Apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif

apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif

Banyak peristiwa dalam kehidupan manusia yang dikaitkan dengan tari sebagai manusia berkomunikasi dengan alam dan pencipta-Nya. Selain itu, ada pula tari-tarian yang menjadi sarana permohonan seperti meminta hujan, upacara berburu, upacara pengobatan atau sebagai ungkapan rasa syukur karena panen melimpah. Jadi, apakah yang dimaksud dengan tari? Apa saja jenis gerak yang menjadi ragam gerak dasar tari?

apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif

Bagong Kussudiardja menyatakan bahwa tari adalah keindahan bentuk dari anggota badan manusia yang bergerak, berirama dan berjiwa harmonis. Bagong Kussudiardja adalah salah satu seniman dan budayawan besar yag dimiliki bangsa Indonesia. Aktivitas seni dan budaya beliau secara konsisten diwujudkan sejak tahun 1950-an, hingga kemudian bermuara dengan didirikannya sebuah lembaga pendidikan seni nonformal pada tahun 1978.

Hampir semua definisi tari mengandung kata gerak karena gerak merupakan unsure utama tari. Selain gerak, unsure yang sangan penting adalah ritme/irama. Jadi, dapa disimpulkan bahwa tari adalah susunan gerak anggota badan manusia yang ekspresif, indah, berirama, selaras dengan iringan music, serta dilengkapi dengan tata rias dan busana yang harmonis.

Menari bias dilakukan dengan menggerakkan bagian badan mana pun, meskipun beberapa tari menitikberatkan gerak pada bagian badan tertentu. Dalam sebuah tarian, terdapat gerakan yang berasal dari berbagai anggota tubuh, baik itu tangan, kaki maupun kepala. Di dalam tari tubuh manusia dibagi menjadi tiga, yaitu : Bagian bawah meliputi tungkai atas, tungkai bawah, telapak kaki dan jari-jari kaki. Kaki merupakan tumpuan untuk menopang segala kekuatan gerak.

Dimana kaki bergerak, dari situlah sebuah tarian akan dilakukan. Saat berpindah tempat, berbagai cara bias dilakukan dengan bergeser, berjalan, berlari, melompat, meloncat, berjinjit, nyresek, dan lain-lain. Dalam penulisan makalah ini, penulis dihadapkan oleh berbagai macam permasalahan, tetapi dengan adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, makalah terselsaikan.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penulis dengan rendah hati menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang terhomat. Karya sastra merupakan hasil dari daya cipta, karsa manusia yang dimana mengandung nilai seni yang tinggi.

Dalam penciptaan karya sastra, seorang seniman/ penyair tidak menciptakannya hanya asal-asalan. Melainkan membutuhkan usaha yang keras baru bisa menghasil sebuah karya yang bermutu. Selain itu, banyak aspek yang dipertimbangkan dalam penbuatan kayra sastra.

Minsalnya aspek keindahan, nilai guna/manfaat. Akibatnya banyak waktu yang diperlukan penyair/pengarang dalam membuat suatu karya. Karena karya sastra sarat dengan nilai seni, maka dalam menganalisisnya harus menggunakan metode/cara yang tepat.

Agar apa yang ingin disampaikan dapat kepada pembaca atau penikmat karya itu. Salah satunya menggunakan pendekatan ekspresif. Pendekatan ekspresif ini menggunakan/mempunyai tiga tahapan.

Dalam pembuatan karya sastra juga mengandung aspek ekspresif. Penekanan aspek ekspresif karya sastra telah lama dimulai.

Pada masa Yunani dan Romawi penonjolan aspek ekspresif karya sastra telah dimulai seorang ahli sastra Yunani Kuno, Dionysius Casius Longius, dalam bukunya On the Sublime (Mana Sikana, dalam Atmazaki, 1990: 32-33). Bila kemudian Plato mengungkapkan bahwa karya sastra adalah meniru dan meneladani ciptaan Tuhan, cukupkah sampai di situ peran seorang pengarang? Ternyata Aristoteles menolak pendapat yang menyatakan bahwa posisi pengarang hanya berada di bawah Tuhan.

Menurutnya, ciptaan Tuhan hanyalah sebagai tempat bertolak. Pengarang dalam penciptaan karyanya, dengan daya khayal dan kreativitas yang dipunyainya, justru mampu menciptakan kenyataan yang lebih kurang terlepas dari kenyataan alami.

Dalam hal ini secara “lancang” menurut Aristoteles (dalam Atmazaki, 1990: 33) pengarang dengan sombongnya sebagai pencipta telah menyamai Tuhan. Aspek ekspresif sebagai salah satu pendekatan dalam sastra barangkali lebih cocok dipakai dalam melihat kebimbangan pengarang dalam berkarya. Para kritikus ekspresif meyakini bahwa sastrawan (pengarang) karya sastra merupakan unsur pokok yang melahirkan pikiran-pikiran, presepsi-prespsi dan perasaan yang dikombinasikan dalam karya sastra.

Kritikus cendrung menimba karya sastra berdasarkan kemulusan, kesejatian, kecocokan penglihatan mata batin pengarang/keadaan pikiranya. Sehingga lahir sebuah tanda tanya mengenai pendekatan ekspresif ini. Pementingan aspek akspresif dalam karya sastra karena apa? Apakah apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif pendekatan ekspresif ini merupakan kajian yang berusaha mengungkap data diri pengarang?

Mungkin pertanyaan ini akan bisa dijawab setelah kita mengetahui tentang pendekatan ini lebih jauh yang aakan dibahas pada Bab II.

Penekanan aspek ekspresif karya sastra telah lama dimulai. Pada masa Yunani dan Romawi penonjolan aspek ekspresif karya sastra telah dimulai seorang ahli sastra Yunani Kuno, Dionysius Casius Longius, dalam bukunya On the Sublime (Mana Sikana, dalam Atmazaki, 1990: 32-33). Menurut Longius karya sastra harus mempunyai gaya bahasa yang baik, mempunyai falsafah, pemikiran, dan persoalan agung yang penting, harus mempunyai emosi yang intens dan terpelihara serta tahan menghadapi zaman.

Kenyataan ini menyebabkan pengarang mesti punya konsep yang jelas dan jauh dari kebimbangan-kebimbangan yang melanda dirinya.

Bila kemudian Plato mengungkapkan bahwa karya sastra adalah meniru dan meneladani ciptaan Tuhan, cukupkah sampai di situ peran seorang pengarang? Ternyata Aristoteles menolak pendapat yang menyatakan bahwa posisi pengarang hanya berada di bawah Tuhan.

Menurutnya, ciptaan Tuhan hanyalah sebagai tempat bertolak. Pengarang dalam penciptaan karyanya, dengan daya khayal apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif kreativitas yang dipunyainya, justru mampu menciptakan kenyataan yang lebih kurang terlepas dari kenyataan alami.

Dalam hal ini secara “lancang” menurut Aristoteles (dalam Atmazaki, 1990: 33) pengarang dengan sombongnya sebagai pencipta telah menyamai Tuhan.

2. Kata author berarti pengarang, yang bila ditambah akhiran – ity berarti berwenang atau berkuasa. Dalam hal ini yang dimaksudkan sudah tentu penguasaan bahasa, namun menciptakan kenyataan lewat bahasa yang tidak sama dengan kenyataan alami. Akan tetapi, walaupun tidak sama kenyataan itu adalah hakiki, kenyataan yang tinggi nilainya, sehingga orang dapat bercermin dengan kenyataan tersebut.

Kritik ekspresif mendefinisikan karya sastra sebagai ekspresi atau curahan, atau ucapan perasaan, atau sebagai produk imajinasi penyair yang beroperasi/bekerja dengan pikiran-pikiran, perasaan; kritik itu cenderung menimbang karya sastra dengan kemulusan, kesejatian, atau kecocokan vision pribadi penyair atau keadaan pikiran; dan sering kritik ini mencari dalam karya sastra fakta-fakta tentang watak khusus dan pengalaman-pengalaman penulis, yang secara sadar ataupun tidak, telah membukakan dirinya dalam karyanya tersebut (Pradopo, 1997:193).

Apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif pendapat lain menyatakan, pendekatan ekspresif merupakan pendekatan yang mengkaji ekspresi perasaan atau temperamen penulis (Abrams, 1981:189). Menurut Semi (1984), pendekatan ekspresif adalah pendekatan yang menitikberatkan perhatian kepada upaya pengarang atau penyair mengekspresikan ide-idenya ke dalam karya sastra. Pendekatan kritik ekspresif ini menekankan kepada penyair dalam mengungkapkan atau mencurahkan segala pikiran, perasaan, dan pengalaman pengarang ketika melakukan proses penciptaan karya sastra.

Pengarang menciptakannya berdasarkan subjektifitasnya saja, bahkan ada yang beranggapan arbitrer. Padahal, ekspresif yang dimaksud berkenaan dengan daya kontemplasi pengarang dalam proses kreatifnya, sehingga menghasilkan sebuah karya yang baik dan sarat makna. Para kritikus ekspresif meyakini bahwa sastrawan (pengarang) karya sastra merupakan unsur pokok yang melahirkan pikiran-pikiran, presepsi-prespsi dan perasaan yang dikombinasikan dalam karya sastra. Kritikus cendrung menimba karya sastra berdasarkan kemulusan, kesejatian, kecocokan penglihatan mata batin pengarang/keadaan pikiranya.

Langkah kedua, melakukan penafsiran pemahan terhadap unsur-unsur yang terdapat dalam karya sastra, seperti tema, gaya bahasa/ diksi, citraan, dan sebagainya. Menurut Todorov dalam menafsirkan unsur-unsur karya sastra bisa dengan cara berspekulasi, sambil juga meraba-raba, tetapi sepenuhnya memiliki kesadaran diri, dari pada merasa memiliki pemahaman tetapi masih buta. Artinya, seorang kritikus boleh bebas melakukan penfasiran pemahaman terhadap unsur-unsur yang membangun sebuah karya sastra.

Langkah ketiga, mengaitkan hasil penafsiran dengan berdasarkan tinjauan psikologis/kejiwaan pengarang, Asumsi dasar penelitian pikologi sastra antara lain dipengaruhi oleh anggapan bahwa karya sastra merupakan produk dari suatu kejiwaan dan pemikiran pengarang yang berada pada situasi setengah sadar (subconcius) setelah jelas baru dituangkan kedalam bentuk secara sadar (conscius).

Dan kekuatan karya sastra dapat dilihat dari seberapa jauh pengarang mampu mengungkapkan ekspresi kejiwaan yang tak sadar itu ke dalam sebuah cipta sastra. Amir Hamzah lahir di Tanjung Pura pada tanggal 28 Pebruari 1911, dan wafat pada tahun 1946. beliau belajar di H.I.S, A.M.S dan belajar di Sekolah Hukum Tinggi. Ia dibesarkan dalam lingkungan yang taat beragama Islam, dan banyak mempelajari kesusastraan Melayu Lama, sehingga dalam karyanya banyak menggunakan bahasa Melayu Lama dan bahasa daerahnya, contohnya pada puisi “Berdiri Aku”.

Amir Apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif termasuk salah seorang pendiri dan pemimpin Pujangga Baru. Asumsi dasar penelitian pikologi sastra antara lain dipengaruhi oleh anggapan bahwa karya sastra merupakan produk dari suatu kejiwaan dan pemikiran pengarang yang berada pada situasi setengah sadar (subconcius) setelah jelas baru dituangkan kedalam bentuk secara sadar (conscius).

Dan kekuatan karya sastra dapat dilihat dari seberapa jauh pengarang mampu mengungkapkan ekspresi kejiwaan yang tak sadar itu ke dalam sebuah cipta sastra. Pada puisi “Berdiri Aku” ini, Amir Hamzah mampu mengungkapkan ekspresi kejiwaannya tentang sesuatu yang merasuk dalam imajinasi dan pemikirannya tentang pencarian makna hidup dan tentang sesuatu yang menjadi tujuan utama manusia dalam kehidupan ini.

Lalu pengalamannya tersebut menjadi imajinasi yang melahirkan produk kreatifitas yang berupa karya sastra dalam puisinnya yang berjudul “Berdiri Aku” ini. Pada bait ini, penulis mengungkapkan hubungan antara kehidupan manusia dengan peristiwa alam.

Terlihat pada baris – Angin pulang menyejuk bumi – Menepuk teluk mengempas emas – bahwa angin laut (peristiwa alami) dapat dimanfaatkan oleh nelayan (kegiatan manusia) untuk membawa perahunya ke daratan dengan membawa hasil lautnya.

Selain itu perwatakan tokoh yang ditampilkan Amir Hamzah mampu menggambarkan perwatakan tokoh yang semakin hidup. Dimana tokoh “aku” pada puisinya ini tiada lain adalah dirinya sendiri.

Namun selain itu tokoh “aku” juga bisa mewakili manusia secara umum. Dimana terlihat dalam setiap baitnya, tokoh “aku” menjadi subjek sekaligus objek dari setiap makna yang dimaksudnya.

apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif

Sentuhan-sentuhan emosi yang ditampilkan tokoh “aku” dalam puisi Amir Hamzah ini sebetulnya gambaran kekalutan dan kejernihan batin pencipta karya sastranya sendiri. Hal ini menjadikan keorsinilan karya sastra ini. Kekalutan ini terlihat pada penggambarannya tentang proses alam sebagai bagian dari yang mewarnai kehidupan, dan yang menggambarkan peristiwa-peristiwa/kejadian-kejadian dari kehidupan manusia.

Hal ini nampak pada bait ke 3 : Bait ini bermakna, pelangi yang membentang dari satu ujung, naik ke langit dan turun di satu ujung lainnya dengan keindahan warna-warni yang dapat membuat lupa siapapun yang melihatnya, yang padahal pelangi itu hanyalah sesuatu yang semu, tidak dapat disentuh, namun hanya dapat dilihat saja. Hal ini juga merupakan gambaran pengarang tentang kehidupan ini. menggambarkan tentang ambisi manusia, nafsu manusia, dalam berusaha dan melihat sesuatu tentang duniawi.

Amir Hamzah dalam mencipta puisi ini, menggunakan cipta, rasa, dan karyanya. Ia, mengungkapkan gejolak jiwanya tentang kehidupan dan tujuan kehidupan ini. Dimana pada bait terakhir, penulis mengungkapkan gagasan dari puncak kegelisahan jiwaannya dengan ungkapannya bahwa dalam semua peristiwa yang terjadi baik yang terjadi oleh sebab manusia ataupun alamiah merupakan gambaran dari kehidupan yang dapat ditafakuri manusia sebagai sesuatu yang sangat sempurna, dari kegelisahan rasa rindu yang menggugah rasa haru di hati dan perasaan untuk mencapai keinginan yang didambakan yaitu merasakan kebahagiaan, kesejahteraan dalam tujuan yang jelas dalam kehidupan ini.

Bait tersebut berbunyi: Seorang penghulu di Padang yang bernama Sutan Mahmudsyah dengan isterinya, Siti Mariam yang berasal dari orang kebanyakan mempunyai seorang anak tunggal laki-laki yang bernama Syamsul Bahri.

Rumah Sutan Mahmudsyah dekat dengan rumah seorang saudagar bernama Baginda Sulaeman.

apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif

Baginda Sulaeman yang mempunyai seorang anak perempuan tunggal bernama Siti Nurbaya. Mereka itu sangat karib sehingga seperti kakak dengan adik saja. Pada suatu hari setelah pulang dari sekolah, Syamsul Bahri mengajak Siti Nurbaya ke gunung Padang bersama-sama dua orang temannya, yakni Zainularifin, anak seorang jaksa kepala di Padang yang bernama Zainularifin akan melanjutkan sekolahnya ke Sekolah Dokter Jawa di Jakarta. Sedang Bahtiar melanjutkan ke Sekolah Opzicther (KWS) di Jakarta pula.

Syamsul Bahri pun akan melanjutkan ke Sekolah Dokter tersebut. Pada hari yang ditentukan, berangkatlah mereka bertamasya ke Gunung Padang. Di Gunung Padang itulah Syamsul Bahri menyatakan cintanya kepada Siti Nurbaya dan mendapat balasan. Sejak itulah mereka itu mengadakan perjanjian akan sehidup semati. Untuk memperbaiki perdagangannya itu, Baginda Sulaeman meminjam uang kepada Datuk Maringgih sebanyak sepuluh ribu rupiah, karena untuk mengembalikan uang pinjaman itu ia masih mempunyai pengharapan atas hasil kebun kelapanya.

Tetapi alangkah terkejutnya ketika diketahuinya semua pohon kelapanya sudah tidak berbuah lagi. Kebun kelapanya itu oleh para kaki tangan Datuk Maringgih diberi obat-obatan, sehingga pohon kelapanya tidak ada yang berbuah sedikitpun. Disamping itu, karena hasutan kaki tangan Datuk Maringgih semua langganan yang telah berhutang kepada Baginda Sulaeman mengingkari hutangnya.

Dengan demikian, tiba-tiba Baginda Sulaeman menjadi orang yang sangat melarat, sehingga ia tidak dapat membayar hutangnya yang sepuluh ribu rupiah itu. Barang-barangnya masih ada hanya kira-kira seharga tujuh ribu rupiah.

Karena Baginda Sulaeman tak dapat membayar utangnya, maka Datuk Maringgih bermaksud hendak menyita barang-barang milik Baginda Sulaeman, kecuali jika Siti Nurbaya diserahkan kepadanya sebagai istrinya.

Mula-mula Siti Nurbaya tidak sudi tetapi ketika melihat ayahnya digiring hendak dimasukkan penjara, maka secara terpaksalah ia mau menjadi istri Datuk Maringgih walaupun sebenarnya hatinya sangat benci padanya. Selanjutnya kejadian yang menimpa diri ayah dan dirinya sendiri itu segera diberitahukan oleh Siti Nurbaya kepada Syamsul Bahri di Jakarta.

Setelah setahun di Jakarta, menjelang bulan puasa, pulanglah Syamsul Bahri ke Padang. Setelah menjumpai orang tuanya semuanya sehat walafiat, pergilah ia ke rumah Baginda Sulaeman, setelah ia mendengar dari Ibunya bahwa Baginda Sulaeman sakit. Sesampainya ke tempat yang dituju, dijumpainya Baginda Sulaeman sedang terbaring karena sakit.

Tak lama setelah kedatangan Syamsul Bahri itu, datanglah Siti Nurbaya karena ayahnya mengharapkan kedatangan. Maka berjumpalah Syamsul Bahri dengan Siti Nurbaya. Beberapa hari kemudian, bertemu pula Syamsul Bahri dengan Siti Nurbaya, pertemuan itu terjadi pada malam hari. Kedua asyik masyuk itu tidak mengetahui bahwa gerak-gerik mereka itu sedang diikuti oleh Datuk Maringgih beserta kaki tangannya.

Apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif tak tahan mereka itu menahan rindunya maka merekapun berciuman. Pada waktu itulah Datuk Maringgih mendapatkan mereka dan terjadilah percekcokan, karena mendengar kata-kata yang pedas dari Syamsul Bahri, maka Datuk Maringgih memukulkan tongkatnya sekeras-kerasnya kepada Syamsul Bahri.

Tetapi karena Syamsul Bahri menghindarkan dirinya diambil menyeret Siti Nurbaya, maka pukulan datuk Maringgih tidak mengenai sasarannya. Akibatnya tersungkurlah Datuk Maringgih. Dengan segera Syamsul Bahri menendangnya, dan karena kesakitan, berteriaklah Datuk Maringgih minta tolong. Mendengar teriakan Datuk Maringgih itulah maka pada saat itu juga keluarlah Pendekar Lima dari persembunyiannya dengan bersenjatakan sebilah keris.

Melihat Pendekar Lima membawa keris itu, berteriaklah Siti Nurbaya sehingga teriakannya itu terdengar oleh para tetangga dan Baginda Sulaeman yang sedang sakit itu, karena disangkanya Siti Nurbaya mendapat kecelakaan maka bangkitlah Baginda Sulaeman dan segera ke tempat anaknya itu.

Tetapi apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif kurang hati-hati, terperosoklah ia jatuh, sehingga seketika itu juga Baginda Sulaeman meninggal. Ia dikebumikan di Gunung Padang. Pada waktu Pendekar Lima hendak menikam Syamsul Bahri, menghindarlah Syamsul Bahri ke samping. Dan pada saat itu juga ia berhasil menyepak tangan Pendekar Lima, sehingga keris yang ada di tangannya terlepas.

Sementara itu datanglah para tetangga yang mendengar teriakan Siti Nurbaya tadi. Melihat mereka datang, larilah Pendekar Lima menyelinap ke tempat yang gelap. Di para tetangga yang datang itu, kelihatan pula Sutan Mahmud Syah yang hendak menyelesaikan peristiwa itu. Setelah ia mendengar penjelasan Datuk Maringgih tentang soal anaknya itu, maka Syamsul Bahri oleh Sutan Mahmud Syah tanpa dipikirkan masak-masak lebih dulu lagi.

Pada malam hari itu juga secara diam-diam pergilah Syamsul Bahri ke Teluk Bayur untuk naik kapal pergi ke Jakarta. Pada pagi harinya ributlah Siti Mariam mencari anaknya.

Setelah gagal mencarinya di sana-sini, maka dengan sedihnya, pergilah Siti Maryam ke rumah saudaranya di Padangpanjang. Di sana karena rasa kepedihannya itu, ia menjadi sakit-sakit saja. Setelah peristiwa pertengkaran dengan Datuk Maringgih itu Siti Nurbaya tinggal di rumah saudara sepupunya yang bernama Alimah.

Di rumah itulah Siti Nurbaya mendapat petunjuk-petunjuk dan nasihat, antara lain ialah untuk menjaga keselamatan atas dirinya, Siti Nurbaya dinasihati oleh Alimah agar pergi saja ke Jakarta, berkumpul dengan Syamsul Bahri. Penunjuk dan nasihat Alimah sepenuhnya diterima oleh Siti Nurbaya dan diputuskannya, akan pergi ke Jakarta bersama Pak Ali yang telah berhenti ikut Sultan Mahmud Syah sejak pengusiaran diri atas Syamsul Bahri tersebut.

Kepada Syamsul Bahri pun ia memberitahukan kedatangannya itu. Tetapi malang bagi Siti Nurbaya, karena percakapannya dengan Alimah tersebut dapat didengar oleh kaki tangan Datuk Maringgih yang memang sengaja memata-matainya. Pada hari yang telah ditetapkan, berangkatlah Siti Nurbaya dengan Pak Ali ke Teluk Bayur untuk segera naik kapal menuju Jakarta.

Mereka mengetahui bahwa perjalanan mereka diikuti oleh Pendekar Tiga dan Pendekar Lima. Setelah Siti Nurbaya dan Pak Ali naik ke kapal dan mencari tempat yang tersembunyi sekat Kapten kapal maka berkatalah Pendekar Lima kepada Pendekar Tiga, bahwa ia akan mengikuti perjalanan Siti Nurbaya ke Jakarta, sedang Pendekar Tiga disuruhnya pulang untuk memberitahukan peristiwa itu kepada Datuk Maringgih. Setelah itu Pendekar Lima pun naik ke kapal dan mencari tempat yang tersembunyi pula.

Pada suatu saat tatkala orang menjadi ribut akibat ombak yang sangat besar, pergilah Pendekar Lima mencari tempat Siti Nurbaya. Setelah ia apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif Siti Nurbaya, iapun segera menyeret Siti Nurbaya hendak membuangnya ke laut. Melihat kejadian itu Pak Ali membelanya, tetapi iapun mendapat pukulan Pendekar Lima dan tak mampu melawannya karena Pendekar Lima jauh lebih kuat daripadanya.

Siti Nurbaya pun berteriak sekuat-kuatnya sampai ia jatuh pingsan. Teriaknya itu terdengar oleh orang-orang yang ada dalam kapal, lebih-lebih Kapten kapal itu. Karena takut ketehuan akan perbuatannya itu, Pendekar Lima lari menyembunyikan dirinya. Siti Nurbaya akhirnya diangkut orang ke suatu kamar untuk dirawatnya.

Akhirnya kapal pun tiba di Jakarta. Di pelabuhan Tanjung Priok, Syamsul Bahri sudah gelisah menantikan kedatangan kapal yang ditumpangi oleh kekasihnya itu. Setelah kapal itu merapat ke darat, maka naiklah Syamsul Bahri ke kapal dan mencari Siti Nurbaya.

apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif

Alangkah terkejutnya tatkala ia mendengar dari Kapten kapal dan Pak Ali tentang peristiwa yang terjadi atas diri Siti Nurbaya itu. Dengan diantar Kapten kapal dan Pak Ali, pergilah Syamsul Bahri ke kamar Siti Nurbaya dirawat.

Disitu dijumpainya Siti Nurbaya yang masih dalam keadaan payah. Pada saat itu tiba-tiba datanglah polisi mencari Siti Nurbaya. Setelah berjumpa dengan Kapten kapal dan Syamsul Bahri, diberitahukan kepada mereka itu bahwa kedatangannya mencari Siti Nurbaya itu ialah atas perintah atasannya yang telah mendapat telegram dari Padang, bahwa ada seorang wanita bernama Siti Nurbaya telah melarikan diri dengan membawa barang-barang berharga milik suaminya dan diharapkan agar orang itu di tahan dan dikirim kembali ke Padang.

Mendengar itu mengertilah Syamsul Bahri bahwa hal itu tidak lain akal busuk Datuk Maringgih belaka. Ia pun minta kepada Polisi itu agar hal tersebut jangan diberitahukan dahulu kepada Siti Nurbaya, mengingat akan kesehatannya yang menghawatirakan itu. Ia meminta kepada yang berwajib agar kekasihnya itu dirawat dulu di Jakarta sampai sembuh sebelun kembali ke Padang. Permintaan Syamsul Bahri itu dikabulkan setelah Dokter yang memeriksanya menganggap akan perlunya perawatan atas diri Siti Nurbaya.

Setelah Siti Nurbaya sembuh, barulah diberitahukan hal telegram itu kepada kekasihnya. Kabar itu diterima oleh Siri Nurbayadengan senang hati. Ia bermaksud kembali ke Padang untuk menyelesaikan masalah yang di dakwakan atas dirinya. Setelah permintaan Syamsul Bahri kepada yang berwajib agar perkara kekasihnya itu diperiksa di Jakarta saja tidak dikabulkan, maka pada hari yang ditentukan, berangkatlah Siti Nurbaya ke Padang dengan diantar oleh yang berwajib.

Dalam pemeriksaan di Padang ternyata bahwa Siti Nurbaya tidak terbukti melakukan kejahatan seperti yang telah didakwakan atas dirinya itu. Karena itulah Siti Nurbaya di bebaskan dan disana ia tinggal di rumah Alimah Pada suatu hari walaupun tidak disetujui Alimah, Siti Nurbaya membeli kue yang dijajakan oleh Pendekar Empat, kaki tangan Datuk Maringgih. Kue yang sengaja disediakan khusus untuk Siti Nurbaya itu telah diisi racun. Setelah penjaja kue itu pergi, Siti Nurbaya makan kue yang baru saja dibelinya.

Setelah makan kue itu terasa oleh Siti Nurbaya kepalanya pening. Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal secara mendadak itu, terkejutlah ibu Syamsul Bahri, yang pada waktu itu sedang menderita sakit keras, sehingga menyebabkan kematiannya. Kedua jenajah itu dikebumikan di Gunung Padang disamping makam Baginda Sulaeman. Kabar kematian Siti Mariam dan Siti Nurbaya itu juga dikawatkan kepada Syamsul Bahri di Jakarta. Membaca telegram yang sangat menyedihkan itu, Syamsul Bahri memutuskan untuk bunuh diri.

Sebelum hal itu dilakukannya ia menulis surat kepada guru dan kawan-kawannya, demikian pula kepada ayahnya di Padang, untuk minta dari berpisah untuk selama-lamanya. Kemudian dengan menyaku sebuah pistol, pergilah ia ke kantor pos bersama Zainularifin untuk memasukan surat. Kabar yang sangat menyedihkan itu dirahasiakan oleh Syamsul Bahri sehingga Zainularifin pun tidak mengetehuinya.

Sesampainya ke kantor pos Syamsul Bahri minta berpisah dengan Zainularifin sengan alasan bahwa ia hendak pergi ke rumah seorang tuan apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif telah dijanjikannya.

Zainularifin memperkenankannya, tetapi dengan tak setahu Syamsul Bahri, ia menikuti gerak-gerik sahabatnya itu, karena mulai curiga akan maksud sahabatnya itu. Pada suatu tempat di kegelapan, Syamsul Bahri berhenti dan mengeluarkan pistolnya dan kemudian menghadapkan ke kepalanya.

Melihat itu Zainularifin segera mengejarnya sambil berteriak. Karena teriakan Zainularifin itu, peluru yang telah meletus itu tidak mengenai sasarannya. Akhirnya kabar tentang seorang murid Sekolah Dokter Jawa Di Jakarta yang berasal dari Padang telah bunuh diri itu tersiar kemana-mana melalui surat kabar. Kabar itu sampai di Padang dan apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif dengar oleh Sutan Mahmud dan Datuk Maringgih.

Karena perawatan yang baik, sembuhlah Syamsul Bahri, ia minta kepada yang berwajib agar berita mengenai dirinya yang masih hidup itu dirahasiakan setelah itu Syamsul Bahri berhenti sekolah. Karena ia menginginkan mati, ia pun menjadi serdadu (tentara). Ia dikirim kemana-mana antara lain ke Aceh untuk memadamkan kerusakan-kerusakan yang terjadi di sana.

Karena keberaniannya, makan dalam waktu sepuluh tahun saja pangkat Syamsul Bahri dinaikan menjadi Letnan dengan nama Letnan Mas. Dalam pertempuran dengan pemberontak itu, bertemulah Letnan Mas dengan Datuk Maringgih yang termasuk sebagai salah satu pemimpin pemberontak itu.

Setelah bercekcok sebentar, maka ditembaklah Datuk Maringgih oleh Letnan Mas, sehingga menemui ajalnya. Tetapi sebelum meninggal Datuk Maringgih masih sempat membalasnya. Dengan ayunan pedangnya, kenalah kepala Letnan Mas yang menyebabkan ia rebah. Ia rebah di atas timbunan mayat, dan yang antara lain terdapat mayat Pendekar Empat dan Pendekar Lima.

Kemudian Letnan Mas pun diangkut ke rumah sakit. Karena dirasakannya bahwa ia tak lama lagi hidup di dunia ini, maka Letnan Mas minta tolong kepada dokter yang merawatnya agar dipanggilkan penghulu di Padang yang bernama Sutan Mahmud Syah, karena dikatakannya ada masalah yang sangat penting.

Setelah Sutan Mahmud Syah datang, maka Letnan Mas pun berkata kepadanya bahwa Syamsul Bahri masih hidup dan sekarang berada di Padang untuk memadamkan pemberontakan, tetapi kini ia sedang dirawat di rumah sakit karena luka-luka yang dideritanya. Dikatakannya pula kepadanya, bahwa Syamsul Bahri sekarang bernama Mas, yakni kebalikan dari kata Sam, dan berpangkat Letnan.

Akhirnya disampaikan pula kepada Sutan Mahmud Syah, bahwa pesan anaknya kalau ia meninggal, ia minta di kebumikan di gunung Padang diantara makam Siti Nurbaya dan Siti Maryam. Setelah berkata itu, maka Letnan Mas meninggal. Setelah hal itu ditanyakan oleh Sutan Mahmud Syah kepada dokter yang merawatnya, barulah Sutan Mahmud Syah mengetahui bahwa yang baru saja meninggal itu adalah anaknya sendiri, yakni Letnan Mas alias Syamsul Bahri.

Kemudian dengan upacara kebesaran, baik pihak pemerintah maupun dari penduduk Padang, dinamakanlah jenazah Letnan Mas atau Syamsul Bahri itu diantara makam Siti Maryam dan Siti Nurbaya seperti yang dimintanya. Sepeninggal Syamsul Bahri, karena sesal dan sedihnya maka meninggal pula Sutan Mahmud Syah beberapa hari kemudian.

Jenazahnya dikebumikan didekat makam isterinya, yakni Siti Maryam. Dengan demikian di kuburan gunung Padang terdapat lima makam yang berjajar dan berderet, yakni makam Baginda Sulaeman, Siti Nurbaya, Syamsul Bahri, Siti Maryam dan Sutan Mahmud Syah. “Sebagai biasa,” kata Samsu,” pukul sepuluh malam, pergilah aku tidur.

apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif

Kira-kira pukul dua belas, dengan tiada kuketahui apa sebabnya, tiba-tiba terbangunlah aku dengan terperanjat, seperti apa yang membangunkan. Tatkala kubuka mataku, kelihatan olehku dekat meja tulisku, sesuatu bayang-bayang putih, berdiri di belakang kursiku.

Sangatlah terperanjat aku, ketika melihat bayang-bayang itu, sebab pada sangkaku, ia pencuri atau penjahat yang telah masuk ke dalam bilikku,” “Sesungguhnya,” jawab Samsu. “Melihat hal yang ajaib ini, meskipun berapa beraniku, berdebar juga hatiku dan sejurus lamanya, tidaklah tahu aku, apa yang hendak kuperbuat.

Hendak berteriak, malu rasanya. Lagipula suaraku tak hendak keluar, sebagai dicekik orang. Hendak berdiri, badan dan kaki berat rasanya.

apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif

Dibiarkan saja, takut kalau-kalau dianiaya aku. Walaupun kuberanikan apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif, badanku serasa kembang dan punggungku sebagai terkena air dingin.” “Tatkala itu datanglah takutku dan menolehlah aku ke segenap tempat kalau-kalau dicekiknya aku dari belakang.

Tatapi tak kelihatan suatu apa lagi. Lalu kupasanglah lampu dan kuambil pistolku dari dalam lemari. Ketika itu barulah berani aku memaksa aku kesana kemari, ke bawah tempat tidur, ke bawah mwja dan ke belakang lemari, tetapi suatu pun tiada kelihatan, sedang jendela dan pintu pun masih terkunci.” “Setelah kututup lampu itu dengan keras, supaia terangnya jangan kelihatan dari luar dan kutaruh pistolku dibawah bantalku, berbaringlah aku.

Tetapi sesudah itu tiadalah aku dapat tidur lagi; pertama karena takut akan didatanginya kembali dalam tidurku, kedua memikirkan penglihatan yang ajaib itu.

Apakah itu adalah takdir! Itulah setan atau hantu!” “Karena tak dapat tidur lagi, terkenanglah aku akan Nurbaya dan Ibuku. Negri dan kampung halamanku kita, serta timbulah hasrat yang amat dalam hatiku, hendak pulang meneui mereka sekalian dan menyesallah aku, tiada dapat pergi mengantarkan Nurbaya pulang ke Padang, baru-baru ini.

Belun pernah keinginan hatiku hendak pulang sekeras tadi malam. Dimukaku terbayang pula segala kesukaan dan kesusahan, yang telah kurasai, sejak kita berjalan-jalan ke Gunung Padang. Apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif ku ingat nurbaya, maki kuatir hatiku dan makin terasa pula olehku alpa dan lengahku, melepaskan dia seorang diri, kembali kedalam mulut harimau itu.

Terkadang-kadang khawatir hatiku itu menimbulkan perasaan, sebagai benar Nurbaya mendapat celaka.” Dengan bercakap-cakap demikian, tibalah kedua mereka di rumah Sekolah Dokter Jawa, lalu terus menuju bilik masing-masing.

Sejurus kemudian daripada itu, datanglahseorang opas pos membawa dua helai surat kawat, untuk Syamsul Bahri. Ditanyakannya kepada Arifin, di mana Syamsul Bahri, lalu ditunjukan oleh Arifin bilik sahabatnya ini. “Tatkala Arifin, setengah jam setelah itu, pergi ke bilik Samsu, hendak menanyakan surat kawat apakah yang ditarimanya tadi sua dekali, kelihatan olehnya pintu dan jendela bilik itu telah tertutup. Pada sangkanya, Samsu tentulah telah tidur, untuk melepaskan kantuknya, karena kurang tidur semalam.

Oleh sebab ia tiada hendak mengganggu sahabatnya itu, ditunggunyalah sampai Samsu bangun kembali. “Maksud Samsu sebelum menerima kedua surat kawat tadi, sesungguhnya hendak pergi tidur; jendelanya pun telah ditutupnya.

Setelah diterimanya surat itu, ditutupnyalah pula pintunya, karena hendak membaca kabar itu seorang diri; lebih-lebih, karena kedua surat kawat itu sangat memberi khawatir hatinya. Berapa lamanya ia terbaring pingsan itu, tiadalah diketahuinya. Ketika ia sadarkan dirinya pula, adalah halnya seperti seorang yang gila, tak dapat berpikir dan berkata-kata. Menangis pun tiada kuasa, sebagai tak berair lagi matanya. Sesudah termenung sejurus lamanya, diambilnya kertas, dan kalam, lalu ditulisnya sepucuk surat kepada ayahnya.

Marah Rusli, bernama lengkap Marah Rusli bin Abu Bakar. Ia dilahirkan apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif Padang pada tanggal 7 Agustus 1889.

Ayahnya, Sultan Abu Bakar, adalah seorang bangsawan dengan gelar Sultan Pangeran. Ayahnya bekerja sebagai demang. Marah Rusli mengawini gadis Sunda kelahiran Buitenzorg (kini Bogor) pada tahun 1911. Mereka dikaruniai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Perkawinan Marah Rusli dengan gadis Sunda bukanlah perkawinan yang diinginkan oleh orang tua Marah Rusli, tetapi Marah Rusli kokoh pada sikapnya, dan ia tetap mempertahankan perkawinannya. Meski lebih terkenal sebagai sastrawan, Marah Rusli sebenarnya adalah dokter hewan.

Berbeda dengan Taufiq Ismail dan Asrul Sani yang memang benar-benar meninggalkan profesinya sebagai dokter hewan karena memilih menjadi penyair, Marah Rusli tetap menekuni profesinya sebagai dokter hewan hingga pensiun pada tahun 1952 dengan jabatan terakhir Dokter Hewan Kepala. Kesukaan Marah Rusli terhadap kesusastraan sudah tumbuh sejak ia masih kecil. Ia sangat senang mendengarkan cerita-cerita dari tukang kaba, tukang dongeng di Sumatera Barat yang berkeliling kampung menjual ceritanya, dan membaca buku-buku sastra.

Marah Rusli meninggal pada tanggal 17 Januari 1968 di Bandung dan dimakamkan di Bogor, Jawa Barat Dari segi penysunan peristiwa atau bagian-bagian yang membentuk, cerita dari novel “Siti Nurbaya” menggunakan plot kronologis atau progresif, yang lebih dikenal dengan Alur Maju. Jadi cerita novel “Siti Nurbaya” ini ceritanya benar-benar dimulai dari eksposisi, komplikasi, klimaks, dan berakhir dengan pemecahan masalah.

Pengarang menyajikan ceritanya secara terurut atau secara alamiah. Artinya urutan waktu yang urut dari peristiwa A,B,C,D dan seterusnya. Marah Rusli merupakan sastrawan Indonesia, buku-buku bacaannya banyak yang berasal dari Barat yang menggambarkan kemajuan zaman. Ia kemudian melihat bahwa adat yang melingkupinya tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, terutama daerah kelahirannya yaitu kota Padang. Hal itu melahirkan pemberontakan dalam hatinya yang dituangkannya ke dalam karyanya, Siti Nurbaya.

Ia ingin melepaskan masyarakatnya dari belenggu adat yang tidak memberi kesempatan bagi yang muda untuk menyatakan pendapat atau keinginannya. Dalam Siti Nurbaya, telah diletakkan landasan pemikiran yang mengarah pada emansipasi wanita. Cerita itu membuat wanita mulai memikirkan akan hak-haknya, apakah ia hanya menyerah karena tuntutan adat (dan tekanan orang tua) ataukah ia harus mempertahankan yang diinginkannya. Dalam cerita ini pun mengandung sejarah kehidupan rumah tangganya. Bahwa hubungan dengan istrinya sebelumnya tidak direstui oleh ayah Marah Rusli.

Datuk Maringgi sebagai tokoh antagonis yang memiliki sifat yang jahat, dan kejahatannnya dilakukan secara halus dengan cara menghancurkan kekayaan orang lain melaui suruhan-suruhannya. Sehingga ia yang menjadi orang terkaya di kota itu. Karakter tokoh Datuk Maringgi inilah yang diisyaratkan sebagai salah satu faktor (pemaksaan, ekonomi, dan harta) yang menyebabkan adat perkawinan dearah Padang itu muncul yang tidak memberikan kesempatan kaum muda untuk memilih dan berpendapat.

apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif

Penekanan aspek ekspresif karya sastra telah lama dimulai. Pada masa Yunani dan Romawi penonjolan aspek ekspresif karya sastra telah dimulai seorang ahli sastra Yunani Kuno, Dionysius Casius Longius, dalam bukunya On the Sublime (Mana Sikana, dalam Atmazaki, 1990: 32-33). Menurut Longius karya sastra harus mempunyai gaya bahasa yang baik, mempunyai falsafah, pemikiran, dan persoalan agung yang penting, harus mempunyai emosi yang intens dan terpelihara serta tahan menghadapi zaman.

Kenyataan ini menyebabkan pengarang mesti punya konsep yang jelas dan jauh dari kebimbangan-kebimbangan yang melanda dirinya. Kritik ekspresif mendefinisikan karya sastra sebagai ekspresi atau curahan, atau ucapan perasaan, atau sebagai produk imajinasi penyair yang beroperasi/bekerja dengan pikiran-pikiran, perasaan; kritik itu cenderung menimbang karya sastra dengan kemulusan, kesejatian, atau kecocokan vision pribadi penyair atau keadaan pikiran; dan sering kritik ini mencari dalam karya sastra fakta-fakta tentang watak khusus dan pengalaman-pengalaman penulis, yang secara sadar ataupun tidak, telah membukakan dirinya dalam karyanya tersebut (Pradopo, 1997:193Pendekatan kritik ekspresif ini menekankan kepada penyair dalam mengungkapkan atau mencurahkan segala pikiran, perasaan, dan pengalaman pengarang ketika melakukan proses penciptaan karya sastra.

Pengarang menciptakannya berdasarkan subjektifitasnya saja, bahkan ada yang beranggapan arbitrer. Padahal, ekspresif yang dimaksud berkenaan dengan daya kontemplasi pengarang dalam proses kreatifnya, sehingga menghasilkan sebuah karya yang baik dan sarat makna. Langkah kedua, melakukan penafsiran pemahan terhadap unsur-unsur yang terdapat dalam karya sastra, seperti tema, gaya bahasa/ diksi, citraan, dan sebagainya.

Menurut Todorov dalam menafsirkan unsur-unsur karya sastra bisa dengan cara berspekulasi, sambil juga meraba-raba, tetapi sepenuhnya memiliki kesadaran diri, dari pada merasa memiliki pemahaman tetapi masih buta. Artinya, seorang kritikus boleh bebas melakukan penfasiran pemahaman terhadap unsur-unsur yang membangun sebuah karya sastra. Langkah ketiga, mengaitkan hasil penafsiran dengan berdasarkan tinjauan psikologis/kejiwaan pengarang, Asumsi dasar penelitian pikologi sastra antara lain dipengaruhi oleh anggapan bahwa karya sastra merupakan produk dari suatu kejiwaan dan pemikiran pengarang yang berada pada situasi setengah sadar (subconcius) setelah jelas baru dituangkan kedalam bentuk secara sadar (conscius).

Dan kekuatan karya sastra dapat dilihat dari seberapa jauh pengarang mampu mengungkapkan ekspresi kejiwaan yang tak sadar itu ke dalam sebuah cipta sastra. Karya sastra adalah hasil karya yang mempunyai nilai yang sangat tinggi. Dalam menganalisisnya memerlukan cara yang unik atau bisa dikatakan rumit. Untuk menganalisisnya bisa digunakan pendekatan eksperesif/psikologi pengarang.

Oleh karena itu, tujuan penulis membuat makalah ini adalah untuk bisa digunakan oleh pembaca. Baik untuk mengerjakan tugas atau sekedar untuk menikmati karya sastra. Makalah ini memudahkan pembaca menganalisis karya sastra. hahaha 11 Maret 2019 19.42 YUK !!!!! buruan gabung dan menang kan total hadiah ratusan juta rupiah setiap hari nya hanya di s1288poker agent poker terpecaya . cuma di sini tempat nya kamu bisa menunjukan kehebatan kamu dalam bermain poker yukkkk daftar kan diri anda sekarang juga terdapat 7 game dalam 1 user id anda loh.

WA : 081910053031 Balas Hapus PELAJAR BAHASA semua tidak akan maksimal jika kita tidak melaksanakan dengan penuh keseriusan. dari hasil yang penuh keseriusan menumbuhkan suatu kepuasan. jika kita ingin mendapatkan suatu kesuksesan dalam belajar, hal yang harus kita lakukan dengan cara mencitainya. dengan mencintailah kita nyaman apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif. Lihat profil lengkapku
Pengertian ekspresif adalah: Kamus Definisi Bahasa Indonesia (KBBI) ?

ekspresif : eks.pre.sif [a] tepat (mampu) memberikan (mengungkapkan) gambaran, maksud, gagasan, perasaan: sajak itu sangat — Malaysia (Dewan) ? ekspresif (éksprésif) bkn sesuatu (perbuatan, tulisan, lukisan, dll) yg dapat melahirkan sesuatu maksud (perasaan, tujuan) dgn jelas: sama ada melalui cetakan atau catan, Ghafar lebih memperlihatkan kesan ~. Definisi ? ekspresif : mengandung arti. Antonim ekspresifantonim lawan katanya adalah Pasif Glosarium.org versi April 2019 ✰ Glosarium.org adalah website belajar online.

tentang Glosarium kamus kosa kata bebas yang dimuat dari banyak sumber dan referensi di internet. ✰ Berdasarkan kategori bidang khusus dan mata pelajaran. ✰ Referensi rata-rata minimal 2 bidang/mata pelajaran per kata.

✰ Lengkap lebih dari 200+ bidang dan mata pelajaran ada di Glosarium.org ✰ Tanpa website mirror/kloningan ampas ✰ AMP, akses glosarium.org lewat Google Search mobile lebih cepat.

✰ Konten berorientasi manusia, mendahulukan penyampaian maksud yg dapat dimengerti manusia daripada mesin pencari. ✰ 2021, glosarium.org 3x lebih cepat. • Home • Tentang Kami • Pengertian • artikel ekonomi • Artikel Biologi • Pendidikan kewarganegaraan ( PKN ) • Artikel Agama • sejarah • Bahasa Indonesia • Artikel Sosiologi • Artikel Seni • Kontak Kami • Privacy Policy • Covid-19 Home » Artikel Fisika » Apa Yang Dimaksud Dengan Gerak?

Berikut Pengertian dan Penjelasannya Apa Yang Dimaksud Dengan Gerak? – Setiap saat seseorang pasti kerap menjumpai atau melihat benda-benda yang bergerak. Selain itu, apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif kehidupan seseorang juga setiap saat melakukan gerak. Contohnya saja yang terdapat di jalan raya, ada banyak mobil yang sedang bergerak, begitupula ketika mengamati di pusat perbelanjaan Selain itu, hal ini tidak menutup gerak hanya terjadi di darat misalnya saja di sungai dapat di lihat gerakan aliran air.

Bahkan di Udara juga terjadi gerak. Bahkan bumi tempat seseorang berpijak selalu dalam keadaan bergerak yaitu dengan gerak rotasi dan juga revolusi. Pengertian Gerak: Apa Itu Gerak? Apasih itu Gerak? Pengertian Gerak Secara umum adalah perubahan posisi suatu benda dari titik awal atau tempat pengamat yang diistilahkan dengan titik acuan.

Sampai disini jangan berhenti dulu untuk membacanya. Perlu diketahui bahwa gerak itu bersifat relatif. Arti dari hal ini bergantung dari titik acuannya atau dimana seseorang atau pengamat melihatnya. Dalam menjelaskan ini sangatlah mudah, karena bisa saja benda yang dikatakan bergerak ternyata juga bisa dikatakan tidak bergerak, Memahami hal ini dapat dengan merujuk pada suatu contoh misanya saja meja yang terdapat di bumi dikatakan tidak bergerak sama sekali dan tidak ada yang menggerakkannya.

Namun, apabila pengamat atau titik acuannya ada pada matahari mengamati meja, pada dasarnya meja tersebut bergerak bersama bumi dalam mengelilingi matahari.

Kiranya mungkin contoh tentang gerak diatas sedikit terlalu mudah dan mungkin saja dikatakan tidak ilmiah. Baiklah mari sedikit yang memusingkan, contoh lainnya dikatakan gerak itu relatif adalah B menggedong A. Sedangkan untuk C diam melihat B berjalan menjauhi C. Dalam titik acuan C mengamati bahwa A dan B bergerak.

Kesimpulan itu terjadi lantaran ada perubahan posisi keduanya. Sementara ketika merujuk pada titik acuan dalam pandangan B mengatakan A tidak bergerak. Kesimpulan B ini terjadi lantaran tidak ada perubahan posisi A terhadap B. Contoh-contoh diatas inilah yang menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan letak kerelatifan gerak. Benda A yang dikatakan bergerak oleh C ternyata dikatakan tidak bergerak oleh B. Beda lagi ketika titik acuannya ada pada pandangan A dan B maka C itu ternyata telah melakukan apa yang disebut dengan gerak semu.

Apa sih itu gerak semu? Yang dimaksud dengan Gerak semu adalah benda yang diam tetapi seolah-olah bergerak karena gerakan pengamat. Contoh yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah saat naik mobil yang berjalan maka pohon yang ada dipinggir apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif kelihatan bergerak. Demikian ini berarti bahwa pohon telah melakukan gerak semu. Gerakan semu pohon ini dapat terjadi karena yang melihat sambil bergerak.

Apa Yang Dimaksud Dengan Gerak? Berikut Pengertian dan Penjelasannya (Foto: Artikelsiana.com) Jenis-Jenis Gerak Bedasarkan lintasannya gerak dibagi menjadi 3 macam yaitu gerak lurus, gerak parabola dan gerak melingkat. Maksud dari ketiga macam gerak ini ialah: • Gerak lurus yaitu gerak yang lintasannya berbentuk lurus • Gerak parabola yaitu gerak yang lintasannya berbentuk parabola • Gerak melingkar yaitu gerak yang lintasannya berbentuk lingkaran Sedangkan menurut percepatannya ternyata gerak terbagi 2 jenis yaitu gerak beraturan dan gerak berubah beraturan.

Yang dimaksud dengan 2 macam gerak ini adalah: • Gerak beraturan adalah gerak yang percepatannya sama dengan nol (a = 0) atau gerak yang kecepatannya konstan. • Gerak berubah beraturan adalah gerak yang percepatannya konstan (a = konstan) atau gerak yang kecepatannya berubah secara teratur. Pada kali ini diketahui bahwa gerak lurus itu terbagi dua jenis.

Ada yang disebut dengan gerak lurus berubah beraturan atau disingkat dengan GLB. Selain itu ada juga jenis gerak lurus yang disebut dengan gerak lurus berubah berubah beraturan atau disingkat dengan (GLBB). Maksud dari kedua jenis gerak lurus ini adalah: 1. Gerak Lurus Beraturan (GLB) Apasih yang dimaksud dengan Gerak Lurus Beraturan? Arti GLB adalah gerak gerak benda yang lintasannya lurus dan kecepatannya konstan (tetap).

Memahami ini misalnya saja adalah mobil dimana bergerak pada jalan lurus dengan berkecepatan tetap. 2. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) Yang dimaksud dengan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak lintasannya lurus dengan percepatan tetap dan kecepatan yang berubah secara teratur.

Misalnya saja GLBB adalah gerak buah jatuh dari pohonnya, gerak benda dilempar ke atas. Demikianlah informasi mengenai Apa Yang Dimaksud Dengan Gerak?. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-teman. Recent Posts • Pengertian Kimia, Fungsi, Cabang Ilmu, Manfaat, & Kimia Menurut Para Ahli • Pengertian Kronologi, Fungsi, dan Contoh Kronologi Dalam Sejarah • Pengertian Presipitasi, Fungsi, Arti Presipitasi Menurut Para Ahli dan Kimia, Biologi • Pengertian Periodisasi, Tujuan, Komponen & Contoh Periodisasi • Pengertian Perusahaan Manufaktur, Karakteristik/Ciri, & Fungsi Perusahaan Manufaktur
Macam-macam ragam gerak tari: 1.

Ragam gerak tari klasik, adalah gerak tari yang banyak menggunakan gerak murni dan gerak ekspresif serta imitatif serta telah distilir atau diperhalus. Tema gerakannya juga menirukan gerakan manusia maupun perangai hewan tetapi gerakannya sudah terpilih juga mempunyai nilai simbolik dengan patokan atau apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif gerak yang sudah ditentukan. Gambar: Tarian Tradisional Indonesia 2.

Ragam Gerak tari kerakyatan, adalah gerak tari yang banyak menggunakan imitatif dan ekspresif. Gerakannya menirukan kegiatan serta emosi manusia sampai menirukan perangai binatang. Gambar: Tarian Nusantara 3. Ragam gerak tari kreasi baru, adalah gerak tari yang dibentuk dari paduan beberapa ragam gerak tari tradisional sehingga menjadi bentuk baru. Bentuk baru ini terasa lebih dinamis dan energik kerena didukung oleh generasi muda serta ditata oleh koreografer kreatif.

Seni tari yang ada di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut. 1. Tari Tradisional Tari tradisional merupakan sebuah bentuk tarian yang sudah lama ada. Tarian ini diwariskan secara turun-temurun. Sebuah tarian tradisional biasanya mengandung nilai filosofis, simbolis. Contoh tari tradisional adalah Tari Bedhaya, Tari Klono, Tari Golek, Tari Topeng. 2. Tari Kreasi Baru Tari kreasi baru merupakan tarian yang lepas dari standar tari baku. Ini mencakup pengertian bahwa Tari kreasi adalah dirancang menurut ahli kreasi penata tari sesuai dengan kondisi namun tetap memelihara nilai artistiknya.

Contoh tari kreasi baru yaitu Tari Saman, Tari Kecak, Tari Kupu-kupu, Tari Roro Ngigel, Tari Garuda Nusantara. Demikianlah penjelasan mengenai Gerak Tari dengan pembahasan ini kamu sudah dapat menjawab beberapa pertanyaan disekolah seperti: • Apakah yang dimaksud dengan gerak tari? • Seni tari di Indonesia dibedakan menjadi berapa kelompok?

Sebutkan! • Apakah yang dimaksud dengan tari tradisional? Berikan contohnya! • Apakah yang dimaksud dengan tari kreasi baru? Berikan contohnya! Semoga bermanfaat!
Semua orang telah menyadari bahwa gerakan itu hadir dari sebuah tubuh manusia. Pada awalnya gerak tubuh manusia untuk menerjemahkan maksud-maksud yang ada dalam hatinya, baik untuk kegiatan motorik (gerakan menghantar tubuh untuk beraktivitas) atau berkomunikasi.

Gerak merupakan hal yang dianggap paling tua sebagai alat komunikasi yang dimiliki oleh manusia. Peran tubuh bukan hanya sebagai sumber gerak, tetapi merupakan alat atau media untuk menyampaikan gagasan. Karena tubuh merupakan sesuatu yang sangat substansial dalam menggarap suatu karya tari atau koreografi tari.

Sehingga pada tataran yang paling komplek dalam berlatih adalah untuk memfungsikan tubuh sebagai instrumen yang melahirkan gerak yang berkualitas. Tubuh yang mampu mewujudkan gerakan tari yang berkualitas semata-mata hasil dari latihan yang keras dan berkesinambungan. Claire Holt mnggambarkan proses latihan dari penari-penari yang tergabung dalam kelompok Martha Graham, menjelaskan bahwa latihan-latihan dasar yang dilakukan oleh Martha Graham adalah sama antara laki-laki denga perempuan.

Penari-penari yang belajar bergerak menuju ruang, baik dengan lambat atau cepat dalam bermacam-macam langkah, ayunan, jinjingan, lompatan, dan menggulung di lantai.

Jika latihan-latihan tersebut dilakukan secara berulang-ulang maka, akan menghasilkan sebuah koreografi yang maksimal. Semua koreografi yang dikembangkan untuk berbagai fungsi selalu disiapkan berdasarkan berdasarkan pola latihan yang intensif, terencana dan terarah. Bagong Kusudiardjo, (2000:19), menyampaikan bahwa penari akan hidup dengan seni tarinya atau akan hidup untuk seni tarinya telah memiiki banyak tantangannya.

Oleh karena itu, seorang penari harus banyak berlatih dan tekun melakukan latihan-latihan gerak di dalam mengolah tubuhnya. Berbagai aktivitas kegiatan manusia dilakukan melalui berbagai macam bentuk, tujuan dan hasil yang ingin dicapai oleh masing-masing manusia yang bersangkutan.

Dengan itu manusia membutuhkan penyesuaian terhadap masalah klasik di atas yakni tenaga, ruang, dan waktu. Gerak merupakan unsur utama dan juga unsur estetika dari tari. Gerakan dari tari berasal dari anggota tubuh. Anggota tubuh yang dapat digunakan untuk menari yaitu anggota tubuh bagian atas, bagian tengah dan bagian bawah. Anggota tubuh bagian atas terdiri atas kepala, mata dan raut wajah.

Ragam gerak dari anggota tubuh bagian tengah yaitu terdiri dari lengan atas, lengan bawah, telapak tangan, jari-jari dan ruas jari. Sedangkan anggota tubuh bagian bawah terdiri dari Kaki. Gerak pada dasarnya merupakan fungsionalisasi dari tubuh manusia (anggota gerak bagian kepala, badan, tangan, dan kaki), ruang secara umum (ruang gerak yang terdiri dari level, jarak, atau cakupan gerak), waktu sebagai jeda (berhubungan dengan durasi gerak, perubahan sikap, posisi, dan kedudukan), tenaga untuk menghayati gerak (kualitas gerak berhubungan dengan kuat, lemah, elastis dan kaku dan personifikasi gerakan).

Gerak sebagai unsur penting suatu tarian akan selalu berhubungan dengan ruang, waktu, dan tenaga. Reproduksi gerak dimulai dari pengerutan dan peregangan otot, kontraksi otot, dan kapasitas perubahan volume ruang dan perpindahan tempat yang direpresentasikan melalui waktu gerakan dilakukan. Gerakan tubuh manusia dalam wujud gerak sehari-hari, gerak olah raga, gerak bermain, gerak bekerja, gerakan pencak-silat, serta gerak untuk berkesenian.

Jenis gerakan seperti tersebut diatas, apabila harus diwujudkan ke dalam bentuk gerak tari pada puncaknya harus distilisasi atau didistorsi. Tari merupakan relaksasi dan penegangan otot yang secara penghayatan menghasilkan ekspresi gerak untuk berkesenian. Gerakan tari berwujud jenis gerak yang telah distilisasi atau didistorsi.

Wujud gerakan yang secara impulsif bersifat lembut dan mengalir, tegas terputus-putus, dan tegang-kendur apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif gabungan lemas-kencang, lambat- cepat, patah-patah-mengalir dan sebagainya adalah bentuk distorsi dan stilisasi gerak yang menjadi ciri pembeda gerakan sehari-hari dengan gerakan tari. Gerakan tubuh manusia secara umum terbagi menjadi tiga wilayah gerak.

Menurut Evelyn Pearch gerakan berpusat pada anggota gerak bagian atas ( Caput) anggota gerak bagian tengah ( Thorax), dan anggota gerak bagian bawah ( Ladix/Pedix). Masing-masing anggota gerak dapat bergerak masing-masing serta pada kapasitas lebih variatif dalam bergerak secara koordinatif. Anggota gerak bagian tengah ( thorax) memiliki cakupan karakteristik gerak kurang fleksibel.

Hal ini lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan bawah. Kedudukan anggota gerak bagian tengah terkesan statis, namun memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan kedudukan anggota gerak lainnya. Anggota gerak bagian bawah terdiri dari pangkal paha hingga ibu jari kaki ( Ladix) yang secara masing-masing jangkauannya berbeda sesuai kebutuhan ruang yang dapat dijangkau oleh anggota gerak tubuh.

Faktor space meliputi ruang gerak, misalnya level, jarak/rentangan atau tingkatan gerak. Faktor time lebih diproyeksikan pada waktu, misalnyai durasi gerak dan dan faktor dynamics lebih menekankan kualitas atau tekstur gerak, misalnya gerak yang kuat,lemah, elastis, aksentuasi, penekanan (Ann Hutchinson, 1989:2).

Anggota gerak bagian bawah ( ladix) memiliki suatu karakteristik gerak yang dinamis dan fleksibel. Dinamisasi dan leksibilitasnya digunakan sebagai alat gerak perpindahan yang lebih banyak, sebagai tumpuan tubuh, dan juga menjadi alat gerak yang potensial terutama bagi manusia yang normal (tidak cacat).

Kapabilitas gerak lebih ditujukan sebagai penopang dan pembentuk sikap anggota gerak bagian atas dan tengah. Kedudukan anggota gerak bagian bawah mampu beradaptasi secara sinergis dengan anggota gerak tubuh lainnya, (Rahmida, 2008:22-26) Banyak peristiwa dalam kehidupan manusia yang dikaitkan dengan tari sebagai manusia berkomunikasi dengan alam dan pencipta-Nya. Selain itu, ada pula tari-tarian yang menjadi sarana permohonan seperti meminta hujan, upacara berburu, upacara pengobatan atau sebagai ungkapan rasa syukur karena panen melimpah.

Jadi, apakah yang dimaksud dengan Seni Tari? Apa saja jenis gerak yang menjadi ragam gerak dan motif gerak tari? Di dalam tari, gerak secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu : Gerak Murni Gerak murni adalah gerak yang tidak mempunyai arti tertentu. Gerak ini dilakukan untuk mendapatkan kesan artistik dalam mendukung gerakan tari.

Contoh: gerakan murni, yaitu gerakan melenggang, jalan ditempat, dan memutar lengan. Dalam pengolahannya tidak mempertimbangkan suatu pengertian tertentu, yang dipentingkan faktor keindahan gerak saja. Gerak Murni adalah gerak yang tidak mempunyai arti tertentu, gerak ini hanya mementingkan segi keindahan saja, atau segi artistik.

Gerak Maknawi Gerak maknawi adalah gerak yang mempunyai arti atau makna tertentu. Contoh gerakan maknawi adalah memanah, berhias, dan menabur bunga.

Gerak maknawi juga merupakan gerak yang telah diubah menjadi gerak indah, yang bermakna dan dalam pengolahannya mengandung suatu pengertian atau maksud tertentu. Artinya gerak tersebut memiliki keindahan. Pada dasarnya garapan tari yang menuntut stilisasi gerak adalah merubah gerak wantah menjadi gerak yang tidak wantah, baik gerak diperhalus maupun dirombak (distorsi) dari yang biasanya. Contoh yang mudah terdapat pada tari Jawa misalnya gerak ulap-ulap. Gerak ulap-ulap sebenarnya merupakan stilisasi dari gerak orang yang melihat benda atau orang lain dari kejauhan sehingga ia terpaksa menggunakan tangan kiri atau kanannya untuk menahan sinar yang mengganggu penglihatan di atas matanya.

Gerak tari yang telah distilir dan mengandung arti, dalam dunia tari lazim disebut gesture atau gerak maknawi Gerak maknawi yang juga disebut gerak g esture, adalah gerak yang bersifat menirukan (imitatif dan mimitif). Imitatif adalah gerak peniruan dari binatang dan alam. Mimitif adalah gerak peniruan dari gerak-gerik manusia. Gerak maknawi yang mempunyai arti dan makna, juga mengalami distorsi dan stilasi dari gerakan sebenarnya.

Sedangkan kalau yang mengandung arti tidak distilir disebut dengan gerak pantomim. Gerak-gerak pantomim yang dilakukan biasanya menirukan kehidupan manusia. Sedangkan dalam garapan karya tari gerak-gerak yang dilakukan memiliki unsur keindahan dan artistik. Pada dasarnya gerak yang biasa dilakukan dengan menggerakkan bagian badan manapun, meskipun beberapa tari menitikberatkan gerak pada bagian badan tertentu. Dalam sebuah tarian, terdapat gerakan yang berasal dari berbagai anggota tubuh, baik itu tangan, kaki maupun kepala.

Di dalam tari tubuh manusia dibagi menjadi tiga, yaitu : Bagian Atas Bagian atas meliputi leher, muka, mata dan kepala. Adapun gerak pokok badan bagian atas adalah tolehan (ke kanan, ke kiri atau depan).dan coklekan atau ditekuk ke samping kanan atau ke samping kiri ( nyoklek ke kanan, dan nyoklek ke kiri). Gerak pada bagian atas yang terfokus pada kepala di Jawa ada yang disebut jiling (menggerakkan leher ke samping kanan dan kesamping kiri), gedheg (menggerakkan kepala ke kiri atau ke kanan, dan menggerakkannya tidak dengan memalingkan kepala begitu saja, tetapi dengan diputar kurang lebih 360 derajad).

Gedheg juga sama dengan pacak gulu atau pacak jangga. Hal tersebut sebenarnya penari telah melakukan pengekspresian gerak yang telah dilakukan sesuai dengan makna tarinya. Ekspresi muka didapat dari bagian kepala, seperti cara mengekspresikan rasa suka, sedih, marah, bersemangat dan lain-lain. Bagian Tengah Bagian tengah meliputi badan, lengan atas, lengan bawah, telapak tangan, jari-jari, panggul, pinggang dan pangkal paha.

Gerak-gerak yang dilakuan oleh penari pada bagian tengah di Jawa seperti malangkerik (posisi tangan berkacak pinggang, jari nyekithing dan memegang pangkal sampur); menthang (meluruskan tangan kanan dan kiri ke samping); baya mangap (jari tangan rapat dan lurus, ibu jari agak membuka dan maju sedikit); ngrayung (jari tangan lurus dan rapat, ibu jari didepan telapak tangan). Bagian Bawah Bagian bawah meliputi tungkai atas, tungkai bawah, telapak kaki dan jari-jari kaki.

Kaki merupakan tumpuan untuk menopang segala kekuatan gerak. Dimana kaki bergerak, dari situlah sebuah tarian akan dilakukan. Saat berpindah tempat, berbagai cara bias dilakukan dengan bergeser, berjalan, berlari, melompat, meloncat, berjinjit, nyresek, dan lain-lain. Contoh dari Gerak Tari dapat dilihat pada video berikut https://www.youtube.com/watch?v=Et3E21JwB_8 • Click to share on Twitter (Opens in new window) • Click to share on Pinterest (Opens in new window) • Click to share on Tumblr (Opens in new window) • Click to share on Facebook (Opens in new window) • Click to print (Opens in new window) • Click to share on Telegram (Opens in new window) • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) • Click to email this to a friend (Opens in new window) •KOMPAS.com - Seni tari merupakan bentuk seni dengan media ungkap berupa gerak.

Dalam ruang lingkup kebudayaan, seni tari menjadi bagian kesenian, salah satu unsur kebudayaan. Sebenarnya apa yang apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif seni tari? Seni tari Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tari merupakan salah satu bentuk kesenian yang memiliki media ungkap atau substansi gerak dan gerak yang terungkap adalah gerak manusia.

Karena tari adalah seni, walau substansi dasarnya adalah gerak tetapi gerak-gerak dalam tari bukan gerak realistis atau keseharian. Melainkan gerak yang telah diberi bentuk ekspresif. Gerak ekspresif adalah gerak yang indah, yang bisa menggetarkan perasaan manusia. Gerak yang indah adalah gerak yang distilir, yang di dalamnya mengandung ritme tertentu. Dalam dunia seni, kata indah identik dengan bagus. John Joseph Martin dalam The Modern Dance (1965) menerangkan, makna indah atau bagus adalah sesuatu yang memberikan kepuasan batin manusia.

Bukan hanya gerak-gerak yang halus saja yang bisa indah. Tetapi gerak-gerak yang keras, kasar, kuat, penuh dengan tekanan-tekanan aneh pun termasuk gerak yang indah. Baca juga: Perpaduan Adegan Film dan Seni Tari Pengertian tari Ahli sejarah tari dan musik dari Jerman, Curt Sachs dalam World History of The Dance (1933) mendefinisikan tari adalah gerak yang ritmis.

Jadi, elemen tari adalah gerak dan ritme (irama). Menurut ahli tari dari Belanda, Hendrina Cornelia Hartong (Corrie Hartong), tari adalah gerak-gerak yang diberi bentuk dan ritmis dari badan di dalam ruang. Penulis Amerika, Walter Sorell, mengemukakan, tari adalah gerakan-gerakan tubuh dan anggota-anggotanya yang disusun sedemikian rupa sehingga berirama.
Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan.

Kali ini PakDosen akan membahas tentang Gerak Tari? Mungkin anda pernah mendengar kata Gerak Tari? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, unsur, jenis, macam, bentuk dan gerak dasar. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Gerak Stilatif adalah Gerak yang telah mengalami proses pengolahan yang mengarah kepada bentuk tari yang indah. Sedangkan Gerak Distorsif yaitu pengolahan gerak yang telah melalui proses perombakan dari aslinya dan merupakan salah satu proses stilasi.

Pengertian Seni Tari Menurut Para Ahli Berikut ini terdapat beberapa pendapat dari para ahli seni tari, apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif sebagai berikut: 1.

Corie Hartong Seni tari adalah suatu tarian dengan gerakan ritmis. Tari merupakan desakan perasaanyang ada di daam hatinya, yang mendorong untuk mengungkapkan dengan suatu gerak tubuh yang ritmis. 2.

apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif

Arestoteles Seni tari adalah suatu gerakan ritmis yang memiliki tujuan untuk memberikan visuslisasi karakter dan tingkah laku manusia sebagai mana mereka menjalaninya. apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif.

Dr. Soedarsono Seni tari adalah ekspresi jiwa yang melalui gerak ritmis yany indah (estetis). Ekspresi jiwa yang dimaksud adalah cetusan rasa dan emosional yang disertai kehendak diri. Dan gerak ritmis yang indah adalah gerakan tari yang mengikuti irama pengiringnya, sehingga menciptakan daya pesona bagi penikmatnya.

Unsur Utama dalam Seni Tari Suatu gerakan tidak bisa dikatakan sebagai tarian bila tidak memenuhi tiga unsur. Jika salah satu saja dari unsur tersebut tidak ada, maka gerakan tersebut tidak bisa dikatakan sebuah tari. Apa sajakah unsur tersebut? • Wiraga (Raga) : yaitu Sebuah tarian harus menampakkan gerakan badan, baik dengan posisi duduk ataupun berdiri.

• Wirama (Irama) : yaitu Sebuah seni tari harus memiliki unsur irama yang menyatukan gerakan badan dengan musik pengiringnya, baik dari segi tempo maupun iramanya. • Wirasa (rasa) : yaitu Sebuah Wirasa adalah tarian yang harus mampu untuk menyampaikan sebuah perasaan,pesan melalui gerakan sebuah tarian dan ekspresi si penarinya. Bagi Sobat yang mencari aplikasi bermanfaat, kami sarankan untuk mencoba mengakses situs technicaltalk.net untuk download aplikasi sepuasnya secara gratis di sana.

Jenis Gerak Tari Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis gerak tari, yakni sebagai berikut: 1. Gerak murni Gerak tari yang tujuannya semata untuk fungsi estetis sehingga hanya untuk memperindah sebuah tarian tanpa ada maksud melambangkan sesuatu. Contohnya adalah gerakan memutar-mutarkan pergelangan kaki dan menghentakkan kaki tanpa maksud tertentu, atau gerak menggulung selendang ketika akhir tarian, dll. 2. Gerak maknawi Gerak tari yang selain fungsi estetis, juga lebih mengedepankan maksud atau lambang tertentu dari sesuatu yang ingin disampaikan ke penonton tarian.

Misalnya dalam tari Merak terdapat gerakan melebarkan selendang sambil bergerak mengelilingi panggung yang menggambarkan gerak-gerik burung merak, dll Macam-Macam Ragam Gerak Tari Berikut ini terdapat beberapa macam-macam ragam gerak tari, yakni sebagai berikut: • Ragam Gerak Tari Klasik merupakan gerak tari yang banyak menggunakan gerak murni dan gerak ekspresif serta imitatif yang telah distilir atau diperhalus.

Tema gerakannya juga menirukan kegiatan manusia dan perangai hewan tetapi gerakannya sudah terpilih dan mempunyai nilai simbolik dengan patokan atau pola-pola gerak yang sudah ditentukan. • Ragam Gerak Tari Kerakyatan merupakan gerak tari yang banyak menggunakan imitatif dan ekspresif.

Gerakannya menirukan kegiatan dan emosi manusia sampai menirukan perangai binatang. • Ragam Gerak Tari Kreasi Baru merupakan gerak tari yang dibentuk dari paduan beberapa ragam gerak tari tradisional sehingga menjadi bentuk baru. Bentuk baru ini terasa lebih dinamis dan energik karena didukung oleh generasi muda dan ditata oleh koreografer yang kreatif • gerak Imitatif merupakan gerak tari yg dilakukan sebagai hasil dari eksplorasi gerak yang ada dalam alam selain gerak manusia.

• gerak Imajinatif merupakan gerak rekayasa manusia dalam membentuk suatu apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif. gerak ini terdiri dari gerak maknawi dan gerak murni • gerak maknawi merupakan gerak tari yang mengandung arti atau mempunyai maksud tertentu • gerak murni merupakan gerak yang tidajk mengdung artinamun masih mengadung unsur keindahan Gerak Tunggal, merupakan gerak tari yang dibawakan oleh seorang penaribaik putra maupun putri dalam membawakan tari seorang diri, penari harus lebih berani, percaya diriserta harus dapat menguasai gerak tari yang akan ditampilkan.

Ragam gerak tari tunggal adalah gerak tempat, gerak berpindah tempatgerak lantai dan gerak meloncat. Contoh gerak tunggal dapat kita lihat pada tari bondantari gambir anomtari rahwanatari golektari srikandi, dan tari sekar putri. • Gerak Berpasangan, Biasanya dibawakan oleh dua orang penari, yaitu seorang penari putra dan seorang penari putriatau dapat juga berpasangan putra putri dan putra putra.

Dalam melakukan gerak berpasangangerak kita dengan pasangan menari belum tentu sama .

apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif

Gerak biasanya dilakukan kearah berlawanan atau menghadap ke arah yang berbeda. Jika gerakan tari dilakukan dengan baik dan kompaktarianya akan lebih indah. • Gerak kelompok, dibawakan oleh tiga orang penari atau lebihdalam melakukan gerak kelompoksetiap penari tidak boleh menonjolkan dirinya sendiri karena terikat aturan yang ada.

Aturan – aturan itu harus di patuhi oleh seluruh penari agar tercipta keserasian. Gerak tari yang di lakukan secara kelompok mengutamakan kekompakan agar dalam pembentukan informasi memiliki komposisi yang apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif dan seimbang.

• Kedet, yaitu gerakan kepala seolah menarik dagu • Gedug, yaitu kepala tegak di gerakan kesamping kanan dan kiri • Gedug angka delapan, yaitu gerak kepala dengan memfokuskan putaran dagu seolah menulis angka angka delapan dengan diakhiri gerak hedot • Gilek, yaitu gerak kepala membuat lengkungan kebawah kiri dan kanan • Godeg cangreud, yaitu gerak gilek diakhiri gerak kedet • Galieur, yaitu gerak halus pada kepala yang dimulai dari menarik dagu, kemudian ditarik dengan leher kembali ke arah tengah diakhiri dengan kedet • Lontang Lontang kiri/kanan (merupakan gerakan tangan yang menggunakan dua tangan dan digerakkan saling bergantian).

• Tumpang Tali Tumpang tali merupakan suatu gerak tari yang menggunakan ke dua tangan nangreu lalu disilangkan • Sembah merupakan sebuah gerak untuk menunjukkan rasa hormat. Saat melakukan sembah, seseorang menempelkan kedua telapak tangan nya secara khidmat seperti sedang berdoa • Ukeul merupakan salasatu dasar gerak dalam tari, yaitu gerakan memutarkan Pergelangan tangan baik itu kedalam ataupun ke luar.

• Capang Kanan / Kiri merupakan gerakan penari Jaipong yaitu menggerakan tangan dengan membengkokan salah satu dari tangan, baik itu tangan kanan ataupun tangan kiri penari. • Lontang Kiri / Kanan merupakan sebuah gerakan Tari apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif dengan menggerakan tangan yang menggunakan dua tangan dan digerakan secara bergantian. • Duduk Deku Duduk Deku merupakan gerakan yang dilakukan dengan melipat kedua bagian kaki ke arah dalam.

• Seser merupakan gerakan Tari Jaipong dengan menggerakan (menggeser) bagian kaki ke arah kanan atau kiri • Sirig merupakan gerakan kaki penari jaipong dengan menggoyang-goyangkan kedua kaki secara bersamaan. • Mincid merupakan gerakan gabungan dari gerakan kepala, tangan, dan kaki yang di gerakan secara bersamaan akan tetapi antara gerakan dan gerakan kaki di gerakan ke arah yang berbeda misalnya tangan kanan di gerakan bersamaan dengan kaki kiri begitupun sebaliknya.

Demikian Penjelasan Materi Tentang Gerak Tari: Pengertian, Unsur, Jenis, Macam, Bentuk, Gerak Dasar semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi Sebarkan ini: • Facebook • Twit • WhatsApp Posting pada SD, SMA, SMK, SMP, UMUM Ditag apa fungsi iringan dalam tari, apa tujuan diadakannya eksplorasi gerak tari, bagaimana ragam gerak tari klasik, bagaimanakah bentuk gerak dalam sebuah tarian, contoh gerak imitatif, contoh gerak tari, contoh gerakan tari sederhana, ekspresi tari adalah, fungsi tari dan contohnya, gambar gerak keupat, gerak dasar badan dalam tari, gerak dasar tangan dalam tari, gerak dasar tari beserta gambarnya, gerak murni adalah, gerak peniruan dari binatang dan alam disebut, jelaskan pengertian gerak tari, jelaskan yang dimaksud gerak tari berpasangan, jenis tari, klasifikasi ragam gerak tari, konsep ragam gerak tari, lumaksono adalah, makna pertunjukan tari, mengapa tari perlu dikembangkan, motif gerak tari, penata atau pencipta gerak tari disebut, pengertian gerak tari tradisional, pengertian stilasi pada tari, pengertian tari menurut para ahli, pola lantai gerak tari adalah, sebutkan ciri-ciri umum tari tradisional, sebutkan gerak dalam tari, sebutkan jenis tari kelompok di indonesia, sebutkan ragam gerak tari tradisional, sebutkan tiga gerakan kepala, sejarah perkembangan jenis tari, tahapan gerak tari, tanjak kanan merupakan salah satu ragam gerak, tujuan dari tari, unsur gerak tari Pos-pos Terbaru • Peradaban Awal Masyarakat Indonesia • Penyimpangan Sosial • Komunikasi Bisnis • Lembaga Keuangan • ISP adalah • Laut Adalah • Akhlak Adalah • Peramalan Adalah • Sedimentasi adalah • Sel Elektrolisis • Higgs domino mod apk speeder tanpa iklan • Dataran adalah • Good Governance • Kenakalan Remaja • Siklus Krebs
Menu • Home • P.

Komputer • C • C++ • Visual Basic • Bahasa • B. Indonesia • B. Jepang • B. Inggris • MIPA • Matematika • Biologi • Kimia • Fisika • Sejarah • PKN • Seni Budaya • Musik • Pengetahuan • Informasi Musik • alat musik • aplikasi • tutorial • Tips dan trick • Lainnya • Kerja dan Usaha • Penjaskes • Agama Islam • Prakarya • Karyaku • Pendaftaran Macam - Macam Ragam Gerak Tari : • Ragam Gerak Tari Klasik yaitu gerak tari yang banyak menggunakan gerak murni dan gerak ekspresif serta imitatif yang telah distilir atau diperhalus.

Tema gerakannya apakah yang dimaksud dengan gerak ekspresif menirukan kegiatan manusia dan perangai hewan tetapi gerakannya sudah terpilih dan mempunyai nilai simbolik dengan patokan atau pola – pola gerak yang sudah ditentukan. • Ragam Gerak Tari Kerakyatan yaitu gerak tari yang banyak menggunakan imitatif dan ekspresif. Gerakannya menirukan kegiatan dan emosi manusia sampai menirukan perangai binatang.

• Ragam Gerak Tari Kreasi Baru yaitu gerak tari yang dibentuk dari paduan beberapa ragam gerak tari tradisional sehingga menjadi bentuk baru.

Bentuk baru ini terasa lebih dinamis dan energik karena didukung oleh generasi muda dan ditata oleh koreografer yang kreatif

Belajar di RRI - Gerak Tari Berdasarkan Unsur Ruang, Waktu dan Tenaga - RRI Semarang




2022 www.videocon.com