Opac stt gke

opac stt gke

Oleh Tulus To’u I. GKE, 183 Tahun Pemberita J.H. Barnstein. berangkat 15 Juli 1834 dari Jerman, dan tiba, 26 Juni 1835, di Banjarmasin, Borneo.

Ia membawa Injil, Kabar Baik, kepada orang-orang Dayak. Inilah, awal Injil Kristus menerangi jiwa-jiwa haus dahaga orang Dayak. Sejak itu, mulailah layanan Pemberitaan Injil Kristus disemai di Tanah Dayak. Pusat-pusat pemberitaan Injil satu-persatu didirikan di tanah Dayak. Pusat kegiatan dan layanan pendidikan, kesehatan, dan keterampilan, mulai dibuka.

Setelah beberapa tahun layanan, maka buah pertamanya, seorang Dayak, percaya dan terima Tuhan Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Ia dibaptis pada 10 April 1839, di Bethabara, daerah Kapuas. Itulah momen bersejarah, dipilih sebagai hari lahir Opac stt gke. Tahun 2022, tgl 10 April, HUT 183 Tahun GKE.

Berikut sepotong catatan sejarah Misionaaris Hendrich.

opac stt gke

II. Lawatan pastoral Misionaris Hendrich ke Boentok, 15-17 Okt 1906. Missionaris Hendrich, bersama Misionaris Tromp, melayani di Tameang Lajang. telah lama berniat opac stt gke jemaat di Boentok. Tromp tiba-tiba sakit. Jadi saya, Hendrich, harus berkunjung sendiri, ditemani 2 anak asuh Tromp.

Bahasa Ngadju, bahasa yang dipahami di Beontok. Kemampuan saya berbahasa Melayu sangat minim. Berikut kisah singkat perjalanan pastoralnya (Hadi Saputra Miter, penerjemah): • Tameang Lajang – Patung – Djihi, 12-13 Okt 1906. Dari Tamiang Layang berangkat menunggang kuda. Melewati desa Dayu, istirahat di rumah kepala desa. Selanjutnya, malamnya, menginap di rumah wakil kepala desa di Patung. Perjalanan panjang dari Patung, tiba di desa Lampeong, lalu singgah ke desa Pinang Tunggal, untuk berteduh dan mengunjungi ipar Daniel Akar (guru).

Ia turunan Belanda, hidup bertani seperti orang Dayak. Rumahnya sangat kecil, hanya memiliki satu ruangan, yang berfungsi sebagai dapur, ruang tidur dan ruang tamu untuk 8 orang. Bersamanya ada kerabat dari istrinya seorang Kristen Dayak dari Kwala Kapeoas, dan anak-anaknya yang lebih besar membantu melakukan pekerjaan yang paling mudah.

Dia melakukan pekerjaan yang berat. Ia sosok pria yang setia pada imannya. Dia ingin mengirim anak-anaknya ke Missionaris Tromp di Tameang Lajang, agar mereka mendapatkan pendidikan yang layak.

opac stt gke

Malamnya, kami diantarnya ke Djihi. Istirahat bermalam di rumah Kepala Kampung Djihi, yang luas, yang dibangun untuk kantor dinas Controleur. • Djihi – Boentok. 14 Okt 1906. Perjalanan opac stt gke 20 Km dari tujuan. Jalan Djihi ke Opac stt gke, dua kali lebih panjang bagi kami, karena harus melewati hutan sekitar 14 Km.

Kami tidak melihat sebuah rumahpun opac stt gke mata memandang. Pemandangan jalan di sini sungguh indah. Jalan, baru dibangun, dengan lebar 4 M. dan juga permukaannya ditinggikan. Kami tiba di tempat di mana beberapa keluarga berkumpul dan mendirikan sebuah desa (Rikut Jawu/ Sababilah?). Sambil minum teh, Saya, mencoba sedikit menghibur anak laki-laki teman saya, dengan kata-kata yang baik agar mereka selalu opac stt gke merasa terhibur. Ada danau kecil yang lebarnya setengah jam yang harus dilewati, dan kemudian dua jam berjalan kaki lagi sebelum sampai di Boentok.

Akhirnya setelah 3 hari perjalanan, kami tiba di Boentok, menjelang malam, dan melupakan semua kelelahan, saat melihat ukuran dan keindahan tempat ini! • Boentok, 15-17 Okt 1906. Controleur (pejabat Belanda), sangat baik kepada kami dan mengijinkan saya tinggal di rumahnya selama 3 hari, sangat menyenangkan.

Dia tertarik pada tujuan kita, saya adalah tamunya untuk hari itu. Sedangkan sisa waktu, saya manfaatkan untuk bertemu anggota jemaat.

Jumlah mereka ada 19 (dewasa dan anak-anak). Umat Kristen aslinya oloh Ngaju, mereka berasal dari Bandjermasin dan Kwala Kapeoas. Mereka telah tinggal di sini selama 4 tahun dan tetap setia. Ketua Jemaat mereka, pengawas depot garam di Boentok, seorang pejabat Kristen bernama Efraim. Setiap sore kami berkumpul di rumahnya atau di sekolah.

Puncak dari pertemuan persaudaraan kami adalah perayaan Perjamuan Tuhan di mana ada 12 orang ambil bagian. Saya merasa sangat nyaman dengan orang-orang Kristen di Boentok. Mereka adalah sukacita dan mahkota kita. Itu membuat profesi kami berharga dan seharusnya membuat Anda, Sahabat Misionaris, mencintai Misi di Kalimantan! Sebagai tanda iman mereka yang hidup, saya menerima 6 gulden dari jemaat kecil di Boentok, untuk membantu perbendaharaan di Tameang Lajang. Ini adalah pertanda baik ketika anak memberikan dukungan kepada ibu yang sudah lanjut usia.

Dapat dimengerti bahwa orang-orang Kristen di Boentok ingin memiliki seorang Misionaris. Saya akan mengunjungi mereka sesering mungkin, jika Tuhan memberi saya kesehatan.

Controleur opac stt gke bahwa ada baiknya saya berkunjung setiap bulan. • Pulang ke Tameang Lajang, 18 Oktober 1906. Kali ini perjalanan naik perahu, milir menyusuri sungai Barito. Anak-anak, saya suruh pulang lewat darat membawa kuda. Samuel, warga jemaat Boentok, menemani saya ke Tameang lajang dan juga ke Beto. Kami mengunjungi desa Saripanji, sebuah desa tiga jam menyusuri sungai dari Boentok. Seorang Kristen bernama Seth tinggal di sana.

Dia menghampiri saya, dan meminta membaptiskan istri dan anak-anaknya. Tentu saja, wanita itu perlu lebih dulu, mengenal kebenaran keselamatan yang sejati. Seth mulai mengasah dirinya sendiri. Dia memiliki buku yang bagus, selain lagu, juga 5 bab buku katekesasi. Seth memakai buku itu mengajar istrinya. Di Bangkoang, kami menghabiskan malam itu bersama Kepala suku. Dia membantu kami keesokan harinya, ketika kami mendayung dengan cepat. Tidak jauh dari Mada, kami harus turun dari perahu dan berjalan menuju Tameang Lajang.

Semakin lama kami mendekati Telang, bekas pos Misi, semakin buruk tanahnya; pasir dan tidak ada apa-apa selain pasir putih yang terlihat di sana. • Refleksi. Kisah lawatan pastoral di atas, gambaran keadaan warga jemaat saat itu. Jumlah masih bisa dihitung dengan jari. Buntok, hanya 19 orang (dewasa/ anak), dan oloh Ngaju (orang Ngaju), sedang oloh Maanyan (orang Maanyan), belum ada yang menjadi warga jemaat. Jadi, cikal bakal Jemaat Buntok, adalah teman-teman dari Dayak Ngaju.

Luar biasa, mereka sudah dapat memberi persembahan 6 Gulden untuk mendukung pelayanan di jemaat induk Tamiang Layang (dan sekitarnya cikal bakal warga jemaat Dayak Maanyan). Transportasi melalui hutan belantara, dengan berkuda. Menyusuri sungai barito dengan perahu, dilanjutkan jalan kaki. Memberitakan Injil, panggilan penuh tantangan dan rintangan.

GKE lahir 1835, dan kurun waktu 67 tahun kemudian, menyelami kisah di atas, nampak hal pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, kemajuan, masih jadi impian, yang amat sangat jauh. Sisi gelap tanah Borneo, masih belum beranjak banyak.

Itulah tantangan GKE kala itu. Namun, semangat membawa Terang Kristus, tidak pernah padam. Perlahan dan pasti, Terang-Nya memancar kemana-mana. Dinamika, perkembangan dan pertumbuhan bergerak naik. Hingga 183 tahun berjalan, GKE menjadi 343.023 jiwa.

opac stt gke

1.202 Jemaat, 289 calon Jemaat. 102 Resort, 18 calon Resort. Hasil layanan estafet pelayan-pelayan Kristus, mengabdi dalam keterbatasan dan tanpa pamrih, Semangat “Ajarlah mereka melakukan …” benih-benih itu, telah berakar kuat, lalu bertumbuh, dan berbuah.

III. Murid Kristus • Jadikan murid. Gereja yang hidup, melaksanakan misi Kristus, “Jadikan semua bangsa murid-Ku.” Sehingga berangkatlah ke seluruh penjuru bumi, para Pewarta Injil, salah satunya J.H. Barnstein, dari Jerman, 15 Juli 1834, tiba di Banjarmasin 26 Juni 1835. Juga cuplikan di atas, kisah lawatan pastoral Hendrich. Segala aktivitas, program, layanan gereja, untuk mewartakan Injil, yang menerima dan percaya, menjadi murid Kristus.

Agar murid-murid dikenal sebagai murid-Nya, harus hidup saling mengasihi. “Ajar mereka melakukan yang Ku perintahkan kepadamu,” intinya, kasih kepada Allah, kasih kepada sesamanya, dan kasih kepada diri sendiri. Ini misi gereja dan misi orang percaya, memuridkan dan mengajar melakukan kasih-Nya. Menjadi orang-orang yang misioner, dengan berakar dalam Kristus, lalu bertumbuh dan hidup berbuah.

• Telinga Murid. Telinga berfungsi mendengar. Mata berfungsi melihat. Bagi murid Kristus, telinga dan mata, lebih jauh, memiliki fungsi pendiddikan dan pembelajaran. Mata, untuk melihat dan membaca, serta memilah, segala hal yang memiliki nilai dan manfaat pendidikan dan pembelajaran bagi dirinya. Demikian pula telinganya, untuk mendengar dan memilah segala hal yang bernilai dan bermanfaat bagi pendidikan dan pembelajaran bagi kemajuan dirinya. Telinga murid, seorang murid Kristus, adalah telinga yang terbuka opac stt gke untuk belajar.

Terbuka, peka, tajam, antusias untuk hal-hal yang membaharui, meningkatkan, menumbuhkan, mengembangkan dan opac stt gke dirinya. Telinga dan mata terbuka, belajar otodidak, terencana atau terstruktur. Sepanjang hayat, tidak pernah terlalu tua untuk belajar, “Long life education. Not too old to learning.” “Tugas seorang pelajar, seorang murid, adalah belajar,” kata Dr.Harun Hadiwijono, kepadaku, dulu, ketika wawancara masuk STT Duta Wacana, Yogyakarta.

Belajar dan berguru pada banyak dan beragam guru. Guru utamanya, Guru Agung, Yesus Kristus, Pengutusnya. Inilah yang diperlukan warga GKE, murid-Nya, memiliki telinga murid, telinga yang terbuka, untuk belajar. • Hati dan tampilan murid.

opac stt gke

Hasil belajar murid, diaplikasikan dalam praktik hidup. “Apa yang diimani, mesti dikembangkan dalam ketaatan,” Andar Ismail. “ Iman sebagai opac stt gke “doing,” iman itu, sebagai pelaksanaan kehendak Allah,” Thomas Groome. Sementara dunia, bergerak dalam arus yang berlawanan, menekan, menghimpit, menghalangi, menghambat, bahkan menentang dan melawan. Bagi murid Kristus, misi memuridkan, tidak mudah, berat, penuh tantangan dan pergumulan.

Bahkan menggentarkan dan menakutkan. Namun, ia meneguhkan dan menguatkan hatinya. Menggantungkan dan mempercayakan hidupnya pada Guru Agungnya, yang mengutusnya. “Segala kuasa di sorga dan di bumi ada pada-Ku. Aku menyertai kamu senantiasa,” kata-Nya. Sebab itu, murid Kristus, berani tampil beda, beda dari dunia, tidak ikut arus dunia. Yakin, tidak akan dipermalukan, tampilan berkualitas, hidup bermutu, dalam kebenaran, teladan berbuat baik, tidak bercacad-cela, adil dan takut akan Tuhan.

Hidup jadi kesaksian, bersinar seperti fajar di waktu pagi. • Lidah murid. Ketika seseorang percaya dan terima Kristus, sebagai Tuhan dan juru selamatnya. Ia adalah murid Kristus. Telinganya, telinga yang terbuka dan tajam untuk belajar beragam hal bagi hidupnya. Tetapi juga, belajar tentang Kristus yang telah mempersembahkan tubuh dan darah-Nya untuk menebus dosa dunia. Kristus, Anak Domba Allah, Domba Paskah, yang menghapus dosa dunia ini.

Pengalaman iman dan pengalaman belajar, kini lidahnya dibentuk dan terbentuk, lidah murid yang bersaksi dan menyuarakan kabar baik, kabar keselamatan. Lidah opac stt gke yang berdukacita. Kekuatan bagi yang letih lesu. Cahaya terang bagi yang dalam kegelapan. Pengharapan bagi yang putus asa. Topangan bagi yang goyah.

opac stt gke

Tuntunan bagi yang bimbang. “Bibir yang menggembalakan banyak orang, menyembuhkan. Lembut bagai pohon kehidupan, menabur pengetahuan, berakal budi dan memuliakan-Nya.” Lidah murid, lidah diberkati, dan menjadi berkat.

Melaluinya, uamat-Nya, GKE kepunyaan-Nya, berakar, bertumbuh dan berbuah. SELAMAT 183 TAHUN GKE, I LOVE GKE Semakin memiliki telinga dan lidah murid. opac stt gke ← Gereja dan Hari Kartini • T U N T A S (Menyambut Jumat Agung, 2022) → Oleh Tulus To’u 1. Ke Yerusalem, menggenapi nubuat Lagu: Oh Yerusalem: Oh Yerusalem kota mulia. Hati ku rindu ke sana. Oh Yerusalem kota mulia. Hati ku rindu ke sana. Tak lama lagi Tuhanku datanglah. Bawa saya masuk sana. Tak lama lagi Tuhanku datanglah.

Bawa saya masuk sana. Waktu masih muda dan aktif di pemuda gereja, dan kemahasiswaan. Lagu tersebut, kerap dinyanyikan. Yerusalem yang dirindukan, Yerusalem baru, yang dinantikan dan dijanjikan Kristus. Ketika wisata rohani, akan masuk Yerusalem kini, kami rombongan dalam bus, menyanyikan lagu itu, dengan gembira dan semangat.

Karena akan menyaksikan situs-situs rohani.

opac stt gke

Yerusalem, kota tua, di balik tembok raksasa, tempat nabi-nabi dieksekusi, karena suara kenabiannya. Oh…Yerusalem…Yerusalem, dari zaman lampau, sampai hari ini, tidak pernah sunyi berita dan gejolak. Kristus ke Yerusalem, melaksanakan misi sorgawi, memanggul salib sengsara dunia, memikul dosa dunia, menggenapi nubuat para nabi. Kota suci, mulia, tetapi, penuh ceceran darah utusan Allah.

Darah di tempat suci. Kekejian di balik kesucian. Pembunuhan atas nama agama. Meredam suara kebenaran. Tangan para pemimpin agama, berlumuran darah, darah Sang Nabi. 2.

opac stt gke

Galilei Galileo Galileo Galilei (15 Feb 1564 opac stt gke 8 Jan 1642) astronom, filsuf, dan fisikawan Italia, sebagai “bapak astronomi observasional”, “bapak ilmu fisika modern.” Menurut Stephen Hawking, Galileo dapat dianggap sebagai penyumbang terbesar opac stt gke dunia sains modern.

Hasil usahanya bisa dikatakan sebagai terobosan besar, “Heliocentric.” Galileo, mengikuti Copernicus, peredaran bumi mengelilingi matahari, dan matahari sebagai sistem tata surya, “heliocentric.” Akibat pandangannya itu, ia dianggap melawan keyakinan, yang dianut oleh gereja dan masyarakat. Selama ini, paham “geosentris” yang diterima oleh masyarakat luas, termasuk Gereja. Pemikiran warisan Aristoteles, Filsuf Yunani, bumi adalah pusat semesta.

Galileo diinvestigsi, dan diajukan ke pengadilan gereja 22 Juni 1633. Ia diminta mencabut pendapatnya, namun belakangan tidak bersedia. Galileo menjalani pengucilan dalam tahanan rumah (bukan dihukum mati). Sejak 1637, ia mengalami kebutaan.

Lima tahun kemudian, pada 8 Jan. 1642, dia meninggal dalam kesunyian dan kebutaan. Baru pada 1992, Paus Yohanes Paulus II secara resmi, mengakui penghukuman itu sebuah kesalahan. Paus Benediktus XVI, dalam pidato 21 Des 2008, Gereja Katolik Roma merehabilitasi nama Galileo.

Ia benar, gereja salah. 3. Darah tak berdosa, di tempat suci Oh Yerusalem kota mulia. Hati ku rindu ke sana. Oh Yerusalem kota mulia. Hati ku rindu ke sana. Itu kota, pusat pemerintahan, pusat budaya, pusat pendidikan, pusat agama dan ritual-ritualnya. Sebab itu, mata dan hati tertuju ke sana. Semua rindu ke sana. Ibadah dan ritual dilakukan di sana, secara berkala, sesuai kalender agama.

Ironis sekali, bahwa di pusat agama, pusat ritual, pusat pendidikan, justeru di tempat inilah nabi-nabi dibunuh. Orang-orang yang diutus Allah, untuk menyuarakan kebenaran, dilempar dengan batu.

Yesus bukan rindu ke Opac stt gke, sebagaimana kerinduan orang-orang kebanyakan. Ia ke Yerusalem, untuk melaksanakan misi Allah Bapa, misi sorgawi, mati tersalib, penggepan nubuat para nabi.

Di kota suci mulia, tercurah darah suci. Oh Yerusalem, mestikah aku rindu ke sana? Gereja, sebagai persekutuan orang-orang yang sudah diselamatkan, pindah dari maut ke dalam hidup, dari gelap ke dalam terang.

Mengemban misi kasih Kristus. Bisa saja, gereja, salah dalam membuat sikap dan keputusan. Sehingga, dalam persekutuan umat, atau dalam gedung gereja, terjadi diskriminasi, ketidak-adilan, atau bahkan tertumpah “darah tak bersalah di tempat suci.” Dapat juga terjadi, gereja sebagai lembaga, gereja berdiam diri atau berpihak pada kekuatan, kuasa, penguasa, pengusaha, yang diskriminatif, tidak adil, dan menindas masyarakatnya.

Contohnya, banyak, Anda bisa amati sendiri, asal jeli dan cermat, di berbagai tempat, bukan? “Oh…Yerusalem, Oh…gereja,” rintihan mereka, dari jurang kekelamannya. 4. Kekejian di balik kesucian, atas nama agama Ketika Yesus datang, Firman yang menjadi manusia. Allah yang menjadi manusia. Perawan Bunda Maria, mengandung-Nya, oleh karya Roh Kudus. Maka, Yesus, Anak Allah, Ia yang kudus, Penasihat Ajaib, Suara kebenaran dari sorga.

Yesus yang menyembuhkan orang pada hari Sabat.

opac stt gke

Bersama murid memetik gandum hari Sabat. Yesus makan, tangan tidak dicuci. Bergaul dengan orang berdosa. Mengaku Anak Allah. Kesemuanya, telah melanggar tatanan agama yang ada. Yesus telah menghujat Allah, menista agama.

Ia layak dihukum mati, atas nama agama. Oh Yerusalem, Yerusalem, kau lempar utusan-Nya. Kau bunuh seorang Nabi. Kekejian dan kelaliman, di balik kesucianmu. Membunuh opac stt gke nama agama. Tangan sucimu, penuh darah. Kesalehanmu, berbalut kematian darah Sang Suci.

Agama berlumuran darah. Kota suci dan mulia, penumpah darah. Oh…Yerusalem, Opac stt gke. Agama dan iman, yang sangat ekslusif, dapat tergelincir menjadi agama pemegang otoritas kebenaran mutlak dan absolut. Seolah-olah, kebenaran, satu-satunya yang benar, hanya ada pada mereka. Di luar sana, semuanya salah, dan tidak benar. Hanya di dalam sini, kami dan pada kami, yang benar dan tidak salah.

Klaim itu, mengartikan, agama telah menjadi seperti Tuhan. Atau telah mempertuhankan agama. Di balik agama itu, berdirilah para tokoh-tokoh agama, yang eksklusif, juru bicara kebenaran absolut, dan eksekutor bagi para penghujat dan penista.

Tangan saleh, penuh doa, dan jubah suci, terhormat, di baliknya dapat berlumuran darah. Tindakan keji dan lalim, atas nama agama. Oh… Yerusalem. Yerusalem. 5. Darah paling mahal Yesus ke Yerusalem, mengemban misi sorgawi, menggenapi nubuat para nabi. Yerusalem bukan tempat eforia, tetapi sengsara, derita, dan kematian.

opac stt gke

Sudah dinubuatkan, Ia tahu dan sudah memberitahu para murid. Jalan ke Yerusalem, untuk “Bapa, jadilah kehendak-Mu, bukan kehendak-Ku” Tugas yang harus selesai, dan di atas salib, ”Sudah selesai,” oleh-Nya. Melalui sengsara dan kematian-Nya, kita menemukan makna: • Darah yang tercurah adalah darah paling mahal, darah Putra Allah, Anak Domba Allah.

• Utang dosa telah lunas dibayar, melalui darah paling mahal. • Manusia yang dibelenggu dosa, dan hamba dosa, telah tebus dengan darah paling mahal.

opac stt gke

• Di atas salib, ketidak-berdayaan manusia melawan dosa, opac stt gke diselesaikan melalui darah paling mahal. • Apabila Anak Manusia memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka. • Kemerdekaan sejati telah dianugerahkan-Nya, melalui salib-Nya. 6. Beragama dengan benar Agama penting dalam hidup. Agar agama tidak hanya di bibir dan di kartu identitas, tidak berdampak. Atau bahkan, sikap beragama yang sangat eksklusif, hati tega mengorbankan orang lain.

Perlulah kiranya, membangun hidup keagamaan, seperti pemikiran Walter Houston Clark, “Beragama yang dewasa dan matang.” Sehingga, hidupnya : • Agama utama dalam hidupnya. • Agama meneduhkan hati dan hidupnya. • Agama dapat memberi kritik diri / koreksi diri. • Hidup semakin bergantung pada Tuhan. • Hidup semakin berkualitas. • Integrasi : iman, ilmu dan perbuatan baik. • Hidup semakin bermanfaat bagi orang lain. • Semakin rendah hati. • Hidup menjadi bertumbuh dan maju.

• Hidup semakin aktif, kreatif, interaktif dengan sesamanya. SELAMAT MENAPAKI MINGGU SENGSARA KRISTUS, dengan beragama yang dewasa dan matang. • ← ORA ET LABORA (Menyambut Hari Doa Sedunia 2022) • PELUANG EMAS (Menyambut Minggu Sengsara IV, 2022) →
BIAYA STUDI PROGAM SARJANA & PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI TEOLOGI 1 BIAYA STUDI PROGRAM SARJANA PROGRAM STUDI TEOLOGI 2 Biaya Pendaftaran Rp. 300.000,- 3 Biaya Pembangunan Rp. 8.500.000,- (1x selama studi dapat diangsur 2x, angsuran pertama min.

50 %) 4 Biaya Semester Rp. 1.250.000,-/Semester 5 Biaya SKS Rp. 100.000,-/Sks 6 Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (SPMB) & Jaket Almamater Rp. 500.000,- 7 Biaya Asrama Lama Rp. 125.000,-/Bulan dan Asrama Baru Rp. 225.000,-/Bulan (tidak termasuk biaya listrik & air) 8 Asuransi Kecelakaan Rp. 50.000,-/tahun 9 BIAYA STUDI PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI TEOLOGI 10 Sumbangan Pembangunan Alumni STT GKE Rp.

5.000.000,- 11 Sumbangan Pembangunan Non Alumni Rp. 8.500.000,- 12 Biaya Opac stt gke Rp. 500.000,- 13 Biaya SPMB Rp. 250.000,- 14 Biaya Semester Rp. 1.250.000,-/Semester 15 Biaya PerSKS Rp. 400.000,-/SKS 16 Seminar Proposal Tesis Rp. opac stt gke 17 Ujian Tesis Rp. 1.500.000,- SYARAT MENDAFTAR STUDI PROGAM SARJANA & PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI TEOLOGI 18 SYARAT MENDAFTAR STUDI PROGAM SARJANA PROGRAM STUDI TEOLOGI 19 1.

Biaya Pendaftaran Rp. 300.000,- 2. Pas Photo berwarna ukuran 3x4 cm 2 lbr 3. Surat keterangan Sehat dari Dokter 4. Fotocopy Raport SMU/SMK kelas X s/d XI semester 1 dan 2 dan kelas XII semester 1 yang dilegalisir (Nilai minimal rata - rata 80) bagi pendaftar Jalur Prestasi 5.

Fotocopy Ijazah SMU/SMK dan NEM yang dilegalisir atau Surat Ketrangan Lulus (Asli) dari sekolah (bila Ijazah belum diterbitkan) sebanyak 1 lembar 6. Fotocopy Piagam / Surat Keterangan perolehan prestasi akademik atau non akademik 7. Fotocopy Kartu Keluarga 1 lembar 8. Mengisi Formulir Pendaftaran 20 SYARAT MENDAFTAR STUDI PROGAM MAGISTER PROGRAM STUDI TEOLOGI 21 1. Membayar Biaya pendaftaran Rp. 500.000,- 2.

Mengisi Formulir pendaftaran. 3. Surat Rekomendasi dari Majelis Sinode GKE/Gereja/Lembaga. 4. Surat Pernyataan Kesanggupan membayar biaya studi dari calon mahasiswa atau dari Gereja atau lembaga pengutus bila merupakan utusan Gereja atau lembaga. 5. Fotocopy Ijazah dan Transkrip Akademik S-1 dengan minimal IPK 2,75 skala 4 yang telah di legalisir. 6. Surat keterangan sehat dari dokter. 7. Pas Photo terbaru hitam putih 2X3 dan 4X6 sebanyak 4 Lbr. 8. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga sebanyak 1 lembar.

9. Membuat Paper tentang minat studi. Paper tersebut dapat juga berupa pengalaman pelayanan yang akan dijadikan fokus dalam studi. Paper ditulis sebanyak 10-15 halaman, 2 spasi. JADWAL KEGIATAN Hari, Tanggal Waktu Kegiatan Tempat 01 Maret s/d 15 Juni 2022 01 Maret s/d 08 Mei 2022 Pendaftaran Jalur Prestasi Online & STT GKE 09 Mei 2022 Seleksi Berkas STT GKE 10 Mei 2022 Pengumuman Seleksi Berkas FB, Website & STT GKE 14 Juni 2022 Wawancara Online 15 Juni 2022 Pengumuman Kelulusan Opac stt gke, Website & STT GKE 15 Juni s/d 15 Juli 2022 Daftar Ulang KIRIM BERKAS KE STT GKE 09 Mei s/d 20 Juni 2022 09 Mei - 15 Juni 2022 Pendaftaran Gelombang I Online & STT GKE 17 Juni 2022 Test Tertulis Online 18 Juni 2022 Wawancara Online 20 Juni 2022 Pengumuman Kelulusan FB, Website & STT GKE 20 Juni - 31 Juli 2022 Daftar Ulang KIRIM BERKAS KE STT GKE 21 Juni s/d 31 Juli 2022 21 Juni - 10 Juli 2022 Pendaftaran Gelombang II (Jika Jumlah Masiswa Baru yang diterima telah mencukupi, maka Test Masuk Gelombang II ditiadakan) Online & STT GKE 13 Juli 2022 Test Tertulis Online 14 Juli 2022 Wawancara Online 15 Juli 2022 Pengumuman Kelulusan FB, Website & STT GKE 15 - 31 Juli 2022 Daftar Ulang KIRIM BERKAS KE STT GKE 01 Maret s/d 31 Juli 2022 01 Maret s/d 11 Juli 2022 Pendaftaran Program Magister Online & STT GKE 15 Juli 2022 Pengumuman Hasil Seleksi STT GKE 15 - 31 Juli 2022 Daftar Ulang STT GKE

Google Workspace tärkeimmät päivitykset viikot 14-16




2022 www.videocon.com