Keterangan yang benar tentang ovulasi adalah

keterangan yang benar tentang ovulasi adalah

Pada artikel biologi kelas XI ini, akan dibahas hubungan antara ovulasi dan menstruasi, serta 4 fase yang akan terjadi ketika seorang perempuan mengalami menstruasi.

keterangan yang benar tentang ovulasi adalah

-- Squad, untuk kamu yang perempuan, apa kamu sudah pernah merasakan menstruasi ? Pada umurmu yang sudah menginjak remaja, menstruasi merupakan hal yang lazim dialami oleh setiap perempuan. Biasanya menjelang menstruasi, ada gejala yang disebut dengan Pre-Menstruation Syndrome (PMS).

Hayo, siapa yang merasa sebal kalau sedang terserang PMS? Eh, tapi sebelum kamu berpikir yang aneh-aneh tentang menstruasi, kita kenalan lebih lanjut, yuk!

Menstruasi itu berkaitan dengan ovulasi (proses yang terjadi dalam siklus menstruasi perempuan), lho. Yuk, simak informasinya di artikel ini! Siapa yang suka sakit perut kalau sedang PMS?

(Sumber: klikdokter.com) Menstruasi adalah pendarahan secara periodik dari uterus (rahim) yang disertai pelepasan endometrium (lapisan terdalam rahim).

Menstruasi terjadi jika ovum (sel telur) tidak dibuahi oleh sperma. Nah, oleh karena itu, perempuan yang sedang hamil tidak mengalami menstruasi, karena ovumnya sudah dibuahi oleh sperma. Sementara itu, keterangan yang benar tentang ovulasi adalah adalah peristiwa pelepasan ovum berupa oosit sekunder (sel yang berukuran besar) dari ovarium (indung telur). Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (1/2 n) menstruasi. Untuk periode/siklus (n)= 28 hari, ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari pertama menstruasi.

Ovulasi berkaitan dengan adanya interaksi antara hipotalamus dan ovarium. Interaksi tersebut akan menghasilkan 4 fase menstruasi, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi dan fase pasca-ovulasi. Empat Fase Menstruasi (Sumber: tribunnews.com) Fase Menstruasi Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma, sehingga korpus luteum (massa jaringan kuning di dlama ovarium) akan menghentikan produksi hormon yang bernama estrogen dan progesteron.

Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). Setelah ovum lepas, endometrium menjadi sobek dan meluruh, sehingga dindingnya juga menjadi menipis.

Karena dinding endometrium banyak mengandung pembuluh darah, maka terjadilah pendarahan pada fase menstruasi. Pada umumnya, proses pendarahan ini berlangsung selama 5 hari dengan rata-rata pengeluaran volume darah sebanyak 50ml. Fase Pra-Ovulasi Pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus (bagian otak yang terdiri dari sejumlah nukleus) mengeluarkan hormon gonadotropin yang merangsang hipofisis mengeluarkan ( follicle stimulating hormone) FSH.

Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang atau keterangan yang benar tentang ovulasi adalah folikel de Graff dengan ovum di dalamnya.

Baca Juga: Kembali ke Masa Kecil: Mengenal Air Susu Ibu Selama pertumbuhannya, folikel juga melepas hormon estrogen yang menyebabkan pembentukan kembali sel-sel penyusun dinding dalam uterus atau endometrium. Proses pembentukan kembali tersebut disebut dengan proliferasi. Tahukah kamu, peningkatan estrogen selama pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifat basa.

Lendir tersebut berfungsi untuk menetralkan sifat asam basa serviks agar lebih menyesuaikan lingkungan hidup sperma yang ideal. Fase ovulasi Pada saat mendekati fase ovulasi terjadi perubahan produksi hormon.

keterangan yang benar tentang ovulasi adalah

Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan terjadinya hambatan terhadap pelepasan lanjutan FSH dari hipofisis. Turunnya konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan ( luteinizing hormone) LH yang merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graff. Kondisi tersebut disebut ovulasi, yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graff dan siap dibuahi oleh sperma. Umumnya ovulasi terjadi pada hari ke-14. Jangan sampai lupa ya, Squad!

Fase Pasca-Ovulasi Pada fase pasca-ovulasifolikel de Graff yang ditinggalkan oleh oosit sekunder akan berkerut dan berubah menjadi keterangan yang benar tentang ovulasi adalah luteum dan tetap memproduksi hormon estrogen dan progesteron.

Meskipun korpus luteum memproduksi estrogen, tetapi estrogen yang diproduksi tidak sebanyak yang diproduksi oleh folikel de Graff. Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan endometrium. Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara. Keseluruhan fungsi tersebut berguna untuk menyiapkan implantasi zigot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan.

Proses pasca ovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke-28. Namun, bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan menua berubah menjadi korpus albikan sehingga tidak menghasilkan hormon lagi. Korpus albikan ini memiliki kemampuan produksi hormon estrogen dan progesteron yang rendah, oleh karena itu konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun. Ternyata proses menstruasi dan ovulasi ini tidak sesederhana yang dipikirkan selama ini, ya!

Meskipun tidak sederhana, tapi jangan lupa untuk terus kamu ingat supaya semakin paham. Siapa tahu bisa mengurangi rasa kesal dan sifat emosionalmu ketika sedang PMS.

Jika kamu mau belajar lebih lanjut mengenai materi ini Yuk, latihan soal bersama ruanguji! Kamu bisa ikutan try out online untuk tingkat UAS, UN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri PTN. Kuy, coba sekarang! Referensi: Irnaningtyas & Istiadi, Yossi. (2014). Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013 Edisi Revisi.

Jakarta: Penerbit Erlangga. Sumber Foto: Foto 'Siapa yang Suka Sakit Perut Kalau Lagi PMS?' [daring], Tautan: https://www.klikdokter.com/rubrik/read/2700663/haid-berkepanjangan-waspada-penyakit-kandungan Foto 'Empat Fase Menstruasi' [daring], Tautan: https://jabar.tribunnews.com/2015/10/07/jangan-asal-asalan-begini-cara-menghitung-masa-subur-wanita Artikel ini diperbarui pada 6 Januari 2021. Saat mempersiapkan kehamilan, tentunya Anda perlu mengetahui waktu ovulasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan.

Apalagi, umur sel telur wanita hanya keterangan yang benar tentang ovulasi adalah selama 24 jam saja. Bagaimana proses serta tanda-tanda terjadinya ovulasi?

Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini. Apa itu ovulasi? Melansir dari American Pregnancy Association, ovulasi adalah proses ketika ovarium atau indung telur melepaskan sel telur yang sudah matang kemudian masuk menuju tuba falopi. Pada saat ini, sel telur sudah siap untuk proses pembuahan. Setiap bulan akan ada sel telur matang di dalam salah satu ovarium wanita.

Saat sudah matang, ovarium (indung telur) melepaskan sel telur kemudian masuk ke dalam tuba falopi dan menunggu sperma. Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur dan lapisan dinding rahim akan luruh sehingga keluar sebagai darah yang disebut sebagai menstruasi.

keterangan yang benar tentang ovulasi adalah

Perbedaan ovulasi dengan masa subur Sebenarnya, masa subur wanita berhubungan erat dengan ovulasi. Namun, yang membedakan adalah masa subur sudah keterangan yang benar tentang ovulasi adalah 5 hingga 7 hari sebelum ovulasi dimulai. Sebagai contoh, jika siklus menstruasi Anda adalah 28 hari, biasanya masa subur terjadi pada hari ke 10 – 14. Sedangkan waktu pelepasan sel telur adalah sekitar hari ke 14 atau 15.

Kapan waktu ovulasi? Ovulasi biasanya terjadi di tengah siklus menstruasi. Dalam siklus menstruasi yang teratur yaitu kisaran 28 hari, pelepasan sel telur biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya.

Perlu Anda ingat bahwa cara menghitung siklus bulanan wanita adalah dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama berikutnya. Selama masa subur hingga pelepasan sel telur adalah waktu yang penting agar terjadi pembuahan dan menjadi cara cepat hamil setelah haid. Apalagi, pada masa ovulasi tersebut jangka waktu pembuahan sel telur adalah sekitar 12 – 24 jam saja.

Peluang kehamilan paling tinggi adalah ketika sperma sudah berada dalam saluran tuba. Tanda – tanda ovulasi Masa ovulasi wanita dapat berubah sesuai dengan kondisi tubuh. Termasuk ketika Anda mempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur. Maka dari itu, masa pelepasan sel telur ini bisa tidak menentu dan berbeda-beda untuk setiap orang. Begitu juga dengan gejala atau tanda ovulasi, ada kemungkinan Anda mengalaminya atau tidak sama sekali.

Berikut adalah tanda yang bisa Anda perhatikan, seperti: 1. Perubahan lendir serviks Tak ada salahnya untuk memperhatikan cairan yang keluar dari vagina selama siklus menstruasi. Hal ini karena salah satu tanda ovulasi kemungkinan lendir servis meningkat serta konsistensinya seperti telur putih mentah. Cairan yang berasal dari leher rahim ini dapat mempermudah masuknya sperma ke dalam organ reproduksi wanita.

2. Perubahan suhu tubuh Suhu tubuh akan berubah sesuai dengan tingkat aktivitas harian, mengonsumsi makanan tertentu, perubahan hormon, hingga kebiasaan tidur.

Tanda ovulasi lainnya adalah mungkin suhu tubuh Anda akan sedikit meningkat sekitar setengah derajat Celcius. Mengutip dari Pregnancy, Birth, and Baby, kemungkinan waktu paling subur adalah selama 2 – 3 hari sebelum suhu naik. 3. Gejala lainnya Selain itu, ada kemungkinan wanita mengalami tanda atau gejala lainnya saat mendekati masa ovulasi, seperti kram perut ringan, nyeri payudara, serta keinginan berhubungan seksual meningkat.

Akan tetapi, gejala di atas juga bukan menjadi patokan utama Anda sebagai memprediksi masa subur serta pelepasan sel telur. Anda juga bisa menggunakan kalkulator masa subur serta alat prediksi ovulasi yang cara kerjanya mirip seperti alat tes kehamilan. Proses ovulasi Waktu subur atau pelepasan sel telur adalah proses alamiah yang akan terjadi pada setiap wanita yang sehat, tanpa ada gangguan kesehatan reproduksi.

Proses ini diatur oleh bagian otak yang disebut dengan hipotalamus. Dalam proses pelepasan sel telur terdapat beberapa tahap, yaitu: 1. Periovulaatori (tahap folikular) Fase folikuler adalah ketika hari pertama menstruasi terakhir dan berlanjut sampai fase pelepasan sel telur.

Tahapan folikuler bekerja ketika keterangan yang benar tentang ovulasi adalah telah melapisi lapisan sel telur dan bersiap untuk bergerak keluar menuju rahim. Pada saat itu, rahim sudah mulai siap untuk menerima telur, sehingga dinding-dinding rahim menebal.

2. Ovulasi Tubuh memiliki enzim khusus yang bertugas untuk membentuk lubang pada tahap ovulasi pada masa subur. Ini memudahkan sel telur bergerak melalui tuba falopi, yaitu saluran yang menghubungkan indung telur ke rahim.

Kemudian, telur yang matang akan masuk ke dalam saluran dan melewatinya hingga mencapai rahim. Dalam tahap ini, biasanya terjadi pembuahan. Pembuahan terjadi di tuba falopi dan berlangsung sekitar 24 hingga 48 jam. Pelepasan sel telur biasanya terjadi pada 14 hari sebelum siklus menstruasi selanjutnya berlangsung.

Ketika mendekati masa ovulasi, produksi lendir serviks akan meningkat. Lendir serviks ini juga berperan membantu sperma berenang menuju sistem reproduksi wanita. 3. Postovulatori (tahap luteal) Jika pembuahan berhasil, sel telur tersebut akan langsung ditanam tubuh pada dinding-dinding rahim dengan bantuan luteizining hormone (LH).

keterangan yang benar tentang ovulasi adalah

Fase luteal memiliki garis waktu yang tepat dan biasanya berlangsung 12 hingga 16 hari sejak masa pelepasan sel telur.

Namun, apabila tidak terjadi pembuahan sama sekali, telur dan dinding rahim yang sudah menebal akan meluruh. Saat itulah akan terjadi menstruasi. Gangguan ovulasi Mungkin untuk sebagian wanita tidak bisa menghindari kondisi ini. Gangguan ovulasi adalah kondisi saat Anda jarang mengalami ovulasi atau bahkan tidak sama sekali ( anovulasi). Penyebab dari gangguan ovulasi ini kemungkinan adalah masalah pengaturan hormon hingga masalah pada area ovarium Anda.

Sebaiknya Anda dan pasangan melakukan pemeriksaan dengan dokter karena gangguan pelepasan sel telur ini juga dapat mengakibatkan infertilitas. What is Ovulation? - American Pregnancy Association. (2020). Retrieved 25 May 2021, from https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/understanding-ovulation-70955/?utm_source=facebook Ovulation signs. (2021). Retrieved 25 May 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/ovulation-signs Ovulation signs: When is conception most likely?. (2021). Retrieved 25 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/expert-answers/ovulation-signs/faq-20058000 How can I tell when I’m ovulating?.

keterangan yang benar tentang ovulasi adalah

(2018). Retrieved 25 May 2021, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/womens-health/how-can-i-tell-when-i-am-ovulating/ Right Time For SexWhen Do You Ovulate ? - Your Fertility. (2021). Retrieved 25 May 2021, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/timing Female infertility – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 25 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-infertility/symptoms-causes/syc-20354308 Anovulation - Women & Infants Fertility Center - Rhode Island.

(2021). Retrieved 25 May 2021, from https://fertility.womenandinfants.org/services/women/anovulation
tirto.id - Manusia masuk dalam kategori mamalia dan berkembang biak dengan cara reproduksi seksual. Proses reproduksi adalah proses bertemunya sel sperma (gamet jantan) dengan ovum (gamet betina) hingga terjadi fertilisasi. Dalam proses fertilisasi tersebut, hasilnya terbentuk zigot yang berkembang menjadi embrio janin, tumbuh dalam rahim dan berkembang hingga cukup masanya untuk dilahirkan.

Untuk lebih jelasnya, mari belajar tentang sistem reproduksi yang ada manusia. Sistem reproduksi pria Pria memiliki beberapa bagian organ yang terkait dengan proses reproduksi. Bagian-bagian tersebut ada yang berada di dalam tubuh, dan ada pula yang terletak di dalam.

Berikut penjelasannya seperti dilansir laman kemdikbud.go.id : • Penis adalah organ reproduksi yang berada di luar tubuh, berfungsi juga sebagai saluran kencing dan saluran keluarnya sperma. • Skrotum memiliki fungsi menjaga agar suhu testis ideal bagi proses produksi sperma di sana. Terdapat dua buah testis di dalam skrotum. • Testis terletak di bagian dalam skrotum, berfungsi untuk memproduksi hormon testosteron serta sperma.

• Epididimis merupakan saluran dimana sperma disimpan sementara waktu usai diproduksi dalam testis. • Uretra adalah saluran tempat urine atau kencing keluar. Juga menjadi saluran keluarnya sperma.

Letaknya ada di dalam penis • Vesikula seminalis adalah kelenjar di mana zat basa (alkali), fruktosa, hormon prostaglandin dan protein pembekuan dihasilkan. • Kelenjar prostat berfungsi untuk menghasilkan cairan yang bersifat asam. • Kelenjar cowper berfungsi melepaskan lendir dan cairan yang bersifat basa, agar dapat menetralkan urine yang ber pH asam.

Dengan begitu sperma bisa hidup saat melewati uretra. Sistem reproduksi wanita • Vagina adalah organ reproduksi wanita yang sebagian berada di luar, dan sebagian berada di dalam tubuh.

Pada vagina ada saluran tempat penis dapat masuk dan keluar dalam kegiatan seksual. Lewat saluran tersebut juga janin keluar saat proses melahirkan. • Serviks nama lainnya adalah leher rahim, yang menjadi pintu masuk dari saluran vagina menuju rahim. • Rahim atau uterus adalah tempat di mana zigot berkembang menjadi janin yang terbentuk pada proses reproduksi.

Bentuknya seperti buah pir dengan ukuran yang lebih kecil namun dapat membesar jika ada janin di dalamnya. • Ovarium dikenal juga sebagai indung telur. Ini adalah organ yang terletak di dua sisi rahim, berfungsi menghasilkan sel telur atau ovum. Selain itu juga untuk memproduksi keterangan yang benar tentang ovulasi adalah estrogen dan progesteron. • Tuba falopi atau saluran telur adalah saluran kecil yang terletak di bagian atas rahim untuk tempat ovum lewat dari ovarium menuju keterangan yang benar tentang ovulasi adalah rahim.

Proses fertilisasi ovum oleh sperma juga berlangsung di sini. Contoh Soal Sistem Reproduksi IPA Kelas 9, sebagaimana ditulis di laman Kemendikbud. 1. Peleburan antara sel telur dan sel sperma akan membentuk.

a. embrio b. fertilisasi c. ovulasi d. zigot 2. Uterus adalah bagian alat kelamin wanita yang berfungsi sebagai tempat a. perkembangan embrio b. peleburan sperma dan ovum c. pembuatan sel telur d. pembuahan 3. Proses peleburan ovum dan sperma disebut? a. menstruasi b. menopause c. ovulasi d. fertilisasi 4. Masa keterangan yang benar tentang ovulasi adalah normal pada manusia berlangsung selama?

a. 7 bulan b. 8 bulan c. 12 bulan d. 9 bulan 5. Proses pembentukan sperma disebut? a. ovulasi b. oogenesis c. spermatogenesis d. fertilitas 6. Pada wanita,umumnya setiap 28 hari terjadi pelepasan sel telur dari ovarium.Peristiwa pelepasan sel telur ini disebut? a. ovulasi b. menstruasi c. fertilisasi d. menopause 7. Alat kelamin pada wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur adalah a. oviduk b. urethra c. plasenta d. ovarium 8. Sperma pada manusia diproduksi di?

a. skrotum b. testis c. penis d. vas deferens 9. Tempat terjadinya proses fertilisasi adalah a. tuba fallopi b. ovarium c. uterus d. vagina 10. Tuba fallopi adalah saluran yang menghubungkan antara a.

ovarium dan uterus b. uterus dan plasenta c. testis dan penis d.

keterangan yang benar tentang ovulasi adalah

uterus dan vagina 11. Sel telur yang telah dibuahi oleh sperma akan tumbuh di dalam bagian organ reproduksi yang disebut a. uterus b. vagina c. ovarium d. oviduk 12. Penyakit organ reproduksi dengan penurunan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus yang menghancurkan sel darah putih adalah a. raja singa b. kencing nanah c. AIDS d.

keputihan 13. Peritiwa di mana siklus menstruasi menjadi tidak teratur dan berhenti untuk selamanya disebut a. menopause b. fertilisasi c. ovulasi d. menstruasi 14. Salah satu fungsi plasenta adalah a. penghubung embrio dengan uterus b. tempat pertumbuhan embrio c. saluran makanan embrio d. tempat terjadinya pembuahan 15. Perhatikan bagian-bagian organ reproduksi manusia berikut ini 1. ovarium 4. kloaka 2. oviduk 5. vas deferens 3.

uterus 6. testis Bagian yang menghasilkan sel kelamin adalah a. 3 dan 4 b. 1 dan 6 c. 1 dan 2 d. 5 dan 6 16. Jaringan yang menghubungkan embrio dengan dinding uterus adalah a. plasenta b.

oviduk c. vagina d. ovarium 17. Urut-urutan organ reproduksi dari luar ke dalam pada wanita a. vagina-uterus-oviduk-ovarium b. vagina-oviduk-ovarium-uterus c. vagina-uterus-ovarium-oviduk d. vagina-ovarium-uterus-oviduk 18.

Bakteri Treponema paliidum menyebabkan penyakit kelamin disebut? a. herpes b. sifilis c. klamidia d.

keterangan yang benar tentang ovulasi adalah

trikomoniasis 19. Keterangan yang benar tentang ovulasi a. pertemuan sel telur dengan sel sperma b. pertumbuhan sel telur pada uterus c. perkembangan zigot dalam rahim d. lepasnya sel telur dari ovarium 20. Organ reproduksi pria yang berfungsi menghasilkan sperma adalah a. testis b. vas deferens c. skrotum d. epididimis Baca juga: Apa Itu Sistem Reproduksi: Stuktur, Fungsi & Macam Penyakit Kelamin Kunci Jawaban Soal Sistem reproduksi ​ No Soal Kunci Jawaban 1 Peleburan antara sel telur dan sel sperma akan membentuk.

zigot 2 Uterus adalah bagian alat kelamin wanita yang berfungsi sebagai tempat perkembangan embrio 3 Proses peleburan ovum dan sperma disebut fertilisasi 4 Masa kehamilan normal pada manusia berlangsung selama 9 bulan 5 Proses pembentukan sperma disebut spermatogenesis 6 Pada wanita,umumnya setiap 28 hari terjadi pelepasan sel telur dari ovarium.Peristiwa pelepasan sel telu ini disebut ovulasi 7 Alat kelamin pada wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur adalah ovarium 8 Sperma pada manusia diproduksi di testis 9 Tempat terjadinya proses fertilisasi adalah tuba fallopi 10 Tuba fallopi keterangan yang benar tentang ovulasi adalah saluran yang menghubungkan antara ovarium dan uterus ​ No Soal Kunci Jawaban 11 Sel telur yang telah dibuahi oleh sperma akan tumbuh didalam bagian organ reproduksi yang disebut uterus 12 Penyakit organ reproduksi dengan penurunan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus yang menghancurkan sel darah putih adalah AIDS 13 Peritiwa dimana siklus menstruasi menjadi tidak teratur dan berhenti untuk selamanya disebut menopause 14 Salah satu fungsi plasenta adalah saluran makanan embrio 15 Perhatikan bagian-bagian organ reproduksi manusia berikut ini 1.

ovarium 4. kloaka 2. oviduk 5. vas deferens 3. uterus 6. testis Bagian yang menghasilkan sel kelamin adalah 1 dan 6 16 Jaringan yang menghubungkan embrio dengan didnding uterus adalah plasenta 17 Urut-urutan organ reproduksi dari luar ke dalam pada wanita vagina-uterus-oviduk-ovarium 18 Bakteri Treponema paliidum menyebabkan penyakitkelamin disebut sifilis 19 Keterangan yang benar tentang ovulasi lepasnya sel telur dari ovarium 20 Organ reproduksi pria yang berfungsi menghasilkan sperma adalah testis Pengertian Fase Menstruasi, Praovulasi, Ovulasi, Pascaovulasi pada Siklus Menstruasi Wanita - Saat seorang wanita masih subur, siklus menstruasi merupakan suatu hal yang wajar.

Siklus ini berlangsung kira-kira 28 hari pada setiap bulan. Kemungkinan antara satu wanita dengan wanita yang lain mempunyai lama siklus yang berbeda. Pada wanita, siklus menstruasi melalui empat fase, yakni fase menstruasi, fase praovulasi, fase ovulasi, dan fase pascaovulasi.

Kalian dapat pula melihat siklus menstruasi pada Gambar 1. Gambar 1. Siklus menstruasi pada wanita a. Fase Menstruasi Pada fase menstruasi, hormon yang berperan ialah hormon estrogen dan progesteron. Sekitar lima keterangan yang benar tentang ovulasi adalah pertama menstruasi, kedua hormon tersebut mengalami reduksi. Akibatnya, sel telur yang berada dalam lapisan endometrium pada uterus dilepas bersamaan dengan robeknya endometrium melalui pendarahan.

Hasilnya, dinding uterus berubah menjadi sangat tipis. Mulai hari kelima sampai ke empat belas, fase praovulasi dimulai. Pada fase ini, hormon yang berperan yakni hormon FSH dan hormon LH. Kedua hormon tersebut menstimulasi sel-sel folikel untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Adanya rangsangan hormon estrogen dan progesteron membuat lapisan endometrium yang luruh terbentuk kembali.

Setelah fase praovulasi, selanjutnya ialah fase ovulasi. Fase ovulasi terjadi sekitar hari keempat belas dari total keseluruhan waktu siklus menstruasi terjadi (kurang lebih 28 hari).

keterangan yang benar tentang ovulasi adalah

Pada fase ini, sekresi hormon estrogen sangat banyak. Oleh karenanya, sekresi hormon FSH mulai menurun dan digantikan dengan sekresi hormon LH. Adanya stimulasi hormon LH pada folikel menjadikan folikel semakin matang. Pematangan folikel menyebabkan sel telur keluar dari folikel. Peristiwa ini dinamakan ovulasi. Berikutnya, setelah fase praovulasi adalah fase pascaovulasi yang berlangsung pada hari kelima belas hingga hari kedua puluh delapan. Pada fase ini, folikel yang pecah berubah menjadi badan padat berwarna kuning yang disebut korpus luteum.

Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron. Bersama hormon estrogen, hormon progesteron ini berperan dalam memelihara pertumbuhan endometrium sehingga siap untuk penanaman embrio. Namun demikian, apabila sel telur pada uterus tidak dibuahi, korpus luteum mengalami degenerasi menjadi korpus albikan.

Akibatnya, sekresi hormon estrogen dan progesteron semakin menurun dan sebaliknya sekresi hormon FSH dan LH naik kembali. Karena darah tidak mengandung hormon estrogen dan hormon progesteron, endometrium tidak bisa bertahan dan luruh bersama darah. Ini menunjukkan fase pascaovulasi berganti menjadi fase menstruasi. Post a Comment Berkomentarlah secara bijak.

keterangan yang benar tentang ovulasi adalah

Komentar yang tidak sesuai materi akan dianggap sebagai SPAM dan akan dihapus. Aturan Berkomentar : 1. Gunakan nama anda (jangan anonymous), jika ingin berinteraksi dengan pengelola blog ini. 2. Jangan meninggalkan link yang tidak ada kaitannya dengan materi artikel.

Terima kasih.
none
Ovulasi adalah proses ketika sel telur yang sudah matang dikeluarkan dari ovarium atau indung telur ke tuba falopi untuk dibuahi. Bila sedang merencanakan kehamilan atau justru ingin mencegahnya, Anda perlu mengetahui kapan masa ovulasi ini terjadi.

Masa ovulasi merupakan waktu terbaik untuk melakukan hubungan seksual agar bisa segera hamil. Sebaliknya, ovulasi juga bisa dimanfaatkan sebagai KB alami untuk mencegah kehamilan. Dengan mengetahui kapan masa subur atau periode ovulasi terjadi, Anda bisa menghindari hubungan seksual agar tidak hamil. Bagaimana Proses Ovulasi Terjadi? Selama siklus menstuasi, ovarium akan mempersiapkan sekitar 15–20 sel telur matang setiap bulannya.

Telur yang paling matang akan dikeluarkan dan masuk ke dalam tuba falopi untuk dibawa menuju rahim. Agar terjadi kehamilan, sel telur ini harus dibuahi oleh sperma. Sel telur dapat bertahan setidaknya selama 24 jam setelah dikeluarkan, sedangkan sperma dapat bertahan di dalam vagina hingga 7 hari.

Untuk memperbesar peluang terjadinya kehamilan, Anda bisa melakukan hubungan seks dalam waktu sekitar 2 hari sebelum ovulasi hingga kurang lebih 5 hari setelah ovulasi.

Kapan Ovulasi Terjadi? Siklus menstruasi secara normal berkisar antara 25–30 hari dengan rata-rata siklus 28 hari. Periode masa subur atau ovulasi ini biasanya dimulai di sekitar hari ke-14 dalam siklus menstruasi. Jika siklus menstruasi Anda adalah 28 hari dan teratur setiap bulannya, maka hari ke-14 biasanya bisa dijadikan patokan masa ovulasi.

Pada masa ini, Anda bisa berhubungan intim tanpa kondom guna menciptakan kehamilan. Meski demikian, siklus menstruasi pada setiap wanita bisa berbeda-beda, ada yang teratur dan ada yang tidak.

Perubahan siklus menstruasi ini bisa terjadi karena berbagai hal, misalnya kenaikan atau penurunan berat badan, stres berat, kurang tidur, terlalu sering berolahraga, atau penyakit tertentu, misalnya PCOS. Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang teratur, Anda bisa melakukan perhitungan kalender haid untuk mengetahui kapan ovulasi terjadi. Caranya adalah dengan mentukan waktu menstruasi Anda selanjutnya, lalu hitung mundur selama 8–12 hari sebelum tanggal menstruasi tersebut.

Sayangnya, metode ini akan sulit dilakukan jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur dan sering berubah. Apa Saja Tanda-Tanda Ovulasi? Meski tanda ovulasi pada tiap wanita bisa berbeda-beda, Anda dapat memperkirakan kapan Anda mengalami ovulasi dengan mengenali beberapa tanda terjadinya ovulasi berikut ini: 1. Suhu basal tubuh Ovulasi dapat meningkatkan suhu basal tubuh Anda. Suhu basal tubuh ini sendiri adalah suhu tubuh saat beristirahat.

Anda bisa mengukur suhu basal tubuh dengan termometer khusus. Dengan mengetahui perubahan pada suhu basal, Anda dapat memprediksi kapan mengalami ovulasi dan mengetahui kapan waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan. 2. Keputihan Keputihan ini merupakan lendir leher rahim yang bisa menjadi pertanda bahwa Anda sedang dalam masa subur.

Setelah menstruasi Anda selesai, lendir pada leher rahim Anda akan secara perlahan meningkat dan teksturnya akan berubah. Menjelang dan saat ovulasi, lendir menjadi lebih cair sehingga mempermudah masuknya sperma ke dalam tuba falopi untuk bertemu dengan sel telur.

Saat yang paling subur adalah ketika lendir tersebut mulai terlihat agak jernih seperti bagian putih pada telur mentah. 3. Peningkatan gairah seksual Pada saat ovulasi, wanita lebih bergairah untuk melakukan hubungan seks. Bahkan, sebuah studi mengungkapkan bahwa pada masa ovulasi sebagian wanita merasa dirinya lebih menarik dibandingkan hari-hari biasanya. 4. Sakit di bagian perut Rasa sakit atau kram di bagian perut disebut juga dengan mittelschmerz. Sebagian wanita mengaku bahwa mereka merasakan sakit di bagian ovarium, yaitu perut bagian bawah pada masa ovulasi.

Rasa sakit ini juga bisa muncul di salah satu punggung pada saat ovulasi. Jika Anda ingin menentukan masa ovulasi dengan cara yang lebih praktis, Anda bisa menggunakan alat tes masa subur yang bisa ditemukan di apotek. Alat ini akan menunjukkan tingkat hormon LH melalui urine Anda. Hormon LH yang meningkat menunjukkan salah satu ovarium Anda akan segera mengeluarkan sel telur. Dengan mengetahui masa ovulasi, Anda dapat dengan mudah merencanakan kehamilan. Namun, bagi Anda yang kesulitan mengetahui masa ovulasi karena menstruasi tidak teratur, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapat tips dan cara merencanakan kehamilan yang sesuai dengan kondisi Anda.• Afrikaans • العربية • Беларуская • Български • Bosanski • Català • کوردی • Čeština • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Galego • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Italiano • 日本語 • Қазақша • 한국어 • Кыргызча • Lietuvių • Македонски • മലയാളം • Nederlands • Norsk bokmål • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پښتو • Português • Русский • Srpskohrvatski / српскохрватски • Slovenčina • Slovenščina • Српски / srpski • Svenska • தமிழ் • Тоҷикӣ • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • Tiếng Việt • ייִדיש • 中文 Pada diagram dapat dilihat adanya perubahan hormonal pada saat ovulasi Ovulasi adalah proses yang terjadi pada siklus menstruasi perempuan.

Sel telur yang sudah matang dikeluarkan dari ovarium dan masuk ke dalam tuba falopi. Tuba falopi akan membawa sel telur menuju rahim. Pada tahap ini hormon estrogen akan memicu penebalan dinding rahim. Apabila tidak terjadi pembuahan (pertemuan antara sel telur dan sel sperma), maka lapisan keterangan yang benar tentang ovulasi adalah rahim akan meluruh. Ovulasi dimulai pada masa pubertas dan terus berlangsung setiap bulan selama masa subur perempuan. Ovulasi akan terhenti sementara pada waktu kehamilan dan akan terhenti secara permanen pada masa menopause.

[1] Daftar isi • 1 Siklus Menstruasi • 1.1 Fase Menstruasi • 1.2 Fase Folikel • 1.3 Fase Ovulasi • 1.4 Fase Luteal • 2 Referensi Siklus Menstruasi [ sunting - sunting sumber ] Fase Menstruasi [ sunting - sunting sumber ] Setiap perempuan memiliki sekitar 15-20 sel telur pada ovarium.

Sel telur yang telah siap akan dipindahkan ke dalam tuba falopi dan dikirim menuju rahim untuk dibuahi. Ketika sel telur pada siklus ini tidak dibuahi maka kadar estrogen dan progesteron akan menurun. Hal ini menyebabkan lapisan dinding rahim yang sudah dipersiapkan akan meluruh.

Lapisan dinding rahim yang meluruh akan keluar melalui vagina dalam bentuk darah, lumatan jaringan rahim, dan lendir. Fase ini berlangsung selama 4 - 6 hari, tetapi sebagian wanita bisa mengalami lebih dari 6 hari. Fase Folikel [ sunting - sunting sumber ] Pada fase folikel atau praovulasi yang terjadi pada hari pertama menstruasi terjadi proses pematangan folikel pada ovarium.

[2] Di tahapan ini, ovarium memproduksi folikel yang berisi sel ovum atau sel telur. Pertumbuhan folikel yang matang kemudian memicu lonjakan estrogen yang menyebabkan endometrium semakin tebal.

Fase ini terjadi pada hari ke-10 dari 28 hari dalam sebuah siklus menstruasi, dan berlangsung selama 11-27 hari dengan rata-rata sebanyak 16 hari. Fase Ovulasi [ sunting - sunting sumber ] Konsentrasi estrogen yang meningkat pada fase folikel akan menyebabkan naiknya kadar hormon luteinizing (LH) dan hormon penstimulasi folikel (FSH). Fase ini terjadi selama 24 hingga 36 jam. Oosit pada fase ini akan dilepaskan dari ovarium melalui oviduct [2] (tubafalopi). Sinyal transduksi kaskade yang diprakarsai oleh hormon LH membuat enzim proteolitik yang dikeluarkan oleh folikel akan menurunkan jaringan follicular di situs blister sehingga akan membentuk lubang yang disebut stigma.

[2] Cumulus-oocyte (coc) akan meninggalkan pecah folikel, bergerak ke dalam rongga peritoneum melalui stigma, dan tertangkap oleh fimbriae pada akhir tuba fallopii (disebut juga oviduk). [2] Setelah memasuki oviduk, ovum-cumulus didorong bersama oleh silia, dan menjadi awal perjalanannya ke arah rahim. [2] Setelah oosit keterangan yang benar tentang ovulasi adalah fase meiosis, sel tersebut akan menghasilkan dua sel, yaitu sel yang lebih besar berupa oosit sekunder yang berisi semua bahan sitoplasma, dan sel yang lebih kecil tidak aktif pertama tubuh kutub.

[2] Kemudian, tahap meiosis II akan mengikuti secara bersamaan, namun akan tertahan pada fase metaphase dan tertinggal sampai fertilisasi. [2] Gelendong aparatus kedua divisi keterangan yang benar tentang ovulasi adalah muncul pada saat ovulasi. [2] Jika tidak terjadi pembuahan, oosit akan merosot pada 12 hingga 24 jam setelah ovulasi.

[2] Fase Luteal [ sunting - sunting sumber ] Fase ini merupakan fase akhir dari folikel hidup. [2] Tanpa oosit, lipatan folikel masuk ke dalam dirinya sendiri kemudian bertransformasi menjadi korpus luteum yang merupakan sebuah cluster steroidogenic sel-sel yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron.

[2] Hormon ini menyebabkan kelenjar endometrium memulai produksi endometrium proliferatif dan kemudian melakukan sekresi endometrium, situs pertumbuhan embrio jika implantasi terjadi. [2] Tindakan progesteron meningkatkan suhu tubuh basal menjadi seperempat untuk 2,4 derajat Celsius (satu perdua untuk satu derajat Fahrenheit). [2] Korpus luteum terus melakukan tindakan paracrine ini untuk sisa dari siklus menstruasi guna mempertahankan endometrium sebelum disintegrasi ke jaringan parut selama menstruasi.

[2] Referensi [ sunting - sunting sumber ] Kategori tersembunyi: • Artikel yang membutuhkan perubahan gaya penulisan • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Artikel Wikipedia dengan penanda ganda • Halaman ini terakhir diubah pada 19 November 2021, pukul 11.33.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

ANC-2 : Ovulasi, Fertilisasi, Implantasi dan Tumbuh Kembang Janin




2022 www.videocon.com