Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit

kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit

Apa itu kekurangan karbohidrat? Karbohidrat merupakan sumber utama energi tubuh. Jika tubuh kekurangan karbohidrat atau kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit karbohidrat, ada berbagai akibat yang bisa muncul, seperti kelelahan, sakit kepala, hingga sakit diare.

Defisiensi karbohidrat jangka panjang dapat menyebabkan tubuh kekurangan serat, vitamin, dan mineral. Akibatnya, berbagai masalah kesehatan pun mengintai karena tubuh tidak mendapatkan gizi cukup seperti bau mulut, sakit kepala, dan mual.

Apa yang terjadi ketika tubuh kekurangan karbohidrat? Ketika Anda tidak mendapat asupan karbohidrat yang cukup, tubuh akan memanfaatkan zat gizi protein dan lemak sebagai energi. Kondisi ini disebut dengan ketosis. Bila dibiarkan, kondisi ketosis akan menghasilkan penumpukan senyawa keton yang merupakan produk sisa dari metabolisme lemak. Kadar keton yang berlebihan dapat memicu dehidrasi dan mengganggu keseimbangan senyawa kimia dalam darah.

Akibatnya, kadar glukosa dan keton dalam aliran darah pun meningkat, atau biasa disebut dengan ketoasidosis. Ketoasidosis mengubah sifat darah menjadi asam yang dapat membahayakan kesehatan. Itu sebabnya, tidak heran bila Anda tetap perlu memenuhi kebutuhan gizi harian termasuk karbohidrat meski tengah menjalani diet. Defisiensi karbohidrat dapat memicu berbagai gejala yang justru bisa mengganggu program diet Anda. Tanda tubuh kekurangan karbohidrat Di bawah ini beberapa tanda tubuh mengalami defisiensi karbohidrat yang perlu Anda waspadai.

1. Lemas dan lesu Salah satu tanda-tanda tubuh tidak mendapatkan asupan karbohidrat yaitu Anda merasa lemas dan lesu setiap saat. Pasalnya tubuh membutuhkan karbohidrat untuk proses pembentukan energi, yakni proses ketika karbohidrat akan diubah menjadi gula darah glukosa sebagai bahan bakar tubuh, terutama untuk otak dan sistem saraf. Meski begitu, tidak semua glukosa digunakan sebagai energi. Sebagian akan disimpan organ hati, otot, dan sel tubuh untuk cadangan.

Itu sebabnya, Anda akan merasa lemak tidak bertenaga ketika mengurangi sumber karbohidrat. Akibatnya, tubuh tidak memiliki cukup energi untuk beraktivitas. Hal ini juga diperparah karena Anda tidak mempunyai cadangan yang dapat digunakan. 2.

kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit

Sembelit Selain lemas dan lesu, kekurangan karbohidrat bisa menyebabkan penyakit sembelit (konstipasi). Hal ini dikarenakan tubuh juga kekurangan serat secara bersamaan. Sumber karbohidrat tidak selalu makanan bertepung, melainkan juga bisa Anda jumpai pada sayur, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Hanya saja, ketiga jenis makanan tersebut mengandung serat tinggi. Bila Anda mengalami sembelit setelah menjalani diet rendah karbohidrat, segeralah konsumsi karbohidrat kompleks seperti roti gandum dan pasta.

Jenis karbohidrat ini setidaknya membantu melancarkan BAB dan mengurangi risiko sembelit. 3. Kekurangan gizi Kekurangan gizi ternyata termasuk dampak dari kekurangan karbohidrat.

kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit

Pada saat mengurangi asupan karbohidrat, secara tidak langsung Anda juga mengurangi makanan yang tidak hanya kaya karbohidrat. Sebagai contoh, buah jeruk, brokoli, dan tomat menjadi sumber vitamin C yang baik untuk kekebalan tubuh. Sementara itu, wortel, ubi, jalar, dan aprikot merupakan jenis makanan sumber vitamin A.

Tak hanya mengandung vitamin dan mineral, buah dan sayur yang disebutkan juga mengandung karbohidrat. Dengan mengurangi makanan tersebut, tubuh juga dapat menunjukkan gejala kekurangan gizi secara bertahap. 4. Berat badan turun Salah satu tujuan mengurangi asupan karbohidrat yaitu untuk menurunkan berat badan. Anda memang berhasil membuat berat badan turun karena membatasi karbohidrat.

kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit

Sayangnya, hal ini tidak berlangsung lama. Bila diet ini dilakukan selama beberapa bulan terutama ketika Anda menjalani gaya hidup aktif, tentu akan berbahaya. Tubuh mungkin akan menyimpan lemak lebih banyak, memperlambat metabolisme tubuh, dan berisiko mengalami dehidrasi.

Dampak defisiensi karbohidrat jangka panjang Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit kekurangan karbohidrat yang disebutkan merupakan efek yang terjadi dalam jangka pendek. Dilansir dari Better Health Channel, ada sejumlah dampak defisiensi karbohidrat jangka panjang yang mungkin terjadi, meliputi: • kenaikan berat badan setelah diet normal dilanjutkan, • masalah usus akibat asupan antioksidan dan serat yang terbatas, • tidak dapat mempertahankan penurunan berat badan, • kolesterol tinggi, • obesitas, • penyakit ginjal, hingga • osteoporosis.

Rekomendasi asupan karbohidrat saat diet Berdasarkan pedoman Angka Kecukupan Gizi dari Kemenkes RI, orang dewasa sehat dianjurkan mengonsumsi karbohidrat sekitar 300 – 400 gram per hari. Perlu diingat bahwa kebutuhan karbohidrat harian setiap orang berbeda tergantung usia, jenis kelamin, dan kebutuhan kalori hariannya.

Anda bisa mengurangi asupan karbohidrat hingga setengahnya saat diet, yaitu sekitar 150 – 200 gram per hari. Umumnya, angka tersebut terbilang aman. Namun, sebaiknya bicarakan dengan ahli gizi sebelum memulai diet rendah karbohidrat.

kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit

Dengan begitu, Anda bisa menurunkan berat badan dengan aman tanpa perlu khawatir kekurangan zat gizi lainnya. What is carbohydrate deficiency? (n.d). University of Chicago Medicine. Retrieved 20 March 2018, from https://www.cureceliacdisease.org/faq/what-is-carbohydrate-deficiency/ Â Low-carb diet: Can it help you lose weight? kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit. Mayo Clinic. Retrieved 6 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/low-carb-diet/art-20045831 Â Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

(2019). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [PDF File]. Retrieved 6 April 2021, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf  Weight loss and carbohydrates.

(n.d). Better Health Channel. Retrieved 6 April 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/weight-loss-and-carbohydrates  The Skinny on Low-Carb Diets. (n.d). Rush University Medical Center. Retrieved 6 April 2021, from https://www.rush.edu/news/skinny-low-carb-diets  Carbohydrates.

(n.d). Medline Plus. Retrieved 6 April 2021, from https://medlineplus.gov/carbohydrates.html KOMPAS.com - Karbohidrat adalah sumber bahan bakar yang memasok energi ke otot, jaringan tubuh, sampai ke otak. Sayangnya, sejumlah orang menjalankan diet rendah karbohidrat untuk menurunkan berat badan secara asal-asalan. Mereka mengurangi atau menghapus karbohidrat dari deretan menu yang dikonsumsi sehari-hari. Baca juga: Sumber Karbohidrat Selain Nasi dari Pangan Lokal Padahal, agar bisa berfungsi optimal, tubuh membutuhkan asupan bergizi seimbang yang terdiri atas karbohidrat, protein, dan lemak.

Menurut Mayo Clinic, rata-rata orang sehat dengan kebutuhan kalori 2.000 kkal membutuhkan karbohidrat sebanyak 225 gram sampai 325 gram Konsumsi karbohidrat di bawah jumlah tersebut dapat membuat tubuh kekurangan karbohidrat.

Dilansir dari NDTV, berikut beberapa akibat kekurangan karbohidrat yang dirasakan tubuh: 1. Lelah dan lesu sepanjang hari shutterstock Kurang darah bukan hanya dikenali dari gejala pucat, letih, lesu.Peran utama karbohidrat adalah memberikan energi, terutama untuk otak dan saraf.

Akibat kekurangan karbohidrat, tubuh bisa jadi kurang energi dan merasa lelah sepanjang hari. Selain itu, tubuh orang yang kekurangan karbohidrat juga bisa mengalami lesu saat digunakan untuk olahraga. 8 Komplikasi Diabetes Gestasional Saat Hamil yang Harus Diwaspadai https://health.kompas.com/read/2020/08/20/060200568/8-komplikasi-diabetes-gestasional-saat-hamil-yang-harus-diwaspadai https://asset.kompas.com/crops/9_Y-2DDSxNUO7Gi2AhUinhWN9o4=/0x0:1000x667/195x98/data/photo/2019/10/08/5d9bf1a74b0dd.jpg
Merdeka.com - Akibat kekurangan karbohidrat akan menimbulkan beberapa risiko yang dapat membahayakan kesehatan tubuh Anda.

Sebab, karbohidrat ini sangat dibutuhkan oleh tubuh guna menjadi sumber energi dan membantu mengendalikan berat badan. Perlu Anda pahami bahwa karbohidrat ini dibagi menjadi dua bagian yakni karbohidrat kompleks dan juga sederhana. Dalam karbohidrat kompleks terkandung banyak molekul gula dan kaya akan serat, yang proses pencernaannya lebih lama di dalam tubuh. Namun, karbohidrat kompleks ini memiliki kelebihan yang mampu memberikan energi secara konsisten tanpa harus membuat tubuh mendapat asupan kalori berlebih.

Sementara karbohidrat sederhana memiliki molekul gula yang lebih sedikit sehingga membuat proses pencernaannya cepat jika dibandingkan dengan karbohidrat kompleks. Banyak orang menganggap bahwa karbohidrat merupakan kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit, terutama bagi mereka yang sedang melakukan program diet.

Namun tahukah Anda bahwa kekurangan karbohidrat juga akan mampu mengakibatkan Anda terserang risiko masalah kesehatan. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah 5 akibat kekurangan karbohidrat yang tidak bisa Anda sepelekan.

Gampang Depresi Akibat kekurangan karbohidrat selanjutnya pada seseorang adalah mudah mengalami depresi. Sebelumnya perlu dipahami bahwa karbohidrat sangat berperan penting dalam memberikan asupan nutrisi pada otak. Dengan begitu, karbohidrat mampu kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit kerja kinerja otak serta berpengaruh membuatnya menjadi lebih tenang.

BACA JUGA: 5 Kesalahan dalam Mengonsumsi Roti yang Bisa Membuatmu Tambah Gemuk Resep Olahan Mi Shirataki yang Lezat, Cocok untuk Menu Diet ©Shutterstock/Yuri Arcurs Apabila tubuh kekurangan karbohidrat, maka mampu menyebabkan munculnya perasaan depresi serta pikiran yang kurang tenang.

Hal tersebut lantaran karbohidrat memiliki peranan guna menjaga senyawa kimia serotonin yang juga sekaligus menjaga emosi di dalam otak. Maka, jika tubuh kekurangan serotonin akibatnya risiko depresi akan meningkat.

BACA JUGA: 3 Jenis Makronutrien yang Penting bagi Tubuh, Seimbangkan Asupannya Bahaya Menghilangkan Karbohidrat dalam Asupan Harian, Waspadai Gejalanya Daya tahan tubuh yang melemah juga akan mampu membuat seseorang mudah terserang berbagai penyakit, salah satunya adalah flu.

Selain itu, kekurangan karbohidrat juga akan membuat Anda mendapati kondisi mulut yang kering, mual, pusing hingga badan lemas. Turun Berat Badan Akibat kekurangan karbohidrat yang paling umum adalah mampu membuat berat badan menjadi turun.

Perlu dipahami, bahwa karbohidrat merupakan sumber energi utama di dalam tubuh. © elembarazo.net Maka, apabila Anda kekurangan asupan nutrisi ini juga dapat dipastikan berat badan Anda menjadi turun. Tak hanya itu, kekurangan karbohidrat juga akan membuat tubuh mengalami kekurangan cairan di dalamnya.

Risiko Alami Penyakit Diabetes dan Jantung Mengalami risiko penyakit diabetes dan jantung merupakan salah satu akibat kekurangan karbohidrat. Sebuah studi pada tahun 2014 menunjukkan tubuh yang kekurangan karbohidrat akan rentan terhadap beragam jenis penyakit kronis, tak terkecuali diabetes dan penyakit jantung. American Heart Association menunjukkan bahwa kurangnya asupan nutrisi karbohidrat mampu membuat kadar kolesterol meningkat serta memicu risiko berbagai penyakit berbahaya.

Mulai dari diabetes atau kencing manis, penyakit jantung hingga stroke. Akibat Kekurangan Karbohidrat dalam Jangka Panjang Sangat disarankan agar Anda tetap mencukupi kebutuhan asupan nutrisi karbohidrat pada setiap harinya, karena apabila kekurangan karbohidrat ini terjadi dalam jangka waktu panjang akan mengakibatkan seseorang terserang berbagai gangguan kesehatan yang berbahaya bagi tubuh. Berikut adalah dampak berbahaya akibat kekurangan karbohidrat dalam jangka panjang yang sudah dilansir dari Alodokter.

- Alami kekurangan nutrisi. BACA JUGA: 8 Manfaat Konsumsi Nasi Jagung, Bantu Kontrol Gula Darah 5 Tips Konsumsi Karbohidrat yang Benar agar Tak Pengaruhi Berat Badan - Kolesterol tinggi. Biasanya, kondisi ini akan terjadi pada seseorang yang sedang menjalankan diet karbohidrat. Dengan begitu ia akan memilih makanan pengganti dengan kandungan protein ataupun lemak yang tinggi. Akibatnya, dengan melakukan pola makan seperti ini adalah membuat kadar kolesterol dalam darah menjadi meningkat, sehingga terjadinya penyakit jantung serta stroke akan meningkat pula.

- Rusaknya pembuluh darah. - Tingkatkan risiko terkena kanker. - Berat badan mudah naik dan turun. Nah itu tadi merupakan 5 akibat kekurangan karbohidrat yang sudah dirangkum dari berbagai sumber dan sebenarnya tidak boleh Anda sepelekan.

Dengan adanya informasi tersebut, diharapkan mampu membuat Anda lebih menjaga diri dan memahami beberapa risiko kurangnya asupan karbohidrat yang dapat membahayakan tubuh.

[bil] 1 Oplas Dinilai Berhasil, 5 Potret Lucinta Luna di Malaysia Dipuji Bak Boneka Barbie 2 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 3 Dibegal 9 Orang di Jalan, 2 Prajurit TNI Lakukan Perlawanan 1 Pelaku Diamankan 4 Innalillahi Waina Ilaihi Rajiun, Sang Raja Dangdut Rhoma Irama Berduka 5 Selamat!

Jessica Iskandar Melahirkan Anak Kedua, Wajah Sang Bayi Bikin Penasaran Selengkapnya Merdeka.com - Karbohidrat termasuk nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain protein, karbohidrat juga merupakan zat gizi utama yang terdapat dalam sajian makanan sehari-hari dan dibutuhkan oleh tubuh.

Oleh sebab itu, fungsi karbohidrat cukup penting bagi tubuh manusia. Dalam hal ini Institute of Medicine telah menyarankan bahwa sebaiknya 45-65 persen kalori yang dikonsumsi setiap hari berasal dari karbohidrat. Bahkan, karbohidrat dapat memberikan energi dan membantu mengendalikan berat badan. Selain itu, fungsi karbohidrat lainnya adalah bermanfaat bagi hati dan mempromosikan sistem pencernaan yang sehat. Bahkan ada karbohidrat yang dapat mengendalikan kadar kolesterol dalam tubuh.

Karbohidrat sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana. Sesuai namanya, karbohidrat kompleks mengandung banyak molekul gula dan kaya akan serat, sehingga memerlukan proses yang lebih lama untuk dicerna dalam tubuh.

Kelebihannya, karbohidrat kompleks akan memberikan energi secara konsisten, tanpa membuat tubuh mendapat asupan kalori berlebihan secara tiba-tiba. BACA JUGA: 9 Manfaat Padi Liar untuk Kesehatan, Jenis Beras yang Kaya Antioksidan Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit Beras beserta Kandungan Nutrisinya, Wajib Tahu Selain itu karbohidrat kompleks juga berisiko lebih kecil untuk menumpuk sebagai lemak di dalam tubuh.

Sedangkan karbohidrat sederhana memiliki kandungan molekul gula yang lebih sedikit, sehingga proses pencernaannya pun menjadi lebih cepat. Karbohidrat selama ini dianggap sebagai bahan berbahaya yang meningkatkan berat badan. Karbohidrat sering dijadikan musuh bagi pelaku diet.

Kebanyakan pelaku diet bakal memangkas asupan karbohidrat selama menjalani program diet. Padahal kekurangan karbohidrat juga dapat berbahaya untuk tubuh. Berikut ini ada 5 risiko akibat kekurangan karbohidrat yang harus diwaspadai telah dirangkum merdeka.com melalui berbagai macam sumber. 1. Mudah Mengalami Depresi Risiko pertama yang bisa terjadi manakala tubuh kekurangan karbohidrat adalah mudah mengalami depresi.

Sebab, karbohidrat memiliki peran penting untuk memberikan asupan nutrisi pada otak. Sehingga karbohidrat dapat memaksimalkan kerja kinerja otak dan berpengaruh membuat otak menjadi tenang. Jika tubuh kekurangan karbohidrat, hal ini dapat menyebabkan munculnya perasaan depresi dan pikiran yang kurang tenang. Karena karbohidrat berperan dalam menjaga tingkat senyawa kimia serotonin yang berfungsi menjaga emosi di dalam otak.

Jika kekurangan senyawa ini maka akan meningkatkan risiko depresi. 5. Berat Badan Turun 2012 Merdeka.com Resiko ini bisa dibilang risiko paling umum ketika kekurangan karbohidrat.

Hal ini karena karbohidrat merupakan sumber energi utama maka sudah pasti jika kamu kekurangan karbohidrat berat badan kamu juga akan turun. Selain itu tubuh juga cenderung mengalami kekurangan cairan. 1 Oplas Dinilai Berhasil, 5 Potret Lucinta Luna di Malaysia Dipuji Bak Boneka Barbie 2 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 3 Dibegal 9 Orang di Jalan, 2 Prajurit TNI Lakukan Perlawanan 1 Pelaku Diamankan 4 Innalillahi Waina Ilaihi Rajiun, Sang Raja Dangdut Rhoma Irama Berduka 5 Selamat!

Jessica Iskandar Melahirkan Anak Kedua, Wajah Sang Bayi Bikin Penasaran Selengkapnya
Baca Juga • Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama Tertusuk Bulu Babi • Sederet Obat Kencing Tidak Lancar untuk Susah Buang Air Kecil • 8 Obat Cacar Air pada Anak yang Perlu Diketahui Orangtua Kebutuhan karbohidrat per hari Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), kebutuhan karbohidrat harian yang direkomendasikan berdasarkan jenis usia dan umur adalah sebagai berikut: • Bayi 0-5 bulan: 59 gram • Bayi 6-11 bulan: 105 gram • Anak 1-3 tahun: 215 gram • Anak 4-6 tahun: 220 gram • Anak 7-9 tahun: 250 gram • Anak laki-laki 10-12 tahun: 300 gram • Anak laki-laki: 13-15 tahun: 350 gram • Remaja laki-laki 16-18 tahun: 400 gram • Pria 19-29 tahun: 430 gram • Pria 30-49 tahun: 415 gram • Pria lanjut usia (lansia) 50-64 tahun: 340 gram • Pria lansia 65-80 tahun: 275 gram • Pria lansia 80 tahun ke atas: 235 gram • Anak perempuan 10-12 tahun: 280 gram • Remaja perempuan 13-18 tahun: 300 gram • Wanita 19-29 tahun: 360 gram • Wanita 30-49 tahun: 340 gram • Wanita lansia 50-64 tahun: 280 gram • Wanita lansia 65-80 tahun: 230 gram • Wanita lansia 80 tahun ke atas: 200 gram Anda dianjurkan untuk memenuhi asupan karbohidrat harian ini karena defisiensi karbohidrat dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan.

Baca juga:Â Manfaat Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Cocok untuk Diet Dampak kekurangan karbohidrat Jika asupan kalori setiap harinya sekitar 2.000, maka 900-1.300 kalori harus berupa karbohidrat. Ini setara dengan 225-325 gram sumber karbohidrat. Setelah mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan menggunakannya sebagai energi, disimpan dalam otot, atau terkonversi menjadi lemak.

Beberapa akibat kekurangan karbohidrat di antaranya: 1. Kekurangan energi Pusing dan lemas karena kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit energi Mengingat karbohidrat yang masuk ke tubuh akan menjadi sumber energi, maka akibat kekurangan karbohidrat dapat membuat seseorang kekurangan energi.

Saat beraktivitas fisik, tubuh menggunakan glikogen sebagai sumber energi. Namun jika asupan karbohidrat tidak mencukupi, glikogen pun bisa habis. Konsekuensinya, tubuh mulai memecah protein dalam otot sebagai sumber energi. Jika hal ini berlangsung selama beberapa bulan, efeknya bisa berbahaya. Utamanya bagi orang yang aktif bergerak dan memerlukan banyak energi. Metabolisme tubuh akan menjadi lebih lambat, kurang energi, dan risiko tubuh terasa lesu.

Selain itu, penyakit defisiensi karbohidrat lainnya bisa mengakibatkan dehidrasi dan nyeri otot. 2. Ketosis Jenis diet karbohidrat yang cukup ekstrim adalah diet keto yaitu dengan mengurangi asupan karbohidrat secara drastis. Bagi pelaku diet keto, asupan karbo hanya sekitar 5-10% dari keseluruhan kalori harian. Sebagian besar asupan kalori datang dari lemak dan protein.

Ketika tubuh berada dalam kondisi defisiensi karbohidrat, liver akan mengubah lemak menjadi asam yang disebut ketone. Inilah yang akan digunakan tubuh sebagai energi. Proses yang disebut ketosis ini akan terjadi 3-4 hari setelah mulai membatasi asupan karbohidrat. Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit keto flu, dengan gejala mual, lemah, dan sakit kepala. Dalam jangka panjang, ketosis bisa menyebabkan dehidrasi hingga kadar gula darah rendah.

3. Risiko gangguan jantung Kekurangan karbohidrat memengaruhi kesehatan jantung Beberapa studi menyebutkan kekurangan karbohidrat dapat meningkatkan risiko kematian seseorang. Utamanya karena defisiensi karbohidrat meningkatkan risiko fibrilasi atrium atau gangguan irama jantung. Orang yang mengalami fibrilasi atrium disertai gejala tubuh lesu, sakit kepala, dan jantung berdebar atau palpitasi karena aliran oksigen yang tidak optimal.

kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit

Kondisi ini juga membuat seseorang rentan mengalami serangan jantung hingga stroke. 4. Kolesterol tinggi Defisiensi karbohidrat jangka panjang dapat meningkatkan kolesterol tinggi. Hal ini dikarenakan diet rendah karbohidrat umumnya akan mengganti asupan karbo dengan makanan tinggi lemak dan protein. Pola makan yang menggantikan asupan karbohidrat dengan lemak atau protein akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Akibatnya, risiko penyakit jantung dan stroke akan meningkat. Tanda-tanda kekurangan karbohidrat Meski tidak menjalani diet karbo sekalipun, setiap orang berisiko mengalami defisiensi karbohidrat.

Beberapa tanda ketika asupan karbohidrat tidak cukup terpenuhi adalah: 1. Berat badan tidak turun Miskonsepsi yang kerap muncul untuk menurunkan berat badan dalam program diet adalah dengan mengurangi asupan karbohidrat. Padahal, karbohidrat sangat penting untuk memastikan metabolisme berlangsung efisien. Kebanyakan sumber karbohidrat mengandung tingig serat yang dapat membuat Anda kenyang lebih lama. Jika karbohidrat terlalu rendah, Anda akan lebih sering merasa lapar dan tingkat metabolisme menjadi lebih lambat sehingga berat badan pun tidak berkurang.

2. Merasa lelah Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit tubuh terasa lesu dan lelah seharian, bisa jadi indikator defisiensi karbohidrat. Ini terjadi karena ada perubahan pada kadar gula darah. Fluktuatifnya kadar gula darah menyebabkan sakit kepala, sulit konsentrasi, dan tubuh lesu. 3. Ingin makanan manis Ketika tubuh menginginkan sesuatu seperti makanan manis, artinya ada asupan yang tidak terpenuhi secara optimal.

Itulah mengapa setelah makan dalam porsi besar, masih ada keinginan mengonsumsi camilan manis karena nutrisinya tidak terpenuhi secara seimbang. Tak hanya itu, kadar gula darah fluktuatif juga bisa membuat seseorang merasa sangat lapar meski baru makan 1-2 jam sebelumnya. Ini terjadi karena tubuh mengidentifikasi kurangnya asupan karbohidrat. 4. Pencernaan bermasalah seperti mengalami sembelit Idealnya, makanan kaya karbohidrat mengandung serat yang dapat melancarkan pencernaan.

Itulah mengapa diet karbohidrat bisa membuat orang yang melakukannya mengalami konstipasi. Seperti yang sudah dijelaskan, sumber karbohidrat umumnya berasal dari makanan yang kaya akan serat, seperti sayur, kacang-kacangan, hingga lentil. Jika Anda tidak mengonsumsi asupan karbohidrat yang cukup dari beberapa makanan ini, maka asupan serat juga tidak terpenuhi. Kondisi dapat menyebabkan sembelit dan rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan.

Selain itu, karbohidrat kompleks, seperti roti, pasta, hingga sereal, juga dibutuhkan untuk menjaga usus tetap sehat. 5. Bau mulut Banyak yang tidak sadar bahwa asupan karbohidrat yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan bau mulut. Ini terjadi karena tubuh membuat ketone, sumber energi alternatif liver dan otak yang diambil dari cadangan lemak.

Substansi ini memiliki aroma khas yang tercium dari saliva atau air liur. 6. Sering sakit kepala dan mual Membatasi asupan karbohidrat di bawah 50 gram per harinya dapat menyebabkan ketosis. Proses biologis ini terjadi saat tubuh menggunakan lemak dan protein sebagai sumber energi utamanya.

Ketosis dapat menyebabkan sakit kepala kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit mual. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan lainnya, seperti kelelahan, mudah marah, sembelit, sulit tidur, sakit perut, kram, hingga nyeri otot. 7. Mengalami hipotiroidisme Kekurangan karbohidrat juga kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit menyebabkan tubuh tidak mendapatkan suhu hangat alaminya, sehingga tubuh mulai menunjukkan gejala hipotiroidisme.

Kondisi ini terjadi akibat kelenjar tiroid membutuhkan glukosa untuk memproduksi hormon T3. Sedangkan glukosa tidak dapat terpenuhi jika tubuh mengalami kurang karbohidrat. Perlu diketahui hormon T3 memiliki tugas untuk membuat tubuh terasa hangat. Jika tubuh kekurangan hormon T3, maka tubuh dapat terasa dingin dan menggigil. 8.

Moody atau perubahan suasana hati yang tidak menentu Salah satu fungsi karbohidrat yang sangat penting adalah membantu tubuh memproduksi hormon kebahagiaan atau serotonin. Di saat tubuh kekurangan karbohidrat, produksi hormon serotonin akan terhambat.

kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit

Jika hal ini terjadi, suasana hati menjadi tidak menentu. Ditambah lagi, rasa letih dan lapar yang terasa akibat kekurangan karbohidrat kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit bisa berkontribusi dalam menyebabkan suasana hati semakin buruk. Baca juga: 16 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Menyehatkan Cara mengatasi tubuh yang kekurangan asupan karbohidrat Saat tubuh menunjukkan gejala kekurangan karbohidrat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memenuhi asupan karbohidrat harian dengan cara: • Mengonsumsi makanan tinggi serat dari sayuran dan buah-buahan • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serat, dan cairan • Mengonsumsi susu dan produk olahannya • Mengonsumsi makanan yang terbuat dari gandum utuh • Membatasi konsumsi karbohidrat sederhana, yakni jenis karbo yang banyak terdapat dalam makanan manis atau berkalori tinggi Jika Anda ingin diet karbo, angka yang umumnya terbilang aman adalah dengan mengurangi asupan karbohidrat hingga setengah dari kebutuhan hariannya, yaitu 150-200 gram per hari.

Dengan begitu, Anda bisa tetap menjalankan diet tanpa perlu merasa khawatir kekurangan asupan zat gizi lainnya. Catatan dari SehatQ Individu yang aktif bergerak dan memerlukan banyak energi setiap harinya sebaiknya tidak mengikuti diet karbo yang ketat.

Jika dipaksakan melakukan diet karbohidrat, risikonya tidak memiliki cukup energi dan tubuh akan berada dalam kondisi ketosis. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan karbohidrat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. Live Strong. https://www.livestrong.com/article/482734-the-effects-of-a-deficiency-of-carbohydrates/ Diakses pada 9 Oktober 2020 PLOS One.

https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0055030 Diakses pada 9 Oktober 2020 GB Health Watch. https://www.gbhealthwatch.com/Nutrient-Carbohydrate-Symptoms.php Diakses pada 9 Oktober 2020 HUKOR KEMENKES. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf Diakses pada 12 Juni 2021 Hidup Sehat Waspadai Bahaya Teh Pelangsing yang Banyak Dijual Online Teh pelangsing yang selama ini banyak dipromosikan di media sosial rupanya memiliki banyak efek samping untuk kesehatan.

Kondisi seperti diare, sudah sering dilaporkan. Namun tahukah Anda, bahwa teh ini juga bisa memicu gangguan di jantung?

Penyakit Dari 5 Jenis Malaria, Kenali Mana yang Paling Mematikan Nyamuk Anopheleses membawa parasit Plasmodium yang ketika menggigit manusia, akan masuk ke dalam aliran darah.

Ada 5 jenis malaria berdasarkan jenis parasitnya: Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, Plasmodium knowlesi, dan Plasmodium falciparum.
Banyak orang menjauhi karbohidrat dengan tujuan untuk mengurangi berat badan. Padahal, kekurangan karbohidrat dapat membawa beragam gangguan kesehatan, karena karbohidrat merupakan nutrisi peting bagi tubuh. Simak beragam dampak dari kekurangan karbohidrat bagi tubuh berikut ini.

Manfaat utama karbohidrat bagi tubuh adalah menyediakan energi untuk beraktivitas, mulai dari bernapas hingga berjalan. Selain itu, karbohidrat juga berfungsi mencegah serangan penyakit dan menjaga berat badan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan untuk mengonsumsi karbohidrat antara 350–390 gram per hari bagi pria, dan 300–320 gram per hari bagi wanita.

kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit

Berbagai jenis karbohidrat, terutama karbohidrat kompleks, dapat berasal dari nasi dan gandum, buah, sayur, serta kacang-kacangan. Kekurangan karbohidrat bisa terjadi jika Anda membatasi asupan karbohidrat atau melakuan diet rendah karbohidrat untuk menurunkan berat badan.

Efek Kekurangan Karbohidrat Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kepala pusing, tubuh terasa lemah, hingga rentan terserang penyakit. Dampak kekurangan karbohidrat bisa terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut ini adalah penjelasannya: Jangka pendek Dalam jangka pendek, kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan ketosis, yaitu suatu kondisi ketika tubuh memanfaatkan lemak sebagai sumber energi.

Gejala ketosis antara lain adalah sakit kepala, lemas, dehidrasi, mual, pusing, dan mudah emosi. Ketosis dapat menyebabkan penumpukan senyawa keton dalam tubuh. Dalam jangka panjang, kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit yang menumpuk ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius, seperti asidosis, koma, bahkan kematian.

Jangka panjang Kekurangan karbohidrat secara terus-menerus juga akan menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, di antaranya: • Kekurangan nutrisi • Kolesterol tinggi, jika mengganti asupan karbohidrat dengan makanan tinggi lemak atau protein, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke • Kerusakan pembuluh darah • Meningkatkan risiko terkena kanker • Berat badan mudah naik-turun Cara Mengatasi Kekurangan Karbohidrat Hal pertama yang harus dilakukan ketika mengalami kekurangan karbohidrat adalah memenuhi asupan karbohidrat harian.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk memenuhi asupan karbohidrat: • Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan segar, karena kandungan serat di dalamnya dapat membuat Anda kenyang lebih lama • Mengonsumsi beragam makanan sehat dengan gizi seimbang, yang mana harus mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serat, dan cairan dalam jumlah yang cukup • Mengonsumsi susu dan produk-produk olahannya • Mengonsumsi makanan yang terbuat dari gandum utuh atau bekatul • Membatasi asupan karbohidrat sederhana, yang biasanya terdapat dalam kudapan manis seperti eskrim atau kue Bila selama ini Anda menjalani pola makan yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat, sebaiknya Anda kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit dengan dokter gizi.

Dokter akan memeriksa status gizi dan kondisi kesehatan secara menyeluruh, kemudian memberikan anjuran pola makan yang lebih sehat. Bila perlu, dokter juga akan memberikan suplemen atau obat-obatan untuk memperbaiki status gizi Anda.Fungsi Karbohidrat Karbohidrat merupakan salah satu zat nutrisi yang berfungsi penyedia energi dalam tubuh. Tubuh kita memecah karbohidrat menjadi gula, pati, dan serat.

Gula yang masuk ke dalam aliran darah diserap oleh sel-sel tubuh menjadi glukosa dengan bantuan insulin. Sedang pati dan serat terbuat dari molekul yang terikat oleh zat gula tersebut, dimana serat merupakan jenis karbohidrat yang sehat dan berguna bagi tubuh, karena dapat membuat kita kenyang lebih lama pada kalori yang lebih sedikit.

Makanan yang mengandung karbohidrat Karbohidrat dapat kita jumpai pada berbagai jenis bahan makanan, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Manfaat Karbohidrat : • Sebagai sember tenaga bagi tubuh • Untuk cadangan tenaga • Sebagai zat pembangun • Membatu proses fotosintesis tumbuh-tumbuhan Seseorang yang dikatakan kekurangan karbohidrat berarti tubuhnya tidak akan mampu menciptakan energi yang cukup.

Hal ini bisa mengakibatkan tubuh mudah lelah dan terasa lemah. Selain itu, tubuh akan mengalami kesulitan untuk melawan berbagai jenis penyakit dan proses penyembuhan luka. Tubuh juga tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang ditemukan dalam makanan yang mengandung karbohidrat, sehingga sistem kekebalan tubuh akan berkurang. Yang ada adalah peningkatan jumlah makanan yang tinggi lemak dan kolesterol, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung.

Ciri-ciri orang yang kekurangan karbohidrat : • Menurunnya tingkat energi, sehingga tubuh terlihat lemah dan lesu. • Penurunan berat badan • Mudah terserang berbagai jenis penyakit Gejala kekurangan Karbohidrat : • Kebingungan • Tremor • Cenderung demam • Pusing • Kelelahan • Distress • Delirium • Otot atrofi • Hilangnya jaringan otot • Stamina berkurang Berikut ini beberapa penyakit akibat kekurangan karbohidrat : Hipoglikemia Akibat kekurangan karbohidrat yang pertama adalah masalah dengan hipoglikemia.

Merupakan masalah yang disebabkan karena rendahnya gula darah dalam tubuh. Hipoglikemia paling sering menjangkit pada bayi dan orang tua, tetapi penyakit ini dapat terjadi pada usia berapapun. Pada umumnya, hipoglikemia diartikan sebagai kadar glukosa serum (jumlah gula atau glukosa dalam darah Anda) di bawah 70 mg / dL. Gejala Awal • Tubuh gemetar • Kulit basah • Detak jantung lebih cepat • Mengalami kecemasan • Sering berkeringat • Kelaparan • Cepat marah Gejala hipoglikemia yang lebih serius : • Kesulitan dalam berpikir • Kebingungan • Sakit kepala • Kejang • Koma Pada akhirnya, setelah penderita mengalami koma atau kehilangan kesadaran yang signifikan, kematian dapat terjadi.

Pengobatan hipoglikemia • Pada pasien yang yang dalam keadaan sadar, berikanlah asupan glukosa seperti teh manis, juice jeruk, atau makanan yang manis • Pada pasien yang dalam keadaan pingsan / koma dengan cara memberikan asupan glukosa, detrosa secara intravena.

Penyakit kekurangan kalori dan protein (KKP / PEM) Penyakit yang dalam bahasa asing dinamakan Protein Energy Malnutrition ini merupakan penyakit akibat kekurangan gizi pada tubuh seperti protein, karbohidrat, vitamin, asam lemak esensial, dan semua elemen sangat berkontribusi dalam dermatosis tubuh KKP / PEM dibedakan menjadi 3, yaitu : 1. Marasmus Merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan karena kekurangan asupan karbohidrat dalam makanan yang dikonsumsinya.

Penyakit ini pada umumnya sering terjangkit oleh anak-anak di bawah usia 5 tahun (Balita). Penyebab Penyebab penyakit ini antara lain : • Kelaparan kronis • Persediaan air yang terkontaminasi • Persediaan makanan yang tidak memadai • Kekurangan vitamin lainnya (vitamin A, E atau K) • Diet yang tidak seimbang • Penyakit Bawaan • Infeksi • Lahir premature Ciri Ciri Ciri-ciri anak-anak yang terjangkit Maramus • Selalu merasa lapar • Anak sering menangis • Tubuh anak menjadi lebih kurus (busung lapar) • Kulit terlihat keriput • Gangguan pada sistem pernafasan akibat ketidakstabilan tekanan darah kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit detak jantung Gejala Gejala Marasmus : • Diare kronis • Pusing • Kelelahan • Penurunan berat badan.

• Perut buncit • Kulit kering Marasmus bisa mengakibatkan kondisi yang lebih serius dan harus segera mendapatkan pertolongan medis. Maramus dapat berakibat fatal yaitu kematian pada penderitanya. Beberapa gejala serius tersebut diantaranya : • Pingsan diakibatkan penurunan tingkat kesadaran • Kelumpuhan pada kaki • Kehilangan kontrol pada kandung kemih atau usus • Muntah yang berkepanjangan atau diare Dampak Dampak / akibat dari penyakit maramus : • Terhambatnya pertumbuhan si anak • Tingkat kecerdasan si anak berkurang • Terganggunya psikologis anak • Kerusakan sendi • Kehilangan kekuatan • Kehilangan penglihatan / mengalami kebutaan • Pingsan / koma • Kegagalan fungsi organ tubuh Pengobatan Pengobatan Maramus Bagi penderita marasmus yang tidak disertai komplikasi, pengobatan dapat dilakukan dengan rawat jalan.

Dokter akan memberikan petunjuk pemberian asupan gizi sebagai langkah diet tinggi kalori dan tinggi protein bagi penderita. Sedangkan untuk penderita yang disertai komplikasi, dokter akan menyarankan untuk rawat inap. Pengobatannya bisa dilakukan melalui cairan infus, solusi rehidrasi oral, dan selang makanan nasogastrik. Pencegahan Pencegahan Marasmus : • Makan makanan yang bergizi • Melakukan diet yang seimbang • Konsumsi air bersih 2. Kwasiorkor Adalah salah satu penyakit dimana sipenderita mengalami protein dan kalori berat.

Kwashiorkor merupakan gangguan gizi yang umumnya terjadi di negara-negara berkembang. Ciri Ciri Ciri-ciri penyakit ini diantaranya, • Kurus • Wajah tampak sembab dan bulat • Rambut rontok • Badan terlihat lemas • Agresif • Raut muka seperti sudah tua • Kulit keriput Gejala Gejala kwasiorkor : • Berat badan yang semakin menurun • Perubahan warna rambut, rambut mudah rontok • Kelelahan • Edema / mengalami pembengkakan • Gampang marah • Terjadi perubahan pigmen kulit • Mengalami diare terus-menerus • Gangguan pertumbuhan pada otot • Anemia • Gangguan fungsi ginjal • Terjadi ruam bersisik • Infeksi • Perut besar • Shock berat • Mengalami koma, bahkan sampai pada kematian Pengobatan Pengobatan kwasiorkor • Untuk menanggulangi masalah ini adalah dengan pemberian makanan bergizi yang dilakukan dengan bertahap.

3. Marasmur-kwasiorkor Adalah sejenis penyakit yang merupakan bentuk campuran dari marasmus kwashiorkor yang ditandai oleh keberadaan kedua wasting dan edema pitting bilateral.

Penyakit ini diklasifikasikan sebagai bentuk malnutrisi akut parah. Ciri ciri Tanda-tanda kelainan ini mirip dengan marasmus, yaitu : • Edema • Menurunnya kadar protein (Albumin dalam darah) • Kulit kering dan kusam • Otot menjadi lemah. • Apatis Penyebab Penyebab : • Asupan protein dan karbohidrat yang kurang • Gangguan penyerapan protein • Gangguan kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit Pengobatan Pengobatan yang dilakukan adalah mencukupi asupan gizi pada makanan ya dikonsumsi, serta penambahan produk susu yang berenergi dan berkalori tinggi.

Penyakit akibat kekurangan karbohidrat memang perlu diwaspadai, tips mencegahnya adalah dengan konsumsi vitamin untuk daya tahan tubuh yang baik dan dapat mencegah kita dari berbagai penyakit. Akibat Kekurangan Karbohidrat Bagi Tubuh Selain jenis penyakit di atas, kekurangan karbohidrat bisa mengakibatkan dampak negatif seperti berikut : • Menyebabkan seseorang memiliki perilaku yang buruk.

Bagi orang-orang yang melakukan diet rendah karbohidrat, hal tersebut dapat berdampak negative pada mood anda.

kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit

• Menimbulkan rasa malas. Otot-otot pada tubuh manusia memerlukan asupan makanan berupa glikogen yang berfungsi untuk mengoptimalkan dan memperkuat fungsi otot. Jika seseorang kekurangan karbohidrat sebagai penghasil glikogen, makan otot-ototnya tidak akan bisa bekerja optimal karena tidak tersedianya energi, sehingga akan menimbulkan tubuh terasa lemas dan malas untuk melakukan kegiatan apapun.

• Menimbulkan kebodohan. Karbohidrat bisa berdampak mempengaruhi kinerja otak. Kekurangan karbohidrat bisa mengakibatkan konsentrasi seseorang berkurang. Hal ini akan berdampak pada tingkat kecerdasan seseorang. • Memperlambat sistem metabolisme tubuh. Karbohidrat berfungsi sebagai bahan bakar dan sumber energi bagi tubuh.

Kekurangan karbohidrat dapat memperlambat sistem metabolisme tubuh. • Mengakibatkan kelaparan. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber tenaga dan energi bagi tubuh.

kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan penyakit

kekurangan asupan karbohidrat akan membuat seseorang merasa lapar. Dan seseorang yang lapar dapat melakukan jalan pintas dengan memakan makanan yang sembarangan untuk memuaskan rasa laparnya. Dari penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa karbohidrat merupakan salah satu zat yang sangat diperlukan oleh tubuh kita. untuk itu mencukupi asupan zat satu ini akan sangat membantu aar tubuh kita selalu sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit yang mematikan seperti di atas Baca Juga : Penyakit akibat kekurangan lemak Recommended Post • Usai Libur Panjang, Ini 6 Persiapan Untuk Memulai Diet Lagi • Usai Lebaran, Begini 3 Cara Hilangkan Lemak Perut Dengan Cepat • Apakah Hepatitis Misterius di Indonesia Terkait Covid-19 dan Vaksinnya?

• 3 Tips Berkeringat Lebih Banyak Saat Berolahraga Cepat • Hepatitis Akut Sebabkan 3 Anak Meninggal, Masyarakat Perlu Waspadai Gejalanya!

Dr Norman - Faktor yang mengganggu sistem imuniti tubuh




2022 www.videocon.com