Guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

Layang-Layang Guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah Ya, nampaknya layangan jenis ini belum populer. Selain karena pembuatannya yang memang betul-betul sulit, layangan berbentuk seperti ini pun sulit untuk terbang di awal-awal atau saat tanpa ada angin besar yang mendukung. Maka dari itulah, layangan jenis ini sangatlah unik dan langka. Kita jarang menjumpainya kecuali dalam seuatu kegiatan tertentu saja. Di dunia ini banyak sekali ragam jenis layang-layang.

Anda bisa membacanya dalam artikel macam-macam kerangka layangan. Cara Membuat Kerangka Layang Elang Karena penggunaan bambu dan bahan lainnya begitu banyak, maka rangkanya saja sangatlah berat. Maka dari itu, pemilihan jenis bambu, jenis kertas, serta jenis senar pun sangat perlu diteliti.

Simak detail langkah pembuatannya berikut ini: 1. Pilih bambu yang masih muda Langkah pertama adalah memilih bambu yang masih muda sebagai bahan baku kerangka. Pilihlah bambu sesuai kebutuhan. Bambu yang masih muda biasanya berwarna hijau. 2. Potong Bambu Sesuai Kebutuhan Potonglah Bambu seseuai kebutuhan mengikuti ukuran layang-layang yang akan anda buat.

Kemudian belah bambu tersebut dan sisihkan belahan dengan ketebalan 1 Cm. Buatlah 5 Lajur bambu dengan ketebalan 1 Cm ini. Karena selanjutnya lajur bambu ini akan dijadikan kerangka utama. 3. Serut Bambu Sampai Halus Serutlah bambu yang sudah anda potong itu dengan pisau tajam.

Sesuaikan hasil serutan dengan posisi penempatan bambu nantinya. Untuk Bagian Bahu Layangan, sebaiknya sisi kanan dan kiri bambu dibuat lebih tipis karena akan dilengkungkan nantinya. 4. Bentuk Lajur Bambu menyerupai Burung Elang Lajur bambu yang telah diserut kemudian anda potong dan sesuaikan panjang lebarnya sesuai dengan posisi dan penempatan bambu. Pilhlah 2 lajur bambu terpanjang untuk dijadikan Tulang utama layang layang.

Kemudian tempatkan lajur bambu yang lain membentuk burung elang. Lengkap dengan kepala dan ekor. 5. Ikat Persilangan Bambu Untuk semua persilangan bambu yang ada, Ikatlah dengan beberapa lilitan sebelum disimpul mati. Ikat dengan kuat agar layangan yang dihasilkan lebih kokoh. Lalu bentuk pinggiran layangan dengan membentangkan benang pada tiap tiap sudut kerangka layangan burung elang yang anda buat.

Kerangka Layang layang burung elang dari bambu pun siap untuk digunakan. 4 Langkah Mudah Membuat Kerangka Layang Elang Cara Membuat Rangka Layang-Layang Burung dari Bambu Langkah 1 Siapkan Bambu yang telah diserut dan dipotong sesuai dengan kebutuhan anda.

Tempatkan bambu tersebut pada posisi yang semestinya dan usahakan posisi bambu ada dalam keadaan simetris. Buatlah garis bantu dengan pensil untuk menandai lokasi persilangan bambu yang telah anda siapkan. Langkah 2 Ikat Persilangan Bambu dengan benang sampai kuat dan tidak longgar atau bergoyang goyang karena ini akan mempengaruhi keseimbangan layangan anda nantinya.

Anda bisa berpatokan pada tanda lokasi dari pensil yang telah anda buat sebelumnya. Langkah 3 Bentangkan benang untuk menarik pojok pojok kerangka yang anda buat sesuai dengan bentuk yang telah anda rencanakan sebelumnya. Lengkungkan bambu dengan benang agar menyerupai desain kerangka layang-layang burung elang dari bambu yang telah anda buat.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

Langkah 4 Timbang dengan benang keseimbangan rangka yang telah anda buat. Jika kurang seimbang ada dua pilihan, anda bisa menambahkan bandul pilihan, atau menyerut kembali sisi kerangka yang lebih berat. Lakukan proses ini hingga kerangka yang anda buat benar benar seimbang. Anda bisa juga menambahkan lilitan benang di sisi yang lebih ringan. Jika proses ini telah selesai, kerangka layangan anda sudah siap untuk digunakan. Cara Membuat Kerangka Layang-Layang Elang yang Simple: Pertama tama anda harus menyiapkan desain kerangka layang-layang burung elang terlebih dahulu, anda bisa searching di internet mengenai polanya ini.

Pola ini berguna untuk melihat pebrandingan panjang dan berapa jumlah batang bambu yang dibutuhkan untuk membuat kerangka layang-layang burung elang. Langkah selanjutnya anda bisa memilih bambu yang baik untuk dijadikan kerangka. Potong bambu terlebih dahulu sesuai panjang dan lebar kerangka yang akan anda buat.

Setelah dipotong anda bisa lanjut ke proses pembelahan bambu tersebut. Jangan lupa, setelah diserut, sebaiknya anda melakukan penyerutan agar bambu lebih lembut.

Bambu yang belum diserut sangat rentan bisa menggores tangan. Setelah dilakukan pemotongan, buatlah marka dengan menggunakan pensil atau dengan alat tulis lainnya, tandai posisi persilangan tiap tiap bambu untuk kemudian anda ikat dengan benang dengan ikatan mati.

Ikat dengan kuta agar tidak copot atau longgar nantinya. Bentangkan benang di masing masing pojok kerangka, tarik benang lebih uat pada kerangka yang akan dilengkungkan hingga mencapai lengkungan yang anda inginkan. Timbang kembali kerangka buatan anda, jika seimbang, berarti kerangka layang layang burung elang dari bambu buatan anda sudah bisa digunakan untuk proses selanjutnya.

Proses Pembuatan Layang Elang dengan Singkat: Proses Guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah : Buatlah desain kerangka layang layang burung elang sesuai selera anda, usahakan jangan terlalu banyak persilangan bambu di dalamnya.

Hal ini akan mempersulit proses pembuatan kerangka layangan selanjutnya. Proses Kedua : Siapkan batang bambu yang bagus, lebih baik anda pilih yang muda karena batang bambu yang masih muda sangat mudah dibentuk. Potong batang bambu yang sudah anda siapkan sesuai dengan panjang dan lebar desain kerangka yang telah anda buat. Serut bambu tersebut hingga halus. Jangan lupa untuk mengatur keseimbangan bambu dengan menggunakan benang.

Proses ketiga : Lakukan proses penyusunan bambu dan ikat bambu tersebut dengan simpul simpul dari benang yang kuat. Buatlah lilitan benang secukupnya agar ikatan lebih kuat.

Usahakan agar lilitan benang yang anda buat tidak menyisakan ekor atau sisa benang karena akan terlihat tidak bagus pada akhirnya. Proses Keempat : Bentangkan benang pada sisi sisi atau sudut kerangka layangan yang anda buat. Jangan lupa untuk menarik batang kayu yang akan lebih dilengkungkan terlebih dahulu. Usahakan agar batang kayu yang ditarik simetris posisinya.

Jika tidak seimbang maka akan mengurangi performa layangan anda setelah jadi. Jika telah selesai, makan kerangka layang layang burung elang dari bambu sudah siap untuk digunakan. Semua Bisa Dimulai dari Pembuatan Desain: 1. Siapkan desain atau rancangan rangka layang layang burung elang anda. Buat sedetail mungkin dari mulai panjang dan lebarnya, oranamen tambahan, hingga panjang benang yang dibutuhkan untuk dijadikan bentangan. Setelahnya,siapkan bambu yang masih segar sebagai bahan baku kerangka.

Ukurlah panjang dan lebar kerangkan untuk kemudian diaplikasikan ke bambu ini. Semakin detail akan semakin baik, usahakan jangan salah dalam proses pengukuran ini.

2. Belah Bambu yang telah anda ukur sesuai kebutuhan, karena batang layangan biasanya memang berukuran kecil, sebaiknya belah bambu dalam ukuran kecil. Jangan lupa untuk menyiapkan benang pengikat bambu ini. Panjang benang yang dbutuhkan juga harus diukur dari awal. 3. Setelah dibelah, Bambu yang telah dibelah itu diserut hingga seimbang, anda bisa menimbangnya dengan menggunakan benang untuk melihat keseimbangan bambu yang telah anda serut ini.

Jika belum seimbang, anda bisa terus menyerut sisi bambu yang lebih berat hingga seimbang. Baca Juga : 13+ Macam-Macam Kertas Untuk Layangan 4.Proses selanjutnya dalah penyusunan kerangka, buatlah kerangka dengan menempatkan bambu bambu yang telah anda belah dan serut sesuai dengan rancangan kerangka layang layang burung yang telah anda buat sebelumnya.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

Setelah ini anda bisa melakukan pengikatan kerangka ini sesuai desain. Dan kerangka layang layang burung elang anda pun siap untuk digunakan. Anda Juga Bisa Menggunakan Alternatif Cara Berikut: A. Buatlah desain kerangka layang layang guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah bambu sesuai selera anda. Jika kesulitan dalam pembuatan desainnya, anda bisa mencari referensi desain kerangka layang layang burung ini di internet.

Disana banyak sekali referensi kerangka layang layang burung elang yang cantik. B. Siapkan bahan bahan dan alat alat pembuatan seperti bambu yang telah dibelah, benang, dan pisau serta gunting untuk alat pembuatannya. C. Serut bambu yang telah dibelah setelah panjang dan lebarnya disesuaikan dengan desain yang anda siapkan sebelumnya.

Pilihlah bambu yang paling bagus kualitasnya. Setelah diserut sebaiknya anda menimbang keseimbangan bambu ini dengan benang. Jika seimbang maka bambu siap untuk dirakit menjadi kerangka layang layang burung sesuai keinginan anda. D. Lakukan penempatan bambu sesuai desain. Ikatlah bambu bambu tersebut dengan benang yang sudah anda siapkan sebelumnya. Buatlah lilitan beberapa kali agar ikatan menjadi kuat.

Jangan lupan untuk membuat simpul mati di akhir lilitan. E. Bentangkan benag di setiap sudut kerangka layang layang burung elang anda dan hubungkan tiap tiap sudut dengan benang tersebut. Jika proses ini selesai, makan kerangkan layangan anda siap untuk digunakan.

Teknik Mudah yang Bisa Kamu Praktikan: Pertama : Pilihlah jenis rangka layang layang burung elang yang anda sukai. Lebih baik jika anda melakukan print out rangkalayang layang yang telah anda pilih tersebut. Hal ini akan memudahkan proses pembuatan rangka layang-layang burung elang anda selanjutnya. Kedua : Siapkanlah bahan bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan seperti, benang dan tentunya bambu.

Jangan lupa untuk menyiapkan alat pembuatan juga seperti Pisau atau cutter dan gunting untuk memotong benang. Ketiga : Mulailah melakokan pemotongan batang bambu sesuai dengan pola yang anda pilih. Jangan sampai salah dalam pengukuran karena akan menyebabkan ketidakseimbangan hasil rangka nantinya yang tentu akan berpengaruh pada performa layang layang setelah jadi.

Setelah dipotong dan dibelah, serutlah bambu agar lebih lembut dan lentur. Jangan tergesa gesa karena kalau terlalu tipis, anda mungkin harus mengulang serutan dari awal lagi. Keempat : Langkah terakhir hanya tinggal melakukan pengikatan setiap persilangan kayu dan melakukan pembentangan benang di setiap sudut rangka layangan anda. Jika telah selesai dilakukan, timbanglah rangka hasil karya anda dengan benang. Jika telah seimbang, berarti anda berhasil melakukannya.

Hal yang Perlu Diketahui Seputar Rangka Layangan Elang: #Rangka layang layang burung elang dari bambu sangatlah sulit untuk dibuat, tapi meskipun sulit, banyak orang yang sengaja membuatnya, terkadang rangka layang layang ini dijual dengan harga yang lumayan mahal.

Rangka layang layang burung elang memerlukan banyak batang bambu dan simpul mati. Hal ini dikarenakan rangka burung elang ini memang terlihat sangat mirip dengan aslinya. Tentunya hal ini membutuhkan desain yang rumit ya. #Rangka layang layang burung Elang Jawa.

Elang Jawa adalah sejenis burung Elang tapi memiliki banyak bulu dan ukurannya sangat besar. Rangka burung elang ini biasanya terbuat dari bambu dan dibuat dalam waktu berhari hari. Jika anda berencana membuatnya, mungkin diperlukan bimbingan dari yang sudah ahli karena jika tidak, rangka burung anda mungkin malah tidak bisa terbang nantinya. #Rangka layang layang elang raja juga bagus untuk dicoba.

Selain lebih mudah dibanding kedua burung di atas, Elang raja termasuk kategori burung predator sangat mudah untuk diaplikasikan menjadi layang layang. Kerangka layang layang elang raja ini juga bisa dibuat dengan mudah. Hal ini dikarenakan rangka layang layang elang raja tidak membutuhkan terlalu banyak bambu dan simpul.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

#Rangka layang-layang burung elang bondol dari bambu bisa dengan mudah dibuat jika desainnya telah ditentukan. Apalagi elang memang tidak serumit burung lainnya seperti burung garuda atau burung Elang.

Siapkan bahan bahan yang diperlukan dan buat rangka layang layangnya. Setelah rangka dibuat jangan lupa untuk menimbangnya dengan benang agar hasil akhirnya lebih sempurna. #Rangka layang layang burung elang raja dari bambu juga seringkali dipilih sebagai salah satu rangka layang-layang burung dari bambu paling indah.

Akan tetapi rangka layang layang ini cukup rumit. Mungkin diperlukan ketelitian lebih dalam proses pembuatannya. Untuk itu hal yang harus diperhatikan adalah ketepatan dalam mengukur dan memotong serta keseimbangan hasil serutan bambu yang akan dirakit menjadi rangka layang layang burung elang raja.

#Rangka layang layang burung elang jawa adalah salah satu rangka burung yang cukup digemari, rangka layang layang ini banyak dibuat di Banten. Rangka burung ini sangat mudah untuk dibuat karena tidak terlalu rumit, Untuk menjadikannya sempurna, anda harus mengikuti desain rangka layang layang burung elang yang bisa dengan mudah didapatkan di internet.

Perhatikan juga keseimbangan bambu yang dipakai agar hasil akhirnya memuaskan. #Kerangka Layang layang burung elang adalah opsi pertama.

Anda bisa membuatnya dengan menyiapkan beberapa batang bambu yang telah di serut dan ditimbang untuk kemudian diikat dan ditempatkan sesuai dengan desain kerangka yang anda miliki #Kerangka layang layang burung garuda juga bisa dibuat dengan menggunakan bambu.

Anda hanya perlu mencari desain kerangka ini terlebih dahulu, tentunya menjadi sebuah keuntungan jika anda bisa mendesainnya sendiri. Prosesnya sama saja, anda hanya perlu menyiapkan beberapa batang bambu yang natinya harus anda serut sesuai desain, lalu anda ikat sesuai posisinya dalam desain hingga benar benar menyerupai garuda. Ranga layang layang pun siap untuk diproses lebih lanjut. #Rangka layang layang burung walet ini sangat mudah untuk dibuat.

Burung walet yang memiliki bentuk tubuh aerodinamis sangat cocok untuk diaplikasikan menjadi layang layang. Pilihlah desain yang paling menarik menurut anda, lalu anda ikuti tata cara pembuatannya. Pasti akan sangat mudah untuk dilakukan karena pada dasarnya, pembuatan rangka layang layang burung elang dari bambu itu tidak sesulit yang dibayangkan, masalah bisa dibilang menyenangkan.

Guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah berbagai informasi seputar cara membuar rangka layang-layang elang. Semoga kamu bisa membuat layangan yang berbentuk elang ini dengan mudah dengan mengikuti berbagai langkah-langkah diatas. Sampai jumpa di artikel berikutnya. Popular Posts • 13+ Macam-Macam Kertas Untuk Layangan posted on March 30, 2018 • Cara Membuat Layang-layang Sederhana posted on December 15, 2019 • Macam Macam Kerangka Layang-Layang posted on February 8, 2018 • Manfaat Sprite Bagi Kesehatan posted on November 10, 2017 • Cara Membuat Katrol Layang-Layang yang Mudah dan Praktis posted on March 13, 2018 • Cara Menggunakan Minyak Bulus Agar Memberi Hasil yang Maksimal posted on October 12, 2017 Recent Posts • Sendang Ngembel – Tempat Sempurna Untuk Bersembunyi Dari Kebisingan Kota 5 June 2020 • Wisata Di Sentra Kerajinan Gerabah Kasongan 1 June 2020 • Wisata Romantis di Bandung 15 December 2019 • Cara Membuat Layang-layang Sederhana 15 December 2019 • Pantai Ndrini – Keindahan Pantai Lama Yang Tak Pernah Pedar 30 May 2019 • 16 Manfaat Buah Pepaya untuk Ibu Hamil, Kecantikan dan Kesehatan 20 January 2019 • 20 Manfaat Buah Bit untuk Ibu Hamil, Kecantikan dan Kesehatan 20 January 2019 none
• 12 SMA • Peluang Wajib • Kekongruen dan Kesebangunan • Statistika Inferensia • Dimensi Tiga • Statistika Wajib • Limit Fungsi Trigonometri • Turunan Fungsi Trigonometri • 11 SMA • Barisan • Limit Fungsi • Turunan • Integral • Persamaan Lingkaran dan Irisan Dua Lingkaran • Integral Tentu • Integral Parsial • Induksi Matematika • Program Linear • Matriks • Transformasi • Fungsi Trigonometri • Persamaan Trigonometri • Guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah Kerucut • Polinomial • 10 SMA • Fungsi • Trigonometri • Skalar dan vektor serta operasi aljabar vektor • Logika Matematika • Persamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Wajib • Pertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu Variabel • Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel • Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel • Sistem Persamaan Linier Dua Variabel • Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel • Grafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma • 9 SMP • Transformasi Geometri • Kesebangunan dan Kongruensi • Bangun Ruang Sisi Lengkung • Bilangan Berpangkat Dan Bentuk Akar • Persamaan Kuadrat • Fungsi Kuadrat • 8 SMP • Teorema Phytagoras • Lingkaran • Garis Singgung Lingkaran • Bangun Ruang Sisi Datar • Peluang • Pola Bilangan Dan Barisan Bilangan • Koordinat Cartesius • Relasi Dan Fungsi • Persamaan Garis Lurus • Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (Spldv) • 7 SMP • Perbandingan • Aritmetika Sosial (Aplikasi Aljabar) • Sudut dan Garis Sejajar • Segi Empat • Segitiga • Statistika • Bilangan Bulat Dan Pecahan • Himpunan • Operasi Dan Faktorisasi Bentuk Aljabar • Persamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel • 6 SD • Bangun Ruang • Statistika 6 • Sistem Koordinat • Bilangan Bulat • Lingkaran • 5 SD • Bangun Ruang • Pengumpulan dan Penyajian Data • Operasi Bilangan Pecahan • Kecepatan Dan Debit • Skala • Perpangkatan Dan Akar • 4 SD • Aproksimasi / Pembulatan • Bangun Datar • Statistika • Pengukuran Sudut • Bilangan Romawi • Pecahan • KPK Dan FPB • 12 SMA • Teori Relativitas Khusus • Konsep dan Fenomena Kuantum • Teknologi Digital • Inti Atom • Sumber-Sumber Energi • Rangkaian Arus Searah • Listrik Statis (Elektrostatika) • Medan Magnet • Induksi Elektromagnetik • Rangkaian Arus Bolak Balik • Radiasi Elektromagnetik • 11 SMA • Hukum Termodinamika • Ciri-Ciri Gelombang Mekanik • Gelombang Berjalan dan Gelombang Stasioner • Gelombang Bunyi • Gelombang Cahaya • Alat-Alat Optik • Gejala Pemanasan Global • Alternatif Solusi • Keseimbangan Dan Dinamika Rotasi • Elastisitas Dan Hukum Hooke • Fluida Statik • Fluida Dinamik • Suhu, Kalor Dan Perpindahan Kalor • Teori Kinetik Gas • 10 SMA • Hukum Newton • Hukum Newton Tentang Gravitasi • Usaha (Kerja) Dan Energi • Momentum dan Impuls • Getaran Harmonis • Hakikat Fisika Dan Prosedur Ilmiah • Pengukuran • Vektor • Gerak Lurus • Gerak Parabola • Gerak Melingkar • 9 SMP • Kelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk Teknologi • Produk Teknologi • Sifat Bahan • Kelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan • 8 SMP • Tekanan • Cahaya • Getaran dan Gelombang • Gerak Dan Gaya • Pesawat Sederhana • 7 SMP • Tata Surya • Objek Ilmu Pengetahuan Alam Dan Pengamatannya • Zat Dan Karakteristiknya • Suhu Dan Kalor • Energi • Fisika Geografi • 12 SMA • Struktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan Senyawa • Benzena dan Turunannya • Struktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan Makromolekul • Sifat Koligatif Larutan • Reaksi Redoks Dan Sel Elektrokimia • Kimia Unsur • 11 SMA • Asam dan Basa • Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam • Larutan Penyangga • Titrasi • Kesetimbangan Larutan (Ksp) • Sistem Koloid • Kimia Terapan • Senyawa Hidrokarbon • Minyak Bumi • Termokimia • Laju Reaksi • Kesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan • 10 SMA • Larutan Elektrolit dan Larutan Non-Elektrolit • Reaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama Senyawa • Hukum-Hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri • Metode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan Dan Keamanan Kimia Di Laboratorium, Serta Peran Kimia Dalam Kehidupan • Struktur Atom Dan Tabel Periodik • Ikatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS kerangka bambu untuk layang.

Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Gunakan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?B
Layang-Layang berbentuk kerangka burung adalah jenis yang paling banyak dibuat di dunia. Bahkan untuk kontes atau festival layang pun seringkali ditampilkan layang-layang burung raksasa. Untuk membuat kerangka layang-layang dari burung tidaklah sulit dan juga tidak mudah.

Kita hanya perlu melakukan beberapa langkah dengan detail. Agar hasilnya rapi, pastikan lakukan proses pembuatan dengan cermat dan rajin. Membuat Rangka Layang-Layang Burung dari Bambu Berikut berbagai macam cara membuat rangka layang-layang burung menggunakan bilah bambu.

Yuk simak penjelasannya: 1. Pilih bambu yang masih muda Langkah pertama adalah memilih bambu yang masih muda sebagai bahan baku kerangka. Pilihlah bambu sesuai kebutuhan. Bambu yang masih muda biasanya berwarna hijau. 2. Potong Bambu Sesuai Kebutuhan Potonglah Bambu seseuai kebutuhan mengikuti ukuran layang-layang yang akan anda buat. Kemudian belah bambu tersebut dan sisihkan belahan dengan ketebalan 1 Cm. Buatlah 5 Lajur bambu dengan ketebalan 1 Cm ini.

Karena selanjutnya lajur bambu ini akan dijadikan kerangka utama. 3. Serut Bambu Sampai Halus Serutlah bambu yang sudah anda potong itu dengan pisau tajam. Sesuaikan hasil serutan dengan posisi penempatan bambu nantinya. Untuk Bagian Bahu Layangan, sebaiknya sisi kanan dan kiri bambu dibuat lebih tipis karena akan dilengkungkan nantinya.

Tanaman bambu yang paling cocok adalah bambu tali dan bambu petung. Kualitasnya sangat bagus dibandingkan tanaman jenis lain. 4. Bentuk Lajur Bambu menyerupai Burung Lajur bambu yang telah diserut kemudian anda potong dan sesuaikan panjang lebarnya sesuai dengan posisi dan penempatan bambu. Pilhlah 2 lajur bambu terpanjang untuk dijadikan Tulang utama layang layang. Kemudian tempatkan lajur bambu yang lain membentuk burung.

Lengkap dengan kepala dan ekor. 5. Ikat Persilangan Bambu Untuk semua persilangan bambu yang ada, Ikatlah dengan beberapa lilitan sebelum disimpul mati. Ikat dengan kuat agar layangan yang dihasilkan lebih kokoh.

Lalu bentuk pinggiran layangan dengan membentangkan benang pada tiap tiap sudut kerangka layangan burung yang anda buat. Kerangka Layang layang burung dari bambu pun siap untuk digunakan. Cara Lainnya: #Langkah 1 Siapkan Bambu yang telah diserut dan dipotong sesuai dengan kebutuhan anda. Tempatkan bambu tersebut pada posisi yang semestinya dan usahakan posisi bambu ada dalam keadaan simetris. Buatlah garis bantu dengan pensil untuk menandai lokasi persilangan bambu yang telah anda siapkan.

#Langkah 2 Ikat Persilangan Bambu dengan benang sampai kuat dan tidak longgar atau bergoyang goyang karena ini akan mempengaruhi keseimbangan layangan anda nantinya. Anda bisa berpatokan pada tanda lokasi dari pensil yang telah anda buat sebelumnya. #Langkah 3 Bentangkan benang untuk menarik pojok pojok kerangka yang anda buat sesuai dengan bentuk yang telah anda rencanakan sebelumnya.

Lengkungkan bambu dengan benang agar menyerupai desain kerangka layang-layang burung dari bambu yang telah anda buat. #Langkah 4 Timbang dengan benang keseimbangan rangka yang telah anda buat. Jika kurang seimbang ada dua pilihan, anda bisa menambahkan bandul pilihan, atau menyerut kembali sisi kerangka yang lebih berat. Lakukan proses ini hingga kerangka yang anda buat benar benar seimbang. Anda bisa juga menambahkan lilitan benang di sisi yang lebih ringan. Jika proses ini telah selesai, kerangka layangan anda sudah siap untuk digunakan.

Anda juga bisa menggunakan cara ini: A. Pertama tama anda harus menyiapkan desain kerang brung terlebih dahulu, anda bisa searching di internet mengenai polanya ini. Pola ini berguna untuk melihat pebrandingan panjang dan berapa jumlah batang bambu yang dibutuhkan untuk membuat kerangka layang-layang burung. B. Langkah selanjutnya anda bisa memilih bambu yang baik untuk dijadikan kerangka. Potong bambu terlebih dahulu sesuai panjang dan lebar kerangka yang akan anda buat.

Setelah dipotong anda bisa lanjut ke proses pembelahan bambu tersebut. Jangan lupa, setelah diserut, sebaiknya anda melakukan penyerutan agar bambu lebih lembut. Bambu yang guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah diserut sangat rentan bisa menggores tangan.

C. Setelah dilakukan pemotongan, buatlah marka dengan menggunakan pensil atau dengan alat tulis lainnya, tandai posisi persilangan tiap tiap bambu untuk kemudian anda ikat dengan benang dengan ikatan mati. Ikat dengan kuta agar tidak copot atau longgar nantinya.

D. Bentangkan benang di masing masing pojok kerangka, tarik benang lebih uat pada kerangka yang akan dilengkungkan hingga mencapai lengkungan yang anda inginkan. E. Timbang kembali kerangka buatan anda, jika seimbang, berarti kerangka layang layang burung dari bambu buatan anda sudah bisa digunakan untuk proses selanjutnya. Bagi saya, inilah teknik membuat layangan burung termudah: 1. Proses Pertama : Buatlah desain kerangka layang layang burung sesuai selera anda, usahakan jangan terlalu banyak persilangan bambu di dalamnya.

Hal ini akan mempersulit proses pembuatan kerangka layangan selanjutnya. 2. Proses Kedua : Siapkan batang bambu yang bagus, lebih baik anda pilih yang muda karena batang bambu yang masih muda sangat mudah dibentuk.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

Potong batang bambu yang sudah anda siapkan sesuai dengan panjang dan lebar desain kerangka yang telah anda buat. Serut bambu tersebut hingga halus. Jangan lupa untuk mengatur keseimbangan bambu dengan menggunakan benang. 3. Proses ketiga : Lakukan proses penyusunan bambu dan ikat bambu tersebut dengan simpul simpul dari benang yang kuat. Buatlah lilitan benang secukupnya agar ikatan lebih kuat. Usahakan agar lilitan benang yang anda buat tidak menyisakan ekor atau sisa benang karena akan terlihat tidak bagus pda akhirnya.

4. Proses Keempat : Bentangkan benang pada sisi sisi atau sudut kerangka layangan yang anda buat. Jangan lupa untuk menarik batang kayu yang akan lebih dilengkungkan terlebih dahulu. Usahakan agar batang kayu yang ditarik simetris posisinya. Jika tidak seimbang maka akan mengurangi performa layangan anda setelah jadi. Jika telah selesai, makan kerangka layang layang burung dari bambu sudah siap untuk digunakan.

Bila ingin lebih simpel, silakan ikuti langkah berikut ini: 1. Siapkan desain atau rancangan rangka layang layang burung anda. Buat sedetail mungin dari mulai panjang dan lebarnya, oranamen tambahan, hingga panjang benang yang dibutuhkan untuk dijadikan bentangan. Setelahnyasiapkan bambu yang masih segar sebagai bahan baku kerangka.

Ukurlah panjang dan lebar kerangkan untuk kemudian diaplikasikan ke bambu ini. Semakin detail akan semakin baik, usahakan jangan salah dalam proses pengukuran ini. 2. Belah Bambu yang telah anda ukur sesuai kebutuhan, karena batang layangan biasanya memang berukuran kecil, sebaiknya belah bambu dalam ukuran kecil. Jangan lupa untuk menyiapkan benang pengikat bambu ini. Panjang benang yang dbutuhkan juga harus diukur dari awal. 3. Setelah dibelah, Bambu yang telah dibelah guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah diserut hingga seimbang, anda bisa menimbangnya dengan menggunakan benang untuk melihat keseimbangan bambu yang telah anda serut ini.

Jika belum seimbang, anda bisa terus menyerut sisi bambu yang lebih berat hingga seimbang. 4. Proses selanjutnya dalah penyusunan kerangka, buatlah kerangka dengan menempatkan bambu bambu yang telah anda belah dan serut sesuai dengan rancangan kerangka layang layang burung yang telah anda buat sebelumnya.

Setelah ini anda bisa melakukan pengikatan kerangka ini sesuai desain. Dan kerangka layang layang burung anda pun siap untuk digunakan. Baca Juga : Cara Membuat Layang-layang Sederhana Cara yang seringkali dilakukan orang: 1. Buatlah desain kerangka layang layang burung bambu sesuai selera anda. Jika kesulitan dalam membuat desainnya, anda bisa mencari referensi desain kerangka layang layang burung ini di internet. Disana banyak sekali referensi kerangka layang layang burung yang cantik.

2. Siapkan bahan bahan dan alat alat pembuatan seperti bambu yang telah dibelah, benang, dan pisau serta gunting untuk alat pembuatannya.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

3. Serut bambu yang telah dibelah setelah panjang dan lebarnya disesuaikan dengan desain yang anda siapkan sebelumnya. Pilihlah bambu yang paling bagus kualitasnya. Setelah diserut sebaiknya anda menimbang keseimbangan bambu ini dengan benang. Jika seimbang maka bambu siap untuk dirakit menjadi kerangka layang layang burung sesuai keinginan anda.

4. Lakukan penempatan bambu sesuai desain. Ikatlah bambu bambu tersebut dengan benang yang sudah anda siapkan sebelumnya. Buatlah lilitan beberapa kali agar ikatan menjadi kuat. Jangan lupan untuk membuat simpul mati di akhir lilitan. 5. Bentangkan benang di setiap sudut kerangka layang layang burung anda dan hubungkan tiap tiap sudut dengan benang tersebut. Jika proses ini selesai, makan kerangkan layangan anda siap untuk digunakan.

Opsi Lainnya yang Bisa Kamu Coba: Pertama : Pilihlah jenis rangka layang layang burung yang anda sukai. Lebih baik jika anda melakukan print out rangkalayang layang yang telah anda pilih tersebut. Hal ini akan memudahkan proses pembuatan rangka layang-layang guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah anda selanjutnya.

Kedua : Siapkanlah bahan bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan seperti, benang dan tentunya bambu.

Jangan lupa untuk menyiapkan alat pembuatan juga seperti Pisau atau cutter dan gunting untuk memotong benang. Ketiga : Mulailah melakokan pemotongan batang bambu sesuai dengan pola yang anda pilih.

Jangan samapai salah dalam pengukuran karena akan menyebabkan ketidakseimbangan hasil rangka nantinya yang tentu akan berpengaruh pada performa layang layang setelah jadi. Setelah dipotong dan dibelah, serutlah bambu agar lebih lembut dan lentur. Jangan tergesa gesa karena kalau terlalu tipis, anda mungkin harus mengulang serutan dari awal lagi. Keempat : Langkah terakhir hanya tinggal melakukan pengikatan setiap persilangan kayu dan melakukan pembentangan benang di setiap sudut rangka layangan anda.

Jika telah selesai dilakukan, timbanglah rangka hasil karya anda dengan benang. Jika telah seimbang, berarti anda berhasil melakukannya. Macam Kerangka Layang Burung yang Bisa Kamu Bikin: A. Kerangka Layang layang burung elang adalah opsi pertama dari sekian banyak bentuk burung yang bisa dibuat.

Anda bisa membuatnya dengan menyiapkan beberapa batang bambu yang telah di serut dan ditimbang untuk kemudian diikat dan ditempatkan sesuai dengan desain kerangka yang anda miliki B.

Kerangka layang layang burung garuda juga bisa dibuat dengan menggunakan bambu. Anda hanya perlu mencari desain kerangka ini terlebih dahulu, tentunya menjadi sebuah keuntungan jika anda bisa mendesainnya sendiri. Prosesnya sama saja, anda hanya perlu menyiapkan beberapa batang bambu yang natinya harus anda serut sesuai desain, lalu anda ikat sesuai posisinya dalam desain hingga benar benar menyerupai garuda.

Ranga layang layang pun siap untuk diproses lebih lanjut. C. Rangka layang layang burung walet ini sangat mudah untuk dibuat. Burung walet yang memiliki bentuk tubuh aerodinamis sangat cocok untuk diaplikasikan menjadi layang layang.

Pilihlah desain yang paling menarik menurut anda, lalu anda ikuti tata cara pembuatannya. Pasti akan sangat mudah untuk dilakukan karena pada dasarnya, pembuatan rangka layang layang burung dari bambu itu tidak sesulit yang dibayangkan, masalh bisa dibilang menyenangkan.

D. Rangka layang-layang burung merpati dari bambu bisa dengan mudah dibuat jika desainnya telah ditentukan.

Apalagi burung merpati memang tidak serumit burung lainnya seperti burung garuda atau burung Elang. Siapkan bahan bahan yang diperlukan dan buat rangka layang layangnya. Setelah rangka dibuat jangan lupa untuk menimbangnya dengan benang agar hasil akhirnya lebih sempurna. E. Rangka layang layang burung bangau dari bambu juga seringkali dipilih sebagai salah satu rangka layang-layang burung dari bambu paling indah.

Akan tetapi rangka layang layang ini cukup rumit. Mungkin diperlukan ketelitian lebih dalam proses pembuatannya. Untuk itu hal yang harus diperhatikan adalah ketepatan dalam mengukur dan memotong serta keseimbangan hasil serutan bambu yang akan dirakit menjadi rangka layang layang burung bangau.

F. Rangka layang layang burung rangkong adlah salah satu rangka burung yang cukup digemari, rangka layang layang ini banyak dibuat di Kalimantan. Rangka burung ini sangat mudah untuk dibuat karena tidak terlalu rumit, Untuk menjadikannya sempurna, anda harus mengikuti desain rangka layang layang burung yang bisa dengan mudah didapatkan di internet.

Perhatikan juga keseimbangan bambu yang dipakai agar hasil akhirnya memuaskan. G. Rangka layang layang burung rajawali dari bambu sangatlah sulit untuk dibuat, tapi meskipun sulit, banyak orang yang sengaja membuatnya, terkadang guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah layang layang ini dijual dengan harga yang lumayan mahal. Rangka layang layang burung rajawali memerlukan banyak batang bambu dan simpul mati.

Hal ini dikarenakan rangka burung ini memang terlihat sangat mirip dengan aslinya. Tentunya hal ini membutuhkan desain yang rumit ya. H. Rangka layang layang burung jatayu. Jatayu adalah sejenis burung garuda tapi memiliki kemampuan untuk berbicara. Karena dianggap dewa, tentu tidak boleh sembarangan membuat rangka burung ini. Rangka burung jatayu biasanya terbuat dari bambu dan dibuat dalam waktu berhari hari. Jika anda berencana membuatnya, mungkin diperlukan bimbingan dari yang sudah ahli karena jika tidak, rangka burung anda mungkin malah tidak bisa terbang nantinya.

I. Rangka layang layang kelelawar juga bagus untuk dicoba. Selain lebih mudah dibanding kedua burung di atas, kelelawar yang tidak termasuk kategori burung tapi mirip burung secara anantomi nya ini sangat mudah untuk diaplikasikan menjadi layang layang. Kerangka layang layang kelelawar juga bisa dibuat dengan mudah. Hal ini dikarenakan rangka layang layang kelelawar tidak membutuhkan terlalu banyak bambu dan simpul. Bagaimana? Lengkap bukan berbagai macam pembahasan seputar cara membuat rangka layang-layang burung dari bambu.

Semoga cara ini bisa memberikan manfaat buat anda semuanya. Jika tertarik dengan informasi dari blog ini, jangan sungkan untuk bookmark halaman ini ya. Popular Posts • 13+ Macam-Macam Kertas Untuk Layangan posted on March 30, 2018 • Cara Menggunakan Minyak Bulus Agar Memberi Hasil yang Maksimal posted on October 12, 2017 • Cara Membuat Kerangka Layang-Layang Elang posted on March 8, 2018 • Cara Membuat Layang-layang Sederhana posted on December 15, 2019 • Macam Macam Kerangka Layang-Layang posted on February 8, 2018 • Manfaat Sprite Bagi Kesehatan posted on November 10, 2017 Recent Posts • Sendang Ngembel – Tempat Sempurna Untuk Bersembunyi Dari Kebisingan Kota 5 June 2020 • Wisata Di Sentra Kerajinan Gerabah Kasongan 1 June 2020 • Wisata Romantis di Bandung 15 December 2019 • Cara Membuat Layang-layang Sederhana 15 December 2019 • Pantai Ndrini – Keindahan Pantai Lama Yang Tak Pernah Pedar 30 May 2019 • 16 Manfaat Buah Pepaya untuk Ibu Hamil, Kecantikan dan Kesehatan 20 January 2019 • 20 Manfaat Buah Bit untuk Ibu Hamil, Kecantikan dan Kesehatan 20 January 2019
Jual kerangka bambu layangan celepuk burung hantu110cm kab gianyar cili nak bali tokopedia.

Disana banyak sekali referensi kerangka layang layang burung yang cantik. Cara Membuat Kerangka Layang Layang Burung Dari Bambu – Blog Tentang Burung Pilih bambu yang masih muda. Cara membuat kerangka layang layang burung dari bambu. Cara membuat kerangka layang elang. Kalau layangan belum memiliki kenur, anda harus mengikat dan membuat simpulnya sendiri. Di dunia ini banyak sekali ragam jenis layang layang. Inilah pembahasan lengkap terkait cara membuat kerangka layang layang burung elang.

Maka dari itu, pemilihan jenis bambu, jenis kertas, serta jenis senar pun sangat perlu diteliti. Cara membuat layangan burung hantu dari bambu. 10 rekomendasi layang layang dengan bentuk yang unik untuk. Kedua bilah bambu diletakkan dengan posisi bersilangan namun, tidak bersilangan tipat ditengah. Pilih bambu yang masih muda. Karena penggunaan bambu dan bahan lainnya begitu banyak, maka rangkanya saja sangatlah berat.

Cara membuat layang layangan pesawat perang tempur cara buatnya sangat mudah dan kalian bisa membuat di rumah. Cara membuat jebakan burung dari tali juga tak kalah menarik untuk dibahas. Siapkan 2 bambu tipis dengan ukuran berbeda. Cara membuat layang layang layangan yaitu satu permainan yang terbuat dari kerangka yang bisa terbuat dari bambu atau bahan ringan lainnya yang kuat yang bagian luarnya dilapisi oleh kertas atau plastik layangan ini dimainkan melalui cara mengikat benang lantas ditarik agar terkena angin serta terbang tinggi dan semakin tinggi.

Ikat kedua kerangka layangan kertas. Cara membuat layang layang burung elang. Jual kerangka bambu layangan celepuk burung hantu110cm dengan harga rp44500 dari toko online cili nak bali kab. Langkah pertama taruh kedua bilah bambu dengan posisi silang dan letakkan bambu pendek pada 1/3 bagian bambu yang panjang. Bambu kita tidak beli tetapi sumbangan dari warga kata imam. Cara yang seringkali dilakukan orang: Untuk membuat ekor layangan burung, buatlah potongan bambu dengan panjang 20 cm dan tebal 2 mm.

Adapun cara mudah membuat layangan burung hantu beserta gambar kerangkanya, sebagai berikut : Video cara membuat layangan burung. Membuat rumah dari stik bahkan menjadi hobi. Letakkan kedua bambu secara menyilang dengan titik pertemuan.

Jika tak mau repot, anda. Satu ruas bambu dengan diameter 1 cm dan panjang 90 cm. Cara membuat layang layang burung elang. Letakan kerangka di atas kertas minyak. Lalu masukkan senar layangan pada lubang dan ikat. 6 model layang layang cuma ada di indonesia ini bikin tepuk. Langkah pertama yaitu pilihlah bambu yang masih muda untuk bahan utama kerangka. Cara membuat rangka layang layang burung dari bambu sandibrand cara membuat layangan burung by putu leonx46 jual layang layang bentuk burung layang layang untuk jakarta barat rere id tokopedia Oke, buat kalian yang ingin membuat layangan jenis burung elang tenang saja, karena di artikel ini saya akan membahasnya.

Akan tetapi hal tersebut tidak selalu benar. Untuk tepinya, raut bambu sepanjang 27 cm hingga mendapatkan lebar 2 mm dan tepi 1 mm. Cara mengikat benang layang layang. Cara membuat layangan kupu kupu yang selanjutnya adalah mengikatkan kedua bilah bambu yang telah dibentuk jadi kerangka. Jika kesulitan dalam membuat desainnya, anda bisa mencari referensi desain kerangka layang layang burung ini di internet.

Cara membuat kerangka layang layang burung dari bambu. Tutorial membuat layang layang burung how to make a bird kite youtube layang layang burung walet burung Membuat layangan burung versiribet layang layang bali youtube. Cara membuat kerangka layang layang burung dari bambu serba serbi blog. Buatlah guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah kerangka layang layang burung bambu sesuai selera anda. Mulailah dengan membuat lubang, lalu.

Langkah membuat ekor dan tepinya. Cara membuat kerangka layang elang. Buat lubang di bawah titik tengah sekitar 7 cm dari bagian bawah layangan dan tautkan benang dari titik tengah menuju lubang di bawahnya. Pilih bambu yang masih muda. Cara membuat kerangka layang layang burung elang membuat itu.

Simak detail langkah pembuatannya berikut ini: Bilah bambu pendek diletakkan di pada bagian agak atas dari bilah bambu panjang. Cara membuat layang layang hias unik dari bambu yang sederhana. Tutorial Cara Mudah Membuat Kerangka Layangan Burung Elang – Youtube Cara Membuat Layang Layangan Burung Walet Dari Lidi Pohon Kelapa – Youtube Cara Membuat Layangan Burung Walet Dengan Mudah – Bulanbintang7com Cara Membuat Layangan Burung Elang Dengan Mudah – Bulanbintang7com Jual Kerangka Arku Bambu Layangan Celepuk Burung Hantu 110 Indonesiashopee Indonesia Cara Membuat Kerangka Layang Layang Kupu Kupu Kita Cara Membuat Layang Layang Burung Dari Bambu Cara Membuat Layang Layang Kelelawar Kami 31 Best Layang-layang Ideas Layang-layang Seni Proyek Kayu Kecil Cara Membuat Layangan Burung – Proses Merakit – Youtube Joias Cara Membuat Kerangka Layang Layang Burung Elang – Membuat Itu Layangan Elang Dari Bambu Cara Membuat Layang-layang Dari Bambu Blog Elevenia Jual Layangan Burung Dan Benang Indonesiashopee Indonesia How To Make Bird Kites Cara Membuat Layangan Burung – Youtube Yanris Blogs Cara Membuat Layang Layang Burung Rangka Layang Layang Elang Cara Membuat Rangka Layangan Garuda How To Make Kit Eagle – Youtube Cara Membuat Kerangka Layang-layang Elang – SandibrandMainan yang digerakkan dengan tali adalah seperangkat mainan anak yang menggunakan tali sebagai bahan pengerak untuk dapat menjalankan mainan tersebut.

Sebuah mainan dapat dijadikan alat untuk mengembangkan diri, meningkatkan daya imajinasi dan juga menambahkan pengetahuan serta pengalaman siswa. Beberapa contoh mainan yang digerakkan dengan tali antara lain Yoyo, Angkrek, Gangsing, Layang-layang, dll. Pada tulisan ini hanya akan membahas mengenai mainan layang-layang saja. Layang-layang merupakan lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali.

Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya dan dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan. Selain menjadi salah satu permaianan yang sering dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa, Layang-layang diketahui juga memiliki fungsi ritual yakni sebagai alat bantu memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif. Berikut ini cara membuat layang-layang A. Alat dan Bahan Sebelum membuat layang-layang sebagai mainan yang digerakan dengan tali terlebih dahulu harus memahami betul apa yang dibuat agar dalam mempersiapkan alat dan bahan, serta merancangnya dapat tepat pula.

Berikut ini alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat layang-layang. • Kertas sampul buku sebagai bahan utama pembuat layang-layang. • Tali atau benang digunakan sebagai pembaut kerangka, tali kendali dan untuk menaikan layang-layang. • Bilah bambu digunakan untuk membuat rangka layang-layang.

• Gunting digunakan untuk memotong kertas yang akan dibuat badan layang-layang. • Lem digunakan untuk merekatkan kertas pada rangka layang-layang. • Pisau atau gergaji digunakan untuk memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang. B. Langkah Pembuatan Setelah semua alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan mainan layang-layang telah ada. Langkah selanjutnya adalah proses pembuatan layang-layang, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membuat layang-layang.

Perlu deperhatikan pada saat menggunakan pisau atau gergaji harus berhati-hati agar tidak mengenai bagian tubuh. Bisa juga pada saat memotong bambu meminta bantuan guru. Berikut ini langkah pembuatan layang-layang. • Langkah 1. Ambil 2 potong kayu (panjang 90 cm dan 50 cm). Letakkan bambu tersebut secara menyilang hingga menyerupai salib. Ikat kedua bambu tersebut dengan menggunakan benang secara menyilang.

Hubungkan disetiap sudut rangka dengan menggunakan tali atau benang hingga membentuk wajik. • Langkah 2. Letakkan rangka layang-layang tersebut diatas sebuah kertas sampul buku yang sudah digelar di lantai atau meja. Tandai kertas tersebut sehingga mengikuti bentuk rangka layang-layang. Tambahkan ekstra 2.5 cm untuk garis potongan. Gunting kertas tersebut mengikuti tanda yang telah kamu buat. • Langkah 3. Lipat bagian kertas ( 2,5 cm) kearah belakang lalu rekatkan dengan menggunakan lem.

Tunggu sampai lem benar-benar kering. Pada saat melakukan pengeleman diusahakan bagian yang dilem tersebut dibuat rapi. • Langkah 4. Setelah badan layang-layang terbentuk langkah selanjutnya adalah memasang tali kendali layang-layang. Tali kendali ini sangat penting ketikan membuat layang-layang.

Jika tali kendali ini kurang pas maka layang-layang tidak bisa terbang. Buatlah lubang untuk memasukan tali kendali pada persilangan rangka layang-layang dan pada bagian bawah layang layang. Masukan benang pada lubang yang telah dibuat kemudian ikat kuat-kuat menggunakan simpul mati.

Selanjutnya ukurlah posisi tali kendali ini agar seimbang antara kiri dan kanan. • Setelah tali kendali selesai dipasang selanjutnya cobalah menerbangkan layang-layang. Jika layang-layang saat terbang oleng ke kanan dan kek kiri tambahkan ekor pada bagian bawah layang-layang.

Untuk membuat ekor layang-layang, guntinglah +/- 100 cm (1 meter) tali atau benang yang kamu miliki. Ikatkan pada bagian bawah layang-layang. Rekatkan dengan lem agar tidak lepas. • Coba terbangkan lagi, jika layang- layang masih oleng tambahkan potongan kertas pada sisi layang-layang. Jika layang-layang oleng ke kanan maka tambahkan kertasi di sisi kiri layangan, demikian pula sebaliknya.

Jika layang-layang masih oleng juga naikan atau turunkan tali kendali pada layangan. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah saat pembuatan rangka-layang-layang. Usahakan bagian kanan dan kiri harus seimbang.

Untuk mengetahui rangka layang-latang seimbang atau tidak dapat dilakukan dengan cara mengikatkan benang pada masing-masing ujung rangka layangan. Jika ditimbang masih miring maka lakukan pengurangan bagian (diraut) sampai rangka benar-benar imbang antara bagian kiri dan bagian kanan.

Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.

Nusantara dikenal memiliki beraneka ragam motif hias. Motif hias disebut juga ornamen, motif hias dimiliki oleh setiap daerah Nusantara. Motif hias pada karya seni rupa Nusantara menggunakan motif-motif tertentu, sesuai kekhasan tradisi daerah masing-masing. Motif hias tersebut dibuat pada bidang-bidang, misalnya: segi tiga, segi empat, dan lingkaran.

Motif-motif hias itu antara lain motif hewan, manusia, geometris, dan motif lain. Ada bermacam-macam motif hias, seperti motif tumbuhan, hewan, manusia, dan motif lain. Motif-motif hias tersebut terdapat pada kain songket, tenun, celup ikat, dan batik. Berikut contoh-contoh motif tumbuhan, hewan, manusia dan motif lain. A. Motif Tumbuhan Motif tumbuhan atau sulur-suluran banyak terdapat pada karya seni rupa tiga dimensi berupa bentuk-bentuk yang telah distilir.

Motif tersebut diterakan pada berbagai alat atau media seperti kayu, batu, dan logam. Motif hias tersebut tersebut berfungsi sebagai dekoratif atau sebagai penghias bidang. Beberapa contoh motif tumbuh-tumbuhan terdapat pada serambi muka rumah adat jawa dan Madura. paso kuningan, dan tempat sirih dari Kalimantan Selatan, bejana emas dari klungkung, tempolong dari Jakarta, sarung keris dari Jawa Tengah, tudung emas dan pending perak dari Bima, talam perunggu dari Sidoarjo, dan pada talam perak dari Bima.

Motif hias tumbuhan juga banyak terdapat pada kain batik, wujudnya berupa hiasan yang diperoleh dari obyek yang distilir, motif hias tersebut dapat menentukan suatu kain batik pada corak-corak tertentu seperti : corak ceplok, corak parang, corak semen, corak wirasat.

Motif tumbuhan seperti haknya pada karya seni rupa dua dimensi merupakan lambang kesuburan. Terutama pada motif pohon hayat dan gunungan pada wayang kulit. B. Motif Hewan Motif hewan pada karya seni rupa tiga dimensi berupa bentuk bentuk alami atau yang telah digayakan. Motif hias tersebut dapat berupa motif hias yang diterakan pada suatu media atau berupa karya seni rupa itu sendiri.

Beberapa contoh motif hias hewan dapat ditemukan pada tongkat dan hiasan rumah batak yang berupa motif hias hewan kerbau.

Selain itu juga terdapat pada tiang rumah dan keranda mayat Toraja. Motif hias gajah terdapat pada batu nisan di Mandailing, keris Bali dan Surakarta. hulu keris Cirebon dan Jawa, Motif hias kuda terdapat pada perahu penjenazahan dan batu nisan Batak, nekara dari Kalimantan, dan kacip besi dari Bali. Motif singa pada keris Jawa dan Bali, bubungan atap rumah Bali. Motif hias burung terdapat pada topi penjuang suku Dayak, perahu kematian suku dayak.

Motif hias burung garuda terdapat pada lampu wayang dari Jawa, tiang pelita kayu dari Jawa Barat, pelita kuningan dari Surabaya, dan anglo tanah dari Cirebon. Motif hias ular terdapat pada yoni di Tulungagung, pancuran air kuningan dari Cirebon, keris dari Jawa, cagak gambang kayu dari Jawa, klekes karapan sape dari Madura. Sementara motif hias berupa kura-kura terdapat pada pinggan kayu dari Kalimantan Barat. Motif hewan banyak terdapat pada kain songket dan kain tenun.

Motif hias tersebut berupa bentuk-bentuk hewan yang di stilir atau disederhanakan. Contohnya adalah motif kerbau dan motif burung. Selain merupakan lambang benua atas dan bawah, seperti halnya pada karya dua dimensi. Motif hias hewan pada karya seni rupa tiga dimensi memiliki makna yang lain. Beberapa diantaranya merupakan titian bagi orang yang sudah meninggal.

Misalnya saja pada motif hias kuda pada perahu penjenazahan dan nisan suku Batak, serta motif kerbau pada suku Toraja.

C. Motif Manusia Motif hias manusia banyak terdapat pada karya seni rupa tiga dimensi yang ada di Nusantara. Motif manusia biasanya berupa karya seni rupa itu sendiri yang lebih mirip bentuk aslinya. Selain itu motif manusia ada yang berbentuk wayang dan topeng yang terdapat di beberapa daerah yang ada di Nusantara. Karya seni rupa tersebut terbuat dari bahan kayu, batu, atau logam. Contoh karya seni rupa dengan motif manusia antara lain keris besi Majapahit dan Surakarta, tegal dan Yogyakarta, hulu keris gading dari Cirebon, Jawa Tengah, Buleleng, hulu keris kayu dari jawa, hulu keris emas dari Jawa Tenga, Bali, dan Goa.

Dan beberapa bentuk patung misalnya di Muntilan Jawa Tengah, Kasongan, Trowulan, Bali, dan Asmat. Motif hias wayang misalnya terdapat pada piala air suci dari Denpasar, keris dari Jawa Barat, cerana tertutup dari Semarang, mangkuk kuningan dari Kalimantan, mainan dakon dan rebab dari Jawa Barat. Motif manusia dapat terdapat pada kain tenun dan songket, motif hias tersebut juga berbentuk manusia yang distilir atau disederhanakan, contohnya adalah kain tenun songket yang menggambarkan peristiwa penjajahan indonesia.

Ragam hias yang terdapat pada topeng-topeng yang ada di Nusantara misalnya saja topeng dari Sumatera berbentuk penstiliran yang masih mendekati raut manusia.

Bentuk hiasannya berupa bentuk-bentuk motif-motif pilin berganda. Topeng dari jawa lebih menonjolkan karakter setiap topeng yang menggambarkan seorang tokoh dalam cerita.

Motif hias pada bagian atas guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah samping menggambarkan suatu aksesoris.

Sementara topeng dari Bali banyak didominasi oleh ragam hias sulur-suluran. Sedangkan topeng dari suku Dayak banyak menggunakan motif hias berupa penstiliran bentuk-bentuk alam, termasuk bagian mata, hidung, dan mulut.

Topeng dari Papua memiliki motif yang khas guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah raut muka dibentuk dengan ornamen-ornamen sederhana.

Motif hias pada karya seni rupa tiga dimensi melambangkan nenek moyang atau lambang kesaktian. D. Motif Ilmu Ukur Motif ilmu ukur yang tertera pada karya seni rupa tiga dimensi berupa bentuk-bentuk tumpal, pilin berganda meander, dan swastika. Salah satu contoh motif hias ilmu ukur terdapat pada periuk tertutup dari Makasar, pada hiasan rumah Toraja.

Bentuk tumpal terdapat pada genderang kayu dari Kalmantan, pada candi Naga di Blitar. Sedangkan motif hias pilin berganda terdapat pada haluan perahu dari Tanimbar, dan motif hias meander terdapat pada lemari kecil yang berasal dari Palembang, pada koben atau perisai suku Wawi Anim dari Papua.

Dari beberapa motif hias ilmu ukur yang ada, beberapa diantaranya sudah diketahui maknanya.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

Misalnya saja motif swastika sebagai lambang matahari. Masih ada beberapa motif ilmu ukur yang sulit dikelompokkan misalnya saja motif lidah api dan pinggir awan. E. Motif Berupa Adegan Motif hias berupa adegan dalam karya seni rupa tiga dimensi dapat disejajarkan dengan motif hias pada kain batik. Jika pada batik motif-motif yang dipadukan embentuk corak batik, sedangkan pada karya seni rupa tiga dimensi motif-motif yang dipadukan mebentuk relief berupa adegan.

Pada kain batik terdapat beberapa motif hias, demikian pula pada suatu adegan. Dalam suatu adengan terdapat motif manusia, hewan, tumbuhan, dan benda-benda yang berkaitan dengan adegan tersebut. Bentuk sikap atau gaya motif hias akan menentukan makna dari adengan tersebut.

Contoh motif hias berupa adegan banyak terdapat pada relief. Misalnya saja relief tentang Budha di Candi Borobudur, relief tentang Ramayana pada Candi Prambanan, relief tentang kehidupan pada Candi Panataran, relief tentang sejarah perjuangan pada Tugu Monumen Nasional, dan berbagai relief pada monumen-monumen perjuangan yang lainnya.

Motif-motif hias pada karya senia rupa tiga dimensi dari berbagai daerah memiliki keunikan dan ciri khas sendiri-sendiri. Baik dari segi bentuk, teknik pembuatan maupun sejarah keberadaannya masing-masing memiliki ciri yang khas. Teks eksposisi merupakan teks yang berfungsi mengungkapkan gagasan atau mengusulkan sesuatu berdasarkan argumentasi yang kuat. Tujuan Teks Ekposisi adalah sebagai penjelas terkait informasi tertentu agar dapat menambah wawasan pembaca sehingga dengan adanya teks eksposisi ini pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal maupun kejadian.

Biasanya penyajian teks eksposisi memiliki ciri-ciri khusus untuk membedakan dengan jenis teks lainnya. Bagaimana cara kita agar dapat mengetahui bahwa teks tersebut merupakan teks eksposisi atau bukan ?

Salah satu cara untuk mengetahui teks tersebut adalah teks eksposisi atau bukan adalah dengan cara mengetahui ciri-ciri kebahasaannya. Untuk mengetahui ciri kebahasaan teks eksposisi berikut ini salah satu contoh teks eksposisi. “Kegembiraan dalam Belajar” Ahmad BaedowiDirektur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta Media Indonesia, 09 November 2015 Struktur Kalimat Pernyataan pendapat (tesis) Saya (pronomina) sering memberikan pertanyaan kepada guru dan siswa tentang makna pengalaman belajar (learning experience).

Rata-rata jawaban mereka adalah kurangnya kegembiraan dalam belajar. Memang, baik guru maupun siswa mengenal istilah fun learning, tetapi implementasinya jauh dari memadai. Banyak guru sekadar mencari kesenangan dalam belajar dengan cara mengajak siswa bermain, menari, dan bernyanyi. Namun jarang sekali dari mereka memahami hakikat kegembiraan dalam belajar (joyful learning).

Pasalnya, apa yang mereka rekayasa dalam bentuk permainan tidak nyambung (out of context) dengan bidang studi yang diajarkan. Argumentasi Kegembiraan anak dalam belajar sebenarnya merupakan hak fundamental yang harus diberikan sepenuhnya. Kegembiraan bukan semata-mata memberikan mereka permainan di luar ketika mereka belajar tanpa tujuan yang jelas, melainkan sebuah cara yang menyatu dengan tujuan pembelajaran berjangka panjang.

Banyak sekolah misalnya menghabiskan begitu banyak waktu untuk bermain, tetapi tak bertujuan serta membuat program kunjungan sekolah hanya pada waktu libur. Kegembiraan hanya berlangsung sesaat. Bagi para siswa, tentu saja permainan dan kunjungan wisata yang hanya sesekali itu malah memberikan mereka beban karena begitu mereka kembali ke sekolah, hanya kebosanan yang mereka dapatkan.

Salah satu contoh kebosanan mereka dalam belajar dapat terlihat, misalnya, ketika jam belajar selesai. Guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah bersorak dan ingin cepat pulang, atau ketika mereka mendapatkan hari libur. Semuanya merupakan penanda bahwa sekolah dan belajar merupakan kegiatan yang melelahkan, membosankan, bahkan menyebalkan.

Jika kenyataan-kenyataan ini diperoleh anak-anak kita, apa yang akan terjadi dengan perkembangan jiwa mereka di masa datang. Beberapa hasil riset tentang perkembangan mental dan kejiwaan anak-anak yang dialami ketika mereka belajar menunjukkan secara konsisten dan kuat bahwa kurangnya keceriaan dan kegembiraan dalam belajar berpengaruh terhadap kesuksesan masa depan seorang anak.

Dalam laporan Center on the Developing Child (2007) ditunjukkan secara khusus bahwa efek belajar yang menggembirakan dapat meningkatkan kapasitas arsitektur otak anak, yaitu pada saatnya otak tersebut akan memberikan pengaruh yang baik dalam membentuk perilaku sosial dan emosi anak yang cerdas.

Ini artinya, pengalaman belajar anak, jika terjadi secara benar dapat membentuk jalan bagi tumbuhnya motivasi belajar secara benar. Jika di masa depan kita menginginkan tumbuhnya karakter jujur dan kesalehan sosial yang kuat pada diri seorang anak, pendampingan terhadap proses belajar yang menggembirakan dan menyatu dengan tema yang diajarkan secara kontekstual penting dilakukan.

Penelusuran secara longitudinal terhadap keberhasilan seorang anak menunjukkan jejak yang kuat bahwa pengenalan konsep ilmu dan pendampingan orang dewasa menjadi dua hal yang signifikan untuk dilakukan secara benar.

Dengan demikian, belajar dengan gembira dan ceria yang terprogram dan terencana secara baik dan berkesinambungan harus ditata secara baik dan benar dalam sebuah rangkaian yang tidak terpisahkan dengan setiap bidang studi yang diajarkan (Schweinhart et al, 2005). Namun demikian, masih banyak kita lihat kesalahan fundamental terjadi dalam proses meletakkan kegembiraan dalam belajar. Beberapa kesalahan itu terlihat dalam proses belajar yang lebih banyak didominasi tuntutan perkembangan kapasitas akademik anak sehingga anak tak memperoleh pengalaman belajar yang autentik berdasarkan konteks sosial dan budaya yang terjadi di tengah-tengah kehidupannya.

Selain itu, tak sedikit dijumpai paradigma yang salah dari para pendidik yang memandang pengalaman belajar (learning experience) sebagai sebuah kondisi yang sepenuhnya di bawah kendali dan dipegang guru. Jika secara definitif makna pengalaman belajar adalah sebuah proses belajar itu selalu sesuai dengan kondisi aktual yang dialami para guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah, kegembiraan dalam belajar yang terstruktur dan inovatif merupakan kebutuhan yang harus dimiliki setiap guru.

Ralph Tyler dalam Basic Principles of Curriculum and Instruction (1926) mendefinisikan pengalaman belajar dengan kalimat berikut, “The term learning experience is not the same as the content with which a course deal nor the activities performed by the teacher.

The term learning experience refers to the interaction between the learner and the external conditions of the environment to which he can react. Learning takes place through the active behavior of the student; it is what he does that he learns, not what the teacher does”. Jelas sekali bahwa pemaknaan pengalaman belajar yang salah lebih banyak disebabkan faktor guru yang tak memiliki kreativitas dalam merancang pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan.

Pentingnya pemahaman yang benar tentang pengalaman belajar anak jelas akan memberikan pengaruh terhadap kemampuan anak di masa depan.

Jika anak dididik berdasarkan target perkembangan kognisinya semata, kekhawatiran terhadap masa depan Indonesia akan memiliki cukup alasan. Meskipun dalam naskah akademik Kemendikbud tentang pendidikan anak usia dini, misalnya, menyisir paradigma filsafat pendidikan pragmatisme, pemerintah dengan tegas meminta agar para pendidik tidak boleh memaksakan suatu ide atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik.

Dari sisi ini, evaluasi terhadap tenaga pengajar yang tidak memahami makna pengalaman belajar dan arti pentingnya bagi masa depan pertumbuhan anak menjadi wajib untuk dilakukan. Penegasan ulang pendapat Dengan berkaca pada hasil-hasil riset tersebut, jelas sekali harus ada niat baik dari para penggagas dan praktisi pendidikan untuk mengubah gaya mengajar mereka menjadi lebih kreatif.

Contextual based learning harus menjadi acuan dalam proses belajar mengajar yang menggembirakan agar anak-anak tumbuh dan berkembang dengan karakter yang kuat, kecerdasan yang memikat, serta kepedulian terhadap sesama yang mengikat rasa persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa. Dalam menulis sebuah teks eksposisi ada beberapa kaidah yang harus dipenuhi.

Diantara kaidah-kaidah yanng harus terpebuhi tersebut diantaranya adalah pronomina, verba, konjungsi, dan argumentasi satu sisi. Berikut ini adalah ciri kebahasaan teks eksposisi. A. Pronomina Pronomina biasanya digunakan dalam menyatakan pendapat.

Pronomina persona yang sering digunakan seperti kita, kami, dan saya. Terlebih kata pronomina persona saya banyak digunakan ketika menyatakan pendapat pribadi. Contoh: • Saya sering memberikan pertanyaan kepada guru dan siswa tentang makna pengalaman belajar (learning experience). • Rata-rata jawaban mereka adalah kurangnya kegembiraan dalam belajar. B. Verba Verba yang digunakan adalah yang menyatakan persepsi, seperti percaya dan meyakini.

Verba tersebut digunakan untuk mengubah persepsi pembaca agar menerima pendapat penulis. Contoh: Saya percaya, pentingnya pemahaman yang benar tentang pengalaman belajar anak jelas akan memberikan pengaruh terhadap kemampuan anak di masa depan. C. Konjungsi Konjungsi yang banyak digunakan adalah yang menghubungkan fakta-fakta sehingga tersaji runtut (pada kenyataannya, kemudian, dan lebih lanjut) dan konjungsi yang menyatakan sebab akibat (sebab, karena, sehingga, oleh sebab itu, oleh karena itu) Contoh: • Bagi para siswa, tentu saja permainan dan kunjungan wisata yang hanya sesekali itu malah memberikan mereka beban karena begitu kembali ke sekolah, hanya kebosanan yang didapatkan.

• Beberapa kesalahan itu terlihat dalam proses belajar yang lebih banyak didominasi tuntutan perkembangan kapasitas akademik anak sehingga anak tak memperoleh pengalaman belajar yang autentik berdasarkan konteks sosial dan budaya yang terjadi di tengah-tengah kehidupannya. D. Argumentasinya Satu Sisi Argumentasi satu sisi yaitu sisi yang mendukung atau menolak. Contoh: • Kegembiraan anak dalam belajar sebenarnya merupakan hak fundamental yang harus diberikan sepenuhnya.

(mendukung) • Beberapa kesalahan itu terlihat dalam proses belajar yang lebih banyak didominasi tuntutan perkembangan kapasitas akademik anak sehingga anak tak memperoleh pengalaman belajar yang autentik berdasarkan konteks sosial dan budaya yang terjadi di tengah-tengah kehidupannya. (menolak) • Selain itu, tak sedikit dijumpai paradigma yang salah dari para pendidik yang memandang pengalaman belajar (learning experience) sebagai sebuah kondisi yang sepenuhnya di bawah kendali dan dipegang guru.

(menolak) E. Kohesi Kohesi adalah keterkaitan antar-unsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana yang ditandai antara lain oleh konjungsi, repetisi, dan pelesapan. Contoh: Kegembiraan anak dalam belajar sebenarnya merupakan hak fundamental yang harus diberikan sepenuhnya. Kegembiraan bukan semata-mata memberikan mereka permainan di luar ketika mereka belajar tanpa tujuan yang jelas, melainkan sebuah cara yang menyatu dengan tujuan pembelajaran berjangka panjang.

Banyak sekolah, misalnya, menghabiskan begitu banyak waktu untuk bermain, tetapi tak bertujuan serta membuat program kunjungan sekolah hanya pada waktu libur. Kegembiraan hanya berlangsung sesaat. Bagi para siswa, tentu saja permainan dan kunjungan wisata yang hanya sesekali itu malah memberikan mereka beban karena begitu mereka kembali ke sekolah, hanya kebosanan yang mereka dapatkan.

F. Koherensi Koherensi adalah hubungan logis antarbagian karangan atau antarkalimat dalam satu paragraf. Contoh: Salah satu contoh kebosanan mereka dalam belajar dapat terlihat, misalnya, ketika jam belajar selesai.

Semuanya bersorak dan ingin cepat pulang, atau ketika mereka mendapatkan hari libur. Semuanya merupakan guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah bahwa sekolah dan belajar merupakan kegiatan yang melelahkan, membosankan, bahkan menyebalkan.

Jika kenyataan-kenyataan ini diperoleh anak-anak kita, apa yang akan terjadi dengan perkembangan jiwa mereka di masa datang. G. Kata Baku dan Ejaan Kata baku dan ejaan bahasa Indonesia yang tepat merupakan unsur kebahasaan teks eksposisi karena teks tersebut merupakan karya ilmiah.

1. Kata baku adalah kata yang sudah distandardisasikan. Contoh: Jelas sekali bahwa pemaknaan pengalaman belajar yang salah lebih banyak disebabkan faktor guru yang tak memiliki kreativitas dalam merancang pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan.

2. Ejaan Ejaan adalah kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca. Teks eksposisi ditulis dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang benar, misalnya penulisan huruf kapital, huruf miring, angka dan lambang bilangan, akronim dan singkatan, tanda baca (titik, koma, titik dua, dan lain-lain), penulisan partikel (–lah,-tah,-kah,-pun), dan gabungan kata.

Pada bagian ini kita hanya akan membahas beberapa tanda baca yang produktif. Tari yang ditampilkan dalam sebuah pertunjukan biasanya didukung oleh iringan musik agar gerakan-gerakan yang dibawakan penari terasa lebih hidup. Iringan musik dapat berasal dari alat musik tradisional, alat musik modern, atau musik dari bunyi-bunyian yang berasal dari bagian anggota tubuh manusia. Beberapa tarian ada yang disajikan tanpa iringan alat musik.

Salah satunya adalah tarian yang berasal dari daerah Papua. Tarian yang dilakukan tanpa iringan musik karena iringan musik digantikan dengan hentakan kaki dan teriakan yang sesekali keluar dari mulut para penari.

Memperagakan tarian tanpa iringan lebih mudah karena tidak perlu meyesuaikan degan musik. Walaupun peragaan tari tanpa iringan tidak begitu rumit, namun harus dipersiapkan dengan baik. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain sebagai berikut. • Menentukan tari yang akan dibawakan. Guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah membawakan tarianan tentukan terlebih dahulu jenis tarian yang akan dibawakan.

Apakah tari tersebut tari perseorangan, tari berpasangan atau tari yang dibawakan secara kelompok. Pilihlah tarian yang sederhana gerakannya sehingga tidak mengalami kesulitan saat memeragakannya. • Memilih busana tari dan properti tari yang sesuai dengan tarian. Usahakan memilih jenis tarian yang menggunakan busana dan perlengkapan yang mudah didapatkan. Jika busana dan properti susah didapatkan, maka perlu membuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. • Memakai tata rias yang sesuai.

Tata rias akan sangat membantu ekspresi para penari. Melalui tata rias karakter penari akan lebih dipertegas. Karakter penari yang kejam, lembut, gagah, orang tua maupun anak-anak dapat dipertegas dengan warna-warna atau goresan dari alat-alat perias wajah.

Wajah anak-anak dapat dibuat menjadi tua dengan tata rias yang sesuai, demikian pula sebaliknya. Secara umum persiapan peragaan tarian tari daerah tanpa iringan sama dengan persiapan pertunjukan tari daerah dengan menggunakan iringan. Saat membawakan trari tanpa iringan dapat dilakukan dengan dengan pengaturan irama menggunakan hitungan 1-2-3-4 dan seterusnya.

Berikut ini contoh gerakan tari tanpa iringan pada tari payung daru Sumatera Barat. Ragam Gerak 1 • Tangan kembali ke pinggang, tangan kanan kembali memegang payung dan tangan kiri di pinggang. • Hitungan 1 dan 3 payung diayun ke kiri. • Hitungan 2 dan 4 payung diayun ke kanan. • Hitungan 1, 2, 3, dan 4 kaki melangkah ke depan, terus berjalan ke luar pentas.

Dengan latihan yang sungguh-sungguh tentunya peragaan tarian tanpa iringan ini dapat dilakukan. Peragakan gerakan-gerakan tari sesuai dengan karakter tarian tersebut agar tarian lebih menarik. Kalian juga dapat memperagkan gerakan tari daerah lain tanpa menggunakan iringan. Misalnya saja tari piring golek dari Sumatera barat. Interpretasi adalah pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis terhadap sesuatu; tafsiran (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Menginterpretasi makna teks laporan artinya memberikan tafsiran terhadap makna teks laporan. Tujuan interpretasi terhadap teks laporan adalah meningkatkan pengertian atau pemahaman terhadap teks tersebut. A. Tabel dan Grafik Penyajian sebuah informasi dalam teks laporan tidak mutlak disampaikan dalam teks atau wacana yang berbentuk paragraf.

Tabel, grafik, dan bagan merupakan salah satu bentuk penyampaian informasi yang biasanya memuat hal berkaitan dengan angka, urutan atau tingkatan secara periodik, perbandingan, serta data-data dalam ruang lingkup dan waktu tertentu.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

Grafik, tabel dan bagan tidaklah dibuat sekadar melengkapi teks, namun lebih dari itu, grafik merupakan bagian tak terpisahkan dari teks yang disajikan. Pemunculan grafik pada sebuah teks dimaksudkan untuk mendukung kemudahan dalam memahami isi informasi teks tersebut. Tabel adalah daftar berisikan intisari berupa baris dan kolom yang memuat katakata atau angka yang disusun secara teratur dengan diberi pembatas sehingga dapat disimak dengan mudah. Tabel juga dapat memberikan referensi secara cepat dan akurat.

Grafik adalah gambaran perkembangan data, bisa naik, turun, atau tetap yang berupa garis atau gambar secara vertikal dan horizontal. Grafik dapat melukiskan dan mengintisarikan hubungan antara data statistik dengan bagian-bagian lain dengan singkat, sederhana, masif, dan komprehensif. Grafik dapat dikatakan juga sebuah bentuk penyajian visual yang dipakai untuk membandingkan jumlah data pada saat- saat yang berbeda.

Grafik, tabel, atau bagan yang menyertai teks bacaan berfungsi memperjelas isi wacana. Paparan yang rumit dan pelik akan lebih mudah dipahami bila disertai dengan tabel, grafik atau bagan/diagram. Teks bacaan yang rumit dan disertai dengan tabel, grafik atau bagan/diagram, membantu pembaca untuk lebih memfokuskan pada tabel, grafik atau bagan/diagram yang disajikan.

Pada umumnya pembaca akan mencari bagian-bagian yang diperlukan saja pada tabel, grafik atau bagan/diagram yang disajikan.

B. Langkah-langkah Menginterpretasi Makna Teks Laporan Pencapaian interpretasi yang optimal bergantung pada kecermatan dan ketajaman penafsir. Setiap pembaca akan memiliki interpretasi yang berbeda terhadap teks laporan.

Adapun langkah-langkah menginterpretasi teks laporan sebagai berikut. 1. Bacalah keseluruhan teks laporan, baik uraian teks maupun tabel atau grafik yang terdapat pada laporan tersebut.

Cara membaca uraian laporan adalah sebagai berikut. • Carilah istilah yang tidak diketahui maknanya karena dengan demikian kita dapat menafsirkan laporan yang tepat. • Carilah ide pokok dalam setiap paragraf. Ide pokok merupakan inti setiap paragraf atau inti dari laporan. • Buatlah rangkuman dari teks laporan. Dari rangkuman yang merupakan rangkaian ide pokok secara menyeluruh ini kemudian kita dapat mengetahui isi laporan tersebut. 2.

Bacalah tabel atau grafik dengan cara berikut. • Bacalah terlebih dahulu judul tabel/grafik dengan cermat karena judul memberikan gambaran guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah tentang keseluruhan yang disampaikan. • Bacalah keterangan yang terdapat di bagian atas, bagian sisi, atau bagian bawah grafik atau tabel.

Keterangan merupakan penjelasan penting tentang data yang disampaikan. • Apabila ada simbol atau lambang di dalam grafik atau tabel, pahamilah simbol tersebut dengan guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah agar dapat memahami informasi secara utuh. 3. Sampaikanlah penafsiran secara lisan atau tulisan.

Eksposisi adalah teks yang terkandung didalamnya sejumlah informasi yang isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat dan akurat. Beberapa ciri teks eksposisi antara lain, Pertama gaya informasi yang mengajak.

Kedua, penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku. Ketiga, menjelaskan informasi-informasi pengetahuan. Keempat, tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya. Kelima, teks eksposisi bersifat objektif dan netral.

Keenam, penjelasannya disertai data-data yang akurat. Abstrak adalah ikhtisar (karangan, laporan, dan sebagainya), ringkasan, atau inti. Abstrak adalah hasil tulisan ringkas dari beberapa uraian.

Mengabstraksi adalah proses menghasilkan abstrak (ringkasan). Uraian-uraian pokok yang ada dalam guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah disusun menjadi sebuah teks baru yang ringkas, tetapi masih memperlihatkan sosok teks aslinya yang memiliki hubungan yang logis dan padu.

Mengabstraksi teks eksposisi berarti meringkas teks menjadi lebih pendek dari teks aslinya dengan urutan yang sistematis dan sudah meliputi seluruh bagian yang ada dalam teks. A. Cara Mengabstraksi Teks Eksposisi Mengabstraksi atau meringkas teks laporan hasil eksposisi merupakan kegiatan menyusun kembali sebuah teks laporan menjadi lebih singkat tanpa menghilangkan inti teks tersebut.

Berikut adalah cara mengabstraksi teks eksposisi. • Hasil dari merangkum adalah rangkuman, yaitu mengabstraksi dengan mengurutkan tiap pokok-pokok pikiran kemudian disusun tanpa mengubah struktur tetap teks aslinya. • Hasil dari ikhtisar adalah ikhtisar, yaitu mengabstraksi dengan menyusun pikiranpikiran pokok lalu pikiran-pikiran pokok tersebut dirangkai dengan tidak berurutan.

Penulis ikhtisar bebas mengombinasikan kata-kata asal tidak menyimpang dari inti. B. Mengabstraksi Teks Eksposisi Berbentuk Berita Teks Eksposisi berbentuk berita adalah salah satu bentuk pengembangan teks eksposisi yang menyajikan, atau memaparkan informasi tentang suatu peristiwa yang telah terjadi atau hasil dari sebuah penelitian.

Untuk mengabstraksi teks eksposisi berbentuk berita, kita harus meringkas berdasarkan pokok-pokoknya, yaitu kepala berita dan jawaban atas pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, berapa, mengapa, dan bagaimana yang dipadukan menjadi sebuah ringkasan.

Contoh: 1. Membaca teks asli Rihanna Luncurkan Program Beasiswa Melalui Yayasan Kemanusiaannya Liputan6.com, New York - Penyanyi papan atas, Rihanna, akan memberikan peluang bagi mereka yang kurang mampu untuk bisa menimba ilmu di perguruan tinggi melalui program beasiswanya. “Bisa membantu banyak orang dari segi pendidikan adalah suatu kehormatan bagi saya,” kata Rihanna, mengutip TIME, Rabu (11/4/2016).

Menurut Rihanna, program itu dirancang untuk memberi kesempatan orang-orang agar merasakan kuliah dan merasakan suasana perguruan tinggi. Program beasiswa itu tidak hanya bagi mereka yang tinggal di Amerika Serikat, tetapi juga dibuka untuk orang-orang di negara lain, seperti Barbados, Brasil, Kuba, Haiti, Guyana, dan Jamaika.

Mereka yang mendaftar akan dinilai melalui beberapa aspek penting. “Para pendaftar akan dilihat sisi prestasi akademiknya, gaya kepemimpinan, tingkat antusiasme untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, pengalaman kerja, dan esai pribadi,” kata Rihanna, dilansir dari Vice.

Pada 2012, Rihanna meluncurkan The Clara Lionel Foundation, sebuah yayasan di bidang kemanusiaan yang didedikasikan untuk mendiang nenek dan kakeknya. Yayasan Rihanna itu mempunyai sejumlah visi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat global dan memberikan bantuan serta dukungan pada sektor pendidikan, kesehatan, seni, dan budaya.

(Dikutip dari Liputan6.com dengan penyesuaian, Adanti Pradita pada 11 Mei 2016, 11:00 WIB) 2. Kepala berita dan jawaban atas pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, berapa, mengapa, dan bagaimana.

• Kepala berita: Rihanna Luncurkan Program Beasiswa Melalui Yayasan Kemanusiaannya • Apa? Program beasiswa • Siapa? Rihanna, penyanyi papan atas melalui yayasannya The Clara Lionel Foundation • Kapan? Aplikasi untuk program beasiswa dibuka sampai 10 Juni 2016. • Di mana? Di negara Amerika Serikat • Mengapa? Memberikan program beasiswa bagi mereka yang kurang mampu untuk menimba ilmu di perguruan tinggi. • Bagaimana? (1) Program beasiswa Rihanna untuk orang yang tinggal di Amerika dan orang-orang dari negara lain.

(2) Mereka yang mendaftar akan dinilai melalui beberapa aspek penting. 3. Hasil Abstraksi Rihanna Luncurkan Program Beasiswa Melalui Yayasan Kemanusiaannya Rihanna memberikan program beasiswa bagi mereka yang kurang mampu untuk menimba ilmu di perguruan tinggi Amerika Serikat melalui yayasan kemanusiannya, yaitu The Clara Lionel Foundation.

Beasiswa itu diperuntukkan bagi orang-orang Amerika Serikat dan negara lain. Aplikasi untuk program beasiswa dibuka sampai 10 Juni 2016. Mereka yang mendaftar program beasiswa akan dinilai melalui beberapa aspek penting. C. Teks Eksposisi Berbentuk Artikel Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.

Abstraksi dari sebuah teks eksposisi berbentuk artikel dapat disusun berdasarkan gagasan utama pada setiap paragrafnya. Contoh: 1. Bacalah teks aslinya Motivasi Hidup Kehidupan adalah sebuah arena bagi kita untuk "bertarung" agar menjadi sang juara sehingga kebahagiaan dalam hidup kita dapat terwujud. Ketika kita bisa menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah, kemenangan itu pasti akan menjadi milik kita.

Tidak ada sesuatu bisa dikerjakan secara instan, tetapi dibutuhkan perjuangan. Sejatinya, hidup mengajarkan manusia untuk menjadi pribadi yang tangguh. Ketangguhan yang kita miliki akan membuka kesempatan kita untuk dapat meraih sesuatu yang bernilai. Sebagai manusia, kita tidak selalu bisa memiliki yang ingin kita miliki, tetapi Tuhan pasti akan mencukupi segala yang kita butuhkan selagi kita berjuang untuk melakukan yang terbaik.

Ingat, melakukan yang terbaik harus sesuai dengan kapasitas kita. Jadi, jangan berusaha sama seperti orang lain. Hal itu hanya akan menyulitkan kita dalam berkembang. (Diadaptasi dari kangsigit.com) Carilah gagasan utama setiap paragraf • Paragraf pertama: Kehidupan adalah sebuah arena bagi kita untuk "bertarung" agar menjadi sang juara.

• Paragraf kedua: Tidak ada sesuatu bisa dikerjakan secara instan, tetapi dibutuhkan perjuangan. • Paragraf ketiga: Sebagai manusia, kita tidak selalu bisa memiliki apa yang ingin kita miliki, tetapi Tuhan pasti akan mencukupi segala yang kita butuhkan selagi kita berjuang untuk melakukan yang terbaik.

Hasil abstraksi Motivasi Hidup Kehidupan adalah sebuah arena bagi kita untuk "bertarung" agar menjadi sang juara. Tidak ada sesuatu bisa dikerjakan secara instan, tetapi dibutuhkan perjuangan. Sebagai manusia, kita tidak selalu bisa memiliki yang ingin kita miliki, tetapi Tuhan pasti akan mencukupi segala yang kita butuhkan selagi kita berjuang untuk melakukan yang terbaik.

Produksi adalah proses mengeluarkan hasil atau ada yang dihasilkan. Memproduksi teks eksposisi berarti menulis teks eksposisi atau menghasilkan teks eksposisi. Sebelum memproduksi teks eksposisi, terlebih dahulu pahami bahwa teks eksposisi mempunyai sifat ilmiah, menyampaikan informasi dengan argumentasi, menyertakan fakta dan data, dan mempunyai tujuan agar pembaca mendapat pengetahuan dan informasi dengan sejelas-jelasnya.

Syarat seorang penulis teks eksposisi harus mempunyai kemampuan berbahasa yang baik, menguasai konsep kalimat baku dan ejaan, memiliki cara berpikir logis, serta peka terhadap permasalahan di sekitarnya. Dalam menulis teks eksposisi, penulis seharusnya menulis gagasan secara logis dan sistematis agar pembaca dapat menyerap informasi dengan baik dan dapat menyampaikan argumentasi dengan meyakinkan. A. Langkah-Langkah Memproduksi Teks Eksposisi Selain kemampuan berbahasa yang baik, ada beberapa langkah yang harus Anda perhatikan agar dapat membuat teks eksposisi yang baik.

Beberapa langkah tersebut, sebagai berikut. 1. Menentukan tema/topik Langkah pertama yang harus dilakukan saat membuat teks eksposisi adalah menentukan tema. Dengan menentukan tema, pada saat menulis kita lebih terfokus pada tema tersebut sehingga dapat lebih menjiwai tulisan yang dibuat.

Adapun topik teks eksposisi mempunyai sifat sebagai berikut. • Faktual artinya sesuatu yang benar-benar terjadi dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

• Analisis atau penafsiran objektif terhadap seperangkat fakta. 2. Menentukan tujuan teks eksposisi Setelah menentukan topik yang akan dipaparkan, kita harus memiliki tujuan. Tujuannya untuk memberikan penjelasan dan pemahaman kepada pembaca dan menyampaikan gagasan atau mengajukan usul dari suatu topik tertentu. 3. Mengumpulkan data Pengumpulan data atau bahan yang diperlukan dalam penulisan teks eksposisi sesuai dengan topik yang dipilih dapat diperoleh dari buku, majalah, internet, surat kabar, dan wawancara langsung.

4. Membuat kerangka teks eksposisi Sebelum pembuatan teks eksposisi, terlebih dahulu buatlah kerangkanya secara lengkap, sistematis, dan sesuai struktur teks eksposisi. Struktur teks eksposisi terdiri dari tesis, argumentasi, dan penegasan ulang. 5. Mengembangkan kerangka teks eksposisi Sebelum pembuatan karangan eksposisi, terlebih dahulu membuat kerangkanya secara lengkap dan sistematis.

Kembangkanlah kerangka teks secara lengkap sesuai dengan struktur teks. • Bagian pendahuluan berupa tesis. Bagian ini memperkenalkan topik yang akan dipaparkan. Pada bagian ini, berisikan pendapat atau prediksi dari penulis yang berdasarkan fakta. • Bagian isi berupa argumentasi. Bagian ini berisi tentang argumen-argumen yang mendukung pernyataan penulis.

Penulis memaparkan serangkaian argumen yang disertai dengan bukti/fakta untuk memperjelas argumen • Bagian penutup berupa penegasan ulang pendapat. Bagian ini merupakan bagian akhir dari sebuah teks eksposisi berupa penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi.

Pada bagian ini, berisi saran atau hal-hal yang patut diperhatikan agar pendapat penulis dapat terbukti. Selain itu, ditandai dengan ungkapan pada awal kalimat, seperti jadi dan bahkan. 6. Menyunting teks eksposisi Hal ini merupakan tahap terakhir dari memproduksi teks eksposisi. B. Contoh Memproduksi Teks Eksposisi 1.

Langkah-langkahnya Tema/topik: kualitas pendidikan di Indonesia Tujuan: mengungkapkan gagasan tentang perlunya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Mengumpulkan data yang berhubungan dengan tema kualitas pendidikan di Indonesia.

Membuat kerangka teks eksposisi. • Tesis: pernyataan pendapat tentang kualitas pendidikan yang semakin memburuk. • Argumentasi: pendapat dengan alasan-alasan yang mendukung pernyataan tesis tentang kualitas pendidikan yang makin memburuk.

• Penegasan ulang pendapat: memberikan simpulan, saran, atau penegasan terhadap pernyataan pendapat (tesis) bahwa peran serta pemerintah sangat diperlukan agar kualitas pendidikan menjadi baik.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

Mengembangkan kerangka teks eksposisi secara logis dan sistematis. Hasil teks eksposisi yang sudah dibuat Kurang Berkualitasnya Pendidikan di Indonesia Kualitas pendidikan di Indonesia makin memburuk. Hal itu terbukti dari kualitas guru yang rendah, sarana belajar yang tidak memadai, dan prestasi pelajar yang menurun. Di samping itu, guru-guru saat ini kurang kompeten, baik dalam mengajar maupun mendidik muridnya.

Pemerintah juga kurang berperan dalam menghadapi fenomena tingkat pendidikan padahal pemerintahlah yang bertanggung jawab seperti dalam kutipan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tercantum “Pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya”. Buruknya kualitas pendidikan di Indonesia terbukti dengan adanya Deklarasi APPI (Aliansi Peduli Pendidikan Indonesia). Deklarasi dilakukan oleh para wali murid dan sejumlah pelajar sekolah di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada 22 Februari 2016.

Tujuan Deklarasi APPI ingin mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi anak bangsa yang bebas dari korupsi, diskriminasi, dan intimidasi.

Jika pendidikan sebagai landasan utama membangun negara ini tidak mendapat perhatian, bangsa ini akan sulit untuk bangkit dan maju bersaing dengan negaranegara lain. Bagaimana bangsa ini bisa bersaing sementara kualitas pendidikan di Indonesia jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia? Penyebab tingkat pendidikan di Indonesia tergolong rendah, yaitu kurangnya tenaga pengajar yang kompeten dan berkualitas.

Rendahnya kualitas pendidikan dan tidak memadainya fasilitas juga menyebabkan berbagai bidang dan sektor di tanah air pun menjadi jauh tertinggal dari negara-negara lain. Pemerintah sebaiknya lebih mengutamakan perbaikan tingkat pendidikan yang ada sekarang ini karena dengan tingkat pendidikan yang tinggi Indonesia dapat bersaing dengan negara lain dalam segala hal terutama perekonomian bangsa. Negara yang tingkat pendidikannya tinggi juga merupakan ciri negara yang maju. Jika pendidikan sebagai landasan utama membangun negara ini tidak mendapat perhatian yang khusus, saya rasa akan sulit bagi bangsa ini untuk bangkit dan maju bersaing dengan negara-negara lain.

Saya berharap pemerintah memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia karena pendidikan sangat penting mengingat derasnya arus globalisasi yang dihadapi oleh negara kita. Akan tetapi, hal yang lebih penting adalah mengutamakan pendidikan moral dan etika.

Di samping itu, pemerintah juga harus melakukan pemerataan fasilitas yang memadai di sekolah-sekolah dan menambah jumlah guru di daerah-daerah yang membutuhkan sehingga semua masyarakat menikmati pendidikan dan tidak guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah lagi yang haus akan ilmu pengetahuan.

Dikutip dari kompasiana.com, 08 Juni 2016 Beberapa hal yang disunting dalam teks eksposisi tersebut sebagai berikut. • Paragraf pertama • Tidak kohesi karena pada kalimat (2) dan (3) tidak menggunakan konjungsi atau kata rujukan. • Tidak efektif karena pada kalimat (2) tidak ada subjek dan tidak jelas maknanya. • Tidak efektif karena kalimat (3) tidak menggunakan konjungsi korelasi. • Tidak kohesi kalimat (4) dengan kalimat (3) karena tidak ada konjungsi penegas pada kalimat (4).

• Tidak efektif karena pada kalimat (5) boros dalam menggunakan kata dan struktur kalimat kurang tepat. • Paragraf pertama seharusnya dibuat menjadi dua paragraf karena deklarasi APPI sebagai bukti buruknya kualitas pendidikan di Indonesia merupakan gagasan baru.

• Paragraf kedua • Paragraf pertama guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah asli seharusnya dibagi menjadi dua paragraf karena terdapat dua gagasan utama. Gagasan utama pertama tentang kualitas pendidikan di Indonesia makin memburuk. Gagasan kedua adalah bukti buruknya kualitas pendidikan di Indonesia. • Penambahan kalimat utama agar paragraf kohesi dan koherensi.

• Dicantumkan kepanjangan akronim APPI agar informasi jelas. • Sejumlah pelajar menunjukkan jamak dan semestinya wali murid pun jamak. • Pengubahan struktur kalimat. • Seharusnya, menggunakan konjungsi dan sebelum kata intimidasi. • Paragraf ketiga • Kedua kalimat tidak efektif karena tidak memiliki subjek.

• Perbaikan struktur kalimat sehingga menjadi efektif dan kohesi. Kegiatan meronce merupakan pekerjaan yang mencerminkan wujud penghargaan terhadap keindahan benda-benda di alam.

Selain itu meronce juga perwujudan sikap peduli lingkungan dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Jika membuat roncean dari bahan biji-bijian berarti telah menunjukan kejelian akan keindahan biji-bijian. Misalnya saja biji jarak yang warnanya indah mengkilat seperti motif batik. Biji sawo berwarna cokelat mengkilap, biji jali berwarna putih kebiruan, biji randu berwarna kecoklatan, biji petai cina berwarna hitam mengkilat. Dengan menggunakan bahan-bahan tersebut menunjukkan bahwa kita telah mengagumi ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan segala keunikan, kekuatan, dan keindahannya masing-masing.

Apabila membuat roncean dari bahan manik-manik berarti kita telah menghargai mutu keindahan kreasi dari orang lain. Manik-manik bentuk dan warnanya bermacam-macam dengan keindahannya masing-masing. Hasil roncean dapat digunakan untuk benda hias dan benda pakai. 1. Merancang Karya Kerajinan Meronce Beberapa unsur yang dapat diterapkan ketika menyusun karya roncean diantaranya adalah keutuhan dan keseimbangan bentuk dan warna. Keseimbangan digunakan untuk menyusun bahan-bahan roncean.

Misalnya saja dari bahan yang berukuran besar berturut-turut keudian dengan bahan yang berukuran kecil ataupun sebaliknya. Selain itu keseimbangan juga dapat diterapkan dengan cara menyusun bahan dengan bahan yang besar di kedua sisi kemudian makin ke tengan semakin kecil atau bisa juga sebaliknya. Keseimbangan warna ketika menyusun roncean dapat menggunakan warna yang mencolok maupun warna yang sejalan. Susunan roncean disusun dengan warna mencolok berhadapan secara berselang seling.

Misalnya saja warna merah, dirangkai dengan warna hijau, warna jingga dengan warna biru atau warna kuning dengan warna ungu. Warna sejalan dapat dibentuk dengan berdasarkan laras warna dari warna muda ke warna tua atau sebaliknya.

Benda hias atau benda pakai yang dibentuk dengan teknik meronce tidak hanya memiliki satu sudut pandang. Keindahan benda yang disusun dengan teknik meronce dapat dipandang dari banyak sudut pandang. 2. Membuat Karya Roncean Setelah membuat rancangan karya roncean selanjutnya adalah membuat karya roncean tersebut. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan ketika membuat karya roncean.

Langkah-langkah tersebut bergantung pada bahan apa yang digunakan untuk membuat karya roncean tersebut. Berikut ini beberapa langkah dalam membuat karya roncean. a. Meronce Biji-bijian Roncean dari biji-bijian dapat digunakan sebagai perhiasan atau aksesoris, seperti payet dalam busana. Berikut ini beberapa langkah meronce dengan bahan biji-bijian. 1). Alat dan Bahan Beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan ketika membuat karya roncean dari biji-bijian antara lain sebagai berikut : • Alat pembuat lubang (bor).

Bor ini menggunakan tenaga mesin jadi hati-hatilah ketika menggunakan alat ini. • Jarum dan benang jahit digunakan untuk memasukan benang ketika membuat rangkain roncean. • Biji-bijian seperti biji kapuk, biji jarak atau biji sawo. 2) Cara membuat Setelah alat dan bahan yang dibutuhka telah tersedia selanjutnya adalah tahap pembuatan karya roncean. Berikut ini beberapa langkah dalam membuat karya roncean dari bahan biji-bijian.

• Buatlah lubang pada biji-bijian yang akan digunakan sebagai bahan roncean dengan menggunakan bor. Hati-hati ketika menggunakan bor ini. Untuk bahan biji jali yang sudah ada lubangnya tinggal membuang bagian tengahnya saja. • Rangkailah biji-bijian yang telah berlubang tersebut dengan cara memasukan benang ke dalam lubang biji menggunakan jarum.

Buatlah simpul di salah satu ujunganya agar rangkain roncean tidak terlepas. Bentuk rangkain ini bermacam-macam sesuai rancangan yang sudah dibuat sebelumnya. Karya roncean dari bahan biji-bijian ini dapat dimanfaatkan sebagai benda hias dan benda pakai misalnya kalung ataupun sebagai tirai.

Tirai yang sudah jadi dapat dipasang di pintu kamar atau jendela. b. Meronce Manik Manik Manik manik adalah perhiasan kecil berlubang yang terbuat dari bahan-bahan seperti kaca atau plastik. Untuk membuat roncean berbahan manik-manik dapat mengikuti beberapa lengkah seperti di bawah ini. 1) Alat dan Bahan Untuk membuat roncean dari bahan manik manik dibutuhkan alat dan bahan sebagai berikut : Jarum dan benang serta aneka bentuk manik-manik. 2) Proses Pembuatan Untuk membuat roncean dari manik manik dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut : • Siapkan jarum dan benang yang ukurannya 1,5 kali kalung yang akan dibuat.

• Masukkan benang ke dalam jarum lalu ikatkan pengait dengan benang. • Selanjutnya, dengan bantuan jarum masukkan manik – manik satu per satu. • Isi benang tersebut dengan manik – manik sampai penuh, kemudian akhiri rangkaian dengan simpul mati. Roncean dari bahan manik manik dapat digunakan sebagai benda hias misalnya kalung dan gelang. c. Meronce Kertas Kertas juga dapat digunakan sebagai bahan roncean.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

Untuk membuat roncean dari bahan kertas antara lain sebagai berikut. 1) Alat dan Bahan Untuk membuat roncean berbahan kertas dibutuhkan alat dan bahan sebagai berikut : kertas warna warni, lem, benang, jarum gunting atau cutter. 2). Cara Membuat Untuk membuat roncean dari bahan kertas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : • Siapkan kertas, lembenang, cutter/gunting.

• Pisahkan dan kelompokkan kertas warna ataupun kertas polos. • Tentukan variasi bentuk roncean yang akan dibuat. Misalnya bentuk elips, tabung, dan kerucut. • Buatlah pola sisipan dengan kertas berwarna. • Roncelah bentuk bentuk tersebut menggunakan benang. Tali banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja pada mainan yang menggunakan tali sebagai penggeraknya. Beberapa mainan yang menggunakan tali sebagai penggeraknya diantaranya adalah gasing, angkrok, badut, wayang berbentuk kuda, dan baling-baling.

Sementara benda pakai yang menggunakan tali diantaranya adalah layar perahu dan berbagai macam benda yang dikerek. Salah satu benda mainan yang menggunakan tali yang ssering dijumpai adalah angkrok yang terbuat dari bahan kayu.

1. Ciri-ciri Mainan Yang Digerakkan Dengan Tali Mainan yang digerakan dengan tali memiliki beberapa ciri yang membedakan dengan mainan jenis lainnya. Beberapa ciri mainan yang menggunakan tali antara lain sebagai berikut. • Terdiri atas bagian-bagian yang disambungkan.

Misalnya saja boneka angkrok terdiri dari bagian kepala, badan, tangan, dan kaki. Bagian-bagian tersebut disambungkan dengan tali yang lentur agar mudah digerakkan. • Menggunakan tali untuk menggerakkan. Tali pada boneka angkrok dapat menggerakan seluruh bagian tubuh angkrok. Tali pada wayang berbentuk kuda dapat menggerakan pangkal leher dan pangkal ekor dan disambungkan pada tali utama. Pada boneka gantung terdapat beberapa tali yang dapat menggerakan bagian tertentu. Ada bebrapa macam boneka yang dapat digerakan dengan tali.

Setiap jenis mainan berbeda dalam hal penggunaan tali sebagai alat penggeraknya. Misalnya saja angkrok, boneka hatu sawah, wayang berbentuk kuda,dan boneka gantung. Apabila dilihat dari segi kekuatannya boneka ada yang mudah rusak, namun ada juga yang lebih tahan lama. Hal ini tergantung dari bahan pembuat mainan tersebut. Boneka angkrok dari karton akan mudah rusak jika dibandingkan dengan mainan sejenis yang terbuat dari bahan kayu.

Boneka hantu swah termasuk lebih kuat karena bahanya berasal dari bambu, topi, dan baju bekas. Dalam pembuatan mainan yang digerakan dengan tali diperlukan ketepatan bahan dan warna. Misalnya saja bahan yang digunakan untuk membuat angkrok adalah karton yang tebal sehingga tidak mudah rusak. 2. Cara Membuat Boneka Angkrok Sebelum membuat mainan yang digerakan dengan tali perlu dipersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Persiapan ini diperlukan agar pada saat pembuatan semua yang dibutuhkan sudah tersedia dan tidak perlu mencari-cari lagi.

Beberapa alat dan bahan yang diperlukan antara lain sebagai berikut. a. Alat dan Bahan Bebrapa alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain sebagai berikut : • Kertas Karton yang tebal • Bambu atau tusuk sate • Benang Jahit • Benang Bangunan • Gunting • Spidol Warna • Kawat Kecil 2.

Cara Membuat Untuk membuat boneka angkrok dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. • Buatlah pola kepala, badan dan anggota badan lainnya di atas karton dengan menggunakan spidol.

Sesuaikan ukuran bagian-bagian tersebut. • Gunting bagian-bagian tersebut sehingga menjadi bagian-bagian boneka yang terpisah. • Setelah selesai digunting warnailah bagian-bagian tersebut menggunakan spidol warna. Atau bisa juga dengan menggunakan kertas warna dengan cara menempelkannya. Misalnya untuk bagian rambut, kumis, topi, alis, dasi, dan sepatu dengan warna hitam. Bagian wajah kaus tangan dan kaos kaki menggunakan warna putih. Baju, tengah mata, dan jas dengan warna biru. Sementara Celana, krah jas, hidung, mulut dengan warna merah.

• Buatlah lubang-lubang kecil masing-masing satu buah pada bagian pundak, bagian kanan-kiri bawah jas, dan dua buah pada pangkal lengan dan pangkal kaki. • Sambungkanlah bagian-bagian tersebut dengan badan. Buatlah simpul mati pada ujung benang. Ujung benang yang lain dimasukan pada lubang kedua pada persendian yang akan disambung.

Tariklah ujung benang dan buatlah simpul mati. Agar tidak mudah lepas buat simpul mati berulang-ulang kemudian potong benang yang tersisa dengan gunting. • Pasanglah tangkai bambu pada badan badut. Belah terlebih dahulu bilah bambu kemudian masukan badan badut sampai sebatas leher.

Buat dua buah lubang di di samping tangkai, kemudian ikat dengan benang. • Ikatkan benang pada lubang pertama di ujung pangkal lengan dan paha.

Usahakan ikatan tersebut kuat sehingga tidak mudah lepas. Lalu ikat benang agak panjang di tengah-tengah benang yang menghubungkan pangkal-pangkal lengan pada paha. Selanjutnya cobalah menarik benang yang kamu pasang terakhir.

Pentas seni adalah pertunjukan yang melibatkan beberapa aksi individu atau kelompok. Pementasan seni perlu dipersiapkan dengan baik agar berjalan dengan lancar. Pentas seni merupakan kegiatan yang dilakukan dalam bentuk pertunjukkan berbagai macam kreativitas seni yang dilakukan siswa di sekolah. Manfaat pentas seni bagi siswa merupakan ajang pertunjukan bakat dimana mereka dapat menyalurkan kreativitas.

Seni memiliki banyak sisi dan dapat dipelajari mulai dari tingkat dasar. Pementasan seni dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menjadi kreatif. Seni adalah sebuah jalan untuk membimbing anak-anak muda ke arah kreativitas dan perkembangan otak yang sehat. Berikut ini beberapa kegiatan yang dilakukan sebelum dan sesudah melakukan pementasan seni.

1. Tahap Persiapan Pementasan Sebelum pementasan dilaksanakan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Beberapa tahapan yang yang perlu dilakukan antara lain sebagai berikut. a. Membentuk Kepanitiaan Dengan bimbingan bapak/ibu guru di kelas siswa membentuk susunan kepanitiaan pementasan.

Susunan panitia terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, seksi pementasan, seksi dekorasi, seksi publikasi, dan seksi konsumsi.

• Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pementasan yang bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan acara pementasan. Ketua dalam pelaksanaan tugasnya harus bekerja sama dengan berbagai pihak yang mendukung dan menyukseskan kegiatan pementasan. • Tugas pokok sekretaris dalam suatu kegiatan pementasan adalah menulis seluruh kegiatan panitia selama penyelenggaraan pementasan.

Tugas sekretaris lainnya adalah dalam urusan surat-surat. • Seorang guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah bertanggung jawab secara penuh tentang penggunaan, penyimpanan, dan penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pementasan.

Bendahara harus juga dapat menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolaan keuangan selama pementasan berlangsung. • Seksi-seksi dibentuk dalam rangka membantu tugas dan menyukseskan kegiatan yang akan dilaksanakan. Pembentukan seksi-seksi bisa berkembang sesuai kebutuhan acara yang akan digelar. Seksi-seksi harus memiliki sikap jujur, bertangung jawab, dan disiplin dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Tugas seksi pementasan mengumpulkan bahan-bahan yang akan dipentaskan. Apabila pementasan berkaitan dengan seni musik, tari, bahasa dan materinya yang perlu dipersiapkan meliputi menyanyi, bermain ansambel, menari, bermain drama, dan baca puisi dan deklamasi.

Bagilah tugas perlu dibagi siapa saja yang akan bernyanyi, bermain ansambel, menari, bermain drama, membaca puisi dan deklamasi.

b. Pengisi Pementasan Para pengisi pememntasan harus melakukan latihan dengan sebaik-baiknya. Tentukan jadwal latihan dan taatilah jadwal latihan yang telah dibuat.

Disiplinlah dalam melakukan latihan agar pementasan sukses. 2. Tahapan Pelaksanaan Pementasan Sebelum guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah pertunjukkan perlu dilakukan gladi bersih dahulu.

Gladi bersih adalah persiapan terakhir menuju sebuah pementasa.Tujuan dari tahapan ini adalah simulasi pada hari-H agar panitia yang terlibat siap menghadapi kendala dalam pementasan. Dalam tahapan pelaksanaan pementasan hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut. • Seluruh anggota panitia bekerja dengan sebaik-baiknya dan bekerja sama demi keberhasilan pementasan. • Pengisi acara pementasan harus bersikap tenang dan percaya diri dalam menampilkan pementasan, baik yang bertugas menyanyi, bermain musik, bermain drama maupun membaca puisi dan deklamasi.

Pada dasarnya saat pementasan adalah masa penerapan hasil pelatihan. Apa saja yang sudah Anda lakukan dalam pelatihan akan dipraktekan. 3. Tahap Evaluasi Pada tahap ini hal penting yang harus Anda lakukan adalah evaluasi dan tindak lanjut. Evaluasi penting Anda lakukan supaya Anda mengetahui kekurangan yang ada.

Pengetahuan akan kekurangan (dan kelebihan) inilah yang kemudian harus Anda tindaklanjuti, dalam arti hal-hal yang sudah baik Anda tingkatkan, dan hal-hal yang masih kurang harus Anda perbaiki. Meronce adalah menata dengan bantuan mengikat komponen tadi dengan utas atu tali. Dengan teknik ikatan seseorang akan memanfaatkan bentuk ikatan menjadi lebih lama di bandingkan dengan benda yang ditata tanpa ikatan. Meronce haruslah dengan memperhatikan bentuk, warna, dan ukuran.

Sedangkan kata merangkai sama dengan menyusun, yaitu menata, menumpuk, menyejajarkan, menyusun benda-benda atau pernik tanpa ataupun menggunakan teknik ikatan. Misalnya : menyusun lauk di atas piring, berarti menata dan menyejajarkan lauk dan nasi, serta memperkirakan posisi sayur dan pendamping lainnnya. Meronce dapat dilakukan dengan ikatan atau simpul tali dan dengan ikatan gaya anyaman. Susunan tali yang mempunyai nada dan irama, sebab simpul sebenarnya dapat dilakukan sekaligus 3 ikatan dalam satu ikatan.

Contoh simpul tali dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu tali yang di rangkai dengan baik dengan guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah teknik simpulan mati ( yaitu tali simpul yang sulit diuraikan setelah disimpulkan) maupun simpul hidup yang mudah dibuka. Roncean dengan simpul disebut dengan macramé kata yang diambil dari bahasa jepang berati menalikan.

Meronce dengan ikatan gaya anyam adalah teknik anyaman. yang sama dengan teknik macramé, namun tidak dimatikan. A. Bahan Meronce Ada bermacam-macam bahan yang dapat dibuat benda hias dengan teknik meronce.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

Namun kesesuaian fungsi, kekuatan dan keindahan setiap bahan berbeda-beda. Pada dasarnya bahan roncean dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu bahan yang diperoleh dari alam dan bahan bahan buatan. 1. Bahan Alam Ada bermacam-macam bahan alam yang dapat dibuat hiasan dengan teknik meronce. Bahan-bahan yang berasal dari alam biasanya keras, contohnya biji-bijian, dan kulit kerang.

Bijia-bijian yang dapat digunakan sebagai bahan roncean sangat beragam. Biasanya biji-bijian tersebut memiliki kulit keras dan berwarna mengkilap. Beberapa biji-bijian yang dapat digunakan antara lain biji srikaya, biji kapuk, biji jarak, biji kepuh, biji jali, dan biji sawo. Roncean dari biji-bijian dapat digunakan sebagai perhiasan atau aksesoris lainnya, seperti payet dalam busana.Rancean dari kertas berwarna-warni dapat digunakan sebagai hiasan pada jendela rumah.

Roncean dari bunga melati dapat digunakan untuk perlengkapan pada aksesoris pengantin atau dalam penyambutan tamu. Roncean dari cangkang kerang /siput dapat digunakan untuk membuat tirai pintu atau jendela. 2. Bahan Buatan Bahan buatan biasanya adalah bahan hasil olahan yang diproduksi dari pabrik dan mudah didapat di toko yang menyediakan benda kerajinan, seperti mote-mote atau manik - manik yang terbuat dari plastik, kaca dan logam. Bahan-bahan ini umumnya lebih awet ketimbang bahan alami dari biji-bijian.

Bentuk bahan rangkaian bervariasi, mulai dari bahan yang teratur yaitu: kubus, bulat, kerucut, maupun trapesium. Bentuk ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu bentuk bahan beraturan dan bentuk bahan tidak beraturan. Bentuk bahan beraturan contohnya adalah kerucut, trapesium, lengkung tipis, lengkung tebal, dll.

Bentuk bahan tidak beraturan contohnya adalah bunga, buah, ranting pohon. B. Aspek Tujuan dan Fungsi Pembuatan Karya kerajinan seperti merangkai dan meronce mempunyai tujuan yang berbeda dengan melukis dan menggambar. Aspek ini yang menentukan bentuk akhir, misalnya: ketika akan membuat roncean gelang manik-manik, seorang anak yang kemudian membuatnya tidak diikatkan satu diantaranya sehingga mirip untaian bebas, maka tidak dapat dikatakan sebagai roncean.

Dilihat dari konsep guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah merangkai dan meronce mempunyai tujuan: a. Permainan Merangkai maupun meronce dapat berfungsi untuk alat bermain anak, benda-benda yang akan dirangkai tidak di tujukan untuk kebutuhan tertentu melainkan untuk melatih memperoleh kepuasan rasa dan memahami keindahan. Seorang guru dapat meminta anak didiknya untuk membawa bekal makanan secukupnya, anak diminta untuk menata makanannya didalam piring plastik yang sudah disiapkan oleh guru.

Maka dengan meminta menata, sekaligus anak terlibat dalam bermain. b. Kreasi dengan komposisi Kemungkinan benda guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah komponen lain dapat diminta oleh guru kepada anak untuk menyusun ala kadarnya. Benda-benda tersebut dikumpulkan dari lingkungan sekitar, seperti: papan bekas, kotak sabun atau yang lain yang dibayanngkan dapat menjadi bangunan megah. Anak sengaja hanya bermain imajinasi saja, sehingga tujuan bermain ini untuk melatih imajinasi atau bayangan anak tentangkonstruksi suatu bangunan.

Secara garis besar manfaat penataan ini adalah; • Melatih imajinasi melalui bentuk dan konstruksi bentuk dan bahan. • Melatih ketelitian melalui kecermatan merangkai serta menyusun benda-benda tersebut. • Melatih keajegan atau irama melalui urutan, tingkatan, serta kedudukan masing-masing benda terhadap benda yang lain, • Melatih rasa kebersamaan, jika merangkai secara bersama-sama, • Ekspresi atau mengutarakan pendapat melalui pengandaian bentuk untuk menyatakan keinginannya terhadap benda yang diminta.

Kegiatan bermain bagi anak sebenarnya merupakan latihan untuk mengenal benda serta sesuatu yang ada dilingkungan sekitarnya melalui peniruan. c. Gubahan atau inovasi Merangkai dan meronce dapat ditujukan untuk melatih kreativitas, yaitu dengan cara mengubah fungsi lama menjadi fungsi baru. Seni merangkai ini lebih cendrung dikatakan sebagai seni bentuk dengan teknik merangkai dan meronce. C. Aspek Keindahan Aspek keindahan dari merangkai dan meronce terletak pada cara menyusun benda-benda sebagai komponen rangkaian dapat menarik perhatian.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

Penataan ini menggunakan prinsip penyusunan seperti pada membentuk dan melukis, sebagai berikut. • Kesatuan, yaitu prinsip menyusun yang bertujuan agar susunan tersebut menarik. • Keseimbangan dengan memperhatikan masing-masing ukuran, bentuk serta pengikatnya, apakah berupa garis, warna pengikat serta yang lain.

• Irama adalah penyusun yang memperhatikan ukuran benda, besar kecil yang tersusun seperti irama music dengan rumus: 1) a-b-a-b-a-b dst atau 2) a-b-b-b-a yang dapat disusun berirama adalah warna, misalnya dengan warna panas dan dingin atau gelap-terang. Aspek keindahan dapat diajarkan secara langsung dengan berlatih, untuk itu guru senantiasa mampu memotivasi dengan beberapa anjuran.

Pemberian contoh diperlukan untuk mengasah pengamatan serta rasa. Seorang guru ketika akan member contoh perlu mengklasifikasi: • apakah anak telah mempunyai konsep penataan • jika sudah, guru melanjutkan dengan beberapa pertanyaan tentang konsep tersebut • jika anak belum mempunyai konsep penciptaan,guru dapat memancingnya dengan pertanyaan, tentang gagasan apa yang akan di tuangkan dalam rangkaian tersebut.

3. Aspek Kerajinan dan Ketekunan Aspek kerajinan meliputi kemampuan mengamati bentuk berdasarkan kegunaannya, berdasarkan tujuan penelitian dan penciptaan. Aspek kerajinan menuntut ketelitian yaitu usaha member pelatihan, menyusun, menata rangkaian yang sesuai dengan rancangan susunannya tidak mudah rusak.

Ketelitian yang di maksud adalah cermat dalam memilih bahan dan memilih bentuk yang akan di susun secara konseptual, serta ketelitian dalam menyelesaikan tugasnya: • Tidak mudah rusak • Warna dan bentuknya sesuai • Sesuai dengan tujuan penciptaan, apakah untuk kebutuhan praktis, hiasan serta ekspresi.

Indonesia merupakan salah satu negara yang terdiri dari ribuan pulau. Setiap pulau memiliki unsur tari tersendiri. Hal tersebut menambah khasanah budaya bangsa Indonesia. Di dalam tari nusantara terdapat berbagai unsur tari. Semuanya merupakan satu kesatuan dalam sebuah karya tari.

Setiap unsur mendukung penampilan suatu karya tari. Dengan demikian pesan yang ingin disampaikan si pencipta dapat diterima dengan mudah oleh penonton karya tari tersebut. Salah satu unsur dalam tari adalah gerak. Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari anggota tubuh yang dapat dinikmati oleh orang lain. Guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah tari diperagakan berdasarkan ruang, waktu, dan tenaga.

Gerak tari nusantara sangat beragam. Gerak tari dari suatu daerah berbeda dengan daerah lain. Gerak tari ada yang mempunyai arti tertentu dan ada juga gerak yang hanya mementingkan keindahan. Gerak yang mempunyai arti disebut gerak maknawi. Sebaliknya, gerak yang hanya mementingkan keindahan disebut gerak murni. Gerak tari adalah bahan utama tari. Gerakan ini nantinya akan disusun menjadi tarian yang indah untuk dipandang. Berikut ini beberapa contoh gerak dalam tari.

• Tari tema kepahlawanan gerak yang muncul antara lain gerak pencak silat, gerak perang, dan gerak bela diri. • Tari bertema kegembiraan gerak yang muncul antara lain gerak bersuka cita, meloncat-loncat, melambai-lambai, dan bergoyang • Tema kesedihan gerak yang muncul antara lain gerak permohonan dan gerak penyesalan.

• Tema binatang gerak yang muncul antara lain gerak menirukan tingkah laku binatang tersebut. Masing masing daerah memiliki kekhasan budaya dan kekhasan yang berbeda-beda.

Setiap tarian daerah terdapat perbedaan bentuk gerak dan cara memeragakannya. Seni tari mewakili karakter atau nilai budaya masyarakat. Gerak dalam taripun tak terlepas dari aktivitas masyarakatnya atau lingkungan alam di sekitranya. Selain itu gerak tari juga dipengaruhi oleh unsur-unsur tarian yaitu unsur ruang, unsur waktu, dan unsur tenaga.

1. Unsur Ruang Menari membutuhkan tempat yang disebut dengan ruang. Ruangan yang dibutuhkan ada yang berukuran besar, sedang dan sempit, tergantung dari jumlah penari.

guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah

Tari massal tentunya membutuhkan ruang yang luas. Sementara tari tunggal membutuhkan ruang yang lebih kecil. Ruang yang besar/luas antara laib bangsal, pendopo, lapangan, pelataran, dan pantai. Ruang yang sedang antara lain ruang kelas dan panggung kecil. ruang-ruang tersebut ada yang terbuka dan ada yang tertutup.

2. Unsur Waktu Waktu yang digunakan untuk menari berbeda-beda, ada yang membutuhkan waktu singkat dan ada juga yang membutuhkan waktu yang panjang tergantung pada isi tari yang dibawakan. Waktu yang singkat penonton belum dapat memahami makan dari tarian. Sebaliknya jika waktu yang terlalu panjang akan membuat penonton merasa bosan. Beberapa tarian yang membutuhkan waktu yang lama antara lain tari bedhaya dari Yogyakarta dengan waktu sekitra 30 sampai 60 menit.

3. Unsur Tenaga Setiap gerakan tari memerlukan tenaga. Lebih-lebih tarian modern seperti sekarang ini di mana gerakan penari sangat lincah dan energik. Penari semacam ini memerlukan tenaga yang besar demikian pula pada tarian yang menggambarkan peperangan atau kepahlawanan.

No. Nama Tari Gerakan Yang Muncul 1. Tari Piring Berbagai gerakan dalam Tari Piring adalah perpaduan yang laras antara seni tari yang indah, gerakan akrobatis, dan gerakan bermakna magis.

Gerakan tarian yang dibawakan secara berkelompok oleh 3-5 personil ini sangat beragam. Gerakan-gerakan tersebut secara keseluruhan sebetulnya menceritakan tentang tahapan-tahapan kegiatan dalam budidaya tanaman padi yang menjadi mata pencaharian masyarakat adat Minang tempo dulu. 2. Tari Pendet Tarian ini dibawakan oleh beberapa orang remaja putri yang dalam menarikannya membawa mangkuk dari perak dimana di dalamnya diisi penuh dengan Bunga.

Pada akhir pementasan, bunga yang berada di dalam mangkuk perak itu nantinya akan di taburkan oleh para penari kepada para penonton sebagai ucapan selamat datang.

Oleh karena itu Tari Pendet sering disebut sebagai tari penyambutan. 3. Tari Jaipong Gerakan dalam tarian ini merupakan tarian atraktif dengan gerakan yang dinamis. Dengan gerakan dominan antara tangan, bahu, pinggul yang di gerakan secara lincah dan dinamis.

Pada saat menari secara berpasangan atau berkelompok, penari menari menari dengan gerakan yang padu antara penari satu dengan penari lainnya. 4 Tari Tottor Dahulu, tarian ini juga dilakukan untuk acara seremoni ketika orang tua atau anggota keluarganya meninggal dunia.

Sebagai guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah tradisional suku Batak, kini tari tor tor biasanya hanya digunakan untuk menyambut turis. Seruling merupakan alat musik tiup yang terbuat dari bambu dan hampir dapat kita temui di seluruh indonesia.

Suara suling berciri lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik. Alat musik seruling menggunakan bahan dasar bambu.

Bambu yang digunakan adalah bambu tamiang yang ruasnya panjang-panjang dan tipis. Jenis bambu seperti ini akan menghasilkan suara yang lunak dan merdu. Cara memainkan seruling adalah dengan cara ditiup dengan posisi seruling horizontal. Seruling biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu daerah.

Pada masyarakat sunda seruling digunakan untuk mengiringi gamelan, kacapi, dan tembang. Seruling tradisional lainnya adalah foy doa dan foy puy dari Nusa Tenggara Timur, suling lembang dari toraja, dan serunai dari Sumatera Barat. 1. Suling Sunda Hampir seluruh wilayah Indonesia ada alat Musik Suling dari Bambu, umumnaya yang paling dikenal adalah alat musik Suling Sunda.

Alat musik ini adalah alat musik tiup terbuat dari bambu Tamiang, salah satu jenis bambu yang tipis dan diameter kecil sehingga cocok untuk dibuat seruling, suling Sunda disebut ‘suling’ Suling biasanya menemani Kacapi, gamelan dan gamelan Tembang Sunda, suara yang dihasilkan sangat unik dan membangkitkan jiwa pendengar, itu karena skala nada seruling dan jiwa pemain suling.

2. Serunai Bagi masyarakat Minang, nama serunai atau puput serunai, tak asing lagi. Alat yang digunakan untuk puput serunai terdiri dari batang padi, sejenis kayu atau bambu, tanduk kerbau atau daun kelapa.

Serunai memiliki panjang sekitar 20 cm, diberi 4 lubang berjarak 2,5 cm. Fungsi lubang tersebut untuk mengatur irama. Sementara, nadanya alat musik ini sama dengan alat musik modern lainnya, yaitu nada pentatonis atau do-re-mi-fa-sol. Nada ini memang lazim pada alat musik tradisional Minang. Puput dari serunai (bagian yang ditiup) umumnya terbuat dari kayu atau talang, bisajuga terbuat dari batang padi tua. Antara bagian puput dan badannya ada penyambung yang berfungsi sebagai pangkal puput.

3. Suling Lembang Suling Lembang merupakan alat musik dari Tana Toraja Sulawesi Selatan. Suling Lembang terbuat dari bambu bulo. Bulo merupakan jenis bambu yang tipis dengan ketebalan 2-3 mm.

Panjang suling kurang lebih sekitar 80-100 cm dengan diameter 2 cm. Suling ini memiliki enam lubang nada, dan biasanya alat musik ini digunakan untuk lagu-lagu daerah Toraja terutama lagu-lagu kedukaan, juga dapat digunakan untuk menirukan alam sekitarnya. Suling Lembang tidak dimainkan secara solo melainkan diperlukan sokongan suara dari suling yang serupa lainnya,yakni suling deata.

Hal ini dikarenakan, alat musik ini memiliki peran sebagai pengiring tarian Toraja yang dikenal dengan tarian Ma'marakka. Suling Lembang ini pun diperlengkapi dengan tanduk kerbau di bagian ujungnya sebagai corong pembesar suara. 4. Foy Doa dan Foy Pay Kabupaten Ngada Flores yang beribukota Bajawa mempunyai banyak ragam kesenian daerah. antara lain musik Foy Doa. Foy Doa berarti suling berganda yang terbuat dari buluh/bambu kecil yang bergandeng dua atau lebih.

Mungkin musik ini biasanya digunakan oleh para muda-mudi dalam permainan rakyat di malam hari dengan membentuk lingkaran. Nada-nada yang diproduksi oleh musik Foy Doa adalah nada-nada tunggal dan nada-nada ganda atau dua suara, hal ini tergantung selera si pemain musik Foy Doa. Cara Memainkan alat musik ini adalah dengan mengembuskan angin dari mulut secara lembut ke lubang peniup, sementara itu jari-jari tangan kanan dan kiri menutup lubang suara.

Foy pay merupakan alat musik tiup dari bambu ini dahulunya berfungsi untuk mengiringi lagu-lagu tandak seperti halnya musik Foy Doa. Dalam perkembangannya waditra ini selalu berpasangan dengan musik Foy Doa. Nada-nada yang diproduksi oleh Foy Pai : do, re, mi, fa, sol.

Cara Memainkan Suling Bermain suling bambu bagi beberapa orang itu sulit, selain karena harus menghapal nada juga harus terampil memainkan tangan supaya bisa menghasilkan suara yang merdu dari suling. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memainkan suling. • Tenpatkan jari manis tangan kanan di lubang terbawah, tutuplah rapat, lakukan seterusnya dengan jari berikutnya.

• Tempatkan jari manis tangan kiri di lubang nomor 3 dari atas dan seterusnya, sampa dengan jari berikutnya. • Pastikan ke 6 lubang tertutup rapat dengan baik, mulailah meniup dan mengurutkan nada O (lubang tutup semua), dan nada 1 (lubang dibuka 1 dari bawah dan seterusnya) • Untuk berlatih pemula, cobalah memainkan lagu lagu yang sederhana. Selanjutnya coba mainkan lagu lainnya atau sebuah melodi dengan olah nafas dan penuh perasaan.

Fungsi jari-jari tangan kanan dalam memainkan suling adalah untuk menutup lubang-lubang suling bagian bawah, sedangkan jari-jari tangan kiri untuk menutup lubang seruling bagian atas. Dua faktor yang memengaruhi kualitas nada adalah posisi jari dan kecepatan aliran udara yang ditiup dari mulut. Selain suling bambu ada pula suling rekorder. Cara memainkannya ditiup seperti suling bambu, tetapi posisi rekorder vertikal membentuk sudut 45 derajat. Seruling modern/rekorder menggunakan bahan yang terbuat dari plastik.

Rekorder diminkan dengan cara ditiup. Pada saat ditiup lubang-lubang pada rekorder dibuka dan ditutup menggunakan jari-jari. Cara memainkan rekorder adalah dengan cara memegang rekorder.

Tangan kiri memegang rekorder bagian atas dan tangan kanan memegang rekorder bagian bawah. Kepala tegak dan bahu sejajar, dada membusung dan kedua siku terangkat. Sumber tiupan di atas bibir bawah. Gunakan pernapasan diafragma dan tiupan harus rata dan tidak terlalu kencang. Berikut ini salah satu lagu sederhana untuk latiham memainkan guna memotong dan menghaluskan bambu untuk rangka layang-layang adalah.

Cara mendapatkan belahan bambu yang lebar rata dan tebal




2022 www.videocon.com