Bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied. Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time.

There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: vRnEs8OwvVvWxqHeFUOf-ZetR9PuLuoBNVz2cm7Ym2RAPn8ItvOH2A== Tatung melakukan aksi saat perayaan Cap Go Meh 2016 di Kawasan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (25/2/2016). - Simak informasi seputar Cap Go Meh, pengertian hingga sejarah.

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini pengertian, sejarah, dan berbagai perayaan Cap Go Meh. Perayaan Tahun Baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir pada tanggal ke-15. Cap Go Meh merupakan perayaan yang dilakukan di hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Lantas, apa itu Cap Go Meh? Dikutip dari Kompas.com, kata Cap Go Meh diserap dari Bahasa Hokkian. 'Cap' berarti sepuluh, 'Go' berarti lima, sedangkan 'Meh' berarti malam.

Penyebutan ini merujuk pada waktu penyelenggaraan acara yang memang diselenggarakan pada penanggalan 15 kalender China. xxx Uniknya, penyebutan kata Cap Go Meh sebenarnya populer di Indonesia, di negara lain seperti China, Taiwan, dan Singapura nama festival ini berbeda.

Di China nama perayaan ini adalah Yuan Xiao atau Shang Yuan. Di Barat festival ini disebut Lantern Festival (Festival Lampion atau Chinese Valentine's Day (hari Kasih Sayang versi China). Dikutip dari chinahighlights.com, Festival Lentera adalah hari terakhir (secara tradisional) dari festival terpenting Tiongkok, Festival Musim Semi/alias festival Tahun Baru Imlek.

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

Festival Lentera juga merupakan malam bulan purnama pertama dalam kalender Cina, menandai kembalinya musim semi dan melambangkan penyatuan kembali keluarga. Sejarah Cap Go Meh Festival Lampion dapat ditelusuri kembali ke 2.000 tahun yang lalu. Pada awal Dinasti Han Timur (25–220), Kaisar Hanmingdi adalah seorang pendukung agama Buddha. Dia mendengar bahwa beberapa biksu menyalakan lentera di kuil untuk menunjukkan rasa hormat kepada Buddha pada hari kelima belas di bulan lunar pertama.

Oleh karena itu, ia memerintahkan agar semua kuil, rumah tangga, dan istana kerajaan menyalakan lampion pada malam itu. Kebiasaan Buddha ini lambat laun menjadi festival akbar di kalangan masyarakat. Perayaan Cap Go Meh di China Menurut berbagai adat istiadat rakyat Tiongkok, orang-orang akan berkumpul pada malam Festival Lentera untuk merayakannya dengan berbagai kegiatan.

Karena Tiongkok adalah negara yang luas dengan sejarah panjang dan budaya yang beragam, kebiasaan dan aktivitas Bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok Lampion bervariasi secara regional. Berikut ini berbagai perayaan Cap Go Meh di China: 1. Menyalakan Lampion Pengunjung beraktivitas di bawah lampion saat berlangsungnya kegiatan perayaan Jakarta Imlekan di kawasan kuliner dan kreatif Thamrin 10, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2020).

Pemprov DKI Jakarta mengadakan kegiatan tersebut dalam rangka menyemarakkan perayaan Tahun Baru Imlek 2571/2020. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan) Memasang lentera atau lampion adalah kegiatan utama festival.

Saat festival tiba, lentera dengan berbagai bentuk, mulai dari bola, ikan, naga hingga kambing dipasang. Berbagai lentera terlihat di mana-mana termasuk rumah, pusat perbelanjaan, taman, dan jalan, sehingga menarik banyak penonton.

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

Karya seni lentera dengan jelas menunjukkan gambar dan simbol tradisional Tiongkok, seperti buah-buahan, bunga, burung, hewan, manusia, dan bangunan. Menyalakan lampion adalah cara orang berdoa agar masa depan mereka lancar dan menyampaikan harapan terbaik mereka untuk keluarga.

Wanita yang ingin hamil akan berjalan di bawah lentera gantung berdoa untuk seorang anak. 2. Menebak Teka-Teki Lentera Menebak Teka-Teki Lentera pada Perayaan Cap Go Meh. Pemilik lentera menulis teka-teki di atas kertas dan menempelkannya di atas lentera berwarna-warni. Setelah itu, orang-orang akan berkerumun untuk menebak teka-teki itu. Menebak (memecahkan) teka-teki lentera, dimulai pada Dinasti Song (960–1279), adalah salah satu kegiatan Festival Lampion yang paling penting dan populer.

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

Jika seseorang berpikir mereka memiliki jawaban yang benar, mereka dapat menarik teka-teki itu dan pergi ke pemilik lentera untuk memeriksa jawabannya. Jika jawabannya benar, biasanya ada bingkisan kecil sebagai hadiah. Karena tebakan teka-teki menarik dan informatif, ini menjadi populer di antara semua lapisan masyarakat.

3. Tarian Singa Barongsai ditampilkan dalam pembukaan Festival Cap Go Meh Tambora 2019 di Kawasan Mal Seasons City, Jakarta, Minggu (24/2/2019). Festival Cap Go Meh Tambora 2019 ini menampilkan berbagai macam budaya Tioanghoa guna menjaga kebhinekaan dan Pancasila.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) Tarian singa adalah salah satu tarian rakyat tradisional paling menonjol di Tiongkok. Tarian singa berasal dari Periode Tiga Kerajaan (220–280).

Orang-orang kuno menganggap singa sebagai simbol keberanian dan kekuatan, dan berpikir bahwa singa dapat mengusir kejahatan dan melindungi manusia dan ternak mereka. Oleh karena itu, barongsai dipertunjukkan pada acara-acara penting, khususnya Festival Lampion, untuk menangkal kejahatan dan mendoakan keberuntungan dan keselamatan. Tarian singa membutuhkan dua pemain yang sangat terlatih dalam balutan kostum singa. Satu bertindak sebagai kepala dan kaki depan, dan yang lainnya sebagai kaki belakang.

Di bawah bimbingan seorang koreografer, "singa" menari dengan irama drum, gong, dan simbal. Kadang mereka melompat, berguling, dan melakukan tindakan sulit seperti berjalan di atas panggung.

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

Dalam satu barongsai, "singa" bergerak dari satu tempat ke tempat lain mencari sayuran hijau, di dalamnya disembunyikan amplop merah berisi uang. 4. Makan Tangyuan (Yuanxiao) Makan tangyuan adalah kebiasaan penting dalam Festival Lentera. Makan tangyuan adalah kebiasaan penting dalam Festival Lentera. Tangyuan (汤圆 tāngyuán / tung-ywen / 'putaran sup') juga disebut yuanxiao saat dimakan untuk Festival Lampion.

Yuanxiao adalah pangsit berbentuk bola, yang terbuat dari tepung beras ketan dan diisi dengan tambalan yang berbeda seperti gula putih, gula merah, biji wijen, kacang tanah, kacang kenari, kelopak mawar, dan pasta kacang. Tangyuan atau yuanxiao sendiri biasanya memiliki rasa manis. Yuanxiao dapat direbus, digoreng, atau dikukus, dan biasanya disajikan dalam sup beras yang difermentasi, disebut tianjiu (甜酒 tián jiǔ / tyen-jyoh / 'minuman manis'). Karena tangyuan diucapkan mirip dengan tuanyuan (团圆 / twan-ywen / 'group round'), yang berarti seluruh keluarga berkumpul bersama dengan bahagia, orang Tionghoa percaya bahwa bentuk bulat dari bola dan mangkuk mereka melambangkan keutuhan dan kebersamaan.

Oleh karena itu, makan tangyuan pada Festival Lampion adalah cara orang Tionghoa untuk mengungkapkan harapan terbaik mereka untuk keluarga dan kehidupan masa depan mereka.

Dipercaya bahwa kebiasaan makan tangyuan berasal dari Dinasti Song, dan menjadi populer selama periode Ming (1368–1644) dan Qing (1644–1911).

(Tribunnews.com/Yurika)(Kompas.com/PSilvita Agmasari) >Artikel terkait Imlek lainnya Artikel Asli
JURNALKEBUMEN.COM – Cap Bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok Meh merupakan perayaan atau festival hari libur Tionghoa yang secara tradisional menandai akhir perayaan Tahun Baru Imlek.

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

Perayaan Cap Go Meh dirayakan pada tanggal 15 bulan pertama penanggalan Cina, atau tepatnya 15 hari setelah perayaan hari raya imlek, yang pada tahun ini jatuh pada 15 Februari 2022.

Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien yang memiliki arti malam kelima belas.

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

Uniknya, Penyebutan Cap Go Meh hanya digunakan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia dan Malaysia. Sedangkan di negara asalnya Tiongkok sendiri namanya adalah festival lentera atau festival lampion atau nama Tionghoanya Yuánxiāojié. Mengutip dari chinahighlights.com perayaan festival Lentera atau Cap Go Meh sudah dilakukan pada masa Dinasti Han di Tiongkok, terutama ketika adanya migrasi masyarakat Tionghoa ke wilayah bagian selatan Tiongkok.

Baca Juga: Curug Jenggala, Destinasi Wisata Romantis di Banyumas Apa Saja Tradisi yang Dilakukan Saat Perayaan Cap Go Meh? Tradisi yang paling populer untuk merayakan Cap Go Meh diantaranya seperti menikmati lampion, teka-teki lampion, makan tangyuan alias yuanxiao (pangsit bola dalam sup), barongsai, tarian naga, dll. Pesta Lampion dan Makan-makan Setiap daerah di Tiongkok bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok tradisi perayaan Cap Go Meh yang berbeda-beda.

Namun secara umum, tradisi Cap Go Meh akan dimulai dengan berdoa di wihara, lalu menikmati pesta lampion dilanjutkan dengan menyantap hidangan yang menjadi ciri khas perayaan tersebut yakni tangyuan alias yuanxiao (pangsit bola dalam sup). Kebanyakan tangyuan dikukus atau direbus, tetapi juga bisa digoreng. Biasanya disajikan mengambang dalam sup panas yang tipis, dan biasanya berwarna putih. Dalam beberapa tahun terakhir, tangyuan versi modern juga telah muncul.

Ini datang dalam campuran warna-warna cerah seperti ungu, merah muda dan oranye. Terhubung Dengan Kami • Didukung oleh WordPress - Tema: wpberita.

• Home • Kategori • Nasional • Halo Polisi • Olahraga • Wisata • Teknologi • Berita • Label • Balapan • Berita Otomotif • Bulutangkis • Daihatsu • Kejahatan • Mitsubishi • New Zealand • Laman • Pedoman Media Siber • Kode Etik • Indeks • Disclaimer 'Cap' berarti sepuluh, 'Go' berarti lima, sedangkan 'Meh' berarti malam.

Penyebutan ini merujuk pada waktu penyelenggaraan acara, yakni pada penanggalan 15 kalender China.

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

Uniknya penyebutan 'Cap Go Meh' yang populer di Indonesia, memiliki sebutan yang berbeda di China, Taiwan, dan Singapura. Di China nama perayaan ini adalah Yuan Xiao atau Shang Yuan. Baca juga: Imlek 2021, Karakteristik Tahun Kerbau Logam dan Warna Fengshui, Ada 5 Shio yang Diprediksi Hoki Baca juga: Tahun Baru Imlek Tanpa Hujan, Jadi Pertanda Buruk?

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

Ini Penjelasan Ketua MAKIN Tarakan Di Barat festival ini disebut Lantern Festival (Festival Lampion) atau Chinese Valentine's Day (hari Kasih Sayang versi China). Diprediksikan Cap Go Meh sudah dirayakan sejak 2000 tahun lalu.
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Mengenal Sejarah Budaya Mudik yang Telah Menjadi Tradisi di Indonesia • Ketupat dan Lebaran Dalam Perspektif Kebudayaan Jawa • Budaya Lisan Budaya Indonesia • Ucapan Idul Fitri dalam Bahasa Tionghoa, artinya Bahagia • Mengenal "Porno" dalam Dunia Remaja • Sajian Peranakan Tionghoa Melayu dalam Hidangan Idul Fitri Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan kebudayaan dan keberagaman, termasuk suku, bahasa, dan ras.

Ras Tionghoa merupakan salah satu ras yang hidup dan berkembang dalam corak keberagaman Indonesia. Masuknya budaya Tionghoa menjadi salah satu titik perubahan akan persepsi masyarakat Indonesia dalam menghadapi perbedaan. Meskipun berstatus sebagai Warga Negara Indonesia, namun tentunya ada beberapa perbedaan yang dialami oleh masyarakat Tionghoa.

Berbagai kebijakan dan perundang-undangan pun ditetapkan oleh pemerintah untuk menekan adanya perbedaan tersebut. Seiring berjalannya waktu, kehidupan masyarakat Tionghoa pun dapat selaras dengan masyarakat asli. Merry (2020) mengatakan bahwa budaya Tionghoa mampu bersatu padu dan membaur dalam keunikan corak keberagaman Indonesia.

Meskipun memiliki ras yang berbeda, namun masyarakat Tionghoa juga masyarakat Indonesia, seperti yang tertulis dalam sila Pancasila ke-3 yakni Persatuan Indonesia. Hadirnya keberagaman baru menandakan adanya kebudayaan baru yang hadir dalam kehidupan bermasyarakat.

Budaya Tionghoa tentu memiliki kebudayaan dan keberagamannya sendiri, yang tidak sama dengan kebudayaan asli Indonesia.

Bagi orang Tionghoa sikap hidup kekeluargaan yang kuat dan tradisi yang mendarah daging dalam mengejar keberuntungan dan kemakmuran menjadi modal untuk bisa bertahan hidup di rantau (Nugraha, 2008:107). Salah satu budaya Tionghoa yang terkenal adalah tradisi Cap Go Meh. Tradisi ini berkaitan dengan perayaan Tahun Baru China atau Imlek, karena dirayakan tepat 15 hari setelah hari Imlek berlangsung. Perayaan Cap Go Meh dirayakan untuk menghormati Dewa Yi, yang dianggap sebagai dewa tertinggi di langit saat masa pemerintahan Dinasti Han (206 SM – 221 M). Perayaan Cap Go Meh merupakan simbol yang diyakini untuk melepaskan nasib buruk yang sedang dialami, dan menyambut nasib baik yang akan datang.

Dalam pelaksanaannya, tradisi Cap Go Meh di Indonesia memiliki budaya yang sudah beradaptasi bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok budaya Indonesia. Foto: Liputan6.com Budaya Tionghoa dengan budaya Indonesia menghasilkan suatu akulturasi kebudayaan yang mempersatukan perbedaan budaya keduannya.

Dalam tradisi Cap Go Meh di Indonesia, masyarakat Tionghoa menggunakan lontong opor sebagai kuliner wajib perayaan tersebut.

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

Lontong ini disebut juga dengan Lontong Cap Go Meh, yang menjadi salah satu hasil adaptasi dua budaya. Selain itu, bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok Cap Go Meh juga diwarnai dengan pertunjukkan Barongsai sebagai simbol kesuksesan. Tokoh Irwan dalam penelitiannya mengatakan bahwa tarian Barongsai memiliki gerakan utama seperti gerakan ‘singa memakan amplop berisi uang’ yang disebut gerakan ‘Lay See’. Penyajian tari Barongsai tidak hanya sekadar menggunakan atribut singa, namun juga bagaimana keseimbangan tarian tersebut dapat tercapai, serta makna yang terkandung dalam perayaan tersebut (Irwan: 2019: 4).

Dalam penelitiannya yang berjudul ‘’Pertunjukan Barongsai Pada Cap Go Meh Oleh Masyarakat Tionghoa di Kota Makassar’’, Irwan mengatakan bahwa masyarakat sangat antusias dalam mengikuti perayaan Cap Go Meh yang merupakan puncak dari perayaan Tahun Baru Imlek. Tradisi Cap Go Meh yang diadakan pun sudah diakulturasi dengan kebudayaan Indonesia, sehingga dapat diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat Indonesia. Kebudayaan ini merujuk pada Teori Kajian Budaya atau disebut juga Cultural Studies. Sardar dan Van Loon (2002) mengatakan bahwa cultural studies bertujuan untuk mengasumsikan identitas bersama dan kepentingan bersama dalam suatu kebudayaan.

Suatu budaya baru yang hadir dalam suatu daerah, diakulturasi dan menghasilkan perpaduan budaya khas daerah tersebut. Dalam kasus ini, perayaan Cap Go Meh dengan tradisi Indonesia menjadi ciri khas akulturasi kebudayaan tersebut. Perayaan Tionghoa yang menggunakan elemen-elemen tradisi Indonesia seperti menggunakan lontong opor untuk makanan wajib Cap Go Meh adalah salah satu contoh akulturasi kebudayaan tersebut.

Praktik kajian budaya didukung oleh komunikasi sebagai tindakan aktual pewarisan nilai budaya (Astuti: 2003: 61). Perpaduan budaya yang terjadi bukanlah merusak nilai asli budaya tersebut, namun justru mewarnai dan membuat tradisi kebudayaan tersebut dapat diterima secara luas oleh masyarakat.

Hadirnya tradisi Cap Go Meh dalam warna budaya Indonesia menjadikan warisan budaya Tionghoa tersebut semakin unik, dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. DAFTAR PUSTAKA Fitriyani, Rina.

bagaimana penyebutan cap go meh di tiongkok

(2012). Peranan Paguyuban Tionghoa Purbalingga Dalam Pelestarian Tradisi Cap Go Meh. Jurnal Sosial dan Kultural, 4(1). h. 74-78.

Dikutip dari https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas/article/view/2398 Rianto, Merry. (2020). Potensi Perhelatan Budaya Cap Go Meh Sebagai Salah Satu Daya Tarik Wisata di Indonesia (Studi Kasus Perhelatan Budaya Cap Go Meh di Kota Singkawang).

Jurnal Hopitality dan Pariwisata, 6(1). h. 16-17. Dikutip dari https://journal.ubm.ac.id/index.php/hospitality-pariwisata/article/view/2031/1661 Irwan. (2019). Pertunjukan Barongsai Pada Cap Go Meh Oleh Masyarakat Tionghoa di Kota Makassar. Jurnal Sejarah dan Budaya, 10(1). h. 2-7. Dikutip dari  https://jurnalwalasuji.kemdikbud.go.id/index.php/walasuji/article/view/34/19 Indra, Santi. (2003). ‘’Cultural Studies’’ Dalam Studi Komunikasi Suatu Pengantar. Mediator, 4(01). h. 55-68.

Bhayangkara, Chyntia. (2022). Cap Go Meh Itu Apa? Ini Penjelasan tentang Perayaan Setelah Tahun Baru Imlek yang Selalu Dinantikan. Dikutip dari  https://www.suara.com/news/2022/02/06/224145/cap-go-meh-itu-apa-ini-penjelasan-tentang-perayaan-setelah-tahun-baru-imlek-yang-selalu-dinantikan#:~:text=Cap%20Go%20Meh%20ini%20merupakan,nasib%20baik%20di%20masa%20depan.
Penyebutan ini merujuk pada waktu penyelenggaraan acara, yakni pada penanggalan 15 kalender China.

Perayaan Cap Go Meh Bogor (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho) Uniknya penyebutan 'Cap Go Meh' yang populer di Indonesia, memiliki sebutan yang berbeda di China, Taiwan, dan Singapura. Di China nama perayaan ini adalah Yuan Xiao atau Shang Yuan. Di Barat festival ini disebut Lantern Festival (Festival Lampion) atau Chinese Valentine's Day (hari Kasih Sayang versi China).

Diprediksikan Cap Go Meh sudah dirayakan sejak 2000 tahun lalu. Sejak zaman Dinasti Han (206 SM-25 M) ketika biksu Buddha harus membawa lentera untuk ritual.

Serunya Kemeriahan Perayaan Cap Go Meh di Tiongkok




2022 www.videocon.com