Gambar tugu dirgantara

gambar tugu dirgantara

Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak menyimpan sejarah. Beragam jenis karya seni tiga dimensi dapat diabadikan di tempat-tempat tertentu, khususnya karya seni tiga dimensi patung. Jakarta termasuk kota yang menyimpan banyak sejarah. Namun karena pengaruh efek modernisasi, masyarakat sering melupakan hal-hal yang terjadi di masa lampau.

Sejarah di kota Jakarta yang dapat selalu diingat adalah adanya Patung Pancoran karena patung ini berdiri megah di pusat keramaian Jakarta. Lihat saja ketika Anda berkendara melintasi Jalan Gatot Subroto, Jakarta, mata pasti akan langsung tertuju pada patung yang menjulang tinggi ini.

Letak Patung Pancoran Patung ini dikenal dengan nama Patung Pancoran, namun sebenarnya patung ini bernama Patung Dirgantara. Mengapa orang-orang biasa menyebut patung ini Patung Pancoran? Hal ini dikarenakan letak patung ini berada di tengah perempatan Pancoran yang membatasi daerah Perdatam dengan Tebet, Jakarta Selatan. Karena hal inilah orang-orang biasa menyebutnya Patung Pancoran. Lokasi Patung Pancoran berada di depan komplek perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara dan Bandar Udara Domestik Halim Perdana Kusuma.

Patung ini berdiri kokoh diatas tugu miring yang membelah fly over di kawasan Pancoran. Lalu mengapa patung ini dinamakan Patung Dirgantara? Yuk, kita simak ulasan berikut. Asal Mula Nama Patung Dirgantara Ide pembuatan patung ini sesuai dengan keinginan Presiden Ir. Soekarno yakni mengenai dunia penerbangan Indonesia (Dirgantara). Patung ini menggambarkan manusia angkasa, yang artinya menunjukkan semangat keberanian bangsa Indonesia didasarkan pada kejujuran, keberanian dan semangat mengabdi.

Menurut Edhi Sunarso, patung ini merupakan gambaran untuk memimpin penerbangan Indonesia agar lebih maju karena dulunya berada di belakang markas AU. Model yang memeragakan pose dari patung ini adalah Ir. Soekarno dan wajah dari patung ini adalah Edhi Sunarso. Posisi Tubuh Patung Pancoran Tubuh Patung Pancoran ini berposisi berdiri dengan tangan yang mengacung ke arah utara yaitu mengarah pada Bandar Udara Internasional Kemayoran.

Dulu, bandara itu merupakan bandara yang melayani seluruh rute penerbangan domestik dan internasional, namun saat ini Bandara Kemayoran dipindah ke Bandara International Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta. Artikel terkait: • Sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara • Sejarah Kerajaan Majapahit • Pertempuran Medan Area • Peristiwa Bandung Lautan Api Pembuatan Gambar tugu dirgantara Pancoran Patung Pancoran (patung dirgantara) dibuat sekitar tahun 1964 – 1966 berdasarkan rancangan Edhi Sunarso.

Patung ini dikerjakan oleh pematung keluarga Arca Yogyakarta PN Hutama Karya dan IR. Sutami sebagai arsitek pelaksana. Untuk proses pengecorannya, dilakukan oleh pimpinan I Gardono. Pengerjaan patung sebenarnya selesai pada tahun 1964 di Yogyakarta, namun sempat mengalami keterlambatan karena adanya peristiwa Gerakan 30 September PKI tahun 1965 dan akhirnya selesai pada akhir tahun 1966.

Akan tetapi, bila Patung Pancoran diamati lebih dekat, permukaan patung sebenarnya masih terlihat gambar tugu dirgantara. Banyak tambalan las penyambung antar satu bagian dengan bagian lainnya. Patung terlihat masih kasar dikarenakan Edhi Sunarso mengumpulkan semua barang yang terbuat dari perunggu, kemudian dileburkan dan beberapa bagian lainnya disambung.

Meskipun begitu, bangunan patung ini sangat kokoh karena adanya penopang yang melengkung setengah kurva tanpa tiang penyangga. Proses Pemasangan Patung Pancoran Proses pemasangan Patung Pancoran selalu ditunggui oleh Ir. Soekarno, sehingga mengakibatkan aparat keamanan negara sering gambar tugu dirgantara saat bertugas menjaga keamanan. Patung ini terbuat dari bahan perunggu yang memiliki berat keseluruhan 11 ton dengan tinggi 11 meter dan tinggi voetstuk (kaki patung) 27 meter. Dengan pemasangan menggunakan derek tarikan tangan, patung ini terbagi dalam potongan-potongan yang masing-masing beratnya 1 ton.

Biaya Pemasangan Patung Biaya pemasangan patung baru bisa dibayar sekitar 5 juta dari total dana 12 juta yang sementara masih ditanggung oleh Edhi Sunarso.

Patung ini merupakan monumen terakhir yang tak pernah diresmikan oleh Ir. Soekarno karena beliau terlanjur sakit, lalu gugur.

Biaya pemasangan tak pernah dilunasi oleh pemerintah walau Ir. Soekarno sempat menjual mobil pribadinya yang harganya sekitar 1 juta. Biaya pemasangan patung pun tidak bisa dilunasi. Kini, Edhi Sunarso telah wafat pada hari Senin, tanggal 4 Januari 2016, pukul 22.53. Jenazah Almarhum Edhi Sunarso disemayamkan di Sleman, Yogyakarta dan dimakamkan di Makam Seniman Imogiri. Artikel terkait: • Pertempuran Surabaya 10 November 1945 • Pahlawan Nasional Wanita di Indonesia • Peristiwa Rengasdengklok Siapakah Edhi Sunarso Edhi Sunarso adalah salah seorang pelopor seni patung modern Indonesia yang jarang diliput oleh pemberitaan.

Banyak masyarakat Indonesia yang masih merasa asing dengan nama ini. Namun, ternyata Edhi Sunarso banyak mempersembahkan karya patungnya untuk Indonesia. Hampir semua karya patungnya bercerita mengenai perjalanan sejarah bangsa, yaitu: • Patung Selamat Datang di Bundaran HI • Patung Pancoran (Dirgantara) • Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Jakarta • Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur Karya lain dari Edhi Sunarso yaitu: • Rangkaian diorama sejarah Indonesia di kaki Monumen Nasional (Monas) • Tugu Muda (Semarang) • Monumen Jendral Gatot Subroto (Surakarta) • Monumen Yos Sudarso (Biak) • Monumen Panglima Sudirman (Pacitan) • Patung Soeharto (Kemusuk, DIY) Pembersihan Patung Pancoran Pembersihan Patung Pancoran pertama kali dilakukan oleh Balai Konservasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta pada tanggal 25 Agustus 2014.

Proses pembersihan Patung Pancoran tidak bisa dilakukan sekali jalan, namun membutuhkan empat tahapan, yaitu: gambar tugu dirgantara Pembersihan tahap pertama menggunakan air bersih yang bertujuan untuk menghilangkan debu-debu yang menempel.

gambar tugu dirgantara

• Pembersihan tahap kedua menggunakan ekstrak jeruk nipis yang bertujuan untuk menghilangkan polutan, oksidasi dan korosi (karat) yang ada di badan patung. Setelah itu, badan patung didiamkan selama 5-10 menit, lalu dibilas perlahan dengan air bersih.

• Pembersihan tahap ketiga menggunakan bahan kimia senyawa alkali gliserol yang bertujuan untuk membersihkan polutan dan korosi akut. Biasanya bagian lekukan di tangan dan kaki karena bagian tersebut adalah bagian paling lembab, sehingga mudah mengalami korosi. Setelah bagian yang berkarat dilumuri cairan alkali gliserol, diamkan sejenak selama 5 menit, lalu dibersihkan menggunakan air bersih, kemudian dikeringkan dengan aseton. • Gambar tugu dirgantara tahap keempat yaitu patung dibersihkan secara keseluruhan menggunakan air bersih.

Untuk mempercepat pengeringan digunakan senyawa organik aseton yang bertujuan untuk mempercepat penguapan air gambar tugu dirgantara ada di badan patung. Setelah benar-benar kering, patung diberi Paraloid B-72 yang dilarutkan dalam chlorothene yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.

Hal ini akan menjadikan patung terlindungi dari berbagai macam faktor perusak lingkungan. Bila semua proses pembersihan selesai, patung dapat terawat setidaknya sampai 5-10 tahun kedepan. Pembersihan patung membutuhkan waktu 7-10 hari dan dilakukan oleh 7 orang professional (ahli memanjat dan membersihkan patung bersertifikat resmi).

Para pekerja bekerja dalam 2 shift karena maksimal hanya 4 orang yang boleh berada diatas patung untuk melakukan pembersihan. Untuk melakukan pembersihan patung dibutuhkan persiapan matang, yaitu: • Pemasangan alat keamanan dan keselamatan pada pekerja • Pemasangan konstruksi untuk memanjat patung • Membuat ruang untuk mempermudah tim dalam melakukan pembersihan Faktor Yang Berpengaruh Pada Kerusakan Patung Patung Pancoran memang nampak terlihat kokoh, namun sebenarnya tetap ada risiko yang bisa membuatnya rusak.

Ada dua faktor yang memengaruhi rusaknya patung, yaitu: • Faktor internal ==> bahan dari patung • Faktor eksternal ==> cuaca, polusi, dan sebagainya Tantangan Saat Membersihkan Patung Pancoran Bukan pekerjaan mudah dalam membersihkan Patung Pancoran, namun juga bukan masalah besar. Tantangan utama saat membersihkan patung yaitu kepadatan lalu lintas di fly over Pancoran dengan ruang gerak yang terbatas.

Tantangan kedua yaitu kondisi dibawah patung harus steril dari lalu lalang kendaraan karena penggunaan bahan kimia. Untuk pembersihan yang menggunakan bahan kimia beresiko dilakukan pada malam hari. [accordion] [toggle title=”Artikel Terkait”] • Sejarah Lagu Indonesia Raya • Sejarah Burung Garuda • Sejarah Bahasa Indonesia • Danau Situ Gintung • Sejarah Gitar • Sejarah Alat Musik Angklung • Sejarah Sepak Bola • Sejarah Danau Singkarak • Sejarah Jakarta • Perang Gerilya Indonesia • Perjuangan Pembebasan Irian Barat • Asal Usul Nusantara • Sejarah Patung Buddha Tidur [/toggle] [toggle title=”Artikel Lainnya”] [one_third] • Biografi W.R.

Soepratman • Pertempuran Medan Area • Sejarah Pembela Tanah Air • Sejarah Great Wall China • Sejarah 12 Kerajaan Islam Di Indonesia • Sejarah Great Wall China • Sejarah PETA • Sejarah Benua Amerika • Sejarah Berdirinya Budi Utomo • Sejarah PKI • Perundingan Hooge Valuwe • Agresi Militer Belanda 2 • Sejarah Televisi di Indonesia • Sejarah Jembatan Ampera • Pahlawan Nasional Wanita • Sejarah Kerajaan Majapahit • Sejarah 12 Kerajaan Islam Di Indonesia • Sejarah Perjanjian Tordesillas • Sejarah Kota Tua Jakarta • Sejarah Brunei Darussalam • Sejarah Bank Indonesia [/one_third] [one_third] • Sejarah Islam di Indonesia • Sejarah Danau Toba • Sejarah Minangkabau • Sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara • Sejarah Runtuhnya Bani Ummayah • Sejarah Gambar tugu dirgantara Ratu Boko • Sejarah Partai Nasional Indonesia • Sejarah Lahirnya TNI • Sejarah Indische Partij • Arti Tut Wuri Handayani • Sejarah Candi Gedong Songo • Candi Peninggalan Agama Hindu • Candi Peninggalan Budha • Perkembangan Nasionalisme Indonesia • Sejarah PETA • Sejarah Benua Amerika [/one_third] [one_third_last] • Masa Penjajahan Belanda di Indonesia • Peristiwa Bandung Lautan Api • Sejarah Konstantinopel • Sejarah Rusia • Sejarah Kerajaan Tarumanegara • Sejarah Kerajaan Sriwijaya • Peristiwa G30S/PKI • Sejarah Nazi • Sejarah Pembentukan PPKI • Sejarah Google • Sejarah MPR • Sejarah Pengembalian Irian Barat • Sejarah Sumpah Pemuda • Sejarah Runtuhnya Uni Soviet • Penyebab Terjadinya Pertempuran Ambarawa • Sejarah Timor Timur • Sejarah Perumusan UUD 1945 [/one_third_last] [/toggle] [/accordion] "Dhi, saya mau membuat Patung Dirgantara untuk memperingati dan menghormati para pahlawan penerbang Indonesia.

Kau tahu kalau Bangsa Amerika, Bangsa Soviet, bisa bangga pada industri pesawatnya. Indonesia, apa yang bisa kita banggakan? Keberaniannya!!!" Demikian percakapan antara Bung Karno dengan Edhi Sunarso di teras belakang Istana Negara, Jakarta, pada tahun 1964.

Edhi Sunarso (82), merupakan pematung legendaris kepercayaan Presiden Sukarno. Kehadiran monumen Patung Dirgantara di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan sejak tahun 1970-an bukan hanya sebagai salah satu ikon terpenting ibukota. Namun ironisnya, tidak semua orang mengenal penggagas dan pembuatnya, apalagi memahami gagasan dan permasalahan yang melatarbelakangi proses pembuatannya. Dalam kesempatan peresmian "Tugu Muda" Semarang tahun 1953 yang dikerjakan oleh Sanggar Pelukis Rakyat pimpinan Hendra Gunawan, Edhi Sunarso pertama kali bertemu dengan Bung Karno.

Kala itu Bung Karno menghampiri Edhi dan berkata, "Selamat ya, sukses." Edhi terdiam bingung mendapat ucapan tersebut. Beberapa hari kemudian ia baru tahu kalau dirinya menjadi juara kedua lomba seni patung internasional yang diselengarakan di Gambar tugu dirgantara dengan judul Unknown Political Prisoner.

Dari sekian banyak proyek pembuatan monumen dari Bung Karno, Edhie mengakui kalau pembuatan Patung Dirgantara nyaris mandek. Patung Dirgantara dimaksudkan Bung Karno untuk menghormati jasa para pahlawan penerbang Indonesia yang atas keberaniaannya berhasil melakukan pengeboman terhadap kedudukan Belanda di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga menggunakan pesawat-pesawat bekas peninggalan Jepang.

"Kita memang belum bisa membuat pesawat terbang, tetapi kita punya pahlawan kedirgantaraan Indonesia yang gagah berani. Kalau Amerika dan Soviet bisa membanggakan dirinya karena punya industri pesawat, kita juga harus punya kebanggaan. Jiwa patriotisme itulah kebanggaan kita! Karena itu saya ingin membuat sebuah monumen manusia Indonesia yang tengah terbang dengan gagah berani, untuk menggambarkan keberanian bangsa Indonesia.

Kalau dalam tokoh pewayangan seperti Gatotkaca yang tengah menjejakkan bumi," ujar Edhie Sunarso mengenang perkataan Bung Karno yang panjang lebar. Bung Karno meminta Edhie untuk memvisualisasikan sosok lelaki gagah perkasa yang siap terbang ke angkasa.

Bahkan Bung Kano kemudian berpose sambil berkata, "Seperti ini lho, Dhi. Seperti Gatotkaca menjejak bentala." Setelah model Patung Dirgantara selesai, Edhie mengusulkan kepada Bung Karno agar patung yang rencananya berbentuk seorang manusia yang memegang pesawat di tangan kanannya diubah. "Pak, dengan memegang pesawat di tangan terlihat seperti mainan," ujar Edhie. "Bagaimana kalau di tangan kanannya tidak usah ada pesawat. Cukup dengan gerak tubuh manusia saja, didukung gerak selendang yang diterpa angin," lanjut Edhie.

" Yo wis Dhi, nek kowe anggep luwih apik yo ora usah dipasang. Ora usah digawe," jawab Bung Karno. Pembuatan monumen Patung Dirgantara sempat terhenti karena terjadi peristiwa G30S/PKI. Di satu sisi Edhie juga sudah tidak punya bahan-bahan uang lagi untuk melanjutkan pekerjaan.

Ia bahkan menanggung utang kepada pemiliki bahan perunggu dan kepada bank.
none Sebuah usaha untuk mengumpulkan foto/gambar tentang Indonesia zaman dulu yang tersebar di dunia maya. Sila telurusi melalui Arsip harian (kiri), Label (kanan), kronologi di Garis Waktu atau Label di setiap posting. Silakan pula tambahkan info/koreksi jika Anda mengetahui sesuatu tentang tokoh, tempat, waktu atau peristiwa yang ditampilkan.

Info Anda akan menyumbang pengetahuan sejarah bagi para pembaca. gambar tugu dirgantara ► 2022 (129) • ► Mei (9) gambar tugu dirgantara ► April (30) • ► Maret (31) • ► Februari (28) • ► Januari (31) • ► 2021 (365) • ► Desember (31) • ► November (30) • ► Oktober (31) • ► September (30) • ► Agustus (31) • ► Juli (31) • ► Juni (30) • ► Mei (31) • ► April (30) • ► Maret (31) • ► Februari gambar tugu dirgantara • ► Januari (31) • ► 2020 (366) • ► Desember (31) • ► November (30) • ► Oktober (31) • ► September (30) • ► Agustus (31) • ► Juli (31) • ► Juni (30) • ► Mei (31) • ► April (30) • ► Maret (31) • ► Februari (29) • ► Januari (31) • ► 2019 (365) • ► Desember (31) • ► November (30) • ► Gambar tugu dirgantara (31) • ► September (30) • ► Agustus (31) • ► Juli (31) • ► Juni (30) • ► Mei (31) • ► April (30) • ► Maret (31) • ► Februari (28) • ► Januari (31) • ► 2018 (364) • ► Desember (31) • ► November (28) • ► Oktober (31) • ► September (30) • ► Agustus (31) • ► Juli (31) • ► Juni (30) • ► Mei (31) • ► April (30) • ► Maret (32) • ► Februari (28) gambar tugu dirgantara ► Januari (31) • ► 2017 (365) • ► Desember (31) • ► November (30) • ► Oktober (31) • ► September (30) • ► Agustus (31) • ► Juli (31) • ► Juni (30) • ► Mei (31) • ► April (30) • ► Maret (31) • ► Februari (28) • ► Januari (31) • ▼ 2016 (364) • ► Desember (31) • ► November (30) gambar tugu dirgantara ► Oktober (31) • ► September (30) • ► Agustus (31) • ► Juli (31) • ► Juni (30) • ► Mei (31) • ► April (29) • ► Maret (30) • ▼ Februari (29) • Foto-foto koleksi P.

Najoan dari Ambon sekitar tah. • Sekolah Dasar Gadog di masa perang, 1947 • Warga Ambon yang memilih menjadi tentara Belanda. . • Anak-anak panti asuhan van der Steur di masa peran. • Beberapa bangunan buatan Belanda semasa perang Aceh • Menarik pesawat tempur Belanda yang mendarat darur. • Wajah-wajah warga Aceh dari era perang melawan Bel.

• Kesatuan tentara KNIL perempuan di Jakarta dan Ban. • Rumah sakit tentara Belanda semasa perang Aceh, 1904 • Acara hiburan dari tentara Gambar tugu dirgantara untuk masyaraka. • Pasukan marinir Belanda dengan meriam-meriamnya di. • Soekarno dan Ali Sastroamidjojo di Istana Merdeka.

• Pengawas Belanda di Aceh, Th. Ader, bersama pemuka. • Peta wilayah Indonesia dari tahun 1964 • Anton Philip van Aken, Gubernur Belanda untuk Aceh • Penjara militer Ambarawa di tahun 1947 • Mercusuar William Toren III di Pulau Beras, Aceh 1877 • Raja Bone Andi Pabbenteng dan keluarganya di tahun. • Tiga gambar tugu dirgantara tentang Aceh dari tahun 1897 • Unjuk rasa anti India, dan membela Kashmir, di tah.

• Istana Kesultanan Aceh setelah dikuasai Belanda • Patung Dirgantara alias Patung Pancoran di tahun 1971 • Benteng-benteng gambar tugu dirgantara Belanda semasa Perang Aceh. • Benteng-benteng tentara Belanda semasa Perang Aceh. • Sebuah rumah tradisional Batak di awal abad ke-20 • Pos tentara Belanda di Lamjamu pada saat perang Ac. • Menurunkan foto Soekarno, menaikkan foto Soeharto.

• Pohon Kohler, tempat tewasnya Mayor Jenderal Rudol. • TNI menggelandang pelaku pemberontakan PKI Madiun . • ► Januari (31) • ► 2015 (365) • ► Desember (31) • ► November (30) • ► Oktober (31) • ► September (30) • ► Agustus (31) • ► Juli (31) • ► Juni (30) • ► Mei (31) • ► April (30) • ► Maret (31) • ► Februari (28) • ► Januari (31) • ► 2014 (365) • ► Desember (31) • ► November (30) • ► Oktober (31) • ► September (30) • ► Agustus (31) • ► Juli (31) • ► Juni (30) • ► Mei (31) • ► April (30) • ► Maret (31) • ► Februari (28) • ► Januari (31) • ► 2013 (359) • ► Desember gambar tugu dirgantara • ► November (30) • ► Oktober (31) • ► September (28) • ► Agustus (31) • ► Juli (31) • ► Juni (30) • ► Mei (31) • ► April (30) • ► Maret (30) • ► Februari (28) • ► Januari (29) • ► 2012 (4) • ► Desember (4)
MENU • Home • Jawa • Banten • DKI Jakarta • Jawa Barat • Jawa Tengah • Jawa Timur • Yogyakarta • Kalimantan • Kalimantan Barat • Kalimantan Selatan • Kalimantan Timur • Sumatera • Bengkulu • Riau • Lampung • Sumatera Utara • Sumatera Selatan • Sumatera Barat • Bali • Papua • Pasang Iklan • Disclaimer • Lowongan 1 Artikel upto Rp.50.000 • Tutup Menu 5/5 - (3 votes) Lokasi: Jl.

Jend. Gatot Subroto, RT.1/RW.1, Menteng Dalam, Pancoran, Kota Jkt Selatan 12780 Maps: Klik Disini HTM: Gratis Buka Tutup: 24 Jam Telepon: – Jakarta sebagai ibukota Indonesia memiliki kisah dan juga peninggalan sejarah yang cukup banyak tersebar di sini. Mulai dari museum hingga tugu atau patung sebagai bukti sisa-sisa peninggalan sejarah pada masa kemerdekaan masih ada sampai sekarang.

Salah satu bukti dari sisa-sisa tersebut adalah patung atau Tugu Pancoran yang berada di daerah Jakarta Selatan. Foto By @fery_phs Tugu ini sangat terkenal di Jakarta. Bahkan sosok musisi ternama Indonesia yaitu Iwan Fals memasukkan nama tugu ini sebagai salah satu lagu miliknya yang ternama yaitu Sore Tugu Pancoran. Lagu yang termasuk ke dalam album yang berjudul sama ini dirilis tahun 1985 yang berbarengan dengan film yang dibintangi oleh musisi bernama Virgiawan Listanto ini. Lagu Sore Tugu Pancoran termasuk salah satu lagu akustik yang cukup digandrungi oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan juga Jakarta pada khususnya.

Lagu bercerita tentang anak sekolah yang berjualan koran di sekitar Pancoran ini memang menggambarkan kerasnya hidup di Jakarta. Lagu ini sendiri selain berlirik sosial nan sederhana, chord atau acord, not angka dan balok serta kunci gitarnya pun juga sederhana.

Hal ini menggambarkan kehidupan Jakarta yang memang cukup keras pada masa itu. Meski sudah berusia lebih dari 30 tahun, akan tetapi lagu ini tetap populer di kalangan masyarakat. Apalagi sekarang dunia online sudah semakin merebak. Sudah banyak mp3 yang bisa di download dengan mudah dan sudah legal. Hal ini membuktikan bahwa Pancoran memiliki kesan tersendiri di kalangan masyarakat Jakarta.

Apalagi tugu ini memiliki kisah sejarah dan cerita pilu serta menyisakan misteri yang sampai sekarang belum terungkap. Daftar isi • Sejarah Singkat • Data Patung Dirgantara • Cerita Dibaliknya • Mitos Patung Sejarah Singkat Foto By @kitfrique007 Meski sangat terkenal, ternyata banyak masyarakat Jakarta yang tidak mengetahui nama asli dari Patung Pancoran ini.

Patung tersebut memiliki nama yaitu Patung Dirgantara. Patung Dirgantara ini letaknya berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto yang berseberangan langsung dengan Wisma Aldiron Dirgantara, Markas Besar Angkatan Udara Republik Indonesia. Patung Pancoran ini dirancang oleh salah satu seniman ternama dari Yogyakarta, yaitu Edhi Sunarso. Seniman ini merupakan keluarga Arca Yogyakarta yang menjadi salah satu perkumpulan seniman di Yogya yang sangat terkenal.

Dan Edhi Sunarso merupakan pimpinan dan pembina perkumpulan tersebut. Ketika itu Presiden RI pertama yaitu Presiden Soekarno yang memutuskan untuk membuat patung yang ditujukan guna mengenalkan dunia kepada sektor penerbangan Indonesia atau dirgantara.

Presiden RI kala itu, Bung Karno ingin patung ini menunjukkan dan juga menggambarkan mengenai gambar tugu dirgantara angkasa. Tentu saja hal ini bisa menggambarkan semangat dan keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah serta berpetualang ke angkasa. Proses pembuatan dan juga pemasangan Patung Dirgantara ini pada kala itu selalu dihadiri oleh Bung Karno.

Foto By @ezraroellstoa Tentu saja hal ini memang membuat para aparat negara harus bergegas dan juga rela direpotkan guna menjaga keamanan sang kepala negara yang datang untuk melihat proses tersebut. Alat pemasangannya sendiri sangat sederhana dengan memakai derek tarikan tangan yang kala itu masih kerap digunakan. Patung Dirgantara ini memiliki berat sekitar 11 ton dan dibagi dalam bentuk potongan.

Masing-masing potongan memiliki berat sekitar 1 ton. Dan pemasangan patung Dirgantara ini mengalami beberapa kendala. Meskipun akhirnya bisa selesai pada tahun 1966. Patung Dirgantara ini selain dimaksudnya untuk mengenalkan dunia kedirgantaraan, ternyata memiliki fungsi sebagai pintu gerbang kawasan Jakarta Selatan.

Foto By @bonggalparlindunganhutagalung Apalagi lokasinya sangat strategis. Berdekatan dengan Lapangan Terbang Halim Perdanakusumah dan Markas Besar Angkatan Udara Republik Indonesia yang berada di Jl. Gatot Subroto.

Ternyata bentuk dan wajah dari patung Dirgantara ini terinspirasi dari kosmonaut Rusia pertama yang pergi ke luar angkasa, Yuri Gagarin. Bung Karno menyiratkan bahwa Patung Dirgantara ini ditujukan untuk menginspirasi generasi muda agar berprestasi dan memiliki kemampuan seperti Yuri Gagarin yang mampu menjadi pionir untuk terbang ke luar angkasa. Data Patung Dirgantara Foto By @kitfrique007 Ada beberapa data yang berhubungan erat dengan Patung Dirgantara.

Ternyata patung tersebut memiliki arti filosofis yang memberikan kesan keberanian dan kesatriaan dalam dunia kedirgantaraan. Dan yang ingin ditekankan oleh Bung Karno di sini adalah sifat manusia jujur dan berani serta bersemangat untuk mengabdi kepada negara dan memberikan kemampuan terbaik untuk bangsa.

Dan patung Pancoran ini juga memberikan kesan kejantanan yang mampu memaksimalkan tenaga. Patung Dirgantara ini terbuat dari bahan perunggu dengan berat total sekitar 11 ton. Dan tinggi dari patung ini mencapai sekitar 11 meter. Sementara tinggi untuk kaki patung atau voetstuk sendiri mencapai 27 meter. Meski Edhi Sunarso sebagai perancang, ternyata pembangunannya diserahkan kepada PN Hutama Karya yang menggandeng IR.

Sutami bertugas sebagai arsitek. Keluarga Arca Yogyakarta yang dipimpin oleh Edhi Sunarso ini menjadi perancang utama. Dan proses pengecorannya sendiri digelar di area Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta yang merupakan pimpinan I Gardono.

Dan ternyata pembuatan patung ini membutuhkan gambar tugu dirgantara sekitar 1 tahun yaitu dari tahun 1964 – 1965. Terjadi masalah kelambatan dalam gambar tugu dirgantara penyelesaiannya. Hal ini disebabkan dengan kondisi politik di Indonesia yang sedang kacau dengan adanya peristiwa kudeta Gerakan Tigapuluh September/G30S/PKI yang terjadi di bulan September-Oktober 1965. Foto By @khusumanusa Meletusnya peristiwa G30S/ PKI ini ternyata patung Dirgantara belum rampung dipasang di area yang sudah ditetapkan.

Belum terpasangnya patung ini ternyata memberikan dampak dengan isu yang beredar bahwa patung ini memiliki bentuk seperti pencungkil mata yang digunakan oleh PKI ketika melakukan aksinya.

Untuk mengusir desas-desus dan rumor tersebut, Bung Karno bersikeras untuk menyelesaikan proses pemasangan dan juga pembangunan patung tersebut. Hal ini juga berfungsi guna membuktikan bahwa isu ini sangat tidak mendasar. Apalagi pembangunan dan juga pembiayaan patung ini bukan dari duit negara. Melainkan dari uang pribadi dari Bung Karno yang didapatkan dari penjualan mobil pribadi dirinya tersebut.

Dengan pembiayaan dari kantong pribadinya, terdengar desas-desus yang semakin kencang. Salah satunya adalah cerita atau mitos dan misteri yang menceritakan bahwa ada pesan khusus tersendiri yang ingin disampaikan oleh Bung Karno. Patung Dirgantara memiliki bentuk dengan tangan menunjuk ke sebuah arah.

gambar tugu dirgantara

Akan tetapi hingga sekarang masih teka-teki kemana arah yang dimaksud oleh patung tersebut. Cerita Dibaliknya Foto By @tuarissa73 Tentang nama dari Patung Dirgantara ini seperti yang disebutkan adalah berasal dari ide Bung Karno.

Meski sekarang sudah banyak yang mengenal nama asli berkat info dari internet dan juga wikipedia, ternyata nama patung Pancoran masih dipilih oleh masyarakat sekitar.

Patung Pancoran yang menjadi salah satu jalur busway ini ingin mencerminkan kehebatan Indonesia di bidang kedirgantaraan. Kala itu Bung Karno berkeinginan untuk meniru Rusia yang berhasil mengirimkan salah satu kosmonautnya ke luar angkasa. Ternyata Patung Pancoran ini memiliki model tersendiri. Dengan Bung Karno sebagai model, Edhi Sunarso membuat maket untuk patokan dalam mendesain patung tersebut.

Biaya pembuatan Pantung Pancoran memang membutuhkan dana yang besar. Apalagi tempo dulu Indonesia masih berjuang setelah merdeka. Ditambah situasi politik yang masih belum stabil. Guna mewujudkan impian membangun patung Dirgantara, Bung Karno akhirnya rela mengeluarkan biaya dengan cara menjual mobil pribadi bernilai sejarah tinggi.

Dahulu gambar tugu dirgantara Presiden sangat bernilai dan gambar tugu dirgantara harga jual tinggi. Jika dibandingkan dengan zaman sekarang ini harganya setara dengan harga Lamborighini Gallardo Murciélago LP 670-4 SuperVeloce yang memiliki nilai mencapai 9 Milyar lebih.

Sebelum mengeluarkan dana sendiri, ternyata Edhi Sunarso lebih dahulu menanggung pembiayaan untuk mendesain patung.

Foto By @hendrybray Bung Karno kala itu memberikan dana sebesar 1 juta rupiah. Nilai yang sangat besar pada masa itu. Dan Pemerintah membayar sebesar 5 juta rupiah dari total 11 juta rupiah yang direncanakan. Sayangnya pergantian pemerintah tidak serta merta membuat pembayaran lunas bahkan hingga sekarang. Total biaya pembuatan dari Patung Dirgantara atau Patung Pancoran ini menghabiskan dana sekitar 12 juta rupiah.

gambar tugu dirgantara

Proses pembuatan Patung Dirgantara ini seperti yang disebutkan di awal memang menjadi perhatian khusus oleh Bung Karno. Bahkan Presiden pertama Indonesia ini selalu hadir dan gambar tugu dirgantara diri guna melihat proses pemasangan dari patung Dirgantara ini. Proses pembangunan yang dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan didampingi Ir.

Sutami memang menjadi perhatian dari Bung Karno itu sendiri. Ada makna tersirat yang tertuang dalam patung Dirgantara itu sendiri. Bentuk dan sajian dari patung ini seperti seorang atlit sedang melepaskan cakram.

Bentuk kaki yang melengkung juga menjadi salah satu ciri khas tersendiri. Sementara tangan kirinya berada di bagian belakang dan memiliki posisi seperti sedang memegang piringan.

gambar tugu dirgantara

Foto By @arimacswilander Bentuk ini menjadi teka-teki. Meski disebutkan bahwa filosofinya adalah melambangkan keberanian dan kesatria serta kejujuran. Ternyata masih banyak yang percaya bahwa ada makna tersendiri di balik bentuk dan juga tampilan dari patung Dirgantara.

Apalagi yang berhubungan dengan Bung Karno. Patung ini mengarah ke arah mata angin sebelah utara, dengan bentuk tangan menunjuk ke sebuah arah. Menurut filosofinya sendiri bentuk yang menunjuk ke utara ini memiliki makna bahwa masyarakat Indonesia harus tetap positif dan optimis untuk mengarah ke depan meski permasalahan terus menghantam negeri Khatulistiwa ini.

Mitos Patung Foto By @sudlens_ Patung Dirgantara ini memang tidak bisa lepas dari mitos dan cerita misteri.

Bentuk dan arah yang menuju ke utara kabarnya dipercaya sebagai petunjuk mengenai letak dan posisi dari harta karun yang dimiliki oleh Bung Karno itu sendiri. Sebagian masyarakat percaya bahwa Patung Dirgantara ini tidak mencerminkan dan melambangkan keperkasaan dunia dirgantara. Akan tetapi menjadi petunjuk mengenai lokasi dimana Bung Karno menyimpan harta karunnya yang sangat banyak dan bisa digunakan untuk membayar utang Indonesia.

Ada yang percaya bahwa lokasi harta karun ini berada di Taman Monumen Pahlawan Proklamasi Kemerdekaan Soekarno-Hatta dan juga Kawasan Monas.

Ada pula yang menyebutkan di Istana Negara, Lapangan Banteng serta Mesjid Istiqlal dan juga Graha Angkasa Pura. Sementara ada yang percaya di tenggelamkan di bagian utara pantai Ancol. Hal ini disebabkan tangan kanan dari patung Dirgantara ini menunjuk ke area-area tersebut. Meski begitu masih menjadi mitos dan misteri yang belum terpecahkan. Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes! Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat.

Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki. Bagi Anda pemilik Bisnis dan ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya.

Posting pada Jakarta Selatan Navigasi pos
Berbagai patung di Indonesia ini tak cuma terkenal, saking ikonik-nya patung-patung ini, tak sedikit beberapa diantaranya kemudian menjadi landmark wilayah dan wajah dari suatu kota di Indonesia. Penasaran patung-patung terkenal apa saja yang bisa kamu temui di Indonesia?

Simak beberapa patung di Indonesia paling ikonik berikut! Berada ditengah-tengah Bundaran HI, patung yang juga dikenal dengan nama Monumen Selamat Datang ini menjadi salah satu patung paling terkenal di Indonesia. Patung ini dibangun pada gambar tugu dirgantara atas gagasan presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno untuk menyambut tamu-tamu dari berbagai negara datang ke Jakarta, yang pada saat itu menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games IV. Patung populer di Indonesia selanjutnya ini merupakan ikon dari Kota Surabaya.

Menggambarkan pertarungan antara ikan Sura dan Buaya yang sangat erat dengan legenda dan kisah rakyat mengenai Kota Surabaya. Berkunjung ke Surabaya, takkan lengkap sebelum melihat langsung Patung Ikan Sura dan Baya yang populer ini. Sosok Jenderal Ahmad Yani, Jenderal S. Parman, Jenderal Suprapto, Jenderal Sutoyo, Jenderal MT Haryono, Jenderal Panjaitan, dan Kapten P. Tendean berdiri kokoh dengan sebuah Patung Garuda Pancasila yang berdiri dibelakangnya ini tak hanya menjadi simbol melainkan juga menyimpan nilai sejarah karena di lokasi ini jugalah terdapat lubang buaya dan rumah penyiksaan yang menjadi saksi bisu peristiwa bersejarah yeng merenggut nyawa para Jendral tersebut.

Selain patung Ikan Sura dan Buaya, gambar tugu dirgantara lainnya yang tak kalah populer di Surabaya adalah Patung Jalesveva Jayamahe yang berada satu komplek dengan museum TNI AL.

Memiliki tinggi 30,6 meter, nama Jalesveva Jayamahe memiliki arti "di lautan kita jaya" yang juga merupakan slogan dari angkatan laut negara Indonesia.

Satu lagi pahlawan Indonesia yang dikenang dalam bentuk monumen dan patung adalah Martha Christina Tiahahu, seorang pahlawan wanita asal Maluku. Lahir di Nusa Laut pada 4 Januari 1800, Martha Christina Tiahahu adalah seorang pejuang yang masih muda.

Pada saat menjadi pejuang kemerdekaan ia masih berusia 17 tahun. Patung populer di Indonesia selanjutnya ini mungkin akan mengingatkanmu dengan patung serupa yang ada di Thailand. Berlokasi di Mojokerto, salah satu patung paling ikonik di Indonesia gambar tugu dirgantara digagas oleh YM Viryanadi Mahathera, biksu sekaligus pengrajin patung dari Trowulan.

Berada di dalam komplek Vihara Mojopahit, kawasan ini juga memiliki daya tarik lainnya seperti miniatur Candi Borobudur hingga taman asri yang meneduhkan. Untuk kamu yang berencana melihat patung-patung ikonik di Indonesia tersebut secara langsung, gunakan aplikasi Traveloka untuk permudah rencana perjalananmu. Mulai dari pesan tiket pesawat dan tiket kereta, hingga booking hotel, villa dan apartemen bisa kamu dapatkan dengan penawaran harga terbaik di aplikasi Traveloka!

Produk • Tiket Pesawat • Hotel • Tiket Kereta Api • JR Pass • Pesawat + Hotel • Pulsa & Internet • Xperience • Eats • Peta Situs Eats • Rental Mobil • Internet Luar Negeri • Pembayaran Tagihan • PayLater • Tiket Bus & Travel • Gift Voucher • Asuransi • Vila • Apartemen • Antar Jemput Bandara • QuickridePlt Gubernur Kepri H Isdianto bersama Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksdya TNI Yudo Margono melakukan rapat persiapan rencana pembangunan Tugu Taman Dirgantara di Gedung A Lantai 4 Pulau Dompak, Tanjungpinang, Jumat (17/1).

Dalam pemaparan tersebut, Isdianto berharap nantinya menyiapkan bahan bahan bersama antara pihak TNI dan Pemerintah. Agar pekerjaan pembangunan tugu nantinya sesuai dan matang yang diinginkan. “Dinas PU agar segera berkoordinasi dengan pihak TNI, agar gambar yang dibuat dan direncanakan akan sesuai dengan yang akan dipajangkan,” ungkap Isdianto.

Isdianto juga menyampaikan, pelaksana pekerjaan tugu tersebut terus dikoordinasikan, agar pengerjaannya sesuai dengan keinginan kita bersama nantinya. Lebih lanjut, Isdianto meminta terus pererat komunikasi satukan semua unsur elemen agar pekerjaan dengan mekanisme yang baik dan maksimal. “Dengan bersatu, apa pun yang kita rencanakan pasti maksimal jadinya,” pinta Isdianto.

Dalam kesempatan itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksdya TNI Yudo Margono mengapreasikan Pemerintah Provinsi dalam menyiapkan perencanaan pembangunan Tugu Dirgantara tersebut. Lanjutnya, Panglima juga memberikan pilihan dalam rencana pembangunan tersebut ada dua pilihan. Adapun arahan tersebut Perencanaan yang sudah disiapkan dan perencanaan yang temanya Taman Tri Dharma Yudha Sakti yang unsurnya TNI AL TNI AD dan TNI AU.

Pemaparan teknisnya disampaikan oleh pihak Dinas PUPR beserta dengan Master Plannya yang berupa skematik, ilustrasi dan atraksi. Taman Dirgantara tersebut akan diletakkan pesawat F5 yang panjang 14,6 meter yang nantinya akan memakai hidrolig dan bisa bergerak sampi 300 derajat untuk berputar dengan diameter bundaran 100 meter. Dalam pemaparan perencanaan tersebut, nantinya akan disinkronisasi lagi bersama dalam penetapan apa yang akan di bangunkan.

Karena adanya rencana pembangunan tersebut akan di letakkan kendaraan Tank dan Replika Kapal KRI TNI AL. Sebelum rapat pemaparan tersebut, Isdianto bersama Panglima melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Raya Nur Ilahi dan dilanjutkan makan bersama diruang rapat Plt Gubernur.

Adapun yang hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadilah, Komandan Lantamal IV Laksma TNI Arsyad Abdullah, Komandan Gambar tugu dirgantara WiraPratama 033 Meyjen TNI Gabriel Lema, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Syamsul Bahrum, Kabiro Pembangunan Aries Fhariandi.

2021 Dibangun Panglima Yudo Margono menceritakan, pembangunan Mako rencana sejalan dengan pembangunan rumah dinasnya. Sementara ini lanjut dia, kantor sekretariat Pangkogabwilhan masih berada di Jakarta sampai Februari baru kemudian berkantor di Kepri yakni di Gedung Kartika Korem Tanjungpinang. “Gedung sementara nanti di gedung Kartika Korem, sambil menunggu pembangunan itu selesai akhir 2020 mendatang,” sebutnya. Rencana pembangunan Markas Kogabwilhan I sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor Nomor 62 Tahun 2016, sedangkan pembentukan Kogabwilhan didasarkan oleh Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 2019.

Terkait pembentukan Kogabwilhan, menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sudah masuk pada Rencana Strategis (Renstra) pada awal tahun 2004, dan baru pada tahun 2019 ini dapat direalisasikan. “Pembangunan Markas Kogabwilhan II berada di Balikpapan dan Kogabwilhan III yang tadinya di Biak kemungkinan akan di pindah ke wilayah Waropen juga akan segera dibangun,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Panglima TNI bahwa untuk penempatan pasukan Kogabwilhan I, Poskonya ada di sini dan satuan-satuannya berada di wilayah yang tersebar seperti Kodam I, Armada I dan Koops I. “Apabila ada penindakan terhadap kegiatan operasi, baik kegiatan Operasi Militer Perang maupun kegiatan Operasi Militer Selain Perang, wilayah tersebut di bawah kendali Kogabwilhan I,” jelasnya.

Panglima TNI juga menjelaskan bahwa pentingnya penempatan Markas Kogabwilhan I di Tanjung Pinang – Kepulauan Riau karena wilayah ini gambar tugu dirgantara di tengah-tengah, bisa ke Sabang, ke Ranai atau ke Jakarta, karena wilayah cakupannya mudah dan kebetulan di Tanjung Pinang ini ada dermagadan pangkalan udara. “Pesawat tempur dapat mendarat dengan mudah bahkan pesawat angkut berat sekalipun bisa,” ujarnya. Dipos di BERITA 611 (SE) Gub ttg Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dan Internasional 4 – Oktober 2021 Background Zoom HUT Kepri 19 HUT KEPRI 19th Logo dan Umbul HUT Kepri 19 Spanduk Instansi HUT Kepri 19 PSD Spanduk HUT Kepri 19th Nama Instansi psd Spanduk Instansi Hut Kepri 19 Foto Pimpinan Baliho HUT Kepri 19th Sistem Pengendalian Gratifikasi Unit Pengendalian Gratifikasi Protokol Kesehatan New Normal Permendagri_No_37_Tahun_2020 Tentang Penggunaan Logo Kemendagri
Located in the roundabout near Hotel Indonesia Kempinski, not many people know that the statues are called Tugu Selamat Datang or Welcome Monument.

Photo courtesy of Instagram (@firmanyursak)/NOWJAKARTA However, Tugu Selamat Datang (Welcome Monument), Monumen Pembebasan Irian Jaya (Irian Jaya Liberation Monument) in Central Jakarta and Patung Dirgantara (Dirgantara Statue) in South Jakarta are also worth noticing. What connects them?

gambar tugu dirgantara

Tugu Selamat Datang (Welcome Monument, Bundaran HI, Central Jakarta) Everyone knows this as “Bundaran HI” without knowing the name of the statues on top of the huge roundabout. The statues depicting a man and a woman raising their hands and the woman holding a bucket of flowers are called Tugu Selamat Datang or Welcome Monument.

The monument was built as a part of the preparation of the IV Asian Games in 1962 hosted here in the capital city of Indonesia. Sukarno had the idea to build a monument to welcome foreign delegates. Henk Ngantung was the designer and the sculptor was Edhi Sunarso.

The monument was inaugurated in 17 August 1962. Located in a strategic area, Bundaran HI and the Welcome Monument are surrounded by premium hotels, the business and entertainment areas. Patung Pembebasan Irian Jaya (Irian Jaya Liberation Monument, Lapangan Banteng, Central Jakarta) Irian Jaya Liberation Monument is now popular as a hangout place for gambar tugu dirgantara communities.

Photo courtesy of Instagram (@nancoachilles)/NOWJAKARTA The western part of Papua has a complicated history. The then new country Indonesia claimed that the area belongs to them but the former coloniser the Netherlands did not want to let the land go. After many political and physical conflicts gambar tugu dirgantara the two countries, Indonesia received the right to claim the land after the New York Agreement in 1962.

Shortly after that, Sukarno asked Edhi Sunarso to build a monument as a remembrance of this huge achievement.

In 1963, the statue was completed.

gambar tugu dirgantara

In 2018, the Lapangan Banteng area in which the Irian Jaya Liberation Monument is located underwent a massive renovation. Today, a wide range of communities utilise this area for their own purposes. Patung Dirgantara (Dirgantara Statue, Pancoran, South Jakarta) People trapped in the awful traffic around Jalan MT Haryono and Jalan Gatot Subroto can always see this tall monument.

Photo courtesy of Instagram (@firmanyursak)/NOWJAKARTA Located in the intersection between Jalan MT Haryono and Jalan Gatot Subroto, this monument is a sight to enjoy for those trapped in the common awful traffic around the area. This monument is part of Sukarno's idea to build the nation soon after the declaration of independence in 1945, along with two gambar tugu dirgantara monuments mentioned above.

He intended to show the world that Indonesia is ready to not only make a move in the world, even in the sky if needed. The statue was constructed by Edhi Sunarso in 1964 and completed in 1966. The Pancoran area was chosen to put this monument to welcome guests coming from Halim Perdanakusuma Airport. As you have probably noticed, all of these popular Jakarta landmarks were all built by one same person, Edhi Sunarso (1932-2016). He was an eminent sculptor who had a strong relationship with Sukarno.

The first Indonesian president directly chose Edhi to build those monuments. Edhi Sunarno spent his life creating and teaching art. He was once a lecturer at Yogyakarta National University and Indonesian Institute of Arts, both located in Yogyakarta.

In 2016, he died from a heart attack suffered during an operation.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengaku tak mempersoalkan apabila ada pihak yang tidak menyukai dirinya.

Sambil gambar tugu dirgantara, Idham bahkan sempat menganalogikan dirinya bak Patung Pancoran. "Kalau masalah suka atau tidak suka, Patung Pancoran juga banyak yang tidak suka. Apalagi saya," kata Idham Azis saat acara pisah sambut dengan Kapolri sebelumnya di Mako Brimob Kepala Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/11/2019).

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu pun bersyukur bila kelak banyak yang menyukainya. Meski demikian, ia menyatakan bahwa dirinya tidak akan dapat memuaskan seluruh pihak. Baca juga: Kapolri: Patung Pancoran Juga Banyak yang Tak Suka, apalagi Saya. "Jadi abang-abang kalau suka, terima kasih, kalau tidak suka ya saya tinggal," kata dia. Berbicara mengenai Patung Pancoran yang disinggung Idham, ada sejumlah fakta menarik tentang patung yang pembangunannya digagas Presiden pertama Indonesia, Soekarno, ini.

Berikut fakta-fakta tersebut: Digagas 1964-1965 Berdasarkan buku Konservasi Patung Dirgantara yang diterbitkan Pusat Konservasi Cagar Budaya DKI Jakarta pada 2015, diketahui gagasan pembangunan patung ini mencuat pada 1964-1965. Nama asli patung ini adalah Patung Dirgantara. Hal itu berkaitan dengan visi Soekarno soal dunia kerdigantaraan. "Disebut Patung Pancoran karena nama daerahnya Pancoran.

Namanya penduduk, lebih gampang menyebut Patung Pancoran," kata konservator dari Pusat Konservasi Cagar Budaya DKI Jakarta, Sukardi, kepada Kompas.com, 28 Mei 2018 lalu. Baca juga: Patung Pancoran dan Visi Dirgantara Soekarno Sekitar tahun 1964, Soekarno meminta pematung, Edhi Sunarso, untuk membuat sebuah monumen yang dapat merepresentasikan sebagai sebuah bentuk penghormatan kepada para pahlawan penerbang Tanah Air.

"Kita memang belum bisa membuat pesawat terbang, tetapi kita punya pahlawan kedirgantaraan Indonesia yang gagah berani," kata Soekarno kepada Edhi Sunarso. "Kalau Amerika dan Soviet bisa membanggakan dirinya karena punya industri pesawat, kita juga harus punya kebanggaan," ujar Soekarno.

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG Patung di Tugu Dirgantara, karya seniman patung Edhi Sunarso, berdiri kokoh di kawasan Pancoran, Jakarta, Selasa (5/1/2016). Edhi Sunarso meninggal dunia pada usia 83 tahun dan dimakamkan di kompleks pemakaman seniman Girisapto, imogiri, Bantul. Karya-karya patung Edhi Sunarso menjadi penanda Ibu Kota antara lain patung di Tugu Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, dan patung tugu selamat datang di Bundaran Hotel Indonesia.Sempat ditolak Soekarno Patung yang terletak di Jalan Gatot Subroto itu terbuat dari material perunggu.

Tingginya mencapai 11 meter dengan berat mencapai 11 ton. Adapun pedestal atau tiang penyangga terbuat dari material beton setinggi 27 meter. Semula, Edhi merancang Patung Pancoran dengan figur seorang lelaki gambar tugu dirgantara dengan sehelai kain terjuntai di bagian bahu yang seolah tertiup angin. Ekspresi wajahnya keras dengan mulut terkatup dan tatapan mata tajam ke depan. Salah satu tangannya sengaja dibuat menunjuk untuk menggambarkan gestur melaju dan seakan gambar tugu dirgantara menuju angkasa.

Baca juga: Ini Alasan Kelompok Aktivis Greenpeace Pilih Patung Pancoran untuk Dipanjat Soekarno pun menyetujui gagasan tersebut.

Akan tetapi, ketika Edhi ingin menambahkan pesawat untuk digenggam oleh patung tersebut, Soekarno menolaknya. Ia beralasan, pesawat yang akan digenggam bak mainan anak-anak. Dok. Kompas/Song Presiden Soekarno (kanan, berpeci)Uang Soekarno Untuk membangun patung tersebut, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 12 juta. Biaya tersebut di luar biaya pembangunan tiang penyangga. Pemerintah kemudian menggelontorkan uang muka Rp 5 juta untuk pembangunannya.

Sementara Soekarno merogoh kocek Rp 1 juta dari kantong pribadinya. Edhi kemudian memulai pembangunan patung tersebut dengan merogoh kocek pribadinya termasuk hutang kepada bank gambar tugu dirgantara pemilik perunggu.

Namun, peristiwa Gerakan 30 September 1965 berimbas pada tertundanya pemasangan patung pada tiang penyangga. Baca juga: Balada Tiang Penyangga Patung Pancoran. Tiang penyangga dan potongan-potongan patung yang siap dirangkai pun mangkrak. Sekitar tahun 1970, Soekarno menanyakan nasib pembangunan patung tersebut. Kepada Soekarno, Edhi bercerita bila dirinya kehabisan uang.

Bahkan, utangnya pun belum terbayar dan rumahnya disegel. Mendengar cerita itu, Soekarno kemudian menjual mobilnya. Uang sebesar Rp 1,75 juta hasil penjualan mobil kemudian diserahkan kepada Edhi untuk merampungkan pemasangannya. KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Edhi Sunarso (1932-2016), seniman patung.Soekarno tak pernah lihat hasil akhir Meski menggagas pembangunan patung tersebut, namun Soekarno tidak pernah benar-benar melihat hasil akhir saat patung itu selesai.

Ketika patung itu kembali dipasang, Soekarnor sempat menyambanginya. Namun pada saat itu kondisi Soekarno sudah kurang sehat. Sekitar Mei 1970, Edhi mendapat mendapat kabar Soekarno ingin kembali menyaksikan prosesi pemasangan patung tersebut. Namun, hal itu urung dilakukan karena kondisinya yang terus menurun.

Baca juga: Pose Bung Karno, Mitos, dan Sejarah Tak Rampung Patung Pancoran Pada 21 Juni 1970, Edhi yang tengah bekerja di puncak patung melihat iring-iringan mobil jenazah melintas di bawahnya.

Rupanya, iring-iringan itu membawa jenazah Soekarno dari Wisma Yaso menuju Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma untuk diterbangkan ke Blitar. Pada akhirnya, Soekarno tidak pernah benar-benar melihat hasil akhir patung yang digagasnya. Berita Terkait Pesan Seniman Pembuat Patung Pancoran Sebelum Meninggal Patung Pancoran dan Visi Dirgantara Soekarno Gambar tugu dirgantara Spanduk di Patung Pancoran, Pemasang Sudah Panjat Sejak Pagi Spanduk Juga Dibentangkan di Patung Pancoran, Pemasangnya Bungkam Saat Diperiksa Polisi Ini Alasan Kelompok Aktivis Greenpeace Pilih Patung Pancoran untuk Dipanjat Berita Terkait Pesan Seniman Pembuat Patung Pancoran Sebelum Meninggal Patung Pancoran dan Visi Dirgantara Soekarno Bentangkan Spanduk di Patung Pancoran, Pemasang Sudah Panjat Sejak Pagi Spanduk Juga Dibentangkan di Patung Pancoran, Pemasangnya Bungkam Saat Diperiksa Polisi Ini Alasan Kelompok Aktivis Greenpeace Pilih Patung Pancoran untuk Dipanjat Kisah Gedung Sekolah Peninggalan Belanda di Karawang yang Berusia 107 Tahun, Digotong Warga Saat Pindah Lokasi https://regional.kompas.com/read/2019/11/07/06060091/kisah-gedung-sekolah-peninggalan-belanda-di-karawang-yang-berusia-107-tahun https://asset.kompas.com/crops/PN1o5pphY4YpgI9KfJ9kdq1dMbc=/14x119:1184x899/195x98/data/photo/2019/11/06/5dc25dd5882af.jpg
MENU • Home • Jawa • Banten • DKI Jakarta • Jawa Barat • Jawa Gambar tugu dirgantara • Jawa Timur • Yogyakarta • Kalimantan • Kalimantan Barat • Kalimantan Selatan • Kalimantan Timur • Sumatera • Bengkulu • Riau • Lampung • Sumatera Utara • Sumatera Selatan • Sumatera Barat • Bali • Papua • Pasang Iklan • Disclaimer • Lowongan 1 Artikel upto Rp.50.000 • Tutup Menu Daftar isi • Sebuah Ikon • Mengenal Lokasi • Sejarah Singkat • Sisi Menarik • Makna Tugu Selamat Datang Sebuah Ikon Di setiap kota di Indonesia tentu saja memiliki sebuah ikon dan landmark yang menjadi penanda serta trademark tersendiri bagi daerah tersebut.

Mulai dari monumen, kawasan atau area hingga patung dan tugu yang bertujuan untuk mengenalkan kota tersebut kepada para wisatawan.

gambar tugu dirgantara

Salah satu ikon yang kerap ada hampir di semua kota adalah tugu. Tugu yang ditujukan sebagai gerbang selamat datang dan penunjuk jalan kepada para wisatawan. Contohnya saja seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta, di sana terdapat beberapa landmark berupa tugu seperti tugu Pal Putih dan tugu Jogja. Foto By @sampoernarodadua Bukan di Jogja saja, di setiap daerah tentu saja ada beberapa hal yang menjadi ikon dari kota tersebut. Sebut saja Bali, Surabaya, Kudus gambar tugu dirgantara memiliki Tugu Selamat Datang lalu ada Aceh.

Kemudian di Raja Ampat, Pekanbaru, Pacitan, Sumedang, Tulungagung, Banyuwangi, Malang serta Wonogiri juga memiliki tugu atau patung untuk menyambut kehadiran para wisatawan yang datang ke kota tersebut. Jakarta juga punya. Di salah satu jalan protokol utama di ibukota ini terdapat patung bernama Monumen Selamat Datang yang lokasinya berada di Bundaran HI dan berdekatan dengan Hotel Indonesia, Plaza Indonesia serta Grand Indonesia.

Patung tersebut memang berfungsi untuk menyambut para wisatawan yang datang berkunjung atau liburan ke Jakarta. Mengenal Lokasi Foto By @owlca_ Patung Selamat Datang merupakan salah satu patung atau monumen yang sangat terkenal di Jakarta. Ada pula yang menyebutnya sebagai Tugu Selamat Datang dan juga Monumen Selamat Datang. Bahkan pada waktu dulu monumen ini mendapatkan julukan sebagai Patung Jali-jali.

Pasalnya patung ini menjadi hal yang pertama kali dilihat ketika Jakarta sedang gambar tugu dirgantara kota tersebut kepada wisatawan dengan diiringi oleh lagu Jali-jali. Sekarang ini lagu tersebut sudah tidak banyak terdengar karena tergusur oleh lagu Despacito dan juga lagu lainnya yang membuat patung Jali-jali semakin lama mulai menghilang.

Sebenarnya tidak ada yang terlalu spesifik dan juga spektakuler yang ada di sekitar Patung Selamat Datang yang letaknya berada di Bundaran HI tersebut.

gambar tugu dirgantara

Foto By @owlca_ Jika dilihat dari atas memang terkesan simetris dengan bulatan kolam air mancur yang berada di sekitar monumen. Lalu ada jalan protokol serta Hotel Indonesia di sebelahnya.

Jika dilihat gambar tugu dirgantara atas memang seperti simbol mata. Bagi yang gemar dengan konspirasi tentu saja sudah hafal jika Bundaran HI dan juga Monumen Selamat Datang ini berhubungan erat dengan All Seeing Eye. Apalagi pada masa tempo dulu kelihatan jelas bentuk mata jika dilihat dari atas. Sementara jika dilihat dari kejauhan sendiri patung gambar tugu dirgantara tidak mudah untuk melihat secara detail baik bentuk muka, wajah serta ekspresinya. Hal ini disebabkan lokasi dari patung tersebut memang berada di bagian tengah kolam yang memiliki diameter sekitar 100 meter.

Praktis membuat para masyarakat tidak bisa melihat bentuk muka dengan jelas. Sementara tinggi dari patung ini sekitar 17 meter dengan tinggi dudukan patung sekitar 10 meter. Patung atau monumen Selamat Datang ini ternyata dibangun oleh kontraktor PN Pembangunan Perumahan. Sejarah Singkat Foto By @c4212 Ternyata Tugu Selamat Datang ini didesain dan juga karya dari tim Keluarga Arca Yogyakarta pimpinan Edhi Sunarso yang merancang Patung Dirgantara atau Patung Pancoran. Dan seniman yang memiliki aliran sebagai seni rupa pahat ini merupakan pematung jebolan ASRI kelahiran Salatiga pada tanggal 2 Juli 1933.

Patung tersebut adalah salah satu karya beliau yang cukup legendaris. Dan Presiden RI ke-1 yaitu Ir. Soekarno merupakan salah satu penyumbang ide mengenai bentuk rancangan dari Patung Selamat Datang tersebut.

Kala itu Bung Karno menginginkan sebuah tugu yang bertujuan guna menyambut kedatangan peserta pesta olah raga se Asia yaitu Asian Games ke IV yang digelar pada tanggal 24 Agustus – 4 September 1962 di Kota Jakarta. Foto By @owlca_ Sketsanya sendiri ketika itu dibuat khusus oleh Henk Ngantung yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode tersebut.

Pembuatan patung akhirnya diserahkan kepada seniman Edhi Sunarso yang langsung melakukan workshop di Karangwuni. Beberapa kali Presiden Soekarno dan juga bersama para menteri serta Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Gambar tugu dirgantara P Jones melihat proses pembuatan patung tersebut di Jogja.

Tidak perlu memakan waktu yang cukup lama untuk membangun patung tersebut. Hanya perlu waktu setahun saja yang akhirnya diresmikan pada tahun 1962 oleh PResiden Soekarno.

Ternyata Patung atau Tugu Selamat Datang ini pernah dilakukan renovasi untuk mempercantik area patung. Renovasi tersebut meliputi kolam air mancur yang dipercantik dengan tambahan aneka varian yang bisa memberikan keunikan tersendiri.

Foto By @molly_king_toypoodle Pada tahun 2002 renovasi dilakukan dengan menghabiskan dana hingga Rp 14 miliar. Dan akhirnya terdapat sekitar 5 variasi pancaran air mancur yang terhubung langsung dengan komputer untuk pengoperasiannya. Hal tersebut memang sengaja dibuat diperuntukkan untuk simbol sebagai penghormatan kepada Pancasila. Tugu Selamat Datang ini menjadi salah satu karya dari Edhi Sunarso yang sangat melegenda.

Selain monumen tersebut, seniman Sunarso juga memiliki karya lain yang menjadi landmark dan pengetahuan tentang sejarah. Patung Pembebasan Irian Barat yang terletak di Lapangan Banteng menjadi salah satu karyanya selain Patung Pancoran atau Patung Dirgantara dan Tugu Selamat Datang.

Ia pula yang mengerjakan diorama di Museum Sejarah Nasional yang terletak di Monas dan juga Museum Pengkhianatan PKI di Lubang Buaya serta Museum Satria Mandala. Sisi Menarik Foto By @digitamagabumon Patung Selamat Datang ini memang letak lokasinya berada di pusat kota dan berdekatan dengan pusat bisnis serta ekonomi di Jakarta. Oleh sebab itu di sekitar monumen ini sekarang ini ikut terkena program pembangunan MRT yang bertujuan guna mengurangi kemacetan di ibukota Indonesia ini.

Patung ini memang sangat terkenal disebabkan letak lokasinya yang berada di Bundaran Hotel Indonesia atau HI. Bahkan monumen tersebut menjadi pusat dari kegiatan keramaian seperti para pendemo guna menyuarakan aspirasi dan protes mereka terhadap suatu hal.

gambar tugu dirgantara

Bundaran HI memang kerap menjadi meeting point bagi para pendemo. Selain sebagai meeting point, ternyata patung ini memberikan pemandangan kolam air mancur yang cukup menarik terutama pada malam hari. Patung pasangan pemuda-pemudi yang terbuat dari perunggu dengan tangan melambai ini memang memberikan pesona tersendiri.

Foto By @chad.adeo Banyak masyarakat sengaja datang untuk menikmati pemandangan tarian air mancur di sekitar Patung Selamat Datang di malam hari. Para pejalan kaki bisa duduk-duduk santai di sekitar tepian jalan yang ada di depan Plaza Indonesia untuk mengambil gambar atau foto kolam air mancur tersebut.

Patung yang terletak di jalan utama MH Thamrin ini memang menjadi pusat kota Jakarta. Ada banyak jenis masyarakat yang tertarik untuk melihanya. Termasuk pula kalangan high class ketika menjelang tahun baru. Jika ingin irit, bisa duduk santai di gambar tugu dirgantara jalan atau trotoar di depan Hotel Indonesia dan Plaza Indonesia. Bisa juga dengan duduk santai sembari ngopi dan menikmati cemilan di kafe yang ada di Plasa Indonesia atau Grand Indonesia yang memiliki akses pemandangan ke Bundaran HI.

Makna Tugu Selamat Datang Foto By @yoppieyups Ternyata ada makna tersendiri dari bentuk Tugu Selamat Datang. Masyarakat bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai sejarah tugu ini melalui wikipedia.

Dari bentuk patung, terdapat pasangan muda-mudi dimana sang wanita menggenggam kembang dengan keduanya menghadap utara. Hal ini disebabkan kala itu bandara masih berada di Kemayoran. Pada waktu itu gambar tugu dirgantara atlet datang dari Kemayoran dan langsung menuju ke Hotel Indonesia dimana mereka menginap selama event berlangsung. Foto By @mikii190 Dari sini para atlet menuju ke Kompleks Olahraga Ikada yang sekarang bernama Gelora Bung Karno.

Makna tersebut guna menyambut para tamu negara yang datang. Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes! Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki.

Bagi Anda pemilik Bisnis dan ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar. Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya. Posting pada Jakarta Pusat Navigasi pos

gambar tugu dirgantara



2022 www.videocon.com