Apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya

apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya

Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid yang penting untuk metabolisme tubuh dan aktivitas otak. Ketika penyakit menyerang kelenjar tiroid, maka berbagai tanda dan gejala pada tubuh dapat terjadi, meskipun terkadang hanya samar-samar. Sejumlah gejala akibat penyakit kelenjar tiroid diantaranya perubahan berat badan, masalah pencernaan, gangguan menstruasi, depresi, disfungsi seksual, jantung berdebar, dan kelelahan ekstrim.

Setiap gejala tiroid yang muncul akan sesuai dengan penyakit yang menyebabkannya. Selanjutnya penyakit tersebut akan mempengaruhi produksi dan fungsi hormon; hormon yang berlebihan (overactive) disebut hipertiroid, sedangkan untuk hormon rendah (uderactive) disebut hipotiroid dengan sejumlah gejala yang menyertainya. Cermati dan tangani segera gejala penyakit kelenjar tiroid berikut ini: 1. Kelelahan Lelah setelah bekerja adalah hal yang wajar, namun merasa lelah saat bangun tidur, meskipun sudah tidur 8 - 10 jam semalam, bisa menjadi pertanda adanya penyakit pada kelenjar tiroid.

Pada hipertiroidisme, sering kali penderitanya mengalami insomnia pada malam hari sehingga menyebabkan kelelahan di siang hari. Bagaimana membedakannya dengan masalah lain? Pada prinsipnya, kelelahan terkait tiroid tetap tidak berkurang, tidak peduli berapa banyak Anda tidur malam atau siang hari. Bahkan keletihan ini dapat menghambat kemampuan pengidapnya untuk tetap produktif dalam kehidupan sehari-hari.

2.

apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya

Perubahan Berat Badan Gejala tiroid yang mudah diamati lainnya yaitu perubahan pada berat badan. Pada hipotiroid atau kelenjar tiroid yang kurang aktif, membuat laju metabolisme begitu rendah sehingga pengidapnya akan cenderung memiliki berat badan berlebih, atau sulit sekali menurunkan berat badan meskipun sudah mengurangi makan. Sedangkan pada hipertiroidisme, pengidapnya justru sulit menambah berat badan meskipun sudah banyak makan.

Hal ini terjadi karena tiroid yang terlalu aktif meningkatkan metabolisme, menyebabkan tubuh membakar kalori dengan lebih agresif. Bahkan banyak diantara pengidapnya yang mengalami penurunan berat badan yang dramatis tanpa sebab yang jelas. Jangan kaget jika ada orang yang sudah banyak makan tetapi tak kunjung gemuk, itulah salah satu gejala tiroid berlebihan.

3. Nyeri Otot & Sendi Pegal dan nyeri pada otot dan persendian yang tidak jelas penyebabnya (bukan setelah aktivitas fisik) dapat menjadi gejala tiroid bermasalah. Nyeri yang dirasakan memang bervariasi, namun bisa menjadi sangat intens sehingga mengganggu aktivitas normal, bahkan menghambat kemampuan untuk melakukan gerakan dalam rentang gerak normal. 4. Benjolan di Leher Benjolan di leher bagian depan dapat terjadi akibat pembengkakan kelenjar tiroid, baik disertai dengan nyeri ataupun tidak.

Kondisi ini dikenal sebagai "gondok," dan biasanya muncul sebagai pembesaran lokal di pangkal leher. Gondok bisa disebabkan oleh pembesaran tiroid yang bersifat jinak, namun ada juga yang bersifat ganas seperti pada gondok beracun dan kanker tiroid. 5. Perubahan Rambut & Kulit Berbagai masalah rambut dan kulit dapat terjadi akibat penyakit tiroid, beberapa contohnya seperti rambut kering, rambut rontok, kulit bersisik, atau kulit yang terlalu kering. Ketika tiroid kurang aktif atau terlalu aktif, maka terjadilah gangguan keseimbangan yang pada gilirannya mempengaruhi siklus pertumbuhan rambut dan kesehatan kulit.

6. Gangguan Pencernaan Baik hipotiroidisme maupun hipertiroidisme, keduanya dapat menyebabkan perubahan kebiasaan buang air besar, karena kedua kondisi ini mengganggu kemampuan tubuh untuk mencerna makanan dan menghasilkan limbah. Pada hipotiroid, pengidapnya menjadi jarang buang air besar yang mengakibatkan konstipasi kronis. Buang air besar yang suliy dan menyakitkan dapat menyebabkan masalah tambahan seperti wasir.

Sedangkan pada hipertiroidisme, buang air besar bisa menjadi lebih sering dan lebih mendesak. Diare juga bisa terjadi. Kotoran cenderung encer, dengan volume cairan yang lebih tinggi, BAB lebih sering meskipun hanya makan sedikit. 7. Gangguan Menstruasi Baik tiroid yang kurang aktif ataupun yang terlalu aktif, keduanya dapat mengganggu siklus menstruasi wanita.

Seperti apa gejalanya tergantung dari kondisi yang dialami, apakah pasien menderita hipotiroidisme atau hipertiroidisme. Pada hipotiroid, menstruasi akan lebih ringan (sedikit darah), dan mungkin jarak antar menstruasi menjadi lebih panjang bahkan sering telat.

Sebaliknya pada hipertiroid, darah menstruasi akan lebih berat dan berlangsung beberapa hari lebih lama dari biasanya, serta haid lebih sering. 8. Depresi Depresi atau gangguan kecemasan bisa menjadi pertanda adanya masalah dengan kelenjar tiroid. Gejala kejiwaan dan gangguan suasana hati ini dapat muncul secara umum atau akut.

Dengan kata lain, pasien dapat perlahan-lahan tenggelam dalam periode depresi ringan hingga berat, atau mereka bisa mengalami ledakan gejala yang tak terduga, tiba-tiba dan intens, seperti serangan panik.

Ketidakseimbangan suasana hati (mood) lebih sering terlihat pada hipotiroid. Gejala-gejala ini dapat disertai dengan perasaan umum malaise atau lesu, ketidakmampuan atau kurangnya keinginan untuk berkonsentrasi, atau perasaan kelesuan mental. 9. Jantung Berdebar Jantung berdebar di saat cemas atau setelah berlarian adalah hal yang wajar, namun apabila debar-debar di dada dirasakan sepanjang hari, maka pasti ada masalah. Salah satu penyebabnya bisa jadi akibat hormon tiroid yang berlebih.

Dalam istilah medis, disebut takikardia. Baca: Cara Mengatasi Jantung Berdebar Tanpa Obat 10. Penurunan 'kerja' otak Kemampuan otak untuk berfungsi secara normal juga dipengaruhi oleh hormon tiroid, baik undercative ataupun overactive.

Pada hipotiroidisme, seseorang sering merasa seperti memiliki 'kabut otak' dan lebih lamban dan pelupa dari biasanya. Sebaliknya, pada hipertiroidisme cenderung mengalami kesulitan berkonsentrasi. Ini karena produksi hormon tiroid yang berlebihan membuat sulit bagi otak rileks dan fokus, dan terkadang mengakibatkan kecemasan dan serangan panik, seperti yang disebutkan sebelumnya. 11. Keringat Berlebihan Jika Anda tiba-tiba menemukan pakaian di daerah ketiak cepat sekali basah tanpa alasan yang jelas, bisa jadi hal itu menjadi tanda tiroid bermasalah; atau, lebih spesifik, hipertiroidisme.

Hal ini terjadi karena kelebihan hormon tiroid menyebabkan sel menjadi terlalu aktif, sehingga suhu tubuh menjadi lebih tinggi dari biasanya, yang pada gilirannya akan mengeluarkan banyak keringat. Tubuhpun akan sering merasa gerah meskipun apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya sedang tidak panas. Sedangkan pada hipotiroidisme, cenderung akan merasakan hal yang sebaliknya, artinya mereka lebih sering merasa kedinginan atau menggigil.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa, dengan tiroid yang kurang aktif, sel-sel tubuh membakar lebih sedikit energi. Sedangkan hasil pembakaran energi itulah yang memberi panas pada tubuh. 12. Libido Rendah dan Masalah Kesuburan Masalah tiroid juga menyebabkan keinginan untuk intim menjadi menurun.

Hal ini terutama terjadi pada hipotiroidisme, libido yang rendah disebabkan oleh terlalu sedikitnya hormon tiroid dalam tubuh. Ditambah lagi dengan gejala tiroid lainnya seperti kekurangan energi dan nyeri otot-sendi.

Seiring dengan libido rendah, wanita dengan hipotiroidisme juga mungkin merasa sulit untuk hamil. Atau, jika mereka hamil, seringkali mengalami keguguran sejak dini. Ini juga berlaku untuk wanita dengan hipertiroidisme, karena kedua kondisi ini dapat mengganggu ovulasi, mengganggu kesuburan dan menyebabkan komplikasi. Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app Nyeri leher adalah rasa sakit yang muncul di leher belakang, leher sebelah kanan, leher sebelah kiri, maupun leher depan.

Sakit leher umumnya terjadi karena otot leher tertarik, saraf terjepit, atau pengapuran sendi. Pada umumnya, nyeri tengkuk atau sakit leher ini bukanlah kondisi serius yang perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat sembuh dalam beberapa hari atau beberapa minggu tanpa pengobatan khusus.

Namun, ada juga sakit leher yang muncul sebagai gejala dari penyakit tertentu. Penyebab Nyeri Leher Beberapa kelainan pada jaringan yang ada di leher dapat menyebabkan leher sakit. Kelainan tersebut antara lain: 1. Otot leher menegang Terlalu lama membungkuk, menunduk, sering mengertakkan gigi, atau membaca di atas tempat tidur bisa menyebabkan otot leher menjadi tegang.

Lama kelamaan, kondisi tersebut akan menyebabkan sakit leher. 2. Kerusakan sendi leher Umumnya, kerusakan sendi leher disebabkan oleh osteoarthritis. Kondisi ini menyebabkan penipisan tulang rawan dan pengapuran. Pengapuran pada tulang leher akan menggangu pergerakan sendi leher dan menimbulkan nyeri. 3. Saraf kejepit Sakit leher akibat saraf leher kejepit atau teriritasi disebut sebagai radikulopati servikal.

Kondisi ini disebabkan oleh menonjolnya bantalan di antara ruas tulang belakang ( hernia nukleus pulposus). 4. C e dera Cedera yang menyebabkan sakit leher bisa terjadi karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, cedera saat berolahraga, atau pukulan yang secara langsung mengenai wajah, kepala bagian atas, atau kepala bagian belakang. Selain keempat kondisi di atas, beberapa kondisi medis lain yang dapat menyebabkan sakit leher adalah: • Infeksi di leher • Penyempitan saraf tulang belakang • Tortikolis, yaitu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan kepala condong ke salah satu arah, seperti ke samping atau ke belakang • Meningitis, yaitu infeksi pada selaput pelindung yang membungkus otak dan saraf tulang belakang • Rheumatoid arthritisdi leher • Fibromyalgia • Kanker di sekitar leher atau tulang belakang Gejala Nyeri Leher Leher yang sakit dapat terasa ringan hingga parah.

Rasa sakit tersebut dapat berupa rasa seperti tertekan, rasa sakit yang tajam, atau berdenyut-denyut. Nyeri dapat bertambah parah saat melakukan gerakan tertentu, misalnya menunduk, menengadah, atau memutar kepala, dan saat disentuh. Selain keluhan leher sakit, ada beberapa gejala lain yang juga dapat muncul, tergantung penyebabnya. Gejala-gejala penyerta tersebut adalah: • Pusing • Sulit menggerakan leher • Sulit menelan • Pembengkakan kelenjar getah bening • Nyeri pada wajah • Nyeri pada bahu • Nyeri pada punggung atas maupun bawah • Tangan mati rasa atau kesemutan Kapan harus ke dokter Pemeriksaan oleh dokter perlu segera dilakukan jika keluhan sakit leher timbul setelah mengalami cedera, misalnya setelah kecelakaan lalu lintas atau setelah terjatuh.

Kecelakaan dapat menyebabkan cedera saraf tulang belakang yang mengakibatkan leher terasa nyeri. Apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya sakit juga perlu dikonsultasikan ke dokter bila rasa sakit bertambah parah atau tidak membaik dengan obat pereda nyeri. Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter bila sakit leher yang dialami disertai dengan beberapa gejala berikut: • Mual dan muntah • Muncul benjolan di leher • Lengan atau tungkai menjadi lemas • Sesak napas Diagnosis Nyeri Leher Pada awalnya, dokter akan menanyakan keparahan nyeri yang dirasakan menggunakan skala nyeri, gejala yang dialami dan riwayat penyakit yang pernah diderita pasien.

Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya leher. Dalam melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga akan meminta pasien menggerakkan kepala ke arah depan, samping, atau belakang, untuk mengetahui jangkauan pergerakan leher.

Setelah pemeriksaaan fisik, dokter dapat melakukan beberapa tes tambahan yang meliputi: Pemindaian Pemindaian dengan foto Rontgen, CT scan, dan MRI dapat dilakukan guna memberikan gambaran kelainan di leher, seperti saraf kejepit atau pengeroposan. Elektromiografi (EMG) Metode ini akan dilakukan jika dokter mencurigai leher sakit disebabkan oleh saraf kejepit.

EMG digunakan untuk mengetahui apakah saraf masih berfungsi dengan normal. Pemeriksaan darah Jika nyeri leher yang diderita apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya diduga disebabkan oleh peradangan atau infeksi, maka dokter melakukan tes darah untuk melihat keberadaan bakteri penyebab infeksi.

P ungsi lumbal Pungsi lumbal adalah proses pengambilan sampel cairan otak (cairan serebrospinal) dari sela tulang belakang, untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Dari pemeriksaan ini, dapat diketahui kemungkinan adanya infeksi virus atau bakteri di selaput otak atau saraf tulang belakang. Pengobatan Nyeri Leher Sebagian besar sakit leher biasanya dapat sembuh sendiri dalam 2-3 minggu.

Namun, hal ini tentu saja tergantung pada penyebabnya. Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit di leher: • Gunakan bantal yang sesuai Hindari menggunakan bantal yang terlalu tinggi atau keras, karena dapat membuat leher kaku. Ada beberapa bahan bantal yang dapat digunakan.

Salah satunya adalah memory foam, yaitu bahan yang dapat mengikuti apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya leher dan kepala. • Lakukan senam leher Gerakkan leher ke atas dan ke bawah, ke samping kanan dan kiri, dan putar kepala. Gerakan stretching ini dapat meregangkan otot leher yang tegang. • Kompres leher Kompres leher yang nyeri dengan es batu yang dibalut handuk selama 3 hari pertama. Setelah itu, kompres dengan botol berisi air hangat untuk meredakan rasa nyeri pada leher.

• Hindari gerakan leher yang terlalu kencang Hindari gerakan leher yang tiba-tiba dan terlalu kencang untuk mengurangi peradangan dan meredakan rasa sakit di leher. • Memijat leher yang sakit Pijatan dapat meredakan nyeri leher dan memuat Anda lebih rileks. Mintalah orang lain untuk melakukan pijatan lembut di bagian leher yang sakit. Jika nyeri leher yang dialami cukup parah dan tak kunjung sembuh meski sudah diberikan penanganan di atas, dokter dapat memberikan atau merekomendasikan pengobatan berikut ini kepada pasien: Fisioterapi Pada fisioterapi, terapis akan memperbaiki postur tubuh yang bermasalah dengan latihan gerakan tertentu.

Terapi juga dapat dilakukan dengan neck traction. Alat seperti gantungan untuk menopang kepala ini digunakan untuk merenggangkan leher pasien. Selain terapi fisik, dokter juga dapat melakukan stimulasi saraf dengan listrik yang disebut TENS. Terapi ini dilakukan dengan menyalurkan aliran listrik ke area yang sakit, agar nyeri cepat reda. Penyangga leher atau neck collar dapat digunakan saat beraktivitas sehari-hari sebagai pelengkap fisioterapi.

apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya

Neck collar akan mengurangi tekanan pada struktur leher, sehingga meredakan keluhan leher sakit. Akan tetapi, penyangga ini hanya dapat digunakan paling lama 3 jam per hari selama 1-2 minggu. Obat-obatan Obat-obatan yang bisa diberikan untuk mengurangi rasa sakit pada leher adalah paracetamol atau ibuprofen. Selain obat minum, obat pereda nyeri yang dioles juga dapat diberikan.

Dokter dapat memberikan obat pereda nyeri jenis lain jika rasa sakit tidak tertahankan atau berkepanjangan. Contoh obat-obatan yang sering diberikan pada kondisi ini adalah obat pelemas otot dan obat antidepresan golongan trisiklik.

Dokter juga dapat menyuntikkan obat kortikosteroid pada sendi di tulang leher, untuk meredakan peradangan yang menimbulkan nyeri. Operasi Meski jarang dilakukan, operasi juga bisa menjadi pilihan. Operasi dilakukan jika terdapat penekanan pada saraf tulang belakang yang tidak membaik dengan obat-obatan dan fisioterapi.

Meski terkesan ringan, masalah nyeri leher dapat membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, Anda bisa mempertimbangkan memilih asuransi kesehatan yang terpercaya untuk membantu meringankan biaya tersebut. Komplikasi Nyeri leher Komplikasi dari leher sakit bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Anda perlu waspada terhadap komplikasi nyeri leher yang disebabkan oleh cedera saraf tulang belakang, di antaranya: • Gangguan buang air kecil dan buang air besar • Disfungsi seksual • Gangguan sensorik, misalnya tidak dapat merasakan sentuhan, suhu panas, atau suhu dingin • Hipotensi ortostatik • Deep vein thrombosisdan emboli paru Pencegahan Nyeri L eher Nyeri leher bisa dicegah dengan membiasakan postur yang baik untuk kepala, yaitu posisi kepala yang tidak terlalu maju.

Selain itu, lakukanlah peregangan leher dan bahu secara rutin. Caranya adalah sebagai berikut: • Putar bahu ke belakang sebanyak 10 kali. • Angkat dan himpitkan bahu sebanyak 10 kali. • Dongakkan kepala selama 30 detik. • Tempelkan telinga ke bahu, lakukan pada setiap sisi sebanyak 10 kali.

Selain rutin melakukan peregangan leher, ada beberapa rutinitas dan cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mencegah leher sakit, yaitu: • Menjaga postur tubuh agar tetap stabil, contohnya, saat berdiri atau duduk, posisikan bahu tegak lurus dengan pinggul • Rutin melakukan peregangan atau stretching, khususnya saat sedang melakukan perjalanan jarak jauh atau bekerja di depan komputer • Jangan menghimpit telepon atau handphone di antara bahu dan telinga saat menelpon, melainkan gunakan headset atau nyalakan speaker-nya • Jangan merokok, karena kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko munculnya nyeri leher • Sesuaikan tinggi meja dan kursi agar layar komputer sejajar dengan mata • Tidurlah dalam posisi telentang dengan mengganjal paha dengan bantal • Gunakan bantal kepala yang tidak terlalu tinggi apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya terlalu keras • Hindari memakai matras atau kasur yang terlalu empuk, karena tidak dapat menyangga leher dengan baik • Jangan menggunakan tas selempang untuk membawa beban berat, karena dapat membuat leher menjadi tegang
Merdeka.com - Sakit leher atau nyeri leher adalah keluhan umum.

Otot leher bisa tegang karena postur yang buruk, apakah itu condong ke komputer Anda atau membungkuk di atas meja kerja Anda.

Osteoartritis juga merupakan penyebab umum sakit leher. Jarang, sakit leher bisa menjadi gejala dari masalah yang lebih serius. Carilah perawatan medis jika sakit leher disertai oleh mati rasa atau kehilangan kekuatan di lengan atau tangan. Dan jika memiliki rasa sakit yang menusuk ke bahu atau ke bawah lengan. Berikut penyebab sakit leher, gejala, dan cara mengatasinya: BACA JUGA: Sadari Pentingnya Posisi Duduk Ergonomis saat Bekerja Kerap Mengalami Masalah Leher selama WFH, Apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya Penyebabnya Sebelum mengetahui penyebab sakit leher, perhatikan terlebih dahulu tanda dan gejalanya.

Berikut tanda dan gejala sakit leher yaitu: • Rasa sakit yang sering memburuk dengan memegang kepala Anda di satu tempat untuk waktu yang lama, seperti saat mengemudi atau bekerja di depan komputer • Kaku dan kejang otot • Penurunan kemampuan untuk menggerakkan kepala Anda • Sakit kepala Penyebab Sakit Leher Leher Anda fleksibel dan menopang berat kepala Anda, sehingga bisa rentan terhadap cedera dan kondisi yang menyebabkan rasa sakit serta membatasi gerakan.

Penyebab sakit leher meliputi: 1. Ketegangan otot Terlalu sering digunakan, seperti terlalu banyak waktu membungkuk di atas komputer atau ponsel cerdas Anda, seringkali memicu ketegangan otot. Bahkan hal-hal kecil, seperti membaca di tempat tidur atau menggertakkan gigi, dapat membuat otot leher tegang. BACA JUGA: 6 Cara Mengatasi Nyeri Leher yang Aman dan Efektif, Ketahui Juga Penyebabnya 7 Penyebab Leher Hitam yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gejala Diabetes 2.

apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya

Sendi aus Sama seperti persendian lainnya di tubuh Anda, persendian leher Anda cenderung berkurang seiring bertambahnya usia. Osteoartritis menyebabkan bantal (tulang rawan) di antara tulang Anda (vertebra) memburuk.

Tubuh Anda kemudian membentuk taji tulang yang memengaruhi gerakan sendi dan menyebabkan rasa sakit. 3. Kompresi saraf Cak atau tulang yang mengalami herniasi pada tulang belakang leher Anda dapat menekan saraf yang bercabang dari sumsum tulang belakang. BACA JUGA: 9 Cara Mudah Mengatasi Nyeri dan Sakit Leher yang Mengganggu Ketahui Penyebab Leher Sakit dan Cara Mencegahnya, Pelajari Lebih Lanjut 4.

Cedera Tabrakan otomatis ujung-belakang sering mengakibatkan cedera whiplash, yang terjadi ketika kepala tersentak ke belakang dan kemudian maju, meregangkan jaringan lunak leher. 5. Penyakit Penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis, meningitis atau kanker, dapat jadi penyebab sakit leher. Pencegahan Sakit Leher Sebagian besar nyeri leher dikaitkan dengan postur yang buruk dikombinasikan dengan keausan terkait usia.

Untuk membantu mencegah sakit leher, jaga agar kepala Anda tetap berada di atas tulang belakang. Beberapa perubahan sederhana dalam rutinitas harian Anda dapat membantu. Pertimbangkan untuk mencoba: 1. Terapkan postur yang baik BACA JUGA: 7 Cara Atasi Nyeri Pada Leher saat Bekerja, Jaga Kesehatan Tubuh Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia Ikuti Sea Games ke-31 di Vietnam Saat berdiri dan duduk, pastikan bahu berada di garis lurus di atas pinggul dan telinga langsung di atas bahu.

2. Sering-seringlah beristirahat Jika Anda melakukan perjalanan jarak jauh atau bekerja berjam-jam di depan komputer, bangun, bergerak, dan regangkan leher dan bahu. 3. Sesuaikan meja, kursi, dan komputer Posisikan monitor apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya mata. Lutut harus sedikit lebih rendah dari pinggul. Gunakan sandaran tangan kursi. 4. Hindari menyelipkan telepon Hindari menyelinapkan telepon di antara telinga dan pundak saat berbicara.

Gunakan headset atau speakerphone sebagai gantinya. 5. Jika Anda merokok, berhentilah Merokok dapat membuat Anda berisiko lebih tinggi terkena sakit leher. 6. Hindari membawa tas berat dengan tali di bahu Beratnya bisa membuat leher Anda tegang.

7. Tidur dalam posisi yang baik Kepala dan leher harus sejajar dengan tubuh. Gunakan bantal kecil di bawah leher. Cobalah tidur telentang dengan paha di atas bantal, yang akan meratakan otot-otot tulang belakang.

Cara Mengatasi Sakit Leher Jenis yang paling umum dari nyeri leher ringan sampai sedang biasanya berespon baik terhadap perawatan diri dalam dua atau tiga minggu. Jika sakit leher berlanjut, dokter mungkin merekomendasikan perawatan lain. 1. Obat-obatan Dokter mungkin akan meresepkan obat penghilang rasa sakit yang lebih kuat daripada apa yang bisa Anda dapatkan tanpa resep, serta pelemas otot dan antidepresan trisiklik untuk menghilangkan rasa sakit.

2. Terapi • Terapi fisik.

apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya

Seorang terapis fisik dapat mengajarkan postur tubuh yang benar, latihan menyelaraskan dan menguatkan leher, dan dapat menggunakan panas, es, stimulasi listrik dan langkah-langkah lain untuk membantu meringankan rasa sakit dan mencegah kekambuhan.

• Stimulasi saraf listrik transkutan (TENS). Elektroda yang diletakkan pada kulit Anda di dekat area yang nyeri menghasilkan impuls listrik kecil yang dapat menghilangkan rasa sakit. • Daya tarik. Traksi menggunakan beban, katrol atau kandung kemih udara untuk meregangkan leher dengan lembut. Terapi ini, di bawah pengawasan seorang profesional medis dan ahli terapi fisik, dapat meredakan nyeri leher, terutama nyeri yang berkaitan dengan iritasi akar saraf.

• Imobilisasi jangka pendek. Kerah lembut yang menopang leher dapat apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya meredakan rasa sakit dengan mengambil tekanan dari struktur di leher. Namun, jika digunakan selama lebih dari tiga jam sekaligus atau lebih dari satu hingga dua minggu, kerah mungkin lebih berbahaya daripada baik. Mengatasai Sakit Leher di Rumah Tindakan perawatan diri yang dapat Anda coba untuk meredakan sakit leher termasuk: 1.

Penghilang rasa sakit yang dijual bebas Cobalah penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, yang lain), naproxen sodium (Aleve) dan acetaminophen (Tylenol, lainnya).

2. Alternatif panas dan dingin Kurangi peradangan dengan mengoleskan dingin, seperti kompres es atau dibungkus dengan handuk, hingga 20 menit beberapa kali sehari. Atau gantilah perlakuan dingin dengan panas. Cobalah mandi air hangat atau menggunakan bantal pemanas pada pengaturan rendah. 3. Latihan di rumah Setelah rasa sakit terburuk mereda, mulailah latihan peregangan ringan setiap hari. Dokter atau terapis fisik dapat mengajari teknik yang tepat.

Pertama, hangatkan leher dan punggung dengan bantal pemanas atau pancuran atau bak mandi. Lalu dengan perlahan miringkan, tekuk, dan putar lehermu. 1 Oplas Dinilai Berhasil, 5 Potret Lucinta Luna di Malaysia Dipuji Bak Boneka Barbie 2 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 3 Selamat! Jessica Iskandar Melahirkan Anak Kedua, Wajah Sang Bayi Bikin Penasaran 4 Cantik dan Menggemaskan Salima Anak Wishnutama & Gista Putri Liburan di Luar Negeri 5 Innalillahi Waina Ilaihi Rajiun, Sang Raja Dangdut Rhoma Irama Berduka Selengkapnya Ragam gejala penyakit berbahaya yang perlu diwaspadai Mungkin Anda pernah atau bahkan sering merasakan berbagai gejala, seperti nyeri pada dada atau berat badan tiba-tiba berkurang tanpa sebab yang jelas.

Gejala-gejala tersebut terkadang dirasakan sesekali dan hilang timbul, tetapi Anda tak pernah mengacuhkannya karena dianggap tidak penting.

Padahal kondisi ini bisa saja menjadi gejala penyakit serius dan berbahaya. Tidak menyadari sedari awal tentu bisa membuat penyakit bertambah parah. Oleh karena itu, penting bagi Anda mewaspadai tanda tubuh bermasalah seperti berikut ini. 1. Nyeri dada Jangan pernah meremehkan gejala berupa nyeri dada, terasa sesak, atau tertekan walaupun hanya sebentar saja. Ini bisa menjadi tanda-tanda penyakit jantung. Kemungkinan lain yakni adanya gangguan pada sistem pencernaan, misalnya penyakit GERD ( gastroesophageal reflux disease ) saat asam lambung naik ke tenggorokan.

Walaupun gangguan pencernaan ini jarang mengancam jiwa, GERD termasuk penyakit kronis yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. 2. Kesulitan bernapas Napas pendek ketika keadaan normal, bukan saat sedang berolahraga atau beraktivitas fisik berat, bisa diakibatkan sesuatu yang menghalangi saluran pernapasan.

Kondisi ini pada umumnya terjadi bila Anda mengalami gangguan pernapasan, seperti asma, bronkitis kronis, maupun pneumonia. Bahkan, napas pendek juga bisa menjadi gejala kondisi lain, seperti kelebihan berat badan, gagal jantungdan stroke. 3. Penurunan berat badan Anda perlu waspada bila pernah mengalami penurunan berat badan secara cepat padahal sedang tidak merencanakan atau menjalani program diet.

Penurunan berat badan lebih dari 5% dari total berat badan selama 6–12 bulan perlu segera diperiksa dokter karena bisa jadi gejala penyakit berbahaya. Salah satu penyebab yang mungkin membuat berat badan Anda berkurang, seperti kanker, diabetes melitusgangguan hormon, dan depresi berat. 4. Kegemukan pada bagian perut Sebaliknya juga, Anda juga perlu lebih berhati-hati bila mengalami kegemukan, terutama pada bagian perut hingga membuat celana sempit dan tidak bisa dikancing.

Hal ini bisa jadi tanda tubuh bermasalah karena peningkatan berat badan serta penumpukan lemak perut yang juga dikenal sebagai lemak visceral. 5. Kram kaki saat berjalan atau naik tangga Sebagian besar orang sering mengalami kram kaki dan akan hilang sendiri setelah beristirahat. Akan tetapi, kram kaki yang tak kunjung sembuh bisa jadi gejala apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya berbahaya, terutama pada arteri kaki akibat penyumbatan pembuluh darah. Jika ini tidak ditangani, bukan tidak mungkin seseorang akan kehilangan kakinya.

Ini terjadi akibat matinya jaringan yang tidak memperoleh oksigen dan zat gizi dari aliran darah. 6. Kulit sangat kering Beberapa ahli mengatakan bahwa kondisi kulit yang sangat kering dan mudah terkelupas bisa disebabkan oleh gangguan kelenjar tiroid.

apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya

Kulit kering disertai mengelupasnya kuku juga bisa terjadi akibat kekurangan zinc dalam tubuh. Hal ini harus segera Anda konsultasikan dengan dokter spesialis kulit. Biasanya, pengobatan yang diberikan adalah suplemen dan losion.

7. Perubahan payudara Perubahan payudara sangat umum terjadi saat masa pubertas, kehamilan, hingga menyusui. Namun, bila warna permukaan kulit payudara berubah, ada benjolan, timbul rasa tidak nyaman, serta keluar cairan dari puting saat tidak sedang menyusui, maka Anda perlu curiga. Segera periksakan diri dengan dokter yang ahli bila mengalami kondisi tersebut. Pasalnya, ini bisa menjadi gejala penyakit berbahaya, yakni kanker payudara.

8. Pembengkakan pada bagian tertentu Jika merasakan bagian tubuh membengkak, entah pada kaki atau lengan tanpa sebab yang jelas, lebih baik segerakan untuk memeriksa diri dengan dokter.

Pembengkakan atau adanya penambahan massa pada salah satu organ tubuh bisa disebabkan berbagai kondisi medis ringan hingga berat, seperti tumor dan kanker. Bengkak pada kaki juga bisa diakibatkan penumpukan cairan yang disebut edema. Kondisi ini menjadi gejala penyakit degeneratif serius, seperti gagal jantung dan gagal ginjal.

Luka yang mengalami perdarahan yang tidak berhenti lebih dari lima menit bisa disebabkan oleh penyakit kelainan darahseperti hemofilia dan leukemia. Perdarahan yang tidak biasa juga bisa terjadi pada bagian tubuh tertentu yang menyebabkan feses berdarah, urine berdarah, atau muntah darah. Kondisi ini bisa terjadi akibat penyakit serius, termasuk wasir, infeksi, kanker usus, bronkitis, pneumonia, dan tuberkulosis (TBC). 10. Muntah dan diare terus-menerus Gastoenteritis atau yang lebih umum dikenal sebagai muntaber bisa membuat Anda mengalami muntah dan diare terus-menerus.

Selain gastroenteritis, muntah dan diare berkepanjangan bisa menandakan infeksi, intoleransi makanan, radang usus, dan bahkan meningitis. Jika tidak segera ditangani, Anda berisiko mengalami dehidrasi parah. Kondisi ini awalnya ditandai dengan perubahan warna urine, sakit kepala, dan kelelahan.

11. Mata sangat sensitif pada cahaya (fotofobia) Tak hanya gangguan mata, fotofobia atau mata yang sensitif terhadap cahaya sering dikaitkan sebagai gejala sakit kepala, termasuk migrain dan sakit kepala cluster. Gejala penyakit berbahaya lain juga dapat ditandai dengan fotofobia, seperti depresi, gangguan kecemasan, cedera kepala, dan bahkan tumor kelenjar pituitari.

Untuk mendiagnosis kondisinya, konsultasikan dengan dokter spesialis mata guna mengetahui apakah masalah disebabkan gangguan mata atau bukan. 12. Kelelahan berkepanjangan Kelelahan yang menjadi tanda tubuh bermasalah biasanya tidak akan hilang begitu saja meski Anda sudah tidur cukup maupun minum kopi. Beberapa masalah kesehatan yang bisa menyebabkan kelelahan, seperti anemia, gangguan tiroiddiabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Selain fisik, kelelahan mental juga bisa terjadi pada seseorang yang mengalami depresi dan gangguan kecemasan. Berbagai masalah kesehatan serius dan mematikan kadang tidak menimbukan gejala spesifik. Alhasil, kebanyakan orang cenderung mengabaikannya.

Meski begitu, bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala penyakit berbahaya seperti di atas, jangan ragu untuk segera konsultasi dengan dokter. Diagnosis lebih awal bisa mencegah keparahan dan komplikasi dari kondisi yang Anda alami. Symptoms Of Serious Illness. NewYork-Presbyterian Hospital.

(2021). Retrieved 27 April 2022, from https://www.nyp.org/healthlibrary/definitions/symptoms-of-serious-illness Symptoms You Shouldn’t Ignore. Rush University Medical Center. (2022). Retrieved 27 April 2022, from https://www.rush.edu/news/symptoms-you-shouldnt-ignore 10 Medical Symptoms You Should Not Ignore. UC San Diego Health. (2014). Retrieved 27 April 2022, from https://health.ucsd.edu/news/features/Pages/2014-03-04-10-medical-symptoms-not-to-ignore.aspx
Myalgia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut nyeri otot.

Meski biasanya ringan dan hanya terjadi di satu otot tertentu, nyeri otot juga bisa terasa di seluruh bagian tubuh dan sangat menyiksa. Sebenarnya, nyeri otot bukanlah suatu penyakit, tetapi gejala dari suatu penyakit atau kondisi. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari postur tubuh atau gerakan olahraga yang tidak tepat, cedera otot, infeksi, hingga efek samping obat-obatan. Nyeri otot bisa muncul di bagian tubuh mana pun, misalnya otot punggung, leher, lengan, paha, atau betis.

Nyeri ini lazim dialami oleh setiap orang. Penyebab Nyeri Otot Nyeri otot sering kali disebabkan oleh penggunaan otot secara berlebihan, cedera otot, serta otot yang tegang di satu atau beberapa bagian tubuh. Kondisi-kondisi tersebut bisa terjadi ketika: • Terjatuh, terbentur, atau mengalami kecelakaan • Kurang pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya • Melakukan gerakan berulang-ulang, baik dalam olahraga atau aktivitas lain • Postur tubuh yang buruk, misalnya posisi duduk yang tidak tegak atau posisi tubuh yang salah ketika mengangkat beban berat • Teknik olahraga yang salah, misalnya terlalu cepat atau terlalu lama dalam melakukan suatu gerakan Perlu diketahui, penyebab nyeri otot tidak hanya karena aktivitas fisik yang berlebihan, namun juga bisa terjadi akibat sejumlah penyakit atau kondisi, seperti: • Fibromyalgia, yaitu penyakit yang ditandai nyeri di sekujur tubuh • Chronic fatigue syndrome atau sindrom kelelahan kronis • Penyakit autoimun, seperti lupus, dermatomiositis, dan polimiositis • Penyakit tiroid, seperti hipertiroidisme dan hipotiroidisme • Rheumatoid arthritis • Distonia atau kontraksi otot yang tidak terkendali • Rhabdomyolisis atau kerusakan pada otot • Sindrom kompartemen • Infeksi virus, seperti apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya dan flu • Infeksi bakteri, misalnya penyakit Lyme • Gangguan elektrolit, seperti hipokalemia (kekurangan kalium) • Penyumbatan aliran darah ke tungkai akibat penyakit arteri perifer • Efek samping obat-obatan kolesterol golongan statin dan obat darah tinggi golongan ACE inhibitor Gejala Nyeri Otot Nyeri otot bisa digambarkan dengan rasa kaku, kram, tertarik, berat, atau lemah pada otot.

Nyeri otot cenderung muncul selama atau setelah menjalani aktivitas tertentu. Misalnya, nyeri otot tangan akibat mengangkat benda berat, atau nyeri otot leher dan punggung akibat duduk dalam posisi yang salah terlalu lama. Terkadang nyeri otot dapat melibatkan lebih dari satu otot, bahkan bisa terasa di seluruh tubuh.

Pada beberapa kasus, nyeri otot bisa terasa sangat parah dan berlangsung dalam waktu yang lama, bisa berminggu-minggu dan berbulan-bulan. Pada kasus yang parah, nyeri otot cenderung tidak membaik walaupun seseorang sudah beristirahat, bahkan menyebabkan kesulitan saat melakukan aktivitas.

Misalnya, nyeri otot parah di jari tangan membuat penderita susah menjentikkan jari atau membuka tutup botol. Nyeri otot juga bisa disertai gejala lain, seperti bengkak pada area yang nyeri, demam dan menggigil, serta lemas.

Kapan harus ke dokter Nyeri otot biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, periksakan ke dokter bila nyeri otot disertai dengan kondisi atau karakteristik berikut: • Demam • Muncul bengkak atau kemerahan di area yang nyeri • Nyeri muncul tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya • Nyeri muncul setelah mengonsumsi obat-obatan • Nyeri masih belum hilang setelah beberapa hari Waspada apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya nyeri otot disertai dengan gejala-gejala di bawah ini, karena bisa jadi nyeri otot disebabkan oleh penyakit yang berbahaya.

Anda perlu segera ke IGD di rumah sakit terdekat bila mengalami gejala di bawah ini: • Tidak dapat buang air kecil atau buang air besar • Tidak mampu menahan buang air kecil atau buang air besar (inkontinensia) • Tidak mampu menggerakkan bagian tubuh. • Kaku di area leher • Apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya menelan • Sesak napas Diagnosis Nyeri Otot Diagnosis dilakukan untuk mengetahui apakah nyeri otot disebabkan oleh penyakit tertentu atau hanya akibat aktivitas fisik sehari-hari yang berlebihan.

Pertama, dokter akan menanyakan riwayat medis pasien, meliputi riwayat cedera, penyakit, dan obat-obatan yang dikonsumsi. Kemudian, dokter akan mengamati bagian tubuh yang terasa nyeri untuk mencari tahu apakah bagian tubuh tersebut terasa kaku atau lemah. Dokter juga akan mengamati postur tubuh dan cara pasien berjalan. Guna mencari tahu apakah terjadi peradangan atau kerusakan pada otot serta adanya penyakit yang mendasari, dokter dapat menjalankan tes darah dan pemindaian, misalnya dengan MRI.

Pengobatan Nyeri Otot Nyeri otot biasanya tidak memerlukan penanganan medis. Penderita cukup menerapkan beberapa langkah sederhana di rumah untuk meredakan gejala, seperti: • Tidur yang cukup • Mengelola stres dengan baik • Mengistirahatkan bagian tubuh yang terasa nyeri • Memijat atau melakukan peregangan di bagian otot yang terasa nyeri • Mengompres otot yang sakit dengan kompres hangat atau dingin • Menghindari mengangkat apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya berat, melakukan olahraga berat, atau aktivitas yang membutuhkan banyak kerja otot sampai otot benar-benar pulih • Melakukan yoga atau meditasi untuk membantu meredakan ketegangan otot-otot yang bermasalah • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol Selain langkah-langkah di atas, penderita juga bisa melakukan olahraga ringan, seperti berjalan, bersepeda, dan berenang.

Olahraga ringan dapat membantu memulihkan kekuatan otot. Meski demikian, mulailah berolahraga dengan ringan dan perlahan, kemudian tingkatkan secara bertahap. Pencegahan Nyeri Otot Nyeri otot yang disebabkan oleh aktivitas fisik berlebihan dapat dicegah dengan melakukan sejumlah langkah di bawah ini: • Berolahraga secara rutin untuk menjaga kesehatan otot • Melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum serta setelah berolahraga.

• Melakukan peregangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik. • Minum banyak air untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama bila sering melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga. Di samping sejumlah langkah di atas, lakukan peregangan secara teratur meski sedang bekerja.

Sebagai contoh, bangunlah dari tempat duduk untuk berjalan-jalan sejenak bila Anda bekerja di balik meja untuk waktu yang lama.

Lakukan setidaknya satu jam sekali. Seperti telah dijelaskan di atas, nyeri otot sering kali sembuh dengan terapi sederhana. Namun bila nyeri otot disebabkan oleh cedera berat atau penyakit serius, penanganan medis harus dilakukan. Hal ini karena beberapa penyebab nyeri otot, seperti infeksi atau penyakit autoimun, bisa menyebabkan komplikasi.
Apa saja penyakit yang ditandai dengan nyeri haid? Nyeri haid saat sedang mengalami menstruasi merupakan rasa sakit yang wajar jika dialami wanita setiap bulan.

Hal ini terjadi akibat adanya kontraksi otot-otot rahim yang diperlukan untuk meluruhkan lapisan rahim.

Kondisi kram di bagian perut ini sebenarnya normal, namun ada saatnya rasa sakit tersebut merupakan gejala adanya gangguan penyakit. Sering kali gangguan ini terabaikan karena dianggap sebagai rasa sakit biasa. Kenali sejak awal apakah nyeri haid yang Anda rasakan normal atau indikasi adanya penyakit. 1. Dismenore sekunder Dismenore sekunder sering kali mulai muncul pada usia 20 tahun.

Jika pada usia 40 tahun ke atas timbul gejala nyeri haid yang tidak pernah dialami, penting sekali untuk memeriksakan diri ke dokter. Sakit dari dismenore sekunder biasanya dimulai lebih awal dalam siklus menstruasi dan berlangsung lebih lama dari kram menstruasi pada umumnya. Gejala lain adalah Anda akan merasakan nyeri yang semakin luar biasa selama haid dan akan menghilang setelah selesai menstruasi. Rasa sakit ini biasa disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi wanita seperti adanya kelainan organik dalam pelvis, bisa karena kista ovarium, endometriosis, infeksi menular seksual, radang panggul, mioma, atau penggunaan alat kontrasepsi IUD (spiral).

Jika disebabkan karena nyeri haid sekunder, obat-obatan pereda nyeri biasanya tidak akan berpengaruh. Untuk mengetahui penyebab nyeri haid sekunder perlu dilakukan pemeriksaan dokter. Biasanya lewat USG saja tidak cukup. Untuk endometriosis (pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim) misalnya, perlu laparoskopi.

Perlu juga pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya infeksi. 2. Fibroid Nyeri perut ini disertai dengan pendarahan yang berlebihan, sampai mengharuskan Anda mengganti pembalut 1-2 kali setiap jamnya. Apabila Anda mengalami hal seperti ini, maka disarankan Anda menjalani pemeriksaan karena hal tersebut bisa saja disebabkan oleh tumor jinak di saluran kemih. Tumor jinak ini biasanya ukurannya sebesar biji apel atau biji jeruk.

Dan muncul pada wanita usia 30-an atau 40-an. Kasus ini biasa disebut dengan fibroid, dan menyebabkan rasa sakit, nyeri, dan membuat pendarahan jadi berlebihan. Umumnya pendarahan tidak akan berhenti 3-4 hari, tetapi bisa mencapai berminggu-minggu. 3. Endometriosis Sebenarnya belum ada kejelasan apa yang menyebabkan hal ini. Tetapi, endometriosis adalah kondisi di mana saat lapisan yang seharusnya ada di rahim justru keluar dan tumbuh di luar organ terdekat.

Kondisi ini sulit didiagnosis karena biasanya menyebabkan rasa nyeri di perut bagian bawah, dan gejalanya mirip dengan nyeri menstruasi. Cara mengetahuinya adalah dengan pengecekan atau mengamati rasa kram yang dialami saat sedang berhubungan intim. 4. Radang panggul Radang panggul adalah kondisi di mana nyeri di perut bagian bawah disertai dengan demam.

Kondisi seperti ini sering dialami oleh banyak wanita. Ada rasa nyeri saat buang air kecil, dan warnanya berubah menjadi kehijauan. Biasanya ini terjadi karena disebabkan adanya peradangan di dekat saluran kemih.

Apabila dibiarkan, akan berkembang menjadi infeksi dan menjadi penyakit gonore atau chlamydia. Bila Anda mengalami nyeri haid seperti ini, maka Anda harus lekas mendapatkan pengobatan. Ini bahaya bagi kondisi kesuburan Anda.Sakit apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya atau punggung adalah salah satu penyebab paling sering yang membuat pasien memerlukan pemeriksaan medis. Pembahasan ini mencakup nyeri leher yang melibatkan leher posterior (tidak nyeri terbatas pada leher anterior) dan nyeri punggung bawah, tetapi tidak mencakup sebagian besar cedera traumatis utama (misalnya fraktur, dislokasi, subluksasi) Patofisiologi nyeri leher dan punggung Apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya penyebabnya, leher atau nyeri punggung dapat disertai dengan gejala neurologis atau sistemik.

Jika akar saraf terpengaruh, nyeri dapat menyebar ke distal sepanjang distribusi akar tersebut (nyeri radikuler). Kekuatan otot, sensitivitas dan refleks osteo-tendon di daerah yang dipersarafi oleh akar itu mungkin terganggu. Jika sumsum tulang belakang terpengaruh, baik kekuatan dan sensitivitas serta refleks dapat terganggu pada tingkat tulang belakang yang terkena dan pada semua tingkat yang lebih rendah (disebut defisit neurologis segmental). Jika cauda equina terlibat, defisit segmental berkembang di daerah lumbosakral, biasanya dengan gangguan fungsi usus (konstipasi atau inkontinensia feses) dan fungsi kandung kemih (retensi urin atau inkontinensia urin), hilangnya sensasi perianal, disfungsi ereksi, dan hilangnya rektum.

refleks tonus dan sfingter (misalnya refleks bulbokavernosus dan anal). Setiap gangguan nyeri tulang belakang juga dapat menyebabkan kejang otot paravertebral. Etiologi nyeri leher dan punggung Sebagian besar nyeri leher dan punggung disebabkan oleh patologi struktur tulang belakang.

Nyeri otot adalah gejala umum dan biasanya disebabkan oleh iritasi otot yang lebih dalam oleh cabang dorsal saraf tulang belakang dan pada otot yang lebih dangkal oleh reaksi lokal terhadap cedera tulang belakang. Strain sangat jarang terjadi di tulang belakang leher dan lumbar. Fibromyalgia dapat terjadi bersamaan dengan nyeri leher dan punggung, tetapi tidak mungkin menjadi penyebab nyeri leher atau punggung yang terisolasi. Kadang-kadang, nyeri dikaitkan dengan gangguan ekstra-pedesaan (terutama vaskular, gastrointestinal, atau genitourinari).

Meskipun jarang, penyebab ekstraritmik mungkin merupakan penyakit serius. Sebagian besar penyebab vertebral berasal dari mekanik Hanya sedikit yang melibatkan masalah non-mekanis, seperti infeksi, peradangan, neoplasia atau patah tulang karena osteoporosis atau kanker. Sakit leher dan punggung, penyebab yang sering Sebagian besar rasa sakit yang disebabkan oleh gangguan tulang belakang disebabkan oleh: • Sakit cakram • Nyeri akar saraf • Radang sendi Berikut ini adalah penyebab paling sering dari cervicalgia dan lumbago: • Diskus intervertebralis yang mengalami herniasi • Fraktur kompresi (biasanya toraks atau lumbar) • Stenosis kanal lumbal dan serviks • Arthrosis tulang belakang • Spondylolisthesis Semua gangguan ini juga dapat hadir tanpa menimbulkan rasa sakit.

Berbagai kelainan anatomi (misalnya, herniasi atau degenerasi diskus intervertebralis, osteofit, spondylolysis, kelainan facet) sering muncul pada orang tanpa nyeri leher atau punggung, dan oleh karena itu diragukan sebagai penyebab nyeri. Namun, etiologi nyeri punggung, khususnya nyeri punggung mekanis, seringkali multifaktorial, dengan gangguan mendasar yang diperburuk oleh kelelahan, penurunan kondisi fisik, nyeri otot, postur tubuh yang buruk, kelemahan otot yang menstabilkan, berkurangnya fleksibilitas dan, kadang-kadang, stres psikososial atau kelainan psikiatri.

Oleh karena itu, mengidentifikasi penyebab tunggal seringkali sulit atau bahkan tidak mungkin. Sindrom nyeri myofascial umum, seperti fibromyalgia, sering kali disertai nyeri leher dan/atau nyeri punggung. Penyebab langka yang serius Penyebab serius nyeri leher atau punggung mungkin memerlukan diagnosis dini dan pengobatan tepat waktu untuk mencegah morbiditas, kecacatan, atau kematian.

Kondisi ekstra-spinal yang serius meliputi: • Aneurisma aorta abdominal • Diseksi aorta • Diseksi arteri karotis atau vertebralis • Meningitis akut • Angina pektoris atau infark miokard • Gangguan gastrointestinal tertentu (misalnya, kolesistitis, divertikulitis, abses divertikular, pankreatitis, ulkus gastroduodenal tembus, apendisitis retrociecal) • gangguan panggul tertentu (misalnya kehamilan di luar rahim, kanker ovarium, salpingitis (penyakit radang panggul)) • Penyakit paru-paru tertentu (misalnya radang selaput dada, pneumonia) • Beberapa gangguan saluran kemih (misalnya prostatitis, pielonefritis, nefrolitiasis) • Metastasis dari kanker ekstraspinal • Gangguan inflamasi atau infiltratif retroperitoneal (misalnya fibrosis retroperitoneal, penyakit terkait imunoglobulin G4 [IgG4-RD], hematoma, adenopati) • Gangguan inflamasi otot (misalnya polimiositis dan miopati inflamasi lainnya, polimialgia reumatika) Kondisi tulang belakang yang parah meliputi: • Infeksi (misalnya diskitis, abses epidural, osteomielitis) • Neoplasma primer (pada sumsum tulang belakang atau vertebra) • Neoplasma dengan metastasis vertebral (paling sering dari payudara, paru-paru atau prostat) • Penyakit vertebral mekanis bisa menjadi serius jika mereka menekan akar saraf atau, khususnya, sumsum tulang belakang.

• Kompresi sumsum tulang belakang hanya terjadi pada tulang belakang leher, toraks dan lumbar atas dan dapat terjadi akibat stenosis tulang belakang yang parah atau patologi seperti tumor dan abses epidural tulang belakang atau hematoma.

• Kompresi saraf biasanya terjadi pada tingkat herniasi diskus parasentral atau di foramen, di tengah atau di rongga lateral dengan stenosis, atau di foramen outlet saraf. Penyebab langka lainnya Sakit leher atau punggung dapat disebabkan oleh banyak gangguan lain, seperti: • Penyakit tulang Paget • Tortikolis • Sindrom outlet toraks atas • Sindrom sendi temporomandibular • Herpes zoster (bahkan sebelum ruam) • Spondyloarthropathies (paling sering ankylosing spondylitis, enteropathic arthritis, psoriatic arthritis, reaktif arthritis dan sindrom Reiter) • Cedera atau peradangan pleksus brakialis atau lumbar (misalnya, sindrom Parsonage Turner) Penilaian nyeri leher dan punggung Umum Karena penyebab nyeri leher dan punggung seringkali multifaktorial, diagnosis pasti tidak dapat ditegakkan pada banyak pasien.

Namun, setiap upaya harus dilakukan untuk menentukan: • Apakah rasa sakit memiliki penyebab vertebral atau ekstra-vertebral. • Jika penyebabnya adalah patologi yang serius Jika penyebab serius telah disingkirkan, nyeri punggung terkadang diklasifikasikan sebagai berikut: • Nyeri leher atau punggung bawah yang tidak spesifik • Nyeri leher atau nyeri punggung bawah dengan gejala radikuler • Stenosis tulang belakang lumbal dengan klaudikasio (neurogenik) atau stenosis serviks dengan mielopati • Nyeri leher atau nyeri punggung bawah yang terkait dengan penyebab tulang belakang lainnya Riwayat sakit leher dan punggung Riwayat penyakit sekarang harus mencakup kualitas, onset, durasi, keparahan, lokasi, radiasi, perjalanan nyeri sementara, dan faktor-faktor yang meringankan dan memperburuk seperti: istirahat, aktivitas, perubahan karena posisi, beban, dan pada berbagai waktu hari (misalnya, pada malam hari atau saat bangun).

Gejala penyerta yang harus dipertimbangkan termasuk kekakuan, mati rasa, parestesia, hipostenia, inkontinensia atau retensi urin, konstipasi dan inkontinensia feses.

Tinjauan sistem harus memperhatikan gejala yang menunjukkan penyebab, termasuk demam, berkeringat, dan kedinginan (infeksi); penurunan berat badan dan nafsu makan yang buruk (infeksi atau kanker); memburuknya nyeri leher saat menelan (gangguan esofagus); anoreksia, mual, muntah, melena atau hematokezia, dan perubahan fungsi usus atau tinja (gangguan gastrointestinal); gejala berkemih dan nyeri pinggang (gangguan saluran kemih), terutama jika intermiten, karakteristik apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya, dan berulang (nefrolitiasis); batuk, dyspnoea dan memburuk selama inspirasi (gangguan paru); perdarahan atau keputihan vagina dan nyeri yang berhubungan dengan fase siklus menstruasi (gangguan panggul); kelelahan, gejala depresi dan sakit kepala (sakit leher atau punggung mekanik multifaktorial).

Riwayat patologis jarak jauh termasuk kelainan leher atau punggung (termasuk: osteoporosis, osteoartritis, kelainan cakram, dan cedera baru atau sebelumnya); pembedahan; faktor risiko gangguan punggung (misalnya, kanker, termasuk kanker payudara, prostat, ginjal, paru-paru, dan usus besar, serta leukemia); faktor risiko aneurisma (misalnya, merokok dan hipertensi); faktor risiko aneurisma (misalnya, merokok dan hipertensi); dan faktor risiko aneurisma, merokok dan hipertensi), faktor risiko infeksi (misalnya, imunosupresi, penggunaan obat Apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya, operasi baru-baru ini, hemodialisis, trauma tembus atau infeksi bakteri); dan gambaran ekstraartikular dari gangguan sistemik yang mendasarinya (misalnya, diare atau nyeri perut, uveitis, psoriasis).

Pemeriksaan obyektif Suhu dan penampilan umum dicatat. Bila memungkinkan, pasien harus diamati bergerak di sekitar ruangan, menanggalkan pakaian dan naik ke sofa untuk menilai gaya berjalan dan keseimbangan. Pemeriksaan difokuskan pada pemeriksaan tulang belakang dan neurologis. Jika tidak ada sumber nyeri tulang belakang mekanis yang jelas, pasien dievaluasi dengan mencari sumber nyeri yang dirujuk atau lokal. Dalam evaluasi tulang belakang, punggung dan leher diperiksa untuk melihat adanya kelainan bentuk, area eritema atau ruam vesikular.

Otot tulang belakang dan paravertebral dipalpasi untuk menilai nyeri dan perubahan tonus otot. Busur gerakan dinilai secara makroskopis. Pada pasien dengan nyeri leher, bahu diperiksa. Pada pasien dengan nyeri punggung bawah, pinggul diperiksa.

Pemeriksaan neurologis harus menilai fungsi seluruh sumsum tulang belakang. Kekuatan, sensasi, dan refleks tendon dalam harus dinilai. Tes refleks adalah salah satu pemeriksaan fisik yang paling dapat diandalkan untuk memastikan fungsi sumsum tulang belakang yang normal. Disfungsi traktus kortikospinalis ditunjukkan dengan jari kaki yang terangkat dengan respon plantar dan tanda Hoffman, paling sering dengan hiperrefleksia. Untuk menilai tanda Hoffman, dokter memukul permukaan kuku atau volar jari ke-3; jika phalanx distal ibu jari fleksi, tesnya positif; biasanya menunjukkan disfungsi saluran kortikospinal yang disebabkan oleh stenosis kanal serviks atau cedera otak.

Temuan sensorik bersifat subjektif dan mungkin tidak terdeteksi. Tes Lasègue (elevasi kaki yang diperpanjang) membantu memastikan linu panggul. Pasien terlentang dengan kedua lutut ekstensi dan pergelangan kaki dorsofleksi. Dokter perlahan mengangkat kaki yang sakit, menjaga lutut tetap lurus. Jika ada linu panggul, dari ketinggian 10 hingga 60° pasien merasakan nyeri linu apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya yang khas.

Meskipun lutut sering dipalpasi dari belakang untuk menilai adanya linu panggul, ini mungkin bukan tes yang valid untuk ini. Untuk tanda Lasègue kontralateral, kaki yang tidak terpengaruh diangkat; tes positif jika linu panggul muncul di kaki yang terkena. Tanda Lasègue positif sensitif tetapi tidak spesifik untuk herniasi diskus; tanda Lasègue kontralateral kurang sensitif tetapi 90% spesifik.

Tes angkat kaki diperpanjang duduk dilakukan saat pasien duduk dengan pinggul tertekuk pada 90°; kaki diangkat perlahan sampai lutut terentang penuh. Jika ada linu panggul, rasa sakit di tulang belakang (dan seringkali gejala radikular) muncul saat kaki diluruskan.

Dalam penerapan traksi pada akar saraf tulang belakang tes penurunan kerucut mirip dengan tes mengangkat kaki kencang tetapi dilakukan dengan pasien 'jatuh' (dengan tulang belakang dada dan lumbar tertekuk) dan leher tertekuk saat pasien duduk.

Tes tegangan paksa lebih sensitif, tetapi kurang spesifik, untuk cakram hernia daripada tes angkat kaki terentang.

Pada pemeriksaan umum, sistem paru diperiksa. Perut diperiksa untuk nyeri tekan, massa dan, terutama pada pasien berusia > 55 tahun, massa berdenyut (menunjukkan aneurisma aorta perut). Dengan kepalan tangan, dokter melakukan perkusi sudut costovertebral untuk nyeri tekan, yang menunjukkan adanya pielonefritis. Pemeriksaan dubur dilakukan, termasuk pemeriksaan tinja untuk darah samar dan, pada pria, pemeriksaan prostat.

Refleks dan tonus rektal dinilai. Pada wanita dengan gejala yang menunjukkan penyakit panggul atau demam yang tidak dapat dijelaskan, eksplorasi vagina dilakukan. Pulsatility di tungkai bawah diperiksa. Tanda peringatan Temuan berikut menjadi perhatian khusus: • Aorta abdomen > 5 cm (terutama jika nyeri) atau defisit pulsatilitas ekstremitas bawah • Nyeri akut yang menusuk dari punggung atas hingga tengah • Kanker, didiagnosis atau dicurigai • Defisit neurologis • Demam atau menggigil • Temuan gastrointestinal seperti nyeri tekan perut yang terlokalisir, tanda-tanda peritoneum, melena atau hematokezia • Faktor risiko infeksi (misalnya imunosupresi, penggunaan obat EV, operasi baru-baru ini, trauma tembus atau infeksi bakteri) • Meningisme • Nyeri malam yang parah atau melumpuhkan • Penurunan berat badan yang tidak terjelaskan Interpretasi temuan Meskipun gangguan ekstraspinal yang serius (misalnya tumor, aneurisma aorta, abses epidural, osteomielitis) jarang menyebabkan nyeri punggung, hal ini tidak jarang terjadi pada pasien berisiko tinggi.

Kehadiran tanda-tanda peringatan harus meningkatkan kecurigaan penyebab serius. Temuan lain juga membantu. Memburuknya nyeri pada fleksi kompatibel dengan penyakit diskus intervertebralis; memburuk pada ekstensi menunjukkan stenosis tulang belakang atau arthritis mempengaruhi sendi facet. Nyeri pada titik pemicu tertentu menunjukkan nyeri otot yang disebabkan oleh gangguan tulang belakang.

Pemeriksaan untuk menilai nyeri leher dan punggung Biasanya, jika durasi nyeri pendek <4-6 minggu, tidak ada pengujian yang diperlukan kecuali ada tanda-tanda peringatan, pasien mengalami cedera serius (misalnya kecelakaan kendaraan, jatuh dari ketinggian, trauma tembus) atau penilaian menunjukkan non spesifik -penyebab mekanis (misalnya pielonefritis).

Sinar-X standar (langsung) dapat mengidentifikasi sebagian besar kehilangan tinggi cakram, spondylolisthesis anterior, ketidaksejajaran, patah tulang osteoporosis (atau kerapuhan), osteoartritis, dan kelainan tulang parah lainnya (misalnya, yang disebabkan oleh infeksi atau tumor) dan mungkin berguna dalam memutuskan apakah studi pencitraan lebih lanjut seperti MRI atau CT diperlukan.

Namun, mereka tidak mengidentifikasi kelainan pada jaringan lunak (cakram) atau jaringan saraf (seperti yang terjadi pada banyak kelainan parah). Pemeriksaan dipandu oleh temuan dan penyebab yang dicurigai.

Pengujian juga diindikasikan pada pasien yang gagal dalam pengobatan awal atau pada mereka yang gejalanya telah berubah. Tes untuk dugaan penyebab spesifik meliputi: • Defisit neurologis, terutama yang konsisten dengan akar saraf atau kompresi sumsum tulang belakang: MRI dan lebih jarang myelo-CT, dilakukan sesegera mungkin • Kemungkinan infeksi: jumlah leukosit, ESR, pencitraan (biasanya MRI atau CT), dan kultur jaringan yang terinfeksi • Kemungkinan kanker: CT atau MRI, hitung darah dengan formula dan kemungkinan biopsi • Kemungkinan aneurisma: CT, angiografi, atau terkadang ultrasound • Kemungkinan diseksi aorta: angiografi, CT scan, atau MRI • Gejala yang melumpuhkan atau menetap > 6 minggu: pencitraan (biasanya MRI atau CT scan) dan, jika dicurigai infeksi, jumlah leukosit dan laju sedimentasi eritrosit; beberapa dokter memulai apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya rontgen tulang belakang antero-posterior dan lateral untuk membantu melokalisasi dan terkadang mendiagnosis kelainan • Patologi ekstra-vertebral lainnya: tes yang sesuai (misalnya rontgen dada untuk patologi paru-paru, tes urin untuk patologi saluran kemih atau untuk nyeri punggung tanpa penyebab mekanis yang jelas) Pengobatan sakit leher dan punggung Gangguan yang mendasari diobati.

Nyeri muskuloskeletal akut (dengan atau tanpa radikulopati) diobati dengan: • Analgesik • Stabilisasi dan olahraga lumbar • Panas dan dingin • Modifikasi aktivitas dan istirahat (hingga 48 jam) sesuai kebutuhan Analgesik Acetaminophen (parasetamol) atau NSAID adalah pilihan awal untuk terapi analgesik. Jarang, opioid, dengan tindakan pencegahan yang tepat, mungkin diperlukan untuk nyeri akut yang parah. Analgesia yang memadai penting segera setelah cedera akut, untuk membantu membatasi siklus nyeri dan kejang.

Bukti manfaat penggunaan kronis lemah atau tidak ada, sehingga durasi penggunaan opioid harus dibatasi. Stabilisasi dan olahraga lumbar Ketika nyeri akut cukup reda untuk memungkinkan gerakan, program stabilisasi serviks atau tulang belakang dimulai di bawah pengawasan fisioterapis. Program ini harus dimulai sesegera mungkin dan mencakup pemulihan gerakan, latihan yang memperkuat otot paraspinal, serta instruksi tentang postur secara umum dan di lingkungan kerja; tujuannya adalah untuk memperkuat struktur pendukung punggung dan mengurangi kemungkinan kondisi menjadi kronis atau berulang.

Pada nyeri punggung bawah, penguatan otot inti (perut dan lumbal) penting dan sering dimulai dengan peningkatan dari bekerja di atas meja dalam posisi terlentang atau tengkurap, menjadi bekerja empat kali lipat (dengan tangan dan lutut) dan akhirnya ke aktivitas berdiri. Panas dan dingin Kejang otot akut juga dapat dikurangi dengan aplikasi panas atau dingin.

apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya

Dingin umumnya lebih disukai daripada panas selama 2 hari pertama setelah timbulnya gejala. Kompres es dan dingin tidak boleh dioleskan langsung ke kulit. Mereka harus ditutup (misalnya dalam kantong plastik) dan diletakkan di atas handuk atau kain. Es dihilangkan setelah 20 menit, kemudian diterapkan kembali selama 20 menit selama 60 hingga 90 menit. Proses ini dapat diulang beberapa kali dalam 24 jam pertama. Panas, menggunakan bantal pemanas, dapat diterapkan untuk periode waktu yang sama. Karena kulit punggung mungkin kurang sensitif terhadap panas, bantalan pemanas harus digunakan dengan hati-hati untuk mencegah luka bakar.

apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya

Pasien disarankan untuk tidak menggunakan bantal pemanas pada waktu tidur untuk menghindari kontak yang terlalu lama karena tertidur dengan bantal masih di punggungnya. Diatermi dapat membantu mengurangi kejang otot dan nyeri setelah fase akut. kortikosteroid Pada pasien dengan gejala radikular parah dan nyeri punggung bawah, beberapa dokter merekomendasikan pemberian kortikosteroid oral atau pendekatan awal yang dipandu spesialis untuk terapi injeksi epidural.

Namun, bukti yang mendukung penggunaan kortikosteroid sistemik dan epidural masih kontroversial. Jika injeksi kortikosteroid epidural direncanakan, dokter harus mendapatkan MRI sebelum injeksi sehingga kondisinya dapat diidentifikasi, dilokalisasi dan diobati secara optimal. Relaksan otot Relaksan apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya oral (misalnya cyclobenzaprine, methocarbamol, metaxalone, apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya memiliki kemanjuran yang kontroversial.

Manfaat obat ini harus selalu dipertimbangkan terhadap efek potensialnya pada sistem saraf pusat dan efek samping lainnya, terutama pada pasien usia lanjut yang mungkin mengalami efek samping yang lebih parah.

Myorelaksan harus dibatasi pada pasien dengan kejang otot yang terlihat dan teraba dan digunakan tidak lebih dari 72 jam, kecuali pada beberapa pasien dengan sindrom nyeri sentral (misalnya fibromyalgia) di mana siklobenzaprin yang diberikan pada malam hari dapat memfasilitasi tidur dan mengurangi rasa sakit.

Istirahat dan imobilisasi Setelah periode awal yang singkat (misalnya 1-2 hari), pengurangan aktivitas untuk kenyamanan, tirah baring yang lama, traksi tulang belakang dan korset tidak bermanfaat.

Pasien dengan nyeri leher dapat mengambil manfaat dari kerah serviks dan bantal berbentuk sampai rasa sakit berkurang, dan kemudian mereka dapat berpartisipasi dalam program stabilisasi. Manipulasi tulang belakang Manipulasi tulang belakang dapat membantu meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh kejang otot atau cedera leher atau punggung akut; namun, manipulasi berkecepatan tinggi dapat menimbulkan risiko bagi pasien berusia di atas 55 tahun (misalnya, cedera arteri vertebralis akibat manipulasi leher) dan bagi mereka yang memiliki penyakit cakram parah, artritis servikal, stenosis servikal, atau osteoporosis parah.

Jaminan Dokter harus meyakinkan pasien dengan nyeri punggung bawah muskuloskeletal non-spesifik akut bahwa prognosisnya baik dan bahwa aktivitas dan olahraga aman bahkan ketika mereka dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Dokter harus teliti, baik hati, tegas dan menahan diri dari membuat penilaian. Jika depresi berlanjut selama beberapa bulan atau dicurigai adanya peningkatan sekunder, evaluasi psikologis harus dipertimbangkan. Elemen geriatri Nyeri punggung bawah mempengaruhi 50% orang dewasa> 60 tahun. Aneurisma aorta perut harus dicurigai (melakukan CT scan atau USG) pada pasien lanjut usia dengan nyeri punggung bawah non-traumatik, terutama pada perokok atau pasien hipertensi, bahkan jika tidak ada temuan objektif yang mendukung diagnosis ini.

Pencitraan tulang belakang mungkin sesuai untuk pasien lanjut usia (misalnya untuk menyingkirkan kanker), bahkan ketika penyebabnya tampaknya hanya nyeri punggung sederhana yang berasal dari muskuloskeletal. Penggunaan relaksan otot oral (misalnya, cyclobenzaprine) dan opioid memiliki kemanjuran yang kontroversial; antikolinergik, sistem saraf pusat dan efek samping lainnya mungkin lebih besar daripada manfaat potensial pada pasien usia lanjut. Baca Juga: Darurat Langsung Bahkan Lebih… Langsung: Unduh Aplikasi Gratis Baru Surat Kabar Anda Untuk iOS Dan Android Apa yang Harus Diketahui Tentang Trauma Leher Dalam Keadaan Darurat?

Dasar-dasar, Tanda Dan Perawatan Sakit Pinggang: Apa Itu Dan Bagaimana Cara Mengobatinya Sakit Punggung: Pentingnya Rehabilitasi Postur Servicalgia: Mengapa Kita Mengalami Nyeri Leher? O.Terapi: Apa Itu, Bagaimana Cara Kerjanya, dan Untuk Penyakit Apa Itu Diindikasikan? Terapi Oksigen-Ozon Dalam Pengobatan Fibromyalgia Oksigen Hiperbarik Dalam Proses Penyembuhan Luka Terapi Oksigen-Ozon, Perbatasan Baru Dalam Perawatan Arthrosis Lutut Sumber: MSD Emergency Live adalah satu-satunya majalah multibahasa yang didedikasikan untuk orang-orang yang terlibat dalam penyelamatan dan keadaan darurat.

Dengan demikian, itu adalah media yang ideal dalam hal kecepatan dan biaya untuk perusahaan perdagangan untuk mencapai sejumlah besar pengguna target; misalnya, semua perusahaan yang terlibat dalam beberapa cara dalam melengkapi sarana transportasi khusus. Dari produsen kendaraan hingga perusahaan yang terlibat dalam melengkapi kendaraan tersebut, ke pemasok peralatan dan bantuan penyelamatan jiwa dan penyelamatan.

Live Darurat Piazzale Badalocchio 9/b, 43126 Parma (PR) – Italia Telepon: +39 340 2246247 Nomor PPN: IT02277610347 Tulis kami: pergi ke bentuk surat Situs web ini tidak dimaksudkan untuk tujuan memberikan nasihat medis. Semua informasi, konten, dan materi adalah untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti konsultasi, diagnosis, dan/atau perawatan medis dari dokter atau penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.

apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya

Semua konten di dalam situs web ini ditujukan kepada para profesional EMS, Penyelamatan dan Medis. Semua informasi di halaman berikut difokuskan pada sektor kesehatan, alat kesehatan, produk farmasi atau produk dalam kategori ini, dan mereka meminta penggunaan profesional di sektor kesehatan.
Nyeri leher seperti apa yang berbahaya? Nyeri leher dengan riwayat di bawah ini berbahaya dan sebaiknya langsung dikonsultasikan dengan dokter, antara lain: Nyeri muncul setelah adanya riwayat trauma seperti terjatuh (terutama pada usia lanjut atau memiliki riwayat pengeroposan tulang/osteoporosis) atau kecelakaan.7 Jul 2020 Sakit leher tanda penyakit apa?

Sakit leher umumnya terjadi karena otot leher tertarik, saraf terjepit, atau pengapuran sendi. Pada umumnya, nyeri tengkuk atau sakit leher ini bukanlah kondisi serius yang perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat sembuh dalam beberapa hari atau beberapa minggu tanpa pengobatan khusus.5 Apr 2022 Apa yang harus dilakukan jika sakit leher? • Menggerak-gerakkan otot leher.

Coba gerakkan otot leher secara perlahan. • 2. Berendam dalam larutan garam mandi. • Kompres hangat dan dingin. • 4. Oleskan balsam. • Pijat. • 6. Minum obat pereda nyeri. • 7. Perbaiki posisi tidur. Kenapa leher sering kaku dan sakit? Mengenali Kondisi Leher Kaku Dalam kebanyakan kasus, penyebab paling umum leher kaku adalah ketegangan otot atau keseleo di bagian leher.

Keluhan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya: Cedera otot atau ligamen di leher karena gerakan leher yang mendadak, misalnya sering membunyikan leher.30 Jun 2021 Apa penyebab otot leher tegang? Ada beberapa penyebab tegangnya otot leher, antara lain penggunaan otot-otot di bagian leher yang terlalu sering, terlalu lama menunduk, membaca sambil berbaring, spasme (kejang otot) leher, dan posisi tidur yang kurang baik.27 Apr 2019

apakah nyeri otot leher merupakan penyakit yang berbahaya

Mengatasi NYERI LEHER dan SARAF TERJEPIT Dalam Waktu Singkat




2022 www.videocon.com