Hari pertemuan disebut dengan

hari pertemuan disebut dengan

Halo sobat kampus, hari ini tanggal 20 Mei 2021 diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Yuk simak informasi yang dilansir dari suara.com tentang sejarah kebangkitan nasional, sebagai salah satu upaya kita sebagai generasi muda memupuk rasa cinta tanah air ya. Indonesia akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang terjadi setiap tanggal 20 Mei.

Bagaimana sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan apa maknanya? Pada tanggal 20 Mei 1908 silam, organisasi Boedi Oetomo ( Budi Utomo) lahir. Budi Utomo disebut-sebut sebagai organisasi modern yang pertama di Indonesia, di mana kelahirannya kemudian dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei setiap tahunnya diperingati oleh bangsa Indonesia.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional Organisasi Budi Utomo didirikan oleh dr. Wahidin Soedirohoesodo. Pada 1908 dr. Wahidin Soedirohoesodo berkeliling Jawa mencari dana untuk membiayai pelajar-pelajar yang pandai tapi miskin.

Meskipun sebenarnya adalah seorang dokter, namun dr. Wahidin sangat giat dalam usaha memajukan pendidikan. Dokter yang akrab disapa dengan Mas Wahidin itu, bertemu dengan 3 orang mahasiswa sekolah kedokteran Stovia hari pertemuan disebut dengan Jakarta, yaitu Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, dan Suraji. Ketiga hari pertemuan disebut dengan itu sudah lama mengagumi Mas Wahidin melalui majalah Retno Dumilak. Kemudian dalam pertemuan itu, Sutomo mengusulkan kepada Mas Wahidin agar usaha-usahanya diperluas.

Tidak hanya bidang pendidikan saja, melainkan juga pertanian, peternakan, perniagaan, industri, hingga kesenian. Maka untuk mewujudkannya, perlu didirikan organisasi atau perkumpulan.

Sutomo dan teman-temannya lantas menyiapkan sebuah pertemuan besar. Mereka mendanai sendiri pertemuan itu, dan bahkan ada yang menjual sarung plekat yang saat itu sangat laris. Ada juga yang menjual sorban, menyumbang uang jajan, hingga uang sakunya.

Pertemuan tersebut akhirnya terlaksana pada tanggal 20 Mei 1908. Lahirlah organisasi yang lengkap dengan peraturan-peraturan dasarnya seperti tujuan, rancangan kegiatan, anggota, serta pengurus organisasi.

Makna Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Lahirnya organisasi Budi Utomo langsung disambut para pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan dalam satu tahun saja anggotanya mencapai 10.000 orang. Pada masa itu, perkumpulan semacam ini memang baru pertama kalinya di Indonesia. Di organisasi tersebut, banyak pemuda Indonesia yang melatih dirinya dan menjadi pemimpin dari berbagai organisasi pergerakan kemerdekaan yang lahir kemudian. Oleh karena itu, tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

hari pertemuan disebut dengan

Bahkan bangsa Belanda pada waktu itu melihat lahirnya Budi Utomo sebagai bangkitnya Indonesia. Makna Hari Kebangkitan Nasional adalah bagaimana menerapkan semangat nasionalisme dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional adalah untuk mengenang kembali bagaimana semangat perjuangan bangsa Indonesia tempo dulu untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai pembangunan.

Kebangkitan Nasional adalah bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk menggabungkan diri melalui gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pernah muncul selama masa penjajahan. Seperti itulah sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan makna peringatannya. Semoga informasi ini bermanfaat. Sumber https://www.suara.com/news/2021/05/18/174302/hari-kebangkitan-nasional-20-mei-sejarah-dan-maknanya?page=all Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya.

Tahun ini, Hari Kebangkitan Nasional 2021 jatuh pada hari Kamis. Harkitnas 2021 hari pertemuan disebut dengan berdasarkan hari berdirinya Boedi Oetomo (B0) pada 20 Mei 1908. Budi Utomo adalah organisasi yang bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan, tetapi tidak bersifat politik.

hari pertemuan disebut dengan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menuliskan, perjuangan yang selama ini bersifat kedaerahan berubah menjadi bersifat nasional dengan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Budi Utomo memelopori perjuangan dengan memanfaatkan kekuatan pemikiran dan mendorong munculnya organisasi-organisasi pergerakan lainnya.

Presiden Soekarno menetapkan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1948, di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Penetapan tersebut kemudian diperkuat dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 1985 tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Penetapan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memperkuat kepribadian bangsa, mempertebal rasa harga diri dan kebanggaan nasional, dan mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan nasional. Sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan Budi Utomo Budi Utomo 1908-1918 sebenarnya merupakan perkumpulan cendekiawan Jawa dan memiliki ikatan kuat dengan kebudayaan Jawa (B.J.O.

Schrieke seperti dikutip Akira Nagazumi dalam Bangkitnya Nasionalisme Indonesia hlm. 230-231) Berdasarkan catatan yang dikumpulkan Nagazumi, Budi Utomo didirikan hari pertemuan disebut dengan bawah filosofi dan kebudayaan Jawa dengan mengikuti garis-garis modern dari Barat atau Eropa.

Masih di buku yang sama, ia memaparkan dominasi orang Jawa dalam daftar siswa STOVIA (sekolah dokter Jawa yang didirikan pemerintah kolonial) yang berpartisipasi dalam kegiatan pembentukan organisasi ini. Nama Boedi Oetomo diusulkan Soeradji, kawan sekelas Soetomo yang juga menghadiri pertemuan dengan Wahidin.

hari pertemuan disebut dengan

Imam Supardi dalam Dr. Soetomo: Riwayat Hidup dan Perjuangannya (1951: 28) memaparkan, nama itu terbersit di benak Soeradji ketika menyaksikan Wahidin berpamitan untuk meneruskan perjalanannya ke Banten. Budi Utomo dipandang sebagai salah satu dampak keberhasilan politik etis di tanah Jawa. Tidak seperti organisasi pribumi lainnya yang memilih jalur radikal, Budi Utomo yang moderat-progresif tidak mendapat suatu kesulitan apapun sejak didirikan.

Belum genap satu tahun berdiri, perkumpulan ini sudah mendapat pengakuan hari pertemuan disebut dengan Gubernur Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz dan berhak berdiri di hadapan pengadilan Hindia Belanda dalam kedudukan yang sama dengan seorang sipil Eropa. Tema Hari Kebangkitan Nasional 2021 Tema Harkitnas 20 Mei 2021 adalah "Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!". Tema ini mengingatkan bahwa semangat Kebangkitan Nasional dapat mengajarkan kita untuk selalu optimis dalam menghadapi masa depan.

Menteri Kominfo Johnny G Plate dalam sambutannya di peringatan ke-113 Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021 menyatakan, peringatan Kebangkitan Nasional ini menjadi titik awal dalam membangun kesadaran untuk bergerak mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa Indonesia.

Tujuan peringatan Harkitnas ke-133 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong-royong kita sebagai landasan dalam melaksanakan pembangunan dan selalu optimis menghadapi masa depan, untuk mempercepat pulihnya bangsa kita dari Pandemi Covid-19. Hari Kebangkitan Nasional, kata dia, juga mengingatkan kita kepada semangat untuk bergerak sebagai bangsa, dengan tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan mana pun.

"Mimpi kita untuk tancap gas memacu ekonomi dan kemajuan peradaban sebagai simbol kebangkitan bangsa. Menuju Indonesia digital, semakin digital akan semakin maju," ujarnya melalui surat Pedoman Penyelenggaraan dan Sambutan Harkitnas 2021.

Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 2021 & Tema Peringatan 20 Mei", https://tirto.id/gf4W Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya.

Tahun ini, Hari Kebangkitan Nasional 2021 jatuh pada hari Kamis. Harkitnas 2021 ditetapkan berdasarkan hari berdirinya Boedi Oetomo (B0) pada 20 Mei 1908. Budi Utomo adalah organisasi yang bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan, tetapi tidak bersifat politik. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menuliskan, perjuangan yang selama ini bersifat kedaerahan berubah menjadi bersifat nasional dengan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Budi Utomo memelopori perjuangan dengan memanfaatkan kekuatan pemikiran dan mendorong munculnya organisasi-organisasi pergerakan lainnya.

Presiden Soekarno menetapkan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1948, di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Penetapan tersebut kemudian diperkuat dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 1985 tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Penetapan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memperkuat kepribadian bangsa, mempertebal rasa harga diri dan kebanggaan nasional, dan mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan nasional.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan Budi Utomo Budi Utomo 1908-1918 sebenarnya merupakan perkumpulan cendekiawan Jawa dan memiliki ikatan kuat dengan kebudayaan Jawa (B.J.O. Schrieke seperti dikutip Akira Nagazumi dalam Bangkitnya Nasionalisme Indonesia hlm. 230-231) Berdasarkan catatan yang dikumpulkan Nagazumi, Budi Utomo didirikan di bawah filosofi dan kebudayaan Jawa dengan mengikuti garis-garis modern dari Barat atau Eropa.

Hari pertemuan disebut dengan di buku yang sama, ia memaparkan dominasi orang Jawa dalam daftar siswa STOVIA (sekolah dokter Jawa yang didirikan pemerintah kolonial) yang berpartisipasi dalam kegiatan pembentukan organisasi ini. Nama Boedi Oetomo diusulkan Soeradji, kawan sekelas Soetomo yang juga menghadiri pertemuan dengan Wahidin.

Imam Supardi dalam Dr. Soetomo: Riwayat Hidup dan Perjuangannya (1951: 28) memaparkan, nama itu terbersit di benak Soeradji ketika menyaksikan Wahidin berpamitan untuk meneruskan perjalanannya ke Banten. Budi Utomo dipandang sebagai salah satu dampak keberhasilan politik etis di tanah Jawa. Tidak seperti organisasi pribumi lainnya yang memilih jalur radikal, Budi Utomo yang moderat-progresif tidak mendapat suatu kesulitan apapun sejak didirikan. Belum genap satu tahun berdiri, perkumpulan ini sudah mendapat pengakuan dari Gubernur Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz dan berhak berdiri di hadapan pengadilan Hindia Belanda dalam kedudukan yang sama dengan seorang sipil Eropa.

Tema Hari Kebangkitan Nasional 2021 Tema Harkitnas 20 Mei 2021 adalah "Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!". Tema ini mengingatkan bahwa hari pertemuan disebut dengan Kebangkitan Nasional dapat mengajarkan kita untuk selalu optimis dalam menghadapi masa depan. Menteri Kominfo Johnny G Plate dalam sambutannya di peringatan ke-113 Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021 menyatakan, peringatan Kebangkitan Nasional ini menjadi titik awal dalam membangun kesadaran untuk bergerak mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa Indonesia.

hari pertemuan disebut dengan

Tujuan peringatan Harkitnas ke-133 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong-royong kita sebagai landasan dalam melaksanakan pembangunan dan selalu optimis menghadapi masa depan, untuk mempercepat pulihnya bangsa kita dari Pandemi Covid-19.

Hari Kebangkitan Nasional, kata dia, juga mengingatkan kita kepada semangat untuk bergerak sebagai bangsa, dengan tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan mana pun.

"Mimpi kita untuk tancap gas memacu ekonomi dan kemajuan peradaban sebagai simbol kebangkitan bangsa. Menuju Indonesia digital, semakin digital akan semakin maju," ujarnya melalui surat Pedoman Penyelenggaraan dan Sambutan Harkitnas 2021. Baca selengkapnya di artikel "Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 2021 & Tema Peringatan 20 Mei", https://tirto.id/gf4W Menu • Blog • Tentang Pramukaria • Admin dan Kontak • Privacy Policy • Sitemap • Static Page • 404 Page Not Hari pertemuan disebut dengan • Anggota • Pramuka Siaga • Pramuka Penggalang • Pramuka Penegak • Pramuka Pandega • Pramuka Dewasa • Materi Pramuka • Pengetahuan Pramuka • Teknik Kepramukaan • Pengetahuan Umum • SKU • SKK • Download • Undang-undang • SK/PP Pramuka • Surat Edaran • Lagu dan Yel Pramuka • Lagu Nasional • Lagu Daerah • Video Pramuka • Lainnya • Organisasi • Satuan Karya • Berita Pramuka • Daftar Isi Jenis-jenis pertemuan pramuka adalah macam jenis pertemuan atau kegiatan yang melibatkan anggota Gerakan Pramuka.

Dalam kegiatan-kegiatan tersebut para pramuka ( anggota Gerakan Pramuka) berkumpul mengikuti kegiatan sesuai dengan Prinsip dasar Kepramukaan (PDK) dan Metode Kepramukaan (MK). Pertemuan pramuka terdiri atas berbagai macam kegiatan. Terdapat kegiatan yang melibatkan semua anggota Gerakan Pramuka dari berbagai golongan dan ada pula pertemua khusus untuk golongan-golongan tertentu.

Jenis pertemua pramuka ini dapat dibedakan berdasarkan : • Pertemuan untuk semua golongan pramuka • Pertemuan untuk Pramuka Siaga • Pertemuan untuk Pramuka Penggalang • Pertemuan untuk Pramuka Penegak dan Pandega • Pertemuan untuk Pramuka Dewasa • JOTA ( Jamboree on the Air); JOTA hari pertemuan disebut dengan pertemuan Pramuka melalui udara, bekerjasama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Para pramuka dari berbagai golongan dapat berkomunikasi, berdiskusi, dan berbagai pengalaman dengan memanfaatkan teknologi radio amatir.

Pertemuan ini merupakan acara tahunan yang dilangsungkan di tingkat Nasional, Regional, dan Internasional. • JOTI ( Jamboree on the Internet); JOTI dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan JOTA.

Jika JOTA menggunakan fasilitas radio amatir, maka JOTI adalah pertemuan anggota pramuka dengan memanfaatkan media chating internet. Seperti JOTA, JOTI pun merupakan acara tahunan yang dilangsungkan di tingkat Nasional, Regional, dan Internasional. • Pesta Siaga; Pesta Siaga dalah pertemuan pramuka Siaga dalam bentuk perkemahan besar selama satu hari (tanpa menginap) dengan berbagai kegiatan seperti: Permainan Bersama (kegiatan keterampilan kepramukaan yang dikemas dengan permainan), Pameran Siaga, Pasar Siaga (simulasi situasi di pasar yang diperankan oleh Pramuka Siaga), Darmawisata, Pentas Seni Budaya, Karnaval, dll.

Pesta Siaga dapat dilaksanakan di tingkat kordinator desa, kwartir ranting, kwartir cabang, korwil (beberapa kwartir cabang yang berdekatan), dan kwartir daerah. • Jambore; Jambore adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka.

Kegiatan dalam jambore bersifat rekreatif, riang gembira, dan penuh persaudaraan. Jambore dilaksanakan secara berjenjang berdasar penyelenggara dan lingkup wilayah pesertanya, yaitu: Jambore Ranting (Jamran), Jambore Cabang (Jamcab), Jambore Daerah (Jamda), Jambore Nasional (Jamnas), Jambore Regional dan Jambore se-Dunia.

Baca : Daftar Jambore Nasional Pramuka dan Logo • Lomba Tingkat (LT); Lomba Tingkat (LT) dalah pertemuan pramuka penggalang dalam bentuk perlombaan beregu atau perorangan atas nama regu yang mempertandingkan sejumlah ketrampilan. Lomba tingkat dilaksanakan dalam bentuk perkemahan. Berbeda dengan jambore yang menekankan sifat rekreatif, lomba tingkat lebih berupa perlombaan. Hari pertemuan disebut dengan Tingkat terdiri atas : • LT I (tingkat Gugusdepan) • LT II (tingkat kwartir ranting) • LT III (tingkat kwartir cabang) • LT IV (tingkat kwartir daerah) • LT V (tingkat kwartir nasional) • Perkemahan Bakti (PB); Perkemahan Bakti (PB) hari pertemuan disebut dengan kegiatan Pramuka Penggalang dalam rangka bhakti pada masyarakat yang biasanya berwujud peran serta dalam kegiatan pembangunan.

• Dian Pinru (Gladian Pemimpin Regu); Gladian Pemimpin Regu (Dianpinru) adalah kegiatan Pramuka Penggalang bagi Pemimpin Regu Utama (Pratama), Pemimpin Regu (Pinru), dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru), yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinru diselenggarakan di tingkat gugus depan, kwartir ranting atau kwartir cabang.

• Forum Penggalang; Forum Penggalang adalah pertemuan Pramuka Penggalang untuk mengkaji suatu permasalahan dan merumuskan hasil kajian serta memecahkan masalah secara bersama. Inti dari kegiatan ini adalah untuk pengenalan demokratisasi dan pembelajaran metode pemecahan masalah sebagai modal bagi para Pramuka Penggalang di masa yang akan datang. • Perkemahan; Berbagai macam perkemahan yang dilakukan sesuai dengan waktu, peserta, dan tujuannya masing-masing.

Tentang perkemahan ini, baca : Jenis Perkemahan Pramuka. • Penjelajahan; Penjelajahan adalah pertemuan Pramuka Penggalang berbentuk penjelajahan, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan tentang ilmu medan, peta, kompas dan survival. • Raimuna; Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional.

• Perkemahan Wirakarya (PW); Perkemahan Wirakarya adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengadakan integrasi dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. • Gladian Pemimpin Satuan (Dianpinsat); Dianpinsat (Penggladian Pimpinan Satuan) adalah kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega bagi Pemimpin Sangga Utama (Pradana), Pemimpin Sangga (Pinsa), dan Wakil Pemimpin Sangga (Wapinsa), yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan.

Dianpinsa diselenggarakan di tingkat gugus depan, kwartir ranting atau kwartir cabang. • Peran Saka (Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka); Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka (Peran Saka), adalah Kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang menjadi anggota Satuan Karya Pramuka (Saka), berbentuk perkemahan besar, yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka.

Peran Saka diikuti oleh sedikitnya dua Satuan Karya Pramuka. • Musppanitera; Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Puteri dan Putera (Musppanitera) adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun perencanaan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kwartir dalam satu masa bakti kwartir/dewan kerja dan akan dijadikan bahan pada musyawarah kwartirnya.

• Ulang Janji; Ulang Janji adalah upacara pengucapan ulang janji (Trisatya) bagi Pramuka Penegak, Pandega dan Anggota Hari pertemuan disebut dengan yang dilaksanakan pada malam tanggal 14 Agustus dalam rangka Hari Ulang Tahun Pramuka. • Pertemuan lain; Pertemuan lain seperti Sidang Paripurna (Siparcab) Dewan Kerja, Pengembaraan, Latihan Dasar Kepemimpinan, Pelatihan Pengelola Dewan Kerja (PPDK), Pelantara, Kemah Bakti Saka (Pertika) dll.

• Karang Pamitran; Karang Pamitran adalah pertemuan bagi pembina pramuka untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan serta meningkatkan pengetahuan pengalaman dan kepemimpinannya. Karang pamitran menjadi wadah silaturahmi bagi pembina pramuka untuk saling bertukar pengalaman, menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam membina pramuka. • Kursus Pembina Pramuka; Kursus Pembina Pramuka terdiri atas dua tingkatan, yaitu : Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan (KML).

• Kursus Pelatih Pembina Pramuka; Kursus Pelatih Pembina Pramuka terdiri atas dua tingkat, yaitu : Kursus Pelatih Pembina Pramuka Dasar (KPD) dan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Lanjutan (KPL) • Ulang Janji; • Musyawarah Gugusdepan (Mugus), Musyawarah Ranting (Musran), Musyawarah Cabang (Muscab), Musyawarah daerah (Musda) dan Musyawarah Nasional (Munas).
Hari suci atau rerahinan adalah hari yg diperingati atau di istimewakan berdasarkan kenyakinan bahwa hari itu mempunyai makna bagi kehidupan seseorang/masyarakat karena pengaruhnya dan karna nilai-nilai didalamnya.

Bila peringatan hari suci itu dilakukan secara rutin maka acara itu disebut Rerahinan atau sehari-hari. Bila kita pelajari acara rerahinan ini maka hari-hari suci itu ada pada siklus tertentu, dan mempunyai hari puncak dimana hari puncak itu akan kembali kehari permulaan. Hari suci yang dirayakan oleh seluruh umat disebut hari raya atau rerahinan gumi (jagat). Sedangkan hari suci yang dirayakan oleh kelompok-kelompok tertentu disebut dengan nama odalan atau piodalan.

Piodalan atau pawedalan berasal dari kata Wedal yang artinya lahir. Jadi pawedalan atau piodalan merupakan hari suci untuk memperingati kelahiran sesuatu (bukan manusia) atau hari jadi suatu Pura (Karena piodalan biasanya ditujukan untuk tempat suci atau sesuatu lainnya seperti Hari suci Galungan disebut sebagai hari pawedalan jagat. Untuk menentukan hari suci, didasarkan atas beberapa perhitungan, diantaranya Wewaran, Pawukon, penanggal, panglong, dan sasih. Hal ini hari pertemuan disebut dengan dijelaskan didalam Wariga yaitu pedoman untuk mencari ala-ayuning (baik-buruknya) hari atau dewase.

Berbagai macam proses, prinsip dan ketentuan yang melatarbelakangi perhitungan dan pelaksanaan atau perayaan hari-hari suci agama Hindu. Adapun dasar perhitungan yang dimaksud seperti : Hari raya Nyepi atau tahun baru Saka merupakan hari raya umat Hindu yng dirayakan setiap tahun baru sekali yang merupakan peringatan tahun baru saka yang jatuh pada tanggal apisan (1) sasih kedasa dan hari raya Nyepi ini telah diakui sebagai hari libur nasional mulai tahun 1983.

Berikut rangkaian hari raya Nyepi: 1. Melasti berasal dari kata Mala = kotoran/ leteh, dan Asti = membuang/ memusnakan. Melasti merupakan rangkaian upacara Nyepi yang bertujuan untuk membersihkan segala kotoran badan dan pikiran (buana alit), dan amertha) bagi kesejahtraan manusia.

Pelaksanaan melasti ini biasanya dilakukan dengan membawa arca, pretima, barong yang merupakan simbolis untuk memuja manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa diarak oleh umat menuju laut atau sumber air untuk memohon pembersihan dan tirta amertha (air suci kehidupan).

2. Tawur Agung/Tawur Kesanga atau Pecaruan dilaksanakan sehari menjelang Nyepi yang jatuh tepat pada Tilem Sasih Kesanga. Pecaruan atau Tawur dilaksanakan catuspata pada waktu tengah hari. Filosofi Tawur adalah sebagai berikut tawur artinya membayar atau mengembalikan sari–sari alam yang telah dihisap dan digunakan manusia. Sehingga terjadi keseimbangan maka sari–sari alam itu dikembalika dengan upacara Tawur/Pecaruan yang dipersembahkan kepada Butha sehingga tidak mengganggu manusia melainkan bisa hidup secara harmonis (Butha Somya).

Filosofi tawur dilaksanaka pada catuspata menurut Perande Made Gunung agar kita selalu menempatkan diri ditengah alias selalu ingat akan posisi kita, jati diri kita, dan perempatan merupakan lambang tapak dara, lambang keseimbangan, agar kita selalu menjaga keseimbanga dengan atas (Tuhan), bawah (Alam Lingkungan), kiri kanan (Sesama Manusia). • Amati Karya Artinya tidak boleh bekerja. Amati karya bermakna gada yang artinya tidak bekerja dimaknai sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kerja kita apakah aktifitas kerja itu sudah berlandaskan dharma atau sebaliknya.

Kerja yang baik (subha karma) dapat menolong manusia terhindar dari penderitaan. Hal yang perlu dilakukan adalah tapa, brata, yoga, dan Samadhi. • Amati Lelungan Artinya tidak boleh bepergian. Amati lelungan merupakan salah satu dari empat brata penyepian yang berfungsi sebagai evaluasi diri dan sebagai sumber pengendalian diri.

4. Ngembak Geni berasal dari kata ngembak yang berarti mengalir dan geni yang berarti api yang merupakan symbol dari Brahma (Dewa Pencipta) maknanya pada hari ini tapa berate yang kita laksanakan selama 24 jam (Nyepi) hari ini bisa diakhiri dan kembali beraktifitas seperti biasa, memulai hari yang baru untuk berkarya dan mencipta alias berkreatifitas kembali sesuai swadharma/kewajiban masing – masing.

Hari pertemuan disebut dengan geni biasanya diisi dengan kegiata mengunjungi kerabat atau saudara untuk bertegur sapa dan bermaaf – maafan. Hari raya Hari pertemuan disebut dengan diperingati setiap 210 hari sekali yang jatuh pada hari rabu kliwon wuku Dungulan.

Hari raya Galungan ini juga disebut sebagai Hari Pawedalan Jagat mengandung makna untuk pemujaan Ida Sanghyang Widhi wasa karena telah menciptakan dunia dengan segala isinya.

Selain itu juga Hari raya Galungan merupakan hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Hari raya Galungan diperkirakan ada di Indonesia sejak hari pertemuan disebut dengan XI. Hal ini didasarkan antara lain : Kidung Panji Malat Rasmi dan Pararaton Kerajaan Majapahit. Perayaan semacam ini di India disebut Sraddha Wijaya Dasani Di Bali sebelum Pemerintahan Raja Sri Jaya Kesunu perayaan Galungan pernah tidak dilaksanakan oleh karena Raja-raja pada jaman itu tidak memperhatikan upacara Keagamaan.Hal tersebut berakibat kehidupan rakyat sangat tidak aman serta penderitaan dimana-mana serta umur Raja-raja berumur pendek.

Kemudian setelah Raja Sri Jaya Kesunu naik tahta dan mendapatkan pewarah-warah dari Bhatari Durga atas permohonannya maka Galungan kembali dirayakan dengan suatu ketetapan tidak ada galungan batal dilaksanakan. Adapun proses dan runtutan perayaannya adalah: 1. Tumpek Wariga merupakan proses awal dalam melaksanakan Hari Raya Galungan yakni tepat 25 hari sebelumnya yang jatuh tepat pada Hari Sabtu Kliwon Wuku Wariga. Tumpek ini juga sering disebut dengan Tumpek Pengatag, Tumpek Pengarah, Tumpek Uduh atau Penguduh.

Adapun makna dari Tumpek Wariga tersebut adalah memohon keselamatan kepada semua tumbuh-tumbuhan agar dapat hidup dengan sempurna dan dapat memberikan hasil untuk bekal merayakan Galungan.

4. Hari Penyekeban. Pada hari penyekeban yang jatuh pada Minggu Paing wuku Dungulan atau 3 hari sebelum Galungan. Hari Penyekeban bagi masyarakat umum dimaknai sebagai hari penyekeban buah-buahan yang akan dipakai sarana persembahyangan. Sehingga tepat di Hari Galungan nanti diharapkan semua buah-buahan sudah masak.

Tetapi secara Epistemologi Hari Penyekeban bermakna menyekeb atau pengendalian diri, karena diyakini pada hari ini Sang Tiga Wisesa Kala mulai turun menggoda kemampuan serta keyakinan manusia. Hal ini disebutkan “Anyekung Jnana Suaha Nirmala agar terhindar dari Godaan-godaan. 5.

hari pertemuan disebut dengan

Hari Penyajaan Galungan jatuh pada Senen/Soma Pon wuku Dungulan 2 hari sebelum Galungan. Pada hari ini dipergunakan sebagai hari persiapan membuat jajan bagi masyarakat umum.

Dan juga diyakini pada hari ini turunnya sang Bhuta Dungulan untuk menguji kesungguhan hati Umat Hindu didalam menyambut Hari besar Galungan. Patut diwaspadai pada hari ini akan banyak godaan-godaan menguji kesabaran manusia.

6. Hari Penampahan Galungan jatuh pada Selasa/Anggara Wage wuku dungulan sehari sebelum Hari Raya Galungan.

hari pertemuan disebut dengan

Pada hari ini bagi para Bapak-bapak melaksanakan pemotongan hewan, membuat sate, lawar dan lain sebagainya. Sedangkan bagi Ibu-ibu dan remaja putri metanding/mengatur sesajen/bebantenan yang akan dipergunakan esok harinya. Patut diwaspadai pula pada hari ini diyakini turunnya Bhuta Amangkurat yang akan menggoda manusia dimuka bumi.

Hindari pertengkaran di hari ini. Pada sore harinya seluruh anggota keluarga melaksanakan upacara Biyakala serta membuat Penjor. 7. Hari raya Galungan jatuh pada hari Rabu/Buda Kliwon wuku dungulan, merupakan Puncak Upacara peringatan Kemenangan Dharma melawan Adharma.

Pada hari ini seluruh Umat Hindu melaksanakan persembahyangan ditempat-tempat suci seperti Pura, Candi dan sebagainya sebagai wujud kebahagiaan telah melalui masa-masa godaan oleh sang Bhuta Dungulan.

9. Hari Raya Kuningan juga merupakan runtutan dari hari raya Galungan dimana datangnya 10 hari setelah hari raya Galungan. Hari Kuningan merupakan hari Pertahanan/Kekuatan/Hari Pahlawan. Pada hari Kuningan juga seluru umat Hindu melaksanakan persembahyangan di tempat-tempat suci seperti halnya hari raya Galungan. Akan tetapi disarankan pada hari ini Umat melaksanakan persembahyan sebelum matahari condong ke Barat. Dengan kata lain tidak disarankan melaksanakan persembahyan di Sore hari.

Sarana upakara yang dipergunakan pada hari Kuningan melambangkan kesemarakan dan kemeriahan terdiri dari berbagai macam jejahitan yang memiliki simbol alat-alat perang diantaranya Tamiyang kolem,Endongan wayang-wayang dan lain sebagainya. 10. Budha Kliwon Pegatuakan jatuh pada hari Buda/Rabu Kliwon Wuku Pahang. Pegatuakan memiliki dua suku kata yakni Hari pertemuan disebut dengan dan Uwakan yang artinya Pegat=Putus dan Uwakan=Bebas. Jadi arti dari hari Pegatuakan ini adalah Hari kebebasan dari pantangan-pantangan yang berlaku dari mulainya runtutan perayaan Hari raya Galungan dan Kuningan.

Seperti diketahui, mulai sejak wuku Sungsang hingga Wuku Pahang terutama Wuku Dungulan hingga Buda Kliwon wuku Pahang,disebut “nguncal balung”. Nguncal=Melempar,membuang,melepas dan Balung=Tulang. Jadi arti kata nguncal balung merupakan dilepaskannya sifat-sifat Kala dari Sanghyang Kala Tiga baik dalam wujud Purusa (Kala Rudra) maupun dalam wujud Pradhana(Dhurga Murti)sehingga kembali dalam keadaan Somia/Tenang.

Pada hari ini juga seluru sarana upakara hari Galungan dan Kuningan di prelina/disaag seperti halnya Penjor dicabut serta hiasannya dibakar dan abunya ditanam dipekarangan rumah.

a. Hari Raya /Yadnya Yang Dilakukan Setiap Hari. Sesuai dengan namanya, yadnya ini di lakukan setiap hari. Contohnya para sulinggih melakukan Surya Sewana, umat hindu melakukan Tri Sandya, Tapa Yadnya, Yoga Yadnya, Swadhyaya Yadnya dan Dyana Yadnya. Selain itu yang terpenting adalah Yadnya sesa. Yadnya sesa adalah Yadnya yang dilakukan setiap habis memasak dan d tujukan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan segala kekuatannya.

b. Hari Raya Berdasarkan pertemuan Tri Wara dan Panca Wara. Kajeng Kliwon adalah hari raya berdasarkan pertemuan Tri wara dan Panca wara.

Karena kejeng adalah bagian dari Tri wara (Pasah,Beteng,Kajeng) dan Kliwon merupakan bagian dari Panca Wara (Umanis, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Ketika kajeng dan kliwon bertemu, maka di sebutlah hari raya kajeng kliwon yang datangnya 15 hari sekali. d. Hari Raya Berdasarkan Pawukon. Budha Kliwon Dungulan(Galungan) adalah salah satu contoh hari raya berdasarkan wuku. Karena hanya pada wuku Dungulan tersebut pada hari pertemuan Budha dan kliwon di sebut hari raya Galungan.

Jika ada pertemuan budha dan kliwon di wuku yang lain tidak bisa di katakan hari raya Galungan. 7. Saptawara : Redite berarti soca menanam semua yang beruas, Soma berarti bungkah menanam umbi-umbian, Anggara berarti godhong menanam sayur-sayuran daun, Buda berarti kembang menanam semua jenis bunga, Wraspati, berarti wija menanam yang menghasilkan biji, Sukra berarti woh menanam buah-buahan, Saniscara berarti pager menanam pagar atau turus 10.

Dasawara : Pandita artinya bijaksana, Pati artinya tegas/dinamis, Suka artinya gembira/periang, Duka artinya mudah tersinggung, tetapi jiwanya seni, Sri artinya kewanitaan, perasaan halus, Manuh artinya selalu taat, menurut, Manusa artinya mempunyai rasa sosial, Raja artinya mempunyai jiwa kemimpinan, Dewa artinyamempunyai budi luhur (kerokhanian), Raksasa artinya mempunyai jiwa, keras dengan tidak melakukan Pertimbangan.

Regu Pramuka Penggalang putri sedang menikmati makan disela-sela kegiatan Pertemuan Pramuka merupakan suatu kegiatan rutin dalam ke pramukaan. Dalam Kepramukaan terdapat banyak kegiatan.

Pada prinsipnya semua kegiatan yang sesuai dengan PDK dan MK adalah kegiatan kepramukaan, akan tetapi terdapat kegiatan-kegiatan yang biasa bahkan rutin dilakukan dalam kepramukaan. Daftar isi • 1 Kegiatan yang dapat diikuti semua golongan Pramuka • 2 Kegiatan Pramuka Siaga • 3 Kegiatan Pramuka Penggalang • 3.1 Jambore • 3.2 Lomba Tingkat • 3.3 Perkemahan Bhakti • 3.4 Dianpinru • 3.5 Perkemahan • 3.6 Forum Penggalang • 3.7 Penjelajahan • 4 Kegiatan Pramuka Penegak-Pandega • 4.1 Raimuna • 4.2 Gladian Pimpinan Satuan • 4.3 Perkemahan • 4.4 Perkemahan Wirakarya • 4.5 Perkemahan Bhakti • 4.6 Perkemahan Antar Saka • 4.7 Pengembaraan • 4.8 Latihan Pengembangan Kepemimpinan • 4.9 PPDK • 4.10 Kursus Instruktur Muda • 4.11 Penataran, Seminar dan Lokakarya • 4.12 Sidang Paripurna • 4.13 Musppanitera • 4.14 Ulang Janji • 5 Kegiatan Pramuka Dewasa Kegiatan yang dapat diikuti semua golongan Pramuka [ sunting - sunting sumber ] • Jambore On The Air (JOTA) dan Jambore On The Internet (JOTI), adalah pertemuan Pramuka melalui udara, bekerjasama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia ( ORARI) dan pertemuan Pramuka melalui internet.

Kedua kegiatan ini dilaksanakan secara serentak. Kegiatan ini diselenggarakan di tingkat nasional dan internasional. • Estafet Tunas Kelapa ETK adalah kirab Pramuka secara estafet dengan membawa obor, Bendera Merah Putih dan Panji Kepramukaan yang dilaksanakan oleh Kwartir Daerah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Pramuka. Estafet dimulai dari beberapa titik pemberangkatan dan berakhir di arena Upacara HUT tingkat Daerah. Petugas ETK biasanya dari Pramuka Penggalang, Pramuka penegak dan Pramuka Pandega.

• Perkemahan dan/atau upacara Hari Ulang Tahun Pramuka. Kegiatan Pramuka Siaga [ sunting - sunting sumber ] Selain kegiatan latihan rutin, Pramuka Siaga mempunyai kegiatan: • Pesta Siaga Pesta Siaga adalah pertemuan untuk golongan Pramuka Siaga.

Pesta Siaga diselenggarakan dalam dan/atau hari pertemuan disebut dengan dari bentuk: Permainan Bersama (kegiatan keterampilan kepramukaan yang dikemas dengan permainan), Pameran Siaga, Pasar Siaga (simulasi situasi di pasar yang diperankan oleh Pramuka Siaga), Darmawisata, Pentas Seni Budaya, Karnaval, Perkemahan Satu Hari (Persari). Kegiatan Pramuka Penggalang [ sunting - hari pertemuan disebut dengan sumber ] Jambore [ sunting - sunting sumber ] • Jambore adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Jambore Ranting, Jambore Cabang, Jambore Daerah, Jambore Nasional, Jambore Regional dan Jambore se-Dunia.

Lomba Tingkat [ sunting - sunting sumber ] • Lomba Tingkat (LT) adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk perlombaan beregu atau perorangan atas nama regu yang mempertandingkan sejumlah ketrampilan.

hari pertemuan disebut dengan

Lomba tingkat dilaksanakan dalam bentuk perkemahan. Lomba tingkat terdiri atas: LT-I (tingkat gugus depan), LT-II (tingkat Kwartir Ranting), LT-III (tingkat Kwartir Cabang), LT-IV (tingkat Kwartir Daerah) dan LT-V (tingkat Kwartir Nasional). Perkemahan Bhakti [ sunting - sunting sumber ] • Perkemahan Bakti (PB) adalah kegiatan Pramuka Penggalang dalam rangka bhakti pada masyarakat yang biasanya berwujud peran serta dalam kegiatan pembangunan.

Dianpinru [ sunting - sunting sumber ] • Gladian Pimpinan Regu ( Dianpinru adalah kegiatan Pramuka Penggalang bagi Pemimpin Regu Utama ( Pratama), Pemimpin Regu ( Pinru), dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru), yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial hari pertemuan disebut dengan kepemimpinan. Dianpinru diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang.

Perkemahan [ sunting - sunting sumber ] Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penggalang yang diselenggarakan secara reguler untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan dalam satu periode, seperti Perkemahan Pelantikan Penggalang Baru, Perkemahan Kenaiakan Tingkat (dari Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit atau dari Penggalang Rakit ke Penggalang Terap), Perkemahan Sabtu Minggu (Persami), Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami), perkemahan hari libur, dan sejenisnya.

perkemahan juga merupakan gerakan penghibur dan pengetahuan bagi mereka yang tak pernah mengenal dunia luar. selain itu perkemahan juga dapat dipakai oleh penggalang muhammadiyah yang sering disebut HIZBUL WATHAN.

Forum Penggalang [ sunting - sunting sumber ] • Forum Penggalang adalah pertemuan Pramuka Penggalang untuk mengkaji suatu permasalahan dan merumuskan hasil kajian serta memecahkan masalah secara bersama.

hari pertemuan disebut dengan

Inti dari kegiatan ini adalah untuk pengenalan demokratisasi dan pembelajaran metode pemecahan masalah sebagai modal bagi para Pramuka Penggalang pada masa yang akan datang. Penjelajahan [ sunting - sunting sumber ] • Penjelajahan, adalah pertemuan Pramuka Penggalang berbentuk penjelajahan, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan tentang ilmu medan, peta, kompas dan survival.

Kegiatan Pramuka Penegak-Pandega [ sunting - sunting sumber ] Raimuna Nasional VIII Raimuna [ sunting - sunting sumber ] Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional. Kata Raimuna berasal dari bahasa suku Asli di wilayah Yapen Waropen- papua, yang berasal dari kata Rai dan Muna yang artinya pertemuan ketua suku dalam suatu forum yang menghasilkan suatu tujuan suci untuk kepentingan bersama.

Raimuna Nasional VIII yang diadakan pada tahun 2003 merupakan Raimuna Nasional hari pertemuan disebut dengan yang diadakan di luar "kebiasaan", Raimuna Nasional VIII diadakan di Taman Candi Prambanan-Yogyakarta, biasanya Raimuna Nasional diselenggarakan di BUPERTA WILADATIKA - Cibubur- Jakarta. Untuk Raimuna Nasional yang akan datang (Raimuna Nasional IX tahun 2008), akan dilaksanakan kembali di BUPER WILADATIKA - Cibubur-Jakarta Timur .

hari pertemuan disebut dengan

Gladian Pimpinan Satuan [ sunting - sunting sumber ] Gladian Pimpinan Satuan, adalah kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega bagi Pemimpin Sangga Utama, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga, yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan.

Dianpinsat diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinsat bila dipandang perlu.de Perkemahan [ sunting - sunting sumber ] Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang diselenggarakan secara reguler untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan dalam satu periode, seperti Perkemahan Sabtu Minggu (Persami), Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami), perkemahan hari libur, dan sejenisnya.

Perkemahan Wirakarya [ sunting - sunting sumber ] Perkemahan Wirakarya (PW), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengadakan integrasi dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. PW diselenggarakan oleh semua jajaran kwartir secara reguler, khusus untuk PW Nas, diselenggarakan apabila dipandang perlu.

Perkemahan Bhakti [ sunting - sunting sumber ] Perkemahan Bakti (Perti), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan dan pengalamannya selama mengadakan pembinaan, baik di gugusdepan maupun di Satuan karya Pramuka (Saka) dalam bentuk bakti kepada masyarakat.

kemah bhakti harus dilaksanakan.dengan ketentuan kemah ter sebut dengan mendirikan tenda Perkemanah Bakti saka, dapat di laksanakan oleh satuan karya yang terkait. Perkemahan Antar Saka [ sunting - sunting sumber ] Perkemahan Antar Saka atau PERAN SAKA, adalah Kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang menjadi anggota Satuan Karya Pramuka (Saka), berbentuk perkemahan besar, yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka.

Saat ini Gerakan Pramuka memiliki delapan Saka. Peran Saka diselenggarakan apabila diikuti minimal oleh dua Satuan Karya Pramuka. Pengembaraan [ sunting - sunting sumber ] Pengembaraan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk penjelajahan yang dilakukan di alam terbuka, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan tentang ilmu medan, peta, kompas dan survival.

Latihan Pengembangan Kepemimpinan [ sunting - sunting sumber ] Latihan Pengembangan Kepemimpinan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menanamkan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan bagi generasi muda agar dapat ikut serta dalam mengelola kwartir dan diharapkan di kemudian hari mampu menduduki posisi pimpinan dalam Gerakan Pramuka. PPDK [ sunting - sunting sumber ] Pelatihan Pengelola Dewan Kerja (PPDK), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang menjadi anggota Dewan Kerja untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan Dewan Kerja, sehingga para anggota Dewan Kerja di wilayah binaannya dapat mengelola dewan kerjanya secara efektif dan efisien.

Kursus Instruktur Muda [ sunting - sunting sumber ] Kursus Instruktur Muda, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega pengembangan potensi Pramuka, baik sebagai Pribadi, kelompok maupun organisasi untuk mensukseskan pelaksanaan upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengentasan Kemiskinan dan Penanggulangan Bencana.

Penataran, Seminar dan Lokakarya [ sunting - sunting sumber ] Penataran, Seminar, dan Lokakarya, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk mengkaji suatu permasalahan dan merumuskan hasil kajian serta memecahkan masalah secara bersama, sebagai bahan masukan bagi perkembangan Gerakan Pramuka.

Sidang Paripurna [ sunting - sunting sumber ] Sidang Paripurna, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang tergabung dalam Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun program kerja/kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam satu tahun dan akan dijadikan bahan dalam Rapat Kerja Kwartir.

Musppanitera [ sunting - sunting sumber ] Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Puteri dan Putera (Musppanitera), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun perencanaan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kwartir dalam satu masa bakti kwartir/dewan kerja dan akan dijadikan bahan pada musyawarah kwartirnya.

Ulang Janji [ sunting - sunting sumber ] Ulang Janji adalah upacara pengucapan ulang janji (Trisatya) bagi Pramuka Penegak, Pandega dan Anggota Dewasa yang dilaksanakan pada malam tanggal 14 Agustus dalam rangka Hari Ulang Tahun Pramuka. Kegiatan Pramuka Dewasa [ sunting - sunting sumber ] Pramuka Dewasa adalah Pembantu Pembina, Pembina, Intruktur, Andalan dan anggota Majlis Pembimbing. Kegiatannya antara lain: • Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) • Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan (KML) • Kursus Pelatih Pembina Pramuka Dasar (KPD) • Kursus Pelatih Pembina Pramuka Lanjutan (KPL) • Musyawarah Gugusdepan (Mugus), Musyawarah Ranting (Musran), Musyawarah Cabang (Muscab), Musyawarah daerah (Musda) dan Musyawarah Nasional (Munas) • Ulang Janji • Halaman ini terakhir diubah pada 27 November 2019, pukul 16.16.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
pertemuan sebelum akhir tahun pertemuan sebelumnya pertemuan sebelum pertemuan pertemuan secara langsung pertemuan secara pribadi pertemuan secara teratur pertemuan sedang pertemuan sedang berlangsung pertemuan sedang direncanakan pertemuan segitiga pertemuan sehari-hari pertemuan sekarang pertemuan sekolah pertemuan selama dua hari pertemuan selama dua minggu pertemuan selama kunjungan pertemuan selama satu jam pertemuan selama sekitar satu jam pertemuan selama seminggu pertemuan selanjutnya pertemuan selasa Contact About Privacy Policy Tr-ex.me terjemahan bahasa indonesia Magyar Српски Български Slovenský اردو عربى Română Español Português मराठी తెలుగు 中文 தமிழ் മലയാളം Tagalog বাংলা Tiếng việt Bahasa malay ไทย 한국어 日本語 Deutsch Русский Turkce Polski हिंदी Français Nederlands Hrvatski Italiano Svenska Český Dansk Suomi Norsk Bahasa indonesia and required to achieve the purposes illustrated in the cookie policy.

If you want to know more or withdraw your consent to all or some of the cookies, please refer to the cookie policy. By closing this banner, scrolling this page, clicking a link or continuing to browse otherwise, you agree to the use of cookies. More OK
رَفِيعُ ٱلدَّرَجَٰتِ ذُو ٱلْعَرْشِ يُلْقِى ٱلرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ لِيُنذِرَ يَوْمَ ٱلتَّلَاقِ Arab-Latin: Rafī'ud-darajāti żul-'arsy, yulqir-rụḥa min amrihī 'alā may yasyā`u min 'ibādihī liyunżira yaumat-talāq Artinya: (Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).

« Al-Mu'min 14 ✵ Al-Mu'min 16 » Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Tafsir Surat Al-Mu’min Ayat 15 (Terjemah Arti) Paragraf di atas merupakan Surat Al-Mu’min Ayat 15 dengan text arab, latin dan artinya. Terdapat sekumpulan penafsiran dari beragam ahli ilmu terkait isi surat Al-Mu’min ayat 15, di antaranya seperti terlampir: Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia Sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahatinggi, yang derajat-derajatNya membubung tinggi sehingga Dia tidaklah sama dengan makhluk-makhlukNya, dan kedudukanNya juga tinggi, dan Dia adalah Pemilik Arasy yang agung.

Diantara bentuk rahmatNya kepada hamba-hambaNya adalah bahwa Dia mengutus para Rasul kepada mereka untuk menyampaikan wahyu yang dengannya mereka hidup, sehingga mereka menjalani segala urusan mereka dengan dasar ilmu yang jelas, agar para rasul itu mempertakutkan hamba-hamba, di samping juga memberikan peringatan kepada mereka tentang Hari Kiamat di mana di sana orang-orang terdahulu dan orang-orang terakhir akan bertemu.

Tafsir Al-Mukhtashar / Hari pertemuan disebut dengan Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) 15. Allah lah yang berhak mendapatkan keikhlasan dalam ketaatan dan doa. Derajat-Nya tinggi, terpisah dari segala makhluk-Nya, Dia adalah Rabb Arasy yang agung, menurunkan wahyu kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya agar mereka hidup dan menghidupkan selain mereka, untuk memperingatkan manusia terhadap hari Kiamat yang orang-orang terdahulu dan yang kemudian bertemu pada hari itu.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah 15. رَفِيعُ الدَّرَجٰتِ ((Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya) Yakni Dialah yang menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dan memiliki sifat yang Maha Tinggi.

ذُو الْعَرْشِ(Yang mempunyai ‘Arsy) Yakni penguasa, pencipta, dan pengatur ‘Arsy, Dia bersemayam di atasnya, dan ini menunjukkan ketinggian dan keagungan kekuasaan-Nya. يُلْقِى الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِۦ(Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya) Allah menyebut wahyu dengan sebutan ruh, karena dengannya manusia dapat hidup dari kematian kekafiran, sebagaimana badan yang hidup dengan ruh.

Dan makna kata ‘perintah-Nya’ yakni syari’at-syari’at yang diwahyukan kepada nabi-nabi-Nya agar mereka menjalankannya dalam kehidupan mereka. عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ(kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya) Mereka adalah para nabi, Allah memilih mereka dari hamba-hamba-Nya yang lain. لِيُنذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ (supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat)) Yakni agar dia memperingatkan dari azab yang ada pada hari hari pertemuan disebut dengan penduduk langit dengan penduduk bumi di padang mahsyar, serta bertemunya orang-orang terdahulu dengan para penerusnya.

Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof.

Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah 15. Dialah Allah Yang memiliki sifat-sifat yang luhur, Yang Maha Suci dari segala persamaan terhadap makhluk. Yang Menciptakan, Memiliki dan Menguasai “Arsy, juga Yang Berhak Melakukan segala sesuatu atasnya. Dia berkehendak menurunkan wahyu kepada hamba-Nya. Wahyu itu disebut sebagai ruh, karena wahyu itu seperti ruh untuk jasad. Dia menyampaikannya melalui kalam-Nya, sebagai peringatan dan ancaman atas datangnya hari dimana makhluk kembali kepada pencipta-Nya untuk dihisab dan diberi balasan atas segala amalnya Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof.

Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah Dzat Yang Maha tinggi derajatNya} Dzat yang tinggi derajatNya yang jelas bagi makhlukNya {yang memiliki ʻArsy, yang menurunkan wahyu} menurunkan wahyu {dengan perintahNya} dengan keputusanNya {kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya agar memperingatkan tentang hari pertemuan} hari kiamat dimana orang-orang terdahulu dan akan datang bertemu Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H 15.

Kemudian Allah menjelaskan bagian dari kebesaran dan kesempurrnaanNya, hal yang menuntut keharusan memurnikan ibadah kepadaNya, seraya berfirman, “Yang Mahatinggi derajatNya, Yang mempunyai ‘Arasy”, yakni Yang Mahatinggi lagi tertinggi, yang bersemayam di atas Arasy dan itu adalah keistimewaanNya. Derajatnya tinggi dan ketinggian yang menjadikan Dia terpisah dari semua makhlukNya hari pertemuan disebut dengan dengan itu pula martabatnya semakin tinggi, sifat-sifatNya luhur, DzatNya Maha tinggi, tidak bisa di dekati kecuali dengan amal yang bersih lagi suci dan menyucikan, yaitu ikhlash yang bisa mengangkat derajat para pelakunya, mendekatkan mereka kepadaNya dan menjadikan mereka berada di atas makhlukNya.

Kemudian Allah mengingatkan akan nimtaNya atas hamba-hambaNya berupa kerasulan dan wahyu seraya berfirman, “Yang menyampaikan ruh”. Maksudnya adalah wahyu yang bagi ruh dan hati laksana ruh bagi jasad. Jasad tanpa ruh tidak akan bisa hidup, dan demikian pula ruh dan hati tanpa ruh wahyu tidak bisa menjadi baik dan tidak akan berruntung. Maka Allah “yang menyampaikan ruh dengan perintahNya” yang di dalamnya terkandung kebaikan dan kemaslahatan bagi manusia, “kepada siapa yang hari pertemuan disebut dengan di antara hamba-hambaNya” yaitu para rosul yang telah Dia utamakan dan istimewakan dengan wahyu dan bedakwah kepada hamba-hambaNya.

Faidah dari diutusnya para rosul adalah menggapai kebehagiaan untuk manusia di dunia, agama dan akhirat mereka, dan menghilangkan kesengsaraaan dari mereka dalam urusan dunia, agama dan akhirat mereka, maka dari itu Allah berfirman, “supaya Dia memperingatkan”.

Maksudnya, supaya orang-orang yang diberi wahyu oleh Allah itu meberi peringatan, “tentang hari pertemuan”. Maksdunya, supaya ia mempertakuti manusia akan hari itu dan menghimbau mereka untuk mempersiapkan diri dengan melakukan sebab-sebab yang dapat menyelamatkan diri mereka dari apa yang akan terjadi pada hari itu.

Allah menyebutnya yaumut talaq adalah karena pada hari itu sang Khaliq bertemu dengan makhluk-makhlukNya, dan pertemuan antara sesame mereka serte pertemuan para pelaku dengan amal-amal perbuatannya dan juga balasannya untuk mereka. Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi Surat Al-Mu’min ayat 15: (Dialah Yang Maha Tinggi derajat-Nya) maksudnya, Allah Maha Agung sifat-sifat-Nya, atau Dialah Yang mengangkat derajat orang-orang yang beriman di surga (Yang mempunyai Arasy) Yang menciptakannya (Yang menurunkan Ar-Ruuh) yakni wahyu (dari perintah-Nya) atau firman-nya (kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan) maksudnya, orang yang menerima wahyu itu diperintahkan untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada manusia (tentang hari pertemuan) dapat dibaca At-Talaaqi hari pertemuan disebut dengan At-Talaaqiy dengan memakai huruf Ya.

Yakni hari kiamat, karena pada hari itu penduduk langit dan penduduk bumi bertemu, dan bertemu pula antara Yang Disembah dan yang menyembah, sebagaimana dipertemukan pula antara orang yang aniaya dan orang yang dianiaya. Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an hari pertemuan disebut dengan Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala karena keagungan dan kesempurnaan-Nya menyebutkan sesuatu yang menghendaki untuk berbuat ikhlas dalam beribadah kepada-Nya.

Bisa juga diartikan, bahwa Dia meninggikan derajat orang-orang mukmin di surga. Yakni yang Mahatinggi, dimana Dia bersemayam di atas ‘Arsy-Nya. Derajat-Nya begitu tinggi sehingga jauh berbeda dengan makhluk-Nya, kedudukan-Nya pun sangat tinggi, sifat-sifat-Nya tampak jelas, Dzat-Nya tinggi sekali dan tidak ada amal yang dapat dipersembahkan kepada-Nya kecuali amal yang bersih, suci lagi menyucikan, yaitu ikhlas, dimana ia akan mengangkat derajat pemiliknya dan mendekatkan mereka kepada-Nya serta menjadikan mereka berada tinggi di atas yang lain.

Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya berupa risalah dan wahyu. Wahyu disebut dengan ruh, karena ia ibarat ruh bagi jasad, dimana jasad tidak akan hidup tanpanya. Oleh karena jasad tidak akan hidup kecuali dengan ruh, maka ruh itu sendiri tanpa wahyu tidak akan baik dan beruntung. Maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menurunkan wahyu dengan perintah-Nya, dimana di dalamnya terdapat manfaat bagi hamba dan maslahat mereka.

Yaitu para rasul yang Allah lebihkan dan istimewakan mereka dengan wahyu-Nya dan dengan berdakwah kepada kaumnya. Faedah diutusnya rasul adalah untuk menghasilkan kebahagiaan bagi hamba baik pada agama mereka, dunia mereka maupun akhirat mereka serta menyingkirkan kesengsaraan dari mereka baik pada agama, dunia maupun akhiratnya. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).” Dia menakut-nakuti manusia dengannya, mendorong mereka untuk bersiap-siap menghadapinya dengan menyiapkan sebab-sebab yang dapat menyelamatkan seseorang pada hari itu.

Hari Kiamat disebut hari pertemuan karena ketika itu penghuni langit bertemu dengan penghuni bumi, yang menyembah bertemu yang disembah, yang beramal bertemu dengan amalnya, dan yang zalim bertemu dengan yang dizalimi.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Hari pertemuan disebut dengan Ayat 15 Yakinlah dengan seyakin-yakinnya bahwa dialah yang mahatinggi derajat-Nya, dan dia pula yang memiliki 'arsy, dan yang menurunkan wah-yu yakni Al-Qur'an dengan perintah-Nya kepada siapa yang dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya untuk menjadi rasul-Nya, agar rasul itu memperingatkan manusia tentang hari pertemuan, yaitu hari kiamat. 16. Yaitu pada hari ketika mereka, manusia keluar dari kubur tanpa kemampuan menyembunyikan rahasia diri; dan tidak sesuatu pun keadaan perbuatan mereka yang tersembunyi di sisi Allah.

Lalu Allah berfirman, 'milik siapakah kerajaan pada hari ini'' kemudian terdengar jawaban, 'milik Allah yang maha esa lagi maha mengalahkan. '. Ingin pahala jariyah dan bonus buku Rahasia Rezeki Berlimpah? Klik di sini untuk mendapatkan Demikianlah sekumpulan penjabaran dari para pakar tafsir berkaitan isi dan arti surat Al-Mu’min ayat 15 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk kita.

Sokonglah usaha kami dengan memberikan backlink menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com. TafsirWeb Updates • ar-Rahman • Ali ‘Imran 159 • al-Ma’un • al-Fil • Yusuf 4 • Al-Baqarah 153 • Al-Isra 1 • al-Balad • Al-Baqarah 83 • al-‘Ashr • An-Nahl 114 • Luqman 13-14 • An-Nur 2 • Al-Ma’idah 3 • Al-Hujurat 12 • Al-Ma’idah 32 • an-Naba • Inna Lillahi • Luqman 14 • ‘AbasaPerbedaan Antara Seminar dengan Semiloka, lokakarya, simposium, penataran, konferensi, workshop, diskusi panel, dan diskusi ilmiah Seminar Seminar adalah sebuah kegiatan yang di buat untuk penyampaian suatu karya ilmiah dari seorang pakar atau peneliti yang dipresentasekan kepada peserta agar dapat mengambil keputusan yang sama terhadap karya ilmiah antara sumber dengan peserta Pada awal seminar, dapat dibuka dengan suatu pandangan umum oleh orang berwenang (yang ditunjuk panitia) sehingga tujuan seminar terarah.

Kemudian hadirin (massa) dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membahas permasalahan lebih lanjut. Tiap kelompok dapat diserahi tugas membahas satu sub pokok bahasan untuk dibahas dalam kelompok yang biasanya juga disebut seksi atau komisi, di bawah pimpinan seseorang ketua komisi (kelompok).

Dari hasil-hasil kelompok disusun suatu perumusan yang merupakan suatu kesimpulan yang dirumuskan oleh suatu tim perumus yang ditunjuk.

hari pertemuan disebut dengan

Pembahasan dalam seminar memakan waktu yang lebih lama karena sifatnya yang ilmiah. Kelebihan Seminar: • Membangkitkan pemikiran yang logis. • Mendorong pada analisa menyeluruh. • Prosedurnya dapat diterapkan untuk berbagai jenis problema.

• Membangkitkan tingkat konsentrasi yang tinggi pada diri peserta. • Meningkatkan keterampilan dalam mengenal problema. Kelemahan Seminar : • Membutuhkan banyak waktu. • Memerlukan pimpinan yang terampil. • Sulit dipakai bila kelompok terlalu besar. • Mengharuskan setiap anggota kelornpok untuk mempelajari terlebih dahulu. • Mungkin perlu dilanjutkan pada diskusi yang lain. Simposium Simposium adalah bentuk diskusi yang dilaksanakan dengan membahas berbagai aspek dengan subjek tertentu yang diikuti oleh moderator, beberapa pembicara, dan banyak peserta.

Pembicara dalam simposium terdiri dari pembicara (pembahas utama) dan penyanggah (penyaran pembanding), di bawah pimpinan seseorang moderator. Pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau pendapat setelah pembahas utama dan penyanggah selesai berbicara. Moderator hanya mengkoordinasikan jalannya pembicaraan dan meneruskan pertanyaan-pertanyaan, sanggahan atau pandangan umum dari peserta. Hasil simposium dapat disebarluaskan, terutama dari pembahas utama dan penyanggah, sedangkan pandangan umum yang dianggap perlu saja.

Setiap penyaji menyajikan karyanya dalam waktu 5-20 menit diikuti dengan sanggahan dan pertanyaan dari audience/peserta. Bahasan dan sanggahan dirumuskan oleh panitia sebagai hasil simposium. Jika simposium melibatkan partisipasi aktif pengunjung disebut simposium forum. 7. Colloqium, strategi diskusi yang dilakukan dengan melibatkan satu atau beberapa nara sumber (manusia sumber) yang berusaha menjawab pertanyaan dari audience.

Audience menginterview nara sumber selanjutnya diteruskan dengan mengundang pertanyaan dari peserta (audience) lain Topik dalam diskusi ini adalah topik baru sehingga tujuan utama dari diskusi ini adalah ingin memperoleh informasi dari tangan pertama. Penggunaan Simposium • Untuk mengemukakan aspek-aspek yang berbeda dari suatu topik tertentu.

• Jika kelompok peserta besar. • Kalau kelompok membutuhkan keterampilan yang ringkas. • Jika ada pembicara yang memenuhi syarat (ahli dalam bidang yang disoroti). Kelebihan Simposium: • Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil. • Dapat mengemukakan informnasi banyak dalam waktu singkat. • Pergantian pembicara menambah variasi dan sorotan dari berbagai segi akan menjadi sidang lebih menarik.

• Dapat direncanakan jauh sebelumnya. Kelemahan Simposium: • Kurang spontanitas dan kneatifitas karena pembahas maupun penyanggah sudah ditentukan. • Kurang interaksi kelompok. • Menekankan pokok pembicaraan. • Agak terasa formal. • Kepribadian pembicara dapat menekankan materi. • Sulit mengadakan kontnol waktu.

• Secara umum membatasi pendapat pembicara. • Membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan hati-hati untuk menjamin jangkauan yang tepat. • Cenderung dipakai secara berlebihan. Diskusi panel Diskusi Panel merupakan salah satu bentuk diskusi yang sudah direncanakan tentang suatu topik di depan para pengunjung. Diskusi panel dibawakan oleb 3 – 6 orang yang dianggap ahli yang dipimpin oleh seorang moderator.

Pelaksanaan panel dimulai dari perkenalan para panelis oleh moderator, kemudian disampaikan persoalan umum kepada para panelis tersebut, untuk didiskusikan. Mereka seharusnya adalah orang-orang yang pandai berbicara dengan lancar dan menarik. Moderator juga memegang penanan dalam diskusi ini, sebagai pengatur jalannya pembicaraan dengan sekali-kali menyimpulkan apa yang dikemukakan hari pertemuan disebut dengan para panelis.

Perbedaan pendapat tidak menjadi persoalan, karena pada diskusi panel tidak perlu dicapai suatu kesatuan pendapat atau keputusan. Bahkan perbedaan pendapat itulah yang diharapkan dapat memberikan stimulus bagi pendengar untuk dapat berpikir lebih jauh.

Pendengar tidak hanya akan menelan pesan yang sudah jadi, melainkan dapat hari pertemuan disebut dengan proses pemikiran para panelis jalannya diskusi. Setelah diskusi selesai, pendengar dapat membentuk kelompok-kelompok untuk mendiskusikannya lebih lanjut. Akan tetapi selama diskusi panel, pendengar tidak diberi kesempatan untuk mengemukakan pandangan. Kelemahan Diskusi Panel: • Membangkitkan pikiran. • Mengemukakan pandangan yang berbeda-beda.

• Mendorong ke analisis lebih lanjut. • Memanfaatkan para ahli untuk berpendapat dan proses pemikirannya dapat membelajarkan orang lain. Kelebihan Diskusi Panel : • Mudah tersesat bila moderator tidak terampil. • Memungkinkan panelis berbicara terlalu banyak.

• Tidak memberi kesempatan peserta untuk berbicara.

hari pertemuan disebut dengan

• Cenderung menjadi serial pidato pendek. • Membutuhkan persiapan yang cukup masak. Konferensi Konferensi adalah diskusi yang diselenggarakan oleh suatu badan atau organisasi yang membicarakan masalah-masalah aktual. Konferensi bertujuan membicarakan kebijakan-kebijakan telah dilakukan sebelumnya sebagai proses evaluasi.

Loka karya atau workshop Lokakarya atau dalam bahasa Inggris workshop adalah suatu acara pertemuan antara para ahli hari pertemuan disebut dengan untuk membahas masalah praktis di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil. Perbedaan mendasar antara lokakarya dengan seminar hanya menekankan pada hasil yang didapat dari lokakarya menjadi sebuah produk yang dapat digunakan peserta lokakarya dalam proses pembelajaran di kelas.

Sedangkan seperti seminar kali ini adalah hanya sebagai pencetus ide yang jika tepat dapat ditindak lanjuti dan jika tidak dapat digunakan bahan pemikiran dan acuan berfikir bagi kalangan pendidik di masa yang akan datang.

Karna ada kalanya suatu pemikiran yang baik membutuhkan momen yang tepat bagi pelaksanaannya. Hal tersebut tergantung pada permasalahan yang ditimbulkan oleh pemikiran tersebut. Teknik penyelenggaraannya: • Peserta lokakarya antara 20 hingga 30 orang atau lebih; • Lama lokakarya sangat bervariasi, dapat 1 hari atau lebih; • Topik lokakarya lebih ditentukan oleh pesertanya berdasarkan minat dan kebutuhan mereka sendiri, namun dapat pula berdasarkan penugasan dari organisasi; • Lokakarya dimulai dengan sidang pleno, pengarahan diberikan dengan teknik ceramah, pemutaran film, demonstrasi dan sebagainya untuk seluruh peserta; • Kemudian peserta dipecah menjadi kelompok kecil untuk menjalani latihan praktek.

Disamping hari pertemuan disebut dengan kelompok ini dapat juga menjadi kelompok kerja (work group) yang ditugaskan untuk membuat tugas tertentu seperti membuat program, menyusun rancangan peraturan dan sebagainya; • Lokakarya menghasilkan suatu keputusan dan rekomendasi untuk diberikan kepada pemberi tugas.

Keunggulan Metode Lokakarya • Memberi kebebasan berargumen kepada peserta loka karya dan pemakalah • Memberi peluang melibatkan banyak peserta • Menyerap informasi sebanyak mungkin untuk suatu hasil atau perubahan konsep semula sehingga ide pemakalah akan diuji dan mendapat tangapan tentang kelebihan dan kekurangan dari ide para pemakalah • Dapat digunakan sebagai referensi bagi pengamat dan pemegang kebijakan baik masyarakat umum dan pemerintah Kelemahan Metode Lokakarya • Memerlukan persiapan yang relatif lama • Memerlukan tenaga dan biaya yang besar • Melibatkan banyak orang sehingga menyita waktu guru untuk melaksanakan pembelajaran di kelasnya • Menimbulkan banyak pro dan kontra sehingga menimbulkan potensi konflik di antara pengamat pendidikan dan pelaksana kebijaksanaan Penataran Penataran adalah Kegiatan pendidikan dalam rangka menyempurnakan/ meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Teknik penyelenggaraannya: • Peserta penataran antara 20 hingga 30 atau bisa lebih; • Lama penataran bervariasi, dapat 1 hari atau lebih; • Penataran direka dan hari pertemuan disebut dengan oleh para profesional khususnya dalam hal memberikan informasi dan keterampilan yang akan diajarkan; • Pengarahan dapat dibagi dalam tiga bagian: sesi pleno, sesi praktek dan diskusi kelompok.

• Dalam sesi pleno, bahan yang disampaikan dilakukan melalui ceramah, film dan pameran. Dalam sesi kelompok, diadakan diskusi agar peserta mendapat pengalaman langsung dalam memimpin dan berperan serta dibawah pengawasan pimpinan penataran. Perbedaan pokok antara penataran dan lokakarya adalah, pada penataran terjadi limpahan vertikal dari penyelenggara kepada peserta, sehingga bertambah pengetahuan/keterampilannya.

Sedangkan lokakarya mengundang peserta untuk bekerja dalam kelompok dan menyusun hasil bersama Diskusi Ilmiah Diskusi Ilmiah adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Semiloka Semiloka adalah suatu acara di mana beberapa orang berkumpul di suatu tempat untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Pertemuan atau persidangan biasanya menampilkan satu atau beberapa hari pertemuan disebut dengan dengan makalah atau kertas kerja masing-masing.

Biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah secara ilmiah. Yang berpartisipasi pun orang yang ahli dalam bidangnya Referensi dari berbagai sumber Search for: Categories • Biologi • Fanfiction • Jepang • Kimia • Lyrics • Pendidikan • Pengalamanku • Umum Recent Posts • Pengertian dan tahap-tahap Model siklus belajar (learning cycle) • Pembuatan Preparat dengan Metode Parafin • Pengalaman Memakai Krim LBC (London Beauty Center) hari pertemuan disebut dengan Pengertian dan ciri ciri Porifera (Invertebrata) lengkap • Pengertian dan Jenis Jenis Sumber Belajar Archives Archives My Blog Stats • 384,227 views Top Posts & Pages • Pengenceran larutan • Desain atau rancangan Evaluasi Pembelajaran • Sistem Peredaran Darah pada Vertebrata (Pisces, Amphibi, Reptil, Aves, dan Mamalia) • Pinjal Kucing (Ctenocephalides felis) • Sistem sirkulasi atau peredaran darah Amphibi
Yaumul Jaza Artinya Kalimat Yaumul Jaza berasal dari bahasa Arab: ( يوم الجزا) yang memiliki arti ialah “hari pembalasan”, Dimana kalimat Yaumul Jaza ini merupakan suatu hari pembalasan dari segala amal perbuatan setiap manusia.

Dari semua tindak perbuatan yang dilakukan oleh manusia selama masa hidupnya akan mendapatkan balasan yang di berikan oleh Allah SWT dan semua itu bergantung pada amal yang di kerjakan oleh manusian semasa hidupnya di dunia. Kemudian kita sebagai seorang muslim, Sudah sepantas dapat selalu senantiasa meyakini bahwa hari akhir itu memang ada. Seperti yang telah dijelaskan bahwa manusia hidup didunia ini sebagai kholifah yang hanya singgah untuk sementara saja, sementara hari kiamat adalah hari dimana setiap amal kebaikan dan keburukan dikumpulkan untuk mendapatkan pengadilan yang sepantasnya, sesuai dengan hasil perbuatannya.

Jadi dengan penjelasan di atas dapat kita gambarkan secara garis besar, bahwa Yaumul Jaza ialah merupakan suatu hari dimana nantinya semua umat manusia akan dikumpulkan untuk memperoleh pebalasan yang sesuai dengan perbuatannya semasa hidupnya di dunia.

Dimana bentuk dari balasan yang akan diperoleh tersebut semua sangat bergantung akan amalan yang dikerjakannya semasa di dunia. Baca Juga : Arti Mabruk Alfa Mabruk Apabila sesorang tersebut melakukan perbuatan baik /beramal yang baik semasa menjalani hidupnya di dunia, maka jelas surgalah bentuk dari balasannya.

Namun apabila sesorang /manusia melakukan suatu perbuatan buruk /beramal buruk semasa hidupnya, maka sangat jelas bahwa neraka dan siksaan yang akan ia terima sebagai balasannya. Dalil Tentang Yaumul Jaza ( يوم الجز) Dengan berdasarkan penjelasan dari kata Yaumul Jaza di atas, yang mana sudah di jelaskan juga dalam firman Allah SWT. Yang tertulis dalam ayat suci Al – Qur’an pada Surat Al-Mu’min Ayat 17 yang berbunyi: Yaumul Jaza Artinya Berdasarkan beberapa dalil yang telah di jelaskan merupakan suatu bukti bahwa hari akhir itu sebenarnya memang ada.

Nama-Nama Hari Kiamat 1. Yaumul Qiyamah ialah merupakan” Hari kebangkitan, dimana pada hari ini seluruh alam dean seisinya akan dihancurkan dan semua akan binasa. 2. Yaumul Fashl ialah merupakan hari pemisah, yang mana di hari itu akan menjadi suatu dari antara orang-orang beriman dengan orang kafir. 3. Yaumul Hisab ialah merupakan”Hari perhitungan, yang mana di hari ini akan menjadi hari perhitungan terhadap seluruh manusia ata setiap amal perbuatan yang pernah dilakukan selama hidupnya ketika masih di dunia.

4. Yaumul Thalaq ialah merupakan “Hari pertemuan, yang mana di hari ini seluruh manusi akan dipertemukan lagi setelah sekian lama saling dipisahkan. 5. Yaumul Jam’i ialah merupakan “Hari berkumpulnya, dimana pada hari ini semua manusia akan dikumpulkan, dari manusia yang terdahulu sejak pada Nabi Adam a.s hingga manusia yang baru diciptakan oleh Allah yang terakhir.

6. Yaumul Mahsyar ialah merupakan :Hari berkumpuL manusia di padang Mahsyar ) yang mana pada hari itu seluruh manusai akan dikumpulkan menjadi satu di padang Mahsyar. Baca Juga : Percakapan Bahasa Arab Tentang Kesehatan 7. Yaumul Ba’ats ialah merupakan “Hari kebangkitan, yang mana di hari ini seluruh masnusia yang sudah mati terlbih dahulu akan dibangkikan kembali oleh Allah Swt. 8. Yaumul Mizan ialah suatu “Hari penimbangan dari setiap amal yang pernah dilakukan pada selama hidupnya ketika masih berada di alam dunia.

9. As-Sa’ah ialah merupakan hari penentuan, dimana pada hari ini dimana allah akan menentukan kapan akan terjadinya hari kiamat. 10. Yaumul Diin ialah suatu hari pembalasan dari pada kayakina yang dianut/agama, maksudnya ialah merupakan suatu hari pembalasan terhadap apa yang telah dimalkannya semasa hadupnya, amalan yang dimaksud ialah misalnya seperti amalan sholat, Puasa, zakat, dan shodakoh serta ibadah haji. Contoh Soal Yaumul Jaza 1. Bekal terbaik yang dipersiapkan untuk menghadapi kematian atau hari akhir ialah….

a. Amar makruf b. Nahi mungkar c. Takwa d. Birul walidaini e. Uququl walidaini Jawaban: a 2. Yaumul qiyamah juga disebut dengan yaumul mizan yang memiliki arti…. a. Hari perhitungan setiap amal perbuatan b. Hari pembalasan c. Hari penimbangan dari pada amal manusia d. Hari dibangikitkannya masusia dari alam kubur e. Hari keputusan Jawabannya : c 3. Pada salah seseorang yang mengikuti pemeriksaan suatu pemeriksaan dari semua amal nya, kemudian hasil dari pemeriksaan tersebut ternyata semasa hidupnya selalu berbuat keburukan maka dia akan menerimanya dengan ….

a. wajah berseri-seri b. penuh gairah c. tangan kanan d. tangan kiri e. tertawa Jawabannya: d 4. Pada salah seorang yang akan memperoleh suatu balasan atas perbuatannya dengan berupa surga dan neraka, nah hari tersebut disebut juga dengan? … a. Yaumul ba’ats b. Yaumul fashl c.

Yaumul jaza d. Yaumul mizan e. Yaumul hars Jawabannya: c Yaumul qiyamah juga disebut dengan yaumul mizan yang memiliki arti…. Hari penimbangan dari pada amal manusia Nah itulah yang bisa quipper.co.id sampaikan mengenai Yaumul Jaza Artinya, semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk sahabat semua.

Posted in Agama Tagged Apa arti dari yaumul zalzalah, Apa arti yaumul ba ats, Apa arti yaumul hasyr, Apa arti yaumul mahsyar, Apa hikmah mempelajari iman kepada hari akhir, Apa nama lain hari ancaman, Apa yang dimaksud yaumul qoriah, Arti Yaumul Jaza (يوم الجز), Arti yaumul mahsyar, Arti yaumul mizan, Arti Yaumul uthlah adalah, Arti yaumul yaumul, Balasan perbuatan baik dengan surga, Contoh Soal Yaumul Jaza, Dalil Tentang Yaumul Jaza (يوم الجز), Dalil yaumul jaza, Hadits Tentang Yaumul Jaza, Hari akhir disebut juga yaumul jaza mengapa demikian, Hari akhir juga disebut yaumul mizan artinya, Macam macam hari kiamat, Makalah nama nama hari akhir, Makna Yaumul Jaza (يوم الجز), Nama-Nama Hari Kiamat, Pertanyaan tentang yaumul jaza, Ppt yaumul jaza, Sebutkan tujuh macam tingkatan surga, Soal Latihan Yaumul Jaza, Tahapan hari akhir, Tanda tanda hari akhir, Yaum secara bahasa artinya, Yaumul ba ats Artinya, Yaumul bashar, Yaumul din Artinya, Yaumul hasyr, Yaumul hisab artinya, Yaumul Jaza Artinya (يوم الجز), Yaumul mahsyar Artinya, Yaumul mizan Artinya, Yaumul qariah, Yaumul zalzalah Adalah, Yaumul zalzalah artinya
Temui Megawati, Prabowo Disebut Ingin Diduetkan dengan Puan Maharani Pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai pengamat sebagai pencanangan duet Prabowo-Puan Maharani.

• News • 08 May 2022 12:24:25 WIB • Penulis: Newswire - Editor: Muh Khodiq Duhri • • • • Solopos.com, JAKARTA – Pengamat politik Adi Prayitno menilai pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai pencanangan duet Prabowo- Puan Maharani.

Adi Prayitno mengatakan hal itu dalam keterangan hari pertemuan disebut dengan, di Jakarta, Minggu [8/5/2022], menanggapi silaturahmi Prabowo ke kediaman Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (2/5). Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia meyakini pertemuan itu lekat dengan persiapan menjelang Pilpres 2024. Promosi Sejarah Lebaran Ketupat di Tondano, Warisan Diponegoro di Pengasingan “Ya pasti dikaitkan dengan Pilpres 2024, kalau cuma silaturahmi biasa kan bisa lewat telepon, video call, beres kan?

Pasti ada kaitannya dengan 2024,” ujarnya. Menurut Adi, kendati pertemuan itu tidak diakui sebagai persiapan Pilpres 2024, hal itu tidak menampik adanya faktor kedekatan antara Megawati dan Prabowo. “Memang gak ada (obrolan) pilres, tapi silaturahmi ini kan hari pertemuan disebut dengan menegaskan bahwa Prabowo cukup lengket dengan Megawati,” katanya. Baca Juga: Prabowo Intensifkan Komunikasi Politik Duet Prabowo-Puan beberapa waktu lalu mendapati hasil positif berdasarkan Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

“Artinya duet Prabowo-Puan itu relatif leading, setidaknya dua orang ini sudah sama-sama mulai hari pertemuan disebut dengan oleh publik terkait Pilpres 2024. Jadi silaturahmi politik itu kemarin seakan-akan menambah amunisi supaya publik terus bicara tentang kemungkinan Prabowo-Puan bisa duet bareng,” tegasnya.

Survei SMRC menunjukkan jika yang bertarung hanya dua pasangan yakni Prabowo Subianto-Puan Maharani melawan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono, maka hasilnya Prabowo-Puan mendapatkan 41 persen, Anies-AHY 37,9 persen, dan 21 persen yang belum menentukan pilihan.
Setiap hari sebenarnya sama saja.

Waktunya sama-sama 24 jam. Kebiasaan dan cara pandang kitalah yang membuat hari-hari yang dilalui itu terasa berbeda. Biasanya Senin sampai Jumat atau Sabtu digunakan untuk bekerja. Akhir pekan adalah waktu untuk bersantai bersama keluarga.

Namun kebiasaan tiap orang berbeda sesuai dengan jalan hidupnya masing-masing. Jadi wewaran adalah hari yang baik atau hari yang utama untuk melakukan suatu hal atau suatu pekerjaan. Dalam menentukan padewasan, pengetahuan tentang wewaran menjadi dasar yang sangat penting. Dalam hubungannya dengan baik-buruknya hari dalam menentukan padewasan, wewaran mempunyai urip, nomor atau bilangan, yang disesuaikan dengan letak kedudukan arah mata angin, serta dewatanya.

Menentukan wewaran dari Eka Wara hingga Dasa Wara pada sistem tahun wuku dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu bisa menggunakan rumus yang telah ditetapkan dalam menentukan wewaran dan bisa pula menggunakan jari-jari tangan, dengan ruas di masing-masing jari sebagai “rumah/kolom” dari wewaran tersebut.

Di bawah ini akan diuraikan beberapa contoh menentukan wewaran menggunakan rumus yang telah ditentukan dan menggunakan tangan beserta gambar, dengan harapan memperluas wawasan tentang pemahaman wariga, walaupun pada prinsipnya semua metode penentuan tersebut hasilnya adalah sama.

Letakkan wuku mulai dari Sinta di Timur Laut (Sri), putar ke kiri secara berturut-turut, kecuali dari Galungan (wuku Dunggulan) ke Kuningan harus lompat dua kotak setelah itu terus berputar ke kiri biasa.

Redite dari wuku tersebut bertepatan dengan Catur Wara di tempat jatuhnya itu. Setelah ketemu Reditenya, untuk mencari Catur Wara dari Soma, Anggara dan selanjutnya, putarlah ke kanan berurut sesuai dengan urutan wewaran itu seperti gambar. Petunjuk: letakkan wuku mulai dari Sinta di Selatan (Paing) diteruskan ke utara, timur, barat dan tengah dan begitu selanjutnya. Maka setiap wuku yang jatuh di selatan Reditenya = Pahing dan Buddhanya Buda Kliwon.

Setiap yang jatuh di Utara Reditenya Wage. Dan Setiap yang hari pertemuan disebut dengan di Timur Reditenya = Umanis dan Buddhanya Buda Cemeng (Buda Wage).

Setiap yang jatuh di Barat Reditenya = Pon dan Anggar Kasih (Anggara Kliwon). Setiap yang jatuh di tengah Reditenya adalah Kliwon dan Sukra Kliwon.

Setelah ketemu Reditenya untuk menentukan Panca Wara dari Soma, Anggara dan seterusnya putar atau jalankan sesuai dengan urutan Panca Wara itu, seperti gambar di bawah ini. Petunjuk: Letakkan wuku mulai dari Sinta pada Tungleh, terus putar ke kanan sesuai dengan urutan Sad Wara.

Setiap wuku yang jatuh pada Tungleh, Reditenya adalah Tungleh, yang jatuh pada Aryang Reditenya adalah Aryang dan seterusnya. Untuk mencari Sad Wara dari Soma, Anggara dan selanjutnya setelah ketemu Reditenya putar ke kanan sesuai dengan urutan Sad Wara itu, seperti gambar di bawah ini.

Cara mencari Asta Wara sama dengan Catur Wara yaitu letakan wuku secara berturut-turut mulai dari Timur Laut (Sri) putar ke kiri. Dari Dunggulan ke Kuningan lompat dua kotak. Dimana wuku itu jatuh itulah Asta Wara dari Reditenya. Kemudian untuk mencari Soma, Anggara dan seterusnya putar ke kanan sesuai dengan urutan Asta Waranya itu seperti gambar di bawah ini, (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:86).

Selain dewasa yang ditentukan berdasarkan wewaran untuk melakukan suatu kegiatan atau upacara tertentu, ada beberapa hari suci yang didasarkan atas perhitungan wewaran, sebagai hari suci untuk umat Hindu melakukan upacara agama yang dilakukan secara berkala.

Adapun hari suci umat Hindu yang berdasarkan perhitungan wewaran sebagai berikut: a) Hari Kliwon datangnya setiap lima hari sekali, sebagai hari suci pemujaan ke hadapan Sang Hyang Åšiva.

Pada hari Kliwon Bhatara Åšiva beryoga di pusat bumi, menciptakan air suci guna meruwat kotoran yang ada di bumi. Sehingga pada saat ini umat Hindu mengadakan penyucian diri dari berbagai kotoran. b) Kajeng Kliwon, diyakini sebagai hari yang sakral karena merupakan pertemuan hari terakhir dari Tri Wara dan Panca Wara. Kajeng Kliwon adalah simbol pikiran bersih dan suci, pelebur kepapaan, petaka, noda, bencana ataupun segala kotoran duniawi melalui dhyana semadhi.

Pada hari ini Sang Hyang Mahadewa melakukan yoga semadi, sehingga pada sat ini umat Hindu melakukan persembahyangan memuja kebesaran Dewi Durga dengan menghaturkan segehan. b) Buddha Wage, hari ini disebut pula Buddha Céméng sebagai hari pemujaan kehadapan Sang Hyang Bhatari Sri atau Dewi Padi dan Bhatari Manik Galih atau Dewi Beras, sebagai manifestasi Tuhan yang memberikan kesuburan dan kemakmuran.

c) Buddha Kliwon, yang namanya disesuaikan dengan wukunya. Hari Buddha Kliwon adalah hari pemujaan Sang Hyang Hayu atau memuja Hyang Mami Nirmalajati, dengan harapan memohon keselamatan ketiga dunia. d) Saniścara Kliwon, yang disebut dengan Tumpek, yang namanya disesuaikan dengan nama wukunya. Pemujaan ditujukan kehadapan Sang Hyang Paramawisesa atau Tuhan Yang Maha Kuasa. Wuku dalam penentuan padewasan menduduki peranan yang penting, sebab wewarannya baik, apabila wukunya tidak baik, dianggap dewasa tersebut kurang baik.

Sistem tahun wuku, menggunakan sistem sendiri, tidak tergantung pada tahun surya atau tahun candra. Satu tahun wuku panjangnya 420 hari, yang terdiri atas 30 wuku. Setiap wuku (1 wuku) lamanya 7 hari, terhitung dari Redite, Soma, Anggara, Budha, Wraspati, Sukra, dan Saniscara. Sebulan dalam tahun wuku lamanya 35 hari, didapat dari mengalikan 7 hari dengan 5 wuku. Satu peredaran wuku (30 wuku) lamanya 6 bulan dalam tahun wuku.

1 Tahun wuku terdiri atas 2 kali peredaran wuku, yakni 7 hari x 30 wuku x 2 = 420 hari, (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:87). Selain dewasa yang ditentukan berdasarkan wuku untuk melakukan suatu kegiatan atau upacara agama tertentu, ada beberapa hari suci yang didasarkan atas perhitungan wuku, yang dirayakan oleh umat Hindu dengan melaksanakan upacara agama. Adapun hari suci umat Hindu yang berdasarkan perhitungan wuku sepertiBudha Kliwon, Tumpek, Buda Cemeng, Anggara Kasih. Cara menentukan perhitungan hari suci berdasarkan wuku ini dapat dilakukan dengan menggunakan tangan kiri seperti gambar berikut, (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:89).

• Soma Pon Sinta disebut Soma Ribék, pemujaan dan persembahan ditujuakan ke hadapan Dewi Sri (Sang Hyang Sriamérta) manifestasi Tuhan sebagai Deva Kesuburan atau Deva Kemakmuran. • Anggara Wage, Sinta disebut Sabuh Mas, pemujaan ditujukan ke hadapan Dewa Mahadewa • Buddha Kliwon Sinta disebut hari suci Pagérwési, merupakan hari merupakan payoyang Sang Hyang Úiwa sebagai Sang Hyang Pramesti Guru disertai oleh para Dewata menciptakan dan mengembangkan kelestarian kehidupan di dunia.

• Wrhaspati Wage Sungsang disebut dengan Parérébuan atau Sugihan Jawa. Pada hari ini diyakini para Dewa dan Roh Leluhur turun ke dunia membesarkan hati umat manusia sambil menikmati persembahan hingga hari suci Galungan tiba. Pada hari ini dilakukan pula upacara pembersihan atau pesucian (Bhuana Agung), (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:90).

• Sukra Kliwon disebut Sugihan Bali memohon pembersihan lahir dan batin ke hari pertemuan disebut dengan Ida Sang Hyang Widi Wasa dengan cara mengheningkan pikiran, memohon air suci peruwatan dan pembersihan. • Redite (Minggu) pahing Dunggulan disebut Penyékéban. Pada hari ini diharapkan umat mengekang batin (mengendalikan diri) agar selalu dalam keadaaan hening dan suci sehingga tak dapat dikuasai oleh Sang Kala Tiga.

hari pertemuan disebut dengan

• Soma (Senin) Pon Dunggulan disebut Penyajan, umat diharapkan secara bersungguh-sungguh, benar-benar sujud dan berbakti kepada Tuhan, agar terhindar dari kekuatan negatif Sang Hyang Kala Tiga yang pada saat itu berwujud Bhuta Dunggulan • Anggara (Selasa) Wage Dunggulan disebut Panampahan, diyakini pada hari ini Sang Hyang Kala tiga turun ke dunia dalam wujud Bhuta Amengkurat, sehingga umat diharapkan melakukan pengendalian diri serta mempersembahkan upacara Bhuta Yajña.

• Buddha (Rabu) Kliwon Dunggulan dinamakan Galungan yang bermakna bangkitnya kesadaran, titik pemusatan batin yang terang benderang, melenyapkan segala bentuk kegalauan batin. Sekaligus peringatan atas terciptanya alam semesta beserta isinya serta kemenangan Dharma melawan Adharma. Persembahan ditujukan ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa dengan segala manifestasi-Nya. Pada hari ini setiap rumah memasang penjor yang merupakan titah Bhatara Mahadewa yang berkedudukan di Gunung Agung sebagai lambang kemakmuran.

Setelah upacara dilaksanakan pada pagi hari, lengkap dengan sarana persembahan lainnya, sesajen tetap dibiarkan berada di tempat pemujaan selama satu malam. Esok paginya, semua umat patut menyucikan diri lahir dan batin pada saat matahari terbit, mempersembahkan wewangian dan mehon air suci, serta menyuguhkan segehan di halaman rumah. Setelah selesai barulah sesajen-sesajen yang dipersembahkan kemarin itu dapat diambil dan kemudian di-ayab oleh sanak keluarga.

• Redite Wage Kuningan disebut dengan Pemaridan Guru atau Ulihan. Pada saat ini persembahan atas kembalinya para dewata ke kahyangan atau surga serta meninggalkan anugerah kehidupan (amérta) serta umur panjang kepada setiap makhluk. • Soma Kliwon Kuningan disebut Pemacekan Agung, mempersembahkan segehan agung kepada semua BhÅ«takala • Buddha Pahing Kuningan merupakan beryoganya Bhatara Visnu dan memberikan anugerah berupa kesenangan, keagungan, keluwesan, daya tarik, memenuhi harapan, dan rasa simpatik kepada hari pertemuan disebut dengan manusia (asung wilasa).

• Sukra Wage Kuningan disebut Penampahan Kuningan umat diharapkan mengendalikan batin dan pikiran agar tetap jernih dan suci (pégéngén poh nirmala suksma), (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:91).

• Saniscara Kliwon Kuningan disebut Hari Raya Kuningan diperingati sebagai hari suci turunnya para dewa dan roh leluhur ke dunia untuk menyucikan diri sambil menikmati persemabahan umat. Persembahan sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum jam 12.00 (tajeg surya) sebab setelah itu para dewa, pitara, roh suci leluhur diyakini telah kembali ke khayangan.

Penanggal dan Panglong perhitungannya berdasarkan peredaran bulan satelit dari bumi. Penanggal (tanggal) disebut pula Suklapaksa yaitu perhitungan hari-harinya dimulai sesudah bulan mati (tilem) sampai dengan purnama (bulan sempurna).

Lama penanggal 1 sampai dengan 15 lamanya 15 hari. Penanggal ke 14 atau sehari sebelum purnama disebut Purwani artinya bulan mulai akan sempurna nampak dari bumi. Sedangkan Penanggal ke 15 disebut purnama artinya bulan sempurna nampak dari bumi.

Pada hari Purnama merupakan hari beryoganya Sang Hyang Candra (Wulan). Panglong disebut pula Krsnapaksa yaitu perhitungan hari dimulai sesudah purnama yang lamanya juga 15 hari dari panglong 1 sampai dengan pangglong 15.

Panglong ke 14 sehari sebelum tilem disebut Purwaning Tilem artinya bulan mulai tidak akan nampak dari bumi. Sedangkan pangglong 15 disebut tilem artinya bulan sama sekali tidak nampak dari bumi.

Pada hari tilem beryoganya Sang Hyang Surya, (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:92). Agama Hindu mempergunakan panduan sasih antara sasih Candra dengan Sasih Surya sehingga ada perhitungan “pengrapetang sasih”. Hal ini dilakukan karena disadari betul bahwa bulan dan matahari mempunyai pengaruh besar terhadap bumi dan isinya.

Selain penentuan Padewasan, hari suci agama Hindu, yang berdasarkan sasih adalah: Pada hari Tilem beryoga Sang Hynag Surya. Jadi pada hari Purnama-Tilem adalah hari penyucian Sang Hyang Rwa Bhineda, yaitu Sang Hyang Surya dan Sang Hyang Candra. Pada waktu Candra Graha hari pertemuan disebut dengan bulan) pujalah beliau dengan Candrastawa (Somastawa).

Pada waktu SÅ«rya graham (gerhana matahari) pujalah beliau dengan SÅ«ryacakra Bhuanasthawa. Padewasan menurut dauh merupakan ketetapan dalam menentukan waktu yang baik dalam sehari guna penyelenggaraan suatu upacara-upacara tertentu.

Pentingnya dari dewasa dauh akan sangat diperlukan apabila upacara-upacara yang akan dilakukan sulit mendapatkan hari baik (dewasa ayu). Dauh jika dibandingkan mirip dengan pembagian waktu menurut jam, namun bedanya hanya penempatan panjangnya waktu. Hitungan jam dalam sehari dibagi 24, hingga sehari dalam hitungan jam panjangnya 24 jam.

Dalam perhitungan dewasa dauh mengandung makna dalam waktu satu hari terdapat dauh (waktu-waktu tertentu) yang cocok untuk melakukan suatu kegiatan. Signifikasi dari dewasa dauh diperlukan apabila upacara-upacara yang dilakukan sulit mendapatkan hari baik (dewasa ayu).

Dalam perhitungan dewasa berdasarkan dauh mempunyai beberapa hitungan, yakni berdasarkan Panca dauh dan Asta dauh. b. Sistem Asta dauh yang memiliki konsep yang sama dengan Hari pertemuan disebut dengan dauh, bedanya hanya pembagian waktunya menjadi 16, dengan perincian 8 dauh untuk menghitung panjang waktu mulai matahari terbit, hingga menjelang terbenam dan 8 dauh lagi untuk untuk menghitung panjangnya malam hari dari terbenamnya matahari hingga menjelang terbit, (Sudirga dan Yoga Segara, 2014:96).

• Acara Agama Hindu (29) • Asta Brata (3) • Avatara (1) • Berita Hindu (15) • Biografi Hindu (3) • Buku Hindu (1) • Cerita Hindu (3) • Gambar Hindu (7) • Glosarium (3) • Hari Suci Hindu (5) • Jurnal Bahasa Inggris (1) • Jurnal Hindu (70) • Komunikasi Hindu (3) • Lagu Hindu (1) • Majalah (5) • Mantra Hindu (52) • Materi Agama Hindu (179) • Materi Kelas III (18) • Materi Kelas IV (15) • Materi Kelas IX (22) • Materi Kelas V (20) • Materi Kelas VI (11) • Materi Kelas X (31) • Materi Kelas XI (27) • Materi Kelas XII (44) • Orang Suci (4) • Perspektif Hindu (9) • Pura (4) • Saya Hindu (1) • Veda (4) • Yajna (7) • Yoga (3)

Mikroekonomi # Pertemuan ke 6




2022 www.videocon.com