Pembunuhan ibu dan anak disubang

pembunuhan ibu dan anak disubang

VIVA – Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Ahmad Ramadhan mengatakan, penyidik telah menyimpulkan kasus dugaan pembunuhan ibu dan anak, bernama Tuti (55) dan Amelia Mustika Ratu (23) yang ditemukan di dalam bagasi mobil di Kabupaten Subang, Jawa Barat, merupakan pembunuhan berencana.

“Penyidik menyimpulkan kasus ini merupakan tindak pidana pembunuhan dan direncanakan. Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP,” kata Ramadhan di Mabes Polri, Jumat, 17 September 2021. “Penyidik melakukan analisa telekomunikasi, dari alat komunikasi atau HP yang dimiliki korban,” ujarnya.

Sementara, kata Ramadhan, ada dugaan pelaku menggunakan kendaraan mobil jenis Avanza warna putih dan kendaraan sepeda motor warna biru jenis NMAX. Ada 26 kendaraan roda dua NMAX biru yang ada di Subang mengerucut terduga pelaku.

“Dari kesesuaian itu, hanya sementara ini ada dugaan bahwa diduga pelaku menggunakan kendaraan jenis Avanza warna putih. Artinya, kalaupun dia pelaku ada hubungannya dengan kejadian tersebut,” katanya.

pembunuhan ibu dan anak disubang

Padahal sudah banyak saksi yang diperiksa. Namun siapa pelaku dalam kasus ini belum juga terungkap. Dan berikut ini adalah update terbaru kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang kali ini tentang dugaan Sumy Hastry Purwanti dan pertemuan para saksi kunci. Ahli forensic Sumy Hastry Pembunuhan ibu dan anak disubang sempat mengungkap motif pelaku kasus Subang membunuh para korban, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Hal ini diungkapkan Sumy di acara Forensic Talk ke-13 yang diunggah di akun resmi instagram Pusat Forensik Terintegrasi UI, @pusatforensikui. Sumy menegaskan, bahwa pelaku akan segera terungkap.
Bandung - Setengah tahun sudah polisi berusaha membongkar kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Misteri kasus ini bermula dari penemuan dua jasad di mobil.

Rabu, 18 Agustus 2021, jasad ibu dan anak, yakni Tuti (55) dan Amelia Mustika Ratu (23) ditemukan di mobil mewah jenis Alphard. Awalnya, kasus ini diselidiki Polres Subang.

pembunuhan ibu dan anak disubang

Kemudian penanganan kasus dipindahkan ke Polda Jabar. Polda Jabar pelan-pelan menyelidiki misteri kematian Tuti dan Amel. Seratusan saksi, hingga sejumlah alat yang ditemukan di lokasi kejadian tak luput dari pengamatan polisi. Autopsi ulang pun dilakukan. Polisi sempat kesulitan menetapkan tersangka misteri kematian dua jasad di mobil mewah itu. Hingga akhirnya, Polda Jabar mengklaim telah mengantongi nama tersangka dan bakal dirilis pada bulan puasa.

Bagaimana jejak misteri pengungkapan kasus ini. Yuk simak ulasannya. Darah di Bagasi Mobil Mewah Warga Kabupaten Subang, Jabar, digemparkan dengan penemuan dua jasad yang ada di bagasi mobil mewah, Alphard. Lokasinya di Dusun Ciseuti, Desa Jalangagak, Kecamatan Jalan Gagak. Polisi langsung bergerak menyelidiki kasus tersebut. Penyelidikan awal, polisi menyebut dua jasad yang ditemukan di bagasi mobil mewah itu merupakan korban pembunuhan.

Para saksi diperiksa, termasuk suami dari korban yakni Yosep dan istri mudanya. Berulang kali Yosep diperiksa selama kasus ini. Sekitar dua minggu kasus tersebut tak menemukan kepastian. Tersangka belum ditetapkan. Hingga akhirnya, Polda Jabar turun tangan. Tim Inafis Polda Jabar diterjunkan. Saksi kembali diperiksa. Kanit Identifikasi Polres Subang Ipda Asep Nugraha mengatakan prarekonstruksi ini dilakukan untuk mengetahui kembali alur cerita berkaitan pembunuhan sadis ini.

Selain itu, tim Inafis kembali memeriksa barang bukti yang sudah diamankan, antara lain alat diduga yang digunakan pelaku untuk memukul korban, pisau dapur, dan baju berbercak darah milik salah satu saksi.

"Tujuannya untuk mengetahui alur cerita, nanti yang prarekonstruksi adalah mereka yang mengetahui dan mendengar kejadian tersebut," ujar Asep, Jumat (20/08/2021). Agustus berlalu. Pada pertengahan September 2021, Polda Jabar terus menyelidiki barang bukti yang dibawa ke laboratorium forensik (labfor).

"Perkembangan masih penyelidikan ya," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dikonfirmasi, Selasa (7/9/2021).

Erdi mengatakan sejauh ini penyidik sudah menerima hasil analisis dari labfor. Kendati demikian, polisi belum bisa mengungkapkan hasil labfor tersebut. Nasi Goreng, Asbak hingga Gunting Benda sekecil apapun yang ada di lokasi kejadian tak luput dari penyelidikan polisi. Polisi sempat menemukan sisa makan, yakni nasi goreng. Kemudian asbak dan gunting. Misteri 'nasi goreng' yang diselidiki itu muncul ketika polisi memeriksa Yosep, suami sekaligus ayah pembunuhan ibu dan anak disubang.

pembunuhan ibu dan anak disubang

Soal nasi goreng ini diungkapkan Rohman Hidayat kuasa hukum dari Yosep. Diketahui, Yosep diperiksa penyidik Polda Jabar pada Kamis (25/11) kemarin selama seharian.

pembunuhan ibu dan anak disubang

"Jadi kemarin penyidik menunjukkan satu foto meja makan. Ada nasi goreng di piring, terus ada alumunium foil berisi makanan. Nggak jelas makanannya, tapi yang jelas ada nasi goreng di piring," ucap Rohman saat dihubungi, Jumat (26/11/2021).

Tak berhenti pada misteri nasi goreng, polisi juga menanyakan soal asbak dan puntung rokok. Soal puntung rokok ini terungkap saat penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar melakukan pemeriksaan terhadap Yosep, suami sekaligus ayah korban. Yosep sendiri diperiksa beberapa waktu lalu di Polda Jabar. "Penyidik sempat nanya soal asbak," ucap Rohman Hidayat kuasa hukum Yosep kepada detikcom, Sabtu (27/11/2021). Rohman menuturkan penyidik tak memberitahu lebih detail soal asbak itu.

Baca juga: Polda Jabar Segera Umumkan Tersangka Pembunuh Ibu-Anak di Subang Polda Jabar juga memeriksa keterangan dari saksi yang merupakan kerabat dari korban bernama Danu.

Dia diketahui memasuki TKP usai insiden berdarah itu terjadi. Danu juga diketahui menemukan sebuah gunting. "Itu yang harus kita yakini adalah hasil dari keterangan saksi yang dilakukan oleh penyidik. Jadi keterangan ini tidak dikesampingkan karena penyidik telah melakukan olah TKP. Terlepas itu ada yang menyampaikan, dia melihat, dia melakukan dan sebagainya," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dikonfirmasi, Rabu (3/11/2021). Erdi menjelaskan proses penanganan perkara ini berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.

Menurut dia, penyidik sudah melakukan berbagai upaya penyelidikan untuk mengungkap kasus yang sudah dua bulan belum terungkap itu. Tepis Dugaan Keterlibatan Banpol Isu adanya keterlibatan bantuan polisi (Banpol) ini pertama kali diungkapkan Danu. Dia saat itu mengaku diminta Banpol untuk membersihkan bak kamar mandi TKP.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menyebut informasi-informasi itu tak sepenuhnya dapat dipegang. Sebab, kata dia, informasi resmi mengenai penyidikan murni dari pihak penyidik. "Informasi-informasi tersebut selayaknya harus dari informasi resmi dari penyidik, ini kan dari beberapa saksi yang mungkin sudah mengarah pada seseorang yang menimbulkan kepanikan sehingga yang bersangkutan bercerita tanpa bisa dibuktikan," tutur Erdi, Selasa (9/11/2021). Polisi tetap berpegang pada hasil penyidikan yang dilakukan oleh tim gabungan.

pembunuhan ibu dan anak disubang tetap percaya pada proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Subang," ujar Erdi. Seratusan Saksi Diperiksa Tahun berganti, polisi memang telah menemukan beberapa bukti. Dari hasil autopsi hingga CCTV. Februari 2022, Polda Jabar mengaku telah memeriksa seratusan saksi untuk menguak misteri kematian Tuti dan Amelia. "Saya sudah melakukan koordinasi dengan penyidik.

Memang kita belum terlalu publikasi banyak. Tapi yang diperiksa sudah lebih seratusan orang," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (10/2/2022). Ibrahim tak menjelaskan siapa saja saksi yang diperiksa.

pembunuhan ibu dan anak disubang

Namun, saksi-saksi tersebut masih berkaitan dengan perkara ini. "Kemudian ada beberapa alat bukti memang kita lakukan pemeriksaan," kata dia. Menurut Ibrahim saat ini kasus masih dalam penanganan penyidik Polda Jabar. Pemeriksaan saksi hingga alat bukti dilakukan secara marathon. "Jadi kita tetap secara marathon melakukan pemeriksaan terkait alat-alat bukti dan kesaksian, kita berharap nanti ini bisa memberikan petunjuk-petunjuk kepada penyidik nantinya," tutur dia.

Periksa Suami dan CCTV Polisi kembali melanjutkan proses penyelidikan pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang. Suami sekaligus ayah korban Yosep kembali diperiksa penyidik untuk. Pemeriksaan terhadap Yosef dilakukan Mapolda Jabar kemarin, Senin 7 Maret 2022.

Selama tiga jam, Yosep diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar. "Jadi kemarin pencocokan bukti yang dimiliki penyidik dengan CCTV," ujar Rohman Hidayat kuasa hukum Yosep via sambungan telepon, Selasa (8/3/2022). Rohman mengatakan kliennya itu dicecar berkaitan dengan aktivitas Yosef di hari ditemukannya jenazah istri dan anaknya tewas di dalam mobil.

Bukti yang dimiliki polisi, diklaim Rohman selaras dengan aktivitas yang dilakukan Yosef saat itu. Selain mencocokkan dengan bukti CCTV, Rohman mengatakan Yosep juga dicecar terkait kebiasaan istri dan anaknya selama masih hidup. "Pak Yosep pada 18 Agustus (2021) pagi hari itu, berangkat dari rumah ibu Mimin (istri kedua) jam pembunuhan ibu dan anak disubang WIB, datang ke TKP kemudian dia menelepin alm Amel, kemudian dia telepon anaknya Yoris.

pembunuhan ibu dan anak disubang

kemudan dia ke polsek itu ada terekam di CCTV, artinya kegiatan Pak Yosep di pagi hari itu jelas, sesuai dengan yang di CCTV," tutur Rohman. "Saya tetap meyakini dengan munculnya CCTV sekarang yang mempertegas Pak Yosep di TKP dari awal, jelas ini jadi petunjuk baru bahwa Pak Yosep dalam hal ini bukan pelakunya.

pembunuhan ibu dan anak disubang

Saya percaya polisi sedang mendalami, tapi saya tidak tau siapa (pelakunya)," kata Rohman menambahkan. Tersangka Diumumkan Pembunuhan ibu dan anak disubang hari ini, kasus kematian ibu dan anak di Subang itu menjadi misteri. Namun, Kapolda Jabar Irjen Suntana memastikan pihaknya akan segera mengumumkan tersangka pembunuhan tersebut. "Ini pun mudah-mudahan menjadi kado bulan puasa lah. Karena sudah mengarah kepada tersangkanya," ucap Suntana di Purwakarta sebagaimana video yang diterima detikJabar, Sabtu (19/3/2022).

Suntana menegaskan penyidik Polda Jabar saat ini berkomitmen untuk mengungkap secara jelas perkara tersebut. "Kami ingin memberikan komitmen bahwa polisi tidak berhenti dan mengungkap kasus ini," tutur dia. Sebelumnya, polisi sudah merilis sketsa diduga pelaku. Selama penanganan kasus ini, polisi juga membentuk tim khusus. Simak Video " 4 Orang Komplotan Curanmor Bandung Diamankan, 15 Motor Disita" [Gambas:Video 20detik] (ors/orb) KOMPAS.com - Kasus pembunuhan Tuti dan anaknya Amalia Mustika Ratu, di Subang, Jawa Barat, hingga kini belum juga terungkap.

Seperti diketahui, Tuti dan Amalia ditemukan tewas di dalam bagasi mobil mereka, pada 18 Agustus 2021.

pembunuhan ibu dan anak disubang

Baca juga: Puluhan Saksi Sudah Diperiksa, Sketsa Telah Disebar, tapi Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Belum Juga Tertangkap Kasus ini menjadi perhatian karena lamanya pengungkapan. Padahal, pihak kepolisian telah mendapatkan sejumlah petunjuk termasuk menyebar sketsa terduga pelaku. Baca juga: 150 Hari Misteri Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Keterangan Saksi Kunci, Petunjuk, dan Janji Kapolda Kapolda Jawa Barat Inspektur Jendral Suntana sempat menargetkan untuk mengungkap kasus tersebut pada awal 2022.

Baca juga: Polda Jabar Sebar Sketsa Wajah Terduga Pembunuh Ibu dan Anak di Subang ke Seluruh Polda dan Polres Indonesia "Untuk kejadian di Subang, mohon doanya. Target saya awal tahun ini (2022). Penyidik sedang mengumpulkan fakta-faktanya, mohon kesabarannya. Saya berkomitmen terhadap kasus ini," ujar Suntana, di Mapolda Jabar, Rabu (29/12/2021).

pembunuhan ibu dan anak disubang

Kenapa polisi sulit mengungkap kasus Subang? Banyak pihak yang bertanya, kenapa polisi terlihat begitu kesulitan mengungkap kasus pembunuhan di Subang. Dir Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Yani Sudarto, pada Desember 2021 sempat mengatakan, ada dua alat bukti yang belum dapat dipastikan oleh penyidik dalam kasus pembunuhan itu.

"Kenapa kasus ini tingkat kesulitannya sangat tinggi, karena sampai saat ini penyidik belum dapat memastikan dua alat bukti," ucap Yani di Mapolda Jabar, Kamis (30/12/2021). Seperti diketahui, kasus ini telah diambil alih Polda Jabar sejak tanggal 15 November 2021. Pelimpahan kasus dilakukan untuk mengefisiensikan waktu penyidikan dan penyelidikan kasus. Apa yang sudah dilakukan polisi? Yani mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penyidikan. Mulai dari olah tempat kejadian perkara sebanyak lima kali, otopsi jasad korban sebanyak dua kali, hingga pemeriksaan terhadap 69 saksi.

Berita Terkait Sebar Sketsa Wajah Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, Polisi Minta Bantuan Masyarakat 150 Hari Misteri Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Keterangan Saksi Kunci, Petunjuk, dan Janji Kapolda Polda Jabar Sebar Sketsa Wajah Terduga Pembunuh Ibu dan Anak di Subang ke Seluruh Polda dan Polres Indonesia Danu, Saksi Kunci Kasus Subang, Juga Kembali Diperiksa, Dicecar soal Puntung Rokok, tapi Tak Singgung Banpol 100 Hari Misteri Pembunuhan di Subang, Yosef Dicecar soal Nasi Goreng, Danu Ditanya tentang Puntung Rokok Berita Terkait Sebar Sketsa Wajah Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, Polisi Minta Bantuan Masyarakat 150 Hari Misteri Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Keterangan Saksi Kunci, Petunjuk, dan Janji Kapolda Polda Jabar Sebar Sketsa Wajah Terduga Pembunuh Ibu dan Anak di Subang ke Seluruh Polda dan Polres Indonesia Danu, Saksi Kunci Kasus Subang, Juga Kembali Diperiksa, Dicecar soal Puntung Rokok, tapi Tak Singgung Banpol 100 Hari Misteri Pembunuhan di Subang, Yosef Dicecar soal Nasi Goreng, Danu Ditanya tentang Puntung Rokok
TRIBUNMANADO.CO.ID- Pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang masih terus berlanjut.

Polisi dari Polda Jawa Barat belum bisa memecahkan permasalahan tersebut. Padahal sudah lama waktu yang digunakan dan banyak saksi yang diperiksa. Baca juga: Baru Terungkap Isi Sumpah Serapah Yosef untuk Pelaku Pembunuhan Istri dan Anaknya di Subang Danu emosional saat ditanya harapan agar kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang segera terungkap (Tangkap layar Kanal Youtube/Yahya Mohammed) Menjelang lebaran kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang Jawa Barat belum juga terungkap.

Saksi Yosef Hidayah blak-blakan di media sosial (medsos) dan seperti memojokkan saksi lain yaitu Muhammad Ramdanu alias Danu dalam kasus Subang. Yosef melayangkan 4 pernyataan yang mengarah ke tudingan terhadap Danu dalam kasus kematian istri dan anaknya, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu pada Rabu 18 Agustus 2021.

Empat pernyataan Yosef itu adalah sebut Danu bohong, bantah kesaksian Danu soal jaketnya, Sebut Danu digigit anjing pelacak dan curigai Danu bersama kelompoknya. Baca juga: Baru Terungkap Lagi Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan di Subang, Yosef Buka Kartu Danu yang Sebenarnya Saksi kasus Subang Danu dan Yosef.(Youtube Kompas TV/Ist) Seperti diketahui, tak kunjung terungkapnya kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini membuat hubungan kubu Yosef dan Danu kerap meruncing.
Bandung - Teka-teki pembunuh ibu-anak di Subang masih menjadi misteri.

Sempat dijanjikan Kapolda Jabar Irjen Suntana terungkap di awal tahun 2022, bagaimana progres perkembangan kasus itu? "Ini kita masih dalam penyelidikan," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo kepada wartawan, Senin (10/1/2022). Perkembangan terakhir kasus itu munculnya sketsa wajah diduga pelaku pembunuhan. Dalam sketsa wajah itu terlihat pelaku berjenis kelamin pria yang dari segi usia masih tampak muda.

Baca juga: Polisi Urai Kesulitan Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Sekadar diketahui, warga digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah dalam bagasi mobil yang parkir di halaman rumahnya, Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Rabu (18/8).

Polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Identitas keduanya yaitu Tuti (55) dan anaknya, Amalia Mustika Ratu alias Amel (23). Ibrahim mengatakan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar yang menyelidiki kasus itupun sudah menyebarkan sketsa wajah tersebut.

"Sekarang memang ada sketsa wajah yang sudah diketahui oleh penyidik. Untuk itu kita berharap kasus bisa segera menangkap dan memproses pelakunya. Sketsa sudah jelas dan sudah kita sebarkan kepada masyarakat," tutur Ibrahim. Sekadar diketahui, Kapolda Jabar Irjen Suntana berkomitmen mengungkap kasus pembunuhan ibu-anak di Subang. Suntana menegaskan kasus tersebut ditargetkan terungkap di awal tahun 2022. "Untuk kejadian di Subang, target saya awal tahun baru ini," ucap Suntana di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (29/12/2021).Bandung - Sosok pembunuh sadis ibu-anak di Kabupaten Subang masih menyisakan misteri besar.

Polisi kini bergerak cepat dengan membentuk tim khusus. "Jadi terkait Subang, kita bentuk tim khusus untuk menangani kasus dan pembunuhan ibu dan anak disubang kasus pembunuhan di Subang ini," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (15/3/2022).

Tim khusus tersebut sudah bergerak demi pembunuhan ibu dan anak disubang siapa pelaku pembunuhan itu. Sejumlah saksi hingga ahli dan barang bukti sudah didalami penyidik. Adapun tim khusus tersebut terdiri dari personel Polda Jabar dan Polres Subang. Baca juga: Sosok Pembunuh Ibu-Anak Subang Belum Juga Terungkap Sekadar diketahui, warga Kabupaten Subang digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah di dalam bagasi mobil.

Polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Dua jasad ibu dan anak itu ditemukan di bagasi mobil jenis Alphard di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang pada Rabu 18 Agustus 2021.

Identitas keduanya diketahui merupakan Tuti (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23). Kasus itu kemudian ditarik oleh Polda Jabar. Penyidik Polda Jabar marathon memeriksa para saksi. Belakangan polisi sudah merilis sketsa diduga pelaku. Simak Video " 4 Orang Komplotan Curanmor Bandung Diamankan, 15 Motor Disita" [Gambas:Video 20detik] (dir/yum)
Bandung - Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana sempat menargetkan akan mengungkap pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang saat Ramadan tahun ini.

Lalu, bagaimana perkembangan perkaranya sejauh ini? Banyak saksi sudah dimintai keterangan untuk mengungkap kasus ini. Bahkan, jumlah saksi yang diperiksa sudah lebih dari 100 orang. "Ya, kita sudah memeriksa sekitar 122 saksi," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi, Jumat (25/3/2022). Baca juga: Keluarga Minta Sosok Pembunuh Ibu-Anak Subang Segera Diungkap Ibrahim menjelaskan penyidik tak akan gegabah untuk menetapkan tersangka. Meski sejauh ini, sudah penyidik sudah mendapatkan gambaran lewat sketsa wajah.

"Kita berusaha untuk lebih hati-hati di sini karena memang harus ada bukti yang kuat untuk itu," kata dia. Sekadar diketahui, warga Kabupaten Subang digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah di dalam bagasi mobil. Polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Dua jasad ibu dan anak itu ditemukan di bagasi mobil jenis Alphard di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang pada Rabu 18 Agustus 2021.

Identitas keduanya diketahui merupakan Tuti (55) dan anaknya Amelia Pembunuhan ibu dan anak disubang Ratu (23). (dir/ors)

PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI SUBANG BURON




2022 www.videocon.com