Jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

Namun, berbeda dengan arus, tegangan di antara kaki-kaki hambatan yang disusun secara seri memiliki nilai yang berbeda-beda, bergantung pada nilai hambatan tersebut. 1. Ciri-Ciri Rangkaian Seri Berdasarkan uraian di atas, maka ciri-ciri khusus rangkaian seri antara lain sebagai berikut: • Komponennya disusun secara berurutan atau berderet • Arus listrik mengalir tanpa melalui cabang • Arus listrik yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian besarnya sama • Tegangan jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik disetiap hambatan nilainya berbeda-beda 2.

Kelebihan dan Kekurangan Rangkaian Seri Dari sisi penerapan, rangkaian seri memiliki kelebihan atau keutungan, yaitu: • Kuat arus listrik yang mengalir pada tiap bagian besarnya sama. • Cara pembuatannya mudah karena bentuknya sederhana. • Rangkaian seri tidak membutuhkan terlalu banyak komponen karena pemasangannya secara sejajar. • Rangkaian seri membutuhkan kabel yang lebih sedikit sehingga lebih murah. Oleh karena itu, rangkaian seri pada lampu tepat digunakan pada ruangan atau area yang yang berukuran besar seperti misalnya gedung perkantoran, gedung sekolah atau kampus, hotel dan juga bangunan besar lainnya karena penerapannya yang sangat murah dan praktis.

2.2. Kekurangan/Kerugian Rangkaian Seri Namun, disamping memiliki kelebihan, rangkaian seri juga memiliki beberapa kekurangan atau kerugian, yaitu: • Rangkaian seri jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak maka arus listrik akan terputus. • Rangkaian seri memerlukan daya listrik lebih banyak sehingga boros listrik, akibatnya baterai cepat habis. • Rangkaian seri yang digunakan pada lampu akan menghasilkan nyala lampu yang agak redup dan tidak stabil, semakin banyak lampu makin redup.

3. Rumus Rangkaian Seri Rangkaian paralel memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain sebagai berikut: 2.1. Kelebihan/Keuntungan Rangkaian Paralel • Hambatan kecil sehingga nyala lampu lebih terang. • Masing-masing komponen dapat bekerja secara bebas tanpa dipengaruhi komponen lain. • Rangkaian paralel bila salah satu lampu atau alat listrik dilepas/rusak/padam, maka lampu/alat listrik yang lain tidak ikut mati atau tetap menyala/berfungsi.

2.2. Kelemahan/Kekurangan/Kerugian Rangkaian Paralel • Biaya lebih mahal karena memerlukan banyak kabel • Kurang efisien dalam menghantarkan arus listrik • Rangkaian lebih rumit karena terdiri dari banyak percabangan 3. Rumus Rangkaian Paralel Kemudian, arus listrik mengalir di dalam baterai dari kutub negatif menuju kutub positif.

Hal ini menunjukkan bahwa di luar sumber tegangan, arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.

Sebaliknya, di dalam sumber tegangan, arus listrik mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Pada rangkaian tertutup lampu akan dapat menyala. • Lampu hias (rangkaian seri) • Senter (rangkaian seri) • Lampu rumah (rangkaian paralel) 10. Jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik membuat rangkaian listrik sederhana yang tersusun dari kabel, dua buah baterai, dan dua buah lampu.

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

ketika lampu A dilepas, B tetap menyala. berdasarkan peristiwa tersebut, Eko membuat rangkaian listrik. 14. Dua buah resistor masing-masing besarnya 6 Ohm dan 12 Ohm disusun paralel dan dihubungkan dengan sumber tegangan 12 volt. Hitunglah: • Hambatan total pengganti • Kuat arus listrik yang keluar dari sumber tegangan • Tegangan pada masing-masing resistor • Kuat arus listrik pada masing-masing resistor Ditanyakan: • Perbandingan kuat arus (I) tiap hambatan (I 1 : I 2 : I 3 : I 4) Penyelesaian: I 1 : I 2 : I 3 : I 4 = V/ R 1 : V/ R 2 : V/ R 3 : V/ R 3 = V/ 15 : V/ 10 : V/ 6 : V/ 5 = 1/ 15 : 1/ 10 : 1/ 6 : 1/ 5 = 2/ 30 : 3/ 30 : 5/ 30 : 6/ 30 I 1 : I 2 : I 3 : I 4 = 2 : 3 : 5 : 6 Jadi, perbandingan kuat arus tiap hambatan adalah 2 : 3 : 5 : 6.

16. Pada jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik rangkaian listrik kabel berfungsi sebagai konduktor konduktor adalah? • Rangkaian seri disusun berurutan, sedangkan rangkaian paralel disusun sejajar. • Arus listrik rangkaian seri besarnya sama, sedangkan arus listrik rangkaian paralel besarnya tidak sama. • Tegangan rangkaian seri besarnya tidak sama, sedangkan tegangan rangkaian paralel besarnya sama.

• Hambatan total rangkaian seri besar, sedangkan hambatan total rangkaian paralel kecil. • Rangkaian seri tidak memiliki cabang, sedangkan rangkaian paralel memiliki cabang.

19. Lampu lalu lintas memiliki prinsip kerja dari rangkaian listrik? Rangkaian Listrikadalah suatu kesatuan antara beberapa komponen eleltronika dan sumber tegangan yang dihubungkan secara terbuka agar arus listrik yang berasal dari sumber dapat mengalir. Untuk mengetahui adanya aliran listrik, kita bisa menggunakan beberapa indicator seperti motor DC dan beberapa jenis LED.

Dalam pemasangan atau pembuatan rancangan harus diperhatikan beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah reaktansi induktif (induktansi), raeaktansi kapasitif, permitivitas dan resitifitas. Dengan lengkapnya faktor-faktor tersebut maka Rangkaian yang tepat akan tersusun. Gambar Skema Rangkaian Listrik Berikut beberapa pengertian dari factor-faktor penting dalam Rangkaian Listrik tersebut. Yang pertama adalah Induktansi yang berarti sifat dari suatu komponen listrik yang menimbulkan potensial kelistrikan terhadap arus yang melewati komponen tersebut.

Induktansi memiliki 2 jenis yaitu pertama induktansi diri ( berengaruh terhadap komponen itu sendiri ) dan induktansi bersama ( Bengaruh terhadap komponen lain ).

Kedua adalah Kapasitif dengan definisi kemampuan komponen menyimpan muatan listrik. Selanjutnya adalah permifisitas, yaitu kemampuan kemampuan besar kecilnya suatu komponen yang menjadi media penghantaran dalam menerima pengaruh dari medan listrik. Yang terakhir adalah rsitifitas yaitu Kemampuan komponen atau benda dalam menahan laju aliran arus listrik atau kemampuan benda isolasi dalam menghambat arus listrik.

Selanjutnya beralih pada komponen yang sering digunakan dalam pembuatan suatu Rangkaian Listrik sederhana. Komponen-komponen tersebut berupa resistor, indikator, dan sumber tegangan.

Resisitor adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur jalanya aliran arus litrik dengan cara memberikan hambatan. Nilai dari suatu hambatan pun berbeda-beda tergantung besarnya arus yang diinginkan. Selanjutnya adalah indicator yang berarti sutu komponen yang dapat mendeteksi adanya arus listrik. Indikator yang sering digunakan biasanya adalah LED dan motor DC. Terakhir kita memiliki sumber tegangan ,ini merupakan komponen yang paling penting dalam Rangkaian Listrik.

Sumber tegangan adalah komponen yang memproduksi arus listrik untuk dialirkan. Sumber tegangan dapat berupa generator, batteray, accu, dan lainya. Sumber tegangan juga menjadi tempat dimana kutub positif dan kutub negatif berada walaupun. Demikian adalah penjelasan dari beberapa factor dan komponen yang ada dalam Rangkaian Listrik sederhana. Sumber disini Keep Spirit Elektro Unnes Leave a Reply Cancel reply Your email address will not be published. Required fields are marked * Comment * Name * Email * Website * Kode Akses Komentar: * Tuliskan kode akses komentar diatas: Notify me of follow-up comments by email.

Notify me of new posts by email. Δ This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed. • Aktuator • Alat ukur • Arduino • Arus Kuat • Audio • Dioda • Distribusi • Drone • Elektro • Elektronik • Elektronika Analog • Elektronika Digital • Elektronika Industri • Hukum Listrik • Kapasitor • Kesehatan • Mikrokontroler • Mosfet • Motor Listrik • Penerangan • Penyearah Gelombang • Power supply • Rangkaian Elektronik • Rangkaian Listrik • Rasberry Pi • Resistor • Robotika • Sensor • Sistem Proteksi • Skematik • Tanaman Obat • Teknologi • Teori Listrik • Tranduser • Transformator • Transistor • Transmisi • UPS Alamat Search for: Recent Posts • Apple Akui Ada Virus Jahat di App Store • Siapa Bilang Sistem Operasi Apple 100 Persen Aman?

• Khasiat Kumis Kucing untuk Pengobatan • Penyebab Kerusakan Pada Motor • Khasiat Labu Merah untuk Diabetes Categories • Aktuator • Alat Ukur • Distribusi • Elektro • Elektronika Industri • Hukum Listrik • Kesehatan • Komponen Elektronik • Mikrokontroler • Motor Listrik • Rangkaian Elektronik • Robotika • Sensor • Sistem Jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik • Tanaman Obat • Transmisi • Jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik Archives • November 2015 • October 2015
• Afrikaans • አማርኛ • العربية • Asturianu • Беларуская • Български • বাংলা • Bosanski • Català • کوردی • Čeština • Чӑвашла • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Gaeilge • Kriyòl gwiyannen • Galego • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Italiano • 日本語 • 한국어 • Latina • Lietuvių • Latviešu • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • Bahasa Melayu • नेपाली • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • Polski • Português • Runa Simi • Română • Русский • Русиньскый • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Svenska • தமிழ் • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Türkçe • Українська • اردو • Tiếng Việt • Wolof • 吴语 • 中文 • 粵語 • l • b • s Rangkaian listrik merupakan hubungan antara komponen listrik yang dialiri oleh arus listrik dalam kondisi rangkaian tertutup.

Dalam teknik listrik, analisis rangkaian listrik merupakan kajian utamanya. Komponen utama dari kelistrikan yang dianalisa pada rangkaian listrik ialah gaya dan pertukaran energi antar- muatan listrik.

Analisa menggunakan metode percobaan fisika yang mengkaji cara kerja dan perilaku dari peralatan listrik pada rangkaian listrik dalam susunan-susunan yang berbeda. Teori rangkaian listrik didasari oleh hukum fisika yang dikemukakan oleh Charles Coulomb (1785), Georg Ohm (1827), Michael Faraday (1831) dan Gustav Robert Kirchhoff (1857). Analisis rangkaian listrik umumnya memanfaatkan besaran turunan dari muatan listrik dan energi listrik.

Masing-masing ialah arus listrik, hambatan listrik dan daya listrik. [1] Konsep rangkaian listrik dapat digunakan untuk analisis pada bidang keilmuan lain seperti mekanika. [2] Model rangkaian listrik secara umum ada beberapa jenis, yaitu rangkaian seri, rangkaian paralel dan rangkaian seri-paralel serta rangkaian hubungan bintang-delta atau delta-bintang.

[3] Pemodelan rangkaian listrik menentukan kondisi penggunaan dari peralatan listrik di dalam suatu sistem tenaga listrik. [4] Pemanfaatan lain dari rangkaian listrik adalah untuk mengadakan perpindahan energi dari satu tempat ke tempat yang lain melalui antara himpunan peralatan listrik yang saling terhubung. [5] Daftar isi • 1 Sifat • 2 Jenis • 2.1 Rangkaian listrik sederhana • 2.1.1 Rangkaian seri • 2.1.2 Rangkaian paralel • 2.2 Rangkaian terkopel magnetik • 2.2.1 Induktansi mutual • 3 Komponen • 3.1 Arus listrik • 3.1.1 Arus searah • 3.1.2 Arus bolak-balik • 3.2 Tegangan listrik • 3.3 Hambatan listrik • 3.4 Penghantar listrik • 4 Analisis • 5 Teori • 5.1 Teori elektron • 5.2 Teori muatan listrik • 6 Hukum • 6.1 Hukum Kirchoff I • 6.2 Hukum Ohm • 7 Teorema • 7.1 Teorema superposisi • 7.2 Teorema subsitusi • 7.3 Teorema Thevenin • 7.4 Teorema Norton • 8 Pengukuran • 8.1 Pengukuran arus listrik • 8.2 Pengukuran tegangan listrik • 8.3 Pengukuran hambatan listrik • 9 Referensi • 9.1 Catatan kaki • 9.2 Daftar pustaka Sifat [ sunting - sunting sumber ] Sifat rangkaian listrik dapat diuraikan dalam satu jenis dimensi secara lengkap.

Besaran listrik yang digunakan untuk mengetahui kondisi rangkaian listrik yang beragam adalah arus listrik dan tegangan listrik jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik berbagai titik lokasi pada rangkaian. Pada rangkaian yang nilai arus listrik dan tegangan listriknya tidak berubah terhadap waktu, arus listrik hanya dibatasi oleh hambatan listrik. [2] Jenis [ sunting - sunting sumber ] Rangkaian listrik sederhana [ sunting - sunting sumber ] Rangkaian listrik sederhana hanya memerlukan sebuah beban listrik (umumnya lampu) yang dihubungkan dengan sumber tegangan listrik.

Sumber ini dapat berupa baterai listrik. Selain baterai, sumber tegangan listrik dapat diperoleh dari aki atau sel surya. Pada titik yang berbeda, perbedaan potensial merupakan hasil dari adanya sumber potensial listrik yang terpasang pada suatu rangkaian listrik dan mengalami gaya gerak listrik.

Arus listrik akan mengalir dari titik yang memiliki potensial tinggi pada kutub positif menuju ke titik yang memiliki potensial rendah pada kutub negatif. [6] Rangkaian seri [ sunting - sunting sumber ] Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang tersusun dari komponen hambatan listrik yang saling terhubung dalam posisi seri. Keberadaan komponen-komponen ini dapat menghambat aliran elektron yang mengalir dalam rangkaian sehingga dapat dikatakan sebagai hambatan.

[7] Rangkaian hambatan seri ini digunakan untuk memperbesar nilai hambatan listrik sekaligus membagi beda potensial yang berasal dari sumber tegangan. Rangkaian tersebut dapat diganti dengan sebuah hambatan pengganti seri.

Rangkaian hambatan seri mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu dapat menghemat biaya karena hanya menggunakan sedikit penghantar listrik. kelemahannya yaitu apabila salah satu lampu tidak berfungsi atau rusak maka komponen yang lain tidak dapat berfungsi. [8] Rangkaian paralel [ sunting - sunting sumber ] Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang tersusun dari beberapa komponen hambatan listrik yang terhubung dengan posisi paralel.

bertujuan memutuskan salah satu beban tanpa mempengaruhi atau beban lain tidak putuspada suatu alat listrik yang terpasang secara langsung. [9] Rangkaian terkopel magnetik [ sunting - sunting sumber ] Rangkaian listrik yang terkopel magnetik terbentuk sebagai akibat dari pengaliran arus listrik pada suatu penghantar listrik. Di sekitar penghantar listrik terbentuk medan magnet.

Timbulnya medan magnet ini merupakan fenomena pada arus searah maupun arus bolak-balik. Besarnya jumlah fluks magnetik yang dihasilkan pada rangkaian listrik merupakan nilai rata-rata dari perkalian antara medan magnet dari suatu penghantar melingkar dengan luas permukaannya.

Induksi magnetik dapat terjadi ketika penghantar jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik ini bertemu dengan penghantar melingkar yang lainnya. Perisitiwa ini menghasilkan induktansi mutual atau induktansi bersama. Konsep kopel magnetik ni berbeda dengan induktansi maupun induktansi diri. [10] Induktansi mutual [ sunting - sunting sumber ] Arus listrik dan tegangan mempunyai hubungan di dalam persamaan fisika yang berkaitan dengan induksi magnetik. Arus listrik merupakan pembangkit dari fluks magnetik.

Nilai fluks yang dihasilkan sebandingkan dengan nilai arus listrik yang mengalir. Perbandingan ini menggunakan penghantar listrik yang linier. Sementara tegangan listrik pada rangkaian listrik mengalami perubahan terhadap waktu melalui medan magnet.

Nilai tegangan sebanding dengan laju perubahan waktu dari medan magnet. [11] Konsep induktansi mutual dibentuk oleh hubungan arus listrik dan tegangan listrik dari suatu koil ke koil lainnya.

Hubungan ini menghasilkan fluks magnetik di semua koil. [12] Komponen [ sunting - sunting sumber ] Arus listrik [ sunting - sunting sumber ] Arus searah [ sunting - sunting sumber ] Arus searah merupakan arus listrik yang nilainya tidak berubah terhadap waktu. Posisinya selalu positif atau selalu negatif saja. [13] Nilai arus searah juga selalu tetap atau konstan terhadap satuan waktu. Nilainya akan tetap sama meskipun peninjauan arus listrik dilakukan pada waktu yang berbeda.

[14] Arus searah bersumber dari elemen-elemen yang mampu menghasilkan energi listrik setiap saat melalui pengaliran secara merata. Beberapa diantaranya ialah elemen volta, baterai, dan akumulator. [15] Arus bolak-balik [ sunting - sunting sumber ] Arus bolak-balik jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik arus listrik yang memiliki arah arus yang bolak-balik, Sifatnya ialah berubah-ubah.

Sifat arus bolak-balik berkebalikan dengan arus searah yang posisi arusnya selalu tetap. Arus bolak-balik mempunyai bentuk gelombang yang umunya selalu sinusoida sehingga memungkinkan pengaliran energi secara efisien. Pada beberapa pengaliran arus listrik, arus bolak-balik mengalir dalam bentuk gelombang segitiga atau segi empat.

Secara umum, penyaluran listrik arus bolak-balik dimulai dari sumber listrik menuju ke pemakai energi. Arus bolak-balik juga dialirkan dalam bentuk sinyal-sinyal radio atau audio dengan media pengaliran berbentuk kabel.

Tujuan utama penyaluran listrik arus bolak-balik pada jaringan telekomunikasi adalah untuk pengambilan informasi yang termodulasi atau terkode di dalam sinyal. [16] Tegangan listrik [ sunting - sunting sumber ] Tegangan listrik atau beda potensial merupakan suatu tegangan yang timbul pada elemen atau komponen dari satu terminal atau kutub ke terminal atau kutub lainnya. Keberadaan tegangan ini dapat menngakibatkan pergerakan pada muatan listrik. Pergerakan yang dihasilkan dapat dihitung menggunakan persamaan matematika.

Besarnya usaha yang diperlukan untuk menggerakkan suatu muatan dengan nilai satu Coulomb diartikan sebagai nilai perubahan energi yang dhasilkan terhadap perubahan muatan listrik dengan satuan Volt. Tegangan listrik menghasilkan dua kemungkina yang dapat terjadi yaitu tegangan turun atau tegangan naik. Tegangan turun terjadi jika potensial listrik berpindah dari terminal yang lebih rendah potensialnya menuju ke terminal dengan potensial yang lebih tinggi. Sedangkan tegangan naik terjadi jika potensial listrik berpindah dari terminal dengan potensial yang lebih tinggi menuju ke terminal dengan potensial yang lebih rendah.

[17] Hambatan listrik [ sunting - sunting sumber ] Hambatan listrik merupakan bahan yang memiliki nilai penyekat terhadap suatu bahan yang mampu mengadakan pengaliran arus listrik. [18]Beberapa jenis bahan in antara lain besi, kayu, batu, karet, air, dan udara. Hambatan listrik yang sama sekali tidak membiarkan arus listrik timbul pada beda potensial antar dua ujungnya, yaitu batu dan kayu kering. Bahan yang tidak dapat dialiri arus listrik sama sekali disebut dengan isolator.

Sedangkan bahan yang mudah dialiri arus listrik disebut penghantar listrik atau penghantar listrik. Contoh penghantar listrik yaitu logam. Arus yang mengalir pada logam memiliki nilai yang cukup besar ketika diberi beda potensial pada dua ujungnya. [19] Daya hantar listrik atau konduktivitas merupakan suatu nilai yang berbanding terbalik dengan hambatan listrik. Sehingga apabila niai konduktivitas kecil, maka semakin besar nilai hambatan listrik yang dimiliki suatu bahan.

[20] Penghantar listrik [ sunting - sunting sumber ] Penghantar listrik merupakan bahan yang mudah menghantarkan arus listrik. Kemudahan penghantaran listrik dipengaruhi oleh adanya sifat perpindahan elektron-elektron dari satu titik kelistrikan ke titik kelistrikan lainnya.

Penghantar listrik digunakan untuk mengalirkan arus listrik. [21] Penghantar listrik memiliki inti atom dengan ikatan elektron yang mudah lepas dapat bergerak secara bebas. Proses penghantaran listrik terjadi ketika bahan yang bermuatan positif dihubungkan dengan penghantar listrik.

Interaksi yang dihasilkan berupa perpindahan elektron dari penghantar listrik ke bahan yang bermuatan positif. [14]A rus listrik dapat mengalir secara mudah melalui penghantar listrik selama pergerakan muatan listrik bersifat mudah ketika timbul medan listrik meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit.

Nilai medan listrik pada penghantar adalah sama denga nol ketika tidak teraliri listrik. [22] Analisis [ sunting - sunting sumber ] Analisis rangkaian listrik bertujuan untuk mempelajari perilaku dari suatu rangkaian listrik.

Perilaku ini umumnya berkaitan dengan tugas rangkaian listrik sebagai suatu sistem pemrosesan energi maupun pemorsesan informasi. Rangkaian listrik yang dipelajari diubah terlebih dahulu ke dalam bentuk gambar yang disebut diagram rangkaian listrik. Simbol digunakan sebagai cara memperlihatkan hubungan yang terbentuk oleh peralatan listrik di dalam diagram.

Setiap perilaku peralatan listrik dinyatakan sebagai model peralatan. Model peralatan dibedakan dengan benda aslinya dengan menyebutnya sebagai elemen.

Di dalam rangkaian listrik terdapat model matematika yang disebut sebagai peubah rangkaian listrik. Peubah ini merupakan sinyal listrik yang ada di dalam rangkaian listrik. [23] Teori [ sunting - sunting sumber ] Teori elektron [ sunting - sunting sumber ] Teori elektron berkaitan dengan proses terjadinya muatan listrik di dalam suatu benda. Teori ini dimulai dari konsep mengenai unsur penyusun benda. Suatu benda memiliki sekumpulan molekul yang tersusun dari sekumpulan atom dengan bagian terkecil yang meliputi elektron, proton dan neutron.

Atom memiliki bagian inti yang meliputi proton dan neutron yang dikelilingi oleh elektron. Jumlah elektron yang mengelilingi inti atom ada yang tunggal dan ada pula yang lebih dari satu.

Proton bermuatan positif, neutron tidak bermuatan, sedangkan elektron bermuatan negatif.

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

Elektron mampu melakukan dia gerakan yaitu gerak rotasi dan gerak revolusi. Sifat dari elektron ialah mudah berpindah-pindah dari satu atom ke atom yang lain.

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

Elektron menjadi penentu kondisi muatan pada atom. Atom dalam kondisi netral ketika jumlah proton dan elektronnya sama. Jika jumlah elektron lebih banyak dibandingkan proton, maka atom bermuatan negatif. Sementara, jika jumlah elektron lebih sedikit dibandingkan proton maka atom bermuatan positif. [24] Teori muatan listrik [ sunting - sunting sumber ] Muatan listrik adalah muatan dasar yang dimiliki oleh manusia yang memiliki partikel penyusun atom, kecuali neutron.

Karakteristik muatan dasar hanya jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik oleh proton dan elektron.

[25] Muatan listrik hanya dibedakan menjadi muatan positif hamil dan muatan negatif hamil; serta muatan netral yang tersusun dari gabungan muatan positif dan muatan negatif dalam jumlah yang sama.

Selain itu, muatan hanya ditemui pada sistem tertutup yang tidak sama dengan massadan tidak teramati secara empiris. Keadaan dasar dari jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik adalah selalu memiliki kuantisasi berupa kelipatan bilangan bulat dengan nilai 1,602 × 10 -19 C atau 4,77 ×10 -10 satuan elektrostatik.

[26] Interaksi antarmuatan listrik akan terjadi jika benda-benda yang bermuatan didekatkan satu sama lain. Gaya tolak-menolak terjadi pada benda-benda yang bermuatan,sedangkan gaya tarik-menarik akan terjadi pada benda-benda yang bermuatan tidak sejenis.

[27] Benjamin Franklin (1706-1790) merupakan fisikawan yang memperkenalkan dan menggunakan istilah muatan listrik untuk pertama kali. Ia memperoleh dan menyimpan muatan listrik melalui tabung Leyden.

Muatan listrik ini diperoleh dari tali layang-layang berlapis logam yang diterbangkan ketika banyak terjadi petir. [28] Muatan listrik hanya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu muatan positif dan muatan negatif.

Penetapan muatan listrik menjadi hanya dua jenis dilakukan oleh ilmuwan berkebangsaan Amerika Serikat yaitu Benjamin Franklin. Kesimpulan bahwa muatan listrik hanya ada dua jenis diperoleh oleh Jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik melalui percobaan pada sebuah penggaris plastik dan sebuah batang kaca yang saling digosokkan.

[29] Hukum [ sunting - sunting sumber ] Hukum Kirchoff I [ sunting - sunting sumber ] Hukum Kirchoff I merupakan hukum kelistrikan yang menjelaskan tentang adanya arus listrik yang memasuki suatu titik percabangan dari suatu rangkaian listrik dan arus listrik yang keluar dari percabangan tersebut.

Pernyataannya bahwa jumlah arus listrik yang memasuki dan keluar dari suatu titik percabangan listrik adalah sama di masing-masing sisi. Hukum Kirchoff I disebut pula sebagai hukum kekekalan muatan. [30] Hukum Ohm [ sunting - sunting sumber ] Hukum Ohm adalah hukum kelistrikan yang memberikan penjelasan mengenai hubungan antara arus listrik, tegangan listrik dan hambatan listrik. Tokoh yang mengemukakannya adalah Georg Ohm.

Hukum Ohm terbagi menjadi hukum tentang arus listrik dan hukum tentang tegangan listrik. Pernyataan dari hukum tentang arus listrik ialah bahwa nilai arus listrik di dalam suatu rangkaian listrik berbading lurus dengan tegangan listrik dan berbanding terbalik dengan hambatan listrik.

Sementara hukum tentang tegangan ialah bahwa nilai tegangan listrik sebanding dengan nilai arus listrik dan hambatan listrik. [31] Pernyataan lain dari hukum Ohm ialah mengenai hambatan listrik. Pernyataannya yaitu bahwa hambatan listrik berbanding lurus dengan tegangan listrik dan berbanding terbalik dengan arus listrik.

Hubungan ketiganya juga menghasilkan tiga jenis rumus tentang daya listrik. Pertama, daya listrik sebagai hasil kali antara tegangan listrik dengan arus listrik.

Kedua, daya listrik sebagai hasil kali antara kuadrat arus listrik dengan hambatan listrik, Ketiga, daya listrik sebagai hasil bagi antara kuadrat tegangan listrik dengan hambatan listrik.

[32] Teorema [ sunting - sunting sumber ] Teorema digunakan pada analisis rangkaian listrik jika suatu rangkaian listrik memiliki dua sumber besaran listrik. Variasinya antara lain dua sumber tegangan listrik, dua sumber arus listrik, ataupun satu sumber tegangan listrik dan satu sumber arus listrik.

Teorema yang digunakan oada rangkaian listrik antara lain teorema superposisi, teorema subsitusi, teorema Thevenin dan juga teorema Norton. [33] Teorema superposisi [ sunting - sunting sumber ] Teorema superposisi hanya berlaku bagi rangkaian listrik yang bersifat linier. Persamaan yang menyatakan bahwa rangkaian linier adalah ketika nilai konstanta sebanding dengan nilai variabel. Penjumlahan tegangan listrik maupun arus listrik pada rangkaian linier dengan beberapa sumber tegangan listrik maupun sumber arus listrik dapat dilakukan dengan menggunakan aljabar.

Persyaratan penggunaan teorema superposisi ialah sumber bebas harus bekerja sendiri dan dapat diganti dengan tahanan dalamnya. Jumlah sumber bebas pada rangkaian linier diartikan sebagai jumlah kondisi dari rangkaian listrik yang akan dianalisis.

Tiap kondisi ini akan dijumlahkan di tahap akhir analisis. Rangkaian linier umumnya tetap memiliki sumber tidak bebas bersama dengan sumber bebas. Karena suatu rangkaian listrik umumnya mempunya resistor, induktor dan kapasitor.

Pada suatu rangkaian linier yang memiliki sumber tidak bebas, yang dihitung tetaplah sumber yang bebasnya saja. [34] Teorema subsitusi [ sunting - sunting sumber ] Pada rangkaian listrik dengan teorema substitusi berlaku bahwa suatu komponen atau elemen pasif dapat digantikan dengan dengan sumber tegangan dengan nilai yang sama pada saat komponen tersebut dialiri listrik. Pada komponen pasif berupa resistor, nilai tegangan listrik sumber yang menjadi penggantinya sama dengan nilai arus listrik sumber dikalikan dengan nilai resistor tersebut.

Ini dapat berlaku jika nilai hambatan dalam pada komponen sama dengan nol. [35] Teorema Thevenin [ sunting - sunting sumber ] Teorema Thevenin menyatakan bahwa penyederhanaan rangkaian listrik dapat dilakukan dengan menyisakan komponen berupa satu buah sumber arus yang dihubungkan secara seri dengan sebuah tahanan ekivalennya pada pengamatan di dua terminal.

[35] Penyederhaanan teorema Thevenin diawali dengan menentukan dua titik terminal yang parameternya akan diketahui.

Setelah itu, komponen listrik yang ada pada kedua titik dilepaskan untuk kemudian rangkaian listrik dihubung-singkatkan. Lalu, tegangan listrik di kedua titik diukur. Pada rangkaian listrik dengan sumber listrik yang bebas, nilai hambatan listrik diukur terlebih dahulu dalam kondisi tidak berarus listrik.

Kondisi ini dicapai dengan mengganti hambatan dalam. Jika sumber bebas berupa tegangan listrik, maka diganti hingga terbentuk rangkaian hubungsingkat. Jika sumber bebasnya berupa arus listrik, maka diganti dengan rangkaian terbuka.

Sementara itu, pada rangkaian listrik tanpa sumber terbuka, kedua titik terminal dibuka dan diukur tegangannya. Nilai tahanan pengganti ditetapkan berdasarkan nilai arus hubung singkat di kedua titik. Setelah itu, rangkaian pengganti Thevenin digambarkan dan semua komponen yang dilepas dipasang kembali.

[36] Teorema Norton [ sunting - sunting sumber ] Teorema Norton menyatakan bahwa penyederhanaan rangkaian listrik dapat dilakukan dengan menyisakan komponen berupa satu buah sumber arus yang dihubungkan secara paralel dengan sebuah tahanan ekivalennya pada pengamatan di dua terminal.

[36] Penyederhanaan rangkaian listrik dengan teorema Norton diawali dengan menentukan dua titik terminal yang akan dinyatakan nilainya.

Setiap komponen listrik yang ada pada kedua titik dilepaskan, lalu dihubung-singkatkan. Kedua titik tersebut kemudian diukur nilai arus listriknya. Pada sumber listrik yang bebas, hambatan listrik pada kedua titik diukur terlebih dahulu sebelum rangkaian listrik dihubungkan dengan sumber listrik.

Cara yang digunakan ialah mengganti nilai tahanan dalam. Jika sumber bebas berupa tegangan listrik, maka diganti hingga terbentuk rangkaian hubungsingkat. Jika sumber bebasnya berupa arus listrik, maka diganti dengan rangkaian terbuka. Sementara itu, pada rangkaian listrik tanpa sumber terbuka, kedua titik terminal dibuka dan diukur tegangannya.

Kemudian, rangkaian pengganti digambar kembali. Setelahnya, komponen yang telah dilepas dipasang kembali sehingga nilainya dapat dihitung.

[37] Pengukuran [ sunting - sunting sumber ] Pengukuran arus listrik [ sunting - sunting sumber ] Pengukuran arus listrik menggunakan amperemeter. Pelaksanaan pengukuran berlangsung selama pengaliran arus listrik dalam suatu rangkaian listrik. Pengukuran arus listrik terlebih dahulu harus memutuskan rangkaian listrik untuk kemudian dihubungkan ke masing-masing terminal-terminal amperemeter. Model rangkaian listrik yang digunakan dalam pengukuran arus listrik menggunakan amperemeter adalah rangkaian seri.

Tujuannya agar nilai arus listrik yang melewati amperemeter merupakan nilai yang sebenarnya. Amperemeter umumnya dibedakan menjadi dua yaitu amperemeter analog dan amperemeter digital. [38] Amperemeter analog mengukur dengan penanda jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik jarum penunjuk nilai, sedangkan amperemeter digital menunjukkan nilai dalam bentuk angka digital.

[39] Pengukuran arus listrik oleh jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik hanya dapat dilakukan pada rangkaian listrik tertutup. Amperemeter dapat digunakan untuk mengukur arus searah maupun arus bolak-balik. Rangkaian listrik terlebih dahulu diputuskan kemudian disambungkannya kembali dengan menambahkan amperemeter di antara bagian yang diputuskan.

[40] Pengukuran tegangan listrik [ sunting - sunting sumber ] Pengukuran tegangan listrik dapat dilakukan dengan menggunakan voltmeter. Alat ini mengukur beda potensial atau tegangan listrik dari dua titik potensial listrik.

[41] Pada peralatan elektronik, voltmeter digunakan sebagai alat pengawasan terhadap nilai tegangan kerja. [42] Bagian tubuh voltmeter tersusun dari beberapa bagian yang meliputi terminal positif dan negatif, batas ukur, setup pengatur fungsi, jarum penunjuk serta skala tinggi dan skala rendah. [43] Tegangan listrik keluaran juga dapat diukur menggunakan p otensiometer. Alat ini merupakan alat ukur elektronika yang prinsip penggunaannya mememrlukan kegiatan perancangan dan pengaturan sebuah pembagi tegangan.

Pembagi tegangan terbentuk ketika tegangan yang relatif besar menghasilkan bias terhadap komponen elektronika yang bersifat aktif pada suatu rangkaian penguat.

[44] Tegangan listrik diukur menggunakan satuan internasional yaitu Volt. Standar penetapan nilai dari satuan ini pertama kali ditetapkan pada tahun 1893 bersama dengan satuan Ampere dan satuan Ohm melalui suatu pertemuan internasional.

Nilai dari Volt dijelaskan sebagai jumlah sel Clark pada suhu 15 o C dengan gaya gerak listrik sebesar 1,434 Volt.

Standa baru ditetapkan pada tanggal 1 Januari 1948 yang kemudian menjadi standar mutlak dari satuan tegangan listrik. Dalam standar mutlak ditetapkan bahwa satu Volt internasional sama dengan nilai dari 1,000330 Volt mutlak. [45] Pengukuran hambatan listrik [ sunting - sunting sumber ] Pengukuran hambatan listrik menggunakan alat ukur yang disebut sebagai Ohmmeter. Alat ukur ini menggunakan galvanometer untuk mengadakan pengukuran arus listrik yang melewati suatu hambatan listrik.

Hasil pengukuran arus listrik kemudian ditera ulang menjadi satuan Ohm. [42] Pengukur hambatan listrik dari suatu jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik atau antar dua titik dalam rangkaian dilakukan dengan cara menyentuhkan dua terminal Ohmmeter dengan dua ujung hambatan atau dua titik dalam rangkaian.

[46] Hambatan listrik yang digunakan diukur dengan menggunakan satuan internasional yaitu Ohm. Standar satuan ini pertama kali ditetapkan pada tahun 1893. Penetapannya bersamaan dengan penetapan satuan internasional lainnya, yaitu Ampere dan Volt.

Salah satu hasil akhir dari pertemuan internasional ini adalah penetapan nilai dari satuan Ohm internasional. Ohm internasional diberikan definisi yang setara dengan tahanan kolom air raksa dengan penampang melintang dengan ukuran yang sama serta mempunyai panjang 106,3 sentimeter.

Massanya seberat 14,4521 gram pada temperatur nol derajat celsius. Standar baru terhadap satuan Ohm internasional ditetapkan kembali pada tanggal 1 Januari 1948 yang kemudian berlaku sebagai standar mutlak hingga saat ini. Dalam standar mutlak ini ditetapkan bahwa satu Ohm internasional nilainya sama dengan dari 1,00049 ohm mutlak. [47] Referensi [ sunting - sunting sumber ] Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • ^ Khairunnisa 2018, hlm. 2. • ^ a b Mismail 2011, hlm.

15. • ^ Yunus, A. M. S., dan Djalal, M. R. (2019). Pemodelan untuk Rangkaian Listrik. Sleman: Deepublish. hlm. 28. ISBN 978-623-209-387-4. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Mismail 2011, hlm. 16. • ^ Puriyanto, R. D., dan Rosyady, P.

A. (2021). Ashari, Budi, ed. Dasar-Dasar Pengukuran Besaran Listrik. Yogyakarta: UAD Press. hlm. 2. ISBN 978-602-0737-44-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Siswanto, Susantini, dan Jatmiko 2018, hlm.

6.

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

• ^ Ponto 2018, hlm. 205. • ^ Ponto 2018, hlm. 184-185. • ^ Ponto 2018, hlm. 207. • ^ Hayt, Kemmerly, dan Durbin 2005, hlm. 1. • ^ Hayt, Kemmerly, dan Durbin 2005, hlm. 1-2. • ^ Hayt, Kemmerly, dan Durbin 2005, hlm. 2. • ^ Ponto 2018, hlm. 43. • ^ a b Safitri, N., Sutyati, dan Rachmawati (2017). Analisa Rangkaian Listrik (Teori Dasar, Penyelesaian Soal dan Soal-Soal Latihan) (PDF). Lhokseumawe, Aceh: Politeknik Negeri Lhokseumawe. hlm. 4. ISBN 978-602-17282-5-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Ponto 2018, hlm.

40. • ^ Ponto 2018, hlm. 51. • ^ Safitri, N., Suryati, dan Rachmawati (2017). Analisis Rangkaian Listrik: Teori Dasar, Penyelesaian Soal dan Soal-Soal Latihan (PDF).

Lhokseumawe: Penerbit Politeknik Negeri Lhokseumawe. hlm. 5. ISBN 978-602-17282-5-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Siswanto,J., Susantini, E., dan Jatmiko, B.

(2018). Fisika Dasar, Seri: Listrik Arus Searah dan Kemagnetan (PDF). Semarang: Universitas PGRI Semarang.

hlm. 80. ISBN 978-602-5784-14-9. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Abdullah 2017, hlm. 213-214. • ^ Ponto jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik, hlm. 70. • ^ Ponto 2018, hlm. 62. • ^ Abdullah 2017, hlm. 84. • ^ Sudirham, Sudaryatno (2012). Analisis Rangkaian Listrik (PDF).

Penerbit ITB. hlm. 1. ISBN 979-9299-54-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Khairunnisa 2018, hlm. 4-5. • ^ Yuberti 2014, hlm. 137. • ^ Gertshen, Kneser dan Vogel 1996, hlm. 3. • ^ Ponto 2018, hlm. 35.

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

• ^ Listiana, dkk. 2009, hlm. 22-9. • ^ Listiana, dkk. 2009, hlm. 22-10. • ^ Siswanto, Susantini, dan Jatmiko 2018, hlm. 5. • ^ Basri dan Irfan 2018, hlm. 14-15. • ^ Basri dan Irfan 2018, hlm. 15. • ^ Safitri, Suryati dan Rachmawati 2017, hlm. 42. • ^ Safitri, Suryati dan Rachmawati 2017, hlm. 43. • ^ a b Safitri, Suryati dan Rachmawati 2017, hlm. 44.

• ^ a b Safitri, Suryati dan Rachmawati 2017, hlm. 46. • ^ Safitri, Suryati dan Rachmawati 2017, jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik. 47-48. • ^ Jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik 2017, hlm. 260. • ^ Abdullah 2017, hlm.

260-261. • ^ Faradiba 2020, hlm. 40. • ^ Siswanto, Susantini, dan Jatmiko 2018, hlm. 29. • ^ a b Ponto 2018, hlm. 142. • ^ Faradiba 2020, hlm. 100. • ^ Ponto 2018, hlm. 218. • ^ Poerwanto, Hidayati, J., dan Anizar (2012). Instrumen dan Alat Ukur. Yogyakarta: Graha Ilmu. hlm. 7. ISBN 978-979-756-360-8. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Abdullah 2017, hlm. 265. • ^ Poerwanto, Hidayati, J., dan Anizar (2012).

Instrumen dan Alat Ukur. Yogyakarta: Graha Ilmu. hlm. 7. ISBN 978-979-756-360-8. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Abdullah, Mikrajuddin (2017). Fisika Dasar II (PDF). Bandung: Institut Teknologi Bandung. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Basri, I.

Y., dan Irfan, D. (2018). Komponen Elektronika (PDF). Padang: SUKABINA Press. ISBN 978-602-6277-88-6. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • Faradiba (2020). Metode Pengukuran Fisika (PDF). Jakarta: Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia.

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2021-01-29. Diakses tanggal 2022-01-01. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Gertshen, C., Kneser, H.O., dan Vogel, H. (1996). Fisika: Listrik Magnet dan Optik (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. ISBN 979-459-693-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • Hayt, W.

H., Kemmerly, J. J. E., dan Durbin, S. M. (2005). Hardani, Wibi, ed. Rangkaian Listrik Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • Khairunnisa (2018). Rangkaian Listrik. Banjarmasin Utara: Poliban Press. ISBN 978-602-53458-4-5. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Listiana, dkk.

(2009). Ilmu Pengetahuan Alam 2 (PDF). Surabaya: Amanah Pustaka. ISBN 978-602-8542-06-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Mismail, Budiono (2011). Dasar Teknik Elektro Jilid 1: Rangkaian Listrik. Malang: UB Press. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Ponto, Hantje (2018). Dasar Teknik Listrik (PDF).

Sleman: Deepublish. ISBN 978-623-7022-93-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Safitri, N., Suryati dan Rachmawati (2017). Analisis Rangkaian Listrik: Teori Dasar, Penyelesaian Soal dan Soal-Soal Latihan (PDF).

Lhokseumawe: Penerbit Politeknik Negeri Lhokseumawe. ISBN 978-602-17282-5-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • Setiyo, Muji (2017). Listrik dan Elektronika Dasar Otomotif (PDF). Magelang: UNIMMA Press. ISBN 978-602-51079-0-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Siswanto, J., Susantini, E., dan Jatmiko, B.

(2018). Fisika Dasar, Seri: Listrik Arus Searah dan Kemagnetan (PDF). Semarang: UPGRIS Press. ISBN 978-602-5784-14-9. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • Yuberti (2014). Konsep Materi Fisika Dasar 2 (PDF). Bandar Lampung: AURA Printing & Publishing.

ISBN 978-602-1297-30-8.

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Halaman ini terakhir diubah pada 20 Jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik 2022, pukul 00.10. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Artikel Fisika kelas 12 akan membahas penjelasan mengenai rangkaian listrik.

Khususnya perbedaan rangkaian seri dan paralel, baik rumus kuat arus, tegangan, dan hambatan, maupun kelebihan dan kekurangan keduanya. -- Hayo, siapa yang suka mainan lampu? Anak zaman sekarang, kalo udah ngomongin lampu hias, pasti langsung kebayang jenis lampu yang satu ini deh: lampu tumblr.

Entah kenapa juga dinamain kayak gitu. Apakah ada hubungannya sama nama media sosial yang udah diblokir itu? Lampu tumblr untuk menghias kamar (sumber: thenakedsoul.co) Selain bisa ngebuat kamar kita jadi hits jadi kayak kamar-kamar di Instagram, bersyukurlah karena lampu tersebut disusun dengan rangkaian seri. Hah? Maksudnya apa tuh rangkaian seri? Begini.

Bandingkan lampu-lampu tersebut dengan instalasi lampu yang ada di rumah kamu.

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

Kalau kamu perhatikan, biasanya, instalasi lampu di rumah menerapkan sistem satu saklar untuk satu lampu. Artinya, lampu-lampu di rumah kamu disusun menggunakan rangkaian paralel. Sekarang bayangkan kalau kamu harus mematikan/menyalakan lampu tumblr semuanya satu per satu.

Bisa-bisa gempor tangan kita. Maka dari itu, kita perlu tahu perbedaan rangkaian seri dan paralel. Rangkaian Seri Rangkaian seri merupakan rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bersebelahan.

Contohnya, rangkaian pada gambar berikut: Pada rangkaian seri, kuat arus (I) akan mengalir dari sumber energi (baterai) yang ada dari satu hambatan ke hambatan lain melewati satu kabel. Perhatikan, deh, gambar di atas. Lalu, bayangkan ada aliran listrik yang mengalir mulai dari baterai, menuju hambatan/resistor 1, ke hambatan 2, lalu berputar dan kembali ke baterai.

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

Iya, anggap aja aliran listrik ini kayak aliran air gitu. Setelah membayangkannya, kamu pasti jadi sadar kalau untuk arus listrik yang melewati hambatan 1, nilainya akan sama besar dengan arus yang melewati hambatan 2. Kok gitu? Ya, kan, alirannya nggak mungkin ke mana-mana lagi. Baca juga: Apakah Teknologi Wakanda Dapat Ditemui di Dunia Nyata?

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

Nah, itu berarti, kuat arus total sama dengan kuat arus yang ada di hambatan 1, maupun hambatan 2. Secara matematis dapat ditulis menjadi: I tot = I 1 = I 2 = I… Di sisi lain, tegangan yang mengalir di hambatan 1, tidak sama dengan yang ada di hambatan 2. Tetapi, apabila seluruh tegangan yang ada di hambatan pada rangkaian itu dijumlahkan, hasilnya akan sama dengan tegangan yang ada di sumber.

Atau dengan kata lain; V tot = V 1 + V 2 + V… Sehingga, hambatan totalnya sama dengan jumlah dari seluruh hambatan yang ada di rangkaian itu. Ingat, ya, maksud dari tanda titik-titik (.) di rumus itu untuk menandakan kalau ada resistor lain.

Jadi, kalau resistor/hambatannya lebih dari 2, tinggal dilanjutin aja. R tot = R 1 + R 2 + R… Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bertingkat/bercabang. Perhatikan gambar berikut: Nah, kelihatan nggak bedanya dengan rangkaian seri? Sekarang, bayangkan ada aliran listrik yang berjalan dari baterai, berjalan ke arah ke arah bawah menuju hambatan 1.

Sesaat dia berada di persimpangan, si aliran listrik akan "memecah". Ada yang masuk ke resistor 1, ada juga yang berjalan ke resistor 2. Itu artinya, kuat arus di kedua hambatan itu akan berbeda. Ya, karena terdapat “percabangan”, kuat arus listrik yang diterima oleh hambatan 1 dan hambatan 2 tidak akan sama.

Alhasil, kuat arus sumber energinya akan sama dengan jumlah dari seluruh kuat arus semua hambatan. Oleh karena itu, kita dapat menuliskannya menjadi: I tot = I 1 + I 2 + I… Di sisi lain, tegangan yang ada pada hambatan 1 dan hambatan 2 akan bernilai sama besar.

Maka, kita dapat menuliskannya menjadi: V tot = V 1 = V 2 = V… Lalu, bagaimana cara kita menghitung hambatan listrik untuk rangkaian paralel? Kalau kamu perhatikan, konsep antara seri dan paralel tadi terbalik. Maka, cara mencari hambatannya adalah sebagai berikut: Nah, untuk mengecek kemampuan kita, coba kerjakan soal berikut deh. Ingat ya, kamu harus menghitung hambatan total di rangkaian paralelnya terlebih dahulu, setelah itu baru jumlahkan dengan hambatan yang ada di rangkaian seri.

Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel Setelah mengetahui rumus-rumus yang ada pada rangkaian seri dan paralel, sekarang kita coba ulas yuk. Kira-kira apa ya perbedaan kedua rangkaian listrik ini? Lalu, apa juga keuntungan dan kerugian jika kita menggunakan rangkaian listrik tersebut. Secara penggunaan, kedua jenis rangkaian ini jelas berbeda. Pada rangkaian seri, karena hambatannya disusun bersebelahan, artinya, apabila satu hambatan tersebut mati, maka hambatan lainnya juga akan ikut mati.

Kamu pasti pernah tahu lampu LED yang biasa digantung dijadiin hiasan itu kan? Dengan menggunakan rangkaian seri, kita dengan memudah mematikan seluruh lampu dengan satu pencetan. Bayangkan kalau kita harus matiin semuanya satu per satu. Bisa-bisa kita ikut mati. Contoh lampu rangkaian seri (sumber: giphy.com) Di sisi lain, rangkaian paralel bisa kita temukan di instalasi lampu rumah kita sendiri. Dengan memasang hambatan pada kabel yang bertingkat/cabang seperti di rangkaian paralel, kita bisa memisahkan saklar untuk masing-masing lampu.

Coba kalau lampu di rumah kamu semuanya menggunakan rangkaian seri. Sekali pencet saklar, semua lampu di rumah nyala. Yang ada malah boros dan nggak efektif kan? Gimana, Squad. Sekarang sudah tahu, kan, apa saja jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik rangkaian seri dan paralel?

Baik dari segi rumus, maupun manfaatnya. Kalau kamu ingin mempelajari materi seperti ini dalam bentuk video, tonton aja lewat ruangbelajar!Selain dapat melihat video jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik menarik, kamu akan mendapat latihan soal dan rangkuman, lho!
Assalammualaikum Temen-temen Siapa diantara kalian yang belum tau apa itu listrik? Nah perlu diketahui bahwa Listrik ini sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari, tanpa listrik lampu-lampu yang berada dirumah kita maupun jalan tidak akan menyala, tanpa listrik tidak akan ada yang bisa menonton tv, dan tanpa listrik bumi akan gelap gulita di malam hari.

Apa jadinya kita hidup tanpa listrik? Tidak usah dibayangkan karena itu pasti sulit 😀 Kita dapat merasakan listrik berkat ilmuwan yang bernama Michael Faraday berasal dari inggris yang mendapat julukan “bapak listrik”, karena penemuan listriknya banyak digunakan dalam kehidupan terutama bidang teknologi.

Walaupun sebenarnya masih banyak ilmuwan yang berperan aktif dalam penemuan listrik ini, namun puncaknya adalah pada saat penemuan Faraday. Lalu apa sih listrik itu ? Untuk menjawab itu, kali ini kita akan membahas tentang Rangkain listrik. Mengapa lampu, tv, ataupun kulkas bisa menyala dan berfungsi jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik kabel dihubungkan ke stop kontak?

Hal tersebut dikarenakan adanya aliran energi dalam bentuk energi listrik. Listrik ini merupakan bagian kecil dari sebuah atom. Seperti yang telah kita ketahui bersama, stuktur atom terdiri dari proton, neutron, dan elektron. Bagian proton bermuatan positif, neutron tidak bermuatan dan elektron bermuatan negatif.

Di dalam atom, elektron tampak mengelilingi inti atom (proton, neutron) karena muatannya berlawanan dengan proton sehingga terjadi tarik menarik. Apabila terdapat lebih dari satu atom jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik elektron dapat berpindah dari atom satu ke atom lainnya, ketika proton dan elektron berpindah dengan cepat maka akan menghasilkan listrik. Terdapat beberapa interaksi antara proton dan elektron, apabila terjadi perpindahan/ transfer elektron dari objek yang bermuatan negatif ke objek bermuatan positif maka disebut sebagai muatan statis.

Pada muatan statis tidak ada aliran elektron sehingga tidak ada arus listrik. Baca juga Hukum Newton. Apa itu Arus Listrik ? Arus listrik merupakan elektron yang bergerak di sepanjang jalur, terlepas dari jumlah elektron yang mengalir. Jalur tersebut berupa konduktor seperti alumunium, tembaga, dan perak. Itulah mengapa kabel terbuat dari tembaga agar dapat mengalirkan elektron dari sumber listrik ke objek penerima listrik.

Simbol dari arus listrik adalah “I” dan alat ukur arus adalah Amperemeter. Selain arus listrik terdapat istilah voltage atau tegangan yang merupakan perbedaan potensial listrik antara dua titik rangkaian listrik.

Symbol tegangan adalah “V” dan alat ukur tegangan adalah Voltmeter. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat ditarik definisi Rangkaian Listrik adalah suatu jalur atau sambungan agar elektron dapat mengalir, jalur tersebut terdiri dari kumpulan elemen atau komponen listrik yang dihubungkan dengan cara tertentu.

Sangat penting untuk mengetahui dasar dan symbol pada rangkaian listrik. Berikut ini merupakan symbol umum yang diguanakan dalam rangkaian listrik : Rangkaian listrik terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan cara merangkainya yaitu rangkaian listrik seri, rangkaian listrik parallel dan rangkaian campuran (gabungan dari rangkaian seri dan parallel).

Rangkaian Seri Rangkaian seri adalah sebuah rangkaian listrik yang elemen atau komponennya disusun secara sejajar. Contohnya : Tiga buah hambatan yang dirangkai seri yang dihubungkan dengan baterai. Seperti gambar dibawah ini : Pada rangkaian tersebut dijelaskan bahwa baterai merupakan sumber listrik yang memiliki dua kutup yaitu negatif dan positif.

Kita harus tau bahwa elektron bergerak dari positif ke negative sehingga elektron bergerak meninggalkan kutup positif maka timbul arus listrik. Arus listrik akan terus mengalir disepanjang jalur/kabel yang akan melewati lampu (hambatan). Ketika aliran listrik melewati lampu maka lampu akan menyala dan aliran listrik akan kembali ke baterai.

Dari rangkaian diatas bahwa ternyata arus listrik yang mengalir melewati lampu 1,2, dan 3 adalah sama sehingga salah satu ciri khas rangkaian seri yaitu : Nilai arus listrik sama, secara matematis dapat ditulis : I jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik = I 1 = I 2 = I 3 = … Sedangkan tegangan pada lampu 1, 2 dan 3 berbeda, namun apabila dijumlahkan akan sama dengan tegangan sumber, secara sistematis dapat ditulis : V total = V 1 + V 2 + V 3 + … Hambatan total dalam rangkaian seri adalah R total = R 1 + R 2 + R 3 + … Baca juga Kesetimbangan Benda Tegar.

Rangkaian Parallel Rangkaian listrik parallel adalah sebuah rangkaian listrik yang elemen atau komponennya disusun secara bercabang atau bertingkat.

Berikut ini salah satu contoh rangkaian parallel : Elektron yang bergerak dari baterai akan mengalir melalui jalur/kabel, ketika terdapat 2 cabang kabel maka arus listrik akan memecah menjadi 2 yaitu mengalir pada lampu satu dan dua, oleh karena itu pada rangkaian parallel arus listrik berbeda, secara matematis dapat ditulis : I total = I 1 + Jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik 2 + I 3 + … Tetapi berbeda dengan rangkaia seri, tegangan pada rangkaian parallel sama besar sehingga secara matematis ditulis : V total = V 1 = V 2 = V 3 = … Kemudian untuk mencari hambatan parallel menggunakan formula : Catatan : Dalam proses perhitungan matematis suatu hambatan untuk rangkaian campuran alangkah baiknya untuk menghitung terlebih dahulu hambatan total rangkaian parallel, setelah ditemukan maka bisa langsung dijumlahkan dengan hambatan pada rangkaian seri.

Rangkaian Listrik dalam Kehidupan S ehari-hari Rangkaian seri • Lampu tumblr yang dirangkai seri sehingga hanya memiliki satu tombol switch untuk menyalakan semua atau mematikan semua lampu • Lampu TL atau Tube lamp yang merupakan lampu neon model lama masih menggunakan ballasr dan dalam boxnya menggunakan rangkaian seri • Didalam sertrika terdapat rangkaian seri dengan kenis bimetal/ temperature control Rangkaian parallel • Instalasi listrik rumah • Distribusi listrik dari PLN ke seluruh rumah-rumah Baca juga Tekanan Hidrostatis.

Contoh S oal Rangkaian Listrik 1. Perhatikan gambar dibawah ini. Diketahui : • R1= 6 Ω • R2= 4 Ω • R3 = 8 Ω • V = 20 Volt Ditanya : I=…? Jawab : R1, R2, dan R3 dirangkai seri sehingga Hambatan pengganti atau total adalah R = R1+R2+R3 R = 6 + 4+ 8 R = 18 Ω Sehingga kuat arus yang mengalir adalah I = V/ R I = 12 volt/ 18 Ω I = 0.667 A 2. Diberikan gambar rangkaian sebagai berikut : a. Karena rangkaian tersebut merupakan rangkaian seri maka R total = R1+R2+R3+R4 R total = 6 +4 +5+10 R total = 25 Ohm b.

Arus listrik yang mengalir pada rangkaian ialah I = V/R = 15 volt/25ohm =3/5 A= 0.6 A c. Tegangan masing-masing hambatan dapat dicari dengan V1 = I x R1 = 3/5 x 6 = 3.6 v V2 = I x R2 = 3/5 x 4 = 2.4 v V3 = I x R3 = 3/5 x jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik = 3 v V4 = I x R4 = 3/5 x 10 = 6 v d. Grafik tegangan terhadap hambatan pada rangkaian seri a. Langkah awal untuk mengetahui kuat arus adalah mencari nilai hambatan totalnya. Karena rangkaian diatas adalah rangkaian campuran, maka langkah terbaik dengan menyelesaikan terlebih dahulu rangkaian seri karena hambatan yang dirangkai seri lebih banyak.

Maka : Bagian kiri > Rangkaian seri Rs = R1+R2 Rs = 1 + 3 Rs = 4 Ω Rs = R3+R4 Rs = 4+ 2 Rs = 6 Ω > Jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik parallel Sehingga didapat Rtot = 1.5 Ω Sedangkan kuat arus yang mengalir adalah I = V/R = 24 volt / 1.5 Ω = 16 A Catatan : Arus akan mengalir dengan memilih hambatan yang lebih kecil dibandingkan hambatan besar. Karena muatan jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik mengalir keluar maka arus pada rangkaian seri akan sama.

Bagian kanan dan kiri adalah rangkaian yang identic, sehingga arus akan membagi secara merata pada rangkaian tersebut. R5 = 8 A untuk bagian kiri dan R10 = 8 A untuk bagian kanan Untuk menghitung kuat arus masing-masing hambatan yang terangkai parallel maka menggunakan ratio dari nilai kuat arus rangkaian seri Bagian kiri Materi Terkait • Revolusi Bumi: Pengertian, Akibat, Kecepatan, Contoh Soal • Inti Atom dan Radioaktivitas: Pengertian & Contoh Soal • Medan Listrik: Pengertian, Kuat, Rumus, Contoh Soal • Sinar X: Penemu, Pengertian, Proses Terjadinya, dan Manfaatnya • Radiasi Elektromagnetik: Bahaya, Sumber, & Manfaat Materi Terbaru • Segi Lima: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal • Past Future Perfect Tense: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal • Koloid: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal • Sel Volta: Pengertian, Rumus, Contoh, Soal • Pertumbuhan Ekonomi: Teori, Pengertian, Faktor dan Rumus
Advertisements Buat mengetahui adanya aliran listrik, kamu bisa memakai beberapa indikator seperti motor DC dan beberapa jenis LED.

Dalam pemasanagan atau pembuatah rancangan, harus diperhatikan beberapa faktornya. Faktor tersebut yaitu reaktansi induktif (induktansi), reaktansi kapasitif, permitivitas dan resitifitas. Yuk simak langsung aja penjelasan terlengkapnya cuy! Daftar Isi • Jenis – Jenis Rangkaian Listrik • 1. Rangkaian Listrik Seri • 2. Rangkaian Listrik Paralel • 3. Rangkaian Listrik Gabungan • 4. Rangkaian Listrik Arus Searah • 5. Rangkaian Listrik Arus Bolak – Balik (AC) • 6.

Rangkaian Listrik 1 Phase dan 3 Phase • 7. Rangkaian Listrik Sederhana • Hukum Kirchhoff I • Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel pada Bentuk Rangkaian • 1. Perbedaan Susunan Rangkaian • 2. Perbedaan pada Komponen yang Dipakai • Perbedaan pada Rumus dalam Mencari Hitungan • 1. Kuat Arus dalam Rangkaian Seri dan Paralel • 2. Kuat Tegangan pada Rangkaian Seri dan Paralel • 3. Besar Hambatan pada Kedua Rangkaian • Perbedaan pada Keunggulan dan Kelemahan Rangkaian • 1.

Keunggulan Rangkaian Seri dan Paralel • 2. Kelemahan Rangkaian Seri dan Paralel Jenis – Jenis Rangkaian Listrik Bentuk rangkaian seri bisa dibilang sangat sederhana, karena rangkaiannya disusun secara lurus dan gak mempunyai cabang. Karakteristik Rangkaian Listrik Seri, yaitu: • Cara menyusun rangkaian cenderung praktis dan sederhana. • Semua komponen listrik disusun secara sejajar (berderet atau berurutan).

• Kabel penghubung pada seluruh komponen gak mempunya percabangan sepanjang rangkaian. • Cuma ada 1 jalan yang bisa dilewati oleh arus, jadi kalo ada satu jalur yang terputus. Maka, rangkaian gak bisa berfungsi dengan benar.

• Arus listrik yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian sama besarnya. • Setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama.

• Beda potensial/tegangan pada setiap komponen yang terpasang mempunyai nilai yang berbeda. • Mempunyai hambatan total yang lebih besar dari pada hambatan penyusunnya. Rumus Rangkaian Seri, yaitu: I = I1 = I2 = I3 V = V1 + V2 + V3 R = R1 + R2 + R3 2. Rangkaian Listrik Paralel Rangkaian paralel mempunyai ciri khas yang bisa dan sangat mudah banget dikenali yaitu susunan rangkaiannya mempunyai cabang. Instalasi listrik di suatu rumah biasanya memakai susunan rangkaian paralel.

Meski, sedikit lebih rumit dari rangkaian seri, rangkaian paralel punya banyak keuntungan. Karakteristik Rangkaian Listrik Paralel, yaitu: • Cara menyusun rangkaian cenderung lebih rumit. • Semua komponen listrik terpasang secara bersusun atau sejajar. • Kabel penghubung pada sebuah rangkaian mempunyai percabangan.

• Ada beberapa jalan yang bisa dilewati oleh arus. • Arus yang mengalir pada setiap cabang mempunyai besar nilai yang berbeda. • Setiap komponen yang terpasang mendapat besar arus yang berbeda. • Semua komponen mendapat tegangan yang sama besar. • Hambatan totalnya lebih kecil dari hambatan pada tiap – tiap komponen penyusunnya.

Rumus Rangkaian Paralel, yaitu: I = I1 + I2 + I3 V = V1 = V2 = V3 1/R = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 I1 : I2 : I3 = 1/R1 : 1/R2 : 1/R3 3. Rangkaian Listrik Gabungan Sumber arus listrik searah (DC) yaitu sumber energi listrik yang bisa menimbulkan arus listrik yang arahnya, selalu tetap (konstan) dari muatan listrik dari potensi tinggi ke rendah. Arus searah (DC) umumnya banyak ditemukan pada aplikasi bertegangan rendah, seringanya pada baterai. Sebagian besar sirkuit elektronik ini perlu catu daya atau arus searah (DC).

Berikut ini, ada beberapa tegangan yang sering dipakai buat arus searah (DC), yaitu: • 1.5 VDC • 5 VDC • 12 VDC • 24 VDC 5. Rangkaian Listrik Arus Bolak – Balik (AC) Dalam rangkaian arus searah (DC), tegangan dan arus umumnya konstan. Tapi, kalo dalam rangkaian arus bolak – balik (AC), nilai sesaat dari tegangan arus dan karenanya daya terus berubah dipengaruhi oleh pasokan.

Jadi, kalo kamu bisa menghitung daya pada sirkuit AC dengan cara yang sama seperti di sirkuit DC, tapi kamu masih bisa mengatakan kalo daya (P) sama dengan tegangan (V) dikalikan dengan ampere (I). Poinnya yaitu, kalo rangkaian AC mengandung reaktansi, jadi ada komponen daya sebagai akibat dari medan magnet atau listrik yang dibuat oleh komponen.

Hasilnya yaitu kalo gak seperti komponen resistif murni, daya ini disimpan dan dikembalikan ke suplai saat gelombang sinusoidal lewat satu siklus periodik penuh. Maka, daya rata – rata yang diambil oleh suatu rangkaian yaitu jumlah daya yang disimpan dan daya yang dikembalikan selama satu siklus penuh. jadi, konsumsi daya rata – rata sirkuit akan jadi rata – rata daya sesaat dalam satu siklus penuh dengan daya sesaat.

(P) didefinisikan sebagai perkalian dari tegangan sesaat (V) dan oleh arus sesaat (I). Fungsi pada sinus periodik dan kontinu yaitu daya rata – rata diberikan sepanjang waktu akan sama dengan daya rata – rata yang diberikan pada satu siklus tunggal. 6. Rangkaian Listrik 1 Phase dan 3 Phase Sistem daya satu fasa dan tiga fasa mengacu pada unit yang memakai daya listrik bolak-balik (AC). Dengan daya AC, aliran arus terus-menerus berganti arahnya. Bedanya, antara daya AC satu fasa dan tiga fasa yaitu keteguhan pengirimannya.

Sistem daya AC fase tunggal memuncak pada tegangan 90⁰ dan 270 with, dengan siklus penuh pada 360⁰. Dengan puncak dan penurunan dalam tegangan ini, daya gak dikirim pada laju yang konstan. Dalam sistem 1 Phase: Ada satu kabel netral dan satu kabel daya dengan arus yang mengalir di antara mereka. Perubahan siklus dalam besaran dan arah biasanya mengubah aliran dalam arus dan tegangan sekitar 60 kali per detik, tergantung pada kebutuhan khusus suatu sistem.

Dalam sistem 3 Phase: Ada tiga kabel daya, masing – masing 120⁰ dari fase satu sama lain. Delta dan wye yaitu dua jenis rangkaian yang dipakai buat mempertahankan beban yang sama pada sistem tiga fase.

Masing – masing menghasilkan konfigurasi kabel yang beda. Dalam konfigurasi delta, gak ada kawat netral yang dipakai. Konfigurasi wye memakai kabel jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik dan ground. NOTE: Dalam sistem tegangan tinggi, kawat netral biasanya gak ada buat sistem tiga fase.

Ketiga fase daya udah memasuki siklus dengan 120⁰. a. Manfaat Memakai Rangkaian Listrik 1 Phase • Array luas penggunaan aplikasi. • Catu daya AC paling efisien sampai 100 watt. • Lebih sedikit biaya design. • Design yang kurang rumit. b. Manfaat Memakai Rangkaian Listrik 3 Phase • Pengurangan konsumsi tembaga. • Lebih sedikit risiko keselamatan buat pekerja.

• Biaya penanganan tenaga kerja yang lebih rendah. • Efisiensi konduktor yang jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik baik. • Kemampuan buat menjalankan beban daya yang lebih tinggi. 7. Rangkaian Listrik Sederhana Lampu butuh 2 kabel buat menyala, satu kabel netral dan satunya lagi yaitu kabel hidup. Kedua kabel ini terhubung dari lampu ke panel suplai utama. Buat memakai kabel warna merah dan hitam buat kabel hidup, dan kabel netral dalam proyek Sirkuit Listrik, dimana kabel warna merah dipakai buat kabel hidup dan kabel warna hitam dipakai buat kabel netral.

Saklar yang dipakai buat mengontrol sirkuit dengan menghidupkan dan mematikan. Ini disediakan di kabel langsung antara pasokan dan beban utama. Saat saklar hidup, sirkuit listrik ditutup dan lampu menyala dan saat sakelar mati, cahaya akan memutuskan pasokan daya ke beban. Kabel ini ditaruh dalam kotak yang disebut kotak saklar buat operasi yang lebih baik. Switch wire dan live wire yaitu satu kawat dan cuma dipotong di antaranya buat menghubungkan switch.

Hukum Kirchhoff I Bunyinya: Pada rangkaian listrik bercabang, jumlah kuat arus yang masuk pada suatu titik percabangan sama dengan jumlah arus yang keluar dari jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik itu. Hukum kirchhoff ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1845 oleh seorang ahli fisika dari Jerman yaitu Gustav Robert Kirchhoff. Hukum kirchhoff sendiri berfungsi buat menganalisis arus dan tegangan dalam sebuah rangkaian.

Hukum Kirchhoff I merupakan hukum yang berkaitan dengan arah arus pada titik percabangan. Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel pada Bentuk Rangkaian Perbedaan bentuk dari rangkaian seri dan rangkaian paralel ada pada bentuk rangkaian. Bentuk rangkaian dari ke 2 rangkaian ini juga akan menentukan dari komponen yang dipakai buat menyusunnya. Berikut ini, penjelasan mengenai perbedaan dalam kedua bentuk rangkaian listrik ini, yaitu: 1.

Perbedaan Susunan Rangkaian Bentuk dari susunan rangkaian seri dan paralel akan sangat jelas terlihat dalam sekali pandang. Hal ini ditandai dengan bentuk rangkaian lurus atau bercabang yang ada pada rangkaian. a. Susunan Rangkaian Seri Terlihat Sederhana Susunan seri gak mempunyai cabang rangkaian.

Aliran listrik dari sumber tegangan (semisal baterai) akan menuju pada hambatan dengan satu kabel. Jadi, cuma ada satu kabel yang menghubungkan hambatan listrik secara lurus berjajar. b. Rangkaian Paralel Lebih Terlihat Kompleks Pada rangkaian paralel, rangkaian terlihat lebih kompleks. Hal ini terjadi karena adanya percabangan pada rangkaian. Jadi, gak cuma akan terlihat satu kabel utuh aja. Tapi, ada pembagian arah arus yang terjadi menuju hambatan yang letaknya gak lagi dalam satu garis lurus seperti rangkaian seri.

2. Perbedaan pada Komponen yang Dipakai Bentuk susunan rangkaian seri dan paralel beda, karena jumlah dari komponen yang dipakai juda beda. Jumlah hambatan yang diberikan ke kedua rangkaian ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Tapi, secara prinsip dibawah ini penjelasan dari komponen yang dipakai di kedua rangkaian, yaitu: a.

Komponen Seri Lebih Sedikit Penggunaan komponen yang dipakai cuma sumber tegangan, kabel dan juga hambatan. kalo dalam kehidupan nyata, seperti sumber tegangan, saklar, kabel dan bohlam lampu sesuai kebutuhan. b.

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

Komponen Paralel Lebih Banyak Buat rangkaian paralel mempunyai komponen dengan jumlah yang lebih banyak. Saklar yang lebih banyak dari pada di rangkaian seri, dan kabel yang lebih panjang juga. Perbedaan pada Rumus dalam Mencari Hitungan Gak cuma pada bentuk rangkaiannya aja yang berbeda, susunan seri dan paralel akan berimbas ke rumus yang dipakai juga loh.

Dalam rumus hitungan mempunyai perbedaan rangkaian seri dan paralel yang berlawanan. Berikut, dibawah ini penjelasan lengkapnya. 1. Kuat Arus dalam Rangkaian Seri dan Paralel Buat menghitung dari kuat arus di rangkaian seri dan paralel tuh gak sama.

Dibawah ini adalah rumus hitungannya. a. Mencari Kuat Arus pada Rangkaian Seri Pada rangkaian seri jumlah muatan listrik yang mengalir di setiap hambatan yaitu sama. Jadi, hambatan pada satu titik akan sama dengan di titik jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik lain.

Rumusnya: I = I1 = I2 = I3 = I4 b. Mencari Kuat Arus pada Rangkaian Paralel Pada rangkaian paralel hitungan buat mencari rumusan kuat arus gak sama dengan dirangkaian seri. Tapi, kuat arus total pada rangkaian paralel yaitu hasil dari penambahan kuat arus yang ada pada hambatan.

Rumusnya: Jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik = I1 + I2 + I3 + I4 2. Kuat Tegangan pada Rangkaian Seri dan Paralel Tegangan yaitu besarnya energi potensial (V) dalam sebuah medan listrik yang mempunyai satuan volt.

Dalam rangkaian seri, energi potensial akan beda antara satu titik dengan titik yang lain. Sedangkan, buat rangkaian paralel gak begitu. a. Kuat Tegangan Rangkaian Seri Pada rangkaian seri, energi potensial atau tegangan gak bisa disamakan nilainya seperti cuma dengan kuat arus. Buat mencari besarnya energi potensial atau tegangan total yaitu dengan memakai rumus berikut ini.

Rumusnya: V = V1 + V2 + V3 + V4 b. Kuat Tegangan Rangkaian Paralel Pengukuran tegangan pada rangkaian paralel yaitu sama buat semua titik. Energi potensial total akan sama nilainya dengan energi potensial yang ada pada semua titik.

Rumusnya: V = V1 = V2 = V3 = V4 3. Besar Hambatan pada Kedua Rangkaian Di rangkaian seri dan paralel, hambatannya bisa diketahui dengan melakukan perbandingan antara tegangan dan kuat arus listrik yang lewat suatu titik dalam satu rangkaian. a. Besar Hambatan Rangkaian Seri Rangkaian seri, jumlah hambatan total yaitu penjumlahan dari seluruh hambatan dalam rangkaian listrik. Rumusnya: R = R1 + R2 + R3 + R4 b. Besar Hambatan Rangkaian Paralel Hambatan pada rangkaian listrik paralel gak sama antara satu titiknya.

Hal ini terjadi karena, dalam rangkain listrik paralel terjadi percabangan. Rumus hambatan total: 1/R = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R4 Perbedaan pada Jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik dan Kelemahan Rangkaian Perbedaan pada rangkaian seri dan paralel di keunggulan dan kelemahan dari rangkaian tersebut, yaitu sebagai berikut: 1.

Keunggulan Rangkaian Seri dan Paralel Berikut, ada beberapa keunggulan dari rangkaian Seri dan Paralel. a. Keunggulan Rangkaian Seri • Rangkaian seri akan memakai lebih sedikit komponen dari pada di rangkaian paralel.

• Mempunyai kemampuan deteksi lebih cepat kalo terjadi kerusakan. • Mempunyai kuat arus listrik yang mengalir adalah sama dan lebih hemat listrik. b. Keunggulan Rangkaian Paralel • Kalo satu hambatan berpengaruh gak akan membuat masalah di hambatan yang lain. • Mempunyai energi potensial yang sama pada setiap titik rangkaian. • Kalo dipakai pada pemasangan bohlam dalam rangkaian, maka nyala bohlam gak berbeda antara yang terdekat sampai yang terjauh dari sumber tegangan.

2. Kelemahan Rangkaian Seri dan Paralel Berikut, dibawah ini ada beberapa kelemahan dari suatu rangkaian Seri dan Paralel. a. Kelemahan Rangkaian Seri • Mempunyai energi potensial yang beda, jadi kalo dipakai pada rangkaian bohlam memberikan nyala yang gak sama.

• Bohlam terjauh dari sumber tegangan mempunyai nyala yang lebih redup.

jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik

Karena, mempunyai satu sumber listrik maka kalo salah satu komponen mati menyebabkan seluruh komponen juga mati. b. Kelemahan Rangkaian Paralel • Lebih boros listrik dan pemakaian komponen jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik. • Mempunyai kuat arus yang berbeda di antara satu titik dengan titik yang lain.

Insyaallah! Bisa membantu kalian semua 😀 • Home • AKSES SEMUA MATERI Daftar Isi • Jenis – Jenis Rangkaian Listrik • 1. Rangkaian Listrik Seri • 2. Rangkaian Listrik Paralel • 3. Rangkaian Listrik Gabungan • 4. Rangkaian Listrik Arus Searah • 5. Rangkaian Listrik Arus Bolak – Balik (AC) • 6.

Rangkaian Listrik 1 Phase dan 3 Phase • 7. Rangkaian Listrik Sederhana • Hukum Kirchhoff I • Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel pada Bentuk Rangkaian • 1. Perbedaan Susunan Rangkaian • 2. Perbedaan pada Komponen yang Dipakai • Perbedaan pada Rumus dalam Mencari Hitungan • 1. Kuat Arus dalam Rangkaian Seri dan Paralel • 2.

Kuat Tegangan pada Rangkaian Seri dan Paralel • 3. Besar Hambatan pada Kedua Rangkaian • Perbedaan pada Keunggulan dan Kelemahan Rangkaian • 1. Keunggulan Rangkaian Seri dan Paralel • 2. Kelemahan Rangkaian Seri dan Paralel Cari untuk:KOMPAS.com – Dalam kehidupan sehari-hari, manusia modern dibantu oleh alat elektronik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Mulai dari kulkas, microwave, pendingin ruangan, lampu, penanak nasi, ponsel pintar, hingga perangkat komputer semua adalah alat elektronik. Namun bagaimanakah alat elektronik bisa menyala? Alat elektronik bisa menyala karena tersambung dengan sumber daya listrik.

Alat elektronik bisa tersambung ke sumber daya listrik dan menyala tidak lepas dari keberadaan rangkaian listrik. Apakah rangkaian listrik itu? Dilansir dari Encyclopedia Britannica, pengertian tentang rangkaian listrik adalah jalur untuk mentransmisikan arus listrik. Rangkaian listrik adalah serangkaian komponen-komponen elektronika yang dirangkai untuk mengalirkan listrik dari sumber daya ke perangkat yang diinginkan.

Baca juga: 10 Alat Rumah dengan Energi Listrik dan Fungsinya Komponen-komponen rangkaian listrik Berikut adalah komponen-komponen dasar penyusun rangkaian listrik: • Resistor (R) Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik, sehingga sering disebut dengan hambatan.

Resisitor memiliki besar resistansi yang jelaskan pengertian tentang rangkaian listrik sesuai dengan bahan pembuatnya. Semakin besar nilai resistor, maka akan semakin besar arus listrik yang dihambatnya. • Kapasitor (C) Dilansir dari How Stuff Works, kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan aliran elektron (muatan listrik) dan bisa melepaskannya nanti. Besar kapasitas penyimpanan muatan listrik suatu kapasitor disebut dengan kapasitansi dan memiliki satuan farad.

• Induktor Induktor adalah komponen elektronika yang berfungsi menyimpan energi magnet. Kemampuan induktor dalam menyimpan medan magnet disebut dengan induktansi dengan satuan henry (H). • Dioda Dioda merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk menyearahkan arus. Kemampuan menyearahkan arus, membuat dioda sering digunakan untuk mengontrol arus listrik.

MEDIA PEMBELAJARAN RANGKAIAN LISTRIK SERI DAN PARALEL




2022 www.videocon.com