Minuman keras adalah minuman yang mengandung

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Advertisement Meskipun demikian, kadar ethanol yang terkandung dalam setiap jenis minuman beralkohol tidaklah sama. Kadar etanol atau alkohol yang terdapat dalam sebuah minuman tergantung dari proses pembuatannya. Jenis minuman keras yang dibuat dari hasil fermentasi tumbuhan menggunakan ragi misalnya, mengandung kadar alkohol yang tidak terlalu tinggi. Sementara itu minuman yang dibuat dari hasil fermentasi dan disuling kembali dengan suhu tinggi, kadar alkoholnya lebih tinggi.

Oleh karena itu, penting bagi Anda mengetahui kandungan alkohol pada minuman tersebut dan kadar aman dalam mengonsumsinya supaya tidak sampai merusak kesehatan. Jenis-jenis minuman keras Wine jenis red wine alias anggur merah  Ada banyak jenis minuman alkohol yang dijual di pasaran, beberapa di antaranya adalah: 1.

Wine Minuman beralkohol seperti wine biasanya disajikan bersama dengan makanan.

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Umumnya, kadar alkohol wine memiliki sekitar 14%. Wine jenis champagne rata-rata mengandung 12% alkohol, namun jenis wine lain seperti sherry, port, atau medeira mengandung sekitar 20% alkohol. Jika diminum dalam jumlah yang tidak berlebihan, wine memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko Alzheimer. 2. Bir Bir adalah salah satu minuman beralkohol paling populer yang beredar di pasaran.

Kadar alkohol bir tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan jenis minuman keras lainnya, yaitu sekitar 4%-6%. Beberapa merek bir juga ada yang mengeluarkan jenis light beer yang memiliki kandungan alkohol lebih rendah lagi, yaitu 2%. 3. Sake Sake merupakan minuman beralkohol asal jepang yang juga cukup populer di Indonesia. Terbuat dari fermentasi beras, minuman ini mengandung sekitar 16% alkohol.

4. Gin Gin dan Tonic minuman keras adalah minuman yang mengandung, minuman beralkohol dengan kadar di atas 35% Â Terbuat dari campuran buah berry dan kulit jeruk dan memiliki kadar alkohol 35-55%, gin biasanya dijadikan bahan utama pada campuran martini. 5. Tequilla Berasal dari penyulingan bagian tengah tanaman agave biru, tequilla secara alami terasa manis karena mengandung gula yang tinggi.

Rata-rata, kadar alkohol tequila adalah 40% alkohol. 6. Brandy Jenis miras anggur yang telah melalui proses fermentasi dan distilasi ini biasanya memiliki 40% alkohol. Salah satu jenis brandy yang terkenal adalah Cognac.

7. Wiski Dibuat dengan menyuling adonan yang terbuat minuman keras adalah minuman yang mengandung biji-bijian yang telah difermentasi sebelumnya pada suhu tinggi, wiski kemudian disimpan selama mungkin dalam tong kayu ek. Kadar ethanol dalam minuman alkohol ini biasanya mencapai 40-50%. 8. Vodka Vodka memiliki kandungan alkohol yang tinggi Minuman alkohol ini juga dibuat dengan menyuling adonan yang difermentasi, tapi bahan utamanya adalah kentang, kadang juga dicampur buah dan susu. Rata-rata, kadar alkohol vodka adalah 40%.

9. Rum Minuman jenis rum ini dibuat dengan distilasi tebu murni, sari tebu, atau tetes tebu dan biasanya disimpan dalam tong kayu. Kadar alkohol rum sekitar 40-75,5%. 10. Soju Soju adalah salah satu jenis minuman keras dengan yang disuling dari berbagai jenis tepung tanaman. Kadar alkohol soju bervariasi, mulai dari 15 hingga lebih dari 50 persen. Bedanya dengan sake adalah minuman alkohol yang diproses menyerupai bir dan terbuat dari beras. Sementara, soju dibuat dengan proses penyulingan.

11. Anggur merah Anggur merah adalah salah satu jenis minuman beralkohol yang awalnya dibuat sebagai jamu. Meski terbuat dari anggur seperti wine, rasa anggur merah adalah manis dan pahit dengan alkohol yang terasa.

Kadar alkohol anggur merah biasanya berkisar 20%. 12.

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Absinth Jenis minuman keras yang kadar alkoholnya paling tinggi adalah absinth, yakni 90%. Absinth adalah hasil penyulingan dari fermentasi jamu serta dedaunan. Berapa kadar alkohol yang aman diminum?

Idealnya, Anda tidak boleh minum alkohol demi alasan kesehatan. Namun, jika tetap ingin mengonsumsi minuman alkohol ini, sebaiknya tidak berlebihan dan mengetahui kadar amannya sesuai jenis jenisnya, misalnya: • Bir yang mengandung 5% alkohol, maksimal 355 ml • Anggur yang mengandung 12% alkohol, sekitar 148 ml • Minuman keras alias miras (gin, rum, whiskey, tequila, atau vodka), maksimal 45 ml Secara garis besar, jumlah aman konsumsi alkohol akan sangat bervariasi, tergantung kondisi individu.

Beberapa hal yang memengaruhinya antara lain usia, faktor genetik, dan masalah kesehatan pribadi. Wanita dianjurkan untuk mengonsumsi jenis minuman keras dengan jumlah yang lebih sedikit dari rekomendasi di atas, karena rata-rata lebih rentan mabuk dibanding pria. Namun, wanita yang tengah hamil dan menyusui tidak boleh meneguk jenis minuman beralkohol sama sekali karena dikhawatirkan membahayakan diri sendiri serta janin di dalam kandungan.

Baca Juga • Cara Menghilangkan Mabuk Alkohol atau Hangover yang Ampuh • Penyebab Sering Uring-uringan Ternyata Bukan Cuma Stres • Pecinta Kafein, Sudah Tahu Bahaya Akibat Minum Kopi Berlebihan?

Efek samping minum alkohol Efek buruk minuman alkohol untuk ibu hamil mulai dari menyebabkan keguguran hingga bayi lahir dengan cacat bawaan. Sementara bagi orang pada umumnya, konsumsi alkohol berlebihan dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan fisik dan mental, contohnya: • Depresi • Demensia • Hepatitis alkoholik • Anemia • Penyakit jantung, seperti aritmia (detak jantung tidak beraturan) dan kardiomiopati (otot jantung bermasalah) • Perlemakan hati hingga sirosis • Asam urat • Tekanan darah tinggi • Kerusakan saraf • Stroke • Beberapa tipe kanker, seperti kanker payudara, usus, hati, esofagus, mulut, hingga pankreas Apabila Anda mengalami kesulitan mengurangi kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan, jenis minuman keras yang harus dihindari maupun asupan tidak sehat secara umum, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App Store dan Google Play. Kementerian Agama RI. http://www.halal.go.id/artikel/12 Diakses pada 11 Desember 2020 Alcohol Rehab Help. https://alcoholrehabhelp.org/blog/types-of-alcohol/ Diakses pada 11 Desember 2020 Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/265799 Diakses pada 11 Desember 2020 WebMD.

https://www.webmd.com/cancer/features/faq-alcohol-and-your-health Diakses pada 11 Desember 2020 Eating Well. https://www.eatingwell.com/article/7897595/what-is-soju/ Diakses pada 12 Agustus 2021 FlokQ. https://www.flokq.com/blog/amer-anggur-merah Diakses pada 12 Agustus 2021 Kesehatan Mental Kecanduan Alkohol Picu Masalah Kesehatan, Ini Tanda-tandanya Jika tak segera ditangani, kecanduan alkohol dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung dan hati.

Untuk mengatasi kecanduan alkohol, Anda bisa mengikuti rehabilitasi, support group, terapi obat, bimbingan khusus, hingga mengubah asupan nutrisi yang masuk dalam tubuh. • العربية • Boarisch • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Føroyskt • Français • Gaeilge • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Italiano • 日本語 • Jawa • 한국어 • Latina • Lietuvių • Latviešu • മലയാളം • minuman keras adalah minuman yang mengandung • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • Português • Runa Simi • Русский • Саха тыла • Sardu • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Minuman keras adalah minuman yang mengandung • Slovenščina • Српски / srpski • ไทย • Türkmençe • Türkçe • Українська • Tiếng Việt • West-Vlams • 吴语 • ייִדיש • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Ketel distilasi wiski.

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Minuman keras (disingkat miras), minuman suling, atau spirit adalah minuman beralkohol yang mengandung etanol yang dihasilkan dari penyulingan (yaitu, ber konsentrasi lewat distilasi) etanol diproduksi dengan cara fermentasi biji-bijian, buah, atau sayuran. [1] Contoh minuman keras adalah arak, vodka, gin, baijiu, tequila, rum, wiski, brendi, dan soju.

Di Indonesia, definisi "minuman keras" dan " minuman beralkohol" tercampur aduk dan cenderung dianggap barang yang sama sehingga juga meliputi minuman fermentasi yang tidak disuling seperti bir, tuak, anggur, dan cider. Contoh dalam RUU Anti Miras yang telah dibuat sejak tahun 2013. [2] Istilah " hard liquor" (juga berarti "minuman keras") digunakan di Amerika Utara dan India untuk membedakan minuman suling dari yang tidak disuling (jauh lebih rendah kadar alkoholnya).

Pabrik penyulingan minuman keras di Comal, dekat Pekalongan, Jawa Tengah sekitar 1930-1940. "Minuman keras" merujuk minuman suling yang tidak mengandung tambahan gula dan memiliki setidaknya 20% alkohol berdasarkan volume (ABV). Minuman keras yang populer antara lain arak, brendi, brendi buah (juga dikenal sebagai eau-de-vie atau schnapps), gin, rum, tequila, vodka, dan wiski.

Dalam perundang-undangan di Indonesia, minuman beralkohol dengan kadar di atas 20 persen masuk ke dalam minuman beralkohol golongan C. Namun tidak disebutkan secara gamblang bahwa minuman beralkohol golongan C adalah miras.

[3] Minuman suling yang dibotolkan dengan tambahan gula dan perisa tambahan, seperti grand marnier, frangelico, dan schnapps Amerika, disebut " likeur".

Dalam penggunaan umum, perbedaan antara "minuman keras" dan "likeur" secara luas tidak diketahui atau diabaikan, akibatnya, semua minuman beralkohol selain bir dan anggur umumnya disebut sebagai minuman keras.

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Bir dan anggur, yang bukanlah minuman suling, mempunyai batas kandungan alkohol maksimum sekitar 20% ABV, karena kebanyakan ragi tidak dapat bereproduksi ketika konsentrasi alkohol ada di atas tingkat ini, akibatnya, proses fermentasi berhenti pada saat itu. Etimologi [ sunting - sunting sumber ] Istilah " spirit" (dari bahasa latin spiritus yang berarti "nafas") yang merujuk ke minuman keras berasal dari alkimia Timur Tengah. Alkemis-alkemis tersebut lebih peduli dengan kesehatan obat mujarab dibandingkan dengan transmutasi timah menjadi emas.

Uap yang dilepaskan dan dikumpulkan selama proses alkimia (seperti dengan distilasi alkohol) disebut sebagai spirit (" sukma") dari cairan aslinya. Asal usul istilah bahasa Inggris minuman keras, yaitu "liquor" dan kerabat dekatnya "liquid" adalah kata kerja Latin liquere, yang berarti "untuk menjadi cairan". Menurut Oxford English Dictionary (OED; "Kamus Bahasa Inggris Oxford"), penggunaan awal dari kata ini dalam bahasa Inggris, yang berarti hanya "cairan", bisa dirunut ke tahun 1225.

Penggunaan pertama OED menyebutkan arti "liquor" adalah "cairan untuk minum" terjadi pada abad ke-14. Penggunaannya sebagai istilah untuk "minuman beralkohol memabukkan" muncul pada abad ke-16.

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Britannica Online Encyclopedia: distilled spirit/distilled liquor • ^ http://antimiras.com/peraturan/ruu-anti-miras/ • ^ http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt53a964787db9c/ruu-larangan-minuman-beralkohol-resmi-inisiatif-dpr Bibliografi [ sunting - sunting sumber ] • Blue, Minuman keras adalah minuman yang mengandung Dias (2004). The Complete Book of Spirits: A Guide to Their History, Production, and Enjoyment.

New York: HarperCollins Publishers. ISBN 0-06-054218-7. • Forbes, Robert (1997). Short History of the Art of Distillation from the Beginnings up to the Death of Cellier Blumenthal.

Brill Academic Publishers. ISBN 90-04-00617-6. • Multhauf, Robert (1993). The Origins of Chemistry. Gordon & Breach Science Publishers. ISBN 2-88124-594-3. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Inggris) Sejarah dan taksonomi minuman keras. Diarsipkan 2012-06-24 di Wayback Machine. • (Inggris) Komunitas Distilasi. Diarsipkan 2009-05-14 di Wayback Machine. Badam Amaretto Crème de Noyaux Adas Absinthe Arak Ouzo Pastis Rakı Sambuca Cokelat Likeur cokelat Kayu manis Tentura Cloudberry Lakka Kelapa Malibu Kopi Kahlua Tia Maria Telur Advocaat Geluk hazel Frangelico Rempah-rempah Aquavit Bénédictine Brennivín Crème de menthe Metaxa Minttu Madu Bärenjäger Drambuie Glayva Krupnik Juniper Gin Jenever Jeruk manis Campari Curaçao Cointreau ( Triple sec) Lada Pertsivka Bunga lawang Sassolino Tebu atau molase Charanda Berbagai buah Crème de banane Crème de cassis Limoncello Schnapps Sloe gin • Halaman ini terakhir diubah pada 25 April 2022, pukul 20.19.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Minuman Keras posted on 17/10/2012 Minuman keras.

Minuman beralkohol. Mirasantika. Apa yang kebayang di pikiran teman-teman saat mendengar kata itu? Botol-botol dengan kemasan keren yang diminum bareng teman-teman sambil nongkrong di 7-11?

Penyanyi rock and roll urakan yang nyanyi sambil mabuk-mabukkan? Pada dasarnya, yang disebut sebagai miras atau minuman beralkohol adalah olahan minuman yang mengandung ethanol, alias alkohol. Berbagai macam bahan-bahan yang berbeda-beda tergantung dengan jenis miras yang ingin dibuat, difermentasi dengan macam-macam cara. Catatan: Fermentasi adalah proses berubahnya zat tepung di dalam bahan menjadi gula, yang kemudian berubah menjadi alkohol.

Lama proses fermentasi tergantung pada jenis minuman yang akan dibuat. Untuk wine, proses fermentasi bisa menghabiskan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun (proses fermentasi yang tidak main-main ini salah satu faktor yang membuat harga wine sangat wow dan beresiko menyebabkan kanker alias minuman keras adalah minuman yang mengandung kering.) Hampir setiap peradaban di seluruh dunia memiliki sejenis minuman beralkohol khas buatan mereka sendiri – mulai dari bir yang sudah ada sejak jaman Neolithik, vodka yang terkenal di Rusia, berbagai macam wine (anggur) yang bersebaran di seluruh dunia, sampai tuak, minuman beralkohol asal Indonesia, yang terbuat dari buah-buahan.

Namun karena kandungan alkoholnya, penjualan miras diatur dengan sangat ketat, dan ada batas usia minimal bagi pembeli miras. Di Indonesia, kebanyakan toko tidak menjual minuman beralkohol bagi orang yang berusia di bawah 21 tahun. Minuman beralkohol biasanya dipisah menjadi tiga jenis: Bir, wine, dan spirit. Bir Bir adalah minuman paling terkenal ketiga di dunia (di belakang teh dan air putih), dan hampir semua orang, mulai dari tukang sayur sampai Homer Simpson, kenal dengan minuman yang satu ini.

Bir terbuat dari biji-bijian gandum barley yang direndam di dalam air dan dikeringkan, dibumbui dengan tanaman hop yang menambah rasa pahit khas bir, lalu diproses dan difermentasikan minuman keras adalah minuman yang mengandung ditabur ragi, untuk kemudian dibiarkan selama beberapa hari atau beberapa minggu sampai proses fermentasi, di mana ragi mengubah kandungan gula di dalam campuran itu menjadi alkohol dan karbon dioksida.

Setelah itu, bir dimasukkan lagi ke dalam tangki tertutup dan dibiarkan ‘menua’ selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Setelah kemudian difilter dan dipasteurisasi, akhirnya jadilah bir. Dalam hasil akhirnya, kandungan alkohol di dalam bir adalah 2-6 persen, walau beberapa jenis bir mengandung sekitar 14 persen alkohol. Bir sendiri adalah salah satu minuman tertua di dunia.

Di mana ada bahan sejenis gandum, maka di situ ada sejenis bir, walaupun pada awalnya bir hanya difermentasikan selama satu atau dua hari saja.

Gandum digunakan sebagai bahan baku bir di Mesopotamia kuno, nasi dipakai di Asia, sementara Mesir menggunakan barley sebagai bahan baku dari bir versi mereka. Wine Secara keseluruhan, membuat minuman keras bukan urusan main-main. Dan pembuatan wine adalah satu contoh yang sangat bagus. Ada beberapa jenis wine, seperti anggur merah, anggur putih, dan sparkling wine. Wine dibuat dari anggur yang diproses, kemudian difermentasikan. Terdengar cukup sederhana, bukan? Well, ternyata tidak juga.

Apa jenis anggur yang dipilih untuk difermentasikan, detail-detail kecil dalam pemrosesan seperti seberapa besar tekanan yang diberi ke anggur untuk memisahkan antara kulit dengan airnya, sampai faktor seperti iklim dan jenis tanah tempat anggur ditumbuhkan pun diperhitungkan untuk membuat satu botol wine.

Tanpa bermaksud meremehkan minuman-minuman beralkohol lain, penulis secara pribadi heran bercampur kagum dengan dedikasi dan perhitungan yang ada dalam membuat segelas wine. Sesekali, coba Google ‘Enology’. Yap, tidak salah lagi. Enology adalah sebuah bidang ilmiah tersendiri yang khusus mempelajari cara membuat wine yang enak. Para penggila wine ini rupanya sangat serius dengan minumannya. Tapi bukannya tidak beralasan. Wine sudah bukan barang baru dalam peradaban manusia, dan bukti-bukti arkeologis berusia lebih dari 8,000 tahun yang ditemukan di Georgia menunjukkan ditemukannya beberapa tempat pembuatan wine.

Kandungan alkohol ethanol di dalam wine terbilang ampuh menumpas bakteri-bakteri dan mikroorganisme sumber penyakit, dan karena itu, dulu wine lebih aman diminum daripada air maupun susu. Di masa-masa sebelum adanya rumah sakit, asuransi kesehatan, dan kontroversi soal menteri Kesehatan, tidak berlebihan kalau wine sempat dianggap sebagai hadiah dari Dewa-Dewa.

Spirits Spirits adalah istilah yang diberikan untuk minuman-minuman keras yang dibuat dari proses penyulingan. Hasil fermentasi tertentu disuling, dan proses penyulingan ini mengkonsentrasikan kandungan alkoholnya serta menghilangkan rasa-rasa yang dianggap tidak enak. Hasilnya adalah minuman beralkohol dengan kandungan alkohol yang terbilang tinggi, sekitar 40-50 persen alkohol.

Contoh minuman yang bisa disebut sebagai spirits adalah whiskey dan vodka. Efek-efek alkohol Pada dasarnya, alkohol yang terkandung di dalam miras adalah zat depressant, alias sebuah zat yang mempengaruhi otak dan mengurangi rasa semangat.

Untuk mengetahui apa yang dilakukan alkohol pada otak itu sendiri, prinsipnya agak memusingkan (bagi saya). Namun izinkan diriku mencoba untuk menyederhanakannya, dengan bantuan saduran dari website medis sana sini: Alkohol bekerja dengan cara mempengaruhi neurotransmitter. Neurotransmitter adalah zat kimia yang membawa pesan ke seluruh tubuh untuk mengendalikan pikiran, sikap, dan emosi.

Ada dua jenis neurotransmitter, yaitu neurotransmitter yang excitatory, yaitu neurotransmitter yang menambah aktivitas listrik di otak, dan kebalikannya: neurotransmitter yang inhibitory.

Nah, ada satu jenis neurotransmitter inhibitory yang efeknya jadi lebih nendang akibat alkohol, yaitu neurotransmitter GABA. Neurotransmitter GABA bertanggung jawab atas cara berbicara menggumam dan tidak jelas serta pergerakan tubuh yang ga beres, dua hal yang biasa dilihat pada seseorang yang mabuk. Selain bersekongkol membuat GABA jadi lebih kuat, alkohol menekan kemampuan glutamate, sebuah neurotransmitter excitatory, dan mengeluarkan kawan lama kita: Dopamine, satu zat yang membuat mabuk-mabukkan terasa menyenangkan.

Tambahan: Ekspektasi Alkohol Ada satu teori yang sangat menarik, yaitu teori ekspektasi alkohol (alcohol expectation). Kita mulai dengan sebuah pertanyaan singkat: Menurut kalian, kira-kira seperti apa sifat seseorang yang meminum minuman beralkohol? Apakah dia jadi ribut dan marah-marah, jadi banyak bicara dan berisik, atau malah jadi tenang dan diam?

Ekspektasi alkohol adalah apa yang orang harapkan saat mereka meminum alkohol. Dan beberapa riset menyarankan bahwa apa yang diharapkan ini bisa mempengaruhi bagaimana mereka bersikap saat meminum alkohol sungguhan. Sederhananya begini: Di satu lingkungan yang percaya bahwa minum-minum bakal membuat orang itu jadi berisik dan hobi cari ribut, maka seseorang dari lingkungan itu berpeluang besar untuk bersikap berisik dan hobi cari ribut ketika dia mabuk.

Lebih sederhananya begini: Ada si Rudi. Si Rudi tinggal di lingkungan yang berpikir, “Eh, kalau mabuk, orang itu bakal diam dan minuman keras adalah minuman yang mengandung Walhasil, ketika si Rudi mabuk sungguhan, kemungkinan besar dia akan diam dan anteng, sesuai ekspektasi masyarakat tempat dia tinggal.

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Sedikit kisah tentang tipuan otak: riset di Amerika Serikat menemukan bahwa pria yang mengira mereka meminum alkohol (padahal yang mereka minum bukan alkohol) menjadi lebih terangsang, dan efek yang sama juga terjadi pada perempuan.

Dalam situasi yang sama, di mana pria yang diuji dalam laboratorium meminum air tonik (yang mereka kira adalah minuman beralkohol), ditemukan bahwa meskipun mereka tidak benar-benar meminum alkohol, sikap mereka menjadi lebih agresif. Wow sekali. Kecanduan Alkohol Kecanduan alkohol terjadi saat seseorang tidak bisa mengendalikan keinginan mereka untuk meminum alkohol, meski kebiasaannya meminum secara berlebihan itu telah berdampak buruk pada kehidupannya.

Ada juga gejala-gejala yang timbul setelah mereka berhenti meminum, seperti rasa mual, berkeringat, dan terguncang. Selain itu, mereka menjadi lebih toleran pada efek alkohol. Misalnya, biasanya si A sudah mabuk dan puas setelah meminum 3 gelas bir. Namun semakin lama, 3 gelas tidak cukup untuk membuat dia mabuk.

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Masih belum diketahui apa penyebab pasti dari kecanduan alkohol, namun sejauh ini riset mengindikasikan bahwa gabungan faktor genetika, sosial, dan psikologis menciptakan kondisi kecanduan alkohol. Dalam tubuh normal, alkohol yang masuk dan melewati hati akan diubah menjadi bahan sisa yang tidak berbahaya dan akan hilang dalam waktu 6-8 jam. Namun, ketika konsumsi alkohol berlebih terjadi, dan jumlah alkohol yang masuk tidak setara dengan jumlah alkohol yang keluar, alkohol berakumulasi di dalam tubuh dan memberi efek memusingkan yang bisa bertahan selama berjam-jam.

Selain itu, alkohol mempengaruhi sistem kerja otak dan menekan proses berpikir, sehingga seseorang yang mabuk seolah kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Efek baik alkohol bagi tubuh Studi-studi menunjukkan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol secara tidak berlebihan (takarannya kurang lebih 1 gelas dalam satu hari untuk perempuan dan dua gelas dalam satu hari untuk pria, walau angka ini masih sering diperdebatkan) rupanya hidup lebih lama dan lebih sehat daripada orang yang terlalu banyak meminum alkohol atau orang yang tidak meminum alkohol sama sekali.

Peluang seseorang yang mengkonsumsi minuman beralkohol secara tidak berlebihan terkena beberapa jenis kanker serta penyakit stroke, diabetes, arthritis, pembengkakan prostat, dementia, dan serangan jantung, lebih rendah daripada seseorang yang terlalu banyak meminum alkohol atau yang tidak meminum alkohol sama sekali.

(Detail lebih lanjut dan daftar lengkapnya, walau dalam bahasa Inggris, bisa diteliti dan dibaca lebih jauh oleh teman-teman semua di halaman ini: http://www2.potsdam.edu/hansondj/AlcoholAndHealth.html) Anggur merah memiliki kandungan resveratrol, sebuah zat yang memiliki sedikit efek melawan kanker.

Namun, belum ada studi yang benar-benar menetapkan bahwa anggur merah melindungi dari penyakit kanker. Efek buruk alkohol bagi tubuh Orang-orang yang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan terkadang sukses menggantikan kalori dalam diet yang biasa dengan kalori cukup tinggi yang terkandung di dalam alkohol.

Masalahnya, kalori ini tidak banyak ditemani oleh vitamin dan mineral. Sehingga hasilnya? Masalah kesehatan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga bisa menyebabkan sebuah kondisi bernama fatty liver, yang kemudian berujung dengan penyakit-penyakit seperti Hepatitis dan Cirrhosis. Liver seseorang yang menderita cirrhosis tidak bisa memproses racun di dalam tubuh secara optimal, dan menumpuknya ‘tabungan’ ini bisa berakibat fatal.

Konsumsi alkohol secara berlebihan juga bisa menyebabkan hipertensi dan masalah pada otot jantung. Coba perhatikan kalimat-kalimat di atas dengan seksama. Ada satu tema yang diulangi berkali-kali sebagai penekanan. ‘Konsumsi alkohol yang berlebihan’. Itu kuncinya. Dalam dosis yang seimbang dan tidak lebay, konsumsi alkohol justru baik bagi kesehatan – salah satunya untuk mencegah penyakit jantung koroner.

Namun dalam dosis yang terlalu tinggi dan berlebihan, bahaya alkohol bagi kesehatan sudah tidak dipertanyakan lagi. Intinya? Sekali lagi, jangan lebay. alkohol bir efek alkohol kecanduan alkohol minuman keras wine • Artikel Kesehatan Semua hal yang berhubungan dengan informasi kesehatan mulai dari informasi terbaru dunia kesehatan, tips kesehatan, hingga saran-saran untuk menuju hidup lebih sehat.

• Kesehatan Wanita • Kesehatan Pria • PENYAKIT A-Z • OBAT A-Z • HERBAL A-Z • FOBIA A-Z • Cari Dokter • Cari Rumah Sakit • KALKULATOR KESEHATAN • Kalkulator BMI • Kalkulator Kalori • Kalkulator Masa Subur (Ovulasi) • Cara Menghitung Usia Kehamilan • Kalkulator Berat Badan Ideal Ibu Hamil • Analisis Gejala Penyakit Masuk/ Daftar Terbit: 22 Oktober 2021 - Diperbarui: 28 April 2022 Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis - Ditinjau oleh: dr.

Ursula Penny Putrikrislia Alkohol adalah bahan aktif utama dalam beberapa minuman paling populer seperti bir, wine, dan liquors. Semua minuman ini mengandung jumlah alkohol yang bervariasi. Simak penjelasan mengenai berbagai kadar alkohol dalam minuman keras, selengkapnya di bawah ini. Jenis Minuman Keras dan Kandungan Alkoholnya Minuman keras, minuman suling, atau spirit adalah minuman beralkohol yang mengandung etanol yang dihasilkan dari penyulingan.

Etanol sendiri diproduksi dengan cara fermentasi biji-bijian, buah, atau sayuran. Berikut adalah jenis minuman keras yang umumnya beredar di pasaran, di antaranya: 1.

Bir Bir adalah minuman beralkohol paling populer di seluruh dunia. Pada minuman keras adalah minuman yang mengandung bir memiliki ABV ( alcohol by volume) antara 4% hingga 6%. Meski begitu, ada juga beberapa bir yang memiliki konsentrasi alkohol yang lebih tinggi atau lebih rendah. 2. Wine Seperti halnya bir, wine (anggur merah) adalah minuman keras yang juga populer di seluruh dunia. Kadar alkohol dalam minuman keras seperti wine umumnya kurang dari 14%.

Sementara itu, sparkling wine seperti champagne memiliki konsentrasi alkohol sekitar 10% hingga 12% Beberapa wine ada yang minuman keras adalah minuman yang mengandung dengan alkohol suling adalah Port, Madeira, Marsala, Vermouth, dan Sherry.

Jenis minuman keras ini biasanya memiliki ABV sekitar 20%. 3. Brandy Pada dasarnya brandy adalah anggur suling. Kata brandy berasal dari kata Belanda yaitu brandewijn, yang diterjemahkan menjadi ‘ burnt wine’. Selain dari anggur, minuman keras ini juga bisa dibuat dari buah lain seperti apel atau plum.

Kadar alkoholnya biasanya berkisar dari 40% hingga 60%. 4. Rum Rum dibuat dengan cara memfermentasi dan menyuling tetes tebu atau sari tebu. Minuman beralkohol ini memiliki profil rasa yang manis dan pedas. Kandungan alkohol di dalamnya biasanya berkisar antara 40% hingga 75%.

5. Gin Gin dibuat dengan terlebih dahulu menciptakan neutral spirit kemudian disuling ulang dengan penambahan kombinasi tumbuhan seperti biji-bijian, beri, rempah-rempah, hingga akar. Juniper berry adalah tumbuhan yang populer digunakan untuk membuat gin. Kadar alkohol dalam minuman keras ini umumnya sekitar 40%.

6. Wiski Whiskey atau wiski dibuat dari tumbukan biji-bijian (dan terkadang malt) yang difermentasi, biasanya menggunakan barley, jagung, rye, atau wheat.

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Wiski biasanya memiliki kandungan alkohol 40% hingga 68%. 7. Vodka Seperti gin, vodka dibuat dari neutral spirit. Akan tetapi, tidak seperti minuman beralkohol lainnya, minuman ini dirancang tanpa rasa. Vodka terbaik dianggap murni, tidak berbau, dan bening. Minuman ini umumnya memiliki kandungan alkohol 40% atau lebih. 8. Tequila Tequila adalah jenis mezcal, yang merupakan minuman beralkohol suling yang terbuat dari semua jenis succulent agave.

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Secara khusus, tequila dibuat dari tanaman blue agave yang ada di meksiko. Konsentrasi alkohol tequila biasanya sekitar 40% hingga 55%. 9. Absinthe Absinthe adalah minuman keras yang terbuat dari berbagai daun dan rempah-rempah. Minuman ini memiliki konsentrasi alkohol yang tinggi sekitar 40%, sementara yang lain memiliki kandungan alkohol hingga 90%. 10. Everclear Everclear adalah minuman beralkohol berbasis biji-bijian yang memiliki konsentrasi alkohol yang tinggi.

Minuman ini memiliki ABV minimum 60%, akan tetapi ada juga yang 75,5% hingga 95%. Nah, itulah berbagai jenis minuman keras yang harus Anda tahu. Penting untuk dipahami bahwa semua jenis minuman beralkohol dapat menimbulkan masalah kesehatan. Selain itu, kandungan etanol di dalam minuman ini juga dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Oleh karena itu, Anda harus memahami setiap konsekuensi saat mencoba untuk mengonsumsi salah satu minuman di atas. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi untuk kalangan tertentu saja, umumnya seseorang yang telah melewati batas usia tertentu.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang berjuang melawan kecanduan terhadap minuman beralkohol, konsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Informasi Terbaru • 12 Manfaat Totok Wajah untuk Kecantikan dan Kesehatan • Mata Juling pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya • Hepatitis Akut: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan • 18 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan, Cegah Maag hingga Anemia • Malassezia Folliculitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan,
Jenis Minuman Keras – Di setiap pesta atau acara apapun biasanya pasti akan terasa kurang lengkap tanpa ada minuman alkohol sebagai penutup acara.

Entah itu banyak ataupun sedikit, kehadiran alkohol selalu menjadi pelengkap yang cukup manis di sebuah acara.

Terlepas dari itu, buat kamu yang punya impian untuk bekerja di bar hotel ataupun restaurant, tentunya dari sekarang harus mulai di pelajari pelan-pelan tentang jenis -jenis minuman keras atau alcoholic drink ini. Daftar isi • Sejarah Minuman Keras • Ada berapa jenis minuman keras ? • 1. Minuman Campuran (Mixing Drink) • 2. Beer • Susunan Kimia Beer • minuman keras adalah minuman yang mengandung.

Wine ( Anggur ) • Klasifikasi Wine ( anggur ) • 4. Spirit / Liquor • Spirit biasanya di sajikan pergelas berupa : • Jenis spirit ada 7 yaitu : Sejarah Minuman Keras Di tahun 1100, sebuah sekolah kedokteran di Italia mengembangkan distilasi, yang memiliki arti minuman mengandung alkohol yang lebih murni dan lebih kuat bisa dikembangkan. Era Pertengahan di Eropa melihat perubahan ekstensif pilihan anggur, bir, dan mead (minuman mengandung alkohol yang dibuat dari madu).

Anggur masih tetap jadi opsi terpopuler di daerah sebagai Italia, Spanyol, dan Prancis. Beberapa biksu mulai menyeduh sebagian besar bir berkualitas baik, yang sekarang berisi hop, ditambahkan anggur untuk merayakan misa. Mereka pada akhirnya menambahkan brendi ke daftar barang dagangan mereka. Manufacturing bir mulai berkembang di Jerman, dengan beberapa kota berkompetisi untuk memperoleh produk terbaik. Di akhir Zaman Pertengahan, produksi bir dan anggur menebar ke Skotlandia dan Inggris serta secara cepat menjadi industri minuman keras adalah minuman yang mengandung.

Di tahun 1600-an, mabok menjadi permasalahan yang meluas di Inggris, karena bir dan anggur sering disalahgunakan. Saat kelompok agama melarikan diri ke Amerika pada era berikutnya, banyak yang membuat warga pertarakan di negara baru. Beberapa pimpinan Protestan di Eropa mengatakan jika alkohol adalah hadiah dari Tuhan dan bisa dipakai seperlunya untuk kesenangan dan kesehatan. Namun kemabukan adalah dosa.

Saat budaya berusaha untuk menyeimbangkan subjek, petani Spanyol dan Polandia mengkonsumsi rata-rata tiga liter bir setiap hari, dan di sejumlah area di Inggris, konsumsi bir dan ale umumnya 17 pint per-orang, /minggu.

Ini sepadan dengan 3 pint hari ini.

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Di Swedia dan Denmark, pelaut dan pekerja diberi satu galon bir setiap hari. Penyulingan pertama Di Amerika dibangun di Staten Island dan hop ditanamkan di Massachusetts untuk memasok tempat pembuatan bir.

Massachusetts mempunyai penyulingan rum, dimulai pada 1657 di Boston. Ini akan segera menjadi industri paling makmur di New England serta memunculkan kegiatan penyelundupan di sepanjang pantai, karena produksi alkohol dikenakan pajak di koloni. Awalnya 1700-an di Inggris terjadi produksi juta-an galon gin, alkohol yang dibumbui dengan buah juniper.

Pada 1733, daerah London saja menghasilkan 11 juta galon gin. Orang miskin di London memperoleh kelegaan dari kesusahan kemiskinan perkotaan dengan minuman keras yang murah. Pajak atas gin segera dinaikkan untuk mengurangi pandemi mabuk yang mengikutinya. Ada berapa jenis minuman keras ? source : freepik.com Secara umum jenis-jenis minuman keras (alcoholic drink) ini ada beberapa yaitu: 1.

Minuman Campuran (Mixing Drink) Minuman campuran adalah jenis minuman keras yang merupakan campuran dari beberapa minuman berbeda yang terdiri dari satu bagian atau lebih dengan kadar alkohol tinggi dan sisanya tidak mengandung alkohol.

Contoh minuman campuran: • Long drink • High ball • Cocktail • Squash • Collins • Sour • Punch • Sling Pada umumnya mix drink ini mempunyai fungsi yang mungkin kebanyakan orang tidak tahu yaitu: • Sebagai aperitif : Penambah nafsu makan, contoh : dry martini cocktail, fruit punch, dll.

• Sebagai penyegar dahaga, contoh : orange squash, fruit punch • Penambah kalori dan energi, contoh : pousse cafe cocktail. 2. Beer Siapa yang tidak mengenal beer? Ini adalah minuman beralkohol sejuta umat. Hampir semua orang pernah mengkonsumsi minuman yang satu ini. Beer adalah jenis minuman keras yang mengandung alkohol 4-6 % yang dibuat melalui brewing proses, dari bahan barley/malt, bunga hops, gula, air, dan penjernih. Pada umumnya, beer harus di simpan dalam ruangan dengan suhu udara -7 derajat celsius dengan posisi botol tegak.

Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin bisa membuat beer menjadu rusak. Susunan Kimia Beer Bir pilsener terdiri dari kurang lebih : • 92% air • 4% alkohol • 4% ekstrak hidrat arangputih telur dan mineral • Dalam jumlah kecil, terdapat zat pahit kopi, zat penyamak, zat warna, dan asam organik • 0,5 % minuman keras adalah minuman yang mengandung asam arang 3.

Wine ( Anggur ) Wine biasanya memiliki kadar alkohol antara 14-16 %. Minuman yang cukup mewah ini didapat dari hasil peragian atau fermentasi sari buah anggur segar. Ragi dan gula yang terdapat dalam buah anggur akan menghasilkan alkohol dan CO2. Anggur merupakan minuman elite dan cukup bergengsi dan berasal dari negara-negara penghasil anggur seperti Perancis, Jerman, Italia, Australia, Amerika, dan lain-lain.

Klasifikasi Wine minuman keras adalah minuman yang mengandung anggur ) • Natural wine / natural still wine • Sparkling wine • Fortified wine • Aromatic wine Baca juga: Apa itu Itu Sparkling Wine dan Cara Membuatnya 4.

Spirit / Liquor Jenis minuman keras ini termasuk salah satu yang mengandung alkohol tinggi. Dibuar dari hasil penyulingan fermentasi suatu minuman. Spriti biasanya di gunakan sebagai bahan utama untuk membuat minuman campuran. Spirit biasanya di sajikan pergelas berupa : • Straight : tanpa campuran apa-apa • Frapee : dengan es batu halus • On the rock : dengan es batu biasa Kandungan alkohol pada spirit dinyatakan dalam proof dan di cantumkan pada label botol.

1 US proof = 1/2 % alkohol. Misalnya jika tertulis 50 proof artinya mengandung 25% alkohol. Jenis spirit ada 7 yaitu : • Whisky ( hasil distilasi grain,biji padi-padian) • Brandy ( hasil distilasi buah-buahan) • Rum ( hasil distilasi sirup gula) • Gin ( hasil distilasi mash/bubur) • Vodka ( hasil distilasi grain,biji padi-padian) • Tequila ( hasil distilasi agave / kaktus) • Okalehao ( hasil distilasi T-root) Referensi; H.Marsum Widjojo Atmodjo, SE – Bar, Minuman dan Pelayanannya minuman keras adalah minuman yang mengandung https://traveling.bisnis.com
Yahoo fait partie de la famille de marques Yahoo.

En cliquant sur Accepter tout, vous consentez à ce que Yahoo et nos partenaires stockent et/ou utilisent des informations sur votre appareil par l’intermédiaire de cookies et de technologies similaires, et traitent vos données personnelles afin d’afficher des annonces et des contenus personnalisés, d’analyser les publicités et les contenus, d’obtenir des informations sur les audiences et à des fins de développement de produit.

Données personnelles qui peuvent être utilisées • Informations sur votre compte, votre appareil et votre connexion Internet, y compris votre adresse IP • Navigation et recherche lors de l’utilisation des sites Web et applications Yahoo • Position précise En cliquant sur Refuser tout, vous refusez tous les cookies non essentiels et technologies similaires, mais Yahoo continuera à utiliser les cookies essentiels et des technologies similaires.

Sélectionnez Gérer les paramètres pour gérer vos préférences. Pour en savoir plus sur notre utilisation de vos informations, veuillez consulter notre Politique relative à la vie privée et notre Politique en matière de cookies. Vous pouvez modifier vos choix à tout moment en consultant vos paramètres de vie privée.Baca juga • Kenali 5 Jenis Gelas Wine yang Banyak Digunakan dan Miliki 10 Rekomendasi Gelas Wine Cantik Ini untuk Bersulang!

• Hangatkan Tubuh dengan 9 Minuman Brandy Nikmat Ini • Mengenal Berbagai Tipe, Manfaat Serta Tips Mengenali Brand Minuman Wine Lokal dan Internasional yang Nikmat • 10 Rekomendasi Gantungan Gelas Wine yang Keren dan Artistik (2020) • 10 Rekomendasi Minuman Wine yang Cocok Menemani Dinner Romantis bersama Pasangan!

(2021) Apakah Anda penggemar minuman keras? Minuman yang mengandung alkohol ini tak hanya hadir dengan varian yang beragam, namun juga kadar alkohol minuman keras adalah minuman yang mengandung berbeda-beda pula. Kadar alkohol yang terdapat pada minuman keras akan mempengaruhi respons tubuh Anda setelah meminumnya.

Anda yang meminum alkohol dalam konsentrasi tinggi akan berpotensi untuk mabuk hingga tak sadarkan diri. Agar tidak merusak kesehatan, sebaiknya periksa dulu kandungan alkohol pada minuman keras yang hendak diminum. Ragam kadar alkohol sendiri dipengaruhi oleh proses pembuatannya. Umumnya minuman beralkohol yang berasal dari fermentasi tumbuhan memiliki kdar alkohol yang tidak terlalu tinggi.

Bila berbicara mengenai kadar alkohol pada minuman keras, sebenarnya ada 3 golongan minuman beralkohol yang beredar di pasaran. Pertama ada golongan A yang merupakan minuman keras dengan kadar alkohol 1-5%. Minuman keras ini mengandung etanol (C2H5OH) dalam kadar yang terbilang rendah. Bir adalah jenis minuman keras yang masuk golongan A karena kadar alkoholnya yang rendah.

Minuman keras golongan A biasanya sangat mudah didapatkan.

minuman keras adalah minuman yang mengandung

Bahkan, minuman keras ini banyak dijual di minimarket dan supermarket kota-kota besar. Minuman keras golongan A ini bisa dikonsumsi maksimal 285 ml per hari. Berikutnya adalah minuman keras golongan B yang mengandung alkohol 5-20%. Minuman ini mengandung etanol dalam kadar yang cukup besar, sehingga dapat menyebabkan mabuk jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Apalagi bagi para pemula yang baru beberapa kali minum minuman keras. Ada banyak minuman keras yang masuk dalam golongan ini, terutama jenis anggur atau wine.

Berbagai minuman keras lain yang masuk dalam golongan B, misalnya cider, perry, sake, tuak, serta soju. Biasanya minuman keras dalam golongan ini hanya dijual di tempat-tempat khusus, seperti bar dan restoran.

Minuman keras golongan B ini bisa dikonsumsi maksimal 120 ml per hari. Golongan minuman keras yang terakhir adalah golongan C yang mengandung alkohol 20-45%. Minuman keras golongan ini adalah minuman beralkohol paling tinggi yang boleh dikonsumsi oleh manusia. Dengan persentase etanol yang tinggi, tentu minuman ini adalah yang paling memabukkan.

Ada berbagai minuman yang masuk dalam golongan C, misalnya saja whisky, vodka, dan rum. Minuman keras golongan ini sebaiknya tidak diminum dalam jumlah yang berlebihan agar tidak berakibat buruk bagi kesehatan. Minuman keras golongan C ini bisa dikonsumsi maksimal 30 ml saja per hari. Bukan rahasia lagi bahwa minuman beralkohol memiliki dampak buruk apabila dikonsumsi berlebihan.

Salah satu dampak yang bisa disebabkan adalah merusak jantung. Konsumsi alkohol yang berlebihan membuat otot-otot jantung menjadi lemah. Lemahnya otot jantung mebuat aliran darah menjadi terganggu hingga memunculkan sejumlah gejala, seperti aritmia, sesak napas, hipertensi, hingga stroke. Lemahnya otot jantung membuatnya mengalami kesulitan dalam memompa darah.

Dengan demikian risiko terjadinya penyakit-penyakit jantung semakin tinggi. Risiko lain yang mengancam kesehatan adalah kerusakan pada otak. Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dapat mengubah reseptor otak dan neurotransmitter. Kondisi ini kemudian akan mengganggu fungsi kognitif serta emosi. Perlu diketahui bahwa alkohol merupakan depresan sistem saraf pusat, sehingga konsumsi yang berlebihan akan memberikan dampak yang negatif bagi otak.

Penglihatan umumnya akan menurun, memori juga mengalami kemerosotan. Yang lebih berbahaya, konsumsi dalam jangka waktu panjang akan menyebabkan kerusakan otak permanen dan gangguan kejiwaan. Apakah Anda mengalami gangguan pada sistem pencernaan? Bisa jadi gangguan tersebut terjadi karena kebiasaan minuman keras yang berlebihan. Minum minuman beralkohol yang berlebihan dapat merusak jaringan yang melindungi saluran pencernaan. Kinerja tubuh kala mencerna makanan pun menjadi terhambat.

Akibatnya, penyerapan nutrisi dan vitamin juga terganggu. Bahkan, konsumsi yang berlebihan bisa menimbulkan gastritis, perdarahan dalam, hingga mengembangkan kista dalam perut dan usus. Konsumsi mimuman beralkohol yang berlebih memang merusak tubuh. Salah satu dampak yang parah dari minuman beralkohol adalah dapat menimbulkan kanker.

Konsumsi dalam jangka panjang akan minuman keras adalah minuman yang mengandung risiko perkembangan kanker, seperti kanker mulut, esofagus, laring, perut, usus besar, rektum, hingga payudara. Risiko ini dikarenakan kandungan asetaldehida dan alkohol yang terkandung di dalam minuman keras. Keberadaan alkohol sendiri dapat mebantu karsinogen masuk ke dalam sel dengan mudah.

Ini lah yang kemudian mampu memicu terjadinya kanker. Minuman beralkohol pertama yang masuk dalam daftar adalah Bir. Bir minuman keras adalah minuman yang mengandung salah satu minuman beralkohol yang paling populer. Menariknya, bir juga menjadi minuman yang paling banyak dikonsumsi setelah air putih dan teh.

Minuman ini terbuat dari fermentasi biji-bijian, seperti beras, jagung, dan gandum. Hadir dengan rasa yang kuat dan lezat, minuman ini hanya mengandung 2-8% alkohol saja.

Tentu kadar rendah alkohol tersebut dikarenakan bahan pembuatannya yang berasal dari fermentasi biji-bijian. Salah satu produk bir yang patut dicoba adalah Bintang Radler dengan kandungan alkohol yang rendah.

Wine atau anggur adalah minuman keras berikutnya yang populer. Berbeda dari bir yang terbuat dari fermentasi biji-bijian, wine terbuat dari sari anggur. Fermentasinya dilakukan dalam waktu yang sangat lama, sehingga menghasilkan wine yang berkualitas. Kadar alkohol yang dimiliki oleh wine berkisar 8-14%. Salah satu produk wine yang ada di pasaran adalah Hatten Wines Alexandria.

Minuman ini merupakan wine yang populer di dunia. Wine ini diproses melalui destilasi sehingga memberikan rasa yang khas. Minuman beralkohol berikutnya yang masuk dalam daftar adalah sake. Sake berasal dari Jepang dan sering dinikmati saat musim dingin. Minuman ini terbuat dari fermentasi beras. Sake memiliki kadar alkohol yang cukup tinggi, yaitu 16%. Populer di musim dingin, minuman ini memiliki rasa yang klasik. Matsuyuki Junmai Sake adalah salah satu produk sake yang bisa dicoba bagi para pemula.

Terbuat dari beras, air, dan ragi koji tanpa tambahan alkohol, sake ini kaya rasa dan ringan untuk diminum. Jika Jepang populer dengan sake, maka Korea memiliki soju sebagai minuman keras adalah minuman yang mengandung beralkohol khasnya.

Soju adalah arak khas Korea yang juga memiliki kemiripan dengan vodka dan sake. Tak hanya di Korea, kini soju tengah populer di berbagai belahan dunia berkat pengaruh gelombang Hallyu. Soju umumnya hadir dengan kadar alkohol 20-40%.

Namun ada pula soju yang menawarkan kadar alkohol lebih rendah. Salah satu produk soju yang populer adalah Soju Cham Joeun. Minuman ini hadir dengan varian rasa leci dengan kadar alkohol 18-20%. Tequila adalah minuman keras yang berasal dari Amerika Tengah.

Minuman ini terbuat dari tanaman agave biru dari Meksiko. Rasanya cenderung manis, karena mengandung gula yang cukup tinggi. Minuman beralkohol ini dikenal sebagai minuman yang mampu memberikan semangat. Sementara itu, kadar alkohol pada tequila berkisar 40%. Biasanya tequila disajikan dengan tambahan jeruk limau. Salah satu produk yang populer adalah Jose Cuervo Tequila Gold. Umumnya produk keluaran Jose Cuervo Tequila mengandung 51% alkohol dari gula tanaman agave.

Bagi yang mencari minuman beralkohol dengan kadar alkohol cukup tinggi, Vodka bisa menjadi pilihan. Vodka umumnya hadir dengan kadar alkohol 35-60%.

Minuman keras ini dibuat dari fermentasi biji-bijian, seperti gandum hitam dan jagung. Menurut ahli kimia dari Rusia, kadar alkohol yang sempurna bagi vodka adalah 38%. Umumnya vodka Rusia klasik hadir dengan 40% kadar alkohol untuk memudahkan perhitungan pajak. Iceland Triple Distilled Vodka adalah salah satu produk yang bisa dipilih bagi yang menginginkan plain vodka.

Produk ini hadir dengan kadar alkohol 40% yang terbuat dari dari bahan-bahan alami pilihan dan air urni dari mata air dataran tinggi Bali. Selain wine, ada pula brandy yang merupakan minuman beralkohol dari anggur. Minuman ini terbuat dari juniper berry yang telah melalui proses fermentasi dan disuling. Salah satu brandy yang populer adalah Cognag. Brandy memiliki kadar alkohol berkisar 35-60%. Persentase ini terbilang cukup tinggi dibanding minuman beralkohol lain yang berasal dari fermentasi tanaman.

Salah satu produk brandy yang bisa dicoba adalah VIBE Cherry Brandy. Minuman ini memiliki rasa cherry yang menyegarkan. Minuman berikutnya yang masuk dalam daftar adalah wiski. Wiski adalah minuman beralkohol yang terbuat dari fermentasi serealia, sepeti gandum, gandum hitam, dan jagung. Proses fermentasinya dilakukan di dalam tong kayu. Wiski memiliki warna yang bening hingga kecoklatan. Kadar alkohol yang dimiliki berkisar 40-50%. Teacher's Highland Cream Blended Scotch adalah produk yang bisa dilirik bagi yang ingin mencoba wiski.

Produk ini erupakan wiski malt tunggal yang kaya rasa. Rum merupakan minuman beralkohol yang terbuat dari fermentasi tebu atau molase. Ada dua jenis rum yang bisa ditemukan di pasaran, yaitu rum putih dan rum coklat.

Kedua rum ini kerap dicampurkan ke dalam hidangan penutup dan koktail. Bila berbicara mengenai kandungan alkoholnya, konsentrasi alkohol rum tidak jauh berbeda dari wiski. Biasanya rum memiliki kadar alkohol sekitar 37,5%.

Salah satu produk yang patut dicoba adalah Captain Morgan Spiced Rum. Minuman beralkohol ini terbuat dari rempah-rempah tua dengan rasa yang natural. Produk ini hadir dengan kadar alkohol 35%. Minuman beralkohol terakhir dalam daftar adalah absinthe. Minuman ini terbuat dari berbagai acam daun dan tumbuhan, seperti adas, fennel, apsintus, ketumbar, daun tiffany, juniper, pala, serta hisop.

Absinthe umumnya diberi perisa adas atau anise serta terbuat dari apsintus atau wormwood. Absinthe memiliki kadar alkohol yang sangat tinggi, yaitu 40-90%. Kadar alkoholnya yang tinggi membuat minuman ini dianggap sebagai halusinogen dan sempat dilarang dikonsumsi di beberapa negara. La Maison Fontaine Absinthe Verte adalah salah satu produk absinthe yang ada di pasaran. Produk ini dibuat dengan resep klasik dengan rasa herbal dan pedas yang kaya.

Mengenal Aneka Minuman beralkohol yang populer




2022 www.videocon.com