Gerak kewer

gerak kewer

Seperti kita ketahui bersama bahwa Gerak adalah dasar dari tari dan kita ketahui bersama pula bahwa manusia pada hakekatnya dapat bergerak, sehingga manusia dapat menari. Tari menggunakan sarana lain kecuali tubuh gerak kewer itu sendiri yang menghasilkan gerak. Namun agar dapat menari dengan baik, diperlukan pengetahuan dan rasa kinestetis pada tubuh dan bagian-bagiannya. Kinestetis menyadarkan para penari akan tubuhnya, kesadaran tubuh yaitu suatu kemampuan untuk memahami dan mengendalikan body (tubuh) dan seluruh gerak kewer sehubungan dengan kesadaran akan tubuh tersebut.

Tari Betawi misalnya yang dikelompokkan kedalam dua jenis tari yaitu bentuk tari topeng dan tari cokek. Tari ini memiliki ragam jenis gerak dasar yang terdiri dari Gibang, selancar, rapat nindak, kewer, pakblang, goyang plastik, dan gonjingan. Dari ragam gerak dasar tersebut, dapat dikembangkan lagi menjadi gerak yang lebih ritmis dengan ruang gerak yang lebih luas. Selain itu contoh lainnya yaitu tari bali dan tari pagellu yang masing-masing memiliki ciri khas masing-masing dalam teknik geraknya.

gerak kewer

Pada tari bali, terdapat ragam gerak yang terdiri dari ngumbang, agem, angsel, piles, dan ngesek yang memiliki gerak yang dinamis dengan ciri khas geraknya dan ditambah dengan gerakan matanya atau disebut dengan (nyeledet).

Gerak Dasar Tari - Konsep, Teknik, dan Prosedur Sedangkan pada tari pagellu (sulsel) Toraja memiliki ragam gerak yang terdiri dari pa'gellu, pa'tabe', pa'gellu tua, pang'rapa pentalun, panggirik tangtaru, dan pa'tutu. Tari pagellu dipertunjukkan disetiap upacara ritual syukuran atau " rambu tuka" oleh para kalangan suku toraja dengan diiringi instrumen gerak kewer. Setiap gerakannya melambangkan simbol keseharian masyarakat toraja yang memiliki nilai filosofis yang gerak kewer dalam aturan dan adat leluhur mereka.

Untuk tari Jawa, biasanya ditujukan pada gerak yang bertumbuh kembang dalam keraton atau istana yang identik dengan aturan - aturannya tersendiri dalam melakukannya sebab setiap geraknya memiliki makna dan filosofi. Tari Jawa memiliki gerak dasar yang terdiri dari srisig, sabetan, hoyog, lumaksana, kengser, seblak sempur, dan ulap-ulap dengan ciri khas gerakan yang lembut.

Dalam gerak tari, terkandung tenaga/energi yang mencakup ruangdan waktu. Artinya gejala yang menimbulkan gerak yaitu tenaga dan bergerak berarti memerlukan ruang dan membutuhkan waktu ketika proses gerak berlangsung. Aspek gerak dibagi menjadi gerak bagian kepala, kaki, tangan, badan, dan jarak ( Rodolf Von Laban ). Rentangan atau tingkat gerak (space) dan gerak yang kuat, lemah, elastis, penekanan.

Maka dari itu, munculnya gerak tari tersebut berasal dari proses pengolahan yang telah gerak kewer stilasi (digayakan) dan distorsi (pengubahan), yang kemudian melahirkan dua jenis gerak yaitu gerak murni dan gerak maknawi. Berikut ini akan diberikan beberapa contoh gerak murni yang ada pada tari tradisi yang diantaranya adalah sebaga berikut : 1. Gerak dasar tari bagian kaki.

• Adeg- adeg ( jawa ) adalah kesiapan sikap dasar kaki pada saat memulai untuk menari. • Wedhi kengser (Jawa) dan secer (sunda) adalah gerak menggeser telapak kaki ke samping kanan dan kiri. • Trecet adalah gerakan bergeser ke samping (kanan atau kiri) dengan kaki jinjit dengan lutut di tekuk. • • Hoyog, yaitu gerakan badan dicondongkan ke samping kanan atau kesamping kiri, • Engkyek, yaitu gerakan badan dicondongkan ke kiri atau ke kanan, dengan sikap tangan lurus ke samping, • Polotan, yaitu gerakan atah pandangan, • Oklak, yaitu menggerakkan pundak ke depan dan ke belakang, • Entrag, yaitu menghentakkan badan ke bawah berkali-kali seakan-akan badan mengeper.

• Gejuk, yaitu menghentakkan kaki ke belakang dan jinjin, • Kengser, yaitu bergerak ke kiri atau ke kanan dengan mengerakkan kedua telapak kaki, • Srisig, yaitu lari kecil dengan berjinjit, • Trecet, yaitu telapak kaki jiniit bergerak ke kiri dan ke kanan, dan • Tunjak tancep, yaitu sikap berdiri diam. Gerakan tari bisa dilakukan dengan baik dan benar jika teknik dan prosedurnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku sesuai dengan dari mana gerak tari itu berasal.

Gerak pada tari tradisi sering memiliki standar atau aturan bakuyang harus dilakukan. Seorang penari akan dapat melakukan teknik dan prosedur gerak tari yagn benar jika dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. JakartaARSNewsy,- Tarian ini menggambarkan corak/ragam dasar dari Tari Topeng Betawi legendaries yang pernah digali secara mendalam oleh Tokoh Betawi Almarhum H.Bokir. Dari salah satu literatur didapatkan penjelasan bahwa ragam dasar topeng Betawi meliputi “Adeg-Adeg” (agem), Adeg-adeg merupakan posisi siap dalam menari, dari posisi adeg-adeg penari akan melaukan gerakan lainnya.

“Wedi Kengser” (diambil dari istilah Jawa). Gerak wedi kengser juga sering disebut gerak gera “keser” yaitu gerakan berpindah tempat dengan cara bergeser kesamping ke kanan atau kiri. Ragam dasar berikutnya yakni “Langkah Meliuk” yaitu Gerak dasar kaki langkah meliuk tedapat dalam gerak-gerak tari dari daerah Sulawesi. Lalu “Nyregseg” yaitu melangkah dengan cara bergeser ke depan dalam posisi jongkok. Nyregseg di mulai dengan kaki kir yang berada di depan menepak dengan cara dijulurkan kedepan, kemudian kaki kanan merapat hingga lutut menyentuh betis kaki kiri.

Setelah itu ada gerak Stilasi yang meliputi gerakan selancar, kewer, rapat nindak, kewer ganda, gerak pakblang dan gerak Gibang. “Gerakan selancar” gerak kewer Gerakan tangan kanan mengayun ke depan dan ukel, bersamaan dengan gerak kaki kiri ke depan, kemudian di susul dengan gerakan kaki kanan ke depan bersamaan dengan gerak ukel tangan kiri. Lakukan gerakan tangan mengayun dengan luwes dan sampai hafal. “Gerakan kewer”, Kaki silang badan merendah. Tangan kiri di pinggang, tangan kanan lurus ke samping.

Lalu gerakan tangan kanan ke pundak dan gerakan kaki kanan melangkah di tempat bersamaan dengan gerakan kepala menghadap gerak kewer kanan. Selanjutnya, gerakan tangan lurus ke samping setinggi pinggang di sertai gerakan kepala lempar ke kiri. “Rapat Nindak”. Sikap kaki dalam gerak rapat gerak kewer adalah kaki kiri menapak biasa dan kaki kanan rapat jinjit, arah sebaliknya dilaukan dengan saling bergantian. “Kewer Ganda” Dari sikap adeg-adegtangan merentang setinggi pinggang.

Kemudian gerakan kedua tangan naik turun sambil melangkah ke depan. Caranya, gerakan kedua tangan ke pundakkaki kanan melangkah ke depan dan badan condong ke depan. Berikutnya, gerakan kedua tangan turun seperti semula sambil melangkahkan kaki kiri ke depan, dan seterusnya. Sedang gerak “pakblang” yang disebut juga gerakan selancar blang tur, karena gerakannya mirip dengan selancar.

Posisi badan tegak ,tangan kiri di angkat di atas kepala, melekuklentik gerak kewer telapak tangan ke bawah, tangan kanan lurus ke samping jari melentik. Selanjutnya, tangan kanan mengayun dengan luwes, tarik ke atas kepala, tangan kiri bergerak lurus kesamping.

Kemudian lakukan gerakan kebalikan atau berganti lagi dengan tangan kiri. Gerakan kaki mengikuti gerak tangan, yaitu jinjit saling bergantian. Jika tangan kiri diatas, kaki kanan melangkah ke depan dan sebaliknya.

gerak kewer

Ditutup dengan Gerak Gibang. Tarian ini dipersembahkan Sanggar Tari Bina Manggala pimpinan Wiwik pada acara Taman Mini Menari yang dilaksanakan pada Minggu (25/8) di Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (** Foto: Bonis/Wils Productions JakartaARSNewsy,- Memamerkan kain batik dalam format tari menjadi sesuatu yang eksotis.

Kain batik sendiri merupakan produk budaya di suatu daerah. Hal itu pulalah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cilacap saat mengisi acara bertajuk “Pelangi Perbatasan” di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pekan lalu. Sebagai wilayah perbatasan, Cilacap memiliki berbagai budaya yang khas dan […] JakartaARSNewsy,- Puspo Nuswantoro berasal dari dua kata yakni Puspo dan Nuswantoro. Puspo sendiri mengartikan bunga dan pesonanya.

Sedang Nuswantoro dimaksudkan sebagai sebuah negeri yang dipeunuhi keindahan dengan keberagaman leluhur manusianya. Karena itu Bedhoyo Puspo Nuswantoro merupakan tarian yang mengisahkan tentang keindahan, harmonisasi dan keberagaman kehidupan gerak kewer Nusantara Indonesia yang selayak eloknya bunga.

Perpaduan gerak tari, […] JakartaARSNewsy,- Tarian ini menggambarkan semangat juang para prajurit wanita dalam membela bangsa di Jaman penjajahan. Ini sekaligus cerminan keinginan untuk melepaskan bangsanya dari penindasan, kesewenang-wenangan dan kekejaman.

gerak kewer

Wanita ibarat tiang negara yang harus mampu menopang tegaknya bangsa. Wanita juga menjadi simbol kekokohan dan kewibawaan negara. Ia harus bida menjadi teladan yang mampu menggerakkan masyarakat menuju […] Terkini • BAZNAS BANGUN RUMAH SEHAT DI MASJID ISTIQLAL UNTUK DHUAFA JAKARTA April 30, 2022 • SELURUH HIMBARA TELAH BENTUK UPZ BAZNAS April 29, 2022 • AGENDA KETERANGAN AHLI DITUNDA KARENA LAPORAN HASIL PENELITIAN (LHP) DIRJEN PAJAK BARU DIBERIKAN KEPADA PENGGUGAT PT JJSW April 28, 2022 • BAZNAS DIRIKAN POS SIAGA MUDIK DI JALUR PANTURA DAN SELATAN April 27, 2022
Setelah sebelumnya MaoliOka menuliskan tentang pertunjukan musik, kali ini MaoliOka ingin menuslikan tentang tarian tradisional, yaitu lebih khususnya tentang gerak dasar tari betawi.

Mudah - mudahan tulisan ini bisa bermanfaat untuk gerak kewer semuanya. Aamiin. Pada tulisan ini MaoiliOka akan mencoba menuliskan bagaimana gerakan - gerakan tari betawi, baik itu bagian tangan, kaki, kepala, ataupun badan dan gerakannya.

Mudah - mudahan bisa dipahami. Gerak Dasar Tari Betawi Secara sederhana jika MaoliOka boleh menggolongkan, gerakan - gerakan tari betwai ini terdiri dari Sikap gibang, gibang, koma putes, rapatn indak, koma pendek, selancar, kewer, gerak kewer peralihan dangdang tingtak 3x traktak, cendol ijo, selancar, pakblang, blongter, goyang plastik, galeyong, tidak empat, gonjingan, gibang selendang, dan nindak kagok.

Setidaknya itu adalah gerakan - gerakan dasar tari betawi. Berikut gerak kewer - gerakan rincinya 1. Sikap Gibang Sikap gibang ini menujukan posisi beberapa bagian, yaitu kaki, badan, tangan, dan kepala. Kaki pada sikap gibang. Kaki kanan di depan, kaki kiri ditekuk sehingga lutut menghadap serong kanan dan kiri. Untuk Badan Badan merendah, dada di busungkan dengan mengempiskan perut.

Posisi Tangan Posisi tangan kanan di tekuk depan dada jari tangan mengarah kedepan telapak tangan samping kiri, tangan kiri ditekuk sejajar pinggang jari2 ke depan telapak tangan ke bawah. Kepala Untuk kepala lurus kedepan.

2. Gibang Posisi Kaki Kaki Berjalan melangkah kanan kiri dengan posisi tangan sikap gibang untuk hitungannya yaitu 5 x 8 + 4. Posisi Badan Badan Merendah dada di busungkan dengan mengempiskan perut. Posisi Tangan Tangan Posisi tangan kanan di tekuk depan dada jari tangan mengarah kedepan telapak tangan samping kiri, tangan kiri ditekuk sejajar pinggang jari2 ke depan telapak tangan ke bawah (bergantian posisi tangan kanan dan kiri setiap 8 hitungan.) Kepala Kepala Goyang kepala sesuai dengan gerak langkah kak.

3. Koma Putes Kaki Kaki Merapatkan kedua kaki jarak antara tumit 2 kepal, lutut terbuka Telapak kaki mengarah diagonal. Badan Badan Badan sedikit condong kedepan. Tangan Tangan Kedua tangan direntangkan kesamping sebatas pinggul, telapak tangan kiri kanan menghadap ke atas.

Kemudian jari2 tutup seperti menggenggam diputar lalu dibuka jari2 mengarah ke atas, telapak tangan kanan dan kiri menghadap ke samping. Kepapa Kepala Menghadap ke depan 4. Rapat Nindak Kaki Kaki Lutut terbuka mengarah diagonal ketukan 1 Badan Badan mengenjot dan merendah.

Tangan Tangan Tangan kiri sedikit ditekuk, telapak tangan diputar, telapak tangan menghadap serong kiri Tangan kanan memegang selendang lalu gerak kewer ke samping kanan ktukan 1-2 Kepala Kepala Menoleh kekiri ke depan (tu), kembali ke kiri hitunganSa Tu 2 Kaki Kaki kaki kiri dirapatkan ke kaki kanan melangkah kaki kiri hitungan 3-4 Badan Badan merendah Tangan Tangan Tangan kanan sedikit ditekuk, telapak tangan diputar, telapak tangan menghadap serong kanan Tangan kiri memegang selendang lalu dibuang ke samping kiri hitungan 3-4.

Kepala Kepala Menoleh kekanan ke depan, kembali ke kanan hitungan ti ga 4 5. Koma pendek Kaki Kaki Merapat hitungan 7-8 Badan Badan Tegak hitungan 7 Tangan Merentangkan kedua tangan kesamping sebatas pinggang, telapak tangan menghadap ke samping jari2 ke bawah hitungan 7 Kepala Kepala Menghadap ke depan hitungn 7-8 Tangan Lengan sedikit di tekuk Kedua telapak tangan ditutup diputar di buka ke 2 lengan lurus jari2 hitungan 8 menghadap ke atas. 6. Selancar Kaki Kaki Kaki kanan melangkah di depan kaki kiri, lutut tetap mengarah diagonal (ada rongga di antara ke dua lutut), Ketika melangkah kaki mengenjot hitungan 1 Badan Badan Merendah Tangan Tangan kanan merentang ke samping sejajar pinggul, telapak tangan kesamping kanan jari2 ke atas.

lengan kiri serong ke depan siku di tekuk, pergelangan tangan di putar keluar sehingga telapak tangan menghadap diagonal, jari2 kebawah hitungan 1 Kepala Kepala Melihat ke tangan kiri hitungan 1 Kaki Kaki kiri melangkah di depan kaki kanan, lutut tetap mengarah diagonal (ada rongga di antara ke dua lutut), Ketika melangkah kaki mengenjot hitungan 2 Badan Merendah hitungan 2 Tangan Tangan kiri merentang ke samping sejajar pinggul, telapak tangan kesamping kiri jari2 ke atas, lengan kanan di tekuk pergelangan tangan di putar keluar sehingga telapak tangan menghadap diagonal, jari2 ke bawah.

Kepala Melihat ke tangan kanan Gerak selancar di lakukan 6x8 hitungan +7 Kaki Kaki kiri melangkah ke depan kaki kanan hitungan de Badan Badan Merendah hitungan de Tangan Tangan kiri di pinggang, tangan kanan ditekuk jari telunjuk menyentuh gerak kewer kanan hitungan de Kepala Kepala Melihat ke kanan hitungan de Kaki Kaki kanan melangkah di depan kaki kiri hitungan lapan Badan Merendah hitungan lapan Tangan Tangan kiri tetap di pinggang, tangan kanan direntangkan ke samping kanan sejajar pinggang, telapak tangan mengarah ke samping kanan, jari2 menghadap ke atas.

hitungan lapan Kepala Melihat ke kiri hitungan lapan 7. Kewer Gerakan Kewer Kanan Kaki Kaki lelangkah kaki kiri hitungan 1 Badan Badan Merendah hitungan 1 Tangan Tangan kanan ditekuk sehingga jari2 menyentuh pundak, hitungan 1 dan Tangan kiri tetap di pinggang.

Kepala Kepala Ke samping kanan hitungan 1 Kaki Kaki kanan melangkah di depan kaki kiri hitungan 2 Badan Badan Merendah, hitungan 2 Tangan Tangan kanan direntangkan kesamping kanan sejajar pinggang, telapak tangan menghadap ke samping kanan jari2 ke atas, tangan kiri di pinggang.

Hitungan 2 Kepala Kepala Kesamping kiri hitungan 2 Gerak kewer dilakukan sebanyak 3x8 pada hitungan dengan cara berhenti sejenak, demikian juga pada hitung sejenak, dilanjutkan dengan hitungan. Kaki Kaki kiri merapat ke kaki kanan hitungan 5 Badan Badan Merendah hitungan 5 Tangan Tangan kiri ditekuk sehingga jari tangan meyentuh pundak kiri, tangan kanan direntangkan kesamping kanan sejajar pinggang,telapak tangan menghadap ke samping kanan, jari2 tangan gerak kewer ke atas.

Hitungan 5 Kepala Melihat ke samping kiri hitungan 5 Kaki Kaki kiri melangkah ke depan kaki kanan. hitungan 6 Badan Badan Merendah hitungan 6 Tangan Tangan kiri lurus kesamping kiri sejajar pinggang telapak tangan menghadap ke samping kanan jari2 ke atas, tangan kanan di pinggang kanan. hitungan 6 Kepala Melihat ke samping kanan hitungan 6 Kewer Kiri Kaki Melangkah kaki kanan hitungan 1=7 Badan Merendah hitungan 1=7 Tangan Tangan kiri ditekuk sehingga jari2 menyentuh pundak.

Tangan kanan tetap di pinggang. hitungan 1=7 Kepala Kepala Ke samping kiri hitungan 1=7 Kaki Kaki kiri melangkah di depan kaki kanan hitungan 2=8 Badan Badan Merendah, hitungan 2=8 Tangan Tangan kiri direntangkan kesamping kiri sejajar pinggang, telapak tangan menghadap ke samping kiri jari2 ke atas, tangan kiri di pinggang hitungan 2=8 Kepala Kepala Kesamping kanan hitungan 2=8 Gerak kewer dilakukan sebanyak 3x8 pada hitungan 8 terakhir ada tekanan gerak dengan cara berhenti sejenak, demikian juga pada hitungan 2,4, ada tekanan berhenti sejenak, dilanjutkan dengan hitungan.

Kaki Kaki kanan merapat ke kaki kanan hitungan 5 Badan Badan Merendah hitungan 5 Tangan Tangan Ke dua tangan ditekuk sehingga kedua jari tengah menyentuk pundak kanan dan kiri. hitungan.

Kepala Melihat ke depan hitungan 5 Kaki Kaki kanan melangkah ke depan kaki kiri hitungan 6 Badan Bdan Merendah hitungan 6 Tangan Ke dua tangan direntangkan kesamping, telapak tangan menghadap ke samping jari2 ke atas hitungan 6 Kepala Melihat ke kiri hitungan 6 Kewer 2 Kaki Melangkah kaki kiri hitungan 7=1 Badan Merendah hitungan 7=1 Tangan Ke dua tangan ditekuk sehingga kedua jari tengah menyentuk pundak kanan dan kiri.

hitungan 7=1 Kepala Melihat gerak kewer kanan hitungan 7=1 Kaki Melangkah kaki kanan hitungan 8=2 Badan Merendah hitungan 8=2 Tangan Ke dua tangan direntangkan kesamping, telapak tangan menghadap ke samping gerak kewer ke atas.

hitungan 8=2 Kepala Kepala Melihat ke kiri hitungan 8=2 8. Kewer peralihan Dangdang tingtak 3x traktak Gerak gerak kewer dilakukan sebanyak 2x8. Pada hitungan dengan cara berhenti sejenak, demikian juga pada hitu sejenak, dilanjutkan dengan hitungan.

Kaki Ke dua kaki jinjit, Kiri dibelakangi kaki kanan. Kaki kanan sebagai poros putar ke kiri sehingga ke dua kaki menjadi sejajar, menghadap kebelakang (membelakangi penonton) hitungan 5-8 Badan Badan merendah berputar ke kanan.

Badan diluruskan setelah kedua kaki sejajar gerak kewer kembali rendah. Tangan Tangan kiri di tekuk diletakkan di gerak kewer pinggang kiri. Tangan kanan direntangkan sejajar pinggang. setelah keduan kaki sejajar (membelakangi penonton), tangan mengambil selendang lalu lengan ditekuk. Kedua tangan yang menggenggam selendang diletakkan di belakang pinggang. Kepala Pada saat berputar kepala melihat ke kanan, kemudian lurus ke depan setelah membelakangi penonton.

Kaki Ke dua kaki jinjit, Kiri dibelakangi kaki kanan. Kaki kanan sebagai poros putar ke kiri sehingga ke dua kaki menjadi sejajar, menghadap kebelakang (membelakangi penonton) Badan Badan merendah berputar ke kanan. Badan diluruskan gerak kewer kedua kaki sejajar kemudian kembali rendah. Tangan Tangan kiri di tekuk diletakkan di depan pinggang kiri. Tangan kanan direntangkan sejajar pinggang. Setelah kedua Kaki Kaki sejajar (membelakangi penonton), tangan mengambil selendang lalu lengan ditekuk.

Tangan Kedua tangan yang menggenggam selendang diletakkan di belakang pinggang. Kepala Pada saat berputar kepala melihat ke kanan, kemudian lurus ke depan setelah membelakangi penonton. Gerak goyang plastic di lakukan sebanyak 5 x 10. Selancar Lihat uraian gerak selancar 2x 8 + ( poin no 6) 11. Pakblang Kaki Tumit kaki kanan diletakkan kesamping kanan, jari-jari kaki menghadap ke atas.

Jarak kaki kiri dan tumit kanan stengah lengan. Hitungan 1 x 8 + 4 Badan Lurus ke depan Tangan Siku tangan kiri ditekuk hingga jari tangan kiri menyentuh pundak, tangan kakan direntangkan kesamping kanan sejajar pinggang. Kepala Kepala Menghadap ke kiri Kaki Tumit kaki kiri diletakkan kesamping kiri, jari-jari kaki menghadap ke atas.

Jarak kaki kanan dan tumit kiri setengah lengan. 2 hitungan (pakblang kanan, kiri,kanan). 1 x 8 (satu hitungan gerak kewer pakblang kanan kiri) 2 hitungan (pakblang kanan, kiri,kanan). Badan Lurus ke depan Tangan Siku tangan kanan ditekuk hingga jari tangan kanan menyentuh pundak kanan, tangan kiri direntangkan kesamping kiri sejajar pinggang.

Kepala Kepala Menghadap ke kanan 12. Blongter Kaki Kedua kaki merapat kedua tumit bertemu, lutut menghadap serong kesamping (terbuka) hitungan 2 x 8 Badan Merendah tegak, torso digerakkan kekanan dan kekiri sehingga bahu mengikuti gerak torso.

Tangan Siku tangan kanan ditekuk segaris samping dada, telapak tangan menghadap ke depan, jari2 menhhadap ke atas. Lengan kiri direntangkan sejajar pinggang, tangan menjimpit selendang dengan jari2 kearah bawah. Kepala Menoleh kearah kanan dan kiri sesuai dengan gerak torso.

Kaki Ke dua kaki jinjit, Kiri dibelakangi kaki kanan. Kaki kanan sebagai poros putar ke kiri sehingga ke dua kaki menjadi sejajar, menghadap kebelakang (membelakangi penonton) Badan Badan merendah berputar ke kanan. Badan diluruskan setelah kedua kaki sejajar kemudian kembali rendah.

Tangan Tangan kiri di tekuk diletakkan di depan pinggang kiri. Tangan kanan direntangkan sejajar pinggang. setelah keduan kaki sejajar (membelakangi penonton), tangan mengambil selendang lalu lengan ditekuk. Kedua tangan yang menggenggam selendang diletakkan di belakang pinggang. Kepala Pada saat berputar kepala melihat ke kanan, kemudian lurus ke depan setelah membelakangi penonton.

13. Goyang Plastik Goyang Plastik Posisi kaki, badan, tangan dan kepala sama dengan ge pingggang di gerakkan dua kali dalan satu hitungan. (go 2 x 8 ditutup dengan koma putes.) 14. Geleyong Gerak sambung antara gayang plastik pertama ke kedu tiga ke empat.

15. Tindak Empat Kaki Tumit kaki kanan menjejak lurus ke depan. 1 Irama Selancar Badan Tegak. hitungan 1 Tangan Kedua tangan lurus ke depan hitungan 1 Serong sejajar kepala, telapak tangan kiri menghadap kedalam jari2 kanan mengarah ke samping kanan, telapak tangan kanan menghadap gerak kewer depan/ke luar jari2 tangan kebgarah ke sorong kiri.

(selancar Empat) Kepala Melihat ke tangan kanan. hitungan1 Kaki Kaki kanan kembali ke tempat, Tumit kaki kiri menjejak lurus ke depan. hitungan 2 Badan Tegak. hitungan 2 Tangan Kedua tangan lurus ke gerak kewer serong sejajar kepala, telapak tangan kanan menghadap kedalam jari2 kanan mengarah ke samping kiri, telapak tangan kiri menghadap ke depan/ke luar jari2 tangan mengarah ke sorong kanan. Kepala Melihat ke tangan kiri.

2 Gerak ini dilakukan dalam hitungan 1 x 8 + 6 Kaki Kedua kaki merapat hitungan 7-8 Badan Badan Tegak Hitungan 7 Tangan Tangan Merentangkan kedua tangan kesamping sebatas pinggang, telapak tangan menghadap ke samping jari2 ke bawah hitungan ke gerak kewer. Kepala Kepala Menghadap ke depan hitungan 7-8 Tangan Keduah tangan di luruskan kedepan hitungan 8 Telapak tangan ditutup kedalam lalu dibuka hingga telapak tangan menghadap ke depan jari2 mengarah ke atas.

15.Gonjingan Kaki Gerak kewer kaki kanan di jejakkan ke samping kanan, lutut kaki kiri ditekuk hitungan 1 Badan Tegak merendah 1 Tangan Kedua tangan di ajun ke samping kanan sehingga tangan kiri berada di depan dada, kedua telapak tangan menghadap ke samping kanan, jari2 mengarah ke atas. hitungan 1 Kepala Melihat ke tangan kanan hitungan 1 Kaki Kaki kanan kembali ke tempat Tumit kaki kiri di jejakkan ke samping kiri, lutut kaki kanan ditekuk hitungan 2 Badan Tegak merendah 2 Tangan Kedua tangan di ajun ke samping kiri sehingga tangan kanan berada di depan dada, kedua telapak tangan menghadap ke samping kanan, jari2 mengarah ke atas.

hitungan 2 Kepala Melihat ke tangan kiri Gerak ini dilakukan dalam 1 x 7 hitungan, kemudian dilanjutkan dengan Hitungan ke 8 kedua kaki merapat, kedua tangan lurus keatas, kedua telapak tangan keatas menghadap ke atas. Jari2 ke arah dalam (berhadapan). Gerakan Goyang Kaki Kedua kaki merapat,lutut ditekuk, hitungan 1-8 Pundak jijit.

Badan Ke dua bahu bergantian diputar ke bawah dan ke belakang. Ketika bahu diputar ke kedepan badan merendah gerak kewer doyong ke depan, ketika bahu di putar kebelakang posisi badan lurus. hitungan 1-8 Tangan Ke dua siku lengan di tekuk hingga ke dua jari tengah menyentuk pundak. hitungan 1-8 Kepala Ke kanan dan ke kiri.

hitungan 1-8 Gerak kewer Gonjingan di lakukan 2 x. 16. Gibang Selendang Kaki Kaki kanan dan kiri berjalan 6 x 8 Badan Merendah Tangan Tangan kanan direntangkan ke samping kanan memegang selendang jari2 ke bawah. Tangan kiri lurus ke depan memegang selendang. Kepala Ke kanan dan kiri sama gerak kewer gerak kaki. Gerak tangan bergantian setiap 2 x 8 hitungan 17.

Nindak Kagok Kaki Kaki kiri kanan ditekukjari2 kaki kanan dijejakkan ke lantai, lalu diangkat dan menendang. 1-2 Badan Menghadap kesamping kanan, merendah doyong ke depan 1-2 Tangan Lengan ditekuk, kedua tangan bersilang di depan, telapak tangan menghadap ke atas jari2 kebawah, 1-2 kemudian kedua tangan mengambil selendang yang ada disamping pinggang lalu Kepala Melihat ketangan di depan dada lalu ke depan.

1-2 Kaki Kaki kiri kanan ditekukgerak kewer kaki kanan dijejakkan ke lantai, lalu diangkat dan menendang. 3-4 Badan Menghadap kesamping kanan, merendah doyong ke depan 3-4 Tangan Lengan ditekuk, kedua tangan gerak kewer di depan, telapak tangan menghadap ke atas jari2 kebawah, kemudian kedua tangan mengambil selendang yang ada disamping pinggang lalu 3-4 Kepala Melihat ketangan di depan dada lalu ke depan.

3-4 Selanjutnya kembali melakukan gerak gibing 3 x 8 dilanjutkan dengan gerak kagok dan ditutup dengan koma pendek satu hitungan. Selanjutnya kembali lakukan gerak Gibang 1 x 9 dan di akhiri dengan gerak Kewer dengan dua tangan. Demikian yang bisa saya tuliskan tentang Gerak Dasar Tari Betawi, semoga bermanfaat.

Yang mau menambahkan dengan yang lebih baik silahkan di kolom komentar. Ada vidio bagus untuk menyimak tari betawi ini silahkan disimak di bawah ini. Gerakan Tarian Topeng Betawi DKI Jakarta - Tari Topeng Betawi adalah kesenian tarian tradisional betawi Jakarta yang memakai topeng sebagai ciri khasnya.

Tari Topeng Betawi ini merupakan perpaduan antara musik, seni tari, dan nyanyian. Sejarah tari topeng betawi Tari Gerak kewer Betawi adalah tarian dari hasil pencampuran dan pengaruh dari tari sunda serta China seperti Jaipong yang menggunakan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Tetapi di Jakarta bisa gerak kewer daerah yang paling dinamik kerana memiliki seni tari dengan gaya serta koreografi yang dinamik selain seni tari lama.

Tari Topeng Betawi ini awalnya dipentaskan secara berkeliling oleh para seniman. Mereka biasanya diundang sebagai pengisi hiburan seperti pada acara pesta pernikahan, khitanan, dan lainnya. Menurut kepercayaan dari masyarakat betawi, tarian ini dapat menjauhkan dari malapetaka.

Namun seiring dengan perubahan zaman, kepercayaan itu mulai luntur dan kemudian menjadikan tarian ini hanya sebagai sarana hiburan. Namun walaupun kepercayaan tersebut mulai hilang, tarian ini tetap diadakan untuk memeriahkan acara pesta atau acara adat.

Tarian topeng betawi diawali dengan lagu yang diiringi oleh musik pengiring. Setelah itu para penari keluar sambil menari dengan menggunakan topeng. Gerakan yang dilakukan para penari tergantung pada tema yang dibawakan. Tema yang dibawakan dalam tarian ini tergolong variatif diantaranya adalah cerita legenda, kritik sosial, kehidupan masyarakat, dan cerita klasik lainnya. Tari Topeng Betawi ini merupakan tarian yang bersifat teatrikal.

gerak kewer

Sehingga ada pesan yang disampaikan melalui gerakan para penari dalam menari. Dalam menarikan Tari Topeng Betawi ini tidaklah mudah. Ada 3 (tiga) hal yang wajib dimiliki para penari topeng betawi. pertama, penari harus gendes, yakni luwes atau lemah gemulai. Gerakan Tari Topeng Betawi Gerakan Tari Topeng Betawi ini terdiri dari a. Gerak Napat Nindak 6 x 8 hitungan. b. Gerak Selancar 6 x 8 hitungan. c. Gerak kewer 6 x 8 hitungan. d. Gerak Kewer Ganda 3 x 8 hitungan.

e. Gerak Plak Blang 7 x 8 hitungan. f. Gerak Gibang (jalan berputar/ melingkar) 6 x 8 hitungan. Kostum Tari Topeng Betawi Busana Tari Topeng Betawi terdiri atas : a.

Kain sarung betawi. b. Kebaya dengan lengan rumbai-rumbai. c. Kembang Kelapa (hiasan kelapa) d. Kondel Cepol. e. Toka-toka. f. Kalung. g. Anting h. Pending. Kostum yang digunakan dalam Tari Topeng Betawi juga tergantung pada tema yang dibawakan, namun masih tidak lepas dari busana khas dari betawi.

Bagi penari pria biasanya akan menggunakan pakaian seperti pakaian hitam, celana panjang, kaos oblong, dan kain sarung.

Selain itu pada bagian kepala biasanya akan menggunakan peci atau ikat kepala. Bagi para penari wanita biasanya menggunakan kain panjang dan juga pakaian kebaya yang dilengkapi gerak kewer selendang. Selain itu bagian kepala juga memakai mahkota warna warni yang biasa disebut dengan kembang topeng.

Dan tidak lupa juga memakai topeng yang menutupi wajah dari para penarinya. Topeng yang digunakan para penari terbuat dari kayu. Topeng tersebut tidak memakai pengikat pada kepala, tetapi penari menempelkan ke wajah mereka dengan cara digigit pada bagian dalam topengnya.

Demikian Sejarah Tari Topeng dan gerakan Tarian Topeng Betawi khas jakarta
Gerak Tari Tradisional (Teori Penampilan & Contoh Praktik) - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 3.1 Artikel Terkait Tari merupakan seni yang menggunakan gerak kewer tubuh sebagai wahana penyampaian nilai estetis, ekspresi, dan segenap bagian keindahannya yang lain.

Namun demikian, seni tari juga merupakan salah satu seni pertunjukan yang tidak dapat berdiri sendiri. Penampilan tari tidak hanya mengenai gerak tubuh saja, melainkan suatu kesatuan dari beberapa seni secara sekaligus termasuk seni musik. Oleh karena itu, sebelum meragakan gerak tari kita harus memahami arti dari penampilan tari secara keseluruhan terlebih dahulu.

Pengertian Penampilan Tari Dalam sebuah pagelaran seni tari, musik dibutuhkan untuk mendukung pertunjukannya. Tanpa musik maka tari akan terasa kurang hidup dan kurang menarik untuk disaksikan.

Iringan musik juga dapat membantu menggambarkan suasana tertentu seperti kegembiraan, kesedihan, kemarahan dan dapat memberikan penegasan dalam ungkapan gerak. Bunyi-bunyian gerak kewer mengiringi tarian juga dapat membantu mengenali tarian tersebut.

Dengan kata lain, iringan tari sebagai unsur pendukung harus dapat mengiringi tarian secara serasi yaitu antara gerak dengan iringannya. Oleh karena itu, penampilan tari sangat tidak dapat dipisahkan dari berbagai unsur pendukung lainnya seperti iringan musik. Dapat disimpulkan bahwa pengertian penampilan tari adalah penyajian seni tari beserta seluruh unsur pendukung tari seperti iringan musik, kostum, dekorasi, panggung agar tari dapat ditampilkan secara maksimal dan dapat dinikmati sebagai karya seni yang dapat menghibur serta memukai penonton.

Praktik Gerak Dasar Tari Gerak kewer Hitungan Dapat dipahami bahwa penampilan tari merupakan suatu penyajian holistik yang menyangkut keseluruhan unsur intrinsik dan ekstrinsik seni tari.

Namun demikian sejatinya gerak merupakan unsur utama yang membuat seni tari berbeda dari seni lainnya. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk memahami penampilan tari adalah dengan mempraktikannya. Salah satu pertunjukkan tari yang paling banyak digemari di negeri adalah penampilan tari tradisional. Rasanya tidak mengherankan, karena di Indonesia beragam warisan tradisi tari amatlah banyak di seluruh penjuru negeri.

Oleh karena itu, dalam mempelajari gerak tari kita dapat memulainya dari mempelajari gerak tari tradisional terlebih dahulu. Kita dapat melakukannya dengan hitungan terlebih dahulu sebelum melakukannya dengan iringan musik. Berikut adalah gerak dasar tari ada dua jenis yaitu gerak dasar tari Betawi dan gerak dasar tari Melayu Lenggang Patah Sembilan.

Gerak Dasar Tari Betawi Berikut adalah berbagai gerak dasar dari tari Betawi yang disajikan berdasarkan gerak atau sikap yang harus diambil oleh tubuh yang meliputi kaki, badan, tangan, dan kepala.

1. Sikap Gabang Kaki kanan di depan kaki kiri Ditekuk sehingga lutut menghadap serong kanan dan kiri. Badan merendah, dada di busungkan dengan mengempiskan perut. Tangan kanan di tekuk depan dada jari tangan mengarah ke depan telapak tangan samping kiri, tangan kiri ditekuk sejajar pinggang jari2 ke depan telapak tangan ke bawah. Kepala lurus memandang ke depan. 2. Gibang Gibang dilakukan dengan gerak kaki yang berjalan melangkah kanan kiri dengan posisi tangan sikap gibang (gerak pokok yang telah dijelaskan di atas).

Badan merendah, dada dibusungkan dengan gerak kewer perut. Posisi tangan kanan di tekuk depan dada jari tangan mengarah kedepan telapak tangan samping kiri, tangan kiri ditekuk sejajar pinggang jari2 ke depan telapak tangan ke bawah (bergantian posisi tangan kanan dan kiri setiap 8 hitungan).

Goyang kepala sesuai dengan gerak langkah kaki. 3. Koma Putes Rapatkan kedua kaki jarak antara gerak kewer 2 kepal, lutut terbuka. Telapak kaki mengarah diagonal. Badan sedikit condong ke depan. Kedua tangan direntangkan ke samping sebatas pinggul, telapak tangan kiri kanan menghadap ke atas.

gerak kewer

Kemudian jari2 tutup seperti menggenggam diputar lalu dibuka jari2 mengarah ke atas, telapak tangan kanan dan kiri menghadap ke samping. Gerak kewer menghadap ke depan. 4. Rapat Nindak Sikap kaki dilakukan dengan lutut terbuka mengarah diagonal. Badan menggenjot dan merendah. Tangan kiri sedikit ditekuk, telapak tangan diputar, telapak tangan menghadap serong kiri Tangan kanan gerak kewer selendang lalu dibuang ke samping kanan.

Kepala menoleh ke kiri ke depan (tu), kembali ke kiri. Kaki kiri dirapatkan ke kaki kanan melangkah kaki kiri. Sikap badan merendah. Selanjutnya pada saat badan merendah, tangan kanan sedikit ditekuk, telapak tangan diputar, telapak tangan menghadap serong kanan.

Tangan kiri memegang selendang lalu dibuang ke samping kiri. Kemudian kepala menoleh ke kanan ke depan, kembali ke kanan. Gerak rapat nindak dilakukan dalam hitungan 1×8+6 5. Koma pendek Koma pendek diawali dengan sikap kaki yang merapat dibarengi dengan sikap badan yang tegak.

Selanjutnya kedua tangan direntangkan ke samping sebatas pinggang, telapak tangan menghadap ke samping jari-jari ke bawah. Kepala menghadap ke depan. Tangan atau tepatnya lengan sedikit di tekuk Kedua telapak tangan ditutup diputar di buka ke 2 lengan lurus jari-jari.

gerak kewer

6. Selancar Kaki kanan melangkah di depan kaki kiri, lutut tetap mengarah diagonal (ada rongga di antara ke dua lutut), ketika melangkah kaki menggenjot.

gerak kewer

Sikap badan selancar adalah merendah. Tangan kanan merentang ke samping sejajar pinggul, telapak tangan ke samping kanan jari2 ke atas. lengan kiri serong ke depan siku di tekuk, pergelangan tangan di putar keluar sehingga telapak tangan menghadap diagonal, jari-jari ke bawah. Kepala melihat ke tangan kiri. Kaki kiri melangkah di depan kaki kanan, lutut tetap mengarah diagonal (ada rongga di antara ke dua lutut), Ketika melangkah kaki menggenjot.

Selanjutnya sembari masih merendahkan badan tangan kiri merentang ke samping sejajar pinggul, telapak tangan ke samping kiri jari2 ke atas, lengan kanan di tekuk pergelangan tangan di putar keluar sehingga telapak tangan menghadap diagonal, jari-jari ke bawah. Pada hitungan ini, kepala melihat ke tangan kanan. Kaki kiri melangkah ke depan kaki kanan. Dengan sikap badan merendah, tangan kiri di pinggang, tangan kanan ditekuk jari gerak kewer menyentuh pundak kanan. Kemudian kepala melihat ke kanan.

Gerak selancar di lakukan 6×8 hitungan +7. Kaki kanan gerak kewer di depan gerak kewer kiri. Tangan kiri tetap di pinggang, tangan kanan direntangkan ke samping kanan sejajar pinggang, telapak tangan mengarah ke samping kanan, jari2 menghadap ke atas. Kepala melihat ke kiri. Gerak transisi dari gerak pokok selancar ke gerak pokok kewer. Pada hitungan ini, kepala melihat gerak kewer kiri.

7. Kewer Kaki melakukan lelangkah ke kaki kiri. Posisi badan merendah. Tangan kanan ditekuk sehingga jari2 menyentuh pundak. Tangan kiri tetap di pinggang. Kepala menghadap ke samping kanan. Selanjutnya kaki kanan melangkah di depan kaki kiri dengan badan merendah. Tangan kanan direntangkan ke samping kanan sejajar pinggang, telapak tangan menghadap ke samping kanan jari2 ke atas, tangan kiri di pinggang. Kepala menghadap ke kiri. Gerak kewer dilakukan sebanyak 3×8 pada hitungan dengan cara berhenti sejenak, demikian juga pada hitungan sejenak, dilanjutkan dengan hitungan selanjutnya.

Gerakan kaki dilanjutkan dengan merapat ke kaki kanan. Badan merendah kemudian tangan kiri ditekuk sehingga jari tangan menyentuh pundak kiri, tangan kanan gerak kewer ke samping kanan sejajar pinggang,telapak tangan menghadap ke samping kanan, jari2 tangan kanan ke atas.

Kepala melihat ke samping kiri. Hitungan selanjutnya langkahkan kaki kiri ke depan kaki kanan sambil merendahkan badan. Tangan kiri lurus ke samping kiri sejajar pinggang telapak tangan menghadap ke samping kanan jari2 ke atas, tangan kanan di pinggang kanan. Kepala melihat ke samping kanan. Gerak kewer dapat divariasikan dengan cara mengubah arahnya dari ke kanan menjadi ke kiri.

Variasi selanjutnya adalah kewer-kewer, dilakukan dengan cara melakukan kewer kanan dan kiri gerak kewer bergantian. 8. Cendol Ijo Sikap kaki merapat, jarah ke dua tumit satu kepal.

Badan merendah, pinggul di yoyang ke kanan dan ke kiri. Kedua tangan ditekuk, tangan diletakkan di pinggang. Kepala menoleh ke kanan dan ke kiri.

Selanjutnya gerakan transisi dilakukan dengan menjinjitkan kedua kaki, kiri dibelakangi kaki kanan. Kaki kanan sebagai poros putar ke kiri sehingga ke dua kaki menjadi sejajar, menghadap ke belakang (membelakangi penonton). Badan merendah berputar ke kanan. Badan diluruskan setelah kedua kaki sejajar kemudian kembali rendah. Tangan kiri di tekuk diletakkan di depan pinggang kiri.

Tangan kanan direntangkan sejajar pinggang. Setelah kedua kaki sejajar (membelakangi penonton), tangan mengambil selendang lalu lengan ditekuk. Kedua tangan yang menggenggam selendang diletakkan di belakang pinggang. Pada saat berputar kepala melihat ke kanan, kemudian lurus ke depan setelah membelakangi penonton.

9. Pakblang Tumit kaki kanan diletakkan ke samping kanan, jari-jari kaki menghadap ke atas. Jarak kaki kiri dan tumit kanan setengah lengan.

gerak kewer

Sikap badan lurus ke depan. Siku tangan kiri ditekuk hingga jari tangan kiri menyentuh pundak, tangan kanan direntangkan ke samping kanan sejajar pinggang. Kepala menghadap ke kiri. Tumit kaki kiri diletakkan ke samping kiri, jari-jari kaki menghadap ke atas.

Jarak kaki kanan dan tumit kiri setengah lengan. Pada bagian ini badan gerak kewer ke depan. Siku tangan kanan ditekuk hingga jari tangan kanan menyentuh pundak kanan, tangan kiri direntangkan ke samping kiri sejajar pinggang.

Kepala menghadap ke kanan. 10. Blongter Kedua kaki merapat gerak kewer tumit bertemu, lutut menghadap serong ke samping (terbuka). Badan merendah tegak, torso digerakkan ke kanan dan ke kiri sehingga bahu mengikuti gerak torso. Siku tangan kanan ditekuk segaris samping dada, telapak tangan menghadap ke depan, jari2 menghadap ke atas. Lengan kiri direntangkan sejajar pinggang, tangan menjimpit selendang dengan jari2 kearah bawah. Kepala menoleh ke arah kanan dan kiri sesuai dengan gerak torso.

Gerakan transisi blongter dilakukan dengan menjinjitkan kedua kaki, dengan urutan kaki kiri dibelakangi kaki kanan. Kaki kanan sebagai poros putar ke kiri sehingga kedua kaki menjadi sejajar, menghadap ke belakang (membelakangi penonton). Badan merendah berputar ke kanan.

Badan diluruskan setelah kedua kaki sejajar kemudian kembali rendah. Tangan kiri di tekuk diletakkan di depan pinggang kiri. Tangan kanan direntangkan sejajar pinggang. setelah kedua kaki sejajar (membelakangi penonton), tangan mengambil selendang lalu lengan ditekuk.

Kedua tangan yang menggenggam selendang diletakkan di belakang pinggang. Pada saat berputar kepala melihat ke kanan, kemudian lurus ke depan setelah membelakangi penonton.

11. Goyang Plastik Posisi kaki, badan, tangan dan kepala sama dengan ge pingggang di gerakkan dua kali dalan satu hitungan.

(go 2 x 8 ditutup dengan koma putes. 12. Geleyong Gerak sambung antara goyang plastik pertama ke kedu tiga ke empat. 13. Tindak Empat Tumit kaki kanan menjejak lurus ke depan. Posisi badan tegak. Kedua tangan lurus ke depan serong sejajar kepala, telapak tangan kiri menghadap ke dalam jari2 kanan mengarah ke samping kanan, telapak tangan kanan menghadap ke depan/ke luar jari2 tangan ke arah sorong kiri.

(selancar Empat). Kepala melihat ke tangan kanan. 14. Gonjingan Tumit kaki kanan di jejakkan ke samping kanan, lutut kaki kiri ditekuk. Badan tegak merendah. Kedua tangan diayun ke samping kanan sehingga tangan kiri berada di depan dada, kedua telapak tangan menghadap ke samping kanan, jari2 mengarah ke atas.

Kepala melihat ke gerak kewer kanan. Dapat divariasikan dengan mengubah arah ke kiri. 15. Gibang Selendang Kaki kanan dan kiri berjalan dengan posisi badan merendah. Tangan kanan direntangkan ke samping kanan memegang selendang jari-jari ke bawah. Tangan kiri lurus ke depan memegang selendang.

Kepala menghadap ke kanan dan kiri disamakan dengan gerak kaki. 16. Nindak Kagok Kaki kiri kanan ditekukjari-jari kaki kanan dijejakkan ke lantai, lalu diangkat dan menendang. Badan menghadap ke samping kanan, merendah doyong ke depan. Tangan ditekuk, kedua tangan bersilang di depan, telapak tangan menghadap ke atas jari2 ke bawah. Kemudian kedua tangan mengambil selendang yang ada di samping pinggang. Selanjutnya kepala melihat ke tangan di depan dada lalu ke depan.

Gerakan nindak kagok dapat dilakukan dengan arah sebaliknya. Ragam Gerak Tari Lenggang Patah Sembilan Dinamakan tari Lenggang Patah Sembilan karena sesuai dengan pepatah Melayu lama. “Lenggang Patah Sembilan, semut dipijak tidak mati, antan terlanda patah tiga” (Tim Kemdikbud, 2018, hlm. 127). Makna yang tersirat pada tarian mengungkapkan corak gerak kewer ini sangat lembut namun pasti.

Menyatakan bahwa seseorang itu harus memiliki budi pekerti yang halus dan luhur, tetapi mempunyai ketegasan dalam berpikir dan bertindak. Lagu yang mengiringi tarian Lenggang Patah Sembilan adalah Kuala Deli, Damak, Makan Sirih, Anak Tiung, Tudung Periuk, Batu Belah, Tudung Saji, Mas Merah, Burung Putih. Berikut adalah ragam gerak tari Lenggang Patah Sembilan. • Lenggang di tempat dan Patah Sembilan 1 x 8. • Lenggang mengubah arah dan patah sembilan (arah ke belakang) 1 x 8.

• Lenggang mengubah arah dan patah sembilan (arah ke luar) 1 x 8. • Lenggang mengubah arah dan patah gerak kewer ( arah ke dalam ) 1 x 8. • Lenggang mengubah arah dan patah sembilan ( kembali ke depan ) 1 x 8.

• Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan gerak kewer, 1 x 8. • Lenggang maju lurus ke depan dan patah sembilan, 1 x 8.

• Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan, 1 x 8. • Lenggang mengubah arah, maju lurus dan patah sembilan (ke luar) 1 x 8. • Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan1 x 8. • Lenggang mengubah arah, maju lurus dan patah sembilan (ke belakang ) 1 x 8. • Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan 1 x 8. • Lenggang mengubah arah, maju lurus dan patah sembilan ( ke dalam ) 1 x 8.

• Hitungan 1 – 4 menghadap ke depan. Tari Cokek Onde-Onde Tari Cokek Onde-Onde (diciptakan oleh Joko S.S) adalah tarian pergaulan yang menceritakan tentang kehidupan penari Cokek, karena perkembangannya tari Cokek dipentaskan oleh sepasang muda-mudi dengan rasa riang, suka canda dan gembira (Tim Kemdikbud, 2018, hlm.

130). Penari-penari tersebut selain menari juga sambil bernyanyi. Tari Cokek ini dibawakan secara berpasangan yaitu ada penari wanita dan penari laki-laki. Tarian Cokek Onde-onde menampilkan gerakan-gerakan gerak kewer dan lincah terutama pada penari wanitanya, yaitu gerak jongkok loncat Nguk-nguk, gerak saling memegang tangan, memegang bahu, menunjuk dahi, Selancar, Rapat Nindak, Selut, blongter dan melakukan gerak pencak silat Selat yang merupakan bagian dari Pencak Silat Beksi, Pencak silat ini hanya bersifat pengembangan.

Gerak-gerak dalam tari Cokek Onde-onde dilakukan sambil goyang pinggul, saling membelakangi dan saling berhadapan dengan pasangannya. Tari Cokek Onde-Onde memiliki teknik gerak yang tidak terlau rumit yang setiap melakukan satu motif gerak pasti selalu dibarengi dengan gerak goyang, dalam melakukan gerak Cokek Onde-onde harus lincah dan dinamis, sehingga penari wanita dan laki-laki terlihat serasi. Tarian Cokek ini diiringi orkes Gambang Kromong yang terdiri dari instrumen: gambang (dengan sumber suara sebanyak 18 buah bilah, terbuat dari kayu), kromong (terdiri dari 10 buah), gihyan/teh yan (rebab berukuran kecil), kendang, kenong (gong kecil), gong, kecrek (beberapa bilah perunggu yang diberi landasan kayu untuk dipukul-pukul sehingga berbunyi crek-crek.

Judul lagu agu pengiring tari Cokek Onde-Onde adalah lagu Onde-Onde. Ragam Gerak Tari Cokek Onde-Onde • Jongkok (Sojah) Tangan sungkem dan kaki setengah duduk (Sojah), goyang sambil berdiri dan sembah. • Rapat Nindak Tangan diukel kanan dan kiri, posisi kaki kanan di depan bergantian sambil melangkah maju, seblak gleyong buang sampur kekanan lalu kengser kekiri. • Selancar Tangan diukel keluar setengah lingkaran, kaki kanan didepan dan bergantian melangkah mundur.

Lalu Seblak, adegadeg, tangan dibuka dan goyang, koma. • Goyang Plastik Posisi tangan selut ( tangan diagonal), goyang pinggul, posisi badan merndah. Kaki bergantian ke depan kanan dan kiri. Lalu seblak Nindak Kagok (buang sampur dengan kaki kanan diangkat) gerak kewer dan kiri. • Blongter Posisi silang diayun lalu kedua tangan ke depan, koma muter trisik. • Sabet sampur Sabet kiri ke depan, sabet kiri ke samping kiri, sabet ke kanan, samping kanan, seblak kalungkan selendang ke pasangan tarik gerak kewer Loncat Nguk-nguk.

Kaitkan selendang ke pasangan • Kewer atas Tangan kanan ditekuk ke pundak dan tangan kiri lurus, berjalan ke samping. Gerak kaki putra diangkat, koma, penari putra mengaitkan selendang ke pinggang kepada penari perempuan, berhadapan. Terakhir goyang dan Gibang (kedua penari memegang selendang ditarik ke depan) sambil berjalan pulang.

• Loncat Nguk-Nguk Kedua tangan lurus ke depan, sambil loncat, koma gleyong, lalu kewer atas (tangan kanan ditekuk ke pundak dan tangan kiri lurus) kaki di buka dan merendah dan bergantian lalu ngaca gerak kewer kanan di depan wajah dan tangan kiri di tekuk ke pundak) koma goyang mundur, koma tangan pak blang.

• Nindak 4 Pegang pundak dan koma Pegang telinga koma Nguk-nguk Nindak Patok. Goyang, koma dan Nguk-nguk. Goyang munjuk, koma mincit, patok dan gerak kewer. Putra Silat 1 x 8 • Silat Putra dan putri Silat Slewan (Sabung). • Blongter Kedua tangan memegang selendang, lurus ke samping. Putri putar pegang selendang dan putra pegang selendang berada di belakang putri. Koma putri goyang selut dan putra blongter fariasi lalu koma. Referensi • Tim Kemdikbud. (2018). Seni Budaya X, semester 2.

Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan Trending • Model Pembelajaran Inquiry Learning (Penjelasan Lengkap) Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (10) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan
noneJakarta - Gerak dasar tari merupakan hal penting yang harus dipelajari dan dikuasai oleh penari.

Hal ini dikarenakan gerak dasar merupakan unsur pokok dalam tari yang berfungsi membentuk kesatuan tarian utuh dan menciptakan keindahan. Perlu diketahui, setiap tarian memiliki gerak dasar tari yang beragam.

Hal inilah yang menyebabkan setiap tarian memiliki ciri khas dan keunikan dalam gerakannya. Baca juga: 99 Tari Daerah di Indonesia dan Asalnya, Siswa Perlu Tahu Gerak dasar tari juga tidak terpaku pada gerak tari baku sehingga dapat dikembangkan menjadi gerak tari kreasi.

Namun, pada dasarnya gerak dasar gerak kewer terbagi menjadi empat bagian, yaitu gerak dasar kepala, tangan dan lengan, badan, serta kaki. Gerak Dasar Tari Mengutip buku Seni Budaya Kelas X yang ditulis oleh Zackaria Soetedja, dkk., berikut ini merupakan beberapa gerak dasar tari yang umumnya terdapat pada tari tradisi pada sejumlah daerah di Indonesia. 1. Gerak dasar kepala a. Gilek: Kepala bergerak membuat lengkungan ke bawah, kiri, dan kanan.

b. Galieur: Gerak halus pada kepala yang dimulai dengan menarik dagu. Kemudian, ditarik dengan leher kembali ke arah tengah.

gerak kewer

c. Pacak gulu atau Jiling: Menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan secara cepat. d. Gelengan kepala tengok ke kanan dan kiri. 2. Gerak dasar tangan dan lengan a. Ngithing Mempertemukan jari tengah dan ibu jari sehingga membentuk lingkaran, serta menekuk semua jari membentuk setengah lingkaran.

b. Nyampurit (Sunda) atau nyempurit (Jawa) Menempelkan ujung ibu jadi dan ujung jari telunjuk. Lalu, jari tengah dan jari manis ditekuk ke bawah membentuk setengah lingkaran, sedangkan jari kelingking diarahkan ke atas sehingga bentuknya menyerupai kepala burung. c. Ngrayung Membuka telapak tangan dan menekuk ibu jari menempel ke telapak tangan. d. Pa'blang (Betawi) Meluruskan kedua tangan ke atas dengan telapak tangan mengaah ke atas.

e. Capang (Sunda) Gerakan membengkokan salah satu tangan. f. Ukel Gerakan memutar pergelangan tangan dengan arah berlawanan jarum jam dengan posisi tangan ngitihng. 3. Gerak dasar badan a. Hoyog: Gerakan badan dicondongkan ke gerak kewer kanan atau kiri. b. Engkyek: Gerakan badan dicondongkan ke kiri atau kanan dengan sikap tangan lurus ke samping.

c. Polatan: Gerakan arah pandangan. d. Oklak: Gerak dasar tari dengan menggerakkan pundak ke depan dan belakang. e. Entrag: Menghentakkan badan ke bawah berkali-kali seperti gerakan per yang gerak kewer dan dilepas kembali.

4. Gerak dasar kaki a. Debeg: Gerak dasar tari kaki dengan menghentakkan ujung telapak kaki. b. Gejuk: Menghentakkan kaki ke belakang dengan posisi jinjit. c. Adeg-adeg: Kesiapan sikap dasar kaki pada saat mulai menari.

d. Wedhi kengser (Jawa) dan Seser (Sunda): Gerakan menggeser telapak kaki ke samping kanan dan kiri. e. Trecet: Gerakan bergeser ke samping kiri atau kanan dengan kaki jinjit dan lutut ditekuk. f. Trisig (Jawa): Gerakan berpindah tempat, maju, mundur, dan berputar. Gerakan ini dilakukan dengan berlari kecil sambal berjinjit dan tubuh agak merendah. g. Tunjak tancep: Gerak dasar tari sikap berdiam diri. Gerak Dasar Tari Jawa Gerak pada tarian tradisi Jawa biasanya tertuju pada gerakan yang tumbuh dan berkembang di keraton atau istana.

Setiap gerakan yang berkembang di keraton memiliki gerak kewer, makna, serta fisolosofi tersendiri. Beberapa gerak dasar tari tradisi Jawa adalah srisig, sabetan, hoyog, lumaksana, kengser, seblak sampur, dan ulap-ulap. Gerak tari gerak kewer Jawa memiliki ciri khas gerakan yang lembut. Gerak Dasar Tari Betawi Tari tradisi Betawi dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni Tari Topeng dan Tari Cokek. Untuk membentuk satu tarian utuh, tari tradisi Betawi memiliki gerak dasar tari yang terdiri dari gibang, selancar, rapat nindak, kewer, pakblang, goyang plastik, dan gonjingan.

Gerak dasar tari ini dapat dikembangkan menjadi gerak yang lebih ritmis dengan ruang gerak yang lebih luas. Gerak Dasar Tari Bali Tarian merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali. Hampir semua rutinitas keagamaan, maupun upacara adat semuanya mengandung unsur tarian. Baca juga: 15 Tarian Papua Beserta Asal Daerahnya Gerak dasar tari tradisi Bali terdiri dari, ngumbang, gerak kewer, angsel, piles, dan ngeseh.

Gerakan tari Bali yang dinamis ini dilengkapi dengan gerakan mata (nyeledet) yang menjadi ciri khas tari Bali. Gerak Dasar Tari Toraja (Sulawesi Selatan) Ciri khas dari Tari Pa'gellu asal Toraja adalah seorang penari yang menari di atas Gendang. Gerak dasar tari dari tari Pa'gellu adalah gerak pa'gellu, pa'tabe, pa'gellu tua, pang'rapa pentalun, panggirik tangtaru, dan pa'tutu. Setiap gerakan dalam Tari Pa'gellu ini merupakan simbol keseharian masyarakat Toraja dengan nilai filosofi yang dianut dalam aturan dan adat leluhur mereka.

Demikianlah penjelasan mengenai gerak dasar tari pada beberapa daerah di Indonesia. Detikers berminat untuk mempelajari salah satunya? Simak Video " Unjuk Kebolehan Seniman Tari Lintas Negara di Gelaran 'Asia Tri 2021'" [Gambas:Video 20detik] (erd/erd)
Objek ini bentuknya bisa Gibang pada tari topeng berupa benda, alam, suara dan rasa.

Tari Betawi diklasifikasikan menjadi dua jenis tari yaitu bentuk tari Topeng dan tari Cokek. Ragam gerak dasar gerak kewer tari Betawi terdiri dari Gibang, selancar, rapat nindak, kewer, pakblang, goyang plastik dan gonjingan. Dari ragam gerak dasar itu dapat dikembangkan lagi menjadi gerak yang lebih gerak kewer dengan ruang gerak yang lebih luas.

Tari adalah bagian dari kehidupan masyakat Bali, nyaris semua rutinitas upacara keagaman atau upacara adat didalamnya terdapat unsur tari. Ragam gerak dasar tari bali terdiri dari ngumbang, agem, angsel, piles dan gerak kewer. Gerakkan tari bali yang sangat dimanis dengan ciri khas geraknya ditambah dengan gerakan Ngumbang pada tari Legong Kraton mata (nyeledet). Ragam gerak dasar pada tari dayak yang berasal dari Kalimantan mempunyai gerak terbang, duduk, memutar gong dan merendah.

Dengan properti tari di pegang ditangan dan terbuat dari bulu-bulu ekor burung Enggang. Seorang penari yang menari di atas Gendang menjadi ciri khas dari tari Pa’gellu dari Toraja (Sulawesi Selatan).

Ragam gerak dasar tari Pa’gellu dari yaitu gerak Pa’gellu, Pa’tabe, Pa’gellu Tua, Pang’rapa Pentalun, Panggirik Tangtaru, Pa’tutu. PELAJARI: Apa yang Dimaksud Kardinalitas Himpunan?

gerak kewer

Tari pa’gellu di pertunjukkan di setiap upacara/ritual syukuran atau “Rambu Tuka” dikalangan suku Toraja dengan diiringi intrumen gendang. Setiap gerakan-gerakannya dalam pa’gellu adalah simbol keseharian masyarakat Toraja yang mempunyai nilai filosofi yang dianut dalam ketentuan dan adat leluhur mereka. Gerak yang baku dan dikembangkan menjadi gerak kreasi baru diperoleh dari hasil eksplorasi gerak yang dilakukan penari dengan rangsangan imajinasi dan terjadilah respon gerak yang spontan lalu diolah menjadi gerak yang indah.

Gerak pada tarian daerah Jawa biasanya tertuju pada gerak yang bertumbuh dan berkembang di keraton atau istana. Gerak – gerak yang berkembang di keraton mempunyai aturan- ketentuan tersendiri dalam melakukannya. Setiap gerak mempunyai makna dan filosofi tersendiri.

Gerak dasar pada tari Jawa terdapat srisig, sabetan, hoyog, lumaksana, kengser, seblak sampur, ulap-ulap. Geraknya yang lembut menjadi ciri khas gerak tari Jawa. Tari Jaipong dari Jawa Barat yang berkembang dikalangan masyarakat atau gerak kewer mempunyai gerak dasar yaitu adeg-adeg, cindek, tumpang tali, keupat tumpang siku, incid diding. Fungsi Tari Sebelum memahami fungsi tari, cobalah kamu menjawab pertanyaan berikut ini: pertanyaan yang pertama apa tujuan kalian belajar?

diantara gerak kewer kalian akan menjawab agar pintar dan agar mengetahui banyak pengetahuan.

gerak kewer

Pertanyaan gerak kewer kedua kenapa seseorang itu wajib bekerja? Jelaskan pendapat kalian keduapertanyaan itu. Pada dasarnya segala aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti belajar, bekerja, bermain dan berkesenian.

Namun tari sebagai cabang kesenian bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan, tetapi juga dapat menunjang kepentingan kegiatan manusia. Indonesia adalah negara yang kaya dengan tari-tarian. Dari mulai tarian yang sangat sederhana seperti daerah-daerah pedalaman sampai daerah yang sangat indah seperti Bali dan Jawa. Namun walaupun tarian itu terdapat didaerah pedalaman tetap mempunyai nilai-nilai keindahan. Apakah kalian pernah melihat pertunjukan seni tari? dimanakah kalian melihatnya? Masuk kedalam fungsi tari apakah pertunjukan yang kalian tonton?

dari masing masing fungsi tari mempunyai peranan yang berbeda-beda. Gerak Dasar Tangan 1. Ngithing Ada yang menyebutnya dengan istilah nyekithing.

Gerak kewer posisi tangan dengan ibu jari menempel pada jari tengah, membentuk bulatan. Sedang jari yang lain ditekuk (menekuk/melengkung kebawah). 2. Ngrayung Ngrayung adalah bentuk gerak tangan dengan posisi ibu jari menempel pada telapak tangan, dan keempat jari berdiri dengan posisi jari-jari rapat. 3. Nyempurit Nyempurit, posisi jari-jari tangan hampir sama dengan ngithing.

Hanya saja posisi ibu jari menempel pada sisi jari tengah sedang jari yang lainnya posisi tekuk (melengkung ke bawah). 4. Ukel Gerakan tangan dengan memutar pergelangan tangan berlawanan arah jarum jam, dengan posisi tangan ngithing. 5. Kebyok Gerak kebyok adalah gerakan tangan dengan menggunakan selendang yang dihentakkan ke pergelangan tangan dengan menggunakan selendang sehingga selendang menyangkut dipergelangan tangan.

6. Kebyak Kebyak adalah gerakan tangan dengan menggunakan selendang yang dihentakkan atau dibuang sehingga selendang lepas dan tidak lagi menyangkut di pergelangan tangan. Gerak kebyak dilakukan setelah kebyok. 7. Ulap-Ulap Posisi tangan seperti ngrayung, dengan posisi pergelangan tangan ditekuk dan posisi ibu jari berdiri, terletak lurus pada dahi/kening (seperti hormat).

Ulap-ulap ada 2 yaitu ulap-ulap kanan dan ulap-ulap kiri. PELAJARI: Sebutkan 5 Organisasi Pergerakan Nasional a. Ulap-Ulap Kanan Ulap-ulap kanan adalah gerakan tangan kanan menekuk di depan kening, sedang tangan kiri menekuk gerak kewer (malangkerik). b. Ulap-Ulap Kiri Ulap-ulap kiri adalah tangan kiri yang menekuk di depan kening, sedang tangan kanan menekuk di pinggang (malangkerik). 8. Tawing Posisi tangan ngrayung yang terletak di depan pundak.

Posisi ini ada 2, yakni tawing kanan dan tawing kiri. Tawing kanan dilakukan tangan kanan yang diletakkan pada depan pundak kiri.

Sebaliknya tawing kiri, dilakukan tangan kiri yang diletakkan pada pundak kanan. 9. Mbaya Mangap Digunakan pada tari putra gagah.

Posisi tangan mbaya mangap adalah posisi tangan sama seperti ngrayung tetapi ibu jari tidak menempel pada telapak tangan. Ibu jari membuka lurus ke depan. 10. Nayung Digunakan pada tari putra alus. Posisi tangan kanan mbaya mangap yang letaknya di depan dada, biasanya berpasangan dengan mingkis. 11. Mingkis Pasangan nayung yang dilakukan tangan kiri, posisi dimana tangan kiri mbaya mangapdengan telapak tangan menghadap atas, terletak di pinggang kiri (trap cethik).

gerak kewer

12. Seblak Gerakan gerak kewer selendang/sampur dari pangkal ikatan selendang sampai merentang lurus kesamping badan. Kemudian arahkan selendang kebelakang. Seblak kanan kearah kanan, seblak kiri kearah kiri dengan tangan kiri, atau secara bersamaan.

13. Ngepel Posisi jari tangan mengepal, dengan ibu jari menempel di depan jari telunjuk. Digunakan pada tari putra gagah. 14. Bapang Posisi tangan pada tari putra gagah dengan telapak tangan mbaya mangap dimana tangan kiri posisi membuka menghadap atas, lengan tangan membuka kesamping. Sedang tangan kanan lengan kanan membuka lurus pundak dengan posisi telapak tangan mbaya mangap menghadap depan.

15. Kambeng Posisi lengan tangan membuka didepan dada dengan kedua tangan mengepal.

Senam Kewer Kewer




2022 www.videocon.com