Aturan thr 2022

aturan thr 2022

Gurubisa.com - Pemberian THR dan mendapatkan gaji menjadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh Aparatur Negara seperti PNS dan PPPK. Perihal THR dan gaji 13 tahun 2022 untuk PNS dan PPPK, telah diatur dalam surat dari Kementerian Keuangan nomor 42/PMK.05/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pemberian tunjangan hari raya dan gaji ketiga belas kepada Aparatur Negara, pensiunan, penerima pensiun, dan penerima tunjangan tahun 2021. Aturan thr 2022 THR dan gaji 13 untuk PNS dan PPPK ini diberikan dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara.

Lebih lanjut di dalam isi surat tersebut terdapat Pasal 5 yang menjelaskan mengenai juknis THR dan gaji ke 13.

aturan thr 2022

“Tunjangan Hari Raya dan gaji ketiga belas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tidak diberikan kepada PNS, Prajurit TNI, dan Anggota Polri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat 1 huruf a, huruf c, dan huruf d, dalam hal: 1. Sedang cuti di luar tanggungan Negara 2. Sedang ditugaskan di luar instansi pemerintah baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang gajinya dibayar oleh instansi tempat penugasan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Ketika sudah mengetahui poin a dan b, dapat diketahui untuk pegawai pemerintah yang sedang cuti tidak berhak mendapatkan THR di tahun 2022.

Seperti diketahui datangnya hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 1-2 Mei 2022, tentunya banyak pegawai pemerintah yang mengharapkan adanya THR dan gaji 13. Akan tetapi, dari dua poin di atas dapat diketahui kriteria-kriteria pegawai pemerintah yang tidak berhak mendapatkan THR. Selain itu, Kemenkeu juga menyampaikan bahwa PPPK juga akan mendapatkan THR, jika memenuhi syarat tertentu.

“Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang selanjutnya disingkat PPPK adalah warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan,” tulis Kemenkeu. Adanya pemberian THR dan gaji 13 pada pegawai pemerintah ini merupakan wujud penghargaan atas pengabdian kepada bangsa aturan thr 2022 negara dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara.*** Sumber : pikiran-rakyat.com Demikian berita terkini yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.

Pemerintah menegaskan para pengusaha wajib membayarkan hak Tunjangan Hari Raya (THR) para karyawan atau buruh tanpa terkecuali. Hal ini juga diatur dalam Surat Edaran Nomor M/1/HK.04/IV/2022 oleh Kemenaker RI tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, pada tanggal 6 April 2022. SE tersebut juga mengacu PP Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan dan Permenaker Nomor 6 Tahun 206 tentang THR Keagamaan.

Advertisement Dalam aturan tersebut juga dijelaskan siapa saja yang berhak mendapatkan THR keagamaan. Salah satunya diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus atau lebih. Kemudian, pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu juga berhak menerima THR. Baca juga • Gubernur Jatim Minta Pengusaha, Berikan THR Maksimal H-7 Lebaran Terkait besaran THR Keagamaan, bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, mereka wajib diberikan sebesar 1 bulan gaji.

Lalu, bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan penghitungan masa kerja dibagi 12, dikali 1 bulan upah. Sementara mereka yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas dan mempunyai masa kerja 12 aturan thr 2022 atau lebih, upah THR dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Sedangkan, pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, THR dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. Advertisement Bagi pekerja yang upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil, maka upah 1 bulan dihitung aturan thr 2022 upah aturan thr 2022 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Selain itu, bagi perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR Keagamaan dalam perjanjian kerja lebih besar dari upah, maka yang dibayarkan kepada pekerja sesuai dengan perjanjian. Di aturan tersebut juga telah ada klausul, jika pengusaha terlambat membayar THR sesuai dengan ketentuan, akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan. Tanpa menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR pokok.
Solopos.com, SOLO–Kementerian Ketenagakerjaan mengeluarkan aturan tentang pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja.

Baca Juga: Khofifah Minta Pengusaha di Jatim Bayar THR Pekerja Penuh & Tepat Waktu Promosi Penguatan Bahasa Indonesia di Pentas Dunia Butuh Sinergi Banyak Pihak Pekerja yang telah bekerja selama setahun berturut-turut wajib menerima THR dari perusahaan yang mempekerjakan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan pada 2022 ini, THR harus dibayarkan penuh, tidak boleh dicicil.

aturan thr 2022

Berikut aturan tentang THR yang tertuang dalam SE Menteri Ketenagakerjaan No M/1/HK.04/2022 tertanggal 6 April 2022 yang ditujukan kepada seluruh gubernur di Indonesia. Adapun pembayaran THR Keagamaan dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1.

THR Keagamaan diberikan kepada: a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus atau lebih. b. Pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha aturan thr 2022 perjanjian kerja waktu tidak tertentu atiau pedanjian kerja waktu tertentu. 2. Besaran THR Keagamaan diberikan sebagai berikut: a. Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah.

b. Bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: masa kerja: 12 x 1 (satu) bulan upah. 3. Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah 1 (satu) bulan dihitung sebagai berikut: a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 (dua belas) bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

b. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama aturan thr 2022 kerja. 4. Bagi pekerja/buruh yang upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil maka upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata 12 (dua belas) bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

5. Bagi perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR Keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang telah dilakukan lebih besar dari nilai THR Keagamaan sebagaimana nomor 2 di atas maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja/buruh sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang telah dilakukan.

6. THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan. Dalam rangka memastikan pelaksanaan pembayaran THR keagamaan dapat berjalan dengan baik, perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. mendorong perusahaan di wilayah Saudara/Saudari agar membayar THR keagamaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 2. bagi perusahaan yang mampu dihimbau untuk membayar THR keagamaan lebih awal sebelum jatuh tempo kewajiban pembayaran THR keagamaan; 3.

untuk mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran THR Keagamaan, masing-masing provinsi membentuk Pos Komando Satuan Tugas (Posko Satgas) Ketenagakerjaan Pelayanan Konsultasi dan Penegakan Hukum Tunjangan Hari Raya Tahun 2022 aturan thr 2022 terintegrasi melalui website https://poskothr.

kemnaker. qo. id. IHSG Sesi I Sempat Tinggalkan 6.900, Asing Jual Saham Rp1,6 Triliun Mesin-Mesin Pertumbuhan Pulih, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,01 Persen di Kuartal I/2022 IHSG Anjlok Hampir 3 Persen, Saham ANTM, BMRI, BBCA, BBRI Tekan Indeks Bisnis-27 Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Senin 9 Mei 2022, Naik setelah Libur Lebaran LIVE : IHSG lesu sesi I (11:30 WIB) LIVE : Harga emas kompak melemah (10:58 WIB) LIVE : Mata uang Asia turun (10:37 WIB) Bisnis.com, JAKARTA - Tunjangan Hari Raya atau THR adalah aturan thr 2022 nonupah yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada buruh atau pekerja sebelum hari raya keagamaan.

Menurut Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2021, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, THR wajib dibayarkan maksimal 7 hari sebelum Lebaran. " THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan,” kata Menaker Ida dikutip dari surat edaran tertanggal 12 April 2021.

Baca Juga : Perhatian! Kemenaker: THR Dibayar Penuh Tanpa Relaksasi Tahun Ini Cara hitung THR Dalam SE tersebut cara menghitung THR diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Pekerja di Perusahaan, tepatnya diatur dalam pasal 3 ayat 1 Permenaker 6/2016 yang ditetapkan sebagai berikut: Baca Juga : THR Dibayar Penuh Tahun Ini, Pengusaha Tak Patuh Bakal Kena Sanksi Namun, Permenaker 6/2016 menegaskan pula apabila perusahaan memiliki perjanjian kerja, peraturan perusahaan (PP), atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB), atau kebiasaan yang memuat ketentuan jumlah THR lebih besar dari ketentuan 1 bulan upah, maka yang berlaku adalah THR yang jumlahnya lebih besar tersebut.

Misalnya, Anda telah bekerja sebagai karyawan di PT. A selama lebih 12 bulan secara penuh atau selama 1 tahun, maka Anda berhak menerima THR sebesar 1 kali gaji.

Begitu pun dengan karyawan yang sudah bekerja selama lebih dari 1 tahun. Karyawan dengan status PWKT dan PWKTT yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih ini, biasanya besaran gaji 1 kalinya sudah ditentukan sesuai kesepakatan pekerja dengan perusahaan terkait.

Adapun bagi karyawan dengan masa kerja kurang dari 12 bulan, besaran THR yang diterimanya akan berbeda. Cara menghitung THR karyawan dengan masa kerja kurang dari 12 bulan bisa menggunakan aturan thr 2022 sederhana, seperti berikut ini: (Besaran gaji 1 bulan : 12) x masa kerja. Contoh cara menghitung THR karyawan dengan masa kerja kurang dari 12 bulan dengan gaji semisal Rp 4.600.000 per bulan.

(Rp 4.600.000 : 12) x 10 bulan masa kerja = Rp 383.000 x 10 bulan masa kerja = Rp 3.830.000. Artinya, bagi karyawan yang sudah bekerja selama 10 bulan, maka ia akan mendapat THR sebesar Rp 3.830.000. Adapun besaran gaji perbulan sesuai dengan kesepakatan antara karyawan baik yang berstatus PWKT dan PWKTT dengan perusahaan yang aturan thr 2022. Terpopuler • Niat Bayar Utang Puasa Ramadan, Bolehkah Puasanya Dicicil atau Harus Sekaligus?

• Odesa Dihantam Rudal, Kapal Rusia Kembali Ditenggelamkan Pasukan Ukraina • PPKM Jawa-Bali Berakhir Besok, Begini Situasi Covid-19 Nasional • Kemenag Izinkan 50 Persen Pegawai WFH Usai Libur Lebaran 9-13 Mei • Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 pada 6 April tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2022.

Berikut ini rincian lengkap SE tersebut dikutip dari situs Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Selasa (12/4/2022) Isi SE Menaker soal THR: Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan juncto Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di perusahaan, pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh. Adapun pembayaran THR Keagamaan dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. THR Keagamaan diberikan kepada: a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.

b. Pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu. 2. Besaran THR Keagamaan diberikan sebagai berikut: a. Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 bulan upah.

b.

aturan thr 2022

Bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: masa kerja / 12 x 1 bulan upah. 3. Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah 1 bulan dihitung sebagai berikut: a.

Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. b. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. 4. Bagi pekerja/buruh yang upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil maka upah 1 bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

5. Bagi perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR Keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang aturan thr 2022 dilakukan lebih besar dari nilai THR Keagamaan sebagaimana nomor 2 di atas maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja/buruh sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang telah dilakukan.

6. THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Halaman selanjutnya tentang Posko pengaduan THR. Langsung klik
IHSG Sesi I Sempat Tinggalkan 6.900, Asing Jual Saham Rp1,6 Triliun Mesin-Mesin Pertumbuhan Pulih, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,01 Persen di Kuartal I/2022 IHSG Anjlok Hampir 3 Persen, Saham ANTM, BMRI, BBCA, BBRI Tekan Indeks Bisnis-27 Harga Emas 24 Aturan thr 2022 Antam Hari Ini, Senin 9 Mei 2022, Naik setelah Libur Lebaran LIVE : IHSG lesu sesi I (11:30 WIB) LIVE : Harga emas kompak melemah (10:58 WIB) LIVE : Mata uang Asia turun (10:37 WIB) Bisnis.com, JAKARTA - Setiap satu tahun sekali tunjangan hari raya (THR) diberikan kepada pekerja/buruh yang telah bekerja minimal satu bulan, baik tetap maupun kontrak.

Pemberian THR kepada pekerja/buruh merupakan tradisi dan upaya pemenuhan kebutuhan seorang pekerja/pekerja dan keluarganya dalam merayakan hari besar keagamaan. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan aspek kesejahteraan dan perlindungan pekerja. Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Pekerja di Perusahaan, THR Keagamaan adalah pendapatan non-upah yang dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh sebelum cuti keagamaan.

Bagaimana aturan dan cara menghitung THR? 1. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 bulan upah, 2. Pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan masa kerja/12 x 1 bulan upah.

Namun, Permenaker 6/2016 menegaskan pula apabila perusahaan memiliki perjanjian kerja, peraturan perusahaan (PP), atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB), atau kebiasaan yang memuat ketentuan jumlah THR lebih besar dari ketentuan 1 bulan upah, maka yang berlaku adalah THR yang jumlahnya lebih besar tersebut.

Terpopuler • Niat Bayar Utang Puasa Ramadan, Bolehkah Puasanya Dicicil atau Harus Sekaligus? • Odesa Dihantam Rudal, Kapal Rusia Kembali Ditenggelamkan Pasukan Ukraina • PPKM Jawa-Bali Berakhir Besok, Begini Situasi Covid-19 Nasional • Kemenag Izinkan 50 Persen Pegawai WFH Usai Libur Lebaran 9-13 Mei • Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris aturan thr 2022 Rusia Jelang Perayaan Hari KemenanganKOMPAS.com – Jelang Idul Fitri 1443 Hijriah, perusahaan mengeluarkan aturan mengenai pemberian tunjangan hari raya (THR).

Aturan pemberian THR 2022 dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor: M/1/HK.04/IV/2022 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Dalam surat edaran tersebut, pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh.

THR menjadi hak pekerja sekaligus sebagai sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan. Baca juga: Kemenaker: Bayar THR Lebih Buat Pekerja Makin Semangat dan Produktif Saat Kembali Kerja Usai Lebaran Aturan Pemberian THR 2022 THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran. Pembayaran THR Lebaran Idul Fitri 2022 dilaksanakan dengan memperhatikan beberapa hal berikut.

aturan thr 2022

Pekerja yang diberikan THR 2022 THR Keagamaan diberikan kepada: • pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih; • pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu. Besaran THR 2022 Besaran THR 2022 yang diberikan, yaitu: • bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upahl; • bagi pekerja yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: masa kerja/12 x satu bulan upah.

Baca juga: Berapa THR PNS di Indonesia dan Malaysia, Ini Perbandingannya THR bagi pekerja harian lepas dan pekerja dengan sistem pengupahan satuan hasil Bagi pekerja atau buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah satu bulan dihitung sebagai berikut: • pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum aturan thr 2022 raya keagamaan; • pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

• bagi pekerja/buruh yang upahnya ditetapkan berdasarkan satuan hasil, upah satu bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. THR bagi pekerja kontrak Bagi perusahaan yang menetapkan besaran THR dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang telah dilakukan lebih besar dari nilai THR yang tertuang dalam SE Menaker THR 2022 maka THR yang dibayarkan kepada pekerja harus sesuai dengan perjanjian, peraturan, atau kebiasaan tersebut.

Baca juga: Cara Mengelola Uang THR agar Tepat Guna Posko Aduan Aturan thr 2022 2022 Perusahaan diminta untuk membayar THR sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perusahaan pun diimbau untuk membayar THR lebih awal sebelum jatuh tempo kewajiban pembayaran THR, yakni tujuh hari sebelum Lebaran.

aturan thr 2022

Untuk mengakomodir keluhan dalam pembayaran THR 2022, pemerintah telah menyiapkan Posko Satgas Ketenagakerjaan Pelayanan Konsultasi dan Penegakan Hukum THR 2022 yang dapat diakses melalui situs https://poskothr.kemnaker.co.id. Referensi: • Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor: M/1/HK.04/IV/2022 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan Berita Terkait Serikat Pekerja Minta Menaker Pastikan THR 2022 Tak Dicicil Menaker Ida Tegaskan THR Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Idul Fitri Ketua DPR: Penuhi Hak THR Pekerja agar Bisa Tenang Mudik Lebaran Dorong Pembayaran THR 100 Persen, Anggota DPR: Pandemi Covid-19 Tak Boleh Lagi Jadi Alasan Cara Mengelola Uang THR agar Tepat Guna Berita Terkait Serikat Pekerja Minta Menaker Pastikan THR 2022 Tak Dicicil Menaker Ida Tegaskan THR Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Idul Fitri Ketua DPR: Penuhi Hak THR Pekerja agar Bisa Tenang Mudik Lebaran Dorong Pembayaran THR 100 Aturan thr 2022, Anggota DPR: Pandemi Covid-19 Tak Boleh Lagi Jadi Alasan Cara Mengelola Uang THR agar Tepat Guna
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberian Tunjangan Hari Raya ( THR) menjadi hal yang dinanti bagi para pekerja.

THR diberikan kepada pekerja atau karyawan swasta aturan thr 2022 pegawai negeri sipil menjelang hari raya keagamaan.

aturan thr 2022

Menurut pasal 5 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, waktu paling lambat pemberian THR adalah 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Umumnya, pemberian THR adalah adalah bentuk uang yang disesuaikan dengan agama yang dianut pekerja. Namun, ada beberapa perusahaan aturan thr 2022 THR kepada pekerjanya dalam bentuk kebutuhan pokok atau bahkan kombinasi keduanya. Besaran THR yang aturan thr 2022 berbeda-beda sesuai kriteria karyawan. Hal itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Baca juga: Harus Kontan, Ini Ketentuan THR bagi Pekerja Kontrak, Tetap, dan Buruh Harian Lepas Dalam SE itu juga dijelaskan jenis-jenis status pekerja yang berhak menerima THR. Selain pekerja atau karyawan tetap, mereka yang berhak mendapatkan THR adalah pekerja perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) ataupun perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), buruh harian, pekerja rumah tangga, pekerja outsourcing, tenaga honorer dan lain-lain.

Bagi pekerja atau karyawan yang sudah bekerja setahun penuh atau lebih, besar THR yang didapatkan adalah senilai satu kali gaji. Sementara bagi mereka yang mempunyai masa kerja 1 bulan tetapi kurang dari 1 tahun, besaran THR yang diberikan dihitung secara proporsional. Bagi pekerja harian lepas yang memiliki masa kerja 1 tahun atau lebih, THR diberikan menurut upah yang dihitung menurut berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

aturan thr 2022

Baca juga: Menaker: THR Tidak Boleh Dicicil! Berdasarkan pasal 3 PP Nomor 6 Tahun 2016, besar THR Keagamaan dibedakan menjadi dua kelompok, yakni berdasarkan masa kerja para pekerja. Bagi pekerja yang telah mencapai masa kerja selama 12 bulan atau lebih, maka pekerja tersebut berhak menerima THR aturan thr 2022 satu kali gaji yang diterimanya setiap bulan. Jika pekerja berstatus pekerja harian upah, maka besaran gaji per bulan dapat dihitung melalui rata-rata gaji yang diterima selama 12 bulan terakhir.

Berita Terkait 11 Pegawai di Kota Tangerang Sempat Adukan Persoalan THR ke Disnaker, Dua Orang Belum Dapat Solusi hingga Kini Serikat Pekerja Minta Menaker Pastikan THR 2022 Tak Dicicil Menaker Ida Tegaskan THR Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Idul Fitri Ketua DPR: Penuhi Hak THR Pekerja agar Bisa Tenang Mudik Lebaran Dorong Pembayaran THR 100 Persen, Anggota DPR: Pandemi Covid-19 Tak Boleh Lagi Jadi Alasan Berita Terkait 11 Pegawai di Kota Tangerang Sempat Adukan Persoalan THR ke Disnaker, Dua Orang Belum Dapat Solusi hingga Kini Serikat Pekerja Minta Menaker Pastikan THR 2022 Tak Dicicil Menaker Ida Tegaskan THR Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Idul Fitri Ketua DPR: Penuhi Hak THR Pekerja agar Bisa Tenang Mudik Lebaran Dorong Pembayaran THR 100 Persen, Anggota DPR: Pandemi Covid-19 Tak Boleh Lagi Jadi Alasan Jadi Tersangka, Vanessa Khong Terima Uang Rp 1,1 M dan Tanah Senilai Rp 7,8 M di Aturan thr 2022 dari Indra Kenz https://nasional.kompas.com/read/2022/04/11/15332131/jadi-tersangka-vanessa-khong-terima-uang-rp-11-m-dan-tanah-senilai-rp-78-m https://asset.kompas.com/crops/Y59hhhmT4i0NT_f3CRU1Y3rY8ik=/0x70:476x387/195x98/data/photo/2022/03/11/622b2c555e0cb.png
Tunjangan Hari Raya atau THR seringkali menjadi sebuah penantian bagi para pekerja.

Terlebih, pandemi membuat lini ekonomi masyarakat berubah drastis. Kita bisa bernapas lega, karena pemerintah telah mengeluarkan aturan terbaru. Aturan THR 2022 Pemerintah Baru-baru ini, pemerintah tengah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 yang berisi tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

Surat Edaran (SE) yang dibuat pemerintah ini mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 mengenai Pengupahan juncto Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

Dalam Surat Edaran (SE) dijelaskan bahwa THR keagamaan diberikan kepada: • Pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih. • Pekerja atau buruh yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu. Artikel terkait: Uang THR untuk pegawai, bagaimana hukumnya dalam Islam?

Besaran THR berdasarkan Aturan THR 2022 dari Pemerintah Berdasarkan aturan THR 2022 dari pemerintah, berikut ketentuan Tunjangan Hari Raya atau THR. • Bagi pekerja atau buruh yang telah memiliki masa kerja dua belas bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upah aturan thr 2022 Bagi pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari dua belas bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: masa kerja dibagi 12 dikali satu bulan upah Bagi pekerja atau buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah satu bulan, Tunjangan Hari Raya atau THR berdasarkan aturan THR 2022 dihitung sebagai berikut.

• Pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan • Pekerja atau aturan thr 2022 yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja Menurut aturan THR 2022 dari pemerintah, jika pekerja atau buruh yang memiliki upah berdasarkan satuan hasil, maka Tunjangan Hari Raya atau THR yang diberikan adalah upah satu bulan berdasarkan upah rata-rata 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Waktu pencairan Tunjangan Hari Raya atau THR berdasarkan aturan THR 2022 dari pemerintah aturan thr 2022 dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum Idul Fitri. Sebagai contoh, jika Lebaran jatuh pada 2 Mei 2022 maka THR harus diberikan pada 25 April 2022. Adapun sanksi yang dimaksud tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan. Aturan thr 2022 sebagai berikut: (1) Pengusaha yang terlambat membayar tunjangan hari raya keagamaan kepada Pekerja/Buruh dikenai denda sebesar 5 persen (lima persen) dari total tunjangan hari raya keagamaan yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban Pengusaha untuk membayar.

(2) Pengenaan denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak menghilangkan kewajiban Pengusaha untuk tetap membayar tunjangan hari raya keagamaan kepada Pekerja/Buruh.

Selanjutnya, Pasal 79 penjelasan soal sanksi administratif: (1) Pengusaha yang melanggar ketentuan Pasal 9 ayat (1), Pasal 9 ayat (2), Pasal 13 ayat (2), Pasal 21 ayat (1), Pasal 21 ayat (2), dan/atau Pasal 53 ayat (2) dikenal sanksi administratif berupa: a. teguran tertulis; b. pembatasan kegiatan usaha; c. penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi; dan d. pembekuan kegiatan usaha. (2) Pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertahap.

(3) Teguran tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan peringatan tertulis atas pelanggaran yang dilakukan oleh Pengusaha. Stimuno Timo Land di Kota Kasablanka hadirkan 4 wahana seru untuk anak beraktivitas! (4) Pembatasan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a.

Pembatasan kapasitas produksi barang dan/atau jasa dalam waktu tertentu; dan/atau b. Penundaan pemberian izin usaha di salah satu atau beberapa lokasi bagi Perusahaan yang memiliki proyek di beberapa lokasi (5) Penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c berupa tindakan tidak menjalankan sebagian atau seluruh alat produksi barang dan/atau jasa dalam waktu tertentu.

aturan thr 2022

(6) Pembekuan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d berupa tindakan menghentikan seluruh proses produksi barang dan/atau aturan thr 2022 di Perusahaan dalam waktu tertentu. Wah, itu dia aturan THR 2022 yang terbaru. Semoga Parents bisa menggunakan ‘gaji tambahan’ ini dengan bijaksana ya! Baca juga: THR Cair, Mau Digunakan untuk Beli Mobil? Perhatikan Ini Lebih Dulu 11 Tradisi Lebaran yang Masih Tetap Terjaga Kelestariannya 13 Ide Hadiah Lebaran untuk Keluarga dan Sahabat, Sederhana tapi Berkesan!

• Kehamilan • Tips Kehamilan • Trimester Pertama • Trimester Kedua • Trimester Ketiga • Melahirkan • Menyusui • Tumbuh Kembang • Bayi • Balita • Prasekolah • Praremaja • Usia Sekolah • Parenting • Pernikahan • Berita Terkini • Seks • Keluarga • Kesehatan • Penyakit • Info Sehat • Vaksinasi • Kebugaran • Gaya Hidup • Keuangan • Travel • Fashion • Hiburan • Kecantikan aturan thr 2022 Kebudayaan • Lainnya • TAP Komuniti • Beriklan Dengan Kami • Hubungi Kami • Jadilah Kontributor Kami Tag Kesehatan

aturan thr 2022

Kemnaker: THR 2022 Wajib Dibayarkan




2022 www.videocon.com