Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan

MENU • Home • Pendidikan • Pilih Jurusan • Pilih Kampus • Tips • Karir • Tips Karir • Job Description • Bisnis • Marketing • Peluang Usaha • Tips • Wirausaha • Digital Marketing • Tips Trik • Lainnya • Artikel Islam • Teknologi • Kata Bijak • Arti Kata • Otomotif • Insight • Motivasi • Referensi • IPS • Pendidikan Kewarganegaraan • Sejarah • Ekonomi • IPA • Wawasan Kebangsaan • Kewirausahaan • Proses Manajemen – Dalam sebuah bisnis atau usaha, dibutuhkan manajemen yang baik agar bisa berjalan sesuai target dan menghasilkan keuntungan sesuai target.

Untuk memaksimalkan fungsinya, perlu proses manajemen yang terstruktur dan terukur. Sama halnya dengan berbagai proses yang terjadi di dalam kehidupan, di bidang manajemen juga memiliki faktor pendukung, tahapan, hingga plus minus. Jika Anda ingin mengetahui semuanya, simak informasi lengkap berikut. Daftar Isi Artikel • Pengertian Proses Manajemen • Tahapan Dalam Proses Manajemen • 1.

Perencanaan (Planning) • 2. Pengelolaan (Organizing) • 3. Pengarahan (Actuating) • 4. Pengontrolan (Controlling) • Proses Manajemen Berdasarkan Jenisnya • 1. Proses Manajemen Strategi • a. Membuat Formula Strategi • b. Menerapkan Strategi • 3. Evaluasi Strategi • 2. Proses Manajemen Kinerja • a. Merencanakan • b. Review Kinerja • c. Diskusi kerja • d. Evaluasi • e. Tindakan • 3. Proses Manajemen Sumber Daya Manusia • a.

Perencanaan • b Rekrutmen • c. Proses Seleksi • d. Penerimaan • e. Penempatan dan Orientasi • f. Pengembangan • g. Penilaian • 4. Proses Manajemen Pemasaran • 1. Analisis Peluang / Riset Pasar • 2. Perencanaan Pemasaran Strategik • 3. Pengimplementasikan Rencana Pemasara • 4. Pengendalian Pemasaran Pengertian Proses Manajemen Gambar 1.

Proses Manajemen Proses manajemen adalah alur untuk mengatur tujuan yang akan dicapai agar terwujud. Dalam realisasinya, terdapat beberapa hal penting yang harus ada seperti sebuah proyek atau kegiatan dan proses dalam menjalankan kegiatan tersebut. Pihak yang bertanggung jawab untuk memaksimalkan proses ini adalah manajemen senior dalam sebuah organisasi. Tapi pada beberapa kasus, cukup level manager proyek sajalah yang perlu mendampingi semua proses dari manajemen yang berlangsung.

Baca juga : Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli Tahapan Dalam Proses Manajemen Dalam sebuah proses manajemen, terdapat empat tahapan yang harus dilalui sejak awal sebuah kegiatan hingga akhir.

Apa saja tahapannya? 1. Perencanaan (Planning) Merupakan tahapan menentukan rencana utama, untuk mencapai tujuan perusahaan yang objektif. Hal-hal yang terlibat di dalamnya adalah keterlibatan sumber daya manusia, pendelegasian tanggung jawab sesuai target, dan jadwal yang sudah ditentukan. Dalam perencanaan, juga termasuk pengembangan strategi untuk mencapai goals perusahaan. Kemudian rencana yang bersifat operasional dan taktis, untuk mendukung strategi yang sudah disiapkan.

2. Pengelolaan (Organizing) Pengelolaan, bukan hanya masalah pemberian tugas kepada setiap anggota tim yang terlibat. Tapi, bagaimana masing-masing orang mendapatkan tugas yang tepat dan bisa menuntaskannya sesuai target.

Manajer punya peran untuk memastikan pengelolaan yang benar, agar usaha bisa berjalan dengan lancar tanpa masalah. Jika salah pengelolaan, maka imbasnya sangat besar pada eksistensi perusahaan dan persaingan dengan kompetitor. 3. Pengarahan (Actuating) Dalam menjalankan tugas, dari masing-masing komponen yang terlibat pada sebuah kegiatan dibutuhkan komando jelas dari seorang pimpinan. Dia punya hak untuk meminta hasil kerja secara berkala, lalu berdiskusi dengan pihak yang dibutuhkan agar semua proses kegiatan berjalan sesuai yang diharapkan.

Tentunya, dengan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan mengacu pada aturan internal dan target-target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Pimpinan dalam tahap arahan, punya peran penting terutama memotivasi tim untuk bergerak cepat, tepat, dan akurat.

4. Pengontrolan (Controlling) Tahap kontrol, dilakukan secara berkala dengan mengecek performa tim yang bekerja. Juga kualitas kerja dan efisiensi, yang bisa dilakukan untuk menuntaskan sebuah kegiatan usaha.

Dalam sebuah proses manajemen, tahap kontrol juga sangat penting guna memastikan tujuan usaha bisa tercapai dengan cara yang memadai.

Sehingga ketika dibutuhkan perubahan, bisa segera dilakukan sebelum menjadi sebuah keputusan akhir. Proses Manajemen Berdasarkan Jenisnya Untuk lebih memudahkan Anda, memahami sebuah proses yang terjadi pada manajemen berikut ini beberapa jenis manajemen dengan rangkaian prosesnya masing-masing. 1. Proses Manajemen Strategi Manajemen ini berkaitan erat dengan performa sebuah organisasi, dimana dibutuhkan strategi yang tepat untuk mencapai semua tujuan organisasi tersebut.

Proses yang terjadi dalam manajemen ini adalah: a. Membuat Formula Strategi Dimulai dari pemahaman tentang visi dan misi dari sebuah organisasi, kemudian dikembangkan menjadi poin-poin penting yang berhubungan dengan strategi. Diantaranya, kekuatan dan kelemahan organisasi dan ancaman yang mungkin jadi masalah nantinya. Termasuk juga tujuan dari organisasi, untuk jangka pendek atau jangka panjang dan strategi alternatif yang bisa dipakai untuk merealisasikan visi dan misi.

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan. Menerapkan Strategi Setelah strategi yang dibuat disetujui oleh semua pihak dalam ruang lingkup internal organisasi, maka saatnya penerapan.

Tapi, harus mempertimbangkan kebijakan yang mendukung, sumber daya yang akan digunakan, dan bagaimana motivasi untuk tim. Saat penerapan berlangsung, juga harus diperhatikan strategi alternatif pendukung anggaran yang akan dipakai dalam realisasi serta sistem informasi.

Sehingga, semua bisa diukur dengan cara tepat dan tidak merugikan siapapun di dalam organisasi tersebut. 3. Evaluasi Strategi Evaluasi strategi adalah tahapan melakukan evaluasi dari strategi yang sudah diterapkan apakah sudah bekerja dengan baik. Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan belum, tentu dibutuhkan perubahan strategi yang lebih tepat sasaran. Dalam evaluasi, juga dilakukan pemantauan kinerja keterlibatan faktor eksternal juga internal serta langkah korektif yang sudah dilakukan.

Ini harus dilakukan secara berkala agar strategi yang dipakai selalu tepat dengan kondisi terkini yang dihadapi organisasi.

2. Proses Manajemen Kinerja Pada jenis manajemen kinerja, terdapat lima tahapan penting saat menjalankan proses manajemennya yaitu: a. Merencanakan Pada manajemen kinerja diawali dengan merencanakan kerja apa saja yang akan dilakukan dalam sebuah divisi perusahaan. b. Review Kinerja Dilanjutkan dengan melakukan ulasan terhadap kinerja, dari semua pihak yang terlibat.

Apakah sudah tepat atau perlu perubahan yang signifikan, agar terjadi perubahan kinerja ke arah lebih baik. c. Diskusi kerja Tahapan ini harus dilakukan secara berkala untuk melihat apakah ada hambatan yang dirasakan.

Dilanjutkan dengan menentukan backup yang dibutuhkan agar hambatan bisa diatasi. Tahapan ini melibatkan semua pihak mulai dari personil hingga pimpinan. Agar terlihat dimana masalah yang dirasakan sehingga bisa dicarikan solusi terbaik. d. Evaluasi Bisa dilakukan perorangan oleh tim yang terlibat atau melibatkan jajaran pimpinan, dalam pelaksanaan manajemen kinerja tersebut.

e. Tindakan Dilakukan tindakan yang tepat untuk menyesuaikan kinerja dengan kondisi terkini. Jika dibutuhkan koreksi maka wajib dilakukan selama tidak melenceng dari tujuan dari sebuah kinerja. 3. Proses Manajemen Sumber Daya Manusia Lain lagi dengan proses manajemen di bidang sumber daya manusia, dimana perlu beberapa tahapan penting karena berhubungan dengan pencarian sosok SDM yang tepat.

a. Perencanaan Merencanakan struktur organisasi yang tepat sehingga jumlah personil yang ada di dalamnya proporsional. b Rekrutmen Jika perlu tambahan personil, maka langkah selanjutnya adalah membuka pendaftaran bagi calon karyawan baru sesuai dengan posisi yang dibutuhkan. c. Proses Seleksi Pihak organisasi atau perusahaan mulai melakukan seleksi calon personil baru yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. d. Penerimaan Setelah didapat kandidat yang tepat, maka mereka akan diterima untuk menempati posisi percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan.

Untuk legalitas kerja akan diberikan perjanjian kerja sesuai dengan jenis pekerjaannya. e. Penempatan dan Orientasi Personil baru akan ditempatkan di posisinya, kemudian diberikan masa orientasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. f. Pengembangan Jika butuh pengembangan organisasi, tinggal melakukan pengembangan kemampuan personil. Bisa melalui pelatihan sesuai dengan posisi yang diinginkan dan siapa saja yang boleh mencoba ikut pengembangan tersebut. g. Penilaian Penilaian kinerja SDM bisa dilakukan secara berkala gunanya untuk feedback bagi personil tersebut.

Hal ini bisa dijadikan sebagai ajang memberikan semangat untuk berubah jadi lebih baik, sehingga posisinya tidak sampai digantikan oleh orang lain. Jika ada personil yang tidak lagi dibutuhkan karena berbagai kondisi tertentu, maka organisasi atau perusahaan bisa melakukan pemberhentian. 4. Proses Manajemen Pemasaran Gambar proses manajemen pemasaran.

Proses pemasaran adalah tahap-tahapan yang dilakukan oleh pemasar sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Berikut ini adalah proses-proses manajemen pemasaran : 1. Analisis Peluang / Riset Pasar Yang mengawali dari proses manajemen pemasaran adalah menganalis peluang-peluang yang terdapat di market (pasar).

Kegiatan ini juga bisa disebut sebagai riset pemasaran yaitu kegiatan menganalisis pasar mulai dari peluang, apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan oleh pasar.

Riset pasar tidak hanya dilakukan oleh para pemain baru saja, para pemain lama juga perlu melakukan riset pasar untuk mengetahui apakah konsumen masih membutuhkan produk tersebut, apakah perlu melakukan perbaikan atau ada peluang baru yang bisa diambil untuk mengembangkan perusahaan.

2. Perencanaan Pemasaran Strategik Berdasarkan riset / analisis peluang, perlu dilakukan sebuah perencanaan strategik. Perencanaan yang matang akan menghindarkan perusahaan dari kerugian dan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan. Perencanaan pemasaran strategik bisa dibagi menjadi dua berdasarkan waktunya, yaitu jangka pendek (kurang dari satu tahun) atau perencanaan jangka panjang.

Bagian-bagian dari perencanaan strategik ini antara lain : • Merumuskan tujuan pemasaran • Merumuskan kendala-kendala yang bisa menghambat pencapaian tujuan • Mengembangkan strategi pemasaran agar lebih maksimal • Menetapkan program pemasaran 3. Pengimplementasikan Rencana Pemasara Proses manajemen pemasaran setelah perencanaan adalah pengimplementasian rencana pemasaran.

Dalam tahap ini mencakup dua hal yaitu pengorganisasian dan penerapannya, berikut penjelasannnya : a. Pengorganisasian Pemasaran Pengorganisasian pemasaran penting dilakukan agar dapat menjalankan aktivitas terbaik bagi perusahaan serta menghasilkan output yang optimal.

Dibawah departemen pemasaran biasanya terdapat beberapa staff/divisi yang memiliki tanggung jawab pada : • Periklanan / Advertising : Bertanggung jawab untuk melakukan promosi dan program-program pemasaran melalui periklanan. • Produk : Mengelola program permasaran yang menyangkut produk. • Penjualan : Memegang kendali dalam proses penjualan termasuk pelayanan sampai dengan distribusi.

• Sistem Informasi Pemasaran : Pusat pengumpulan data termasuk data tentang produk, performa penjualan dan riset pasar / analisis pasar. • Brand : Membagnun brand equity perusahaan yang kuat. b. Penerapan Sebuah rencana akan tetap menjadi rencana bila tidak direalisasikan. Rencana dapat diartikan sebaga pedoman kerja, hal-hal apa saya yang bisa dikerjakan dalam jangka waktu tertentu seperti periode bulanan, kuartal, semester sampai 5 tahunan.

4. Pengendalian Pemasaran Pengendalian pemasaran diperlukan untuk mengetahui dan memonitor proses-proses penerapan pemasaran apakah sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Sebagai contoh dalam lini penjualan, seorang manajer penjualan akan melakukan pengendalian terhadap anggaran penjualan (memperhatikan volume penjualan dan pengeluarannya).

Contoh lain misalnya, bagaimana menjaga agar konsumen yang sudah pernah melakukan pembelian menjadi loyal dan melakukan pembelian ulang terhadap perusahaan.

Tahap pengendalian yang dilakukan oleh setiap manajer biasanya memiliki 3 tahap yaitu : • Mengetahui apa yang terjadi. Bersumber dari fakta/data dan membandingkan hasil rill dengan rencana yang ditentukan, sehingga dapat ditemukan ada / tidaknya penyimpangan. • Mengetahui mengapa hal itu terjadi. Untuk mengetahui beberapa alasan tentang dapat dicapainya suatu hasil, tujuannya untuk evaluasi diri. • Menentukan tindakan selanjutnya. Dapat berupa perencanaan kegiatan / strategi yang lebih baik untuk periode selanjutnya.

Pemahaman yang tepat tentang proses manajemen akan memudahkan Anda saat harus berada di dalam proses itu sendiri. Sejatinya, setiap organisasi dari yang terkecil sekalipun membutuhkan proses ini untuk menjaga eksistensi dan mengembangkan kegiatan untuk jangka panjang.

Baca juga artikel terkait “Proses Manajemen” berikut : • Manajemen Persediaan • Manajemen Konflik • Manajemen SDM • Manajemen Organisasi • Manajemen Keuangan • Manajemen Pemasaran • Fungsi Manajemen Persediaan • Pengertian Manajemen Proyek • Manajemen Risiko • Tingkatan Manajemen • Proses Manajemen • Fungsi Manajemen • Bidang-bidang Manajemen • Unsur Manajemen • Konsep Manajemen • Sistem Informasi Manajemen • Fungsi Manajemen Pemasaran • Pengertian Risiko Usaha Sumber : 1.

Proses manajemen pemasaran [ sumber] Posting terkait: • Pengertian CEO: Tugas, Tanggung Jawab dan Kriterianya • Pengertian Manajer: Fungsi, Tingkatan, Tugas dan Keterampilan yang Harus Dimiliki • Pengertian Perusahaan: Tujuan, Jenis dan Bentuk Perusahaan • Manajemen Organisasi: Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Struktur • Pengertian Targeting: Tujuan, Manfaat, Metode dan Faktornya • Fungsi Manajemen Persediaan: Pengertian dan Metodenya Posting pada Bisnis, Manajemen, Materi Ditag Manajemen Sumber : https://www.osbm.nc.gov/budget/budget101 Bagi suatu organisasi nirlaba, anggaran dikategorikan sebagai suatu hal yang krusial.Perencanaan anggaran tidak hanya sistematis, tetapi juga harus teliti mengingat anggaran memfasilitasi keseluruhan program dan aktivitas organisasi.

Idealnya, dalam menyusun suatu perencanaan anggaran, organisasi nirlaba harus memperhatikan beberapa kriteria seperti: • Angggaran sebagai suatu terjemahan dari rencana strategis organisasi, termasuk rencana anggaran tahunan dan rencana anggaran jangka panjang yang sesuai dengan tujuan pendirian dan misi organisasi. • Anggaran disusun secara partisipatif, artinya seluruh komponen dianggap penting dalam memberikan kontribusi dalam berjalannya suatu organisasi nirlaba, termasuk penyusunan anggaran.

Sehingga informasi terkait anggaran menjadi dokumentasi bersama. Misalnya dalam proses penerimaan dan pengeluaran anggaran. • Anggaran dimonitor dan evaluasi secara periodik, karena bisa saja anggaran perlu direvisi sesudahnya dengan tujuan dapat menjadi panduan pelaksanaan kegiatan dengan lebih baik dalam artian anggaran mencerminkan lebih mendekati kondisi nyata. Apakah kamu tahu bahwa anggaran juga mempunyai siklus tersendiri?

Ya, kenyataan dalam suatu organisasi baik bisnis maupun nirlaba sama-sama memiliki suatu siklus yang dikenal dengan istilah Siklus Anggaran ( Budget cycle). Siklus anggaran ini merupakan jangka waktu/masa mulai direncanakannya suatu anggaran hingga saat perhitungan anggaran. Perencanaan ini ditetapkan oleh dewan pendiri/pembina, pimpinan lembaga, disertai dengan adanya dokumentasi lengkap mengenai pencapaian angaraan, sumber daya yang dmiliki, dan hal-hal lain yang dianggap perlu untuk menetapkan besaran maksimum yang diserap oleh organisasi.

Secara skematis struktur siklus anggaran adalah sebagai berikut: Tahapan Penyusunan Anggaran Berdasarkan siklus anggaran ( budget cycle) tersebut, memungkinkan organisasi nirlaba untuk menyusun anggaran dengan memperhatikan tahapan-tahapan berikut: Tahap Persiapan ( Preparation) • Pemberian arahan berdasarkan Rencana Strategis Organisasi Hal ini dapat disampaikan melalui pimpinan organisasi/ dewan pembina organisasi dengan memberikan pandangannya mengenai berbagai peluang serta kemungkinan/arahan stategis terkait kegiatan yang akan dilakukan 2.

Usulan/Masukan dari tingkatan unit kerja/program Arahan dari pimpinan organisasi/dewan pembina akan ditindaklanjuti oleh unit kerja/program melalui pengajuan disain program yang dilengkapi dengan estimasi biaya yang diperlukan.

Selain itu, dibutuhkan juga indikator pencapaian untuk memudahkan proses monitoring dan evaluasi. Dalam mengembangkan anggaran dibutuhkan pula sifat fleksibiltasnya, yang dikenal dengan Anggaran Fleksibel. Anggaran yang menyesuaikan (flexes) untuk perubahan volume aktivitas dengan jumlah rupiah yang dianggarakan. Anggaran ini sangat bermanfaat untuk mengendalikan biaya produksi dan beban operasi.

Fleksibilitas anggaran ini disusun berdasarkan pola perilaku biaya berupa biaya tetap dan biaya variable sehingga dapat membantu dalam membuat perbandingan dengan lebih valid karena besarnya tingkat pengeluaran dan pendapatan dapat teridentifikasi dengan baik dengan analisis yang terperinci terkait bagaimana setiap biaya dipengaruhi oleh perubahan-perubahan kegiatan organisasi.

Anggaran fleksibel memiliki karakteristik sebagai berikut : • Disusun untuk suatu rentangan aktivitas dan bukan untuk satu tingkat aktivitas saja. • Memberikan dasar yang dinamis untuk membuat perbandingan-perbandingan, karena mereka secara otomatis akan memberikan informasi yang menyangkut tingkatan volume yang berbeda-beda.

Dalam penyusunan anggaran yang perlu diperhatikan adalah adanya kegiatan prioritas. Kegiatan ini dikategorikan sebagai kegiatan yang menempati urutan teratas untuk segera dilakukan sebelum melakukan kegiatan lainnya.

Tahap Ratifikasi (Ratification) 3. Kompilasi usulan anggaran Proses selanjutnya adalah pengumpulan/kompilasi seluruh usulan anggaran dan mendiskusikannya bersama. Hal ini penting dilakukan, karena pada tahapan ini usulan dari berbagai pihakunit kerja/program akan digabungkan menjadi rencana anggaran organisasi. Dengan dilakukannya penggabungan ini, sinkronisasi antar program dapat terjalin satu sama lain.

Namun perlu diingat, setiap masukan/usulan yang diberikan dan sinkronisasi program yang diajukan senantiasa harus memperhitungkan kepentingan organisasi dan realitas yang ada dilapangan. Oleh karena itu pengkategorian& skala prioritas usulan anggaran penting dilakukan. Tahap Implementasi (Implementation) 4. Anggaran Penerimaan Tahapan terpenting dalam proses penyusunan anggaran organisasi adalah memprediksi sumber dana untuk membiayai kegiatan yang direncanakan.

Padahal sumber dana dikenal sebagai bagian dari anggaran yang tidak dapat dikontrol oleh organisasi. Oleh karena itu, penting untuk melihat dan menghitung kembali besaran perkiraan dengan menggunakan data historis yang dimiliki karena perkiraan pendapatan akan mempengaruhi secara langsung tingkat kegiatan yang akan dilakukan. Hal ini tidak lepas dari peran bagian keuangan sebagai penyusun dan pengelola anggaran kas organisasi.

Anggaran ini akan menunjukkan rencana dan penggunaan kas dalam satu tahun anggaran. Dalam penganggaran ini terdiri dari rencana aliran kas masuk dan juga rencana aliran kas keluar. Sifat dari aliran kas tersebut baik aliran kas masuk maupun aliran kas keluar maka akan bersifat dengan terus menerus. Dengan membuat anggaran kas yang juga menjadi aktivitas dalam manajemen keuangan tersebut maka organisasi bisa mempersiapkan pengelolaan untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Adanya anggaran kas juga bisa digunakan sebagai dasar kebijakan untuk mendapatkan modal. Yang lebih penting bahwa dalam pembuatan anggaran kas ini maka bisa dijadikan penilaian terhadap realisasi pengeluaran kas yang sebenarnya.

5. Skenario Anggaran Untuk mengantisipiasi sulitnya memprediksi besaran anggaranpenerimaan, dapat dibuat anggaran penerimaan dalam berbagai skenario yang terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Tingkat konservatif berarti, perkiraan sumber dana diprediksi berdasakan pada sumber dana dengan tingkat kepastiannya yang tinggi, yaitu dari sumber dana yang sudah pasti didapatkan.

Tingkatan moderat, artinya anggaran ini mempertimbangkan sumber dana yang relatif lebih rendah tingkat kepastiannya. Dengan demikian, sumber dana suatu organisasi akan lebih besar diperhitungkannya dibandingkan dengan tingkatan konservatif. Sedangkan anggaran dengan tingkat agresif, mempersepsikan sumber dana yang akan diperoleh termasuk dana yang lebih kecil kepastian perolehannya. Dengan demikian, pada tingkatan ini anggaran suatu organisasi memiliki sumber dana lebih dibandingkan konservatif maupun moderate.

Berdasarkan skala prioritas, skenario konservatif menunjukkan bahwa kegiatan yang dimiliki mempunyai priortas utama dengan mementingkan hal-hal esesnsial yang mempengaruhi periode yang bersangkutan. Lain halnya dengan moderate maupun agresif, skenario ini cenderung memiliki kegiatan-kegiatan yang berada pada prioritas yang lebih rendah dalam pengerjaannya dapat dilakukan kemudian disesuaikan dengan ketersediaan sumber dana.

6. Penentuan Biaya Tetap dan Biaya Variabel Setelah menentukan skenario yang digunakan, langkah selanjutnya adalah menentukan besaran biaya yang akan dianggarkan, yaitu identifikasi biaya tetap ( fixed cost) yaitu biaya yang harus dikeluarkan tidak tergantung pada tingkat kegiatan yang dilakukan organisasi atau dengan kata lain ada atau tidak ada kegiatan biaya-biaya tersebut harus dikeluarkan. Misalnya, biaya sewa kantor, gaji pegawai keuangan dan administrasi, gaji pimpinan dan overhead lainnya bersifat tetap dan terus menerus.

Bagaimana caranya? Cara yang mungkin dilakukan adalah dengan menggunakan data historis yang dimiliki dari periode yang lalu dijadikan sebagai dasar perkiraan dikaitkan dengan beban yang dikerjakanjuga mempertimbangkan dengan memperkirakan kenaikan harga yang mungkin akan terjadi. Biaya lain dengan karakter yang berbeda adalah biaya variabel. Biayaini adalah biaya-biaya yang diperkirakan akan timbul sejalan dengan volumekegiatanyang direncanakan oleh organisasi.

Dengan mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variabel, maka bilapendapatan organisasi terbatas, prioritas utama diberikan kepada pemenuhanbiaya tetap. Hal ini dilakukan karena biaya tetap merupakan biaya yang sulit untuk dihindarkan. Bahkan meskipun organisasi tidak memiliki aktivitas programapapun, biaya tetap ini senantiasa muncul. Tahap Pelaporan dan Evaluasi 7. Proyeksi arus kas Berdasarkan tahapan-tahapan di atas, tahapan akhir adalah menyusun anggaran menggunakan komponen anggaran penerimaan yang terdiri dari tiga skenario yang tersedia, pengeluaran per unit kerja/program dengan menggunakan skenario yang sama, menetapkan biaya tetap ( fixed cost) pengelolaan organisasi sebagai minimum pendapatan yang harus diperoleh.

Apabila sudah disepakati bersama, maka bagian keuangan dapat membuat proyeksi arus kas. Proyeksi arus kas ini bertujuan untuk memperhitungkan jadwal kegiatan dari masing-masing program. Proyeksi arus kas ini juga penting untuk melihat adanya kemungkinan organisasi menghadapi periode defisit anggaran akan terjadi. Dikuatirkan hal ini menyebab tidak adanya alternatif pendanaan pendanaan lainnya sehingga pilihan yang akan diambil adalah pengunduran jadwal kegiatan atau bahkan pengurangan kegiatan.

Melihat pentingnya perencanaan angaraan ini, sudah seharusnya organisasi nirlaba memperhatikan arahan, masukan, dan situasi yang ada. Hal ini tidak terlepas dari kontribusi dari berbagai pihak, sehingga nantinya anggaran dapat berjalan sesuai dengan fungsinya. Referensi: • Pahala Nainggolan (2012). Manajemen Keuangan Lembaga Nirlaba. Jakarta: Yayasan Bina IntegrasiEdukasi • Munandar M, (2001). Budgeting, Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta.

• ← Vacancy Director Executive IPPA • PERPANJANGAN PELELANGAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN TEMPAT PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI PASAR TALANG BANJAR, KOTA JAMBI →
A. tentukan berada pada tahap apa produk semen instan ""lima roda"" dalam daur hidup produknya?

jelaskan jawaban saudara! b. strategi pemasaran apakah … yang diterapkan pt. lima roda pada daur hidup semen instan tersebut? jelaskan jawaban saudara! 2. analisislah jumlah pembelian paling optimal dengan metode eoq untuk bahan baku utama tersebut! 4. Isi kandungan yang sesuai penggalan ayat di bawah adalah .

* Gambar Tanpa Teks A. dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu B. dan Aku telah ridh … ai islam sebagai agamamu C. janganlah kamu takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku. D. pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan agamamu. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat! • Jelaskan apa yang dimaksud dengan subjek dan objek penelitian!

• Jelaskan apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel! • Jelaskan manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian! • Jelaskan syarat-syarat menjadi subjek penelitian!

• Bagaimana cara menentukan subjek penelitian? • Jelaskan pada saat seperti apa penelitian menggunakan istilah “subjek dan objek” penelitian! • Lihat soal nomor 3, bandingkan dengan “populasi dan sampel”! • Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan? • Jelaskan manfaat menggunakan sampel dalam penelitian! • Bagaimana syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan?

• Apa yang dimaksud dengan probability sampling dan non probability sampling? • Jelaskan persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling! • Bagaimana penerapan random sampling dalam penelitian?

• Apa yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis ( systematic sampling) dalam penelitian pendidikan! • Lihat soal nomor 12, jelaskan tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systemacic sampling!

• Dalam probability sampling terdapat teknik stratified sampling. Apa yang dimaksud dengan hal tersebut, dan jelaskan pula langkah-langkah dalam penerapannya! • Apa yang dimaksud dengan cluster sampling? Jelaskan langkah-langkah dalam penerapannya! • Jelaskan perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling! • Apa yang dimaksud dengan sampel kuota?

Jelaskan langkah-langkah penerapannya! • Apa yang dimaksud dengan sampel aksidental? Jelaskan dan sertakan dengan contohnya! • Dalam non probability sampling terdapat jenis judgement sampling. Jelaskan dan sertakan langkah penerapannya!

• Apa yang dimaksud dengan purposive sampling? Jelaskan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan cara penerapannya!

• Bagaimaan syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan? • Jelaskan langkah-langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian pendidikan! • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) • 1. Pengertian subjek dan objek penelitian • Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi).

Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian, didalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. • Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian. Sifat keadaan berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bias juga berupa proses. 2. Pengertian populasi dan sampel • Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek yang meliputi (orang, benda, ataupun lembaga/organisasi) dan objek yang meliputi ( sifat keadaan) yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Populasi tidak hanya orang/makhluk hidup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya. Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimilikiobjek atau subjek tersebut. Contohnya : populasi mahasiswa PGSD STKIP PGRI PACITAN. • Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi.

Contohnya, pedagang beras hanya meneliti segenggam beras untuk mengetahui kualitas sekarung beras. 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian Subjek merupakan sesuatu yang akan diteliti baik orang, benda maupun organisasi.

Jadi manfaat mempelajari objek penelitian yaitu peneliti dapat mengetahui apa yang dimaksud subjek penelitian itu, selain itu juga dapat memahami apa saja yang dapat menjadi subjek dalam penelitia serta dapat mengetahui syarat-syarat yang menjadi subjek penelitian. Selain itu dari kita dapat menentukan subjek dalam penelitian maka kita juga dapat menentukan objek penelitian. Jadi manfaat mempelajari subyek penelian itu kita dapat mengetahui subjek yang bagaimana yang berkualitas dalam sebuah penelitian.

Sedangkan manfaat mempelajari objek penelitian yaitu dapat menentukan objek dalam penelitian yang sebelumnya sudah mendapatkan subjek yang lebih dahulu. Kita dapat menentukan obbjek penelitian baik objek kualitatif maupun kuantitatif, jadi kita sangat perlu sekali memahami objek dalam penelitian karena objek merupakan sasaran utama yang dijadikan sebuah penelitian.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian • Jujur dan bias dipercaya, maksudnya apabila kita memilih subyek misalnya orang maka orang tersebet harus yang jujur dan dapat dipercaya karena subjek disini harus memberi informasi yang benar-benar terjadi, dan biasanya orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang berpendidikan. • Memiliki kepatuhan pada peraturanmaksudnya syarat menjadi subjek harus memiliki sikap yang patuh pada peraturan serta bertanggung jawab.

• Suka berbicara bukan orang yang sukar berbicara apalagi pendiam. Maksudnya disini orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang pandai berbicara serta memiliki tata bicara yang baik sopan serta santun karena subjek memberikan informasi melalui komunikasi apabila orang tersebut tidak suka berbicara maka data yang diperoleh juga tidak akan akurat.

• Bukan termasuk anggota saalah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. Apabila kita memilih subjek penelitian jangan orang yang bertikai dalam latar penelitianapabila hal itu terjadi maka subjekpun tidak akan jadi dan laporan juga akan terpengaruh hasilnya.

• Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi maksudnya orang yang akan dikenai subjek harus benar-benar mengerti dan mengetahui tentang peristiwa yang diteliti.

5. Cara mementukan subjek penelitian : • Melalui keterangan orang yang berwewenang maksudnya melalui orang kita dapat menentukan subjek karena kita dapat melihat secara langsung orang yang akan dikenai subjek. Selain itu orang tersebut pasti memiliki ora yang berwawasan tinggi. • Melalui wawancara pendahuluan, disini melalui wawancara atau proses menanya kepada orang maka kita dapat mementukan subjek penelitian, karena menurut saya cara yang paling efektif untuk menentukan subjek yaitu melalui wawancara.

6. Kita dapat menggunanakan istilah subjek dan objek tentunya dalam sebuah penelitian, karena sebuah penelitian tersebut tidak terlepas dengan istilah subjek dan objek. Bayangkan saja apabila dalam sebuah penelitian itu tidak ditemukan istilah subjek dan objek, maka hal tersebut juga akan membuat penelitian tersebut kurang spesifik, karena subjek merupakan sesuatu yang kita akan teliti baik itu orang maupun benda dan didalam subjek tersebut maka juga akan ada subjek karena subjek dan objek itu saling berkaitan.

Subjek yaitu sasaran utama yang akan akan dijadikan sebuah penelitian. Jika tidak ada objek maka peneliian tidak akan berjalan dengan semestinya. 7. Perbandingan antara subjek dan objek penelitian dengan populasi dan sampel. Dari subjek, objek, populasi dansampel dalam penelitian ini saling berkaitan, karena populasi merupakan wilayah yang terdiri dari subjek. Populasi tidak hanya orang/makhluk hidup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya.

Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimiliki objek atau subjek tersebut. Apabila dalam penelitian tidak ada populasi maka kita juga tidak dapat menentukan objek dan subjek penelitian juga. Sedangkan sampel yaitu sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi.

Jadi sampel disini apabila tidak ada populasi juga tidak akan menemukan sampel. Jadi dapat disimpulkan bahwa antara subjek, objek, populasi dan sampel ini sangat berkaitan sekali. Apabila dalam sebuah penelitian tidak ada salah satu maka peelitian tidak akan berjalan. 8. Dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan karena dalam dunia penelitian pendidikan sampel merupakan cara yang paling banyak digunakan untuk memperoleh data, dan sampel dianggap metode ini lebih praktis, biayanya lebih hemat serta memerlukan tenaga dan waktu yang lebih sedikit, misalnyakita akan meneliti tentang bakat minat siswa SD N 1 PACITAN lalu kita menggunakan sampel untuk bahan percobaan atau untuk mengetahui hasil dari penelitian tersebut, misal di SD tersebut terdapat 6 kelas yang berjumlah 180 siswa maka kita tidak mungkin meneliti semua hanya kita meneliti satu atau dua kelas saja, maka satu atau dua kelas tersebu sudah mewakili semua kelas.

9. Manfaat sampel yaitu : • Dapat menghemat biaya, tenaga, fikiran dan waktu penelitimisalnya kita akan meneliti 100 orang yang menggunakan handphone yang bermerk Samsung maka kita tidak perlu meneliti semua hanya sebagian saja misal 25 orang, maka 25 orang tersebut dijadikan sampel dan sudah mewakili 100 orang tersebut, maka kita dapat menghemat tenaga, biaya fikiran dan waktu.

• Kerepotan berkurang dan data cepat diperoleh jika percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dengan penelitian populasi, karena apabila kita menggunakan penelitian populasi jika kita akan meneliti 100 orang maka kita harus mencari tahu satu per satu orang tersebut, maka apabila kita penggunakan populasi data yang akan kita peroleh juga akan lama.

• Dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi. • Tidak merusak populasi (untuk beberapa kasus) 10. Syarat-syarat pengambilan sampel : • Mewakili populasi maksudnya sampel tersebut sudah mewakili populasi misal mencari data 50 orang maka kita tidak mungkin hanya mencari data sekitar 5 orang saja paling tidak 20 atau 25 orang yang mewakili sebanyak 50 orang tersebut. • Menentukan presisi, tingkat kesalahan baku, maksudnya dalam pengambilan pengambila sampel harus menentukan parmasalahan yang bakutidak sembarang dalam menentukan permasalahan dalam penelitian.

• Sederhana, tidak perlu yang rumit-rumit dalam pengambilan sampel. • Mudah dilaksanakan, dalam pengambilan sampel tempat pelaksanaannya diusahakan yang mudah dijangkau serta pemberia data sampel tersebut juga harus mudah dipahami oleh para orang yang akan diberi sampel • Efesien biaya, dalam pengambilan sampel tidak perlu biaya yang banyak-banyak contohnya pemberian data angket ke sebagian orang yang akan dibuat sampel maka biaya yang dikeluarkan juga tidak banyak.

11. Probility sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel atau pengambilan sampel secara random atau acak.

Contohnya : ada pembiayaan pembangunan di Pacitan, sampelnya adalah SD dan SMP yang ada di Pacitan.seluruh SD dan SMP tersebut dilakukan pemilihan secara random tampa pengelompokan terlebih dahulu, dengan demikian peluang SD maupun SMP untuk terpilih sampel yang sama. Non-probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijakan peneliti sendiri, pada rosedur ini masing-masing elemen tidak diketahui apakah kesempatan menjadi elemen-elemen sampel atau tidak.

12. Persamaan dan perbedaan probability sampling dan non probability sampling Persamaan : persamaan yang terdapat pada probability sampling dan nonprobability sampling yaitu sama-sama berguna untuk menentukan sampel walaupun cara penerapannya berbeda. Probability sampling secara acak dan non probability tidak secara acak, akan tetapi hal itu sama-sama bertujuan untuk menentukan sampel penelitian.

Perbedaan : Probability sampling merupakan teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan populasi untuk dipilih menjadi sampel secara random atau acak.

probability sampling ini memiliki jenis-jenis, diataranya yaitu :  simple random sampling  systematic sampling  stratified random sampling  cluster sampling  area sampling  double sampling sedangkan non probability sampling merupakan tekteknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi yang dipilih menjadi sampel.

Jenis-jeis non probability sampling yaitu :  Sampel Kuota  Sampling Aksidental  Judgement Sampling  Purposive Sampling  Sampling Jenuh  Snowball Sampling 13. Penerapan random sampling dalam penelitian : Dalam praktiknya, pengambilan sampel dilakukan dengan pengambilan satu pelaku unit yang ada, biasanya menggunakan table angka random sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh.

Penerapan table angka random tersebut merupakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun dalam random dan tersusun secara acak. Etelah sampel diperoleh maka setiap sampel yang dipilih diamati diukur atau dicatat menggunakan excel. 14. Sistematis sampling adalah sampling yang digunakan apabila peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambilan data secara random, maka cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan.

Cara ini menuntut pada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis, yaitu unsur populasi yang bias dijadikan sampel adalah yang keberapa.

Misalnya, setiap unsur populasi yang keenam, yang bias dijadikan sampel. Soal ‘keberapa’ nya satu unsur populasi bias dijadikan sampel tergantung pada ukuran populasi dan ukuran sampel.

15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampel : • Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi • Membagi anggota populasi menjadi kelompokdengan kelompok harus lebih kecil atau samadengan anggota sampel atau ukuran sampel.

Nilai kelompokharus lebih besar dari keseluruhan anggota atau ukuran sampel akan menjelaskan ukuran sampel yang diinginkan tidak dapat diperoleh (kurang dari ukuran sampel).

Bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui, tidak dapat ditentukan secara akurat dengan demikian harus dilakukan perdugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel. • Menentukan secara acak satu unit sampel. 16. Stratified sampling (sampel strata) adalah cara mengambil sampel dengan memperhatikan strata(tingkatan) didalam populasi.

Dalam stratified data sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkatan-tingkatan tertentu seperti, tingkatan tinggi, rendah, sedang. Langkah-langkah penerapannya : • Menentukan populasi penelitian • Mengidentifikasikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi.

• Mengelompokkan unit anggota yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya, berdasarkan tingkat pendidikan. • Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan • Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapatdilakukan dengan cara random/non random • Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan. 17. Cluser sampling disebut juga area sampling.

Cluser sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame misalnya, penduduk provinsi, kabupaten.Keuntungan penggunaan teknik ini adalah menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada menggunakan teknik simple random sampling. Contohnya peneliti ingin mengetahui tingkat efektivitas percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan belajar mengajar di tingkat SD, percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan penelitian adalah siswa SD seluruh Indonesia.

Karena jumlahnya sangat benyak dan terbagi dalam berbagai provinsi, maka penentu sampelnya perlu dilakukan cluser sampling. Langkah-langkah penerapannya : • Dari semua kelompok anggota populasi hanya dipilih beberapa kelompok sebagai sampel daerah (secara acak ) misal, dibidang pendidikan ada 6 kelas kemudian dari 6 kelas tersebut dipilih secara acak 2 kelas sebagai daerah sampel.

• Dari beberapa kelompok sampel daerah tersebut tetapkan individu mana yang menjadi sampel (secara acak ) misalnya, dibidang pendidikan akan ditenukan siswa kelas eksperimen dan siswa kelas terkontrol. 18. Perbedaan stratified sampling dan cluser sampling Stratified sampling adalah cara pengambilan sampel dengan memperhatikan strata/tingkatan.

Stratified sampling dapat digunakan apabila populasi terbagi atas tingkatan yang sama. Peneliti mengambil sampel dari setiap strata dengan porsi yang sama. Cluser sampling ( sampel wilayah ) sampling yang digunakan apabila ada perbedaan anatara strata satu dengan yang lainnya.

Apabila ada perbedaan wilayah satu dengan yang lainnya, dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.

19. Sampel kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang tingkat kemampuan dan kecerdasan anak pada tingkat sekolah dasar, setiap jumlah sekolah adalah 20 anak, maka sampel kuota yang dapat ditetapkan masing-masing 20 siswa per sekolah.

Langkah-langkah penerapannya : Dengan menetapkan jumlah besar sampel yang diperlukan, kemudian menetapkan jumlah ( jatah yang diinginkan ) maka jatah itulah yang akan dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel yang diperlukan 20. Sampling aksidental adalah teknik penentu sampel berdasarkan factor spontanitas artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik(ciri-cirinya) maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel.

Contohnya : Penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga Negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Judgement sampling adalah cara pengambilan sampel yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan.dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli dan juga teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasitarget yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

Misalnya untuk memperoleh data tentang bagaimana menentkan salah satu proses produksi direncanakan oleh suatu perusahaan, maka manajer produksi meruupakan orang yang terbaik yang bisa emberikan informasi. Dalam judgemmen sampling seseorang yang memnjadi sampel adalah seseorang yang mempunyai banyak informasi. Maka langkah penerapan judgemen sampling yaitu kita mencari seseorang yang sekiranya memiliki pengetahuan serta informasi yang luas atau seorang ahli, yang mampu memberikan informasi yang terkait apa yang kita teliti 22.

Purposive sampling adalah salah satu tekniksapling non random. Sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian. Misalnya, peneliti ingin meneliti masalah daya tahan mesin tertentu, maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Langkah-langkah penerapannya : • Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias.

• Tentukan kriteria-kriteria • Menentukan populasi berdasarkan studi, pendahuluan yang teliti • Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria. 23. Syarat-syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan. • Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.

• Akurasi megacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan • Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan buku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24. Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih dan megambil sampel dalam suatu jaringan atau social hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus menerus semakin besar.

Misalnya, akan dilakukan penelitian tentang pola peredaran narkoba disuatu wilayah. Sampel mula-mula adalah 7 orang narapidana, kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti. Langkah-langkah penerapannya : Pertama kita bermula dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel, kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel jugabegitupun seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin benyak.

Jadi, hal itu akan terus menerus terjadi/berhubungan antara sampel satu dengan sampel yang lainnya sehingga sampel semakin bertambah banyak. • 1. Yang dimaksud dengan subjek dan objek penelitian • Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga ( organisasi ).

Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenal dengan kesimpulan hasil penelitian. Didalam subjek penelitian inilah terdapat subjek peneliti. Subjek dapat disebut dengan sasaran yang diteliti.

• Objek peneliti adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran peneliti. Sifat keadaan berupa sifat kualitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan peneliti, sifat prokontrak, keadaan batin dan bisa juga suasana. 2. Yang dimaksud dengan populasi dan sampel • Populasi Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapka oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan populasi tidak hanya orang atau makhluk hudup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya.

Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik. • Sampel Merupakan sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi.

3. Manfaat mempelajari materi objek dan subjek penelitian. Menurut saya manfaat dari mempelajari subjek dan objek dalam penelitian adalah : • Kita dapat mengetahui dan memahami apa itu dan apa itu objek dalam penelitian.

• Dalam sebuah penelitian kan pasti membutuhkan subjek dan objek, maka dalam memahami atau mempelajari subjek dan objek itu sangat penting dan sangat diperlukan dalam penelitian.

• Dengan memehami subjek dan objek insyaallah kita akan paham dalam proses penelitian. • Berguna dalam proses penelitian. • Dengan menggunakan subjek mendapatkan pandangan penelitian, dan menggunakan subjek kita dapat mendapatkan hasil atau kesimpulan dalam proses penelitian, jadi sangat penting bagi peneliti dalam mempelajari dan memehami tentang materi subjek dan objek tersebut.

4. Syarat-syarat menjadi subjek • Jujur dan bisa dipercaya Maksud dari jujur dan bisa dipercaya adalah dalam penelitian diperlukan kejujuran karena siafat jujur sangat penting dan sangat berguna dalam proses penelitian, dan jadi peneliti yang dapat dipercaya. • Memiliki kepatuhan pada perarutan Menjalankan segala peraturan yang ada di dalam suatu lembaga dan tidak menyimpang dari peraturan yang telah di buat atau disepakati dalam suatu lembaga tersebut. • Suka berbicara bukan orang yang sukar berbicara apalagi pendiam Karena dalam penelitian sangat dibutuhkan interaksi atau komunikasi antara peneliti dan yang di teliti, jadi yang dibutuhkan adalah bagi orang yang dapat berbicara kepada suatu subjek dengan baik yang bertujuan untuk mencari informasi atau memecahkan suatu masalah yang sedang diteliti.

• Bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian Maksudnya bukan salah satu dari seseorang yang terlibat konflik yang sedang terjadi dalam suatu lembaga penelitian, apabila dalam suatu lembaga salah satu anggota terlibat konflik maka akan mencoreng nama baik dari lembaga tersebut.

• Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi Maksudnya jika terjadi sesuatu peristiwa dalam lembaga tersebut dapat mengatasi masalah tersebut dan mencari solusi yang terbaik umtuk memecahkan suatu masalah. 5. Cara menentukan subjek penelitian • Melalui keterangan orang yang berwenang Maksudnya sebelum kita menentukan topic kita harus mendapatkan persetujuan dari orang yang berwenang atau orang yang berwajib dalam lembaga penelitian tersebut.

• Melalui wawancara pendahuluan Maksunya mengadakan wawancara lebih dahulu terhadap orang yang sedang terkait, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dang pengetahuan yang sebenarnya sebelum kita mengambil suatu putusan. 6. Pada saat apa penelitian menggunakan intilah “subjek dan objek” dalam penelitian. Menurut saya penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, karena dalam proses penelitian bila tidak ada subjek dan objek yang di teliti maka kita tidak bisa melakukan sebuah penelitian, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya.

Dan objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian. 7. Soal no 3 (tentang subjek dan objek). Perbandingan antara populasi dan sempel.

Membandingkan subjek-objek dan populasi-sampel. Menurut saya: • Subjek-objek Merupakan suatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga (kelompok) subjek pada dasarnaya akan dikenai kesimpulan penelitian dan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses.

• Populasi-sampel Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpilan, sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil tersebut. Jadi dapat disimpulkan perbandingan antara subjek-objek dan populasi-sampel mereka saling keterkaitan dalam proses penelitian, apabila ada salah satu yang tidak terdapat dalam proses penelitian maka proses penelitian juga tidak dapat berjalan dengan baik.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian Dalam penelitian di butuhkan sampel karena sampel merupakan cara untuk memperoleh data. Dalam penelitian saat ini banyak dilakukan penarikan sampel karena metode ini dianggap lebih praktis, biayanya lebih hemat serta memerlukan waktu dan tenaga yang lebih sedikit disbanding dengan metode sensus.

Karena sampel biasanya digunakan untuk meneliti karakteristik objek penelitian, serta sempel dapat memperoleh data yang mewakili populasi. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian • Kerepotannya berkurang jika dibandingkan dengan penelitian populasi Maksudnya dengan menggunakan sampel seseorang peneliti akan lebih mudah untuk mencari informasi lebih lanjud yang terkait dengan hal yang diteliti. • Lebih efisien luang waktu dan tenaga Maksudnya suatu topic dapat dilaksanakan dengan lebih cepat tanpa mengulur waktu yang lama, dan kita juga dapat mengurangi tenaga tanpa mengurangi hasil isi yang terkandung dalam topic penelitian tersebut.

• Tidak merusak populasi untuk beberapa kasus Maksudnya dalam suatu penelitian tidak menyalahkan, mengurangi, meng ada ada suatu konflik yang terdapat dalam suatu penelitian tersebut, dan tidak mengurangi sedikitpun point-point yang terdapat dalam penelitian. 10. Syarat pengambilan sampel • Mewakili populasi ( representative ) Maksudnya menggantikan dari suatu penelitian yang akan dipecahkan dalam suatu permasalahn yang terkait dengan penurunan atau peningkatan suatu permasalahan dalam penelitian.

• Menentukan presisitingkat kesalahan baku Maksudnya dapat menentukan letak suatu kesalahan yang terdapat pada penelitian tersebut. • Sederhana Maksudnya menggunakan sempel yang mudah ditemui dalam seatu penelitian yang banyak manfaat bagi peneliti utama dan orang-orang disekitarnya.

• Mudah dilaksanakan Maksudnya suatu peneliti dengan cepat dan tanggap untuk menyelesaikan semua point-point yang terkandung dalam penelitian tersebut, Tanpa sedikitpun kesulitan yang dihadapi. • Memberi banyak keterangan Maksudnya semua yang diteliti atau dipecahkan dapat memberikan penjelasan yang tepat dan akurat yang mudah dipahami oleh orang-orang disekitarnya, dan memberikan ketarangan yang benar dan bermanfaat.

• Efisien biaya Maksudnya dapat mengatur pembiayaan dengan tepat dan akurat tanpa merugikan diri sendiri dan lembaga, jadi kita harus bisa mengatur suatu pengeluaran dengan baik dalam tujuan untuk mendapatkan sampel, justru pada hasil akhirnya harus mendapatkan keuntung bagi lembaga penaliti. 11. Yang dimaksud dengan probability sampling dang non probability sampling • Probability sampling merupakan taknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sampel secara random atau acak.

• Non probability sanpling merupakan taknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijakan peneliti sendiri, pada prosedur inimasing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi elemen-elemen sempel atau tidak. 12. Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling  PERSAMAAN Menurut saya persamaan antara probability sampling dan non probability sampling ini sama-sama digunakan dalam proses pengambilan sampel.

 PERBEDAAN Probability sampling merupakan taknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel secara rondom atau acak, sedangkan non probability sampling merupakan taknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

13. Penerapan rondom sampling dalam penelitian Penerapan rondom sampling ini menurut saya dalam pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil satu persatu unit yang ada, biasanya dengan menggunakan table angka random, sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh. Penerapan table angka random tersebut merupakan kumpilan dari bilangan-bilangan yang tersusun dalam random dan tersusun secara acak (maksudnya dapat dibilang tidak urut ). Setelah sampel diperoleh maka setiap sampel yang dipilih diamati di ukur atau dicatat bisa menggunakan excel.

14. Yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis (systematic sampling ) dalam penelitian Sampling sestematis ( systematic sampling ) merupakan sampel yang digunakan didalam traffic survey atau marketing research.

Sistematis sampling juga dapat disebut dengan sampling acak, karena pemilihan pertama menggunakan random start dilakukan secara acak, sampling sistematis juga sebagai quasi sampling atau pseudo sampling. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakansistemacic sampling • Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi • Membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan anggota sampel atau ukuran sampel.

Nilai kelompok lebih besar dari keseluruhan anggota atau ukuran sampel akan menyebabkan ukuran sampel yang digunakan tidak dapat diperoleh ( kurang dari ikuran sampel ). Bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui, tidak dapat ditentukan secara akurat, dengan demikian harus dilakukan pandangan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel. • Menentukan secara acak satu unit sampelpertama dari kelompok pertama yang membentuk, unit sampel kedua, ketiga dan selanjudnya, kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjudnya.

16. Dalam probability sampling terdapat teknik stratified sampling yang dimaksud dengan hal tersebut adalah cara mengambil sampel dengan memperhatikan strata (tingkatan ) didalam populasi.

Dalam stratifiet data sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkatan-tingkatan tertentu seperti : tingkat tinggi, rendahsedang,dan baik.

LANGKAH-LANGKAH  Menentukan populasi penelitian.  Mengidentifikasi segala karakteristik dari unut-unit yang menjadi anggota populasi.  Mengelompokkan unit anggota yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan.

 Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan.  Teknik pengambilan smapeldari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau non random.  Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan ( proposional ) 17. Yang dimaksud dengan cluster sampling dan langkah-langkah dalam penerapannya. Cluster sampling juga dapat disebut dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebut.

Luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame. Keuntungan menggunakan teknis ini: Menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat dari pada menggunakan teknik sample random sampling.

LANGKAH-LANGKAH :  Dari semua anggota kelompok populasi hanya dipilih beberapa kelompok sebagai sampel daerah ( secara acak ). misal : dibidang pendidikan ada lima kelaas, kemudian dari lima kelas tersebut dipilih secara acak dua kelas sebagai daerah sampel.  Dari beberapa kelompok sampel darah tersebut tetapkan individu-individu mana yang menjadi sampel ( secara acak ). Misalnya : pendidikan akan ditetapkan ditentukan siswa kelas eksperimen dan siswa kelas control.

18. Perbedaan antara stratifies sanpling dan cluster sampling. • Stratified sanpling Cara mengambil sampel dengan memperhatikan strata (tingkatan ). Strata sampling dapat digunakan apabila populasi dibagi atas tingkatan yang berbeda. Penelitian mengambil sampel dari setiap strata dengan porsi yang sama. • Cluster sampling Dilakukan apabila ada perbedaan antara starta satu dan yang lainnya.

Apabila ada perbedaan antara strata satu dengan yang lainnya, dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. 19. Yang dimaksud sampel kuota dan langkah-langkah penerapannya. Saya dapat mendefinisikan bahwa sampel kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunnyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang digunakan.

LANGKAH-LANGKAH Dengan menetapkan jumlah besar sampel yang di perlukan, kemudian menetapkan jumlah (jatah yang digunakan ) maka jatah itulah yang akan dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel yang diperlukan. 20. Yang dimaksud dengan sampel aksidental dan contohnya. Teknik aksidental merupakan teknik penentu sampel berdasarkan factor spontanitas artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristuik (ciri-cirinya) maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel.

CONTOH : Peneliti tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga Negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang yang dijumpai. Sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Dalam non probability sampling terdapat jenis judgement sampling, penjelasan dan langkah-langkah penerapannya. Judgement sampling adalah cara pengambilan sampel yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan, dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli, dan juga teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi targed yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

 Langkah penerapannya: Kita harus mencari para ahli untuk menjadi dijadikan sampel sampel yang menggethui pengetahuan dan informasi yang luas, yang mampu memberikan informasi yang terkait dengan apa yang kita teliti, sehingga kita dapat menerapkan judgement sampling dengan baik.

22. Yang dimaksud dengan purposive sampling, dan cara penerapannya. Menurut saya purposive sampling merupakan salah satu teknik sampling non rondom sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan peneliti sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.  LANGKAH PENERAPANNYA  Tentukan apakah tujuan peneliti mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias.

 Tentukan kriteria-kriteria  Menentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang teliti.  Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek peneliti serta memenuhi kriteria. 23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan.

Syarat-syarat sampling jenuh dapat di terapkan pada penelitian pendidikan.  Presisi Pertimbangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel. Sampel yang digunakan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.

 Akurasi Mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan.  Ukuran sempel Pada dasarnya tidak ada aturan buku mengenai pengambilan ukuran sampel selama sampel sudah memenuhi karakteristik dari populasi dalam penelitian yang bersifat psikologi seperti pada penelitian pendidikan.

syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan karena syarat sampling jenuh sudah memenuhi kriteria atau karakteristik dalam pendidikan, jadi syarat sampling jenuh sangat baik digunakan pada penelitian pendidikan. 24. Langkah-langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian. Dari percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang saya dapat bahwa snowball sampling merupakan suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih dan mengambil sampel dari suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus.

Penelitian menyajiakan suatu jaringan melelui gambar seciogram berupa gambar-gambar lingkaran yang berkaitan atau dihubungkandengan garis-garis. Jadi dari pengertian di atas saya dapat membuat langkah-langkah model pembelajan snowball sampling.

LANGKAH-LANGKAH  Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.  Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kumudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.  Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang udah diberikan oleh ketua kelompok.

 Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke sisiwa lain selama kurang lebih 5 menit.  Setelah siswa mendapat satu bola atau satu pertannyaan diberikan kesempatan kepada siswauntuk menjawab pertannyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk pola tersebut secara bergantian.

 Evaluasi  Penutup • 1. a. Subjek penelitian merupakan benda, hal atau orang tempat variabel penelitian melekat. Subjek penelitian adalah pihak pihak yang akan dijadikan sebagai sampel damap penelitian biasanya yang menjadi subjek adalah manusia. Subjek penelitian, berkaitan erat dengan unit analisis, yaitu subjek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti.

b. Objek penelitian merupakan sasaran yang hendak dituju oleh seorang peneliti. Objek penelitian sendiri merupakan inti atau yang paling utama dari permasalahan yang akan diteliti. Jadi objek penelitian sangat penting dalam penelitian suatu hal.

2. a. Populasi adalah kumpulan dari beberapa unsur seperti manusia, benda, dan makhluk hidup lainnya, yang memiliki kualias dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi berhubengan dengan data tetapi bukan berhubungan dengan orangnya. b. Sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti.

Sampel juga dapat disebut sebagai perwakilan dari populasi itu sendiri, yang hasilnya dapat mewakili semua hal yang diamati. Sampel juga merupakan bagian terkecil dari populasi yang akan diteliti, jadi dalam penelitian tidak mungkin apabila semuanya akan diteliti.

3. Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian yaitu kita bisa meneliti suatu hal misalnya orang, benda, dan lain lain, yang hasilnya dapat kita simpulkan hasilnya. Dari situ kita dapat menentukan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Dengan mempelajarinya kita juga dapat pengetahuan yang mendalam mengenai penelitian dan tata caranya sehingga akan memudahkan kita dalam melakukan penelitian di masa yang akan datang.

4. a. Harus mempunyai sifat yang jujur dan bisa dipercaya. b. Harus mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. c. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. d. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu bukan sekedar mengetahui, tetapi juga menghayatinya. 5. a.Menentukan populasi penelitian dan tujuan pengambilan sampel, populasi penelitian merupakan kumpulan obyek penelitian dari mana sampel akan diambil.

b. Menentukan satuan sampel, satuan-satuan obyek penelitian yang diambil sebagai satu satuan sampel. c. Menenrukan frekuensi dan waktu pengambilan sampel, diperlukan hanya bila pengumpulan data dilakukan lebih dari satu kali (berulang). 6. Penggunaan istilah subjek dan objek dalam penelitian merupakan di awal penelitian itu akan dilakukan, seperti saat kita akan melakukan suatu penelitian pasti terlebih dahulu harus menyiapkan subjek dan objek yang akan di gunakan dalam penelitian.

Yang pertama dalam penelitian adalah subjeknya, apabila subjeknya kurang memadai dapat dipastikan bahwa penelitiannya akan gagal. Begitu juga dengan objek atau inti dari permaslahan yang akan diteliti. Penggunaan istilah objek dalam penelitian sangat penting karena onjek di sisi adalah yang akan diteliti oleh peneliti.

7. Perbandingan mempelajari subjek dan objek penelitian dengan mempelajari sampel dan populasi sebenarrnya hampir sama, tetap untuk satu tujuan yaitu untuk penelitian. Dengan mempelajari sampel dan populasi akan mempermudah kita dalam penelitian seperti dalam sampel adalah dengan penggunaan sampel akan menghemat biaya, waktu, dan tenaga dalam pelaksanaanya. Sama saja dengan populasi, manfaatnya mempelajari populasi kita dapat mengetahui dan mempelajari objek apa saja yang akan kita teliti dalam penelitian nanti.

Populasi itu sendiri berhubungan dengan data, tetapi bukan orangnya. 8. Sampel dibutuhkan dalam penelitian pendidikan karena, dengan sampel akan lebih memudahkan seorang peneliti dalam penelitian pendidikan karena tidak akan mungkin seorang peneliti bisa meneliti sesuatu tanpa adanya sampel.

Dengan adanya sampel akan sangat membantu,dan jika tanpa adanya sampel akan menyulitkan peneliti dalam penelitiannya. Pendidikan sangat luas, oleh karena itu hanya di ambil sampelnya saja dan tidak akan mungkin meneliti semuanya.

9. Dengan menggunakan sampel dalam penelitian, akan memudahkan seorang peneliti dalam penelitiannya : a. Dari segi biaya akan menjadi lebih murah. b. Dari segi waktu akan lebih cepat, sehingga hasilnya up to date.

c. Dari segi tenaga akan lebih hemat. d. Variabel yang diteliti dapat lebih banyak dan mendalam, sehingga kedalaman serta ketepatan informasi akan lebih baik. e. Walaupun hanya menggunakan sebagian saja dari subjek atau objek penelitian, tetapi hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. f. Dalam penggunaan biaya juga relatif lebih rendah. 10. Syarat dalam pengambilan sampel dalam penelitian pendidika antara lain, a.

sampel yang diambil harus mampu percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan seluruh populasi yang akan diteliti semaksimal mungkin agar tingkat kesalahan dalam penelitian berkurang, b. sampel yang diambil harus tepat agar dapat memudahkan peneliti dalam penelitiannya, c. sampel yang diambil harus sesedehana mungkin agar mudah dilaksanakan, d.

sampel yang diambil harus memberikan banyak informasi atau keterangan agar menekan biaya seminim mungkin. 11. a. Probability Sampling, merupakan teknik sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

Teknik ini meliputi simpel random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, area (cluster) sampling ( sampling menurut daerah).

b. Non Probability Sampling, merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota polulasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi sampling sistematis, sampling kuata, sampling insidental, sampling purposive, sampling jenuh, snowball sampling.

12. Perbedaan probability sampling dan non probability sampling yaitu, apabila probability sampling itu pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel, sedangkan nonprobability sampling adalah kebalikan dari probability sampling karena tidak memberikan peluang atau kesempatan bagi setiap anggota.

Persamaannya adalah 13. Penerapan random sampling dilakukan dengan mengambil satu persatu unit yang telah ada. Biasanya sampling ini menggunakan tabel angka random, sampai jumlah sampel yang di inginkan diperoleh. Tabel rando ini biasanya terdiri dari bilangan-bilangan yang disusun secara acak. 14. Sampling Sistematis merupakan teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yang didasarkan pada urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

Misalnya anggota populasi yang terdiri dari beberapa orang. Dari percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan anggota tersebut diberi nomor urut dari yang pertama sampai yang terakhir. Pengambilan sampel tidak bisa semuanya, tetapi hanya kelipatan nomor ganjl atau yang genap saja. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan sistematis sampling antara lain, a.

Harus menentukan ukuran sampel terlebih dahulu dari seluruh anggota populasi yang akan diambil. b. Harus membagi anggota populasi menjadi beberapa kelompok dengan menggunakan ketentuan yang telah ada’ c. Menentukan secara acak satu sampel pertama dari kelompok pertama yang sudah dibentuk terlebih dahulu. Begitu juga dengan kelompok yang selebihnya seperti kelompok kedua, ketiga dan yang selanjutnya. 16. Stratified sampling merupakan teknik sampling bertingkat atau berstrata, sampling ini dilakukan apabila populasinya tidak sejenis.

Lngkah langkah penerapannya yaitu, a. Mengambil sebagian kecil dari setiap tingkatan untuk mewakili tingkatan yang bersangkutan. b. Mengelompokkan anggota populasi yang berbeda-beda berdasarkan strata atau tingkatan. c. Pengambilan sampel dari masing masing tingkatan atau strata harus berdasarkan pertimbangan terlebih dahulu. d. Teknik pengambilan sampel dilakukan sengan sistem ramdom atau nonrandom. 17. Cluster sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara pengelompokan, claster sampling juga dapat disebut sebagai area sampling, misalnya dalam suatu kelompok atau daerah tertentu seperti kabupaten atau pprovinsi.

Langkah penerapannya : Mengidentifikasi populasi yang hendak digunakan dalam studi, menentukan besar sampel yang akan digunakan, memperkirakan jumlah rata-rata subjek yang ada pada setiap klaser, memilih jumlah anggota sampel yang diinginkan untuk setiap klaser. 18. Perbedaan cluster sampling dan stratified sampling adalah, apabila cluster sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara pengelompokan sedangkan stratified sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan strata.

Teknik ini cocok digunakan apabila suatu populasi terdiri dari unit yang mempunyai karekteristik yang berbeda-beda. Jadi apabila cluster sampling itu pengambilan sampel dengan cara pengelompokan dan stratified sampling pengambilan sampel berdasarkan strata. 19. Sampel kuota adalah teknik yang digunakan dalam penentuan sampel dari suatu populasi yang mempunyai atau memiliki sifat tertentu sampai jumlah yang diinginkan.

Penerapannya dalam pengumpulan data. Misalnya, peneliti mungkin menetapkan kuota dimana setengah kelompok pengguna merek Y, atau seperempat adalah orang yang mengetahui produk X. 20. Sampling aksidental, merupakan teknik pengambilan yang secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel.

Contohnya penelitian tentang kepuasan pelanggan pada pelayanan Restoran A. Sampel ditentukan berdasarkan ciri-ciri usia di atas 15 tahun dan baru pernah ke Restoran A tersebut, maka siapa saja yang kebetulan bertemu di depan Restoran A dengan peneliti (yang berusia di atas 15 tahun) akan dijadikan sampel. 21. Judgement sampling adalah teknik yang digunakan untuk penarikan sampel, dilakukan berdasarkan karakteristik yang sudah ditetapkan.

Target yang dituju sudah disesuaikan dengan tujuan atau permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian. Dalam penerapannya dengan menggunakan metode judgement sampling, penetapan lokasi yang akan dijadika lokasi penelitian sudah ditetapkan terlebih dahulu atu disengaja.

Contohnya dalam suatu sekolah dilakukan untuk menegtahui kinerja guru yang dilakukan oleh pusat, maka kepala sekolah adalah orang terbaik yang bisa memberikan informasi.

Jadi judgement sampling akan memilih satu orang yang dijadikan sampel, yang mempunyai informasi yang pasti. 22. Purposive sampling adalah teknik untuk pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa pertimbangan terlebih dahulu. Jadi sampel yang diambil adalah seseorang yang mempunyai informasi yang diinginkan. Misalnya melakukan penelitian mengenai kualitas pembelajaran yang ada di suatu SD, maka sampel sumber datanya adalah orang orang yang ahli dalam bidang pendidikan, atau penelitian tentang kondisi ekonomi yang ada di Indonesia, maka datanya atau sumber datanya adalah orang orang yang sudah ahli dalam bidang tersebut.

23. Sampling jenuh, apabila sampling ini dikatakan sebagai sampling jenuh bila seluruh populasi dijadikan sampel, misalnya semua guru di suatu sekolah. Sedangkan sampling bisa dikatakan padat bila jumlah sampel lebih dari setengah populasi, dalam penerapannya adalah penelitian tentang kinerja guru yang ada di suatu sekolah yang jumlah gurunya kurang dari 100 orang maka semua guru akan dijadikan sampel.

24. Penerapan snowball sampling adalah cara pengambilan sampel, yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Di pilih berdasarkan unit analisis dari seorang ahli. Dalam penerapannya, misalnya penelitian tentang budaya mencontek di suatu sekolah dan apabila pelakunya sudah tertangkap maka selanjutnya kita harus melakukan wawancara mengenai apa yang membuat mereka mencontek di saat ulangan atau yang lainnya. • 1. Pengertian subjek dan objek penelitian. Subjek penelitian adalah sesuatu yang menjadi bahan penelitian baik itu orang, benda, ataupun lembaga.

Pada dasarnya subjek disini merupakan bahan acuan berupa data atau informasi yang diteliti untuk diambil kesimpulan dari hasil penelitian. Objek penelitian. Yang dimaksud disini lebih luas atau lebih spesifik dari subjek penelitian. Kenapa begitu ? menurut saya pribadi objek penelitian bisa berupa karakter atau sifat keadaan subjek yang menjadi bahan penelitian. Maksud sifat disini bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian dan bisa juga berwujud proses. ILUSTRASI Saya akan mengambil contoh dan menentukan mana subjek dan mana objek.

Pengukuran tinggi badan siswa kelas 6 SDN Tanjungsari oleh Puskesmas setempat. Yang menjadi subjeknya adalah siswanya. Yang menjadi objeknya adalah tinggi badannya. 2. Pengertian populasi dan sampel Populasi adalah keseluruhan objek atau subjek penelitian, yang akan diteliti oleh peneliti untuk dicari dan dipelajari jika hasil telah muncul atau ada.

Kemudian hasil tersebut akan ditarik kesimpulan. ILUSTRASI Misalnya populasi pedagang bakso di wilayah Pacitan. Sampel. Yang dimaksud disini lebih kecil dari populasi. Kenapa begitu ? menurut saya pribadi sampel merupakan bagian dari sebuah populasi. Sampel harus mewakili dari sebuah populasi. Dalam penelitian jika terdapat populasi yang sangat banyak, kita bisa mengambil sampelnya saja. Itu dilakukan untuk menghemat waktu, biaya, tenaga dll.

Pengambilan sampel juga harus memenuhi prosedur tertentu. Misalnya penelitian bahan kimia berbahaya bakso di 3 kedai yang ada di kota Pacitan. Namanya sebut saja Kedai 1, Kedai 2, Kedai 3.

Nah karena jumlah bakso yang dibuat tidak mungkin sedikit oleh pedagang, kita bisa menyiasati dengan mengambil beberapa butir bakso yang ada dari masing – masing 3 Kedai tersebut. Dan yang paling penting kita tidak boleh salah memberikan data (tandai) sampel bakso dari masing – masing Kedai, jangan sampai tertukar. 3. Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian.

• Memberikan atau membantu peneliti untuk menjadi lebih teliti, cermat, dalam melakukan riset peneitian. • Membantu menyatukan diri peneliti dengan apa yang ia teliti. • Membantu peneliti untuk mencari atau mengumpulkan banyak data dengan waktu yang cukup sedikit.

• Menjadi pembanding antara penelitian sekarang dengan penelitian yang lampau. 4. Syarat menjadi subjek penelitian • Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya. • Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan. • Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam. • Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. • Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

5. Cara menentukan subjek penelitian • Melalui Keterangan Orang yang Berwenang Saya jelaskan lebih rinci lagi. Cara yang pertama ini bisa kita lakukan sebagai peneliti dengan Formal (pemerintah) maupun Informal (pemimpin lingkungan yang kita teliti : ketua RT, ketua RW, kepala Adat dll). Yang paling penting disini, jangan sampai informan mempunyai double job’s (tugas ganda).

ILUSTRASI Misal kita ingin mencari tahu data dari perusahaan X. Informan yang kita cari jangan sampai bekerja sebagai staff perusahaan yang kita teliti dan sebagai informan pembantu peneliti. Karena bisa saja informan tersebut ditugasi juga untuk memata – matai peneliti.

• Melalui Wawancara Pendahuluan Dalam wawancara ini, peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah disinggung di depan. ILUSTRASI Misal : Penelitian tentang sarana dan prasarana di lab computer dengan keefektifan belajar siswa SMP N 1 Pacitan Peneliti harus memilah – milah terlebih dahulu masalah atau problem yang timbul. Variable pertama sarana dan prasarana Variable kedua siswa SMP N 1 Pacitan.

Variable ketiga hubungan antara variable 1 & 2 Kemudian untuk memperoleh data yang valid juga harus dikelompokan dulu Subjek : variable 1 LAB computer & variable 2 siswa SMP N 1 Pacitan. Responden : Kepala lab computer, guru TIK dan siswa SMP N 1 Pacitan. Jika dengan Wawancara Pendahuluan sudah selesai baru kita bisa menarik kesimpulan dari hasil yang ada.

6. Jelaskan pada saat apa penelitian menggunakan isitilah subjek dan objek Subjek dan objek penelitian merupakan 2 hal yang tidak dapat dipisahkan di dalal sebuah penelitian. Dan peneliti dapat menggunakan subjek dan objek penelitian ketika peneliti telah berhasil mendapatkan kesimpulan bahwa penelitiannya dapat dilaksanakan di daerah tertentu. 7. Perbandingan soal no 3 dengan populasi dan sempel Menurut saya antara subjek dan objek dengan populasi dan sempel hampir tidak ada artikel yang membahas perbandingannya.

Karena sulit untuk dipahami jika tidak ada contoh yang kongkrit. ILUSTRASI Penelitian tentang “Kelangsungan hidup macan tutul”. Nah disini saya misalkan terdapat penelitian tentang topic diatas. Dalam penelitian yang berjalan, macan tutul akan diteliti seberapa panjang umur hidup atau kelangsungan hidup sampai ia mati.

Kemudian subjek dan objek tersebut akan saya kaitkan dengan populasi dan sampel. Saya ilustrasikan lebih detail. Akan diadakan penelitian tentang kelangsungan idup macan tutul di wilayah Indonesia. Di Indonesia itu sendiri mempunyai tempat perlindungan macan tutul seperti kebun binatang dll di banyak pulau – pulau di Indonesia.

Karena populasi macan tutul yang banyak di berbagai pulau di Indonesia, akan diambil beberapa sampel macan tutul di sebagian wilayah Indonesia. Itu untuk memudahkan peneliti menghemat waktu,dana,tenaga. Dari ilustrasi diatas dapat disimpulkan • Yang akan menjadi subjek penelitian yaitu Macan tutul • Yang akan menjadi objek peneitian yaitu umur hidup atau kelangsungan hidup macan tutul • Yang akan menjadi populasi yaitu keseluruan macan tutul di wilayah Indonesia • Yang akan menjadi sampel yaitu beberapa macan tutul di wilayah Indonesia Jadi antara subjek, objek, populasi, dan sampel saling terkait satu sama lain.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam Penelitian Pendidikan Karena di dalam dunia pendidikan, akan sangat sulit untuk dilakukan penelitian jika yang di teliti semua variable yang terkait di dalamnya. Selain itu juga akan memakan waktu yang sangat lama dan dana yang tidak cukup sedikit.

Untuk itu peneliti hanya akan mengambil sampel dari apa yang akan di teliti supaya lebih cepat, akurat dan efisien. Dan yang paling penting disini jika populasi nya besar, dengan menggunakan sampel peneliti akan sangat cermat sehingga variable yang diteliti tidak akan terlewat.

9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian • Peneliti akan merasa mudah karena jumlah sample lebih sedikit dari populasi dan sampel itu sendiri akan mewakili populasi yang akan diteliti. • Penelitianakan lebih efektif, efisien. Maksutnya waktu yang digunakan relative cepat. Dan dari segi biaya akan lebih rendah daripada kita meneliti populasi. • Dalam pengumpulan data akan lebih teliti, cermat, dan akurat. Karena ditakutkan jika yang diteliti populasi yang pada umumnya berjumlah banyak, akan terjadi data yang terlewat oleh beberapa factor seperti kelelahan peneliti dan kondisi psikis peneliti yang harus mengumpulkan data sebanyak mungkin dan relative membutuhkan waktu yang lama jika menggunakan populasi untuk diteliti.

10. Syarat – syarat pengambilan sampel • Sampel yang ada harus dan wajib mewakili populasi yang diteliti. • Sampel yang ada harus presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standart eror) yang di tenttukan oleh perbedaan hasil dan hasil yang ada diambil dari sebuah populasi.

• Sampel yang diambil harus sederhana, mudah dalam pelaksanaannya. • Sampel yang diambil harus meminimalkan biaya yang ada dan mendapatkan keterangan data yang banyak. 11. Apa yang dimaksut dengan probability sampling dengan non probability sampling Probability sampling adalah teknik sampling yang dimana setiap unsur anggota dari populasi mempunyai peluang yang sama untuk menjadi sampel peneitian. Dalam artian teknik ini mengambil sampel secara random dari sebuah populasi.

Sehingga semua elemen atau anggota populasi mempunyai peluang yang sama. Non probability sampling adalah teknik sampling yang bertolak belakang dengan probability sampling. Teknik ini memberikan peluang kepada anggota populasi dengan kebijaksanaan peneliti.

Dengan kata lain peluang yang didapat anggota populasi, tidak sama satu dengan yang lainnya. Pada teknik ini masing – masing elemen tidak akan tahu apakah ia akan berkesempatan menjadi sampel atau tidak. 12. Persamaan dan perbedaan dari soal no 11 Perbedaan Probability sampling • Setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel.

• Hasil penelitian dapat dijadikan untuk mengestimasi populasi (melakukan generalisasi) • Besarnya setiap unsur dijadikan sampel • Penelitian belum pernah diketahui atau harus dilakukan pengujian hipotesis yang dibuat.

Non probability sampling • Teknik pengambilan sampel yang tidak akan memberikan peluang yang sama kepada anggota populasi untuk dijadikan sampel. • Hasil penelitian tidak untuk melakukan generalisasi • Penelitian tentang social atau berhubungan dengan manusia Persamaan • Persamaan yang paling menonjol dari 2 teknik ini yaitu sama – sama digunakan untuk pengambilan teknik sampel dari populasi yang ada atau di teliti.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian Menurut beberapa artikel yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa penerapan dari random sampling dengan melakukan pengambilan acak dari 1 variabel yang ada (biasanya banyak kita jumpai dengan bentuk table angka random) sampai jumlah sampel yang di inginkan si peneliti sudah cukup mewakili populasi. ILUSTRASI Peneliti akan melakukan penelitian dari 40 SMP di wilayah ibukota.

Peneliti hanya akan mengambil 10 sampel dari keseluruhan SMP tersebut secara acak. Saya akan mengolah data dengan menggunakan Microsoft exel • Tuliskan dari kolom A1 di beri nama SMP 1, A2 (SMP2), A3 (SMP3) dan seterusnya sampai A40. • Letakan Cursor di Cell B1 dan isikan rumus =RAND(). Copy pastekan rumus tersebut sampai ke B40 • Letakan Cursor di Cell Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dan isikan rumus =INDEX($A$1:$A$40,RANK(B1,$B$1:$B$40)).

Karena yang mau diteliti hanya 10 sekolah, kita copy pastekan rumus tersebut dari C1 sampai C10. • Dari apa yang sudah diolah akan muncul 10 sekolah yang akan diteliti peneliti secara random yaitu SMP3,9,20,18,6,19,14,21,17,10 Jadi disini dapat ditarik kesimpulan dalam penerapan random sampling, • Peneliti harus mengumpulkan data terlebih dahulu dari sebuah populasi. • Peneliti menentukan berapa sampel yang akan di jadikan penelitian • Kemudian memilah dan mengelompokan seperti langkah – langkah di atas.

• Jika sudah dikelompokan, maka selanjutnya peneliti harus memilih sampel dari populasi yang ada. • Dan yang terakhir dapat ditarik kesimpulan mana saja sampel yang akan diteliti setelah melewati 4 langkah sebelumnya. 14. Apa yang dimaksut dengan teknik sampling sistematis dalam penelitian Sampling sistematis. Merupakan salah satu teknik sampling dari Non probability sampling. Yang bila di jabarkan sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan no yang telah di urutkan.

ILUSTRASI Terdapat populasi yang terdiri dari 200 orang. Dari keseluruhan anggota populasi di beri satu persatu no urut dari 1 sampai 200. Kemudian langsung ke pengambilan sampel. Dapat dilakukan dengan cara memilih no secara genap atau ganjil atau memilih sampel dengan menggunakan angka kelipatan misal 10,20,30,40 sampai angka anggota populasi terakir yaitu 200. 15. Tahapan dari sampling sistematis. • Menentukan populasi untuk dijadikan sampel • Menghintung jumlah keseluruhan populasi yang ada • Menentukan berapa jumlah sampel yang akan di ambil untuk mewakili keseluruhan populasi • Memberikan urutan kepada anggota populasi untuk diberi no secara urut.

• Menentukan bagaimana cara mengambil sampel dari no urut yang sudah diberikan (ddengan cara menghitung angka genap,ganjil,maupun kelipatan) • Pengambilan kesimpulan dari data yang telah diolah di atas. 16. Pengertian Stratified Random Sampling dan langkah penerapannya Stratified Random Sampling merupakan suatu teknik penelitian dalam pengambilan sampel yang digunakan jika populasingnya bersifat heterogen dan bertingkat (berlapis – lapis).

Dalam teknik ini, data sebelumnya harus dikelompokan kedalam tingkatan- tingkatan tertentu. Misal tinggi atau rendah, baik atau buruk.dan sample ini diambil dari setian tingkatan tertentu. Langkah • Menentukan dulu populasi dari subjek peneletian • Mengidentifikasi karakteristik dari keseluruhan anggota populasi • Mengelompokan suatu anggota populasi ke dalam tingkatan yang sama dengan tingkatan anggota kelompok lain.

Misal berdasarkan tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA) • Mengambil sebagian variable (unit) dari setiap tingkat untuk mewakili tingkatan yang bersangkutan • Pengambilan sampel dari masing – masing tingkat (strata) dapat dilakukan dengan cara acak (random) maupun tidak acak (non random) • Pengambilan sampel dari masing – masing tingkat (strata) dilakukan dengan proporsional.

Penerapan ILUSTRASI Kasusnya “pengaruh kebijakan pemerintah tentang sekolah full day terhadap nilai siswa SDN Tanjungsari” maka dengan menggunakan Stratified Random Sampling, dapat dikelompokan kedalam tingkatan mulai dari TIDAK PINTAR, SEDANG, PINTAR, SANGAT PINTAR.

Dan seperti inilah contoh dalam table untuk lebih memudahkan lagi. 17. Pengertian cluster sampling dan langkah penerapannya Cluster sampling merupakan teknik penelitian untuk pengambilan sampel yang penggunaanya dilakukan jika populasi tersebar secara geografis & sangat luas cakupannya sehingga sulit untuk disusun.

Penarikan sampel ini berdasarkan gugus atau cluster. Langkah • Sampel disusun berdasarkan gugus • Menentukan berapa gugus yang akan dijadikan sampel • Pemilihan gugus dengan cara acak • Teliti sampel yang ada dalam gugus sample Penerapan ILUSTRASI Kasus “penelitian tentang penanganan penyakit kuning pada balita di seluruh RS Indonesia”.

Dengan menggunakan teknik cluster, maka akan lebih terasa mudah karena peneliti hanya akan mengambil sampel dari sebagian kasus yang ada pada salah satu RS di Indonesia. Garis merahnya si peneliti hanya akan mengambil sebagian sampel secara random tanpa berusaha mengidentifikasi, menjumahkan seluruh data yang ada pada subjek penelitian. 18. Perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling Stratified sampling • Analisis diakukan pada elemen tingkatan (strata) • Pengambilan sample mengacu paca individu • Pengambiln sampel dari tiap strata • Hasil cukup akuran Cluster sampling • Analisis dilakukan pada populasi kelompok • Pengambilan sample mengacu pada keompok • Pengambilan sampel tidak dari tiap cluster, tapi hanya cluster yang dipilih saja • Hasil kurang akurat 19.

Apa yang dimaksud dengan sampel kuota? Jelaskan langkah-langkah penerapannya! Quota sampling merupakan teknik penelitian dalam pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara menetapkan batas cakupan target yang harus dipenuhi dalam pengambilan sampel dari populasi.

Kemudian batas sampel tersebut di pilih peneliti secara sembarang atau kebetulan (bukan random) asalkan dapat memenuhi persyaratan tertentu. Teknik ini tidak dapat menjelaskan secara tegas dari populasi, karena jumlah populasi yang tidak diketahui secara pasti.

Langkah • Menentukan populasi yang akan diambil sampelnya • Menentukan jumlah atau batasan sampel • Mengelompokan sampel yang ada • Pengumpulan data Penerapan ILUSTRASI Kasus “penelitian tentang anak indigo”. Jumlah sampel yang ditentukan yaitu 200 orang. Jika pengupulan data yang ada belu sampai dengan 200 orang, maka penelitian dianggap belum tuntas atau berakhir. Jika pengumpulan data dilakukan secara kelompok yang terdiri dari 4 orang, maka tiap 1 orang harus mencari data 50 orang.

Ataupun 4 orang sekaligus mencari data 200 orang. 20. Pengertian sampel aksidental dan sertakan contohnya Aksidental sampling merupakan teknik penelitian untuk pengambilan sampel dengan menyeleksi orang – orang atau poin yang sudah ada dan cocok. Tknik ini bisa dibilang cukup mudah. Karena cara pengambilan sampel yang hanya ditentukan jika memenuhi ketentuan atau persyaratan secara sembarang (bukan random).

ILUSTRASI Seorang wartawan berkeliling kota pacitan di siang hari. Mencari bahan untuk survey program pemerintah di kota pacitan. Wartawan itu melihat orang di jalan secara tidak disengaja (belum kenal). Dan kebetulan si wartawan merasa orang yang dijumpainnya tersebut cocok dan mampu jika di beri pertanyaan seputar program pemerintah yang ada di pacitan. Misal program KB atau pun bisa fluktuasi harga sembako di pasar.

21. Judgment sampling dan sertakan langkah penerapannya! Judgment sampling ini sendiri bisa disebut juga dengan purposive sampling. Dengan pengertian sampel yang diteliti berdasarkan kewenangan peneliti bahwa sampel itu layak ataupun baik untuk dijadikan penelitian. Umumnya Judgment sampling memilih orang yang di anggap paling baik untuk dijadikan sampel Karen memiliki “Information Rich” atau bisa disebut mempunya informasi yang kaya. ILUSTRASI Kasus “penelitian tentang pemasaran produksi motor X di suatu perusahaan”.

Nah disini yang bisa di jadikan sampel atau yang mempunyai “Information Rich” yaitu manager dalam bidang pemasaran. Sebab bisa dibilang orang terbaik dalam penggalian informasi. 22. Purposive sampling dan sertakan langkah penerapannya!

Purposive sampling merupakan teknik penelitian dalam pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik terhadap populasi, dan disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Teknik ini lebi akurat disbanding dengan teknik non probability lainnya. Dalam proses disini, diambil masing – masing individu dari setiap populasi sesuai kewenangan atau kebijakan si peneliti (Subjektif). Teknik ini biasannya digunakan ketika individu dalam suatu populasi mempunyai sifat yang menarik dan berbeda dengan yang lainnya.

Langkah • Menentukan subjek dan objek penelitian • Pengambilan sampel individu dari populasi yang diteiti. • Menentukan keseluruhan responden • Pengumpulan data dengan kajian pustaka dan kajian lapangan. • Menganalisis data yang sudah ada • Penarikan hasil identifikasi dari analisis data yang sudah ada • Memetakan hasil, bisa dalam wujud diagram.

23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan • Keseluruhan anggota populasi digunakan sebagai sample.

• Jumlah anggota populasi relative kecil (kurang dari 30) orang. 24. Langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian pendidikan • Menentukan contoh sampel populasi yang diinginkan.

• Sampel yang didapat dimintai partisipasinya untuk memilih komunitasnya sebagai sampel lagi. • Dilakukan berulang ulang sampai jumlah sampel yang kita inginkan terpenuhi. • Jawaban 1. Yang dimaksud dengan subjek dan objek penelitian yaitu : – Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti, baik itu berupa benda, orang, ataupun lembaga atau organisasi.

Subjek penelitian tersebut nantinya akan dikenai kesimpulan dari hasil penelitian. Dan di dalam subjek penelitian tersebut terdapat objek penelitian yang akan diteliti atau diamati. – Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, atau orang yang nantinya akan menjadi fokus dan sebagai sasaran penelitian. Dengan kata lain objek penelitian yaitu apa yang akan diteliti dalam suatu kegiatan penelitian.

Objek penelitian tersebut dapat berupa sifat, kualitas, kuantitas, dan dapat berupa proses. 2. Pengertian dari populasi dan sampel.  Populasi sendiri menurut Sugiyono yaitu, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Sementara itu menurut Ismiyanto populasi adalah keseluruhan subjek atau totalitas subjek penelitian yang dapat berupa; orang, benda, atau suatu hal yang di dalamnya dapat diperoleh dan atau dapat memberikan informasi (data) penelitian.

Dari dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi adalah segala sesuatu yang terdiri atas subjek atau objek penelitian secara umum, baik berupa orang, benda, atau yang percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang ditetapkan oleh peneliti sehingga dapat memberikan data ataupun informasi penelitian.

 Sampel sendiri menurut Arikunto: sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sementara itu menurut Sugiyono: sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dari dua pendapat para ahli tersebut dapat diambil kesimpulan yaitu sampel adalah bagian yang dimiliki dari suatu populasi atau bagian kecil dari populasi yang diambil melalui cara atau prosedur tertentu sehingga sampel tersebut dapat mewakili dari keseluruhan populasi.

3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian. a). Membantu agar secepatnya dan tetap seteliti mungkin dalam penelitian, terutama bagi peneliti yang belum mengalami latihan etnografi. b). Agar dalam waktu yang relative singkat banyak informasi yang terkumpul sebagai sampling internal karena informan dimanfaatkan untuk berbicara, bertukar pikiran atau membandingkan suatu kejadian yang ditentukan dari subyek lainnya dapat dilakukan.

Pendapat diatas dikemukakan oleh Lincoln dan Guba serta Bogdan dan Biklen dalam Moleong (2006: 132). Selain itu manfaat yang lainnya yaitu dengan mempelajari subjek dan objek penelitian percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dapat menarik suatu kesimpulan atau hasil dari suatu penelitian. 4. Ada beberapa persyaratan tertentu yang harus dimiliki untuk dapat ditetapkan sebagai suatu subjek penelitian.

Berikut adalah beberapa syarat untuk menjadi informan atau subjek penelitian. 1. Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya. 2. Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan. 3. Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam.

4. Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. 5. Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

Kelima pendapat tersebut dikemukakan oleh seorang ahli yang bernama Moleong, dalam (Moleong, 2006: 132). 5. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan subjek suatu penelitian, Sugiyono (2007: 52) berpendapat bahwa cara menentukan subjek penelitian yaitu dengan jalan peneliti memasuki situs sosial tertentu, melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi sosial tersebut.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa observasi, wawancara, atau keterangan dari pihak yang berwenang dapat digunakan untuk menentukan subjek penelitian, sehingga tidak semua orang bisa dijadikan sebagai subjek penelitian. 6. Menggunakan istilah subjek dan objek penelitian yaitu pada saat peneliti telah menyimpulkan kalau penelitiannya dapat dilaksanakan.

Dalam hal ini peneliti telah menyiapkan subjek penelitian beserta objeknya, subjek berarti sesuatu yang akan dituju untuk diteliti oleh peneliti, dan objek yaitu sifat dari sesuatu subjek yang akan diteliti tersebut. Sehingga subjek dan objek penelitian adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu penelitian. 7. Manfaat mempelajari populasi dan sampel yaitu untuk mengetahui perbedaan antara populasi dan sampel dalam penelitian, percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan memahami pengertian sampel dan populasi dapat memudahkan peneliti dalam proses penelitian, dapat memberikan informasi yang mendalam dalam penelitian.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan, untuk menjawab pertanyaan itu sebaiknya kita ketahui dahulu pengertian dari sampel itu sendiri. Sampel adalah bagian yang dimiliki dari suatu populasi atau bagian kecil dari populasi yang diambil melalui cara atau prosedur tertentu sehingga sampel tersebut dapat mewakili dari keseluruhan populasi.

Dari pengertian sampel tersebut dapat saya tarik kesimpulan, dalam penelitian pendidikan dibutuhkan sampel karena dunia pendidikan itu cakupannya sangat luas, akan menguras banyak waktu, tenaga, dan biaya jika semua anggota populasi diteliti, sehingga kita bisa menggunakan sampel untuk menghemat waktu, biaya, dan juga tenaga. Selain itu juga karena sampel sudah mampu mewakili dari keseluruhan dari suatu populasi tersebut. 9. Adapun beberapa manfaat menggunakan sampel dalam suatu penelitian, diantaranya yaitu: a).

Penggunaan sampel dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga karena jika jumlah populasinya sangat banyak, tidak mungkin peneliti akan meneliti kepada seluruh anggota populasi yang ada. b). Penelitian akan lebih efektif dan efisien, karena hemat waktu dan biaya. c). Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam, karena jumlah yang diteliti sedikit akan memudahkan penelitian daripada harus meneliti seluruh anggota populasi.

10. Syarat pengambilan sampel dalam dunia pendidikan yaitu : a). Presisi (mempertimbangan sesuatu yang mungkin timbul dalam pengambilan data yang diakibatkan dari sampel tersebut). b). Akurasi (ketepatan atau keakuratan dalam memperoleh data atau informasi dari suatu sampel untuk disimpilkan kedalam suatu populasi). c). Proses pengambilan sampel harus sederhana dan mudah untuk dilakukan. e). Sampel harus mewakili dari keseluruhan anggota populasi. 11. Pengertian dari probability sampling dan non probability sampling.

a). Probability sampling adalah suatu cara atau teknik pengambilan sampel dimana semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sebagai sampel. Dengan teknik ini berarti tidak ada kendala yang berarti untuk melakukan penelitian dari seluruh anggota populasi jika terpilih menjadi sampel.

b). Non probability sampling adalah suatu cara atau teknik sampling yang memberikan peluang tidak sama kepada semua anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Dalam teknik ini peneliti memiliki kebijaksanaan tersendiri dalam menentukan sampelnya. 12. Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling. Persamaan: Dari probability sampling dan non probability sampling persamaanya adalah sama-sama teknik yang digunakan untuk mencari sampel. Perbedaan: Probability sampling yaitu teknik atau cara pegambilan sampelnya, semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sebagai sampel.

Lalu pengambilan sampelnya secara random atau acak. Sedangkan non probability sampling yaitu teknik atau cara pengambilan sampel bagi semua anggota populasinya tidak sama, pemilihan subjek sampel didasarkan pada kebijaksanaan peneliti. 13. Berikut ini penerapan random sampling dalam penelitian.

Random sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel melalui sistem acak, sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Penerapannya : diawali dengan pembentukan daftar sampel dari anggota populasi oleh peneliti. Selanjutnya daftar sampel tersebut dipilih secara acak hingga terpenuhi jumlah sampel yang dibutuhkan.

14. Pengertian sampling sistematis. Sampling sistematis adalah suatu cara atau teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval dari seluruh anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Contohnya : jumlah anggota populasi sebanyak 75 orang, dari semua anggota populasi tersebut diberikan nomor urut 1 sampai 75.

Pengambilan sampelnya dapat dilakukan secara urut, dengan pengambilan nomor genap atau ganjil saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu. 15. Tahapan pengambilan sampel menggunakan sampling sistematis. Langkah pertama tentukan dahulu populasi yang akan diteliti. Lalu berikan nomor urut untuk semua anggota populasi. Kemudian ambil sampel dari anggota populasi tersebut, bisa secara urut, atau secara interval. Selanjutnya teliti sampel tersebut.

16. Pengertian teknik stratified sampling beserta langkah penerapannya. Teknik stratified sampling adalah suatu teknik atau cara pengambilan sampel dengan memperhatikan strata (tingkatan) dalam suatu populasi. Contoh langkah penerapannya : – Menentukan dahulu populasi yang akan diteliti.

– Menggelompokan setiap anggota populasi yang mempunyai karakteristik yang sama atau strata, misalnya berdasarkan tingkat pendidikan. – Mengambil sebagian anggota dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan. – Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan pertimbangan (proporsional). 17. Pengertian dari cluster sampling beserta langkah-langkah dalam penerapannya.

Cluster sampling adalah suatu teknik atau cara yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel jika sumber data atau populasinya sangat luas. Contoh : peneliti ingin mengetahui tingkat kehadiran siswa SMP di provinsi Jawa Timur.

Populasinya adalah seluruh siswa SMP diseluruh Jawa Timur, karena jumlah siswanya sangat banyak dan terbagi dalam berbagai kabupaten/kota, maka pengambilan sampelnya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : – Tahap pertama adalah menentukan sampel daerah, misalnya ditentukan secara acak 7 kabupaten/kota yang akan dijadikan daerah sampel.

– Tahap kedua adalah mengambil sampel SMP ditingkat kabupaten/kota yang secara acak, yang selanjutnya disebut sampel kecamatan, kemudian itu terus dilakukan sampai tingkat kelurahan/desa yang akan dijadikan sampel.

Setelah dilakukan penelitian dan digabungkan maka 7 SMP yang djadikan sampel tersebut diharapkan akan mewakili keseluruhan populasi SMP di Jawa Timur. 18. Perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling. Perbedaan : dalam stratified sampling analisisnya dilakukan pada sampel dalam strata (tingkatan), sampel diambil secara acak dari masing-masing strata, tujuan utamanya untuk meningkatkan presisi (mempertimbangan sesuatu yang mungkin timbul dalam pengambilan data yang diakibatkan dari sampel tersebut).

Sedangkan dalam cluster sampling analisisnya dilakukan pada populasi kelompok, tujuan utamanya adalah untuk mengurangi biaya dengan meningkatkan efisiensi sampling. 19. Pengertian dari sampel kuota dan langkah-langkah penerapannya.

Sampel kuota adalah teknik atau cara yang digunakan untuk menentukan sampel dari suatu populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota atau jumlah sampel yang akan diteliti terpenuhi.

Contoh penerapannya : – Peneliti harus menetapkan terlebih dahulu jumlah kuota atau jumlah subjek yang akan diteliti. – Subjek populasi tersebut harus ditetapkan kriterianya untuk menetapkan kriteria sampel. Misalnya dari 10.000 mahasiswa STKIP PGRI Pacitan, peneliti akan melakukan penelitian terhadap 300 mahasiswa yang memiliki IPK di atas 3,75 – 4,00. Maka peneliti harus dapat memenuhi jumlah 300 mahasiswa tersebut dengan ciri-ciri atau kriteria yang telah ditentukan.

Tetapi jika peneliti tidak mampu memenuhi kuota 300 mahasiswa, maka penelitian dianggap belum selesai atau tidak memenuhi syarat penelitian. 20. Pengertian dari sampel aksidental beserta contohnya. Sampel aksidental atau yang sering disebut sebagai convenience sampling adalah suatu teknik atau cara pengambilan sampel yang dilakukan peneliti secara kebetulan, tanpa direncanakan terlebih dahulu.

Peneliti akan menjadikan sampel kepada siapa saja yang ditemuinya, jika orang yang ditemui tersebut dianggap cocok sebagai sumber data. Contohnya : penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilihan bupati Pacitan, sampel ditentukan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan kriteria, warga Pacitan asli dan berusia di atas 17 tahun. Maka ketika peneliti menjumpai orang yang memenuhi kriteria tersebut, akan dijadikan sebagai sampel.

21. Pengertian judgement sampling beserta langkah penerapannya. Judgement sampling adalah suatu teknik atau cara penentuan sampel yang dilakukan dengan kriteria yang telah ditetapkan melalui penilaian peneliti dan dianggap paling baik jika dijadikan sebagai sampel penelitiannya. Contoh penerapannya : (1). Tentukan dahulu apakah tujuan dari penelitian itu mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel.

(2). Tentukan kriteria atau karakteristiknya. (3). Tentukan populasinya. (4). Selanjutnya tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian jika sudah memenuhi kriteria yang diinginkan.

22. Pengertian purposive sampling beserta cara penerapannya. Menurut pendapat dari beberapa para ahli, purposive sampling yaitu : (1). Menurut Arikunto (2006) purposive sampling adalah teknik mengambil sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah, atau strata, melainkan berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu.

(2). Menurut Notoatmojo (2010) purposive sampling adalah pengambilan sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu, seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya. Jadi kesimpulannya purposive sampling adalah suatu teknik atau cara pengambilan sampel yang dilakukan dengan beberapa pertimbangan tertentu dan berfokus pada tujuan tertentu. Cara penerapannya : tentukan dahulu apakah tujuan penelitian mengharuskan adanya kriteria tertentu pada sampel penelitian, lalu tentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan atau survei yang telah diamati, kemudian tentukan jumlah minimal sampel yang menjadi kriteria untuk dijadikan subjek penelitian.

23. Berikut syarat sampling jenuh agar dapat diterapkan pada penelitian pendidikan. Sampling jenuh sendiri adalah suatu teknik atau cara dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian.

Syarat sampling jenuh yaitu, jumlah populasi relatif kecil, berkisar 30 orang atau kurang. Contohnya : penelitian tentang hasil kerja guru sekolah dasar di SD Harapan Nusantara. Karena jumlah guru di sekolah tersebut hanya 15 orang, maka semua guru tersebut dijadikan sebagai sampel penelitian. 24. Langkah-langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian pendidikan.

Snowball sampling adalah suatu teknik atau cara pengambilan sampel diperoleh melalui proses yang bergulir atau rantai hubungan yang menerus seperti halnya bola salju, awalnya sampel dalam jumlah kecil kemudian lama-lama menjadi besar. Contoh langkah penerapannya : penelitian tentang siapa yang membocorkan rahasia soal ujian nasional tingkat SD. Jadi langkah awal mencari tahu siapa dalang yang membocorkan rahasia tersebut, kemudian dalang tersebut dijadikan sampel pertama, lalu peneliti menggali informasi dari sampel pertama tersebut untuk mendapatkan sampel yang kedua dan seterusnya.

• 1. Pengertian subjek dan objek penelitian  Subjek penelitian Subjek penelitian merupakan sesuatu yang diteliti oleh peneliti baik berupa manusia, benda, lembaga atau organisasi yang kemudian akan di kenai kesimpulan dari hasil penelitian.  Objek penelitian Objek penelitian merupakan suatu sifat keadaan dari apa yang di teliti (manusia, benda atau hal lain yang di teliti) atau suatu hal yang menjadi pusat perhatian dari penelitian tersebut.

2. Populasi dan sampel  Menurut (Sugiyono, 2011:80) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi adalah keseluruhan dari apa yang akan di teliti yang kemudian dapat di tarik kesimpulannya.  Sampel adalah sebagian dari populasi yang di teliti, dan di anggap dapat mewakili populasinya. 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian adalah membantu peneliti mengumpulkan informasi dalam waktu yang relatif singkat, dan juga dapat membantu peneliti dalam memahami sifat keadaan dari subjek yang di teliti.

Sifat keadaan tersebut dapat berupa kuantitas dan kualitas yang berupa tingkah laku, kegiatan, pendapat, dan bisa juga proses. 4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian adalah :  Harus bersifat jujur dan dapat di percaya  Subjek tersebut memiliki kepatuhan terhadap suatu peraturan  Subjek tersebut tidak memihak kepada salah satu kelompok yang sedang di teliti atau sifatnya netral. 5. Cara menentukan subjek penelitian Menurut Sugiyono (2007;52) cara menentukan subjek penelitian yaitu dengan jalan peneliti memasuki situs sosial tertentu, melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi sosial tersebut.

Jadi cara menentukan subjek penelitian adalah peniliti terjun langsung ke lapangan penelitian yang kemudian melakukan observasi serta wawancara kepada seseorang yang di anggap mengetahui secara dalam mengenai kasus yang di teliti. 6. Dikatakan subjek pada saat dia menjadi sasaran penelitian oleh peneliti. Sedangkan dikatan objek pada saat dia memiliki sifat percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang menjadi pusat perhatian si peneliti.

Sifat keadaan tersebut dapat berupa kualitas dari subjek, bentuk tingkah laku dll. 7. Manfaat mempelajari populasi dan sampel adalah membantu peneliti memahami perbedaan dari populasi dan sampel, membantu peneliti mengenali karakteristik dari subjek yang di teliti. Serta dengan adanya sampel dapat memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan populasi. 8. Karena jika menggunakan populasi dengan jumlah yang begitu banyak maka peneliti akan kesusahan.

Misalnya seorang peneliti akan meneliti metode yang digunakan mengajar oleh guru di suatu provinsi, tidak mungkin peneliti mendatangi dan mewawancarai seluruh guru di provinsi tersebut. Jadi diambilah sebagian dari guru untuk di teliti dengan syarat guru tersebut dapat mewakili guru-guru lain. Jadi peran sampel sangat penting karena membantu memudahkan peneliti dalam melakukan tugasnya. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian  Memudahkan peneliti, karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan populasi.

 Penelitian lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian yang banyak subjek.  Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, jika subjeknya terlalu banyak dikawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh tidak akurat.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel  Jumlah sampel yang mencukupi  Sampel yang dipilih harus dapat mewakili populasinya, misalnya sampel tersebut harus mampu mencermikan sifat maupun ciri dari populasinya semaksimal mungkin.  Sampel yang di ambil harus bisa memberi banyak keterangan 11. Pengertian probability sampling dan non probability sampling  Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel  Non probability sampling adalah adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel 12.

Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling  Persamaan: sama-sama berupa teknik yang digunakan peneliti dalam pengambilan suatu sampel penelitian.

 Perbedaan: probability sampling memberikan kesempatan yang sama kepada setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel sedangkan non probability sampling tidak memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian terbagi menjadi 3 yaitu random sampling sederhana, random sampling bertingkat dan sampling klauster atau area. Sehingga penerapannya sesuai dengan populasi yang akan di teliti. Teknik sampling sederhana dilakukan apabila populasinya bersifat homogen. Teknik sampling bertingkat dilakukan apabila populasinya bersifat hiterogen atau terdiri atas kelompok-kelompok yang bertingkat serta jumlahnya banyak.

Sedangkan teknik sampling klauster populasinya tidak diketahui secara pasti. 14. Teknik sampling sistematis percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan digunakan dalam traffic survey atau marketing research. Sampling ini dilakukan dengan cara peneliti memberikan batasan berupa n elemen dari setiap populasi akan terpilih sebagai sample, dengan demikian elemen pertama dan setiap kelipatan n, akan terpilih menjadi sample.

Penentuan urutan elemen tetap dilakukan secara acak/random. 15. Tahap pengambilan sampel menggunakan sistematic sampling:  Menentukan ukuran sampel (n) yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi (N).  Membagi anggota populasi menjadi k kelompok dengan ketentuan k harus lebih kecil atau sama dengan N/n. Nilai k lebih besar dari N/n akan menyebabkan ukuran sampel yang diinginkan tidak dapat diperoleh (kurang dari n).

Bila ternyata besarnya populasi (N) tidak diketahui, k tidak dapat ditentukan secara akurat, dengan demikian harus dilakukan pendugaan nilai k yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel sebesar n.  Mnentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk. Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya.

16. Pengertian stratified sampling dan langkah-langkah penerapannya. Menurut Sugiyono (2001, hlm.58) teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan bersrata secara proporsional. Jadi stratified sampling adalah teknik yang digunakan oleh peneliti dalam pengambilan sampel dimana kondisi populasi bersifat hiterogen serta memiliki susunan bertingkat dan berlapis-lapis. Langkah-langkah penerapannya:  Menentukan populasi penelitian  Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit yang menjadi anggota populasi  Mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan.

 Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan.  Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom  Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional) 17. Pengertian cluster sampling dang langkah penerapannya. Cluster sampling adalah suatu teknik yang digunakan oleh peneliti dalam memilih sampel dari kelompok-kelompok unit yang kecil.

Langkah penerapannya:  Tahap prtama: dari semua kelompok populasi, hanya dipilih beberapa kelompok untuk dijadikan sampel (dipilih secara acak).

Misal dibidang pendidikan, ada 5 kelas yang akan diteliti, dari 5 kelas tersebut dipilih 2 kelas untuk dijadikan sampel secara acak.  Tahap kedua: dari beberapa kelompok kelas tersebut ditetapkan individu mana yang akan dijadikan sampel. Misalnya menentukan siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. 18. Perbedaan stratified sampling dan cluster sampling.

Stratified sampling merupakan teknik yang digunakan oleh peneliti dalam mengambil sampel dengan kondisi populasi yang luas serta banyak dan bertingkat sedangkan cluster sampling merupakan teknik dalam pengambilan sampel tetapi kondisi populasinya bersifat kelompok dan kecil.

19. Pengertian sampel kuota dan langkah penerapannya. Sampel kuota adalah teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel dari populasi yang memiliki ciri-ciri terntu sampai kuota yang diinginkan. Adapun langkah penerapannya adalah:  Menentukan populasi yang akan di ambil sampelnya  Menentukan jumlah atau batasan sampel  Mengelompokan yang ada  Mengumpulkan data 20.

Sampling Aksidental adalah teknik pengampilan sampel secara kebetulan, maksudnya adalah siapa saja yang bertemu dengan peneliti lalu oleh peneliti dijadikan sampel dengan syarat orang tersebut dipandang memenuhi syarat sebagai sumber data.

Contoh: penelitian tentang sebuah pendapat dari pemilihan ketua dan wakil ketua BEM di suatu kampus dengan mempergunakan warga kampus sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari warga kampus yang dijumpai sampai jumlah terpenuhi.

21. Judgment sampling dan langkah penerapanya. Judgment sampling adalah sebuah teknik pengambilan sampel dimana sampel yang dipilih berdasarkan penilaian peneliti yaitu peneliti beranggapan bahwa dia adalah yang baik untuk dijadikan sampel penelitian.

Adapun langkah penerapannya adalah:  Menentukan tujuan penelitian  Menentukan kriteria-kriteria  Menentukan populasi berdasarkan studi penelitian yang teliti  Menentukan jumlah sampel yang akan dijadikan penelitian serta memastikan memenuhi kriteria penelitian. 22. Purposive sampling dan cara penerapannya. Purposive sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel yang sering digunakan dalam penelitian. Pengambilan sampelnya dilakukan secara sengaja tidak acak, jadi peneliti sudah menetukan sampel yang akan di ambil.

Langkah-langkah penerapannya adalah:  Menentukan tujuan penelitian  Menentukan kriteria-kriteria  Menentukan populasi berdasarkan studi penelitian yang teliti  Menentukan jumlah sampel yang akan dijadikan penelitian serta memastikan memenuhi kriteria penelitian. 23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan dalam penelitian apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.

Hal tersebut dilakukan apabila jumlah populasi relatif terlalu kecil atau populasi kurang memenuhi kuota. 24. Langkah-langkah penerapan snowball sampling. Snowball sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang diperoleh dari proses bergulir dari satu responden ke responden lainnya. Adapun langkah penerapannya dengan cara mencari contoh sampel dari populasi yang kita inginkan, kemudian dari sampel yang didapat dimintai partisipasinya untuk memilih komunitasnya sebagai sampel lagi sampai jumlah sampel yang di inginkan terpenuhi.

• TUGAS KE-2 POPULASI & SAMPEL 1. Yang dimaksud subjek & objek penelitian adalah: -Subjek penelitian adalah suatu anggota populasi yang terdiri dari orang atau benda yang sifat keadaanya akan diteliti dan melekat dan terkandung dalam penelitian.

-Objek penelitian adalah suatu anggota populasi yang terdiri dari benda, orang keadaan yang menjadi pusat perhatian sasaran penelitian. Sifat keadaan ini bisa berupa kuantitatif atau kualitatif, bisa pula proses dan hasil proses. 2. Yang dimaksud populasi & sampel adalah: -Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

-Sampel merupakan sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, ataupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. 3. Manfaat mempelajari materi subjek & objek penelitian adalah kita dapat mengetahui anggota-anggota dari suatu sampel. Baik yang terdiri dari orang maupun dari benda. Subjek dan objek merupakan patokan utama untuk di jadikan sebagai salah satu komponen penelitian.

Didalam penelitian jika tidak ada subjek dan objeknya ,maka penelitian tidak akan bisa di lakukan. 4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian: 1. Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya.

2. Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan. 3. Orang tersebut memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. 4. Orang tersebut termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian 5. Cara menentukan subjek penelitian : 1. Melalui keterangan orang yang berwewenang, cara ini dilakukan secara formal maupun informal. 2. Melalui wawancara pendahuluan, cara ini peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah di singgung didepan. 6. Subjek & objek di gunakan pada saat akan melakukan penelitian, baik penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.

Subjek dan objek juga digunakan untuk menentukan sapel dan populasi dalam penentuann penelitian. 7. Perbandngan populasi dan sampel adalah: Populasi adalah kelompok objek penelitian yang bisa berupa benda,binatang, manusia, dll.

Populasi bisa juga dikatakan sebagai totalitas dari semua objek yang hendak diteliti. Sedangkan sampel adalah bagian kecil dari populasi yang diambil sebagai objek penelitian karena dianggap bisa mewakili populasi, hasil penelitian dari sampel pada akhirnya digunakan untuk menentukan kesimpulan.jadi dari pengertian di atas dapat disimpuulkan mengenai perbandingannya adalah.

Populasi adalah bagian besar dari sampel dan sama-sama objek penelitian, namun yang menjadii objek penelitian secara langsung adalah sampel. 8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan? Karena kalau didalam penelitian tersebut tidak ada sempelnya maka pnelitian tersebut tidak akan berjalan dengan baik, maka penelitin itu harus ada sampel dan populasinya. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian pendidikan adalah: 1.

Memudahkan peneliti karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan populasi, selain itu bila populasinya terlalu besar di kawatirkan akan terlewati. 2. Penelitian lebih efektif dan efisien, dan waktu yang di gunakan lebih singkat. 3. Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, artinya jika subjeknya banyak akan dikwatirkan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang diperoleh menjadi tidak akurat. 10. Syarat-syarat mengambil sampel dala penelitian pendidikan adalah: 1.

Sampel harus mewakili populasi yang mencerminkkan sifat atau ciri dari populasi semaksimal mungkin. 2. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan,kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari populasi.

3. Pengambilan sampel harus sederhana dan mudah dilaksanakan. 4. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya seminimal mungkin. 11. Yang dimaksud probability sampling dan non probability sampling adalah: -Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. -Non probability sampling adalah teknik yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

12. Persamaan & perbedaan probability sampling dan non probability sampling -Persamaan: Kedua teknik smpling tersebut menggunakan sampel dan populasi serta menggunakan subjek dan objek untuk melakukan penelitian. -Perbedaan : Probability sampling =Setiap anggota populasi mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel hasil penelitian dijadikan ukuran untuk mengestimasi populasi.

Teknik probability sampling meliputi sampling acak sederhana, sampling sistematis,sampling acak stratifikasi,sampling acak percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan berstrata dan sampling klaster. Sedangkan non probability =Setiap anggota populasi tidak mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel hasil penelitian tidak untuk melakukan generalisasi. Teknik sampling ini meliputi ;sampling kouta, sampling aksidental, judgement sampling, purposive sampling, sampling jenuh dan snowball sampling.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian adalah: 1.Disusun dengan “sampling frame. 2. Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil. 3. Tentukan alat pemilihan sampel.4. Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi 14.

Yang dimaksud teknik sampling sistematis dalam penelitian adalah: suatu teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. 15. Tahapan pengambilan sampel dengan sistematic sampling adalah: 1.Setiap elemen populasi dipilih dengan suatu jarak interval (tiap ke n elemen).2.

dimulai secara random dan selanjutnya dipilih sampelnya pada setiap jarak interval tertentu. 3. Jarak interval misalnya ditentukan angka pembagi 5,6 atau dan dapat menggunakan dasar urutan abjad. 4.Syarat yang perlu diperhatikan oleh peneliti adalah adanya daftar semua anggota populas. 5. Sampling ini bisa dilakukan dengan cepat dan menghemat biaya, tapi bisa menimbulkan bias 16.

Yang dimaksud stratified sampling adalah suatu teknik sampling dimana populasi kita bagi ke dalam sub populasi atau strata,peneliti dapat mengambil cara ini didalam setiap stratum dipilih sampel melelui proses simple random sampling.

langkah-langkah penerapannya: 1. Menentukan objek yang akan diteliti. 2. Menguji dugaan darii sempel dari tingkat paling atas, kemudian menuju sampel menengah dan ke sampel bawah. 3. Strata sampel dipilih dengan teknik simple random sampling. 17. Yang dimaksud cluster sampling adalah Teknik sampling daerah dipakai untuk menentukan sampel jika objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, seperti misalnya penduduk dari suatu negara, provinsi atau dari suatu kabupaten, dan langkah-langkahnya 1.

Gunakan objek yang akan diteliti yang sangat luas. 2. Gunakan populasi dalam bentuk gugus atau kelompok-kelompok tertentu. 3. Anggota gugus/kelompok tidak homogen 18. Perbedaan antara stratified sampling dan cluster sampling -Stratified sampling digunakan untuk mengurangi pengaruh faktor heterogen dan melakukan pembagian elemen-elemen populasi ke dalam strata.

Selanjutnya dari masing-masing strata dipilih sampelnya secara random sesuai proporsinya. Sampling ini banyak digunakan untuk mempelajari karakteristik yang berbeda, atau responden dapat dibedakan menurut jenis kelamin; laki-laki dan perempuan, Keamanan populasi yang heterogen tidak akan terwakili, bila menggunakan teknik random.

Karena hasilnya mungkin satu kelompok terlalu banyak yang terpilih menjadi sampel -Cluster sampling digunakan jika objek yang akan diteliti sangat luas.

Populasi biasanya dalam bentuk gugus atau kelompok-kelompok tertentu. Anggota gugus/kelompok mungkin tidak homogen. Pengambilan sampelnya dengan cara membagi wilayah kota ke dalam enam wilayah, kemudian dari masing-masing kecamatan diambil perwakilannya.

Jumlah sampel tiap kecamatan diambil secara proporsional. 19. Yang dimaksud sampel kuota adalah teknik untuk menentukan sampel yang berasal dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan dan langkah nya 20. Yang dimaksud sampel aksidental adalah suatu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dipakai sebagai sampel, jika dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok untuk dijadikan sebagai sumber data.

Contohnya: Seorang peneliti ingin mengetahui minat siswa untuk mengunjungi perpustakaan. Untuk pengambilan sampel, peneliti memberikan angket kepada para pengunjung perpustakaan dan dijadikan sebagai sampel 21.

Yang dimaksud judgement sampling adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristikyang ditetapkan terhadap elemen-elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Langkah judgement sampling adalah: 1. Penentuan lokasi peneliitian secara sengaja.

2. Pengambilan sampel pada populasi yang tidak berdistribusi. 3. Waktu penelitian dilakukan selama dua bulan. 4. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kajian pustaka dan kajian lapangan. 5. Data yang diambil meliputi deskripsi usaha,kegiatan usaha dan profil pengusaha.

6. Menganalisis deskriptif dan gambaran. 7. Mengidentifikasi faktorinternal dan eksternal kemudian mengevaluasi dengan matrik IFE dan EFE.

22. Yang dimaksud porposiv sampling adalah sampling yang dipilih atau ditetapkan berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan penelitia. Mendapatkan semua kasus yang mungkin sesuai dengan kriteria tertentu, dengan menggunakan berbagai macam metode.

Caranya: 1. Memilih sampel didasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai hubungan dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya. 2. Memilih sampel berdasarkan kelompok, wilayah atau sekelompok individu melalui pertimbangan tertentu yang diyakini mewakili semua unit analisis yang ada 23.

Syarat sampling jenuh dapat di terapkan dalam pendidikan adalah: 1. Jumlah populasi kurang dari 30 orang. 2. Semua anggota populasi di jadikan sampel. 3.Peneliti membuat generalisasi dengn kesalahan lebih kecil.

24. Langkah penerapan snow ball sampling dalam penelitian adalah: 1. Peneliti menyajikan suatu jaringan melelui gambar yang berupa gambar lingkaran-lingkaran yang dikaitkan atau dihubungkan dengan garis-garis. 2. Setiap lingkaran mewakili satu respon atau satu kasus. 3. Dan garis-garis menunjukkan suatu hubungaan antar responden atau antar khasus. • 1. Subjek penelitian : sesuatu yang ingin di teliti atau diamati baik berupa orang, benda, ataupun organisasi (lembaga).

Objek penelitian : suatu sifat atau keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat penelitian. 2. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Jadi populasi ini bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Sampel adalah sebagian dari subjek dalam populasi yang diteliti, yang sudah tentu mampu untuk mewakili populasinya. 3. *manfaat mempelajari materi subjek: dapat membantu peneliti agar secepatnya dan tetap seteliti mungkin dalam membenamkan diri dalam konteks setempat, selain itu juga agar dalam waktu yang relatif singkat banyak informasi yang terkumpul sebagai sampling internal yang dimanfaatkan untuk berbicara,bertukar pikiran,dll.

*manfaat mempelajari materi objek:kita mampu mengetahui tentang apa yang akan kita selidiki dalam kegiatan penelitian, mampu menemukan persoalan yang sekiranya perlu kita pahami agar bisa menentukan dan menyusun dengan baik.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian yaitu mereka harus memiliki syarat tertentu untuk layak ditetapkan sebagai informan penelitian yang pertama yaitu orang tersebut harus jujur dan dapat dipercaya, orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan, orangnya suka berbicara,bukan orang pendiam, orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

5. Cara menentukan subjek penelitian : Adapun teknik atau cara yang digunakan untuk menentukan informan dalam penelitian dijelaskan oleh Sugiyono (2007:52), yaitu dengan jalan peneliti memasuki situs social tertentu. Misalnya melalui keterangan orang yang berwenang baik formal maupun informal, kemudian cara yang kedua melalui wawancaradalam wawancara ini peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah disingung didepan.

6. Pada saat kita ingin mengetahui sifat keadaan dari suatu benda,orang atau keadaan yang menjadi pusat perhatian, dan informan penelitian. Jadi antara subjek dan objek ini satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan, karena subjek itu sasaran utama yang akan dijadikan sebuah penelitian, dan jika tidak ada objek maka penelitian tidak bisa berjalan dengan baik.

7. Menurut pendapat saya mempelajari materi subjek objek, populasi dan sampel hampir saja sama, akan tetapi yang membedakan disini adalah kalau sampel anggota populasinya banyak, biasanya yang akan ditanyai tentu tidak semuanya. Nah berdasarkan penjelasaan saya diatas maka dapat saya simpulkan bahwa populasi adalah kumpulan subjek atau objek yang memiliki karakteristik yang dapat diteliti oleh peneliti, dan sampel merupakan himpunan bagian dari populasi sehingga memudahkan peneliti dalam melakukaan penelitian.

8. Dalam pnelitian pendidikan dibutuhkan sampel karena sampel merupakan salah satu unsur dari populasi yang hendak dijadikan suatu objek penelitian. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian yaitu biaya lebih rendah daripada menggunakan populasi, selain itu pastinya juga lebih mudah, dan dengan pemilihan sampel yang seksama, maka hasil penelitian bisa dikontrol oleh peneliti. 10. Syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan adalah sampel harus mewakili populasi yang mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin, sampel harus menentukan tingkat ketepatan, kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh sampel dan populasi, pengambilan sampel harus sederhana dan mudah dilaksanakan.

11. Probbabillity sampling adalah teknik untuk pengambilan sampel yang akan memberikan peluang sama untuk setiap anggota populasi yang bisa dipilih menjadi anggota sampel. Sedangkan Nonprobabillity sampling adalah teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel yang tidak memberi kesempatan atau peluang yang sama untuk setiap anggota populasi yang bisa dipilih menjadi anggota sampel.

12. Persamaan nya: sama-sama digunakan untuk pengambilan sampel. Akan tetapi perbedaannya kalau probability sampling memberikan peluang sama untuk anggota populasi, sedangkan nonprobabbillity sampling tidak memberikan kesempatan atau peluang untuk setiap anggota populasi. 13. Penerapan random sampling dalam penelitian :Dalam prakteknya, pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil satu per satu unit yang ada (biasanya dengan menggunakan tabel angka random) sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh.

Contoh seorang peneliti ingin mengetahui peran guru terhadap hasil belajar siswa disuatu sekolah. Jumlah siswa terdiri dari 16 orang, untuk mengefesienkan waktu dan tenaga, peneliti mengambil 8 siswa sebagai sampel untuk mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan.

Setelah sampel diperoleh maka setiap sampel (siswa) yang terpilih diamati mengenai hasil yang sedang diteliti. 14. Sampling sistematis yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomer urut. 15. Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan, bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui kita dapat menentukan secara akurat, dengan demikian dilakukan pendugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel, kemudian menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Stratified sampling disini peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan-tingkatan atau strata, maka pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random, adanya strata tidak boleh diabaikan dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel.

Adapun langkah-langkah dari stratified sampling sebagai berikut: Menurut Notoatmodjo (2005, hlm. 86) langkah-langkah yang ditempuh dalam pengambilan sampel stratified meliputimenentukan populasi penelitian, mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi, mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan, teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom, pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional).

17. Clusster sampling disebut juga dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame. keuntungan penggunaan teknik ini menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada jika digunakan teknik simple random sampling. Akan tetapi, hasil cluster sampling ini pada umumnya kurang akurat dibandingkan simple random sampling. Adapun langkah-langkah penerapannya yaitu pertama-tama memilih sampel yang berbentuk cluster dari suatu populasi, selanjutnya dari tiap-tiap cluster sampel tersebut, diturunkan sampel yang berbentuk percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan, kemudian tahap selanjutya dari beberapa kelompok sampel daerah, tetapkan individu-individu mana yang menjadi sampel (secara acak).

Misalnya dibidang pendidikan, akan ditentukan mana siswa kelas eksperimen dan siswa kelas control. 18. Perbedaan stratified sampling dan cluster sampling adalah bahwa di cluster sampling diperlakukan sebagai unit sampling sehingga analisis dilakukan pada populasi kelompok, sedangkan dalam stratified sampling analisis dilakukan pada elemen dan strata.

19. Sampel kuota adalah penentuan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sebagai jumlah (jatah) yang dikehendaki atau pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti atau bisa saja secara kebetulan. Jadi penelitian disini tidak dilakukan secara acak, melainkan hanya kebetulan saja, langkah-langkah penerapannya yaitu dengan cara peneliti menggunakan jumlah sampel terbatas, misalnya penelitian pada siswa yang berkelainan khusus, dalam satu kelas terdapat 3 siswa yang mempunyai kelainan khusus, maka populasi tersebut dijadikan sampel secara keseluruhan.

20.

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan

Sampling aksidental ialah teknik penentuan sampel berdasarkan factor spontanitas. Artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti sesuai dengan karakteristik (ciri-cirinya) maka orang tersebut bisa dijadikan sebagai sampel.

Contohnya seorang peneliti ingin mengetahui partisipasi orang tua murid terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, nah disini peneliti bisa mengambil salah satu orang untuk dijadikan sampel misal tetangga, teman, kerabat dan kenalannya yang semuanya termasuk anggota populasi penelitian (dalam hal ini orang tua murid). 21. Judgement sampling dilakukan jika peneliti menentukan subjek dari sampel yang terpilih berdasarkan penilaian atau judgement dari penelitian saja serta berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

kemudian langkah penerapannya kita harus mencari para ahli untuk dijadikan sampel yang memiliki pengetahuan dan informasi yang luas, yang mampu memberikan informasi terkait dengan apa yang telah kita teliti, sehingga kita mampu menerapkan judgement sampling dengan baik dan sesuai prosedur yang ada. 22. Purposive sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang sering digunakan dalam penelitian, nah disini maksudnya peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu.

Kemudian untuk langkah penerapannya sebagai berikut : tentukan apakah tujuan peneliti mewajibkan adanya kriteria tertentu pada saat sampel, tentukan kriteria-kriteria, menentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang diteliti, tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta telah memenuhi kriteria penelitian.

23. Syarat sampling jenuh dapat diterapakan dalam penelitian pendidikan? Pengertian sampel jenuh ini sendiri kan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Untuk dapat diterapakan dalam penelitian pendidikan harus memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: Presisi (pertimbangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang dilakukan oleh sampel),Akurasi ( mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan),Ukuran sampel (pada dasarnya tidak ada aturan buku mengenai pengambilan ukuran sampel selama sampel sudah memenuhi karakteristik dari populasi dalam penelitian yang bersifat psikologi seperti pada penelitian pendidikan).

24. Langkah-langkah penerapan snowball sampling pada penelitian pendidikan? Sebelum kita memulai penerapannya, kita harus mengetahui dulu apa itu snowball sampling? Nah, snowball sampling adalah suatu metode yang bertujuan untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel dalam suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus, snowball sampling ini diperoleh melalui proses bergulir dari satu respond ke responden yang lain.

Langkah penerapannya : Saya mengambil salah satu contoh yang saya ketahui, dalam dunia pendidikan, jaman sekarang banyak sekali para siswa/mahasiswa yang mengkonsumsi narkotika. Jadi untuk langkah penerapan snowball sampling disini pertama-tama peneliti harus menunjuk orang lain yang kira-kira mampu dijadikan sampel, misalnya seorang peneliti ingin mengetahui dampak dari pemakaian Narkotika, jika sudah ditemukan satu orang pengguna maka dari orang tersebut digali informasi siapa saja teman yang sama-sama mengkonsumsi narkotika.Dari temannya yang tadi dicari lagi informasi siapa teman-temannya yang lain.

Begitu seterusnya sampai dirasa cukup untuk memperoleh data yang diperlukan atau sampai data yang diperoleh dipandang sudah cukup untuk menjawab permasalahan penelitian.

• DINI LESTARI/1686206010/PGSD/II/III/A 1. Subjek Penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga organisasi. Subjek penelitian biasanya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian.

Di dalam subjek penelitian inilah terdapat objek peneltian. Objek Penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat sasaran dan perhatian penelitian yang dimana berupa sifat, kuantitas dan kualitas, perilaku, kegiatan, penilaian, pandangan, sikap, keadaan batin, dan bisa berupa proses. 2.

Populasi adalah keseluruhan wilayah generalisasi yang mana terdiri dari subjek atau objek yang memiliki karakteristis dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh penelitiuntuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi juga dapat disebut kelompok besar dari subjek atau objek yang ingin diteliti. Sampel adalah bagian populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Inti dari sampel adalah bagian yang hanya diambil beberapa dari populasi yang bisa mewakili dari keseluruhan populasi yang ada.

3. Manfaat mempelajari materi Subjek penelitian adalah a) Membantu agar secepatnya dan teliti yang nantinya dalam menarik kesimpulan dari subjek yang diteliti, b) Mampu membandingkan suatu kejadia yang ditentukan dari subjek lainnya. Manfaat mempelajari Objek penelitian adalah a) Membantu agar mudah mengetahui bagaimana keadaan dari objek yang diteliti atau yang akan diteliti, b) Membantu agar dapat mengetahui kualitas dan kuantitas dari objek yang diteliti.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian adalah a) Orang yang akan diteliti harus jujur dan bisa dipercaya, b) Orang yang diteliti memiliki kepatuhan pada peraturan, c) Orangnya suka berbicara, bukan orang pendiam, d) Orang diteliti bukan salah satu dari anggora kelompok yang bertikai dengan latar penelitian, e) Orang yang diteliti memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

5. Cara menentukan Subjek penelitian adalah a) Melalui keterangan orang yang berwenang. Cara ini bisa dilakukan dengan formal (pemerintahan) maupun secara informal (pemimpin masyarakat seperti tokoh masyarakat, pemimpin adat, dan sebagainya). b) Melalui wawancara pendahuluan. Dalam wawancara ini, peneliti menilai bersadarkan persyaratan menjadi subjek penelitian. 6. Istilah subjek dan obejk penelitian dapat digunakan ketika adanya sebuah Topik yang akan akan dibahas, misalnya, Pengajaran Guru Kelas yang Keras di SD N 014.

Dari topik, dapat diketahui bahwa objek penelitian “Pengajaran Guru Kelas” dan subjek penelitian “yang Keras”. 7. Dari soal No.3. Perbandingan Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah Objek dan Subjek sangat berkaitan, karena Subjek merupakan sesuatu yang di dalamnya melekat atau terkandung Objek.

Dengan kata lain, Subjek adalah atributnya atau pelengkapnya Objek. Sedangkan Populasi dan sampel juga sangat berkaitan, karena sampel diambil dari anggota populasi yang ada. Dengan kata lain, anggota sampel adalah bagian dari anggota populasi. Perbandingan antara Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah penelitian Subjek dan Objek berupa satu pokok pembahasan (satu lembaga, unit subjek), didalamnya tidak ada campur tangan populasi dan sampel, karena hanya satu unit subjek yang diteliti.

Beda dengan Populasi dan sampel, Sampel diambil dari beberapa anggota populasi yang ditemui atau yang ada. Namun, Objek, Subjek, Populasi, dan Sampel sangatlah berkaitan. Subjek ada karena adanya objek, objek tidak ada bila tidak ada sampel, sampel ada karena adanya populasi, dan populasi ada apabila anggotanya ada lebih dari 30 orang.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan? Karena apabila penelitian menggunakan sampel, maka yang bisa didapat adalah sebagai data yang terdapat dalam populasi.

Jadi, apabila meneliti tentang misalnya “Hasil Pembelajaran Menggunakan Dua Sekaligus yaitu Kurikulum K13 dan KTSP 2006 dalam Sekolah Dasar”, maka peneliti tidak harus meneliti seluruh sekolah yang ada, namun bisa diambil sampelnya dari beberapa sekolah yang masih menggunakan dua kurikulum sekaligus dalam proses pembelajaran.

9. Manfaat Sampel adalah a) Penggunaan sampel dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga. Kadang kala dalam penelitian terdiri dari elemen-elemen yang ragamnya dan banyak jumlahnya, sehingga tidak memungkinkan penelti melaksanakan penelitian kepada seluruh anggota populasi yang ada. Oleh sebab itu dengan menggunakan teknik sampling yang benar akan mempermudah peneltian yang dilakukan.

b) Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam, c) Teknik Sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian. Apabila anggota populasi sangat beragam bisa menyebabkan sebuah penelitian menjadi sulit. Sehingga tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kesalahan dalam menarik kesimpulan.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan adalah a) Sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin; b) Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama; c) Pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan; d) Pengambilan sampel harus dapat menggunakan biaya yang minimal.

11. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama terhadap seluruh anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada seluruh unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. 12. Persamaan probability sampling dan nonprobability sampling adalah kedua teknik sama-sama mengambil sampel dari populasi yang ada.

Perbedaan probability sampling dan nonprobability sampling adalah a) Probability Sampling, pengambilan sampel dilakukan secara acak; pengambilan sampel tidak melibatkan strata sampel yang akan diambil; teknik pengambilannya merupakan objek yang sangat luas.

Teknik yang digunakan pada Probability Sampling adalah Random sampling, Systematic sampling, Stratified sampling, dan Cluster area sampling. b) Nonprobability Sampling, pemilihan/pengambilan sampel didasarkan pada kebijaksanaan peneliti sendiri; pengambilan sampel siapa saja yang ditemui peneliti dan bila dirasa cocok maka akan dijadikan sampel; teknik pengambilannya merupakan sampel objek yang jumlahnya kecil.

Teknik yang digunakan pada Nonprobability Sampling berbeda dengan Probability Sampling yaitu Sampel Kuota, Sampling Aksidental, Judgement Sampling, Purposive Sampling, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling. 13. Penerapan random sampling dalam penelitian adalah a) Dengan cara undian; (1) Semua anggota populasi diberi nomor urut atau kode; (2) Kode tersebut ditulis dalam kertas kecil, digulung, dan dimasukan ke dalam sebuah kotak/tempat; dan (3) Keluarkan satu persatu sebanyak jumlah sampel yang dibutuhkan, b) Dengan menggunakan tabel bilangan random; (1) Semua anggota populasi diberi nomor urut; (2) Tentukan jumlah sampel yang akan diambil, dan (3) Pilih nomor-nomor yang sesuai percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan bilangan yang terdapat dalam daftar bilangan random yang akan digunakan.

14. Teknik Sampling Sistematis (Systematic Sampling) dalam penelitian pendidikan adalah teknik atau strategi dalam pemilihan anggota sampel yang hanya dapat diperbolehkan melalui peluang dan sistem untuk menentukan keanggotaan dalam sampel. Teknik ini juga bisa dikatakan sebagai teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang didasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun identitas tertentu. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling adalah (1) Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, (2) Membagi anggota populasi menjadi kelompok kecil, (3) Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Teknik Stratified Sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memperhatikan strata (tingkatan) yang berbeda-beda di dalam populasi.

Langkah-langkah penerapan dalam stratified sampling adalah data sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkat-tingkatan tertentu, seperti tingkatan tinggi, rendah, sedang/baik, jenjang pendidikan kemudian sampel diambil dari tiap tingkatan tersebut dengan porsi pengambilan sampel yang sama rata.

17. Cluster Sampling atau Sampel Wilayah adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan karena adanya perbedaan antara strata satu dengan strata yang lainnya, sehingga melakukan sampel wilayah jika ada perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Jadi, bisa diartinya bahwa sampel wilayah adalah teknik pengambilan yang dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. Langkah-langkah penerapannya adalah (1) Membuat kerangka sampel berdasarkan berdasarkan gugus/kelompok; (2) Menentukan jumlah sampel sesuai gugus/kelompok; (3) Menentukan alat (Tabel angka random, undian, kalkulator, komputer) yang digunakan untuk menarik sampel; (4) Memilih sampel masing-masing gugus/kelompok sampai dengan jumlah sampel per gugus/kelompok terpenuhi.

18. Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling adalah a) Startified Sampling, (1) Proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok relatif sebelum sampling; (2) Setiap elemen dalam populasi/kelompok harus strata; (3) Meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling. Hal ini dapat menghasilkan rata-rata tertimbang yang memiliki variabilitas kurang artimetik mean dari sampel acak sederhana dari populasi; b) Cluster Sampling, (1) Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau cluster dan sampel kelompok dipilih; (2) Elemen dalam kelompok-kelompok atau suatu sub-sampel dapat dipilih dalam masing-masing kelompok; (3) Memungkinkan ukuran sampel meningkat.

Dengan asumsi ukuran sampel percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan, teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan di antara mereka. 19. Sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Langkah-langkah penerapan adalah a) Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang dikehendaki; b) Melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti sebelum melakukan sampling.

20. Sampel Aksidental adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan sata.

Contohnya, Penelitian tentang kenyaman adanya jembatan baru. Peneliti bertemu dengan siapa saja yang lewat jembatan tersebut dan apabila cocok maka orang yang lewat jembatan bisa dijadikan sumber data. 21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan dimana sampelnya dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakeristik atau kriteria yang dikehendaki dalam pengambilan sampel.

Langkah penerapannya adalah 1) Menentukan populasi yang akan diambil sampelnya. Apabila peneliti dapat menemukan populasi yang tepat untuk diambil sampel maka akan mudah dalam melakukan penelitian; 2) Penerapan besarnya ukuran sampel dapat diketahui apabila diketahui batas atas kesalahan pendugaan dan atas dasar informasi keragaman dari anggota penyusun populasi dan tingkat ketelitian yang diinginkan; 3) Penarikan sampel yang berulang-ulang biasanya menghasilkan besaran suatu karakteristik populasi yang berbeda-beda antar satu sampel ke sampel lainnya.

22. Purposive Sampling adalah teknik pengambilan sampel secara sengaja denga persyaratan sampel yang diperlukan. Peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu. Jadi, sampel diambil tidak secara acak, tapi ditentukan sendiri oleh peneliti. Langkah Penerapanya adalah 1) Penentuan karateristik populasi dilakukan dengan cermat; 2) Pengambilan sampel harus berdasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karateristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi; 3) Subjek yang diambil sebagai sampel benatr-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.

23. Syarat Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan Jenuh adalah Jika semua anggota populasi menjadi sampel, jika anggota populasi relatif kecil/sedikit yaitu kurang dari 30 orang.

24. Langkah-langkah penerapan Snowball Sampling adalah a) Mengidentifikasi, memilih, dan mengambil sampel dalam suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus; b) Peneliti menyajikan suatu gambar (lingkaran, diagran, sosiogram) yang dikaitkan atau dihubungkan dengan garis-garis. • 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan subjek dan objek penelitian! Jawab : a. Subjek penelitian adalah sesuatu yang berkaitan dengan orang, benda dan lembaga atau organisasi yang sifat dan keadaannya akan di teliti.

Subjek penelitian itu sendiri sangat melekat kandungan objek penelitian di dalam dirinya. b. Objek penelitian adalah sifat keadaan (attributes) dari suatu benda, orang atau keadaan yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian. Sifat keadaan ini berupa sifat, kuantitas, dan kualitas (benda, orang dan lembaga) dan juga bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra atau simpati-antipati, keadaan batin dan sebagainya.

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel! Jawab : a. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang telah di terapkan oleh peneliti untuk dipelajari guna memperoleh kesimpulan yang berkualitas. Populasi tidak hanya terbatas pada orang, melainkan juga benda-benda alam lainnya, dan juga bukan sekedar dari jumlah objek atau subjek melainkan untuk seluruh karakteristik yang dimiliki.

b. Sampel adalah bagian dari populasi penelitian yang nantinya akan di teliti dan digunakan untuk memperkirakan hasil dari suatu penelitian itu sendiri dari sebagian jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi.

3. Jelaskan manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian! Jawab : a. Manfaat mempelajari materi subjek : • Bagi peneliti yang belum pernah mengalami latihan etnografi, hal ini akan sangat membantunya supaya cepat dan teliti untuk dapat membenamkan diri di dalam konteks setempat.

• Akan banyak informasi-informasi yang akan terkumpul dalam kondisi waktu yang sangat singkat. 4. Jelaskan syarat-syarat menjadi subjek penelitian!

Jawab : a. Harus jujur dan bisa dipercaya.‎ b. Memiliki kepatuhan pada peraturan.‎ c. Suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam.‎ d. Bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai ‎dalam latar penelitian.‎ e. Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. 5. Bagaimana cara menentukan subjek penelitian? Jawab : a. Melalui keterangan orang yang berwenang.‎ Dilakukan dengan formal (pemerintah/instansi) maupun secara informal (pemimpin masyarakat, pemimpin adat).

Jangan sampai memilih informan yang berperan ganda. b. Melalui wawancara pendahuluan Dalam wawancara ini, dinilai berdasarkan persyaratan yang telah disinggung 6. Jelaskan pada saat seperti apa penelitian menggunakan istilah “subjek dan objek” penelitian! Jawab percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan Istilah subjek dan objek dalam penelitian itu akan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan, seperti saat kita akan melakukan suatu penelitian pasti terlebih dahulu harus menyiapkan subjek dan objek yang akan di gunakan dalam penelitian.

Apabila subjeknya kurang memadai dapat dipastikan bahwa penelitiannya akan gagal. Begitu juga dengan objek atau inti dari permaslahan yang akan diteliti. Penggunaan istilah objek dalam penelitian sangat penting karena objek di sisi adalah yang akan diteliti oleh peneliti.

7. Lihat soal nomor 3, bandingkan dengan “populasi dan sampel”! Jawab : Manfaat mempelajari populasi dan sampel itu sangat banyak yaitu untuk mengetahui perbedaan antara populasi dan sampel dalam penelitian, dengan kita dapat memahami pengertian sampel dan populasi dapat memudahkan peneliti dalam proses penelitian, dan akan dapat memberikan informasi yang mendalam dalam penelitian.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan? Jawab : Sampel sangat di butuhkan dalam penelitian pendidikan karena akan digunakan untuk memperoleh data yang akurat dan akan berkaitan dengan populasi yang menjadi sasaran penelitian, akan mampu memberikan informasi yang terkait dengan populasi yang ingin di teliti, dan informasi yang di peroleh akan menjadi bahan baku dalam mengambil sebuah keputusan. 9. Jelaskan manfaat menggunakan sampel dalam penelitian! Jawab : Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian : a.

Akan memudahkan peneliti karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan populasi, selain itu bila populasinya terlalu besar dikhawatirkan akan terlewati.

b. Peneitian akan lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian menggunakan banyak subjekdan biayanya akan lebih ingan. c. Akan lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, yaitu jika subjeknya banyak dikhawatirkan aka nada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang banyak sehingga data yang diperoleh nanti menjadi tidak akurat.

10. Bagaimana syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan? Jawab : a. Sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin.

b. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama.

c. Pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan. d. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal. 11. Apa yang dimaksud dengan probability sampling dan non probability sampling? Jawab : a. Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sempel secara random atau acak.

b. Non Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijaksanaan penaliti sendiri.

Pada prosedur ini, masing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi elamen-elemen sampel atau tidak. 12. Jelaskan persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling!

Jawab : Persamaan : Sama-sama menggunakan teknik sampling yang memberikan peluang bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel Perbedaan : Peluang yang diberikan bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel itu tidak sama 13. Bagaimana penerapan random sampling dalam penelitian? Jawab : Penerapan random sampling dalam penelitian terbagi menjadi 3 yaitu : a.

random sampling sederhana : Teknik sampling sederhana dilakukan apabila populasinya bersifat homogen. b. random sampling bertingkat : Teknik sampling bertingkat dilakukan apabila populasinya bersifat hiterogen atau terdiri atas kelompok-kelompok yang bertingkat serta jumlahnya banyak. c. sampling klauster atau area : teknik sampling klauster populasinya tidak diketahui secara pasti.

14. Apa yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan! Jawab : Sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. 15. Lihat soal nomor 12, jelaskan tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systemacic sampling! Jawab : Teknik systematic sampling ini memiliki kemiripan prosedur dengan teknik simple random sampling.

Oleh karena itu, systematic sampling juga memerlukan sampling frame, dan proses pemilihan sampel dilaksanakan secara random. Namun, berbeda dengan simple random sampling, random dilakukan hanya untuk memilih sampel pertama.

Sedangkan pemilihan sampel kedua, ketiga dan seterusnya dilakukan secara sistematis berdasarkan interval yang telah ditetapkan. Prosedur systematic sampling : a. Disusun sampling frame b. Menetapkan sampling interval (k) dengan menggunakan rumus N/n; dimana N adalah jumlah elemen dalam populasi dan n adalah jumlah sampel yang diperlukan.

c. Peneliti memilih sampel pertama (s1)secara random dari sampling frame. d. Peneliti memilih sampel kedua (S2), yaitu S1 + k. selanjutnya, peneliti memilih sampel sampai diperoleh jumlah sampel yang dibutuhkan dengan menambah nilai interval (k) pada setiap sampel sebelumnya. 16. Dalam probability sampling terdapat teknik stratified sampling. Apa yang dimaksud dengan hal tersebut, dan jelaskan pula langkah-langkah dalam penerapannya!

Jawab : Stratified Sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel dengan sangat memperhtikan tingkatan di dalam populasi. Langkah-langkah dalam penerapan : a.

Populasi akan di kelompokkan menjadi sub-sub populasi berdasarkan kriteria masing-masing yang dimiliki unsur populasi. Dan masing-masing sub diusahakan homogen. b. Dari masing-masing sub akan di ambil sebagian anggota secara acak dengan proporsional atau disproporsional.

c. Selanjutnya total anggota yang akan diambil ditetapkan sebagai jumlah anggota sampel penelitian. 17. Apa yang dimaksud dengan cluster sampling? Jelaskan langkah-langkah dalam penerapannya! Jawab : Cluster Sampling adalah suatu teknik sampling yang dilakukan secara berkelompok. Pengambilan sampel jenis ini dilakukan berdasar kelompok atau area (bagian) tertentu. Tujuan metode Cluster Random Sampling antara lain untuk meneliti tentang suatu hal pada bagian-bagian yang berbeda di dalam suatu instansi.

Cara pengambilan sampel bila objek yang diteliti atau sumber data sangat luas atau besar, yakni populasinya heterogen, maka caranya adalah berdasarkan daerah dari populasi yang telah ditetapkan.

Cluster dilakukan dengan cara melakukan randomisasi dalam dua tahap yaitu randomisasi untuk cluster atau menentukan sampel daerah kemudian randomisasi/menentukan orang/unit yang ada diwilayahnya/dari populasi cluster yang dipilih. 18. Jelaskan perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling! Jawab : Perbedaan utama antara stratified sampling dengan cluster sampling adalah bahwa didalam stratified sampling, analisis dilakukan pada elemen dalam strata, pengambilan sampel acak berstrata mengambil sampel berdasar tingkatan tertentu.

Sedangkan pada cluster sampling cluster diperlakukan sebagai unit sampling sehingga analisis dilakukan pada populasi kelompok (setidaknya pada tahap pertama). 19. Apa yang dimaksud dengan sampel kuota? Jelaskan langkah-langkah penerapannya! Jawab : Metode pengambilan sampel ini disebut juga Quota Sampling. Tehnik sampling ini mengambil jumlah sampel sebanyak jumlah yang telah ditentukan oleh peneliti. Kelebihan metode ini yaitu praktis karena sampel penelitian sudah diketahui sebelumnya, sedangkan kekurangannya yaitu bias penelitian cukup tinggi jika menggunakan metode ini.

Teknik pengambilan sampel dengan cara ini biasanya digunakan pada penelitian yang memiliki jumlah sampel terbatas. Misalnya, penelitian pada pasien gatal. Dalam suatu area terdapat 10 penderita gatal, maka populasi tersebut dijadikan sampel secara keseluruhaninilah yang disebut sebagai Total Quota Sampling 20. Apa yang dimaksud dengan sampel aksidental? Jelaskan dan sertakan dengan contohnya!

Jawab : Sampel aksidental adalah suatu teknik penentuan sampel berdasarkan factor spontanitas atau kebetulan. Maksudnya yakni, siapa saja yang tidak sengaja bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel dan akan sesuai dengan karakteristik yang akan digunakan, maka orang tersebut akan dijadikan sampel (responden).

Peneliti akan langsung mengumpulkan data yang akan di teliti. Contoh : penelitian tentang pendapat umum tentang pemilu, yakni dengan menggunakan setiap warga Negara yang telah cukup umur (siapa saja yang ditemuinya) sampai jumlah yang diharapkan terrcukupi. 21. Dalam non probability sampling terdapat jenis judgement sampling. Jelaskan dan sertakan langkah penerapannya! Jawab : Judgement sampling adalah sebuah cara yang dilakukan oleh peneliti untuk pengambilan sampel yang pada dasarnya bersedia dipilih berdasarkan tujuan yang telah di inginkan.

Hal ini dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli serta teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasitarget yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan

Langkah penerapan : Untuk menerapkan judgement sampling yang baik dan benar, kita harus mencari para ahli khusus untuk memperoleh sampel yang mempunyai pengetahuan luas dan akan mampu memberikan informasi yang berkaitan dengan yang di teliti. 22. Apa yang dimaksud dengan purposive sampling?

Jelaskan pula cara penerapannya! Jawab : Purposive sampling adalah salah satu teknik sampling non random sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.

LANGKAH PENERAPANNYA a. Menentukan tujuan peneliti dengan adanya kriteria tertentu pada sampel b. Menentukan kriteria-kriteria c. Menentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang diteliti. d. Menentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek peneliti serta memenuhi kriteria yang di inginkan 23. Bagaimaan syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan?

Jawab : Sampling Jenuh atau Definisi Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. 24.

Jelaskan langkah-langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian pendidikan! Jawab : Dalam penentuan sampel, pertama-tama dipilih satu atau dua orang sampel, tetapi karena dengan dua orang sampel ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sampel sebelumnya.

Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. Pada penelitian kualitatif banyak menggunakan sampel Purposive dan Snowball. Contohnya akan meneliti siapa provokasi demo, maka akan cocok menggunakan Purposive Sampling dan Snowball Sampling.

Hal inilah langkah-langkah penerapan snowball sampling. • NOFIYANI WULANDARI/1686206022/PGSD/II/III/A 1. Subjek adalah suatu penelitian yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga, subjek penelitian pada dasarnya di kenai kesimpulan dari hasil penelitian. Sedangkan objek penelitian adalah keadaan suatu benda, orang atau pusat perhatian dan sasaran penelitian. Sifat keadaan maksudnya adalah berupa sifat, kuantitas, dan kualitas yang berupa perilak, kegiatan, pendapat, pandangan, penilaian, sikap, simpati, keadaan batin, dan bias juga berupa proses.

2. Populasi adalah suatu wilayah apabila seseorang ingin meneliti seluruh elemen yang berada di wilayah penelitian, maka penelitiannya adalah penelitian populasi atau studi populasi.

Sedangkan sampel adalah bagian dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut, dalam populasi yang teliti sudah mampu secara representative dan dapat mewakili populasinya, apabila populasi besar dan kemungkinan peneliti mempelajari semua yang berada dalam populasi. 3. Manfaatnya adalah : • Menghemat waktu, tenaga dan biaya karena subyek penelitian sample relative lebih sedikit di banding dengan study populasi.

• Penelitian sample lebih baik karena penelitian populasi terlalu besar maka di khawatirkan ada yang terlewati dan lebih merepotkan. • Terjadi kelelahan dalam pencatatan dan analisisnya. • Dalam penelitian populasi sering bersifat destruktif. • Penelitian populasi tidak lebih baik di laksanakan karena terlalu luas populasinya. 4. Syarat-syarat untuk menjadi subjek penelitian adalah: a.) Harus menguasai atau memahami bukan sekedar mengetahui saja, tetapi juga bisa menghayatinya.

b.) Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang diteliti. c.) Yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil kemasannya sendiri. d.) Mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. e.) Tergolong cukup asing dengan peneliti, sehingga akan lebih memacu semangat untuk dijadikan narasumber.

5. Cara menentukan subjek penelitian dapat menggunakan criterion-based selection, yang didasarkan pada asumsi bahwa subjek tersebut sebagai aktor dalam tema penelitian yang di ajukan. Selain itu dalam penentuan informan, dapat digunakan model snow ball sampling. Metode ini di gunakan untuk memperluas subjek penelitian. Berbeda dengan penelitian kuantitatif pada kegiatan pengumpulan data mutlak dilakukan terlebih dahulu dibandingkan kegiatan analisis data, sedangkan dalam desain kuantitatif, kedua kegiatan ini bisa sejalan, meski dapat dilakukan secara terpisah.

6. Pada saat menetukan penelitian dan itu membutuhkan subjek dan objek karena dalam penelitian subjek sangat di butuhkan untuk meneliti dan di evaluasi hasil akhirnya untuk mendapatkan kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan, sedangkan objek juga sangat dibutuhkan untuk penelitian misalkan kita meneliti seekor hewan atau batu peninggalan pada zaman kuno.

Dalam melmeneliti dari awal dilakukan penelitian batu zaman kuno tersebut kita bisa meneliti sejak kapan batu tersebut di tinggalkan dan kenapa batu tersebut di tinggalkan, kita bisa menanyakan kepada juru kunci atau nenek moyang yang mengetahui sejarah peninggalan batu tersebut dan kita bisa menyimpulkan dari penelitian tersebut. 7. Perbedaan Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sample adalah Subjek dan Objek sangat berkaitan, karena Subjek adalah perlengkapan Objek.

Sedangkan Populasi dan Sample juga saling berkaitan, karena Sample juga merupakan anggota dari Populasi. Perbedaan dari Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sample adalah sama-sama satu pokok pembahasan, tidak ada campur tangan dari Populasi dan Sample. Berbeda dengan Populasi dan Sample, karena Sample diambil dari beberapa anggota Populasi yang ditemukan.

8. Karena sampel adalah bagian/karakteristik dari penelitian yang di miliki populasi oleh karena itu sampel sangat di butuhkan jika melakukan penelitian sampel bisa mewakili populasinya, jika populasi besar kemungkinan peneliti mempelajari semua yang ada dalam populasi tersebut. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian adalah: 1) Memudahkan peneliti untuk meneliti jumlah sampel yang lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan populasi. 2) Penelitian juga dapat dilaksanakanlebih hemat dari segi waktu, biaya dan tenaga.

3) Lebih teliti dan cermat dalam mengumpulkan data. 4) Peneliti lebih efektif, jika penelitian bersifat destruktif yang menggunakan spesemen akan hemat dan dapat dijangkau tanpa merusak bahan yang ada dan dapat menjaring populasi yang jumlahnya banyak. 10. Syarat-syarat pengambilan sample adalah menetapkan ciri-ciri populasi yang ditetapkan sebagai sasaran dan diwakili oleh sampel dalam penyelidikan suatu penelitian yang akan di teliti. 11. Probability sampling adalah suatu teknik pengambilan sample dimana semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih menjadi sample untuk melakukan penelitian terhadap elemen manapun jika terpilih sebagai sample.

Sedangkan Non Probability Sampling adalah semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih sebagai sample dan dapat langsung digeneralisasikan sebagai hasil penelitian terhadap populasi. 12. Persamaannya Probability Sampling dengan Non Probability Sampling adalah sama-sama bisa digunakan untuk pengambilan sample, sedangkan perbedannya adalah jika Probability Sampling itu digunakan untuk pengambilan sample dimana semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih menjadi sample, dan Non Probability Sampling semua elemenya mempunyai peluang terpilih sebagai sample dan dapat secara langsung digeneralisasikan sebagai hasil dari penelitian populasi.

13. Dengan cara menggunakan undian dan table bilangan random, caranya adalah: • Cara undian dilakukan dengan menggunakan prinsip=prinsip undian, langkah-langkahnya yaitu : – Peneliti mendaftar semua populasi – Masing-masing anggota populasi diberikan nomor, masing-masing dalam kertas kecil-kecil – Kertas-kertas kecil tersebut kemudian digulung – Kemudian masukkan gulungan kertas tersebut kedalam suatu tempat yang dapat digunakan untuk mengaduk sehingga tempatnya tersusun secara acak – Setelah pengadukan dianggap sudah merata, kemudian peneliti atau orang lain yang diawasi peneliti, mengambil lintingan kertas satu persatu sampai diperoleh sejumlah sample yang diperlukan • Tabel Bilangan Random cara ini sangat mudah diimplementasikan dalam penelitian survei dapat menggunakan table bilangan random yang sudah tersedia di sejumlah buku metodeologi penelitian yang secara khusus membahas tentang teknik sampling.

Dibandingkan dengan random cara undian, cara ini lebih mudah dan praktis, dan dapat digunakan pada jumlah sample yang cukup besar. 14. Teknik sampling (systematic sampling) adalah suatu metode yang melibatkan unsur-unsur dari kerangka sampling yang teratur.

Bentuk secara umum dari sampling sistematis adalah sama metode probabilitas, dimana setiap elemen dalam kth frame dipilih, dimana k, sampling interval, dihitung sebagai [1] K = N/n (dimana n adalah ukuran sample, dan N adalah ukuran populasi.) Peneliti harus memastikan bahwa interval pengambilan sample yang dipilih tidak akan menyembunyikan sebuah pola.

Sampling sistematis harus diterapkan jika populasi tertentu secara logika homogen, karena unit sample sistematis secara seragam didistribusikan melalui penduduk. 15. a.) Teknik Sampling Probabilitas (Random Sampling) adalah suatu cara pengambilan sample yang memberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk diambil setiap elemen populasi. Syarat pertama yang harus dilakukan untuk mengambil sample secara acak adlah memperoleh atau membuat kerangka sample (sampling frame).

Maksud kerangka sampling adalah daftar yang berisikan setiap elemen populasi yang bisa diambil sebagai sample. Elemen populasi bisa berupa data tentang orang/binatang, tentang kejadian, tentang tempat, atau juga tentang benda. Macam-macam sampling probabilitas: – Simple rondom sampling – Stratified random sampling – Cluster random sampling/sampel gugus – Systematic sampling atau sample sistematis – Area sampling atau sample wilayah b.) Teknik Sampling Nonprobabilitas adalah teknik pengambilan sample secara tidak acak nonrandom sampling.

Tidak semua populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sample. Unsur populasi yang terpilih menjadi sample bisa disebabkan karena kebetulan atau karena faktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh peneliti.

Macam-macam sampling nonprobabilitas : – Convenience sampling/sample yang dipilih dengan pertimbangan kemudahan – Snowball sampling – sample bola saja – Purposive sampling/ Judgement sampling – Haphazard sampling 16.

Stratified Sampling adalah suatu teknik sampling dimana populasi dibagi kedalam sub populasi(strata), karena mempunyai karakteristik yang heterogen dan heterogenetis tersebut mumpanyai arti terhadap pencapaian tujuan penelitian, maka penelitian dapat mengambil dengan cara ini.

Contoh: Suatu atasan/meneger ingin mengetahui sikap meneger terhadap suatu kebaikan. Dia menduga bahwa meneger tingkat atas mempunyai sikap yang positif terhadap kebaikan perusahaan. Agar dapat menguji dugaan tersebut maka samplenya harus terdiri dari meneger tingkat atas, menengah, dan bawah.

Kemudian dari masing-masing strata dipilih meneger dengan teknik sample random sampling. 17. Cluster Sampling /sample gugus adalah cara pengambilan sample dengan cara gugus, populasi dibagi kedalam satuan-satuan sampling yang besar yang disebut cluster berbeda dengan pembentukan strata, satuan sampling yang ada dalam tiap cluster haus relative heterogen. Pemlilihan dilakukan beberapa tingkatan yaitu: 1.

Memilih cluster dengan cara sample random sampling, 2. Memilih satuan sampling dalam cluster. Jika pemilihan dilakukan lebih dari 2x disebut Multi stage Cluster Sampling. 18. Perbedaan stratified sampling dengan cluster sampling adalah : Stratified sampling menggunakan fraksi sampling di masing-masing strata yang sebanding dengan total populasi, alokasi optimum setiap strata proposional dengan standar devinisi dari distribusi dari variabel.

Sedangkan cluster sampling adalah teknik digunakan ketika alam pengelompokan yang jelas dalam populasi statistik, sering digunakan dalam pemasaran. Informasi yang dikumpulkan dari elemen masing-masing grup yang dipilih. 19. Sample kuota adalah teknik untuk menentukan sample dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu hingga jumlah kuota yang diperlukan.

Contoh: melakukan penelitian tentang karies gigi jumlah sample yang dibutuhkan 500 orang, jika pengumpulan data belum memenuhi kuota 500 orang tersebut. Maka penelitian dipandang belum selesai. Bila pengumpulan data dilakukan secara kelompok yang terdiri atas 5 orang pengumpul data, maka setiap anggota kelompok harus dapat menghubungi 100 orang anggota sample, atau 5 orang tersebut harus dapat mencari data 500 anggota sample. 20. Sample aksidental adalah suatu teknik penentuan sample berdasarkan kebetulan, yaitu apabila secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sample.

Contoh penelitian tentang pemilu dengan mempergunkan setiap warga negara yang telah dewasa sabagai sample. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya hingga jumlah yang diinginkan terpenuhi. 21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakteristik yang diperoleh dalam pengambilan sample.

Langkah-langkah penerapannya : 1. Menentukan populasi yang akan di ambil samplenya 2. Penerapan ukuran sample dapat diketahui jika batas atas kesalahan dugaan dan dasar informasi dari anggota penyusun populasi dan ketelitian yang dinginkan 3.

Penarikan sample yang dilakukan secara berulang-ulang akan menghasilkan besaran karakteristik populasi yang berbeda-beda 22. Purposive sampling menurut sugiyono (2010) adalah teknik untuk menentukan sample penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif. Purposive sampling lebih tepat digunakan oleh para peneliti apabila memang penelitian memerlukan kriteria khusus agar sample yang di ambil nantinya sesuai dengan tujuan penelitian dapat memecahkan masalah dan peneliti dapat memberikan nilai yang lebih representatif.

Sehingga teknik yang diambil dapat memenuhi tujuan yang sebenarnya dilakukan penelitian. Cara penerapannya yaitu : 1. Menentukan karakteristik populasi, 2. Pengambilan sample harus sesuai dengan ciri-ciri, sifat atau karakteristik tertentu, 3. Subjek yang di ambil harus benar-benar merupakan subjek yang banyak ciri-cirinya yang terdapat pada populasi.

23. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sample apabila seluruh anggota populasi digunakan sebagai sample. Sampling jenuh sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. 24. Snowball sampling adalah suatu teknik penentuan sample yang jumlah awalnya kecil, kemudian membesar. Langkah-langkah penerapannya adalah : a.) Mengidentifikasi suatu sample dari suatu rantai yang menerus b.) Peneliti menyajikan suatu gambar yang berkaitan dengan garis-garis • 1.

a. Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga organisasi. Pada dasarnya subjek ini akan dikenai hasil kesimpulan hasil yang terdapat objek penelitian. b. Objek penelitian yaitu sifat dan keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Sifat yang berupa kuantitas, dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati,keadaan batin, dan bisa juga berupa proses.

2. a. Populasi ialah semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran, baik kuantitatif maupun kualitatif dari karakteristik tertentu yang mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas kemudian di tarik kesimpulan. b. Sempel yaitu sebagian objek untuk diambil dari keseluruhan yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. 3. Manfaatnya yaitu kita bisa mengetahui tentang syarat-syarat yang menjadi subjek penelitian yang berkualitas.

Dan kita dapat menentukan objek penelitian yang berupa objek kualitatif dan kuantitatif karena sasaran utama dalam menentukan penelitian. 4. a.Memiliki jiwa yang jujur dan dapat dipercaya. b.Harus memiliki sifat yang bertanggung jawab. c.Harus bisa menguasai dan memahami peristiwa yang terjadi. d.Memiliki sikap yang patuh pada peraturan. 5.a. Harus menguasai atau memahami sesuatu bukan sekedar mengetahui, tetapi juga menghayatinya.

b.Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. c.Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasinya. d.Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. 6. Pada saat kita melakukan penelitian. Karena dalam penelitian kita harus menggunakan subjek dan objek supaya dalam penelitian kita bisa evektif.

Karena subjek merupakan bahan yang akan di teliti.Dan objek merupakan sifat yang akan diteliti. 7. -Subjek dan objek merupakan suatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga kelompok dan dikenai kesimpulan penelitian dan bersifat kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses. -Populasi dan sampel merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil.

8. Karena sempel merupakan alat atau cara yang di gunakan untuk meneliti supaya kita bisa memperoleh data yang dibutuhkan. Dan cepat dalam memperoleh data yang dibutuhkan. 9.a. Memudahkan dalam peneliti karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan populasi. b. Penelitian lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian dengan banyak subjek selain itu biaya juga relatif lebih rendah.

c. Kita bisa lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, artinya jika subyeknya banyak dikhawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh menjadi tidak akurat. 10.a. Sampel harus mewakili populasi dan mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin.

b.Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari populasi. c. Pengambilan sampel harus sederhana dan mudah dilaksanakan. d. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal. 11. a. Probability Sampling yaitu suatu teknik pengambilan sample dimana semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih menjadi sample.

b. Non Probability Sampling yaitu teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. 12.

Kesamaannya yaitu keduanya berguna untuk menentukan sempel tetapi dengan cara yang berbeda. Sedangkan perbedaannya yaitu cara mendapatkan sempel dari kedua unsur tersebut berbeda dalam tahapnya.

13. Penerapannya yaitu dengan cara mengambil satu per satu unit dengan menggunakan tabel angka random sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh. Tabel tersebut merupakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun secara random/ acak. Setiap sempel yang diperoleh maka biasanya dicatat mengunakan exsel. 14. Sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel yang berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut atau yang sudah tertata rapi.

15. a. Menentukan ukuran sampel dari seluruh anggota populasi yang akan diambil. b. Kita harus membagi anggota populasi menjadi beberapa kelompok dengan menggunakan ketentuan yang telah ada. c. Menentukan secara acak satu sampel pertama dari kelompok pertama yang sudah dibentuk terlebih dahulu. 16. Stratified sampling ialah cara mengambil sempel dengan memperhatikan tingkatan di dalam populasi. Dan data tersebut dikelompokan kedalam tingkat-tingkat tertentu. Cara penerapannya : a.Harus menentukan populasi percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan b.Mengidentifikasikan karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi.

c.Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakilinya. d.Teknik pengambilan sampel dapat dilakukan dengan cara random/non random. e.Pengambilan sampel sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan. 17.Cluster sampling yaitu area sampling yang digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame.

Keuntungan penggunaan sampling ini lebih murah dan cepat tetapi hasilnya kurang akurat dibandingkan simple random sampling. Langkah penerapannya : Kita ambil beberapa kelompok sebagai sampel dari daerah dengan acak dan kita tetapkan individu yang menjadi sampel dan kita bisa mengetahui dengan baik tentang perbedaan sempel tersebut. 18. Kalau stratified sampling ialah cara mengambil sempel dengan memperhatikan tingkatan di dalam populasi. Sedangkan Cluster sampling digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun.

19. Sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Langkahnya yaitu kita mengambil jumlah besar data lalu kita menentukan daerah yang akan dijadikan tempat pengambilan sempel. 20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

Contoh: Seorang peneliti akan meneliti tentang populasi hewan yang ada di daerah itu dan peneliti tersebut bertemu orang yang kebetulan lewat didaerah tersebut dan peneliti tersebut menanyakan tentang populasi hewan yang ada ditempat tersebut.

21. Judgement sampling yaitu teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target dan disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Cara penerapan: Sebagai individu harus memiliki sifat yang menarik karena satu-satunya dalam memperoleh informasi dari populasi yang sangat spesifik dan untuk mendapatkan informasi baru yang representatif. 22. Purposive sampling yaitu teknik untuk menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu dan mempunyai sangkut paut yang erat dengan populasi yang diketahui sebelumnya.

Cara penerapan : melakukan penelitian tentang disiplin anggota yang dikelompokan dan kita harus memilih sampel yang sudah memenuhi tentang persyaratan dan kriteria yang baik. 23.a. Presisi yaitu pertimbangan estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel dan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya b. Akurasi yaitu mengacu pada sifat dan karakter sampel.

c. Ukuran sempel yaitu untuk memenuhi karakteristik dari populasi dalam penelitian yang bersifat psikologi. 24. Meneliti mengenai pendapat siswa tentang cara pembelajaran dikelas. sampel ditentukan sebesar 40 siswa, peneliti menentukan sampel awal 4 siswa. Dan masing-masing mencari 1 orang siswa untuk dimintai pendapatnya.

Dan seterusnya hingga diperoleh sampel dalam jumlah 40 siswa. • 1.Pengertian subjek dan objek penelitian A. Subjek penelitian adalah subjek disini artinya baik orang maupun benda,yang sifat keadaannya akan diteliti dan akan dijadikan sampel untuk sebuah penelitian. B. Objek penelitian artinya pada dasarnya objek merupakan sesuatu yang hendak diselidiki didalam kegiatan penelitian.Dan merupakan keseluruhan yang terdapat disekitar kehidupan kita.Yang didalam penelitian terdapat tempat,pelaku dan aktivitas.

2.Pengertian populasi dan sampel A. Populasi adalah yang didalamnya terdapat subyek atau obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik,manfaatnya untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.Jadi populasi disini bukan hanya orang melainkan obyek dan benda-benda alam lain.

B. Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti,dipandang sebagai suatu pedugaan terhadap populasi,namun bukan populasi itu sendiri.Sampel disini dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. 3.Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian : Dengan mempelajari materi subjek dan objek penelitian membantu kita untuk membenamkan diri seteliti mungkin,terutama bagi peneliti yang belum pernah mengalami latihan.Selain itu dapat dimanfaatkan untuk berbicara,bertukar pikiran,atau membandingkan suatu kejadian.

4.Syarat-syarat menjadi subjek penelitian.Ada beberapa kriteria untuk menjadi subjek dalam penelitian: A. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu,bukan sekedar mengetahui tetapi juga menghayatinya. B. Mereka yang masih terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti.

C. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi. D. Mereka yang mempunyai waktu untuk dimintai informasi. E. Mereka yang mulanya tergolong cukup asing dengan peneliti,sehingga akan lebih memacu semangat untuk dijadikan narasumber.

5.Cara menentukan subjek penelitian adalah harus sesuai dengan permasalahan yang kita angkat dalam penelitian.Dalam penelitian kuantitatif,dimana subjek penelitian diambil dengan menggunakan sistem sampling,sehingga semakin banyak sampel,maka akan semakin memperkecil jumlah kesalahan dalam pengumpulan data.Sedangkan dalam penelitian kualitatif jumlah sampel atau subjek yang diteliti tidak begitu berpengaruh.Disini kita benar-benar fokus pada permasalahan yang kita angkat dan kita mencoba untuk mengorek keterangan sedalam-dalamnya dan sedetail-detailnya.

6.Penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian,jika tidak ada subjek dan objek yang diteliti maka tidak bisa melakukan sebuah penelitian.Karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut.Intinya kita menggunakan subjek dan objek tersebut pada saat akan melakukan penelitian berlangsung.

7.Soal no 3 (subjek dan objek).Membandingkan subjek objek dan populasi dan sampel. a. Subjek objek Subjek disini artinya baik orang maupun benda,yang sifat keadaannya akan diteliti dan akan dijadikan sampel untuk sebuah penelitian.

Sedangkan objek merupakan sesuatu yang hendak diselidiki didalam kegiatan penelitian. b. Populasi Sampel Didalam populasi terdapat subyek atau obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik,manfaatnya untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.Jadi populasi disini bukan hanya orang melainkan obyek dan benda-benda alam lain.

Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti,dipandang sebagai suatu pedugaan terhadap populasi Dari perbandingan diatas dapat kita simpulkan bahwa antara subjek objek dan populasi sampel mereka saling keterkaitan untuk sebuah penelitian.Sehingga pada saat proses penelitian dapat berjalan dengan baik. 8.Karena disini ditegaskan kembali bahwa suatu sampel adalah sebagian dari populasi yang ingin diteliti,yang ciri-cirinya diharapkan dapat mewakili keberadaan populasi yang sebenarnya.Dengan hanya mengamati sampel tersebut,dari pada mengamati seluruh populasinya,maka akan diperoleh keuntungan baik dari segi waktu,tenaga maupun biaya.Misalnya dalam dunia pendidikan, anak yang belajar di SD x cenderung malas membaca di perpustakaan dan lebih banyak bermain di lingkungan sekolah,cukup kita mencoba mewawancarai satu atau dua anak,kita tidak perlu mewawancarai satu persatu dari seluruh siswa di SD x tersebut.

9.Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian : A. Penggunaan sampel dapat menghemat biaya,waktu,dan tenaga. B. Hasil penelitian akan lebih mendalam. C. Teknik sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian. 10.Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan: A. Mewakili populasi maksudnya sampel tersebut sudah mewakili populasi. B. Menentukan presisi,tingkat kesalahan baku,maksudnya dalam pengambilan sampel harus menentuka permasalahan yang baku,tidak seimbang dalam menentukan permasalahan dalam penelitian.

C. Sederhana,tidak perlu yang rumit-rumit dalam pengambilan sampel. D. Mudah dilaksanakan. E. Efisien biaya,dalam pengambilan sampel tidak perlu biaya yang banyak. 11.Pengertian probability sampling dan non probability sampling A. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel sample,dimana semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih menjadi sample.Dengan teknik ini maka tidak ada kendala untuk melakukan penelitian.

B. Non probability sampling adalah disini tidak semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih sebagai sample. 12.Persamaan dan perbedaan probability sampling dan non probability sampling A. Persamaan : Sama-sama pengambilan sample. B. Perbedaan : Jika probability sampling disini semua elemen mempunyai peluang untuk menjadi sample.Sedangkan non probability sampling tidak semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih sebagai sample.

13.Penerapan random sampling dalam penelitian,bahwa random sampling sesuatu cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi.Elemen populasi bisa berupa data tentang orang/binatang,tentang kejadian,tentang tempat,atau juga tentang benda.

14.Teknik sampling sistematis (systematic sampling) merupakan teknik sampling jika peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambil data secara random,cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan. 15.Tahapan dalam pengambilan sampel menngunakan systematic sampling : a) Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi. b) Membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan anggota sampel atau ukuran sampel.

c) Menetukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok pertama yang membentuk,unit sampel kedua,ketiga dan selanjutnya,kemudian secara sistematis dari kelompok kedua,ketiga dan selanjutnya. 16.Pengertian teknik stratified sampling adalah cara mengambil sampel dengan memperhatikan tingkatan didalam populasi tersebut.

• Langkah-langkah dalam penerapannya : a) Menentukan populasi peneltian. b) Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi.

c) Mengelompokkan unit anggota yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata. d) Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan. e) Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random/non random f) Pengambilan sampel dari percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan strata sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan.

17.Pengertian cluster sampling adalah teknik ini dugunakan jika populasi tidak terdiri dari individu-individu,melainkan terdiri dari kelompok atau cluster. • langkah-langkah penerapannya : a.Susun sampling frame berdasarkan gugus.

b.Tentukan beberapa gugus yang akan di ambil sebagai sampel. c.Pilih gugus sebagai sampel dengan cara memilih acak. d.Teliti percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang ada dalam gugus sampel.

18.Perbedaan antara stratified sampling dan cluster sampling adalah bahwa di cluster sampling diperlukan sebagai unit sampling sehingga analisis dilakukan pada populasi kelompok (setidaknya pada tahap pertama).Dalam stratified sampling,analisis dilakukan pada elemen dalam strata.Dalam stratified sampling,sampel acak yang diambil dari masing-masing strata,sedangkan dicluster sampling hanya cluster yang dipilih akan dipelajari.

19.Pengertian sampel kota adalah teknik untuk menentukan sampel dari popyulaasi yang mempunyai cirri-ciri tertentu sampai jumlah kouta yang diinginkan. • Langkah-lagkah penerapannya : a.Pengumpulan data secara langsung dilakukan pada unit sampling kemudian kouta yang sudah terpenuhi pengumpulan data tersebut harus dihentikan.

20.Pengertian sampel aksidental adalah dalam teknik ini pengampilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu,peneliti percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui.

Contohnya:Misalnya penelitian tentang pendapat mengenai anak dibawah umur yang mengendarai sepedah motor,dengan mempergunakan anak dibawah umur sebagai unit sampling.Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap anak dibawah umut yang dijumpainya,sampai jumlah yang diinginkan terpenuhi. 21.Pengertian judgement sampling adalah sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel. • Langkah penerapannya : Kita mencari seseorang yang sekiranya memiliki pengetahuan serta informasi yang luas atau seorang ahli,yang mampu memberikan informasi yang terkait apa yang kita teliti.

22.Pengertian purposive sampling yaitu peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan cirri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan peneliti. • Cara penerapannya : a) Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya criteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias. b) Tentukan kriteria-kriteria c) Menentukan populasi berdasarkan studi d) Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria.

23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : a) Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya. b) Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan.

c) Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24.Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus-menerus semakin besar.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang penggunaan sosial media yang berlebihan pada kalangan remaja di suatu wilayah.Sampel mula-mula adalah 5 orang remaja,kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti.

Langkah-langkah penerapannya : Mula-mula kita dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel juga,sampai seterusnya.Sehingga jumlah sampel semakin banyak. • 1.Pengertian subjek dan objek penelitian A. Subjek penelitian adalah subjek disini artinya baik orang maupun benda,yang sifat keadaannya akan diteliti dan akan dijadikan sampel untuk sebuah penelitian.

B. Objek penelitian artinya pada dasarnya objek merupakan sesuatu yang hendak diselidiki didalam kegiatan penelitian.Dan merupakan keseluruhan yang terdapat disekitar kehidupan kita.Yang didalam penelitian terdapat tempat,pelaku dan aktivitas. 2.Pengertian populasi dan sampel A. Populasi adalah yang didalamnya terdapat subyek atau obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik,manfaatnya untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.Jadi populasi disini bukan hanya orang melainkan objek dan benda-benda alam lain.

Populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari tetapi meliputi karakteristik. B. Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti,dipandang sebagai suatu pedugaan terhadap populasi,namun bukan populasi itu sendiri.Sampel disini dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. 3.Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian : Dengan mempelajari materi subjek dan objek penelitian membantu kita untuk membenamkan diri seteliti mungkin,terutama bagi peneliti yang belum pernah mengalami latihan.Selain itu dapat dimanfaatkan untuk berbicara,bertukar pikiran,atau membandingkan suatu kejadian.

4.Syarat-syarat percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan subjek penelitian.Ada beberapa kriteria untuk menjadi subjek dalam penelitian: A. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu,bukan sekedar mengetahui tetapi juga menghayatinya. B. Mereka yang masih terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. C. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi.

D. Mereka yang mempunyai waktu untuk dimintai informasi. E. Mereka yang mulanya tergolong cukup asing dengan peneliti,sehingga akan lebih memacu semangat untuk dijadikan narasumber. 5.Cara menentukan subjek penelitian adalah harus sesuai dengan permasalahan yang kita angkat dalam penelitian.Dalam penelitian kuantitatif,dimana subjek penelitian diambil dengan menggunakan sistem sampling,sehingga semakin banyak sampel,maka akan semakin memperkecil jumlah kesalahan dalam pengumpulan data.Sedangkan dalam penelitian kualitatif jumlah sampel atau subjek yang diteliti tidak begitu berpengaruh.Disini kita benar-benar fokus pada permasalahan yang kita angkat dan kita mencoba untuk mengorek keterangan sedalam-dalamnya dan sedetail-detailnya.

6.Penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, jika tidak ada subjek dan objek yang diteliti maka tidak dapat melakukan sebuah penelitian. Karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut.

Intinya kita menggunakan subjek dan objek tersebut pada saat akan melakukan penelitian berlangsung. 7.Soal no 3 (subjek dan objek).Membandingkan subjek objek dan populasi dan sampel. a. Subjek objek Subjek disini artinya baik orang maupun benda,yang sifat keadaannya akan diteliti dan akan dijadikan sampel untuk sebuah penelitian. Sedangkan objek merupakan sesuatu yang hendak diselidiki didalam kegiatan penelitian. b. Populasi Sampel Didalam populasi terdapat subyek atau obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik,manfaatnya untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.Jadi populasi disini bukan hanya orang melainkan obyek dan benda-benda alam lain.

Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti,dipandang sebagai suatu pedugaan terhadap populasi Dari perbandingan diatas dapat kita simpulkan bahwa antara subjek objek dan populasi sampel mereka saling berhubungan untuk suatu penelitian.

Sehingga pada saat proses penelitian dapat berjalan dengan baik. 8.Karena disini ditegaskan kembali bahwa suatu sampel adalah sebagian dari populasi yang ingin diteliti,yang ciri-cirinya diharapkan dapat mewakili keberadaan populasi yang sebenarnya.Dengan hanya mengamati sampel tersebut,dari pada mengamati seluruh populasinya,maka akan diperoleh keuntungan baik dari segi waktu,tenaga maupun biaya.Misalnya dalam dunia pendidikan, anak yang belajar di MI x cenderung malas membaca di perpustakaan dan lebih banyak bermain di lingkungan sekolah,cukup kita mencoba mewawancarai satu atau dua anak,kita tidak perlu mewawancarai satu persatu dari seluruh siswa di MI x tersebut.

9.Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian : A. Penggunaan sampel dapat menghemat biaya,waktu,dan tenaga. B. Hasil penelitian akan lebih mendalam. C. Teknik sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian. 10.Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan: A.

Mewakili populasi maksudnya sampel tersebut sudah mewakili populasi. B. Menentukan presisi,tingkat kesalahan baku,maksudnya dalam pengambilan sampel harus menentuka permasalahan yang baku,tidak seimbang dalam menentukan permasalahan dalam penelitian. C. Sederhana,tidak perlu yang rumit-rumit dalam pengambilan sampel.

D. Mudah dilaksanakan. E. Efisien biaya,dalam pengambilan sampel tidak perlu biaya yang banyak. 11.Pengertian probability sampling dan non probability sampling A. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel sample,dimana semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih menjadi sample.Dengan teknik ini maka tidak ada kendala untuk melakukan penelitian.

B. Non probability sampling adalah disini tidak semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih sebagai sample. 12.Persamaan dan perbedaan probability sampling dan non probability sampling A. Persamaan : Sama-sama pengambilan sample. B. Perbedaan : Jika probability sampling disini semua elemen mempunyai peluang untuk menjadi sample.Sedangkan non probability sampling tidak semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih sebagai sample.

13.Penerapan random sampling dalam penelitian,bahwa random sampling sesuatu cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Elemen populasi bisa berupa data tentang orang/binatang, tentang kejadian, tentang tempat,atau juga tentang benda.

14.Teknik sampling sistematis (systematic sampling) merupakan teknik sampling jika peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambil data secara random,cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan.

15.Tahapan dalam pengambilan sampel menngunakan systematic sampling : a) Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi. b) Membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan anggota sampel atau ukuran sampel. c) Menetukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok pertama yang membentuk,unit sampel kedua,ketiga dan selanjutnya,kemudian secara sistematis dari kelompok kedua,ketiga dan selanjutnya.

16.Pengertian teknik stratified sampling adalah cara mengambil sampel dengan memperhatikan tingkatan didalam populasi tersebut. • Langkah-langkah dalam penerapannya : a) Menentukan populasi peneltian.

b) Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. c) Mengelompokkan unit anggota yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata. d) Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan. e) Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random/non random f) Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan.

17.Pengertian cluster sampling adalah teknik ini dugunakan jika populasi tidak terdiri dari individu-individu,melainkan terdiri dari kelompok atau cluster. • langkah-langkah penerapannya : a.Susun sampling frame berdasarkan gugus. b.Tentukan beberapa gugus yang akan di ambil sebagai sampel. c.Pilih gugus sebagai sampel dengan cara memilih acak. d.Teliti sampel yang ada dalam gugus sampel. 18.Perbedaan antara stratified sampling dan cluster sampling adalah bahwa di cluster sampling diperlukan sebagai unit sampling sehingga analisis dilakukan pada populasi kelompok (setidaknya pada tahap pertama).Dalam stratified sampling,analisis dilakukan pada elemen dalam strata.Dalam stratified sampling,sampel acak yang diambil dari masing-masing strata,sedangkan dicluster sampling hanya cluster yang dipilih akan dipelajari.

19.Pengertian sampel kota adalah teknik untuk menentukan sampel dari popyulaasi yang mempunyai cirri-ciri tertentu sampai jumlah kouta yang diinginkan. • Langkah-lagkah penerapannya : a.Pengumpulan data secara langsung dilakukan pada unit sampling kemudian kouta yang sudah terpenuhi pengumpulan data tersebut harus dihentikan. 20.Pengertian sampel aksidental adalah dalam teknik ini pengampilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu,peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui.

Contohnya:Misalnya penelitian tentang pendapat mengenai anak dibawah umur yang menggunakan handpone ,dengan mempergunakan anak dibawah umur sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap anak smp yang menggunakan handpone dijumpainya,sampai jumlah yang diinginkan terpenuhi. 21.Pengertian judgement sampling adalah sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel.

• Langkah penerapannya : Kita mencari seseorang yang sekiranya memiliki pengetahuan serta informasi yang luas atau seorang ahli,yang mampu memberikan informasi yang terkait apa yang kita teliti. 22.Pengertian purposive sampling yaitu peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan cirri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan peneliti.

• Cara penerapannya : a) Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya criteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias. b) Tentukan kriteria-kriteria c) Menentukan populasi berdasarkan studi d) Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria. 23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : a) Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya.

b) Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan. c) Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan.

24.Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus-menerus semakin besar. Misalnya akan dilakukan penelitian tentang penggunaan sosial media yang berlebihan pada kalangan anak anak di suatu daerah.

Sampel mula-mula adalah 2 orang anak kecil ,kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti. Langkah-langkah penerapannya : Mula-mula kita dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel juga,sampai seterusnya.Sehingga jumlah sampel semakin banyak.

• 1. Subjek penelitian adalah pada dasarnya subjek disini artinya baik orang, benda, maupun lembaga(organsasi), yang sifat keadaannya akan diteliti dan akan dijadikan sampel untuk sebuah penelitian. Objek penelitian artinya pada dasarnya objek merupakan sesuatu yang hendak diselidiki didalam kegiatan penelitian berupa sifat/kuantitas/kualitas keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi sasaran peelitian tersebut.

Jadi objek merupakan keseluruhan yang terdapat disekitar kehidupan kita yang didalam penelitian terdapat tempat,pelaku dan aktivitas. 2. a) Populasi dalam bahasa Inggris “population” dalam bidang statistika berarti sekumpulan data yang menjadi objek inferensi. Jadi populasi adalah kumpulan/keseluruhan wilayah subjek penelitian meliputi jumlah, karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek dan objek penelitian dan memenuhi kriteria tertentu yang telah ditetapkan.

b) Sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti atau perwakilan dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati.

3.Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian : Dengan mempelajari subjek dan objek penelitian kita mampu : a. Meningkatkan kemampuan untuk berinteraksi, berbicara, bertukar pikiran serta membandingkan suatu kejadian yang terjadi b. Meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan disekitar berkaitan dengan kegiatan penelitian c. Membantu kita dalam menentukan populasi dan sampel dengan objektif, cermat dan teliti.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian. Ada beberapa kriteria untuk menjadi subjek dalam penelitian: a) Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu,bukan sekedar mengetahui tetapi juga menghayatinya. b) Mereka yang percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti.

c) Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi. d) Mereka yang mempunyai waktu untuk dimintai informasi. e) Mereka yang mulanya tergolong cukup asing dengan peneliti,sehingga akan lebih memacu semangat untuk dijadikan narasumber. 5. Cara menentukan subjek penelitian adalah harus sesuai dengan permasalahan yang kita angkat dalam penelitian.Dalam penelitian kuantitatif,dimana subjek penelitian diambil dengan menggunakan sistem sampling, sehingga semakin banyak sampel maka akan semakin memperkecil jumlah kesalahan dalam pengumpulan data.Sedangkan dalam penelitian kualitatif jumlah sampel atau subjek yang diteliti tidak begitu berpengaruh.Disini kita benar-benar fokus pada permasalahan yang kita angkat dan kita mencoba untuk mengorek keterangan sedalam-dalamnya dan sedetail-detailnya.

6. Peneliti menggunakan subjek dan objek penelitian yaitu pada saat akan melakukan sebuah penelitian. Hal tersebut dikarenakan subjek dan objek merupakan komponen penting dalam penelitian khususnya sebagai tahap awal, yang berperan sebagai sesuatu yang hendak diteliti dan diselidiki dalam sebuah penelitian. Jadi intinya pada saat akan melakukan sebuah penelitian kita terlebih dahulu harus menentukan subjek dan objek yang akan diteliti dan diselidiki, karena tanpa kedua hal tersebut penelitian tidak bisa dilakukan.

7. Perbandingan soal no 3 (subjek dan objek) dengan populasi dan sampel a. Subjek – Objek Subjek merupakan baik orang maupun benda,yang sifat keadaannya akan diteliti dan akan dijadikan sampel untuk sebuah penelitian. Sedangkan objek merupakan sesuatu yang hendak diselidiki didalam kegiatan penelitian. Jadi subjek dan objek merupakan komponen penting yang mempengaruhi terbentuknya populasi dan sampel. Karena tanpa ada subjek dan objek penelitian, populasi dan sampel tidak akan terbentuk.

b. Populasi – Sampel Sedangkan didalam populasi terdapat subyek atau obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik,manfaatnya untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi disini bukan hanya orang melainkan obyek dan benda-benda alam lain.

Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti,dipandang sebagai suatu pedugaan terhadap populasi. Dari perbandingan diatas dapat kita simpulkan bahwa antara subjek-objek dan populasi -sampel mereka saling berkaitan untuk sebuah penelitian.Keempat hal tersebut saling mempengaruhi satu sama lain sehingga pada saat proses penelitian dapat berjalan dengan baik.

8. Karena disini ditegaskan kembali bahwa suatu sampel adalah sebagian dari populasi yang ingin diteliti,yang ciri-cirinya diharapkan dapat mewakili keberadaan populasi yang sebenarnya.Dengan hanya mengamati sampel tersebut,telah mewakili seluruh populasinya, akan memperoleh keuntungan baik dari segi waktu,tenaga maupun biaya.Maka dari itu pengambilan sampel harus dilakukan secara benar (representative) agar dapat menggambarkan/mewakili populasi yang sebenarnya.

9. Manfaat menggunakan sampel a) Lebih efisien, dapat menghemat tenaga, biaya, dan waktu b) Lebih simple, anggota sampel lebih mudah didata /dilacak di lapangan c) Hasil penelitian akan lebih mendalam d) Akan mempermudah proses penelitian jika teknik sampling yang digunakan tepat dan akurat 10.Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan: a) Presisi,artinya sampel adalah pertimbangan yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel.

b) Akurasi,artinya mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang akan digunakan.Sifat dan karakter sampel terkadang tidak sesuai dengan keadaan populasi.Peneliti harus memiliki kemampuan untuk mengetahui secara detail karakter dari setiap sampel yang digunakan. 11. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memberikan peluang kepada semua elemen untuk dipilih menjadi anggota sampel. Jadi, metode pengambilannya secara random/acak. Nonprobabilty sampling adalah pengambilan sampel dengan tidak memberikan peluang kepada semua elemen untuk dipilih menjadi anggota sampel.

12. Persamaan dan perbedaan Probability sampling dan Non probability sampling Persamaaan : ­ Sama-sama pengambilan sampel ­ Sama-sama melibatkan anggota populasi Perbedaan : a. Probability : ­ Semua elemen mempunyai peluang untuk menjadi anggota sampel ­ Metode sampling yang digunakan: a)Simple random sampling; b)Stratified random sampling; c) Systemtic sampling/Sampel sistematis; d)Area (cluster) sampling (sampling menurut daerah).

b. Non probability : ­ Tidak semua elemen mempuyai peluang untuk dipilih menjadi anggota sampel ­ Metode sampling yang digunakan: a)Sampling sistematis; b)Sampling kuota/Quota sampling; c)Sampling aksidental; d)Purposive sampling; e)Sampling jenuh; f) Snowball sampling. 13. Penerapan random sampling dalam penelitian Dalam prakteknya, biasanya pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil satu per satu unit yang ada (biasanya dengan menggunakan tabel angka random) sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh.

Elemen populasi dapat berupa orang/binatang/benda, kejadian tempat, dan sebagainya. 14. Menurut Sugiyono (2001:60) menyatakan bahwa sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Jadi sampling sistematis merupakan teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

15.Tahapan dalam pengambilan sampel menngunakan systematic sampling : 1) Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi. 2) Membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan anggota sampel atau ukuran sampel.

3) Menetukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok pertama yang membentuk,unit sampel kedua,ketiga dan selanjutnya,kemudian secara sistematis dari kelompok kedua,ketiga dan selanjutnya. 16. Stratified sampling adalah cara mengambil sampel dengan memperhatikan tingkatan didalam populasi tersebut, dimana populasi kita bagi kedalam sub populasi (strata), karena mempunyai karakteristik yang heterogen dan heterogenitas.

Langkah-langkah penerapannya : 1) Menentukan populasi peneltian 2) Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. 3) Mengelompokkan unit anggota yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata 4) Kemudian dari masing-masing sub populasi selanjutnya diambil sebagian anggota secara random/non random 5) Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan 6) Selanjutnya total anggota yang telah dipilih ditetapkan sebagai jumlah anggota sampel penelitian.

17. Pengertian cluster sampling dan langkah-langkah penerapannya : Menurut Margono (2004: 127) menyatakan bahwa cluster sampling adalah teknik yang digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster. Langkah-langkah Penerapan : a) Populasi dikelompokkan menjadi sub-sub populasi secara bergerombol (cluster), b) Dari sub populasi selanjutnya dirinci lagi menjadi sub populasi yang lebih kecil, c) Anggota dari sub populasi terakhir dipilih secara acak sebagai sampel penelitian.

18. Perbedaan Stratified sampling dan Area (cluster) sampling a) Stratified sampling ­ Sumber data percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan luas dan terbatas Karena perlu memperhatikan strata atau tingkatan di dalam populasi tersebut ­ Tahap pengambilan sampel Dikelompokan berdasarkan tingkatan,sepertitingkatan tinggi,rendah ,sedang atau baik b) Area (cluster) sampling ­ Sumber data sangat luas Misalnya penduduk dari suatu negara ,propinsi,atau kabupaten ­ Tahap pengambilan sampel Melalui dua tahap yaitu tahap penentuan sampel daerah dan menentukan orang-orang yang ada didaerah itu 19.

Menurut Sugiyono (2001: 60) menyatakan bahwa sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Jadi sampling kuota merupakan teknik pengambilan anggota sampel berdasarkan jumlah (kuota) yang diinginkan oleh peneliti.

Langkah-langkah penerapannya : 1) Jumlah populasi diklasifikasikan dalam beberapa kelompok, 2) Setiap kelompok diambil sampel dengan memberikan jatah atau quorum tertentu, 3) Pengumpulan data dilakukan langsung pada unit sampling, 4) Kemudian pengumpulan data harus dihentikan, jika kuota sudah terpenuhi. 20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, maksudnya siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dipilih menjadi sampel.

Contoh: Akan diteliti mengenai minat ibu-ibu rumah tangga terhadap pasar tradisional.peneliti menentukan sampel dengan pergi ke pasar tradisional lalu dengan tidak terencana menjumpai ibu-ibu yang kebetulan sedang berbelanja kemudian dimintai pendapat atau motivasinya.

21. Judgment sampling adalah teknik pengambilan sampling dimana sampel yang dipilih didasarkan pada penilaian peneliti bahwa orang tersebut merupakan orang yang paling baik dan tepat jika dijadikan sampel penelitiannya. Langkah-langkah penerapannya : 1) Mencari seseorang yang dirasa paling ahli dalam bidangnya terkait dengan apa yang akan diteliti 2) Mengumpulkan informasi dengan cara mewawancarai orang tersebut sampai data yang diinginkan terpenuhi 3) Setelah sesuai dengan kriteria yang diinginkan peneliti, orang tersebut baru dipilih sebagai sampel.

22. Menurut Sugiyono (2001:61) bahwa purposive sampling adalah teknik penentuan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dengan pertimbangan tertentu. Jadi didalam purposive sampling, peneliti menentukan sampel dengan penuh pertimbangan yaitu dengan menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian.

CaraPenerapannya : ­ Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias. ­ Tentukan kriteria-kriteria ­ Menentukan populasi berdasarkan studi ­ Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria. 23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : a. Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya.

b. Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan. c. Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24. Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan system jaringan atau berantai (multi level) atau disebut juga sampling bola salju.

Langkah-langkah penerapan Snowball Sampling : 1) Sampel awal ditetapkan dalam kelompok anggota kecil, dimulai dengan peneliti mewawancarai satu responden, 2) Responden tersebut akan menunjukkan responden lain, 3) Kemudian responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya lagi, 4) Dan begitu seterusnya, sampai jumlah anggota sampel yang diinginkan peneliti terpenuhi.

• DEVI RAHMAWATI/1686206007/PGSD/A 1. Penelitian objek dan subjek Penelitian objektif adalah sesuatu yang sedang di amati ataupun di teliti percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan itu orang maupun benda mati yang menjadi sasaran, pusat perhatian ataupun tujuan utama untuk di teliti, objek penelitian biasanya bersifat kuantitas dan kualitas.

Sedangka subjek penelitian adalah sesuatu yang di dalam dirinya atau di dalam objek melekat atau terkandung objek penelitian baik itu orang atau benda mati yang sedang di amati. 2. Pengertian Populasi dan Sempel Populasi dalam statistika merujuk pada sekumpula individu dengan karakteristik khas yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian atau pengamatan. Sugiyono (2010:117) “ populasi adalah wilayah generalisasi yang terjadi atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik terentu yang di tetapkan dalam peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulanya”.

Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa populasi bukan hanya orang namun juga bisa terdiri dari objek dan benda-benda alam lainyna. Sedangkan Sampel Sugiyono (2010:118) “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi”. jika populasi yang diteliti sangat besar dan tidak mungkin semua individu atau objek pada populasi tersebut diteliti satu per satu maka cukup di ambil sampel dari populasi tersebut.

3. Manfaat mempelajari Subjek dan Objek penelitian a. Akan memudahkan mengumpulkan informasi-informasi dengan waktu yan sangat cepat. b. Membantu secepatnya dan teliti yang nantinya dalam menarik kesimpulan dari subjek yang diteliti dan bisa mmembandingkan kejadian-kejadian yang ditentukan subjek lain.

c. Mengetahui keadaan objek yang akan diteliti. d. Mengetahui kualitas dan kuantitas objek yang akan diteliti. 4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian a. Memiliki sifat jujur dab dapat dipercaya.

b. Memiliki kepatuhan terhadap peraturan. c. Memiliki pandangan tertentu tantang apa yangaka diteliti. d. Bukan termasuk salah satu kelompok yang ertiai dalam latar peneitian 5. Cara menentukan Subjek penelitian: a. melakuka keterangan orang yang berwenag. Dilauka dengan formal misalnya peerintahan atau instansi maupun secara informal pemimpin masyarakat.

b. melalui wawancara pendahuluan. dalam wawancara ini, peneiti menilai berdasarkan persyaratan menjdi subjek penelitian. 6. pada saat kita akan melakuka penelitian, baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif. jadi objek dan subjek di gunakan untuk menentukan suatu sampel dan populasi dalam penentuan penelitian.

7. Sebab populasi yang diteliti ruang lingkupnya cukup luas dan dalam proses penelitian membutuhkan waktu yang cukup lama, maka hal terebut perlu menggunakanya penelitian Sampel untuk memudahkan penelitian.

karena penelitian sampel lebih efisien dan lebih praktis. 8. manfaat menggunakan sampel a. Hasil yang di dapatkan dari proses penelitian sampel akan lebih akurat dan lebih efisien di banding dengan populasi. b. Sampel lebih menghemat biaya dan waktu.

karena dalam proses penelitian pasti ada berbagi banyak ragam dan jumlahnya. sehingga peneliti melakuan penelitian terhadap semua populasi yang ada, oleh sebab itu peneliti hanya menggambil salah satu untuk di jadikan sampel sehingga peneliti tidah harus meneliti semua populasi yang ada.

9. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan Secara umum, sampel yang baik adalah yang dapat mewakili sebanyak mungkin karakteristik populasi. 1) Akurasi atau ketepatanyaitu tingkat ketidakadaan “bias” (kekeliruan) dalam sample. Dengan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam sampel, makin akurat sampel tersebut. Tolok ukur adanya “bias” atau kekeliruan adalah populasi 2) Presisi. Kriteria kedua sampel yang baik adalah memiliki tingkat presisi estimasi.

Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita dengan karakteristik populasi. 10. Probability Sampling dan Non Probability Sampling Probability Sampling adalah ternik pengambilang sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama antara tiap-tiap individu pada populasi untuk terpilih menjadi sampel peneliti. Sedangkan Non Probability Sampling adalah kebalikan dari probability sampling yaitu teknik pengambilang sampling tidak membelikan peluang atau kesempatan yang sama antara tiap-tiap individu pada populasi untuk terpilih menjadi sampel peneliti.

11. Probability sampling menuntut besarnya sampel yang diinginkan da sudah di tentukan. penelitian sampling ini bersikap bahwa setiap unsur atau kelompok memiliki peluang yang sama untuk dijadika sampel peneliti. probability sampling meliputi: 1) Sampel random sampling 2) Proportionate stratitied random sampling 3) Disproportionate stratified random sampling Sedangkan Non Probability sampling merupakan teknik yang tidak memperhatikan banyaknya variabel dalam penarikan sampel, dan hasil dari penelitian ini tidak ada hubunganya dengan populasi.

teknik non probability sampling ini meliputi: 1) Sampling percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan 2) Sampling kuota 3) Sampling icidental 4) Purposive sampling 5) Sampling jenuh 6) Snowball sampling 12.

Penerapan Sampling Random Pengambilang sampling ini dilakukan dengan pengambilan anggota secara acak tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi tersebut. misalnya, peneitian untk mmengetahui matematik anak sd kelas V SDN Ketro. karena tiap individu anak SD kelas V dianggap memiliki kemampuan yang sama, maka pengambilan sampai bisa dilakuan dengan cara sederhana. misal membuat undian yang berisi nomor absen siswa, nomor yang keluar akan menjadi sampel penelitian.

13. Teknik Sampling Systematik Sampling merupakan cara menentukan dan pengambilan sampel, terdapat beberapa teknik sampling yang bisa dilakukan dalam penelitian pendidikan. 14. Sistematis sampling dapat disebut dengan sampling acak, karena pemilihan pertama menggunakan random start dilakukan secara acak, sampling sistematis juga sebagai quasi sampling atau pseudo sampling. 15. Tahap dalam pengambilan sampel menggunakan sytemacic sampling a. mentukan ukuran sampel terlebih dahulu dari seluruh anggota populasi yang di ambil.

b. menentukan popuasi yang akan dijadikan sampel. c. Membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan anggota sampel atau ukuran sampel.

Nilai kelompok lebih besar dari keseluruhan anggota atau ukuran sampel akan menyebabkan ukuran sampel yang digunakan tidak dapat diperoleh ( kurang dari ikuran sampel ). Bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui, tidak dapat ditentukan secara akurat, dengan demikian harus dilakukan pandangan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel.

d. Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok pertama yang membentuk, unit sampel kedua, ketiga dan selanjudnya, kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjudnya. 16. Hal yang dimaksud dengan stratified adalah cara mengambil sampel dengan memperhatikan strata (tingkatan ) didalam populasi.

Dalam stratifiet data sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkatan-tingkatan tertentu seperti : tingkat tinggi, rendahsedang,dan baik. Langkah-Langkah penerapannya: a.

Menentuka populasi penelitian. b. Mengidentifikai segala karakteristik unit-unit yang menjadi anggota populasi. c. Mengelompokan anggota-anggota yang sama sesuai dengan tingkatan. d. Pengambilan sampel harus sesuai dengan pertimbangan terlebih dahulu.

e. Teknik pengambilan sampel dilakukan sengan sistem ramdom atau non random. 17. Cluster sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara pengelompokan, cluster bisa disebut juga dengan area sampling. Teknik ini dapat juga dilakukan jika tidak memungkinkan untuk meneliti objek yang berada dalam kelompok-kelompok tertentu dan secara teknis tidak bisa dipisahkan karena berbagai pertimbangan yang ada.

Langkah penerapannya: a. Susun sampling frame berdasarkan gugus. b. Tentukan berapa gugus yang akan diambil sebagai sampel. c. Pilih gugus sebagai sampel dengan cara acak. d. Teliti setiap pegawai yang ada dalam gugus sample.

18. Perbedaan Stratified sampling dan Cluster sampling adalah apabila stratified sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan strata atau tingkatan. sedangkan cluster sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara pengelompokan atau di kelompok-kelompokan. 19. Sampel Kuota merupakan teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. misalnnya akan dilakukan penelitian terhadap 10 siswa SDN KETRO 1 yang berasal dari keluarga dengan pendapatan antara Rp 500.000,00 sampai Rp 1.000.000,00/bulan.

Maka peneliti harus dapat memenuhi jumlah 10 orang tersebut dengan kondisi yang telah ditentukan. 20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan, aksidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. misalnya penelitia tentang pendapat orang banyak atau umu. misalnya mengenai pemilihan lurah di desa ketro, sampel ditentukan dengan kriteria, warga ketro asli yang usianya di atas 17 tahun.

jadi peneliti apabila menjumpai orang yang ssuai kriteria tersebut, bisa di jadikan sampel. 21. Judgement sampling merupakan suatu teknik atau cara penentuan sampel yang dilakukan dengan kriteria yang telah di tentukan. Langkah penerapannya: a. Menentukan tujuan penelitian b. Menentukan kriteria-kiteria. c. Menentukan popuasi berdasarkan studi penelitian yang diteliti. d. Menentukan jumlah sampel yang akan di jadikan penelitian serta menentukan kriteria penelitian. 22.

Purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara tidak di acak, jadi peneliti sudah menentukansampel yang akan diteiti. Langkah penerapanya: a. Penentuan karateristik populasi dilakukan dengan cermat. b. Pengambilan sampel harus berdasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karateristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.

c. Subjek yang diambil sebagai sampel benatr-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi. 23. Syarat Sampling Jenuh adalah Jika semua anggota populasi menjadi sampel, jika anggota populasi relatif kecil/sedikit yaitu kurang dari 30 orang 24. Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.

Ibarat bola salju yang menggelinding lama-lama akan menjadi besar. Langkah penerapannya misalnya Akan diteliti siapa dalang pengedar Narkoba di SMP Mekarsari, Jadi langkah awal mencari tahu siapa dalang pengedar narkoba tersebut, apabila sudah diketahui kemudian dalang tersebut dijadikan sampel pertama, lalu peneliti menggali informasi dari sampel pertama tersebut untuk mendapatkan sampel yang kedua dan seterusnya. • 1.Pengertian subjek dan objek penelitian a) Subjek penelitian adalah suatu benda atau seseorang yang akan diteliti untuk dijadikan sebuah penelitian.

b) Objek penelitian adalah sesuatu hal yang hendak diselidiki percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan diteliti yang didalamnya terdapat tempat,pelaku dan aktivitas. 2.Pengertian populasi dan sampel a) Populasi merupakan suatu subjek atau objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik.Manfaatnya untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan,jadi populasi artinya bukan hanya orang saja melainkan benda-benda yang ada dialam lainya. b) Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti dan juga dipandang sebagai suatu pedugaan populasi.Sampel disini dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati.

3.Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian: Dengan mempelajarisubjek dan objek penelitian membantu kita untukmembenamkan diri seteliti mungkin terutama bagi peneliti yang belum pernah mengalami latian.Selain itu dapat dimanfaatkan untuk berbicara,bertukar pikiran dan membandingkan suatu kejadian.

4.Syarat-syarat menjadi subjek penelitian: 1. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu,bukan sekedar mengetahui tetapi juga menghayati. 2. Mereka yang masih terlibar pada kegiatan yang percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan diteliti. 3. Mereka yang tidak cenderung menyamoaikan sebuah informasi. 4. Mereka yang mulanya tergolong cukup asing dengan penelitian,sehingga akan lebih memacu semangat untuk dijadikan narasumber.

5.Cara menentukan subjek penelitian adalah harus yang sesuai dengan permasalahan yang kita angkat dalam penelitian.Dalam penelitian kuantitatif dimana subjek peneliti diambil dengan menggunakan sistem sampling,sehingga semakin banyak sampling akan semakin memperkecil jumlah kesalahan dalam pengumpulan data.Sedangkan dalam penelitian kualitatif jumlah sampel atau subjek yang diteliti tidak begitu berpengaruh .Disini kita benar-benar fokus pada permasalah yang kita angkat dan kita mencoba untuk mengorek keterangan sedalam-dalamnya dan sedetail-detainya agar masalah yang kita teliti bisa terselesaikan dengan baik dan benar agar tidak mengecewakan.

6.Penelitian menggunakansubjek dan objek pada saat melakukan penelitian ,jika tidak ada subjek dan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang diteliti maka tidak bisa melakukan penelitian,karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut.

7.Soal No.3(Subjek dan Objek).Membandingkan subjek objek,populasi dan sampel, 1. Subjek objek Subjek artinya baik orang tau benda yang sifat keadaanya akan diteliti dan akan dijadikan sampel untuk sebuah penelitian.

2. Populasi sampel Didalam populasi terdapat subjek atau objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik,manfaat untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulan bahwa populasi disini bukan hanya orang melainkan objek dan benda-benda alam lainya. Dari perbandingan tersebut dapat kita simpulkan bahwa antara subjek,objek dan populasi sampel mereka saling berkaitan untuk sebuah penelitian yang baik. 8.Karena disini ditegaskan bahwa satu sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti yang ciri-cirinya diharapkan dapat meakili keberadaan populasi yang sebenarnya.Dengan hanya mengamati sampel tersebut dari pada mengamati seluruh populasinya maka akan diperoleh keuntungan baik dari segi waktu tenaga maupun biaya.Misalnya dalam dunia pendidikan, anak yang belajar di SD x cenderung malas membaca diperpustakaan dan lebih banyak bermain di lingkungan sekolah,cukup kita mencoba mewawancarai percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan atau dua anak,kita tidak perlu mewawancarai satu persatu dari seluruh siswa di SD x.

9.Manfaat menggunakan sampel dan penelitian: 1. Penggunaan sampel dapat menghemat biaya,waktu dan tenaga. 2. Hasil penelitian akan lebig mendalam. 3. Teknik sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian. 10.Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan: a) Mewakili populasi maksudnya sampel tersebut percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan mewakili populasi b) Menentukan presisi,tingkat kesalahan baku artinya dalam pengambilan sampel harus menentukan permasalahn yang baku,tidak seimbang dalam menentukan permasalahan dalam penelitian.

c) Sederhana,tidak perlu yang sulit atau rumit dalam pengambilan sebuah sampel yang akan diteliti. d) Mudah dilaksanakan. e) Efesien biaya dalam pengambilan sampel tidak perlu biaya yang banyak.

11. Pengertian probability sampling dan non probability sampling A. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel sample,dimana semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih menjadi sample.Dengan teknik ini maka tidak ada kendala untuk melakukan penelitian. B. Non probability sampling adalah disini tidak semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih sebagai sample. 12. .Persamaan dan perbedaan probability sampling dan non probability sampling A.

Persamaan : sama – sama pengambilan sample B. Perbedaan : Jika probability sampling disini semua elemen mempunyai peluang untuk menjadi sample.Sedangkan non probability sampling tidak semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih sebagai sample. 13.Penerapan rondom sampling dalam penelitian ,bahwa random sampling sesuatu cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi.Elemen populasi bisa berupa data tentang orang/binatang ,tentang kejadian,tenangtang tempat,atau juga tentang benda.

14. Sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomer urut.

15. Tahap dalam pengambilan sample menggunakan sistematik sampling : 1. Menentukan ukuran sample yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi. 2. Membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan anggota sample atau ukuran sample 3.

Menentukan secara acak satu unit sample pertama dari kelompok pertama yang membentuk unit sample kedua, ketiga, dan selanjutnya. Kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Pengertian Teknik Stratifiet Sampling adalah cara memngambil sample dengan memperhatikan tingkatan didalam popuilasi tersebut. Langkah-langkah dalam penerapannya: 1. Menentukan populasi penelitian. 2. Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi 3.

Mengelompokan unit anggota yang mempunyai karakteristik yang sama dalam suatu kelompok atau strata 4. Mengampil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan 5. Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random/non random. 6. Pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan.

17.Pengertian Cluster Sampling adalah teknik ini digunakan jika populasi tidak terdiri dari individu-individu melainkan dari kelompok atau klaster. Langkah-langkah penerapannya: a) Susun sampling frame berdasarkan gugus. b) Tentukan beberapa gugus yang akan diambil sebagai sampel c) Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan gugus sebagai sampel dengan cara memilih acak.

d) Teliti sampel yang ada dalam gugus sampel 18.Perbedaan stratified random sampling adalah cara pengambilan dengan memperhatikan tinmgkatan didalam populasi,sedangkan cluster sampling adalah teknik memilih sebuah sample dari kelompok-kelompok unit yang kecil hingga besar kemudian dipilih secara acak sebagai wakil populasi. 19.Menurut Sugiono(2001:60) menyatakan bahwa sampling kuota adaalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.

• Langkah-langkah penerapan Pengumpulan data secara langsung dilakukan pada unit sampling kemudian kuota yang sudah terpenuhi pengumpulan data tersebut harus dihentikan. 20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan,yang artinya siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila orang tersebut cocok untuk didata.

Contoh:Reporter televisi mewawancarai seseorang yang kebetulan lewat guna untuk mendapatkan data atau informasi. 21.Penelitian judgement sampling adalah sampel dipilih berdasarkan penilaian penelitian bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel.

 Langkah penerapannya dengan cara kita mencari seseorang yang sekiranya memiliki pengetahuan serta informasi yang luas atau seorang ahli yang mampu memberikan informasi yang terkait apa yang kita teliti.

22.Purposive sampling yaitu peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara ciri-ciri permasalahan peneliti. • Cara penerapannya yaitu: a. Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya criteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias.

b. Menentukan kriteria-kriteria c. Menentukan populasi berdasarkan studi. d. Tentukan minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria. 23.Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan: 1. Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.

2. Akurasi mengacu pada sifat mdan karakter dari sampel yang digunakan. 3. Ukuran sampwl pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilanukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24.Snowball Sampel adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel-sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus-menerus mencari semakin besar.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang penggunaan sosial media yang berlebihan pada kalangan remaja disuatu wilayah .Sampel mula-mula adalah 5 orang remaja,kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti.

• Langklah-langkah penerapannya: Mula-mula kita dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temanya untuk dijadikan sampel,kemudian temanya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel juga sampai seterusnya.Sehingga jumlah sampel semakin banyak. • 1.A.Subjek penelitian yaitu sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga atau organisasi.

B. subjek penelitian adalah subjek yg dituju oleh peneliti untuk diteliti. 2. Populasi yaitu totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang akan diteliti.

Sampel yaitu bagian dari populasi yang diambil melalui suatu cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi. 3.Manfaatnya yaitu bisa meneliti banyak hal sehingga mendapatkan pengetahuan banyak. 4. 1. harus jujur dan dapat dipercaya. 2.Memiliki kepatuhan pada peraturan. 3.Suka berbicara dan mengeluarkan pendapat. 5.cara menentukan subjek penelitan dengan cara terjun langsung kelapangan dan mengetahui langsung.

6.Pada sat praktik terjun secara langsung. 7.jika objek dan subjek lebih ke praktik secara langsung. 8.agar memiliki suatu karakteristik dan bukti. 9.Dapat menghemat biaya,mempermudah penelitian,hasil penelitian lebih akurat dan mendalam. 10.Menentukan target populasi,mendaftar elemen seluruh populasi,dan menentukian sumber informasi.

11.Probability sampling adalah teknik pengambilan sample dimana semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih menjadi sample. Non probabiliy sampling yaitu generalisasi terhadap populasi tidak terlalu penting. 12.Sama-sama pengambilan sample pada populasi, perbedaan probability sample yaitu memiliki peluang untuk menjadi anggota sedangkan non probability sample tidak mempunyai peluang.

13. Berilah nomor SD pada populasi ( 900SD) mulai dari 001-900. Pilihlah secara acak salah satu halaman dari tabel angka random (lihat Tabel Angka Random) kemudian tentukan satu baris dan beberapa kolom yang akan digunakan disesuaikan dengan digit N, dalam hal ini berdigit 900 karena N=900 (tiga digit).

Dengan demikian, misalkan ditentukan baris 10, dan 3 kolom, yaitu kolom 6, 7, dan 8. Dari tabel diperoleh angka 132 dan angka ini merupakan sampel pertama. Kemudian untuk menentukan sampel kedua sampai sampel kesepuluh maka dilanjutkan ke baris berikut (baris 11 dan seterusnya), sehingga diperoleh angka 132, 822, 228, 311, 373, 893, 309, 111, 548, 017, 553, 665, 526.

Bila diperoleh angka yang lebih besar dari 900 maka angka tersebut dapat diabaikan dan lanjut pada baris berikutnya.

Berdasarkan tabel angka random maka sampel yang terpilih adalah SD yang bernomor 132, 822, 228, 311, 373, 893, 309, 111, 548, 017, 553, 665, 526. 14.Sampling Sistematis yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Kemudian, pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor mengambil nomor berdasarkan kelipatan dari bilangan tertentu, nomor genap atau ganjil saja.

15.dalam pengambilan sample dilakukan secara random. 16.penelitian yg dilakukan untuk meneliti suatu daerah. dengan cara terjun langsung kelpangan. 17.Pengambilan sample yg dilakukan terhadap individu dimana dalam suatu kelompok.

18.jika startified sampling cara meneliti individu dan cluster sampling dengan berkelompok. 19.Sample kuota yaitu teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. langakah-langkah dengan memenuhi kuota yg diinginkan.

20.Sample aksidental yaitu Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. contohnya penelitian tentang pemilihan kepala desa. 21.Judgement sampling yaitu teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

contoh tentang penelitian budidaya. 22.Yaitu teknik mengambil sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah atau strata, melainkan berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu.

23.semua anggota populasi dijadikan sample. 24.Dengan cara melakukan sample kepada yg satu kemudian berlanjut ke yg lain dan seterusnya. • 1. Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi). Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian, didalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian.

Sifat keadaan berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bias juga berupa proses. 2. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapka oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan populasi tidak hanya orang atau makhluk hudup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya.

Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik.

Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi. 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian Subjek merupakan sesuatu yang akan diteliti baik orang, benda maupun organisasi. Jadi manfaat mempelajari objek penelitian yaitu peneliti dapat mengetahui apa yang dimaksud subjek penelitian itu, selain itu juga dapat memahami apa saja yang dapat menjadi subjek dalam penelitia serta dapat mengetahui syarat-syarat yang menjadi subjek penelitian.

Selain itu dari kita dapat menentukan subjek dalam penelitian maka kita juga dapat menentukan objek penelitian. Jadi manfaat mempelajari subyek penelian itu kita dapat mengetahui subjek yang bagaimana yang berkualitas dalam sebuah penelitian. Sedangkan manfaat mempelajari objek penelitian yaitu dapat menentukan objek dalam penelitian yang sebelumnya sudah mendapatkan subjek yang lebih dahulu.

Kita dapat menentukan obbjek penelitian baik objek kualitatif maupun kuantitatif, jadi kita sangat perlu sekali memahami objek dalam penelitian karena objek merupakan sasaran utama yang dijadikan sebuah penelitian. 4. 1.Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu,bukan sekedar mengetahui tetapi juga menghayatinya. 2. Mereka yang masih terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. 3. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi. 5. 1.Menentukan populasi penelitian dan tujuan pengambilan sampel, populasi penelitian merupakan kumpulan obyek penelitian dari mana sampel akan diambil.

2. Menentukan satuan sampel, satuan-satuan obyek penelitian yang diambil sebagai satu satuan sampel. 3. Menenrukan frekuensi dan waktu pengambilan sampel, diperlukan hanya bila pengumpulan data dilakukan lebih dari satu kali (berulang). 6. Pada saat apa penelitian menggunakan istilah “subjek dan objek” dalam penelitian. penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, karena dalam proses penelitian bila tidak ada subjek dan objek yang di teliti maka kita tidak bisa melakukan sebuah penelitian, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya.

Dan objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian. 7. Perbandingan mempelajari subjek dan objek penelitian dengan mempelajari sampel dan populasi sebenarrnya hampir sama, tetap untuk satu tujuan yaitu untuk percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan.

Dengan mempelajari sampel dan populasi akan mempermudah kita dalam penelitian seperti dalam sampel adalah dengan penggunaan sampel akan menghemat biaya, waktu, dan tenaga dalam pelaksanaanya.

Sama saja dengan populasi, manfaatnya mempelajari populasi kita dapat mengetahui dan mempelajari objek apa saja yang akan kita teliti dalam penelitian nanti.

Populasi itu sendiri berhubungan dengan data, tetapi bukan orangnya. 8. Karena di dalam dunia pendidikan, akan sangat sulit untuk dilakukan penelitian jika yang di teliti semua variable yang terkait di dalamnya. Selain itu juga akan memakan waktu yang sangat lama dan dana yang tidak cukup sedikit. Untuk itu peneliti hanya akan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan sampel dari apa yang akan di teliti supaya lebih cepat, akurat dan efisien.

Dan yang paling penting disini jika populasi nya besar, dengan menggunakan sampel peneliti akan sangat cermat sehingga variable yang diteliti tidak akan terlewat. 9. 1. Penggunaan sampel dapat menghemat biaya,waktu,dan tenaga. 2. Hasil penelitian akan lebih mendalam. 3. Teknik sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian. 10. 1. Mewakili populasi maksudnya sampel tersebut sudah mewakili populasi.

2. Menentukan presisi,tingkat kesalahan baku,maksudnya dalam pengambilan sampel harus menentuka permasalahan yang baku,tidak seimbang dalam menentukan permasalahan dalam penelitian. 3. Sederhana,tidak perlu yang rumit-rumit dalam pengambilan sampel. 11. Probability Sampling yaitu suatu teknik pengambilan sample dimana semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih menjadi sample.

Non Probability Sampling yaitu teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

12. Persamaan : Sama-sama menggunakan teknik sampling yang memberikan peluang bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel Perbedaan : Peluang yang diberikan bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel itu tidak sama 13.

Berikut ini penerapan random sampling dalam penelitian. Random sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel melalui sistem acak, sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel.

Penerapannya : diawali dengan pembentukan daftar sampel dari anggota populasi oleh peneliti. Selanjutnya daftar sampel tersebut dipilih secara acak hingga terpenuhi jumlah sampel yang dibutuhkan. 14. Sampling sistematis adalah suatu cara atau teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan atau interval dari seluruh anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

Contohnya : jumlah anggota populasi sebanyak 75 orang, dari semua anggota populasi tersebut diberikan nomor urut 1 sampai 75. Pengambilan sampelnya dapat dilakukan secara urut, dengan pengambilan nomor genap atau ganjil saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu. 15. Tahapan pengambilan sampel dengan sistematic sampling adalah: 1.Setiap elemen populasi dipilih dengan suatu jarak interval (tiap ke n elemen).2.

dimulai secara random dan selanjutnya dipilih sampelnya pada setiap jarak interval tertentu. 3. Jarak interval misalnya ditentukan angka pembagi 5,6 atau dan dapat menggunakan dasar urutan abjad. 16. Stratified sampling adalah suatu teknik sampling dimana populasi kita bagi ke dalam sub populasi atau strata,peneliti dapat mengambil cara ini didalam setiap stratum dipilih sampel melelui proses simple random sampling.

langkah-langkah penerapannya: 1. Menentukan objek yang akan diteliti. 2. Menguji dugaan darii sempel dari tingkat paling atas, kemudian menuju sampel menengah dan ke sampel bawah. 3. Strata sampel dipilih dengan teknik simple random sampling.

17. Cluster sampling adalah Teknik sampling daerah dipakai untuk menentukan sampel jika objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, seperti misalnya penduduk dari suatu negara, provinsi atau dari suatu kabupaten, dan langkah-langkahnya 1.

Gunakan objek yang akan diteliti yang sangat luas. 2. Gunakan populasi dalam bentuk gugus atau kelompok-kelompok tertentu. 3. Anggota gugus/kelompok tidak homogen. 18. Perbedaan stratified sampling dan cluster sampling adalah bahwa di cluster sampling diperlakukan sebagai unit sampling sehingga analisis dilakukan pada populasi kelompok, sedangkan dalam stratified sampling analisis dilakukan pada elemen dan strata.

19. Sampel kuota adalah penentuan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sebagai jumlah (jatah) yang dikehendaki atau pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti atau bisa saja secara kebetulan.

Jadi penelitian disini tidak dilakukan secara acak, melainkan hanya kebetulan saja, langkah-langkah penerapannya yaitu dengan cara peneliti menggunakan jumlah sampel terbatas, misalnya penelitian pada siswa yang berkelainan khusus, dalam satu kelas terdapat 3 siswa yang mempunyai kelainan khusus, maka populasi tersebut dijadikan sampel secara keseluruhan.

20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan factor spontanitas. Artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti sesuai dengan karakteristik (ciri-cirinya) maka orang tersebut bisa dijadikan sebagai sampel.

Contohnya seorang peneliti ingin mengetahui partisipasi orang tua murid terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, nah disini peneliti bisa mengambil salah satu orang untuk dijadikan sampel misal tetangga, teman, kerabat dan kenalannya yang semuanya termasuk anggota populasi penelitian (dalam hal ini orang tua murid). 21. Judgement sampling dilakukan jika peneliti menentukan subjek dari sampel yang terpilih berdasarkan penilaian atau judgement dari penelitian saja serta berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

kemudian langkah penerapannya kita harus mencari para ahli untuk dijadikan sampel yang memiliki pengetahuan dan informasi yang luas, yang mampu memberikan informasi terkait dengan apa yang telah kita teliti, sehingga kita mampu menerapkan judgement sampling dengan baik dan sesuai prosedur yang ada. 22. Purposive Sampling adalah teknik pengambilan sampel secara sengaja denga persyaratan sampel yang diperlukan. Peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu.

Jadi, sampel diambil tidak secara acak, tapi ditentukan sendiri oleh peneliti. Langkah Penerapanya adalah 1) Penentuan karateristik populasi dilakukan dengan cermat; 2) Pengambilan sampel harus berdasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karateristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi; 3) Subjek yang diambil sebagai sampel benatr-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.

23. Syarat Sampling Jenuh adalah Jika semua anggota populasi menjadi sampel, jika anggota populasi relatif kecil/sedikit yaitu kurang dari 30 orang. 24. Langkah-langkah penerapan Snowball Sampling adalah 1. Mengidentifikasi, memilih, dan mengambil sampel dalam suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus. 2. Peneliti menyajikan suatu gambar (lingkaran, diagran, sosiogram) yang dikaitkan atau dihubungkan dengan garis-garis. • 1. Subjek penelitian adalah sesuatu yang kita teliti baik itu berupa manusia benda ataupun yang lainnya.

Objek penelitian adalah suatu kondisi atau keadaan dari subjek penelitian bisa berupa sikap perilaku pendapat dll. 2. Populasi adalah kumpulan individu di suatu wilayah dan waktu tertentu Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diambil sebagian untuk diteliti 3.

Manfaatnya adalah agar kita dapat mengetahui subjek dan objek bagaimanakah yang diperlukan dalam sebuah penelitian yang kita lakukan sehingga hasil dari penelitian yang ditelitipun sesuai atau tepat sasaran dengan mengggunakan responden yang tepat dalam pengumpulan data.

4. Beberapan kriteria yang harus dipenuhi seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi subjek dalam penelitian kualitatif menurut Sanapiah Faisal adalah sebagai berikut : a. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu bukan sekedar mengetahui, tetapi juga menghayatinya.

b. Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. c. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil ‘kemasannya’ sendiri. d. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. e. Mereka yang pada mulanya tergolong ‘cukup asing’ dengan peneliti, sehingga akan lebih memacu semangat untuk dijadikan narasumber.

5. Cara menentukan subjek penelitian ada 2 macam yakni yang pertama dalam penelitian kualitatif, dapat menggunakan criterion-based selection yang didasarkan pada asumsi bahwa subjek tersebut sebagai actor dalam tema penelitian. Sedangkan dalam menentukan informan, dapat menggunakan model snow ball sampling untuk memperluas subjek penelitian.

Penelitian kualitatif lebih didasari pada kualitas informasi yang terkait dengan tema penelitian yang diajukan. Lalu yang kedua dalam penelitian kuantitatif penentuan subjek penelitian dilakukan saat peneliti mulai membuat rancangan penelitian (proposal penelitian). Dalam proses dilapangan, untuk menentukan siapa yang akan dikenai perlakuan (treatment) akan digunakan teknik sampling yang sesuai dengan kondisi subjek dilapangan. 6. Yaitu pada saat melakukan sebuah penelitian yang memerlukan reponden sebagai subjek dan objek dalam penelitian tersebut.

7. Manfaat memperlajari populasi dan sampel adalah agar memudahkan kita dalam mencari responden yang tepat untuk pengumpulan data dalam penelitian dalam lingkup yang lebih kecil.

8. Karena sampel dibutuhkan sebagai responden dalam pengumpulan data dari sebuah penelitian. Dan bisa mempermudah dalam pengumpulan data karena sampel hanya diperlukan sebagian dari jumlah populasi yang ada.

9. Manfaatnya adalah kita tidak perlu bersusah payah dalam pengumpulan data di sebuah daerah atau wilayah karena sampel hanya memerlukan sebagian dari populasi disuatu tempat yang akan diteliti. 10. Syarat-syarat terpenting dalam pengambilan sampel adalah : (1) sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin; (2) sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama; (3) pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan; (4) pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal.

(Soegeng Dalam Tahir, 2011:38) 11. Probability sampling menurut Sugiyono adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sedangkan Nonprobability sampling menurut Sugiyono adalah teknik yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. 12. Persamaannya adalah sama sama membutuhkan sampel sebagai subjek dan objek dalam penelitian.

Perbedaannya adalah jika Probability sampling dalam pengambilan sampel semua elemen dalam populasi bisa menjadi sampel sedangkan jika Nonprobability sampling tidak semua elemen dalam populasi tersebut bisa mendapatkan peluang menjadi sampel jadi hanya sebagian lagi yang akan digunakan. 13. Penerapannya adalah dengan cara acak bisa dengan mengunakan undian sebagai contoh dilakukannya penelitian disuatu kelas di sekolah A dengan jumlah siswa 20 orang setelah itu nama dari masing masing siwa ditulis disebuah kertaas atau bisa juga dengan menulis nomor absen dari siswa tersebut kemudian kumpulan kertas tesebut dicampur dan dilipik secara acak misalnya kita mengambil 10 anak sesudah itu kertas tersebut dibuka satu persatu dan akan diketahui siswa mana saja yang akan menjadi responden dalam penelitian ini demi pengumpulan data data yang diperlukan.

14. Sugiyono (2001:60) menyatakan bahwa sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan dari bilangan lima. Untuk itu, yang diambil sebagai sampel adalah 5, 10, 15, 20 dan seterusnya sampai 10.

15. Penentuan sampel dengan menggunakan teknik ini berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomer urut. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam menggunakan teknik sampling ini antara lain: (1) menentukan jumlah sampel yang akan diambil; (2) membagi total populasi dengan jumlah yang diperlukan, untuk menentukan interval pengambilan sampel; (3) menentukan anggota sampel.

(Wagiran, 2014: 202) 16. Sugiyono (2001: 58) teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Menurut Notoatmodjo (2005, hlm. 86) langkah-langkah yang ditempuh dalam pengambilan sampel secara stratified meliputi.: 1.

Menentukan populasi penelitian. 2. Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. 3. Mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan. 4. Mengambil sebagian unit dari setiap strata percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan mewakili strata yang bersangkutan. 5. Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom 6.Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional).

17. Menurut Margono (2004: 127), teknik ini digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster. Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten.

Teknik sampling daerah ini sering digunakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan daerah, dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga. 18. Perbedaannya adalah dalam Stratified Sampling atau sampling acak berlapis tidak proprsional digunakan untuk menentukan jumlah sampel (Wagiran, 2014: 205), dimana peneliti membagi populasi berdasarkan beberapa ciri khusus tertentu (misalnya gender) (Creswell, 2015: 291) sedangkan Cluster Sampling dalam teknik ini digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk suatu negara, propinsi, kabupaten.

Cluster Sampling digunakan jika kita memiliki keterbatasan karena ketiadaan kerangka sampel (daftar nama seluruh populasi), namun kita memiliki data yang lengkap tentang kelompok. 19. Menurut Sugiyono (2001: 60) menyatakan bahwa sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

Langkah langkahnya adalah mencari sampel hingga batas yang diinginkan dan setelah kuota yang diinginkan terpenuhi maka pencarian sampel harus dihentikan.

20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2001: 60).Contohnya yaitu wawancara mendadak tentang pendapat orang orang mengenai pendidikan diindonesia saat ini wawancara tersebut dilakukan ditempat umum dengan memilih orang yang kita temui ditempat itu. 21.

Judgement sampling adalah teknik pengambilan sampling dengan menentukan sample yang dianggap paling baik atau ahli. Langkahnya adalah kita mencari sampel yang sudah menguasai atau ahli dalam permasalahan yang kita teliti seperti kasus pendidikan yang kita jadikan sampel bisa guru guru atau mungkin langsung kepada dinas pendidikan. 22. Sugiyono (2001: 61) menyatakan bahwa sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu misalnya sampel yang diperlukan adalah sampel yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian atau berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan.

Langkahnya adalah misalnya kita melakukan penelitian tentang dampak positif dan negatif pembelajaran K13 di sekolah dasar sehingga sampel yang kita perlukan adalah dengan kriteria sekolah dasar yang sudah melaksanakan program pembelajaran K13 yang kemudian dijadikan sampel.

23. Menurut Sugiyono (2001:61) sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Dari penjelasan diatas dapat dikeahui jika sampling jenuh bisa digunakan sebagai teknik penentuan sampel dengan catatan semua populasi dijadikan sampel tanpa ada satupun yang tersisa dan hal ini bisa dilakukan jika jumlah populasi itu tidak banyak yaitu kurang dari 30 orang sebagai contoh populasi siswa dikelas 2 yang jumlahnya kurang dari 30 anak.

24. (Sugiyono, 2001: 61), Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.

Ibarat bola salju yang menggelinding semakin lama semakin besar. Langkah penerapannya misalnya kita meneliti tentang siapa saja anak yang suka makanan pedas pengambilan sampel bisa melalui wawancara setelah mendapat sampel dari wawancara tersebut maka dilakukan wawancara lagi kepada si anak dengan menyebutkan siapa saja teman atau anggota keluarganya yang juga suka makanan pedas dan hal tersebut dapat dilakukan secara terus menerus sehinga sampel yang didapatpun akan semakin banyak dan meluas.

• IKA SURYANINGTIAS/1686206052/PGSD/II/III/B 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan subjek dan objek penelitian! Jawab: Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga. Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian.

Sifat keadaan yang dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, atau pendapat. 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel! Jawab: Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari lalu ditarik kesimpulannya.

Populasi bukan hanya makhluk hidup akan tetapi juga benda lainnya. Sampel adalah sebagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi.

Sampel yang hendak diambil dari populasi harus dapat mewakili populasi. 3. Jelaskan manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian! Jawab: Manfaat mempelajari subjek penelitian adalah membentu agar secepat mungkin dapat membenamkan diri dalam konteks setempat dan agar dalam waktu relatif singkat, banyak informasi yang terkumpul sebagai sampling internal. Manfaat mempelajari objek penelitian adalah untuk menentukan objek dalam penelitian yang sebelumnya sudah memperoleh subjek.

4. Jelaskan syarat-syarat menjadi subjek penelitian! Jawab: Syarat-syarat untuk menjadi subjek penelitian antara lain orang tersebut harus jujur, dapat dipercaya, memiliki kepatuhan pada peraturan, suka berbicara, bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian, dan memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

5. Bagaimana cara menentukan subjek penelitian? Jawab: Dalam penelitian kualitatif, dapat didasarkan pada asumsi bahwa subjek tersebut sebagai pemeran utama dalam tema penelitian. Sedangkan dalam penelitian kuantitatif, penentuan subjek penelitian dilakukan saat peneliti mulai membuat rancangan penelitian. 6. Jelaskan pada saat seperti apa penelitian menggunakan istilah “subjek dan objek” penelitian!

Jawab: Penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, karena dalam proses penelitian bila tidak ada subjek yang diteliti, maka tidak bisa dilakukan sebuah penelitian. Dan objek adalah sifat suatu objek yang diteliti tersebut. 7. Lihat soal nomor 3, bandingkan dengan “populasi dan sampel”! Jawab: (Subjek-objek) Merupakan sesuatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga yang pada dasarnya akan dikenai kesimpulan penelitian dan sifat keadaan kualitas serta kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, ataupun keadaan.

(Populasi-sampel) Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Jadi bisa disimpulkan perbandingan antara (subjek-objek) dan (populasi-sampel) adalah keduanya saling berkaitan dalam proses penelitian, apabila ada salah satu yang tidak dicantumkan, paka proses penelitian juga tidak dapat berjalan dengan baik.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan? Jawab: Sampel sangat dibutuhkan dalam penelitian pendidikan karena percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan sebuah keharusan. Selain itu, sampel merupakan hal mutlak yang diambil pada penelitian yang tidak memungkinkan pengambilan data pada seluruh populasi.

9. Jelaskan manfaat menggunakan sampel dalam penelitian! Jawab: Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian antara lain mengadakan pengurangan terhadap kuantitas objek yang diteliti, mengadakan generalisasi terhadap hasil penelitian, dan menonjolkan sifat-sifat umum dari populasi. 10. Bagaimana syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan? Jawab: Syarat-syarat terpenting yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel yaitu jumlah sampel mencukupi dan profil sampel yang dipilih harus mewakili.

11. Apa yang dimaksud dengan probability sampling dan non probability sampling? Jawab: Probability sampling yaitu teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengampilan sampel secara acak.

Non probability sampling yaitu teknik sampling yang memberi peluang tidak sama untuk setiap percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

12. Jelaskan persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling? Jawab: Persamaan antara probability sampling dan nonprobability sampling yaitu sama-sama digunakan untuk pengambilan teknik sampel dari populasi yang diteliti. Perbedaan antara probability sampling dan nonprobability sampling yaitu pada probability sampling memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel, sedangkan pada nonprobability sampling memberikan kesempatan tidak sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel.

13. Bagaimana penerapan random sampling dalam penelitian? Jawab: Random sampling digunakan jika populasi dianggap homogen berdasarkan kriteria tertentu. Pengambilan unit sampel dapat dilakukan dengan undian. 14. Apa yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan! Jawab: Teknik sampling sistematis yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. 15. Lihat soal nomor 12, jelaskan tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling!

Jawab: Tahapan pengambilan sampel menggunakan systematic sampling yaitu pertama, disusun sampling frame. Kedua, peneliti menetapkan sampling interval (k) dengan menggunakan rumus N/n; dimana N adalah jumlah elemen dalam populasi dan n adalah jumlah sampel yang diperlukan.

Ketiga, peneliti memilih sampel pertama (s1) secara random dari sampling frame. Keempat, peneliti memilih sampel hingga diperoleh jumlah sampel yang dibutuhkan dengan menambah nila interval (k) pada setiap sampel sebelumnya.

16. Dalam probability sampling terdapat teknik stratified sampling. Apa yang dimaksud dengan hal tersebut, dan jelaskan pula langkah-langkah dalam penerapannya!

Jawab: Teknik stratified sampling yaitu cara mengambil sampel dengan memperhatikan tingkatan di dalam populasi. Langkah-langkah penerapan teknik stratified sampling yaitu pertama, populasi dikelompokkan menjadi sub-sub populasi berdasarkan kriteria tertentu yang dimiliki unsur populasi.

Kedua, dari masing-masing sub selanjutnya diambil sebagian anggota secara acak dengan komposisi proporsional/disproporsional. Ketiga, total anggota yang diambil ditetapkan sebagai jumlah anggota sampel penelitian. 17. Apa yang dimaksud dengan cluster sampling? Jelaskan langkah-langkah dalam penerapannya! Jawab: Teknik cluster sampling yaitu teknik yang digunakan apabila populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu.

Langkah-langkah dalam penerapan cluster sampling yaitu pertama, memilih sampel yang berbentuk cluster dari suatu populasi. Kedua, dari tiap-tiap cluster sampel tersebut, diturunkan sampel yang berbentuk elemen. 18. Jelaskan perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling! Jawab: Pertama, dalam stratified sampling, populasi dibagi menjadi kelompok homogen yang disebut strata, dengan menggunakan atribut sampel.

Kemudian anggota dari masing-masing lapisan dipilih, dan jumlah sampel yang diambil dari strata tersebut sebanding dengan adanya strata di dalam populasi. Kedua, dalam cluster sampling, populasi dikelompokkan ke dalam kelompok, didominasi berdasarkan lokasi, dan kemudian cluster dipilih secara acak.

Ketiga, dalam stratified sampling, masing-masing kelompok yang digunakan memasukkan anggota homogen sementara, percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan cluster sampling, cluster bersifat heterogen.

Keempat, stratified sampling lebih lambat sedangkan cluster sampling relatif lebih cepat. Kelima, stratified sampling memiliki sedikit kesalahan karena di masing-masing kelompok di dalam populasi menyesuaikan metode untuk mendapatkan estimasi yang lebh baik.

Keenam, pengambilan sampel cluster memiliki presentase kesalahan yang lebih tinggi. 19. Apa yang dimaksud dengan sampel kuota? Jelaskan langkah-langkah penerapannya! Jawab: Sampel kuota yaitu teknik untuk menentukan sampel yang berasal dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.

Langkah-langkah penerapan sampel kuota yaitu pertama, jumlah populasi diklasifikasikan dalam beberapa kelompok. Kedua, sampel diambil dengan memberikan jatah tertentu terhadap kelompok. Ketiga, pengumpulan data dilakukan langsung pada unit sampling. Keempat, setelah jatah terpenuhi, maka pengumpulan data dihentikan. 20. Apa yang dimaksud dengan sampel aksidental? Jelaskan dan sertakan dengan contohnya! Jawab: sampling aksidental yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saya yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu sesuai sebagai sumber data.

Dalam teknik sampling aksidental, pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Contohnya: Penelitian tentang pendapat umum mengenai PEMILU dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi.

21. Dalam non probability sampling terdapat jenis judgement sampling. Jelaskan dan sertakan langkah penerapannya! Jawab: Judgement sampling yaitu teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan penelitian.

Judgement sampling digunakan dalam kasus dimana spesialisasi otoritas dapat memilih sampel ebih representatif yang dapat membawa hasil yang lebih akurat. Langkah-langkah dalam menerapkan teknik ini yaitu pertama, menentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias. Kedua, menentukan kriteria-kriteria. Ketiga, menentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang diteliti.

Keempat, menentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria. 22. Apa yang dimaksud dengan purposive sampling? Jelaskan pula cara penerapannya! Jawab: Purposive sampling yaitu salah satu teknik pengambilan sampel yang sering digunakan dalam penelitian. Purposive sampling yaitu tenik pengambilan sampel secara sengaja. Cara penerapan teknik ini yaitu dengan memilih sampel berdasarkan sampling tergantung kriteria apa yang digunakan.

Jadi ditentukan dulu apa kriteria-kriteria sampel yang diambil. 23. Bagaimana syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan? Jawab: Syarat sampling jenuh dapat diterapkan dalam penelitian pendidikan yaitu bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.

Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. 24. Jelaskan langkah-langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian pendidikan! Jawab: Dalam penentuan sampel, pertama-tama dipilih satu atau dua orang sampel, tetapi karena dengan dua orang sampel ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sampel sebelumnya.

Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. • 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan subjek dan objek penelitian! • Subjek penelitian yaitu suatu yang d diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga(organisasi). Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenal kesimpulan hasil penelitian.

Di dalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. • Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan, penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati, keadaan batin, dan bisa juga berupa proses 2.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel! • Penelitian populasi yaitu penelitian yang dilakukan terhadap lingkungan yang luas dengan semua subjek penelitian dan kesimpulannya berlaku bagi semua subjek penelitian itu.

• Penelitian sampel yaitu penelitian yang dilakukan terhadap sebagian dari populasi, akan tetapi hasil penelitiannya berlaku bagi semua subjek yang tergabung pada populasi itu. 3. Jelaskan manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian! Manfaatnya yaitu kita dapat mengetahui anggota-anggota dari suatu sampel. Baik yang terdiri dari orang maupun dari benda. 4. Jelaskan syarat-syarat menjadi subjek penelitian!

(Moleong,2006; 132) • orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya • orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan • orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam. • Orang tersebut bukan termasuk anggota slah satu kelompok yang bertikat dalam latar penelitian • orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

5. Bagaimana cara menentukan subjek penelitian? Menurut sugiyono (2007; 52) • Melalui keterangan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang berwenang,cara pertama ini bisa dilakukan dengan formal (pemerintah) maupun secara informal (pemimpin masyarakat seperti tokoh masyarakat, pemimpin, adat, dan lain sebagainya). Perlu dijajaki pula jangan sampai terjadi informan yang disodorkan itu berperan ganda, contohnya sebagai pegawai luruh dan sebagai informan pembantu peneliti, yang mungkin juga ditugaskan memata-matai peneliti.

• Melalui wawancara pendahuluan, dalam wawancara ini peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah disinggung di depan. 6. Jelaskan pada saat seperti apa penelitian menggunakan istilah “subjek dan objek”penelitian! Digunakan pada saat kita meneliti sesuatu, baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif.

Subjek dan objek juga percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan menentukan sampel dan populasi. 7. Lihat soal nomor 3, bandingkan dengan “populasi dan sampel”! Penelitian populasi yaitu penelitian yang dilakukan terhadap lingkungan yang luas dengan semua subjek penelitian dan kesimpulannya berlaku bagi semua subjek penelitian itu.

Penelitian sampel yaitu penelitian yang dilakukan terhadap sebagian dari populasi, akan tetapi hasil penelitiannya berlaku bagi semua subjek yang tergabung pada populasi itu.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan? Karena bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya atau sebagai percontohan mempunyai karakteristik yang mencerminkan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan populasi itu. Karena itu, sampel merupakana perwakilan dari populasi, dan karena hal itu pula, sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif.

Suatu sampel dikatakan representatif apabila ciri-ciri sampel yang berkaitan dengan tujuan penelitian sama atau hampir sama dengan ciri-ciri populasinya. 9. Jelaskan manfaat menggunakan sampel dalam penelitian? a. Penggunaan sampel dapat menghemat waktu dan tenaga karena jika jumlah populasinya sangat banyak, tidak mungkin peneliti akan meneliti kepada seluruh anggota populasi yang ada. b. Penelitian akan lebih efektif dan efesien, karena hemat waktu dan biaya.

c. Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam, karena jumlah yang diteliti sedikit akan memudahkan penelitian daripada harus meneliti seluruh anggota populasi. 10. Bagaimana syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan? Sampel harus mewakili populasi yang mencerminkan sifat atau ciri dari populasi semaksimal mungki, sampel harus dapat menentukan(presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari populasi), pengambilan sampel harus sederhana dan mudah dilaksanakan, pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya seminimal mungkin.

11. Apa yang dimaksud dengan probability sampling dan non probability sampling? • Probability sampling, yaitu sampling yang memberi kemungkinan sma bagi setiap unsur populasi untuk dipilih • Non probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kemungkinan yang sama bagi setiap unsur/anggota populasi untuk dipilih 12.

Jelaskan persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling? Perbedaannya apabila probability sampling memberi kemungkinan sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih sedangkan non probability sampling tidak memberi kemungkinan yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih. Persamaannya adalah kedua teknik sampling tersebut menggunakan sampeldan populasi serta menggunakan subjek dan objek untuk melakukan penelitian 13. Bagaimana penerapan random sampling dalam penelitian?

1. disusun dengan sampling frame. 2. tetapkan jumlah sampel yang akan diambil. 3. tentukan alat pemilihan sampel. 4. pilih sampel sampai jumlah terpenuhi. 14. Apa yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan!

Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. 15. Lihat soal nomor 12, jelaskan tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling! 1. setiap elemen populsi dipilih dengan suatu jarak interval (tiap ke n elemen). 2. dimulai secara random dan selanjutnya dipilih sampelnya pada setiap jarak interval tertentu. 3. jarak interval misalnya ditentukan angka pembagi 5,6 atau dapat menggunakan dasar urutan abjad.

4. syarat yang perlu diperhatikan oleh peneliti adalah adanya daftar semua anggota populasi. 5. sampling ini bisa dilakukan dengan cepat dan menghemat biaya, tapi bisa menimbulkan bias 16. Dalam probability sampling terdapat teknik stratified sampling.

Apa yang dimaksud dengan hal tersebut, dan jelaskan pula langkah-langkah dalam penerapannya! Stratified sampling adalah suatu teknik sampling dimana populasi kita bagi kedalam sub populasi atau strata, peneliti dapat mengambil cara ini didalam setiap stratum dipilih sampel melalui proses simple random sampling langkah-langkah nya sebagai berikut : 1.

menentukan objek yang akan diteliti. 2. menguji dugaan dari sampel dari tingkat atas, kemudian menuju sampel menengah dan ke sampel bawah. 3. strata sampel dipilih dengan teknik simple random sampling. 17. Apa yang dimaksud dengan cluster sampling ?jelaskan langkah langkah dalam penerapannya! Cluster sampling terkadang dalam penelitian populasi tidak dapat diketahui pasti. Pada penggunaan teknik sampling kluster, biasanya digunakan dua tahapan yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, dan tahap kedua menentukan orang atau objek yang dijadikan penelitian pada daerah yang terpilih yang dilakukan secara random.

Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. gunakan objek yang akan diteliti yang sangat luas. 2. gunakan populasi dalam bentuk gugus atau kelompok-kelompok tertentu. 3. anggota kelompok tidak homogen. 18. Jelaskan perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling! Perberdaannya apabila stratified cara penentuannya dengan meneliti melalui karakteristik tertentu seperti umur dan latar belakang pendidikan sedangkan penggunaan kluster memiliki dua tahapan yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, dan tahap kedua menentukan orang atau objek yang dijadikan penelitian pada daerah yang terpilih yang dilakukan secara random.

19. Apa yang dimaksud dengan sampel kuota? Jelaskan langkah-langkah penerapannya! Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

Langkah penerapannya : dengan menetapkan jumlah besar sampel yang diperlukankemudian menetapkan jumlah (jatah percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan diinginkan) maka jatah itulah yang akan dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel yang diperlukan. 20. Apa yang dimaksud dengan sampel aksidental? Jelaskan dan sertakan contohnya! Aksidental adalah suatu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapata dipakai sebagai sampel, jika dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok untukdijadikan sebagai sumber data.

Contohnys : seorang peneliti ingin mengetahui minat siswa dalam ektra pramuka, maka dari itu peneliti memberikan angket terhadap siswa yang berminat dan dijadikan sampel. 21. Dalam non probability sampling terdapat jenis judgement sampling. Jelaskan dan sertakan langkah penerapannya! Judgement sampling adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen-elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. penentuan lokasi penelitian secara sengaja. 2. pengambilan sampel pada populasi yang tidak berdistribusi. 3. waktu penelitian dilakukan selama dua bulan.

4. metode pengumpulan data dilakukan dengan kajian pustaka dan kajian lapangan. 5. data yang diambil meliputi deskripsi, usaha, kegiatan usaha, dan profil pengusaha. 6. menganalisis diskriptif dan gambaran. 7. mengidentifikasi faktor internal dan eksternal kemudian mengevaluasi dengan matrik IFE dan EFE.

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan. Apa yang dimaksud dengan purposive sampling? Jelaskan pula cara penerapannya! Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

Caranya yaitu 1. memilih sampel didasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai hu bungan dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya. 2. memilih sampel berdasarkan kelompok, wilayah atau sekelompok individu melalui pertimbangan tertentu yang diyakini mewakili semua unit analisis yang ada. 23. Bagaimana syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan? 1. jumlah populasi kuranmg dari 30 orang.

2. semua anggota populasi dijadikan sampel. 3. peneliti membuat generalisasi dengan kesalahan lebih kecil. 24. Jelaskan langkah-langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian pendidikan!

1. peneliti menyajikan suatau jaringan melalui gambar yang berupa gambar lingkaran-lingkaran yang dikaitkan dengan garis-garis. 2. setiap lingkaran mewakili sartu kasus. 3. dan garis-garis menunjukkan suatu hubungan antar responden atau antar kasus • 1.

Subjek penelitian adalah sesuatu benda yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga organisasi (organisasi). Subjek penelitian tersebutlah yang kemudian akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Didalam subjek penelitian terdapat objek penelitian, yang dimaksud objek penelitian yaitu hal yang terjadi pada subjek penelitian atau menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian.

Hal yang dimaksud yaitu sifat, kuantitas dan kualitas dari beberapa hal diantaranya perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan, penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati, keadaan batin, dan bisa juga berupa proses.

2. Populasi adalah segala aspek objek dan subjek penelitian yang memiliki karakteristik dan kualitas yang dapat diteliti serta dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Sedangkan sampel adalah suatu bagian atau jumlah kecil dari populasi itu sendiri. Dengan alasan populasinya terlalu besar maka peneliti hanya mengambil sampel yang benar-benar representative dari populasi besar itu.

3. Karena subjek dan objek penelitian merupakan pemegang peran penting dalam alasan mengapa ada penelitian. Dengan mempelajari materi subjek dan objek dalam penelitian peneliti akan mudah dalam meneliti.

Darimulai mencari masalah, menentukan populasi dan sampel, sampai dengan metode apa yang cocok untuk penelitian tersebut. Selain itu dengan mepelajari materi subjek dan objek penelitian, peneliti mampu mengumpulkan banyak informasi dalam waktu singkat sebagai sampling internal. 4. Syarat subjek penelitian menurut Moleong menyebutkan bahwa ada lima persyaratan yang harus dimiliki oleh seseorang agar layak ditetapkan sebagai informan : a. Orang tersebut harus jujur dan dapat dipercaya, b.

Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan, c. Orangnya suka berbicara, bukannya orang yang sukar berbicara apalagi pendiam. d. Orang tersebut bukan salah satu anggota kelompok yang bertikai dalam latar penelitian, e. Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. (( Moleong, 2013: 132) oleh Fuad Hadi : https://www.google.co.id )).

5. Adapun cara-cara menentukan subjek penelitian yaitu : a. Melalui keterangan observasi kepada orang yang berwenang, cara ini dilakukan dengan formal maupun secara informal yang tahu tentang situasi sosial tersebut. f. Melalui wawancara pendahuluan, dalam wawancara ini peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah disinggung didepan. ((Prastowo, 2014 :197-198 oleh Fuad Hadi : https://www.google.co.id)). 6. Pada saat memperoleh data penelitian, harus didefinisikan terlebih dahulu subjek dan objek penelitian misalkan : “Hubungan antara Kelengkapan Alat Laboratorium dengan Prestasi Belajar Mapel IPA Siswa SMA” Variabel pertama : kelengkapan alat laboratorium.

Variabel kedua : prestasi belajar IPA Siswa SMA. Subjek dan objek penelitian : a. Untuk variabel pertama yaitu laboratorium b. Untuk variabel kedua yaitu siswa SMA 7. Pada nomor 3, sebelumnya saya menjelaskan bahwa materi subjek dan objek penelitian dipelajari karena berperan penting dalam penelitian. Adanya populasi dan sampel karena subjek dan objek penelitian telah ditetapkan. Misalkan, seorang peneliti menemukan masalah yaitu “kenapa kebanyakan siswa tidak menyukai pelajaran matematika?” dalam masalah itu telah ada subjek dan objeknya.

Maka dari itu peneliti kemudian baru menentukan populasi dan sampel yang akan dipelajari berdasarkan subjek dan objek penelitian tersebut. Kesimpulannya adalah dalam proses penelitian subjek dan objek penelitian lebih dulu muncul daripada populasi dan sampel.

8. Karena dengan adanya sampel, peneliti lebih mudah dan tidak menghabiskan waktu lama untuk mempelajari sebuah populasi. Karena cukup hanya mempelajari sampel yang representative dari sebuah populasi maka peneliti dapat menarik kesimpulan. 9. Manfaat sampel dalam penelitian yaitu : a. Menghemat dari segi waktu, tenaga dan biaya karena subjek penelitian sampel relatif lebih sedikit dibanding dengan study populasi.

b. Dibanding dengan penelitian populasi penelitian sampel lebih baik karena apabila penelitian populasi terlalu besar maka dikhawatirkan ada yang terlewati dan lebih merepotkan.

c. Pada penelitian populasi akan terjadi kelelahan dalam pencatatan dan analisisnya. d. Dalam penelitian populasi lebih bersifat destruktif. e. Adakalanya penelitian populasi tidak lebih baik dilaksanakan karena terlalu luas populasinya. 10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan yaitu : 1. Sampel harus representative dan mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin.

2. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilakukan sama. 3. Pengambilan sampel harus sederhana, dan mudah dilaksanakan.

4. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal. 11. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel atau pengambilan sampel secara acak. Sedangkan non probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

12. Perbedaan Pada probability sampling semua elemen memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sebuah sampel sehingga teknik ini tidak memiliki kendala penelitian terhadap kemungkinan elemen yang akan terpilih menjadi sampel. Sedangkan pada non probability sampling, hanya hanya beberapa elemen yang mempunyai peluang untuk dijadikan sampel, dengan demikian temuan hasil studi yang menggunakan sampel jenis ini tidak dapat langsung digeneralisasikan sebagai hasil penelitian terhadap populasi.

Persamaan Sama-sama harus representatif dan mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin. 13. Penerapannya yaitu secara acak seperti misalkan untuk mencari responden penelitian : “Hubungan antara Kelengkapan Alat Laboratorium dengan Prestasi Belajar Mapel IPA Siswa SMA” Dengan subjek penelitiannya adalah siswa SMA pada saat dikelas dengan mengambil nama salah satu siswa pada buku absen secara random didapat salah satunya maka siswa tersebut menjadi responden dalam penelitian tersebut, 14.

Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampling berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Kemudian, pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor pengambil nomor berdasarkan kelipatan dari bilangan tertentu, nomor genap atau ganjil saja. Dalam pendidikan contohnya adalah nomor urut menggunakan nomor absen.

15. Tahapan tahapan pengambilan sistematis sampel : a. Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi. b. Membagi anggota menjadi kelompok dengan ketentuan harus kecil atau sama dengan populasi atau sampel. Nilai kelompok lebih besar dari populasi dan sampel akan menyebabkan ukuran sampel yang diinginkan tidak dapat diperoleh.

Bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui, kelompok tidak bisa ditentukan secara akurat, dengan demikian harus dilakukan pendugaan nilai kelompok yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sebesar sampel. c. Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama terbentuk.

16. Margono (2004 : 126) menyatakan bahwa stratified sampling biasa digunakan pada populasi dengan susunan bertingkat atau berstrata. Penerapan stratified sampling yaitu : a. Populasi dikelompokan menjadi sub-sub populasi berdasarkan kriteria tertentu yang dimiliki unsur populasi. b. Masing-masing sub populasi diusahakan homogen. Dari masing sub selanjutnya diambil sebagian anggota secara acak dengan komposisi proporsional /disproporsional.

c. Total anggota yang diambil ditetapkan sebagai jumlah anggota sampel penelitian. 17. Cluster sampling adalah unit yang berisi sekumpulan elemen-elemen populasi cluster sampling digunakan ketika elemen-elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampel framenya.

Tahap dari cluster sampling yaitu : a. Memilih cluster dengan cara simple random sampling. b. Memilih satuan sampling dalam cluster. 18. Berbedaan stratified sampling dan cluster sampling adalah pada susunan sampel itu sendiri.

Apabila pada stratified sampling susunan sampelnya adalah bertingkat atau berstrata namun dalam cluster cenderung menyebar. 19. Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Tahapan sampling kuota yaitu : a. Pengambil sampel pada populasi terbesar, b. Memilih sampel dengan ciri-ciri sesuai semisal, dari 100 populasi menggunakan sepatu hitam.

Terdapat 10 anak yang menggunakan sepatu putih. c. Maka 10 anak tersebut menjadi sampling kuota. 20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. (Sugiyono, 2001 : 60). Contohnya, penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling.

Peneliti mengngumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Judgement sampling adalah penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

Tahapannya adalah pertama kita mencari sampel yang sesuai dengan karakteristik penelitiannya, misal permasalahn yang kita teliti adalah hilangnnya kebudayaan jawa di tengah globalisasi. Kita mencari sampel dari populasi orang jawa asli yang ahli dalam kebudayaan jawa sebagai sampling dalam penelitian 22. Purposive sampling adalah pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan.

Tahapan purposive sampling yaitu : a. Menentukan dahulu apa kriteria-kriteria sampel yang akan diambil. b. Mengambil sampel sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sendiri oleh peneliti. 23. (sugiyono, 2001 : 61) sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.

Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Sehingga syarat samplling jenuh digunakan dalam pendidikan yaitu apabila pengambilan sampel pada penellitian pendidikan harus kurang dari 30 orang. Semisal pengambilan sampel untuk mengetahui usia siswa kelas 1 dan 2. Jumlah Siswa kelas 1 dan 2 tidak sampai 30 orang maka sampling jenuh dapat digunakan.

24. (sugiyono, 2001: 61) snowball sampling adalah penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. Langkah penerapan snowball sampling misalkan pada penelitian tentang masalah teknologi pada anak sd, pertama kita ngembil sampel siswa sd kelas enam untuk mengetahui penyebab penggunaan ponsel. Kemudian untuk mengetahui faktornya kita mengambil sampel guru dan orang tua murid.

• DHEA AJENG KARTIKA//PGSD B//SEMESTER 3 1. Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda, maupun lembaga atau (organisasi). Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian.

Di dalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. .Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian.

Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati,keadaan batin, dan bisa juga berupa proses 2.

Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap yang akan diteliti. Dengan kata lain populasi adalah kumpulan dari keseluruhan pengukuran, objek, atau individu yang sedang dikaji.

Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui suatu cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi. Dengan kata lain pengertian sampel adalah sebagian, atau subset, dari suatu populasi. 3 Secara spesifik, Lincoln dan Guba serta Bogdan dan Biklen dalam Moleong (2006: 132) menerangkan bahwa kegunaan informan bagi penelitian kita adalah sebagai beriku: a.

Membantu agar secepatnya dan tetap seteliti mungkin dapat membenamkan diri dalam konteks setempat, terutama bagi peneliti yang belum mengalami latihan etnografi. b. Agar dalam waktu yang relative singkat banyak informasi yang terkumpul sebagai sampling internal karena informan dimanfaatkan untuk berbicara, bertukar pikiran atau membandingkan suatu kejadian yang ditentukan dari subyek lainnya dapat dilakukan 4. Persyaratan bagi suatu permasalahan sehingga percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dijadikan obyek penelitian adalah sebagai berikut: a.Permasalahannya baru.

b.Menarik minat baik bagi peneliti maupun pembaca (hasil laporan penelitian kita). c.Mempunyai relevansi, manfaat yang tinggi bagi masyarakat. d.Mungkin dikembangkan bagi peneliti berikutnya. e.Mungkin dilakukan sesuai dengan waktu dan dana yang tersedia. Beberapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan obyek penelitian (Ratna, 2010: 16), yaitu sebagai berikut: a. Obyek penelitian harus sesuai dengan latar belakang kita (peneliti), baik latar belakang social maupun akademis (khusus untuk penelitian individual).

b. Obyek harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari peneliti sehingga penelitian menjadi menarik. c. Jangan meneliti atau mengkaji bidang penelitian orang lain. Alasannya, selain melanggar etika akademis, kita nantinya juga dianggap tidak memiliki kompetensi terhadap bidang bersangkutan.

d.Obyek penelitian, besar atau kecil ada di sekitar kita, di sekitar kehidupan manusia. e.Obyek penelitian disarankan jangan berada di tempat kerja atau tempat berdomisili karena sangat sulit untuk mendapatkan obyektivitas. 5. a.Menentukan populasi penelitian dan tujuan pengambilan sampel, populasi penelitian merupakan kumpulan obyek penelitian dari mana sampel akan diambil.

b. Menentukan satuan sampel, satuan-satuan obyek penelitian yang diambil sebagai satu satuan sampel. c. Menentukan frekuensi dan waktu pengambilan sampel, diperlukan hanya bila pengumpulan data dilakukan lebih dari satu kali (berulang). 6. Pada saat apa penelitian menggunakan istilah “subjek dan objek” dalam penelitian. penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, karena dalam proses penelitian bila tidak ada subjek dan objek yang di teliti maka kita tidak bisa melakukan sebuah penelitian, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya.

Dan objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian. 7. Perbedaan Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sample adalah Subjek dan Objek sangat berkaitan, karena Subjek adalah perlengkapan Objek.

Sedangkan Populasi dan Sample juga saling berkaitan, karena Sample juga merupakan anggota dari Populasi. Perbedaan dari Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sample adalah sama-sama satu pokok pembahasan, tidak ada campur tangan dari Populasi dan Sample.

Berbeda dengan Populasi dan Sample, karena Sample diambil dari beberapa anggota Populasi yang ditemukan. 8. Dalam penelitian di butuhkan sampel karena sampel merupakan cara untuk memperoleh data.

Dalam penelitian saat ini banyak dilakukan penarikan sampel karena metode ini dianggap lebih praktis, biayanya lebih hemat serta memerlukan waktu dan tenaga yang lebih sedikit disbanding dengan metode sensus.

Karena sampel biasanya digunakan untuk meneliti karakteristik objek penelitian, serta sempel dapat memperoleh data yang mewakili populasi. 9. Keuntungan menggunakan sampel menurut supardi (2013:26) adalah: 1. Memudahkan peneliti karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan populasi, selain itu bila populasinya terlalu besar dikhawatirkan akan terlewati.

2. Penelitian lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian dengan banyak subyek selain itu biaya juga relatif lebih rendah. 3. Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, artinya jika subyeknya banyak dikhawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh menjadi tidak akurat.

10. Syarat Pengambilan Sampel: (1) sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin; (2) sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama; (3) pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan; (4) pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal.

(soegeng dalam tahir, 2011:38) 11. a.Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sempel secara random atau acak. Teknik ini meliputi : *Sampling Acak Sederhana ( Simple Random Sampling) *Sampling Sistematik *Sampling Acak Stratifikasi ( Proportoinate Stratified Random Sampling ) *Sampling Acak Tak Berstrata ( Disproportioner Stratified Random Sampling ) *Sampling Klaster ( Cluster Sampling ) b.Non Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijaksanaan penaliti sendiri. Pada prosedur ini, masing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi elamen-elemen sampel atau tidak. Teknik sampling non peluang meliputi : *Sampling Kuota *Sampling Aksidental *Judgement Sampling *Pruposive Sampling *Sampling Jenuh *Snowball Sampling 12.

Persamaan & perbedaan probability sampling dan non probability sampling *Persamaan: Kedua teknik sampling tersebut sama-sama menggunakan sampel dan populasi serta menggunakan subjek dan objek untuk melakukan sebuah penelitian.

*Perbedaan : Probability sampling : Setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel hasil penelitian dijadikan ukuran untuk mengestimasi sebuah populasi. Teknik probability sampling ini meliputi sampling acak sederhana,sampling sistematis, sampling acak stratifikasi, sampling acak tak berstrata dan sampling klaster.

Sedangkan non probability : Setiap anggota populasi tidak mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel hasil penelitian tidak untuk melakukan generalisasi. Teknik sampling ini meliputi ;sampling kouta, sampling aksidental, judgement sampling, purposive sampling, sampling jenuh dan snowball sampling. 13. Penerapan random sampling dalam penelitian adalah : Dalam praktiknya, pengambilan sampel dilakukan dengan cara pengambilan satu pelaku unit yang ada, biasanya menggunakan table angka random sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh.

Penerapan table angka random tersebut merupakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun dalam random dan tersusun secara acak. Etelah sampel diperoleh maka setiap sampel yang dipilih diamati diukur atau dicatat menggunakan excel. 14. Sampling Sistematis merupakan teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yang didasarkan pada urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari beberapa orang.

Dari semua anggota tersebut diberi nomor urut dari yang pertama sampai yang terakhir. Pengambilan sampel tidak bisa semuanya, tetapi hanya kelipatan nomor ganjl atau yang genap saja. 15. Menentukan ukuran sampel (n) yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi (N). • Membagi anggota populasi menjadi k kelompok dengan ketentuan k harus lebih kecil atau sama dengan N/n.

Nilai k lebih besar dari N/n akan menyebabkan ukuran sampel yang diinginkan tidak dapat diperoleh (kurang dari n). Bila ternyata besarnya populasi (N) tidak diketahui, k tidak dapat ditentukan secara akurat, dengan demikian harus dilakukan pendugaan nilai k yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel sebesar n • Mnentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Pengertian Stratified sampling : Menurut Sugiyono (2001, percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan bersrata secara proporsional. Jadi stratified sampling adalah teknik yang digunakan oleh peneliti dalam pengambilan sampel dimana kondisi populasi bersifat hiterogen serta memiliki susunan bertingkat dan berlapis-lapis.

Langkah-langkah penerapannya: a. Menentukan populasi penelitian b. Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit yang menjadi anggota populasi c. Mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan.

d. Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan. e. Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom f. Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional) 17.

Cluster Sampling Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi. Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.

Contoh : Peneliti ingin mengetahui tingkat efektivitas proses belajar mengajar di tingkat SMU. Populasi penelitian adalah siswa SMA seluruh Indonesia. Karena jumlahnya sangat banyak dan terbagi dalam berbagai provinsi, maka penentuan sampelnya dilakukan dalam tahapan sebagai berikut : Tahap Pertama adalah menentukan sample daerah. Misalnya ditentukan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan acak 10 Provinsi yang akan dijadikan daerah sampel.

Tahap percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan. Mengambil sampel SMU di tingkat Provinsi secara acak yang selanjutnya disebut sampel provinsi.

Karena provinsi terdiri dari Kabupaten/Kota, maka diambil secara acak SMU tingkat Kabupaten yang akan ditetapkan sebagai sampel (disebut Kabupaten Sampel), dan seterusnya, sampai tingkat kelurahan / Desa yang akan dijadikan sampel.

Setelah digabungkan, maka keseluruhan SMU yang dijadikan sampel ini diharapkan akan menggambarkan keseluruhan populasi secara keseluruhan. 18.Stratified Random Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan membagi anggota populasi ke dalam kelompok yang lebih kecil yang disebut stratum.

Stratified Random Sampling dibagi menjadi dua yaitu : Proportionate stratified random sampling adalah teknik pengambilan sampel bila populasi mempunyai anggota atau unsur heterogen dan berstrata proporsional dan Disproporsional stratified random sampling adalah teknik yang hampir mirip dengan proportionate stratified random sampling dalam hal heterogenitas populasi.

19. Pengertian Sampling Kuota atau Definisi Sampling Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Contoh Sampling Kuota, akan melakukan penelitian tentang Karies Gigi, jumlah sampel yang ditentukan 500 orang, jika pengumpulan data belum memenuhi kuota 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai. Bila pengumpulan data dilakukan secara kelompok yang terdiri atas 5 orang pengumpul data, maka setiap anggota kelompok harus dapat menghubungi 100 orang anggota sampel, atau 5 orang tersebut harus dapat mencari data dari 500 anggota sampel.

Langkah-langkah penerapannya : Dengan menetapkan jumlah besar sampel yang diperlukan, kemudian menetapkan jumlah ( jatah yang diinginkan ) maka jatah itulah yang akan dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel yang diperlukan. 20. Sampling Aksidental Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2001: 60).

Menurut (Margono, 2004: 127) menyatakan bahwa dalam teknik ini pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui. Misalnya penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Judgement sampling adalah cara pengambilan sampel yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan.Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli dan juga teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasitarget yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

Misalnya untuk memperoleh data tentang bagaimana menentkan salah satu proses produksi direncanakan oleh suatu perusahaan, maka manajer produksi merupakan orang yang terbaik yang bisa memberikan informasi. Dalam judgement sampling seseorang yang meenjadi sampel adalah seseorang yang mempunyai banyak informasi.

Maka langkah penerapan judgement sampling yaitu kita mencari seseorang yang sekiranya memiliki pengetahuan serta informasi yang luas atau seorang ahli, yang mampu memberikan informasi yang terkait apa yang kita teliti.

22. Pengertian Purposive Sampling Berdasarkan Arikunto: Menurut Arikunto (2006) pengertiannya adalah: teknik mengambil sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah atau strata, melainkan berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu. Pengertian Purposive Sampling Berdasarkan Notoatmodjo: Menurut Notoatmodjo (2010) pengertiannya adalah: pengambilan sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya Langkah-langkah penerapannya : • Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias.

• Tentukan kriteria-kriteria • Menentukan populasi berdasarkan studi, pendahuluan yang teliti • Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria. 23. Syarat-syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan. • Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. •Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan• Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan buku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan.

24. Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih dan megambil sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus menerus semakin besar. Misalnya, akan dilakukan penelitian tentang pola peredaran narkoba disuatu wilayah.

Sampel mula-mula adalah 6 orang narapidana, kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti.

Langkah-langkah penerapannya : Pertama kita bermula dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel, kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel jugabegitupun seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin benyak. Jadi, hal itu akan terus menerus terjadi/berhubungan antara sampel satu dengan sampel yang lainnya sehingga sampel semakin bertambah banyak.

• 1. Subjek penelitian adalah sesuatu benda yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga organisasi (organisasi).

Subjek penelitian tersebutlah yang kemudian akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Didalam subjek penelitian terdapat objek penelitian, yang dimaksud objek penelitian yaitu hal yang terjadi pada subjek penelitian atau menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian.

Hal yang dimaksud yaitu sifat, kuantitas dan kualitas dari beberapa hal diantaranya perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan, penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati, keadaan batin, dan bisa juga berupa proses. 2. Populasi adalah segala aspek objek dan subjek penelitian yang memiliki karakteristik dan kualitas yang dapat diteliti serta dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Sedangkan sampel adalah suatu bagian atau jumlah kecil dari populasi itu sendiri. Dengan alasan populasinya terlalu besar maka peneliti hanya mengambil sampel yang benar-benar representative dari populasi besar itu. 3. Karena subjek dan objek penelitian merupakan pemegang peran penting dalam alasan mengapa ada penelitian. Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan mempelajari materi subjek dan objek dalam penelitian peneliti akan mudah dalam meneliti.

Darimulai mencari masalah, menentukan populasi dan sampel, sampai dengan metode apa yang cocok untuk penelitian tersebut. Selain itu dengan mepelajari materi subjek dan objek penelitian, peneliti mampu mengumpulkan banyak informasi dalam waktu singkat sebagai sampling internal.

4. Syarat subjek penelitian menurut Moleong menyebutkan bahwa ada lima persyaratan yang harus dimiliki oleh seseorang agar layak ditetapkan sebagai informan : a. Orang tersebut harus jujur dan dapat dipercaya, b. Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan, c.

Orangnya suka berbicara, bukannya orang yang sukar berbicara apalagi pendiam. d. Orang tersebut bukan salah satu anggota kelompok yang bertikai dalam latar penelitian, e. Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. (Moleong, 2013: 13) 5. Adapun cara-cara menentukan subjek penelitian yaitu : a.

Melalui keterangan observasi kepada orang yang berwenang, cara ini dilakukan dengan formal maupun secara informal yang tahu tentang situasi sosial tersebut. f. Melalui wawancara pendahuluan, dalam wawancara ini peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah disinggung didepan. (Prastowo, 2014 :197-198) 6. Pada saat memperoleh data penelitian, harus didefinisikan terlebih dahulu subjek dan objek penelitian misalkan : “Hubungan antara Kelengkapan Alat Laboratorium dengan Prestasi Belajar Mapel IPA Siswa SMA” Variabel pertama : kelengkapan alat laboratorium.

Variabel kedua : prestasi belajar IPA Siswa SMA. Subjek dan objek penelitian : a. Untuk variabel pertama yaitu laboratorium b.

Untuk variabel kedua yaitu siswa SMA 7. Pada nomor 3, sebelumnya saya menjelaskan bahwa materi subjek dan objek penelitian dipelajari karena berperan penting dalam penelitian. Adanya populasi dan sampel karena subjek dan objek penelitian telah ditetapkan. Misalkan, seorang peneliti menemukan masalah yaitu “kenapa kebanyakan siswa tidak menyukai pelajaran matematika?” dalam masalah itu telah ada subjek dan objeknya.

Maka dari itu peneliti kemudian baru menentukan populasi dan sampel yang akan dipelajari berdasarkan subjek dan objek penelitian tersebut. Kesimpulannya adalah dalam proses penelitian subjek dan objek penelitian lebih dulu muncul daripada populasi dan sampel.

8. Karena dengan adanya sampel, peneliti lebih mudah dan tidak menghabiskan waktu lama untuk mempelajari sebuah populasi. Karena cukup hanya mempelajari sampel yang representative dari sebuah populasi maka peneliti dapat menarik kesimpulan. 9. Manfaat sampel dalam penelitian yaitu : a.

Menghemat dari segi waktu, tenaga dan biaya karena subjek penelitian sampel relatif lebih sedikit dibanding dengan study populasi. b. Dibanding dengan penelitian populasi penelitian sampel lebih baik karena apabila penelitian populasi terlalu besar maka dikhawatirkan ada yang terlewati dan lebih merepotkan.

c. Pada penelitian populasi akan terjadi kelelahan dalam pencatatan dan analisisnya. d. Dalam penelitian populasi lebih bersifat destruktif. e. Adakalanya penelitian populasi tidak lebih baik dilaksanakan karena terlalu luas populasinya. 10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan yaitu : 1. Sampel harus representative dan mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin.

2. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilakukan sama. 3. Pengambilan sampel harus sederhana, dan mudah dilaksanakan. 4. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal. 11. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel atau pengambilan sampel secara acak.

Sedangkan non probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. 12. Perbedaan Pada probability sampling semua elemen memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sebuah sampel sehingga teknik ini tidak memiliki kendala penelitian terhadap kemungkinan elemen yang akan terpilih menjadi sampel.

Sedangkan pada non probability sampling, hanya hanya beberapa elemen yang mempunyai peluang untuk dijadikan sampel, dengan demikian temuan hasil studi yang menggunakan sampel jenis ini tidak dapat langsung digeneralisasikan sebagai hasil penelitian terhadap populasi. Persamaan Sama-sama harus representatif dan mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin.

13. Penerapannya yaitu secara acak seperti misalkan untuk mencari responden penelitian : “Hubungan antara Kelengkapan Alat Laboratorium dengan Prestasi Belajar Mapel IPA Siswa SMA” Dengan subjek penelitiannya adalah siswa SMA pada saat dikelas dengan mengambil nama salah satu siswa pada buku absen secara random didapat salah satunya maka siswa tersebut menjadi responden dalam penelitian tersebut, 14.

Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampling berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Kemudian, pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor pengambil nomor berdasarkan kelipatan dari bilangan tertentu, nomor genap atau ganjil saja. Dalam pendidikan contohnya adalah nomor urut menggunakan nomor absen. 15. Tahapan tahapan pengambilan sistematis sampel : a.

Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi. b. Membagi anggota menjadi kelompok dengan ketentuan harus kecil atau sama dengan populasi atau sampel. Nilai kelompok lebih besar dari populasi dan sampel akan menyebabkan ukuran sampel yang diinginkan tidak dapat diperoleh. Bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui, kelompok tidak bisa ditentukan secara akurat, dengan demikian harus dilakukan pendugaan nilai kelompok yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sebesar sampel.

c. Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama terbentuk. 16. Margono (2004 : 126) menyatakan bahwa stratified sampling biasa digunakan pada populasi dengan susunan bertingkat atau berstrata. Penerapan stratified sampling yaitu : a. Populasi dikelompokan menjadi sub-sub populasi berdasarkan kriteria tertentu yang dimiliki unsur populasi.

b. Masing-masing sub populasi diusahakan homogen. Dari masing sub selanjutnya diambil sebagian anggota secara acak dengan komposisi proporsional /disproporsional. c. Total anggota yang diambil ditetapkan sebagai jumlah anggota sampel penelitian.

17. Cluster sampling adalah unit yang berisi sekumpulan elemen-elemen populasi cluster sampling digunakan ketika elemen-elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampel framenya.

Tahap dari cluster sampling yaitu : a. Memilih cluster dengan cara simple random sampling. b. Memilih satuan sampling dalam cluster. 18. Berbedaan stratified sampling dan cluster sampling adalah pada susunan sampel itu sendiri. Apabila pada stratified sampling susunan sampelnya adalah bertingkat atau berstrata namun dalam cluster cenderung menyebar. 19. Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.

Tahapan sampling kuota yaitu : a. Pengambil sampel pada populasi terbesar, b. Memilih sampel dengan ciri-ciri sesuai semisal, dari 100 populasi menggunakan sepatu hitam. Terdapat 10 anak yang menggunakan sepatu putih.

c. Maka 10 anak tersebut menjadi sampling kuota. 20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

(Sugiyono, 2001 : 60). Contohnya, penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengngumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Judgement sampling adalah penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

Tahapannya adalah pertama kita mencari sampel yang sesuai dengan karakteristik penelitiannya, misal permasalahn yang kita teliti adalah hilangnnya kebudayaan jawa di tengah globalisasi. Kita mencari sampel dari populasi orang jawa asli yang ahli dalam kebudayaan jawa sebagai sampling dalam penelitian 22. Purposive sampling adalah pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan.

Tahapan purposive sampling yaitu : a. Menentukan dahulu apa kriteria-kriteria sampel yang akan diambil. b. Mengambil sampel sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sendiri oleh peneliti. 23. (sugiyono, 2001 : 61) sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang.

Sehingga syarat samplling jenuh digunakan dalam pendidikan yaitu apabila pengambilan sampel pada penellitian pendidikan harus kurang dari 30 orang. Semisal pengambilan sampel untuk mengetahui usia siswa kelas 1 dan 2. Jumlah Siswa kelas 1 dan 2 tidak sampai 30 orang maka sampling jenuh dapat digunakan. 24. (sugiyono, 2001: 61) snowball sampling adalah penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.

Langkah penerapan snowball sampling misalkan pada penelitian tentang masalah teknologi pada anak sd, pertama kita ngembil sampel siswa sd kelas enam untuk mengetahui penyebab penggunaan ponsel.

Kemudian untuk mengetahui faktornya kita mengambil sampel guru dan orang tua murid. • AJENG PRADITYA/1686206037/PGSD/B/II/III 1. Subjek penelitian adalah sesuatu benda yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga organisasi (organisasi).

Subjek penelitian tersebutlah yang kemudian akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Didalam subjek penelitian terdapat objek penelitian, yang dimaksud objek penelitian yaitu hal yang terjadi pada subjek penelitian atau menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Hal yang dimaksud yaitu sifat, kuantitas dan kualitas dari beberapa hal diantaranya perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan, penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati, keadaan batin, dan bisa juga berupa proses.

2. Populasi adalah segala aspek objek dan subjek penelitian yang memiliki karakteristik dan kualitas yang dapat diteliti serta dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Sedangkan sampel adalah suatu bagian atau jumlah kecil dari populasi itu sendiri. Dengan alasan populasinya terlalu besar maka peneliti hanya mengambil sampel yang benar-benar representative dari populasi besar itu. 3. Karena subjek dan objek penelitian merupakan pemegang peran penting dalam alasan mengapa ada penelitian.

Dengan mempelajari materi subjek dan objek dalam penelitian peneliti akan mudah dalam meneliti. Darimulai mencari masalah, menentukan populasi dan sampel, sampai dengan metode apa yang cocok untuk penelitian tersebut.

Selain itu dengan mepelajari materi subjek dan objek penelitian, peneliti mampu mengumpulkan banyak informasi dalam waktu singkat sebagai sampling internal. 4. Syarat subjek penelitian menurut Moleong menyebutkan bahwa ada lima persyaratan yang harus dimiliki oleh seseorang agar layak ditetapkan sebagai informan : a.

Orang tersebut harus jujur dan dapat dipercaya, b. Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan, c. Orangnya suka berbicara, bukannya orang yang sukar berbicara apalagi pendiam.

d. Orang tersebut bukan salah satu anggota kelompok yang bertikai dalam latar penelitian, e. Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. (( Moleong, 2013: 132) oleh Fuad Hadi : https://www.google.co.id )). 5. Adapun cara-cara menentukan subjek penelitian yaitu : a. Melalui keterangan observasi kepada orang yang berwenang, cara ini dilakukan dengan formal maupun secara informal yang tahu tentang situasi sosial tersebut. f. Melalui wawancara pendahuluan, dalam wawancara ini peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah disinggung didepan.

((Prastowo, 2014 :197-198 oleh Fuad Hadi : https://www.google.co.id)). 6. Pada saat memperoleh data penelitian, harus didefinisikan terlebih dahulu subjek dan objek penelitian misalkan : “Hubungan antara Kelengkapan Alat Laboratorium dengan Prestasi Belajar Mapel IPA Siswa SMA” Variabel pertama : kelengkapan alat laboratorium.

Variabel kedua : prestasi belajar IPA Siswa SMA. Subjek dan objek penelitian : a. Untuk variabel pertama yaitu laboratorium b. Untuk variabel kedua yaitu siswa SMA 7. Pada nomor 3, sebelumnya saya menjelaskan bahwa materi subjek dan objek penelitian dipelajari karena berperan penting dalam penelitian.

Adanya populasi dan sampel karena subjek dan objek penelitian telah ditetapkan. Misalkan, seorang peneliti menemukan masalah yaitu “kenapa kebanyakan siswa tidak menyukai pelajaran matematika?” dalam masalah itu telah ada subjek dan objeknya.

Maka dari itu peneliti kemudian baru menentukan populasi dan sampel yang akan dipelajari berdasarkan subjek dan objek penelitian tersebut. Kesimpulannya adalah dalam proses penelitian subjek dan objek penelitian lebih dulu muncul daripada populasi dan sampel.

8. Karena dengan adanya sampel, peneliti lebih mudah dan tidak menghabiskan waktu lama untuk mempelajari sebuah populasi. Karena cukup hanya mempelajari sampel yang representative dari sebuah populasi maka peneliti dapat menarik kesimpulan. 9. Manfaat sampel dalam penelitian yaitu : a. Menghemat dari segi waktu, tenaga dan biaya karena subjek penelitian sampel relatif lebih sedikit dibanding dengan study populasi.

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan

b. Dibanding dengan penelitian populasi penelitian sampel lebih baik karena apabila penelitian populasi terlalu besar maka dikhawatirkan ada yang terlewati dan lebih merepotkan. c. Pada penelitian populasi akan terjadi kelelahan dalam pencatatan dan analisisnya. d. Dalam penelitian populasi lebih bersifat destruktif. e. Adakalanya penelitian populasi tidak lebih baik dilaksanakan karena terlalu luas populasinya.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan yaitu : 1. Sampel harus representative dan mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin. 2. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilakukan sama.

3. Pengambilan sampel harus sederhana, dan mudah dilaksanakan. 4. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal.

11. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel atau pengambilan sampel secara acak. Sedangkan non probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

12. Perbedaan Pada probability sampling semua elemen memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sebuah sampel sehingga teknik ini tidak memiliki kendala penelitian terhadap kemungkinan elemen yang akan terpilih menjadi sampel. Sedangkan pada non probability sampling, hanya hanya beberapa elemen yang mempunyai peluang untuk dijadikan sampel, dengan demikian temuan hasil studi yang menggunakan sampel jenis ini tidak dapat langsung digeneralisasikan sebagai hasil penelitian terhadap populasi.

Persamaan Sama-sama harus representatif dan mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin. 13. Penerapannya yaitu secara acak seperti misalkan untuk mencari responden penelitian : “Hubungan antara Kelengkapan Alat Laboratorium dengan Prestasi Belajar Mapel IPA Siswa SMA” Dengan subjek penelitiannya adalah siswa SMA pada saat dikelas dengan mengambil nama salah satu siswa pada buku absen secara random didapat salah satunya maka siswa tersebut menjadi responden dalam penelitian tersebut, 14.

Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampling berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

Kemudian, pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor pengambil nomor berdasarkan kelipatan dari bilangan tertentu, nomor genap atau ganjil saja. Dalam pendidikan contohnya adalah nomor urut menggunakan nomor absen. 15. Tahapan tahapan pengambilan sistematis sampel : a. Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi.

b. Membagi anggota menjadi kelompok dengan ketentuan harus kecil atau sama dengan populasi atau sampel. Nilai kelompok lebih besar dari populasi dan sampel akan menyebabkan ukuran sampel yang diinginkan tidak dapat diperoleh. Bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui, kelompok tidak bisa ditentukan secara akurat, dengan demikian harus dilakukan pendugaan nilai kelompok yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sebesar sampel.

c. Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama terbentuk. 16. Margono (2004 : 126) menyatakan bahwa stratified sampling biasa digunakan pada populasi dengan susunan bertingkat atau berstrata. Penerapan stratified sampling yaitu : a. Populasi dikelompokan menjadi sub-sub populasi berdasarkan kriteria tertentu yang dimiliki unsur populasi.

b. Masing-masing sub populasi diusahakan homogen. Dari masing sub selanjutnya diambil sebagian anggota secara acak dengan komposisi proporsional /disproporsional. c. Total anggota yang diambil ditetapkan sebagai jumlah anggota sampel penelitian.

17. Cluster sampling adalah unit yang berisi sekumpulan elemen-elemen populasi cluster sampling digunakan ketika elemen-elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampel framenya. Tahap dari cluster percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yaitu : a. Memilih cluster dengan cara simple random sampling. b. Memilih satuan sampling dalam cluster. 18. Berbedaan stratified sampling dan cluster sampling adalah pada susunan sampel itu sendiri.

Apabila pada stratified sampling susunan sampelnya adalah bertingkat atau berstrata namun dalam cluster cenderung menyebar. 19. Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.

Tahapan sampling kuota yaitu : a. Pengambil sampel pada populasi terbesar, b. Memilih sampel dengan ciri-ciri sesuai semisal, dari 100 populasi menggunakan sepatu hitam. Terdapat 10 anak yang menggunakan sepatu putih. c. Maka 10 anak tersebut menjadi sampling kuota.

20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. (Sugiyono, 2001 : 60). Contohnya, penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling.

Peneliti mengngumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Judgement sampling adalah penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

Tahapannya adalah pertama kita mencari sampel yang sesuai dengan karakteristik penelitiannya, misal permasalahn yang kita teliti adalah hilangnnya kebudayaan jawa di tengah globalisasi. Kita mencari sampel dari populasi orang jawa asli yang ahli dalam kebudayaan jawa sebagai sampling dalam penelitian 22. Purposive sampling adalah pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan.

Tahapan purposive sampling yaitu : a. Menentukan dahulu apa kriteria-kriteria sampel yang akan diambil. b. Mengambil sampel sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sendiri oleh peneliti. 23. (sugiyono, 2001 : 61) sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang.

Sehingga syarat samplling jenuh digunakan dalam pendidikan yaitu apabila pengambilan sampel pada penellitian pendidikan harus kurang dari 30 orang. Semisal pengambilan sampel untuk mengetahui usia siswa kelas 1 dan 2.

Jumlah Siswa kelas 1 dan 2 tidak sampai 30 orang maka sampling jenuh dapat digunakan. 24. (sugiyono, 2001: 61) snowball sampling adalah penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.

Langkah penerapan snowball sampling misalkan pada penelitian tentang masalah teknologi pada anak sd, pertama kita ngembil sampel siswa sd kelas enam untuk mengetahui penyebab penggunaan ponsel. Kemudian untuk mengetahui faktornya kita mengambil sampel guru dan orang tua murid.

• 1. a. Subjek penelitian merupakan sumber utama yaitu individu,benda,atau organism yang dijadikan sumber informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian. b. Objek penelitian merupakan sifat keadaan dari suatu benda,orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian.

Sifat tersebut bisa berupa perilaku, kegiatan,pendapat,pandangan penilaian,sikap prokontra,simpati antipati,keadaan batin dan dapat berupa proses. 2. a. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek yang meliputi sifat keadaan dan karakteristik tertentu yang kemudian dapat ditarik kesimpulan. Dalam populasi tersebut tidak hanya makhluk hidup,benda, ataupun jumlah pada objekakan tetapi karakteristik dan sifat-sifat objek itu semua dapat pula dipelajari menyangkut populasi.

Contohnya yaitu populasi murid SDN Purworejo Pacitan. b. Sampel merupakan sebagian jumlah atau bagian kecil dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut menurut prosedur tertentu yang dapat mewakilinya.

Contohnya yaitu guru meneliti murid SDN Purworejo yang gemar menari untuk dijadikan seleksi lomba tari. 3. Manfaat dari mempelajari subjek, kita dapat memahami pengertian subjek penelitianmengetahui syarat-syarat dari subjek sebelum mengambil kesimpulan, kemudian apa saja yang menjadi subjek penelitian, dapat menentukan subjek sebelum meneliti objek yang akan kita teliti.

Sedangkan manfaat mempelajari objek penelitian yaitu kita dapat memahami apa itu objek penelitian yang didalamnya mempunyai sifat kuntitatif dan kualitatif. Dari situ kita dapat mengerti bahwa sasaran utama dari sebuah penelitian itu adalah objek yang akan kita teliti. 4. Syarat menjadi subjek penelitian yaitu : – Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu bukan sekedar mengetahui,tetap juga menghayati.

– Mereka yang tidak cenderung menyampaikan infirmasi hasil kemasannya sendiri. – Mereka yang tegolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti.

– Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi – Mereka yang pada mulanya tergolong cukup asing dengan peneliti, sehingga akan lebih memacu semangat untuk dijadikan narasumber. 5. Menentukan subjek penelitian Dalam penelitian kualitatif, pemilihan subjek penelitian dapat menggunakan criterion-based selection (Muhajir, 1993), yang didasarkan pada asumsi bahwa subjek tersebut sebagai aktor dalam tema penelitian yang diajukan.

Selain itu dalam penentuan informan, dapat digunakan model snow ball sampling. Metode ini digunakan untuk memperluas subjek penelitian. Hal lain yang harus diketahui bahwa dalam penelitian kualitatif, kuantitas subjek bukanlah hal utama sehingga pemilihan informan lebih didasari pada kualitas informasi yang terkait dengan tema penelitian yang diajukan.

Berbeda dengan penelitian kuantitaif pada kegiatan pengumpulan data mutlak dilakukan terlebih dahulu dibandingkan kegiatan analisis data, sedangkan dalam desain kuantitatif, kedua kegiatan ini bisa saling mengisidan sejalan, meski juga dapat dilakukan secara terpisah.

Dalam penelitian kuantitatifpenentuan memang sudah sejak awal dilakukan sejak awal, yaitu saat peneliti mulai membuat rancangan penelitian (proposal penelitian). Dalam proses dilapangan, untuk menentukan siapa yang akan dikenai perlakuan (treatment), akan digunakan teknik sampling yang sesuai dengan kondisi subjek dan lebih penting lagi dapat menjadi wakil populasi yang akan digeneralisasikan.

6. Istilah subjek dan objek dapat digunakan saat kita akan melakukan penelitian. karena subjek merupakan sesuatu yang kita akan teliti baik itu orang maupun benda ,dan didalam subjek tersebut juga akan ada objek. Objek yaitu sasaran utama yang akan akan dijadikan sebuah penelitian.

Jika tidak ada objek maka penelitian tidak akan berjalan sesuai prosedur yang diharapkan. Karena subjek dan objek itu saling berkaitan.

7. Perbandingan antara subjek ,objek penelitian ,populasi dan sampel yaitu : Populasi merupakan wilayah yang terdiri dari subjek yang didalamnya ada objek. Populasi tidak hanya orang/makhluk hidup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya. Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimiliki objek atau subjek tersebut.

Sedangkan sampel yaitu sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi.

Jadi sampel sangat bergantung dengan populasi. jika tidak ada populasi maka sampel tidak akan ditemukan. 8. Sampel sangat dibutuhkan dalam penelitian pendidikan karena sampel merupakan cara untuk memperoleh dataselain itu hemat lebih hemat dalam masalah biaya, serta memerlukan tenaga dan waktu yang lebih sedikit. Contoh sampel misalnya kita akan meneliti bakat dari siswa SD Menadi Pacitan untuk dilombakan di sebuah pertunjukan.

Cara kita untuk meneliti hal tersebut kita hanya membutuhkan beberapa siswa yang mampu memenuhi bakat tersebut, misalnya kelas 5.

Akhirnya kita memilih salah satu kelas yang dijadikan objek untuk kita teliti. dari satu kelas tersebut dapat mewakili siswa yang berbakat di SD Menadi Pacitan. 9. Beberapa manfaat sampel antara lain : — Kerepotan berkurang dan data cepat diperoleh jika dibandingkan dengan penelitian populasi, jika kita akan menggunakan populasi menggunakan waktu yang lama karena harus meneliti semuanya.

kalau sampel hanya sebagian saja bisa setengahnya dari populasi. — Dapat menghemat biaya, tenaga, fikiran dan waktu penelitimisalnya kita akan meneliti 300 orang yang menggunakan Produk Wings maka kita tidak perlu meneliti semua, hanya sebagian misalnya 100 orang, maka 100 orang tersebut dijadikan sampel dan sudah mewakili 300 orang tersebut, maka kita dapat menghemat tenaga, biaya fikiran dan waktu.

— Dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi. 10. Beberapa syarat pengambilan sampel yaitu :: • Mudah dilaksanakan, dalam pengambilan sampel tempat pelaksanaannya diusahakan yang mudah dijangkau serta pemberia data sampel tersebut juga harus mudah dipahami oleh para orang yang akan diberi sampel • Efesien biaya, dalam pengambilan sampel tidak perlu biaya yang banyak-banyak contohnya pemberian data angket ke sebagian orang yang akan dibuat sampel maka biaya yang dikeluarkan juga tidak banyak.

• Mewakili populasi artinya sampel tersebut sudah mewakili populasi misal mencari data 100 orang maka kita tidak mungkin hanya mencari data sekitar 15 orang saja paling tidak 50 orang. • Menentukan presisi, tingkat kesalahan baku, maksudnya dalam pengambilan pengambila sampel harus menentukan parmasalahan yang bakutidak sembarang dalam menentukan permasalahan dalam penelitian.

• Sederhana, tidak perlu yang rumit-rumit dalam pengambilan sampel. 11.– Probility sampling merupakan teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel atau pengambilan sampel secara random atau acak. Contohnya : ada pembiayaan pembangunan di Nawangan, sampelnya adalah TK dan SD yang ada di Nawangan.

seluruh TK dan SD tersebut dilakukan pemilihan secara random ,dengan demikian peluang TK ataupun SD terpilih sampel yang sama. — Non-probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijakan peneliti sendiri, pada rosedur ini masing-masing elemen tidak diketahui apakah kesempatan menjadi elemen-elemen sampel atau tidak. 12. Persamaan dan perbedaan probability sampling dan non probability sampling Persamaan yang terdapat pada probability sampling dan nonprobability sampling yaitu sama-sama berguna untuk menentukan sampel walaupun cara penerapannya berbeda.

Probability sampling secara acak dan non probability tidak secara acak, akan tetapi hal itu sama-sama bertujuan untuk menentukan sampel penelitian. Sedangkan perbedaan Probability sampling dan non probability, Probability sampling merupakan teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel secara random atau acak. probability sampling ini memiliki jenis-jenis, diataranya yaitu : simple random sampling,systematic sampling,stratified random sampling,cluster sampling,area sampling,double sampling.

Sedangkan non probability sampling merupakan tekteknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi yang dipilih menjadi sampel. Jenis-jeis non probability sampling yaitu : Sampel Kuota,Sampling Aksidental,Judgement Sampling,Purposive Sampling,Sampling Jenuh,Snowball Sampling.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian yaitu dalam praktiknya, pengambilan sampel dilakukan dengan pengambilan satu pelaku unit yang ada, biasanya menggunakan table angka random sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh.

Penerapan table angka random tersebut merupakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun dalam random dan tersusun secara acak. Etelah sampel diperoleh maka setiap sampel yang dipilih diamati diukur atau dicatat menggunakan excel.

14. Sistematis sampling adalah sampling yang digunakan apabila peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambilan data secara random, maka cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan. Cara ini menuntut pada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis, yaitu unsur populasi yang bias dijadikan sampel adalah yang keberapa.

Misalnya, setiap unsur populasi yang keenam, yang bias dijadikan sampel. Soal ‘keberapa’ nya satu unsur populasi bias dijadikan sampel tergantung pada ukuran populasi dan ukuran sampel. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systmatic sampelyaitu : • Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi • Membagi anggota populasi menjadi kelompokdengan kelompok harus lebih kecil atau samadengan anggota sampel atau ukuran sampel.

Nilai kelompokharus lebih besar dari keseluruhan anggota atau ukuran sampel akan menjelaskan ukuran sampel yang diinginkan tidak dapat diperoleh (kurang dari ukuran sampel). Bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui, tidak dapat ditentukan secara akurat dengan demikian harus dilakukan perdugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel.

• Menentukan secara acak satu unit sampel. 16. Stratified sampling (sampel strata) adalah cara mengambil sampel dengan memperhatikan strata(tingkatan) didalam populasi. Dalam stratified data sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkatan-tingkatan tertentu seperti, tingkatan tinggi, sedang, rendah. Langkah-langkah penerapannya : • Menentukan populasi penelitian • Mengidentifikasikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi.

• Mengelompokkan unit anggota yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya, berdasarkan tingkat pendidikan. • Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan • Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapatdilakukan dengan cara random/non random • Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan. 17. Cluser sampling byasanya digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame misalnya, penduduk provinsi, kabupaten.Keuntungan penggunaan teknik ini adalah menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada menggunakan teknik simple random sampling.

Contohnya peneliti ingin mengetahui tingkat efektivitas proses belajar mengajar di tingkat SD, populasi penelitian adalah siswa SD seluruh Indonesia. Karena jumlahnya sangat benyak dan terbagi dalam berbagai provinsi, maka penentu sampelnya perlu dilakukan cluser sampling. Langkah-langkah penerapannya : • Dari semua kelompok anggota populasi hanya dipilih beberapa kelompok sebagai sampel daerah (secara acak ) misal, dibidang pendidikan ada 6 kelas kemudian dari 6 kelas tersebut dipilih secara acak 2 kelas sebagai daerah sampel.

• Dari beberapa kelompok sampel daerah tersebut tetapkan individu mana yang menjadi sampel (secara acak ) misalnya, dibidang pendidikan akan ditenukan siswa kelas eksperimen dan siswa kelas terkontrol.

18. Perbedaan stratified sampling dan cluser sampling yaitu Stratified sampling adalah cara pengambilan sampel dengan memperhatikan strata/tingkatan. Stratified sampling dapat digunakan apabila populasi terbagi atas tingkatan yang sama.Peneliti mengambil sampel dari setiap strata dengan porsi yang sama.

Sedangkan Cluser sampling ( sampel wilayah ) sampling yang digunakan apabila ada perbedaan anatara strata satu dengan yang lainnya. Apabila ada perbedaan wilayah satu dengan yang lainnya, dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. 19. Sampel kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Misalnya akan dilakukan penelitian tentang tingkat kecerdasan anak pada tingkat SD, setiap jumlah sekolah adalah 15 anak, maka sampel kuota yang dapat ditetapkan masing-masing 15 siswa per sekolah.

Langkah-langkah penerapannya : Dengan menetapkan jumlah besar sampel yang diperlukan, kemudian menetapkan jumlah ( jatah yang diinginkan ) maka jatah itulah yang akan dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel yang diperlukan 20. Sampling aksidental adalah teknik penentu sampel berdasarkan factor spontanitas artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik(ciri-cirinya) maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel.

Contohnya : Penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga Negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Judgement sampling adalah cara pengambilan sampel yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan.dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli dan juga teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasitarget yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

Langkah penerapan judgemen sampling yaitu kita mencari seseorang yang sekiranya memiliki pengetahuan serta informasi yang luas atau seorang ahli, yang mampu memberikan informasi yang terkait apa yang kita teliti 22. Purposive sampling adalah salah satu teknik sapling non random. Sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.

Langkah-langkah penerapannya : • Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias. • Tentukan kriteria-kriteria • Menentukan populasi berdasarkan studi, pendahuluan yang teliti • Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria.

23. Syarat-syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan yaitu : • Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. • Akurasi megacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan • Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan buku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan.

24. Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih dan megambil sampel dalam suatu jaringan atau social hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus menerus semakin besar.

Langkah-langkah penerapannya yaitu bermula dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel, kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel jugabegitupun seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin benyak.

Jadi, hal itu akan terus menerus terjadi/berhubungan antara sampel satu dengan sampel yang lainnya sehingga sampel semakin bertambah banyak. • 1. Pengertian subjek dan objek penelitian a.

Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang,benda dan lembaga. subjek penelitian pada dasarnya adalah sesuatu yang akan dikenai kesimpulan hasil dan dalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. b. Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda,orang yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Sifat yang dimaksud bisa berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku,pandangan,pendapat dan penilaian.

2. Pengertian populasai dan sampel a. Populasi adalah kumpulan sesuatu yang sejenis yang berada pada wilayah dan waktu yang tertentu. b. Sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti juga dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian Dengan mempelajari subjek dan objek penelitian maka akan membatu kita untuk berbicara,bertukar pikiran dalam membandingkan suatu kejadian.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian: a. Mempunyai pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi,maksudnya peneliti ini mempunyai ide yang berkaitan dengan kejadian yang sedang terjadi. b. Belum pernah meneliti sehingga bisa memacu semangat untuk dijadikan narasumber,maksudnya ketika peneliti belum mempunyai pengalaman meneliti semangat yang dimiliki belum berkurang.

c. Mempunyai pengetahuan dan bisa menghayati sesuatu,maksudnya peneliti mempunyai wawasan yang luas dan bisa meresapi hal yang akan diteliti. d. Tidak menjadi anggota yang sedang bertikai dalam latar penelitian.maksudnya peneliti tidak sedang menghadapi sebuah masalah dan terikat dengan kelompk lain.

5. Cara menentukan subjek penelitian adalah harus yang sesuai dengan permasalahan yang akan kita teliti.

Misalanya dalam penelitian kuantitatif dimana subjek peneliti diambil dari sampling sehingga ketika sampling semakin banyak maka kesalahan pengumpulan data kecil. Sedangkan dalam penelitian kualitatif jumlah sampel tidak begitu berpengaruh.

Disini kita fokus pada permasalahan yang kita angkat. 6. Penelitian menggunakan subjek dan objek adalah pada saat sedang melakukan penelitian karena ketika meneliti membutuhkan subjek yang akan diteliti dan membuhkan objek untuk mengetahui keadaan dari sesuatu yang akan kita teliti.

‎ 7. Membandingkan subjek,objek,sampel dan populasi a. Subjek penelitian adalah percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang diteliti baik orang,benda dan lembaga. subjek penelitian pada dasarnya adalah sesuatu yang akan dikenai kesimpulan hasil dan dalam subjek percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan inilah terdapat objek penelitian.

b. Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda,orang yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Sifat yang dimaksud bisa berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku,pandangan,pendapat dan penilaian. c. Populasi adalah kumpulan sesuatu yang sejenis yang berada pada wilayah dan waktu yang tertentu. d. Sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti juga dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Jadi dapat disimpulkan jika subjek penelitian,objek penelitian,populsai,sampel saling berakaitan karena subjek yang akan memberikan hasil jika objek akan memberi keadaan sesuatu yang akan kita teliti.

Sedangkan populasi dengan sampel adalah suatu bagian yang tidak bisa dipisahkan karena populasi tanpa sampel tidak bisa menghasilkan suatu pendugaan. 8. Kerena sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti yang diharapkan dapat mewakili dari keberadaan populasi yang sebenarnya.dengan hanya mengamati sampel tersebut maka akan diperoleh keuntungan baik dari segi waktu,tenaga dan biaya. Misalnya kenapa anak jaman sekarang lebih suka menonton tv daripada belajar dan ngaji.

Kita cukup untuk mencoba mewawancarai beberapa anak tidak harus semua anak diwawancarai. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian: a. Ketika menggunakan sampel hasil dari penelitian lebih akurat,artinya hasil informasi yang diperoleh lebih terpercaya. b. Mempermudah peneliti karena jumlah sampel lebih sediki ,artinya ketika menggunakan sampel maka penelitian akan lebih mudah. c. Lebih efisen dan efektif, artinya waktu yang digunakan peneliti lebih singkat.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel: a. Sampel harus mewakili populasi (representatife) mencerminkan sifat-sifat atau cirri-ciri dari populasi. b. Sampel harus menentukan presisi,tingkat ketepatan,kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan perbedaan hasil yang diperoleh dari hasil. c. Pngambilan sampel harus sederhana. d. Pengambilan sampel harus dapat member banyak keterangan. 11. Pengertian probability sampling dan non probability sampling: a. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel,dimana semua elemen mempunyai peluang terpilih menjadi sample.

Dengan teknik probability sampling maka tidak ada kendala untuk melakukan penelitian. b. Non probabilty sampling adalah teknik pengambilan sampel namun tidak semua elemen mempunyai kesempatan untuk menjadi sampel terpilih.

12. Persamaan probability sampling dan non probability sampling: a. Persamaan dari probability sampling dan non probability sampling adalah sama-sama digunakan untuk pengambilan sample. b. Perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling adalah jika probability sampling semua elemen mempunyai peluang untuk menjadi sample,sedangkan non probability sampling tidak semua semua elemen mempunyai peluang untuk menadi sample.

13. Penerapan rondom sampling dalam penelitian, bahwa rondom sampling suatu cara pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama untuk diambil elemen populasinya. Rondom populasi bisa berupa data binatang,benda dan manusia. 14. Sampling sistematis adalah salah satu metode penarikan sampel dengan menggunakan interval sampel dalam melakukan pemilihan sampel penelitian. 15. Tahap dalam pengambilan sampel mnggunakan sistematik sampling: a.

Menentukan ukuan sample menggunakan keseluruhan anggota populasi. b. Membagi anggota populsai menjadi kelompok dengan kententuan harus lebih kecil atau sama dengan ukuran sample. c. Menentukan secara acak satu sample pertama yang membentuk sample kedua,ketiga dan slanjutnya. 16. Pengertian percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan stratifiet sampling adalah cara mengambil sampel dengan cara memperhatikan tingkatan didalam populasi.

Langkah-langkah penerapannya: a. Menentukan populasi penelitian. b. Mengidentifikasi semua karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. c. Mengelompokkan anggota yang mempunyai karakteristik yang sama. d. Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili yang bersangkutan. e. Pengambilan sampel dari masing-masing strata. 17. Pengertian cluster sampling adalah teknik yang digunakan jika populasi tidak terdiri dari individu melainkan dari kelompok. Langkah-langkkah penerapannya: a.

Susun sampling frame berdasarkan gugus. b. Tentukan beberapa gugus yang akan diambil sebagai sample. c. Pilih gugus sebagai sample dengan cara acak.

d. Tliti sample yang ada dalam gugus. 18. Perbedaan stratified random dengan cluster sampling adalah jika stratified random pengambilan sampel dengan cara memperhatikan tingkatan dadalam populasi, sedangkan cluster sampling adalah teknik dalam memilih sebua percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dari kelompok unit yang kecil hingga besar. 19.

Menurut Sugiono (2001:60) menyatakan bahwa sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai karakteristik tertenru sampai jumlah kuota yang diinginkan peneliti. Langkah penerapannya, pengumpulan data secara langsung dilakukan pada unit sampling kemudian kuota yang sudah terpenuhi pengumpulan data tersebut harus dihentikan. 20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, maksudnya siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila orang tersebut untuk didata.

Contoh : reporter stasiun tv mewawancarai seseorang yang secara kebetulan lewat guna untuk mendapatkan sebuah informasi dan data yang akurat. 21. Penelitian judgement sampling adalah sampel dipilih berdasarkan penilaian penelitian bahwa dia adalah pihak paling baik untuk dijadikan sampel penelitian. Langkah penerapannya dengan cara kita mencari seseorang yang memiliki pengetahuan serta informasi yang luas atau seseorang yang mampu memberikan inormasi yang berkaitan dengan yang kita teliti.

22. Purposive sampling adalah dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara cirri-ciri peneliti. Cara penerapannya: a. Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel. b. Menentukan riteria-kriteria yang akan diteliti. c. Menentukan populasi berdasarkan studi.

d. Tentuan sampel yang akan dijadikan subjek peneliti yang memenuhi kriteria. 23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan: a. Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel.

b. Akurasi mengacu pada sifat dan karakter sampel. c. Sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24. Snowball sampel adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel.

Misalnya akan dilakukannya penelitian tentang banyaknya anak sekarang yang suka bermain game daripada belajar dan mengerjakan tugas. Sampel pertama 3 remaja,kemudian terus berkembang pada pihak yang lain sehingga sampel terus berkembang sampai ditemukannya informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang akan diteliti.  Langkah penerapan : Mula-mula kita data dari jumlah sampel yang kecil kemudian dari sampel ini disuruh memilih teman untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel seterusnya.sehingga jumlah sampel semakin banyak.

• 1. Subjek penelitian atau responden adalah pihak-pihak yang dijadikan sebagai sampel dalam sebuah penelitian,baik orang,benda,dan lembaga atau organisasi.Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian,oleh karena iu subjek penelitian ini harus sesuai dengan permasalahan yang kita angkat dalam penelitian.Sedangkan,Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda,orang atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian.Sifat keadaan yang dimaksud bisa berupa sifat,kuantitas,dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati,keadaan batin,dan bisa berupa proses.

Menurut Suharsini Arikunto (1998:15) Objek penelitian adalah variable atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian,sedangkan Sybjek penelitian merupakan tempat dimana variable melekat.

2. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karateristik tertentu, jelas, dan lengkap yang akan diteliti.Dengan kata lain populasi adalah kumpulan dari keseluruhan pengukuran,objek,atau individu yang sedang dikaji.Sedangkan Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui suatu cara atau metode tertentu yang juga memiliki karateristik tertentu,jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.Dengan kata lain pengertian sampel adalah sebagian dari suatu populasi.

3. Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian 1) Dapat mengetahui apa itu subjek dan objek penelitian 2) Dengan mempelajari meteri subjek dan objek kita akan tau bagaimana dalam proses penelitian 3) Dapat mengetahui apakah proses yang dilakukan antara penelitian melalui subjek dengan objek itu berbeda atau tidak 4) Membantu peneliti untuk menjadi lebih teliti dalam melakukan sebuah penelitian 5) Membantu peneliti untuk mencari atau mengumpulkan data dalam waktu yang sedikit 6) Mengetahui keadaan subjek dan objek yang akan diteliti 7) Sebagai pembanding antarapenelitian sekarang dengan penelitian lampau 4.

Syarat-syarat menjadi subjek penelitian yang harus dipenuhi seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi subjek dalam penelitian kualitatif menurut Sanapiah Faisal adalah sebagai berikut: 1) Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu bukan sekedar mengetahui,tetapi juga menghayatinya. 2) Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. 3) Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil kemasannya sendiri 4) Mereka yang pada mulanya tergolong cukup asing dengan peneliti sehingga akan lebih memacu semangat untuk dijadikan narasumber 5) Memiliki sifat yang jujur dan dapat dipercaya 6) Mematuhi aturan yang ada 5.

Cara menentukan subjek penelitian menurut Sugiyono (2014:52),yaitu dengan jalan peneliti memasuki situs social tertentu,melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi social tersebut.

6. Pada waktu peneliti merasakan ada sesuatu yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian atau dengan kata lain peneliti tersebut mempunyai suatu problematika sehingga harus diteliti,mungkin sekali bahwa peneliti sudah terpikirkan problematika tersebut ada pada siapa atau untuk subjek yang mana,Sebagai contoh masalah yang akan diteliti oleh peneliti adalah apakah pemberian PR setiap hari berpengaruh terhadap tingkat kebencian siswa pada mata pelajaran.

Maka dapat diidentifikasi bahwa siswa merupakan subjek dari penelitian ini karena siswa merupakan tempat variabel melekat, yaitu yang diberi PR setiap hari dan yang diukur benci atau tidaknya terhadap pelajaran. Siswa merupakan orang tempat variabel berada. Dalam hal ini siswa dapat diberi pertanyaan langsung tentang variabel yang diteliti. Disamping sebagai subjek penelitian, siswa juga diposisikan sebagai responden dalam penelitian ini karena siswa adalah sumber data.

Kita dapat memperoleh data penelitian dari seorang siswa atau beberapa siswa (sampel). 7. Menurut saya manfaat mempelajari populasi dan sampel yaitu untuk membantu peneliti memahami perbedaan dari populasi dan sampel,membantu peneliti mengenali karakteristik dari setiap subjek yang diteliti.Dan dengan adanya sampel akan lebih praktis dan dapat memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian,selain itu menggunakan sampel akan lebih menghemat biaya dan waktu,karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan populasi.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan,untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu mengetahui peng ertian dari sampel.

Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui suatu cara atau metode tertentu yang juga memiliki karateristik tertentu,jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.Dari pengertian sampel tersebut dapat saya simpulkan,karena dalam dunia pendidikan luas sekali cakupannya ,jadi jika semua anggota populasi diteliti maka akan banyak menguras waktu dan tenaga,jadi dalam penelitian pendidikan kita membutuhkan sampel untuk menghemat waktu dan tenaga.Selain itu sampel juga sudah mewakili dari keseluruhan populasi 9.

Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian menurut Supardi (2013:26) yaitu; 1) Memudahkan peneliti karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan populasi, selain itu jika populasinya terlalu besar dikhawatirkan akan terlewati. 2) Penelitian lebih efektif dan efisien,artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian dengan banyak subjek,selain itu biaya juga relative lebih rendah.

3) Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data,artinya jika subjeknya banyak dikhawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh menjadi tidak akurat. 10. Syarat-syarat pengambilan sampel yaitu 1) Sampel harus mewakili populasi,mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin 2) Sampel harus dapat menentukan presisi,tingkat ketepatan,kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi,dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama 3) Pengambilan sampel harus sederhana,mudah dilaksanakan 4) Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal 5) Jumlah sampel yang mencukupi 6) Profil sampel yang dipilih harus mewakili Langkah dalam teknik sampling: 1.

Menentukan populasi 2. Mencari data akurat unit populasi 3. Memilih sampel yang respresentative 4. Menentukan jumah sampel yang memadai 11. Yang dimaksud dengan Probability Sampling dan Non-probability sampling yaitu: • Probability Sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel,atau pengambilan sampel secara random atau acak.

• Nob-probability Sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijaksanaan peneliti sendiri.Pada prosedur ini masing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi elemen-elemen sampel atau tidak.

12. Perbedaan dan persamaan probability sampling dengan Non-probability sampling adalah  Perbedaan 1) Probability sampling 1. Setiap anggota populasi mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel.

2. Tekhnik pengambilan sampel secara random atau acak. 3. Hasil penelitian dijadikan ukuran untuk mengestimasi populasi(melakukan generalisasi). 4. Mempunyai 4 teknik,yakni 1)Teknik simple random sampling 2)Teknik Proportional stratified random sampling 3)Teknik disproportionate stratified random sampling 4)Teknik cluster sampling 2) Non-probability sampling 1.

Setiap anggota populasi tidak mempunyai peluang yang sama untuk dipilh menjadi anggota sampel 2. Terdiri dari 5 jenis 1)Purposive sampling 2)Accidental sampling 3)Snowball sampling 4)Qouta sampling 5)Volunteer sampling  Persamaan Sama-sama untuk menentukan sampel meskipun cara penerapan yang dilakukan berbeda 13. Penerapan random sampling yaitu; • Menggunakan cara undian,dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip undian. • Menggunakan table bilangan random atau acak 14.

Teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan yaitu teknik yang digunakan dalam penentuan sampel peserta didik berdasarkan urutan dari anggota populasi atau peserta didik yang telah diberi nomor urut absen.Systematic Sampling merupakan alternative lain pengambilan sampel dari populasi yang sangat besar.Pengambilan sampel yang dipilih secara acak,sedang unsure-unsur selanjutnya dipilih secara sistematis menurut suatu pola tertentu. Prosedurnya: 1) Susun sampling frame 2) Tetapkan jumlah sampel yang ingin diambil 3) Tentukan kelas interval 4) Tentukan angka atau nomor awal diantara kelas interval tersebut secara acak atau random,biasanya melalui cara undin 5) Mulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor awal yang terpilih 6) Pilihlah sebagai sampel angka atu nomor interval berikutnya 15.

Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling yaitu: • Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi • Membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan kelompok harus kecil atau sama dengan populasi • Menentukan secara acak satu unit sampel pertama yang terbentuk 16.

Teknik Stratified sampling adalah cara mengambil sample dengan memperhatikan strata atau tingkatan didalam populasi.Dalam stratified data sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkatan-tingkatan tertentu,seperti tingkatan tinggi,rendah,sedang.Langkah-langkah dalam penerapannya yaitu:1)Menentukan populasi penelitian;2)Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi;3)Mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misal berdasar tingkat pendidikan;4)Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan;5)Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom;6)Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan.

17. Cluster sampling adalah teknik memilih sebuah sample dari kelompok-kelompok unit yang kecil.Langkah-langkah penerapannya menggunakan dua tahapan ,yaitu tahap pertama:dari semua kelompok anggota populasi hanya dipilih beberapa kelompok sebagai sampel daerah(secara acak),tahap kedua:dari beberapa kelompok sampel daerah tersebut ditetapkan individu-individu mana yang menjadi sampel(secara acak) 18.

Stratified sampling adalah cara mengambil sample dengan memperhatikan strata atau tingkatan didalam populasi.Dalam stratified data sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkatan-tingkatan tertentu,seperti tingkatan tinggi,rendah,sedang atau baik,sampel diambil dari tiap tingkatan tertentu.Metode stratified sampling yaitu: 1) Populasi dikelompokkan menjadi sub-sub populasi berdasarkan criteria tertentu yang dimiliki unsure populasi 2) Dari masing-masing sub selanjutnya diambil sebagian anggota secara acak dengan komposisi proporsional atau disproporsional 3) Total anggota yang diambil ditetapkan sebagai jumlah anggota sampel penelitian Contoh kaus Stratified Sampling:Dari 100 populasi pemilih pada pemilu akan diambil 100 orang sebagai sampel berdasarkan usia pemilih secara proporsional.

Sedangkan Cluster sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana pemilihannya mengacu pada kelompok bukan pada individu.Cara seperti ini baik sekali untuk dilakukan apabila tidak terdapat atau sulit untuk menentukan atau menemukan kerangka sampel,meski dapat juga dilakukan pada populasi yang kerangka sampelnya sudah ada.Sebagai contoh:Kepala pengelola SMA Pelita ingin mengetahui bagaimana sikap peserta didik SMA Pelita terhadap tata aturan disekolah besarnya sampel adalah 300 orang 19.

Menurut Sugiyono (2006:60) sampling kouta adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kouta yang di inginkan.Langkah-langkah penerapannya yaitu digunakan pada penelitian yang memiliki jumlah sampel terbatas.Misalnya penelitian pada anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan bimbingan khusus disekolah 20.

Menurut Sugiyono (2006:61) Sampel aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan,yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel,bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.Contohnya penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling.Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya,sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi.

21. Judgement sampling adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.Langkah-langkah penerapannya adalah sebagai berikut: • Tenentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya criteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias.

• Tentukan kriteria-kriteria • Tentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang diteliti. • Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria 22. Purposive sampling adalah salah satu teknik non random sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.Cara penerapannya yaitu dalam penerapan teknik ini pada penelitian menggunakan metode kohort misalnya,apabila peneliti akan meneliti dengan judul “pengaruh konsumsi tablet besi selama hamil terhadap kadar hemoglobin pasca melahirkan”.Maka peneliti menetapkan kriteria khusus sebagai syarat populasi (ibu hamil) yang dapat dijadikan sampel,yaitu apabila ibu hamil tersebut tidak mempunyai berbagai jenis penyakit anemia.Alasan ditetapkan pada criteria tersebut yaitu karena kadar hemoglobin tidak hanya disebabkan oleh konsumsi tablet besi,melainkan oleh berbagai penyakit anemia megaloblastik,anemia aplastik atau berbagai jenis anemia lainnya.

23. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel yang menjadikan semua anggota populasi sebagi sampel.Hal ini dilakukan apabila semua anggota populasi digunakan apabila jumlah populasi relative kecil,seperti kurang dari 20 orang atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil,Istilah lain sampel jenuh adalah sensus,dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.Jadi syarat utama dari sampel jenuh yaitu jumlah anggota populasinya harus relative kecil.

24. Sebelum menjelaskan langkah-langkah penerapan,sebaiknya kita harus mengetahui apa itu pengertian dari snowball sampling.Snowball sampling merupakan salah satu metode dalam pengambilan sampel dari suatu populasi.Langkah-langkah penerapan snowball sampling yaitu,mencari contoh sampel dari populasi yang di inginkan,kemudian dari sampel yang didapat dimintai partisipasinya untuk memilih komunitasnya sebagai sampel lagi.Seterusnya sehingga jumlah sampel yang di inginkan.

• NAMA : ARYA ANDREANSYAH NIM : 1686206040 PRODI : PGSD I/II/B TUGAS KE 2 1. Yang dimaksud dengan subjek dan objek adalah : – Subjek Penelitian : Sesuatu yang dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan yang diteliti dan pada dasarnya dikenai kesimpulan hasil penelitian berupa responden, ‎narasumber, atau informan – Objek Penelitian : sesuatu yang akan diamati atau diselidiki di dalam Penelitian entah itu berupa benda, orang, hewan dan yang lainya.

2. Yang dimaksud dengan populasi dan sampel adalah : – Populasi Penelitian : kumpulan berbagai subjek dan objek dengan beragam informasi yang berada disuatu wilayah tertentu. – Sampel Penelitian : Sebagian kumpulan subjek dan objek yang berada di dalam Populasi untuk diteliti.

3. Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian antara lain : – Dapat membedakan antara subjek dan objek penelitian – Informasi yang akan diterima lebih tepat dan akurat – Informasi dapat terkumpul banyak dalam waktu yang relatif singkat 4.

Menurut Moleong, 2013: 132 syarat yang ada pada subjek penelitian ada lima yaitu : – Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya.‎ – Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan.‎ – Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam.‎ – Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai ‎dalam latar penelitian.‎ – Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

5. Cara menentukan subjek penelitian yaitu : Sugiyono (2007: 52) Menjelaskan bahwa ada dua cara untuk menentukan subjek penelitian yaitu : – Melalui Keterangan Orang yang Berwenang : dapat dilakukan dengan formal (pemerintah) atau informal (pemimpin masyarakat seperti tokoh masyarakat, pemimpin adat).

Hindari informan yang memiliki peran ganda, contohnya sebagai pegawai lurah dan sebagai informan pembantu peneliti, yang mungkin juga ditugaskan memata-matai peneliti.

– Melalui Wawancara Pendahuluan : Dalam wawancara ini, peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah disinggung di depan. 6. Istilah “subjek dan objek” penelitian digunakan ketika pemeliti melaksanakan penelitian dan penyusunan laporan penelitian. Didalam melaksanakan penelitian ada banyak hal yang dapat diperoleh. Maka dari itu perlu digunakan istilah subjek dan objek agar bisa dibedakan. Sehingga informasi yang diperoleh lebih tepat. Begitu pula dengan penyusunan laporan penelitian, setelah menggunakan istilah tersebut peneliti daapat menyusun hasil penelitianya dengan meudah.

7. Jika soal nomor 3 menanyakan tentang manfaat mempelajari subjek dan objek, maka mempelajari populasi dan sampel juga mempuunyai manfaat anttara lain : – Dengan mempelajari Populasi dan sampel maka kita dapat menemukan subjek, objek, dan informasi penelitian yang lebih tepat dan akurat – Dengan banyak dan beragammnya subjek dan objek penelitian didalam populasi maka kita dampat menggunaakan salah satu sampel di dalam populasi 8. Dalam penelitian pendidikan dibutuhkan sampel karena populasi di dalam penelitian pendidikan terdapat banyak dan beragam subjek dan objek penelitian, sehingga jika semua diteliti maka akan menyita banyak waktu.

Maka dari itu harus memilih salah satu sampel yang dapat mewakili suatu masalah yang akan diteliti. 9. Manfaat penggunaan sampel dalam Penelitian yaitu lebih menguntungkan dibandingkan dengan penelitian menggunakan populasi, karena penelitian dengan menggunakan sampel lebih menghemat biaya, waktu dan tenaga.

Hal ini dikarenakan sampel hanya mengambil sebagian kecil dari populasi untuk diteliti. 10. Syarat-syarat terpenting dalam pengambilan sampel adalah: – sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin; – sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama; – pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan; – pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal.

(soegeng dalam tahir, 2011:38) Dalam hal ini, jika populasi diperoleh dari penelitian pendidikan, maka sampel yang didapat dari populasi harus berkaitan dengan penelitian pendidikan. 11. Yang dimaksud dengan probability dan no probability yaitu : – Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel (Kasiram,2010).

Pemilihan sampel dengan cara probabilitas (probability) ini sangat dianjurkan pada penelitian kuantitatif(Usman,2006). – Non Probability Sampling Tehnik non probability sampling merupakan cara pengambilan sampel yang pada prinsipnya menggunakan pertimbangan tertentu yang digunakan oleh peneliti.

Tehnik ini dapat dalakukan dengan mudah dalam waktu yang sangat singkat. Tapi kelemahan tehnik ini adalah hasilnya tidak dapat diterima dan berlaku bagi seluruh populasi, karena sebagian besar dari populasi tidak dilibatkan dalam penelitian (Nasution, 2003).

12. Persamaan dan Perbedaan Probability samlping dan Nonprobability antara lain : – Perbedaan Probability samlping dan Nonprobability : Dalam sampling probability, Anggota yang dimiliki oleh populasi berpeluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel dan hasil penelitian sebagai ukuran untuk mengestimasi populasi (melakukan generalisasi).

Sedangkan di dalam sampling nonprobability, Anggota yang dimiliki oleh populasi tidak berpeluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel dan hasil penelitian tidak untuk melakukan generalisasi – Persamaan Probability sampling dan Nonprobability : sama sama diambil dari sebagian sampel, Mampu mewakili dari keadan, fakta populasi, dan bertujuan untuk memperoleh hasil yang memuaskan dengan proses yang baik. 13. Penerapan random sampel yaitu dengan : – cara mengambil sampel dari populasi dilakukan secara random (acak) dengan tidak mempertimbangkan strata atau tingkatan dalam populasi.

Teknik sampling random dapat digunakan seandainya populasi yang diteliti bersifat homogen. – Teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya adalah dengan sistematis/ordinal.

Cara sistematis/ordinal merupakan teknik untuk memilih anggota sampel melalui peluang. dan teknik dimana pemilihan anggota sampel dilakukan setelah terlebih dahulu dimulai dengan pemilihan secara acak untuk data pertamanya kemudian untuk data kedua dan seterusnya dilakukan dengan interval tertentu. 14. Menurut Sugiyono (2001:60) menyatakan bahwa sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalkan angota populasi terdiri dari 50.

Kemudian diberi nomor urut 1 sampai 50, kemudian diambilah sampel misal hanya yang mendapat urutan bilangan ganjil atau genap atau juga yang lainya 15. Pada teknik systemacic sampling ini mempunyai beberapa Tahapan dalam penggunaan sampel (Sukardi, 2003), antara lain: • Identifikasi total populasi yang akan digunakan dalam proses penelitian • Daftar semua anggota populasi • Berikan nomor kode untuk setiap anggota populasi • Tentukan besarnya jumlah sampel yang ada • Tentukan proporsional sistematis k yang besarnya sama dengan jumlah populasi dibagi dengan jumlah sampel • Mulai dengan mengacak anggota populasi • Ambil setiap k terpilih untuk menjadi anggota cuplikan, samapi jumlah total terpenuhi 16.

Prof. Sutrisno Hadi, MA. Menjelaskan bahwa Teknik ini biasa digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat Penelitian pendidikan sering menggunakan teknik ini, misalnya apabila meneliti tingkat-tingkat pendidikan tingkat kelas.

Langkah-langkahnya: – Mencatat banyaknya tingkatan yang ada dalam populasi – Menentukan jumalh tingkatan pada sampel berdasarkan a) tersebut – Memilih anggota sampel dari masing-masing tingkatan pada a) dengan teknik proportional sampling Contoh: Penelitian untuk mengetahui prestasi belajar rata-rata suatu SD maka samplenya adalah murid kelas I, II, III, IV, V, dan VI. 17. Teknik ini digunakan jika populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok atau cluster.

Area sampling ini merupakan sampling menurut daerah atau pengelompokannya (Nasution, 2003). Tehnik klaser ini memilih sample berdasarkan pada kelompok, daerah, atau kelompok subjek secara alami berkumpul bersama. Langkah-langkah dalam menggunakan teknik klaser (Sukardi, 2003), yaitu: – Identifikasi populasi yang hendak digunakan dalam studi – Tentukan besar sampel yang digunakan – Tentukan dasar logika untuk menentukan klaser – Perkirakan jumlah rata-rata subjek yang ada pada setiap klaser – Daftar semua objek dalam setiap klaser dengan membagi antara jumlah sampel dengan jumlah klaser yang ada – Secara random, pilih jumlah anggota sampel yang diinginkan untuk setiap klaser – Jumlah sampel adalah jumlah klaser dikalikan jumlah anggota populasiper klaser 18.

Perbedaan cluster sampling dan stratified sampling yaitu bahwa di cluster sampling cluster diperlakukan sebagai unit sampling sehingga analisis dilakukan pada populasi kelompok (setidaknya pada tahap pertama). Dalam stratified sampling, analisis dilakukan pada elemen dalam strata. Dalam stratified sampling, sampel acak yang diambil dari masing-masing strata, sedangkan di cluster sampling hanya cluster yang dipilih akan dipelajari.

Tujuan utama dari sampling cluster adalah untuk mengurangi biaya dengan meningkatkan efisiensi sampling. Hal ini bertentangan dengan stratified sampling dimana tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan presisi. 19. Quota Sampling adalah teknik penentuan sampel yang dilakukan dengan mengambil sebagian dari populasi dengan jumlah yang sudah ditentukan oleh peneliti yang memiliki ciri- ciri tertentu yang berkaitan dengan penelitian.

Langkah-langkah penerapanya yaitu peneliti menentukan jumlah sampel yang dikehendaki dari sebuah populasi. Kemudian jumlah tersebut harus terpenuhi. Seandainya jumlah tersebut belum terpenuhi maka penelitian belum bisa dikatakan selesai 20. Sampling Aksidental adalah teknik pemilihan sampel yang dilakukan secara kebetulan, Apabila bagian dari populasi bertemu secara kebetulan maka akan dijadikan sampel namun kesimpulan yang diperoleh bersifat kasar dan sementara sehingga tidak bisa digunakan oleh masyarakat luas.

Contohnya penelitian tentang pemilihan pendekatan pembelajaran agar siswa dapat belajar dengan efektif. Sampel ditentukan berdasarkan guru kelas, maka siapa saja guru yang kebetulan guru kelas yang lagi mengajar hari itu akan dijadikan sampel.

21. Judgement sampling (purposive sampling) adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

Langkah penerapanya yaitu peneliti memilih sampel yang menurutnya layak dan mampu memberikan keterangan yang baik, kemudian peneliti menarik kesimplan. 22. Menurut Sugiyono (2010) Purposive Sampling adalah teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif.

Cara penerapanya yaitu :Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias, Tentukan kriteria-kriteria, Tentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang teliti, Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria.

23. Syarat sampling Jenuh dapat diterapkan didalam penelitian pendidikan apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. hal ini terjadi apabila jumlah populasi dalam penelitian relatif kecil. 24. Langkah-langkah dalam penerapan teknik snowball sampling yaitu dengan cara mencari contoh sample dari populasi pendidikan, kemudian dari sample yang didapat dimintai partisipasinya untuk memilih komunitasnya sebagai sample lagi.

Seterusnya sehingga jumlah sample yang kita inginkan terpenuhi. • 1). Pengertian subjek dan objek penelitian • Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi). Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian.

• Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian.bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bias juga berupa proses. 2). Pengertian populasi dan sampel • Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek yang meliputi (orang, benda, ataupun lembaga/organisasi) dan objek yang meliputi ( sifat keadaan) yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan Contohnya : populasi SISWA SISWI SMAN2 Pacitan • Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi.

Contohnya :Pedagang jagung hanya mneliti sebagian kecil jagung. 3). Manfaatnya adalah : • Menghemat waktu, tenaga dan biaya karena subyek penelitian sample relative lebih sedikit di banding dengan study populasi.

• Terjadi kelelahan dalam pencatatan dan analisisnya • Dalam penelitian populasi sering bersifat destruktif. 4). Syarat-syarat untuk menjadi subjek penelitian adalah: > Harus menguasai atau memahami bukan sekedar mengetahui saja, tetapi juga bisa menghayatinya.

> Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang diteliti. > Yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil kemasannya sendiri. > Mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. 5).Cara menentukan subjek penelitian Menurut Sugiyono (2007;52) cara menentukan subjek penelitian yaitu dengan jalan peneliti memasuki situs sosial tertentu, melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi sosial tersebut.

Jadi cara menentukan subjek penelitian adalah peniliti terjun langsung ke lapangan penelitian yang kemudian melakukan observasi serta wawancara kepada seseorang yang di anggap mengetahui secara dalam mengenai kasus yang di teliti. 6). Dikatakan subjek pada saat dia menjadi sasaran penelitian oleh peneliti. Sedangkan dikatan objek pada saat dia memiliki sifat keadaan yang menjadi pusat perhatian si peneliti.

Sifat keadaan tersebut dapat berupa kualitas dari subjek, bentuk tingkah laku. 7).Perbedaan Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sample adalah Subjek dan Objek sangat berkaitan, karena Subjek adalah perlengkapan Objek. Sedangkan Populasi dan Sample juga saling berkaitan, karena Sample juga merupakan anggota dari Populasi.

Perbedaan dari Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sample adalah sama-sama satu pokok pembahasan, tidak ada campur tangan dari Populasi dan Sample.

Berbeda dengan Populasi dan Sample, karena Sample diambil dari beberapa anggota Populasi yang ditemukan. 8). Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian Dalam penelitian di butuhkan sampel karena sampel merupakan cara untuk memperoleh data Karena sampel biasanya digunakan untuk meneliti karakteristik objek penelitian, serta sempel dapat memperoleh data yang mewakili populasi.

9). Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian • Kerepotannya berkurang jika dibandingkan dengan penelitian populasi Maksudnya dengan menggunakan sampel seseorang peneliti akan lebih mudah untuk mencari informasi lebih lanjud yang terkait dengan hal yang diteliti.

• Lebih efisien luang waktu dan tenaga Maksudnya suatu topic dapat dilaksanakan dengan lebih cepat tanpa mengulur waktu yang lama • Tidak merusak populasi untuk beberapa kasus Maksudnya dalam suatu penelitian tidak menyalahkan, mengurangi, meng ada ada suatu konflik yang terdapat dalam suatu penelitian tersebut.

10)a. Sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin. b. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama.

c. Pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan. d. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal. 11).> Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sempel secara random atau acak.

> Non Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.Pada prosedur ini, masing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi elamen-elemen sampel atau tidak. 12).Persamaan : Sama-sama menggunakan teknik sampling yang memberikan peluang bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel Perbedaan : Peluang yang diberikan bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel itu tidak sama.

13). Penerapan rondom sampling dalam penelitian, bahwa rondom sampling suatu cara pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama untuk diambil elemen populasinya bisa berupa data binatang,benda dan manusia.

14). Sampling sistematis adalah salah satu metode penarikan sampel dengan menggunakan interval sampel dalam melakukan pemilihan sampel penelitian. 15). Tahap dalam pengambilan sampel mnggunakan sistematik sampling: a.

Menentukan ukuan sample menggunakan keseluruhan anggota populasi. b. Membagi anggota populsai menjadi kelompok dengan kententuan harus lebih kecil atau sama dengan ukuran sample. c. Menentukan secara acak satu sample pertama yang membentuk sample kedua,ketiga dan slanjutnya.

16). Pengertian teknik stratifiet sampling adalah cara mengambil sampel dengan cara memperhatikan tingkatan didalam populasi. Langkah-langkah penerapannya: a. Menentukan populasi penelitian. b. Mengidentifikasi semua karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. c. Mengelompokkan anggota yang mempunyai karakteristik yang sama.

d. Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili yang bersangkutan. e. Pengambilan sampel dari masing-masing strata. 17). Clusster sampling disebut juga dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame.

keuntungan penggunaan teknik ini menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada jika digunakan teknik simple random sampling. Akan tetapi, hasil cluster sampling ini pada umumnya kurang akurat dibandingkan simple random sampling.

Misalnya dibidang pendidikan, akan ditentukan mana siswa kelas eksperimen dan siswa kelas control. 18). Perbedaan stratified sampling dan cluster sampling adalah bahwa di cluster sampling diperlakukan sebagai unit sampling sehingga analisis dilakukan pada populasi kelompok, sedangkan dalam stratified sampling analisis dilakukan pada elemen dan strata.

19). Sampel kuota adalah penentuan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sebagai jumlah (jatah) yang dikehendaki atau pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti atau bisa saja secara kebetulan. misalnya penelitian pada siswa yang berkelainan khusus, dalam satu kelas terdapat 3 siswa yang mempunyai kelainan khusus, maka populasi tersebut dijadikan sampel secara keseluruhan.

20). Sampling aksidental ialah teknik penentuan sampel berdasarkan factor spontanitas. Artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti sesuai dengan karakteristik (ciri-cirinya) maka orang tersebut bisa dijadikan sebagai sampel.Contoh Reporter televisi mewawancarai seseorang yang kebetulan lewat guna untuk mendapatkan data atau informasi. 21).Judgement sampling yaitu teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

contoh tentang penelitian budidaya. 22.)Yaitu teknik mengambil sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah atau strata, melainkan berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu.

23.) Syarat sampling jenuh dapat di terapkan dalam pendidikan adalah: 1. Jumlah populasi kurang dari 30 orang. 2. Semua anggota populasi di jadikan sampel. 3 .Peneliti membuat generalisasi dengn kesalahan lebih kecil. 24). Langkah penerapan snow ball sampling dalam penelitian adalah: 1. Peneliti menyajikan suatu jaringan melelui gambar yang berupa gambar lingkaran-lingkaran yang dikaitkan atau dihubungkan dengan garis-garis. 2. Setiap lingkaran mewakili satu respon atau satu kasus.

• 1. Subjek adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga ( organisasi ). Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi sasaran penelitian dan pusat penelitian. Sifat kedaan yang dimaksud bisa berupa sifat,kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat pndangan penelitian, sikap pro- kontra, simpati – antipasti, keadaan batin, dan bisa juga berupa proses.

2. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas :objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karekteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel adalah bagian atau jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi benar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi,misal karena keterbatsan dana, tenaga, dan waktu, maka penelitian akan mengambil sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi.

3. Manfaat mempelajari objek dan subjek penelitian yaitu untuk membantu peneliti mengumpulkan informasi dalam waktu yang singkat dan dapat membantu peneliti agar secepatnya dan teliti yang nantinya dalam menarik kesimpulan dari subjek yang diteliti.

Dan juga supaya dapat mengetahui kualitas dan kuantitas dari objek yang diteliti. 4. Syarat – syarat menjadi sujek penelitian : a. Orang tersebut harus jujur dan dapat dipercaya. b. Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan c. Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar bicara, apalagi pendiam d. Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dengan latar penelitian e.

Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi 5. Cara menentukan subjek penelitian yaitu : a. Melalui keterangan orang yang berwewenang. Cara pertama ini bisa dilakukan dengan formal (pemerintah/instansi negeri), maupun secara informal (pemimpin masyarakat seperti tokoh masayarakat, pemimpin adat). Disini perlu diingat jangan sampai memilih informan yang berpendapat ganda, contohnya sebagai pegawai lurah dan sebagai informan pembantu peneliti, yang mungkin juga ditugaskan untuk memata matai peneliti.

b. Melalui wawancara pendahuluan Dalam wawancara ini, peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah disinggung didepan.

Penentuan subjek penelitian dapat dicontohkan sebagai berikut : Misalnya penelitian tentang” Hubungan antara kelengkapan fasilitas ruang kelas terhadap prestasi siwa “ Untuk mencaei jawaban diatas problematika tersebut, peneliti perlu merinci terlebih dahulu problematika yang diajukan.

Variabel pertama : kelengkapan fasilitas ruang kelas Variabel kedua : prestasi siswa dalam pembelajaran Variabel utuh : hubungan kelengkapan fasilitas ruang kelas terhadap prestasi siswa. 6. Istilah subjek dan objek penelitian dapat digunakan pada saat peneliti akan melakukan sebuah penelitian dan juga pada saat akan menyusun laporan penelitian. Dengan menggunakan istilah tersebut akan mempermudah dalam hasil penelitian.

7. Perbandingan mempelajari objek dan subjek dengan populasi dan sampel yaitu sama – sama untuk mengumpulkan informasi yang nantinya digunakan untuk membuat kesimpulan dari hasil penelitian. 8. Dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan yaitu untuk responden dalam pengumpulan data dari suatu penelitian. Dan sampel dapat mempermudah dalam proses pengumpulan data karena sampel hanya diperlukan sebagian dari jumlah populasi yang ada.

9. a. Penggunaan sampel dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga b. Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam c. Teknik sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian. 10. 1. sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin; 2. sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama; 3.

pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan; 4. pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal. 11. Probability Sampling adalah suatu teknik pengambilan sample dimana semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih menjadi sample.

Non Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

12. Persamaan dan perbedaan probability sampling dan non probability sampling Persamaan : • Keduanya sama – sama membutuhkan sampel sebagai subjek dan objek penelitian • Sama – sama memberikan peluang bagi setiap unsur Perbedaan : • Peluang yang diberikan terhadap setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel tidaklah sama. 13. Penerapan random sampling yaitu dengan cara yang acak bisa dengan menggunakan undian.

14. (Sugiyono, 2001: 60) menyatakan bahwa sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampel yaitu : a.

Menentukan jumlah sampel yang akan diambil dari anggota populasi b. Kemudian membagi anggota populasi dalam jumlah kelompok kecil c. Menentukan secara acak sampel. 16. Teknik stratified sampling yaitu Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Langkah langkah dalam penerapan : • Menggelompokkan data kedalam tingkatan tingkatan tertentu • Mengambil sampel dari setiap tingkatan tersebut secara sama rata.

17. Area/Cluster sampling Cara ini biasanya digunakan untuk penelitian yang meliputi daerah yang luas (area yang terbesar atau tempat interview yang terlalu luas), sehingga menyulitkan bagi supervisi untuk mengontrol area yang luas, juga biaya transportasi akan besar sekali. Rancangan ini hanya bisa dibuat apabila keadaan tata kota teratur.

Contoh : ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara prestasi belajar mahasiswa Fakultas Hukum dengan situasi rumah (indekis atau bukan). Langkah 1 : mencari lokasi pemondokan di dalam peta. Langkah 2 : mencatat jumlah mahasiswa yang tinggal dalam tempat indekos tersebut, kemudian dalam suatu daftar atau masing-masing mahasiswa diberi nomor urut. Langkah 3 : memilih sampel berdasarkan random. 18. Apabila Stratified Sampling merupakan suatu teknik sampling dimana populasi kita bagi kedalam sub populasi(strata), karena mempunyai karakteristik yang heterogen dan heterogenitas tersebut mempunyai arti yang signifikan terhadap pencapaian tujuan penelitian, maka penelitian dapat mengambil dengan cara ini.

Setiap stratum dipilih sampel melalui proses simple random sampling.Sedangkan Cluster Sampling merupakan cara pengambilan sampel dengan cara gugus. Populasi dibagi keadalam satuan-satuan sampling yang besar yang disebut cluster. 19. Sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.

Dan langkah – langkah penerapannya adalah : • Mencari sampel • Dalam pencarian sampel dapat dihentikan apabila kuota yang diperlukan sudah terpenuhi. 20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2009:122).

Contohnya : Penelitian mengenai pendapat umum mengenai kebersihan lingkungan dengan mempergunakan setiap warga mulai dari anak – aak hingga orang dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Judgement sampling adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

Langkah penerapannya : Kita harus mencari sampel yang sudah menguasai atau ahli mengenai permasalah yang kita teliti. 22. Sugiyono (2009: 122) menyatakan bahwa sampling percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

Langkah langkah penerapan : a. Menentukan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat didalam studi pendahuluan. b. Mengambil sampel harus didasarkan pada ciri, sifat, atau karakteristik yang merupakan ciri pokok populasi c. Subjek yang diambil sebagai sampel benar benar merupakan subjek yang paling bnayak mengandung ciri populasi.

23. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Jadi Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan dilakukan yaitu bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain dari sampling jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

24. Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding lama-lama akan menjadi besar.

Langkah langkah penerapannya dalam penelitian yaitu Teknik sampling berangkat dari sejumlah sampel (responden) yang kemudian mereka mengajak para temannya untuk dijadikan sampel dan seterusnya sehingga jumlah sampel semakin besar seperti bola salju yang menggelinding. • 1. Subjek penelitian: orang yang melakukan penelitian (peneliti) yang merujuk pada responden, narasumber, atau informan yang hendak dimintai informasi atau digali datanya.

Objek penelitian: orang atau sesuatu yang diteliti, yang merujuk pada masalah atau tema yang sedang diteliti. 2. Populasi: wilayah generaliasasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono: 2012, 61) Sampel: bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu, sehingga dapat mewakili populasinya atau sebagai percontohan yang diambil dari populasi.

(Wardi Bachtiar) 3. Manfaat mempelajari objek dan subjek Manfaat memepelajari subjek dan objek menurut Moloeng (2006: 32) sebagai berikut: 1. Membantu agar secepatnya dan tetap seteliti mungkin dapat membenamkan diri alam konteks setempat, terutama bagi peneliti yang belum mengalami latihan etnografi. 2. Agar dalam watu yang relative singkat banyak informasi yang terkumpul sbagai sampling internal, karena informan dimanfaakan untuk berbicara, bertukar pikiran atau membandingkan suatu kejadian yang ditentukan dari subyek lainnya dapat dilakukan.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian: Menurut Moleong, (2006: 132) ada lima persyaratan yang harus imiliki oleh seseorng agar layak dijadikan informan: 1. orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya 2.

orang tersebut memiliki kepatuhan pada perraturan 3. orang suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam. 4. oarng terseut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar peneleitian 5.

orangnya memiiki pandangan tertetu peristiwa yang terjadi 5. Cara menentukan subjek peneilitian: Menurut Sugiyono (2007: 52) cara ynag bisa ditepuh untuk menentukan subjek penelitian terdiri dari dua cara.

Yaitu: 1. Melalui keterangann orang yang berwenang. Cara pertama ini bisa dilakukan dengan formal (pemerintah) maupun secara informal (pemimpin masyarakat seperti tokoh masyarakat, pemimppin adat, dan lain sebagainya). Perlu dijaaki pula jangan sampai teradi informan yng disodorkan itu berperan ganda, sebagi contohnya: pegawai lurah dan sebgai informan pembantu penelliti, yang mungkin uga ditugaskank memata matai peneliti. 2. Melalui waancara. Dalam wawancara ini peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah disinggung disebelumnya.

6. Istilah subjek dan objek digunakan pada saat: Istilah subjek dan objek penelitian digunakan ketika peneliti melaksanakan penelitian dan penyusunan laporan penelitian. Didalam melaksanakan penelitian ada banyak hal yang dapat diperoleh. Maka dari itu perlu digunakan istilah subjek dan objek supaya bisa dibedakan, sehingga informasi yang diperoleh lebih tepat.

Begitupun dengan penyusunan laporan penelitian, setelah menggunakan istilah tersebut peneliti dapat menyusun hasil penelitiannya dengan mudah.

7. Perbandingkan subjek dan objek dengan populasi dan sampel: Perbandingan mempelajari subjek/objek dengan populasi/sampel yakni sama-sama memiliki manfaat sendiri-sendiri khususnya dalam hal penelitian. Dengan adanya itu akan mempermudah proses penelitian yang diakukan seseorang. Meskipun manfaat yang adapun berbeda-beda 8.

Sampel dibutuhkan dalam penelitian demi untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar. Atau untuk bagian kecil yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian menurut Supardi (2013: 26) adalah: 1. Memudahkan peneliti karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan menggunakan populasi, selain itu bila populasinya terlalun besar dikhawatirkan akan terlewati.

2. Penelitian lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunkan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian dengan banyak subjek, selain itu biaya juga relatif lebih rendah. 3. Lebih teliti dan cermat dalampengumpulan data, artinya jika subjeknya banyak dikhawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh menjadi tidak akurat.

10. Syarat pengambilan sampel: 1. Jumlah sampel yang mencukupi 2. Profil sampel yang dipilih harus mewakili 3. Harus dimbil dari populasi 11. Probalility sampling: teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sampel secara random atau acak.

Non probability sampling: teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. 12. Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling: Persamaan: keduanya sama-sama memberikan peluang bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sampel.

Perbedaan: peluang yang diberikan terhadap setiap unsur atau anggota populais untuk dipilih menjadi sampel tidaklah sama. 13. Penerapan random sampling: metode sample jenis ini dilakukan dengan membagikan kesempatan yang sama pada semua elemen untuk dapat dipilih sebagai sample. 14. Teknik Sampling (systematic sampling ): sampling jenis ini dilakukan dengan cara peneliti memberikan batasan berupa n elemen dari setiap populasi akan terpilih sebagai sample, dengan demikian elemen pertama dan setiap kelipatan n, akan terpilih menjadi sample.

15. Tahapan pengambilan sampling dengan menggunakan systematic sampling: – Langkah pertama, tentukan dahul populasi yang akan diteliti – Langkah kedua, berikan nomor urut untuk semua anggota populasi – Ketiga ambil sampel dari anggota populasi tersebut, bisa secara urut, atau secara interval.

– Dan terakhir teliti sampel tersebut 16. Stratifed sampling: teknik yang digunakan apabila populasi memiliki anggota atau unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.

Langkah-langkah penerapan: – Menentukan dahulu populasi yang akan diteliti – Mengelompokkan setiap anggota populasi yang mempunyai karakteristik yang sama atau strata, contohnya berdasarkan tingkat pendidikan – Mengambil sebagia anggota dari setiap strata utuk mewakili strata yang bersnagkutan – Pengambilan smapel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan pertimbangan (proporsional) 17.

Cluster sampling: digunakan untuk menentukan jumlah sampel jika objek yang akan diteliti atau sumber data yang sangat luas, misal penduduk suatu negara. Langkah-langkah penerapan: Contoh: peneliti ingin mngethui tingkst efektifitas proses belajar megaar tingkat SMU. Populasi penelitian adalah siswa SMA seluruh Indonesia.

Karena jumlahnya sangat banyak dan tebagi dalam berbagai porvinsi, maka penentuan sampelnya dilakukan dalam tahapan sebagai berikut: Tahap pertama, menentukan sampel daerah.

Misalnya ditentukn secara acak 10 Provinsi yang akan dijadikan daerah sampel. Tahap kedua, mengambil sampe SMU ditingkat Provinsi secara acak yang selanjutnya disebut sampel provinsi. Karea provinsi terdiri dari Kabupten/Kota, maka diambil secara acak SMU tingkat Kabupaten yang akan ditetapkan sebagai smapel (disebut Kabupaten Sampel), dna seterusnya, sampai tingkat Kelurahan/Desa yang akan dijadikan sampel. Setelah digabungkan, maka keseluruhan SMU yag dijadikakn sampel ini diharapkan akan menggambarkan keseluruhan populasi secara keseluruhan.

18. Perbedaan stratified sampling dengan cluster sampling: stratified sampling dilakukan dengan cara membagi populasi yang ada menjadi beberapa kelompok sesuai dengan klasifikasi dengan mendasarkan diri pada kebutuhan, relevansi, dan keselarasan dengan tujuan studi.

Sedangkan jenis cluster sampling akan cocok untuk dipilih jika peneliti ingin dalam setiap keompok elemen, heterogenitasnya tetap terjaga. 19. Sampel kouta: teknik unutk menentukan sampel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu smpai jumlah (kouta) yang diinginkan. Contoh: akan dilakukan penelitian tebtang presepsi siswa teradpa kemampuan mengajar guru.

Jumlah sekolah adaah 10, maka sampel kouta data ditetapkan masing-masig 10 siswa per sekolah. 20. Sampel aksidental sampling: adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang ditemui itu cocok sebagai sumber data.

Contoh: penelitin tentang kepuasan pelanggan pada pelayanan Mall A. sampel ditentukan berdasarkan ciri-ciri usia di atas 15 tahun dan baru pernah ke Mall A tersebut, maka siapa saja yang kebetulan bertemu di depan Mall A dengan peneliti (yang berusia di atas 15 tahun) akan dijadikan sampel. 21. Judgement sampling: cara pengambilan sampel yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli.

Langkah-langkah penerapan: – Langkah pertama, menentukan apakah tujuan dari penelitian ini mewajibkan aanya kriteria tertentu pada sampel – Langkah kedua, menentukan kriteria – Langkah ketiga, menentukan populasi – Terakhir, menentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian jika sudah memenuhi kriteria ynag diinginkan.

22. Purposive sampling: adalah teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. misalnya: pada penelitian tentang disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja.

Cara penerapan: – Pertama, menentukan tujuan dari penelitian tersebut – Kedua, menentukan kriteria-kriteria – Ketiga, mennetukan populasi berdasarkan studi penelitian yang ditliti – Terakhir, menentukan jumlah sampel yang akan dijadikan penelitian serta memastikan memenuhi kriteria penelitian.

23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan: sampling jenuh dapat diterapkan dalam penelitian apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal tersebut dilakukan apabila jumlah populasi relatif terlalu kecil atau populasi kurang memenuhi kouta. 24. Langkah-langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan – Pertama, jumlahnya kecil – Kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel.

– Begitupun Seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. • JAWABAN : 1. Yang dimaksud dengan subjek dan objek penelitian adalah : a. Subjek penelitian : adalah sesuatu yang dituju peneliti untuk percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan bisa juga disebut sasaran penelitian.

Atau tempat dimana variabel penelitian atau masalah yang diteliti berada. Bisa berupa seseorang, sebuah komunitas atau organisasi maupun benda. b. Objek penelitian : objek penelitian adalah sifat dan sikap yang dimiliki oleh subjek penelitian atau sasaran penelitian tersebut.

Jadi objek tersebut bisa digambarkan sebagai sifat atau sikap seseorang, sifat sebuah lembaga atau organisasi ataupun sifat suatu benda percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan pada subjek apa yang diteliti dalam penelitian.

Sifat yang dimaksud berupa sifat pro-kontra, sifat simpati atau antipati, dan bisa juga berupa proses. 2. Yang dimaksud dengan populasi dan sampel adalah : a. Populasi : populasi adalah keseluruhan dari objek penelitian.

Contohnya apabila sebuah penelitian diadakan pada sebuah desa disuatu wilayah, maka seluruh warga desa dan semua yang ada didalam desa tersebut adalah populasi dari subjek penelitian termasuk juga sifat dan perilaku dari warga desa dan keseluruhannya. Sifat dan perilaku subjek, yaitu objek penelitian juga masuk kedalam populasi. Dengan garis besar populasi adalah cakupan dari semua subjek dan objek penelitian. b. Sampel : sampel adalah wakil atau sebagian dari jumlah populasi yang diambil untuk sebuah penelitian.

Contohnya apabila penelitian diadakan disuatu desa, maka seluruh desa tersebut dikatakan sebagai populasi. Akan tetapi jika penelitian tersebut diadakan dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, maka akan sangat memakan banyak waktu hingga penelitian tersebut bisa diselesaikan. Oleh karena itu wawancara akan digunakan pada beberapa orang saja, misalnya hanya pada sebuah dusun pada desa tersebut. Maka dusun yang dijadikan wakil bagi pengambilan data penelitian tersebut itulah yang disebut dengan sampel.

Warga dusun serta sifat dan perilakunya adalah sampel. Jadi sampel disini adalah wakil atau bagian dari populasi dan mencakup sifat dan perilaku yang dimilikinya. 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian tentu saja untuk membantu kita memiliki dan menghasilkan penelitian yang berkualitas. Setiap meneliti sebuah masalah tentu saja meggunakan ilmu dan metodologi yang tepat agar bisa segera terpecahkan. Dan langkah pertama penelitiannya adalah menentukan subjek dan objek penelitian. Sebelum bisa menentukan objek dan subjek mana yang dipilih, tentu saja kita harus tahu apa yang dimaksud dengan itu.

Dengan mempelajari subjek dan objek penelitian terlebih dahulu, maka kita akan lebih mudah menentukan subjek dan objek mana yang akan dipilih, bagaimana cara menentukan subjek dan objek tersebut sudah tepat apa belum, kriteria dan syarat-syarat seperti apa yang digunakan sebagai pedoman pemilihan subjek dan objek penelitian tersebut.

Ilmu ini tentu saja akan mempermudah kita untuk memilih dan menentukan subjek dan objek penelitian yang akan sangat mempengaruhi hasil dan solusi pemecahan masalah yang akan didapatkan dari penelitian tersebut.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian adalah sebagai berkut : a. Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya. b. Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan. c. Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam. d. Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian.

e. Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. Syarat-syarat ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang berkualitas, real dan tidak dimanipulasi serta murni dari pandangan orang tersebut pada masalah yang sedang diteliti. Dan tentu saja untuk mempermudah peneliti mendapatkan informasi seperti yang ditunjukan oleh syarat c.

Dan sebagai cara antisipasi oleh peneliti untuk mendapatkan informasi yang salah karena informan dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu untuk memberikan informasi palsu sebagai cara untuk memberikan keuntungan pada pihak-pihak tersebut seperti yang ditunjukan syarat d. 5. Cara menentukan subjek penelitian bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu : 1) Melalui keterangan orang berwenang. Jadi peneliti menanyakan kepada orang-orang yang berwenang pada daerah tersebut seperti kepala desa, ketua rt, pemimpin masyarakat ataupun pemimpin organisasi dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya siapa yang dirasa pantas berdasarkan syarat-syarat pemilihan subjek untuk dijadikan informan dalam pengumpulan data penelitian tersebut.

Setelah satu atau beberapa nama diberikan, maka peneliti kemudian harus menjajaki dan menelusuri latar belakang dari informan tersebut, agar informasi yang diberikan informan tersebut benar serta jujur dan informan bukan sebagai pemeran ganda seperti sebagai informan tetapi dia juga sebagai salah satu pengurus pemerintah didaerah tersebut yang bertugas memata-matai percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan tersebut.

2) Melalui wawancara pendahuluan. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan wawancara pendahuluan ini adalah dengan mencari orang-orang yang bersangkutan dengan kejadian atau masalah yang sedang diteliti ataupun seseorang yang suka rela menawarkan dirinya sebagai subjek penelitian.

Setelah itu peneliti akan melakukan wawancara pada calon-calon subjek penelitian ini berdasarkan pedoman syarat-syarat pemilihan subjek yang sudah ditetapkan. 6. Subjek dan objek penelitian umumnya digunakan pada penelitian kualitatif.

Penelitian kualitatif sendiri adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pengumpulan data berupa wawancara secara mendalam, grup fokus dan observasi yang kemudian akan dianalisis. Data didapatkan dari lapangan dengan detail, yang biasanya dilakukan pada jumlah kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam.

7. Manfaat mempelajarai populasi dan sampel dalam penelitian tentu saja untuk memudahkan kita saat melakukan penelitian. Mengerti apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel, manfaat dari kedua hal tersebut sehingga tahu kapan dan bagaimana mengolah semua pengetahuan yang sudah didapatkan selama mepelajari materi populasi dan sampel untuk menerapkannya dalam penelitian yang dilakukan. Seperti kemudahan-kemudahan yang akan dialami saat penelitian jika sebelumnya sudah mempelajari materi populasi dan sampel yaitu seperti, penelitian akan lebih efektif dan efisien, menghemat waktu dan biaya, lebih teliti dan cermat karena pada percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan pengumpulan data dilakukan pada sampel penelitian bukan populasi, sehingga subjeknya akan relatif lebih sedikit tapi tetap mewakilkan semua data yang dibutuhkan dengan lebih menghemat tenaga peneliti yang akan mempengaruhi keakuratan data yang dihasilkan.

8. Penelitian pendidikan adalah penelitian yang dilakukan sebagai upaya untuk memahami proses pendidikan, meningkatkan mutu dan profesionalitas. Dalam penelitian pendidikan dibutuhkan juga adanya sampel.

Sampel dalam penelitian pendidikan digunakan contohnya pada penelitian tindakan kelas, penelitian tindakan kelas sendiri adalah penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki praktek dalam situasi pendidikan. Dalam hal ini sampel digunakan sebagai subjek yang diteliti dan sumber data tentang pengaruh dan pendapat mengenai masalah yang diteliti.

9. Manfaat sampel dalam penelitian antara lain adalah : a. Dapat menghemat waktu, biaya, tenaga dan fikiran peneliti. Karena data lebih cepat diperoleh dibandingkan meneliti populasis secara keseluruhan b. Tidak merusak populasi pada saat penelitian-penelitian tertentu dilakukan seperti pengujian eksperimen-eksperimen pada subjek tertentu. c. Sederhana dan mudah dilakukan d. Dapat menghasilkan data yang diinginkan dan dapat dipercaya dari seluruh populasi, menghasilkan gambaran atau repersentatif dan dapat menentukan presisi hasil penelitian e.

Dan dapat memeberikan keterangan sebanyak-banyaknya dengan biaya serendah-rendahnya, karena subjek yang diteliti lebih sedikit. 10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian : a.

Mewakili populasi (representatif), sampel harus mewakili tiap jenis yang berbeda dalam suatu populasi, sehingga penelitian dengan sampel sebagai sumber data tersebut tetap bisa menghasilkan data yang sama apabila dilakukan pada populasinya. b. Menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror). Sampel yang diambil sebagai sumber data harus bisa menghasilkan data yang tepat dan dapat menentukan presisi.

Presisi adalah ketepatan yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh. c. Sederhana d. Mudah dilaksanakan e. Memberi banyak keterangan f. Efisien biaya 11. Probability sampling : Probability sampling adalah memberikan kesempatan yang sama pada semua anggota populasi untuk menjadi anggota sampel. Sehingga semua anggota dalam populasi mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk bisa dipilih sebagai sampel dalam penelitian. Non probability sampling : Non probability sampling adalah kebalikan dari probability sampling.

Dalam non probability sampling peneliti tidak memberikan hak dan kesempatan yang sama pada seluruh anggota populasi untuk bisa menjadi anggota sampel dalam penelitian yang dilakukan. 12. Persamaan dari probability sampling dan non probability sampling adalah bahwa keduanya digunakan untuk memilih elemen sebagai sampel yang digunakan untuk penelitian dari sebuah populasi. Sedangkan perbedaannya adalah probability memberikan hak dan kesempatan yang sama pada semua anggota populasi untuk bisa menjadi anggota sampel dalam penelitian sedangkan non probability sampling tidak memberikan hak dan kesempatan yang sama untuk bisa dipilih menjadi sampel penelitan.

Perbedaan lainnya adalah hasil dari penelitia dengan probability sampling digunakan untuk membuat generalisasi pada populasi tersebut sedangkan hasil penelitian dari non probability sampling tidak bisa digunakan untuk membuat generalisasi atau penyimpulan dari populasi yang diteliti. 13. Simple random sampling diterapkan dengan pemilihan sampel acak pada sebuah populasi, hal ini dilakukan apabila populasi bersifat sama atau homogen.

Contohnya apabila suatu penelitian dilakukan untuk meneliti kualitas tenaga kerja lulusan sma dalam suatu pabrik. Karena didalam pabrik tersebut semua pekerja adalah lulusan sma, maka populasinya bersifat homogen.

Peneliti bisa dengan mudah mengambil sampel dengan acak dari populasi ini tanpa perlu memperdulikan tingkatan strata yang ada. Proportionate stratified random sampling digunakan apabila populasi tidak memiliki sifat yang homogen,contohnya apabila dalam penelitian kualitas kinerja pegawai berdasarkan lulusan disuatu pabrik. Didalam pabrik tersebut terdapat berbagai tingkatan kepegawaian dengan jenis lulusan yang berbeda, maka dalam teknik sampling ini peneliti harus mengambil sampel yang representatif atau dengan porsi yang sama yang harus meliputi semua strata yang ada dalam populasi.

Disproportionate stratified random sampling digunakan apabila populasi bersifat heterogen dan kurang proporsional. Contohnya apabila dari setiap lulusan dalampabrik memiliki jumlah yang berbeda dengan selisih yang sangat jauh antara jumlah maksimum dengan jumlah minimum, sehingga populasi tersebut tidak proporsional.

Maka peneliti akan menjadikan semua lulusan dalam jumlah minimum menjadi sampel dan menjadikan strata lulusan dengan jumlah maksimum dan strata-strata lain sesuai porsi yang sudah ditentukan. Hal ini agar sampel yang diambil tetap akan memberikan gambaran yang representatif meskipun dengan jumlah sampel yang berbeda tiap kelompoknya.

14. Menurut Sugiyono (2001:60) menyatakan bahwa “sampling sistemasis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut”. Kemudian peneliti bisa menentukan sampel yang diambil berdasarkan nomor urut genap saja, ganjil saja, atau bisa dengan mengambil nomer kelipatan.

Sampling sistematis masuk kedalam kategori probability sampling yang berarti teknik sampling ini memberikan kesempatan yang sama kepada anggota populasi untuk bisa dipilih menjadi anggota sampel. Dalam penelitian pendidikan sampling sistematis digunakan untuk memilah anggota populasi yang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian yang ditujukan untuk memahami dan mengembangkan proses pendidikan.

Contohnya apabila penelitian tentang transportasi siswa sd kesekolah, dalam melakukan penelitian ini menggunakan sampling sistematis maka peneliti akan memberikan nomor urut kepada siswa kemudian memilihnya sebagai sampel berdasarkan nomor urut sesuai keinginan peneliti.

Genap, ganjil, ataupun nomor kelipatan. 15. Tahapan pengambilan sampel dengan sistematis sampling : a. Menyusun sampling frame, urutan calon sampel yang sudah diberi nomor urut b. Kemudian peneliti menetapkan interval dengan rumus jumalah anggota dalam populasi dibagi dengan jumlah anggota sampel yang diperlukan. Jadi interval adalah hasil dari pembagian keduanya. c. Peneliti memilih satu sampel acak dari sampling frame d. Kemudian untuk menentukan sampel kedua dan berikutnya menggunakan rumus nomor urut dari sampel pertama ditambah dengan interval yang sudah ditemukan dari rumus pembagian tadi e.

Begitu seterusnya sampai jumlah sampel yang diperlukan terpenuhi. 16. Dalam probability sampling terdapat jenis sampling lainnya yaitu stratified sampling atau sampling berstrata. Artinya apabila probability sampling adalah tekhnik sampling yang memberikan hak dan kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk bisa menjadi anggota sampel begitupun stratified sampling. Stratified sampling juga teknik sampling sampling yang memberikan hak dan kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk bisa dipilih menjadi anggota sampel.

Stratified sampling ini digunakan pada populasi yang bersifat heterogen. Langkah penerapannya antara lain : a. Apabila dalam suatu populasi terbagi menjadi strata-strata yang berbeda maka menggunakan stratified sampling, b. Artinya peneliti mengambil sampel dengan porsi yang sama dari setiap strata populasi agar adil dan sampel tetap mewakili populasi, c. Porsi yang dimaksud adalah saat pengambilan sampel, peneliti harus mengetahui perbandingan atau selisih jumlah dari setiap strata dari sebuah populasi, jadi bukan berarti mengambil jumlah sampelyang sama dari setiap populasi tetapi mengambil sampel dengan jumlah porsi yang sama.contohnya : • Apabila dalam suatu populasi terdapat dua strata.

Strata pertama beranggotakan 16 subjek. Sedangkan strata kedua hanya beranggotakan 8 subjek, maka jumlah anggota strata pertama adalah dua kali lipat jumlah strata kedua.

Maka peneliti bisa mengambil 4 subjek dari strata pertama dan 2 subjek dari strata kedua. Sampel yang diambil ini tidak memiliki jumlah yang percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan tetapi keduanya tetap mewakili strata masing-masing dan akan menghasilkan gambaran yang representatif yaitu dengan tetap memilih jumlah sampel strata pertama yang tetap berjumlah dua kali lipat dari strata kedia.

17. Cluster sampling atau sampling wilayah adalah tekhnik sampling daerah yang digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti sanagt luas. Berikut langkah-langkah penerapannya : a. Apabila objek yang akan diteliti sangat luas dan didalam populasi tersebut terdapat kelompok-kelompok strata ataupun terbagi menjadi beberapa kelompok sendiri maka digunakan cluster sampling atau sampling wilayah, b.

Teknik sampling ini akan membagi populasi berdasarkan wilayah-wilayahnya, maka setiapkelompok wilayah tersebut kemungkinan juga memiliki sifat yang tidak homogen c. Pengambilan sampel dari setiap wilayah dengan jumlah yang sama. Contohnya apabila suatu penelitian dilakukan untuk meneliti tentang pns di provinsi jawa timur, maka peneliti akan membaginya menjadi kelompok kabupaten-kabupaten.

Dari setiap kabupaten tersebut peneliti akan mengambil sampel dengan jumlah yang sama semisal 1 subjek dari setiap kecamatan didalam satu kabupaten. Walaupun tiap kabupaten diprovinsi jawa timur memiliki jumlah kecamatan yang tidak sama, tetapi sampel yang diambil dari setiap wilayah adalah dengan jumlah yang sama. 18. Perbedaan dari stratified sampling dengan cluster sampling : • Stratified sampling memilih sampel dengan acak berdasarkan strata-strata yang ada dalam populasi dengan porsi yang sama sedangkan dalam cluster sampling, peneliti memilih sampel yang dibedakan menjadi wilayah-wilayah yang ada pada daerah populasi dengan jumlah yang sama tiap wilayahnya.

• Analisis pada stratified sampil dilakukan pada elemen-elemen dalam strata yang dijadikan sampel sedangkan analisis pada cluster sampling dilakukan pada populasi kelompok. • Dalam stratified sampling yang dipelajari adalah setiap elemen acak yang dipilih dari tiap strata sedangkan dalam cluster sampling, hanya cluster yang dipilihlah yang akan dipelajari. 19. Sampling kuota juga termasuk dalamnon probability sampling yang artinya teknik sampling ini juga tidak memberikan hak dan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk menjadi sampel.

Teknik sampling kuota adalah teknik sampling dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan denga pertimbangan tertentu. Langkah-langkah penerapannya antara lain : • Peneliti membedakan subjek dalam sebuah populasi menjadi kelompok-kelompok dengan ciri-ciri tertentu, misalnya dalam sebuah populasi, peneliti membedakan subjek dengan berdasarkan tingakatan usia atau jenis pekerjaan.

• Peneliti menentukan kuota yang akan digunakan dalam penelitian. Apabila kuota yang diinginkan ada 100 orang maka penelitian tidak akan berhenti sampai kuota terpenuhi. 20. Aksidental sampling adalah tekhnik sampling dari non probability sampling, artinya tekhnik sampling ini tidak memebrikan hak ataukesempatan yang sama rata pada semua anggota populasi untuk bisa dijadikan sampel. Aksidental sampling adalah tekhnik sampling berdasarkan faktor spontanitas artinya siapapun yang tidak sengaja ditemui oleh peneliti maka dia akan dijadikan sampel.

Contohnya : • Apabila peneliti melakukan penelitian tentang kesehatan nelayan disuatu daerah, maka peneliti akan melakukan observasi dan terjun kedaerah yang diteliti tersebut. Kemudian siapapun yang dijumpai peneliti ditempat penelitian akan dijadikan sampel penelitian tanapa mempertimbangkan jumalah populasi dan kemungkinan adanya strata ataupun wilayah yang mungkin akan jadi faktor pembeda. 21. Judgement sampling adalah cara pengambilan sampel yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli.

Judgement sampling masuk kedalam kategori non probability sampling yang berarti teknik sampling ini tidak memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk menjadi sampel.

Langkah penerapan sampling ini adalah sebagai berikut : a. Peneliti menemukan populasi penelitian b. Kemudian peneliti mengelompokkan anggota populasi yang bersedia secara sukarela menjadi kelompok-kelompok kecil berdasarkan tujuan dibantu oleh ahli analisis c.

Kelompok-kelompok tersebut dibagi berdasarkan sub-sub tujuan yang akan dilakukan dalam penelitian d. Jadi setiap kelompok hanya akan berfokus pada fungsi dan tujuan mereka sebagai andil dalam pengumpulan data penelitian. 22.

Purposive sampling adalah teknik pengumpulan sampel dengan tujuan tertentu saja. Teknik ini cocok digunakan apabila penelitian tidak melakukan generalisasi pada hasil penelitiannya. Penentuan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Dalam penerapannya peneliti emnentukan sampel berdasarkan apa yang diteliti dalam penelitian tersebut, kemudian peneliti memilih elemen-elemen yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti untuk dijadikan sampel. Contohnya penelitian dilakukan kualitas sepeda motor dengan cc tertentu, maka peneliti akan memilih orang-orang yang ahli mengenai mesin, sepeda motor, dan bidang tersebut untuk dijadikan sampel.

23. Syarat sampling jenuh bisa diterapkan dalam penelitian pendidikan adalah, populasi yang ada memiliki jumlah yang relatif sangat kecil, yaitu kurang dari 30 orang. Apabila jumlah populasi kurang dari 30 orang maka semuaanggota populasi dijadikan sebagai sampel dalam penelitian.

Syarat selanjutnya adalah apabila penelitian yang dilakukan ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil, maka sampling jenuh sangat efektif digunakankarena semua populasi juga adalah sampel dan dengan jumlah yang relatif kecil sehingga menghasilkan data yang tepat dan penghematan waktu serta tenaga peneliti. 24. Snowball throwing adalah teknik dengan memilih sampel yang relatif sedikit kemudian semakin banyak. Contohnya dalam suatu penelitian pendidikan, semisal penelitian tindakan kelas tentang minat baca diperpustakaan sekolah.

Langkah penerapannya adalah peneliti memilih sampel yang sedikit, mungkin 1 atau 2 siswa untuk dijadikan sampel. Kemudian peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti apakah mereka sudah pernah meminjam buku diperpustakaan sekolah atau belum, selanjutnya peneliti menyuruh siswa untuk menanyakan hal yang sama pada temannya, kemudian temannya juga disuruh menanyakan hal yang sama pada teman lainnya begitupun seterusnya sehingga sampel yang didapatkan menjadi lebih banyak daripada sebelumnya.

• NANANG EDI SUHARYONO/1686206020/PGSD/A/II/III 1. Pengertian subjek dan objek penelitian • Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi). Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian, didalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian.

• Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian. Sifat keadaan berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bias juga berupa proses. 2. Pengertian populasi dan sampel • Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek yang meliputi (orang, benda, ataupun lembaga/organisasi) dan objek yang meliputi ( sifat keadaan) yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Populasi tidak hanya orang/makhluk hidup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya. Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimilikiobjek atau subjek tersebut.

Contohnya : populasi mahasiswa PGSD Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan PGRI PACITAN. • Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi.

Contohnya, pedagang beras hanya meneliti segenggam beras untuk mengetahui kualitas sekarung beras. 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian Subjek merupakan sesuatu yang akan diteliti baik orang, benda maupun organisasi. Jadi manfaat mempelajari objek penelitian yaitu peneliti dapat mengetahui apa yang dimaksud subjek penelitian itu, selain itu juga dapat memahami apa saja yang dapat menjadi subjek dalam penelitia serta dapat mengetahui syarat-syarat yang menjadi subjek penelitian.

Selain itu dari kita dapat menentukan subjek dalam penelitian maka kita juga dapat menentukan objek penelitian. Jadi manfaat mempelajari subyek penelian itu kita dapat mengetahui subjek yang bagaimana yang berkualitas dalam sebuah penelitian. Sedangkan manfaat mempelajari objek penelitian yaitu dapat menentukan objek dalam penelitian yang sebelumnya sudah mendapatkan subjek yang lebih dahulu.

Kita dapat menentukan obbjek penelitian baik objek kualitatif maupun kuantitatif, jadi kita sangat perlu sekali memahami objek dalam penelitian karena objek merupakan sasaran utama yang dijadikan sebuah penelitian. 4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian • Jujur dan bias dipercaya, maksudnya apabila kita memilih subyek misalnya orang maka orang tersebet harus yang jujur dan dapat dipercaya karena subjek disini harus memberi informasi yang benar-benar terjadi, dan biasanya orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang berpendidikan.

• Memiliki kepatuhan pada peraturanmaksudnya syarat menjadi subjek harus memiliki sikap yang patuh pada peraturan serta bertanggung jawab. • Suka berbicara bukan orang yang sukar berbicara apalagi pendiam. Maksudnya disini orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang pandai berbicara serta memiliki tata bicara yang baik sopan serta santun karena subjek memberikan informasi melalui komunikasi apabila orang tersebut tidak suka berbicara maka data yang diperoleh juga tidak akan akurat.

• Bukan termasuk anggota saalah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. Apabila kita memilih subjek penelitian jangan orang yang bertikai dalam latar penelitianapabila hal itu terjadi maka subjekpun tidak akan jadi dan laporan juga akan terpengaruh hasilnya. • Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi maksudnya orang yang akan dikenai subjek harus benar-benar mengerti dan mengetahui tentang peristiwa yang diteliti.

5. Cara menentukan subjek penelitian • Melalui keterangan orang yang berwenang Maksudnya sebelum kita menentukan topic kita harus mendapatkan persetujuan dari orang percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan berwenang atau orang yang berwajib dalam lembaga penelitian tersebut.

• Melalui wawancara pendahuluan Maksunya mengadakan wawancara lebih dahulu terhadap orang yang sedang terkait, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dang pengetahuan yang sebenarnya sebelum kita mengambil suatu putusan. 6. Pada saat apa penelitian menggunakan intilah “subjek dan objek” dalam penelitian. Menurut saya penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, karena dalam proses penelitian bila tidak ada subjek dan objek yang di teliti maka kita tidak bisa melakukan sebuah penelitian, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya.

Dan objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian.

7. Soal no 3 (tentang subjek dan objek). Perbandingan antara populasi dan sempel. Membandingkan subjek-objek dan populasi-sampel. Menurut saya: • Subjek-objek Merupakan suatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga (kelompok) subjek pada dasarnaya akan dikenai kesimpulan penelitian dan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses.

• Populasi-sampel Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpilan, sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil tersebut.

Jadi dapat disimpulkan perbandingan antara subjek-objek dan populasi-sampel mereka saling keterkaitan dalam proses penelitian, apabila ada salah satu yang tidak terdapat dalam proses penelitian maka proses penelitian juga tidak dapat berjalan dengan baik.

8. Karena jika menggunakan populasi dengan jumlah yang begitu banyak maka peneliti akan kesusahan. Misalnya seorang peneliti akan meneliti metode yang digunakan mengajar oleh guru di suatu provinsi, tidak mungkin peneliti mendatangi dan mewawancarai seluruh guru di provinsi tersebut. Jadi diambilah sebagian dari guru untuk di teliti dengan syarat guru tersebut dapat mewakili guru-guru lain. Jadi peran sampel sangat penting karena membantu memudahkan peneliti dalam melakukan tugasnya.

9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian  Memudahkan peneliti, karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan populasi.  Penelitian lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian yang banyak subjek.  Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, jika subjeknya terlalu banyak dikawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh tidak akurat.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel  Jumlah sampel yang mencukupi  Sampel yang dipilih harus dapat mewakili populasinya, misalnya sampel tersebut harus mampu mencermikan sifat maupun ciri dari populasinya semaksimal mungkin.  Sampel yang di ambil harus bisa memberi banyak keterangan 11.

Pengertian probability sampling dan non probability sampling  Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel  Non probability sampling adalah adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel 12.

Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling  Persamaan: sama-sama berupa teknik yang digunakan peneliti dalam pengambilan suatu sampel penelitian.  Perbedaan: probability sampling percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan kesempatan yang sama kepada setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel sedangkan non probability sampling tidak memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian terbagi menjadi 3 yaitu random sampling sederhana, random sampling bertingkat dan sampling klauster atau area. Sehingga penerapannya sesuai dengan populasi yang akan di teliti. Teknik sampling sederhana dilakukan apabila populasinya bersifat homogen.

Teknik sampling bertingkat dilakukan apabila populasinya bersifat hiterogen atau terdiri atas kelompok-kelompok yang bertingkat serta jumlahnya banyak. Sedangkan teknik sampling klauster populasinya tidak diketahui secara pasti. 14. Sampling sistematis yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomer urut. 15. Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan, bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui kita dapat menentukan secara akurat, dengan demikian dilakukan pendugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel, kemudian menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Stratified sampling disini peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan-tingkatan atau strata, maka pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random, adanya strata tidak boleh diabaikan dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel. Adapun langkah-langkah dari stratified sampling sebagai berikut: Menurut Notoatmodjo (2005, hlm.

86) langkah-langkah yang ditempuh dalam pengambilan sampel stratified meliputimenentukan populasi penelitian, mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi, mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan, teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom, pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional).

17. Clusster sampling disebut juga dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame. keuntungan penggunaan teknik ini menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada jika digunakan teknik simple random sampling.

Akan tetapi, hasil cluster sampling ini pada umumnya kurang akurat dibandingkan simple random sampling. Adapun langkah-langkah penerapannya yaitu pertama-tama memilih sampel yang berbentuk cluster dari suatu populasi, selanjutnya dari tiap-tiap cluster sampel tersebut, diturunkan sampel yang berbentuk elemen, kemudian tahap selanjutya dari beberapa kelompok sampel daerah, tetapkan individu-individu mana yang menjadi sampel (secara acak). Misalnya dibidang pendidikan, akan ditentukan mana siswa kelas eksperimen dan siswa kelas control.

18. Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling adalah a) Startified Sampling, (1) Proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok relatif sebelum sampling; (2) Setiap elemen dalam populasi/kelompok harus strata; (3) Meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling. Hal ini dapat menghasilkan rata-rata tertimbang yang memiliki variabilitas kurang artimetik mean dari sampel acak sederhana dari populasi; b) Cluster Sampling, (1) Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau cluster dan sampel kelompok dipilih; (2) Elemen dalam kelompok-kelompok atau suatu sub-sampel dapat dipilih dalam masing-masing kelompok; (3) Memungkinkan ukuran sampel meningkat.

Dengan asumsi ukuran sampel tetap, teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan di antara mereka. 19. Sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

Langkah-langkah penerapan adalah a) Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang dikehendaki; b) Melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti sebelum melakukan sampling.

20. Sampel Aksidental adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber sata. Contohnya, Penelitian tentang kenyaman adanya jembatan baru. Peneliti bertemu dengan siapa saja yang lewat jembatan tersebut dan apabila cocok maka orang yang lewat jembatan bisa dijadikan sumber data.

21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakteristik yang diperoleh dalam pengambilan sample. Langkah-langkah penerapannya : 1. Menentukan populasi yang akan di ambil samplenya 2. Penerapan ukuran sample dapat diketahui jika batas atas kesalahan dugaan dan dasar informasi dari anggota penyusun populasi dan ketelitian yang dinginkan 3.

Penarikan sample yang dilakukan secara berulang-ulang akan menghasilkan besaran karakteristik populasi yang berbeda-beda 22. Purposive sampling menurut sugiyono (2010) adalah teknik untuk menentukan sample penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif. Purposive sampling lebih tepat digunakan oleh para peneliti apabila memang penelitian memerlukan kriteria khusus agar sample yang di ambil nantinya sesuai dengan tujuan penelitian dapat memecahkan masalah dan peneliti dapat memberikan nilai yang lebih representatif.

Sehingga teknik yang diambil dapat memenuhi tujuan yang sebenarnya dilakukan penelitian. Cara penerapannya yaitu : 1. Menentukan karakteristik populasi, 2. Pengambilan sample harus sesuai dengan ciri-ciri, sifat atau karakteristik tertentu, 3.

Subjek yang di ambil harus benar-benar merupakan subjek yang banyak ciri-cirinya yang terdapat pada populasi. 23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : a) Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya.

b) Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan. c) Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan.

24.Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus-menerus semakin besar. Misalnya akan dilakukan penelitian tentang penggunaan sosial media yang berlebihan pada kalangan remaja di suatu wilayah.Sampel mula-mula adalah 5 orang remaja,kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti.

Langkah-langkah penerapannya : Mula-mula kita dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel juga,sampai seterusnya.Sehingga jumlah sampel semakin banyak. • 1.

Subjek atau Informan Penelitian adalah orang yang bisa memberikan informasi-informasi utama yang dibutuhkan didalam penelituian. Subjek penelitian diartikan sesuatu yang diteliti baik orang, benda atau organisasi). Subjek penelitian adalah sumber utama data penelitian, yaitu yang memiliki data mengenai variabel-variabel atau permasalahan permasalahan yang diteliti.

Pada dasarnya subjek penelitian adalah akan yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Oleh karena itu, subjek penelitian harus sesuai dengan permaslaahan yang kita angkat dalam penelitian.

Dalam penelitian kuantitatif yang telah disinggung, dimana subjek penelitian diambil dengan menggunakan system sampling, sehingga semakin banyak sampel, maka akan semakin memperkecil jumlah kesalahan dalam pengumpulan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, jumlah sapel atau subjek yang diteliti tidak begitu berpengaruh, yang jelas dalam penelitian kualitatif subjek yang diambil benar-benar fokus pada permasalahan yang kita angkat.

Menurut Suharsimi Arikunto (1998: 15) objek penelitian adalah variabel atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Dengan demikian dapat di jabarkan bahwa, objek penelitian merupakan sifat yang menjadikan titik pusat perhatian untuk penelitian, sifat tersebut dapat berupa kuantitas dan kualitas yang isa berupa perilaku,kegiatan, pendapat, simpati-antipati, keadaan batin dan proses. 2. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Sedangkan menurut Sugiyono pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang memilki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian diatarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011: 80).

Jadi populasi bukan hanya orang, tapi objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi uga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi karakteristik/sifat yang dimilki oleh subjek/objek tersebut. Menurut Sugiyono Sampel adalah bagian atau jumlah karakteristik yang dimilki populasi tersebut. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil peelitian sampel, yang dimkasud dengan menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi.

Sampel yang representatif adalah sampel yang benarbenar dapat mewakili dari seluruh populasi. Jika populasi bersifat homogen, maka sampel bisa diambil dari populasi yang mana saja, namun jika populasi bersifat heterogen maka sampel harus mewakili dari setiap bagian yang heterogen percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan populasi tersebut sehingga hasil penelitian dari sampel dapat terpenuhi terhadap setiap anggota populasi.

3. Manfaat mempelajari materi Subjek a. Membantu agar secepatnya dan tetap seteliti mungkin dapat membenamkan diri dalam konteks setempat, terutama bagi peneliti yang belum pernah mengalami etnografi. b. Agar dalam waktu yang relatif singkat, banyak informan yang terkumpul sebagai sampling internal, karena informan dimanfaatkan untuk berbicara, bertukar pikiran, atau membandingkan suatu kejadian yang ditentukan dari subjek lainnya.

Manfaat mempelajari Objek a. Memudahkan informan untuk meneliti, sehingga dapat menarik kesimpulan yang terjadi pada sebuah problem pada penelitian.

4. Syarat menjadi subjek penelitian : a. Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya. Suatu penelitian dengn pengumpulan sumber data harus dilakukan oleh orang-orang yang jujur karena, suatu hasil akan mempengaruhi keadaan benar atau tidaknya berdasarkan dengan hasil penelitian. b.

Orang tersebut harus memiliki kepatuhan pada peraturan. Didalam tindakan penelitian pastinya terdapat peraturan-peraturan yang harus di laksanakan, biasanya ada prosedur didalam penelitian, sehingga informan harus lebih memperhatikan dan kritis terhadap peraturan agar menghasilkan penelitian yang berkualitas.

c. Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam. Dalam kegiatan penelitian, utamanya penelitian kualitatif informan harus aktif menjadi narasumber yang pintar menyusun pembicaraan. d. Orang tersebut bukan termasuk salah satu anggota kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. e. Orangnya memilki pandngan luas tentang terjadinya peristiwa yang terjadi. 5. Cara untuk menemukan informan terdiri dari 2 cara : a. Melalui keterangan orang yang berwenang.

Cara yang pertama ini bisa dilakukan dengan formal (pemerintah/instansi negeri), maupun secara informal (pemimpin masyarakat, seperti tokoh masyarakat, pemimpin adat, dsb). Dan juga perlu diingat, tidak boleh memilih informan yang berganda. Maksutnya pegawai lurah dan sebagai informan pembantu peneliti, yang mungkin juga ditugaskan untuk menjadi pengintai dalam kegiatan penelitian. b. Melalui wawancara pendahuluan Penentuan subjek penelitian dapat dicontohkan sebagai berikut : Misalnya penelitia mengenai “Hubungan antara Kelengkapan Alat Laboratorium dengan Prestasi Belajar Mapel IPA siswa SMA” Untuk mencari jawaban atas, peneliti harus perlu merinci terlebih dahulu problematika tersebut.

Variabel Pertama : kelengkapan alat laboratorium Variabel Kedua : prestasi belajar IPA siswa SMA Variabel utuh : hubungan antara Kelengkapan Alat Laboratorium dengan Prestasi Belajar Mapel IPA siswa SMA” Untuk memperoleh data penelitian, harus didefinisikan dahulu subjek penelitian dan responden penelitian.

– Subjek penelitian : untuk variabel pertama : laboratorium, variabel kedua : siswa SMA – Responden penelitian: kepala laboratorium, laboran, guru IPA, siswa SMA 6. Istilah subjek dan objek digunakan dalam penelitian. Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan kembali bahwasanya pada waktu peneliti merasakan adanya problematika pada sesuatu hal, pasti ia akan melakukan penelitian.

Disini letak subjek pada saat penelitian masih berada dalam problematika yang harus diteliti, dan mempengaruhi sebab/akibat yang bersangkutan. Misalnya “Apakah pemberian PR Matematika setiap hari berpengaruh terhadap tngkat kebencian siswa dalam Matematika?”. Dari suatu rumusan masalah tersebut, fapat kita temukan dimana letaknya subjek, yaitu berada pada siswa, karena siswa merupakan tempat variabel yang melekat.

maksutnya yang diberi PR setiap hari dan diukur benci atau tidaknya terhadap pelajaran tersebut. Siswa merupakan orang tempat variabel berada. Dalam hal ini siswa dapat diberikan pertanyaan langsung tentang variabel yang diteliti.

Selain sebagai subjek penelitian, siswa juga diposisikan sebagai responden, karena siswa merupakan sumber data. Kita dapat memperoleh data penelitian dari seorang siswa atatu beberapa siswa (sampel).

Kemudian, letak objek pada penelitian yaitu pada kebencian siswa terhadap matematika karena siswa mendapatkan PR setiap hari. 7. Perbandingan antara manfaat mepelajari subjek dan objek serta populasi dan sampel adalah Didalam perbandingan ternilai seimbang, karena pada manfaat mempelajari subjek dan objek memudahkan informan dalam penelitian dengan memperhatikan hal yang diteliti melalui subjek dn objek, sedangkan dalam populasi dan sampel meringankan informan atau peneliti dalam meneliti suatu objek pada waktu, tenaga dan biaya.

8. Dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan karena agar efisien dalam penelitian, yang dimaksud efisien ini yaitu uang, tenaga, dan tenaga. Dalam penelituan biasanya dari orang yang mengumpulkan data, ada bahaya bias (kekliruan). Karena subjeknya banyak, petugas pengumpul data menjadi lelah, sehingga penctatannya menjadi tidak teliti, melalui sampel penelitian bisa memudahkan.

9. Manfaat sampel dalam penelitian : a. Penggunaan sampel dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga. Kadang kala dalam penelitian terdri dai elemen-elemen yang banyak ragamnya dan banyak jumlahnya, sehingga tidak mungkin peneliti melkasanakan penelitian kepada seluruh anggota populasi yang ada. Oleh, sebab itu dengan menggunakan teknik sampling yang benar akan mempermudah dan menyederhanakan penelitian yang dilakukan peneliti. b. Hasil penelotian akan lebih akurat dan mendalam. Ppulasi yang terlalu banyak akan menyulitkan peneliti untuk menggali berbagai hal yang akan berhubungan dengan penelitian yang sedang dilakssanakan.

Sehingga data yang diperoleh kurang lengkap. Oleh sebab itu hasil penelitian mungkin akan kurang tepat. c. Tenik sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian. 10. Syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan adalah a.

Akurasi/ketepatan yaitu tingkat ketidakadakan (bias) keliruan. b. Presisi yaitu tigkat presisi estimasi yang baik. Presisi mengacu pada persolan sedekat mana estimasi kita. 11. Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sampel secara random atau acak. Tekniknya meliputi : a. Sampling acak sederhana b. Populasi c. Sampling sistematik d. Sampling acak stratifikasi e.

Sampling acak tak berstrata f. Sampling cluster Non probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijaksanaan peneliti sendiri. Pada prosedur ini, masing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi elemen-elemen sampel atau tidak.

Tekniknya meliputi : a. Sampling kuota b. Sampling aksidental c. Judgement sampling d. Pruposive sampling e. Sampling jenuh f. Snowball sampling 12. Persamaan antara probability sampling dan non probability sampling yaitu sama-sama teknik yang digunakan untuk memberikan peluang, sedangkan perbedaannya yaitu yang probability sampling dipilih untuk menjadi sampel, dan yang non probablity sampling bisa menjadi elemen ampel atau tidak.

13. Dalam penerapannya, random sampling pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil satu per satu unit yang ada (biasanya dengan menggunakan tabel angka random) sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh. Tabel angka randm meruakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun secara random atau acak. 14. Systematic sampling atau sampel sistematis adalah teknik sampling jika peneliti dihadapkan pada ukuran populsi yang bnyak dan tidak memilki alat pengambil data secara random, cara pengambilan sampel sistematis dapat digunkan.

Cara ini menuntut kepaa peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis yaitu unsur ppulasi yang bisa dijadikan sampel adalah yang “keberapa”. Misalnya : setiap unsur populasi yang keenam yang bisa dijadikan sampel. Soal “keberapa”0nya satu unsur populasi bisa dijadikan sampel tergantung pada ukuran populasi bis dijadikan sapel tergantung pada ukuran populasi dan ukuran sampel.

Misalnya, dalam satu populasi terdapat 5000 rumah. Sampel yang akan diambil adalah 250 rumah dengan demikian interval antara sampel kesatu, kedua dan seterusnya ada 25. 15. Prosedur systematic sampling yaitu A. Pertama disusun sampling frame B. Kedua, peneliti meetapkan samling interval (k) dengan menggunakan rumus N/n dimana n adalah jumlah elemen dalam populasi dan n adalah jumlah sampel yang diperlukan. C. Ketiga peneliti memilih sampel pertama (s1) secara random dari sampling frame.

D. Keempat peneloti memilih sampel kedua (s2) yaitu s + k selanjutnya peneliti memilih sampel sampai diperoleh jumlah sampel yang dibutuhkan dengan menambah nilai interval (K) pada setiap sampel sebelumnya. 16. Stratified sampling adalah cara mengambil sampel dengan memperhatikan strata (tingkatan) didalam populasi. Dalam strtaified data sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkatan tertentu, seperti tingkatan tinggi, rendah, sedang/baik, sampel diambil dari tiap tingkatan tertentu.

Tahapan/langkah-langkah penerapanya : a. Pertama penelit membagi populasi kedalam beberapa subpopulasi atau strata berdasarkan informasi yang didapat. b. Kedua, peneliti memilih sampel pada masing-masing subpopulasi atau strata. c. Peneliti memilih sampel pada masing-masing subpopulasi atau strata dengan menggunakan simple random atau systematic sampling. 17. Cluster sampling adalah teknik memilih sebuah sampel dari kelompok-kelompok unit kecil.

Sesuai dengan namanya, penarikan sampel ini didasarkan pada gugus atau cluster. Teknik ini digunakan jika catatan lengkap ppulasi geografis elemen-elemen populasi berjauhan. Tahapannya : a. Memilih beberapa kluster dalam populasi secara acak sebagai sampel. b. Memilih elemen dari tiap kluster terpilih secra acak. 18. Perbedaan antara stratified sampling dan cluster sampling adalah cara pengambilan dengan memperhatikan tingkatan atau strata pada stratified sampling, sedangkan pada cluster sampling pemilihan sampel dari kelompok.

19. Sampel kuota adalah prosedur pengambilan sampel yang termasuk jumlah tertentu dari responden yang memilki karakteristik yang diketahui atau diyakini mempengaruhi subjek yang diteliti. Teknik pengambilan sampel dengan cara ii biasanya digunakan pada penelitian yang memiliki jumlah sampel terbatas.

Misalnya, disebuah kantor terdapat pegawai laki-laki 60% dan perempuan 40%. Jika seorang peneliti ingin mewawancarai 30 orang pegawai dari kedua jenis kelamin tersebut, maka dia harus mengambil sampel pegawai laki-laki sebnayak 18 orang sedangkan pegawai perempuan 12 orang. Teknik pengambilan ketiga puluh sampel tadi tidak dilakukan secara acak, melainkan secara kebetulan saja. 20. Sampling aksidental ialah teknik penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas, artinya siapa saja yang secara tidak langsung bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakyeristik maka orang tersebut daoat digunakan sebagai sampel/responden.

Contohnya : Penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan. 21. Judgement sampling (purposive sampling) adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

Misalnya dalam suatu perusahaan untuk memperoleh data tentang bagaimana satu proses produksi direnccanakan oleh suatu perusahaanmaka manager produksi merupakan orang yang terbaik untuk bisa memberikan informasi. Jadi, judgement sampling umumnya memilih seseorang menjadi sampel karena mereka memiliki “information rich” 22.

Purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan “penilaian” (judgement) peneliti mengenai siapa-siapa saja yang pantas (memenuhi persyaratan) untuk dijadikan sampel.

Oleh karenanya, agar tidak subjektif, peneliti harus memilki latar belakang pengetahuan tertentu mengenai sampel yang dimaksud agar benar-benar bisa mendapatlan sampel yang sesuai dengan persyaratan dan mendapatkan data yang akurat.

Misalnya : Pengaruh konsumsi tablet besi selama hamil terhadap kadar hemoglobin pasca melahirkan Maka peneliti menetapkan kriteria kusu sebagai syarat populasi (ibu hamil) yang dapat dijadikan sampel, yaitu apabila ibu tersebut tidak memilki berbagai jenis penyakit anemia.

Alasannya ditetapkan kriteria tersebut adalah kadar hemoglobin tidak hanya disebabkan oleh konsumsi tablet besi, melainkan oleh berbagai penyebab lai nya yang mendasar seperti penyakit anemia dll. 23. Syarat digunakannya sampling jebuh apabila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Istilah lain sampling jenuh yaitu sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. 24. Cara pengambilan sampel dengan snowball sampling yaitu dengan mencari contoh sampel dari populasi yang kita inginkan, kemudian dari sampel yang didapat dimintai parisipasinya untuk memilih komunitasnya sebagai sampel lagi.

Dan seterusnya sehingga jumlah sampel yang kita inginkan terpenuhi. • 1. Subjek dan Objek penelitian • Subjek penelitian, merupakan orang, tempat, atau benda yang diamati sebagai sasaran pokok penelitian. Sedangkan • Objek penelitian, merupakan sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau tempat (subjek) yang menjadi pokok peneltian.

Sifat-sifat keadaan yang berupa sifat kuantitas dan kualitas, perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra, simpati-simpati, keadaan batin atau pun proses.

2. Populasi dan Sampel • Populasi, menurut Nursalam (2003) populasi adalah keseluruhan dari variabel yang menyangkut masalah yang diteliti. Adapun yang diteliti dalam popolasi meliputi: – Wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang memiliki kualitas juga karakteristik yang dijadikan pokok dalam penelitian guna dipelajari lalu disimpulkan.

– Keseluruhan subjek dalam penelitian – Tidak hanya jumlah objek/subjek yang ada, melainkan meliputi seluruh karakteristik yang terdapat pada objek/subjek penelitian.

• Sampel, menurut Suharsimi Arikunto (2002 : 109) menyebutkan bahwa “sampel adalah sebagian/wakil populasi yang diteliti”.

Kemudian sampel pula dibutuhkan dalam penelitian untuk membentuk simpulan umum hasil ( menggeneralisasi ). 3. Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian yakni, dengan mempelajari subjek penelitian kita dapat memilah orang/tempat/benda mana yang pantas untuk dijafikan subjek, dan kita pun dapat melihat dan mempertimbangkannya untuk mendapatkan subjek dan hasil yang berkualitas. Sedangkan manfaat mempelajari objek penelitian yaitu kita dapat menentukan objek penelitian yang sebelumnya sudah kita dapatkan subjeknya terlebih dahulu, supaya kita lebih memahami objek yang akan diteliti.

4. Syarat-syarat untuk menjadi subjek penelitian : • Sifat jujur dan dapat dipercaya Jika subjek yang kita pilih memeliki sifat jujur dan dapat dipercaya maka subjek disini akan memberikan data yang real dan sesuai dengan apa yang terjadi kepada peneliti.

Prnrliti pun harus pandai dalam memilah subjek agar kita tidak salah kaprah dalam meneliti bertita agar tidak mendapatkan data palsu. Jadi dari berbagai belah pihak harus jujur dan sesuai dengan apa yang terjadi serta sesuai dengan apa yang dipaparkan oleh subjek yang dipercaya oleh peneliti. Dan peneliti pun harus jujur dengan data yang disampaikan, tidak dilebihkan atau dikurangi. • Memeliki kepatuhan pada peraturan Subjek penelitian harus mempunyai sikap disiplin, disipling yang dimaksud ialah patuh pada peraturan yang ada serta peraturan yang berlaku.

Jadi subjek memeliki rasa tanggung jawab. • Subjek penelitian harus orang yang suka berbicara bukan orang yang sukar berbicara apalagi orang yang pendiam. Maksudnya orang yang menjadi subjek harus orang yang suka berbicara, orang yang pandai menggunakan tata Bahasa yang baik dan sopan. Sebab informasi yang peneliti dapat melalui subjek dengan menggunakan komunikasi verbal, jika subjek yang kita mintai informasi adalah orang yang pendiam maka informasi atau data yang kita peroleh tidak akurat dan tidak jelas.

• Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan, maksudnya subjek penelitian harus mempunyai pandangana terkait peristiwa yang terjadi dan akan diteliti.

Jadi, subjek yang terpilih menjadi anggota sampel tidak lepas dari cara pandang mereka melihat peristiwa yang terjadi dan dipaparkan secara transparan dan terbuka pada peneliti.

• Individu yang dikenai sebagai subjek bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. Apabila subjek termasuk anggota kelompok yang bertikai maka hasil laporan data dari penelitian tidak akan mendapatkan hasil maksimal sebab adanya masalah anatara subjek yang kita teliti dengan kelompoknya yang tengah bertikai. 5. Untuk menentukan subjek penelitian, dalam teorinya membutuhkan cara untuk peneliti dapat menentukan subjek yang akan peneliti teliti.

Adapun cara yang diperlukan, yaitu : • Melalui keterangan orang yang berwenang • Melalui wawancara pendahuluan • Jika subjek yang akan diteliti merupakan benda, peneliti harus menelaah sifat atau wujud benda yang akan diteliti melalui penjabaran keterangan sifat atau wujud benda tersebut.

6. Penelitian menggunakan istilah “subjek dan objek” pada saat dilakukannya penelitian. Peneliti menggunakan istilah subjek pada saat “subjek” menjadi sasaran peneliti untuk dilakukannya penelitian. Sedangkan istilah objek digunakan peneliti pada saat “objek” memiliki suatu sifat atau keadaan yang menjadi daya Tarik bagi peneliti. Sifat atau keadaan yang dimunculkan “objek” berupa sifat kualitas dan kuantitas,perilaku,kegiatan, dll. 7. Manfaat mempelajari sampel dan populasi, menurut saya yakni membantu peneliti untuk lebih mengetahui perbedaan penjelasan dan pelaksanaan pengambilan sampel dan populasi.

Peneliti pun akan dengan mudah memahami sifat yang menonjol dari subjek penelitian kemudian dengan adanya sampel sangat mempermudahkan peneliti dalam mendapatkan informasi dan mengumpulkan data. Karena sampel hanya mengambil beberapa dari sebagian populasi. 8. Sampel dibutuhkan dalam penelitian pendidikan untuk menggeneralisir hasil.selain itu sampel merupakan teknik yang mudah dan paling banyak digunakan dalam pengumpulan data atau informasi.

Selain itu dengan menggunakan teknik sampel, peneliticlebih bisa hemat waktu, biaya, serta tenaga. Contohnya saja kita akan meneliti bakat atau kemampuan siswa kelas 6 SD. Pada SD A kelas 6 dibagi menjadi 3 kelas, dengan jumla siswa sebanyak 90 siswa. Peneliti tidak mungkin untuk bertanya kepada semua siswa sebanyak 90 orang.

Peneliti akan mengambil perwakilan dari 3 kelas inimal 5-10 orang. Hal ini akan lebih efisien untuk mendapatkan data bakat atau kemampuan siswa kelas 6 SD di SD A.

9. Dalam penelitian menggunakan pengambilan sampeldapat bermanfaat untuk peneliti, diantaranya : • Dapat memudahkan penelitian untuk mencari atau mendapatkan informasi. • Dapat mewakili subjek atau objek yang hendak diteliti dari sebagian populasi. 10. Dalam pengambilan sampel pun membutuhkan syarat pengambilan, syarat pengambilan sampel meliputi : • Mewakili populasi (represetatif) • Menantukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standart eror), jadi dalam point ini harus memperhatikan kejelian atau ketepatan dalam setiap langkah pengambilan sampel agar nyaris sama atau mirip dengan subjek atau objek yang akan diteliti.

• Syarat selanjutnya yakni sederhana. Dalam pengambilan sampel tidak perlu memakan banyak waktu, tenaga, dll. Cukup dengan hal sederhana saja yakni dengan memilah salah satu obyek sample. • Kemudian syarat selanjutnya dalam pengambilan sampel yaitu : mudah dilaksanakan.

• Memberi banyak keterangan. • Efisien biaya. 11. Yang dimaksud dengan probability sampling dan non probability sampling, yaitu : • Probability sampling : merupakan teknik sampling yang memberikan peluang yang sama pada setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sampel.

• Non probability sampling : merupakan teknik sampling yang memberikan peluang yang berbeda pada setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel / pengambilan sampel.

12. Persamaan dan perbedaan probability sampling dengan non probability sampling yakni : • Persamaan probability sampling dengan non probability sampling ,sama sama memberikan peluang pada setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel. • Perbedaan probability sampling dengan non probability sampling yakni dibedakan melalui teknik pengambilan atau pemilihan anggota sampel.

Teknik dari cara tersebut yaitu, jika probability sampling memberikan peluang yang sama, maksudnya dalam pengambilan sampel semua elemen atau unsur atau anggota populasi mempunyai peluang untuk terpilih menjadi anggota sampel, sedangkan non probability sampling memberikan peluang yang tidak sama, maksudnya tidak semua unsur elemen populasi mempunyai peluang untuk terpilih menjadi anggota sampel. 13. Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan random sampling dalam penelitian yakni, mengambil secara acaka sampel yang akan diteliti, sampel yang diambil tanpa melihat tingkatan dalam populasi.

Cara penerapannya bisa dengan cara sistematis, cara ini merupakan teknik memilih anggota sampel melalui peluang, tetapi teknik ini dilakukan bilamana pemilihan anggota sampel telah melalui atau melakukan pemik\lihn anggota sampel terlebih dahulu untuk data awal. 14. Menurut Sugiyono (2001:60) menyatakan bahwa “ sampling sistemasis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut “. Kemudian peneliti bisa menentukan sampel yang diambil berdasarkan nomor urut genap saja, ganjil saja, atau bisa dengan mengambil nomer kelipatan.

• Misalnya peneliti ingin melakukan penelitian pada salah satu SD di Pacitan tentang minat baca pada anak. Penelitian mengambil sampel dari 32 anak dan sudah diberi nomor urut 1-32, peneliti menggunakan sampling sistematis dengan nomor urut genap.

Jadi dengan teknik ini peneliti dapat mengetahui minat baca pada anak melalui nomor urut genap. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling • Menyusun Sampling Frame • Peneliti menetapkan sampel interval (k) dengan menggunakan rumus N/n ( N adalah jumlah elemen dalam populasi dan n adalah jumlah sampel yang diperlukan ).

• Peneliti memilih sampel pertama (s1) secara random dari sampling frame. • Peneliti memeilih sampel kedua (s2) yaitu s1 + k. • Peneliti memilih sampel sampai diperoleh jumlah sampel yang dibutuhkan dengan menambah nilai interval (k) pada setiap sampel sebelumnya. 16. Menurut Sugiyono (200, hlm.58) menyatakan bahwa “ teknik ini percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proposional “.

Jadi teknik ini dilakukan pada saat peneliti menemukan kondisi populasi bersifat heterogen dan berstrata atau berlaipis-lapis. Langkah-langkah penerapannya : • Misalkan dalam populasi terdapat atau tebagi strata-starata yang berbeda maka digunakan teknik stratified sampling.

• Kemudian peneliti mengambil sampel dengan porsi yang sama dari setiap strata atau tingakatan dan membagi dengan adil dan mewakili dari setiap populasi. • Porsi yang dimaksud yaitu, peneliti harus mengetahui perbandingan atau selisih jumlah setiap strata dari sebuah populasi. Jadi peneliti bukan mengambil jumlah sampel yang sama tetapi mengambil sampel dengan jumlah yang saa dari setiap populasi. CONTOH : misalnya peneliti akan melakukan penelitian minat baca pada siswa, maka dapat dilakukan dengan cara mengelompokkan siswa kedalam tingkatan sangat suka, suka, dan tidak suka, kemudian dari masing-masing tingkatan tersebut diambil dalam jumlah yang memadai.

17. Cluster sampling merupakan salah satu teknik yang terdapat dalam Probability Sampling, cluster sampling atau sampling wilayah adalah teknik sampel daerah/wilayah yang dilakukan pada saat adanya perbedaan wilayah satu dengan yang lain, teknik digunakan jika jangkauan peneliti untuk meneliti suatu wilayah dirasa sangat luas maka digunakan teknik cluster sampling. Berikut langkah penerapannya : a. Objek yang akan diteliti misalnya jangkauannya sangat luas tenik akan digunkaan peneliti untuk mengamati permasalahan yang ada.

b. Kemudian dalam teknik ini akan membagi populasi berdasarakan wilayah-wilayahnya. c. Pengambilan sampel dari setiap wilayah dengan jumlah objek yang sama. Misalnya, apabila peneliti melakukan penelitian dengan mengamati atau meneliti tentang pengangguran di Provinsi Jawa Timur, kemudian peneliti akan melakukan pembagian kelompok, menjadi kelompok kabupaten.

Dari kelompok kabupaten yang telah dibagi, peneliti akan mengambil 1subjek penelitian dari kecamatan dalam tiap kabupaten, walaupun dari tiap kabupaten dalam wilayah prov. Jawa timur memiliki kecamatan yang berbeda bahkan banyak, tetapi sampel yang diambil tetap dalam jumlah yang sama.

18. Perbedaan dari stratified sampling dengan cluster sampling • Stratified sampling memilih sampel berdasarkan strata atau tingkatan yang ada dalam populasi dengan jumlah porsi yang sama, sedangkan cluster sampling peneliti mengambil sampel yang dibedkan berdasarkan wilayah/daerah populasi dengan jumlah yang sama. • Analisis yang digunakan pun berbeda, analisis yang digunakan dalam stratified sampling diambil dari elemen dalam strata yang dijadikan sampel, sedangkan cluster sampling mengambil sampel populasi kelompok berdasarkan wilayah.

• Stratified sampling hanya mempelajari elemn yang dipilih acak dari setiap strata, sedangkan dalam cluster sampling wilayah sampling yang dipilih saja yang dipelajari. 19. Sampel kuota adalah penentuan secara bebas dalam populasi dengan memiliki ciri khusus sampai jumlah yang diinginkan.

Tahapan penerapan sampel kuota sebagai berikut : • Peneliti membedakan subjek dan membaginya dalam kelompok-kelompok tentunya dengan ciri-ciri tertentu yang berasarkan tingkatan kemampuan bernyanyi nada sopran.

• Peneliti akan menentukan kuota dalam penelitian. Kuota yang diinginkan peneliti dalam meneliti kemampuan bernyanyi dalam nada sopran yaitu 200 kuota, maka peneliti aka terus melakukan penelitia sampe kuota terpenuhi. 20. Menurut Margono (2004: 27) menyatakan bahwa “ dalam teknik ini pengambilan sampel tidak ditetapkan terlebih dahulu, peneliti langsung mengumpulkan dari unit yang samling yang ditemui, jadi Sampling Aksidental merupakan pemilihan sampel yang sesuai dengan yang dijumpai penelitipadaa saat survey sampel.

Contoh sampling aksidental penelitian tentang oendapat umum mengenai perkembangan anak pada zaman sekarang, dengan mempergunakan masyarakat yang ditemui sebagai unit sampling. Peneliti akan mengumpulkan data langsung dari setiap orang yang ditemui sampai jumlah yang diinginkan terpenuhi. 21. Dalam non probability sampling terdapat jenis Judgement Sampling. Judgement sampling merupakan cara pengambilan sampel yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan, dan dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli.

Teknik sampling ini tidak memberikan kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk dijadikan sampel penelitian. Langkah penerapannya sebagai berikut : • Peneliti memilih/menentukan populasi yang akan diteliti • Selanjutnya peneliti mengelompokkan anggota populasi yang telah bersedia secara sukarela menjadi sampel penelitian yang akan dibantu oleh ahli analisis • Kelompok yang telah dipilih berdasarkan sub-sub penelitian yang kemudian bertujuan untuk dilakukan penelitian • Dan kelompok yang telah dibagi hanya focus pada pada tujuan mereka dipilih sebagai andil dari perwakilah populasi.

22. Purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel melalui teknik penentuan sampel dengan tujuan tertentu saja. Sampel ditentukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti. Teknik ini sangat cocok digunakan bagi peneliti jikalau peneliti tidak melakukan penyamarataan pada hasil penelitiannya. Penerapan dalam teknik ini yaitu peneliti menentukan sampel berdasarkan apa yang diteliti dalam penelitian yang akan dilakukan, peneliti memilih unsur-unsur yang berhubungan dengan topik penelitian.

Contohnya peneliti akan melakukan penelitian tentang gizi seimbang untuk perbaikan gizi pada manusia, maka peneliti akan memilih dan menetukan orang-orang yang ahli gizi, pola makan, dan ahli dibidangnya sesuai dengan penelitian yang dilakukan untuk dijadikan sampel. 23. Syarat penerapan sampling jenuh pada penelitian pendidikan yakni, jika jumlah populasi relative kecil maka semua anggota populasi dijadikan sebagai anggota sampel.hal ini sering dilakukan apabila jumlah popu;asi kurang dari 30 orang.

Istilah lain dari sampling jenuh yaitu sensus. Syarat selanjutnya adalah apabila peneliti ingin melakukan generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil, maka penggunaan sampling jenuh ini akan sangat efektif mengingat dalam teknik ini semua anggota populasi dalam lingkup kecil akan dijadikan sampel, dan peneliti akan mendapatkan data dan informasi yang tepat.

24. Snowball sampling menurut Sugiyono (2001 : 61) adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh teman-temannya untuk dijadikan smapel begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. Contoh penerapan dalam penelitian pendidikan misalnya tentang minat baca pada anak usia sekolah dasar. Dalam kasus tersebut peneliti akan melakukan langkah pertama yaitu, peneliti memelih 1-3 orang siswa sebagai sampel, kemudia peneliti mengajukan pertanyaan yang sesederhana mungkin supaya siswa mudah memahami, misalnya peneliti menanyakan seberapa sering dia membaca, kemudian setelah peneliti mengajukan pertanyaan peneliti akan menyuruh siswa tersebut untuk menanyakan kepada temannya, kemudiannya temannya disuruh untuk menanyakan hal yang sama pada teman lainnya, begitupun seterusnya hingga data yang diperoleh menjadi banyak.

• Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih dan megambil sampel dalam suatu jaringan atau social hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus menerus semakin besar. Langkah-langkah penerapannya yaitu bermula dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel, kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel jugabegitupun seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin benyak.

Jadi, hal itu akan terus menerus terjadi/berhubungan antara sampel satu dengan sampel yang lainnya sehingga sampel semakin bertambah banyak. • 1. a. Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti oleh peneliti baik dalam wujud orang, benda, atau lembaga (organisasi). Dengan kata lain subjek penelitian adalah sesuatu yang didalamnya terkandung objek penelitian.

Dari subjek penelitian pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan. b. Menurut Suharsimi Arikunto (1998:15) objek penelitian adalah variabel atau apa yang menjadi titik perhatian sedangkan subjek penelitian merupakan tempat dimana variabel melekat. Objek penelitian adalah suatu sifat keadaan yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian.

Sifat keadaan ter ILUSTRASI : Seorang peneliti akan melakukan penelitian kepada siswa kelas 4 SD terhadap berat badan mereka. Maka dapat diketahui bahwa subjek penelitian disini adalah siswa kelas 4 SD sedangkan objek penelitiannya adalah berat percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan siswa. 2. a. Menurut Sugiyono (2011:80), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

b. Menurut Sabar (2007), sampel adalah sebagian dari subyek dalam populasi yang diteliti yang sudah tentu mampu secara representatif dapat mewakili populasinya. ILUSTRASI : Seorang peneliti akan meneliti warga di Desa Sukoharjo berkenaan dengan seberapa banyak mereka menggunakan merk sepeda motor jenis A. Maka dari seluruh warga di Desa Sukoharjo diambil sebanyak 50 orang dari dari 50 KK untuk diteliti.

Dari pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa “seluruh warga Desa Sukoharjo” adalah populasi sedangkan “50 orang dari 50 KK” adalah sampel. 3. Manfaat mempelajari materi subjek penelitian adalah kita dapat memilih dan menentukan subjek penelitian yang berkualitas.

Jadi kita bisa memilih subjek penelitian yang sesuai dengan syarat-syarat subjek penelitian yang baik. Sehingga kita bisa memilah mana yang dimaksud dengan subjek yang bermutu dan berkualitas baik.

Selain itu subyek penelitian pada dasarnya adalah tempat kita bisa menarik kesimpulan pada penelitian. Oleh karenya apabila subyek yang akan kita teliti bersifat terbatas dan masih dalam jangkauan sumber daya maka dapat dilakukan studi populasi yaitu mempelajari objek penelitian secara langsung.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian adalah : Moleong menyebutkan bahwa ada lima persyaratan yang harus dimiliki oleh seseorang agar layak dijadikan informan, antara lain : a. Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya b. Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan c.

Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara apalagi pendiam d. Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikar dalam latar penelitian e. Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi 5. Adapun tehnik atau cara yang digunakan untukmenentukan informan dalam penelitian seperti yang dijelaskan oleh Sugyiono (2007:52) yaitu dengan jalan peneliti memasuki situs sosial tertentu melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi sosial tersebut.

Cara yang bisa ditempuh untuk menemukan informan tersebut terdiri dari 2 cara, yaitu : a. Melalui keterangan orang yang berwenang b. Melalui wawancara penelitian 6. Penelitian menggunakan istilah subjek dan objek adalah ketika kita sedang melakukan penelitian baik penelitian kuantitatif maupun penelitian kualitatif. Karena kedua penelitian tersebut tetap membutuhkan apa yang menjadi subjek dan objek. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Karena dalam penelitian hal yang paling utama adalah adanya masalah atau objek penelitian yang akan diteliti.

Dan subjek penelitian juga sangat diperlukan dalam sebuah penelitian baik penelitian kuantitatif atau penelitian kualitatif. Karena dengan subjek penelitian kita dapat mendapatkan dan mengumpulkan informasi berkenaan dengan objek yang akan kita teliti.

Selain itu di dalam subjek lah melekat informasi objek yang diiteliti. Itulah mengapa antara subjek dan objek tidak dapat dipisahkan. 7. Antara subjek dan objek penelitian keduanya saling berhubungan karena penelitian berawal dari adanya objek/masalah yang akan diteliti. Sehingga dengan adanya objek penelitian akan membutuhkan subjek penelitian guna untuk mendapatkan informasi dan menarik kesimpulan dari sebuah penelitian.

Sedangkan antara populasi dan sampel keduanya tidak dapat dipisahkan karena dalam penelitian dibutuhkan subjek penelitian. yang mana apabila subjek bersifat terbatas maka dilakukan studi populasi. Sebaliknya jika subjek bersifat tidak terbatas atau sangat banyak maka dilakukan studi sampel yaitu pengambilan sampel dari suatu populasi tertentu. Dapat disimpulkan dari kedua pokok bahasan diatas bahwa persamaan keduanya adalah sama-sama tidak dapat dipisahkan satu sama lain antara “subjek dan objek” begitu juga antara “populasi dan sampel”.

Sedangkan perbedaan keduanya adalah jika meneliti objek maka harus ada subjek yang diteliti. Lalu untuk meneliti subjek dalam sebuah populasi diambil sampel. Karena hasil meneliti sampel hmpir sama hasilnya dengan meneliti populasi.

8. Sampel dibutuhkan dalam penelitian pendidikan karena dalam lingkup pendidikan sumber daya yang ada bersifat tidak terbatas atau sangat banyak. Oleh sebab itu peneliti harus mengambil sampel. Karena anggota populasi banyak tidak mungkin akan ditanyai/diteliti semua secara langsung karena akan memakan waktu, biaya, tenaga, dan fikiran yang banyak.

Oleh sebab itu subjek yang diteliti hanya sebagian saja yang disebut sampel. Dengan meneliti sampel hal tersebut dapat memudahkan si peneliti dalam kegiatan penelitian. Karena dapat menghemat waktu, biaya, tenaga, dan fikiran si peneliti. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam kegiatan penelitian antara lain : a. Dapat menghemat waktu, biaya, fikiran, dan tenaga peneliti.

b. Meneliti sampel hasil yang diperoleh sama atau hampr sama dengan meneliti populasi. c. Data lebih cepat diperoleh dibandingkan dengan meneliti populasi secara keseluruhan. d. Dapat menghasilkan gambaran (representative) yang dapat dipercaya dari seluruh populasi. Misal: tinggi badan di kelas, rata-rata pendapatan petani, dan lain-lain.

e. Dapat menentukan presisi (precision) dari hasil penelitian. Presisi adalah ketepatan yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh.

f. Sederhana sehingga mudah dilaksanakan. g. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya serendah-rendahnya. 10. Menurut Soegeng dalam Tahir, 2011:38), syarat-syarat terpenting dalam pengambilan sampel adalah: a. Sampel harus mewakili populasi (representatif) yaitu mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin b. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama c.

Pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan d. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal.

11. Pada dasarnya ada dua teknik pengambilan sampel dari populasi yaitu : a. Probability Sampling Teknik Probability Sampling atau teknik sampling probabilitas dapat disebut juga dengan Random Sampling.

Random sampling/sampling probabilitas adalah teknik/cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Contohnya yaitu jika elemen populasinya ada 30 dan yang akan dijadikan sampel adalah 15, maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan 15/30 untuk bisa dipilih menjadi sampel. b. Non Probability Sampling Teknik sampling non probabilitas adalah suatu teknik pengambilan sampel secara tidak acak atau non random sampling.

Artinya tidak semua populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. Pada saat melakukan pemilihan satuan sampling tidak dilibatkan unsur peluang, sehingga tidak diketahui unsur peluang sesuatu unit sampling terpilih ke dalam sampling. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena kebetulan semata atau karena faktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh peneliti.

Sampling tipe ini tidak boleh dipakai untuk menggeneralisasi hasil penelitian terhadap populasi, karena dalam penarikan sampel sama sekali tidak ada unsur probabilitas. 12. Persamaan dari probability sampling dan non probability sampling adalah sama-sama teknik yang dilakukan dalam penelitian untuk pengambilan sampel dari sebuah populasi. Sedangkan perbedaannya adalah jika probability sampling dalam mengambil sampelnya dilakukan secara acak/random serta peluang untuk masing-masing sampel dalam sebuah populasi itu sama.

Berbeda untuk non probability sampling yaitu mengambil sampel dalam sebuah populasi secara tidak acak atau tidak random. Artinya tidak semua populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. Adapun perbedaan lain antara keduanya yaitu jika probability sampling dibagi menjadi Simple Random Sampling, Stratified Random Sampling, Proportionate Stratified Random Sampling, Disproportionate Stratified Random Sampling, dan Cluster Sampling.

Sedangkan untuk non probability sampling dibagi menjadi Sampling sistematis, Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling Jenuh (Boring Sampling), dan Snowball Sampling. 13. Syarat pertama yang harus dilakukan untuk mengambil sampel secara acak/random sampling adalah dengan memperoleh atau membuat kerangka sampel atau dikenal dengan nama “sampling frame”. Yang dimaksud dengan kerangka sampling adalah daftar yang berisikan setiap elemen populasi yang bisa diambil sebagai sampel.

Elemen populasi bisa berupa data tentang orang/binatang, tentang kejadian, tentang tempat, atau juga tentang benda. Teknik random sampling hanya boleh digunakan apabila setiap unit atau anggota populasi bersifat homogen.

14. Sampling sistematis (systematic sampling) adalah teknik pengambilan sampil berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Cara ini menuntut peneliti untuk memilih secara sistematis atau urut. Misalnya, penelitian tentang kinerja karyawan bagian marketing di suatu perusahaan. Maka kita buat daftar nama karyawan lalu ambil sampel, misalnya berdasarkan no.

Ganjil, no. Genap, kelipatan 2,5 dan lain-lain. 15. Tahapan dalam menggunakan sistematik sampling dalam pengambilan sampel adalah : a. Memberi nomor urut pada setiap anggota pada populasi. b. Selanjutnya peneliti mengambil sampel dengan nomor urut misal nomor urut genap (2, 4, 6, 8, dst) atau nomor urut ganjil atau juga bisa nomor urut kelipatan. 16. Teknik Stratified Sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan menaksir parameter populasi yang terdapat dalam sub kelompok/strata elemen yang bisa di identifikasikan dalam populasi yang dapat diperkirakan memiliki parameter yang berbeda pada suatu variabel yang diteliti.

Adapun langkah-langkah dalam menerapkan Stratified Sampling yaitu : a. Langkah pertama yaitu peneliti harus menentukan populasi yang akan digunakan dalam penelitian. b. Mengidentifikasi setiap anggota populasi yang ada. c. Mengelompokkan setiap anggota populasi yang mempunyai ciri/karakteristik umum yang sama menjadi suatu strata/kelompok. d. Peneliti mengambil sebagian anggota/sampel dalam setiap strata yang ada untuk mewakili stratanya.

e. Teknik pengambilan sampel dapat dilakukan secara random/non random. 17. Teknik Cluster sampling atau sampling area adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi.

Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sampel yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda. Adapun cara penerapannya : a. Populasi yang ada di wilayah tersebut ditetapkan menjadi beberapa strata/tingkatan. b. Selanjutnya dari strata yang ada hanya dipilih beberapa strata yang akan diteliti.

c. Kemudian dari strata yang dipilih tersebut dipilih beberapa anggota strata yang akan dijadikan sampel dalam penelitian. 18. Perbedaan antara Teknik Stratified Sampling dan Teknik Cluster Sampling yaitu terletak pada pengambilan sampel dalam sebuah strata.

Jika Teknik Stratified Sampling sampel yang diambil rata dalam setiap kelompok/stratanya. Artinya semua strata yang ada diambil sampelnya. Sedangkan dalam Teknik Cluster Sampling, sampel yang diambil pada sebuah strata tidak rata.

Artinya hanya sebagian saja sampel yang diambil dari beberapa strata karena mengingat bahwa teknik cluster sampling ini diterapkan pada penelitian yang menyangkut dengan wiayah atau populasi yang banyak.

19. Teknik Sampling Kuota adalah teknik sampling yang menentukan jumlah sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang diinginkan. Misalnya akan dilakukan penelitian tentang persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru. Jumlah Sekolah adalah 5, maka sampel kuota dapat ditetapkan masing-masing 5 siswa per sekolah.

Adapun langkah-langkah penerapannya yaitu : a. Peneliti mengidentifikasi karakteristik pada anggota populasi. b. Peneliti menentukan jumlah sampel yang diperlukan untuk diteliti. b. Kemudian menetapkan jumlah kuota yang diinginkan untuk mengambil sampel. 20. Sampling aksidental adalah teknik pengampilan sampel dengan cara peneliiti mengambil sampel secara spontanitas dimana tempat ia melakukan penelitian.

Misalnya peneliti sedang melakukan penelitian ketika terjadi kondisi cuaca yang tidak menentu kadang hujan dan kadang panas. Penelitian percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dilakukan di pinggir jalan raya seraya mewawancarai masyarakat yang lewat didepannya sampai jumlah yang ia inginkan terpenuhi. 21. Judgement Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan untuk memenuhi tujuan dari yang diinginkan peneliti.

Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli. Langkah penerapannya yaitu peneliti mencari seseorang yang sekiranya mampu menjadi subjek penelitian dengan memberikan informasi-informasi yang diinginkan si peneliti. Apabila peneliti sudah menemukan sampel yang dianggap sudah mampu menjadi subjek penelitian dalam penelitiannya maka selanjutnya peneliti bisa menindaklanjuti tahap penelitiannya dengan proses pengumpulan data dan informasi dari si subjek penelitian dengan jalan wawancara.

22. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan cara peneliti melakukan penelitian hanya untuk tujuan tertentu saja. Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan dampak penggunaan metode diskusi pada anak SD kelas 4. Maka sampel ditentukan adalah para siswa SD kelas 4 pada sekolah tersebut. 23. Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi.

Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil dan sedikit. Langkah penerapannya dalam penelitian pendidikan adalah peneliti mencari sebuah populasi yang akan diteliti. Kemudian mengambil sampel dari populasi tersebut. Contohnya yaitu peneliti akan meneliti tentang kinerja guru di SD Negeri Pacitan yang berjumlah 30 orang.

Karena jumlah populasi yang sedikit maka seluruh guru yang ada dijadikan sampel penelitian. Adapun syarat percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan penggunaan teknik ini yaitu peneliti harus menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel penelitian.

24. Snowball sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju. Adapun langkah-langkah dalam penerapannya dalam penelitian pendidikan yaitu Pada awalnya jumlah sampel yang diteliti berjumlah sedikit.

Kemudian disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel. Lalu temannya juga disuruh untuk memilih teman yang lain juga. Begitu seterusnya. Hingga jumlah sampel yang ada menjadi semakin banyak jumlahnya. • 1. a. Subjek penelitian adalah suatu hal yang merujuk pada responden, narasumber, atau informan yang hendak dimintai informasi atau digali datanya.

Subjek penelitian pada dasarnya merupakan sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi) yang akan di kenai kesimpulan hasil penelitian. b. Objek penelitian adalah sifat atau keadaan dari suatu orang benda atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Sifat keadaan yang dimaksud bisa berupa sifat, pandangan, penilaian, sikap pro-kontra, keadaaan batin dan juga bisa berupa proses.

2. a. Populasi adalah generalisasi yang terdiri atas objek dan subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditaik kesimpulannya.jadi, populasi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lainnya. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek /subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek/objek itu.

b. Sampel merupakan bagian dari populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Dalam penyusuan sampel perlu disusun kerangka sampling yaitu daftra dari semua sampling dalam populasi sampling, dengan syarat yang harus meliputi seluruh unsur sampling, tidak ada unsur sampling yang dihitung dua kali, harus up to date, batas-batasnya harus jelas dan harus dapat dilacar di lapagan.

3. Manfaat dari mempelajari materi subjek dan objek menurut saya yaitu subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian dengan mempelajarinya maka dapat membantu agar secepatnya dan tetap seteliti mungkin dapat membenamkan diri dalam konteks setempat, dan dari objek penelitian dapt mengerti sifat keadaan dan suatu benda, orang atau keadaan yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian.

Sifat keadaan yang dimaksud bisa berupa sifat kuantitas dan kualitasnya. 4. Ada persyaratan tertentu yang harusada pada subjek penelitian/informan agar layak ditetapkan sebagai informan penelitian. Syarat-syarat subjek penelitian a. Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya. b. orang yang memiliki pandangan tertentu. c. orang tersebut bukan termasuk salah satu anggota kelompok yang bertikai dalam latar penelitian.

d. orang yang suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara atau pendiam. 5. Cara menentukan subjek penelitian, adapun teknik atau cara yang dapat digunakan untuk menentukan informan dalam penelitian yaitu dengan cara peneliti memasuki situs sosial tertentu, melakukan observasi dan wawancara kepada oran-orang tertentu yang dianggap tahu tentang situasi sosial tersebut.

Cara yang dapat dilakukan antar lain yaitu : a. Melalui keterangan orang yang berwenang. Cara pertama ini bisa dilakukan secara forma (pemerintah/instasi negeri)maupun secara informal ( pemimpin masyarakat seperti tokoh masyarakat, pemimpin adat, dan lain sebagainya). Perlu di ingat jangan sampai memilih informan yang bwrperan ganda, contohnya sebagai pegawai lurah dan sebagai informan pembantu peneliti, yang mungkin juga ditugaskan untuk mata-mata peneliti.

b. Melalui wawancara pendahuluan. Dalam wawancara ini, peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah ditanggung di depan. Penentuan subjek penelitian dapat dicontohkan sebagai berikut: misalnya penelitian mengenai “Hubungan antara Kelengkapan Adat Laboratorium dengan Prestasi Belajar Mapel IPA siswa SMA”. Untuk mencari jawaan antara problematika tersebut, peneliti perlu merinci terlebih dahulu problematika yang diajukan. Variabel pertama : Prestasi belajar IPA siswa SMA.

Variabel dua: Hubungan ntara kelengkapan alat laboratorium dengan prestasi belajar siswa. Variabel utuh : Hubungan antara kelengkapan alat laboratorium dengan prestasi belajar mata pelajran IPA siswa SMA. Untuk memperoleh data penelitian harus didefinisikan terlebih dahulu subjek penelitian dan responden penelitian.

1. Subjek penelitian : *untuk variabel pertama: laboratorium. *untuk variabel kedua: siswa SMA. 2. Responden penelitian: kepala laboratorium, laboran, guru IPA, siswa SMA. 6. Penelitian menggunakan istilah “subjek dan objek” penelitian pada saat peneliti akan memulai suatu penelitian, jadi sebelum mereka memulai untuk melakukan reset maka peneliti akan terlebih dahulu mencari subjek serta objek yang nantinya akan mereka teliti. Karena pada subjek dan objek penelitian terdapat hal-hal yang menjadikan penelitian berjalan dengan mudah dan nantinya akan berjalan dengan lancar.

7. Jika dilihat atau dibandingkan dengan nomor 3 maka menurut saya, manfaat dari mempelajari mengenai populasi dan sampel ini kta dapat melakukan penarikan sampel, karena metode penarikan sampellebih praktis biayanya lebih hemat, serta memerlukan tenaga yang lebih sedikit.disini sampel harus bisa benar-benar bisa mencerminkan keadaan populasi, artinya kesimpulan hasil penelitian yang diangkat dari sampel harus merupakan kesimpulan atas populasi.

8. Pentingnya sampel dalam pendidikan adalah hasil akan lebih akurat dan mendalam, selain itu sampel juga dapat menghemat biaya, waktu dan tenaga. Pada dasarnya sampel pada penelitian akan meberikan keuntungan bagi peneliti dalam pencaria data yang detail dengan analisa sasaran dapat tercapai, terutama dapat lebih memfokuskan pada objek yang lebih kecil/sempit dan dengan harapan mewakili keadaan yang lebih luas. 9. Pentingnya sampel dalam penelitian yaitu karena merupakan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

Bila populasi besar, dan peneliti tifdak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi. Apa yang dipelajari dari smpel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil harus betul-betul representatif(mewakili). 10. Salah satu syarat yang memang harus terpenuhin diantaranya ialah sampel harusnya diambil dari bagian populasi. Namun syarat-syarat terpenting sampel adalah : 1.

Sampel harus mewakili populasi(representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin.

2. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat kecepatan, kesalahan baku, yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari populasi. Dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama. 3. Pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan. 4. Pengambilan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal. 11. a. Probility sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang sama bagi setiap unsur(anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sampel secara rendom atau acak.

Teknik ini meliputi : 1. Sampling acak(simple rendom sampling), 2. Sampling sistematik, 3. Sampling acak stratifikasi(propotoinate stratifiedrandom sampling), 4. Sampling acak tak berstrata, 4. Sampling klaster(cluster sampling) b. Non probility sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijaksanaan peneliti sendiri. Pada prosedur ini, masing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi elemen-elemen sampel atau tidak. Teknik sampling non peluang meliputi : sampling kuota, sampling aksidental, judgemant sampling, pruposive sampling, sampling jenuh, snowball sampling. 12. Persamaan dari probility sampling dan non probility sampling adalah pada kedua penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan acak dan pemilihan elemen didasarkan pada kebijaksanaan peneliti itu sendiri.

Sedangkan persamaan dari probility sampling dan non probility sampling adalah jika pada probility sampling memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi yang akan dipilih untuk menjadi sampel, sedangkan pada non probility sampling memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. 13. Teknik sampling random termasuk pada teknik sampling random yaitu sampling random sederhana(simple random sampling), sampling bertingkat(startified sampling0, dan sampling kluster/area(cluster area).

Dasar penentuannya adalah pertimbangan-pertimbangan tertentu. Dalam prakteknya, pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil satu pe satu unit yang ada(biasanya dengan menggunakan tabel angka rrandom) sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh. Tabel angka random merupakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun secara random/acak. 14. Systematic sampling merupakan teknik sampling jika peneliti dihadapakan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambil random, cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan.

Cara ini menuntut pada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis, yaitu unsur populasi yang bisa dijadikan sampel adalah yang “keberapa”. Contoh : misalnya setiap unsur populasi yang keenam, yang dijadikan sampel. Soal “keberapa”-nya satu unsur populasi bisa dijadikan sampel tergantung pada ukuran populasi dan ukuran sampel. Misalnya dalam satu populasi terdapat 5000 rumah, sampel yang akan diambil adalah 250 rumah dengan demikian interval di antara sampel kesatu, kedua, dan seterusnya adalah 25.

15. Systematic sampling berbeda dengan random sampling, random dilakukan hanya untuk memilih sampel pertama, sedangkan pemilihan sampel kedua, ketiga dan seterusnya dilakukan secara sistematis berdasarkan interval yang telah ditetapkan. Penggunaan interval dalam pemilihan sampel ini merupakan metode quasi-random, karena sebenarnya tidak dilaksanakan random secara murni.

Namun hasil penggunaan systematic sampling dengan simple random sampling ternyata tidak jauh berbeda, oleh karena itu penggunaannya bisa saling menggantikan, kecuali untuk populasi dengan elemen tersusun secara terpola atau membentuk siklus.

Pada populasi dengan elemen yang terorganisir membentuk pola atau siklus, systematic sampling justru menimbulkan bias. 16. Stratified sampling adalah cara mengambil sampel dengan memperhatikan (tingkatan) di dalam populasi. Dalam stratified data sebelumnya deikelompokan ke dalam tingkat-tingkatan tertentu, seperti tingkatan tinggi, rendah, sedang/baik, sample diambil dari tiap tingkatan tertentu.

Penerapan dari stratified sampling ini dapat di ilustrasiakan misalnya : Dari 100 populasi pada pemilu akan diambil sampel berdasarkan usia pemilih secara propporsional. Cotoh lainnya yaitu misalkan penelitian yang dilakukan adalah bpengaruh kurikulum saat ini terhadap prestasi siswa, maka dapat dilakukan dengan cara mengelompokkan siswa kedalam tingkatan pandai, sedang, tidak pandai dan kemudian dari masing-masing tingkstan tersebut diambil dalam jumlah yang memadai.

17. Cluster sampling teknik ini digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster. Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas., misalnya penduduk dari suatru negara. Teknik sampling daerah ini sering digunakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, dan tahap berikutnya adalah menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga.

18. Perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling adalah jika pada statified sampling merupakan metode sampling dari suatu populasi. Stratified proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok realtif sebelum sampling. Hal ini sering meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling. Sedangkan pada cluster sampling teknik yang diguanakan ketika alam pengelompokan yang jelas dalam suatu populasi statistik.

Sebuah motivasi umum untuk sampling cluster adalah untuk mengurangi biaya rata-rata per wawancara. Hal ini dapat memungkinkan ukuran sampel meningkat. Dengan asumsi ukuran sampel tetap, telknik yang diberikan hasil yang akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan diantar mereka.

19. Sampel kuota (quota sample) adalah prosedur pengambilan sampel termasuk jumlah tertentu dari responden yang memiliki karakteristik yang diketahui atau diyakini memengaruhi subjek yang diteliti. Dengan demikian, seleksi dilakukan dengan non-probilitas. Misalnya, peneliti mungkin menetapkan kuota di mana setengah kelompok adalah pengguna merk X, atau seperempat adalah orang yang mengetahui produk Y.

20. Sampel aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui irtu cocok sebagai sumber data. Pada teknik ini pengambilan sampel tidak ditetapkan terlebih dahulu. Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui.

Misalnya: penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Judgement sampling adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Bedanya, jika dalam penarikan sampel stratifikasi penarikan smapel dari setiap subpopulasi dilakukan dengan acak, maka dalam sampling kuota, ukuran serta sampel pada setiap sub-sub populasi ditentukan sendiri oleh penliti sampai jumlah tertentu tanpa acak.contoh kasus yang menggunakan judgement sampling adalah : penentuan lokasi penelitian secara sengaja yaitu pada sentra budidaya rmput laut.

22. Purposive sampling adalah salah satu tekniksampling non random sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapakan dapat menjawab penelitian. Contoh yang mudah dalam penerapan teknik penelitian menggunakan metode ini adalah sebagai berikut : apabila peneliti akan meneliti dengan judul “pengaruh konsumsi tablet besi selama hamil terhadap kadar hemoglobin pasca melahirkan”.

Maka peneliti menerapkan kriteria khusussebagai syarat populasi(ibu hamil) yang dapat dijadikan sampel yaitu apabila ibu tersebut tidak mempunyai jenis penyakit anemia. Alasannya ditetapkan kriteria tersebut adalah karena kadar percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan tidak hanya disebabkan oleh konsumsi tablet besi, melainkan oleh berbagai penyebab lainnya yang mendasar seperti penyakit anemia megaobalistik, anemia aplastik atau berbagai jenis anemia lainnya.

23. Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi. Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100, atau lebih sering disebut total sampling. Misalnya akan dilakukan penelitian tentang kinerja guru SMA X di jakarta. Karna jumlah guru hanya 35, maka seluruh guru dijadikan sampel penelitian.

24. Snowball sampling adalah metode sampling dimana sampel diperoleh melalui proses bergulir dari satu responden ke responden yang lainnya, biasanya metode ini diguanakanuntuk menjelaskan pola-pola sosial atau komunikasi suatu komunitas tertentu. Misalnya: meneliti para narkoba.

Jika sudah ditemukan satu orang pengguna makadari orang tersebut akan digali informasi siapa saja teman-teman yang sama mengkonsumsi narkoba. Dalam snowball sampling, identifikasi awal dimulai dari seseorang atau kasus yang masuk dalam kriteria penelitian.

Kemudian berdasarkan hubungan langsung maupun tidakm langsung dalam jaringan, dapat ditemukan responden berikutnya atau untit smapel berikutnya.

Demikian seterusnya proses sampling ini berjalan sampai didapatkan informasi yang cukup dan jumlah sampel yang memadai dan akurat untuk dapat dianalisis guna menarik kesimpulan. • Nama : Ari kartina NIM : 16862060004 1. Pengertian Subjek dan Objek penelitian dalam penelitian a. Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi).

Subjek penelitian pada dasarnya merupakan yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian, didalam subjek penelitian inilah terdapat sebuah objek penelitian yang akan di teliti atau di amati yaitu pihak-pihak yang akan dijadikan sebagai sampel dalam penelitian sebagai data atau informasi. Subjek penelitian, berkaitan erat dengan unit analisis, yaitu subjek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti untuk mencari data dan informasi. b. Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian.

Sifat keadaan berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bisa juga suasana dari subjek penelitian.

Objek penelitian merupakan sasaran yang hendak dituju oleh seorang peneliti. Objek penelitian sendiri merupakan inti atau yang paling utama dari permasalahan yang akan diteliti.

Jadi objek penelitian sangat penting dalam penelitian sebuah ataupun suatu hal dalam penelitian. 2. Pengertian Populasi dan Sempel a. Pengertian populasi menurut Ismiyanto dan Sugiyono • Menurut Ismiyanto populasi adalah keseluruhan subjek atau totalitas subjek penelitian yang dapat berupa; orang, benda, atau suatu hal yang percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dalamnya dapat diperoleh dan atau dapat memberikan informasi (data) penelitian.

• Menurut Sugiyono populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi dari pendapat para ahli di atas dapat di simpulkan sebagai berikut: Populasi adalah keseluruhan wilayah generalisasi yang mana terdiri dari subjek atau objek yang memiliki karakteristis dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan secara umum, baik berupa orang, benda, atau yang lainnya yang ditetapkan oleh peneliti sebagai obyak atau subjek penelitian sehingga dapat memberikan data ataupun informasi penelitian yang dilakukan oleh peneliti.

Populasi juga dapat disebut kelompok besar dari subjek atau objek yang ingin diteliti. Sampel adalah bagian populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Contohnya : populasi usia produktif di wilayah Jawa Timur pada tahun 2017. b. Pengertian sampel menurut Arikunto dan Sugiyono o Menurut Arikunto sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.

o Menurut Sugiyono sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Jadi dari pendapat para ahli di atas dapat di simpulkan sebagai berikut: Sampel adalah bagian yang dimiliki dari suatu populasi atau bagian kecil dari populasi yang diambil ataupun di teliti melalui cara atau prosedur tertentu, sampel juga dapat disebut sebagai perwakilan dari populasi itu sendiri sehingga sampel tersebut dapat mewakili populasi data dari keseluruhan populasi data yang ada ,jadi dalam penelitian tidak mungkin apabila semuanya akan diteliti.

Contohnya, dalam sebuah penelitian tentang air bersih atau apa saja yang zat yang terkandung dalam air hanya di ambil secukupnya untuk dilakukan tes di laboraturium untuk mengetahui zat yang terkandung dalam air atau kualitas air tersebut berbahaya atau tidak bagi kesehatan. 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian a. Agar dalam waktu yang relative singkat banyak informasi yang terkumpul sebagai sampling internal karena informansi dimanfaatkan untuk berbicara, bertukar pikiran atau membandingkan suatu kejadian yang ditentukan dari subyek lainnya dapat dilakukan.

Pendapat diatas dikemukakan oleh Lincoln dan Guba serta Bogdan dan Biklen dalam Moleong (2006: 132). b. Agar dapat mempelajari subjek dan objek penelitian sehingga kita dapat menarik suatu kesimpulan atau hasil dari suatu penelitian.

c. Agar dapat mengetahui dan membedakan apa yang dimaksud subjek dan objek penelitian itu sendiri. d. Agar dapat memahami apa saja yang dapat menjadi subjek dan objek dalam sebuah penelitian e. Agar dapat mengetahui syarat-syarat yang menjadi subjek dan objek dalam sebuah penelitian. f. Agar mempermudah dalam menentukan subjek dan objek dalam sebuah penelitian yang akan dilakukan.

g. Membantu peneliti agar secepatnya mendapatkan data atau infotmasi namun tetap seteliti mungkin dalam penelitian, terutama bagi peneliti yang belum mengalami latihan etnografi. h. Agar dapat menentukan objek dalam penelitian yang sebelumnya sudah mendapatkan subjek yang lebih dahulu.

i. Agar dapat menentukan objek penelitian baik objek kualitatif maupun kuantitatif, sehingga kita sangat perlu sekali memahami objek dalam penelitian karena objek merupakan sasaran utama yang dijadikan sebuah penelitian. 4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian dalam suatu penelitian. a. Orang yang akan di jadikan subjek penelitian harus jujur dan dapat dipercaya serta bertangungjawab atas informasi yang diucapkannya yaitu tidak mengada-ada atas informasi yang diberikannya dalam memberikan informasi, dan jelas dalam memberikan informasi.

b. Orang yang diteliti memiliki kepatuhan pada peraturan yang diberikan oleh peneliti ,yaitu orang yang mampu menjaga amanah dan bertangun jawab serta taat tidak melanggar peraturan yang telah di setujuinya. c. Orangnya mudah di ajak bicara dan suka berbicara, bukan orang pendiam yang sukar berbicara, yaitu seorang yang bersifat terbuka, mudah bergaul sehingga kita dapat memperoleh data ataupun informasi secara jelas dan tepat dan cepat dan mudah di cerna ataupun di pahami informasinya sehingga mempermudah kita dalam melakukan wawancara dalam penlitian.

d. Orang diteliti bukan salah satu dari anggota kelompok yang bertikai dengan latar penelitian, apabila yang menjadi subjek penelitian merupakan anggota kelompok yang bertikai dapat menyebabkan subjek penelitian tidak efektif dan laporan juga akan terpengaruh hasilnya. e. Orang yang diteliti memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi yaitu orang yang akan dijadikan sebagai subjek harus benar-benar mengerti dan mengetahui tentang peristiwa yang diteliti serta memahami sesuatu peristiwa tersebut dengan baik sehingga dapat memberikan pandangan tentang peristiwa tersebut sehingga di harapkan dapat membantu mengatasi masalah tersebut dan mencari solusi yang terbaik untuk memecahkan suatu masalah.

5. Cara menentukan Subjek penelitian. a. Menurut Sugiyono (2007: 52) cara menentukan subjek penelitian yaitu dengan jalan peneliti memasuki situs sosial tertentu, melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi sosial tersebut. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa observasi, wawancara, atau keterangan dari pihak yang berwenang dapat digunakan untuk menentukan subjek penelitian, sehingga tidak semua orang bisa dijadikan sebagai subjek penelitian.

Seperti berikut ini: • Melalui keterangan orang yang berwenang. Cara ini bisa dilakukan dengan cara formal (pemerintahan) maupun secara informal (pemimpin masyarakat seperti tokoh masyarakat, pemimpin adat, dan sebagainya). • Melalui wawancara pendahuluan. Dalam wawancara ini, peneliti menilai bersadarkan persyaratan menjadi subjek penelitian yaitu melekukan wawancara untuk mengetahui apakah narasumber telah sesuai dengan persyaratan ataupun kriteria.

6. Penggunaan istilah subjek dan objek dalam penelitian. a. Pengunaan istilah subjek dalam penelitian dilakuka pada saat peneliti akan mencari data, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya dia menentukan dulu subjeknya sebagai cara mengali informasi.

Subjek merupakan tempat variabel melekat yang akan di teliti. b. Pengunaan istilah objek penelitian di dalam penlitian dilakukan setelah menemukan subjek kemudian mengunakan objek sebagai istilah untuk hasil dari data yang di peroleh dari sebuah subjek. Objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian.Objek penelitian istilah subjek dan obejk penelitian dapat digunakan ketika adanya sebuah Topik yang akan akan dibahas, misalnya, Perbedaan di adakan les sebelum UN dan tidak di adakan les sebelum UN terhadap nilai siswa sebelum UN.

Dari topik, dapat diketahui bahwa subjek penelitian dari sebuah penelitian adalah “siswa” sedangkan objek dalam penelitian adalah “nilai” dari hasil UN. 7. Dari soal No.3. Perbandingan Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah Objek dan Subjek sangat berkaitan, karena Subjek merupakan suatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga (kelompok) subjek pada dasarnya akan dikenai kesimpulan penelitian merupakan sesuatu yang di dalamnya melekat atau terkandung Objek yang merupakan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses.

Dengan kata lain, Subjek adalah atributnya atau pelengkapnya Objek. Sedangkan Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan dan sampel merupakan sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil tersebut juga sangat berkaitan, karena sampel diambil dari anggota populasi yang ada.

Dengan kata lain, sampel adalah bagian dari anggota populasi. Perbandingan antara Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah penelitian Subjek dan Objek berupa satu pokok pembahasan (satu lembaga, unit subjek), didalamnya tidak ada campur tangan populasi dan sampel, karena hanya satu unit subjek yang diteliti.

Beda dengan Populasi dan sampel, Sampel diambil dari beberapa anggota dari populasi yang ditemui atau yang ada. Populasi, dan Sampel sangatlah berkaitan. Dengan mempelajari sampel dan populasi akan mempermudah kita dalam penelitian seperti dalam sampel adalah dengan penggunaan sampel akan menghemat biaya,menyingkat waktu, dan tenaga dalam pelaksanaanya.

Sama saja dengan populasi, manfaatnya mempelajari populasi kita dapat mengetahui dan mempelajari objek apa saja yang akan kita teliti dalam penelitian nanti. Populasi itu sendiri berhubungan dengan data, tetapi bukan orangnya. 8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan, karean sampel merupakan bagian yang diperoleh dari suatu populasi atau bagian kecil dari populasi yang diambil melalui cara atau prosedur tertentu sehingga sampel tersebut dapat mewakili dari keseluruhan populasi.

Dari pengertian sampel tersebut di peroleh kesimpulan, bahwa dalam penelitian pendidikan dibutuhkan sampel karena dunia pendidikan cakupannya sangat luas, karena pengambilan sample ini dianggap lebih praktis, biayanya lebih hemat serta memerlukan lebih singkat waktu dan tenaga yang lebih sedikit atau efektif.

Selain itu sampel sudah mampu mewakili dari keseluruhan dari suatu populasi tersebut yang di teliti walau percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan akan ada hasil yang kurang akurat jika hasil jumlah subjeknya mempunyai perbandingan selisih dari 10-15% atau lebih dari data yang ada. 9. Manfaat Sampel dalam melakukan penelitian. a. Penggunaan sampel dapat menghemat biaya, tenaga dan menyingkat waktu.

Kadang kala dalam penelitian terdiri dari elemen-elemen yang ragamnya dan banyak jumlahnya, sehingga tidak memungkinkan penelti melaksanakan penelitian kepada seluruh anggota populasi yang ada.

Oleh sebab itu dengan menggunakan teknik sampling yang benar akan mempermudah dalam melakukan peneltian. b. Teknik Sampling yang tepat akan mempermudah dalam proses penelitian. Apabila anggota populasi sangat beragam ada kemungkinan menyebabkan sebuah penelitian menjadi sulit. Sehingga tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kesalahan dalam menarik kesimpulan dari sebuah dat yang ada.

c. Penelitian akan lebih efektif dan efisien, karena hemat tenaga, biaya dan menyingkat waktu yaitu dengan menggunakan sampel seseorang peneliti akan lebih mudah untuk mencari informasi lebih cepat yang terkait dengan hal yang diteliti.

Hasil yang diperoleh dapat dilaksanakan dengan lebih cepat tanpa mengulur waktu yang lama, dan kita juga dapat mengurangi tenaga tanpa mengurangi hasil isi yang terkandung dalam data penelitian tersebut. d. Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam, karena jumlah yang diteliti sedikit akan memudahkan penelitiandalam menyimpulkan hasil penelitian dari sebuah data yang di peroleh t dari pada harus meneliti seluruh anggota populasi yang ada akan memakan waktu yang lebih lama.

e. Tidak merusak populasi untuk beberapa kasus dalam suatu penelitian jika tidak menyalahkan, mengurangi, mengada- ada suatu konflik yang terdapat dalam suatu penelitian tersebut, dan tidak mengurangi sedikitpun point-point yang terdapat dalam penelitian sehingga data yang di peroleh tetep akurat.

10. Syarat-syarat pengambilan saple dalam penelitian pendiikan. a. Mewakili populasi (representative) yaitu dapat menwakili dari suatu anggota populasi penelitian yang akan dipecahkan dalam suatu permasalahn yang terkait dengan penurunan atau peningkatan suatu permasalahan dalam sebuah penelitian.

b. Menentukan presisi, tingkat kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama dan dapat menentukan letak suatu kesalahan yang terdapat pada sample penelitian. c. Sederhana yaitu menggunakan sempel yang mudah ditemui dalam suatu penelitian yang mempunyai banyak manfaat bagi peneliti utama dan orang-orang disekitarnya dan tidak rumit sehingga memakan waktu yang lama.

d. Mudah dilaksanakan yaitu suatu penelitian dengan cepat dan tanggap untuk menyelesaikan semua point-point yang terkandung dalam tapic penelitian tersebut, Tanpa sedikitpun kesulitan yang dihadapi oleh peneliti. e. Memberi banyak informasi atau keterangan yaitu semua yang diteliti atau dipecahkan dapat memberikan penjelasan yang tepat dan akurat yang mudah dipahami, dimengerti oleh orang-orang disekitarnya, dan memberikan ketarangan yang benar, jelas dan hasilnya bermanfaat.

f. Efisien biaya yaitu dapat mengatur pembiayaan dengan tepat dan akurat tanpa merugikan diri sendiri dan lembaga, jadi kita harus bisa mengatur suatu pengeluaran dengan baik, hemat tidak boros dalam tujuan untuk mendapatkan sampel penelitian, karena sebenarnya pada hasil akhir harus mendapatkan keuntung bagi lembaga penaliti atas penelitian yang di laksanakannya.

g. Tepat dalam pengampilanya yaitu sampel yang diambil harus tepat agar dapat memudahkan peneliti dalam menyimpulkan hasil dari sebuah penelitian sehingga hasil penelitian yang dilaksanakan tepatan atau akuratan dalam memperoleh data atau informasi dari sebuah sempel.

11. Pengertian dari probability sampling dan non probability sampling. a. Probability sampling adalah suatu cara atau teknik pengambilan sampel dimana semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sebagai sampel atau pengembilan sample random atau acak. Teknik ini meliputi simpel random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, area (cluster) sampling ( sampling menurut daerah).

Dengan teknik ini berarti tidak ada kendala yang berarti untuk melakukan penelitian dari seluruh anggota populasi jika terpilih menjadi sampel. b. Non probability sampling adalah suatu cara atau teknik sampling yang memberikan peluang tidak sama kepada semua anggota atau unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Teknik sampel ini meliputi sampling sistematis, sampling kuota, sampling insidental, sampling purposive, sampling jenuh, snowball sampling. Namun alam teknik ini peneliti memiliki kebijakan tersendiri terhadap pemilihan elemen-elemen sample dalam menentukan sampelnya.

12. Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling. a. Persamaan probability sampling dan non probability sampling. Probability sampling dan non probability sampling persamaanya adalah sama-sama sebagai teknik yang digunakan untuk mencari sampel dari populasi yang ada walau cara pemgambilamnya berbeda. b. Perbedaan probability sampling dan non probability sampling. Probability sampling yaitu teknik atau cara pegambilan sampelnya, semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sebagai sampel.

Lalu pengambilan sampelnya secara random atau acak yang dilakukan dengan bermacam-macam yaitu teknik pemgambilan yaitu dengan teknik random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, area (cluster). Sedangkan non probability sampling yaitu teknik atau cara pengambilan sampel bagi semua anggota populasinya tidak sama, pemilihan subjek sampel didasarkan pada kebijak peneliti meliputi sampling sistematis, sampling kuota, sampling insidental, sampling purposive, sampling jenuh, snowball sampling 13.

Berikut ini penerapan random sampling dalam penelitian: Random sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel melalui sistem acak, sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Penerapannya: pertama-tama dengan pembentukan daftar sampel dari anggota populasi oleh peneliti. Selanjutnya daftar sampel tersebut dipilih secara acak hingga terpenuhi jumlah sampel yang dibutuhkan’ pengambilan sampel dilakukan dengan pengambilan satu pelaku unit yang ada, biasanya menggunakan table angka random sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh.

Penerapan table angka random tersebut merupakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun dalam random dan tersusun secara acak.

Sesudah sampel diperoleh maka setiap sampel yang dipilih diamati diukur atau dicatat menggunakan excel. Dapat juga dilakukan dengan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Dengan cara undian; a) Semua anggota populasi diberi nomor urut atau kode. b) Kode tersebut ditulis dalam kertas kecil, digulung, dan dimasukan ke dalam sebuah kotak/tempat. c) Keluarkan satu persatu sebanyak jumlah sampel yang dibutuhkan, b.

Dengan menggunakan tabel bilangan random. a) Semua anggota populasi diberi nomor urut. b) Tentukan jumlah sampel yang akan diambil. c) Pilih nomor-nomor yang sesuai dengan bilangan yang terdapat dalam daftar bilangan random yang akan digunakan.

14. Pengertian teknik Sampling Sistematis (Systematic Sampling) dalam penelitian pendidikan adalah sampling yang digunakan apabila peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambilan data secara random, maka cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan. Cara ini menuntut pada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis, yaitu unsur populasi yang dijadikan sampel biasanya adalah yang keberapa dari urutan data dengan teknik atau strategi dalam pemilihan anggota sampel yang hanya dapat diperolehkan melalui peluang dan sistem untuk menentukan keanggotaan dalam percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan.

Teknik ini juga bisa dikatakan sebagai teknik sampling yang menggunakan nomor urut atau interval dari anggota populasi yang telah di beri nomor urut baik yang didasarkan nomor yang ditetapkan berdasarkan kebijakan peneliti sendiri maupun identitas tertentu. Dengen teknik pengembilan dilakukan secara urut, dengan pengambilan nomor genap atau ganjil saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu dari sebuah data.

15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan sistematis sampling dengan langkah sebagai beriku: a. menentukan ukuran sampel terlebih dahulu dari ke seluruh anggota populasi yang akan diambil sebagai sample.

b. Membagi anggota populasi menjadi kelompok, misalnya dengan memberi nomor urut sebagai ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan anggota sampel atau ukuran sampel.

Nilai kelompok lebih besar dari keseluruhan anggota atau ukuran sampel akan menyebabkan ukuran sampel yang digunakan tidak dapat diperoleh (kurang dari ukuran sampel).

Bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui, maka harus dilakukan pandangan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel. c. Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok pertama yang sudah terbentuk terlebih dulu, unit sampel kedua, ketiga dan selanjudnya, kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjudnya. 16. Pengertian Stratified sampling (sampel strata) adalah cara mengambil sampel dengan memperhatikan strata(tingkatan) didalam populasi.

Dalam stratified data sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkatan-tingkatan tertentu seperti, tingkatan tinggi, rendah, sedang. Langkah-langkah penerapannya : 1) Menentukan populasi penelitian yaitu mengambil sebagian kecil dari setiap tingkatan untuk mewakili tingkatan yang bersangkutan. 2) Mengidentifikasikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. 3) Mengelompokkan unit anggota yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau tingkatan.

4) Pengambil sempel sebagian unit dari setiap strata untuk percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan strata yang bersangkutan. 5) Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random/non random. 6) Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan (proposional).

17. Pengertian cluster sampling dan langkah-langkah dalam penerapannya. Pengertian Cluster sampling juga dapat disebut dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebut luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame misalnya, penduduk provinsi, kabupaten.

Keuntungan menggunakan teknis ini. Menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat dari pada menggunakan teknik sample random sampling. Langkah-langkahnya : 1) Mengidentifikasi populasi yang hendak digunakan dalam studi dari beberapa kelompok sample secara acak. 2) Menentukan besar sampel yang akan digunakan. 3) Memperkirakan jumlah rata-rata subjek yang ada pada setiap klaster.

4) Memilih jumlah anggota sampel yang diinginkan untuk setiap klaster yaitu dari beberapa kelompok sampel tersebut di tetapkan elemen-eleman mana yang di jadi sampel (secara acak). Contoh: peneliti ingin mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat di provinsi Jawa Timur.

Populasinya adalah seluruh masyarakat diseluruh Jawa Timur, karena jumlah penduduk banyak dan terbagi dalam berbagai kabupaten/kota, maka pengambilan sampelnya dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : • Langkah pertama adalah menentukan sampel daerah, misalnya ditentukan secara acak kabupaten atau kota yang akan dijadikan daerah sampel.

• Langkah kedua adalah mengambil sampel ditingkat kabupaten/kota yang secara acak, yang selanjutnya disebut sampel kecamatan, kemudian itu terus dilakukan sampai tingkat kelurahan/desa yang akan dijadikan sampel. Setelah dilakukan penelitian dan digabungkan maka yang djadikan sampel tersebut diharapkan akan mewakili keseluruhan populasi pendudu di Jawa Timur.

18. Perbedaan antara stratified sampling dan cluster sampling. a. Stratified sampling yaitu merupakan pengambilan sampel dengan memperhatikan strata (tingkatan). Sampel diambil secara acak dari masing-masing strata, tujuan utamanya untuk meningkatkan presisi (mempertimbangan sesuatu yang mungkin timbul dalam pengambilan data yang diakibatkan dari sampel tersebut).

Strata sampling dapat digunakan apabila populasi dibagi atas tingkatan yang berbeda. Penelitian mengambil sampel dari setiap strata dengan porsi yang sama. b. Cluster sampling diilakukan apabila ada perbedaan antara starta satu sama lain. Apabila ada perbedaan antara strata satu dengan yang lainnya, dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.

Analisis cluster sampling dilakukan pada populasi kelompok, tujuan utamanya adalah untuk mengurangi biaya dengan meningkatkan efisiensi sampling. 19. Pengertian sampel kuota dan langkah-langkan penerapannya a. Pengertian Sampel kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau sifat tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan terpenuhi.

b. Langkah-langkah penerapannya : 1) Peneliti harus menetapkan terlebih dahulu jumlah kuota atau jumlah subjek yang akan diteliti.

2) Subjek populasi tersebut harus ditetapkan kriterianya untuk menetapkan kriteria sampel yang diperlukan sebagai dasar penelitian. 20. Pengertian dari sampel aksidental beserta contohnya.

a. Pengertian Sampel aksidental atau yang sering disebut sebagai convenience sampling adalah suatu teknik atau cara pengambilan sampel yang dilakukan peneliti secara kebetulan, tanpa direncanakan terlebih dahulu.

Peneliti akan menjadikan sampel kepada siapa saja yang ditemuinya, jika orang yang ditemui tersebut dianggap cocok sebagai sumber data. b. Contohnya : Penelitian tentang pendapatan umum mengenai pemilu, sampel ditentukan dengan kriteria, warga Indonesia dan berusia 17 tahun ke atas. Maka ketika peneliti menjumpai orang yang memenuhi kriteria tersebut, akan dijadikan sebagai unit sampel. 21. Pengertian judgement sampling beserta langkah penerapannya.

Judgement sampling adalah suatu teknik atau cara yang di gunakan sebagai penentuan sampel yang dilakukan dengan karakteristik yang telah ditetapkan melalui penilaian peneliti berdasarkan unit analisis seorang ahli dan juga teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi, target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian dan dianggap paling baik jika dijadikan sebagai sampel penelitiannya.

Target yang dituju sudah disesuaikan dengan tujuan atau permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian. Dalam penerapannya dengan menggunakan metode judgement sampling, penetapan lokasi yang akan dijadika lokasi penelitian sudah ditetapkan terlebih dahulu atau disengaja. Langkah penerapannya : 1) Menentukan dahulu apakah tujuan dari penelitian itu mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel.

2) Mentukan kriteria atau karakteristiknya kemudian. 3) Mentukan populasi yang tepat untuk diambil sampel agar mudah dalam melakukan penelitiannya. 4) Menentukan besarnya ukuran sampel di yang lakukan dengan cara mengetahui batas dari kesalahan pendugaan dan atas dasar informasi keragaman dari anggota penyusun populasi dan tingkat ketelitian yang diinginkan, atau tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian jika sudah memenuhi kriteria yang diinginkan. 5) Penarikan sampel yang berulang-ulang biasanya menghasilkan besaran suatu karakteristik populasi yang berbeda-beda antara satu sampel ke sampel lainnya.

22. Purposive Sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel secara sengaja denga persyaratan sampel yang diperlukan. Peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu. Jadi, sampel diambil tidak secara acak (non random), tapi ditentukan sendiri oleh peneliti. Langkah Penerapanya adalah: 1) Mentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias.

2) Menentuan karateristik populasi dilakukan dengan cermat 3) Menentukan populasi berdasarkan studi, pendahuluan yang teliti 4) Pengambilan sampel harus berdasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karateristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi. 5) Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi. 6) Mentukan jumlah minimal sampel yang sudah memenuhi kreteria yang di inginkan.

23. Berikut syarat sampling jenuh agar dapat diterapkan pada penelitian pendidikan. Sampling jenuh sendiri adalah suatu teknik atau cara dimana percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Syarat-syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan dengan suatu teknik atau cara dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian.

Syarat sampling jenuh yaitu, jumlah populasi relatif kecil, berkisar 30 orang atau kurang a. Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.

b. Akurasi megacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan c. Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan buku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan.

24. Snowball sampling ad alah suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih dan megambil sampel dalam suatu jaringan atau social hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus menerus semakin besar. Misalnya, akan dilakukan penelitian tentang peredaran contekan saat UN disuatu sekolah. Jadi langkah awal mencari tahu siapa dalang yang memberikan contekan tersebut, kemudian dalang tersebut dijadikan sampel pertama, lalu peneliti menggali informasi dari sampel pertama tersebut untuk mendapatkan sampel yang kedua dan seterusnya sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti.

• Nama : Ari kartina NIM : 16862060004 1. Pengertian Subjek dan Objek penelitian dalam penelitian a. Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi).

Subjek penelitian pada dasarnya merupakan yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian, didalam subjek penelitian inilah terdapat sebuah objek penelitian yang akan di teliti atau di amati yaitu pihak-pihak yang akan dijadikan sebagai sampel dalam penelitian sebagai data atau informasi.

Subjek penelitian, berkaitan erat dengan unit analisis, yaitu subjek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti untuk mencari data dan informasi. b. Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian.

Sifat keadaan berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bisa juga suasana dari subjek penelitian. Objek penelitian merupakan sasaran yang hendak dituju oleh seorang peneliti. Objek penelitian sendiri merupakan inti atau yang paling utama dari permasalahan yang akan diteliti. Jadi objek penelitian sangat penting dalam penelitian sebuah ataupun suatu hal dalam penelitian.

2. Pengertian Populasi dan Sempel a. Pengertian populasi menurut Ismiyanto dan Sugiyono • Menurut Ismiyanto populasi adalah keseluruhan subjek atau totalitas subjek penelitian yang dapat berupa; orang, benda, atau suatu hal yang di dalamnya dapat diperoleh dan atau dapat memberikan informasi (data) penelitian. • Menurut Sugiyono populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Jadi dari pendapat para ahli di atas dapat di simpulkan sebagai berikut: Populasi adalah keseluruhan wilayah generalisasi yang mana terdiri dari subjek atau objek yang memiliki karakteristis dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan secara umum, baik berupa orang, benda, atau yang lainnya yang ditetapkan oleh peneliti sebagai obyak atau subjek penelitian sehingga dapat memberikan data ataupun informasi penelitian yang dilakukan oleh peneliti.

Populasi juga dapat disebut kelompok besar dari subjek atau objek yang ingin diteliti. Sampel adalah bagian populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian.

Contohnya : populasi usia produktif di wilayah Jawa Timur pada tahun 2017. b. Pengertian sampel menurut Arikunto dan Sugiyono o Menurut Arikunto sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.

o Menurut Sugiyono sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Jadi dari pendapat para ahli di atas dapat di simpulkan sebagai berikut: Sampel adalah bagian yang dimiliki dari suatu populasi atau bagian kecil dari populasi yang diambil ataupun di teliti melalui cara atau prosedur tertentu, sampel juga dapat disebut sebagai perwakilan dari populasi itu sendiri sehingga sampel tersebut dapat mewakili populasi data dari keseluruhan populasi data yang ada ,jadi dalam penelitian tidak mungkin apabila semuanya akan diteliti.

Contohnya, dalam sebuah penelitian tentang air bersih atau apa saja yang zat yang terkandung dalam air hanya di ambil secukupnya untuk dilakukan tes di laboraturium untuk mengetahui zat yang terkandung dalam air atau kualitas air tersebut berbahaya atau tidak bagi kesehatan.

3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian a. Agar dalam waktu yang relative singkat banyak informasi yang terkumpul sebagai sampling internal karena informansi dimanfaatkan untuk berbicara, bertukar pikiran atau membandingkan suatu kejadian yang ditentukan dari subyek lainnya dapat dilakukan. Pendapat diatas dikemukakan oleh Lincoln dan Guba serta Bogdan dan Biklen dalam Moleong (2006: 132). b. Agar dapat mempelajari subjek dan objek penelitian sehingga kita dapat menarik suatu kesimpulan atau hasil dari suatu penelitian.

c. Agar dapat mengetahui dan membedakan apa yang dimaksud subjek dan objek penelitian itu sendiri. d. Agar dapat memahami apa saja yang dapat menjadi subjek dan objek dalam sebuah penelitian e. Agar dapat mengetahui syarat-syarat yang menjadi subjek dan objek dalam sebuah penelitian. f. Agar mempermudah dalam menentukan subjek dan objek dalam sebuah penelitian yang akan dilakukan.

g. Membantu peneliti agar secepatnya mendapatkan data atau infotmasi namun tetap seteliti mungkin dalam penelitian, terutama bagi peneliti yang belum mengalami latihan etnografi. h. Agar dapat menentukan objek dalam penelitian yang sebelumnya sudah mendapatkan subjek yang lebih dahulu. i. Agar dapat menentukan objek penelitian baik objek kualitatif maupun kuantitatif, sehingga kita sangat perlu sekali memahami objek dalam penelitian karena objek merupakan sasaran utama yang dijadikan sebuah penelitian.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian dalam suatu penelitian. a. Orang yang akan di jadikan subjek penelitian harus jujur dan dapat dipercaya serta bertangungjawab atas informasi yang diucapkannya yaitu tidak mengada-ada atas informasi yang diberikannya dalam memberikan informasi, dan jelas dalam memberikan informasi.

b. Orang yang diteliti memiliki kepatuhan pada peraturan yang diberikan oleh peneliti ,yaitu orang yang mampu menjaga amanah dan bertangun jawab serta taat tidak melanggar peraturan yang telah di setujuinya.

c. Orangnya mudah di ajak bicara dan suka berbicara, bukan orang pendiam yang sukar berbicara, yaitu seorang yang bersifat terbuka, mudah bergaul sehingga kita dapat memperoleh data ataupun informasi secara jelas dan tepat dan cepat dan mudah di cerna ataupun di pahami informasinya sehingga mempermudah kita dalam melakukan wawancara dalam penlitian. d. Orang diteliti bukan salah satu dari anggota kelompok yang bertikai dengan latar penelitian, apabila yang menjadi subjek penelitian merupakan anggota kelompok yang bertikai dapat menyebabkan subjek penelitian tidak efektif dan laporan juga akan terpengaruh hasilnya.

e. Orang yang diteliti memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi yaitu orang yang akan dijadikan sebagai subjek harus benar-benar mengerti dan mengetahui tentang peristiwa yang diteliti serta memahami sesuatu peristiwa tersebut dengan baik sehingga dapat memberikan pandangan tentang peristiwa tersebut sehingga di harapkan dapat membantu mengatasi masalah tersebut dan mencari solusi yang terbaik untuk memecahkan suatu masalah.

5. Cara menentukan Subjek penelitian. a. Menurut Sugiyono (2007: 52) cara menentukan subjek penelitian yaitu dengan jalan peneliti memasuki situs sosial tertentu, melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi sosial tersebut. Dari pendapat percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dapat disimpulkan bahwa observasi, wawancara, atau keterangan dari pihak yang berwenang dapat digunakan untuk menentukan subjek penelitian, sehingga tidak semua orang bisa dijadikan sebagai subjek penelitian.

Seperti berikut ini: • Melalui keterangan orang yang berwenang. Cara ini bisa dilakukan dengan cara formal (pemerintahan) maupun secara informal (pemimpin masyarakat seperti tokoh masyarakat, pemimpin adat, dan sebagainya). • Melalui wawancara pendahuluan. Dalam wawancara ini, peneliti menilai bersadarkan persyaratan menjadi subjek penelitian yaitu melekukan wawancara untuk mengetahui apakah narasumber telah sesuai dengan persyaratan ataupun kriteria.

6. Penggunaan istilah subjek dan objek dalam penelitian. a. Pengunaan istilah subjek dalam penelitian dilakuka pada saat peneliti akan mencari data, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya dia menentukan dulu subjeknya sebagai cara mengali informasi. Subjek merupakan tempat variabel melekat yang akan di teliti. b. Pengunaan istilah objek penelitian di dalam penlitian dilakukan setelah menemukan subjek kemudian mengunakan objek sebagai istilah untuk hasil dari data yang di peroleh dari sebuah subjek.

Objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian.Objek penelitian istilah subjek dan obejk penelitian dapat digunakan ketika adanya sebuah Topik yang akan akan dibahas, misalnya, Perbedaan di adakan les sebelum UN dan tidak di adakan les sebelum UN terhadap nilai siswa sebelum UN.

Dari topik, dapat diketahui bahwa subjek penelitian dari sebuah penelitian adalah “siswa” sedangkan objek dalam penelitian adalah “nilai” dari hasil UN. 7. Dari soal No.3. Perbandingan Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah Objek dan Subjek sangat berkaitan, karena Subjek merupakan suatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga (kelompok) subjek pada dasarnya akan dikenai kesimpulan penelitian merupakan sesuatu yang di dalamnya melekat atau terkandung Objek yang merupakan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses.

Dengan kata lain, Subjek adalah atributnya atau pelengkapnya Objek. Sedangkan Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan dan sampel merupakan sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil tersebut juga sangat berkaitan, karena sampel diambil dari anggota populasi yang ada.

Dengan kata lain, sampel adalah bagian dari anggota populasi. Perbandingan antara Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah penelitian Subjek dan Objek berupa satu pokok pembahasan (satu lembaga, unit subjek), didalamnya tidak ada campur tangan populasi dan sampel, karena hanya satu unit subjek yang diteliti. Beda dengan Populasi dan sampel, Sampel diambil dari beberapa anggota dari populasi yang ditemui atau yang ada. Populasi, dan Sampel sangatlah berkaitan. Dengan mempelajari sampel dan populasi akan mempermudah kita dalam penelitian seperti dalam sampel adalah dengan penggunaan sampel akan menghemat biaya,menyingkat waktu, dan tenaga dalam pelaksanaanya.

Sama saja dengan populasi, manfaatnya mempelajari populasi kita dapat mengetahui dan mempelajari objek apa saja yang akan kita teliti dalam penelitian nanti. Populasi itu sendiri berhubungan dengan data, tetapi bukan orangnya. 8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan, karean sampel merupakan bagian yang diperoleh dari suatu populasi atau bagian kecil dari populasi yang diambil melalui cara atau prosedur tertentu sehingga sampel tersebut dapat mewakili dari keseluruhan populasi.

Dari pengertian sampel tersebut di peroleh kesimpulan, bahwa dalam penelitian pendidikan dibutuhkan sampel karena dunia pendidikan cakupannya sangat luas, karena pengambilan sample ini dianggap lebih praktis, biayanya lebih hemat serta memerlukan lebih singkat waktu dan tenaga yang lebih sedikit atau efektif. Selain itu sampel sudah mampu mewakili dari keseluruhan dari suatu populasi tersebut yang di teliti walau kemungkinan akan ada hasil yang kurang akurat jika hasil jumlah subjeknya mempunyai perbandingan selisih dari 10-15% atau lebih dari data yang ada.

9. Manfaat Sampel dalam melakukan penelitian. a. Penggunaan sampel dapat menghemat biaya, tenaga dan menyingkat waktu. Kadang kala dalam penelitian terdiri dari elemen-elemen yang ragamnya dan banyak jumlahnya, sehingga tidak memungkinkan penelti melaksanakan penelitian kepada seluruh anggota populasi yang ada.

Oleh sebab itu dengan menggunakan teknik sampling yang benar akan mempermudah dalam melakukan peneltian. b. Teknik Sampling yang tepat akan mempermudah dalam proses penelitian. Apabila anggota populasi sangat beragam ada kemungkinan menyebabkan sebuah penelitian menjadi sulit. Sehingga tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kesalahan dalam menarik kesimpulan dari sebuah dat yang ada. c. Penelitian akan lebih efektif dan efisien, karena hemat tenaga, biaya dan menyingkat waktu yaitu dengan menggunakan sampel seseorang peneliti akan lebih mudah untuk mencari informasi lebih cepat yang terkait dengan hal yang diteliti.

Hasil yang diperoleh dapat dilaksanakan dengan lebih cepat tanpa mengulur waktu yang lama, dan kita juga dapat mengurangi tenaga tanpa mengurangi hasil isi yang terkandung dalam data penelitian tersebut. d. Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam, karena jumlah yang diteliti sedikit akan memudahkan penelitiandalam menyimpulkan hasil penelitian dari sebuah data yang di peroleh t dari pada harus meneliti seluruh anggota populasi yang ada akan memakan waktu yang lebih lama.

e. Tidak merusak populasi untuk beberapa kasus dalam suatu penelitian jika tidak menyalahkan, mengurangi, mengada- ada suatu konflik yang terdapat dalam suatu penelitian tersebut, dan tidak mengurangi sedikitpun point-point yang terdapat dalam penelitian sehingga data yang di peroleh tetep akurat.

10. Syarat-syarat pengambilan saple dalam penelitian pendiikan. a. Mewakili populasi (representative) yaitu dapat menwakili dari suatu anggota populasi penelitian yang akan dipecahkan dalam suatu permasalahn yang terkait dengan penurunan atau peningkatan suatu permasalahan dalam sebuah penelitian.

b. Menentukan presisi, tingkat kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama dan dapat menentukan letak suatu kesalahan yang terdapat pada sample penelitian. c. Sederhana yaitu menggunakan sempel yang mudah ditemui dalam suatu penelitian yang mempunyai banyak manfaat bagi peneliti utama dan orang-orang disekitarnya dan tidak rumit sehingga memakan waktu yang lama.

d. Mudah dilaksanakan yaitu suatu penelitian dengan cepat dan tanggap untuk menyelesaikan semua point-point yang terkandung dalam tapic penelitian tersebut, Tanpa sedikitpun kesulitan yang dihadapi oleh peneliti. e. Memberi banyak informasi atau keterangan yaitu semua yang diteliti atau dipecahkan dapat memberikan penjelasan yang tepat dan akurat yang mudah dipahami, dimengerti oleh orang-orang disekitarnya, dan memberikan ketarangan yang benar, jelas dan hasilnya bermanfaat.

f. Efisien biaya yaitu dapat mengatur pembiayaan dengan tepat dan akurat tanpa merugikan diri sendiri dan lembaga, jadi kita harus bisa mengatur suatu pengeluaran dengan baik, hemat tidak boros dalam tujuan untuk mendapatkan sampel penelitian, karena sebenarnya pada hasil akhir harus mendapatkan keuntung bagi lembaga penaliti atas penelitian yang di laksanakannya. g. Tepat dalam pengampilanya yaitu sampel yang diambil harus tepat agar dapat memudahkan peneliti dalam menyimpulkan hasil dari sebuah penelitian sehingga hasil penelitian yang dilaksanakan tepatan atau akuratan dalam memperoleh data atau informasi dari sebuah sempel.

11. Pengertian dari probability sampling dan non probability sampling. a. Probability sampling adalah suatu cara atau teknik pengambilan sampel dimana semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sebagai sampel atau pengembilan sample random atau acak. Teknik ini meliputi simpel random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, area (cluster) sampling ( sampling menurut daerah).

Dengan teknik ini berarti tidak ada kendala yang berarti untuk melakukan penelitian dari seluruh anggota populasi jika terpilih menjadi sampel. b. Non probability sampling adalah suatu cara atau teknik sampling yang memberikan peluang tidak sama kepada semua anggota atau unsur populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Teknik sampel ini meliputi sampling sistematis, sampling kuota, sampling insidental, sampling purposive, sampling jenuh, snowball sampling. Namun alam teknik ini peneliti memiliki kebijakan tersendiri terhadap pemilihan elemen-elemen sample dalam menentukan sampelnya.

12. Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling. a. Persamaan probability sampling dan non probability sampling. Probability sampling dan non probability sampling persamaanya adalah sama-sama sebagai teknik yang digunakan untuk mencari sampel dari populasi yang ada walau cara pemgambilamnya berbeda. b. Perbedaan probability sampling dan non probability sampling. Probability sampling yaitu teknik atau cara pegambilan sampelnya, semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sebagai sampel.

Lalu pengambilan sampelnya secara random atau acak yang dilakukan dengan bermacam-macam yaitu teknik pemgambilan yaitu dengan teknik random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, area (cluster). Sedangkan non probability sampling yaitu teknik atau cara pengambilan sampel bagi semua anggota populasinya tidak sama, pemilihan subjek sampel didasarkan pada kebijak peneliti meliputi sampling sistematis, sampling kuota, sampling insidental, sampling purposive, sampling jenuh, snowball sampling 13.

Berikut ini penerapan random sampling dalam penelitian: Random sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel melalui sistem acak, sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Penerapannya: pertama-tama dengan pembentukan daftar sampel dari anggota populasi oleh peneliti. Selanjutnya daftar sampel tersebut dipilih secara acak hingga terpenuhi jumlah sampel yang dibutuhkan’ pengambilan sampel dilakukan dengan pengambilan satu pelaku unit yang ada, biasanya menggunakan table angka random sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh.

Penerapan table angka random tersebut merupakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun dalam random dan tersusun secara acak. Sesudah sampel diperoleh maka setiap sampel yang dipilih diamati diukur atau dicatat menggunakan excel. Dapat juga dilakukan dengan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a.

Dengan cara undian; a) Semua anggota populasi diberi nomor urut atau kode. b) Kode tersebut ditulis dalam kertas kecil, digulung, dan dimasukan ke dalam sebuah kotak/tempat. c) Keluarkan satu persatu sebanyak jumlah sampel yang dibutuhkan, b. Dengan menggunakan tabel bilangan random.

a) Semua anggota populasi diberi nomor urut. b) Tentukan jumlah sampel yang akan diambil. c) Pilih nomor-nomor yang sesuai dengan bilangan yang terdapat dalam daftar bilangan random yang akan digunakan. 14. Pengertian teknik Sampling Sistematis (Systematic Sampling) dalam penelitian pendidikan adalah sampling yang digunakan apabila peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambilan data secara random, maka cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan.

Cara ini menuntut pada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis, yaitu unsur populasi yang dijadikan sampel biasanya adalah yang keberapa dari urutan data dengan teknik atau strategi dalam pemilihan anggota sampel yang hanya dapat diperolehkan melalui peluang dan sistem untuk menentukan keanggotaan dalam sampel.

Teknik ini juga bisa dikatakan sebagai teknik sampling yang menggunakan nomor urut atau interval dari anggota populasi yang telah di beri nomor urut baik yang percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan nomor yang ditetapkan berdasarkan kebijakan peneliti sendiri maupun identitas tertentu.

Dengen teknik pengembilan dilakukan secara urut, dengan pengambilan nomor genap atau ganjil saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu dari sebuah data. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan sistematis sampling dengan langkah sebagai beriku: a.

menentukan ukuran sampel terlebih dahulu dari ke seluruh anggota populasi yang akan diambil sebagai sample. b. Membagi anggota populasi menjadi kelompok, misalnya dengan memberi nomor urut sebagai ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan anggota sampel atau ukuran sampel. Nilai kelompok lebih besar dari keseluruhan anggota atau ukuran sampel akan menyebabkan ukuran sampel yang digunakan tidak dapat diperoleh (kurang dari ukuran sampel).

Bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui, maka harus dilakukan pandangan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel. c. Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok pertama yang sudah terbentuk terlebih dulu, unit sampel kedua, ketiga dan selanjudnya, kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjudnya.

16. Pengertian Stratified sampling (sampel strata) adalah cara mengambil sampel dengan memperhatikan strata(tingkatan) didalam populasi. Dalam stratified data sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkatan-tingkatan tertentu seperti, tingkatan tinggi, rendah, sedang. Langkah-langkah penerapannya : 1) Menentukan populasi penelitian yaitu mengambil sebagian kecil dari setiap tingkatan untuk mewakili tingkatan yang bersangkutan.

2) Mengidentifikasikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. 3) Mengelompokkan unit anggota yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau tingkatan. 4) Pengambil sempel sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan. 5) Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random/non random. 6) Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan (proposional).

17. Pengertian cluster sampling dan langkah-langkah dalam penerapannya. Pengertian Cluster sampling juga dapat disebut dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebut luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame misalnya, penduduk provinsi, kabupaten.

Keuntungan menggunakan teknis ini. Menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat dari pada menggunakan teknik sample random sampling. Langkah-langkahnya : 1) Mengidentifikasi populasi yang hendak digunakan dalam studi dari beberapa kelompok sample secara acak.

2) Menentukan besar sampel yang akan digunakan. 3) Memperkirakan jumlah rata-rata subjek yang ada pada setiap klaster. 4) Memilih jumlah anggota sampel yang diinginkan untuk setiap klaster yaitu dari beberapa kelompok sampel tersebut di tetapkan elemen-eleman mana yang di jadi sampel (secara acak).

Contoh: peneliti ingin mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat di provinsi Jawa Timur. Populasinya adalah seluruh masyarakat diseluruh Jawa Timur, karena jumlah penduduk banyak dan terbagi dalam berbagai kabupaten/kota, maka pengambilan sampelnya dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : • Langkah pertama adalah menentukan sampel daerah, misalnya ditentukan secara acak kabupaten atau kota yang akan dijadikan daerah sampel.

• Langkah kedua adalah mengambil sampel ditingkat kabupaten/kota yang secara acak, yang selanjutnya disebut sampel kecamatan, kemudian itu terus dilakukan sampai tingkat kelurahan/desa yang akan dijadikan sampel. Setelah dilakukan penelitian dan digabungkan maka yang djadikan sampel tersebut diharapkan akan mewakili keseluruhan populasi pendudu di Jawa Timur.

18. Perbedaan antara stratified sampling dan cluster sampling. a. Stratified sampling yaitu merupakan pengambilan sampel dengan memperhatikan strata (tingkatan). Sampel diambil secara acak dari masing-masing strata, tujuan utamanya untuk meningkatkan presisi (mempertimbangan sesuatu yang mungkin timbul dalam pengambilan data yang diakibatkan dari sampel tersebut).

Strata sampling dapat digunakan apabila populasi dibagi atas tingkatan yang berbeda. Penelitian mengambil sampel dari setiap strata dengan porsi yang sama. b. Cluster sampling diilakukan apabila ada perbedaan antara starta satu sama lain. Apabila ada perbedaan antara strata satu dengan yang lainnya, dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.

Analisis cluster sampling dilakukan pada populasi kelompok, tujuan utamanya adalah untuk mengurangi biaya dengan meningkatkan efisiensi sampling. 19. Pengertian sampel kuota dan langkah-langkan penerapannya a.

Pengertian Sampel kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau sifat tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan terpenuhi. b. Langkah-langkah penerapannya : 1) Peneliti harus menetapkan terlebih dahulu jumlah kuota atau jumlah subjek yang akan diteliti. 2) Subjek populasi tersebut harus ditetapkan kriterianya untuk menetapkan kriteria sampel yang diperlukan sebagai dasar penelitian. 20. Pengertian dari sampel aksidental beserta contohnya.

a. Pengertian Sampel aksidental atau yang sering disebut sebagai convenience sampling adalah suatu teknik atau cara pengambilan sampel yang dilakukan peneliti secara kebetulan, tanpa direncanakan terlebih dahulu. Peneliti akan menjadikan sampel kepada siapa saja yang ditemuinya, jika orang yang ditemui tersebut dianggap cocok sebagai sumber data. b. Contohnya : Penelitian tentang pendapatan umum mengenai pemilu, sampel ditentukan dengan kriteria, warga Indonesia dan berusia 17 tahun ke atas.

Maka ketika peneliti menjumpai orang yang memenuhi kriteria tersebut, akan dijadikan sebagai unit sampel. 21. Pengertian judgement sampling beserta langkah penerapannya. Judgement sampling adalah suatu teknik atau cara yang di gunakan sebagai penentuan sampel yang dilakukan dengan karakteristik yang telah ditetapkan melalui penilaian peneliti berdasarkan unit analisis seorang ahli dan juga teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi, target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian dan dianggap paling baik jika dijadikan sebagai sampel penelitiannya.

Target yang dituju sudah disesuaikan dengan tujuan atau permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian. Dalam penerapannya dengan menggunakan metode judgement sampling, penetapan lokasi yang akan dijadika lokasi penelitian sudah ditetapkan terlebih dahulu atau disengaja.

Langkah penerapannya : 1) Menentukan dahulu apakah tujuan dari penelitian itu mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel. 2) Mentukan kriteria atau karakteristiknya kemudian. 3) Mentukan populasi yang tepat untuk diambil sampel agar mudah dalam melakukan penelitiannya. 4) Menentukan besarnya ukuran sampel di yang lakukan dengan cara mengetahui batas dari kesalahan pendugaan dan atas dasar informasi keragaman dari anggota penyusun populasi dan tingkat ketelitian yang diinginkan, atau tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian jika sudah memenuhi kriteria yang diinginkan.

5) Penarikan sampel yang berulang-ulang biasanya menghasilkan besaran suatu karakteristik populasi yang berbeda-beda antara satu sampel ke sampel lainnya. 22. Purposive Sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel secara sengaja denga persyaratan sampel yang diperlukan.

Peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu. Jadi, sampel diambil tidak secara acak (non random), tapi ditentukan sendiri oleh peneliti. Langkah Penerapanya adalah: 1) Mentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias. 2) Menentuan karateristik populasi dilakukan dengan cermat 3) Menentukan populasi berdasarkan studi, pendahuluan yang teliti 4) Pengambilan sampel harus berdasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karateristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.

5) Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi. 6) Mentukan jumlah minimal sampel yang sudah memenuhi kreteria yang di inginkan.

23. Berikut syarat sampling jenuh agar dapat diterapkan pada penelitian pendidikan. Sampling jenuh sendiri adalah suatu teknik atau cara dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Syarat-syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan dengan suatu teknik atau cara dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Syarat sampling jenuh yaitu, jumlah populasi relatif kecil, berkisar 30 orang atau kurang a.

Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.

b. Akurasi megacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan c. Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan buku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24. Snowball sampling ad alah suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih dan megambil sampel dalam suatu jaringan atau social hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus menerus semakin besar.

Misalnya, akan dilakukan penelitian tentang peredaran contekan saat UN disuatu sekolah. Jadi langkah awal mencari tahu siapa dalang yang memberikan contekan tersebut, kemudian dalang tersebut dijadikan sampel pertama, lalu peneliti menggali informasi dari sampel pertama tersebut untuk mendapatkan sampel yang kedua dan seterusnya sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti. • Nama : Novita Rias Nim :1686206024 Prodi/kelas :PGSD/ IIA 1.

Subjek penelitian adalah sesuatu yangyang di teliti, baik orang,benda ataupun suatu lembaga. Sedangkan objek penelitian adalah sifat keadaan suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Berupa sifat,kuantitas, perilaku,kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra,simpati-antipati,keadaan batin,dan dapat juga berupa proses.

2. Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Populasi bukan hanya berupa orang, tetapi juga dapat berupa benda-benda alam yang lainnya. Pupulasi juga bukan hanya berupa jumlah yang ada pada subjek ataupun objek penelitian, tetapi juga tentang karakteristik atau sifat yang di miliki oleh subjek atau objek tersebut.

Wilayah generalisasinya terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajaridan kemudian ditarik kesimpulan. Sampel adalah sebagian atau contoh dari subyek dalam populasi yang diteliti, yang sudah tentu mampu mewakili populasinya. Sampel juga merupakan bagian atau jumlah dan karakteritik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, maka peneliti dapat menggunakan sampel untuk di teliti.

Apa yang di teliti dari sampel tersebut, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. 3. Manfaat dari mempelajari meteri tentang subjek dan objek penelitian adalah, kita dapat mengetahui apa yang di maksud dengan subjek dan objek dari penelitian. Dengan demikian kita lebih mudah dalam melakukan sebuah penelitian. 4. Sayarat menjadi subjek penelitian 1) Dapat di percaya dan jujur dalam memberikan informasi. 2) Orang tersebut benar-benar mengetahui pasti tentang objek yang akan diteliti.

3) Bukan termasuk orang yang pendiam, lebih bagus adalah orang yang suka untuk berbicara. 4) Memiuliki kepatuhan pada peraturan. 5) Bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. 5. Cara menetukan subjek penelitian 1) Melalui keterangan orang yang berwenang, 2) Melalui wawancara pendahuluan, 6.

Menggunakan istilah subjek dan objek penelitian umumnya pada penelitian kualitatif Menurut saya penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, karena dalam proses penelitian bila tidak ada subjek dan objek yang di teliti maka kita tidak bisa melakukan sebuah penelitian, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya.

Dan objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian. 7. Mempelajari populasi dan sampel Subjek-objek • Subjek-objek Merupakan suatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga (kelompok) subjek pada dasarnaya akan dikenai kesimpulan penelitian dan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses.

• Populasi-sampel Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpilan, sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil tersebut. Jadi dapat disimpulkan perbandingan antara subjek-objek dan populasi-sampel mereka saling keterkaitan dalam proses penelitian, apabila ada salah satu yang tidak terdapat dalam proses penelitian maka proses penelitian juga tidak dapat berjalan dengan baik.

8. Dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan Karena jika menggunakan populasi dengan jumlah yang begitu banyak maka peneliti akan kesusahan. Misalnya seorang peneliti akan meneliti metode yang digunakan mengajar oleh guru di suatu provinsi, tidak mungkin peneliti mendatangi dan mewawancarai seluruh guru di provinsi tersebut. Jadi diambilah sebagian dari guru untuk di teliti dengan syarat guru tersebut dapat mewakili guru-guru lain.

Jadi peran sampel sangat penting karena membantu memudahkan peneliti dalam melakukan tugasnya. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian adalah mempermudah kita untuk melakukan penelitian, misalnya apabila objek penelitian kita berskala besar atau tentang suatu komunitas, kita tidak mungkin melakukan penelitian kepada semua anggota, kita cukup melakukan penelitian kepada sebangian anggota (sebagai sampel), tetapi kita juga harus benar-benar selektif dalam memilih siapa yang akan menjadi sampel penelitian dan juga dia harus dapat mewakili dari populasinya.

Selain itu menggunakan sampel dapat mempersingkat waktu dalam melakukan penelitian, misalnya penelitian terhadap jenis tanaman di suatu tempat, dengan menggunkan sampel kita tidak perlu mengamati semua tanaman sejenis yang ada di tempat itu, tetapi cukup salah satu tanaman yang terbaik untuk mewakili populasi tanaman tersebut di tempat itu.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian di bidang pendidikan : 1) Mewakili populasi 2) Menetukan presisi, timgkat ketepatan,kesalahan baku 3) Lebih sederhana 4) Memberi banyak keterangan 5) Mudah dilaksanakan 6) Efisien biaya 11. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota popukasi untuk dipilih menjadi sampel secara random atau acak, sedangkan non Probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Pemilihan elemen-elemen sampel di dasarkan pada kebijaksanaan peneliti sendiri. Pada proses ini masing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi elemen-elemen sampel atau tidak. 12. Persamaan dan perbedaan Probability sampling dan non Probability sampling Persamaan: sama-sama berupa teknik yang digunakan peneliti dalam pengambilan suatu sampel penelitian. Perbedaan: probability sampling memberikan kesempatan yang sama kepada setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel sedangkan non probability sampling tidak memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian adalah dengan cara mengambil sampel dari semua populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan tingkatan dalam populasi tersebut. Pengambilan sampelnya dengan cara sistematis atau ordinal, cara ini merupakan teknik untuk memilih anggota sampel melalui peluang, dan teknik dimana pemilihan anggota sampel dilakukan setelah terlebih dahulu dimulai dengan pemilihan secara acak untuk data pertamanya kemudian untuk data kedua dan seterusnya dilakukan dengan interval tertentu.

14. Yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis dalam penelitian pendidikan adalah teknik pengambilan sampel yang berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomer urut. 15. Tahapan pengambilan sampel dengan menggunakan systematic sampling 1) Menentukan ukuran sampel yang akan di ambil dari keseluruhan anggota populasi. 2) Membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan kelompok tersebut harus lebih kecil atau sama dengan sampel.

3) Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk. 16. Teknik stratified sampling adalah cara pengambilan sample dengan memperhatikan strata atau tingkatan di dalam populasi, langkah-langkah penerapannya: Menurut Notoatmodjo (2005, hlm.

86) langkah-langkah yang ditempuh dalam pengambilan sampel stratified meliputimenentukan populasi penelitian, mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi, mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan, teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom, pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional).

17. Cluster sampling adalah, sampling yang dilakukan apabila ada perbedaan antara strata satu dengan lainnya,ndilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. Langkah-langkah penerapannya pertama-tama memilih sampel yang berbentuk cluster dari suatu populasi, selanjutnya dari tiap-tiap cluster sampel tersebut, diturunkan sampel yang berbentuk elemen, kemudian tahap selanjutya dari beberapa kelompok sampel daerah, tetapkan individu-individu mana yang menjadi sampel (secara acak).

18. Perbedaan stratified sampling dan Cluster sampling adalah: a) Startified Sampling, (1) Proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok relatif sebelum sampling; (2) Setiap elemen dalam populasi/kelompok harus strata; (3) Meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling.

Hal ini dapat menghasilkan rata-rata tertimbang yang memiliki variabilitas kurang artimetik mean dari sampel acak sederhana dari populasi; b) Cluster Sampling, (1) Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau cluster dan sampel kelompok dipilih; (2) Elemen dalam kelompok-kelompok atau suatu sub-sampel dapat dipilih dalam masing-masing kelompok; (3) Memungkinkan ukuran sampel meningkat.

Dengan asumsi ukuran sampel tetap, teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan di antara mereka. 19. Sampel kuota adalah penentuan sampel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang di inginkan, langkah-langkah penerapannya pertama Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang dikehendaki, kedua Melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti sebelum melakukan sampling.

20. Sampel aksidental adalah bagaimana memilih sampel sesuai yang dijumpai di tempat penelitian, contohnya 21. Judgment sampling adalah cara pengeambilan sampel yang bersedia dipilih berdasrkan tujuan. Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli, langkah penerapannya yang pertama Menentukan populasi yang akan di ambil samplenya, Penerapan ukuran sample dapat diketahui jika batas atas kesalahan dugaan dan dasar informasi dari anggota penyusun populasi dan ketelitian yang dinginkan, yang terakhir Penarikan sample yang dilakukan secara berulang-ulang akan menghasilkan besaran karakteristik populasi yang berbeda-beda.

22. Purposive sampling adalah teknik penentuan penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. Langkah penerapannya, pertama Menentukan karakteristik populasi, kemudian Pengambilan sample harus sesuai dengan ciri-ciri, sifat atau karakteristik tertentu, yang terakhir Subjek yang di ambil harus benar-benar merupakan subjek yang banyak ciri-cirinya yang terdapat pada populasi. 23. Syarat sampling paling jenuh yang dapat diterapkan dalam penelitian pendidikan a) Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya.

b) Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan. c) Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24. Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus-menerus semakin besar.

Langkah-langkah penerapannya : Mula-mula kita dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel juga,sampai seterusnya.Sehingga jumlah sampel semakin banyak.

• Nama : Umar ahmad sobirin Tkt/smt : II/3 Prodi : Pgsd NIM : 1686206031 1. Pengertian subjek dan objek penelitian • Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi).

• Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bias juga berupa proses. 2. Pengertian populasi dan sampel • Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek yang meliputi (orang, benda, ataupun lembaga/organisasi) dan objek yang meliputi ( sifat keadaan) yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Populasi tidak hanya orang/makhluk hidup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya. Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimilikiobjek atau subjek tersebut.

Contohnya : populasi kepadatan penduduk yang ada di pacitan • Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi.

Contohnya, pemerintah hanya mengambil salah satu unntk di wawancari untuk mengetahui bagaimana keadaan ekonomi dalam suatu desa 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian Subjek merupakan sesuatu yang akan diteliti baik orang, benda maupun organisasi.

Jadi manfaat mempelajari objek penelitian yaitu peneliti dapat mengetahui apa yang dimaksud subjek penelitian itu, selain itu juga dapat memahami apa saja yang dapat menjadi subjek dalam penelitia serta dapat mengetahui syarat-syarat yang menjadi subjek penelitian. Selain itu dari kita dapat menentukan subjek dalam penelitian maka kita juga dapat menentukan objek penelitian.

Jadi manfaat mempelajari subyek penelian itu kita dapat mengetahui subjek yang bagaimana yang berkualitas dalam sebuah penelitian. Sedangkan manfaat mempelajari objek penelitian yaitu dapat menentukan objek dalam penelitian yang sebelumnya sudah mendapatkan subjek yang lebih dahulu. Kita dapat menentukan obbjek penelitian baik objek kualitatif maupun kuantitatif, jadi kita sangat perlu sekali memahami objek dalam penelitian karena objek merupakan sasaran utama yang dijadikan sebuah penelitian.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian • Jujur dan bias dipercaya, maksudnya apabila kita memilih subyek misalnya orang maka orang tersebet harus yang jujur dan dapat dipercaya karena subjek disini harus memberi informasi yang benar-benar terjadi, dan biasanya orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang berpendidikan.

• Memiliki kepatuhan pada peraturanmaksudnya syarat menjadi subjek harus memiliki sikap yang patuh pada peraturan serta bertanggung jawab. • Suka berbicara bukan orang yang sukar berbicara apalagi pendiam. Maksudnya disini orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang pandai berbicara serta memiliki tata bicara yang baik sopan serta santun karena subjek memberikan informasi melalui komunikasi apabila orang tersebut tidak suka berbicara maka data yang diperoleh juga tidak akan akurat.

• Bukan termasuk anggota saalah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. Apabila kita memilih subjek penelitian percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan orang yang bertikai dalam latar penelitianapabila hal itu terjadi maka subjekpun tidak akan jadi dan laporan juga akan terpengaruh hasilnya.

• Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi maksudnya orang yang akan dikenai subjek harus benar-benar mengerti dan mengetahui tentang peristiwa yang diteliti. 5. Cara menentukan subjek penelitian • Melalui keterangan orang yang berwenang Maksudnya sebelum kita menentukan topic kita harus mendapatkan persetujuan dari orang yang berwenang atau orang yang berwajib dalam lembaga penelitian tersebut.

• Melalui wawancara pendahuluan Maksunya mengadakan wawancara lebih dahulu terhadap orang yang sedang terkait, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dang pengetahuan yang sebenarnya sebelum kita mengambil suatu putusan. 6. Pada saat apa penelitian menggunakan intilah “subjek dan objek” dalam penelitian. Menurut saya penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, karena dalam proses penelitian bila tidak ada subjek dan objek yang di teliti maka kita tidak bisa melakukan sebuah penelitian, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya.

Dan objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian. 7. Soal no 3 (tentang subjek dan objek). Perbandingan antara populasi dan sempel.

Membandingkan subjek-objek dan populasi-sampel. • Subjek-objek Merupakan suatu yang diteliti baik orang, maupun suatu organisasi subjek pada dasarnaya akan dikenai kesimpulan penelitian dan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses. • Populasi-sampel Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpilan, sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil tersebut.

Jadi dapat disimpulkan perbandingan antara subjek-objek dan populasi-sampel mereka saling keterkaitan dalam proses penelitian, apabila ada salah satu yang tidak terdapat dalam proses penelitian maka proses penelitian juga tidak dapat berjalan dengan baik. 8. Karena jika menggunakan populasi dengan jumlah yang begitu banyak maka peneliti akan kesusahan.

Misalnya seorang peneliti akan meneliti metode yang digunakan mengajar oleh guru di suatu provinsi, tidak mungkin peneliti mendatangi dan mewawancarai seluruh guru di provinsi tersebut. Jadi diambilah sebagian dari guru untuk di teliti dengan syarat guru tersebut dapat mewakili guru-guru lain.

Jadi peran sampel sangat penting karena membantu memudahkan peneliti dalam melakukan tugasnya. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian  Memudahkan peneliti, karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan populasi.  Penelitian lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian yang banyak subjek.  Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, jika subjeknya terlalu banyak dikawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh tidak akurat.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel  Jumlah sampel yang mencukupi  Sampel yang dipilih harus dapat mewakili populasinya, misalnya sampel tersebut harus mampu mencermikan sifat maupun ciri dari populasinya semaksimal mungkin.  Sampel yang di ambil harus bisa memberi banyak keterangan 11. Pengertian probability sampling dan non probability sampling  Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel  Non probability sampling adalah adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel 12.

Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling  Persamaan: sama-sama berupa teknik yang digunakan peneliti dalam pengambilan suatu sampel penelitian.  Perbedaan: probability sampling memberikan kesempatan yang sama kepada setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel sedangkan non probability sampling tidak memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian terbagi menjadi 3 yaitu random sampling sederhana, random sampling bertingkat dan sampling klauster atau area. Sehingga penerapannya sesuai dengan populasi yang akan di teliti. Teknik sampling sederhana dilakukan apabila populasinya bersifat homogen. Teknik sampling bertingkat dilakukan apabila populasinya bersifat hiterogen atau terdiri atas kelompok-kelompok yang bertingkat serta jumlahnya banyak.

Sedangkan teknik sampling klauster populasinya tidak diketahui secara pasti. 14. Sampling sistematis yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomer urut. 15. Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan, bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui kita dapat menentukan secara akurat, dengan demikian dilakukan pendugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel, kemudian menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Stratified sampling disini peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan-tingkatan atau strata, maka pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random, adanya strata tidak boleh diabaikan dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel.

Adapun langkah-langkah dari stratified sampling sebagai berikut: Menurut Notoatmodjo (2005, hlm. 86) langkah-langkah yang ditempuh dalam pengambilan sampel stratified meliputimenentukan populasi penelitian, mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi, mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan, teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom, pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan petimbangan (proporsional).

17. Clusster sampling disebut juga dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame. keuntungan penggunaan teknik ini menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada jika digunakan teknik simple random sampling. Akan tetapi, hasil cluster sampling ini pada umumnya kurang akurat dibandingkan simple random sampling.

Adapun langkah-langkah penerapannya yaitu pertama-tama memilih sampel yang berbentuk cluster dari suatu populasi, selanjutnya dari tiap-tiap cluster sampel tersebut, diturunkan sampel yang berbentuk elemen, kemudian tahap selanjutya dari beberapa kelompok sampel daerah, tetapkan individu-individu mana yang menjadi sampel (secara acak). Misalnya dibidang pendidikan, akan ditentukan mana siswa kelas eksperimen dan siswa kelas control.

18. Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling adalah a) Startified Sampling, (1) Proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok relatif sebelum sampling; (2) Setiap elemen dalam populasi/kelompok harus strata; (3) Meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling.

Hal ini dapat menghasilkan rata-rata tertimbang yang memiliki variabilitas kurang artimetik mean dari sampel acak sederhana dari populasi; b) Cluster Sampling, (1) Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau cluster dan sampel kelompok dipilih; (2) Elemen dalam kelompok-kelompok atau suatu sub-sampel dapat dipilih dalam masing-masing kelompok; (3) Memungkinkan ukuran sampel meningkat.

Dengan asumsi ukuran sampel tetap, teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan di antara mereka. 19. Sampel Kuota adalah penentuan sampelsecara bebas dari populasi yang mempunyai ciri ciri tertentu sampai jumlah kuota yang di inginkan Langkah-langkah penerapan adalah a) Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang dikehendaki; b) Melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti sebelum melakukan sampling.

20. Sampel Aksidental adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber sata. Contohnya, Penelitian tentang kenyaman adanya jembatan baru. Peneliti bertemu dengan siapa saja yang lewat jembatan tersebut dan apabila cocok maka orang yang lewat jembatan bisa dijadikan sumber data. 21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakteristik yang diperoleh dalam pengambilan sample.

Langkah-langkah penerapannya : 1. Menentukan populasi yang akan di ambil samplenya 2. Penerapan ukuran sample dapat diketahui jika batas atas kesalahan dugaan dan dasar informasi dari anggota penyusun populasi dan ketelitian yang dinginkan 3.

Penarikan sample yang dilakukan secara berulang-ulang akan menghasilkan besaran karakteristik populasi yang berbeda-beda 22. Purposive sampling menurut sugiyono (2010) adalah teknik untuk menentukan sample penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif. Purposive sampling lebih tepat digunakan oleh para peneliti apabila memang penelitian memerlukan kriteria khusus agar sample yang di ambil nantinya sesuai dengan tujuan penelitian dapat memecahkan masalah dan peneliti dapat memberikan nilai yang lebih representatif.

Sehingga teknik yang diambil dapat memenuhi tujuan yang sebenarnya dilakukan penelitian. Cara penerapannya yaitu : 1. Menentukan karakteristik populasi, 2. Pengambilan sample harus sesuai dengan ciri-ciri, sifat atau karakteristik tertentu, 3. Subjek yang di ambil harus benar-benar merupakan subjek yang banyak ciri-cirinya yang terdapat pada populasi. 23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : a) Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya.

b) Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan. c) Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24.Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus-menerus semakin besar.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang penggunaan sosial media yang berlebihan pada kalangan remaja di suatu wilayah.Sampel mula-mula adalah 5 orang remaja,kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti. Langkah-langkah penerapannya : Mula-mula kita dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel juga,sampai seterusnya.Sehingga jumlah sampel semakin banyak.

• Nama : Azhar Nur Fatoni Tkt/smt : II/III/A Prodi : PGSD Nim : 1686206005 1. Pengertian subjek dan objek penelitian • Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi). Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian, didalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian.

Subjek dapat disebut dengan sasaran yang diteliti. • Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian. Sifat keadaan berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bias juga berupa proses.

2. Pengertian populasi dan sampel • Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek yang meliputi (orang, benda, ataupun lembaga/organisasi) dan objek yang meliputi ( sifat keadaan) yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi tidak hanya orang/makhluk hidup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya. Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimiliki objek atau subjek tersebut.

Contohnya meningkatnya jumlah penduduk dipacitan setiap tahunya. • Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi. Contohnya, pedagang beras hanya meneliti segenggam beras untuk mengetahui kualitas sekarung beras.

3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian Subjek merupakan sesuatu yang akan diteliti baik orang, benda maupun organisasi. Jadi manfaat mempelajari objek penelitian yaitu peneliti dapat mengetahui apa yang dimaksud subjek penelitian itu, selain itu juga dapat memahami apa saja yang dapat menjadi subjek dalam penelitia serta dapat mengetahui syarat-syarat yang menjadi subjek penelitian.

Selain itu dari kita dapat menentukan subjek dalam penelitian maka kita juga dapat menentukan objek penelitian. Jadi manfaat mempelajari subyek penelian itu kita dapat mengetahui subjek yang bagaimana yang berkualitas dalam sebuah penelitian.

Dengan menggunakan subjek mendapatkan pandangan penelitian dan meggunakan subjek kita dapat mendapatkan hasil ataau kesimpulan dalam proses penelitien, jadi sangat penting bagi peneliti dalam mempelajari dan memeahami tentang materi subjek dan objek tersebut. Sedangkan manfaat mempelajari objek penelitian yaitu dapat menentukan objek dalam penelitian yang sebelumnya sudah mendapatkan subjek yang lebih dahulu.

Kita dapat menentukan obbjek penelitian baik objek kualitatif maupun kuantitatif, jadi kita sangat perlu sekali memahami objek dalam penelitian karena objek merupakan sasaran utama yang dijadikan sebuah penelitian. 4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian • Jujur dan bias dipercaya, maksudnya apabila kita memilih subyek misalnya orang maka orang tersebet harus yang jujur dan dapat dipercaya karena subjek disini harus memberi informasi yang benar-benar terjadi, dan biasanya orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang berpendidikan.

• Memiliki kepatuhan pada peraturanmaksudnya syarat menjadi subjek harus memiliki sikap yang patuh pada peraturan serta bertanggung jawab. • Suka berbicara bukan orang yang sukar berbicara apalagi pendiam.

Maksudnya disini orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang pandai berbicara serta memiliki tata bicara yang baik sopan serta santun karena subjek memberikan informasi melalui komunikasi apabila orang tersebut tidak suka berbicara maka data yang diperoleh juga tidak akan akurat.

• Bukan termasuk anggota saalah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. Apabila kita memilih subjek penelitian jangan orang yang bertikai dalam latar penelitianapabila hal itu terjadi maka subjekpun tidak akan jadi dan laporan juga akan terpengaruh hasilnya. • Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi maksudnya orang yang akan dikenai subjek harus benar-benar mengerti dan mengetahui tentang peristiwa yang diteliti.

5. Cara menentukan subjek penelitian • Melalui keterangan orang yang berwenang Maksudnya sebelum kita menentukan topic kita harus mendapatkan persetujuan dari orang yang berwenang atau orang yang berwajib dalam lembaga penelitian tersebut. • Melalui wawancara pendahuluan Maksunya mengadakan wawancara lebih dahulu terhadap orang yang sedang terkait, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dang pengetahuan yang sebenarnya sebelum kita mengambil suatu putusan.

6. Pada saat apa penelitian menggunakan intilah “subjek dan objek” dalam penelitian. Menurut saya penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, karena dalam proses penelitian bila tidak ada subjek dan objek yang di teliti maka kita tidak bisa melakukan sebuah penelitian, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya.

Dan objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian.

7. Soal no 3 (tentang subjek dan objek). Perbandingan antara populasi dan sempel. Membandingkan subjek-objek dan populasi-sampel. Menurut saya: • Subjek-objek Merupakan suatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga (kelompok) subjek pada dasarnaya akan dikenai kesimpulan penelitian dan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses.

• Populasi-sampel Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpilan, sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil tersebut. Jadi dapat disimpulkan perbandingan antara subjek-objek dan populasi-sampel mereka saling keterkaitan dalam proses penelitian, apabila ada salah satu yang tidak terdapat dalam proses penelitian maka proses penelitian juga tidak dapat berjalan dengan baik.

8. Karena jika menggunakan populasi dengan jumlah yang begitu banyak maka peneliti akan kesusahan. Misalnya seorang peneliti akan meneliti metode yang digunakan mengajar oleh guru di suatu provinsi, tidak mungkin peneliti mendatangi dan mewawancarai seluruh guru di provinsi tersebut. Jadi diambilah sebagian dari guru untuk di teliti dengan syarat guru tersebut dapat mewakili guru-guru lain. Jadi peran sampel sangat penting karena membantu memudahkan peneliti dalam melakukan tugasnya.

9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian  Memudahkan peneliti, karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan populasi.  Penelitian lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian yang banyak subjek.

 Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, jika subjeknya terlalu banyak dikawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh tidak akurat. 10. Syarat-syarat pengambilan sampel  Jumlah sampel yang mencukupi  Sampel yang dipilih harus dapat mewakili populasinya, misalnya sampel tersebut harus mampu mencermikan sifat maupun ciri dari populasinya semaksimal mungkin.

 Sampel yang di ambil harus bisa memberi banyak keterangan 11. Pengertian probability sampling dan non probability sampling  Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel  Non probability sampling adalah adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel 12.

Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling  Persamaan: sama-sama berupa teknik yang digunakan peneliti dalam pengambilan suatu sampel penelitian.  Perbedaan: probability sampling memberikan kesempatan yang sama kepada setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel sedangkan non probability sampling tidak memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian terbagi menjadi 3 yaitu random sampling sederhana, random sampling bertingkat dan sampling klauster atau area. Sehingga penerapannya sesuai dengan populasi yang akan di teliti. Teknik sampling sederhana dilakukan apabila populasinya bersifat homogen. Teknik sampling bertingkat dilakukan apabila populasinya bersifat hiterogen atau terdiri atas kelompok-kelompok yang bertingkat serta jumlahnya banyak.

Sedangkan teknik sampling klauster populasinya tidak diketahui secara pasti. 14. Sampling sistematis yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomer urut. 15. Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan, bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui kita dapat menentukan secara akurat, dengan demikian dilakukan pendugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel, kemudian menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Stratified sampling disini peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan-tingkatan atau strata, maka pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random, adanya strata tidak boleh diabaikan dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel.

Adapun langkah-langkah dari stratified sampling sebagai berikut: Menurut Notoatmodjo (2005, hlm. 86) langkah-langkah yang ditempuh dalam pengambilan sampel stratified meliputimenentukan populasi penelitian, mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi, mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan, teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom, pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional).

17. Clusster sampling disebut juga dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame.

keuntungan penggunaan teknik ini menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada jika digunakan teknik simple random sampling. Akan tetapi, hasil cluster sampling ini pada umumnya kurang akurat dibandingkan simple random sampling. Adapun langkah-langkah penerapannya yaitu pertama-tama memilih sampel yang berbentuk cluster dari suatu populasi, selanjutnya dari tiap-tiap cluster sampel tersebut, diturunkan sampel yang berbentuk elemen, kemudian tahap selanjutya dari beberapa kelompok sampel daerah, tetapkan individu-individu mana yang menjadi sampel (secara acak).

Misalnya dibidang pendidikan, akan ditentukan mana siswa kelas eksperimen dan siswa kelas control. 18. Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling adalah a) Startified Sampling, (1) Proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok relatif sebelum sampling; (2) Setiap elemen dalam populasi/kelompok harus strata; (3) Meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling. Hal ini dapat menghasilkan rata-rata tertimbang yang memiliki variabilitas kurang artimetik mean dari sampel acak sederhana dari populasi; b) Cluster Sampling, (1) Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau cluster dan sampel kelompok dipilih; (2) Elemen dalam kelompok-kelompok atau suatu sub-sampel dapat dipilih dalam masing-masing kelompok; (3) Memungkinkan ukuran sampel meningkat.

Dengan asumsi ukuran sampel tetap, teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan di antara mereka. 19. Sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan jumlah (kuota) yang diinginkan.

Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Langkah-langkah penerapan adalah a) Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang dikehendaki; b) Melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti sebelum melakukan sampling.

20. Sampel Aksidental adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber sata. Contohnya, Penelitian tentang kenyaman adanya jembatan baru. Peneliti bertemu dengan siapa saja yang lewat jembatan tersebut dan apabila cocok maka orang yang lewat jembatan bisa dijadikan sumber data.

21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakteristik yang diperoleh dalam pengambilan sample. Langkah-langkah penerapannya : 1. Menentukan populasi yang akan di ambil samplenya 2. Penerapan ukuran sample dapat diketahui jika batas atas kesalahan dugaan dan dasar informasi dari anggota penyusun populasi dan ketelitian yang dinginkan 3. Penarikan sample yang dilakukan secara berulang-ulang akan menghasilkan besaran karakteristik populasi yang berbeda-beda 22.

Purposive sampling menurut sugiyono (2010) adalah teknik untuk menentukan sample penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif. Purposive sampling lebih tepat digunakan oleh para peneliti apabila memang penelitian memerlukan kriteria khusus agar sample yang di ambil nantinya sesuai dengan tujuan penelitian dapat memecahkan masalah dan peneliti dapat memberikan nilai yang lebih representatif.

Sehingga teknik yang diambil dapat memenuhi tujuan yang sebenarnya dilakukan penelitian. Cara penerapannya yaitu : 1. Menentukan karakteristik populasi, 2. Pengambilan sample harus sesuai dengan ciri-ciri, sifat atau karakteristik tertentu, 3. Subjek yang di ambil harus benar-benar merupakan subjek yang banyak ciri-cirinya yang terdapat pada populasi. 23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : a) Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya.

b) Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan. c) Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24.Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus-menerus semakin besar.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang penggunaan sosial media yang berlebihan pada kalangan remaja di suatu wilayah.Sampel mula-mula adalah 5 orang remaja,kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti.

Langkah-langkah penerapannya : Mula-mula kita dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel juga,sampai seterusnya.Sehingga jumlah sampel semakin banyak. • 1. Pengertian subjek dan objek penelitian a. Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi).

Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian, didalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. b. Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian.

Sifat keadaan berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bias juga berupa proses.

2. Populasi dan sampel a. Menurut (Sugiyono, 2011:80) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Jadi populasi adalah keseluruhan dari apa yang akan di teliti yang kemudian dapat di tarik kesimpulannya. b. Sampel adalah sebagian dari populasi yang di teliti, dan di anggap dapat mewakili populasinya.

3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian adalah membantu peneliti mengumpulkan informasi dalam waktu yang relatif singkat, dan juga dapat membantu peneliti dalam memahami sifat keadaan dari subjek yang di teliti. Sifat keadaan tersebut dapat berupa kuantitas dan kualitas yang berupa tingkah laku, kegiatan, pendapat, dan bisa juga proses. 4.Syarat-syarat menjadi subjek penelitian.Ada beberapa kriteria untuk menjadi subjek dalam penelitian: A. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu,bukan sekedar mengetahui tetapi juga menghayatinya.

B. Mereka yang masih terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti. C. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi. D. Mereka yang mempunyai waktu untuk dimintai informasi.

E. Mereka yang mulanya tergolong cukup asing dengan peneliti,sehingga akan lebih memacu semangat untuk dijadikan narasumber. 5.Cara menentukan subjek penelitian adalah harus sesuai dengan permasalahan yang kita angkat dalam penelitian.Dalam penelitian kuantitatif,dimana subjek penelitian diambil dengan menggunakan sistem sampling,sehingga semakin banyak sampel,maka akan semakin memperkecil jumlah kesalahan dalam pengumpulan data.Sedangkan dalam penelitian kualitatif jumlah sampel atau subjek yang diteliti tidak begitu berpengaruh.Disini kita benar-benar fokus pada permasalahan yang kita angkat dan kita mencoba untuk mengorek keterangan sedalam-dalamnya dan sedetail-detailnya.

6.Penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, jika tidak ada subjek dan objek yang diteliti maka tidak dapat melakukan sebuah penelitian. Karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut. Intinya kita menggunakan subjek dan objek tersebut pada saat akan melakukan penelitian berlangsung 7. Perbandingan mempelajari subjek dan objek penelitian dengan mempelajari sampel dan populasi sebenarrnya hampir sama, tetap untuk satu tujuan yaitu untuk penelitian.

Dengan mempelajari sampel dan populasi akan mempermudah kita dalam penelitian seperti dalam sampel adalah dengan penggunaan sampel akan menghemat biaya, waktu, dan tenaga dalam pelaksanaanya. Sama saja dengan populasi, manfaatnya mempelajari populasi kita dapat mengetahui dan mempelajari objek apa saja yang akan kita teliti dalam penelitian nanti.

Populasi itu sendiri berhubungan dengan data, tetapi bukan orangnya. 8. Karena di dalam dunia pendidikan, akan sangat sulit untuk dilakukan penelitian jika yang di teliti semua variable yang terkait di dalamnya. Selain itu juga akan memakan waktu yang sangat lama dan dana yang tidak cukup sedikit.

Untuk itu peneliti hanya akan mengambil sampel dari apa yang akan di teliti supaya lebih cepat, akurat dan efisien. Dan yang paling penting disini jika populasi nya besar, dengan menggunakan sampel peneliti akan sangat cermat sehingga variable yang diteliti tidak akan terlewat.

9. Manfaat sampel dalam penelitian yaitu : a. Menghemat dari segi waktu, tenaga dan biaya karena subjek penelitian sampel relatif lebih sedikit dibanding dengan study populasi. b. Dibanding dengan penelitian populasi penelitian sampel lebih baik karena apabila penelitian populasi terlalu besar maka dikhawatirkan ada yang terlewati dan lebih merepotkan.

c. Pada penelitian populasi akan terjadi kelelahan dalam pencatatan dan analisisnya. d. Dalam penelitian populasi lebih bersifat destruktif. e. Adakalanya penelitian populasi tidak lebih baik dilaksanakan karena terlalu luas populasinya.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan yaitu : 1. Sampel harus representative dan mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin. 2. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilakukan sama.

3. Pengambilan sampel harus sederhana, dan mudah dilaksanakan. 4. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal. 11. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel atau pengambilan sampel secara acak.

Sedangkan non probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan.

12. Perbedaan Pada probability sampling semua elemen memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sebuah sampel sehingga teknik ini tidak memiliki kendala penelitian terhadap kemungkinan elemen yang akan terpilih menjadi sampel. Sedangkan pada non probability sampling, hanya hanya beberapa elemen yang mempunyai peluang untuk dijadikan sampel, dengan demikian temuan hasil studi yang menggunakan sampel jenis ini tidak dapat langsung digeneralisasikan sebagai hasil penelitian terhadap populasi.

Persamaan Sama-sama harus representatif dan mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin. 12. Persamaan dan perbedaan probability sampling dan non probability sampling Persamaan yang terdapat pada probability sampling dan nonprobability sampling yaitu sama-sama berguna untuk menentukan sampel walaupun cara penerapannya berbeda. Probability sampling secara acak dan non probability tidak secara acak, akan tetapi hal itu sama-sama bertujuan untuk menentukan sampel penelitian.

Sedangkan perbedaan Probability sampling dan non probability, Probability sampling merupakan teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel secara random atau acak. probability sampling ini memiliki jenis-jenis, diataranya yaitu : simple random sampling,systematic sampling,stratified random sampling,cluster sampling,area sampling,double sampling. Sedangkan non probability sampling merupakan tekteknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi yang dipilih menjadi sampel.

Jenis-jeis non probability sampling yaitu : Sampel Kuota,Sampling Aksidental,Judgement Sampling,Purposive Sampling,Sampling Jenuh,Snowball Sampling.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian yaitu dalam praktiknya, pengambilan sampel dilakukan dengan pengambilan satu pelaku unit yang ada, biasanya menggunakan table angka random sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh. Penerapan table angka random tersebut merupakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun dalam random dan tersusun secara acak.

Etelah sampel diperoleh maka setiap sampel yang dipilih diamati diukur atau dicatat menggunakan excel. 14. Sistematis sampling adalah sampling yang digunakan apabila peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambilan data secara random, maka cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan. Cara ini menuntut pada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis, yaitu unsur populasi yang bias dijadikan sampel adalah yang keberapa. Misalnya, setiap unsur populasi yang keenam, yang bias dijadikan sampel.

Soal ‘keberapa’ nya satu unsur populasi bias dijadikan sampel tergantung pada ukuran populasi dan ukuran sampel. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling yaitu: a.Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi b. Membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan kelompok harus kecil atau sama dengan populasi c.Menentukan secara acak satu unit sampel pertama yang terbentuk 16.

Dalam probability sampling terdapat jenis sampling lainnya yaitu stratified sampling atau sampling berstrata. Artinya apabila probability sampling adalah tekhnik sampling yang memberikan hak dan kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk bisa menjadi anggota sampel begitupun stratified sampling.

Stratified sampling juga teknik sampling sampling yang memberikan hak dan kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk bisa dipilih menjadi anggota sampel. Stratified sampling ini digunakan pada populasi yang bersifat heterogen. Langkah penerapannya antara lain : a. Apabila dalam suatu populasi terbagi menjadi strata-strata yang berbeda maka menggunakan stratified sampling, b.

Artinya peneliti mengambil sampel dengan porsi yang sama dari setiap strata populasi agar adil dan sampel tetap mewakili populasi, c. Porsi yang dimaksud adalah saat pengambilan sampel, peneliti harus mengetahui perbandingan atau selisih jumlah dari setiap strata dari sebuah populasi, jadi bukan berarti mengambil jumlah sampelyang sama dari setiap populasi tetapi mengambil sampel dengan jumlah porsi yang sama.contohnya : • Apabila dalam suatu populasi terdapat dua strata.

Strata pertama beranggotakan 16 subjek. Sedangkan strata kedua hanya beranggotakan 8 subjek, maka jumlah anggota strata pertama adalah dua kali lipat jumlah strata kedua. Maka peneliti bisa mengambil 4 subjek dari strata pertama dan 2 subjek dari strata kedua. Sampel yang diambil ini tidak memiliki jumlah yang sama tetapi keduanya tetap mewakili strata masing-masing dan akan menghasilkan gambaran yang representatif yaitu dengan tetap memilih jumlah sampel strata pertama yang tetap berjumlah dua kali lipat dari strata kedia.

17. Cluster sampling atau sampling wilayah adalah tekhnik sampling daerah yang digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti sanagt luas. Berikut langkah-langkah penerapannya : a. Apabila objek yang akan diteliti sangat luas dan didalam populasi tersebut terdapat kelompok-kelompok strata ataupun terbagi menjadi beberapa kelompok sendiri maka digunakan cluster sampling atau sampling wilayah, b.

Teknik sampling ini akan membagi populasi berdasarkan wilayah-wilayahnya, maka setiapkelompok wilayah tersebut kemungkinan juga memiliki sifat yang tidak homogen c. Pengambilan sampel dari setiap wilayah dengan jumlah yang sama. Contohnya apabila suatu penelitian dilakukan untuk meneliti tentang pns di provinsi jawa timur, maka peneliti akan membaginya menjadi kelompok kabupaten-kabupaten. Dari setiap kabupaten tersebut peneliti akan mengambil sampel dengan jumlah yang sama semisal 1 subjek dari setiap kecamatan didalam satu kabupaten.

Walaupun tiap kabupaten diprovinsi jawa timur memiliki jumlah kecamatan yang tidak sama, tetapi sampel yang diambil dari setiap wilayah adalah dengan jumlah yang sama. 18. Perbedaan dari stratified sampling dengan cluster sampling : • Stratified sampling memilih sampel dengan acak berdasarkan strata-strata yang ada dalam populasi dengan porsi yang sama sedangkan dalam cluster sampling, peneliti memilih sampel yang dibedakan menjadi wilayah-wilayah yang ada pada daerah populasi dengan jumlah yang sama tiap wilayahnya.

• Analisis pada stratified sampil dilakukan pada elemen-elemen dalam strata yang dijadikan sampel sedangkan analisis pada cluster sampling dilakukan pada populasi kelompok. • Dalam stratified sampling yang dipelajari adalah setiap elemen acak yang dipilih dari tiap strata sedangkan dalam cluster sampling, hanya cluster yang dipilihlah yang akan dipelajari. 19. Sampling kuota juga termasuk dalamnon probability sampling yang artinya teknik sampling ini juga tidak memberikan hak dan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk menjadi sampel.

Teknik sampling kuota adalah teknik sampling dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan denga pertimbangan tertentu. Langkah-langkah penerapannya antara lain : • Peneliti membedakan subjek dalam sebuah populasi menjadi kelompok-kelompok dengan ciri-ciri tertentu, misalnya dalam sebuah populasi, peneliti membedakan subjek dengan berdasarkan tingakatan usia atau jenis pekerjaan.

• Peneliti menentukan kuota yang akan digunakan dalam penelitian. Apabila kuota yang diinginkan ada 100 orang maka penelitian tidak akan berhenti sampai kuota terpenuhi. 20. Aksidental sampling adalah tekhnik sampling dari non probability sampling, artinya tekhnik sampling ini tidak memebrikan hak ataukesempatan yang sama rata pada semua anggota populasi untuk bisa dijadikan sampel.

Aksidental sampling adalah tekhnik sampling berdasarkan faktor spontanitas artinya siapapun yang tidak sengaja ditemui oleh peneliti maka dia akan dijadikan sampel. Contohnya : • Apabila peneliti melakukan penelitian tentang kesehatan nelayan disuatu daerah, maka peneliti akan melakukan observasi dan terjun kedaerah yang diteliti tersebut. Kemudian siapapun yang dijumpai peneliti ditempat penelitian akan dijadikan sampel penelitian tanapa mempertimbangkan jumalah populasi dan kemungkinan adanya strata ataupun wilayah yang mungkin akan jadi faktor pembeda.

21. Judgement sampling (purposive sampling) adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Langkah penerapanya yaitu peneliti memilih sampel yang menurutnya layak dan mampu memberikan keterangan yang baik, kemudian peneliti menarik kesimplan.

22. Menurut Sugiyono (2010) Purposive Sampling adalah teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif.

Cara penerapanya yaitu :Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias, Tentukan kriteria-kriteria, Tentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang teliti, Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria.

23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan: a. Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel.

b. Akurasi mengacu pada sifat dan karakter sampel. c. Sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24. Snowball sampel adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel. Misalnya akan dilakukannya penelitian tentang banyaknya anak sekarang yang suka bermain game daripada belajar dan mengerjakan tugas.

Sampel pertama 3 remaja,kemudian terus berkembang pada pihak yang lain sehingga sampel terus berkembang sampai ditemukannya informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang akan diteliti.  Langkah penerapan : Mula-mula kita data dari jumlah sampel yang kecil kemudian dari sampel ini disuruh memilih teman untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel seterusnya.sehingga jumlah sampel semakin banyak.

• 1. Pengertian subjek dan objek penelitian • Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi).

Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian, didalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. 2. Yang dimaksud dengan populasi dan sampel • Populasi Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapka oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan populasi tidak hanya orang atau makhluk hudup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya.

Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik. • Sampel Merupakan sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi.

3. Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian yaitu kita bisa meneliti suatu hal misalnya orang, benda, dan lain lain, yang hasilnya dapat kita simpulkan hasilnya. Dari situ kita dapat menentukan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Dengan mempelajarinya kita juga dapat pengetahuan yang mendalam mengenai penelitian dan tata caranya sehingga akan memudahkan kita dalam melakukan penelitian di masa yang akan datang.

4. Syarat menjadi subjek penelitian • Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya. • Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan. • Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam. • Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. • Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

5. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan subjek suatu penelitian, Sugiyono (2007: 52) berpendapat bahwa cara menentukan subjek penelitian yaitu dengan jalan peneliti memasuki situs sosial tertentu, melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi sosial tersebut.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa observasi, wawancara, atau keterangan dari pihak yang berwenang dapat digunakan untuk menentukan subjek penelitian, sehingga tidak semua orang bisa dijadikan sebagai subjek penelitian.

6. Menggunakan istilah subjek dan objek penelitian yaitu pada saat peneliti telah menyimpulkan kalau penelitiannya dapat dilaksanakan. Dalam hal ini peneliti telah menyiapkan subjek penelitian beserta objeknya, subjek berarti sesuatu yang akan dituju untuk diteliti oleh peneliti, dan objek yaitu sifat dari sesuatu subjek yang akan diteliti tersebut. Sehingga subjek dan objek penelitian adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu penelitian.

7. Manfaat mempelajari populasi dan sampel yaitu untuk mengetahui perbedaan antara populasi dan sampel dalam penelitian, dengan memahami pengertian sampel dan populasi dapat memudahkan peneliti dalam proses penelitian, dapat memberikan informasi yang mendalam dalam penelitian.

8. Karena jika menggunakan populasi dengan jumlah yang begitu banyak maka peneliti akan kesusahan. Misalnya seorang peneliti akan meneliti metode yang digunakan mengajar oleh guru di suatu provinsi, tidak mungkin peneliti mendatangi dan mewawancarai seluruh guru di provinsi tersebut. Jadi diambilah sebagian dari guru untuk di teliti dengan syarat guru tersebut dapat mewakili guru-guru lain. Jadi peran sampel sangat penting karena membantu memudahkan peneliti dalam melakukan tugasnya.

9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian pendidikan adalah: 1. Memudahkan peneliti karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan populasi, selain itu bila populasinya terlalu besar di kawatirkan akan terlewati.

2. Penelitian lebih efektif dan efisien, dan waktu yang di gunakan lebih singkat. 3. Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, artinya jika subjeknya banyak akan dikwatirkan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang diperoleh menjadi tidak akurat. 10. Syarat-syarat mengambil sampel dala penelitian pendidikan adalah: 1. Sampel harus mewakili populasi yang mencerminkkan sifat atau ciri dari populasi semaksimal mungkin.

2. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan,kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari populasi. 3. Pengambilan sampel harus sederhana dan mudah dilaksanakan. 4. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya seminimal mungkin. 11. Yang dimaksud probability sampling dan non probability sampling adalah: -Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

-Non probability sampling adalah teknik yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

12. Persamaan nya: sama-sama digunakan untuk pengambilan sampel. Akan tetapi perbedaannya kalau probability sampling memberikan peluang sama untuk anggota populasi, sedangkan nonprobabbillity sampling tidak memberikan kesempatan atau peluang untuk setiap anggota populasi.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian :Dalam prakteknya, pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil satu per satu unit yang ada (biasanya dengan menggunakan tabel angka random) sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh. Contoh seorang peneliti ingin mengetahui peran guru terhadap hasil belajar siswa disuatu sekolah.

Jumlah siswa terdiri dari 16 orang, untuk mengefesienkan waktu dan tenaga, peneliti mengambil 8 siswa sebagai sampel untuk mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Setelah sampel diperoleh maka setiap sampel (siswa) yang terpilih diamati mengenai hasil yang sedang diteliti. 14. Teknik Sampling Sistematis (Systematic Sampling) dalam penelitian pendidikan adalah teknik atau strategi dalam pemilihan anggota sampel yang hanya dapat diperbolehkan melalui peluang dan sistem untuk menentukan keanggotaan dalam sampel.

Teknik ini juga bisa dikatakan sebagai teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang didasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun identitas tertentu. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling adalah (1) Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, (2) Membagi anggota populasi menjadi kelompok kecil, (3) Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Dalam probability sampling terdapat teknik stratified sampling. Apa yang dimaksud dengan hal tersebut, dan jelaskan pula langkah-langkah dalam penerapannya!

Jawab : Stratified Sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel dengan sangat memperhtikan tingkatan di dalam populasi. Langkah-langkah dalam penerapan : a. Populasi akan di kelompokkan menjadi sub-sub populasi berdasarkan kriteria masing-masing yang dimiliki unsur populasi. Dan masing-masing sub diusahakan homogen. b. Dari masing-masing sub akan di ambil sebagian anggota secara acak dengan proporsional atau disproporsional.

c. Selanjutnya total anggota yang akan diambil ditetapkan sebagai jumlah anggota sampel penelitian. 17. Apa yang dimaksud dengan cluster sampling? Jelaskan langkah-langkah dalam penerapannya! Jawab : Cluster Sampling adalah suatu teknik sampling yang dilakukan secara berkelompok.

Pengambilan sampel jenis ini dilakukan berdasar kelompok atau area (bagian) tertentu. Tujuan metode Cluster Random Sampling antara lain untuk meneliti tentang suatu hal pada bagian-bagian yang berbeda di dalam suatu instansi. Cara pengambilan sampel bila objek yang diteliti atau sumber data sangat luas atau besar, yakni populasinya heterogen, maka caranya adalah berdasarkan daerah dari populasi yang telah ditetapkan. Cluster dilakukan dengan cara melakukan randomisasi dalam dua tahap yaitu randomisasi untuk cluster atau menentukan sampel daerah kemudian randomisasi/menentukan orang/unit yang ada diwilayahnya/dari populasi cluster yang dipilih.

18. Perbedaan stratified sampling dengan cluster sampling adalah : Stratified sampling menggunakan fraksi sampling di masing-masing strata yang sebanding dengan total populasi, alokasi optimum setiap strata proposional dengan standar devinisi dari distribusi dari variabel.

Sedangkan cluster sampling adalah teknik digunakan ketika alam pengelompokan yang jelas dalam populasi statistik, sering digunakan dalam pemasaran. Informasi yang dikumpulkan dari elemen masing-masing grup yang dipilih. 19. Sample kuota percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan teknik untuk menentukan sample dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu hingga jumlah kuota yang diperlukan.

Contoh: melakukan penelitian tentang karies gigi jumlah sample yang dibutuhkan 500 orang, jika pengumpulan data belum memenuhi kuota 500 orang tersebut. Maka penelitian dipandang belum selesai. Bila pengumpulan data dilakukan secara kelompok yang terdiri atas 5 orang pengumpul data, maka setiap anggota kelompok harus dapat menghubungi 100 orang anggota sample, atau 5 orang tersebut harus dapat mencari data 500 anggota sample.

20. Sample aksidental adalah suatu teknik penentuan sample berdasarkan kebetulan, yaitu apabila secara kebetulan bertemu dengan peneliti percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan digunakan sebagai sample. Contoh penelitian tentang pemilu dengan mempergunkan setiap warga negara yang telah dewasa sabagai sample.

Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya hingga jumlah yang diinginkan terpenuhi. 21. Judgement sampling yaitu teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target dan disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Cara penerapan: Sebagai individu harus memiliki sifat yang menarik karena satu-satunya dalam memperoleh informasi dari populasi yang sangat spesifik dan untuk mendapatkan informasi baru yang representatif.

22. Purposive sampling yaitu teknik untuk menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu dan mempunyai sangkut paut yang erat dengan populasi yang diketahui sebelumnya. Cara penerapan : melakukan penelitian tentang disiplin anggota yang dikelompokan dan kita harus memilih sampel yang sudah memenuhi tentang persyaratan dan kriteria yang baik.

23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : a) Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya.

b) Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan. c) Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan.

24. Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus-menerus semakin besar. Misalnya akan dilakukan penelitian tentang penggunaan sosial media yang berlebihan pada kalangan anak anak di suatu daerah. Sampel mula-mula adalah 2 orang anak kecil ,kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti.

Langkah-langkah penerapannya : Mula-mula kita dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel juga,sampai seterusnya.Sehingga jumlah sampel semakin banyak.

• 1. A. Menurut Akunto (1989) Subjek penelitian berperan sebagai objek, hal atau orang dan data untuk variabel penelitian melekat dan perdebatan.

Dalam kata lain subyek penelitian adalah sesuatu yang akan diteliti yang apabila ditelaah lebih lanjut akan menimbulkan beberapa konsep abstrak yang dapat diperdebatkan. Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian.

Apabila subjek penelitiannya terbatas dan masih dalam jangkauan sumber daya, maka dapat dilakukan studi populasi, yaitu mempelajari seluruh objek secara langsung.

Sebaliknya, apabila subjek penelitian sangat banyak dan berada diluar jangkauan sumber daya peneliti, atau batasan populasinya tidak mudah untuk didefinisikan, maka dapat dilakukan study sempel. Subyek penelitian ini juga membahas karakteristik subjek yang digunakan dalam penelitian ini, termasuk penjelasan dari populasi, sampel dan teknik sampling (acak / non-acak) yang digunakan. B. Menurut Sugiono menyatakan bahwa, definisi objek penelitian adalah sebagai berikut: “Objek penelitian merupakan Suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.” (2009:38).

Berdasarkan definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa objek penelitian merupakan sesuatu hal yang akan diteliti dengan mendapatkan data untuk tujuan tertentu dan kemudian dapat ditarik kesimpulan. Objek Penelitian pada dasarnya objek merupakan apa yang hendak diselidiki di dalam kegiatan penelitian. Ada beberapa persoalan yang perlu untuk kita pahami supaya dapat menentukan serta menyusun objek penelitian di dalam metode penelitian dengan baik yaitu berhubungan dengan apa itu objek penelitian di dalam penelitian kualitatif.

Selain itu apa saja objek penelitiannya dan juga kriteria seperti apa yang bisa dijadikan objek dari penelitian yang kita lakukan. 2. A. Populasi Menurut Sugiyono (2008:115), “Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”. Dalam kata lain populasi adalah suatu wilayah apabila seseorang ingin meneliti seluruh elemen yang berada di wilayah penelitian, maka penelitiannya adalah penelitian populasi atau studi populasi.

Populasi juga dapat disebut kelompok besar dari subjek atau objek yang ingin diteliti. B. Sampel Menurut Sugiyono (2008:116) “sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Dapat diartikan bahwa sampel adalah bagian populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Inti dari sampel adalah bagian yang hanya diambil beberapa dari populasi yang bisa mewakili dari keseluruhan populasi yang ada.

Sampel merupakan bagian dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut, dalam populasi yang teliti sudah mampu secara representative dan dapat mewakili populasinya, apabila populasi besar dan kemungkinan peneliti mempelajari semua yang berada dalam populasi.

3. Secara umum manfaat mempelajari materi subjek dan obyek penelitian adalah : • Menghemat waktu, tenaga dan biaya karena subyek penelitian sample relative lebih sedikit di banding dengan study populasi.

• Penelitian sample lebih baik karena penelitian populasi terlalu besar maka di khawatirkan ada yang terlewati dan lebih merepotkan.

• Terjadi kelelahan dalam pencatatan dan analisisnya. • Dalam penelitian populasi sering bersifat destruktif. • Penelitian populasi tidak lebih baik di laksanakan karena terlalu luas populasinya.

Sedangkan secara khususnya adalah a) Membantu agar secepatnya dan teliti yang nantinya dalam menarik kesimpulan dari subjek yang diteliti, b) Mampu membandingkan suatu kejadia yang ditentukan dari subjek lainnya.

Manfaat mempelajari Objek penelitian adalah a) Membantu agar mudah mengetahui bagaimana keadaan dari objek yang diteliti atau yang akan diteliti, b) Membantu agar dapat mengetahui kualitas dan kuantitas dari objek yang diteliti. 4. Syarat-syarat untuk menjadi subjek penelitian adalah: • Harus menguasai atau memahami bukan sekedar mengetahui saja, tetapi juga bisa menghayatinya.

• Mereka yang tergolong masih sedang berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang Diteliti. • Yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil kemasannya sendiri.

• Mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. • Tergolong cukup asing dengan peneliti, sehingga akan lebih memacu semangat untuk dijadikan narasumber.

• Orang yang akan diteliti harus jujur dan bisa dipercaya • Orang yang diteliti memiliki kepatuhan pada peraturan • Orangnya suka berbicara, bukan orang pendiam • Orang diteliti bukan salah satu dari anggora kelompok yang bertikai dengan latar penelitian • Orang yang diteliti memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

‎‎(Moleong, 2013: 132)‎ 5. A. Aktivitas awal dalam proses pengumpulan data adalah menentukan subjek penelitian. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan informasi sebab dari merekalah diharapkan informasidapat terkumpul sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan. B. Cara menentukan subyek penelitian Dalam penelitian kualitatif, pemilihan subjek penelitian dapat menggunakan criterion-based selection (Muhajir, 1993), yang didasarkan pada asumsi bahwa subjek tersebut sebagai aktor dalam tema penelitian yang diajukan.

Selain itu dalam penentuan informan, dapat digunakan model snow ball sampling. Metode ini digunakan untuk memperluas subjek penelitian. Hal lain yang harus diketahui bahwa dalam penelitian kualitatif, kuantitas subjek bukanlah hal utama sehingga pemilihan informan lebih didasari pada kualitas informasi yang terkait dengan tema penelitian yang diajukan. C. Berbeda dengan penelitian kuantitaif pada kegiatan pengumpulan data mutlak dilakukan terlebih dahulu dibandingkan kegiatan analisis data, sedangkan dalam desain kuantitatif, kedua kegiatan ini bisa saling mengisidan sejalan, meski juga dapat dilakukan secara terpisah.

Dalam penelitian kuantitatifpenentuan memang sudah sejak awal dilakukan sejak awal, yaitu saat peneliti mulai membuat rancangan penelitian (proposal penelitian). Dalam proses dilapangan, untuk menentukan siapa yang akan dikenai perlakuan (treatment), akan digunakan teknik sampling yang sesuai dengan kondisi subjek dan lebih penting lagi dapat menjadi wakil populasi yang akan digeneralisasikan.

6. Pada saat menetukan penelitian dan itu membutuhkan subjek dan objek karena dalam penelitian subjek sangat di butuhkan untuk meneliti dan di evaluasi hasil akhirnya untuk mendapatkan kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan, sedangkan objek juga sangat dibutuhkan untuk penelitian misalkan kita meneliti seekor hewan atau batu peninggalan pada zaman kuno.

Dalam meneliti dari awal dilakukan penelitian batu zaman kuno tersebut kita bisa meneliti sejak kapan batu tersebut di tinggalkan dan kenapa batu tersebut di tinggalkan, kita bisa menanyakan kepada juru kunci atau nenek moyang yang mengetahui sejarah peninggalan batu tersebut dan kita bisa menyimpulkan dari penelitian tersebut. Istilah subjek dan objek penelitian dapat digunakann juga ketika adanya sebuah Topik yang akan akan dibahas, misalnya, Pengajaran Guru Kelas yang Keras di SD N 014.

Dari topik, dapat diketahui bahwa objek penelitian “Pengajaran Guru Kelas” dan subjek penelitian “yang Keras”. Ketika sudah ada topik yang akan dibahas barulah kita dapat menentukan subjek dan objek penelitiannya.

7. Dari soal No.3. Perbandingan Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah Objek dan Subjek sangat berkaitan, karena Subjek merupakan sesuatu yang di dalamnya melekat atau terkandung Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan.

Dengan kata lain, Subjek adalah atributnya atau pelengkapnya Objek. Sedangkan Populasi dan sampel juga sangat berkaitan, karena sampel diambil dari anggota populasi yang ada.

Dengan kata lain, anggota sampel adalah bagian dari anggota populasi. Perbandingan antara Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah penelitian Subjek dan Objek berupa satu pokok pembahasan (satu lembaga, unit subjek), didalamnya tidak ada campur tangan populasi dan sampel, karena hanya satu unit subjek yang diteliti.

Beda dengan Populasi dan sampel, Sampel diambil dari beberapa anggota populasi yang ditemui atau yang ada. 8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan? Karena apabila penelitian menggunakan sampel, maka yang bisa didapat adalah sebagai data yang terdapat dalam populasi. Sampel merupakan salah satu unsur dari populasi yang hendak dijadikan suatu objek penelitian.

Apabila penelitian menggunakan sampel, maka yang bisa didapat yaitu ciri-ciri sampel yang diharapkan bisa menaksir ciri-ciri- populasi. Selain itu dalam sampel penelitian sendiri juga terdapat jumlah sampel serta ukuran sampel yang mana memiliki pengertian yang sama dengan ukuran dan jumlah populasi Jadi, apabila meneliti tentang misalnya “Hasil Pembelajaran Menggunakan Dua Kurikulum yang ada, K13 dan KTSP 2006 dalam Sekolah Dasar”, maka peneliti tidak harus meneliti seluruh sekolah yang ada, namun bisa diambil sampelnya dari beberapa sekolah yang masih menggunakan dua kurikulum sekaligus dalam proses pembelajaran.

Selain itu pengambilan sampel dilakukan dalam penelitian karena merupakan sebuah keharusan tanpa dasar yang kuat maka sampel penelitian tidak boleh dilakukan, misalnya pada sensus, Sampel tidak boleh diambil meskipun populasi sangat homogen.

Kualitas data penelitian sangat menentukan hasil yang ditemukan dan kualitas data juga di tentukan oleh kuantitas data. Semakin besar kuantitas data yang didapatkan semakin baik pula hasil penelitian, namun terkadang sebuah penelitian dalam skala besar akan mendapatkan beberapa halangan seperti terkendala dana penelitian dan metode pengumpulan data atau beberapa kasus penelitian data yang dikumpul sudah tidak menunjukkan perubahan yang siginifikan terhadap hasil penelitian oleh karena proses pengumpulan data dihentikan.

9. Manfaat Sampel adalah a) Penggunaan sampel dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga. Kadang kala dalam penelitian terdiri dari elemen-elemen yang ragamnya dan banyak jumlahnya, sehingga tidak memungkinkan peneliti melaksanakan penelitian kepada seluruh anggota populasi yang ada. Oleh sebab itu dengan menggunakan teknik sampling yang benar akan mempermudah peneltian yang dilakukan. b) Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam, c) Teknik Sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian.

Apabila anggota populasi sangat beragam bisa menyebabkan sebuah penelitian menjadi sulit. Sehingga tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kesalahan dalam menarik kesimpulan. Untuk memperoleh data yang representative dalam kaitanya dengan populasi yang/menjadi sasaran penelitian. Bila metode pengambilan sampel yang dipakai tepat, diharapkan individu-individu samel yang diobservasi maupun mewakili seluruh anggota popuasi dan mampu memberi informasi yang terkait dengan populasi yang diteliti.

Informasi yang diperoleh akan menjadi ahan baku bagi pengambilan keputusan. Dalam hal ini agar informasi yang diperoleh bias memenuhi tujuan tersebut dibutuhkan ketepatan dari data yang dikumpulkan.

Agar data yang diambil berguna maka data tersebut haruslah objektif (sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya), representative (mewakili keadaan yang sebenarnya), variasinya kecil, tepat waktu dan relevan untuk enjawab persoalan yang sedang menjadi pokok bahasan. 10. Syarat pengambilan sampel adalah: (1) sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin; (2) sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama; (3) pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan; (4) pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal.

(Soegeng dalam tahir, 2011 : 38). Jadi syarat terpenting yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel ada dua macam yaitu : jumlah sampel yang mencukupi, dan profil sampel yang dipilih harus mewakili, selain itu sampel dapat menghipotesis segala macam hal yang akan terjadi secara tepat dengan cara mudah untuk dilaksanakan. 11. A. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama terhadap seluruh anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sempel secara random atau acak. B. Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada seluruh unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijaksanaan penaliti sendiri. Pada prosedur ini, masing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi elamen-elemen sampel atau tidak. 12. Persamaan probability sampling dan nonprobability sampling adalah kedua teknik sama-sama mengambil sampel dari populasi yang ada.

Perbedaan probability sampling dan nonprobability sampling adalah : A. Probability Sampling, pengambilan sampel dilakukan secara acak; pengambilan sampel tidak melibatkan strata sampel yang akan diambil; teknik pengambilannya merupakan objek yang sangat luas.

Teknik yang digunakan pada Probability Sampling adalah Random sampling, Systematic sampling, Stratified sampling, dan Cluster area sampling. B. Nonprobability Sampling, pemilihan/pengambilan sampel didasarkan pada kebijaksanaan peneliti sendiri; pengambilan sampel siapa saja yang ditemui peneliti dan bila dirasa cocok maka akan dijadikan sampel; teknik pengambilannya merupakan sampel objek yang jumlahnya kecil.

Teknik yang digunakan pada Nonprobability Sampling berbeda dengan Probability Sampling yaitu Sampel Kuota, Sampling Aksidental, Judgement Sampling, Purposive Sampling, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling. 13. Dengan cara menggunakan undian dan tabel bilangan random, caranya adalah: • Cara undian dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip undian, langkah-langkahnya yaitu : – Peneliti mendaftar semua populasi – Masing-masing anggota populasi diberikan nomor, masing-masing dalam kertas kecil-kecil – Kertas-kertas kecil tersebut kemudian digulung – Kemudian masukkan gulungan kertas tersebut kedalam suatu tempat yang dapat digunakan untuk mengaduk sehingga tempatnya tersusun secara acak – Setelah pengadukan dianggap sudah merata, kemudian peneliti atau orang lain yang diawasi peneliti, mengambil lintingan kertas satu persatu sampai diperoleh sejumlah sample yang diperlukan • Menggunakan Tabel Bilangan Random cara ini sangat mudah diimplementasikan dalam penelitian survei dapat menggunakan table bilangan random yang sudah tersedia di sejumlah buku metodeologi penelitian yang secara khusus membahas tentang teknik sampling.

Dibandingkan dengan random cara undian, cara ini lebih mudah dan praktis, dan dapat digunakan pada jumlah sample yang cukup besar. 14. Teknik Sampling Sistematis (Systematic Sampling) dalam penelitian pendidikan adalah teknik atau strategi dalam pemilihan anggota sampel yang hanya dapat diperbolehkan melalui peluang dan sistem untuk menentukan keanggotaan dalam sampel. Teknik ini juga bisa dikatakan sebagai teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang didasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun identitas tertentu.

suatu metode yang melibatkan unsur-unsur dari kerangka sampling yang teratur. Bentuk secara umum dari sampling sistematis adalah sama metode probabilitas, dimana setiap elemen dalam kth frame dipilih, dimana k, sampling interval, dihitung sebagai [1], K = N/n (dimana n adalah ukuran sample, dan N adalah ukuran populasi.) Peneliti harus memastikan bahwa interval pengambilan sample yang dipilih tidak akan menyembunyikan sebuah pola.

Sampling sistematis harus diterapkan jika populasi tertentu secara logika homogen, karena unit sample sistematis secara seragam didistribusikan melalui penduduk. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling adalah (1) Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, (2) Membagi anggota populasi menjadi kelompok kecil, (3) Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. A. Stratified Sampling adalah suatu teknik sampling dimana populasi dibagi kedalam sub populasi(strata), karena mempunyai karakteristik yang heterogen dan heterogenetis tersebut mumpanyai arti terhadap pencapaian tujuan penelitian, maka penelitian dapat mengambil dengan cara ini.

Contoh: Suatu atasan/manager ingin mengetahui sikap meneger terhadap suatu kebaikan. Dia menduga bahwa manager tingkat atas mempunyai sikap yang positif terhadap kebaikan perusahaan. Agar dapat menguji dugaan tersebut maka sampelnya harus terdiri dari manager tingkat atas, menengah, dan bawah.

Kemudian dari masing-masing strata dipilih maneger dengan teknik sample random sampling. B. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling adalah (1) Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, (2) Membagi anggota populasi menjadi kelompok kecil, (3) Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk. Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya.

17. A. Cluster Sampling atau Sampel Wilayah adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan karena adanya perbedaan antara strata satu dengan strata yang lainnya, sehingga melakukan sampel wilayah jika ada perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Jadi, bisa diartinya bahwa sampel wilayah adalah teknik pengambilan yang dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.

Cara pengambilan sample dengan cara gugus, populasi dibagi kedalam satuan-satuan sampling yang besar yang disebut cluster berbeda dengan pembentukan strata, satuan sampling yang ada dalam tiap cluster haus relative heterogen B.

Langkah-langkah penerapannya adalah (1) Membuat kerangka sampel berdasarkan berdasarkan gugus/kelompok; (2) Menentukan jumlah sampel sesuai gugus/kelompok; (3) Menentukan alat (Tabel angka random, undian, kalkulator, komputer) yang digunakan untuk menarik sampel; (4) Memilih sampel masing-masing gugus/kelompok sampai dengan jumlah sampel per gugus/kelompok terpenuhi 18.

Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling adalah A. Startified Sampling, (1) Proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok relatif sebelum sampling; (2) Setiap elemen dalam populasi/kelompok harus strata; (3) Meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling; (4) Fraksi sampling di masing-masing strata yang sebanding dengan total populasi, alokasi optimum setiap strata proposional dengan standar devinisi dari distribusi dari variabel.

Sedangkan. Hal ini dapat menghasilkan rata-rata tertimbang yang memiliki variabilitas kurang artimetik mean dari sampel acak sederhana dari populasi. B. Cluster Sampling, (1) Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau cluster dan sampel kelompok dipilih; (2) Elemen dalam kelompok-kelompok atau suatu sub-sampel dapat dipilih dalam masing-masing kelompok; (3) Memungkinkan ukuran sampel meningkat.

Dengan asumsi ukuran sampel tetap, teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan di antara mereka; (4) teknik digunakan ketika alam pengelompokan yang jelas dalam populasi statistik, sering digunakan dalam pemasaran.

Informasi yang dikumpulkan dari elemen masing-masing grup yang dipilih. 19. A. Sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Contoh: melakukan penelitian tentang karies gigi jumlah sampel yang dibutuhkan 500 orang, jika pengumpulan data belum memenuhi kuota 500 orang tersebut.

Maka penelitian dipandang belum selesai. Bila pengumpulan data dilakukan secara kelompok yang terdiri atas 5 orang pengumpul data, maka setiap anggota kelompok harus dapat menghubungi 100 orang anggota sampel, atau 5 orang tersebut harus dapat mencari data 500 anggota sampel.

B. Langkah-langkah penerapan adalah a) Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu samapi jumlah yang dikehendaki; b) Melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti sebelum melakukan sampling. 20. Sampel aksidental adalah suatu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu apabila secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel.

bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Contoh; penelitian tentang pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan sebagai sampel. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya hingga jumlah yang diinginkan terpenuhi, contoh lain; penelitian tentang kenyaman adanya jembatan baru. Peneliti bertemu dengan siapa saja yang lewat jembatan tersebut dan apabila cocok maka orang yang lewat jembatan bisa dijadikan sumber data.

21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan dimana sampelnya dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakeristik atau kriteria yang dikehendaki dalam pengambilan sampel.

Langkah penerapannya adalah 1) Menentukan populasi yang akan diambil sampelnya; 2) Penerapan besarnya ukuran sampel dapat diketahui apabila diketahui batas atas kesalahan pendugaan dan atas dasar informasi keragaman dari anggota penyusun populasi dan tingkat ketelitian yang diinginkan; 3) Penarikan sampel yang berulang-ulang biasanya menghasilkan besaran suatu karakteristik populasi yang berbeda-beda antar satu sampel ke sampel lainnya. 22. Purposive sampling menurut Sugiyono (2010), adalah teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif.

Purposive sampling lebih tepat digunakan oleh para peneliti apabila memang penelitian memerlukan kriteria khusus agar sampel yang di ambil nantinya sesuai dengan tujuan penelitian dapat memecahkan masalah dan peneliti dapat memberikan nilai yang lebih representatif. Sehingga teknik yang diambil dapat memenuhi tujuan yang sebenarnya dilakukan penelitian.

Langkah Penerapanya adalah : 1) Penentuan karateristik populasi dilakukan dengan cermat; 2) Pengambilan sampel harus berdasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karateristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi; 3) Subjek yang diambil sebagai sampel benatr-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.

23. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel apabila seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sampling jenuh sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.

Dapat diterapkan dalam penelitian pendidikan semisal; seorang tenaga pendidik ingin mengetahui pengaruh tingkat kemampuan menyimak didalam satu kelas menggunakan media audio visual di kelas V SD akan lebih efektif penerapannya apabila siswa di kelas tidak lebih dari 30 orang karena akan lebih mudah mengetahui tingkat solusi per individu mengingat kemampuan anak pula yang berbeda jadi, nantinya tingkat hipotesis yang mendekati akan didapat bahkan mendapat kesimpulan yang tepat dari penelitian yang didapat.

24. Snowball sampling adalah metode sampling dimana sampel diperoleh melalui proses bergulir dari satu responden ke responden yang lainnya, biasanya metode ini diguanakanuntuk menjelaskan pola-pola sosial atau komunikasi suatu komunitas tertentu. Misalnya: meneliti para narkoba. Jika sudah ditemukan satu orang pengguna makadari orang tersebut akan digali informasi siapa saja teman-teman yang sama mengkonsumsi narkoba.

Dalam snowball sampling, identifikasi awal dimulai dari seseorang atau kasus yang masuk dalam kriteria penelitian. Kemudian berdasarkan hubungan langsung maupun tidak langsung dalam jaringan, dapat ditemukan responden berikutnya. contoh lain misalnya : meneliti para narkoba.

Jika sudah ditemukan satu orang pengguna makadari orang tersebut akan digali informasi siapa saja teman-teman yang sama mengkonsumsi narkoba. Dalam snowball sampling, identifikasi awal dimulai dari seseorang atau kasus yang masuk dalam kriteria penelitian. Kemudian berdasarkan hubungan langsung maupun tidak langsung dalam jaringan, juga dapat ditemukan responden berikutnya.

Demikian seterusnya proses sampling ini berjalan sampai didapatkan informasi yang cukup dan jumlah sampel yang memadai dan akurat untuk dapat dianalisis guna menarik kesimpulan.

• 1. Yang dimaksud dengan subjek dan objek penelitian yaitu ; a. Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik itu berupa orang, benda, ataupun lembaga (organisasi).

Subjek penelitian yaitu hal yang akan dikenai oleh kesimpulan dari hasil sebuah penelitian. Dimana terdapat objek penelitian di dalam subjek penelitian tersebut. b. Objek penelitian adalah suatu sifat keadaan dari benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dan sarana dalam penelitian. Sifat keadaan yang dimaksud yaitu berupa sifat kuantitas, an kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penelitian,sikap pro-kontra, simpati-antisimpati, keadaan batin dan bisa juga berupa proses.

2. Yang dimaksud dengan Populasi dan Sampel yaitu ; a. Populasi adalah suatu wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakter tertentu dimana ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian akan ditarik sebuah kesimpulan.

dalam populasi terdapat keseluruhan subjek penelitian dimana populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada melainkan meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang telah dimiliki oleh subjek atau objek penelitian. b. Sampel adalah sesuatu yang dapat mewakili atau sebagian dari sebuah populasi yang akan diteliti. Sampel dibutuhkan karena sebuah penelitian akan melaksanakan penggeneralisir hasil.

Dimana menggenalisir merupakan mengambil atau mengangkat sebuah kesimpulan penelitian sebagai suatu yang telah berlaku bagi keseluruhan populasi. Jika didapatkan subjek tidak homogen maka tidak boleh dilakukanya generalisasi.

3. Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian meliputi: a. Manfaat materi subjek penelitian adalah seorang peneliti dapat secepatnya mengambil sebuah keputusan atau kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dan mampu membandingkan suatu permasalahan yang menjadi subjek dan dari faktor yang lainnya.

b. Manfaat materi objek penelitian adalah agar dapat mempermudah mengetahui keadaan objek yang akan diteliti serta dapat membatu mengetahui kulitas dan kuantitas dari objek yang akan diteliti. 4.

Syarat-syarat menadi subjek peneliti yaitu; a. Orang tersebut bersifat jujur serta dapat dipercaya b. Mempunyai kepatuhan atau seorang yang menaati peraturan yang ada. c. Orang yang suka berbicara namun bukan orang yang tidak bisa berbicara atau pendiam. d. Bukan merupakan aggota dari suatu kelompok yang berperan atau ikutserta dalam latar belakang penelitian. e. Mempunyai sebuah pandangan tertentu dalam melihat atau megamati sebuah peristiwa yang terjadi.

5. Cara menentukan subjek penelitian yaiitu a. Melalui keterangan orang yang berwenang.‎ Cara ini bisa dilakukan dengan formal maupun secara informal. Ada yang perlu diingat dalam hal menentukan subjek dengan melalui orang berwenang yaitu jangan sampai memilih ‎informan yang berperan ganda, berperan ganda yang dimaksud disini yaitu ia berperan sebagai pegawai dan sebagai ‎informan pembantu peneliti, dimana memungkinkan juga ia ditugaskan untuk memata-matai ‎peneliti.‎ b.

Melalui wawancara pendahuluan.‎ Dalam wawancara ini, peneliti menilai berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang telah ‎disinggung dalam subjek penelitian. Penentuan subjek penelitian dapat dicontohkan misalnya ‎penelitian mengenai “Hubungan antara Kelengkapan Alat Laboratorium dengan ‎Prestasi Belajar Mapel IPA Siswa SMA”.

Untuk mencari jawaban atas ‎problematika tersebut, peneliti perlu merinci terlebih dahulu problematika yang ‎diajukan. Dengan kata lain seorang peneliti dalam mencari jawaban dari permasalahan yang ada dia telah memiliki konsep dari permasalahan tersebut. 6. Subjek dan objek penelitian digunakan oleh peneliti saat ia meneliti sebuah kejadian dan melaksanakan penelitian tersebut menggunakan penelitian kualitatif dimana dalam sebuah penelitian tersebut terdapat objek dan subjek yang mencukupi untuk dilakukannya sebuah penelitian.

7. Dari soal No.3. Perbandingan Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel yaitu: Objek dan Subjek sangat berkaitan, karena Subjek merupakan sesuatu yang di dalamnya terdapat sebuah Objek. Dengan kata lain, Subjek adalah pelengkap sebuah Objek. Sedangkan Populasi dan sampel juga sangat berkaitan, karena sampel diambil dari anggota populasi yang ada. Dengan kata lain, anggota sampel adalah bagian dari anggota populasi. Perbandingan antara Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah penelitian Subjek dan Objek berupa satu pokok pembahasan (satu lembaga, unit subjek), didalamnya tidak ada campur tangan populasi dan sampel, karena hanya satu unit subjek yang diteliti.

Beda dengan Populasi dan sampel, Sampel diambil dari beberapa anggota populasi yang ditemui.

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan

Namun, Objek, Subjek, Populasi, dan Sampel sangatlah berkaitan. Subjek ada karena adanya objek, objek tidak ada bila tidak ada sampel, sampel ada karena adanya populasi, dan populasi ada apabila anggotanya ada lebih dari 30 orang. 8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan karena dalam penelitian ada dua cara yaitu dengan menggunakan pengumpulan data sampel dan pengumpulan data keseluruhan, jika penelitian menggunakan data sampel maka hanya akan di ambil beberapa sampel saja sebagai dukungan dari pengambilan kesimpulan sedangkan jika penelitian menggunakan pengumpulan data keseluruhan maka akan memakan waktu yang lama.

Sampel yang dibutuhkan dalam penelitian yag dimaksud disini yaitu apabila kita meneliti peranan guru dalam penerapan kurikulum 2006 dan kurikulum 20113 maka kita hanya mengambil sampel dari beberapa sekolah yang masih menggunakan kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 sebagai bahan peneliian yang akan dilakukan.

9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian adalah dapat menghemat uang, waktu, dan tenaga. Mengapa demikian karena dalam sebuah penelitian sudah pasti akan banyak poin-poinnya dan elemen-elemnya diamana dalam penarikan masalah tidak memungkinkan untuk seorang peneliti mengambil dari populasi sedangkan hal tersebut akan memakan waktu yang lama dengan menggunakan sampling yang benar maka akan didapatkan sebuah penelitian yang mudah.

Selain itu dengan menggunakan sample juga tidak dapat merusak populasi yang dimaksud disini yaitu untuk menguji beberapa kasus seperti uji granat, uji penembakan dan lain sebagainya. Dan yang terakhir penelitian menggunakan sampel lebih praktis atau mudah dibandingkan dengan penelitian menggunakan populasi.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan a. Mewakili populasi (Representatif) dimana dalam penjelasan semua terperinci tanpa terpengecualian. b. Menentukan presisi, tingkat ketetapan, kesalahan baku (standar eror) yaitu suatu sampel yang bisa menentukan sesuatu dari tingkatan-tingkatan baik itu ketetapan ataupun kesalahan baku.

c. Sederhana yaitu sampel yang di ambil tidak terlalu susah dimana tingkatan sampel masih di bawah populasi.

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan

d. Mudah dilaksanakan dengan kata lain sampel haruslah dapat di capai dengan mudah. e. Memberi banyak keterangan f. Sampel harus bersifat Efisien terhadap biaya. 11. Yang dimaksud dengan probability sampling dan non probability sampling yaitu: a.

Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih menjadi sample. Dengan menggunakan teknik ini berarti tidak ada kendala apapun untuk melakukan penelitian terhadap kemungkinan atau probabilitas dari elemen manapun jika terpilih sebagai sample.

Sedangkan b. Non Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijaksanaan penaliti sendiri. Pada prosedur ini, masing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi elamen-elemen sampel atau tidak 12.

Persamaan dan Perbedaan dari Probability sampling dan non Probability Sampling yaitu: a. Persamaan Probability Sampling dan non Probability Sampling yaitu kedua model tersebut sama-sama mengambil sampel dari populasi yang ada tanpa mencari-cari sampel yang tidak ada. b. Perbedaan Probability sampling dan non Probability Sampling yaitu: 1.

Jika Probability sampling memiliki empat teknik pengambilan sampel yaitu:  Random sampling yaitu suatu sampel yang di ambil secara acak tanpa memperhatikan strata atau pangkat pada suatu populasi. Dan digunakan apabila suatu anggota populasi homogen.  Systematic sampling adalah suatu sampel yang diambil sesuai dengan nomer urut pada suatu populasi, sehingga seorang peneliti bisa menentukan sampel yang akan diambil berdasarkan nomor genap ataupun nomor ganjil serta nomer kelipata yang telah tertera pada populasi.

 Stratified sampling adalah sebuah sampel yang diambil apabila populasi terbagi atas tingkatan atau strata yang berbeda. Dimana seorang peneliti dapat mengambil sebuah sampel dari setiap anggota strata dengan porsi atau jumlah yang sama.

 Cluster area sampling adalah pengambilan sebuah sampel yang dilakukan apabila ada perbedaan antara strata satu dengan yang lain.

Dimana hal tersebut berlangsung apabila ada sebuah perbedaan wilayah yang satu dengan yang lainnya. Dengan demikian maka akan dilakukan dengan mengambil perwakilan dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. Sedangkan 2. Non Probability Sampling terbagi atas enam teknik pengambilan sampel yaitu:  Sampel kuota adalah penentuan suatu sampel secara bebas dari sebuah populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan sang peneliti terpenuhi.  Sampling Aksidental adalah pengambilan suau sampel dengan cara memilih sampel sesuai dengan yang dijumpai di tempat penelitian tersebut berlangsung.

 Judgement Sampling adalah suatu cara dalam pengambilan sampel, dimana siapa yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dan juga dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli.  Purposive Sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan tujuan tertentu saja.  Sampling Jenuh adalah suatu pengambilan sampel dengan cara jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel dan jiika jumlah populasi relatif kecil.

 Snowball Sampling adalah pengambilan sampling dengan bermula dari jumlahnya keci, kemudian sampel ini diminta untuk memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Dan begitu seterusnya hingga jumlah sampel semakin banyak. 13. Penerapan rondom sampling dalam penelitian yaitu: 1. Dengan cara di adakan undian: a. Semua anggota populasi diberi nomor urut b.

Nomor urut tersebut ditulis dalam kertas kecil, digulung, dan dimasukan ke dalam sebuah kotak; dan c. Keluarkan satu persatu sebanyak jumlah sampel yang dibutuhkan. 2. Dengan menggunakan tabel bilangan random a. Semua anggota populasi diberi nomor urut b. Tentukan jumlah sampel yang akan diambil, dan c.

Pilih nomor-nomor yang sesuai dengan bilangan yang terdapat dalam daftar bilangan random yang akan digunakan. 14. Yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan adalah suatu sampel yang diambil sesuai dengan nomer urut pada suatu populasi, sehingga seorang peneliti bisa menentukan sampel yang akan diambil berdasarkan nomor genap ataupun nomor ganjil serta nomer kelipata yang telah tertera pada populasi.

Dengan kata lain seorang peneliti yang menggunakan sampling sistematis harus mempersapkan nomor urut dalam sebuah populasi sehingga dapat dilaksanakan teknik sampling sistematis dalam penelitiannya.

15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systemacic sampling yaitu: 1) Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi. 2) Membagi anggota populasi menjadi kelompok kecil. 3) Menentukan secara acak suatu sampel pertama dari kelompok pertama yang terbentuk, Sampel kedua, ketiga dan selanjutnya. Kemudian secara sistematis atau urut dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya di ambil sampel seperti kelompok sebelumnya.

16. Yang dimaksud dengan Stratified Sampling adalah cara mengambil sample dengan memperhatikan strata (tingkatan) didalam populasi. Dalam stratified data sebelumnya dikelompokan kedalam tingkat-tingkatan tertentu, seperti tingkatan tinggi, rendah, sedang atau baik. Selanjutnya sample diambil dari tiap tingkatan tersebut. Sedangkan langkah-langkah dalam penerapannya yaitu: 1.) Populasi dikelompokan menjadi sub-sub populasi berdasarkan kriteria tertentu yang dimiliki usur populasi.Masing-masing sub populasi diusahakan homogen.

2.) Dari masing-masing sub selanjutnya diambil sebagian anggota secara acak dengan komposisi proporsional atau disproporsional. 3.) Total anggota yang diambil ditetapkan sebagai jumlah anggota sample penelitian. 17. Yang dimaksud dengan cluster sampling adalah teknik yang digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster. Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.

Sedangkan langkah-langkah dalam percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yaitu: 1) Membuat kerangka sampel berdasarkan kelompok. 2) Menentukan jumlah sampel sesuai kelompok. 3) Menentukan alat (Tabel angka random, undian, kalkulator, komputer) yang digunakan untuk menarik sampel.

4) Memilih sampel masing-masing kelompok sampai dengan jumlah sampel perkelompok terpenuhi. 18. Perbedaan dari stratified sampling dengan cluster sampling yaitu : a. Stratified sampling: 1. Populasi terbagi atas tingkatan atau strata yang berbeda. 2. Pengambilan sampel dari setiap strata dengan porsi yang sama. b. Cluster sampling 1. Dilakukan bila ada perbedaan antara strata satu dengan yang lain 2.

Adanya perbedaan wilayah satu dengan yang lain. 3. Pengambilan sampel dengan perwakilan dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. 19. Yang dimaksud dengan sampel kuota adalah teknik untuk menetukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah kuota yang diinginkan. Sedangkan langkah-langkah dalam penerapnnya yaitu: 20.

Yang dimaksud dengan Sampel Aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu sesuai sebagai sumber data.

Dalam teknik sampling aksidental, pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung saja mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui. Contoh dari sampel Aksidental yaitu: Penelitian terhadap mudah tidaknya jalan menuju tempa wisata berpengaruh terhadap wisatawan yang datang.

Jika peneliti menerapkan sampel aksidental maka siapa saja yang ia temui saat meneliti dan dirasa cocok dengan salah satu sampel yang dibutuhkannya maka orang tersebut dapat menjadi sumber data sang peneliti.

21. Yang dimaksud dengan judgement sampling adalah suatu teknik pengsmbilan sampel dengan cara yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan dan dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli. Atau dapat diartikan juga adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Langkah-langkah dalam peerapannya: 1) Menentukan populasi yang akan diambil sampelnya.

Apabila peneliti dapat menemukan populasi yang tepat untuk diambil sampel maka akan mudah dalam melakukan penelitian; 2) Penerapan besarnya ukuran sampel dapat diketahui apabila diketahui batas atas kesalahan pendugaan dan atas dasar informasi keragaman dari anggota penyusun populasi dan tingkat ketelitian yang diinginkan; 3) Penarikan sampel yang berulang-ulang biasanya menghasilkan besaran suatu karakteristik populasi yang berbeda-beda antar percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan sampel ke sampel lainnya.

22. Yang dimaksud dengan Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling, didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Maka dengan kata lain, unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian atau permasalahan penelitian.

Langkah penerapannya yaitu: 1) Penentuan karateristik populasi dilakukan dengan cermat; 2) Pengambilan sampel harus berdasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karateristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi; 3) Subjek yang diambil sebagai sampel benatr-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.

23. Syarat Sampling Jenuh adalah Jika semua anggota populasi menjadi sampel dan jika anggota populasi relatif kecil atau sedikit yaitu kurang dari 30 orang.

24. Langkah-langkah penerapan Snowball Sampling adalah a) Mengidentifikasi, memilih, dan mengambil sampel dalam suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus. b) Peneliti menyajikan suatu gambar (lingkaran, diagran, sosiogram) yang dikaitkan atau dihubungkan dengan garis-garis. • 1. Yang dimaksud dengan subjek dan objek penelitian adalah sebagai berikut : a. Subjek penelitian merupakan sesuatu yang diteliti yang digunakan dalam sebuah penelitian baik orang, benda, atau lembaga (organisasi).

Subjek penelitian merupakan sesuatu yang akan diteliti atau bahan untuk sebuah penelitian yang akan dilakukan. Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian.

Di dalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. Penelitian tidak dapat dilakukan jika tidak ada subjek penelitian. Jadi subjek penelitian sangat penting dalam sebuah penelitian. b. Objek penelitian merupakan sifat keadaan dari sebuah benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatiansesuatu yang diteliti dan sasaran penelitian atau juga bisa disebut sebagai sifat dari sebuah subjek penelitian.

Sifat dan keadaan yang dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati,keadaan batin, dan bisa juga berupa proses. Jadi subjek penelitian itu mempunyai sifat keadaan yang dinamakan objek penelitian. 2. Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dimaksud dengan populasi dan sampel adalah sebagai berikut : a. Populasi adalah totalitas atau keseluruhan dari semua objek atau individu yang memiliki ciri tertentu, jelas, dan lengkap yang akan diteliti.

Dengan kata lain populasi adalah kumpulan dari keseluruhan pengukuran, objek, atau individu yang sedang dikaji. Jadi populasi adalah ciri yang dimiliki atau yang terdapat dalam keseluruhan subjek atau objek penelitian yang ditetapkan oleh peneliti yang dapat diteliti dan dipelajari sehingga dapat ditarik kesimpulan.

b. Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui suatu cara tertentu yang juga memiliki ciri tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi. Dengan kata lain pengertian sampel adalah sebagian kecil dari sebuah populasi yang mempunyai subjek homogen sehingga bisa diteliti dan ditarik kesimpulan.

3. Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian adalah sebagai berikut : Membantu peneliti agar secepatnya dalam melakukan penelitian dan sangat teliti mungkin dalam meneliti serta dapat membenamkan diri dalam konteks setempat, terutama bagi peneliti yang baru memulai dan yang belum mengalami latihan etnografi dan agar dalam waktu yang relatif singkat banyak informasi yang terkumpul sebagai sampel internal karena informan dimanfaatkan untuk berbicara, bertukar pikiran atau membandingkan suatu kejadian yang ditentukan dari subjek lainnya dapat dilakukan sehingga penelitian akan berjalan dengan baik.

4. Syarat-syarat agar menjadi subjek penelitian adalah : a. Subjek tersebut harus mempunyai sifat yang jujur dan dapat dipercaya. b. Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan.

c. Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam. d. Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang berselisih dalam latar penelitian. e. Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. 5. Cara menentukan subjek penelitian adalah dengan jalan peneliti memasuki situs sosial tertentu, melakukan penelitian dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi sosial tersebut (dalam Sugiyono (2007: 52)).

Cara lain bisa dengan mencari tahu terlebih dahulu yang akan dijadikan sebagai subjek penelitian, apakah bisa dijadikan subjek penelitian atau tidak. 6. Penelitian menggunakan istilah “subjek dan objek” penelitian pada saat melakukan penelitian kualitatif, karena pada penelitian kualitatif lebih menekankan kepada proses pengambilan kesimpulan terhadap suatu objek yang sedang diamati.

Biasanya dalam menyimpulkan memperhatikan kesimpulan deduktif atau kesimpulan induktif. Dalam penelitian kualitatif tidak membutuhkan pengujian hipotesis tetapi lebih menekankan pada proses menjawab pertanyaan seputar penelitian yang dilakukan.penelitian kualitatif harus melakukan langkah-langkah penelitian terlebih dahulu karena dengan langkah penelitian akan diketahui secara jelas dari selesainya penelitian dan penelitian kualitatif tidak menggunakan populasi dan sampel.

Dan hasil dari penelitian kualitatif akan berlaku untuk peneliti itu sendiri. 7. Jika manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian adalah agar peneliti dapat meneliti sebaik mungkin agar banyak informasi yang terkumpul sehingga dapat digunakan sebagai sampel penelitian. Sedangkan manfaat populasi dan sampel yaitu jika populasi lebih banyak menggunakan ruang, waktu dan tenaga, sedangkan sampel lebih efisien dan lebih efektif dan lebih mudah untuk digunakan dalam sebuah penelitian.

8. Dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan adalah agar peneliti lebih mudah dalam melakukan penelitian dan penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif mungkin, karena jika penelitian menggunakan populasi akan memakan waktu dan tenaga yang lama sehingga penelitian akan berjalan lama dan jika menggunakan penelitian populasi juga bisa bersifat merusak dan bisa terjadi tidak akurat dari sebuah data.

9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian adalah : a. Penelitian akan lebih mudah dilakukan. b. Penelitian akan lebih efektif dan efisien c. Penelitian akan menghemat waktu dan tenaga. d. Hasil penelitian akan lebih akurat dibanding populasi.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan adalah : a. Sampel yang diambil harus mewakili dari semua populasi yang diambil atau yang ada. b. Sampel yang diambil merupakan bagian dari populasi.

c. Sampel yang diambil harus lebih efisien dan efektif dari populasi. d. Sampel yang diambil harus lebih mudah dilaksanakan. 11. Yang dimaksud dengan probability sampling dan non probability sampling adalah : a. Probability Sampling adalah teori kemungkinan atau teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi, simple random sampling, systematic sampling, stratified sampling, dan cluster area sampling.

b. Nonprobability sampling adalah teori terbatas atau teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel atau diberi batasan.

Teknik sampel ini meliputi, sampling sistematis, kuota, aksidental, purposive, jenuh, snowball. 12. a) Persamaan dari probability sampling dan non probability sampling. Sama sama memberikan peluang terhadap unsur populasi untuk dipilih menjadi sebuah sampel yang digunakan untuk penelitian. b) Perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling : Jika probability sampling memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sempel secara random atau acak sedangkan non probability sampling memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian adalah digunakan dalam populasi yang homogen. Dalam penerapannyapengambilan random sampling dilakukan dengan mengambil satu per satu unit yang ada atau bisa menggunakan tabel angka random sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh. Tabel angka random merupakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun secara random/ acak. 14. Yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan adalah sampel yang diperoleh melalui nnomor urut dari sebuah populasi.

Biasanya menggunakan nomor urut yang ganjil, genap ataupun kelipatan. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systemacic sampling: a) Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi. b) Membagi anggota populasi menjadi beberapa kelompok dengan ketentuan kelompok-kelompok tersebut harus lebih kecil atau sama dengan. c) Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutya seperti itu kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Yang dimaksud dengan teknik Stratified Sampling yaitu suatu teknik sampling dimana populasi kita bagi menjadi beberapa sub populasi(strata), karena mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan perbedaan tersebut mempunyai arti yang signifikan terhadap pencapaian tujuan penelitian, maka penelitian dapat mengambil dengan cara ini.

Setiap stratum dipilih sampel melalui proses simple random sampling. Peneliti mengambil sampel dari setiap sub populasi dengan porsi yang sama. Contoh: misalnya ada seorang kepala sekolah yang ingin mengetahui sikap guru terhadap suatu pengajaran. Dia menduga bahwa guru kelas rendah memiliki sikap yang positif terhadap proses pengajaran.

Agar dapat menguji dugaan teresebut maka sampelnya harus terdiri dari guru kelas rendah dan guru kelas tinggi. Strata dipilih guru dengan teknik simple random sampling. 17. Cluster sampling Cluster sampling disebut juga dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika adaperbedaan antara strata dengan strata lain.

Keuntungan penggunaan teknik ini adalah menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat. Dan dilakukan dengan mengambil wakil yang terdapat dalam populasi Contoh : Misalnya dalam penelitian yang sama seperti di atas, karena bumi sangat luas, dipilihlah benua tertentu sebagai sampel klaster ke-1secara random. Dari tiap negara terpilih dilakukan pemilihan lagi, yaitu negara tertentu dengan cara random sebagai sampel klaster ke-2. Selanjutnya dilakukan seperti itu. 18. Perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling: Jika stratified sampling populasi terbagi menjadi strata dan peneliti mengambil sampel dari setiap strata, sedangkan cluster sampling penelitian dilakukan dengan mengambil setiap wilayah dalam sebuah populasi.

19. Quota sampling ialah teknik pengambilan sampling secara bebas sampai dengan batas yang ditentukan. Contoh : Misalnya, di sebuah pabrik terdapat pegawai laki-laki 60% dan perempuan 40%. Jika seorang peneliti ingin mewawancari 30 orang pegawai dari kedua jenis kelamin tadi maka dia harus mengambil sampel pegawai laki-laki sebanyak 18 orang sedangkan pegawai perempuan 12 orang.

Sekali lagi, teknik pengambilan ketiga puluh sampel tadi tidak dilakukan secara acak, melainkan secara kebetulan saja. 20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2001: 60).

Sampling aksidental juga disebut pemilihan sampel penelitian yang ditemukan di tempat penelitian. 21. Judgment sampling ialah teknik pengambilan sampling dimana sampel yang dipilih berdasarkann penilaian seorang peneliti yang bisa dipilih berdasarkan tujuan penelitian yang akan dilakukan.

Contoh : misalnya dalam suatu pabrik untuk memperoleh data tentang proses produksi yng dilakukan oleh pabrik maka dipilihlah satu orang yang bisa dipercaya dalam memberikan informasi yang baik dan benar terhadap peneliti. 22. Yang dimaksud dengan Purposive Sampling adalah pemilihan sampel penelitian hanya untuk kebutuhan penelitian tertentu saja. Cara penerapannya adalah misalkan peneliti ingin meneliti tentang kedisiplinan siswa saat berangkat sekolah, maka peneliti akan memilih siswa yang digunakan untuk penelitian.

23. Pengertian Sampling Jenuh atau Definisi Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.

24. Langkah penerapan Snowball Sampling : a. Peneliti ingin mencari tahu tentang sebuah objek. b. Peneliti cukup memilih satu sampel saja dari sebuah populasi. c. Peneliti meminta sampel tadi untuk mengajak sampel lain untuk mau diteliti atau dicari tahu. d. Jika dirasa sampel sudah cukup bagi peneliti maka penelitian diberhentikan.

• Ilham Cahyo Firdaus/16862060/PGSD/A/II/III 1. Jelaskan apa yang dimaksud subjek dan objek penelitian! A. Subjek penelitian adalah atau responden adalah suatu hal yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian. Subjek penelitian juga membahas karakteristik subjek yang digunakan dalam penelitian, termasuk penjelasan mengenai populasi, sampel dan teknik sampling (acak/non-acak) yang digunakan.

Subjek penelitian dapat terdiri dari tiga level, yaitu : 1) Mikro merupakan objek terkecil dalam subjek penelitian, dan hanya berupa individu 2) Meso merupakan level subjek penelitian dengan jumlah anggota lebih banyak dalam sebuah penelitian, misal keluarga dan kelompok 3) Makro merupakan level subjek penelitian dalam jumlah sangat besar, seperti masyarakat atau komunitas luas.

B. Menurut Sugiyono (2012:13) objek penelitian adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang suatu hal objektif, valid dan reliable tentang suatu hal (variable tertentu). 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel! A. Menurut Sugiyono (2008:115), “Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu.

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”. B. Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri.

Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Ukuran dan keragaman sampel menjadi penentu baik tidaknya sampel yang diambil. Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu secara acak (random)/probabilita dan tidak acak (non-random)/non-probabilita.

3. Jelaskan manfaat dari mempelajari materi subjek dan objek penelitian! A. Mengetahui pengertian subjek dan objek B. Menambah wawasan yang berkaitan subjek dan objek C. Dapat menarik kesimpulan tentang objek yang telah diteliti 4. Jelaskan syarat-syarat menjadi subjek penelitian! A. Mereka memahami tentang apa yang diteliti B. Subjek tidak memihak dengan objek yang diteliti C. Bersifat jujur dan dapat dipercaya 5. Bagaimana cara menetukan subjek penelitian! Populasi dan sampel dengan penentuan subyek penelitian bisa dilakukan dengan sampel dan populasi.

Cara populasi dilakukan jika pengambilan subyek penelitian meliputi semua populasi yang ada. Teknik sampel merupakan pengambilan subyek penelitian yang memakai cara dengan menggunakan sebagian dari sampel / populasi yang ada. Penelitian kualitatif sering mempergunakan metode purposive sebagai teknik untuk menentukan subyek penelitiannya. 6. Jelaskan pada saat seperti apa penelitian menggunakan subjek dan objek penelitian !

Menurut saya pada saat meneliti dalam sebuah kelompok yang banyak di dalam kelompok tersebut adanya orng yang meneliti tentang hal-hal berkaitan dengan kelompok tersebut, namun subjek penelitian yang dgunakan haruslah memahami objek yang diteliti agar bisa menyimpulkan apa yang telah diteliti. 7. Lihat soal no 3 bandingkan dengan populasi dan sampel! Perbandingan subjek dan objek penelitian dengan populasi dan sampel, subjek penelitian juga membahas karakteristik subjek yang akan digunakan, seperti populasi dan sampel.

Objek penelitian mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Populasi dapat ditentukan dengan karakteristik subjek/objek penelitian yang ditentukan oleh peneliti dan untuk dipelajari dan dapat menarik kesimpulan, sedangkan sampel pendugaan tentang populasi yang akan diteliti bukan hanya satu kelompok populasi saja namun yang lain, untuk mewakili dari suatu populasi yang telah diteliti.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan! A. Bilamana populasi (relatif) besar B. Satu kasus susah digunakan sebagai basis generalisasi karena banyaknya variasi dalam suatu populasi. Contoh: persepsi tiga orang buta yang memegang gajah. C. Bilamana penelitian terhadap populasi membutuhkan biaya yang besar, dengan sampel dapat mengurangi biaya; D.

Bilamana penelitian terhadap populasi membutuhkan waktu yang lama; dengan sampel waktu penelitian dapat dipercepat; E. Bilamana penelitian terhadap populasi membutuhkan tenaga yang banyak; dengan sampel tenaga yang terlibat lebih sedikit; F. Pada intinya penarikan sampel dilakukan untuk menjamin fisibilitas 9. Jelaskan manfaat menggunakan sampel dalam penelitian! Menurut Hartanto (2003), manfaat menggunakan metode sampling adalah sebagai berikut: A.

Dapat menghindari kerugian, jika dalam pengumpulan data objek penelitian harus “dirusak”. B. Kesimpulan umum (tentang populasi) diperoleh dengan relatif murah, cepat dan dapat dipertanggungjawabkan. C. Tingkat kesalahan pada kesimpulan umum dapat diperhitungkan, yaitu melalui penghitungan sampling error D. Validitas informasi atau validitas pengukuran dapat ditingkatkan, karena dapat dilakukan kontrol terhadap variabel-variabel tertentu, sehingga hasilnya lebih teliti.

10. Bagaimana syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pedidikan! Suharsimi Arikunto (1998) menyatakan bahwa cara-cara pengambilan sampel, antara lain : a. Sampel random, atau sampel acak, atau sampel campur Peneliti mencampur subyek-subyek dalam populasi yang dianggap sama, dengan demikian peneliti memiliki hak yang sama kepada setiap subyek untuk memperoleh kesempatan dipilih sebagai sampel.

b. Sampel berstrata (stratified sample) Sampel yang diambil dari populasi dianggap memiliki strata atau tingkat-tingkat, sehingga tidak dapat menggunakan teknik random. c. Sampel wilayah, atau (area probability sample) Sampel yang tidak berstrata tapi memiliki perbedaan ciri antara wilayah yang satu dengan yang lain, yaitu dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.

d. Sampel proporsi atau sampel imbangan (propotional sample) Pengambilan sampel ini dilakukan untuk menyempurnakan penggunaan teknik sampel berstrata dan atau wilayah, dimana banyaknya subyek yang belum tentu berstrata dan atau perbedaan ciri wilayah yang tidak sama, sehingga ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subyek dalam masing-masing strata dan atau wilayah.

e. Sampel bertujuan (purposive sample) Yaitu teknik pengumpulan sumber informasi yang tersedia secara tepat dimaksudkan untuk mengoptimalkan informasi dari target yang lebih spesifik, atau sesuai dengan criteria yang diinginkan oleh peneliti.

Pengambilan sampel didasarkan atas tujuan tertentu dengan perimbangan seperti : fokus penelitian, pertimbangan ilmiah, alasan keterbatasan waktu, tenaga dan dana, sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. f. Sampel kuota (quota sample) Pengambilan sampel ini mendasarkan pada jumlah subyek yang sudah ditentukan, yang memenuhi persyaratan ciri-ciri populasi, tanpa menghiraukan dari mana asal subyek tersebut.

g. Sampel kelompok (cluster sample) Pengambilan sampel berdasarkan kelompok-kelompok subyek, seperti kelompok pedagang, petani, maupun nelayan. h. Sampel percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan (double sample) Pengambilan sampel menggunakan dua sampel sekaligus. Mengenai penentuan besarnya sampel Suharsimi Arikunto mengemukakan di dalam pengambilan sampel apabila subyeknya kurang dari 100 diambil semua sehingga penelitian merupakan penelitian populasi.

Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10% – 15% atau 20% – 25% atau lebih. 11. Apa yang dimaksud probability dan non probability sampling! A. Probability sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel dimana semua memiliki peluang untuk terpilih dijadikan sampel B.

Non probability sampel adalah teknik sampling yang digunakan untuk pengambilan sampel dimana semua elemen tidak memiliki peluang yang dalam unsur atau anggota populasi untuk dipilih dan dijadikan sampel 12. Jelaskan persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling!

A. Perbedaan Dalam sampling probability, Anggota yang dimiliki oleh populasi berpeluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel dan hasil penelitian sebagai ukuran untuk mengestimasi populasi (melakukan generalisasi). Sedangkan di dalam sampling nonprobability, Anggota yang dimiliki oleh populasi tidak berpeluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel dan hasil penelitian tidak untuk melakukan generalisasi. B. Persamaan Cara untuk mengambilan sampel namun memiliki cara yang berbeda dalam pengambilan sampel tersebut 13.

Bagaimana penerapan random sampling dalam penelitian? Dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. Teknik ini dapat dipergunakan bilamana jumlah unit sampling di dalam suatu populasi tidak terlalu besar.

Misal, populasi terdiri dari 500 orang mahasiswa program S1 (unit sampling). Untuk memperoleh sampel sebanyak 150 orang dari populasi tersebut, digunakan teknik ini, baik dengan cara undian, ordinal, maupun tabel bilangan random.

14. Apa yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan! Menurut Sugiyono (2001:60) menyatakan bahwa sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang.

Dari semua anggota diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan dari bilangan lima. Untuk itu, yang diambil sebagai sampel adalah 5, 10, 15, 20 dan seterusnya sampai 100. 15. Lihat soal nomor 12, jelaskan tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systemacic sampling! A. Menentukan populasi yang akan diteliti B. Diberi no urut untuk setiap sampel C.

Ambil sampel dari populasi tersebut bisa beurut ataupum random D. Teliti sampel tersebut 16. Dalam probability sampling terdapat teknik stratified sampling. Apa yang dimaksud dengan hal tersebut, dan jelaskan pula langkah-langkah dalam penerapannya!

Menurut (Sugiyono, 2001: 58) teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen. Dan berstrata secara proporsional Langkah-langkah : A. Menentukan populasi atau komunitas penelitian B. Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. C. Mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yangsama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan.

D. Mengambil dari setiap strata sebagian unit yang menjadi anggotanya untuk mewakilistrata yang bersangkutan. 17. Apa yang dimaksud dengan cluster sampling? Jelaskan langkah-langkah dalam penerapannya! Menurut (Margono, 2004: 127), teknik ini digunakan bilamana populasi tidak terdiri dari individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok-kelompok individu atau cluster.

Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan.

Langkah-langkah : A. Menentukan sampel suatu kelompok atau individu yang akan diteliti B. Menentukan orang-orang yang ada pada populasi tersebut 18. Jelaskan perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling! Perbedaan: Strarified sampling digunakan untuk mengambil sampel dengan mengacu pada strata, sedangkan cluster sampling pengambilan sampel lebih mengacu pada kelompok-kelompok atau individu-individu tanpa mempertimbangkan strata.

19. Apa yang dimaksud dengan sampel kuota? Jelaskan langkah-langkah penerapannya! Menurut (Margono, 2004: 127) dalam teknik ini jumlah populasi tidak diperhitungkan akan tetapi diklasifikasikan dalam beberapa kelompok.

Sampel diambil dengan memberikan jatah atau quorum tertentu terhadap kelompok. Pengumpulan data dilakukan langsung pada unit sampling. Setelah jatah terpenuhi, pengumpulan data dihentikan. Langkah-langkah : A. Mengumpulkan data B. Tidak memperhitungkan populsai C. Mengklarifikasikan menjadi beberapa kelompok 20. Apa yang dimaksud dengan sampel aksidental? Jelaskan dan sertakan dengan contohnya!

Menurut Margono (2004: 27) menyatakan bahwa dalam teknik ini pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui.

Misalnya penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling.

Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Dalam non probability sampling terdapat jenis judgement sampling. Jelaskan dan sertakan langkah penerapannya! Judgement sampling adalah Teknik pengambilan sampling dimana sampel yang dipilih berdasarkann penilaian peneliti bahwa dia atau seseorang yang paling baik jika dijadikan sampel penelitiannya. Langkah-langkah : A.

Menentukan populasi yang akan diambil sampel B. Penerapan ukuran sampel dapat diketahui jika batas atas kesalahan dugaan dan dasar informasi dari anggota penyusun populasi dan tingkat ketelitian yang diinginkan C. Penarikan sampel yang berulang-ulang biasanya menghasilkan besaran suatu karakteristik populasi yang berbeda-beda antar satu sampel dengan yang lainnya 22.

Apa yang dimaksud dengan purposive sampling? Jelaskan pula cara penerapannya! Purposive sampling adalah Merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

Langkah-langkah : A. Anggota populasi tidak mempunyai peluang untuk dijadikan sampel B. Bersifat subjektif C. Kekliruan tidak dapat diperkirakan besarnya 23. Bagaimaan syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan?

Syarat –syarat : A. Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya. B. Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan C. Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24. Jelaskan langkah-langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian pendidikan!

(Sugiyono, 2001: 61), Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. Ibarat bola salju yang menggelinding semakin lama semakin besar.

Langkah penerapannya misalnya kita meneliti tentang siapa saja anak yang suka makanan pedas pengambilan sampel bisa melalui wawancara setelah mendapat sampel dari wawancara tersebut maka dilakukan wawancara lagi kepada si anak dengan menyebutkan siapa saja teman atau anggota keluarganya yang juga suka makanan pedas dan hal tersebut dapat dilakukan secara terus menerus sehinga sampel yang didapatpun akan semakin banyak dan meluas. • 1. A. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga (organisasi).

Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Di dalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. [1] B. Objek Penelitian Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian.

Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati,keadaan batin, dan bisa juga berupa proses. 2. A. Populasi populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

B. Sampel Sampel adalah sebagian untuk diambil dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Soekidjo. 2005 : 79). Kemudian menurut Issac dan Michael didapatkan dari tabel penentuan jumlah sampel dengan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan signifikan 5%, bila populasinya sebanyak 25 maka sampel sebanyak 23 orang.

(Sugiyono. 2005 : 98) Sampel adalah sebagian objek yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi.

( Notoatmojo, 2003 ) Jadi sampel adalah contoh sebagian besar yang di ambil dari data yang ada baik secara acak atau memang di ambil berdasarkan aturan, yang dimana contoh tersebut dijadikan sebagai maskot atau mewakili dari semua data yang ada. 3. Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian. • Memberikan atau membantu peneliti untuk menjadi lebih teliti, cermat, dalam melakukan riset peneitian.

• Membantu menyatukan diri peneliti dengan apa yang ia teliti. • Membantu peneliti untuk mencari atau mengumpulkan banyak data dengan waktu yang cukup sedikit. • Menjadi pembanding antara penelitian sekarang dengan penelitian yang lampau.

4. Ada beberapa persyaratan tertentu yang harus dimiliki untuk dapat ditetapkan sebagai suatu subjek penelitian. Berikut adalah beberapa syarat untuk menjadi informan atau subjek penelitian. 1. Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya. 2. Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan. 3. Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam. 4. Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian.

5. Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. Kelima pendapat tersebut dikemukakan oleh seorang ahli yang bernama Moleong, dalam (Moleong, 2006: 132). 5. Cara menentukan subjek penelitian dapat menggunakan criterion-based selection, yang didasarkan pada asumsi bahwa subjek tersebut sebagai aktor dalam tema penelitian yang di ajukan.

Selain itu dalam penentuan informan, dapat digunakan model snow ball sampling. Metode ini di gunakan untuk memperluas subjek penelitian. Berbeda dengan penelitian kuantitatif pada kegiatan pengumpulan data mutlak dilakukan terlebih dahulu dibandingkan kegiatan analisis data, sedangkan dalam desain kuantitatif, kedua kegiatan ini bisa sejalan, meski dapat dilakukan secara terpisah.

6. Pada semua tahap pada penelitian karena penelitian bisa dilakukan jika ada subjek dan objek baik pada saat pertama kali menentukan mau meneliti tentang apa hingga menentukan kesimpulan pada penelitian tersebut 7. Dari soal No.3. Perbandingan Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah Objek dan Subjek sangat berkaitan, karena Subjek merupakan suatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga (kelompok) subjek pada dasarnya akan dikenai kesimpulan penelitian merupakan sesuatu yang di dalamnya melekat atau terkandung Objek yang merupakan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses.

Dengan kata lain, Subjek adalah atributnya atau pelengkapnya Objek. Sedangkan Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan dan sampel merupakan sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil tersebut juga sangat berkaitan, karena sampel diambil dari anggota populasi yang ada.

Dengan kata lain, sampel adalah bagian dari anggota populasi. Perbandingan antara Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah penelitian Subjek dan Objek berupa satu pokok pembahasan (satu lembaga, unit subjek), didalamnya tidak ada campur tangan populasi dan sampel, karena hanya satu unit subjek yang diteliti.

Beda dengan Populasi dan sampel, Sampel diambil dari beberapa anggota dari populasi yang ditemui atau yang ada. Populasi, dan Sampel sangatlah berkaitan. Dengan mempelajari sampel dan populasi akan mempermudah kita dalam penelitian seperti dalam sampel adalah dengan penggunaan sampel akan menghemat biaya,menyingkat waktu, dan tenaga dalam pelaksanaanya. Sama saja dengan populasi, manfaatnya mempelajari populasi kita dapat mengetahui dan mempelajari objek apa saja yang akan kita teliti dalam penelitian nanti.

Populasi itu sendiri berhubungan dengan data, tetapi bukan orangnya. 8. A. Sebagai bukti bahwa data tersebut data tersebut ada dan benar adanya B. Mempermudah peneliti untuk melakukan penelitian karena jika meneliti semua populasi yang ada akan memakan waktu dan tenaga yang banyak, jadi peneliti hanya meneliti sampelnya saja karena sampel tersebut sudah mewakili dari populasi tersebut.

9. Manfaat sampel yaitu : • Dapat menghemat biaya, tenaga, fikiran dan waktu penelitimisalnya kita akan meneliti 100 orang yang menggunakan handphone yang bermerk Samsung maka kita tidak perlu meneliti semua hanya sebagian saja misal 25 orang, maka 25 orang tersebut dijadikan sampel dan sudah mewakili 100 orang tersebut, maka kita dapat menghemat tenaga, biaya fikiran dan waktu.

• Kerepotan berkurang dan data cepat diperoleh jika dibandingkan dengan penelitian populasi, karena apabila kita menggunakan penelitian populasi jika kita akan meneliti 100 orang maka kita harus mencari tahu satu per satu orang tersebut, maka apabila kita penggunakan populasi data yang akan kita peroleh juga akan lama. • Dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi.

• Tidak merusak populasi (untuk beberapa kasus) 10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan yaitu : 1. Sampel harus representative dan mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin.

2. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilakukan sama.

3. Pengambilan sampel harus sederhana, dan mudah dilaksanakan. 4. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal.

11. Pengertian dari probability sampling dan non probability sampling. a). Probability sampling adalah suatu cara atau teknik pengambilan sampel dimana semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sebagai sampel.

Dengan teknik ini berarti tidak ada kendala yang berarti untuk melakukan penelitian dari seluruh anggota populasi jika terpilih menjadi sampel. b). Non probability sampling adalah suatu cara atau teknik sampling yang memberikan peluang tidak sama kepada semua anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Dalam teknik ini peneliti memiliki kebijaksanaan tersendiri dalam menentukan sampelnya. 12. Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling A. PERSAMAAN Menurut saya persamaan antara probability sampling dan non probability sampling ini sama-sama digunakan dalam proses pengambilan sampel.

B. PERBEDAAN Probability sampling merupakan taknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel secara rondom atau acak, sedangkan non probability sampling merupakan taknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

13. Penerapan random sampling dilakukan dengan mengambil satu persatu unit yang telah ada. Biasanya sampling ini menggunakan tabel angka random, sampai jumlah sampel yang di inginkan diperoleh. Tabel rando ini biasanya terdiri dari bilangan-bilangan yang disusun secara acak. 14. Teknik sampling sistematis biasanya digunakan dalam traffic survey atau marketing research.

Sampling ini dilakukan dengan cara peneliti memberikan batasan berupa n elemen dari setiap populasi akan terpilih sebagai sample, dengan demikian elemen pertama dan setiap kelipatan n, akan terpilih menjadi sample. Penentuan urutan elemen tetap dilakukan secara acak/random. 15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling adalah sebagai berikut : (1) Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi (2) Membagi anggota populasi menjadi kelompok kecil (3) Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Stratified sampling ialah cara mengambil sempel dengan memperhatikan tingkatan di dalam populasi. Dan data tersebut dikelompokan kedalam tingkat-tingkat tertentu. Cara penerapannya : a.Harus menentukan populasi penelitian b.Mengidentifikasikan karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi.

c.Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakilinya. d.Teknik pengambilan sampel dapat dilakukan dengan cara random/non random. e.Pengambilan sampel sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan.

17. Yang dimaksud cluster sampling adalah Teknik sampling daerah dipakai untuk menentukan sampel jika objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, seperti misalnya penduduk dari suatu negara, provinsi atau dari suatu kabupaten, dan langkah-langkahnya 1. Gunakan objek yang akan diteliti yang sangat luas. 2. Gunakan populasi dalam bentuk gugus atau kelompok-kelompok tertentu.

3. Anggota gugus/kelompok tidak homogen 18. Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling adalah a) Startified Sampling (1) Proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok relatif sebelum sampling (2) Setiap elemen dalam populasi/kelompok harus strata (3) Meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling. Hal ini dapat menghasilkan rata-rata tertimbang yang memiliki variabilitas kurang artimetik mean dari sampel acak sederhana dari populasi b) Cluster Sampling (1) Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau cluster dan sampel kelompok dipilih (2) Elemen dalam kelompok-kelompok atau suatu sub-sampel dapat dipilih dalam masing-masing kelompok (3) Memungkinkan ukuran sampel meningkat.

Dengan asumsi ukuran sampel tetap, teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan di antara mereka.

19. Sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan. Langkahnya yaitu kita mengambil jumlah besar data lalu kita menentukan daerah yang akan dijadikan tempat pengambilan sempel. 20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, maksudnya siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dipilih menjadi sampel.

Contoh: Akan diteliti mengenai minat bapak-bapak terhadap kopi angkringan.peneliti menentukan sampel dengan pergi ke angkringan lalu dengan tidak terencana menjumpai bapak-bapak yang kebetulan sedang ngopi kemudian dimintai pendapat atau motivasinya.

21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan dimana sampelnya dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakeristik atau kriteria yang dikehendaki dalam pengambilan sampel. Langkah penerapannya adalah 1) Menentukan populasi yang akan diambil sampelnya. Apabila peneliti dapat menemukan populasi yang tepat untuk diambil sampel maka akan mudah dalam melakukan penelitian 2) Penerapan besarnya ukuran sampel dapat diketahui apabila diketahui batas atas kesalahan pendugaan dan atas dasar informasi keragaman dari anggota penyusun populasi dan tingkat ketelitian yang diinginkan 3) Penarikan sampel yang berulang-ulang biasanya menghasilkan besaran suatu karakteristik populasi yang berbeda-beda antar satu sampel ke sampel lainnya.

22. Purposive sampling adalah salah satu teknik sampling non random sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.

LANGKAH PENERAPANNYA a. Menentukan tujuan peneliti dengan adanya kriteria tertentu pada sampel b. Menentukan kriteria-kriteria c. Menentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang diteliti. percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan.

Menentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek peneliti serta memenuhi kriteria yang di inginkan 23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : a) Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya.

b) Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan. c) Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24. Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan system jaringan atau berantai (multi level) atau disebut juga sampling bola salju.

Langkah-langkah penerapan Snowball Sampling : 1) Sampel awal ditetapkan dalam kelompok anggota kecil, dimulai dengan peneliti mewawancarai satu responden, 2) Responden tersebut akan menunjukkan responden lain, 3) Kemudian responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya lagi, 4) Dan begitu seterusnya, sampai jumlah anggota sampel yang diinginkan peneliti terpenuhi.

• 1. Penelitian objek dan subjek Penelitian percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan adalah sesuatu yang sedang di amati ataupun di teliti baik itu orang maupun benda mati yang menjadi sasaran, pusat perhatian ataupun tujuan utama untuk di teliti, objek penelitian biasanya bersifat kuantitas dan kualitas.

Sedangka subjek penelitian adalah sesuatu yang di dalam dirinya atau di dalam objek melekat atau terkandung objek penelitian baik itu orang atau benda mati yang sedang di amati.

2. Pengertian Populasi dan Sempel Populasi dalam statistika merujuk pada sekumpula individu dengan karakteristik khas yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian atau pengamatan. Sugiyono (2010:117) “ populasi adalah wilayah generalisasi yang terjadi atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik terentu yang percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan tetapkan dalam peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulanya”.

Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa populasi bukan hanya orang namun juga bisa terdiri dari objek dan benda-benda alam lainyna. Sedangkan Sampel Sugiyono (2010:118) “sampel adalah bagian dari jumlah dan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang dimiliki oleh populasi”.

jika populasi yang diteliti sangat besar dan tidak mungkin semua individu atau objek pada populasi tersebut diteliti satu per satu maka cukup di ambil sampel dari populasi tersebut. 3. Manfaat mempelajari Subjek dan Objek penelitian a. Akan memudahkan mengumpulkan informasi-informasi dengan waktu yan sangat cepat. b. Membantu secepatnya dan teliti yang nantinya dalam menarik kesimpulan dari subjek yang diteliti dan bisa mmembandingkan kejadian-kejadian yang ditentukan subjek lain.

c. Mengetahui keadaan objek yang akan diteliti. d. Mengetahui kualitas dan kuantitas objek yang akan diteliti. 4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian a. Memiliki sifat jujur dab dapat dipercaya. b. Memiliki kepatuhan terhadap peraturan. c. Memiliki pandangan tertentu tantang apa yangaka diteliti. d. Bukan termasuk salah satu kelompok yang ertiai dalam latar peneitian 5.

Cara percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan Subjek penelitian: a. melakuka keterangan orang yang berwenag. Dilauka dengan formal misalnya peerintahan atau instansi maupun secara informal pemimpin masyarakat. b. melalui wawancara pendahuluan. dalam wawancara ini, peneiti menilai berdasarkan persyaratan menjdi subjek penelitian. 6. pada saat kita akan melakuka penelitian, baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif.

jadi objek dan subjek di gunakan untuk menentukan suatu sampel dan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dalam penentuan penelitian. 7. Sebab populasi yang diteliti ruang lingkupnya cukup luas dan dalam proses penelitian membutuhkan waktu yang cukup lama, maka hal terebut perlu menggunakanya penelitian Sampel untuk memudahkan penelitian.

karena penelitian sampel lebih efisien dan lebih praktis. 8. Dalam penelitian pendidikan dibutuhkan sampel karena populasi di dalam penelitian pendidikan terdapat banyak dan beragam subjek dan objek penelitian, sehingga jika semua diteliti maka akan menyita banyak waktu.

Maka dari itu harus memilih salah satu sampel yang dapat mewakili suatu masalah yang akan diteliti. 9. Manfaat penggunaan sampel dalam Penelitian yaitu lebih menguntungkan dibandingkan dengan penelitian menggunakan populasi, karena penelitian dengan menggunakan sampel lebih menghemat biaya, waktu dan tenaga.

Hal ini dikarenakan sampel hanya mengambil sebagian kecil dari populasi untuk diteliti. 10. Syarat-syarat terpenting dalam pengambilan sampel adalah: – sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin; – sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama; – pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan; – pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal.

(soegeng dalam tahir, 2011:38) Dalam hal ini, jika populasi diperoleh dari penelitian pendidikan, maka sampel yang didapat dari populasi harus berkaitan dengan penelitian pendidikan. 11. Yang dimaksud dengan probability dan no probability yaitu : – Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel (Kasiram,2010). Pemilihan sampel dengan cara probabilitas (probability) ini sangat dianjurkan pada penelitian kuantitatif(Usman,2006).

– Non Probability Sampling Tehnik non probability sampling merupakan cara pengambilan sampel yang pada prinsipnya menggunakan pertimbangan tertentu yang digunakan oleh peneliti. Tehnik ini dapat dalakukan dengan mudah dalam waktu yang sangat singkat. Tapi kelemahan tehnik ini adalah hasilnya tidak dapat diterima dan berlaku bagi seluruh populasi, karena sebagian besar dari populasi tidak dilibatkan dalam penelitian (Nasution, 2003). 12.

Persamaan dan Perbedaan Probability samlping dan Nonprobability antara lain : – Perbedaan Probability samlping dan Nonprobability : Dalam sampling probability, Anggota yang dimiliki oleh populasi berpeluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel dan hasil penelitian sebagai ukuran untuk mengestimasi populasi (melakukan generalisasi). Sedangkan di dalam sampling nonprobability, Anggota yang dimiliki oleh populasi tidak berpeluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel dan hasil penelitian tidak untuk melakukan generalisasi – Persamaan Probability sampling dan Nonprobability : sama sama diambil dari sebagian sampel, Mampu mewakili dari keadan, fakta populasi, dan bertujuan untuk memperoleh hasil yang memuaskan dengan proses yang baik.

13. Penerapan random sampel yaitu dengan : – cara mengambil sampel dari populasi dilakukan secara random (acak) dengan tidak mempertimbangkan strata atau tingkatan dalam populasi. Teknik sampling random dapat digunakan seandainya populasi yang diteliti bersifat homogen. – Teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya adalah dengan sistematis/ordinal. Cara sistematis/ordinal merupakan teknik untuk memilih anggota sampel melalui peluang.

dan teknik dimana pemilihan anggota sampel dilakukan setelah terlebih dahulu dimulai dengan pemilihan secara acak untuk data pertamanya kemudian untuk data kedua dan seterusnya dilakukan dengan interval tertentu.

14. Menurut Sugiyono (2001:60) menyatakan bahwa sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalkan angota populasi terdiri dari 50. Kemudian diberi nomor urut 1 sampai 50, kemudian diambilah sampel misal hanya yang mendapat urutan bilangan ganjil atau genap atau juga yang lainya 15. Pada teknik systemacic sampling ini mempunyai beberapa Tahapan dalam penggunaan sampel (Sukardi, 2003), antara lain: • Identifikasi total populasi yang akan digunakan dalam proses penelitian • Daftar semua anggota populasi • Berikan nomor kode untuk setiap anggota populasi • Tentukan besarnya jumlah sampel yang ada • Tentukan proporsional sistematis k yang besarnya sama dengan jumlah populasi dibagi dengan jumlah sampel • Mulai dengan mengacak anggota populasi • Ambil setiap k terpilih untuk menjadi anggota cuplikan, samapi jumlah total terpenuhi 16.

Yang dimaksud stratified sampling adalah suatu teknik sampling dimana populasi kita bagi ke dalam sub populasi atau strata,peneliti dapat mengambil cara ini didalam setiap stratum dipilih sampel melelui proses simple random sampling.

langkah-langkah penerapannya: 1. Menentukan objek yang akan diteliti. 2. Menguji dugaan darii sempel dari tingkat paling atas, kemudian menuju sampel menengah dan ke sampel bawah. 3. Strata sampel dipilih dengan teknik simple random sampling. 17. Yang dimaksud cluster sampling adalah Teknik sampling daerah dipakai untuk menentukan sampel jika objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, seperti misalnya penduduk dari suatu negara, provinsi atau dari suatu kabupaten, dan langkah-langkahnya 1.

Gunakan objek yang akan diteliti yang sangat luas. 2. Gunakan populasi dalam bentuk gugus atau kelompok-kelompok tertentu. 3. Anggota gugus/kelompok tidak homogen 18. Perbedaan antara stratified sampling dan cluster sampling -Stratified sampling digunakan untuk mengurangi pengaruh faktor heterogen dan melakukan pembagian elemen-elemen populasi ke dalam strata. Selanjutnya dari masing-masing strata dipilih sampelnya secara random sesuai proporsinya.

Sampling ini banyak digunakan untuk mempelajari karakteristik yang berbeda, atau responden dapat dibedakan menurut jenis kelamin; laki-laki dan perempuan, Keamanan populasi yang heterogen tidak akan terwakili, bila menggunakan teknik random.

Karena hasilnya mungkin satu kelompok terlalu banyak yang terpilih menjadi sampel -Cluster sampling digunakan jika objek yang akan diteliti sangat luas.

Populasi biasanya dalam bentuk gugus atau kelompok-kelompok tertentu. Anggota gugus/kelompok mungkin tidak homogen. Pengambilan sampelnya dengan cara membagi wilayah kota ke dalam enam wilayah, kemudian dari masing-masing kecamatan diambil perwakilannya.

Jumlah sampel tiap kecamatan diambil secara proporsional. 19. Yang dimaksud sampel kuota adalah teknik untuk menentukan sampel yang berasal dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan dan langkah nya 20.

Yang dimaksud sampel aksidental adalah suatu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat dipakai sebagai sampel, jika dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok untuk dijadikan sebagai sumber data. Contohnya: Seorang peneliti ingin mengetahui minat siswa untuk mengunjungi perpustakaan.

Untuk pengambilan sampel, peneliti memberikan angket kepada para pengunjung perpustakaan dan dijadikan sebagai sampel 21. Yang dimaksud judgement sampling adalah teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristikyang ditetapkan terhadap elemen-elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian.

Langkah judgement sampling adalah: 1. Penentuan lokasi peneliitian secara sengaja. 2. Pengambilan sampel pada populasi yang tidak berdistribusi. 3. Waktu penelitian dilakukan selama dua bulan. 4. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kajian pustaka dan kajian lapangan. 5. Data yang diambil meliputi deskripsi usaha,kegiatan usaha dan profil pengusaha.

6. Menganalisis deskriptif dan gambaran. 7. Mengidentifikasi faktorinternal dan eksternal kemudian mengevaluasi dengan matrik IFE dan EFE. 22. Yang dimaksud porposiv sampling adalah sampling yang dipilih atau ditetapkan berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan penelitia.

Mendapatkan semua kasus yang mungkin sesuai dengan kriteria tertentu, dengan menggunakan berbagai macam metode. Caranya: 1. Memilih sampel didasarkan pada karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai hubungan dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya. 2. Memilih sampel berdasarkan kelompok, wilayah atau sekelompok individu melalui pertimbangan tertentu yang diyakini mewakili semua unit analisis yang ada 23.

Syarat sampling jenuh dapat di terapkan dalam pendidikan adalah: 1. Jumlah populasi kurang dari 30 orang. 2. Semua anggota populasi di jadikan sampel. 3.Peneliti membuat generalisasi dengn kesalahan lebih kecil. 24. Langkah penerapan snow ball sampling dalam penelitian adalah: 1. Peneliti menyajikan suatu jaringan melelui gambar yang berupa gambar lingkaran-lingkaran yang dikaitkan atau dihubungkan dengan garis-garis.

2. Setiap lingkaran mewakili satu respon atau satu kasus. 3. Dan garis-garis menunjukkan suatu hubungaan antar responden atau antar khasus. • Nama : Marita Nurtama Syaputri NIM : 1686206019 Prodi : PGSD/A/II/III Jawaban : 1.

Subjek penelitian adalah sesuatu seorang, suatu benda, atau organisasi ataupun sebuah lembaga yang memiliki sifat keadaannya atributnya akan diteliti subjek penelitian bisa disebut juga sesuatu yang didalam dirinya melekat atau terkandung suatu objek. Objek penelitian adalah suatu bahan penelitian yang akan dteliti dan penelitian suatu objek penelitian yang membutuhkan suatu informan (seseorang yang faham akan objek tersebut )dan bisa disebut objek penelitian suatu keadaan dimana atribut dari suatu bendaorang atau situasi yang menjadi pusat penelitian ini memiliki sifat keadaan yakni kualitas dan kuantitas ,keadaan batin, sikap, perilaku dll.

2. Populasi adalah keseluruhan subjek atau suatu jumlah keseluruhan dari suatu sample (arikunto:2002).dan populasi juga menggeneralisasikan suatu objek percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan subjek yang memeiliki kualitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti dan dipelajari dan menarik kesimpulan. Sampel adlah sebagian dari anggota populasi yang dimana adanya pengeumpulan data yang dilakukan kemudian pengumpulan data dari suatu sampel tersebut kemudian diumumkan secara keseluruhan kepada semua anggota populasi.

3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian : a. Bermanfaat untuk mendapatkan suatu analisa daridata keseluruhan dari obejk yang diteliti sebagai sekumpulan atau komunitas tertentu. b. Bisa mengidentifikasi sifat-sifat suatu kumpulan yang menjadi objek. c. Membantu secara cepat dengan sangat teliti dan dapat memebenamkan diri dalam konteks setempat terutama bagi peneliti awal. 4.

Syarat subjek penelitian : a. Orang tersebut memiliki kepatuhan terhadap aturan. b. Orang yang suka bicara dan tidak yang pendiam. c. Orang yang tidak memiliki masalah terhadap kelompok lain yang juga dalam latar belkaang penelitian. d. Orang tersebut memiliki pandangan yag berbeda atau tertentu/tersendiri tentang suatu kejadian atau peristiwa dari kejadian yang terjadi. 5. Cara menentukan subjek penelitian adalah seorang peneliti hars memasuki rana lingkungan sosial tertentu melakukan observasi dan wawancara kepada orang orang yang dipandang sangat memahami tentang situasi sosial tersebut, adapun caranya : a.

Melalui keterangan atau penjelasan yang berwenang dari formal ( pemerintahan / instansi negeri ) informal seperti tokoh adat, tokoh masyarakat dll.

b. Melalui wawancara yang dilakukan dengan seorang informan yang mmemahami darisuatu subjek penelitian. 6. Penggunaan istilah subjek dan objek penelitian pada saat adanya suatu kegiatan penelitian, dan unsur ini begitu pentingdan bisa dibilang syarat dilakukannya suatu penelitian. Karena suatu subjek penelitian dibutuhkan untuk mengetahui dari danya objek penelitian karena subjek terkkandung objek, adanya sasaran utama dan suatu objek yang akan diteliti membutuhkan informan agar mendapatkan data yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan

Jika tidak adanya subjek dan objek penelitian maka kegiatan penelitian tidak akan berjalan sesuai aturan yang ditentukan dan bisa menimbulkan data yang tidak akurat atau falid.

7. Perbandingan antara subjek dan objek penelitian dengan populasi dan sampel adalah : Menurut yang saya fahami, subjek dan objek adalah suatu yang saling berhubungan dan meneliti orang, benda, hewan dan lembga organisasi yang kemudian diambil kesimpulannya dari suatu keadaan nya dan sifat keadaannya (keadaan batin, sikap, perilaku, pendapat )dll, sedangkan populasi dan sampel suatu generalisasi datamengumpulkan seluruh data dari Suatu populasi menjadi suatu sampel yang kemudian dipelajari dan ditarik kesimpulannya.

Jadi antara subjek dan objek penelitian dengan populasi dan sampel slaing adanya hubungan timbal balik untuk menemukan suatu kesimpulan melalui proses agar kegiatan penelitian berjalan sesuai dengan aturannya. 8. Sampel pada penelitian digunakan untuk memperoleh suatu data dari suatu objek atau subjek penelitian, adanya pengambilan sampel juga memudahkan peneliti mengambil data dengan meng-generalisasikan secara keseluruhandan lebih mempersingkat waktukarena sampel menggunakan karakteristik suatu objek penelitian yang kemudian mendapatkan sampel data dari suatu populasi.

9. Manfaat menggunakan sampel pada penelitian: a. Mempersingkat waktu penelitian ( pengambilan data atau kesimpulan )tapi tidak mengurangi data sebenarnya. b. Pengambilan kesimpulan data yang lebih mudah melalui sampel dibanding melalui populasi karena lebih efisien dan mengurangi kerepotan pengambilan data. c.

Tidak mengurangi, menyalahkan, memanipulasi, membatsi, data dari suatu populasi (poin yang ada tetap sam). 10. Syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan : a. Syarat harus memiliki populasi yaitu dimana menggambarkan atau mencerminkan ciri-ciri atau sifat dari populasi secara akurat dan detail b. Syarat harus menentukan tingkat ketepatankeslahan yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperpleh dari populasi.

c. Sampel harus memberikan sederhana dan mudah dilaksanakan. d. Sampel harus memberikan banyak dapat menghemat biaya. 11. Pengertian probability sampling adalah suatu tehnik memberikan peluang yang sama percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan setiap anggota kelompok populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

Pengertian non probability samling adalah sampel yang tidak dipilih secara acak populasi yang terpilih menjadi sampel bisa jadi sudah direncanakan oleh peneliti sebelumnya. 12. Persamaan probability samping dan non probability sampling adalah sama-sama bertujuan menentukan data sampel dan hasil penelitian dijadikan ukuran untuk mengatasi populasi sedangkan perbedaannya adalah probability sampling memberikan peluang yang sama untuk menjadi anggota sampel berbeda dengan non probability sampling tidak mempunyai peluang yang sama untuk menjadi anggota sampling.

Adapun jenis dari probability sampling yaitu : a. simple random sampling b. systematic sampling c. stratified random sampling d. cluster sampling e. area sampling f. double sampling adapun jenis dari non probability sampling yaitu : a.

Sampel Kuota b. Sampling Aksidental c. Judgement Sampling d. Purposive Sampling e. Sampling Jenuh f. Snowball Sampling 13. Menggunakan cara pengambilan suatu sampel dilakukan dengan mengambil satu per satu yang ada, menggunakan tabel angka random sampai jumlah sampel yang diinginkan terpenuhi tabel angka random merupan kesimpulan dari bilangan yang tersusun secara random / acak.

14. Sampling sistematis yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomer urut juga bisa disebut Teknik Sampling Sistematis (Systematic Sampling) dalam penelitian pendidikan adalah teknik atau strategi dalam pemilihan anggota sampel yang hanya dapat diperbolehkan melalui peluang dan sistem untuk menentukan keanggotaan dalam sampel.

Teknik ini juga bisa dikatakan sebagai teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang didasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun identitas tertentu. 15. Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari generalisasi anggota populasi, dilakkukannya pembagian anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan, bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui kita dapat menentukan secara akurat, dengan demikian dilakukan pendugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel, kemudian menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis. 16. Stratified sampling disini peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan- atau strata, maka pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random, adanya strata tidak boleh diabaikan dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel.

Adapun langkah-langkahdar,berikut: Menurut Notoatmodjo (2005, hlm. 86) langkah-langkah yang ditempuh dalam pengambilan sampel stratified meliputi, menentukan populasi penelitian, mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi, mengelompokkan unit anggota populasi yang memiliki karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan, teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan melalui cara random atau nonrandom, pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional).

17. Clusster sampling disebut juga dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame. keuntungan penggunaan teknik ini menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada jika digunakan teknik simple random sampling.

Adapun langkah-langkah penerapannya yaitu pertama-tama memilih sampel yang berbentuk cluster dari suatu populasi, selanjutnya dari tiap-tiap cluster sampel tersebut, kemudian diturunkan sampel yang berbentuk elemen, kemudian tahap selanjutya dari beberapa kelompok sampel daerah, tetapkan individu-individu mana yang menjadi sampel (secara acak).

Misalnya dibidang pendidikan, akan ditentukan mana siswa kelas eksperimen dan siswa kelas control. 18. Perbedaan stratified sampling dan cluster sampling adalah bahwa di cluster sampling diperlakukan sebagai unit sampling sehingga analisis dilakukan pada populasi suatu kelompok, sedangkan dalam stratified sampling analisis dilakukan pada elemen dan tingkatan suatu strata.

19. Sampel kuota adalah penentuan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sebagai jumlah (jatah) yang dikehendaki atau pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan tertentu dari peneliti atau bisa saja secara kebetulan. Jadi penelitian disini tidak dilakukan secara acak, melainkan hanya kebetulan saja, langkah-langkah penerapannya yaitu dengan cara peneliti menggunakan jumlah sampel terbatas, misalnya penelitian pada siswa yang berkelainan khusus, dalam satu kelas terdapat 3 siswa yang mempunyai kelainan khusus, maka populasi tersebut dijadikan sampel secara keseluruhan.

20. Sampling aksidental ialah teknik penentuan sampel berdasarkan factor spontanitas. Artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti sesuai dengan karakteristik (ciri-cirinya) maka orang tersebut bisa dijadikan sebagai sampel. Contohnya seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh gadget terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, disini peneliti bisa mengambil salah satu orang untuk dijadikan sampel misal tetangga, teman, kerabat dan kenalannya yang semuanya termasuk anggota populasi penelitian (dalam hal ini orang tua murid).

21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan dimana sampelnya dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakeristik atau kriteria yang dikehendaki dalam pengambilan sampel.

Langkah penerapannya adalah 1) Menentukan populasi yang akan diambil sampelnya. Apabila peneliti dapat menemukan populasi yang tepat untuk diambil sampel maka akan mudah dalam melakukan penelitian; 2) Penerapan besarnya ukuran sampel dapat diketahui apabila diketahui batas atas kesalahan pendugaan dan atas dasar informasi keragaman dari anggota penyusun populasi dan tingkat ketelitian yang diinginkan; 3) Penarikan sampel yang berulang-ulang biasanya menghasilkan besaran suatu karakteristik populasi yang berbeda-beda antar satu sampel ke sampel lainnya.

22. Purposive sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang sering digunakan dalam penelitian, nah disini maksudnya peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu. Kemudian untuk langkah penerapannya sebagai berikut : tentukan apakah tujuan peneliti mewajibkan adanya kriteria tertentu pada saat sampel, tentukan kriteria-kriteria, menentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang diteliti, tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta telah memenuhi kriteria penelitian.

23. Syarat Sampling Jenuh adalah Jika semua anggota populasi menjadi sampel, jika anggota populasi yang relatif kecil/sedikit yaitu kurang dari 30 orang. 24. Langkah-langkah penerapan Snowball Sampling adalah a) Mengidentifikasi, memilih, dan mengambil sampel dalam suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus; b) Peneliti menyajikan suatu gambar (lingkaran, diagran, sosiogram) yang dikaitkan atau dihubungkan dengan garis-garis.

• 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan subjek dan objek penelian ! Jawab : a) Subjek adalah sesuatu yang diteliti baik berupa orang, benda, ataupun lembaga variabel yang melekat. b) Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu bendaorang atau yang menjadi pusat perhatian dan sasran penelitian.

Berupa sifatkuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilakukegiatan, pendapat,pendangan, penilaian, sikap, pro-kontra, simpati-antipati, keadaan batin, dan bisa juga berupa proses.

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel! Jawab : a) Populasi adalah keseluruhan wilayah subjek penelitian meliputi jumlahkarateristik, sifat yang dimiliki oleh suatu objek atau subjek yang diteliti b) Sampel addalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi. 3. Jelaskan manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian !

Jawab : a) Untuk .mengetahui bagaimana cara melakukan penelitian dengan baik dan benar b) Untuk mempermudah peneliti dalam proses penelitian c) Dengan mempelajari subjek dan objek penelian, peneliti dapat menghemat waktu dan tenaga d) Dengan mempelajari subjek dan objek penelitian, peneliti dapat mengurangi kerepotanya dalam proses penelitian.

4. Jelaskan syarat-syarat menjadi subjek-subjek penelitian! Jawab : a) Jujur dan bisa dipercaya Subjek penelitian harus sesuai dengan fakta yang ada di lapangan tanpa ada rekayasa didalamnya. b) Memiliki kepatuhan pada peraturan. Objek penelitian pastilah memiliki aturan yang harus dipatuhi dan dituruti c) Suka berbicarabukan orang yang sukar berbucara, apalagi pendiam Suka berbicara dalam konteks ini adalah pandai menempatkan diri dalam situasi apapun.

Berbicara dengan sebaik baiknyaberfikir kritis dan mampu berkomunikasi dengan segala elemen masyarakat d) Bukan termasuk anggota salah satu yang bertikai dalam latar penelitian Dalam penelitiansubjek penelitian merupakan orang lain yang memiliki masakah.

Dan tugas peneliti adalah meneliti atau mengidentifikasi masalah tersebut dengn memberikan pemecahan masalah. e) Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi Memiliki pandangan tertentu artinya peneliti harus memiliki pandangan berfikir atau perpektif yang berbeda sisi dengan pemikiran orang yang memiliki konflik tersebut. 5. Bagaimana mencari subjek penelitian?

Jawab : a)melalui keterangan orang yang berwenang keterangan dari orang atau responden yang terpercaya dapat digunakan sebagai sumber informasi dalam mencari objek b)melalui wawancara terlebih dahulu bertujuan untuk mendapatkan informasi dang pengetahuan yang sebenarnya sebelum kita mengambil suatu putusan.

c) menggunakan angket 6. Jelaskan pada saat seperti apa penelitian menggunakan instilah “subjek dan objek” penelitian. Jawab : Subjek dan objek penelitian digunakan dalam penelitian yang mencangkup tentang karateristik pada objek yang akan diteliti.

subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. sedangkan objek penelitian merupakan keadaan dari suatu keadaan benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian 7.

Lihat nomer 3, bandingkan dengan “populasi dan sampel” Jawab : Manfaat mempelajari populasi dan sampel dalam penelitian yaitu : a) Untuk menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi b) Menentukan presisi dari hasil penelitian c) Membenarkan keterangan sebanyak banyaknyauntuk memperoleh data yang valid dalam kaitanya dengan populasi yang menjadi sasaran peneliti. Perbandingan antara (populasi dan sampel) dan subjek objek a) Populasi dan sampel Menurut saya yaitu mengenai wilayah generalisasi dari sebagian kecil populasi b) Subjek objek subjek pada dasarnaya akan dikenai kesimpulan penelitian dan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan? Jawab : Sampel merupakan salah satu unsur dari populasi yang hendak dijadikan suatu objek penelitian. Apabila penelitian menggunakan sampel, maka yang bisa didapat yaitu ciri-ciri populasi. Selain itu di dalam sampel penelitian sendiri juga terdapat jumlah sampel serta ukuran sampel yang mana memiliki pengertian sama dengan ukuran dan jumlah populasi.

Sampel juga digunakan untukmempermuah peneliti dalam meneliti jumalah sampe yang lebih sedikit dibanding dengan menggunakan populasi dan apabila populasinya terlaku besar dikhawatirkan akan terlewat. Dengan sampel, penelitian juga dapat dilaksanakan dengan lebih hemat dari segi waktu dan biaya. 9. Jelaskan manfaat menggunakan sampel dalam penelitian ! Jawab : a) Penggunaan sampel dapat menghemat biaya, waktu dan tenaga. Ketika dalam penelitian terkadang terdiri dari banyak elemen yang bbanyak pula jumlahnya, sehingga tidak mungkin peneliti meneliti suatu elemen satu persatu.

Dengan teknik sampling yang benar akan mempermudah penelitian yang dilakukan b) Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam karena ketika peneliti sulit untuk menggali informasi mengenai suatu objek, peneliti hanya perlu menggunakan beberapa sampel untuk dijadikan informasi yang tepat c) Teknik pengambilan sampel yang tepat akan mempermudah proses penelitian.

Apabila anggota populasi sangat beragam bisa menyebabkan sebuha prnrlitan menjadi percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan.

Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa dapat mengakibatkan kesalahan dalam menarik kesimpulan. 10. Bagaimana syarat syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan ? Jawab : Menurut Soegeng dalam Tahir, 2011:38.

Syarat pengambilan keptusan meliputi a) Sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin b) Sampel harus dapat menentukan presisis tingkat ketepatan, kesalahan baku(standart error) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh oleh populasi dengan syara metode keduanya dilaksanakan bersama c) Pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan d) Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan Jadi dapat disimpulkan bahwansyarat pengmbilan sampel adalah dengan menetapkan ciri-ciri populasi yang menjadi sasran dan diwakili oleh sampel di dalam penyeldikan suatu penelitian yang ingin diteliti.

11. Apa yang dimaksud dengan probability sampling dan non probability sampling ? Jawab : a) Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini meliputi simpel random sampling, sistematis sampling, proportioate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling.

a. Simple random sampling Teknik adalah teknik yang paling sederhana (simple). Sampel diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi. b. Sampling Sistematis Adalah teknik sampling yang menggunakan nomor urut dari populasi baik yang berdasarkan nomor yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu, ruang dengan urutan yang seragam atau pertimbangan sistematis lainnya.

c. Proportionate Stratified Random Sampling Teknik ini hampir sama dengan simple random sampling namun penentuan sampelnya memperhatikan strata (tingkatan) yang ada dalam populasi. Teknik ini umumnya digunakan pada populasi yang diteliti adalah keterogen (tidak sejenis) yang dalam hal ini berbeda dalam hal bidangkerja sehingga besaran sampel pada masing-masing strata atau kelompok diambil secara proporsional untuk memperoleh d. Disproportionate Stratified Random Sampling Disproporsional stratified random sampling adalah teknik yang hampir mirip dengan proportionate stratified random sampling dalam hal heterogenitas populasi.

Namun, ketidakproporsionalan penentuan sample didasarkan pada pertimbangan jika anggota populasi berstrata namun kurang proporsional pembagiannya. e. Cluster Sampling Cluster sampling atau sampling area digunakan jika sumber data atau populasi sangat luas misalnya penduduk suatu propinsi, kabupaten, atau karyawan perusahaan yang tersebar di seluruh provinsi.

Untuk menentukan mana yang dijadikan sampelnya, maka wilayah populasi terlebih dahulu ditetapkan secara random, dan menentukan jumlah sample yang digunakan pada masing-masing daerah tersebut dengan menggunakan teknik proporsional stratified random sampling mengingat jumlahnya yang bisa saja berbeda.

b) Non Probability artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam Non Probability ini antara lain : Sampling Sistematis, Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling.

a. Sampling Kuota,adalah teknik sampling yang menentukan jumlah sampel dari populasi yang memiliki ciri tertentu sampai jumlah kuota (jatah) yang diinginkan. b. Sampling Insidential,Insidential merupakan teknik penentuan sampel secara kebetulan, atau siapa saja yang kebetulan (insidential) bertemu dengan peneliti yang dianggap cocok dengan karakteristik sampel yang ditentukan akan dijadikan sampel. c. Sampling Purposive,Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel.

Misalnya, peneliti ingin meneliti permasalahan seputar daya tahan mesin tertentu. Maka sampel ditentukan adalah para teknisi atau ahli mesin yang mengetahui dengan jelas permasalahan ini. Atau penelitian tentang pola pembinaan olahraga renang. Maka sampel yang diambil adalah pelatih-pelatih renang yang dianggap memiliki kompetensi di bidang ini. Teknik ini biasanya dilakukan pada penelitian kualitatif. d. Sampling Jenuh,Sampling jenuh adalah sampel yang mewakili jumlah populasi.

Biasanya dilakukan jika populasi dianggap kecil atau kurang dari 100. e. Snowball SamplingSnowball sampling adalah teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju. 12. Jelaskan persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling ! Perbedaan probability sampling dan non probability sampling a) Probability sampling memberikan peluang dan kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota untuk dipilih menjadi anggota sampel b) Non probability sampling adalah memberikan kesempatan atau peluang yang tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel Persamaan probability sampling dan non probability sampling: a) Menghemat energiwaktu dan tenaga peneliti b) Sama sama memberikan kesempatan setiap anggota untuk dijadikan sampel 13.

Bagaimana penerapan random sampling dalam penelitian ? Jawab : Dalam prakteknya, pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil satu per satu unit yang ada (biasaya dengan menggunakan tabel angka random) sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh. Tabel angka random merupakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun secara random/ acak. Untuk lebih jelasnya penggunaan tabel angka random dalam pengambilan sebuah sampel sebagai berikut. Contoh (Menggunakan Tabel Angka Random) Seorang peneliti ingin mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja para guru pada tingkat Sekolah Dasar di suatu kabupaten.

Jumlah SD yang terdapat dalam kabupaten itu berjumlah 900 sekolah. Untuk mengefesienkan waktu dan tenaga, peneliti mengambil hanya 10 SD dari 900 SD sebagai sampel. Dalam tahapan pengambilan sampel ini mengikuti prosedur/ tahapan cara undian.

a. Berilah nomor SD pada pada populasi (900 SD) mulai dari 001, 002, 899, 900. b. Pilihlah secara acak salah satu halaman dari tabel angka random (lihat Tabel Angka Random) kemudian tentukan satu baris dan beberapa kolom yang akan digunakan disesuaikan dengan digit N, dalam hal ini berdigit 3 karena N=900 (tiga digit). Dengan demikian, misalkan ditentukan baris 10, dan 3 kolom, yaitu kolom 6, 7, dan 8. Dari tabel diperoleh angka 132 dan angka ini merupakan sampel pertama.

Kemudian untuk menentukan sampel kedua sampai sampel kesepuluh maka dilanjutkan ke baris berikut (baris 11 dan seterusnya), sehingga diperoleh angka 132, 822, 228, 311, 373, 893, 309, 111, 548, 017, 553, 665, 526. Bila diperoleh angka yang lebih besar dari 900 maka angka tersebut dapat diabaikan dan lanjut pada baris berikutnya.

c. Berdasarkan tabel angka random maka sampel yang terpilih adalah SD yang bernomor 132, 822, 228, 311, 373, 893, 309, 111, 548, 017, 553, 665, 526. Setelah sampel diperoleh maka setiap sampel (dalam hal ini adalah SD) yang terpilih diamati (diukur atau dicatat) mengenai karakteristik-karakteristik yang sedang diteliti.

14. Apa yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan Jawab: Definisi Sampling Sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.Contoh Sampling Sistematis, anggota populasi yang terdiri dari 100 orang, dari semua semua anggota populasi itu diberi nomor urut 1 sampai 100.

Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan mengambil nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan dari bilangan lima. Untuk itu maka yang diambil sebagai sampel adalah nomor urut 1, 5, 10, 15, 20 dan seterusnya sampai 100. 15. Lihat soal nomer 12. jelaskan tahapan dalam pengambilan sampel dalam menggunakan systematic sampling! Jawab : pertama, disusun sampling frame. Kedua, peneliti menetapkan sampling interval (k) dengan menggunakan rumus N/n; dimana N adalah jumlah elemen dalam populasi dan n adalah jumlah sampel yang diperlukan.

Ketiga, peneliti memilih sampel pertama (s1)secara random dari sampling frame. Keempat, peneliti memilih sampel kedua (S2), yaitu S1 + k. selanjutnya, peneliti memilih sampel sampai diperoleh jumlah sampel yang dibutuhkan dengan menambah nilai interval (k) pada setiap sampel sebelumnya.

16. Dalam probability sampling terdapat teknik stratifield sampling. Apa yang dimaksud dengan hal tersebut, jelaskan pula langkah langkah dalam penerapanya.

Jawab : Stratified Sampling adalah cara mengambil sample dengan memperhatikan strata (tingkatan) didalam populasi.Dalam stratified data sebelumnya dikelompokan kedalam tingkat-tingkatan tertentu, seperti tingkatan, tinggi, rendah, sedang/baik, sample diambil dari tiap tingkatan tertentu. Langkah penerapanya : Penerapan teknik stratified random sampling misalnya jika kita memiliki populasi disebuah Madrasah Aliyah sebanyak 100 0rang.

Siswa kelas 1 = 25, 2 = 60 dan 3 = 15. Sedangkan besar anggota sampel = 80 sehingga besar masing-masing sampel untuk A, B, dan C dapat dihitung sebagai berikut : untuk A : (25/100) x 80 = 20 orang, B : (60/100) x 80 = 48 orang, dan C : (15/100) x 80 = 12 orang. Sehingga jumlah sampel seluruhnya sebanyak 80 orang. 17. Jelaskan apa yang dimaksud dengan cluster sampling! Jawab : Cluster sampling disebut juga percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan area sampling.

Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame. Keuntungan penggunaan teknik ini adalah menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada jika digunakan teknik simple random sampling.

Akan tetapi, hasil dari cluster sampling ini pada umumnya kurang akurat dibandingkan simple random sampling. Adapun cluster adalah suatu unit yang berisi sekumpulan elemen-elemen populasi. Namun, terhadap populasi yang lebih tinggi, Cluster sendiri berkedudukan sebagai elemen dari populasi tersebut. Seoarang peneliti yang menggunakan cluster sampling, pertama-tama memilih sampel yang berbentuk cluster dari suatu populasi.

Selanjutnya, dari tiap-tiap cluster sampel tersebut, diturunkan sampel yang berbentuk elemen. Sebagai contoh, pemilihan sampel pegawai pada suatu departemen yang pegawainya tersebar pada berbagai unit kerja yang juga tersebar secara geografis. Pada kasus ini, peneliti dapat menjadikan unit kerja sebagai cluster dan selanjutnya secara random memilih beberapa unit kerja sebagai sampel.

Pada setiap Unit kerja yang terpilih tersebut kemudian seluruh pegawai dijadikan sampel penelitian. 18. Apa perbedaan antara stratifield sampling dengan cluster sampling ? Jawab : a) Stratifield sampling a. Populasi terbagi atas tingkatan atau strata yang berbeda b. Peneliti mengambil sampel dari setiap strata dengan porsi yang sama b) Cluster sampling a. Dilakukan apabila ada perbedaan antara strata satu dengan lainya b.

Apabila ada perbedaan wilayah satu dengan lainya c. Dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi 19.

Apa yang dimaksud dengan sample kuota ? jelaskan langkah langkah penerapanya ! Jawab : Definisi Sampling Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.

Contoh Sampling Kuota, akan melakukan penelitian tentang Karies Gigi, jumlah sampel yang ditentukan 500 orang, jika pengumpulan data belum memenuhi kuota 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai. Bila pengumpulan data dilakukan secara kelompok yang terdiri atas 5 orang pengumpul data, maka setiap anggota kelompok harus dapat menghubungi 100 orang anggota sampel, atau 5 orang tersebut harus dapat mencari data dari 500 anggota sampel.

20. Apa yang dimaksud dengan sampel aksidental ? jelas dan sertakan contohnya ! Jawab: Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2001: 60).

Menurut Margono (2004: 27) menyatakan bahwa dalam teknik ini pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui.

Misalnya penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Dalam non probability sampling terdapat jenis judgement sampling. Jelas dan sertakan langkah penerapanya !

Jawab : Judgmental sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan penilaian peneliti mengenai siapa-siapa saja yang pantas (memenuhi persyaratan) untuk dijadikan sampel. Oleh karenanya agar tidak sangat subjektif, peneliti harus punya latar belakang pengetahuan tertentu mengenai sampel dimaksud (tentu juga populasinya) agar benar-benar bisa mendapatkan sampel yang sesuai dengan persyaratan atau tujuan penelitian (memperoleh percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan yang akurat).

Berapa banyak sampel purposif diambil? Rumusnya yaitu: sebanyak yang dianggap cukup memadai untuk memperoleh data penelitian yang mencerminkan (representatif) keadaan populasi. Maksudnya, data dari sampel purposif tersebut dianggap sudah bisa menggambarkan (menjawab) apa yang menjadi tujuan dan permasalahan penelitian. Tentu tidak bagus kalu cuma satu dua orang.

Sebanyak mungkin jauh lebih baik. 22. Apa yang dimaksud dengan proposive sampling ? jelaskan pula cara penerapanya ! Jawab: Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Menurut Margono (2004:128), pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya, dengan kata lain unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian.

Misalnya, akan melakukan penelitian tentang disiplin pegawai maka sampel yang dipilih adalah orang yang memenuhi kriteria-kriteria. 23. Bagaimana syarat sampling jenuh dapat ditetapkan pada penelitian tindakan kelas ?

Jawab : a) Jumlah populasi data relatif kecil b) Semua anggota populasi dijadikan sampel c) Presisi Pertimbangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel. Sampel yang digunakan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. d) Akurasi Mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan.

24. Jelaskan langkah langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian pendidikan ! Jawab : Snowball sampling merupakan salah satu metode dalam pengambilan sample dari suatu populasi. Dimana snowball sampling ini adalah termasuk dalam teknik non-probability sampling (sample dengan probabilitas yang tidak sama).

Untuk metode pengambilan sample seperti ini khusus digunakan untuk data-data yang bersifat komunitas dari subjektif responden/sample, atau dengan kata lain oblek sample yang kita inginkan sangat langka dan bersifat mengelompok pada suatu Himpunan. Dengan kata lain snowball sampling metode pengambilan sampel dengan secara berantai (multi level). Jadi, dapat simpulkan bahwa teknik sampling snowball (bola salju) adalah metode sampling di mana sampel diperoleh melalui proses bergulir dari satu responden ke responden yang lainnya, biasanya metode ini digunakan untuk menjelaskan pola-pola sosial atau komunikasi (sosiometrik) suatu komunitas tertentu.

Atau dengan kata lain,dalam penentuan sampel, pertama-tama di pilih satu atau dua orangtetapi karena dengan dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang di berikan, maka peneliti mencari orang lain yang di pandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang di berikan oleh dua orang sebelumnya.

Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. • 1. Subjek dan Objek Penelitian : a. Subjek Penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik berupa orang, benda, ataupun lembaga (Organisasi).

Subjek penelitian disebut juga dengan responden atau pihak-pihak yang memberikan sumber informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian.

b. Objek penelitian adalah sesuatu yang akan diselidiki dalam sebuah penelitian. Baik berupa keadaan suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Berupa sifat kuantitas dan kualitas. 2. Populasi dan Sampel : a. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek/objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011:80).

Jadi, populasi bisa berupa subjek maupun objek penelitian. Populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam. Populasi pun bukan sekedar jumlah pada subjek atau objek yang pelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek dan objek. b. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya keterbatasan dana, tenaga, dan waktu maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi.

Apa yang dipelajari sampel, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul mewakili. 3. Manfaat mempelajari Subjek dan Objek Penelitian adalah dalam melakukan penelitian kita harus mengetahui apa yang harus diteliti atau sasaran penelitian kemudian kita juga membutuhkan responden atau pihak-pihak yang memberikan informasi. Dengan mempelajari subjek dan objek penelitian maka akan mempermudah proses penelitian.

Karena dalam penelitian harus ada subjek dan objek yang akan diteliti. Kemudian selain itu subjek dan objek adalah patokan sebagai suatu penelitian. 4. Syarat-syarat menjadi Subjek Penelitian : a.

Jujur dan bisa dipercaya. b. Memiliki kepatuhan pada peraturan. c. Suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam. d. Bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. e. Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

5. Cara menentukan Subjek penelitian : Dalam menentukan subjek penelitian yaitu dapat melalui keterangan orang berwenang, cara ini bisa dilakukan dengan formal (pemerintah) maupun secara informal (pemimpin masyarakat seperti tokoh masyarakat, pemimpin adat, dan lain sebagainya).

Serta melalui wawancara pendahuluan, Dalam wawancara ini, peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah ada. 6. Dalam penelitian menggunakan “Subjek dan Objek” : Dalam sebuah penelitian subjek dan objek merupakan hal yang sangat penting dan dalam menggunakan subjek dan objek ini dalam penelitian yaitu pada saat kita membutuh informasi atau narasumber untuk mendapatkan sebuah data. Selain itu dalam menggunakan objek yaitu pada saat kita akan meneliti atau sasaran penelitian, baik berupa orang, benda, hewan dan sebagainya.

7. Manfaat mempelajari subjek dan objek dan dibandingkan dengan populasi dan sampel : Manfaat mempelajari Subjek dan Objek Penelitian adalah dalam melakukan penelitian kita harus mengetahui apa yang harus diteliti atau sasaran penelitian kemudian kita juga membutuhkan responden atau pihak-pihak yang memberikan informasi. Jika dibandingkan dengan populasi dan sampel.

Populasi yaitu terdiri dari subjek atau objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik yang dapat dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel yaitu bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi. Sehingga adanya subjek dan objek merupakan kemudahan dalam menentukan populasi.

Karena populasi terdiri dari subjek dan objek. Serta populasi dan sampel itu saling berkaitan karena sampel merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi. 8. Dibutuhkannya sampel dalam penelitian pendidikan : Mengapa harus dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan karena dengan adanya sampel dapat mempermudah proses percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan.

Hal ini terbukti bahwa dalam melakukan suatu penelitian kita tidak perlu melakukan penelitian terhadap semuanya cukup mengambil sampelnya saja. Pada umumnya untuk memperoleh informasi tentang karakteristik suatu populasi maka tidak perlu semua anggota populasi diobservasi, tetapi cukup hanya sebagiannya saja, sebagian anggota populasi tersebut disebut sampel.

Disini akan ditegaskan kembali bahwa suatu sampel adalah sebagian dari populasi yang ingin diteliti, yang ciri-ciri dan keberadaannya diharapkan mampu mewakili atau menggambarkan ciri-ciri dan keberadaan populasi yang sebenarnya. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian : a. Dengan pemilihan sampel yang seksama, hasil penelitian bisa dikontrol peneliti b.

Kerepotannya berkurang jika dibandingkan dengan penelitian populasi c. Lebih efisien (uang, waktu, tenaga) d. Tidak merusak populasi (untuk beberapa kasus). Contoh: Uji granat e. Biaya lebih rendah daripada menggunakan populasi 10.

Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian : a. Mewakili populasi (Representatif) b. Menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standart eror) c. Sederhana d. Mudah dilaksanakan e. Memberikan banyak keterangan f. Efisien biaya 11. Probability Sampling dan Non Probability Sampling : a.

Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel. b. Non Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang tidak sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel.

12. Perbedaan dan persamaan Probability Sampling dan Non Probability Sampling : a. Perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling yaitu jika probability sampling memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi.

Sedangkan non probability sampling memberikan peluang yang tidak sama bagi setiap anggota populasi. b. Persamaan Probability Sampling dan Non Probability Sampling yaitu dua teknik ini sama-sama digunakan pengambilan teknik sampel yang ada, dan yang dipilih menjadi sampel adalah setiap unsur (anggota) populasi. 13. Penerapan Random Sampling dalam Penelitian: Dalam penerapan random sampling dapat digunakan bila anggota populasi homogen dan pengambilan sampelnya secara acak tanpa memperhatikan strata pada populasi.

Dalam prakteknya, pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil satu per satu unit yang ada (biasaya dengan menggunakan tabel angka random) sampai jumlah sampel yang diinginkan diperoleh.

Tabel angka random merupakan kumpulan dari bilangan-bilangan yang tersusun secara random/ acak. Misalnya penelitian cara belajar siswa SMA, kita bisa menggunakan dadu untuk menentukan siswa yang bisa menjadi sampel penelitian berdasarkan daftar siswa yang ada, Sampai jumlah sampel yang ditentukan.

14. Teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan : Sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

Misalnya penentuan sampel berdasarkan nomor genap (2, 4, 6, 8, dst). Contoh : penelitian tentang kinerja karyawan bagian marketing di suatu perusahaan. Maka kita buat daftar nama karyawan lalu ambil sampel berdasarkan no genap 2, 4, 6, 8, dst. 15. Tahapan dalam mengambil sampel menggunakan systematic sampling : a. Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi. b. Membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama.

c. Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk. Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Teknik stratified sampling dan langkah-langkah dalam penerapannya : a. Stratified sampling adalah apabila populasi terbagi atas tingkatan/strata yang berbeda, Peneliti mengambil sampel dari setiap strata dengan porsi yang sama.

b. Langkah-langkah penerapannya : 1) Populasi dikelompokkan menjadi sub-sub populasi berdasarkan kriteria tertentu yang dimiliki unsure populasi. Masing-masing sub populasi diusahakan homogen. 2) Dari masing-masing sub diambil sebagian anggota secara acak 3) Total anggota yang diambil ditetapkan sebagai jumlah anggota sampel 17. Cluster Sampling dan langkah-langkah penerapannya : a. Cluster sampling adalah cara pengambilan sampel dengan cara gugus.

Populasi dibagi kedalam satuan-satuan sampling yang besar. Berbeda dengan pembentukan strata, satuan sampling yang ada tiap cluster harus relative heterogen. Apabila ada perbedaan wilayah satu dengan lainnya maka dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.

b. Langkah-langkah penerapannya : 1) Memilih kluster dengan cara simple random sampling 2) Memilih satuan sampling dalam kluster, jika pemilihan dilakukan lebih dari 2 kali disebut Multi-stage Cluster Sampling. 18. Perbedaan Stratified Sampling dan Cluster Sampling : Stratified sampling adalah apabila populasi terbagi atas tingkatan/strata yang berbeda, Peneliti mengambil sampel dari setiap strata dengan porsi yang sama.

Sedangkan cluster sampling adalah cara pengambilan sampel dengan cara gugus. Populasi dibagi kedalam satuan-satuan sampling yang besar. Berbeda dengan pembentukan strata, satuan sampling yang ada tiap cluster harus relative heterogen. Apabila ada perbedaan wilayah satu dengan lainnya maka dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.

Jadi, perbedaan diantara keduanya yaitu jika stratified sampling pengambilan sampelnya dari setiap strata sama. Sedangkan cluster sampling pengambilan sampelnya dengan cara gugus dan pembentukan strata satuan sampling yang ada tiap cluster berbeda.

19. Sampel Kuota dan langkah-langkah penerapannya : a. sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah atau kuota yang diinginkan.

Misalnya, penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap kinerja artis “B”. peneliti memutuskan jumlah kuota adalah 1000 responden.

b. Langkah-langkah penerapannya : 1) Menentukan kuota terlebih dahulu pada masing-masing kelompok 2) Dalam menentukan sampel dari populasi harus mempunyai cirri-ciri tertentu 20. Sampling Aksidental dan contohnya : Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapapun yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. Contoh : penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilihan kepala desa dengan menggunakan setiap warga yang telah dewasa sebagai sampling.

Peneliti mengumpulkan data dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang harapakan terpenuhi. 21. Judgement Sampling dan langkah-langkah penerapannya : a.

Judgement sampling adalah cara pengambilan sampel, yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli. b. Langkah-langkah penerapannya : Dalam penerapan ini dapat dilakukan dengan pengambilan sampel harus berdasarkan dengan tujuan.

22. Purposive Sampling dan penerapannya : a. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. Misalnya pada penelitian tentang disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja. b. Penerapannya : Dalam penerapan purposive sampling yaitu dengan cara menentukan kriteria tertentu. teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian, maka peneliti harus menentukan kriteria siapa yang layak dijadikan sampel penelitian.

23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : Syarat sampling jenuh dapat diterapkan yaitu jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel dan jika jumlah populasi relative kecil atau kurang dari 30 orang. 24. Langkah-langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian pendidikan : 1) Sampel yang akan diambil harus berjumlah kecil 2) Diterapkan jika calon responden sulit untuk identifikasi • Jawaban : 1.

Pengertian subjek dan objek penelitian : – Subjek penelitian adalah segala sesuatu yang diteliti dalam penelitian itu sendiri baik orang, benda, ataupun lembaga (organisasi).

Subjek penelitian pada dasarnya adalah sesuatu yang akan dikenai kesimpulan dari hasil penelitian. – Objek penelitian merupakan sifat atau keadaan dari suatu benda, orang, atau sifat dari segala sesuatu yang menjadi pusat dari penelitian itu sendiri. Sifat atau keadaan yang dimaksud disini yaitu sifat kuantitas, dan kualitas yang berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap, pro-kontra, simpati-antipati, keadaan batin, dan bisa juga berupa proses.

2. Pengertian populasi dan sampel : – Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan hanya orang tetapi juga objek dan benda-benda alam lain. populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang diteliti, akan tetapi meliputi seluruh karakterstik/sifat yang dimiliki oleh subjek/objek penelitian itu sendiri.

Contoh : pengaruh cuaca buruk terhadap kegiatan belajar mengajar seluruh mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan adalah populasi. – Sampel adalah bagian dari populasi yang dapat mewakili seluruh populasi untuk diteliti. Sampel digunakan dengan alasan karena populasi yang akan diteliti sangat banyak dan luas sehingga menjangkaunya akan sangat lama, dan penelitian akan lebih efisien dari segi waktu, tenaga, dan biaya.

Contoh : Seluruh mahasiswa STKIP PGRI Pacitan sampelnya misalnya Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). 3. Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian : Dengan mempelajari materi subjek dan objek penelitan kita bisa membedakan dengan jelas apa saja yang berposisi sebagai objek dan yang berposisi sebagai subjek dalam sebuah penelitian.

Selain itu, dengan mempelajarinya akan mempermudah kita dalam melakukan penelitian karena pastinya dalam melakukan penelitian kita akan membutuhkan informasi dari beberapa orang atau percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan. Sehingga nantinya saat penelitian dilakukan tidak akan ada kekeliruan antara mana yang harus dijadikan subjek dan mana yang harus berposisi sebagai objek penelitian. 4. Syarat-syarat subjek penelitian : – Jujur dan dapat dipercaya.

– Memiliki kepatuhan terhadap peraturan. – Suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi seseorang yang pendiam. – Bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. – Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

5. Cara menentukan subjek penelitian : Subjek penelitian dapat ditentukan dengan cara melalui keterangan orang yang berwenang, dan dengan melalui wawancara pendahuluan dengan beberapa orang. 6. Pada saat seperti apa menggunakan istilah “ subjek dan objek “ : Istilah subjek dan objek umumnya sering digunakan dalam penelitian yang bersifat kualitatif ( berhubungan dengan kata-kata atau mendeskripsikan ).

Subjek dan objek disini dibutuhkan untuk mencari berbagai informasi dari berbagai responden. Sedangkan objek lebih mengarah kepada hal yang diteliti itu sendiri dalam penelitian. Dalam penelitian kualitatif akan sangat sering sekali untuk menggunakan istilah subjek dan objek. Karena dalam penelitian kualitatif itu sendiri umumnya lebih banyak menggunakan deskripsi kata-kata dan sedikit angka atau bahkan tidak ada.

7. Manfaat mempelajari materi populasi dan sampel : Mempelajari materi populasi dan sampel akan sangat mempermudah dalam melakukan penelitian. Misalnya dengan mengetahui apa pengertian dari populasi sendiri percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan mempermudah kita untuk mengetahui apakah subjek atau objek dari penelitian yang kita lakukan termasuk dalam wilayah populasi sendiri ataukah sudah termasuk dalam sampel.

Sedangkan dengan mempelari materi sampel akan lebih mempermudah kita untuk melakukan penelitian. Misalnya dalam penelitian tersebut populasi yang digunakan jumlahnya sangat banyak kita bisa menggunakan sampel atau contoh dari populasi tersebut.

Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan menggunakan sampel sudah mewakili seluruh populasi. 8. Alasan dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan : Sampel sangat dibutuhkan sekali dalam penelitian pendidikan karena sampel sendiri dapat mewakili keseluruhan dari populasi yang ada dalam penelitian pendidikan itu sendiri.

Misalnya kita akan melakukan penelitian tentang bagaimana pembelajaran seni musik terhadap siswa sekolah dasar negeri se-Kabupaten Pacitan. Jika kita meneliti semua SD yang ada di Kabupaten Pacitan tentunya akan membutuhkan waktu penelitian yang sangat lama.

Sehingga diambillah beberapa sampel dari populasi yang ada untuk mempermudah melakukan penelitan pendidikan tersebut. Nantinya kesimpulan yang didapat dari penelitian yang dilakukan menggunakan sampel akan mewakili kesimpulan dari seluruh populasi.

9. Manfaat sampel dalam penelitian : – Kerepotan akan berkurang jika dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan menggunakan populasi. – Lebih efisien karena akan menghemat uang, waktu, dan tenaga yang dimiliki oleh peneliti. – Tidak merusak populasi (untuk beberapa kasus). Contoh : Uji granat. 10. Syarat pengambilan sampel : – Mewakili populasi (representatif). – Menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror). – Sederhana. – Mudah dilaksanakan. – Memberi banyak keterangan.

– Efisien biaya. 11. Pengertian Probability Sampling dan Non Probability Sampling : – Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberi peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. – Non Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

12. Persamaan dan perbedaan Probability Sampling dan Non Probability Sampling : – Persamaan probability sampling dan non probability sampling yaitu keduanya sama-sama termasuk dalam teknik pengambilan sampel atau teknik sampling. – Perbedaan probability sampling dan non probability sampling yaitu jika dalam probability sampling memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel sedangkan dalam non probability sampling tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

13. Penerapan Random Sampling : – Teknik random sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sistem pengambilan sampelnya disini dilakukan secara rambang atau acak tanpa pilih-pilih atau tanpa pandang bulu.

– Penerapannya yaitu dengan cara sampel dipilih secara acak tanpa memilih terlebih dahulu mana yang harus dijadikan sampel. Dalam praktiknya prosedur random sampling ada tiga yaitu cara undian, cara ordinal, dan cara randomisasi dari tabel bilangan random. Cara undian dilakukan dengan cara seperti layaknya orang melaksanakan undian. Cara ordinal dilakukan dengan memilih nomor-nomor genap atau ganjil atau kelipatan tertentu.

Sedangkan cara yang ketiga dilakukan dengan cara yang lebih rumit dari cara yang pertama dan kedua, yaitu dengan peneliti memilih anggota sampelnya melalui pembuatan daftar nomor dan nama subjek, kemudian membuat tabel yang berisi nomor-nomor subjek, dan yang terakhir peneliti menjatuhkan pensil secara sembarangan pada petak-petak tabel yang berisi nomor-nomor sampai diperoleh sebanyak anggota sampai yang dibutuhkan.

14. Pengertian teknik sampling sistematis (Systematic Sampling) : Sistematic Sampling (sampling Sistematis) adalah teknik pengambilan sampel dari beberapa anggota populasi yang telah diberi nomor urut misalnya nomor 1 sampai dengan 100.

Jadi dalam pengambilan sampel sistematik sudah harus tersedia daftar nama dari populasi. Misalnya disini dalam penelitian akan menggunakan nomor urut kelipatan dari lima ( 1,5,10,15,20,dst), nomor ganjil ( 1,3,5,7,9,11,13,dst ), dan seterusnya.

15. Tahapan pengambilan sampel Systematic Sampling : Tahapan dari pengambilan sampel Systematic Sampling yaitu pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja, nomor genap saja, atau nomor dari kelipatan bilangan tertentu. Disini pengambilan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.Misalnya nomor genap dengan nomor ganjil diambil secara bersamaan, hal itu tidak dapat dilakukan harus salah satu dari percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan tersebut.

Misalnya mengambil nomor ganjil yaitu (1,3,5,7,9,11,13,15,17,dst), nomor genap (2,4,6,8,10,12,14,16,18,dst), dan seterusnya yang sesuai dengan yang tertulis dalam penelitian yang dilakukan. 16. Pengertian dan langkah-langkah penerapan Stratified Sampling : – Stratified Sampling (Sampel Berstrata) adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan pada suatu populasi yang terbagi atas beberapa strata atau subkelompok dan dari masing-massing subkelompok diambil sampel-sampel terpisah.

– Langkah-langkah penerapan : penerapannya yaitu dengan cara peneliti mengambil sampel dari setiap strata atau subkelompok dengan porsi yang sama atau dengan jumlah yang sama. Pengambilan sampel berstrata dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu cara proporsional (proportional), dan cara disproporsional (disproportional). 17.

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan

Pengertian dan langkah-langkah penerapan Cluster Sampling : – Cluster Sampling disebut juga sebagai sampel wilayah (area sampling) merupakan teknik pengambilan sampel atas dasar wilayah atau area dari populasi yang wilayahnya luas. Dilakukan apabila ada perbedaan antara strata satu dengan lainya maupun perbedaan antara wilayah satu dengan lainnya. – Langkah-langkah penerapan : penerapannya yaitu dengan mengambil wakil dari beberapa wilayah yang terdapat dalam populasi.

Misalnya, peneliti akan meneliti tentang persepsi masyarakat Jawa Timur tentang pengembangan wisata pedesaan. Maka dicari masyarakat perkabupaten, akan dijadikan sampel secara proporsional. 18. Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling : Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling yaitu pada stratified sampling sampel diambil dari strata atau subkelompok dalam jumlah atau porsi yang sama. Sedangkan cluster sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang mengambil sampel berdasarkan luas wilayah dalam populasi dari penelitian yang dilakukan.

Dalam cluster sampling dilakukan apabila terdapat perbedaan antara strata satu dengan strata lainnya. 19. Pengertian dan langkah-langkah penerapan Sampel Kuota : – Sampel Kuota ( Quota Sampling ) adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang didasarkan atas jumlah yang ditentukan sendiri oleh peneliti itu sendiri. Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

– Langkah-langkah penerapan : penerapannya yaitu dengan cara peneliti secara bebas menentukan berapa sampel yang akan digunakan dalam penelitian pendidikan yang dilakukannya. Misalnya, peneliti ingin mengetahui persepsi wisatawan asing terhadap kenyamanan yang ada di Pantai Teleng Ria, karena jumlah pengunjung yang datang dan pergi silih berganti maka peneliti mengambil sejumlah 20 turis yang sedang berkunjung di Pantai Teleng Ria.

20. Pengertian dan contoh Sampel Aksidental : – Sampel Aksidental ( Axidental Sampling ) adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel dalam penelitian, bila dipandang yang kebetulan bertemu tersebut cocok digunakan sebagai responden. – Contoh : Peneliti ingin meneliti tentang bagaimana pembelajaran Bahasa Jawa di SD Negeri Baleharjo 2 Pacitan, maka peneliti dapat langsung datang ke sekolah tersebut.

Dan apabila nantinya bertemu dengan siswa ataupun guru dari sekolah tersebut dapat digunakan sebagai sampel. 21. Pengertian dan langkah-langkah penerapan Judgement Sampling : – Judgement Sampling adalah cara atau teknik pengambilan sampel dimana sampel dipilih berdasarkan yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan dari penelitian yang dilakukan. – Langkah-langkah penerapan : penerapannya yaitu dengan cara peneliti mencari siapa yang responden yang bersedia untuk dijadikan sampel dalam penelitiannya.

Namun disini juga perlu diperhatikan bahwa peneliti tidak sembarang memilih siapa yang bisa dijadikan sampel dalam penelitiannya. Peneliti memilih sampel berdasarkan analisis yang dimilikinya apakah sampel tersebut sesuai dengan penelitiannya ataukah tidak.

22. Pengertian dan langkah-langkah penerapan Purposive Sampling : – Purposive Sampling ( Sampel Bertujuan ) adalah teknik pengambilan atau penentuan sampel yang memiliki sifat atau karakter tertentu. Penentuannya dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Lebih cocok untuk penelitian yang bersifat kualitatif. – Langkah-langkah penerapan : langkah-langkah penerapannya yaitu dengan misalnya peneliti ingin melakukan penelitian tentang kualitas makanan dalam suatu restoran, maka sampel yang digunakan adalah orang-orang yang ahli dalam makanan.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa purposive sampling dapat diterapkan dengan mengambil sampel yang sesuai dengan bidang yang diteliti atau memiliki karakter sesuai dengan bidang penelitian yang dilakukan. 23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan dalam penelitian pendidikan : – Populasi penelitian pendidikan relatif sedikit.

– Seluruh anggota populasi harus dijadikan sampel penelitian. – Penelitian yang ingin dibuat generalisasinya dengan kesalahan yang sangat kecil. 24. Langkah-langkah penerapan Snowball Sampling : – Langkah-langkah penerapan : Pertama-tama peneliti memilih dua orang kemudian selanjutnya dua orang tersebut mencari anggota baru dan anggota yang telah terpilih mencari anggota baru lagi hingga dirasakan sampel yang dibutuhkan untuk penelitian terkecukupi.

– Skema : A B C D E F G H I • Nama : Ansori arief Tkt/smt : II/III/A Prodi : PGSD Nim : 1686206003 1. Pengertian subjek dan objek penelitian • Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi). Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian, didalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian.

Subjek dapat disebut dengan sasaran yang diteliti. • Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian. Sifat keadaan berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bias juga berupa proses.

2. Pengertian populasi dan sampel • Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek yang meliputi (orang, benda, ataupun lembaga/organisasi) dan objek yang meliputi ( sifat keadaan) yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Populasi tidak hanya orang/makhluk hidup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya. Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimiliki objek atau subjek tersebut. Contohnya meningkatnya jumlah penduduk dipacitan setiap tahunya. • Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi.

Contohnya, pedagang beras hanya meneliti segenggam beras untuk mengetahui kualitas sekarung beras. 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian Subjek merupakan sesuatu yang akan diteliti baik orang, benda maupun organisasi. Jadi manfaat mempelajari objek penelitian yaitu peneliti dapat mengetahui apa yang dimaksud subjek penelitian itu, selain itu juga dapat memahami apa saja yang dapat menjadi subjek dalam penelitia serta dapat mengetahui syarat-syarat yang menjadi subjek penelitian.

Selain itu dari kita dapat menentukan subjek dalam penelitian maka kita juga dapat menentukan objek penelitian. Jadi manfaat mempelajari subyek penelian itu kita dapat mengetahui subjek yang bagaimana yang berkualitas dalam sebuah penelitian. Dengan menggunakan subjek mendapatkan pandangan penelitian dan meggunakan subjek kita dapat mendapatkan hasil ataau kesimpulan dalam proses penelitien, jadi sangat penting bagi peneliti dalam mempelajari dan memeahami tentang materi subjek dan objek tersebut.

Sedangkan manfaat mempelajari objek penelitian yaitu dapat menentukan objek dalam penelitian yang sebelumnya sudah mendapatkan subjek yang lebih dahulu.

Kita dapat menentukan obbjek penelitian baik objek kualitatif maupun kuantitatif, jadi kita sangat perlu sekali memahami objek dalam penelitian karena objek merupakan sasaran utama yang dijadikan sebuah penelitian. 4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian • Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dan bias dipercaya, maksudnya apabila kita memilih subyek misalnya orang maka orang tersebet harus yang jujur dan dapat dipercaya karena subjek disini harus memberi informasi yang benar-benar terjadi, dan biasanya orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang berpendidikan.

• Memiliki kepatuhan pada peraturanmaksudnya syarat menjadi subjek harus memiliki sikap yang patuh pada peraturan serta bertanggung jawab. • Suka berbicara bukan orang yang sukar berbicara apalagi pendiam. Maksudnya disini orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang pandai berbicara serta memiliki tata bicara yang baik sopan serta santun karena subjek memberikan informasi melalui komunikasi apabila orang tersebut tidak suka berbicara maka data yang diperoleh juga tidak akan akurat.

• Bukan termasuk anggota saalah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. Apabila kita memilih subjek penelitian jangan orang yang bertikai dalam latar penelitianapabila hal itu terjadi maka subjekpun tidak akan jadi dan laporan juga akan terpengaruh hasilnya.

• Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi maksudnya orang yang akan dikenai subjek harus benar-benar mengerti dan mengetahui tentang peristiwa yang diteliti. 5. Cara menentukan subjek penelitian • Melalui keterangan orang yang berwenang Maksudnya sebelum kita menentukan topic kita harus mendapatkan persetujuan dari orang yang berwenang atau orang yang berwajib dalam lembaga penelitian tersebut.

• Melalui wawancara pendahuluan Maksunya mengadakan wawancara lebih dahulu terhadap orang yang sedang terkait, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dang pengetahuan yang sebenarnya sebelum kita mengambil suatu putusan. 6. Pada saat apa penelitian menggunakan intilah “subjek dan objek” dalam penelitian.

Menurut saya penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, karena dalam proses penelitian bila tidak ada subjek dan objek yang di teliti maka kita tidak bisa melakukan sebuah penelitian, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya.

Dan objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian.

7. Soal no 3 (tentang subjek dan objek). Perbandingan antara populasi dan sempel. Membandingkan subjek-objek dan populasi-sampel. Menurut saya: • Subjek-objek Merupakan suatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga (kelompok) subjek pada dasarnaya akan dikenai kesimpulan penelitian dan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses.

• Populasi-sampel Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpilan, sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil tersebut.

Jadi dapat disimpulkan perbandingan antara subjek-objek dan populasi-sampel mereka saling keterkaitan dalam proses penelitian, apabila ada salah satu yang tidak terdapat dalam proses penelitian maka proses penelitian juga tidak dapat berjalan dengan baik. 8. Karena jika menggunakan populasi dengan jumlah yang begitu banyak maka peneliti akan kesusahan.

Misalnya seorang peneliti akan meneliti metode yang digunakan mengajar oleh guru di suatu provinsi, tidak mungkin peneliti mendatangi dan mewawancarai seluruh guru di provinsi tersebut. Jadi diambilah sebagian dari guru untuk di teliti dengan syarat guru tersebut dapat mewakili guru-guru lain. Jadi peran sampel sangat penting karena membantu memudahkan peneliti dalam melakukan tugasnya.

9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian  Memudahkan peneliti, karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan populasi.  Penelitian lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian yang banyak subjek.  Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, jika subjeknya terlalu banyak dikawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh tidak akurat.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel  Jumlah sampel yang mencukupi  Sampel yang dipilih harus dapat mewakili populasinya, misalnya sampel tersebut harus mampu mencermikan sifat maupun ciri dari populasinya semaksimal mungkin.  Sampel yang di ambil harus bisa memberi banyak keterangan 11.

Pengertian probability sampling dan non probability sampling  Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel  Non probability sampling adalah adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel 12. Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling  Persamaan: sama-sama berupa teknik yang digunakan peneliti dalam pengambilan suatu sampel penelitian.

 Perbedaan: probability sampling memberikan kesempatan yang sama kepada setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel sedangkan non probability sampling tidak memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. 13. Penerapan random sampling dalam penelitian terbagi menjadi 3 yaitu random sampling sederhana, random sampling bertingkat dan sampling klauster atau area.

Sehingga penerapannya sesuai dengan populasi yang akan di teliti. Teknik sampling sederhana dilakukan apabila populasinya bersifat homogen. Teknik sampling bertingkat dilakukan apabila populasinya bersifat hiterogen atau terdiri atas kelompok-kelompok yang bertingkat serta jumlahnya banyak.

Sedangkan teknik sampling klauster populasinya tidak diketahui secara pasti. 14. Sampling sistematis yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomer urut. 15. Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan, bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui kita dapat menentukan secara akurat, dengan demikian dilakukan pendugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel, kemudian menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Stratified sampling disini peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan-tingkatan atau strata, maka pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random, adanya strata tidak boleh diabaikan dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel.

Adapun langkah-langkah dari stratified sampling sebagai berikut: Menurut Notoatmodjo (2005, hlm. 86) langkah-langkah yang ditempuh dalam pengambilan sampel stratified meliputimenentukan populasi penelitian, mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi, mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan, teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom, pengambilan sampel dari percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional).

17. Clusster sampling disebut juga dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame. keuntungan penggunaan teknik ini menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada jika digunakan teknik simple random sampling. Akan tetapi, hasil cluster sampling ini pada umumnya kurang akurat dibandingkan simple random sampling.

Adapun langkah-langkah penerapannya yaitu pertama-tama memilih sampel yang berbentuk cluster dari suatu percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan, selanjutnya dari tiap-tiap cluster sampel tersebut, diturunkan sampel yang berbentuk elemen, kemudian tahap selanjutya dari beberapa kelompok sampel daerah, tetapkan individu-individu mana yang menjadi sampel (secara acak).

Misalnya dibidang pendidikan, akan ditentukan mana siswa kelas eksperimen dan siswa kelas control. 18. Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling adalah a) Startified Sampling, (1) Proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok relatif sebelum sampling; (2) Setiap elemen dalam populasi/kelompok harus strata; (3) Meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling. Hal ini dapat menghasilkan rata-rata tertimbang yang memiliki variabilitas kurang artimetik mean dari sampel acak sederhana dari populasi; b) Cluster Sampling, (1) Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau cluster dan sampel kelompok dipilih; (2) Elemen dalam kelompok-kelompok atau suatu sub-sampel dapat dipilih dalam masing-masing kelompok; (3) Memungkinkan ukuran sampel meningkat.

Dengan asumsi ukuran sampel tetap, teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan di antara mereka. 19. Sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

Langkah-langkah penerapan adalah a) Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang dikehendaki; b) Melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti sebelum melakukan sampling.

20. Sampel Aksidental adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber sata. Contohnya, Penelitian tentang kenyaman adanya jembatan baru.

Peneliti bertemu dengan siapa saja yang lewat jembatan tersebut dan apabila cocok maka orang yang lewat jembatan bisa dijadikan sumber data. 21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakteristik yang diperoleh dalam pengambilan sample. Langkah-langkah penerapannya : 1. Menentukan populasi yang akan di ambil samplenya 2.

Penerapan ukuran sample dapat diketahui jika batas atas kesalahan dugaan dan dasar informasi dari anggota penyusun populasi dan ketelitian yang dinginkan 3. Penarikan sample yang dilakukan secara berulang-ulang akan menghasilkan besaran karakteristik populasi yang berbeda-beda 22. Purposive sampling menurut sugiyono (2010) adalah teknik untuk menentukan sample penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif.

Purposive sampling lebih tepat digunakan oleh para peneliti apabila memang penelitian memerlukan kriteria khusus agar sample yang di ambil nantinya sesuai dengan tujuan penelitian dapat memecahkan masalah dan peneliti dapat memberikan nilai yang lebih representatif.

Sehingga teknik yang diambil dapat memenuhi tujuan yang sebenarnya dilakukan penelitian. Cara penerapannya yaitu : 1. Menentukan karakteristik populasi, 2. Pengambilan sample harus sesuai dengan ciri-ciri, sifat atau karakteristik tertentu, 3.

Subjek yang di ambil harus benar-benar merupakan subjek yang banyak ciri-cirinya yang terdapat pada populasi. 23.

Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : a) Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya. b) Akurasi mengacu percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan sifat dan karakter dari sampel yang digunakan.

c) Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan.

24.Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus-menerus semakin besar.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang penggunaan sosial media yang berlebihan pada kalangan remaja di suatu wilayah.Sampel mula-mula adalah 5 orang remaja,kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti.

Langkah-langkah penerapannya : Mula-mula kita dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan memilih temannya untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel juga,sampai seterusnya.Sehingga jumlah sampel semakin banyak.

Nama : Ansori arief Tkt/smt : II/III/A Prodi : PGSD Nim : 1686206003 1. Pengertian subjek dan objek penelitian • Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi). Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian, didalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. Subjek dapat disebut dengan sasaran yang diteliti.

• Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian. Sifat keadaan berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bias juga berupa proses.

2. Pengertian populasi dan sampel • Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek yang meliputi (orang, benda, ataupun lembaga/organisasi) dan objek yang meliputi ( sifat keadaan) yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi tidak hanya orang/makhluk hidup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya.

Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan semua karakteristik, sifat-sifat yang dimiliki objek atau subjek tersebut. Contohnya meningkatnya jumlah penduduk dipacitan setiap tahunya.

• Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi. Contohnya, pedagang beras hanya meneliti segenggam beras untuk mengetahui kualitas sekarung beras. 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian Subjek merupakan sesuatu yang akan diteliti baik orang, benda maupun organisasi.

Jadi manfaat mempelajari objek penelitian yaitu peneliti dapat mengetahui apa yang dimaksud subjek penelitian itu, selain itu juga dapat memahami apa saja yang dapat menjadi subjek dalam penelitia serta dapat mengetahui syarat-syarat yang menjadi subjek penelitian.

Selain itu dari kita dapat menentukan subjek dalam penelitian maka kita juga dapat menentukan objek penelitian. Jadi manfaat mempelajari subyek penelian itu kita dapat mengetahui subjek yang bagaimana yang berkualitas dalam sebuah penelitian. Dengan menggunakan subjek mendapatkan pandangan penelitian dan meggunakan subjek kita dapat mendapatkan hasil ataau kesimpulan dalam proses penelitien, jadi sangat penting bagi peneliti dalam mempelajari dan memeahami tentang materi subjek dan objek tersebut.

Sedangkan manfaat mempelajari objek penelitian yaitu dapat menentukan objek dalam penelitian yang sebelumnya sudah mendapatkan subjek yang lebih dahulu. Kita dapat menentukan obbjek penelitian baik objek kualitatif maupun kuantitatif, jadi kita sangat perlu sekali memahami objek dalam penelitian karena objek merupakan sasaran utama yang dijadikan sebuah penelitian.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian • Jujur dan bias dipercaya, maksudnya apabila kita memilih subyek misalnya orang maka orang tersebet harus yang jujur dan dapat dipercaya karena subjek disini harus memberi informasi yang benar-benar terjadi, dan biasanya orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang berpendidikan.

• Memiliki kepatuhan pada peraturanmaksudnya syarat menjadi subjek harus memiliki sikap yang patuh pada peraturan serta bertanggung jawab. • Suka berbicara bukan orang yang sukar berbicara apalagi pendiam. Maksudnya disini orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang pandai berbicara serta memiliki tata bicara yang baik sopan serta santun karena subjek memberikan informasi melalui komunikasi apabila orang tersebut tidak suka berbicara maka data yang diperoleh juga tidak akan akurat.

• Bukan termasuk anggota saalah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. Apabila kita memilih subjek penelitian jangan orang yang bertikai dalam latar penelitianapabila hal itu terjadi maka subjekpun tidak akan jadi dan laporan juga akan terpengaruh hasilnya. • Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi maksudnya orang yang akan dikenai subjek harus benar-benar mengerti dan mengetahui tentang peristiwa yang diteliti. 5. Cara menentukan subjek penelitian • Melalui keterangan orang yang berwenang Maksudnya sebelum kita menentukan topic kita harus mendapatkan persetujuan dari orang yang berwenang atau orang yang berwajib dalam lembaga penelitian tersebut.

• Melalui wawancara pendahuluan Maksunya mengadakan wawancara lebih dahulu terhadap orang yang sedang terkait, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dang pengetahuan yang sebenarnya sebelum kita mengambil suatu putusan.

6. Pada saat apa penelitian menggunakan intilah “subjek dan objek” dalam penelitian. Menurut saya penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, karena dalam proses penelitian bila tidak ada subjek dan objek yang di teliti maka kita tidak bisa melakukan sebuah penelitian, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya.

Dan objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian.

7. Soal no 3 (tentang subjek dan objek). Perbandingan antara populasi dan sempel. Membandingkan subjek-objek dan populasi-sampel. Menurut saya: • Subjek-objek Merupakan suatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga (kelompok) subjek pada dasarnaya akan dikenai kesimpulan penelitian dan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses.

• Populasi-sampel Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpilan, sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil tersebut. Jadi dapat disimpulkan perbandingan antara subjek-objek dan populasi-sampel mereka saling keterkaitan dalam proses penelitian, apabila ada salah satu yang tidak terdapat dalam proses penelitian maka proses penelitian juga tidak dapat berjalan dengan baik.

8. Karena jika menggunakan populasi dengan jumlah yang begitu banyak maka peneliti akan kesusahan. Misalnya seorang peneliti akan meneliti metode yang digunakan mengajar oleh guru di suatu provinsi, tidak mungkin peneliti mendatangi dan mewawancarai seluruh guru di provinsi tersebut. Jadi diambilah sebagian dari guru untuk di teliti dengan syarat guru tersebut dapat mewakili guru-guru lain.

Jadi peran sampel sangat penting karena membantu memudahkan peneliti dalam melakukan tugasnya. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian  Memudahkan peneliti, karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan populasi.  Penelitian lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian yang banyak subjek.

 Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, jika subjeknya terlalu banyak dikawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh tidak akurat.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel  Jumlah sampel yang mencukupi  Sampel yang dipilih harus dapat mewakili populasinya, misalnya sampel tersebut harus mampu mencermikan sifat maupun ciri dari populasinya semaksimal mungkin.  Sampel yang di ambil harus bisa memberi banyak keterangan 11. Pengertian probability sampling dan non probability sampling  Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel  Non probability sampling adalah adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel 12.

Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling  Persamaan: sama-sama berupa teknik yang digunakan peneliti dalam pengambilan suatu sampel penelitian.  Perbedaan: probability sampling memberikan kesempatan yang sama kepada setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel sedangkan non probability sampling tidak memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian terbagi menjadi 3 yaitu random sampling sederhana, random sampling bertingkat dan sampling klauster atau area. Sehingga penerapannya sesuai dengan populasi percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan akan di teliti. Teknik sampling sederhana dilakukan apabila populasinya bersifat homogen.

Teknik sampling bertingkat dilakukan apabila populasinya bersifat hiterogen atau terdiri atas kelompok-kelompok yang bertingkat serta jumlahnya banyak. Sedangkan teknik sampling klauster populasinya tidak diketahui secara pasti. 14. Sampling sistematis yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomer urut. 15. Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan, bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui kita dapat menentukan secara akurat, dengan demikian dilakukan pendugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel, kemudian menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Stratified sampling disini peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan-tingkatan atau strata, maka pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random, adanya strata tidak boleh diabaikan dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel. Adapun langkah-langkah dari stratified sampling sebagai berikut: Menurut Notoatmodjo (2005, hlm.

86) langkah-langkah yang ditempuh dalam pengambilan sampel stratified meliputimenentukan populasi penelitian, mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi, mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan, teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom, pengambilan sampel dari masing-masing strata percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional).

17. Clusster sampling disebut juga dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame. keuntungan penggunaan teknik ini menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada jika digunakan teknik simple random sampling.

Akan tetapi, hasil cluster sampling ini pada umumnya kurang akurat dibandingkan simple random sampling. Adapun langkah-langkah penerapannya yaitu pertama-tama memilih sampel yang berbentuk cluster dari suatu populasi, selanjutnya dari tiap-tiap cluster sampel tersebut, diturunkan sampel yang berbentuk elemen, kemudian tahap selanjutya dari beberapa kelompok sampel daerah, tetapkan individu-individu mana yang menjadi sampel (secara acak). Misalnya dibidang pendidikan, akan ditentukan mana siswa kelas eksperimen dan siswa kelas control.

18. Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling adalah a) Startified Sampling, (1) Proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok relatif sebelum sampling; (2) Setiap elemen dalam populasi/kelompok harus strata; (3) Meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling.

Hal ini dapat menghasilkan rata-rata tertimbang yang memiliki variabilitas kurang artimetik mean dari sampel acak sederhana dari populasi; b) Cluster Sampling, (1) Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau cluster dan sampel kelompok dipilih; (2) Elemen dalam kelompok-kelompok atau suatu sub-sampel dapat dipilih dalam masing-masing kelompok; (3) Memungkinkan ukuran sampel meningkat.

Dengan asumsi ukuran sampel tetap, teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan di antara mereka. 19. Sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Langkah-langkah penerapan adalah a) Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang dikehendaki; b) Melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti sebelum melakukan sampling.

20. Sampel Aksidental adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber sata.

Contohnya, Penelitian tentang kenyaman adanya jembatan baru. Peneliti bertemu dengan siapa saja yang lewat jembatan tersebut dan apabila cocok maka orang yang lewat jembatan bisa dijadikan sumber data. 21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakteristik yang diperoleh dalam pengambilan sample.

Langkah-langkah penerapannya : 1. Menentukan populasi yang akan di ambil samplenya 2. Penerapan ukuran sample dapat diketahui jika batas atas kesalahan dugaan dan dasar informasi dari anggota penyusun populasi dan ketelitian yang dinginkan 3.

Penarikan sample yang dilakukan secara berulang-ulang akan menghasilkan besaran karakteristik populasi yang berbeda-beda 22. Purposive sampling menurut sugiyono (2010) adalah teknik untuk menentukan sample penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif.

Purposive sampling lebih tepat digunakan oleh para peneliti apabila memang penelitian memerlukan kriteria khusus agar sample yang di ambil nantinya sesuai dengan tujuan penelitian dapat memecahkan masalah dan peneliti dapat memberikan nilai yang lebih representatif. Sehingga teknik yang diambil dapat memenuhi tujuan yang sebenarnya dilakukan penelitian. Cara penerapannya yaitu : 1. Menentukan karakteristik populasi, 2.

Pengambilan sample harus sesuai dengan ciri-ciri, sifat atau karakteristik tertentu, 3. Subjek yang di ambil harus benar-benar merupakan subjek yang banyak ciri-cirinya yang terdapat pada populasi.

23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : a) Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya. b) Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan. c) Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan.

24.Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus-menerus semakin besar. Misalnya akan dilakukan penelitian tentang penggunaan sosial media yang berlebihan pada kalangan remaja di suatu wilayah.Sampel mula-mula adalah 5 orang remaja,kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti.

Langkah-langkah penerapannya : Mula-mula kita dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel juga,sampai seterusnya.Sehingga jumlah sampel semakin banyak.

Nama : Ansori arief Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan : II/III/A Prodi : PGSD Nim : 1686206003 1. Pengertian subjek dan objek penelitian • Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi).

Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian, didalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. Subjek dapat disebut dengan sasaran yang diteliti.

• Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dari sasaran penelitian. Sifat keadaan berupa sifat kuantitas dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap prokontra, simpati-antipati, keadaan batin dan bias juga berupa proses.

2. Pengertian populasi dan sampel • Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek yang meliputi (orang, benda, ataupun lembaga/organisasi) dan objek yang meliputi ( sifat keadaan) yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi tidak hanya orang/makhluk hidup akan tetapi juga benda-benda alam yang lainnya.

Populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, akan tetapi meliputi semua karakteristik, sifat-sifat yang dimiliki objek atau subjek tersebut. Contohnya meningkatnya jumlah penduduk dipacitan setiap tahunya. • Sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi.

Contohnya, pedagang beras hanya meneliti segenggam beras untuk mengetahui kualitas sekarung beras. 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian Subjek merupakan sesuatu yang akan diteliti baik orang, benda maupun organisasi. Jadi manfaat mempelajari objek penelitian yaitu peneliti dapat mengetahui apa yang dimaksud subjek penelitian itu, selain itu juga dapat memahami apa saja yang dapat menjadi subjek dalam penelitia serta dapat mengetahui syarat-syarat yang menjadi subjek penelitian.

Selain itu dari kita dapat menentukan subjek dalam penelitian maka kita juga dapat menentukan objek penelitian. Jadi manfaat mempelajari subyek penelian itu kita dapat mengetahui subjek yang bagaimana yang berkualitas dalam sebuah penelitian. Dengan menggunakan subjek mendapatkan pandangan penelitian dan meggunakan subjek kita dapat mendapatkan hasil ataau kesimpulan dalam proses penelitien, jadi sangat penting bagi peneliti dalam mempelajari dan memeahami tentang materi subjek dan objek tersebut.

Sedangkan manfaat mempelajari objek penelitian yaitu dapat menentukan objek dalam penelitian yang sebelumnya sudah mendapatkan subjek yang lebih dahulu. Kita dapat menentukan obbjek penelitian baik objek kualitatif maupun kuantitatif, jadi kita sangat perlu sekali memahami objek dalam penelitian karena objek merupakan sasaran utama yang dijadikan sebuah penelitian. 4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian • Jujur dan bias dipercaya, maksudnya apabila kita memilih subyek misalnya orang maka orang tersebet harus yang jujur dan dapat dipercaya karena subjek disini harus memberi informasi yang benar-benar terjadi, dan biasanya orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang berpendidikan.

• Memiliki kepatuhan pada peraturanmaksudnya syarat menjadi subjek harus memiliki sikap yang patuh pada peraturan serta bertanggung jawab.

• Suka berbicara bukan orang yang sukar berbicara apalagi pendiam. Maksudnya disini orang yang menjadi subjek penelitian adalah orang yang pandai berbicara serta memiliki tata bicara yang baik sopan serta santun karena subjek memberikan informasi melalui komunikasi apabila orang tersebut tidak suka berbicara maka data yang diperoleh juga tidak akan akurat.

• Bukan termasuk anggota saalah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian. Apabila kita memilih subjek penelitian jangan orang yang bertikai dalam latar penelitianapabila hal itu terjadi maka subjekpun tidak akan jadi dan laporan juga akan terpengaruh hasilnya.

• Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi maksudnya orang yang akan dikenai subjek harus benar-benar mengerti dan mengetahui tentang peristiwa yang diteliti.

5. Cara menentukan subjek penelitian • Melalui keterangan orang yang berwenang Maksudnya sebelum kita menentukan topic kita harus mendapatkan persetujuan dari orang yang berwenang atau orang yang berwajib dalam lembaga penelitian tersebut. • Melalui wawancara pendahuluan Maksunya mengadakan wawancara lebih dahulu terhadap orang yang sedang terkait, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dang pengetahuan yang sebenarnya sebelum kita mengambil suatu putusan.

6. Pada saat apa penelitian menggunakan intilah “subjek dan objek” dalam penelitian. Menurut saya penelitian menggunakan subjek dan objek pada saat melakukan sebuah penelitian, karena dalam proses penelitian bila tidak ada subjek dan objek yang di teliti maka kita tidak bisa melakukan sebuah penelitian, karena subjek merupakan suatu yang diteliti oleh peneliti tersebut, subjek tersebut bisa berupa orang, hewan, atau yang lainnya.

Dan objek adalah sifat dari suatu subjek yang diteliti tersebut, jadi kita menggunakan subjek dan objek pada saat mau melakukan penelitian dan pada saat penelitian berlangsung, hingga selesai dalam proses penelitian.

7. Soal no 3 (tentang subjek dan objek). Perbandingan antara populasi dan sempel. Membandingkan subjek-objek dan populasi-sampel. Menurut saya: • Subjek-objek Merupakan suatu yang diteliti baik orang, hewan, atau lembaga (kelompok) subjek pada dasarnaya akan dikenai kesimpulan penelitian dan sifat keadaan kualitas dan kuantitas yang bisa berupa perilaku, pendapat, keadaan batin,dan juga dapat disebut sebagai proses.

• Populasi-sampel Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpilan, sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut atau bagian kecil dari anggota populasi yang diambil tersebut.

Jadi dapat disimpulkan perbandingan antara subjek-objek dan populasi-sampel mereka saling keterkaitan dalam proses penelitian, apabila ada salah satu yang tidak terdapat dalam proses penelitian maka proses penelitian juga tidak dapat berjalan dengan baik. 8. Karena jika menggunakan populasi dengan jumlah yang begitu banyak maka peneliti akan kesusahan.

Misalnya seorang peneliti akan meneliti metode yang digunakan mengajar oleh guru di suatu provinsi, tidak mungkin peneliti mendatangi dan mewawancarai seluruh guru di provinsi tersebut. Jadi diambilah sebagian dari guru untuk di teliti dengan syarat guru tersebut dapat mewakili guru-guru lain. Jadi peran sampel sangat penting karena membantu memudahkan peneliti dalam melakukan tugasnya. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian  Memudahkan peneliti, karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan populasi.

 Penelitian lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian yang banyak subjek.  Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, jika subjeknya terlalu banyak dikawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh tidak akurat. 10. Syarat-syarat pengambilan sampel  Jumlah sampel yang mencukupi  Sampel yang dipilih harus dapat mewakili populasinya, misalnya sampel tersebut harus mampu mencermikan sifat maupun ciri dari populasinya semaksimal mungkin.

 Sampel yang di ambil harus bisa memberi banyak keterangan 11. Pengertian probability sampling dan non probability sampling  Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel  Non probability sampling adalah adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel 12.

Persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling  Persamaan: sama-sama berupa teknik yang digunakan peneliti dalam pengambilan suatu sampel penelitian.  Perbedaan: probability sampling memberikan kesempatan yang sama kepada setiap unsur anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel sedangkan non probability sampling tidak memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian terbagi menjadi 3 yaitu random sampling sederhana, random sampling bertingkat dan sampling klauster atau area. Sehingga penerapannya sesuai dengan populasi yang akan di teliti. Teknik sampling sederhana dilakukan apabila populasinya bersifat homogen. Teknik sampling bertingkat dilakukan apabila populasinya bersifat hiterogen atau terdiri atas kelompok-kelompok yang bertingkat serta jumlahnya banyak.

Sedangkan teknik sampling klauster populasinya tidak diketahui secara pasti. 14. Sampling sistematis yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomer urut. 15. Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan harus lebih kecil atau sama dengan, bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui kita dapat menentukan secara akurat, dengan demikian dilakukan pendugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel, kemudian menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk.

Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Stratified sampling disini peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan-tingkatan atau strata, maka pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random, adanya strata tidak boleh diabaikan dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel.

Adapun langkah-langkah dari stratified sampling sebagai berikut: Menurut Notoatmodjo (2005, hlm. 86) langkah-langkah yang ditempuh dalam pengambilan sampel stratified meliputimenentukan populasi penelitian, mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi, mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan, mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan, teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom, pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional).

17. Clusster sampling disebut juga dengan area sampling. Cluster sampling ini digunakan ketika elemen dari populasi secara geografis tersebar luas sehingga sulit untuk disusun sampling frame. keuntungan penggunaan teknik ini menjadikan proses sampling lebih murah dan cepat daripada jika digunakan teknik simple random sampling.

Akan tetapi, hasil cluster sampling ini pada umumnya kurang akurat dibandingkan simple random sampling. Adapun langkah-langkah penerapannya yaitu pertama-tama memilih sampel yang berbentuk cluster dari suatu populasi, selanjutnya dari tiap-tiap cluster sampel tersebut, diturunkan sampel yang berbentuk elemen, kemudian tahap selanjutya dari beberapa kelompok sampel daerah, tetapkan individu-individu mana yang menjadi sampel (secara acak).

Misalnya dibidang pendidikan, percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan ditentukan mana siswa kelas eksperimen dan siswa kelas control.

18. Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling adalah a) Startified Sampling, (1) Proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok relatif sebelum sampling; (2) Setiap elemen dalam populasi/kelompok harus strata; (3) Meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling.

Hal ini dapat menghasilkan rata-rata tertimbang yang memiliki variabilitas kurang artimetik mean dari sampel acak sederhana dari populasi; b) Cluster Sampling, (1) Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau cluster dan sampel kelompok dipilih; (2) Elemen dalam kelompok-kelompok atau suatu sub-sampel dapat dipilih dalam masing-masing kelompok; (3) Memungkinkan ukuran sampel meningkat.

Dengan asumsi ukuran sampel tetap, teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan di antara mereka. 19. Sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Langkah-langkah penerapan adalah a) Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang dikehendaki; b) Melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti sebelum melakukan sampling.

20. Sampel Aksidental adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber sata. Contohnya, Penelitian tentang kenyaman adanya jembatan baru.

Peneliti bertemu dengan siapa saja yang lewat jembatan tersebut dan apabila cocok maka orang yang lewat jembatan bisa dijadikan sumber data. 21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakteristik yang diperoleh dalam pengambilan sample.

Langkah-langkah penerapannya : 1. Menentukan populasi yang akan di ambil samplenya 2. Penerapan ukuran sample dapat diketahui jika batas atas kesalahan dugaan dan dasar informasi dari anggota penyusun populasi dan ketelitian yang dinginkan 3. Penarikan sample yang dilakukan secara berulang-ulang akan menghasilkan besaran karakteristik populasi yang berbeda-beda 22. Purposive sampling menurut sugiyono (2010) adalah teknik untuk menentukan sample penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif.

Purposive sampling lebih tepat digunakan oleh para peneliti apabila memang penelitian memerlukan kriteria khusus agar sample yang di ambil nantinya sesuai dengan tujuan penelitian dapat memecahkan masalah dan peneliti dapat memberikan nilai yang lebih representatif. Sehingga teknik yang diambil dapat memenuhi tujuan yang sebenarnya dilakukan penelitian. Cara penerapannya yaitu : 1. Menentukan karakteristik populasi, 2. Pengambilan sample harus sesuai dengan ciri-ciri, sifat atau karakteristik tertentu, 3.

Subjek yang di ambil harus benar-benar merupakan subjek yang banyak ciri-cirinya yang terdapat pada populasi. 23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan : a) Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitasdan kuantitasnya.

b) Akurasi mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan. c) Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan baku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan. 24.Snowball sampling adalah suatu metode untuk mengidentifikasi,memilih dan mengambil sampel sampel dalam suatu jaringan atau sosial hubungan yang terus menerus atau teknik penentu jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus-menerus semakin besar.

Misalnya akan dilakukan penelitian tentang penggunaan sosial media yang berlebihan pada kalangan remaja di suatu wilayah.Sampel mula-mula adalah 5 orang remaja,kemudian terus berkembang pada pihak lain sehingga sampel atau responden terus berkembang sampai ditemukan informasi yang menyeluruh akan permasalahan yang diteliti.

Langkah-langkah penerapannya : Mula-mula kita dari jumlah sampel yang kecil kemudian sampel ini disuruh memilih temannya untuk dijadikan sampel,kemudian temannya juga memilih teman yang lain untuk dijadikan sampel juga,sampai seterusnya.Sehingga jumlah sampel semakin banyak.

• POPUASI dan SAMPEL 1. Subjek penelitian merupakan sesuatu yang akan diteliti baik itu berupa orang, benda atau suatu lembaga yang kemudian nantinya akan dijadikan sebagai kesimpulan dari hasil sebuah penelitian. Sedangkan objek penelitian merupakan sifat keadaan dari orang atau suatu benda yang menjadi pusat sasaran penelitian, baik sifat kuantitas maupun kualitas berupa sifat perilaku, kegiatan, pendapat, pandanganpenilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati,keadaanbatin, danbisajugaberupa proses.

2. Populasi adalah kumpulan dari keseluruhan pengukuan, objek atau ndividu yang sedang dikaji. Sedangkan menurut Sugiyono pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannnya (Sugiyono,2011:80).

Sampel merupakan bagian dari populasi dimana diperoleh dengan menggunakan cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu jelas dan lengkap sehingga bisa dikatakan dapat mewakili populasi (sebagian dari populasi). 3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian : – kita dapat mengetahui dengan benar dan jelas apa sebenarnya yang akan kita teliti serta mengetahui tujuan meneliti tersebut. – selanjutnya kita dapat mengetahui jenis apa yang akan kita teliti sehingga nantinya kita dapat menentukan langkah yang tepat dan penyusunan yang benar dalam penelitian.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian a) Orang yang akan diteliti harus jujur dan bisa dipercaya. b) Orang yang diteliti memiliki kepatuhan pada peraturan. c) Orangnya suka berbicara, bukan orang pendiam d) Orang diteliti bukan salah satu dari anggora kelompok yang bertikai dengan latar penelitian e) Orang yang diteliti memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. 5. Cara menentukan subjek penelitian : pada asarnya subjek penelitian merupakan sumber utama dari sebuah penelitian yang kemudian akan dijadikan sebuah kesimpulan sebagai hasil penelitian.

Oleh karena itu subjek penelitian ini harus sesuai dengan permasalahan yang kita angkat dalam penelitian. Dalam penelitian kuantitatif seperti yang telah disinggung di mana subjek penelitian diambil dengan menggunakan system sampling, sehingga semakin banyak sampel, maka akan semakin memperkecil jumlah kesalahan dalam pengumpulan data.

Sedangkan dalam penelitian kualitatif, jumlah sampel atau subjek yang diteliti tidak begitu berpengaruh, yang jelas dalam penelitian kualitatif subjek yang diambil benar-benar fokus pada permasalahan yang kita angkat dan kita mencoba untuk ‘mengorek’ keterangan darinya sedalam-dalamnya dan sedetail-detailnya. 6. Digunakan pada saat kita meneliti sesuatu, baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif.

Subjek dan objek juga dapat menentukan sampel dan populasi. 7. Perbedaan Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sample adalah Subjek dan Objek sangat berkaitan, karena Subjek adalah perlengkapan Objek. Sedangkan Populasi dan Sample juga saling berkaitan, karena Sample juga merupakan anggota dari Populasi. Perbedaan dari Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sample adalah sama-sama satu pokok pembahasan, tidak ada campur tangan dari Populasi dan Sample.

Berbeda dengan Populasi dan Sample, karena Sample diambil dari beberapa anggota Populasi yang ditemukan. 8. Kerena sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti yang diharapkan dapat mewakili dari keberadaan populasi yang sebenarnya.dengan hanya mengamati sampel tersebut maka akan diperoleh keuntungan baik dari segi waktu,tenaga dan biaya.

Misalnya kenapa anak jaman sekarang lebih suka main gadget daripada belajar Kita cukup untuk mencoba mewawancarai beberapa anak tidak harus semua anak diwawancarai.

9. Manfaat dalam menggunaka sampel dalam penelitian pendidikan. A. Ketika menggunakan sampel hasil dari penelitian lebih akurat,artinya hasil informasi yang diperoleh lebih terpercaya. b. Mempermudah peneliti karena jumlah sampel lebih sediki ,artinya ketika menggunakan sampel maka penelitian akan lebih mudah. c. Lebih efisen dan efektif, artinya waktu yang digunakan peneliti lebih singkat. 10. Syarat-syarat pengambilan sampel : • Sampel yang ada harus dan wajib mewakili populasi yang diteliti.

• Sampel yang ada harus presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standart eror) yang di tenttukan oleh perbed aan hasil dan hasil yang ada diambil dari sebuah populasi. • Sampel yang diambil harus sederhana, mudah dalam pelaksanaannya. • Sampel yang diambil harus meminimalkan biaya yang ada dan mendapatkan keterangan data yang banyak. 11. –Probabillity sampling atau biasanya disebut sebagai random samplingmerupakan teknik penentuan anggota sampel dari anggota populasi dilakuan atas dasar filosofis bahwa semua anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel.untuk mencapai hal ini seorang peneliti harus memperhatikan beberapa pertimbangan seperti; a).

Variasi karakter anggota populasi b). Variasi spasial keberadaan anggota populassi dan c). Variasi temporal keberadaan anggota populasi. Dalam probabillity sampling ada lima macam teknik penentuan sampel seperti ; (1)penentuan anggota sampel secara acak sederhana (2) penentuan anggota sampel secara acak sistematis (3) penentuan anggota sampel secara acak berkelompok (4) penentuan anggota sampel secara acak berstrata dan (5) penentuan anggota sampel secara acak berimbang.

-non probabillity sampling atau non random sesuai dengan namanya ang tidak acak maka teknik ini telah memasukkan pertimbangan tertentu terkait dengan alasan mengapa peneliti tidak menganggap semua anggota populasi mempunyainkesempatan yang sama untuk terpilih sebagaia anggota sampel.

Oleh karena itu dalam peneitian ini hanya anggota sampel dianggap memenuhi persyaratan tertentu yang akan dipilih sebagai amggota sampel. Ada beberapa teknik penentuan anggota sampel secara non-acak diantaranya ; (1) purposive sampling atau judge mentalsampling (2) quota sampling (sampling kuota), (3) accidental sampling atau convenience sampling (sampling aksidental), (4) satu-ration sampling (sampling jenuh), (5) snowball sampling (sampling bola salju.

12. secara umum dari kedua teknik ini adalah memiliki persamaan yaitu sama-sama menentukan anggota sampel. Sedangkan letak perbedaanya adalah pertama, dari kedua teknik ini penentuan anggota sampel bertolak belakang atau bisa dikatakan probabilitty (secara acak) sampling kebalikannya dari non-probabilitty 9tidak secara acak) sampling.

Kedua, probabilitty samping menekankan bahwa semua anggota populasi memilikikesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel sedangkan non-probabilitty sampling tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel.

13. Penerapan random sampel yaitu dengan : – cara mengambil sampel dari populasi dilakukan secara random (acak) dengan tidak mempertimbangkan strata atau tingkatan dalam populasi. Teknik sampling random dapat digunakan seandainya populasi yang diteliti bersifat homogen. – Teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya adalah dengan sistematis/ordinal.

Cara sistematis/ordinal merupakan teknik untuk memilih anggota sampel melalui peluang. dan teknik dimana pemilihan anggota sampel dilakukan setelah terlebih dahulu dimulai dengan pemilihan secara acak untuk data pertamanya kemudian untuk data kedua dan seterusnya dilakukan dengan interval tertentu.

-Menggunakan cara undian,dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip undian. – Menggunakan table bilangan random atau acak 14. teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan yaitu teknik yang digunakan dalam penentuan sampel peserta didik berdasarkan urutan dari anggota populasi atau peserta didik yang telah diberi nomor urut absen.Systematic Sampling merupakan alternative lain pengambilan sampel dari populasi yang sangat besar.Pengambilan sampel yang dipilih secara acak,sedang unsure-unsur selanjutnya dipilih secara sistematis menurut suatu pola tertentu.

Prosedurnya: 1) Susun sampling frame 2) Tetapkan jumlah sampel yang ingin diambil 3) Tentukan kelas interval 4) Tentukan angka atau nomor awal diantara kelas interval tersebut secara acak atau random,biasanya melalui cara undin 5) Mulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor awal yang terpilih 6) Pilihlah sebagai sampel angka atu nomor interval berikutnya 15.

Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling yaitu: • Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi • Membagi anggota populasi menjadi kelompok dengan ketentuan kelompok harus kecil atau sama dengan populasi • Menentukan secara acak satu unit sampel pertama yang terbentuk 16.

stratified sampling merupakan penentuan anggota sampel berdasarkan strata. Sebenarnya, percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan anggota populasi pun merupakan upaya identifikasi kelompol-ke-kelompok dalam populasi juga, namunn yang menjadi tekanan pengelompokan berbeda dengan apa yang dilakukan teknik cluster sampling. Oleh karena itu gradasi karakter yang kuat diyakini sebagai konsep yang harus dijadikan pengenalan sifat populasi secara keseluruhan.karakter anggota populasi atau sub-populasi atas strata tersebut dijadkan dasar identifikasi homogenitas sub-populasi sehingga peeliti dapat memperlakukan anggotanya mempunyainkesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel dan kemudian dipilih secara acak.

Langkah penerapannya: 17.cluster sampling merupakan teknik yang bertujuan untuk memilih anggota sampel dari anggota populasi yang terdiri dari kemompok-kelompok. Kelompok-kelompok mana mempunyai sifat seperti heterogen maupun homogen secara internal. Apabila kelompok tersebut masih bersifat heterogen akan lebih baik apabila peneliti berusaha untuk mengidentifikssi sub-kelompok lagi yang mencerminkan homogenitas anggotanya dan inilah yang dapat digunakan sebagai dasar mengapa cara acak digunakan.

Masing-masing sub-kelompok memiliki karakter yang berbeda dan pengelompokan ini harus dikaitkan denga tujuan analisis yang akan dilakukan. Penerapannya : contoh misalnya seorang peneliti akan mengetahui teknik konsevasi lahan pada penduduk petani pada suatu wilayah. Wilayah mana terdiri dari daerah dataran dan pegunungan. Pertama dikelompokan mengenai petani yang tinggal di daerah dataran dan petani yang tinggal di dareah pegunungan.ternyata secara kasat mata terlihatbahwa teknik konservasi lahan yang dilakukan petani terhadap lahan menunjukan variasi yang sangat besar berdasarkan jenis tanaman dan perlakuan petani terhadap masing-masing jenis tanaman.

Dari upaya pengelompokan tersebut diharabkan adanya temuan yang menarik mengenai perbedaan cara konservasi darimasing-masing kelompok petani terkait dengan teknoogi yang digunakan dalam pengeolaan lahan, pemeliharaan tanaman, penanggulangan terhadap erosi, pemupukan dll. 18. Perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling Stratified sampling • Analisis diakukan pada elemen tingkatan (strata) • Pengambilan sample mengacu pada individu • Pengambiln sampel dari tiap strata • Hasil cukup akuran Cluster sampling • Analisis dilakukan pada populasi kelompok • Pengambilan sample mengacu pada keompok • Pengambilan sampel tidak dari tiap cluster, tapi hanya cluster yang dipilih saja • Hasil kurang akurat 19.

sampel kuota merupakan suatu jatah tertentu atau jumlah tertentu anggota sampel yang sudah ditentukan terlebih dahulu karena pertimbangan tertentu. Penentuan sejumlah anggota sampel telah ditentukan terlebih dahulu yang tidak mempertimbangkan proporsi jumlah anggota sub-populai karena jumlah tersebut tidak dapat diketahui oleh peneliti.

Langkah-langkah penerapanya : penelitian mengenai petani kentang di lereng kawasan Dieng, lereng Sindoro, lereng Lawu dan sebagainya. Dalam hal ini peneliti dapat menentukan sejumlah petani dengan alasan tertentu dari masing-masing kawasan, tanpa harus mempertimbangkan jumlah keseluruhan petani kentang masing-masing kawasan sebagai populasai atau sub-populasi, misalnya dari masing-masing wilayah diambil sejumlah 250 petani kentang.

Jumlah ini tidak menggambarkan proporsi terhadap jumlah anggota populasi masig-masing wilayah, namun karena anggota sampel cukup besar maka diharabkan hasilnya dapat mewakili karakter petani kentang masing-masing wilaah. Olleh karena itu pengambilan sampel diambil dalam jumlah cukup banyak. 20. sampel aksidental merupakan cara penentuan anggota sampel dengan kriteria tertentu atau pas sesuai kebutuhan peneliti.

Jenis teknik ini hanya dapat dilakukan apabila peneliti tidak mengetahui sampling frame dan sullit menemukan anggota populasi yang dapat dipilih sebagai anggota sampel sehingga utuk memperoleh itu peneliti memilih siapa saja yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Misalnya : upaya peneliti untuk mengetahui persepsi turis asing tentang fasilitas yang tersedia pada suatu kawasan wisata tertentu.

Dalam hal ini peneliti tidak dapat mengetahui sampling framenyasehingga semua turis asing yang berkunjung dio objek wisata tersebut dapat dijadikan sebagai anggota sampel. Peneliti dapat melakukan wawancara pada setiap turis kapan saja asalkan tettap pada kawasan wisata tersebut.

21.judgement sampling adalah pada karakter anggota sampel yang karena pertimbangan mendalam dianggap sebagai atau diyakini akan benar-benar mewakili karakter populasi.

Jenis metode ini juga sering disebut sebagai metode yang didasarkan pada pertimbanganpertimbangan cermat dan akurat. Penerapannya : ILUSTRASI Kasus “penelitian tentang pemasaran produksi motor X di suatu perusahaan”.

Nah disini yang bisa di jadikan sampel atau yang mempunyai “Information Rich” yaitu manager dalam bidang pemasaran. Sebab bisa dibilang orang terbaik dalam penggalian informasi. 22. Menurut Sugiyono (2010) Purposive Sampling adalah teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif.

Cara penerapanya yaitu :Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias, Tentukan kriteria-kriteria, Tentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang teliti, Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria.

23. syarat sampling jenuh dapat diterapkan dalam dunia pendidikan -Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. – Akurasi megacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan -Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan buku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan.

24. langkah-langlah penerapan snowball sampling dalam dunia pendidikan  Dari pengertian yang saya dapat bahwa snowball sampling merupakan suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih dan mengambil sampel dari suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus. Penelitian percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan suatu jaringan melelui gambar seciogram berupa gambar-gambar lingkaran yang berkaitan atau dihubungkandengan garis-garis.

Jadi dari pengertian di atas saya dapat membuat langkah-langkah model pembelajan snowball sampling.  LANGKAH-LANGKAH  Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.

 Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kumudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.  Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang udah diberikan oleh ketua kelompok.  Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke sisiwa lain selama percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan lebih 5 menit.

 Setelah siswa mendapat satu bola atau satu pertannyaan diberikan kesempatan kepada siswauntuk menjawab pertannyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk pola tersebut secara bergantian.  Evaluasi  Penutup • EFRIN DONA MAHESAFETI/1686206011/PGSD/II/III/A 1.

Subjek Penelitian merupakan sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga organisasi. Di dalam subjek penelitian inilah terdapat objek peneltian. Objek Penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat sasaran dan perhatian penelitian yang dimana berupa sifat, kuantitas dan kualitas, kegiatanpandangan, sikap, keadaan batin, penilaian dan bisa berupa proses.

2. Populasi merupakan keseluruhan wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek atau objek yang memiliki karakteristis dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh penelitiuntuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Sampel adalah bagian populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian.

Inti dari sampel adalah bagian yang hanya diambil beberapa dari populasi yang bisa mewakili dari keseluruhan populasi yang ada. 3. Manfaat mempelajari materi Subjek penelitian adalah a) Membantu agar secepatnya dan teliti yang nantinya dalam menarik kesimpulan dari subjek yang diteliti b) Mampu membandingkan suatu kejadia yang ditentukan dari subjek lainnya. Manfaat mempelajari Objek penelitian adalah c) Membantu agar mudah mengetahui bagaimana keadaan dari objek yang diteliti atau yang akan diteliti d) Membantu agar dapat mengetahui kualitas dan kuantitas dari objek yang diteliti.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian adalah a) Orang yang akan diteliti harus jujur dan bisa dipercaya b) Orang yang diteliti memiliki kepatuhan pada peraturan c) Orangnya suka berbicara, bukan orang pendiam d) Orang diteliti bukan salah satu dari anggora kelompok yang bertikai dengan latar penelitian e) Orang yang diteliti memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

5. Cara menentukan Subjek penelitian antara lain a) Melalui keterangan orang yang berwenang. Cara ini bisa dilakukan dengan formal (pemerintahan) maupun secara informal (pemimpin masyarakat seperti tokoh masyarakat, pemimpin adat, dan sebagainya).

b) Melalui wawancara pendahuluan. Dalam wawancara ini, peneliti menilai bersadarkan persyaratan menjadi subjek penelitian. 6. Istilah subjek dan obejk penelitian dapat digunakan ketika adanya sebuah Topik yang akan akan dibahas, misalnya, Sistem pembelajaran yang tidak efektif di SD N Arjowinangun. Dari topik, dapat diketahui bahwa objek penelitian “Sistem Pembelajaran” dan subjek penelitian “yang tidak efektif”.

7. Dari soal No.3. Perbandingan Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah Objek dan Subjek merupakan keterkaitan, karena objek merupakan bagian dari subjek.

Dengan kata lain, Subjek adalah atributnya atau pelengkapnya Objek. Sedangkan Populasi dan sampel juga sangat berkaitan, karena sampel diambil dari anggota populasi yang ada. Dengan kata lain, anggota sampel adalah bagian dari anggota populasi. Perbandingan antara Subjek dan Objek dengan Populasi dan Sampel adalah penelitian Subjek dan Objek berupa satu pokok pembahasan (satu lembaga, unit subjek), percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan tidak ada campur tangan populasi dan sampel, karena hanya satu unit subjek yang diteliti.

Beda dengan Populasi dan sampel, Sampel diambil dari beberapa anggota populasi yang ditemui atau yang ada. Namun, Objek, Subjek, Populasi, dan Sampel sangatlah berkaitan. Subjek ada karena adanya objek, objek tidak ada bila tidak ada sampel, sampel ada percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan adanya populasi, dan populasi ada apabila anggotanya ada lebih dari 30 orang.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan? Karena apabila penelitian menggunakan sampel, maka yang bisa didapat adalah sebagai data yang terdapat dalam populasi.

Jadi, apabila meneliti tentang misalnya “Hasil Pembelajaran Menggunakan kurikulum tematik dan k13 dalam pembelajaran”, maka peneliti tidak harus meneliti seluruh sekolah yang ada, namun bisa diambil sampelnya dari beberapa sekolah yang masih menggunakan dua kurikulum sekaligus dalam proses pembelajaran. 9. Manfaat Sampel antara lain a) Penggunaan sampel dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga.

Kadang kala dalam penelitian terdiri dari elemen-elemen yang ragamnya dan banyak jumlahnya, sehingga tidak memungkinkan penelti melaksanakan penelitian kepada seluruh anggota populasi yang ada. Oleh sebab itu dengan menggunakan teknik sampling yang benar akan mempermudah peneltian yang dilakukan.

b) Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam, c) Teknik Sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian. Apabila anggota populasi sangat beragam bisa menyebabkan sebuah penelitian menjadi sulit. Sehingga tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kesalahan dalam menarik kesimpulan.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan adalah a) Sampel harus mewakili populasi mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin b) Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi, dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama c) Pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan d) Pengambilan sampel harus dapat menggunakan biaya yang minimal.

11. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama terhadap seluruh anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

12. Persamaan probability sampling dan nonprobability sampling adalah kedua teknik sama-sama mengambil sampel dari populasi yang ada. Perbedaan probability sampling dan nonprobability sampling adalah a) Probability Sampling, pengambilan sampel dilakukan secara acak; pengambilan sampel tidak melibatkan strata sampel yang akan diambil; teknik pengambilannya merupakan objek yang sangat luas.

Teknik yang digunakan pada Probability Sampling adalah Random sampling, Systematic sampling, Stratified sampling, dan Cluster area sampling.

b) Nonprobability Sampling, pemilihan/pengambilan sampel didasarkan pada kebijaksanaan peneliti sendiri; pengambilan sampel siapa saja yang ditemui peneliti dan bila dirasa cocok maka akan dijadikan sampel; teknik pengambilannya merupakan sampel objek yang jumlahnya kecil. Teknik yang digunakan pada Nonprobability Sampling berbeda dengan Probability Sampling yaitu Sampel Kuota, Sampling Aksidental, Judgement Sampling, Purposive Sampling, Sampling Jenuh, dan Snowball Sampling.

13. Penerapan random sampling dalam penelitian adalah a) Dengan cara undian; (1) Semua anggota populasi diberi nomor urut atau kode; (2) Kode tersebut ditulis dalam kertas kecil, digulung, dan dimasukan ke dalam sebuah kotak/tempat; dan (3) Keluarkan satu persatu sebanyak jumlah sampel yang dibutuhkan b) Dengan menggunakan tabel bilangan random; (1) Semua anggota populasi diberi nomor urut; (2) Tentukan jumlah sampel yang akan diambil, dan (3) Pilih nomor-nomor yang sesuai dengan bilangan yang terdapat dalam daftar bilangan random yang akan digunakan.

14. Teknik Sampling Sistematis dalam penelitian pendidikan adalah teknik atau strategi dalam pemilihan anggota sampel yang hanya dapat diperbolehkan melalui peluang dan sistem untuk menentukan keanggotaan dalam sampel.

15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampling adalah (1) Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi (2) Membagi anggota populasi menjadi kelompok kecil (3) Menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang pertama yang terbentuk. Unit sampel kedua, ketiga dan selanjutnya kemudian secara sistematis dari kelompok kedua, ketiga dan selanjutnya. 16. Teknik Stratified Sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan memperhatikan strata (tingkatan) yang berbeda-beda di dalam populasi.

Langkah-langkah penerapan dalam stratified sampling adalah data sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkat-tingkatan tertentu, seperti tingkatan tinggi, rendah, sedang/baik, jenjang pendidikan kemudian sampel diambil dari tiap tingkatan tersebut dengan porsi pengambilan sampel yang sama rata.

17. Cluster Sampling atau Sampel Wilayah adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan karena adanya perbedaan antara strata satu dengan strata yang lainnya, sehingga melakukan sampel wilayah jika ada perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Jadi, bisa diartinya bahwa sampel wilayah adalah teknik pengambilan yang dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. Langkah-langkah penerapannya adalah : (1) Membuat kerangka sampel berdasarkan berdasarkan gugus/kelompok (2) Menentukan jumlah sampel sesuai gugus/kelompok (3) Menentukan alat (Tabel angka random, undian, kalkulator, komputer) yang digunakan untuk menarik sampel (4) Memilih sampel masing-masing gugus/kelompok sampai dengan jumlah sampel per gugus/kelompok terpenuhi.

18. Perbedaan Stratified Sampling dengan Cluster Sampling adalah a) Startified Sampling, (1) Proses pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok relatif sebelum sampling; (2) Setiap elemen dalam populasi/kelompok harus strata; (3) Meningkatkan keterwakilan sampel dengan mengurangi kesalahan sampling. Hal ini dapat menghasilkan rata-rata tertimbang yang memiliki variabilitas kurang artimetik mean dari sampel acak sederhana dari populasi; b) Cluster Sampling, (1) Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok atau cluster dan sampel kelompok dipilih; (2) Elemen dalam kelompok-kelompok atau suatu sub-sampel dapat dipilih dalam masing-masing kelompok; (3) Memungkinkan ukuran sampel meningkat.

Dengan asumsi ukuran sampel tetap, teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat ketika sebagian besar variasi dalam populasi berada dalam kelompok, bukan di antara mereka. 19. Sampel Kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Langkah-langkah penerapan adalah a) Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang dikehendaki; b) Melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti sebelum melakukan sampling.

20. Sampel Aksidental adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber sata. Contohnya, Penelitian tentang kenyaman adanya jembatan baru. Peneliti bertemu dengan siapa saja yang lewat jembatan tersebut dan apabila cocok maka orang yang lewat jembatan bisa dijadikan sumber data.

21. Judgement Sampling adalah teknik pengambilan dimana sampelnya dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk memperoleh satuan sampling yang memiliki karakeristik atau kriteria yang dikehendaki dalam pengambilan sampel.

Langkah penerapannya adalah 1) Menentukan populasi yang akan diambil sampelnya. Apabila peneliti dapat menemukan populasi yang tepat untuk diambil sampel maka akan mudah dalam melakukan penelitian; 2) Penerapan besarnya ukuran sampel dapat diketahui apabila diketahui batas atas kesalahan pendugaan dan atas dasar informasi keragaman dari anggota penyusun populasi dan tingkat ketelitian yang diinginkan; 3) Penarikan sampel yang berulang-ulang biasanya menghasilkan besaran suatu karakteristik populasi yang berbeda-beda antar satu sampel ke sampel lainnya.

22. Purposive Sampling adalah teknik pengambilan sampel secara sengaja denga persyaratan sampel yang diperlukan. Peneliti menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu.

Jadi, sampel diambil tidak secara acak, tapi ditentukan sendiri oleh peneliti. Langkah Penerapanya adalah 1) Penentuan karateristik populasi dilakukan dengan cermat; 2) Pengambilan sampel harus berdasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karateristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi; 3) Subjek yang diambil sebagai sampel benatr-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.

23. Syarat Sampling Jenuh adalah Jika semua anggota populasi menjadi sampel, jika anggota populasi relatif kecil/sedikit yaitu kurang dari 30 orang. 24. Langkah-langkah penerapan Snowball Sampling adalah a) Mengidentifikasi, memilih, dan mengambil sampel dalam suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus; b) Peneliti menyajikan suatu gambar (lingkaran, diagran, sosiogram) yang dikaitkan atau dihubungkan dengan garis-garis.

• Nama : Novi Kusumaningsih NIM : 1686206023 Prodi : PGSD/II/IIIA POPULASI dan SAMPEL 1. Subjek penelitian merupakan orang yang atau benda itu sendiri yang diteliti, misalnya kalau orang, tinggi badan, wajah, atau warna kulitnya yang diteliti, jadi artinya hanya bagian luarnya saja yang diteliti. Tidak termasuk sifat dan kelakuannya. Objek penelitian merupakan sifat atau kelakuan, cara ia menanggapi suatu masalah, kecerdasan, cara berinteraksi dengaan orang lain, ataupun sikap dan kebiasaan yang dijadikan objek dari suatu penelitian.

Peryataan tersebut didukung oleh Afdhol Abdul Hanaf, dkk yakni “Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga (organisasi). Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang akan dikenai kesimpulan hasil penelitian. Di dalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian. Sedangkan Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas yang percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati, keadaan batin, dan bisa juga berupa proses”.

2. Populasi merupakan keseluruhan sumber data yang telah di peroleh yang kemudian dapat di kelompokkan menjadi kelompok-kelompok tertentu dalam sebuah data. Sampel merupakan salah satu dari populasi yang kemudian di ambil untuk di jadikan sampel atau contoh yang di gunakan untuk penelitian tertentu. Pernyataan ini di dukung oleh, Menurut Sugiyono (2008:115), “Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu.

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”. Definisi Populasi merupakan keseluruhan (universum) dari objek peneltian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian (Burhan, 2000:40).

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian terdiri dari manusia, benda –benda, hewan, tumbuh–tumbuhan, gejala–gejala, atau peristiwa–peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian (Nawawi, 1998:141).

Populasi berasal dari kata bahasa Inggris yaitu “population” yang berarti jumlah penduduk. Populasi penelitian merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup dsb, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.

(Burhan Bungin. Metologi penelitian sosaial. Surabaya : Airlangga University Press. 2001. Hal 101.). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2006:118). Menurut Prof.Dr.Suharsimi Arikunto, Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto,2002:109). Definisi Sampel merupakan suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap dapat menggambarkan populasinya (Soehartono, 2004:57).

3. Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian tentunya untuk mengetahui arti subjek dan objek itu sendiri, mengetahui apa saja syarat-syarat yang harus dilakukan subjek dan objek dalam melakukan penelitian, dan di harapkan mampu melaksanakan penelitian sesuai syarat-syarat tersebut. Selain itu, untuk mengetahui bagaimana cara menentukan subjek dan ojek penelitian, sehingga peneliti bisa melakukan atau memilih cara yang mana, mengetahui apa saja kegunaan subjek dan objek dalam penelitian, serta dapat mengetahui contoh subjek dan objek penelitian yang kita dapatkan.

4. Syarat menjadi subjek penelitian yakni dalam mendapatkan informasi tentunya informasi tersebut harus benar atau sesuai dengan kenyataan. Jadi, orang tersebut harus merupakan orang yang jujur dan bisa di percaya. Selain itu syarat menjadi subjek penelitian merupakan orang yang suka bicara bukan pendiam. Supaya informasi yang di dapatkan berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang di harapkan dan yang telah di tentukan.

Selain itu memiliki pandangan atau pendapat tentang peristiwa yang terjadi, supaya dari pendapat tersebut dapat di publikasikan dan dapat di bandingkan dengan pandangan atau pendapat lain. Selanjutnya patuh pada peraturan, yakni supaya apa yang di bicarakan sesuai dengan porsinya, agar bisa menjaga suatu golongan atau lembaga tertentu yang bersangkutan.

Selanjutnya subjek (orang ) tersebut bukan merupakan bagian dari kelompok yang bertikai, supaya untuk menghindari hal yang tidak di inginkan dan tetap untuk menjaga keadaan yang kondusif. Jika termasuk dari bagian orang yang bertikai, maka keadaan semakin tidak kondusif, bahkan saling mengejek atau bisa merendahkan kelompok lain.

5. Cara menentukan subjek penelitian yakni dengan cara kita bisa meminta atau mencari keterangan atau data yang terjadi pada orang yang bersangkutan secara langsung. 6. Pada saat seperti apa penelitian menggunakan istilah subjek dan objek penelitian yakni pada saat pertama penelitian di lakukan. Sebelum melakukan penelitian kita harus tahu akan meneliti apa, apakah penelitian yang kita teliti objek atau subjek?

Dan sebelum meneliti kita harus tahu apa arti dari subjek dan objek tersebut, sehingga kita tahu dan memahami akan meneliti apa untuk menentukan langkah selanjutnya yang akan kita lakukan dalam penelitian, sehingga penelitian bisa berjalan lancar dan sesuai apa yang kita harapkan. 7. Manfaat mempelajari populasi dan sampel tentunya untuk mengetahui arti populasi dan sampel itu sendiri. Selain itu untuk mengetahui apa saja syarat-syarat yang harus di lakukan dalam pngambilan sampel.

Selanjutnya untuk mengetahui apa saja manfaat dari sampel, mengetahui apa saja jenis-jenis sampel, mengetahui cara atau tekhnik dalam pengambilan sampel tersebut serta alasan apa saja dalam pengambilan sampel, selain itu menjelaskan apa saja hubungan antar sampel, dan mengetahui bagaimana prosedur yang di lakukan dalam pengambilan sampel.

8. Mengapa di butuhkan sampel dalam penelitian? Karena sampel merupakan salah satu titik awal untuk memulai suatu penelitian, di mana sampel merupakan contoh atau gambaran dari suatu populasi, di mana peneltian tidak akan berjalan tanpa adanya sampel. Jika ingin mengetahui hasil dari suatu penelitian maka sampel harus di butuhkan. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian yakni memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian, sebab jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan populasi.

Selain itu waktu yang di gunakan peneliti lebih singkat saat menggunakan sampel di bandingkan menggunakan populasi yang subjeknya lebih banyak, artinya kita harus menentukan subjek dari banyaknya populasi. Selain itu lebih teliti dan cermat saat mengumpulkan data. Jika subjek banyak maka data yang di peroleh menjadi tidak akurat.

Pernyataan ini di dukung oleh, Manfaat sampling : 1) Menghemat biaya penelitian. 2) Menghemat waktu untuk penelitian. 3) Dapat menghasilkan data yang lebih akurat. 4) Memperluas ruang lingkup penlitian. (Disalin dan Dipublikasikan melalui Eureka Pendidikan). 10. Syarat pengambilan sampel dalam penelitian yakni sampel harus mewakili populasi. Artinya populasi yang di ajukan salah satunya di jadikan sampel. Sifat dan cirinya merupakan cerminan dari populasi. Penggunaan sampel sederhana dan mudah di laksanakan.

Ada banyak keterangan dimana dalam keterangan tersebut terdapat biaya yang sedikit. 11. Probability sampling merupakan suatu kumpulan dari beberapa populasi dimana dari salah satu populasi tersebut di pilih untuk di jadikan sampel dalam suatu penelitian.

Tidak ada perlakuan khusus untuk menjadi anggota sampel. Non probability sampling merupakan populasi dimana untuk menjadi anggota sampel harus memenuhi kriteria sampel, yang kemudian dapat di jadikan bahan penelitian. Artinya dalam pemilihan sampel tersebut terdapat peraturan atau perlakuan khusus yang harus di penuhi dalam mencari populasi. 12. Persamaan dan perbedaan probability sampling dan non probability sampling : Persamaan : untuk menjadi bagian anggota sampel, keduanya harus menemukan populasi untuk di jadikan sampel dalam bahan penelitian.

Perbedaan : untuk menjadi anggota sampel “probability sampling” tidak harus melakukan perlakuan khusus untuk menjadi anggota sampel. Sedangkan untuk “non probability sampling” harus melakukan perlakuan khusus untuk memenuhi kriteria anggota sampel. 13. Penerapan random sampling dalam penelitian biasanya sampel tersebut di ambil hanya satu kali, karena merupakan sumber dari populasi. Selain itu “random sampling” biasanya menggunakan tabel angka random, yakni kumpulan bilangan yang di susun secara acak.

biasanya memakai “excel”. 14. Tekhnik systematic sampling merupakan penelitian yang di lakukan secara sistematis, yakni berdasarkan pada tahap-tahap atau peraturan tertentu.

Di mana peneliti menentukan unsur-unsur populasi yang di jadikan sampel. 15. Tahapan pengambilan sampel menggunakan systematic sampling yakni berdasarkan pada nama sampel “systematic” yang berarti berurutan, tersusun, berarti tahapan dalam pengambilan sampel ini harus berurutan dan tersusun sesuai dengan urutan-urutan atau prosedur yang telah di tentukan.

Selain itu terlebih dahulu di susun daftar gambaran semua elemen dan populasi, selanjutnya menetapkan sampling interval (k). 16. Stratified sampling merupakan suatu data yang memiliki tambahan dari populasi sebenarnya. Adapun langkah-langkahnya yakni : menentukan populasi, mengidentifikasi karakteristik yang menjadi anggota populasi, mengelompokkan anggota populasi yang punya karakteristik umum dalam satu kelompok dan dalam mengambil sampel perlu dilakukan pertimbangan.

17. Cluster sampling merupakan penelitian yang terdapat perbedaan dalam suatu subjek atau objek penelitian, dimana dalam perbedaan tersebut peneliti bisa melakukan pengambilan contoh dari beberapa perbedaan penelitian sehingga bisa dijadikan bahan penelitian.

Langkah penelitiannya yakni semua yang merupakan kelompok anggota populasi hanya di pilih beberapa kelompok sebagai sampel, selanjutnya dari beberapa kelompok sampel tersebut di pilih, yang kemudian di tetapkan mana yang akan menjadi sampel.

18. Perbedaan stratified sampling dan cluster sampling biasanya cra pengambilan sampelnya berdasarkan gugus.

Beda dengan “stratified sampling” karena setiap unsurnya memiliki karakteristik. Selain itu “cluster sampling” digunakan untuk penelitian yang sangat luas. 19. Sampel kuota merupakan salah satu sampel yang di teliti melalui pengelompokkan atau jumlah tertentu dengan menggunakan penelitian secara acak, yakni bebas mau meneliti bagian mana, tanpa adanya peraturan atau kriteria khusus karena populasi telah mempunyai ciri tersendiri dalam suatu penelitian. Langkah penelitiannya yakni terlebih dahulu mengambil jumlah sampel sebanyak jumlah yang di tentukan, menggunakan presentase, dan tentunya mempertimbangkan pengambilan sampel.

20. Sampel aksidental merupakan penelitian dimana sampel di ambil dari tempat dan waktu saat itu juga. Contohnya percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan siswa yang di suruh untuk meneliti ruangan, dimana dia tepat berada di tempat tersebut.

21. Judgement sampling merupakan penelitian yang di ambil sampelnya yang hanya di gunakan untuk tujuan dan maksud tertentu. Langkah-langkahnya yakni menentukan kriteria sampel kemudian menetukan pemilihan sampel, serta mengerti akan tujuan masalah peneliti.

22. Purposive sampling merupakan penelitian berdasarkan pada sifat atau ciri yang berhubungan dengan populasi, dan populasi tersebut di jadikan kunci dalam pengambilan sampel. Pernyataan ini di dukung oleh, Menurut Arikunto (2006) pengertiannya adalah: teknik mengambil sampel dengan tidak berdasarkan random, daerah atau strata, melainkan berdasarkan atas adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu. Menurut Notoatmodjo (2010) pengertiannya adalah: pengambilan sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya.

Menurut Sugiyono (2010) pengertiannya adalah: teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif. Langkah-langkahnya yakni menetapkan ciri khusus tujuan penelitian dan menentukan kriterianya. Selain itu mempertimbangkan mengenai estimasi yang muncul dalam pengambilan data (penesisi). Dalam menentukan langkah purposive sampling lebih kepada sifat atau karakter sampel (akurasi).

Selanjutnya menentukan ukuran sampel. 23. Syarat sampling jenuh yakni keriteria batasan di tetapkan dengan teliti, dan sampel yang di ambil telah memenuhi kriteria.

24. Langkah penerapan snowball sampling yakni menentukan populasi, selanjutnya mencari data, kemudian menentukan sampel dan jumlah sampel. • 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan subjek dan objek penelitian! a. Subjek Subjek adalah suatu populasi yang mempunyai karakterisitik tertentu atau unik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari secara mendetail sehingga dapat ditarik kesimpulan dari hal tersebut.

b. Objek Objek adalah suatu hal yang menjadi pusat penelitian atau menjadi fokus penelitian dan merupakan inti dari masalah atau problem yang terjadi.

2. Jelaskan apa yang dimaksut dengan populasi dan sample! a. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang didalamnya terdapat objek dan subjek yang mempunyai suatu kualitas dan mempunyai ciri – ciri atau karakteristik yang dipilih oleh seorang peneliti untuk dipelajari sehingga peneliti dapat menarik kesimpulanya dari hal tersebut.

b. Sample Sample adalah suatu bagian-bagian yang ada dalam populasi tersebut. 3. Jelaskan mafaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian! Manfaat mempelajari subjek dan objek penelitian ini sangat besar sekali seperti saya bisa mengetahui apa itu objek dan apa itu subjek kemudian saya juga dapat membedakan kedua hal tersebut dan tentunya persamaan antara kedua hal tersebut.

4. Jelaskan syarat-syarat menjadi subjek penelitian! – jujur dan dapat dipercaya – patuh terhadap peraturan yang ada – orang yang suka berbicara bukan orang yang susah berbicara atau pendiam – memiliki padangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi – bukan salah satu kelompok yang terikan dalam latar penelitian 5. Bagaimana cara menentukan subjek penelitian! – Cara menentukan subjek melalui orang orang yang memang mengerti atau berwenang dalam hal tersebut.

– Melalui berbagai pendekatan-pendekatan misalnya menggunakan wawancara pendahuluan. 6. Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan pada saat seperti apa penelitian menggunakan istilah “objek dan subjek” penelitian!

Dalam penelitian pastilah kita tidak asing dengan kata-kata atau istilah objek dan subjek penelitian, dan pada umumnya kita akan banyak bertemu atau menggunakanya pada saat kita membuat penelitian kualitatif, karena dalam penelitian kualitatif kita dituntut lebih banyak bercerita tentang objek dan subjek apa saja yang pernah kita jumpai dalam lapangan atau perpustakaan bahkan dalam laboratorium sekalipun. Dalam penelitian kualitatif ini kita dituntut menggunakan pendekatan seperti wawancara dan lain lain.

Dan secara tidak sadar kita akan menggunakan istilah tersebut. 7. Lihatlah soal nomor 3, bandingkan dengan “populasi dan sample”! Dengan mempelajari populasi dan sample saya dapat membedakan keduanya seperti kalau populasi adalah sebuah persebaran yang sama dalam suatu kelompok yang luas dan sample berada di dalam populasi tersebut. 8. Mengapa dibutuhkan sample dalam penelitian pendidikan! penelitian pendidikan itu merupakan penelitian yang menyangkut masa denpan orang banyak, oleh karena itu penelitian dalam pendidikan ini membutuhkan uji coba atau test.

Di sinilah sample dalam penelitian pendidikan sangat diperlukan untukk menguji hal tersebut. 9. Jelaskan manfaat menggunakan sample dalam penelitian! Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian sebenarnya banyak sekali manfaatnya seperti : – Tidak terlalu repot, tidak seperti menggunakan populasi, jika menggunakan sampel kita hanya mengambil sebagaian saja teta[i apabila kita menggunakan populasi maka kita akan menggunakan banyak sekali tenaga, waktu, uang dan lain-lain.

– Lebih efesien dalam hal pendanaan, tidak banyak membuang buang waktu dalam penelitian, dan tenaga yang diperlukan dalam mengummpulkan sampel juga relatif sedikit dibanding menggunakan populasi. – Tidak merusak populasi yang ada (dalam kasus tertentu). Contoh : uji geranat. 10. Bagaimana syarat-syarat pengambilan sample dalam penelitian pendidilkan!

– Pada saat mengambil sampel kita harus benar-benar memperhatikan bahwa sample tersebut mewakili suatu populasi yang diteliti (representatif) – Pada saat engambilan sampel harus diperhatikan bahwa pengambilannya sangat sederhana tetapi sampel tersebut haruslah memberi banyak keterangan tentang populasi tersebut.

– Pada saat pengambilan sample tersebut pastikan sangat sederhana sehingga kita bisa menghemat biaya dalam penelitian. – Sample tersebut haruslah memiliki tingkat ketepatan yang akurat, selain akurat sebuah sampel itu haruslah presisi dan merupakan kesalahan baku.

11. Apa yang dimaksud dengan probability sampling dan non probability sampling? a. Probability sampling Probability sampling adalah teknik pengambilan sample dengan memberikan sebuah peluang atau kesempatan yang sama terhadap setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sample penelitian. b. Non probability sampling Probability sampling adalah teknik pengambilan sample dengan memberikan sebuah peluang atau kesempatan yang tidak sama terhadap setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sample penelitian.

12. Jelaskan persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling? Perbedaan antara probability sampling dan non probability sampling : – Jika pada probability sampling menggunakan random sampling, systematic sampling, stratified sampling dan cluster sampling. – Jika pada non probability sampling menggunakan sampel kuota, sampling aksidental, judgement sampling, purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling.

13. Bagaimana penerapan random sampling dalam penelitian? Cara penerapan atau cara pengaplikasiaan random sampling : – Pada saat pengambilan sampel pastikan sampel diambil secara acak atau random tanppa memperhatikan strata atau tatanan pada populasi tersebut dengan begitu maka pengambilan sampel tersebut bisa dibilang random sampling.

– Pengambilan sampel dilakukan atau bila digunakan bila anggota populasi sample tersebut homogen. – Cara pengambilan sample : udian, tabel random ataupun menggunakan komputer. 14. Apa yang dimaksut dengan teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan! Yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis adalah teknik sampling yang sudah tersusun sedemikian rupa, jadi pengambilan sampel dalam populasi tersebut sudah terstruktur oleh sang peneliti, jika peneliti menggunakan media angka atau nomor pada sampelnya maka peneliti bisa memilih berdasarkan nomor genap ataupun pada nomor ganjil ataupun pada kelipatan.

15. Lihat soal nomor 12, jelaskan tahapan dalam pengambilan sample menggunakan systematic sampling! Tahapan pengambilan sampel menggunakan systematic sampling : – Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi – Membagi anggota populasi menjadi kelompokdengan kelompok harus lebih kecil atau samadengan anggota sampel atau ukuran sampel.

Nilai kelompok harus lebih besar dari keseluruhan anggota atau ukuran sampel akan menjelaskan ukuran sampel yang diinginkan tidak dapat diperoleh (kurang dari ukuran sampel).

Bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui, tidak dapat ditentukan secara akurat dengan demikian harus dilakukan perdugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel. – Menentukan secara acak satu unit sampel.

16. Dalam probability sampling terdapat teknik stratified sampling. Apa yang dimasud dengan hal tersebut, dan jelaskan pula langkah-langkah dalam penerapanya! Teknik stratified sampling adalah pengambilan sampel pada populasi yang menggunakan strata yang berbeda yang berbeda akan tetapi pengambilan pada setiap strata mempunyai porsi yang sama.

– Langkah-langkahnya : 1. Menentukan populasi penelitian 2. Mengidentifikasikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. 3. Mengelompokkan unit anggota yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya, berdasarkan tingkat pendidikan.

4. Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan 5. Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapatdilakukan dengan cara random/non random 6. Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan. 17. Apa yang dimaksud dengan cluster sampling? Jelaskan langkah-langkah dalam penerapanya! Yang dimaksud dengan cluster sampling adalah pengambilan sampel yang dilakukan pada suatu populasi apabila ada perbedaan antara strata satu dengan yang lainya dan pengambilan tersebut adalah wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam sebuah populasi.

– Langkah-langkahnya : 1. Dari semua kelompok anggota populasi hanya dipilih beberapa kelompok sebagai daerah sampel (secara acak ) misalnya dibidang pendidikan ada 3 kelas kemudian dari 3 kelas tersebut dipilih secara acak 2 kelas sebagai daerah sampel. 2. Dari beberapa kelompok sampel daerah tersebut ditetapkan individu mana yang menjadi sampel (secara acak ) misalnya dibidang pendidikan sperti diatas akan ditentukan siswa kelas eksperimen dan siswa kelas terkontrol.

18. Jelaskan perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling! Perbedaan anatara stratified sampling dengan cluster sampling adalah pada saat pengambilan sampel stratified dilakukan pengambilan sampel lebih menyeluruh tetapi menggunakan atau memperhatikan porsi dalam setiap strata atau setiap strata pengambilan porsinya sama.

Tetapi jika pengambilan sampel dengan teknik cluster samplling makan pengambilan sampel dilakukan pada suatu populasi dan merupakan wakil setiap wilayah yang terdapat pada sebuah populasi. 19. Apa yang dimaksud dengan sample kuota? Jelaskan langkah-langkah penerapanya! Yang dimaksud dengan sampel kuota adalah Sampel yang akan diambil telah ditentukan jumlah dan kriterianya.

Kalau jumlah tersebut sudah dicapai maka sipengumpul data berhenti atau penentuan sampel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. – Langkah-langkahnya : 1. Menentukan populasi yang akan diambil sampelnya. 2. Menentukan jumlah atau batasan sampel.

3. Mengelompokan sampel yang ada sesuai kemauan peneliti. 4. Lalu baru pada tahap pengumpulan data. 20. Apa yang dimaksut dengan sample aksidental!

Jelaskan dan sertakan dengan contohnya! Yang dimaksud dengan aksidentala adalah pemilihan sampel tanpa kriteria, tanpa sistematika baru atau teknik pengambilan sampel yang dilakukan oleh peneliti sesuai yang dijumpai pada saat sang peneliti berada di tempat penelitian, lapangan, laboratoruim amaupun di perpustakaan.

Contohnya : Pada suatu hari sang peneliti ingin meneliti tentang dampak globalisasi dan teknologi pada suatu desa tertentu dan peneliti tersebut menuju ke sebuah desa, pada saat menuju desa tersebut peneleiti bertemu dengan warga desa tersebut tanpa di sengaja (belum dikenal) dan ternyata orang tersebut dirasa cocok oleh peneliti.

21. Dalam non probability sampling terdapat jenis judgement sampling. Jelaskan dan sertakan langkah penerapanya! Judgement sampling adalah pengambilan sampel dengan cara yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli atau peneliti.

– Langkah penerapanya : 1. Sang peneliti harus mencari orang yang setujuan atau mempunyai minat terhadap yang diteliti dan mempunyai banyak informasi agar penelitian berjalan dengan lancar. 2. Dengan pengambilan subjek dan subjek tersebut merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri paling banyak dari sebuah sampel. 22. Apa yang dimaksud dengan purposive sampling?

Jelaskan pula cara penerapanya! Yang dimaksut dengan pengambilan sampel dengan cara purposive sampling adalah teknik penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja atau pengambilan sampel yang sesua tujuan yang akan dilakukan, misalnya pada penelitian disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang kepegawaian saja. – Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan penerapanya : 1.

Menentukan subjek dan objek penelitian yang akan di jadikan sampling. 2. Pengambilan sampel individu terdiri dari populasi yang sudah diteiti. 3. Menentukan keseluruhan atau berapa banyak responden yang ada. 4. Pengumpulan data dengan kajian pustaka dan kajian lapangan. 5. Menganalisis data yang sudah ada. 6. Penarikan hasil identifikasi dari analisis data yang sudah ada. 7. Memetakan hasil atau menarik kesimpulan, bisa dalam wujud diagram.

23. Bagaimana syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan? Syarat-syarat sampling jenuh : – Semua anggota populasi percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan dijadikan sampel – Jumlah anggota populasi haruslah relatif atau rata-rata sedikit minimal kurang dari 30 orang.

24. Jelaskan langkah-langkah penerapan snow ball sampling dan penelitian pendidikan! Langkah-langkah snowbal sampling : – Sang peneliti haruslah mempunyai sampel (orang) terlebih dahulu.

– Jika sudah ada orang yang bersedia menjadi sampel maka tindakan selanjutnya orang tersebut diperbolehkan mengajak temannya dalam hal ini mempunyai bidang yang sama yaitu bidang pendidikan. – Dan begitu seterusnya, dan sampel tersebut diharapkan semakin banyak (reponden). • 1. a. Subjek penelitian adalah sesuatu, baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi), yang sifat-keadaannya akan diteliti. Dengan kata lain subjek penelitian adalah sesuatu yang di dalam dirinya melekat atau terkandung objek penelitian.

b. Objek penelitian adalah sifat keadaan dari sesuatu benda, orang, atau keadaan, yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian. Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas (benda, orang, dan lembaga), bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra atau simpati-antipati, keadaan batin, dsb. (orang), bisa pula berupa proses dan hasil proses (lembaga).

2. a. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi bukan hanya orang, akan tetapi objek dan benda alam yang lain.

Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu. Sebagaimana yang dikutip oleh Wina Sanjaya dalam Diyah fitriyani (2015) populasi menurut Fraenkel adalah “is the group of interest to the researcher, the group to whom the researcher would like to generalize the result of study.” Jadi populasi adalah kelompok yang menjadi perhatian peneliti, kelompok yang berkaitan dengan untuk siapa generalisasi hasil penelitian itu berlaku.

Selanjutnya ia juga mengemukakan bahwa kelompok yang menjadi populasi dalam bidang pendidikan bisa kelompok manusia yang secara individual seperti, siswa, guru, dan individu lainnya. Atau bisa kelompok yang bukan individu seperti kelas, sekolah, atau berbagai fasilitas lainnya. b.Sampel adalah bagian suatu subjek atau objek yang mewakili populasi. Pengambilan sampel harus sesuai dengan kualitas dan karakteristik suatu populasi.

Pengambilan sampel yang tidak sesuai dengan kualitas dan karakteristik suatu populasi akan menyebabkan suatu penelitian menjadi bias, tidak dapat dipercaya, dan kesimpulannya pun bisa keliru. Hal ini karena tidak dapat mewakili populasi. 3. Dengan mempelajari subjek dan objek penilitian kita dapat mengetahui apa itu subjek dan objek penelitian serta syarat-syarat menjadi subjek dan objek penelitian, sehingga kedepannya dapat menjadi pedoman kita dalam menentukan keduannya ketika melakukan penelitian dan dapat menentukan subjek dan objek penelitian dengan benar sesuai syarat yang ada.

4. Persyaratan yang harus ada pada subjek penelitian/informan ‎agar layak ditetapkan sebagai informan penelitian. Moleong menyebutkan bahwa ‎ada lima persyaratan yang harus dimiliki oleh seseorang agar layak dijadikan ‎informan:‎  Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya.‎  Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan.‎  Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam.‎  Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai ‎dalam latar penelitian.‎  Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

‎‎(Moleong, 2013: 132)‎ 5. Teknik atau cara yang digunakan untuk menentukan informan dalam penelitian dijelaskan oleh Sugiyono (2007: 52), yaitu dengan jalan peneliti memasuki situs social tertentu, melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi social tersebut. Cara yang bisa ditempuh untuk menemukan informan tersebut terdiri dari dua cara. Dua cara tersebut meliputi:  Melalui Keterangan Orang yang Berwenang, cara pertama ini bisa dilakukan dengan formal (pemerintah) maupun secara informal (pemimpin masyarakat seperti tokoh masyarakat, pemimpin adat, dan lain sebagainya).

Perlu dijajaki pula jangan sampai terjadi informan yang disodorkan itu berperan ganda, contohnya percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan pegawai lurah dan sebagai informan pembantu peneliti, yang mungkin juga ditugaskan memata-matai peneliti.  Melalui Wawancara Pendahuluan, dalam wawancara ini, peneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah disinggung di depan.

6. Subjek dan objek penelitian digunakan pada ranah penelitian kualitatif yang hasilnya nanti berupa deskripsi atau pemaparan. 7. Antara subjek, objek dan populasi serta sampel semuanya memberikan manfaat masing-masing pada peranannya masing-masing, subjek objek menjadi sasaran dari proses penelitian sedangan populasi dan sampel merupakan proses perlakuan terhadap subjek objek. 8. Sampel digunakan ntuk mempermudah proses penelitian yang dilakukan, karena jika peneliti harus mempelajari satu persatu dari seluruh populasi itu akan memakan waktu dan tenaga yang sangat besar, dengan menggunakan sampel penelititi akan memperoleh kesimpulan yang kemudian akan di generalisasikan terhadap seluruh populasi.

9. Berikut beberapa manfaat menggunakan sampel dalam penelitian:  Memudahkan peneliti karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan populasi, selain itu bila populasinya terlalu besar dikhawatirkan akan terlewati.

 Penelitian lebih efektif dan efisien, artinya waktu yang digunakan jauh lebih singkat dibandingkan dengan penelitian dengan banyak subyek selain itu biaya juga relatif lebih rendah.  Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, artinya jika subyeknya banyak dikhawatirkan akan ada masalah yang timbul dari pihak pengumpulan data yang terlalu lelah sehingga data yang diperoleh menjadi tidak akurat.

10. Secara umum, sampel yang baik adalah yang dapat mewakili sebanyak mungkin karakteristik populasi. Dalam bahasa pengukuran, artinya sampel harus valid, yaitu bisa mengukur sesuatu yang seharusnya diukur. Kalau yang ingin diukur adalah masyarakat Sunda sedangkan yang dijadikan sampel adalah hanya orang Banten saja, maka sampel tersebut tidak valid, karena tidak mengukur sesuatu yang seharusnya diukur (orang Sunda).

Sampel yang valid ditentukan oleh dua pertimbangan.  Akurasi atau ketepatanyaitu tingkat ketidakadaan “bias” (kekeliruan) dalam sample. Dengan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam sampel, makin akurat sampel tersebut. Tolok ukur adanya “bias” atau kekeliruan adalah populasi. Cooper dan Emory (1995) menyebutkan bahwa “there is no systematic variance” yang maksudnya adalah tidak ada keragaman pengukuran yang disebabkan karena pengaruh yang diketahui atau tidak diketahui, yang menyebabkan skor cenderung mengarah pada satu titik tertentu.

Sebagai contoh, jika ingin mengetahui rata-rata luas tanah suatu perumahan, lalu yang dijadikan sampel adalah rumah yang terletak di setiap sudut jalan, maka hasil atau skor yang diperoleh akan bias. Kekeliruan semacam ini bisa terjadi pada sampel yang diambil secara sistematis  Presisi.

Kriteria kedua sampel yang baik adalah memiliki tingkat presisi estimasi. Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita dengan karakteristik populasi. Contoh : Dari 300 pegawai produksi, diambil sampel 50 orang.

Setelah diukur ternyata rata-rata perhari, setiap orang menghasilkan 50 potong produk “X”. Namun berdasarkan laporan harian, pegawai bisa menghasilkan produk “X” per harinya rata-rata 58 unit.

Artinya di antara laporan harian yang dihitung berdasarkan populasi dengan hasil penelitian yang dihasilkan dari sampel, terdapat perbedaan 8 unit. Makin kecil tingkat perbedaan di antara rata-rata populasi dengan rata-rata sampel, maka makin tinggi tingkat presisi sampel tersebut. 11. a. Probability Sampling adalah teknik pengambilan sample dimana semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih menjadi sample.

Dengan menggunakan teknik ini berarti tidak ada kendala apapun untuk melakukan penelitian terhadap kemungkinan/probabilitas dari elemen manapun jika terpilih sebagai sample. b. Non Probability Sampling, pada jenis ini tidak semua elemen mempunyai peluang untuk terpilih sebagai sample, dengan demikian temuan hasil studi yang menggunakan sampling jenis ini tidak dapat langsung digeneralisasikan sebagai hasil penelitian terhadap populasi.

Tujuan peneliti menggunakan sampling jenis ini adalah generalisasi terhadap populasi tidak terlalu penting, dibanding temuan yang didapat waktu melakukan suatu penelitian, atau peneliti memiliki hambatan-hambatan sehingga melakukan penghematan sumber daya yang dimilikinya. 12. Perbedaannya Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel, atau pengambilan sempel secara random atau acak dan untuk penelitian kuantitatif.

Sedangkan Non Probability Sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijaksanaan penaliti sendiri. Pada prosedur ini, masing-masing elemen tidak diketahui apakah berkesempatan menjadi elamen-elemen sampel atau tidak dan ini digunakan untuk penelitian kualitatif.

Persamaaan kedua-duannya baik probability sampling ataupun non probability sampling sama-sama digunakan untuk menentukan sampel dalam penelitian pendidikan. 13. Menurut Kerlinger (2006, hlm. 188), simple random sampling adalah metode penarikan dari sebuah populasi atau semesta dengan cara tertentu sehingga setiap anggota populasi atau semesta tadi memiliki peluang yang sama untuk terpilih atau terambil.

Menurut Sugiyono (2001, hlm. 57) teknik sampling ini disebut simple (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Margono (2004, hlm. 126) menyatakan bahwa simple random sampling adalah teknik untuk mendapatkan sampel yang langsung dilakukan pada unit sampling, jadi paada metode random sampling ini dilakukan dengan memberikan kesempatan yang sama pada semua elemen untuk dapat dipilih sebagai sample.

Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. Teknik ini dapat digunakan jika jumlah unit sampling di dalam suatu populasi tidak terlalu besar. Selain itu, Masyhuri & Zainuddin (2008, hlm. 167) mengungkapkan bahwa simple random sampling atau penarikan sampel acak sederhana adalah sebuah metode untuk memilih anggota sampel yang dinotasikan dengan “n” dari anggota populasi yang dinyatakan dengan “N”, sehingga anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel, tidak ada diskriminasi terhadap anggota populasi.

Misal sebuah populasi terdiri dari 500 orang mahasiswa program S1 (unit sampling). Untuk memperoleh sampel sebanyak 150 orang dari populasi tersebut, dapat menggunakan teknik ini, baik dengan cara undian, ordinal, maupun tabel bilangan random. 14.

Sugiyono (2001:60) menyatakan bahwa sampling sistematis adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

Misalnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua anggota diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100. Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja, genap saja, atau kelipatan dari bilangan tertentu, misalnya kelipatan dari bilangan lima.Untuk itu, yang diambil sebagai sampel adalah 5, 10, 15, 20 dan seterusnya sampai 100.

Teknik systematic sampling ini memiliki kemiripan prosedur dengan teknik simple random sampling. Oleh karena itu, systematic sampling juga memerlukan sampling frame, dan proses pemilihan sampel dilaksanakan secara random. Namun, berbeda dengan simple random sampling, random dilakukan hanya untuk memilih sampel pertama. Sedangkan pemilihan sampel kedua, ketiga dan seterusnya dilakukan secara sistematis berdasarkan interval yang telah ditetapkan.

15. Tahapan pengambilan sampel sistematik sampel adalah sebagai berikut:  Susun sampling frame  Tetapkan jumlah sampel yang ingin diambil  Tentukan K (kelas interval)  Tentukan angka atau nomor awal di antara kelas interval tersebut secara acak atau random – biasanya melalui cara undian saja.  Mulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor awal yang terpilih.  Pilihlah sebagai sampel angka atau nomor interval berikutnya 16.

Jika peneliti memiliki informasi tambahan bahwa populasi sebenarnya terdiri dari beberapa subpopulasi atau strata, maka stratified sampling lebih cocok untuk memilih sampel penelitian. Sebagai contoh, penelitian akan dilakukan terhadap peserta kelas metodologi penelitian sosial yang semuanya berjumlah 80 orang. Informasi tambahan bagi peneliti adalah bahwa dari 80 orang tersebut 60 orang adalah perempuan dan sisanya laki-laki. Jika peneliti menganggap informasi ini penting untuk analisa, maka stratified sampling lebih cocok digunakan untuk memilih sampel.

Populasi yang terdiri dari unit yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda atau heterogen, maka teknik pengambilan sampel yang tepat digunakan adalah stratified sampling. Hal ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi karakteristik umum dari anggota populasi, kemudian menemukan strata atau lapisan dari jenikarakteristik unit-unit tersebut. Penentuan straia ini dapat didasarkan bermacam-macam, misalnya tingkatan sosial ekonomi pasien, tingkat keparahan penyakit, umur penderita,dan lain sebagainya.

Setelah ditentukan stratanya barulah dari masing-masing strata ini diambil sampel yang mewakili strata tersebut secara random atau acak.Agar perimbangan sampel dari masing-masing strata itu memadai maka dalam teknik ini sering pula dilakukan perimbang antara jumlah anggota populasi berdasarkan masing-masing strata.

Oleh sebab itu maka disebut pengambilan sampel secara prappartion stratified sampling. Pelaksanaan pengambilan sampel dengan stratified, mula-mula menetapkan unit-unit anggota populasi dalam bentuk strata yang didasarkan pada karakteristik umum darianggota-anggota populasi yang berbeda-beda. Setiap unit yang mempunyai karakteristik umum yang sama, dikelompokkan pada satu strata, kemudian dari masyarakat masing-masing strata diambil sampel yang mewakilinya.

Langkah-langkah yang ditempuh pengambilan sampel secara stratified adalah : a. Menentukan populasi penelitian. b. Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. c. Mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yangsama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan.

d. Mengambil dari setiap strata sebagian unit yang menjadi anggotanya untuk mewakilistrata yang bersangkutan. 17. Cluster sampling adalah teknik memilih sebuah sampel dari kelompok-kelompok unit yang kecil.

Sesuai dengan namanya, penarikan sampel ini didasarkan pada gugus atau cluster. Teknik cluster sampling digunakan jika catatan lengkap tentang semua anggota populasi tidak diperoleh serta keterbatasan biaya dan populasi geografis elemen-elemen populasi berjauhan. Pada penggunaan teknik sampling kluster, biasanya digunakan dua tahapan, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, dan tahap kedua menentukan orang/orang atau objek yang dijadikan penelitian pada daerah yang terpilih yang dilakukan secara random.

Misalnya pada kasus diatas, tahap pertama dapat dilakukan dengan membuat klaster berupa sekolah di desa/kelurahan, kecamatan atau kabupaten dan sebagainya. Selanjutnya diambil secara random, daerah yang akan kita jadikan sampel penelitian. langkah selanjutnya adalah mengambil sampel secara random seperti pada teknik random sampling dari daerah yang telah kita tetapkan sebelumnya. 18. Perbedaan utama antara cluster sampling dan stratified sampling adalah bahwa di cluster sampling cluster diperlakukan sebagai unit sampling sehingga analisis dilakukan pada populasi kelompok (setidaknya pada tahap pertama).

Dalam stratified sampling, analisis dilakukan pada elemen dalam strata. 19. Sampel kuota (quota sample) adalah prosedur pengambilan sampel yang termasuk jumlah tertentu dari responden yang memiliki karakteristik yang diketahui atau diyakini memengaruhi subjek yang diteliti. Dengan demikian, seleksi dilakukan dengan non-probabilitas.

Misalnya, peneliti mungkin menetapkan kuota di mana setengah kelompok adalah pengguna Merek X, atau seperempat adalah orang yang mengetahui Produk Y. Langkah-langkah penerapannya sebagai berikut:  Buatlah kerangka sampelnya berdasarkan gugus/tingkatan/wilayah  Tentukan jumlah sampel sesuai gugus;  Pilih sampel masing-masing percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan sampai dengan jumlah sampel per gugus terpenuhi.

percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan

 Sampel tiap tingkatan/gugus/wilayah bisa dipilih atas dasar kedekatan, kesengajaan atau faktor lain. Contoh Sampling Kuota, akan melakukan penelitian tentang Karies Gigi, jumlah sampel yang ditentukan 500 orang, jika pengumpulan data belum memenuhi kuota 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai.

Bila pengumpulan data dilakukan secara kelompok yang terdiri atas 5 orang pengumpul data, maka setiap anggota kelompok harus dapat menghubungi 100 orang percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan sampel, atau 5 orang tersebut harus dapat mencari data dari 500 anggota sampel.

20. Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2009:122). Menurut Margono (2004: 127) menyatakan bahwa dalam teknik ini pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan ditemui.

Sehingga dapat disimpulkan sampling aksidental ialah teknik penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas, artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik (ciri-cirinya), maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel (responden). Contohnya: Penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi.

21. Judgement sampling ialah teknik pengambilan sampling dimana sampel yang dipilih berdasarkann penilaian peneliti bahwa dia atau seseorang yang paling baik jika dijadikan sampel penelitiannya. Langkah dalam menerapkan teknik ini adalah sebagai berikut:  Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias.

 Tentukan kriteria-kriteria.  Tentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang teliti.  Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria. Contoh : misalnya dalam suatu perusahaan untuk memperoleh data tentang bagaimana satu proses produksi direncanakan oleh suatu perusahaan, maka manajer produksi merupakan orang yang terbaik untuk bisa memberikan informasi.

Jadi, judment sampling umumnya memilih sesuatu atau seseorang menjadi sampel karena mereka mempunyai “information rich”. 22. Purposive sampling adalah salah satu teknik sampling non random sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian. Purposive sampling digunakan dalam kasus di mana spesialisasi otoritas dapat memilih sampel lebih representatif yang dapat membawa hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan teknik non-probability sampling lainnya.

Proses ini tidak melibatkan objek apapun, namun sengaja dipilih oleh masing-masing individu dari populasi berdasarkan otoritas atau kewenangan peneliti dan penilaian. Menurut Nurhayati (2008), ciri-ciri dari non probability sampling ini adalah setiap anggota populasi tidak mempunyai peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel, sifatnya subyektif, bias (kekeliruan) tidak dapat diperkirakan besarnya, tidak dapat digunakan untuk estimasi parameter.

Langkah dalam menerapkan teknik ini adalah sebagai berikut:  Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias.  Tentukan kriteria-kriteria.  Tentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang teliti.

 Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria. 23. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Syarat dilakukannya sampel jenuh bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain dari sampling jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

24. Teknik sampling snowball/bola salju adalah metode sampling di mana sampel diperoleh melalui proses bergulir dari satu responden ke responden yang lain.

Langkah penerapan atau cara pengambilan sample untuk snowball sampling dapat dilakukan dengan cara mencari contoh sample dari populasi yang kita inginkan, kemudian dari sample yang didapat dimintai partisipasinya untuk memilih komunitasnya sebagai sample lagi. Seterusnya sehingga jumlah sample yang kita inginkan terpenuhi. • DIAH DWI ASTUTI/II/III/PGSD A 1.Jelaskan apa yang dimaksud dengan subjek dan objek penelitian!

a. Subjek penelitian menurut Suharsimi Arikunto : subjek penelitian adalah sumber utama data penelitian, yaitu yang memiliki data mengenai variabel-variabel yang diteliti.

b. Objek penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulan. Objek disini bisa juga disebut sebagai variabel. Objek juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu.

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan populasi dan sampel! Jawab : Pengertian populasi menurut Sugiyono (1997:57) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Pengertian sampel menurut Arikunto (1998:117) Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. 3.

Jelaskan manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian! Jawab : a. Meningkatkan kemampuan untuk berinteraksi, berbicara, bertukar pikiran serta membandingkan suatu kejadian yang terjadi b. Meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan disekitar berkaitan dengan kegiatan penelitian c.

Membantu kita dalam menentukan populasi dan sampel dengan objektif, cermat dan teliti. 4. Jelaskan syarat-syarat menjadi subjek penelitian! Jawab : a. Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya b. Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan c. Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam d. Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai dalam latar penelitian e.

Prangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. (Moleong, 2013:132) 5. Bagaimana cara menentukan subjek penelitian? Jawab : Dalam penelitian kualitatif, penentuan subjek sudah dari awal dilakukan, yaitu ketika peneliti mulai membuat rancangan penelitian (proposal penelitian).

Dalam proses lapangan, untuk menentukan siapa yang akan dikenai perlakuan(treatment), akan digunakan teknik sampling yang sesuai dengan kondisi subjek di lapangan. Dalam menentukan subjek penelitian memang perlu sebuah kerasionalan yang jelas, alasan kenapa subjek tersebut dipilih.

Jadi sebenarnya bukan hanya asal menentukan saja, namun asumsinya harus ada dan subjek tersebut merupakan subjek yang paling tepat dan sesuai dengan tema penelitian. 6. Bagaimana cara menentukan subjek penelitian? Jawab : a. Teknik penggalian data, meliputi wawancara b. Teknik pengorganisasian dan analisis data c. Teknik analisis data d.

Teknik pemantapan kredibilitas penelitian 7. Lihat soal nomor 3, bandingkan dengan “populasi dan sampel”! Jawab : a. Subjek objek Subjek disini artinya baik orang maupun benda,yang sifat keadaannya akan diteliti dan akan dijadikan sampel untuk sebuah penelitian. Sedangkan objek merupakan sesuatu yang hendak diselidiki didalam kegiatan penelitian. b. Populasi Sampel Didalam populasi terdapat subyek atau obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik,manfaatnya untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.Jadi populasi disini bukan hanya orang melainkan obyek dan benda-benda alam lain.

Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti,dipandang sebagai suatu pedugaan terhadap populasi Dari perbandingan diatas dapat kita simpulkan bahwa antara subjek objek dan populasi sampel mereka saling keterkaitan untuk sebuah penelitian.Sehingga pada saat proses penelitian dapat berjalan dengan baik.

8. Mengapa dibutuhkan sampel dalam penelitian pendidikan? Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan : Karena di dalam dunia pendidikan, akan sangat sulit untuk dilakukan penelitian jika yang di teliti semua variable yang terkait di dalamnya. Selain itu juga akan memakan waktu yang sangat lama dan dana yang tidak cukup sedikit. Untuk itu peneliti hanya akan mengambil sampel dari apa yang akan di teliti supaya lebih cepat, akurat dan efisien.

Dan yang paling penting disini jika populasi nya besar, dengan menggunakan sampel peneliti akan sangat cermat sehingga variable yang diteliti tidak akan terlewat. 9. Jelaskan manfaat menggunakan sampel dalam penelitian! Jawab : a. Penggunaan sampel dapat menghemat biaya, waktu dan tenaga. Kadang kala dalam penelitian terdiri dari elemen-elemen yang banyak ragamnya dan banyak pula jumlahnya, sehingga tidak mungkin peneliti melaksanakan penelitian kepada seluruh anggota populasi yang ada.

Oleh sebab itu dengan menggunakan teknik sampel yang benar akan mempermudah penelitian yang dilakukan. b. Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam. c. Teknik sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian.

Apabila anggota populasi sangat beragam bisa menyebabkan sebuah penelitian menjadi sulit. Sehingga tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kesalahan dalam menarik kesimpulan. 10. Bagaimana syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan? Jawab : a. Sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin.

b. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku (standar eror) yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari sampel dengan syarat kedua metode dilaksanakan sama. c. Pengambilan sampel harus sederhana, mudah dilaksanakan. d. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal (Soegeng dalam tahir, 2011:38) 11. Apa yang dimaksud dengan probability sampling dan non probability sampling?

Jawab : Non Probability sampling menurut Sugiyono (2001:60) Probability sampling adalah teknik yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsure atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

probability sampling : teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsure (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. 12. Jelaskan persamaan dan perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling! Jawab : Perbedaan Probability sampling • Setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. • Hasil penelitian dapat dijadikan untuk mengestimasi populasi (melakukan generalisasi) • Besarnya setiap unsur dijadikan sampel • Penelitian belum pernah diketahui atau harus dilakukan pengujian hipotesis yang dibuat.

Non probability sampling • Teknik pengambilan sampel yang tidak akan memberikan peluang yang sama kepada anggota populasi untuk dijadikan sampel. • Hasil penelitian tidak untuk melakukan generalisasi • Penelitian tentang social atau berhubungan dengan manusia Persamaan • Persamaan yang paling menonjol dari 2 teknik ini yaitu sama – sama digunakan untuk pengambilan teknik sampel dari populasi yang ada atau di teliti.

13. Bagaimana penerapan random sampling dalam penelitian? Jawab : Dengan menggunakan tabel acak ataupun dengan melakukan pengundian atas masing-masing populasi yang telah diberi nomor. Cara lain melakukan pengacakan adalah dengan menggunakan kalkulator, ataupun dengan menggunakan program computer.

Namun dari sekian alternative tersebut pengundian dengan tabel acak lebih direkomendasikan sebab lebih mudah dilakukan pengecekan ulang bila ada pihak-pihak tertentu yang meragukan validitas sampel yang terpilih. 14. Apa yang dimaksud dengan teknik sampling sistematis (systematic sampling) dalam penelitian pendidikan!

Jawab : Systematic sampling adalah metode panarikan atau pengambilan sampel dengan interval tertentu dari kerangka sampel yang telah diberi nomor unit atau anggota sampel diambil dari populasi pada jarak interval tertentu, ruang dengan urutan yang seragam.

15. Lihat soal nomor 12, jelaskan tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systemacic sampling! Jawab ; Tahapan pengambilan sampel menggunakan systematic sampling : a. Menentukan urutan sampel (n) yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi (N) b.

Membagi anggota populasi menjadi k kelompok dengan ketentuan k harus lebih kecil atau sama dengan N/n. nilai k lebih besar N/n akan menyebabkan ukuran sampel yang diinginkan tidak dapat diperoleh (kurang dari n). bila ternyata besarnya populasi (N) tidak diketahui, k tidak dapat ditentukan secara akurat, dengan demikian harus dilakukan pendugaan nilai k yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel sebesar n.

16. Dalam probability sampling terdapat teknik stratified sampling. Apa yang dimaksud hal tersebut, dan jelaskan pula langkah-langkah dalam penerapannya! Jawab : Stratified sampling menurut Kasjono dan Yasril (2009 hal 33) mengemukakan bahwa pengambilan sampel acak populasi yang bersifat heterogen dibagi-bagi dalam lapisan-lapisan yang saling pisah tuntas dan dari setiap strata dapat diambil sampel secara acak.

Langkah –langkah dalam penerapan : a. Menentukan populasi penelitian b. Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi c. Mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan d. Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan e.

Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau non random f. Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional). 17. Apa yang dimaksud dengan cluster sampling?

Jelaskan langkah-langkah dalam penerapannya! Jawab : Sampling ini digunakan jika populasi heterogen, dimana ciri-ciri unit populasi tidak serbasama (tidak homogen), dan terdiri dari kelompok-kelompok. Heterogenitas dalam cluster atau area sama dengan heterogenitas populasinya. Pada teknik ini akan dilakukan dua kali randomisasi. Kelebihan teknik sampling ini adalah penyebaran unit populasi dapat dihindari.

Di sisi lain, kelemahan teknik ini adalah sulit diperoleh suatu cluster dengan heterogenitas yang benar-benar sama. Langkah-langkah dalam menggunakan teknik klaser (Usman, 2006), yaitu: a. Identifikasi populasi yang hendak digunakan dalam studi b. Tentukan besar sampel yang digunakan c.

Tentukan dasar logika untuk menentukan klaser d. Perkirakan jumlah rata-rata subjek yang ada pada setiap klaser e. Daftar semua objek dalam setiap klaser dengan membagi antara jumlah sampel dengan jumlah klaser yang ada f. Secara random, pilih jumlah anggota sampel yang diinginkan untuk setiap klaser g. Jumlah sampel adalah jumlah klaser dikalikan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan anggota populasiper klaser 18.

Jelaskan perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling! Jawab : Perbedaan utama antara cluster sampling dan stratified sampling adalah bahwa di cluster sampling cluster diperlakukan sebagai unit sampling sehingga analisis dilakukan pada populasi kelompok (setidaknya pada tahap pertama).

Dalam stratified sampling, analisis dilakukan pada elemen dalam strata. 19. Apa yang dimaksud dengan sampel kuota ?jelaskan langkah-langkah penerapannya! Jawab : Sampling kuota adalah teknik untuk menetukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Bila pada pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel dibagi rata sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

Langkah-langkah penerapannya : Dengan menetapkan jumlah besar sampel yang diperlukan, kemudian menetapkan jumlah ( jatah yang diinginkan ) maka jatah itulah yang akan dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel yang diperlukan 20. Apa yang dimaksud sampel aksidental ? Jelaskan dan sertakan contohnnya Jawab : Sampling aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2001:60).

Contohnya adalah : penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga Negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setiap orang dewasa yang dijumpainnya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi.

21. Dalam non probability sampling terdapat jenis judgement sampling. Jelaskan dan sertakan langkah penerapannya! Jawab : Judgement sampling adalah sampel dipiliih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya. Misalnya untuk memperoleh data tentang bagaimana satu proses produksi direncanakan oleh suatu perusahaan, maka manajer produksi merupakan orang yang terbaik untuk bisa memberikan informasi.

Jadi judgement sampling biasanya memilih sesuatu atau seseorang menjadi sampel karena mereka mempunyai “information rich”. Langkah penerapan : Maka langkah penerapan judgemen sampling yaitu kita mencari seseorang yang sekiranya memiliki pengetahuan serta informasi yang luas atau seorang ahli, yang mampu memberikan informasi yang terkait apa yang kita teliti.

22. Apa yang dimaksud dengan purposive sampling? Jelaskan pula cara penerapannya! Jawab : Purposive sampling adalah dasar penentuan sampel pada teknik sampling ini adalah tujuan penelitian. Teknik purposive ini digunakan dalam upaya memperoleh data tentang masalah yang memerlukan sumber data yang memiliki kualifikasi spesifik atau criteria khusus tertentu.

Percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan, untuk meneliti kualitas sebuah produk fashion maka diperlukan responden yang memiliki kualifikasi kompetensi dalam bidang fashion maupun seni tertentu.

Cara penerapannya : a. Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel b. Tentukan kriteria-kriteria c. Tentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang diteliti d. Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria. 23. Bagaimaan syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan? Jawab : Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan. Syarat-syarat sampling jenuh dapat di terapkan pada penelitian pendidikan.

a. Presisi Pertimbangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel. Sampel yang digunakan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.

Akurasib Mengacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan. b. Ukuran sempel Pada dasarnya tidak ada aturan buku mengenai pengambilan ukuran sampel selama sampel sudah memenuhi karakteristik dari populasi dalam penelitian yang bersifat psikologi seperti pada penelitian pendidikan. syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan karena syarat sampling jenuh sudah memenuhi kriteria atau karakteristik dalam pendidikan, jadi syarat sampling jenuh sangat baik digunakan pada penelitian pendidikan.

24. Jelaskan langkah-langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian pendidikan! Jawab : Langkah-langkah penerapan : a. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.

b. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kumudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. c. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang udah diberikan oleh ketua kelompok. d. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke sisiwa lain selama kurang lebih 5 menit. e. Setelah siswa mendapat satu bola atau satu pertannyaan diberikan kesempatan kepada siswauntuk menjawab pertannyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk pola tersebut secara bergantian.

f. Evaluasi g. Penutup • OCVI MILLA FERINA /PGSD/A/II/III 1. Subjek penelitian adalah sesuatu yang diteliti baik itu orang,benda, maupun suatu lembaga organisasi.subjek penelitian ini biasanya dikenai kesimpulan hasil dari penelitian yang dilakukan.selain subjek penelitian juga ada Objek penelitian.

Objek penelitian adalah suatu sifat keadaan yang berasal dari suatu benda/ orang yang menjadi pusat sasaran dan perhatian penelitian yang berrupa sifat, kuantitas dan kualitas,penilaian,pandangan dan juda bisa berupa proses. 2. Populasi adalah keseluruihan wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek maupun objek yang memiliki suatu karakteristik dan kualitas yang ditetapkan oleh seorang peneliti untuk dipelajari dan dicari kesimpulannya.

Populasi juga disebut dengan kelompok besar dari subjek maupun objek yang akan diteliti. Sedangkan Sampel adalah suatu bagian yang diambil dari populasi yang dijadikan sebagai perwakilan dari populasi yang ada.pewakilan tersebut dijadikan kesimpulan dari hasil penelitian.sampel biasanya digunakan pada saat penelitian makanan maupun minuman.

3. Manfaat dari mempelajari subjek penelitian antara lain: • mampu membandingkan suatu kejadian yang ditentukan dari subjek lain. • Membantu agar penarikan kesimpulan dari subjek penelitisn cepat selesai Manfaat dari mempelajari objek penelitian antara lain: • Untuk mengetahui keadaan dari objek yang diteliti maupun yang akan diteliti • Unuk mengeahui kualitas dan kuntitas yang dimiliki objek yang diteliti 4.

Syarat – syarat menjadi subjek peneliti antara lain  Orang yang akan diteliti harus menjawab dengan jujur dan bisa dipercaya.  Orang yang diteliti memiliki kepatuhan pada peraturan.  Orang yang diteliti bukan anggota kelompok terikai dengan latar penelitian  Orang yang diteliti memiliki suatu pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi.

5. – Melalui keterangan dari orang yang berwenang.cara ini dilakukan dengan formal maupun informal. – dengan memalui wawancara dahulu. Wawncara ini seorang peneliti menilai berdasarkan syarat subjek penelit. 6. Istilah subjek dan objek penelitian bisa digunakan pada saat adanya sebuah topik yang akan diteliti.contohnya saja “pengajaran siswa yang kurang diluar kelas efektif di SD 01”.dari judul diatas maka objek penelitiannya “pengajaran siswa” sedangkan subjek penelitiannya “diluar kelas”.

7. Perbandingan dari subjek dan objek dengan sampel dan populasi. Objek dan subjek saling berkaitan,karena subjek merupakan sesuatu yang didalamnya terkandung objek.

Sedangkan sampel dan populasi juga sangat berkaitan. Karena sampel diambil dari anggota populasi yang ada. Perbandingan subjek dan objek dengan sampel dan populasi adalah penelitian subjek dan objek hanya berupa satu pokok pembahasan, karena hanya satu subjek saja yang diteliti.

Beda dengan sampel dan populasi, sampel diambil dari beberapa anggota populasi yang diemui. Subjek ada karena adanya objek, objek tidak ada bila tidak ada sampel, sampel ada karena adanya populasi, populasi ada apabila anggotanya lebih dari 30 orang. 8. Sampel sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan karena sampel digunakan untuk mencari / mendapatkan suatu data yang akurat yang berkaitan dengan populasi karena menjadi sasaran penelitian dan akan mampu memberikan informasi yang berkaitan dengan populasi yang akan ditelitidan informasi tersebut dijadikan sebagai bahan baku untuk mencari keputusan.

9. Manfaat sampel dalam penelitian antara lain :1).akan memudahkan seorang peneliti karena jumlah sampel lebih sedikit daripada dengan menggunakan populasi.2). seorang peneliti akan lebih efektif dan efisien, dalam penelitian waktu yang digunakan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan banyak subjek.3).

akan lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data, jika subjek yang digunakan banyak maka akan mengkhawatirkan ada masalah pada saat pengumpulan data. Sehingga data yang diperoleh akan menjadi tidak lengkap. 10. Syarat – syarat pengambilan sampel.1). sampel harus mewakili dari populasi mencirminkan sifat dari populasi dengan semaksimal mungkin.2). sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku, yang ditentukan oleh perbedaan dari hasil dari sampel dan hasil yang diperoleh dari populasi.3).

pengambilan sampel harus sederhana dan mudah untuk dilaksanakan / dijalankan.4). pengambilan sampel harus dapat menggunakan biaya yang minimal.

11. Probability sampling adalah suatu teknik sampling yang memberikan peluang yang harus sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel atau pengambilan sampel secara acak.

Sedangkan Non probability sampling adalah seatu teknik sampling yang memberi peluangkesempatan yang tidak sama bagi setiap anggota populasi untuk dijadikan sebagai sampel.

Pemilihan elemen – elemen sampel berdasarkan pada kebijakan peneliti sendiri. 12. Persamaan probability sampling dan nonprobabiliy sampling adalah kedua teknik sama – sama mengambil sampel dari populasi yang ada. Sedangkan perbedaan probability sampling dan nonprobability sampling adalah pengambila sampel dilakukan secara acak, pengambilan sampel tidak melibatkan strata sampel yang akan diambil, teknik pengambilannya dengan objek yang sangat luas, sedangkan nonprobability sampling adalah pengambiolan sampel berdasarkan pada kebijakan peniliti sendiri, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan objek kecil, teknik yang digunakan nonprobability yaitu sampel kuota, sampel jenuh,dsb.

13. Dengan menggunakan undian dan tabel bilangan random. Dengan undian yaitu : peneliti mendaftar semua populasi, masing – masing anggota populasidiberikan nomordalam kertas kecil, kertas – kertas kecil tersebut kemudian digulung, kemudian gulungan kertas kemudian ditempatkan agar gulungan tersebu teracak, setelah gulungan telah selesai kemudian orang yang diawasi peneliti mengambil gulungan tersebut samp[ai diperoleh sejumlah sampel yang diperlukan.

14. Teknik sampling sistematis adalah suatu teknik yang menentukan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang sudah diberi nomor urut. 15. Tahap pengambilan teknik sampling sistematis adalah menentukasn ukuran sampel yang akan diambil dari onggota populasi, membagi anggota populasi menjadi kelompok kecil, menentukan secara acak satu unit sampel pertama dari kelompok yang telah terbentuk, unit kedua dan selanjutnya secara sistematis berdasarkan unit kedua dan selanjunya.

16. Stratified sampling adalah teknik sampling dimana populasi dibagi kedalam sub populasikarena memiliki karakteristik yang hederogen dan hedrogenistis mempunyai arti terhadap pencapaian tujuan penelitian, maka penelitian dapat mengambil dengan cara ini. Penerapan stratified sampling adalah sebagai berikut : populasi akan dikumpulkan menjadi sub – sub populasi berdasarkan kreteria masing – masing yang dimiliki yang memiliki unsur populasi.

Dan setiap sub berbentuk homogen, dari masing – masing sub akan diambil sebagian anggota secara acak dengan proposional, selanjutnya total anggota yang akan diambil ditetapkan sebagian jumlah anggota sampel penelitian. 17. Cluster sampling adalah suatu teknik sampling yang dilakukan secara berkelompok. Pengambilan sambel jenis ini dilakukan berdasasrkan kelompok atau area tertentu.

Tujuan dari cluster radom sampling untuk meneliti suatu hal pada bagian – bagian yang berbeda di dalam suatu instansi. Cara pengambilan sampel apabila suatu objek atau sumber data maka sangat luas dan besar. Cluster dilakukan dengan melakukan randomisasi dalam dua tahap, yaitu sampel daerah dan randomisasi menentukan orang/ unit yang ada diwilayahnya atau dari populasi yang dipilih. 18. Perbedaan strattified sampling dan cluster sampling diantaranya:1).

Stratifed sampling, a). Pengelompokan anggota populasi menjadi homogen sub kelompok realif sebelum sampling.b).setiap elemen yang berasal dari populasi atau kelompok harus strata.c). meneingkatkan keterwakilan sampel dengan cara mengurangi kesalahan sampling. 2). Cluster sampling. a). Populasi dijadikan kelompok – kelompok dan sampel dipilih, b). Elemen dalam suatu kelompok atau sub sampel dapat dipilih memalui masing – masing kelompok,c).

Memungkinkan ukuran sampel meningkat. Dengan asumsi ukurang yang diberikan sampel tetap., maka teknik yang diberikan hasil yang lebih akurat. 19. Sampel kuota adalah suatu teknik yang digunakan untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri – ciri tertentu sampai jumlah yang diinginkan.

Jika pengambilan sampel dilakukan secara kelompok maka pengambilan sampel harus dibagi rata dengan jumlah yang diinginkan. Langkah – langkah penerapan sampel kuota diantaranya 1). Menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri – ciri tertentu dengan sampai jumlah yang diinginkan. 2). Melakukan pertimbangan tertentu dari peneliti sebelum melakukan sampling. 20. Sampel aksidentas adalah suatu teknik penentuan sampel yang berdasarkan suatu pertimbangan tertentudan secara kebetulan bertemu dengan peneliti yang dapat digunakan sebagai sampel.

Contohnya saja penelitian tentang pemilu, yaitu setiap warga negara yang sudah cukup umur atau sampai jumlah yang diharapkan tercukupi. 21. Judgement sampling adalah suatu cara yang dilakukan oleh peneliti untuk pengambilan sampel yang pada dasarnya bersedia dipilih berdasarkan pada tujuan yang diinginkan.

Hal ii dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli dengan teknik penarikan sampel yyang telah dilakukan berdasarkan karakteristik yyang lehat ditetapkan terhadap elemen populasi. Lagkah – langkah penerapannya:menerapkan judgement sampling yang baik maka mencari seorang para ahli yang khusus untuk memperoleh sampel yang mempunyai suatu pengetahuan yang luas dan mampu memberikan informasi yang berkaitan dengan yang diteliti.

22. Purposive sampling adalah suatu teknik sampling non random sampling dimana sipeneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara meneapkan ciri – ciri khusus yang sesuai dengan tujuan dari peneliti sehingga mampu menjawab permasalahan peneliti. Langkah – langkahnya antara lain 1). Menentukan jumlah peneliti dengan adanya kriteria tertentu pada suatu sampel,2). Menentukan kriteria – kriteria,3).

Menentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang diteliti,4). Menentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan sebagai subjek peneliti serta dapat memenuhi kriteria yang diinginkan. 23. Syarat sampling jenuh adalah jika semua anggota dari populasi menjadi sampel,apabila anggota dari populasi kecil atau sedikit setidaknya kurang dari 30 orang anggota.

24. Langkah – langkah penerapan snowball sampling,1).menidentifikasi, memilih, dan mengambil sampel dalam suatu jaringan yang menerus,2). Peneliti menyajikan suatu gambar baik itu berbentuk diagram,batang maupun sosiogram yang sangat berkaitan dengan garis – garis. • ANIF RAHMAWATI /II/III/ PGSD A 1.

Pengertian subjek dan objek penelitian. • Subjek penelitian merupakan sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga (organisasi) yang sifat-keadaannya (“attribut”-nya) akan diteliti dan pada dasarnya sesuatu yang di dalam dirinya itu melekat atau terkandung objek penelitian.

• Sedangkan objek penelitian merupakan sifat keadaan ( “attributes”) yang bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas (benda, orang, dan lembaga), dan bisa juga berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra atau simpati-antipati, keadaan batin, dan bisa pula berupa proses dan hasil proses (lembaga) yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian. 2. Pengertian populasi dan sampel • Menurut (Sugiyono, 2004) populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas/ subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Jadi populasi itu bisa berupa orang, binatang, dan benda-benda yang ada di alam ini dengan sifat-sifat/ karakteristik yang dipunyai oleh subjek/objek tsb. • Sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang dapat mewakili seluruh populasi yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu dan besar kecilnya sampel tidak ditentukan oleh populasi akan tetapi dinyatakan oleh dasar teori, mutu pelaksanaan, serta pengelolaannya.

Sehingga peneliti tidak ragu dalam pengambilan sampel. 3. Manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian : • Manfaat mempelajari materi subjek penelitian adalah seorang peneliti dapat secepatnya mengambil sebuah keputusan atau kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dan mampu dalam membandingkan suatu permasalahan yang menjadi subjek dari faktor lainnya. • Manfaat materi objek penelitian adalah agar dapat mempermudah mengetahui keadaan objek yang akan diteliti sserta dapat membantu mengetahui kualitas dan kuantitas dari objek yang akan diteliti.

4. Syarat-syarat menjadi subjek penelitian : Syarat menjadi subjek penelitian. Menurut (Moleong, 2013: 132) syarat menjadi subjek penelitian yaitu: • Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya. • Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan.

• Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam.‎ • Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai ‎dalam latar penelitian.

• Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. Syarat-syarat menjadi objek penelitian. • Permasalahannya baru.

• Menarik minat baik bagi peneliti maupun pembaca (hasil laporan penelitian kita). • Mempunyai relevansi, manfaat yang tinggi bagi masyarakat. • Dapat dikembangkan bagi peneliti berikutnya. • Dapat dilakukan sesuai dengan waktu dan dana yang tersedia. 5. Cara menentukan subjek penelitian : • Dalam penelitian kualitatif, penentuan subjek penelitian dapat dilakukan pada saat peneliti mulai memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung.

Caranya yaitu peneliti memilih orang tertentu yang dipertimbangkan akan memberikan suatu data yang diperlukan dan penentuan subjek penelitian dapat juga menggunakan criterion-based selection yang didasarkan pada asumsi bahwa subjek tersebut sebagai actor dalam tema penelitian. Sedangkan dalam menentukan informan, dapat menggunakan model snow ball sampling untuk memperluas subjek penelitian.

Penelitian kualitatif lebih didasari pada kualitas informasi yang terkait dengan tema penelitian yang diajukan. • Sedangkan dalam penelitian kuantitatif, penentuan subjek penelitian tidak didasarkan pada perhitungan statistik melainkan dilakukan pada saat peneliti mulai membuat rancangan penelitian (proposal penelitian).

Untuk menentukan siapa yang akan dikenai perlakuan (treatment) akan digunakan teknik sampling yang sesuai dengan kondisi subjek dilapangan.

6. Penelitian menggunakan istilah subjek penelitian pada saat ‎orang tersebut memberikan respon atas suatu perlakuan yang diberikan kepadanya dan pada saat orang memberikan informasi tentang data yang ‎diinginkan oleh peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.‎ Sedangkan penelitian menggunakan istilah objek penelitian pada saat dimana dalam penelitian ini menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian dan sifat keadaan yang dimaksudkan berupa sifat kuantitas dan kualitas, bisa berupa perilaku, sikap pro-kontra atau simpati-antipati, dan keadaan batin ini bisa juga berupa proses dan hasil proses.

7. Manfaat mempelajari populasi dan sampel : • Menghemat biaya. • Mempercepat pelaksanaan penelitian • Menghemat tenaga. • Memperkecil ruang lingkup penelitian. • Memperoleh hasil yang lebih akurat. percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan.

Karena populasi yang diteliti sangat luas dan banyak sehingga menjangkaunya akan sangat lama dan dengan menggunakan sampel, penelitian dilakukan lebih efisien dari segi waktu, tenaga, dn juga biaya. 9. Manfaat menggunakan sampel dalam penelitian Manfaat sampel dalam penelitian kuantitatif : • Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam. Populasi yang terlalu banyak akan menyulitkan peneliti untuk menggali berbagai hal yang yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan, sehingga data yang diperoleh kurang lengkap.

Oleh sebab itu hasil penelitian mungkin akan ngambang dan kurang tepat. • Dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga. Kadang kala dalam penelitian terdiri dari elemeen-elemen yang banyak ragamnya dan banyak pula jumlahnya, sehingga tidak mungkin peneliti melaksanakan penelitian kepada seluruh anggota populasi yang ada. Oleh sebab itu dengan menggunakna teknik sampling yang benar akan mempermudah dan menyederhanakan penelitian yang dilakukan oleh peneliti.

• Teknik sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian. Apa bila anggota populasi sangat beragam bisa menyebabkan sebuah penelitian menjadi sulit. Sehingga tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kesalahan dalam menarik kesimpulan.

10. Syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan : • Akurasi/ketepatan, yaitu tingkat tingkat ketidakadaan “bias” (kekeliruan) dalam sampel, dengan kata lain, makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam sampel maka makin akurat sampel tersebut. Tolak ukur adanya “bias” atau kekeliruan adalah populasi. • Agar sampel dapat memprediksi dengan baik, maka sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik populasi. 11. Probability sampling dan non probability sampling • Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

• Non probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/ kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. 12. Perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling.

Kalau probability sampling menuntut bahwasanya secara ideal peneliti telah mengetahui besarnya populasi induk, besarnya sampel yang diinginkan telah ditentukan, dan peneliti bersikap bahwa setiap unsur atau kelompok unsur harus memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.

Probability sampling terdiri atas simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling ( area sampling), Sedangkan non probability sampling merupakan sebuah teknik sampling yang tidak memperhatikan banyak variabel dalam penarikan sampel.

Sampel-sampel dari non probability sampling juga disebut sebagai subjek penelitian dimana hasil dari uji yang dilakukan pada sampling tidak memiliki hubungan dengan populasi. Teknik non probability sampling meliputi sistematic sampling (sampling sistematis), quota sampling (sampling kuota), axidental sampling (sampling aksidental), percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan sampling( sampel bertujuan), sampling jenuh, dan snowball sampling (sampel bola salju).

13. Penerapan random sampling dalam penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan pengambilam anggota populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada pada populasi. Cara tersebut dapat dilakukan karena anggota populasi dianggap homogen. Penerapan teknik random sampling seperti jumlah mahasiswa ada 500 orang kemudian dilakukan pengambilan secara acak yaitu 100 orang sebagai sampel (populasi homogen dari umur 18-22 th).

14. Teknik sampling sistematis merupakan pengambilan sampel dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Jadi dalam pengambilan sampel sistematik sudah harus tersedia daftar nama dari populasi.

15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systemacic sampling : • Disusun sampling frame. • Peneliti menetapkan sampling interval (k) dengan menggunakan rumus N/n; dimana N adalah jumlah elemen dalam populasi dan n adalah jumlah sampel yang diperlukan • Peneliti memilih sampel pertama (s1) secara random dari sampling frame. • peneliti memilih sampel kedua (S2), yaitu S1 + k. • Peneliti memilih sampel sampai diperoleh jumlah sampel yang dibutuhkan dengan menambah nilai interval (k) pada setiap sampel sebelumnya.

16. Stratified sampling merupakan suatu pengambilan sampel dari anggota populasi yang tidak homogen dan berstrata secara proposional. Langkah- langkah penerapan dalam stratified sampling : • Menentukan populasi penelitian. • Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. • Mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan. • Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan • Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom.

• Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional). Contoh penerapannya : Karyawan hotel berjumlah 300 orang dengan latar belakang pendidikan SMA/SMK= 200 orang, Diploma=75, Sarjana= 25. Jika sampel diambil 30 % maka jumlah sampel: SMA/SMK = 30% X 200 = 60 orang.

Diploma = 30% X 75 = 23 orang. Sarjana = 30% X 25 = 7 orang. Jumlah sampel = 90 orang. 17. Cluster sampling merupakan pengambilan sampel atas dasar wilayah/ area dari popilasi yang wilayahnya luas.

Langkah-langkah penerapan : • Hal yang harus kita lakukan pertama kali yaitu memilih beberapa kelompok dari anggota populasi yang dijadikan sebagai sampel daerah (diambil secara acak). Misalnya di bidang pendidikan, ada 5 kelas, kemudian dari 5 kelas tersebut dipilih secara acak 2 kelas sebagai sampel. • Kemudian dari beberapa kelompok sampel daerah tersebut, kita tetapkan individu-individu mana yang akan menjadi sampel (dipilih secara acak).

Misalnya di bidang pendidikan, akan ditentukan mana siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. 18. Perbedaan antara stratified sampling dengan cluster sampling.

• Perbedaan utama antara cluster sampling dengan cluster sampling adalah bahwa di cluster sampling sampling diperlakukan sebagai unit sampling sehingga analisis dilakukan pada populasi kelompok (setidaknya pada tahap pertama). Dalam stratified sampling, analisis dilakukan pada elemen dalam strata. Dalam stratified sampling, sampel acak yang diambil dari masing-masing strata, sedangkan di cluster sampling hanya cluster yang dipilih akan dipelajari.

Tujuan utama dari sampling cluster adalah untuk mengurangi biaya dengan meningkatkan efisiensi sampling. Hal ini bertentangan dengan stratified sampling dimana tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan presisi. 19. Sampel kuota merupakan teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang didasarkan atas jumlah yang ditentukan oleh peneliti. Langkah-langkah penerapan: • Sampel diambil dengan memberikan jatah/ quorum tertentu terhadap kelompok.

• Kemudian data dikumpulkan langsung pada unit sampling. • Setelah kuota terpenuhi, pengumpulan data dihentikan. Contoh penerapannya : Akan melakukan penelitian terhadap pegawai golongan II dan penelitian dilakukan secara kelompok. Setelah jumlah sampel ditentukan 100 dan jumlah anggota peneliti berjumlah 5 orang, maka setiap anggota peneliti dapat memilih sampel secara ebas sesuai dengan karakteristik yang ditentukan (golongan II) sebanyak 20 orang.

20. Sampel aksidental merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, maksudnya percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang yang kebetulan tersebut cocok sebagai responden.

Langkah-langkah penerapan : Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui. Contoh penerapannya: Penelitian tentang pendapatan umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setia orang dewasa yag dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi.

21. Judgement sampling merupakan teknik penarikan sampel dimana peneliti menentukan pengambilan sampel berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian • Langkah penerapannya : Maka langkah penerapan judgemen sampling yaitu kita mencari seseorang yang sekiranya memiliki pengetahuan serta informasi yang luas atau seorang ahli, yang mampu memberikan informasi yang terkait apa yang kita teliti.

22. Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel yang memiliki sifat/ karakter tertentu. Langkah-langkah penerapan : • Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias. • Tentukan kriteria-kriteria. • Tentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang diteliti. • Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria.

23. Syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan. Syaratnya yaitu bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Maka seluruh anggota populasi dijadikan sampel.

Istilah ini sering disebut dengan studi sensus. Langkah- 24. Langkah penerapan snowball sampling dalam penelitian pendidikan.

Mula-mula dipilih dua orang kemudian selanjutnya dua orang ini mencari anggota dan anggota yang telah dipilih mencari anggota dan anggota yang telah terpilih mencari anggota baru sampai dirasakan cukup. • Niva Argista/PGSD/II/III A Latihan Soal : Populasi dan Sampel 1. Pengertian subjek dan objek • Subjek dan objek penelitian yaitu sesuatu yang diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga. Subjek penelitian pada dasarnya adalah yang mengenai dengan kesimpulan.

• Sedangkan objek penelitian yaitu sifat keadaan dari suatu benda, orang atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran peneliti. Sifat yang dimaksudkan yaitu perilaku kegiatan pendapat dll. 2. Pengertian populasi dan sampel • Populasi yaitu penelitian yang dilakukan terhadap lingkungan sekitar baik berupa manusia, gejala-gejala, benda-benda, pola sikap, dan tingkah laku yang luas dengan semua subjek penelitian dan kesimpulannya berlaku bagi semua subjek penelitian. • Sampel yaitu penelitian yang dilakukan terhadap objek dari populasi yang diambil melalui teknik sampling, yakni cara-cara mereduksi objek penelitian dengan mengambil sebagian saja yang dapat di anggap representatif terhadap populasi ( Soeharto, 1993:85) sebagian dari populasi dan hasil penelitiannya berlaku bagi semua subjek yang tergabung pada populasi.

Sampel diambil oleh paniti karena jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiono, 1993:57). 3. Jelaskan manfaat mempelajari materi subjek dan objek penelitian! a. Manfaat materi subjek penelitian adalah seorang peneliti dapat secepatnya mengambil sebuah keputusan atau kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dan mampu dalam membandingkan suatu permasalahan yang menjadi subjek dari faktor lainnya. b. Manfaat materi objek penelitian adalah agar dapat mempermudah mengetahui keadaan objek yang akan diteliti serta dapat membantu mengetahui kulalitas dan kuantitas dari objek yang akan diteliti.

4. Jelaskan syarat-syarat menjadi subjek dan objek penelitian Menurut (Moleong, 2013: 132) syarat menjadi subjek penelitian ada 5, yaitu : a. Orang tersebut harus jujur dan bisa dipercaya.

b. Orang tersebut memiliki kepatuhan pada peraturan. c. Orangnya suka berbicara, bukan orang yang sukar berbicara, apalagi pendiam.‎ d. Orang tersebut bukan termasuk anggota salah satu kelompok yang bertikai ‎dalam latar penelitian. e. Orangnya memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. Syarat menjadi objek : 5. Bagaimana cara menentukan subjek penelitian • Dalam penelitian kualitatif, penentuan subjek penelitian dapat dilakukan pada saat peneliti mulai memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung.

Caranya yaitu peneliti memilih orang tertentu yang dipertimbangkan akan memberikan suatu data yang diperlukan dan penentuan subjek penelitian dapat juga menggunakan criterion-based selection yang didasarkan pada asumsi bahwa subjek tersebut sebagai actor dalam tema penelitian.

Sedangkan dalam menentukan informan, dapat menggunakan model snowball sampling untuk memperluas subjek penelitian. Penelitian kualitatif lebih didasari pada kualitas informasi yang terkait dengan tema penelitian yang diajukan. • Sedangkan dalam penelitian kuantitatif, penentuan subjek penelitian tidak didasarkan pada perhitungan statistik melainkan dilakukan pada saat peneliti mulai membuat rancangan penelitian (proposal penelitian).

Untuk menentukan siapa yang akan dikenai perlakuan (treatment) akan digunakan teknik sampling yang sesuai dengan kondisi subjek dilapangan. 6. Jelaskan pada saat seperti apa penelitian menggunakan istilah “subjek dan objek” penelitian! Penelitian menggunakan istilah subjek penelitian pada saat ‎orang tersebut memberikan respon atas suatu perlakuan yang diberikan kepadanya dan pada saat orang memberikan informasi tentang data yang ‎diinginkan oleh peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.‎ Sedangkan penelitian menggunakan istilah objek penelitian pada saat dimana dalam penelitian ini menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian dan sifat keadaan yang di maksudkan berupa sifat kuantitas dan kualitas, bisa berupa perilaku, sikap pro-kontra atau simpati-antipati, dan keadaan batin ini bisa juga bisa berupa proses dan hasil proses.

7. No 3 bandingkan dengan populasi dan sampel a. Menghemat biaya b. Mempercepat pelaksanaan penelitian c. Menghemat tenaga d. Memperkecil ruang lingkup penelitian e. Memperoleh hasil yang lebih akurat 8. Mengapa di butuhkan sampel dalam penelitian pendidikan Karena di dalam sampel suatu penelitian yang ditujukan untuk mengetahui karakteristik suatu populasi, masalah penggunan sampel merupakan sesuatu yang sangat penting.

Bahkan disadari dalam kehidupan sehari-hari penggunaan sampel bukan merupakan suatu hal yang asing lagi bagi masyarakat.

Pada umumnya untuk memperoleh informasi tentang karakteristik suatu populasi maka tidak perlu semua anggota populasi diobservasi, tetapi cukup hanya sebagiannya saja, sebagian anggota populasi tersebut disebut sampel. Disini akan ditegaskan kembali bahwa suatu sampel adalah sebagian dari populasi yang ingin diteliti, yang ciri-ciri dan keberadaannya diharapkan mampu mewakili atau menggambarkan ciri-ciri dan keberadaan populasi yang sebenarnya.

9. Manfaat sampel dalam penelitian kuantitatif : a. Hasil penelitian akan lebih akurat dan mendalam. Populasi yang terlalu banyak akan menyulitkan peneliti untuk menggali berbagai hal yang yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan, sehingga data yang diperoleh kurang lengkap.

Oleh sebab itu hasil penelitian mungkin akan ngambang dan kurang tepat. b. Dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga. Kadang kala dalam penelitian terdiri dari elemeen-elemen yang banyak ragamnya dan banyak pula jumlahnya, sehingga tidak mungkin peneliti melaksanakan penelitian kepada seluruh anggota populasi yang ada.

Oleh sebab itu dengan menggunakna teknik sampling yang benar akan mempermudah dan menyederhanakan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. c. Teknik sampling yang tepat akan mempermudah proses penelitian.

Apa bila anggota populasi sangat beragam bisa menyebabkan sebuah penelitian menjadi sulit. Sehingga tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kesalahan dalam menarik kesimpulan. 10. Bagaimana syarat-syarat pengambilan sampel dalam penelitian pendidikan a.

Sampel harus mewakili populasi (representatif) mencerminkan sifat-sifat atau ciri-ciri populasi semaksimal mungkin yang dapat dilakukannya. b. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketetapan, kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari sampel dari hasil yang diperoleh dari populasi dengan syarat kedua metode yang dilakukan dalam hal itu sama c.

Pengambilan sampel di haruskan sama d. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya yang maksimal 11. Probability sampling merupakan dimana dalam teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dengan demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. Sedangkan non probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang bagi setiap unsur untuk dipilih menjadi sampel.

12. Perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling. a. Kalau probability sampling menuntut bahwasanya secara ideal peneliti telah mengetahui besarnya populasi induk, besarnya sampel yang diinginkan telah ditentukan, dan peneliti bersikap bahwa setiap unsur atau kelompok unsur harus memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel. Probability sampling terdiri atas simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling ( area sampling), b.

Sedangkan non probability sampling merupakan sebuah teknik sampling yang tidak memperhatikan banyak variabel dalam penarikan sampel. Sampel-sampel dari non probability sampling juga disebut sebagai subjek penelitian dimana hasil dari uji yang dilakukan pada sampling tidak memiliki hubungan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan populasi.

Teknik non probability sampling meliputi sistematic sampling (sampling sistematis), quota sampling (sampling kuota), axidental sampling (sampling aksidental), purposive sampling( sampel bertujuan), sampling jenuh, dan snowball sampling (sampel bola salju). 13. Pengambilan sampel dilakukan dengan pengambilan anggota populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada pada populasi.

Cara tersebut dapat dilakukan karena anggota populasi dianggap homogen. Penerapan teknik random sampling seperti jumlah mahasiswa ada 500 orang kemudian dilakukan pengambilan secara acak yaitu 100 orang sebagai sampel (populasi homogen dari umur 18-22 th). 14. Teknik sampling sistematis merupakan pengambilan sampel dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Jadi dalam pengambilan sampel sistematik sudah harus tersedia daftar nama dari populasi.

15. Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systemacic sampling : a. Disusun sampling frame. b. Peneliti menetapkan sampling interval (k) dengan menggunakan rumus N/n; dimana N adalah jumlah elemen dalam populasi dan percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan adalah jumlah sampel yang diperlukan c. Peneliti memilih sampel pertama (s1) secara random dari sampling frame. d. peneliti memilih sampel kedua (S2), yaitu S1 + k.

e. Peneliti memilih sampel sampai diperoleh jumlah sampel yang dibutuhkan dengan menambah nilai interval (k) pada setiap sampel sebelumnya. 16. Stratified sampling merupakan suatu pengambilan sampel dari anggota populasi yang tidak homogen dan berstrata secara proposional. Langkah- langkah penerapan dalam stratified sampling : a. Menentukan populasi penelitian. b. Mengidentifikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. c. Mengelompokkan unit anggota populasi yang mempunyai karakteristik umum yang sama dalam suatu kelompok atau strata misalnya berdasarkan tingkat pendidikan.

d. Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan e. Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random atau nonrandom. f. Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dilakukan berdasarkan perimbangan (proporsional).

Contoh penerapannya : Karyawan hotel berjumlah 300 orang dengan latar belakang pendidikan SMA/SMK= 200 orang, Diploma=75, Sarjana= 25. Jika sampel diambil 30 % maka jumlah sampel: SMA/SMK = 30% X 200 = 60 orang. Diploma = 30% X 75 = 23 orang. Sarjana = 30% X 25 = 7 orang. Jumlah sampel = 90 orang. 17. Cluster sampling merupakan pengambilan sampel atas dasar wilayah/ area dari popilasi yang wilayahnya luas.

Langkah-langkah penerapan : a. Hal yang harus kita lakukan pertama kali yaitu memilih beberapa kelompok dari anggota populasi yang dijadikan sebagai sampel daerah (diambil secara acak). Misalnya di bidang pendidikan, ada 5 kelas, kemudian dari 5 kelas tersebut dipilih secara acak 2 kelas sebagai sampel. b. Kemudian dari beberapa kelompok sampel daerah tersebut, kita tetapkan individu-individu mana yang akan menjadi sampel (dipilih secara acak).

Misalnya di bidang pendidikan, akan ditentukan mana siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. 18. Perbedaan antara stratified sampling dengan clauser sampling • Stratified sampling yaitu digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat pendidikan tingkat kelas. Penelitian pendidikan sering menggunakan teknik ini, misalnya apabila meneliti tingkat-tingkat pendidikan tingkat kelas.

• Cluster sampling yaitu digunakan untuk mengambil sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas misalnya, penduduk dari suatu negara, provinsi atau kabupaten. Bila meneliti rakyat indonesia, populasi adalah seluruh rakyat indonesia. Banyaknya rakyat indonesia dan besarnya wilayah indonesia dalam pengambilan sampel akan mengalami kesulitan.

Namun, dengan teknik sampling ini dapat dilakukan dengan menentukan jumlah sampel, misalnya wilayah indonesia terbagi dalam 31 provinsi yang akan dijadikan sampel cukup 5 provinsi, maka dipilihlah 5 provinsi secara rendom. Dalam sampel ini bisa memungkingkan untuk diteliti. 19. Sampel kuota merupakan sampel dari populasi yang memenuhi ciri-ciri tertentu sampai kuota yang diingingkan tercapai 20. Sampel aksidental merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, maksudnya yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang yang kebetulan tersebut cocok sebagai responden.

Langkah-langkah penerapan : Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui. Contoh penerapannya: Penelitian tentang pendapatan umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari setia orang dewasa yag dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi. 21. Judgemenet sampling merupakan teknik penarikan sampel dimana peneliti menentukan pengambilan sampel berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian.

Penerapannya: Maka langkah penerapan judgemen sampling yaitu kita mencari seseorang yang sekiranya memiliki pengetahuan serta informasi yang luas atau seorang ahli, yang mampu memberikan informasi yang terkait apa yang kita teliti. 22. Purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kapasitas dan kapabelitas atau yang kompeten/benar-benar paham di bidangnya di antara anggota populasi. Langkah-langkah penerapan : 1. Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terlalu bias.

2. Tentukan kriteria-kriteria 3. Tentukan populasi berdasarkan studi pendahuluan yang di teliti 4. Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria 23.

Syarat sampling jenuh yaitu populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Maka seluruh anggota populasi tersebut dapat di jadikan sampel. Dalam istilah ini disebut dengan studi sensus.

24. Langkah-langkah penerapan snowball sampling yaitu dengan menentukan sampel yang diawali dengan jumlah sampel yang kecil. Kemudian sampel tersebut disuruh mencari sampel lainnya, dan seterusnya sampai jumlah sampel tercapai. Langkah-langkah penerapan : a. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. b. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kumudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.

c. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang udah diberikan oleh ketua kelompok. d. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke sisiwa lain selama kurang lebih 5 menit.

e. Setelah siswa mendapat satu bola atau satu pertannyaan diberikan kesempatan kepada siswauntuk menjawab pertannyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk pola tersebut secara bergantian. f. Evaluasi g. Penutup • 1. > Subjek penelitian adalah sesuatu yang dapat diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga (organisasi).

Subjek penelitian pada dasarnya adalah seuatu yang diteliti kemudian di ambil kesimpulan dari penelitian tersebut. Di dalam subjek penelitian inilah terdapat objek penelitian.

Di dalam subjek ini adalah dimana ada sesuatu yang di teliti entah dari benda, orang maupun lembaga. > Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang, atau yang menjadi pusat perhatian dan sasaran penelitian. Disini yang saya tangkap adalah sebuah perubahan atau sebuah hal yang terjadi pada objek yang di teliti.

Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas yang bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra, simpati-antipati,keadaan batin, dan bisa juga berupa proses. 2. > Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi atau studi populasi atau study sensus (Sabar, 2007).

Sedangkan menurut Sugiyono pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2011:80). >Pengertian dari sampel adalah sebagian dari subyek dalam populasi yang diteliti, yang sudah tentu mampu secara representative dapat mewakili populasinya (Sabar,2007). Contohnya adalah untuk menentukan sebuah kacang yang di rebus sudah matang apa belum kita hanya mengambil satu untuk di cek apakah kacang itu sudah matang apa belum, karena 1 kacang ini mewakili keseluruhan kacang yang di rebus 3.

menurut saya apa manfaat dari mempelajari subjek dan objek ini adalah ketika kita melakukan penelitian maka dengan subjek dan objek akan mempermudah pengerjaan penelitian, maksudnya disini adalah ketika kita mau meneliti tetapi tidak ada subjek sama saja kita tidak menelitidan objek ini adalah sesuatu yang mendukung penelitian pada subjek.

Selain itu Kita dapat menentukan obbjek penelitian baik objek kualitatif maupun kuantitatif 4. sarat-sarat menjadi subjek penelitian A. Jujur dan bisa di percaya ini masuk pada kategori orang karena yang di namakan jujur disini ketika kita bertanya untuk mencari sebuah data haruslah jujur dan dapat di percaya ini dapat mempengaruhi hasil dari penelitian.

B. Memiliki kepatuhan pada peraturan C. Suka berbicara atau yang sukar berbicara apalagi diam, kenapa harus orang yang berbicara karena ketika kita mau mengambil data dari subjek akan mudah dengan orang yang suka berbicara, dan akan sulit jika orang itu pendiam.

D. Bukan termasuk anggota dalam salah satu kelompok yang bertikai dalam penelitian. E. Memiliki pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi nah disini maksudnya adalah sebuah manusia atau orang yang melihat sebuah kejadian dan dia mempunyai presepsi tentang kejadian itukenpa peristiwa itu terjadi?

Apa penyebab peristiwa itu? Menurut saya seperti itu. 5. cara menentukan subjek. A. Melalui keterangan orang yang berwenangnah ini seperti sebuah polisi yang melakukan penelitian di sebuah peristiwa kemudian yang memberi keterangan disini adalah komandannya, atau oarang yang terlibat dalam sebuah peristiwa itu.

Orang yang berwenang ini tentunya harus mengetahui peristiwa yang terjadi agar ketika memberikan keterangan tidak lah berbeda dengn apa yang terjadi. B. Melalui wawancara pendahuluanwawancara disini untuk mengali data yang terdapat pada subjek tentang objek penelitian atau bisa di sebut juga pendapat si narasumber dengan objek yang kita teliti. Dalam wawancara ini jugapeneliti menilai berdasarkan persyaratan yang telah ‎disinggung di depan.‎ Penentuan subjek penelitian dapat dicontohkan sebagai berikut: misalnya ‎penelitian mengenai “Hubungan antara Kelengkapan Alat Laboratorium dengan ‎Prestasi Belajar Mapel IPA Siswa SMA”.

Untuk mencari jawaban atas ‎problematika tersebut peneliti harus merinci masalah yang akan di teliti. 6. kapan kita atau si peneliti menggunakan istilah subjek dan objek, yang pertama adalah subjek tetentunya ketika si peneliti meneliti sesuatu yang dapat diteliti baik orang, benda, ataupun lembaga (organisasi). yang di katakan subjek nya adalah orangbenda dan lembaganya itu.

Yang kedua adalah objekkapan si peneliti menggunakn istilah ojek yaitu ketika si peneliti meneliti suatu sifat atau pusat perhatian peneliti pada benda atau orang. 7. perbandingan populasi dan subjek disini yang saya fahami adalah populasi adalah bagian besar subjek penelitian atau bisa juga keseluruhan dari objek itu sendiri, jadi ada beberapa subjek yang jadi satu percobaan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan urutan yang benar dengan bantuan menjadi populasi sedangkan subjek itu sendiri masuk dalam populasi.

Sampel adalah bagian dari subjeksampel ini adalah sesuatu yang di ambil untuk di teliti dan ini hanya sebagian sajasedangkan objek adalah melanjutkan dari sampel yang di teliti, jadi sampel yang di ambil kemudian di sampel yang di ambil itu menjadi objekkarena objek itu eneliti suatu sifat benda atau orang yang di ambil dari sampel.

8. karena ketika kita mengambil seluruhnya tanpa mengambil sampel maka peneliti pendidikan itu akan kesulitan membuat kesimpulan, seperti contoh kelas 3 SMP di kelas 3A,3B,3C,3D si peneliti cukup mengambil sampel dari salah satu kelas itu untuk mengetahui data yang di cari. 9. manfaat sampel. A. Kerepotannya berkurang jika di banding penelitian populasi karena jangkauan dari sampel ini sudah kecil di bandingkan populasi.

B. Lebih efisien (uang, waktu, tenaga) karena yang sudah saya bilang di atas bahwa sampel itu sudah menjadi lebih kecil sehingga kita dapat hemat tenaga, waktu, dan uang C. Tidak merusak populasi ( untuk beberapa kasus ) contoh uji granat 10. sarat pengaambilan sampel. A. Mewakili populasi B. Menentukan presisi C. Sederhana D. Mudah dilaksanakan E. Memberi banyak keterangan F.

Efisien biaya. 11. Probility sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel atau pengambilan sampel secara random atau acak.

Contohnya : akan di adakan pembangunan JLS yang kemudian mengambil sampel dari warga sirnoboyo atau dari barehan. seluruh masyarakat sirnoboyo atau barehan bisa menjadi sampel karena kdua nya memiliki kesempatan yang sama.

Non-probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Pemilihan elemen-elemen sampel didasarkan pada kebijakan peneliti sendiri, pada rosedur ini masing-masing elemen tidak diketahui apakah kesempatan menjadi elemen-elemen sampel atau tidak.

12 .perbedaan dan persamaan antara probability sampling dan non-probability sampling Persamaan> persamaan yang terdapat pada probability sampling dan nonprobability sampling yaitu sama-sama berguna untuk menentukan sampel walaupun cara penerapannya berbeda.

Probability sampling secara acak dan non probability tidak secara acak, akan tetapi hal itu sama-sama bertujuan untuk menentukan sampel penelitian. Perbedaan> Probability Sampling Yaitu sampling yang memberi kemungkinan sama bagi setiap unsur populasi ‎untuk dipilih. Dalam probability sampling, ada empat macam sampel yang ‎termasuk di dalamnya, yaitu:‎ ‎a. Sampel acak sederhana (simpel random sampling) b. Sampel Acak Proporsional dengan Berstrata (Proportionate Stratified ‎Random Sampling)‎ c.

Sampel Acak Tidak Proporsional dengan Berstrata (Disproportionate ‎Stratified Random Sampling)‎ d. Sampel Daerah/Wilayah (Cluster Sampling) sedangkan non-probability Yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/ ‎kemungkinan yang sama bagi setiap unsur/anggota populasi ‎untuk dipilih.‎ ‎Berdasarkan studi ini, peneliti mendapat keterangan lebih banyak tentang ‎populasi, dan karena itu dapat dilakukan studi yang lebih sistematis kemudian ‎dengan menggunakan sampling acak.

Yang termasuk Non-Probability Sampling ‎adalah: A. Sampling Sistematis B. Sampling Kuota C. Sampling Isidental D. Sampling Purposive E. Sampling Jenuh F. Snowball sampling 13.> cara mengambil random sampling adalah jika anggota populasi nya sedikit maka sampling randomnya langsung dapat langsung di lakukan dengan cara pengundian. Langkah-langkahnya adalah pertama beri nomor/catat nama-nama orang yang terdapat dalam populasi, kemudian nama-nama ini di maksudkan kotak di acak sampai rata dan kemudian dapat dilakukan pengundian, dari pengundian ini dapat memberi kesempatan yang sama.

14.> Sampling jenis ini dilakukan dengan cara peneliti memberikan batasan berupa elemen dari setiap populasi akan terpilih sebagai sample, dengan demikian elemen pertama dan setiap kelipatan, akan terpilih menjadi sample. Penentuan urutan elemen tetap dilakukan secara acak/random. Contohnya adalah jika menggambil berdasar nilai ganjil atau genap, jika ganjil yang di berlakukan kelipatan adalah 1,3,5,7 dan seterusnya dan jika genap 2,4,6,8 dan seterusnya.

15.> Tahapan dalam pengambilan sampel menggunakan systematic sampel : *Menentukan ukuran sampel yang akan diambil dari keseluruhan anggota populasi, *Membagi anggota populasi menjadi kelompokdengan kelompok harus lebih kecil atau samadengan anggota sampel atau ukuran sampel.

Nilai kelompok harus lebih besar dari keseluruhan anggota atau ukuran sampel akan menjelaskan ukuran sampel yang diinginkan tidak dapat diperoleh (kurang dari ukuran sampel). Bila ternyata besarnya populasi tidak diketahui, tidak dapat ditentukan secara akurat dengan demikian harus dilakukan perdugaan nilai yang dibutuhkan untuk menentukan ukuran sampel. 16.> Stratified Random Sampling ,Sampling jenis ini dilakukan dengan cara membagi populasi yang ada menjadi beberapa kelompok sesuai dengan klasifikasi dengan mendasarkan diri pada kebutuhan, relevansi, dan keselarasan dengan tujuan studi.

Setelah itu elemen akan dipilih dari tiap-tiap kelompok secara acak/random. Langkah-langkah penerapannya : A. Menentukan populasi penelitian B. Mengidentifikasikasi segala karakteristik dari unit-unit yang menjadi anggota populasi. C. Mengelompokkan unit anggota yang mempunyai karakteristik umum yang sama D. dalam suatu kelompok atau strata misalnya, berdasarkan tingkat pendidikan. E. Mengambil sebagian unit dari setiap strata untuk mewakili strata yang bersangkutan F.

Teknik pengambilan sampel dari masing-masing strata dapat dilakukan dengan cara random/non random G. Pengambilan sampel dari masing-masing strata sebaiknya dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan. 17.> Cluster Sampling Desain sampel jenis ini akan cocok untuk dipilih jika peneliti ingin dalam setiap kelompok elemen, heterogenitasnya tetap terjaga. Peneliti berharap komposisi dari sample akan diusahakan sedemikian rupa sehingga serupa dengan karakteristik populasi.

Langkah-langkah penerapannya : A. Dari semua kelompok anggota populasi hanya dipilih beberapa kelompok sebagai sampel daerah (secara acak ) misal, dibidang pendidikan ada 8 kelas kemudian dari 8 kelas tersebut dipilih secara acak 2 kelas sebagai daerah sampel. B. Dari beberapa kelompok sampel daerah tersebut tetapkan individu mana yang menjadi sampel (secara acak ) misalnya, dibidang pendidikan akan ditenukan siswa kelas eksperimen dan siswa kelas terkontrol.

18.> strastified sampling adalah pengambialn sampling dengan melihat strata yang sama. Stratified ini dapat dilakukan jika tingkatan atau strata nya sama sehingga dapat memporsikan pengambilan sampel yang sama.

Cluser sampling ( sampel wilayah ) sampling yang digunakan apabila ada perbedaan anatara strata satu dengan yang lainnya. Apabila ada perbedaan wilayah satu dengan yang lainnya, dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi 19.>sampel kuota adalah penentuan sampel secara bebas dari sebuah populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai kuota atau jumlah yang diinginkan samg peneliti, misalnya ada populasi yang di dalamnya ada 50 anggota yang mengunakan baju berbeda-beda ada yang kuningmerahcoklat dan hijau kemudian di kelompokkan sesuai ciri-ciri nya misal hijau dengan hijau merah dengan merah sampai jumlah yang diingnkan.

Langkah-langkah penerapannya : Dengan menetapkan jumlah besar sampel yang diperlukan, kemudian menetapkan jumlah ( jatah yang diinginkan ) maka jatah itulah yang akan dijadikan dasar untuk mengambil unit sampel yang diperlukan.

20.> sampling aksidental ini adalah sebuah sampel yang sebelumnya belum di rencanakan akan tetapi ketika di lapangan itu di jumpai. Contohnya. Saya melakukan penelitian tentang sebuah sekolah dan saya sudah membuat rencana siapa yang akan di jadikan sampling yaitu kepala sekolah yang sekarang menjabat akan tetapi kebetulan kepala sekolah yang lama ada di sekolah itu, nah kepala sekolah yang lama ini dapat juga di jadikan sebagai sampling.

21.> jugement sampling adalah sebuah cara dimana sampling di ambil melalui orang yang bersedia atau orang yang di pilih sebagai tujuan sampling, orang yang di pilih ini berdasarkan unit analisis seorang ahli. Maka langkah penerapan judgemen sampling yaitu kita mencari seseorang yang sekiranya memiliki pengetahuan serta informasi yang luas atau seorang ahli, yang mampu memberikan informasi yang terkait apa yang kita teliti. 22.> purposif sampling adalah dilakukan hanya untuk tujuan tertentu, contohnya adalah tentang penelitian latihan sepak bola maka sampel yang kita pilah adalah orang yang ahli dalam sepak bola.

Langkah-langkah penerapannya : a. Tentukan apakah tujuan penelitian mewajibkan adanya kriteria tertentu pada sampel agar tidak terjadi bias. b. Tentukan kriteria-kriteria c. Menentukan populasi berdasarkan studi, pendahuluan yang teliti d. Tentukan jumlah minimal sampel yang akan dijadikan subjek penelitian serta memenuhi kriteria. 23.> Syarat-syarat sampling jenuh dapat diterapkan pada penelitian pendidikan.Presisi adalah perkembangan mengenai estimasi yang mungkin muncul dalam pengambilan data yang diakibatkan oleh sampel sampai yang digunakan harus baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.

Akurasi ini juga megacu pada sifat dan karakter dari sampel yang digunakan, Ukuran sampel pada dasarnya tidak ada aturan buku mengenai pengambilan ukuran dari sampel selama sampel sudah mewakili karakteristik dari populasi dalam penelitian pendidikan.

24.> langkah-langkah penerapan snowball ini dalah dimana kita sebagai