Implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

KOMPAS.com - Salah satu karakteristik Indonesia sebagai negara-bangsa adalah kebesaran, keluasan dan kemajemukannya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan terdapat 1.128 suku bangsa dan bahasa, ragam agama dan budaya, dari sekitar 16.056 pulau. Untuk itu perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat dan memadai untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan keIndonesiaan. Konsepsi tersebut disebut sebagai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara atau Empat Pilar Kebangsaan.

Baca juga: Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep Pengertian Empat Pilar Kebangsaan Dalam Materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (2015) dijelaskan tentang pengertian empat pilar kebangsaan dan isinya. Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh ( soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana. Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh.

Bila tiang rapuh maka bangunan akan mudah roboh. Baca juga: Menerjang Berbagai Tantangan Bangsa Melalui Empat Pilar MPR RI Empat pilar disebut juga fondasi atau dasar yang menentukan kokohnya bangunan.

Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat. Dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat.

Berita Terkait MPR Ajukan Rp 398,9 Miliar untuk Sosialisasi Empat Pilar Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep Pentas Wayang Di Muara Enim Untuk Sosialisasi Empat Pilar Sesjen MPR RI Ajak Warganet Jogja Sebarluaskan Empat Pilar Sosialisasi Empat Pilar, Mahyudin Singgung Papua Berita Terkait MPR Ajukan Rp 398,9 Miliar untuk Sosialisasi Empat Pilar Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep Pentas Wayang Di Muara Enim Untuk Sosialisasi Empat Pilar Sesjen MPR RI Ajak Warganet Jogja Sebarluaskan Empat Pilar Sosialisasi Empat Pilar, Mahyudin Singgung Papua SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising.

If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan.

See our Privacy Policy and User Agreement for details. IMPLEMENTASI EMPAT PILAR KEBANGSAAN • 1. IMPLEMENTASI EMPAT PILAR KEBANGSAAN Oleh:IwanSNI,M.Pd DisajikanPadaSeminarSehariTentangEmpatPilarKebangsaandiGedung PGRIKabupatenKuningan Sabtu,29Agustus2015 PraktisiCivicEducation • 2. introducing • 3. Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara di Indonesia secara alamiah mengalami pergeseran atau perubahan di semua sendi kehidupan yang sangat mengkhawatirkan A. Latar Belakang Masalah • 4.

Ancaman-ancaman kedaulatan negara banyak terjadi seperti kekacauan, kerusuhan antar kelompok agama, kelompok masyarakat, antar pelajar, demonstrasi mahasiswa di luar toleransi atau sudah menjurus anarkisme.

Aspirasi yang mereka bawa dalam tuntutan demontrasi tidak murni lagi, mudah dihasut oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan orang atau kelompok tersebut, hal itu salah satu sebabnya kurangnya pengetahuan, pemahaman mereka para generasi muda, atau para pemuda harapan bangsa terhadap makna Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika serta kurangnya pemahaman mereka terhadap nilai-nilai persatuan, kurang mewarisi semangat perjuangan, pudarnya rasa nasionalisme, maupun rasa patriotisme serta hilangnya rasa cinta terhadap tanah air, bangsa, dan Negara.

• 5. Peran serta dari seluruh elemen masyarakat dalam mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara ini sangat diperlukan, sehingga terdapat sinergi dalm kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tentunya dengan mengesampingkan perannya yang terkesan selama ini hanya sibuk dengan orientasi kekuasaan, pragmatis, oportunis, termasuk para generasi penerus bangsa terutama dari kalangan intelektual kampus sudah seharusnya untuk mendalami secara dinamis dalam arti mengembangkan sesuai dengan tuntutan zaman. (Kaelan, 2010). • 6. Untuk itulah Empat Pilar Kebangsaan tersebut implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan (1) Pancasila, (2) Undang-Undang Dasar 1945, (3) Negara Kesatuan Republik Indonesia dan (4) Bhinneka Tunggal Ika.

Meskipun hal ini telah menjadi kesepakatan bersama, atau tepatnya sebagian besar rakyat Indonesia, masih ada yang beranggapan bahwa empat pilar tersebut adalah sekedar berupa slogan-slogan, sekedar suatu ungkapan indah, yang kurang atau tidak bermakna dalam menghadapi era globalisasi. Bahkan ada yang beranggapan bahwa empat pilar tersebut sekedar sebagai jargon politik. Yang diperlukan adalah landasan riil dan konkrit yang dapat dimanfaatkan dalam persaingan menghadapi globalisasi.

• 7. B. Rumusan Masalah 1. Siapakah penggagas dan definisi dari Empat Pilar Kebangsaan ? 2. Apa saja yang termasuk dalam Empat Pilar Empat Pilar Kebangsaan ? 3. Bagaimanakah manfaat dari Empat Pilar Kebangsaa? 4. Bagaimanakah implementasi yang mencerminkan sikap Empat Pilar Kebangsaan? • 8. C. Tujuan Pembahasan 1. Untuk mengetahui penggagas dan definisi dari Empat Pilar Kebangsaan 2.

Untuk mengetahui macam-macam Pilar Kebangsaan 3. Untuk mengetahui manfaat dari Empat Pilar Kebangsaan 4. Untuk mewujudkan sikap yang mencermikan Empat Pilar Kebangsaan • 9.

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

BAB II PEMBAHASAN Berangkat dari kondisi di negara Indonesia saat ini maka diperlukan Pemahaman, Penghayatan dan Implementasi 4 pilar yang merupakan nilai nilai luhur bangsa, yaitu  Pancasila  UUD 1945  Negara Kesatuan Republik Indonesia  Bhineka Tunggal Ika • 10. Penyebutan 4 Pilar kehidupan Berbangsa dan Bernegara tidaklah dimaksudkan keempat pilar tersebut mempunyai kedudukan yang sederajat.

Setiap pilar memiliki tingkat fungsi dan konteks yang berbeda. Kita harus mengakui bahwa implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan prinsip-prinsip ke-Indonesia-an ke kondisi yang lebih baik • 11. 1. Pilar Pancasila • Rumusan kelima Sila yang terkandung dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945, Pancasila sebagai  Dasar Negara,  Pandangan Hidup,  Ideologi Negara,  Ligatur (Pemersatu),  Sumber dari segala sumber hukum • 12.

Framen Sidang PPKI • 13. PANCASILA: VISI & KARAKTER BANGSA • Pancasila adalah visi, sebab tanpa visi jadi liarlah rakyat • Karakter universal: Ketuhanan Yang Mahaesa dan Perikemanusiaan yang adil dan beradab. • Karakter Kebangsaan: PERSATUAN INDONESIA, KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN dan KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA • 14. KETUHANAN YANG MAHA ESA • Percaya dan Takwa kepada Tuhan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

• Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. • Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

• 15. PERIKEMANUSIAAN • Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. • Saling mencintai sesama manusia. • Mengembangkan sikap tenggang rasa. • Tidak semena-mena terhadap orang lain. • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

• Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. • Berani membela kebenaran dan keadilan. • Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. • 16. PERSATUAN INDONESIA • Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. • Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. • Cinta Tanah Air dan Bangsa.

• Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. • 17. KERAKYATAN • Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. • Utamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. • Musyawarah untuk mufakat dalam semangat kekeluargaan.

• Iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah. • Musyawarah dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. • Keputusan harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai kebenaran dan keadilan. • 18. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA • Perbuatan yang cerminkan sikap kekeluargaan/gotong-royong. • Bersikap adil. • Keseimbangan antara hak dan kewajiban.

• Menghormati hak-hak orang lain. • Suka memberi pertolongan kepada orang lain. • Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain. • Tidak boros.dan bergaya hidup mewah. • Tidak merugikan kepentingan umum. • Suka bekerja keras. • Menghargai hasil karya orang lain.

• Mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. • 19. 2. Pilar UUD 1945 UUD Negara Republik Indonesia 1945 sebagai  Hukum Dasar, kesepakatan umum (konsensus)  Sebagai Norma Dasar (Ground Norm)  Sebagai Aturan Dasar (Ground Gesetze)  Sebagai Pedoman Demokrasi Konstitusional • 20.

UUD 1945 • Sumber Kekuasaan Prinsip yang terkandung dalam UUD 1945 : Di alinea ketiga disebutkan bahwa “kemerdekaan bangsa Indonesia itu atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa,” yang bermakna bahwa kemerdekaan yang dinyatakan oleh bangsa Indonesia itu semata-mata karena mendapat rahmat dan ridho Allah Yang Maha Kuasa.

Dengan kata lain bahwa kekuasaan yang diperoleh rakyat Indonesia dalam menyatakan kemerdekaan dan dalam mengatur kehidupan kenegaraan bersumber dari Allah Yang Maha Kuasa.

Hal ini ditegaskan dalam dasar negara sila yang pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada alinea ke-empat disebutkan “Negara Republik Indonesia tersusun dalam bentuk kedaulatan rakyat,” yang berarti sumber kekuasaan juga terletak di tangan rakyat.

Hal ini ditegaskan lebih lanjut dalam Bab I, pasal 1 ayat (2) yang menyatakan bahwa “Kedaulatan adalah di tangan rakyat “ • 21. • Kemerdekaan implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan dinyatakan oleh rakyat dan bangsa Indonesia adalah untuk “menciptakan kehidupan kebangsaan yang bebas,”salah satu hak asasi manusia yang selalu didambakan, dan dituntut oleh setiap manusia • Kemerdekaan Negara Indonesia berciri merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, merupakan gambaran tentang negara yang menjunjung hak asasi manusia.

Hak kebebasandan mengejar kebahagiaan diakui di Negara Kesatuan Republik Indonesia • Hak Asasi Manusia • 22. • Sistem pemerintahan Indonesia terdapat dalam dalam alinea ke-empat yang menyatakan:” maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yangberkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan berasab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan srosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”Frase ini menggambarkan sistem pemerintahan demokrasi.

• Sistem Demokrasi • 23. • Istilah kedaulatan rakyat atau kerakyatan adalah identik dengan demokrasi. Namun dalam penerapan demokrasi disesuaikan dengan adat budaya yang berkembang di Negara Indonesia. Sumber kekuasaan dalam berdemokrasi adalah dari Tuhan Yang Maha Esa sekaligus dari rakyat. Dalam menemukan sistem demokrasi di Indonesia pernah berkembang yang disebut “demokrasi terpimpin,” suatu ketika “demokrasi Pancasila,” ketika lain berorientrasi pada faham liberalisme.

• 24. • Hal ini dapat ditemukan pada : Misi Negara di antaranya adalah “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” bukan untuk melindungi masing-masing individu. Namun dengan rumusan tersebut tidak berarti bahwa kepentingan individu diabaikan. Yang ingin diwujudkan dengan berdirinya Negara Indonesia adalah ;”suatu keadilan sosial implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan seluruh rakyat Indnesia.” Sekali lagi dalam rumusan tersebut tidak tersirat dan tersurat kepentingan pribadi yang ditonjolkan, tetapi keseluruhan rakyat Indonesia.

• Faham Kebersamaan, Kegotong-royongan • 25. 3. Pilar NKRI • NKRI adalah anugrah yang mesti di urus dengan benar • Sesungguhnya nilai fundamental dalam Pembukaan UUD Proklamasi 45 itu adalah pancaran ajaran filsafat Pancasila, mulai ajaran HAM, teori kenegaraan, sampai sosial politik dan ekonomi nasional Indonesia.

• Hanya dengan pemahaman dan penghayatan yang valid atas nilai filsafat Pancasila sebagai ideologi nasional, kita akan lebih memahami asas fundamental ajaran HAM berdasarkan filsafat Pancasila yang melahirkan NKRI sebagai negara demokrasi dan negara hukum, sekaligus pengamalan (implementasi) dan pembudayaannya. • 26. Tujuan NKRI • Tujuan Utama dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 alinea ke-4" Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial …" • 27.

3. Pilar BHINEKA TUNGGAL IKA • Istilah: dari kakawin Sutasoma (Mpu Tantular sekitar abad ke-14), tentang toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha. • Bangsa Indonesia itu bhineka (bahasa, suku, agama/kepercayaan) • Geografis juga bhineka • Tapi ada pengikat: bahasa Indonesia • Tanah Air Indonesia • Bangsa Indonesia • Yang paling utama: PANCASILA • “Otonomi daerah" yang salah kaprah bisa akibatkan hilangnya “tunggal ika” • 28.

• Konsepsi tentang semboyan negara dirumuskan • “Bhineka Tunggal Ika” meskipun berbeda-beda tetap satu jua  Kebhinekaan yang menerima dan memberi ruang hidup bagi aneka pebedaan  Kemajemukan bangsa merupakan kebangaan kita sekaligus tantangan • 29.

Pluralitas dalam bingkai Kebhinnekaan Indonesia Secara historis, kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia yang kuat tidaklah lahir semata-mata dari semangat kemanunggalan atau ketunggalan (tunggal-ika), melainkan pengakuan adanya pluralitas (kemajemukan) dan heterogenitas (keanekaragaman) sekaligus kesediaan untuk menghormati pluralitas dan heterogenitas itu. Karena itu, kebhinnekaan ini perlu dipahami oleh warga negara sebagai suatu konstruksi sosial bangsa Indonesia yang dicita-citakan (imagined community) sebab para anggota bangsa terkecil sekalipun tidak akan tahu dan tidak kenal sebagian besar anggota lain, tidak akan bertatap muka dengan mereka itu, bahkan mungkin tidak pula pernah mendengar tentang mereka.

Semuanya menjadi konsep komunitas politik ketika ditiupkan konsep sebuah bayangan tentang kebersamaan mereka yang pada saat yang sama komunitas itu berubah menjadi sesuatu yang terbayang berada dalam bangunan bayang-bayang citra sebagai komunitas politik dan ingin menyatukan semua yang berada dalam batas-batas kesamaan itu • 30.

Karakter Bangsa dalam Masyarakat Multikultural Indonesia Dalam mengelola kemajemukan masyarakat, Indonesiamemiliki pengalaman sejarah yang cukup panjang bila dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain.

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

Negara Barat relatif masih baru mewacanakan hal ini, sebelum dikenal apa yang disebut dengan multikulturalisme di Barat, jauh berabad-abad yang lalu bangsa Indonesia sudah memiliki falsafah “Bhinneka Tunggal Ika”. Sejarah juga membuktikan bahwa semakin banyak suatu bangsa menerima warisan kemajemukan, maka semakin toleran bangsa tersebut terhadap kehadiran “yang lain”. • 31. C. Fungsi Empat Pilar Kebangsaan 1.

Sebagai tombak untuk tetap kokohnya berdirinya bangsa 2. Menginspirasi rakyat Indonesia untuk kembali ke revolusi atau tujuan yang benar 3. Menjaga kemurnian UUD 1945 4. Membangun kepahaman tentang jiwa bangsa secara utuh 5. Membangun karakter bangsa 6. Membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa 7.

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

Sarana pembangunan hukum bangsa 8. Sarana pembaharuan masyarakat 9. Sebagai landasan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara 10. Alat ketertiban dan pengaturan masyarakat • 32. D. Implementasiwujudsikapyang mencerminkanEmpat Pilar Kebangsaan 1. Setia dan cinta tanah air 2. Mengembangkan persatuan dan kesatuan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika 3. Tidak menjadi koruptor 4. Tidak membuat pernyataan atau keputusan yang merugikan bangsa 5. Tidak membedakan ras, suku, agama, adat, maupun bahasa 6.

Tidak menyalahgunakan kekuasaan 7. Menjaga ketertiban dan keamanan 8. Peduli terhadap bangsa dan Negara 9. Saling tolong-menolong 10. Saling menghormati antar sesama manusia • 33. Kesimpulan Keempat pilar kebangsaan tersebut sesuai dengan tiga dimensi suatu ideologi negara yakni: 1. Sebagai dimensi Realita; mengandung makna bahwa Empat Pilar Kebangsaan, bermuara pada suatu kondisi riil atau nyata yang berkembang di negara Indonesia sebagai penginggalan budaya leluhur.

2. Sebagai dimensi Idealitas; bermakna bahwa sebuah cita-cita suatu bangsa Indonesia tercermin dalam Empat Pilar Kebangsaan. 3. Sebagai dimensi Fleksibilitas; bermakna bahwa Empat Pilar Kebangsaan sangat dibutuhkan dan harus dijiwai oleh sikap nasionalisme dan patriotisme sesuai dengan perkembangan jaman serta mampu menjawab tantangan jaman di era globalisasi saat ini.

• 34. Untuk itulah diperlukan pembangunan karakter bangsa yang saling keterkaitan dengan pilar-pilar kebangsaan ini oleh karenanya haruslah dalam asas yang berkesesuaian dan terintegrasi, yang bernafaskan Pancasila yang konstitusional, dalam kerangka NKRI, dan untuk menjamin keanekaragaman budaya, suku bangsa dan agama.

Jika salah satu foundasi pilar kebangsaan itu tidak dijadikan pegangan, karakter bangsa yang dicita-citakan sekedar wacana dan angan-angan belaka. Maka akan goyahlah Negara Indonesia disebabkan oleh hal tersebut. Jika penopang yang satu tak kuat, maka akan berpengaruh pada pilar yang lain. Pada akhirnya bukan tak mungkin Indonesia akan ambruk secara bertahap, bergantung pada seberapa jauh dan seberapa dalam kita menggunakan empat pilar kebangsaan tersebut.

Tentunya, ambruknya NKRI merupakan sesuatu yang tak diinginkan dan tak terlintas sedikitpun dalam benak kita sebagai bagian dari NKRI. • 35. Sekian dan Hatur Nuhun Editor's Notes
• Indonesia adil dan makmur • Semangat nasionalisme secara universal • Nilai nilai dasar negara • Perwujudan persatuan dan kesatuan • Sistem pemerintahan yang stabil Jawaban: C.

Nilai nilai dasar negara Dilansir dari Encyclopedia Britannica, implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan nilai nilai dasar negara. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Suatu.

negara implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan rakyatnya untuk menyampaikan pendapat, opini, maupun fakta. Selama hal yang disampaikan tidak melanggar peraturan yang berlaku. Opini yang sebaiknya tidak disampaikan adalah opini yang? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Berdasarkan dari data BPS (Badan Pusat Statistik) yang mengungkapkan bahwa terdapat 1.128 suku bangsa serta bahasa, ragam agama dan juga budaya yang berada di sekitar 16.056 pulau.

Karena alasan tersebut, maka perlu adanya konsepsi, kemauan, serta kemampuan yang kuat dan juga memadai guna untuk menjaga ukuran, luas serta keanekaragaman yang Indonesia miliki. Secara umum, Konsepsi yang dimaksudkan disini dapat disebut sebagai empat (4) pilar kehidupan nasional dan juga negara atau yang lebih dikenal dengan istilah Empat (4) Pilar Kebangsaan. Daftar Isi : • Sejarah 4 Pilar Kebangsaan • Definisi 4 Pilar Kebangsaan • Konsep Empat Pilar Kebangsaan • 1.

Ideologi Negara (Pancasila) • 2. Undang – Undang Dasar 1945 (UUD 1945) • 3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) • 4. Bhinneka Tunggal Ika • Share this: • Related posts: Sejarah 4 Pilar Kebangsaan Kelahiran 4 pilar kebangsaan ini pertama kali diprakarsai oleh Taufiq Kiemas, yaitu ketua MPR, yang dilantik melalui aklamasi, sekitar tahun 2009.

Setelah beliau terpilih, secara maraton Taufiq menyelenggarakan berbagai bentuk pertemuan dengan pemimpin dari Lembaga MPR untuk membuat program guna menyebarluaskan UUD 1945 dan juga Pancasila. Nah, disinilah ide keempat pilar kebangsaan itu dimulai. Gagasan ini dibuat dengan tujuan dalam rangka menunjukkan betapa pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta mempraktekkan Pancasila dalam kehidupan. Di awal kemunculannya, gagasan empat pilar kebangsaan dihadapkan dengan banyak kritikan dan perdebatan.

Keempat pilar kewarganegaraan yang berasal dari UUD 1945, Pancasila, NKR, dan juga Bhineka Tunggal Ika yang ini dinilai tidak pantas untuk disejajarkan. Terutama pada Pancasila, karena pancasila sebagai pondasi negara ini, memiliki nilai yang lebih tinggi daripada tiga pilar lainnya.

Selain itu, perdebatan ini juga muncul dari penentuan tanggal lahir Pancasila pada implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan Juni 1945. Sebab, terdapat beberapa pihak lainnya yang memiliki pendapat bahwa Pancasila terbentuk pada tanggal 18 Agustus 1945 setelah adanya diratifikasi oleh PPKI sebagai dasar negara Indonesia.

Namun lambat laun, Taufiq mampu meyakinkan semua pihak bahwa tanggal 1 Juni 1945 adalah hari lahirnya Pancasila. Ini karena Bung Karno menyampaikan pidato pertamanya pada pertemuan BPUPKI pada 1 Juni 1945, dan memberikan gagasan tentang lima prinsip dasar negara.

Baca Juga : Makna Lambang Pancasila Peran Indonesia Dalam ASEAN 5 Rumusan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 Definisi 4 Pilar Kebangsaan Keempat pilar kebangsaan adalah empat fondasi kehidupan bermasyarakat, nasional, dan bernegara, yang terdiri atas Pancasila, konstitusi (UUD 1945), unity and unity serta semangat keberagaman sebagai modal yang bertujuan menguatkan orang Indonesia. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan tiang penyangga yang kuat (pilar) sehingga masyarakat di Indonesia merasa aman, nyaman, sejahtera serta terlindungi dari berbagai jenis gangguan dan bencana alam.

Konsep Empat Pilar Kebangsaan Pada dasarnya, terdapat 4 hal yang menyusun pilar kehidupan berbngsa dan bernegara yang dicetuskan oleh Taufiq Kiemas.

Berikut ini keempat pilar tersebut, yaitu : 1. Ideologi Negara (Pancasila) Pancasila memiliki fungsi yang sangat mendasar sebagai dasar dari Republik Indonesia. Ideologi negara ini juga dikatakan sebagai sumber dari semua sumber hukum yang ada di Indonesia. Pancasila juga memiliki karakter hukum formal, yang mensyaratkan semua peraturan hukum harus berdasarkan dengan Pancasila.

Pancasila sebagai landasan filosofis dan juga sebagai cara hidup yang bermakna bahwa Pancasila merupakan filosofi negara, cara pandang atau cara hidup masyarakat Indonesia dalam kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara serta dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional.

Tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengungkapkan gagasannya mengenai Pancasila, yaitu sebutan untuk dasar negara Indonesia, di dalam sidang BPUPKI.

Berikut ini adalah formulasi dari dasar implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan Indonesia sebagaimana yang sudah diatur dalam UUD 1945, yaitu : • Ketuhanan Yang Maha Esa. • Kemanusaiaan yang adil dan beradab. • Persatuan Indonesia. • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Undang – Undang Dasar 1945 (UUD 1945) Nilai-nilai luhur Pancasila umumnya tertuang di dalam berbagai norma yang terkandung di dalam pembukaan serta di bagian batang tubuh UUD 1945.

UUD 1945 menjadi rujukan dalam upaya pembentukan karakter bangsa. Undang – Undang Dasar 1945 atau disingkat dengan UUD 45 menjadi tiang kedua yang berperan menopang kehidupan berbangsa dan juga bernegara bagi Republik Indonesia.

Agar, masyarakat umum dapat memahami betapa pentingnya UUD 1945. Kemuliaan nilai-nilai dalam pembukaan UUD 1945 menunjukkan komitmen rakyat Indonesia untuk tetap mempertahankan pembukaan UUD 1945 dan tidak menggantikannya. Pembukaan UUD 1945 berisi empat konten yang menjadi alasan wajib untuk tidak mengubahnya, yaitu sebagai berikut : • Adanya standar dasar universal untuk pembentukan negara yang independen dan juga berdaulat.

• Memiliki empat tujuan negara, yaitu melindungi seluruh rakyat Indonesia dan semua tumpah darahnya, untuk mempromosikan kebaikan bersama, untuk mendidik kehidupan bangsa, dan untuk berpartisipasi dalam pencapaian tatanan dunia. • Dalam pembukaan konstitusi 1945, administrasi negara Indonesia khususnya mengatur bentuk pemerintahan dan juga sistem pemerintahan. • UUD memiliki nilai yang sangat tinggi bagi bangsa dan juga negara Indonesia karena terdapat formula dasar negara dalam pembukaan konstitusi 1945, yaitu Pancasila.

3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Setiap negara yang ada di dunia ini pasti memiliki bentuk dari negaranya sendiri. Sedangkan, untuk bentuk dari negara Indonesia adalah NKRI (negara kesatuan Republik Indonesia). Sebelumnya, para pendiri bangsa telah membuat berbagai pertimbangan untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk dari negara Indonesia. Pertimbangan utama yang dilakukan oleh para pendiri bangsa yaitu adanya strategi pecah belah Belanda (devide et impera) yang memungkinkan mereka untuk bertahan selama 350 tahun untuk menjajah rakyat Indonesia.

Saat itu, Indonesia masih terbagi lagi sebagai sebuah kerajaan. Pertimbangan dari para pendiri bangsa ini terbukti mampu mengokohkan bangsa Indonesia dan tidak mudah untuk dipecah belah. Setelah pembentukan negara kesatuan ini, taktik divisi yang dilancarkan Belanda dapat dengan mudah dipatahkan.

4. Bhinneka Tunggal Ika Bhinneka Implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan Ika adalah moto yang bertujuan untuk menghormati perbedaan atau keberagaman namun tetap bersatu di dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai etnis, agama, ras serta antar kelompok.

Keragaman ini harus dilihat sebagai keistimewaan khasanah sosiokultural yang bersifat alamiah dan juga kodrati.

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

Keragaman ini tidak untuk diperdebatkan satu sama lain, sehingga suatu bangsa akan terpecah belah. Maka dari itu, semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini harus menjadi dorongan untuk mencapai persatuan nasional. F.A.Q Tujuan dari adanya Empat Pilar Kebangsaan? Pemilihan nilai-nilai dari empat pilar nasional ini bertujuan untuk mengingatkan kepada semua komponen bangsa bahwa implementasi dan juga pelaksanaan kehidupan bangsa dan negara akan terus dilakukan.

Nah itu dia penjelasan mengenai Empat Pilar Kebangsaan yang bisa Rumus.co.id sampaikan. Semoga membantu. Terimakasih Related posts: • Gangguan Pada Hati • Sistem Sosial • Contoh Masalah Sosial Posted in Umum Tagged 4 pilar kebangsaan pdf, hubungan 4 pilar kebangsaan, makalah empat pilar kebangsaan, materi 4 pilar kebangsaan ppt, pertanyaan tentang 4 pilar kebangsaan, proposal 4 pilar kebangsaan, ringkasan 4 pilar kebangsaan, sejarah 4 pilar kebangsaan Tulisan Terbaru • Iklim Schmidt Ferguson • Iklim Koppen • Gangguan Pada Hati • Iklim Fisis • Sistem Sosial • Contoh Masalah Sosial • Kesenjangan Sosial • Gangguan Pada Usus Besar • Iklim Oldeman • Rumus Trapesium – Pengertian, Jenis, Keliling, Luas, Beserta Contohnya • Perbedaan Etika dan Moral • Perbedaan Debit Dan Kredit • Perbedaan CV dan PT • Bagian Bagian Pada Telinga Beserta Gambar dan Fungsinya • Konsep Adalah
1.

Proses amandemen UUD 1945 yang dilakukan MPR memiliki beberapa alasan di antaranya. A. Pemanfaatan sumber daya alam yang kurang efektif B. Tingginya resiko konflik sosial C. Kurangnya kritik implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan saran dari masyarakat D. Adanya dualisme fungsi lembaga negara E. Kekuasaan presiden dominan dan cenderung bersifat personal C. Motivasi terhadap kemerdekaan 3.

"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa." adalah cuplikan pembukaan UUD 1945 alinea ketiga yang memiliki makna. A. Momentum pernyataan kemerdekaan B. Kemerdekaan harus diisi oleh program pembangunan C.

Kehidupan seimbang antara kebutuhan spiritual dan materiel D. Motivasi luhur dan spiritual terhadap kemerdekaan E. Kemerdekaan adalah tujuan akhir negara Indonesia D. Motivasi luhur dan spiritual terhadap kemerdekaan 4. Keterkaitan antara hubungan pokok pikiran pertama pembukaan UUD 1945 terhadap pembangunan nasional adalah.

A. Pembangunan nasional didasarkan pada kekuatan spiritual yang luhur B. Pembangunan nasional harus dilakukan oleh segenap rakyat Indonesia C. Keberhasilan pembangunan harus didasarkan pada keadilan sosial D. Mengedepankan musyawarah mufakat dalam perumusan rencana pembangunan nasional E. Adanya kesadaran bahwa keberhasilan pembangunan nasional dilakukan oleh seluruh warga negara E.

Adanya kesadaran bahwa keberhasilan pembangunan nasional dilakukan oleh seluruh warga negara 5. Kesepakatan dasar dalam perubahan UUD 1945 dengan cara adendum, maksudnya. A. Naskah baru menggantikan naskah asli sebelumnya B. Naskah asli UUD 1945 digantikan dengan naskah perubahan C. Penggabungan antara naskah asli dengan naskah pembaruan D.

Naskah asli UUD 1945 dipertahankan dan naskah pembaruan dilekatkan pada naskah asli E. Naskah asli digabungkan dengan naskah pembaruan UUD 1945 ditambah dengan aturan-aturan peralihan D. Naskah asli UUD 1945 dipertahankan dan naskah pembaruan dilekatkan pada naskah asli 6. Secara konstitusional negara Indonesia dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat 3 menyatakan tentang. A. Negara Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik B. Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan berdasarkan UU C.

Negara Indonesia adalah negara hukum D. Presiden memiliki kekuasaan eksekutif E. Bentuk susunan negara Indonesia adalah republik C.

Negara Indonesia adalah negara hukum 7. Sistem pemerintahan sesuai dengan teori John Locke diterapkan di Indonesia dengan pembagian kekuasaan menjadi. A. Kekuasaan legislatif, eksekutif, yudikatif B. Kekuasaan legislatif, federatif, dan yudikatif C. Kekuasaan eksekutif, fedratif dan legislatif D. Kekuasaan eksaminatif, eksekutif, dan federatif E. Kekuasaan eksaminatif, federatif, dan eksekutif E.

Tap MPR No. IX MPR/2001 10. Perhatikan pernyataan berikut. (1) Perubahan dilaksanakan dengan adendum (2) Mempertegas sistem presidensial (3) Tidak mengubah pembukaan UUD 1945 (4) Perubahan terhadap bentuk negara dapat dilakukan (5) Harus sesuai persetujuan DPR sebanyak 1/3 dari jumlah anggota Pernyataan diatas yang termasuk sebagai aturan pokok dalam kaidah perubahan terhadap UUD 1945 adalah.

A. 1, 2, dan 4 B. 1, 2, 3, dan 4 C. 1, 2, dan 3 D. 2, 3, dan 4 E. 3, 4, dan 5 A. Amnesti 14. Esensi pilar kebangsaan dalam memahami keberagaman sesuai amanan UUD 1945 Pasal 18B ayat 2 adalah. A. Menghormati keberadaan suku budaya sebagai kesatuan B. Negara mengakui kesatuan hukum adat yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia C.

Keberadaan masyarakat adat harus diatur dan diperhatikan dalam sistem pemerintahan D. Kebijakan untuk melestarikan budaya menjadi kewajiban seluruh rakyat Indonesia E. Keberadaan adat istiadat di wilayah NKRI harus dilindungi oleh negara A. Pendekatan kultural 17. Faktor lain sebagai upaya peningkatan pemahaman terhadap generasi muda adalah dengan melakukan pendekatan edukatif. Berikut ini cerminan dari pendekatan edukatif adalah. A. Memberikan ruang terbuka untuk menyalurkan ide dan kreativitas B.

Mewajibkan dalam kegiatan sekolah untuk ikut dalam kesenian C. Patuh terhadap hukum dan tata peraturan D. Menonton pertunjukan wayang kulit E. Membuat keputusan bersama dalam sebuah musyawarah A. Memberikan ruang terbuka untuk menyalurkan ide dan kreativitas 18. Tindakan bullying saat ini menjadi momok yang menakutkan bagi generasi muda. Bahkan bullying bisa dilakukan dimana saja karena arus perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat.

Penyebab utama kasus cyber bullying pada era milenial saat ini ditinjau dari pilar kebangsaan disebabkan oleh. A. Kurangya kesadaran terhadap hukum B. Lemahnya pendidikan dasar C. Minimnya pengawasan yang dilakukan oleh sekolah D. Kurangnya bimbingan konseling pada peserta didik E. Lunturnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila C. Nilai-nilai dasar negara 21.

Keberadaan sistem pemerintahan parlementer pernah diberlakukan di Indonesia. Namun keberlangsungan sistem tersebut memiliki kelemahan utama, yaitu. A. Inkonsistensi parlemen dalam menjalankan pemerintahan B. Implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan parlemen tidak pro rakyat C. Presiden tidak memiliki kekuasaan dalam menjalankan pemerintahan D. Penjaminan HAM terbengkalai E. Kekuasaan pemerintahan tidak memiliki hubungan dengan rakyat B.

Tanggal 18 Agustus 1945 23. Negara Indonesia menganut sistem hukum yang dijunjung tinggi sebagai aturan dan penjaminan terhadap seluruh warga negara Indonesia. Maksud dari rule of law adalah. A. Tidak membedakan antara hukum privat dan hukum publik B. Ketaatan hukum diatur dalam UU C. Sistem hukum Indonesia memiliki tata urutan peraturan perundang-undangan D.

Setiap warga negara memiliki kecakapan hukum E. Negara tidak mengenal pengkhususan peradilan terhadap sebagaian warga negara E. Negara tidak mengenal pengkhususan peradilan terhadap sebagaian warga negara 24. Representation by election terlihat dalam tata pengelolaan lembaga negara dalam.

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

A. Presiden dan wakil presiden dipilih dalam satu pasangan B. Angggota DPR berasal dari kader parpol koalisi C. Susunan kabinet terdiri atas menteri dalam koalisi D. Anggota MPR terdiri atas DPR dan DPD E. Jabatan struktural Komisi Yudisial diisi oleh anggota DPR dan DPRD
Tribratanews.kepri.polri.go.id-Salah satu karakteristik Indonesia sebagai negara-bangsa adalah kebesaran, keluasan dan kemajemukannya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan terdapat 1.128 suku bangsa dan bahasa, ragam agama dan budaya di sekitar 16.056 pulau. Untuk itu perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat dan memadai untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan keIndonesiaan. Konsepsi tersebut disebut sebagai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara atau Empat Pilar Kebangsaan.

Pengertian Empat Pilar Kebangsaan Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana. Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh. Bila tiang rapuh maka bangunan akan mudah roboh. Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami seluruh masyarakat.

Dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat. Konsep Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara terdiri dari: • Pancasila • UUD 1945 • NKRI • Bhinneka Tunggal Ika Empat pilar tersebut tidak dimaksudkan memiliki kedudukan sederajat. Setiap pilar memiliki tingkat, fungsi dan konteks yang berbeda. Pada prinsipnya, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, kedudukannya berada di atas tiga pilar yang lain.

Empat pilar tersebut merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia untuk berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Setiap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa empat pilar tersebut adalah prinsip moral keIndonesiaan yang memandu tecapainya kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Pancasila Pancasila implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan ideologi dan dasar negara. Sebagai dasar NKRI, Pancasila memiliki fungsi sangat fundamental. Pancasila disebut sebagai sumber dari segala sumber hukum. Sifat Pancasila yuridis formal maka mengharuskan seluruh peraturan perundang-undangan berlandaskan pada Pancasila.

Pancasila sebagai dasar filosofis dan sebagai perilaku kehidupan. Artinya, Pancasila merupakan falsafah negara dan pandangan atau cara hidup bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai cita-cita nasional.

Pancasila menjadi karakter masyarakat Indonesia sehingga menjadi identitas atau jati diri bangsa Indonesia. Pancasila merupakan rujukan, acuan sekaligus tujuan dalam pembangunan karakter bangsa. Dalam proses perumusan dasar negara, Presiden Soekarno menuangkan konsep dasar negara ke dalam pengertian dasar falsafah (philosofische grondslag) dan pandangan komprehensif dunia (weltanschauung) secara sistematik dan koheren.

Pada 1 Juni 1945, Soekarno mengemukakan pemikirannya tentang Pancasila, yaitu nama dari lima dasar negara Indonesia, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

Rumusan lima dasar negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 adalah: • Ketuhanan Yang Maha Esa. • Kemanusaiaan yang adil dan beradab. • Persatuan Indonesia. • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan. • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kelima sila tersebut sebagai satu kesatuan nilai kehidupan masyarakat Indonesia dan dasar negara Republik Indonesia.

Dasar negara ini kukuh karena digali dan dirumuskan dari nilai kehidupan rakyat Indonesia yang merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa. Karena itu Pancasila disepakati secara nasional, merupakan perjanjian luhur yang harus dijadikan pedoman bagi bangsa, pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia.

UUD 1945 Nilai-nilai luhur Pancasila tertuang dalam norma-norma yang terdapat dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945. Norma konstitusional UUD 1945 menjadi acuan dalam pembangunan karakter bangsa.

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

Keluhuran nilai dalam Pembukaan UUD 1945 menunjukkan komitmen bangsa Indonesia untuk mempertahankan pembukaan dan bahkan tidak mengubahnya. Terdapat empat kandungan dalam Pembukaan UUD 1945 yang menjadi alasan komitmen untuk tidak mengubahnya, yaitu: • Terdapat norma dasar universal bagi tegaknya sebuah negara yang merdeka dan berdaulat.

• Terdapat empat tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahnya, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. • Pembukaan UUD 1945 mengatur ketatanegaraan Indonesia khususnya tentang bentuk negara dan sistem pemerintahan • Nilainya sangat tinggi bagi bangsa dan negara Indonesia sebab dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat rumusan dasar negara yaitu Pancasila. NKRI Dalam Pasal 1 ayat 1 UUD 1945 disebutkan negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk republik.

Dalam pembangunan karakter bangsa dibutuhkan komitmen terhadap NKRI. Karakter yang dibangun pada manusia dan bangsa Indonesia dalah karakter yang memperkuat dan memperkukuh komitmen terhadap NKRI.

Bukan karakter yang berkembang secara tidak terkendali, apalagi menggoyahkan NKRI. Maka rasa cinta terhadap tanah air perlu dikembangkan dalam pembangunan karakter bangsa.

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

Pembangunan karakter bangsa melalui pengembangan sikap demokratis dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Pembangunan karakter harus diletakkan dalam bingkai menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, bukan memecah belah NKRI. Bhinneka Tunggal Ika Bhinneka Tunggal Ika bertujuan menghargai perbedaan atau keragaman namun tetap bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri, Indonesia terdiri dari beragamnya suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Keberagaman ini harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosio-kultural, bersifat kodrati dan alamiah. Keberagaman bukan untuk dipertentangkan apalagi diadu antara satu dengan yang lain sehingga berakibat pada terpecah belah. Oleh sebab itu, Bhinneka Tunggal Ika harus dapat menjadi penyemangat terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Tujuan Empat Pilar Kebangsaan Pemilihan nilai-nilai empat pilar adalah untuk mengingatkan kembali kepada seluruh komponen bangsa agar pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara terus dijalankan. Dengan tetap mengacu kepada tujuan negara yang dicita-citakan, serta bersatu padu mengisi pembangunan agar bangsa Indonesia lebih maju dan sejahtera. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Seluruh anggota MPR melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan menyasar pada penyelenggara negara dan kelompok masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Sosialisasi dilaksanakan dengan berbagai metode dan melalui praktik di lingkungan instansi-instansi di setiap tingkatan pemerintahan, perusahaan negara dan swasta, organisasi kemasyarakatan, partai politik dan kelompok masyarakat lainnya.

Dasar pelaksanaan sosialisasi empat pilar kebangsaan implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD Pasal 15 ayat 1. Dalam UU tersebut disebutkan, salah satu tugas MPR adalah mengkoordinasikan anggota MPR untuk memasyarakatkan UUD 1745.

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dinilai penting karena MPR menilai masih banyak penyelenggara negara dan kelompok masyarakat yang belum memahami dan mengerti tentang nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tanpa gerakan nasional pemasyarakatan dan pembudayaan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, esksistensi dan peranannya dari waktu ke waktu akan memudar.

Kemudian pada gilirannya akan memengaruhi penyelenggaraan negara. Editor : Joni kasim Publish : Nora Penulis : Firman Berita Terbaru • Purchase Custom Essays Online Service • Kapolres Bintan Tinjau Langsung Arus Balik Masyarakat di Pelabuhan ASDP • Korban Investasi Bodong Desak Public Figur Dijerat UU ITE dan TPPU • Sidang Umum PBB, Menparekraf Sampaikan Indonesia Jadi Acuan Dunia dalam Penanganan Pandemi dan Keban… • Monitoring Persediaan dan Harga Minyak Makan kepada para Pedagang / Distributor di Wilayah Hukum Pol… • Polres Kepulauan Anambas Sukses Mengatur Puncak Arus Mudik dengan Lancar dan Aman • Pos Bergerak Ops Ketupat Seligi – 2022, Sat Polairud Polresta Tanjungpinang Laksanakan Patroli… • Polsek Batu Ampar Gelar Cipta Kondisi Himbau Masyarakat Yang Masih Berkumpul • Kapolres Bintan Kunjungan Kerja Ke Polsek Tambelan • Properti Yang Digunakan Tari Saman • Berikut Beragam Kue Khas Betawi Yang Disajikan Saat Lebaran • Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Belakang Padang Beri Himbauan kepada Masyarakat • Cek Arus Balik di Tol Cikatama, Kapolri: Kemungkinan One Way Waktunya Diperpanjang • Tinjau Arus Balik di BakauheniKapolri Minta Masyarakat Manfaatkan WFH dan Libur Sekolah • Kapolres Natuna Cek dan Monitoring Aktifitas Penumpang KMP Bahtera Nusantara 01 di Pelabuhan Penagi,… • Kapolres Bintan Selaku Ka Ops Res Melakukan Inspeksi Mendadak Ke Pos Pam Operasi Ketupat Seligi R… • Antisipasi Barang Hilang dan Tercecer, Wakapolres Bintan beserta Anggota Pos Pam Himbau Pemudik Teta… • Kalemdiklat Polri Minta Anggota Polisi Melek Teknologi • Kapolri Tinjau Langsung Tol Cikampek, Pastikan One Way-Contraflow Implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan Lancar • Kapolri Pastikan Polisi akan Berikan Pelayanan Maksimal Hadapi Arus Balik Lebaran Arsip Arsip Alhamdulillahi rabbil ‘alamin puji syukur kehadirat Allah SWT.

Website Tribratanews Polda Kepri telah tampil dihadapan kita. Sebagai saluran informasi Kepolisian di wilayah Kepri, semoga dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah Kepri dan mampu menjadi pengawal situasi kamtibmas yang kondusif.

BERITA LALULINTAS • Kapolres Bintan Tinjau Langsung Arus Balik Masyarakat di Pelabuhan ASDP • Polres Kepulauan Anambas Sukses Mengatur Puncak Arus Mudik dengan Lancar dan Aman • Cek Arus Balik di Tol Cikatama, Kapolri: Kemungkinan One Way Waktunya Diperpanjang • Tinjau Arus Balik di BakauheniKapolri Minta Masyarakat Manfaatkan WFH dan Libur Sekolah • Kapolri Tinjau Langsung Tol Cikampek, Pastikan One Way-Contraflow Berjalan Lancar WEBSITE TRIBRATA NEWS POLDA KEPRI Ini adalah website resmi Tribratanews Polda Kepri dengan template dan desain baru.

Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut tentang Tribratanews Polda Kepri di website ini. Kami akan selalu memperbarui website ini, termasuk informasi-informasinya dan kami terus berusaha mengembangkan website kami agar menjadi lebih baik GIAT OPS • Kapolres Bintan Tinjau Langsung Arus Balik Masyarakat di Pelabuhan ASDP • Monitoring Persediaan dan Harga Minyak Makan kepada para Pedagang / Distributor di Wilayah Hukum Pol… • Polres Kepulauan Anambas Sukses Mengatur Puncak Arus Mudik dengan Lancar dan Aman • Pos Bergerak Ops Ketupat Seligi – 2022, Sat Polairud Polresta Tanjungpinang Laksanakan Patroli… • Polsek Batu Ampar Gelar Cipta Kondisi Himbau Masyarakat Yang Masih Berkumpul KABID HUMAS POLDA KEPRI BINKAM • Korban Investasi Bodong Desak Public Figur Dijerat UU ITE dan TPPU • Polsek Batu Ampar Gelar Cipta Kondisi Himbau Masyarakat Yang Masih Berkumpul • Kapolres Natuna Cek dan Monitoring Aktifitas Penumpang KMP Bahtera Nusantara 01 di Pelabuhan Penagi,… • Kapolres Bintan Selaku Ka Ops Res Melakukan Inspeksi Mendadak Ke Pos Pam Operasi Ketupat Seligi R… • Antisipasi Barang Hilang dan Tercecer, Wakapolres Bintan beserta Anggota Pos Pam Himbau Pemudik Teta… Kontak Kami4 Pilar Kebangsaan adalah soko guru (tiang penyangga yang kokoh) yang membuat seluruh rakyat Indonesia merasa aman, nyaman, sejahtera, tentram dan terhindar dari berbagai jenis gangguan dan bencana.

Suatu negara pasti memiliki sistem keyakinan atau belief system yang menjadi landasan hidup seluruh rakyatnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sistem keyakinan tersebut berisikan konsep, prinsip dan nilai yang dianut oleh satu negara.

Banyak yang menyebut sistem keyakinan implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan sebuah philosophische grondslag (filosofi). Satu pilar yang kuat dan kokoh akan mampu menangkal berbagai jenis gangguan dan ancaman baik dari dalam negara itu sendiri maupun dari luar. Sistem keyakinan yang dimiliki Indonesia haruslah mampu menjamin terwujudnya keamanan, ketertiban, keadilan, kenyamanan dan kesejahteraan bagi semua warga negaranya.

Daftar Isi Artikel • 4 Pilar Kebangsaan • 1. Pancasila• 2. Undang-Undang Dasar 1945• 3. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)• 4. Bhineka Tunggal Ika• Sejarah Singkat 4 Pilar Kebangsaan• Implementasi 4 Pilar Kebangsaan• Baca Juga Artikel Ini 4 Pilar Kebangsaan mediaindonesia.com Ketua MPR RI Implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan Kiemas merupakan pencetus 4 pilar kebangsaan.

Beliau menerima gelar kehormatan dari universitas trisaki berupa gelar doctor honoris apertura (H.C). Berikut adalah 4 pilar kebangsaan yang dicetuskan oleh beliau.

• Pancasila• Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945)• Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)• Bhineka Tunggal Ika 1. Pancasila Pancasila merupakan landasan atau pilar pertama yang menyokong kekokohan yang dimiliki bangsa Indonesia. Pemikiran tersebut muncul karena 5 sila yang terdapat dalam pancasila merupakan wujud dari sistem kepercayaan (belief system) yang dimiliki Indonesia.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara yang majemuk dengan keanekaragaman yang dimilikinya. Oleh karena itu sistem kepercayaan yang dimiliki diharapkan mampu mengakomodir atau menjembatani seluruh keberagaman tersebut. Sila pertama dalam pancasila berbunyi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Sila ini dapat diterima oleh seluruh agama tanpa terkecuali. Masing-masing agama tentunya memiliki Tuhan yang sembah.

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

Sila ini memiliki maksud agar rakyat Indonesia memiliki agama, memeluk keyakinan dan memiliki satu Tuhan yang disembah. Kata ‘satu’ bukan berarti harus sama, selama rakyat Indonesia memiliki ‘satu’ nya masing-masing maka itu sudah menjadi wujud pasti dari sila ini.

Sila pertama ini bahkan diakui sebagai common denominator oleh bangsa Indonesia. Selanjutnya dalam sila kedua disebutkan ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’. Sila ini merupakan wujud penghormatan atas hak asasi manusia yang dimiliki oleh seluruh warga negara.

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

Semua rakyat Indonesia pada dasarnya memiliki harkat dan martabat yang sama. Pengakuan tersebut didapatkan secara adil dan beradab. Yang terpenting adalah pancasila dianggap sebagai pilar penyangga kokoh bagi bangsa Indonesia yang pluralistik. 2. Undang-Undang Dasar 1945 Undang-Undang Dasar 1945 atau yang disingkat UUD 1945 menjadi pilar kedua yang menyangga kehidupan berbangsa dan bernegara. Masyarakat luas dapat memahami makna yang dimaksudkan dalam teks pembukaan UUD 1945.

Pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945 merupakan batang tubuh. Oleh karena itu, jika tidak memahami makna dari teks pembukaan UUD 1945 tidak akan mungkin bisa mengevaluasi batang tubuh yang menjadi derivatnya. 3. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) Masing-masing negara di dunia memiliki bentuk negaranya sendiri. Bentuk negara yang dimiliki indonesia adalah negara kesatuan yaitu NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Sebelumnya, para pendiri bangsa memiliki banyak pertimbangan untuk memiliki NKRI sebagai bentuk negara Indonesia.

Pertimbangan utamanya adalah karena strategi devide et impera (pecah belah) yang dimiliki Belanda mampu membuat mereka bertahan selama 350 tahun menjajah Indonesia. Pada masa itu Indonesia masih terpecah belah dalam bentuk kerajaan.

Pertimbangan para pendiri bangsa terbukti mampu membuat Indonesia lebih kokoh dan tidak mudah terpecah belah. Setelah berbentuk negara kesatuan taktik pecah belah Belanda dapat dipatahkan dengan mudah. 4. Bhineka Tunggal Ika Bhineka Tunggal Ika memiliki arti walau berbeda-beda namun namun tetap satu jua. Semboyan ini merupakan semboyan negara Indonesia yang pertama kali dicetuskan oleh Mpu Tantular. Semboyan ini kemudian dituangkan Mpu Tantular dalam karyanya dengan bunyi ‘Bhinna Ika Tunggal Ika, tan hana dharma mangrwa’.

Mpu Tantular sendiri merupakan seorang pujangga di Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Hayamwuruk (1350-1389). Pada masa itu, rakyat kerajaan Majapahit hidup rukun dengan berpegang pada prinsip Bhineka Tunggal Ika. Seperti diketahui, rakyat Majapahit menganut berbagai kepercayaan yang berbeda.

implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan

Oleh karena itu tujuan dari dibuatnya semboyan ini adalah untuk mencegah perpecahan di kalangan masyarakat. Meskipun mereka menganut kepercayaan atau agama yang berbeda, namun mereka tetap sama dalam satu pengabdian. Sejarah Singkat 4 Pilar Kebangsaan sindonews.com Sejarah tercetusnya 4 Pilar Kebangsaan diprakarsai oleh Taufiq Kiemas, ketua MPR yang terpilih secara aklamasi pada tahun 2009.

Setelah terpilih, Taufiq secara marathon melakukan berbagai rapat dengan ketua fraksi MPR untuk membuat sebuah program sosialisasi Undang-Undang Dasar 1945 dan juga Pancasila.

Dari sinilah gagasan 4 pilar kebangsaan berawal. Gagasan ini dibuat untuk menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan serta mengamalkan pancasila. Pada awal kemunculannya, gagasan 4 pilar kebangsaan dihadapkan pada kritik dan perdebatan yang cukup keras. 4 pilar kebangsaan yang berasal dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dianggap tidak pantas disejajarkan.

Terutama karena Pancasila yang merupakan dasar negara memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan 3 pilar lainnya. Selain itu, perdebatan juga muncul dari penetapan tanggal lahirnya pancasila pada 1 juni 1945. Beberapa pihak berpendapat jika pancasila lahir pada 18 agustus 1945 setelah disahkan oleh PPKI menjadi dasar negara Indonesia. Namun secara perlahan, Taufiq Kiemas mampu meyakinkan seluruh pihak jika 1 juni 1945 menjadi hari lahirnya pancasila.

Hal itu dikarenakan pada tanggal 1 juni 1945 Bung Karno pertama kalinya berpidato dan mengeluarkan gagasan mengenai 5 pokok dasar negara dihadapan sidang BPUPKI. Sedangkan 18 agustus kini diperingati sebagai hari konstitusi karena pada hari itu PPKI mengesahkan Pancasila dan UUD implementasi pilar kebangsaan memiliki tujuan untuk mewujudkan sebagai ideologi negara. Diplomasi Taufiq Kiemas yang lembut dan bergagasan membuat semua perdebatan yang ada kini tidak pernah muncul. MPR RI secara konsisten selalu memperingati 1 juni sebagai hari lahirnya pancasila dan 18 agustus sebagai hari konstitusi.

Implementasi 4 Pilar Kebangsaan dictio.id Implementasi 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari dapat dimulai dari hal yang sederhana. Salah satunya adalah peka terhadap lingkungan yang ada di sekitar. Sebagai sesama warga negara tentunya kita harus saling tolong menolong jika ada warga negara lainnya yang kesulitan. Selain itu toleransi akan keberagaman juga perlu diperkuat.

Seperti misalnya dalam satu daerah ada banyak bangunan tempat ibadah, akan tetapi bangunan masjid menjadi bangunan yang paling besar dan luas. Kita harus memahami hal ini dikarenakan umat islam menjadi mayoritas dan memiliki umat yang paling banyak.

Oleh karena itu, bangunan masjid di bangun lebih besar dan luas agar mampu menampung seluruh umatnya untuk beribadah. Dan sebaliknya, umat islam yang menjadi mayoritas tidak boleh sombong.

Mayoritas seharusnya mengayomi minoritas agar tetap bersatu dalam keberagaman. Menjaga kesatuan dalam keberagaman bukanlah hal yang mudah, namun selama kita berpegang teguh pada 4 pilar kebangsaan hal tersebut tidak sulit untuk dilakukan.

ARTIKEL LAINNYA • CLOUD COMPUTING: Pengertian, Manfaat, Jenis & Contoh• Apa Itu Ilmu SEO?• METODE WATERFALL: Pengertian, Kelebihan & Tahapan Model• PENGERTIAN SDLC adalah: Fungsi, Metode dan Tahapan SDLC• PENGERTIAN APLIKASI: Fungsi, Sejarah, Klasifikasi, Jenis & Contoh• PENGERTIAN WEBSITE: Fungsi, Sejarah, Kegunaan, Jenis Jenis & Contoh Web

5.A Pemateri 4 Pilar kebangsaan




2022 www.videocon.com