Kenapa banyak orang meninggal dunia

kenapa banyak orang meninggal dunia

SETIAP manusia pasti akan mati. Sebab, kita hanyalah jiwa yang bersatu dengan ruh agar bisa menjalani kehidupan di dunia. Ketika sudah waktunya tiba, di mana ruh harus kembali ke asalnya, maka itulah akhir hidup kita di dunia. Kita harus bisa mempersiapkan diri, sebab kita tak tahu kapan itu akan terjadi. Salah satu tanda hari kiamat yang sudah terlihat di zaman sekarang adalah banyaknya orang yang meninggal dunia secara mendadak.

Yaitu, kematian tiba-tiba yang disebabkan oleh penyakit jantung, kecelakaan mobil, atau jatuhnya pesawat. Anas bin Malin RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah merebaknya kematian yang mendadak.” Pada zaman dahulu, seseorang dapat merasakan tanda-tanda dekatnya kematian dirinya.

Ia sakit selama beberapa hari, dan tahu bahwa sakitnya ini adalah sakit menjelang ajal. Ia pun menuliskan wasiat, meminta maaf kepada keluarganya, berwasiat kepada anak-anaknya, lebih mendekatkan diri kepada Allah, bertaubat, mengulang-ulang dua kalimat syahadat, dengan tujuan meraih husnul khatimah.

Adapun sekarang, Anda melihat seseorang masih dalam keadaan segar bugar, dan tidak memiliki keluhan apapun. Namun tiba-tiba Anda mendengar kabar kematiannya secara kenapa banyak orang meninggal dunia, akibat serangan jantung atau kecelakaan mobil yang menewaskannya seketika itu juga.

Oleh karena itu, orang yang berakal hendaknya harus selalu siap menghadapi kematian dan bertemu dengan Allah. Sehingga, jika suatu negara hanya mengetes beberapa orang yang merasa cukup sakit sehingga mereka pergi ke rumah sakit — dan tidak melakukan tes pada mereka yang hanya memiliki gejala ringan, bahkan yang asimtomatis — maka angka kematian mereka bisa tampak lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara di mana tes Covid-19 tersedia secara luas, seperti Jerman dan Korea Selatan.

Tes antibodi akan mendeteksi jejak respons sistem imun tubuh terhadap serangan virus dan menunjukkan siapa saja yang terinfeksi. Tes ini adalah titik balik yang bisa mengungkap siapa-siapa saja yang telah mampu mengembangkan imunitas terhadap virus dan bisa kembali menjalani hari tanpa risiko terinfeksi atau menyebarkan virus.

Salah satu contoh, ketika terjadi pandemi H1N1 pada 2009, atau yang dikenal dengan nama flu babi. Angka fatalitas kasus di awal pandemi melambung lebih dari 10 kali lipat. Bahkan, sepuluh minggu setelah epidemi berlangsung, perkiraan angka kematian sangat bervariasi antarnegara, dari 0,1% hingga 5,1%.

Salah satu yang telah dijabarkan oleh para dokter di Italia adalah profil umur di negara tersebut. Pada 2019, nyaris seperempat populasi Italia berusia 65 tahun ke atas, bandingkan dengan China yang hanya memiliki 11%. Angka fatalitas kasus di Italia kenapa banyak orang meninggal dunia pertengahan Maret adalah 7,2% — jauh lebih tinggi dibanding China yakni 2,3% pada fase epidemi yang sama.

kenapa banyak orang meninggal dunia

Meski antibiotik sama sekali tak bisa menangkal virus, infeksi virus kerap kali membuka jalan bagi infeksi sekunder atau komplikasi seperti bakteri pneumonia. Jika ini tidak bisa diterapi dengan antibiotik karena bakterinya resisten, maka inilah yang akan mengakibatkan kematian pasien, bukan si virus. Namun tetap saja, faktor-faktor ini tidak menjelaskan mengapa beberapa negara melaporkan lebih banyak kematian akibat Covid-19 daripada yang lain: Italia secara konsisten berada di urutan atas sebagai salah satu negara paling sehat, misalnya, bahkan memiliki tingkat harapan hidup sehat lebih lama daripada China.
KOMPAS.com - Kasus virus corona penyebab penyakit Covid-19 di dunia jumlahnya sudah mencapai 1,8 juta orang.

Virus yang bermula menyebar dari Wuhan, Hubei, China itu menyerang banyak orang, tanpa mengenal batasan usia, jenis kelamin dan kalangan. Beberapa penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa virus corona berisiko besar pada kategori usia di atas 50 tahun dan juga orang dengan penyakit seperti jantung, diabetes dan hipertensi.

Namun selain itu, dari data yang dihimpun di banyak negara, pria juga dinilai lebih berisiko terpapar dan meninggal karena virus corona Covid-19. Globalhealth bersama CNN mengumpulkan data dari 44 negara untuk melihat prosentase pasien virus corona dan korban meninggal karena Covid-19.

Data tersebut diambil dari update pemerintah negara masing-masing pada 17 Maret hingga 8 April 2020.

Baca juga: Peneliti Temukan 3 Varian Virus Corona Penyebab Covid-19, Apa Saja? Pria lebih banyak Di sejumlah negara, pasien pria lebih banyak terinfeksi dan meninggal karena corona. Seperti di Italia, perbandingan kasus infeksi pria dan wanita 53 berbanding 47 persen. Sementara tingkat kematiannya 68 berbanding 32 persen. Di China, kasus positif corona pasien pria juga lebih banyak, yaitu 51 persen berbanding pasien perempuan yaitu 49 persen.

Tingkat kematian pasien pria karena virus corona di China juga lebih tinggi yaitu 64 persen, dibandingkan perempuan 36 persen. Iran juga demikian, perbandinganya 57 persen laki-laki dan 43 perempuan. Sedangkan tingkat kematiannya 59 persen berbanding 41 persen. Proporsi pria lebih banyak kenapa banyak orang meninggal dunia dan meninggal juga dilaporkan di Yunani, Peru, Ekuador, Jepang, Pakistan, Filipina dan Thailand. Baca juga: CSIS Rilis Temuan Awal Karakteristik dan Sebaran Covid-19 di Indonesia, Apa Hasilnya?

Infeksi lebih rendah, kematian lebih tinggi Di Denmark, Republik Irlandia, Swiss, Spanyol, Belanda, Belgia, Korea Selatan, Portugal, Kanada, Republik Ceko dan Rumania angka kasus infeksi pria lebih kecil dibanding perempuan. Berita Terkait Wabah Virus Corona, Atur Strategi Kenapa banyak orang meninggal dunia agar Aman Terkendali 1,7 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Covid-19, Ini Daftar 5 Negara dengan Kasus Corona Terbanyak Waspada!

Ada Akun Bodong Catut Nama BNPB untuk Galang Donasi Corona Siswa Korea Selatan Alami Stres Belajar di Rumah Selama Wabah Corona Virus Corona di Indonesia: 399 Kasus Baru pada 12 April, Penambahan Tertinggi Sejak 2 Maret 2020 Berita Terkait Wabah Virus Corona, Atur Strategi Keuangan agar Aman Terkendali 1,7 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Covid-19, Ini Daftar 5 Negara dengan Kasus Corona Terbanyak Waspada!

Ada Akun Bodong Catut Nama BNPB untuk Galang Donasi Corona Siswa Korea Selatan Alami Stres Belajar di Rumah Selama Wabah Corona Virus Corona di Indonesia: 399 Kasus Baru pada 12 April, Penambahan Tertinggi Sejak 2 Maret 2020 7 Cluster Singapura Ini Tunjukkan seperti Apa Penularan Virus Corona Tanpa Gejala https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/13/061600065/7-cluster-singapura-ini-tunjukkan-seperti-apa-penularan-virus-corona-tanpa https://asset.kompas.com/crops/NRfRzmPT1b76hbyN2lyvcr5BuzQ=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2020/04/05/5e89cccf3958b.jpg Tanda kematian umumnya dapat diketahui dari napas yang terhenti dan tidak adanya denyut nadi.

Selain itu, berbagai perubahan fisik lain juga ditunjukkan oleh orang yang sudah meninggal. Perubahan inilah yang menjadi rujukan dokter untuk menentukan penyebab dan perkiraan waktu kematian. Banyak faktor penentu untuk menyatakan seseorang tidak lagi bernyawa dan salah satunya adalah gagalnya fungsi organ vital dalam menopang hidup.

Setelah meninggal, tubuh juga akan mengalami berbagai perubahan fisik yang disebut sebagai perubahan post-mortem. Pada kasus tertentu yang jarang terjadi, seseorang bisa kembali ”hidup” setelah dinyatakan meninggal. Fenomena ini disebut sebagai mati suri. Beberapa Tanda Kematian Sebelum Seseorang Dinyatakan Meninggal Tanda kematian akan terlihat secara alami dari munculnya perubahan secara fisik dalam beberapa hari atau beberapa jam menjelang kematian.

Hal ini umumnya dialami oleh penderita penyakit kronis atau lanjut usia. Berikut ini adalah beberapa tanda menjelang kematian yang dapat terlihat: 1. Lelah dan mengantuk Perubahan metabolisme membuat seseorang tampak tidak bertenaga, lemas, dan mengantuk menjelang kematian.

Mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur dan bisa jadi tidak sadarkan diri dalam tidurnya. 2. Tidak ingin makan atau minum Menjelang kematian, seseorang akan menolak makan atau minum dan terlihat kesulitan saat mengonsumsi makanan, minuman, serta obat melalui mulut.

Di saat yang bersamaan, tubuhnya pun tidak mampu lagi memproses makanan dengan baik, sebab fungsi pencernaannya melemah. 3. Perubahan napas Tanda kematian selanjutnya adalah perubahan saat bernapas. Dalam kondisi ini, pernapasan menjadi kurang teratur yang ditandai dengan napas dalam dan cepat, serta terdapat jeda beberapa waktu di sela tarikan napas. Selain itu, tubuh akan memproduksi dahak secara alami yang akan terbuang melalui batuk.

Namun, jika tubuh sudah tidak banyak bergerak dan mendekati kematian, dahak akan menumpuk dan menimbulkan bunyi saat bernapas. 4. Halusinasi dan kebingungan Halusinasi dan kebingungan bisa menjadi salah satu tanda-tanda kematian, karena adanya perubahan keseimbangan di otak atau pengaruh obat-obatan.

Seseorang bisa saja melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak nyata dan bahkan tidak mengenali di mana ia berada, jam berapa, atau bersama siapa. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa gelisah dan susah tidur. Selain itu, halusinasi juga dapat membuat penderitanya merasa frustrasi sehingga bisa memperburuk kondisinya.

5. Tangan dan kaki terasa dingin Perubahan sirkulasi tubuh menjelang kematian dapat menyebabkan kaki dan tangan terasa dingin. Kulit juga bisa berubah warna kebiruan atau sianosis, karena kurangnya oksigen dalam darah. 6. Frekuensi buang air tidak teratur Saat mengalami tanda kematian, seseorang akan makan dan minum lebih sedikit sehingga buang air besar dan buang air kecil menjadi lebih jarang.

Namun, untuk memastikan mereka tetap bersih, Anda bisa meminta perawat memasangkan kateter atau popok dewasa. Menjelang akhir hidup, penderita penyakit serius stadium akhir sering kali tidak sadarkan diri selama beberapa hari atau beberapa jam sebelum dirinya dinyatakan meninggal.

Meski demikian, kadang mereka masih dapat mengetahui kehadiran dan suara orang yang berada di sampingnya. Beragam Tanda Kematian secara Medis Secara medis, ada beberapa tanda yang menjadi panduan dokter untuk menentukan seseorang sudah meninggal, yaitu: • Tidak terasa denyut nadi • Napas terhenti • Tidak ada ketegangan otot • Adanya pelepasan kotoran dari usus dan kandung kemih • Kelopak mata tertutup sebagian • Tidak ada respons terhadap nyeri, misalnya ketika dicubit • Mata tidak memberikan reaksi terhadap cahaya Ketahui P erubahan Tubuh setelah Meninggal ( P ost-M ortem) Setelah meninggal, serangkaian perubahan terjadi pada tubuh secara alami.

Berbagai faktor eksternal dapat mempercepat atau memperlambat proses perubahan pada tubuh setelah meninggal. Berikut ini adalah berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh manusia setelah meninggal: • R igor mortis, yaitu perubahan otot menjadi kaku setelah kematian • L ivor mortis, yaitu munculnya lebam berwarna ungu kebiruan pada bagian tubuh, karena hasil pengendapan darah akibat pengaruh gaya gravitasi • T kenapa banyak orang meninggal dunia spots, yaitu bintik-bintik pada kulit yang muncul setelah kematian akibat pembuluh darah yang pecah • Algor mortis, yaitu perubahan suhu tubuh menjadi dingin setelah kematian.

Proses ini hanya terjadi jika suhu sekitar lebih dingin daripada suhu tubuh pada saat kematian • Tache noireyaitu garis horizontal bewarna merah gelap yang muncul di mata ketika kelopak mata tidak tertutup saat kematian • Purge fluid, yaitu cairan pembusukan yang keluar dari lubang pada tubuh, seperti mulut, hidung, saluran kemih, dan anus • Pembusukan atau dekomposisi, yaitu proses pembusukan yang dibantu oleh bakteri yang berasal kenapa banyak orang meninggal dunia dalam dan luar tubuh Tanda kematian setiap orang umumnya berbeda-beda, tergantung penyebab kematiannya.

Untuk memastikan penyebab dan perkiraan waktu kematian kerabat atau anggota keluarga, Anda bisa menghubungi dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan.
Pelbagai petua juga dilakukan untuk menghilangkan sedu.

kenapa banyak orang meninggal dunia

Masyarakat Melayu contohnya, sering menganggap bayi yang sedu sebagai tanda hendak membesar. Sedu adalah keadaan biasa dialami seluruh penduduk dunia, tidak kira bayi, kanak-kanak, orang dewasa bahkan warga tua. Malah, sains mendapati manusia mula tersedu bermula dari dalam rahim ibu lagi. Hasil imbasan ultrabunyi membuktikan bahawa sedu boleh berlaku seawal usia janin enam minggu, sekalipun saiznya ketika itu hanya sebesar biji padi.

kenapa banyak orang meninggal dunia

Sedu ini dicetuskan oleh diagram. Dalam keadaan normal, diagram selalu bekerja dengan sempurna. Apabila kita menarik nafas, diagram akan bergerak turun ke bawah lalu udara mengalir masuk ke dalam paru-paru. Dan saat kita menghembuskan nafas, diagram akan menolak semula udara keluar daripada paru-paru.

Namun, tugas diagram kadangkala boleh terganggu. Ada ketikanya, ia mengalami gangguan di mana otot diagram akan mengecut secara tidak terkawal diikuti dengan penutupan peti suara. Udara yang masuk ke dalam kerongkong secara mengejut itu akan melanggar peti suara, lalu menghasilkan bunyi ‘hic’, iaitu bunyi sedu yang diiktiraf secara universal. Gangguan ini selalunya berlaku tidak lama, iaitu sekitar beberapa minit sahaja.

Bagaimanapun, terdapat beberapa kes di mana sedu terjadi tanpa henti. Kes paling terkenal melibatkan seorang lelaki dari Iowa, Amerika Syarikat bernama Charles Osborne, yang mengalami sedu secara berterusan selama 68 tahun, dari tahun 1999 hingga 1990. Charles Osborne, lelaki paling lama tersedu yang direkodkan. Pada mulanya, Osborne tersedu secara purata sekitar 40 kali setiap seminit.

Tahun-tahun berikutnya, kadar sedu lelaki tersebut menjadi perlahan kenapa banyak orang meninggal dunia berkurangan kepada sekitar 20 kali seminit.

kenapa banyak orang meninggal dunia

Sedu yang dialami Osborne akhirnya berhenti kira-kira setahun sebelum kematian beliau pada tahun 1991. Osborne dikirakan telah mengalami sedu lebih 430 juta kali dalam hidupnya.

Dan kes luar biasa ini telah dicatatkan dalam Guinness Book of World Records sebagai lelaki dengan masalah sedu paling lama di dunia. Satu lagi kes dramatik turut dilaporkan berlaku pada tahun 2006. Christopher Sands, seorang lelaki dari Lincolnshire, England, disifatkan mengalami sedu paling buruk pernah direkodkan. Ini kerana, setiap kali sedu, dia akan mengalami gangguan tidur dan sukar untuk bernafas dengan betul.

Masalah yang dihadapi Christopher selama tiga tahun mendapat perhatian ahli perubatan dari Amerika Syarikat dan menawarkan untuk melakukan diagnosis ke atas lelaki terbabit.

Hasil pemeriksaan mendapati Christopher rupa-rupanya mempunyai tumor di bahagian otak yang mana ia diyakini sebagai penyebab sedu. Selepas tumor itu dikeluarkan, penyakit sedu yang dihidapi lelaki itu telah hilang. Christopher Sands mengalami sedu berterusan selama 3 tahun. Setelah menjalani pembedahan membuang tumor, penyakit sedunya hilang. Pelbagai teori kenapa banyak orang meninggal dunia punca kepada penyakit sedu ini telah dibincangkan, antaranya faktornya kerana makan terlalu cepat, merokok, minum alkohol secara berlebihan dan menelan terlalu banyak udara.

Bagaimanapun, ramai pakar mengatakan bahawa punca sebenar tersedu masih lagi misteri. Keanehan tentang fenomena ini juga telah dibahaskan oleh ahli-ahli sains sejak beberapa dekad lalu, khususnya dalam mencari penjelasan sebenar penyebab kepada gangguan tersebut. Semakin dibincangkan, semakin banyak teori yang menjadi perdebatan. Sekumpulan pengkaji dari Perancis, misalnya mencadangkan sedu mempunyai kaitan dengan evolusi manusia. Dalam hal ini, mereka percaya bahawa nenek moyang kita adalah berasal dari laut di mana leluhur terdahulu mempunyai insang untuk membantu mereka bernafas.

Pengkaji yang diketuai oleh Christian Straus dari Hospital Pitie-Saltpetriere, Perancis, itu menjelaskan bahawa saraf otak yang mengawal pengudaraan insang telah melalui fasa evolusi mamalia moden termasuk manusia. Beliau dan pasukannya yakin evolusi itu telah disesuaikan untuk membantu mamalia belajar menyusu. Ini kerana, ciri pergerakan glotis tertutup rapat saat mamalia menyusu bagi mengelak susu memasuki paru-paru disifatkan mirip ketika manusia tersedu.

Teori sedu ini telah pun diterbitkan dalam Jurnal BioEssays. Antara petua jika bayi tersedu dengan melekatkan cebisan kertas basah pada dahinya.

Ternyata, banyak hal-hal pelik dikaitkan dengan sedu termasuklah cara untuk merawatnya. Difahamkan, terdapat beberapa kaedah telah diguna pakai oleh masyarakat dunia untuk menghilangkan sedu. Dalam masyarakat Melayu misalnya, apabila bayi tersedu, cebisan kertas basah biasanya akan ditampal ke dahi bayi. Dan minum segelas air sambil menahan nafas juga sering dilakukan bagi orang dewasa yang tersedu. Walaupun cara penyembuhan itu agak pelik dan semacam tidak logik, namun ajaibnya selalunya ia berkesan juga.

______ Jadikan UtusanTV ‘shortcut’ muka depan telefon anda! Ikuti langkah ini: Langkah 1: Layari utusantv.com Langkah 2: Klik pada logo UtusanTV di bahagian atas skrin Langkah 3: Klik pada 3 titik di penjuru atas kanan (atau penjuru bawah kanan) telefon anda Langkah 4: Klik ‘Add to Homescreen’ Untuk lebih berita terkini sila layari laman web kami di https://utusantv.com/
KOMPAS.com - Tak ada seorang pun yang tahu akan datangnya waktu kematian mereka maupun orang lain.

Semua hanya bisa mengandai-andai. Seseorang yang tengah dalam kondisi sekarat karena sakit, bisa saja sembuh dengan tiba-tiba. Begitu juga sebaliknya, seseorang yang tampak sehat atau biasa saja bisa saja mendadak mati.

Tanda-tanda kematian Namun, melansir Health Line, tanda-tanda kematian pada seseorang bisa dikenali, terutama pada mereka yang tengah menderita sakit atau sudah lanjut usia (lansia). Baca juga: 3 Masalah Kesehatan Akibat Nutrisi yang Umum Terjadi pada Lansia Berikut ini beberapa hal yang mungkin bisa menjadi tanda bahwa usia seseorang akan berakhir: 1. Tidur lebih lama atau sering Beberapa bulan sebelum akhir kehidupan, orang yang sekarat mungkin akan tidur lebih lama atau sering dari biasanya.

Hal itu bisa jadi terjadi karena semakin dekat dengan kematian, metabolisme tubuh seseorang bakal turun. Sementara tanpa adanya pasokan energi alami yang stabil tersebut, kelelahan dan rasa lesu akan mudah menang. Cara membantu: • Bantu mereka yang merasakan gejala lemas dan lesu untuk menemukan tempat yang nyaman untuk beristirahat • Biarkan mereka tidur • Dorong mereka untuk bangun dari tempat tidur sehingga tidak mengembangkan luka 2.

Makan dan minum lebih sedikit Kebutuhan akan energi berkurang seiring bertambahnya usia. Karena tidak memerlukan banyak energi untuk melakukan tugas sehari-hari, para lansia tampaknya merasa kurang memerlukan makanan dan minuman. Orang yang hampir meninggal ini bahkan mungkin tidak akan tertarik lagi pada makanan favorit mereka.

Beberapa di antaranya malah bisa jadi sampai benar-benar berhenti makan atau minum. Cara membantu: • Biarkan mereka makan ketika lapar • Hidrasi itu penting jadi tawarkan minuman pada mereka yang butuh mbantuan • Rendam handuk dengan air dingin dan gunakan untuk menepuk bibir mereka • Ketika mereka berhenti minum sama sekali, jaga agar kulit halus di sekitar bibir mereka lembab dengan lip balm 3.

Menyendiri Bagi orang yang sekarat, bukan sesuatu yang dikehendaki ketika perlahan-lahan menarik diri dari orang lain. Baca juga: Awas, Kesepian Picu Kematian Dini, Begini Cara Mengatasinya Ini melainkan adalah refleksi alami kenapa banyak orang meninggal dunia perubahan energi, serta keinginan untuk melindungi hari dan jam terakhir mereka.

Cara membantu: • Biarkan teman dan keluarga berkunjug jika membuat nyaman • Tapi jika mereka tidak tertarik melihat orang lain, jangan tersinggung.

Ini bukan cerminan bagaimana perasaan mereka tentang orang yang datang. Beberapa orang tidak ingin membiarkan orang lain melihat mereka mati, sehingga timbul keinginan untuk mengisolasi diri 4. Tanda-tanda vital berubah Tekanan darah menurun saat seseorang mendekati ajal. Selain itu, mereka mungkin akan mengalami masalah pernapasan dan detak jantung menjadi tidak teratur atau sulit dideteksi. Saat tekanan darah turun, ginjal akan berhenti bekerja juga.

Seseorang yang dekat dengan ajal mungkin memiliki urin berwarna cokelat atau berwarna karat. Cara membantu: • Kenapa banyak orang meninggal dunia tersebut tidak menyakitkan, jadi tidak perlu melakukan apa pun untuk tanda-tanda ini 5. Pola buang air kecil maupun besar berubah Karena makan lebih sedikit makanan, seseorang yang sekarat sangat mungkin buang air besar lebih sedikit dan tidak teratur dari sebelumnya. Demikian juga dengan buang air kecil yang berubah sedikit atau jarang saat minim asupan cairan.

Setelah berhenti makan dan minum sepenuhnya, mereka mungkin tidak perlu lagi menggunakan toilet. Cara membantu: • Ini adalah proses alami, jadi jangan khawatir jika mereka berhenti keinginan untuk pergi ke kamar mandi • Dalam beberapa standar layanan kesehatan, seperti di rumah sakit, penyedia layanan tersebut biasanya akan menggunakan kateter untuk mengalirkan urin dari kandung kemih 6. Suhu tubuh turun Sirkulasi darah mengalir ke dalam, menuju organ vital ketika seseorang tengah berhadapan dengan hari-hari terakhir di dunia.

Itu berarti sirkulasi darah di tempat-tempat lain, seperti tangan dan kaki menjadi sangat berkurang. Kondisi itulah yang bisa menyebabkan kulit dan anggota badan terasa dingin saat disentuh. Kulit mungkin terlihat pucat juga. Akhirnya, sirkulasi yang berkurang dapat menyebabkan kulit tampak biru-ungu berbintik-bintik. Cara membantu: • Selimut mereka yang kenapa banyak orang meninggal dunia kedinginan 7.

Melemahnya otot Pada hari-hari terakhir sebelum kematian, otot bisa berubah menjadi sangat lemah. Baca juga: 6 Cara Mudah Atasi Nyeri Otot Setelah Olahraga Pada fase ini, seseorang mungkin akan mengalami kesulitan melakukan pekerjaan meski sifatnya sederhana, seperti mengangkat secangkir air minuman atau membalik badan di tempat tidur.

kenapa banyak orang meninggal dunia

Cara membantu: • Buat orang yang dicintai merasa senyaman mungkin • Jika perlu minum air dari cangkir, posisikan cangkir di dekat mulut mereka dan masukkan sedotan sehingga bisa lebih mudah untuk minum • Jika perlu membalikan badan di tempat tidur, bantu mereka bergerak sampai mencapai tempat yang nyaman 8.

Masalah pernapasan Masalah pernapasan adalah tanda yang mengkhawatirkan bagi banyak orang ketika mereka sedang berada dengan orang lain yang sekarat.

kenapa banyak orang meninggal dunia

Cara membantu: • Beberapa obat penghilang rasa sakit dapat membuat pernapasan menjadi lebih mudah, jadi bicarakan dengan dokter dan penyedia perawatan paliatif tentang cara-cara meredakan pernapasan atau batuk 9. Muncul kebingungan Otak tetap sangat aktif selama kenapa banyak orang meninggal dunia sekarat.

Namun, itu tidak biasa bagi seseorang yang kebingungan atau inkoherensi. Beberapa orang mungkin menjadi gelisah dan agresif jika mereka tidak menyadari sedang berada di mana atau apa yang sedang terjadi.

Cara membantu: • Tetap tenang dan bicara pelan • Pastikan seseorang yang sekarat dapat memberi tahu orang kenapa banyak orang meninggal dunia tentang diri mereka setelah bisa berbicara • Perkenalkan setiap orang yang datang kepada mereka • Otak mereka masih bekerja, walaupun sepertinya mereka tertidur 10. Sakit Intensitas nyeri kemungkinan akan meningkat ketika seseorang semakin dekat dengan kematian. Tidak jarang seseorang menunjukkan tanda-tanda yang terlihat bahwa mereka kesakitan.

Tanda-tanda ini termasuk meringis, mengerang, atau cemberut. Cara membantu: • Kebanyakan rasa sakit dapat diobati, tetapi ini mungkin mengharuskan orang untuk berada di rumah sakit atau fasilitas perawatan • Orang yang sekarat mungkin berhenti menelan. Dengan begitu, pemberian obat dengan jalur intravena (IV) bisa dilakukan untuk memberikan obat penghilang rasa sakit. Obat ini harus diberikan di rumah sakit 11.

Halusinasi Anda mungkin pernah mendengar tentang orang yang sekarat mengatakan bahwa mereka melihat orang-orang yang sudah lama dicintai di hari-hari terakhir mereka. Cara membantu: • Meskipun mungkin apa yang dikatakan seseorang ketika berhalusinasi adalah kejujuran yang mengecewakan, jangan coba untuk mengoreksinya • Berdebat tentang apa yang nyata dan apa yang tidak hanya akan menyebabkan kebingungan dan frustrasi • Lebih baik aajukan pertanyaan kepada mereka dan bantu mereka memahami apa yang sedag dilihat Melansir Medical News Today, pada jam-jam terakhir sebelum seseorang meninggal dunia, organ-organ mereka mati dan tubuh mereka berhenti bekerja.

Pada saat itu, yang mereka butuhkan hanyalah orang-orang tersayang berada dekat. Orang lain yang datang harus membuat seseorang yang sedang sekarat ini merasa senyaman mungkin. Sebaiknya terus berbicara dengan orang yang sekarat sampai mereka meninggal. Mereka sering dapat mendengar apa yang terjadi di sekitar.

Tanda kematian lainnya Tanda-tanda kematian selain henti jantung, di antaranya yakni: Tidak ditemukan denyut nadi • Tidak bernafas • Tidak ada ketegangan otot • Mata tetap fokus pada satu pandangan • Pelepasan usus atau kandung kemih • Kelopak mata tertutup sebagianSetiap tahun, ada sekitar 55,3 juta orang meninggal di seluruh dunia.

Itu berarti, ada 151.600 orang meninggal setiap hari, 6.316 orang meninggal setiap jam, 105 orang meninggal setiap menit dan hampir dua orang meninggal setiap detik, ungkap data dari laman Ecology. Penyebabnya beragam, mulai dari penyakit, kecelakaan hingga bunuh diri. Tahukah kamu, penyakit apa saja yang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia? Berapa persentase dan jumlah orang yang meninggal akibat penyakit tersebut? Temukan jawabannya di bawah ini!

stonycreekurgentcare.com Populasi orang Indonesia di tahun 2017 berjumlah 258,1 juta jiwa. Sebanyak 29,2 persen dari total kematian di tahun 2017 disebabkan oleh stroke. Bisa dibilang, stroke adalah pembunuh nomor satu di Indonesia.

Sementara, stroke adalah penyebab kematian nomor 5 di Amerika Serikat dan membunuh 37,6 juta orang di sana, jelas laman Centers for Disease Control and Prevention.

Stroke merupakan penyakit yang menyerang arteri pada otak. Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat oleh gumpalan dan akhirnya pecah. Ketika hal itu terjadi, otak tidak bisa mendapat darah dan oksigen yang dibutuhkan, sehingga sel-sel otak mati, terang laman Stroke Association.

hindustantimes.com Penyakit jantung iskemik menjadi pembunuh nomor dua di Indonesia pada tahun 2017. Sebanyak 29 persen dari total kematian diakibatkan oleh penyakit ini. Penyakit jantung adalah pembunuh utama kenapa banyak orang meninggal dunia berbagai negara, seperti di Turkmenistan di mana penyakit jantung menyebabkan kematian pada 712 orang per 100 ribu jiwa atau Kazakhstan dengan total 635 kematian per 100 ribu orang, data dikutip dari WHO di tahun 2012.

Seperti apa penyakit jantung iskemik? Ini adalah kenapa banyak orang meninggal dunia kondisi di mana terjadi penurunan aliran darah dan oksigen ke otot jantung. Ketika arteri menyempit, maka akan lebih sedikit darah dan oksigen yang mencapai otot jantung. Akhirnya, kondisi ini akan menyebabkan serangan jantung dan berujung pada kematian.

dailypost.ng Lalu, ada diabetes sebagai penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi ketiga di Indonesia. Jumlah kematian akibat diabetes meningkat pesat. Diabetes menduduki peringkat 6 sebagai penyakit yang menyebabkan kematian di tahun 2007 dan merangsek maju di posisi ketiga pada tahun 2017, ungkap laman Health Data. Diabetes adalah kondisi di mana kadar glukosa darah dalam tubuh terlalu tinggi. Glukosa berasal dari makanan, sementara insulin adalah hormon yang membantu glukosa untuk masuk ke dalam sel dan memberi energi pada tubuh.

Tubuh penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dengan baik dan bisa menyebabkan komplikasi, seperti penyakit kardiovaskular, kerusakan saraf dan ginjal. Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks • 7 Penyebab Gairah Seksual Pria Meningkat Tiba-tiba, Apa Saja? • [QUIZ] Ketahui Kepribadianmu Berdasarkan Sumber Protein yang Kamu Pilih • Studi: Bakteri dalam Urine Bisa Jadi Indikator Kanker Prostat Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi keempat di Indonesia pada tahun 2017.

Jumlah ini menurun dari tahun 2007, di mana TBC merupakan pembunuh nomor 3 di Indonesia. Sementara, di seluruh dunia terdapat 1,6 juta orang yang meninggal akibat TBC, data dikutip dari WHO di tahun 2017. TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC bisa menyerang dari orang ke orang melalui perantara udara. Paru-paru adalah organ utama yang diserang oleh bakteri ini. TBC mudah menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah, seperti HIV, kekurangan gizi atau diabetes.

Baca Juga: Tak Cuma Penyakit, 9 Hal Ini Juga Ternyata Menular ke Orang Lain loh! verywellhealth.com Sementara, sirosis hati menduduki peringkat kelima sebagai penyakit penyebab kematian di Indonesia pada tahun 2017. Peringkat ini turun satu level, di mana di tahun 2007 sirosis hati berada di posisi keempat.

Sirosis hati menyebabkan kematian 35 ribu jiwa di Amerika Serikat, ungkap laman Medscape. Sirosis adalah tahap akhir dari jaringan parut (fibrosis hati) yang disebabkan oleh banyak faktor, seperti hepatitis dan alkoholisme kronis.

Gejala sirosis hati adalah kelelahan, mudah berdarah atau memar, mual, kehilangan selera makan, penurunan berat badan, bengkak di kaki, perubahan warna kulit dan bola mata jadi kuning dan lain sebagainya, tutur laman Mayo Clinic. caringforkids.billingsclinic.org Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa diare bisa masuk ke dalam daftar ini? Faktanya, penyakit diare adalah pembunuh nomor 6 terbanyak di Indonesia pada tahun 2017, berdasarkan laman Health Data.

Diare membunuh sekitar 2.195 anak-anak setiap harinya. Bahkan, diare membunuh 1 dari 9 anak di seluruh dunia, ungkap laman Centers for Disease Control and Prevention. Diare terjadi karena menipisnya cairan tubuh yang mengakibatkan dehidrasi berat.

kenapa banyak orang meninggal dunia

Sekitar 88 persen kematian akibat diare disebabkan karena air yang tidak aman, sanitasi yang kurang dan kebersihan yang tidak memadai. Kuman diare umumnya menyebar melalui air, makanan atau benda yang terkontaminasi.

lungdiseasenews.com Terakhir, ada penyakit paru obstruktif kronis. Penyakit ini menyebabkan kematian tertinggi ketujuh di Indonesia pada tahun 2017, ungkap laman Health Data. Penyakit ini naik satu peringkat dari tahun 2007 sebagai penyebab kematian di negeri ini. WHO melaporkan bahwa lebih dari 3 juta orang meninggal akibat penyakit ini di tahun 2015. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) ialah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan penyakit paru-paru serta ditandai dari meningkatnya sesak napas, sering batuk dan napas menjadi pendek.

kenapa banyak orang meninggal dunia

Dua tipe PPOK paling umum adalah emfisema dan bronkitis kronis. Nah, itulah 7 penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia, berdasarkan data di tahun 2017. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan, ya! Baca Juga: Hati-hati Ladies, 10 Penyakit Seksual Ini Berisiko Mengenai Wanita Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Kemenag Sebut Kriteria Jemaah Haji Reguler yang Berangkat Tahun Ini • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya
Mempunyai tubuh yang sehat sangatlah penting karena itu adalah salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas hidup seseorang.

Inilah kenapa kesehatan tubuh harus dijaga dengan cara mengontrol asupan makanan, rajin olahraga, dan istirahat cukup. Menjaga kesehatan tubuh juga dapat mencegah berbagai penyakit, termasuk penyakit berbahaya. Perlu kamu kenapa banyak orang meninggal dunia, ada beberapa penyakit yang bisa bila tidak segera mendapat penanganan menyebabkan kematian secara mendadak. Menurut laporan dalam jurnal Forensic Research and Criminology International mengartikan kejadian meninggal secara mendadak sebagai kematian yang terjadi 24 jam setelah gejala penyakit muncul.

Di bawah ini akan dibahas beberapa penyakit yang awalnya tidak menunjukkan gejala signifikan, tetapi bisa berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan baik. Inilah daftar penyakit yang bisa menyebabkan kenapa banyak orang meninggal dunia meninggal mendadak yang tentunya patut kita waspadai bersama.

ilustrasi seseorang mengalami henti jantung (pexels.com/RODNAE Productions) Aritmia adalah kondisi nadi jantung berdenyut tidak normal misalnya terlalu cepat, terlalu lambat, atau berdenyut dengan irama yang tidak beraturan.

Aritmia bisa menyebabkan seseorang mengalami henti jantung mendadak ( sudden cardiac death) yang mana jantung tidak dapat memompa darah ke otak dan sebagai akibatnya seseorang bisa meninggal bila tidak segera mendapatkan penanganan.

Dilansir UCLA David Geffen School of Medicine, aritmia menyebabkan 200.000 hingga 300.000 orang meninggal secara tiba-tiba setiap tahunnya. Mengutip Cleveland Clinic, gejala utama dari henti jantung mendadak adalah merasakan jantung berdetak terlalu cepat atau tidak beraturan dan merasa pusing terhuyung-huyung seperti hendak jatuh.

Namun, tidak sedikit pula yang tidak menunjukkan gejala apa pun. Lebih lanjut, kondisi henti jantung mendadak lebih banyak dialami oleh orang laki-laki dibandingkan orang perempuan, terutama di usia 30 hingga 40 tahunan. Seseorang yang memiliki kondisi berikut ini lebih berisiko mengalami henti jantung mendadak: • Pernah mengalami serangan jantung. Seseorang yang baru saja mengalami serangan jantung rentan terhadap henti jantung mendadak, terutama selama 6 bulan setelah serangan jantung • Sesaat setelah serangan jantung, pernah mengalami kondisi ventrikel takikardi (bilik jantung berdetak terlalu cepat), atau ventrikel fibrilasi (jantung berdetak dengan arus listrik yang terlalu cepat dan tidak beraturan) • Memiliki penyakit jantung koroner, termasuk riwayat kesehatan seperti aktif merokok, jantung yang membesar, dan kolesterol tinggi • Memiliki anggota keluarga yang mempunyai masalah dengan kesehatan jantung.

Contohnya sindrom Wolf-Parkinson-White, henti jantung mendadak, dan blok jantung • Sering pingsan dengan alasan yang tidak jelas • Memiliki riwayat kelainan di pembuluh darah dan memiliki penyakit jantung bawaan • Obesitas dan diabetes • Memiliki kondisi kardiomiopati (otot jantung tidak elastis dan kaku) • Menggunakan obat terlarang seperti narkotika Pencegahan dapat dilakukan dengan: • Melakukan tes kesehatan jantung secara rutin setiap tahunnya • Rajin berolahraga dan menerapkan pola makan rendah lemak • Tidak merokok • Menurunkan berat badan terutama bila memiliki berat badan melebihi batas normal • Apabila memiliki penyakit diabetes, pastikan gula darah terkontrol • Apabila memiliki riwayat penyakit jantung, rutin berkonsultasi dengan dokter untuk memonitor kesehatan jantung ilustrasi ibu naik motor dengan anak-anaknya (unsplash.com/Yannis H) Hematoma intrakranial adalah pendarahan yang terjadi di dalam tengkorak karena pecahnya pembuluh darah di dalam kepala.

kenapa banyak orang meninggal dunia

Pembuluh darah ini pecah karena cedera, misalnya jatuh atau mengalami kecelakaan. Seseorang yang pernah jatuh dan kenapa banyak orang meninggal dunia kecelakaan disarankan untuk melakukan pemindaian CT scan atau MRI untuk memeriksa apakah ada penggumpalan darah atau pembengkakan di otak. Hasilnya akan membantu dokter dalam menentukan langkah pengobatan yang tepat, misalnya pemberian resep obat atau operasi.

Dilansir Healthline, gejala dari hematoma intrakranial antara lain: • Mengalami sakit kepala yang parah secara tiba-tiba • Sakit kepala yang berkaitan dengan insiden kecelakaan atau cedera • Sakit kepala ringan tetapi tidak kunjung sembuh • Sakit kepala yang disertai dengan leher terasa kaku atau kencang • Mudah lelah dan mengantuk • Merasa bingung • Muntah lebih dari dua kali dalam durasi 24 kenapa banyak orang meninggal dunia • Kejang • Mengalami koma atau tidak sadarkan diri Hematoma intrakranial juga dapat terjadi pada anak-anak akibat dari guncangan yang keras dan pernah jatuh.

Gejala yang muncul pada anak-anak mirip dengan gejala pada orang dewasa, dengan tambahan di bagian kepala anak terlihat bengkak, mengalami patah tulang di bagian lengan dan kaki, pendarahan di retina, dan tidak sadarkan diri. Untuk mencegah hematoma intrakranial, dianjurkan untuk mengenakan helm saat mengendarai sepeda, sepeda motor, skateboard, atau skuter. Lalu, jangan lupa kenakan sabuk pengaman saat berkendara dengan mobil. Anak-anak yang pernah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga sangat disarankan untuk diperiksakan ke dokter guna memastikan tidak ada cedera di otak dan kepala.

Baca Juga: Viral! Janin Meninggal akibat Rumput Fatimah, Waspadai Bahayanya ilustrasi subdural hematoma (nspc.com) Hematoma subdural adalah pendarahan yang terjadi di antara lapisan dura dan selaput arachnoid. Lapisan dura adalah lapisan terluar di selaput mening yang melindungi otak dan tulang belakang. Hematoma subdural umumnya terjadi di bayi atau balita dan lansia.

Pada bayi atau balita, ini bisa terjadi akibat kekerasan dalam rumah tangga, misalnya dipukul, diguncang keras, atau trauma saat proses persalinan. Sementara pada lansia, ini bisa terjadi karena penyusutan di otak yang lalu menyebabkan pembuluh darah di otak meregang dan mudah robek.

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks • 7 Penyebab Gairah Seksual Pria Meningkat Tiba-tiba, Apa Saja? • [QUIZ] Ketahui Kepribadianmu Berdasarkan Sumber Protein yang Kamu Pilih • Studi: Bakteri dalam Urine Bisa Jadi Indikator Kanker Prostat Dilansir WebMD, gejala hematoma yang perlu diwaspadai antara lain: • Awalnya terlihat baik-baik saja setelah cedera, tetapi beberapa hari atau minggu kemudian orang tersebut merasakan kebingungan dan dapat tidak sadarkan diri • Sesaat setelah cedera, orang tersebut langsung tidak sadarkan diri dan bahkan mengalami koma • Sekadar informasi, gejala seperti kebingungan, pusing, kejang, dan muntah dapat muncul 2 minggu setelah insiden cedera Lebih lanjut, orang yang menggunakan obat pengencer darah seperti aspirin dan warfarin juga berisiko mengalami hematoma subdural apabila mengalami cedera di kepala.

Pencegahan dapat dilakukan dengan secara ketat memantau lansia agar tidak jatuh, mengawasi anak di rumah, menggunakan protokol keselamatan seperti sabuk pengaman dan helm saat berkendara atau melakukan aktivitas yang memiliki risiko jatuh atau cedera.

emboli paru (healthsci.mcmaster.ca) Emboli paru adalah penyumbatan di arteri paru-paru karena saluran arteri tersumbat oleh gumpalan-gumpalan darah. Gumpalan darah umumnya berasal dari darah yang menggumpal di pembuluh darah vena dalam ( deep vein) di kaki.

Gumpalan ini kemudian berjalan ke atas menuju paru-paru. Kenapa banyak orang meninggal dunia gumpalan terlalu banyak, darah tidak bisa mengalir ke paru-paru dan terjadilah emboli paru. Mengutip laman University of Utah Health, sepertiga dari pasien dengan emboli paru dapat meninggal dunia karena jantung berhenti mendadak ( cardiac arrest) sebelum dokter menemukan gumpalan atau penyumbatan di rumah sakit.

Dokter Stacy Johnson, seorang dokter spesialis emboli paru di University of Utah Health di Amerika Serikat (AS), menganjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila sering mengalami gejala kaki terasa kencang atau kaku kemudian bengkak, dada terasa sesak atau berat dan tidak bisa hilang, dan kram otot atau spasme otot.

Dirangkum dari Mayo Clinic, gejala emboli paru lainnya antara lain: • Sesak napas • Dada terasa sakit saat menghirup udara, batuk, dan membungkuk. Rasa sakit membuat penderita merasa kesulitan untuk bernapas dalam • Batuk yang mengeluarkan darah atau dahak yang tercampur dengan darah • Detak jantung sangat cepat atau tidak beraturan • Demam • Kaki terasa sakit atau bengkak terutama di bagian betis • Pusing seperti hendak jatuh • Berkeringat • Warna kulit menjadi pucat kebiruan ( cyanosis) Seseorang lebih berisiko mengalami emboli paru bila: • Terinfeksi oleh virus corona penyebab COVID-19 • Sakit jantung • Kanker seperti kanker otak, ovarium, paru-paru, dan ginjal • Penyakit keturunan yang berkaitan dengan darah • Pernah atau baru saja melakukan operasi British Lung Foundation menyarankan untuk melakukan hal ini guna mencegah emboli paru: • Mengontrol asupan makanan untuk mencegah obesitas • Berhenti merokok • Rajin berolahraga • Tidak duduk terlalu lama terutama saat sedang bekerja dan menonton TV • Memastikan tubuh tidak dehidrasi dengan minum air kenapa banyak orang meninggal dunia cukup • Setelah melakukan operasi, usahakan untuk menggerakkan kaki untuk mencegah penggumpalan darah di pembuluh vena dalam di kaki ( deep vein thrombosis) • Apabila harus melakukan perjalanan jauh dengan pesawat, kenakan pakaian yang longgar dan nyaman, berjalan, dan menggerakkan kaki setiap 30 menit • Konsultasi dengan dokter apabila memiliki riwayat penggumpalan darah ilustrasi aneurisme aorta (.cardiff.ac.uk) Aneurisme aorta adalah sebuah kondisi ketika pembuluh darah besar yang membawa darah dari jantung untuk disalurkan ke seluruh tubuh mengalami pembengkakan.

Kondisi ini umumnya terjadi di daerah perut dan kondisi ini sering tidak terdeteksi karena proses pembengkakan terjadi lambat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut bahwa laki-laki usia 65-75 tahun, perokok aktif, memiliki tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, dan memiliki kondisi pengerasan di pembuluh darah memiliki risiko tinggi terkena aneurisme aorta.

Dilansir Cleveland Clinic, gejala aneurisme aorta yang perlu diwaspadai antara lain: • Sakit di rahang, dada, leher, atau punggung atas • Batuk, sulit bernapas • Di bagian perut terdapat benjolan atau sedikit menggelembung • Sakit di bagian perut, paha, dan punggung dan tidak kunjung sembuh meskipun sudah mengganti posisi serta minum obat antinyeri Pengobatan aneurisme aorta tergantung pada seberapa besar gelembung atau pembengkakan di pembuluh darah.

kenapa banyak orang meninggal dunia

Namun, apabila pembengkakan terlalu besar, lebih dari 5 cm, maka dokter akan melakukan operasi untuk mengeluarkan bagian pembuluh darah yang bengkak dan menggantinya dengan transplantasi fabric tube.

Bila tidak segera diobati, pasien bisa meninggal dunia terutama bila pembuluh darah sampai pecah. ilustrasi sabuk pengaman (unsplash.com/Chris Martin) Itulah lima penyakit yang dapat mengakibatkan kematian secara mendadak terutama bila tidak segera mendapat intervensi medis.

Kelalaian dalam mengidentifikasi dan melakukan penanganan secara dini akan mengakibatkan pasien mengalami sesak napas, pendarahan, tidak sadarkan diri, dan jantung berhenti bekerja. Pola hidup yang tidak sehat seperti merokok dan terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak juga meningkatkan risiko terkena penyakit seperti aritmia, emboli paru, dan aneurisme aorta. Lalai protokol keselamatan seperti mengenakan helm dan sabuk pengaman juga meningkatkan risiko hematoma.

Apabila kamu atau orang di sekitarmu mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas tadi, jangan buang waktu dan segera cari pertolongan medis. Baca Juga: 7 Penyebab Kematian saat Tidur yang Bisa Dialami Siapapun Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Kemenag Kenapa banyak orang meninggal dunia Kriteria Jemaah Haji Reguler yang Berangkat Tahun Ini • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya

ram4l an Paul Zhang terbukt!? pdt pariadji telah m3n !ng g4l..tur ut b3rd uk4c !ta apa b3rsuka c!ta?




2022 www.videocon.com