Apa bukti bahwa allah ada

apa bukti bahwa allah ada

Orang Kristen: Bila anda yang benar bahwa Allah tidak ada, maka saya akan lenyap dan anda pun akan lenyap. Tetapi bila saya yang benar, maka anda akan binasa di neraka dan saya akan memperoleh hidup yang kekal.

Jadi saya punya kesempatan yang lebih baik dari anda, saya masih punya 50% kemungkinan selamat sedangkan anda tidak punya kesempatan sama sekali. Jadi tidak ada ruginya percaya kepada Tuhan ! Yakub telah menguji Allah dengan meminta Allah untuk menyertai dan melindungi dan memberkati dia. Yakub bernazar, bila Allah berkenan menyertai dia, maka Yakub berjanji akan menjadikan TUHAN sebagai Allah-nya.

Melalui Alkitab kita tahu bahwa Allah benar-benar menyertai dan memberkati dia seumur hidup nya. Kepada kita orang-orang pada Perjanjian Baru, Allah telah berjanji dan mengutus Roh Kudus untuk tinggal di dalam hati kita. Mari kita tagih janji itu! Dulu saya pernah berkata kepada Tuhan: Bila Engkau benar-benar berkenan kepada hamba-Mu ini, sertai lah hamba-Mu ini dan berkatilah pekerjaan hamba-Mu ini!

Ternyata Dia menyertai saya hingga hari ini! Maaf agak lambat menjawab, karena baru dari luar kota.

apa bukti bahwa allah ada

Yang saya maksud adalah bukti subyektif. Kita tahu Allah tidak menyatakan dirinya SECARA LANGSUNG kepada semua orang. Kita tahu Allah menyatakan diri-Nya kepada Abraham, Musa dan para nabi. Yesus juga menyatakan diri-Nya kepada Tomas secara khusus, Yohanes 20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka.

Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." 20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Tetapi Dia berkata: 20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya.

Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. KH, anda mau bukti Subyektif? Minta bukti supaya Allah menyatakan diri-Nya. Saya percaya Dia pasti menjawab. Tetapi ada 2 kemungkinan: 1.

Allah akan menyatakan diri-Nya secara langsung 2. Allah menambahkan iman anda sehingga anda percaya walau tidak melihat. Kalau hal di atas diterapkan kepada orang yang sudah beriman sih masih bisa dipahami tetapi jika orang tak beriman ( contohnya atheis ) apa bukti bahwa allah ada contoh tulisan anda apakah mungkin ? Bukankah pengujian dan pembuktian yang subyektif tak kan menyentuh keimanan si atheis tsb.

Tunggu Tuhan menyatakan diriNya secara langsung ? ha ha ha aya aya wae Thanks, GBU Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? Salam, Allah berhak menyatakan diri-Nya kepada siapa Dia mau menyatakan diri-Nya. Si Ateis juga berhak meminta Allah untuk menyatakan diri-Nya. Terserah Allah dong apakah Allah mau menyatakan dirinya, apakah menurut Allah akan BERGUNA bila Dia menyatakan diri kepada orang itu? Kita membaca Alkitab bahwa Allah menyatakan dirinya apa bukti bahwa allah ada kali kepada Salomo, tetapi kita tahu akhir hidup Salomo bagaimana: I Raja-raja 11:9 Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, Baca juga kisah Lazarus dan orang kaya, bahwa orang yang tidak percaya tidak akan percaya sekalipun disaksikan oleh orang yang bangkit dari antara orang mati !

Lukas 16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati." Baca juga kisah orang Israel yang keluar dari Mesir, mereka telah MELIHAT KEMULIAAN ALLAH dan MUJIZAT2 yang luar biasa, tetapi hanya 2 orang dari generasi yang dari Mesir yang sampai ke tanah perjanjian. Ya semua itu tak terbantahkan karena tertulis di Alkitab, sekarang permasalahannya bagaimana dengan jaman sekarang ini adakah bukti bukti atau contoh Tuhan menampakkan / menyatakan diriNya kepada orang Atheis?

apa bukti bahwa allah ada

Apakah bisa disimpulkan kemudian jalan orang atheis membuktikan Allah ada hanya melalui penampakan Allah saja ? Bagaimana dengan imannya ? Kedua hal ini apa bukti bahwa allah ada masih ) tidak hanya terangkan secara tuntas, kawan. GBU Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? Blog ini tidak bermaksud untuk menganjurkan orang untuk membuktikan keberadaaan Allah secara universal.

Tetapi membuktikan secara subyektif kepada orang (beriman yang ragu atau ateis) yang ingin “melihat” Allah entah dengan iman atau secara langsung. Apakah tertutup kemungkinan bagi ateis untuk memperoleh iman, nggak kan? Nah bagaimana bila si Ateis sudah teriak-teriak ke langit, tapi kemudian Allah tidak berkenan menyatakan diri melalui iman atau secara langgsung?

Nah, itu namanya NASIB SIAL kawan, bacalah: Roma 9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

9:22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan -- Masakan belum tahu, anda penganut predestinasi sejati bukan ?? Ateis sekalipun bisa selamat. Coba check kesaksian dibawah. http://www.godandscience.org/apologetics/testimony.html Yang menarik Richard Deem percaya bahwa Tuhan itu ada justru karena dia belajar teori evolusi secara mendalam.

apa bukti bahwa allah ada

Berikutnya Tuhan atur dia ketemu orang Kristen, membaca Injil dan akhirnya dia percaya dan diselamatkan. Padahal Richard dibesarkan oleh orang tua yang agnostik (tidak peduli pada Tuhan).

Kenapa Richard Deem percaya Allah ada? Karena ciptaan Allah bersaksi bahwa Dia ada. Roma 1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

yg saya percaya alam sbg ciptaan tentu mereflexikan penciptanya. spt kita dpt menilai affandi dr karyanya ato rendra dg puisinya. ttp alkitab mencatat wahyu umum tidaklah cukup untuk mengenal Allah dg benar oleh sebab itu kita perlu Firman Tuhan apa bukti bahwa allah ada wahyu khusus.

jika ada orang Atheis menemukan Allah itu ada, tentu kita yg percaya alkitab akan tertawa dan mungkin aja bertanya lo kemana aja? tp dia percaya Allah yg mana? WHERE IS GOD? WHERE IS HE NOT? Percaya Allah itu ada langkah awal menuju keselamatan. Jangan tertawa kalau orang atheis berubah jadi deis.

Kita malah harus bersyukur dan menyembah Tuhan. Sebab kita tahu Tuhan sedang bekerja dalam kehidupan orang tersebut. Langkah berikutnya kita beritakan Injil pada dia sambil terus berdoa supaya Roh Kudus bekerja dan dia percaya pada Yesus dan diselamatkan. Itulah yang terjadi dalam kehidupan Richard Deem. Dari atheis jadi deis tapi nggak tahu agama mana yang harus dipilih. Lalu Tuhan atur dia bertemu orang percaya sehingga dia akhirnya baca Injil dan percaya Tuhan Yesus.

Oh segala puji syukur buat kasih karunia Tuhan Yesus yang masih terus bekerja sampai saat ini. Kalau kita bisa mengenal Allah saat ini maka ini adalah anugrahnya.

Jangan kita meremehkan dan memandang hina mereka yang belum mengenal Allah.

apa bukti bahwa allah ada

Kita malah harus berdoa supaya Tuhan berbelas kasihan dan bekerja dalam kehidupan mereka lewat Roh Kudus nya. Salam kenal deta dan kingheart ! membaca komentar2 dari anda berdua dan diskusi tentang freewil dan predestinasi serta ayat2 yang anda kutip, boleh kah saya berkesimpulan bahwa rancangan besar Tuhan adalah semua orang yg pernah hidup tanpa kecuali akan diselamatkan. Hanya ada yang dipakai untuk tujuan yg mulia, ada yg utk dipakai guna tujuan yang biasa.

Kita tentu percaya Dia akan melakukan segala kehendakNya, supaya jangan ada satu orangpun yang binasa. Masalahnya apakah manusia yang dihukum berarti apa bukti bahwa allah ada binasa sampai kekal? Menurut saya KasihNya yang kekal, murkaNya hanya sementara.

Bagaimana menurut kawan kawan? Salam kenal Firman, Sepertinya kita beda aliran deh silakan baca blog saya : SORGA dan NERAKA - Tempat Perhentian Manusia Allah itu pasti adil. Dia menghukum dengan adil. Saya berpendapat orang yang binasa lebih berbahagia di neraka dari pada berada di Sorga karena tidak tahan dengan kemuliaan Allah. Silakan aktif di sini kawan. Kita akan sering berdiskusi dan bertukar pikiran. Tuhan berkati !! Yang saya bicarakan tentang setelah sorga dan neraka !

Betul sorga dan neraka itu tempat perhentian manusia. Namanya tempat perhentian, tentu sementara khannnnnn.? Bukan tempat yang kekal. Yang saya maksud tentang langit yang baru dan bumi yang baru. Ibukotanya Yerusalem baru. Yang dipimpin Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Baca deh Kitab Wahyu, terutama pasal 19 sampai habis. Kesimpulan saya; Kalau adam yang pertama mewakili seluruh manusia sudah jatuh dalam dosa maka adam yang kedua yang datang dari Allah akan menyelamatkan seluruh manusia.

Inilah rancanganNya yang indah itu. Sekali lagi saya tegaskan: Masalah adil gak adil, masalah dihukum atau gak dihukum, masalah siapa yang ditempatkan disorga, siapa yang ditempatkan sementara di neraka, itu bukan urusan lo bukan juga urusan gua. Yang pasti Allah itu Kasih, Allah itu kekal tentu KasihNya juga kekal kan??????? Mana yang lebih besar?

Iman, pengharapan atau Kasih ?? Anak kecil yang belum beriman dan tak berpengharapanpun diselamatkan kok ! Itu lah karena Kasih yg utama. Makanya kasih itu jugalah yang menjadi hukum yang ter-utama yg ditetapkan Tuhan dari semula. Betul sebahagian ditentukan binasa.tapi.

percayalah murkaNya ada akhirnya, hukuman pasti berakhir, kasihNya yang kekal. Amin Salam, Kalo saya amati komentar anda, anda adalah orang yang haus akan kebenaran. Itu sesuatu yang bagus. Bila anda TIDAK Apa bukti bahwa allah ada bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan, maka sulit sekali bagi saya untuk membantu saudara.

Mengenai Sorga dan Neraka Alkitab mengajarkan bahwa NERAKA adalah hukuman kekal bagi orang berdosa yang tidak mau menerima Yesus Kristus. JF ada benarnya, pemahaman yang berkata bahwa semua orang akan diselamatkan bukan ajaran Kristen, kalaupun mengaku kristen, itu tidak sesuai Alkitab. Jadi saran saya, cobalah menerima kebenaran dalam Alkitab, sekalipun itu sulit untuk diterima.

Dan berdoalah supaya Roh Kudus memimpin saudara untuk memahami dan menerima kebenaran itu. Semoga Dia berkenan apa bukti bahwa allah ada menambahkan iman ke dalam hati mu ! Dear DETA, kayaknya blogmu agak gak nyambung. judulnya adalah membuktikan keber ADA an TUHAN, tapi kesimpulannya adalah menguji TUHAN. bukankah kalau orang tersebut MENGUJI TUHAN, itu berarti dia percaya TUHAN. Jesus Freaks, "Live X4J, Apa bukti bahwa allah ada As A Martyr" -SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- Salam JF, Tidak ada satupun manusia berdosa yang dapat membuktikan Allah ada dan tidak ada satu manusiapun yang dapat menemukan Dia, kecuali Dia sendiri yang menyatakan diri-Nya.

Jadi tergantung kepada Allah, apakah Dia berkenan untuk ditemui atau tidak! Melalui Alkitab kita mengetahui bahwa Allah sudah berkenan untuk ditemui oleh manusia: Yesaya 65:1 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. Nah kepada para ateis saya mau berkata: Alkitab berkata bahwa Dia BERKENAN untuk ditemui oleh manusia, bahkan oleh yang TIDAK MENCARI DIA.

Ini kabar baik buat anda !! Kalo akhirnya anda mengatakan seperti di atas, berarti cara pembuktiaan Tuhan buat para atheis tidak valid / berlaku. mendingan anda tulis mengenai Alkitab sajalah cara pembuktian Allah itu ada kemudian anda jelaskan apologetikanya. karena dua cara yang anda anjurkan / sarankan tidak akan manjur buat para atheis bukan ?

GBU Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? Salam, Menurut saya itulah SATU-SATUNYA cara untuk membuktikan Allah ada kepada semua orang. Termasuk Ateis, malah sangat manjur buat Ateis.

Silakan suruh si Ateis teriak-teriak ke langit, supaya Allah menjawab, bila tidak dijawab maka itu namanya NASIB SIAL karena dia bukan orang PILIHAN !! Anda ada cara yang lain? Mengikuti tulisan dan uraian anda dalam tanggapan kepada tulisan anda, tampaknya tidak ada cara lain buat si atheis membuktikan Allah ada atau "mempertobatkan" dia.

Dia akan binasa, titik, jalan buntu. Marilah kita mulai berkata kepada atheis : anda menuju kebinasaan tak ada jalan keluar. GBU Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? Kategori: Penginjilan, Resensi Buku Online Judul asli : How Can I Know There Is A God?

Penulis : Martin R. De Haan II Penerjemah : K. Budi Santoso Penerbit : Yayasan Gloria, Yogyakarta 1987 Ukuran buku : -- Tebal : -- Sumber : Pub. e-Buku edisi 48/2009 Kekristenan kita sering kali dipertanyakan. Kita menyembah Allah, namun tidak dapat membuktikan secara apa bukti bahwa allah ada (rasional) keberadaan-Nya. Dalam buku aslinya, "How Can I Know There Is A God?", Martin R.

De Haan II mengungkap kebenaran yang membuktikan bahwa Allah itu ada. Merupakan salah satu buku dari "Seri Mutiara Iman", di dalamnya dipaparkan pendapat penulis mengenai banyaknya bukti yang ditinggalkan Allah kepada manusia berkaitan dengan keberadaan-Nya. Bukti-bukti itu pun sangat akurat, meliputi bukti-bukti umum atau universal tentang keberadaan Allah melalui penciptaan dan akal budi manusia, dan penyataan khusus yang menunjuk pada bukti-bukti khusus atau supernatural apa bukti bahwa allah ada keberadaan Allah melalui komunikasi khusus dan terutama dalam pribadi Apa bukti bahwa allah ada -- Anak Allah.

Selain itu, ada banyak bukti lain yang diungkap oleh penulis dari pelaku–pelaku Alkitab, seperti Ayub, Daud, Abraham, Henokh, Yakub, dll. sebagai bentuk hubungan komunikasi Tuhan kepada manusia. Penulis membagi pemaparannya dalam sembilan bagian yang berurutan dan saling terkait. Pada bagian akhir diungkapkan, "Bagaimana Saya Dapat Mengenal Allah yang Ada?" Penulis menjelaskan bahwa mengenal Allah adalah jauh lebih penting daripada mempertanyakan tentang keberadan Allah itu sendiri.

Walaupun buku ini tidak dapat menjelaskan tentang parameter atau ukuran apa yang dapat dipakai untuk membuktikan keberadaan Allah pada setiap orang, namun ini merupakan tulisan yang bagus karena menjelaskan kebenaran mengenai keberadaan Allah yang terus disempurnakan secara alkitabiah.

Sehubungan dengan masalah teknis, karena buku ini dicetak beberapa tahun yang lalu, jadi ejaan yang dipakai sudah tidak sesuai dengan aturan EYD yang berlaku sekarang ini. Di samping itu, di bagian G buku ini ada bagian kosong yang cukup jauh dari paragraf terakhir dengan bagian penjelasnya.

Akan tetapi, secara garis besar, buku ini enak dibaca karena dasar teologi yang dibahas tidak terlalu tinggi dan menggunakan gaya bahasa yang sederhana.

Buku online di atas bisa dibaca di: Nama situs : e-Misi Alamat URL : http://misi.sabda.org/ Peresensi: Budi Kartika
Jawaban Keberadaan Allah tidak dapat dibuktikan ada atau tidak ada.

Alkitab menyatakan bahwa kita harus menerima fakta bahwa Allah itu ada melalui iman: "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (Ibrani 11:6). Jika Allah menghendakinya, Ia dapat muncul dan membuktikan kepada seluruh dunia bahwa Ia benar-benar ada.

Tetapi jika Ia berlaku demikian, tidak akan ada kebutuhan beriman. "Kata Yesus kepadanya: 'Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya'" (Yohanes 20:29).

Ini tidak berarti bahwa sama sekali tidak ada bukti tentang keberadaan Allah. Alkitab menyatakan, "Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi" (Mazmur 19:1-4a).

Ketika kita melihat bintang-bintang, memperhatikan luasnya alam semesta, mengamati keajaiban alam, melihat keindahan matahari terbenam - semuanya ini menunjuk kepada Allah Sang Pencipta. Jika semua ini belum cukup, adapula bukti tentang keberadaan Allah dalam hati kita. Pengkhotbah 3:11 menyatakan, ".Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka." Di dalam diri kita ada kesadaran tentang sesuatu yang menanti di luar kehidupan ini dan di luar bumi ini.

Kita dapat menolak pengetahuan ini secara intelektual, tetapi kehadiran Allah di dalam dan di sekitar diri kita terlalu jelas. Namun, Alkitab menghimbau bahwa akan ada orang yang masih menolak keberadaan Allah: "Orang bebal berkata dalam hatinya: 'Tidak ada Allah'" (Mazmur 14:1).

Karena sebagian besar manusia di sepanjang sejarah, berbagai kebudayaan, dan di setiap belahan dunia mempercayai keberadaan Allah, maka tentunya ada sesuatu yang menyebabkan keyakinan tersebut. Selain argumen alkitabiah tentang keberadaan Allah, adapun argumentasi logika. Pertama, argumen ontologis yang menyangkut filsafat keberadaan dan realita harus dipertimbangkan. Argumen ontologis yang paling populer menggunakan konsep Allah untuk membuktikan keberadaan Allah. Ia dimulai dengan definisi Allah sebagai "sosok yang terbesar yang tandingannya tidak ada." Alur argumentasinya adalah bahwa keberadaan adalah lebih agung daripada ke-tidakberadaan, sehingga sosok terbesar yang dapat dibayangkan harus ada.

Jika Allah tidak ada, maka Allah tidak mungkin menjadi sosok terbesar yang dapat dibayangkan, dan itu berkontradiksi dengan definisi Allah.

Argumen kedua adalah argumen teleologis, yang mencakup pelajaran tentang sifat segala sesuatu menurut tujuan atau perintah terhadapnya. Argumen teleologis menyatakan bahwa alam semesta menunjukkan sebuah rancangan yang begitu luar biasa sehingga pastilah ada seorang Perancang illahi. Sebagai contoh, jika bumi lebih dekat atau lebih jauh jaraknya dari matahari, maka bumi tidak dapat mendukung banyaknya kehidupan di atasnya seperti saat ini.

Jika elemen dalam atmosfir kita berbeda sedikit, maka hampir setiap makhluk hidup di bumi ini akan mati. Kemungkinan sebuah molekul protein tunggal tercipta secara acak adalah 1:10243 (yakni angka 1 diikuti oleh 243 angka nol).

Satu sel tunggal terdiri dari jutaan molekul protein. Argumen logika ketika bagi keberadaan Allah adalah argumen kosmologis. Setiap akibat harus ada sebabnya. Inilah alam semesta dan semua di dalamnya adalah akibat. Dengan demikian haruslah ada sebuah sebab yang mengkibatkan segala sesuatu itu hadir. Dan haruslah ada pula suatu faktor yang "tanpa sebab" yang mengakibatkan adanya segala sesuatu. Faktor "tanpa sebab" itu dikenal sebagai Allah.

Argumen keempat dikenal sebagai argumen moralita. Setiap kebudayaan sepanjang sejarah masing-masing mempunyai suatu bentuk hukum. Semua orang mempunyai kesadaran akan hal yang benar dan salah. Membunuh, berdusta, mencuri, dan tindakan asusila secara umum ditolak. Darimanakah munculnya kesadaran benar dan salah ini jika bukan dari Allah yang kudus? Meskipun dengan semua argumen ini, Alkitab memberitahu kita bahwa manusia akan menolak pengetahuan tetnang Allah yang begitu jelas dan sebaliknya mempercayai dusta.

Roma 1:25 menyatakan, "Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin." Alkitab juga menyatakan bahwa manusia tidak beralasan atas ketidakpercayaannya terhadap Allah: "Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih" (Roma 1:20).

Banyak orang yang mengklaim menolak keberadaan Allah karena "tidak ilmiah" atau "karena tidak ada bukti." Namun kenyataannya adalah ketika mereka mengakui adanya Allah, mereka harus menyadari bahwa mereka harus bertanggung jawab pada-Nya dan membutuhkan pengampunan dari-Nya (Roma 3:23, 6:23). Jika Allah, maka kita harus mempertanggung-jawabkan segala perbuatan kita pada-Nya.

Jika Allah tidak ada, maka kita dapat melakukan apa saja tanpa harus khawatir akan hukuman/penghakiman Allah.

apa bukti bahwa allah ada

Itulah mengapa banyak memilih untuk menolak keberadaan Allah dan memegang erat teori evolusi naturalis - karena hal itu menjadi alternatif terhadap kepercayaan dalam Allah Pencipta. Allah itu ada dan semua orang pada dasarnya menyadari keberadaan-Nya.

Fakta bahwa ada kaum yang begitu gencar berusaha menyangkal keberadaan-Nya secara tidak sengaja malah membenarkan keberadaan-Nya. Bagaimana caranya kita tahu bahwa Allah itu ada? Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa Allah itu ada karena kita berbicara pada-Nya setiap hari. Kita tidak mendengar suara dengan telinga, tetapi kita menyadari kehadiran-Nya, kita merasakan bimbingan-Nya, kita merasakan kasih-Nya, kita rindu menerima kasih karunia-Nya. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam apa bukti bahwa allah ada kita menghapuskan segala penjelasan alternatif lain selain Allah.

Begitu ajaibnya Allah telah menyelamatkan kita dan merubah kehidupan kita sehingga kita tidak dapat berbuat apapun selain mengakui dan memuji keberadaan-Nya. Semua argumen ini tidak dapat meyakinkan orang yang sudah berketetapan menolak hal yang sudah sangat jelas. Pada akhirnya, keberadaan Allah harus diterima melalui iman (Ibrani 11:6). Iman di dalam Allah bukanlah lompatan di dalam kegelapan; melainkan pijakan ke dalam ruangan yang terang dimana sebagaian besar orang sudah hadir.

English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apakah Allah itu ada? Apakah ada bukti tentang keberadaan Allah?

Bagikan halaman ini: Keberadaan Allah tidak dapat dibuktikan ada atau tidak ada. Alkitab menyatakan bahwa kita harus menerima fakta bahwa Allah itu ada melalui iman: "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" ( Ibrani 11:6).

Jika Allah menghendakinya, Ia dapat muncul dan membuktikan kepada seluruh dunia bahwa Ia benar-benar ada. Namun, jika Ia berlaku demikian, tidak akan ada kebutuhan beriman. "Kata Yesus kepadanya: 'Karena engkau apa bukti bahwa allah ada melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya'" ( Yohanes 20:29). Ini tidak berarti bahwa sama sekali tidak ada bukti tentang keberadaan Allah. Alkitab menyatakan, "Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada apa bukti bahwa allah ada, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.

Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi" ( Mazmur 19:1-4a). Ketika kita melihat bintang-bintang, memperhatikan luasnya alam semesta, mengamati keajaiban alam, melihat keindahan matahari terbenam - semuanya ini menunjuk kepada Allah Sang Pencipta. Jika semua ini belum cukup, ada pula bukti tentang keberadaan Allah dalam hati kita. Pengkhotbah 3:11 menyatakan, ".Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka." Dalam diri kita ada kesadaran tentang sesuatu yang menanti di luar kehidupan ini dan di luar bumi ini.

Kita dapat menolak pengetahuan ini secara intelektual, tetapi kehadiran Allah di dalam dan di sekitar diri kita terlalu jelas.

Namun, Alkitab menghimbau bahwa akan ada orang yang masih menolak keberadaan Allah: "Orang bebal berkata dalam hatinya: 'Tidak ada Allah'" ( Mazmur 14:1). Karena sebagian besar manusia di sepanjang sejarah, berbagai kebudayaan, dan di setiap belahan dunia memercayai keberadaan Allah, tentunya ada sesuatu yang menyebabkan keyakinan tersebut. Selain argumen alkitabiah tentang keberadaan Allah, ada juga argumentasi logika. Pertama, argumen ontologis yang menyangkut filsafat keberadaan dan realita harus dipertimbangkan.

Argumen ontologis yang paling populer menggunakan konsep Allah untuk membuktikan keberadaan Allah. Ia dimulai dengan definisi Allah sebagai "sosok yang terbesar yang tandingannya tidak ada." Alur argumentasinya adalah bahwa keberadaan adalah lebih agung daripada ketidakberadaan sehingga sosok terbesar yang dapat dibayangkan harus ada.

Jika Allah tidak ada, Allah tidak mungkin menjadi sosok terbesar yang dapat dibayangkan, dan itu berkontradiksi dengan definisi Allah. Argumen kedua adalah argumen teleologis, yang mencakup pelajaran tentang sifat segala sesuatu menurut tujuan atau perintah terhadapnya.

Argumen teleologis menyatakan bahwa alam semesta menunjukkan sebuah rancangan yang begitu luar biasa sehingga pastilah ada seorang Perancang illahi. Sebagai contoh, jika bumi lebih dekat atau lebih jauh jaraknya dari matahari, maka bumi tidak dapat mendukung banyaknya kehidupan di atasnya seperti saat ini. Jika elemen dalam atmosfer kita berbeda sedikit, maka hampir setiap makhluk hidup di bumi ini akan mati.

Kemungkinan sebuah molekul protein tunggal tercipta secara acak adalah 1:10243 (yakni angka 1 diikuti oleh 243 angka nol). Satu sel tunggal terdiri dari jutaan molekul protein. Argumen logika ketika bagi keberadaan Allah adalah argumen kosmologis. Setiap akibat harus ada sebabnya. Inilah alam semesta dan semua di dalamnya adalah akibat.

Dengan demikian haruslah ada sebuah sebab yang mengakibatkan segala sesuatu itu hadir. Dan, haruslah ada pula suatu faktor yang "tanpa sebab" yang mengakibatkan adanya segala sesuatu. Faktor "tanpa sebab" itu dikenal sebagai Allah. Argumen keempat dikenal sebagai argumen moralita. Setiap kebudayaan sepanjang sejarah masing-masing mempunyai suatu bentuk hukum.

Semua orang mempunyai kesadaran akan hal yang benar dan salah. Membunuh, berdusta, mencuri, dan tindakan asusila secara umum ditolak. Darimanakah munculnya kesadaran benar dan salah ini jika bukan dari Allah yang kudus?

Meskipun dengan semua argumen ini, Alkitab memberitahu kita bahwa manusia akan menolak pengetahuan tentang Allah yang begitu jelas dan sebaliknya memercayai dusta. Roma 1:25 menyatakan, "Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin." Alkitab juga menyatakan bahwa manusia tidak beralasan atas ketidak percayaannya terhadap Allah: "Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih" ( Roma 1:20).

Banyak orang yang mengklaim menolak keberadaan Allah karena "tidak ilmiah" atau "karena tidak ada bukti." Namun, kenyataannya adalah ketika mereka mengakui adanya Allah, mereka harus menyadari bahwa mereka harus bertanggung jawab pada-Nya dan membutuhkan pengampunan dari-Nya ( Roma 3:23, 6:23).

Jika Allah ada, maka kita harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita pada-Nya. Jika Allah tidak ada, maka kita dapat melakukan apa saja tanpa harus khawatir akan hukuman/penghakiman Allah. Itulah mengapa banyak memilih untuk menolak keberadaan Allah dan memegang erat teori evolusi naturalis - karena hal itu menjadi alternatif terhadap kepercayaan dalam Allah Pencipta.

Allah itu ada dan semua orang pada dasarnya menyadari keberadaan-Nya. Fakta bahwa ada kaum yang begitu gencar berusaha menyangkal keberadaan-Nya secara tidak sengaja malah membenarkan keberadaan-Nya.

Bagaimana caranya kita tahu bahwa Allah itu ada? Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa Allah itu ada karena kita berbicara pada-Nya setiap hari. Kita tidak mendengar suara dengan telinga, tetapi kita menyadari kehadiran-Nya, kita merasakan bimbingan-Nya, kita merasakan kasih-Nya, kita rindu menerima kasih karunia-Nya.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita menghapuskan segala penjelasan alternatif lain selain Allah. Begitu ajaibnya Allah telah menyelamatkan kita dan merubah kehidupan kita sehingga kita tidak dapat berbuat apapun selain mengakui dan memuji keberadaan-Nya.

Semua argumen ini tidak dapat meyakinkan orang yang sudah berketetapan menolak hal yang sudah sangat jelas. Pada akhirnya, keberadaan Allah harus diterima melalui iman ( Ibrani 11:6).

Iman dalam Allah bukanlah lompatan dalam kegelapan; melainkan pijakan ke dalam ruangan yang terang di mana sebagian besar orang sudah hadir. Diambil dari: Nama situs : gotquestions.org Alamat situs : https://www.gotquestions.org/Indonesia/Apakah-Allah-ada.html Judul artikel : Apakah Allah Itu Ada?

Apakah Ada Bukti Tentang Keberadaan Allah? Penulis artikel : Tidak dicantumkan
🔊 Apa bukti bahwa allah ada Artikel Diakonia.id – Keberadaan Allah tidak dapat dibuktikan ada atau tidak ada.

Alkitab menyatakan bahwa kita harus menerima fakta bahwa Allah itu ada melalui iman: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:6).

Jika Allah menghendakinya, Ia dapat muncul dan membuktikan kepada seluruh dunia bahwa Ia benar-benar ada. Tetapi jika Ia berlaku demikian, tidak akan ada kebutuhan beriman. “Kata Yesus kepadanya: ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya'” (Yohanes 20:29).

Ini tidak berarti bahwa sama sekali tidak ada bukti tentang keberadaan Allah. Alkitab menyatakan, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.

Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi” (Mazmur 19:1-4a).

Ketika kita melihat bintang-bintang, memperhatikan luasnya alam semesta, mengamati keajaiban alam, melihat keindahan matahari terbenam – semuanya ini menunjuk kepada Allah Sang Pencipta. Jika semua ini belum cukup, adapula bukti tentang keberadaan Allah dalam hati kita. Pengkhotbah 3:11 menyatakan, “…Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.” Di dalam diri kita ada kesadaran tentang sesuatu yang menanti di luar kehidupan ini dan di luar bumi ini.

Kita dapat menolak pengetahuan ini secara intelektual, tetapi kehadiran Allah di dalam dan di sekitar diri kita terlalu jelas. Namun, Alkitab menghimbau bahwa akan ada orang yang masih menolak keberadaan Allah: “Orang bebal berkata dalam hatinya: ‘Tidak ada Allah'” (Mazmur 14:1).

Karena sebagian besar manusia di sepanjang sejarah, berbagai kebudayaan, dan di setiap belahan dunia mempercayai keberadaan Allah, maka tentunya ada sesuatu yang menyebabkan keyakinan tersebut. Baca juga: Apakah agama merupakan candu bagi masyarakat? Selain argumen alkitabiah tentang keberadaan Allah, adapun argumentasi logika.

Pertama, argumen ontologis yang menyangkut filsafat keberadaan dan realita harus dipertimbangkan. Apa bukti bahwa allah ada ontologis yang paling populer menggunakan konsep Allah untuk membuktikan keberadaan Allah. Ia dimulai dengan definisi Allah sebagai “sosok yang terbesar yang tandingannya tidak ada.” Alur argumentasinya adalah bahwa keberadaan adalah lebih agung apa bukti bahwa allah ada ke-tidakberadaan, sehingga sosok terbesar yang dapat dibayangkan harus ada.

Jika Allah tidak ada, maka Allah tidak mungkin menjadi sosok terbesar yang dapat dibayangkan, dan itu berkontradiksi dengan definisi Allah.

Argumen kedua adalah argumen teleologis, yang mencakup pelajaran tentang sifat segala sesuatu menurut tujuan atau perintah terhadapnya. Argumen teleologis menyatakan bahwa alam semesta menunjukkan sebuah rancangan yang begitu luar biasa sehingga pastilah ada seorang Perancang illahi. Sebagai contoh, jika bumi lebih dekat atau lebih jauh jaraknya dari matahari, maka bumi tidak dapat mendukung banyaknya kehidupan di atasnya seperti saat ini.

Jika elemen dalam atmosfir kita berbeda sedikit, maka hampir setiap makhluk hidup di bumi ini akan mati.

apa bukti bahwa allah ada

Kemungkinan sebuah molekul protein tunggal tercipta secara acak adalah 1:10243 (yakni angka 1 diikuti oleh 243 angka nol). Satu sel tunggal terdiri dari jutaan molekul protein. Baca juga: Hidup Ceria Tanpa Terikat Kondisi dengan 3 Langkah Ini Argumen logika ketika bagi keberadaan Allah adalah argumen kosmologis. Setiap akibat harus ada sebabnya. Inilah alam semesta dan semua di dalamnya adalah akibat. Dengan demikian haruslah ada sebuah sebab yang mengkibatkan segala sesuatu itu hadir.

Dan haruslah ada pula suatu faktor yang “tanpa sebab” yang mengakibatkan adanya segala sesuatu. Apa bukti bahwa allah ada “tanpa sebab” itu dikenal sebagai Allah.

Argumen keempat dikenal sebagai argumen moralita. Setiap kebudayaan sepanjang sejarah masing-masing mempunyai suatu bentuk hukum. Semua orang mempunyai kesadaran akan hal yang benar dan salah. Membunuh, berdusta, mencuri, dan tindakan asusila secara umum ditolak.

Darimanakah munculnya kesadaran benar dan salah ini jika bukan dari Allah yang kudus? Meskipun dengan semua argumen ini, Alkitab memberitahu kita bahwa manusia akan menolak pengetahuan tetnang Allah yang begitu jelas dan sebaliknya mempercayai dusta. Roma 1:25 menyatakan, “Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.” Alkitab juga menyatakan bahwa manusia tidak beralasan atas ketidakpercayaannya terhadap Allah: “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Roma 1:20).

Banyak orang yang mengklaim menolak keberadaan Allah karena “tidak ilmiah” atau “karena tidak ada bukti.” Namun kenyataannya adalah ketika mereka mengakui adanya Allah, mereka harus menyadari bahwa mereka harus bertanggung jawab pada-Nya dan membutuhkan pengampunan dari-Nya (Roma 3:23, 6:23).

Jika Allah, maka kita harus mempertanggung-jawabkan segala perbuatan kita pada-Nya. Jika Allah tidak ada, maka kita dapat melakukan apa saja tanpa harus khawatir akan hukuman/penghakiman Allah.

Itulah mengapa banyak apa bukti bahwa allah ada untuk menolak keberadaan Allah dan memegang erat teori evolusi naturalis – karena hal itu menjadi alternatif terhadap kepercayaan apa bukti bahwa allah ada Allah Pencipta. Allah itu ada dan semua orang pada dasarnya menyadari keberadaan-Nya. Fakta bahwa ada kaum yang begitu gencar berusaha menyangkal keberadaan-Nya secara tidak sengaja malah membenarkan keberadaan-Nya.

Baca juga: Apakah tujuh roh Allah itu? Bagaimana caranya kita tahu bahwa Allah itu ada? Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa Allah itu ada karena kita berbicara pada-Nya setiap hari. Kita tidak mendengar suara dengan telinga, tetapi kita menyadari kehadiran-Nya, kita merasakan bimbingan-Nya, kita merasakan kasih-Nya, kita rindu menerima kasih karunia-Nya.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan kita menghapuskan segala penjelasan alternatif lain selain Allah. Begitu ajaibnya Allah telah menyelamatkan kita dan merubah kehidupan kita sehingga kita tidak dapat berbuat apapun selain mengakui dan memuji keberadaan-Nya. Semua argumen ini tidak dapat meyakinkan orang yang sudah berketetapan menolak hal yang sudah sangat jelas.

Pada akhirnya, keberadaan Allah harus diterima melalui iman (Ibrani 11:6). Iman di dalam Allah bukanlah lompatan di dalam kegelapan; melainkan pijakan ke dalam ruangan yang terang dimana sebagaian besar orang sudah hadir.

(gotquestions) Diakonia Indonesia encompasses the call to serve the poor and oppressed. Our goal is a fair and sustainable development in which living standards for the most vulnerable people are improved, and human rights. The starting point for this is the gospel with Jesus as the role model and, based on this, our policy.

Kanal • Analisis & Opini • Apologetika • Belajar Alkitab • Buku Ende • Buku Nyanyian • Denominasi • English Hymns • Gereja • Inspirasi • Internasional • Jiwaku Bersukacita • Kebangsaan • Keluarga & Relasi • Kidung Jemaat • Lagu Natal • Lagu Sekolah Minggu • Musik • Nyanyikanlah Kidung Baru • Pelengkap Kidung Jemaat • Redaksi • Renungan • Sejarah • Situs Bersejarah • Tokoh Kristiani • Umum • Video
Jika ada yang bertanya kepada kita: “Apa buktinya Allah itu ada?” Maka pertanyaan ini bisa dijawab dengan beberapa cara.

Ada empat cara yang bisa digunakan untuk membuktikan bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala itu benar-benar ada walaupun Dia tidak terlihat oleh kita di dunia ini. Keempat cara itu adalah dengan melakukan pembuktian dengan fitrah, akal, syariat, dan indera. 1. Pembuktian dengan fitrah bahwa Allah itu ada. Sesungguhnya manusia itu ketika dilahirkan telah memiliki fitrah untuk beriman kepada Allah tanpa perlu diajarkan terlebih dahulu oleh siapapun.

Fitrah sucinya ini baru berubah ketika dia sudah mulai besar dan diajari oleh lingkungannya terdekatnya. Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Tidaklah setiap anak yang dilahirkan melainkan dia berada dalam keadaan fitrah.

Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai pengikut Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” [HR Al Bukhari (1358) dan Muslim (2658)] 2. Pembuktian dengan akal bahwa Allah itu ada. Pembuktian bahwa Allah itu ada dengan cara ini bisa dilihat dari dua sisi. Sisi yang pertama: makhluk itu tidak akan bisa menciptakan dirinya sendiri karena makhluk itu tidaklah ada sebelum dia diciptakan. Kalau demikian keadaannya maka mana mungkin dia bisa menjadi pencipta. Kalau makhluk bukan pencipta, maka tentu ada sesuatu sesuatu selain makhluk yang menciptakan dia, yaitu Allah Sang Pencipta (Al Khaliq).

Sisi yang kedua: makhluk itu tidak akan mungkin terbentuk dengan sendirinya secara tiba-tiba tanpa ada asal-usul dan sebab-musabab, karena segala sesuatu yang baru itu mestilah ada yang menciptakannya pertama kali. Kalau sudah jelas bahwa makhluk itu tidak mungkin tercipta dengan sendirinya secara tiba-tiba, maka pastilah ada yang menciptakannya dan mengaturnya, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala.

Hal ini telah diterangkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala secara jelas di dalam Al Qur`an: “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun (Pencipta) ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” [QS Ath Thur: 35] Contoh yang paling sederhana untuk memperjelas masalah ini adalah jika ada seseorang yang menceritakan kepada kita bahwa ada sebuah istana megah yang dikelilingi oleh taman yang indah, memiliki karpet-karpet tebal dan tiang-tiang yang kokoh, dan dihiasi dengan berbagai hiasan dan dekorasi, lalu orang itu mengatakan bahwa istana itu terjadi dengan sendirinya atau tercipta dengan tiba-tiba tanpa ada yang satu orangpun yang membuatnya.

Tentunya kita akan segera menertawakan orang itu dan mendustakannya karena hal ini tidaklah mungkin terjadi. Istana dengan segala kemegahan, keindahan, dan perlengkapannya itu pastilah ada orang yang membuatnya. Maka terlebih lagi dengan alam semesta ini, langitnya, buminya, isinya, dan keteraturan sistem kehidupan yang ada di dalamnya tidaklah mungkin tercipta sendiri begitu saja.

Ia pastilah ada yang menciptakan dan mengaturnya, yaitu Allah ‘azza wa jalla. 3. Pembuktian dengan syariat bahwa Allah itu ada. Buktinya sangatlah jelas karena seluruh kitab suci langit (Al Qur`an, Injil, Taurat, Zabur, dsb) dengan jelas dan terang menyebutkan keberadaan Allah ta’ala. Selain itu, hukum-hukum syariat yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan makhluk menunjukkan bahwasanya ia dibuat oleh Allah Al Hakim (Yang Maha Bijaksana) yang Maha Mengetahui akan kemaslahatan hamba-hamba-Nya.

Selain itu juga, kabar-kabar dan berita-berita tentang keadaan alam semesta ini menunjukkan bahwa semua itu ada yang menciptakan dan mengaturnya, yaitu Allah Al Qadir. 4. Pembuktian dengan indera bahwa Allah itu ada.

apa bukti bahwa allah ada

Pembuktian bahwa Allah itu ada dengan cara ini bisa dilihat dari dua sisi. Sisi yang pertama: Kita bisa melihat dan merasakan bahwa doa orang-orang yang mengalami kesulitan dan kesusahan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

apa bukti bahwa allah ada

Pengabulan doa dan permintaan manusia oleh Allah ta’ala masih bisa dan sering kita lihat hingga hari ini. Ini sangat jelas menunjukkan atas keberadaan Allah ta’ala. Allah mengabulkan doa Nabi Nuh ‘alaihish shalatu was salam: “dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, lalu Kami memperkenankan doanya. Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar. Kami tolong dia dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat kami.” [QS Al Anbiya`: 76-77] Allah mengabulkan doa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم : “Ketika kalian memohon pertolongan kepada Rabb kalian, lalu Dia menjawab permohonan kalian: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan apa bukti bahwa allah ada bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” [QS Al Anfal: 9] Banyak sekali ayat-ayat dan hadits-hadits nabawi yang menceritakan tentang doa-doa para hamba yang dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Sisi yang kedua: Mukjizat-mukjizat yang dimiliki oleh para Nabi Allah dan bisa disaksikan oleh umat-umat mereka, menunjukkan dengan jelas atas adanya Zat yang mengirimkan mukjizat-mukjizat tersebut kepada mereka, yaitu Allah ta’ala. Mukjizat ini adalah suatu kejadian luar biasa pada para Nabi Allah yang tidak mungkin diusahakan dan diciptakan oleh siapapun kecuali Allah saja.

Beberapa contoh mukjizat adalah seperti yang dimiliki oleh Nabi Musa صلى الله عليه وسلم yang mampu untuk membelah lautan dengan tongkatnya. Allah berfirman: وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِ الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ “dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Rabb kalian, yaitu aku membuat untuk kalian dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di apa bukti bahwa allah ada kalian.” [QS Ali Imran: 49] Demikianlah pembahasan tentang pembuktian bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu benar-benar ada.

Dia memang tidak dapat di dunia namun dapat dilihat di akhirat oleh orang-orang yang beriman (lihat pembahasannya di sini). Semoga pembahasan ini dapat menambah keyakinan dan kekuatan iman kita kepada Allah ‘azza wa jalla.

Cari untuk: Tulisan Terakhir • Depresi di Sekitar Kita • Hukum mencukur jenggot • Bukti Bahwa Allah SWT Itu Ada • Gerakan Sholat Sesuai Tuntunan Rosuul • cara alami untuk menghilangkan lingkar hitam Komentar Terbaru Arsip • April 2014 • Maret 2014 Kategori • Uncategorized Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com Cari untuk: Tulisan Terakhir • Depresi di Sekitar Kita • Hukum mencukur jenggot • Bukti Bahwa Allah SWT Itu Ada • Gerakan Sholat Sesuai Tuntunan Rosuul • cara alami untuk menghilangkan lingkar hitam Komentar Terbaru Arsip • April 2014 • Maret 2014 Kategori • Uncategorized Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.comJawaban Jawaban atas pertanyaan ini sangat tergantung pada apa yang dimaksud dengan bukti yang "meyakinkan".

Bisakah kita menjangkau dan menyentuh Allah, atau melihat-Nya dengan cara yang sama seperti saat kita menyentuh dan melihat orang-orang? Tidak. Kita dapat mengetahui dengan pasti bahwa Allah itu ada, melalui begitu banyak cara. Bahwa Allah itu nyata. Allah sendirilah yang menyatakan keberadaan Diri-Nya. Kita akan melihat secara singkat tiga cara untuk membuktikan keberadaan-Nya, melalui ilmu pengetahuan dan Alkitab. 1. Hukum Sebab Akibat. Hukum ini menyatakan bahwa setiap sebab pasti memiliki akibatnya, setiap akibat pasti memiliki penyebabnya.

Hukum ini menjadi dasar dari semua apa bukti bahwa allah ada pengetahuan. Dengan demikian, hukum ini menjabarkan hubungan dan asal-usul surga dan dunia. Para ilmuwan sepakat bahwa alam semesta tidak selamanya ada. Bahwa dunia ini memiliki titik permulaan di satu titik waktu.

Teori relativitas, yang diterima hampir secara universal di kalangan ilmuwan, memiliki implikasi tertentu terhadap hukum Sebab dan Akibat. Salah satunya adalah mengenai alam semesta (yang didefinisikan sebagai waktu, ruang, materi, dan energi fisik) memiliki awal mula. Bahwa alam semesta ini tidak kekal. Melalui persamaan Einstein-lah para ilmuwan dapat melacak kembali perkembangan alam semesta dari awalnya, kembali kepada apa yang disebut sebagai "peristiwa singularitas;" ketika sesuatu benar-benar muncul dan menjadi “ada.” Sains telah membuktikan bahwa alam semesta benar-benar memiliki titik permulaan.

Jika alam semesta memiliki titik awal dalam sejarah, di mana alam semesta itu mulai menjadi “ada,” maka alam semesta pasti memiliki penyebab untuk keberadaannya. Oleh karena itu, jika alam semesta memerlukan penyebab bagi keberadaannya, maka penyebabnya pasti lebih besar dan melampaui alam semesta itu sendiri – melampaui waktu, ruang, materi, dan energi fisik.

Penyebab itu pastilah sesuatu yang mirip dengan apa yang orang Kristen nyatakan sebagai "Allah." Bahkan Richard Dawkins, barangkali pendukung ateisme yang paling terkemuka di jaman ini, mengakui di majalah TIME bahwa: "bisa jadi ada ‘sesuatu’ yang sangat besar dan yang tidak bisa dimengerti, yang berada di luar pemahaman kita sekarang ini." Ya, “sesuatu” itu adalah Allah!

Kita bisa meringkas bukti-bukti kosmologis ini dengan pernyataan berikut: (1) Apa pun yang menjadi “ada” pasti memiliki penyebab bagi keberadaannya. (2) Alam semesta dari “tiada” menjadi “ada.” (3) Oleh karena itu, alam semesta pasti memiliki penyebab untuk keberadaannya. (4) Sifat atau ciri dari penyebab alam semesta (yaitu bersifat abadi, berada di luar dimensi ruang dan waktu, dan lain sebagainya) adalah sifat-sifat Allah.

(5) Oleh karena itu, penyebab alam semesta ini pastilah Allah (Kej 1: 1). 2. Hukum Teleologi. Teleologi adalah studi mengenai maksud atau tujuan dalam fenomena alam. Hukum ini pada dasarnya memahami ketika suatu objek mencerminkan sebuah tujuan, maksud atau rencana, objek tersebut pasti memiliki seorang Perancang atau Perencana-nya. Sederhananya, segala sesuatu yang “ada” tidak mendesain dirinya sendiri.

apa bukti bahwa allah ada

Hal ini juga berlaku bagi segala sesuatu yang berada di alam semesta ini; yang membuktikan bahwa alam semesta ini pasti memiliki Perancang atau Perencana-nya.

Misalnya, bumi saat mengitari matahari hanya menyimpang dari sebuah garis lurus sebesar sepersembilan inci setiap 18 mil – garis yang sangat lurus menurut ukuran manusia. Jika orbit berubah menjadi sepersepuluh dari satu inci setiap 18 mil, orbit akan menjadi jauh lebih besar, maka kita semua akan mati membeku.

Jika berubah menjadi seperdelapan inci, kita akan mati terbakar. Matahari terbakar pada suhu 20 juta derajat Celsius di dalam intinya. Jika bumi dipindahkan 10% lebih jauh, maka kita akan mati membeku dengan cepat.

Jika bumi dipindahkan 10% lebih dekat, kita akan menjadi abu. Apakah kita mempercayai bahwa ketelitian dan ketepatan semacam ini "terjadi begitu saja"? Matahari diam dengan stabil pada jarak 93 juta mil dari Bumi, yang memang merupakan jarak yang paling tepat. Apakah ini terjadi secara kebetulan atau sudah dirancang sebelumnya? Hal ini bukanlah sebuah keajaiban yang kecil hingga pemazmur menyatakan Allah sebagai perancang yang agung.

"Langit menceritakan kemuliaan Allah; dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. Dari ujung langit ia terbit dan ia beredar sampai ke ujung yang lain" (Mzm 19:1,6). 3. Hukum Probabilitas dan Nubuat yang Digenapi. Ada 1.093 nubuat dalam Alkitab yang merujuk kepada Yesus dan Gereja. Masing-masing dari nubuatan tersebut telah digenapi!

Perjanjian Lama berisi 48 nubuatan yang berhubungan dengan penyaliban Yesus. Ketika menggunakan hukum probabilitas untuk menghitung kemungkinan dari beberapa peristiwa yang terjadi, pada saat atau mendekati saat yang sama, semua probabilitas harus dikalikan bersama-sama. Misalnya, jika probabilitas dari peristiwa tunggal yang terjadi secara acak adalah 1 berbanding 5 dan probabilitas dari peristiwa terpisah yang terjadi adalah 1 berbanding 10, maka probabilitas kedua peristiwa tersebut akan terjadi bersama-sama atau secara berurutan adalah 1 berbanding 5 dikalikan dengan 1 berbanding 10, yang hasilnya adalah 1 berbanding 50.

Dengan mempertimbangkan fakta bahwa beberapa nabi yang berbeda, yang hidup di dalam masyarakat yang terpisah selama rentang waktu 1.000 tahun, membuat prediksi mengenai Yesus Kristus 500 tahun sebelum kelahiran-Nya, maka peluang supaya nubuat-nubuat ini bisa tergenapi benar-benar di luar pemikiran yang paling liar sekalipun.

Secara matematis, kemungkinan bagi satu orang apa bukti bahwa allah ada untuk memenuhi hanya 8 dari nubuat-nubuat yang terkait dengan-Nya adalah: 1:1017 (angka 1, dengan 17 nol di belakangnya). Jika kita menutupi seluruh negara bagian Texas dengan uang logam hingga kedalaman dua kaki, maka jumlah uang logam yang dibutuhkan untuk menutupi seluruh wilayah itu adalah 1017.

Tandai uang logam itu dengan tanda "X" dan jatuhkan dari sebuah pesawat terbang. Kemudian, secara menyeluruh aduklah semua uang logam yang menutupi wilayah itu. Kemudian, tutuplah mata seorang pria dan suruhlah dia dapat berjalan ke manapun ke tempat yang ia inginkan di wilayah tersebut. Di suatu tempat, dia harus berhenti dan menggapai ke dalam timbunan uang logam sedalam dua kaki itu dan mengambil uang logam yang telah ditandai dengan tanda "X." Berapa besar kemungkinan yang dimiliki orang tersebut?

Kemungkinannya akan sama dengan peluang tergenapinya delapan, dari sekian banyak, nubuatan para nabi oleh satu orang. Alkitab, dengan semua penggenapan nubuatannya, membuktikan keberadaan Allah. Melalui hukum probabilitas dan kemungkinan matematika dari penggenapan nubuatannya, kita bisa mengetahui dengan pasti bahwa ada Perancang atau Perencana dan Penulis Alkitab yang ilahi.

Pribadi yang sama yang membuat alam semesta ini menjadi “ada.” "Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? – apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya" (Ul 18:21-22). Pada akhirnya, Allah, Pencipta alam semesta dan Penulis karya keselamatan kita mengatakan, "Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan" (Yes 46:9-10).

English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apakah ada bukti yang meyakinkan mengenai keberadaan Allah? Bagikan halaman ini:
Keberadaan Allah tidak dapat dibuktikan ada atau tidak ada. Alkitab menyatakan bahwa kita harus menerima fakta bahwa Allah itu ada melalui iman: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Apa bukti bahwa allah ada barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:6).

Jika Allah menghendakinya, Ia dapat muncul dan membuktikan kepada seluruh dunia bahwa Ia benar-benar ada. Tetapi jika Ia berlaku demikian, tidak akan ada kebutuhan beriman.

“Kata Yesus kepadanya: ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya'” (Yohanes 20:29). Ini tidak berarti bahwa sama sekali tidak ada bukti tentang keberadaan Allah. Alkitab menyatakan, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.

apa bukti bahwa allah ada

Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi” (Mazmur 19:1-4a). Ketika kita melihat bintang-bintang, memperhatikan luasnya alam semesta, mengamati keajaiban alam, melihat keindahan matahari terbenam – semuanya ini menunjuk kepada Allah Sang Pencipta.

Jika semua ini belum cukup, adapula bukti tentang keberadaan Allah dalam hati kita.

apa bukti bahwa allah ada

Pengkhotbah 3:11 menyatakan, “…Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.” Di dalam diri kita ada kesadaran tentang sesuatu yang menanti di luar kehidupan ini dan di luar bumi ini. Kita dapat menolak pengetahuan ini secara intelektual, tetapi kehadiran Allah di dalam dan di sekitar diri kita terlalu jelas.

Namun, Alkitab menghimbau bahwa akan ada orang yang masih menolak keberadaan Allah: “Orang bebal berkata dalam hatinya: ‘Tidak ada Allah'” (Mazmur 14:1). Karena sebagian besar manusia di sepanjang sejarah, berbagai kebudayaan, dan di setiap belahan dunia mempercayai keberadaan Allah, maka tentunya ada sesuatu yang menyebabkan keyakinan tersebut. Selain argumen alkitabiah tentang keberadaan Allah, adapun argumentasi logika. Pertama, argumen ontologis yang menyangkut filsafat keberadaan dan realita harus dipertimbangkan.

Argumen ontologis yang paling populer menggunakan konsep Allah untuk membuktikan keberadaan Allah.

apa bukti bahwa allah ada

Ia dimulai dengan definisi Allah sebagai “sosok yang terbesar yang tandingannya tidak ada.” Alur argumentasinya adalah bahwa keberadaan adalah lebih agung daripada ke-tidakberadaan, sehingga sosok terbesar yang dapat dibayangkan harus ada.

Jika Allah tidak ada, maka Allah tidak mungkin menjadi sosok terbesar yang dapat dibayangkan, dan itu berkontradiksi dengan definisi Allah. Argumen kedua adalah argumen teleologis, yang mencakup pelajaran tentang sifat segala sesuatu menurut tujuan atau perintah terhadapnya. Argumen teleologis menyatakan bahwa alam semesta menunjukkan sebuah rancangan yang begitu luar biasa sehingga pastilah ada seorang Perancang illahi. Sebagai contoh, jika bumi lebih dekat atau lebih jauh jaraknya dari matahari, maka bumi tidak dapat mendukung banyaknya kehidupan di atasnya seperti saat ini.

Jika elemen dalam atmosfir kita berbeda sedikit, maka hampir setiap makhluk hidup di bumi ini akan mati. Kemungkinan sebuah molekul protein tunggal tercipta secara acak adalah 1:10243 (yakni angka 1 diikuti oleh 243 angka nol).

Satu apa bukti bahwa allah ada tunggal terdiri dari jutaan molekul protein. Argumen logika ketika bagi keberadaan Allah adalah argumen kosmologis. Setiap akibat harus ada sebabnya.

Inilah alam semesta dan semua di dalamnya adalah akibat. Dengan demikian haruslah ada sebuah sebab yang mengkibatkan segala sesuatu itu hadir. Dan haruslah ada pula suatu faktor yang “tanpa sebab” yang mengakibatkan adanya segala sesuatu. Faktor “tanpa sebab” itu dikenal sebagai Allah. Argumen keempat dikenal sebagai argumen moralita.

Setiap kebudayaan sepanjang sejarah masing-masing mempunyai suatu bentuk hukum. Semua orang mempunyai kesadaran akan hal yang benar dan salah. Membunuh, berdusta, mencuri, dan tindakan asusila secara umum ditolak. Darimanakah munculnya kesadaran benar dan salah ini jika bukan dari Allah yang kudus? Meskipun dengan semua argumen ini, Alkitab memberitahu kita bahwa manusia akan menolak pengetahuan tetnang Allah yang begitu jelas dan sebaliknya mempercayai dusta.

Roma 1:25 menyatakan, “Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.” Alkitab juga menyatakan bahwa manusia tidak beralasan atas ketidakpercayaannya terhadap Allah: “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Roma 1:20).

Banyak orang yang mengklaim menolak keberadaan Allah karena “tidak ilmiah” atau “karena tidak ada bukti.” Namun kenyataannya adalah ketika mereka mengakui adanya Allah, mereka harus menyadari bahwa mereka harus bertanggung jawab pada-Nya dan membutuhkan pengampunan dari-Nya (Roma 3:23, 6:23). Jika Allah, maka kita harus mempertanggung-jawabkan segala perbuatan kita pada-Nya.

Jika Allah tidak ada, maka kita dapat melakukan apa saja tanpa harus khawatir akan hukuman/penghakiman Allah. Itulah mengapa banyak memilih untuk menolak keberadaan Allah dan memegang erat teori evolusi naturalis – karena hal itu menjadi alternatif terhadap kepercayaan dalam Allah Pencipta.

Allah itu ada dan semua orang pada dasarnya menyadari keberadaan-Nya. Fakta bahwa ada kaum yang begitu gencar berusaha menyangkal keberadaan-Nya secara tidak sengaja malah membenarkan keberadaan-Nya.

Bagaimana caranya kita tahu bahwa Allah itu ada? Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa Allah itu ada karena kita berbicara pada-Nya setiap hari. Kita tidak mendengar suara dengan telinga, tetapi kita menyadari kehadiran-Nya, kita merasakan bimbingan-Nya, apa bukti bahwa allah ada merasakan kasih-Nya, kita rindu menerima kasih karunia-Nya.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan kita menghapuskan segala penjelasan alternatif lain selain Allah. Begitu ajaibnya Allah telah menyelamatkan kita dan merubah kehidupan kita sehingga kita tidak dapat berbuat apapun selain mengakui dan memuji keberadaan-Nya.

Semua argumen ini tidak dapat meyakinkan orang yang sudah berketetapan menolak hal yang sudah sangat jelas. Pada akhirnya, keberadaan Allah harus diterima melalui iman (Ibrani 11:6). Iman di dalam Allah bukanlah lompatan di dalam kegelapan; melainkan pijakan apa bukti bahwa allah ada dalam ruangan yang terang dimana sebagaian besar orang sudah hadir. Diterbitkan oleh Ricky Alexander Terima kasih sudah berkunjung dan menbaca postingan saya.

Silahkan komentari postingan ini dengan bahasa yang kalian biasa gunakan. Lihat semua pos dari Ricky Alexander Tag: allah itu ada, apa bukti bahwa allah itu ada, ateis menjadi kristen, bukan tuhan yang menciptakan manusia tetapi manusia yang menciptakan tuhan, bukti allah itu ada, bukti tidak ada allah di dunia ini, kristen menjadi ateis Navigasi pos Maret 2018 S S R K J S M 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Tulisan Terbaru • Apa Kata Alkitab Mengenai Tritunggal?

• Apa Itu Doa Bapa Kami? Dan Haruskah Kita Mengucapkan Doa Ini? • Apakah Boleh Berdoa Berulang – Ulang Untuk Hal Yang Sama? • Apa Arti Menghujat Roh Kudus? • Apa Bukti Bahwa Allah Itu Ada?

Jika Ditanya "Apa Buktinya Allah Satu-satunya Tuhan?" - Ceramah Ustadz Adi Hidayat LC MA Terbaru




2022 www.videocon.com