Sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila

sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila

Baca juga: Pancasila Sebagai Dasar Negara, Ketahui Kedudukan, Makna dan Fungsinya Butir-butir Pancasila dan Contohnya: • Butir-butir Pancasila sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa (1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. (6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. (7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. • Butir-butir Pancasila sila 2 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

(2) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. (3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. (4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. (5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. (6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

(8) Berani membela kebenaran dan keadilan. (9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. (10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. • Butir-butir Pancasila Sila 3 Persatuan Indonesia (1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

(2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. (3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. (4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

(5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. (6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. (7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Baca juga: Sosialisasi 4 Pilar, Wakil Ketua MPR Ingatkan Santri soal Peran PDRI • Butir-butir Pancasila Sila 4 Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan (1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.

(2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

(4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. (6) Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

(7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. (8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. • Butir-butir Pancasila Sila ke 5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

(2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. (3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. (4) Menghormati hak orang lain. (5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

(6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. (7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.

(8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. (9) Suka bekerja keras. (10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. (11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Selamat belajar butir-butir Pancasila sila 1,2,3,4,5 ya! (pay/erd) Pengamalan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari – Sebagai ideologi bangsa, Pancasila terdiri dari seperangkat nilai dan norma yang seyogyanya terinternalisasi dalam diri setiap rakyat Indonesia.

Ya, Pancasila adalah ruh yang menggerakkan aktivitas keseharian bangsa. Karena itulah pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari menjadi sebuah urgensi. Mengapa demikian? Pancasila dirumuskan oleh para Founding Fathers negara Indonesia dengan “memeras” sari pati nilai-nilai luhur yang telah sejak dulu membudaya di nusantara.

Nilai-nilai luhur tersebut telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, bahkan jauh sebelum Republik Indonesia berdiri. Dalam konteks kedudukannya sebagai dasar negara, Pancasila sejatinya adalah identitas bangsa Indonesia. Kehadirannya membuat bangsa ini utuh. Karena tanpa dasar negara, bangsa Indonesia tidak memiliki identitas serta arah tujuan yang sama, sehingga ancaman perpecahan akan lebih mudah terjadi.

Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat Indonesia memahami dan memiliki wawasan mengenai pengamalan nilai-nilai Pancasila serta Kewarnegaraan Bangsa Indonesia. Buku berjudul Pendidikan Pancasila dan Kewarnegaraan: Merajut Kebinekaan dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri yang dibuat oleh Muhammad Ridha Iswardhana ini diharapkan dapat memahami serta mengaplikasikan nilai Pancasila yang ada ke dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar Isi • Pengamalan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari • 1. Pengamalan Nilai Sila Pertama (Ketuhanan) • Butir Pengamalan Sila Ke-1 dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 • Anda Mungkin Juga Menyukai • • Penerapan nilai ketuhanan di rumah • Penerapan nilai ketuhanan di masyarakat • Penerapan nilai ketuhanan di sekolah • 2.

Pengamalan Nilai Pancasila Sila Ke-2 (Kemanusiaan) • Butir Pengamalan Sila Ke-2 dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 • Penerapan nilai kemanusiaan di rumah • Penerapan sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila kemanusiaan di masyarakat • Penerapan nilai kemanusiaan di sekolah: • 3.

Pengamalan Nilai Pancasila Ke-3 (Nilai Persatuan) • Butir Pengamalan Sila Ke-3 dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 • Penerapan nilai persatuan di rumah • Penerapan nilai persatuan di masyarakat • Penerapan nilai persatuan di sekolah • 4.

Pengamalan Nilai Pancasila Ke-4 (Nilai Kerakyatan) • Butir Pengamalan Sila Ke-4 dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 • Penerapan nilai kerakyatan di rumah • Penerapan nilai kerakyatan di masyarakat • Penerapan nilai kerakyatan di sekolah • 5. Pengamalan Nilai-nilai Pancasila Sila Ke-5 Nilai Keadilan • Butir Pengamalan Sila Ke-5 dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 • Penerapan nilai keadilan di lingkungan rumah: • Penerapan nilai keadilan di lingkungan masyarakat: • Penerapan nilai keadilan di lingkungan sekolah: • Rekomendasi Buku & Artikel Terkait • • Kategori Ilmu Ekonomi • Materi Terkait Pengamalan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Berikut ini adalah cara melakukan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari: 1.

Pengamalan Nilai Sila Pertama (Ketuhanan) Nilai ini terkandung pada sila pertama Pancasila yang berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Nilai ketuhanan pada sila pertama tersebut mengandung dua nilai turunan, yaitu nilai kepercayaan dan nilai ketakwaan.

Nilai kepercayaan diwujudkan dalam bentuk keyakinan dan pengakuan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa. Dalam konteks kenegaraan, keyakinan tersebut diwujudkan dengan adanya enam agama yang secara resmi diakui oleh pemerintah, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Sementara nilai ketakwaan bermakna kebebasan bagi setiap warga negara untuk beribadah sesuai agama yang diyakininya tersebut. Hal ini sesuai amanah UUD 1945, terutama Pasal 28E Ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga negara bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya.” Sila pertama Pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa juga menjadi dasar negara serta ideologi politik religius, yang menyatakan bahwa setiap kelompok agama tidak memiliki alasan untuk membenturkan dasar negara nasional yang ada dengan keimanan yang diyakini.

Pada buku Islam, Pancasila dan Deradikalisasi oleh Syaiful Arif dijabarkan mengenai wacana keislaman serta kebangsaan yang ditempatkan pada konteks dreradikalisasi agama. Butir Pengamalan Sila Ke-1 dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 Untuk membantu memahami pengamalan nilai-nilai Pancasila sila ketuhanan tersebut, terdapat butir-butir sila pertama sebagai penjelas bagi masyarakat.

Menurut TAP MPR Nomor I/MPR/2003, berikut ini adalah butir-butir pengamalan sila pertama Pancasila: Rp 50.000 • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa • Manusia Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab • Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerjasama antara pemeluk sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa • Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Dengan tuntunan butir-butir tersebut, masyarakat diharapkan makin mudah untuk melakukan pengamalan nilai-nilai pancasila sila pertama dimanapun mereka berada. Berikut adalah beberapa contoh praktik pengamalan nilai ketuhanan tersebut: Penerapan nilai ketuhanan di rumah a. Membiasakan keluarga untuk menjalankan kewajiban ibadah dengan rajin, seperti, salat lima waktu atau beribadah ke gereja b. Membiasakan berdoa tiap sebelum dan setelah melakukan aktivitas, misal, saat makan, tidur, atau bepergian c.

Menghormati orang tua serta menaati nasihat dan perintahnya Penerapan nilai ketuhanan di masyarakat a. Saling menghormati antar tetangga walaupun berbeda keyakinan b.

Memperkuat toleransi di antara para pemeluk agama dengan cara memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah masing-masing c. Memperlakukan tetangga dengan baik, misalnya dengan saling berbagi oleh-oleh, makanan, atau hadiah Penerapan nilai ketuhanan di sekolah a. Menganggap semua teman sama meskipun berbeda-beda agamanya b. Saling menghormati dan bertoleransi antar teman dengan keyakinan yang berbeda c.

Bergaul dengan positif dan produktif, misalnya, saling mendukung untuk mencapai kesuksesan, saling membantu, juga bermain dan belajar bersama. 2. Pengamalan Nilai Pancasila Sila Ke-2 (Kemanusiaan) Nilai ini termaktub dalam sila kedua Pancasila, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.” Adanya nilai tersebut mengandung makna bahwa kemanusiaan haruslah diutamakan dalam aktivitas keseharian masyarakat Indonesia.

Terlebih lagi negeri ini berdiri di atas berbagai macam perbedaan, seperti yang tersurat dalam semboyan negara Indonesia, “Bhinneka Tunggal Ika”. Nilai kemanusiaan menjamin kita untuk memperlakukan sesama manusia dengan adil tanpa membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

Selain itu, dengan nilai kemanusiaan, maka HAM akan dijunjung tinggi. Dalam konteks negara, Indonesia juga menjamin seluruh warga negaranya memiliki kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan. Jaminan ini sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945. Pasal tersebut berbunyi, “Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan, dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.” Butir Pengamalan Sila Ke-2 dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 Nilai kemanusiaan juga menjamin setiap manusia memiliki persamaan derajat.

Hal ini seperti tercantum dalam makna sila kedua menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu menghargai dan menghormati antar sesama manusia serta memiliki persamaan derajat. Secara lebih mendetail, pengamalan nilai-nilai pancasila sila kedua dijabarkan dalam butir-butir sesuai TAP MPR Nomor I/MPR/2003, sebagai berikut: • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa salira • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan • Berani membela kebenaran serta keadilan • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia • Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Berikut ini adalah pengamalan nilai-nilai pancasila dalam sila kedua Pancasila pada kehidupan sehari-hari: Penerapan nilai kemanusiaan di rumah a. Menghormati, menghargai, dan menyayangi orang tua serta saudara b. Membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah c. Mendengarkan nasihat dan mematuhi perintah orang tua d. Tidak semena-mena terhadap orang tua dan sesama saudara e. Memiliki sikap tenggang rasa dan menjaga kerukunan di dalam rumah Penerapan nilai kemanusiaan di masyarakat a.

sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila

Menghormati tetangga tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan b. Menjaga kerukunan antar tetangga c.

Menolong tetangga yang membutuhkan bantuan d. Menjaga norma kesopanan di lingkungan tetangga e. Melaksanakan kewajiban sesuai peraturan yang disepakati di lingkungan masyarakat, misalnya, menjaga kebersihan lingkungan dengan ikut kerja bakti f. Tidak main hakim sendiri g. Mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat dengan jalan musyawarah. Penerapan nilai kemanusiaan di sekolah: a. Memperlakukan sesama teman dengan baik tanpa sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila suku, ras, agama, dan golongan b.

Menghormati guru c. Menghargai teman d. Membantu guru dan teman yang mengalami kesulitan. Dalam penerapan nilai Pancasila yang ada, sangat penting untuk jika kita dapat mengaplikasikannya ke kehidupan sehari-hari.

Pada buku Komik Pancasila yang ditulis oleh ImmaLevav dan W.B. Atmoko, penerapan nilai Pancasila yang ada akan digambarkan melalui gambar yang ada sehingga Grameds dapat memahaminya dengan lebih mudah. 3. Pengamalan Nilai Pancasila Ke-3 (Nilai Persatuan) Sila ketiga Pancasila, “Persatuan Indonesia”, mengandung nilai persatuan ini.

Maknanya adalah bahwa seluruh warga negara Indonesia harus bersatu tanpa memandang perbedaan suku, bahasa, agama, dan latar belakang budaya lainnya. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nilai persatuan salah satunya dapat diwujudkan dengan cara memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

Nasionalisme sendiri berarti rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Langkah-langkah yang dapat diambil dalam meningkatkan jiwa nasionalisme pada bangsa Indonesia dapat Grameds pahami pada buku berjudul Mengobarkan Kembali Api Pancasila oleh Sayidiman Suryohadiprojo yang menyatakan dengan adanya persatuan tersebut, Pancasila bukan hanya dijadikan sebagai slogan, semboyan, maupun wacana, tetapi menjadi nilai yang tertanam dalam diri.

Butir Pengamalan Sila Ke-3 dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 Lebih jelasnya, pengamalan nilai-nilai pancasila sila ketiga dijabarkan dalam butir-butir sesuai TAP MPR Nomor I/MPR/2003, sebagai berikut: • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi serta golongan • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara serta bangsa apabila diperlukan • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi, serta keadilan sosial • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Nilai persatuan dalam sila ketiga Pancasila juga harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa contoh penerapannya: Penerapan nilai persatuan di rumah a. Menanamkan jiwa dan semangat patriotisme serta cinta tanah air bagi seluruh anggota keluarga. Misalnya dengan membiasakan mengonsumsi produk-produk lokal buatan Indonesia b. Mengajarkan kepada anggota keluarga untuk menjaga nama baik Indonesia c.

Menumbuhkan sikap saling menghormati, menyayangi, dan menghargai di antara anggota keluarga. Penerapan nilai persatuan di masyarakat a. Saling bekerja sama dan menghormati antar tetangga tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan b. Mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau keluarga c.

Tidak memaksakan keinginan kita kepada orang lain d. Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat e. Di tengah lingkungan yang majemuk dengan berbagai latar belakang budaya, bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pergaulan.

Penerapan nilai persatuan di sekolah a. Berteman tanpa memandang status sosial ekonomi, agama, suku, ras, dan golongan b. Menjaga kerukunan dan toleransi di antara teman dan guru c.

sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila

Membantu teman yang kesusahan dengan tulus ikhlas d. Mengutamakan persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah. Namun, ditengah masyarakat saat ini sendiri, kita masih sering melihat banyaknya ketimpangan antara status sosial yang dimiliki seseorang. Seperti contohnya ketimpangan gender yang terjadi pada perempuan. Hal ini dibahas pada buku berjudul Melintas Perbedaan: Suara Perempuan, Agensi, dan Politik Solidaritas yang dibuat oleh Rachmi Diyah Larasati & Ratna Noviani.

Jika Grameds tertarik, klik “beli buku” yang ada di bawah ini. 4. Pengamalan Nilai Pancasila Ke-4 (Nilai Kerakyatan) Nilai kerakyatan terkandung pada sila keempat Pancasila, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.” Nilai tersebut bermakna kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat.

Nilai kerakyatan terkait erat dengan pemerintahan di Indonesia yang menerapkan sistem demokrasi, yaitu, pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Selain nilai tersebut, sila keempat juga bermakna pengambilan keputusan dari pendapat-pendapat yang berbeda diutamakan melalui mekanisme musyawarah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun membedah makna sila keempat sebagai berikut: · Kata hikmat kebijaksanaan diartikan sebagai penggunaan akal sehat dalam melakukan segala sesuatu · Permusyawaratan dimaknai sebagai musyawarah untuk mengambil keputusan dan mencapai mufakat · Perwakilan mengacu kepada sistem yang dianut, yaitu perwakilan rakyat.

Butir Pengamalan Sila Ke-4 dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 Pengamalan nilai-nilai pancasila sila keempat dijabarkan dalam butir-butir sesuai TAP MPR Nomor I/MPR/2003, sebagai berikut: • Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama • Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama • Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan • Menghormati serta menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah • Dengan itikad baik serta rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah • Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi serta golongan di dalam musyawarah • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai kebenaran dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bangsa • Memberi kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercaya untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Pengamalan nilai-nilai pancasila Nilai kerakyatan ini hendaknya dapat tertanam dalam diri setiap rakyat Indonesia, serta dapat diterapkan di mana pun. Berikut contoh penerapan nilai kerakyatan dalam sila keempat tersebut: Penerapan nilai kerakyatan di rumah a. Anak mendengarkan dan menuruti nasihat orang tua b. Orang tua mau mendengarkan dan menerima saran dari anak c. Menghargai dan melaksanakan keputusan. Penerapan nilai kerakyatan di masyarakat a. Mengikuti pemilihan kepala daerah, baik dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga RT dan RW b.

Aktif mengikuti kegiatan musyawarah warga dan memberikan pendapat c. Melaksanakan keputusan hasil musyawarah. Penerapan nilai kerakyatan di sekolah a. Aktif mengikuti organisasi kesiswaan b. Mengambil keputusan untuk kepentingan bersama lewat jalan musyawarah c. Mendengarkan pendapat guru dan teman d. Tidak memaksakan pendapat dan kehendak kepada teman. 5. Pengamalan Nilai-nilai Pancasila Sila Ke-5 Nilai Keadilan Nilai keadilan tercermin dalam sila kelima Pancasila, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.” Makna nilai tersebut adalah setiap masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesejahteraan.

Mewujudkan rakyat yang sejahtera tanpa kesenjangan ekonomi, sosial, budaya, juga politik, merupakan tujuan dari bangsa Indonesia. Dengan demikian nilai keadilan dapat diwujudkan. Nilai keadilan yang ada itu sendiri berbeda pada setiap pandangan seseorang.

Dalam buku berjudul Perihal Keadilan Pencarian Makna Fairness Imparialitas Dan Dasar Hidup Bersama yang dibuat oleh Sunaryo ini mengajak Grameds untuk lebih memahami ide dasar dari keadilan, seperti fairness, imparsialitas, serta politik.

Sementara itu, mewujudkan kemakmuran rakyat juga merupakan amanah dari Undang-Undang Dasar 1945. Hal tersebut tersurat dalam Pasal 33 Ayat 3 yang berbunyi: “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa untuk mencapai keadilan sosial maka seluruh masyarakat haruslah mendapatkan hak serta melaksanakan kewajibannya.

Butir Pengamalan Sila Ke-5 dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 Untuk memandu pengamalan nilai-nilai pancasila sila keadilan, butir-butir sila kelima Pancasila pun dirumuskan melalui TAP MPR Nomor I/MPR/2003 sebagai berikut: • Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban • Menghormati hak orang lain • Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri • Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain • Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum • Suka bekerja keras • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Nilai keadilan juga seharusnya dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh penerapan nilai keadilan dalam berbagai lingkungan: Penerapan nilai keadilan di lingkungan rumah: a. Menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak sesuai peranan masing-masing anggota keluarga b. Saling membantu dan mendukung antar anggota keluarga c. Menghormati hak masing-masing anggota keluarga. Penerapan nilai keadilan di lingkungan masyarakat: a. Melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak sebagai warga masyarakat b.

Membantu tetangga yang membutuhkan tanpa melihat status sosial c. Mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Penerapan nilai keadilan di lingkungan sekolah: a. Melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak sebagai siswa b. Menghargai teman dan menghormati guru c. Saling membantu dan berbagi antar teman. Demikianlah praktik pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Karena Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur bangsa, menerapkannya tentu akan membawa manfaat bagi kita.

Jadi, nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila ada nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Karenanya, mari mulai mengamalkannya sekarang juga! Jika Anda ingin menggali lebih tentang Pancasila secara lebih komprehensif, miliki segera buku di www.gramedia.com. 1. Pendidikan Pancasila 2. Falsafah Pancasila Epistemologi Keislaman Kebangsaan 3.

Pancasila Rumah Bersama Rekomendasi Buku & Artikel Terkait • Arti dan Makna Pancasila Sebagai Ideologi Negara • Arti dan Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara • Arti dan Makna Pancasila Sebagai Sumber Nilai • Arti dan Makna Pancasila Sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum • Arti dan Makna Lambang Pancasila Sila Ke-1 sampai Ke-5 • Contoh Penerapan Sila Pancasila Ke-1 • Contoh Penerapan Sila Pancasila Ke-2 • Dimensi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka • Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari • Sejarah Pancasila • Pengertian Demokrasi Pancasila • Sejarah Lambang Garuda Pancasila • Pengertian Wawasan Nusantara • Makna Sumpah Pemuda [sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apa contoh pengamalan sila ke 2?” img_alt=”” css_class=””] 1.

Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa 2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya 3.

Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia 4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa salira 5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain 6. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan 7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan 8.

Berani membela kebenaran serta keadilan 9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia 10. Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain. [/sc_fs_faq] [sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apa pengamalan nilai nilai Pancasila?” img_alt=”” css_class=””] Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara serta bangsa apabila diperlukan.

Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi, serta keadilan sosial.

[/sc_fs_faq] [sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apa contoh sikap sila ke-2 di rumah?” img_alt=”” css_class=””] a. Menghormati, menghargai, dan menyayangi orang tua serta saudara b. Membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah c. Mendengarkan nasihat dan mematuhi perintah orang tua d.

Tidak semena-mena terhadap orang tua dan sesama saudara e. Memiliki sikap tenggang rasa dan menjaga kerukunan di dalam rumah [/sc_fs_faq] [sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apakah nilai yang terkandung dalam Pancasila pertama?” img_alt=”” css_class=””] Nilai ini terkandung pada sila pertama Pancasila yang berbunyi, “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Nilai ketuhanan pada sila pertama tersebut mengandung dua nilai turunan, yaitu nilai kepercayaan dan nilai ketakwaan. Nilai kepercayaan diwujudkan dalam bentuk keyakinan dan pengakuan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa. [/sc_fs_faq] Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
tirto.id - Pengamalan Pancasila sila ke-2 dalam kehidupan sehari-hari selayaknya diterapkan oleh seluruh rakyat Indonesia di kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Pancasila diperkenalkan pertama kali oleh Ir. Sukarno pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945.

Di sidang tersebut, nama “Pancasila” diucapkan oleh Sukarno. “Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal, dan abadi,” ucap Sukarno dalam pidatonya, dikutip dari Risalah BPUPKI(1995) terbitan Sekretariat Negara RI. Baca juga: • Sejarah Asal-Usul Lambang Garuda Pancasila dan Arti Simbolnya • Sejarah BPUPKI dan Kaitannya dengan Dasar Negara Pancasila • Isi Butir-Butir Pengamalan Pancasila Lengkap Sila 1 Sampai 5 Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila ke-2 Sila ke-2 Pancasila berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”.

Ini adalah perwujudan nilai kemanusiaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, bahwa manusia merupakan makhluk yang berbudaya, bermoral, dan beragama. Nilai kemanusiaan tersebut berhasil dirumuskan menjadi 10 butir-butir pengamalan Pancasila sila ke-2. Berikut ini isi selengkapnya: • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

• Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

• Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

• Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. • Berani membela kebenaran dan keadilan. • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain. Baca juga: • Bunyi Isi Pancasila, Makna, Lambang, & Butir Pengamalan Sila 1-5 • Beda Isi Piagam Jakarta dengan Pancasila dan Sejarah Perubahannya • Apa Hubungan Pancasila dengan Pembukaan UUD 1945?

Contoh Pengamalan Sila ke-2 dalam Kehidupan Sehari-hari Sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, manusia harus saling menghargai sesama tanpa memandang perbedaan. Hal itu merupakan contoh dari butir pertama yaitu “Mengakui sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa”.

Maka, misalnya, di lingkungan sekolah tidak boleh lagi ada kasus perundungan terhadap siswa lain yang memiliki perbedaan. Saling menghormati guru dan teman, juga saling tolong menolong jika yang lain mengalami kesulitan. Di rumah, pengamalan Pancasila sila ke-2 juga harus diterapkan seperti contohnya menghormati orang tua, menyayangi saudara, dan berbuat baik kepada tetangga. Mau membantu kesulitan mereka, adalah pengamalan butir keenam yakni “Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan”.

Tidak mudah main hakim sendiri, tidak merasa paling benar sendiri, serta tidak suka permusuhan dan pertengkaran agar disebut jagoan, juga menjadi perwujudan butir ketujuh yaitu “Berani membela kebenaran dan keadilan”.

Selain itu, memberikan empati atau rasa kasih sayang, juga pertolongan kepada orang yang sedang menderita menjadi contoh nyata bagi pengamalan sila ke-2 ini, terutama di masa pandemi COVID-19 atau para korban bencana alam. Jakarta - Pancasila adalah dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sila-sila Pancasila memiliki makna dan hendaknya diterapkan ke dalam perilaku dan sikap di kehidupan sehari-hari. Nah, apakah kamu bisa sebutkan contoh sikap Pancasila sila 1 sampai 5?

Dikutip dari Buku Ajar Mata Pelajaran Sekolah Dasar PKN dan Pancasila oleh Ni Putu Candra Prastya Dewi, M Pd, berikut contoh sikap pancasila sila 1 sampai 5.

Contoh pengamalan sila ke-1 di rumah dan di sekolah yaitu: sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila. Saling menghormati antar manusia 2. Tidak memaksakan suatu agama pada orang lain 3. Bekerjasama dan saling bantu di bidang sosial, ekonomi, dan keamanan lingkungan tanpa pandang latar belakang agama 4.

Mengembangkan toleransi agama sejak dini 5. Membina kerukunan hidup antar manusia B. Contoh pengamalan Pancasila sila ke-2 Sila Pancasila kedua berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Makna sila kedua Pancasila yaitu mengakui bahwa kedudukan setiap warga negara adalah sama. Contoh sikap sila ke-2 yaitu: 1. Tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat ekonomi, maupun tingkat pendidikan 2.

sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila

Menjaga hal dan kewajiban diri sendiri dan orang sekitar 3. Menyadari bahwa setiap manusia adalah ciptaan Sang Pencipta. 4. Tidak melakukan diskriminasi dengan orang-orang yang dijumpai baik di sekolah, rumah, dan tempat lainnya 5.

Tidak melecehkan seseorang karena apapun 6. Membela kebenaran dan keadilan C. Contoh pengamalan Pancasila sila ke-3 Sila ketiga Pancasila berbunyi Persatuan Indonesia. Makna sila ketiga Pancasila yaitu menyatunya bangsa Indonesia dari berbagai sendi kehidupan, yaitu politik, sosial, budaya, ekonomi, pertahanan, dan keamanan.

Tujuan persatuan Indonesia adalah menumbuhkan rasa bersatu warga negara yang memiliki beragam adat dan budaya. Contoh sikap sila ke-3 yaitu: 1. Cinta tanah air dan bangsa dengan membeli produk dalam negeri 2. Cinta tanah air dan bangsa dengan mengharumkan nama bangsa lewat prestasi di berbagai bidang akademik dan non akademik 3. Tidak merendahkan suku adat dan budaya lain 4. Mengutamakan kerukunan bangsa Indonesia dibandingkan dengan kepentingan kelompok, pribadi, dan golongan 5.

Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan serta membantu warga yang berkesusahan D. Contoh Sikap Sila ke-4 Sila keempat Pancasila berbunyi Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Makna sila ke-4 Pancasila yaitu bangsa Indonesia memiliki prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Contoh sikap sila ke-4 yaitu: 1. Mengedepankan musyawarah, diskusi, atau bertukar pendapat untuk mencapai mufakat atau kesepakatan dalam menyelesaikan masalah 2. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain 3.

Mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara, daripada kepentingan pribadi 4. Ikut serta dalam pemilihan umum 5. Melaksanakan hasil keputusan yang berdasar musyawarah dengan niatan dan perbuatan baik dan dengan rasa tanggung jawab.

Baca juga: 15 Contoh Penerapan Sila Kedua dalam Kehidupan Sehari-hari, Kamu Sudah Belum? E. Contoh Sikap Sila ke-5 Sila kelima Pancasila berbunyi Sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ke-5 Pancasila berhubungan dengan sikap adil dan menghormati hak asasi manusia.

Contoh sikap sila ke-5 yaitu: 1. Berbuat adil pada siapapun tanpa pilih kasih 2. Menghargai hasil karya orang lain 3. Tidak membedakan seseorang karena status dan kondisi ekonominya 4. Bersikap kekeluargaan 5.

Tidak mengintimidasi orang dengan hak milik kita 6. Menghormati hak asasi orang lain beserta kewajibannya 7. Tidak menyusahkan orang lain untuk sama-sama hidup dengan layak Nah, itu dia contoh sikap sila 1 sampai 5.

Gimana detikers, udah bisa dong ya sebutkan contoh sikap Pancasila sila 1 sampai 5? Simak Video " Survei SMRC: 78% Rakyat Indonesia Tak Setuju Amandemen UUD 1945" [Gambas:Video 20detik] (row/row)
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Pancasila adalah ideologi dasar bangsa Indonesia.

Pancasila sendiri berasal dari kata panca yang artinya lima dan sila yang artinya peraturan/asas jadi pancasila artinya lima asas yang proses terbentuknya 5 sila telah melalui banyak perdebatan. Pancasila dibuat untuk ditaati oleh seluruh rakyat Indonesia karena pancasila adalah dasar negara yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia jadi 5 sila tersebut harus diamalkan dalam kehidupan sehari hari. • Nilai-Nilai Pancasila Sila Ke-1 Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta.

Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. Nilai ketuhanan juga memiliki arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antar umat beragama.

Secara umum dapat dilihat dalam penjelasan berikut ini : • Merupakan bentuk keyakinan yang berpangkal dari kesadaran manusia sebagai makhluk Tuhan. • Negara menjamin bagi setiap penduduk untuk beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. • Tidak boleh melakukan perbuatan yang anti ketuhanan dan anti kehidupan beragama. • Mengembangkan kehidupan toleransi baik antar intern maupun antar umat beragama.

• Mengatur hubungan Negara dan agama, hubungan manusia dengan Sang Pencipta, serta nilai yang menyangkut hak asasi yang paling asasi. Sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila sila Ke-1, antara lain : • Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

• Hormat-menghormati dan bekerjasama dengan pemeluk agama lain. • Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. • Tidak memaksakan salah satu agama kepada orang lain.

• Nilai-Nilai Pancasila Sila Ke-2 Secara Umum dapat dilihat dalam penjelasan berikut ini : • Merupakan bentuk kesadaran manusia terhadap potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-norma kebudayaan pada umumnya. • Adanya konsep nilai kemanusiaan yang lengkap, adil dan bermutu tinggi karena kemampuannya berbudaya. • Manusia Indonesia adalah bagian dari warga dunia, meyakini adanya prinsip persamaan harkat dan martabat sebagai hamba Tuhan.

• Mengandung nilai cinta kasih dan nilai etis yang menghargai keberanian untuk membela kebenaran, santun, dan menghormati harkat kemanusiaan Sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai pancasila sila ke-2, antara lain : • Mengakui persamaan derajat, harkat, dan martabat manusia. • Saling mencintai sesama manusia.

• Mengembangkan sikap tenggang rasa. • Tidak semena-mena kepada orang lain. • Suka memberi bantuan kepada korban bencana alam. • Nilai-Nilai Pancasila Sila Ke-3 Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha kearah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia. Secara umum dapat dilihat dalam penjelasan berikut ini : • Persatuan dan kesatuan dalam arti ideologis, ekonomi, politik, sosial budaya dan keamanan. • Manifestasi paham kebangsaan yang memberi tempat bagi keragaman budaya atau etnis. • Menghargai keseimbangan antara kepentingan pribadi dan masyarakat.

• Menjujung tinggi tradisi perjuangan dan kerelaan untuk berkorban dan membela kehormatan bangsa dan Negara. • Adanya nilai patriotik serta penghargaan rasa kebangsaan sebagai realitas yang dinamis. Sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai pancasila sila ke-3, antara lain : • Mengembangkan sikap saling menghargai antar suku, agama, ras, dan antar golongan. • Mengembangkan sikap saling asah, saling asih, dan saling asuh.

• Tidak membeda-bedakan warna kulit, suku dan etnik. • Membina persatuan dan kesatuan demi terwujudnya kemajuan bangsa dan Negara. • Nilai-Nilai Pancasila Sila Ke-4 Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Secara umum dapat dilihat dalam penjelasan berikut ini : • Paham kedaulatan rakyat yang bersumber kepada nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotong-royongan.

• Musyawarah merupakan cermin sikap dan pandangan hidup bahwa kemauan rakyat adalah kebenaran dan keabsahan yang tinggi. • Mendahulukan kepentingan Negara dan masyarakat.

• Menghargai kesukarelaan dan kesadaran dari pada memaksakan sesuatu kepada orang lain. • Menghargai sikap etis berupa tanggungjawab yang harus ditunaikan sebagai amanat seluruh rakyat baik kepada manusia maupun kepada Tuhannya. • Menegakkan nilai kebenaran dan keadilan dalam kehidupan yang bebas, aman, adil dan sejahtera.

Sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai pancasila sila ke-4, antara lain : • Menghargai perbedaan pendapat • Tidak memaksakan kehendak pada orang lain • Mengembangkan sikap demokratis • Mau menerima hasil keputusan demi kepentingan bersama • Nilai-Nilai Pancasila Sila Ke-5 Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah dan batiniah.

Secara umum dapat dilihat dalam penjelasan berikut ini : • Setiap rakyat Indonesia diperlakukan dengan adil dalam bidang hukum, ekonomi, kebudayaan, dan sosial.

• Tidak adanya golongan tirani minoritas dan mayoritas. • Adanya keselarasan, keseimbangan, dan keserasian hak dan kewajiban rakyat Indonesia. • Kedermawanan terhadap sesama, sikap hidup hemat, sederhana dan kerja keras. • Menghargai hasil karya orang lain. • Menolak adanya kesewenang-wenangan serta pemerasan kepada sesama. • Menjujung tinggi harkat dan martabat manusia.

Sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai pancasila sila ke-5, antara lain : • Memajukan perbutan yang luhur • Bersikap adil terhadap sesama manusia • Menjujung tinggi nilai kebenaran dan keadilan • Berani bertanggung jawab atas semua perbuatan yang telah dilakukan • Membiasakan hidup sederhana, hemat, guna menciptakan keseimbangan kehidupan Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari Pancasila Nilai-nilai Kaidah Implementasi 1.

Ketuhanan Yang Maha Esa 1. Ketaqwaan Personal 2. Ketaqwaan Sosial/ Publik 1) Sembahyang, berdoa, membaca buku suci, berguru pada tokoh agama. 2) Mengakui kebebasan beragama/ berkepercayaan kepada Tuhan Yang MahaEsa. 1) Menyanyangi semua makhluk ciptaan Tuhan YME 2) Mengakui keberagaman agama / kepercayaan pada TuhanYME 3) Mempunyai toleransi agama/ kepercayaan pada TuhanYME 4) Membantu yang lemah, menderita, dan miskin.

Pancasila Nilai-Nilai Kaidah Implementasi 2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 1. Kemanusiaan 2. Keadilan dan keberadaban 1) Mengakui kesamaan derajadmanusia 2) Menyayangi, menolong, kerja sama sesama manusia 3) Mengakui kebutuhan rohani-jasmani dan individu-sosial 4) Memengang teguh dan menerapkan kejujuran, kebenaran, dankeadilan.

1) Memberlakukan semua manusiasama. 2) Memberlakukan aturan emas 3) Menaati semua norma yangberlaku 4) Mengakui hak atas perlindungan dari kekerasan, mengembangkan diri dan memerolehpendidikan. 5) Berlaku sopan, santun, ramah, tamah dan rendah hati. 3. Persatuan Indonesia 1. Persatuan 1) Mengakui negara persatuan 2) Menyatupadukan semua unsur yang berbeda 3) Mengakui manfaat persatuan 4) Mengutamakan kepentingan masyarakat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Pancasila Nilai-Nilai Kaidah Implementasi 2. Kecintaan Pada Indonesia 1) ACBI (Aku Cinta Bangsa Indonesia) 2) ACTAI (Aku Cinta Tanah AirIndonesia 3) ACBI & BI ( Aku Cinta Budaya Indonesia dan Bahasa Indonesia) 4) ACPI (Aku Cinta Produk Indonesia) 5) ABNKRI (Aku Bela NKRI) 4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan 1.

Kerakyatan 2. Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan 1) Mengakui DaulatRakyat 2) Kekuasaan berasal dari rakyat dan untukrakyat 3) Kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat. 1) Mengambil keputusan berdasarkan pikiran yang rasional danbijaksana. 2) Mengutamakan pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah mufakat 3) Mengikutsertakan anggota/rakyat dalam kehidupan berorganisasi, bernegara danberbangsa.

5. Keadilan sosial bagi seluruhrakyat Indonesia 1. Pengakuan hak hidup manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya. 2. Pengakuan hukum kerja dan etoskerja 3. Menganjurkan kerja gotong royong. 1) Menciptakan pekerjaan sendiri, tetapi pemerintah mencptakan lapangan pekerjaan serta memberikan jaminan sosial.

2) Mereka yang nganggur diberi pelatihankerja. Pancasila Nilai-Nilai Kaidah Implementasi 4. Pengakuan justitia distributive dan creative. 3) Menerapkan kerja gotong royong dan yang kuat membantu yang lemah (sistem bapak/ anakangkat) 4) Memberi imbalan/penghargaan dengan peran dan kontribusinya serta kreativitas yang inovatif Daftar Pustaka: • Rukiyati, dkk.

2015. Pancasila. Yogyakarta : UNY Press • Kurniawan, B. 2012. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Mahasiswa. Tanggerang: Jelajah Nusa. • Srijanti, A., dkk. 2009. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Mahasiswa. Yogyakarta: Graha Ilmu. Demikianlah pembahasan mengenai Nilai-Nilai Pancasila dan Implementasi Sila Ke-1, 2, 3, 4, 5 dalam Kehidupan Sehari-Hari semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

🙂 🙂 🙂 Baca Juga Artikel Lainnya: • Sistem Nilai Dalam Pancasila • Filsafat Pancasila • Pancasila Dalam Konteks Ketatanegaraan • Isi Pancasila • Pancasila Sebagai Ideologi Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Kewarganegaraan Ditag 45 butir nilai nilai pancasila, arti sila pancasila, butir butir pancasila, contoh aksi nyata cinta pancasila, contoh gambar sila ke 2, contoh nilai keadilan, contoh nilai nilai pancasila, contoh nilai persatuan, contoh penerapan pancasila dari masa ke masa, contoh penerapan sila ke 3, contoh penerapan sila ke 5, implementasi nilai nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari, implementasi pancasila sila ke 1, implementasi sila pertama, indikator pancasila, jelaskan hubungan antar sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila dalam pancasila, jelaskan secara singkat arti keadilan sosial, kemukakan pendapat anda tentang nilai praksis, lambang pancasila, makalah nilai nilai pancasila, makalah penerapan nilai nilai pancasila dalam kehidupan sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila hari, mengapa nilai pancasila bersifat objektif, mewujudkan nilai nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari disebut, nilai ketuhanan, nilai nilai luhur pancasila, nilai nilai pancasila 1 5, nilai nilai pancasila brainly, nilai nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari, nilai nilai pancasila pdf, nilai nilai pancasila sila ke 1, nilai nilai pancasila sila ke 1 brainly, nilai nilai pancasila sila ke 4, nilai nilai pancasila sila ke 5, nilai nilai pancasila sila ke 5 dalam kehidupan sehari hari, nilai praksis, pancasila berfungsi sebagai, pancasila merupakan ideologi negara artinya, penerapan fungsi pancasila, penerapan nilai nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, penerapan pancasila dalam kehidupan sehari hari bermasyarakat berbangsa dan bernegara, penerapan pancasila dari masa ke masa, penerapan pancasila pada masa sekarang, pengertian nilai nilai pancasila, perilaku yang sesuai dengan sila ke 2, sebutkan peran pancasila dalam aspek ideologi, sejarah pancasila, sikap yang sesuai dengan sila ke 3 Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
• #RAMADAN • #COVID-19 • Community • Pregnancy • Getting Pregnant • First Trimester ( 1 - 13 weeks ) • Second Trimester ( 14 - 27 weeks ) • Third Trimester ( 28 - 41 weeks ) • Birth • Baby • 0-6 months • 7-12 months • Kid • 1-3 years old • 4-5 years old • Big Kid • 6-9 years old • 10-12 years old • Life • Relationship • Health and Lifestyle • Home and Living • Fashion and Beauty •  Tidak hanya menghafal Pancasila, dari sila pertama sampai kelima, kamu juga harus bisa mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara saja, tetapi juga pilar ideologi bangsa Indonesia yang menjadi Pancasila. Apa itu Pancasila? Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, “panca” yang berarti “lima” dan “sila” yang berarti “prinsip” atau “dasar”. Dengan begitu, Pancasila dapat diartikan sebagai lima dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman bagi masyarakat Indonesia.

Artinya, semua masyarakat Indonesia akan mengacu pada pada Pancasila, termasuk nilai, norma, dan akidah sebagai dasar dalam bermasyarakat. Nah, kali ini Popmama.com akan memberikan contoh sikap mengamalkan Pancasila, dari sila pertama hingga sila kelima, dalam kehidupan sehari-hari. Disimak, ya! Unsplash/mufidpwt Pancasila terdiri lima yang masing-masing sila memiliki makna dan lambangnya sendiri. Berikut ini bunyi Pancasila beserta lambangnya.

• Ketuhanan yang Maha Esa (dilambangkan dengan lambang bintang) • Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (dilambangkan dengan rantai) • Persatuan Indonesia (dilambangkan dengan pohon beringin) • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (dilambangkan dengan kepala banteng) • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (dilambangkan dengan padi dan kapas) Freepik/rawpixel-com Sila pertama yang berbunyi, “Ketuhanan yang Maha Esa” menandakan adanya jaminan kebebasan dalam beragama.

Dengan kata lain, kita tidak boleh mengatur atau mencampuri urusan kepercayaan karena hal tersebut merupakan hak masing-masing.

• Saling menghormati, baik sesama teman, tetangga, maupun saudara yang memiliki agama dan kepercayaan yang berbeda. • Tidak memaksakan atau mencampuri suatu agama kepada orang lain. • Bekerja sama dan saling tolong menolong dalam hal menyiapkan penyelenggaraan kegiatan keagamaan saat merayakan hari besar keagamaan. • Bersikap ramah, sopan, dan santun terhadap siapa pun yang memiliki agama dan kepercayaan yang berbeda. • Gotong royong dalam bidang sosial, ekonomi, dan keamanan tanpa pandang agama.

• Menoleransi agama dengan tidak mengganggu apabila agama lain sedang mengadakan acara atau ibadah. Freepik/jcomp Sila kedua berbunyi, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Tandanya, kita harus mengakui bahwa kedudukan semua orang adalah sama. • Tidak membeda-bedakan manusia, baik suku, agama, warna kulit, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain.

• Menghormati orang yang lebih tua. • Berbicara dengan teman, tetangga, atau orang lain dengan ramah, sopan, dan santun. • Tidak melecehkan dan mendiskriminasi seseorang dengan alasan apa pun.

• Membela kebenaran dan keadilan tanpa pandang bulu. • Ikut menjenguk teman, tetangga, atau saudara yang sakit tanpa membedakan kaya atau miskin. Freepik/rawpixel-com Bunyi sila ketiga, yaitu “Persatuan Indonesia”.

Artinya, sebagai masyarakat Indonesia kita harus menjadi satu, baik yang kaya, miskin, pejabat, maupun orang biasa. Tujuannya adalah demi menghindari adanya perpecahan dan segala bentuk konflik masyarakat. • Mencintai tanah air dan bangsa. • Membeli produk-produk dalam negeri. • Mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui berbagai bidang akademik dan non akademik.

• Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia. • Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan, sehingga dapat tumbuh rasa saling tolong menolong ketika ada seseorang yang merasa kesusahan. • Ikut serta dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan ketenteraman di lingkungan sekitar. • Bergaul tanpa melihat latar belakang suku, ras, dan adat istiadat. Pinterest/tribunusjatim Bunyi sila keempat ialah “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”.

Sila tersebut bermakna bahwa bangsa Indonesia memiliki prinsip demokrasi dan kedualatan rakyat dalam menyelesaikan setiap masalah. • Mengutamakan musyawarah, diskusi, dan bertukar pendapat demi tercapainya mufakat dalam setiap permasalahan. • Menghargai setiap manusia yang tengah berbicara atau menyampaikan masukan dalam bermusyawarah. • Melaksanakan setiap hasil keputusan musyawarah dengan penuh rasa tanggung jawab dan tanpa keterpaksaan.

• Sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara daripada kepentingkan pribadi. • Ikut serta dalam pemilihan umum.

• Tidak memaksakan keinginan sendiri atau orang lain saat musyawarah. Freepik/gpointstudio Sila kelima atau sila terakhir ini berbunyi, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Sila kelima tersebut berhubungan dengan sikap adil dan menghormati hak asasi manusia.

Artinya, seluruh masyarakat Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam semua aspek, termasuk suku, budaya, agama, ras, hukum, politik, dan lainnya. • Selalu berbuat adil kepada siapa pun tanpa pilih kasih. • Menghargai setiap hasil karya orang lain. • Tidak membeda-bedakan seseorang karena status dan kondisi sosial dan ekonominya. • Membantu orang-orang yang sedang mengalami musibah tanpa pilih-pilih. • Tidak merusak kepentingan umum. • Ikut serta dalam kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar, misalnya kerja bakti.

• Menghormati hak asasi manusia. • Menjaga kerukunan dan persatuan dengan sesama masyarakat Indonesia. Itulah contoh sikap mengamalkan Pancasila, dari sila pertama hingga sila kelima. Kamu bisa menemukannya di lingkungan sekitar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang taat pada Pancasila ya!

Baca juga: • 5 Arti Lambang Pancasila yang Perlu Dipelajari Anak Sekolah • Ini Sikap Mengamalkan Sila Kedua Pancasila • Sejarah Hari Lahirnya Pancasila yang Diperingati Setiap 1 JuniBerikut ini adalah contoh latihan Soal Tematik Kelas 6 Tema 7 Kompetensi Dasar PPKn untuk Tahun Ajaran 2019/2020 lengkap dengan kunci jawaban. Semoga Soal Tematik Kelas 6 Tema 7 Kompetensi Dasar PPKn ini dapat dijadikan referensi untuk belajar khususnya adik-adik kelas 6 yang sudah menggunakan Kurikulum 2013.

Soal Tematik Kelas 6 Tema 7 I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang paling benar ! 1. Bentuk pengamalan sila Pancasila berlambang kepala banteng dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah . a.

menyantuni fakir miskin b. upacara hari raya keagamaan c. adanya gotong royong di masyarakat d. pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung 2. Mengakui bahwa manusia memiliki derajat, hak, dan kewajiban yang sama merupakan wujud melaksanakan nilai-nilai sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila berdasarkan sila yang memiliki lambang . a. bintang b. rantai c. pohon beringin d.

padi dan kapas 3. Berikut ini termasuk penerapan sikap gotong royong dalam kehidupan masyarakat melalui kegiatan . a. membantu tetangga berjualan b. membantu membuat KTP c. kerja bakti lingkungan, d. mendirikan usaha 4. Musyawarah untuk mencapai mufakat vang berlandaskan semangat kekeluargaan adalah . a. menghasilkan keputusan yang tepat b. memecahkan kasus dengan cepat c.

mempercepat pelaksanaan musyawarah d. menjalin rasa kebersamaan dan persatuan 5. Bentuk perjuangan ekonomi dari organisasi yang memiliki logo seperti gambar mengutamakan .

a. terkumpulnya modal b. kesejahteraan anggota c. keuntungan sebesar-besarnya d. kesejahteraan pemilik modal 6. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan butir pengamalan Pancasila pada sila . a. pertama b. kedua c. ketiga d. keempat 7. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa merupakan butir pengamalan Pancasila pada sila .

a. Ketuhanan Yang Maha Esa b. Kemanusiaan yang adil dan beradab c. Persatuan Indonesia d. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 8.

Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia merupakan sikap yang sesuai dengan Pancasila khususnya sila yang berlambang . a. bintang b. rantai c. pohon beringin d. kepala banteng 9. Merusak sarana ibadah agama lain termasuk perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai . a. kekeluargaan b. kerakyatan c.

kesatuan d. ketuhanan 10. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan, merupakan butir pengamalan Pancasila pada sila yang memiliki lambang . a. rantai b. binatang c. padi dan kapas d. kepala banteng 11. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut! (1) Belajar di sekolah sesukanya.

(2) Taat dan patuh terhadap tata tertib sekolah. (3) Jajan di kantin dengan boros. (4) Selalu terlambat masuk sekolah. Sikap positif di sekolah yang merupakan pengamalan Pancasila ditunjukkan oleh nomor . a. (1) b. (2) c. (3) d. (4) 12. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing merupakan perwujudan sila dalam Pancasila, khususnya sila . a. pertama b. kedua c. ketiga d. keempat 13. Berikut ini merupakan sikap yang menyimpang dari pengamalan Pancasila sila pertama adalah .

a. menghormati serta bekerja sama antara pemeluk agama b. membina toleransi dengan sesama pemeluk agama c. tidak memaksakan suatu agama d. beribadah dengan sesuka hati 14. Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban antara sesama manusia merupakan penerapan dari nilai . a. kerukunan b. kedisiplinan c. kemanusiaan d. keserasian 15. Berikut yang termasuk pengamalan Pancasila sila ke-2 adalah . a. taat menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan b.

memaksakan kehendak orang lain dalam kepentingan bersama c. menaati peraturan atau norma yang berlaku d. mengakui tiap warga negara Indonesia memiliki hak dan kewajiban sama 16.

Seorang pemimpin daerah harus memiliki sikap adil dan bijaksana terhadap a. pengusaha b. semua rakyat .c keluarganya d. pejabat daerah 17. Berikut ini yang merupakan perilaku yang mencerminkan Pancasila sila ketiga adalah . a. Takwa kepada Tuhan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya b.

Meyakini Tuhan Yang Maha Esa beserta sifat-sifatnya yang Maha Sempurna c. Pengakuan terhadap Bhinneka Tunggal Ika dalam pembinaan kesatuan bangsa d. Keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam menghormati hak orang lain 18. Rela berkorban merupakan perwujudan pengamalan Pancasila sila yang memiliki lambang . a. bintang b. rantai c. pohon beringin d. kepala banteng 19. Perselisihan yang terjadi dalam rapat timbul apabila para pesertanya lebih . a. mementingkan kepentingan bersama b. mementingkan kepentingan umum c.

mementingkan keinginan sendiri d. menghargai semua pendapat 20. Manfaat musyawarah yang dilakukan dalam lingkungan masyarakat agar tidak terjadi . a. perpecahan b. perdamaian c. kerukunan d. persatuan II. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar ! 1 Seorang pemimpin yang taat kepada perintah agama memiliki sikap berdasarkan nilai Pancasila sila ke . 2. Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tidak semena-mena terhadap orang lain merupakan salah satu contoh pengamalan Pancasila, khususnya sila ke .

3. Membina toleransi dengan sesama pemeluk agama merupakan butir pengamalan Pancasila pada sila ke . 4.

sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila

Tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan suku, agama, golongan, jenis kelamin, warna kulit, dan status sosial menerapkan nilai Pancasila yaitu . 5. Mengganggu teman lain yang sedang beribadah termasuk perbuatan yang tidak sesual dengan nilai Pancasila, khususnya sila ke . 6. Ketika bertemu dengan warga di lingkungan sekitar sebaiknya kita .

7. Cinta tanah air merupakan perwujudan dari sila . 8. Pemilihan kepala desa merupakan perwujudan musyawarah di lingkungan . 9. Dian berbeda pendapat dengan Rafa dalam musyawarah. Sikap Dian sebaiknya . 10. Keputusan bersama yang telah disetujui dalam musyawarah dinamakan .

11.

sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila

Kerja bakti membersihkan selokan merupakan kerja sama di lingkungan . 12. Koperasi merupakan contoh penerapan sila keempat Pancasila yang berlandaskan asas . 13.

sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila

Musyawarah mufakat merupakan makna yang terkandung dalam Pancasila Sila . 14. Menghargai hasil karya orang lain merupakan penghayatan nilai-nilai Pancasila, terutama Sila . 15. Sila yang berhubungan terhadap perilaku dalam bersikap adil terhadap semua orang berbunyi . 16. Rembuk desa mencerminkan nilai Pancasila sila . 17. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut merupakan butir pengamalan Pancasila yang berlambang .

18. Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban antara sesama manusia merupakan butir pengamalan Pancasila sila yang berbunyi . 19. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika merupakan butir pengamalan Pancasila sila . 20.

Menyadari adanya hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat merupakan butir pengamalan Pancasila pada sila ke . III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan uraian yang jelas dan benar! 1. Sebutkan contoh sikap yang mencerminkan sila pertama Pancasila! Jawab : . . 2. Jelaskan pemimpin yang sesuai dengan Pancasila sila pertama! Jawab : .

. 3. Mengapa seorang pemimpin harus bisa menjadi teladan bagi rakyatnya? Jawab : . . 4. Berikan contoh sikap pemimpin yang sesuai Pancasila sila kedua! Jawab : . . 5. Sebutkan contoh bentuk-bentuk sikap negatif pengamalan Pancasila sila ke dua! Jawab : . . 6. Sebutkan sikap rasa syukur dan bangga sebagai bangsa Indonesia! Jawab : . . 7. Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam sila yang berbunyi Persatuan Indonesia?

Jawab : . . 8. Bagaimana cara-cara menyampaikan pendapat yang baik dalam rapat? Jawab : . . 9. Tuliskan hal-hal yang perlu dihindari dalam musyawarah! Jawab : . . 10. Jelaskan tujuan diadakan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari! Jawab : . . 11. Tuliskan contoh sikap siswa yang mencerminkan nilai kegotong-royongan di lingkungan keluarga dan sekolah!

Jawab : . . 12. Jelaskan keunggulan koperasi dibandingkan dengan badan usaha lainnya ! Jawab : . . 13.

sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila

Apa yang dimaksud dengan nilai kekeluargaan? Jawab : . . 14. Sebutkan manfaat kehidupan yang dilandasi nilai kekeluargaan! Jawab : . . 15. Apa saja nilai yang tercermin dari sila yang dilambangkan pohon beringin! Jawab : . . 16. Tuliskan contoh pengamalan sila kelima Pancasila!

Jawab : . . 17. Berikan contoh pengamalan sila yang berlambang rantai emas ! Jawab : . .

sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila

18 Sebutkan contoh kegiatan gotong-royong di masyarakat! Jawab : . . 19. Apa manfaat gotong-royong di lingkungan masyarakat? Jawab : . . 20. Jelaskan ciri-ciri koperasi yang kamu ketahui!

Jawab : . . Kunci Jawaban Room I 1. d. pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung 2. d. padi dan kapas 3. c.

kerja bakti lingkungan, 4. d. menjalin rasa kebersamaan dan persatuan 5. b. kesejahteraan anggota 6. a. pertama 7. b. Kemanusiaan yang adil dan beradab 8. b. rantai 9. d. ketuhanan 10. d. kepala banteng 11. b. (2) 12.

a. pertama 13. d. beribadah dengan sesuka hati 14. c. kemanusiaan 15. d. mengakui tiap warga negara Indonesia memiliki hak dan kewajiban sama 16. b. semua rakyat 17. c. Pengakuan terhadap Bhinnneka Tunggal Ika dalam pembinaan kesatuan bangsa 18. c. pohon beringin 19. c. mementingkan keinginan sendiri 20.

a. perpecahan Kunci Jawaban Room II 1. satu 2. dua 3. satu 4. sila ketiga 5. satu 6. saling menyapa 7. Persatuan Indonesia 8. masyarakat desa 9. menghormati 10. mufakat 11. masyarakat 12. kekeluargaan 13.

ke empat 14. kelima 15. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 16. keempat 17. bintang 18. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 19.

ketiga 20. dua Kunci Jawaban Room III 1. Tekun dalam menjalankan ibadah, tidak memaksakan agama yang dianut diri sendiri kepada orang lain., menghargai dan menghormati agama dan kepercayaan lainnya 2.

pemimpin yang memiliki ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa 3. agar perilakunya dicontoh oleh rakyatnya maka dari itu seorang pemimpin harus menjadi teladan yang baik 4. mencintai rakyatnya, tidak semena-mena kepada rakyatnya 5. memilih-milih teman 6.

sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila

mencintai produk dalam negeri, mencintai kebudayaan dan adat istiadat bangsa Indonesia, tidak malu mengatakan aku anak Indonesia 7. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, cinta Tanah Air dan Bangsa, bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia. 8. dengan menggunakan bahasa yang santun 9.

Memotong pembicaraan orang lain ketika memberi pendapat, tidak menghargai pendapat orang lain, selalu ingin menang sendiri 10. untuk memecahkan persoalan demi kepentingan bersama 11. di lingkungan keluarga : membersihkan halaman rumah bersama-sama, di lingkungan sekolah : melaksanakan piket kelas 12.

Keunggulan koperasi : a. Setiap anggota dalam koperasi mempunyai hak suara yang sama b. Setiap orang dapat diterima menjadi anggota c. Koperasi mendidik anggotanya untuk hidup sederhana, tidak boros dan suka menabung d. Koperasi adalah badan usaha yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia e. SHU (Sisa Hasil Usaha) akan dibagikan ke seluruh anggotanya sesuai dengan besar jasa dan modalnya 13.

Nilai kekeluargaan adalah nilai yang terkandung dalam sebuah keluarga. contohnya sikap kepercayaan, kasih sayang, dan saling membantu. 14.

memupuk rasa persaudaraan, terciptanya kehidupan yang harmonis, terciptanya persatuan dan kesatuan 15. pengakuan akan keanekaragaman dan perbedaan agama, adat, bahasa, dan suku sehingga Indonesia tetap bersatu 16. bersikap adil, tidak bergaya hidup mewah, suka bekerja keras 17. Menjunjung sikap saling mencintai sesama manusia merupakan bentuk pengamalan pancasila khususnya sila nilai-nilai kemanusiaan, gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, berani membela kebenaran dan keadilan 18.

membangun masjid, membangun pos ronda, membersihkan selokan 19. pekerjaan cepat selesai, mempererat tali kerukunan 20. Berasas kekeluargaan, keanggotaan bersifat sukarela, kekuasaan tertinggi ada pada rapat anggota Download Soal Tematik Kelas 6 Tema 7 Kompetensi Dasar PPKn dan Kunci Jawaban Itulah Soal Tematik Kelas 6 Tema 7 Kompetensi Dasar PPKn dan Kunci Jawaban yang bisa saya bagikan.

Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung di blog sederhana ini. Silahkan tulis komentar Anda. Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Demi kesehatan blog ini, mohon maaf jika ada komentar yang harus saya hapus karena mengandung broken link (biasanya komentar tanpa nama komentator/Unknown/Tidak Diketahui/Profile Not Available).

Jadi . kalau ingin berkomentar gunakan AKUN DENGAN NAMA yaaa. Sekian dan terima kasih :)

Mengembangkan Sikap Saling Mencintai Sesama Manusia. Kelompok 5.




2022 www.videocon.com