Suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa

suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa

Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema. Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya.

Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava. • Pengertian Vulkanisme • Proses Terjadinya Vulkanisme • Jenis-Jenis Erupsi • Tipe-Tipe Gunung Berapi • 1. Tipe Perisai • 2. Tipe Maar • 3. Tipe Strato (Kerucut) • Pengaruh yang di Timbulkan Vulkanisme Pengertian Vulkanisme Vulkanisme adalah peristiwa yang berhubungan dengan aktivitas gunung api, yaitu pergerakan magma dari dalam litosfer yang menyusup ke lapisan yang lebih atas atau sampai ke permukaan bumi.

Di dalam litosfer, magma menempati suatu kantong yang dinamakan dapur magma ( batholit). Kedalaman dan besar dapur magma ini berbeda-beda, yaitu terdapat yang letaknya sangat dalam, ada juga yang dekat dengan permukaan bumi.

suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa

Selain itu, magma dapat diartikan sebagai bahan-bahan silikat pijar yang terdiri atas bahan padat (batuan), cairan, dan gas di dalam lapisan kulit bumi ( litosfer). Berbagai macam gas yang terkandung dalam magma, antara lain uap air, oksida belerang ( SO2), gas hidrokarbon atau asam klorida ( HCL), dan gas hidrosulfat atau asam sulfat ( H2SO4). Proses Terjadinya Vulkanisme Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke lithosfer (kulit bumi).

Jika penyusupan magma hanya sebatas kulit bumi bagian dalam dinamakan intrusi magma. Sedangkan penyusupan magma sampai keluar ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. a. Intrusi Magma Intrusimagma yaitu peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batuan, tetapi tidak mencapai permukaan bumi. Proses ini dapat dibedakan menjadi empat, yaitu: • Sill atau lempeng intrusi, yaitu magma menyusup diantara dua lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut.

• Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi. • Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela sela lipatan (korok).

• Diaterma adalah lubang (pipa) diantara dapur magma dan kepundan gunung berapi bentuknya seperti silinder memanjang. Ekstrusi magma dapat di bedakan menjadi 3, diantaranya sebagai berikut: • Erupsi linier, yaitu magma keluar melalui retakan pada kulit bumi, berbentuk Kerucut gunung api. Misalnya Gunung Api Laki di Eslandia, dan deretan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

• Erupsi sentral, yaitu magma yang keluar melalui sebuah lubang permukaan bumi dan membentuk gunung yang letaknya tersendiri. Misalnya Yellow Stone National Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km persegi. • Erupsi areal, yaitu magma yang meleleh pada permukaan bumi karena letak Magma yang sangat dekat dengan permukaan bumi, sehingga terbentuk kawah gunung berapi yang sangat luas. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan lain-lain Apabila gerakan magma tetap di bawah permukaan bumi disebut intrusi magma.

Sedangkan magma yang bergerak ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Hal inilah yang menyebabkan gunung api atau disebut juga vulkanik. Jenis-Jenis Erupsi Suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa atau keluarnya magma dari dalam bumi sampai ke permukaan bumi identik dengan erupsi atau letusan gunung api yang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu erupsi efusif dan eksplosif.

1. Erupsi Efusif Erupsi Efusif, yaitu erupsi berupa lelehan lava melalui retakan (rekahan) atau lubang kawah suatu gunungapi Gunung Berapi Kerucut Gunungapi tipe Strato (Kerucut), merupakan hasil campuran efusif dan eksplosif yang berulang kali. Gunungapi ini berbentuk kerucut dan badannya berlapis-lapis.

Contoh: Gunung Kerinci, Merapi, Ciremai, Semeru, Batur, dan Gunung Fujiyama di Jepang. Pengaruh yang di Timbulkan Vulkanisme Gunung api saat meletus sangat berpengaruh negatif bahkan dapat mengancam jiwa. Pengaruh bahaya tersebut diantaranya sebagai berikut: • Pada waktu terjadi letusan, semburan lapili, dan pasir panas dapat merusak bangunan lahan pertanian, tanaman, bahkan h ewan di sekitar gunung api.

• Aliran lava dan lahar panas dapat merusak bangunan dan lahan pertanian yang dilaluinya. • Gas beracun yang dikeluarkan saat erupsi dapat mengancam mahluk hidup termasuk manusia.

Misalnya pada saat letusan kawah timbangan dan Sinila pada tahun 1979, sekitar 149 jiwa manusia meninggal akibat menghirup gas beracun. • Lahar dingin yang terdampak bahan-bahan akibat letusan gunung berapi dapat merusak daerah yang dilaluinya seperti sungai, lahan pertanian, rumah,dan lain-lain.

Misal lahar dingin Gunung Merapi di Jawa Tengah sering merusak daerah Magelang dan yogyakarta Magma pada proses pendinginan, masih tetap menimbulkan sisa. Hal ini disebut gejala pasca vulkanis. Dan Gejala Pasca vulkanis dibedakan dalam beberapa bentuk gejala diantaranya sumber gas, sumber air panas, sumber air mineral (mahdani), dan geyser.

Nah itulah pembahasan tentang vulkanisme, mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, proses dan pengaruh akibat timbunya vulkanisme.

suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa

Semoga bermanfaat! Referensi: gurupendidikan.id Vulkanisme adalah suatu peristiwa yang berhubungan dengan aktivitas gunung api, yaitu proses bergeraknya magma dari dalam litosfer yang menyusup ke lapisan atas atau sampai ke permukaan bumi.

Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema. Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava. Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya.

Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi.

Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik. Pengertian Vulkanisme Menurut Ahli credit: britannica.com Berikut ini adalah beberapa pengertian vulkanisme menurut para ahli: James W. Head dan Lionel Wilson (2015) Vulkanisme adalah letusan magma yang diturunkan secara internal untuk membentuk endapan permukaan, memberikan salah satu petunjuk paling penting ke lokasi pemanasan interior dalam ruang dan waktu serta evolusi termal planet secara umum.

Rosaly M.C. Lopes dan David A. Williams (2015) vulkanisme adalah proses mendasar yang telah mempengaruhi semua karakteristik planet padat dan sebagian besar bulan di tata surya dan tidak ada tempat yang lebih jelas terlihat selain di bulan Jupiter Io. Vulkanisme adalah salah satu proses geologi endogenik yang dominan di Bumi, Bulan, Mars, dan Venus, dan telah menghasilkan pelapisan kembali yang signifikan selama evolusi masing-masing benda planet ini.

Herlambang (2014) Vulkanisme adalah berbagai fenomena yang berkaitan dengan gerakan magma naik ke permukaan bumi. Intrusi Magma Intrusi Magma credit: geologyin.com Proses intrusi magma adalah kegiatan magma sebelum mencapai permukaan bumi.

Intrusi magma juga dapat diartikan sebagai suatu proses penerobosan magma ke dalam litosfer namun tidak mampu mencapai permukaan bumi. Erupsi yang terjadi pada suatu tempat menyebabkan tumpukan material beku ataupun material lepas di permukaan bumi.

Apabila erupsi terjadi secara berulang kali, maka akan membentuk bangunan-bangunan kerucut besar yang disebut gunung. Gunung yang telah dihasilkan oleh proses erupsi akan menghasilkan bentuk-bentuk sebagai berikut: Batolit Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma sebagai akibat dari penurunan suhu yang terjadi sangat lambat.

suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa

Lakolit Lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan- lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan yang berada di atasnya menjadi terangkat sehingga akan menyerupai lensa cembung.

Sementara permukaan yang berada di atasnya tetap rata atau datar. Sill/keeping intrusi Bentuk-Bentuk Intrusi Magma credit: markijar.com Ekstrusi Magma Ekstrusi magma adalah aktivitas vulkanisme magma yang dapat mencapai permukaan bumi atau keluarnya magma ke permukaan bumi sehingga membentuk suatu gunung api.

Apabila ekstrusi yang terjadi cukup kuat maka akan menghasilkan letusan yang sangat dahsyat. Ekstrusi magma dapat terjadi di daratan maupun di dasar laut. Oleh karena itu gunung berapi juga dapat dijumpai di dasar lautan. Berdasarkan Bentuknya Berdasarkan bentuk lubang tempat keluarnya magma, ekstrusi magma dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut: Tipe Erupsi credit: belajar12tahun.blogspot.com 1.

Erupsi Linear Erupsi linear adalah magma yang keluar melalui retakan memanjang sehingga membentuk deretan gunung api. Misalnya gunung Laki di Eslandia yang panjang retakannya mencapai 30 km. 2. Erupsi Areal Erupsi areal adalah erupsi yang terjadi karena letak magma berdekatan dengan permukaan bumi sehingga ketika permukaan bumi terbakar, magma akan meleleh keluar permukaan bumi.

Contohnya Pegunungan Argentina dan Paraguay serta Yellowstone Park (AS) 3. Erupsi Sentral Erupsi sentral yaitu keluarnya magma melalui sebuah lubang dan membentuk gunung-gunung yang letaknya sendiri-sendiri atau terpisah-pisah, contoh Gunung Muria, Gunung Krakatau, dan Gunung Vesuvius. Berdasarkan Kekuatan Letusannya Berdasarkan kuat tidaknya letusan dan kandungan material yang dikeluarkan, erupsi gunung api dibagi menjadi dua: 1.

Erupsi Eksplosif Erupsi eksplosif adalah erupsi yang menyebabkan ledakan akibat tekanan gas magmatis yang sangat kuat. Erupsi ini biasa menyemburkan material vulkanik yang bersifat padat cair. Erupsi eksplosif (letusan) terjadi apabila letak dapur magma dalam dan volume gas besar, magma bersifat asam. Material yang dikeluarkan adalah piroklastik dengan kandungan S1O2 tinggi, misalnya bongkah, lapili, bom, pasir, abu dan debu. Bentuk Volkan adalah Sharp Cone.

2. Erupsi Eksplosif Erupsi efusif adalah erupsi atau letusan yang tidak menimbulkan ledakan karena tekanan gas kurang kuat. Pada proses ini material yang dikeluarkan adalah material cair atau sebagian besar lava dan sedikit material padat yang berukuran kecil. Selanjutnya bahan-bahan tersebut mengalir pada lereng gunung sebagai aliran lava. Erupsi effusif (lelehan) Terjadi karena letak dapur magma dangkal, volume gas kecil, magma bersifat basa.

Material yang dikeluarkan berupa lava dengan kandungan S1O2. Bentuk volkan rounded cone. Erupsi campuran Terjadi karena letak variasi dapur magma, volume gas dan sifat magma bersifat intermedier tetapi biasanya cenderung basa.

Bentuk Volkan Strato. Berdasarkan Bentuknya Tipe erupsi gunung api berdasarkan bentuk dan terjadinya, dapat dibedakan sebagai berikut: Bentuk Gunung Api credit: berpendidikan.com 1.

Api Perisai Berbentuk kerucut dengan lereng landai dan aliran lava panas dari saluran tengah. Daerah persebaran magma luas serta proses pendinginan dan pembekuannya pelan.

suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa

Frekuensi letusan umumnya sedang dan pelan dengan jumlah cairan lava cair yang banyak. Gunung api ini terjadi karena magma yang keluar sangat encer. Magma yang encer ini akan mengalir ke segala arah sehingga membentuk lereng sangat landai. Ini berarti gunung ini tidak menjulang tinggi tetapi melebar. Contohnya: Gunung Maona Loa dan Maona Kea di Kepulauan Hawaii. Gunung Api Perisai 2. Gunung Maar Gunung ini terjadi akibat dalamnya letusan eksplosif, yaitu dapur magma yang kecil dan dangkal mengakbatkan letusan satu kali dan mati.

Contohnya gunung Lamongan dan Merdada di Dieng, Pegunungan Eiffel di Jerman, serta gunung Auverge di Prancis. 3. Gunung Api Strato Gunung ini mempunyai bentuk kerucut berlereng curam dan luas yang terdiri atas banyak lapisan lava yang terbentuk dari aliran lava yang berulang-ulang.

Lava dapat mengalir melalui sisi kerucut.Sifat letusan keras.Gunung api ini terjadi akibat erupsi campuran antara eksplosif dan efusif yang bergantian secara terus menerus. Hal ini menyebabkan lerengnya berlapis-lapis dan terdiri dari bermacam-macam batuan.

Gunung api inilah yang paling banyak ditemukan di dunia termasuk di Indonesia. Misalnya gunung Merapi, Semeru, Merbabu, Kelud, dan lain-lain. Gunung Api Strato Berdasarkan Tipe Letusannya Berdasarkan tipe letusannya, gunung api dibedakan menjadi tujuh sebagai berikut: Tipe Letusan Gunung Api credit: ilmugeografi.com 1.

Tipe Hawaii Tipe Hawaii Tipe gunung api ini dicirikan dengan lavanya yang cair dan tipis, dan dalam perkembangannya akan membentuk tipe gunung api perisai. Tipe ini banyak ditemukan pada gunung api perisai di Hawaii seperti di Kilauea dan Maunaloa. Contoh letusan tipe Hawai di Indonesia adalah pembentukan plato lava di kawasan Dieng, Jawa Tengah. 2. Tipe Stromboli Tipe Stromboli Tipe ini sangat khas untuk gunung Stromboli dan beberapa gunung api lainnya yang sedang meningkat kegiatannya.

Magmanya sangat cair, ke arah permukaan sering dijumpai letusan pendek yang disertai ledakan. Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapilli dan setengah padatan bongkah lava.Contoh letusan tipe Stromboli di Indonesia adalah Gunung Raung di Jawa. 3. Tipe Vulkano Tipe Vulkano Tipe ini mempunyai ciri khas yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah.

Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair. Di samping mengeluarkan awan debu, tipe ini juga menghasilkan lava.

4. Tipe Perret Tipe Perret Letusan gunung api tipe perret adalah mengeluarkan lava cair dengan tekanan gas yang tinggi. Kadang-kadang lubang kepundan tersumbat, yang menyebabkan terkumpulnya gas dan uap di dalam tubuh bumi, akibatnya sering timbul getaran sebelum terjadinya letusan. Setelah meletus material-material seperti abu, lapili, dan bom terlempar dengan dahsyat ke angkasa. Contoh letusan gunung api tipe perret di Indonesia adalah Gunung Krakatau yang meletus sangat dahsyat pada tahun 1873, sehingga gunung Krakatau (tua) itu sendiri lenyap dari permukaan laut, dan mengeluarkan semburan abu vulkanik setinggi 5 km.

5. Tipe Merapi Tipe Merapi Dicirikan dengan lavanya yang cair-kental.Dapur magmanya relatif dangkal dan tekanan gas yang agak rendah. Contoh letusan tipe Merapi di Indonesia adalah Gunung Merapi di Jawa Tengah dengan awan pijarnya yang tertimbun di lerengnya menyebabkan aliran lahar dingin setiap tahun. Contoh yang lain adalah Gunung Galunggung di Jawa Barat.

Tanda Gunung Api Akan Meletus Berikut ini adalah tanda-tanda suatu gunung api akan meletus: • Temperatur di sekitar kawah naik • Banyak sumber air mengering • Sering terjadi gempa • Sering terjadi suara gemuruh di puncak gunung • Banyak binatang yang turun gunung atau berpindah Gejala Pascavulkanik Gejala pascavulkanik adalah tanda yang biasa dipakai sebagai pedoman bahwa gunung api sudah padam atau hampir padam dengan ciri-ciri sebagai berikut: • Ekshalasi, yaitu gas yang berbentuk fumarol (H2O), solfatar (H2S), dan mofet (CO2).

Apabila di suatu daerah ditemukan gejala-gejala tersebut, tandanya gunung api sudah padam atau hampir padam, misalnya di Dieng, Jawa Tengah • Mata air panas adalah air tanah yang teletak di dekat dapur magma dan keluar menjadi air panas, misalnya Cimelati, Jawa Barat • Mata air makdani, adalah mata air panas yang mengandung mineral (belerang), misalnya Maribaya (Jawa Barat), serta Barutaren dan Dieng (Jawa Tengah) • Geiser adalah mata air panas yang memancar tetapi tidak memancar terus menerus, misanya di Irlandia dan Yellowstone Park (Amerika Serikat) Dampak Vulkanisme Dampak vulkanisme bagi kehidupan manusia ada yang menguntungkan tetapi ada juga yang merugikan.

Dampak positif letusan gunung api • Abu vulkanik yang disemburkan menyuburkan tanah pertanian di sekitar gunung api • Bahan galian, seperti belerang, emas, perak, pasir, batu banyak ditemukan di daerah bekas vulkan • Panas bumi yang ditimbulkan oleh aktivitas magma dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga panas bumi • Gunung berapi yang tinggi dapat berfungsi sebagai daerah penangkap hujan sehingga tanah subur dengan curah hujan yang tinggi memunculkan hutan suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa yang sangat lebat • Gejala pascavulkanik merupakan objek wisata yang menarik, seperti bekas kepundan, geiser, mata air panas, dan mineral atau belerang yang dapat dipakai sebagai obat • Sebagai plasma nutfah karena variasi ketinggian secara vertikal dari gunung api dapat mengakibatkan plasma nutfah yang hidup menjadi sangat bervariasi • Sebagai sanatorium untuk penderita penyakit tertentu sebab gunung atau pegunungan mempunyai udara yang sejuk dan segar Dampak negatif letusan gunung api • Pencemaran udara yang disebabkan oleh abu gunung berapi.

Abu gunung berapi tersebut mempunyai kandungan zat yang sangat berbahaya yaitu hidrogen sulfide (H²S), sulfur dioksida (SO²), nitrogen dioksida dan material debu yang mengandung racun. • Gas beracun yang dikeluarkan dari gunung api sangat membahayakan bagi manusia ketika manusia menghisap gas tersebut. • Awan panas yang dikeluarkan gunung berapi dapat menewaskan makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan.

• Lahar dingin dan panas dapat merusak daerah yang dilaluinya menjadi rata dengan tanah. • Bom lapili dan pasir vulkanik dapat merusak rumah, jembatan, dan daerah pertanian.

• Hujan debu dari letusan gunung berapi dapat meluas dan membatasi jarak pandang. Lalu lintas, baik darat maupun udara, mulai terganggu. • Berbagai macam materia yang dikeluarkan gunung berapi dapat menimbulkan bibit penyakit seperti batuk-batuk, infeksi saluran pernapasan, sakit kulit dan lain-lain.

Sumber:
Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.

Sesuai wujudnya, ada tiga jenis bahan atau material yang dikeluarkan oleh adanya tenaga vulkanisme. Material tersebut adalah material padatcair dan gas.

• Benda padat (efflata) adalah debu, pasir,lapili (batu kerikil) batu-batu besar (bom),dan batu apung. • Benda cair (effusive) adalah bahan cair yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme, yaitu lava, lahar panas, dan lahar dingin.Lava adalah magma yang keluar ke permukaan bumi.

Lahar panas adalah lahar yang berasal dari letusan gunung berapi yang memiliki danau suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa (kaldera), contoh kaldera yang terkenal di Indonesia adalah kawah Bromo.

Lahar dingin adalah lahar yang berasal dari bahan letusan yang sudah mengendap, kemudian mengalir deras menuruni lereng gunung. • Benda gas (ekshalasi) adalah bahan gas yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme antara lain solfatar, fumarol, dan mofet. Solfatar adalah gas hidrogen sulfida (H2S) yang keluar dari suatu lubang yang terdapat di gunung berapi.

Fumarol adalah uap air panas. Mofet adalah gas asam arang (CO2), seperti yang terdapat di Gunung Tangkuban Perahu dan Dataran Tinggi Dieng. Proses keluarnya magma dinamakan letusan atau erupsi, ada yang berupa erupsi leleran (efusif), dan ada pula erupsi yang berupa ledakan (eksplosif).

Berdasarkan banyaknya celah pada permukaan bumi dan waktu keluarnya magma, erupsi dibedakan menjadi empat, yaitu erupsi linear, erupsi sentral, erupsi campuran, dan erupsi areal. • Erupsi Linear Gerakan magma menuju permukaan bumi melalui celah-celah atau retakan-retakan disebut erupsi linear atau erupsi belahan.

Erupsi linear menghasilkan lava yang cair dan membentuk plato, misalnya Plato Sukadana (Lampung), Columbia (Afrika Selatan), serta daerah yang mengelilingi Kutub Utara, seperti Tanah Hijau, Iceland, Asia Utara, dan Spitsbergen.

• Erupsi Sentral adalah lava yang keluar melalui terusan kepundan. • Erupsi Campuran menghasilkan gunung berapi strato atau gunung berapi berlapis. Erupsi ini terdiri atas bahan-bahan lepas dan lava. Hampir seluruh gunung api di Indonesia adalah gunung api strato.

• Erupsi Areal Erupsi areal, yaitu letusan yang terjadi melalui lubang yang sangat luas. Sampai saat ini erupsi areal masih diragukan kejadiannya di bumi. Penerobosan magma ke permukaan bumi tetapi belum sampai ke permukaan disebut intrusi magma. Intrusi magma menghasilkan bentukan-bentukan sebagai berikut. • Keping intrusi atau sills yaitu sisipan magma yang membeku di antara dua lapisan litosfer, relatif tipis, dan melebar. • Batolit yaitu batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma, karena penurunan suhu yang sangat lambat.

• Lakolit yaitu batuan beku yang berasal dari resapan magma di antara dua lapisan litosfer dan membentuk bentukan seperti lensa cembung. • Gang atau dikes yaitu batuan hasil intrusi magma yang memotong lapisan-lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng. • Diatrema yaitu batuan pengisi pipa letusan, berbentuk silinder mulai dari dapur magma sampai ke permukaan bumi.

• Tipe Hawaii, Tipe gunung api ini dicirikan dengan lavanya yang cair dan tipis, dan dalam perkembangannya akan membentuk tipe gunung api perisai. Tipe ini banyak ditemukan pada gunung api perisai di Hawaii seperti di Kilauea dan Maunaloa. Contoh letusan tipe Hawai di Indonesia adalah pembentukan plato lava di kawasan Dieng, Jawa Tengah.

• Tipe Stromboli, Tipe ini sangat khas untuk gunung Stromboli dan beberapa gunung api lainnya yang sedang meningkat kegiatannya. Magmanya sangat cair, ke arah permukaan sering dijumpai letusan pendek yang disertai ledakan. Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapilli dan setengah padatan bongkah lava. Contoh letusan tipe Stromboli di Indonesia adalah Gunung Raung di Jawa.

Sifat semburan Gunung Raung menyemburkan lava tipe baraltik, namun terdapat erupsi-erupsi pendek yang bersifat eksplosif menyemburkan batuan-batuan piroklastik tipe bom dan lapili. • Tipe Vulkano, Tipe ini mempunyai ciri khas yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah. Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair. Di samping mengeluarkan awan debu, tipe ini juga menghasilkan lava.

Berdasarkan kekuatan letusannya tipe ini dibedakan menjadi tipe vulkano kuat (Gunung Vesuvius dan Gunung Etna) dan tipe Vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung). Peralihan antara kedua tipe ini juga dijumpai di Indonesia misalnya Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo. • Tipe Merapi, Dicirikan dengan lavanya yang cair-kental. Dapur magmanya relatif dangkal dan tekanan gas yang agak rendah. Contoh letusan tipe Merapi di Indonesia adalah Gunung Merapi di Jawa Tengah dengan awan pijarnya yang tertimbun di lerengnya menyebabkan aliran lahar dingin setiap tahun.

Contoh yang lain adalah Gunung Galunggung di Jawa Barat. • Tipe Perret (Tipe Plinian), Letusan gunung api tipe perret adalah mengeluarkan lava cair dengan tekanan gas yang tinggi. Kadang-kadang lubang kepundan tersumbat, yang menyebabkan terkumpulnya gas dan uap di dalam tubuh bumi, akibatnya sering timbul getaran sebelum terjadinya letusan. Setelah meletus material-material seperti abu, lapili, dan bom terlempar dengan dahsyat ke angkasa. Contoh letusan gunung api tipe perret di Indonesia adalah Gunung Krakatau yang meletus sangat dahsyat pada tahun 1873, sehingga gunung Krakatau (tua) itu sendiri lenyap dari permukaan laut, dan mengeluarkan semburan abu vulkanik setinggi 5 km.

• Tipe Pelle, Gunung api tipe ini menyemburkan lava kental yang menguras di leher, menahan lalu lintas gas dan uap. Hal itulah yang menyebabkan mengapa letusan pada gunung api tipe ini disertai dengan guncangan-guncangan bawah tanah dengan dahsyat untuk menyemburkan uap-uap gas, abu vulkanik, lapili, dan bom.

Contoh letusan gunung api tipe pelle di Indonesia adalah Gunung Kelud di Jawa Timur. 1 Gejala pravulkanik atau ciri-ciri gunung api akan meletus antara lain sebagai berikut. • Temperatur di area sekitar kawah mengalami peningkatan. • Banyak sumber-sumber air atau mata air yang mulai mengering. • Sering terjadi (terasa) adanya gempa.

• Banyak binatang-binatang dari puncak gunung yang turun ke daerah kaki gunung. • Adanya suara gemuruh dari dalam gunung. Setelah gunung api beristirahat atau bahkan mati, kadang-kadang masih terdapat gejala yang menunjukkan sisa aktivitas vulkanisme. Gejala itu dinamakan gejala pascavulkanik. Gejala tersebut antara lain: • munculnya sumber air panas, seperti yang terdapat di Cipanas dan Ciater di Jawa Barat, dan Baturaden di Jawa Tengah • munculnya sumber air mineral, yaitu sumber air yang mengandung larutan mineral.

Air dari tempat ini seringkali dijadikan obat karena mengandung belerang. Contohnya Maribaya dan Sangkanurip di Jawa Barat • munculnya geiser, yaitu sumber air panas yang memancar berkala, seperti yang ditemukan di Cisolok dan Kamojang Jawa Barat dan The Old Faithful geiser yang terkenal di Yellowstone National Park Amerika Serikat • munculnya sumber gas (ekhalasi), antara lain sumber gas belerang yang disebut solfatara yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng Jawa Tengah.

Sumber gas uap air atau zat lemas (N2) disebut fumarol antara lain terdapat di Kamojang Jawa Barat, dan Dataran Tinggi Dieng Jawa Tengah. Sumber gas asam arang (CO2 atau CO) yang disebut mofet. Bencana yang ditimbulkan gunung api antara lain sebagai berikut. • Bahaya langsung, berupa letusan yang disertai hamburan abu, bom, batu apung, prioklastika, aliran lumpur, dan lava.

• Bahaya tidak langsung, merupakan bencana yang terjadi karena adanya aktivitas gunung api, misalnya gelombang pasang (tsunami), gempa vulkanik, perubahan muka tanah, hilangnya sumber air tanah dan sebagainya. • Munculnya gas-gas yang berbahaya seperti asam sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan monoksida (CO).

suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa

• Bahaya lanjutan seperti perubahan mutu lingkungan fisik (gerakan tanah, longsoran, guguran atuan dan sebagainya). • Letusan besar sebuah gunung berapi dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa, dan hilangnya harta benda bagi penduduk daerah di sekitarnya. • Letusan gunung berapi dapat menimbulkan banjir lahar, baik lahar panas maupun lahar dingin. Lahar ini dapat merusak semua benda di sekitar daerah yang dilaluinya. MANFAAT DARI GUNUNG API ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT. • Sumber mineral, daerah mineralisasi dan potensi air tanah merupakan aspek-aspek positif yang dapat dimanfaatkan dari adanya aktivitas suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa api.

• Daerah tangkapan hujan. • Daerah pertanian yang subur, kesuburan tanah di daerah tersebut diperoleh dari produk gunung api yang telah mengalami pelapukan. Bermacam-macam perkebunan dibuka di lereng gunung api yang subur dengan iklim yang sejuk. Antara lain teh, kina, kol, wortel, dan berbagai hortikultura diusahakan di lereng gunung api. • Daerah objek wisata, keindahan panorama gunung api dengan kepundan yang aktif dengan lembah-lembah yang curam, fumarol serta danau kepundan menarik bagi para wisatawan nusantara maupun manca negara.

• Sumber energi, tenaga panas bumi yang dihasilkan dari aktivitas gunung api dapat diubah menjadi pembangkit tenaga listrik. VIDEO LETUSAN GUNUNG • ► 2014 (2) • ► Februari (2) • ▼ 2013 (20) • ► Desember (1) • ► Oktober (1) • ▼ September (8) • BOCORAN SOAL UTS GANJIL GEOGRAFI KELAS XI YANG T. • BOCORAN SOAL UTS GANJIL GEOGRAFI KELAS X YANG TIDA.

• MATERI GEOGRAFI : VULKANISME • MATERI GEOGRAFI : TEKTONISME • MATERI GEOGRAFI : SEJARAH GEOGRAFI • MATERI GEOGRAFI : PENGERTIAN GEOGRAFI • MATERI GEOGRAFI : 10 KONSEP ESSENSIAL GEOGRAFI • CERITA : KISAH 3 KALENG SOFT DRINK • ► Agustus (6) • ► Juli (1) • ► Juni (1) • ► Februari (2) • ► 2012 (5) • ► Oktober (3) • ► September (2) Karakteristik bumi Sebagai satu- satunya planet sistem tata surya yang dapat dihuni oleh makhluk hidup, Bumi mempunyai keadaan permukaan yang tidak jauh berbeda dengan planet- planet lainnya.

Persamaan keadaan permukaan ini dilihat dari rerata keadaan permukaannya. Bumi merupakan planet yang mempunyai keadaan permukaan yang tidak rata. Keadaan permukaan Bumi ada yang berbentuk cekungan ada pula yang berupa tonggolan. Cekungan di bumi ini dapat berupa jurang, dataran rendah, lembah, dan lain sebagainya. Sedangkan tonjolan yang ada di bumi ini dapat berupa bukit, gunung, dataran tinggi, dan lain sebagainya. Tentu saja terdapat perbedaan antara dataran tinggi dan dataran rendah.

Salah satu bentuk ketidakrataan permukaan Bumi adalah adanya gunung. Gunung ini merupakan suatu tonjolan besar dan tinggi yang ada di permukaan Bumi. Gunung yang ada di permukaan Bumi terdiri dari jenis yang berbeda- beda. Ada gunung yang tidak mengeluarkan material, ada pula gunung yang bisa mengeluarkan material di dalam Bumi.

Jenis gunung yang bisa mengeluarkan material yang ada di Bumi adalah gunung berapi. Gunung berapi ini mengalami proses erupsi terlebih dahulu apabila akan memuntahkan material yang ada di dalam Bumi. Dan datangnya erupsi ini dapat diketahui ketika tampak ciri-ciri gunung akan meletus. Material yang ada di dalam perut Bumi ini bersifat panas dan disebut dengan magma.

pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai magma dan juga proses pembentukan magma itu sendiri. Pengertian Magma Istilah magma pasti seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari- hari. Magma ini merupakan isi dari perut gunung berapi. Istilah magma berasal dari bahasa Yunani yang merupakan cairan batu yang dapat ditemukan di bawah permukaan Bumi.

Magma ini tidak hanya berisi batuan cair saja, namun juga beberapa elemen lainnya seperti kristal dan juga gelembung gas. Magma ini tidak hanya terdapat di Bumi saja, namun juga di planet- planet lainnya. Hal ini karena batuan baik padat maupun cair banyak terdapat di planet (baca: jenis-jenis batuan). Baca juga: hujan es Proses Terjadinya Magma Magma sebagai salah satu kandungan yang ada di dalam Bumi ini tidak muncul dengan sendirinya dengan begitu saja.

Magma ini bisa terbentuk karena adanya proses yang berlangsung di dalam Bumi, seperti halnya guyot yang mengalami proses terbentuknya guyot. Pembentukan magma ini tidak lepas dari litosfer yang merupakan suatu jenis lempeng Bumi. Proses pembentukan magma ii melibatkan dua lempeng litosfer yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Magma ini merupakan sesuatu yang terbentuk sebagai akibat dari peristiwa pembenturan antara dua lempeng litosfer.

Salah satu lempeng yang berbenturan tersebut menunjam dan menyungsup ke dalam astenosfer. Kedua lempeng litosfer yang saling berinteraksi tersebut kemudian mengalami pergesekan.

Karena adanya pergesekan ini maka akan meningkatkan suhu dan juga tekanan di antara dua lempeng litosfer yang saling berinteraksi tersebut. Peningkatan suhu dan tekanan tersebut akan ditambah dengan adanya air yang berasal dari sedimen- sedimen samudera, dan hal ini akan diikuti oleh proses peleburan sebagian dari lapisan litosfer tersebut, dan terbentuklan magma.

Itulah secara umum gambaran terjadinya magma. Agar lebih jelas memahami proses terjadinya magma, proses pembentukan magma tersebut dapat dituliskan ke dalam poin- poin sebagai berikut: • Dua lempeng Bumi (lempeng litosfer) mengalami peristiwa pembenturan.

• Salah satu dari kedua lempeng tersebut menunjam dan menyungsup ke dalam astenosfer. • Kedua lempeng litosfer tersebut mengalami pergesekan. • Pergesekan tersebut meningkatkan suhu dan juga tekanan suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa antara kedua lempeng tersebut. • Suhu dan tekanan yang tinggi ini akan disertai air yang berasal dari sedimen dan diikuti oleh peleburan bagian dari litosfer.

Hal inilah yang dinamakan magma. Itulah beberapa tahapan yang ada dalam proses pembentukan magma. Untuk lebih jelas lagi memahami proses terjadinya magma, maka bisa dilihat dalam gambar sebagai berikut: Suhu Magma Magma adalah kandungan dari perut Bumi.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya inti Bumi ini mempunyai suhu yang sangat tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa magma juga mempunyai suhu yang sangat tinggi atau sangat panas. Biasanya magma ini mempunyai suhu sekitar 700 hingga 1300 derajat Celcius. Magma yang sudah berada di permukaan Bumi atau kerak bumi disebut sebagai lava. biasanya magma keluar dari dalam perut Bumi menuju ke permukaan Bumi melalui gunung berapi yang mengalami erupsi.

Erupsi gunung berapi ini terjadi secara berkala dan mempunyai dampak letusan gunung berapi masing- masing, biasanya setiap gunung berapi mempunyai siklusnya masing- masing. Baca juga: lapisan mesosfer, lapisan eksosfer, lapisan stratosfer, lapisan troposfer Lingkungan Pembentuk Magma Proses pembentukan magma memang dilakukan di dalam Bumi.

Namun, daerah atau lingkungan pembentukan magma yang ada di dalam Bumi ini berbeda- beda. Artinya, beberapa magma diproduksi dalam lingkungan yang berbeda- beda. Lingkungan pembentukan magma ini biasanya akan sangat berpengaruh pada komposisi magma tersebut.

Lingkungan pembentuk magma ini terdiri dari beberapa macam. Beberapa macam lingkungan pembentuk magma tersebut antara lain: • Zona subduksi • Zona retak • Mid- oceanic ridges • Hotspot Kandungan Magma Magma merupakan cairan batu yang berada di dalam Bumi. Magma yang bersifat panas ini mempunyai banyak sekali kandungan zat- zat yang ada di dalamnya.

Hanya saja, penelitian tentang kandungan yang ada di dalam magma hanya bisa diteliti melalui batuan beku yang menyusun magma tersebut. Hal ini karena ketidakmungkinan mengambil sampel magma yang berada di dalam perut Bumi dan sifatnya sangat panas tersebut. Beberapa kandungan di dalam magma diketahui bahwa itu merupakan zat kimia.

suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa

Komposisi yang menyusun magma ini trebilang sangat kompleks. Sekitar 99% dari magma ini tersusun dari 10 unsur kimia, antara lain Silikon (Si), Titanium (Ti), alumunium (AI), besi (Fe), magnesium (Mg), kalsium (Ca), natrium (Na), kalium (K), hidrogen (H) dan oksigen (O).

Itulah beberapa kandungan pokok yang dimiliki oleh magma. Kandungan- kandungan tersebut masih dapat bervariasi sehingga menghasilkan suatu kandungan yang berkombinasi satu dengan yang lainnya. Meskipun ada banyak sekali elemen yang menyusun magma, secara umum kita akan menemukan bahwasannya SiO2 lah yang paling banyak mendominasi dalam komposisi magma.

Jika kita prosentasikan jumlahnya, maka SiO2 ini menyusun paling banyak magma, yakni lebih dari 50% dari berat magma. Kemudian 44% dari berat magma ditempati oleh AI2O3, FeO, MgO, CaO. Sisanya adalah Na2O, K2O, TiO2, dan H2O yang menyusun sekitar 6% dari bert magma.

Tipe Magma Sebagi salah satu isi dari perut Bumi, magma ini ternyata memiliki beberapa tipe yang berbeda- beda antara satu dengan yang lainnya.

Tipe magma ini dilihat berdasarkan kandungan SiO2. Berdasarkan kategori ini, magma dibedakan menjadi tiga macam tipe, yakni: • Magma Basaltik atau Basaltic Magma, yakni magma yang mempunyai kandungan SiO2 sebanyak 45 hingga 55% berat, kandungan Fe dan Mg tinggi, serta kandungan K dan juga Na rendah.

• Magma Andesitik atau Andesitic Magma, yakni merupakan magma yang memiliki kandungan SiO2 sebesar 55 hingga 65% dari berat, mempunyai kandungan Fe, Mg, Ca, Na, dan K dalam jumlah yang sedang atau menengah.

• Magma Riolitik atau Rhyolitic Magma, yakni merupakan magma yang mempunyai kandungan SiO2 sebanyak 65 hingga 75% persen dari berat, kemudian juga memiliki kandungan Fe, Mg, dan Ca dalam jumlah rendah, dan mempunyai kandungan K dan Na yanh tinggi. Itulah beberapa tipe dari magma ini jika dilihat dari kandungan SiO2. Ya, hal ini karena SiO2 sendiri merupakan komponen yang paling banyak menyusun magma itu sendiri.

Demikianlah informasi yang dapat kami berikan, semoga bisa menambah pengetahuan Pembaca. Baca juga: jenis tanah yang baik untuk kelapa sawit, jenis- jenis awan, jenis-jenis hujan
Magma adalah suatu lelehan silikat bersuhu tinggi berada di dalam litosfer, yang terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas, hablur yang mengapung di dalamnya, serta mengandung sejumlah bahan berwujud gas. Secara sederhana, pengertian magma adalah kumpulan lelehan batuan cair yang berpijar dan sangat panas bercampur air dan gas di dalam kerak bumi.

Lelehan tersebut diperkirakan terbentuk pada kedalaman berkisar sekitar 200 kilometer dibawah permukaan Bumi, terdiri terutama dari unsur-unsur yang kemudian membentuk mineral-mineral silikat. Dalam geologi dan astronomi, istilah silikat digunakan untuk menunjukkan jenis batu yang terdiri dari silicon dan oksigen (biasanya sebagai SiO 2 atau SiO 4), satu atau lebih logam, dan mungkin hidrogen.

Sebagian besar dari kerak bumi terdiri dari batu-batu silikat. Magma yang mempunyai berat-jenis lebih ringan dari batuan sekelilingnya, akan berusaha untuk naik melalui rekahan-rekahan yang ada dalam litosfer hingga akhirnya mampu mencapai permukaan Bumi. Apabila magma keluar, melalui kegiatan gunung-berapi dan mengalir diatas permukaan Bumi, ia akan dinamakan lava. Magma ketika dalam perjalanannya naik menuju ke permukaan, dapat juga mulai kehilangan mobilitasnya ketika masih berada di dalam litosfer dan membentuk dapur-dapur magma sebelum mencapai permukaan.

Dalam daur batuan dicantumkan bahwa batuan beku bersumber dari proses pendinginan dan penghabluran lelehan batuan di dalam Bumi yang disebut magma. Informasi tentang mengapa Indonesia Rawan Terhadap Bencana Dalam keadaan seperti itu, magma akan membeku di tempat, dimana ion-ion di dalamnya akan mulai kehilangan gerak bebasnya kemudian menyusun diri, menghablur dan membentuk batuan beku.

Namun dalam proses pembekuan tersebut, tidak seluruh bagian dari lelehan itu akan menghablur pada saat yang sama. Ada beberapa jenis mineral yang terbentuk lebih awal pada suhu yang tinggi dibanding dengan lainnya. Proses Pembentukan Magma Magma dalam kerak Bumi dapat terbentuk sebagai akibat dari perbenturan antara 2 (dua) lempeng litosfer, dimana salah satu dari lempeng yang berinteraksi itu menunjam dan menyusup kedalam astenosfer.

Sebagai akibat dari gesekan yang berlangsung antara kedua lempeng litosfer tersebut, maka akan terjadi peningkatan suhu dan tekanan, ditambah dengan penambahan air berasal dari sedimen-sedimen samudera akan disusul oleh proses peleburan sebagian dari Litosfer (lihat gambar).

Sumber magma yang terjadi sebagai akibat dari peleburan tersebut akan menghasilkan magma yang bersusunan asam (kandungan unsur SiO2 lebih besar dari 55%).

Magma yang bersusunan basa, adalah magma yang terjadi dan bersumber dari astenosfer. Magma seperti itu didapat di daerah-daerah yang mengalami gejala regangan yang dilanjutkan dengan pemisahan litosfer.

Berdasarkan sifat kimiawinya, batuan beku yang berasal dari magma dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) kelompok, yaitu: • Kelompok batuan beku ultrabasa/ultramafic; • Kelompok batuan beku basa; • Kelompok batuan beku intermediate; • Kelompok batuan beku asam. Dengan demikian maka magma asal yang membentuk batuan-batuan tersebut diatas dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu magma basa, magma intermediate, dan magma asam.

Apakah mungkin magma itu hanya ada satu jenis saja? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada 2 cara untuk menjelaskan bagaimana batuan yang bersifat basa, intermediate, dan asam itu dapat terbentuk dari satu jenis magma saja, yaitu melalui proses Diferensiasi Magma dan proses Asimilasi Magma. 1. Diferensiasi Magma Diferensiasi Magma adalah proses penurunan temperatur magma yang terjadi secara perlahan yang diikuti dengan terbentuknya mineral-mineral seperti yang ditunjukkan dalam deret reaksi Bowen.

Pada penurunan temperatur magma maka mineral yang pertama kali yang akan terbentuk adalah mineral Olivine, kemudian dilanjutkan dengan Pyroxene, Hornblende, Biotite (Deret tidak kontinu). Pada deret yang kontinu, pembentukan mineral dimulai dengan terbentuknya mineral Ca-Plagioclase dan diakhiri dengan pembentukan Na-Plagioclase. Pada penurunan temperatur selanjutnya akan terbentuk mineral K-Feldspar(Orthoclase), kemudian dilanjutkan oleh Muscovite dan diakhiri dengan terbentuknya mineral Kuarsa (Quartz).

Proses pembentukan mineral akibat proses diferensiasi magma dikenal juga sebagai Mineral Pembentuk Batuan (rock forming minerals). Pembentukan batuan yang berkomposisi ultra basa, basa, intermediate, dan asam dapat terjadi melalui proses diferensiasi magma.

Pada tahap awal penurunan temperatur magma, maka mineral-mineral yang akan terbentuk untuk pertama kalinya adalah Olivine, Pyroxene dan Ca-plagioklas dan sebagaimana diketahui bahwa mineral-mineral tersebut adalah merupakan mineral penyusun batuan ultra basa. Dengan terbentuknya mineral-mineral Olivine, pyroxene, dan Ca-Plagioklas maka konsentrasi Larutan magma akan semakin bersifat basa hingga intermediate dan pada kondisi ini akan terbentuk mineral-mineral Amphibol, Biotite dan Plagioklas yang intermediate (Labradorite – Andesine) yang merupakan mineral pembentuk batuan Gabro (basa) dan Diorite (intermediate).

Dengan terbentuknya mineral-mineral tersebut diatas, maka sekarang konsentrasi magma menjadi semakin bersifat asam. Pada kondisi ini mulai terbentuk mineral-mineral K-Feldspar (Orthoclase), Na-Plagioklas (Albit), Muscovite, dan Kuarsa yang merupakan mineral-mineral penyusun batuan Granite dan Granodiorite (Proses diferensiasi magma ini dikenal dengan seri reaksi Bowen).

2. Asimilasi Magma Asimilasi Magma adalah proses meleburnya batuan samping (migling) akibat naiknya magma ke arah permukaan dan proses ini dapat menyebabkan magma yang tadinya bersifat basa berubah menjadi asam karena komposisi batuan sampingnya lebih bersifat asam. Apabila magma asalnya bersifat asam sedangkan batuan sampingnya bersifat basa, maka batuan yang terbentuk umumnya dicirikan oleh adanya Xenolite (Xenolite adalah fragment batuan yang bersifat basa yang terdapat dalam batuan asam).

Pembentukan batuan yang berkomposisi ultrabasa, basa, intermediate, dan asam dapat juga terjadi apabila magma asal (magma basa) mengalami asimilasi dengan batuan sampingnya. Sebagai contoh suatu magma basa yang menerobos batuan samping yang berkomposisi asam maka akan terjadi asimilasi magma, dimana batuan samping akan melebur dengan larutan magma dan hal ini akan membuat konsentrasi magma menjadi bersifat intermediate hingga asam.

Dengan demikian maka batuan-batuan yang berkomposisi mineral intermediate maupun asam dapat terbentuk dari magma suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa yang mengalami asimilasi dengan batuan sampingnya. Klasifikasi batuan beku dapat dilakukan berdasarkan kandungan mineralnya, kejadian/genesanya (plutonik, hypabisal, dan volkanik), komposisi kimia batuannya, dan indeks warna batuannya.

Untuk berbagai keperluan klasifikasi, biasanya kandungan mineral dipakai untuk mengklasifikasi batuan dan merupakan cara yang paling mudah dalam menjelaskan batuan beku. Animasi Magma dan Lava Referensi: NOOR, Djauhari.

Pengantar Geologi, Yogyakarta: Deepublish, 2014 Recent Posts • Membuat CV untuk Melamar Kerja Referensi • Mengenal Teknologi Mesin CNC Plasma Cutting Teknologi • Tips Menjadi Pengusaha Sukses Seperti Liwa Supriyanti Manasuka • Sekilas tentang Amandel dan Tonsilitis Biomedik • Asuransi Sinar Mas dan Garda Oto Serta Manfaat Polisnya Manasuka • Mau Banyak Cuan?

Yuk, Gabung GoPlay Creator Fund! Manasuka Arsip Arsip
Pada peristiwa meletusnya gunung berapi tentunya muncul istilah-istilah seperti vulkanisme, magma, erupsi, lava, awan panas dan lain sebagainya. Vulkanisme sendiri merupkan proses yang memiliki hubungan dengan peristiwa keluarnya magma ke permukaan bumi. Sedangkan magma adalah material yang merupakan campuran dari batuan dalam beku dalam keadaan cair dan sangat panas yang berada di dalam perut bumi.

Vulkanisme dan magma adalah dua hal yang saling berhubungan, akan tetapi ada yang lebih berhubungan lagi yaitu tentang erupsi magma. Artikel terkait : Pengertian Vulkanisme – Gejala Vulkanisme Erupsi magma adalah proses keluarnya magma dari dalam perut bumi yang terjadi karena adanya tekanan gas dari dalam perut bumi yang cukup besar.

Erupsi magma ini tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, akan tetapi kita dapat menganalisisnya dengan alat seismograf yang dapat merekam pergerakan gunung berapi. Jenis Erupsi Magma Berdasarkan lubang tempat erupsinya, erupsi magma terbagi atas 3 jenis, yaitu erupsi linier, erupsi sentral dan erupsi areal. Berikut adalah pembahasannya: • Erupsi Linear – Adalah erupsi magma yang proses keluarnya celah atau retakan yang berada di kerak bumi.

Pada erupsi ini biasanya menghasilkan lava cair yang kemudian membentuk sebuah plato. Contoh dari erupsi ini antara lain adalah sebuah Plato Dekan di India yang tertutup lava dengan ketebalan rata-rata 667 meter serta luasnya 5×10,5 km2 sebagai akibat dari erupsinya. • Erupsi Areal – Adalah erupsi magma yang terjadi karena dinding atas atau atau batholith runtuh secara mendadak sehingga menyebabkan magma keluar ke permukaan yang kemudian menyebar ke daerah yang luas.

Proses keluarnya magma ini sering disebut sebagai de roofing karena prosesnya yang menimpa bagian atap dari batholith. Contoh dari erupsi ini antara lain adalah Gunung Api Lumpur yang berada di Sumatera Selatan.

• Erupsi Sentral – Adalah erupsi magma yang terjadi melalui pipa kepundan dan biasanya berlangsung secara singkat. Apabila magma sedikit mengental, maka pipa kepundan tersebut akan tersumbat oleh magma yang membeku dimana nantinya akan disebut sebagai sumbatan lava (lava plug).

Lava plug tadi akan menghalangi jalan keluarnya magma yang kemudian gas-gas yang berada dibawahnya akan semakin memberikan tekanan yang kuat sehingga apabila tekanan tersebut semakin kuat maka yang terjadi adalah terjadilah erupsi yang berikutnya.

Terkadang lava plug tadi akan sangat kuat sehingga magma akan mencari jalan keluar lain dengan menerobos batuan yang lebih lemah dan kemudian terbentuklah kepundan baru. Artikel terkait : Erupsi Eksplosif dan Efusif Dampak Positif dan Negatif Erupsi magma gunung berapi yang menyebar ke berbagai daerah tentunya menimbulkan dampak, baik itu dampak positif maupun dampak negatif.

Adapun dampak positif dan negatif dari erupsi magma akan dijelaskan dibawah ini. Dampak Positif • Tanah yang dilalui oleh abu vulkanik dari gunung berapi akan menjadi lebih subur dan sangat baik untuk pertanian, tentunya tanah tersebut akan meningkatkan hasil panen. Hal ini sangat menguntungkan bagi mereka yang bermatapencaharian sebagai petani. ( baca : Cara Melestarikan Tanah ) • Batuan yang keluar dari perut bumi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan bagi warga sekitar atau bahkan dapat ditambang kemudian dijual.

• Munculnya sumber mata air panas yang keluar disekitar pegunungan yang meletus tersebut dan tentunya sumber mata air panas ini sangat baik untuk kesehatan kulit manusia. • Munculnya sumber mata air baru yang bersih dan tentunya memiliki kandungan mineral yang sangat melimpah. ( baca : Proses Terjadinya Mata Air ) • Pada daerah yang terkena abu vulkanik akan berpotensial terjadi hujan orografis, dimana hujan ini sangat memiliki potensi yang cukup baik.

Dampak Negatif • Udara menjadi tercemar dan juga tercampur oleh bermacam-macam gas beracun seperti sulfur dioksida, nitrogen dioksida, karbon monoksida, belerang dan beberapa partikel debu yang sangat mengganggu aktivitas bahkan menggangu kesehatan tubuh manusia. ( baca : Ciri-ciri Udara yang Bersih dan Sehat ) • Aktivitas penduduk disekitar wilayah suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa gunung berapi menjadi terhambat dan kondisi ekonomi ikut melemah.

• Pemukiman warga sekitar rusak akibat material dari erupsi. • Rusaknya hutan dan ladang warga karena terjangan dari lahar dingin. • Ada kemungkinan warga sekitar akan mengidap penyakit ISPA yang disebabkan oleh material yang dikeluarkan dari gunung berapi tersebut. • Sulit untuk mencari air bersih dan juga tempat tinggal sementara yang terkadang tidak memadai ( baca : Cara Menjaga Sumber Air ) Artikel terkait : Dampak Letusan Gunung Berapi Tipe Gunung Gunung berapi yang mengalami erupsi magma tentunya memiliki bentuk, ukuran dan sifat masing-masing.

Contohnya terdapat gunung yang memiliki puncak yang sangat tinggi sehingga puncaknya tertutup oleh salju dan ada pula gunung yang puncaknya berada di bawah permukaan laut ( baca : Bahaya Gunung Api Bawah Laut ). Berikut adalah pembagian tipe gunung berapi berdasarkan keaktifannya dan berdasarkan bentuknya. 1.

suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa

Berdasarkan Keaktifannya Berdasarkan keaktifannya gunung berapi dibedakan menjadi 3 yaitu gunung api aktif, gunung api tidur dan gunung api mati. Gunung api aktif adalah gunung api yang dalam jangka waktu tertentu akan mengeluarkan material berupa abu vulkanik, lava dan juga bau belerang yang sangat menyengat. Gunung api tidur adalah dunung api yang akan meletus dalam jangka waktu yang tidak dapat diprediksi akan tetapi letusannya lebih mengerikan dibandingkan gunung api aktif.

Gunung api mati adalah gunung api yang tidak memiliki catatan letusan dan tidak ada tanda-tanda akan meletus lagi. Artikel terkait : Ciri-ciri Gunung Api Akan Meletus 2. Berdasarkan Bentuknya Bentuk sautu gunung berapi dipengaruhi oleh material yang dikandung, aliran lavanya dan kekuatan letusannya. Adapun pembagian gunung berapi berdasarkan bentuknya terbagi atas 4 macam, yaitu Gunung Api Perisai, Gunung Api Kubah, Gunung Api Strato dan Gunung Api Lava Pijar dengan Abu.

Gunung Api Perisai merupakan gunung api yang bentuknya kerucut, lerengnya landai serta aliran lavanya berasal dari saluran tengah, penyebaran magmanya cukup luas disertai proses pendinginan dan pembekuannya pelan. Frekuensi letusan gunung api ini sedang dengan jumlah cairan lava yang cukup banyak. Gunung Api Kubah merupakan gunung api yang bentuknya kerucut cembung dan memiliki lereng curam.

suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa

Aliran lavanya cukup kental dan berpusat dari saluran pusat yang mengakibatkan aliran lava menjadi lambat dan kemudian akan membentuk lapisan yang cukup tebal.

Letusan dari gunung api ini sangat keras karena tekanan dari dalam perut bumi yang sangat kuat. Gunung Api Strato adalah gunung api yang memiliki bentuk seperti kerucut curam yang memiliki banyak lapisan lava yang terbentuk dari aliran lava yang mengalir secara berulang-ulang. Aliran lavanya berasal dari sisi kerucut gunung dan memiliki sifat letusan yang keras. Gunung Api Lava Pijar dan Abu adalah gunung api yang memiliki bentuk kerucut simetris dengan berntuk lereng yang cekung dan landai.

Material yang terkandung biasanya berupa asap, debu dan bau sulfur yang menyengat, adapun sifat letusannya adalah sedang. Artikel terkait : Gunung Tertinggi di Dunia – Gunung Tertinggi di IndonesiaMENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 6.7.

Sebarkan ini: Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gunung Berapi Beserta Jenis Bedasarkan Bentuknya Pengertian Vulkanisme Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema.

Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava. Vulkanik didefinisikan sebagai tempat munculnya batuan leleran dan rempah lepas gunungapi yang berasal dari dalam bumi, jenis atau kegiatan magma yang sedang berlangsung serta bentuk timbulan dipermukaan bumi yang dibangun oleh timbunan rempah gunungapi.

Definisi yang lain menyatakan bahwa gunungapi ialah tempat dimana magama keluar kepermukaan bumi.Dari definisi diatas bahwa bentuk luar dari suatu gunungapi tidak perlu berbentuk kerucut melainkan dapat berbentuk lain yaitu hanya berupa lubang kepundan saja atau bentuk lain sebagai rekah memanjang.

Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema.Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava.Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya. Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma.

Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.

Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya. Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma.

Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik. Tanah vulkanik merupakan tanah yang terbentuk dari material-material letusan gunung api. Material ini kemudian lapuk dengan berjalannya waktu sehingga menjadi tanah yang sangat tinggi unsur haranya. Tanah ini banyak dijumpai pada wilayah-wilayah sekitar lereng gunung berapi. Ketika sebuah gunung api meletus, ia akan memuntahkan aneka partikel yang panas ke udara.

Salah satu material yang dikeluarkan gunung api suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa abu vulkanis.

Ketika pertama kali muncul, abu yang sangat panas dan pekat ini bisa membahayakan. Namun, begitu kondisi mendingin, abu yang melapisi permukaan tanah tersebut bisa meningkatkan kesuburan tanah. Lapisan tanah yang dilapisi abu vulkanik tersebut sangat kaya mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman dengan baik tanpa memerlukan tambahan pupuk.

Lapisan tanah vulkanik gembur serta berwarna hitam. Pada lapisan subsoil mempunyai warna kecoklatan dan terasa licin apabila di gosok di antara jari-jari. Bulk densitnya sangatlah rendah (<0,85). Daya tahan air sangat tinggi dan perkembangan struktur tanah baik.

Dari itulah dapat kita dlihat bahwa pada kawasan lereng-lereng gunung yang pernah terjadi letusan gunung api, lahan pertaniannya sangatlah subur. Indonesia kaya akan sumber daya alam. Lahan pertanian dan perkebunan luas di seluruh pelosok negri.

Tidak heran jika Negara Indonesia di sebut Negara agraris. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya tanah vulkanis di wilayah kepulauan Indonesia yang terbentuk dari materiletusan gunung berapi. Materi yang terbentuk dari abu vulkanik tersebut di muntahkan ke daratan, kemudian mengalami pelapukan kemudian membentuk mineral dan unsure hara yang berpengaruh pada tingkat kesuburan tanah Ciri-ciri tanah vulkanik : • Tanah nya subur • Mengandung unsure hara yang tinggi • Merupakan hasil materi letusan gunung berapi • Mudah menyerap air • Tanahnya berwarna lebih gelap • Terdapat disekitar gunung berapi Tanah vulkanis dibentuk dengan tambahan abu vulkanik dari gunung berapi yang meletus.

Abu vulkanik merupakan hasil dari peleburan dan pembakaran bahan-bahna mineral. Lapisan tanah yang di lapisi abu tersebut kemudian menjadi sangat kaya mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman dengan baik tanpa memerlukan tambahan pupuk. Tidak mengherankan jika banyak orang yang tetap memilih untuk tinggal di sekitar gunung berapi.

Meskipun letusan gunung berapi sangat menakutkan dan membahayakan, namun manfaatnya sangat banyak untuk lahan pertanian. Daerah-daerah pertanian yang di usahakan di wilayah bertanah vulkanis banyak terdapat diIndonesiayang memang memiliki banyak gunung berapi aktif. Misalnya di bagian utara pulau JawaSumateraBali, Lombok, Halmahera, Sulawesi dll. Pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki lebih banyak gunung berapi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Magma, Lava, Lahar – Pengertian, Hasil Letusan, Gas vulkanik, Awan Panas Gejala-gejala Vulkanisme Magma sebagai masa silikat cair pijar sangat giat melakukan gerakan ke segala arah baik secara vertical, miring, menyusup atau mendatar, yang bergerak dipermukaan bumi ataupun hanya di dalam bumi. Bagian bumi tempat keluarnya magma disebut gunung berapi, sedangkan gerakan magma yang dapat mengangkat lapisan batuan yang cembung keatas dan mengikis ruangan yang gejala-gejala vulkanisme tersebut meliputi : Instruksi Magma Yaitu proses penerobosan magma ke dalam litosfer tetapi tidak mampu mencapai permukaan bumi.

Intrusi magma menghasilkan bentukan-bentukan di dalam dapur magma. • Batolit, yaitu magma yang membeku di dalam dapur magma. • Lakolit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari resapan magma dan membeku diantara dua lapisan batuan berbentuk lensa cembung.

• Sill/keeping intrusi, batuan beku yang berbentuk diantara dua lapisan batuan, berbentuk pipih dan melebar.

suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa

• Gang, yaitu magma yang memotong lapisan batuan dengan arah tegak/miring, berbentuk pipih dan melebar. • Apofisa, yaitu batuan beku yang berbentuk dicabang-cabang gang, berukuran kecil.

Ekstrusi Magma Yaitu gerakan magma mencapai permukaan bumi dalam bentuk letusan atau erupsi.erupsi dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut: a. Erupsi linear, yaitu keluarnya magma melalui retakan atau celah. b. Erupsi sentral, yaitu keluarnya magma melalui terusan kepundan • Gunung api perisai (tameng) Terjadi akibat magma keluar sangat suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa. Selanjutnya magma yang emcer ini mengalir kesegala arah membentuk lereng yang sangat landai, sekitar 10 – 100.

• Gunung Api Strato Terjadi akibat erupsi eksplosip yang diselingi dengan erupsi efusif sehingga lerengnya berlapis-lapis dan terdiri atas bermacam-macam batuan. Gunung api strato paling banyak terdapat di dunia, seperti di Indonesia adalah gunung merbabu dan Merapi Jawa Tengah, semeru dan Kelud (Jawa Timur). • Gunung Api Maar Terjadi akibat letusan ekspolosif yang membentuk lubang lingkaran besar di permukaan bumi. Dapur magma yang kecil dan dangkal mengakibatkan letusan satu kali dan mati.

Gunung api maar tidak tinggi dan terdiri atas timbunan bahanbahan padat atau efflata dan dibawahnya kadang-kadang terdapat air. c. Erupsi Areal, yaitu keluarnya magma pada satu areal tertentu karena dekatnya dapur magma dengan permukaan bumi. Berdasarkan kuat tidaknya letusan dan kandungan mineral yang dikeluarkan, erupsi gunung api dibedakan atas dua macam, yaitu : • Erupsi eksplosif, adalah erupsi atau letusan dan kandungan mineral yang dikeluarkan, erupsi ini biasanya menyemburkan material vulkanik yang bersifat padat cair.

• Erupsi efusif atau letusan yang tidak menimbulkan ledakan karena tekanan gas kurang kuat. Pada proses erufsi ini material yang dikeluarkan adalah material cair atau sebagian besar lava dan sedikit material padat yang berukuran kecil. Selanjutnya bahan-bahan tersebut mengalir pada lereng gunung sebagai aliran lava.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Dampak Tenaga Vulkanik Beserta 8 Jenis Aktivitas Magma Terlengkap Proses Terbentuknya Ekstrusi Magma Ekstrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga keluar ke permukaan Bumi dan membentuk gunung api. Hal ini terjadi apabila tekanan gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit Bumi sehingga menghasilkan letusan yang sangat dahsyat.

Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan terjadinya gunung api. Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan tetapi juga bisa terjadi di lautan.Oleh karena itu gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan. Secara umum ekstrusi magma dibagi dalam tiga macam, yaitu: Berdasarkan sifatnya • Erupsi eksplosif (letusan) terjadi apabila letak dapur magma dalam dan volume gas besar, magma bersifat asam.

Material yang dikeluarkan adalah piroklastik dengan kandungan S1O2 tinggi, misalnya bongkah, lapili, bom, pasir, abu dan debu. Bentuk Volkan adalah Sharp Cone. • Erupsi effusif (lelehan) Terjadi karena letak dapur magma dangkal, volume gas kecil, magma bersifat basa. Material yang dikeluarkan berupa lava dengan kandungan S1O2.

Bentuk volkan rounded cone. • Erupsi campuran Terjadi karena letak variasi dapur magma, volume gas dan sifat magma bersifat intermedier tetapi biasanya cenderung basa.

Bentuk Volkan Strato. Berdasarkan bentuk dan lokasi kepundan • Erupsi Linear Terjadi jika magma keluar lewat celah-celah retakan atau patahan memanjang sehingga membentuk deretan gunung berapi. Misalnya Gunung Api Laki di Islandia, dan deretan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

• Erupsi Areal Terjadi apabila letak magma dekat dengan permukaan bumi, sehingga magma keluar meleleh di beberapa tempat pada suatu areal tertentu. Misalnya Yellow Stone National Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km2.

• Erupsi Sentral Terjadi magma keluar melalui sebuah lubang (saluran magma) dan membentuk gunung-gunung yang terpisah. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan lain-lain. Berdasarkan sifat erupsi dan bahan dikeluarkannya • Gunung Api Perisai Berbentuk kerucut dengan lereng landai dan aliran lava panas dari saluran tengah.Daerah persebaran magma luas serta proses pendinginan dan pembekuannya pelan.

Frekuensi letusan umumnya sedang dan pelan dengan jumlah cairan lava cair yang banyak.Gunung api ini terjadi karena magma yang keluar sangat encer.

Magma yang encer ini akan mengalir ke segala arah sehingga membentuk lereng sangat landai. Ini berarti gunung ini tidak menjulang tinggi tetapi melebar. Contohnya: Gunung Maona Loa dan Maona Kea di Kepulauan Hawaii. • Gunung Api Kubah Gunung ini berbentuk kerucut cembung (konvek) dengan lereng curam.Aliran lava yang kental dari saluran pusat mengakibatkan aliran lava lambat dan membentuk lapisan yang tebal. Proses pendinginan dan pembekuan lava cepat. Banyak lava yang membeku di saluran, akibatnya saluran menjadi tertutup.Letusan yang sangat keras dapat terjadi akibat tekanan dari dalam Bumi yang tersumbat.

Seluruh bagian puncak gunung api pun dapat hancur dan lenyap seketika.Gunung api ini terjadi akibat adanya letusan eksplosif. Bahan yang dikeluarkan relatif sedikit, karena sumber magmanya sangat dangkal dan sempit. Gunung api ini biasanya tidak tinggi, dan terdiri dari timbunan bahan padat (efflata). Di bekas kawahnya seperti sebuah cekungan yang kadang-kadang terisi air dan tidak mustahil menjadi sebuah danau.

Misalnya Danau Klakah di Lamongan atau Danau Eifel di Prancis. • Gunung Api Strato Gunung ini mempunyai bentuk kerucut berlereng curam dan luas yang terdiri atas banyak lapisan lava yang terbentuk dari aliran lava yang berulang-ulang.Lava dapat mengalir melalui sisi kerucut.Sifat letusan keras.Gunung api ini terjadi akibat erupsi campuran antara eksplosif dan efusif yang bergantian secara terus menerus.

Hal ini menyebabkan lerengnya berlapis-lapis dan terdiri dari bermacam-macam batuan. Gunung api inilah yang paling banyak ditemukan di dunia termasuk di Indonesia. Misalnya gunung Merapi, Semeru, Merbabu, Kelud, dan lain-lain.

Berdasarkan Letusnya • Tipe Hawaii Tipe gunung api ini dicirikan dengan lavanya yang cair dan tipis, dan dalam perkembangannya akan membentuk tipe gunung api perisai. Tipe ini banyak ditemukan pada gunung api perisai di Hawaii seperti di Kilauea dan Maunaloa. Contoh letusan tipe Hawai di Indonesia adalah pembentukan plato lava di kawasan Dieng, Jawa Tengah. • Tipe Stromboli Tipe ini sangat khas untuk gunung Stromboli dan beberapa gunung api lainnya yang sedang meningkat kegiatannya.

Magmanya sangat cair, ke arah permukaan sering dijumpai letusan pendek yang disertai ledakan.Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapilli dan setengah padatan bongkah lava.Contoh letusan tipe Stromboli di Indonesia adalah Gunung Raung di Jawa. • Tipe Vulkano Tipe ini mempunyai ciri khas yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah.Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair.Di samping mengeluarkan awan debu, tipe ini juga menghasilkan lava.Berdasarkan kekuatan letusannya tipe ini dibedakan menjadi tipe vulkano kuat (Gunung Vesuvius dan Gunung Etna) dan tipe Vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung).Peralihan antara kedua tipe ini juga dijumpai di Indonesia misalnya Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo.

• Tipe Perret Letusan gunung suatu proses magma yang akan keluar melalui kepundan tersumbat yang menyebabkan permukaan bumi bergetar disebut gempa tipe perret adalah mengeluarkan lava cair dengan tekanan gas yang tinggi. Kadang-kadang lubang kepundan tersumbat, yang menyebabkan terkumpulnya gas dan uap di dalam tubuh bumi, akibatnya sering timbul getaran sebelum terjadinya letusan.Setelah meletus material-material seperti abu, lapili, dan bom terlempar dengan dahsyat ke angkasa.

Contoh letusan gunung api tipe perret di Indonesia adalah Gunung Krakatau yang meletus sangat dahsyat pada tahun 1873, sehingga gunung Krakatau (tua) itu sendiri lenyap dari permukaan laut, dan mengeluarkan semburan abu vulkanik setinggi 5 km.

• Tipe Merapi Dicirikan dengan lavanya yang cair-kental.Dapur magmanya relatif dangkal dan tekanan gas yang agak rendah.Contoh letusan tipe Merapi di Indonesia adalah Gunung Merapi di Jawa Tengah dengan awan pijarnya yang tertimbun di lerengnya menyebabkan aliran lahar dingin setiap tahun.

Contoh yang lain adalah Gunung Galunggung di Jawa Barat. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Batuan Di Indonesia Beserta Jenis Dan Contohnya Akibat yang di timbulkan vulkanisme Pengaruh kegiatan volkanisme selain menguntungkan ternyata bisa menimbulkan masalah terutama terhadap lingkungan di sekitarnya. Gunung api khususnya saat meletus dapat membahayakan dan mengancam jiwa.

Bahaya tersebut diantaranya: • Pada waktu terjadi letusan, semburan lapili, dan pasir panas dapat merusak bangunan,lahan pertanian, tanaman, bahkan h ewan di sekitar gunung api. Abu vulkanik yang biasanya menyebar secara luas juga dapat mangganggu dan mebahayakan penerbangan.

Aliran lava dan lahar panas dapat merusak bangunan dan lahan pertanian yang dilaluinya. • Gas beracun yang dikeluarkan saat erupsi dapat mengancam mahluk hidup termasuk manusia. Misalnya pada saat letusan kawah timbangan dan Sinila pada tahun 1979, sekitar 149 jiwa manusia meninggal akibat menghirup gas beracun.

• Bahan yang dikeluarkan gunung berapi biasanya menumpuk dipuncak dan lereng-lereng gunung. Pada waktu hujan bahan-bahan ini terbawa oleh air hujan menjadi lahar dingin.Lahar dingin akan merusak daerah yang dilaluinya seperti sungai,lahan pertanian, rumah,dan lain-lain. Missal lahr dingin Gunung Merapi di Jawa Tengah sering merusak daerah Magelang dan yogyakarta Magma dalam periode pendinginan, masih tetap menunjukkan sisa kegiatannya.

Kegiatan itu sering disebut gejala pasca vulkanis. Dan Gejala Pasca vulkanis ini dapat dibedakan dalam beberapa bentuk gejala antara lain sumber gas, sumber air panas, sumber air mineral (mahdani), dan geyser.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Macam-Macam, Dan Proses Terbentuknya Barang Tambang Beserta Contohnya Lengkap Tipe Letusan Gunung api Tipe Hawaii Tipe gunung api ini dicirikan dengan lavanya yang cair dan tipis, dan dalam perkembangannya akan membentuk tipe gunung api perisai.

Tipe ini banyak ditemukan pada gunung api perisai di Hawaii seperti di Kilauea dan Maunaloa. Contoh letusan tipe Hawai di Indonesia adalah pembentukan plato lava di kawasan Dieng, Jawa Tengah. Tipe Stromboli Tipe ini sangat khas untuk gunung Stromboli dan beberapa gunung api lainnya yang sedang meningkat kegiatannya.

Magmanya sangat cair, ke arah permukaan sering dijumpai letusan pendek yang disertai ledakan. Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapilli dan setengah padatan bongkah lava.

Contoh letusan tipe Stromboli di Indonesia adalah Gunung Raung di Jawa. Sifat semburan Gunung Raung menyemburkan lava tipe baraltik, namun terdapat erupsi-erupsi pendek yang bersifat eksplosif menyemburkan batuan-batuan piroklastik tipe bom dan lapili. Tipe Vulkano Tipe ini mempunyai ciri khas yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah.

Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair. Di samping mengeluarkan awan debu, tipe ini juga menghasilkan lava. Berdasarkan kekuatan letusannya tipe ini dibedakan menjadi tipe vulkano kuat (Gunung Vesuvius dan Gunung Etna) dan tipe Vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung). Peralihan antara kedua tipe ini juga dijumpai di Indonesia misalnya Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo.

Tipe Merapi Dicirikan dengan lavanya yang cair-kental. Dapur magmanya relatif dangkal dan tekanan gas yang agak rendah. Contoh letusan tipe Merapi di Indonesia adalah Gunung Merapi di Jawa Tengah dengan awan pijarnya yang tertimbun di lerengnya menyebabkan aliran lahar dingin setiap tahun.

Contoh yang lain adalah Gunung Galunggung di Jawa Barat. Tipe Perret (Tipe Plinian) Letusan gunung api tipe perret adalah mengeluarkan lava cair dengan tekanan gas yang tinggi. Kadang-kadang lubang kepundan tersumbat, yang menyebabkan terkumpulnya gas dan uap di dalam tubuh bumi, akibatnya sering timbul getaran sebelum terjadinya letusan.

Setelah meletus material-material seperti abu, lapili, dan bom terlempar dengan dahsyat ke angkasa. Contoh letusan gunung api tipe perret di Indonesia adalah Gunung Krakatau yang meletus sangat dahsyat pada tahun 1873, sehingga gunung Krakatau (tua) itu sendiri lenyap dari permukaan laut, dan mengeluarkan semburan abu vulkanik setinggi 5 km.

Tipe Pelle Gunung api tipe ini menyemburkan lava kental yang menguras di leher, menahan lalu lintas gas dan uap. Hal itulah yang menyebabkan mengapa letusan pada gunung api tipe ini disertai dengan guncangan-guncangan bawah tanah dengan dahsyat untuk menyemburkan uap-uap gas, abu vulkanik, lapili, dan bom.

Contoh letusan gunung api tipe pelle di Indonesia adalah Gunung Kelud di Jawa Timur. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Geografi, SMP Ditag #pengertian tektonisme, apa saja fenomena vulkanisme, apakah perbedaan lava dan lahar, bentuk vulkanisme, bentukan hasil intrusi magma, dampak positif dan negatif vulkanisme, dampak vulkanisme, fenomena vulkanisme terdapat pada angka, gambar tektonisme, gejala vulkanisme, gejala vulkanisme brainly, gempa akibat letusan gunung api disebut, istilah vulkanisme, jelaskan 3 tipe gunung merapi, jenis ilmu yang mempelajari batuan disebut, jenis jenis vulkanisme, magma yang mencapai permukaan sifatnya liquid, pengertian intrusi magma, pengertian non vulkanis, pengertian seisme, Pengertian Vulkanisme, pengertian vulkanisme brainly, pengertian vulkanisme dan dampaknya, penyebab vulkanisme, proses vulkanisme, proses vulkanisme pada gunung berapi, sebutkan fenomena vulkanisme, sebutkan tanda-tanda gunung api akan meletus, seisme, seisme adalah, tegese aktivitas vulkanisme dalam bahasa jawa, tektonisme, tektonisme adalah, tuliskan dua jenis letusan gunung api, vulkanisme adalah brainly, vulkanisme pdf, vulkanisme tegese Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Sejarah Suku Tomini • Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com

PENJELASAN BMKG MENGENAI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI




2022 www.videocon.com