Best practice hendaknya dilakukan

best practice hendaknya dilakukan

none A. Pengertian Best Practice, Best Practice (disebut juga praktik baik) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan pengalaman terbaik tentang keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas profesinya. Guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah tentu memiliki banyak pengalaman yang berhasil mengatasi berbagai permasalahan pendidikan dalam menjalankan tugasnya. Pengalaman tersebut perlu dituangkan dalam sebuah tulisan yang dapat menginspirasi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Tulisan ini kemudian disusun menjadi sebuah laporan best practicedengan format yang telah ditentukan. Best practice juga merupakan salah satu bentuk publikasi ilmiah yang dapat dilakukan oleh guru. Praktik baik ini biasanya dimiliki guru saat melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah.

Baca : Dwonload Contoh Best Practice Praktik baik tersebut didasarkan pada penguasaan substansi materi dan pedagogik yang teraplikasi di dalam kegiatan pembelajaran di kelas serta menghasilkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik. Selain itu juga berdasarkan penguasaan guru terhadap karakteristik peserta didik, sehingga guru dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada setiap individu sesuai gaya belajarnya.

Untuk itulah, maka guru perlu melakukan pencatatan proses mengajarnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari pencatatan ini dapat digunakan sebagai bahan refleksi guru untuk perbaikan pembelajaran secara best practice hendaknya dilakukan. Kegiatan yang dilakukan guru tersebut dapat menghasilkan praktik baik dalam pembelajaran dan lebih lanjut dapat sebagai rujukan dalam mengembangkan kemampuan mengajar guru-guru lainnya.

B. Ciri / Karakteristik Best Practice Suatu pengalaman guru dapat dikategorikan sebagai best practice karena memiliki karakteristik sebagai berikut. • Mampu mengembangkan cara baru dan inovatif dalam mengatasi suatu masalah pendidikan, khususnya pembelajaran. • Mampu memberikan sebuah perubahan atau perbedaan, sehingga sering dikatakan hasilnya luar biasa ( outstanding result).

• Mampu mengatasi persoalan tertentu secara berkelanjutan atau dampak dan manfaatnya berkelanjutan (tidak sesaat). • Mampu menjadi moden dan memberi inspirasi dalam membuat kebijakan. • Cara atau metode yang digunakan bersifat ekonomis dan efisien. C. Format Laporan Best Practice Format laporan best practice terdiri dari bagian awal, bagian isi, bagian akhir, dan bagian penunjang.

1. Bagian Awal Bagian ini terdiri atas halaman judul, halaman pernyataan keaslian naskah lomba bermaterai cukup, halaman lembar persetujuan dari atasan langsung dan atau pejabat terkait, kata pengantar, abstrak atau ringkasan, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.

2. Bagian Isi Bagian ini berisi paparan tentang hal-hal sebagai berikut. a. Pendahuluan Pendahuluan berisi paparan latar belakang, masalah, tujuan, dan manfaat best practice yang dilaporkan. b. Metode Pemecahan Masalah Metode pemecahan masalah berisi paparan teori atau pengalaman yang dijadikan rujukan dalam menyelesaikan masalah, dan metode atau cara yang digunakan untuk menyelesaikan masalah beserta langkah-langkah rinci dari metode atau cara tersebut. c. Pelaksanaan dan Hasil yang dicapai Bagian pelaksanaan dan hasil yang dicapai berisi tentang paparan tentang pelaksanaan best practice terkait tempat, waktu, dan perangkat atau instrumen yang digunakan pada saat best practice dilakukan.

Best practice hendaknya dilakukan itu juga berisi hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pemecahan masalah yang telah dilakukan disertai dengan data dan informasi yang mendukung. 3.

best practice hendaknya dilakukan

Bagian Akhir Bagian akhir berisi tentang simpulan, refleksi, dan rekomendasi. Simpulan berisi tentang hal-hal yang dapat disarikan dari pengalaman terbaik guru. Sedangkan saran atau rekomendasi dapat ditujukan kepada pihak-pihak terkait dengan peningkatan mutu pendidikan. 4. Bagian Penunjang Bagian penunjang memuat daftar pustaka dan Lampiran data yang digunakan dalam melakukan tinjauan atau gagasan ilmiah. Lampiran dapat berupa : • daftar hadir; • foto kegiatan; • contoh instrumen yang telah diisi; • media atau alat yang digunakan; • hasil best practice (hasil kerja, bukti yang menggambarkan perubahan setelah melaksanakan best practice); dan • seminar hasil penulisan best practice (dilampirkan bukti pelaksanaan).

Demikian ulasan mengenai pengertian best practice, ciri-ciri, dan format laporannya. Semoga bermanfaat. Daftra Pustaka Suryani, Esti. best practice hendaknya dilakukan.

best practice hendaknya dilakukan

“Best Practice: Pembelajaran Inovasi Melalui Model Project Based Learning”- Jakarta : Deepublish • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk mengirim ini lewat surel kepada seorang teman(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) • Recent Posts • KBM MTs NU Raum Selama Ramadhan 1443 H 30 Mar 2022 • Apa itu Kurikulum Prototipe?

Ini Penjelasan Lengkapnya 20 Feb 2022 • Buku Pedoman Guru 2022 27 Jan 2022 • Peraturan Akademik 2022/2023 27 Jan 2022 • Program Kerja Kepala Madrasah Tahun Pelajaran 2022/2023 26 Jan 2022 • Pemerintah Atur Masa Libur dan Pengambilan Rapor, Best practice hendaknya dilakukan Aturannya 14 Des 2021 • Promes Bahasa Indonesia SMP / MTs K13 Tahun Pelajaran 2021/2022 3 Des 2021 • Prota Bahasa Indonesia MTs / SMP K13 Tahun Pelajaran 2021/2022 3 Des 2021 • PENUGASAN TERSTRUKTUR DAN TIDAK TERSTRUKTUR 1 Des 2021 Dwonload Regulasi
Sebagai seorang guru, apalagi bagi guru yang sudah PNS atau Pegawai Negeri Sipil pastinya tugasnya tidak hanya berupa mengajar dan menyelesaikan admistrasi di sekolah.

Terdapat tugas – tugas lain dalam menunjang kenaikan pangkat guru, salah satunya yaitu membuat karya ilmiah. Dalam kategori karya ilmiah guru salah satunya ada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Best Practice.

Sudah tidak asing bukan dengan PTK dan Best Practice? Lalu apa bedanya?

best practice hendaknya dilakukan

Tentulah PTK dan Best Practice, memiliki perbedaan. Masing- masing memiliki karakteristik dan bentuk yang berbeda. Yuk, kita simak apa bedanya PTK dan Best Practice. PTK atau Penelitian Tindakan Kelas merupakan karya ilmiah dari hasil penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tindakan dan praktik manusia yang membahas pada fokus masalah yang menjadi perhatian langsung peneliti dalam kelas.

Sedangkan Best Practice merupakan tulisan ilmiah mengenai pengalaman dalam melaksanakan tugas yang dibuktikan degan metode kerja yang digunakan guna menunjukan keunggulan. Dengan penekanan pada menunjukan pengalaman terbaik dari seorang guru. Ciri Umum PTK • Adanya tindakan konkret untuk mengatasi masalah • Dilandasi atau harus berdasar pada masalah yang dihadapi oleh guru • Terdapat kolaborasi dalam pelaksanaanya • Peneliti berperan sekaligus sebagai praktisi yang juga harus melakukan refleksi diri • Memiliki tujuan guna memperbaiki dan meningkatkan praktek pembelajaran • Dilaksanakan dengan minimal dua siklus yang masing masing siklus nya meliputi tahapan – tahapan seperti perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

Baca Juga: Cara Menyusun Laporan Best Practice Beserta Contoh Judul Ciri Best Practice • Merupakan hal baru (inovatif) • Menimbulkan perubahan bagi untuk proses pembelajaran maupun hasil belajar siswa • Bermanfaat secara berkelanjutan • Dapat menjadi model atau rujukan yang best practice hendaknya dilakukan bagi teman sejawat • Keberhasilan dapat mengatasi masalah yang berkelanjutan • Merupakan laporan praktik terbaik • Melakukan evaluasi diri tentang cara atau strategi yang selama ini telah dilakukan • Evaluasi terhadap Output (hasil) dan outcome (Kegiatan berkelanjutan nya) Selanjutnya Bagaimana bentuk struktur Penulisan PTK dan Best Practice?

Untuk struktur penulisan PTK silahkan baca selengkapnya di link ini. Struktur Penulisan Best Practice • Bab 1 Pendahuluan Berisi mengenai beberapa hal mulai dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat.

Baca Juga: Cara Live Streaming Menggunakan OBS, Mudah dan Praktis 2. Bab 2 Kajian Pustaka Kajian pustaka terkait dengan masalah yang di hadapi, teori teori dari para ahli yang menunjang dan sesuai dengan bahasan, hasil penelitian terdahulu sebagai dasar atas model tindakan yang dilakukan dalam memecahkan masalah.

3. Bab 3 Pembahasan Berisi rangkaian langkah- langkah dalam ememcahkan masalah yang dituangkan dalam rincian. Perlu juga di tulis cara tindakan, data, langkah yang dilakukan sehingga kegiatan dinyatakan sebagai pengalaman terbaik, harus didukung dengan data yang cukup.

4. Terdapat gambaran sebelumnya, dan gambaran sesudahnya, bagaimana memecahkan masalahnya. Perencanaan penulisan Best Practice adalah pada saat penulis menyadari bahwa pengalaman dalam melaksanakan tugas yang berulang kali telah menimbulkan perubahan yang berarti.

Karena itu, data yang ada dalam best practice diperoleh dari tugas yang telah dilalui dan diolah dengan proses dengan struktur karya ilmiah. Jadilah bagian dari anggota e-Guru.id dan tingkatkan kompetensi Anda sebagai pendidik dalam menulis karya ilmiah. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id! Most Popular • [Breaking News] Edaran Resmi Kemendikbud Untuk Seluruh Guru Paud, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK 262.7k views • 3 Tanggal Penting Dari Kemdikbud Wajib Diketahui Guru dan Kepala Sekolah 161.2k views • Segera Daftar Sebelum Ditutup!

DIKLAT 64JP Desain dan Implementasi Kurikulum Best practice hendaknya dilakukan Baru di Satuan Pendidikan 154.3k views • 6 Penyebab Pembayaran Tunjangan Sertifikasi Guru Diberhentikan di Tahun 2022! 143.9k views • Tunjangan Profesi Guru di Kurikulum 2022, Bikin Kaget!

142.4k views • Download Materi Hari Ke- 3 Diklat Bedah Kurikulum : Strategi Implementasi Kurikulum Prototipe 134.5k views • [Breaking News] Dari Dirjek GTK Kemdikbud Untuk Semua Guru Lakukan Hal Ini Sebelum 12 Maret 2022 131.6k views • Sangat Disayangkan, 7 Kategori Guru Ini Sudah Dipastikan Tidak Bisa Sertifikasi Tahun 2022 121.3k views • RPP Tidak Lagi Diwajibkan di Kurikulum 2022, Ini Penggantinya 115.1k views • Cara Download Sertifikat Diklat 32 JP Bedah Kurikulum Prototipe 106.8k views Pengertian Best Practice, Ciri-ciri, dan Format Laporannya Amongguru.com.

Best Practice (disebut juga praktik baik) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan pengalaman terbaik tentang keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas profesinya. Guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah tentu memiliki banyak pengalaman yang berhasil mengatasi berbagai permasalahan pendidikan dalam menjalankan tugasnya.

Pengalaman tersebut perlu dituangkan dalam sebuah tulisan yang dapat menginspirasi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tulisan ini kemudian disusun menjadi sebuah laporan best practicedengan format yang telah ditentukan.

Best practice juga merupakan salah satu bentuk publikasi ilmiah yang dapat dilakukan oleh guru. Praktik baik ini biasanya dimiliki guru saat melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah. Baca : Format Laporan Publikasi Ilmiah Penilaian Angka Kredit PAK Guru Praktik baik tersebut didasarkan pada penguasaan substansi materi dan pedagogik yang teraplikasi di dalam kegiatan pembelajaran di kelas serta menghasilkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik.

Selain itu juga berdasarkan penguasaan guru terhadap karakteristik peserta didik, sehingga guru dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada setiap individu sesuai gaya belajarnya.

Untuk itulah, maka guru perlu melakukan pencatatan proses mengajarnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari pencatatan ini dapat digunakan sebagai bahan refleksi guru untuk perbaikan pembelajaran secara ters-menerus. Kegiatan yang dilakukan guru tersebut dapat menghasilkan praktik baik dalam pembelajaran dan lebih lanjut dapat sebagai rujukan dalam mengembangkan kemampuan mengajar guru-guru lainnya. Karakteristik Best Practice Suatu pengalaman guru dapat dikategorikan sebagai best practice karena memiliki karakteristik sebagai berikut.

• Mampu mengembangkan cara baru dan inovatif dalam mengatasi suatu masalah pendidikan, khususnya pembelajaran. • Mampu memberikan sebuah perubahan atau perbedaan, sehingga sering dikatakan hasilnya luar biasa ( outstanding result).

• Mampu mengatasi persoalan tertentu secara best practice hendaknya dilakukan atau dampak dan manfaatnya berkelanjutan (tidak sesaat).

best practice hendaknya dilakukan

• Mampu menjadi moden dan memberi inspirasi dalam membuat kebijakan. • Cara best practice hendaknya dilakukan metode yang digunakan bersifat ekonomis dan efisien. Format Laporan Best Practice Format laporan best practice terdiri dari bagian awal, bagian isi, bagian akhir, dan bagian penunjang. 1. Bagian Awal Bagian ini terdiri atas halaman judul, halaman pernyataan keaslian naskah lomba bermaterai cukup, halaman lembar persetujuan dari atasan langsung dan atau pejabat terkait, kata pengantar, abstrak atau best practice hendaknya dilakukan, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.

2. Bagian Isi Bagian ini berisi paparan tentang hal-hal sebagai berikut. a. Pendahuluan Pendahuluan berisi paparan latar belakang, masalah, tujuan, dan manfaat best practice yang dilaporkan. b. Metode Pemecahan Masalah Metode pemecahan masalah berisi paparan teori atau pengalaman yang dijadikan rujukan dalam menyelesaikan masalah, dan metode atau cara yang digunakan untuk menyelesaikan masalah beserta langkah-langkah rinci dari metode atau cara tersebut.

c. Pelaksanaan dan Hasil yang dicapai Bagian pelaksanaan dan hasil yang dicapai berisi tentang paparan tentang pelaksanaan best practice terkait tempat, waktu, dan perangkat atau instrumen yang digunakan pada saat best practice dilakukan. Selain itu juga berisi hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pemecahan masalah yang telah dilakukan disertai dengan data dan informasi yang mendukung.

3. Bagian Akhir Bagian akhir berisi tentang simpulan, refleksi, dan rekomendasi. Simpulan berisi tentang hal-hal yang dapat disarikan dari pengalaman terbaik guru.

Sedangkan saran atau rekomendasi dapat ditujukan kepada pihak-pihak terkait dengan peningkatan mutu pendidikan. 4. Bagian Penunjang Bagian penunjang memuat daftar pustaka dan Lampiran data yang digunakan dalam melakukan tinjauan atau gagasan ilmiah.

Lampiran dapat berupa : • daftar hadir; • foto kegiatan; • contoh instrumen yang telah diisi; • media atau alat yang digunakan; • hasil best practice (hasil kerja, bukti yang menggambarkan perubahan setelah melaksanakan best practice); dan • seminar hasil penulisan best practice (dilampirkan bukti pelaksanaan).

Demikian ulasan mengenai pengertian best practice, ciri-ciri, dan format laporannya.

best practice hendaknya dilakukan

Semoga bermanfaat.
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Best practice hendaknya dilakukan • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap best practice hendaknya dilakukan Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Salah satu jenis karya tulis yang disarankan untuk dibuat oleh pendidik dan tenaga kependidikan adalah praktik terbaik (best practice).

Best Practice adalah sebuah karya tulis yang menceritakan pengalaman terbaik dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang dihadapi oleh pendidik dan tenaga kependidikan sehingga mampu memperbaiki mutu layanan pendidikan dan pembelajaran.

Best Practice tidak selalu identik dengan langkah yang besar dan "revolusioner" yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan dalam menyelesaikan masalah, tetapi bisa juga melalui sebuah langkah kecil, penerapan alternatif-alternatif pemecahan masalah yang sederhana, tetapi efektif dan dampaknya terasa oleh sekolah.

Karakter utama best practice adalah tindakan-tindakan taktis dan praktis untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam mengatasi masalah. Misalnya, meningkatkan kedisiplinan warga sekolah melalui penerapan budaya malu, peningkatan kesadaran warga sekolah dalam memelihara kebersihan lingkungan sekolah melalui Gerakan Pungut Sampah, peningkatan kemampuan guru dalam menyusun administrasi pembelajaran dan mengelola best practice hendaknya dilakukan melalui diskusi grup terfokus KKG sekolah, dan sebagainya.

Sepanjang yang saya ketahui, sistematika Best Practice beragam, tergantung latar belakang atau pengalaman penulisnya, institusi yang menerbitkan, atau panitia lomba yang menyusun, karena Best Practice juga suka dilombakan. Walau berbeda dari sisi sistematika, tetapi substansinya sama, yaitu menceritakan tentang pengalaman terbaik dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran atau pengelolaan layanan pendidikan di sebuah satuan pendidikan.

Secara umum, sistematika best practice sebagai berikut: A. Latar Belakang Masalah, B. Identifikasi Masalah, C. Tujuan, D. Hasil yang Diharapkan, E. Pelaksanaan dan Hasil Penyelesaian Masalah, dan F. Simpulan dan Saran. A. Latar Belakang Bagian latar belakang berisi deskripsi tentang kondisi ideal yang diharapkan muncul dari sebuah pembelajaran atau layanan pendidikan yang berkualitas.

Biasanya dengan mengutip definisi dari peraturan perundang-undangan, teori, pendapat ahli yang diambil dari referensi yang sesuai dan sebagainya. Lalu munculkan munculkan berbagai masalah yang terjadi sebagai bentuk kesenjangan antara harapan dan kenyataan, penyebab masalah best practice hendaknya dilakukan terjadi, dampaknya jika tidak segera diselesaikan, serta alternatif pemecahan masalah yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah.

B. Identifikasi Masalah
Dalam proses pembelajaran banyak sekali tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh setiap tenaga pendidik baik guru, kepala sekilah maupun pengawas. Tantangan dan rintangan tersebut tentunya menjadi pengalam yang berharga di mana mereka harus mencari cara dalam menghadapi dan menyelesaikannya dengan baik.

Pengalaman tersebut hendaknya dituangkan dalam suatu tulisan atau karya dengan tujuan dapat menginspirasi untuk peningkatan kualitas pendidikan. Karya tulis tersebut disusun menjadi sebuah laporan yang dikenal dengan istilah best practice. Pembahasan pada artikel best practice hendaknya dilakukan admin akan mengulas mengenai pengertian best practice, ciri-ciri dan Format Laporannya. Daftar Isi • A. Pengertian Best Practice • B. Ciri-ciri Best Practice (Praktik Baik) • C. Karakteristik Laporan Best Practice • D.

Format Laporan Best Practice • E. Prinsip-prinsip menulis praktik terbaik • F. Tujuan menulis praktik terbaik • Penutup • Share this: • Related posts: A. Pengertian Best Practice Praktik terbaik (best practice) dapat diartikan sebagai suatu metode yang efisien dan efektif dalam menyelesaikan sebuah tugas, berdasarkan suatu aturan yang bisa dilakukan berulang serta telah terbukti efektif bagi banyak orang dalam kurun waktu yang cukup lama.

Istilah best practice kerap kali dipakai untuk menjelaskan proses pengembangan suatu metode standar dalam melaksanakan suatu hal yang dapat digunakan oleh berbagai organisasi seperti pada bidang manajemen, kebijakan, ataupun sistem perangkat lunak.

Pada bidang pedidikan, praktik terbaik adalah salah satu jenis karya tulis ilmiah yang dapat disusun oleh pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) untuk meningkatkan profesinya. Praktik terbaik digunakan untuk menceritakan kisah keberhasilan atau pengalaman terbaik mengenai kreativitas dan inovasi pendidik, kepala sekolah, tenaga kependidikan ataupun pengawas dalam menghadapi persoalan guna untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan pada satuan pendidikan sehingga dapat memperoleh prestasi yang diharapkan.

Konten atau isi yang terdapat dalam praktik terbaik tidaklah mesti identik dengan suatu langkah yang revolusioner dalam menuntaskan masalah, namun dapat melalui suatu tindakan kecil, penggunaan alternatif-alternatif pemecahan masalah yang sederhana tetapi efektif serta berpengaruh terhadap peningkatan mutu pelayanan pendidikan. Pemecahan masalah tersebut bagi guru dapat berhubungan dengan penerapan strategi, model pembelajaran, media dan alat peraga tertentu yang kreatif serta inovatif.

Sementara bagi kepala sekolah dapat beruhubungan dengan penyelenggaraan program pelatihann, workshop, pembiasaan, pembuatan kebijakan dan peraturan, pembuatan sarana dan prasarana tertentu dan lain-lain. Sedangkakn bagi pengawas sekolah mencakup pengawasan akademik dan manajerial. Berdasarkan uraian di atas maka dapat ditarik kesimpulam mengenai best practice atau Pratik terbaik yaitu wujud yang berupa laporan atau karya tulis ilmiah yang ditulis oleh pendidik dan tenaga kependidikan (guru, kepala sekolah, atau pengawas) mengenai cerita atau pengalaman terbaik tentang pencapaian keberhasilan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam melaksanakan tugas profesinya di lapangan secara kreatif, inovatif, praktis serta mempunyai nilai kebaruan yang berpengaruh dengan signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan yang diberikannya kepada masyarakat luas.

Pengertian Best Practice, Ciri-ciri, dan Format Laporannya B. Ciri-ciri Best Practice (Praktik Baik) Praktik baik atau best practice mempunyai ciri-ciri atau karakteristik sebagai indikator yaitu sebagai berikut: 1. Mengembangkan metode baru (orisinalitas) yang kreatif,inovatif, efektif dan efisien dalam menuntaskan permasalahan mengenai kepengawasan bagi pengawas sekolah serta masalah pembelajaran bagi guru sehingga menghasilkan suatu perubahan atau perbedaan best practice hendaknya dilakukan berdampak signifikan (outstanding result ); 2.

Mampu mengatasi berbagai permasalahan secara terus menerus atau keberhasilan yang bersifat lestari sehingga dampak dan manfaatnya dapat dirasakan untuk jangka waktu yang panjang; 3.

Dapat menjadi cerminan serta memberi inspirasi dalam membuat kebijakan. 4. Metode atau cara yang digunakan bersifat ekonomis serta efisien. C. Karakteristik Laporan Best Practice Dalam menuangkan pengalaman ke dalam bentuk karya tulis ilmiah tentunya tulisan tersebut harus memenuhi beberapa karakteristik, diantaranya sebagai berikut.

1. Orisinalitas Tema serta pokok bahasan merupakan gagasan yang memuat keaslian serta kreativitas dengan menggabungkan beberapa gagasan ataupun ide-ide yang mutakhir tanpa mengurangi keaslian sumber utamanya. 2. Inovatif Menghasilkan ide yang novelty serta actual, bukan berasal dari gagasan berdasarkan tiruan atau jiplakan, serta hasil yang diperoleh hendaknya berkaitan dengan peningkatan muru kinerja guru, kepala sekolah ataupun pengawas yang lebih terampil, elegan dan memiliki makna.

3. Elaboratif kompetensi seseorang dalam mendeskripsikan, merinci, menghubungkan sebuah konsep atau data satu dengan lainnya, sehingga menciptakan gagasan atau karya baru yang lebih kompleks namun terurai. 4. Inspiratif Memberikan dorongan dan motivasi ataupun spirit dalam mengemban tugas pangawas sekolah bagi orang lain.

5. Empirik Menampakkan bukti nyata kinerja berbasis pengalaman, pada supervisi manajerial ataupun akademik dalam meningkatkan mutu pembelajaran. 6. Aplikatif Hasil dari best practice dapat dimanfaatkan, dikembangkan serta direflikasi baik pada sekolah sendiri ataupun pada sekolah lain. D. Format Laporan Best Practice Penulisan best practice dalam wujud karya tulis ilmiah tentu harus berdasarkan format yang telah ditentukan agar karya tulis tersebut tersusun secara sistematis.

Format laporan best practice terdiri atas bagian awal, bagian isi, best practice hendaknya dilakukan akhir, serta bagian penunjang. 1. Bagian Awal Bagian awal karya tulis praktik baik meliputi halaman judul, halaman pernyataan keaslian naskah bermaterai, halaman lembar persetujuan dari atasan langsung dan atau pejabat terkait, kata pengantar, abstrak atau ringkasan, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, serta daftar lampiran.

2. Bagian Isi Pada bagian isi memuat uraian mengenai hal-hal sebagai berikut. a. Pendahuluan Pendahuluan memuat deskripsi latar belakang, masalah, tujuan, serta manfaat praktik baik yang dilaporkan. b. Metode Penyelesaian Masalah Metode penyelesaian masalah memuat dekripsi kajian teori atau pengalaman yang dijadikan referensi dalam pemecahan masalah, serta memuat metode atau cara yang digunakan dalam menuntaskan masalah disertai langkah-langkah rinci dari metode atau cara tersebut.

c. Pelaksanaan dan Hasil yang dicapai Pada bagian pelaksanaan dan hasil yang dicapai atau diperoleh memuat deskripsi mengenai pelaksanaan best practice yang berkaitan dengan tempat, waktu, dan perangkat atau instrumen yang digunakan ketika praktik baik dilakukan. Di samping itu memuat hasil yang dicapai dari pelaksanaan penyelesaian masalah yang telah dilakukan beserta dengan data dan informasi yang mendukung.

3. Bagian Akhir Bagian akhir memuat mengenai simpulan, refleksi serta rekomendasi. Simpulan berisi mengenai intisari dari pengalaman terbaik yang telah dilakukan baik oleh guru, kepala sekolah maupun pengawas. Selain itu juga berisi saran atau rekomendasi yang ditujukan kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan peningkatan kualitas pendidikan. 4. Bagian penunjang Bagian penunjang berisi daftar pustaka serta lampiran data yang digunakan dalam melaksanakan tinjauan atau gagasan ilmiah.

Pada umumnya daftar lampiran dapat berupa daftar hadir, foto kegiatan, contoh instrumen yang telah diisi, media atau alat yang digunakan, hasil praktik baik (hasil kerja, bukti yang menunjukkan perubahan setelah melaksanakan best practice), serta seminar hasil penulisan best practice (dilampirkan bukti pelaksanaan). E. Prinsip-prinsip menulis praktik terbaik Pada penyusunan karya tulis ilmiah hasil praktik terbaik harus di dasari pada prinsip-prinsip berikut.

1. Prinsip APIK (asli, perlu, ilmiah, dan konsisten). 2.

best practice hendaknya dilakukan

Prinsip kreatif. inovatif, dan mutakhir. 3. Prinsip revolusioner kualitas berkesinambungan 4. Prinsip integritas atau menyeluruh F. Tujuan menulis praktik terbaik Penulisan karya tulis ilmiah hasil best practice tentunya tidak terlepas dari beberapa tujuan seperti berikut. 1. Menyelesaikan berbagai permasalahan pendidikan. 2. Membangun sensibilitas serta kemampuan berpikir kritis. 3. Menghasilkan inovasi serta kualitas layanan 8 standar pendidikan. 4. Membangun kompetensi PTK dalam menyusun penyelesaian persoalan secara logis serta sistematis.

Best practice hendaknya dilakukan Demikian paparan yang dapat admin sampaikan mengenai pengertian best practice, ciri-ciri dan format laporannya. Diharapkan artikel ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Related posts: • Pengertian, Struktur, dan Aturan Bahasa Teks Prosedur • Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Kalimat Efektif • Pengertian silabus, fungsi, komponen dan prinsip pengembangannya Posted in Bahasa Indonesia Tagged apa itu kisi-kisi, cara membuat kisi-kisi soal kurikulum 2013 pdf, contoh kisi-kisi soal, contoh kisi-kisi soal pilihan ganda, kisi-kisi pelajaran adalah, kisi-kisi soal artinya, kisi-kisi soal bahasa indonesia, kisi-kisi soal bahasa inggris Post navigationBila ditelisik, pada dasarnya guru memiliki fungsi yang sangat beragam, baik dalam kaitannya dengan alih pengetahuan ( transfer of knowledge) maupun dalam hal keteladanan dalam bersikap, berucap, dan bertindak.

Sebagai guru, alih pengetahuan dilakukan dalam bentuk mengajar, membimbing, dan melatih. Sedangkan dalam hal best practice hendaknya dilakukan, seorang guru harus mampu mendidik baik melalui penanganan langsung pada proses maupun dalam bentuk memberikan contoh terbaik untuk diteladani. Menjadi seorang guru memiliki konsekuensi yang sangat luas, dalam semua aspek kehidupan dan bagi semua kalangan. Saat seorang guru telah mengajar dan mendidik serta memberi teladan maka tugas utamanya tersebut tidak berhenti.

Guru harus mencamkan dalam hati bahwa setiap detik ia adalah sosok yang pantas untuk digugu dan ditiru hingga akhir hayatnya. Ia harus menjadi orang yang dapat dipercaya dan diteladani, baik oleh siswa maupun oleh masyarakat. Tentu saja beban dan tanggung jawab status tersebut amatlah berat bila tidak dilandasi oleh keikhlasan hati dan cita-cita yang luhur. Memiliki guru yang berprestasi dan profesional tentu saja menjadi dambaan pemerintah maupun masyarakat.

Pencapaian status tersebut juga menjadi dambaan pribadi setiap guru. Terlebih dengan diluncurkannya program sertifikasi guru oleh pemerintah maka status tersebut tidaklah menjadi sekadar kebutuhan, akan tetapi menjadi tuntutan dan kewajiban.

Setiap guru hendaknya selalu berupaya untuk memenuhi berbagai persyaratan maupun kriteria untuk menjadi profesional dan berprestasi. Hal ini didasari oleh kenyataan bahwa tunjangan profesi guru yang nota bene meningkatkan penghasilan guru seharusnya termanfaatkan bukan saja untuk peningkatan kesejahteraan namun juga demi pembuktian diri sebagai tenaga profesional yang handal.

Seorang guru harus mampu membuktikan bahwa dirinya pantas memeroleh penghasilan lebih besar dengan meningkatkan prestasi dan profesionalitas mereka. Kinerja mereka hendaknya jauh lebih baik dan meningkat dibandingkan sebelum sertifikasi. Hal yang penting untuk dicatat adalah bahwa semua upaya tersebut harus dilandasi oleh kejujuran baik dalam pelaksanaan tugas pembelajaran sehari-hari maupun dalam pengembangan profesi serta pengembangan diri. Berdasarkan tuntutan penciptaan keadaan dan pemenuhan prestasi dan profesionalitas guru dengan dilandasi kejujuran seperti tertuang dalam latar belakang, maka permasalahan yang diungkap tulisan ini didasari oleh kenyataan banyaknya guru yang tidak jujur dalam mengajukan Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) untuk kenaikan pangkat, berupa: Pemecahan masalah yang dipilih untuk menghadapi ketidakjujuran sejumlah guru dalam mengusulkan DUPAK sangat terkait dengan posisi saya sebagai salah satu anggota Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru Kota Palopo sejak Januari 2015.

Strategi yang ditempuh adalah melakukan penyadaran dan memberikan efek jera terhadap guru yang bersangkutan agar tidak melakukan lagi berbagai bentuk ketidakjujuran atau kecurangan.

Selain itu, juga diyakini bahwa dampak yang sama akan berpengaruh terhadap guru lain yang belum mengajukan DUPAK yaitu mereka tidak akan melakukan pemalsuan maupun tindakan penjiplakan dalam usulan kenaikan pangkat mereka. Strategi tersebut ditempuh dalam upaya untuk menghentikan dan mencegah terjadinya ketidakjujuran serupa.

3. Saya menggunakan software online ( www.plagscan.com, www.plagtracker.com, atau lainnya) untuk mengecek paragraf tertentu – misalnya yang terdapat dalam abstrak, rumusan masalah, kajian pustaka, hasil, pembahasan, dan simpulan – untuk mengetahui seberapa banyak kesamaan isi dokumen yang diperiksa dengan data di internet.

1. Tindakan penjiplakan dan pemalsuan dokumen telah terjadi secara luas dalam kalangan guru terkait usulan kenaikan pangkat. Bahkan kegiatan tersebut terjadi sejak lama ketika seorang guru hendak mengusulkan kenaikan pangkat ke IV/b sebelum pemberlakuan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Bahkan seseorang dapat naik pangkat ke IV/b hanya dengan menyetor berkas utama (SK pangkat terakhir dan Penetapan Angka Kredit lama) dan sejumlah uang yang nilainya 4-7 juta rupiah. 2. Tindakan ketidakjujuran serupa ternyata telah merambat hingga ke guru-guru muda yang hendak mengusulkan kenaikan pangkat dari golongan III/b ke golongan III/c yang telah diwajibkan untuk membuat publikasi ilmiah best practice hendaknya dilakukan pengembangan diri sesuai Permeneg PAN & RB Nomor 16 Tahun 2009.

Bahkan guru bergolongan III/a pun telah ditengarai melakukan ketidakjujuran dalam dokumen pengembangan dirinya untuk naik pangkat ke golongan III/b. 3. Upaya penghentian dan pencegahan tindakan tidak jujur dalam pengusulan kenaikan pangkat agaknya dapat dilakukan pada saat pemeriksaan berkas DUPAK di tingkat kabupaten/kota. Sebab sejak tim Kota Palopo memeriksa dengan sangat ketat, banyak kabar terdengar bahwa lebih mudah melalui pemeriksaan DUPAK di tingkat provinsi.

4. Guru adalah profesi terhormat dan mulia. Oleh sebab itu, sepatutnyalah best practice hendaknya dilakukan setiap guru menjunjung tinggi akhlak mulia dalam segala aspek kehidupannya. Terlebih lagi bahwa usulan kenaikan pangkat terkait erat dengan status profesionalitas pekerjaan guru. Apalagi sebagian besar guru telah disertifikasi dengan label guru profesional sehingga sangat pantas bila seorang guru dapat membuktikan keprofesionalan mereka melalui karya-karya dan prestasi-prestasi yang mengagumkan hasil ide dan pemikiran sendiri, bukan jiplakan apalagi pemalsuan.

5. Tindakan tidak jujur yang dilakukan oknum guru untuk kenaikan pangkatnya harus segera dihentikan karena akan menjadi borok yang menahun dan sulit disembuhkan. Bila upaya tersebut tidak berhasil maka mustahil reformasi mental dan penumbuhan karakteristik positif bangsa yang dicanangkan pemerintah dapat dilakukan.

Bila seorang guru saja tidak malu kalau berbuat tidak jujur mana mungkin ia dapat menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat. 6. Pemberlakuan penilaian kinerja melalui Sasaran Kerja Pegawai (SKP) tidak akan berhasil mengidentifikasi dan menemukan perbedaan kinerja antar pegawai/guru bila berbagai tindakan curang masih terjadi.

Oleh karena itu, SKP hendaknya disusun sesuai standar minimal tugas pokok dan fungsi pegawai/guru dan penilaian pencapaian targetnya harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan teliti serta mengedepankan obyektivitas dan profesionalisme.

7. Pemilihan strategi pencegahan dan penghentian penjiplakan dan pemalsuan dokumen DUPAK didasari oleh prinsip bahwa sesuai kewenangan kami sebagai best practice hendaknya dilakukan penilai hanya sebatas itulah yang mampu untuk dilakukan dan best practice hendaknya dilakukan taat aturan.

Selain itu, strategi tersebut juga dipandang sebagai yang paling ampuh dan mudah untuk diterapkan namun memberikan efek jera yang cukup mumpuni untuk menghentikan tindak ketidakjujuran guru dalam menyusun DUPAK. Strategi tersebut juga dapat mencegah tindakan serupa agar tidak dilakukan oleh guru lain sebab berita tentang ketatnya pemeriksaan DUPAK akan tersebar sehingga tidak akan berbuat curang dalam penyusunan DUPAK mereka.

1. Setelah mendapat surat tugas untuk memeriksa DUPAK di tingkat Kota Palopo, semua anggota tim penilai dan ketua tim serta staf sekretariat melakukan rapat. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas secara teknis pelaksanaan pemeriksaan, misalnya penentuan tempat dan waktu pelaksanaan. Selain itu, juga dilakukan persiapan alat dan bahan alat tulis kantor serta format-format yang dibutuhkan selama masa pemeriksaan.

c. Pemeriksaan melalui internet menggunakan software online ( www.plagscan.com, www.plagtracker.com, atau lainnya) untuk mengecek paragraf tertentu – misalnya yang terdapat dalam abstrak, rumusan masalah, kajian pustaka, hasil, pembahasan, dan simpulan – untuk mengetahui seberapa banyak kesamaan isi dokumen yang diperiksa dengan data di internet.

Kemudian laman yang memuat dokumen serupa atau mirip saya kunjungi untuk melihat lebih jauh seberapa banyak kemiripan yang terjadi. h. Tindak lanjut dari pelatihan tersebut adalah setiap guru diwajibkan untuk menghasilkan karya publikasi ilmiah minimal satu buah dalam satu tahun. Disediakan pembimbing dan konsultan bagi setiap guru yang terdiri dari sejumlah guru senior yang dipandang cakap dan saya bertindak sebagai konsultan umum.

i. Saya senantiasa berusaha untuk memberikan contoh dalam berbuat, misalnya secara aktif mengikuti berbagai lomba karya ilmiah maupun lomba lainnya baik khusus untuk guru maupun untuk umum.

Alhamdulillah sejak saya bertugas di SMA Negeri 3 Palopo pada bulan April 2014, saya berhasil memberikan bukti kesungguhan dengan menjadi The Third Winner of SEAMEO Science Teacher Award for Best Research Paper Presentation and Innovation in Science Teaching Development di Solo, 25-28 September 2014 dan Pemenang Karya Tulis Ilmiah dalam Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Nasional di Jakarta, 21-24 November 2015.

Selain itu, dalam kurun waktu yang sama saya juga telah mengikuti pelatihan bertaraf nasional di Makassar, Bandung, dan Bali. 4. Antusiasme guru-guru untuk menulis karya publikasi ilmiah dan karya inovatif cenderung meningkat. Hal ini dialami sendiri oleh penulis yang sering menjadi tempat bertanya tentang penulisan publikasi ilmiah oleh guru lain, baik dari sekolah sendiri maupun dari sekolah lain. Umumnya mereka tengah melakukan penelitian dan atau menulis laporan penelitian tindakan kelas.

Berbagai kondisi tersebut menunjukkan bahwa secara umum ada pola kecenderungan terjadi peningkatan kejujuran guru dalam menyusun DUPAK.

best practice hendaknya dilakukan

Diharapkan peningkatan trend positif tersebut terus terjadi hingga pada akhirnya digapai masa saat semua guru dapat mengukir prestasi gemilang dan meningkatkan profesionalismenya dengan dilandasi kejujuran. 3. Terbuka peluang terjadinya standar ganda dalam penilaian sebab tidak semua anggota tim penilai memiliki kompetensi dan tingkat ketelitian yang sama dalam memeriksa karya publikasi ilmiah dan karya inovatif serta pemeriksaan sertifikat dan laporan pengembangan diri.

Hal ini menimbulkan persepsi yang salah tentang kompetensi penilai, yaitu terdengar komentar bahwa publikasi ilmiah yang sama mutunya dapat lolos penilaian pada seorang penilai sedangkan pada penilai lainnya tidak berhasil.

4. Bila penerapan DUPAK tahunan diberlakukan maka anggota tim penilai akan sangat kewalahan dalam memeriksa ribuan berkas sebab anggota best practice hendaknya dilakukan penilai hanya empat orang. Apabila tetap dilaksanakan maka kemungkinan besar akan sangat lama atau bila dipercepat maka mutu hasil pemeriksaan akan jauh lebih rendah.

best practice hendaknya dilakukan

8. Kurangnya ajang lomba ilmiah untuk guru di daerah baik tingkat kabupaten/kota maupun tingkat provinsi sehingga masih kurang pemicu bagi guru untuk berkarya. Pada dasarnya banyak guru yang dapat menghasilkan karya namun untuk diikutkan dalam ajang tingkat nasional, apatah lagi tingkat internasional seringkali mereka tidak percaya diri.

Itulah sebabnya guru dari Sulawesi Selatan yang aktif dalam lomba tingkat nasional sangat kurang jumlahnya dibandingkan dengan guru dari pulau Jawa, misalnya. 3. Terdapat sejumlah lembaga baik swasta maupun pemerintah yang bergerak di bidang pendidikan sering melaksanakan pelatihan dan seminar atau kegiatan ilmiah lainnya untuk peningkatan kompetensi guru.

Dengan demikian para guru mendapat kesempatan yang luas untuk melakukan pengembangan diri sekaligus meningkatkan kompetensi dalam penulisan publikasi ilmiah yang disyaratkan dalam Permeneg PAN & RB Nomor 16 Tahun 2009. 1.

best practice hendaknya dilakukan

Dinas Pendidikan harus menjadwalkan pembinaan terhadap guru dalam rangka peningkatan kompetensi khususnya dalam publikasi ilmiah. Pembinaan tersebut dapat berupa pelatihan, lomba karya tulis, dan lomba inovasi pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk membuka peluang yang lebih banyak bagi guru untuk menunjukkan prestasi dan profesionalitas. Selain itu, pembinaan best practice hendaknya dilakukan dapat memicu semangat guru untuk berperilaku jujur dalam menyusun publikasi ilmiah.

2. Pengawas sekolah dapat diberi tugas khusus untuk memonitor aktivitas ilmiah guru misalnya mencatat semua guru binaannya yang melakukan penelitian dan mengikuti pengembangan diri setiap bulan. Pencatatan tersebut dilakukan secara rutin hingga diketahui perkembangan atau kemajuan penelitian yang dilakukan oleh guru hingga selesai penulisan laporan penelitiannya.

Hasil monitor tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Dinas Pendidikan untuk dijadikan data acuan dalam pemeriksaan DUPAK guru. Dengan demikian, tim penilai dapat memastikan bahwa guru yang diperiksa DUPAK-nya betul telah melaksanakan penelitian dan pengembangan diri sesuai usulan yang dibuatnya. Oleh sebab itu, pengawas sekolah harus memiliki komitmen dan integritas yang tinggi agar proses monitoring tersebut sungguh-sungguh dapat mendorong semangat guru untuk berbuat dan melakukan aktivitas ilmiah dengan jujur.

3. Kepala sekolah sebagai pejabat penilai yang langsung bersentuhan dengan guru harus memiliki komitmen dan integritas yang tinggi. Kepala sekolah hendaknya secara sungguh-sungguh memastikan bahwa karya tulis yang diajukan oleh guru betul merupakan karya asli dan telah dilaksanakan dalam pembelajaran di kelas.

Status guru sebagai profesi harus sesuai dengan pelaksanaannya. Guru yang telah disertifikasi hendaknya dapat membuktikan diri sebagai seorang yang profesional. Profesionalitas tersebut tergambar dalam bersikap, bertutur, dan bertingkah yang dapat menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat.

Seorang guru yang telah tersertifikasi setidaknya dapat membuktikan diri memiliki prestasi kerja secara profesional dan dilandasi dengan tindakan yang jujur. Salah satu praktik ketidakjujuran yang banyak terjadi dan harus dihentikan segera adalah dalam pengusulan berkas kenaikan pangkat guru.

Banyak best practice hendaknya dilakukan guru yang dibuatkan publikasi ilmiahnya dan atau melakukan penjiplakan karya ilmiah orang lain. Selain itu, juga ditemukan pemalsuan dokumen pengembangan diri berupa sertifikat pelatihan dan laporan pengembangan diri hasil jiplakan.

Hal ini tentulah bertolak belakang dengan status profesional yang disandang guru. Bila guru melakukan ketidakjujuran maka pasti tidaklah pantas untuk diteladani baik oleh siswa maupun masyarakat.

best practice hendaknya dilakukan

Upaya untuk menghentikan praktik tidak jujur dalam pengusulan kenaikan pangkat dilakukan dengan menerapkan pemeriksaan DUPAK secara ketat dan sesuai Permeneg PAN & RB Nomor 16 Tahun 2009. Sebagai tim penilai saya berkomitmen untuk melaksanakan penilaian secara profesional demi menghapus praktik penjiplakan publikasi ilmiah dan pemalsuan dokumen pengembangan diri.

Komitmen tersebut juga didukung oleh seluruh anggota tim dan unsur pimpinan Dinas Pendidikan Kota Palopo. Hasil yang diperoleh adalah terjadinya pengurangan bentuk ketidakjujuran tersebut dari waktu ke waktu. Tentu saja hal ini sangat menggembirakan. Sebagai guru di SMA Negeri 3 Palopo, secara pribadi saya selalu berusaha melakukan yang terbaik yang saya mampu. Saya memberikan contoh best practice hendaknya dilakukan berinovasi dalam mengajar, membuat karya ilmiah dan penelitian, mengikuti berbagai ajang lomba dan pelatihan baik tingkat nasional maupun internasional.

Saya juga memberikan motivasi terutama kepada guru muda untuk berbuat dan memanfaatkan waktu luang dan peluang untuk membuktikan diri melalui prestasi dan profesionalisme dengan dilandasi kejujuran.

• ► 2022 (2) • ► March (1) • ► January (1) • ► 2021 (3) • ► August (1) • ► May (1) • ► March (1) • ► 2020 (21) • ► September (3) • ► August (4) • ► July (2) • ► May (2) • ► April (1) • ► March (2) • ► February (3) • ► January (4) • ► 2019 (5) • ► May (2) • ► April (1) • ► March (1) • ► February (1) • ► 2018 (17) • ► December (1) • ► November (1) • ► July (1) • ► June (1) • ► April (3) • ► March (3) • ► February (6) • ► January (1) • ► 2017 (3) • ► October (1) • ► May (1) • ► February (1) • ▼ 2016 (11) • ► November (2) • ► October (1) • ▼ September (1) • CARA/CONTOH PENULISAN BEST PRACTICE PEMILIHAN GURU.

• ► August (3) • ► July (1) • ► February (1) • ► January (2) • ► 2015 (6) • ► December (1) • ► November (1) • ► October (1) • ► September (2) • ► May (1) • ► 2014 (12) • ► December (1) • ► October (1) • ► June (3) • ► May (7) • ► 2009 (2) • ► February (2)

cara Mudah Menyusun Laporan Best Practice




2022 www.videocon.com