Pembengkakan jantung bisa sembuh

pembengkakan jantung bisa sembuh

Gangguan kesehatan jantung bengkak bisa sembuh, memang menjadi pertanyaan banyak orang. Apakah memang bisa sembuh atau tidak. Walaupun bukan jenis penyakit jantung, tetapi pembengkakan pada jantung bisa menjadi indikasi adanya penyakit lainnya.

Penyebabnya pun sangat beragam dan bisa disebabkan oleh apa saja. Misalnya karena kehamilan, penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, otot jantung lemah, dan sebagainya. Namun masih banyak orang yang bertanya-tanya apakah jantung bengkak ini bisa disembuhkan atau tidak. Mari kita bahas lebih lanjut berikut ini.

Ciri dan Gejala Yang Mempengaruhi Apakah Jantung Bengkak Bisa Sembuh Walaupun banyak penderita jantung bengkak yang tidak mengalami gejala apa pun tapi Anda harus tahu apa saja ciri-cirinya. Berikut ini gejala pada jantung bengkak: • Nyeri di bagian dada.

• Pingsan. • Bagian tubuh tidak nyaman seperti lengan, leher, perut, punggung, atau rahang. • Sesak napas yang sangat parah. Jika sudah parah maka bisa terjadi serangan jantung mendadak dan memerlukan perawatan yang mendesak.

Jantung bengkak juga harus segera diatasi supaya tidak terjadi komplikasi seperti gagal jantung. Ketika terjadi gagal jantung maka jantung tidak akan bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Dan jika tidak ditangani dengan cepat maka lama kelamaan gejalanya akan semakin parah dan fungsi jantung menurun. Jadi, untuk pertanyaan apakah jantung bengkak bisa sembuh jawabannya masih bisa selama ditangani dengan cepat.

Untuk jantung bengkak yang disebabkan oleh kehamilan ataupun infeksi juga masih bisa disembuhkan. Namun pada jantung bengkak yang disebabkan oleh irama jantung yang tidak teratur ataupun karena gagal jantung, biasanya lebih sulit disembuhkan. Namun supaya tidak mudah kambuh masalah tersebut masih bisa dikendalikan.

Misalnya dengan menjaga pola makan atau konsumsi obat yang diresepkan dokter. Selain itu, tidak semua masalah jantung bengkak bisa diatasi dengan obat medis. Karena hal itu tetap bergantung pada kondisi pasien itu sendiri.

Misalnya karena penyakit bawaan yang dideritanya atau karena penderita sedang hamil. Maka dokter tidak bisa sembarangan meresepkan obat. Selain itu jika jantung bengkaknya disebabkan tekanan darah tinggi maka dokter juga akan merekomendasikan pemakaian obat untuk menurunkan tekanan darah. Untuk itu, pembengkakan jantung bisa sembuh jantung yang disebabkan oleh hipertensi masih bisa disembuhkan dengan rutin konsumsi obat penurun tekanan darah.

Jika ingin mengobati pembengkakan jantung sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini: • Berhenti merokok • Selalu tidur dan istirahat yang cukup • Menjaga berat badan supaya tetap pembengkakan jantung bisa sembuh • Meminimalisir stres • Mengontrol kadar gula dalam darah • Meminimalisir asupan kafein yang akan membuat jantung menjadi lebih stres • Menjaga tekanan darah agar selalu stabil • Makan makanan yang menyehatkan jantung • Banyak bergerak dan rajin olahraga Apakah Penyakit Jantung Dapat Disembuhkan?

Tidak hanya pertanyaan seputar jantung bengkak saja yang dipertanyakan apakah bisa disembuhkan atau tidak. Pertanyaan lainnya tentang penyakit jantung itu sendiri juga sering menjadi pertanyaan. Selain pertanyaan yang berupa jantung bengkak bisa sembuh atau tidak, banyak juga orang yang mempertanyakan jenis penyakit jantung yang lainnya.

Mengingat penyakit jantung ini merupakan jenis penyakit yang paling mematikan di dunia. Penyebab kematian paling umum adalah penyakit jantung ini, termasuk juga pembengkakan jantung yang tidak segera diatasi.

Karena yang diserang penyakit ini tidak hanya area jantungnya saja, tapi juga otot dan pembuluh yang ada di sekitar jantung. Untuk jenis penyakit jantung lainnya memang tidak dapat sembuh secara medis. Artinya penderita penyakit jantung akan mengalami penyakit ini di sepanjang hidup mereka. Namun penelitian masih terus dilakukan dan dicari cara untuk menyembuhkan penyakit jantung. Termasuk pada pembengkakan jantung yang bisa menyerang siapa saja.

Banyaknya jenis obat untuk penyakit jantung yang muncul saat ini menjadi bukti bahwa pengembangan akan penyakit jantung terus dilakukan.

Namun sayangnya, belum ada obat yang ampuh dalam menghilangkan plak yang terdapat pada pembuluh darah arteri. Cara Mengendalikan Gejala Penyakit Jantung Walaupun penyakit jantung belum tentu bisa disembuhkan tetapi penyakit jantung dan pembengkakan jantung masih bisa dikendalikan. Pasien yang mengalami penyakit ini dapat meringankan gejalanya dan mencegah agar jangan semakin parah. Untuk gejala penyakit jantung tertentu seperti nyeri dada dan sesak napas bisa diatasi dengan obat berikut: • Obat antikogulan yang fungsinya adalah untuk mengurangi pembekuan darah.

• Obat yang dapat menurunkan kadar kolesterol. • Obat antiplatelet agent yang fungsinya adalah untuk mencegah penggumpalan dan penempelan trombosit. • Obat beta-blocker yang mampu menurunkan tekanan darah dan memperlambat detak/denyut jantung. Tak hanya minum obat untuk sakit jantung saja tapi ada beberapa prosedur medis yang harus dilalui, di antaranya yaitu: • Angioplasti Yaitu memperluas area di pembuluh darah yang sempit dengan meletakkan kateter, yang bagian ujungnya berupa laser/balon.

• Aterektomi Menyimpan kateter yang bagian ujungnya berbentuk alat potong yang digunakan untuk memotong plak yang membuat arteri tersumbat. • Operasi bypass jantung Yaitu operasi untuk jantung terbuka yang mengatasi penyumbatan arteri dengan membuat saluran yang baru, supaya darah mengalir pada otot jantung. • Stent Jantung Menempatkan tabung kawat atau ring jantung yang akan membuka arteri dengan permanen atau selama angioplasti.

• Transplantasi Jantung Adalah diangkatnya jantung rusak lalu diganti dengan jantung dari manusia lainnya yang masih sehat, dari hasil donor jantung. Maka jika Anda terkena penyakit jantung bengkak maka sebaiknya fokus dengan perawatannya saja agar bisa dikendalikan. Karena jika hanya memikirkan penyakitnya saja maka Anda akan mengalami stres berlebih.

Jadi jangan hanya sibuk bertanya tentang jantung bengkak bisa sembuh, tetapi ubah juga gaya dan pola hidup sehingga menjadi lebih sehat. Kenapa jantung bisa bengkak? Apa saja tanda dan gejalanya? Ada banyak penyebab pembengkakan jantung (kardiomegali), namun biasanya hal ini terjadi akibat dari tekanan darah tinggi (hipertensi) atau penyakit jantung koroner yang tidak ditangani dengan baik.

Kardiomegali pada tingkat tertentu akan menimbulkan gejala yang bisa diamati. Baca juga: kardiomegali Pembengkakan jantung akan mengakibatkan terganggunya fungsi jantung sehingga tidak dapat memompa darah secara efektif, yang lebih lanjut disebut sebagai gagal jantung kongestif.

Kardiomegali dapat memburuk dari waktu ke waktu dan kebanyakan orang dengan pembesaran jantung membutuhkan pengobatan seumur hidup dengan mengonsumsi obat jantung. Pesan Sekarang Kenali berbagai jenis Pembengkakan Jantung Jantung bengkak terjadi akibat adanya kerusakan pada otot jantung. Pada titik tertentu, pembesaran jantung masih dapat terus memompa darah dengan normal. Namun seiring waktu pembengkakan yang terus berlanjut akan menurunkan kemampuan jantung dalam memompa darah.

Terdapat dua jenis utama pembengkakan jantung, yaitu: • Dilatasi kardiomiopati adalah jenis utama kardiomegali. Pada dilatasi kardiomiopati, dinding dari kedua sisi kiri dan kanan jantung (ventrikel) menjadi "tipis" dan melebar sehingga jantung akan memiliki ukuran yang pembengkakan jantung bisa sembuh besar dari normal dengan banyaknya darah yang tertahan pada ventrikel.

• Hypertrophic cardiomyopathy terjadi ketika otot ventrikel kiri jantung menjadi "tebal" secara tidak normal. Penyebab jantung bengkak yang satu ini biasanya disebabkan oleh tekanan darah tinggi sehingga terjadi pembesaran ventrikel kiri (hipertrofi), kondisi ini juga bisa diwariskan.

Penyebab Pembengkakan Jantung Penyebab utama jantung bengkak adalah penyumbatan pada pasokan darah ke jantung (penyakit arteri koroner) dan tekanan darah tinggi. Pembengkakan jantung dapat memiliki banyak penyebab lainnya, termasuk: • Infeksi virus • Katup jantung yang abnormal • Kehamilan, dengan pembesaran jantung berkembang sekitar waktu persalinan (peripartum cardiomyopathy) • Penyakit ginjal yang memerlukan dialisis • Penyalahgunaan alkohol atau kokain • Infeksi HIV • Kondisi genetik dan diwariskan Terkadang penyebab pembengkakan jantung tidak teridentifikasi, kondisi ini dikenal sebagai kardiomiopati dilatasi idiopatik.

Gejala Pembengkakan Pembengkakan jantung bisa sembuh Pada tahap awal pebengkakan jantung tidak menimbulkan gejala apapun.

pembengkakan jantung bisa sembuh

Jika pembengkakan jantung menjadi tidak dapat memompa darah secara efektif, maka gejala gagal jantung kongestif dapat muncul, seperti: • Sesak napas (terutama pembengkakan jantung bisa sembuh beraktivitas atau ketika berbaring) • Kaki bengkak • Peningkatan lingkar perut • Berat badan turun • Kelelahan • Palpitasi atau jantung berdebar Risiko komplikasi Pembengkakan Jantung Risiko komplikasi dari pembengkakan jantung tergantung pada bagian dari jantung mana yang membesar dan penyebabnya.

Komplikasi pembengkakan jantung dapat mencakup: Pesan Sekarang • Gagal jantung. Salah satu jenis yang paling serius menimbulkan masalah adalah pembengkakan jantung pada ventrikel kiri, karen akan meningkatkan risiko gagal jantung. Pada gagal jantung, otot jantung menjadi lemah, dan ventrikel kendor sehingga jantung tidak dapat memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh. • Pembekuan darah.

pembengkakan jantung bisa sembuh

Pembengkaan jantung ternyata dapat menyebabkan lebih rentan terhadap pembentukan gumpalan darah di selaput jantung. Jika gumpalan darah ini memasuki aliran darah, mereka dapat memblokir aliran darah ke organ-organ vital, bahkan menyebabkan serangan jantung atau stroke. • Jantung murmur. Bagi orang yang memiliki pembesaran jantung, dua dari empat katup jantung - mitral dan katup trikuspid - bisa mengalami gangguan fungsi di mana katup-katup ini tidak menutup dengan benar sebagai akibatnya darah yang sudah dipompa pembengkakan jantung bisa sembuh lagi ke jantung dan menimbulkan suara jantung tak normal (murmur).

Meskipun tidak selalu berbahaya, murmur jantung harus dipantau oleh dokter. • Serangan jantung dan kematian mendadak. Beberapa bentuk pembengkakan jantung dapat menyebabkan gangguan irama detak jantung.

Irama jantung terlalu lambat untuk memompa darah atau terlalu cepat sehingga dapat mengakibatkan pingsan atau, dalam beberapa kasus, serangan jantung bahkan kematian mendadak. Pengobatan Pembengkakan Jantung Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab pembengkakan jantung sehingga fungsi jantung dapat terkoreksi dengan baik. Adapun beberapa bentuk penanganan jantung bengkak adalah sebagai berikut: Obat Pembengkakan Jantung Jika penyebabnya adalah cardiomyopathy atau jenis pembangkakan jantung lainnya, maka dokter dapat merekomendasikan pembengkakan jantung bisa sembuh obat antara lain: • Diuretik untuk menurunkan jumlah natrium dan air dalam tubuh, ini akan mengurangi beban jantung dan membantu menurunkan tekanan darah.

Contohnya furosemid • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa. Contohnya captopril • Angiotensin-receptor blocker (ARB) untuk memberikan manfaat serupa dengan inhibitor ACE bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi inhibitor ACE karena alergi atau sebab lainnya • Beta blocker untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi jantung • Digoxin untuk membantu meningkatkan fungsi pemompaan jantung • Antikoagulan untuk mengurangi risiko penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Baca juga: Obat Pengencer Darah • Anti-arrhythmics untuk menjaga detak jantung agar selalu berada dalam irama yang normal Prosedur medis dan operasi Jika obat tidak cukup untuk mengobati pembengkakan jantung, maka prosedur medis atau operasi mungkin diperlukan. • Operasi katup jantung. Ditujukan untuk mengobati jantung bengkak akibat adanya masalah pada katup jantung, dalam operasi ini, kaup jantung yang rusak akan dibuang dan diganti dengan katup buatan atau donor.

• Operasi bypass koroner. Jika pembengkakan jantung terkait dengan penyakit arteri koroner, dokter dapat merekomendasikan operasi bypass arteri koroner. • Left ventricular assist device (LVAD). Jika Anda memiliki gagal jantung, maka mungkin diperlukan mesin pompa mekanik untuk membantu pembengkakan jantung bisa sembuh jantung yang lemah. Alat LVAD ini ditanamkan ke jantung sambil menunggu transplantasi jantung atau jika tidak bisa digunakan sebagai pengobatan jangka panjang untuk gagal jantung.

• Transplantasi jantung. Jika obat tidak dapat mengontrol gejala, transplantasi jantung mungkin menjadi pilihan terakhir. Karena sedikit pendonor jantung, bahkan orang-orang yang sakit kritis harus menunggu lama untuk transplantasi jantung.

Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler. Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya.

Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app
KOMPAS.com - Pembengkakan pada jantung atau dikenal dengan jantung bengkak bukanlah suatu penyakit.

Kardiomegali atau jantung bengkak adalah tanda yang menunjukkan kondisi atau gejala suatu penyakit. Melansir Mayo Clinic, penyebab jantung bengkak dapat berasal dari kehamilan, melemahnya otot jantung, penyakit jantung koroner, masalah katup jantung, atau gangguan irama jantung.

Kondisi stres fisik tersebut menyebabkan penebalan otot jantung, atau membuat salah satu bilik jantung membesar. Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan Penderita kerap tidak merasakan gejala jantung bengkak.

Namun, ada sebagian penderita yang merasakan sesak napas dan detak jantungnya tidak normal. Selain itu, beberapa penderita juga baru merasakan gejala jantung bengkak saat terjadi serangan jantung.

Tandanya antara lain: • Nyeri dada • Bagian tubuh atas seperti lengan, punggung, leher, rahang, atau perut tak nyaman • Sesak napas parah • Pingsan Serangan jantung merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan perawatan mendesak.

Jantung bengkak bisa bersifat sementara atau permanen, tergantung pada kondisi dan penyebabnya. Baca juga: Ciri-Ciri Penyakit Jantung Sesuai Jenisnya Apakah jantung bengkak bisa sembuh?

pembengkakan jantung bisa sembuh

Dilansir dari US News, jantung bengkak perlu diatasi untuk mencegah komplikasi gagal jantung. Begitu terjadi gagal jantung, organ vital ini tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh.

7 Penyebab Kaki Bengkak Terkait Gejala Penyakit Apa Saja https://health.kompas.com/read/2020/12/11/160400668/7-penyebab-kaki-bengkak-terkait-gejala-penyakit-apa-saja https://asset.kompas.com/crops/TPxaIMRWd_Vhre1kDBMlAiGwAao=/91x0:676x390/195x98/data/photo/2016/05/09/2242445ThinkstockPhotos-471427449780x390.jpg • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT
Dikenal dengan istilah kardiomegali, pembengkakan jantung terjadi ketika ukuran jantung yang semula sebesar kepalan tangan, menjadi lebih besar daripada itu.

Kondisi ini umumnya adalah gejala yang menunjukkan masalah kesehatan tertentu. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengetahui apa penyebab dan cara mengatasi pembengkakan jantung lewat ulasan berikut ini.

Sekilas tentang pembengkakan jantung Dilansir dari Mayoclinic, istilah “kardiomegali” mengacu pada pembesaran jantung yang terlihat pada tes pencitraan apa pun, termasuk rontgen dada. Penyebabnya ada bermacam-macam, mulai dari stres jangka pendek seperti kehamilan, atau kondisi medis tertentu, misalnya seperti otot jantung yang melemah.

Kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan otot jantung menebal, atau membuat salah satu bilik jantung membesar. Tergantung pada kondisinya, pembengkakan jantung ada yang bersifat sementara maupun permanen. Baca juga: Yuk, Kenali Bagian-Bagian Jantung dan Fungsinya agar Lebih Paham Menjaga Kesehatannya! Apa faktor risiko jantung bengkak? Beberapa orang lebih berisiko daripada yang lain dalam mengembangkan kardiomegali ringan. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko ini antara lain adalah: • Penyalahgunaan alkohol atau narkoba • Penyakit jantung pembengkakan jantung bisa sembuh • Diabetes • Riwayat keluarga penyakit jantung • Pernah mengalami serangan jantung atau penyakit jantung • Hipertensi • Gaya hidup tidak aktif • Kegemukan, dan • Gangguan tiroid.

Gejala pembengkakan jantung Dilansir dari Healthline, kondisi ini terkadang tidak disertai oleh pertanda apapun. Tak heran banyak orang yang tidak sadar bahwa ia mengalami gangguan ini.

Pembengkakan jantung bisa sembuh tetapi ketika timbul gejala, maka yang umum terlihat di antaranya adalah: • Sesak napas • Irama jantung tidak teratur (aritmia) • Bengkak di kaki dan pergelangan kaki yang disebabkan oleh penumpukan cairan (edema) • Kelelahan, dan • Pusing.

Adapun gejala yang mengindikasikan keadaan darurat medis meliputi: • Nyeri dada • Kesulitan mengatur napas • Nyeri di lengan, punggung, leher, atau rahang • Pingsan. Penyebab pembengkakan jantung Jantung membesar diakibatkan kondisi bawaan kamu sejak lahir. Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh beberapa gangguan kesehatan lainnya seperti: Tekanan darah tinggi (Hipertensi) Hipertensi akan membuat jantung memompa darah dengan kekuatan yang lebih besar dari biasanya. Inilah yang membuat jantung semakin tertekan, dan pada akhirnya mengalami pembengkakan.

Kardiomiopati Jantung yang ‘melebar’ adalah salah satu jenis kardiomiopati yang paling umum. Gejala lain yang dialami pembengkakan jantung bisa sembuh biasanya adalah sesak napas dan pembengkakan pada pergelangan kaki. Ada 2 jenis kardiomiopati yang dikenal di dunia kesehatan: 1. Kardiomiopati dilatif Jenis ini ditandai dengan perluasan dan gangguan pada ventrikel kiri yang merupakan ruang pompa utama jantung. Kardiomiopati dilatif adalah alasan utama jantung membesar.

2. Kardiomiopati hipertrofik Ini terjadi saat sel-sel otot jantung menjadi lebih besar, dan dinding ventrikel menjadi lebih tebal. Penebalan dinding ventrikel ini dapat menghambat aliran darah yang pada akhirnya membuat jantung jadi membengkak.

Miokarditis Ini merupakan infeksi jantung yang umumnya disebabkan oleh virus. Penderitanya mungkin akan menunjukkan gejala penyakit akibat virus terlebih dahulu, lalu pembengkakan jantung bisa sembuh gejala gagal jantung seperti kardiomegali. Penyakit katup jantung Ketika katup jantung mengalami kerusakan, bisa jadi darah akan mengalir ke belakang, yang berarti ruang jantung yang terkena harus berkontraksi dengan kekuatan lebih besar dari biasanya.

Serangan jantung sebelumnya Otot jantung yang melemah juga dapat membesar untuk memenuhi kebutuhan pemompaan darah ke seluruh tubuh. Penyakit tiroid Kondisi tiroid yang tidak diobati dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah tinggi, detak jantung tidak teratur, dan pembesaran jantung. Obesitas Lemak yang terlalu banyak merupakan faktor risiko tekanan darah tinggi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pembesaran jantung.

Usia tua Seiring bertambahnya usia, arteri akan kehilangan sebagian elastisitasnya. ‘Pengerasan’ pembuluh darah ini akan menyebabkan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor pemicu jantung membengkak. Penyebab kardiomegali ringan sementara Pembengkakan jantung juga bisa terjadi dalam skala ringan, dan ini disebabkan oleh beberapa faktor meliputi: • Asupan alkohol yang berlebihan atau penggunaan obat-obatan • Stres ekstrem dapat menyebabkan kardiomiopati akibat stres akut.

Sekitar 75 persen orang dengan kondisi jantung membesar telah mengalami stres emosional atau fisik. • Kehamilan, jantung terkadang bisa membesar di sekitar waktu melahirkan. Jenis kardiomegali ini bisa disebut kardiomiopati peripartum. • Infeksi virus pada jantung, ini biasanya ditangani dengan pemberian obat antivirus.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 7 Manfaat Omega 3 untuk Jantung yang Jarang Diketahui Diagnosis jantung bengkak Dokter mungkin akan melakukan beberapa tes berikut dalam rangka memastikan apakah kamu mengalami pembengkakan jantung atau tidak: Pemeriksaan darah Tes ini bertujuan untuk melihat beberapa indikator dalam darah yang menunjukkan adanya masalah terkait jantung. Tes stres Tes stres melibatkan berolahraga di atas treadmill atau sepeda latihan sambil dihubungkan ke monitor jantung dan tekanan darah.

Hasilnya akan menunjukkan fungsi jantung selama aktivitas fisik. X-ray X-ray dada dapat menunjukkan kondisi jantung dan paru-paru. Tes lebih lanjut biasanya diperlukan untuk menentukan penyebab gangguan pada kedua organ tersebut. Ekokardiogram Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar video jantung agar dokter dapat menilai keadaan biliknya.

pembengkakan jantung bisa sembuh

Hasilnya akan memperlihatkan pembesaran, penyakit jantung bawaan, kerusakan akibat serangan jantung, dan efisiensi di mana jantung memompa. Tes pencitraan lainnya CT scan atau MRI scan dapat digunakan untuk mengumpulkan gambar jantung dan dada dalam kualitas yang lebih rinci. Elektrokardiogram (EKG) EKG digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung dan mendiagnosis kelainan pada ritmenya. Biopsi jantung Menggunakan sebuah tabung yang dimasukkan ke dalam selangkangan dan melalui pembuluh darah ke jantung.

Dari sini, sampel kecil jaringan jantung diambil dan dianalisis lebih lanjut ke laboratorium. Pengobatan terhadap jantung membesar Metode perawatan kardiomegali akan sangat tergantung pada penyebab yang mendasari munculnya gangguan ini. Selain menjalani pola hidup sehat misalnya melalui diet, berhenti merokok, dan olahraga, kamu juga bisa diberikan beberapa tindakan sebagai berikut.

Obat-obatan tertentu Obat yang direkomendasikan akan tergantung pada kondisi yang menyebabkan jantung membesar. Obat mungkin diresepkan untuk mengobati irama jantung yang tidak normal dan tekanan darah tinggi. Diuretik dapat diresepkan untuk menurunkan tekanan di arteri, sementara antikoagulan dapat mengurangi risiko penggumpalan darah. Tak jarang pemberian obat-obatan juga bertujuan untuk mengobati penyakit pemicu supaya jantung tidak membesar lebih jauh.

Beberapa obat yang bisa diberikan misalnya, obat untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi (penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE) dan penghambat beta), serta pil diuretik. Penanaman cardioverter-defibrillator Jika obat-obatan tidak secara efektif mengobati kardiomegali ringan, atau jika gejala menjadi sedang atau berat.

Kamu mungkin perlu menggunakan perangkat medis khusus, misalnya alat pacu jantung. Alat ini dapat dipasang untuk mengatur detak jantung pada orang yang mengalami kardiomiopati dilatif. Orang dengan aritmia parah mungkin memerlukan implan cardioverter-defibrillator (ICD) untuk memberikan kejutan guna mengontrol ritme jantung. Ini adalah perangkat yang dimasukkan ke dalam semacam peti untuk memulai ulang fungsi jantung jika berhenti berdetak. Beberapa di antaranya juga dapat membantu jantung memompa lebih efektif.

Operasi Tindakan ini biasanya diberikan untuk mengatasi permasalahan katup jantung yang rusak. Selain itu, bisa juga diterapkan untuk mengobati penyakit arteri koroner. Dengan membuka sumbatan di pembuluh darah yang memasok oksigen ke jantung, aliran darah ke otot jantung akan meningkat pembengkakan jantung bisa sembuh mengurangi risiko pembesaran jantung. Bergantung pada beberapa faktor, operasi berikut mungkin direkomendasikan untuk orang dengan kardiomegali: • Operasi katup jantung • Operasi bypass koroner • Transplantasi Hati Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan Orang dengan kardiomegali mungkin dapat pembengkakan jantung bisa sembuh gejalanya dengan gaya hidup dan perubahan pola makan berikut: • Berhenti merokok • Menjaga berat badan yang sehat • Memantau tekanan darah secara teratur • Melakukan aktivitas fisik hampir setiap hari dalam seminggu • Membatasi alkohol dan kafein • Tidur 7 sampai 9 jam semalam • Meningkatkan asupan buah dan sayur • Mengganti biji-bijian olahan, seperti roti putih dan pasta, dengan versi gandum utuh • Memotong makanan olahan, tinggi gula, dan tinggi lemak • Mengkonsumsi tidak lebih dari 1.500 miligram garam setiap hari • Mendapatkan bantuan untuk kecanduan alkohol dan obat-obatan.

Baca juga: Jalapeno, Cabai Asal Meksiko yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung Risiko komplikasi kardiomegali Jika tidak mendapatkan penanganan medis dengan segera, kondisi ini sangat bisa menyebabkan beberapa komplikasi yang berbahaya seperti: Gagal jantung Bilik jantung sebelah kiri yang membesar sangat dapat menyebabkan gagal jantung, sehingga tubuh tidak akan mendapat aliran darah yang cukup.

Gumpalan darah Ketika jantung tidak memompa sebagaimana mestinya, darah akan berkumpul dan menggumpal lalu menyebar ke otak dan tersangkut di pembuluh darah. Kondisi ini sangat rentan mengakibatkan terjadinya stroke. Murmur jantung Saat katup di jantung tidak menutup dengan benar, ini bisa menciptakan suara abnormal yang disebut murmur. Gagal jantung Jika jantung kamu kian membesar dan tidak segera ditangani, besar kemungkinan jantung akan berhenti bekerja dan menyebabkan kematian mendadak.

Pencegahan jantung membesar Beri tahu dokter jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang dapat menyebabkan jantung membengkak, seperti kardiomiopati. Jika kardiomiopati atau kondisi jantung lainnya didiagnosis lebih awal, pengobatan dapat mencegah penyakit memburuk. Mengontrol faktor risiko penyakit arteri koroner, seperti konsumsi tembakau, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, juga bisa membantu mengurangi risiko pembengkakan jantung dan gagal jantung dengan mengurangi risiko serangan jantung.

Kamu dapat membantu mengurangi kemungkinan terkena gagal jantung dengan makan makanan yang sehat dan tidak menyalahgunakan alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang. Mengontrol tekanan darah tinggi dengan diet, olahraga, dan mungkin obat-obatan juga mencegah banyak orang yang memiliki jantung yang membesar untuk mengalami gagal jantung.

Kapan harus ke dokter Jantung yang membesar lebih mudah diobati jika terdeteksi sejak dini, jadi bicarakan dengan dokter jika kamu punya kekhawatiran khusus mengenai kesehatan jantungmu. Cari perawatan medis darurat jika kamu memiliki salah satu dari tanda dan gejala ini, yang mungkin berarti kamu mengalami serangan jantung: Sakit pembengkakan jantung bisa sembuh Ketidaknyamanan di area lain di tubuh bagian atas, termasuk satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut Sesak napas yang parah Dada terasa sesak, dan kamu tidak bisa bernapas seperti biasanya.

Pingsan Serangan jantung akibat kardiomegali bisa sampai membuat seseorang tidak sadarkan diri. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat jika kamu mengalami gejala yang satu ini. Masih punya pertanyaan lain seputar pembengkakan jantung?

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

What Causes an Enlarged Heart (Cardiomegaly) and How’s It Treated?, https://www.healthline.com/health/enlarged-heart#:~:text=Your%20heart%20can%20become%20enlarged,problems%2C%20or%20high%20blood%20pressure. Diakses pada 30 November 2020 Heart disease – enlarged heart, https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/heart-disease-enlarged-heart Diakses pada 30 November 2020 Enlarged heart, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-heart/symptoms-causes/syc-20355436 Diakses pada 30 November 2020 Enlarged Heart (Cardiomegaly), https://www.webmd.com/heart-disease/guide/enlarged-heart-causes-symptoms-types#2-8 Diakses pada 30 November 2020
Jantung adalah salah satu organ vital yang ada pada tubuh manusia dimana fungsinya adalah memompa darah ke seluruh tubuh manusia.

Dengan kata lain, kelangsungan hidup manusia ditentukan oleh kerja jantung itu sendiri. Jantung yang normal akan berdetak terus menerus untuk mengalirkan darah ke tubuh dengan frekuensi lebih dari empat belas ribu liter darah per hari.

Berikut detail mengenai jantung yang wajib Anda ketahui : • Jantung Pria : Memiliki berat sekitar 10 ons dan detak jantung sekitar 70 denyut per menit • Jantung Wanita : Memiliki berat sekitar 8 ons dan detak jantung sekitar 78 denyut per menit Lalu bagaimana jika ukuran jantung ternyata berubah menjadi lebih besar dari ukuran di atas?

Tentu, Anda wajib waspada! Ukuran jantung yang membesar cenderung pembengkakan jantung bisa sembuh lebih mudah terkena serangan jantung. Mengapa? Karena jantung yang membesar biasanya mengalami pembengkakan sehingga membuat kerja jantung itu sendiri menjadi lebih berat.

Akibatnya ia tak bisa lagi melakukan fungsinya dengan normal. Selain itu, jantung dengan ukuran yang lebih besar bisa saja tergolong dalam kondisi jantung yang membengkak atau biasa disebut kardiomegali. Biasanya, pembengkakan pada jantung terjadi pada atrium (ruang jantung atas) atau ventrikel (ruang jantung bawah). Kondisi tersebut bisa dilihat dengan jelas apabila melakukan beberapa pemeriksaan seperti X-ray, MRI (Magnetic Resonance Imaging, dan CT Scan (Computerized Axial Tomography).

Kardiomegali acapkali dikaitkan dengan beberapa gangguan medis lainnya, seperti tekanan darah tinggi, gagal jantung kongestif, anemia jangka panjang, penyakit jaringan ikat, dan lain sebagainya.

pembengkakan jantung bisa sembuh

Bagaimana cara membedakannya? Perhatikan beberapa gejala jantung yang membengkak di bawah ini: • Rasa pening dan pusing hebat, hingga pingsan • Nafas pendek atau kesulitan bernafas • Nyeri di bagian dada, menjalar ke punggung, pundak dan leher • Aritmia (denyut jantung yang tidak normal) atau gangguan irama jantung • Batuk-batuk • Peradangan pada tungkai bawah • Cemas yang berlebihan • Jantung berdebar tak karuan • Susah tidur • Bagian kaki dan tangan megalami pembengkakan yang diakibatkan oleh kelebihan cairan di dalam tubuh Gejala-gejala tersebut tidak timbul begitu saja.

Tentu, ada penyebab mengapa demikian bisa terjadi. Ya, kondisi jantung yang membengkak disebabkan oleh suatu aktivitas atau keadaan yang memaksa kerja jantung menjadi lebih keras seperti yang telah diungkapkan sebelumnya. Berikut akan dipaparkan keadaan-keadaan yang dapat mengganggu kerja jantung atau sistem peredaran darah, yaitu : • Stres • Anemia (Kurang Darah) • Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) • Kelainan pada kelenjar tiroid • Pernah mengalami serangan jantung • Punya penyakit jantung turunan • Kondisi jantung bawaan (cacat jantung congenital) • Kardiomiopati (Penyakit otot jantung) • Menderita penyakit katup jantung • Hemochromatosis (Tubuh kelainan zat besi) • Pulmonary Hypertension (Tekanan darah tinggi di pembuluh darah yang menghubungkan jantung dan paru-paru) • Miloidosis (Protein tidak normal bereda di darah dan mengalami penumpukan di pembengkakan jantung bisa sembuh • Penyakit jantung koroner • Meokarditis (Infeksi Virus yang terjadi pada jantung) • Obesitas (Kegemukan atau kelebihan berat badan) • Kurang olahraga atau aktivitas fisik • Merokok Apabila gejala-gejala seperti yang telah dibahas tersebut terjadi pada diri Anda, sebaiknya segeralah konsultasikan ke dokter ahli.

Jangan menunda pengobatan karena bahaya pembengkakan jantung adalah masalah yang harus cepat ditangani agar bisa segera sembuh. “Begitukah? Seberapa bahaya, sih? Apakah pembesaran jantung dapat disembuhkan?” Jika terbesit tanya seperti itu di dalam benak Anda, maka Anda wajib membaca 9 hal di bawah ini. Bahaya pembengkakan jantung : • Beberapa organ lain satu per satu akan merasakan sakit • Pembengkakan jantung bisa sembuh untuk bernafas • Dada akan merasa panas • Nafsu makan akan menurun seiringnya waktu berjalan • Selalu merasa sakit setelah melakukan aktivitas apapun • Batuk yang terus menerus, tak kunjung henti • Gagal jantung • Pembekuan atau pengumpalan darah • Serangan jantung, hingga mati mendadak Cukup seram, bukan?

Maka dari itu kondisi kardiomegali harus cepat diobati. Mari lakukan hal-hal di bawah ini: • Berhenti merokok, resiko merokok jells tertulis di bungkus rokok itu sendiri. • Hindari alcohol : Alkohol dapat memengaruhi detak jantung, sehingga memperparah jantung bengkak.

pembengkakan jantung bisa sembuh

• Batasi asupan garam : Mengonsumsi garam terlalu banyak dapat mengakibatkan gagal jantung. Kandungan garam yang disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita kardiomegali tidak lebih dari 1500 mg per hari • Batasi asupan cairan : Disarankan batasi cairan hingga maksimal 1,5 liter/hari agar tidak mengalami sesak nafas jika terlalu banyak mengonsumsi cairan. (Bisa juga dengan rekomendasi dokter ahli sesuai kondisi pasien) • Batasi asupan kolesterol • Jaga pola makan yang bergizi seimbang : Untuk mempercepat proses penyembuhan Perbanyak makan-makanan berserat : Konsumsi sekitar 25-35 gram serat per hari untuk membantu proses pencernaan, mengendalikan kadar gula darah, serta mengurangi kolesterol dalam darah.

• Perbanyak waktu istirahat dan tidur : Untuk mempercepat proses penyembuhan • Lakukan olahraga teratur dan sesuai fisik : Untuk mempercepat proses penyembuhan. Anda bisa konsultasi ke dokter jenis olahraga apa yang cocok untuk penderita jantung bengkak. • Hindari kegemukan : Berat badan berlebih dapat memperburuk kondisi jantung, maka jaga berat badan agar tetap ideal. Meski proses pemulihan penyakit kardiomegali terlihat mudah seperti yang telah dipaparkan di atas dan dapat membaik seiring berjalan waktu, faktanya ada banyak penderita lainnya yang butuh pengobatan seumur hidup untuk proses penyembuhannya.

Oleh sebab itu, untuk menunjang kesehatan fisik penderita kardiomegali, ada baiknya penderita menjalani diet garam rendah dan mengonsumsi beberapa makanan yang mengandung sedikit garam seperti di bawah ini : • Mentimun, ukuran 60 gram mengandung sekitar 1 mg garam • Terung mentah, ukuran 125 gram mengandung sekitar 2 mg garam • Buah Alpukat, setengahnya mengandung sekitar 10 mg garam • Daun selada, selembar daun mengandung sekitar 2 mg garam • Apel, jeruk, pisang, masing-masing mengandung sekitar 1 mg garam • Anggur, 125 gram mengandung sekitar 2 mg garam • Nasi, satu porsi nasi mengandung sekitar 4 mg garam • Kacang-kacangan, jamur, bawang bombay, kentang, lobak, bayam, ubi, tomat mentah, kurma, kismis, strowberi, semangka, dan buah persik.

Demikianlah pembahasan mengenai bahaya pembengkakan jantung. Meski sudah ada beberapa pemaparan mengenai proses penyembuhan bagi penderita penyakit kardiomegali, konsultasi ke dokter ahli tetap menjadi pilihan utama untuk mendapatkan pemeriksaan jantung lebih lanjut dan penanganan yang tepat.Pertanyaan ini mungkin sering muncul di pikiran anda, terutama bagi anda penderita penyakit jantung bengkak dan juga para kerabat dari pederita. Anda mungkin bertanya-tanya apakah pembengkakan pada jantung anda bisa disembuhkan dan jantung anda akan kembali seperti semula dan tidak akan membengkak lagi?

Sebelum membahas pertanyaan tersebut ada baiknya untuk membahas apa sebenarnya jantung bengkak itu? Penyakit jantung bengkak pembengkakan jantung bisa sembuh keadaan dimana ukuran jantung lebih besar daripada ukuran jantung pada umumnya. Penyebabnya pun beragam, namun penyakit jantung bengkak pada umumnya merupakan keadaan yang timbul dari komplikasai penyakit kardiovaskular lain dalam tubuh dan jantung seperti tekanan darah tinggi dan juga penyakit katup jantung.

Keadaan ini juga dapat disebabkan oleh terjadinya pelonggaran otot jantung dan juga terjadinya penebalan pada otot jantung. Mengingat fungsi dari organ vital bernama jantung memang sangatlah penting, organ ini merupakan salah satu pembengkakan jantung bisa sembuh penopang hidup manusia.

Penyakit-penyakit jantung yang muncul pada jantung memang sangat beriko dan mengancam nyawa para penderitanya. Tak heran penyakit jantung merupakan penyakit pembunuh nomor satu di dunia.

Penanganan dan pengobatan sebaiknya segera dilakukan setelah terdiagnosis penyakit jantung termasuk penyakit jantung bengkak. Pada sebagian kasus penyakit jantung bengkak, ukuran jantung dapat kembali seperti sedia kala, namun pada beberapa kasus yang lain ukuran jantung hanya bisa diperkecil namun tak sampai seperti semula. Lalu seperti apakah pengobatan penyakit jantung bengkak untuk mendapatkan hasil tersebut? Mengetahui fakta bahwa mungkin saja jantung anda tidak bisa kembali seperti semula, tetap tenang karena saat sembuh and akan tetap bisa hidup normal seperti yang lainnya.pengobatan biasanya akan dilakukan sesuai dengan penyebab tejadinya pembengkakan pada jantung anda.

Sebagai contoh, apabila pembengkakan jantung anda disebabkan oleh hipertensi, maka pengobatan akan dimulai dari pengontrolan tekanan darah anda agar tetap stabil. Beberapa prosedur pengobatan sebagai berikut: 1.

Obat-obatan herbal Berikut adalah bahan-bahan herbal yang dapat anda jadikan sebagai obat jantung bengkak anda: • Bawang putih Kandungan anti bakteri, anti jamur, dan pembengkakan jantung bisa sembuh anti kanker pada bawang putih merupakan alasan mengapa bawang putih dapat anda jadikan obat herbal jantung bengkak. Anda dapat mengolanya dengan mencampurkan kedalam makanan atau sesuai dengan selera anda.

• Mengkudu+madu Mengkudu mengandung antiokisidan yang sangat tinggi, selain itu mengkudu juga sangat baik untuk megurangi pembengkakan dan peradangan. Oleh karena itu buah mengkudu dapat anda jadikan alternatif untuk pengobatan jantung bengkak anda. Anda dapat mengolahnya dengan cara menjadikan mengkudu sebagai jus, tambahkan madu untuk menambahkan rasa manis dan juga manfaat madu yng lain.

• Terong ungu Siapa sangka sayuran yang satu ini dapat dijadikan obat jantung bengkak. Terong ungu mengandung kalium dan asam folat yang dapat mengurangi kadar kolesterol pembengkakan jantung bisa sembuh tubuh anda.

Pengolahannya pun mudah, anda dapat menumis terong ungu sperti sayuran yang lainnya. Hindari memasak terlalu lama, hindari juga penambahan penyedap rasa dan juga garam bagi anda penderita hipertensi ataupun anda yang memiliki riwayat penyakit hipertensi.

pembengkakan jantung bisa sembuh

2. Obat-obatan medis Obat-obat berikut sering diberikan oleh dokter kepada psien penderita jantung bengkak yang disebakan oleh adanya gangguan pada otot jatung: • Diuretik, merupakan obat yang berfungsi untuk membantu tubuh mengeluarkan air dan natrium yang tertahan karena pada beberapa kasus tumpukan natrium dan air ini juga bisa menyebabkan jantung membengkak.

• Antikoagulan, merupakan obat yang berfungsi untuk menurunkan risiko penggumpalan darah di pembuluh darah sehingga mencegah serangan jantung dan juga stroke. • Antiaritmia, merupakan obat yang berfungsi untuk menjaga detak jantung untuk tetap normal. • Beta bloker, merupakan obat untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi jantung.

3. Tindakan medis atau operasi Tindakan medis ataupun operasi hanya akan dilakukan apabila pembengkakan pada jantung memang sudah parah dan tidak bisa lagi dikendalikan dengan obat-obatan.

pembengkakan jantung bisa sembuh

Tindakan yang akan dilakukan pun tetap berdasar pada penyebab terjadinya pembengkakan. Berikut adalah beberapa tindakan tersebut: • Operasi katup jantung Operasi ini dilakukan apabila penyebab bengkaknya jantung adalah adanya kelainan atau masalah pada katup jantung anda.

Dengan prosedur pembedahan ini dokter akan memperbaiki kelainan yang ada pada katup jantung anda. • Operasi bypass Operasi ini akan dilakukan apabila pembengkakan jantung bisa sembuh jantung anda disebabkan oleh adanya komplikasi dari penyakit jantung koroner. • Transplantasi jantung Langkah terakhir yang akan dilakukan pada penderita jantng bengkak yang sudah telalu parah adalah transplantasi jantung atau pencangkokan jantung baru untuk mengganti jantung anda yang bengkak.

4. Menjalani pola hidup sehat Selain melakukan tindakan medis berupa pengonsumsian obat hingga melakukan prosedur operasi. Perlu anda ketahui bahwa pola hidup yang sehat juga perlu anda lakukan untuk memulihkan kesehatan jantung anda.

Pola hidup sehat dapat diterapkan dengan beristirahat yang cukup, makan makanan sehat dan rendah kolesterol, dan juga olahraga secara teratur. Anda juga dianjurkan untuk menghindari makanan yang terlalu asin, kurangilah konsumsi garam harian anda. Selain itu perbanyak makan makanan tinggi serat dan juga buah. Usahakan juga untuk selalu mengecek dan mengontrol kadar gula darah dan juga tekanan darah anda.
Berbagai masalah pada jantung, seperti melemahnya otot jantung, penyumbatan pada arteri jantung, atau gangguan pada katup jantung dapat menyebabkan kondisi kardiomegali.

Kardiomegali sendiri mengacu pada pembengkakan jantung yang bisa terlihat melalui tes pencitraan. Lantas, obat apa saja yang biasanya dokter rekomendasikan untuk mengobati jantung bengkak? Daftar obat untuk mengobati pembengkakan jantung bisa sembuh bengkak Kardiomegali sebenarnya bukan penyakit jantung, melainkan kondisi yang terjadi akibat adanya masalah kesehatan tertentu yang berkaitan dengan kesehatan jantung.

Seseorang yang mengalami jantung bengkak, biasanya akan menunjukkan gejala sesak napas, denyut jantung tidak beraturan ( pembengkakan jantung bisa sembuh, dan edema (pembengkakan) pada bagian tubuh. Tanpa perawatan, kondisi ini bisa menyebabkan penggumpalan darah, gagal jantung, dan henti jantung. Oleh sebab itulah, orang yang mengalami jantung bengkak perlu mendapat perawatan segera. Dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi kardiomegali sebagai perawatan pertama.

Nah, beberapa jenis obat untuk jantung bengkak yang biasanya dokter rekomendasikan, antara lain: 1. Obat diuretik Jenis obat diuretik atau pil air adalah obat untuk menghilangkan kelebihan cairan dan natrium dari tubuh. Obat ini biasanya dokter resepkan untuk mengobati orang dengan hipertensi atau edema. Contoh obat diuretik yang umumnya dokter berikan untuk pasien kardiomegali adalah furosemide, bumetanide, bendroflumethiazide, dan indapamide.

Pil air ini bekerja dengan cepat, sehingga bisa membuat Anda berulang kali buang air kecil. Kondisi ini membuat Anda bisa kehilangan banyak cairan ( dehidrasi) sehingga kadang menyebabkan kepala pusing saat berdiri ( hipotensi postural). Di samping itu, efek samping dari obat untuk jantung bengkak ini yang mungkin terjadi adalah peningkatan kadar gula darah dan memicu asam urat. Ini terjadi karena obat diuretik tertentu bisa menyebabkan penumpukan asam urat dalam darah, sehingga menimbulkan nyeri pada sendi.

pembengkakan jantung bisa sembuh

Jika Anda memiliki penyakit asam urat atau diabetes dan harus minum obat diuretik ini, dokter akan meresepkan obat allopurinol dan obat diabetes tambahan agar tekana darah tetap stabil.

2. ACE inhibitor Obat ACE inhibitor umum digunakan sebagai obat untuk hipertensi dan masalah jantung, termasuk jantung bengkak. Fungsi obat ACE inhibitor yakni mengendurkan pembuluh darah dan arteri agar tekanan darah menurun. Obat ini bekerja dengan mencegah enzim dalam tubuh memproduksi angiotensin II, zat yang mempersempit pembuluh darah Anda. Penyempitan ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan memaksa jantung Anda bekerja lebih keras. Beberapa contoh obat ACE inhibitor yang biasanya dokter resepkan adalah benazepril, kaptopril, enalapril, fosinopril, atau trandolapril.

Efek samping dari obat ini kelelahan, pusing karena tekanan darah rendah, batuk kering, sakit kepala, peningkatan kadar kalium dalam darah, dan berkurang kemampuan indera pengecap. 3. Antikoagulan Obat antikoagulan adalah obat untuk mencegah penggumpalan darah. Gumpalan darah memang berguna untuk menghentikan luka. Akan tetapi, adanya gumpalan darah dalam pembuluh darah bisa menyumbat aliran darah. Sebutan lain untuk obat bengkak jantung ini adalah obat pengencer darah, meski sebenarnya obat tidak membuat darah jadi encer.

Contoh obat antikoagulan yang paling sering dokter resepkan adalah warfarin, rivaroxaban, heparin, dabigatran, apixaban, dan edoxaban. Sama seperti obat lainnya, obat pengencer darah ini bisa menimbulkan efek samping, seperti memar, adanya darah pada urin atau feses, gusi berdarah, mimisan, dan perdarahan lainnya.

4. Angiotensin receptor blockers (ARB) Obat angiotensin receptor blockers adalah obat untuk pasien hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal kronis. Beberapa contoh obat golongan ARB adalah valsartan, losartan dan candesartan, serta obat lain yang memiliki akhiran ‘sartan’. Cara kerja obat ini yaitu memblokir reseptor AT1 pada jantung, pembuluh darah, dan ginjal untuk menurunkan tekanan darah.

Sifat dari obatv ARB dan obat ACE inhibitor cukup mirip, sehingga obatnya sering dokter resepkan secara bergantian. Jadi, Anda tidak boleh menggunakan kedua obatnya bersamaan karena bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan kadar kalium yang tinggi. Penggunaan obat ARB mungkin bisa menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, tubuh kelelahan, dan sakit kepala.

5. Obat antiaritmia Pasien jantung bengkak sering kali mengalami aritmia, sehingga dokter biasanya meresepkan obat antiaritmia.

Penggunaan obat bertujuan untuk menghentikan ritme jantung abnormal, mencegahnya kembali terjadi, atau memperlambat detak jantung yang terlalu cepat. Menurut situs Cleveland Clinic, contoh obat antiaritmia yang biasanya dokter resepkan adalah amiodarone, flecainide, propafenone, sotalol, dan dofetilide.

Selama menggunakan obat ini, Anda mungkin merasakan efek samping, seperti tubuh lesu, kulit jadi lebih sensitif dengan sinar matahari, dan fungsi tiroid akan terganggu.

6. Beta blocker Obat beta blocker adalah agen penghambat beta-adrenergik, yakni memblokir efek hormon epinerfin atau adrenalin. Tujuan penggunaan obat ini adalah menurunkan tekanan darah, membuka pembuluh dan arteri agar aliran darah meningkat. Pada orang dengan jantung bengkak, obat ini bisa mengatasi denyut jantung yang tidak beraturan. Contoh obat beta bloker yang biasanya dokter resepkan adalah acebutolol, atenolol, bisoprolol, metoprolol, nadolol, nebivolol, dan propranolol.

Efek samping dari obat beta blocker adalah kelelahan, berat badan bertambah, sesak napas, tangan dan kaki terasa dingin, susah tidur, dan suasana hati tidak stabil. Penderita asma biasanya tidak dokter resepkan obat ini karena bisa memperparah gejala. Sementara pada penderita diabetes, tekanan darah bisa menurun sehingga mereka sangat perlu memeriksa gula darah secara teratur ketika menggunakan obat ini. Obat untuk jantung bengkak ini bisa meningkatkan trigliserida, pembengkakan jantung bisa sembuh menurunkan kolesterol baik.

Akan tetapi, efek ini hanya bersifat sementara. Pembengkakan jantung bisa sembuh yang mengalami jantung bengkak bisa sembuh dari kondisi ini. Akan tetapi, bisa juga memilikinya seumur hidup. Ini bergantung dengan penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, baik ketika Anda ingin memulai atau berhenti menggunakan obat, selalu konsultasikan ke dokter.

pembengkakan jantung bisa sembuh

Enlarged heart. (2020, January 16). Mayo Clinic. Retrieved March 24, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-heart/symptoms-causes/syc-20355436. British Heart Foundation. Drug cabinet: Diuretics. Retrieved March 24, 2021, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/drug-cabinet/diuretics. What you should know about beta blockers.

(2019, August 16). Mayo Clinic. Retrieved March 24, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/beta-blockers/art-20044522.

British Heart Foundation. Angiotensin receptor blockers (arbs). Retrieved March 25, 2021, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/drug-cabinet/arbs.

Nhs choices. National Health Service. Retrieved March 24, 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/anticoagulants/. British Heart Foundation. (2021, November 03). Drug cabinet: ANTI-ARRHYTHMICS. Retrieved March 24, 2021, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/drug-cabinet/anti-arrhythmics. Arrythmia medications. Cleveland Clinic.

pembengkakan jantung bisa sembuh

Retrieved March 24, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/16750-common-medications-for-arrhythmias. What do ace inhibitors do for heart health? (2019, August 20). Retrieved March 24, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/ace-inhibitors/art-20047480.

3. Jenis Buah Yang Baik Untuk Mengatasi Jantung Bengkak




2022 www.videocon.com