Beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

Advertisements Hari ini kita akan melanjutkan materi pendalaman tentang Iman Kepada Hari Akhir. Tapi nih sebelum kita lanjutin pembelajaran tentang Pendidikan Agama tentang Iman kepada hari akhir, kita intermezzo dahulu tentang pengertiannya. Pengertian Iman Kepada Hari Akhir Pengertian iman kepada hari akhir atau kiamat secara bahasa (etimologi) ialah percaya akan adanya hari akhir. Sedangkan secara istilah pengertian iman kepada hari akhir ialah percaya dan meyakini akan adanya kehidupan yang kekal (akhirat) dan abadi setelah kehidupan di beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu Selengkapnya di : Iman Kepada Hari Akhir Nah, setelah kalian paham mengenai arti iman kepada hari akhir.

Selanjutnya admin akan memberi contoh tentang Iman Kepada Hari Akhir. Daftar Isi • A. Contoh Perilaku Iman Kepada Hari Akhir • B. Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir A. Contoh Perilaku Iman Kepada Hari Akhir Berikut ini contoh perilaku iman kepada hari akhir dalam kehidupan sehari-hari yang telah Admin kumpulkan, : 1. Meminjami buku catatan pada teman yang saat dispen 2.

Membayar amal 3. Membantu ibu membersihkan rumah 4. Meminjami uang teman saat membutuhkan 5. Membantu anak saat terjatuh 6. Menyingkirakan batu di jalan 7. Membuang samaph pada tempatnya 8. Membaca Al-Qur’an dan maknanya 9. Memberi sedekah pada orang-orang yang kurang mampu 10.

Membantu ibu mencuci baju 11. Menyapu kelas 12. Shalat 5 waktu 13. Shalat tahaju di sepertiga malam 14. Shalat jama’ah dimasjid maupun dimushola 15. Berdzikir 16. Berkumpul dengan orang-orang shaleh 17.

Berkunjung kerumah bapak atau ibu guru saat lebaran 18. Tidak mengejek teman 19. Tidak memukul teman 20. Tidak menggunjing teman 21. Tidak berbicara kotor 22. Tidak meminum-minuman keras 23.

Tidak menyekutukan allah dan utusan-utusannya 24. Hormat kepada bapak/ibu guru 25. Hormat kepada orang tua 26. Membantu ibu mencuci piring 27.

beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

Tidak memukul teman 28. Membantu guru membersihkan tulisan dipapan tulis 29. Tidak bebuat zina 30. Shalat tepat waktu 31. Menjalankan ibadah puasa sesuai ketentuan 32. Tidak menggunakan narkoba 33. Memakan makanan yang baik dan halal 34. Memakai baju yang menutupi aurot 35.

Memandikan orang yang meninggal 36. Mengkhafani orang yang meninggal 37. Menshalatkan orang yang meninggal 38. Menguburkan orang yang meninggal 39. Membayar hutang kepada orang lain 40. Tidak makan secara berlebihan 41. Tidak menjadi orang yang sombong 42. Tidak membeda-bedakan yang kaya dengan yang miskin 43. Tidak membeda-bedakan yang pintar dengan yang bodoh 44. Tidak memilih-milih dalam berteman 45.

Tidak makan ditempat umum pada saat bulan ramadhan 46. Bertanggung jawab saat menghilangkan pensil teman 47. Saat kita makan ada teman yang dating, maka mengajaknya makan pula 48. Mengantarkan teman pulang tanpa memikirkan uang bensin 49. Menghadapi cobaan dari allah dengan lapang dada 50. Berdoa agar diselamatkan di akhirat. B. Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir Kalian kan sudah tahu pengertian tentang iman kepada hari akhir dan contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada hari akhir, dibalik semua itu ada hikmah yang bisa kita dapat.

Seperti : 1. Meningkatkan Iman dan Taqwa Kita ingat akan hari akhir, entah kapan datangnya. Dengan kepercayaan ini dapat membuat seseorang hidupnya lebih teratur dan berusaha menjauhi dosa. 2. Menjauhi Pola Hidup Orang Kafir Allah SWT memperingatkan kita untuk tidak mengikuti gaya hidup orang kafir seperti mabuk-mabukan, maksiat dan sebagainya. Mereka tidak berfikir bagaimana jadinya mereka akan disiksa saat di akhirat kelak. 3. Mendorong Manusia untuk Semangat Di akhirat kelak, kita akan membawa amal baik maupun buruk kita.

Dengan beriman kepada hari akhir kita akan mendapat hikmah dan bersemangat mengerjakan amal baik sebanyak-banyaknya. 4. Berkeinginan Berjihad di Jalan Allah dengan Jiwa dan Harta Kematian itu pasti, dengan beriman kepada hari akhir mendorong manusia untuk berjihad atau contoh kecilnya kita sebagai pelajar belajar dengan keras walau harta kita banyak yang sudah keluar. 5. Memperjelas Tujuan Hidup “Kita hidup untuk apa sih?” Kalimat seperti itu pasti pernah terfikirkan, semua hal yang kita lakukan akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.

Hidup itu cuman sekali, kita harus berusaha dengan baik untuk apa yang kita perjuangkan namun dalam jalan Allah yang benar. 6. Sabar Saat Ditimpa Musibah Saat kita sudah beriman kepada hari akhir, ia akan berusaha untuk tetap sabar dan percaya bahwa Allah akan membantunya Sebenarnya masih ada beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu contoh perilaku dan hikmah beriman kepada hari akhir.

Jika temen-temen ada referensi lebih, silahkan cantumkan di kolom komentar cerdika.com Referensi : Sandria Ardana.

beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 3.3.

Sebarkan ini: Iman Kepada Hari Akhir – Pengertian, Makna, Dalil, Nama & Fungsi – DosenPendidikan.Com – Iman kepada hari akhir adalah sesuatu yang wajib kita imani sebagai umat muslim, walaupun kita tidak mengetahui kapan akan datangnya hari akhir tetapi di al-Qur’an sudah dituliskan di wajibkan untuk semua kaum muslimin untuk mengimaninya, mengimani hari akhir adalah salah satu cara agar kita bias selalu meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT, karena dari kita sudah banyak yang terlena dengan kehidupan duniawi, yang hanya mengedepankan kehidupan duniawi dan membelakangkan dunia akherat, inilah yang melatarbelakangi dibuatnya makalah ini.

Pengertian Iman kepada Hari Akhir Yaumul akhir atau hari akhir menurut bahasa adalah kehancuran atau kebangkitan. Sedangkan menurut istilah hari akhir adalah hari kehancuran alam semesta beserta seluruh isinya. Iman kepada hari kiamat atau hari akhir merupakan rukun iman yang kelima, tidak ada yang tahu kapan hari kiamat itu akan datang, tetapi kita sebagai muslim sudah seharusnya kita untuk mengimani dan mempercayainya.

Hari kiamat diawali dengan tiupan sangkakala oleh malaikat isrofil, dimana tiupan sasangkala ini adalah untuk mematikan semua makhluk yang ada di bumi beserta isinya.

Dijelaskan bahwa pada hari itu semua benda yang di langit sudah tidak beraturan lagi. Baik bintang, planet, maupun bulan saling bertabrakan. Gunung-gunung meletus, hancur, dan bertaburan.

Badai, ombak sangat dahsyat, manusia pontang-panting tidak dapat mengenali sanak saudaranya, yang akhirnya semua kehidupan hancur dan mati.

Kejadian mengenai hari kiamat digambarkan oleh Allah SWT begitu dahsyat, sebagaimana tertuang dalam surah Al Qariah dan surat Az Zalzalah berikut.

Artinya : “Pada hari beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” Artinya : “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,” Hadis riwayat Zainab binti Jahsy ra.: Bahwa Nabi saw. bangun dari tidurnya sambil bersabda: Laa ilaaha illallaah, celakalah orang-orang Arab karena suatu bencana akan terjadi, yaitu hari ini dinding (bendungan) Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini.

Dan Sufyan (perawi hadis ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari).

beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ [رواه البخاري ومسلم] Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “ Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya”.

(Riwayat Bukhori Muslim) Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bergerak-gerak di dalam tidurnya, maka kami bertanya: Wahai Rasulullah, ketika engkau tidur, engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan?

Beliau menjawab: Mengherankan! Ada sekelompok manusia dari umatku yang datang menuju Baitullah karena seorang lelaki Quraisy yang berlindung di Baitullah, sehingga ketika mereka telah tiba di suatu padang sahara mereka dibenamkan. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu jalan itu banyak berkumpul manusia?

Beliau menjawab: Benar! Di antara mereka terdapat orang yang pintar, orang yang terpaksa dan ada juga orang yang dalam perjalanan mereka seluruhnya binasa dalam satu waktu lalu mereka akan dibangkitkan oleh Allah di tempat yang berbeda – beda sesuai dengan niat mereka masing-masih mahluk Tuhan.

Hadis riwayat Usamah ra.: Bahwa Nabi saw.

beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

menaiki salah satu bangunan tinggi di Madinah, kemudian beliau bersabda: Apakah kalian melihat apa yang aku lihat? Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah di antara rumah-rumahmu bagaikan tempat turunnya air hujan. Baca Juga : Hukum Dan Rukun Wakaf Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw.

beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Lalu terbunuhlah dari setiap seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata: Semoga akulah orang yang selamat Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata: Aku mendengar Nabi saw.

bersabda sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw.

bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun?

Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi: Lalu Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran.

Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw.

bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan?

Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi: Lalu Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran.

beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat. Baca Juga : Hari Besar Agama Islam Nama-Nama Lain Hari Akhir Adapun nama-nama lain dari Hari Akhir adalah sebagai berikut: • Hari akhir : hari penghabisan • Yaumul hisab : hari perhitungan • Yaumul fashli : hari keputusan • Yaumul jami’ : hari berkumpul • Yaumul tholaq : hari pertemuan • Yaumul hasroh : hari penyesalan • Yaumul qooriah : hari peristiwa besar • Yaumul fath : hari kemenangan • Yaumul ba’ats : hari kebangkitan • Yaumul bukka’ : hari tangisan Tanda-tanda kiamat atau hari akhir sudah dekat • Terbitnya matahari dari arah barat dan terbenam dari arah timur.

Hal ini terjadi karena perubahan besar dalam susunan alam semesta. • Keluarnya suatu binatang yang sangat aneh. Binatang ini dapat bercakap-cakap kepada semua orang dan menunjukkan kepada manusia bahwa kiamat sudah sangat dekat. • Datangnya Al-Mahdi. Beliau termasuk keturunan dari Rasulullah SAW. Oleh karena itu, beliau serupa benar akhlak dan budi pekertinya dengan Rasulullah SAW.

• Munculnya Dajal. Dajal adalah seorang yang muncul sebagai tanda semakin dekat datangnya kiamat. Dajal bermata buta sebelah dan mengaku sebagai “Tuhan”. • Hilang dan lenyapnya Al-Qur’an dan mushaf, hafalan dalam hati. Bahkan lenyap pulalah yang ada di dalam hati seseorang.

• Berkumpulnya manusia, seperti selamatan kelahiran, khitanan, perkawinan, ulang tahun, dll. Akan tetapi tidak pernah sedikit pun dijalankan perintah-perintah-Nya serta dijauhi larangan-Nya. • Turunnya Nabi Isa as. Beliau akan turun ke bumi ini di tengah-tengah merajalela pengaruh Dajal. Baca Juga : Pengertian Islam Peristiwa yang terjadi pada hari akhir Alam barzah, yaitu batas antara alam dunia dengan alam akherat dan dapat disebut dengan alam kubur.

Di alam barzah manusia sudah dapat merasakan balasan amal baik dan buruk. Firman Allah SWT : Artinya : “Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzah (dinding pemisah) sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS.

Al-Mukmin : 100) Yaumul Ba’at, yaitu dibangkitkannya manusia dari alam kubur, setelah malaikat Isrofil meniupkan sangkakala yang kedua. Firman Allah SWT : Artinya : “Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, agar kepada mereka itu dapat diperlihatkan amalan-amalannya yang sudah-sudah.” (QS.

Az-Zalzalah : 6) Yaumul Mahsyar, yaitu tempat manusia berkumpul setelah bangkit dari alam kubur untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatanya. Firman Allah SWT : Artinya : “……. Dan kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” (QS. Al-Kahfi : 47) Yaumul hisab, yaitu dihitungnya amal manusia tentang kebaikan dan keburukannya.

Firman Allah SWT : Artinya : “Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini.

Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.” (QS. Al-Mukmin : 17) Yaumul mizan, yaitu hari penimbangan amal baik dan amal buruk yang dilakukan manusia selama hidupnya. Firman Allah SWT : Artinya : “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS.

Al-Anbiya : 47) Sirattalmustaqim Ash-shiraath secara bahasa (etimologi) berarti jalan, sedangkan menurut syar’i (terminologi) adalah jembatan yang dibentangkan di atas Neraka Jahannam yang akan dilewati ummat manusia menuju Surga sesuai dengan amal perbuatan mereka. Baca Juga : Nama Malaikat Dan Tugasnya Surga dan Neraka • Surga Surga adalah tempat bagi orang-orang yang ikhlas beribadah, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Surga merupakan tempat di akhirat yang berisi penuh dengan kesenangan dan kegembiran. Jika keindahan di dunia bersifat sementara maka keindahan dan kesenangan di akhirat bersifat kekal.

• Neraka Neraka adalah suatu tempat di akhirat yang sangat tidak menyenangkan, tempat ini diperuntukkan bagi orang-orang kafir, munafik dan orang-orang yang melanggar perintah Allah. Di Neraka orang yang berbuat dosa melebihi amalnya akan mendapat siksa. Fungsi Iman kepada Hari Akhir • Menambah iman serta ketaqwaan kepada Allah SWT • Lebih taat kepada Allah dan Rasulullah SAW dengan menghindarkan diri dari perbuatan maksiat • Senantiasa hidup dengan hati-hati, waspada, dan selalu meminta ampunan kepada Allah SWT • Memberi motivasi untuk beramal dan beribadah karena segala perbuatan baik akan mendapat balasan di akhirat • Selalu menghiasi diri dengan berzikir kepada Allah SWT sehingga jiwa menjadi tenang.

Demikian penjelasan artikel diatas tentang Iman Kepada Hari Akhir – Pengertian, Makna, Dalil, Nama & Fungsi semoga dapat bermanfaat bagi pembaca beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu DosenPendidikan.Com Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Agama Ditag 10 hikmah mengimani hari akhir, beriman kepada hari akhir brainly, beriman kepada qada dan qadar, contoh beriman kepada hari akhir, contoh iman kepada hari akhir, dalil hari kiamat dalam al quran, dalil iman kepada hari akhir, fungsi beriman kepada hari akhir, fungsi iman kepada hari akhir, hadits tentang iman kepada hari akhir, hikmah beriman kepada hari akhir, hikmah beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu kepada hari akhir brainly, hikmah beriman kepada takdir, hikmah beriman pada qada dan qadar, hikmah berinfak, hikmah gemar membaca, hikmah iman kepada qada dan qadar, hikmah kepada qada dan qadar, iman kepada hari akhir adalah rukun iman yang ke, iman kepada hari akhir pdf, iman kepada hari kebangkitan, jelaskan manfaat dari iman kepada hari akhir, keimanan kepada kitab kitab allah, keimanan kepada qadha dan qadar, macam macam hari akhir, makalah hikmah beriman kepada hari akhir, makalah iman kepada hari akhir, makna beriman kepada qada dan qadar, makna iman kepada hari akhir, manfaat iman kepada qada dan qadar, materi iman kepada hari akhir kelas xii, pengertian iman kepada hari akhir beserta dalilnya, pentingnya beriman kepada takdir, perilaku beriman kepada hari akhir, sebutkan 6 manfaat beriman kepada hari akhir, tanda tanda beriman kepada hari akhir, tanda-tanda beriman kepada rasul-rasul allah, terjemahan surah al baqarah ayat 136, tuliskan 2 hikmah dari bersedekah Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
Hari akhir adalah salah satu kepastian dan ketetapan yang telah dibuat oleh Allah SWT dan hanya Dia lah yang mengetahui kapan hari tersebut tiba.

Tak hanya sekedar mempercayai bahwa hari kiamat itu pasti, namun ada banyak fungsi yang bisa didapatkan dari beriman kepada hari akhir. Berikut ini adalah beberapa fungsi beriman kepada hari akhir: 1. Bentuk keimanan pada Allah Seseorang baru lengkap keimanannya jika ia juga beriman pada hari akhir. Sebagaimana yang Allah perintahkan dalam Al Quran, لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ “ Bukanlah menghadapkan beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian….” [Al-Baqarah/2: 177] Baca juga: • Manfaat mempelajari ilmu akhlak • Sejarah di balik hari Asyura dalam islam • Hukum Wudhu Menggunakan Gayung • Amalan penghapus Dosa Zina • Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT • Manfaat Shalawat Nariyah 2.

Semangat untuk berbuat amal kebaikan Dengan percaya bahwa hari akhir ada, maka seseorang tentunya akan lebih bersemangat untuk melakukan ibadah dan amal kebaikan sebanyak mungkin. Amalan yang ia kumpulkan akan menjadi bekal baginya di hari akhir nanti. Allah berfirman, Allah Ta’ala berfirman: سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ “ Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabb-mu dan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya….” [Al-Hadiid/57: 21] وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَاحَاسِبِينَ {47} “ Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun.

Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al Anbiyaa’:47) 3. Selalu mengingat kematian Iman kepada hari akhir akan membuat seseorang selalu mengingat kematian.

Sedangkan mengingat kematian adalah salah satu tanda orang yang beriman. Baca juga: • Putra Putri Abu Bakar Ash Shiddiq • Cara menerima ujian dari Allah SWT • Penyebab Terhalangnya Jodoh dalam Islam • Cara Menghindari Pelet Menurut Islam • Hukum akad nikah di bulan ramadhan عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ».

قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ». Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “ Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya.

Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani). 4. Terhindar dari sifat cinta dunia Seseorang yang percaya akan datangnya hari akhir akan terhindar dari sifat cinta dunia.

Ia akan lebih banyak menghabiskan waktunya mencari bekal untuk hari akhir dibandingkan mencari kesenangan dunia. Allah berfirman, وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَىٰ حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ “ Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling tamak (rakus) terhadap kehidupan (di dunia), bahkan (lebih rakus lagi) dari orang-orang musyrik.

Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” [Al-Baqarah/2: 96] Baca juga: • Cara memilih calon pendamping sesuai syariat agama • Ta’aruf menurut Islam • P acaran dalam Islam • Hukum wanita non muslim memakai jilbab • Hukum wanita mengenakan jilbab motif menurut Islam 5.

Takut berbuat dosa Orang yang beriman pada hari akhir akan sangat takut berbuat dosa karena ia takut mendapatkan siksaan di hari akhir nanti. Allah berfirman, Allah Ta’ala berfirman, وَلَوْتَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلاَئِكَةُ بَاسِطُوا أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ {93} “… Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.” (QS.

Al An’am: 93). [14] 6. Tidak takut mati Mereka yang percaya pada hari akhir tentu akan mempersiapkan bekal untuk akhirat nanti.

Maka orang-orang tersebut adalah orang yang tidak takut pada kematian karena ia percaya bahwa dunia yang sesungguhnya adalah setelah hari akhir. Dari ‘Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, « مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ ». فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ أَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ فَكُلُّنَا نَكْرَهُ الْمَوْتَ فَقَالَ « لَيْسَ كَذَلِكِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا بُشِّرَ بِرَحْمَةِ اللَّهِ وَرِضْوَانِهِ وَجَنَّتِهِ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا بُشِّرَ بِعَذَابِ اللَّهِ وَسَخَطِهِ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ » “ Barangsiapa suka berjumpa dengan Allah, Allah juga mencintai perjumpaan dengannya.

Sebaliknya barangsiapa membenci perjumpaan dengan Allah, Allah juga membenci perjumpaan dengannya.” Kontan ‘Aisyah berkata, “ Apakah yang dimaksud benci akan kematian, wahai Nabi Allah? Tentu kami semua takut akan kematian.” Nabi – shallallahu ‘alaihi wa sallam– lantas bersabda, “ Bukan begitu maksudnya. Namun maksud yang benar, seorang mukmin jika diberi kabar gembira dengan rahmat, keridhoan serta surga-Nya, ia suka bertemu Allah, maka Allah pun suka berjumpa dengan-Nya.

Sedangkan orang kafir, jika diberi kabar dengan siksa dan murka Allah, ia pun khawatir berjumpa dengan Allah, lantas Allah pun tidak suka berjumpa dengan-Nya.” (HR. Muslim no. 2685). Baca juga: • Penyebab Hati Gelisah Menurut Islam • Hukum Wanita Haid Ziarah Kubur • Cara Taubat Nasuha • Hukum Ziarah Kubur Saat Hari Raya • Fadhilah di Bulan Muharram • Siksa Neraka Bagi Wanita 7. Selalu memperbaiki ibadahnya Tak hanya sekedar jadi lebih semangat dalam beribadah, beriman kepada hari akhir juga membuat seseorang akan selalu memperbaiki ibadahnya.

Nabi shallallahu beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu wa sallam bersabda, اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه “ Ingatlah kematian dalam shalatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya.

Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus. Hadits ini hasan sebagaimana kata Syaikh Al Albani) Itulah beberapa fungsi beriman kepada hari akhir. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan menambah keimanan kita.

Aamiin. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِ “ Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya.

beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-nisa : 136) Beriman kepada hari akhir berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa hari akhir itu merupakan kuasa Allah yang pasti terjadi.

Kapan waktunya hanya Allah yang mengetahui. Pada hari itu setiap diri akan diberikan balasan sesuai dengan amal perbuatannya. Sebagaimana dalil di bawah ini. Allah Ta’ala berfirman, إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ “Dan bahwasanya saat kiamat itu pasti datang dan akan Aku rahasiakan untuk memberi pembalasan kepada setiap diri menurut apa yang telah diusahakannya.” (QS.

beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

Taha : 15) وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-anbiyaa : 47) Oleh karena itu, setiap diri wajib meningkatkan keimanan dan takwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Hal ini juga menandakan bahwa begitu penting untuk mempelajari hukum bertakwa kepada Allah swt, diikuti dengan pengamalan ibadah dan akhlak yang mulia selama hidup.

Beriman kepada hari akhir memiliki keutamaan dan manfaat dalam kehidupan di dunia maupun akhirat kelak. Selain memberikan ketentraman hati karena memenuhi salah satu kewajiban terhadap-Nya, juga memberikan manfaat-manfaat lain, beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu Motivasi Agar Selalu Meningkatkan Amal Ibadah Hari akhir yang telah Allah tentukan memang seharusnya menjadi motivasi bagi umat-Nya agar selalu meningkatkan amal ibadah.

Karena amal baiklah yang akan memberatkan timbangan kita untuk meraih kasih saya Allah dan menuju jannah-Nya. Ketauhi juga jenis surga dalam Islam! “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS. Thaha [20] : 124) Berhati-hati dalam Berperilaku Dalam hidup tentu terbentuk hubungan antar sesama manusia.

Adakalanya berada dalam jalan yang lurus. Namun, tak jarang dipertemukan dengan orang-orang yang berbeda pandangan. Oleh sebab itulah, kita dituntut untuk selalu berhati-hati dalam berperilaku. Baik kepada keluarga dalam Islam maupun pada orang yang tidak kita kenal. Ingatlah bahwa segala perilaku dan perbuatan seseorang selalu diketahui oleh Allah dan tidak ada yang terlewat satupun dalam catatan-Nya.

Memperbanyak amal baik merupakan hal yang perlu dipersiapkan sebelum tibanya hari akhir. Allah Ta’ala berfirman: (وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِي الزُّبُرِ (52) وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَكَبِيْرٍ مُسْتَطَرٌ (53 “Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (yang ada di tangan Malaikat). Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” (QS.

Qomar: 52-53) Itulah ulasan singkat mengenai manfaat dan hikmah beriman kepada hari akhir. Semoga dapat memberikan manfaat kepada pembaca sekalian. Sekaligus dapat meningkatkan keimanan kita terhadap Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin insya Allah.
Jakarta - Salah satu rukun iman yang harus diyakini umat Islam adalah iman kepada hari akhir.

Agar lebih yakin terhadap datangnya hari tersebut, ada baiknya untuk memahami fungsi iman kepada hari akhir. Iman kepada hari akhir atau hari kiamat artinya meyakini dan mempercayai bahwa hari itu pasti akan datang. Dalam buku Rukun Iman oleh Hudarrohman disebutkan, pada hari itu alam semesta beserta seluruh isinya akan hancur.

Manusia akan dibangkitkan dari kuburnya dan dikumpulkan untuk dimintai pertanggungjawaban. Waktu datangnya hari akhir hanya Allah SWT yang tahu.

beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

Namun, janji Allah SWT itu nyata. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-A'raf ayat 197 sebagai berikut: يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia.

(Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS.

beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu

Al-A'raf: 197). Baca juga: 7 Hikmah Beriman pada Hari Akhir atau Kiamat Dikutip dari buku Aqidah Akhlak oleh Taofik Yusmansyah, berikut hikmah dan fungsi iman kepada hari akhir: 1. Dapat Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan Kepercayaan terhadap adanya hari akhir akan membuat hidup menjadi teratur. Manusia akan berusaha untuk selalu berperilaku baik dan menjauhi perbuatan dosa.

Mereka sadar dan yakin bahwa segala yang diperbuat di dunia, akan mendapatkan balasan kelak di akhirat dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. 2. Akan mendorong untuk senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa dan sia-sia Sebagai buah dari keimanan dan ketakwaan, orang yang meyakini hari akhir akan berusaha selalu berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa.

Perbuatan dosa akan mengantarkan kepada kesengsaraan, sedangkan kebaikan akan mengantarkan kepada kebahagiaan.
Beriman kepada Hari Akhir telah menumbuhkan perilaku Jawabannya: jujur, bertanggung jawab, dan adil serta perilaku yang akhlakul karimah. Sebab dengan mengimani atau meyakini adanya hari akhir, berarti akan menumbuhkan kesadaran bahwa akan ada hari penghabisan, hari hancurnya alam semesta, meninggalkanya seluruh makhluk hidup, dan akan mendapatkan pembalasan terhadap apa yang kita kerjakan di dunia.

Sehingga kita akan berlomba untuk melakukan perilaku yang jujur, bertanggung jawab dan adil, sebagai perilaku yang terpuji atau akhlakul karimah. Agar, kelak di hari akhir kita termasuk menjadi orang yang selamat dan bahagia. Beriman kepada Hari Akhir telah menumbuhkan perilaku. Iman pada hari akhir akan menumbuhkan atau mendorong kita untuk ber-perilaku jujur, bertanggung jawab, dan adil serta perilaku akhlakul karimah yang lain.

Jujur atau menyatakan kebenaran, orang yang jujur adalah orang yang melakukan kebenaran, orang yang melakukan kebenaran, orang yang tidak mengingkari keberan. Kebenaran akan datangnya kiamat, akan adanya hari akhir dan lain sebagainya.

Sedangkan tanggung jawab, berarti seorang menyadari akan menanggung segala sesuatunya dalam hal ini perbuatannya. Kalau kita yakin pada hari akhir, berarti kita akan memperhatikan segala perbuatan yang akan kita lakukan, sebab kita memiliki tanggung jawab terhadap perbuatan tersebut kelak di akhirat. Kemudian adil berarti sesuai ukuran, sama rata dan sesuai tempatnya. Orang yang adil berarti menganggap semua manusia memiliki kedudukan yang sama di mata Allah, yang membedakan hanya tingkat ketakwaannya.

Lalu akhlakul karimah adalah perilaku yang terpuji, adalah segala perilaku yang baik sesuai dengan agama, seperti rendah hati, suka menolong dan lain sebagainya. Jawabannya Rekomendasi • Tanda-tanda seseorang mengimani Hari Akhir, di antaranya adalah (E) • Beriman kepada Hari Akhir telah menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap (Jawabannya) • Beriman kepada Hari Beriman kepada hari akhir mendorong kita untuk selalu telah mendidik diri kita untuk menjauhi sifaf-sifat (Jawabannya) • Beriman kepada Hari Akhir membuat diri saya lebih menjauhi perbuatan-perbuatan (Jawabannya) • Sebutkan beberapa perbedaan Kiamat Sugra dengan Kiamat Kubra !

(Jawabannya) • Kapankah bumi beredar dan kapan pula hancur menurut ilmu alam ? (Jawabannya) Kategori Kelas XII, SMA Tag Brainly, PAI Navigasi Tulisan

(SERI SPESIAL KHOTBAH) Minggu Jubilate, 8 Mei 2022. “KUASA TUHAN YANG MENGHIDUPKAN”




2022 www.videocon.com