Rukun islam ada lima yaitu

rukun islam ada lima yaitu

Jakarta - Sebagai umat muslim, kita harus tahu apa saja rukun Islam. Ada 5 amalan, berikut penjelasannya! Rukun Islam adalah lima tindakan dasar dalam Islam yang dianggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman. Ada satu hadist yang secara khusus menerangkan tentang 5 rukun Islam yaitu sabda Rasulullah Shallahu'alaihimwasallam. بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ.

رواه البخاري و مسلم. "Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan'". (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Berikut 5 urutan rukun Islam dan penjelasannya: 1.

Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat Rukun Islam yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat wajib hukumnya bagi seseorang yang ingin menjadi muslim. Kalimat syahadat dalam bahasa Arab: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ Kalimat syahadat dalam bahsa latin: "Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wa asy-hadu anna muhammadarrasuulullahi".

Arti kalimat syahadat: "Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah". Di dalam dua kalimat syahadat tersebut yang patut rukun islam ada lima yaitu hanyalah Allah, tidak ada yang lain.

Dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah yang menguasai seluruh isi alam semesta. 2. Mendirikan Salat Setelah menjadi seorang muslim tentu harus mengejarkan rukun Islam yang kedua. Salat wajib disebut juga sebagai salat 5 waktu. Salat 5 waktu terdiri dari: - Salat Subuh Salat yang dikerjakan sebelum terbitnya fajar (antara jam 04.00). Salat ini berjumlah 2 raka'at. - Salat Dzuhur Salat yang dikerjakan siang hari (sekitar pukul 12.00) dan berjumlah 4 raka'at. - Salat Ashar Salat yang dikerjakan sore hari (sekitar jam 15.30) dengan jumlah 4 raka'at.

- Salat Maghrib Salat yang dikerjakan saat matahari terbenam sampai masuk waktu Isya. Raka'atnya ada 3. - Salat Isya Salat yang dikerjakan sekitar pukul 19.00 dengan jumlah 4 raka'at. Baca juga: Apa Beda Rukun Iman dengan Rukun Islam? Ini Penjelasannya 3. Berpuasa di Bulan Ramadhan Setiap muslim diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Tujuannya untuk mencapai ketakwaan kepada Allah SWT.

Di antara hikmah berpuasa adalah melatih kesabaran, menumbuhkan rasa empati terhadap orang yang kelaparan sehingga terdorong hati kita untuk membantu orang yang kurang mampu. 4. Menunaikan Zakat Zakat merupakan kewajiban yang dikeluarkan pada harta orang yang memiliki kelebihan. Ada beberapa jenis zakat yaitu zakat fitrah yang dikeluarkan pada bulan Ramadan, ada juga zakat mal yaitu zakat yang dikeluarkan berdasarkan hasil niaga atau penghasilan.

Baca juga: Mengenal Rukun Iman dan Rukun Islam yang Perlu Diamalkan Jumlah zakat fitrah yang wajib diserahkan 2,5 kg atau bisa diganti dengan uang yang setara dengan 2,5 kg beras. Dan untuk zakat Mal bisa memperkirakannya dengan menyerahkan 2,5 persen dari harta yang diperolah dari penghasilan kita. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 43: وَ اَقِیۡمُوا الصَّلٰوۃَ وَ اٰتُوا الزَّکٰوۃَ وَ ارۡکَعُوۡا مَعَ الرّٰکِعِیۡنَ Artinya: rukun islam ada lima yaitu dirikanlah shalat, serta tunaikkan zakat, dan ruku'lah bersama dengan orang-orang yang ruku".

5. Pergi Haji (Bagi yang Mampu) Pergi Haji ke Mekkah adalah kewajiban umat muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Pergi haji wajibnya dilakukan satu kali seumur hidup. Allah berfirman dalam surat Ali-Imran: 97: وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ ".mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali-Imran: 97) 2 menit Sebagai seorang muslim sejati, kita mesti mengetahui pengertian dan makna dari rukun Islam.

Setelah memahaminya, mari diamalkan dengan sebaik-baiknya. Ciri seorang pemeluk Agama Islam bisa ditakar lewat rukun Islam. Sebab, pada dasarnya rukun Islam adalah pondasi atau dasar yang setiap muslim wajib mengerjakannya. Jika tak mengerjakan salah satu di antaranya, status kemusliman orang tersebut patut dipertanyakan.

Urutan dari rukun Islam itu sendiri, yaitu: • Mengucapkan syahadat; • Mendirikan salat; • Membayar zakat; • Berpuasa; • Menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Sesuai dengan hadis yang berbunyi: “Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu syahadat laa ilaaha illallah dan Muhammadan Rasulullah, menegakkan salat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan”.

(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Bila disederhakan, rukun Islam adalah perkara atau perbuatan amalan yang harus dikerjakan. Sementara rukun iman, merupakan sesuatu hal yang sifatnya batiniah yang harus diyakini. medium.com 1. Mengucapkan Syahadat Dua kalimat syahadat berisi kesaksian jika tidak ada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Syahadat merupakan bentuk penghambaan total dan bentuk keyakinan terhadap Agama Islam. Namun, syahadat jangan hanya diucap di bibir saja, sebagai muslim yang utuh, kita mesti menghayati betul isi dari dua kalimat syahadat.

Berikut isi dari dua kalimat syahadat tersebut: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ “Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah.” Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

2. Mendirikan Salat Rukun Islam yang kedua adalah rukun islam ada lima yaitu salat. Salat merupakan amalan wajib yang harus dipenuhi oleh pemeluknya. Bahkan, perintah ini langsung Allah firmankan lewat beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya yang berbunyi: “Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya rukun islam ada lima yaitu dan (laksanakan pula shalat) Subuh.

Sungguh, shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra Ayat 78) Salat sendiri dibagi menjadi dua, pertama yang sifatnya wajib, dan kedua sunah. Di bawah ini adalah waktu dan jumlah rakaat dari salat wajib: • Subuh: 2 rakaat • Zuhur: 4 rakaat • Asar: 4 rakaat • Magrib: 3 rakaat • Isya: 4 rakaat 3.

Berpuasa di Bulan Ramadan Saat memasuki Bulan Ramadan, seluruh umat muslim dunia, wajib menunaikan ibadah puasa. Berpuasa sendiri adalah ibadah yang dilakukan untuk tidak makan dan minum dari subuh hingga magrib, selama satu bulan penuh. Sifat puasa di Bulan Ramadan adalah wajib, sesuai firman Allah yang berbunyi: “Wahai orang-orang yang beriman!

Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah Ayat: 183) 4. Membayar Zakat Rukun Islam yang harus kamu kerjakan selanjutnya adalah membayar zakat. Inti dari zakat adalah mengeluarkan rukun islam ada lima yaitu harta yang kita miliki pada orang yang membutuhkan.

Sebab pada dasarnya, harta yang sekarang kita punya adalah titipan dan sebagian hak orang lain. Selain itu, zakat berfungsi untuk membersihkan harta agar berkah. Ada berbagai macam zakat, di antaranya adalah zakat fitrah (zakat yang dikeluarkan di Bulan Ramadan), dan zakat rukun islam ada lima yaitu, zakat yang kamu keluarkan berdasar penghasilan.

5. Menunaikan Haji Bagi yang Mampu Terakhir adalah menunaikan haji bagi yang mampu. Sebuah ibadah yang dikerjakan di Tanah Suci Mekkah di Bulan Zulhijah. Dikatakan bagi yang mampu lantaran ibadah haji memerlukan biaya yang tidak sedikit. Ini karena perjalanan ke Mekkah cukup jauh. Selain dari segi materi, hati juga harus disiapkan karena haji merupakan ibadah yang mempunyai proses panjang *** Itulah urutan, isi, dan makna dari rukun Islam.

Semoga bermanfaat, Sahabat 99. Baca ulasan menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia. Dapatkan rekomendasi rumah terbaik hanya di www.99.co/id. Cek sekarang juga!
Rukun Islam terdiri atas lima pilar yang menjadi standar agar seseorang menyandang predikat sebagai muslim. Pilar yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat.

Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, maka ada empat pilar lainnya yang harus terpenuhi. Namun, ada satu pilar yang hanya wajib terpenuhi oleh orang yang mampu, yaitu haji ke Baitullah.

Selain syahadat dan haji, apa saja pilar-pilar penopang keislaman seseorang yang disebut dengan rukun-rukun Islam itu? Berikut ini uraiannya. Referensi Rukun Islam A. Arti Rukun dan Islam dalam Rukun Islam Sebelum membahas tentang lima rukun Islam, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang arti rukun dan arti Islam.

Menurut bahasa, rukun adalah bagian yang terkuat dari sesuatu; sedangkan munurut istilah, rukun adalah istilah (atau nama) untuk suatu bagian dari hakikat tertentu, yang hakikat tersebut tidak dapat terwujud kecuali dengan bagian itu.

Dengan demikian, secara sederhana, rukun adalah bagian yang menjadi penentu keterwujudan hakikat sesuatu. Adapun Islam, menurut bahasa, Islam adalah berserah diri dan patuh; sedangkan menurut istilah, Islam adalah patuh pada hukum-hukum syar’iyyah. Jadi, makna rukun-rukun Islam ada lima adalah: bagian-bagian yang menentukan keterwujudan hakikat Islam itu ada lima.

B. Lima Rukun Islam Rukun Islam ada lima rukun, yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Berikut ini rinciannya. 1. Syahadat Sebelum membahas tentang syahadat, kita perlu mengetahui terlebih dahulu bahwa masuk Islam itu tidak sah kecuali dengan memenuhi enam syarat.

rukun islam ada lima yaitu

Berikut ini rinciannya. • Berakal • Baligh • Ikhtiar (secara sukarela, tidak terpaksa) • Mengucapkan dua kalimat syahadat. Dua kalimat syahadat adalah berikut ini. • Pertama: Syahadat tauhid, yaitu: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ.

• Kedua: Syahadat rasul, yaitu: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ. • Berkesinambungan (dalam mengucapkan dua kalimat syahadat tidak boleh ada jeda yang lama antara pengucapan syahadat tauhid dan syahadat rasul) • Berurutan (dalam mengucapkan dua kalimat syahadat harus berurutan membaca syahadat tauhid dahulu, kemudian baru membaca syahadat rasul. Tidak boleh terbalik). Gabungan dua kalimat syahadat dalam rukun Islam adalah kalimat berikut ini.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa (Nabi) Muhammad adalah utusan Allah. Syahadat artinya tayaqqun (meyakini) dan i’tikad. Kata “Tuhan” itu pada asalnya adalah sesuatu yang disembah, baik secara haq maupun tanpa haq.

Namun, maksud kata “Tuhan” disini adalah dzat yang disembah secara haq. a. Makna Kalimat Tauhid Kalimat tauhid, yaitu kalimat: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ itu maknanya: لَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ rukun islam ada lima yaitu الْوُجُوْدِ إِلَّا اللّٰهُ Tidak ada dzat yang berhak untuk disembah dalam wujudnya kecuali Allah. Pada makna kalimat tauhid tersebut, pembatasan kata ma’bud (مَعْبُوْد) atau dzat yang disembah menggunakan kata bi haqqin (بِحَقٍّ) adalah untuk mengecualikan dari ma’buud dengan bathil, bukan dengan haq.

Hal itu karena sesuatu yang disembah itu banyak macamnya, seperti jin, bintang-bintang, dan patung-patung. Jadi, syahadat dalam pembahasan rukun Islam yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

b. Kerasulan Nabi Muhammad SAW Menurut ijma’, Nabi Muhammad SAW itu menjadi utusan Allah kepada manusia dan jin saja. Namun, menurut pendapat mu’tamad (pendapat yang kuat), beliau SAW juga terutus kepada malaikat. Ulama berbeda pendapat tentang apakah Nabi Muhammad SAW terutus kepada malaikat.

Ada dua pendapat berikut ini. • Pertama: Imam Al Hulaimi dan Imam Al Baihaqi secara mantab berpendapat bahwa Nabi Muhammad SAW tidak terutus kepada malaikat. • Kedua: Imam Al Suyuthi dan Imam Taqiyuddin Al Subki mengunggulkan pendapat bahwa Nabi Muhammad SAW terutus kepada malaikat. Imam Al Subki menambahkan bahwa Nabi Muhammad SAW terutus kepada seluruh nabi dan umat terdahulu.

Beliau berpendapat bahwa sabda Nabi SAW: بُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ كَافَّةً Aku diutus kepada manusia, secara keseluruhan. itu mencakup seluruh nabi dan seluruh umat sejak Nabi Adam AS sampai terjadi kiamat. Kesimpulannya, rukun Islam yang pertama adalah meyakini dan beri’tikad bahwa tidak ada dzat yang berhak disembah secara haq dalam wujudnya kecuali Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

2. Shalat Rukun Islam yang kedua adalah mendirikan shalat. Mendirikan itu maksudnya selalu dan terus menerus. Menurut bahasa, shalat artinya doa. Namun, ada perbedaan pendapat tentang maksud doa dalam arti shalat tersebut.

Berikut ini rinciannya. • Pertama: Menurut qil (pendapat yang lemah), maksud doa dalam arti shalat tersebut adalah doa secara mutlak (doa apapun, doa yang baik maupun doa yang buruk). • Kedua: Menurut qil yang lain, maksud doa dalam arti shalat tersebut adalah doa yang baik.

Adapun menurut syara’, shalat adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang berawalan dengan takbir, dan berakhiran dengan salam, sebagaimana umumnya.

Kesimpulannya, rukun Islam yang kedua adalah selalu dan terus menerus menunaikan shalat dengan seluruh rukun dan syaratnya. 3. Zakat Rukun Islam yang ketiga adalah menunaikan zakat. Menurut bahasa, zakat artinya berkembang dan menyucikan; sedangkan menurut syara’, zakat adalah nama untuk sesuatu yang dikeluarkan dari harta (pada zakat mal) atau sesuatu yang dikeluarkan dari badan (pada zakat fitrah), sesuai dengan cara yang khusus.

Mustahiq zakat (orang yang berhak untuk menerima zakat) itu ada delapan golongan. Allah telah menyebutkan mereka dalam Al Quran, yaitu dalam surat Al Taubah ayat 60. Mereka adalah orang-orang yang termasuk dalam golongan berikut ini. • Fakir • Miskin • Amil zakat • Muallaf • Riqab (para budak yang berusaha untuk memerdekakan diri mereka sendiri) • Gharim (orang yang berhutang, yang belum mampu melunasi hutangnya) • Fi sabilillah • Ibnu sabil. Hendaklah zakat terdistribusikan kepada siapa saja yang ada diantara golongan mustahiq tersebut.

Masing-masing golongan tidak dibatasi kurang dari tiga (orang), kecuali rukun islam ada lima yaitu.

Kesimpulannya, rukun Islam yang ketiga adalah memberikan zakat kepada para mustahiq zakat yang ada. 4. Puasa Rukun Islam yang keempat adalah berpuasa Ramadhan. Menurut bahasa, puasa artinya imsak (menahan diri); sedangkan menurut syara’, puasa adalah menahan diri yang khusus, dengan cara yang khusus, dan dengan niat yang khusus. Ramadhan adalah nama bulan yang kesembilan dari tahun hijriah. Penamaan Ramadhan adalah karena ketika orang-orang Arab ingin membuat nama-nama bulan, rukun islam ada lima yaitu itu bulan Ramadhan bertepatan dengan Ramdha` sedang sangat panas.

Ramdha` adalah bumi yang sangat panas. Kesimpulannya, rukun islam ada lima yaitu Islam yang keempat adalah menahan diri, pada setiap siang Ramadhan, dari seluruh hal yang membatalkan puasa. 5. Haji Rukun Islam yang kelima adalah حِجُّ الْبَيْتِ atau berhaji ke Baitullah bagi orang yang mampu. Menurut bahasa, haji adalah qashdu (menuju, menyengaja), sedangkan menurut syara’, haji adalah menuju ke Baitullah dengan niat ibadah karena Allah.

Baitullah adalah Ka’bah. Kata حجّ bisa terbaca dengan fathah pada ح, yaitu حَجٌّ; atau kasrah pada ح, yaitu حِجٌّ. Jika terdapat kalimat: وَ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلًا maka, berdasarkan ilmu nahwu, berikut ini penjelasannya. • Kalimat حِجُّ الْبَيْتِ itu merupakan mashdar yang mudhaf pada maf’ul bihnya.

• Kata مَنْ adalah fa’il untuk mashdar tersebut, yaitu berupa isim maushul, mabni sukun, mahal rafa’. Perkiraannya adalah: وَ أَنْ يَحُجَّ الْبَيْتَ الْمُسْتَطِيْعُ Dan hendaklah orang yang mampu itu berhaji ke Baitullah.

Dengan demikian, menuju Ka’bah dengan haji itu wajib bagi orang-orang yang memiliki kriteria mampu berikut ini. • Memiliki bekal, baik ketika berangkat maupun pulang; • Dapat memenuhi nafkah untuk orang-orang yang wajib dia nafkahi, selama keberangkatan sampai kepulangannya; • Ada kendaraan.

Hal itu jika jarak antara orang yang berhaji dan Makkah adalah dua marhalah atau lebih. • Dengan berusaha memenuhi seluruh syarat wajib yang terdapat dalam pembahasan haji. Sebagaimana haji itu wajib bagi orang yang mampu, yang telah disebutkan kriterianya, wajib juga baginya untuk umrah. Menurut bahasa, umrah artinya ziarah (berkunjung); sedangkan menurut syara’, umrah adalah menuju ke Baitullah dengan niat ibadah karena Allah.

Rukun-rukun umrah adalah sama dengan rukun-rukun haji, kecuali wuquf di Arafah.

rukun islam ada lima yaitu

Kesimpulannya, rukun Islam yang kelima adalah menuju Ka’bah dengan haji bagi orang yang memiliki bekal, baik ketika berangkat maupun pulang; memiliki nafkah untuk orang-orang yang wajib dia nafkahi selama keberangkatan sampai kepulangannya; dan ada kendaraan. Tentu, dengan berusaha memenuhi seluruh syarat wajibnya. Demikianlah rukun-rukun Islam yang merupakan pilar-pilar penopang keislaman seorang hamba. وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ Referensi Rukun Islam Al Allamah Al Faqih Al Sayyid Ahmad bin Umar Al Syathiri Al Alawi Al Husaini.

2011. Nail Al Raja bi Syarh Safinah Al Naja. Jakarta: Dar Al Kutub Al Islamiyyah. LIMA RUKUN ISLAM Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al Atsari Agama Islam ibarat sebuah bangunan kokoh yang menaungi pemeluknya dan menjaganya dari bahaya dan keburukan. Bangunan Islam ini memiliki lima tiang penegak, sebagaimana rukun islam ada lima yaitu di dalam hadits-hadits yang shahih.

Maka alangkah pentingnya kita memahami masalah ini dengan keterangan ulama Islam. Berikut ini adalah hadits-hadits tersebut. Hadits Pertama عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”.

[HR Bukhari, no. 8]. Hadits Kedua عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ فَقَالَ رَجُلٌ الْحَجُّ وَصِيَامُ رَمَضَانَ قَالَ لَا صِيَامُ رَمَضَانَ وَالْحَجُّ هَكَذَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak),: mentauhidkan (mengesakan) Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan, dan hajji”.

Seorang laki-laki mengatakan: “Haji dan puasa Ramadhan,” maka Ibnu Umar berkata: “Tidak, puasa Ramadhan dan haji, demikian ini aku telah mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. [HR. Muslim, no. (16)-19] Hadits Ketiga عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى rukun islam ada lima yaitu عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ عَلَى أَنْ يُعْبَدَ اللَّهُ وَيُكْفَرَ بِمَا دُونَهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): beribadah kepada Allah dan mengingkari (peribadahan) kepada selainNya, menegakkan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan”.

[HR Muslim, no. (16)-20]. Hadits Keempat قَالَ عَبْدُ اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ Abdullah (Ibnu Umar) Radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salalm bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya; menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”.

[HR. Muslim, no. (16)-21]. Hadits Kelima عَنْ طَاوُسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَلَا تَغْزُو فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْإِسْلَامَ بُنِيَ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ Dari Thawus, bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma : “Tidakkah Anda berperang?”, maka dia berkata: “Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,’Sesungguhnya Islam dibangun di atas lima (tanggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan; dan hajji’.” [HR Muslim, no.

(16)-22]. Kedudukan Hadits Hadits ini memiliki kedudukan yang agung, karena menerangkan rukun Islam yang merupakan tonggak-tonggak agama yang mulia ini. Di antara perkataan ulama yang menunjukkan keagungan kedudukan hadits ini ialah : • Imam al Qurthubi rahimahullah berkata,”Yang dimaksudkan, bahwa lima ini merupakan dasar-dasar agama Islam dan kaidah-kaidahnya, yang agama Islam dibangun diatasnya, dan dengannya Islam tegak” [1].

• Imam an Nawawi rahimahullah berkata,“Sesungguhnya hadits ini merupakan pokok yang besar di dalam mengenal agama (Islam), dan agama (Islam) bersandar di atas hadits ini, dan hadits ini mengumpulkan rukun-rukunnya.” [2] • Syaikh Nazhim Muhammad Sulthan berkata: “Hadits ini memiliki urgensi yang besar, karena hadits ini memberikan penjelasan dasar-dasar dan kaidah-kaidah Islam, yang Islam dibangun di atasnya, yang dengannya seorang hamba menjadi muslim, dan dengan tanpa itu semua seorang hamba lepas dari agama” [3].

Setelah kita mengetahui hal ini, maka sepantasnya kita memperhatikan hadits ini, memahami dengan sebaik-baiknya dan menyebarkannya. Keterangann dan Faidah Hadits Kewajiban umat mengambil dan memahami agama ini rukun islam ada lima yaitu para ulama yang terpercaya. Maka inilah di antara penjelasan para ulama terhadap hadits yang agung ini. • Islam Hilang Tanpa Syahadatain Imam Ibnu Rajab al Hambali (wafat tahun 795 H) rahimahullah berkata: “Maksud hadits ini adalah menggambarkan Islam sebagaimana bangunan, sedangkan tiang-tiang bangunannya adalah (yang) lima ini.

Sehingga, bangunan itu tidak dapat tegak kokoh, kecuali dengan kelimanya. Sedangkan bagian-bagian Islam yang lain seperti pelengkap bangunan. Apabila sebagian pelengkap ini tidak ada, maka bangunan itu kurang (sempurna), namun masih tegak, tidak roboh dengan kurangnya hal itu. Berbeda dengan robohnya lima tiang ini. Sesungguhnya Islam akan hilang –tanpa kesamaran- dengan ketiadaan kelimanya semuanya. Demikian juga Islam akan hilang dengan ketiadaan dua syahadat. Yang dimaksudkan dengan dua syahadat adalah iman kepada Allah dan RasulNya… Dengan ini diketahui, bahwa iman kepada Allah dan RasulNya termasuk dalam kandungan Islam” [4].

• Makna Syahadatain Dan Kandungannya Al-Hafizh Ibnu Hajar (wafat th 852 H) mengatakan, yang dimaksudkan syahadat disini ialah membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga mencakup keyakinan rukun iman yang enam dan lainnya [5].

Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh berkata: “Islam adalah amalan-amalan lahiriyah. Namun Islam ini tidak sah, kecuali dengan kadar yang mengesahkannya yang berupa iman, yaitu iman yang wajib kepada rukun iman yang enam. Iman yang wajib, maksudnya, ukuran paling sedikit dari iman yang dengannya seseorang menjadi orang Islam. Ini dimuat di dalam sabda Nabi: “Engkau bersyahadat Laa ilaaha illa Allah”. Karena makna syahadat adalah keyakinan, perkataan dan pemberitaan (pemberitahuan).

Sehingga syahadat mencakup tiga perkara ini. Rukun iman yang enam, kembalinya kepada keyakinan tersebut” [6]. • Syahadat Dilakukan Dengan Lisan, Hati Dan Berdasarkan Ilmu. Penulis kitab Fawaid Ad- Dzahabiyah :Seseorang wajib bersyahadat dengan lidahnya, dengan keyakinan hatinya, bahwa Laa ilaaha illa Allah, maknanya ialah, tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah.

Yaitu engkau bersyahadat dengan lidahmu, dengan keyakinan hatimu bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dari kalangan makhluk, baik Nabi, wali, orang shalih, pohon, batu, ataupun lainnya, kecuali Allah. Dan yang diibadahi dari selain Allah adalah batil. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : Baca Juga Syubhat Pengingkaran Adzab Kubur ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ (Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Rabb) yang Haq, dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru (ibadahi) selain Allah, itulah yang batil.

Dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar [al Hajj/22 : 62]. [7] • Makna Syahadatain Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh berkata: “Barangsiapa bersyahadat Laa ilaaha illa Allah, berarti dia meyakini dan memberitakan, bahwa tidak ada sesuatupun berhak terhadap seluruh jenis-jenis ibadah, kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dan di dalam kandungannya, orang yang menghadapkan ibadah kepada selainNya, maka dia adalah orang yang zhalim, melanggar batas terhadap hak Allah Ta’ala.

Dan syahadat “Muhammad adalah utusan Allah”, yaitu seseorang meyakini, memberitakan dan mengumumkan bahwa Muhammad, yaitu Muhammad bin Abdullah, dari suku Quraisy, rukun islam ada lima yaitu kota Mekkah, adalah utusan dari Allah dengan sebenarnya. Dan sesungguhnya, wahyu turun kepada beliau, sehingga beliau memberitakan dengan apa yang Allah katakan.

Bahwasanya beliau hanyalah mubaligh (orang yang menyampaikan) dari Allah Ta’ala. Dan ini jelas dari kata rasul, karena rasul maknanya (secara bahasa Arab, pen.) adalah mubaligh” [8] Adapun syahadat ”Muhammad adalah utusan Allah”, yaitu beriman kepadanya, bahwa beliau adalah utusan Allah, Dia mengutusnya kepada seluruh manusia, sebagai basyir (pembawa berita gembira) dan nadzir (pembawa berita ancaman).

Sehingga berita-berita dari beliau diyakini, perintah-perintahnya dilaksanakan, apa yang dilarang beliau, ditinggalkan, dan beribadah kepada Allah hanya dengan apa yang beliau syari’atkan. [9] • Urgensi Shalat Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, yang dimaksudkan shalat disini adalah, selalu melaksanakannya atau semata-mata melakukannya.” [10] Sesungguhnya shalat merupakan tiang agama Islam, sebagaimana tiang pada tenda. Tenda itu tidak berdiri, kecuali dengan tiang tersebut.

Jika tiang itu roboh, maka tenda pun roboh. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ Pokok urusan (agama) itu adalah Islam (yaitu: dua syahadat), tiangnya adalah shalat, dan puncak ketinggiannya adalah jihad.

[11] • Hukum Orang yang Tidak Shalat. Meninggalkan shalat ada dua bentuk. Pertama, meninggalkan shalat sama sekali dengan tidak meyakini kewajibannya. Maka pelakunya kafir dengan kesepakatan ulama. Kedua, meninggalkan shalat sama sekali, karena malas atau sibuk, dengan meyakini kewajibannya.

rukun islam ada lima yaitu

Dalam masalah ini, para ulama Ahlus Sunnah berbeda pendapat. Sebagian ulama berpendapat pelakunya belum kafir, sebagian yang lain mengkafirkannya. Pendapat kedua inilah yang lebih kuat -insya Allah- berdasarkan banyak dalil dan perkataan Salafush Shalih. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.

[12] Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Makna ‘(batas) antara seseorang dengan kesyirikan adalah meninggalkan shalat’, bahwa yang menghalangi dari kekafirannya adalah keadaannya yang tidak meninggalkan shalat. Maka jika dia telah meninggalkannya, tidak tersisa penghalang antara dia dengan kesyirikan, bahkan dia telah masuk ke dalamnya” [13].

Pendapat yang menyatakan kafirnya orang yang meninggalkan shalat adalah pendapat mayoritas sahabat. [14] • Urgensi Zakat Dan Hukum Tidak Membayar Zakat.

rukun islam ada lima yaitu

Rukun Islam ketiga adalah membayar zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Zakat itu Allah wajibkan atas harta-harta orang yang mampu, dengan perincian yang dibahas oleh para ulama di dalam kitab-kitab fiqih.

Orang yang sudah wajib zakat, namun tidak membayarnya, maka ia mendapatkan dosa besar dan ancaman yang keras. Namun dia tidak menjadi kafir, jika masih mengimani kewajibannya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ Pemilik emas dan pemilik perak yang tidak menunaikan haknya darinya (yaitu zakat), maka jika telah terjadi hari Kiamat, dibuatkan untuknya lempengan-lempengan dari neraka, kemudian lempengan-lempengan dipanaskan di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarlah dahinya, lambungnya dan punggungnya.

rukun islam ada lima yaitu

Setiap kali lempengan itu dingin, dikembalikan (dipanaskan di dalam Jahannam) untuk (menyiksa)nya. (Itu dilakukan pada hari Kiamat), yang satu hari ukurannya lima puluh ribu tahun, sehingga diputuskan (hukuman) di antara seluruh hamba.

Kemudian dia akan melihat (atau, akan diperlihatkan) jalannya, kemungkinan menuju surga, dan kemungkinan menuju neraka. [15] Syaikh Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar Ruhaili (dosen Universitas Islam Madinah, Arab Saudi) berkata,”Hadits ini menyatakan, bahwa orang yang tidak berzakat mendapatkan balasan siksaan, dikarenakan dia meninggalkan zakat. Kemudian dia akan melihat jalannya, mungkin menuju surga atau neraka.

Jika dia menjadi kafir, maka pasti di dalam neraka, karena sesungguhnya rukun islam ada lima yaitu diharamkan atas orang kafir. Ini menunjukkan tetapnya keislaman orang tersebut dan tidak kafirnya dengan sebab dia meninggalkan zakat, jika dia mengakui kewajibannya, wallahu a’lam.” [16] • Urgensi Puasa Ramadhan, Rukun Islam Keempat Adalah Berpuasa Pada Bulan Ramadhn. Rukun Islam keempat adalah berpuasa pada bulan Ramadhan. Yaitu beribadah kepada Allah dengan menahan perkara yang membatalkan puasa, semenjak terbit fajar shadiq sampai tenggelam matahari.

Umat telah sepakat tentang kewajiban puasa Ramadhan. Orang yang mengingkarinya adalah kafir dan murtad dari Islam. • Kedudukan Haji Rukun Islam kelima adalah haji. Yaitu beribadah kepada Allah dengan pergi ke kota Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Kewajiban haji ini bagi orang yang memiliki kemampuan, yang mencakup tiga perkara.

Pertama, sehat jasmani. Kedua, bekal yang cukup untuk pergi dan pulang, bagi dirinya maupun bagi keluarganya yang ditinggalkan. Ketiga, keamanan perjalanan menuju tanah suci. Baca Juga Pengaruh Ibadah Bagi Seorang Muslim Orang Islam yang memiliki kemampuan, namun tidak berhaji, maka dia benar-benar terhalang dari kebaikan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ يَقُوْلُ: إِنَّ عَبْدًا صَحَّحْتُ لَهُ جِسْمَهُ وَ وَسَّعْتُ عَلَيْهِ فِيْ الْمَعِيْشَةِ يَمْضِى عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُوْمٌ Sesungguhnya Allah befirman : “Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan badannya, dan telah Ku-lapangkan penghidupannya, telah berlalu lima tahun, dia tidak datang kepadaKu, dia benar-benar orang yang terhalang dari kebaikan”.

[17] • Kewajiban Memahami Hadits Dengan Memahami Hadits-Hadits Yang Semakna. Conoth di dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan, haji didahulukan daripada puasa. Namun di dalam sebuah riwayat Imam Rukun islam ada lima yaitu disebutkan, puasa didahulukan daripada haji. Ini mengisyaratkan bahwa lafazh riwayat Imam Bukhari diriwayatkan dengan makna. [18] • Agama Islam Bukan Lima ini Saja Hadits ini menjelaskan lima dasar atau rukun agama Islam. Ini berarti, agama Islam bukan hanya lima ini saja, tetapi lima ini adalah rukunnya.

Bahkan kita wajib masuk ke dalam agama Islam ini secara keseluruhan, baik dalam masalah aqidah, ibadah, mu’amalah, pakaian dan lain-lain, dari ajaran agama Islam yang ada di dalam al Kitab dan as Sunnah.

Allah Azza wa Jalla berfirman: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينُُ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan.

Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. [al Baqarah/2:208]. • Mengapa JIhad Tidak Termasuk Rukun Islam Al Hafizh Ibnu Hajar berkata,”Jihad tidak disebut, karena (hukumnya) fardhu kifayah. Jihad tidaklah fardhu ‘ain, kecuali pada beberapa keadaan. Oleh karena itu, Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma menjadikannya sebagai jawaban terhadap orang yang bertanya (kepadanya).

Di dalam akhir (hadits) riwayat (Imam) Abdurrazaq terdapat tambahan “dan jihad itu termasuk amalan yang baik” [19]. Imam Ibnu Rajab menyebutkan dua alasan tidak disebutkannya jihad di dalam rukun Islam yang lima. • • Bahwa jihad hukumnya fardhu kifayah, menurut mayoritas ulama, sedangkan lima rukun ini fardhu ‘ain.

• Bahwa jihad akan berhenti di akhir zaman, yaitu setelah turunnya Nabi Isa. Waktu itu, agama yang ada hanya Islam, sehingga tidak ada jihad.

Adapun lima rukun ini merupakan kewajiban mukminin sampai hari Kiamat [20]. Demikian sedikit keterangan tentang hadits yang agung ini. Semoga bermanfaat bagi penyusun dan para pembaca. [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun X/1427H/2006M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp.

0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079] ______ Footnote [1] Syarh Arba’in Haditsan, hlm. 20, karya Ibnu Daqiqil ‘Id [2] Syarh Muslim, karya Nawawi, 1/152 [3] Qawaid wa Fawaid minal Arba’in Nawawiyah, hlm.

53 [4] Diringkas dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz 1, hlm. 145, karya Imam Ibnu Rajab, dengan penelitian Syu’aib al Arnauth dan Ibrahim Bajis, Penerbit ar Risalah, Cet. Kelima, Th. 1414H/1994M [5] Fathul Bari, hadits no.8 [6] Syarah Arba’in Rukun islam ada lima yaitu, hadits no. 2, hlm. 14 [7] Dinukil dari kitab al Fawaid adz Dzahabiyah min Arba’in Nawawiyah, hlm. 18, faidah ke-10. Dikumpulkan oleh Abu Abdillah Hammud bin Abdillah al Mathor dan Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz] [8] Syarah Arba’in Nawawiyah, hadits no.

3, hlm. 27 pada kitab saya [9] Al Hadits fiah an Nasyiah, hlm.

rukun islam ada lima yaitu

49, karya Dr. Falih bin Muhammad ash Shaghir dan Adil bin Abdusy Syakur az Zirqi] [10] Fathul Bari, hadits no. 8 [11] HR Tirmidzi, no. 2616; Ibnu Majah, no.

rukun islam ada lima yaitu

3872; Ahmad, juz 5, hlm. 230, 236, 237, 245; dishahihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Shahih al Jami’ush Shaghir, no. 5126 [12] HR Muslim, no. 82; Tirmidzi, no. 2618; Abu Dawud, no. 4678; Ibnu Majah, no. 1078 [13] Syarah Muslim, hadits no. 82 [14] Lihat Mauqif Ahlis Sunnah wal Jama’ah min Ahlil Ahwa’ wal Bida’, juz 1, hlm.

172-177 [15] HR Muslim, no. 987, dari Abu Hurairah [16] Mauqif Ahlis Sunnah wal Jama’ah min Ahlil Ahwa’ wal Bida’, juz 1, hlm. 178 [17] HR Ibnu Hibban, Abu Ya’la, dan al Baihaqi.

Dishahihkan oleh Syaikh Salim al Hilali di dalam Mausu’ah al Manahi asy Syar’iyyah, juz 2, hlm. 100 [18] Lihat Fathul Bari, syarah hadits no.

8 [19] Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari, hadits no. 8 [20] Lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz 1, hlm. 152
Assalamu Alaikum teman-teman semua.

Semoga hari ini kabarnya pada sehat semua ya! Sebelumnya kita sudah belajar tentang Rukun Iman, naa saat ini kita lanjut mempelajari Rukun Islam. Dengan begitu kita bisa lebih memahami dan bisa mengamalkan konsep dari rukun iman & rukun islam. Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah Azza Wajalla. Keselamatan hanya bisa diraih dengan agama islam. Siapa yang menganut agama selain agama islam maka ia telah berada pada jalan kehancuran dan tidak ada keselamatan di akhirat kelak.

Agama islam memiliki pondasi yang harus ada pada setiap orang yang mengaku muslim, yakni rukun islam yang jumlahnya ada lima.

Bila salah satu dari lima rukun islam ini diingkari atau sengaja ditinggalkan, maka pelaku bisa keluar dari islam. Pengertian Rukun Islam Rukun islam menurut bahasa adalah pilar agama islam, sedangkan menurut istilah rukun adalah dasar-dasar atau landasan-landasan agama yang terdiri dari mengucapkan syahadat, mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa ramadhan, dan menunaikan haji bagi orang yang mampu. Sebagaimana hadits penjelasan rukun islam di bawah ini : عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ فَقَالَ رَجُلٌ الْحَجُّ وَصِيَامُ رَمَضَانَ قَالَ لَا صِيَامُ رَمَضَانَ وَالْحَجُّ هَكَذَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak) : mentauhidkan (mengesakan) Allah, menegakkan sholat, membayar zakat, puasa Ramadhan, dan haji”.

Seorang laki-laki mengatakan: “Haji dan puasa Ramadhan,” maka Ibnu Umar berkata: “Tidak, puasa Ramadhan dan haji, demikian ini aku telah mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. (HR. Muslim, nomor. (16)-19) Semua rukun islam tersebut wajib diamalkan oleh setiap muslim, kecuali yang kelima yang khusus bagi orang yang telah mampu saja. Bila salah satu dari rukun rukun islam ini hilang, maka rusaklah keislaman seseorang. Urutan Rukun Islam dan Penjelasannya Ada 5 hal dalam Rukun Islam Dari beberapa hadits, Rukun Islam ada 5 sesuai yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kaum muslimin, yaitu Mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa ramadhan, dan berhaji bagi orang yang mampu.

Berikut penjelasan dari ruku rukun islam yang lima: 1. Mengucapkan dua kalimat syahadat Ini merupakan dasar paling utama dari lima rukun islam, yang mana bila hal ini hilang maka yang lain pun tidak lagi diperhitungkan. Arti syahadat dengan dua kalimatnya yaitu bersaksi bahwa tidak ada tuhan atau sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Rukun islam ada lima yaitu Ta’ala. Bacaan syahadat : أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ “ Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.” Dua Kalimat Syahadat Memiliki Rukun 1.

An-Nafyu yang berarti penafian atau peniadaan, yakni meniadakan sesembahan selain Allah Ta’ala, serta meninggalkan segala macam bentuk kesyirikan dan mengingkari segala sesembahan selain Allah.

2. Al-Itsbat yang berarti penetapan, yaitu menetapkan tidak ada sesembahan yang patut disembah selain Allah Ta’la. Syarat syarat dua laa ilaha illallah : 1. Ilmu, setiap muslim wajib mengetahui tentang laa ilaha illah karena ia adalah landasan keislaman. Memahami dan mengetahui kandungan makna dan rukun syahadat ini sangat penting demi hilangnya kebodohan dari rukun yang penting ini.

2. Meyakini semua yang ditunjukkan kalimat ini tanpa ada keraguan sedikit pun. 3. Menerima semua konsekuensi atau tuntutan kalimat ini berupa beribadah hanya kepada Allah semata dan menjauhi ibadah kepada rukun islam ada lima yaitu, tanpa adanya penolakan, kesombongan dan pembangkangan.

4. Tunduk dan berserah diri terhadap segala sesuatu dari tuntutan kalimat ini tanpa mengabaikannya. 5. Mengucapkan kalimat ini dengan jujur disertai hati yang membenarkannya.

Bila seseorang telah mengucapkan syahadat namun ia hatinya tidak membenarkan apa yang ada diucapannya, maka ia termasuk dalam golongan orang munafik tulen. 6. Ikhlas dalam mengucapkannya dan memurnikan amalan dari segala sesuatu yang berbau syirik yang kecil maupun yang besar, bukan karena riya’, atau karena popul6. aritas dan tujuan tujuan dunia yang menipu. 7. Mencintai kalimat ini dan segala tuntutannya dan juga mencintai orang orang yang mengerjakan tuntutan dari dua kalimat syahadat ini.

2. Mendirikan Sholat Sholat adalah tiang agama, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits yang lain dikatakan bahwa rukun islam ada lima yaitu antara orang yang mukmin dan yang kafir adalah sholat, artinya bahwa siapa yang tidak mendirikan sholat berarti dia telah keluar dari islam. Berdasarkan dalam Al Quran surat An-Nisaa’ ayat 103, Allah berfirman : Maka dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.

(QS. An-Nisaa’ ayat 103) Dalam mengerjakan sholat ada 9 syarat yang harus dipenuhi agar sholat diterima. Berikut ini 9 syarat diterimanya sholat: 1. Islam Syarat pertama diterimanya sholat ialah islam, sehingga orang kafir tidak akan diterima sholatnya berapa kalipun ia mnegerjakannya. Ada banyak dalil yang menjelaskan terkait orang yang diterima sholatnya ialah orang yang telah masuk islam dan beriman.

2. Berakal Syarat selanjutnya diterimanya ibadah sholat adalah berakal. Orang yang tidak berakal atau gila, atau hilang kesadaran dalam beberapa jangka waktu, sholatnya tidak diterima. Karena itu pula, orang yang gila tidak dibebankan kewajiban sholat lima waktu. 3. Tamyiz Tamyiz adalah anak yang sudah bisa membedakan antara yang baik dan yang tidak baik, usia tamyiz dimulai dari umur tujuh tahun. Pada umur ini, seorang anak harus diperintahkan untuk menunaikan sholat wajib lima kali sehari.

4. Menghilangkan Hadats Syarat diterimanya sholat salah satunya ialah bersih dari hadats, baik hadats kecil maupun hadats besar.

Hadts besar dibersihkan dengan mandi dan hadats kecil dibersihkan dengan wudhu, setelah bersih dari kedua hadats ini baru bisa mengerjakan sholat wajib ataupun sholat sunnah. 5. Menghilangkan Najis Menghilangkan najis adalah salah satu syarat diterimanya rukun islam ada lima yaitu seorang muslim. Contoh najis yaitu air seni, kotoran manusia, bangkai, dan lain-lain. 6. Menutup Aurat Menutup aurat adalah salah satu syarat diterimanya sholat seorang hamba. Bagian yang wajib ditutup telah dijelaskan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

7. Masuk Waktu Siapa yang mengerjakan sholat sebelum masuk waktunya maka sholatnya batal tidak diterima, sebab masuk waktu sholat merupakan salah satu syarat diterimanya sholat seorang muslim. Sholat yang dimaksud di sini adalah sholat wajib. Dan sholat tepat waktu itu lebih baik dengan jadwal sholat sesuai di daerah anda berada saat itu.

8. Menghadap Kiblat Menghadap kiblat, yakni menghadap ke ka’bah al-musyarrafah adalah bagian dari syarat diterimanya sholat. Siapa yang sholat dan menghadap ke arah yang lain, sholatnya tidak diterima. 9. Niat Semua amalan harus diawali dengan niat, sebab niat merupakan syarat diterimanya suatu amalantermasuk sholat. Jadi segala perbuatan tergantung dari niat seseorang yang mana rukun islam ada lima yaitu semata-mata karena mengharap ridha Allah.

3. Mengeluarkan Zakat Rukun islam selanjutnya yang wajib diamalkan oleh seorang muslim setelah mengucapkan dua kalimat syahadat dan sholat ialah membayar zakat, baik zakat maal maupun zakat fitrah. Pengertian zakat fitrah adalah suatu zakat yang harus atau wajib dikeluarkan oleh orang islam yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan ketika hari raya idul fitri (akhir dari bulan ramadhan).

Zakat ini berupa makanan pokok yang di konsumsi setiap harinya. Namun kewajiban zakat ini bagi orang islam yang mampu, maksudnya mampu disini adalah memiliki kelebihan makanan untuk dirinya. Sedangkan zakat mal adalah suatu zakat hasil dari perniagaan, yang harus atau wajib dikeluarkan orang islam ketika telah sampai rukun islam ada lima yaitu. Rumus dalam menghitung besarnya zakat mal yang harus atau wajib dikeluarkan adalah 2,5 x jumlah harta yang disimpan selama setahun penuh.

Zakat tersebut bisa berupa tabungan maupun investasi misalnya emas, ternak, pertanian, dan sebagainya. Tapi jika hartannya tidak mencapai nisab maka sebagian harta yang dikeluarkan termasuk sedekah. Dan untuk sedekah sendiri tidak ada ketentuan spesifik mengenai nilai yang harus dikeluarkan.

Berikut ini penjelasan perintah zakat dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 43. وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ Artinya : “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’ “. (QS. Al Baqarah ayat 43) Kewajiban mengelurakan zakat harus memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh para ulama berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Syarat-syarat Zakat 1. Islam Syarat pertama seseorang wajib mengeluarkan dan terkena kewajiban zakat ialah ia harus beraga islam, orang kafir tidak terkena kewajiban mengeluarkan zakat sebanyak apapun hartanya. 2. Merdeka Syarat selanjutnya ialah ia harus orang yang merdeka, seorang muslim yang statusnya adalah budak tidak wajib mengeluarkan zakat. 3. Rukun islam ada lima yaitu dan Baligh Ada perselisihan di kalangan ulama dalam hal terkait orang yang gila dan anak kecil.

Yang rajih insya Allah adalah orang gila dan anak kecil tidak diwajibkan mengeluarkan zakat, namun wali yang mengelola hartanya ahrus mengeluarkan zakat dari harta tersebut karena kewajiban zakat terkait dengan harta. 4.

Memiliki Nisab Nisab adalah ukuran atau batas terendah yang sudah ditentukan rukun islam ada lima yaitu syari’at yang menjadi patokan seseorang wajib terkena kewajiban zakat. Bila nishab harta telah terpenuhi maka wajib dikeluarkan zakatnya sesuai dengan hitungan yang telah ditentukan oleh syari’at.

4. Puasa Ramadhan Rukun Islam ke empat adalah puasa. Pengertian puasa menurut bahasa adalah menahan, sedangkan menurut istilah arti puasa adalah ibadah kepada Allah disertai dengan niat, menahan diri dari makan, minum dan segala hal yang dapat membatalkan puasa. Mulai dari terbitnya fajar kedua hingga terbenamnya matahari pada sore hari.

Sebagaimana dikerjakan oleh orang-orang tertentu dan syarat-syarat tertentu, yang telah ditentukan oleh syari’at. Hukum Puasa Ramadhan Puasa Ramadhan merupakan bagian dari rukun islam yang kelima dan hukum puasa adalah wajib bagi orang yang telah memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh syari’at berdasarkan dalil dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma’, yakni kesepakatan seluruh ulama.

Berikut ini ulasan mengenai puasa ramadhan dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 185 : .فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ Artinya : “Maka siapa yang mendapatkan bulan tersebut (Ramadhan) berpuasalah”. (QS. Al Baqarah ayat 185) Siapa yang meninggalkan puasa ramadhan dengan sengaja dan tanpa adanya udzur yang dibolehkan syari’at, maka dia telah melakukan pelanggaran yang sangat besar.

Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa siapa yang meninggalkan satu ahri puasa ramadhan dengan sengaja tanpa ada udzur, maka dia tidak akan bisa mengganti satu hari yang dia tinggalkan itu walaupun ia berpuasa seribu hari.

Wallahu a’lam Syarat Wajib Puasa Ramadhan Puasa ramdhan diwajibkan bagi siapa saja yang telah memenuhi syarat-syarat berikut ini: 1. islam Siapa yang mengaku muslim atau beragama islam, maka wajib atas berpuasa ramadhan dan tidak boleh meninggalkannya kecuali ada udzur yang dibolehkan oleh syariat. 2. Berakal Syarat puasa selanjutnya ialah berakal sehat, tidak gila. Orang gila tidak diwajibkan untuk mengerjakan berbagai ibadah wajib termasuk puasa pada bulan ramadhan. 3.

Baligh Seorng muslim yang telah baligh, wajib atas berpuasa pada bulan ramadhan. Tanda baligh pada rukun islam ada lima yaitu ialah setelah ia junub atau mimpi basah, dan pada wanita ialah saat dia telah haid. Apalagi seorang anak telah mencapai masa baligh dan tidak berpuasa pada bulan ramadhan, maka ia akan mendapatkan dosa atas pelanggarannya ini. 4. Sanggup mengerjakan puasa Orang yang tidak sanggup mengerjakan puasa pada bulan ramadhan dibolehkan untuk berbuka, seperti sakit dan lainnya.

5. Suci dari haid dan nifas Syarat puasa yang selanjutnya ialah suci dari haid dan nifas, ini khusus untuk wanita muslimah.

Bila seorang wanita haid atau nifas pada bulan ramadhan, maka ia tidak wajib puasa, bahkan ia tidak boleh mengerjakan ibadah puasa dan ia harus mengganti puasa yang ia tinggalkan pada bulan ramadhan pada hari-hai lain di luar bulan ramadhan.

5. Haji Bagi yang Mampu Rukun islam yang selanjutnya ialah naik haji bagi orang yang mampu, yakni sehat badan, memiliki kendaraan atau memiliki dana untuk sampai ke masjidil Haram di makkad Al-Mukarramah. Demikian juga dengan bekal pulang dan pergi dalam perjalanan haji. Dana yang digunakan untuk biaya perjalanan dan bekal naik haji adalah dana lebih dari dana yang digunakan untuk menafkahi keluarganya sehari-hari. Dan berikut ini penjelasan haji dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 97.

rukun islam ada lima yaitu

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ … فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌۭ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًۭا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ Artinya : “… Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

(QS. Ali Imran: 97). Syarat wajib haji : 1. Islam Yang diwajibkan menuaikan ibadah haji adalah orang yang beragama islam, orang kafir tidak diwajibkan haji sebagaimana mereka tidak wajib mnegerjakan ibadah-ibadah lainnya sampai mereka masuk islam. 2,3. Berakal dan Baligh Syarat wajib haji selanjutnya ialah berakal sehat, tidak gila dan juga telah mencapai usia baligh, baik laki-laki maupun perempuan.

4. Merdeka Merdeka merupakan salah satu syarat diwajibkannya ibadah haji pada seseorang, sehingga orang islam yang tidak merdeka / budak tidak mendapat kewajiban menunaikan ibadah haji. 5. Mampu Syarat wajib menunaikan ibadah haji selanjutnya ialah mampu dari segi kekuatan fisik dan harta. Meskipun semua syarat sebelumnya telah terpenuhi, yakni islam, berakal, baligh, dan merdeka, namun ia belum mampu dari segi fisik dan harta, maka tidak wajib atasnya menunaikan ibadah haji sampai ia mampu.

Cukup sekian dulu ya, penjelasan ringkas mengenai rukun islam. semoga bisa bermanfaat dan semoga kita tetap di jalan ridha Allah. Pilihan • Contoh Surat Permohonan Kerja, Modal Usaha, Beasiswa, Bantuan, Izin dll • Contoh Surat Perjanjian yang Baik dan Benar 2018 [+Lengkap] • Contoh Surat Kuasa Perwakilan Pengambilan BPKB, Ijazah, Paspor, Gaji +Doc • 15 Contoh Surat Lamaran Kerja Beserta Tips Melamar Kerja • 11 Contoh Surat Pengunduran Diri (Resign) yang Baik dan Benar • 7 Contoh Surat Resmi dan Penjelasannya Secara Lengkap
Apakah maksud Rukun Islam?

Panduan ini akan membantu anda berkaitan topik rukun Islam secara lengkap dan tersusun. Sebagai seorang Muslim, kita semua wajib mengetahui rukun iman dan rukun islam. Dalam panduan ini, saya juga akan menyatakan huraian lengkap berkaitan setiap rukun yang terdapat dalam rukun islam, berserta dengan contoh-contoh yang berkaitan. Jadi, mari kita mulakan.

Keistimewaan Islam • Memperbaiki kepercayaan dan memperkuatkan keyakinan atau akidah kepada Zat Allah Yang Maha Esa. • Menghapuskan kepercayaan kepada yang lain selain Allah SWT. • Mengatur cara beribadat kepada Allah SWT. • Mengatur cara-cara perhubungan kehidupan manusia. • Mengatur hukum-hukum jenayah (jinayat) yang sesuai dengan manusia.

• Mengatur hukum keadilan kekeluargaan dan keturunan. • Mempertinggi akhlak manusia. • Mengatur hukum-hukum yang berhubung dengan kebendaan.

Maksud Rukun Islam Apakah maksud rukun Islam? Rukun Islam adalah lima perkara dasar dalam Islam, yang dianggap sebagai asas yang wajib bagi orang-orang beriman Ada satu hadis yang khusus menerangkan tentang 5 rukun Islam iaitu sabda Rasulullah SAW: Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan'”.

(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Rukun Islam Yang Pertama Mengucap Dua Kalimah Syahadah Perintah pertama Allah untuk manusia adalah mengucapkan 2 kalimah syahadah. Ucapan dua kalimat syahadah wajib hukumnya bagi seseorang yang ingin menjadi muslim. ASH-HADU AL LA ILAHA ILLA LLAH WA ASH-HADU ANNA MUHAMMADA RRO SULU LLAH Maksudnya: Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah dan aku bersaksi bahawa Nabi Muhammad itu pesuruh Allah Setelah manusia mengaku Allah sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad ialah pesuruhnya, dia telah melakukan kebaikan terbesar disisi Tuhan.

Islam menetapkan syahadah sebagai teras atau tunjang keislaman yang perlu diucapkan, diimani, dihayati dan diamalkan selama mana seseorang itu melayari bahtera hidup di bumi Allah ini. Syahadah bererti menyaksian atau pengakuan seseorang terhadap sesuatu. Allah menerangkan (kepada sekalian makhlukNya dengan dalil-dalil dan bukti), bahawasanya tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang sentiasa mentadbirkan (seluruh alam) dengan keadilan dan malaikat-malaikat serta orang-orang yang berilmu (mengakui dan menegaskan juga yang demikian); tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” (Surah Ali ‘Imran : 18) Apabila seseorang itu mengucapkan syahadah bererti dia telah mengaku dengan lidahnya mengenai sesuatu perkara.

Konsep syahadah perlu difahami dengan mendalam dan diterjemahkan ke dalam kehidupan setiap orang Islam. Rasulullah s.a.w. bersabda: Barang siapa yang mengakhiri kalamnya sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan lailahaillaallah maka dia masuk syurga. (HR Muaz bin Jabal) Apabila seseorang telah melafazkan kalimah syahadah maka dia hendaklah mengerjakan segala apa yang telah diakui dengan lidah itu.

Dia hendaklah mengerjakan segala suruhan dan meninggalkan segala larangan Allah. Rukun Islam Yang Kedua Mendirikan Solat 5 Waktu Sehari Semalam Semua orang Islam yang akil baligh wajib untuk solat. Solat ialah wahyu yang disampaikan secara terus oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW. melalui peristiwa Israk dan Mikraj yang berlaku pada bulan Ramadan.

Solat wajib dilakukan 5 kali sehari walaupun sedang sakit (mengikut kemampuan). Solat yang wajib dilakukan dikenali sebagai solat fardu. Tujuan solat • Solat mendidik manusia supaya sentiasa mengingati Allah s.w.t. dan mematuhi perintah-Nya. • Solat boleh memelihara manusia daripada melakukan kejahatan.

• Solat akan memberi ketenangan jiwa. • Solat akan memberi kejayaan kepada orang mukmin tetapi solat itu hendaklah dilaksanakan dengan penuh khusyuk. Rukun Islam Yang ketiga Menunaikan Zakat Zakat merupakan kewajipan yang dikeluarkan pada harta orang yang memiliki kelebihan. Zakat rukun islam ada lima yaitu segi syarak adalah mengeluarkan sebahagian daripada harta yang tertentu kepada golongan tertentu apabila cukup syarat-syaratnya.

Apabila zakat harta digunakan untuk menyucikan harta, maka zakat fitrah digunakan untuk rukun islam ada lima yaitu hati dan jiwa. Ambillah (sebahagian) dari harta mereka menjadi sedekah ( zakat), supaya dengannya engkau membersihkan mereka (dari dosa) dan mensucikan mereka (dari akhlak yang buruk) dan doakanlah untuk mereka, kerana sesungguhnya doamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka dan (ingatlah) Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.” (Surah At-Taubah : 103) Zakat fitrah juga dinamakan “zakat al-nafs” ertinya zakat untuk menyucikan jiwa dengan mengeluarkan sebahagian bahan makanan yang mengenyangkan menurut ukuran yang ditentukan oleh syarak pada bulan Ramadhan setiap tahun.

Ada beberapa jenis zakat yaitu zakat fitrah yang dikeluarkan pada bulan Ramadan, ada juga zakat mal iaitu zakat yang dikeluarkan berdasarkan hasil perniagaan. Tujuan Zakat • Zakat dan jaminan sosial. • Penggerak ekonomi bagi golongan yang tidak mampu supaya memainkan peranan dalam ekonomi. • Menyuburkan kegiatan halal dalam aktiviti sosioekonomi umat Islam. • Membantu kegiatan dakwah dan pendidikan dalam masyarakat. • Mengiatkan semangat jihad dan kegiatan fisabililah.

Semua orang Islam yang tiada keuzuran diwajibkan untuk berpuasa. Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan rukun islam ada lima yaitu atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (Surah Al-Baqarah: 183) Puasa bermaksud menahan anggota badan dari perkara yang menbatalkan puasa dari terbit fajar sehingga terbenam matahari. Contoh: Menahan mulut dari makan dan bercakap sia-sia. Syarat-syarat wajib puasa: • Islam – Tidak wajib bagi orang kafir melakukan puasa.

• Baligh – Tidak diwajibkan berpuasa ke atas kanak-kanak yang belum sampai umur baligh. Walau bagaimanapun kanak-kanak digalakkan berpuasa. • Berakal – Tidak diwajibkan berpuasa bagi orang gila. • Berkemampuan – Tidak wajib bagi orang yang tidak berdaya berpuasa seperti orang sakit, musafir, orang tua dan sebagainya. GOLONGAN YANG DIKECUALIKAN BERPUASA 1. Orang yang sakit kerana sekiranya dia berpuasa akan menyebabkan bertambah mudarat atau penyakitnya lambat sembuh. 2.Orang yang sedang dalam perjalanan yang lebih daripada 2 marhalah (92km).

Kalau tidak menyusahkan boleh meneruskan puasa. Ini adalah lebih baik dengan syarat, mula bertolak sebelum subuh. 3.Wanita yang hamil atau wanita yang menyusukan anak dan bimbangkan kesihatan dirinya atau anak, atau kedua-duanya. 4. Orang tua yang sudah tidak mampu berpuasa. Rukun Islam Yang Kelima Mengerjakan Haji Ke Baitullah Semua orang Islam yang mampu wajib mengerjakan haji. Orang Islam harus mengerjakan rukun ini sekurang-kurangnya sekali dalam hidup mereka.

Ibadah ini wajib bagi mereka yang berkemampuan dari segi: • Belanja pergi dan balik. • Belanja untuk tanggungan yang ditinggalkan. • Kesihatannya yang baik. • Keselamatan perjalanan dan kenderaan. • Sempat masa perjalanan mengikut kadar perjalanan biasa. Di situ ada tanda-tanda keterangan yang nyata (yang menunjukkan kemuliaannya; di antaranya ialah) Makam Nabi Ibrahim dan sesiapa yang masuk ke dalamnya aman tenteramlah dia dan Allah mewajibkan manusia mengerjakan ibadat Haji dengan mengunjungi Baitullah iaitu sesiapa yang mampu sampai kepadanya dan sesiapa yang kufur (ingkarkan kewajipan ibadat Haji itu), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak berhajatkan sesuatu pun) dari sekalian makhluk.” (Surah Ali ‘Imran : 97)LIMA RUKUN ISLAM Oleh Abu Isma’il Muslim al Atsari Agama Islam ibarat sebuah bangunan kokoh yang menaungi pemeluknya dan menjaganya dari bahaya dan keburukan.

Bangunan Islam ini memiliki lima tiang penegak, sebagaimana disebutkan di dalam hadits-hadits yang shahih. Maka alangkah pentingnya kita memahami masalah ini dengan keterangan ulama Islam. Berikut ini adalah hadits-hadits tersebut. Hadits Pertama عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”.

[HR Bukhari, no. 8]. Hadits Kedua عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ rukun islam ada lima yaitu عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ فَقَالَ رَجُلٌ الْحَجُّ وَصِيَامُ رَمَضَانَ قَالَ لَا صِيَامُ رَمَضَانَ وَالْحَجُّ هَكَذَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak),: mentauhidkan (mengesakan) Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan, dan hajji”.

Seorang laki-laki mengatakan: “Haji dan puasa Ramadhan,” maka Ibnu Umar berkata: “Tidak, puasa Ramadhan dan haji, demikian ini aku telah mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ”. [HR. Muslim, no. (16)-19] Hadits Ketiga عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ عَلَى أَنْ يُعْبَدَ اللَّهُ وَيُكْفَرَ بِمَا دُونَهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): beribadah kepada Allah dan mengingkari (peribadahan) kepada selainNya, menegakkan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan”.

[HR Muslim, no. (16)-20]. Hadits Keempat قَالَ عَبْدُ اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ ِ Abdullah (Ibnu Umar) Radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salalm bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Rukun islam ada lima yaitu adalah hamba Allah dan RasulNya; menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”.

[HR. Muslim, no. (16)-21]. Hadits Kelima عَنْ طَاوُسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَلَا تَغْزُو فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْإِسْلَامَ بُنِيَ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ ِ Dari Thawus, bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma : “Tidakkah Anda berperang?”, maka dia berkata: “Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,’Sesungguhnya Islam dibangun di atas lima (tanggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan; dan hajji’.” [HR Muslim, no.

(16)-22]. KEDUDUKAN HADITS Hadits ini memiliki kedudukan yang agung, karena menerangkan rukun Islam yang merupakan tonggak-tonggak agama yang mulia ini. Di antara perkataan ulama yang menunjukkan keagungan kedudukan hadits ini ialah : 1. Imam al Qurthubi rahimahullah berkata,”Yang dimaksudkan, bahwa lima ini merupakan dasar-dasar agama Islam dan kaidah-kaidahnya, yang agama Islam dibangun diatasnya, dan dengannya Islam tegak”.

[Syarh Arba’in Haditsan, hlm. 20, karya Ibnu Daqiqil ‘Id. 2. Imam an Nawawi rahimahullah berkata,“Sesungguhnya hadits ini merupakan pokok yang besar di dalam mengenal agama (Islam), dan agama (Islam) bersandar di rukun islam ada lima yaitu hadits ini, dan hadits ini mengumpulkan rukun-rukunnya.” [Syarh Muslim, karya Nawawi, 1/152] 3.

Syaikh Nazhim Muhammad Sulthan berkata: “Hadits ini memiliki urgensi yang besar, karena hadits ini memberikan penjelasan dasar-dasar dan kaidah-kaidah Islam, yang Islam dibangun di atasnya, yang dengannya seorang hamba menjadi muslim, dan dengan tanpa itu semua seorang hamba lepas dari agama”. [Qawaid wa Fawaid minal Arba’in Nawawiyah, hlm.

53]. Setelah kita mengetahui hal ini, maka sepantasnya kita memperhatikan hadits ini, memahami dengan sebaik-baiknya dan menyebarkannya. KETERANGAN Rukun islam ada lima yaitu FAIDAH HADITS Kewajiban umat mengambil dan memahami agama ini melalui para ulama yang terpercaya.

Maka inilah di antara penjelasan para ulama terhadap hadits yang agung ini. 1. Islam Hilang Tanpa Syahadatain Imam Ibnu Rajab al Hambali (wafat tahun 795 H) rahimahullah berkata: “Maksud hadits ini adalah menggambarkan Islam sebagaimana bangunan, sedangkan tiang-tiang bangunannya adalah (yang) lima ini.

Sehingga, bangunan itu tidak dapat tegak kokoh, kecuali dengan kelimanya. Sedangkan bagian-bagian Islam yang lain seperti pelengkap bangunan.

Apabila sebagian pelengkap ini tidak ada, maka bangunan itu kurang (sempurna), namun masih tegak, tidak roboh dengan kurangnya hal itu. Berbeda dengan robohnya lima tiang ini. Sesungguhnya Islam akan hilang –tanpa kesamaran- dengan ketiadaan kelimanya semuanya. Demikian juga Islam akan hilang dengan ketiadaan dua syahadat. Yang dimaksudkan dengan dua syahadat adalah iman kepada Allah dan RasulNya… Dengan ini diketahui, bahwa iman kepada Allah dan RasulNya termasuk dalam kandungan Islam”.

[Diringkas dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz 1, hlm. 145, karya Imam Ibnu Rajab, dengan penelitian Syu’aib al Arnauth dan Ibrahim Bajis, Penerbit ar Risalah, Cet. Kelima, Th. 1414H/1994M]. 2. Makna Syahadatain Dan Kandungannya Al-Hafizh Ibnu Hajar (wafat th 852 H) mengatakan, yang dimaksudkan syahadat disini ialah membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga mencakup keyakinan rukun iman yang enam dan lainnya.

[Fathul Bari, hadits no. 8]. Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh berkata: “Islam adalah amalan-amalan lahiriyah. Namun Islam ini tidak sah, kecuali dengan kadar yang mengesahkannya yang berupa iman, yaitu iman yang wajib kepada rukun iman yang enam. Iman yang wajib, maksudnya, ukuran paling sedikit dari iman yang dengannya seseorang menjadi orang Islam.

Ini dimuat di dalam sabda Nabi: “Engkau bersyahadat Laa ilaaha illa Allah”. Karena makna syahadat adalah keyakinan, perkataan dan pemberitaan (pemberitahuan). Sehingga syahadat mencakup tiga perkara ini. Rukun iman yang enam, kembalinya kepada keyakinan tersebut”.

[Syarah Arba’in Nawawiyah, hadits no. 2, hlm. 14 pada kitab saya]. 3. Syahadat Dilakukan Dengan Lisan, Hati Dan Berdasarkan Ilmu. Penulis kitab Fawaid Ad- Dzahabiyah :Seseorang wajib bersyahadat dengan lidahnya, dengan keyakinan hatinya, bahwa Laa ilaaha illa Allah, maknanya ialah, tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah.

Yaitu engkau bersyahadat dengan lidahmu, dengan keyakinan hatimu bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dari kalangan makhluk, baik Nabi, wali, orang shalih, pohon, batu, ataupun lainnya, kecuali Allah. Dan yang diibadahi dari selain Allah adalah batil.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ (Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Rabb) yang Haq, dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru (ibadahi) selain Allah, itulah yang batil.

Dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar -al Hajji ayat 62. [Dinukil dari kitab al Fawaid adz Dzahabiyah min Arba’in Nawawiyah, hlm. 18, faidah ke-10. Dikumpulkan oleh Abu Abdillah Hammud bin Abdillah al Mathor dan Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz].

4. Makna Syahadatain Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh berkata: “Barangsiapa bersyahadat Laa ilaaha illa Allah, berarti dia meyakini dan memberitakan, bahwa tidak ada sesuatupun berhak terhadap seluruh jenis-jenis ibadah, kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya.

Dan di dalam kandungannya, orang yang menghadapkan ibadah kepada selainNya, maka dia adalah orang yang zhalim, melanggar batas terhadap hak Allah Ta’ala. Dan syahadat “Muhammad adalah utusan Allah”, yaitu seseorang meyakini, memberitakan dan mengumumkan bahwa Muhammad, yaitu Muhammad bin Abdullah, dari suku Quraisy, dari kota Mekkah, adalah utusan dari Allah dengan sebenarnya.

Dan sesungguhnya, wahyu turun kepada beliau, sehingga beliau memberitakan dengan apa yang Allah katakan. Bahwasanya beliau hanyalah mubaligh (orang yang menyampaikan) dari Allah Ta’ala. Dan ini jelas dari kata rasul, karena rasul maknanya (secara bahasa Arab, Pen.) adalah mubaligh”.

[Syarah Arba’in Nawawiyah, hadits no. 3, hlm. 27 pada kitab saya]. Adapun syahadat ”Muhammad adalah utusan Allah”, yaitu beriman kepadanya, bahwa beliau adalah utusan Allah, Dia mengutusnya kepada seluruh manusia, sebagai basyir (pembawa berita gembira) dan nadzir (pembawa berita ancaman). Sehingga berita-berita dari beliau diyakini, perintah-perintahnya dilaksanakan, apa yang dilarang beliau, ditinggalkan, dan beribadah kepada Allah hanya dengan apa yang beliau syari’atkan.

[Al Hadits fiah an Nasyiah, hlm. 49, karya Dr. Falih bin Muhammad ash Shaghir dan Adil bin Abdusy Syakur az Zirqi]. 5. Urgensi Shalat Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, yang dimaksudkan shalat disini adalah, selalu melaksanakannya atau semata-mata melakukannya.” [Fathul Bari, hadits no. 8].

Sesungguhnya shalat merupakan tiang agama Islam, sebagaimana tiang pada tenda. Tenda itu tidak berdiri, kecuali dengan tiang tersebut. Jika tiang itu roboh, maka tenda pun roboh. Nabi Muhammad Shallallahu rukun islam ada lima yaitu wa sallam bersabda: رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ Pokok urusan (agama) itu adalah Islam (yaitu: dua syahadat), tiangnya adalah shalat, dan puncak ketinggiannya adalah jihad.

[HR Tirmidzi, no. 2616; Ibnu Majah, no. 3872; Ahmad, juz 5, hlm. 230, 236, 237, 245; dishahihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Shahih al Jami’ush Shaghir, no. 5126]. 6. Hukum Orang Yang Tidak Shalat. Meninggalkan shalat ada dua bentuk. Pertama, meninggalkan shalat sama sekali dengan tidak meyakini kewajibannya. Maka pelakunya kafir dengan kesepakatan ulama. Kedua, meninggalkan shalat sama sekali, karena malas atau sibuk, dengan meyakini kewajibannya. Dalam masalah ini, para ulama Ahlus Sunnah berbeda pendapat.

rukun islam ada lima yaitu

Sebagian ulama berpendapat pelakunya belum kafir, sebagian yang lain mengkafirkannya. Rukun islam ada lima yaitu kedua inilah yang lebih kuat -insya Allah- berdasarkan banyak dalil dan perkataan Salafush Shalih.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat. [HR Muslim, no. 82; Tirmidzi, no. 2618; Abu Dawud, no. 4678; Ibnu Majah, no. 1078] Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Makna ‘(batas) antara seseorang dengan kesyirikan adalah meninggalkan shalat’, bahwa yang menghalangi dari kekafirannya adalah keadaannya yang tidak meninggalkan shalat.

Maka jika dia telah meninggalkannya, tidak tersisa penghalang antara dia dengan kesyirikan, bahkan dia telah masuk ke dalamnya”. [Syarah Rukun islam ada lima yaitu, hadits no. 82]. Pendapat yang menyatakan kafirnya orang yang meninggalkan shalat adalah pendapat mayoritas sahabat. [Lihat Mauqif Ahlis Sunnah wal Jama’ah min Ahlil Ahwa’ wal Bida’, juz 1, hlm.

172-177]. 7. Urgensi Zakat Dan Hukum Tidak Membayar Zakat. Rukun Islam ketiga adalah membayar zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Zakat itu Allah wajibkan atas harta-harta orang yang mampu, dengan perincian yang dibahas oleh para ulama di dalam kitab-kitab fiqih.

Orang yang sudah wajib zakat, namun tidak membayarnya, maka ia mendapatkan dosa besar dan ancaman yang keras. Namun dia tidak menjadi kafir, jika masih mengimani kewajibannya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ rukun islam ada lima yaitu صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ Pemilik emas dan pemilik perak yang tidak menunaikan haknya darinya (yaitu zakat), maka jika telah terjadi hari Kiamat, dibuatkan untuknya lempengan-lempengan dari neraka, kemudian lempengan-lempengan dipanaskan di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarlah dahinya, lambungnya dan punggungnya.

Setiap kali lempengan itu dingin, dikembalikan (dipanaskan di dalam Jahannam) untuk (menyiksa)nya. (Itu dilakukan pada hari Kiamat), yang satu hari ukurannya lima puluh ribu tahun, sehingga diputuskan (hukuman) di antara seluruh hamba. Kemudian dia akan melihat (atau, akan diperlihatkan) jalannya, kemungkinan menuju surga, dan kemungkinan menuju neraka. [HR Muslim, no. 987, dari Abu Hurairah] Syaikh Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar Ruhaili (dosen Universitas Islam Madinah, Arab Saudi) berkata,”Hadits ini menyatakan, bahwa orang yang tidak berzakat mendapatkan balasan siksaan, dikarenakan dia meninggalkan zakat.

Kemudian dia akan melihat jalannya, mungkin menuju surga atau neraka. Jika dia menjadi kafir, maka pasti di dalam neraka, karena sesungguhnya surga diharamkan atas orang kafir. Ini menunjukkan tetapnya keislaman orang tersebut dan tidak kafirnya dengan sebab dia meninggalkan zakat, jika dia mengakui kewajibannya, wallahu a’lam.” [Mauqif Ahlis Sunnah wal Jama’ah min Ahlil Ahwa’ wal Bida’, juz 1, hlm.

178] 8. Urgensi Puasa Ramadhan, Rukun Islam Keempat Adalah Berpuasa Pada Bulan Ramadhn. Rukun Islam keempat adalah berpuasa pada bulan Ramadhan. Yaitu beribadah kepada Allah dengan menahan perkara yang membatalkan puasa, semenjak terbit fajar shadiq sampai tenggelam matahari. Umat telah sepakat tentang kewajiban puasa Ramadhan. Orang yang mengingkarinya adalah kafir dan murtad dari Islam.

9. Kedudukan Haji Rukun Islam kelima adalah haji. Yaitu beribadah kepada Allah dengan pergi ke kota Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Kewajiban haji rukun islam ada lima yaitu bagi orang yang memiliki kemampuan, yang mencakup tiga perkara. Pertama, sehat jasmani.

Kedua, bekal yang cukup untuk pergi dan pulang, bagi dirinya maupun bagi keluarganya yang ditinggalkan. Ketiga, keamanan perjalanan menuju tanah suci. Orang Islam yang memiliki kemampuan, namun tidak berhaji, maka dia benar-benar terhalang dari kebaikan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللهَ يَقُوْلُ: إِنَّ عَبْدًا صَحَّحْتُ لَهُ جِسْمَهُ وَ وَسَّعْتُ عَلَيْهِ فِيْ الْمَعِيْشَةِ يَمْضِى عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُوْمٌ Sesungguhnya Allah befirman : “Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan badannya, dan telah Ku-lapangkan penghidupannya, telah berlalu lima tahun, dia tidak datang kepadaKu, dia benar-benar orang yang terhalang dari kebaikan”.

[HR Ibnu Hibban, Abu Ya’la, dan al Baihaqi. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al Hilali di dalam Mausu’ah al Manahi asy Syar’iyyah, juz 2, hlm. 100]. 10. Kewajiban Memahami Hadits Dengan Memahami Hadits-Hadits Yang Semakna. Conoth di dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan, haji didahulukan daripada puasa. Namun di dalam sebuah riwayat Imam Muslim disebutkan, puasa didahulukan daripada haji. Ini mengisyaratkan bahwa lafazh riwayat Imam Bukhari diriwayatkan dengan makna. [Lihat Fathul Bari, syarah hadits no.

8]. 11. Agama Islam Bukan Lima ini Saja Hadits ini menjelaskan lima dasar atau rukun agama Islam. Ini berarti, agama Islam bukan hanya lima ini saja, tetapi lima ini adalah rukunnya. Bahkan kita wajib masuk ke dalam agama Islam ini secara keseluruhan, baik dalam masalah aqidah, ibadah, mu’amalah, pakaian dan lain-lain, dari ajaran agama Islam yang ada di dalam al Kitab dan as Sunnah. Allah Azza wa Jalla berfirman: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينُُ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan.

Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. [al Baqarah : 208]. 12. Mengapa JIhad Tidak Termasuk Rukun Islam Al Hafizh Ibnu Hajar berkata,”Jihad tidak disebut, karena (hukumnya) fardhu kifayah. Jihad tidaklah fardhu ‘ain, kecuali pada beberapa keadaan.

Oleh karena itu, Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma menjadikannya sebagai jawaban terhadap orang yang bertanya (kepadanya). Di dalam akhir (hadits) riwayat (Imam) Abdurrazaq terdapat tambahan “dan jihad itu termasuk amalan yang baik”.

[Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari, hadits no. 8] Imam Ibnu Rajab menyebutkan dua alasan tidak disebutkannya jihad di dalam rukun Islam yang lima. Pertama : Bahwa jihad hukumnya fardhu kifayah, menurut mayoritas ulama, sedangkan lima rukun ini fardhu ‘ain. Kedua : Bahwa jihad akan berhenti di akhir zaman, yaitu setelah turunnya Nabi Isa.

Waktu itu, agama yang ada hanya Islam, sehingga tidak ada jihad. Adapun lima rukun ini merupakan kewajiban mukminin sampai hari Kiamat. [Lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz 1, hlm. 152]. Demikian sedikit keterangan tentang hadits yang agung ini. Semoga bermanfaat bagi penyusun dan para pembaca. [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun X/1427H/2006M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp.

08121533647, 08157579296 • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) rukun islam ada lima yaitu Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi via Pocket(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi di Skype(Membuka di rukun islam ada lima yaitu yang baru) • Fanpage Twitter Kicauan Saya Top Posts & Halaman • LAFADZ "KULLU" DALAM HADITS "KULLU BID'ATIN DHOLLALAH WA KULLU DHOLLALAH FINNAR" • Hadits Arba'in (31-42) • Hadits Arba'in Nawawiyah (1-10) • ​KITAB THAHARAH (BERSUCI) BAB I : TENTANG AIR • *HADITS-HADITS SHAHIH TENTANG BID'AH* • Hadits Arba'in Nawawiyah (11-20) • Hadits Arba'in Nawawiyah (21-30) • Hadits Larangan mengganggu kaum muslimin • Kebaikan Islam Seseorang, Ialah Dengan Meninggalkan Apa-Apa Yang Tidak Bermanfaat • BANGUNAN ISLAM (SYARAH RUKUN ISLAM) (2) Tulisan Terakhir • Anjuran Syari’at untuk Menjaga Kenyamanan Orang Lain • Hadits Larangan mengganggu kaum muslimin • HUKUM BERSUMPAH DENGAN MENYEBUT NAMA SELAIN ALLAH • Makna Ad-dhakan Dalam Hadits Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyallahu ‘anhu ( W.36 H ) • Sedekah tidak mesti dengan harta • Hadits Tentang Kezhaliman • Doa Agar Perkataan Kita Terjaga • Doa Memohon Ilmu, Rizki, dan Amalan yang Barokah • Makna Hadis, Tidak Masuk Surga yang Ada Kesombongan dalam Hatinya • HUKUM MEMINTA-MINTA (MENGEMIS) MENURUT SYARI’AT ISLAM • KHALIFAH ABU BAKAR ASH SHIDDIQ [BAG.01] • Sunnah Fitrah : Hukum Mencukur Jenggot Dan Memotong Kumis • SUNNAH-SUNNAH FITRAH • TIDAK ADA KESULITAN DALAN ISLAM • MEMPERBANYAK UCAPAN LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH • TIDAK TAKUT CELAAN PARA PENCELA DALAM BERDAKWAH DI JALAN ALLAH • KEHUJAHAN HADITS AHAD DALAM MASALAH AQIDAH • JAWABAN : SIAPA YANG MENCIPTAKAN ALLAH?

• KAFARAT ORANG YANG BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI DI SIANG RAMADHAN • MENGAPA MENOLAK KHABAR AHAD? (KAJIAN EMPIRIS DAN HISTORIS) • PENOLAKAN KHABAR AHAD DARI SISI EMPIRIS • KEHARUSAN MENERIMA KHABAR AHAD DALAM SEMUA BIDANG AGAMA • CONTOH-CONTOH HADITS AHAD • BENARKAH IMAM BUKHARI TIDAK MENJADIKAN HADITS AHAD SEBAGAI HUJJAH DALAM AQIDAH?

• HADITS AHAD MEMBERIKAN KEYAKINAN YANG BERSIFAT NAZHARI • SYUBHAT PENGINGKARAN ADZAB KUBUR • Proses Penciptaan Manusia Dan Ditetapkannya Amalan Hamba (2) • Proses Penciptaan Manusia Dan Ditetapkannya Amalan Hamba (1) • MEMILIH YANG DIYAKINI DAN MENINGGALKAN KERAGUAN • EMPAT ORANG YANG DILAKNAT NABI • LIMA RUKUN ISLAM • BANGUNAN ISLAM (SYARAH RUKUN ISLAM) (2) • BANGUNAN ISLAM (SYARAH RUKUN ISLAM) (1) • GHARQAD, POHON YAHUDI?

• HAK-HAK JALAN • SYARAH HADITS JIBRIL TENTANG ISLAM, IMAN DAN IHSAN (1) • SYARAH HADITS JIBRIL TENTANG ISLAM, IMAN DAN IHSAN (2) • I K H L A S • PENGERTIAN IKHLAS • KEUTAMAAN IKHLAS • JADILAH PERINTIS KEBAIKAN! • MUKMIN DAN POHON KURMA • BAHAYA MEMANGGIL DENGAN KAFIR ATAU FASIQ • HINDARILAH HAL-HAL YANG DIHARAMKAN (1) • HINDARILAH HAL-HAL YANG DIHARAMKAN (2) • HAK DAN KEKHUSUSAN NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM • KEMENANGAN UMAT ISLAM DENGAN SEBAB ORANG LEMAH DIANTARA MEREKA • MENJAGA KEHORMATAN, MENJAUHI PERKARA MERAGUKAN • GOLONGAN YANG MASUK SURGA TANPA HISAB DAN ADZAB • Fiqih Wudhu Bab Niat • Fiqh Wudhu : Apa Dalil Yang Mewajibkan Wudhu ?

Apa Sajakah Syarat-Syarat Wudhu Itu ? • Fiqh Wudhu : Sampai Dimana Batasan Wajah (Muka) ? Apa Yang Dimaksud Dengan Tertib (Urut) ? • Fiqh Wudhu : Apa Yang Dimaksud Dengan Muwalah Apa Dalilnya Dan Bagaimana Wudhu Yang Sempurna? • Fiqh Wudhu : Apa Saja Yang Termasuk Sunnah-Sunnah Wudhu Beserta Dalilnya? • Fiqh Wudhu : Hukum Mengusap Khuf, Mengusap Tutup Kepala Dan Kerudung Bagi Wanita • Fiqh Wudhu : Kapan Permulaan Terhitungnya Jangka Waktu Mengusap Khuf, Mengusap Perban Luka • MENGUSAP JAUROB (KAOS KAKI) DAN SANDAL • Iman Dan Istiqamah • Kebaikan Islam Seseorang, Ialah Dengan Meninggalkan Apa-Apa Yang Tidak Bermanfaat • LAFADZ “KULLU” DALAM HADITS “KULLU BID’ATIN DHOLLALAH WA KULLU DHOLLALAH FINNAR” • Hakekat Kesombongan • Derajat Hadits Mengusap Wajah Setelah Berdoa • ​*✍Hukum berdakwah dengan Cerita Dusta* • HADITS-HADITS DZIKIR PAGI DAN SORE • Para Ulama Ahlul Hadits • KEDUDUKAN HADITS “TUJUH PULUH TIGA GOLONGAN UMMAT ISLAM” • *Hadits Palsu Tentang Ilmu Ladunni* • DEFENISI HADITS DAN MACAM-MACAMNYA • *HADITS-HADITS SHAHIH TENTANG BID’AH* • Kajian Hadits : WASIAT NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM TENTANG WANITA • Derajat hadits fadhilah Surat Yasin • Benarkah Malaikat Bergelantungan Di Jenggot?

• Hadits-Hadits Dhaif Seputar Bulan Ramadhan • Shahihkah Menutup Bacaan Al Qur’an Dengan Doa Kafaratul Majlis? • Keutamaan Air Zam-Zam • Siapakah Abu Thurob Sebenarnya? • Bagaimana Para Ulama Membela Hadits Nabi? • Derajat Hadits Khutbah Id Dua Kali Dipisahkan Dengan Duduk • Derajat Hadits Mustajabnya Doa Ketika Hujan • Hadis-Hadis Lemah Dan Palsu Tentang Keutamaan Hari ke-10 Muharram (1) • Hadis-Hadis Lemah Dan Palsu Tentang Keutamaan Hari ke-10 Muharram (2) • Hadis-Hadis Lemah Dan Palsu Tentang Keutamaan Hari ke-10 Muharram (3) • Hadis-Hadis Lemah Dan Palsu Tentang Keutamaan Hari ke-10 Muharram (4) • Tanda Kiamat, Bulan Terlihat Membesar (Supermoon) ?

• Kompromi Hadits Larangan Thiyarah Dengan Hadits Thiyarah Ada Pada 3 Hal • 10 Pelajaran dari Datangnya Jibril • Perkara yang Pertama Kali Dihisab pada Hari Kiamat • Derajat Hadits Doa Berbuka Puasa “Allahumma laka shumtu…” • Penjelasan Hadits “Mintalah Fatwa Pada Hatimu” • Derajat Hadits Bahwa Sebaik-Baik Pemimpin Adalah Yang Menaklukan Konstantinopel • Hadits Lemah: Rasulullah Qunut Shubuh Hingga Meninggal Dunia • Awas Hadits-Hadits Palsu!
“ Islam itu ialah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, dan bahwa Muhammad itu utusan Allah, engkau dirikan sholat, engkau bayar zakat, engkau puasa pada bulan Ramadhan, dan engkau naik haji ke Baitullah jika mampu pergi ke sana.

” (HR. Muslim, Abu Daud, Turmudzi dan An-Nasai) Mengutip buku Asyiknya Belajar Rukun Islam oleh Joy Amarta dan Dini W. Tamam, syahadat atau syahadatain adalah kalimat yang merupakan kesaksian dan pengakuan seorang hamba bahwa Allah adalah Tuhan dan Nabi Muhammad sebagai rasul dan utusan-Nya. Oleh sebab itu, syahadat menjadi syarat utama bagi orang yang hendak memeluk agama Islam.

Ada dua macam syahadat yang harus diamalkan, yaitu syahadah at-tauhid yang berbunyi “ ashadu ‘alla ilaha illallah (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah) ” dan syahadah ar-rasul yang berbunyi “ wa’ashadu ‘anna muhammadar rasulullah (Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul dan utusan Allah) ”. “ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Alkitab (Al Quran) dan dirikanlah sholat.

Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” (QS. Al Ankabut: 45) Puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan syarat tertentu. Ada satu puasa yang termasuk ke dalam rukun Islam dan wajib dikerjakan umat Muslim setiap tahunnya, yaitu puasa Ramadhan.

Sebagaimana firman Allah yang berbunyi: Rukun Islam yang terakhir adalah pergi haji bila mampu. Mengutip buku Ibadah Haji Rukun Islam Kelima oleh Ahmad Sarwat, Lc., MA., haji artinya sengaja mengunjungi Ka’bah untuk melakukan amal ibadah tertentu dan pada waktu tertentu. Waktu tertentu yang dimaksud adalah bulan haji, yaitu bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. “ Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim.

Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. ”

LAGU PAUD ISLAMI Rukun Islam Ada Lima




2022 www.videocon.com