketika negara sedang mengalami krisis ekonomi, konflik politik, atau fenomena tertentu, biasanya gaya bercerita dan cerita-cerita yang dihasilkan pun berhubungan dengan hal tersebut.

Latar Belakang Pengarang Latar belakang pengarang menjadi salah satu hal yang harus ada dalam setiap karya sastra. Untuk menghargai hasil karya sebuah karangan, biasanya dicantumkan informasi mengenai penulis yang meliputi β€’ Latar belakang pendidikan β€’ Usia β€’ Jenis kelamin β€’ Latar belakang keluarga β€’ Kondisi psikologis penulis β€’ Bahan bacaan penulis β€’ Hobi penulis Hal-hal tersebut tentu saja akan mempengaruhi pola pikir dan juga pola bercerita dari penulis karya sastra tersebut.

Seorang penulis yang berasal dari latar belakang masyarakat miskin mungkin akan memiliki sudut pandang yang berbeda dengan penulis yang berasal dari latar belakang konglomerat dan orang kaya. Nilai-Nilai Sering kali, dalam menuliskan suatu cerpen, novel, atau cerita jenis apapun, penulis kerap menyisipkan nilai ataupun norma yang menurutnya penting.

Nilai-nilai yang dapat dipetik dalam karya sastra biasanya berkaitan dengan nilai-nilai berikut β€’ Nilai moral β€’ Nilai sosial β€’ Nilai budaya β€’ Nilai agama Nantinya, nilai-nilai tersebut dikontekskan dengan norma yang berlaku dalam karya sastra kita mengenali dua unsur masyarakat seperti β€’ Norma agama β€’ Norma adat β€’ Norma hukum β€’ Norma kesusilaan Dengan metode ini, seorang penulis dapat menjadia agen perubahan sosial dan juga mempengaruhi pola pikir pembaca-pembacanya dengan nilai yang dianggapnya benar.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Berbagai Karya Sastra Pada penjelasan sebelumnya, kalian telah mengetahui secara umum apa itu unsur intrinsik dan juga ekstrinsik dalam karya sastra. Selanjutnya, kita akan membahas secara lebih lanjut apa saja unsur-unsur ini dalam berbagai karya sastra yang mungkin akan kalian temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Simak penjelasan mengenai unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam berbagai karya sastra dibawah ini Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Puisi Puisi adalah salah yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah karya sastra yang terdiri dari bait dan baris. Antar bait dan baris dalam puisi terikat oleh rima atau irama. Salah satu puisi zaman dahulu yang cukup terenal adalah puisi rakyat. Salah satu bentuk puisi yang cukup terkenal di Indonesia adalah sastra berbentuk Pantun.

Unsur Intrinsik dalam puisi β€’ Bait, baris, larik, dan sajak β€’ Gaya Bahasa β€’ Tema β€’ Diksi atau pemilihan kata β€’ Suasana β€’ Amanat β€’ Dan Pencitraan Unsur Ekstrinsik dalam puisi β€’ Nilai agama β€’ Nilai sosial dan budaya β€’ Nilai ekonomi β€’ Nilai politik β€’ Nilai pendidikan β€’ Nilai psikologi β€’ Nilai adat istiadat Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Drama Drama merupakan satu karya sastra yang mengisahkan suatu kisah, peristiwa, dan cerita menggunakan dialog atau percakapan.

Tetapi, tidak jarang juga drama menggunakan monolog untuk memberikan kesan dramatis. Unsur paling utama dalam sebuah drama adalah teks atau naskah yang mengatur segala aktivitas dalam suatu drama tersebut.

dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

Unsur Intrinsik dalam Naskah Drama β€’ Alur β€’ Tema β€’ Amanat β€’ Latar/ Setting β€’ Tokoh β€’ Dialog β€’ Konflik β€’ Bahasa Unsur Ekstrinsik dalam Naskah Drama β€’ Nilai agama dan kepercayaan β€’ Kondisi politik negara β€’ Kondisi sosial budaya β€’ Latar belakang pengarang β€’ Psikologis pengarang Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Cerpen Cerpen atau cerita pendek merupakan suatu karya sastra yang berbentuk cerita pendek yang memusatkan pada satu tokoh dalam suatu situasi dan memberikan kesan tunggal.

Terdapat berbagai macam cerita pendek, mulai dari cerita fiksi, hingga cerita sejarah yang berbasiskan fenomena nyata. Unsur Intrinsik dalam Cerpen β€’ Tema β€’ Tokoh dan Watak Tokoh β€’ Alur β€’ Latar Waktu, tempat, dan suasana β€’ Gaya bahasa β€’ Sudut Pandang β€’ Amanat Unsur Ekstrinsik dalam Cerpen β€’ Latar Belakang Pengarang β€’ Kondisi Masyarakat β€’ Nilai Sosial Budaya β€’ Nilai Agama β€’ Nilai Pendidikan β€’ Nilai Ekonomi dan Politik &nbssp; Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Novel Novel merupakan rangkaian cerita yang dibukukan dan relatif lebih panjang dibandingkan dengan cerpen.

dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

Namun, karena pada dasarnya sama-sama merupakan cerita, unsur intrinsik dan ekstrinsiknya pun sama. Terdapat banyak macam novel, mulai dari yang murni fiksi, fantasi magis, sejarah, hingga fiksi sains yang ditempatkan di masa depan. Selain itu, ada pula novel-novel yang mencoba untuk mengeksplorasi sejarah alternatif, misalnya ketika Sekutu kalah perang dunia kedua, atau ketika Indonesia masih dijajah oleh Belanda dan Jepang. Unsur Intrinsik dalam Novel β€’ Tema β€’ Tokoh dan Watak Tokoh β€’ Alur β€’ Latar Waktu, tempat, dan suasana β€’ Gaya bahasa β€’ Sudut Pandang β€’ Amanat Unsur Ekstrinsik dalam Novel β€’ Latar Belakang Pengarang β€’ Kondisi Masyarakat β€’ Nilai Sosial Budaya β€’ Nilai Agama β€’ Nilai Pendidikan β€’ Nilai Ekonomi dan Politik Sudah cukup jelas bukan penjelasan mengenai unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam suatu karya sastra di atas?

Secara umum, unsur intrinsik merupakan unsur yang membangun karya sastra dan berasal dari dalam. Sedangkan unsur ekstrinsik merupakan unsur subjektif yang dibangun dari luar karya sastra itu sendiri. Semoga artikel mengenai Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Sastra ini dapat memberikan informasi yang jelas ya, semoga bermanfaat!

Kategori β€’ Astronomi (2) β€’ Bahasa Indonesia (32) β€’ Ekonomi (23) β€’ Geografi (6) β€’ Geografi Ekonomi (16) β€’ Geografi Fisik (21) β€’ Geografi Kependudukan (8) β€’ Geografi Kota (15) β€’ Geografi Lingkungan (9) β€’ Kewarganegaraan (25) β€’ Laut dan Pesisir (4) β€’ Meteorologi (15) β€’ Pengetahuan Umum (89) β€’ Perpetaan (12) β€’ Sejarah (46) β€’ Sumber Daya Alam (5) Quipperian, sudah mengerti tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam karya sastra?

Kalau belum, tenang saja, Quipper Blog akan bantu menjelaskannya dalam artikel kali ini. Dengan memahami unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam bidang ilmu sastra, kamu bisa lebih paham tentang pelajaran Bahasa Indonesia. Yuk, simak pembahasannya berikut! Pengertian Unsur Ekstrinsik Pengertian Unsur Intrinsik Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang ada di dalam batang tubuh suatu karya sastra.

Tanpa adanya unsur intrinsik, suatu karya sastra tidak akan terbentuk secara baik. Dengan kata lain, unsur intrinsik merupakan fondasi dasar dari karya sastra.

Setiap karya sastra, baik itu berbentuk prosa, puisi, ataupun drama, memiliki unsur-unsur intrinsik di dalamnya. Namun, masing-masing bentuk karya sastra itu memiliki bentuk unsur-unsur intrinsik tersendiri.

Untuk bentuk prosa, unsur intrinsiknya terdiri dari tema, tokoh, alur, latar, perwatakan atau penokohan, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Sedangkan, untuk bentuk puisi, unsur intrinsiknya terbagi menjadi dua, unsur kebahasaan, unsur pengujaran, unsur peruangan, dan unsur bunyi. Dan, untuk drama, kurang lebih tidak jauh berbeda dengan prosa, memiliki unsur tema, tokoh, perwatakan atau penokohan, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat.

Dalam artikel ini, masing-masing unsur intrinsik itu akan dijelaskan. Adapun, untuk unsur pada prosa dan drama, karena memiliki kesamaan, akan dibahas dalam satu subjudul. 1. Unsur Intrinsik Prosa dan Drama Pada prosa dan drama, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, unsur intrinsiknya tidak jauh berbeda. Unsur pertama ialah tema. Pengertian dari tema ialah gagasan, ide, ataupun pikiran utama yang menjadi dasar cerita.

Tema ini yang kemudian menjadi landasan dari unsur-unsur lainnya. Dengan kata lain, tema merupakan fondasi utama unsur intrinsik dalam prosa dan drama.

Unsur kedua ialah tokoh. Pengertian tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan di dalam cerita. Secara sederhana, tokoh disebut sebagai pelaku cerita. Lalu, unsur intrinsik ketiga dalam prosa dan drama ialah alur. Definisi alur ialah jalinan peristiwa di dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu. Hubungannya dapat diwujudkan oleh hubungan temporal atau waktu dan hubungan kausal atau sebab-akibat.

Unsur alur ini terbagi menjadi tiga, yakni alur maju atau linier, alur mundur atau flashbackdan alur campuran. Unsur intrinsik keempat ialah latar.

Definisi dari latar ialah segala keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana. Latar tempat atau disebut latar ruang ialah latar yang mengacu pada lokasi peristiwa dalam cerita. Latar waktu yakni latar yang mengacu pada kapan kejadian peristiwa dalam cerita terjadi.

Dan, latar suasana mengacu pada keadaan atau suasana yang membingkai peristiwa dan tokoh dalam cerita. Kelima ialah unsur perwatakan atau penokohan. Pengertian unsur perwatakan ialah cara atau teknik-teknik pengarang menampilkan watak tokoh dalam cerita. Kemudian, unsur keenam, gaya bahasa ialah cara khas pengarang dalam penyusunan dan penyampaian pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan.

Unsur ketujuh ialah sudut pandang. Secara sederhana, sudut pandang ialah cara pengarang menampilkan cerita. Artinya, sudut pandang merupakan posisi di mana kamu saat membaca cerita tersebut, apakah kamu diposisikan sebagai orang yang bisa melihat semua kejadian yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

unsur intrinsik adalah dari tokoh hingga berbagai peristiwa yang tidak diketahui oleh tokoh utama atau kamu diposisikan dalam posisi tokoh utama melihat seluruh peristiwa dalam cerita. Dan, unsur terakhir, unsur amanat ialah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Unsur ini biasanya disematkan oleh penulis dalam dua bentuk, yakni tersirat dan tersurat. 2. Unsur Intrinsik Puisi Pada puisi, unsur intrinsiknya berbeda dengan prosa ataupun drama. Hal itu disebabkan puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh rima, irama, dan penyusunan larik dan bait.

Adapun, unsur intrinsik puisi pertama ialah unsur kebahasaan. Unsur tersebut merupakan pilihan diksi yang membingkai makna puisi.

Dalam unsur kebahasaan puisi, terdapat tiga faktor yang mempengaruhinya, yakni makna konotatif, konstruksi diksi yang tidak tunduk pada β€œhukum” bahasa, dan pilihan diksi dalam puisi bisa tidak sama dengan pilihan kata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga faktor itu membuat bahasa puisi memiliki makna yang lebih arkais ketimbang kata atau kalimat dalam prosa atau drama. Unsur kedua ialah unsur pengujaran. Unsur tersebut merupakan bagian struktur puisi yang berisikan subjek ujaran dan objek ujaran. Subjek ujaran berfungsi menghadirkan wacana puisi atau bila dibandingkan dalam teks prosa disebut dengan tokoh. Sedangkan, objek pengujaran meliputi unsur-unsur latar serta tema.

Unsur peruangan merupakan unsur intrinsik ketiga dalam puisi. Unsur peruangan merupakan bentuk peruangan yang membingkai wacana puisi. Dalam puisi, bentuknya tidak terbingkai dalam susunan kalimat dan paragraf, melainkan susunan bait dan larik. Pembingkaian peruangan ini dapat memberikan pemaknaan lebih dalam dari susunan diksi puisi.

Dan, unsur terakhir ialah unsur bunyi. Unsur tersebut merupakan unsur yang ada dalam puisi saat divokalkan. Makna puisi tidak hanya terdapat dalam pilihan diksi dan peruangan saja. Saat puisi itu dibacakan, maknanya akan muncul lebih terang dan lebih estetis lagi. Pengertian Unsur Ekstrinsik Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur atau faktor-faktor yang terdapat di luar karya sastra yang memengaruhi kelahiran dan keberadaan suatu karya sastra dan mempermudah memahami karya sastra tersebut.

Unsur ini membuat suatu karya sastra memiliki nilai dan terikat hubungan dengan tersendiri dalam sosial masyarakat. Faktor-faktor tersebut antara lain biografi pengarang, agama, dan falsafah yang dianut pengarang, sejarah, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang melatarbelakangi terciptanya karya sastra.

Dengan faktor-faktor itu, penikmat karya sastra dapat lebih merasa memiliki karya sastra tersebut. Itulah penjelasan tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam karya sastra. Kalau kamu ingin mendapatkan penjelasan lebih mendalam terkait materi tersebut, maka kamu bisa mendapatkannya di Quipper Video.

Sebab, di Quipper Video banyak materi untuk berbagai macam mata pelajaran, termasuk pula unsur intrinsik dan ekstrinsik ini. Jadi, tunggu apa lagi Quipperian! Yuk, langsung saja bergabung bersama Quipper Video! Sumber: β€’ Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Semester 1 Kelas XII KTSP 2006 Quipper Video Penulis: Muhammad Khairil Surat Niaga – Bahasa Indonesia Kelas 11 Februari 15, 2022 Afiks – Arti dan Jenis Yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

unsur intrinsik adalah Desember 28, 2021 Surat Pribadi – Pengertian, Ciri, Jenis, dan Cara. Agustus 4, 2021 Bilangan Bulat – Pengertian, Jenis, Operasi Hitung Juli 29, 2021 Kerajaan Sunda – Peninggalan dan Sejarah Lengkapnya Juni 21, 2021 Hayam Wuruk – Sejarah Kepemimpinan Hingga Kematian Juni 21, 2021
β€’ unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra β€’ unsur yang membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri β€’ unsur kebahasaan β€’ unsur pembangun dalam hikayat β€’ unsur pengindah karya sastra Jawaban: A.

unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra Dilansir dari Encyclopedia Britannica, dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra.
UNSUR INTRINSIK SASTRA Unsur intrinsik merupakan unsur yang membangun karya sastra itu dari dalam seperti : 1.

Tema 2. Amanat 3. Alur atau Plot 4. Penokohan atau Perwatakan 5. Latar atau Setting 6. Sudut Pandang a. Tema Tema atau ide pokok merupakan sesuatu yang menjadi pokok masalah atau pokok pikiran dari pengarang yang ditampilkan dalam karya sastranya.

b. Amanat Amanat adalah pesan dan kesan yang ingin disampaikan pengarang melalui karya sastra. Amanat dapat memberikan tambahan pengetahuan, pendidikan atau sesuatu yang bermakna dalam hidup dimana dapat memberikan kepuasan, dan kekayaan batin terhadap kehidupan.

c. Alur atau Plot Merupakan jalan cerita atau rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir. Dalam karya sastra terdapat 2 bagian yang menyinggung tentang alur yaitu macam-macam alur dan tahap-tahap alur. β€’ Macam-macam alur dalam karya sastra kita mengenali dua unsur. Alur maju yaitu peristiwa-peristiwa yang diutarakan dari awal sampai akhir atau masa kini menuju masa yang akan datang.

2. Alur mundur (Flash Back) yaitu peistiwa-peristiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu, setelah itu baru kemudian menceritakan peristiwa-peristiwa pokok melalui kenangan / masa lalu salah satu tokoh. 3. Alur gabungan ( Campuran ) yaitu peristiwa – peristiwa pokok diutarakan. Dalam pengutaraan peristiwa – peristiwa pokok, pembaca diajak mengenang peristiwa – peristiwa yang lampaukemudian mengenang peristiwa pokok ( dialami oleh tokoh utama ) lagi.

β€’ Tahap – tahap alur 1. Tahap perkenalan / eksposisi, yaitu tahap permulaan suatu cerita yang dimulai dengan suatu kejadiantetapi belum ada ketegangan ( perkenalan para tokohreaksi antar pelaku, penggambaran fisik, penggambaran tempat).

2. Tahap pertentangan / konflik, yaitu tahap dimana mulai terjadi pertentangan antara pelaku – pelaku ( titik pijak menuju pertentangan selanjutnya) Konflik ada dua : β€’ Konflik internal adalah konflik yang terjadi dalam diri tokoh. β€’ Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi di luar tokoh ( konflik tokoh dengan tokoh, konflik tokoh dengan lingkungan, konflik tokoh dengan alam, konflik tokoh dengan tuhan, dll) 3.

Tahap penanjakan konflik / komplikasi, adalah tahap dimana ketegangan mulai terasa semakin berkembang dan rumit ( nasib pelaku semakin sulit diduga, serba samar – samar ) 4. Tahap klimaks, yaitu tahap dimana ketegangan mulai memuncak ( perubahan nasib pelaku sudah mulai dapat diduga, kadang dugaan itu tidak terbukti pada akhir cerita ) 5.

Tahap penyelesaian, yaitu tahap akhir ceritapada bagian ini berisi penjelasan tentang nasib – nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu.

dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

Ada pula yang penyelesaiannya diserahkan kepada pembaca, jadi akhir ceritanya menggantung, tanpa ada penyesalan. d. Perwatakan / penokohan, adalah bagaimana pengarang melukiskan watak tokoh. Pelaku / tokoh dalam cerita 1. Pelaku utama adalah pelaku yang memegang peranan utama dalam cerita dan selalu hadir / yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah pada setiap satuan kejadian.

2. Pelaku pembantu, adalah pelaku yang berfungsi membantu pelaku utama dalam cerita. Bisa bertindak sebagai pahlawan mungkin juga sebagai penentang pelaku utama. 3. Pelaku protagonist adalah pelaku yang memegang watak tertentu yang membawa ide kebenaran ( jujur, setia, baik hati, dll) 4. Pelaku antagonis adalah pelaku yang berfungsi menentang pelaku protagonist ( penipu, pembohong, dll ) 5.

Pelaku tritagonis adalah pelaku yang dalam cerita sering dimunculkan sebagai tokoh ketiga yang biasa disebut dengan tokoh penengah. e. Latar / setting, yaitu sesuatu / keadaan yang melingkupi pelaku dalam sebuah cerita.

Macam – macam latar : 1. Latar tempat, yaitu latar dimana pelaku berada atau cerita terjadi ( di sekolah, di kota, di rungan, dll ) 2. Latar waktu, yaitu kapan cerita itu terjadi ( pagi, siang, malam, kemarin, besok, dll) 3. Latar suasana, yaitu dalam keadaan dimana cerita terjadi ( sedih, gembira, dingin, damai, sepi, dll) yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah.

Sudut pandang pengarang Sudut pandang adalah posisi / kedudukan pengarang dalam membawakan cerita. Sudut pandang dibedakan atas : 1. Sudut pandang orang kesatu, yaitu pengarang berfungsi sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam ceritaterutama sebagai pelaku utama.

Pelaku utamanya ( aku, saya, kata ganti orang pertama jamak : kami, kita) 2. Sudut pandang orang ketiga, yaitu pengarang berada di luar cerita, ia menuturkan tokoh – tokoh di luar, tidak terlibat dalam cerita.

Pelaku utamanya ( ia, dia, mereka, kata ganti orang ketiga jamak, nama – nama lain ). Recent Entries β€’ Tradisi Megoak-Goakan Desa Panji β€’ Tari Condong β€’ Perang Jagaraga β€’ Unsur-Unsur Intrinsik Dalam Karya Sastra β€’ Tari Trunajaya β€’ Instrumen Reyong Dalam Ensambel Gamelan Gong Kebyar β€’ Unsur-Unsur Ekstrinsik Karya Sastra Indonesia β€’ Perkembangan Gamelan Gong Kebyar di Sanggar Seni Wahyu Semara Shanti (WSS) Singaraja β€’ Gamelan Palegongan β€’ Sejarah Desa Tukadmungga Kaitannya Dalam Unsur Agama/Kebudayaan (Tradisi MAGEBEG-GEBEGAN)).

β€’ Random Selection of Posts β€’ Sejarah Desa Tukadmungga Kaitannya Dalam Unsur Agama/Kebudayaan (Tradisi MAGEBEG-GEBEGAN)). β€’ Unsur-Unsur Intrinsik Dalam Karya Sastra β€’ Perang Jagaraga β€’ Unsur-Unsur Ekstrinsik Karya Sastra Indonesia β€’ Tari Condong β€’ Gamelan Semara Pegulingan β€’ Perkembangan Gamelan Gong Kebyar di Sanggar Seni Wahyu Semara Shanti (WSS) SingarajaUNSUR INTINSIK Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam.

Unsur-unsur intrinsik karya sastra adalah : β€’ TEMA β€’ AMANAT β€’ ALUR/PLOT β€’ PERWATAKAN/PENOKOHAN β€’ LATAR/SETTING β€’ SUDUT PA NDANG/POINT OF VIEW UNSUR-UNSUR INTRINSIK A. TEMA adalah sesuatu yang menjadi pokok masalah/pokok pikiran dari pengarang yang ditampilkan dalam karangannya B.

AMANAT adalah pesan/kesan yang dapat memberikan tambahan pengetahuan, pendidikan, dan sesuatu yang bermakna dalam hidup yang memberikan penghiburan, kepuasan dan kekayaan batin kita terhadap hidup C. PLOT/ALUR adalah jalan cerita/rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir. TAHAP-TAHAP ALUR 1. Tahap perkenalan/Eksposisi adalah tahap permulaan suatu cerita yang dimulai dengan suatu kejadian, tetapi belum ada ketegangan (perkenalan para tokoh, reaksi antarpelaku, penggambaran fisik, penggambaran tempat) 2.

Tahap pertentangan /Konflik adalah tahap dimana mulai terjadi pertentangan antara pelaku-pelaku (titik pijak menuju pertentangan selanjutnya) Konflik ada dua ; 1.

konflik internal adalah konflik yang terjadi dalam diri tokoh. 2. konflik eksternal adalah konflik yang terjadi di luar tokoh(konflik tokoh dengan tokoh, konflik tokoh dengan lingkungan, konflik tokoh dengan alam, konlik tokoh denganTuhan dll) 3. Tahap penanjakan konflik/Komplikasi adalah tahap dimana ketegangan mulai terasa semakin berkembang dan rumit (nasib pelaku semakin sulit diduga, serba samar-samar) 4. Tahap klimaks adalah tahap dimana ketegangan mulai memuncak (perubahan nasip pelaku sudah mulai dapat diduga, kadang dugaan itu tidak terbukti pada akhir cerita) 5.

Tahap penyelesaian adalah tahap akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Ada pula yang penyelesaiannya diserahkan kepada pembaca, jadi akhir ceritanya menggantung, tanpa ada penyelesaian.

MACAM-MACAM ALUR β€’ Alur maju adalah peristiwa –peristiwa diutarakan mulai awal sampai akhir/masa kini menuju masa datang. 2. Alur mundur/Sorot balik/Flash back adalah peristiwa-peristiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu/masa kini, baru menceritakan peristiwa-peristiwa pokok melalui kenangan/masa lalu salah satu tokoh. 3. Alur gabungan/Campuran adalah peristiwa-peristiwa pokok diutarakan.

dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

Dalam pengutararaan peristiwa-peristiwa pokok, pembaca diajak mengenang peristiwa-peristiwa yang lampau,kemudian mengenang peristiwa pokok ( dialami oleh tokoh utama) lagi. D. PERWATAKAN/PENOKOHAN adalah bagaimana pengarang melukiskan watak tokoh ADA TIGA CARA UNTUK MELUKISKAN WATAK TOKOH β€’ Analitik adalah pengarang langsung menceritakan watak tokoh.

Contoh : Siapa yang tidak kenal Pak Edi yang lucu, periang, dan pintar. Meskipun agak pendek justru melengkapi sosoknya sebagai guru yang diidolakan siswa. Lucu dan penyanyang. 2. Dramatik adalah pengarang melukiskan watak tokoh dengan tidak langsung. Bisa melalui tempat tinggal,lingkungan,percakapan/dialog antartokoh, perbuatan, fisik dan tingkah laku, komentar tokoh lain terhadap tokoh tertentu, jalan pikiran tokoh.

Contoh : Begitu memasuki kamarnya Yayuk, pelajar kelas 1 SMA itu langsung melempar tasnya ke tempat tidur dan membaringkan dirinya tanpa melepaskan sepatu terlebih dahulu.

dalam karya sastra kita mengenali dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah

(tingkah laku tokoh) 3. Campuran adalah gabungan analitik dan dramatik. Pelaku dalam cerita dapat berupa manusiabinatang, atau benda-benda mati yang diinsankan PELAKU/TOKOH DALAM CERITA β€’ Pelaku utama adalah pelaku yang memegang peranan utama dalam cerita dan selalu hadir/muncul pada setiap satuan kejadian. 2. Pelaku pembantu adalah pelaku yang berfungsi membantu pelaku utama dalam cerita.Bisa bertindak sebagai pahlawan mungkin juga sebagai penentang pelaku utama.

3. Pelaku protagonis adalah pelaku yang memegang watak tertentu yang membawa ide kebenaran.(jujur,setia,baik hati dll) 4. Pelaku antagonis adalah pelaku yang berfungsi menentang pelaku protagonis (penipu, pembohong dll) 5. Pelaku tritagonis adalah pelaku yang dalam cerita sering dimunculkan sebagai tokoh ketiga yang biasa disebut dengan tokoh penengah.

E. LATAR/SETTING Latar/ setting adalah sesuatu atau keadaan yang melingkupi pelaku dalam sebuah cerita. Macam-macam latar β€’ Latar tempat adalah latar dimana pelaku berada atau cerita terjadi (di sekolah, di kota, di ruangan dll) 2. Latar waktu adalah kapan cerita itu terjadi ( pagi, siang,malam, kemarin, besuk dll) 3. Latar suasana adalah dalam keadaan dimana cerita terjadi. (sedih, gembira, dingin, damai, sepi dll) F.

SUDUT PANDANG PENGARANG Sudut pandang adalah posisi/kedudukan pengarang dalam membawakan cerita. Sudut pandang dibedakan atas : β€’ Sudut pandang orang kesatu adalah pengarang berfungsi sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam cerita, terutama sebagai pelaku utama. Pelaku utamanya(aku, saya, kata ganti orang pertama jamak : kami, kita) 2.

Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang berada di luar cerita, ia menuturkan tokoh-tokoh di luar, tidak terlibat dalam cerita. Pelaku utamanya (ia, dia, mereka,kata ganti orang ketiga jamak, nama-nama lain) UNSUR EKSTRINSIK Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar UNSUR-UNSUR EKSTRINSIK β€’ Latar Belakang Penciptaan adalah yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. unsur intrinsik adalah karya sastra tersebut diciptakan 2. Kondisi masyarakat pada saat karya sastra diciptakan adalah keadaan masyarakat baik itu ekonomi, sosial, budaya,politik pada saat karya sastra diciptakan 3.

Pandangan hidup pengarang/Latar belakang pengarang Tulisan Terakhir β€’ PROBLEMATIKA PENGAJARAN SASTRA DI LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL β€’ ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL β€œJALAN TAK ADA UJUNG ” KARYA MOCHTAR LUBIS β€’ APRESIASI DRAMA β€’ LATIHAN SOAL β€’ PROPOSAL KEGIATAN β€’ MENULIS RESENSI β€’ JENIS-JENIS PARAGRAF β€’ UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK KARYA SASTRA β€’ SASTRA MELAYU KLASIK β€’ DAFTAR PUSTAKA/BIBLIOGRAFI β€’ RESENSI β€’ PENGANTAR PENULISAN KARYA ILMIAH β€’ MEMBACA TAJUK RENCANA β€’ Hello world!

RENUNGAN HARI INI




2022 www.videocon.com