Kenapa hidung sakit saat bernafas

kenapa hidung sakit saat bernafas

Selamat pagi, S. Hidung sakit saat bernapas dan tidak bisa mencium bau merupakan keluhan yang dapat terjadi karena berbagai faktor yang umumnya berhubungan dengan gangguan pada organ pernapasan atas. Keluhan tersebut dapat mengindikasikan gangguan yang ringan maupun yang lebih serius. Adapun bebera kondisi medis yang dapat menimbulkan gejala tersebut, diantaranya adalah : • sinusitis • infeksi saluran pernapasan • rhinitis alergi • rhinitis non-alergi/vasomotor • polip hidung • pembesaran atau hipertrofi konka hidung Untuk memastikan kondisi medis mana yang menjadi penyebab pasti dari keluhan yang Anda alami, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terlebih dahulu.

Umumnya nyeri terjadi dikarenakan adanya suatu peradangan. dan penurunan kemampuan indera hidung untuk mencium bau (anosmia) dapat terjadi karena gangguan pada dinding dalam hidung yang diakibatkan oleh penumpukan lendir, penyumbatan rongga hidung hingga gangguan pada saraf penciuman. Untuk sementara Anda dapat mengatasinya dengan membersihkan bagian dalam hidung dengan cairan salin atau air garam, mengonsumsi obat antihistamin bergolongan biru dan obat anti nyeri asetaminofen yang dijual bebas di apotek kenapa hidung sakit saat bernafas mengonsumsi air rebusan jahe hangat.

Jika keluhan tidak kunjung membaik dalam waktu beberapa hari, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter Spesialis THT. Hidung menjadi salah satu organ yang penting yang berfungsi sebagai indra penciuman, rasa sakit dalam rongga hidung bisa terjadi karena beberapa penyebab.

Namun, yang menjadi penyebab utama dari sakit pada rongga hidung adalah sinusitis. Sinusitis adalah radang yang terjadi di rongga sinus. Sinusitis tersebut bisa terjadi karena bakteri penyebab sinusitis pada seseorang yang lebih sering flu atau pilek dengan beberapa gejala yang ditimbulkan seperti rasa sakit dan nyeri di area hidung, dahi, pipi dan timbul demam serta sakit kepala.

Namun, selain karena disebabkan karena sinusitis, ada beberapa penyebab lain yang bisa menimbulkan rasa sakit pada rongga hidung seperti ulasan dari kami berikut ini. • Polip Polip hidung merupakan pembesaran jaringan dinding rongga hidung yakni area konka. Pembengkakan yang terjadi karena penyebab polip ini menimbulkan gejala seperti sakit dan nyeri di rongga hidung, batang hidung dan juga area lingkar di bagian tengah wajah dan sebagian penderita juga akan mengeluhkan masalah hidung tersumbat.

• Deviated Septum Deviated septum merupakan kelainan hidung dimana terjadi perbedaan ukuran antara lubang hidung yang satu dengan yang lain sehingga menimbulkan gejala seperti kesulitan bernapas, sakit pada rongga hidung dan beberapa gejala lain. Dalam beberapa kasus, deviated septum ini cukup berbahaya sehingga harus segera menjalani operasi. • Dinosmia Dinosmia merupakan penyakit hidung dimana penderita selalu mencium aroma tidak sedap. Hal ini bisa terjadi karena kelainan pada hidung sehingga timbul sakit pada rongga hidung dan harus segera diperiksakan pada dokter THT untuk berkonsultasi.

• Fibrosis Kistik Fibrosis kistik merupakan kelainan genetika tubuh dimana tubuh menghasilkan cairan dengan tekstur kental dan terlalu berlebihan di pernapasan dan juga sistem pencernaan. Lendir ini termasuk ingus yang kental dari hidung dan juga selaput sinus sehingga akhirnya menimbulkan gejala seperti sakit pada rongga hidung. • Rhinitis Rhinitis merupakan penyakit yang terjadi karena rekasi alergi hidung pada substansi asing yang masuk ke dalam saluran tenggorokan. Gejala yang ditimbulkan diantaranya adalah sakit pada rongga hidung, gejala radang tenggorokan dan batang hidung, kesulitan bernafas dan terkadang diikuti dengan demam dan sakit kepala.

• Faringitis Faringitis merupakan radang yang terjadi pada faring kenapa hidung sakit saat bernafas infeksi. Gejala yang ditimbulkan dari faring ini diantaranya kerongkongan yang terasa kering, rongga hidung yang terasa sakit dan terasa nyeri pada waktu menelan makanan. Faringitis ini bisa terjadi karena infeksi bakteri atau virus bernama streptococcus pharyngitis karena beberapa kebiasaan buruk seperti merokok.

• Tonsilitis Tonsilitis merupakan radang yang terjadi pada tonsil atau amandel sehingga akan terlihat bengkak, berwarna agak kemerahan, teksturnya lunak dan timbul bintik putih di permukaan tonsil tersebut. Tonsilitis ini biasanya terjadi karena bakteri atau virus lewat saluran pernafasan atau mulut. Tonsil yang membengkak tersebut akan mempersempit saluran pernafasan sehingga menimbulkan gejala seperti demam, sakit saat menelan, sakit di area rongga hidung karena penyempitan, bau tidak sedap di area mulut dan nyeri sekitar otot.

Sakit dalam rongga hidung bisa terjadi karena berbagai penyebab khususnya jika terjadi infeksi pada area hidung, mulut dan juga tenggorokan. Peradangan tersebut akan menjalar ke rongga hidung yang merupakan satu saluran menyambung sehingga akhirnya timbul rasa nyeri serta sakit di area tersebut. Recommended Post • Usai Libur Panjang, Ini 6 Persiapan Untuk Memulai Diet Lagi • Usai Lebaran, Begini 3 Cara Hilangkan Lemak Perut Dengan Cepat • Apakah Hepatitis Misterius di Indonesia Terkait Covid-19 dan Vaksinnya?

• 3 Tips Berkeringat Lebih Banyak Saat Berolahraga Cepat • Hepatitis Akut Sebabkan 3 Anak Meninggal, Masyarakat Perlu Waspadai Gejalanya!
Keluhan yang kerap muncul saat flu dan pilek ternyata bukan hanya sebatas bersin-bersin, hidung tersumbat, dan kepala nyut-nyutan saja.

Pernahkah muncul iritasi pada kulit hidung Anda karena ulah pilek maupun flu ini? Bahkan, biasanya iritasi di kulit hidung bisa bertahan sampai serangan pilek dan flu selesai.

kenapa hidung sakit saat bernafas

Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini agar tidak semakin parah? Kenapa hidung bisa iritasi saat pilek dan flu? Seorang dokter kulit asal New York, Joshua Zeichner, MD, mengungkapkan alasan di balik iritasi pada kulit hidung karena pilek dan flu.

Menurutnya, salah satu alasan utama yakni karena tenaga yang terlalu kencang saat sedang mengeluarkan ingus. Setelah berhasil mengeluarkan ingus atau cairan hidung, tentu Anda akan menyekanya dengan tisu atau saputangan, bukan? Nah, di saat itulah tanpa sadar mungkin Anda menggunakan tenaga yang berlebihan, sehingga menyebabkan iritasi pada kulit hidung.

Itu sebabnya, kulit di sekitar hidung biasanya mengalami lecet, perih, hingga berwarna kemerahan karena pilek dan flu. Selain karena kebiasaan tersebut, mengalami rhinitis alergi juga bisa menjadi penyebab lain timbulnya iritasi pada hidung karena pilek dan flu.

Rhinitis alergi adalah peradangan pada lapisan rongga hidung, karena masuknya alergen sehingga menimbulkan reaksi alergi. Kondisi ini tidak berlangsung terus-menerus, dan biasanya hanya terjadi di waktu-waktu tertentu saja. Gejala yang muncul karena rhinitis alergi mirip seperti ketika Anda sedang mengalami pilek dan flu, yang juga dapat menimbulkan iritasi pada hidung.

Bagaimana cara mengatasi iritasi pada hidung karena pilek dan flu? Siapa pun tentu akan merasa tidak nyaman karena iritasi pada hidung saat pilek dan flu. Jangan khawatir, berikut pilihan cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi iritasi pada kulit hidung: 1. Hindari menggosok hidung terlalu kencang Ketimbang menyeka dengan sekuat tenaga saat mengeluarkan ingus, lebih baik tepuk-tepuk hidung dan kulit di sekitarnya dengan lembut. Meski mungkin Anda butuh beberapa kali usaha untuk mengeluarkan ingus, tapi setidaknya menepuk perlahan bagian hidung tidak terlalu menimbulkan iritasi karena pilek dan flu.

Ini karena saat Anda menepuk, gesekan yang diterima kulit akan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan menyeka atau menggosok hidung. Alhasil, risiko munculnya efek samping berupa sakit dan perih pada kulit di sekitar hidung bisa diminimalisir. 2. Gunakan tisu berbahan lembut Jika Kenapa hidung sakit saat bernafas memang harus mengelap ingus dengan tisu, sebaiknya gunakan tisu dengan bahan yang lembut.

Pasalnya, tidak semua tisu terbuat dari bahan yang ramah untuk kondisi kulit. Hal ini dapat meningkatkan risiko iritasi hidung karena pilek. Maka dari itu, pilihlah tisu yang bebas dari bahan kimia, parfum tambahan, serta detergen. Bahan-bahan tersebut dapat memicu iritasi dan menimbulkan kondisi kulit kering. 3. Oleskan pelembap sekitar hidung Semakin sering dan kuat Anda menyeka hidung, akan semakin kering pula kulit di area hidung. Sebagai solusinya, usahakan untuk selalu menjaga kelembapan kulit hidung dengan rutin mengoleskan pelembap (moisturizer).

Pilih jenis pelembap apa pun yang aman, khususnya jika Anda memiliki kulit yang sensitif, seperti petroleum jelly. Selanjutnya, oleskan pelembap di kulit sekitar lubang hidung secara perlahan. 4. Pakai uap dari air hangat Cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi iritasi pada hidung karena pilek dan flu, yaitu dengan menggunakan satu baskom air hangat.

Arahkan hidung Anda agak dekat dengan baskom dan hirup uap panas yang keluar secara perlahan. Supaya efek hangatnya lebih terasa, Anda bisa menambahkan beberapa tetes tea tree oil atau minyak pohon teh ke dalam air hangat tersebut.

5. Gunakan humidifier Humidifier adalah sebuah alat yang berguna untuk menjaga kelembapan udara di dalam ruangan agar tidak kering. Selain membantu melegakan saluran pernapasan yang kerap terganggu karena flu dan pilek, Anda juga bisa memakainya untuk mengatasi iritasi pada kulit. Terlebih karena iritasi ini biasanya membuat kulit terasa kering, sehingga semakin perih saat Anda mengeluarkan ingus.

Humidifier dapat membantu membuat udara lebih lembap, kenapa hidung sakit saat bernafas meredakan kulit kering di sekitar hidung. 6. Minum obat pereda pilek dan flu Langkah lain yang bisa Anda lakukan untuk meringankan keluhan iritasi pada hidung adalah dengan minum obat yang dapat mengatasi flu dan pilek. Obat untuk flu meliputi Tylenol (acetaminophen), Advil atau Motrin ( ibuprofen), maupun dekongestan. Konsumsi obat dapat membantu meringankan gejala pilek dan flu yang sedang Anda alami sehingga nantinya keluhan iritasi pada hidung juga akan membaik.

Jangan lupa, konsultasikan dulu dengan dokter atau apoteker sebelum minum obat pereda pilek dan flu. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan jenis dan aturan minum obat yang tepat. Common Cold – Mayo Clinic. (2020).

kenapa hidung sakit saat bernafas

Retrieved July 3, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/diagnosis-treatment/drc-20351611 Allergic Rhinitis – ACAAI. (2020). Retrieved July 3, 2020, from https://acaai.org/allergies/types/hay-fever-rhinitis Allergic Rhinitis (Hay Fever) – Cleveland Clinic. (2016).

kenapa hidung sakit saat bernafas

Retrieved July 3, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8622-allergic-rhinitis-hay-fever Saline Sinus Rinse Recipe – American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. (2020). Retrieved July 3, 2020, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/saline-sinus-rinse-recipe#:~:text=Saline%20Rinse%20Recipe&text=In%20a%20clean%20container%2C%20mix,lukewarm%20distilled%20or%20boiled%20water. Decongestants – NHS. (2019).

Retrieved July 3, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/decongestants/ Tran, N. P., Vickery, J., & Blaiss, M. S. (2011). Management of rhinitis: allergic and non-allergic. Allergy, asthma & immunology research, 3(3), 148–156. https://doi.org/10.4168/aair.2011.3.3.148 Advertisement Bau tak sedap itu tak melulu terhirup dari makanan, kotoran atau benda yang ada di sekeliling kita.

Terkadang, sumber bau itu berasal dari dalam tubuh. Mengenal berbagai macam penyebab hidung bau dapat membantu Anda mengatasinya. Maka dari itu, kenalilah sederet penyebab hidung bau ini. Baca Juga • Apakah Ambeien Berbahaya Jika Tidak Ditangani? • Mengenal Eritrasma, Penyakit yang Bersarang di Lipatan Tubuh • Mengenal Ramsay Hunt Syndrome, Cacar Api yang Rusak Saraf Wajah Penyebab hidung bau Sebagian besar penyebab hidung bau saat menghirup napas datang dari sinus yang terletak di dalam hidung.

kenapa hidung sakit saat bernafas

Terkadang, penyakit yang berdampak pada sinus dapat menyebabkan munculnya bau seperti busuk dari dalam hidung. Untungnya, sederet penyebab hidung bau saat bernapas ini hanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan pengobatan. 1. Sinusitis akut dan kronis Peradangan yang menyerang hidung dinamakan sinusitis.

Infeksi sinus atau sinusitis dapat menyebabkan hidung meradang dan tersumbat. Terkadang, sinusitis juga dapat mengganggu fungsi indra penciuman.

kenapa hidung sakit saat bernafas

Selain itu, sinusitis pun bisa memicu kemunculan cairan tak berwarna di dalam hidung maupun tenggorokan. Inilah yang mengakibatkan hidung bau! 2. Polip hidung Hidung bau dapat disebabkan oleh polip Polip hidung ditandai dengan munculnya jaringan non-kanker di dinding rongga hidung maupun sinus. Polip hidung disebabkan oleh peradangan kronis yang menyerang hidung Anda. Salah satu gejala polip hidung ialah munculnya bau busuk di dalam hidung.

Sebab, polip yang muncul di dalam hidung itu mengandung cairan berbau tak sedap. Cairan ini datang dari lapisan membran mukosa yang bertugas melembapkan saluran pernapasan, kenapa hidung sakit saat bernafas debu dan zat asing lainnya. Tak heran kalau hidung bau bisa muncul akibat polip hidung. Masalahnya, ukuran polip hidung sangatlah kecil. Banyak orang yang sebenarnya memiliki polip hidung, tapi tak menyadarinya.

Namun, gejala-gejala seperti sakit kepala, hidung mampet, nyeri wajah, hingga mendengkur saat tidur dapat menjadi pertanda bahwa Anda memiliki polip hidung. 3. Postnasal drip Munculnya ingus bau di dalam hidung dapat menandakan kondisi postnasal drip, terutama jika lendir tersebut bertekstur tebal dan bisa mengalir hingga ke belakang tenggorokan. Kondisi seperti pile, flu, alergi, maupun infeksi sinus dapat menyebabkan lendir menjadi tebal.

Sebenarnya, ingus yang muncul akibat postnasal drip tidak berbau.

kenapa hidung sakit saat bernafas

Namun, saat jika tak ditangani segera, lendir tersebut akhirnya memunculkan bau tak sedap. Segera datang ke dokter jika postnasal drip berlangsung selama lebih dari 10 hari! 4.

Gigi berlubang Jangan pikir bahwa hidung bau saat bernapas, hanya disebabkan oleh penyakit yang menyerang hidung saja. Gigi berlubang ternyata juga bisa membuat hidung bau!

Sebab, saat ada lubang pada gigi maupun radang gusi (gingivitis), bakteri dapat terperangkap di dalamnya dan memunculkan bau tak sedap. Bau tak sedap ini dapat terhirup hingga ke dalam hidung. Akibatnya, ada bau tak sedap saat Anda sedang menghirup napas.

Sebenarnya, hidung bau yang disebabkan gigi berlubang ini dapat diatasi dengan mudah. Rajinlah menggosok gigi maupun menggunakan benang gigi ( dental floss) setelah makan, agar tidak ada partikel makanan yang menyelip di dalam gigi berlubang dan menimbulkan bau. 5. Beberapa makanan, minuman atau obat-obatan Saat tubuh mencerna makanan, minuman atau obat-obatan, bau khas dari ketiganya akan muncul.

Namun, beberapa makanan, minuman atau obat-obatan dapat menyebabkan munculnya bau yang bisa “terperangkap” di dalam mulut, sehingga akan ada bau tak sedap yang terhirup oleh hidung. Beberapa makanan, minuman, atau obat-obatan itu meliputi: • Bawang • Kopi • Makanan pedas • Amfetamin • Fenotiazin • Nitrat dan nitrit Untuk obat-obatan yang menyebabkan hidung bau ini, Anda bisa datang ke dokter dan berkonsultasi.

Jangan sampai Anda berhenti meminum obat-obatan tersebut tanpa izin dokter. 6. Mulut kering Mulut kering disebabkan oleh kurangnya produksi air liur di dalam mulut. Saat produksi air liur menurun, maka akan ada banyak mikroba, partikel makanan, hingga carian asam yang terperangkap di dalam mulut. Tidak heran, saat mulut kering menyerang, hidung bau dapat datang. Sebab, bau tak sedap akibat mulut kering itu dapat terhirup hingga ke hidung. 7. Kebiasaan merokok Kebiasaan mengisap rokok tembakau dapat menyebabkan hidung bau saat bernapas.

Mengapa demikian? Sebab, merokok akan mengganggu fungsi indra penciuman Anda. Selain itu, merokok juga bisa menyebabkan bau napas tak sedap.

Hal ini membuat Anda mencium bau tak sedap yang seakan datang dari hidung. 8. Phantosmia Phantosmia, berhalusinasi akan bau yang tak ada Siapa bilang halusinasi hanya dapat dilihat oleh mata?

Ternyata, halusinasi juga bisa dicium oleh hidung. Kondisi ini disebut phantosmia. Saat phantosmia muncul, Anda seakan-akan mencium bau yang sebenarnya tidak ada. Namun, Anda mungkin malah menduga bau tersebut berasal dari hidung ataupun kotoran berbau tak sedap di sekelilingnya. Phantosmia dapat disebabkan oleh cedera kepala dan juga infeksi sistem pernapasan.

Penyakit Parkinson, tumor otak, atau peradangan sinus juga bisa mengakibatkan phantosmia. Biasanya, phantosmia akan sembuh dengan sendirinya. Namun, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebabnya! 9. Kenapa hidung sakit saat bernafas ginjal kronis Penyakit ginjal kronis ditandai dengan hilangnya fungsi ginjal secara signifikan.

Saat ginjal tak berfungsi dengan baik, akan banyak “sampah” yang tak tersaring di dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan hidung bau saat Anda bernapas. Umumnya, hidung bau ini akan muncul saat penyakit ginjal kronis sudah mencapai stadium 4 ataupun 5. Pada titik ini, gejala lain seperti nyeri pinggang belakang dan perubahan warna urine akan terjadi.

Cara mencegah hidung bau saat bernapas Ada banyak cara untuk mencegah hidung bau saat bernapas, seperti menjalani gaya hidup sehat misalnya. Selain itu, berbagai cara di bawah ini juga dapat dicoba: • Rajin membersihkan mulut dan gigi • Minum air secara teratur • Mengonsumsi makanan berserat tinggi • Menghindari minuman yang dapat menyebabkan dehidrasi, seperti kopi dan alkohol • Menggunakan antihistamin dan dekongestan untuk mengatasi peradangan sinus ataupun hidung • Menghindari makanan yang bisa menyebabkan bau mulut, seperti bawang • Tidak merokok • Berkonsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan yang menyebabkan mulut kering Dengan mengikuti berbagai cara mencegah hidung bau saat bernapas di atas, diharapkan tidak ada lagi aroma tak sedap dari dalam tubuh yang terhirup saat Anda bernapas.

Baca Juga • Inilah Gejala Difteri yang Penting untuk Anda Ketahui • Benjolan di Dada, Kenapa hidung sakit saat bernafas Saja Penyebabnya? • Obat Polip Hidung dari Dokter dan Alami untuk Gejala Polip Hidung Ringan Hingga Parah Catatan dari SehatQ Hidung bau saat bernapas bukanlah kondisi medis yang dapat disepelekan.

Kenapa hidung sakit saat bernafas jadi, ada berbagai macam penyakit yang menyebabkannya. Jika Anda mengalami hidung bau saat bernapas selama lebih dari satu minggu tanpa adanya penyebab yang jelas (seperti kotoran, makanan, atau benda yang menyebabkan bau), segeralah datang ke dokter.

Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Nah, bagaimana jadinya jika saat bernapas yang seharusnya melegakan justru membuat dada terasa sakit? Untuk mengetahui apa penyebab sakit dada ketika menarik napas, baca terus ulasan berikut ini. 1. Kondisi yang berkaitan dengan otot dan tulang di dada Cedera di daerah dada bisa menimbulkan sakit dada ketika bernapas. Cedera di bagian dada yang dapat terjadi contohnya tulang dada patah atau otot bagian dada memar akibat benturan.

Ketika Anda mengambil napas, tulang di bagian dada dan otot akan ikut bergerak. Nah, jika terjadi cedera di area ini tentu akan menimbulkan rasa sakit saat bernapas.

kenapa hidung sakit saat bernafas

2. Kondisi yang berkaitan dengan paru-paru Pneumonia Pneumonia adalah kondisi infeksi serius pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri. Orang yang mengalami pneumonia kantung-kantung kecil udaranya (alveolus) di dalam paru-paru akan penuh dengan cairan.

Oleh karena itu, beberapa gejala akan timbul karena kondisi ini.

kenapa hidung sakit saat bernafas

Salah satunya adalah dada terasa sakit ketika bernapas. Gejala lainnya meliputi demam, detak jantung yang semakin meningkat, kehilangan nafsu kenapa hidung sakit saat bernafas, dan batuk yang tidak kunjung sembuh. Radang selaput paru-paru (pleuritis) Paru-paru adalah organ yang dibungkus oleh membran khusus bernama pleura. Pleura ini bisa mengalami peradangan karena bakteri, tumor, patah tulang iga, kanker paru, dan luka di dada.

Kondisi peradangan ini akan menimbulkan efek sakit di dada saat bernapas. Karena sakit yang dirasakan, orang yang mengalami radang selaput paru-paru cenderung mengambil napas pendek-pendek untuk menghindari rasa sakit di dadanya yang akan semakin terasa jika bernapas seperti biasanya.

Tuberkulosis Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Umumnya bakteri ini menyerang paru-paru. Orang yang mengalami tuberkulosis mengalami peradangan di paru-paru, sehingga dada terasa sakit ketika bernapas. Gejala lainnya yang cukup serius adalah muntah darah. Empyema Empyema disebut juga pyothorax atau pleuritis purulen. Ini adalah kondisi saat nanah terkumpul di daerah antara paru-paru dengan permukaan dalam dinding dada.

Daerah ini dikenal dengan ruang pleura. Saat terjadi infeksi, maka ruang pleura ini akan menumpuk nanah semakin banyak mengental. Penumpukan ini membuat lapisan paru-paru dan rongga dada jadi menempel. Alhasil, paru-paru tidak bisa mengembang sepenuhnya dan menimbulkan rasa sakit saat bernapas. Emboli paru Gumpalan darah di paru-paru yang disebut emboli paru ini juga dapat menimbulkan sakit dada serius saat bernapas. Emboli paru bisa terjadi karena cedera seperti patah tulang atau robekan otot yang bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah yang akhirnya menimbulkan gumpalan.

Kondisi medis tertentu juga bisa menyebabkan darah membeku terlalu mudah sehingga kenapa hidung sakit saat bernafas terbentuk emboli paru. Kondisi seperti operasi atau kemoterapi untuk kanker juga dapat menyebabkan pembekuan darah terjadi lebih mudah. Pneumotoraks Kondisi pneumotoraks juga akan membuat pengidapnya merasakan sakit dada ketika bernapas.

Pneumotoraks terjadi sat udara bocor ke ruang antara paru-paru dan dinding dada.

kenapa hidung sakit saat bernafas

Penyebab pneumotoraks ini bermacam-macam. Pneumotoraks bisa terjadi karena kondisi cedera di dada yang menembus hingga menyentuh paru-paru. Contohnya, korban luka tusuk dada yang dalam, atau patah tulang rusuk yang menusuk paru-paru. Cedera tersebut dapat menimbulkan kebocoran udara di paru-paru. 3. Kondisi yang berkaitan dengan jantung Penyakit jantung Gangguan pada organ jantung juga bisa menimbulkan sakit dada saat bernapas.

Ada beberapa jenis penyakit jantung yang bisa menimbulkan kondisi-kondisi berikut ini: • Angina, ketika aliran darah ke jantung sangat sedikit • Serangan jantung, ketika aliran darah ke jantung tertutup • Gagal jantung, ketika jantung tidak berhasil memompa darah Perikarditis Jantung dibungkus oleh selaput tipis yang disebut dengan perikardium.

Perikardium ini bisa mengalami radang yang disebut dengan perikarditis.

kenapa hidung sakit saat bernafas

Kondisi ini membuat dada sakit saat bernapas. Sakit dada yang dirasakan saat kondisi perikarditis seringnya dirasakan di dada bagian tengah, atau bagian dada di sebelah kiri. Peradangan pada perikardium ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, dan terkadang reaksi obat serta terapi radiasi ke dada. 4. Kondisi yang tidak berkaitan dengan jantung dan paru Refluks asam lambung (GERD) Sakit dada saat bernapas juga bisa terjadi akibat refluks asam lambung (gastroesophageal reflux disease, disingkat GERD).

Menurut American College of Gastroenterology, dada nyeri saat bernapas karena GERD ini disebut juga nyeri dada non-jantung. Tentunya dada sakit saat bernapas karena masalah jantung dan GERD memiliki perbedaan. Sakit dada saat bernapas karena GERD dirasakan bukan dari dalam dada, melainkan rasa sakitnya seperti ada di permukaan kulit dan terasa panas dan perih, seperti terbakar.

Kondisi lainnya Sebenarnya masih banyak kondisi lain yang menyebabkan dada terasa sakit saat bernapas.

Jika Anda mengalami hal ini, segera konsultasikan ke dokter. Apalagi jika Anda merasakan gejala-gejala selain sakit dada saat bernapas.

kenapa hidung sakit saat bernafas

Misalnya menggigil, pusing, merasa gelisah atau linglung, detak jantung semakin kencang, sakit dada ketika batuk, kejang, hingga pingsan. Ada baiknya Anda langsung mencari bantuan medis darurat.

NHS Choice. 2016. Pneumonia. [Online] Tersedia pada: https://www.nhs.uk/conditions/pneumonia/ (Diakses 14 Maret 2018) Jones dan Cherney Kristeen. 2018. Why Does It Hurt to Breathe?.

[Online] Tersedia pada: : https://www.healthline.com/health/painful-respiration (Diakses 14 Maret 2018) Johnson Shannon. 2015. Pleurisy. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/pleurisy#symptoms (Diakses 14 Maret 2018) Folkl Alex.

2017. What Are the Cuases of Pain When Breathing?. [Online] Tersedia pada: https://www.livestrong.com/article/105494-causes-pain-breathing/ (Diakses 14 Maret 2018) Cafasso Jacquelyn.

2017. Empyema. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/empyema#causes (Diakses 14 Maret 2018) Krans Brian. 2015. Pulmonary Embolism. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/pulmonary-embolus (Diakses 14 Maret 2018) Mayoclinic.

2017. Pneumothorax. [Online] Tersedia pada: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumothorax/symptoms-causes/syc-20350367 (Diakses 14 Maret 2018) Erica Roth dan Barclay Sam. 2017. Distinguishing Types of Chest Pain. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/gerd/chest-pain#sensation (Diakses 20 Maret 2018)

CARA MENGOBATI SINUSITIS DENGAN CUCI HIDUNG




2022 www.videocon.com