Ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut

ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut

Indonesia adalah negara yang kaya. Bukan hanya kaya akan sumber daya alam (SDA) saja, tetapi juga produk kesenian asli dan khas yang mendapat pengakuan dari dunia internasional. Batik dalam hal ini merupakan salah satunya. Nah, tahukah kamu bahwa pola-pola unik yang terdapat pada batik merupakan salah satu teknik ragam hias tekstil? Kira-kira apa saja teknik ragam hias tekstil yang bisa dituangkan dalam seni kerajinan tangan? Ragam hias adalah bentuk-bentuk dasar hiasan yang biasanya diauaun secara berulang-ulanh sesuai pola tertentu, diterapkan pada karya seni atau kerajinan dengan tujuan untuk memperindah atau menghias.

Ragam hias nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenun, anyaman, tembikar, ukiran kayu, maupun pahatan kayu. Dalam penerapannya, ternyata ada beberapa teknik ragam hias pada tekstil yang tergantung dengan bahan yang digunakannya.

Adapun teknik ragam hias tekstil terdiri dari membatik, menenun, membordir, menyulam, dan melukis. • Ragam Hias Membatik Ragam hias dengan membatik memerlukan dua tahap, yaitu; pembuatan pola dan pewarnaan. Untuk pembuatan pola memerlukan peralatan berupa canting atau alat cetak.

Sedangkan pewarnaan kain tekstilnya menggunakan teknik tutup celup. Baca juga: Berkenalan Dengan Aneka Motif Ragam Hias • Ragam Hias Menenun Ragam hias dengan menenun memerlukan peralatan berupa benang dan alat tenun. Sejak awal sudah direncanakan motif ragam hias pada hasil tenunan nanti. Pilihan motif menentukan pengaturan dan penyelipan benang selama proses menenun.

ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut

• Ragam Hias Sulam/ Bordir Ragam hias dengan menyulam atau bordir memerlukan peralatan berupa kain, benang warna-warni, jarum, pembidang lingkaran, manik-manik, payet, dan pernik lain sesuai kebutuhan. Setelah dibuat pola ragam hias sulaman dapat dilakukan dengan berbagai teknik seperti sulam terawang, sulam timbul, dan sulam datar.

• Ragam Hias Melukis Ragam hias dengan melukis memerlukan peralatan berupa kain, pewarna sesuai kondisi serat kain, kuas dengan ukuran sesuai bidang yang dilukis dan efek yang diinginkan, seperti kuas rata, kuas runcing, dan kuas bundar.

Setelah dibuat pola, lukisan dapat dilakukan berbagai teknik sapuan dan goresan. Ketebalan warna dapat diatur dengan menggunakan air untuk mengatur tingkat kekentalan pewarna yang digunakan. Kelas Pintar Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik.

Related Topics • Ragam Hias Tekstil • Seni Budaya • Teknik Ragam Hias Previous Article KOMPAS.com - Teknik penerapan ragam hias juga bisa diterapkan pada bahan buatan.

ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut

Salah satu contohnya bahan tekstil. Penerapan ragam hias pada bahan tekstil juga mudah ditemukan. Salah satu contohnya pakaian bermotif batik. Beda bahan dasarnya, tentu teknik yang digunakan juga berbeda. Jika pada bahan kayu, penerapan ragam hias bisa dilakukan dengan mengukir, namun tidak dengan bahan tekstil. Lalu, apa saja teknik penerapan ragam hias pada bahan tekstil? Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), ada empat teknik penerapan ragam hias yang bisa diterapkan pada bahan tekstil, yaitu: • Teknik sulam Teknik ini diterapkan dengan menggunakan jarum serta benang.

Untuk warna serta motifnya bisa flora, fauna, geometris atau figuratif. Umumnya teknik sulam ini langsung diaplikasikan pada kain yang digunakan. Sedangkan untuk tekniknya bergantung pada apa yang diinginkan. • Teknik tenun KRISTIANTO PURNOMO Wanita Baduy luar menenun di Kampung Balingbing, Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa (1/3/2016).

Kerajinan kain tenun menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Baduy selain bertani.Teknik ini diterapkan dengan cara menggabungkan benang dalam posisi melintang serta memanjang. Sebelum ditenun, tentunya benang ini sudah diberikan warna. Menenun bisa dilakukan dengan manual atau dengan menggunakan mesin. Untuk motif, tentunya juga akan berpengaruh pada cara menenunnya. • Teknik bordir
Ragam hias adalah bentuk-bentuk dasar hiasan yang biasanya disusun secara berulang-ulang sesuai pola tertentu, diterapkan pada karya seni atau kerajinan dengan tujuan untuk memperindah atau menghias.

Ragam hias Nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenun, tatah sungging, anyaman, tembikar, ukiran kayu, dan pahatan batu. Teknik penggubahan motif ragam hias adalah secara realis, stilasi, dan deformasi. Ragam hias tersebut muncul dengan bentuk-bentuk yang bervariasi. Ragam hias yang terdapat dalam karya kerajinan atau seni tradisional sering kali terdapat makna spiritual dan harapan tertentu.

Ragam hias asli Nusantara biasanya berbentuk realis atau hasil stilasi/penggayaan dan deformasi flora, fauna, figuratif, benda.

Ada pula ragam hias bermotif abstrak dan hasil adaptasi pengaruh budaya luar, misalnya dari Tiongkok, India, dan Persia. A. Ragam Hias pada Bahan Tekstil Ragam hias tidak hanya digunakan untuk memperindah karya-karya seni kerajinan tradisional, namun sampai saat ini sangat mudah ditemukan pada banyak karya seni ataupun benda lain. Salah satunya adalah tekstil. Tekstil dalam kehidupan sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun sebenarnya terdapat sedikit perbedaan antara kedua istilah tersebut, tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang, sedangkan kain merupakan hasil jadinya, yang sudah bisa digunakan.

Tekstil merupakan material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang yang dapat dikerjakan dengan cara penyulaman, penjahitan, dan pengikatan. Tekstil juga dapat diartikan jalinan antara lungsi dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan benang.

Proses pembuatan bahan tekstil dapat menggunakan alat tenun tradisional maupun modern.

ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut

Perkembangan ragam hias pada tekstil sangat pesat karena mengikuti mode dan trend fashion yang sentiasa berkembang. Ragam hias pada tekstil banyak diterapkan pada pakaian-pakaian adat yang ada di Indonesia. Penerapan ragam hias flora, fauna, dan geometris pada bahan tekstil banyak dijumpai pada produk kerajinan tekstil di berbagai daerah. Bahan tekstil pada kehidupan masyarakat Indonesia tidak terlepas dari kebutuhan upacara adat terutama kain tradisional.

ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut

Kain tradisional merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan upacara-upacara yang dilaksanakan di berbagai daerah Nusantara. Setiap adat memiliki kain tradisional sebagai bagian dari upacara. Pengertian ragam hias tekstil adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya disusun secara berulang-ulang sesuai pola tertentu, diterapkan pada kain yang tujuannya untuk memperindah atau menghias.

B. Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan cara, yaitu : 1. Membatik Pengertian secara umum batik tulis/klasik adalah sebuah teknik menahan warna dengan lilin malam secara berulang-ulang di atas kain, namun pada perkembangannya, batik dibuat menggunakan teknik celup, cap, sablon, dan printing 2.

Menenun Teknik pembuatan kain dengan cara memasukkan secara berselang-seling kelompok benang yang membujur (lungusi) ke dalam kelompok benang yang melintang (pakan) 3. Menyulam Teknik pembuatan hiasan kain dengan media benang dan jarum jahit menggunakan keterampilan tangan secara manual 4.

Membordir Teknik pembuatan hiasan kain dengan media benang dan jarum jahit menggunakan bantuan mesin 5. Melukis Teknik pembuatan hiasan pada kain menggunakan alat bahan kuas dan cat C. Jenis dan Sifat Bahan Tekstil Seperti halnya berbagai media apapun, setiap bahan tekstil memiliki sifat yang berbeda-beda. Jenis bahan tekstil dapat diketahui dari perbedaan jenis benang dan teksturnya. Terdapat beberapa jenis bahan pembuatan tekstil.

Secara umum terdapat dua jenis benang atau serat, yaitu benang dari bahan alam dan buatan. Di bawah ini merupakan penjelasan berbagai jenis bahan tekstil beserta sifatnya.

1. Bahan Tekstil Alami Beberapa jenis bahan tekstil yang dihasilkan dari bahan alam sebagai bahan utama produk tekstil antara lain sebagai berikut; a. Kapuk Sifat bahan tekstil alami kapuk yaitu; • bahan tekstil alami kapuk diperoleh dari tanaman pohon randu (Ceiba Pentandra) yang tumbuh di Jawa dan Sumatra (Indonesia), Meksiko, Amerika Tengah, Karibia, Amerika Selatan bagian Utara dan Afrika Barat • disebut katun sutra karena mengkilap seperti sutera • tekstur halus • lemah • serat pendek • tahan terhadap kelembaban, cepat kering bila basah • digunakan untuk kasur, bantal, dan furnitur berlapis b.

Katun/Kapas Sifat dari bahan tekstil alam katun/ kapas yaitu; • serat alami yang paling banyak digunakan dalam pakaian, tumbuh di sekitar biji tanaman kapas.

• kekuatan cukup baik • elastisitas sangat rendah • kurang kuat dan rentan ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut kerutan • jika dipakai nyaman dan terasa lembut • daya serap terhadap air baik • mengalirkan panas dengan baik • bisa rusak karena serangga, jamur, lumut dan ngengat • kekuatan serat dapat melemah jika dijemur menggunakan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama • umumnya digunakan sebagai bahan pakaian tenun dan rajutan • digunakan untuk bahan tekstil rumahan, misalnya handuk mandi, jubah mandi, penutup tempat tidur dan sebagainya • digunakan sebagai campuran dengan serat lain seperti poliester, spandeks dan sebagainya • lentur, mudah kusut, serta dapat disetrika dengan temperatur panas yang tinggi.

c. Sutra Sifat dari bahan tekstil alam sutra yaitu; • terbuat dari serat kepompong ulat sutra • tekstur halus dan lembut, berkilau, licin, serta lentur • kuat, ringan, tetapi dapat kehilangan hingga 20% kekuatannya saat basah • jika terkena terlalu banyak sinar matahari dapat melemah • jika dibiarkan kotor, dapat dirusak oleh serangga • diterapkan untuk pembuatan kemeja, piyama, jubah, dasi, blus, gaun formal, pakaian mode kelas atas, setelan pria dan baju musim panas, penutup dinding, pelapis jok, dan hiasan dinding • banyak menyerap air dan nyaman saat digunakan.

d. Wol Sifat dari bahan tekstil alam wol yaitu; • serat wol berasal dari bulu domba, memiliki tekstur serat yang relatif kasar dan berkerut dengan sisik pada permukaannya • higroskopis (mudah menyerap kelembaban) • tahan terhadap listrik statis • diterapkan untuk pembuatan jaket, jas, celana, baju hangat, topi, selimut, dan karpet • tidak mudah kusut, dapat menahan panas, sangat lentur, apabila dipanaskan menjadi lebih lunak.

e. Goni Sifat dari bahan tekstil alam goni yaitu; • berasal dari tumbuhan rami (jute) atau rosela • serat termurah • tidak tahan lama karena cepat rusak bila terkena air dalam waktu lama • kekuatan kurang tidak bisa diubah warnanya menjadi putih bersih • diterapkan untuk pembuatan benang pengikat untuk karpet, kain kasar, karung dan sebagainya 2. Bahan Tekstil Buatan Selain bahan alam saat ini juga telah banyak diproduksi bahan tektil buatan. Beberapa janis bahan tekstil buatan antara lain sebagai berikut; a.

Nilon Sifat bahan tekstil buatan nilon yaitu; • elastisitas tinggi • sangat kuat dan tahan lama • termoplastik • bisa menjadi sangat mengkilat atau kusam • tahan terhadap serangga, jamur, lumut dan kebusukan diterapkan untuk pembuatan stocking, parasut, dan kantong udara b. Dakron Sifat dari bahan tekstil buatan dakron yaitu; • nama asli yaitu polietilena tereftalat • mudah dicuci, cepat kering, tidak mudah kisut, dan mempunyai daya serap tinggi • agak keras, akan tetapi bisa digunakan untuk pengisian bantal, guling maupun boneka agar terlihat lebih terisi, terlihat rapi, memiliki bobot ringan dan mengembang dengan baik c.

Poliester Sifat dari bahan tekstil buatan poliester yaitu; • termoplastik, bisa dibentuk ulang dengan proses pemanasan • kekuatan baik • hidrofobik (tidak menyerap) • diterapkan untuk pembuatan pakaian tenun dan rajutan, kemeja, celana, jaket, topi, seprai, selimut, dan bahan bantal D.

Jenis dan Bahan Pewarna Tekstil Salah satu unsur yang membuat suatu bahan tekstil menjadi indah adalah warna. Terdapat beberapa jenis pewarna tekstil. Sama dengan jenis bahan pembuatan serat/benang tekstil, secara umum terdapat dua jenis pewarna, yaitu alami dan buatan (sintetis). Pewarna alam dihasilkan dari ekstrak akar-akaran, buah, daun,kulit kayu maupun batang kayu. Sedangkan pewarna buatan (sintetis) dibuat dari bahan kimia/ buatan.

Di bawah ini merupakan penjelasan kedua bahan pewarna tersebut : 1. Pewarna Tekstil Alami Pewarna tekstil alami memiliki sifat mudah luntur dan mudah pudar karena tidak tahan terhadap sinar matahari.

a. Kunyit (Curcuma domestica) Kunyit merupakan pewarna tekstil alami yang dibuat dengan cara merebuat parutan kunyit. Warna yang dihasilkan dari bahan ini adalah warna kuning hingga jingga. b. Kayu tingi (saga) Kayu tingi merupakan bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami yang dibuat dengan mengolah kulit kayu dan getahnya.

Warna yang dihasilkan dari bahan kayu tingi/ saga yaitu merah dan hitam. c. Kesumba Kesumba merupakan bahan dasar pewarna tekstil alami berbentuk biji-bijian.

Warna yang dihasilkan dari biji kesumba yaitu warna merah atau kuning. d. Tarum atau tom (Indigofera Tinctoria) Tarum atau tom merupakan sejenis tanaman yang dapat diolah sebagai bahan dasar pembuatan pewarna alami.

Warna yang dihasilkan dari rendaman daun tarum adalah warna biru. e. Pinang (Areca Cathecu) Biji buah pinang dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami. Warna alami yang dihasilkan dari tumbukkan halus biji buah pinang tua adalah warna merah. f. Suji (Dracaena angustifolia) Tumbuhan suji juga dapat dibuat menjadi pewarna tekstil alami. Warna alami yang dihasilkan dari air hasil tumbukan halus tumbuhan ini yaitu warna hijau.

g. Kulit manggis (Garcinia mangostana) Kulit buah manggis merupakan bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami. Warna yang dihasilkan dari kulit manggis yaitu biru, ungu dan merah. Warna tersebut diperoleh dengan cara menumbuk halus kulit manggis kemudian bubuk kulit manggis direndam menggunakan etanol dan dikeringkan. h. Akar mengkudu (Morinda citrifolia) Akar tanaman mengkudu merupakan salah satu bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami.

Warna yang dihasilkan dari akar mengkudu ini yaitu warna merah kecoklatan. i. Getah gambir Gambir yaitu sejenis getah yang telah dikeringkan dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan. Warna merah tua hingga kecoklatan yang dihasilkan dari tumbuhan ini.

j. Jati (Tectona grandis) Pucuk daun jadi juga dapat dijadikan sebagai bahan dasar pewarna alami. Warna yang dihasilkan dari daun jati yaitu warna merah kecoklatan. k. Angsana Kayu dan daun tanaman angsana dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pewarna alami.

Warna yang dihasilkan oleh kayu angsana yaitu warna merah sedangkan daunnya berwarna coklat kekuningan.

2. Pewarna Tekstil Buatan/ Sintetis Pewarna tekstil buatan memiliki sifat tidak mudah luntur dan tahan terhadap sinar matahari. Jenis pewarna naphtol digunakan dengan teknik celup, sedangkan pewarna indigosol dapat digunakan dengan teknik celup atau colet (lukis). a. Naphtol Zat warna naptol terdiri dari 2 komponen, yaitu naphtol sebagai komponen dasar dan garam diazonium atau garam naphtol sebagai komponen pembangkit warna.

b. Zat Warna Indigosol Zat warna indigosol atau bejana larut adalah zat warna yang ketahanan lunturnya baik, berwarna merata dan cerah. Zat warna ini dapat dipakai dengan cara pecelupan dan coletan. Warna dapat timbul setelah dibangkitkan dengan Natrium Nitrit dan Asam/Asam sulfat atau Asam florida. c. Zat Warna Rapid Zat warna rapid biasanya digunakan untuk coletan jenis rapid fast. Zat warna rapid merupakan campuran dari komponen naphtol dan garam diazonium yang distabilkan, yang paling banyak dipakai biasanya rapid merah, karena berwarna lebih cerah dan tidak ditemui di kelompok indigosol.

d. Zat Warna Pigmen Pemakaian pada bahan tekstil membutuhkan zat pengikat yang membantu pengikatan zat warna tersebut dengan serat. Zat warna pigmen umumnya digunakan untuk cetak saring dan kurang cocok digunakan pada teknik celup.

e. Cat Tekstil Cat Tekstil berbahan dasar air. Cat jenis ini khusus digunakan untuk melukis di atas kain.

Cat ini cocok untuk kegiatan melukis sepatu kanvas, tas kain atau t-shirt. Setelah cat mengering kain yang dilukis harus disetrika, namun besi setrikaan jangan langsung mengenai lukisannya. f. Cat Akrilik Merupakan salah satu jenis cat yang cukup awam dipakai untuk melukis. Cat ini adalah janis cat yang terbuat dari plastik dengan dasar polietilen dan mengeras ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut kering. Cat akrilik dapat dicampur dengan air, tetapi menjadi tahan air apabila kering.

Lukisan berbahan cat akrilik mampu menyerupai lukisan cat air atau lukisan cat minyak. E. Apa Fungsi Ragam Hias pada Bahan Tekstil? Ragam hias merupakan corak hias pada permukaan benda hasil kerajinan. Ragam hias dapat berupa bentuk alami maupun gubahan/ stilasi dari bentuk hewan, tumbuhan, manusia, bentuk geometris, abstrak, dll. Adapun fungsi ragam hias pada bahan tekstil, yaitu: • Dapat menambah nilai-nilai estetika atau nilai-nilai keindahan pada sebuah karya kerajinan dari bahan tekstil.

Nilai-nilai estetika dapat dihasilkan jika ragam hias yang dibuat pada bahan tekstil tersebut dapat menambah keindahan sehingga dapat dinikmati oleh orang banyak.

• Dapat menambah nilai ekonomis/nilai jual produk. Jika ragam hias tersebut menghasilkan nilai estetika, tentu produk tersebut akan banyak diminati pembeli dan dapat menghasilkan keuntungan.

• Menambah daya tarik pembeli. Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, barang-barang yang indah akan banyak diminati oleh pembeli. • Menambah nilai seni pada produk. Artinya barang yang mendapat sentuhan hiasan/ dihias akan terlihat fungsinya sebagai barang karya seni.

• Mewariskan kebudayaan dari proses pembuatannya. Artinya apabila orang yang telah ahli dalam pembuatan ragam hias pada bahan tekstil, ada baiknya dapat menurunkan ilmu/ keahliannya pada teman-teman, anak, saudara, dll. F. Prosedur Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dilakukan dengan teknik yang berbeda-beda, misalnya batik, sulam, bordir, songket, sablon, tenun ikat, dan lukis. Salah satu penerapan ragam hias adalah teknik lukis yang diterapkan pada tas kain.

Tas kain atau totebag terbuat dari bahan kain yang menyerap cat. Menggunakan pewarna misalnya cat tekstil atau cat sablon dengan alat kuas. Berikut ini contoh penerapan ragam hias pada tas kain atau totebag, dengan teknik lukis. Perhatikan gambar dan langkah-langkahnya berikut ini; 1. Siapkan gambar rancangan ragam hias di atas kertas. 2. Siapkan tas kain atau totebag yang akan dihias dan berilah alas dari bahan karton atau tripleks di dalamnya agar pengecatan tidak akan tembus ke belakang 3.

Pindah gambar rancangan ragam hias ke permukaan tas kain dengan pensil 4. Selanjutnya memberikan warna-warna yang menarik pada gambar rancangan dipermukaan kaos dengan menggunakan alat kuas 5. Setelah selesai pewarnaan, lanjutkan dengan finishing, lalu keringkan hasil gambar ragam hias dengan hair ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut atau dijemur Lebih jelasnya silahkan simak video penerapan ragam hias pada bahan tekstil berikut ini.

Yahoo kuulub Yahoo kaubamärkide perre. Klõpsates valikut " Aktsepteeri kõik", nõustute, et Yahoo ja meie partnerid salvestavad teie seadme teavet ja/või pääsevad sellele ligi küpsiste ja muude sarnaste tehnoloogiate abil ning töötlevad teie isikuandmeid isikupärastatud reklaamide ja sisu kuvamiseks, reklaami ja sisu mõõtmiseks, vaatajaskonna ülevaate ja tootearenduse jaoks.

Teie isikuandmed, mida võidakse kasutada • Teave teie seadme ja internetiühenduse, kaasa arvatud teie IP-aadressi kohta • Sirvimis- ja otsingutegevused Yahoo veebilehtedel ja rakendustes • Täpne asukoht Lisateabe saamiseks ja oma valikute haldamiseks tehke valik ' Halda sätteid'.

Oma valikuid saate igal ajal muuta privaatsusseadete kaudu. Lisateavet selle kohta, kuidas me teie teavet kasutame, leiate meie privaatsuspoliitikast ja küpsiste poliitikast. Meie partnerite kohta lisateabe saamiseks klõpsake siin.
BUGURUKU.COM – Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil, Penerapan ragam hias flora, fauna, dan geometris pada bahan tekstil banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan cara membatik, menenun, membordir, menyulam dan melukis.

Bahan tekstil dibuat dengan menjalin benang pakan dan lungsi dengan beragam pola jalinan. Membuat bahan tekstil bisa dilakukan dengan alat tenun tradisional maupun modern. Sifat Bahan Tekstil Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil, Jenis tekstil dapat diketahui dari perbedaan jenis benang dan permukaan teksturnya. Benang dibuat dari bahan alam atau bahan buatan. Benang katun dibuat dari kapas.

Benang sutera dibuat dari serat yang berasal dari kepompong ulat sutera. Kain wol dibuat dari bulu domba. Bahan benang buatan misalnya dakron, polyester dan nilon digunakan untuk membuat tekstil dengan jenis tertentu. Bahan benang yang lain, misalnya serat agel dan serat rami, digunakan untuk produk tekstil lain, seperti tas dan makrame.

ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut

Bahan tekstil ini memiliki sifat yang berbeda-beda sebagai berikut. a. Katun memiliki sifat menyerap air, mudah kusut, lentur, dan dapat disetrika dalam temperatur panas yang tinggi.

b. Wol memiliki sifat sangat lentur, tidak mudah kusut, dapat menahan panas, apabila dipanaskan menjadi lebih lunak. c. Sutera memiliki sifat lembut, licin, berkilap, lentur, dan kuat. Bahan sutera banyak menyerap air dan memiliki rasa sejuk apabila digunakan. d.

ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut

Tekstil dari bahan polyester dan nilon memiliki sifat tidak tahan panas, tidak mudah kusut, tidak perlu disetrika, kuat, dan jika dicuci cepat kering. Jenis dan Bahan Pewarna Tekstil Bahan tekstil dapat diberi warna baik dari bahan pewarna alami maupun buatan.

Masingmasing bahan pewarna inimemiliki sifat dan jenis yang berbeda-beda. Pewarna alam dihasilkan dari ekstrak akar-akaran, daun, buah, kulit kayu dan kayu. Pewarna alami misalnya soga dan kesumba.

Pewarna buatan (sintetis) dibuat dari bahan kimia, misalnya naptol dan indigosol. Jenis pewarna naptol digunakan dengan teknik celup, sedangkan pewarna indigosol dapat digunakan dengan teknik celup atau colet (lukis). Bahan pewarna buatan memiliki sifat tidak mudah luntur dan tahan terhadap sinar matahari.

Sebaliknya, pewarna alami memiliki sifat mudah luntur dan mudah pudar karena tidak tahan terhadap sinar matahari. Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dilakukan dengan teknik yang berbeda-beda, misalnya sulam, batik, sablon tenun ikat, bordir, dan songket.

Penerapan ragam hias pada bahan tekstil misalnya dilakukan pada kaos oblong.

ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut

Kaos oblong dibuat dari bahan yang menyerap cat. Bahan pewarnaan yang digunakan misalnya cat tekstil atau cat sablon dengan alat kuas. Berikut ini contoh penerapan ragam hias pada produk kaos oblong, dengan teknik menggambar. 1. Siapkan gambar rancangan ragam hias di atas kertas. 2. Siapkan kaos oblong berwarna putih dan berilah alas dari bahan karton atau tripleks di dalamnya agar pengecatan tidak akan tembus ke belakang.

3. Pindah gambar rancangan ragam hias ke permukaan kaos dengan pensil. 4. Selesaikan gambar rancangan dengan menerapkan warna-warna yang menarik dengan alat kuas. 5. Keringkan hasil gambar ragam hias dengan hair dryer atau dijemur. Bentuk ragam hias dapat diaplikasikan pada media tekstil, salah satunya adalah dengan menggunakan teknik menggambar. Menggambar pada bahan tekstil kaos menjadi pilihan yang bisa dilakukan. Pewarnaan bisa dilakukan dengan menggunakan cat tekstil atau cat sablon.

Proses pembuatannya dapat menggunakan kuas dan diberi campuran beraneka warna. Baca juga Memainkan Alat Musik Sederhana Menggambar dengan bahan tekstil (kaos) meliputi beberapa tahapan berikut.

1. Buatlah sketsa ragam hias yang sudah dipilih. 2. Gunakan kayu triplek atau karton tebal sebagai alas kaos dan letakkan di dalamnya agar tidak tembus ke belakang. 3. Berilah warna pada ragam hias. 4. Keringkan hasil gambar pada sinar matahari atau gunakan pengering rambut (hair dryer). Indonesia adalah negara yang kaya. Bukan hanya kaya akan sumber daya alam (SDA) saja, tetapi juga produk kesenian asli dan khas yang mendapat pengakuan dari dunia internasional. Batik dalam hal ini merupakan salah satunya.

Nah, tahukah kamu bahwa pola-pola unik yang terdapat pada batik merupakan salah satu teknik ragam hias tekstil? Kira-kira apa saja teknik ragam hias tekstil yang bisa dituangkan dalam seni kerajinan tangan? Ragam hias adalah bentuk-bentuk dasar hiasan yang biasanya diauaun secara berulang-ulanh sesuai pola tertentu, diterapkan pada karya seni atau kerajinan dengan tujuan untuk memperindah atau menghias.

Ragam hias nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenun, anyaman, tembikar, ukiran kayu, maupun pahatan kayu.

ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut

Dalam penerapannya, ternyata ada beberapa teknik ragam hias pada tekstil yang tergantung dengan bahan yang digunakannya. Adapun teknik ragam hias tekstil terdiri dari membatik, menenun, membordir, menyulam, dan melukis.

Ragam hias dengan membatik memerlukan dua tahap, yaitu; pembuatan pola dan pewarnaan. Untuk pembuatan pola memerlukan peralatan berupa canting atau alat cetak. Sedangkan pewarnaan kain tekstilnya menggunakan teknik tutup celup. Baca juga: Berkenalan Dengan Aneka Motif Ragam Hias Ragam hias dengan menenun memerlukan peralatan berupa benang dan alat tenun. Sejak awal sudah direncanakan motif ragam hias pada hasil tenunan nanti.

Pilihan motif menentukan pengaturan dan penyelipan benang selama proses menenun. Ragam hias dengan menyulam atau bordir memerlukan peralatan berupa kain, benang warna-warni, jarum, pembidang lingkaran, manik-manik, payet, dan pernik lain sesuai kebutuhan.

Setelah dibuat pola ragam hias sulaman dapat dilakukan dengan berbagai teknik seperti sulam terawang, sulam timbul, dan sulam datar. Ragam hias dengan melukis memerlukan peralatan berupa kain, pewarna sesuai kondisi serat kain, kuas dengan ukuran sesuai bidang yang dilukis dan efek yang diinginkan, seperti kuas rata, kuas runcing, dan kuas bundar. Setelah dibuat pola, lukisan dapat dilakukan berbagai teknik sapuan dan goresan.

Ketebalan warna dapat diatur dengan menggunakan air untuk mengatur tingkat kekentalan pewarna yang digunakan. Ilustrasi ragam hias.

ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut

(Photo by Camille Bismonte on Unsplash) Bola.com, Jakarta - Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya seni atau kerajinan. Pola dalam ragam hias biasanya sering digunakan sebagai acuan dalam pembuatan rancangan hiasan. Penggunaan pola ragam hias bertujuan mengisi kekosongan bahan. Hal itu bermaksud untuk memperindah dan menambah nilai estetika suatu benda atau produk. Secara umum, teknik dalam menggambar ragam hias ada dua jenis sesuai motif yang akan dibuat, yaitu teknik mistar dan manual.

Teknik penerapan ragam hias bisa diterapkan pada bahan buatan. Teknik menggambar ragam hias pada bahan buatan ada beberapa jenis, tergantung dari bahan dan alat yang digunakan.

Berikut ini rangkuman tentang macam-macam teknik menggambar ragam hias pada bahan buatan, seperti dilansir dari emodul.kemdikbud.go.id, Kamis (4/11/2021). Berita Video, Melihat Training Camp EVOS ITS yang Merupakan Markas Baru dari EVOS Esports Teknik tenun merupakan teknik pembuatan ragam hias pada bahan buatan tekstil dengan menggabungkan benang berwarna secara melintang, memanjang atau bersilang.

Benang tersebut kemudian ditenun sesuai pola ragam hias dengan menggunakan alat tenun manual atau mesin. Di Indonesia, ragam hias yang terkenal dengan menggunaan teknik tenun berada di daerah Sumatra dan Kalimantan.

Sulam merupakan satu di antara teknik yang digunakan untuk membuat ragam hias pada bahan buatan tekstil. Teknik sulam ini menggunakan alat berupa jarum dan benang yang berwarna. Setelah itu benang disulamkan pada kain yang sudah ada gambar pola ragam hias. Cara menyulam pada bahan buatan tekstil dapat dilakukan dengan tusuk jelujur, tusuk silang, atau dengan mengombinasikan tusuk keduanya. Teknik bordir pada dasarnya sama dengan teknik sulam.

Adapun yang membedakannya adalah teknik bordir menggunakan mesin jahit dan sekarang bisa dilakukan dengan menggunakan komputer. Sementara, teknik sulam dilakukan dengan cara manual menggunakan benang dan jarum. Teknik cetak dalam membuat ragam hias dapat diterapkan untuk bahan buatan tekstil, kaca, logam, kayu, keramik, dan plastik. Teknik cetak yang biasa dilakukan dalam pembuatan ragam hias pada bahan buatan yaitu teknik cetak ragam hias pada kain dengan menggunakan benang warna-warni yang dibuat dengan teknik timbul disebut atau biasa disebut sablon.

Cetak saring ini menggunakan screen printing yang sudah ada gambar motifnya. Cara melakukannya dengan cara menuangkan cat ke screen, selanjutnya tinggal mencetaknya di atas bahan buatan. Cara yang lebih mudah ialah dengan menggunakan karton yang sudah dilubangi sesuai motif, tempelkan pada bahan buatan, dan berikan warna dengan cara menutup lubang tersebut memakai cat warna. Untuk membuat ragam hias dengan teknik lukis bisa dilakukan pada bahan buatan tekstil, kayu, kaca, logam, plastik, dan keramik.

Teknik lukis ini mudah dilakukan dan sederhana, yaitu dengan langsung menggambarkan motif ragam hias ke bahan buatan. Alat yang digunakan adalah kuas, palet, dan cat warna. Pembuatan ragam hias dengan teknik batik hanya dapat dilakukan pada bahan buatan tekstil. Teknik batik dikatakan juga sebagai teknik tutup celup. Adapun yang dimaksud teknik tutup celup adalah proses pembuatannya dengan cara menutup permukaan kain sesuai gambar menggunakan lilin malam dengan bantuan alat canting.

Kemudian dicelupkan pada pewarna tekstil sampai kain terendam, selanjutnya adalah proses pelepasan lilin sampai bersih sehingga akan terbentuk motif yang dikehendaki.

Sumber: Kemdikbud

Menerapkan Ragam Hias Pada Bahan Kayu




2022 www.videocon.com