Si jahat kelinci

si jahat kelinci

• Senin, 9 Mei 2022 • Network • Pikiran Rakyat • Gowapos.com • PR Cirebon • PR Cianjur • PR Tasikmalaya • Pedoman Tangerang • PR Bogor • PR Depok • PR Pangandaran • PR Indramayu • PR Bekasi • PRFM News • Seputar Tangsel • Portal Jember • Ringtimes Banyuwangi • Zona Jakarta • Kabar Besuki • Mantra Sukabumi • Lensa Purbalingga • Zona Banten • Lihat Semua • • • JakTimNews.com – Ajang penghargaan bergengsi Baeksang Arts Awards ke-58 akan segera diselenggarakan.

Golden Globe Award-nya Korea ini akan dihelat pada tanggal si jahat kelinci Mei 2022 mendatang. Menurut pengumuman media pada 11 April KST, '58th Baeksang Arts Awards' akan berlangsung pada pukul 19:45 KST di KINTEX (Pusat Pameran Internasional Korea) di Ilsanseo-gu, Goyang, Provinsi Gyeonggi. Baca Juga: Kim Sejeong Pakai Swimsuit Nyaris Dicium Cha Eun Woo, Lee Do Hyun Melas Jadi Obat Nyamuk Upacara penghargaan akan disiarkan langsung di JTBC, JTBC2 dan JTBC4.

Halaman resmi Baeksang Arts Awards telah menampilkan sejumlah nominasi yang akan bertarung untuk memenangkan penghargaan. Salah satunya adalah nominasi untuk Best Actor Awards (Male). Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, Senin 11 April 2022: Yeonjun TXT Mulai Bosan Nge-Jomblo Nama-nama yang dinominasikan adalah Kim Nam Gil, Lee Jung Jae, Lee Jun Ho, Im Si Wan dan Jung Hae In.

Cerita Fabel – Berikut ini adalah cerita fabel yang merupakan cerita hewan yang diperankan bertingkah laku seperti manusia. Cerita fabel biasanya banyak dipakai sebagai pendidikan moral untuk anak, dimana berbagai ajaran dan pesan si jahat kelinci terkandung dalam tiap ceritanya yang tentunya akan mudah disalurkan melalui cerita yang digemari oleh anak.

Nah, silahkan disimak beberapa si jahat kelinci fabel yang disajikan berikut ini, semoga bisa menjadi sumber bacaan yang berguna untuk kita semua. • Kumpulan Cerita Fabel Terbaru • Cerita Fabel – Bau Mulut Sang Raja Hutan • Cerita Fabel – Tupai Yang Sombong • Cerita Si jahat kelinci – Kancil Pencuri • Cerita Fabel – Si Badak, Si Cacing Dan Si Kodok • Cerita Fabel – Gong Ajaib • Cerita Fabel – Lomba Terbang Burung • Cerita Fabel – Kambing, Beruang dan Harimau • Cerita Fabel – Tupai Dan Burung Nuri • Cerita Fabel – Persahabatan Singa Dan Tikus • Cerita Fabel – Kerajaan Tikus dan Kucing • Cerita Fabel – Kura-kura Melawan Kelinci • Cerita Fabel – Bebek Buruk Rupa • Cerita Fabel – Seruling Serigala • Cerita Fabel – Gajah Yang baik Hati • Cerita Fabel – Kisah Kera Dan Ayam Kumpulan Cerita Fabel Terbaru Cerita Fabel – Bau Mulut Sang Raja Hutan Di sebuah hutan, Singa adalah penguasa hutan.

semua binatang sangat menghormatinya. Ia adalah Raja yang sangat bijak dan perkasa. Sehingga, tidak ada binatang yang berani kepadanya. Suatu hari, sang Raja hutan mendapatkan sebuah kiriman daging dari hutan sebelah. daging tersebut sangat lezat dan Raja pun melahapnya. Namun, setelah selesai makan. Ia merasa mulutnya sangat bau dan ternyata daging tersebut dicampuri dengan petai. Sang Raja pun terdiam di dalam rumah dan tidak pergi kemana pun karena merasa sangat malu.

Namun, tidak lama kemudian. Ia pun mendapatkan sebuah ide dan ingin menguji seluruh rakyatnya tentang bagaimana ia memimpin selama ini. Akhirnya, ia pun memanggil tiga binatang dari hutan yaitu, Katak, Kuda, dan Kancil. ‘’ Hai Katak, apakah kau tahu mengapa. Aku panggil kesini?’’ Tanya sang Raja. Katak pun hanya menggelengkan kepalanya. ‘’ Mendekatlah.

Ada hal yang ingin aku tanyakan.’’ Ujar sang Raja. ‘’ Apakah mulutku bau? Bisik Raja kepada Katak. Bau yang keluar dari mulut Raja tidak dapat Katak sembunyikan dan dengan jujur namun takut. ‘’ Benar sekali Tuanku.’’ Ujar Katak ketakutan. Mendengar hal tersebut membuat sang Raja sangat marah dan menganggap Katak tidak sopan. Raja pun memanggil Kuda dan menanyakan hal yang sama.

Namun, Kuda karena ketakutan menjawab tidak bau dan murkalah sang Raja. Raja sangat marah karena Kuda sudah berbohong. Kuda pun dimarahi oleh sang Raja. Akhirnya, tibalah giliran Kancil dan memberikan pertanyaan yang sama. Kancil memang mencium bau yang tidak sedap dari mulut sang Raja. Namun, ia sangat bimbang jika menjawab ia dan tidak karena jawabnya pasti akan disalahkan. Tidak beberapa lama kemudian, ia mendapatkan sebuah ide. ‘’ Maaf Raja, kebetulan hari ini saya sedang pilek sehingga tidak dapat mencium bau apapun.’’ Jawab Kancil berbohong.

Sementara, sang Raja hutan hanya tertawa mendengar jawaban Kancil dan tidak jadi memarahinya. ‘’ Kancil, kamu memang sangat cerdik. Jawaban mu itu sudah lolos dari kemarahanku. Sebagai hadiahnya aku akan memberikan si jahat kelinci dari kebunku.

Ambillah sepuasnya.’’ Ujar sang Raja Singa. Kancil pun senang mendengar jawaban sang Raja dan pulang dengan membawa sayuran yang sangat banyak. Ia pun tidak lupa membagikan sayuran tersebut kepada dua temannya Katak dan Kuda. Cerita Fabel – Tupai Yang Sombong Di hutan, Tupai adalah binatang yang sangat terkenal karena kesombongannya. Ia selalu memamerkan ketangkasannya pada saat meloncat. Setiap ia bertemu dengan binatang lainnya, ia selalu mengejek mereka.

‘’ Hei kalian, aku sungguh sangat kasih melihat kalian berjalan-jalan dalam cuaca seperti ini.’’ Ujar Tupai tertawa. Pada suatu hari, Kura-kura dan Kancil sedang asik bermain menangkap bola.

Karena Kancil sangat bersemangat, bola yang ia lemparkan tersangkut hingga dedaunan pohon tepat di samping mereka. Namun, mereka berdua kebingungan bagaimana mengambil bola tersebut. ‘’ Hahaa, kasihan sekali kalian !’’ ujar Tupai Tiba-tiba Tupai keluar dari balik pohon dan meloncat dengan sangat gembira diantara satu pohon ke pohon yang lainnya. Ia pun mengambil bola yang tersangkut pada dedaunan tersebut. ‘’ Tupai, cepat lemparkan bola kami.’’ Seru Kura-kura. ‘’ Hahaa, tidak! Makannya, kalian jangan menjadi binatang yang hanya bias berjalan dan belajarlah untuk nak ke atas pohon dan melompat ke sana kemari sepetiku!’’ ujar Tupai dengan sombong.

Kancil dan Kura-kura hanya menatap Tupai yang sedang meloncat kesana kemari. Si jahat kelinci melemparkan bola tersebut ke arah pohon yang berada di depannya.

Sehingga, bola tersebut memantul kembali ke arahnya. Selain itu, Tupai pun dapat menangkapnya kembali. Berulang-ulang kali ia melakukan hal yang sama beberapa kali pada bola tersebut. ‘’ Sudahlah Kura-kura, sebaiknya kita berdua pulang saja. Biarkan dia bermain dan bersenang- senang sendirian dengan bola tersebut.’’ ujar Kancil. Akhirnya, Kura-kura pun setuju dengan ajakkan Kancil. ‘’ Baiklah Tupai, sepertnya kau menyukai bola kami.

Sekarang kau boleh memilikinya. Kami akan pulang, kami sudah lelah bermain sepanjang hari.’’ Seru Kancil. Sementara Tupai terkejut mendengar teriakkan Kancil dan kehilangan konsentrasinya hilang. Sehingga ia tergelincir batang pohon sampai terjatuh, sangat disayangkan ia terjatuh ke dalam kubangan lumpus sisa hujan semalam.

‘’ Byyyyur!’’ Akhirnya, Tupai terjatuh kedalam kubangan dan bola yang di pegangnya di ambil oleh Kura-kura dan Kancil. Sementara, Kura-kura dan Kancil tidak bias menahan dirinya untuk tertawa melihat tubuh Tupai di penuhi dengan lumpur ‘’ Hahaa, kasihan sekali kau Tupai.

kami tertawa karena melihat tingkahmu. Kau terlalu menyombongkan diri karena memiliki kemampuan meloncat tapi sekarang, kau jath juga.’’ Ujar Kancil menertawakan. ‘’ Itulah Cil akibatnya untuk orang yang selalu menyombongkan dirinya. Si jahat kelinci pasti akan malu karena sudah mengalami kejadian ini.’’ Tambah Kura-kura. Mendengar ejekkan dari Kancil dan Kura-kura, Tupai merasa sangat kesal. Namun, apa yang mereka katakan memang benar. Ia pun berjanji tidak akan bertingkah sombong lagi.

Akhirnya, Tupai kembali pulang kerumah dengan menahan rasa malunya. Ia tidak lagi menyombongkan dirinya. Bahkan, ia malu untuk keluar dari rumahnya.

Ia menyadari bahwa, kesombongannya tersebut sudah merugikan dirinya sendiri si jahat kelinci membuat ia tidak di senangi binatang-binatang lainnya. Cerita Fabel – Kancil Pencuri Pagi yang sangat cerah. Matahari bersinar dengan indah.

Pak Tani bersiap-siap pergi ke ladang dengan sangat gembira dengan memanggul pacul. ‘’Aku akan pergi ke ladang untuk memeriksa kebun timunku, mungkin saja besok sudah bisa dipanen.’’ Sesampainya di kebun timun Pak Tani sangat terkejut. Buah timun di kebunnya banyak yang rusak. ‘’Aduh siapa yang berani merusak buah timunku ini. Mengapa harus dirusak? Aku si jahat kelinci petani yang pelit, jika ada orang yang mau timunku ambil saja. Tapi tidak untuk dirusak’’ Dengan hati muram Pak Tani pulang ke rumah.

Ia menduga-duga hewan apakah yang suka makan mentimun. ‘’Pasti hewan yang merusak dan mencuri kebun mentimun ku adalah si Kancil’’. Gumam Pak Tani. Pak Tani mencari akal untuk menjebak si Kancil. Pak Tani akhirnya berhasil mencari akal untuk menjebak si Kancil dengan membuat orang-orangan yang di beri pelekat sangat kuat. Menjelang sore orang-orangan itu sudah selesai dibuat dan di bawa ketengah kebun timun untuk di pasang.

‘’ Aku tahu kancil hewan yang sangat cerdik, dia bisa melakukan apa saja untuk mencuri timunku’’. Ternyata dugaan Pak Petani benar, malam harinya Kancil datang untuk mengambil mentimun.

Kancil tertawa melihat orang-orangan yang di buat Pak Tani. ‘’Haha. hanya orang-orangan, siapa takut?’’ Kancil hanya melewati orang-orangan itu. Ia memakan timun yang muda-muda. Ternyata tak banyak yang di makan si Kancil.

Hanya 3 buah timun ia sudah merasa kenyang. Ia juga tidak merusak timun yang lainnya. Setelah makan timun. Kancil menghampiri orang-orangan yang dibuat Pak Tani, dan sifat jail si Kancil. Ia pukul orang-orangan itu dengan kaki depannya. ‘’Aduh… kenapa melekat seperti ini? Kaki ku tidak dapat di gerakkan!’’ Kancil sangat kaget.!

‘’Hei orang-orangan jelek. Lepaskan kakiku. Kalau tidak, akan kupukul lagi kau!’’ Kancil memukul orang-orangan itu dengan kaki yang satu lagi. ‘’Plak!’’ kini kedua kakinya menempel erat pada baju orang-orangan itu. Pelekat yang di pasang Pak Petani di baju orang-orangan itu sangat kuat. Kancil tak bisa melepaskan diri.

Sekuat tenaga ia berusaha tetapi tidak berhasil. Semalaman Kancil menangis. Pagi harinya Pak Tani datang. ‘’Ku tangkap kau Kancil. Dasar biang kerok. Kau boleh mengambil makan timunku Cil. Tapi tidak untuk merusak buah yang lain.’’ ‘’Ampun Pak Tani. Bukan aku yang merusak timunmu, aku hanya makan 2-3 buah timun. Dan perutku sudah merasa sangat kenyang. Cerita Dongeng Pak Tani tidak percaya dengan si jahat kelinci si Kancil.

Leher si Kancil di ikat dan di seret Pak Tani ke rumahnya. Sesampainya di rumah Pak Tani, Kancil langsung diletakkan di dalam kurungan ayam. ‘’Kancil.

Batu ini sangat kuat. Kau tak dapat meloloskan diri dari sini. Aku akan pergi sebentar ke si jahat kelinci untuk membeli bumbu sate.’’ ‘’Ampunilah aku Pak Tani, jangan sate aku. Dagingku pahit dan tidak enak.” Si Kancil merengek meminta ampun. Pada saat Pak Tani pergi ke pasar untuk membeli bumbu sate, ada seekor anjing yang merupakan peliharaan Pak Tani datang menghampiri kurungan si Kancil.

Anjing hitam itu bernama Ireng. ‘’Kenapa kau di kurung?’’ Tanya si Ireng. ‘’Apa kau tak tau Reng?’’ Kancil membalas pertanyaan Si Ireng Anjing milik Pak Tani. ‘’Katakan ada apa sebenernya Cil?’’ ‘’Begini Reng, aku ini akan di jadikan menantu oleh Pak Tani. Mangkannya Pak Tani pergi ke pasar untuk membeli makanan yang lezat-lezat untukku calon menantunya.’’ ‘’Hah.? Kamu itu tidak pantas Cil, badan mu kecil. Lebih baik aku saja yang menjadi menantu Pak Tani. Aku sudah bertahun-tahun menjadi peliharaannya’’ ‘’Tapi Pak Tani sudah memilih aku Reng.

Sudah sana pergilah kau Ireng!’’ Si Ireng tiba-tiba menggerang marah, ‘’Cil, kalau kau tidak mau aku gantikan sekarang juga batu yang ada di atas kurangan itu akan aku dorong dan lehermu akan ku gigit sampai putus.’’ ‘’Wah. Jangan gitu dong !’’ ‘’Mau apa tidak?’’ ‘’Baik-baik aku turuti keinginanmu.’’ Si Ireng mendorong batu hingga terjatuh, kurungan itu terbuka dan Kancil keluar dari kurungannya.

Sedangkan Ireng menggantikkan Kancil masuk ke dalam kurungan. ‘’Selamat Ireng, sebentar lagi kau akan menjadi menantu Pak Tani.’’ Kata Kancil sambil berlari kencang.

Sesaat kemudian Pak Tani datang. Ia sangat kaget melihat Kancil yang berada di kurungan berubah menjadi Ireng anjing peliharannya. ‘’Hormat saya calon mertua.’’ Kata anjing dengan gembira. ‘Calon Mertua katamu? Hey kamu kemanakan si Kancil.’’ Pak Tani bertanya dengan nada gusar. ‘’Sudah pergi ke hutan Pak Tani !’’ ‘’Kau sungguh-sungguh mau menjadi menantuku?’’ ‘’Benar sekali tuan.’’ jawab Si Ireng dengan gembira.

‘’Sekarang keluarlah dari kurungan itu, lau duduklah yang manis dan pejamkan mata. Aku akan segera memanggil putriku didalam rumah.’’ Ireng segera menuruti permintaan dari Pak Tani. Dia sangat gembira karena akhirnya dia bisa menjadi keluarga dari Pak Tani. ‘’Ini hadiah untukmu !’’ teriak Pak Tani memukul kepala dan punggung si Anjing.

‘’Tungguuuuuu…! Bleg ! bleg !. ampuuuunnn.!’’ Si Ireng menjerit dan melarikkan diri. Dia baru sadar bahwa telah terjebak dalam tipu muslihat si Kancil. Ia sangat marah karena ditipu si Kancil. ‘’ Awas kau Kancil jika nanti ketemu akan ku gigit kau!’’ Ireng yang sangat marah karena di tipu si Kancil.

Seluruh badannya masih terasa sakit setelah di pukul Pak Tani. Anjing berlari sangat kencang mengejar si Kancil. Kancil sudah mencoba berlari sekencang yang dia bisa. Namun kecepatan si Kancil memang belum bisa dibandingkan dengan Ireng yang merupakan anjing pemburu, maka dalam beberapa saat Si Ireng sudah bisa berada di belakang.

‘’Wah gawat. Ireng sudah berada dibelakangku,’’ kata Kancil dalam hati. ’’Aku harus segera bersembunyi.’’ Pesan Moral dari Fabel cerita rakyat Kisah si Kancil Mencuri Mentimun adalah Janganlah kita melakukan kejahatan seperti mencuri karena sepandai-pandainya kita menyembunyikan kejahatan pasti suatu saat akan ketahuan juga.

Sebelum bertindak berpikirlah yang matang, jangan sampai menyesal dikemudian hari seperti si Ireng anjing milik Pak Tani. Cerita Fabel – Si Badak, Si Cacing Dan Si Kodok Sudah berbulan-bulan lamanya musim kemarau panjang datang.

sementara itu hujan belum menampakan tanda-tanda akan turun. Siapapun pasti akan tersiksa. terutama warga rawa. Lompatan Kodi Kodok jadi tak selincah biasanya. Cica si Cacing juga setengah mati menggali tanah.

semua lesu, dan yang nampak paoing tersiksa adalah Bidi si Badak! karena kulitnya yang tebal harus direndam didalam air agar suhu tubuhnya tidak kepanasan. Meskipun begitu, mereka tidak ada yang mengeluh. Karena semua sama-sama memahami, yang lain pasti sama tersiksanya. Sebagai pimpinan di rawa, Bidi Badak mengkhawatirkan nasib teman-temannya. Makanya, Bidi Badak mulai gelisah mencari kolam baru. Tanpa sepengetahuan warga rawa lain, ia mennyusuri piinggiran hutan yang jauh dari rawa.

“Hai, kalian tahu dimana Bidi? Hari ini jadwalku makan kutu sekaligus membersihkan kulitnya. ”Tanya gelatik kepada Cica Cacing dan Kodi Kodok yang kebetulan tinggal tidak jauh dari kolam Bidi. “Kwookkk! Aku tidak tahu,” Jawab Kodi Kodok.“Dari subuh Bidi sudah tidak ada di kolam” “Hah? Dari subuh? Kira kira kemana ya?” “Entahlah, tapi kalo di si jahat kelinci, Belakangan ini di nampak gelisah.” Jawab Cica Cacing. “Mungkin karen air rawa mulai menyusut. Sampai setengah lututnya Bidi pun tidak!” “Wah jangan-jangan dia mencari rawa baru dan meninggalkan kita!” “Ishhh.

Bidi itu pemimpin yang bertanggung jawab, tahu! Dia tidak mungkin meninggalkan kita begitu saja.” “Bidiiiii!!!! Kamu dimana sih?” Semua warga rawa mulai sibuk mencarinya. Menjelang malam Bidi baru nampak lagi di kolamnya. Langsung saja seluruh teman-temanya menanyakan. “Maaf sudah membuat kalian semua kawatir, tadi aku mencari rawa yang lebih banyak airnya,” jawab Bidi. “Kwookkk.kamu ga akan meninggalkan kamin ketempat barukan, Bidi?”Tnya Kodo Si jahat kelinci kawatir. “Tidak Kok, justru aku akan mencari rawa yang banyak airnya untuk kita semua.Tapi rasanya,tidak ada rawa yang lebih nyaman dari tempat kita.

“Cippp.Cippp.betul itu! Duh, kami kira kamu akan meninggalkan kami…” “Ya ampun, aku tuh justru mengkhawatirkan kalian! Sudah lama rasanya aku tidak mmelihat Kodi melompat dan berenang riang, Cica Cacing juga tampak kepayahan si jahat kelinci tanah.Ya kan ?” “Ah, kau baik sekali sudah memikirkan kami.Tapi, kami juga yakin kulitmu juga butuh air, kan?‟ tanya temanya yang lain.

Bidi hanya tersenyum lebar, memperlihatkan gigi-gigi gendutnya. “Kemarau kali ini memang parah banget, kawan-kawan.”Tiba-tiba Gala Gajah muncul dari balik semak-semak.

“Harusnya pertengahan bulan ini hujan sudah turun” “Eh, bagai mana kalo kita tambah saja air rawa ini?” Usul Bidi spon-tan. “Tadi sewaktu jalan-jalan, aku sempat melewati air sungai di kaki bukit. Di sana, air masih mengalir meskipun tidak sederas biasanya.” “Boleh juga idemu! Tapi, bagaimana cara membawa airnya, ya?” Caca Cacing membayangkan jaraknya. “Eh, Gala … belalaimukan panjang tuh. Bisa menyimpanair. “Waduh, tapi kalau hanya Gala yang bawa air, kapan penuhnya?” ujar Kodi Kodok.

“Ya nggak dong! Kita kan mesti gotong royong!” kata Cica Cacing lagi. “Tapi, badanku kecil, mana bisa bawa air banyak-banyak?” tanya Kodi lagi.

“Kita kerumah pak Beyu saja! Berang-berang yang tukang kayu itu!. Dia kan suka menyimpan perkakas bekas! Siapa tahu dia punya panci, ember, atau apapun yang bisa menyimpan air.” pekik Joli Gelatik tiba-tiba.Teman-temanya pun setuju.

Dari rumah Pak Beyu, mereka di bekali beberapa panci si jahat kelinci yang sudah di tambal, dan ember yang cukup besar untuk menampung air. Wah, Pak Beyu memeng pintar memperbaiki peralatan. Rombongan warga rawa pun berbondong-bondong menuju kesungai di kaki bukit. Joli dan beberapa temanya menciduki air ke ember dengan dedaunan. perlahan tapi pasti, ember dan panci mulai penuh air. Gala si jahat kelinci air sebanyak mungki, kemmudian si jahat kelinci memikul panci yang di penuhi dengan air.

Ember di punggung Bidi perlahan mulai penuh. Beberapa kali mereka bersama-sama bolak-balik mengangkut air antara sungai dan rawa hingga air cukup untuk beberapa waktu kedepan. Setelah seharian penuh mengisi rawa, Bidi dan teman-temanya si jahat kelinci dan menikmati hasil kerja sama mereka. Kodi melampat dan berenang sangat riang. Cica mulai menggali tanah dengan lebih mudah. Bidi berendam dengan santai sementara Joli bisa berkicau dengan riang karena bisa memakan kutu si jahat kelinci Bidi denagan tenang.

Semuanya bersuka cita, masalah air rawa bisa di tangani bersama dan kemarau bisa di lalui warga rawa dengan ceria. Cerita Fabel – Gong Ajaib Di tengah hutan, terdapat sebuah pohon rindang. Daunnya subur, cabang-cabang dan rantingnya sangat banyak.

Di pohon itu banyak sekali tawon hutan yang bergerombol membuat rumah. Di hari ke hari semakin bertambah jumlah tawon-tawon tersebut, ketika tawon-tawon itu bergerombol di sarangnya, kelihatan seperti sebuah benda hitam yang sedang bergantung di ranting pohon.

Ketika matahari sangat menyengat. Si Kancil berlari-lari kecil menuju pohon rindang itu. Ia si jahat kelinci berteduh sambil melepaskan lelah.

Saat melihat ke atas, tiba-tiba matanya yang tajam melihat ada benda yang tergantung diranting pohon tepat di atas kepalanya. Cukup lama dia diam sambil mengawasi benda hitam tersebut, hingga akhirnya ketika ada beberpa tawon yang berterbangan dan hinggap pada benda itu, ia baru mengetahui bahwa benda yang bergantung itu tidak lain adalah tawon yang sedang bergerombolam. Cerita Rakyat Yakin benda itu adalah sarang tawon yang cukup besar dalam hatinya ingin sekali menikmati madu yang ada di dalamnya.

‘’Tapi bagaimana cara mendapatkan madunya? Cukup lama si Kancil berpikir untuk menemukan cara yang di anggapnya paling tepat untuk mengambil madu.

Pada saat yang sama tiba-tiba datang Harimau. Air liur Harimau keluar dari sela-sela giginya yang tajam begitu melihat si Kancil yang kecil dan mulus. ‘’Hem, pastilah dagingmu sangat lezat untuk makan siangku Kancil.’’gumam Harimau. Kancil gemetar ketakutan, namun hewan cerdik itu menyembunyikan rasa takutnya. ‘’Oh, kamu Harimau!’’ sahut si Kancil. ‘’Sepertinya kamu kelaparan siang ini.’’ ‘’Benar Cil !

Dan relakah dirimu untuk kumakan.’’ ‘’Berarti kau akan membunuhku?’’ ‘’Itu sudah jelas!’’ ‘’Tapi tunggu dulu…kau harus dengar kata-kataku.’’ ‘’Apalagi Cil? Aku ini sudah sangat lapar. Dari pagi belum makan sama sekali.” ‘’Aku disini sedang menjalankan tugas!’’ kata si Kancil setelah diam beberapa detik mencari alasan untuk menyelamatkan diri.’’ ‘’Tugas apa itu Cil?’’ Tanya Harmau penasaran. ‘’ Ini aku disuruh oleh Nabi Sulaiman untuk menjaga gongnya.’’ ‘’Apa? Kamu disuruh menjaga menjaga gongnya Nabi Sulaiman?

Dimana gong itu? ‘’Itu.!’’ jawab si Kancil sambil menunjuk benda yang bergantung di ranting pohon. ‘’Gongnya itu milik Nabi Sulaiman. Sedangkan beliau sedang pergi!’’ ‘’Apakah kamu sudah pernah mendengarkan bunyi gong itu Cil?’’ Tanya Harimau. ‘’Oh… tentu kawan!’’ jawab Kanci. “Bunyinya sangat merdu sekali.’’ ‘’Coba kamu pukul Cil!

Aku ingin mendengarnya, ‘’pinta Harimau. ‘’Oh jangan.jangan…! Sekali-sekali jangan di pukul, nanti aku mendapatkan marah dari baginda Nabi Sulaiman. Aku tidak mau di hukum karena melanggar perintah.’’ ‘’Cuma sekali saja Cil. Masa kamu tidak mau! desak Harimau ‘’Tidak.

aku tidak mau!’’ jawab si kancil menolak. ‘’Kalau begitu aku sendiri yang akan memukulnya.’’ Pinta Harimau ‘’Kamu juga tidak boleh tanpa ijin Nabi Sulaiman.’’ ‘’Kamu jangan macam-macam Cil! Kalo kamu tidak membiarkan aku memukul gong itu. Maka sekarang juga kau aku terkam.’’ ‘’Jangan dong.’’ ‘’Jadi biarkan aku memukulnya.’’ ‘’Wah gawat!’’ ‘’Gawat gimana? Apa maksudnya?’’ Kancil berkata lirih,’’ Sebenarnya gong ini bukan hanya bersuara merdu.

Tapi siapa yang memukulnya dan mendengar suaranya akan ditakuti semua binatang lain. Artinya dia akan menjadi raja di hutan ini.’’ Mendengar keterangan itu Harimau makin penasaran. Ia mendengus dan siap menerkam si kancill. Kacil ketakutan. Harimau tidak main-main. ‘’Baiklah kalau kamu tetap memaksa kawan! Tapi tunggu dulu! Karena aku tidak mau kena hukuman Nabi Sulaiman, maka aku harus pergi dulu. Baru setelah aku pergi jauh kamu boleh memukul gong itu.’’ ‘’Aku setuju Cil!’’ jawab Harimau.

‘’Kalau begitu cepatlah kamu tinggalkan tempat ini.’’ ‘’Selamat tinggal kawan! Semoga kamu bisa menikmati suara merdunya suara gong itu,’’ kata si Kancil.

Setelah mengira si Kancil pergi cukup jauh. Harimau pun kemudian mengambil ranting kayu kering yang bergeletak di tanah, tidak jauh dari tempatnya berdiri. Ia segera mendekati benda hitam itu tanpa mengamat-amati terlebih dahulu dan langsung mengayunkan ranting tersebut. ‘’Bukk.Buk…! Dua kali Harimau memukulnya dengan keras.

Saat itulah gong yang dipukulnya bukan gong, tetapi rumah tawon. Tawon yang bergerombol itu langsung mendengung marah. Harimau terkejut bukan main. Ia baru menyadari yang dipukulnya itu bukan gong, tetapi rumah tawon. Tawon-tawon itu dengan ganas menyerbu Harimau. “ Kancil keparat kau sudah menipuku!’’ teriak Harimau kesakitan karena disengat puluhan Tawon. Harimau langsung lari meninggalkan tempat itu. Ia tidak ingin disengat lebih banyak lagi 0leh tawon-tawon hutan yang sangat ganas tersebut.

Si Kancil yang bersembunyi di balik semak-semak hanya tertawa kecil melihat apa yang telah dialami Harimau.

Dia sangat senang karena keinginannya untuk mendapatkan madu tawon, sebentar lagi akan terwujudkan. Sebab setelah rumah tawon tersebut di pukul oleh Harimau, banyak sekali madunya yang berceceran di tanah. Sesaat setelah tawon-tawon itu tenang kembali, mulailah si Kancil mendekati tempat itu dan memakan madunya yang sangat lezat. Sedang asyik-asyiknya menyantap madu. Tanpa di sadari oleh si Kancil, ada seekor tawon yang hinggap di hidungnya dan menyengatnya.’’ Aduh…!’’ teriak si Kancil sambil melompat-lompat kesakitan.

Si Kancil merasakan kesakitan yang luar biasa. Sambil menahan sakit. Ia pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Pesan Moral dari Cerita Fabel Nusantara : Gong Ajaib adalah dalam setiap kesulitan pasti ada jalan keluar. Hendaknya kita terus berusaha dan berpikir jernih walaupun kondisi sangat tidak mendukung Cerita Fabel – Lomba Terbang Burung Pada suatu hari. Burung-burung berkumpul dan memutuskan mereka harus si jahat kelinci raja.

Singa adalah raja hewan yang berjalan di tanah, tetapi burung ingin mempunyai raja sendiri. Kemudian burung pergi menemui singa dan memintanya untuk memanggil si jahat kelinci burung untuk mengadakan sebuah pertemuan. Wakil semua burung berkumpul, dan memutuskan siapa yang akan menjadi raja. Singa menanyakan para burung bagaimana cara burung memilih siapa yang akan menjadi raja.

Para burung berpikir dan berpikir, tetapi mereka tidak menemukkan cara yang tepat. Sebenarnya, Elang ingin mengusulkan, bahwa raja burung harus memiliki kemampuan terbang tinggi. Elang sadar bahwa dialah burung yang dapat terbang tinggi. Tetapi, ia tidak mau jika burung lain berpikir, bahwa dia sendiri yang ingin menjadi raja.

Burung Beo berkata ‘’ Seharusnya yang menjadi raja adalah dirinya, karena, meskipun tubuhnya kecil tetapi ia sangat cerdik.’’ Burung Bulbul berkata “ Saya mengusulkan sebuah perlombaan bernyanyi, tetapi sayalah burung yang dapat bernyanyi dengan baik. Jika bernyanyi menjadi persyaratan, sayalah yang akan menjadi raja. Kita memerlukan sebuah cara yang adil untuk mengadakan perlombaan ini.

Karena tuhan menganugrahkan kita sayap, maka saya mengusulkan, bahwa burung yang terbang paling tinggilah yang yang patut menjadi raja.’’ Mendengar usul ini, si Elang merasa sangat senang. Ia tau bahwa dirinyalah yang dapat terbang paling tinggi. Ia berkata ‘’ Ya, saya juga berpikir cara itu yang paling baik.’’ Burung Beo pun berkata, ‘’ Ya, saya pikir cara ini sangat baik.

Siapapun yang terbang paling tinggi dia harus siap menjadi Raja.’’ Kemudian, dengan gerak cepat dan diam-diam, burung Beo terbang ke punggung burung Elang, tetapi Elang tidak menyadarinya. Burung Beo sangat ringan, sehingga burung Elang tidak tahu. Bahwa si jahat kelinci Beo tersebut berada di punggungnya. Burung Elang terbang tinggi dan tinggi sampai ke langit. Ketika semua burung mandarat, mereka berkata ‘’ Karena burung Elang terbang paling tinggi.

Maka burung Elanglah yang menjadi Raja kita.’’ Kemudian mereka melihat burung Beo berada di atas punggung burung Elang. Mereka pun berkata ‘’ Tidak, ternyata burung Beo terbang paling tinggi. Burung Beo, merupakan burung yang paling cerdik dan akhirnya mereka menobatkan burung Beo menjadi Raja burung.’’ Pesan Moral dari Cerita Fabel Terbaru Lomba Terbang Burung adalah bahwa kecerdikan dapat mengalahkan kekuatan. Jangan menganggap sepele orang lain yang kita anggap lemah, bisa jadi orang itu mempunyai kelebihan yang tidak kita miliki Cerita Fabel – Kambing, Beruang dan Harimau Alkisah hiduplah seekor induk kambing pada zaman dahulu kala.

Si Induk Kambing mempunyai seekor anak. Keduanya menjadi hewan peliharaan Raja Sudrajat. Pada suatu hari raja Sudrajat berniat menikahkan putranya dengan putri dari negeri seberang. Karena terjadi musim kemarau si jahat kelinci berkepanjangan, Raja Sudrajat lantas mengundang sanak saudara dan para kerabat untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Pada saat pertemuan dengan sanak si jahat kelinci serta para kerabat, Raja Sudrajat mengutarakan niatnya akan menyembelih dua kambing peliharaanya untuk pesta pernikahan anaknya.

Anak kambing yang tengah berada dihalaman istana raja mendengar rencana sang raja untuk menyembelih dirinya dan induknya. Si anak kambing lantas membangunkan induknya yang tengah tidur.

Katanya, “ ibu, aku mendengar rencana raja Sudrajat akan menyembelih kita pada pesta pernikahan putra sribaginda. Aku sangat takut bu. Apa yang harus kita lakukan.” Induk kambing lalu mengajak anaknya melarikan diri.” Ayo si jahat kelinci pergi dari sini sekarang juga.” Induk kambing dan anaknya pergi keluar istana dengan mengendap-endap.

Kegelapan malam membantu pelarian mereka hingga sampai ke tepi hutan. Walaupun sesungguhnya mereka takut memasuki hutan, namun mereka tetap membulatkan tekadnya untuk bisa bersembunyi dari para pengawal istana.” Lebih baik kita bersembunyi di hutan daripada kita disembelih.” Kata induk kambing. Induk kambing dan anaknya terus berjalan memasuki lebatnya hutan belantara. Keduanya berjalan tidak tentu arah karena yang paling penting untuk mereka adalah dapat menghindar sejauh mungkin dari kejaran Raja Sudrajat si jahat kelinci para pembantunya.

Mereka terus berjalan hingga fajarpun muncul. Karena lelah mereka beristirahat terlebih dahulu. “Ibu aku sangat lapar,” Ujar si Anak kambing.

Mereka mendapati ditempat mereka berisitirahat banyak sekali ditumbuhi rumput segar. Keduanya kemudian menyantap rumput itu dengan sangat lahap.

Pada saat itulah mereka mendengar suara auman yang menggelegar. Tubuh si induk kambing dan anaknya seketika gemetar. Mereka tahu itu adalah suara harimau si raja hutan. Mereka sangat ketakutan. Mereka merasa sia-sialah pelarian mereka ke hutan, karena mereka tahu harimau sangat suka sekali memangsa kawanan mereka.

Cerita Motivasi Induk kambing dan anaknya segera bersembunyi dibalik pohon besar. Namun malang harimau si raja hutan tahu tempat persembunyian mereka. “Hei si jahat kelinci sedang apa kalian.” Teriak si harimau. Begitu takutnya induk kambing, hingga dia menjawab terbata-bata.” Kami sedang makan bawang.” Pada saat yang sama tidak jauh dari tempat persembunyian si kambing lewatlah seekor beruang besar.

Si beruang mendengar ucapan induk kambing, dan karena ucapan induk kambing terbata-bata, si beruang menyangka jika si induk kambing sedang memakan beruang. Si beruang yang selama hidupnya belum pernah melihat kambing, menjadi ketakutan.

Dia segera memanjat pohon untuk menghindar menjadi mangsa si kambing. Si harimau terheran-heran melihat si beruang memanjat pohon dengan tergesa-gesa,” Apa yang sedang kau lakukan wahai beruang sahabatku?” “Ada kambing yang sedang memangsa si jahat kelinci Jawab si beruang masih dengan ketakutan. Harimau tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan si beruang.” Apa katamu? Ada kambing yang sedang memangsa beruang?” “Ya.” Jawab si beruang “Engkau salah mendengar wahai beruang.

Kambing tidak makan beruang, tetapi dia sedang memakan bawang.” Si beruang tidak begitu saja percaya dengan ucapan si harimau. Dia bahkan menyangka si harimau hendak menjerumuskannya sehingga dia bisa dimangsa oleh kambing.

Dia berpikir harimau sedang berbohong padanya. “Aku tidak berbohong turunlah.” Jawab si harimau.” Kambing tidak makan beruang, tetapi dia sedang memakan bawang.” Ucap si harimau mencoba kembali meyakinkan si beruang.

Si beruang tetap saja ketakutan.” Harimau, aku mau turun asalkan engkau bersedia mengawalku. Bahkan aku bersedia berkenalan dengan si kambing jika engkau bersedia mengawalku.” “ Pengawalan macam apa yang si jahat kelinci kehendaki si jahat kelinci beruang?” tanya si harimau. “Aku ingin ekor kita diikat satu sama lain. Dengan cara itu maka engkau telah menunjukan niat baikmu tidak menjerumuskanku untuk dimangsa kambing. Dan yang penting engkau tidak pergi meninggalkanku.” Si harimau akhirnya setuju.

Si beruang pun turun dan segera mengikatkan si jahat kelinci pada ekor harimau. Semua percakapan harimau dan beruang didengar oleh induk dan anak kambing. Sebenarnya mereka sudah dari tadi ketakutan karena saat ini tengah berhadapan dua pemangsa yang ganas yaitu harimau dan beruang.

Namun karena mereka menyadari jika beruang takut bertemu mereka, otak cerdik induk kambingpun muncul. “Hai beruang bodoh, apakah kamu berpikir dengan bersama harimau kamu akan selamat.

Justru aku akan segera mengoyak-oyak tubuh kalian berdua.” Teriak ibu kambing. Teriakan Induk kambing sangat mengagetkan beruang. Saking takutnya dia segera berlari tunggang langgang menyeret harimau yang masih terikat padanya. Berkat kecerdikan nya, induk dan anak kambing selamat dari harimau dan beruang. Pesan moral dari Dongeng Cerita Fabel Kambing, Si jahat kelinci dan Harimau.

Kecerdasan dan keberanian akan dapat mengalahkan kekuatan atau keperkasaan. Akal akan dapat mengalahkan otot. Si jahat kelinci karena itu kita hendaklah tetap mengedepankan kecerdasan dan kecerdikan ketika dihadapkan situasi dan keadaan bagaimanapun juga. Termasuk kondisi yang berbahaya sekalipun Cerita Fabel – Tupai Dan Burung Nuri Sore dengan sinar mentari terbenam memberikan cahaya yang menguning tanda malam menjelang datang, saat itu adalah akhir dari musim hujan menjelang musim kemarau.

Keluarga tupai terlihat sibuk lalu lalang memindahkan makanan berupa biji-bijian yang telah dikumpulkan oleh mereka selama musim hujan kedalam sarang yang telah mereka buat, saat itu pula datanglah seekor burung nuri dengan tampilan yang sangat cantik, berwarna merah serta melantunkan lagu-lagu yang merdu, namun burung nuri itu terlihat sangat kelelahan dan merasa sangat lapar.

Keluarga tupai itu terheran-heran dengan keadaan burung nuri tersebut, namun mereka mengacuhkannya karena mereka masih sibuk mengurusi makanan yang dibawa ke sarangnya. Burung nuri itu melihat dengan seksama apa yang dilakukan oleh keluarga tupai itu. Lalu burung nuri itu mulai mendekati salah satu dari mereka, dan dia bertanya “Apa yang sedang kalian lakukan wahai?” salah satu tupai itu menjawab “Apa kau tidak melihat, kami sedang sibuk mengumpulkan makanan untuk menghadapi musim kemarau yang sebentar lagi akan tiba!” Burung nuri itu kaget saat ini dia sama sekali tidak memiliki apa-apa untuk menghadapi musim kemarau nanti, sedangkan musim kemarau adalah musim sulitnya mendapatkan makanan.

Bahkan saat ini dia merasa sangat lapar, burung nuri itu meminta kepada keluarga tupai untuk membagi makanan dengannya.

Permintaan burung nuri itu membuat keluarga tupai itu gusar. “Bolehkah kau membagi makan denganku?” pinta burung nuri, “Apa?!”, Tanya tupai kepada burung nuri, dengan nada marah, “Kenapa kamu meminta kami untuk berbagi makanan dengan kamu, lalu selama musim hujan ini apa yang kau lakukan?” Tanya tupai kepada burung nuri.

“Ah, selama ini aku sama sekali tidak berpikir untuk mengumpulkan makanan seperti kalian,” jawab burung nuri, “Aku sibuk sekali dengan berlatih bernyanyi, dan ternyata musim hujan akan segera berganti dengan musim kemarau.” keluh burung nuri. Para tupai merasa sangat marah dengan apa yang dilakukan oleh burung nuri itu, salah satu tupai melompat mendekati burung nuri itu, lalu berkata.

“Apa, berlatih bernyanyi katamu? Kau tidak sadar dengan apa yang kau lakukan, kau membuang waktumu itu dengan hal yang sia-sia. Mengapa tak kau sempatkan sedikit waktumu untuk mengumpulkan makanan seperti kami? Baiklah sekarang kau selesai dengan latihan bernyanyimu itu, sekarang saatnya kau berlatih menari!”. Kemudian tupai itu meninggalkan burung nuri tersebut, tupai itu segera melanjutkan tugasnya membawa si jahat kelinci ke sarang mereka. Burung nuri itu hanya terdiam meratapi kesalahannya, dia menyesal telah membuang waktunya dengan sia-sia sehingga mengakibatkan hal yang tidak baik padanya.

Lalu di saat itu pula burung nuri dengan tergesa-gesa mencari makanan untuk dia kumpulkan, namun dia terlambat karena hari sudah menjelang malam. Dan walaupun burung nuri itu mengumpulkan makanan, makanan itu tidak cukup untuk menghadapi musim kemarau.

Pesan Moral dari Dongeng Fabel : Tupai dan Burung Nuri adalah Gunakanlah waktumu sebaik mungkin untuk hal yang berguna. Jangan karena ingin dipuji kamu melakukan hal yang tidak bermanfaat Cerita Fabel – Persahabatan Singa Dan Tikus cerita fabel yang menginspirasi Di sebuah hutan yang lebat hiduplah si jahat kelinci singa perkasa yang semua makhluk lain sangat takut kepadanya. Raja hutan tersebut dikenal sangat mengerikan, tidak mengenal rasa takut dan dia merasa harus dihormati oleh semua makhluk yang ada di hutan.

Dia menghabiskan sebagian waktunya dengan berburu dan sebagian lagi untuk tidur. Tidak ada makhluk hidup yang ada di hutan berani mendekati sarangnya terutama saat singa sang raja hutan sedang tidur. Binatang perkasa itu sangatlah marah jika tidurnya terganggu dengan cara apapun. Tapi suatu hari tikus kecil sangat penasaran ingin melihat bagaimana sarang Singa si Raja hutan.

Dengan niat yang bulat dia berangkat ke gua dimana singa biasa beristirahat. Namun ketika dia sampai, dia tidak melihat adanya sang raja hutan. “Dia pergi ke suatu tempat.

Apakah dia akan segera kembali?” Timbul pertanyaan dalam hati si tikus kecil. Untuk mengobati rasa penasarannya si tikus kecil masuk menyelinap kedalam gua.

Gua itu sangatlah gelap, ditanah dia melihat jejak kaki sang raja hutan, dan jejak kaki besar itu membuatnya sangat ketakutan. “Sepertinya aku harus segera kembali.” Pikiri si tikus. Namun malang, saat itu terdengar suara langkah kaki singa memasuki gua. “Oh tidak dia akan segera masuk.

Apa yang harus aku lakukan.” Si tikus gemetar. Ternyata singa si raja hutan hanya pergi untuk minum di sungai, dan dia datang kembali untuk beristirahat. Si tikus bersembunyi di dalam gelap gua dan melihat bayangan besar singa jatuh dilantai. Singa duduk dekat pintu masuk gua dan beristirahat kepalanya di kaki yang besar. Segera ia tertidur pulas. Seluruh gua tampak bergetar dengan mendengkur keras raja hutan. Si tikus berusaha merayap keluar secara si jahat kelinci yang dia bisa.

Segera ia berada di dekat pintu masuk. Tapi saat dia mencoba untuk menyeberangi singa, ekor kecilnya menyerempet kaki kiri dari Sang raja hutan, dan penguasa hutan terbangun dengan kaget.

Terlihat kemarahannya saat dia melihat tikus kecil di sarangnya. Walaupun takut si jahat kelinci tikus tidak kehilangan akal, dia segera berlari. Namun malang singa segera dapat menangkapnya. Sang raja hutan membuka rahang untuk menelan tubuh si tikus kecil. Si tikus kecil seketika berteriak.” Maaf, ya Raja, saya tidak bermaksud membangunkan anda, saya hanya mencoba untuk meninggalkan gua ini dimana selama ini saya sangat penasaran ingin melihatnya.

Mohon biarkan saya pergi kali ini, dan saya tidak akan pernah lupa kebaikan Anda. Jika takdir memberi saya kesempatan, saya akan membantu Anda dengan cara yang saya bisa pada salah satu nanti. ” Cerita Lucu Singa merasa geli mendengar ucapan si tikus. Bagaimana tikus kecil membantunya? Tapi dia membiarkan tikus kecil itu pergi dan tertawa terbahak-bahak.

Si tikus berlari untuk menyelamatkan hidupnya, dia sangat berterima kasih kepada sang raja hutan yang tidak jadi memakannya. fabel singa dan tikus Beberapa hari sejak kejadian itu, seperti biasa singa sang raja hutan pergi berkeliling.

Pada suatu saattiba-tiba dia terjebak dalam jerat pemburu. Dia berjuang mati-matian untuk membebaskan diri. Namun semua usahanya tidak menunjukan hasil, dia hanya menemukan dirinya bahkan lebih terjerat kuat dalam jaring tali pemburu. Dia meraung dalam kemarahan dan ketidakberdayaan. Seluruh hutan mulai gemetar karena suara mengerikan dan setiap binatang mendengar teriakan sang raja hutan.

Si tikus pun mendengarnya. “Penguasa hutan dalam kesulitan.” pikir mouse. “Ini adalah kesempatan saya untuk bisa membantu dia sekarang”. Berpikir demikian, si tikus berlari secepat yang dia bisa menuju tempat di mana suara itu berasal. Segera ia menemukan singa terperangkap dalam jerat pemburu. “Jangan bergerak, Yang Mulia, saya akan memotong tali Anda dan Anda akan segera bebas” cicit si tikus. Tanpa membuang waktu, dia mulai menggigit tali dengan gigi kecilnya yang tajam.

Segera singa itu terbebas. “Saya tidak percaya menyangka bahwa bahkan Anda bisa membantu saya. Selama ini saya salah.” kata singa rendah hati. Dan akhirnya dua makhluk itu menjadi sahabat terbaik mulai hari itu. Pesan Moral dari Fabel Kisah Persahabatan Singa dan Tikus adalah Jangan pernah menyepelekan orang lain, karena bisa jadi dia memiliki kemampuan yang tidak kita ketahui serta Kebaikan akan selalu dibalas dengan kebaikan.

Cerita Fabel – Kerajaan Tikus dan Kucing cerita fabel hewan Dahulu di Pakistan terdapat sebuah rawa bernama Dawran. Rawa itu ratusan kilometer panjangnya. Di tengah rawa tersebut terdapat sebuah kota bernama Aydazinum. Kota itu memiliki banyak hal menarik. Penduduknya sangat sejahtera hingga bisa mendapatkan apapun yang mereka inginkan. Di dalam kota itu ada seekor tikus bernama Mezra yang dinobatkan sebagai Raja Tikus di wilayah tersebut.

Kekuasaan Mezra bahkan meluas hingga ke desa-desa dipinggir kota. Untuk membantunya dalam memimpin para tikus, dia dibantu oleh tiga orang penasehat yang si jahat kelinci dan pemberani. Suatu hari para penasehat berkumpul dengan sang raja tikus untuk membicarakan berbagai masalah yang terjadi di sekitar kerajaan mereka. Di tengah perbincangan, Mezra Raja Tikus berkata,” Apakah mungkin membebaskan diri kita dari teror kucaing? Kita sudah sangat lama di si jahat kelinci oleh para kucing itu.” “Meski kita hidup nyaman dan memiliki banyak kesenangan dalam hidup, ketakutan kita terhadap kucing telah melenyapkan semua kenikmatan tersebut.

Saya harap kalian bisa memberi saran bagaimana mengatasi masalah ini. Apa yang kalian pikir harus kita lakukan?” “Saran saya.” Ujar penasehat pertama.” Adalah mengumpulkan sebanyak mungkin lonceng kecil dan mengalungkan bel itu ke leher setiap kucing sehingga kita dapat mendengar mereka datang dan memiliki waktu untuk bersembunyi di lubang-lubang kita.” Raja menoleh ke penasehat kedua dan berkata.” Bagaimana menurut kamu tentang sarannya itu.” “Saya pikir itu sarang yang kurang baik.” Ujar penasehat kedua.” Siapa yang berani memasang lonceng si jahat kelinci leher kucing meskipun kepada seekor anak kucing?” “Menurut saya, kita harus mengungsi untuk sementara waktu ke desa.

Ketika kota kosong, kucing akan mencari di kota lain yang banyak tikusnya. Sehingga ketika kucing sudah tidak ada di kota kita, kita dapat kembali dengan aman.” Lanjut penasehat kedua.

Mezra, sepertinya masih kurang puas dengan ide dari penasihat kedua. Dia lalu menoleh ke penasehat ketiga yang dikenal paling cerdas dan bijaksana.” Menurutmu bagaimana dengan saran tersebut.” Penasehat ketiga menggeleng.” Saya tidak setuju. Jika kita meninggalkan kota dan tingal di desa, bagaimana bisa kita pastikan kucing-kucing itu akan menghilang, yang saya tahu sebagian besar kucing di kota ini menjadi peliharaan para pemiliknya.

Andaipun mereka pergi ke kota lain, tidak ada jaminan bahwa mereka tidak akan kembali. Yang lebih penting adalah tentang keselamatan para tikus. Kehidupan di desa jauh lebih berat dibandingkan dengan di kota. Disana bukan hanya hidup para kucing liar tetapi banyak binatang liar lain yang juga memangsa bangsa kita, beberapa diantaranya ular dan burung elang.” “Saya setuju dengan pendapatmu itu.” Ucap sang Raja.” Lalu apa menurutmu jalan keluar yang terbaik untuk masalah ini.” “Saya berpendapat satu rencana yang paling masuk akal dan dapat kita lakukan.

Raja harus memanggil seluruh tikus di kota dan memerintahkan mereka membangun lorong di dalam rumah-rumah orang kaya yang menghubungkan ke semua ruang dalam rumah.” “Lalu kita masuk ke terowongan itu, tapi kita tidak akan menyentuh makanan manusia.

Tugas kita hanya merusak pakaian, tempat tidur dan karpet mereka. Ketika melihat kerusakan itu, orang kaya akan berpikir, ‘Wah satu kucing sepertinya tidak cukup untuk mangatasi banyak tikus disini.’ Dan dia pasti akan menambah satu lagi kucing peliharaan.” Ujar penasehat ketiga.

“Begitu kucing ditambah, kitapun menambah jumlah kerusakan. Dia pasti akan menambah satu kucing lagi, lalu kitapun menambah kerusakan hingga tiga kali lipatnya. Manusia yang cerdas tentu akan berpikir, ‘hei kerusakan hanya sedikit ketika aku memiliki satu kucing. Kini ketika aku memiliki banyak kucing kerusakan dirumahku semakin bertambah parah.” “Jika orang tersebut mengurangi jumlah kucingnya kitapun akan mengurangi jumlah kerusakan di rumah tersebut.

Orang tersebut pasti berpikir, ‘aneh sekali’. Dia lalu akan menyingkirkan satu kucing lain. Kita mengikuti dengan mengurangi tingkat kerusakan. Dan akhirnya tentu saja dia akan si jahat kelinci satu lagi kucing yang tersisa.” “Saat itu merupakan waktu kita untuk mengherntikan merusak barang-barang orang kaya itu.

Tentu para orang kaya akan berpikir. ‘Wah ternyata bukan tikus yang merusak rumahku, malainkan kucing.” Mereka tentu akan bercerita kepada orang lainnya. Karena si jahat kelinci orang kaya tentu saja pengaruh mereka akan sangat besar untuk masyarakat di kota ini. Dan nantinya kucing akan diburu dan justru akan dimusnahkan.” Raja Mezra pun mengikuti saran penasehat ketiga.

Butuh waktu tidak terlalu lama hingga tidak ada satupun kucing berada di kota tersebut. Bila mereka melihat lubang di pakaian mereka, orang-orang tetap yakin bahwa itu adalah ulah kucing. Kini, jika itu terjadi, mereka pasti berkata.” Seekor kucing pasti telah menyelinap ke rumah tadi malam. Seekor kucing pasti mengendap-endap di kota tadi malam.” Dengan cara itu, para tikus benar-benar berhasil membebaskan diri dari rasa takut terhadap kucing.

Pesan yang bisa diambil dari Cerita Fabel Kisah Kerajaan Tikus dan Kucing adalah untuk mencapai sesuatu kadang kita harus melakukan hal yang tidak biasa. Cerita Fabel – Kura-kura Melawan Kelinci cerita fabel terbaru Pada suatu hari ada seekor kelinci yang sangat sombong. Ia menyombongkan diri sebagai kelinci yang paling baik sedunia. Si kelinci selalu membanggakan betapa cepat larinya. Ia mempunyai kaki belakang yang sangat kuat untuk berlari seperti angin. Ia selalu memperlihatkan keahliannya berlari cepat kepada teman-temannya.

Pada suatu hari si kelinci membual di depan teman-temannya dan menunjukkan betapa cepat larinya. Ketika ia berlari, ia melompat di atas sebuah cangkang di jalanan. Perlahan-lahan sebuah kepala dan empat kaki keluar dari cangkang tersebut dan mulai bergerak di jalanan. Barulah si kelinci sadar, bahwa cangkang itu adalah kura-kura yang tampak merangkak perlahan-lahan dijalanan.

’’Betapa lambatnya kamu,’’kata kelinci kepada kura-kura. ‘’kamu sangat lambat. Saya tidak mengerti mengapa kamu tidak terganggu dengan gerakkan lambatmu.’’ Si jahat kelinci kelinci tertawa mendengar leluconnya sendiri mengenai kura-kura.

Kura-kura menatap dingin pada kelinci dan berkata, ‘’Setiap hewan bergerak dengan langkahnya sendiri. Saya mungkin bergerak lambat, tetapi saya dapat pergi kemana saja yang saya si jahat kelinci. Pada kenyataannya, saya dapat mencapai si jahat kelinci lebih cepat dari pada kamu dan lebih kencang dari pada kamu.’’ Si kelinci berpikir, bahwa kata-kata si kura-kura sangat lucu.

Ia tertawa mendengar, bahwa kura-kura berlari lebih kencang darinya. ‘’Tidak mungkin,’’ kata si kelinci. ‘’Bagaimana mungkin kamu lebih cepat dari saya? Saya dapat berlari secepat angin. Sementara kamu merangkak sangat lambat, sehingga sulit dikatakan, bahwa kamu bergerak lebih cepat dari saya. Saya mau lihat.’’ Si kelinci kemudian menantang si kura-kura untuk lomba lari, sehingga mereka akan lihat siapa yang lebih cepat. Lomba lari akan di adakan keesokkan harinya.

Setiap hewan ingin melihat perlombaan lari antara si kelinci yang cepat dan si kura-kura yang lambat. Serigala yang menghitung mundur saat mulai perlombaan. ‘’Lima, empat, tiga, dua, satu, lari…’’ Dengan satu loncatan, si kelinci dengan cepat hilang dari pandangan mata. Si kura-kura melangkahkan kakinya perlahan-lahan, selangkah demi selangkah, sementara tatapan matanya terus bertuju pada jalan didepannya.

Si kelinci berlari sepanjang jalan. Setiap kali melihat kerumunan penonton di pinggir jalan, ia membalikkan tubuhya dan melambaikan tangannya. Ia ingin mereka tau siapa yang paling cepat larinya.

Jauh, jau dibelakangnya si kura-kura terus melangkah, selangkah demi selangkah, dengan lambatnya dan matanya yang terus menatap jalan di depannya. Tidak lama kemudian si kelinci tiba pada suatu tanda di jalan.

Tanda itu menunjukkan, bahwa ia sudah berlari setengah jarak antara garis start dan finish. Ia pun tidak lagi melihat kura-kura.

Cerita Rakyat Si kelinci berpikir, ‘’ Saya sudah jauh di depan dan si kura-kura sangat lambat, sehingga ia masih sangat jauh dibelakang.

Perlu waktu lama bagi kura-kura untuk sampai di sini. Saya kira saya dapat berbaring dulu di sini dan beristirahat sebentar dibawah sinar matahari yang sangat hangat. Masih banyak waktu untuk memenangkan pertandingan ini saat saya bangun nanti.’’ Sementara itu, si kura-kura terus merangkak perlahan-lahan tanpa berhenti.

Ia terus bergerak. Waktu terus berlalu, si kelinci masih tertidur dengan lelapnya. Dengan perlahan-lahan dan mantap, si kura-kura meneruskan langkahnya tanpa beristirahat. Ia bergerakperlahan-lahan sepanjang jalan. Akhirnya si kura-kura melewati si kelinci yang masih tertidur di tepi jalan. Si si jahat kelinci tertidur lelap, sehingga ia tidak mendengar saat si kura-kura melewatinya. Ketika kelinci terbangun dari tidur lelapnya, ia melihat kea rah belakang untuk mengetahui keberadaan si kura-kura.

Namun ia tidak melihat kura-kura. Namun, ia tidak melihat kura-kura. Ia berkata‘’ Ternyata si kura-kura lebih lambat dari yang saya kira. Mungkin baru tengah malam ia tiba di garis finish.’’ Si kelinci merenggangkan kakinya dan kembalu ke jalan untuk melanjutkan perlombaan lari.

Si kelinci berlari dan menaiki bukit. Kemudian ia melihat pemandangan yang menakjubkan. Di garis finish tampak si kura-kura.

Penonton bersuka ria, karena si kura-kura memutuskan pita garis finish. Si kura-kura di umumkan sebagai pemenang. Si kelinci menghela nafas panjang dan si kura-kura tersenyum. “ Bagaimana…kapan… di mana?’’ gumam si kelinci. Si kura-kura berkata, ‘’ Saya menyusul kamu ketika kamu sedang tertidur.

Saya mungkin saja lambat, tetapi mata saya menatap tujuan. Dengan pelan dan mantap, saya memenangkan perlombaan lari ini.’’ Pesan Moral dari Dongeng Sebelum Tidur : Fabel Kura-kura dan Kelinci adalah jangan pernah menganggap remeh orang lain. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kesombongan suatu saat pasti akan dikalahkan oleh kerendahan hati. Cerita Fabel – Bebek Buruk Rupa cerita fabel yang menginspirasi Hari yang indah di pedesaan.

Padang rumput yang hijau dan rumput yang tinggi-tinggi. Di tepi rumput terlihat hutan yang ditumbuhi pohon-pohon tinggi. Ditengah hutan terdapat danau dengan air yang terlihat hijau-kebiruan. Ditempat yang sunyi-senyap diantara pepohonan, terlihat induk bebek yang sedang mengerami beberapa telur disarangnya. Induk bebek sudah merasa lelah dan berhharap telur-telurnya segera menetas.

Setelah berminggu-minggu mengeram, satu persatu telur mulai menetas “’Ciiit, ciit,” kata bayi bebek ketiaka ia mengeluarkan kepalanya dari dalam telur. Bayi bebek mencari jalan keluar dan mulai mencicit-cicit. Bayi bebek melihat-lihat alam di sekeliling sarang dan berkata,’’Betapa besarnya dunia!’’ Induk bebek sangat senang melihat anak-anaknya yang baru menetas. Ia mulai bangkit dari sarangnya dan menunjukkan betapa indahnya dunia.

Namun, baru saja dia bangun dari sarangnya, ia melihat ada sebuah telur yang sangat besar di dalam sarangnya yang belum menetas. Ia mulai merasa takut, ‘’ Berapa lama lagi telur vesar ini akan menetas?’’ Induk bebek tidak meninggalkan sarangnya dan kembali mengerami telurnya agar tetap hangat, sehingga cepat menetas. Akhirnya setelah beberapa minggu, telur besar itu mulai pecah.

“Ciit,ciit,’’ kata bayi bebek terakhir. Ia mendorong dan berusaha keluar dari cangkang telurnya. “Induk bebek melihat bayi bebeknya dan berkata,’’ Betapa besar dan jelaknya bayiku ini. Dia tidak seperti si jahat kelinci Keesokkan harinya induk bebek membawa anak-anaknya ke danau. Ia menceburkan diri ke danau, kedalam air yang dingin dan jernih. Setelah itu ia memanggil anak-anaknya untuk bergabung dengannya, “Kwek, Kwek.’’ Si jahat kelinci persatu anak-anaknya menceburkan diri ke danau, menyelam, dan kembali mengambang di permukaan air.

Kaki-kaki mereka mengayuh dan berenang menegelilingi danau di belakang induk mereka. Anak bebek yang besar dan jelek mengikuti barisan paling belakang. Induk bebek dan anak-anaknya berenang menuju daerah bebek, tempat beberapa keluarga bebek tinggal.

Ketika melewatinya, mereka berkata,’’ Betapa harmonisnya keluargamu dan anak-anakmu sangat indah. Kecuali anakmu yang bertubuh besar itu sangat jelek.” Bebek-bebek itu mulai berkwek-kwek dengan sangat keras,” Betapa jeleknya bebek besar itu! Kami tidak bisa tinggal bersamanya.’’ Bebek-bebek yang lebih besar mulai terbang dan mematuk leher dan kepala anak bebek itu. ‘’Tinggalkan dia. Dia tidak menyakiti siapapun,’’ kata induk bebek. Namun tidak seekorpun yang mau mendengarkan dan mereka terus mematuki bebek besar dan jelek itu.

Mereka terus menyebut dan mengatakan betapa jeleknya ia. Setiap hari keadaannya menjadi lebih buruk bagi si bebek buruk rupa.

Ia diburu oleh bebek jantan, dipatuki oleh bebek betina. Akhirnya, ia tidak kuat menghadapi perlakuan bebek tersebut. Ia tidak tahan mendengar ejekkan sebagai si bebek buruk rupa. Ia pergi dan bersembungyi di balik tanaman di tepi kolam. Di daerah rawa, ia bertemu dengan beberapa dari bebek liar.

Mereka berkaa, ‘’ Mahluk apakan kamu? Kamu benar-benar besar dan jelek.’’ Setelah beberapa hari ia memutuskan untuk pindah ketempat lain. Saat itu musim dingin dan air danau menjadi sangat dingin. Bebek rupa berenang di danau dan memutuskkan kepalanya ke dalam air yang dingin. Langit tiba-tiba menjadi gelap dan angin dingin bertiup.

Ia menjadi sangat lelah sehingga tidak dapat berenang lagi. Musim dingin hujan ini merupakan musim yang paling buruk bagi si bebek, karena ia harus berusaha bertahan hidup didaerah rawa-rawa.

Suatu hari matahari mulai memancarkan sinarnya dan udarapun menjadi lebih hangat dari pada kemarin burung-burung mulai bernyanyi.

Rumput-rumput mulai menghijau. Sibebrk buruk rupa merasakkan kehangatan sinar matahari dan dan ia mendengar burung-burung bernyany. Ia memaksakan dirinya masuk ke dalam air danau yang hangat. Sekawanan burung berbulu indah di atas rawa-rawa. Burung-burung tersebut sangat mempesona dengan leher yang panjang dan sayap yang lebar dan kuat. Dengan lemah gemulai mereka terbang dan mengelilingi danau dan dengan anggunnya mereka mendarat di danau. Si bebek buruk rupa melihat burung-burung yang indah itu dan mengagumi leher mereka yang panjang dan bulu putihnya yang seperti salju.

Si bebek ingin berenang menghampiri mereka. Tetapi ia merasa takut. ‘’Saya sangat jelek. Tentu mereka tidak mau saya dekat mereka. Mereka akan mematuki saya dan menyebutkan saya jelek’’ Namun, entah bagaimana, ia ingin mendekati mereka. Sehingga ia berenang ke arah mereka. Ketika sedang bereang, si bebek melihat ke air di bawahnya dan ia melihat banyangan dirinya. Ia melihat bayangan dirinya di air yang jernih. Ia bukan lagi si bebek buruk rupa.

Ia menjadi angsa putih yang indah. Angsa yang indah yang besar berenang mengelilignya. Mereka membelai-belai lehernya. Mereka sangat senang melihatnya. Beberapa anak di taman melihat ke angsa. Mereka berteriak,’’ Ada angsa baru.’’ Mereka melemparkan remehan si jahat kelinci kearahnya dan berkata.” Angsa baru ini sangat indah, ia pun kuat dan tampan.’’ Si angsa menggerakkan sayapnya dan menjulurkan lehernya yang ramping dan berkata,” Saya tidak pernah bermimpi memdapatkan kebahagiaan ini ketika saya menjadi bebek buruk rupa.’’ Pesan moral dari Cerita Fabel Terbaru Kisah Bebek Buruk Rupa adalah Jangan pernah menghina dan menganggap rendah orang lain, karena setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Bisa jadi apa yang kita anggap jelek justru sangat baik untuk kita. Cerita Fabel – Seruling Serigala cerita fabel legenda daerah Suatu ketika, ada seekor kambing kecil yang tanduknya mulai tumbuh dan membuat dia berpikir bahwa saat itu dia sudah dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri.

Suatu sore ketika gerombolan kambing mulai pulang ke peternakan kembali dan ibunya sudah memanggilnya, anak kambing tersebut tidak memperhatikan dan memperdulikan panggilan ibunya. Dia tetap tinggal di lapangan rumput tersebut dan mengunyah rumput-rumput yang halus disekelilingnya.

Beberapa saat kemudian ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat gerombolan kambing termasuk ibunya sudah tidak ada lagi. Sekarang dia tinggal sendirian. Matahari sudah terbenam. Bayangan panjang mulai menutupi tanah. Angin dingin mulai datang bertiup dan membuat suara yang menakutkan. Anak kambing tersebut mulai gemetar karena takut dia akan bertemu dengan serigala.

Kemudian dia mulai lari sekencang-kencangnya melewati lapangan rumput untuk pulang ke peternakan, sambil mengembik-embik memanggil ibunya. Tetapi di tengah jalan, dekat pohon perdu, apa yang ditakutkan benar-benar terjadi, seekor serigala telah berdiri di sana memandangnya dengan wajah lapar.

Kambing kecil itu tahu bahwa kecil harapan untuk dia bisa lolos dari sergapan serigala tersebut. “Tolonglah, tuan Serigala,” katanya dengan gemetar, “Saya tahu kamu akan memakan saya.Tetapi pertama kali, nyanyikanlah saya sebuah lagu dengan suling mu, karena saya ingin menari dan bergembira selama saya bisa.” Cerita Motivasi Serigala tersebut menyukai gagasan dari kambing kecil tadi,bermain musik sebelum makan, jadi serigala itu mengeluarkan serulingnya dan mulai memainkan lagu gembira dan kambing kecil itu meloncat-loncat menari bergembira.

Sementara gerombolan kambing tadi bergerak pulang ke peternakan, di keheningan sore yang mulai beranjak gelap, suara seruling dari serigala sayup-sayup terdengar. Anjing-anjing gembala yang menjaga gerombolan kambing tersebut lansung menajamkan telinganya dan mengenali lagu yang dimainkan oleh serigala, dan dengan cepat anjing-anjing gembala tersebut lari ke arah serigala tersebut dan menyelamatkan kambing kecil yang sedang menari-nari.

Serigala yang hendak memakan kambing kecil tadi akhirnya lari dikejar-kejar oleh anjing gembala, dan berpikir betapa bodohnya dia, memainkan lagu dengan seruling untuk si kambing kecil pada saat dia seharusnya sudah menerkamnya langsung. Cerita Fabel – Gajah Yang baik Hati cerita fabel untuk anak Kancil yang sedang berpetualang sedang terperangkap dalam lobang di tanah. Tindakkan Kancil masuk kedalam itu merupakan tindakan yang sangat ceroboh. Ia tidak berpikir bagaimana caranya ia naik ke atas bila sudah berada di dalam kolam tersebut.

Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa sampai ke atas. ‘’Tolong.’’ Toloooonggggg.!’’ Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa.

Ia hanya berteriak meminta tolong. Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh sang Gajah yang kebetulan sedang berjalan melewati tempat itu. ‘’Hai, siapa yang ada di kolam itu?’’ “Aku… si jahat kelinci aku.! jawab si Kancil. “Siapa kau?’’ Tanya Gajah. ‘’Aku. si Kancil sahabatmu.’’ ‘’Kenapa kamu bisa di dalam kolam ini? Dan berteriak meminta si jahat kelinci Kancil terdiam sesaat mencari akal agar Gajah mau menolongnya.

‘’Tolong aku mengangkat ikan ini.’’ “Yang benar kau mendapat ikan?’’ ‘’Bener.benar ! aku mendapatkan ikan yang sangat besar.’’ ‘’Tapi bagaimana caranya aku turun kebawah.’’ ‘’Sebaiknya kamu langsung turun saja kebawah. Sebab jika tidak cepat-cepat ikan ini bisa lepas.!’’ Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi bagaimana jika naiknya nanti. ‘’Cil.

Mana ikan yang kau dapatkan ?’’ ‘’Ada di sepasang kakiku.’’ Kata Kancil. ‘’Kalau aku menolongmu. Lalu bagaimana caranya aku naik dari kolam ini.?’’ Kini Kancil terdiam. Ia tidak menyangka gajah dapat berpikir sejauh itu.

Tidak seperti dirinya, karena kehausan langsung terjun kedalam kolam. Tanpa berpikir akibatbya. ‘’Kau mau memanfaatkanku ya Cil?’’ kau akan menipuku untuk kepentingan dan keselamatanmu sendiri?’’ Tanya Gajah. Kancil hanya terdiam. ‘’Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran.’’ kata Gajah sambil meninggalkan tempat itu. ‘’Waduh. Pak Gajah. Aku mohon tolonggggg….!’’ Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil.

Kancil mulai putus asa. Semakin lama berada di tempat itu Kancil mulai merasa kedinginan. ‘’Toolongg. tolongggg.’’ Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar teriakannya. ‘’Aduh gawat! Aku benar-benar akan mati kaku di tempat ini.’’ Kancil mulai membayangkan akhir hidupnya ditempat ini. Lalu Kancil berteriak dengan keras.’’ Wahai langit dan bumi!

Dan seluruh binatang yang berasa di hutan. Aku bersumpah tidak akan menipu untuk kepentinganku dan keselamatanku sendiri, kecuali……! Ketika Kancil mengucapkan kata kecuali, Kancil sengaja mengecilkan suaranya sehingga hampir tidak terdengar lagi. Tak di sangka ternyata Gajah tiba-tiba muncul di tepi kolam. Ternyata Gajah si jahat kelinci benar-benar meninggalkan Kancil sendirian dan sengaja menyembunyikan dirinya.

Ia penasaran mendengar ucapan kancil yang terakhir. “Kecuali apa?’’ tanya Gajah penasaran. Kancil terkejut mendengar suara Gajah. ‘’Pak Gajah? Kau kembali lagi?’’ ‘’Jawab pertanyaanku Cil. Kecuali apa?’’ ‘’Hmm. Kecuali terpaksa untuk menyelamatkan diri. Karena aku hewan kecil yang serimg terancam oleh Harimau, Singa, Srigala, dan binatang lainnya yang jahat.’’ ‘’Oh begitu.?’’ sahut Pak Gajah.

‘’Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan perbuatan yang merugikan binatang lain?’’ ‘’Benar Pak Gajah.’’ ‘’Betul?’’ Betul Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’ ‘’Baiklah sekarang aku si jahat kelinci menolonhmu Cil.’’ Kata Gajah. Gajah menjulurkan belalainya yang sangat panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya ke atas.

Begitu sampai di atas Kancil berkata. ‘’Terima kasih Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini.’’ Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada beruang dan binatang-binatang yang lainya. Pesan Moral dari Dongeng Anak PAUD Gajah Yang Baik Hati adalah janganlah perbuatan si jahat kelinci orang lain kita balas dengan kejahatan Cerita Fabel – Kisah Kera Dan Ayam “Kukuruyuuukkkkkk….” suara ayam memecah keheningan pagi.

Kera menguap lebar, “Hoammhmmm… saatnya untuk mencari makan,” katanya dalam hati. Ia keluar dari rumah untuk mencari makan. “Selamat pagi Kera, jangan lupa pesananku,” sapa Ayam. “Jangan khawatir, jagung muda, kan? Tenang saja, nanti pasti akan kubawakan,” jawab kera.

Kera dan Ayam sudah lama bersahabat. Mereka saling membantu. Ayam membangunkan Kera setiap pagi, sedangkan kera memberikan makanan kesukaan sahabatnya itu, yaitu jagung muda.

Tapi suatu hari, persahabatan itu hancur berantakan karena Kera berniat buruk pada Ayam. Ceritanya seperti ini. Suatu hari, Kera dan Ayam berencana untuk berjalan-jalan ke hutan. Mereka mendapat informasi kalau di hutan itu terdapat banyak pohon buah-buahan yang lezat.

Mereka memulai perjalanan sejak pagi, tapi tak sebatang pohon buah pun yang mereka temui. Yang ada hanyalah pohon-pohon yang tinggi dan berdaun lebat. “Mungkin kita harus berjalan Iebih jauh lagi,” kata Kera. Ayam hanya mengangguk setuju. Semakin lama suasana hutan semakin gelap, sinar Matahari tak mampu menembus rimbunnya pepohonan. Ayam mulai ketakutan, “Kera, kita tersesat? Bagaimana kalau kita pulang saja, katanya. Kera juga kebingungan, “Mana jalan keluarnya.

Mungkin ke arah sana,, sahut si Kera. Mereka sibuk mencari jalan keluar, tapi semakin lama mereka berjalan semakin jauh mereka masuk kedalam hutan. Mereka sudah sangat lelah clan lapar. Ayam berusaha mematuk-matuk cacing dari dalam tanah. “Hmm, dia enak saja bisa makan cacing. Perutku lapar sekali, apa yang bisa kumakan ya?” pikir Kera sambil memandang berkeliling. Saat melamun terbersit niat jahat dalam hati si Kera. “Mengapa repot-repot? Bukankah ayam yang gemuk adalah santapan yang lezat?” Kera lupa, Ayam adalah sahabatnya sendiri.

Kera tega berniat jahat pada si Ayam. Tiba-tiba kera menerkam Ayam saat ia asyik mematuk-matuk tanah. “Aduh… kau ini kenapa?” teriak Ayam meronta-ronta. Kera mendekapnya sambil mencabuti bulu-bulunya. Ayam langsung sadar, “Kera, kau mau memakanku ya?” teriaknya. Si jahat kelinci sekuat tenaga, Ayam mencoba m lepaskan diri. Kemudian ia lari sekencang-kencangnya keluar dari si jahat kelinci.

Untunglah Ayam berhasil menemukan jalan keluar dari hutan itu. Ia berlari hingga tiba di rumah Kepiting, sahabatnya yang lain. Ia menggedor-gedor pintu rumah Kepiting. Napasnya masih terengah-engah ketika Kepiting membuka pintu. “Ada si jahat kelinci Ayam? Kenapa kau lari seperti di kejar setan? Dan mengapa bulu-bulumu rontok?” tanya kepiting beruntun. “Ke… Ke… Kera… ia hendak mencelakaiku. Tadi kami sedang berjaian- jalan ke hutan, lalu kami tersesat.

Tiba-tiba saja ia menerkam dan mencabuti bulu-buluku. Ia ingin memakanku! Keterlaluan sekali, bukankah aku ini sahabatnya?” cerita Ayam si jahat kelinci Kepiting. Kepiting benar-benar si jahat kelinci mendengar cerita Ayam, ia tak rela sahabatnya diperlakukan seperti itu. “Kita tak bisa begitu saja membiarkan kejahatannya.

Jika kali ini kau berhasil lolos, belum tentu kau bisa lolos lagi di lain waktu. Kita harus mencari cara untuk mencegahnya,” kata Kepiting. Beberapa hari kemudian, Ayam pergi menemui Kera. Kera menyambut Ayam seperti biasa, seolah-olah peristiwa yang lalu tidak pernah terjadi. “Hai Ayam, sudah lama kita tidak berjalan-jalan ya?” katanya riang. “Justru itu, aku kemari untuk mengajakmu berjalan-jalan ke pulau seberang. Aku dengar, pulau itu memiliki buah-buahan yang lezat.

Rencananya Kepiting juga akan kuajak,” jawab ayam. “Wah, sepertinya menarik. Ayo kita segera berangkat,” sahut Kera bersemangat. Mereka bertiga naik ke perahu tanah liat yang sudah dipersiapkan oleh Kepiting dan Ayam. Perahu berlayar meninggalkan daratan. Kera sudah membayangkan nikmatnya buah-buahan di pulau itu.

Sementara Kera melamun, Ayam dan Kepiting berbalas pantun. Ayam berkokok, “Aku lubangi kok…,” dan Kepiting menjawab, “Tunggu sampai dalam sekali.” Setelah Kepiting menjawab, Ayam mematuk-matuk dasar perahu. Mereka berdua melakukannya terus menerus, perlahan-lahan perahu itu bocor. Air mulai masuk, tak berapa lama perahu itu pun tenggelam. Si Kepiting meloncat dan si jahat kelinci menyelam ke dasar laut, sedangkan Ayam terbang kembali ke daratan.

Tinggalah si Kera sendirian, ia berteriak-teriak minta tolong, namun tak ada yang mau menolongnya. Akhirnya Kera tenggelam karena ia tak bisa berenang.

Pesan moral untukmu adalah Sayangi sahabatmu. Jangan menghancurkan persahabatan hanya karena sifat mementingkan diri sendiri. *** Demikianlah kumpulan cerita fabel untuk anak yang bisa dibagikan kali ini. Semoga cerita fabel ini bisa menjadi sumber bacaan menarik untuk anak anda. Terimakasih! Recent Posts • 23 Manfaat Buah Nanas Untuk Kesehatan Kecantikan dan Kebugaran • 28 Drama Korea Kolosal Tentang Kerajaan terbaik Jangan Dilewatkan • 15 Fakta Kerajaan Singasari; Sejarah, Raja, Masa Kajayaan, dan Peninggalannya • 15 Fakta Unik Tentang Korea Selatan Tentang Budaya • 30 Tempat Wisata Di Solo Yang Unik, Berwawasan, Menarik dan Inspiratif • 9 Fakta Unik dan Menarik Buah Apel Yang Menakjubkan • 17 Manfaat Buah Naga Untuk Kecantikan dan Kesehatan Yg Luar Biasa • 35 Lukisan Dan Gambar Pemandangan Alam Terindah • 25 Si jahat kelinci Unik Tentang Jepang Yang Mengejutkan dan Memukau • 45 Kompilasi Gambar Bunga Terindah Beserta Penjelasannya
Cerita Fabel Hewan – Pengertian fabel menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti).

Jadi secara singkat fabel diartikan sebagai kehidupan hewan yang prilakunya menyerupai manusia. Kata fabel secara etimologi berasal dari bahasa Latin yaitu “fibula” yang berarti “cerita”. Fabel adalah bagian dari sastra yang berupa cerita ringkas dan singkat yang bertujuan menyampaikan pesan moral.

Kisah dalam sebuah fabel tidak mungkin kisah nyata karena semuanya hanya fiktif yang dikarang oleh penulis untuk edukasi moral dan sejenisnya. Hal tersebut menyebabkan segala kisah yang diceritakan hanya bersifat fantasi karena pada dasarnya fabel dikarang dengan maksud menyindir prilaku si jahat kelinci watak manusia.

Mengarang sebuah fabel juga harus memperhatikan beberapa aspek diantaranya struktur penulisan; unsur penulisan; serta amanat yang ingin disampaikan melalui ceritanya. Baca Cerita lainnya: • Cerita Rakyat Indonesia • Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur • Cerita Anak Islami Kumpulan Contoh Cerita Fabel Singkat dan Terbaru Contoh cerita si jahat kelinci atau fabel sangatlah banyak, baik cerita si jahat kelinci dari Indonesia maupun dri belahan dunia lainnya.

Berikut kami sajikan 30 cerita fabel yang seru dan penuh makna. 1. Si Bangau dan Si Parto - Balas Budi Si Burung Bangau Dahulu kala di suatu desa di tepi hutan, hidup seorang pemuda bernama Si Parto.

Kerjanya mengambil kayu bakar di gunung dan menjualnya ke kota. Uang hasil penjualan dibelikannya makanan. Terus seperti itu setiap si jahat kelinci. Hingga pada suatu hari ketika ia berjalan pulang dari kota ia melihat sesuatu yang menggelepar di atas hujan. Setelah di dekatinya ternyata seekor burung bangau yang terjerat diperangkap sedang meronta-ronta. Si Parto segera melepaskan perangkap itu. Bangau itu sangat gembira, ia berputar-putar di atas kepala Si Parto beberapa kali sebelum terbang ke angkasa.

Karena cuaca yang sangat dingin, sesampainya di rumah, Si Parto segera menyalakan tungku api dan menyiapkan makan malam. Saat itu terdengar suara ketukan pintu di luar rumah.

Ketika pintu dibuka, tampak seorang gadis yang cantik sedang berdiri di depan pintu. Kepalanya dipenuhi dengan hujan. “Masuklah, nona pasti kedinginan, silahkan hangatkan badanmu dekat tungku,” ujar Si Parto. “Nona mau pergi kemana sebenarnya ?”, Tanya Si Parto.

“Aku bermaksud mengunjungi temanku, tetapi karena hujan turun dengan lebat, aku jadi tersesat.” “Bolehkah aku menginap di sini malam ini ?” “Boleh saja Nona, tapi aku ini orang miskin, tak punya kasur dan makanan.”, kata Si Parto.

“Tidak apa-apa, aku hanya ingin diperbolehkan menginap”. Kemudian gadis itu merapikan kamarnya dan memasak makanan yang enak. Ketika terbangun keesokan harinya, gadis itu sudah menyiapkan nasi. Si Parto berpikir bahwa gadis itu akan segera pergi, ia merasa kesepian. Hujan masih turun dengan lebatnya.

“Tinggallah disini sampai hujan reda.” Setelah lima hari berlalu hujan mereda. Gadis itu berkata kepada Si Parto, “Jadikan aku sebagai istrimu, dan biarkan aku tinggal terus di rumah ini.” Si Parto merasa bahagia menerima permintaan itu.

“Mulai hari ini panggillah aku Parti”, ujar si gadis. Setelah menjadi Istri Si Parto, Parti mengerjakan pekerjaan rumah dengan sungguh-sungguh. Suatu hari, Parti meminta suaminya, Si Parto, membelikannya benang karena ia ingin menenun. Parti mulai menenun. Ia berpesan kepada suaminya agar jangan sekali-kali mengintip ke dalam penyekat tempat Parti menenun. Setelah tiga hari berturut-turut menenun tanpa makan dan minum, Parti keluar.

Kain tenunannya sudah selesai. “Ini tenunannya Pak. Kalau dibawa ke kota pasti akan terjual dengan harga mahal. Si Parto sangat senang karena kain tenunannya dibeli orang dengan harga yang cukup mahal. Sebelum pulang ia membeli bermacam-macam barang untuk dibawa pulang. “Berkat kamu, aku mendapatkan uang sebanyak ini, terima kasih si jahat kelinci.

Tetapi sebenarnya para saudagar di kota menginginkan kain seperti itu lebih banyak lagi. “Baiklah akan aku buatkan”, ujar Parti. Kain itu selesai pada hari keempat setelah Parti menenun.

Tetapi tampak Parti tidak sehat, dan tubuhnya menjadi kurus. Parti meminta suaminya untuk tidak memintanya menenun lagi. Di kota, Sang Saudagar minta dibuatkan kain satu lagi untuk Kimono tuan Putri. Jika tidak ada maka Si Parto akan dipenggal lehernya. Hal itu diceritakan Si Parto pada istrinya. “Baiklah akan ku buatkan lagi, tetapi hanya satu helai ya”, kata Parti. Karena cemas dengan kondisi istrinya yang makin si jahat kelinci dan kurus setiap habis menenun, Si Parto berkeinginan melihat ke dalam ruangan tenun.

Tetapi ia sangat terkejut ketika yang dilihatnya di dalam ruang menenun, ternyata seekor bangau sedang mencabuti bulunya untuk ditenun menjadi kain. Sehingga badan bangau itu hampir gundul kehabisan bulu. Bangau itu akhirnya sadar dirinya sedang diperhatikan oleh Si Parto, bangau itu pun berubah wujud kembali menjadi Parti. “Akhirnya kau melihatnya juga”, ujar Parti.

“Sebenarnya aku adalah seekor bangau yang dahulu pernah Kau tolong”, untuk membalas budi aku berubah wujud menjadi manusia dan melakukan hal ini,” ujar Parti. “Berarti sudah saatnya aku berpisah denganmu”, lanjut Parti. “Maafkan aku, kumohon jangan pergi,” kata Si jahat kelinci Parto. Parti akhirnya berubah kembali menjadi seekor bangau.

Kemudian ia segera mengepakkan sayapnya terabng keluar dari rumah ke angkasa. Tinggallah Si Parto sendiri yang menyesali perbuatannya. 2. Ikan Emas Ajaib dan Si Nenek Serakah Dahulu kala, di suatu desa terpencil, tinggalah sepasang kakek dan nenek yang miskin.

Pekerjaan si kakek adalah mencari ikan di laut. Meski hampir setiap hari kakek pergi menjala ikan, namun hasil yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Bahkan tidak jarang si kakek pulang dengan tangan hampa, namun itu semua dijalani si kakek dengan sabar.

Suatu hari ketika si kakek sedang menjala ikan, tiba-tiba jalanya terasa sangat berat. Seperti ada ikan raksasa yang tersangkut di jalanya.

“Ah, pasti ikan yang sangat besar,” pikir si kakek. Dengan sekuat tenaga si kakek menarik jalanya. Namun ternyata tidak ada apapun kecuali seekor ikan kecil yang tersangkut di jalanya. Rupanya ikan kecil itu bukan ikan biasa, badannya berkilau seperti emas dan bisa berbicara seperti layaknya manusia. “Kakek, tolong lepaskan aku. Aku akan mengabulkan semua permintaanmu!” kata si ikan emas. Si kakek berpikir sejenak, lalu katanya, “aku tidak memerlukan apapun darimu, tapi aku akan melepaskanmu.

Pergilah!”. Kakek melepaskan ikan emas itu kembali ke laut, lalu dia pun kembali pulang. Sesampainya di rumah, nenek menanyakan hasil tangkapan kakek. “Hari ini aku hanya mendapatkan satu ekor si jahat kelinci emas, dan itupun sudah aku lepas kembali,” kata kakek, “aku yakin kalau itu adalah ikan ajaib, karena dia bisa berbicara.

Katanya dia akan memberiku imbalan jika aku mau melepaskannya.” “Lalu apa yang kau minta,” tanya nenek. “Tidak ada,” kata kakek. “Oh, alangkah bodohnya!” seru nenek. “Setidaknya kau bisa meminta roti untuk kita makan. Pergilah dan minta padanya!” Maka dengan segan kakek kembali ke tepi pantai dan berseru: Wahai ikan emas ajaib, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami! Tiba-tiba si ikan emas muncul di permukaan laut.

“Apa yang kau inginkan, kek?” katanya. “Istriku marah padaku, berikan aku roti untuk makan malam, maka dia akan memaafkanku!” pinta si kakek. “Pulanglah! Aku telah mengirimkan roti yang banyak ke rumahmu.” kata si ikan. Maka pulanglah si kakek. Setibanya di rumah, didapatinya meja makan telah penuh dengan roti. Tapi istrinya masih tampak marah padanya, katanya: “Kita telah punya banyak roti, tapi meja kita rusak, aku tidak bisa meletakkan roti-roti ini di meja.

Pergilah kembali ke laut, dan mintalah ikan ajaib memberikan kita meja yang baru!” kata nenek. Terpaksa si kakek kembali ke tepi laut dan berseru: Wahai ikan emas ajaib, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami! “Uuuups!” ikan emas muncul, “Apa lagi yang kau inginkan, kek?” “Nenek menyuruhku memintamu agar memberikan kami meja yang baru,” pinta kakek.

“Baiklah,” kata ikan. “Kau boleh memiliki meja baru juga.” Si kakek pun kembali pulang. Belum lagi menginjak halaman, si nenek sudah menghadangnya. “Pergilah lagi!

Mintalah pada si ikan emas untuk si jahat kelinci kita sebuah rumah baru. Kita tidak bisa tinggal di sini terus, rumah ini sudah hampir roboh. ”Maka si kakek pun kembali ke tepi laut dan berseru: Wahai ikan emas ajaib, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami!

Dalam sekejap ikan emas itu muncul di hadapan si si jahat kelinci, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?” “Buatkanlah kami rumah baru!” pinta kakek, “istriku sangat marah, dia tidak ingin tinggal di rumah kami yang lama karena rumah itu sudah hampir roboh.” “Tenanglah kek! Pulanglah! Keinginanmu sudah kukabulkan.” Kakek pun pulang. Sesampainya di rumah, dilihatnya bahwa rumahnya telah menjadi baru. Rumah yang indah dan terbuat dari kayu yang kuat.

Dan di depan pintu rumah itu, nenek sedang menunggunya dengan wajah yang tampak jauh lebih marah dari sebelumnya. “Dasar kakek bodoh! Jangan kira aku akan merasa puas hanya dengan membuatkanku rumah baru ini. Pergilah kembali, dan mintalah pada ikan emas itu bahwa aku tidak mau menjadi istri nelayan. Aku ingin menjadi nyonya bangsawan. Sehingga orang lain akan menuruti keinginanku dan menghormatiku!” Untuk kesekian kalinya, si kakek kembali ke tepi laut dan berseru: Wahai ikan emas ajaib, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami!

Dalam sekejap ikan emas itu muncul di hadapan si kakek, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?” “Istriku tidak bisa membuatku tenang. Dia bahkan semakin marah. Katanya dia sudah lelah menjadi istri nelayan dan ingin menjadi nyonya bangsawan” pinta kakek. “Baiklah. Pulanglah! Keinginanmu sudah dikabulkan!” kata ikan emas. Alangkah terkejutnya si kakek ketika kembali ternyata kini rumahnya telah berubah menjadi sebuah rumah yang megah. Terbuat dari batu yang kuat, tiga lantai tingginya, dengan banyak sekali pelayan di dalamnya.

Si kakek melihat istrinya sedang duduk di sebuah kursi tinggi sibuk memberi perintah kepada para pelayan. “Hallooo istriku,” sapa si kakek. “Betapa tidak sopannya,” kata si nenek. “Berani sekali kau mengaku sebagai suamiku.

si jahat kelinci

Pelayan! Bawa dia ke gudang dan beri dia 40 cambukan!” Segera saja beberapa pelayan menyeret si kakek ke gudang dan mencambuknya sampai si kakek hampir tidak bisa berdiri. Hari berikutnya istrinya memerintahkan kakek untuk bekerja sebagai tukang kebun. Si jahat kelinci adalah menyapu halaman dan merawat kebun. “Dasar perempuan jahat!” pikir si kakek. “Aku sudah memberikan dia keberuntungan tapi dia bahkan tidak mau mengakuiku sebagai suaminya.” Lama kelamaan si nenek bosan menjadi nyonya bangsawan, maka dia kembali memanggil si kakek: “Hai lelaki tua, pergilah kembali kepada ikan emasmu dan katakan ini padanya: aku tidak mau lagi menjadi nyonya bangsawan, aku mau menjadi ratu.” Maka kembalilah si kakek ke tepi laut dan berseru” Wahai ikan emas ajaib, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami!

Dalam sekejap ikan emas itu muncul di hadapan si kakek, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?” “Istriku semakin keterlaluan. Dia tidak ingin lagi menjadi nyonya bangsawan, tapi ingin menjadi ratu.” “Baiklah.

Pulanglah! Keinginanmu sudah dikabulkan!” kata ikan emas. Sesampainya kakek di tempat dulu rumahnya berdiri, kini tampak olehnya sebuah istana beratap emas dengan para penjaga berlalu lalang. Istrinya yang kini berpakainan layaknya seorang ratu berdiri di balkon dikelilingi para jendral dan gubernur. Dan begitu dia mengangkat tangannya, drum akan berbunyi diiringi musik dan para tentara akan bersorak sorai. Setelah sekian lama, si nenek kembali bosan menjadi seorang ratu.

Maka dia memerintahkan para jendral untuk menemukan si kakek dan membawanya ke hadapannya. Seluruh istana sibuk mencari si kakek. Akhirnya mereka menemukan kakek di kebun dan membawanya menghadap ratu. “Dengar lelaki tua! Kau harus pergi menemui ikan emasmu! Katakan padanya bahwa aku tidak mau lagi menjadi ratu. Aku mau menjadi dewi laut sehingga semua laut dan ikan-ikan di seluruh dunia menuruti perintahku.” Kakek terkejut mendengar permintaan istrinya, dia mencoba menolaknya.

Tapi apa daya nyawanya adalah taruhannya, maka dia terpaksa kembali ke tepi laut dan berseru: Wahai ikan emas ajaib, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami! Kali ini si ikan emas tidak muncul di hadapannya.

Kakek mencoba memanggil lagi, namun si ikan emas tetap tidak mau muncul di hadapannya. Dia mencoba memanggil untuk ketiga kalinya. Tiba-tiba laut mulai bergolak dan bergemuruh. Dan ketika mulai mereda muncullah si ikan emas, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?” “Istriku benar-benar telah menjadi gila,” kata kakek. “Dia tidak mau lagi menjadi ratu tapi ingin menjadi dewi laut yang bisa mengatur lautan dan memerintah semua ikan.” Si ikan emas terdiam dan tanpa mengatakan apapun dia kembali menghilang ke dalam laut.

Si kakek pun terpaksa kembali pulang. Dia hampir tidak percaya pada penglihatannya ketika menyadari bahwa istana yang megah dan semua isinya telah hilang. Kini di tempat itu, berdiri sebuah gubuk reot yang dulu ditinggalinya. Dan di dalamnya duduklah si nenek dengan pakaiannya yang compang-camping.

Mereka kembali hidup seperti dulu. Kakek kembali melaut. Namun seberapa kerasnya pun dia bekerja. hasil yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. 3. Kisah Burung Pipit Berlidah Pendek Pada Zaman dahulu kala, di suatu desa kecil di Negara Jepang tinggalah sepasang kakek dan nenek. Kakek adalah seorang yang sangat baik si jahat kelinci dan pekerja keras.

Sebaliknya nenek adalah seorang penggerutu dan senang mencaci maki, sikapnya juga kasar dan buruk. Itulah sebabnya kakek lebih suka menghabiskan waktunya dengan bekerja di ladang dari pagi hingga petang. Mereka tidak dikaruniai anak, tapi kakek memiliki seekor burung pipit yang selalu menghiburnya. Dia sangat cantik dan si jahat kelinci nama Suzume. Kakek sangat menyayanginya. Setiap petang sepulangnya dari ladang, kakek akan membuka kandang Suzume, membiarkannya terbang di dalam rumah, lalu mengajaknya bermain, berbicara, dan mengajarinya trik-trik yang dengan cepat dipelajarinya.

Si jahat kelinci hari, saat kakek pergi bekerja, nenek mulai membereskan rumah. Kemarin nenek sudah menyiapkan bubur tepung beras untuk melicinkan pakaian yang sudah dicuci. Bubur itu disimpannya di atas meja. Tapi kini mangkuk buburnya telah kosong.

Rupanya kakek lupa menutup kandang Suzume, sehingga dia terbang di sepanjang rumah dan memakan bubur tepung beras nenek. Saat si nenek kebingungan mencari siapa yang menghabiskan buburnya, Suzume terbang menghampiri nenek.

Dia membungkuk memberi hormat lalu kicaunya: “Sayalah yang memakan bubur tepung beras nenek. Saya pikir itu adalah makanan untukku. Saya mohon maafkanlah saya. Twit! Twit! Twit……!” Nenek sangat marah mendengar pengakuan si burung pipit. Memang nenek tidak pernah menyukai Suzume. Baginya keberadaan Suzume hanya mengotori rumah saja.

Ini adalah kesempatan si nenek untuk melampiaskan kemarahannya. Maka keluarlah cacian dari mulut nenek. Tidak cukup sampai disitu nenek yang kalap merenggut Suzume yang malang dan memotong lidahnya hingga putus. “Ini adalah pelajaran buatmu!” kata nenek, “karena dengan lidah ini kamu memakan bubur tepung berasku! Sekarang pergilah dari sini! Aku tak mau melihatmu lagi!” Suzume hanya bisa menangis menahan sakit, dan terbang jauh ke arah hutan.

Sore harinya kakek pulang dari ladang. Seperti biasa kakek menghampiri kandang Suzume untuk mengajaknya bermain. Tapi ternyata kandang itu sudah kosong. Dicarinya Suzume di sekeliling rumah dan dipangilnya, namun Suzume tidak juga muncul. Kakek merasa yakin bahwa neneklah yang telah membuat Suzume pergi. Maka kakek pun menghampiri nenek dan bertanya: “Kemana Suzume? Kau pasti tahu dimana dia.” “Burung pipitmu?” kata nenek, “Aku tidak tahu dimana dia.

Aku tidak melihatnya sepanjang hari ini. Oh, mungkin dia jenis burung yang tidak tahu berterima kasih. Makanya dia kabur dan tak ingin kembali meskipun kau sangat menyayanginya.” Kakek tentu saja tidak percaya dengan perkataan nenek. Dia memaksanya untuk berbicara jujur. Akhirnya nenek mengaku telah mengusir Suzume dan memotong lidahnya. Itu hukuman karena dia telah berbuat nakal” kata nenek.

“Kenapa kau begitu kejam?” kata kakek. Si jahat kelinci sebenarnya sangat marah, tapi dia terlalu baik untuk menghukum istrinya yang kejam. Namun dia tidak bisa berhenti si jahat kelinci Suzume yang pasti sangat menderita. “Betapa malangnya Suzume.

Dia pasti kesakitan. Dan tanpa lidahnya dia mungkin tidak bisa berkicau lagi,” pikir kakek. Dia bertekad untuk mencari Suzume sampai ketemu besok pagi. Esoknya, pagi-pagi sekali kakek sudah berkemas dan bersiap pergi untuk mencari Suzume. Dia pergi ke bukit lalu ke dalam hutan. Di setiap rumpunan bambu yang ditemuinya, dia akan berhenti dan mulai memanggilnya: “Dimana oh dimana burung pipitku yang malang, Dimana oh dimana burung pipitku yang malang” Kakek terus mencari Suzume tanpa kenal lelah.

Dia bahkan lupa kalau perutnya belum diisi sejak pagi. Sore harinya, sampailah kakek di rumpunan bambu yang rimbun. Dia pun mulai memanggil lagi: “Dimana oh dimana burung pipitku yang malang, Dimana oh dimana burung pipitku yang malang” Dari rimbunan bambu tersebut, keluarlah Suzume. Dia membungkukan kepalanya, memberi hormat pada kakek. Kakek senang sekali bisa menemukan Suzume, apalagi ternyata lidah Suzume telah tumbuh lagi sehingga dia tetap bisa berkicau.

Suzume mengajak kakek untuk mampir ke rumahnya. Ternyata Suzume memiliki keluarga dan mereka tinggal di sebuah rumah seperti layaknya manusia. “Suzume pasti bukan burung biasa,” pikir kakek.

Kakek mengikuti Suzume memasuki rumpunan bambu. Rumah Suzume ternyata sangat indah. Dindingnya terbuat dari bambu berwarna putih cerah. Karpetnya sangat lembut, bantal yang didudukinya sangat si jahat kelinci dan dilapisi sutra yang sangat halus. Ruangannya sangat luas dan dihiasi ornamen-ornamen yang cantik. Kakek disuguhi berbagai makanan dan minuman yang sangat lezat, juga tarian burung pipit yang sangat menakjubkan. Kakek juga diperkenalkan kepada seluruh anggota keluarga Suzume.

Mereka semua sangat berterima kasih pada kakek yang telah merawat Suzume dengan baik. Sebaliknya kakek pun memohon maaf atas perlakuan istrinya yang kejam terhadap Suzume. Waktu berlalu tanpa terasa. Malam pun semakin larut. Akhirnya kakek meminta diri dan berterima kasih atas sambutan keluarga Suzume yang hangat. Suzume memohon supaya kakek menginap satu atau dua malam, namun kakek bersikeras untuk pulang karena pasti nenek kebingungan mencarinya.

Kakek berjanji akan sering-sering mengunjungi suzume lain waktu. Sebelum pulang Suzume memaksa kakek untuk memilih kotak hadiah untuk dibawanya pulang. Ada dua buah kotak yang ditawarkan.

Satu kecil dan satu lagi besar. Kakek memilih kotak kecil. “Aku sudah tua dan lemah,” katanya. “Aku tidak akan kuat jika harus membawa kotak yang besar.” Suzume dan keluarganya mengantarkan kakek sampai keluar dari rumpunan bambu dan sekali lagi membungkukan kepalanya memberi hormat. Setibanya di rumah, nenek langsung mencecarnya: “Kemana saja seharian? Kenapa si jahat kelinci malam baru pulang?” tanyanya.

Kakek mencoba menenangkannya dan memperlihatkan kotak yang didapatnya dari Suzume. Kakek juga menceritakan pertemuannya dengan Suzume. “Baiklah!” kata nenek.

“Sekarang cepat buka kotak itu! Kita lihat apa isinya.” Maka mereka lalu membuka kotak itu bersama-sama. Betapa terkejutnya mereka, ternyata kotak itu penuh berisi uang emas, perak dan perhiasan-perhiasan yang sangat indah. Kakek mengucap syukur berkali-kali atas anugerah itu.

Tapi nenek yang serakah malah memarahi kakek karena tidak memilih kotak yang besar. “Kalau kotak yang kecil saja isinya bisa sebayak ini apalagi kotak yang besar,” teriaknya. Esok paginya setelah memaksa kakek untuk menunjukkan jalan ke tempat Suzume, nenek pergi si jahat kelinci penuh semangat. Kakek mencoba melarangnya, namun sia-sia saja. Setelah melewati bukit dan masuk ke dalam hutan, sampailah si nenek di tepi rimbunan bambu, maka dia pun mulai memanggil: “Dimana oh dimana burung pipitku yang malang, Dimana oh dimana burung pipitku yang malang” Suzume pun keluar dari rimbunan bambu dan membungkukan kepalanya ke arah nenek.

Tanpa membuang waktu dan tanpa malu nenek berkata: “Saya tidak akan membuang waktumu. Aku datang kesini hanya untuk meminta kotak yang kemarin ditolak oleh kakek. Setelah itu aku akan pergi.” Suzume memberikan kotak yang diminta, dan tanpa mengucapkan terima kasih, nenek segera meninggalkan tempat itu. Kotak itu sangat berat.

Dengan terseok-seok nenek memanggulnya. Semakin lama kotak itu semakin berat, seolah-olah berisi ribuan batu. “Kotak ini pasti berisi harta karun yang sangat banyak,” pikir nenek. Dia sudah tidak sabar ingin mengetahui isi kotak tersebut. Maka dia menurunkan kotak itu dari punggungnya dan lalu membukanya. Wuuuuush……!!! Dari dalam kotak itu keluar ribuan makhluk yang menyeramkan dan mengejar nenek yang langsung lari terbirit-birit. Beruntung nenek bisa sampai di rumahnya meski jantungnya serasa mau putus.

Kepada kakek dia menceritakan apa yang dialaminya. “Itulah hukuman bagi orang yang serakah,” kata kakek. “Semoga ini menjadi pelajaran buatmu.” Sejak saat itu nenek tidak pernah lagi mengeluarkan kata-kata kasar dan selalu berlaku baik pada orang lain. Dan mereka berdua hidup bahagia selamanya. 4. Monyet dan Babi Hutan Di suatu hutan rimba hidup seekor Babi hutan yang pemurung. Ia mempunyai tetangga seekor Monyet yang mempunyai sifat sebaliknya. Monyet itu periang, banyak memiliki sahabat, serta pintar memberi nasihat.

Karena senantiasa sedih dan murung, suatu hari Babi hutan pergi ke rumah Monyet. Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu jauh, akhirnya Babi hutan sampai di rumah Monyet. Saat itu terlihat Monyet sedang berbaring sambil bersiul di serambi rumahnya. Babi hutan berkata, “Monyet, kudengar kau binatang paling bijaksana di rimba belantara.

Benarkah itu?” Sahut monyet, “Kata warga rimba, memang demikian.”, kata Babi Hutan. “Bolehkah aku meminta nasihat padamu?” kata Babi hutan lebih lanjut. “Oh silahkan, memangnya kamu ada masalah apa, aku lihat kamu baik-baik saja”, kata Monyet.

“Begini, Monyet. Aku tidak pernah merasa bahagia dalam hidup ini. Apa gerangan sebabnya?” Apakah aku terkena kutukan dari dewa? Tanya Babi hutan kemudian. Monyet berpikir sejenak, kemudian jawabnya, “Ohoooo…. Babi hutan, kamu tidak terkena kutukan. Aku ada nasihat kepadamu, pergilah cari pohon Bonga. Buahnya berwarna hitam. Petiklah buahnya, lalu makanlah.

Dengan memakan sebuah Bonga saja kau akan merasakan bahagia seumur hidupmu.” “Buah Bonga? Aku baru mendengar sekarang. Di mana terdapat pohon buah itu?” Semudah itukah untuk merasakan bahagia?” Tanya Babi hutan.

“Sudahlah, ikuti saja petunjukku.” Jawab Monyet. “Pergi saja kamu dan bertanyalah kepada penduduk hutan ini dimana tempatnya pohon Bonga berada”, kata Monyet kemudian. Babi hutan menjawab, “ Baiklah Monyet, akan aku ikuti nasihatmu.” Esoknya Babi hutan bergegas pergi berkelana di hutan belantara untuk mencari buah kebahagiaan itu. Kesana kemari babi hutan mencari buah itu, dia bertanya kepada para penghuni hutan untuk minta tahu dimana gerangan pohon Bonga berada.

Pada suatu sore menjelang malam di tepi danau Babi hutan bertemu dengan Kerbau. “Hai Kerbau yang baik hati, tahukah kamu dimana pohon Bonga berada?” Tanya Babi hutan. “Pohon Bonga?” aku belum pernah mendengarnya.” Jawab Kerbau. Mereka berdua terlibat pembicaraan mengenai pohon Bonga.

Sampai akhirnya matahari hampir tenggelam Kerbau mengajak Babi hutan untuk bermalan di rumahnya. Akhirnya malam itu Babi hutan menginap di rumah Kerbau, sampai larut malam mereka berdiskusi tentang pohon Bonga sampai tanpa terasa keduanya tertidur pulas. Pagi-pagi sekali Babi hutan segera berpamitan kepada Kerbau untuk melanjutkan perjalanannya mencari pohon Bonga.

Demikianlah seterusnya tanpa menyerah Babi hutan berkelana mencari keberadaan pohon Bonga. Sampai tak terasa sudah satu tahun Babi hutan berkelana dan akhirnya ia tiba di rimba tempat ia lahir. Monyet menyambut kedatangan babi hutan, yang kini wajahnya segar dan ceria. Tanya monyet, “sudahkah kau temukan buah Bonga?” Babi hutan menjawab, “belum, Monyet.

Si jahat kelinci, aku sudah menemukan kebahagiaan itu. Kini aku sangsi, benarkah ada pohon Bonga itu? Seluruh pelosok dunia telah si jahat kelinci. Tidak seorang pun tahu tentang buah ajaib itu.” Sambil menyungging senyum, menjawablah monyet, “Benar dugaanmu, Babi hutan.

Buah Bonga hanya karanganku belaka. Tentu saja kau tidak bisa menemukannya. Tetapi ngomong-ngomong, bagaimana si jahat kelinci kau memperoleh kebahagiaan itu?” Babi hutan menjawab, “Aku menikmati perjalanan itu. Di mana mana aku menjalin persahabatan. Setiap hari ada hal hal baru yang kulihat. Nah, ternyata dengan banyak bersahabat dan melihat luasnya dunia, hati kita menjadi bahagia.” Monyet mengangguk angguk mengiyakan.

SEKIAN. 5. Si Kancil dan Sekawanan Gajah Dongeng Si Kancil: Suatu hari di Hutan Pakis, Si Kancil tengah berjalan-jalan di tepian danau. Sambil bersiul dan berdendang keasyikan sambil makan buah mentimun kesukaannya. “Blusukkkk krik krik krik….byuuurrr!!!!” Sang Kancil tiba-tiba terperosok ke dalam sebuah sumur tua tatkala sedang berada di tepi hutan saat dalam perjalanan menuju Pantai Samas.

Kabut masih si jahat kelinci saat itu sehingga sumur tersebut tidak terlihat oleh Sang Kancil. Rupanya itu adalah sumur peninggalan Tarzan yang telah lama meninggalkan tempat itu untuk menjadi Tarzan Kota.

“Aduh biyuuungg, kakiku sakit buangeeet!” teriak Sang Kancil yang tubuhnya hanya kelihatan kepalanya karena terendam air — sambil mulutnya nyengir-nyengir menahan sakit. Meskipun dirinya terjatuh di air, karena air sumur tak seberapa dalam maka kakinya terasa nyeri yang hebat akibat benturan. Lalu dengan terpincang-pincang Sang Kancil berenang menepi dan duduk di batu besar yang menyembul di tepi sumur. Sang Kancil termenung memikirkan nasibnya.

Sumur ini ada di tepi hutan. Jarang sekali ada binatang yang berani bepergian sampai ke tepi hutan. Paling-paling sekawanan Gajah yang sedang menjajaki rute baru, kawanan Babi Hutan yang hendak mencari jagung atau Serigala yang sedang mencari-cari makanan tambahan karena sudah bosan dengan makanan yang ada di dalam hutan.

Itu artinya dirinya harus lama menunggu sampai ada binatang yang menemukan dirinya di dalam sumur. dongeng binatang dongeng si kancil dan gajahSetelah tiga hari tiga malam terjebak, pada hari keempat barulah muncul sekawanan Babi Hutan yang melongok dari bibir sumur. Mereka kehausan dan sedang mencari-cari sumber air minum yang memang jarang ada di tepi hutan itu.

Sang Kancil berteriak kegirangan melihat Babi Hutan. “Woooiiii beib, bantu aku keluar dari sini duuuuuuung!!!” teriaknya sekuat tenaga. Tapi alih-alih menolong Sang Kancil, para Babi Hutan malahan lari terbirit-birit mendengar suara menggelegar dari dasar sumur. Dikiranya ada monster penunggu sumur yang akan memakan mereka. Sang Kancil kesal bukan main. Dianggapnya para Babi Hutan itu sungguh terlalu takut pada bayangan monster dalam pikiran mereka sendiri. Mereka terlalu percaya pada cerita-cerita monster sehingga apa saja yang aneh dan menakutkan langsung dianggap monster.

Pada hari kelima muncul lagi seekor binatang lain. Kali ini datang seekor keledai yang baru saja meloloskan diri dari majikannya. Dengan hati riang senang-senang dia bersiul-siul menyusuri tepi hutan. Sampailah dia di bibir sumur tempat Sang Kancil terperosok. Tentu saja dia haus dan penasaran, apakah bisa minum dari sumur tersebut. Belajar dari pengalaman ketakutan para Babi Hutan, kali ini Sang Kancil tidak berteriak.

Dia hanya menyapa pelan pada Keledai yang tengah melongokkan kepala.

si jahat kelinci

“Wahai teman, Tolonglah aku. Aku terperosok di dalam sumur tanpa bisa keluar lagi” kata Sang Kancil. Keledai melihat sejenak ke dalam sumur dan terheran-heran mendengar suara dari dalam sumur. Kemudian dia mengamat-amati dasar sumur, barulah dilihatnya Sang Kancil yang sedang duduk lemas di atas batu. Tiba-tiba Keledai tertawa terbahak-bahak. Si Keledai tertawa terpingkal-pingkal sampai-sampai berguling-guling di atas tanah. “Hohohoho…bukankah kamu itu Kancil yang terkenal cerdik itu??.

Gunakan otakmu yang katanya hebat itu! Atau kecerdasanmu itu si jahat kelinci bohong belaka sehingga kamu masih butuh bantuanku? Uruslah sendiri nasibmu!. Aku tak punya banyak waktu untuk menolongmu!. Lagipula waktu aku jadi peliharaan majikanku, tak ada seorang pun yang peduli. Kini giliranmu dicuekin….Hahahahahaha. Sorry yah!” kata Keledai sambil berlalu dengan masih ketawa ngikik. Sang Kancil si jahat kelinci ditinggal seorang diri di dalam sumur.

Pada hari keenam muncullah sekelompok orang membawa pedati yang beristirahat di tempat itu. Mereka mendirikan tenda-tenda dan mulai memasak. Nampaknya mereka adalah kafilah pedagang yang sedang mampir beristirahat. Saat terdengar suara-suara orang berteriak-teriak gaduh karena berhasil menangkap seekor keledai yang lepas, tahulah Sang Kancil bahwa keledai yang kemarin menertawakan dirinya itu masih berkeliaran di sekitar sumur dan tertangkap kembali oleh tuannya.

Sungguh malang nasibnya. Sang Kancil menyadari bahwa dirinya juga harus menghindar dari tangkapan mereka. Maka cepat-cepatlah dia masuk ke sebuah rongga yang ada di dinding sumur dan bersembunyi di situ si jahat kelinci takut ditangkap dan dijadikan sate kancil yang tersohor kegurihannya. Untunglah para pedagang itu jarang melongok ke dalam si jahat kelinci sehingga tidak memergoki Sang Kancil.

Mereka hanya sesekali saja pergi ke sumur itu untuk mengambil air dengan ember yang diikat dengan tali. Air itu dipergunakan untuk memasak, mencuci dan mandi.

Keesokan harinya mereka telah meninggalkan tempat itu. Dari suara-suara mereka, tahulah Sang Kancil bahwa para pedagang itu membuang ember bertali di dekat sumur karena dianggapnya sudah usang. Pada hari ketujuh muncullah sekelompok gajah yang melintas di dekat sumur. Mereka meneliti dasar sumur karena kehausan. Tak sengaja terlihat oleh mereka Sang Kancil tengah tertidur di sana.

Para Gajah itu saling berbisik membicarakan binatang yang tengah terbaring di dasar sumur. Kemudian mereka berteriak memanggil Sang Kancil. Sang Kancil kaget oleh teriakan para Gajah dan terbangun. Dilihatnya ada beberapa kepala gajah menyembul di bibir sumur. Diam-diam dia sedang berpikir keras cara minta bantuan mereka untuk keluar dari sumur. Akhirnya dia memutuskan untuk membantu para Gajah, baru kemudian minta tolong pada mereka. Memberi dulu baru kemudian menerima pertolongan.

“Wahai Gajah kita adalah sobat yang harus tolong menolong” kata Kancil. Para Gajah mengangguk-angguk sambil bergumam tanda setuju.

Mereka tak sadar jika Sang Kancil berada di dalam sumur karena terjatuh. “Aku tahu kalian kehausan. Aku akan membantu kalian mengambil air dari dalam sumur. Coba lihat adakah ember dan tali yang diletakkan di dekat sumur. Kemarin kudengar para kafilah membuang ember beserta talinya karena sudah punya ember baru. Walaupun butut ember itu masih berguna bagi kalian.

Turunkan ember ke dalam sumur, pegang ujung talinya. Aku akan membantumu menciduk air sumur” teriak Sang Kancil. Para Gajah yang tengah kehausan dengan antusias mencari-cari barang yang disebutkan Sang Kancil. Sampai akhirnya mereka menemukan tak jauh dari bibir sumur tergeletak ember butut yang diikat dengan tali yang tak kalah bututnya dan penuh sambungan.

Kemudian si jahat kelinci menurunkan ember ke dalam sumur. Sang Kancil membantu menciduk air dan menyuruh gajah menarik ember yang sudah terisi air ke atas. Begitulah berulang kali air diambil dari dasar sumur. Dengan girangnya para Gajah bergantian minum dan mandi dari air dalam ember yang diambil dari dalam sumur. Maklum sudah dari kemarin mereka kesulitan mencari sumber air. Setelah semua Gajah selesai mandi, barulah Sang Kancil berteriak untuk minta dikeluarkan dari dasar sumur.

Merasa Sang Kancil telah membantu mereka mendapatkan air, para Gajah dengan senang hati membantu Sang Kancil keluar dari dasar sumur. Sang Kancil berpegangan erat pada ember saat dia ditarik keluar dari dasar sumur. Para Gajah serta merta mengerumuninya dan bertanya-tanya mengapa Sang Kancil bisa berada di dasar sumur.

Tadinya mereka mengira Sang Kancil sengaja berdiam diri di sana. Kemudian Gajah-gajah itu membawakan berbagai macam pucuk daun muda dan buah-buahan untuk Sang Kancil yang terlihat begitu lemah sehingga sulit berjalan. Setelah satu malam menginap di tempat itu dengan dijaga para Gajah, Sang Kancil merasa dirinya cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan menuju pantai selatan samas untuk bertemu dengan keluarga Paus biru.

Keluarga mamalia laut raksasa si jahat kelinci mengundang Sang Kancil untuk mengajari mereka tentang perubahan angin, cuaca dan iklim di Samudera Hindia agar mereka tidak terdampar di pantai yang dangkal karena kesalahan memperkirakan sifat-sifat lautan.

Kancil berterimakasih pada para Gajah yang telah membantunya. Para Gajah juga merasa sangat berhutang budi pada Sang Kancil yang telah memberi tahu teknik sederhana mengambil air dari dalam si jahat kelinci. Sengaja mereka membawa ember butut bertali ke rumah mereka si jahat kelinci tengah hutan.

Di sana terdapat sumur yang tidak pernah dimanfaatkan karena para Gajah tidak tahu cara mengambil air dari sumur yang dalam. (SELESAI). Baca Cerita Menarik yang Lainnya: • Cerita Lucu yang Bikin Ngakak • Contoh Cerita Humor Lucu 6. Burung Bangau dan Seekor Anjing romawiki.org 7. Kijang dan Seekor Kambing 12. Kelinci dan Anjing Petani romawiki.org 13. Kuda yang memakai kulit harimau romawiki.org 14.

Semut dan Belalang romawiki.org 15. Rubah dan Kambing (Karya Tony Ireland) romawiki.org 16. Kelinci dan Kura Kura (Karya Aesop) romawiki.org 17. Beruang dan Lebah romawiki.org 18. Gagak dan Elang romawiki.org 19. Keledai dan Katak romawiki.org 20. Ayam dan Kuda Nil romawiki.org 21. Gajah yang baik hati dan suka menolong si jahat kelinci 22.

Lebah dan Semut romawiki.org 23. Si Monyet Yang Nakal romawiki.org 24. Kecerdikan Menumbuhkan Kebaikan romawiki.org 25. Pertolongan Membawa Bahagia romawiki.org 26.

Katak dan Siput romawiki.org 27. Semut dan Lebah romawiki.org 28. Harimau Yang Terjerumus romawiki.org 29. Patih Buaya Yang Korupsi romawiki.org 30. Keharuan Seekor Anjing romawiki.org si jahat kelinci. Cerita Fabel : Si Ulat Bulu yang Baik Hati Ada sebuah taman labirin kecil nan elok yang menghiasi sebuah istana kerajaan yang megah.

Di taman labirin itu tumbuh dan hiduplah berbagai macam bunga yang amat sangat indah dan sedap dipandang. Aromanya pun memikat siapapun yang menghirupnya. Daun-daunnya yang hijau dan segar pun seolah-olah menyejukkan mata. Diantara berbagai jenis bunga yang tumbuh disana, hiduplah seekor ulat yang berbulu hitam pekat dan gemuk.

Diantara ulat-ulat yang tinggal disana, si ulat bulu inilah yang memiliki bulu paling lebat paling muda dari pada ulat lainnya. Meskipun begitu, ia tidak menyombongkan apa yang dimilikinya kepada yang lain. Tatkala itu hinggaplah seekor kupu-kupu betina di sebuah dahan bunga mawar dan bergegas menghisap madu bunga mawar tersebut hingga terasa kenyang dan puas dengan apa yang didapatinya hari itu. Sembari hinggap di dahan bunga mawar, ia pun menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak sembari memandangi indahnya bunga- bunga di taman labirin tersebut.

Tanpa disengaja, si kupu-kupu betina tadi mengalihkan pandangan matanya di sebuah tangkai daun yang masih ranum. Dilihatnya lah si ulat bulu yang hendak mencari makan. “ihhh…binatang apa itu? Mengapa kumal sekali dia?” gemih si kupu-kupu betina menatapnya dengan keheranan.

Akan tetapi si ulat bulu tak mendengar apa yang telah diucapkan si kupu-kupu tadi dan melahapi pucuk dedaunan ranum yang renyah dan nikmat untuk disantap. Karena merasa jijik melihat si ulat bulu, ia pun bertanya dengan lantang “Hai, makhluk jelek, sedang apa kau disana? Apa kamu tidak jijik dengan diri kamu sendiri, kotor dan kumal?”. Karena suaranya yang lantang, akhirnya si ulat bulu pun menoleh menuju asal suara tadi. Dan ternyata suara tadi berasal dari seekor kupu-kupu betina yang cantik rupawan.

“Hai, kupu-kupu betina, bersyukurlah Tuhan menganugerahimu sayap-sayap yang indah yang belum tentu semua hewan memilikinya” sahut si ulat bulu dengan penuh wibawa sembari tersenyum simpul. Mendengar ucapan si ulat bulu tadi, si kupu-kupu betina pun tersadar dan ingat bahwa Tuhan Maha Menciptakan segalanya. Tidak sepantasnya ia mengolok-olok si ulat bulu sedemikian sinisnya karena merasa jijik melihatnya.

Sejenak ia termenung oleh ucapan si ulat bulu tadi. “Hahaha…apa yang sedang kau fikirkan?apakah perkataanku tadi menyakitimu?” Tanya si ulat bulu yang terkejut melihat si kupu-kupu betina yang tengah diam termenung. “aku mohon maaf ulat bulu, tidak sepantasnya perkataan tadi aku ucapkan padamu karena itu sungguh menyakitkanmu…tidak sepantasnya aku merasa jijik dengan apa yang kamu miliki, mestinya aku bisa bersyukur dan bangga dengan segala CiptaanNya.

Kau telah menyadarkanku ulat bulu, sekali lagi maafkanlah aku ulat bulu…” pinta si kupu-kupu sembari meneteskan air mata si jahat kelinci menyesal.

“Sudahlah kupu-kupu…aku tidak apa-apa, aku salut dan bangga padamu. “ jawab si ulat bulu sembari melempar senyumnya kepada si kupu-kupu. “tapi kenapa kau tidak marah kepadaku, ulat bulu?” Tanya si kupu-kupu dengan polosnya. Mendengar pertanyaan si kupu-kupu tadi, si ulat bulu pun tertawa terbahak-bahak.” Hahaha,,untuk apa aku marah kepadamu, kupu-kupu?

Kondisiku memang seperti ini, Tuhan menganugerahiku bulu-bulu yang lebat, dan aku sangat bersyukur memilikinya. Begitu pula dengan kau, kupu-kupu…” “Terima kasih ulat bulu, karena kau tak marah akan perkataanku tadi” ujar si kupu-kupu. “Tentu saja tidak, sahabatku…kita sesama makhlukNya sudah sepantasnya bersyukur dan bersyukur, Oke?!” jawab si ulat bulu sembari tersenyum ramah kepada si kupu-kupu betina.

“Terima kasih ulat bulu…maaf hari sudah mulai petang, aku harus segera pulang bersama saudara-saudaraku di taman seberang istana” kata si kupu- kupu yang hendak berpamitan. “Baiklah kupu-kupu, berhati-hatilah dan salam syukur untuk semua saudaramu disana, ingatlah pesanku tadi” sahut si ulat bulu. “Iya, tentu saja ulat bulu,,terima kasih telah menyadarkanku” jawab si kupu-kupu betina sambil mulai mengepak-kepakkan sayap indahnya dan bergegas terbang.

Selepas kepergian si kupu-kupu betina tadi, si ulat bulu pun segera menyudahi makanannya dan berbaring bersandar santai di sebuah tangkai yang besar dan kuat. Sembari demikian, si ulat bulu tak lupa senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah didapatkannya. “Meremehkan orang lain adalah pekerjaan tak berguna. Menghabiskan tenaga, tapi tak menghasilkan keuntungan apapun. Menghabiskan waktu dan perhatian, tapi tak mendatangkan kebahagiaan.

Hanya kenikamtan satu detik, tapi berakhir dengan sesuatu yang mengecewakan.” Demikianlah Dongeng Fabel Singkat Si Ulat Bulu. Semoga bermanfaat.

32. Cerita Fabel : Lumba-Lumba Penolong Di laut yang luas dan dalam, hidup keluarga lumba-lumba yang bahagia. Mereka terdiri dari ayah, ibu dan dua anak yang bernama Sasa dan Si jahat kelinci.

Walau mereka kembar, tapi mempunyai sifat yang berbeda. Sasa sebagai kakaknya mempunyai sifat berani dan keras, sedangkan Sisi adiknya mempunyai sifat suka menolong dan ramah. Sepi sekali di rumah jika mereka tidak ada, banyak hal yang mereka lakukan jika mereka sedang dirumah, apalagi saat makan, ada saja ulah mereka itu, melihat anak-anaknya yang seperti itu, ayah dan ibu mereka tidak pernah marah.

Pada pagi hari yang cerah, ayah dan ibu lumba-lumba keluar rumah untuk mencari makanan. Baca juga : dongeng fabel binatang ulat bulu yang baik hati “Sasa, Sisi, ibu dan ayah mau mencari makanan buat kita makan nanti, kalian jangan main jauh-jauh ya,” kata ibu Sasa Sisi. “Iya Bu, kami tidak main jauh-jauh” jawan Sasi dan Sisi. Saat kedua orang tuanya berangkat mencari makan, Sasi dan Sisi bermain bersama teman-temannya di permukaan laut, mereka kejar-kejaran, kadang juga melompat ke atas dan saling bercanda.

Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba ada ombak besar datang, ditambah angin yang bertiup kencang, Sisi jadi panik melihat keadaan seperti. “Kak, aku takut. Aku bukan seperti kakak yang pemberani,” teriak Sisi. “Kamu tidak usah takut, Sisi. tetap bersamaku, jangan jauh-jauh,” bujuk Sasa. “Iya, kak. Tapi jangan cepat-cepat berenangnya, jangan tinggalin Sisi ya kak,” pinta Sisi.

“Iya, kamu tenang saja, mana mungkin aku meninggalkan adikku di lautan sepas seperti ini,” jawab Sasa. Perasaan orang tua kepada anaknya sungguh sangat peka.

Ketika ditengah perjalanan, kedua orang tua Sasa dan Sisi gelisah memikirkan keadaan anak-anaknya. “Firasatku tidak enak, pak. Meninggalkan Sasa dan Sisi” tanya ibu lumba-lumba.

“Ibu tidak usah khawatir, mereka akan baik-baik saja. Bapak percaya bu, mereka bisa menjaga diri” jawab bapak lumba-lumba. Setelah suasana lautan reda, ombak kembali normal dan angin sudah seperti biasanya, Sasa dan Sisi pulang ke rumah, dan mereka sangat terkejut melihat sebuah kapal kecil yang karam karena ombak besar tadi. Ada dua orang yang tenggelam. Tampaknya mereka tidak bisa berenang dan mencoba untuk naik ke permukaan laut, namun gagal. Melihat kejadian itu, Sasa dan Sisi berniat untuk si jahat kelinci mereka.

“Ayo kak, kita tolong mereka” ajak Sisi. “Iya Si, kasihan mereka tidak bisa berenang” jawan Sasa. Sasa dan Sisi langsung berenang menuju kedua orang itu, lalu mereka menaikkan tubuh orang itu dengan pundak mereka.

Sasa membawa satu orang dan Sisi juga membawa satu orang. “Aku melihat daratan, kak” kata Sisi. “Kita antarkan mereka ke daratan itu, Si.

Sepertinya itu sebuah dermaga.” ucap Sasa. Sesampainya di daratan, Sasi dan Sisi meletakkan kedua orang itu di pasir. Disana banyak sekali orang-orang yang tahu kejadian itu, mereka berlari mendekat. “Ada lumba-lumba menolong Anton, tadi aku lihat kapalnya tenggelam,” kata salah satu orang itu.

“Terima kasih lumba-lumba, sudah menolong teman kami,” ucap mereka sambil si jahat kelinci Sasa dan Sisi. Mereka berdua menganggukkan kepala, lalu mereka kembali ke laut sambil melompat ke atas, orang-orang bertepuk tangan dan bersorak memuji lumba-lumba itu. Setelah beberapa saat hari sudah mulai sore, Sasa dan Sisi sadar pulang terlambat, kedua orang tua nya pasti mencari mereka. Lalu mereka bergegas pulang kerumah, sesampainya di rumah Sasa dan Sisi bertemu bapak dan ibu yang juga baru pulang dari mencari makanan.

Di saat makan malam bersama, mereka menceritakan kejadian tadi siang. Bapak dan ibu tersenyum dan bangga dengan Sasa dan Sisi. “jika kamu malas untuk menolong orang lain, maka bayangkanlah jika tak ada seorangpun yang mau menolong kamu.” 33. Cerita Fabel : Tipu Daya Monyet Di sebuah hutan yang lebat, ada seekor monyet kecil bernama Mimi yang suka meloncat si jahat kelinci kesini. Ia gemar bermain dan sering si jahat kelinci waktu jika dia sibuk bermain. Sambil makan pisang, dia bergelantungan di pohon dengan riang gembira.

Mimi mempunyai sahabat, namanya Popo. kemana Mimi pergi, Popo pasti selalu menemani. Namun Popo mempunyai tubuh yang besar sehingga kurang lincah bila melompat-lompat, sering kali Mimi mengerjainya. Pada saat asyik bermain di pohon dekat sungai, terlihat seekor buaya datang menghampiri mereka berdua, Mimi dan Popo menyapa buaya itu.

“Hai Buaya, apa kabarmu hari ini?” Mimi dan Popo menyapa. “Kabarku baik-baik saja, bagaimana kabar kalian berdua?” jawab buaya lanjut bertanya. “Kabar kami berdua juga baik-baik saja” jawab Mimi. “Ada keperluan apa kamu datang kemari, buaya?” lanjut tanya Mimi. “Ah, tidak apa-apa kok. Aku hanya ingin bermain bersama kalian” jawab buaya gagap. “baiklah kalau begitu, ayo kita bermain sekarang” ajak Mimi. “Kita bermain diseberang saja, disana terdapat tempat yang indah dan asyik untuk bermain” bujuk buaya.

“Wah, pasti menyenangkan ini, tapi kami tidak bisa berenang, buaya” tanya Mimi. “Tenang saja, aku akan mengantarkan kalian ke seberang, naik ke punggungku sekarang” jawab buaya. Mimi yang pertama kali di seberangkan oleh buaya itu, dari kejauhan, nampaknya Popo mulai curiga, ia melihat tingkah laku buaya yang aneh, padahal mereka baru kenal, kok tiba-tiba buaya itu bersikap baik kepada mereka berdua. “Harusnya tadi aku mengingatkan Mimi untuk waspada, semoga perkiraanku salah” gumam Popo sendirian.

Sekembalinya buaya dan Mimi dari seberang, Popo lega karena tidak terjadi si jahat kelinci seperti yang dipikirkannya. “Hai Popo, disana ada tempat bermain yang indah sekali, kamu tidak ingin melihatnya?” sapa Mimi.

“Tidak Mimi” jawab Popo. “Sekarang aku pamit pulang dulu ya” kata buaya. “Ya buaya, terima kasih ya” jawab Mimi. Buaya pun meninggalkan mereka berdua di pinggir sungai, sementara Popo terus memandangi buaya dengan penuh rasa curiga.

“Kita harus hati-hati, Mimi. Aku punya firasat yang tidak baik dengan buaya itu” Popo mengingatkan. “Memang kenapa, Popo” tanya Mimi. “Aku melihat perlaku aneh, sorot matanya menandakan ia mempunyai maksud yang si jahat kelinci baik, Mimi” jawab Popo. “Itu cuma perasaanmu saja, kalau dia punya niat tidak baik, pasti di seberang tadi aku sudah di makannya” bantah Mimi. “Itulah kenapa tadi aku memperhatikan kamu terus, dia tahu aku mengawasinya,” jawan Popo.

“Jangan berpikiran buruk dulu, Popo,” ucap Mimi. Keesokan harinya, Mimi sedang bergelantungan di pohon pinggir sungai sendirian dan Popo belum datang untuk bermain dengan Mimi.

“Hari yang indah ya?, kamu sendirian, Mimi?” sapa buaya. “Eh kamu buaya, iya nih aku sendirian, Popo belum si jahat kelinci jawan Mimi. “Kita kesebarang lagi yuk, Mimi” ajak buaya. “Wah, menarik juga nih. Ayo kita berangkat sekarang” jawab Mimi. Dengan gembira Mimi melompat ke punggung buaya, mereka pun berangkat ke seberang. Ditengah perjalanan, buaya berkata kepada Mimi. “Sebenarnya aku sedang mencari obat untuk raja buaya yang sedang sakit.” “Apa obat yang bisa menyembuhkan penyakit rajamu, buaya?” tanya Mimi.

“Obatnya adalah hati dan jantung monyet” jawab buaya. Mendengar jawaban buaya, Mimi terkejut bukan main. Ia sadar maksud buaya itu. “ternyata si Popo benar, aku harus cari cara untuk menyelamtakan diri sebelum aku di bunuh buaya untuk di ambil jantung dan hatiku” kata Mimi dalam hati. Sambil berpikir, Mimi menemukan akal untuk menyelamatkan diri.

“Baiklah buaya, setelah di seberang, engkau boleh mengambil jantung dan hatiku, tapi ijinkanlah aku menikmati pemandangan indah si jahat kelinci untuk terakhir kalinya” akal Mimi. “kamu serius, Mimi?” jawab buaya. “Demi menyelamatkan raja mu, aku siap mengorbankan nyawaku” ucap Mimi. “Baiklah, nikmatilah pemandangan itu sepuas hatimu” jawan buaya.

Baca juga dongeng tentang binatang hiu yang suka berbohong Setelah sampai di seberang, dengan sedikit gemetar, Mimi akhirnya melompat ke daratan. Nampaknya buaya baru sadar kalau dia di tipu oleh Mimi. Di seberang sudah ada Popo yang menunggu bersama seekor burung besar untuk mengantarkan Mimi kembali di tempat semula.

Popo sengaja tidak datang karena sudah tahu niat buaya. Mimi mengucapkan terima kasih kepada Popo, karena sudah mengingatkan dia.

“Perangkap biasa mengenai siapa-saja, tapi kehati-hatian selalu membuat segala jebakan terungkap. Mata harus tetap waspada, tindakan harus tetap hati-hati, tapi kaki harus tetap berlari kencang.” 34. Cerita Fabel : Si Kambing Yang Serakah Alkisah di sebuah hutan nan lebat dimana masih banyak terdapat anak hulu sungai yang jernih airnya, hiduplah seekor kambing bersama kawanan hewan lainnya.

Banyak sekali waktu yang mereka habiskan untuk bergurau dan bercanda bersama-sama. Persahabatan si kambing dengan hewan-hewan lainnya memang tak pernah lekang oleh waktu. Hingga suatu ketika si kambing hendak pergi untuk mencari rumput segar nan hijau, datanglah seekor induk ayam yang juga hendak mencari makan. Dengan rendah hati si ayam pun menyapa si kambing yang berjalan hendak mencari makan, “Hai, Kambing. Apa yang hendak kau lakukan disini?” Tak lama kemudian si kambing pun menjawab “aku hendak mencari rumput segar nan hijau.

Perutku terasa sangat lapar”. “Oh, ya? Kalau begitu mari kita sama-sama mencari makan. Aku si jahat kelinci sudah tidak tahan dengan perutku yang sudah tidak bisa ku ajak kompromi ini”, jawab si ayam si jahat kelinci semangat.

“Benarkah?” Tanya si kambing sembari melangkahkan kakinya mencari makan. “Hmm.iya kambing” jawab si ayam dengan senyum polosnya.

Dengan penuh harap si kambing pun bergegas menyetujui ajakan si ayam tadi, “siiipp…mari kita cari makan bersama”. Sembari berjalan mereka pun asyik mengobrol dan bersenda gurau.

“Yam, memangnya kau mau mencari makan kemana? Bukankah di pematang sawah dekat hutan ini hamper menjelang masa panen dan tentu saja bulir padinya pun masak-masak”.

“hehehehe,,gak apa-apambing” jawab si ayam dengan lugas. Tak berhenti disitu saja, si kambing semakin penasaran mengapa si ayam hendak mencari makan di tempat yang bukan ia biasanya makan yaitu di pematang sawah.

Dimana disitu jelas banyak sekali makanan kesukaan ayam. “Ayolah Yam…mengapa kau ingin mencari makan di tempat yang lain? Apakah kau tidak khawatir jika bulir padi kesukaanmu sudah habis dilahap kawanan wereng?” “Kambing….Kambing…kau itu selalu saja ingin tahu” celetuk si ayam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sembari mengumbar senyum ramahnya kepada si kambing.

“Aku hanya ingin mencari makan dimana di tempat aku makan itu tidak ada yang mengganggu tetapi hewan lainnya pun bisa ikut makan” jelas si ayam kepada kambing. “wow…benar juga yam” sahut si kambing sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Tiba-tiba si kambing merintih kesakitan hingga tak kuasa untuk berjalan. “Kenapa, mbing?” Tanya si ayam penuh panik. “Perutku tak kuasa lagi, yam…”Jawab si kambing dengan wajah pucat.

Sabarlah, mbing…sebentar lagi kau pasti akan segera mendapat rumput segar sesuai keinginanmu. “Benar kamu yam.Baiklah aku turuti nasihatmu” jawab si kambing dengan penuh semangat. “Syukurlah…akhirnya angan-anganku sudah ada di depan mata” celoteh si ayam dengan penuh kegirangan.

“ada apa, yam? Tanya si kambing. “Lihatlah, mbing! Disana ada sepetak pematang sawah dan sepertinya sudah masuk masa panen. Bulir padinya pun terlihat menguning” Jelas si ayam. “Benar sekaliyam! Di sebelah sawah itu pun rumput segar impianku tumbuh subur ” kata si kambing dengan senangnya. Bergegaslah si kambing dan si ayam menuju pematang sawah tersebut.

Dan sesampainya disana si ayam langsung memakan bulir padi itu dengan lahapnya. Tak kalah juga dengan si ayam, si kambing pun bergegas berlari menuju lading rumput di sebelah pematang sawah tadi. “Nyam…Nyam…Nyammm…Hmmm….lezat sekali rumput segar ini yam… “ kata si kambing kepada si ayam. “Samambing…bulir-bulir padiku ini terasa nikmatttt sekali, mbing” jawab si ayam sembari menikmati makanannya. Tak lama kemudian, si ayam sudah merasa kenyang dan duduk santai di bawah pohon jati nan rindang sembari melihat si kambing yang tengah asyik meniknati rumput segar kesukaanya itu.

“Kambing…kalau sudah kenyang jangan lupa untuk berhenti makan ya?!” Gurau si ayam dengan canda ringannya. “Tentu saja, yam…sebentar, aku lanjut makan dulu ya yam,,aku tak mau melewatkan santapanku iki begitu saja. Beberapa saat kemudian terasa kenyanglah si kambing melahapi rumput-rumput segar nan hijau itu dan bergegas berjalan menuju si ayam berteduh santai. “Bagaimana jika lain kali kita kesini lagi, mbing?” di tempat ini aku bisa makan sepuasku begitu pun dengan kau “ kata si ayam dengan penuh kegirangan.

“Tentu sajayam…suatu saat jika kau hendak kesini, jangan lupa tuk mengajak aku” sahut si kambing. Tak terasa hari pun sudah semakin siang. Banyak pula kawanan kerbau yang berdatangan menyambangi sungai di dekat pematang sawah tadi. Karena si kambing tidak begitu suka dengan bau si kerbau yang amat sangat menyengat hidung, maka si kambing pun akhirnya mengajak si ayam untuk segera kembali ke tengah hutan.

Dan si ayam pun menerima ajakan si kambing karena si ayam pun setuju dengan pernyataan si kambing mengenai bau si kerbau yang begitu khas. Setelah beberapa lama kemudian ketika hendak memasuki tengah hutan, tiba- tiba saja si kambing melihat segerombolan kuda jantan yang tengah asyik melahapi rumput segar nan lebat.

Sembari menikmati makanannya, para kawanan kuda jantan tadi juga bersenda gurau dengan riuhnya. Entah kenapa dengan tanpa berfikir panjang, si kambing tiba- tiba merasa lapar tak tertahankan ketika melihat ladang rumput yang telah disantap para kawanan kuda jantan dengan lahap. Si kambing pun berlari cepat kesana hendak menyantap rerumputan segar itu.

“Menyingkirlah kau kuda jantan”! Akan ku santap habis santapanmu itu dalam sekejap saja” teriak si kambing dengan lantang. Kawanan kuda jantan pun sontak kaget dan berlarian kesana kemari karena si kambing berlari sangat kencang dan nyaris akan menyeruduk salah satu kuda jantan tadi. “Awassss, menyingkirlah kau!” Sesampainya di ladang rumput itu, si kambing pun segera melahapnya dengan penuh kerakusan seolah-olah seharian tadi ia tidak mendapatkan makanan sedikit pun.

“Ya, ampun…Kambing! Apa-apaan kau ini!” teriak lantang si ayam. Kawanan kuda jantan tadi pun marah karena daerah kuasaannya telah diganggu oleh kambing. “Hai, kambing! Kenapa kau mengambil hak kami sedangkan kami tidak pernah merrenggut hakmu sekalipun” tegas seekor kuda jantan dengan lantang. Si kambing masih saja asyik makan. “Hai kau! Apa kau tidak mendengarkanku?!” geram si kuda jantan. Sontak salah seekor kuda jantan tadi langsung menyerang si kambing karena ia benar-benar tidak menyukai sifat si kambing yang suka menyerobot apalagi soal makanan.

“Terima seranganku ini!!!” hantam si kuda yang mengenai salah satu kaki kambing hingga akhirnya si kambing pun terpelanting. “egois kau, kuda jantan!” Tidakkah sedikitpun kau membagi makananmu ini kepadaku?? Tak tahukah kau bila aku sedang lapar??” Tanya si kambing dengan sedikit geram kepada mereka.

Mendengar si kambing bicara demikian, si ayam pun segera mengingatkan si kambing “tidak sepantasnya kau bersikap seperti itu, mbing! Bukankah kau tadi telah makan hingga kenyang bersamaku di pematang sawah tepi hutan sana??”.

Oh, begitu ya.ternyata memang kau itu kambing rakus! Semua ingin kau lahap tanpa menghiraukan lainnya” tegas si kuda jantan. “Ahh,tidak bisa.

Semua rumput yang ada di hutan ini adalah milikku. Tak satupun boleh menyentuhnya apalagi memakannya!” jawab si kambing. Tak henti-hentinya si ayam berkali- kali mengingatkan si kambing tapi si jahat kelinci dihiraukannya. Akhirnya kawanan kuda itu pun sepakat si jahat kelinci pelajaran si kambing agar jera dan tak serakah seperti itu.

“Ayo kawan-kawan! Kita habisi saja kambing rakus ini!” teriak salah seekor kuda jantan dengan sangat geram. Seketika itu pun si kambing mendapat serangan sadis dari kawanan kuda jantan tadi. Si ayam pun tak berdaya melihat hal tersebut. Hingga babak belur si kambing dihajar oleh mereka. Tapi si kambing pun tak segera sadar dan meminta maaf kepada mereka. Dengan segala kerendahan hati si ayam pun memberanikan diri untuk si jahat kelinci maaf si kambing kepada mereka.

“Sudah cukup…cukupppp…tolong hentikan semua ini”. Tolong maafkanlah temanku ini kuda.ia pasti khilaf…tolong ampunilah si jahat kelinci kambing” pinta si ayam kepada kawanan kuda. “Mengapa kau meminta maaf untuknya?”Tanya si kuda jantan. “Tolong….ampunilah temanku ini kuda,janganlah kau membuatnya lumpuh akibat seranganmu ini” pinta si ayam sembari meneteskan air mata karena tak tega lagi melihat si kambing dianiaya dengan sadis. “Ampunnn,kuda,,maafkanlah aku,maaf aku telah serakah” pinta si kambing dengan merintih kesakitan.

Hingga terketuklah hati kuda jantan. “Benarkah itu ,mbing? Apakah kelak kau akan mengulanginya lagi ketika kau kelaparan???” Tanya si kuda jantan. “Tidak…aku kapokkk kuda,,sekali lagi ampuni aku kuda,,aku minta maaf telah merenggut hak kalian dan tidak sepantasnya aku seperti ini. Aku hanya takut kelaparan karena tidak segera mendapat rumput segar yang bisa setiap saat kunikmati.

Tolong… ampunilah aku” pinta si kambing dengan penuh harap. Hingga pada akhirnya kawanan kuda itu pun mengampuni si kambing dan membebaskannya. “Berjanjiah, janganlah bersikap seperti tadi, mbing.” Harap si kuda jantan. “iya, kuda…aku berjanji pada kalian dan semua, aku tak akan serakah merenggut makanan orang lain tanpa seijinnya. Percayalah padaku”pinta si kambing. Semenjak peristiwa itu pun si kambing tak lagi serakah dan makan sesuai dengan permintaan perutnya saja dan berhenti makan sebelum kekenyangan.

“Karena keserakahan otak tidak bekerja dalam mengambil keputusan, karena keserakahan hati tidak bekerja dalam melakukan sesuatu, karena keserakahan tak ada sesuatu yang berjalan sempurna.” 35. Cerita Fabel : Persahabatan Kancil dan Paus Di sebuah hutan yang jauh, ada seekor Kancil yang hidup disana, si kancil mempunyai sahabat seeokor ikan Paus.

Mereka saling mengenal dan menjadi sahabat ketika Kancil sedang berjalan di tepi laut, tiba-tiba ada seeokor ikan Paus yang terdampar, lalu Kancil menolongnya hingga ikan Paus itu selamat. Sejak kejadian itu, Paus sering mengajak Kancil putar-putar menikmati pemandangan laut yang indah. Kancil gembira ria bisa naik ikan Paus dan mengelilingi laut yang luas. Keinginan Kancil akhirnya terpenuhi oleh sahabatnya itu. Pada suatu saat Kancil menunggu Paus di tepi laut, tapi, hingga sore tiba, Paus tidak datang.

“Kenapa sahabatku Paus tidak datang ya?” tanya Kancil dalam hati. “Ah, mungkin Puas sedang ada urusan penting, aku pulang sajalah” kata Kancil sambil melangkahkan kaki meninggalkan laut. Ia berharap Paus baik-baik saja dan segera mendapat kabar darinya. Sementara di dasar laut, di istana para Paus sedang mengalami musibah, sang raja Paus menderita penyakit aneh dan para punggawa istana sedang berkumpul untuk mencarikan tabib yang bisa menyembuhkan penyakit raja Paus.

Seluruh rakyat Paus termasuk sahabat kancil juga diberi perintah untuk mencari tabib itu. “Mungkin si jahat kelinci Kancil bisa membantuku mencarikan tabib untuk raja” gumam Paus dalam hati.

Waktu itu juga Paus pergi menemui Kancil di tepi laut. “Dimana si Kancil ya?, baiklah akan ku tunggu dia disini” ucap Paus. Matahari pun sudah hampir terbenam dan Paus masih menunggu Kancil di tepi laut, Akhirnya Kancil pun datang. Kancil senang sahabatnya baik-baik saja. “Hai, Paus sahabatku, kemarin kamu tidak datang ada apa?” tanya Kancil.

“Iya, Kancil. Kemarin ada masalah besar di istana Paus, maafkan aku ya karena aku tidak sempat datang menemuimu” jawab Paus. “Ada masalah apa di istana Paus” tanya Kancil penasaran. “Sudah lebih 5 hari raja Paus sakit aneh, semua rakyat Paus di perintahkan membantu untuk mencarikan tabib untuk mengobati penyakit raja. aku sendiri juga bingung harus mencari tabib kemana. Apakah kamu punya kenalan tabib, sahabatku Kancil?” tanya Paus.

“Di Bangsa Kancil memang ada tabib yang hebat, tapi aku tak tahu rumahnya, dan sudah lama beliau juga tidak pernah terdengar kabar” jawab Kancil. Harapan mulai ada di benak Paus, lalu dia memohon kepada Kancil.

“Tolong aku, Kancil. Carikan rumah tabib itu, aku dengan sangat kamu bisa menolongku” pinta Paus dengan memohon. “Baiklah, sahabatku. Aku akan mencari tahu keberadaan tabib itu, kasih waktu aku 2 hari ya, Paus” kata Kancil. “Baiklah, Kancil. 2 hari besok aku tunggu kamu disini sore hari” jawab Paus lalu pergi. Kancil segera pulang ke rumahnya dan mengumpulkan informasi tentang keberadaan tabib itu. Tapi, tak ada informasi yang bisa di dapatkan Kancil tentang tabib itu.

Akhirnya Kancil melanjutkan pencariannya esok hari. Di pagi hari Kancil masih tertidur, tiba-tiba seekor Rusa datang dan membangunkan Kancil. “Hai, Kancil. Ayo bangun” teriak Rusa.

“Apa apa, Rusa. Kau bangunkan aku pagi-pagi sekali, aku masih ngantuk” kata Kancil. “Aku membawa kabar gembira untukmu, bukanya kamu sedang mencari tabib sakti yang lama menghilang?” tanya Rusa.

si jahat kelinci

“Iya, Rusa. Kamu bisa menunjukkan padaku rumahnya sekarang?” pinta Kancil. “Aku bisa mengantarmu ke rumah tabib itu.

Namun semua itu ada syaratnya, Kancil” jawab Rusa. “Apa syaratnya, Rusa” tanya Kancil lagi. “Kamu harus memberiku semua persediaan ketimun mu dirumah” jawab Rusa. “Baiklah, Rusa. akan ku berikan semua persediaan makananku untukmu, asal kau antarkan aku ke rumah tabib sakti itu. Demi sahabatku” jawan Kancil. Akhirnya Kancil menyerahkan semua persediaan makanannya kepada Rusa, demi menolong sahabatnya, Kancil ikhlas. “Apakah kamu tidak takut kelaparan, Kancil” tanya Rusa.

“Demi menolong sahabatku, aku ikhlas, Rusa” jawab Kancil. Kejadian aneh pun terjadi, tiba-tiba Rusa berubah menjadi seekor Kancil yang tua.

“Siapa kau” tanya Kancil ketakutan. “Aku adalah tabib sakti yang kamu cari. Aku berubah wujud hanya untuk menguji kesetiaanmu kepada sahabatmu. Sekarang ayo kita menemui temanmu Paus, aku akan menyembuhkan penyakit raja Paus” jawab tabib sakti. Akhirnya, Kancil mengajak tabib sakti menemui Paus, mereka bertiga merangkat ke isatan Paus. Disana mereka di sambut oleh pembesar istana. Tabib sakti langsung di antar menemui raja yang sedang sakit. Tabib memeriksa penyakit raja, lalu memberikan ramuan obat untuk diminum, Selang beberapa saat kemuadian, raja Paus langsung sembuh dari sakitnya.

Seluruh pegawai dan rakyat istana Paus gembira mendengar raja sudah sembuh dari sakitnya. Raja Paus sangat berterima kasih kepada tabib sakti dan memberikan hadiah kepada tabib sakti. Demikian juga Paus sahabat Kancil, ia diangkat menjadi pengawal kepercayaan di istana Paus. “Sahabat sejati bukanlah mereka yang dapat menghilangkan masalahmu, namun yang pasti sahabat sejati adalah si jahat kelinci yang tak akan meninggalkanmu saat masalah menimpamu.” 36. Cerita Fabel : Si Nuri Yang Rajin Di sebuah hutan yang lebar, ada keluarga Burung Nuri yang sedang bercengkerama di rumah mereka yang di atas pohon.

Di rumah itu ada ayah Nuri, ibu Nuri, adik Nuri dan si Nuri. Ayahnya sedang memberi nasehat kepada anak-anaknya, adik Nuri dan si Nuri sangat memperhatikan nasehat sang ayah. “Apa kalian tahu mengapa ayah memanggil kalian untuk si jahat kelinci di rumah?” tanya ayah Nuri. “Kita tidak tahu, yah memang ada apa?” jawab Nuri.

Dengan sabar ayah Nuri menjelaskan semuanya. “Untuk kalian anak-anakku, ayah ingin memberitahu sesuatu kepada kalian” jelas si ayah. “Ya, ayah.sebenarnya ada apa?” tanya Nuri. “Anakku, di hutan ini, sekarang banyak sekali pendatang baru, otomatis makanan akan semakin sulit.Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus lebih giat mencari makanan untuk persediaan kita nanti” kata ayah Nuri.

“Ayah tidak usah khawatir, kami akan lebih giat mencari makanan untuk keluarga kita” tutur Nuri. Di pagi yang cerah, matahari mulai nampak tuk memberi sinar alam semesta ini.

Nuri dengan semangat berangkat mencari makanan di sekitar hutan, dengan bernyanyi riang gembira Nuri terbang. Tak terasa Nuri terbang jauh, namun belum mendapat makanan juga. “Aduh, kok jadi aneh ya, terbang kesana kemari belum juga dapat buah kesukaan keluargaku” gumam Nuri.

Nuri pun terbang pelan, melihat-lihat sekitar hutan barangkali masih ada buah untuk makanannya. “Benar kata ayah, makanan sudah muali sulit dicari” kata Nuri. Secara tiba-tiba pandangan Nuri tertuju ke si Beo yang sedang termenung di ranting pohon, Nuri pun menghampiri si Beo. “Ada apa, Beo.Kok kamu wajahmu pucat, apa kamu sakit?” tanya si Nuri. “Ga kok, Nuri.aku baik-baik saja, hanya dari tadi pagi aku sudah terbang jauh namun belum juga mendapat makanan” jawab Beo. “Kalau begitu kita sama, Beo.Aku juga sudah dari tadi pagi belum mendapat makanan” jelas Nuri.

Bertambahnya pendatang baru di hutan sangat terasa, makanan mulai sulit, namun Nuri tidak pernah menyerah, ia terus berusaha mencari dan mencari makanan untuk persediaan keluarganya. “Ayo, Beo.Kita cari makanan bersama, jangan pernah menyerah” hibur Nuri. “Iya, Nuri.tapi aku sudah lapar, aku sudah tidak kuat terbang lagi” jawan Beo.

“Jika kamu terus disini akan si jahat kelinci makanan?, ayo lebih baik kita mencoba lagi, pasti masih ada makanan” ajak Nuri.

si jahat kelinci

“Terbangnya pelan-pelan saja ya?” iba Beo. “Iya deh, semangat ya Beo” kata Nuri. Akhirnya Nuri dan Beo si jahat kelinci ke timur untuk meneruskan mencari makanan. Pelan-pelan mereka terbang hingga akhirnya ada pohon yang rindang, dilihat dari luar pohon itu memang tidak ada buahnya, namun sebenarnya di tengah-tengah rindangnya pohon itu masih ada buah-buahan yang cukup banyak.

“Lihat, Beo.Ada makanan, ayo kita cari yang banyak untuk persediaan keluarga kita masing-masing” teriak Nuri. “Kebetulan aku lapar, aku makan dulu aja ya, nanti baru kita bawa pulang” ajak Beo. si jahat kelinci kamu aja Beo, aku mencari buah dulu untuk keluargaku dirumah, baru aku akan makan bersama-sama keluargaku” kata Nuri.

Dengan semangat Nuri memetik buah satu persatu dan dimasukkan ke dalam kantong yang sudah di siapkan. Setelah semua selesai, Nuri dan Beo terbang pulang kerumah masing-masing dan menyerahkan makanan yang telah di dapatkan kepada keluarga mereka.

Orang tua Nuri sangat senang melihat Nuri pulang membawa makanan, mereka bangga mempunyai anak seperti Nuri yang rajin. “Jadilah anak yang rajin dan membantu orang tua. Karena ini adalah salah satu cara kamu berbakti kepada kedua orang tuamu. Mulai sekarang jadi anak yang rajin ya.” 37. Cerita Fabel : Si Hiu Yang Suka Berbohong Di sebuah laut yang sangat dalam, hiduplah seekor hiu yang besar.

Hiu besar itu mempunyai banyak teman, dan semua teman-temannya pun suka kepadanya, karena ia pandai mendongeng. teman-teman hiu antara lain paus besar, si jahat kelinci laut dan ikan pari, Hiu mulai mendongeng kepada teman-temannya itu.

Ia mendongeng tentang kehebatan dirinya sendiri. Dengan sombongnya hiu memuji-muji dirinya sendiri. Hiu mendongeng bahwa ia mempunyai kelebihan bahwa ia tak terkalahkan, hiu bertanya kepada teman-temannya itu, “Terus apa saja kelebihan kalian”?, paus besar menjawab,”aku bisa tumbuh besar dan melompat ke atas”, lalu gajah laut ikut menjawab, “aku bisa berjalan di darat dengan mamakai sirip dan perutku”, tak ketinggalam ikan pari ikut pula menjawab, “aku bisa berenang dengan kedua sayapku”.

Mendengar jawaban teman-temannya tampaknya hiu tak mau kalah dengan kelebihan temannya masing-masing, hiu mendongeng lagi, “apakah kalian pernah bertemu ikan piranha”?, paus besar balik bertanya kepada hiu, “apakah kamu pernah bertemu, hiu”?, dengan nada sombong hiu menjawab, “aku pernah bertemu dengan rombongan ikan piranha, dan mereka tidak akan memakanku”, “karena aku adalah hiu yang besar, hahahahaaaa!”, “kamu tidak takut hiu?” tanya paus besar. “aku tidak takut pada siapapun?” jawab hiu dengan penuh percaya diri.

Dengan nada jengkel ikan pari menyahut, “apakah benar semua itu hiu?”, “benar, karena kau lebih besar dibanding piranha, dan aku lebih kuat”, sahut hiu dengan nada yang lantang. “Wah kamu memang hebat hiu,”dengan terkagum gajah laut memuji hiu. Dengan serius mereka mendengarkan dongeng hiu di atas sebuah kapal yang sudah lama karam. Ketika mereka sedang asyik mendengarkan dongeng si hiu, dengan tiba-tiba ada rombongan ikan piranha yang lewat di dekat mereka, dengan cepat paus besar, gajah laut, dan ikan pari bersembunyi di dalam kapal yang karam itu.

Rombongan ikan piranha itu menuju ke kapal karam itu, mereka berputar-putar dan nampaknya mereka sedang lapar dan ingin mencari makan. Dengan hati-hati mereka bertiga terus bersembunyi di dalam kapal karam, namun dimana si hiu?, ternyata di hiu sedang bersembunyi dan sangat ketakutan.

Beruntung rombongan piranha itu segera pergi. Setelah situasi aman, paus besar dan kedua temannya keluar dari persembunyian mereka, dengan penuh tanda tanya mereka mencari si hiu, “kemana hiu tadi?” tanya di gajah laut.

Dengan gemetar hiu keluar dari persembunyiannya dengan wajah yang ketakutan. “Hiu, kemana saja kamu?”, “mengapa kamu tidak menghadapi mereka?”. tanya ikan pari. “Mana kehebatanmu hiu, seperti dongengmu tadi?”, hiu hanya terdunduk dan terdiam menahan malu karena sudah berbohong kepada teman-temannya.

“Maka dari itu jangan suka berbohong ya, karena akan membuat dirimu malu. bicaralah apa adanya sesuai dengan kenyataan, kalau begini kan malu jadinya.” Demikian Kumpulan Cerita Hewan Fabel Pendek Terbaru Disertai dengan Pesan Moral nya.

Semoga bermanfaat. Keyword: Contoh Cerita Fabel Hewan Related posts: • Kumpulan Cerita Pendek Lucu Yang Bikin Ngakak, Penuh Hikmah • 11 Cerita Rakyat Indonesia dari Berbagai Daerah - Legenda Nusantara • 3 Contoh Cerita Humor Lucu Bikin Ngakak • 70+ Cerita Lucu Pendek dan Panjang yang Bikin Ngakak • 10 Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur (Pendek, Menarik dan Edukatif) • 10 Cerita Anak Islami yang Menginspirasi - Kisah Inspiratif - Cerita Motivasi Postingan Aplikasi Trading Saham Forex • 3 Forum Forex Indonesia – Diskusi Trading Robot Tidak Berbayar • Jenis Jenis Broker Forex yang Perlu Anda Tahu • Penjelasan Mengenai Belajar Forex Trading Bagi Para Pemula • Belajar Forex Trading Adalah Sebuah Investasi di Era Globalisasi • Belajar Forex Gratis Bagi Pemula, Berikut Penjelasannya • Si jahat kelinci Macam Cara Belajar Forex yang Mudah dan Tepat • Tips Ajaib Belajar Forex Untuk Pelaku Bisnis Perdagangan Valas • Cara Main Saham Online Bagi Para Pemula • Apa itu Forex?

Berikut Penjelasan Lengkapnya • Cara Main Forex Agar Selalu Profit Saat Trading Online Making money online is a good topic now. Many people around the world are looking for ways to make money on the web. There are many ways to make money through the web.

However, making money through e-commerce is certainly a productive method. Stock market: In addition to the complexities associated with making money online, there are still many success stories. If you know the techniques, you can sell the right way to improve. The stock market is not a new place for money makers. The only difference is that people today have time to make money from this resource through the web.

Three tricks to follow: For those who have questions about how to make money online, there are three ways. These techniques will bring their absolutely productive results: 1. Read the charts Reading is one of the best ways people have learned and understood things for a long time. This also applies to the stock market. Evaluating the tables and their key details is a key step to success in this business.

If you become efficient at reading charts, you can easily make money online.

si jahat kelinci

That’s why institutions that teach online trading first learn to read charts. There are reliable online resources for finding charts. If you know how to read charts, you can understand the market trend. You can invest to get a better return on your business. 2. Si jahat kelinci the correct material If you want to make money trading online, it is si jahat kelinci that you choose the right stocks to buy. Compared to old stocks, it is better to shop for new ones.

You will feel that old reputable stocks will bring you a better return. However, old stocks are often more likely to have a lower value than new ones. You need to choose stocks that always bring better returns. 3. Work independently Of course, to first know how to make money trading online, you need to learn from a stockbroker. However, if you understand the tricks, you have to work independently.

This is because the broker’s decision can affect your income. Agents are really well informed and give good advice about buying stocks. However, trusted agents are always poor. You have to decide for yourself when buying and selling shares. If you can achieve better results from your own decisions, it can improve your level of confidence. Taking a risk requires confidence. Although you may lose first, but your mistakes will help you in the long run.

So follow these tips to get a good income from online trading. With these tips from experts you can be a successful online entrepreneur. Enjoy trading! Contoh Naskah Drama – Si jahat kelinci di bangku sekolah dasar, seni pertunjukan drama sudah mulai diajarkan dan direalisasikan. Sebuah drama tentu tidak akan berjalan sempurna apabila tidak memiliki naskah drama yang bagus.

Selain pertunjukannya sendiri, naskah drama pun masuk dalam salah satu karya seni sastra yang patut diapresiasi lho.

Buat kamu yang ingin menuliskan sebuah naskah drama, di bawah ini Mamikos bagikan contoh naskah drama singkat untuk 4 orang dan 8 orang. Deretan Contoh Naskah Drama Singkat Daftar Isi • Deretan Contoh Naskah Drama Singkat • Apa Itu Naskah Drama? • Struktur Naskah Drama si jahat kelinci Ciri-ciri Naskah Drama • Unsur-unsur Naskah Drama • Jenis-jenis Naskah Drama • Contoh Naskah Drama 4 Orang • Contoh Naskah Drama 8 Orang unsplash.com Drama yang baik pasti menggunakan yang namanya naskah.

Karena tanpa naskah, drama yang kita buat tidak akan tertata dan mungkin bisa si jahat kelinci sesuai dengan yang kita harapkan. Membuat naskah drama tentu menjadi perkara yang gampang-gampang sulit. Agar kamu tidak kebingungan, kamu bisa menjadikan contoh naskah drama singkat di bawah ini sebagai referensi. Apa Itu Naskah Drama? Naskah drama adalah kumpulan percakapan yang telah tersusun secara sistematik sehingga menghasilkan sebuah kisah yang memiliki akhiran sesuai keinginan dan kebutuhan penulis.

Di mana dari percakapan inilah pemeran dalam sebuah drama mendapatkan dialog dan peran yang akan dimainkannya dalam sebuah drama. Kata drama sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti tindakan. Struktur Naskah Drama • Prolog Merupakan bagian pembukaan atau peristiwa pendahuluan dalam sebuah drama atau sandiwara. • Dialog Merupakan media kiasan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak manusia, problematikan hidup yang dihadapi, dan cara manusia dalam menyikapi persoalan hidupnya.

• Epilog Merupakan bagian akhir dari sebuah drama yang berfungsi untuk menyampaikan inti sari cerita atau bagian yang menafsirkan maksud cerita oleh salah seorang aktor atau dalang pada akhir cerita. Baca Juga : Contoh Naskah Drama Pendek Mengandung Pesan Moral Beserta Unsur-unsurnya Ciri-ciri Naskah Drama Adapun ciri-ciri naskah drama antara lain: • Semua dialog dituangkan dalam tulisan, dialog untuk pemain maunpun narator.

• Naskah drama tidak menggunakan tanda petik karena bukan merupakan kalimat langsung. • Naskah drama ditampilkan pada sebuah pertunjukan sekali tayang. Maksudnya adalah tidak ada pengulangan take pada drama tersebut.

Untuk itu semua pemeran harus menghapal dengan baik dialog masing masing. • Naskah drama sendiri terletak tepat diatas dialog dan bisa juga terletak disamping kiri dialog. Unsur-unsur Naskah Drama Terdapat 6 poin penting yang tercantum di dalam sebuah naskah drama, antara lain: • Tema yang diangkat merupakan ide pokok dan merupakan sebuah gagasan si jahat kelinci didalam cerita drama tersebut.

• Si jahat kelinci gambaran jalan cerita yang berlangsung dari awal hingga akhir. • Memiliki pemeran utama yang sering disebut primadona, dan pemeran pembantu atau figuran. • Terdapat watak protagonis yang umumnya bersifat baik, dan watak antagonis yang bersifat jahat.

• Memiliki latar di mana tempat, waktu dan suasana tercipta dalam sebuah drama. • Berisikan amanat, di mana amanat ini merupakan pesan yang terkandung dalam si jahat kelinci tersebut. Baik dari cerita itu sendiri, maupun pesan yang diberikan oleh penulis naskah. Jenis-jenis Naskah Drama Jenis drama si jahat kelinci dari penyajian kisah, terbagi menjadi 8 jenis, yaitu: • Tragedi: drama yang menceritakan tentang sebuah kesedihan.

• Komedi: drama yang memberikan kesan lucu yang menceritakan kisah lawakan atau komedi. • Tragekomedi: drama yang merupakan perpaduan dari kisah drama komedi dan drama tragedi. • Opera: jenis drama dimana si jahat kelinci ditampilkan dengan bernyanyi dan diiringi musik. • Melodrama: jenis drama yang penyampaian dialognya diiringi musik. • Farce: jenis drama yang terkesan degelan namun tidak seluruh dialog berisi degelan.

• Tablo: jenis drama dimana cerita dalam drama ini disampaikan melalui beberapa gerak tanpa suara dari para pemain atau pelakonnya. • Sendratari: jenis drama yang menggabung seni drama dengan seni tarian. Sedangkan, berdasarkan dilihat dari sarana pementasan, drama memiliki jenis sebagai berikut ini. • Drama Panggung: drama yang keseluruhan pertunjukkannya hanya ditampilkan diatas panggung.

• Drama Radio: drama yang ditampilkan melalui media radio dan hanya dapat dinikmati melalui suara. • Drama Televisi: umumnya memiliki kesamaan dalam drama panggung. Perbedaannya terletak saat take karena biasanya drama ditelevisi melakukan beberapa kali take, sedangkan drama panggung hanya sekali take.

• Drama Film: jenis drama yang ditampilkan menggunakan layar yang lebar, seperti bioskop. • Drama Wayang: jenis drama yang ditampilkan bersama dengan tampilan pagelaran wayang. • Drama Boneka: jenis drama yang pemainnya menggunakan media boneka yang seolah dapat berbuat seperti manusia di mana pada kenyataannya tetap dimainkan oleh manusia. Ada juga jenis drama yang dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya naskah dari drama tersebut, Jenis drama ini terbagi menjadi dua jenis, yakni: • Drama Tradisional: jenis drama yang tidak disertakan naskah drama dalam persiapan untuk tampil.

• Drama Modern: jenis drama yang menggunakan naskah drama. Baca Juga : Contoh Karya Ilmiah Lengkap Beserta Jenisnya Contoh Naskah Drama 4 Orang Di bawah ini merupakan 3 contoh dari beberapa tema naskah drama untuk 4 orang, antara lain. 1. Contoh Naskah Drama Persahabatan pixabay.com Judul: Kepedulian Seorang Sahabat Tema: Sosial & Persahabatan Alur: Pendek Pemeran: 4 orang Penokohan: • Dina: Patuh pada perintah orangtua • Winda: Sosok sahabat yang baik • Astrid: Sosok sahabat yang peduli terhadap teman • Hesti: Adik Astrid Sinopsis Drama Dina diminta ibunya untuk si jahat kelinci barang titipan tantenya.

Dina meminta Winda untuk menemaninya kerumah tantenya. Ditengah perjalanan, si jahat kelinci Dina bannya kempes dan tidak ada bengkel disekitar jalan yang mereka lewati. Secara kebetulan, Astrid dan Hesti melihat mereka saat sedang mendorong motor.

Astrid pun memberikan pertolongan kepada Winda dan Dina dengan cara mendorong motor secara bergantian hingga sampai disebuah bengkel. Dialog Drama Dina: Win, besok pagi kan libur sekolah. kamu si jahat kelinci waktu nggak untuk nemenin aku ke rumah tanteku? Winda: Besok? aku belum tahu ya. emangnya kamu ada perlu apa kerumah tante kamu? Dina: Aku disuruh ibuku nganterin barang titipan tanteku. Winda: Emangnya barang apa? Dina: Aku belum tahu. Entah apa barangnya. Gimana, kamu besok bisa apa nggak?

Winda sebenarnya ada acara sendiri, namun dia sulit menolak permintaan Dina. Winda: Ya sudah deh, besok aku anterin kamu. Jam berapa besok? aku kerumah kamu atau kamu yang kerumahku? Dina: Si jahat kelinci kamu deh, jam 8 atau jam 9 gitu. kalau kamu mau mending kamu aja yang kerumah aku. Winda: Ya sudah, besok jam 8.30 aku kerumah kamu, terus kita langsung kerumah tante kamu. Keesokan harinya Winda dan Dina berangkat menuju rumah tante si jahat kelinci Dina yang jaraknya sekitar 20 km dari rumah Dina.

Pas ditengah-tengah jalan moto yang dikendarai Dina bannya bocor, dan tidak ada tempat penambalan ban disekitar si jahat kelinci. Dhussss… bunyi ban motor Dina Dina: Aduh. gimana nih, bannya bocor? kayaknya pecah nih ban! Winda: Gimana ya. nggak ada bengkel tambal ban lagi disini. Mereka bedua pun mendorong motor tersebut sambil keringat membasahi tubuh mereka.

Setelah hampir 30 menit mendorong motor, tiba-tiba ada sebuah mobil box yang menghampiri mereka. Pengendara mobil box itu menawarkan jasa pengangkutan motor hingag ke bengkel tedekat kepada Dina. Sopir mobil box: Kenapa non? bannya bocor ya? Dina: Iya. bisa minta tolong angkutin motor aku sampai bengkel nggak? Sopir mobil box: bisa saja, tapi kasih ongkos 100 ribu ya? Dina: Kok mahal amat, bang? 50 ribu ya? Sopir mobil box itu menolak, alhasil Dina dan Winda harus meneruskan mendorong motor mereka.

Sopir mobil box: Murah amat non. ya sudah kalau nggak mau. Setelah mendorong moto selama 45 menit, tiba-tiba ada salah seorang sahabat Winda, yaitu Astrid yang kebetulan lewat di jalan itu. Astrid bersama adiknya bernama Hesti. Astrid: Stop. stop, hes… Hesti: Kenapa kak? ada apa? Astrid: Itu kayknya Winda deh. Win… Win… Winda: Eh itu Astrid. Astrid: Motor kamu bocor bannya? kasihan sekali. kamu mau kemana nih? Winda: Nih aku mau nganterin Dina kerumah tantenya.

Nggak tahu nih, bengkel kayaknya masih jauh. aku udah capek banget dorong motor dari tadi. Astrid berusaha memberi pertolongan kepada sahabatnya itu, namun dia juga tidak bisa berbuat banyak karena disekitar itu memang cukup sepi.

Astrid: Aduh. gimana ya. ok, gini aja. kalian kan sudah capek banget nih. Sekarang biar aku yang dorong moto kamu, terus kamu bawa motor aku sambil ngikutin dari belakang. Winda: Emang kamu nggak kecapekan entar?

berat lo dorong motor ini. Astrid: Ya tentu saja kau bakal capek, makanya kita gantian gitu. Motor tersebut didorong oleh mereka berempat secara bergantian hingga akhirnya mereka tiba diasalah satu bengkel tambal ban. Pesan sosial dari drama diatas adalah tentang kepedulian seorang sahabat. Jika ada sahabat kita yang sedang dalam masalah atau kesulitan, maka kita harus menolongnya. Baca Juga : 6 Contoh Teks Ceramah Singkat dan Strukturnya, Tentang Berbagai Topik 2.

Contoh Naskah Drama Kontemporer unsplash.com Tema : Kehidupan Anak Sekolahan JaDul (Jaman Dulu) Judul : Berbuat Baik Hasilnya Baik Tokoh : Majun, Pepeb, Tomi, Tina Deskripsi Karakter: • Majun : Berprestasi, pandai menyontek • Pepeb : Rajin, jujur, polos • Tomi : Tampan, paling keren, baik hati, jago basket, tidak pandai dalam mata pelajaran • Tina : Pintar, pelit Dialog / Percakapan Waktu tepat menunjukkan pukul 7 di pagi hari, bangku di dalam ruang kelas sudah dipenuhi oleh siswa siswi kelas 6 yang sedang melaksanakan ujian dengan khidmat.

Di antara seluruh siswa, ada 2 deretan bangku yang bersebelahan samping kiri-kanan, serta depan-belakang, duduklah di sana empat orang siswa siswi, yakni Pepeb, Tomi, Tina, dan Majun. Tina duduk di depan Pepeb, sedangkan di bangku seberang kanan Pepeb duduklah si Tomi di belakang Majun. Mereka terlihat tengan serius untuk mengerjakan soal yang dianggap paling sulit dan rumit, yakni Matematika.

Tina terlihat mengembangkan senyum karena Ia merasa bisa mengerjakan semua soal dengan baik. Tina: (mengerjakan soal nomor 1 sampai 3 dengan cepat dengan cara berpikir kilat tanda menguasai semuanya) Nah, aku tau jawaban ini!

Aha! Ini rumusnya yang kupelajari kemarin, nih. Sementara itu, suasana berbeda terlihat di seberang kanan Tina, Majun: (menggaruk kepalanya dengan ujung pensil hingga tidak terasa bahwa ujungnya patah). Aduh, gimana ini ya! Kok sulit amat, mana gak mirip sama latihan soal yang kucontek dari si Tina kemarin! ( Si Majun kemudian menolehkan kepalanya sedikit kea rah si Tina, ia berusaha melirik jawaban si Tina dengan menyipitkan mata agar tidak ketahuan menyontek).

Saat Majun mengangkat lehernya untuk melihat lembar jawaban ujian milik Tina dengan jelas, tiba-tiba. Tina: (Kresek! Ia langsung menoleh ke kanan, dan melihat si Madun dengan tatapan sinis). (Kemudian Tina bergumam pelan dengan mulutnya untuk mengancam si Madun tanpa suara). Madun: Dasar pelit, Kau! (berbisik pelan kemudian menoleh kea rah si Pepeb yang duduk di belakang Tina) Pepeb terlihat sangat serius mengerjakan soal, meskipun di kelas Ia belum pernah mendapatkan juara 1 hingga 3 besar, tetapi masih termasuk dalam juara 5 besar di kelas.

Karena Pepeb tergolong sebagai murid yang rajin, maka Majun berusaha menyontek lembar jawaban ujiannya juga. Pepeb: (sedang serius menghitung jawaban soal nomor 10, Ia tidak menghiraukan apapun dan siapapun, termasuk si Majun yang sedang menyonteknya) Majun: Wah, kesempatan nih! Mumpung Pak Guru lagi ke WC, sip sip! (Ia menegakkan badan dan kepala serta berusaha mencari posisi tepat untuk bisa melihat seluruh lembar jawaban si Pepeb) Yes, berhasil!

(Majun berhasil mendapatkan jawaban soal nomor 5 kemudian dilingkarilah lembar jawaban milik Majun) Waktu bergerak cepat, jam ujian hamper habis, Madun masih baru mengisi hingga 6 soal dari 15 soal matematika yang modelnya belum pernah ditemui di berbagai sesi sebelumnya.

Ia pun masih sibuk menengok ke kiri dan ke kanan tanpa henti. Ia memiliki target untuk bisa bertahan minimal di peringkat 2. Ia sebenarnya pandai dan cerdas tapi ia malas belajar, sedangkan si jahat kelinci ujian berlangsung Ia selalu berhasil mencontek jawaban murid yang dianggapnya paling pintar.

Ia melakukannya sejak duduk di kelas 4 SD, dan kelakuannya pun berhasil menjadikannya murid dengan peringkat bertahan di juara 2. Hal itu karena teman sebangkunya sangat pintar dan bisa diandalkan selama ini.

Namun, saat berada di kelas 6 teman sebangkunya meninggal karena kecelakaan, kemudian sekarang tempat duduknya bersama si Tomi yang disarankan oleh Pak Guru. Majun tau kalua Tomi tidak terlalu pintar dalam mata pelajaran, karena ia ahli di bidang olahraga. Kini saat ujian sedang berlangsung, tempat duduk selama ujian harus dipisah, dan tiap orang diharuskan menduduki satu bangku sendirian.

Majun menjadi semakin kesulitan apalagi teman sebangkunya yang duduk di bangku belakang tidak bisa diandalkan. Namun, Majun juga sadar bahwa waktu hampir habis, Ia pun semakin bingung dan geliah, karena tidak bisa menjawab satu soal pun dengan kemampuannya sendiri semua yang diisinya berdasarkan jawaban milik temannya. Saat Majun berhasil mencontek lembar jawaban Pepeb, ia sangat senang. Sementara itu Pepeb hanya membiarkan si Majun karena tidak sadar sedang dicontek.

Tina: (Tiba-tiba Tina menolehkan kepalanya ke belakang pada Pepeb, lalu berbisik) Sssttt! Peb, Peb! Awas lembar jawabanmu dicontek sama si Majun tuh, jangan dibiarin dong!” Pepeb: (sedikit kaget dan spontan melihat ke arah si Majun, sementara si Majun segera memalingkan muka darinya.

Tapi si Pepeb masih terlihat bengong karena bingung tentang apa yang baru saja terjadi) Tingkah laku Pepeb yang diam saja sambal sedikit melongo membuat Pak Guru curiga dan menegurnya. Pak Guru: Pepeb! Kamu kenapa sedang bengong? Jawabannya sudah terisi semua? (Sambil berjalan menuju ke tempat duduk si Pepeb) Pepeb: (agak terkejut, kemudian menjawab pertanyaan Pak Guru dengan sedikit gagap) Ah, iya pak, sudah, pak! (seluruh kelas pun makin terkejut karena Pepeb satu-satunya murid yang telah selesai mengerjakan soal ujian yang dianggap paling susah.

Demikan juga dengan Majun, Si jahat kelinci justru semakin kebingunan dan tidak menyangka bahwa Pepeb selesai begitu cepat. Pepeb: (berdiri sambil membawa lembar jawaban ujian beserta soal ke depan di meja guru, kemudian Ia mengambil tas merah mudanya di samping meja guru.

Ia memasukkan pensil beserta penghapusnya ke dalam tas, lalu sekaligus berpamitan untuk pulang kepada Pak Guru) Majun: Waduh gimana ini! (Majun gelagapan sambal menoleh ke samping dan ke belakang. Kemudian dilihatnya lembar jawaban Tomi terbuka lebar dan bisa dilihatnya) Kenapa harus Tomi, sih. Kalo gini aku nggak bisa masuk peringkat tiga besar, nih.

(Ia kembali menghadap ke bangkunya sendiri, karena masih ragu untuk menyontek si Tomi. Jawaban Majun yang masih kosong berjumlah 9 nomor, berkali-kali dipandangnya lembar jawaban itu sambil memegang kepala dengan raut muka cemas.) Tina: Duluan ya, Jun! (Ia tersenyum sambil berdiri membawa soal beserta lembar jawabannya, sedangkan Majun hanya meliriknya dengan pandangan sinis) Tomi: Yeah, hampir selesai, sip dah!

(Ia sangat bersemangat melingkari lembar jawaban yang kurang 2 nomor lagi) Majun mendengar gumaman si Tomi, kemudian tanpa berpikir panjang lagi Ia mencuri kesempatan untuk menoleh ke belakang tanpa sepengetahuan si Tomi.

Majun: (sibuk melingkari jawaban dengan cepat karena waktu tinggal 5 menit lagi) Syukurlah, si jahat kelinci penuh! (gumam si Majun, kemudian Ia mengarang jawaban dua nomor terakhir karena tidak bisa membpercayai jawab si Tomi sepenuhnya). Hari pembagian nilai ujian pun tiba, semua murid tidak sabar untuk melihat hasil perjuangan mereka untuk ujian ini.

Sementara si Majun justru memasang muka murung dan pasrah, Ia merasa bahwa ujian kali ini benar-benar kacau, tidak hanya di satu mata pelajaran saja, tetapi hampir di semua mata pelajaran. Ia ingin segera pulang ke rumah tanpa mengetahui hasil ujiannya. Beberapa saat kemudian Pak Guru memanggil nama masing-masing murid beserta nilai yang didapatkan oleh mereka. Pak Guru: Tina Setiowati, mendapatkan nilai 85 (diiringi tepuk tangan meriah), Tomi Stianto Kurniawan 80 (tepuk tangan semakin meriah karena Tomi jarang mendapatkan nilai si jahat kelinci atas batas minimal kelulusan), Pepeb Puspita Prapti 95 (makin meriah, wajah si Pepeb pun sangat senang dan ceria mendengar hasil ujiannya), Majun Mauri (pak guru diam sejenak) 50, (kemudian suasana kelas menjadi hening seketika) Majun: (maju sambil menundukkan kepala) Pak Guru: Majun!

Kamu kenapa? Kok bisa nilaimu jadi anjlok begini? Majun: Tidak tahu, Pak (Dalam hati si Majun sangat menyesali perbuatannya dan berjanji untuk belajar dengan keras pada tahap selanjutnya). Baca Juga : 3 Contoh Teks Ulasan Beserta Strukturnya, Buku, Novel, Film Lengkap 3. Contoh Naskah Drama Komedi unsplash.com Judul: Drama Komedi Satu Babak dari tanah Spanyol Karya: Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero Terjemahan: Drs.

Sapardi Joko Damono Tempat Kejadian: • Madrid – Spanyol • Di suatu tempat – Taman terbuka • Di jaman ini juga Pemain: • Donna Laura: Wanita tua, berumur kira-kira 70 tahun. Masih nampak jelas bahwa dulunya cantik dan tindak tanduknya menunjukkan bahwa mentalnya juga baik. • Don Gonzalo: Lelaki tua, berumur kira-kira 70 tahun lebih.

Agak congkak dan selalu tampak tidak sabaran. • Petra: Gadis pembantu Laura • Juanito: Pemuda pembantu Gonzalo (Donna dan Laura masuk sambil berpegangan tangan pada Petra. Tangannya yang lain membawa payung yang juga untuk tongkatnya) LAURA : Aku selalu merasa gembira sekali di sini. Syukur bangkuku tidak ditempati orang lain. Duhai, pagi yang cerah! Cerah sekali.

PETRA : Tapi matahari agak panas, Senora. LAURA : Ya, kau masih duapuluh tahun (ia duduk di bangku belakang). Aku merasa lebih letih dari biasanya (melihat petra yang nampak tak sabaR), pergilah kalau kau ingin ngobrol dengan tukang kebunmu itu!

PETRA : Dia bukan tukang kebunku, Senora, dia tukang kebun taman ini! LAURA : Ia lebih tepat disebut milikmu daripada milik taman ini. Cari saja dia. Tapi jangan sampai terlalu jauh hingga tak kau dengar panggilanku. PETRA : Saya sudah melihatnya di sana, menanti. LAURA : Pergilah, tapi jangan lebih dari sepuluh menit! PETRA : Baik, Senora (berjalan ke kanan) LAURA : Hei, nanti dulu! PETRA : Ada apa lagi, Senora? LAURA : Berikan remah-remah roti itu! PETRA : Ah, pelupa benar aku ini! LAURA : (senyum) Aku tahu!

Pikiranmu sudah lekat ke sana, heh, si tukang kebun itu! PETRA : Ini, Senora (mengeluarkan bungkusan roti. Keluar ke kanan) LAURA : Adios! (memandang ke arah pepohonan). Ha, mereka datang. Mereka tahu kapan mesti datang menemui aku (bangkit dan si jahat kelinci remah-remah roti). Ini buat yang putih, ini untuk yang coklat, dan ini untuk yang paling kecil tapi kenes. (tertawa dan duduk lagi memandang merpati yang sedang makan).

Ah, merpati-merpati yang manis. Itu yang besar mesti lebih dulu, kentara dari kepalanya yang besar, dan itu … aduhkenes benar. Hai, yang satu itu selesai mematuk terus terbang ke dahan. Bersunyi diri. Agaknya Ia suka berfilsafat. Tapi dari mana saja mereka ini datang?

Seperti kabar angin saja! Meluas dengan mudah. Ha, ha, jangan bertengkar. Masih banyak. Besok kubawakan yang lebih banyak lagi! (Gonzalo dan Juanito masuk dari kiri. Gonzalo bergantung sedikit pada juanito. Kakinya bengkak, agak di seret) GONZALO : Membuang-buang waktu melulu! Mereka itu suka benar bicara yang bukan-bukan. JUANITO : Duduk di sini sajalah, senior.

Hanya ada seorang wanita. (Laura menengok dan mendengarkan) GONZALO : Tidak, Juanito. Aku mau tersendiri. JUANITO : Tapi tak ada. GONZALO : Yang di sana itu kan milikku! JUANITO : Tiga orang pendeta duduk di sana, Senior! GONZALO : Singkirkan saja mereka! … … … Sudah pergi! JUANITO : Tentu saja belum! Mereka tengah bercakap-cakap. GONZALO : Seperti merekat pada bangku saja mereka itu!

Heh, tak ada harapan lagi, Juanito. Mari! JUANITO : (menggandeng ke arah merpati-merpati) LAURA : (marah). Awas hati-hati! GONZALO : Apa Senora berbicara dengan saya? LAURA : Ya, dengan tuan!

GONZALO : Ada apa? LAURA : Tuan menakut-nakuti burung-burung merpati saya! GONZALO : Peduli apa burung-burung itu! LAURA : Apa, ha? GONZALO : Ini taman umum, Senora! LAURA : Tapi kenapa tadi tuan mengutuki pendeta-pendeta di sana itu? GONZALO : Senora, tapi kita belum pernah jumpa! Dan kenapa tadi Senora menegur saya? Ayo, juanito! (melangkah ke kanan) LAURA : Buruk amat perangai si tuan itu! Kenapa orang si jahat kelinci jadi tolol dan pandir kalau sudah meningkat tua?

(melihat ke kanan). Syukur. Ia tidak mendapat bangku! Itu, orang yang menakut-nakuti merpati-merpatiku. Ha, ia marah-marah. Ya, ayo, carilah bangku kalau kau dapat! Aduh, kasihan, ia menyeka keringat di dahi. Nah, itu dia kemari lagi. Debu-debu mengepul seperti kereta lewat! (juanito dan gonzalo masuk) GONZALO : Apa sudah pergi pendeta-pendeta yang ngobrol itu, Juan? JUANITO : Tentu saja belum, Senior? GONZALO : Walikota seharusnya lebih banyak menaruh bangku-bangku di sini! Terpaksa juga aku kini duduk bersama wanita tua itu!

(ia duduk di ujung bangku,memandang dengan iri kepada laura, dan memberi hormat dengan mengangkat topi). Selamat pagi. LAURA : Jadi tuan di sini lagi? GONZALO : Ku ulang lagi, kita kan belum pernah jumpa! LAURA : Saya toh cuma membalas salam tuan! GONZALO : “Selamat Pagi”, mestinya cukup dibalas dengan “selamat pagi” saja.

LAURA : Tapi tuan seharusnya juga minta ijin untuk duduk di bangku saya ini. GONZALO : Ahai, bangku ini kan milik umum! LAURA : Kenapa bangku yang di san itu juga tuan katakan milik tuan, hah? GONZALO : Baik, baik! Sekian sajalah! (pada dirinya sendiri) Dasar perempuan tua! Patutnya dia di rumah saja, merenda atau menghitung tasbih. LAURA : Jangan mengoceh lagi. Aku juga tokh, tak akan pergi untuk sekedar menyenangkan hatimu!

GONZALO : (mengelap sepatunya dengan sapu tangan). Kalau disiram air sedikit tentu lebih baik. Tak berdebu lagi jadinya taman ini. LAURA : Apa tuan biasa menggunakan saputangan sebagai lap? GONZALO : Kenapa tidak?! LAURA : Apa tuan juga menggunakan lap sebagai sapu tangan? GONZALO : Hah? Nyonya kan tak punya hak untuk mengeritik saya! LAURA : Toh sekarang saya ini tetangga tuan! GONZALO : Juanito! Buku! Bosan mendengarkan nonsense macam itu!

LAURA : Alangkah sopan santun tuan ini! GONZALO : Maaf saja nyonya. Tapi saya mengharap nyonya tidak bernapsu campur tangan urusan orang lain! LAURA : Saya memang biasa melahirkan pikiran-pikiran saya. GONZALO : Hhh, Juanito!

Buku! Si jahat kelinci : Ini, tuan! (mengambil buku dari kantong, don gonzalo memandang dengki pada laura; gonzalo mengeluarkan kaca pembesar dan kacamata: membuka buku) LAURA : Oh, saya kira tuan mengeluarkan teleskop.

GONZALO : Nyonya bicara lagi! LAURA : Tentunya penglihatan tuan masih baik sekali!! GONZALO : Jauh lebih baik dari penglihatan nyonya! LAURA : Ahai, tentu saja! GONZALO : Kalau tidak percaya, tanyakan si jahat kelinci kepada kelinci-kelinci dan burung-burung.

LAURA : Artinya tuan suka berburu kelinci dan burung? GONZALO : Saya pemburu memang. Dan sekarang pun saya tengah berburu. LAURA : Ya, tentunya! Begitulah! GONZALO : Ya, Senora. Tiap Minggu saya menyandang bedil bersama anjing saya pergi ke Arazaca. Iseng-iseng berburu! Membunuh waktu! LAURA : Ya, membunuh waktu!

Apa hanya waktu saja bisa tuan bunuh? GONZALO : Nyonya kira begitu? Saya bisa menunjukkan kepala beruang besar dikamar saya! LAURA : Dan saya juga bisa menunjukkan kepala singa di kamar tamu saya, meskipun saya bukan pemburu! Si jahat kelinci : Sudahlah nyonya, sudah! Saya mau membaca. Percakapan cukup! Ngomong putus! LAURA : Ha, tuan menyerah!

GONZALO : Tapi saya mau ambil obat bersin dulu. (mengambil tempat obat). Nyonya mau? (memberikan obat itu) LAURA : Kalau cocok! GONZALO : Ini nomor satu! Nyonya tentu akan suka! LAURA : Memang biasanya akan menghilangkan pusing. GONZALO : Saya pun begitu. LAURA : Tuan suka bersin? GONZALO : Ya tiga kali. LAURA : Si jahat kelinci sama dengan saya!

(setelah mengambil bubukan, keduanya bersin berganti-ganti masing-masing tiga kali). GONZALO : Ehaaaah, agak enakan sekarang. LAURA : Saya pun merasa enak sekarang. (Ke Samping) Obat itu telah mendamaikan kami rupanya!

GONZALO : Maaf, saya mau membaca keras. Tidak mengganggu kan?

si jahat kelinci

LAURA : Silahkan sekeras mungkin, tuan tidak menggangu saya lagi. GONZALO : (membaca) “Segala cinta itu menyakitkan hati. Tetapi bagaimana jugapun pedihnya cinta adalah sesuatu yang terbaik yang pernah kita miliki “ Nah, bait itu dari penyair Campoamor. LAURA : Ah! GONZALO : (membaca) “ Anak-anak dari para bunda yang pernah kucinta menciumku, sekarang seperti bayangan hampa “ Baris-baris ini agak lucu juga rasanya.

LAURA : (tertawa) Kukira juga begitu. GONZALO : Ada beberapa sajak bagus dalam buku ini. Dengar! (membaca) “ Duapuluh tahun berlalu Ia pun kembalilah “ LAURA : Cara tuan membaca dengan kaca pembesar itu sungguh agak menggelikan saya. GONZALO : Jadi nyonya bisa membaca tanpa kaca pembesar? LAURA : Tentu saja, tuan. GONZALO : Setua itu?

Ahai, nyonya main-main saja! LAURA : Coba saya pinjam buku tuan itu! (mengambil buku dan membacanya keras-keras) “Duapuluh tahun berlalu dan ia pun kembalilah. (Masing-masing saling memandang dan berkata : Mungkinkah dia orangnya? Ya Allah, dimana oranya itu? ) GONZALO : Hebat! Saya iri hati pada penglihatan nyonya. LAURA : (kesamping) Hmm, saya hafal tiap kata syair itu. GONZALO : Saya gemar sekali puisi-puisi yang bagus. Sungguh gemar sekali. Bahkan ketika masih muda, kadang-kadang suka bersyair.

LAURA : Sajak-sajak bagus juga? GONZALO : Ya, macam-macamlah. Saya dulu sahabat dari Exprosoda, Zorilla, Bocquer, dan penyair-penyair lain. Saya kenal Zorilla pertama kali di Amerika.

LAURA : Eh, tuan pernah ke Amerika? GONZALO : Sering juga. Pertama kesana saya waktu umur 6 tahun. Si jahat kelinci : Tentunya dulu tuan ikut Colombus. GONZALO : (tertawa) Yah, tidak sejelek itu nasibku! Saya sudah tua, tapi belum pernah kenal Raja Ferdinand serta Ratu Isabella!

(keduanya tertawa). Saya juga teman Campoamor, berjumpa pertama kali di Valensia. Saya warga kota di sana. LAURA : Apa sungguh? GONZALO : Saya dibesarkan disana. Dan masa mudaku habis di kota itu. Apa nyonya pernah ke Valensia? LAURA : Pernah! Tiada jauh dari Valensia ada sebuah villa dan kalau masih berdiri sekarang, bisa mengembalikan kenangan-kenangan yang manis. Saya pernah tinggal beberapa musim di sana.

Tapi sudah lama lampau. Villa itu dekat laut, tersembunyi antara pohon jeruk. Mereka menyebutnya … ah … lupa … o ya, Villa Maricella. GONZALO : Maricella? LAURA : Maricella. Apa tuan pernah mendengarnya? GONZALO : Tak asing lagi nama itu … ah, kita tambah tua tambah pelupa … di Villa itu dulu ada seorang wanita paling cantik yang pernah saya lihat dan saya kenal.

Dan namanya … O ya, Laura Liorento! LAURA : (kaget) Laura Liorento? GONZALO : Benar (mereka saling tatap) LAURA : (sadar lagi) Ah, tak apa-apa, hanya mengingatkan saya pada teman karib saya. GONZALO : Aneh juga. LAURA : Memang aneh! Dia diberi sebutan “ Perawan Bagai Perak”. GONZALO : Tepat, “Perawan Bagai Perak”. Nama itulah yang terkenal di sana. Sekarang saya seperti melihatnya kembali di jendela di antara kembang mawar merah itu. Nyonya ingat jendela itu? LAURA : Ya, saya ingat itulah jendela kamarnya.

GONZALO : Dulu dia suka berjam-jam di jendela. LAURA : (melamun) Ya, memang dulu dia suka begitu. GONZALO : Dia gadis ideal. Manis bagai kembang lilia. Rambutnya hitam. Sungguh mengesankan sekali! Mengesankan sampai kapan saja. Tubuhnya ramping sempurna. Betapa Tuhan telah menciptakan keindahan seperti itu. Dia seperti impian saja. LAURA : (ke samping) Jika seandainya tuan tahu bahwa impian itu ada di samping tuan, tuan si jahat kelinci sadar impian macam apa itu, heh?

(keras-keras) Dia adalah gadis yang malang yang gagal cinta. GONZALO : Betapa sedihnya (mereka saling memandang) LAURA : Tuan pernah mendengar kabarnya? GONZALO : Ya, pernah. LAURA : Nasib malang meminta yang lain, (kesamping) Gonzalo! GONZALO : Si jago cinta cakap itu! Peristiwa cinta yang sama. LAURA : Ah, duel itu.

GONZALO : Tepat, duel itu. Si Jago Cinta itu adalah … saudara sepupu saya. Saya juga sayang sekali kepadanya. LAURA : Oh ya, saudara sepupu. Seorang temanku menyurati saya dan bercerita tentang mereka. Dia … saudara sepupu tuan itu … tiap pagi lewat di depan jendelanya dengan naik kuda, dan melemparkan ke atas seberkas kembang yang segera disambut gadisnya.

GONZALO : Dan tak lama kemudian, dia … saudara sepupu saya itu … lewat lagi untuk menerima kembang dari atas. Begitu? LAURA : Benar. Dan keluarga gadis itu ingin agar ia kawin dengan saudagar yang tidak ia cintai. GONZALO : Dan pada suatu malam, ketika saudara sepupuku tadi tengah menanti gadisnya menyanyi … di bawah jendela, lelaki itu muncul dengan tiba-tiba. LAURA : Dan menghina saudara tuan itu.

GONZALO : Kemudian pertengkaran terjadi. LAURA : Dan kemudian … duel! GONZALO : Ya, si jahat kelinci matahari terbit, di tepi pantai, dan si Saudagar itu luka-luka parah. Saudara sepupu saya itu harus bersembunyi dan kemudian melarikan diri.

LAURA : Tuan rupanya mengetahui benar ceritanya. GONZALO : Nyonya pun begitu agaknya. LAURA : Saya katakan tadi, seorang teman telah menyurati saya. GONZALO : Saya pun diceritai oleh saudara sepupu saya. (melihat ke samping) Heh, inilah Laura itu! Tak salah! LAURA : (Melihat ke samping) Kenapa menceritakan padanya? Dia tak curiga apa-apa. GONZALO : (Melihat ke samping) Dia sama sekali tak bersalah. LAURA : Dan apakah tuan pula yang menasihati saudara tuan itu untuk melupakan Laura?

GONZALO : Ooo, saudara sepupu saya tak pernah melupakannya. LAURA : Bagaimana begitu? GONZALO : Akan saya ceritakan segalanya kepada nyonya. Gonzalo itu bersembunyi di rumah saya, takut menanggung akibatnya yang buruk sehabis menang duel itu. Dari rumah saya ia terus lari ke Madrid. Ia kirim surat-surat kepada Laura, di antaranya sajak-sajak.

Tapi tentunya surat-surat itu jatuh ke tangan orang tuanya. Buktinya tak ada balasan. Kemudian Gonzalo pergi ke Afrika, sebab cintanya telah gagal sama sekali, masuk tentara dan terbunuh di sebuah selokan sambil menyebut berulangkali nama Lauranya yang sangat tercinta.

LAURA : (ke samping) Dusta! Heh, dusta kotor belaka! GONZALO si jahat kelinci (ke samping) Saya tak bisa membunuh diriku lebih ngeri lagi. LAURA : Tuan tentunya telah ditumbangkan kesedihan yang sangat GONZALO : Memang betul, nyonya. Dia seperti saudaraku sendiri. Dan saya kira tak lama kemudian, Laura telah melupakannya. Kembali bermain memburu kupu-kupu seperti biasanya. Tak pernah meratapinya. LAURA : Tidak, Senior. Sama sekali tidak! GONZALO : Biasanya perempuan memang begitu!

LAURA : Kalaupun itu sudah sifat perempuan, “Perawan Bagai Perak” adalah terkecuali! Teman saya itu menanti berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun dan tak selembar suratpun tiba. Suatu senja ketika matahari terbenam, dia meninggalkan rumahnya dan dengan langkah tergesa menuju pantai tempat kekasihnya menjaga nama baiknya. Ia menuliskan namanya di pasir, lalu duduk di atas karang, memandang ke kaki langit.

Ombak menyanyikan tembang duka yang kekal, dan menggapai batu karang di mana perawan itu duduk. Air pasang segera si jahat kelinci dan menyapu gadis itu dari muka bumi.

GONZALO : Ya Allah! LAURA : Para nelayan di situ sering menceritakan bahwa nama yang ditulis gadis itu lenyap ditelan air pasang. Toh kamu tak tahu aku reka-reka sendiri cerita kematianku! GONZALO : Dia berdusta lebih ngeri dari dustaku! LAURA : Ah, Laura yang malang! GONZALO : Wahai Gonzalo yang malang! LAURA : (Melihat ke samping) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa aku kawin dua tahun kemudian setelah duel itu!

GONZALO : (Melihat ke samping) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa dua bulan kemudian aku mengawini penari ballet dari Paris! LAURA : Nasib memang selalu aneh. Di sini, tuan dan saya, dua orang asing, bertemu secara kebetulan dan saling menceritakan kisah cinta yang sama dari dua teman lama yang telah bertahun lalu terjadi, seperti sudah akrab benar kita ini!

GONZALO : Ya, memang aneh. Padahal mula-mula kita bertemu tadi, kita bertengkar. LAURA : Tuan juga yang tadi mengganggu merpati-merpati saya. GONZALO : Memang agak kasar saya tadi. LAURA : Memang kasar. (ramah) Tuan datang lagi besok pagi? GONZALO : Tentu, asal pagi secerah ini.

Dan takkan lagi mengganggu merpati-merpati itu, tapi saya akan membawa remah-remah roti besok. LAURA : Oh, terima kasih. Burung-burung selalu tahu berterimakasih. Hei! Mana pembantuku tadi? – Petra! GONZALO : si jahat kelinci Laura yang membelakang) Tidak! Tak akan kukatakan siapa aku ini sebenarnya. Aku sudah tua dan lemah. Biarlah dia mengangankan aku sebagai penunggang kuda tampan yang lewat di bawah jendelanya.

LAURA : Nah, itu dia. GONZALO : Itu Juanito! Dia sedang bercanda dengan gadisnya! (mengisyarati) LAURA : (memandang Gonzalo yang membelakang) Tidak, aku sudah berubah tua. Lebih baik ia mengingatku sebagai gadis bermata hitam yang melempar bunga dari jendela. (Juanito dan Petra masuk) Hei, Petra!

GONZALO : Juanito, kau sedikit lambat. PETRA : Si tukang kebun memberikan bunga-bunga ini kepada Seniora. LAURA : Alangkah bagusnya. Terima kasih. Sedap benar baunya! (beberapa bunga gugur ke tanah) GONZALO : Ini semua sungguh menyenangkan, Senora! LAURA : Demikian juga saya, Senior! GONZALO si jahat kelinci Sampai besok, nyonya!

LAURA : Sampai besok, tuan! GONZALO : Agak panas hari ini! LAURA : Pagi yang cerah. Tuan besok pergi ke bangku tuan? GONZALO : Tidak, saya akan kemari saja.

Itu kalau nyonya tidak berkeberatan. LAURA : Bangku ini selalu menanti tuan! GONZALO : Akan saya bawa remah-remah roti!

LAURA : Besok pagi, jadilah! GONZALO : Besok pagi. (Laura melangkah ke kanan berpegang pada petra. Gonzalo membungkuk susah payah memungut bunga yang jatuh tadi, dan laura menengok ketika itu) LAURA : Apa yang tuan kerjakan? GONZALO : Juanito, tunggu dong!

LAURA : Tak salah, dialah Gonzalo! (keduanya tersenyum) Baca Juga : 3 Contoh Makalah Mahasiswa Sesuai Pedoman Dan Struktur yang Baik dan Benar Contoh Naskah Drama 8 Orang Di bawah ini merupakan 3 contoh dari beberapa tema naskah drama untuk 8 orang, antara lain. 1. Contoh Naskah Drama Pendidikan unsplash.com Judul : Aku ingin menjadi… Tema : Pendidikan Pemeran : 8 Orang Penokohan drama : • Nita : Pemberani • Tina : Tegas • Wina : Penakut • Lia : Pemalu • Ibu Feni : Penegak • Pras : Baik hati • Joni : Rela berkorban • Tegar : Cuek Sinopsis Drama Pertanyaan dari Ibu Feni membuat ke tujuh siswanya memiliki impian yang besar dan timbul keseruan ketika jam pelajaran.

Dialog Drama Kring! Kring! Kring! Bel masuk telah diberbunyi. Para siswa SD Harapan 345 saatnya untuk masuk kelas dan menerima pelajaran dari wali kelasnya masing-masing. Pemandangan di kelas 4 masih gaduh. Ada yang berkelahi. Joni : Kamu mau jadi pahlawan di kelas ini? Pras : Bel masuk telah berbunyi. Joni : Semuanya masuk! Nita : Iya Pak ketua kelas (cetus Nita). Joni : Berkelahi gara-gara merobekkan buku seperti tidak ada pekerjaan lain saja!

Ibu Feni : Selamat pagi anak-anak. Sebelum memulai pelajaran kita berdoa dahulu. Berdoa dimulai. Ibu Feni : Selesai. Saya tadi mengetahui kalau ada keributan di luar kelas padahal sudah ada bel masuk. Joni : Iya kan Ibu Feni marah (bisik Joni kepada Pras). Pras : Kayaknya hanya mengingatkan saja deh Jon. Joni : Tadi ada yang berkelahi Bu. Tapi sudah dilerai. Bu Feni : Ya sudah besok-besok jangan diulangin ya. Serempak siswa kelas 4 mengiyakan ucapan Ibu Feni.

Ibu Feni : Buka buku paket bahasa Indonesia kalian mengenai impian dan cita-cita. Siapa yang tahu definisi impian dan cita-cita? Tina: Impian adalah harapan dari seseorang yang perlu dibuktikan.

Kalau cita-cita adalah harapan dan perjuangan yang disertai dengan kemampuan untuk meraihnya. Ibu Feni : Bagus jawabanmu Tina. Terus perbedaan antara keduanya apa Tina? Tina : Ehmm (Pikir Tina dalam-dalam). Nita : Tidak ada bedanya Bu!

Ibu Feni : Ya pasti ada. Bagaimana menurutmu Lia? Lia : Perbedaannya tipis Bu. Kalau impian sudah dirancang sejak lahir. Kalau cita-cita harapan dari banyak orang bukan diri kita sendiri. Ibu Feni : Betul. Jika kita membicarakan tentang impian dari sekian banyak siswa di sini bisa dijelaskan mengenai impian kalian?

Bisa dimulai dari kamu Pras. Pras : Aku Bu? Impianku ingin menjadi reporter yang bisa meliput berita sekaligus jalan-jalan di mana-mana. Joni : Sukanya jalan-jalan saja. Ibu Feni: Waduh, Pras impiannya hebat.

Kamu Joni? Bantah saja!. Joni : Impian saya ingin pergi ke bulan seperti minnion Si jahat kelinci Ibu Feni : Minnion? Tegar : Itu film kartun Bu. Joni suka menonton film kartun jadinya suka berkhayal. Serempak siswa kelas 4 tertawa. Ibu Feni : Sudah! Sudah! Kamu ini bisa saja Joni. Bagus juga itu. Kamu Wina? Wina : Saya bermimpi untuk menjadi polisi wanita Bu.

Joni : Kamu saja takut dengan cecak mau jadi polisi. Tidak salah? Hahaha… Lagi-lagi seluruh siswa tertawa atas lakon Joni. Ibu Feni : Impian yang mulai Wina.

Kalau kamu Tegar? Tegar : Impian saya sama seperti Ibu jadi guru di sekolah dasar. Joni : Tampang belagak tidak pantes jadi guru. Berkali-kali seluruh siswa tertawa. Ibu Feni : Joni, sekali lagi kamu ngeledek temanmu. Ibu jewer! Tiba-tiba suasana kelas menjadi hening atas bentakan Bu Feni kepada Joni. Ibu Feni : Kalau kamu Tina dan Nita.

Nita dan Tina : Kita mempunyai jadi penulis Bu (kompak menjawab). Ibu Feni : Dari sekian banyak jawaban kalian mengenai tentang impian bagus-bagus. Namun dalam meraih impian harus disertai dengan perjuangan, pengorbanan, kerja keras. Joni : Doa Bu? Ibu Feni : Jangan lupa untuk selalu berdoa tapi harus disertai perjuangan. Nita : Tapi kalau seperti Joni apa itu impian Bu? Joni : Kamu usil saja! Ibu Feni : Kalau impian Joni terlalu berkhayal tapi impian itu harus setinggi langit. Kalau Joni memang mempunyai impian itu maka mulai saat ini harus diperjuangkan.

Belajar yang tekun biar menjadi astronot. Pras : Belajar? Joni suakanya main PS Bu. Tegar : Iya Bu, gangguin aku belajar. Ibu Feni : Betul kata Pras dan Tegar? Joni hanya diam dan melirik dengan mata melotot pada Pras dan Tegar. Ibu Feni : Sebaiknya bermain itu boleh tapi jangan berlebihan. Joni : Saya main PS ketika libur dan si jahat kelinci waktu kosong kok Bu. Mereka saja yang iri. Ibu Feni : Iya Ibu tahu. Kamu anak pinter.Tepuk tangan buat Joni Serempak seluruh siswa si jahat kelinci oplos kepada Joni.

Ibu Feni : Tapi nakal. Serempak disusul tawa yang membahana. Bel istirahat telah datang. Baca Juga : 18 Contoh Pidato Singkat Terbaru Tentang Berbagai Topik, Lengkap! 2. Contoh Naskah Drama tentang Pelajar unsplash.com Judul: Makanya Jangan Suka Nge-Bully Para pemain: • Ibu Diana : Cerewet, Galak • Dera: Galak, Songong, Cerewet • Lina: Cerewet, Suka nge-bully • Raymond: Songong, Sok ganteng, Lucu • Lela: Lola, Lucu, Ngapak, Polos si jahat kelinci Murti: Sangar, Lucu • Syifa: Tukang Makan, Polos, Baik • Randi: Baik, Lugu, Culun Babak 1 Di suatu ketika pada masa ajaran baru, pasti ada kan yang namanya MOS?

Pada saat itu pula para senior membuat itu menjadi ajang menghina. Seperti kisah drama kami ini, saat itu pada saat MOS ada beberapa murid yang berasal dari desa bersekolah di kota untuk mencari pendidikan yang lebih tinggi.

Mereka bersama-sama mengikuti MOS itu seperti anak-anak yang baru masuk SMA. Namun ada beberapa kakak kelas yang tak suka pada mereka dan melakukan sebuah perlakuan menghina. Mari saatnya kita saksikan!

(Di Aula) Raymond: Hai penonton tahu enggak kalau gue ini kakak senior yang paling ganteng di sekolah ini loh. Lina: Idih… seperti ini ganteng? yang jelek seperti apa? (mendorong Raymond) Raymond: Biarkan saja, Jelek begini saja Dera suka sama gua kok. iya enggak Der? (mendekati Dera) Dera: Huek!

(menjauhi Raymond) Lina: Sudah deh mendingan sekarang kita MOS-in anak-anak udik dari kampung itu deh, sudah enggak sabar ingin menghina mereka.

Dera: Ya sudah ayok (Mereka lalu pergi ke barisan siswa MOS) Raymond: Oh jadi ini anak-anak culun ini yang pada mau sekolah disini ?? Lela: Ho….oh kak (menjawab dengan ngapak dan polosnya) Murti: Hussst diam!

(menginjak kaki Lela) Lela: Aw sakit tahu! Ya kan ditanya, ya jawab! Dera: Heh siapa suruh jawab hah! (membentak dan memelototi Lela) Lela: Maaf kak! (Polos) Syifa & Murti : Hussssttt…. Lina: Heeey kok dijawab lagi! Sini kalian saya hukum bersihkan wc! (Menarik Lela, Syifa dan Murti pergi dari aula) Dera: Mond kamu bereskan anak satu ini!

gue mau ikut Lina Raymond: Oke cantik… Dera: (pergi) Raymond: Heh nama loh sapa ha! (membentak Randi) Randi: Dibaca lo kak. sudah SMA kok enggak bisa membaca si? Raymond: Sombong kamu ya, saya tanya nama kamu siapa si jahat kelinci (membentak dengan keras) Randi: Ya ini kak, tulisan gede-gede seperti ini masa enggak ke-baca si (polos, sambil menunjukan nametag-nya) Raymond: O… minta diberi loh ya, (mengangkat dagu Randi) Randi: Diberi apa kak?

diberi makan mau kak, lapar niih, (dengan polosnya) Raymond: O.benar-benar ini anak, minta di kasih pelajaran, sini ikut saya! (menarik Randi) (Mereka semua lalu pergi ke WC) Babak 2 Di WC, para siswa MOS dihukum membersihkan WC, tak terkecuali Randi tetapi hukumannya ditambah yaitu dengan diceburkan kepalanya ke bak berisi air oleh Raymond karena kesal karena ulah Randi tadi.

Kalian mau tahu kisahnya? Ayo kita saksikan disini, disini, disini, di TKP… Lina: Heeeh…bersihkan yang benar ya awas sampai ga bersihh !! Dera: Iya yang benar tuh, lama deh kalian (sambil menyisir rambut dan berkaca dengan cermin kecil yang selalu ia bawa) Syifa, Murti, Lela : Iyaaa kak! (sambil membersihkan wc) Syifa: Tapi dapat makan kan kak ? (polos) Lina: Makan terus deh elo, kapan langsing ? Syifa: Ya kapan-kapan aja deh kak kalau allah sudah mengizinkan.

(polos) Dera: Haduh, duh, duh, sudah deh lanjutkan saja bersihkan wc sana! (Tak lama datanglah Raymond dan Randi) Raymond: Hei sini lo, bersihkan WC ini, sampai bersih! Randi: Masya allah…seng salah siapa, kok aku yang dihukum sii! Raymond: Heeeh berisik loe ya, sini ikut gua! Randi: Mmmm…. kemana kak ? ke mall ke kantin apa kemana ? (polos) Raymond: Halah berisik loe!

(Raymond menceburkan kepala Randi ke dalam bak berisi air) Raymond : Hahaha. Lela: Masyaallah tolong-tolong ada seng kelelep tolong-tolong! (berteriak) Murti: Ho.oh.Ho.oh tolong ada senior kesurupaaaan tolong! (ikutan berteriak) Syifa: Haaah mana-mana ada senior bawa sarapan.uhh enaknya. Mana-mana? (mencari-cari) Lina: Heeeh sudah diam, apa kalian mau digituiin? Syifa, Murti, Lela: Enggak kak. (menunduk) (Tak lama datanglah ibu guru yang langsung memarahi senior itu) Ibu Diana: Hey apa-apan ini, mereka itu anak orang bukan anak kodok yang bisa hidup di air dan di darat, enggak pernah belajar yah kalian, Naskah Drama 8 Orang Pemain?

Dera: Keluar deh tuh biologinya? (sambil kipas-kipas) Ibu Diana: Heh diaam! Sudah sana kalian pergi, besok temui ibu di sini lagi ya! Dera, Lina, Raymond : Iya Bu… (Pergi) Ibu Diana: Kalian gapapa kan? Randi gapapa kan ? Randi: Enggak apa-apa bu, cuma kembung (mengelus-elus perut) Lela: Halah biasanya minum air sungai!

Murti: Hahaha… Syifa: Lapar bu, (muka melas) Ibu Diana: Ya sudah yuk kita ke kantin makan bakso yuk anak-anak Syifa: Yeeey asyik-asyik Murti&Lela: Jos (menyerobot perkataan Syifa) (Mereka lalu tertawa dan pergi kekantin dengan semangat) Oke, itu tadi adalah 5 contoh naskah drama untuk 4 orang dan 8 orang yang bisa Mamikos bagikan kepada kalian semua.

Baca Juga : 9 Contoh Teks Negosiasi Singkat yang Benar + Strukturnya Semoga informasi di atas bisa menjadi referensi kamu untuk menuliskan sebuah naskah drama ya! Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya, kamu bisa kunjungi situs Mamikos secara berkala. Klik dan dapatkan info kost di dekatmu: Kost Jogja Harga Murah Kost Jakarta Harga Murah Kost Bandung Harga Murah Kost Denpasar Bali Harga Murah Kost Surabaya Harga Murah Kost Semarang Harga Murah Kost Malang Harga Murah Kost Solo Harga Murah Kost Bekasi Harga Murah Kost Medan Harga Murah
Agar si kecil tidur dengan nyenyak, bunda bisa ceritakan kumpulan dongeng anak sebelum tidur yang paling menarik dan terpopuler berikut ini!

si jahat kelinci

Si jahat kelinci, setiap orang tua pernah menghadapi situasi si kecil yang sulit sekali untuk tidur? Ujung-ujungnya, salah satu cara yang dipilih agar buah hati bisa tidur nyenyak adalah dengan membacakan buku cerita anak sebelum tidur.

Pemberian cerita dongeng sebagai pengantar tidur anak-anak sudah sering dilakukan sejak masa lampau. Sebabnya, tradisi lisan mendongeng bukan hanya sekadar pemicu tidur nyenyak anak, tetapi juga dongeng anak memiliki nilai moral yang terkandung di dalamnya. Muatan cerita dongeng dapat mengajarkan, mengenalkan, sekaligus menunjukkan kebaikan dan nilai-nilai si jahat kelinci kepada si kecil. Kini, cerita dongeng yang ada jumlahnya tidak sedikit.

Kian hari, cerita dongeng pun kian beragam dan bervariasi. Ada cerita fantasi, realita, fabel, magis, historis, agamis, dan lainnya. Simak kumpulan cerita dongeng anak terbaik berikut ini, ada cerita dongeng Nusantara hingga mancanegara, lho! Nikmati promo Bebas Ongkir Tokopedia, biar belanja makin hemat!

Baca Juga: 10 Tips & Cara Mengajari Anak Membaca yang Mudah dan Efektif Dongeng Anak Sebelum Tidur 1. Timun Emas Di masyarakat Indonesia, Timun Emas merupakan cerita dongeng yang terbilang populer. Mulanya, ada sepasang suami istri yang sangat menginginkan kehadiran seorang anak. Agar memiliki seorang anak, mereka pun pergi menemui raksasa bertubuh hijau.

Kemudian, raksasa itu memberikan sepasang suami sebuah benih. Dengan rasa yang penuh suka cita, sepasang suami istri tersebut segera menanam benih. Setelah itu, benih tersebut tumbuh hingga menghasilkan timun.

Tiba-tiba saja, seorang anak gadis berparas cantik keluar dari timun itu dengan cahaya yang bagaikan emas. Anak gadis itu pun diberi nama “Timun Emas”. Sayangnya, raksasa bertubuh hijau ingin merampas Timun Emas dari orang tuanya. Akan tetapi, Timun Emas berhasil mengalahkan raksasa bertubuh hijau yang serakah. Cek Buku Dongeng “Timun Mas” Selengkapnya 2. Bawang Putih dan Bawang Merah Cerita anak sebelum tidur Bawang Putih dan Bawang Merah tidak kalah seru dibandingkan dengan cerita pengantar tidur anak lainnya.

Cerita ini berawal dari Bawang Putih yang baik hatinya. Bawang Putih adalah anak yang rajin dan suka menolong. Namun, Bawang Putih kerap kali mendapatkan perlakuan buruk dari Bawang Merah. Ulah Bawang Merah yang jahat pun terus-menerus dirasakan oleh Bawang Putih. Meski demikian, Bawang Putih tidak pernah membalas perbuatan Bawang Merah dengan kejahatan, melainkan Bawang Putih tetap berbuat baik kepada Bawang Merah. Pada akhirnya, Bawang Merah terkena celaka akibat ulahnya sendiri. Cek Buku Dongeng “Bawang Merah dan Bawang Putih” Selengkapnya 3.

Malin Kundang Malin Kundang merupakan cerita seorang anak durhaka bernama Malin. Kenapa ia durhaka? Tentu karena perbuatannya. Si jahat kelinci, Malin sangat berbakti pada ibunya. Ketika Malin beranjak dewasa, ia pun berpamitan kepada ibunya untuk mengarungi lautan luas dan merantau ke tanah seberang.

Setelah bertahun-tahun lamanya, Malin tidak kunjung memberi kabar, apalagi pulang ke rumah ibunya. Pada suatu saat, seorang saudagar yang kaya raya datang ke pulau ibu Malin. Ternyata, orang tersebut adalah Malin, namun Malin tidak mengakui ibunya yang tampak lesuh, tua, dan miskin. Atas kedurhakaannya, Malin dikutuk menjadi batu. Cek Buku Dongeng “Malin Kundang” Selengkapnya 4. Liliput Nama negeri Liliput telah dikenal masyarakat sebagai negeri para makhluk setinggi enam inci yang terdapat pada karangan Petualangan Gulliver karya Jonathan Swift.

Akan tetapi, ceritanya beragam dan bervariasi. Salah satunya adalah liliput rumah yang suka meminjam barang. Ketika malam hari tiba dan para penghuni rumah terlelap tidur, Liliput keluar dari celah-celah dinding secara diam-diam. Langkahnya kecil-kecil seperti tubuhnya. Liliput berlari ke sana dan ke sini untuk mengambil barang-barang, namun ia tetap mengembalikan barang yang sudah dipakai ke tempat asalnya.

Tidak jarang juga ia memberi sesuatu kepada penghuni rumah tanpa disadari. Pemberian tersebut merupakan bentuk rasa berterima kasihnya. Cek Buku Dongeng “Liliput” Selengkapnya 5. Sentuhan Emas Raja Midas Cerita dongeng yang satu ini mengisahkan seorang raja tamak bernama Midas.

Pada suatu hari, dewa mendatangi Raja Midas dan menawarkan satu permintaan. Sang Raja pun segera meminta sesuatu yang tidak disangka-sangka. Meski sudah dilimpahi harta benda dan kuasa, Raja Midas masih meminta agar segala yang disentuhnya dapat berubah menjadi emas.

Celakanya, permintaan tersebut malah merugikan si jahat kelinci sendiri. Tambah wawasan si kecial dengan buku pengetahuan pilihan terbaik di sini! Baca Juga: 10 Merk Baby Oil Terbaik yang Bikin Nyaman Si Buah Hati 6. Si Kancil Pencuri Mentimun Para petani tengah berusaha keras untuk menanam mentimun di kebun milik mereka. Setiap hari, mereka bertani mentimun dengan gigihnya. Akan tetapi, banyak mentimun yang berhilangan ketika masa panen tiba.

Usut punya usut, ternyata pelakunya berasal dari dalam hutan di sebelah kebun mentimun. Para petani pun segera mencari si pencuri mentimun. Lalu, tertangkaplah si pencuri mentimun itu. Selama ini, sosok yang suka mencuri mentimun adalah anak kancil. Oleh sebab perbuatannya itu, si anak kancil meminta maaf kepada para petani. Cek Buku Dongeng “Si Kancil Pencuri Mentimun” Selengkapnya 7.

Kancil dan Buaya Kancil dan Buaya merupakan salah satu cerita fabel legendaris di Indonesia. Fabel tersebut menceritakan tentang si Kancil yang ingin memakan mentimun favoritnya.

Ia sangat menginginkan makanan itu, namun mentimun favorit yang ia inginkan berada di seberang sungai. Kancil sangat takut menyeberangi sungai karena ada sekelompok buaya yang menjaga sungai.

Setelah berpikir lama, Kancil pun mendapatkan ide cemerlang untuk memanfaatkan buaya-buaya yang mudah ditipu. Pada akhirnya, Kancil berhasil si jahat kelinci sungai dengan selamat dan menikmati mentimun kesukaannya. Cek Buku Dongeng “Kancil dan Buaya” Selengkapnya 8.

Anak Katak dan Anak Lembu Cerita dongeng Anak Katak dan Anak Lembu mengisahkan seekor anak katak besar dan kuat, sehingga ia sangat sombong. Secara tidak sengaja, Anak Lembu menjilat Anak Katak ketika Anak Lembu tengah memakan rumput. Anak Katak itu pun marah dan si jahat kelinci kesombongannya. Namun, Anak Katak tertimpa kesialan akibat kesombongannya. 9. Kelinci dan Kura-Kura Salah satu cerita dongeng tentang binatang yang populer adalah “Kelinci dan Kura-Kura.” Cerita dongeng ini mengisahkan seekor kelinci sombong yang suka mengejek kura-kura.

Si kura-kura memang bergerak lamban, tetapi dia sangat gigih. Saking sombongnya, kelinci itu menantang kura-kura untuk berlomba lari dan merasa yakin bahwa ia akan menang. Sayangnya, kelinci terlalu sombong dan meremehkan kura-kura.

Ia pun malah tidur di tengah jalan yang berdekatan dengan garis finis. Tanpa disadari, kura-kura sudah melewatinya dan berhasil mengalahkan kelinci. 10. Domba dan Si jahat kelinci Cerita dongeng selanjutnya adalah Domba dan Harimau. Cerita dongeng ini berkisah tentang seekor domba yang memasuki kawasan hutan rimba untuk mencari makanan.

Ketika dalam perjalanan, dia bertemu dengan seekor harimau buas yang hendak memakannya. Akan tetapi, domba memiliki akal cerdik, sehingga berhasil mengelabui harimau.

Masa kini terbentuk karena adanya masa lalu. Yuk, perluas wawasan dengan membaca buku sejarah terlengkap di sini! Baca Juga: 7 Tips Memilih Mainan yang Tepat untuk Si Kecil 11.

Tiga Anak Babi Pada suatu hari, terdapat tiga anak babi yang ingin membangun rumahnya masing-masing. Babi pertama membangun rumah yang terbuat dari labu, sedangkan babi kedua membangun rumahnya dengan kayu.

Sementara itu, babi ketiga ingin memiliki rumah yang terbuat dari batu. Ketika badai tiba, hanya rumah babi ketigalah yang bertahan. Sehingga babi pertama dan kedua menyadari bahwa rumah tidak hanya harus nyaman, tetapi juga harus aman. Cek Cerita “Tiga Anak Babi” Selengkapnya 12.

Katak Kecil yang Nakal Cerita anak ini berasal dari Korea. Ceritanya bermula dari seorang anak katak kecil yang suka membangkang ibunya. Jika ibunya menyuruh sesuatu, ia tidak pernah melakukannya dengan benar. Kemudian, ibunya jatuh sakit akibat ulah nakal katak kecil yang berlebihan. Pada akhirnya, katak kecil menyesali perbuatannya dan tidak pernah membangkang omongan lagi 13.

Putri Sepatu Kaca Judul cerita dongeng ini terdengar tidak asing, ‘kan? Ya, Putri Sepatu Kaca merupakan judul lain dari cerita serupa, yakni Cinderella. Cerita ini berkisah tentang seorang anak tiri bernama Cinderella. Cinderella sering sekali mendapatkan perlakukan kasar oleh keluarga tirinya. Pada suatu hari, keajaiban datang.

Ia diberi kesempatan untuk menghadiri pesta kerajaan oleh ibu peri yang baik hati. Dengan menggunakan sepatu kaca yang cantik, Cinderella duduk manis di kereta kencana yang menuju istana. Di sana, ia bertemu seorang pangeran dan mereka pun saling jatuh cinta. Cek Cerita Dongeng “Putri Sepatu Kaca” Selengkapnya 14. Gadis Bertudung Merah Cerita Cinderella bukanlah satu-satunya yang paling dikenal masyarakat luas.

Cerita “Gadis Bertudung Merah” pun termasuk salah satu yang paling populer dijadikan dongeng pengantar tidur favorit. Dongeng ini menceritakan seorang gadis kecil bertudung merah yang ingin mengunjungi neneknya. Namun, tampak keanehan pada si nenek. Ternyata, seekor serigala telah menyamar sebagai si nenek dan ingin memakan gadis bertudung merah. Malangnya, seekor serigala tersebut gagal dan terkena celaka akibat ulahnya.

Cek Cerita “Gadis Bertudung Merah” Selengkapnya 15. Jack dan Pohon Kacang Si jahat kelinci dongeng anak legendaris ini bercerita tentang seorang anak bernama Jack yang menukar sapinya dengan sebutir kacang ajaib. Ternyata, kacang ajaib itu dapat tumbuh hingga menjulang tinggi dan menembus langit. Si jahat kelinci pun memanjat pohon tersebut karena ia amat penasaran.

Setelah menembus langit, Jack menemukan rumah raksasa. Ia juga menemukan telur bebek emas, lalu mengambilnya sebelum ketahuan penghuni rumah raksasa.

Cek Cerita “Jack dan Pohon Kacang” Selengkapnya Punya banyak koleksi buku di rumah, tapi berantakan dan bingung simpan di mana? Ini solusinya Baca Juga: 10 Jam Tangan GPS Anak Terbaik, Pantau Anak Lebih Praktis! 16. Aladdin dan Lampu Ajaib Cerita dongeng yang berlatar di Timur Tengah ini mengisahkan seorang pemuda bernama Aladdin. Aladdin adalah seorang pemuda sederhana dari Negeri Persia. Ia menemukan lampu ajaib berisikan jin yang telah tidur selama ribuan tahun.

Untuk menunjukkan rasa terima kasihnya, jin tersebut memberi tiga kesempatan permintaan kepada Aladdin. Cek Cerita “Aladdin dan Lampu Ajaib” Selengkapnya 17. Putri Tidur Cerita dongeng “Putri Tidur” atau “Sleeping Beauty” juga sudah amat populer di kalangan anak-anak. Ceritanya, seorang putri terkena kutukan penyihir jahat. Kutukan itu membuat si putri tertidur selama-lamanya. Meski badai tiba, si putri tetap saja terjebak dalam tidur panjangnya.

Pada akhirnya, seorang pangeran datang, kemudian membangunkannya. Cek Cerita “Putri Tidur” Selengkapnya 18. Momotaro Momotaro merupakan cerita dongeng asal Negeri Sakura, yakni Jepang. Momotaro bercerita tentang sepasang kakek nenek yang belum mempunyai anak. Kemudian, sang nenek menemukan sebuah persik yang besar terhanyut pada suatu hari di sungai. Sang nenek pun memanggil sang kakek, lalu memukanya.

Ternyata, buah persik tersebut berisi seorang bayi. Bayi tersebut diberi nama Momotaro. Momotaro pun tumbuh menjadi anak yang sangat kuat Sehingga ia memutuskan diri untuk melakukan perjalanan panjang. Nantinya, ia akan menaklukkan para iblis yang jahat. 19. Hari dan Awan-Awan Seorang pria bernama Hari sedang bercocok tanam di sawahnya.

Tiba-tiba saja, si jahat kelinci awan menghalangi tanamannya dari sinar matahari. Hari pun merasa kesal dan memarahi awan-awan. Kekesalan dan kemarahan Hari ternyata tertular pada si jahat kelinci, sehingga mereka ikut merasakan hal yang sama.

Baik Hari maupun awan tidak ada yang ingin mulai mengalah, apalagi memberi maaf. Akhirnya, Hari kehilangan panennya yang kekurangan sinar matahari, sedangkan awan menguap akibat panas matahari. 20. Sedikit-sedikit Jadi Bukit Dongeng yang satu ini mudah dikenali berkat judulnya yang tampak representatif. Ya, inti ceritanya adalah si anak si jahat kelinci berusaha mengumpulkan koin agar ia dapat membeli hadiah ulang tahun orang tuanya.

Mulanya, ia mengumpulkan koin-koin sedikit demi sedikit. Lama-kelamaan, tumpukan koin miliknya telah menyerupai bukit. Ia pun merasa bersyukur pada dirinya karena berhasil mengumpulkan koin dengan sabar dan gigih. Baca Juga: 10 Parfum Bayi Terbaik yang Wanginya Enak dan Tahan Lama Itu dia kumpulan cerita dongeng agar anak bisa tidur nyenyak. Agar cerita bisa berbeda-bedea setiap harinya dan si kecil tidak bosan, yuk bunda tambah buku cerita anak terlengkap di Tokopedia!

si jahat kelinci

Isi waktu luang dengan lebih berkualitas dengan buku-buku pilihan terbaik di sini! Penulis: Ichsan Andi Lubis
noneGenre Novel, genre merupakan kata serapan yang merujuk pada ragam kaidah yang dipakai dalam karya seni dan budaya. Ragam kaidah tersebut mempunyai patokan dan ciri khas yang membedakan satu dengan yang lain. Seperti halnya novel juga mempunyai macam genre tersendiri. Selain untuk pembeda, genre juga bisa menentukan pasar pembaca. Sehingga penting untuk memahami si jahat kelinci macam genre novel sebelum menulis novel.

1. Macam Genre Novel Berdasarkan Kenyataan Ceritanya • Novel Fiksi Novel yang ditulis berdasarkan kejadian yang tidak pernah ada. Cerita di dalamnya dibuat berdasarkan khayalan dan imajinasi penulis. Contohnya adalah The Hobbit • Novel Non Fiksi Novel yang ditulis berdasarkan kejadian nyata yang memang pernah ada atau terjadi. Ceritanya tentu saja dibuat berdasarkan fakta. Bisa dari pengalaman penulis atau orang lain.

Contohnya adalah Laskar Pelangi 2. Macam Genre Novel Berdasarkan Jenis Ceritanya • Novel Romantis Novel yang menceritakan tentang kisah cinta dan kasih sayang. Novel bergenre seperti ini banyak menggunakan diksi yang puitis dan indah.

Adegan dan dialognya banyak didominasi oleh romantisme. Contohnya adalah Tenggelamnya Kapal Van der Wijk • Novel Horor Novel bergenre seperti ini mengangkat kisah yang mengandung “Teror”. Biasanya novel seperti ini banyak menghadirkan adegan yang penuh rasa “merinding” dan kalimat-kalimat kejutan.

Tujuannya agar pembaca merasakan takut. Contohnya adalah Bangku Kosong • Novel Misteri Genre yang satu ini sering disalah artikan dan disamakan dengan horor. Padahal keduanya sangat berbeda dalam penyajiannya. Genre ini menyajikan cerita tentang kasus dan kejanggalan yang terselubung serta penyelesaiannya. Biasanya novel bergenre seperti ini menggunakan adegan yang penuh trik dan alur yang twist. Contohnya adalah Sherlock Holmes • Novel Humor Novel bergenre seperti ini menitik beratkan pada kisah yang konyol, membuat geli, dan tentunya mengundang tawa.

Bahasa yang digunakan sederhana juga mudah dipahami. Ada yang menggunakan diksi si jahat kelinci indah, ada juga yang menggunakan slang atau bahasa gaul. Contohnya adalah Kambing Jantan • Novel Sci-Fi/Fiksi Sains Novel dengan genre ini mengangkat tema dunia penuh teknologi tinggi.

Bisa juga dikatakan cerita utopia, dunia impian. Latar yang dihadirkan juga penuh dengan konsep teknologi dan ilmu pengetahuan. Contohnya adalah Si jahat kelinci to The Future • Novel Fiksi Genre yang satu ini paling banyak dipakai di kesusastraan barat, seperti Amerika dan Eropa. Ciri khas dari genre ini terdapat pada ide ceritanya yang mengangkat hal-hal magis, supranatural, surealis namun tetap logis.

Bisa dibiang genre ini adalah genre yang mempunyai tingkat imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Contohnya adalah Harry Potter • Novel Fan-Fic/Fiksi Penggemar Genre seperti ini banyak digemari oleh kaum hawa, utamanya remaja. Sebab novel seperti ini mengangkat tentang cerita fantasi seorang idola yang ditulis oleh penggemarnya. Tokoh yang digunakannya bisa tokoh si jahat kelinci maupun tokoh fiksi yang jadi idolanya.

Contohnya adalah Four Season’s Tales • Novel Petualangan Genre ini menitik beratkan pada alur dan cerita yang berkesinambungan. Adegan dan dialog di dalamnya menerangkan situasi. Sedangkan latar yang tergambar dalam cerita biasanya lebih mendetail. Novel dengan genre seperti ini kebanyakan bercerita tentang sebuah misi, dengan ending cerita yang jelas tetapi penyelesaian yang menggantung.

Contohnya adalah A Journey to The Centre of The Earth • Novel Sejarah Genre ini bisa dibilang genre yang masuk non fiksi, namun ada juga yang masuk area abu-abu (tidak sepenuhnya fiksi atau non fiksi). Ceritanya diangkat dari kisah sejarah, mitos, atau legenda yang pernah ada di tengah-tengah masyarakat. Biasanya dalam bercerita, penulis menambahkan opininya terhadap sejarah tersebut.

Contohnya adalah Amba 3. Macam Genre Novel Berdasarkan Isi dan Tokohnya • Novel Teenlit Novel ini mengambil cerita tentang kehidupan remaja. Kebanyakan dari genre ini mengangkat kisah persahabatan, percintaan dan cita-cita. Latar yang dipakai kebanyakan adalah sekolah dan kampus. Contohnya adalah Dealova • Novel Si jahat kelinci Novel ini sering disamakan dengan teenlit, padahal berbeda.

Chicklit menggunakan cerita bertemakan kehidupan wanita muda dan segala permasalahannya. Latar yang dipakai biasanya adalah kamar tidur, kafe, restoran dan taman. Contohnya adalah Nyawa • Novel Metropop Novel yang ditulis berdasarkan cerita tentang wanita kosmopolitan yang berkutat dengan perkantoran. Biasanya tokoh di dalamnya mempunyai masalah yang kompleks seputar kehidupan, percintaan, karir dan ambisi.

Contohnya adalah Perahu Kertas • Novel Songlit Novel yang ditulis berdasarkan sebuah lagu. Bisa dikatan bahwa novel ini merupakan pengkisahan dari lirik lagu dan imajinasi penulisnya. Contohnya adalah Sebelum Cahaya • Novel Dewasa Novel yang bercerita tentang kehidupan orang dewasa. Isu-isu dan tema yang diangkat hanya bisa dipahami oleh orag dewasa. Tentu saja sejak awal memang ditujukan untuk pembaca dewasa.

Contohnya adalah Ronggeng Dukuh Paruk Alur yang cocok digunakan untuk cerita masa sekarang dengan melibatkan cerita masa lalu memang alur maju mundur. Tujuannya supaya pembaca tidak bingung dengan cerita yang kita tulis. Jadi cerita sekarang bisa begini karena dulunya begitu, atau dulu begitu kemudian dampaknya begini, dan seterusnya.

Sehingga dari bagian ke bagian cerita akan mengalir saling menyambung tanpa ada yang terlewatkan. Mengenai genre ada dua pilihan, untuk wanita muda yang baru menikah bisa ambil chicklit, sedangkan kalau ceritanya lebih kompleks dan temanya menitikberatkan permasalahan wanita dewasa, ambil si jahat kelinci novel dewasa.

Reply • Selamat malam, kak. Saya suka menulis cerita gak jelas dibuku. Kali ini saya mau mempublikasikan nya lewat salah satu aplikasi. Cerita tentang seorang gadis yang kehidupannya ancur, dan ada bagian percintaannya.

Tapi lebih mencerikatakn kehidupan ilusinya (jadi dia hidup dalam ilusi yang dia buat sendiri). Ini masuk ke genre apa ya Kak? • Hai kak! Aku kiky. Seorang remaja yang pernah belajar di pondok.hobiku nulis-nulis cerita pendek di suatu buku yang aku sediakan.

Terkadang, aku menulis cerita harianku, dan kadang juga tentang imajinasiku aja. Sekarang aku mau belajar mempublikasikan kak. Tentang kehidupan seorang remaja yang rela mengorbankan lelaki yang dicintainya demi sahabat tercintanya. Namun masa lalu kelamnya ternyata berhubungan erat dengan sahabatnya itu kak. Alurnya dibuat maju mundur kak. Gimana saran kakak?? Mohon bantuanya kk.Wslm. • Kak mau nanya nih. Aku nulis cerita gitu. Dalam cerita itu, menceritakan kehidupan seorang remaja usia 16 yang selalu di kuasai oleh egonya, pikiran dan hatinya selalu ngga sejalan gitu.

Nah dia juga korban bully gitulah Kak, males interaksi sama orang baru, selalu merasa sendiri walaupun dia punya satu sahabat. Nah dia juga selalu di banding-bandingin gitu ama ortunya. Jadi dia memilih melampiaskan rasa sakitnya itu pada dirinya sendiri. Sampai ada seorang sahabatnya yang menyadarkan dia kalau hidup ngga sekonyol itu. Menurut Kaka ini masuk genre apa sih. Aku rada-rada bingung soalnya. Reply • Masuk ke genre dewasa. Sebagai catatan, untuk cerita yang mengambil tema seperti autisme, depresi, bipolar dan semacamnya harus berdasarkan riset yang cukup mendalam, walaupun karya fiksi.

Tidak bisa tanpa riset dan hanya sebatas dibayangkan. Sebab apa yang kamu tulis nantinya harus sedemikian sama dengan fakta di kehidupan nyata. Karena bisa jadi yang membaca nanti orang yang mengalami, yang bersinggungan langsung atau praktisi. Jadi mereka tidak akan merasa aneh dengan cerita yang kamu tulis karena kenyataan atau faktanya tidak seperti itu.

Reply • Hai kak, saya senang bikin cerita di buku, dan sekarang saya ingin mempublikasikan cerita saya ke publik. Cerita nya, seorang remaja laki-laki yang mempunyai kisah hidup yang menyedihkan, dan dia hanya ada 2 pilihan dalam hidupnya. Menyerah atau bertahan. Ada konflik di keluarga nya juga. Ini termasuk genre apa ya kak? Dan, cocoknya bahasa si jahat kelinci digunakan bahasa gaul atau baku?. Mohon bantuannya ^^’ Reply • Perkenalkan saya suci. Yang ingin saya tanyakan adalah jika kita si jahat kelinci tema fiksi, misalnya tentang adanya mesin waktu, bagaimana caranya agar pembaca percaya terhadap mesin waktu tersebut tanpa merasa “dibohongi” sehingga pembaca dapat mengikuti alur cerita secara mengalir.

Meskipun secara realita, mesin waktu belum diterima kebenarannya secara sains. Terima kasih 🙂 Reply • Ada dua cara yang bisa ditempuh. Pertama menekankan sisi mustahilnya yang kemudian membuatnya menjadi mungkin dengan suatu jalan (Contoh: Steins;Gate dan Kimi No Na Wa).

Kedua memang sejak awal dimunculkan kemungkinan tersebut lalu membuat jalan cerita pengandaian, kalau mesin waktu itu benar-benar ada, lantas apa yang terjadi atau apa yang ingin dilakukan (contoh: Back to The Future). Reply • Kakak. Aku mau nanya dong. Aku berencana mau bikin cerita wattpad dengan alur. Seorang gadis yg mengalami suatu phobia dan seorang laki² yang bertaruh dengan temannya untuk menaklukkan gadis tersebut tanpa tau phobia si jahat kelinci gadis.

Di dalamnya mau aku masukkan unsur komedi dan percintaan romantce juga. Itu masuk genre apa ya? Supaya mudah, mau aku ambil alur tempat pertemuannya disekolah. Reply • Hai aku putri Pemula atau lagi belajar nulis novel. Nah cerita yang aku tulis ini tentang seorang detektif wanita yang tiba2 suka sama patner barunya sendiri. Tapi ternyata si patner barunya ini punya masa lalu yang kelam sehingga tidak bisa menyukai si detektif wanita. Tapi di tulisan aku juga tentang penangkapan seorang pembunuh.

Itu ikutnya genre apa ya? Dewasa/romantis/thriller? Terima kasih sebelumnya. Reply • Kalau melihat dari penjelasan singkatnya, baiknya novel seperti ini mengambil genre thriller, misteri, atau suspense.

Ketiga genre tersebut sekilas sama, namun berbeda. Apa perbedaannya? Genre misteri menonjolkan sisi cerita yang banyak memutar otak. Genre thriller menonjolkan sisi cerita yang mengancam nyawa atau misi berbahaya. Sedangkan genre suspense menonjolkan sisi gelap tokoh di awal dan membuat penasaran akan kisah dibalik kehidupan gelapnya, sampai di akhir, pembaca akan menemukan twist (ending cerita yang tak disangka-sangka).

Reply • Ambil genre komedi lalu benang merah ceritanya berikan unsur misteri ala detektif. Kalau diporsikan, 55% komedi dan 45% misteri. Kenapa seperti itu? Karena unsur misteri dan komedi harus digarap sangat hati-hati, supaya komedinya dapat, misterinya juga dapat. Beda dengan komedi percintaan, kalau jenis ini bisa 70% komedi dan 30% percintaan. Reply • min mau tanya dong, si jahat kelinci pemula dan sedang membuat novel, bingung utk menentukan genre.

novel saya berisi tentang seorang pria humoris yang takut utk mengenal cinta karena kehidupan broken home yang ia alami, namun pada akhirnya ia ingin merubah semuanya dan telah berhasil untuk menemukan cintanya. didalam cerita tersebut terdapat unsur persahabatan, keluarga dan percintaan. Reply • Mau nanya dong.!! Saya masih membiarkan tulisan ku terbengkalai tak terurus, jadi saya juga ingin bertanya untuk genre seperti inicocoknya apa dan biar saya bisa kembangkan yang selanjutnya.

( karena Tundaan ). – Menceritakan tentang masa dimana seorang pemuda yang memiliki kenangan masa kecil terus ia menceritakan kepada rekan kerjanya, tentang masa dimana ia masih sekolah dan ikut pramuka. terus disini menceritakan tentang suka duka, meraih kejuaraan dan juga hal segala macam ( komedi dan fantasy ) jadi untuk ini, genre cocok si jahat kelinci ini apa ya ?

Reply • buku motivasi, resep, cara, wisata, itu masuk kategori non fiksi (bukan fiksi), buku yang ditulis berdasarkan hal-hal nyata yang memang seperti itu adanya. si jahat kelinci dalam buku resep masakan, tidak ada kalimat, “Setelah minyak panas, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan tuangkan cinta dan kasih sayang secukupnya”. Sedangkan untuk untuk Laskar Pelangi masuk ke novel non fiksi, maksudnya novel yang didasarkan pada pengalaman nyata.

Namanya novel pasti ada beberapa imbuhan dan bumbu-bumbu yang diberikan. Itu wajar, memang seperti itulah novel. Harus ada sisi emosi ang bisa disentuh melalui kalimat-kalimat sepanjang cerita. Reply • selamat pagi… kak, aku mau tanya misalkan menceritakan masa lalu nya waktu sekolah SMP betapa bodohnya dia seringkali memberi kesempatan kepada seorang laki-laki yang di anggap kakak angkat dia yang janjinya tidak akan pernah lagi membohonginya, tapi apa…?

dia malah mengulanginya kembali. aku bingung kak, genrenya apa…. Reply • Kalau yang seperti ini masuk teenlit. Kamu bisa ambil tema gangguan psikologis tertentu yang dialami si tokoh utama yang mempengaruhi kehidupannya. Ceritanya akan sangat menarik sekali kalau kamu bisa membangun alur dengan tema tersebut. Karena jarang-jarang ada genre teenlit yang berani mengambil tema selain tema sejuta umat, tema percintaan.

Reply • Maaf, saya mau bertanya, saya belum pernah menulis sebelumnya jadi saya agak bingung menentukan gendrenya, jadi begini ceritanya ada sepasang kekasih yang terjebak dalam kesalahpahaman tapi sebelum semuanya jelas si wanita kecelakaan dan dilaporkan meninggal, si pria sedih karena belum sempat menjelaskan kesalahpahaman mereka.

Dan tiga tahun kemudian mereka bertemu disebuah klub malam dan disana si wanita bekerja sebagai ‘cewe jadi2an’ si pria kaget dan tidak percaya, setelah itu si pria membawa si wanita kerumahnya dan menyusun sebuah rencana untuk mengetahui siapa sebenarnya ‘wanita jdi2an’ itu saat semua terungkap ternyata si wanita lupa ingatan dan terjebak hutang itu sebabnya dia bekeja sebagai ‘begituan’.

Jadi itu gendre apa ya? Reply • Assalamu’alaikum, saya atha, saya sedang belajar menulis, saya menangka cerita tentang persabatan yang berujung pada perasaan cinta diantara mereka. namun perasaan itu tidak pernah terucap, tapi saling menyadarinya, disisi lain masing2 dari sahabat ingin memperdalam tentang agama, jadi mereka berperang dengan diri sendiri antara mengorbankan persahabatan demi cinta, cinta demi persahabatan, mempertahankan ego cinta atau mempertahankan keyakinan (agama).

itu masuk genre apa yaa? Reply • Genre yang cocok sepertinya slice of life (penggalan kehidupan). Tapi sebaiknya ada bagian yang lebih ditekankan. Misalnya slice of life – psikologi, slice of life – misteri, atau mungkin slice of life – romance. Jadi ada unsur si jahat kelinci cerita yang memperkuat isi dan alur cerita, tidak hanya kisah hidup biasa yang terkesan datar saja. Reply • Mau bertanya, aku lagi belajar nulis novelgenre yang pas buat tulisan aku itu masuk ke chikclit atau novel dewasa?

Menceritakan tentang kehidupan wanita berusia 22 tahun yang mencoba meraih impiannya yaitu dapat dianggap sebagai anak oleh ayahnya yang menelantarkannya dulu, dengan menjadi bodyguard nya! Ada sedikit action di dalamnyabagaimana ya? Reply • Halo kak, nama saya Mei. Saya mau tanya nih, saya sedang mengerjakan novel. Novel saya ini bercerita tentang seorang gadis remaja yang. gimana ya cara menjelaskannya. Yang jelas, ini bukan tentang cerita masa muda yang penuh dengan cinta. Lebih seperti kehidupan yang sebenarnya.

Anak broken home yang mempunyai dua sisi yang sangat berbeda. Juga, ceritanya lebih menjerumus ke dalam genre hurt.

Oiya, ada sisi romance nya juga kak. Cuman dikit doang. Nah, yang saya mau tanyakan, kira-kira genre apa yang pas kak? Dan tolong jelaskan dong kak yang namanya general fiction itu. Makasih kak… Reply • Mungkin lebih cocok kalau masuk ke slice of life (sepenggal kehidupan) dengan latar belakang kenangan buruk tentang cinta, komitmen, dan hubungan.

General Fiction dalam dunia literasi sering disebut sebagai “fiksi umum”. Fiksi umum sebenarnya cukup lazim dan banyak dijumpai dalam dunia penerbitan barat. Fiksi umum meliputi seluruh karya sastra yang tidak masuk dalam genre-genre yang disebutkan di atas. tidak dikategorikan atau diluar kategori yang sudah di. Reply • hi kak, aku mau tanya nih. kan aku buat cerita, Kisah 2 orang wanita yang mencintai pria yang sama, si 2 orang wanita itu menjalin hubungan persahabatan.

nah singkat ceritanya gitu aja yah. dan endingnya si salah satu wanita itu jadi sama si pria (dalam artian menjalin hubungan). kira-kira masuk genre apa ya kak? romance/ teenfiction ? Reply • Assalamu alaikum Hai kk, aku penulis pemula pengen buat novel kira-kira begini ceritanya, seorang remaja ingin membuktikan bahwa jurusan ips yang di gelutinya bukanlah pilihan terakhir dan buruk.

Anak2 ips di sekolahnya selalu jadi bahan bulliying anak2 ipa. Sampai suatu saat ketika usianya 25 tahun ia berhasil merobohkan anggapan itu dengan mendirikan sebuah perusahaan bergengsi yang ternyata orang yang membulliyingnya dahulu menjadi pegawai / asistennya. Genre yang Pas apa ya. Reply • Sebelumnya terima kasih untuk ilmunya. Saya ingin bertanya kalau cerita yang saya buat ini tentang seorang ibu yang kehilangan anaknya karena terseret arus di sungai saat hujan.

Jadi setiap hujan ibu ini mempunyai kebiasaan aneh yang timbul akibat merindukan anaknya. Orang di sekitarnya sudah berusaha membantu agar si jahat kelinci ini sadar kalau anaknya sudah pergi. Nah tokoh utamanya kan ibu2 usia 30 tahun. Lalu genre yang cocok untuk cerita saya ini apa ya, Kak? Reply • kalo ceritanya tentang fiksiromance, adventure kira kira genrenya apa? dan bagaimana cara menulis novel dengan waktu yang efektif, misal kita target tanggal sekian udh jd, bagaimana bisa untuk mencairkan pikiran dalam waktu yang telah ditentukan itu?

lalu untuk masalah penerbitan novel kira-kira kepada siapa kita mengirimkan novel yg telah jadi agar segera diterbitkan? Reply • 1. Sepertinya kategori novel dewasa atau fantasi lebih tepat. 2. Kalau masalah tenggat waktu tergantung pada jadwal keseharian penulis, tidak mungkin semua penulis punya waktu yang sama. Jadi sesuaikan saja dengan jadwal harianmu. Ada waktu senggang kapan? Pakai saja untuk menulis, tetapi harus dengan target. Misalkan menulis 5 halaman selama 2 jam per hari dan 10 halaman selama 4 jam di akhir pekan.

Tenggat waktu selesai satu naskah 3 bulan. Itu salah satu contoh saja. 3. Kalau untuk mencairkan pikiran tidak ada formulanya.

Tetapi cara mengantisispasi stuck saat menulis ada. Caranya kamu buat kerangka novel yang sistematis per bab, setiap bab ada inti cerita dan penjabaranya secara si jahat kelinci. Nanti saat menulis naskah bisa kamu pertegas lagi inti dan beberapa cerita didalamnya.

kalau kamu lupa, stuck, tinggal baca kerangka novelmu tadi. Jadi kamu tidak akan terjebak di masalah stuck menulis lagi. 4. Untuk novel dewasa sebaiknya kirim ke bentang, grasindo, atau gramedia. Kalau untuk novel fantasi sebaiknya diterbitkan di Mizan. Reply • Halo saya riki mau nanya, novel saya tokohnya sepasang remaja sma, tp temanya agak dewasa seperti pelacuran, kapitalisme, dan patriotik gitu. Sebaiknya nanti saya kirim ke penerbit sebagai novel remaja atau dewasa?

Sebagai tambahan, saya menulis pakai bahasa baku kasual, bukan bahasa gaul ala remaja, dan pada satu bab khusus bercerita tentang keluarga si tokoh utama (flashback) seperti pada sastra serius gitu. Mohon sarannya Reply • halo, saya ingin bertanya. Saya penulis pemula yang rencananya akan membuat novel tentang dua tokoh yang satunya hidup di abad ke-18 dan yang satunya lagi hidup di masa kini.

Di dalamnya memuat percintaan remaja dari tokoh masa kini, dan ada pula dari tokoh abad ke-18. Kira-kira genre novel apa ya masuknya? Trims. Reply • Kalau ending sendiri pada dasarnya adalah hak dari si penulis sendiri. Jadi orang lain tidak bisa menyarankan akan seperti apa ending dari cerita yang ditulis oleh si penulis tersebut. Justru seharusnya ending yang ditulis oleh seorang penulis novel lah yang nantinya harus mau tidak mau diterima oleh pembaca, baik itu ending yang bahagia, sedih, maupun menggantung.

Reply • kak saya baru belajar menulis dan saya ingin sekali menulis novel tentang kehidupan saya. jadi intinya, di dalam novel itu berisi tentang segala permasalahan dan ujian dalam kehidupan Tokoh utama. selain itu ada juga 1 atau 2 bab yang mengisahkan tentang kisah cinta tokoh utama yang berakhir tragis.

kemudian, apa bisa bila Tokoh utama memiliki peran ganda? maksudnya peran ganda itu tokoh utamanya berada dalam rentan waktu yang berbeda. terima kasih Reply • Gini nih saya lagi nulis novel nih nentuin genrenya, novel saya bisa dibaca di kompasiana, yang saya upload secara bersambung berjudul wayang saga series, ketik aja di google.

Apakah itu novel fiksi atau sejarah, atau keduanya fiksi sejarah. Saya butuh profil saran anda. Terima kasih atas perhatiannya salam by Jannuary biru. Reply • Tergantung genre novelnya, kalau genre dewasa, fiksi sains (sci-fi), fiksi sejarah, atau fiksi fantasi sebaiknya pakai bahasa baku.

Kalau selain genre itu boleh pakai bahasa gaul sepenuhnya atau campuran. Apalagi kalau untuk teenlit dan humor cenderung lebih bagus kalau memakai bahasa gaul atau bahasa sehari-hari. Reply • Maaf saya mau tanya.

Kalau cerita yang seperti ini cocoknya genre apa ya? Seorang laki-laki muda terlibat masalah si jahat kelinci preman-preman demi menyelamatkan gadis muda yang dijual sama orangtuanya ke pria tua untuk dijadikan wanita penghibur.

Pemuda itu gak bisa mati dibunuh beberapa kalipun sama preman-preman tersebut. Jadi yang seperti ini cocoknya genre apa ya, min? Reply • Dwilogi artinya novel berseri yang terdiri dari 2 seri novel (2 jilid buku). Trilogi artinya novel berseri yang terdiri dari 3 seri novel (3 jilid buku). Tetralogi artinya novel berseri yang terdiri dari 4 seri novel (4 jilid si jahat kelinci.

dst. Jadi dwilogi, trilogi, tetralogi digunakan untuk menyatakan jumlah seri novel (berapa jumlah jilid novelnya), namun kesemuanya itu masuk dalam kategori novel berseri. Reply • Assalamualaikum kak, Klau isi cerita berkisah tentang masalah kehidupan keluarga tokoh utama (wanita 21th) si jahat kelinci sisi gelap tokoh (pria), tentang impian dan ambisi yang menyebabkan hubungan dengan Preman (gangster), diselingi kisah percintaan kedua tokoh.

Genre yg cocok chicklit, Suspense, thriller, dewasa, slice of life atw gmn kak? Terima kasih Reply • Kak, pengen nanya.

si jahat kelinci

Kalo misalnya kita mau memulai menulis novel, bagusan yg mana…? Apakah dimulai dengan tokoh utama yg memperkenalkan dirinya sendiri, atau si penulis yg memperkenalkan tokoh utamanya, atau dimulai dari si tokoh utama itu baru bangun tidur atau bagaimana?

Ceritanya ini tentang seorang cewek yang mengimpikan seorang sahabat sejati. Mohon penjelasan dan bantuannya kak! ???? Reply • Halo kak. Mau nanya seputar menulis.

Bisa kah satu novel memiliki lebih dr 1genre? Kalau ada kisah seorang pria berpropesi sebagai ceo&intel yg angkuh, misterius, sadis, tiba” bertemu sama cinta pertamanya setelah 10th dg perbedaan usia mereka yg terpaut 11th. Menurut kakak cocoknya genre apa ya? Terimakasih. Reply • Saya Darmanelly seorang dokter, ingin jadi penulis. Banyak kisah dari pasien yg bisa diangkat sebagai pembelajaran agar orang lain tidak mengalami hal seperti yang dialami pasien tersebut. Jadi sifatnya nasehat.

Juga memberikan motivasi kepada pasien agar lebih sabar dengan menambahkan beberapa ayat Alqur’an. Tapi sebelum nya diceritakan kisah sulit yg dialami oleh pasien tersebut. Mungkin nanti nya nama nya disamarkan. Itu masuk ke genre apa. Dan supaya menarik tata bahasa nya seperti apa. Apakah duka lara pasien boleh di bumbui agar menjadi lebih sangat menderita agar pembaca bisa mengambil hikmah dari pengalaman buruk pasien (kasus) tersebut.

Mohon masukan. Terima kasih. Reply • Kalau melihat dari penjelasan tersebut, sepertinya akan cocok kalau si jahat kelinci novel non fiksi. Jadi benar-benar kisah nyata, orangnya memang ada (tetapi sebaiknya nama dan data-data personal disamarkan). Karena novel kisah nyata, sebaiknya tidak dibumbui, biarkan apa adanya. bahasa yang digunakan juga sebaiknya tanpa kata-kata puitis yang mendayu-dayu. Reply • Permisi min, saya mau buat novel, kira kira genre nya apa ya,sekalian mau minta saran judul?

ceritanya tentang: pria yang baru pertama kali kenal cinta, dia pertama kali mendekati perempuantp perempuan yg dideketin punya pacar, pacarnya si perempuan itu cuma main main dan ga bener bener sayang, dan si pria ini sayang banget sama si perempuan, pria ini berjuang mati matian buat milikin si perempuan itu, tp kemudian hari si pria itu di kecewakan oleh perempuan nya, si perempuan nya lebih milih pacarnya.

Si pria itu sangat patah hati, sedih, pria itu menghilang dari perempuan itu. Dan suatu hari si perempuan ini diselingkuhin sama pacarnya, si perempuan ini patah hati, sampai mau bunuh diri. Dan si pria datang kembali untuk perempuan itu, dia datang untuk menghibur si perempuan dari kesedihan nya. Dan perempuan ini menyadari bahwa ia telah melewatkan berlian demi sebuah biji jagung. Dan akhirnya mereka berdua bersama. Maaf min kalo kalo terlalu panjang hehehe. Reply • Kalau usia tokoh didalam cerita mengambil usia orang dewasa dan ceritanya cenderung dewasa, maka ambil genre novel dewasa dengan tema percintaan.

Kalau usia tokoh didalam cerita pada usia remaja dan ceritanya cerita kehidupan remaja, maka ambil genre novel teenlit dengan si jahat kelinci percintaan. Sedangkan judul buatlah judul yang singkat, menarik dan membuat penasaran pembaca.

Reply • Halo, kak. Mau minta masukannya untuk genre. Ceritanya seputar wanita lajang usia menjelang tiga puluhan dalam menghadapi lika-liku mencari jodoh, dan kepercayaannya akan kuasa tuhan, bahwa tuhan sudah pasti mempersiapkan jodoh yang baik baginya.

Si jahat kelinci cibiran orang-orang dan menikmati kesendiriannya… Rencananya, alur ceritanya mau dibikin ringan aja, gak yang terlalu berat. Mau disisipin sedikit komedi dan romatisme juga.

Terimakasih untuk ilmu dan responnya. salam. Reply • Hi namaku Astrid aku pemula dalam hal menulis dan masih bingung nentuin genre tulisanku. Ceritanya itu tiga sahabat wanita yang perawakannya tomboy, dan karena kekacauan yang mereka buat mereka bertiga dimasukkan secara paksa ke sekolah kepribadian.

Nah di sekolah ini ternyata menyimpan rahasia yang sangat besar. Dalam cerita ini juga ada romance nya juga tetapi gak begitu kentara. Ini bagusnya genre apa ya? Reply • kak saya mau bertanya, saya sedang menulis sebuah novel yang bercerita tentang seorang gadis yang mengikuti organisasi yang tujuannya untuk membantu sesama. saat ia sedang berada di suatu kota untuk menjadi sukarelawan dalam membantu suatu daerah yang terkena bencana ia bertemu dengan sekelompok pemuda yang mencuri. sebenarnya sekelompok pemuda ini tidak mencuri sesuatu yang sembarangan namun mencuri hasil dari korupsi seoran pejabat.

terlibatlah gadis ini kedalam rencana sekelompok pemuda itu. nah menurut kakak apa genre dari tulisan saya ini Reply • Pertanyaan yang jarang ditanyakan, tetapi cukup bagus. General fiction umumnya kurang lazim di Indonesia, sebab di sini novel sudah terkotak-kotak pada genre yang spesifik.

Sedangkan general fiction adalah novel yang sulit dikategorikan pada satu atau beberapa genre tertentu. Jenis novel seperti ini lebih menonjolkan sisi pembangunan karakter dan pengalaman tokoh dalam cerita.

Contohnya novel The Kite Runner. Reply • Hai Kak. Mau Nanya Untuk Genre Novel Ku Jadi Aku Kasih Tau Sedikit Ceritanya: Ada Seorang Anak LakiLaki Pindahan Sekolah ,Ini Anak Pendiam ,Tapi Beberapa Bulan Bukannya Dapat Teman Malah Dapat Bully Dari Teman Baru Ya,Tapi Dari Bully an Itu Dia Malah Menyukai Cewek Satu Kelas ,Nah Tapi Itu Cewek Gak Peka,Jutek,Dan Masa Bodoh Gitu Nah Hal Itu Anak Laki Laki Masih Saja Di Bully,Di Siksa Sampai Ada Kepikiran Pindah Sekolah Lagi,Tapi Ada Salah Satu Teman Cewek Yang Laki Laki Tokoh Utama Sukai Telah Di Culik.

Time Skipp Aja Yah Panjang Nih>>>>>>> Stelah Berhasil Menyelamatkan Cewek Yang Ia Sukai Dan Berhasil Melarikan Diri Malah Tokoh Utama Yang Kena Dan Dari Penculikan itu Ternyata Untuk Jadi Kelinci Percobaan Dan Salah Satu Orang Tersebut Mengatakan Untuk Membuat Manusia Setengah Iblis ,Setelah Time Skip Dari Kejadian Itu ,Nah Dari Situ Si Cewek Mencari Laki Laki Itu Selama 7Tahun. Yang Penting Masih Panjang Reply • Sore kak, mau tanya.

Saya mau belajar nulis novel tapi bingung si jahat kelinci genrenya. Saya mau nulis tokohnya rentang usia 25-30an. Cerita tentang seorang wanita usia antara itu sedang berjuang mengungkapkan misteri kematian ayahnya dan mencegah terjadinya rencana pengeboman di kota kelahirannya itu.

Dan mau gag mau wanita itu juga ketemu pria masa lalu yang dulu menjadi cinta pertamanya. Di cerita ini bakalan ada adegan aksi, terus unsur genre misteri dan suspend si jahat kelinci dimana tokoh utamanya kehilangan satu persatu orang terdekatnya karena kematian.

Di sini juga ada unsur psikologisnya juga kak. Dimana salah satu tokohnya menderita mental illness. Tapi jelas ada romansa dan kisah cintanya. Kira2 cerita model kek begini itu genrenya apa ya kak? Apa romance adult-suspend thriller-misteri-action.

Terus masuk city lite nggak? Terus city lite itu yang gimana ya kak? Lagi butuh banget pencerahan. Reply • hai kak,aku mau nanya.Kan aku lagi bikin cerpen nih yang mengisahkan seorang gadis kelas 10 SMA yg bersekolah dipesantren dan dia itu anakx yang si jahat kelinci dipesantren nah dia itu akan mendapatkan beasiswa gitu tapi dia harus memexnuhi satu syarat yaitu dia akan di tantang untuk masuk sekolah formal yang sangat berbeda dipesantren dan disana dia harus bisa mxenguatkan imannya,tapi disuatu saat dia ditembak oleh seorang cowok yang sekelas xdengannya tapi ia mxenolak dengan halus.Nah,yang aku mau tanya itu ini masuk kemana ya kak?dan cara bikin judul cerpennya itu gimxana supaya berbeda dengan yang lain?dan aku tuh mxau nambah genre comedy gitu,cocok gak ya kalo aku pake genre romance religi dan comedy?

Reply • Masuknya ke genre religi. Kalau unsur komedinya tipis-tipis cocok saja, tapi kalau full komedi atau porsi komedinya banyak, kurang cocok. Lebih cocok ditebalkan di motivasi, pesan moral dan dramanya. Untuk judul kamu bisa membuat sesuai keinginanmu sendiri. Tapi kalau mau unik ya bisa dikasih unsur yang bikin penasaran. Misalkan nama salah satu tokoh utama, nama setting tempat, nama benda yang melatarbelakangi cerita, dst.

Reply • Hy. Aku mau nampilkan cerita tentang kehidupan seorang gadis yang masih bersekolah berumur 18 tahun yang sudah bisa mengelola perusahaan. Dikarenakan ortunya meninggal. Trus dia dapat sekretaris tampan yang 3 tahun lebih tua dri gadis itu. Selama dia menjalankan perusahaan dengan keadaan masih bersekolah, cinta sama sekretarisnya itu. Dan lagi mereka sama-sama memecahkan masalah tentang tragedi penyebab ortu gadis itu kecelakaan. Kira-kira genrenya apa ya yang paling pas? Reply • jadi ceritanya itu tentang seorang anak yang dijual oleh ayahnya kepada orang lain.Terus dia mengalami berbagai macam peristiwa pasang surut, yang mulanya hidup bahagia kemudian terlantar.

ia hidup disekeliling kehidupan manusia yang sifatnya beragam, ada yang jahat, ada yang baik, ada yang sifatnya sangat tidak terduga.

namun dari sana si tokoh utama mendapatkan lebih banyak kenalan dan merasakan kehidupan yang amat bebas. Reply • Hallo kak,saya mau nanya. Saya kan sedang dalam proses menulis novel yang menceritakan Di awal cerita, kan menceritakan gadis kecil yang bekerja keras bersama ibunya, terus selanjutnya dia juga punya cobaan2 hidup dari orang2 sekitar dan juga menyelesaikan masalah keuangan, sekolah. Teruss sampai cerita selanjutnya ia menempuh sekolah smp dan dgn tantangan2 yg dihadapinya teruss menginjak SMA ada juga konfik2nya sampai membahayakan nyawanya.

Dia itu sejak sd sampai kini punya teman cowok dan sekarang ini menjadi pacarnya. Ia selalu menolong cewek ini. Ia suka karena pekerja keras dsb. Ini masuk ke genre apa ya kak?

Mohon bantuannya,terimakasih Reply • Kalau di penerbitan luar negeri umumnya masuk ke genre “slice of life”, tetapi kalau di Indonesia tidak ada genre seperti itu, jadi biasanya dimasukkan ke tokohnya dan target pembaca.

Artinya bisa saja masuk ke teenlit, chicklit, dewasa, dll. Cerita tentang kehidupan nyata yang laku di pasaran Indonesia biasanya bertema motivasi, kesuksesan dan hal-hal yang berkaitan dengan cita-cita, seperti 5cm, Negeri 5 Menara, dll.

Reply • Kak mau nanya Saya lagi suka sukanya nulis. Ceritanya berkisah tentang gadis kuliahan yang lagi magang,sebut saja si A. suatu ketika si A dipertemukan lagi dengan si B dengan kondisi mengerikan.

dan si B ini mengunakan si A untuk balas dendam dengan si C yang dulu membunuh si A dan keluarganya si A.dia juga tidak tahu kalau si A itu satu orang yang ia kira sudah mati.

si B ini juga menjadikan si C itu untuk menghancurkan keluarga kandungnya sendiri. Cerita ini juga di kemas dengan teknologi cangih dan kemewahan. Ini masuk ke genre apa ya kak? Reply • Hallo kak, mau tanya. Aku buat novel si jahat kelinci anak remaja (usia 17th) yang difitnah pacaran.

Nah, lingkungan sekolah dia ini semacam pesantren gitu, cewek dan cowok kelasnya di pisah. Ada cinta segitiga, persahabatan, juga sedikit menyinggung masalah keluarga tokoh utama. Kira-kira masuknya genre teenlit atau religi?

Terima kasih Reply • Halo Kak, nama saya Millan. Mau nanya. Kalau ceritanya tentang kehidupan seorang laki2 yang keras kepala dan tiba2 mendapatkan banyak masalah. Kemudian dia bertemu dengan seorang perempuan yang dapat menjadi kunci dari semua permasalahannya. Dan akhirnya si laki2 tadi berubah dan sempat mencintai perempuan itu tapi tidak berhasil. Itu termasuk genre apa ya kak? Mohon sarannya kak! Reply • Hai kak, nama saya Nasywa.

Saya lagi mau belajar nulis² cerita gitu, saya mau nanya. Kalo ada satu orang laki² yg ikut geng motor yg ada di sekolahnya dan geng motor itu terkenal dengan anak²nya yg nakal². Nah satu laki² si jahat kelinci ikut geng motor itu karna si jahat kelinci cari hiburan gitu karna hidupnya yg terlalu menyakitkan bagi dia, karna kehancuran keluarganya yg membuat dia depresi gitu.

Karna kehadiran 1 cewe di hari²nya mampu membuat hidupnya si jahat kelinci tenang dan memperbaiki semua hal² buru yg ada di dirinya. Itubtermasuk gendre apa ya ka? Mohon sarannya. Reply • Hai kak, aku sedang mencoba menulis novel. Nah ceritanya ada satu cewek yang keluarganya mati dibunuh. Hanya dia yang selamat. Ini kejadiannya pas ceweknya masih sma. Nah sekitar 7 thn kemudian kemudian dia kembali buat balas dendam. Ternyata ayahnya (jaksa) dibunuh karena hampir membongkar sebuah kasus korupsi besar.

Dan satu persatu cewek itu membongkar orang orang yang terlibat dibaliknya bersama temannya. Dan kadang alur kembali ke masa sma karena pembunuh itu sebenarnya adalah orang yang dikenalnya. Yang seperti ini masuk ke genre apa ya ka ? Terima si jahat kelinci. Reply • Hai, saya putri Jadi saya lagi dalam proses menulis Saya mau buat cerita isinya itu tentang seorang wanita yang ingin balas dendam akibat tragedi pembunuhan keluarganya dan ternyata si pelakunya adalah pria muda konglomerat tetapi jahat, trus ternyata si cowok suka sama cewek itu jadi bakal ada romantisnya tapu saya juga mau buat ada kasus pembunuhan dan kriminalnya, kira2 genre nya itu apa kak?

Reply • Halo kak, saya mau tanya nih. Novel yang lagi saya kerjakan ini tentang persahabatan remaja kak, tadinya mau berfokus ke satu tokoh aja dan yang lain seperlunya saja diceritakan. Namun, saya berubah pikiran, saya ingin pembaca tau gimana sebenarnya, cerita ke-3 remaja itu secara lengkap. Dilema saya itu adalah : 1. Berarti ke-3 remaja ini jadi tokoh utama dong, Memangnya boleh? Kalau Tokoh utama ada banyak. Kan namanya juga “main character” Fokusnya ke satu orang aja.

2. Apakah lebih baik, kalau saya bikin sekuel aja ya kak jadi ntar ada 3 buku. Bingung saya :’v Mohon tanggapannya ya kak! 😁 Reply • 1. Tokoh sentral novel dengan tipe cerita persahabatan bisa saja dibuat lebih dari satu orang.

Tetapi tokoh utama sebagai fokus cerita tetap ada pada satu orang. Misalkan pada novel 5 cm, ceritanya tentang persahabatan, tokoh dalam pusat ceritanya ada 5. Tapi tokoh utama yang ditonjolkan adalah zafran. Tetap satu. 2. Tidak perlu dibuat sekuel jika alur dan benang merah jalan ceritanya sama.

Kecuali kalau berbeda bisa dibuat sekuel. Contoh Harry Potter, antara satu naskah dengan naskah lainnya berbeda benang merah ceritanya. Reply • Assalamualaikum Min, mau tanya. Saya sebenernya bingung ini termasuk ke genre apa, tapi karna ngusut anak remaja gitu jadi saya ambil teenlit hanya saja setelah membaca ini saya sadar meski ceritanya remaja tapi masalah yang diambil itu semacam pengusutan kasus dari sekolah, semacam detektif.

Tapi ada percintaan nya juga, karna pemeran utamanya punya lebih dari satu.

si jahat kelinci

Mau ambil series, biar ada yang ditonjolkan. Menurut Mimin gimana min, baiknya itu seperti apa? Cerita yang diambil juga hampir bisa dibilang ambil dari kisah nyata, dibeberapa scane gitu. Terimakasih, mohon bantuannya ya Min. Wasallamualamualaikum Reply • Ka saya ingin bertanya, saya akan menulis novel dengan cerita seorang laki” yang sudah berumur 28 tahun dan dia dipaksa menikah oleh kedua orangtuanya, karena dia lelah mendengar pertanyaan pertanyaan kedua orangtuanya dia bersumpah akan menikahi wanita yang dia lihat di pagi hari nah akhirnya mereka menikah kira” genrenya apa ya ka?

Saya sedikit bingung kalo menentukam genre Terimakasih Reply • Kalau tidak ada antagonis masih bisa, tapi kalau tapi kalau tidak ada pengganggu biasanya kurang seru. Konfliknya tidak menyedot perhatian pembaca, justru itu yang dinantikan pembaca. Tapi sekali lagi, yang namanya novel tanpa antagonis tetap bisa ditulis. Jadi si tokoh bisa berkonflik dengan dirinya sendiri, dengan lingkungan sosial, pekerjaan yang tidak cocok dengan passion, atu lainnya.

Reply • Hai kak, izin bertanya, mungkin ga akan nyambung ke topik, tapi saya benar-benar penasaran, dan ga kuat ingin bertanya, karena saya rasa dari hati, kakak admin adalah orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan saya ini, Dan Pertanyaannya “Apakah jika kita membuat sebuah Cerita/Novel/Komik/WebKomic/dsb, disitu kita menyebutkan, menggambarkan, ilustrasikan, dll Jenis Senjata, bahkan sampai jarak tempuhnya (spesifikasinya), apakah itu termasuk pelanggaran hak cipta dari sang pembuat senjata ?” Sekian Mohon Maaf dan Terimakasih 😀 Reply • Tema apocalyptic itu masuk sub-genre.

Jadi ada genre utamanya, biasanya genre horror, fantasi atau fiksi-sains. Contoh, akan ada kiamat seminggu lagi, lalu tokoh utama menghindarinya dengan berpindah dunia ke dunia paralel yang tidak terkena kiamat, maka itu genre fiksi-sains. Sedangkan jika isi cerita tentang tokoh utama berjuang hidup disaat apocalypse yang mencekam masuk ke horror. Lalu jika sekarang ini dunia si tokoh utama diramalkan akan kiamat jika matahari lenyap oleh gerhana matahari iblis setiap 1000 tahun, ia berusaha mengalahkan iblis supaya tidak kiamat maka itu masuk genre fantasi.

Reply • Saya punya cerita tentang seorang putri raja yang mengalami phobia jatuh cinta setelah beberapa kejadian yang menimpanya. Ia mulai berusia 14 tahun dan mulai kejadiannya seperti ini. Saya menemukan latar tempatnya. 1. Kira-kira, termasuk ke dalam genre seperti apa di atas? 2. Bagaimana caranya agar ceritanya di atas bisa menarik pembaca? Apakah saya harus menambahkan alur yang tidak diketahui pembacanya, menulis majas atau kiasan tertentu?

Apakah Anda punya saran lain untuk ceritanya di atas? Reply • 1. Masuk si jahat kelinci teenlit. 2. Cara agar menarik? Coba posisikan diri kamu sebagai pembaca. Kira-kira apa yang menurutmu menarik dan apa yang akan membuatmu tertarik saat membaca novel. Atau cara yang paling mudah adalah buat cerita yang kamu ingin baca, buat apa yang ingin kamu buat. Masalah pembaca tertarik atau tidak jangan dipikirkan.

Setiap karya pasti ada pembacanya. Reply • Kak saya Rus, mau tanya, kalau cerita yang saya buat adalah fiksi seorang remaja yang berusia 18 tahun yang baru lulus dari sekolah dengan ketiga temannya yang sama-sama berjuang untuk menggapai cita-citanya yang sama-sama mempunyai masalah(keluarga & sekitar) hidup.

Mereka sama-sama berjuang untuk meraih kesuksesan mereka. Dalam keempat tokoh ini, dua diantara empat tokoh utama merupakan seorang fangirl. Nah jadi, dalam lika-liku perjalanan dua orang ini mereka tidak lepas dari idolanya meski tidak sesering ditampilkan, maksudnya tidak sefanatik fans pada umumnya, mereka hanya mengambil sisi si jahat kelinci dari idolanya ini, istilahnya dijadikan motivator pada saat mereka mengalami masa sulit.

Meskipun begitu tetap saja dua tokoh ini tidak lepas dari ke fangirlannya. Dan aku buat mereka memiliki karakteristik yang berbeda-beda namun tetap memiliki hal dan tujuan yang sama dalam memilih si jahat kelinci. Keempatnya juga tidak terlepas dari sisi religi.

Hingga mereka yang berjuang pada usia 18 tahun akhirnya bisa sukses dan berhasil menggapai mimpinya saat berusia 25 tahun sebagai seorang pengusaha tentu dengan si jahat kelinci tersendiri yang ditempuh masing-masing tokoh. Aku bubuhkan juga sedikit bumbu percintaan mereka diawal, tengah, dan akhir. Nah, kira-kira genre yang cocok apa ya kak? Apa teenlit, chicklit, dewasa, metroopop, fanfiction, atau apa kak?

Mohon jawabannya🙏 Reply • Hai kak~ Mau tanya dong, kalo aku aku bikin cerita fiksi tentang seorang gadis yang memiliki cita cita tinggi, namun mempunyai masa lalu yang suram (pelecehan, kekerasan, dll) dengan laki laki sehingga ia lebih tertarik pada gender yang sama walau orang sekitar tidak menyetujuinya, dan ia jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, tapi malah ia mengakhiri hidupnya karena tertekan dan ingin menyampai cita citanya (di alam lain)… itu genrenya kira kira apa ya:( sahabatnya ada sangkut pautnya dengan masa lalu si gadis ini, ia juga main character kak Reply • Hay, Kak Sya mau nnya nih, sya kan pnya novel yang di dlmnya itu menceritakan seorang pemuda yg diusir dari rmhnya krna berperilaku buruk pada orangtuanya dan setelah ia pergi, ia menemukan seorang lelaki yg sepantarannya dan dia mau mengajak si pemuda itu untuk menetap di rmhnya sampai dia pnya tmpt tinggal baru, dan ketika udh memiliki tmpt tinggal juga sudah menikah ia hidup dengan istrinya dalam satu atap.

Hingga pada akhirnya mereka dewasa dan si pemuda itu meminta maaf pada orangtuanya atas kesalahan yg ia perbuat, di kemudian hari mereka hidup dengan penuh keceriaan krna bisa berkumpul seperti dlu lgi. Itu msk genre apa, Kak? Reply • Kalau untuk penulis pemula sebaiknya pahami struktur-struktur novel terlebih dahulu. Setelah itu perbanyaklah membaca novel sebagai bahan referensi. Perbanyak menulis cerita untuk menambah jam terbang. Luangkan waktu untuk terus berlatih menulis dan mempublikasikan karya tulisanmu di medsosmu.

Manfaatkan teknologi dan sosial media untuk membantumu berkembang setiap hari. Reply • hai aku nanda, aku ingin bertanya tentang genre apa yang termasuk dalam cerita ku iniaku akan sedikit memprediksi nya oke. jadi ceritaku ini ngeceritain dua keluarga yang orang tuanya ga pernah damai, nah dari kedua keluarga ini mereka punya anak 3nah dua keluarga ini punya potensi yang berbeda gitu kanah terus aku mau masukin sifat atau crita ini kek sebuah mafia gitu jd kek mafia vs mafia gitu.

So genre yang cocok apa ya ka?? tapi endingnya 2 ank dr masing² keluarga itu saling suka dan berniat untuk ngebuat kedua ortu masing²itu damaitolong jawab ya katerimakasih Reply • hai aku syafia…. aku mau bertanya…. genre apa yang pantas untuk novelku ini… jadi, novel ini bercerita tentang seorang gadis yang pada awal ceritanya itu berusia 12 tahunan.

tapi konflik dalam ceritanya itu terjadi pada saat dia berusia 13 tahun. bercerita bahwa gadis itu awalnya seperti gadis pada umumnya. tapi kehidupannya berubah ketika dia memiliki kemampuan baru yang bisa si jahat kelinci yang tidak bisa dilihat orang(seperti hantu, monster, dan tempat – tempat rahasia).

selain itu, dia juga memiliki kekuatan(semacam kekuatan berturun). dia juga memiliki 3 orang teman/sahabat yang juga si jahat kelinci kemampuan yang sama sepertinya. dua diantara sahabatnya itu, sengaja dipertemukan oleh keluarganya melalui sarana pindah sekolah.

tidak jarang mereka berempat bertengkar. mereka berempat baru mengetahui bahwa kakak dan orang tua mereka juga memiliki kekuatan yang sama seperti mereka.

dan pada usia 13 tahun mereka baru mengetahui bahwa tujuan hidup mereka sebenarnya adalah melawan musuh yang hanya bisa dikalahkan oleh mereka.

sebelum sampai pada puncak masalah juga ada masalah lainnya. seperti mereka akan memiliki sekutu si jahat kelinci ditaklukkan dari mengalahkan mereka. dan ada sedikit kilas balik cerita masa lalu. alur ceritanya maju mundur. so…. tolong sarannya genre apa yang pas untuk novel ini?

terimakasih…… Reply • Halo kak mau tanya dan minta saran nih, rencananya aku mau bikin novel fiksi yang mana cerita didalamnya ada unsur sejarah kerajaan kuno di indonesia tapi aku bikin konfliknya fiktif, yang sesuai cuma nama, bangunan candi, dan setting waktu/tempatnya.apa itu di perbolehkan? Kalau ternyata malah menyalahi sejarah, apa sebaiknya dibuat fiktif semua? Terimakasih sebelumnya Reply • Maaf kak pertanyaan kali ini agak keluar jalur.

Saya mau tanya jika menulis novel roman yang mengangkat kisah dua etnis yang berbeda itu kira-kira menimbulkan kontra apa saja ya? Bagaimanakah cara menyiasatinya? Apakah ada hal yang bisa dituntut oleh pembaca jika ada hal yang tidak bisa mereka terima?

Reply • Tidak masalah. Sepanjang tidak menyinggung atau memaksakan isi cerita yang sangat jauh berbeda dengan realita di dunia nyata. Misalkan etnis A diidentikkan dengan tabiat X yang mungkin ada sebagian oknum, tetapi secara mayoritas tidak, maka sangat rawan untuk menuai masalah dan kontroversi. Jika diniai sangat sensitif, bisa saja ada pihak yang mengatas namakan forum atau kumpulan etnis meayangkan tuntutan pada penulis.

Jika ingin aman, maka kita bisa mengambil jalan sebaliknya, yakni meuruskan stereotip yang salah di mata masyarakat dengan realita di kehidupan nyata. Misalkan etnis B diidentikkan dengan tabiat Y dan dicap sebagai Z.

Padahal itu hanya pemikiran orang saja, aslinya tidak begitu, banyak yang tidak seperti itu. Kebnayakan formula seperti ini justru mendapatkan atensi yang si jahat kelinci, jadi kamu bisa meniru formula seperti ini. Reply • Halo kak selamat pagi, aku Nissa. Aku penulis pemula. Kak aku mau nanya seputar genre cerita yang nanti mau aku buat. Jadi ceritanya seperti ini kak, Ada seorang gadis tomboy yang memiliki kekuatan mata bagi siapa saja yang menatap matanya akan lupa dengan kejadian yang baru saja terjadi.

Nah ceritanya gadis tomboy itu mempunyai seorang kekasih, dan kekasihnya sangat mencintai si gadis tomboy itu. Sang kekasih ingin melakukan hubungan lebih dalam lagi kepada si gadis tomboy, dan si gadis tomboy ini pun mau menerima ajakan kekaksihnya. Di saat melakukan hubungan itu, si si jahat kelinci tomboy itu melihat kedua mata kekasihnya yang sangat mencintainya, dan si gadis tomboy si jahat kelinci langsung membuat sang kekasih lupa dengan kejadian ini dan setelah melakukan hubungan itu, si gadis tomboy pergi dan meninggalkan sang kekasih di sana.

Cerita di atas itu masuk dalam genre apa ya kak ? Makasih ya kak sebelumnya… Reply • Sama saja. Penyebutannya yang mana tidak jadi masalah.

si jahat kelinci

Di Indonesia sendiri genre ini tidak digunakan. Kamu bisa cek di toko buku, pasti tidak ada novel bergenre seperti ini. Kalau seandainya ada, bisanya itu novel terjemahan, karya penulis luar negeri yang memang dari asalnya sudah berlabel slice of life. Reply • Kak mau tanya dong, aku mau buat novel non fiksi dari pengalaman KKN, karena KKN dimasa ini pandemi jadi KKN kami dilaksanakan semi offline, jadi ya cerita nya tidak terlalu seru dibandingkan KKN dimasa normal sehingga sedikit saya imbui alur ceritanya, nah kalau gitu masuk ke genre yang mana ya kak.

terimakasih Reply • Min saya mau nanya,kan saya mau nyoba bikin novel nih,kalo misalkan novel nya menceritakan tentang remaja yang sudah di latih menjadi pembunuh bayaran sejak kecil lalu pas usianya sekitar 16 tahun dia di tugaskan sama organisasi pembunuh bayaran buat sekolah di sma biasa tapi sambil ngerjain pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran tapi suatu saat dia ketemu sama cewek cantik,terus di langsung cinta,tapi si wanita itu ternyata adalah salah satu target pembunuhannya,disini si tokoh utamanya harus memilih mau setia sama organisasi tersebut dan membunuh si wanita atau memilih lanjutin masa muda nya yang indah bareng si wanita tersebut,nah kita-kira genre yang pas apa ya min?

Reply • Hai kak Jadi aku baru belajar nulis kak, nah aku mau bikin cerita tentang kehidupan seseorang yang memang pintar, tapi kehidupannya itu gak kayak yang orang lain pikirin, orang lain mikirnya hidupnya itu selalu bahagia, tapi sebenarnya hidupnya itu gak sepenuhnya bahagia. Ceritanya lebih mengarah ke masalah sehari-hari sih kak.

Tujuan aku bikin cerita ini untuk memberi motivasi ke orang lain. Kira-kira cocoknya genre apa ya? Reply • Bisa masuk ke slice of life, tapi tergantung arah cerita dan karakternya juga. Jadi kalau hanya seperti ini, kurang spesifik dan masih sedikit susah diarahkan ke genre apa.

Ceritanya juga belum ada konflik yang menarik, kalau hanya anak pintar dan berprestasi si jahat kelinci sedang mengalami problem hidup sehari-hari yang tidak diketahui orang luar itu agak cenderung membosankan. Reply • Kak, saya mau tanya. Kalau cerita songlit/songfic itu termasuk pelanggaran hak cipta atau bukan, ya, Kak, kalau belum izin ke penyanyi aslinya?

Saya sedang tertarik menulis songfic, Kak, tapi baca-baca katanya kalau nggak izin termasuk plagiat juga. Menurut Kakak bagaimana, ya, Kak? Oh, iya, Kak, terima kasih banyak tips-tips menulisnya hehe Reply • Seharusnya memang seperti itu, kita harus minta izin terlebih dahulu pada pencipta lagunya. Bagaimanapun itu juga hasil karya orang yang mengandung hak cipta dan kekayaan intelektual. Tetapi ada satu cara lainnya.

Dalam dunia ilmiah disepakati bahwa; membuat karya dengan mengambil satu sumber saja disebut plagiat, membuat karya dengan mengambil dari beberapa sumber disebut karya. Artinya kamu bisa menggabungkan beberapa lagu (misalnya 3 atau 4 lagu) lalu kamu kombinasian alur cerita dan tokohnya. Kamu olah lagi menjadi satu jalan cerita yang berbeda dari jalan cerita beberapa lagu aslinya tadi.

Nah, dengan begitu kamu bisa menghindari potensi plagiat dan mendapatkan sebuah cerita yang unik. Reply • Seharusnya memang seperti itu, kita harus minta izin terlebih dahulu pada pencipta lagunya. Bagaimanapun itu juga hasil karya orang yang mengandung hak cipta dan ekayaan intelektual. Tetapi ada satu cara lagi. Dalam dunia ilmiah disepakati bahwa; membuat karya dengan mengambil satu sumber disebut plagiat, membuat karya dengan mengambil dari beberapa sumber disebut jurnal. Artinya kamu bisa menggabungkan beberapa lagu (misalnya 3 atau 4 lagu) lalu kamu kombinasian alur cerita dan tokohnya.

Kamu olah lagi menjadi satu jalan cerita yang berbeda dari beberapa lagu aslinya tadi. Nah, dengan begitu kamu bisa menghindari potensi plagiat dan mendapatkan sebuah cerita yang unik. Reply • Kak, saya sedang menulis sebuah novel. Ceritanya tentang anak kecil yang punya hobi aneh. Dia suka bertanya kepada orang sekitar tentang cita-citanya.

Banyak yang tidak suka dan menjauhi si anak tersebut, karena dianggap ikut campur masalah orang, dan sok tahu. Anak kecilnya itu cerdas, banyak membaca buku, pikirannya lebih maju dibanding orang-orang biasanya.

Suatu hari anak kecil tersebut tumbuh dewasa. Dia terkenal karena sering membantu pencarian solusi masalah cita-cita banyak orang. Itu termasuk genre apa ya, kak?

Dan apakah cerita tersebut kira-kira bisa diminati banyak orang? Reply • Idenya cukup menarik tetapu konfliknya kurang kuat.

Sebaiknya lebih digali lagi konsep ceritanya. Kalau untuk genre juga masih belum jelas, karena konsep ceritanya juga bwlum jelas. Terutama bagian bagaimana si tokoh utama ini membantu “pasiennya” agar dapat mengetahui dan bisa mencapai cita-citanya.

Apakah dengan perangkat sains, pendekatan psikologi, kekuatan supranatural, dibawa kealam bawah sadar atau bagaiamananya belum jelas. Reply • Assalamu’alaikum, kak aku lagi buat novel, belum ada wadah untuk publikasi nih😁, Tapi bukan hnya soal itu, novelku ini menceritakan tentang kehidupan seorang istri yang sama sekali tidak dicintai suami, karena pernikahan mereka atas dasar perjodohan, dari kedua orang tua mereka di masalalu,namun,karena ketaatan nya pada Tuhan dan org tua, serta pengetahuan nya ttg ilmu agama yang lumayan baik, si istri tetap sabar menjalani kehidupan nya bersMa suami meski sering memperoleh perlakuan tidak baik.

Kira2 genre nya si jahat kelinci ya ka??? Reply • Halo kak. Jadi, saya mau mempublikasikan cerita yang sudah saya selesaikan, tapi masih bingung masuk ke genre apa. Bercerita tentang seorang gadis remaja yang hidupnya benar-benar sempurna, tapi suatu saat semua hal yang sempurna baginya itu hilang, dan keluarganya meninggal dalam suatu kejadian. Suatu saat, dia kembali ke waktu dimana semuanya masih ada, dan dia mau merubah apa yang akan terjadi.

Ceritanya lebih menceritakan makna kehidupan sih. Kira-kira masuk genre apa ya? Reply • Masuk ke teenlit bisa, ke fantasi juga bisa. Tapi kalau mengulang waktu, kembali ke masa lalu atau istilahnya time travel secara umum (metafisik & non sains), berarti lebih cocok ke genre fantasi. Kecuali kalau time travelnya berkaitan dengan sains dan teknologi, masuknya genre fiksi sains atau sci-fi. Reply •
• Senin, 9 Mei 2022 • Network • Pikiran Rakyat • Gowapos.com • PR Cirebon • PR Cianjur • PR Tasikmalaya • Pedoman Tangerang • PR Bogor • PR Depok • PR Pangandaran • PR Indramayu • PR Bekasi • PRFM News • Seputar Tangsel • Portal Jember • Ringtimes Banyuwangi • Zona Jakarta • Kabar Besuki • Mantra Sukabumi • Lensa Purbalingga • Zona Banten • Lihat Semua • • • JakTimNews.com - Beberapa aktris Korea seperti Cho Yi Hyun punya kesempatan besar tampil di layar drama.

Pasalnya, setelah sukses di All of Us are Dead, namanya kini dikenal netizen secara global. Aktingnya sebagai setengah Zombie yang memiliki kekuatan super bahkan menjadi kode akan adanya season 2. Baca Juga: Kim Sejeong Bongkar Sifat Asli Ahn Hyo Seop, Tak Seperti yang Ditampilkan di Layar Kaca! Cho Yi Hyun sebenarnya bukan aktris yang asing dengan layar kaca drama Korea.
Sebenarnya, kebanyakan dari orang tionghua medan sendiri kalau bicara menggunakan bahasa hokkien sering campur-campur dengan bahasa Indonesia.

Jadi mohon maaf jika ada campur aduk dengan bahasa Indonesia ya. Karena pun saya bingung. Kebanyakan orang tionghua medan atau biasa disebut dalam bahasa hokkien Tenlang/Tenang Lang ada yang tidak tau sebagian kata si jahat kelinci hokkien.

Ini sekedar yang saya tau saja. Semoga bermanfaat. A Abang = Koko • Abang mau kemana? = Koko ai khi talok? Abang (yang sudah 30an thn ke atas) = Ako Ada = Uw Ada apa? = Cumik su? Adik LK = Titi Adik Pr = Mei mei Air = cui – Air Pipis = Jio cui – Air Kotor = Laksam Cui – Air minum = Kun Cui – Air putih = Pek cui Ajak = Cio Akhir/terakhir = Teboe Aku = Wa Ambil = Gia Anak = kia Anak Anak = Gina Anak Jahat = Phai Kia Anak Nakal = Phaisi Kia Anak ayam = Ke Kia Aneh/tidak masuk akal = Bo nya bo ci ciak Angin = Hong • Masuk angin = jip hong Angkat = Keng Anjing = Kau Antar/Jemput = Cai Apa = Hamik Api = Hoe Aroma = Biso – Bau = Chau – Wangi = Phang Asam = Seng Asap = Hun – Asap Rokok = Hun Ki Asin = Kiam Atas = Lauteng Awas = Cau – Awaskan dia dulu = Ho i cau seng Ayam = ke B Babi = Tu Baca = Thak Bahagia = Huahi Bahaya = Uihiam Baik = Ho Baju = Sa – Baju Tangan Panjang = Teng Chiu Sa – Baju Tangan Pendek = Te Chiu Sa Bakar – Terbakar = sio tiok Bakpao => bakpao dari gabungan kata (Bak = Daging), (Pao = Bungkus) Bandal (seperti melawan) = Auban Bangku = Kau i Bangun = Che Banyak = Ce – Banyak Sekali = Ane Ce – Banyak cerita/ Omong kosong = Ce ua sai – Banyak Orang = Ce lang – Banyak Tanya = Ce Mui – Banyak Maunya = Ce Ai Bantal = Cim Thau Bapak-bapak = Acek-Acek Barang = Mik kia Barang Laki-Laki (kasar) = Lanciau Barang Perempuan (kasar) = Chibai Baru = Sin Basah = Tam Bau = Chao – Bau Hawa = Chau Ge Hong Bawa/Membawa = Cak Bawah = Ete Bayar = Heng Bedak = Hun Belajar = Ok Belajar Buku= Ok Chek Belakang = Aboe Beli/Belanja= Si jahat kelinci Belum = Boe Benar = Tiok/Si Benda = Bikkia Berani = Ka Berastagih = Batak Soa Berhenti = Theng Bersih = Cengkhi Besar /Deras= Tua – Deras = Hujannya deras sekali = ie ho ane tua.

– Besar = Tuakai => Contoh : Telurnya besar sekali = ie neng/nui ane tuakai – Besar = Tuaki => Contoh : Rokoknya besar sekali = ie hunki ane tuaki Berani Sekali = Ane Ka Berapa = Kui – Berapa Hari = Kui jit – Berapa Banyak/Harga = Kui ce – Berapa Lama = Kui Ku Berat = Tang Bercanda = Kong chio Berenang = iu Cui Berlagak/Sok = Kue ku Bernyanyi = Chio kua Bersih = Ceng khi Beruntung = Mia Cui Besok = Macai Biarin = Chap siau Bibi = Koko (pembacaan o nya lebih berat) cara pengucapannya bibir agak lebar.

Bibir/Mulut = Chui Bicara/Mengobrol= Kong ua Bilang = Kong Bingung = Hin Bodoh = Gong Bohong = Phien Boneka = Nanak Bos = Thau ke Bosan = Sien Bra = Lai Sa (Bukan Kutang) Buah Dada = Leng Buang air besar = Pangsai Buang air kecil = Pangjio Buat = Co • Buka usaha/toko = Co seng li Buka = khui Bukan = Emsi Buku = Chek Bulu = Mo C Cabai = Hiam Chio Cabai Rawit = Hiam Chio Kia Cabut/Pergi = Cau – Aku pergi dulu ya = Wa cau seng ya.

Campur = Cham Cantik = Sui Capchai => capchai dari gabungangan kata (Cap = 10), (Chai = Sayur) Capek/lelah = Chuan Cari = Choe Celana = Kho Celana Pendek = Te Kho Celana Panjang = Teng Kho Cepat = Khuai (gerakan) • Contoh : Dia jalan cepat sekali = i kia si jahat kelinci khuai.

– Lebih Cepat = Khak Khuai (Perintah yang sedang dilakukan) • Contoh : Makan lebih cepat lah! = Khak khuai ciak lah! (Perintah yang sedang dilakukan) Cepatlah = Khame lah (Perintah yang belum dilakukan) • Contoh : Cepatlah makan! = Khame ciak lah! Cermin = Kia Cewek = Cabo Cinta/Suka = Ai Cium/Kiss = Cim – Berciuman = Sio Cim Cocok = Gam – Bo Gam = Tidak Cocok Cowok = Tapo Curi/Mencuri = Tho Gia D Daging = Bak -Daging Sapi = Gu bak – Daging Babi = Tu Bak Dalam = Labin Dapat = Than – Dapat melihat = khua than Darah = Huek – Berdarah = Lau huek Daripada/Dibanding = koe Datang = Lai – Sudah datang/ Sudah Tiba = Lai liau Daun = Hiok Debu = To Hun Dekat = Kin Delapan = Pek Demam = Phua si jahat kelinci Dengan = KaK Dengar = Thia – Kedengaran = Thia tiok Depan = Thau ceng Dewa = Sin Diam = Tiam Dimana/Kemana = Khi Talok Dinding = Kepiak Dingin = Leng Dorong = Sak Dua = Ji – Dua Buah = No liap (untuk benda yang bulat) • Contoh : Dua buah telur = No liap neng – Dua (untuk benda) = No kai – Dua batang = No ki – Dua bungkus = No pao Duit = Lui Dulu = Kuca Duluan = Seng/Heng E Empat = Si Enak / Seru (menyatakan perasaan) = Song Enak (makanan) = Ho ciak Enak (minuman) = Ho lim Enak didengar = Ho thia/Song Thia Enak Dilihat = Ho Khua /Song Khua Enam = Lak Entah = Emcai Es = Seng • Es Batu = Seng khok • Es Teh = Teh Leng G Ganteng = Ientao Gabung = Cham Gak punya otak = Bo Nao Gampang = Eng Ganggu = Co Garam = Iam Garpu = Ciama Garuk = Khau Gatal = Gatai Gaya = Khuan – Banyak Gaya = Ce khuan Gelap = Am Si jahat kelinci = Pui Gendut = Topui Gigi = Ge Gigit = Ka Gila = Siau Goreng = Cien Guling (yang biasanya digunakan untuk tidur) = Lam cim Guna / Menggunakan = Iong – Tidak Berguna = Bo Iong Gunting = Ka to (gabungan dari kata [Ka=Potong],[To=Pisau]) Gunung = Soa Guru = Lao se H Habis = Liau Hantu = Kui Harga = Keci Hari = Jit Hati = Sim • Sakit hati = Kek sim/ Sim thia • Hati ayam = Ke Sim Hati-Hati = Sio Sim • Hati-hati di jalan = Sio sim khi lo • Hati-hati =Sio sim • Di = Khi • Jalan = Lo Hamil = Tua sin Hancur = Chui Handphone = Ki Handuk = Mokin Hangat = Hang Handphone = Ki Hantu = Kui Hapus = Chat Hari = Jit Hidung = Pi khang Hidup = ua Hijau = Che Hilang = Phak bo Hirup = Bi • Contoh : Hirup aroma mu sangat bau sekali.

= Bi lu e biso ane chao cekoe. Hitung = Seng/Sui Hitam = O Hitung = Sui Hujan = Ho I Ibu = Mama Ibu-Ibu = Ai Ai Ikut = Toe Indah = Sui Ingin = Gien Ikan = Hu – Ikan Goreng = Cien Hu Iklan = Phak kongko Istirahat = Theng Chuan Istri = Bo J Jaga = Ko – Jaga Malam = Ko me – Jaga Rumah = Ko chu Jakarta = Pasia Jalan = Kia Jam berapa?

= Kui tiam? Jam tangan = Chiu Pio Jatuh = Puakto / siakto Jauh = Hui Jawab = In Jelek = Bai /Phai khua Jemput = Cai Jemur Pakaian = Phak sa Jendela = Thanga Jepang = Jippun Jepit = ngek Jerit/teriak = Jang Jual/Jualan = Be Jumat = Pai lak – Malam Jumat = Pai lak me Jumpa = Khua Tiok K Kaca = Kia – Kaca Mata = Bakkia Kain Lap = Po Kakak = Cici (Tapi sekarang anak alay manggilnya Cie Cie/ Cece Kaki = Kha Kalah = Su Kalung = Lien Kamar = Pang keng Kami = Walang Kamis = Pai si Kamu = Lu Kapan = Pai Kui Kasar (sifat Manusia) = Ko lau Kasian = Khak sien • Kasian Sekali = Ane Khaksien Kaus kaki = Guek Ke/pergi = Khi Kelas = Pan • Kelas 1 = Te it pan • Kelas 2 = Te ji pan • Kelas berapa ?

= Te kui pan? Kelihatan = Khua tiok / khua than Kemari/Kesini = Lai Kembang = Phong Kena = tiok Kenal si jahat kelinci Pat – Kenalan = Sio pat Kenapa/mengapa = Cumik Kendaraan = Chia Kental = Kit Kenyang = Pa • Sudah Kenyang = Pa liau • Sudah Kenyang Sekali = Ane Pa Liau Kepala = Thau Kepiting = Cim Keras = Teng Kereta/Motor= Motopit Kereta Api = Hoe Chia Keringat = Kua – Berkeringat = Lau kua Kerja = Cokang – Kerjaan = Kang Kertas = Chua Ketawa = Chio Kipas Angin = Hongsi Kopek = Pek Kotor = Laksam Kotoran/Tai = Sai Kuah = Theng Kuat = Iong Kucing = Nyiaw Kue = Koe Kulit = Phoe Kulkas = Seng tu Kuning = Ui Kurang = Kiam Kursi = Kau i L Lagi = Kok Lagu = Kua Lain = Pak kai – Lain Kali = Opai Lama = Ku – Lama Sekali = Ane ku Lambat = Ban Lampu = Hoe – Mati/Padam Lampu = Sit Hoe – Hidup/Nyala Lampu = Tok Hoe Lantai = To kha Lapar = Iau Lari = Cau Lelah = chuan Lemari = Tu • Lemari Es = Seng Tu Lengket = Nyam nyam Lepas(kata kerja) = Thau • Buka/lepas baju = Thau sa Lepas(keadaan/situasi) = Lak • Tangan bonekanya lepas sendiri (Nanak e chiu kaki lak) Letak = Hek – Letak di meja = Hek khi tokteng Lewat = Koe Lipat = Cik – Lipat Pakaian = Cik Sa Listrik = Tien – Mati/Padam Listrik = Sit tien – Hidup/Nyala Listrik = Tok Tien Lubang = Khang – Lubang Pantat = Kacheng Khang Lucu / Imut = Chubi • Wajahnya lucu sekali = I e bin ane Chubi Ludah = Noa – Ngences = Lau Noa Lurus = Tit • Rambutnya lurus sekali = Ie thaumo ane tit.

Lusa = Au jit M Main = Li Main-main/jail = lik tho Makan = Ciak Makan Hati = Kek sim Maksud = Isu Malam = Ame Malas = Pintoa Mama = Mama Mana = Talok Manis = Ti Marah = Me • Gampang Marah = Gau me Mata = Bakciu Matahari = Jit thau Mati = Sit (Untuk benda) Mati = Si (Untuk binatang) • Meninggal = koe sin ( koe = lewat, sin = Dewa) Marah = Me Masak (Kata Kerja)= Cu Masak (Kondisi) = Sek – Contoh : I e honglai sek liau a (Nanasnya uda masak.) Masalah = Su – Cari Masalah = Choe su – Buat masalah = Co su – Banyak Masalah = Ce su Masuk = Jip – Masuk Angin = Jip Hong Mau = Ai Meja = Tok Teng Memar = O che Merah = Ang Merah Muda = Cui Ang Merek = Phiau Merica = O cio/ O cio hun Mimpi = Huak Bang Minggu = Lepai Minta = Tho Minum = Lim Minyak = Iu ML = Sio phu Mobil = Moto Muda = Siau lien Mudah = Eng Mudah-mudahan = Popi Mulut = Chui Muntah = Au – Mau Muntah/ Mual = Ai Au N Nakal = Phaisi Nama = Mia Nanas = Hong lai Nangis = Hau Nanti = Tan Nari = Thiau bu Nasi = Pui/Peng – Nasi Goreng = Cha pui/ Cha peng Ngences = Lau Noa Ngomong = Kong Nikah = Kek Hun Nomor/urutan = Te • Nomor berapa?

= Te kui? • Nomor dua. = Te ji. Nurut = Thia ua Nyala = Tok • Listrik sudah nyala = Tok tien liau • Lampu sudah nyala = Tok hoe liau Nyamuk = Bang – Di gigit nyamuk = Ho bang ka Nyanyi = Chio kua O Orang = Lang – Orang Barat = Bikok lang – Orang Gila = Siau Lang – Orang Jahat = Phai lang – Orang Jakarta = Pasia lang – Orang Jepang = Jippun Lang – Orang kaya = Hogiak lang – Orang Keleng = O lang – Orang Lain = Pak Lang – Orang Medan = Medan Lang – Orang Pribumi = Huana lang – Orang Tiong hua = Tenlang / Tenang lang – Orang Tua = Lau Lang – Orang Utan = Lau Kau P Pacar = Ailang Pacar (Pr) = Po Padam/Mati = Sit • Sekarang sedang mati lampu = Tongkim sit hoe/tien kin.

Pagi = Cakhi Pakai/Kenakan = Cheng – Pakai Baju = Cheng Sa – Pakai Sendal = Cheng Heng thoa – Pakai Celana = Cheng Kho – Pakai Helm = Cheng Helm – Pakai Sepatu = Cheng E Pakai/menggunakan = Iong – Pakai HP = Iong Ki – Pakai Sendok = Iong Kaukiong – Pakai TV = Iong Tiense – Pakai garpu = Iong Chiama Paksa = Nge Nge – Maksa Minta = Nge Nge Tho – Maksa Mau = Nge Nge Ai Paman = Kuku Panas (Cuaca)= Juak • Hari ini panas sekali (Kia jit ane juak) Panas (rasa di kulit) = Sio • Airnya panas sekali (Ie cui ane sio) Pandai = Gau Panggil = Kio Panggil lewat telp./HP = Ka tien Pantat = Kacheng • Lubang Pantat = Kacheng Khang Papa = Tia Parfum = Phang cui Pasar = Pasat Pasir = To sua Patah = Cik Patuh = Thia Ua Pecah = Pit Pedas = Hiam Pegang = Gim Pelit = Kiam siap Peluk = Lam – Pelukan = Sio Lam Pencuri = Chat Pendek = Te (Benda) Pendek = Ke si jahat kelinci Sifat/ Pengucapan Ke mulut harus lebih dibuka) Contoh : Kamu pendek sekali (Lu ane ke a) Pensil ku sudah pendek (Wa e yangpit te liau a) Penghapus = Pit Chat Pensil = Yang Si jahat kelinci Pergi = Khi Pernah = Pat Pesawat = Poe ki Pikir = Sio – Mikirin sendiri = Kaki Sio – Kepikiran = Sio tiok Pilih = Keng • Pilih yang mana = Keng Talok Pintar = Gau • Pintar sekali ya = Ane gau yo • Dia sangat pintar sekali = I ane gau cekoe • sangat = cekoe Pintu = Mui/Meng Piring = Poa Pisau = To Polisi = Kheng chat Potong = Ka Pukul = Phak Pulang = Tui Punya ku = Wa e Punya mu = Lu e Pura-Pura = Keke Putih = Pek Putus = Tui R Rabu = Pai sa Rabun = Bo beng Rajin = Kut Lat Ramai = Lau juak Rambut = Thau mo Rantai = Lien Rebus = Sak Ribet = Mahuan Ribut = Luan • Ribut banget sih = Ane luan sih Rokok = Hun ki – Asap Rokok = Hun ki si jahat kelinci Hisap Rokok = Suk Hun Ki Rumah = Chu • Rumah kamu jauh banget ya = Lu e chu ane hui yo.

Rumput Laut = Chi Chai – Sop Rumput Laut = Chi Chai Theng S Sabtu = Pai lak • Nanti malam sabtu aku ke rumah kamu ya = Tan pailak me wa khi lu e chu ya. Sakit = Thia • Sakit Hati = Sim Thia • Sakit demam = Phua Phe • Kepala ku sakit banget = Wa e thau ane thia Sama = Siang Bersama-sama = Pepe • Baju kita sama ya = Walang e sa siang ya. Sampai = Kau – Sudah Sampai = Kau Liau • Aku sudah sampe rumah = Wa kau chu liau Sana = Hopeng • Disana = Khi hopeng Sandal = Hengtua Sangat = Ane – Sangat cantik = Ane sui Sangat = Cekoe (Biasanya yang sudah sangat over) • Lukisannya sangat indah sekali = I e ua ane sui cekoe.

Sapi = Gu Sapu (kata kerja) = Sau Satu = It – Satu = Ce (untuk menghitung benda/waktu) • Contoh : – Satu biji = ce liap – Satu Benda = Ce kai – Satu Batang = Ce ki – Satu Hari = Ce jit Saudara = Cinchia Sawi = Iu chai Saya = Wa Sayur = Chai Sebentar = Cebanya • Sebentar Lagi = Kok Cebanya Sedang = kin • Kamu sedang apa?

= lu cumik kin? • Saya sedang makan = wa ciak kin. Sekarang = Tongkim • Sekarang tanggal merah = tongkim ang jit thau. Selalu = tak pai Selamat = Kiong hi Selamat Pagi = Cakhi Selasa = Pai ji Selesai = Holiau Semalam = Came Sembahyang/sembah dewa = Pai sin Sembarangan = Sisua Lai – Sembarang Bicara = Sisua Lai Kong Sembunyi = Thiaubik Sempat = Hu – Tidak sempat = Be hu Semua si jahat kelinci Kaliau Semut = Hia • Bersemut = Se hia Sendiri/Sendirian= Kaki celang – Punyaku sendiri = Wa e kaki Sengaja = Thiau Ti Senin = Pai it Sepi = Ce (Cara pengucapan ce nya mulut lebih terbuka) Sepatu = E Sepeda Motor = Motopit Setengah = Cepua / Pua • Setengah jam lagi = Pua tiam ceng kok Setiap Hari = Tata Jit Setiap Kali = Tak Pai Sikat/Cuci = Se • Sikat Gigi = Se ge • Cuci Tangan = Se chiu • Cuci Wajah = Se bin • Cuci Baju = Se Sa • Cuci Rambut = Se Thau mo • Thau = Kepala • Mo = Bulu Sini = Cepeng • Datang kesini = Lai cepeng Sok/songong = kue ku Sombong = Hau lien Suami = Ang Suara = Sia Sulangi = Ci Sulit = Khangkho Sungai = Khang Suruh = Kio Susah (mengerjakan suatu hal)= khang kho Susah (seperti : Miskin, Tidak Mampu )= Chicham Susu Sapi = Gu leng T Tadi = Thama Tai = Sai • Tai ayam = ke sai Tajam = Ciam Takut = Kia Tambah = Ke Tampan = Ien tao Tampar = Pa Tanah = To Tangan = Chiu – Kanan = Chia Chiu – Kiri = To Chiu Tangkap = Liak Tanya = Mui/Meng Tau = Cai Tawa = Chio Tebal = Kit Tekan = Te Telepon (Kata Kerja) = Kha tien Telinga = Hia Telur = Nui/Neng – Telur ayam = ke neng/ke nui Tempat = Ui Tenaga = Lat – Gak ada tenanga = Bo lat Tengah Malam = pua me Tenggorokkan = Na Au Tepung = Hun Terakhir = Teboe Teraktir = Si jahat kelinci Terbang = Poe Terimakasih = Kamsia Terkenal = chut mia Tidak = Bo – Tidak Ada = Bo – Tidak apa-apa = Bo cumik su – Tidak Bisa = Be – Tidak Boleh = Besai – Tidak Mau = Mai/Bo ai – Tidak Pakai Baju = Bo cheng sa – Tidak Pandai/Tidak Ahli/Tidak Bisa (not able) = Be hiau Tidak masuk akal/aneh = Bo nya bo ci ciak Tidur = Khun Tinggal = Tua – Contoh : Lu tua khi talok a?

(Kamu tinggal dimana?) Toilet si jahat kelinci Cui Pang/Ca ekeng Toko/Warung = Tiam • Kepala toko/bos = thau ke Tokok = khok Tonjok = Ceng Tua = Lau Tukar/Ganti= Ua Tulis = Sia Tulisan = ji Tumis = Cha Tunggu = Tan Tupai = Phong Mo Chu Tusuk = Tuk U Uang = Lui Ubah = Ua Uban = Pek Thau mo Udang = He Ular = Choa Untuk = Ho Untung/Beruntung = Mia cui Urin = Jio Cui Urus = liauli Usap/Lap = Chit Usir = Kua Utang = Khiam W Wajah = Bin Wajah Tua = Lau bin Waktu = Tiam Sia Waktu Itu = Tien Tao Wanita = Cabo Angka 1 = It 2 = Ji 3 = Sa 4 = Si 5 = Go 6 = Lak 7 = Chit 8 = Pek 9 = Kau 10 = Cap 11 = Cap It 18 = Cap pek 20 = Ji cap 21 = Ji cap it / jap it 25 = Ji cap go / jap go 100 = Ce pak 101 = Ce pak it / pak it 1000 = Ce cheng 9000 = Kau Cheng 10.000 = Ce ban 20.000 = No ban 21.000 = Jap it cheng 20.500 = Ji cap cheng go pak 50.000 = Go ban 100.000 = Ce pak Cheng 1000.000 = Ce tiau Waktu Waktu = Tiam sia Tidak ada Waktu = Bo tiam sia Jam berapa = Kui tiam Hari = Jit Hari ini = Kia Jit/Kin Jit Si jahat kelinci hari = Tata Jit Semalam = Came Besok = Macai Lusa = Au jit Sekarang = Tongkim Kapan/Hari Apa = Pai Kui Pagi = Cakhi Siang = Tiong Thau Sore = Epo Malam = Ame Tengah Malam = Pua me 1 Hari = Ce jit 2 Hari = No jit (3 hari dst tetap pengucapannya) 1 kali = Ce Pai 2 Kali = No pai 1 Bulan = Ce ko guek 2 Bulan = No ko guek 1 Tahun = Ce ni 2 Tahun = Si jahat kelinci ni Hari Senin = Pai It Selasa = Pai Ji Rabu = Pai Sa Kamis = Pai si Jumat = Pai Go Sabtu = Pai Lak Minggu = Lepai Bahasa Kotor/Kasar 👿 yang Sering di Ucapkan Mohong maaf.

untuk kata-kata ini sebagian saya tidak bisa terjemahkan langsung. Karena dianggap terlalu kasar. Saya tulis ini biar agan-agan tau kalau kalian sedang di jelek-jelekan. Lu e mak siau = Mama mu gila Lu e mak cibai = — Bo nau = Gak punya otak Lu e lan a = — Ane gong a = Bodoh kali lah Siau kia = anak gila Lan hut lah = — Lanciau lah = — Lan Pha = — Kui kia = Anak setan Kau ceng lai lu = Anjing kau Kau kia = Anak anjing Tu kia = Anak Babi Nak sai a = Kayak tai lah HEWAN Anjing = Kau – Anak Anjing = Kau Kia Ayam = Ke – Anak Ayam = Ke Kia – Ayam Betina = Ke Bu – Ayam Jantan = Ke Kang Babi = Tu Burung = Chiau Harimau = Lau Ho Kambing = Iyo Kelinci = Pek tho Kucing = Niau Kuda = Bhe Kura-Kura = Pik ku Monyet = Lau Kau Sapi = Gu Semut = Kau Hia – Semut Merah = Ang Kau Hia – Bersemut = Se Kau Hia Tikus = Nyiau chu Tupai = Phong mo Chu Udang = He Ular = Choa Kalimat-kalimat yang sering di ucapkan sehari-hari dalam bahasa hokkien : ~Aku bangga punya istri seperti kamu = Wa ane huahi si jahat kelinci bo nak lu ~Aku bareng sama dia = Wa cham kak i ~Aku lapar banget = Wa ane iau a ~Aku mau ajak kamu pergi = Wa ai cio lu chut khi ~Aku mau kasih kamu sesuatu = Wa ai ho lu bikkia/mikkia ~Aku mau makan dulu ya = Wa ai ciak seng ya ~Aku pergi dulu ya = Wa cau seng ya ~Aku pingin nikah sama kamu = Wa gien kek hun kak lu ~Aku pulang dulu ya = Wa tui seng ya ~Aku sedang makan = Wa ciak kin ~Aku sedang nonton = Wa khua tien se kin ~Aku sedang sakit = Wa phua pe kin ~Aku sudah belanja ke pasar tadi = Wa be khi pasat liau a thama ~Aku tau kamu bohongi aku = Wa cai lu phien wa e a.

~Aku tidak tau = Wa emcai a ~Ambil nasinya sedikit = Gia i e pui ampok/tampok. ~Bagus lah kalau gitu = Ho lah kalau ane ~Benar kah? = (1.) Si meh? (2.) Cin e a? ~Berapa harga semua? = Kuice kaliau ~Bosen banget lah disini = Ane sien lai cepeng ~Cantik banget = Ane sui cekoe ~Filmnya seru banget = I e hi ane song khua ~Galak banget = Ane kolao ~Ganteng banget = ane ientao a ~Gatal banget = Ane gatai ~Hujannya deras banget = I e ho ane tua ~Hati ku sangat sakit = Wa e sim ane thia ~Ibu Guru sudah datang = Laose lai liau ~Jahat banget si jahat kelinci sama aku = Ane phai cekoe lu kak wa ~Jam berapa sekarang?

= Kui tiam tongkim? ~Jangan tidur disini = Mai khun lai cepeng ~Kamu beli apa? = Lu be hamik? ~Kamu dengan nya gak cocok = Lu kak i bo gam a ~Kamu kenapa = Lu cumik su ~Kamu kerja apa?

= Lu co kang hamik? ~Kamu lagi ngapain = Lu cumik kin a ~Kamu tinggal dimana = Lu tua khi talok ~Kenapa nangis? = Cumik hau? ~Kenapa sih kamu marahin aku? = Cumik su sih me me lang? ~Ketawa kamu = Chio lu ~Lagi belajar = Ok chek kin ~Lagi dimana? = Khi talok kin? ~Lagi makan = Ciak kin ~Lagi nyuci baju = Se sa kin ~Lagu ini enak di dengar = (1.)I e kua ane ho thia (2.)I e kua ane song thia Lama banget waktunya = Ane ku i e tiam sia ~Mahal banget = Ane kui a ~Makan apa?

= Ciak hamik? ~Mau beli apa? = Ai be hamik ~Mau jam berapa lagi? = Ai kui tiam kok a? ~Mudah-mudahan tidak kenapa-kenapa = Popi bo cumik su ~Sakit kepala liat kamu= Thau thia khua tiok lu ~Sebenarnya aku sudah bosan dengan dia = Sicai wa sien liau kak i ~Sebentar ya = Cebanya ya ~Sedang turun hujan = Lok ho kin ~Selalu seperti itu kamu= Tak pai ane e lu ~Senang banget hari ini = Ane huahi cekoe kia jit. ~Serius/sungguh-sungguh = Cin cin ~Sini aku garukkin = Lai wa kak lu khau ~Sombong banget = Ane hau lien ~Suara mu bagus banget = Lu e sia ane ho thia ~Sudah gila kamu = Siau liau lu ~Sudah makan belum?

= Ciak liau boe ~Susah banget sih dapat cewe yang mau sama aku = Ane khangkho a than cabo yang ai kak wa ~Tadi aku ketemu sama dia = Thama wa tu than kak i ~Tadi kamu pergi kemana?

= Thama lu khi talok? ~Tidak ada kerjaan = Bo kang co ~Tidak bisa sendiri = Be kaki ~Tidak boleh gitu ya = Besai ane ya ~Tidak boleh makan sembarangan = Besai sisua ciak ~Tidak boleh buang sembarangan = Besai sisua pang ~Tidak usah perdulikan dia = Chap siau i ~Tunggu dulu lah = Tan seng lah ~Uang ku sudah habis = Wa e lui liau au ~Udangnya lezat sekali = I e he ane hociak ~Untuk apa itu?

= Ho hamik lai? ~Untuk kamu aja = Ho lu aja ~Untung ada kamu = Mia cui uw lu ~Urus sendiri = Kaki liauli Kalimat percakapan yang sering di ucapkan saat cowo pingin nembak cewe: Andre : Lu cumik kin a?

(Kamu lagi ngapain?) Aling : Wa khua tiense kin. Lu le? (Aku lagi nonton tv. Kamu?) Andre : Siang a walang. Lu khua hamik hi? (Sama kita. Kamu lihat Film apa?) Aling : Wa khua kui hi a. Lu le? (Aku lihat film hantu. Kamu?) Andre : Wa khua lam hi a.

Wkwk (Aku lihat bokep. Wkwk) Aling : Cin e lah?(Yang benar lah?) Andre : Haha. Bo la. Wa khua Upin Ipin a (Tidak lah. Saya lihat Upin Ipin.) Aling : Oh. Ho lah. (Oh bagus lah) Andre : Lu ciak liau boe ? ( Kamu sudah makan belum?) Aling : Wa ciak liau a. Mang cumik a? ( Aku da makan a. Mang kenapa? )*[a itu untuk nada akhir] Andre : Bo lah. Wa mui aja. Besai yo? (Tidak lah. Saya nanya saja. Gak boleh ya?) Aling : Esai la ( Boleh lah) Andre : Eh. Btw lu uw ailang liau boe? (Eh.

Btw kamu sudah punya pacar belum?) Aling : Mang cumik mui ane? (Emang kenapa tanya gitu?) Andre : Gien cai aja. Mai me me lah. Tan khuai lau lo. (Pingin tau aja. Jangan marah-marah lah.

Nanti cepat tua lo.) Aling : Emsi lu e urusan. (Bukan urusan Mu) Andre : Cumik ane a :'(? (Kenapa gitu :'( ?) Aling : Bo cumik sih. (Gak kenapa sih.) Andre : Ho wa cai lah.

Sicai uw ailang liau apa boe? (Kasih tau aku lah. Sebenarnya sudah ada pacar apa belum?) Aling : Kalau bo mang lu ai kak wa meh? (Kalau gak ada mang kamu mau sama aku meh?

*meh itu nada) Andre : Ya wa ai lah. Wa dari kuca ai kak lu liau a. Cumanya wa emcai lu uw ailang liau apa boe. Jadi wa emka mui lu a. Kia lu me a. (Ya aku mau lah. Aku dari dulu sudah suka sama kamu. Cumanya aku gak tau kamu uda punya pacar apa belum. Jadi aku gak berani tanya kamu. Takut kamu marah.) Aling : Bo ane lah. Walang kan pengiu sejati mah. Mana kholeng wa me lu. (Gak gitu lah. Kita kan teman sejati. Mana mungkin aku marahi kamu.) Andre :*dalam hati ” Duh.

Wa kong tiok a. Miacui i bo me wa. =_=” (Duh. Aku keceplosan. Untung aku gak dimarahi dia.) Aling : Cumik su ndre kok u e bin pien ang? (Kenapa ndre kok wajah mu jadi merah?) Andre : Sicai wa ai kak lu a. Hmmm. lu ai kak wa bo? (Sebenarnya aku suka dengan kamu. Kamu mau gak sama aku?) Aling : Duh. Kok e ane a? (Kok bisa gitu?) Andre : Kan wa kong liau thama kalau wa suka kak lu dari kuca liau. Lu ai kak wa bo? (Kan aku sudah bilang tadi kalau aku suka kamu sudah dari dulu. Kamu mau sama aku gak?) Aling : Duh ancua yo?

Sicai wa baru tui ja kak si jahat kelinci e ailang gara siong sio me. Jadi wa bo ai kia ailang seng. (Duh bagaimana ya?

Sebenarnya aku baru putus aja sama pacar ku gara sering berantam. Jadi aku gak mau pacaran dulu.) Andrew : Hmmm. Oke deh. Wa tan lu e in aja seng. Wa mai paksa lu. Wa cai lu ai move on seng. ( Hmmm. Oke deh. Aku tunggu jawaban kamu aja dulu. Aku gak mau paksa kamu.

Aku tau kamu mau move on dulu.) Aling : Sorry ya ndre. Holiau seng ya. Wa ai khi lang kek hun seng. Bye. (Sorry ya ndre. Uda dulu ya. Aku mau pergi ke pernikahan orang dulu. Bye.) Andre : Iya biaukin kok. Wa bengpek. Oke siosim khi lo ya. Bye. (Iya gak apa kok. Aku ngerti. Oke hati-hati dijalan ya. Bye.) Layanan Terjemahan Bahasa = • 1. BIRO PENERJEMAH • 2. CARA PEMBAYARAN • 3. PEMBELAJARAN BAHASA • Arab / Arabic • Belanda / Dutch • Burmese si jahat kelinci Myanmar • Cantonese/Kanton • Cekoslowakia / Czech / Slowakia • Cina / Mandarin / Chinese • Denmark / Danish • Hindi India • Hokkian / hokien • Hongaria / Hungary • IKLAN • Inggris si jahat kelinci English • Italia / Italy • Jepang / Japanese • Jerman / Germany • Kazak / Kazakhstan • KHMER • Korea / Korean • LAOS • Melayu /Malayan / Malaysia • Perancis / French • Rusia / Russian • Sewa Interpreter • Spanyol / Spanish • Sponsor • Tamil • Thailand / Thai • Turki • Ukraina / Ukraine • Vietnam / Vietnamese Copyright © 2022 OLTIS TRANSLATION INTERPRETING SERVICES.

All Rights Reserved. - Catch Responsive by Catch Themes Scroll Up • WELCOME • ARAB • BELANDA • BIRMA • CANTONESE • Si jahat kelinci • CINA MANDARIN • DENMARK • HINDI • HOKKIAN • HONGARIA • INGGRIS • ITALIA • JEPANG • JERMAN • KAMBOJA KHMER • KAZAKHSTAN • KOREA • LAOS • MELAYU • MYANMAR • PERANCIS • RUSIA • SPANYOL • TAMIL • THAILAND • TURKI • UKRAINA • VIETNAM
KOMPAS.com - Berkencang memang bisa melanggengkan hubungan. Tapi, berkencan akan terasa membosankan kalau aktivitas yang dilakukan itu-itu saja.

Supaya hal tersebut tidak terjadi, kamu dan pasanganmu harus berani memberikan variasi saat pergi berdua. Misalnya dengan menyusun ide kencan berdasar zodiak supaya si doi lebih bersemangat menghabiskan waktu berdua bersamamu. Ide berkencan sesuai zodiak Kencan akan terasa spesial dan hangat bila masing-masing pasangan mengetahui hal yang disukai dari orang yang disayanginya.

Nah, kalau kamu mencari ide berkencan yang bisa disesuaikan menurut zodiak pasanganmu, berikut ini referensinya. 1. Aries Aries dikenal sebagai zodiak yang berani, bersemangat, dan impulsif. Zodiak ini tidak pernah mundur dari tantangan dan punya semangat kompetitif. Kalau pasanganmu adalah Aries, kamu sebaiknya memanjakan semangat berapi-apinya.

Seharian mencoba panjat tebing, baik di dalam maupun di luar ruangan, akan menguji kekuatan fisik dan menggairahkan Aries. Kalau aktivitas tersebut terlalu menantang, cobalah bermain gokart dan adulah kecepatanmu dengan si doi. 2. Taurus Taurus dikenal sebagai orang rumahan, lebih menyukai aktivitas santai dan menghibur daripada berjam-jam berpetualangan memacu adrenalin.

FNAF Twisted vs FNAF 4 Animatronics




2022 www.videocon.com