Bahan ajar adalah

bahan ajar adalah

Pengertian Bahan Ajar Bahan ajar adalah bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran (Pannen, 1995). Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya (Widodo dan Jasmadi dalam Lestari, 2013:1).

Pengertian ini menjelaskan bahwa suatu bahan ajar haruslah dirancang dan ditulis dengan kaidah intruksional karena akan digunakan oleh guru untuk membantu dan menunjang proses pembelajaran. Bahan atau materi pembelajaran pada dasarnya adalah “isi” dari kurikulum, yakni bahan ajar adalah mata pelajaran atau bidang studi dengan topik/subtopik dan rinciannya (Ruhimat, 2011:152). Melihat penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa peran seorang guru dalam merancang ataupun menyusun bahan ajar sangatlah menentukan keberhasilan proses belajar dan pembelajaran melalui sebuah bahan ajar.

Bahan ajar dapat juga diartikan sebagai segala bentuk bahan yang disusun secara sistematis yang memungkinkan siswa dapat belajar secara mandiri dan dirancang sesuai kurikulum yang berlaku. Dengan adanya bahan ajar, guru akan lebih runtut dalam mengajarkan materi kepada siswa dan tercapai semua kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya. Bahan ajar itu sangat unik dan spesifik. Unik, artinya bahan ajar tersebut hanya dapat digunakan untuk audiens tertentu dalam suatu proses pembelajaran tertentu.

Spesifik artinya isi bahan ajar tersebut dirancang sedemikian rupa hanya untuk mencapai tujuan tertentu dari bahan ajar adalah tertentu. Sistematika cara penyampaiannya pun disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan karakteristik siswa yang menggunakannya.

Bagaimana membedakan bahan ajar dengan yang bukan bahan ajar? Bahan ajar biasanya dilengkapi dengan pedoman siswa dan pedoman untuk guru. Pedoman-pedoman ini berguna untuk mempermudah siswa maupun guru menggunakan bahan ajar yang telah dikembangkan. Sekarang coba Anda lihat buku teks yang sering Anda temukan di pasaran, apakah ada pedoman kerja siswanya? Apakah dilengkapi dengan pedoman untuk guru? Apakah menyebutkan untuk siapa bahan tersebut dikembangkan? Apakah menyebutkan prosedur atau tata cara pemanfaatannya?

Jika semua itu tidak ada maka buku teks tersebut walaupun berisi materi pelajaran yang sangat padat belum dapat dikatakan sebagai bahan ajar.

bahan ajar adalah

Karakteristik Bahan Ajar Ada beragam bentuk buku, baik yang digunakan untuk sekolah maupun perguruan tinggi, contohnya buku referensi, modul ajar, buku praktikum, bahan ajar, dan buku teks pelajaran.

Jenis-jenis buku tersebut tentunya digunakan untuk mempermudah peserta didik untuk memahami materi ajar yang ada di dalamnya. Sesuai dengan bahan ajar adalah modul yang dikeluarkan oleh Direktorat Guruan Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2003, bahan ajar memiliki beberapa karakteristik, yaitu self instructional, self contained, stand alone, adaptive, dan user friendly (Widodo dan Jasmadi dalam Lestari, 2013 : 2). Pertama, self instructional yaitu bahan ajar dapat membuat siswa mampu membelajarkan diri sendiri dengan bahan ajar yang dikembangkan.

Untuk memenuhi karakter self instructional, maka di dalam bahan ajar harus terdapat tujuan yang dirumuskan dengan jelas, baik tujuan akhir maupun tujuan antara. Selain itu, dengan bahan ajar akan memudahkan siswa belajar secara tuntas dengan memberikan materi pembelajaran yang dikemas ke dalam unit-unit atau kegiatan bahan ajar adalah lebih spesifik.

Kedua, self contained yaitu seluruh materi pelajaran dari satu unit kompetensi atau subkompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu bahan ajar secara utuh. Jadi sebuah bahan ajar haruslah memuat seluruh bagian-bagiannya dalam satu buku secara utuh untuk memudahkan pembaca mempelajari bahan ajar tersebut. Ketiga, stand alone (berdiri sendiri) yaitu bahan ajar yang dikembangkan tidak tergantung pada bahan ajar lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan bahan ajar lain.

Artinya sebuah bahan ajar dapat digunakan sendiri tanpa bergantung dengan bahan ajar lain. Keempat, adaptive yaitu bahan ajar hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi.

Bahan ajar harus memuat materi-materi yang sekiranya dapat menambah pengetahuan pembaca terkait perkembangan zaman atau lebih khususnya perkembangan ilmu dan teknologi. Kelima, user friendly yaitu setiap intruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon dan mengakses sesuai dengan keinginan.

Jadi bahan ajar selayaknya hadir untuk memudahkan pembaca untuk bahan ajar adalah informasi dengan sejelas-jelasnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan ajar yang mampu membuat siswa untuk belajar mandiri dan memperoleh ketuntasan dalam proses pembelajaran sebagai berikut. 1. Memberikan contoh-contoh dan ilustrasi yang menarik dalam rangka mendukung pemaparan materi pembelajaran. 2. Memberikan kemungkinan bagi siswa untuk memberikan umpan balik atau mengukur penguasaannya terhadap materi yang diberikan dengan memberikan soal-soal latihan, tugas dan bahan ajar adalah.

3. Kontekstual, yaitu materi yang disajikan terkait dengan suasana atau konteks tugas dan lingkungan siswa. 4. Bahasa yang digunakan cukup sederhana karena siswa hanya berhadapan dengan bahan ajar ketika belajar secara mandiri.

Jenis- jenis Bahan Ajar Pengelompokan bahan ajar berdasarkan jenisnya dilakukan dengan berbagai cara oleh beberapa ahli dan masing-masing ahli mempunyai justifikasi sendiri-sendiri pada saat mengelompokkannya.

Heinich, dkk. (1996) mengelompokkan jenis bahan ajar berdasarkan cara kerjanya. Untuk itu ia mengelompokkan jenis bahan ajar ke dalam 5 kelompok besar, yaitu: • bahan ajar yang tidak diproyeksikan seperti foto, diagram, display, model; • bahan ajar yang diproyeksikan, seperti slide, filmstrips, overhead transparencies, proyeksi komputer; • bahan ajar audio, seperti kaset dan compact disc; • bahan ajar video, seperti video dan film; • bahan ajar (media) komputer, misalnya Computer Mediated Instruction (CMI), Computer based Multimedia atau Hypermedia.

Ellington dan Race (1997) mengelompokkan jenis bahan ajar berdasarkan bentuknya. Mereka mengelompokkan jenis bahan ajar tersebut ke dalam 7 jenis. • Bahan Ajar Cetak dan duplikatnya, misalnya handouts, lembar kerja siswa, bahan belajar mandiri, bahan untuk belajar kelompok.

• Bahan Ajar Display yang tidak diproyeksikan, misalnya flipchart, poster, model, dan foto. • Bahan Ajar Display Diam yang diproyeksikan, misalnya slide, filmstrips, dan lain-lain.

bahan ajar adalah

• Bahan Ajar Audio, misalnya audiodiscs, audio tapes, dan siaran radio. • Bahan Ajar Audio yang dihubungkan dengan bahan visual diam, misalnya program slide suara, program filmstrip bersuara, tape model, dan tape realia. • Bahan ajar adalah Ajar Video, misalnya siaran televisi, dan rekaman videotape. • Bahan Ajar Komputer, misalnya Computer Assisted Instruction (CAI) dan Computer Based Tutorial (CBT).

Rowntree (1994) di sisi lain, memiliki bahan ajar adalah pandang yang sedikit berbeda dengan kedua ahli di atas dalam mengelompokkan jenis bahan ajar ini. Menurut Rowntree, jenis bahan ajar dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) kelompok berdasarkan sifatnya, yaitu: • bahan ajar berbasiskan cetak, termasuk di dalamnya buku, pamflet, panduan belajar siswa, bahan tutorial, buku kerja siswa, peta, charts, foto, bahan dari majalah dan koran, dan lain-lain; • bahan ajar yang berbasiskan teknologi, seperti audiocassette, siaran radio, slide, filmstrips, film, video cassette, siaran televisi, video interaktif, Computer Based Tutorial (CBT) dan multimedia; • bahan ajar yang digunakan untuk praktik atau proyek, seperti kit sains, lembar observasi, lembar wawancara, dan lain-lain; • bahan ajar yang dibutuhkan untuk keperluan interaksi manusia (terutama dalam pendidikan jarak jauh), misalnya telepon dan video conferencing.

Mengacu pada pendapat ketiga ahli tersebut di atas maka dalam modul ini penulis akan mengelompokkan bahan ajar ke dalam 2 kelompok besar, yaitu jenis bahan ajar cetak dan bahan ajar noncetak. Jenis bahan ajar cetak yang dimaksud dalam buku materi pokok ini adalah modul, handout, dan lembar kerja.

Sementara yang termasuk kategori jenis bahan ajar noncetak adalah realia, bahan ajar yang dikembangkan dari barang sederhana, bahan ajar diam dan display, video, audio, dan overhead transparencies (OHT). Bahan ajar memiliki beragam jenis, ada yang cetak bahan ajar adalah noncetak. Bahan ajar cetak yang sering dijumpai antara lain berupa handout, buku, modul, brosur, dan lembar kerja siswa. Di bawah ini akan diuraikan penjelasan terkait jenis-jenis bahan ajar. a) Handout Handout adalah “segala sesuatu” yang diberikan kepada peserta didik ketika mengikuti kegiatan pembelajaran.

Kemudian, ada juga yang yang mengartikan handout sebagai bahan tertulis yang disiapkan untuk memperkaya pengetahuan peserta didik (Prastowo dalam Lestari, 2011: 79). Guru dapat membuat handout dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan kompetensi dasar yang akan dicapai oleh siswa. Saat ini handout dapat diperoleh melalui download internet atau menyadur dari berbagai buku dan sumber lainnya. b) Buku Buku sebagai bahan ajar merupakan buku yang berisi ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum dalam bentuk tertulis.

Buku disusun dengan menggunakan bahasa sederhana, menarik, dilengkapi gambar, keterangan, isi buku, dan daftar pustaka.

Buku akan sangat membantu guru dan siswa dalam mendalami ilmu pengetahuan sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Secara umum, buku dibedakan menjadi empat jenis (Prastowo dalam Lestari, 2011: 79) yaitu sebagai berikut.

bahan ajar adalah

• Buku sumber, yaitu buku yang dapat dijadikan rujukan, referensi, dan sumber untuk kajian ilmu tertentu, biasanya berisi suatu kajian ilmu yang lengkap. • Buku bacaan, yaitu buku yang hanya berfungsi untuk bahan bacaan saja, misalnya cerita, legenda, novel, dan lain sebagainya. • Buku pegangan, yaitu buku yang bisa dijadikan pegangan guru atau pengajar dalam melaksanakan proses pengajaran. • Buku bahan ajar atau buku teks, yaitu buku yang disusun untuk proses pembelajaran dan berisi bahan-bahan atau materi pembelajaran yang akan diajarkan.

c) Modul Modul merupakan bahan ajar yang ditulis dengan tujuan agar siswa dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. Oleh karena itu, modul harus berisi tentang petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, isi materi pelajaran, informasi pendukung, latihan soal, petunjuk kerja, evaluasi, dan balikan bahan ajar adalah evaluasi. Dengan pemberian modul, siswa dapat belajar mandiri tanpa harus dibantu oleh guru.

bahan ajar adalah

d) Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah materi ajar yang bahan ajar adalah dikemas sedemikian rupa sehingga siswa diharapkan dapat materi ajar tersebut secara mandiri. Dalam LKS, siswa akan mendapat materi, ringkasan, dan tugas yang berkaitan dengan materi.

Selain itu siswa juga dapat menemukan arahan yang terstruktur untuk memahami materi yang diberikan dan pada saat yang bersamaan siswa diberikan materi serta tugas yang berkaitan dengan materi tersebut. e) Buku Ajar Buku ajar adalah sarana belajar yang bisa digunakan di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran dan pengertian moderen dan yang umum dipahami.

f) Buku Teks Buku teks juga dapat didefinisikan sebagai buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu buat maksud dan tujuan-tujuan instruksional yang bahan ajar adalah dengan sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu program pengajaran.

Bahan ajar noncetak meliputi bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disc audio. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disc dan film.

Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CIA (Computer Assisted Intruction), compact disc (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials) (Lestari, 2013: 6).

Fungsi Bahan Ajar Secara garis besar, fungsi bahan ajar bagi guru adalah untuk mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran sekaligus merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.

Fungsi bahan ajar bagi siswa untuk menjadi pedoman dalam proses pembelajaran dan merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya dipelajari. Bahan ajar juga berfungsi sebagai alat evaluasi pencapaiana hasil pembelajaran. Bahan ajar yang baik sekurang-kurangnya mencakup petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, isi pelajaran, informasi pendukung, latihan-latihan, petunjuk kerja, evaluasi dan respon terhadap hasil evaluasi (Prastowo dalam Lestari, 2011: 2004).

Karakteristik siswa yang berbeda berbagai latar belakangnya akan sangat terbantu dengan adanya kehadiran bahan ajar, karena dapat dipelajari sesuai dengan kemampuan yang dimilki sekaligus sebagai alat evaluasi penguasaan hasil belajar karena setiap hasil belajar dalam bahan ajar akan selalu dilengkapi dengan sebuah evaluasi guna mengukur penguasaan kompetensi. Berdasarkan strategi pembelajaran yang digunakan, fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu fungsi dalam pembelajaran klasikal, pembelajaran individual, dan pembelajaran kelompok (Prastowo dalam Lestari, 2011: 25- 26).

1. Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal, antara lain: • Sebagai satu-satunya sumber informasi serta pengawas dan pengendali proses pembelajaran (dalam hal ini, siswa bersifat pasif dan belajar sesuai kecepatan siswa dalam belajar). • Sebagai bahan pendukung proses pembelajaran yang diselenggarakan. 2. Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran individual, antara lain : • Sebagai media utama dalam proses pembelajaran. • Sebagai alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses peserta didik dalam memperoleh informasi.

• Sebagai penunjang media pembelajaran individual lainnya. 3. Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok, antara lain: • Sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar kelompok, dengan cara memberikan informasi tentang latar belakan materi, onformasi tentang peran orang-orang yang terlibat dalam pembelajaran kelompok, serta petunjuk tentang proses pembelajaran kelompoknya sendiri.

• Sebagai bahan pendukung bahan belajar utama, dan apabila dirancang sedemikian rupa, maka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Peran Bahan Ajar Bahan ajar sangat penting, artinya bagi guru maupun siswa dalam proses pembelajaran.

Tanpa bahan ajar akan sulit bagi guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Demikian pula tanpa bahan ajar akan sulit bagi siswa untuk mengikuti proses belajar di kelas, apalagi jika gurunya mengajarkan materi dengan cepat dan kurang jelas. Mereka dapat kehilangan jejak, tanpa mampu menelusuri kembali apa yang telah diajarkan gurunya. Oleh sebab itu, bahan ajar dianggap sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan, baik oleh guru maupun siswa, sebagai salah satu instrumen untuk memperbaiki mutu pembelajaran.

1. Peran Bahan Ajar bagi Guru Menghemat waktu guru dalam mengajar. Dengan adanya bahan ajar dalam berbagai jenis dan bentuknya, waktu mengajar guru dapat dipersingkat. Artinya, guru dapat menugaskan siswa untuk mempelajari terlebih dahulu materi yang akan diajarkan serta meminta mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di bagian terakhir setiap pokok bahasan.

Sehingga, setibanya di kelas, guru tidak perlu lagi menjelaskan semua materi bahan ajar adalah yang akan dibahas, tetapi hanya membahas materimateri yang belum diketahui siswa saja.

Dengan demikian, waktu untuk mengajar bisa lebih dihemat dan waktu yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk diskusi, tanya jawab atau kegiatan pembelajaran lainnya. 2. Peran Bahan Ajar bagi Siswa Siswa dapat belajar tanpa harus ada guru atau teman siswa yang lain. Artinya, dengan adanya bahan ajar yang dirancang dan ditulis dengan urutan yang baik dan logis serta sejalan dengan jadwal pelajaran yang ada dalam satu semester, misalnya maka siswa dapat mempelajari bahan ajar tersebut secara mandiri di mana pun ia suka.

Dengan demikian, siswa lebih siap mengikuti pelajaran karena telah mengetahui terlebih dahulu materi yang akan dibahas. Di samping itu, dengan mempelajari bahan ajar terlebih dahulu paling tidak siswa telah mengetahui konsep-konsep inti dari materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut dan ia dapat mengidentifikasi materimateri yang masih belum jelas, untuk nanti ditanyakan kepada guru di kelas.

Selain itu, dengan bahan ajar yang telah dipelajari, siswa akan mampu mengantisipasi tugas apa yang akan diberikan gurunya, setelah pelajaran selesai.

bahan ajar adalah

Dengan demikian, siswa lebih siap lagi untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. 3. Peran Bahan Ajar dalam Pembelajaran a. Pembelajaran klasikal Secara umum, bahan ajar dapat digunakan untuk menambah dan meningkatkan mutu pembelajaran klasikal.

Ellington and Race (1997) menyebutkan beberapa pemanfaatan bahan ajar dalam proses pembelajaran klasikal, yaitu berikut ini. 1) Bahan ajar dapat dijadikan sebagai bahan yang tak terpisahkan dari buku utama. Dalam hal ini bahan ajar dapat berbentuk: • petunjuk tentang cara mempelajari materi yang akan dibahas dalam buku utama; • bimbingan atau arahan dari guru kepada siswa untuk mencatat penjelasan lebih terperinci dari materi yang dibahas dalam buku utama; • petunjuk tentang cara mengerjakan tugas dan pekerjaan bahan ajar adalah • gambar-gambar atau ilustrasi yang merupakan penjelasan lebih terperinci dari penjelasan materi yang dilakukan secara deskriptif dalam buku utama; • buku kerja siswa.

2) Bahan ajar dapat juga dianggap sebagai pelengkap/suplemen buku utama. Dalam hal ini bahan ajar dapat berisi tentang hal-hal berikut. • Materi pengayaan untuk buku materi utama.

• Uraian tentang latar belakang materi. • Penjelasan tentang perbaikan-perbaikan yang perlu diketahui siswa dari materi buku utama. 3) Bahan ajar dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, caranya dengan membuat bahan ajar yang penuh dengan bahan ajar adalah dan dibuat berwarna sehingga menarik bagi siswa untuk mempelajarinya serta berbeda dengan buku utamanya yang sifatnya baku.

4) Bahan ajar dapat dijadikan sebagai bahan yang mengandung penjelasan tentang bagaimana mencari penerapan, hubungan, serta keterkaitan antara satu topik dengan topik lainnya. b.

Pembelajaran individual Pembelajaran individual ditandai dengan metode pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa dibandingkan guru (learner-centered vs teacher-centered). Metode pembelajaran individual dirancang untuk kebutuhan masing-masing siswa secara individual, yang berbeda cara dan kecepatan belajar siswa yang satu dengan yang lain.

Pembelajaran individual ini dapat berupa text-based, seperti yang biasa dipakai dalam correspondence study sampai dengan cara terbaru yang menggunakan AN dan Computerbased. Bahan bahan ajar adalah dalam pembelajaran individual adalah sebagai bahan utama dan perannya sangat menentukan kelancaran proses pembelajaran.

Hal ini disebabkan bahan ajar individual/mandiri selain memuat informasi tentang hal-hal yang harus dipelajari siswa, tetapi juga disesuaikan sedemikian rupa sehingga mampu mengontrol kegiatan belajar siswa. Oleh sebab itu, bahan ajar untuk pembelajaran individual ini harus dirancang dan dikembangkan dengan sangat hati-hati dibanding dengan bahan ajar yang berperan sebagai penunjang saja.

Dalam pembelajaran individual bahan ajar berperan sebagai: • media utama dalam proses pembelajaran, misalnya bahan ajar cetak atau bahan ajar cetak yang dilengkapi dengan program audio visual atau komputer; • alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses siswa memperoleh informasi; • penunjang media pembelajaran individual lainnya, misalnya siaran radio, siaran televisi, dan teleconferencing. c. Pembelajaran kelompok Metode pembelajaran kelompok didasarkan pada humanistic psychology yang menekankan pada cara orang berinteraksi dalam kelompok kecil dengan menggunakan pendekatan dinamika kelompok.

Ketika metode ini digunakan dalam situasi pembelajaran, pada umumnya metode ini tidak membutuhkan perangkat keras yang dirancang khusus, dan dalam beberapa hal sangat sedikit membutuhkan bahan ajar dalam bentuk tertulis, seperti booklet, lembar panduan diskusi, buku kerja, dan lain-lain. Penekanannya justru diletakkan pada pendekatan dan teknik yang digunakan daripada perangkat keras dan bahan belajarnya. Belajar adalah suatu usaha sadar dan sistematis untuk mengubah perilaku ke arah yang bersifat positif dan bersifat menetap.

Usaha untuk mengubah perilaku ada tiga hal yang perlu diubah, yaitu: 1) orang yang perilakunya akan diubah, 2) orang yang merancang dan mendorong terjadinya perubahan perilaku, 3) bahan ajar yang sengaja dirancang dan disusun untuk terjadinya perubahan tingkah lalu. Perilaku apa yang perlu diubah dalam belajar? Jawabannya adalah sesuai dengan yang disampaikan oleh Bloom (1957), ada tiga domain yang diubah dalam belajar, yaitu domain kognitif, psikomotor dan afektif.

Apabila sudah jelas perilaku yang akan diubah (meliputi 3 bahan ajar adalah tersebut), berikutnya apa saja yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku yang relatif menetap? Untuk menjawab hal tersebut, ada 3 hal yang dapat mempengaruhinya, yaitu: (1) Pembelajar (guru, instruktur, dosen), (2) Pebelajar (siswa, mahasiswa, peserta didik), dan (3) Bahan ajar.

Tontonlah video berikut ini untuk memperdalam pengetahuan anda mengenai bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan untuk pembelajaran ada dua, yaitu: • by design (dirancang khusus) • by utilization (apa yang yang dimanfaatkan sebagai sumber bahan pembelajaran) Ada beberapa pengertian tentang bahan ajar, bahan ajar adalah lain: • Bahan ajar ( course material ) ialah informasi yang disusun secara sistematis dengan metode tertentu dalam suatu bidang ilmu, disajikan dan dikemas dalam bentuk media cetak atau non cetak yang disajikan sebagai sumber informasi dalam belajar untuk mencapai suatu tujuan.

• Pannen (1995), bahan ajar adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. • Heman D. Surjono (2013) bahan ajar adalah segala bentuk bahan (informasi, alat, dan bahan ajar adalah yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. • Depdikbud (2008:6) juga mendefinisikan bahan ajar sebagai segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Bahan ajar yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran, jika dirancang dan dikembangkan dengan cermat dan sesuai prosedur yang benar mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran dan prinsip desain pesan yang efektif bagi proses belajar siswa, akan sangat efektif dalam menunjang atau memfasilitasi proses belajar mereka. Dengan bahan ajar siswa dapat mengulang mempelajari materi kembali di rumah. Mengembangkan bahan ajar merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh guru (Sadjati, dalam Tian Belawati, 2003).

Kemampuan itu harus diwujudkan dalam upaya menyediakan berbagai bahan ajar yang dibutuhkan siswa dalam rangka mencapai kompetensi yang diharapkan. Sebagai guru, sekaligus pengembang bahan ajar, guru merupakan orang yang paling bertanggungjawab dalam pengaturan penyampaiann informasi dan penataan lingkungan dalam proses penguasaan ilmu pengetahuan anak didik.
Bahan Ajar 1.1 1.2 Pengertian Bahan Aja r Bahan ajar merupakan salah satu perangkat materi atau substansi pembelajaran yang disusun secara sistematis, serta menampilkan secara utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Menurut Andi Prastowo dalam bukunya yang berjudul Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif disebutkan bahwa “bahan ajar merupakan segala bahan (baik bahan ajar adalah, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk perencanaan dan penelaah implementasi pembelajaran”.

Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya (Widodo dan Jasmadi dalam Lestari, 2013:1). Pengertian ini menjelaskan bahwa suatu bahan ajar haruslah dirancang dan ditulis dengan kaidah intruksional karena akan digunakan oleh guru untuk membantu dan menunjang proses pembelajaran.

Jenis - Jenis Bahan Ajar Bahan ajar memiliki beragam jenis, ada yang cetak maupun noncetak. Bahan ajar cetak yang sering dijumpai antara lain berupa handout, buku, modul, brosur, dan lembar kerja siswa. Di bawah ini akan diuraikan penjelasan terkait jenis-jenis bahan ajar. 1) Handout Handout adalah “segala sesuatu” yang diberikan kepada peserta didik ketika mengikuti kegiatan pembelajaran.

Kemudian, ada juga yang yang mengartikan handout sebagai bahan tertulis yang disiapkan untuk memperkaya pengetahuan peserta didik (Prastowo dalam Lestari, 2011: 79). Guru dapat membuat handout dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan kompetensi dasar yang akan dicapai oleh siswa.

Saat ini handout dapat diperoleh melalui download internet atau menyadur dari berbagai buku dan sumber lainnya. 2) Buku Buku sebagai bahan ajar merupakan buku yang berisi ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum dalam bentuk tertulis. Bahan ajar adalah disusun dengan menggunakan bahasa sederhana, menarik, dilengkapi gambar, keterangan, isi buku, dan daftar pustaka. Buku akan sangat membantu guru dan siswa dalam mendalami ilmu pengetahuan sesuai dengan mata pelajaran masing-masing.

Secara umum, buku dibedakan menjadi empat jenis (Prastowo dalam Lestari, 2011: 79) yaitu sebagai berikut. a) Buku sumber, yaitu buku yang dapat dijadikan rujukan, referensi, dan sumber untuk kajian ilmu tertentu, biasanya berisi suatu kajian ilmu yang lengkap. b) Buku bacaan, yaitu buku yang hanya berfungsi untuk bahan bacaan saja, misalnya cerita, legenda, novel, dan lain sebagainya. c) Buku pegangan, yaitu buku yang bisa dijadikan pegangan guru atau pengajar dalam melaksanakan proses pengajaran.

d) Buku bahan ajar atau buku teks, yaitu buku yang disusun untuk proses pembelajaran dan berisi bahan-bahan atau materi pembelajaran yang akan diajarkan. e) 3) Modul Modul merupakan bahan ajar yang ditulis dengan tujuan agar siswa dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. Oleh karena itu, modul harus berisi tentang petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, isi materi pelajaran, informasi pendukung, latihan soal, petunjuk kerja, evaluasi, dan balikan terhadap evaluasi.

Dengan pemberian modul, siswa dapat belajar mandiri tanpa harus dibantu oleh guru. 4) Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah materi ajar yang sudah dikemas sedemikian rupa sehingga siswa diharapkan dapat materi ajar tersebut secara mandiri.

Dalam LKS, siswa akan mendapat materi, ringkasan, dan tugas yang berkaitan dengan materi. Selain itu siswa juga dapat menemukan arahan yang terstruktur untuk memahami materi yang diberikan dan pada saat yang bersamaan siswa diberikan materi serta tugas yang berkaitan dengan materi tersebut.

5) Buku Ajar Buku ajar adalah sarana belajar yang bisa digunakan di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran dan pengertian modern dan yang umum dipahami. 6) Buku Teks Buku teks juga dapat didefinisikan sebagai buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu buat maksud dan tujuan-tujuan instruksional yang dilengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu program pengajaran 7) Bahan Ajar Non Cetak Bahan ajar noncetak meliputi bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, dan compact disc audio.

Bahan ajar pandang dengar ( audio visual) seperti video compact disc dan film. Bahan ajar multimedia interaktif ( interactive teaching material) seperti CIA ( Computer Assisted Intruction), compact disc (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web ( web based learning materials).

(Dalam Buku Lestari, 2013: 6). Fungsi Bahan Ajar Bahan ajar memiliki berbagai fungsi, salah satunya yaitu sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Menurut Depdiknas (2008, hlm. 7), fungsi dari bahan ajar yaitu sebagai berikut. a. Bahan ajar sebagai pedoman bagi guru yang akan mengarahkan semua aktivitas dalam pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik. b. Bahan ajar sebagai pedoman bagi peserta didik dalam pembelajaran, sekaligus merupakan substansi yang seharusnya dipelajari atau dikuasai.

c. Bahan ajar sebagai alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran. Bahan ajar adalah menurut Andi Prastowo (2014, hlm. 139-140) fungsi bahan ajar berdasarkan pihak-pihak yang menggunakannya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu fungsi bagi pendidik dan fungsi bagi peserta didik.

a. Fungsi bahan ajar bagi pendidik. 1) Menghemat waktu dalam mengajar. 2) Mengubah peran pendidik dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator. 3) Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif.

4) Pedoman yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan merupakan substansi kompetensi yang semestinya diajarkan kepada peserta didik. 5) Alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran. b. Fungsi bahan ajar bagi peserta didik. 1) Peserta didik dapat belajar tanpa adanya pendidik. 2) Peserta didik dapat belajar kapan saja bahan ajar adalah dimana saja.

3) Peserta didik dapat belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing. 4) Peserta didik dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri. 5) Membantu potensi peserta didik untuk menjadi pelajar yang mandiri. 6) Pedoman yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari dan dikuasainya. Struktur Bahan Ajar Berdasarkan paparan sebelumnya, bahwa bahan ajar terbagi ke dalam beberapa jenis.

Sehubungan dengan hal tersebut, struktur dari suatu bahan ajar tergantung dari jenis bahan ajar itu sendiri. Menurut Abdul Majid (2012, hlm. 174), secara umum sebuah bahan ajar paling tidak memiliki struktur sebagai berikut.

a. Petunjuk belajar (petunjuk peserta didik dan pendidik). b. Kompetensi yang akan dicapai. c. Informasi pendukung. d. Latihan-latihan.

e. Petunjuk kerja, dapat berupa lembar kerja (LK). f. Evaluasi. Struktur kertas kerja belajar (KKB) pada dasarnya hampir sama dengan struktur bahan ajar seperti lembar kerja siswa (LKS) dan modul. Namun, terdapat irisan dari struktur lembar kerja siswa (LKS) dan struktur dari modul yang menjadikan kertas kerja belajar (KKB) sebagai bahan ajar yang berbeda dengan bahan ajar yang lainnya. Lebih lanjut, untuk mengetahui irisan tersebut, dibawah ini dipaparkan terlebih dahulu struktur dari modul dan lembar kerja siswa (LKS).

Vembrianto (dalam Kosasih, 2010, hlm. 46) mengungkapkan struktur dari modul yakni meliputi rumusan tujuan pengajaran, petunjuk untuk pendidik, materi kegiatan, lembaran kegiatan peserta didik, kunci lembaran kerja, lembaran evaluasi dan kunci lembaran evaluasi.

Adapun menurut Andi Prastowo (2014, hlm. 214) secara teknis, modul tersusun kedalam empat struktur yaitu sebagai berikut. a. Judul modul, berisi nama modul dari suatu mata pelajaran atau tema tertentu. b. Petunjuk umum, memuat penjelasan tentang langkah-langkah yang akan ditempuh dalam pembelajaran, meliputi kompetensi dasar; pokok bahasan; indikator pencapaian; referensi; strategi pembelajaran; menjelaskan pendekatan, metode langkah yang digunakan dalam proses pembelajaran; lembar kegiatan pembelajaran; petunjuk untuk memahami langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan evaluasi.

c.

bahan ajar adalah

Materi modul, berisi penjelasan tentang materi yang diajarkan. d. Evaluasi semester, untuk mengukur kompetensi peserta didik.

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa struktur modul terdiri dari judul modul, rumusan tujuan pengajaran, petunjuk untuk guru, materi pembelajaran, lebaran kegiatan peserta didik, kunci lembaran kegiatan, lembaran evaluasi, dan kunci lembaran evaluasi.

Andi Prastowo (2014, hlm. 273) menyebutkan enam unsur utama dari lembar kerja siswa (LKS), yaitu meliputi: judul, petunjuk belajar peserta didik, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, tugas atau langkah kerja, dan penilaian. Adapun Vembriarto (dalam Prastowo, 2014, hlm. 214-216) menyebutkan tujuh unsur dari modul yang meliputi: rumusan tujuan pengajaran, petunjuk untuk guru, lembaran kegiatan peserta didik, lembaran kerja bagi peserta didik, kunci lembaran kerja, lembaran evaluasi dan kunci lembaran evaluasi.

Berdasarkan penjelasan tersebut, struktur dari lembar kerja siswa (LKS) diantaranya judul, rumusan tujuan bahan ajar adalah, petunjuk untuk guru, petunjuk belajar peserta didik, kompetensi dasar atau materi pokok, lembaran kegiatan peserta didik, kunci lembaran kerja, dan penilaian. Berdasarkan unsur-unsur LKS dan modul yang telah disebutkan diatas, irisan dari unsur-unsur tersebut merupakan unsur-unsur dari kertas kerja belajar (KKB), yaitu meliputi: judul, rumusan tujuan, petunjuk bahan ajar adalah guru, kompetensi dasar atau materi pokok, lembaran kerja bagi peserta didik, dan evaluasi.

Langkah-langkah Pengembangan Bahan Ajar Pengembangan bahan ajar melibatkan sejumlah langkah yang harus ditempuh oleh seorang pengembang. Menurut Depdiknas (dalam Prastowo, 2014, hlm. 153), ada tiga tahap pokok yang perlu dilalui untuk mengembangkan bahan ajar, yaitu analisis kebutuhan bahan ajar, memilih sumber belajar, dan menyusun peta bahan ajar berdasarkan struktur dari bahan ajar.

a. Analisis kebutuhan bahan ajar Analisis kebutuhan bahan ajar bertujuan agar bahan ajar yang dibuat sesuai dengn tuntutan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.

Menurut Prastowo (2014, hlm. 153) analisis ini meliputi tiga tahapan, yaitu: menganalisis kurikulum, menganalisis sumber belajar, dan penentuan jenis serta judul bahan ajar. 1) Menganalisis kurikulum Kurikulum menjadi patokan penting dalam membuat suatu bahan ajar. Bahan ajar dibuat berdasarkan kurikulum 2013. Kurikulum ini menggunakan pendekatan tematik pada pembelajarannya. Menurut Trianto (dalam Amirudin, dkk, 2017, hlm.

4) dalam menganalisis kurikulum 2013, ada beberapa tahap yang harus dilalui diantaranya memetakan kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator; menetapkan jaringan tema; mengidentifikasi materi pokok; menentukan pengalaman belajar; dan penentuan bahan ajar. 2) Menganalisis sumber belajar Analisis sumber belajar dilakukan berdasarkan tiga aspek, yaitu ketersediaan, kesesuaian dan kemudahan dalam menggunakannya.

Aspek ketersediaan berkaitan dengan ada tidaknya sumber belajar di sekitar peserta didik, aspek kesesuaian berkaitan dengan tingkat kesesuaian sumber belajar dengan tujuan pembelajaran dan aspek kemudahan berkaitan dengan mudah tidaknya sumber belajar tersebut digunakan.

3) Menentukan jenis dan judul bahan ajar Langkah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu kriteria bahwa bahan ajar harus menarik dan dapat membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti akan mengembangkan bahan ajar cetak atau printed materials berupa kertas kerja belajar (KKB) berbasis masalah yang disusun berdasarkan tuntutan kurikulum 2013.

b. Memilih sumber belajar Sumber belajar sangat beraneka ragam. Hal yang harus dilakukan yaitu dengan menyeleksi atau penyaringan terhadap sumber belajar. Pemilihan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sudjana dan Rivai (dalam Prastowo, 2014, hlm. 176) menyatakan dua kriteria dalam memilih sumber belajar, yaitu kriteria umum dan kriteria khusus. Kriteria umum meliputi: ekonomis (harganya murah/terjangkau), praktis, mudah dicari, dan fleksibel. Adapun kriteria khusus meliputi; dapat memotivasi peserta didik untuk belajar, mendukung kegiatan belajar, sumber belajar untuk penelitian, mampu mengatasi masalah belajar peserta didik, dan sumber belajar untuk presentasi.

c. Menyusun peta bahan ajar Menurut Prastowo (2014, hlm. 177) peta bahan ajar memiliki banyak kegunaan. Keguanaan dari peta bahan ajar ini yaitu untuk bahan ajar adalah jumlah bahan ajar yang harus ditulis, untuk mengetahui sekuensi atau urutan bahan ajarnya (untuk menentukan prioritas penulisan), dan untuk menentukan sifat bahan ajar, apakah dependent (ada keterkaitan antara bahan ajar satu dengan bahan ajar yang lain) atau independent (berdiri sendiri atau tidak terikat oleh bahan ajar yang lain).

Adapun menurut E. Kosasih (2010, hlm. 61-62), secara umum penyusunan bahan ajar terdiri dari beberapa bahan ajar adalah, yaitu sebagai berikut. a. Analisis kebutuhan bahan ajar Tahap ini merupakan kegiatan menganalisis kompetensi atau tujuan untuk menentukan isi dari bahan ajar yang dibutuhkan untuk mencapai kompetensi tersebut.

b. Penyusunan draft Penyusunan draft merupakan tahapan penyusunan dan pengorganisasian materi pembelajaran dari suatu kompetensi menjadi satu kesatuan yang sistematis. c. Uji coba Tahap ini dilakukan kegiatan penggunaan bahan ajar pada peserta didik secara terbatas untuk mengetahui manfaat dari bahan ajar tersebut sebelum digunakan secara umum. d. Validasi Validasi dilakukan untuk meminta persetujuan atau pengesahan terhadap kesesuaian bahan ajar dengan kebutuhan.

e. Revisi Tahap ini dilakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap bahan ajar setelah memperoleh masukan dari kegiatan uji coba dan validasi. Pemanfaatan Bahan Ajar Pemanfaatan bahan ajar digunakan dalam pembelajaran individu maupun kelompok. Menurut Ida Malati Sadjati (2012, hlm. 19) dalam pembelajaran individual, bahan ajar memiliki beberapa peran, yaitu: 1) media utama dalam proses pembelajaran, misalnya bahan ajar cetak atau bahan ajar cetak yang dilengkapi dengan program audio visual atau komputer; 2) alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses siswa memperoleh informasi; 3) penunjang media pembelajaran individual lainnya, misalnya siaran radio, siaran televisi, dan teleconferencing.

Lebih lanjut, Ida Malati Sadjati (2012, hlm. 19-20) menjelaskan bahwa bahan ajar pada pembelajaran kelompok lebih bersifat sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar kelompok, dengan cara memberikan informasi tentang materi pelajaran, informasi tentang peran-peran anggota kelompok, serta petunjuk tentang proses pembelajaran kelompok.

Pengertian Bahan Ajar Serta Jenis-jenis Bahan Ajar Menurut Para Ahli, Berikut uraian mengenai bahan ajar yang terhimpun dari berbagai sumber untuk menguraikan tentang: • Apa bahan ajar adalah bahan Ajar • Pengertian bahan ajar • Bahan ajar kurikulum 2013 • Contoh bahan ajar • Manfaat bahan ajar • Makalah bahan ajar • Pengembangan bahan ajar lks • Contoh bahan ajar matematika, bahasa, ips, ipa, kesenian dan lain-lain Bahan ajar merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran.

Sebagaimana Mulyasa (2006: 96) mengemukakan bahwa bahan ajar merupakan salah satu bagian dari sumber ajar yang dapat diartikan sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran, baik yang bersifat khusus maupun yang bersifat umum yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran. Dick, Carey, dan Carey (2009: 230) menambahkan bahwa instructional material contain the conten either written, mediated, or facilitated by an instructor that a student as use to achieve the objective also include information thet the learners will use to guide the progress.

Berdasarkan ungkapan Dick, Carey, dan Carey dapat diketahui bahwa bahan ajar berisi konten yang perlu dipelajari oleh siswa baik berbentuk cetak atau yang difasilitasi oleh pengajar untuk mencapai tujuan tertentu. Widodo dan Jasmadi dalam Ika Lestari (2013: 1) menyatakan bahwa bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi dan subkompetensi dengan segala kompleksitasnya.

Iskandarwassid dan Dadang Sunendar (2011: 171) mengungkapkan bahwa bahan ajar merupakan seperangkat informasi yang harus diserap peserta didik melalui pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penyusunan bahan ajar diharapkan siswa bahan ajar adalah merasakan manfaat bahan ajar atau materi itu setelah ia mempelajarinya. Yana Wardhana (2010: 29) menambahkan bahwa bahan ajar merupakan suatu media untuk mencapai keinginan atau tujuan yang akan dicapai oleh peserta didik.

Sedangkan menurut Opara dan Oguzor (2011: 66) mengungkapkan bahwa instructional materials are the audio visual materials (software/hardware) which can be used as alternative channels of communication in the teaching-learning process. Bahan ajar merupakan sumber belajar berupa visual maupun audiovisual yang dapat digunakan sebagai saluran alternatif pada komunikasi di dalam bahan ajar adalah pembelajaran. Berdasarkan kajian di atas, istilah bahan ajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah suatu bahan/ materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Berikut Video Tentang Pengertian Bahan Ajar: Menurut Bahan ajar adalah Centre for Competency Based Training (2007), pengertian bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bahan yang dimaksudkan dapat berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis. Pandangan dari ahli lainnya mengatakan bahwa bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis, baik tertulis maupun tidak tertulis, sehingga tercipta suatu lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa belajar.

Menurut Panen (2001) mengungkapkan bahwa bahan ajar merupakan bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran (Andi,2011:16). Menurut Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (2008:6), pengertian bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar merupakan komponen pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai bahan belajar bagi siswa dan membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.

Jenis-Jenis Bahan Ajar Jenis bahan ajar dibedakan atas beberapa kriteria pengelompokan. Menurut Koesnandar (2008), jenis bahan ajar berdasarkan subjeknya terdiri dari dua jenis antara lain: (a) bahan ajar yang sengaja dirancang untuk belajar, seperti buku, handouts, LKS dan modul; (b) bahan ajar yang tidak dirancang namun dapat dimanfaatkan untuk belajar, misalnya kliping, koran, film, iklan atau berita.

Koesnandar juga menyatakan bahwa jika ditinjau dari fungsinya, maka bahan ajar yang dirancang terdiri atas tiga kelompok yaitu bahan ajar adalah presentasi, bahan referensi, dan bahan belajar mandiri. Berdasarkan teknologi yang digunakan, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (2008: 11) mengelompokkan bahan ajar menjadi empat kategori, yaitu bahan ajar cetak (printed) antara lain handout, buku, modul, lembar kegiatan siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan model/maket.

Bahan ajar dengar (audio) antara lain kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. Bahan ajar pandang dengar ( audio visual) seperti video compact disk, dan film. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif dan bahan ajar berbasis web (web based learning material). Pengembangan Bahan Ajar Pengembangan suatu bahan ajar harus didasarkan pada analisis kebutuhan siswa.

bahan ajar adalah

Terdapat sejumlah alasan mengapa perlu dilakukan pengembangan bahan ajar, seperti yang disebutkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (2008: 8-9) sebagai berikut.

• Ketersediaan bahan sesuai tuntutan kurikulum, artinya bahan belajar yang dikembangkan harus sesuai dengan kurikulum • Karakteristik sasaran, artinya bahan ajar yang dikembangkan dapat disesuaikan dengan karakteristik siswa sebagai sasaran, karakteristik tersebut meliputi lingkungan sosial, budaya, geografis maupun tahapan perkembangan siswa • Pengembangan bahan ajar harus dapat bahan ajar adalah atau memecahkan masalah atau kesulitan dalam belajar.

Dengan demikian, pengembangan bahan ajar di sekolah perlu memperhatikan karakteristik siswa dan kebutuhan siswa sesuai kurikulum, yaitu menuntut adanya partisipasi dan aktivasi siswa lebih banyak dalam pembelajaran.

Pengembangan lembar kegiatan siswa menjadi salah satu alternatif bahan ajar yang akan bermanfaat bagi siswa menguasai kompetensi tertentu, karena lembar kegiatan siswa dapat membantu siswa menambah informasi tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis. Demikianlah pembahasan mengenai pengertian bahan ajar, jenis bahan ajar dan pengembangan bahan ajar, semoga bermanfaat.

Karakteristik Bahan Ajar Pertama, self instructional yaitu bahan ajar dapat membuat siswa mampu membelajarkan diri sendiri dengan bahan ajar yang dikembangkan. Oleh karena itu, di dalam bahan ajar harus terdapat tujuan yang dirumuskan dengan jelas dan memberikan materi pembelajaran yang dikemas ke dalam unit-unit atau kegiatan yang lebih spesifik.

• Self instructional, yang berarti bahan ajar dapat dipelajari sendiri oleh siswa karena disusun untuk maksud tersebut. • Self explanatory power, yaitu bahan ajar mampu menjelaskan sendiri karena menggunakan bahasa yang sederhana, isinya runtut, dan tersusun secara sitematik.

• Self paced learning, yaitu siswa dapat mempelajari bahan ajar dengan kecepatan yang sesuai dengan dirinya tanpa perlu menunggu siswa lain bahan ajar adalah lebih lambat atau merasa ketinggalan dari siswa yang lebih cepat. • Self contained, yaitu bahan ajar itu lengkap dengan sendirinya sehingga siswa tidak perlu tergantung dengan bahan ajar lainnya, kecuali bila bermaksud untuk memperkaya dan memperdalam pengetahuannya. • Individualized learning materials, yaitu bahan ajar didesain sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa yang sedang mempelajarinya.

• Flexible and bahan ajar adalah learning materials, yaitu bahan ajar yang dapat dipelajari siswa kapan saja, di mana saja, bahan ajar adalah keadaan diam atau bergerak. • Communicative and interactive learning materials, yaitu bahan ajar didesain sesuai dengan prinsip komunikatif yang efektif dan melibatkan proses interaksi dengan siswa yang sedang mempelajarinya.

• Multimedia, computer based materials, yaitu bahan ajar yang didesain berbasiskan multimedia termasuk pendayagunaan computer secara optimal bila siswa mempunyai akses terhadapnya. • Supported by tutorials, and study group, yaitu bahan ajar masih mungkin membutuhkan dukungan tutorial dan kelompok belajar. Kehadiran bahan ajar selain membantu siswa dalam pembelajaran juga sangat membantu guru.

Dengan adanya bahan ajar guru lebih leluasa mengembangkan materi pelajaran. Berdasarkan kedua pendapat di atas mengenai karakteristik bahan ajar, peneliti mensintesiskan bahwa bahan ajar haruslah berisi materi yang memadai, bervariasi, mendalam, mudah dibaca, serta sesuai minat dan kebutuhan siswa.

Selain itu, bahan ajar haruslah berisi materi yang disusun secara sistematis dan bertahap. Materi disajikan dengan metode dan sarana yang mampu menstimulasi siswa untuk tertarik membaca. Terakhir, bahan ajar haruslah berisi alat evaluasi yang memungkinkan siswa mampu mengetahui kompetensi yang telah dicapainya.

Secara umum bahan ajar dapat dibedakan ke dalam bahan ajar cetak dan noncetak. Bahan ajar cetak dapat berupa, handout, buku, modul, brosur, dan lembar kerja siswa. Sedangkan bahan ajar noncetak meliputi, bahan ajar audio seperti, kaset, radio, piringan hitam, dan compact disc audio.

Bahan ajar audio visual seperti, CAI (Computer Assisted Instruction), dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials) (Ika Lestari, 2013: 5). Lebih lanjut Mulyasa (2006: 96) menambahkan bahwa bentuk bahan ajar atau materi pembelajaran antara lain adalah bahan cetak (hand out, buku, modul, LKS, brosur, dan leaflet), audio (radio, kaset, cd audio), visual (foto atau gambar), audio visual (seperti; video/ film atau VCD) dan multi media (seperti; CD interaktif, computer based, dan internet).

Bahan ajar yang dimaksud dalam kajian ini lebih ke bahan bahan ajar adalah cetak berupa buku teks. Hal ini dikarenakan, buku teks sangat erat kaitannya dengan kurikulum, silabus, standard kompetensi, dan kompetensi dasar.

Rudi Susilana (2007: 14) mengungkapkan bahwa buku teks adalah buku tentang suatu bidang studi atau ilmu tertentu yang disusun untuk memudahkan para guru dan siswa dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Buku teks mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Hutchinson & Torres dalam Litz, 2012: 5) mengungkapkan bahwa The textbook is an almost universal element of [English language] teaching. Millions of copies are sold every year, and numerous aid projects have been set up to produce them in [various] countries…No teaching-learning situation, it seems, is complete until it has its relevant textbook.

Buku teks merupakan salah satu unsure yang dibutuhkan dalam pengajaran. Buku teks dapat juga menjadi wadah untuk menuliskan ide-ide terkait kebudayaan nasional suatu bangsa. Sebagaimana yang diungkapkan Pingel (2009: 7) bahwa Textbooks are one of the most important educational inputs: texts reflect basic ideas about a national culture, and are often a flashpoint of cultural struggle and controversy.

Secara garis besar, bahan ajar memiliki fungsi yang berbeda baik untuk guru maupun siswa. Adapun fungsi bahan ajar untuk guru yaitu; • Untuk mengarahkan semua aktivitas guru dalam proses pembelajaran sekaligus merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa; dan • Sebagai alat evaluasi pencapaian hasil pembelajaran. • Biaya pembelajarannya efisien karena dapat diikuti oleh sejumlah besar peserta didik.

• Peserta didik dapat maju menurut kecepatan mereka masing-masing. • Bahan ajar dapat direviu dan direvisi setiap saat dan bertahap, bagian demi bagian untuk meningkatkan efektifitasnya. • Peserta didik mendapat umpan balik secara teratur dalam proses belajarnya, karena proses umpan balik itu dapat diintegrasikan ke dalam bahan ajar. • Biaya pengembangannya tinggi.

• Waktu pengembangan lama. • Membutuhkan tim pendesain yang berketerampilan tinggi dan mampu bekerja sama secara intensif dalam masa pengembangannya. • Peserta didik dituntut memiliki disiplin belajar yang tinggi. • Fasilitator dituntut tekun dan sabar untuk terus menerus memantau proses belajar, member motivasi dan melayani konsultasi peserta didik secara individual setiap kali dibutuhkan.

Bahan ajar dapat ditulis sendiri oleh guru sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain ditulis sendiri guru dapat berkolaborasi dengan guru lain untuk menulis bahan ajar secara kelompok, dengan guru-guru bidang studi sejenis, baik dalam satu sekolah atau tidak.

Penulisan juga dapat dilakukan bersama pakar, yang memiliki keahlian di bidang ilmu tertentu. Disamping penguasaan bidang ilmu, untuk dapat menulis sendiri bahan ajar, diperlukan kemampuan menulis sesuai dengn prinsip-prinsip instruksional. Materi bahan ajar berupa pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang tercantum dalam program pembelajaran sesuai dengan silabus. Hasil penyusunan bahan ajar dari karya sendiri, paling ekonomis, walaupun beban tugasnya berat.

Setiap bab berjumlah lebih kurang 15-25 halaman, untuk pelajaran eksakta 10-20 halaman. Dalam pengemasan informasi, guru tidak menulis bahan ajar sendiri dari awal, tetapi memanfaatkan buku-buku teks dan informasi yang sudah ada di pasaran untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik, dan dapat dipergunakan oleh guru dan siswa dalam proses instruksional.

Informasi yang sudah ada di pasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan. Kemudian ditulis kembali/ulang dengan gaya bahasa yang sesuai untuk menjadi bahan ajar (diubah), juga diberi tambahan kompetensi atau keterampilan yang akan dicapai, bimbingan belajar, latihan, tes, serta umpan balik agar mereka dapat mengukur sendiri kompetensinya yang telah dicapai.

Keuntunganya, cara ini lebih cepat diselesaikan dibanding menulis sendiri. Sebaiknya memperoleh ijin dari pengarang buku aslinya. Selain menulis sendiri bahan ajar juga dapat dilakukan melaluikompilasi seluruh materi yang diambil dari buku teks, jurnal, majalah, artikel, koran, dll. Proses ini disebut pengembangan bahan ajar melalui penataan informasi (kompilasi). Proses penataan informasi hampir sama dengan proses pengemasan kembali informasi.

Namun dalam proses penataan informasi tidak ada perubahan yang dilakukan terhadap bahan ajar yang diambil dari buku atau informasi yang ada di pasar. Jadi materi dikumpulkan kemudian difoto copy secara langsung. Sumber materi berasal dari buku teks dan sebagainya tersebut, dipilah-pilah, kemudian disusun berdasarkan tujuan atau standar kompetensi atau mengikuti silabus. Pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia berbasis game edukasi ini, disusun dengan cara text transformation.

Peneliti memanfaatkan buku-buku teks dan informasi yang sudah ada, kemudian peneliti mengemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik, dan dapat dipergunakan oleh guru dan siswa dalam proses instruksional. Selanjutnya, peneliti menulis kembali/ulang dengan gaya bahasa yang sesuai untuk menjadi bahan ajar (diubah). Bahan Ajar Kurikulum 2013 BAHAN AJAR KURIKULUM 2013 Sumber: http://www.slideshare.net/drsaleksanderhutaurukmsi/tot-bahan-ajar-kurikulum-2013 AUTHOR 5 Oktober 2019 13.05 delete Masih Sering kalah main Poker Online?Ingin gampang menang?

Masih Bingung Cari BO Poker Yang Aman & Terpercaya ?? Di sinilah tempatnya MEJAONLINE, Dengan Server IDN Yang Ternama Situs Taruhan Judi poker Paling Rekomendasi Banget Niih !!!

- BONUS PERDANA NEW MEMBER : DEPO 50RB MENDAPATKAN 10RB DEPO 100RB MENDAPATKAN 20RB DEPO 250RB MENDAPATKAN 30RB DEPO 500RB MENDAPATKAN 40RB DEPO 1JUTA MENDAPATKAN 50RB - BONUS TURNOVER 0.4% SETIAP HARI SENIN - BONUS REFFERAL 20 % DI BAGIKAN SETIAP HARI KAMIS - LINK DAFTAR : http://bit.ly/2LOZg01 INFO LEBIH LANJUT : WhatsApp : +855-1679-8223 LINK : www.mejaonlinezz.

com LINK : www.mehaonlinezz. net Poker Online Tercepat Poker Online Terbaik Ceme Online Domino QQ Poker Online Indonesia Reply AUTHOR 3 November 2019 02.33 delete terima kasi banyak sebelumnya ya min ^^.

artikel ini sangat berperan banyak pada hidup saya karena ini benar benar berguna, struktur dan tulisannya sangat rapi dan sangat mudah dimengerti, saya semakin paham juga atas ini semua. teruslah berkarya untuk anak bangsasukses selalu dan sehat selalu ^^ bandarq terpercaya terima kasih dan salam hormat terdalam saya ya min Reply AUTHOR 8 November 2019 12.30 delete terima kasi banyak ya min.

artikel ini memang berguna sekali dan berfungsi bagi orang orang yang belum mengerti seperti sayateruslah berkarya ya ^^ semoga anda sukses dan sehat selalu ya hehehehe. numpang promo ya min bebasqq adalah situs poker online terbaik bahan ajar adalah Indonesia dan bandarq terpercaya *proses deposit/withdraw dibawah 1 menit *deposit 24 jam *tersedia bank bca,bni,bri,danamon,mandiri serta ovo *bonus rollingan mencapai 0,5% *bonus refferal 20% *cs yang ramah dan baik hati selama 24 jam *1 user id bisa memainkan 8 jenis permainan seperti aduqbandarqsakongpokerbandar pokerbandar66dominoqqdan capsa susun jangan lupa juga kunjungi website saya di : bebasqq terima kasih dan salam hormat terdalam saya ya min ^^ Reply AUTHOR 13 November 2019 15.44 delete ituBola - Bandar Bola - Casino Online - Baccarat - Dragon Tiger - Roulette - Sicbo - BlackJack Agen Judi Online Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.

Menyediakan berbagai macam permainan Judi Bola & Casino Online Terlengkap. BONUS SPORTSBOOK ONLINE Komisi Rollingan 0.25% Grade A Pasaran Harga ODDS Terbaik, Duit Kei Tidak Mahal BONUS CASINO ONLINE Komisi Rollingan 0,8% ( Baccarat ) Komisi Rollingan 0,6% ( SICBO ) Komisi Rollingan 0,6% ( ROULLETE ) Komisi Rollingan 0,5% ( DRAGON TIGER ) NB : Komisi Rollingan Akan Secara Otomatis Masuk Ke dalam User.

=> Bonus Cashback 5% (dibagikan setiap Hari Senin) => Customer Service 24 Jam Nonstop => Support 7 Bank Lokal Indonesia (BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon, Cimb Niaga, Permata Bank) => Support Deposit Via Aplikasi OVO * Pusat Bantuan ituBola LINE : itubola757 WECHAT : itubolanet WHATSAPP : +85517696120 Access Restricted www.BOTOLKECIL.com @ituBolaCS - Linktree http://bit.ly/ALLLINK #judi #judibola #judicasino #judidadu #judisicbo #judibaccarat #judiroulette #agenbola #agenjudi #agencasino #bola #bandarbola #bolaterpercaya #situsjudi #situsjuditerpercaya Reply AUTHOR 15 November 2019 12.16 delete Cashback SPORTBOOK & SLOTS "Dari Total Kekalahan Anda 5%" POKER, CEME, Bahan ajar adalah KELILING, CAPSA, Q KICK "Menang Atau Kalah tetap Dapat 0,2" LIVE CASINO "Menang Atau Kalah dapat 1%" Refferal Mencapai 5% Loh Guys Game yang Tersedia di ituKasino: > Sportsbook > Live Casino > Slots Game > Live Game > Poker > Domino > Capsa Susun > Ceme WECHAT : itukasino WHATSAPP : +85593790515 LINE : itukasino Livechat : itukasino.net Hanya Ada Disini http://bit.ly/1Untuksemua ituKasino - Judi Bola - Judi Casino - Judi Poker - Judi Domino Reply AUTHOR 21 November 2019 03.52 delete Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat Memiliki 8 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino Link Alternatif : arena-domino.net arena-domino.org 100% Memuaskan ^-^ Reply AUTHOR 21 November 2019 03.52 delete Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat Memiliki 8 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino Link Alternatif : arena-domino.net arena-domino.org 100% Memuaskan ^-^ Reply AUTHOR 17 Desember 2019 02.40 delete PERMAINAN ONLINE TERBESAR DI INDONESIA Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia ^^ Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat :) Memiliki 8 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino - Adu Q - Bandar Q - Bandar Sakong - Bandar Poker - Poker - Domino 99 - Capsa Susun - BANDAR66 / ADU BALAK - Perang Baccarat ( GAME TERBARU ) Permainan Judi online yang menggunakan uang asli dan mendapatkan uang asli ^^ * Minimal Deposit : bahan ajar adalah * Minimal Withdraw : 20.000 * Deposit dan Withdraw 24 jam Non stop ( Kecuali Bank offline / gangguan ) * Bonus REFFERAL 15 % Seumur hidup tanpa syarat * Bonus ROLLINGAN 0.3 % Dibagikan 5 hari 1 kali * Proses Deposit & Withdraw PALING CEPAT * Sistem keamanan Terbaru & Terjamin * Poker Online Terpercaya * Live chat yang Responsive * Support lebih banyak bank LOKAL Contact Us Website SahabatQQ WA 1 : +85515769793 WA 2 : +855972076840 LINE : SAHABATQQ FACEBOOK : SahabatQQ Reborn TWITTER : SahabatQQ YM : cs2_sahabatqq@yahoo.com Kami Siap Melayani anda 24 jam Nonstop Daftar SahabatQQ #sahabatQQ #winsahabat #windaftar #AgenBandarQ #Domino99 #DominoQQ #megasahabat Reply AUTHOR 3 Januari 2020 12.48 delete PERMAINAN ONLINE TERBESAR DI INDONESIA Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia ^^ Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat :) Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino - Adu Q - Bandar Q - Bandar Sakong - Bandar Poker - Poker - Domino 99 - Capsa Susun - BANDAR66 / ADU BALAK - PERANG BACCARAT ( GAME TERBARU ) Permainan Judi online yang menggunakan uang asli dan mendapatkan uang asli ^^ * Minimal Deposit : 20.000 * Minimal Withdraw : 20.000 * Deposit dan Withdraw 24 jam Non stop ( Kecuali Bank offline / gangguan ) * Bonus REFFERAL 15 % Seumur hidup tanpa syarat * Bonus ROLLINGAN 0.3 % Dibagikan 5 hari 1 kali * Proses Deposit & Withdraw PALING CEPAT * Sistem keamanan Terbaru & Terjamin * Poker Online Terpercaya * Live chat yang Responsive * Support lebih banyak bank LOKAL Contact Us Website SahabatQQ WA 1 : +85515769793 WA 2 : +855972076840 LINE : SAHABATQQ FACEBOOK : SahabatQQ Reborn TWITTER : SahabatQQ YM : cs2_sahabatqq@yahoo.com Kami Siap Melayani anda 24 jam Nonstop Blog : Artikel SahabatQQ Daftar SahabatQQ Reply AUTHOR 15 Mei 2020 23.41 delete AGEN BOLA TERPERCAYA KAMUBET – SITUS JUDI BOLA, TOGEL ONLINE, DAN AGEN CASINO ======SPORTBOOK====== - SBOBET - AFB88 - IBCBET - Minimal Bet Parlay : Rp 3.000 Minimal Single Bet : Rp 10.000 ======DISKON TOGEL====== 2D – 29.75% X 70 3D – 59.50% X 400 4D – 66.00% X 3000 ======PROMO===== BONUS WELCOME DEPOSIT 50% SLOT GAMES BONUS WELCOME DEPOSIT 100% SPORTBOOK BONUS WELCOME DEPOSIT 100% SABUNG AYAM BONUS NEXT Bahan ajar adalah 20% ALL GAMES BONUS CASHBACK MIXPARLAY 100% BONUS ROLLINGAN CASINO 1% BONUS CASHBACK SLOT GAMES UP TO 20% BONUS CASHBACK SPORTBOOK 10% ========================= Minimal Deposit : Rp 10.000 Minimal Withdraw : Rp 50.000 Minimal Deposit Pulsa : Rp.

15.000 Proses Deposit dan Withdraw hanya 2 Menit ======HUBUNGI KAMI====== Link bahan ajar adalah betkamu.biz Whatsapp - +855882285275 Bahan ajar adalah : @kamubet77 Facebook : @kamubet888 Facebook : https://www.facebook.com/groups/807702616727372/ Twitter : @kamubet Line – Kamubet Wechat – Kamubet Reply AUTHOR 4 Juni 2020 01.41 delete terima kasih artikelnya sangat membantu, kebetulan kami juga bergerak di bidang pengembangan aplikasi khususnya untuk absensi sekolah berbasis sms gateway terhubung langsung dengan HP orang bahan ajar adalah, cocok juga untuk absensi pegawai kantor, untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi website kami ABSENSI SISWA Reply AUTHOR 11 Agustus 2020 11.07 delete ituBola - Agen Euro2020 - Official Agen Taruhan Euro2020 - Bandar Bola Agen Judi Online Terpercaya dan Terbaik di INDONESIA !!

Pelayanan Service yang Online 24 JAM Non-Stop !! Menyediakan berbagai macam permainan Judi Bola BONUS SPORTSBOOK ONLINE • Bonus Cashback 5% (dibagikan setiap Hari Senin) • Support 7 Bank Nasional Indonesia (BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon, Cimb Niaga, PERMATA) • Support Deposit Via Aplikasi OVO,PULSA,GOPAY (DOMPET DIGITAL) Kesulitan Daftar?

Hubungi langsung Kontak dibawah ini untuk dibantu Daftarkan - LINE : @itubola757 - TELEGRAM : +85517696120 / @ItuBola - WHATSAPP : +85517696120 ( Pusat Bantuan ItuBola ) Reply AUTHOR 9 September 2020 21.09 delete Bandar Bola live – Dunia Olahraga memang tidak bisa lepas dari rutinitas kita sehari-hari termasuk bidang Olahraga Sepak bola tentunya http://167.114.18.199/ http://167.114.18.208/ http://167.114.18.209/ https://pasangbola828.com/ https://www.maju88bet.com/ https://www.betasik.com/ http://172.93.101.13/ Reply AUTHOR 2 Desember 2020 15.37 delete Jasa Multimedia Interaktif Jasa Pembuat Multimedia Jasa Pembuatan Multimedia Interaktif Jasa Media Pembelajaran Interaktif Jasa Pembuatan Media Pembelajaran Jogja Jasa Pembuatan Media Pembelajaran Murah Jasa Pembuatan Media Pembelajaran Malang Jasa Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Jasa Pembuatan Media Pembelajaran Android Jasa Pembuatan Game Edukasi Reply AUTHOR 1 Januari 2021 00.02 delete Agen Judi Slot Terpercaya menyediakan deposit via pulsa tanpa potongan.

Agen Slot Pulsa Slot Via Pulsa Agen Judi Slot Deposit Via Pulsa Agen Slot Terbaik Judi Slot Terbaru Slot Pulsa Telkomsel Slot Pulsa XL https://daftarslotpulsaa.blogspot.com/ Silahkan hubungi WA berikut ini : WA : +62812-2222-995 Reply AUTHOR 18 Januari 2021 21.10 delete Agen Sbobet - Situs Bandar Bola Online Terpercaya - indocbet IndoCBET adalah Daftar agen sbobet Situs Bandar Bola Online Terpercaya resmi Taruhan Bola dengan lisensi indonesia Bergabunglah bersama indoCBET bersama kami dengan Bonus Terbesar Saat bahan ajar adalah BONUS NEW MEMBER 20% BONUS DEPOSIT 5% BONUS CASHBACK 5% BONUS ROLLINGAN 0.5% BONUS REFERENSI 5% Tersedia Agen SBOBET, AMGBET, CBET Deposti 25ribu Whatsapp indocbet : 0822.8637.2298 Reply AUTHOR 18 Januari 2021 21.10 delete 365SBOBET Situs Agen Sbobet, Agen Bola Terpercaya di Indonesia 365sbobet.net adalah Agen Sbobet Terpercaya Indonesia, Situs Agen Bola Resmi Online Casino Terbaik Official Partner kami adalah Barcelona dan Liverpool.

Buruan Daftarkan DIri anda di365SBOBET & menangkan Ratusan Juta Rupiah Setiap Harinya!!!

bahan ajar adalah

Bonus Pendaftaran Member Baru 20% Maksimal s/d 1 Juta Rupiah Bonus Next deposit 5% Bonus Rollingan 0.5% Bonus Cashback 5% Dengan Minimal deposit untuk mendapatkan Bonus Hanya 50 ribu 104.161.33.124 Deposit hanya Rp. 25.000 Whatsapp 365sbobet : 0823.6134.6235 Reply AUTHOR 20 Maret 2021 03.05 delete rafitoto, Bandar Togel online Resmi dan casino (live dingdong) Menghadirkan pasaran WLA dan games casino online yang seru yang dapat anda bermain di dalam nya dengan kenyamanan dan keamanan yang sangat terjamin.

Nikmati kualitas bermain Server ANTI LELET di Rafitoto hanya dengan minimal deposit Rp 10.000,- Bonus New Member 15% Bonus Reload 100.000 Bonus Cashback live Game 0.7% Bonus Referral 0.5% Info Lebih lanjut Kunjungi : Website : rafitoto link alternatif rafitoto Line : rafitoto Whatsapp : +6281263102766 MELAYANI 24 JAM NON STOP!

Reply AUTHOR 30 Maret 2021 02.56 delete Kami hadir untuk kalian semua yang ingin bermain game online 1 USER ID bisa bermain di banyak game yang kami sediakan dan juga sangat mudah di akses, dan tidak perlu untuk memindahkan coin jika mau bermain di game lainnya Bonus harian 10% untuk permainan slot online yang bisa kalian dapatkan hanya di agen kami, daftarkan diri kalian sekarang juga dan dapatkan bonusnya hanya di agen kami sekarang juga.

KONTAK : WA : 081-2222-995 LINE : cs_bolavita TELEGRAM : @bolavitacc https://linktr.ee/BVGaming30 Reply AUTHOR 8 April 2021 15.30 delete Di RIKA ANDERSON LOAN COMPANY, kami menawarkan semua jenis bantuan keuangan kepada semua individu, suku bunga kami adalah 2% per tahun. Kami juga memberikan saran dan bantuan keuangan kepada kami, klien dan pelamar Jika Anda memiliki proyek yang bagus atau ingin memulai bisnis dan membutuhkan pinjaman untuk membiayai segera, kami dapat mendiskusikannya, menandatangani kontrak, dan kemudian mendanai proyek atau bisnis Anda untuk Anda bersama dengan Bank Dunia dan Bank Industri.

Kategori Bisnis Bisnis Merchandising. Bisnis manufaktur Bisnis Hibrida. Kepemilikan tunggal Kemitraan. Perusahaan. Perseroan terbatas. pinjaman bahan ajar adalah. pinjaman investasi. Pinjaman Pinjaman. Kredit kepemilikan rumah. HUBUNGI PERUSAHAAN PINJAMAN: Situs web: www.rikaandersonloancompany.com rikaandersonloancompany.webs.com Email: support@rikaandersonloancompany.com rikaandersonloancompany@gmail.com Panggilan Pelanggan: +1(929)526-0086 Obrolan Whatsapp: +1(929)526-0086 W / A: +6285854125084 Facebook: Rika Anderson Alfreda Instagram: Rikaandersonloancompany.alfred Twitter: @LoanRika Markas Besar: 228 Park Ave S, New York, NY 10003-1502, Bahan ajar adalah Pajak / CAC /: 1095/0730/2028 Mahkamah Agung New York County, NY9016 34001 Reply
Menurut Prastowo (2012: 17), bahan ajar pada dasarnya adalah semua bahan (baik informasi maupun alat dan teks) yang disusun secara sistematis dan menunjukkan ilustrasi lengkap keterampilan yang dipelajari oleh siswa dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan pembelajaran untuk merencanakan dan mempelajari implementasi pembelajaran.

National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training dalam Majid (2008:174) “Bahan ajar adalah semua jenis bahan yang digunakan oleh guru / pelatih untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas. Materi yang dirujuk dapat ditulis atau tidak tertulis.” Daftar Isi : • Pengembangan Bahan Ajar • Tujuan dan Manfaat Bahan Ajar • Bentuk Bahan Ajar • Cara Kerja Bahan Ajar • Sifat Bahan Ajar • Share this: • Related posts: Pengembangan Bahan Ajar Masalah penting yang sering dihadapi guru ketika belajar adalah memilih bahan ajar yang tepat untuk membantu siswa mencapai keterampilan yang mereka inginkan.

Ini karena kurikulum atau kurikulum dan bahan ajar hanya ditulis dalam garis besar. Sehingga untuk menjabarkanya secara mendetail adalah tugas seorang guru.

Dan pada titik ini, guru kadang-kadang mengalami kesulitan menciptakan atau mendapatkan bahan ajar yang tepat. Tentu saja, seorang guru harus mengetahui definisi bahan ajar sebelum membuat bahan ajar.

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas. Materi yang dipermasalahkan dapat ditulis atau tidak tertulis. Jenis materi pendidikan, seperti materi cetak, termasuk buku dan modul, materi pendidikan audio, materi pendidikan audiovisual, dan materi pendidikan interaktif multimedia. Macam-macam bahan ajar serta sumbernya itulah yang akan anda dapatkan dalam membaca buku ini.

Bagi seorang guru, calon guru atau siapa pun yang terlibat dalam dunia pengajaran, membaca buku ini sangat penting. Penjelasannya sangat mudah dimengerti. Serta ditambahi dengan contoh-contoh yang konkrit dan nyata. Seperti bisa dibaca pada bab III. Penulis Suyatman M.Pd menjelaskan secara rinci distribusi bahan ajar dan lembar kerja siswa (LKS).

Dari awal, ia menjelaskan analisis kebutuhan, persiapan selebaran, struktur selebaran dan contoh-contoh bagian-bagian selebaran. Tujuan dan Manfaat Bahan Ajar Bahan ajar disusun dengan tujuan untuk ; • Penyediaan bahan ajar yang memenuhi persyaratan kurikulum dan memperhitungkan kebutuhan siswa, khususnya bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan keadaan atau lingkungan sosial siswa.

• Membantu siswa menerima bahan ajar alternatif, selain buku pelajaran yang terkadang sulit diperoleh. • Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Bentuk Bahan Ajar • Bahan ajar cetak (printed), yaitu serangkaian bahan berbasis kertas yang dapat digunakan untuk belajar atau memberikan informasi. Contoh: selebaran, buku, formulir, lembar kerja untuk siswa, brosur, mural, foto / gambar, sampel. • Bahan ajar dengar (audio) atau program audio khususnya semua sistem yang secara langsung menggunakan sinyal radio yang dapat diputar atau didengarkan oleh seseorang atau sekelompok orang.

Contoh: kaset, radio, rekaman, dan CD. • Bahan ajar pandang dengar (audio visual), yaitu segala sesuatu yang memungkinkan kombinasi sinyal audio dengan gambar bergerak berurutan. Contoh: video, CD, dan film. • Bahan ajar interaktif (interactive teaching materials), khususnya kombinasi dari dua atau lebih media (audio, teks, grafik, gambar, animasi dan video) oleh pengguna yang dimanipulasi atau diproses untuk membuat pesanan dan atau perilaku alami pengguna presentasi kontrol.

Contoh: CD interaktif. Cara Kerja Bahan Ajar • Bahan ajar yang tidak diproyeksikan. Bahan ajar ini adalah bahan ajar yang tidak bahan ajar adalah proyektor untuk memproyeksikan konten. Dengan cara ini, siswa dapat langsung membaca, menonton, dan mengamati materi pengajaran. Contoh: foto, diagram, tampilan, model, dll. • Bahan ajar yang diproyeksikan. Materi kelas yang diproyeksikan adalah materi kelas yang mengharuskan siswa untuk menggunakan atau mempelajari proyektor.

Contoh: slide, strip film, transparansi lingkungan (OHP) dan proyeksi komputer. • Bahan ajar audio. Bahan ajar audio adalah bahan ajar dalam bentuk sinyal audio yang direkam pada media perekaman.

Untuk menggunakannya kita membutuhkan pemutar media rekaman seperti tape kompo, CD, VCD, pemutar media dan sebagainya. Contoh: kaset, CD, flash disk dan sebagainya. • Bahan ajar video. Materi pembelajaran ini membutuhkan pemutar yang biasanya dalam bentuk pemutar kaset video, VCD, DVD, dll. Karena materi pengajaran ini hampir mirip dengan materi pengajaran audio, media perekaman diperlukan. Perbedaan bahan ajar ini bisa dilihat di foto. Dengan cara ini, gambar dan suara dapat diperoleh dari tampilan secara bersamaan.

Contoh: video, film, dll. • Bahan (media) komputer. Materi pembelajaran komputer adalah berbagai jenis materi pembelajaran kosong yang membutuhkan komputer untuk menampilkan sesuatu untuk dipelajari. Contoh: Pendidikan Berbasis Komputer (CMI) dan Multimedia Berbasis Komputer atau Hypermedia.

Sifat Bahan Ajar • Bahan ajar berbasiskan cetak. Kategori bahan ajar ini termasuk buku, brosur, panduan siswa, bahan ajar, buku pedoman siswa, peta, diagram, foto, bahan majalah atau koran, dan sebagainya. • Bahan ajar berbasiskan teknologi. Kategori bahan ajar ini mencakup kaset audio, program radio, slide, strip film, film, video, program televisi, video interaktif, tutorial berbasis komputer, dan konten multimedia.

• Bahan ajar yang digunakan untuk praktik atau proyek. Contoh: peralatan ilmiah, lembar observasi, lembar wawancara, dll. • Bahan ajar yang dibutuhkan untuk interaksi dengan manusia (terutama pembelajaran jarak jauh). Contoh: telepon, telepon seluler, konferensi video dan sebagainya. Sekian artikel tentang Bahan Ajar ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>> • Konformitas Adalah • Teks Ulasan Adalah • Gagasan Adalah Related posts: • Termometer Adalah • Senam Irama Adalah • Typography Adalah Posted in Pendidikan Tagged Bahan Ajar, Bahan Ajar adalah, Bentuk Bahan Ajar, Cara Kerja Bahan Ajar, contoh bahan ajar adalah, contoh bahan ajar k13, contoh bahan ajar sd, fungsi bahan ajar, karakteristik bahan ajar, Kegunaan Bahan Ajar, kriteria penyusunan bahan ajar, Pengembangan Bahan Ajar, Pengertian Bahan Ajar, pengertian bahan ajar menurut depdiknas, Sifat Bahan Ajar, Tujuan dan Manfaat Bahan Ajar Post navigation Artikel Terbaru • Ensefalopati Adalah • Ekonomi Makro Adalah • Miconazole Adalah • Hidroponik Adalah • Termometer Adalah • Senam Irama Adalah • Typography Adalah • Teks Eksplanasi Adalah • Combivent Adalah • Antalgin Adalah • Pelanggan Adalah • Gutasi Adalah • Epidermis Adalah • Tunjangan Adalah • Teller Adalah
Daftar isi • Pengertian Bahan Ajar • Ciri-ciri Bahan Ajar • Fungsi Bahan Ajar • Contoh Bahan Ajar Dalam dunia pendidikan dan pengajaran, keberadaan bahan ajar adalah sebagai objek yang disampaikan oleh pengajar atau pendidik kepada anak didiknya.

Mengingat pentingnya hal tersebut, maka bahan ajar haruslah disusun secara sistematis dengan memenuhi krteria tertentu sehingga bisa menjadi alat yang dapat menunjang keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran. Pengertian Bahan Ajar Dalam website Dikmenjur (Pendidikan Menengah Kejuruan) disebutkan bahwa bahan ajar merupakan seperangkat materi pembelajaran atau teaching material yang disusun secara runtut dan sistematis dengan menampilkan secara penuh kompetensi yang akan dikuasasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Secara umum, bahan ajar bisa dikatakan sebagai seperangkat materi pembelajaran yang disusun secara sistematis berdasarkan kurikulum yang diterapkan dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan standar kompetensi yang ditentukan. Ciri-ciri Bahan Ajar Menurut Greene & Petty (dalam Hakim 2001), ciri-ciri bahan ajar yang berkualitas setidaknya memenuhi enam persyaratan berikut : • Menarik perhatian • Bisa membangkitkan motivasi belajar anak didik • Dilengkapi ilustrasi yang menarik • Menggunakan bahasa yang jelas dan bahan ajar adalah dipahami • Memiliki keterkaitan dengan pelajaran yang lain • Tidak mengandung konsep yang samar.

Selain itu, beberapa ciri bahan ajar lainnya adalah: • Merangsang timbulnya minat baca • Menjelaskan tujuan instruksional dari bahan ajar tersebut • Disusun dengan mengacu pada pola belajar yang fleksibel • Struktur bahan ajar dibuat berdasar kebutuhan siswa dan juga target kompetensi yang ingin dicapai. • Memberi ruang latihan bagi bahan ajar adalah • Mampu mengakomodasi kesulitan siswa • Menjelaskan pula cara mempelajari bahan ajar tersebut.

Fungsi Bahan Ajar Menurut Ditjen Dikdasmenum (Prastowo, 2011), ada dua klasifikasi fungsi dari bahan ajar, yaitu: Fungsi bahan ajar bagi pendidik Bagi pendidik, bahan ajar memiliki beberapa fungsi sebagai berikut: • Sebagai pedoman dalam menjalankan proses pembelajaran • Membantu dalam mencapai proses pembelajaran yang efektif dan efisien • Menghemat waktu dalam proses pembelajaran • Sebagai bahan evaluasi bagi proses pembelajaran yang telah dijalankan.

• Mengubah peran pendidik sebagai fasilitator. Fungsi bahan ajar bagi peserta didik Bagi peserta didik, bahan ajar memiliki beberapa fungsi sebagai berikut: • Sebagai pedoman materi bagi peserta didik dalam mengikuti bahan ajar adalah pembelajaran • Mendorong peserta didik untuk dapat belajar secara mandiri • Memberi ruang bagi peserta didik untuk belajar pada waktu dan tempat yang diinginkan • Memberi kesempatan bagi peserta didik untuk bisa belajar sesuai dengan cara atau alur belajar yang sesuai dengan kemampuannya.

• Mengasah potensi peserta didik untuk menjadi pelajar yang bahan ajar adalah Contoh Bahan Ajar Ada banyak sekali bahan ajar yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran. Menurut jenisnya, bahan ajar bisa berupa: Bahan ajar visual Bahan ajar visual biasanya berupa materi tertulis, contohnya adalah: • Buku pelajaran atau modul belajar • Lembar kerja siswa (LKS) • Handout • Buku elektronik • Gambar • Poster ilustrasi, dan sebagainya.

Bahan ajar audio Bahan ajar audio adalah berupa rekaman suara yang berisi materi atau penunjang materi. Bahan ajar audio visual Bahan ajar audio visual merupakan bahan ajar yang selain menampilkan gambar juga menampilkan suara, misalnya berupa video pembelajaran.MENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Promoter • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Bahan ajar adalah • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Buku Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Marketing • Succes Story • Toko Buku Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Menulis • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Contact Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Bahan ajar adalah Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Pengertian Bahan Ajar Menurut Para Ahli • 1.

National Center For Competency Based Training (2007) • 2. Chomsin S. Widodo dan Jasmadi • 3. Pails Ache dalam Diknas • 4. Ali Mudlofar • 5. Ika Lestari • Tujuan Pembuatan Bahan Ajar • 1. Memenuhi kebutuhan anak didik sesuai kurikulum • 2. Membantu memberikan alternatif bahan ajar untuk anak didik • 3. Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran • Fungsi Bahan Ajar Menurut Pihak yang Menggunakan • 1.

Fungsi bahan ajar bagi tenaga pendidik • 2. Fungsi bahan ajar bagi peserta didik • 3. Fungsi Bahan Ajar Menurut Strategi Pembelajaran yang Digunakan • Manfaat Pembuatan Bahan Ajar • 1. Manfaat bagi pendidik • 2. Manfaat bagi peserta didik Fungsi Bahan Ajar. Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisi materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik.

Beberapa sumber buku juga menyatakan bahan ajar adalah suatu bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis. Suatu bahan ajar juga harus dirancang dan ditulis menggunakan kaida instruksional, karena akan digunakan oleh guru dan para pelajar untuk menunjang proses belajar mengajar. Dalam kata lain, bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.

Oleh sebab itu, bahan ajar dibuat untuk mencapai tujuan yang bahan ajar adalah, yakni mencapai kompetensi atau sub kompetensi dengan segala kompleksitasnya.

Adapun permasalahan yang biasanya dihadapi oleh tenaga pendidik adalah memilih atau menentukan bahan ajar yang tepat untuk membantu anak didiknya mencapai kompetensi. Sebab, bahan ajar adalah bahan ajar biasanya hanya ditulis secara garis besar dalam bentuk materi pokok pada kurikulum atau silabus. Dalam hal ini, peran seorang guru dalam merancang atau menyusun bahan ajar sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Seorang guru akan lebih detail dalam memberikan materi pembelajaran kepada anak didiknya dan tercapai semua kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya melalui bahan ajar.

Sehingga, bahan ajar sebagai alat pembelajaran juga tidak bisa dikesampingkan dalam satu kesatuan pembahasan yang utuh tentang cara pembuatan bahan ajar. Pengertian Bahan Ajar Menurut Para Ahli Adapun pengertian mengenai bahan ajar yang berbeda-beda menurut pada ahli, antara lain: 1. National Center For Competency Based Training (2007) Menurut National Center For Competency Based Training, bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas.

Bahan ajar yang dimaksud oun bisa tertulis maupun tak tertulis. 2. Chomsin S. Widodo dan Jasmadi Chomsin S. Widodo dan Jasmadi berpendapat bahwa bahan ajar adalah seperangkat sarana yang berisi materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik untuk mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi dan sub kompetensi dengan segala kompleksitasnya.

3. Pails Ache dalam Diknas Menurut Pails Ache dalam Diknas, bahan ajar adalah gabungan dari dua kata “ teaching material“. Teaching memiliki arti mengajar dan material yang berarti bahan. Jadi, bahan ajar merupakan seperangkat materi pembelajaran yang disusun sistematis menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.

4. Ali Mudlofar Ali Mudlofar juga menyatakan bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan ajar yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis. 5. Ika Lestari Sedangkan, Ika Lestari berpendapat bahan ajar adalah seperangkat materi pembelajaran yang mengacu pada kurikulum untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditentukan.

Berdasarkan pendapat para ahli bisa disimpulkan, bahwa bahan ajar adalah segala bahan belajar mengajar, baik informasi, bahan ajar adalah maupun teks yang disusun sistematik untuk membantu guru dan anak didik mencapai kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya. Adapun bahan ajar yang digunakan, bisa berupa, buku pelajaran, modul, bahan ajar audio, bahan ajar interaktif dan sebagainya. Baca Juga: • Langkah-langkah Penyusunan Bahan Ajar • Perbedaan Bahan Ajar dan Buku Teks • Jenis-jenis Bahan Ajar Cetak dan Non Cetak • Contoh Bahan Ajar Tujuan Pembuatan Bahan Ajar Secara umum, pembuatan bahan ajar bertujuan sebagai berikut: 1.

Memenuhi kebutuhan anak didik sesuai kurikulum Tujuan utama pembuatan bahan ajar adalah menyediakan materi pembelajaran yang dibutuhkan para peserta didik sesuai kurikulum, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik, setting atau lingkungan sosial peserta didik. Adapun yang dimaksud dengan kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Kurikulum biasanya berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan.

bahan ajar adalah

2. Membantu memberikan alternatif bahan ajar untuk anak didik Pembuatan bahan ajar juga bertujuan membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif materi pembelajaran.

Karena, terkadang buku pelajaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kompetensi para anak didik sulit diperoleh. Dalam hal ini, alternatif merupakan pilihan lain dari buku pelajaran yang dibutuhkan dalam memenuhi kurikulum. Misalnya, guru menyediakan bahan ajar berupa Bahan ajar adalah atau lainnya sebagai alternatif. 3. Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran Pembuatan bahan ajar juga membantu memudahkan tenaga pendidik atau guru dalam proses belajar mengajar.

Belajar mengajar adalah suatu proses atau usaha seorang tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tingkah laku anak didiknya menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, belajar mengajar juga rangkaian aktivitas untuk mengatur sebuah lingkungan sehingga membuat peserta didik bisa belajar lebih baik. Dalam hal ini, pembuatan bahan ajar akan membantu guru dalam menuntun para peserta didiknya mencapai kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya melalui proses belajar mengajar.

Baca Juga : • Saatnya Menulis Buku Ajar • Jenis-jenis Bahan Ajar • Format Bahan Ajar • Macam-Macam Bahan Pengajaran Fungsi Bahan Ajar Menurut Pihak yang Menggunakan Fungsi bahan ajar berdasarkan pihak yang menggunakannya terbagi menjadi dua, yakni fungsi bahan ajar bagi tenaga pendidik dan fungsi bahan ajar bagi peserta didik. 1. Fungsi bahan ajar bagi tenaga pendidik Adapun fungsi bahan ajar bagi tenaga pendidik atau guru dalam proses pembelajaran, antara lain: a.

Menghemat waktu belajar mengajar Fungsi bahan ajar bagi tenaga pendidik yang pertama adalah menghemat waktu proses belajar mengajar.

Karena, bahan bahan ajar adalah sudah disusun sesuai kurikulum dan kompetensi yang akan dicapai. Hal ini lebih membantu guru dalam menyiapkan materi pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Di sisi lain, guru juga bisa menggunakan periode waktu pembelajaran yang dimilikinya dengan sebaik-baiknya. b. Mengubah peran pendidik Fungsi bahan ajar bagi tenaga pendidik yang kedua adalah mengubah peran pendidik, dari seorang pengajar menjadi fasilitator.

bahan ajar adalah

Karena, peran pendidik tidak hanya berorientasi pada nilai akademik para peserta didiknya bahan ajar adalah. Guru sebagai fasilitator juga berperan dalam memberikan pelayanan, termasuk ketersediaan fasilitas guna memberi kemudahan dalam kegiatan belajar bagi anak didiknya. Salah satu bentuknya adalah menyediakan bahan ajar, misalnya buku. Selain menyediakan bahan ajar, guru juga perlu memperhatikan lingkungan belajar yang tidak menyenangkan dan ruang kelas yang tidak kondusif atau mendukung akan menurunkan minat belajar anak didik.

c. Meningkatkan proses belajar mengajar Fungsi bahan ajar bagi tenaga pendidik ketiga adalah meningkatkan proses belajar mengajar. Belajar mengajar adalah suatu proses atau usaha seorang tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tingkah laku anak didiknya menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain itu, belajar mengajar juga rangkaian aktivitas untuk mengatur sebuah lingkungan sehingga membuat peserta didik bisa belajar lebih baik. Dalam hal ini, adanya buhan ajar bisa membantu proses belajar mengajar lebih efektif dan interaktif sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan.

d.

bahan ajar adalah

Pedoman belajar mengajar Fungsi bahan ajar bagi tenaga pendidik yang keempat adalah sebagai pedoman dalam proses belajar mengajar. Pedoman bisa diartikan sebagai hal pokok yang menjadi dasar pegangan atau arahan dalam melakukan sesuatu. Karena, bahan ajar pastinya telah disusun sesuai kurikulum yang telah ditetapkan dan kompetensi yang akan dicapai. Sehingga, bahan ajar ini bisa membantu mengarahkan semua aktivitas dalam proses belajar mengajar, salah satunya memberikan materi sesuai dengan kompetensi yang perlu diajarkan kepada peserta didik.

bahan ajar adalah

e. Alat evaluasi Fungsi bahan ajar bagi tenaga pendidik yang terakhir adalah alat evaluasi dalam pencapaian atau penguasaan hasil belajar. Evaluasi merupakan pengukuran atau penilaian. Nurkancana mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan berkenaan dengan proses untuk menentukan nilai dari suatu hal. Dalam hal ini, tenaga pendidik bisa mengevaluasi materi pembelajaran yang telah diberikan kepada anak didiknya selama periode waktu tertentu sudah sesuai kurikulum dan kompetensi yang harus dicapai atau tidak.

Selain itu, guru juga bisa mengevaluasi tingkat pemahaman peserta didiknya dan mereka sudah mencapai kompetensi yang dibutuhkan atau tidak melalui bahan ajar tersebut. 2. Fungsi bahan ajar bagi peserta didik Adapun fungsi bahan ajar bagi peserta didik, antara lain: a. Peserta didik dapat belajar tanpa tenaga pendidik atau peserta didik yang lain Fungsi bahan ajar yang pertama bagi peserta didik adalah membantu mereka bisa belajar tanpa tenaga pendidik dan peserta didik lainnya.

Setelah proses belajar mengajar di sekolah, peserta didik bisa mengulang kembali pembelajaran yang disampaikan di kelas di rumah. Bahan ajar yang telah diberikan pastinya susah disusun sesuai kurikulum dan mudah dipelajari secara mandiri. b. Peserta didik dapat belajar kapan saja dan dimana saja Fungsi bahan ajar bagi peserta didik yang kedua adalah mereka bisa belajar kapan saja dan di mana saja.

Adanya bahan ajar akan membantu peserta didik belajar sewaktu-waktu tanpa batasan ruang, tidak hanya dengan bantuan guru di sekolah. Hal ini juga akan membantu mereka mempelajari materi yang diberikan guru di sekolah secara lebih mendalam. c. Peserta didik dapat belajar sesuai kecepatannya Fungsi bahan ajar bagi peserta didik yang ketiga adalah membantu mereka belajar sesuai kecepatannya masing-masing.

Sebenarnya, bahan ajar dibuat sudah sesuai rencana pembelajaran selama periode waktu tertentu. Tapi, peserta didik bisa mempelajari beberapa materi dalam bahan ajar lebih dulu tanpa menunggu guru menerangkannya di sekolah atau teman-teman lainnya. Sehingga, mereka juga akan lebih siap ketika guru menerangkannya di sekolah. d. Peserta didik dapat belajar sesuai urutan yang dipilihnya sendiri Fungsi bahan ajar bagi peserta didik keempat adalah mereka bisa belajar sesuai urutan yang dipilihnya sendiri.

Bahan bahan ajar adalah memang cukup memudahkan peserta didik pada banyak hal. Selain membantu peserta didik mempelajarinya sewaktu-waktu, mereka juga bisa memilih urutan materi dalam bahan ajar yang akan dipelajarinya lebih dulu. Jadi, mereka tidak perlu menunggu perintah guru untuk mempelajari setiap materi dalam bahan ajar. e. Membantu peserta didik untuk menjadi pelajar yang mandiri Bahan ajar juga berfungsi membantu peserta didik untuk menjaga pelajar yang mandiri.

Mandiri adalah sikap atau perilaku yang mampu berinisiatif, mengatasi hambatan atau masalah, memiliki rasa percaya diri dan bisa melakukan sesuatu sendiri. Dalam hal ini, adanya bahan ajar bisa membentuk sosok peserta didik yang mandiri. Misalnya, mereka bisa mempelajari materi dalam bahan ajar sendiri, kapan saja dan di mana saja tanpa dampingan guru terus-menerus atau teman-teman belajarnya. f. Pedoman bagi peserta didik Fungsi bahan ajar bagi peserta didik yang terakhir adalah menjadi pedoman mereka dalam belajar.

Pedoman bisa diartikan sebagai hal pokok yang bahan ajar adalah dasar pegangan atau arahan dalam melakukan sesuatu. Dalam hal ini, bahan ajar berfungsi mengarahkan semua aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran dan substansi Kompetensi yang seharusnya dipelajari dan dikuasai. 3. Fungsi Bahan Ajar Menurut Strategi Pembelajaran yang Digunakan Ada bahan ajar adalah beberapa fungsi bahan ajar berdasarkan strategi pembelajaran yang digunakannya, antara lain: a.

Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal mencakup, bahan ajar sebagai satu-satunya sumber informasi serta pengawas dan pengendali proses pembelajaran. Bahan ajar dalam pembelajaran klasikal juga sebagai bahan pendukung proses pembelajaran yang diselenggarakan. b. Fungsi Bahan Ajar dalam Pembelajaran Individual Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran individual, mencakup bahan ajar sebagai media utama proses pembelajaran, alat untuk menyusun dan mengawasi proses peserta didik dalam memperoleh informasi, serta penunjang media pembelajaran individual lainnya.

c. Fungsi Bahan Ajar dalam Pembelajaran Kelompok Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok, meliputi bahan ajar sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar kelompok. Caranya, memberi informasi tentang latar belakang materi dan peran orang-orang yang terlibat dalam belajar kelompok. Selain itu, bahan ajar dalam pembelajaran kelompok juga sebagai bahan pendukung utama untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Manfaat Pembuatan Bahan Ajar Prastowo (2012:27-28) pernah mengemukakan beberapa manfaat pembuatan bahan ajar yang terbagi menjadi 2 macam, antara lain: 1. Manfaat bagi pendidik Ada beberapa manfaat pembuatan bahan ajar bagi pendidik, meliputi: a. Membantu kegiatan belajar mengajar Pembuatan bahan ajar bisa membantu tenaga pendidik dalam proses belajar mengajar.

Belajar mengajar adalah bahan ajar adalah proses atau usaha seorang tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tingkah laku anak didiknya menjadi pribadi yang lebih baik.

Adanya bahan ajar akan lebih memudahkan pendidik dalam memberikan materi bahan ajar adalah kepada peserta didiknya. b. Meningkatkan kualitas pendidik Manfaat kedua pembuatan bahan ajar bagi tenaga pendidik adalah meningkatkan nilai atau kualitas mereka sebagai guru. Karena, bahan ajar buatannya bisa diajukan sebagai hasil karya yang akan menambah nilai atau kualitas mereka sebagai pendidik.

Pada gilirannya, nilai tambahan dari bahan ajar ini bisa membantu kenaikan pangkat tenaga pendidik. c. Menambah penghasilan Bahan ajar juga bisa bermanfaat untuk menambah penghasilan tenaga pendidik. Penghasilan adalah pendapatan yang dihasilkan oleh perseorangan maupun badan sehubungan dengan kegiatan usaha atau pekerjaan.

Dalam hal ini, bahan ajar sebagai hasil karya pendidik bisa menambah penghasilan bila diterbitkan. 2. Bahan ajar adalah bagi peserta didik Ada beberapa manfaat pembuatan bahan ajar bagi peserta didik, antara lain: a. Kegiatan belajar lebih menarik Manfaat pertama pembuatan bahan ajar bagi peserta didik adalah membuat kegiatan belajar lebih menarik. Karena, sudah pasti materi pembelajaran yang diberikan guru di sekolah sesuai dengan bahan ajar. Mereka bisa mempelajarinya lebih dulu atau membacanya ketika guru sedang menerangkan.

b. Membuat peserta didik lebih mandiri Pembuatan bahan ajar juga bisa membuat peserta didik lebih mandiri. Mereka akan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk belajar secara manfiti dengan bimbingan pendidik. Mereka juga bisa mempelajarinya kapan saja dan di mana saja. c. Memudahkan pembelajaran Manfaat terakhir pembuatan bahan ajar bagi peserta didik adalah memudahkan mereka mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasai dan dicapainya sebagai tujuan pembelajaran.

Artikel Terkait: • 10 Tips Menumbuhkan Minat Baca • Strategi Pembelajaran Daring • Model Pembelajaran yang Perlu Diketahui • Aplikasi Pembelajaran Daring • 10 Metode Pembelajaran Kurikulum 2013

Definisi dan Jenis-Jenis Bahan Ajar




2022 www.videocon.com