Pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan

pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan

Listrik merupakan bagian dari kehidupan kita yang tidak mungkin dapat kita pisahkan. Hal ini disebabkan karena hampir semua peralatan rumah tangga menggunakan listrik sebagai sumber energi. Peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik antara lain kulkas, setrika listrik, mesin cuci, televisi, lampu, pompa air, dan masih banyak peralatan lainnya.

pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan

Oleh karena itu, listrik merupakan salah satu tolak ukur dari kenyamanan di dalam sebuah rumah. Tetapi juga harus diingat bahwa listrik juga sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya, baik itu bahaya kebakaran karena konsleting hingga bahaya kematian karena sengatan listrik.

Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati dalam memanfaatkan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Instalasi listrik di dalam rumah juga harus baik dengan menggunakan bahan dan alat yang standar. Salah satu peralatan listrik yang selalu dibawa oleh teknisi kelistrikan adalah tespen.

Pengertian Tespen Tespen atau ada juga yang menuliskan Test Pen merupakan peralatan kelistrikan yang berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya tegangan listrik pada kabel atau komponen kelistrikan. Secara umum, bentuk tespen sangat mirip dengan obeng yang berujung minus (-). Tetapi tetapi ada juga tespen yang tidak berbentuk seperti obeng. Bagian-bagian sebuah tespen diperlihatkan pada gambar. Fungsi Bagian Tespen 路 Penjepit berfungsi untuk menjepit pada saat tespen diletakkan pada kantong baju.

路 Lampu indikator berfungsi sebagai penanda jika terdapat tegangan listrik. 路 Arang berfungsi sebagai isolator untuk membatasi arus listrik. 路 Probe berfungsi untuk mencolok kabel atau komponen listrik yang dicek. 路 Isolator berfungsi untuk menghindari konsleting pada saat pengecekan.

路 Pegas berfungsi untuk menekan lampu indikator terhadap tutup konduktor. 路 Tutup konduktor berfungsi untuk mengalirkan arus listrik. Jenis Jenis Tespen Secara umum, tespen dibagi menjadi tiga jenis yaitu: 1.

pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan

Tespen Biasa Tespen digital merupakan tespen yang dilengkapi dengan indikator digital dan memiliki tampilan yang lebih menarik. Tespen digital mempunyai lampu indikator dengan jenis LED sehingga warnanya bisa bermacam-macam dan ada pula dengan tampilan LCD.

Selain itu, sebagai indikator juga dilengkapi dengan Buzzer sehingga dapat mengeluarkan suara. Bahkan ada juga tespen digital yang dapat digunakan pada tegangan AC maupun DC. 3. Tespen DC Tespen DC hanya digunakan untuk mengecek aliran arus listrik searah (DC). Tespen DC mempunyai tegangan kerja antara 12 hingga 24 volt DC.

Tespen ini banyak juga dipakai oleh teknisi kelistrikan mobil karena kelistrikan mobil menggunakan sumber listrik aki dengan tegangan 12 Volt. Cara Menggunakan Tespen Tespen merupakan alat kelistrikan dengan penggunaan yang sangat mudah. Berikut cara menggunakan tespen. 路 Pegang tespen pada gagangnya. 路 Tempelkan probe pada bagian yang akan dicek, baik itu kabel atau peralatan listrik. 路 Sentuh bagian logam pada tutup konduktor dengan jari telunjuk dan perhatikan lampu indikator.

路 Jika lampu indikator menyala, berarti ada tegangan listrik pada bagian yang ditempeli probe. 路 Jika lampu indikator tidak menyala, berarti tidak ada tegangan listrik pada bagian yang ditempeli probe. PERHATIAN!!! Lakukan pengecekan awal pada tespen untuk memastikan tespen dalam kondisi baik sebelum digunakan.

Perhatikan apakah batang arang masih ada di dalam tespen. Jika batang arang ini hilang, maka dapat menyebabkan sengatan arus listrik pada saat memegang logam pada tutup konduktor.

Pastikan kondisi alat dan tubuh kita tidak basah pada saat melalukan pengecekan. Selalu berhati-hati pada saat bekerja dengan listrik tegangan tinggi. Berikut video penjelasan bagian-bagian tespen dan fungsinya, serta cara menggunakan tespen. 鈥 AC Mobil (8) 鈥 Arduino Uno (24) 鈥 Dasar Kontrol (19) 鈥 Elektronika Analog (15) 鈥 Elektronika Digital (9) 鈥 Industrial AC (3) 鈥 Kerusakan AC (17) 鈥 Kerusakan Kulkas (9) 鈥 Komponen Kelistrikan AC (6) 鈥 Komponen Kelistrikan Kulkas (14) 鈥 Mesin (3) 鈥 Pekerjaan Elektronika (2) 鈥 Pemanas Air (1) 鈥 Pendidikan (1) 鈥 Peralatan Listrik Rumah Tangga (47) 鈥 Peralatan Sehari-Hari (5) 鈥 Peralatan Sistem Pendingin (12) 鈥 Peralatan Tangan (9) 鈥 PLC (7) 鈥 Relay dan Kontaktor (15) 鈥 Sistem AC (26) 鈥 Sistem Kulkas (15) 鈥 Sistem Pendingin (30) 鈥 Soal SKO (3) 鈥 Wirausaha (4) Tespen atau dalam bahasa inggris disebut "Test Pen" merupakan salah satu alat penting yang biasa digunakan oleh para teknisi listrik maupun elektronik di saat melakukan pekerjaannya.

Test berarti menguji atau mengetes sedangkan pen artinya pena, Jadi Test Pen adalah pena penguji. Seperti layaknya sebuah pena, tespen bentuknya yang relatif kecil dan biasanya memiliki jepitan pada bagian atasnya sehingga dapat diselipkan di saku baju membuatnya sangat mudah untuk dibawa kemana-mana.

Tespen pada dasarnya merupakan suatu alat ukur yang digunakan untuk mengecek atau mengetahui apakah sebuah penghantar listrik terdapat tegangan listrik atau tidak. Penghantar listrik yang dimaksud disini adalah benda yang dapat dialiri arus listrik semisal berupa kabel listrik, kawat listrik, stop kontak dan lain-lain. Tak hanya sampai di sini kegunaan tespen, Pada bagian ujung tespen biasanya berbentuk ( - ) min yang dapat difungsikan sebagai obeng untuk melepaskan dan memasang atau melonggarkan dan mengetatkan sekrup maupun baut.

Jika dibandingkan dengan Avo meter atau Multitester yang dapat mengetahui nilai tegangan listrik atau yang lainnya, tespen tidak dapat digunakan untuk mengukur seberapa tingginya nilai dari suatu tegangan listrik pada penghantar listrik, Penggunaan tespen hanya sebatas untuk mengetahui ada atau tidaknya aliran listrik pada penghantar listrik dengan sebuah indikator lampu. Jika pada penghantar terdapat aliran listrik, maka akan ditandai dengan lampu indikator yang menyala, dan apabila tidak ada aliran listrik maka lampu indikator tidak akan menyala.

Dibawah ini adalah gambar bentuk Tespen dan bagian-bagiannya. Cara penggunaannya sangatlah sederhana seperti pada gambar diatas, pegang tespen tersebut dengan ujung-ujung jari tangan. Dan letakkan ujung jari telunjuk pada bagian tutup atas tespen (ujung jari telunjuk harus menyentuh bagian besi di atas tespen tersebut). Dan pada bagian ujung tespen (bagian bawah tespen berbentuk ( - ) min/obeng), silahkan tempelkan ke sumber listrik yang ingin diuji. Perhatikan lampu indikatornya.

Apabila lampu indikator menyala maka penghantar listrik tersebut sedang dialiri oleh arus listrik (terdapat tegangan). Dan apabila lampu indikator tidak menyala maka penghantar listrik tersebut sedang tidak dialiri arus listrik (tidak terdapat tegangan di penghantar tersebut).

NB : Pastikan anggota tubuh kita tidak tersentuh pada sumber penghantar listrik yang akan diuji. Dan saat menguji pastikan juga ujung jari telunjuk sudah menyentuh bagian tutup atas tespen tersebut karena jika tidak disentuh lampu indikator tidak akan menyala meskipun sebenarnya menyala karena terdapat aliran listrik. Tujuan cara pengetesan seperti ini tentunya adalah untuk menghindari sengatan listrik yang berbahaya bagi kita karena pada dasarnya pada tubuh manusia itu sendiri mengandung banyak darah yang menimbulkan rasa sakit jika tersentuh aliran listrik dan bahkan bisa terjadi kematian apabila anggota badan kita menempel (tidak bisa lepas) atau pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan pada suatu penghantar listrik yang bertegangan sangat tinggi.

Sekian dulu untuk artikel kali ini semoga bermanfaat.
鈥 [ 22/03/2022 ] Cara Menghitung Biaya Listrik Perangkat Elektronik dan Listrik Teori Elektronika 鈥 [ 19/01/2022 ] Perbedaan TV LED dan TV OLED Perangkat Elektronika 鈥 [ 01/12/2021 ] Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner dan sebaliknya Teori Elektronika 鈥 [ 14/11/2021 ] Menghitung Koefisien Korelasi dengan Menggunakan Microsoft Excel Ilmu Statistika 鈥 [ 11/11/2021 ] Pengertian DPI atau Dots per Inch (Titik Per Inci) Teori Elektronika Pengertian Tespen (Test Pen) dan Cara Menggunakannya 鈥 Tespen atau Test Pen merupakan salah satu alat yang paling sering digunakan oleh para Teknisi Listrik dalam melakukan pekerjaannya.

Bentuknya yang relatif kecil dan mirip seperti sebuah Pena membuatnya sangat mudah untuk dibawa kemana-mana. Ujung Test Pen yang yang berbentuk 鈥淢inus鈥 dapat dijadikan sebagai Obeng untuk melonggarkan atau mengetatkan sekrup (screw). Jadi Test Pen pada dasarnya adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk mengetahui atau mengecek apakah sebuah penghantar listrik memiliki tegangan listrik atau tidak.

Penghantar listrik yang dimaksud disini dapat berupa Kabel listrik, Kawat listrik maupun Stop Kontak listrik. Berbeda dengan Multimeter, Test Pen tidak dapat digunakan untuk mengukur seberapa tingginya suatu Tegangan Listrik di sumber penghantar listrik tersebut, Test Pen hanya dapat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya aliran listrik di suatu penghantar listrik dengan sebuah Indikator lampu.

Jika terdapat listrik di Stop Kontak atau Kabel listrik, maka lampu Indikator akan menyala, jika tidak ada aliran listrik maka lampu Indikator tidak akan menyala. Mudah bukan? Dibawah ini adalah gambar bentuk Test Pen dan bagian-bagiannya. Cara Menggunakan Test Pen Cara Penggunaan Test Pen boleh dikatakan sangat sederhana dan mudah.

Hanya dengan beberapa langkah, kita dapat mengetahui apakah sebuah Stop Kontak listrik atau Kabel Listrik yang bersangkutan dialiri listrik atau tidak. Tujuan pengetesan ini tentunya adalah untuk menghindari sengatan listrik yang berbahaya bagi kesehatan dan bahkan terjadinya kematian (apabila anggota badan kita tersentuh pada suatu penghantar yang bertegangan listrik yang sangat tinggi). Perhatian !!! Pastikan Anggota Tubuh kita tidak tersentuh pada sumber penghantar listrik yang akan diuji.

Berikut ini adalah cara penggunaannya : 鈥 Ambil Test Pen dan pegang Test Pen tersebut dengan ujung-ujung jari tangan. 鈥 Letakan ujung jari telunjuk pada bagian atas Test Pen (ujung jari telunjuk harus tersentuh pada bagian besi di atas Test Pen tersebut).

鈥 Tempelkan bagian ujung Test Pen (bagian bawah yang biasa berbentuk Minus Obeng) ke sumber listrik yang akan pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan. 鈥 Perhatikan Lampu Indikatornya. Jika Lampu Indikator Menyala maka Kabel listrik atau penghantar listrik tersebut sedang dialiri arus listrik (terdapat Tegangan). Jika Lampu Indikator tidak Hidup (OFF) maka kabel listrik atau penghantar listrik tersebut tidak dialiri arus listrik (tidak terdapat tegangan di penghantar tersebut).

Tespen atau biasa disebut juga sebagai tester tegangan listrik merupakan komponen sederhana dari alat elektronika. Tespen juga termasuk komponen elektronika yang tergolong paling mudah dalam penggunaanya. Dewasa ini penggunaan tespen menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam keperluan kelistrikan sehari 鈥 hari. Itulah mengapa penting bagi kita untuk mengetahui komponen yang satu ini secara tuntas. Daftar isi 鈥 1 Pengertian Tespen 鈥 2 Fungsi dari Setiap Bagian Tespen 鈥 3 Cara Menggunakan Tespen yang Benar 鈥 4 8 Jenis Tespen Yang Umum Digunakan 鈥 4.1 Tespen Multi Function Digital Spanning 鈥 4.2 Tespen Voltage Detector 鈥 4.3 Tespen DC 6V 鈥 24V 鈥 4.4 Tespen Bolak Balik Apel 鈥 4.5 Type TL Tergo Obeng Tespen 鈥 4.6 Type MS-18 Voltage Tester AC/DC 鈥 4.7 Tespen AKI 12V 鈥 4.8 Tespen Bunyi Nankai Pengertian Tespen apa itu tespen?

Tespen adalah sebuah alat yang sering disebut sebagai pendeteksi arus atau tegangan listrik. Tespen sendiri masih tergolong sebagai salah satu komponen alat elektronika. Namun demikian, seiring berkembangnya jaman tespen mengalami perkembangan yang sangat signifikan.

Baik dari bentuk tespen, maupun fungsi lain dari tespen itu sendiri. Selain fungsi utama tespen, setiap bagian tespen juga memiliki fungsi yang berbeda beda. Hal ini tentu saja tergantung dari jenis tespen yang digunakan. Fungsi dari Setiap Bagian Tespen Meskipun tergolong sebagai komponen sederhana namun tespen ini tetaplah tersusun atas beberapa bagian.

Komponen penyusun tespen ini juga mempunyai fungsinya masing-masing. Yuk simak penjelasannya pada gambar di bawah ini. fungsi tespen Adapun penjelasan dari fungsi tespen adalah sebagai berikut : 鈥 Probe memiliki fungsi utama untuk mendeteksi kabel atau benda yang akan diuji arus listrik nya.

鈥 Isolator berfungsi sebagai pengaman yang melindungi alat dari resiko terjadinya konsleting listrik 鈥 Arang fungsi utamanya yakni sebagai isolator yang mampu menekan resiko terjadinya overload aliran arus listrik berlebih.

Cara kerjanya yakni dengan membatasi aliran dari arus listrik. 鈥 Lampu indikator fungsi utamanya yakni sebagai penanda.

pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan

Yang mana lampu ini akan menyala jika sebuah benda yang mempunyai tegangan listrik 鈥 Penjepit berfungsi dalam hal penyimpanan yakni menjepit tespen pada kantong maupun tempat penyimpanan alat tespen. 鈥 Pegas fungsinya yakni untuk melakukan penekanan pada bagian lampu indikator pada tutup konduktor alat 鈥 Tutup konduktor fungsinya yakni sebagai media yang digunakan untuk untuk mengalirkan arus listrik.

Cara Menggunakan Tespen yang Benar Selain fungsi dari bagian- bagian tespen, sebagian orang juga bertanya terkait bagaimana cara menggunakan tespen yang benar? Sebenarnya cara penggunaannya sendiri tergolong sangat mudah, sehingga tidak perlu keahlian khusus agar dapat menggunakan tespen.

cara menggunakan tespen yang benar Berikut langkah 鈥 langkah yang dapat kita lakukan dalam menggunakan tespen dengan mudah. 鈥 Ambil tespen dan gunakan jari tangan kita untuk memegang tespen dengan baik dan benar pada bagian gagang.

鈥 Pada bagian atas tespen terdapat tombol yang dapat dipegang dan arahkan tespen pada benda yang akan diuji. 鈥 Tespen juga dilengkapi dengan lampu indikator, sehingga dapat mendeteksi apabila benda yang kita uji terdapat aliran listrik atau tidak.

8 Jenis Tespen Yang Umum Digunakan Dewasa ini tespen mengalami perkembangan berbagai bentuk baru dan fungsi yang beragam. Sehingga perlu kita pahami bersama terkait jenis-jenis tespen dan fungsinya. Berikut 8 jenis tespen beserta penjelasanya yang akan kita kupas secara tuntas. 鈥 Tespen Multi Function Digital Spanning tespen digital Jenis tespen Multi function Digital Spanning biasanya digunakan untuk menguji aliran listrik.

Hal ini bisa berlaku baik itu arus dengan jenis DC maupun AC. Untuk tegangan yang dapat diuji oleh tespen jenis ini mulai dari 12 鈥 220 Volt. Tespen Multi function Digital Spanning ini dilengkapi dengan 2 tombol untuk penggunaan DC atau AC. Bagian handle/pegangan tespen juga terbuat dari bahan yang nyaman dan kuat sehingga mempermudah kita untuk memegang tespen.

Terdapat pula LED LCD atau layar LCD, yang mana fungsi utamanya menampilkan hasil uji benda yang sedang di cek arus listriknya. Bahan dasar LCD adalah engginering plastic shell sehingga lebih aman dan lebih awet dalam penggunaanya. Cara penggunaanya cukup mudah, hanya dengan meletakan tespen pada kabel yang akan dicek, lalu tekan tombol sesuai yang diinginkan, baik itu DC atau AC.

Lalu hasil arus listrik DC dan AC akan muncul pada layar LCD pada tespen. 鈥 Tespen Voltage Detector tespen deteksi kabel putus Tespen Type Voltage Detector adalah salah satu jenis tespen yang penggunaannya sebagai pendeteksi kabel yang putus ditujukan untuk menguji aliran arus listrik AC.

Pada umumnya, tespen jenis ini hanya bisa digunakan pada tegangan 12-240 VAC. Tespen Type Voltage Detector ini juga dilengkapi dengan bizzer dan lampu indicator sehingga dapat lebih mudah dalam praktik penggunaanya.

Cara penggunaanya cukup mudah yaitu dengan cara mendekatkan tespen dengan benda yang akan diuji. Jadi Anda tidak perlu sampai mengupas kabel atau benda yang akan diuji menggunaka tespen jenis ini. Setelah tespen didekatkan pada benda yang akan diuji, makan bagian buzzer pada tespen akan mengeluarkan suara sebagai tanda bahwa benda tersebut terdapat arus listrik.

Jika buzzer tidak berbunyi, maka itu menandakan bahwa benda tersebut memang tidak dialiri arus listrik. 鈥 Tespen DC 6V 鈥 24V Tespen DC Tespen dengan Type DC 6V 鈥 24V ini berfungsi untuk deteksi listrik pada aki.

Hal ini berlaku baik itu untu aki kendaraan atau sejenisnya. Arti dari DC 6V 鈥 24V sebenarnya sekaligus keterangan bahwa tespen jenis ini hanya dapat digunakan untuo tegangan listrik kisaran 6-24 Volt. Bahan atau material dasar tespen jenis ini adalah tembaga murni.

Jadi sudah bisa dipastikan bahwa tespen ini tidak akan berkarat dalam penggunaan jangka panjang sekalipun. Selain terbuat dari tembaga murni, tespen ini juga dilengkapi kabeh berlapis PVC dengan kualitas yang baik di kelasnya.

Cara penggunaan tespen jenis ini yaitu dengan cara jepitkan konektor A pada aki yang mempunyai arus (+) dan konektor B pada aki ber arus (-). Lalu selanjutnya silahkan perhatikan lampu indikator, jika lampu indikator menyala maka itu menandakan benda tersebut dialiri arus listrik. 鈥 Tespen Bolak Balik Apel Tespen bolak balik Tespen jenis Bolak Balik Apel memiliki komponen yang sederhana, begitu juga dengan bentuk dan fungsi utamanya.

Tespen ini juga sering disebut tespen bolak balik plus dan minus apel. Yang menarik, tespen bolak balik plus ini dilengkapi pegangan dari bahan karet sehingga lebih nyaman dan aman saat digunakan.

Selain itu, tespen jenis ini juga dilengkapi dengan mata obeng dan alat pengukur aliran listrik bolak balik. Mata obeng biasanya dibuat dengan menggunakan tembaga dengan kualitas yang sangat baik. Itulah mengapa masa pakainya awet dan bisa berfungsi dengan baik ke depannya.

Cara penggunaan tespen jenis ini juga cukup mudah. Yakni cukup dengan meletakan tespen pada benda yang akan diuji arus listrik bolak balik. Setelah itu akan ada warning berupa bunyi atau led pada tespen jika memang terdeteksi adanya alian listrik pada benda yang sedang diuji.

鈥 Type TL Tergo Obeng Tespen Obeng tespen Jenis obeng tespen ini memiliki bentuk yang sangat simpel dengan ukuran yang memudahkan untuk dibawa kemanapun.

Tespen ini juga sering kali disebut dengan istilah tespen pensil. Hal ini karena tespen pensil hanya memiliki ukuran 150 mm saja. Meskipun mungil, fungsi obeng tespen pensil ini dapat menahan aliran listrik dari 100-220 Volt. Pada komponen tespen, terdapat handle tespen yang sangat kuat sehingga dapat digunakan dengan aman. Selain handle tespen, terdapat pula LED indikator yang memiliki fungsi yang sama dengan led indikator pada jenis tespen lain.

鈥 Type MS-18 Voltage Tester AC/DC Tespen AC DC Tespen type MS -18 Voltage AC/DC ini bukan merupakan satu satunya tespen yang dapat berfungsi menguji aliran listrik AC /DC. Ada beberapa jenis tespen lain yang memiliki fungsi yang sama. Ada beberapa bagian yang perlu kita ketahui, yakni seperti 2 tombil AC / DC, dan juga LED indikator.

Pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan tombol AC/ DC adalah untuk menentukan hasil yang akan kita uji, ataukah AC maupun berjenis DC. Tombol tersebut bisa ditekan sesuai yang diinginkan. Setelah tombol AC / DC ditekan, maka hasil uji akan ditampilkan pada LED indikator. Tespen Type MS-18 Voltage Tester AC/DC memiliki fitur self test functon ( STF) dimana uji tegangan dapat dilakukan baik secara langsung atau tidak langsung.

Untuk kapasitas arus yang dapat diujikan antara 70-250 VAC untuk AC dan 70-10000 untuk AC. 鈥 Tespen AKI 12V Tespen aki Tespen AKI 12V berfungsi untuk mengukur aliran arus listrik DC yang terdapat pada komponen aki. Dilengkapi layar LCD yang dapat membantu mempermudah kita dalam melihat hasil uji tegangan listrik yang dihasilkan sehingga lebih mempermudah pengguna dalam pemakaianya.

鈥 Tespen Bunyi Nankai Tespen bunyi nankai Jenis tespen yang terakhir adalah tespen bunyi nankai, tespen jenis ini juga dapat digunakan dalam uji tegangan listrik AC / DC.

Tespes type bunyi nankai memiliki kemampuan untuk mendeteksi tegangan listrik dari 70-250 Volt pada AC dan DC. Tespen type ini juga memiliki beberapa komponen penyusun di dalamnya.

Misalnya saja seperti buzzer sebagai indikator tegangan listrik yang diuji dengan tanda bunyi. Tespen type ini juga menggunakan 2 buah baterai jenis A3.

Kesimpulan Dalam dunia elektronika, tespen mempunyai banyak jenis. Tentu saja setiap jenis tespen mempunyai fungsi dan juga kelebihanya masing- masing. Namun demikian tidak mengurangi fungsi utama dari tespen itu sendiri, ya? Mayoritas dari jenis 鈥 jenis tespen baru hanya menambah fitur atau komponen lain yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam penggunaan tespen tanpa meninggalkan fungsi utama tespen.
Test Pen atau tespen merupakan salah satu alat yang biasanya digunakan oleh para teknisi listrik.

Alat ini mudah dibawa kemana-mana, karena bentuknya mirip seperti obeng. Sebenarnya tespen ini juga bisa digunakan sebagai obeng karena memiliki ujung yang berbentuk datar (minus), walaupun beberapa ada juga yang berbentuk plus. Nah, pada dasarnya tespen adalah sebuah alat pengukur yang digunakan untuk mengecek atau mengetahui apakah penghantar listrik mempunyai tegangan atau tidak.

Yang dimaksud dengan penghantar listrik tersebut seperti kawat listrik, kabel listrik, maupun stop kontak listrik. Namun tespen ini berbeda dengan multimeter karena tidak dapat digunakan untuk mengukur seberapa tinggi tegangan listrik. Tespen hanya bisa digunakan untuk mengecek ada tidaknya aliran listrik yang ada pada sebuah penghantar listrik, menggunakan indikator berupa lampu. Jika penghantar listrik tersebut memiliki aliran listrik, maka lampu indikator tespen akan menyala.

Jika tidak ada aliran listrik, maka lampu indikator tidak akan menyala. Mau tau penggunaan daya PC kamu? Baca Cara Cek Konsumsi Daya PC Bagaimana Cara Menggunakan Tespen? Dapat dikatakan bahwa penggunaan tespen ini cukup mudah dan sederhana. Hanya dengan beberapa langkah saja, maka Anda sudah bisa tahu apakah sebuah penghantar listrik memiliki aliran listrik atau tidak.

Tujuan pengetesan aliran listrik ini, tentunya untuk menghindari bahaya sengatan listrik bagi Anda. Nah, berikut cara menggunakan tespen yang perlu Anda ketahui. 鈥 Pertama, ambil tespen dan pegang bagian plastik tespen dengan menggunakan ujung jari tangan. 鈥 Setelah itu, letakkan ujung jari telunjuk di bagian atas tespen. Ujung jari telunjuk Anda harus menyentuh bagian besi pada tespen tersebut.

鈥 Kemudian tempelkan bagian ujung tespen (bagian yang bawahnya berbentuk obeng minus atau plus) pada penghantar aliran listrik yang akan dicek. 鈥 Terakhir perhatikan bagian lampu indikator tespen. Jika lampu indikator tespen menyala, berarti terdapat tegangan listrik yang mengalir pada penghantar listrik. Namun jika lampu indikator mati, maka dapat dipastikan tidak ada aliran listrik yang mengalir. 鈥 Sedikit catatan, ketika Anda sedang mengecek aliran listrik menggunakan tespen, pastikan bahwa tidak ada anggota tubuh yang menyentuh sumber penghantar listrik yang diuji.

Ketika Anda sudah mengetahui pengertian dari tespen, maka Anda sudah tidak bingung lagi dengan fungsi dari tespen. Selain itu dengan menggunakan cara menggunakan tespen seperti yang Saya jelaskan diatas, maka Anda bisa menggunakannya sebelum melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan aliran listrik.

Penggunaan tespen ini sangat penting, terutama untuk keselamatan Anda sendiri.
Pada test pen terdapat lampu petunjuk indikator, jika terdapat tegangan pada bagian sumber listrik maka lampu akan menyala. Jika tidak terdapat tegangan lampu test pen tidak akan menyala. 鈫 jawaban dari pertanyaan ini adalah menyala. Pembahasan Test pen merupakan salah satu peralatan yang biasa d igunakan untuk alat elektronik. Alat ini digunakan untuk mengetahui apakah suatu sumber penghantar listrik terdapat tegangan atau tidak.

Berikut cara penggunaan tets pen: 鈥 Ujung jari memegang test pen. 鈥 Jari telunjuk ditempatkan pada bagian atas. 鈥 Jangan menyentuh bagian sumber. 鈥 Ukur tegangan dengan nyaman.

鈥 Ujung bagian bawah test pen ditempelkan ke bagian sumber yang akan di uji. 鈥 Perhatikan lampu indikator menyala atau tidak. 鈥 Test pen lepaskan dari penghanat yang diuji. Pelajari lebih lanjut Materi tentang alat pengukur tegangan listrik sederhana brainly.co.id/tugas/1437240 Materi tentang bagian dari test pen brainly.co.id/tugas/1836818 Materi tentang cara menggunakan test pen brainly.co.id/tugas/24776131 Detail jawaban Kelas: 9 Mapel: Wirausaha/Prakarya Bab: Dasar-Dasar Elektronika Kode: 9.23 #TingkatkanPrestasimu 1.) Harahap mengamati preparat irisan melintang suatu batang tanaman menggunakan mikroskop.

Hasil pengamatan yang diperoleh seperti pada gambar berik 鈥 ut. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, kemungkinan tanaman yang diamati Harahap adalah . a. jagung b. bayamc. kacang hijaud.

ketela pohon bantu jawab dgn benar yaa 鈥婸engertian dan fungsi tespen akan kita bahas disini. Tespen (Tes Pen) adalah alat yang sering digunakan oleh teknisi listrik. Fungsi obeng tespen adalah untuk mendeteksi/menguji apakah sebuah penghantar memiliki tegangan listrik pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan tidak. Penghantar listrik itu dapat berupa kabel, stop kontak, saklar atau kontak-kontak listrik yang lain. Dulu, obeng tespen tidak dapat mengukur besar tegangan atau arus listrik.

pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan

Tespen hanya dapat mengetahui keberadaan aliran listrik. Tespen biasa digunakan untuk mengecek berbagai peralatan listrik. Jika kabel yang kita cek beraliran listrik, maka lampu indikator yang ada pada tespen akan menyala. Namun sekarang, tespen dapat digunakan untuk mengetahui besar tegangan pada suatu kabel atau kontak listrik.

Testen tersebut dinamakan tespen digital. Bentuk Tespen dan Jenis Tespen Bentuk tespen seperti obeng. Ujung tespen dapat berfungsi sebagai obeng minus (-). Ada juga tespen yang dapat dibolak-balik menjadi obeng plus dan minus.

Pada sisi ujung sebelahnya, terdapat plat logam sebagai konduktor ke tubuh kita. Di tengah tespen terdapat lampu indikator yang akan menyala pada saat terkena arus listrik. Biasanya tespen memiliki sebuah penjepit. Penjepit ini layaknya pada sebuah pena, sehingga teknisi dapat mengantongi tespen di saku pakaian.

Pada tangkainya, tespen dilindungi dengan isolator yang dapat mencegah tangan kita menyentuh tangkai tespen. Pada bagian ujung adalah ujung tespen atau probe.

pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan

Selain berfungsi sebagai probe, bagian ini juga dapat digunakan sebagai obeng biasa. Untuk jenis tespen, selain tespen manual, sekarang dapat ditemui jenis tespen digital. Tespen digital tentu saja harganya lebih mahal daripada yang biasa. Tespen digital ada yang dilengkapi dengan baterai, layar LED, senter, dan sebagainya. Karena itulah harganya lebih mahal dari tespen biasa.

Skema Kelistrikan Tespen Cara kerja dan skema kelistrikan pada tespen sederhanan adalah dengan menggunakan sebuah resistor atau bahan ferit (arang karbon) dan sebuah lampu indikator. Benda kecil hitam yang terdapat pada tespen konvensional itu adalah bahan ferit atau arang karbon.

Fungsi resistor atau ferit ini adalah sebagai pembatas arus. Jadi arus yang mengalir pada tespen untuk menyalakan lampu indikator tespen nilainya kecil dan tidak membahayakan. Ingat!! Pada ujung tespen besar arus listriknya tetap sebagaimana arus sumbernya.

Setelah melewati resistor atau batang arang karbon, arus akan mengalir ke lampu indikator berupa lampu/ LED. salah satu kaki lampu/LED akan terhubung dengan konduktor berupa plat logam yang akan kita sentuh. Sentuhan ini aman, karena arus telah diturunkan oleh resistor/arang sehingga arusnya kecil. Prinsipnya adalah; ujung probe tespen berfungsi sebagai fasa, dan tangan atau jari kita sebagai netral (ground), sehingga saat arus listrik mengalir, maka lampu indikator/LED akan menyala, Jika tidak ada rus yang mengalir, maka lampu tidak menyala.

Menggunakan Tespen di Rumah Walaupun katanya tespen sering digunakan oleh teknisi listrik, namun tidak kalah pentingnya bagi masyarakat biasa untuk mengetahui cara penggunaan tespen yang aman.

Karena dalam kehidupan sehari-hari kita akan sangat sering berhubungan dengan peralatan listrik. Terkadang kita perlu mengetahui apakah ada arus yang mengalir pada suatu kabel. Ataukah untuk mengecek apakah semua peralatan listik dirumah kita aman dari arus bocor, dan lain-lain. Hal ini penting, apabila ada anak kecil di rumah kita, sehingga keamanannya lebih terjaga. Harga tespen di pasaran sangat bervariasi.

Mulai dari Rp 5000,- sampai puluhan ribu. Harga tespen digital biasanya lebih tinggi daripada tespen biasa. Tespen termasuk peralatan yang awet jika digunakan dengan benar dan sesuai prosedur.

pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan

Untuk perawatannya pun tidak sulit. Yang penting simpan tespen ditempat yang aman, dan kering. Cara Menggunakan Tespen dengan Benar dan Aman Kita perlu mengetahui cara yang benar dan aman saat menggunakan tespen. Hal ini demi keselamatan diri kita dari sengatan arus listrik yang dapat membahayakan tubuh kita. Berikut ini cara menggunakan test pen (konvensional) dengan benar dana man. Cara menggunakan tespen dengan aman dan benar: 鈥 Periksa dan pastikan tespen dalam kondisi baik dan kering.

鈥 Pastikan tubuh kita, terutama tangan dan kaki kita, dalam keadaan kering (tidak basah berkeringat atau lembab). 鈥 Perhatian! Jangan menyentuh bagian ujung obeng tespen. Pegang tespen dengan menyentuh pangkal tespen dengan jari telunjuk. 鈥 Kemudian sentuhkan ujung tespen ke bagian yang akan dicek.

Mengecek Tegangan listrik dengan Tespen: 鈥 Pengecekan Stop Kontak. Pada stop kontak terdapat dua lubang yaitu fasa dan netral.

pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan

Indikator lampu tespen akan menyala jika mendapat tegangan listrik fasa (api). Jika dihubungkan dengan netral (massa), maka lampu indikator tespen tidak menyala. 鈥 Pengecekan kabel listrik. Sentuhkan ujung tespen pada bagian inti kabel tang terbuat dari tembaga.

鈥 Pengecekan peralatan listrik. Untuk memeriksa peralatan listrik, tempelkan ujung tespen ke bagian peralatan listrik yang terbuat dari logam.
Tespen atau dalam bahasa inggris disebut "Test Pen" merupakan salah satu alat penting yang biasa digunakan oleh para teknisi listrik maupun elektronik di saat melakukan pekerjaannya.

Test berarti menguji atau mengetes sedangkan pen artinya pena, Jadi Test Pen adalah pena penguji. Seperti layaknya sebuah pena, tespen bentuknya yang relatif kecil dan biasanya memiliki jepitan pada bagian atasnya sehingga dapat diselipkan di saku baju membuatnya sangat mudah untuk dibawa kemana-mana. Tespen pada dasarnya merupakan suatu alat ukur yang digunakan untuk mengecek atau mengetahui apakah sebuah penghantar listrik terdapat tegangan listrik atau tidak.

Penghantar listrik yang dimaksud disini adalah benda yang dapat dialiri arus listrik semisal berupa kabel listrik, kawat listrik, stop kontak dan lain-lain. Tak hanya sampai di sini kegunaan tespen, Pada bagian ujung tespen biasanya berbentuk ( - ) min yang dapat difungsikan sebagai obeng untuk melepaskan dan memasang atau melonggarkan dan mengetatkan sekrup maupun baut.

Jika dibandingkan dengan Avo meter atau Multitester yang dapat mengetahui nilai tegangan listrik atau yang lainnya, tespen tidak dapat digunakan untuk mengukur seberapa tingginya nilai dari suatu tegangan listrik pada penghantar listrik, Penggunaan tespen hanya sebatas untuk mengetahui ada atau tidaknya aliran listrik pada penghantar listrik dengan sebuah indikator lampu. Jika pada penghantar terdapat aliran listrik, maka akan ditandai dengan lampu indikator yang menyala, dan apabila tidak ada aliran listrik maka lampu indikator tidak akan menyala.

Dibawah ini adalah gambar bentuk Tespen dan bagian-bagiannya. Cara penggunaannya sangatlah sederhana seperti pada gambar diatas, pegang tespen tersebut dengan ujung-ujung jari tangan.

pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan

Dan letakkan ujung jari telunjuk pada bagian tutup atas tespen (ujung jari telunjuk harus menyentuh bagian besi di atas tespen tersebut). Dan pada bagian ujung tespen (bagian bawah tespen berbentuk ( - ) min/obeng), silahkan tempelkan ke sumber listrik yang ingin diuji. Perhatikan lampu indikatornya. Apabila lampu indikator menyala maka penghantar listrik tersebut sedang dialiri oleh arus listrik (terdapat tegangan). Dan apabila lampu indikator tidak menyala maka penghantar listrik tersebut sedang tidak dialiri arus listrik (tidak terdapat tegangan di penghantar tersebut).

NB : Pastikan anggota tubuh kita tidak tersentuh pada sumber penghantar listrik yang akan diuji. Dan saat menguji pastikan juga ujung jari telunjuk sudah menyentuh bagian tutup atas tespen tersebut karena jika tidak disentuh lampu indikator tidak akan menyala meskipun sebenarnya menyala karena terdapat aliran listrik.

Tujuan cara pengetesan seperti ini tentunya adalah untuk menghindari sengatan listrik yang berbahaya bagi kita karena pada dasarnya pada tubuh manusia itu sendiri mengandung banyak darah yang menimbulkan rasa sakit jika tersentuh aliran listrik dan bahkan bisa terjadi kematian apabila anggota badan kita menempel (tidak bisa lepas) atau tersentuh pada suatu penghantar listrik yang bertegangan sangat tinggi. Sekian dulu untuk artikel kali ini semoga bermanfaat.
Pengertian Tespen Test Pen dan Cara Menggunakan Test Pen 鈥 Tespen (Test Pen) adalah salah satu alat yang paling sering digunakan oleh Teknisi Kelistrikan.

Nah alat ini digunakan untuk mengecek atau mengetahui ada atau tidaknya suatu tegangan listrik ke suatu rangkaian. Bentuknya relatif kecil dan mirip dengan pena sehingga sangat mudah untuk dibawa kemana pun.

Pada ujung Tespen (Test Pen) yang berbentuk minus tersebut itu dapat digunakan sebagai obeng untuk melonggarkan dan mengetatkan skrup (screw). Berbeda dengan alat ukur Multimeter, Test Pen tidak dapat digunakan untuk mengukur seberapa tingginya suatu Tegangan Listrik pada sumber penghantar listrik. Test Pen hanya bisa digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya aliran listrik di suatu penghantar listrik dengan sebuah Indikator lampu.

Baca Juga : Pengertian Piezoeletric Buzzer dan Cara Kerja Buzzer (LENGKAP) Jika terdapat listrik di suatu Stop Kontak atau Kabel listrik, maka lampu Indikator akan menyela. Jika tidak ada aliran listrik maka lampu Indikator tidak akan menyala. Berikut ini gambar atau bentuk fisik dari Tes Pen (Test Pen). Daftar Isi 鈥 Cara Menggunakan Test Pen 鈥 Mengetahui Hasil Pengujian Menggunakan Test Pen 鈥 1.

Jika lampu Tespen (Test Pen) menyala dengan cahaya terang normal 鈥 2. Jika lampu Tespen (Test Pen) menyala, namun cahaya redup 鈥 3. Jika Lampu Tespen (Tes Pen) tidak menyala 鈥 Share this: 鈥 Related posts: Cara Menggunakan Test Pen Cara Penggunaan Test Pen ini bisa dikatakan sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Hanya dengan beberapa langkah saja, kita dapat mengetahui apakah sebuah stop kontak listrik atau kabel listrik yang bersangkutan di aliri listrik atau tidak.

Tujuan pengetesan ini tentunya yaitu untuk menghindari sengatan listrik yang berbahaya bagi kesehatan dan bahkan terjadinya kematian. Apabila anggota tubuh kita tersentuh pada suatu penghantar yang bertegangan listrik yang sangat tinggi. Yang perlu diperhatikan adalah Pastikan pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan tubuh kita tidak tersentuh pada sumber penghantar listrik yang akan diuji atau benda yang bisa menghantarkan listrik seperti logam.

Berikut ini yaitu cara penggunaannya : 鈥 Ambil Test Pen dan pegang Test Pen tersebut dengan ujung-ujung jari tangan. 鈥 Letakan ujung jari telunjuk pada bagian atas Test Pen (ujung jari telunjuk harus tersentuh pada bagian besi di atas Test Pen tersebut). 鈥 Tempelkan bagian ujung Test Pen (bagian bawah yang biasa berbentuk Minus Obeng) ke sumber listrik yang akan diuji. 鈥 Perhatikan lampu indikatornya.

Jika lampu indikator menyala maka kabel listrik atau penghantar listrik tersebut sedang di aliri arus listrik (terdapat tegangan). Jika lampu indikator tidak hidup (OFF) maka kabel listrik atau penghantar listrik tersebut tidak dialiri arus listrik (tidak terdapat tegangan di penghantar tersebut). Mengetahui Hasil Pengujian Menggunakan Test Pen trm.co.id Berikut ini jenis-jenis hasil pengujian dari Tespen (Test Pen) yang harus Anda ketahui.

1. Jika lampu Tespen (Test Pen) menyala dengan cahaya terang normal Maka itu menandakan bahwa peralatan listrik yang Anda ukur bertegangan listrik maksimal. 2. Jika lampu Tespen (Test Pen) menyala, namun cahaya redup Kemungkinan saat melakukan pengukuran dengan Tespen (Test Pen), kondisi bagian tubuh atau kaki Anda terisolasi dengan cukup baik.

pada penggunaan tespen saat terdapat tegangan pada bagian sumber maka lampu indikator akan

Sehingga Tespen (Test Pen) tidak mendapatkan Netral yang cukup dari bumi atau tanah. Untuk bisa memastikannya, coba Anda sentuk dinding atau tembok dengan jari tangan, sambil tangan yang lain melakukan pengukuran dengan Tespen (Test Pen).

Jika saat Anda sentuhkan jari Anda ke tembok, lampu Tespen (Test Pen) menyala dengan cahaya yang terang. Berarti benda yang Anda ukur tegangan tersebut listriknya maksimal (dari kabel fasa).

Tapi, jika cahaya Tespen (Test Pen) tersebut tetap redup (cahayanya), berarti peralatan listrik bertegangan tidak normal atau kurang. Atau bisa jadi, tegangan listrik yang ada bukanlah tegangan dari kabel fasa, melainkan hasil tegangan induksi dari kabel fasa yang bocor. Baca Juga : Pengertian Muatan Listrik Bunyi Hukum Coulomb dan Contoh Soalnya 3.

Jika Lampu Tespen (Tes Pen) tidak menyala Kemungkinan Tespen (Test Pen) Anda rusak, jika sudah dipastikan bahwa Tespen (Test Pen) yang Anda gunakan baik.

Maka hasilnya adalah kondisi peralatan listrik yang Anda uji memang tidak bertegangan. Catatan : 鈥 Gunakan Tespen (Test Pen) untuk memastikan kondisi peralatan listrik dirumah Anda dalam kondisi baik, aman, tidak nyetrum (bocor) dan tidak ada kabel tegangan terkelupas atau terbuka. 鈥 Gunakan Tespen (Test Pen) jika Anda bener-bener sudah mengetahui cara menggunakannya dengan benar. 鈥 Pastikan Tespen (Test Pen) yang Anda dalam kondisi bersih, kering dan berfungsi dengan baik, sebelum melakukan pengujian.

鈥 Pastikan kondisi tubuh Anda kering (tidak basah atau lembab) saat menggunakan Tespen (Test Pen). 鈥 Lihat spesifikasi batas tegangan yang dapat diukur pada Tespen (Test Pen) yang Anda gunakan. Umumnya Tespen (Test Pen) yang digunakan dapat berfungsi pada tegangan 100 Volt-500 Volt.

鈥 Sediakan selalu Tespen (Test Pen) dirumah Anda. Demikianlah penjelasan mengenai pengertian Tespen (Test Pen) dan cara menggunakan Test Pen itu sendiri. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan kita semua. Dan Semoga bermanfaat. PALING POPULER 鈥 3 Tempat Wisata di Kulon Progo yang Wajib Anda Kunjungi 鈥 7 Tempat Wisata di Kaliurang Jogja Terbaru dan Paling Seru 鈥 Surabaya Tempo Dulu vs Sekarang, Mana Yang Kamu Pilih?

鈥 7 Tempat Wisata di Surabaya yang Menarik dan Populer 鈥 13 Tempat Wisata Di Bandung yang Hits dan Wajib dikunjungi

Cara menggunakan tespen yg benar dan aman




2022 www.videocon.com