Besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

Siapa yang tak mengenal koperasi? Bentuk perserikatan ini telah berkembang di tengah-tengah masyarakat sejak lama. Keberadaan koperasi dinilai mampu meningkatkan perekonomian masyarakat yang terdaftar sebagai anggotanya. Sebab tujuan dari pendirian koperasi adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan setiap anggotanya dengan cara menjual barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga murah. Seiring dengan berjalannya waktu, koperasi pun mengalami perkembangan dalam layanannya.

Tak hanya menjual barang kebutuhan pokok saja, tetapi juga melayani simpan pinjam. Bicara tentang koperasi tentu tak lepas dari SHU yang merupakan akronim dari sisa hasil usaha. Tahukah Anda apa itu SHU? Kebanyakan orang umumnya hanya memahami SHU secara sederhana, padahal SHU sendiri memiliki pengertian dan cakupan yang luas. Berikut bahasannya. Pengertian SHU koperasi SHU koperasi adalah selisih antara seluruh pendapatan yang diperoleh dengan biaya-biaya operasional koperasi, termasuk penyusutan, kewajiban lain, dan pajak dalam satu tahun buku.

Definisi SHU koperasi secara jelas dan rinci disebutkan dalam Pasal 45 Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, yaitu pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku setelah dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

Banyak yang menyamakan SHU koperasi dengan dividen perusahaan. Memang sedikit mirip, namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Dividen merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada investor atau stake holder sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki sebagai representasi dari proporsi modal yang ditanamkan pada perusahaan terkait.

Meski sama-sama sebagai keuntungan usaha, namun SHU koperasi tidak mencakup seluruh keuntungan yang diperoleh. Artinya, SHU koperasi hanya merupakan sisa keuntungan setelah dikurangi dengan dana cadangan. Pembagian SHU koperasi tidak didasarkan pada besar kecilnya simpanan sebagai modal yang ditanamkan para anggotanya, tetapi tergantung pada besar kecilnya partisipasi modal dan transaksi anggota dalam perolehan pendapatan koperasi. Semakin besar transaksi yang dilakukan anggota dalam menggunakan layanan koperasi baik jual beli maupun simpan pinjam, maka semakin besar SHU yang akan diterima.

Demikian pula sebaliknya. Jadi, SHU yang diterima oleh masing-masing anggota bisa jadi berbeda. Prinsip pembagian SHU koperasi Pembagian SHU koperasi terkait dengan tata cara dan komposisi atau jumlahnya ditetapkan dalam Rapat Anggota sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) koperasi. Jumlah SHU yang dibagikan oleh koperasi yang satu dengan lain kepada para anggotanya bisa saja berbeda. Sebab, jumlah SHU tersebut tergantung pada pendapatan usaha yang diperoleh masing-masing koperasi.

Terlepas dari jumlahnya, pembagian SHU koperasi didasarkan pada 4 (empat) prinsip yang harus diterapkan oleh setiap koperasi. Keempat prinsip tersebut adalah sebagai berikut.

• SHU yang dibagikan bersumber dari anggota Harus diingat bahwa SHU yang dibagikan kepada seluruh anggota koperasi bukanlah total keuntungan apalagi pendapatan yang diperoleh dari usaha atau layanan koperasi, melainkan sisa dari hasil usaha.

Artinya, sisa dari pendapatan setelah dikurangi dengan berbagai biaya dan dana cadangan. Itupun tak semua SHU dibagikan kepada para anggota koperasi.

SHU yang dibagikan hanyalah yang bersumber dari anggota koperasi itu sendiri. Sementara SHU yang diperoleh dari transaksi non-anggota tidak dibagikan, tetapi digunakan sebagai dana cadangan.

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

Namun tak menutup kemungkinan koperasi membagikan SHU yang bersumber dari transaksi non-anggota. Dengan catatan, pembagian tersebut telah disepakati bersama oleh seluruh anggota pada rapat tutup buku. Selain itu, pembagian SHU dari sumber non-anggota tersebut tidak mengganggu atau berdampak buruk pada likuiditas koperasi terkait.

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

• SHU sebagai bentuk imbal jasa atas partisipasi anggota Koperasi sebagai perserikatan dapat dikatakan dari anggota untuk anggota. Artinya, modal koperasi diperoleh dari anggota, layanan untuk anggota, dan hasil usahanya pun untuk para anggotanya. Atas partisipasi anggota menanamkan modal dan aktif bertransaksi demi kelancaran operasional koperasi hingga terwujudnya perolehan pendapatan, koperasi memberikan imbal jasa berupa pembagian SHU kepada para anggotanya tersebut. Berkenaan dengan pembagian SHU, pengelola koperasi bersepakat dengan para anggotanya untuk menentukan persentase dari jasa modal dan jasa usaha.

Sebagai contoh, pembagian SHU dari jasa modal adalah sebesar 30 persen, sedangkan dari jasa usaha sebesar 70 persen. • SHU dibagikan secara transparan dan terbuka Transparansi menjadi salah satu syarat pengelolaan finansial yang baik.

Demikian pula berlaku dalam pengelolaan koperasi. Pengelola harus transparan dan terbuka dalam menjalankan operasional koperasi, termasuk dalam pembagian SHU kepada para anggotanya.

Transparansi dan keterbukaan ini mutlak diperlukan agar setiap anggota dapat mengetahui total pendapatan yang diperoleh dan beban biaya yang dikeluarkan, sehingga bisa menghitung komposisi partisipasinya kepada koperasi dalam menghasilkan pendapatan.

Selain itu, SHU yang dibagikan secara transparan dan terbuka juga memberikan edukasi kepada seluruh anggota dalam membangun kebersamaan dan mengantisipasi kemungkinan adanya kecurangan yang menimbulkan kecurigaan diantara anggota.

• SHU dibayarkan secara tunai Likuiditas koperasi sangatlah penting, karena menunjukkan kemampuan perserikatan tersebut menjamin kewajibannya dengan harta lancarnya.

Artinya, koperasi yang likuid memiliki aset dan kas yang cukup untuk membiayai seluruh operasional, termasuk membagikan SHU kepada seluruh anggotanya. Terkait dengan hal tersebut, SHU harus dibayarkan secara tunai.

Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa koperasi mampu menunjukkan akuntabilitasnya sebagai badan usaha yang sehat baik kepada para anggota maupun mitra bisnisnya. Cara menghitung SHU koperasi Dalam menghitung SHU koperasi, pengelola harus jeli dalam memisahkan pendapatan yang bersumber dari anggota dan bukan anggota, kecuali sudah terdapat kesepakatan bahwa koperasi tersebut akan membagi seluruh SHU tanpa membedakan sumbernya.

Berkenaan dengan penghitungan SHU, sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu informasi dasar berupa: • Total SHU koperasi pada satu tahun buku. Jika tidak, maka harus diketahui seluruh pendapatan yang diperoleh dan beban biaya yang dikeluarkan.

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

• Persentase alokasi SHU untuk dana cadangan, jasa anggota atau jasa usaha, jasa modal, dana karyawan, dan lainnya. • Total simpanan dari seluruh anggota koperasi. • Total transaksi usaha yang bersumber dari anggota.

• Jumlah simpanan masing-masing anggota. • Omzet atau volume usaha masing-masing anggota. • Persentase SHU untuk simpanan anggota. • Persentase SHU untuk transaksi usaha anggota. Pembagian SHU koperasi tidak semata-mata dilakukan berdasarkan modal yang disimpan oleh setiap anggota, tetapi juga perimbangan jasa usaha anggota dalam bertransaksi di koperasi.

Semakin banyak modal yang disimpan dan semakin aktif anggota bertransaksi di koperasi, maka jumlah SHU yang akan diterimanya semakin besar. Pun sebaliknya. Sebagai contoh penghitungan SHU: Koperasi Sejahtera Bersama pada tahun 2018 memiliki data keuangan sebagai berikut: • Modal koperasi sebesar Rp 200.000.000,- • Transaksi usaha yang dilakukan anggota mencapai Rp 350.000.000,- • SHU sebesar Rp 110.000.000,- yang dialokasikan untuk: • Jasa modal sebesar 20% • Jasa usaha sebesar 60% • Pak Hasan merupakan salah seorang anggota koperasi memiliki simpanan sebesar Rp 15.000.000,- dan transaksi usahanya mencapai Rp 25.000.000,- Dari data tersebut, berapa jumlah SHU yang diterima Pak Hasan?

Penyelesaian: Berdasarkan studi kasus di atas, Pak Hasan berhak mendapatkan SHU baik dari modal yang ditanamkannya pada koperasi dalam bentuk simpanan dan transaksi usaha yang dilakukannya di koperasi. Untuk menghitung jumlah SHU yang diterima Pak Hasan, pertama-tama harus diketahui lebih dulu nilai dari jasa modal dan jasa usaha. Jasa modal = SHU x persentase jasa modal                   = Rp 110.000.000,- x 20%                   = Rp 22.000.000,- Jasa usaha = SHU x persentase jasa usaha                    = Rp 110.000.000,- x 60%                    = Rp 66.000.000,- Setelah diketahui nilai dari jasa modal dan jasa usaha, maka dapat dihitung jumlah SHU yang diterima oleh Pak Hasan pada tahun buku tersebut.

SHU dari jasa modal = (Simpanan per anggota/Total modal) x Jasa modal                                    = (Rp 15.000.000,- / Rp 200.000.000,-) x Rp 22.000.000,-                                    = Rp 1.650.000,- SHU dari jasa usaha = (Transaksi usaha per anggota/Total modal) x Jasa usaha                                    = (Rp 25.000.000,- / Rp 200.000.000,-) x Rp 66.000.000,-                                   = Rp 8.250.000,- Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka dapat diketahui jumlah SHU yang diterima oleh Pak Hasan adalah total SHU dari jasa modal ditambah dengan SHU dari jasa usaha, yaitu: SHU Pak Hasan = SHU jasa modal + SHU jasa usaha = Rp 1.650.000,- + Rp 8.250.000,- = Rp 9.900.000,.

Artikel Terkait • Apa Itu QRIS (Standar QR Code) • Apa Itu Wealth Management di Bank? • Apa itu Money Supply? • Apa itu Devisa? Demikianlah artikel tentang definisi SHU koperasi, semoga bermanfaat bagi Anda semua. tirto.id - SHU merupakan sistem pembagian hasil usaha dalam koperasi. Kegiatan koperasi diakhiri dengan penghitungan sisa hasil usaha (SHU) pada tiap tahun buku. Dikutip dari laman Sumber Belajar Kemdikbud, hasil yang diperoleh dari SHU akan digunakan untuk mengetahui perkembangan serta mengetahui maju mundurnya koperasi.

Oleh karena itu, SHU sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan koperasi. Pengertian Sisa Hasil Usaha (SHU) Dilansir melalui laman Kemdikbud, UU Perkoperasian No. 25 tahun 1992 merumuskan tentang SHU, yaitu: a. Sisa hasil usaha koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan; b.

Sisa hasil usaha setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh setiap anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan lain dari koperasi sesuai dengan keputusan rapat anggota; c. Besarnya pemupukan dana cadangan ditetapkan dalam rapat anggota.

Sisa hasil usaha koperasi berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota dan non-anggota; SHU dimanfaatkan untuk dana cadangan, pendidikan koperasi, dana sosial, dan dibagikan kepada anggota berdasarkan jasa yang disumbangkan kepada koperasi.

Secara lebih rinci, penggunaan SHU ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi (AD dan ART) yang diputuskan melalui rapat anggota. Pembagian SHU dilaksanakan berdasarkan pos-pos berikut: • Cadangan; • Jasa anggota berdasarkan simpanan/modal; • Jasa anggota berdasarkan pinjaman; • Dana pengurus; • Pengelola koperasi; • Dana pendidikan pegawai; • Dana pengembangan koperasi; • Dana sosial. Cara Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) Adapun, perhitungan pembagian SHU koperasi anggota bisa dilakukan jika beberapa syarat berikut terpenuhi: a.

SHU total koperasi pada satu tahun buku; b. Persentase SHU anggota; c. Total transaksi usaha; d. Total simpanan semua anggota; e. Jumlah simpanan per anggota; f. Bagian SHU untuk simpanan anggota; g. Bagian SHU untuk transaksi usaha; h. Total seluruh transaksi usaha.

Persentase besarnya alokasi pembagian SHU ditentukan dalam AD/ART yang diputuskan dalam rapat anggota. Rincian pembagiannya harus disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan menurut anggaran dasar koperasi. Dilansir dari laman E-Modul Ekonomi Kelas X (2020), SHU yang dibagikan pada anggota dalam bentuk: 1. Jasa modal /jasa simpanan Pembagian jasa modal ditentukan berdasarkan besar-kecilnya simpanan anggota di koperasi.

Semakin besar simpanan maka akan semakin besar jasa simpanan yang diterima. Rumus menghitung jasa modal/ simpanan: Jasa modal tiap anggota= (Simpanan anggota X Bagian SHU untuk jasa anggota) : Total simpanan koperasi 2.

Jasa anggota/jasa usaha Pos ini ditentukan berdasar kontribusi anggota pada koperasi sesuai dengan besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut koperasinya: a.

Koperasi konsumsi Besarnya jasa anggota pada koperasi ini berdasarkan besar kecilnya anggota berbelanja di koperasi. Untuk menghitungnya dengan rumus: SHU tiap anggota= (Penjualan pada anggota yang bersangkutan X Bagian SHU untuk jasa anggota) : Total penjualan b. Koperasi simpan pinjam Besarnya jasa anggota pada koperasi simpan pinjam tergantung dari jumlah jasa pinjaman yang diberikan anggota pada koperasi.

Rumus menghitungnya: SHU tiap anggota= (Pinjaman anggota yang bersangkutan X Bagian SHU untuk jasa anggota) : Total pinjaman di koperas c. Koperasi Produksi Besarnya jasa anggota pada koperasi produksi ditentukan oleh besar-kecilnya anggota menjual hasil produksi ke koperasi. Untuk menghitungnya dengan rumus: SHU tiap anggota= (Pembelian pada anggota yang bersangkutan X Bagian SHU untuk jasa anggota) : Total pembelian koperasi) Contoh Penghitungan SHU Berikut ini merupakan contoh penghitungan SHU: Total SHU Koperasi = Rp 97.141.305,- (th 2010) SHU untuk semua anggota = 50% x Rp 97.141.305 = Rp 48.570.652 dengan komposisi SHU anggota: • 30% atas simpanan = 30% x Rp 48.570.652 = Rp 15.428.804 • 70% atas transaksi = 70% x Rp 48.570.652 = Rp 33.999.456 Jumlah total simpanan semua anggota besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut Rp 390.350.000 Jumlah transaksi semua anggota = Rp 842.458.574 Jika pak Abdul sebagai anggota dalam 1 tahun (th.2010) memiliki: • Simpanan = Rp 700.000 • Transaksi = Rp 1.700.000 Maka: a.

SHU atas Simpanan= (Jumlah simpanan A X 30% total SHU) : Jumlah simpanan semua anggota = (700.000 X 15.428.804) : 390.350.000 = 27.667,89 b. SHU atas Transaksi = (Jumlah transaksi A X 70% total SHU) : Jumlah transaksi semua anggota = (1.700.000 X 33.999.456) : 842.458.574 = 68.607,62 Sehingga, total SHU yang akan diterima Pak Abdul adalah: = 27.667,89 + 68.607,62 = Rp 96.275,51
KOMPAS.com - Salah satu keuntungan menjadi anggota koperasi adalah mendapat sisa hasil usaha (SHU).

SHU diatur dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Dalam Pasal 45 dijelaskan bahwa: • Sisa hasil usaha koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

• Sisa hasil usaha setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh setiap anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan lain dari koperasi sesuai dengan keputusan rapat anggota. • Besarnya pemupukan dana cadangan ditetapkan dalam rapat anggota.

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

Sisa hasil usaha koperasi berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota dan non-anggota. • Penggunaan SHU antara lain untuk dana cadangan, pendidikan koperasi, dana sosial, dan dibagikan kepada anggota berdasarkan jasa yang disumbangkan kepada koperasi. Selengkapnya, penggunaan SHU tersebut ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi (AD dan ART) yang diputuskan melalui rapat anggota.

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

Baca juga: Bentuk Koperasi: Primer dan Sekunder Pembagian SHU Dikutip dari Sumber Belajar Kemdikbud, persentase besarnya alokasi pembagian SHU ditentukan dalam AD/ART yang diputuskan dalam rapat anggota. Perincian pembagiannya harus disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan menurut anggaran dasar koperasi. Perhitungan pembagian SHU koperasi anggota bisa dilakukan jika beberapa syarat berikut terpenuhi: • SHU total koperasi pada satu tahun buku • Persentase SHU anggota • Total transaksi usaha • Total simpanan semua anggota • Jumlah simpanan per anggota • Bagian SHU untuk simpanan anggota • Bagian SHU untuk transaksi usaha • Total seluruh transaksi usaha Baca juga: Tugas dan Wewenang Pengurus Koperasi Kontributor Lampung, Eni Muslihah Handing atau pemotongan pisang dari batang yang dilakukan anggota koperasi Makmur Hijau di Kabupaten Tanggamus.

Proses tersebut dilakukan dalam rumah pengemasan pisang segar milik kelompok petaniPembagian SHU koperasi memiliki aspek-aspek yang harus diperhatikan seperti peran anggota. Anggota berperan sebagai pemilik dan sebagai pelanggan. Sebagai pemilik anggota memiliki kewajiban untuk berinvestasi. Sehingga sebagai investor anggota berhak mendapatkan hasil investasi. Sedangkan sebagai pelanggan seorang anggota memiliki kewajiban berpartisipasi di setiap transaksi bisnis di koperasi. Koperasi memiliki asas demokrasi, keadilan, dan transparansi.

Baca juga: Pengertian Koperasi Menurut Para Ahli Prinsip-prisnip SHU Koperasi Berikut prinsip-prinsip pembagian SHU koperasi: • SHU yang dibagi berasal dari anggota • Karena pada hakekatnya sisa hasil usaha yang dibagi berasal dari anggota itu sendiri.

• SHU anngota dibayar secara tunai • SHU anggota harus diberikan secara tunai guna pembuktian dari koperasi besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut badan usaha yang sehat.

• SHU anggota merupakaan jasa modal dan transaksi usaha • SHU yang dibagikan berdasar insentif dari modal dari inventasi berdasar hasil transaksi para anggotanya. • SHU anggota ddilakukan transparan • Proses dalam menghitung dan jumlah yang dibagi harus diumumkan secara transparan sehingga setiap anggota bisa menghitung secara kuantitatif. Baca juga: Koperasi: Pengertian, Fungsi, Prinsip, dan Asasnya shutterstock Ilustrasi uangRumus penghitungan SHU Alokasi pembagian SHU ditetapkan dalam rapat anggota Dalam Pasasl 5 ayat (1) UU Perkoperasian disebut: "Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan pertimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi.

Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan." SHU idealnya dialokasikan menjadi: • Cadangan koperasi 35 persen • Jasa anggota berdasarkan simpanan/modal/pinjaman 40 persen • Dana pengurus 5 persen • Dana pengelola koperasi/karyawan 5 persen • Dana pendidikan pegawai 5 persen • Dana pembangunan lingkungan/pengembangan koperasi 5 persen • Dana sosial 5 persen Baca juga: Rapat Anggota Koperasi Namun alokasi ini tidak baku dan bisa tergantung keputusan anggota yang ditetapkan lewat rapat anggota.

Penghitungan SHU yang diperoleh tiap anggota koperasi diawali dengan penghitungan jasa modal, jasa penjualan, dan jasa pembelian terhadap koperasi. Berikut rumusnya seperti dikutip dari Mengenal Koperasi (2019): • Jasa modal Bagian SHU yang diterima anggota sebagai balas jasa karena menyimpan yang di koperasi.

Rumusnya yakni: simpanan anggota : total simpanan seluruh anggota × jasa modal • Jasa penjualan Bagian SHU yang diterima anggota sebagai balas jasa karena melakukan pembelian di koperasi. Rumusnya adalah: penjualan koperasi terhadap anggota : total penjualan seluruh anggota × jasa penjualan Transaksi penjualan yang dilakukan koperasi kepada anggota akan menimbulkan jasa penjualan.

Baca juga: Hak dan Kewajiban Anggota Koperasi • Jasa pembelian Bagian SHU yang diterima anggota karena produk yang dihasilkan anggota dibeli koperasi. Transaksi pembelian oleh koperasi terhadap produk anggota menimbulkan jasa pembelian. Rumusnya adalah: pembelian koperasi terhadap anggota : total pembelian seluruh anggota × jasa pembelian • SHU yang diterima tiap anggota SHU anggota = Jasa usaha anggota (jasa penjualan + jasa pembelian) + Jasa modal anggota Berita Terkait Sialnya Edi, Si Penjual Sepatu, Dibikin Susah Mobil Mewah yang Tak Pernah Dimilikinya.

5 Gebrakan Menkop Dorong UMKM Go Internasional Insentif Pajak UMKM Masih Dikeluhkan, Teten Ingin Negosiasi Kemenkeu GrabKios Resmi Berdiri, Majukan Warung Tradisional Lewat Teknologi Mau Mulai Usaha? Gojek Gelar Pelatihan Wirausaha Berita Terkait Sialnya Edi, Si Penjual Sepatu, Dibikin Susah Mobil Mewah yang Tak Pernah Dimilikinya. 5 Gebrakan Menkop Dorong UMKM Go Internasional Insentif Pajak UMKM Masih Dikeluhkan, Teten Ingin Negosiasi Kemenkeu GrabKios Resmi Berdiri, Majukan Warung Tradisional Lewat Teknologi Mau Mulai Usaha?

Gojek Gelar Pelatihan Wirausaha DAFTAR ISI • Sisa Hasil Usaha Koperasi / SHU Koperasi • Rumus Cara Menghitung SHU • Prinsip Pembagian SHU • SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota • SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan oleh para anggota koperasi • Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan dan terbuka • SHU anggota dibayarkan secara tunai • Metode Perhitungan SHU Koperasi • Khusus Anggota: • Pembagian SHU Koperasi • Contoh Pembagian SHU Sisa Hasil Usaha Koperasi / SHU Koperasi Dalam UU No.25/1992, tentang koperasi, Bab IX Pasal 45, pengertian SHU Koperasi merupakan pendapatan yang didapatkan atau diperoleh koperasi dalam satu tahun buku yang dikurangi dengan penyusutan, biaya, dan kewajiban lain termasuk didalamnya adalah pajak dalam satu tahun buku yang bersangkutan.

Baca juga: Pengertian Manajemen Kas, Tujuan dan Contohnya Sekilas Info: SHU berbeda halnya dengan deviden, dimana deviden merupakan keuntungan dari hasil menanam saham seperti pada perusahaan (PT), sedangkan SHU adalah sebuah keuntungan usaha yang dibagi menurut aktivitas ekonomi anggota koperasi. Dari hal ini bisa kita tarik sebuah kesimpulan bahwa, setiap anggota koperasi akan mendapatkan hasil SHU yang berbeda-beda.

Hal demikian terjadi karena koperasi melihat dari besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Rumus Cara Menghitung SHU Berikut ini kami akan berikan rumus cara menghitung SHU koperasi lengkap beserta dengan penjelasannya: Baca juga: [LENGKAP] Pengertian, Contoh, Serta Ciri-ciri Dari Pasar Monopolistik SHU Koperasi = Y + X Keterangan: SHU Koperasi Sisa Hasil Usaha Anggota Y SHU Koperasi yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi X SHU Koperasi yang dibagi atas Modal Usaha SHU Anggota dengan model matematika, dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: SHU Koperasi Aktivitas Ekonomi: Ta/Tk (Y) SHU Koperasi Modal Usaha: Sa/Sk (X) Keterangan: Y Jasa usaha anggota koperasi X Jasa modal anggota koperasi Ta Total transaksi anggota koperasi TK Total transaksi koperasi Sa Jumlah simpanan anggota koperasi SK Total simpanan anggota koperasi Prinsip Pembagian SHU Setidaknya terdapat 4 prinsip mendasar yang menjadi landasan dalam pembagian SHU koperasi, dan berikut ini adalah ke 4 prinsip tersebut lengkap dengan penjelasannya: Baca juga: [LENGKAP] Pengertian Pasar Uang, Fungsi, dan Instrumen Pada Pasar Uang • SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota Umumnya SHU yang dibagi-bagikan kepada anggota koperasi adalah bersumber dari anggota koperasi itu sendiri.

Ini artinya, SHU yang bukan berasal dari transaksi anggota biasanya dijadikan sebagai dana cadangan koperasi atau tidak dibagikan kepada anggota.

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

Dalam suatu kasus, SHU diluar dari anggota koperasi bisa dibagikan merata kepada para anggota koperasi setelah sebelumnya terjadi kesepakatan antar anggota saat rapat akhir tahun/rapat tutup buku. Dengan catatan bahwa pembagian SHU non anggota ini tidak mengganggu likuiditas dari koperasi tersebut.

• SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan oleh para anggota koperasi SHU yang diberikan kepada anggota koperasi merupakan bentuk balas jasa yang diberikan koperasi kepada para anggota yang telah mempercayakan dananya atau menginvestasikan modal dan melakukan transaksi pada koperasi.

Dalam hal ini pengelola koperasi perlu melakukan penentuan proporsi SHU untuk jasa modal beserta jasa transaksi usaha yang kemudian nanti akan dibagikan kepada seluruh anggota koperasi. Untuk itu pengelola koperasi beserta para anggota harus menentukan persentase dari jasa modal dan jasa usaha yang diinvestasikan para anggotanya.

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

Dimisalkan untuk jasa modal maka persentase pembagian SHU nya adalah 35%, lalu kemudian untuk jasa usaha sebesar 65%. • Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan dan terbuka Dalam proses perhitungan dan pembagian SHU hendaknya dilakukan secara transparan dan besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut, hal ini dilakukan dengan maksud dan tujuan agar setiap anggota koperasi dapat menghitung secara kuantitatif berapa besaran partisipasi nya kepada koperasi.

Baca juga: [LENGKAP PENGERTIAN] Ciri dan Karakteristik Perusahaan Dagang Hal ini sekaligus akan memberikan pembelajaran bagi seluruh anggota dalam membangun suatu kebersamaan, kepemilikan badan usaha dan pendidikan dalam proses demokrasi dan sekaligus untuk mengantisipasi adanya kecurigaan antar anggota koperasi. • SHU anggota dibayarkan secara tunai SHU yang dibagi-bagikan kepada seluruh anggota koperasi hendaknya dibagikan secara tunai, hal ini dilakukan dengan maksud membuktikan bahwa koperasi tersebut sebagai badan usaha yang sehat kepada anggota koperasi dan masyarakat serta mitra bisnis pada umumnya.

Berbagai Macam Contoh Surat Undangan Yang Baik Metode Perhitungan SHU Koperasi Contoh Kasus SHU Ekonomi Koperasi: Koperasi “Amanah Umat” memiliki dana sebesar Rp.100.000.000,- dana ini berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib para anggotanya.

Koperasi menyajikan perhitungan laba rugi pada 31 Desember 2017 sebagai berikut: Khusus Anggota: Penjualan Rp.460.000.000,- Harga pokok penjualan Rp.400.000.000,- Laba Kotor Rp.60.000.000,- Biaya usaha Rp.20.000.000,- Laba bersih Rp.40.000.000,- Berdasarkan RAT, SHU dibagi sebagai berikut: Untuk cadangan koperasi 40% Jasa Anggota 25% Jasa Modal 20% Dan jasa lain-lain 15% Kerjakan atau buatlah: [LENGKAP] Pengertian Analisis Rasio Keuangan, Macam-Macam Rasio dan Rumus nya • Perhitungan Pembagian SHU • Jurnal Pembagian SHU • Perhitungan Persentase Modal • Perhitungan persentase jasa anggota • Berapakah SHU yang diterima tuan Alex anggota koperasi, apabila simpanan pokok dan simpanan wajib tuan Alex sebesar Rp.500.000, dan tuan Alex telah berbelanja di koperasi Amanah Umat sebesar Rp.920.000,- Jawab: 1.

Diketahui Perhitungan SHU Laba Bersih atau SHU Rp.40.000.000,- Cadangan Koperasi 40% Rp.16.000.000,- Jasa Anggota 25% Rp.10.000.000,- Jasa Modal 20% Rp.8.000.000,- Jasa Lain-lain 15% Rp.6.000.000,- Total 100% Rp.40.000.000,- Pengertian Barang Ekonomi, Barang Bebas, dan Barang Illith 2. Dari perhitungan di atas kita mendapat jurnal sebagai berikut: SHU Rp.40.000.000,- Cadangan Koperasi Rp.16.000.000,- Jasa Anggota Rp.10.000.000,- Jasa Modal Rp.8.000.000,- Jasa Lain-lain Rp.6.000.000,- 3.

Persentase Jasa modal Dapat diketahui dengan rumus sebagai berikut: Persentase Jasa Modal = (Jasa Modal / total modal) x 100% Persentase Jasa Modal = (8.000.000/10.000.000) x100% Persentase Jasa Modal = 8% Contoh Surat Penawaran Yang Benar Dan Baik 4.

Persentase Mencari Jasa Anggota Untuk mendapatkan persentase dari jasa Anggota kita dapat menggunakan rumus sebagai berikut: Persentase Jasa Anggota = (SHU Jasa Anggota/Total penjualan Koperasi) x 100% Persentase Jasa Anggota = (10.000.000 / 460.000.000) x 100% Persentase Jasa Anggota = 2,17% [LENGKAP] Pengertian Suku Bunga, Jenis dan Contoh Suku Bunga Catatan: “Perhitungan diatas berlaku untuk koperasi konsumsi, sedangkan untuk koperasi simpan pinjam total penjualan diganti dengan total pinjaman.” 5.

Yang diterima Tuan Alex: Jasa Modal =(Bagian SHU jasa modal/Total modal) x Modal tuan Alex Jasa Modal = (8.000.000/100.000.000) x 500.000 Jasa Modal = Rp.40.000,- Jasa Anggota = (Bagian jasa Modal anggota/total penjualan koperasi) x total belanja Jasa Anggota = (10.000.000/460.000.000,-)x920.000 Jasa Anggota = Rp.20.000,- Jadi tuan alex menerima uang hasil SHU sebesar = jasa modal+ jasa anggota SHU yang diterima = Rp.40.000+Rp.20.000 SHU yang diterima = Rp6.0.000,- Beberapa Contoh Gaya Kepemimpinan Dalam Suatu Perusahaan Pembagian SHU Koperasi Sisa Hasil Usaha Koperasi atau yang sering kita singkat dengan SHU adalah sebuah pendapatan yang diperoleh dalam kurun waktu satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lain, termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

Dalam ketentuan UU No.25/1992 pasal 45 SHU koperasi digunakan untuk: • Dana Cadangan • Jasa Untuk Anggota • Dana Pendidikan • Keperluan lain Contoh Pembagian SHU Contoh Surat Keterangan Kerja Yang Baik dan Benar Koperasi Maju Jaya Bersama, pada akhir tahun 2017 mendapatkan SHU sebesar Rp.12.000.000,. Sesuai dengan ketentuan anggaran dasar koperasi, maka pembagian SHU adalah sebagai berikut ini: Dana Cadangan 25,0% Jasa Usaha 30,0% Jasa Modal 20,0% Pengurus/Pengawas 7,5% Karyawan 7,5% Dana Pendidikan 5,0% Dana Sosial 5,0% Nampak pada laporan keuangan koperasi Maju Jaya Bersama diatas untuk periode tahun 2017 menunjukan data sebagai berikut: Total jumlah dana yang terkumpul dari simpanan pokok dan simpanan wajib dari anggota senilai Rp.35.000.000,.

Omzet/Penjualan yang didapat dari: Partisipasi Anggota Rp.250.000.000 Bukan Anggota Rp.150.000.000+ Rp.400.000.000,- Harga Pokok Penjualan (Rp.367.500.000,-) Pendapatan Rp.32.500.000,- Gaji,biaya,penyusutan, dll kewajiban (Rp.18.000.000) SHU Sebelum Pajak Rp.14.500.000,- Pajak Penghasilan (PPH) (Rp.2.500.000) Setelah Potong Pajak Rp.12.000.000,- Pembagian SHU Dana Cadang 25%xRp.12.000.000,- = Rp.2.000.000,- Jasa Usaha 30%xRp.12.000.000,- = Rp.3.600.000,- Jasa Modal 20%xRp.12.000.000,- = Rp.2.400.000,- Pengurus/Pengawas 7,5%xRp.12.000.000,- = Rp.900.000,- Karyawan 7,5%x12.000.000,- = Rp.900.000,- Dana Pendidikan 5%xRp.12.000.000,- = Rp.600.000,- Dana Sosial 5%x12.000.000,- = Rp.600.000,-+ = Rp.12.000.000,- Selesaikan pertanyaan berikut ini: Pak ali salah seorang anggota dari Koperasi Maju Jaya Bersama memiliki dana sebesar Rp.175.000,- pada simpanan pokok dan simpanan wajibnya.

Pak Ali kemudian berbelanja menghabiskan dana sebesar Rp.187.500,. Berapakah pembagian SHU yang akan diterima oleh pak Ali.

Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder, Tersier Beserta Dengan Contohnya Jawab: Pak Ali akan menerima Jasa Modal = (175.000/35.000.000) x 2.400.000 Jasa Modal = Rp.12.000 Jasa Usaha = (187.500/250.000.000) x 3.600.000,- Jasa Usaha = Rp.2.700,- SHU untuk Pak Ali = Jasa Modal + Jasa Usaha SHU untuk Pak Ali = Rp.12.000 + Rp.2.700,- SHU untuk Pak Ali = Rp.14.700,- Demikianlah tadi, “ Cara Mudah Menghitung SHU, Lengkap Dengan Contoh Sol dan Pembagian nya”.

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa terus up date informasi akuntansi kalian di akuntanonline.com.
Soal PG Ekonomi Kelas 10 Bab 8 Perkoperasian Lengkap dengan Pembahasannya ~ Part 2. Berikut ini adalah Bagian Kedua (Part 2) dari contoh soal Pilihan Ganda (PG) mata pelajaran Ekonomi Kelas 10 SMA/MA Bab 8 Perkoperasian.

Pada Bab ini sebagaimana sudah Sekolahmuonline sampaikan, terdiri dari dua pembelajaran. Pembelajaran 1 tentang Koperasi dan Pembelajaran 2 tentang Koperasi Sekolah. Untuk soal pilihan ganda yang membahas Pembelajaran 1 tentang Koperasi dapat dilihat dan dibaca postingan Sekolahmuonline yang berjudul: • Soal PG Ekonomi Kelas 10 Bab 8 Perkoperasian Lengkap dengan Pembahasannya ~ Part 1 Nah, pada bagian yang kedua, soal dari Modul PJJ Ekonomi Kelas 10 ini sebagaimana telah dijelaskan di atas, akan membahas Pembelajaran 2, yaitu soal-soal pembahasan tentang Koperasi Sekolah.

Silahkan dibaca dan dipelajari, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk berbagi kepada yang lainnya. Semangat dan selamat belajar. Soal PG Ekonomi Kelas 10 Bab 8 Perkoperasian Lengkap dengan Pembahasannya ~ Part 2 Jawablah soal-soal berikut ini dengan memilih huruf A, B, C, D, atau E pada jawaban yang benar dan tepat! 1. Anggota koperasi sekolah terdiri atas. A. siswa B. guru C. karyawan D. siswa dan guru E. siswa, guru dan karyawan Jawaban: A Pembahasan Soal: Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya para siswa dari sekolah tersebut 2.

Berikut yang bukan merupakan landasan hukum pendirian koperasi sekolah adalah. A. UU Nomor 25 Tahun 1992 B. UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1 C. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi No.

638/AKPTS/Men/1974 tentang ketentuan pokok mengenai Koperasi Sekolah D. Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5/U/1984, tentang Pendidikan Perkoperasian E. Tap. MPR No.II/MPR/1993 Jawaban: E Pembahasan Soal: Landasan hukum berdirinya koperasi sekolah yaitu : 1. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi No. 638/AKPTS/Men/1974 tentang ketentuan pokok mengenai Koperasi Sekolah 2. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0158/P/1984 dan Menteri Koperasi nomor 51/M/KPTS/III/1984, tertanggal 22 Maret 1984 3.

Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5/U/1984, tentang Pendidikan Perkoperasian 4. UU No 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian 3. Tujuan didirikannya koperasi sekolah … A. sebagai kegiatan ekstrakulikuler B. mencari laba C. menjual barang-barang mewah D.

memenuhi kebutuhan siswa sehari – hari E. menunjang program pemerintah Jawaban: D Pembahasan Soal: Koperasi sekolah didirikan dengan tujuan : 1. Mendidik siswa untuk latihan berkoperasi 2.

Mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang perkoperasian 3. Melatih siswa untuk tanggung jawab, disiplin dan bergotong royong 4. Melatih siswa agar punya pengalaman praktis dalam berkoperasi 5. Menumbuhkan jiwa demokratis 4. Koperasi sekolah termasuk koperasi .

A. konsumsi B. kredit C. produksi D. jasa E. serba usaha Jawaban: E Pembahasan Soal: Koperasi serba usaha adalah koperasi yang melaksanakan kegiatan usaha lebih dari satu kegiatan usaha 5. Ciri koperasi sekolah adalah . A. keanggotaan dapat dipindahkan B. umumnya jenis koperasi produksi C. anggotanya siswa-siswa D. satusnya berbadan hukum E. SHU dibagi rata Jawaban: C Pembahasan Soal: Ciri-ciri koperasi sekolah adalah : 1.

Koperasi sekolah tidak berbadan hukum 2. Anggotanya adalah siswa sekolah tersebut 3. Keanggotaan berlangsung selama yang bersangkutan terdafar sebagi siswa sekolah tersebut 4.

Koperasi sekolah merupakan koperasi serba usaha 5. Koperasi sekolah mempunyai manfaat baik secara ekonomi maupun pendidikan 6. Ketika akan mendirikan koperasi sekolah langkah awal yang harus dilakukan adalah .

A. Pembentukan Anggaran Dasar B. Pembentukan panitia pendirian C. Mengadakan rapat pengurus D. Pembentukan sekretariat E. Melapor pada departemen koperasi Jawaban: B Pembahasan Soal: Tahapan pendirian koperasi sekolah : a. Tahap persiapan Pada tahap ini kepala sekolah, guru, siswa mengadakan peretemuan untuk membahas pendirian koperasi sekolah.

Selanjutnya membentuk panitia yang akan melakukan persiapan-persiapan. b. Tahap pembentukan Setelah tahap persiapan selesai selanjutnya tahap pembentukan. Pada tahap adalah rapat pembentukan koperasi sekolah c. Tahap Pengesahan Setelah pembentukan koperasi sekolah tahap selanjutnya adalah pengajuan pengesahan ke kantor koperasi setempat 7. Koperasi yang baik adalah yang memiliki administrasi dan pembukuan yang baik dan tertib, merupakan pengelolaan koperasi bidang .

A. Keanggotaan B. Administrasi C. Pembinaan D. Pembinaan E. Permodalan Jawaban: B Pembahasan Soal: Bidang Administrasi Koperasi yang baik adalah yang memiliki administrasi dan pembukuan yang baik dan tertib. Untuk itu koperasi perlu melengkapi administrasi keanggotaan dan administrasi keuangan sesuai prinsip yang berlaku 8. SHU anggota dibagikan secara transparan. Pernyataan yang tepat terkait pembagian SHU tersebut adalah . A. SHU dibagi secara adil sesuai anggaran B.

Koperasi membuktikan sebagai badan usaha sehat kepada anggota. C. Tiap anggota dapat menghitung secara kuantitatif besarnya partisipasi dalam koperasi D.

SHU dapat dibagi kepada anggota bersumberdari anggota sendiri. E. SHU yang diterima anggota merupakan intensif dari modal yang diinvestasikan. Jawaban: C Pembahasan Soal: Pengelolaan koperasi dilakukan secara terbuka, setiap anggota dapat menghitung sendiri secara kuantitatif besarnya partisipasi anggota 9. Jasa yang dibagi pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan adalah .

A. jasa anggota B. jasa pembelian C. jasa pinjaman D. jasa modal E. jasa penjualan Jawaban: D Pembahasan Soal: Jasa modal adalah jasa yang dibagikan kepada anggota berdasrkan atas jumlah simpanan masing-masing anggota 10. Annisa menjadi anggota koperasi Makmur Sejahtera. Selama satu tahun menjadi anggota memiliki simpanan sebesar Rp 3.000.000,00. Jika simpanan seluruh anggota Rp 60.000.000,00 dan jasa modal yang dibagikan Rp 9.000.000,00, jasa modal diterima Annisa sebesar .

A. Rp425.000,00 B. Rp450.000,00 C. Rp475.000,00 D. Rp500.000,00 E. Rp525.000,00 Jawaban: B Pembahasan Soal: Menghitung SHU jasa modal anggota : Simpanan Annisa Jasa modal Annisa = ---------------------------------- X Bagian SHU jasa modal Total simpanan anggota Rp3.000.000,00 Jasa modal Annisa = ---------------------------------- X Rp9.000.000,00 Rp60.000.000,00 Jasa modal Annisa = Rp450.000,00
Merdeka.com - Koperasi adalah badan usaha yang mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip koperasi dan kaidah usaha ekonomi.

Hal ini berguna untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah pada umumnya dengan demikian koperasi merupakan ekonomi rakyat dan sokoguru perekonomian nasional. Dalam pelaksanaannya koperasi memegang teguh prinsip-prinsip koperasi menurut Undang-Undang No.25 Tahun 1992 Pasal 5 di antaranya seperti keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka, pengelolaan dilakukan secara demokratis, pembagian hasil usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota, pemberian balas jasa terhadap modal terbatas, kemandirian, pendidikan perkoperasian, dan kerja sama antar koperasi.

BACA JUGA: Kasus Indosurya Terbaru, Polisi Sita Tanah Milik Tersangka HS Senilai Rp18 Miliar Menteri Teten Ajak 1.200 Stakeholder Bahas Transformasi Koperasi dan UKM Ditinjau dari aspek ekonomi manajerial, sisa hasil usaha koperasi adalah selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (Total Revenue)dengan biaya-biaya atau biaya total (Total Cost) dalam satu tahun. Mengingat pentingnya pengembangan perkoperasian, maka salah satu syarat untuk mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya adalah perluasan investasi.

Untuk mencapai hal tersebut, koperasi harus meraih keuntungan yang disebut Sisa Hasil Usaha (SHU), yang nantinya digunakan sebagai salah satu indikator untuk menilai keberhasilan koperasi dalam mengelola usahanya. BACA JUGA: Duduk Perkara Gagal Bayar KSP Indosurya hingga Hakim Tolak Permohonan Homologasi Kasus Indosurya, Polisi Sita Kantor dan Ruko Milik Tersangka Henry Surya • SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lain termasuk pajak dalam satu tahun buku yang bersangkutan.

• SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan dengan anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota koperasi serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi sesuai dengan rapat anggota. • Biasanya pemupukan modal dana cadangan dalam rapat anggota. Sisa hasil usaha setelah dikurangi untuk dana cadangan dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota.

Di samping itu, sisa hasil usaha juga digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan lain dari koperasi sesuai dengan rapat anggota.

Penggunaan sisa hasil usaha dan besarnya masing-masing penggunaan ditetapkan dalam anggaran dasar koperasi. Oleh sebab itu, sisa hasil usaha harus selalu ditingkatkan agar rencana yang ditetapkan dalam rapat anggota dapat berjalan lancar. Cara Menghitung SHU Koperasi Cara menghitung SHU koperasi terbilang sulit, karena harus melalui empat kali perhitungan.

Untuk menghitungnya juga membutuhkan rumus khusus. Berikut rumus menghitung SHU koperasi, yaitu: SHUa = JUA + JMA Keterangan: SHUa= Sisa Hasil Usaha Anggota JUA= Jasa Usaha Anggota JMA= Jasa Modal Anggota BACA JUGA: Teten Bertemu Menkopolhukam Bahas Penanganan Koperasi Bermasalah Polri Ajukan Red Notice Petinggi KSP Indosurya Suwito Ayub Selanjutnya untuk menghitung SHUa, kamu harus mengetahui dulu berapa angka-angka Jasa Usaha Anggota dan Jasa Modal Anggota.

Untuk mengetahuinya, ada rumus-rumusnya lagi. Namun, SHU koperasi itu dibagi ke dalam beberapa pos, tak hanya untuk anggota saja, tetapi juga untuk cadangan koperasi, jasa anggota, jasa modal, dan jasa lain-lainnya.

Persenan pembagian jasa itu ditentukan berdasarkan hasil rundingan para anggotanya. Biasanya sih, untuk cadangan koperasi 40 persen, jasa modal anggota 25 persen, jasa modal 20 persen, dan lain-lainnya 15 persen.

Contoh Cara Menghitung SHU Koperasi BACA JUGA: Pemerintah Gandeng BPS Bangun Besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut Koperasi dan UMKM Anggota Komisi III Minta Polri Lacak dan Sita Aset Petinggi KSP Indosurya 1. Contoh Persoalan Diketahui SHU Koperasi Simpan Pinjam Desa Suka Maju memiliki SHU tahun 2021 sebesar Rp 40.000.000. Berdasarkan kesepakatan anggota di dalam AD/ART persentase pembagian SHU, adalah jasa modal 20 persen, jasa modal anggota 25 persen, untuk cadangan koperasi 40 persen, dan lain-lainnya 15 persen.

Jumlah simpanan anggota Koperasi Desa Suka Maju ada Rp 60.000.000 dan penjualannya selama tahun 2021 mencapai Rp 100.000.000. Ningsih merupakan anggota, memiliki simpanan pokok Rp 2.000.000 dan simpanan wajib Rp 4.000.000. Besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut juga sudah berbelanja di koperasi sebesar Rp 2.000.000. Maka, berapa SHU anggota yang diterima Ningsih? 2. Jawaban dari Persoalan BACA JUGA: Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Kawal Pembayaran Homologasi KSP Indosurya Iuran Rp20 Ribu, Begini Cara Ibu-ibu di Cilawu Cegah Pinjaman ke Rentenir Diketahui: SHU Koperasi Desa Suka Maju = Rp 40.000.000 Jasa Modal= 20 persen Jasa Modal Anggota= 25 persen Total simpanan Ningsih (pokok+wajib)= Rp 6 juta Penjualan anggota (belanja Tio)= Rp 2 juta Total penjualan koperasi= Rp 100 juta Sisa Hasil Usaha anggota = Jasa Modal (JMA) + Jasa Usaha (JUA) Jasa Modal (JMA) Ningsih = (6.000.000 : 60.000.000) x 20% x 40.000.000 = Rp 800.000 Jasa Usaha (JUA) Ningsih = (2.000.000 : 100.000.000) x 25% x 40.000.000 = Rp 200.000 Maka SHU koperasi Ningsih untuk tahun 2021 adalah Rp 800.000 + Rp 200.000= Rp 1.000.000.

1 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 2 Oplas Dinilai Berhasil, 5 Potret Lucinta Luna di Malaysia Dipuji Bak Boneka Barbie 3 Cantik dan Menggemaskan Salima Anak Wishnutama & Gista Putri Liburan di Luar Negeri 4 Selamat! Jessica Iskandar Melahirkan Anak Kedua, Wajah Sang Bayi Bikin Penasaran 5 Cantik Klasik Khas Sageuk, 10 Aktris Korea Ini Jadi Sering Main Drama Sejarah SelengkapnyaIII) Penghitungan SHU Sisa hasil usaha (SHU) adalah selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue /TR) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost/ TC) dalam satu tahun buku.

Menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45, SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota. Sumber SHU SHU koperasi yang diterima oleh anggota bersumber dari dua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota sendiri, yaitu sebagai berikut.

a. SHU atas jasa modal Pembagian ini juga sekaligus mencerminkan anggota sebagai pemilik ataupun investor, karena jasa atas modalnya (simpanan) tetap diterima oleh koperasinya sepanjang koperasi terssebut menghasilkan SHU pada tahun buku yang bersangkutan.

b. SHU atas jasa usaha Jasa ini menegaskan bahwa anggota koperasi selain pemilik juga sebagai pemakai atau pelanggan. Penghitungan SHU Pembagian SHU dan penetapan besar SHU bagi setiap anggota koperasi SHU yang dibagikan kepada anggota sbb.

Jasa Modal : sumber dari simpanan Besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut Anggota ialah bagian SHU yang dibagikan pada anggota berdasarkan jasa anggota yang diberikan pada koperasi Categories Edukasi Post navigation Recent Posts • Anonymous Chat Telegram • Flight Pilot Simulator MOD APK • Atrasis Free Fire • Fitur kesehatan mata pengaruhi keputusan beli laptop • Twitter Viral Video Museum Terbaru Full HD No Sensor 2022 • Ycoca Apk Penghasil Uang • Regedit VIP FF • Overkapasitas jadi alasan penghapusan uji emisi di bengkel DLH DKI hari ini • 8 Ball Pool Mod Apk • Eventsfreefire2021 Com • Download Modern Warship MOD APK v0.45.4, Unlimited • EventFF 2021.com • Cara Simpan Video TikTok Tanpa Logo Termudah dan Cepat • Bellara VIP Apk • Config FF • ML Mod Apk • Gushcloud perluas kerja sama dengan Tokyo eSports • Nicoo APK • PALING KEREN!

20 Link Twibbon Selamat Hari Kebangkitan • Bot Stiker WA
7. Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran! Apa itu SHU Koperasi Pemahaman mengenai SHU sebenarnya lebih jelas bila melihat pada Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 Pasal 45 tentang Perkoperasian.

Di dalam UU tersebut disebutkan bahwa SHU pada Koperasi merupakan selisih angka pendapatan koperasi dalam satu tahun pembukuan terhadap biaya operasional, penyusutan, dan kewajiban pembayaran lain termasuk di dalamnya kewajiban pembayaran pajak. SHU menurut UU koperasi di atas memberi penekanan sebagai pembagian keuntungan koperasi kepada seluruh anggota dengan beberapa poin pokok berikut: • Hasil dari selisih pendapatan dengan seluruh biaya penyusutan.

• Selisih antara Sisa Hasil Usaha koperasi dengan dana cadangan, kemudian dibagikan kepada setiap anggota koperasi dengan memperhitungkan jasa mereka masing-masing. • Penggunaan SHU dalam koperasi ini selain dibagikan kepada anggota, juga digunakan untuk keperluan lain yang diputuskan berdasarkan rapat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga koperasi.

Kesimpulannya, Sisa Hasil Usaha Koperasi adalah pembagian dan penggunaan dana keuntungan bersih koperasi. Dana tersebut berasal dari sisa keuntungan atau hasil usaha dalam satu tahun pembukuan setelah dikurangi seluruh biaya penyusutan, operasional, serta kewajiban pembayaran.

Prinsip Dasar Pembagian Usaha Ada 4 prinsip di dalam pembagian Sisa Hasil Usaha Koperasi, yakni: • SHU bersumber dari anggota Meski SHU disebut sebagai sisa keuntungan, tetapi keuntungan yang dimaksud tidak termasuk keuntungan dari usaha koperasi. Namun, hanya berasal dari sisa hasil usaha seluruh anggota koperasi.

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

• SHU didasari prinsip imbal jasa Nilai SHU yang diterima setiap anggota koperasi berdasarkan imbal jasa masing-masing. Alasannya, anggota koperasi menanamkan modal serta bertransaksi melalui koperasi.

Sehingga, mereka diberikan imbalan jasa dari sisa hasil usaha. • SHU bersifat transparan Prinsip koperasi adalah usaha kerakyatan. Seluruh dana termasuk SHU, datanya harus terbuka dan diketahui oleh pihak-pihak terkait. Transparansi ini dapat digelar dalam Rapat Anggota operasi sebelum pembagian SHU. • SHU koperasi dibayar secara tunai Dana SHU hanya tersedia dalam bentuk tunai dan dibagikan pula secara tunai kepada seluruh anggota koperasi. Syarat Menghitung SHU Pembagian SHU harus berlandaskan keputusan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga koperasi.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum nilai SHU dihitung adalah: • Angka SHU secara total dalam satu tahun pembukuan. • Angka persentase SHU dari anggota koperasi. • Total seluruh transaksi usaha. • Total simpanan dari seluruh anggota.

• Jumlah simpanan dari tiap anggota koperasi. • Berapa bagian SHU terhadap simpanan anggota. • Berapa bagian SHU terhadap transaksi usaha. • Total dari semua transaksi usaha. Cara Menghitung SHU Anggota Koperasi Menghitung nilai laba masing-masing anggota koperasi, khususnya jenis simpan pinjam, cukup rumit.

Hal ini karena perhitungan harus dilakukan bertahap. Rumusnya adalah: SHUa = JUA + JMA • SHUa= Sisa Hasil Usaha Anggota • JMA= Jasa Modal Anggota • JUA= Jasa Usaha Anggota Sebelum menghitung SHUa, perlu diketahui berapa nilai Jasa Usaha dan Jasa Modal Anggota (JUA dan JMA). Berikut adalah rumus-rumus yang dipakai: • Menghitung JMA JMA = (Simpanan anggota : Total simpanan koperasi) x Persentase jasa modal x SHU • Menghitung JUA Dalam koperasi jenis simpan pinjam, JUA terdiri dari jasa pinjaman dan penjualan.

Jasa pinjaman diberikan atas aktivitas melakukan peminjaman. Sedangkan jasa penjualan didapat atas kontribusi anggota melakukan pembelian. Namun, yang lebih sering dihitung adalah jasa penjualannya. Ini rumusnya: JUA = (Penjualan anggota : Total penjualan koperasi) x Persentase Jasa Modal Anggota x Sisa Hasil Usaha Baca juga: Koperasi Simpan Pinjam: Pengertian, Fungsi, dan Perannya Contoh Kasus Menghitung SHU Simak contoh kasus serta cara menghitung SHU berikut demi mendapat pemahaman yang lebih baik: Diketahui Sisa Hasil Usaha Koperasi Simpan Pinjam Dusun Melati memiliki SHU tahun 2020 sebesar Rp30.000.000.

Kesepakatan anggota dalam persentase pembagian SHU adalah: jasa modal anggota 25%, jasa modal 20%, cadangan koperasi 40%, dan lain-lain 15%. Nilai simpanan anggota Koperasi Dusun Melati Rp 30.000.000, sedangkan nilai penjualan selama tahun 2020 adalah Rp 90.000.000. Budi adalah anggota, simpanan pokoknya Rp3.000.000, simpanan wajibnya Rp2.000.000. Budi melakukan pembelian di koperasi sebesar Rp2.000.000.

Berapa SHUa yang diterima Budi? Jawaban: • SHU Koperasi Dusun Melati= Rp30.000.000 • Jasa Modal= 20% • Jasa Modal Anggota= 25% • Simpanan Budi= Rp5.000.000 • Belanja Budi= Rp1.000.000 • Penjualan koperasi= Rp90.000.000 SHUa = JMA + JUA • JMA Budi= (5.000.000 : 60.000.000) x 20% x 30.000.000 = Rp500.000 • JUA Budi= (2.000.000 : 90.000.000) x 25% x 30.000.000 = Rp166.666 Jadi, SHU koperasi Budi tahun 2020 adalah Rp500.000 + Rp166.666 = Rp666.666.

Kesimpulan Perhitungan SHU koperasi untuk dibagikan kepada anggota koperasi adalah besar jasa usaha anggota koperasi ditambah jasa modal anggota koperasi. Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected] Besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut • Belajar Investasi 898 • Berita Bisnis 824 • Featured 734 • Infografis 34 • Kabar Akseleran 177 • Kisah Inspiratif 194 • Lifestyle 329 • Tips Bisnis (1,202) Archives • April 2022 (65) • March 2022 (80) • February 2022 (58) • January 2022 (79) • December 2021 (32) • November 2021 (37) • October 2021 (69) • September 2021 (72) • August 2021 (46) • July 2021 (52) • June 2021 (71) • May 2021 (53) • April 2021 (65) • March 2021 (74) • February 2021 (65) • January 2021 (53) • December 2020 (57) • November 2020 (68) • October 2020 (84) • September 2020 (70) • August 2020 (85) • July 2020 (81) • June 2020 (80) • May 2020 (58) • April 2020 (50) • March 2020 (58) • February 2020 (50) • January 2020 (31) • December 2019 (20) • November 2019 (16) • October 2019 (18) • September 2019 (24) • August 2019 (27) • July 2019 (32) • June 2019 (14) • May 2019 (14) • April 2019 (12) • March 2019 (15) • February 2019 (15) • January 2019 (11) • December 2018 (4) • November 2018 (8) • October 2018 (12) • September 2018 besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut • August 2018 (10) • June 2018 (2) • May 2018 (1) • April 2018 (4) • March 2018 (4) • February 2018 (2) • January 2018 (4) • December 2017 (10) • November 2017 (8) • September 2017 (7) • August 2017 (7) • July 2017 (2) • June 2017 (3) • May 2017 (1) • April 2017 (1) • March 2017 (1) • December 2016 (1)
SHU koperasi bagi telinga anggota koperasi bukanlah kata yang asing, tapi cara menghitung SHU koperasi bisa jadi masih asing buat mereka.

SHU adalah kepanjangan dari sisa hasil usaha atau laba bersih yang didapatkan koperasi. Nah laba bersih itu kemudian bisa disalurkan ke berbagai pos, salah satunya untuk para anggotanya. Pembagian keuntungan itu dilakukan dengan seadil-adilnya lho, jadi gak sembarangan dibagi. Buat kamu yang aktif di koperasi, wajib tahu bagaimana cara ngitungnya. Tujuannya tentu saja untuk menghindari tindak kecurangan yang dilakukan oleh beberapa oknum. Kan kecurangan-kecurangan tersebut sulit untuk kita hindarkan, maka dari itu, kita wajib mengantisipasinya dengan mengetahui cara-cara menghitungnya.

Kamu gak perlu takut lagi deh dibohongi sama oknum gak bertanggung jawab itu. Apalagi kerugian finansial bisa terjadi pada siapa aja. Itulah kenapa perlu proteksi keuangan dengan memiliki asuransi jiwa agar keluarga gak mengalami kesulitan finansial seandainya kamu gak lagi bersama mereka.

Tanpa panjang lebar, mendingan kamu simak ulasan mengenai cara menghitung sisa hasil usaha berikut ini, beserta contoh soalnya supaya mudah dipahami.

Apa itu SHU? Sebelum jauh membahas tentang cara menghitung sisa hasil usaha, ada baiknya kita membahas dulu apa sih sisa hasil usaha itu.

SHU koperasi adalah singkatan dari sisa hasil usaha atau laba bersih koperasi.

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

Buat kamu yang bukan anggota koperasi mungkin masih bingung, apa itu sisa hasil usaha. Sementara buat mereka yang aktif di koperasi pasti udah pada tahu artinya. Atau jangan-jangan masih gak tahu juga? Sisa hasil usaha merupakan pendapatan yang didapatkan oleh koperasi dalam periode satu tahun.

Bahasa awamnya, sisa hasil usaha adalah laba bersih yang diperoleh koperasi dari hasil penjualannya. Nah keuntungan itu kemudian disebar lagi ke beberapa pos, seperti misalnya dana cadangan operasional koperasi, dan dibagi-bagikan ke anggotanya sebagai bentuk keuntungan bersama.

Maklum saja, koperasi kan memegang teguh prinsip dan asas gotong royong, maka keuntungan yang didapat itu dibagikan secara adil ke para anggotanya. Kok dibalikkan ke anggotanya? Ya karena operasional koperasi itu sendiri juga dijalankan secara langsung oleh anggotanya.

Kondisi ini disebut dengan identitas ganda. Identitas ganda menjadi karakteristik khas dari koperasi, dimana anggotanya berperan sebagai pemilik, sekaligus pengguna jasa. Berkat identitas inilah yang kamu bisa membedakan mana koperasi, dengan badan usaha berbadan hukum lainnya. Pembagian keuntungan itu biasanya dilakukan saat tutup buku, di akhir tahun, atau tiga bulan setelah tutup buku. Namun, gak jarang beberapa koperasi ada yang membagikannya lewat dari tiga bulan karena beberapa alasan.

Soal bagi-bagi Sisa hasil usaha ini telah tercatat di dalam UU No.25 tahun 1992 tentang Perkoperasian pasal 5 ayat 1. Di poin ‘C’ disebutkan kalau pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.

Artinya, besaran laba masing-masing anggota tentu berbeda-beda. Pembagiannya dihitung secara adil berdasarkan kontribusi dan aktivitas ekonomi mereka ke koperasi. Gampangnya, kalau kamu rajin iuran dan rajin belanja di koperasi, porsi laba yang kamu dapatkan bakalan lebih besar. Sebaliknya, kalau belanja aja jarang, maka laba yang didapat sedikit.

Cara menghitung SHU anggota pada usaha simpan pinjam koperasi Menghitung laba yang didapat masing-masing anggota tidaklah mudah, apalagi di koperasi simpan pinjam. Rumusnya terbilang rumit, karena harus melalui empat kali penghitungan. Berikut ini rumusnya, SHUa = JUA + JMA Keterangan, • SHUa= Sisa Hasil Usaha Anggota • JUA= Jasa Usaha Anggota • JMA= Jasa Modal Anggota Nah untuk menghitung SHUa, kamu harus mengetahui dulu berapa angka-angka Jasa Usaha Anggota dan Jasa Modal Anggota.

Untuk mengetahuinya, ada rumus-rumusnya lagi. Tapi, SHU koperasi itu dibagi ke dalam beberapa pos, gak cuma untuk anggota saja, tetapi juga untuk cadangan koperasi, jasa anggota, jasa modal, dan jasa lain-lainnya. Persenan pembagian jasa itu ditentukan berdasarkan hasil rundingan para anggotanya. Biasanya sih, untuk cadangan koperasi 40 persen, jasa modal anggota 25 persen, jasa modal 20 persen, dan lain-lainnya 15 persen.

1.

besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut

Rumus untuk mengetahui Jasa Modal Anggota (JMA) JMA = (Simpanan anggota : Total simpanan koperasi) x Persentase jasa modal x SHU 2. Rumus untuk mengetahui Jasa Usaha Anggota (JUA) Di dalam koperasi simpan pinjam, Jasa Usaha Anggota terdiri dari dua, yaitu jasa penjualan dan jasa pinjaman.

Jasa penjualan diberikan atas kontribusinya melakukan pembelian di koperasi, sementara jasa pinjaman didapatkan atas aktivitasnya melakukan peminjaman. Tapi, biasanya, yang dihitung adalah jasa penjualannya, yang rumusnya, JUA = (Penjualan anggota : Total penjualan koperasi) x Persentase Jasa Modal Anggota x Sisa Hasil Usaha 3.

Contoh kasus dan cara menghitung SHU koperasi Beberapa di antara kamu mungkin bingung kalau cuma dikasih teori saja. Biar lebih mudah mengerti, simak contoh soal berikut ini, Soal Diketahui SHU Koperasi Simpan Pinjam Desa Matahari memiliki SHU tahun 2019 sebesar Rp 40.000.000. Berdasarkan kesepakatan anggota di dalam AD/ART persentase pembagian SHU, adalah jasa modal 20 persen, jasa modal anggota 25 persen, untuk cadangan koperasi 40 persen, dan lain-lainnya 15 persen.

Jumlah simpanan anggota Koperasi Desa Matahari ada Rp 60.000.000 dan penjualannya selama tahun 2019 mencapai Rp 100.000.000. Tio merupakan anggota, memiliki simpanan pokok Rp 2.000.000 dan simpanan wajib Rp 4.000.000. Tio juga sudah berbelanja di koperasi sebesar Rp 2.000.000. Maka, berapa SHU anggota yang diterima Tio? Jawaban cara menghitung sisa hasil usaha anggota Tio, Diketahui, • SHU Koperasi Desa Matahari= Rp 40.000.000 • Jasa Modal= 20 persen • Jasa Modal Anggota= 25 persen • Total simpanan Tio (pokok+wajib)= Rp besarnya shu yang diberikan pada anggota berdasarkan besar kecilnya simpanan pada koperasi disebut juta • Penjualan anggota (belanja Tio)= Rp 2 juta • Total penjualan koperasi= Rp 100 juta Sisa Hasil Usaha anggota = Jasa Modal (JMA) + Jasa Usaha (JUA) • Jasa Modal (JMA) Tio= (6.000.000 : 60.000.000) x 20% x 40.000.000 = Rp 800.000 • Jasa Usaha (JUA) Tio= (2.000.000 : 100.000.000) x 25% x 40.000.000 = Rp 200.000 Maka SHU koperasi Tio untuk tahun 2019 adalah Rp 800.000 + Rp 200.000= Rp 1.000.000.

Itulah beberapa informasi mengenai sisa hasil usaha koperasi dan cara menghitungnya. Kalau misalnya kamu sudah menjadi anggota koperasi, coba deh gunakan cara menghitung SHU koperasi ini untuk mencari tahu berapa keuntunganmu di akhir tahun kemarin. Jika jawabannya lumayan besar, usahakan gunakan uang tersebut sebaik-baiknya.

Jangan dihabiskan dalam waktu sekejap! Jika kamu memiliki pertanyaan lainnya seputar administrasi, bisnis, dan asuransi, tanyakan saja ke para ahlinya di Tanya Lifepal! Pertanyaan-pertanyaan seputar SHU Koperasi Berikut ini sejumlah pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan sisa hasil usaha koperasi yang perlu kamu ketahui. Copyright © 2022 Lifepal. Bekerjasama dengan © 1992 PT Anugrah Atma Adiguna adalah pialang asuransi terdaftar dan diawasi oleh OJK sesuai KEP-018/KMK.17/1992 dan anggota APPARINDO 60-2001/APPARINDO/2019.

Semua ulasan yang tertulis termasuk rating dilakukan oleh rekan pialang kami. Lifepal berusaha untuk menyajikan informasi yang akurat dan terbaru namun dapat berbeda dari informasi yang diberikan oleh penyedia layanan / institusi keuangan. Keseluruhan informasi diberikan tanpa jaminan, kami menyarankan untuk melakukan verifikasi sebelum melakukan keputusan finansial Anda.

BANYAK ORANG BERKOPERASI, TAPI BANYAK YANG GAK TAU CARA HITUNG SHU




2022 www.videocon.com