Pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

Daftar Isi • Pola Lantai Dalam Seni Tari • Jenis Pola Lantai dalam Tari • Pola Lantai Lurus Vertikal • Pola Lantai Horizontal • Pola Lantai Diagonal • Pola Garis Melengkung • Pentingnya Memahami Pola Lantai pada Tari Tradisional • Contoh Tarian yang Menggunakan Pola • Related posts: Pola Lantai Dalam Seni Tari Pola Lantai dalam Tari – dalam dunia seni tari, sejatinya terdapat beberapa jenis pola lantai yang menjadi patokan atau tolak ukur para penari, saat bergerak melakukan gerakan tarian.

Setiap macam tarian, umumnya memiliki pola lantai yang hampir sama, karena jenisnya hanya dua macam, yakni garis lurus dan melengkung, baik tarian dilakukan sendiri, berpasangan hingga jamak. Untuk pola lantai garis lurus sendiri terdapat beberapa varian, diantaranya adalah garis lurus vertikal, horizontal dan diagonal.

Pengembangannya terdapat pola zig-zag, segitiga, segi empat dan segi lima. Selain garis lurus, juga terdapat pola garis lengkung.

Pola ini bisa dikembangkan menjadi berbagai pola lantai, antara lain berupa lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang. Saya yakin bahwa ini adalah kali pertama Kamu mengenal hal ini, karena jika kamu tidak mengenyam pendidikan dalam sekolah seni, hal ini akan sangat jarang terdengar.

Untuk membuktikannya secara langsung, kamu bisa pergi ke pementasan seni tari, lalu perhatikan gerakan yang dilakukan oleh para penari, pasti mereka membentuk beberapa formasi tertentu. Format tertentu tersebutlah yang disebut dengan pola. Nah, pada artikel ini admin Senipedia akan mengulas mengenai jenis pola lantai dalam tari secara lengkap. Simak ulasannya sampai selesai. Jenis Pola Lantai dalam Tari Seperti yang sudah saya singgung diatas, jenisnya terbagi menjadi 3 macam, antara lain adalah Pola garis lurus (Vertikal, Diagonal, Horizontal) dan Melengkung.

Berikut penjelasannya : Pola Lantai Lurus Vertikal Vertikal artinya lurus memanjang. Para penari yang berjumlah lebih dari 1 orang, akan membentuk formasi lurus baik itu dari belakang ke depan maupun sebaliknya. Entah itu benar atau tidak, namun banyak orang yang menganggap bahwa pola yang satu ini memberikan kesan yang sangat kuat, namun masih tetap mempertahankan kesederhanaan.

Pola lurus vertikal ini banyak digunakan dalam tari klasik tradisional, misalnya saja seperti Tari Pasambahan asal Sumatera Barat, dalam menyambut tamu-tamu terhormat. Pola Lantai Horizontal Sama dengan poin pertama, yang membedakannya hanyalah bentuk deretan. Karena pola lantai horizontal ini membentuk barisan dari kiri ke kanan, atau kanan, atau sebaliknya. Contoh yang sangat terkenal dari jenis pola ini adalah, Tari Saman asal Aceh dan juga Tari Indang asal Sumbar.

Pola Lantai Diagonal Pola yang ketiga ini membentuk format garis lurus dari sudut kiri bawah ke sudut kanan atas, atau dari sudut kanan bawah ke kiri atas. Pola Garis Melengkung Untuk pola melengkung sendiri, para penari akan membentuk formasi berkelok. Para penari akan membentuk barisan seperti angka delapan, formasi ular dan huruf U. Kesan dalam pola melengkung ini adalah Lemah gemulai dan lembut.

Contoh tari tradisional yang menggunakan pola lingkaran adalah Gerakan Tari Piring Sumatera Barat.

pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

Pentingnya Memahami Pola Lantai pada Tari Tradisional Bagi para penari yang sudah profesional, yang patut diacungi jempol itu sebenarnya bukan dari segi penguasaan materi atau tema tari itu saja. Tapi juga bagaimana kemampuan mereka dalam menerapkan pola sebaik mungkin, dengan efektif dan maksimal.

karena hal ini tentu melambangkan bagaimana kerjasama serta kekompakan yang mereka ciptakan, selama penampilan berlangsung. Selain itu, penguasaan jenis pola lantai dalam tari juga menggambarkan bahwa mereka benar-benar menguasai panggung, serta mampu mengalirkan emosional yang tinggi.

Pentingnya menguasai pola panggung seni tari selanjutnya adalah, akan mampu mengatur jarak antara satu penari dengan yang lainnya.

Tujuannya yaitu supaya tidak terjadi persinggungan badan, maupun kesalahan dalam memperagakan gerakan. Sejak zaman dahulu, tari tradisional yang menerapkan konsep gerakan yang aktif, umumnya akan memberikan jarak antar penari. Berbeda dengan tarian yang dilakukan secara duduk, misalnya Tari Saman yang posisinya berdempetan.

Contoh Tarian yang Menggunakan Pola Dibawah ini adalah beberapa tarian dengan macam pola lantai tari yang dipakai : • Tari Piring adalah garis lengkung dan membentuk lingkaran. • Tari Saman dengan menggunakan pola lantai garis lurus. • Tari Pendet menggunakan pola lantai garis lengkung. • Tari Kecak dari Bali merupakan salah satu jenis tari ritual dengan menggunakan pola lantai garis melengkung membentuk lingkaran. • Tari seudati dari Aceh menggunakan pola gabungan antara pola lantai lurus, pola lantai lengkung, dan zig-zag.

• Tari jaipong dari Jawa Barat menggunakan pola lantai lurus dan pola lantai zig-zag. • Tari Bedhaya Ketawang menggunakan pola lantai Gawang Motor Mabur (pesawat terbang). • Tari Tayub dari Jawa, tari Gandrung dari Sasak, Joged Bumbung dari Bali, Gareng Lamen dari Flores, dan hampir semua tarian perang dari Papua menggunakan pola lantai garis lurus dan garis lengkung.

Penutup Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Jenis Pola Lantai dalam Tari beserta manfaat dan contoh tarian sebagai contoh. Semoga ulasan ini bisa Bermanfaat dan terima kasih. ( Ref) Baca Juga : • 6 Fungsi Musik dalam Seni Tari • Fungsi Properti Tari Macam-macam pola lantai dalam seni tari menjadi salah satu hal yang harus dikuasai penari dalan mementaskan sebuah tarian.

Macam-macam pola lantai inilah yang menjadi patokan atau tolak ukur dalam menari. Macam-macam pola lantai dalam seni tari akan menjadikan tarian menjadi lebih indah, memukau, dan menarik untuk ditonton. Khususnya pada tari yang dilakukan secara berkelompok. Macam-macam pola lantai terbagi menjadi beberapa jenis, cermati uraian berikut ini Macam-Macam Pola Lantai Tari beserta Gambar dan Contohnya Pola Lantai dalam seni tari yaitu berupa garis di lantai yang akan dilalui penari saat melakukan gerak tari berupa perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Pola juga disebut sebagai garis imajiner ini memang sengaja dibuat untuk formasi penari dalam kelompok. Pola atau garis tersebut dapat digambarkan dengan melihat formasi para penari saat memperagakan tarian.

Pola lantai dalam seni tari memiliki fungsi untuk menata setiap gerakan tarian, membentuk komposisi saat pementasan tarian dan untuk menciptakan kekompakan antar penari satu dengan yang lainnya. Dengan adanya pola lantai ini, tarian yang dipentaskan akan menjadi lebih indah dan menarik untuk disaksikan. Tujuan Pola Lantai dalam Seni Tari Tujuan menguasai pola lantai yaitu memudahkan penari untuk melakukan perpindahan gerak, dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dengan demikian, setiap penari akan mengetahui area mana yang akan dilaluinya tanpa harus khawatir mengganggu penari lain atau bahkan bertabrakan penari lainnya. Jenis-Jenis Pola Lantai dalam Seni Tari Gambar Via : sanjayaops Namun, seiring perkembangan zaman, macam-macam pola lantai juga mengalami pengembangan.

Misalnya saja pada pola lantai garis lurus yang mengalami perkembangan berupa penambahan pola lantai lain, yaitu segitiga, segi empat, segi lima, dan zig-zag. Sedangkan untuk pola lantai melengkung juga mengalami penambahan bentuk, misalnya seperti lengkung ke depan, melengkung ke belakang, lingkaran, dan angka delapan. Untuk lebih jelasnya, cermati ulasan berikut ini : 1. Pola Lantai Lurus Vertikal Seperti namanya, pola lantai lurus vertikal yaitu pola lantai yang lurus dan memanjang.

Para penari yang jumlahnya lebih dari satu orang akan membentuk susunan atau formasi lurus, baik dilihat dari depan ke belakang maupun sebaliknya. Pada umumnya, pola lantai lurus vertikal ini digunakan dalam tari klasik karena pola lurus ini akan memberikan kesan yang sederhana, namun tetap kuat. Beberapa contoh tarian daerah yang menggunakan pola lantai jenis ini yaitu : • Tari yospan dari Papua • Tari serimpi dari tarian Jawa Tengah • Tari baris cengkedan dari Bali • Tari pasambahan dari Sumatera Barat.

2. Pola Lantai Horizontal Pada dasarnya, pola lantai horizontal ini hampir sama seperti pola lantai lurus vertikal, yaitu berupa pola lantai bergaris lurus. Namun, pada pola lantai horizontal, bentuk barisannya yaitu dari kiri ke kanan maupun sebaliknya dari kanan ke kiri. Terdapat beberapa penafsiran mengenai makna dari pola lantai horizontal ini. Salah satunya menyebutkan bahwa pola horizontal melambangkan ikatan antara manusia satu dengan manusia yang lainnya, yaitu sebagai makhluk sosial.

Dimana setiap manusia pasti akan membutuhkan bantuan dari manusia lainnya. Baca Juga : 15 Merk Kemeja Pria Branded dan Terbaik untuk Tampil Berkelas Beberapa contoh tarian yang menggunakan pola lantai horizontal yaitu tari Saman dari Aceh dan tari Indang dari Sumatera Barat.

3. Pola Lantai Diagonal Pola lantai diagonal yaitu pola lantai yang membentuk garis menyudut ke kiri atau ke kanan. Pola lantai ini akan memberikan kesan yang dinamis namun tetap kokoh untuk para penontonnya. Beberapa contoh tarian daerah yang menggunakan pola lantai diagonal yaitu : • Tari pendet dari Bali • Tari gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan • Tari sekapur sirih dari Jambi. 4. Pola Garis Melengkung Sama seperti namanya, pola garis melengkung akan membentuk lengkungan-lengkungan dalam pola lantainya.

Pola lantai garis melengkungkan ini terdiri dari tiga macam yaitu garis huruf U, pola lingkaran, lengkung ular, dan angka delapan. Penafsiran mengenai pola lantai ini yaitu akan memberikan kesan yang lembut tetapi lemah. Umumnya, pola ini banyak digunakan dalam tarian tradisional dan tarian rakyat. Contoh tariannya yaitu : • Tari piring dari Sumatera Barat • Tari randai dari Sumatera Barat • Tari mabadong Toraja dari Sulawesi Utara Pentingnya Memahami Pola Lantai Pada Tari Baca Juga : Unsur-Unsur Seni Rupa Beserta Penjelasan & Contoh Gambarnya Selain hal di atas, terdapat beberapa keuntungan dari memahami pola lantai.

Diantaranya yaitu : 1. Menjaga setiap penari agar tidak bertabrakan Memahami pola lantai dengan baik akan terhindar dari kesalahan dalam menari, seperti bersinggungan atau bahkan bertabrakan antar penari. Dengan pola lantai inilah, setiap penari akan memiliki garis yang akan dilaluinya masing-masing. Sehingga tidak akan mungkin seorang penari merebut garis penari lain yang akan menyebabkan terjadi tabrakan antar penari.

Setiap tarian pasti memiliki gerakan yang banyak. Misalnya saja pada tari tradisional, jika tidak menggunakan pola lantai maka akan bisa menyebabkan benturan antar penari. 2. Membantu Penari dalam menentukan gerakan selanjutnya Saat penari berpindah dari area satu ke area lainnya, maka geraka tangan, kaki, dan anggota badan pun akan berbeda juga.

Oleh karena itu, dengan adanya pola lantai ini, penari akan pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari dalam menentukan gerakan seperti apa yang akan dilakukan selanjutnya. 3. Penari lebih energik Pemahaman dan pengaplikasian pola lantai dalam pementasan tari akan membuat penari terkesan lebih menarik dan energik.

Coba saja bayangkan, jika pementasan tarian tanpa pola lantai?

pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

Pasti akan berantakan. Namun, dengan adanya pola lantai inilah yang akan memberikan kesan yang lebih teratur, enak dipandang, dan menarik. Baca Juga : Apa saja alat sablon? Inilah Alat Dan Cara Sablon Kaos Manual 4. Menciptakan kekompakan Pemahaman pola lantai yang baik antar penari akan menciptakan kekompakan saat mementaskan tarian.

Karena setiap penari akan terlihat bergerak secara leluasa dan kompak tanpa adanya komunikasi secara verbal. Semua gerakan dalam tari telah diatur melalui pola lantai yang diciptakan oleh koreografer. 5. Ciri Khas Suatu Tarian Dengan adanya pola lantai akan memberikan suatu karakteristik atau ciri khas dari sebuah tarian. Dengan demikian, penonton akan lebih mudah dalam mengetahui ciri khas tarian melalui pola lantai yang digunakan. Contoh Tarian Yang Menggunakan Pola 1.

Pola Lantai Tari Bedhaya Semang Tari yang berasal dari Jogjakarta ini tergolong dalam jenis tari klasik. Tari Bedhaya Semang memiliki pola lantai dengan makna-makna tertentu. Contoh dari pla lantai yang digunakan dalam tarian ini yaitu gawang perang, gawang jejer wayang, gawang kalajengking, dan gawang tiga-tiga.

Dalam Tari Bedhaya Semang, salah satu pola lantai yang paling banyak dikenal yaitu rakit lajur. Makna dari pola lantai ini yaitu menggambarkan tentang lima unsur yang terdapat dalam diri manusia, yaitu rasa, cahaya, sukma, nafsu dan perilaku.

pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

2. Pola Lantai Tari Jaran Kepang Tak hanya tari Bedhaya Semang, tari Jaran Kepang juga berasal dari Jogjakarta. Jika dilihat dari koreografinya, tarian ini termasuk ke dalam tarian rakyat yang memiliki pola lantai gabungan antara unsur lurus dan lengkung. Pola lantai yang digunakan dalam tari Jaran Kepang diantaranya yaitu pola melingkar, garis horizontal, dan garis lurus ke depan.

3. Pola Lantai Tari Kecak Tarian yang berasal dari Bali ini dimainkan oleh puluhan laki-laki yang duduk berbaris secara melingkar. Kemudian mereka akan menyerukan kata Cak dengan irama tertentu sambil mengangkat tangan ke atas dan digerakkan secara serempak.

Dalam filosofinya, selain mengandung unsur agama, lambaian yang serempak ini memiliki makna kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan. Baca Juga : 13+ Jenis-Jenis Patung berdasarkan Fungsi, Bentuk + Contohnya Dengan melihat posisi penari yang duduk melingkar, maka dapat disimpulkan bahwa tarian ini menggunakan pola lantai garis melengkung yang membentuk garis lingkaran.

4. Pola Lantai Tari Pendet Tarian dari Bali ini lahir saat ada ritual sakral Odalan di pura dengan cara memendet. Saat pendeta Hindu membacakan mantra, maka mereka akan memendet. Pola lantai dalam tari pendet berupa huruf V, pola lantai lurus dan menghadap ke kanan atau ke kiri.

Pola lantai tersebut lebih sederhada daripada tarian pendet lainnya. 5. Pola Lantai Tari Saman Tari Saman ini berasal dari Suku Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam.

Pola lantai yang digunakan dalam Tari Saman yaitu pola haorizontal berupa garis lurus mendatar ke samping. Filosofi pola ini yaitu sebagai lambing hubungan antara sesame manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. 6. Pola Lantai Tari Indang Tarian ini berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat.

Tari Indang dipentaskan secara berkelompok sehingga membutuhkan panggung yang cukup luas. Pola yang dipakai dalam tarian Indang yaitu pola garis horizontal, dimana penari akan membentuk garis lurus ke samping.

Pola tari indang ini didasarkan pada nilai-nilai persatuan 7. Pola lantai Tari Seudati Tari yang berasal dari Aceh ini biasanya ditarikan oleh sekelompok pria dengan diiringi lantunan syair dan hentakan para penari.

Pola lantai yang digunakan pada tari Seudati yaitu berupa pola lurus, pola segitiga, pola segi empat, pola segi empat silang, pola zig-zag, pola berbentuk huruf U, dan pola berbentuk huruf S.

8. Pola Lantai Tari Sekapur Sirih Tari Sekapur Sirih ini berasal dari Jambi. Tarian ini digunakan untuk menyambut tamu-tamu kebesaran di Propinsi Jambi. Tari Sekapur Sirih ini ditarikan oleh, dan 3 penari laki-laki, 9 penari perempuan, 1 pembawa paying, dan 2 pengawal. Pola lantai yang digunakan dalam tari Sekapur Sirih ini membentuk huruf V ( diagonal) atau berbentuk segitiga yang merupakan hasil pengembangan dari pola lantai garis lurus.

pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

9. Pola Lantai Tari Piring Tari yang melibatkan atraksi piring ini berasal dari daerah Minangkabau, Sumatra Barat. Para penari akan menari dengan mengayunkan piring yang mengikuti gerakan yang cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan Pola lantai yang digunakan dalam tari piring yaitu berbaris, horizontal, vertical, lingkaran besar dan kecil, spiral, serta penempatan level bawah, level sedang, dan level atas yang disertai dengan pembagian beberapa kelompok.

10. Pola Lantai Tari Andun Tari Andun yang berasal dari Bengkulu ini dipentaskan pada acara perkawinan. Sehingga para penarinya kebanyakan adalah para bujangan dan gadis-gadis yang secara berpasangan akan menari dengan iringan musik kolintang.

Pola lantai yang digunakan dalam tari Andun yaitu melingkar yang merupakan hasil pengembangan dari pola lantai dasar melengkung.

Para penari akan membentuk lingkaran dengan makna agar orang yang ada di dalam lingkaran penari akan saling mendoakan. 11. Pola Lantai Tari Tandak Tari yang berasal dari Riau dan Kepulauan Riau ini tergolong tari pergaulan yang dimainkan oleh pria dan wanita. Mereka akan menggunakan busana tradisional melayu dan diiringi alunan khas dan syair pantun yang saling berbalas dalam menari.

pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

Ingin tahu perkembangan seputar lifesryle, kunjungi : dzinora.com Pola lantai yang digunakan dalam tari Tandak yaitu berupa percampuran antara lurus, lingkaran, dan zig-zag. Tari ini diawali dengan peserta yang saling berhadapan membentuk sebuah lingkaran, kemudian saling melangkahkan kaki dan menghentakkan kaki ke tanah atau lantai. 12. Pola Lantai Tari Tambun dan Bungai Tarian ini berasal dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dalam tarian Tambun dan Bungai berisi jiwa kepahlawanan dari dua orang tokoh yang bernama Tambun dan Bungai dalam mengusir musuh yang akan merebut hasil bumi rakyat.

Pola lantai yang digunakan dalam tari Tambun dan Bungai yaitu berupa percampuran antara garis lurus (horizontal) dan zig zag. Itulah macam-macam pola lantai beserta penjelasan dan contohnya
Jakarta - Dalam menarikan tarian daerah ada unsur yang disebut sebagai pola lantai. Pola lantai dalam tarian daerah dibagi menjadi dua kelompok yaitu pola lantai garis lurus dan pola lantai garis lengkung. Dalam pola lantai garis lurus ada yang dikreasikan menjadi zig zag atau berbelok-belok.

pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

Pola lantai juga menentukan gerakan penari. Pola lantai dan gerak tari dapat saling mendukung dalam tarian. Baca juga: Ragam Pola Lantai dalam Pegelaran Seni Tari Pola lantai dalam suatu tarian disesuaikan dengan jumlah penarinya. Dalam menarikan tarian daerah, para penari akan mengikuti pola lantai tertentu. Berikut adalah penjelasan mengenai pola lantai yang dikutip dari buku KREATIF TEMATIK Tema 7 Indahnya Keragaman di Negeriku IV untuk SD/MI karya M.

Thayeb dan Karyatmo: A. Pola lantai tarian daerah 1. Pola lantai garis lurus a. Pola lantai horizontal Pola lantai horizontal dilakukan dengan penari yang membentuk garis lurus menyamping. Contoh tarian yang menggunakan pola lantai horizontal adalah tari Saman dari Aceh.

b. Pola lantai vertikal Dalam pola lantai vertical, penari akan berbaris membentuk garis lurus ke belakang. Pada pola lantai vertikal, tari yang ditampilkan adalah tari Bedhaya Ketawang dari Jawa Tengah. c. Pola lantai diagonal Pada pola lantai diagonal, para penari akan berbaris membentuk garis menyudut ke kanan maupun ke kiri.

Contoh tarian yang ditampilkan dengan pola lantai diagonal adalah tari Jaipongan dari Jawa Barat. 2. Pola lantai garis lengkung Pada pola lantai garis lengkung dilakukan dengan gerakan melengkung cembung, cekung, atau lingkaran. Pola tersebut dibuat agar tercipta pertunjukan yang indah. Pola tersebut juga memudahkan penari dalam penguasaan panggung. Tarian yang menggunakan pola garis lengkung adalah tari Piring dari Sumatra Barat. B. Fungsi Pola Lantai Pola lantai telah menjadi suatu hal penting yang perlu diperhatikan, dalam penampilan seni tari tradisional maupun tarian kreasi baru.

Tidak hanya untuk menempatkan posisi dan formasi penari untuk memper indah tarian, tetapi pola lantai juga memiliki makna tersendiri, sesuai dengan tema dari penampilan tarinya. Pola lantai memiliki beberapa fungsi, antara lain: 1.

Memperjelas dan menata gerakan-gerakan penari. 2. Membantu memperkuat dan menonjolkan tokoh penari dalam peranan tertentu. 3. Menghidupkan karakteristik gerak tari dari keseluruhan pertunjukan/pementasan. Membentuk suatu komposisi, untuk menyesuaikan dengan bentuk ruang pertunjukan tari, sehingga penyajian tari menjadi lebih indah, menarik dan dinamis. Baca juga: Properti Tari: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya dalam Tarian Nusantara Pola lantai juga memiliki unsur-unsur lain yaitu sebagai berikut: 1.

Ruang Ruang dalam tari terdapat dua jenis yaitu ruang nyata dan ruang khayalan. Ruang nyata adalah ruang yang benar-benar nyata.

pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

Sedangkan ruang khayalan hanya ada di dalam pikiran sang penari. Ruang khayalan bertujuan untuk memberikan kesan tertentu. 2. Waktu Dalam tari tradisional, waktu harus sesuai dengan irama tarian. Irama tarian sendiri bersifat berulang dan teratur. Unsur waktu dalam tari adalah tempo, meter, dan ritual. 3. Tenaga Tenaga adalah energi yang digunakan untuk melakukan sebuah gerakan.

Tenaga sendiri disesuaikan dengan perwujudan gerak tokoh tari. tenaga sendiri disesuaikan dengan perwujudan gerak tokoh tari. dalam tenaga ada beberapa yang harus diperhatikan yaitu kualitas, intensitas, dan tekanan.

Nah itulah penjelasan mengenai pola lantai. Sudah paham kan detikers? Simak Video " Belajar Tari Tradisional di Ubud Bali" [Gambas:Video 20detik] (atj/row) Pola Lantai Seni Tari - Pernahkah kamu memperhatikan sebuah pertunjukan tari? Atau mungkin kamu pernah ikut latihan menari di sanggar atau di sekolah? Pada beberapa tarian, terutama tari kelompok, para penari membentuk posisi tertentu dalam tarian.

Ada sebuah tari yang jika diamati, posisi penari membuat bentuk atau formasi tertentu. Bentuk atau formasi tertentu yang dibuat penari dalam sebuah tari dinamakan pola lantai. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan pola lantai? Pola lantai adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh penari dari perpindahan tempat satu ke tempat lain pada saat melakukan gerak tari.

Fungsi Pola lantai adalah untuk menata gerakan tarian, menciptakan kekompakan antar anggota penari, serta membentuk komposisi dalam pertunjukan tari sehingga menjadikan tarian yang disajikan menjadi lebih indah dan menarik ketika ditonton.

Pada saat menari, penari kadang bergerak ke kiri, ke kanan, maju, mundur, atau bergerak membentuk lingkaran. Jika digambarkan, seolah-olah ada satu garis imajiner yang dilalui penari selama menyajikan satu tarian.

Garis imajiner yang dilalui oleh penari saat melakukan gerak tari disebut pola lantai. Pola lantai disebut juga garis imajiner yang dibuat oleh formasi penari kelompok.

Garis imajiner juga dapat digambarkan dengan melihat formasi para penari dalam memperagakan tarian. Para penari dapat membentuk formasi garis lurus, lengkung, segitiga, atau lingkaran.

Bentuk formasi garis dapat berubah-ubah selama penari menampilkan sebuah tarian. Pola lantai merupakan garis yang dilalui penari pada saat melakukan gerak tari. Pola lantai ini dilakukan baik oleh penari tunggal, berpasangan, atau penari kelompok. Dalam tarian, terdapat dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan lengkung. Pola garis lurus terdiri atas pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari lantai horizontal, vertikal, dan diagonal.

Pengembangan pola lantai lurus dapat berupa pola lantai zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima. Jenis-Jenis Pola Garis Dasar Pada Lantai Dalam Sebuah Tarian Pada dasarnya, ada dua jenis pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan garis lengkung. Garis lurus memberikan kesan sederhana tetapi kuat. Sedangkan garis lengkung memberikan kesan lembut tetapi lemah. Pola Lantai Vertikal (Lurus) Ciri pola lantai vertikal (lurus) adalah penari membentuk garis vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya.

Pola lantai ini banyak digunakan pada tari klasik. Pola lurus memberi kesan sederhana tetapi kuat. Berikut gambar pola lantai vertikal. Beberapa tarian daerah yang menggunakan pola lantai vertikal adalah tari yospan dari papua, tari serimpi dari jawa tengah, tari baris cengkedan dari bali.

Pola Lantai Diagonal Pada pola lantai diagonal, penari berbaris membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri. Berikut gambar pola lantai diagonal. Contoh tarian daerah yang menggunakan pola lantai diagonal adalah tari gending sriwijaya dari sumatera selatan, tari sekapur sirih dari jambi, dan tari pendet dari bali.

Pola Lantai Garis Melengkung Pada pola lantai garis melengkung, penari membentuk garis lingkaran, pola lantai lengkung ular, dan pola lantai angka delapan. Tari rakyat dan tari tradisional banyak menggunakan pola ini. Pola lantai ini memberi kesan lemah dan lembut. Berikut contoh pola lantai garis melengkung. Pola lantai yang digunakan pada tari ini antara lain pola melingkar, garis lurus ke depan, dan garis horizontal. Pola lantai pada Tari Jaran Kepang tidak memiliki makna tertentu.

Pola lantai dibuat untuk formasi penari. Pola Lantai Tari Bedhaya Semang Tari Bedhaya Semang juga berasal dari Yogyakarta. Tari Bedhaya termasuk dalam jenis tari klasik.

Tari klasik ini mempunyai pola lantai yang sudah tertentu dan mempunyai makna tertentu. Pola lantai yang digunakan pada tari ini pun memiliki nama tertentu, seperti gawang jejer wayang, gawang tiga-tiga,gawang perang, dan gawang kalajengking.

Ada satu pola lantai pada Tari Bedhaya yang dikenal dengan nama rakit lajur. Pola lantai rakit lajur bermaksud menggambarkan lima unsur yang ada pada diri manusia, yaitu cahaya, rasa, sukma, nafsu, dan perilaku.

Pola Lantai Tari Pendet dari Bali Tari Pendet merupakan salah satu tari tradisonal Bali yang sangat populer. Lahirnya tari Pendet berawal dari ritual sakral Odalan di Pura yang disebut dengan mamendet atau mendet. Mendet dimulai setelah pendeta Hindu mengumandangkan mantra dan setelah pementasan Topeng Sidakarya.

Tari ini dipentaskan secara berpasangan atau secara masal dengan membawa perlengkapan, berupa bokor, sesajen, dan bunga. Pendet disepakati lahir pada tahun 1950. Tari Pendet ini masih tetap mengandung kesan sakral dan religius meskipun dipentaskan di sebuah acara yang tidak berhubungan dengan kegiatan keagamaan. Pada tahun 1961, I Wayan Beratha memodifikasi tari Pendet hingga menjadi tari Pendet yang sering kita saksikan sekarang.

Beliau juga menambah penari Pendet menjadi lima orang. Setahun kemudian, I Wayan Beratha dan kawan-kawan menyajikan tarian Pendet massal yang ditarikan oleh 800 orang penari untuk ditampilkan di Jakarta dalam acara pembukaan Asian Games.

Kemudian pada tahun 1967, koreografer tari Pendet Modern, I Wayan Rindi, mengajarkan dan meneruskan tarian Pendet kepada generasi muda. Selain Pendet, beliau juga mengajarkan dan melestarikan tari Bali lainnya kepada keluarganya maupun lingkungan di luar keluarganya.

Baca Juga : Soal Ujian Sekolah Dasar Kelas 5 Tema 8 Kurikulum 2013 Tari Pendet menceritakan tentang dewi-dewi kahyangan yang turun ke bumi.

Biasanya tari Pendet ini dibawakan secara berkelompok atau berpasangan oleh remaja putri. Para penari Pendet berbusana layaknya penari upacara keagamaan. Setiap penari akan membawa sesaji berupa bokor yang di dalamnya terdapat bunga warna-warni. Pada akhir tarian, bunga ini akan ditaburkan ke tamu undangan yang menyimbolkan penyambutan. Tari Pendet menggunakan pola lantai yang sangat sederhana dibandingkan pola lantai tarian bali lainnya.

Tari Pendet hanya menggunakan pola lantai berbentuk huruf V (diagonal), pola lantai lurus, dan pola menghadap ke samping kanan dan kiri. Seperti halnya tarian tradisional kebanyakan, pola lantai pada tari Pendet tidak memiliki makna khusus. Tidak seperti tari Bedhaya dari Yogyakarta yang memiliki makna di setiap pola lantai tariannya.

pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

Kamu mungkin dapat melihat bahwa pada tari daerah seperti tari Pendet menggunakan pola lantai tertentu pada tariannya. Pola lantai ini ada yang bermakna tertentu ada juga yang tidak. Tarian Bedhaya dari Jawa Tengah memiliki makna pada setiap pola lantai yang dibuat penari. Tetapi pada tari lainnya seperti tari Pendet, pola lantai tidak memiliki makna tertentu. Kekompakan gerakan dalam tarian Kecak mengandung ritual agama. Selain itu juga mencerminkan kebersamaan dan kerukunan.

pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

Kebersamaan dan kerukunan tidak hanya dalam tari Kecak. Akan tetapi, juga dalam kehidupan di keluarga, sekolah, masyarakat, dan bangsa. Kebersamaan dan kerukunan pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari Indonesia.

Tari ini menggambarkan pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari rasa putih hati masyarakat dalam menyambut tamu. Sekapur Sirih biasanya ditarikan oleh 9 orang penari perempuan, dan 3 orang penari laki-laki, 1 orang yang bertugas membawa payung dan 2 orang pengawal.

Propetri yang digunakan: cerano/wadah yang berisikan lembaran daun sirih, payung, keris. Pakaian: baju kurung /adat Jambi, iringan musik langgam melayu dengan alat musik yang terdiri dari : biola, gambus, akordion, rebana, gong dan gendang.

Tari Tandak adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Riau dan Kepulauan Riau. Tarian ini tergolong tarian pergaulan yang biasanya ditampilkan oleh para penari pria dan penari wanita. Dengan berbusana tradisional melayu mereka menari dengan gerakannya yang khas dan diiringi oleh lagu dan alunan musik pengiring. Tari Tandak memiliki pola lantai campuran, antara lingkaran, lurus dan zig-zag, gerakan Tari Tandak diawalai dengan semua peserta tari membentuk sebuah lingkaran antara peserta satu dengan yang lain saling berpegangan pundak, gerakan di lanjutkan dengan melangkahkan kaki serta menghentakkannya ke lantai atau tanah.

Tari Tandak juga juga memiliki makna sebuah ikatan yang terjalin antar sahabat-sahabat yang memiliki kampung berbeda,selain itu tari tandak juga memberikan kesan aman di sebuah kampung, semua peserta tari bebas memilih pasangannya masing-masing, karena tarian ini bersifat hiburansehingga tarian ini dapat di ikuti oleh semua kalangan, baik tua muda bahkan anak-anak.

Tari Tandak biasanya di tampilkan secara berpasangan antara penari pria dan wanita, penari bisa terdiri dari lima pasang atau lebih, busana yang di kenakan pun merupakan busana khas melayu, penari melakukan gerakan tari ini sambil di iringi musik pengiring yang khas serta lantunan syair pantun yang saling berbalas. Tari tambun dan Bungai memiliki pola lantai campuran antara garis lurus (horizontal) dan zig zag.

Tari tambun dan Bungai merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tarian ini mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai dalam mengusir musuh yang akan merampas hasil panen dari rakyat. Tambun dan Bungai adalah seorang saudara dari ayah mereka yang merupakan adik-kakak. Keduanya memiliki karakter serta sifat yang sama. Mereka juga memiliki watak yang cerdas, peramah, lemah lembut, suka menolong sesama, sedikit menerima banyak memberi, bijaksana, cepat kaki ringan tangan, dan juga pantang menyerah untuk membela kebenaran.

Salah satu peristiwa penting yang menjadikan Tambun dan Bungai sebagai pejuang dari Kalimantan Tengah adalah mereka selalu menang didalam pertempuran melawan musuh yang akan merampas tanah dan juga panen masyarakat setempat. Atas perjuangan Tambun dan Bungai, banyak orang yang menciptakan kebudayaan untuk mengenangnya, salah satunya ialah Tarian Tambun dan Bungai.
Pola Lantai Tari perlu diketahui dan dipelajari oleh seseorang yang ingin menguasai tarian.

Ketika sedang melakukan tarian terdapat beberapa jenis pola lantai yang menjadi tolak ukur atau patokan. Pola lantai sendiri sering digunakan pada beberapa tarian terutama tari kelompok karena akan memberikan tarian yang lebih indah, memukau dan menarik untuk disaksikan. Daftar Isi • Pola Lantai dalam Seni Tari : • Jenis Pola Lantai dalam Tari : • 1. Pola Lantai Lurus Vertikal.

• 2. Pola Lantai Horizontal. • 3. Pola Lantai Diagonal. • 4. Pola Garis Melengkung. • Pentingnya Memahami Pola Lantai Pada Tari Tradisional : • Contoh Tarian Yang Menggunakan Pola : Pola Lantai dalam Seni Tari : Pola Lantai Tari adalah garis-garis di lantai yang dilalui penari ketika melakukan gerak tari dari perpindahan tempat satu ke tempat lainnya. Pola yang juga disebut garis imajiner ini sengaja dibuat oleh formasi penari kelompok.

Garis tersebut dapat digambarkan dengan melihat formasi para penari ketika sedang memperagakan tarian. Pola lantai tari bisa dilakukan oleh penari tunggal, berpasangan atau berkelompok, meskipun sebagian besar pola tari dilakukan oleh berkelompok. Fungsi pola lantai yaitu untuk menata gerakan tarian, membentuk komposisi dalam pertunjukan tarian dan menciptakan kekompakan antar anggota penari.

Dengan adanya pola lantai, tarian yang disajikan akan lebih indah dan menarik untuk ditonton. Sebenarnya dalam pola lantai terdapat dua garis dasar yaitu garis lurus dan melengkung. Tujuan dengan menguasai pola lantai yaitu penari akan lebih mudah melakukan perpindahan gerak. Sehingga sang penari akan mengetahui area mana yang menjadi area miliknya tanpa harus khawatir mengganggu atau bertabrakan dengan area penari lainnya.

Garis lurus sendiri terbagi atas tiga jenis yaitu vertikal, horizontal dan diagonal. Namun dengan perkembangan zaman yang semakin maju, pola lantai juga mengalami pengembangan yaitu ada beberapa jenis pola lantai lain berupa zig zag, segitiga, segi empat dan segi lima. Pola lantai melengkung juga mengalami pengembangan yaitu lingkaran, lengkung ke depan, melengkung ke belakang dan angka delapan.

Jenis Pola Lantai dalam Tari : @senipedia.id 1. Pola Lantai Lurus Vertikal. Vertikal memiliki arti lurus memanjang. Pola lantai lurus vertikal berarti polanya yang lurus dan memanjang. Para penari berjumlah lebih dari satu orang dan akan membentuk formasi lurus baik dari depan ke belakang maupun sebaliknya. Pola lantai jenis ini biasanya digunakan pada tari klasik karena pola lurus memberikan kesan yang sederhana tetapi tetap kuat.

Selain itu juga melambangkan antara ikatan manusia dengan tuhannya karena pada dasarnya Tuhan adalah Sang Pencipta kehidupan termasuk menciptakan manusia. Beberapa tarian daerah yang menggunakan pola lantai ini adalah tari serimpi dari tarian Jawa Tengah, tari yospan dari Papua, tari pasambahan dari Sumatera Barat dan tari baris cengkedan dari Bali. 2. Pola Lantai Horizontal. Pola lantai horizontal sebenarnya sama seperti pola lurus vertikal dimana pola lantai bergaris lurus. Hanya saja pada pola lantai horizontal, bentuk barisan dari kiri ke kanan maupun dari kanan ke kiri.

Beberapa tarian yang menggunakan pola ini yaitu tari indang dari Sumatera Barat dan tari saman dari Aceh. Ada beberapa penafsiran mengenai pola tari horizontal.

Pola horizontal disebut melambangkan antara ikatan manusia satu dengan manusia yang lain. Pada dasarnya manusia pasti membutuhkan bantuan dari manusia lainnya. 3. Pola Lantai Diagonal. Sesuai dengan namanya, pola lantai diagonal membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri. Jenis pola ini memberikan kesan yang dinamis tetapi tetap kokoh untuk para penonton atau penikmatnya.

Tarian daerah yang menggunakan jenis Pola Diagonal adalah tari sekapur sirih dari Jambi, tari gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan dan tari pendet dari Bali. 4. Pola Garis Melengkung. Pola garis melengkung sendiri terdiri dari tiga macam yaitu garis lingkaran, angka delapan, huruf U dan lengkung ular. Pola garis yang melengkung akan memberikan kesan yang lembut tetapi lemah. Tarian rakyat dan tarian tradisional banyak yang menggunakan pola jenis ini. Misalnya tari ma’badong Toraja dari Sulawesi Utara, tari piring dari Sumatera Barat dan tari randai dari Sumatera Barat.

Pentingnya Memahami Pola Lantai Pada Tari Tradisional : Memahami pola lantai pada tari tradisional sangat penting agar penari mudah dalam melakukan gerakan tarian. Penari mampu mengatur jarak sendiri dengan penari lainnya. Mampu mengatur jarak maka akan mencegah antar penari bersinggungan badan maupun kesalahan dalam memperagakan gerakan.

1. Menjaga setiap penari tidak bertabrakan. Menguasai pola lantai mampu menjaga penari agar tidak bertabrakan dengan penari lainnya. Tarian tradisional sendiri memiliki gerakan yang indah dan mengalami banyak gerakan yang memungkinkan penari saling bertabrakan ketika tidak menguasai pola lantai.

2. Membantu Penari menentukan gerakan selanjutnya. Ketika penari berpindah dari area satu ke area lain maka gerakan mereka pun akan berbeda juga. Dengan adanya pola lantai maka penari bisa menentukan gerakan seperti apa untuk selanjutnya. 3. Penari Lebih Energik. Pentingnya memahami pola lantai dan mangaplikasikan ke dalam tarian mampu membuat penari terkesan lebih energik dan menarik.

Banyaknya perpindahan tanpa adanya pola lantai justru akan membuat tarian berantakan. Namun dengan adanya pola lantai justru akan memberikan kesan yang lebih teratur dan memukau. 4. Menciptakan kekompakan. Mampu menciptakan kekompakan antar penari. Karena setiap penari akan terlihat bergerak leluasa memenuhi panggung dengan kompak tanpa perlu berkomunikasi secara verbal.

Semua gerakan telah diatur melalui pola lantai yang diciptakan oleh para koreografer. 5. Ciri Khas Suatu Tarian. Pola lantai mampu memberikan ciri khas dari suatu tarian. Masyarakat atau para penonton akan lebih mudah mengetahui ciri khas dari tari tradisional tersebut melalui pola lantai pada tarian.

Baca juga: Sejarah Tarian Kabasaran dan Filosofinya @sanjayaops.com Contoh Tarian Yang Menggunakan Pola : Berikut nama tarian dan pola lantainya yang kami rangkum dari beberapa sumber. 1. Bedhaya Semang. Tarian Bedhaya Semang berasal dari Yogyakarta yang termasuk ke dalam jenis tari klasik. Tari ini memiliki pola lantai dan makna tertentu. Pola lantai yang digunakan yaitu gawang jejer wayang, gawang perang, gawang tiga-tiga dan gawang kalajengking.

Salah satu pola lantai pada Tari Bedhaya yang paling dikenal yaitu rakit lajur. Pola lantai ini menggambarkan lima unsur yang ada pada diri manusia. Unsur tersebut adalah rasa, cahaya, sukma, nafsu dan perilaku. 2. Jaran Kepang. Tari Jaran Kepang juga berasal dari Yogyakarta. Berdasarkan koreografi, tarian ini termasuk ke dalam jenis tari rakyat dengan memiliki pola lantai gabungan antara unsur lengkung dan lurus.

Pola yang digunakan pada tarian yaitu pola melingkar, garis lurus ke depan dan garis horizontal. 3. Pendet. Merupakan tarian populer yang berasal dari Bali. Tari Pendet lahir ketika ada ritual sakral Odalan di pura dengan cara memendet.

Setelah pendeta Hindu mengumandangkan mantra maka mereka akan memendet. Pola lantai yang digunakan pada tarian ini berupa pola huruf V, pola lantai lurus dan menghadap ke samping kanan dan kiri.

Pola tersebut pola sederhana dibanding dengan tarian pendet lainnya. 4. Jaipong. Jenis tarian ini menggunakan pola lantai garis lurus yang berfungsi untuk memperindah tarian, memperjelas tujuan gerakan, serta untuk menonjolkan pemeran utama dalam tarian tersebut.

Lihat juga: Keunikan Tari Piring dan Sejarahnya Pola lantai tari menjadi bagian penting yang harus diketahui oleh para penari. Banyak manfaat yang diperoleh ketika menguasai pola lantai. Tidak hanya pertunjukan tarinya saja yang bagus dan menarik, tetapi mempermudah penari dalam melakukan gerakan. Categories Pengetahuan Umum Post navigation
Bentuk sajian tari yang disajikan oleh lebih dari dua orang penari termasuk ke dalam jenis tari kelompok. Tari kelompok juga memiliki keunikan pada penggarapan komposisi pola lantai para penarinya.

Setiap pola lantai yang membentuk penari secara simetris atau asimetris akan memberikan kesan berbeda. Pola lantai adalah pola denah yang dilakukan oleh seoarang penari dengan perpindahan, pergerakan, dan pergeseran posisi dalam sebuah ruang untuk menari. Pola lantai ini sebenarnya merupakan teknik blocking (penguasaan panggung) seoarang penari.

Pola lantai berfungsi untuk membuat posisi dalam sebuah ruang gerak. Pola lantai dibuat untuk memperindah pertunjukan karya tari. Oleh karena itu dalam pembuatan pola lantai harus memperhatikan beberapa hal, antara lain bentuk pola lantai, maksud atau makna pola lantai, jumlah penari, ruangan atau tempat pertunjukan, dan gerak tari. Dalam sebuah tarian (terutama tari kelompok), pola lantai perlu diperhatikan. Berdasarkan jumlah penari sebuah tarian dapat dikelompokkan menjadi tari tunggal, tari berpasangan dan tari kelompok.

• Tari tunggal adalah kesenian dalam bentuk tarian yang diperagakan oleh satu orang penari. Dalam jenis tarian ini para penari biasanya berperan menggambarkan atau menyampaikan karakter seseorang atau makhluk hidup lain seperti binatang.

• Tari berpasangan adalah kesenian tari yang diperankan/ diperagakan oleh sepasang penari. Dengan kata lain tari berpasangan merupakan jenis tarian yang dimainkan oleh 2 orang penari. Sementara dari sisi gerakan tarian para penari biasanya bergerak untuk saling mengisi serta saling merespon antara gerakan penari yang satu dengan gerakan penari pasangannya. • Tari kelompok adalah sebuah kesenian tari yang diperankan/ diperagakan oleh tiga penari atau lebih.

Gerakan penari yang satu dengan yang lain biasanya terlihat saling mendukung, tak heran juka dalam pertunjukan tari kelompok ini kekompakan para pemain sangat berpengaruh guna mewujudkan kesuksesan nya di atas panggung. Pola Lantai Tarian Dalam pembahasan sebelumnya telah dibahas pola lantai gerak tari, terdapat dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan lengkung. Bentuk pola garis lengkung dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai, di antaranya lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang.

Bentuk pola garis lurus dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai, di antaranya horizontal, diagonal, garis lurus ke depan, zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima. Ada beberapa macam pola lantai pada tari kelompok, antara lain : Pola lantai adalah pola denah yang dilakukan oleh seoarang penari dengan perpindahan, pergerakan, dan pergeseran posisi dalam sebuah ruang (space) untuk menari.

pola lantai dalam tarian yang dilakukan lebih dari dua orang penari disebut pola lantai tari

Pola lantai ini sebenarnya merupakan teknik blocking (penguasaan panggung) seoarang penari. Pola lantai berfungsi untuk membuat posisi dalam sebuah ruang gerak. Dalam sebuah tarian (terutama tari kelompok), pola lantai perlu diperhatikan. Ada beberapa macam pola lantai pada tarian, antara lain : Pola lantai vertikal (lurus): Pada pola lantai ini, penari membentuk garis vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Pola lantai ini banyak digunakan pada tari klasik.

Pola lantai ini menampilkan kesan sederhana tapi kuat. Pola lantai vertikal menunjukan hubungan dengan Tuhan sebagai pencipta. 4. Pola lantai garis melengkung Pola lantai garis melengkung. Pada pola lantai garis melengkung, penari membentuk garis lingkaran, pola lantai lengkung ular, dan pola lantai angka delapan. Pola lantai ini banyak digunakan pada tari rakyat dan tari tradisi, memberi kesan lemah dan lembut. Beberapa pola lantai melengkung antara lain melingkar, lengkung ular dan angka delapan.Pola lantai merupakan garis yang dilalui penari pada saat melakukan gerak tari.

Pola lantai ini dilakukan baik oleh penari tunggal, berpasangan, atau penari kelompok. Dalam tarian, terdapat dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan lengkung. Pola garis lurus terdiri atas pola lantai horizontal, vertikal, dan diagonal.
KOMPAS.com - Pola lantai dalam tar memiliki fungsi menata gerak tari para penari agar kompak.

Pola lantai merupakan pola yang dibentuk sebagai cara penari untuk bergerak, bergeser, maupun berpindah. Pola lantai dalam seni tari terbagi menjadi dua, yakni garis lurus dan garis lengkung. Dari dua jenis tersebut kemudian dikembangkan menjadi berbagai pola lantai, seperti diagonal, horizontal, vertikal, zig-zag, segi empat, segi lima, dan segitiga. Pola lantai garis lurus Dilansir dari buku Koreografi: Bentuk-Teknik-Isi (2012) karya Sumandiyo Hadi, pola garis lurus adalah pola memanjang, baik ke depan, ke belakang, maupun ke samping.

Pola garis lurus menampilkan sejumlah penari lebih dari satu membentuk formasi garis lurus. Pola lantai garus lurus dilakukan pada jenis tari berpasangan atau kelompok, biasanya digunakan pada tari klasik karena memberikan kesan sederhana tetapi kuat.

Baca juga: 3 Unsur dalam Seni Tari: Wiraga, Wirama, Wirasa Pola ini juga sebagai simbol hubungan antarmanusia dan juga dengan Sang Pecipta. COntoh tari tradisional yang menggunakan pola lantai garis lurus yaitu Bedaya di Keraton Jawa.

Pola lantai garis lurus memiliki beberapa level, seperti: • Level rendah, seperti berbaring atau duduk • Level sedang, seperti berlutut atau jongkok • Level tinggi, seperti berdiri, jinjit, atau melompat dan melayang Pola lantai garis lengkung Pola garis lengkung yaitu garis lingkaran, angka delapan, membentuk huruf U, dan lengkung ular. Pola ini memberikan kesan lembut. Beberapa tari yang menggunakna pola lantai garis lengkung adalah: • Tari Kecak dari Bali yang membetuk lingkaran • Tari Randai dari Minangkabau, di mana penari berjalan mengelilingi pentas dan membentuk lingkaran.

• Tari Gawi dari Flores yang jua membentuk formasi garis lengkung pada gerakannya. Baca juga: 65 Nama Tari di Indonesia dan Asal Daerahnya

Menjelaskan pola lantai dalam tari.SBdP Kelas 4 SD Tema 7 Subtema 2




2022 www.videocon.com