Lomba carok kabupaten sumenep

lomba carok kabupaten sumenep

- Advertisement - Sekedar informasi, Carok diartikan sebagai pembunuhan sebagai upaya balas dendam, akan tetapi Carok memiliki makna yang berbeda bagi masyarakat Madura karena berkaitan dengan pemulihan harga diri.

Carok merupakan salah satu alternatif penyelesaian sengketa pada masyarakat Madura. Sayangnya, hal ini malah dianggap lelucon oleh kalangan warga yang tidak bertanggungjawab. Hasil penelusuran media, pamflet yang beredar di Medsos tersebut dibuat oleh orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) alias informasi tersebut hoaks (bohong) dan menyesatkan. Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menyebutkan orang yang membuat gaduh jagad maya tersebut bernama Subaidi (26), warga Kalimas Baru 3/14-A, RT 001/RW 006, Perak Utara, Pabean Cantikan, Kota Surabaya.

Pria lulusan Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) sederajat tersebut saat ini tengah dalam penyelidikan polisi.

lomba carok kabupaten sumenep

Meski demikian, polisi tidak menerangkan motif warga Surabaya ini secara rinci. Polisi hanya menyebutkan tujuannya Subaidi membuat pamflet itu hanya untuk menaikkan follower (pengikut). Namun, tidak ada keterangan pasti Subaidi ditangkap atau tidak. Adapun isi pamflet yang viral di Medsos tentang lomba ‘Carok’ : Lomba Carok Kabupaten Sumenep Rabu, 15 Desember 2021 Kategori dewasa : Memperebutkan, Juara 1 : Rp 30.000.000 Juara 2 : Rp 15.000.000 Juara 3 : Rp 7.000.000 Persyaratan : a.

Mempunyai celurit/parang sendiri b. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 15.000 c. Pemain yang kalah wajib dimakamkan di tempat yang telah disediakan d. Tidak boleh menggunakan lomba carok kabupaten sumenep pengamanan e. Harus menyertakan sertifikat vaksin pertama f. Tidak boleh memakai baju apapun Lapangan Sebelah Utara Pasar Candi Tunjukkan bakat dan skill anda disini. (nam/kal) Eugene Meyer penerbit Washington Post pada 5 Maret 1935 meletakkan tujuh prinsip dari korannya.

lomba carok kabupaten sumenep

Prinsip pertama adalah memberitakan kebenaran sedekat mungkin sejauh kebenaran itu bisa dipastikan. Prinsip pertama ini amat relevan dalam dunia digital sekarang. Kami bersepakat mengusungnya sebagai visi Nusadaily.com.

lomba carok kabupaten sumenep

Sekaligus kami mempersembahkannya dalam empat bahasa, Indonesia, Arab, Inggris dan China. ‘Carok’ diartikan sebagai pembunuhan sebagai upaya balas dendam, akan tetapi ‘Carok’ memiliki makna yang berbeda bagi masyarakat Madura karena berkaitan dengan pemulihan harga diri. Carok merupakan salah satu alternatif penyelesaian sengketa pada masyarakat Madura. Sayangnya, hal ini malah dianggap lelucon oleh kalangan warga yang tidak bertanggungjawab. BACA JUGA : Terjaring OTT KPK, Ketua Umum PPP Romi Jalani Pemeriksaan di Polda Jatim Hasil penelusuran MaduraPost pada polisi, pamflet yang beredar di Medsos tersebut dibuat oleh orang dalam gangguan jiwa, alias informasi hoaks (bohong) dan menyesatkan.

Polisi menyebut, orang tersebut bernama Subaidi (26), warga asli Kalimas Baru 3/14-A, RT 001/RW 006, Perak Utara, Pabean Cantian, Lomba carok kabupaten sumenep Surabaya, Jawa Timur.

lomba carok kabupaten sumenep

Pria lulusan Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) sederajat tersebut saat ini tengah dalam penyelidikan polisi. Meski begitu, polisi tidak menerangkan motif warga Surabaya ini secara rinci. BACA JUGA : Banjir Setinggi 50 cm Merendam Kelurahan Rongtengah Sampang Polisi hanya mengatakan, tujuannya Subaidi membuat pamflet itu hanya untuk menaikkan follower (pengikut). Meski begitu, tidak ada keterbatasan pasti Subaidi ditangkap atau tidak. Sesuai data Kartu Tanda Penduduk (KTP) Subaidi yang diberikan polisi kepada MaduraPost, Subaidi tercatat ‘Cerai Hidup’ dan pekerjaannya sehari-hari sebagai wiraswasta.

Berikut keterangan sementara polisi pada MaduraPost. “Orang stres habis cerai,” kata Humas Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsAppnya, Selasa (14/12).

Inilah isi pamflet yang viral di Medsos tentang lomba ‘Carok’ : BACA JUGA : Diduga Palsukan Tanda Tangan Penerbitan AJB Tanah, Warga Kedungdung Ancam Lapor Polisi Lomba Carok Kabupaten Sumenep Rabu, 15 Desember 2021 Kategori dewasa : Memperebutkan, Juara 1 : Rp 30.000.000 Juara 2 : Rp 15.000.000 Juara 3 : Rp 7.000.000 Persyaratan : a.

Mempunyai celurit/parang sendiri b. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 15.000 c. Pemain yang kalah wajib dimakamkan di tempat yang telah disediakan d. Tidak boleh menggunakan rompi pengamanan e. Harus menyertakan sertifikat vaksin pertama f. Tidak boleh memakai baju apapun Lapangan Sebelah Utara Pasar Candi _Tunjukkan bakat dan skill anda disini. Berita Sumenep Carok Lomba carok di Sumenep Madurapost Sumenep • • • • © 2022 Delapan Delapan Grub • Home • Kategori • Indeks Berita • Daerah • Ekonomi • Pemerintahan • Peristiwa • Hukum & Kriminal • Kesehatan • Politik • Pendidikan • Nasional • Topic • Pemerintahan • Daerah • Peristiwa • Hukum dan Kriminal • Pendidikan • Sosial • Kesehatan • Advertorial • Okonomi • Laman • Pedoman Siber • Hak Jawab • Redaksi • Info Iklan • Pedoman Media Siber • Kode Etik • Disclaimer • Terms of Service • Privacy Policy
PAMEKASAN, KOMPAS.com - Poster berisi tentang pengumuman lomba carok di Kabupaten Sumenep viral di berbagai media sosial.

Ada dua versi poster yang beredar dan viral. Versi pertama menginformasikan lomba carok kabupaten sumenep pelaksanaan lomba pada Hari Minggu, 11 Desember 2021. Sedangkan versi kedua menunjukkan tanggal pelaksanaan pada Rabu, 15 Desember 2021. Poster versi pertama mencantumkan sejumlah persyaratan lomba, yakni menyetorkan uang pendaftaran sebesar Rp 100.000, berusia 17 tahun, sudah bosan hidup dan tidak takut mati.

Hadiahnya Rp 20 juta. Namun, tidak dijelaskan di mana tempat pelaksanaan lomba tersebut. Pada poster versi kedua, lomba carok hanya untuk kategori dewasa dengan persyaratan punya celurit sendiri, menyetor biaya lomba carok kabupaten sumenep Rp 50.000 dan bersedia dimakamkan di tempat yang telah disediakan jika kalah. Baca juga: Viral, Video Pos Lantas Tangguh Semeru di Sumenep Dikira Posko Meletusnya Gunung Semeru, Ini Kata Polisi Poster itu juga menginformasikan bahwa lomba akan dilaksanakan di sebelah utara Pasar Candi.

Pemenang lomba akan mendapatkan yang Rp 30 juta untuk juara 1, Rp 15 juta untuk juara 2 dan Rp 7 juta untuk juara 3. Ahmad Mahsun, warga di Pulau Kangean mengaku kaget dengan beredarnya lomba carok kabupaten sumenep tersebut. Tidak hanya itu, warga bahkan banyak yang resah karena carok merupakan kegiatan saling membunuh menggunakan senjata tajam celurit. "Sudah 4 hari warga diresahkan dengan beredarnya poster tersebut. Di Pulau Kangean aman-aman saja selama ini," kata Mahsun saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (15/12/2021).

Hoaks, Pelaku Diamankan Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, informasi yang disebarkan melalui poster yang viral di media sosial itu hoaks dan menyesatkan. Menurutnya, tidak benar akan ada lomba carok di Pulau Kangean. Berita Terkait Kantor KPU Pamekasan Ambruk, Komisioner "Ngantor" di Bekas Gudang Logistik Pemilu Pemkab Pamekasan Sepakat Gelar Pilkades Serentak Tahun Depan, Warga Lepas Segel Rumah Dinas Bupati Sudah 2 Hari Rumah Dinas Bupati dan DPRD Pamekasan Disegel oleh Warga Perkara Mobil Sigap Tak Kunjung Tuntas, Mahasiswa dan Pemuda Segel Kejari Pamekasan Berita Terkait Kantor KPU Pamekasan Ambruk, Komisioner "Ngantor" di Bekas Gudang Logistik Pemilu Pemkab Pamekasan Sepakat Gelar Pilkades Serentak Tahun Depan, Warga Lepas Segel Rumah Dinas Bupati Sudah 2 Hari Rumah Dinas Bupati dan DPRD Pamekasan Disegel oleh Warga Perkara Mobil Sigap Tak Kunjung Tuntas, Mahasiswa dan Pemuda Segel Kejari Lomba carok kabupaten sumenep Bukan1,Petambak Udang di Lampung Ternyata Cabuli 6 Pelajar, 2 Korban Disodomi https://regional.kompas.com/read/2021/12/15/182838178/bukan1petambak-udang-di-lampung-ternyata-cabuli-6-pelajar-2-korban-disodomi https://asset.kompas.com/crops/qbHChScD2InA8mYImI1jCGt-sI8=/57x0:642x390/195x98/data/photo/2014/04/14/1842092shutterstock-175158260780x390.jpg Surabaya - Beredar poster lomba carok di Sumenep.

Saat ini, pengunggah poster tersebut tengah diperiksa polisi. "Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh Polsek Pabean Cantikan (Surabaya)," kata Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, Selasa (14/12/2021). Dalam poster tersebut diterangkan bahwa lomba carok akan digelar pada Rabu (15/12). Lomba carok tersebut untuk kategori dewasa, dengan memperebutkan hadiah juara pertama Rp 30 juta. Juara 2 akan mendapat Rp 15 juta dan juara 3 akan mendapat Rp 7 juta.

Baca juga: Carok di Malang Tewaskan Kasun dan Anaknya, 3 Pelaku Dijerat Pasal Berlapis Syaratnya, peserta harus mempunyai celurit sendiri.

Lalu membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 50 ribu. Kemudian, peserta yang kalah wajib dimakamkan di tempat yang telah disediakan. Peserta tidak boleh menggunakan rompi pengaman saat carok. Baca juga: Pemicu 2 Keluarga di Malang Carok hingga Mantan Kasun dan Anaknya Tewas Peserta juga harus menyertakan sertifikat vaksinasi COVID-19.

lomba carok kabupaten sumenep

Minimal dosis pertama. Syarat terakhir, tidak boleh memakai baju apapun. "Penjelasan yang bersangkutan, tujuannya untuk lomba carok kabupaten sumenep follower-nya (media sosial)," pungkas Widiarti.

(sun/bdh)
SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Niat Subaidi hanya cari sensasi. Lalu, viral dan terkenal. Namun, ingin terkenal jika dilakukan dengan cara tidak terpuji justru mengantarkan ke balik jeruji. Jagat media sosial, terutama Facebook dan WhatsApp, dihebohkan dengan beredarnya pamflet ”Lomba Carok Kabupaten Sumenep”, Selasa (14/12). Pamflet tersebut berisi informasi tentang lomba carok yang akan digelar hari ini (15/12).

Dalam panflet itu disebutkan bahwa lomba untuk kalangan dewasa dengan lima persyaratan. Lomba tersebut memperebutkan hadiah total Rp 52 juta untuk tiga juara. Masing-masing Rp 30 juta juara pertama, Rp 15 juta juara kedua, dan Rp 7 juta untuk juara ketiga. Lomba carok itu akan digelar di lapangan sebelah utara Pasar Candhi, Dungkek, Sumenep.

Setelah ditelusuri, informasi lomba carok kabupaten sumenep hanya hoaks. Polisi segera bergerak cepat. Pada tanggal ”pelaksanaan”, lomba tidak dilaksanakan. Pembuat panflet punya urusan lain. Yakni, dengan aparat kepolisian karena ditangkap kemarin (15/12).

Pembuat dan penyebar pamflet hoaks itu bernama Subaidi, 28, warga Kalimas Baru, 3/14-A, Perak Utara, Pabean Cantikan, Surabaya. Baca Juga : WhatsApp Sediakan Fitur Pornografi Camat Batang-Batang Mujib terkejut setelah tahu ada pamflet itu. Akan tetapi, dirinya yakin itu tidak benar. Informasi yang disampaikan dalam panflet tersebut sangat tidak mungkin karena bertentangan dengan undang-undang dan Pancasila.

”Ini kekerasan, tidak mungkin Sumenep mengizinkan hal demikian,” ujarnya. Dia mengakui selama ini stereotip kolonial melekat pada masyarakat Madura dengan kekerasannya. Terutama narasi tentang carok selalu diproduksi. Bahkan, dibangga-banggakan sebagai legitimasi kegagahan dan harga diri.

Padahal, kata dia, segala bentuk kekerasan itu tidak baik dan bertentangan dengan undang-undang, moral, dan agama sekalipun. Disadari atau tidak, kekerasan tidak hanya terjadi di Madura. Di wilayah lain, kekerasan (meski tidak disebut carok) berbuntut pembunuhan juga terjadi.

Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti menegaskan, pembuat panflet itu sudah dimintai keterangan. Penangkapan Subaidi berdasar koordinasi Polres Sumenep dengan Polsek Pabean Cantikan. Baca Juga : Keluarga Pembunuhan Suliman Tuntut Semua Pelaku Ditangkap Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, lelaki berstatus duda itu membuat pamflet dengan tujuan sensasional.

”Ingin viraldan terkenal,” terang Widi di Mapolres Sumenep. Riski, warga Bangkalan, menuturkan, pengguna media sosial harus cerdas.

lomba carok kabupaten sumenep

Tidak mudah mengunggah tulisan, foto, dan video yang berpotensi jadi masalah. Selain itu, pengguna medsos harus cerdas membaca dan melihat setiap informasi di medsos. Pemuda yang aktif di medsos itu berpendapat, panflet lomba carok jelas tidak perlu dipercaya. Sebab, alasan utama itu tidak mungkin terjadi. Yang kedua, informasi yang disuguhkan dalam panflet tersebut tidak lengkap. Dia mencontohkan, tidak ada nama panitia atau penyelenggara.

lomba carok kabupaten sumenep

”Seperti komposisi berita yang harus memenuhi 5W+1H. Panflet ini tidak lengkap. Jadi, sangat mudah untuk tidak percaya,” jelas Riski yang bekerja di perusahaan media itu. (c3) SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Niat Subaidi hanya cari sensasi.

Lalu, viral dan terkenal. Namun, ingin terkenal jika dilakukan dengan cara tidak terpuji justru mengantarkan ke balik jeruji. Jagat media sosial, terutama Facebook dan WhatsApp, dihebohkan dengan beredarnya pamflet ”Lomba Carok Kabupaten Sumenep”, Selasa (14/12). Pamflet tersebut berisi informasi tentang lomba carok yang akan digelar hari ini (15/12).

Dalam panflet itu disebutkan bahwa lomba untuk kalangan dewasa dengan lima persyaratan. Lomba tersebut memperebutkan hadiah total Rp 52 juta untuk tiga juara. Masing-masing Rp 30 juta juara pertama, Rp 15 juta juara kedua, dan Rp 7 juta untuk juara ketiga.

Lomba carok itu akan digelar di lapangan sebelah utara Pasar Candhi, Dungkek, Sumenep.

lomba carok kabupaten sumenep

Setelah ditelusuri, informasi tersebut hanya hoaks. Polisi segera bergerak cepat. Pada tanggal ”pelaksanaan”, lomba tidak dilaksanakan. Pembuat panflet punya urusan lain.

lomba carok kabupaten sumenep

Yakni, dengan aparat kepolisian karena ditangkap kemarin (15/12). Pembuat dan penyebar pamflet hoaks itu bernama Subaidi, 28, warga Kalimas Baru, 3/14-A, Perak Utara, Pabean Cantikan, Surabaya. Baca Juga : Apa itu WhatsApp Mod atau WhatsApp GB? Camat Batang-Batang Mujib terkejut setelah tahu ada pamflet itu. Akan tetapi, dirinya yakin itu tidak benar. Informasi yang disampaikan dalam panflet tersebut sangat tidak mungkin karena bertentangan dengan undang-undang dan Pancasila. ”Ini kekerasan, tidak mungkin Sumenep mengizinkan hal demikian,” ujarnya.

Dia mengakui selama ini stereotip kolonial melekat pada masyarakat Madura dengan kekerasannya. Terutama narasi tentang carok selalu diproduksi.

Bahkan, dibangga-banggakan sebagai legitimasi kegagahan dan harga diri. Padahal, kata dia, segala bentuk kekerasan itu tidak baik dan bertentangan dengan undang-undang, moral, dan agama sekalipun. Disadari atau tidak, kekerasan tidak hanya terjadi di Madura. Di wilayah lain, kekerasan (meski tidak disebut carok) berbuntut pembunuhan juga terjadi.

Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti menegaskan, pembuat panflet itu sudah dimintai keterangan. Penangkapan Subaidi berdasar koordinasi Polres Sumenep dengan Polsek Pabean Cantikan. Baca Juga : Kadus Muda Ditangkap karena Kasus Narkoba Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, lelaki berstatus duda itu membuat pamflet dengan tujuan sensasional. ”Ingin viraldan terkenal,” terang Widi di Mapolres Sumenep. Riski, warga Bangkalan, lomba carok kabupaten sumenep, pengguna media sosial harus cerdas.

Tidak mudah mengunggah tulisan, foto, dan video yang berpotensi jadi masalah. Selain itu, pengguna medsos harus cerdas membaca dan melihat setiap informasi di medsos. Pemuda yang aktif di medsos itu berpendapat, panflet lomba carok jelas tidak perlu dipercaya. Sebab, alasan utama itu tidak mungkin terjadi. Yang kedua, informasi yang disuguhkan dalam panflet tersebut tidak lengkap.

Dia mencontohkan, tidak ada nama panitia atau penyelenggara. ”Seperti komposisi berita yang harus memenuhi 5W+1H. Panflet ini tidak lengkap. Jadi, sangat mudah untuk tidak percaya,” jelas Riski yang bekerja di perusahaan media itu. (c3)
KOMPAS.com - S (26), pria asal Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya diamankan polisi terkait hoaks lomba carok di Sumenep, Madura. Pelaku diduga membuat poster lomba carok di Kabupaten Sumenep yang viral di media sosial.

Penangkapan S dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti. Ia juga menegaskan jika poster yang bereda di media sosial adalah hoaks. Menurutnya, tidak benar akan ada lomba carok di Pulau Kangean. Baca juga: Viral Poster Lomba Carok di Sumenep Berhadiah Rp 30 Juta, Polisi: Itu Hoaks, Pelaku Sudah Diamankan "Itu informasi hoaks. Saya sudah cek ke Kangean," kata Widiarti melalui pesan singkat, Rabu (15/12/2021). Ia menjelaskan pelaku membuat poster tersebut untuk menambah pengikut media sosial miliknya serta untuk popularitas.

Ada dua poster yang viral Poster berisi tentang pengumuman lomba carok di Kabupaten Sumenep viral di berbagai media sosial. Ada dua lomba carok kabupaten sumenep poster yang beredar dan viral.

Versi pertama menginformasikan bahwa pelaksanaan lomba pada Hari Minggu, 11 Desember 2021. Di poster tersebut ditulis sejumlah persyaratan lomba, yakni menyetorkan uang pendaftaran sebesar Rp 100.000, berusia 17 tahun, sudah bosan hidup dan tidak takut mati.

Baca juga: Kecewa terhadap Polisi, Korban Pengeroyokan Ancam Carok Massal Hadiahnya Rp 20 juta. Namun, tidak dijelaskan di mana tempat pelaksanaan lomba tersebut.

Berita Terkait Viral Poster Lomba Carok di Sumenep Berhadiah Rp 30 Juta, Polisi: Itu Hoaks, Pelaku Sudah Diamankan Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep, Sejumlah Rumah dan Sekolah Terendam 1.250 Keluarga Prasejahtera di Sumenep Dapat Bantuan Sambung Listrik Gratis Terduga Teroris di Sumenep adalah Pentolan Jamaah Islamiyah, Ini Penjelasan Polri Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Sumenep, Sita Busur dan Anak Panah Berita Terkait Viral Poster Lomba Carok di Sumenep Berhadiah Rp 30 Juta, Polisi: Itu Hoaks, Pelaku Sudah Diamankan Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep, Sejumlah Rumah dan Sekolah Terendam 1.250 Keluarga Prasejahtera di Sumenep Dapat Bantuan Sambung Listrik Gratis Terduga Teroris di Sumenep adalah Pentolan Jamaah Islamiyah, Ini Penjelasan Polri Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Sumenep, Sita Busur dan Anak Panah Munaji, Ketua Pemuda Pancasila Blora Ditangkap Polisi, Janjikan Korban Bebas lomba carok kabupaten sumenep Kasus Hukum https://regional.kompas.com/read/2021/12/16/102000478/munaji-ketua-pemuda-pancasila-blora-ditangkap-polisi-janjikan-korban-bebas https://asset.kompas.com/crops/9HjTkRoa1OJXzI_WRSd-jPn-jW8=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2021/12/15/61b9657d9fb12.jpgTRIBUNSOLO.COM - Beredar poster berisi tentang pengumuman lomba carok di Kabupaten Sumenep.

Carok merupakan kegiatan saling membunuh menggunakan senjata tajam celurit.

lomba carok kabupaten sumenep

Diketahui, ada dua poster yang beredar dan viral di media sosial. Baca juga: Viral Pernikahan Jadi Kacau, Gara-gara Mempelai Pria Peluk Mantan di Depan Istri, Langsung Dibalas Baca juga: Viral MUA Langsung Temui Emak-emak yang Memasak di Dapur Setelah Merias Pengantin, Ini Alasannya Dilansir dari Kompas.com, poster versi pertama menginformasikan bahwa pelaksanaan lomba pada Hari Minggu, 11 Desember 2021.

Sementara versi kedua menunjukkan lomba carok kabupaten sumenep pelaksanaan pada Rabu, 15 Desember 2021. Selain itu, dalam poster juga terdapat syarat lomba seperti harus berusia 17 tahun, menyetorkan uang pendaftaran sebesar Rp 100.000, sudah bosan hidup dan tidak takut mati. Hadiahnya Rp 20 juta. Namun, tidak ada informasi di mana lokasi pelaksanaan lomba.

Di poster kedua lomba carok hanya untuk kategori dewasa dengan persyaratan punya celurit sendiri, menyetor biaya pendaftaran Rp 50.000 dan bersedia dimakamkan di tempat yang telah disediakan jika kalah.

Tak hanya itu, dalam poster juga menginformasikan bahwa lomba akan dilaksanakan di sebelah utara Pasar Candi.
Dalam pamflet tersebut diketahui lomba akan digelar di sebelah Pasar Candi, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura.

Isi pamflet tersebut terdapat informasi mengenai waktu pelaksanaan dan hadiah. Baca Juga: Viral Diintip di Kamar Bareng Pacar, Ini Sosok Tante Sisca Berikut isi pamflet tersebut. Lomba Carok Kabupaten Sumenep Rabu, 15 Desember 2021 Memperebutkan, Baca Juga: 9 Fakta Varian Omicron Masuk Indonesia, Pasien Petugas Kebersihan Tanpa Gejala a.

Mempunyai celurit/parang sendiri b. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 15.000 c. Pemain yang kalah wajib dimakamkan di tempat yang telah disediakan d. Tidak boleh menggunakan rompi pengamanan e.

Harus menyertakan sertifikat vaksin pertama f. Tidak boleh memakai baju apapun IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Sorotan Cegah Macet Saat Arus Balik, Ini Langkah Polri dan Kemenhub Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Bupati Sumenep Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan di Kecamatan Ambunten Pemkab Sumenep Salurkan Zakat Lomba carok kabupaten sumenep ASN Bagi Dhuafa dan Fakir Miskin PAC IKAPMII Ganding “Abukah Abhereng” dengan Anak Yatim dan Lansia Masyarakat yang hendak mendaftar juga diharuskan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 50 ribu dan memenuhi persyaratan lainnya.

Sedangkan hadiah yang diperebutkan berupa uang sebesar Rp 30 juta untuk juara pertama, Rp 15 juta untuk juara kedua dan Rp 7 juta untuk juara ketiga. Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan, informasi yang termuat dalam pamflet tersebut adalah hoax.

Bahkan, pihak kepolisian sudah mengantongi identitas pelaku viralnya pamflet yang meresahkan masyarakat itu. “Pamflet itu hoax. Pelaku adalah pemuda asal Surabaya,” kata Widiarti saat di konfirmasi. Baca Juga : Lantik 5 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Pesan Bupati Achmad Fauzi Ia menjelaskan, pelaku bernama Subaidi (26), warga Kalimas Baru, Desa/Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh Polsek Pabian Cantikan,” terangnya. Disinggung terkait motif pelaku membuat dan menyebarkan informasi hoax tersebut karena ingin menambah atau menaikkan followers di medsosnya. “Tujuannya pembuat pamflet tersebut hanya ingin menaikkan follower,” tukasnya. (mo/kara) Pos terkait • Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Bupati Sumenep Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes • Lomba carok kabupaten sumenep Ringkus Pelaku Pembunuhan di Kecamatan Ambunten • Pemkab Sumenep Salurkan Zakat Fitrah ASN Bagi Dhuafa dan Fakir Miskin • PAC IKAPMII Ganding “Abukah Abhereng” dengan Anak Yatim dan Lansia • KH Qusyairi Zaini Sebut Gelar Abul Yatama Bupati Achmad Fauzi Sudah Tepat • Produksi Petasan, 4 Warga Batang-batang Diringkus Polisi

PERANG BINTANG JADI SOROTAN PECINTA VOLI INDONESIA 🏐 SET 1 ‼️ C.O.D Pamekasan VS CABECCA Sumenep




2022 www.videocon.com