Yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

Hallo Salsabilla, kakak bantu jawab ya Jawaban yang paling tepat adalah D untuk lebih jelas yuk pahami penjelasan berikut Munculnya pergerakan nasional di Indonesia dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internal, yakni: Adanya penderitaan rakyat yang berkepanjangan akibat penjajahan.

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

Adanya kenangan kejayaan masa lalu seperti zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Lahirnya kaum-kaum intelektual atau terpelajar yang menjadi pemimpin pergerakan.

Adanya diskriminasi rasial. Faktor ekternal, yakni: Timbulnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika yang masuk ke Indonesia. Seperti nasionalisme, demokrasi, liberalisme dan sosialisme Munculnya gerakan Turki muda atau All Indian National Congres 1885, dan Gandhisme.

Adanya kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 yang menyadarkan dan membangkitkan bangsa-bangsa Asia untuk melawan bangsa barat semoga membantu ya Jawaban: Yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembangnya pergerakan nasional adalah k e m e n a n g a n J e p a n g d a l a m p e r a n g m e l a w a n R u s i a. Penjelasan: Contoh faktor internal pergerakan nasional, yaitu: • Kemajuan berbagai bidang.

• Memori kejayaan masa lampau. • Lahirnya tokoh berpendidikan. • Penderitaan akibat penjajahan bangsa asing. Pergerakan nasional adalah gerakan yang cenderung menuju sifat nasionalis dan patriotisme rakyat dengan melakukan berbagai perubahan dari yang sebelumnya melakukan perlawanan bersifat kedaerahan. ꧁__________________________꧂ ♥ S e m o g a B e r m a n f a a t ♥ B y : A. L e s t r a n g e
tirto.id - Munculnya nasionalisme di Indonesia, tidak terlepas dari sebuah peristiwa masa lampau, tepatnya peristiwa pergerakan gerakan nasional.

Mengutip dari Nyoman Dekker dalam Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia (1993: 1), disebutkan bahwa pergerakan nasional adalah salinan dari bahasa Belanda, yaitu Nationalistiche Beweging Secara bahasa, pergerakan nasional terbagi menjadi dua kata, yakni pergerakan yang berarti suatu gerak menuju sesuatu hal.

Kemudian, nasional yang berarti kebangsaan atau nasionalis. Jadi, secara bahasa pergerakan nasional dapat diartikan sebagai suatu gerak yang memiliki sifat kebangsaan dengan tujuan mencapai kemerdekaan nasional. Lantas, apa yang dimaksud dengan nasionalisme? Bagaimana prosesnya munculnya nasionalisme? Dan apa saja faktor internal maupun eksternal yang menyebabkan lahirnya nasionalisme di Indonesia?

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

Berikut penjelasannya. Pengertian Nasionalisme Ratna Hapsari dan M. Adil dalam Sejarah (2013: 332), menyebutkan bahwa kata nasionalisme berasal dari bahasa Inggris, yaitu nation atau natie dalam bahasa Belanda yang berarti bangsa atau perasaan kebangsaan.

Sementara itu, Hans Kohn yang dikutip dari Yuliani dalam Sejarah (2020: 8), menyatakan bahwa nasionalisme adalah suatu paham yang menempatkan kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara dan bangsa. Mengutip dari Modul Nasionalisme Bahan Ajar Latsar Gol. III Angkatan ke-37 (BPS), nasionalisme memiliki unsur-unsur pendukung, diantaranya perasaan nasional, watak nasional, batas nasional, bahasa nasional, peralatan nasional, dan agama.

Sejarah Muncul & Berkembangnya Nasionalisme Nasionalisme sebagai sebuah paham, pertama kali berkembang di Eropa, tepatnya pada akhir abad pertengahan.

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

Di Indonesia paham tersebut muncul akibat adanya penjajahan dari bangsa Belanda. Kemunculan nasionalisme di Indonesia berbarengan dengan munculnya nasionalisme di berbagai negara kawasan Asia & Afrika. Secara politis, kemunculan nasionalisme di negara-negara kawasan Asia& Afrika bertujuan mengusir penjajah asing, mendapatkan kemerdekaan, menghentikan eksploitasi ekonomi, dan membangun masyarakat yang bebas dari penderitaan, kesengsaraan, serta kemelaratan.

Adapun tujuan dari nasionalisme, yaitu (1) menjamin kesanggupan dan kekuata mempertahankan masyarakat nasional dalam melawan musuh dari luar; (2) Menjauhkan dari ekstrimisme yang menuntut berlebihan dari warga negara baik individu atau kelompok. Faktor Internal & Eksternal Nyoman Dekker dalam bukunya berjudul Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia (1993: 10-17), nasionalisme yang muncul di Indonesia disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal.

Berikut ini disajikan penjelasan singkat dari kedua faktor tersebut. Faktor Internal - Adanya penderitaan yang dirasakan rakyat Sejak VOC mempergunakan sistem ekonomi monopoli disertai dengan cara-cara kekerasan.

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

Kemudian, berlanjut saat sistem tanam paksa, banyak terjadi penderitaan dan kemelaratan yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Penderitaan-penderitaan tersebut yang kemudian menjadi sebab pokok timbulnya gerakan-gerakan kebangsaan dan munculnya partai atau organisasi nasional. Munculnya gerakan tersebut tidak terlepas dari peranan para kaum terpelajar yang saat itu sudah cukup banyak.

- Munculnya Politik Etis Pada akhir abad ke-19 menuju awal abad ke-20, arah politik Belanda di Indonesia mulai berubah. Saat itu, muncul satu tokoh bernama Van Deventer yang menginisiasi untuk dikeluarkannya kebijakan Politik Etis. Gagasan tersebut disampaikannya atas dasar Indonesia yang telah memberikan banyak keuntungan bagi Belanda. Ia menganggap wajar, apabila Belanda memberikan balas budi atas perilaku tersebut.

Adapun tiga gagasan utama dalam politik etis, yaitu: • Irigasi; • Edukasi; • Emigrasi - Munculnya Kaum Terpelajar Penerapan politik etis pada dasarnya tidak serta merta memberikan keuntungan besar bagi Indonesia. Namun, satu dampak yang dirasakan baik ialah munculnya kaum terpelajar dari orang-orang Indonesia. Perbaikan pendidikan ditanah jajahan melahirkan para pemikir dan penggerak menuju kemerdekaan.

Pergerakan pelajar ini tak lagi kedaerahan melainkan mulai menyatukan perjuangan dan suara dalam kongres pemuda, yang dikenal dengan Sumpah Pemuda. Faktor Eksternal - Kemenangan Jepang Atas Rusia Peristiwa ini terjadi pada tahun 1905, saat itu Jepang yang menyerang wilayah Manchuria harus berhadapan dengan Rusia.

Akan tetapi, diluar dugaan Jepang berhasil memenangkan peperangan tersebut. Sontak, kemenangan tersebut dianggap sebagai awal kebangkitan negara-negara di kawasan Asia. Bangsa Asia mulai bangkit menentang penjajahan Barat termasuk Indonesia.

- Pergerakan Kebangsaan India Penjajahan Inggris terhadap India membuat kaum muda terpelajar India membentuk All India National Congres. Salah satu tokoh yang ada di organisasi tersebut ialah Mahatma Gandhi. Mahatma Gandhi merupakan sosok penting atas bangkitnya nasionalisme di India.

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

Melalui gagasannya, yaitu ahimsa (melawan tanpa kekerasan), hartal (mogok kerja), satyagraha (tidak mau bekerjasama dengan pihak asing), dan swadeshi (tidak mau memakai produk luar negeri). Rakyat India mampu bangkit dan berhasil menentang penjajahan Inggris.

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

KOMPAS.com - Pada abad ke-20, para pejuang Indonesia mencoba membuat strategi baru dalam melawan penjajah melawan kolonial. Strategi yang dipakai pada zaman tidak lagi berupa senjata dan perang. Perjuangan digerakkan lewat organisasi-organisasi modern.

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

Sehingga pada zaman tersebut dikenal sebagai masa Pergerakan Nasional. Organisasi-organisasi di masa ini bersifat modern, serta lebih terarah atau terorganisir. Organisasi juga bersifat nasional dan dipelopori oleh orang-orang terpelajar. Baca juga: Pergerakan Nasional di Indonesia, Diawali Organisasi Budi Utomo Faktor pendorong Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), munculnya pergerakan nasional di Indonesia dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internal, yakni: • Adanya penderitaan rakyat yang berkepanjangan akibat penjajahan. • Adanya kenangan kejayaan masa lalu seperti zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.

• Lahirnya kaum-kaum intelektual atau terpelajar yang menjadi pemimpin pergerakan. • Adanya diskriminasi rasial. Faktor ekternal, yakni: • Timbulnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika yang masuk ke Indonesia.

Seperti nasionalisme, demokrasi, liberalisme dan sosialisme • Munculnya gerakan Turki muda atau All Indian National Congres 1885, dan Gandhisme. Itu tidak lepas kebangkitan nasional di Asian dan Afrika. • Adanya kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 yang menyadarkan dan membangkitkan bangsa-bangsa Asia untuk melawan bangsa barat. Sebelum abad ke-20, perlawanan bangsa Indonesia masih dilakukan bersifat lokal atau kedaerahan.

Perlawanan dilakukan secara fisik dengan menggunakan senjata tradisional dan dipimpin oleh tokoh-tokoh karismatik. Baca juga: Dunia Kuliner Era Pergerakan Nasional Namun, perlawanan seperti itu selalu gagal dan dapat dipatahkan penjajah dengan senjatanya yang lebih kuat.

Banyak pejuang-pejuang yang tewas dalam perperangan tersebut. Masa perjuangan fisik pun berakhir di awal abad 20.
Enam (6) point di bawah ini merupakan faktor intern pendorong tejadinya pergerakan nasional yang pada mulanya pergerakan-pergerakan yang ada hanya bersifat kedaerahan dan belum menyeluruh meliputi wilayah nusantara.

Kesadaran akan pentingnya rasa nasionalisme dari berbagi daerah yang ada di Indonesia itu dilatar belakangi 2 faktor, yakni faktor Intern dan ekstern. berikut ini 6 faktor intern pendorong pergerakan nasional. Penderitaan Rakyat Indonesia Bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan yang panjang dan menyakitkan sejak masa Portugis. Di bawah pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, rakyat Indonesia banyak mengalami perlakuan yang tidak adil. Pelaksanaan tanam paksa, politik devide et impera, monopoli perdagangan, kerja rodi, dan perlakuan diskriminatif merupakan bukti sejarah yang tidak dapat dilupakan dari hati nurani rakyat Indonesia.

Penderitaan inilah yang menjadikan rakyat Indonesia muncul kesadaran nasionalismenya dan mulai memahami perlunya menggalang persatuan. Atas prakarsa para kaum intelektual, persatuan itu dapat diwujudkan dalam bentuk perjuangan yang bersifat modern.

Perjuangan tidak lagi menggunakan kekuatan senjata tetapi dengan menggunakan organisasi-organisasi pemuda. Timbulnya Elite Nasional (Kaum Terpelajar Pribumi) Golongan liberal di negeri Belanda yang mendapat dukungan besar dari kalangan masyarakat, mendesak pemerintah Belanda untuk meningkatkan kehidupan di wilayah jajahan.

Salah satu penganut politik liberal adalah Van Deventer. Desakan ini mendapat dukungan dari pemerintah Belanda. Dalam pidato negara pada tahun 1901, Ratu Belanda, Wihelmina mengatakan “Negeri Belanda mempunyai kewajiban untuk mengusahakan kemakmuran dari penduduk Hindia Belanda(Indonesia)”. Pidato tersebut menandai awal kebijakan memakmurkan Indonesia yang dikenal sebagai Politik Etis atau Politik Balas Budi. Perkembangan Politik Etis Ketidakadilan, kemiskinan, diskriminasi, dan pembodohan yang terjadi di Indonesia ternyata diamati oleh negarawan-negarawan di Belanda.

Muncul tokoh-tokoh yang mengkritik pemerintahannya sendiri. Kaum tersebut bernama kaum liberal atau kaum yang berasal dari bangsa Asing tetapi membela Negara Indonesia. Salah satu tokoh yang duduk di barisan utama pengkritik adalah Van Deventer, artikelnya yang dimuat dimajalah De Gids dengan judul “Een Eereschuld(Hutang Kehormatan)” bercerita bahwa kekosongan kas negara Belanda telah terpenuhi oleh bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia telah berjasa membantu pemerintah Belanda dalam pemulihan resesi ekonomi. Hutang Budi itu wajib dibayar dengan peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia melalui edukasi (menyelenggarakan pendidikan), imigrasi (membangun sarana dan jaringan pengairan), dan irigasi (mengorganisasi perpindahan penduduk).

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

Berbagai kritik yang dilontarkan telah menggerakkan pemerintah Belanda untuk menerapkan kebijakan Politik Etis. Politik Etis dilakukan dengan membuka sekolah-sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.

Jika dikaji lebih mendalam, pengadaan sekolah itu bukan murni politik balas budi sebab keberadaan sekolah itu juga membantu Belanda untuk mendapatkan tenaga kerja yang terdidik dan murah. Beberapa sekolah yang berkembang pada masa penjajahan Belanda adalah Sekolah Rakyat ( Volkschool), Sekolah Guru ( Kweekschool), MULO ( Meer Uitgebrid Logee Onderwijs), AMS ( Algemeene Middlebare School), Sekolah Teknik ( Technische Hogeschool) sekarang menjadi ITB, Sekolah Dokter Jawa STOVIA ( School Ta Opleiding van Inlandsche Artsen), Rechts School Kundige Hogeschool (sekarang Fakultas Hukum UI) dan Geneskundige Hogeschool (sekarang Fakultas Kedokteran UI) dan Landbouw Hogeschool (sekarang IPB).

Berbagai ideologi seperti liberalisme, sosialisme, dan komunisme berhasil diserap putra Indonesia yang belajar di luar negeri. Dengan bekal pengetahuan tersebut, mereka memelopori usaha untuk mendapatkan kemerdekaan. Dari kaum terpelajar itulah lahir berbagai gagasan yang mengajarkan betapa pentingnya persatuan dan perjuangan dalam rangka merebut kemerdekaan.

Sejarah Masa Lampau yang Gemilang Indonesia sebagai bangsa telah mengalami zaman nasional pada masa kebesaran Majapahit dan Sriwijaya.

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

Kedua kerajaan tersebut, terutama Majapahit memainkan peranan sebagai Negara nasional yang wilayahnya meliputi hampir seluruh Nusantara. Kebesaran ini membawa pikiran dan angan-angan bangsa Indonesia untuk senantiasa dapat menikmati kebesaran itu.

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

Hal ini dapat menggugah perasaan nasionalisme golongan terpelajar pada dekade awal abad 20. Dominasi Ekonomi Kaum Cina di Indonesia Kaum pedagang keturunan nonpribumi, khususnya kaum pedagang Cina semakin membuat kesal para pedagang pribumi.

Puncak kekesalan kaum pedagang pribumi terjadi ketika keturunan Cina mendirikan perguruan sendiri yakni Tionghoa Hwee Kwan pada tahun 1901. Kekesalan tersebut diciptakan oleh Belanda untuk menimbulkan rasa iri hati rakyat Indonesia kepada keturunan Cina. Peristiwa itu membangkitkan persatuan yang kokoh di antara sesama pedagang pribumi untuk menghadapi secara bersama pengaruh dari pedagang Cina.

Istilah Indonesia sebagai Identitas Nasional Istilah ‘Indonesia‘ berasal dari kata India (bahasa Latin untuk Hindia) dan kata nesos (bahasa Yunani untuk kepulauan), sehingga kata Indonesia berarti Kepulauan Hindia. Istilah Indonesia, Indonesisch, dan Indonesier makin tersebar luas pemakaiannya setelah banyak digunakan oleh kalangan ilmuwan seperti G.R.

Logan, Adolf Bastian, Van Vollen Hoven, Snouck Hurgronje, dan lain-lain. Penggunaan istilah Indonesia sebagai identitas nasional mencapai puncaknya pada Kongres Pemuda II tanggal 28 Pktober 1928 yang mencetuskan kebulatan tekad dalam Sumpah Pemuda. Istilah Indonesia sebagai arti politik ketatanegaraan secara resmi digunakan pada masa Revolusi Agustus 1945.

yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah

Dan puncaknya ketika dikumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Kelas 11 - Sejarah - Karakteristik Pergerakan Nasional Indonesia # VideoPendidikanIndonesia




2022 www.videocon.com