Mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

Blog yang Membahas Asal Usul, Kisah, Sejarah Kerajaan, dan Rahasia Dunia yang Masih Banyak Tersembunyi. • Home • Asal Usul • Nenek Moyang • Merah Delima • Nyi Roro Kidul • Sejarah • Majapahit • Tarumanegara • Hindu • Seni Tari • Tari Saman • Tari Piring • Serampang 12 • Humor Ngeres • Humor Ngeres 1 • Humor Ngeres 2 • Humor Ngeres 3 • Misteri • Pocong • Dajjal • Mati Suri • Islam • Nabi Adam • Muhammad • Nabi Musa Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang telah ditemukan seperti prasasti, berita dari China, dan benda-benda peninggalan lainnya, beberapa ahli telah memperkirakan tentang bagaimana sejarah kerajaan tarumanegara di masa lalu, mulai dari sistem pemerintahan, kehidupan politik, kehidupan sosial-budaya, kehidupan ekonomi, dan keagamaannya.

Nah, berikut ini, kita akan membahas sejarah Kerajaan Tarumanegara tersebut secara lebih detail sesuai dengan pendapat para ahli. Sistem Pemerintahan mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju Kehidupan Politik Berdasarkan pesan yang tersurat pada Prasasti Tugu dan beberapa prasasti lain, diketahui bahwa Raja Purnawarman adalah raja besar yang dinyatakan cukup berhasil dalam kepemimpinannya.

Ya, Prasasti Tugu menyatakan bahwa raja Purnawarman telah membangun sebuah sungai untuk irigasi dan pencegahan banjir itu tentu mencerminkan raja Kerajaan Tarumanegara satu ini sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.

Sistem pemerintahan dan kehidupan politik Kerajaan Tarumanegara juga diceritakan dalam Prasasti Pasir Muara. Dalam Prasasti tersebut diketahui bahwa pada tahun 536 M telah terjadi pengembalian pemerintahan dari Tarumanegara ke Kerajaan Sunda. Di tahun tersebut, raja kerajaan Tarumanegara yang berkuasa adalah Suryawarman (raja ke-7). Untuk mengetahui bagaimana sistem pemerintahan Kerajaan Tarumanegara secara lebih detail, Anda bisa mengunjungi link ini.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Tarumanegara Kehidupan ekonomi Kerajaan Tarumanegara diketahui dari adanya sumber sejarah, baik yang berupa prasasti atau dari berita-berita Cina.

Berdasarkan Prasasti Tugu yang menceritakan pembangunan Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman misalnya, diperoleh gambaran bahwa masyarakat kerajaan Tarumanegara mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama. Gambaran pendapat sejarah Kerajaan Tarumanegara dalam kehidupan ekonomi tersebut diperkuat pula oleh berita dari Fa-Hien.

Pedagang China tersebut menyebut dalam buku catatannya jika dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, masyarakat Kerajaan Tarumanegara bekerja sebagai petani, peternak, dan pemburu binatang. Selain itu, perdagangan juga menjadi sektor penting dalam kehidupan ekonomi Kerajaan Tarumanegara. Perdagangan cula badak, perak, dan kulit penyu telah dilakukan pada masa itu.

Kehidupan Sosial, Budaya, dan Keagamaan Terkait dengan kehidupan sosial, masuknya pengaruh agama dan kebudayaan Hindu telah memegang penting dalam sejarah kerajaan Tarumanegara. Pengaruh itu antara lain dikenalnya sistem dewa-dewi, mitologi, bahasa dan sastra, serta upacara-upacara keagamaan. Salah satu bukti pengaruh ini bisa kita temukan pada isi prasasti Kebon Kopi I. Dalam prasasti ini dua kaki gajah Airwata terpahat dengan sangat jelas.

Gajah Airwata sendiri dalam mitologi Hindu dikenal sebagai gajah tunggangan Batara Indra. Nama gajah ini dalam prasasti tersebut juga telah dijadikan sebagai nama gajah perang milik Raja Purnawarman. Demikianlah sedikit pemaparan mengenai sistem pemerintahan, kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan Kerajaan Tarumanegara. Semoga bisa memberi sedikit gambaran mengenai sejarah kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Hindu pertama di Pulau Jawa.

Kehidupan sosial budaya kerajaan tarumanegara sangat mapan jika ditinjau dari tahun pemerintahannya. Terutama saat masa kepemimpinan Raja Purnawarman. Setiap rakyatnya memiliki hak sama dalam memilih agama untuk dianut. Walaupun pada saat itu, Hindu adalah agama yang banyak dianut sekaligus pelopor berdirinya kerajaan, namun budaya toleransi tetap dijunjung tinggi tanpa menindas ataupun membeda-bedakan perlakuannya.

Oleh karena itulah masyarakat budha dan penganut animisme dapat hidup berdampingan dengan damai. Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Kerajaan TarumanegaraMenurut informasi dari cosmogirl.co.id Kehidupan sosial budaya kerajaan tarumanegara mengalami mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju kejayaannya saat Purnawarman sebagai raja. Kepeduliannya terhadap rakyatnya menjadi gambaran kelembutannya sebagai pemimpin.

Sistem politik yang dianut juga mapan dan terstuktur dengan baik dalam pengaturan kebijakan terhadap masyarakat. Luas daerah kekuasaan yang besar kemudian melahirkan sebuah Undang-Undang. Keberadaan hukum tertulis ini menjadi referensi pengaturan perang dan strateginya. Untuk itulah semua kegiatan menjadi lebih teratur dan terarah dengan baik. Sedangkan mengenai kehidupan budayanya sudah terlihat mapan dan maju. Dibuktikan dengan penemuan prasasti yang yang mengandung pesan tertulis dengan gaya tulisan dan bahasa yang bagus.

Ini membuktikan bahwa pada masa itu, kebudayaan mengenal huruf dan menulis sudah banyak dikenalkan kepada rakyatnya. Sehingga, secara tidak langsung bisa dikatakan bahwa kemungkinan besar pada masa itu kemampuan literasi yang dimiliki cukup bagus. Secara ekonomi pada masa itu juga tergolong stabil. Terlebih banyak sekali inovasi yang dipelopori oleh sang raja pertama. Mulai dari penggalian sungai, hingga pengenalan sistem irigasi guna memperbaiki hasil pertanian di wilayahnya.

Selain itu juga unggul dalam transaksi maritim, sehingga semua kebutuhan perekonomian rakyatnya berjalan teratur tanpa kekurangan. Berbagai keunggulan sistem pemerintahan Kerajaan Tarumanegara, menjadi bukti kebesarannya. Walaupun pada akhirnya mengalami masa pahit yang berujung keruntuhan pemerintahan pada raja ke 12. Namun, secara garis besar sistem yang dianut dan diciptakan sudah cukup mapan dengan kondisi politik, ekonomi, sosial budaya yang berlaku pada abad ke 4.

Dibandingkan dengan saat ini, justru lebih stabil pada masa pemerintahan kerajaan. Terbukti dari berbagai catatan yang tertulis pada prasasti yang ditemukan. Bahwa kehidupan pada masa itu benar-benar mengalami banyak sekali suka cita. Tidak heran jika bisa bertahan hingga kepemimpinan pada garis ke 12, walaupun kemudian harus menemui kehancurannya.

Paling tidak kejayaan yang pernah dialami memberikan kemegahan sejarah yang dikenang orang banyak. Kehidupan sosial budaya kerajaan tarumanegara tercermin begitu tentram, damai, serta teratur. Toleransi dan kasih sayang antar sesama rakyat juga begitu kental. Sang raja begitu memikirkan tentang kesejahteraan rakyatnya. Sehingga terus membuat inovasi terbaik untuk diwariskannya. Budaya gotong royong, kemanusiaan, hingga literasinya sangat mapan dan cukup stabil.

Hingga pada suatu masa, kerajaan ini mencapai masa terpuruknya hingga hancur tanpa sisa.
Jelaskan bagaimana kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya dan agama Kerajaan Tarumanegara? Mungkin pertanyaan tersebut masih menjadi tanda tanya di benak kalian. Nah untuk itu, mari kita sama-sama mempelajari kehidupan masyarakat di Kerajaan Tarumanegara mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju lengkap di berbagai bidang berdasarkan sumber peninggalan dan catatan sejarah yang berhasil ditemukan.

Di kutip dari wikipedia, Tarumanegara adalah sebuah kerajaan yang pernah berdiri pada abad ke 4 hingga 7 masehi, tepatnya di Pulau Jawa bagian barat. Letak kerajaan Tarumanegara dapat diketahui setelah ditemukannya beberapa peninggalan sejarah berupa prasasti. Bukti sejarah berupa prasasti merupakan sumber sejarah kerajaan Tarumanegara yang amat penting untuk menguak sejarah dan kebenaran mengenai berdirinya kerajaan bercorak Hindu Siwa ini.

Sebelum kita bahas kehidupan politik kerajaan Tarumanegara, sedikit pendahuluan mengenai asal usul penamaan kerajaan ini.

Tarumanegara berasal dari dua kata, yaitu "Tarum" dan Nagara. Tarum merupakan nama sebuah sungai di Jawa Barat, yakni Citarum. Sementara "Negara" berarti sebuah kerajaan. Keberadaan kerajaan Tarumanegara dibuktikan dari penemuan kompleks percandian Batujaya dan Cibuaya di muara Sungai Citarum.

Salah satu sumber sejarah yang mengungkap bagaimana kehidupan politik di kerajaan Tarumanegara adalah Naskah Wangsakerta. Di dalam naskah ini memuat nama raja-raja Tarumanegara yang jumlahnya dari berdiri hingga runtuh mencapai 12 raja. Memang belum ada bukti yang menyebutkan siapa pendiri kerajaan Tarumanegara, namun pada naskah Wangsakerta disebutkan bahwa raja pertama Tarumanegara bernama Jayasingawarman, namun banyak para pakar meragukan isi naskah tersebut.

Menurut naskah Wangsakerta, kerajaan Tarumanegara didirikan pada tahun 258 masehi oleh Jayasingawarman. Raja pertama ini kemudian digantikan oleh puteranya bernama Dharmayawarman. Ia memerintah dari tahun 382 hingga 395 masehi. Makam Jayasingawarman dipusarkan di tepi kali Gomati, sementara Dharmayawarman di tepi kali Candrabaga. • Jayasingawarman : tahun 358 hingga 382 masehi.

• Dharmayawarman : tahun 382 hingga 395 masehi. • Purnawarman : tahun 395 hingga 434 masehi. • Wisnuwardana : tahun 434 hingga 455 masehi. • Indrawarman : tahun 455 hingga 515 masehi. • Candrawarman : tahun 515 hingga 535 masehi. • Suryawarman : tahun 535 hingga 561 masehi. • Kertawarman : tahun 561 hingga 628 masehi. • Sudhawarman : tahun 628 hingga 635 masehi. • Hariwangsawarman : tahun 639 hingga 640 masehi. • Nagajayawarman : tahun 640 hingga 666 masehi. • Linggawarman : tahun 666 hingga 669 masehi.

Kehidupan ekonomi masyarakat kerajaan Tarumanegara mengandalkan pertanian dan perdagangan. Hal ini dibuktikan dari isi Prasasti Tugu mengenai penggalian sungai Candrabaga dan Gomati. Penggalian kedua sungai ini merupakan bukti bahwasanya selain untuk menghindari banjir, tujuannya juga digunakan untuk kegiatan irigasi-irigasi pertanian.

Maka dapat kita analisis bahwa kehidupan ekonomi kerajaan Tarumanegara mengandalkan pertanian. Gambaran bagaimana kehidupan ekonomi di kerajaan Tarumanegara dapat diketahui juga dari catatan Fa-Hien (pedagang Tiongkok). Dalam catatannya disebutkan bahwa masyarakat di kerajaan Tarumanegara memiliki mata pencaharian sebagai petani, peternak, pemburu binatang dan pedagang.

Beberapa komoditas perdagangan di kerajaan ini seperti perak, kulit penyu, dan cula badak. Kehidupan Sosial Budaya Kerajaan Tarumanegara Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu beraliran Wisnu.

Masuknya pengaruh India di dalam kehidupan masyarakat kerajaan Tarumanegara mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju merubah kehidupan sosial yang kemudian mengenal kebudayaan Hindu. Beberapa contoh pengaruhnya seperti mengenal bahasa, sastra, sistem dewa dewi, upacara keagamaan dan mitologi. Masuknya pengaruh dari India kemudian menyebabkan perkembangan kebudayaan masyarakat Tarumanegara.

Sebagai contoh, di bidang sastra masyarakat mulai mengenal syair. Hal ini dibuktikan dari beberapa prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara berbentuk syair, dengan menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Seperti yang sudah disinggung diatas, Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu bercorak Wisnu.

Artinya mayoritas masyarakat di kerajaan Tarumanegara beragama Hindu, namun ada juga yang beragama Buddha dan kepercayaan animisme. Dasar dari pendapat tersebut yaitu Berita Fa Hien dalam bukunya berjudul Fa Kao Chi.

Demikian pembahasan mengenai Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama Kerajaan Tarumanegara. Dengan membaca pembahasan diatas, diharapkan kalian telah mengetahui kehidupan masyarakat kerajaan Tarumanegara di berbagai bidang. Kurang lebih kami mohon maaf, baca juga artikel informatif dan menarik lainnya Terimakasih.

mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

• Home • Tentang Kami • Pengertian • artikel ekonomi • Artikel Biologi • Pendidikan kewarganegaraan ( PKN ) • Artikel Agama • sejarah • Bahasa Indonesia • Artikel Sosiologi • Artikel Seni • Kontak Kami • Privacy Policy • Covid-19 Home » sejarah » Kerajaan Tarumanegara » Sejarah Kerajaan Tarumanegara & Kehidupan Ekonomi, Sosial, Budaya Sejarah Kerajaan Tarumanegara & Kehidupan Ekonomi, Sosial, Budaya-Hai.mengingat kembali akan sejarah kerajana tarumanegara & kehidupan masyarakatnya dibidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Sejarah Kerajaan Tarumanegara hampir bersamaan waktu dengan perkembangan Kerajaan Kutai, kira-kira abad ke-5 Masehi di Jawa Barat telah berdiri kerajaan yang bernama Tarumanegara.

Bukti adanya kerajaan Tarumanegara dapat diketahui penemuan tujuah prasati daerah bogor, yaitu prasasti Ciaruteun, Prasasti kebon kopi, prasasti jambu, prasasti pasir awi, prasasti jambu, Prasasti Muara Cianten. Artikel Terkait: Sejarah Kerajaan Tarumanegara & Kehidupan Ekonomi, Sosial, Budaya Di antara Prasasti yang telah ditemukan dan berita dari Cina tentang Kerajaan Tarumanegara antara lain menjelaskan sebagai berikut… • Prasasti Ciaruteun, menyebutkan nama Tarumanegara, Raja Purnawarman dan lukisan sepasang kaki yang dianggap sama dengan telapak kaki Dewa Wisnu.

• Prasasti Tugu, menyatakan bahwa Raja Purnawarman memerintahkan menggali saluran air sepanjang 6.112 tombak (11 km) yang diberi nama dengan Sungai Gomati. Pekerjaan pembuatan Sungai Gomati itu dilakukan pada pemerintahan ke-22 Raja Purnawarman dan selesai dalam 21 hari.

mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

Prasasti Tugu juga menyebutkan adanya penggalian Sungai Candrabhaga atau Sungai Bekasi sekarang (menurut penafsiran Prof. Dr. Purbacaraka). • Prasastu Kebun Kopi, ditemukan di Kampung Muara Hilir, Kecamatan Cibungbulang.

Di Situ tergambar dua bekas tapak kaki gajah yang diidentikkan dengan gajah Airrawata (milik Dewa Wisnu). • Prasasti Jambu, ditemukan di Bukit Koleangkap (30 km sebelah barat Bogor). Isinya mengagungkan dan menyanjung keperkasaan Raja Purnawarman baik dalam pemerintahan maupun dalam peperangan.

• Salah satu berita dari Cina menyatakan bahwa pada tahn 528-535 Masehi dan 666-669 Masehi negara Tol-lo-mo (Tarumanegara) mengirimkan utusan ke Negeri Cina. Berdasarkan berita dan cerita dari Cina tersebut diambil kesimpulan sebagai berikut… • Kerajaan Tarumanegara lebih muda usianya daripada Kerajaan Kutai dan sama-sama mendapat pengaruh Hindu • Raja Purnawarman memerintah Tarumanegara kurang lebih selama 22 tahun • Raja Purnawarman disamakan dengan Wisnu.

Pemujaan tapan kaki di India merupakan hal yang lazim terutama kaki Wisnu. Jadi, agama yang berpengaruhi di Tarumanegara juga agama Hindu atau Wisnu. • Wilayah Tol-lo-mo yang dimaksud ialah Tarumanegara. Dengan mengirim utusan dari To-lo-mo ke Cina, berarti Tarumanegara sudah berhubungan dengan Cina.

• Pembuatan Sunga Candrabhaga dan Sungai Gomati di wilayah Tarumanegara menunjukkan bahwa sistem pengairan sudah teratur. embuatan sungai tersebut kemungkinan bertujuan untuk mengairi sawah dan mencegah bahaya banjir.

• Masyarakat Tarumanegara selain hidup dari bercocok tanam sebagian juga hidup dari perdagangan. Barang-barang yang mereka perdagangkan, antara lain gading gajah, cula badak, dan kulit penyu. Sepeninggal Raja Purnawarman tidak diketahui siapa raja penggantinya karena tidak ada sumber prasasti menerangkan keadaan Kerajaan Tarumanegara selanjutnya.

mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

Pada tahun 669 Masehi tidak ada kabar beritanya lagi tentang Tarumanegara. Kemungkinan Kerajaan Tarumanegara hancur akibat serangan Kerajaan Sriwijaya dari Sumatera.

Daftar Isi • 1 Kehidupan Masyarakat Kerajaan Tarumanegara • 1.1 1. Bidang Ekonomi • 1.2 2. Bidang Sosial • 1.3 3.

Bidang Budaya Kehidupan Masyarakat Kerajaan Tarumanegara Dalam sejarahnya terdapat hal yang dapat dipelajari dalam kehidupan masyarakat kerajaan tarumanegara baik dalam hal bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Adapun penjelasan dari berbagai bidang kehidupan masyarakat kerajaan tarumanegara adalah: 1. Bidang Ekonomi Berdasarkan Prasasti Tugu disebutkan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat Kerajaan Tarumanegara yang utama adalah pertanian. Penggalian Sungai Gomati merupakan bukti bahwa pada saat itu irigasi sudah sangat diperhatikan oleh raja karena pertanian merupakan penopang utama kehidupan ekonomi masyarakat Kerajaan Tarumanegara.

2.

mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

Bidang Sosial Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Tarumanegara terpengaruh oleh kebudayaan Hindu. Meskipun begitu, kehidupan masyarakatnya tetap lebih banyak menggunakan sistem sosial kemasyarakatan warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

3. Bidang Budaya Berdasarkan sumber prasasti yang ditemukan menunjukkan bahwa kebudayaan masyarakat Tarumanegara cukup maju. Di bidang sastra, masyarakatnya telah mengenal syair karena isi dari prasasti yang ditemukan berbentuk syair. Bahasa yang dipakai pada saat itu mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju bahasa sanskerta dengan huruf Pallawa.

Selanjutnya bidang seni pahat, dari arca yang ditemukan, yaitu berupa Arca Wisnu dari Cibuaya memperlihatkan adanya persamaan dengan arca-arca yang ditemukan di Semenanjung Melayu, Siam dan Kampuchea. Baca Juga: • Peninggalan Sejarah Kerajaan Sriwijaya • Peninggalan Sejarah Kerajaan Kutai • Mengenal Sejarah Kerajaan Singasari • Sejarah Indonesia: Sejarah Kerajaan Kediri • Sejarah: Sejarah Kerajaan Singasari • Sejarah: Sejarah Kerajaan Kutai • Sejarah: Sejarah Kerajaan Mataram Kuno • Peninggalan Sejarah Kerajaan Sriwijaya • Peninggalan Sejarah Kerajaan Kediri • Peninggalan Sejarah Kerajaan Majapahit • Pengaruh Tradisi Hindu Budha Bagi Masyarakat Indonesia • Tokoh Sejarah Pada Masa Hindu Budha Demikianlah informasi mengenai Sejarah Kerajaan Tarumanegara & Kehidupan Ekonomi, Sosial, Budaya.

Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua baik itu sejarah kerajaan tarumanegara, kehidupan masyarakat kerajaan tarumanegara baik itu sejarah kerajaan tarumanegara dalam kehidupan ekonomi, sejarah kerajaan tarumanegara dalam kehidupan sosial, dan sejarah kerajaan tarumanegara dalam kehidupan budaya.

Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. Referensi: Sejarah Kerajaan Tarumanegara & Kehidupan Ekonomi, Sosial, Budaya • Suparman dkk. 2002. IPS Sejarah untuk SLTP Kelas 1. Berdasarkan kurikulum 1994 Suplemen GBPP SLTP 1999. Solo: Tiga Serangkai. Hal: 8-9 dan 41-42. Recent Posts • Pengertian Kimia, Fungsi, Cabang Ilmu, Manfaat, & Kimia Menurut Para Ahli • Pengertian Kronologi, Fungsi, dan Contoh Kronologi Dalam Sejarah • Pengertian Presipitasi, Fungsi, Arti Presipitasi Menurut Para Ahli dan Kimia, Biologi • Pengertian Periodisasi, Tujuan, Komponen & Contoh Periodisasi • Pengertian Perusahaan Manufaktur, Karakteristik/Ciri, & Fungsi Perusahaan Manufaktur
Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M.

Taruma merupakan salah mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan, terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.

Kerajaan Tarumanagara bisa dikatakan kebudayaan mereka sudah tinggi. Terbukti dengan penggalian sungai untuk mencegah banjir dan sebagai saluran irigasi untuk kepentingan pertanian. Terlihat pula dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf pada prasasti yang ditemukan, menjadi bukti kebudayaan masyarakat pada saat itu tergolong sudah maju. Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran kerjaan tarumanegara, dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi.

Selain sebagai peninggalan budaya, keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan tarumanegara.

Kehidupan social kerajaan tarumanegara sudah teratur rapi, hal ini terlihat dari upaya raja purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Raja purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa.

Mengacu dari beberapa sumber yang ada dan bukti-bukti yang sudah ditemukan, terdapat dugaan bahwa untuk mata pencaharian kerajaan Tarumanegara berada di sektor peternakan, perburuan, perdagangan, perniagaan dan pertanian. Adapu berita tentang perburuan, semisal ditemukan adanya gading gajah dan cula badak yang tentunya berasal dari hasil perburuan. Kemudian untuk pertanian dan peternakan menjadi sebuah mata pencaharian, itu diketahui dari isi Prasasti tugu. Pada prasasti tersebut dikatakan bahwa untuk usaha dalam pembuatan saluran air yang sepanjang 6.122 tombak atau sama dengan 6,1 sampai 9,2 km.

Adapun pemberian kepada 1000 ekor hewan sapi untuk para brahmana yang berasal dari Raja Purnawarman, hal tersebut menunjukkan bawah peternakan merupakan salah satu pencaharian rakyat tarumanegara.

Berdasarkan dari berita Fahien yang berasal dari CIna, bahwa di Tarumanegara terdapat tiga agama yang telah dianut. Ketiga agama tersebut yaitu agama Hindu dan Agama Budha serta suatu sistem kepercayaan yang tidak begitu jelas namanya. Menurut dari Prasasti Tugu, hadiah diberikan sebanyak 1000 ekor sapi kepada para Brahman oleh Raja Purnawarman itu menunjukkan adanya suatu hubungan yang sangat erat dengan sistem kepercayaan Weda. Kemudian begitu halnya dengan yang tertuang di PRasasti Ciaruteun yang memiliki kedua telapak kaki Purnawarman yang mirip dengan kaki dewa Wisnu.

Di prasasti Jambu, Purnawarman mirip dengan Indra yang telah terkenal sebagai dewa perang sekaligus mempunyai sifat-sifat seperti dewa matahari. Kehidupan masyarakat Tarumanagara tak jauh beda dengan Kutai. Menurut sebuah prasasti, kehidupan sosialnya telah berkembang baik, terlihat dari penggalian kanal (sungai yang digali) Gomati dan Candrabhaga secara gotong-royong.

Tenaga kerja yang diperintah menggali kanal tersebut biasanya dari golongan budak dan kaum sudra. Pembangunan kanal Gomati dan Candrabaga begitu bermakna bagi perekonomian Tarumanagara. Selain sebagai sarana pencegah banjir, juga dapat dipergunakan sebagai sarana transportasi (lalu lintas) air dan perdagangan antara pedagang Tarumanagara dengan pedagang daerah lain. Hasil bumi merupakan komoditas utama.

Melalui perdagangan, masyarakat Tarumanagara dapat memperoleh barang yang tidak dihasilkan di kerajaannya. Kehidupan ekonomi Tarumanagara bertumpu pada hasil lading dan kebun.

Barang yang ditawarkan adalah beras dan kayu jati. Mayoritas rakyat Tarumanagara adalah peladang. Karena masyarakat peladang selalu berpindah-pindah tempat. Ini berbeda dengan masyarakat petani yang selalu menetap di satu tempat, misalnya di Jawa Tengah dan Timur. Kerajaan/ Tarumanegara
• Beranda • Mata Pelajaran • Daftar Mata Pelajaran • Mata Pelajaran IPA • Biologi • Fisika • Kimia • Mata Pelajaran IPS • Akuntansi • Antropologi • Ekonomi • Geografi • Sejarah • Sosiologi • IPS (SMP) • Mata Pelajaran Umum • Bahasa Indonesia • Bahasa Inggris • Kewarganegaraan • PJOK • TIK • Cerita • Cerita Rakyat • Cerita Dongeng • Zona Lucu • Cerita Lucu • Tebakan Lucu • Pidato • Kata Mutiara • Surat • Biografi • Kirim Mading Kerajaan Terumanagara merupakan kerajaan Hindu tertua ke dua setelah Kerajaan Kutai.

Kerajaan Tarumanagara atau Kerajaan Tarum merupakan kerajaan yang berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 Masehi.

mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

Kata Tarumanagara berasal dari kata Tarum dan Nagara. Tarum yang merupakan nama sungai yang membelah Jawa Barat yang sekarang bernama sungai Citarum dan kata Nagara yang diartikan sebagai negara atau kerajaan.

Nah, pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan mencoba menghadirkan penjelasan lengkap tentang sejarah kerajaan Tarumanegara dari awal berdirinya, masa kejayaanya, keruntuhan, dan kehidupan sosial budaya kerajaan Tarumanegara. Semoga bermanfaat. Check this out!!! Menurut Naskah Wangsakerta, pada abad ke-4 Masehi, pulau dan beberapa wilayah Nusantara lainnya didatangi oleh sejumlah pengungsi dari India yang mencari perlindungan akibat terjadinya peperangan besar di sana.

Para pengungsi itu umumnya berasal dari daerah Kerajaan Palawa dan Calankayana di India, pihak yang kalah dalam peperangan melawan Kerajaan Samudragupta (India). Salah satu dari rombongan pengungsi Calankayana dipimpin oleh seorang Maharesi yang bernama Jayasingawarman.

Setelah mendapatkan persetujuan dari raja yang berkuasa di barat Jawa (Dewawarman VIII, raja Salakanagara), maka Jayasingawarman membuka tempat pemukiman baru di dekat sungai Citarum. Pemukimannya oleh Jayasingawarman diberi nama Tarumadesya (desa Taruma). Sepuluh tahun kemudian desa ini banyak didatangi oleh penduduk dari desa lain, sehingga Tarumadesya menjadi besar. Akhirnya dari wilayah setingkat desa berkembang menjadi setingkat kota (Nagara).

Semakin hari, kota ini semakin menunjukan perkembangan yang pesat, karena itulah Jayasingawarman kemudian membentuk sebuah Kerajaan yang bernama Tarumanagara. BACA JUGA: • Kerajaan Sriwijaya • Kerajaan Mataram Kuno • Kerajaan Kediri Kerajaan Tarumanagara mencapai puncak kejayaannya ketika dipimpin oleh Purnawarman.

Dimasa kepemerintahan Purnawarman, luas Kerajaan Tarumanagara diperluas dengan menaklukan kerajaan-kerajaan yang berada disekitarnya. Tercatat Luas Kerajaan Tarumanagara hampir sama dengan luas daerah Jawa Barat sekarang.

Selain itu Raja Purnawarman juga menyusun pustaka yang berupa undang-undang kerjaana, peraturan angkatan perang, siasat perang serta silsilah dinasti Warman. Raja Purnawarman juga dikenal sebagai raja yang kuat dan bijak kepada rakyatnya. Raja ke-12 Tarumanagara, Linggawarman, memiliki dua orang putri.

Putri pertamanya bernama Dewi Manasih yang kemudian menikah dengan Tarusbawa dan Sobakencana yang kemudian menjadi isteri Dapunta Hyang Sri Jayanasa, pendiri Kerajaan Sriwijaya. Tangku kepemimpian Kerajaan Tarumanegara pun jatuh pada suami Manasih yaitu Tarusbawa. Pada masa kepemerintahan Tarusbawa, pusat kerajaan Tarumanagara ke kerajaanya sendiri yaitu Kerajaan Sunda (Kerajaan bawahan Tarumanagara) dan kemudian mengganti Kerajaan Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda.

Kerajaan Tarumanagara banyak meninggalkan bukti sejarah, diantaranya ditemukannya 7 buah prasati yaitu: • Prasasti Ciareteun yang ditemukan di Ciampea, Bogor. Pada prasasti tersebut terdapat ukiran laba-laba dan tapak kaki serta puisi beraksara Palawa dan berbahasa Sanskerta.

Puisi tersebut berbuyi " Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara." • Prasasti Pasri Koleangkak yang ditemukan di perkebunan Jambu.

Parsasti ini juga sering disebut sebagai Prasasti Jambu. Prasasti Jambu berisi " Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya; kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini, yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh, yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya), tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya." • Prasasti Kebonkopi yang ditemukan di kampung Muara Hilir, Cibungbulang.

Isi prasasti Kebon Kopi : yakni adanya dua kaki gajah yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawati (gajah kendaran Dewa Wisnu). Sedangkan Prasasti Jambu berisi tentang kegagahan raja Purnawarman. Bunyi prasasti itu antara lain : "gagah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin manusia yang tiada taranya, yang termasyhur Sri Purnawarman, yang memerintah di taruma dan yang baju zirahnya tak dapat ditembus oleh musuh …" • Prasasti Tugu yang ditemukan di dareah Tugu, Jakarta.

• Prasasti Pasir Awi yang ditemukan di daerah Pasir Awi, Bogor. • Prasasti Muara Cianten yang juga ditemukan di Bogor.

• Prasasti Cidanghiang atau Lebak yang ditemukan di kampung Lebak, pinggir Sungai Cidanghiang, Pandeglang-Banten. Prasasti Didanghiang berisi “Inilah tanda keperwiraan, keagungan dan keberanian yang sesungguh-sungguhnya dari raja dunia, yang mulia Purnawarman, yang menjadi panji sekalian raja”.

Selain dari prasasti, terdapat juga suber-sumber lain yang berasal dari Cina, diantarnya: • Berita dari Fa-Hien, seorang musafir Cina (pendeta Budha) yang terdampar di Yepoti (Yawadhipa/Jawa) tepatnya Tolomo (Taruma) pada tahun 414. Dalam catatannya di sebutkan rakyat Tolomo sedikit sekali memeluk Budha yang banyak di jumpainya adalah Brahmana dan Animisme.

• Berita dari Dinasti Soui yang menyatakan bahwa pada tahun 528 dan 535 datang utusan dari negeri Tolomo (Taruma) yang terletak disebelah selatan. • Berita dari Dinasti Tang Muda yang menyebutkan tahun 666 dan tahun 669 M datang utusan dari Tolomo. Selama berdirinya Kerajaan Tarumanagara dari abad ke-4 sampai abad ke-7 Masehi, kerajaan tersebut pernah dipimpin oleh 12 orang raja, diantaranya: • Jayasingawarman (358-382 M.) • Dharmayawarman (382-395 M.) • Purnawarman (395-434 M.) • Wisnuwarman (434-455 M.) • Indrawarman (455-515 M.) • Candrawarman (515-535 M.) • Suryawarman (535-561 M.) • Kertawarman (561-628 M.) • Sudhawarman (628-639 M.) • Hariwangsawarman (639-640 M.) • Nagajayawarman (640-666 M.) • Linggawarman (666-669 M.) Kehidupan perekonomian masyarakat Tarumanegara adalah pertanian dan peternakan.

Hal ini dapat diketahui dari isi Prasasti Tugu yakni tentang pembangunan atau penggalian saluran Gomati yang panjangnya 6112 tombak (12 km) selesai dikerjakan dalam waktu 21 hari. Masyarakat Kerajaan Tarumanagara juga berprofesi sebagai pedagang mengingat letaknya yang strategis berada di mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju selat sunda.

Dari segi kebudayaan sendiri, Kerajaan Tarumanagara bisa dikatakan kebudayaan mereka sudah tinggi. Terbukti dengan penggalian sungai untuk mencegah banjir dan sebagai saluran irigasi untuk kepentingan pertanian.

Terlihat pula dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf pada prasasti yang ditemukan, menjadi bukti kebudayaan masyarakat pada saat itu tergolong sudah maju. Terima kasih sudah berkenan membaca artikel tersebut di atas tentang Sejarah Kerajaan Tarumanagara. Apa bila ada dari sobat sekalian yang menemukan kesalahan baik dari segi penulisan maupun pembahasan, mohon kiranya kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan bersama. Jangan lupa like dan share ke teman-teman lainnya juga ya.

Terima kasih. • 10 Negara Terkecil di Dunia • Fakta Menarik Bitcoin • Fakta Unik Burung Kasuari • 10 Manfaat Buah Nanas yang Perlu Kamu Tahu • Kenapa Kita Menangis Saat Memotong Bawang? • 10 Manfaat Teh Hijau yang Perlu Kamu Tahu • Mengenal Lebih Dekat Ikan Lumba-lumba • 10 Manfaat Yogurt • Mengenal Panda Lebih Dekat (Deskripsi & Klasifikasi) • Tips Mempertebal Ramput secara Alami • 21 Fakta Unik Pinguin • 24 Fakta Menarik Serigala • 10 Cara Menyembuhkan Jerawat mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju Belum Banyak Diketahui • Mengenal Lebih Dekat Badak Jawa • 10 Manfaat Bawang Putih • Info Unik Lainnya… • Telapakmu, Surgaku Oleh Alya Rahma • Kamu Oleh Lenggo Arya Putri • Untukmu Sebuah Kenangan Oleh Alya Rahma • Pelita Ku Oleh Rahmi Padilla • Awal Sebuah Perasaan Oleh Ihsan A • Hujan Oleh Sitti Ramlah • Senjaku Oleh Ihsan A • (Kosong) Oleh Fikri Adhitiya • Cinta yang Terpendam Oleh Liana Kuswardhani • Mencintai Dalam Hati Oleh Deta Rosa Selviani • Narkotika Oleh Anifatul Ulya • Ketulusan yang Sia-sia Oleh Salsabila Novianti • Hilang dan Pergi Oleh Silviana Dinda • Ku Ceritakan Kau tentang Ayah Oleh Lyanna • Kawan Oleh Iwan Susanto • Puisi Keren Lainnya… Zona Siswa merupakan web pendidikan yang mencoba menghadirkan informasi dan penjelasan mengenai materi-materi pelajaran sekolah seperti: Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, Akuntansi, Antropologi, IPS, IPA, Fisika, Kimia, Biologi, Pendidikan Kewarganegaraan, PJOK, TIK.

- ZONA SISWA ~ IKUT MENCERDASKAN BANGSA.MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Guru Pendidikan – Kerajaan Tarumanegara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 m, yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang diketahui.

Dalam catatan, kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan hindu beraliran wisnu. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). Raja Jayasinghawarman berkuasa dari tahun 358-382 M. Setelah raja mencapai usia lanjut, raja mengundurkan diri mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju menjalani kehidupan kepanditaan. Sebagai pertapa, Jayasinghawarman bergelar Rajaresi.

Nama dan gelar raja menjadi Maharesi Rajadiraja Guru Jayasinghawarman. itu tadi sedikit latar belakang berdirinya Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara termasuk kerajaan tertua di Indonesia. Lalu bagaimana selengkapnya berdirinya sejarah Kerajaan Tarumanegara ? Lokasi dan wilayah kekuasaan ? Bagaimana kehidupan di Kerajaan Tarumanegara ? Siapa sajakah yang pernah menjadi raja di Tarumanegara ? Bagaimana peninggalan prasasti di Kerajaan Tarumanegara ? dan Sumber – sumber sejarahnya ?

itu semua akan dijelaskan dimakalah ini. Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara 4.3. Sebarkan ini: • Kerajaan Tarumanegara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 m, yang merupakan salah satu kerajaan tertua di nusantara yang diketahui. Dalam catatan, kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan hindu beraliran wisnu.

Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). Raja Jayasinghawarman berkuasa dari tahun 358-382 M. • Setelah raja mencapai usia lanjut, raja mengundurkan diri untuk menjalani kehidupan kepanditaan. Sebagai pertapa, Jayasinghawarman bergelar Rajaresi. Nama dan gelar raja menjadi Maharesi Rajadiraja Guru Jayasinghawarman.

Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali gomati, sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga. Maharaja Purnawarman adalah raja Kerajaan Tarumanegara yang ketiga (395-434 m). Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. • Kota itu diberi nama Sundapura pertama kalinya nama Sunda digunakan. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km).

mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana. Kerajaan Tarumanegara banyak meninggalkan Prasasti, sayangnya tidak satupun yang memakai angka tahun. • Untuk memastikan kapan Tarumanegara berdiri terpaksa para ahli berusaha mencari sumber lain. Dan usahanya tidak sia – sia. Setelahnya ke cina untuk mempelajari hubungan cina dengan Indonesia di masa lampau mereka menemukan naskah – naskah hubungan kerajaan Indonesia dengan kerajaan Cina menyebutnya Tolomo.

Menurut catatan tersebut, kerajan Tolomo mengirimkan utusan ke cina pada tahun 528 M, 538 M, 665 M, 666M. sehingga dapat di simpulkan Tarumanegara berdiri sejak sekitar abad ke V dan ke VI.

• Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Kerajaan Tarumanegara adalah Suryawarman (535 – 561 M) raja Kerajaan Tarumanegara ke-7.

Dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M), ayah Suryawarman, banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Kerajaan Tarumanegara. Ditinjau dari segi ini, maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju. • Kehadiran prasasti Purnawarman di pasir muara, yang memberitakan raja Sunda dalam tahun 536 M, merupakan gejala bahwa ibukota sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah.

Hal ini berarti, pusat pemerintahan Kerajaan Tarumanegara telah bergeser ke tempat lain. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan rajatapura atau salakanagara (kota perak), yang disebut argyre oleh ptolemeus dalam tahun 150 M. • Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII). Ketika pusat pemerintahan beralih dari rajatapura ke Tarumanegara, maka salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah.

Jayasingawarman pendiri Kerajaan Tarumanegara adalah menantu raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang maharesi dari isalankayana di India yang mengungsi ke nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan maharaja samudra Gupta dari Kerajaan Magada.

• Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur.

Dalam tahun 526 M Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota tarumangara dan kemudian menjadi panglima angkatan perang Kerajaan Tarumanegara. Perkembangan daerah timur menjadi lebih Berkembang Ketika Cicit Manikmaya Mendirikan Kerajaan Galuh Dalam Tahun 612 M. LETAK LOKASI DAN WILAYAH KEKUASAAN Kerajaan Tarumanegara Lokasi Kerajaan Tarumanegara • Berdasarkan penemuan beberapa prasasti tentang Kerajaan Tarumanegara, bahwa letak kerajaan itu di wilayah Jawa Barat,dengan pusat kerajaan terletak disekitar daerah Bogor.

Adapun wilayah kekuasaan Tarumanegara meliputi daerah Banten, Jakarta, ,sampai perbatasan Cirebon, Sehingga dapat ditafsirkan bahwa pada masa pemerintahan Raja Purnawaman wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara hampir menguasai wilayah seluruh Jawa Barat. KEHIDUPAN DI KERAJAAN TARUMANEGARA • Kehidupan Politik Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti Tugu yang menyatakan raja Purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali.

Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya, karena pembuatan kali ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat. • Kehidupan Sosial Kehidupan sosial Kerajaan Tarumanegara sudah teratur rapi, hal ini terlihat dari upaya raja Purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya.

Raja Purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa. • Kehidupan Ekonomi Prasasti tugu menyatakan bahwavraja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar nagi masyarakat, Karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar.

Juga perdagangan dengan daera-daerah di sekitarnya. Akibatnya, kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Tarumanegara sudah berjalan teratur. • Kehidupan Budaya Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran Kerajaan Tarumanegara, dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi. Selain sebagai peninggalan budaya, keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan Tarumanegara.

RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669 M, Mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya.

Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa. Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara.

Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara. Raja-raja Tarumanegara: • Jayasingawarman 358-382 M • Dharmayawarman 382-395 M • Purnawarman 395-434 M • Wisnuwarman 434-455 M • Indrawarman 455-515 M • Candrawarman 515-535 M • Suryawarman 535-561 M • Kertawarman 561-628 M • Sudhawarman 628-639 M • Hariwangsawarman 639-640 M • Nagajayawarman 640-666 M • Linggawarman 666-669 M PRASASTI-PRASASTI KERAJAAN TARUMANEGARA • Prasasti Ciaruteun Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh.

Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu: • Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju prasasti tersebut). • Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa.

Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat. • Prasasti Jambu Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor, prasasti ini juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman.

• Prasasti Kebon Kopi Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor. Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah, yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu. • Prasasti Muara Cianten Prasasti Muara Cianten, ditemukan di Bogor, tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki. • Prasasti Pasir Awi Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Leuwiliang, juga tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca.

• Prasasti Cidanghiyang Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak, ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman.

• Prasasti Tugu Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain, sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut. Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah: • Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati.

Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi. • Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari dan April.

• Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja. • SUMBER-SUMBER SEJARAH KERAJAAN TARUMANEGARA Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa tujuh buah prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten.

Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara. Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok antara lain : • Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme.

• Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan. • Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang utusaan dari To-lo-mo.

Berdasarkan tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara. Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara.

Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, meliputi hampir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor dan Cirebon. • Keruntuhan Kerajaan Tarumanegara Runtuhnya Tarumanegara belum dapat di ketahui pasti, namun kerajaan Tarumanegara masih mengirimkan utusannya ke cina sampai tahun 669 M.

setelah itu tidak di dapatkan lagi berita. Kemungkinan Tarumanegara di taklukan Sriwijaya (sepertihalnya terlulis dalam Prasasti Karang berahi). Sehingga dapat di duga runtuhnya Tarumanegara sekitar + tahun 669 M oleh serangan Sriwijaya.

• Kesimpulan Dari apa yang telah kami sampikan mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju, dapat di simpulkan pengaruh kebudayaan India di Indonesia tidak hanya menunjuk pada perkembangan ajaran Hindu – Budha, tetapi juga pada aspek lain missal aspek politik, ekonomi, sosial budaya dan lain sebaginya Dalam proses akulturasi, Indonesia sangat berperan aktif.

mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

Hal ini terlihat dari peninggalan – peninggalan yang tidak sepenuhnya merupakan hasil jiplakan kebudayaan India Meskipun corak dan sifat kebudayaan di pengaruhi India. Namun dalam perkembangannya Indonesia mampu menghasilkan kebudayaan kepribadian sendiri • Saran Dari keberadaanya kerajaan Tarumanegara di wilayah kita pada masa yang lalu. Maka kita wajib mensyukurinya. Rasa syukur tersebut dapat di wujudkan dalam sikap dan perilaku dengan hati yang tulus serta di dorong rasa tanggung jawab yang tinggi untuk melestarikan dan memelihara budaya nenek moyang kita.

Jika kita ikut berpartisipasi dalam menjamin kelestariannya berarti kita ikut mengangkat derajat dan jati diri bangsa. Oleh karena itu marilah kita bersama – sama menjaga dan memelihara peninggalan budaya bangsa yang menjadi kebanggaan kita semua.

mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

DAFTAR PUSAKA • http://www.4shared.com/get/EcoveM8m/Makalah_Sejarah_Kerajaan_Tarum.html • http://www.omrudi.info/2011/06/makalah-sejarah-tentang-sejarah.html • http://www.anakciremai.com/2008/06/makalah-sejarah-tentang-tarumanegara.html • http://pendidikan4sejarah.blogspot.com/2011/12/kerajaan-tarumanegara.html • I Wayan Badrika. 2006. Sejarah untuk SMA kelas XI. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Baca Juga Makalah Lengkap Lainnya Tentang : • Sejarah Kerajaan Sriwijaya • Sejarah Kerajaan Kutai • Sejarah Kerajaan Kediri • Sejarah Kerajaan Majapahit Link Partner : • https://dogetek.co/ • https://thesrirachacookbook.com/ • https://daftarpaket.co.id/ • https://www.dosenmatematika.co.id/ • https://sel.co.id/ • https://ngelag.com/ Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Sejarah Ditag berdirinya kerajaan tarumanegara, gambar kerajaan tarumanegara, kehidupan politik kerajaan tarumanegara, kerajaan tarumanegara bercorak, kerajaan tarumanegara terletak di, lokasi kerajaan tarumanegara, peninggalan kerajaan tarumanegara, Prasasti Kerajaan Tarumanegara, runtuhnya kerajaan tarumanegara, silsilah kerajaan tarumanegara, sumber sejarah kerajaan tarumanegara Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Sejarah Kerajaan Tarumanegara – Salah satu kerajaan bercorak hindu di Indonesia adalah kerajaan tarumanegara.

Kerajaan Tarumanegara atau Kerajaan Taruma atau Kerajaan Tarumanagara adalah kerajaan Hindu tertua ke dua setelah Kerajaan Kutai. Kerajaan Tarumanegara ini merupakan sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad 4-7 M.

Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan, terlihat bahwa saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu. Baca Juga : Kerajaan Kediri 6 Peninggalan Kerajaan Tarumanegara Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara Berdirinya Kerajaan Tarumanagara masih menjadi pertanyaan bagi para ahli sejarah. Satu-satunya sumber sejarah yang secara lengkap membahas mengenai Kerajaan Tarumanagara adalah Naskah Wangsakerta.

Naskah Wangsakerta tersebut masih menjadi perdebatan diantara para sejarawan mengenai keaslian isinya. Menurut Naskah Wangsakerta, pada abad ke-4 Masehi, pulau dan beberapa wilayah Nusantara lainnya didatangi oleh sejumlah pengungsi dari India yang mencari perlindungan akibat terjadinya peperangan besar disana.

Para pengungsi tersebut umumnya berasal dari daerah Kerajaan Palawa dan Calankayana di India, pihak yang kalah dalam peperangan melawan Kerajaan Samudragupta (India). Salah satu dari rombongan pengungsi Calankayana dipimpin oleh seorang Maharesi yang bernama Jayasingawarman.

Setelah mendapatkan persetujuan dari raja yang berkuasa di barat Jawa (Dewawarman VIII, raja Salakanagara), maka Jayasingawarman membuka tempat pemukiman baru di dekat sungai Citarum. Pemukiman tersebut diberi nama Tarumadesya (desa Taruma). Sepuluh tahun kemudian desa ini banyak didatangi oleh penduduk dari desa lain, sehingga Tarumadesya menjadi besar.

Akhirnya wilayah setingkat desa tersebut berkembang menjadi setingkat kota (Nagara). Semakin hari, kota tersebut semakin menunjukan perkembangan yang pesat, karena itulah Jayasingawarman kemudian membentuk Kerajaan bernama Tarumanagara.

Raja Kerajaan Tarumanagara Berikut daftar 12 raja yang pernah memimpin kerajaan tarumanegara atau silsilah kerajaan tarumanegara, diantaranya yaitu: • Jayasingawarman (358-382 M) • Dharmayawarman (382-395 M) • Purnawarman (395-434 M) • Wisnuwarman (434-455 M) • Indrawarman (455-515 M) • Candrawarman (515-535 M) • Suryawarman (535-561 M) • Kertawarman (561-628 M) • Sudhawarman (628-639 M) • Hariwangsawarman (639-640 M) • Nagajayawarman (640-666 M) • Linggawarman (666-669 M) Baca Juga : Kerajaan Demak Kehidupan Politik Kerajaan Tarumanegara Kehidupan politik kerajaan tarumanegara, hanya raja Purnawarman yang bisa memberikan kesejahteraan pada rakyatnya.

Hal ini bisa dilihat dari adanya prasasti yang menyebutkan bahwa saat itu masyarakat Tarumanegara menggali sebuah kali. Dimana kali ini digunakan untuk saluran irigasi untuk memperlancar pengairan di sawah.

Kehidupan Sosial Ekonomi dan Kebudayaan Mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju Tarumanagara Perekonomian masyarakat Tarumanegara yaitu pertanian dan peternakan.

Hal ini bisa diketahui dari isi Prasasti Tugu yaitu mengenai pembangunan atau penggalian saluran Gomati yang panjangnya 6112 tombak (12 km) selesai dikerjakan dalam waktu 21 hari.

Masyarakat Kerajaan Tarumanagara juga berprofesi sebagai pedagang mengingat letaknya yang strategis karena berada di dekat selat sunda. Pembangunan/penggalian memiliki arti ekonomis bagi rakyat, karena bisa digunakan sebagai sarana pengairan dan pencegahan banjir.

Selain penggalian saluran Gomati dalam prasasti Tugu juga disebutkan penggalian saluran Candrabhaga. Dengan demikian rakyat akan hidup makmur, aman dan sejahtera. Sedangkan kehidupan kebudayaan, Kerajaan Tarumanagara bisa dikatakan memiliki kebudayaan yang sudah tinggi.

Terbukti dengan penggalian sungai untuk mencegah banjir dan sebagai saluran irigasi untuk kepentingan pertanian. Terlihat juga dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf pada prasasti yang ditemukan, menjadi bukti kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tergolong maju. Masa Kejayaan Kerajaan Tarumanegara Kerajaan Tarumanagara mencapai puncak kejayaannya pada saat pemerintahan Raja Purnawarman. Pada masa kepemerintahan Purnawarman, luas Kerajaan Tarumanagara diperluas dengan menaklukan kerajaan yang berada disekitarnya.

Tercatat Luas Kerajaan Tarumanagara hampir sama dengan luas daerah Jawa Barat sekarang. Selain itu, Raja Purnawarman juga menyusun pustaka yang berupa undang-undang kerajaan, peraturan angkatan perang, siasat perang serta silsilah dinasti Warman.

Raja Purnawarman juga dikenal sebagai raja yang kuat dan bijak kepada rakyatnya. Sejak berdirinya kerajaan ini, Kerajaan Tarumanegara mengalami masa kejayaan hanya 3 generasi saja.

Masa keemasan Tarumanegara yaitu saat dipimpin oleh raja ke-3 yang bernama Purnawarman. Purnawarman merupakan cucu dari Rajadirajagu Jayasingawarman. Baca Juga : Sejarah Kerajaan Samudra Pasai Pada masa kepemimpinan Purnawarman, Tarumanegara mengalami perkembangan yang sangat pesat. Raja Purnawarman memperluas wilayahnya dengan cara menundukkan kerajaan yang berada di sekelilingnya.

Tidak hanya memperluas wilayah kerajaan melalui ekspansi ke kerajaan di sekitar kekuasaannya saja. Purnawarman juga membangun berbagai infrastuktur yang dapat mendukung perekonomian kerajaan.

Salah satunya adalah sungai Gomati dan Candrabaga. Pada saat pembangunan kedua sungai tersebut, Raja Purnawarman selaku pemimpin kerajaan tarumanegara menyumbangkan atau berkurban 1000 ekor sapi. Dengan perluasan wilayah, Mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju ini memiliki luas wilayah yang sebanding dengan luas Jawa Barat.

Sehingga Raja Purnawarman dikenal sebagai raja yang kuat dan arif bijaksana kepada rakyatnya. Selain itu, dia juga menyusun pustaka seperti peraturan angkatan perang, siasat perang dan silsilah dinasti Warman. Dia juga merancang undang-undang kerajaan yang memajukan kerajaan serta rakyatnya. Runtuhnya Kerajaan Tarumanegara Raja ke-12 Kerajaan Tarumanagara, Linggawarman memiliki dua orang putri.

Putri pertamanya bernama Dewi Manasih yang kemudian menikah dengan Tarusbawa dan Sobakencana yang kemudian menjadi isteri Dapunta Hyang Sri Jayanasa, pendiri Kerajaan Sriwijaya.

Mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju kepemimpian Kerajaan Tarumanegara pun jatuh pada suami Manasih yaitu Tarusbawa.

Pada masa kepemerintahan Tarusbawa, pusat kerajaan Tarumanagara ke kerajaannya sendiri yaitu Kerajaan Sunda (Kerajaan bawahan Tarumanagara) lalu mengganti Kerajaan Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda.

Penyebab runtuhnya kerajaan tarumanegara dikarenakan tidak adanya kepemimpinan di kerajaan tersebut. Karena Raja Tarusbawa lebih menginginkan memimpin kerajaan kecilnya yang berada di hilir sungai Gomati. Tidak hanya itu, penyebab lain runtuhnya kerajaan tarumanegara adalah karena adanya gempuran dari beberapa kerajaan yang ada di masa itu.

Terlebih kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang berperan penting dalam keruntuhan Kerajaan Tarumanegara. Baca Juga : Sejarah Kerajaan Majapahit Kepemimpinan kerajaan tarumanegara dilanjutkan oleh Sudawarman.

Pada saat pemerintahan Sudawarman, Tarumanegara sudah mengalami kemunduran yang drastis. Kemunduran itu disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya yaitu : • Sudawarman tidak peduli terhadap masalah yang terjadi di kerajaan, karena dari kecil dia tinggal di kanci • Sudawarman tidak menguasai persoalan mengenai Tarumanegara • Memberikan ekonomi pada raja-raja dibawahnya.

Peninggalan Kerajaan Tarumanegara Berikut ini sumber sejarah kerajaan tarumanegara, diantaranya yaitu: Prasasti Ciareteun Prasasti Ciareteun ditemukan di Ciampea, Bogor. Pada prasasti ini terdapat ukiran laba-laba dan tapak kaki serta puisi beraksara Palawa dan berbahasa Sanskerta. Puisi tersebut berbuyi “Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara”. Prasasti Pasir Koleangkak Prasasti Pasir Koleangkak ditemukan di perkebunan Jambu.

Prasasti ini juga sering disebut dengan Prasasti Jambu. Prasasti Jambu berisi “Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya; kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini, yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh, yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya), tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya”.

Baca Juga : Sejarah Kerajaan Kutai Prasasti Kebon Kopi Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir, Cibungbulang. Isi prasasti Kebon Kopi yaitu adanya dua kaki gajah yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawati (gajah kendaran Dewa Wisnu). Sedangkan Prasasti Jambu berisi tentang kegagahan raja Purnawarman. Bunyi prasasti tersebut “gagah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin manusia yang tiada taranya, yang termasyhur Sri Purnawarman, yang memerintah di taruma dan yang baju zirahnya tak dapat ditembus oleh musuh…” Prasasti Tugu Prasasti Tugu ditemukan di daerah Tugu, Jakarta.

Prasasti Pasir Awi Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Pasir Awi, Bogor. Prasasti Muara Cianten Prasasti Muara Cianten ditemukan di Bogor.

Prasasti Lebak Prasasti Lebak atau prasasti Cidanghiang ditemukan di kampung Lebak, pinggir Sungai Cidanghiang, Pandeglang-Banten. Prasasti Didanghiang Prasasti Didanghiang berisi “Inilah tanda keperwiraan, keagungan dan keberanian yang sesungguh-sungguhnya dari raja dunia, yang mulia Purnawarman, yang menjadi panji sekalian raja”. Selain dari prasasti, ada juga bukti sejarah kerajaan tarumanegara yang berasal dari Cina, diantaranya yaitu: • Berita dari Fa-Hien, seorang musafir Cina (pendeta Budha) yang terdampar di Yepoti (Yawadhipa/Jawa) tepatnya Tolomo (Taruma) pada tahun 414.

Dalam catatannya di sebutkan rakyat Tolomo sedikit sekali memeluk Budha yang banyak di jumpainya yaitu Brahmana dan Animisme. • Berita dari Dinasti Soui yang menyatakan bahwa pada tahun 528 dan 535 datang utusan dari negeri Tolomo (Taruma) yang terletak di sebelah selatan.

mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

• Berita dari Dinasti Tang Muda yang menyebutkan tahun 666 dan tahun 669 M datang utusan dari Tolomo. Baca Juga : Sejarah Organisasi Budi Utomo Demikian artikel pembahasan tentang kerajaan tarumanegara, mulai dari sejarah, raja, kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya serta masa kejayaan dan runtuhnya serta peninggalan kerajaan tarumanegara secara lengkap. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan berikutnya. Posted in IPS Tagged bukti sejarah kerajaan tarumanegara, gambar kerajaan tarumanegara, kehidupan politik kerajaan tarumanegara, letak kerajaan tarumanegara, peninggalan kerajaan tarumanegara, peninggalan tarumanegara, prasasti kerajaan tarumanegara, runtuhnya kerajaan tarumanegara, sejarah kerajaan tarumanegara singkat, silsilah kerajaan tarumanegara, sumber sejarah kerajaan tarumanegara Post navigation Recent Posts • Supervisi Pendidikan : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis, Prinsip dan Pendekatan Supervisi Pendidikan • Sanitasi : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Ruang Lingkup dan Jenis Sanitasi • Limbah : Pengertian, Karakteristik, Jenis, Dampak dan Cara Mengolah Limbah • Polusi : Pengertian, Jenis, Penyebab dan Dampak Polusi • Literasi : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Prinsip, Jenis dan Tahapan Literasi Sekolah • Percaya Diri : Pengertian, Ciri, Karakteristik, Manfaat dan Cara Meningkatkan Percaya Diri • Metamorfosis : Pengertian, Jenis, Tahapan dan Contoh Metamorfosis • Billboard : Pengertian, Ciri, Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan serta Contoh Billboard • Storyboard : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Manfaat, Cara Membuat dan Contoh Storyboard • Pamflet : Pengertian, Sejarah, Ciri, Tujuan, Jenis, Cara Membuat dan Contoh Gambar Pamflet • Ilustrasi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Teknik, Jenis dan Contoh Ilustrasi • Sketsa : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Jenis, Unsur dan Contoh Gambar Sketsa • Seni Lukis : Pengertian, Teknik, Unsur, Aliran, Tokoh, Tema, Alat Bahan dan Contoh Seni Lukis • Modal Ventura : Pengertian, Sejarah, Tujuan, Fungsi, Jenis, Mekanisme dan Kegiatan Modal Ventura • Bank Perkreditan Rakyat : Pengertian, Tugas, Fungsi, Kegiatan Produk dan Contoh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) • Mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju : Pengertian, jenis, Sistem, Warkat dan Mekanisme Kliring • Inkaso : Pengertian, Manfaat, Warkat, Jenis, Mekanisme dan Contoh Inkaso • Satuan Kuantitas : Pengertian, Contoh Soal Satuan Kuantitas dan Pembahasannya • Jaringan Meristem : Pengertian, Ciri, Jenis, Letak, Struktur dan Fungsi Jaringan Meristem Pada Tumbuhan • Jaringan Dewasa : Pengertian, Ciri, Struktur, Fungsi Jaringan Dewasa Pada Tumbuhan

mengapa kehidupan sosial ekonomi masyarakat tarumanegara dikatakan maju

Geo XII. 18. Regionalisasi Kawasan Dunia Berdasarkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi.




2022 www.videocon.com