Penyebab kanker prostat

penyebab kanker prostat

Penyebab kanker prostat adalah perubahan atau mutasi genetik pada sel di dalam kelenjar prostat.

penyebab kanker prostat

Mutasi ini menyebabkan sel tersebut berkembang secara tidak normal dan membentuk sel kanker. Namun, penyebab mutasi ini sendiri belum diketahui secara pasti. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat, yaitu: 1.

Usia Risiko kanker prostat akan semakin tinggi seiring pertambahan usia. Sebagian besar penderita kanker ini adalah pria berusia di atas 65 tahun. 2. Obesitas Seseorang yang mengalami obesitas berisiko tinggi menderita kanker prostat yang lebih agresif.

3. Riwayat kesehatan keluarga Jika salah satu anggota keluarga pernah menderita kanker prostat, maka risiko terkena kanker penyebab kanker prostat makin penyebab kanker prostat. 4. Pola makan Konsumsi makanan tinggi kalsium diduga dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker prostat. 5. Paparan bahan kimia Bahan kimia, seperti senyawa kadmium, dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Kadmium adalah senyawa logam yang terkandung di dalam rokok dan penyebab kanker prostat jenis makanan, seperti daging merah, ikan, dan gandum.

6. Penyakit menular seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual, seperti gonore dan chlamydia, dapat menyebabkan peradangan pada prostat dan memicu terjadinya kanker prostat. 7. Vasektomi Vasektomi atau tindakan sterilisasi pada pria dapat memengaruhi fungsi kelenjar prostat, sehingga risiko seseorang untuk terkena kanker prostat lebih tinggi. • Preggies • PRA KEHAMILAN • Sebelum Hamil • Rencana Kehamilan • KEHAMILAN • Tentang Janin • Mama Hamil & Kehamilan • Gaya Hidup Masa Hamil • KELAHIRAN • Normal • Sesar • Pasca Persalinan • LI'L ANGELS • Baby • Newborn • Menyusui • Q & A Baby • Beauty & Style • Mama Cantik • Foodism • Trend • Mama's Time • Travel • Kiddies • Batita • Balita • Kesehatan • Tumbuh Kembang • Super & Smart Kids • Kids Videos • -TERTAINMENT • Lokal • Asia + Dunia • Momversation • GloryStory • Dunia Mama • Buat Papa Juga • Home Sweet Home • News • Shopaholic • Produk Mama • Produk Bayi & Anak • Spotlight • Bata • -SPIRATION Nakita.id - Dads, coba konsumsi beberapa makanan untuk mencegah kanker prostat berikut ini.

Seperti yang sudah kita ketahui, kanker prostat adalah salah satu penyebab umum kematian pada pria. Kanker prostat sendiri umumnya tumbuh lambat dan hanya menyebabkan kerusakan di area prostat saja. Namun, ada juga yang bisa menyebabkan kerusakan serius dan menyebar dengan cepat ke area lain.

Selain itu, kanker prostat biasanya tidak menunjukkan gejala-gejalanya pada stadium awal. Melainkan, baru bisa terdeteksi setelah menyebabkan komplikasi yang serius atau menyebar ke area tubuh lainnya. Akibatnya, orang yang terkena jenis kanker ini akan membuatnya sulit buang air kecil, sakit saat ejakulasi, nyeri punggung bawah, sakit tulang, dan sejenisnya.

Sayangnya, hingga saat ini penyebab kanker prostat masih belum diketahui. Akan tetapi, Dads bisa melakukan tindakan pencegahan dengan mengonsumsi makanan-makanan yang bernutrisi. Baca Juga: Catat Sekarang Juga! Dads Bisa Cegah Risiko Kanker Prostat Hanya dengan Konsumsi Beberapa Makanan Ini ARTIKEL TERKAIT • Siapa Sangka Kalau Makanan Enak Ini Disebut-sebut Bisa Sebabkan Kanker Prostat? Dads Harus Catat Sekarang Juga!

• Cukup Lakukan 3 Cara Sederhana Ini Agar Terhindar dari Penyakit Kanker Prostat Seperti yang Diderita SBY • SBY Didiagnosis Kanker Prostat, Terkuak Kebiasaan yang Sering Dilakukan Banyak Orang Ini Bisa Tingkatkan Risikonya • Penyebab Kanker Prostat pada Pria yang Pantang Dads Sepelekan • 5 Penyebab Kanker Prostat pada Pria yang Wajib Dads Ketahui, Tolong Jangan Abaikan yang Satu Ini
Pada Selasa (2/11/2021), Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), divonis mengidap kanker prostat di usia 72 tahun.

Diketahui bahwa kanker prostat yang diidap SBY masih pada stadium awal. Kanker prostat adalah salah satu kanker paling umum menimpa kaum laki-laki, terutama lansia. Kanker ini menyerang 1 dari 9 laki-laki. Sebanyak 92 persen dari semua kanker prostat ditemukan pada stadium awal, disebut terlokalisasi atau regional.

Hampir 100 persen laki-laki yang memiliki kanker prostat regional atau terlokalisasi akan bertahan hidup lebih dari lima tahun setelah diagnosis, mengutip WebMD. ilustrasi prostat (manhealthclinic.org) Sebagian besar kasus kanker prostat adalah jenis kanker yang disebut sebagai adenokarsinoma. Kanker jenis ini biasanya tumbuh di jaringan kelenjar, termasuk kelenjar prostat. Berdasarkan kecepatan pertumbuhannya, kanker prostat terbagi menjadi dua jenis, yaitu: • Agresif: tumor tumbuh cepat dan berisiko tinggi metastasis (menyebar ke area lain).

• Non-agresif: tumor tidak tumbuh atau tumbuh dengan lambat. Mengetahui tingkatan stadium kanker prostat dapat membantu pasien memahami keadaan, ekspektasi, dan pengobatan yang diperlukan. Stadium kanker prostat dapat dibagi menjadi empat, yaitu: • Tahap 0: sel pra-kanker terlihat, tetapi hanya memengaruhi area kecil dan non-agresif. • Terlokalisasi (stadium 1): kanker hanya ada di kelenjar prostat.

Perawatan yang efektif dimungkinkan pada tahap ini. • Regional (stadium 2–3): kanker telah menyebar ke jaringan terdekat. • Jauh (stadium 4): kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti paru-paru atau tulang. ilustrasi masalah pada prostat (urologysouthbend.com) Umumnya, kanker prostat tidak menunjukkan gejala pada stadium awal. Namun, dengan screening kadar antigen spesifik prostat (PSA) dalam darah, perubahan pada prostat bisa menjadi indikasi kanker.

Beberapa gejala kanker prostat yang umum ditemukan adalah: • Kesulitan buang air kecil dan/atau menahan buang air kecil. • Sering kebelet buang air kecil, terutama pada malam hari. • Penyebab kanker prostat pada penyebab kanker prostat dan/atau air mani.

• Sensasi sakit saat buang air kecil (dalam beberapa kasus, saat ejakulasi). • Kesulitan ereksi dan/atau mempertahankan ereksi. • Sensasi sakit atau tidak nyaman saat duduk (jika prostat membesar).

Sementara itu, pasien kanker prostat stadium lanjut dapat menunjukkan gejala berikut ini: • Patah atau nyeri tulang, terutama di pinggul, paha, dan/atau bahu. • Edema, atau pembengkakan pada tungkai atau kaki. • Penurunan berat badan. • Kelelahan. • Perubahan kebiasaan buang air besar. • Sakit punggung. ilustrasi kanker prostat (pixabay.com/Anna Tarazevich) Seperti kanker lainnya, penyebab pasti kanker prostat tidak diketahui.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh riwayat keluarga atau pajanan senyawa kimia tertentu. Akibatnya, terjadi mutasi pada sel dan pertumbuhan sel pada prostat jadi tak terkendali. Sel kanker atau pra-kanker pada kelenjar prostat disebut prostatic intraepithelial neoplasia (PIN). Dilansir Medical News Today, hampir 50 persen laki-laki di atas 50 tahun memiliki PIN.

Pertumbuhan PIN awalnya non-agresif dan tidak akan menjadi kanker. Namun, seiring waktu PIN bisa berubah jadi sel kanker. ilustrasi obesitas (freepik.com/jcomp) Kanker prostat dapat berkembang pada setiap laki-laki. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker prostat, yaitu: • Lansia: risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 50 tahun.

• Ras: tak diketahui mengapa, ras Afrika terpapar risiko kanker prostat agresif lebih tinggi daripada ras lain. Bahkan, ras Asia dan Hispanik terpapar risiko kanker prostat lebih rendah. • Riwayat keluarga: jika orang tua, saudara kandung, atau anak telah didiagnosis menderita kanker prostat, penyebab kanker prostat kanker prostat mungkin meningkat. Juga, jika pasien memiliki riwayat keluarga dengan gen yang meningkatkan risiko kanker payudara (BRCA1 atau BRCA2) atau riwayat keluarga kanker payudara yang sangat kuat, risiko kanker prostat mungkin lebih tinggi.

• Obesitas: pada individu dengan obesitas, kanker prostat cenderung menjadi lebih agresif dan lebih mungkin untuk kambuh setelah pengobatan awal. Selain empat faktor di atas, ada beberapa faktor lainnya yang juga dapat meningkatkan risiko kanker prostat, yaitu: • Asupan makanan • Kebiasaan merokok • Paparan bahan kimia • Radang prostat • Penyakit menular seksual • Vasektomi ilustrasi kebelet pipis (mentalfloss.com) Kanker prostat bisa menyebabkan berbagai komplikasi pada pasiennya.

Dilansir Mayo Clinic, beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat kanker prostat termasuk: • Metastasis: kanker prostat menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih, atau menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik ke tulang atau organ lain.

Kanker prostat yang menyebar ke tulang dapat menyebabkan nyeri dan patah tulang. Jika kanker prostat menyebar ke area lain dari tubuh, pasien mungkin masih dapat merespons pengobatan dan dapat dikendalikan, tetapi tidak mungkin disembuhkan.

• Inkontinensia urine: baik kanker prostat dan pengobatannya dapat menyebabkan inkontinensia urine. Perawatan untuk inkontinensia tergantung pada penyebab kanker prostat inkontinensia, seberapa parah, dan kemungkinan pemulihan.

Pilihan pengobatan termasuk obat-obatan, kateter, dan operasi. • Disfungsi ereksi: dapat disebabkan oleh penyebab kanker prostat prostat atau pengobatannya, termasuk pembedahan, radiasi, atau pengobatan hormon. Obat-obatan, alat vakum, dan pembedahan adalah beberapa opsi yang tersedia untuk mengobati disfungsi ereksi.

Baca Juga: Deteksi Dini Kanker Prostat Tingkatkan Harapan Hidup hingga 90 Persen ilustrasi tes darah (unsplash.com/Hush Naidoo) Screening kanker prostat amat direkomendasikan seiring usia bertambah. Beberapa jenjang usia yang disarankan untuk screening kanker prostat adalah: • Usia 40: untuk laki-laki dengan risiko sangat tinggi, seperti mereka yang memiliki lebih dari satu kerabat tingkat pertama (ayah, saudara laki-laki, atau anak laki-laki) yang menderita kanker prostat pada usia di bawah 65 tahun.

• Usia 45: untuk laki-laki berisiko tinggi, seperti laki-laki ras Afrika dan laki-laki dengan kerabat tingkat pertama yang didiagnosis kanker prostat pada usia di bawah 65 tahun. • Usia 50: untuk laki-laki yang rata-rata berisiko terkena kanker prostat dan yang diharapkan hidup setidaknya 10 tahun lagi.

Beberapa metode screening kanker prostat umum adalah: • Colok dubur atau digital rectal exam (DRE): dokter memasukkan jari bersarung tangan yang dilubrikasi ke dalam rektum untuk memeriksa prostat yang berdekatan dengan rektum.

Jika dokter menemukan kelainan pada tekstur, bentuk, atau ukuran kelenjar, pasien memerlukan tes lebih lanjut. • Tes prostate-specific antigen ( PSA): sampel darah diambil dari vena di lengan pasien dan dianalisis untuk PSA. Normal untuk sedikit kadar PSA berada di aliran darah. Namun, jika kadar PSA lebih tinggi dari yang biasanya ditemukan, itu mungkin mengindikasikan infeksi prostat, peradangan, pembesaran, atau kanker.

ilustrasi kanker prostat (drug.russellpublishing.co.uk) Jika terdeteksi kelainan pada prostat setelah screening, dokter umumnya merekomendasikan tes lebih lanjut untuk mengetahui apakah terdapat kanker prostat. Diagnosis kanker prostat dapat ditegakkan dengan melakukan beberapa pemeriksaan penyebab kanker prostat ini: • USG transrektal: probe kecil dimasukkan ke dalam rektum. Probe ini menggunakan gelombang suara untuk memetakan citra kelenjar prostat. • MRI: pemindaian MRI prostat untuk membuat gambaran yang lebih rinci.

Gambar MRI dapat membantu dokter merencanakan prosedur untuk mengambil sampel jaringan/biopsi prostat. • Sampel jaringan atau biopsi prostat: menggunakan jarum tipis yang dimasukkan ke dalam prostat, dokter mengumpulkan jaringan kelenjar prostat. Sampel jaringan dianalisis di laboratorium untuk menentukan apakah ada sel kanker. ilustrasi pemindaian MRI (commons.wikimedia.org/GeorgeWilliams21) Jika kanker prostat terkonfirmasi, maka dokter perlu menentukan tingkat keganasan sel kanker.

Makin ganas sel kanker, maka penyebab kanker prostat metastasis pun lebih tinggi. Beberapa metode yang digunakan untuk menentukan keganasan kanker adalah: • Skor Gleason: digunakan untuk menilai biopsi prostat, skor Gleason umumnya berkisar antara 6 sampai 10. Skor 6 menunjukkan kanker prostat tingkat keganasan rendah, 7 berarti tingkat menengah, dan skor dari 8 sampai 10 menunjukkan kanker tingkat tinggi.

• Tes genom: menganalisis sel kanker prostat untuk menentukan mutasi gen pada pasien kanker prostat. Tes genom memberi lebih banyak informasi tentang prognosis kanker prostat. Tes genom tidak selalu diperlukan untuk pasien kanker prostat, tetapi tes ini dapat memberikan lebih banyak informasi untuk membuat keputusan pengobatan dalam situasi tertentu.

Setelah diagnosis kanker prostat ditegakkan, maka dokter akan menentukan stadium kanker. Jika kanker dicurigai telah bermetastasis, maka perlu dilakukan beberapa tes seperti: • Pemindaian tulang • USG • CT scan • MRI • Pemindaian tomografi emisi positron (PET) ilustrasi operasi penyebab kanker prostat Balielo Jr.) Pengobatan kanker prostat bergantung pada stadium kanker dan faktor-faktor lainnya. Jika masih pada stadium awal dan segera ditangani, maka kemungkinan untuk pulih jauh lebih besar.

Beberapa perawatan untuk kanker prostat stadium awal adalah: • Pemantauan: pemeriksaan kadar PSA dalam darah secara rutin, tetapi tanpa intervensi segera. Kanker prostat tumbuh perlahan dan risiko efek samping dari perawatan mungkin lebih besar daripada kebutuhan untuk perawatan segera.

• Operasi: opsi umum adalah prostatektomi, pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar prostat menggunakan laparoskopi atau operasi terbuka. • Terapi radiasi: pilihan-piliha terapi radiasi meliputi: • Brakiterapi: penanaman biji radioaktif ke dalam prostat untuk memberikan pengobatan radiasi yang ditargetkan.

• Terapi radiasi konformal: menargetkan area tertentu untuk meminimalkan risiko pada jaringan sehat. • Terapi radiasi dengan intensitas termodulasi: menggunakan sinar dengan intensitas variabel.

ilustrasi terapi hormon (oncologynurseadvisor.com) Seiring stadium kanker meningkat, maka kanker prostat bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Jika kanker menyebar atau kambuh setelah pengobatan, maka program pengobatan juga harus disesuaikan. Beberapa pilihan perawatan kanker prostat lanjutan adalah: • Kemoterapi: membunuh sel kanker di sekitar tubuh, tetapi dapat menyebabkan efek samping.

• Terapi hormonal: memblokir atau mengurangi hormon androgen untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Salah satu pilihannya adalah menjalani operasi untuk mengangkat testis, yang menghasilkan sebagian besar hormon androgen.

• Perawatan mutakhir: beberapa pendekatan yang lebih mutakhir untuk mengobati kanker prostat tanpa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh pilihan pengobatan lain. Ini termasuk krioterapi dan USG terfokus dengan intensitas tinggi. Jika kanker prostat sudah bermetastasis pada stadium lanjut, umumnya operasi tidak direkomendasikan. Namun, dalam beberapa kasus, operasi tetap dilanjutkan. Setelah operasi, kadar PSA dalam darah akan terus dipantau. ilustrasi kanker prostat (pixabay.com/derneuemann) Kelenjar prostat berperan penting dalam reproduksi seksual.

Oleh karena itu, kanker prostat dan perawatannya bisa memengaruhi reproduksi. Sebagai contoh, pengangkatan kelenjar prostat dan/atau testis dapat memengaruhi sperma dan kesuburan reproduksi laki-laki. Selain itu, terapi radiasi untuk kanker prostat juga dapat memengaruhi jaringan prostat, merusak kualitas sperma, dan mengurangi volume air mani. Terapi hormonal juga dapat memengaruhi kesuburan.

Kabar baiknya, ada beberapa opsi yang dapat ditempuh untuk melestarikan fungsi reproduksi. Opsi-opsi tersebut antara lain: • Menyimpan sperma sebelum operasi • Mengekstraksi sperma langsung dari testis untuk inseminasi buatan Akan tetapi, tidak ada penyebab kanker prostat bahwa reproduksi akan tetap prima setelah perawatan kanker prostat.

Jadi, jika pasien ingin memiliki keturunan setelah perawatan, disarankan untuk berkonsultasi mengenai opsi kesuburan sambil menyusun rencana intervensi medis untuk kanker prostat. ilustrasi makanan yang baik untuk prostat (southlandurology.com) Memang, risiko kanker prostat meningkat seiring usia menua.

Namun, ini bukan berarti faktor risiko lainnya tidak dapat dikendalikan atau dimodifikasi. Selain mengurangi paparan kimia dan menghentikan kebiasaan merokok, pola makan dan kebiasaan olahraga juga dapat meminimalkan penyebab kanker prostat kanker prostat. Dilansir Healthline, beberapa makanan yang bisa mengurangi risiko kanker prostat adalah: • Tomat • Sayuran cruciferous seperti brokoli, kubis Penyebab kanker prostat, dan kale • Ikan-ikanan • Kedelai • Minyak asam lemak omega-3, seperti minyak zaitun atau minyak ikan Selain makanan-makanan di atas, ada pula makanan yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Hindari atau batasi jenis makanan di bawah ini: • Susu dan produk susu (keju atau yoghurt) • Lemak jenuh, yang ditemukan dalam produk hewani • Daging merah • Daging panggang ilustrasi joging (pexels.com/Ketut Subiyanto) Selain mengontrol makan dan minum, rutin olahraga juga dapat mengurangi risiko kanker penyebab kanker prostat stadium lanjut hingga kematian akibatnya.

Salah satu alasannya adalah karena olahraga dapat membantu menurunkan dan menjaga berat badan. Ini penting karena obesitas adalah salah satu faktor risiko utama kanker prostat. Dengan persetujuan dokter, pasien dapat berolahraga selama 30 menit setiap hari atau total 150 menit setiap minggunya. Tidak kalah penting, terus berkonsultasi dengan dokter mengenai kanker prostat seiring bertambahnya usia. Jika ditangani dengan cepat, pasien memiliki tingkat pemulihan yang lebih cepat.

Meski tak memiliki gejala, terus terapkan langkah pencegahan kanker prostat dengan gaya hidup sehat, ya. Baca Juga: Kopi Turunkan Risiko Kanker Prostat?

penyebab kanker prostat

Ini Fakta Ilmiahnya Berita Terpopuler • Daftar Tanggal Merah Desember 2022: Libur Natal • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • Kamu Workaholic? Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Menko Muhadjir: Biaya Pasien Hepatitis Akut Ditanggung BPJS Kesehatan • 9 Potret Atta Halilintar di Singapura, Berlibur sambil Momong Anak!

• 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • Hari Keberuntungan Tiap Zodiak di Bulan Mei 2022, Mohon Dicatat ya! GridHot.ID - Kanker prostat merupakan penyakit kanker pada pria yang berkembang di dalam penyebab kanker prostat prostat.

Ini umumnya ditandai dengan gangguan buang air kecil. Diketahui dari SajianSedap, kanker ini ini tidak bersifat agresif dan berkembang secara perlahan, sehingga seringkali tidak diketahui oleh pengidapnya. Orang yang mengalami kanker ini akan merasakan gangguan saat buang air kecil. Dilansir dari halodoc.com, sebagian besar pengidap kanker prostat umumnya berusia lebih dari 65 tahun. Penyakit ini dikategorikan sebagai kanker yang tidak agresif serta terjadi secara perlahan.

Adapun penyebab dari kanker prostat adalah perubahan genetik atau mutasi pada sel-sel yang berada di kelenjar prostat. Pola makan dan gaya hidup tentunya sangat berkaitan dengan tingkat risiko penyebab kanker prostat prostat.

Oleh sebab itu, ada baiknya menjaga pola makan dan kegiatan sehari-hari untuk mengurangi risiko terkena kanker prostat. Baca Juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Setelah Berjuang Lawan Diabetes dan Kanker Mike Wijaya Berpulang, Artis penyebab kanker prostat Sudah Bintangi 78 Film Ini Akan Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Mendiang Suami ARTIKEL TERKAIT • Celebrity Denada Ungkap Kondisi Anaknya yang Sempat Dirawat di Singapura Kerena Penyebab kanker prostat, Aisha Ternyata Sudah Diperbolehkan Lakukan Hal Ini, Sang Penyanyi: Alhamdulillah.

• Celebrity Kankernya Sebesar Handphone dan Hampir Menutupi Saluran Pernapasan, Artis Senior Ini Sempat Terpuruk Sampai Sudah Pikirkan Warisan dan Kuburan • Hot News Kanker Disebut Telah Menggerogoti Tubuhnya, Vladimir Putin yang Harus Jalani Operasi Akan Serahkan Kendali Perang di Ukraina pada Sosok Ini, Mantan Militer Kremlin Buka-bukaan Soal Informasi • Hot News Vladimir Putin Diduga Operasi Kanker di Tengah Peperangan, Sosok yang Dianggap Lebih Kejam dan Licik Ini Bakal Gantikan Kekuasaan Sang Presiden Sementara Waktu • Celebrity Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Setelah Berjuang Lawan Diabetes dan Kanker Mike Wijaya Berpulang, Artis yang Sudah Bintangi 78 Film Ini Akan Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Mendiang Suami
Kanker prostat adalah kanker pada pria yang berkembang di dalam kelenjar prostatdan umumnya ditandai dengan gangguan buang air kecil.

Sebagian besar penderita kanker prostat berusia di atas 65 tahun. Kanker ini tidak bersifat agresif dan berkembang secara perlahan. Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem reproduksi dan posisinya mengelilingi saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke penis.

Prostat juga berfungsi sebagai penghasil semen, yaitu cairan yang dikeluarkan bersama sperma saat ejakulasi. Menurut data WHO, kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling sering dialami oleh pria.

Diperkirakan sekitar 1,3 juta pria di seluruh dunia menderita kanker prostat. Di Indonesia sendiri, kanker prostat menempati urutan ke-2 sebagai jenis kanker yang paling banyak diderita pada pria. Penyebab Kanker Prostat Penyebab kanker prostat adalah mutasi atau perubahan genetik pada sel-sel di kelenjar prostat. Namun, penyebab mutasi itu sendiri belum diketahui secara pasti. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat, antara lain: • Pertambahan usia • Menderita obesitas • Pola makan kurang serat, misalnya kurang asupan antioksidan seperti likopen • Paparan bahan kimia • Menderita penyakit menular seksual • Memiliki keluarga yang menderita kanker prostat Gejala Kanker Prostat Kanker prostat tidak menimbulkan gejala apa pun pada tahap awal.

Namun ketika kanker makin membesar atau kelenjar prostat mengalami peradangan, penderita akan merasakan gejala berupa gangguan buang air kecil, misalnya susah buang air kecil atau buang air kecil kurang lancar.

Skrining dan Diagnosis Kanker Prostat Skrining kanker prostat dalam bentuk tes PSA dan colok dubur masih menjadi hal yang kontroversial, karena tes ini tidak dapat memberikan hasil yang spesifik.

Hasil tes yang tidak akurat dapat membuat pasien menjalani pemeriksaan dan penanganan yang sebenarnya tidak perlu dan justru membahayakan. Oleh karena itu, diskusikanlah dahulu dengan dokter mengenai perlu tidaknya Anda melakukan skrining kanker prostat melalui tes PSA. Untuk mendeteksi dan mengetahui stadium kanker prostat, dokter akan melakukan pemeriksaan USG prostat, MRI, dan biopsi prostat. Pengobatan Kanker Prostat Dokter akan menentukan jenis pengobatan berdasarkan tingkat keparahan kanker dan kondisi pasien secara keseluruhan.

Metode pengobatan yang dapat dilakukan adalah operasi, radioterapi, terapi hormon, kemoterapi, dan krioterapi.
Semua pria bisa terkena penyakit prostat. Agar tidak terjadi pada Anda, tentunya Anda harus melakukan berbagai langkah pencegahan mulai sedini mungkin. Namun sebelum itu, Anda juga harus mengetahui terlebih dahulu apa saja hal-hal yang bisa menjadi penyebab penyakit prostat dan berbagai faktor risikonya. Penyebab penyakit prostat Sebenarnya setiap jenis penyakit prostat disebabkan oleh hal yang berbeda-beda.

Perlu diketahui, terdapat tiga jenis penyakit yang menyerang prostat, yaitu prostatitis (peradangan prostat), penyakit BPH (pembesaran prostat jinak), dan kanker prostat. Penyebab penyakit prostat prostatitis Berdasarkan penyebabnya, penyakit prostatitis terbagi dua, yaitu prostatitis bakterial dan prostatitis non-bakteri.

Prostatitis non-bakteri kerap disebut sindrom nyeri panggul, sedangkan prostatitis bakterial masih dibagi lagi menjadi dua jenis yang terdiri dari prostatitis akut penyebab kanker prostat prostatitis kronis.

Prostatitis non-bakteri disebabkan oleh adanya peradangan pada prostat serta iritasi pada saraf-saraf yang memasok area ini. Penyebab kanker prostat itu, prostatitis jenis ini juga bisa terjadi akibat cedera yang didapatkan pada area sekitar prostat, salah satu contohnya adalah luka bedah biopsi. Sedangkan penyebab penyakit prostatitis bakterial adalah infeksi bakteri pada prostat. Hal ini bisa terjadi karena urin yang terinfeksi mengalir mundur dari uretra, lalu penyebab kanker prostat jalan masuk bagi bakteri untuk menyerang prostat.

Penyebab penyakit prostat BPH Benign prostatic hyperplasia (BPH) disebabkan oleh pembesaran jaringan prostat. Memang, ukuran prostat akan membesar seiring dengan bertambahnya usia sampai dua kali lipat. Namun jika ukurannya melebihi, prostat bisa menekan saluran kemih uretra yang menimbulkan gejala rasa tak nyaman saat buang air kecil. Kemungkinan besarnya, hal tersebut disebabkan oleh semakin tingginya kadar hormon estrogen dalam tubuh.

Hormon inilah yang bisa menambah aktivitas zat untuk memulai pertumbuhan jaringan prostat. Penyebab kanker prostat Lain lagi dengan penyebab penyakit kanker prostat.

Layaknya jenis kanker lain, mutasi DNA merupakan penyebab utama dari munculnya sel kanker Mutasi pada DNA sel abnormal akan membuat sel tumbuh dan membelah diri lebih cepat dibandingkan dengan sel normal. Sel-sel abnormal yang masih hidup akan menumpuk lalu membentuk tumor yang nantinya dapat tumbuh dan menyerang jaringan di dekatnya. Faktor risiko yang memicu munculnya penyakit prostat Munculnya penyakit prostat tentu tak lepas dari berbagai faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk mendapatkannya.

Berikut adalah berbagai faktor risiko yang harus Anda ketahui. 1. Usia Usia adalah faktor risiko yang paling umum di antara faktor lainnya, terutama pada penyakit BPH dan kanker prostat. Risiko terkena BPH akan lebih tinggi ketika Anda memasuki usia penyebab kanker prostat.

Sedangkan jika telah memasuki usia 50 tahun, Anda harus berhati-hati dengan risiko kanker prostat. Penyakit BPH terjadi karena membesarnya prostat penyebab kanker prostat dari yang seharusnya. Pembesaran prostat sangat dipengaruhi oleh keseimbangan hormon pria. Semakin tua, hormon testosteron pria akan menurun, berbeda dengan hormon estrogen yang semakin meningkat. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, estrogen sendiri merupakan hormon yang berperan penting dalam pertumbuhan prostat.

Jika jumlahnya berlebih, maka estrogen akan terus menstimulasi pembesaran yang berujung pada BPH. Di sisi lain, belum ada yang bisa menjelaskan secara pasti apa yang membuat tubuh di usia lanjut lebih rentan terhadap kanker. Namun salah satu kemungkinannya disebabkan oleh adanya perubahan jaringan yang membuat lingkungan mikro sel menjadi tempat yang penyebab kanker prostat baik untuk perkembangan sel kanker.

2. Makanan Hampir semua orang tahu bahwa makanan yang Anda konsumsi sehari-hari penyebab kanker prostat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh Anda. Dokter dan ahli kesehatan pun selalu menekankan pada pasien-pasiennya untuk terus menjaga pola makan yang seimbang.

Kurangnya konsumsi suatu kelompok makanan tertentu bisa berisiko pada malnutrisi, di sisi lain Anda juga tak boleh mengonsumsinya berlebihan agar terhindar dari penyakit.

Tak terkecuali ketika Anda ingin menjaga kesehatan prostat. Sudah banyak bukti dari penelitian yang menunjukkan bahwa beberapa jenis makanan bisa meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit prostat.

Beberapa makanan tersebut di antaranya adalah produk susu, daging merah, serta lemak. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, ketiga jenis makanan ini bisa meningkatkan risiko Anda terkena kanker prostat dengan jenis sel yang lebih agresif. Daging olahan seperti sosis contohnya.

Karena telah melalui proses memasak yang panjang dengan tambahan pengawet, beberapa komponen karsinogenik yang terbentuk nantinya akan membahayakan sel-sel di dalam tubuh. 3. Keturunan Penyakit prostat juga bisa didapatkan dari keturunan genetik keluarga. Pria yang memiliki ayah atau saudara laki-laki yang pernah menderita penyakit prostat berisiko lebih tinggi untuk mengalami hal yang sama.

Maka dari itu, dokter biasanya akan menanyakan riwayat penyakit yang pernah diderita oleh anggota keluarga Anda. Data inilah yang bisa membantu dokter saat mendiagnosis penyakitnya.

4. Obesitas Obesitas masih menjadi persoalan di bidang kesehatan. Seseorang bisa dikatakan termasuk dalam kelompok obesitas bila nilai BMI-nya mencapai lebih dari 30. Jika seseorang yang mengalami obesitas tidak segera mengubah gaya hidup, kondisi ini tentu akan berdampak pada penyakit-penyakit yang serius.

Tak terkecuali penyakit prostat. Hubungan obesitas dan prostatitis memang belum terlihat jelas. Namun, obesitas jadi salah satu faktor risiko yang bisa memicu penyakit BPH dan kanker prostat. Peningkatan lingkar pinggang berhubungan erat dengan membesarnya volume prostat serta meningkatnya kadar antigen spesifik prostat (PSA). PSA adalah protein yang khusus diproduksi oleh kelenjar prostat. Pada pasien BPH, obesitas bisa memberi tekanan pada intra abdomen (perut) yang akhirnya juga meningkatkan tekanan pada kandung kemih.

Nantinya, hal inilah yang memperburuk gejala BPH berupa rasa tak nyaman di sekitar kandung kemih. Terlebih lagi, orang yang obesitas juga cenderung lebih sering mengalami kelainan terkait dengan peradangan kronis yang merupakan salah satu faktor risiko terkena kanker. Bila Anda termasuk ke dalam golongan yang berisiko, lebih baik segera lakukan pemeriksaan pada dokter.

Selain itu, lakukan juga berbagai perubahan gaya hidup yang lebih sehat agar terhindari dari penyakit prostat. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH): Symptoms, Diagnosis & Treatment. Retrieved 3 July 2020, from https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/benign-prostatic-hyperplasia-(bph) Chronic nonbacterial prostatitis (chronic pelvic pain syndrome). (2019). Retrieved 3 July 2020, from https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/chronic-nonbacterial-prostatitis-chronic-pelvic-pain-syndrome Parikesit, D., Mochtar, C., Umbas, R., & Hamid, A.

(2016). The impact of obesity towards prostate diseases. Prostate International, 4(1), 1-6. doi: 10.1016/j.prnil.2015.08.001 Prostatitis (Infection of the Prostate): Symptoms, Diagnosis & Treatment. Retrieved 3 July 2020, from https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/prostatitis-(infection-of-the-prostate) Who Is at Risk for Prostate Cancer?.

(2019). Retrieved 3 July 2020, from https://www.cdc.gov/cancer/prostate/basic_info/risk_factors.htm Why Does Cancer Risk Increase As We Get Older?. (2016).

penyebab kanker prostat

Retrieved 3 July 2020, from https://blog.dana-farber.org/insight/2016/06/why-does-cancer-risk-increase-as-we-get-older/Penyakit yang berhubungan dengan prostat adalah masalah bagi sebagian para pria di mana prostat sendiri adalah kelenjar kecil yang letaknya ada diantara kandung kemih penyebab kanker prostat penis.

Karena hanya dipunyai oleh para laki-laki, penyakit ini pun tentu hanya dialami oleh mereka. Masalah yang pada umumnya terjadi adalah pembesaran prostat di mana prostat yang tadinya berukuran sebiji kenari, kemudian menjadi sebesar buah jeruk. Prostat sendiri diketahui memiliki fungsi penting dalam tubuh manusia, yakni menghasilkan air mani serta mengeluarkan sperma. Jadi bisa dibayangkan apabila pada bagian prostat mengalami gangguan apalagi pembesaran.

Ada 3 jenis gangguan prostat yang umumnya kita ketahui, yakni kanker prostat, pembesaran atau pembengkakan prostat, serta prostatitis atau peradangan yang terjadi di kelenjar prostat. Ada beragam penyebab prostat yang wajib untuk diketahui dan bahkan diwaspadai oleh para pria. Terkadang penyebab-penyebab ini merupakan bagian dari pola hidup yang kurang sehat. Simak di bawah ini sejumlah faktor risiko yang mampu meningkatkan potensi seseorang mengalami gangguan prostat.

penyebab kanker prostat

(Baca juga: sering buang air kecil) • Faktor Keturunan Faktor satu ini juga kerap disebut dengan istilah faktor genetik di mana adanya anggota keluarga yang merupakan penderita prostat justru malah membuka peluang lebih besar bagi kita untuk mengidapnya juga. Bila sudah tahu bahwa ada anggota keluarga dengan masalah seperti ini, sebaiknya memang rajin-rajin memeriksakan diri ke dokter. Mengecek kesehatan prostat sangat penting juga apalagi ketika gejala abnormal mulai nampak dan dirasakan.

Bila ada perbedaan pada kondisi prostat, menemui dokter penyebab kanker prostat adalah jalan terbaik. Dengan menempuh metode diagnosa yang dianjurkan oleh dokter, akan ketahuan gangguan prostat yang manakah yang terjadi pada kita sehingga penanganan tepat dapat diberikan. • Obesitas Kegemukan pun rupanya bisa menjadi faktor pemicu gangguan prostat. Kegemukan atau berat badan berlebih biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan yang tak dikontrol dengan baik.

Berat badan yang peningkatannya terjadi secara drastis mampu menyebabkan gangguan pada prostat dan hal ini rupanya telah diteliti. Rupanya kondisi prostat yang paling rentan terjadi diakibatkan oleh obesitas adalah kanker prostat. Telah diteliti bahwa sebuah kelompok dengan pria-pria bermasalah dengan berat badan justru terdeteksi mengalami kanker prostat. Karena obesitas bukan hanya menjadi pemicu kanker prostat, tapi juga kanker-kanker yang lainnya, maka sebaiknya mulailah perhatikan berat badan dengan mengendalikannya dan mengikuti tips diet sehat.

(Baca juga: penyebab anyang-anyangan) • Konsumsi Makanan Tak Sehat dan Berlemak Jahat Obesitas tak jauh-jauh dari kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat dan makanan yang berlemak jahat.

Tingginya lemak jenuh pada makanan yang biasa dikonsumsi mampu menyebabkan gangguan prostat dan ini cenderung lebih kepada kanker prostat. Salah satu contoh sumber makanan dengan kandungan lemak dan kolesterol tinggi adalah daging, tapi tergantung pengolahannya juga. Para penderita gejala prostat sebaiknya mulai untuk memilah-milah atau menyeleksi makanan yang menyehatkan saja bagi tubuh. Bahkan tak semua jenis sayur boleh dikonsumsi oleh penderita gejala prostat, jadi memang harus hati-hati supaya prostat tak makin memburuk.

Buah yang dikatakan penuh serat dan menyehatkan pun tak semuanya bagus untuk kondisi prostat. • Kebiasaan Merokok Bukan hanya infeksi paru-paru atau jenis-jenis penyakit jantung saja yang mampu disebabkan oleh kebiasaan buruk satu ini. Bahaya merokok bagi alat pernafasan bukanlah satu-satunya, karena ternyata merokok pun penyebab kanker prostat bagi prostat.

Seorang peneliti mengatakan bahwa secara keseluruhan, peningkatan potensi perokok dalam mengidap kanker prostat dan meninggal karena rokok adalah 61 persen.

Bahkan kanker prostat dapat berkemungkinan menjadi lebih buruk maupun kambuh lagi apabila kebiasaan ini diteruskan. Jumlah kematian yang diakibatkan kanker prostat pun juga meningkat seperti yang dikutip dari Voanews.

Menurut sang peneliti Stacey Kenfield, para perokok aktif memang lebih rentan terkena gangguan prostat. Bahkan bagi para mantan perokok pun juga tak bisa dikatakan 100 persen aman dari gangguan prostat, tapi yang jelas risikonya bakal menurun bagi yang sudah tak merokok lagi. Menurut penelitian tersebut jugalah diketahui bahwa berhenti merokok setidaknya 10 tahun akan mempunyai peluang kekambuhan maupun kematian akibat kanker prostat yang setara dengan mereka yang sama sekali tak pernah merokok.

Bila sudah berhenti merokok tapi belum ada 10 tahun, risiko akan lebih tinggi daripada yang sudah berhenti selama 10 tahun ke atas. Para perokok berat yang sudah bertahun-tahun dan memutuskan untuk berhenti pun tetap mempunyai kesempatan yang sama untuk mengidap gangguan prostat setara dengan para perokok yang aktif sekarang.

Gangguan prostat dapat terjadi oleh karena bahan kimia yang ada terkandung di dalam rokok, seperti karsinogen. Maka dari itu, perokok pasif pun juga membahayakan dirinya ketika menghisap asap rokok di mana kandungan karsinogen penyebab kanker prostat senyawa penyebab kanker terdapat di dalamnya. Bahkan sudah diteliti pula bahwa hormon testosteron dapat meningkat karena merokok dan inilah yang menstimulasi tumbuhnya sel kanker prostat.

Lebih dalam lagi juga disebutkan oleh penelitian lainnya bahwa angiogenesis dapat terjadi oleh karena nikotin.

penyebab kanker prostat

Angiogenesis ini diketahui juga sebagai kondisi terbentuknya pembuluh darah baru. Kemunculan pembuluh darah yang baru ini bukan hal baik, tumor yang tumbuh otomatis seperti diberi makan, termasuk sel-sel tumor bakal kanker prostat.

Telah terdiagnosa pula bahwa tingkat keagresifan dari kanker prostat para perokok aktif memang lebih tinggi. (Baca juga: penyebab kencing batu) • Minuman Beralkohol Sama halnya dengan kebiasaan merokok, kebiasaan mengonsumsi minuman dengan kandungan alkohol tinggi pun tak baik bagi kesehatan prostat. Seperti yang kita sudah tahu, bahaya minuman keras bagi kesehatan cukup besar dan bahkan mampu merusak kesehatan sistem saraf otak sehingga banyak orang mengalami gangguan kejiwaan.

Alkohol pun menjadi salah satu penyebab banyak jenis kanker karena mampu memberikan rangsangan terhadap sel-sel kanker atau tumor untuk tumbuh secara lebih cepat. Ingat bahwa penyebab kanker prostat prostat tidaklah memandang usia dan pembengkakan prostat pun dapat terjadi di usia muda. Para pria penyebab kanker prostat sudah terbiasa meminum minuman beralkohol di usia yang masih muda sebaiknya menjaga diri dengan membatasi asupan atau menghindarinya sama sekali.

Sudah diketahui juga dari sebuah hasil studi bahwa konsumsi jumlah besar alkohol akan membuat efektivitas pemakaian obat kanker prostat finasteride bakal berkurang. Pria-pria dengan kebiasaan meminum minuman beralkohol setiap hari sebanyak 50 gram ke atas berpeluang lebih besar dalam mengidap kanker prostat.

50 gram setara dengan bir atau anggur sebanyak 4 gelas, atau minuman liquorice sebanyak 3,5 gelas. Tapi jangan salah, minuman beralkohol sebanyak 5 gram lebih setiap minggunya setiap hari juga akan memicu penyakit serius lainnya. Khusus untuk minuman beralkohol jenis bir justru adalah yang memiliki risiko lebih besar ketimbang efek dari minuman alkohol jenis lainnya.

Namun kemudian hasil penelitian ini masih dilanjutkan lagi untuk diteliti supaya kebenarannya dapat dikonfirmasi. Meski demikian, menjauhi alkohol adalah langkah bijak yang tidak akan merugikan untuk kita. • Kurang Olahraga Kegemukan bukanlah akibat dari makan banyak makanan berlemak saja, tubuh yang kurang banyak bergerak pun juga bisa memicu obesitas. Aktivitas fisik yang kurang pun juga menjadi salah satu faktor pemicu kanker prostat pada pria. Telah diyakini oleh tim yang berasal dari Sheffield Hallam bahwa penyebab kanker prostat tumor mampu dihentikan oleh aktivitas fisik.

Hal tersebut pun memperoleh dukungan dari lembaga Cancer Research UK di mana itu artinya olahraga memang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Ada sekitar 50 pria penderita kanker prostat yang dipinta oleh mereka untuk ikut berpartisipasi dalam sebuah pengetesan teori tersebut.

Waktu yang digunakan adalah selama setahun alias 12 bulan. Satu hal yang ingin ditunjukkan oleh tim peneliti di sini adalah melakukan gerakan latihan aerobik mampu menjadi obat prostat yang baik.

Olahraga aerobik tanpa disadari menawarkan manfaat besar karena kemampuannya dalam memberikan pengaruh serta mengatur kinerja pertumbuhan sel-sel kanker. Bahkan DNA yang rusak akan mengalami perbaikan secara tak terduga.

penyebab kanker prostat

Bila dari penyebab kanker prostat sangat bagus progresnya, maka sekelompok pria yang ikut pengetesan tersebut dapat melanjutkan latihan mereka.

Latihan yang lebih besar pun perlu dilakukan berikutnya karena menjadi sebuah percobaan yang skalanya penuh. Tak hanya aerobik saja, olahraga ringan apapun mampu dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh dan sebagai cara menurunkan berat badan. (Baca juga: penyebab sakit saat buang air kecil) • Obat Terlarang Obat-obatan terlarang atau yang kita kenal dengan istilah narkoba sudah jelas efek buruknya bagi kesehatan dan hal ini tak dipungkiri lagi.

Jenis-jenis narkoba apapun akan memengaruhi kesehatan tubuh. Bila mulai kecanduan narkoba, ada baiknya segera mencari cara mengatasi kecanduan narkoba tanpa harus menggunakan obat kimia melainkan secara alami. Mengonsumsi obat-obatan terlarang tak hanya buruk untuk sistem saraf kita, tapi efeknya pun dapat sampai di bagian prostat.

Pria dengan kebiasaan mengonsumsi narkoba diharapkan untuk dapat menghentikan kebiasaan tersebut dan menjadi lebih sadar diri. Pastikan untuk datang ke dokter dan berkonsultasi agar dapat dengan mudah lepas dari obat terlarang jenis apapun. • Faktor Usia Walaupun gangguan prostat tak mengenal usia target penderitanya, namun ada usia tertentu di mana dapat lebih cenderung mengalami gangguan prostat.

Sama seperti halnya kondisi penyakit serius lainnya, gangguan prostat lebih rentan terjadi pada pria yang lebih tua. Kanker prostat sangat jarang terjadi pada pria yang usianya 45 tahun ke bawah. Hal tersebut memang bukan lantas menandakan bahwa kanker prostat tak mampu menyerang seseorang dengan usia penyebab kanker prostat tahun ke bawah. Hanya saja, kanker prostat lebih sering terjadi pada pria-pria yang usianya justru sudah setengah abad. Bagi yang telah memasuki usia 50 tahun, hendaknya lebih waspada akan serangan sel-sel kanker.

(Baca juga: penyakit kelamin) • Konsumsi Obat Tertentu Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ada sebuah koneksi atau hubungan erat antara pemakaian obat-obatan anti inflamasi dengan potensi kanker prostat. Statin adalah obat yang masuk dalam penelitian dan telah ditemukan bahwa obat ini mampu menaikkan potensi kanker prostat. Obat tersebut fungsinya adalah sebagai obat penurun gejala kolesterol. • Kekurangan Vitamin D Kekurangan salah satu nutrisi saja di dalam tubuh maka akan menyebabkan berbagai macam kondisi penyakit.

Rupanya kekurangan vitamin D mampu turut menyebabkan potensi kanker prostat meningkat. Seorang penyebab kanker prostat yang melakukan diet tinggi daging merah justru malah meningkatkan peluang mengidap kanker prostat dengan tingkat keagresifan yang tinggi. • Menderita Gonore Perlu diketahui pula bahwa para pria yang pernah mengidap penyakit gonore juga tak lepas dari incaran kanker dan gangguan prostat.

Justru peluang makin tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan sel kanker prostat bagi mereka yang mengidap gonore. Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian dari University of Michigan Health System. (Baca juga: pengobatan gonore pada wanita) Makanan Pantangan Prostat Untuk kesembuhan dan pemulihan dari gangguan prostat yang lebih cepat, tentu saja ada sejumlah makanan pantangan yang perlu untuk diikuti.

Makanan-makanan di bawah ini adalah yang perlu dijauhi dan ekstra dibatasi agar tak memperburuk kondisi prostat. • Minuman beralkohol. Sudah sangat jelas bahwa minuman beralkohol sebaiknya dijauhi dan dibatasi konsumsinya sebesar mungkin. Meminum alkohol akan merusak kesehatan dan sistem saraf segala organ tubuh.

Maka bila ingin tubuh senantiasa sehat dan bugar, menghindari alkohol adalah keputusan terbaik. Penurunan jumlah oksigen dapat menurun karena aktivitas bawah sadar yang dirangsang oleh alkohol. • Minuman ringan. Jenis soft drink apapun tidaklah baik untuk kesehatan karena sifat karsinogen di dalam setiap soft drink terbilang cukup tinggi.

penyebab kanker prostat

Meski memang rasanya enak dan banyak digemari, tetap jangan lupa untuk mengetahui bahaya kandungannya. Lebih dari itu, minuman ringan dingin atau yang menggunakan es akan membuat peredaran darah kurang lancar.

• Sayuran tertentu. Tak semua sayuran itu bagus untuk kesehatan tubuh, dan khusus bagi yang menderita prostat, ada sejumlah jenis sayuran yang perlu untuk dijauhi. Tauge, kangkung, dan sawi putih merupakan jenis-jenis sayur tertentu tersebut yang sebaiknya tidak dikonsumsi lagi apabila tengah mengonsumsi obat prostat.

Kangkung dan sawi putih diketahui dapat membuat efektivitas obat tersebut menjadi berkurang, sementara di dalam tauge ada senyawa yang mampu mendorong perkembangan sel-sel kanker. • Buah tertentu. Buah memang kaya serat, vitamin dan juga mineral, namun tak selalu buah itu bagus untuk seluruh kondisi kesehatan. Bagi penderita kanker prostat, buah semacam anggur, duku, nanas, nangka, durian dan kelengkeng wajib dihindari sama sekali. Jangan berkompromi dengan buah-buah tersebut karena alkohol di dalamnya berkadar sangat tinggi ketika sudah dalam keadaan matang sekali.

Aktivitas sel kanker akan dengan mudah berkembang penyebab kanker prostat terkena stimulasi atau rangsangan dari efek alkohol tersebut.

penyebab kanker prostat

• Makanan laut tertentu. Tak semua jenis seafood boleh dimakan juga oleh penderita gangguan prostat, karena beberapa malah akan meningkatkan risiko kanker prostat lebih buruk. Contoh makanan laut yang tidak diperbolehkan antara lain adalah cumi, kepiting, kerang dan juga udang.

Cumi sendiri merupakan makanan laut yang kaya akan lemak tinggi sehingga tak akan bagus untuk yang terkena gangguan prostat dipicu oleh obesitas dan makanan berlemak.

Makanan lemak tinggi juga memang pada dasarnya perlu untuk dihindari penderita kanker karena sel kanker mampu dirangsang untuk berkembang cepat. • Daging dan ikan asin. Pertumbuhan sel abnormal yang muncul di jaringan tubuh atau yang kita sebut dengan tumor justru dapat difasilitasi oleh daging sejenis daging babi, kambing, sapi dan juga kerbau.

Hati-hati untuk para penikmat ikan asin sebab ikan jenis ini sudah melalui pengolahan dengan menggunakan bahan-bahan tak segar yang mengurai dan menjadi bahan alergen.

Reaksi imun tubuh pun keluar sehingga tak bagus untuk para penderita kanker karena akan timbul rasa nyeri pada area tubuh yang terserang kanker. • Makanan dengan pengawet. Segala macam makanan kemasan adalah yang biasanya dibuat dengan menggunakan bahan pengawet.

Maka selama terjadi gangguan prostat, jauhi makanan-makanan berbahan pengawet supaya cepat pulih dan sembuh. Alasannya adalah karena ada senyawa kimia berbahaya di dalam setiap makanan yang diawetkan dan mampu berubah menjadi karsinogen.

• Makanan yang dibakar. Segala makanan yang dibakar memang nikmat dan menggoyang setiap lidah kita, baik itu ayam bakar atau ikan bakar. Namun perlu diketahui bahwa proses pembakaran pada makanan akan membuat beberapa sisinya menjadi gosong. Biasanya yang agak-agak gosong cukup dinikmati, tapi malah bagian tersebut yang berbahaya karena ada zat karsinogen di dalamnya. • Daging unggas. Para penderita gangguan prostat atau yang sudah mengalami gejala-gejalanya diharapkan untuk menjauhi daging penyebab kanker prostat.

Para peternak rata-rata bakal menggunakan obat-obatan kimia yang tujuannya adalah sebagai pemacu pertumbuhan ternak unggas mereka. Bahkan hormon dalam bentuk suntikan pun juga diberikan ke tubuh hewan ternak tersebut dengan tujuan supaya ada peningkatan bobot secara cepat. Pemberian hormon ini ada miropnya dengan hormon anabolic yang ditemukan pada manusia dan diduga mampu menjadi penyebab kanker kelenjar dan kanker prostat.

(Baca juga: bahaya menahan kencing terlalu lama) Makanan yang Baik untuk Prostat Bagi yang mengalami gangguan prostat, ada makanan-makanan yang patut dihindari seperti di atas. Tapi ada juga makanan-makanan yang dapat dikonsumsi dan justru sangat dianjurkan untuk dimakan.

Untuk mengurangi risiko gangguan prostat, makanan-makanan ini boleh dipertimbangkan. • Tomat Kandungan gizi tomat sudah dipastikan baik dan justru tomat ini merupakan jenis buah sayur yang penyebab kanker prostat sifat anti kanker. Jadi, baik itu pembesaran prostat atau kanker prostat, masalah prostat apapun mampu diatasi dengan mengonsumsinya. Organ jantung dan prostat bakal mampu terjaga kesehatannya oleh senyawa karotenoid likopen. Kandungan karotenoid likopen tersebut ada pada warna merah yang menjadi ciri khas tomat.

Ini dikarenakan likopen sendiri mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi dan sehingga sangat mendukung adanya pertumbuhan serta komunikasi interseluler pada sel jaringan di dalam tubuh. • Bawang Putih Meski ada bahaya bawang putih mentah, tetap saja bawang putih ini merupakan bahan yang bagus untuk kesehatan. Tak hanya menjadi obat hipertensi, bawang putih berkhasiat dalam mengobati maupun merawat gangguan prostat.

Tugasnya dalam membuat perkembangan sel kanker menjadi lambat sangat bisa diandalkan sehingga mengonsumsinya setiap hari tak ada ruginya. Ekstrak bawang putih pun juga dikenal sebagai obat anti kanker prostat yang efektif terlepas dari adanya efek samping bawang putih yang mengkhawatirkan. Ganasnya kanker dan cepatnya laju pertumbuhan sel tumor di dalam tubuh tak luput dari adanya enzim ornithine dekarboksilase yang juga mendukung sintesa polyamine. Dengan bawang putih yang kaya akan sulfur turunan allicin, senyawa tersebut akan melawan enzim berbahaya tersebut di dalam tubuh.

Cara kerjanya adalah dengan membentuk glutathione tereduksi di mana ini memperlambat kinerja ornithine. Setelah itu lanjut dengan pengikatan enzim di bagian thiol nucleophilic dengan tujuan menghilangkan fungsinya.

Dengan cara tersebutlah sel kanker prostat akan terhambat dari proses pembentukannya. • Labu Kuning Mungkin bagi sebagian orang, labu kuning sudah tak asing lagi karena terlalu sering dijadikan dan dipercaya sebagai obat tradisional ampuh. Bagian biji dan buahnya sangat bermanfaat dan keduanya mengandung zat-zat baik yang bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan tubuh. Zat yang dimaksud antara lain adalah tanin, saponin, dan juga flavonoid. Pada ramuan obat tradisional, biji labu benar-benar sering dimanfaatkan dan kita pun juga dapat meramunya menjadi obat pembesaran prostat.

Tanpa menggunakan obat kimia pun gangguan prostat mampu disembuhkan. Bahan alami ini justru memiliki efek samping yang sangat kecil ketimbang obat-obatan kimia, jadi tak salah bila mencoba mengonsumsinya.

(Baca juga: efek samping hernia) Demikianlah informasi mengenai penyebab prostat serta segala makanan yang baik dan buruk bagi penderitanya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter bila merasakan ada yang tak beres pada prostat Anda. Recommended Post • Usai Libur Panjang, Ini 6 Persiapan Untuk Memulai Diet Lagi • Usai Lebaran, Begini 3 Cara Hilangkan Lemak Perut Dengan Cepat • Apakah Hepatitis Misterius di Indonesia Terkait Covid-19 dan Vaksinnya?

• 3 Tips Berkeringat Lebih Banyak Saat Berolahraga Cepat • Hepatitis Akut Sebabkan 3 Anak Meninggal, Masyarakat Perlu Waspadai Gejalanya!
Jakarta - Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan mengidap kanker prostat stadium awal.

Kanker prostat memang hanya diidap kaum pria dan secara umum menyerang di usia lanjut. Agar bisa terhindar dari kanker prostat, kita perlu mengetahui faktor-faktor penyebabnya, apa sajakah itu?

Dokter spesialis urologi, dr Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU(K), PhD, dari RS Siloam Hospital Asri menjelaskan bahwa kanker prostat yang terjadi pada mayoritas pria disebabkan oleh tiga faktor. "Kanker prostat bisa dipicu beberapa faktor, yang pertama dikaitkan dengan usia," katanya pada diskusi e-Life detikHealth, Jumat (5/10/2021).

Usia menjadi faktor pertama yang dikaitkan dengan penyakit kanker prostat. "Terbanyak di atas usia 50 tahun.

Sangat sedikit kanker prostat pada pasien yang kurang dari 40 atau 50 tahun," lanjut dr Agus. Meski begitu, dr Agus menegaskan bukan berarti usia muda terbebas dari penyebab kanker prostat kanker prostat. Baca juga: SBY Idap Kanker Prostat Stadium Awal, Ini Gejala dan Faktor Risikonya Setelah usia, faktor selanjutnya adalah genetik. Faktor genetik dari ayah, paman, atau kakek bisa jadi penyebab munculnya kanker prostat pada seseorang.

"Kedua ada riwayat keluarga sedarah yang menderita meningkatkan risiko kanker prostat dua kali lebih tinggi," ujar dr Agus "Ketiga, faktor pola hidup yang tidak sehat seperti kurang olahraga, kurang istirahat, kelola stres tidak baik, semua itu faktor risiko terjadinya kanker prostat," lanjutnya.

dr Agus menyebut peningkatan kualitas hidup dengan cara menjaga kesehatan adalah hal yang paling penting. Pola hidup sehat dengan diet seimbang dan rutin berolahraga adalah formula terbaik dalam mencegah risiko terkena kanker prostat. Berita Terkait • Pengakuan Eks Manajer MU Louis Van Gaal, Diam-diam Idap Kanker Prostat • Hati-hati, Riset Ungkap Suplemen Ini Tingkatkan Risiko Kanker Prostat 163 Persen • Aktor William Hurt Meninggal, Waspadai Gejala Kanker Prostat Berisiko Fatal • Rajin Masturbasi, Berharap Bebas Kanker Prostat?

Ini Pesan Dokter Urologi • SBY Kanker Prostat, Ini Kemungkinan Alasannya Memilih Dirawat di Luar Negeri • 3 Gejala Kanker Prostat yang Wajib Diketahui Para Pria • Sering Ejakulasi Kurangi Risiko Kanker Prostat, Ah penyebab kanker prostat Benar? • Salah-Benar Tomat Bisa Kurangi Risiko Kanker Prostat MOST POPULAR • 1 4 Anak RI Meninggal Diduga Hepatitis Misterius, Ini Status Vaksin COVID-nya • 2 Anak di Jatim Meninggal Diduga karena Hepatitis Misterius, Ini Gejala Awalnya • 3 Caisar Diduga Nyabu Saat Live TikTok, Begini Ciri-ciri Pemakai Sabu • 4 Ciri-ciri Hepatitis Akut pada Anak, Orangtua Wajib Tahu!

• 5 Kemenkes Buka Suara Kasus Anak Jatim Meninggal Diduga Hepatitis Misterius • 6 Eks Bos WHO Bicara soal Potensi Hepatitis 'Misterius' Jadi Pandemi • 7 Pemerintah Pastikan Biaya Perawatan Pasien Hepatitis Ditanggung BPJS Kesehatan • 8 Hasil Kolonoskopi Diungkap, Begini Kondisi Raja Salman Usai Masuk RS • 9 Dijalani Raja Salman, Apa Itu Kolonoskopi yang Bisa Deteksi Kanker Usus Besar? • 10 Benarkah Long COVID 'Biang Kerok' Hepatitis Misterius? Ini Penjelasan Pakar IDI • SELENGKAPNYA
Mengenali penyebab kanker prostat Pada dasarnya, kanker prostat disebabkan oleh perubahan atau mutasi DNA di sel prostat yang normal.

Sel-sel yang normal ini seharusnya tumbuh dan membelah diri dalam jumlah yang wajar, kemudian akan mati dan digantikan dengan penyebab kanker prostat baru. Namun, apabila mutasi DNA terjadi, sel-sel tersebut tetap hidup dan berkembang biak secara tidak terkendali. Jika hal tersebut dibiarkan, sel-sel abnormal ini akan menumpuk dan membentuk jaringan tumor.

Beberapa sel tersebut juga dapat menyebar ke organ tubuh lainnya, atau yang disebut penyebab kanker prostat metastasis. Mutasi DNA dapat terjadi dengan cara diturunkan dari anggota keluarga ( inherited ). Kondisi ini ditemukan pada sekitar 5-10 persen kasus kanker prostat.

Namun, sebagian besar penderita kanker kemungkinan baru mengembangkan sel kanker pada satu waktu dalam hidupnya dan bukan kondisi bawaan lahir. Kondisi ini disebut juga sebagai acquired gene mutations. Meski demikian, penyebab terjadinya mutasi DNA penyebab kanker prostat menimbulkan kanker prostat tersebut tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat pada pria.

Berbagai faktor yang meningkatkan risiko kanker prostat Kanker prostat merupakan penyakit yang dapat terjadi pada siapapun.

Namun, beberapa faktor disebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini, seperti: 1. Usia Semakin bertambah usia, risiko terjadinya kanker prostat pun semakin meningkat. Anda lebih berisiko mengalami kanker prostat ketika memasuki usia 50 tahun.

Dilansir dari American Cancer Society, enam dari sepuluh kasus kanker prostat ditemukan pada pria berusia di atas 65 tahun. Namun, pada kasus yang jarang, penyakit ini juga bisa terjadi pada pria di bawah usia 40 tahun. 2. Riwayat keluarga Faktor risiko yang mungkin bisa menjadi penyebab kanker prostat lainnya, yaitu riwayat keluarga.

Anda berisiko hingga dua kali lipat terkena kanker prostat bila memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan riwayat penyakit tersebut. Bahkan, risikonya jauh lebih tinggi bila saudara laki-laki Anda penyebab kanker prostat kanker prostat pada usia muda. Selain itu, Anda pun berisiko terkena kanker prostat bila memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit kanker payudara, akibat mutasi gen yang diturunkan (BRCA1 atau BRCA2). Mutasi gen tersebut, terutama BRCA2, juga menyebabkan sejumlah kecil kasus kanker prostat.

3. Kegemukan atau obesitas Kegemukan atau obesitas disebut dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat stadium lanjut. Bahkan, kanker prostat cenderung lebih mematikan pada pria yang kegemukan. Hubungan antara obesitas dengan risiko kanker prostat ini diyakini terkait dengan ukuran lingkar pinggang, pinggul, dan perut pada orang yang kegemukan.

Penyebab kanker prostat dari Harvard Health Publishing, pria yang kelebihan berat badan mendapat risiko tambahan sebesar 8% terkena kanker prostat, sedangkan pria yang obesitas meningkatkan risiko terkena kanker prostat hingga 20%. Bahkan, obesitas yang parah bisa meningkatkan risiko hingga 34%. 4. Tinggi badan Sebuah penelitian yang dipublikasikan BMC Medicine pada 2017 menunjukkan fakta bahwa pria bertubuh tinggi lebih berisiko mengalami kanker prostat agresif.

Meskipun tinggi badan sendiri bukanlah penyebab kanker, para ahli melihat bahwa pria bertubuh jangkung biasanya memiliki lebih banyak sel serta volume prostat yang lebih besar.

Bila digabungkan dengan faktor risiko lainnya, seperti gen keturunan orangtua, kemungkinan tumbuhnya sel kanker pada prostat pria jangkung jadi makin besar, daripada pria dengan tinggi badan sedang atau pendek. 5. Makanan tertentu Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa pria yang mengonsumsi banyak kalsium, baik dari asupan makanan maupun suplemen, lebih berisiko terkena kanker prostat agresif.

Anda pun berisiko terkena kanker prostat agresif bila kurang mengonsumsi makanan berserat, seperti sayuran. Selain kalsium dan kurang serat, makanan dengan tinggi lemak hewani juga disebut bisa meningkatkan risiko kanker prostat, terutama bila dikonsumsi berlebihan.

Makanan ini termasuk daging merah (sapi, domba, dan babi) serta produk susu berlemak tinggi (mentega, susu dengan kadar lemak tinggi, keju, dan krim). 6. Kebiasaan merokok Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa merokok dapat menjadi faktor penyebab kanker prostat agresif. Bahkan, merokok pun meningkatkan sedikit risiko kematian akibat kanker prostat. Meski demikian, temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan guna membuktikannya.

7. Kurang gerak Pria yang jarang berolahraga dan kurang aktif bergerak terkait dengan obesitas. Oleh karena itu, pria yang kurang gerak bisa berisiko terkena kanker prostat.

Sebaliknya, pria yang rajin berolahraga memiliki peluang lebih besar untuk sembuh dan bertahan hidup dari penyakit ini. 8. Peradangan di kelenjar prostat Peradangan di kelenjar prostat atau prostatitis disebut terkait dengan peningkatan risiko kanker prostat.

Pasalnya, peradangan sering terlihat pada sampel jaringan prostat yang juga mengandung kanker. Meski demikian, hubungan antara prostatitis dan kanker prostat belum dibuktikan lewat penelitian. 9. Penyakit seks menular Penyakit seks menular, seperti gonore dan klamidia, disebut dapat menjadi penyebab kanker prostat. Pasalnya, kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan peradangan pada prostat. Namun, sejauh ini para peneliti belum menyepakati hal tersebut dan masih membutuhkan penelitian lanjutan.

10.

penyebab kanker prostat

Gangguan tidur Pria yang cukup tidur dalam semalem cenderung memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah. Pasalnya, pria dengan waktu tidur yang cukup dan tanpa gangguan memiliki kadar hormon melatonin yang lebih penyebab kanker prostat, yang dianggap dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Di sisi lain, sebuah penelitian yang dipublikasikan BMC Cancer pada 2019 menemukan fakta bahwa pasien dengan masalah tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat, yang meningkat seiring bertambahnya usia. 11. Penyakit tertentu Selain berisiko terkena kanker usus, penyakit Crohn penyebab kanker prostat disebut dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat.

Penelitian dari Northwestern Medicine di Illinois menemukan fakta bahwa, penderita penyakit Crohn memiliki kadar PSA ( prostate-specific antigent) yang lebih tinggi. Adapun kadar PSA yang tinggi bisa menjadi salah satu faktor penyebab kanker prostat. Faktor risiko kanker prostat yang masih diperdebatkan Selain faktor-faktor risiko di atas, ada beberapa faktor lain yang juga disebut bisa menjadi penyebab terjadinya kanker prostat.

Meski penyebab kanker prostat, faktor-faktor risiko ini masih diperdebatkan di dunia medis. Berbagai penelitian pun bisa menunjukkan hasil yang beragam. Berikut faktor risiko yang masih diperdebatkan tersebut: 1. Prosedur vasektomi Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pria yang pernah menjalani vasektomi mungkin memiliki risiko untuk terkena kanker prostat. Namun, penelitian terkait hal ini masih dilakukan untuk membuktikannya, sehingga faktor ini sebagai penyebab kanker prostat masih belum bisa dipastikan.

2. Sering ejakulasi Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Eurologi Eropa, pria yang sering ejakulasi (mengeluarkan cairan mani) diketahui cenderung memiliki risiko lebih rendah kena kanker prostat, dibandingkan pria yang jarang ejakulasi. Pasalnya, air mani yang keluar saat ejakulasi dapat membantu mengeluarkan zat-zat asing penyebab peradangan dan senyawa radikal bebas pemicu kanker yang terdapat dalam prostat.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BJUI menemukan fakta lain. Penelitian tersebut justru menujukkan bahwa pria yang aktif penyebab kanker prostat seksual (sering berhubungan seks atau masturbasi), justru mengalami peningkatan risiko kanker prostat lebih dini, pada usia 20-30an. Oleh karena itu, faktor ini pun masih belum bisa dipastikan apakah bisa berisiko kanker prostat pada seseorang.

Meski Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas, bukan berarti Anda pasti akan terkena penyakit tersebut. Anda bisa menurunkan risiko kanker prostat dengan menerapkan pola hidup sehat dan cara pencegahan kanker prostat lainnya.

Bila Anda merasakan adanya gejala kanker prostat, segera pergi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. American Cancer Society. 2020. What Causes Prostate Cancer? https://www.cancer.org/cancer/prostate-cancer/causes-risks-prevention/what-causes.html. Accessed July 23, 2020. American Cancer Society. 2020. Prostate Cancer Risk Factors.

https://www.cancer.org/cancer/prostate-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html. Accessed July 23, 2020. Harvard Health Publishing. 2020. Obesity and prostate cancer. https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/obesity-and-prostate-cancer. Accessed July 23, 2020. Harvard T.H. Chan, School of Public Health. 2020. Sleep may protect against prostate cancer.

https://www.hsph.harvard.edu/news/hsph-in-the-news/sleep-and-prostate-cancer/ https://www.hsph.harvard.edu/news/hsph-in-the-news/sleep-and-prostate-cancer/. Accessed July 23, 2020. Mayo Clinic. 2020. Prostate cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostate-cancer/symptoms-causes/syc-20353087. Accessed July 23, 2020. Macmillan Cancer Support. 2020. Causes and risk factors of prostate cancer. https://www.macmillan.org.uk/cancer-information-and-support/prostate-cancer/causes-and-risk-factors-of-prostate-cancer.

Accessed July 23, 2020. NHS. 2020. Causes-Prostate cancer. https://www.nhs.uk/conditions/prostate-cancer/causes/. Accessed July 23, 2020. Prostate Cancer UK. 2020. Testosterone and prostate cancer risk: the plot thickens as study reveals intriguing clues. https://prostatecanceruk.org/about-us/news-and-views/2017/11/testosterone-and-prostate-cancer-risk-the-plot-thickens. Accessed July 23, 2020. Prostate Cancer Foundation. 2020. Prostate Cancer Risk Factors. https://www.pcf.org/patient-resources/family-cancer-risk/prostate-cancer-risk-factors/.

Accessed July 23, 2020. Prostate Cancer Foundation. 2020. Prostate Cancer Causes. https://www.pcf.org/about-prostate-cancer/what-is-prostate-cancer/prostate-cancer-causes/. Accessed July 23, 2020. Chung, W., Lin, C. (2019). Sleep disorders associated with risk of prostate cancer: a population-based cohort study. BMC Cancer. 19(146). https://doi.org/10.1186/s12885-019-5361-6. Perez-Cornago, A., Appleby, P.N., Pischon, T. et al. Tall height and obesity are associated with an increased risk of aggressive prostate cancer: results from the EPIC cohort study. BMC Med. 15(115).

https://doi.org/10.1186/s12916-017-0876-7. Dimitropoluo, P., Lophatananon, A., Eaaton, D., et al. (2008). Sexual activity and prostate cancer risk in men diagnosed at a younger age. BJUI. 103(2):178-185. https://doi.org/10.1111/j.1464-410X.2008.08030.x. Rider, J.

R. et al. (2016). Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer: Updated Results with an Additional Decade of Follow-up. European Urology. 70(6): 974 – 982. https://doi.org/10.1016/j.eururo.2016.03.027.

Burns, J. A. et al. (2019). Inflammatory Bowel Disease and the Risk of Prostate Cancer. European Urology. 75(5): 846 – 852. https://doi.org/10.1016/j.eururo.2018.11.039.

Paling Sering Dialami Pria, Bagaimana Cara Mencegah Kanker Prostat?




2022 www.videocon.com