Tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 2.2.

Sebarkan ini: Sel adalah kesatuan dasar sruktural dan fungsional makhluk hidup. Sebagai kesatuan struktural berarti makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut makhluk hidup bersel tunggal (uniseluler = monoseluler) dan makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel disebut makhluk hidup multiseluler. Struktur Sel Prokariotik dan Eukariotik Istilah sel pertama kali dikemukakan oleh Robert Hooke, Ilmuwan Inggris, pada tahun 1665 yang berarti ruangan kosong.

Ia meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop yang terdiri atas ruangan-ruangan yang dibatasi oleh dinding. Hal tersebut benar karena sel-sel gabus merupakan sel-sel yang telah mati sehingga di dalam sel tersebut kosong, tidak berisi. Baca Juga : Karakteristik Benua Eropa Pada tahun 1839, seorang biolog Perancis, Felix Durjadin meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam rongga sel yang penyusunnya disebut sarcode.

Johanes Purkinje (1789-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi protoplasma. Max Schultze (1825-1874), seorang anatomi mengemukakan protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan. Theodore Schwann (1801-1881), seorang pakar zoologi Jerman, meneliti secara cermat dan intensif sel-sel hewan; dan Mathias Schleiden (1804 1881), pakar botani Jerman meneliti sel-sel tumbuhan.

Berdasarkan hasil pengamatannya, kedua peneliti tersebut mengemukakan bahwa baik tubuh hewan maupun tubuh tumbuhan terdiri atas sel-sel. Perkembangan pengetahuan tentang sel tidak terlepas dari perkembangan ilmu di bidang lainnya. Dengan teknik pewarnaan secara histokimia dan penggunakan mikroskop elektron, terungkap bahwa di dalam sitoplasma, terdapat berbagai macam organel (organ kecil). Semua sel mempunyai sifat-sifat dasar secara umum.

Semua sel dibatasi oleh membran plasma. Di dalamnya terdapat bahan semicair yang dinamakan sitosol yang mengandung organel-organel. Semua sel mengandung kromosom, yang membawa gen-gen (DNA, asam nukleat deoksiribosa). Semua sel mengandung ribosom yang merupakan organel kecil yang berfungsi membentuk protein menurut instruksi dari gen. Berdasarkan keadaan intinya, sel dibedakan dalam dua macam, yaitu: sel prokariotik dan sel eukariotik.

Pada sel prokariotik, materi inti (DNA) terdapat dalam nukleoid yang tidak dibatasi oleh membran inti.

Contoh sel prokariotik ialah bakteri, dan gangang biru yang termasuk Monera. Sedangkan pada sel eukariotik terdapat membran inti, yang memisahkan materi inti (DNA dan protein histon membentuk kromosom) dari sitoplasma. Sel eukariotik dijumpai pada Tumbuhan, Hewan, Cendawan, dan Protista. Sel bakteri dibatasi oleh membran plasma. Di dalamnya terdapat nukleoid (DNA) tanpa dibatasi oleh membran inti, dan ribosom (lihat Gambar 2.1 Di sebelah luar dari membran plasma terdapat dinding sel yang disusun oleh peptidoglikan (kompleks gula dan protein).

Pada sebagian bakteri sel tersebut dibungkus oleh kapsul (disusun oleh gula). Bakteri mempunyai alat gerak berupa flagel. Pada permukaan sel bakteri terdapat pili yang dapat digunakan untuk menempel pada substratnya. Pada bakteri fotosintetik dan ganggang hijau biru terdapat klorofil yang tersebar dalam sitoplasma, tanpa membran yang membatasinya dengan bagian sel lainnya.

Jadi, sel prokariotik ada yang mempunyai klorofil tetapi tidak dalam kloroplas (plastid yang berwarna hijau).

Sel prokariotik mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil (kurang lebih sepersepuluhnya) dari sel eukariotik. Baca Juga : Persebaran Fauna Di Dunia Pada sel tumbuhan, sel hewan, dan sel eukariotik lainnya, selain membran plasma yang membatasi tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut dengan lingkungan luarnya, juga terdapat sistem membran dalam (internal) yang membatasi organel- organel di bagian dalam sel dengan sitoplasma (lihat Gambar 2.2).

Nukleus (inti) dibatasi oleh membran inti sehingga bahan-bahan yang ada di dalamnya terpisah dari sitoplasma. Vakuola terpisah dari sitoplasma karena dibatasi oleh membran (tonoplas). Demikian juga pada organel bermembran lainnya, yang terpisah satu sama lain sehingga masing-masing organel menyelenggarakan reaksi-reaksi kimia secara terpisah. Dengan kata lain, sel eukariotik telah mengalami kompartementasi, terbagi dalam beberapa ruang. Berdasarkan jumlah kromosom dan fungsinya, sel dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu sel somatik dan sel reproduktif.

Sel somatik merupakan sel-sel penyusun tubuh, dengan jumlah kromosom 2n (diploid). Dalam proses pertumbuhan makhluk hidup multiseluler sel somatic mengalami proses pembelahan mitosis. Sel reproduktif berfungsi untuk perbanyakan makhluk hidup secara seksual. Sel ini dibentuk melalui proses meiosis sehingga mempunyai jumlah kromosom n (haploid). Bagian sel ada yang bersifat hidup dan ada yang mati. Bagian sel yang hidup dikenal sebagai protoplasma, terdiri atas inti dan sitoplasma.

Bagian mati berupa dinding sel dan isi vakuola. Sel-sel pada tubuh hewan dan tumbuhan termasuk dalam golongan sel eukariotik, sedangkan pada mikroorganisme ada yang eukariotik misalnya protozoa, protista, dan fungi. Ada pula yang bersifat prokariotik misalnya pada bakteri dan ganggang biru. Struktur dan Fungsi Organel sel Sel merupakan kesatuan structural dan fungsional penyusun makhluk hidup yang dapat memperbanyak diri.

Aktivitas yang ada dalam sel terjadi dalam organel-organel yang mendukung fungsi-fungsi tertentu. Adapun fungsi dari bagian-bagian penyusun sel adalah sebagai berikut: Baca Juga : Karakteristik Benua Amerika • Dinding sel Dinding sel bersifat permeabel, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh.

Sel-sel yang mempunyai dinding sel antara lain: bakteri, cendawan, ganggang (protista), dan tumbuhan. Kelompok makhluk hidup tersebut mempunyai sel dengan bentuk yang jelas dan kaku (rigid). Pada protozoa (protista) dan hewan tidak mempunyai dinding sel, sehingga bentuk selnya kurang jelas dan fleksibel, tidak kaku. Pada bagian tertentu dari dinding sel tidak ikut mengalami penebalan dan memiliki plasmodesmata, disebut noktah (titik).

• Membran plasma Membran plasma membatasi sel dengan lingkungan luar, bersifat semi/selektif permeabel, berfungsi mengatur pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi, osmosis, dan transport aktif.

Membran plasma disusun oleh fosfolipid, tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut, kolesterol, dl. • Sitoplasma. Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di luar inti, terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta berbagai macam organel sel hidup. Organel-organel yang terdapat dalam sitoplasma antara lain: • Retikulum Endoplasma (RE) berupa saluran-saluran yang dibentuk oleh membran (Gambar 2.4). RE terbagi dua macam, yaitu RE halus dan RE kasar.

Pada RE kasar terdapat ribosom, berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Sedangkan pada RE halus tidak terdapat ribosom, berfungsi sebagai tempat sintesis lipid; • Ribosom terdiri atas dua unit yang kaya akan RNA, berperan dalam sintesis protein.

Ribosom ada yang menempel pada RE kasar dan ada yang terdapat bebas dalam sitoplasma; • Mitokondria memiliki membran rangkap, membran luar dan membran dalam. Di antara tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut membran tersebut terdapat ruang antar membran. Membran dalam berlekuk-lekuk disebut krista yang berfungsi untuk memperluas bidang permukaan agar proses penyerapan oksigen dan pembentukan energi lebih efektif. Pada bagian membrane dalam terdapat enzim ATP sintase yang berfungsi sebagai tempat sintesis ATP.

Fungsi mitokondria ini adalah tempat respirasi aerob; • Lisosom berupa butiran kecil/bundar, berisi enzim pencerna yang berfungsi dalam pencernaan intrasel; • Aparatus Golgi (Badan Golgi) berupa tumpukan kantung-kantung pipih, berfungsi sebagai tempat sintesis dari sekret (seperti getah pencernaan, banyak ditemukan pada sel kelenjar), membentuk protein dan asam inti (DNA/RNA), serta membentuk dinding dan membran sel.; • Plastida Berbentuk bulat cakram yang ditemukan pada tumbuhan, terbagi atas tiga macam: Leukoplas = Amiloplas: plastida yang tidak berwarna, dapat membentuk dan menyimpan butir-butir zat tepung/pati; Kromoplas adalah plastida berwarna selain hijau, karena adanya pigmen: melanin (hitam), likopin (merah), xantophil (kuning), karoten (jingga), fikosianin (biru), dan fikoeritrin (coklat).

dan Kloroplas merupakan plastida berwarna hijau, karena mengandung zat hijau daun (klorofil), terdiri atas: klorofil a (warna hijau biru=C55H72O5N4Mg) dan klorofil b (warna hijau kuning=C55H70O6N4Mg); • Vakuola berbentuk rongga bulat, berisi senyawa kimia tertentu atau sisa produk metabolisme sel, yang mengandung berbagai macam zat sesuai pada jenis selnya.

Misalnya dapat berisi garam nitrat pada tanaman tembakau, tanin pada sel-sel kulit kayu, minyak eteris pada kayu putih dan mawar, terpentin pada damar, kinin pada kina, nikotin pada tembakau, likopersin pada tomat, piperin pada lada.; • Nukleus (Inti sel) dibatasi oleh membran inti, mengandung benang- benang kromatin dan nukleolus (anak inti sel). Membran inti terdiri atas dua lapis dan mempunyai pori. Benang-benang kromatin akan memendek pada waktu proses pembelahan sel membentuk kromosom.

Nukleus berfungsi mengatur segala aktivitas yang terjadi dalam sel. Baca Juga : Karakteristik Benua Asia Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan Data observasi dengan menggunakan mikroskop cahaya pada sediaan sel daun tumbuhan (Elodea sp) dan sel epitel pipi manusia. Jika kita amati secara cermat, kloroplas, dan inti sel Elode terletak di pinggir dekat ke dinding sel. Hal ini disebabkan dibagian tengah dari sel tumbuhan terdapat adanya vakuola besar yang terletak di tengah-tengah sel (disebut vakuola sentral), sedangkan pada sel.

Ciri-ciri mahluk hidup Selain ada perbedaan, antara hewan dan tumbuhan juga mempunyai banyak persamaan yang merupakan ciri makhluk hidup. Ciri-ciri makhluk hidup antara lain: memerlukan makanan (nutrisi), bernafas (respirasi), ekskresi, sintesis, tumbuh dan berkembang, regulasi, reproduksi, iritabilitas, adaptasi, interaksi dengan lingkungan, serta bentuk dan ukuran tertentu, terdiri dari sel.

• Nutrisi. Makhluk hidup memerlukan makanan dan memilih jenis makanan yang sesuai dengan kondisi tubuhnya.

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

Makanan tersebut akan mengalami proses pemecahan secara enzimatis untuk mendapatkan energi dalam melakukan aktivitas, penyusun sel-sel, dan mengganti bagian yang rusak. Makanan yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas hidup disebut nutrisi. • Respirasi. Respirasi atau pernafasan adalah proses penyederhanaan senyawa kimia dari zat makanan untuk mendapatkan energi. Pernafasan dapat terjadi secara: * Aerob (memerlukan oksigen); * Anaerob (tidak menggunakan oksigen, melalui proses fermentasi).

• Ekskresi. Pengeluaran senyawa-senyawa kimia sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh makhluk hidup, dan bila terdapat dalam tubuh akan bersifat toksik (meracuni). • Sintesis. Dalam tubuh terjadi perubahan dari suatu senyawa ke senyawa lain untuk kepentingan penyusun tubuh, memelihara kelangsungan hidup, dan mempertahankan tubuh dalam berinteraksi dengan lingkungan. Penyusunan senyawa kimia dalam tubuh untuk aktivitas hidup dinamakan sintesis.

• Pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya volume dan jumlah sel serta jumlah senyawa kimia dalam tubuh yang bersifat irreversible (tidak kembali ke asal) pada jangka waktu tertentu.

Perkembangan adalah pertumbuhan yang diikuti dengan berubah sifat menuju kedewasaan. Sedangkan diferensiasi adalah pertumbuhan sel diikuti dengan spesialisasi (fungsi khusus) sel. • Regulasi. Pengaturan baik secara kuantitas maupun kualitas pada setiap saat terhadap sruktur suatu sistem metabolisme dalam makhluk hidup disebut dengan regulasi.

• Iritabilitas. Iritabilitas dimaksudkan sebagai kemampuan makhluk hidup menerima rangsang dan sanggup mengadakan respons terhadap rangsangan tersebut. • Reproduksi. Proses bertambahnya jumlah individu yang berperan untuk kelestarian keturunannya disebut reproduksi.

• Adaptasi. Penyesuaian diri dengan keadaan lingkungan pada waktu yang relatif pendek disebut toleransi, sedangkan toleransi yang tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut dalam waktu yang relatif panjang disebut adaptasi. • Interaksi. Untuk menjaga stabilitas hidupnya atau mempertahankan hidupnya makhluk hidup harus bersaing dengan individu lain.

Persaingan terjadi dalam mendapatkan tempat hidup, makanan, cahaya dan lainnya. • Makhluk hidup memiliki bentuk dan ukuran tertentu, dan terdiri dari tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut.

Makhluk hidup sangat bervariasi baik jenis maupun bentuk serta ukurannya, tetapi setiap jenis menunjukkan bentuk yang spesifik serta ukuran tertentu pula. Variasi dalam satu jenis tidak dapat menghilangkan bentuk spesifiknya.

Makhluk hidup memiliki kesamaan yaitu tersusun oleh sel. Bagaimana dengan virus? Apakah virus merupakan makhluk hidup atau benda mati ? Virus terdiri dari asam nukleat (DNA/RNA) yang dibatasi oleh mantel protein, bukan merupakan sel. Virus dapat dikristalkan (ciri benda mati). Baca Juga : Letak Wilayah Indonesia Virus memiliki sifat makhluk hidup, yaitu: dapat berkembangbiak dan beradaptasi dengan melalui mutasi.

Namun demikian virus hanya dapat hidup dan berkembangbiak dalam tubuh makhluk hidup. Dalam media buatan virus tidak dapat hidup dan berkembangbiak. Oleh karena itu, sebagian ahli biologi menempatkan virus sebagai jembatan antara yang mahkluk hidup dan benda mati. Bagian Bagian Sel Hewan Dan Tumbuhan • Membran sel Bagian terluar yang melapisi sel disebut membran sel. Membran sel bertindak mengatur keluar masuknya zat sehingga juga berperan mengatur keseimbangan internal sel.

• Dinding sel Lapisan terluar yang melapisi sel tanaman disebut dinding sel yang terbuat dari selulosa.Dinding sel membantu menjaga tekanan dalam sel. • Sentrosom Sentrosom merupakan bagian dari sel hewan.

Sebuah sel hewan dapat mengandung satu atau dua sentrosom yang membantu dalam mitosis. • Kloroplas Kloroplas adalah plastida berwarna hijau yang merupakan bagian sel tanaman. Kloroplas membantu produksi makanan dengan bantuan cahaya matahari yang dikenal sebagai fotosintesis. • Kromoplas Kromolas juga merupakan organel sel tanaman yang memiliki warna bervariasi.

Kromoplas berisi xantofil dan karoten yang memberi warna pada bunga dan buah-buahan. • Sitoplasma Campuran air dan larutan senyawa organik dan anorganik disebut sitoplasma.Sebagian besar bagian dari sel tersuspensi dalam sitoplasma.

Semua fungsi metabolisme dan aktivitas sel hewan juga terjadi di sini. Baca Juga : Plastida • Retikulum endoplasma Struktur seperti tabung yang ditemukan di dekat nukleus dan membantu memberikan dukungan pada sel tumbuhan dan hewan disebut retikulum endoplasma.Ada dua jenis retikulum endoplasma, yaitu retikulum mulus tanpa dilekati ribosom dan retikulum endoplasma kasar yang dilekati ribosom.

• Badan golgi Badan golgi adalah struktur vesikuler datar yang tertumpuk satu di atas yang lain.Bagian sel ini mengeluarkan dan menyimpan hormon serta enzim yang membantu dalam transportasi keluar dari sel. • Leukoplas Leukoplas merupakan organel sel tumbuhan yang membantu penyimpanan pati/tepung. • Lisosom Lisosom merupakan bagian dari sel hewan yang berbentuk kantung selaput dan menjadi bagian dari badan golgi yang mengandung berbagai enzim.Lisosom membantu pencernaan intraseluler dan pembuangan zat asing.Bagian sel ini juga dikenal sebagai ‘kantung bunuh diri’ karena jika salah satunya pecah maka seluruh sel akan ikut hancur.

• Mitokondria Mitokondria memiliki dua lapisan membran dengan membran bagian dalam terlipat dan membentuk krista.Ini adalah pusat pembangkit energi sel dimana ATP dihasilkan melalui respirasi sel. • Membran inti Membran inti merupakan pelapis inti sel serta memiliki banyak pori-pori yang membantu transportasi zat. • Nucleoulus Nucleoulus mengandung RNA dan mengirim RNS ke ribosom bersama dengan cetak biru protein yang disintesis.

Baca Juga : Pteridophyta • Nucleoplasma Cairan kental yang mengandung serat kromatin yang terdiri dari DNA disebut nucleoplasma.Serat kromatin mengalami perubahan struktur setelah pembelahan sel dan disebut kromosom. Kromosom berisi informasi turun-temurun dari gen. • Inti sel Inti sel merupakan otak sel. Inti sel mengontrol semua fungsi yang terjadi di dalam sel serta berisi cetak biru kehidupan, yaitu DNA. • Ribosom Ribosom merupakan bagian sel yang mengandung RNA dan berfungsi membantu sintesis protein.

• Vakuola Vesikel besar dan berlimpah yang terdapat dalam sel tanaman disebut vakuola.Vakuola berisi cairan dan membantu dalam penyimpanan zat, material pembangun sel, dan air. Perbedaan sel tumbuhan dan hewan Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut: Baca Juga : Pembelahan Meiosis • Sel Hewan • tidak memiliki dinding sel • tidak memiliki plastida • memiliki lisosom • memiliki sentrosom • timbunan zat berupa lemak dan glikogen • bentuk tidak tetap • pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit • Sel Tumbuhan • memiliki dinding sel dan membran sel • umumnya memiliki plastida • tidak memiliki lisosom • tidak memiliki sentrosom • timbunan zat berupa pati • bentuk tetap • memiliki vakuola ukuran besar, banyak • Transpor lewat membran Transpor lewat membran dibedakan atas: • Transpor pasif, tanpa bantuan energi dari sel (difusi dan osmosis) • Transpor aktif, dengan menggunakan energi dari sel (endositosis, eksositosis dan pompa natrium kalium).

DAFTAR PUSTAKA • Alberts B. 1994. Biologi Molekuler Sel, Edisi Kedua. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

• Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2004. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (GBPP) Mata Pelajaran Biologi. Depdikbud, Jakarta.

• Siregar.

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

Ameilia Z. 2008.Biologi Pertanian, Jilid 1. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.

Jakarta.[ki] Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi Ditag 100, 15 bagian bagian sel dan fungsinya, 33, bagian bagian jaringan hewan, bagian bagian sel hewan dan tumbuhan, bagian-bagian sel tumbuhan, bagian2 hewan dan fungsinya, bentuk sel tumbuhan, fungsi bagian bagian sel, fungsi dinding sel pada tumbuhan dan hewan, fungsi fungsi sel tumbuhan dan sel hewan, fungsi lisosom pada sel hewan, fungsi mitokondria pada sel hewan, fungsi mitokondria pada sel tumbuhan, fungsi nukleus pada sel tumbuhan, fungsi retikulum endoplasma pada sel tumbuhan, fungsi sel hewan dan tumbuhan brainly, fungsi utama dari vakuola adalah, fungsi vakuola pada sel hewan, gambar bagian-bagian yang menyusun sel tumbuhan, gambar sel hewan dan sel tumbuhan, gambar sel hewan dan tumbuhan, gambar sel tumbuhan, gambar sel tumbuhan beserta bagiannya, gambar struktur sel hewan, karakteristik sel hewan, komponen sel tumbuhan, macam macam sel tumbuhan, organel sel tumbuhan beserta fungsinya, organel sel tumbuhan dan fungsinya, pada inti sel makhluk hidup terdapat, perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan brainly, perbedaan sel hewan dan tumbuhan, perbedaan sel hidup dan sel mati, persamaan sel hewan dan sel tumbuhan, sel hewan beserta fungsinya, sel hewan dan sel tumbuhan, sel tumbuhan, struktur sel hewan, struktur sel hewan tumbuhan dan bakteri, tabel fungsi sel hewan dan tumbuhan, tabel organel sel dan fungsinya, tabel perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan, ukuran sel hewan, yang bukan sifat sitoplasma adalah Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com • Home • Tentang Kami • Pengertian • artikel ekonomi • Artikel Biologi • Pendidikan kewarganegaraan ( PKN ) • Artikel Agama • sejarah • Bahasa Indonesia • Artikel Sosiologi • Artikel Seni • Kontak Kami • Privacy Policy • Covid-19 Home » Artikel Biologi » Sel » Makhluk Hidup Tersusun Atas Sel Prokariotik Adalah?

Ini Arti, Contoh & Ciri-Cirinya Makhluk Hidup Tersusun Atas Sel Prokariotik Adalah – Berbicara soal sel, apabila merujuk pada pengertiannya adalah unit terkecil kehidupan. Sel tidak dapat berdiri sendiri, sel walaupun menjadi bagian terkecil namun tetap saja mempunyai struktur atau bagian-bagian sel yang menyusun kehidupan.

Secara garis besar, sel tersusun atas membran sel, sitoplasma, dan organel-organel. Sel Gabus pertama kali ditemukan bukanlah berupa ruangan berisi cairan yang ditengahnya terdapat inti, melainkan hanya berupa deretan ruangan kecil.

Sel seperti itu tidak menggambarkan sel sebenarnya. Ruangan yang ada di dalam sel makhluk hidup tidak sederhana,tetapi mempunyai sekat-sekat yang tersusun atas membran dalam. Membran dalam tersebut membentuk sistem membran dalam atau sistem endomembran. Dengan adanya sistem endomembran, ruangannya sel dibagi menjadi beberapa bagian. Misalnya, terdapat sekat yang berliku-liku membentuk lorong kecil yang dikenal sebagai retikulum endoplasma (RE, retikulum = anyaman, endoplasma = cairan dalam)cairan dalam).

Bagian terkecil dari suatu makhluk hidup adalah sel. Sel memiliki struktur yang dibagi menjadi dua apabila digolongkan berdasar pada struktur sel penyusun tubuhnya yaitur sel prokariotik dan sel eukariotik. Seluruh organisme tersusun atas salah satu sel prokariotik dan sel eukariotik.

Berbicara soal sel prokariotik, tahukah anda apa pengertian, ciri-ciri dan makhluk hidup yang tersusun atas sel prokariotik adalah: Daftar Isi • 1 Pengertian Sel Prokariotik Adalah? • 2 Ciri-Ciri Sel Prokariotik Adalah? • 3 Makhluk Hidup Yang Tersusun Atas Sel Prokariotik Adalah: Pengertian Sel Prokariotik Adalah? Secara Umum, Pengertian Sel Prokariotik adalah sel yang tidak memiliki selaput inti atau membran inti tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut.

Sedangkan dari Pengertian Sel Eukariotik adalah sel yang memiliki selaput inti/membran inti sel. Sel prokariotik memiliki materi genetik yang tidak dibungkus oleh selaput. Umumnya sel prokariotik adalah uniseluler, walaupun terdapat beberapa dari multiseluler.

Sel prokariotik uniseluler dapat membentuk koloni. Istilah prokariota berasal dari bahasa Yunani dari kata pro yang berarti sebelum sedangkan kata karyon yang berarti kacang atau biji. Contoh sel prokariotik adalah bakteri tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut dan sianobacteria (cyanobacteria).

Sel Prokariotik punya DN sirkuler (plasmid), dan ribosom yang untuk sintesis protien, membran plasma membatasi sel, dinding sel yang ada di luar membran plasma dan dilapisi kapsul yang mirip gel. Kebanyakan sel prokariotik adalah bakteri. Selain itu bakteri yang terdapat dalam sel prokariotik adalah yang memiliki organel perlekatan berupa pili dan organel pergerakan berupa flagela. Sel bakteri (prokariotik) pada umumnya berdiameter 0,1-1,0 m.

Ciri-Ciri Sel Prokariotik Adalah?

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

Selain itu, untuk membedakan sel prokariotik dengan sel eukariotik sangatlah mudah, cukup mengacu atau mengidentifikasi sel prokariotik dengan merujuk pada ciri-ciri atau karakteristik sel prokariotik itu yang bisa dilihat dibawah ini: • Tidak mempunyai organel lain selain ribosom.

• Tidak dijumpai mitokondria, retikulum endoplasma (RE), dan badan golgi, tetapi di jumpai adanya ribosom. • DNA atau Bahan gen terletak dalam sitoplasma yang memiliki bentuk cincin bulat. • Sitoplasma dan materi genetik bercampur, sehingga materi inti tidak dibatasi oleh membran inti melainkan hanya mengumpul pada daerah yang di sebut nukleoid Makhluk Hidup Yang Tersusun Atas Sel Prokariotik Adalah: Makhluk Hidup Tersusun Atas Sel Prokariotik Adalah?

Ini Arti, Contoh & Ciri-Cirinya (Foto: Artikelsiana.com) Jawaban mengenai makhluk hidup yang tersusun atas sel prokariotik sedikit yang bisa ditemukan penulis terdapat 4 contoh. Adapun nama-nama empat contoh makhuk hidup yang tersusun atas sel prokariotik yakni: • Bakteri Escherecia coli, yaitu bakteri yang terdapat dalam sistem pencernaan manusia dan • Sel bakteri Lactobacillus, bakteri yang hidup di kulit dan mulut manusia. • Archaea dari jenis Sulfolobus acidocaldarius yang hidup di mata air panas.

• Mycobacterium tuberculosis adalah bakteri dari kingdom monera yang menjadi penyebab penyakit TBC Demikianlah informasi mengenai topik yang berjudul Makhluk Hidup Tersusun Atas Sel Prokariotik Adalah?

Ini Arti, Contoh & Ciri-Cirinya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman. Recent Posts • Pengertian Kimia, Fungsi, Cabang Ilmu, Manfaat, & Kimia Menurut Para Ahli • Pengertian Kronologi, Fungsi, dan Contoh Kronologi Dalam Sejarah • Pengertian Presipitasi, Fungsi, Arti Presipitasi Menurut Para Ahli dan Kimia, Biologi • Pengertian Periodisasi, Tujuan, Komponen & Contoh Periodisasi • Pengertian Perusahaan Manufaktur, Karakteristik/Ciri, & Fungsi Perusahaan Manufaktur
Contoh Makalah Biologi Sel - Sahabat Sekalian pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan share artikel mengenai Contoh Makalah Biologi Sel.

Terkadang membuat makalah terasa sangat sulit. namun apabila kita memiliki kemauan untuk membuat makalah itu maka Tuhan akan memudahkan kita untuk membuatnya.

Makalah biologi tentang sel ini sudah saya susun mulai dari BAB I Pendahuluan yang isinya terdapat latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan pembuatan makalah dan metode penulisan. Kemudian ada juga bab 2 pembahasan, bab 3 penutup, kesimpulan dan saran serta sudah dilengkapi dengan daftar pustaka. Baiklah kalian bisa langsung lihat Contoh Makalah Biologi Tentang Sel selengkapnya dibawah ini.

Sel merupakan kesatuan dasar sruktural dan fungsional makhluk hidup. Sebagai kesatuan struktural berarti makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut makhluk hidup bersel tunggal (uniseluler = monoseluler) dan makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel disebut makhluk hidup multiseluler.

Sel sebagai unit fungsional berarti seluruh fungsi kehidupan/ aktivitas kehidupan (proses metabolisme, reproduksi, iritabilitas, digestivus, ekskresi dan lainnya) pada makhluk hidup bersel tunggal dan bersel banyak berlangsung di dalam tubuh yang dilakukan oleh sel. Istilah sel pertama kali dikemukakan oleh Robert Hooke, Ilmuwan Inggris, pada tahun 1665 yang tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut ruangan kosong.

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

Ia meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop yang terdiri atas ruangan-ruangan yang dibatasi oleh dinding. Hal tersebut benar karena sel-sel gabus merupakan sel-sel yang telah mati sehingga di dalam sel tersebut kosong, tidak berisi. Pada tahun 1839, seorang biolog Perancis, Felix Durjadin meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam rongga sel yang penyusunnya disebut sarcode.

Johanes Purkinje (1789-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi protoplasma. Max Schultze (1825-1874), seorang anatomi mengemukakan protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan. Theodore Schwann (1801-1881), seorang pakar zoologi Jerman, meneliti secara cermat dan intensif sel-sel hewan; dan Mathias Schleiden (1804 1881), pakar botani Jerman meneliti sel-sel tumbuhan. Berdasarkan hasil pengamatannya, kedua peneliti tersebut mengemukakan bahwa baik tubuh hewan maupun tubuh tumbuhan terdiri atas sel-sel.

Semua sel mempunyai sifat-sifat dasar secara umum. Semua sel dibatasi oleh membran plasma. Di dalamnya terdapat bahan semicair yang dinamakan sitosol yang mengandung organel-organel. Semua sel mengandung kromosom, yang membawa gen-gen (DNA, asam nukleat deoksiribosa). Semua sel mengandung ribosom yang merupakan organel kecil yang berfungsi membentuk protein menurut instruksi dari gen.

Berdasarkan keadaan intinya, sel dibedakan dalam dua macam, yaitu: sel prokariotik dan sel eukariotik. Pada sel prokariotik, materi inti (DNA) terdapat dalam nukleoid yang tidak dibatasi oleh membran inti. Contoh sel prokariotik ialah bakteri, dan gangang biru yang termasuk Monera. Sedangkan pada sel eukariotik terdapat membran inti, yang memisahkan materi inti (DNA dan protein histon membentuk kromosom) dari sitoplasma.

Sel eukariotik dijumpai pada Tumbuhan, Hewan, Cendawan, dan Protista. Sel bakteri dibatasi oleh membran plasma. Di dalamnya terdapat nukleoid (DNA) tanpa dibatasi oleh membran inti, dan ribosom (lihat Gambar 2.1 Di sebelah luar dari membran plasma terdapat dinding sel yang disusun oleh peptidoglikan (kompleks gula dan protein). Pada sebagian bakteri sel tersebut dibungkus oleh kapsul (disusun oleh gula).

Bakteri mempunyai alat gerak berupa flagel. Pada permukaan sel bakteri terdapat pili yang dapat digunakan untuk menempel pada substratnya. Pada bakteri fotosintetik dan ganggang hijau biru terdapat klorofil yang tersebar dalam sitoplasma, tanpa membran yang membatasinya dengan bagian sel lainnya. Jadi, sel prokariotik ada yang mempunyai klorofil tetapi tidak dalam kloroplas (plastid yang berwarna hijau). Sel prokariotik mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil (kurang lebih sepersepuluhnya) dari sel eukariotik.

Pada sel tumbuhan, sel hewan, dan sel eukariotik lainnya, selain membran plasma yang membatasi sel dengan lingkungan luarnya, juga terdapat sistem membran dalam (internal) yang membatasi organel- organel di bagian dalam sel dengan sitoplasma (lihat Gambar 2.2). Nukleus (inti) dibatasi oleh membran inti sehingga bahan-bahan yang ada di dalamnya terpisah dari sitoplasma.

Vakuola terpisah dari sitoplasma karena dibatasi oleh membran (tonoplas). Demikian juga pada organel bermembran lainnya, yang terpisah satu sama lain tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut masing-masing organel menyelenggarakan reaksi-reaksi kimia secara terpisah.

Dengan kata lain, sel eukariotik telah mengalami kompartementasi, terbagi dalam beberapa ruang. Berdasarkan jumlah kromosom dan fungsinya, sel dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu sel somatik dan sel reproduktif. Sel somatik merupakan sel-sel penyusun tubuh, dengan jumlah kromosom 2n (diploid). Dalam proses pertumbuhan makhluk hidup multiseluler sel somatic mengalami proses pembelahan mitosis.

Sel reproduktif berfungsi untuk perbanyakan makhluk hidup secara seksual. Sel ini dibentuk melalui proses meiosis sehingga mempunyai jumlah kromosom n (haploid). • 2.2.1. Dinding sel. Dinding sel bersifat permeabel, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh. Sel-sel yang mempunyai dinding sel antara lain: bakteri, cendawan, ganggang (protista), dan tumbuhan.

Kelompok makhluk hidup tersebut mempunyai sel dengan bentuk yang jelas dan kaku (rigid). Pada protozoa (protista) dan hewan tidak mempunyai dinding sel, sehingga bentuk selnya kurang jelas dan fleksibel, tidak kaku.

Pada bagian tertentu dari dinding sel tidak ikut mengalami penebalan dan memiliki plasmodesmata, disebut noktah (titik). • 2.2.2. Membran plasma. Membran plasma membatasi sel dengan lingkungan luar, bersifat semi/selektif permeabel, berfungsi mengatur pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi, osmosis, dan transport aktif. Membran plasma disusun oleh fosfolipid, proten, kolesterol, dl. • 2.2.3. Sitoplasma. Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di luar inti, terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta berbagai macam organel sel hidup.

Organel-organel yang terdapat dalam sitoplasma antara lain: a. Retikulum Endoplasma (RE) berupa saluran-saluran yang dibentuk oleh membran (Gambar 2.4). RE terbagi dua macam, yaitu RE halus dan RE kasar. Pada RE kasar terdapat ribosom, berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Sedangkan pada RE halus tidak terdapat ribosom, berfungsi sebagai tempat sintesis lipid; b.

Ribosom terdiri atas dua unit yang kaya akan RNA, berperan dalam sintesis protein. Ribosom ada yang menempel pada RE kasar dan ada yang terdapat bebas dalam sitoplasma; c. Mitokondria memiliki membran rangkap, membran luar dan membran dalam.

Di antara kedua membran tersebut terdapat ruang antar membran. Membran dalam berlekuk-lekuk disebut krista yang berfungsi untuk memperluas bidang permukaan agar proses penyerapan oksigen dan pembentukan energi lebih efektif. Pada bagian membrane dalam terdapat enzim ATP sintase yang berfungsi sebagai tempat sintesis ATP. Fungsi mitokondria ini adalah tempat respirasi aerob; d. Lisosom berupa butiran kecil/bundar, berisi enzim pencerna yang berfungsi dalam pencernaan intrasel; e.

Aparatus Golgi (Badan Golgi) berupa tumpukan kantung-kantung pipih, berfungsi sebagai tempat sintesis dari sekret (seperti getah pencernaan, banyak ditemukan pada sel kelenjar), membentuk protein dan asam inti (DNA/RNA), serta membentuk dinding dan membran sel.; f. Plastida Berbentuk bulat cakram yang ditemukan pada tumbuhan, terbagi atas tiga macam: Leukoplas = Amiloplas: plastida yang tidak berwarna, dapat membentuk dan menyimpan butir-butir zat tepung/pati; Kromoplas adalah plastida berwarna selain hijau, karena adanya pigmen: melanin (hitam), likopin (merah), xantophil (kuning), karoten (jingga), fikosianin (biru), dan fikoeritrin (coklat).

dan Kloroplas merupakan plastida berwarna hijau, karena mengandung zat hijau daun (klorofil), terdiri atas: klorofil a (warna hijau biru=C55H72O5N4Mg) dan klorofil b (warna hijau kuning=C55H70O6N4Mg); g. Vakuola berbentuk rongga bulat, berisi senyawa kimia tertentu atau sisa produk metabolisme sel, yang mengandung berbagai macam zat sesuai pada jenis selnya. Misalnya dapat berisi garam nitrat pada tanaman tembakau, tanin pada sel-sel kulit kayu, minyak eteris pada kayu putih dan mawar, terpentin pada damar, kinin pada kina, nikotin pada tembakau, likopersin pada tomat, piperin pada lada.; h.

Nukleus (Inti sel) dibatasi oleh membran inti, mengandung benang- benang kromatin dan nukleolus (anak inti sel). Membran inti terdiri atas dua lapis dan mempunyai pori.

Benang-benang kromatin akan memendek pada waktu proses pembelahan sel membentuk kromosom. Nukleus berfungsi mengatur segala aktivitas yang terjadi dalam sel. Selain ada perbedaan, antara hewan dan tumbuhan tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut mempunyai banyak persamaan yang merupakan ciri makhluk hidup. Ciri-ciri makhluk hidup antara lain: memerlukan makanan (nutrisi), bernafas (respirasi), ekskresi, sintesis, tumbuh tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut berkembang, regulasi, reproduksi, iritabilitas, adaptasi, interaksi dengan lingkungan, serta bentuk dan ukuran tertentu, terdiri dari sel.

• Nutrisi. Makhluk hidup memerlukan makanan dan memilih jenis makanan yang sesuai dengan kondisi tubuhnya. Makanan tersebut akan mengalami proses pemecahan secara enzimatis untuk mendapatkan energi dalam melakukan aktivitas, penyusun sel-sel, dan mengganti bagian yang rusak.

Makanan yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas hidup disebut nutrisi. • Respirasi. Respirasi atau pernafasan adalah proses penyederhanaan senyawa kimia dari zat makanan untuk mendapatkan energi. Pernafasan dapat terjadi secara: * Aerob (memerlukan oksigen); * Anaerob (tidak menggunakan oksigen, melalui proses fermentasi).

• Ekskresi. Pengeluaran senyawa-senyawa kimia sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh makhluk hidup, dan bila terdapat dalam tubuh akan bersifat toksik (meracuni). • Sintesis. Dalam tubuh terjadi perubahan dari suatu senyawa ke senyawa lain untuk kepentingan penyusun tubuh, memelihara kelangsungan hidup, dan mempertahankan tubuh dalam berinteraksi dengan lingkungan. Penyusunan senyawa kimia dalam tubuh untuk aktivitas hidup dinamakan sintesis.

• Pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya volume dan jumlah sel serta jumlah senyawa kimia dalam tubuh yang bersifat irreversible (tidak kembali ke asal) pada jangka waktu tertentu.

Perkembangan adalah pertumbuhan yang diikuti dengan berubah sifat menuju kedewasaan. Sedangkan diferensiasi adalah pertumbuhan sel diikuti dengan spesialisasi (fungsi khusus) sel.

• Regulasi. Pengaturan baik secara kuantitas maupun kualitas pada setiap saat terhadap sruktur suatu sistem metabolisme dalam makhluk hidup disebut dengan regulasi. • Iritabilitas. Iritabilitas dimaksudkan sebagai kemampuan makhluk hidup menerima rangsang dan sanggup mengadakan respons terhadap rangsangan tersebut. • Reproduksi. Proses bertambahnya jumlah individu yang berperan untuk kelestarian keturunannya disebut reproduksi.

• Adaptasi. Penyesuaian diri dengan keadaan lingkungan pada waktu yang relatif pendek disebut toleransi, sedangkan toleransi yang berlangsung dalam waktu yang relatif panjang disebut adaptasi. • Interaksi. Untuk menjaga stabilitas hidupnya atau mempertahankan hidupnya makhluk hidup harus bersaing dengan individu lain.

Persaingan terjadi dalam mendapatkan tempat hidup, makanan, cahaya dan lainnya. • Makhluk hidup memiliki bentuk dan ukuran tertentu, dan terdiri dari sel. Makhluk hidup sangat bervariasi baik jenis maupun bentuk serta ukurannya, tetapi setiap jenis menunjukkan bentuk yang spesifik serta ukuran tertentu pula.

Variasi dalam satu jenis tidak dapat menghilangkan bentuk spesifiknya. Makhluk hidup memiliki kesamaan yaitu tersusun oleh sel. Bagaimana dengan virus? Apakah virus merupakan makhluk hidup atau benda mati ? Virus terdiri dari asam nukleat (DNA/RNA) yang dibatasi oleh mantel protein, bukan merupakan sel. Virus dapat dikristalkan (ciri benda mati). Virus memiliki sifat makhluk hidup, yaitu: dapat berkembangbiak dan beradaptasi dengan melalui mutasi.

Namun demikian virus hanya dapat hidup dan berkembangbiak dalam tubuh makhluk hidup. Dalam media buatan virus tidak dapat hidup dan berkembangbiak. Oleh karena itu, sebagian ahli biologi menempatkan virus sebagai jembatan antara yang mahkluk hidup dan benda mati. • Sel pertama sekali ditemukan Ilmuwan Inggris, Robert Hooke (1665) dengan meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop yang terdiri dari ruangan-ruangan yang dibatasi oleh dinding disebut sel.

Pada tahun 1839, seorang biolog Perancis, Felix Durjadin menemukan isi penyusun dalam rongga sel disebut sarcode. Johanes Purkinje (1789- 1869) mengadakan perubahan nama sarcode menjadi protoplasma. Theodore Schwann (1801-1881), seorang pakar zoologi Jerman dan Mathias Schleiden (1804-1881), pakar botani Jerman mengemukakan bahwa tubuh hewan dan tumbuhan terdiri atas sel-sel. Robert Brown (1831), seorang biolog Skotlandia menemukan inti (nukleus). Max • Schultze (1825-1874), seorang pakar anatomi mengemukakan protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan.

Rudolf Virchow mengatakan sel berasal dari sel Omnis Cellula Cellula. • Sel dibedakan atas beberapa bentuk, diantaranya berdasarkan keadaan inti sel (sel eukariotik dan prokariotik), berdasarkan keadaan kromosom dan fungsinya (sel somatik dan reproduktif), berdasarkan sifatnya (bagian hidup dan bagian yang mati). • Sel tumbuhan terdiri atas: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, dan organel-organel (retikulum endoplasma kasar dan halus, ribosom, mitokondria, apartus golgi, plastida, vakuola sentral dan nukleus).

Sedangkan sel hewan terdiri atas membran sel, sitoplasma dan organel-organel (retikulum endoplasma kasar dan halus, ribosom, mitokondria, lisosom, aparatus golgi, vakuola, dan nukleus).

• Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan adalah sel tumbuhan bentuknya tetap, terdiri dari dinding sel yang mengandung selulosa, terdapat butir plastida, dan vakuola sentral yang besar, tidak ada lisosom dan sentriol. Sedangkan sel hewan bentuknya bervariasi, tidak ada butir plastida, vakuola kecil, terdapat lisosom dan sentriol. • Makhluk hidup memiliki ciri-ciri utama sebagai berikut: dapat melakukan nutrisi, transportasi, respirasi, ekskresi, sintesis, pertumbuhan dan perkembangan, regulasi, iritabilitas, reproduksi, adaptasi, interaksi, memiliki bentuk dan ukuran tertentu, serta terdiri dari sel.

Virus merupakan jembatan antara makhluk hidup dan benda mati. • Alberts B. 1994. Biologi Molekuler Sel, Edisi Kedua. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. • Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

2004. Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (GBPP) Mata Pelajaran Biologi. Depdikbud, Jakarta. • Siregar. Ameilia Z. 2008.Biologi Pertanian, Jilid 1.

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.[ki] Coba kalian perhatikan tangan kalian.

Apa yang kalian lihat? Kulit dengan warna kecoklat-coklatan, kuning langsat atau sawo matang? Satu hal yang pasti, kulit, beserta otot-otot yang ada pada tubuh kita merupakan jaringan yang tersusun dari sel-sel. Sel sendiri adalah unit organisme terkecil, artinya di seluruh tubuh kalian terdapat sel-sel hidup yang membentuk dan menjalankan perannya agar teman-teman bisa berfungsi dengan baik.

Tidak hanya manusia, hewan dan tumbuhan pun terdiri dari ribuan hingga jutaan sel, yang kesemuanya menjalankan peran yang berbeda-beda. Di dalam sel, terdapat organel-organel yang menjalankan fungsi-fungsi tertentu untuk menjaga agar sel tetap hidup. Di tahun 1665, ilmuwan asal Inggris Robert Hooke mengambil sayatan gabus dari pohon oak dan mengamati sampelnya di bawah mikroskop. Ia menemukan ruang-ruang seperti sarang lebah yang merekat pada dinding tebal.

Ruang tersebut kemudian dinamakan sel, tapi yang Robert observasi adalah sel mati. Barulah di tahun 1674, Leeuwenhoek berhasil menemukan sel-sel hidup di dalam air kolam. Kemudian di tahun 1838, Matthias Schleiden menyimpulkan bahwa semua bagian tanaman tersusun dari sel. Setahun setelahnya, Theodor Schwann juga menyebut bahwa bagian tubuh hewan terdiri dari sel. Di tahun 1855, Rudolf Virchow mengungkapkan istilah omnis cellula e cellula, yang berarti bahwa sel-sel baru muncul dari sel-sel yang sudah ada.

Berdasarkan fungsinya, sel memiliki bentuk yang bermacam-macam. Sel otot, misalnya, menyerupai pita. Sel darah merah berbentuk seperti cakram dan sel saraf memanjang. Berdasarkan jumlah sel pada tubuhnya, makhluk hidup bisa digolongkan menjadi dua kategori, yaitu uniseluler dan multiseluler. Organisme uniseluler hanya terdiri dari satu sel, contohnya adalah amuba dan bakteri. Sementara itu, organisme multiseluler lebih kompleks dan memiliki lebih dari satu sel dalam tubuhnya, seperti jamur, tumbuhan, dan hewan.

(Baca juga: Fungi atau Jamur: Ciri, Cara Hidup, dan Klasifikasi) Karena hewan dan tumbuhan memiliki struktur tubuh yang berbeda, sel-sel pada hewan dan tumbuhan pun berbeda. Di bawah ini adalah sel yang terdapat pada hewan beserta organelnya. Kelas Pintar Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik.

Related Topics • IPA Terpadu kelas 7 • Kulit • Otot • Sel • sel-sel Previous Article
jawaban : Organisme bersel satu atau organisme uniselular. Penjelasan: Organisme bersel satu atau organisme uniselular adalah makhluk hidup yang terdiri dari satu sel tunggal. Organisme uniselular dapat berupa koloni maupun hidup secara individual.

Yang termasuk organisme bersel satu yaitu ameba, jamur seperti ragi, bakteri, beberapa jenis Protista dan Cyanobacteria. Semoga membantu:)) Sel merupakan kesatuan dasar sruktural dan fungsional makhluk hidup. Sebagai kesatuan struktural berarti makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Makhluk hidup yang terdiri atas tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut sel disebut makhluk hidup bersel tunggal (uniseluler = monoseluler) dan makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel disebut makhluk hidup multiseluler.Sel sebagai unit fungsional berarti seluruh fungsi kehidupan/aktivitas kehidupan (proses metabolisme, reproduksi, iritabilitas, digestivus, ekskresi dan lainnya) pada makhluk hidup bersel tunggal dan bersel banyak berlangsung di dalam tubuh yang dilakukan oleh sel.

kasih jadi jawaban the best ya… Dan ucapan thanks nya.
• Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • کوردی • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Gaeilge • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • Gaelg • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Taqbaylit • Адыгэбзэ • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Lëtzebuergesch • Лакку • Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Lombard • Lietuvių • Latviešu • Malagasy • Олык марий • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • Nāhuatl • Plattdüütsch • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Nouormand • Occitan • ଓଡ଼ିଆ • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • Саха тыла • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Sakizaya • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Tiếng Việt • Volapük • Walon • Winaray • 吴语 • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Sel bakteri Helicobacter pylori dilihat menggunakan mikroskop elektron.

Bakteri ini memiliki banyak flagela pada permukaan selnya. Dalam biologi, sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua makhluk hidup. [1] [2] Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel. [3] [4] Kebanyakan makhluk hidup tersusun atas sel tunggal, [5] atau disebut organisme uniseluler, misalnya bakteri dan amoeba.

Makhluk hidup lainnya, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia, merupakan organisme multiseluler yang terdiri dari banyak tipe sel terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing. [1] Tubuh manusia, misalnya, tersusun atas lebih dari 10 13 sel. [5] Namun, seluruh tubuh semua organisme berasal dari hasil pembelahan satu sel. Contohnya, tubuh bakteri berasal dari pembelahan sel bakteri induknya, sementara tubuh tikus berasal dari pembelahan sel telur induknya yang sudah dibuahi.

Sel-sel pada organisme multiseluler tidak akan bertahan lama jika masing-masing berdiri sendiri. [1] Sel yang sama dikelompokkan menjadi jaringan, yang membangun organ dan kemudian sistem organ yang tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut tubuh organisme tersebut.

Contohnya, sel otot jantung membentuk jaringan otot jantung pada organ jantung yang merupakan bagian dari sistem organ peredaran darah pada tubuh manusia.

Sementara itu, sel sendiri tersusun atas komponen-komponen yang disebut organel. [6] Sel terkecil yang dikenal manusia ialah bakteri Mycoplasma dengan diameter 0,0001 sampai 0,001 mm, [7] sedangkan salah satu sel tunggal yang bisa dilihat dengan mata telanjang ialah telur ayam yang belum dibuahi.

Akan tetapi, sebagian besar sel berdiameter antara 1 sampai 100 µm (0,001–0,1 mm) sehingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop. [8] Penemuan dan kajian awal tentang sel memperoleh kemajuan sejalan dengan penemuan dan penyempurnaan mikroskop pada abad ke-17.

Robert Hooke pertama kali mendeskripsikan dan menamai sel pada tahun 1665 ketika ia mengamati suatu irisan gabus (kulit batang pohon ek) dengan mikroskop yang memiliki perbesaran 30 kali. [4] Namun, teori sel sebagai unit kehidupan baru dirumuskan hampir dua abad setelah itu oleh Matthias Schleiden dan Theodor Schwann. Selanjutnya, sel dikaji dalam cabang biologi yang disebut biologi sel. Daftar isi • 1 Sejarah • 1.1 Penemuan awal • 1.2 Teori sel • 1.3 Perkembangan biologi sel • 2 Struktur • 2.1 Sel prokariota • 2.2 Sel eukariota • 3 Komponen subseluler • 3.1 Membran • 3.2 Nukleus • 3.3 Ribosom • 3.4 Sistem endomembran • 3.4.1 Retikulum endoplasma • 3.4.2 Badan Golgi • 3.4.3 Lisosom • 3.4.4 Vakuola • 3.5 Mitokondria • 3.6 Kloroplas • 3.7 Peroksisom • 3.8 Sitoskeleton • 4 Komponen ekstraseluler • 4.1 Matriks ekstraseluler hewan • 4.2 Dinding sel tumbuhan • 4.3 Sambungan antarsel • 5 Fungsi • 5.1 Metabolisme • 5.2 Komunikasi sel • 5.3 Siklus sel • 5.4 Diferensiasi sel • 5.5 Kematian sel terprogram • 6 Kajian tentang sel • 6.1 Mikroskopi • 6.2 Fraksinasi sel • 7 Referensi • 8 Daftar pustaka • 9 Pranala luar Sejarah Mikroskop rancangan Robert Hooke menggunakan sumber cahaya lampu minyak.

[9] Penemuan awal Mikroskop majemuk dengan dua lensa telah ditemukan pada akhir abad ke-16 dan selanjutnya dikembangkan di Belanda, Italia, dan Inggris.

Hingga pertengahan abad ke-17 mikroskop sudah memiliki kemampuan perbesaran citra sampai 30 kali. Ilmuwan Inggris Robert Hooke kemudian merancang mikroskop majemuk yang memiliki sumber cahaya sendiri sehingga lebih mudah digunakan.

[10] Ia mengamati irisan-irisan tipis gabus melalui mikroskop dan menjabarkan struktur mikroskopik gabus sebagai "berpori-pori seperti sarang lebah tetapi pori-porinya tidak beraturan" dalam makalah yang diterbitkan pada tahun 1665. [11] Hooke menyebut pori-pori itu cells karena mirip dengan sel (bilik kecil) di dalam biara atau penjara.

[10] [12] Yang sebenarnya dilihat oleh Hooke adalah dinding sel kosong yang melingkupi sel-sel mati pada gabus yang berasal dari kulit pohon ek. [13] Ia juga mengamati bahwa di dalam tumbuhan hijau terdapat sel yang berisi cairan. [9] Gambar struktur gabus yang dilihat Robert Hooke melalui mikroskopnya Pada masa yang sama di Belanda, Antony van Leeuwenhoek, seorang pedagang kain, menciptakan mikroskopnya sendiri yang berlensa satu dan menggunakannya untuk mengamati berbagai hal.

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

{INSERTKEYS} [10] Ia berhasil melihat sel darah merah, spermatozoid, khamir bersel tunggal, protozoa, dan bahkan bakteri. [13] [14] Pada tahun 1673 ia mulai mengirimkan surat yang memerinci kegiatannya kepada Royal Society, perkumpulan ilmiah Inggris, yang lalu menerbitkannya. Pada salah satu suratnya, Leeuwenhoek menggambarkan sesuatu yang bergerak-gerak di dalam air liur yang diamatinya di bawah mikroskop. Ia menyebutnya diertjen atau dierken ( bahasa Belanda: 'hewan kecil', diterjemahkan sebagai animalcule dalam bahasa Inggris oleh Royal Society), yang diyakini sebagai bakteri oleh ilmuwan modern.

[10] [15] Pada tahun 1675–1679, ilmuwan Italia Marcello Malpighi menjabarkan unit penyusun tumbuhan yang ia sebut utricle ('kantong kecil'). Menurut pengamatannya, setiap rongga tersebut berisi cairan dan dikelilingi oleh dinding yang kukuh. {/INSERTKEYS}

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

Nehemiah Grew dari Inggris juga menjabarkan sel tumbuhan dalam tulisannya yang diterbitkan pada tahun 1682, dan ia berhasil mengamati banyak struktur hijau kecil di dalam sel-sel daun tumbuhan, yaitu kloroplas. [10] [16] Teori sel Artikel utama: Teori sel Beberapa ilmuwan pada abad ke-18 dan awal abad ke-19 telah berspekulasi atau mengamati bahwa tumbuhan dan hewan tersusun atas sel, [17] namun hal tersebut masih diperdebatkan pada saat itu.

[16] Pada tahun 1838, ahli botani Jerman Matthias Jakob Schleiden menyatakan bahwa semua tumbuhan terdiri atas sel dan bahwa semua aspek fungsi tubuh tumbuhan pada dasarnya merupakan manifestasi aktivitas sel. [18] Ia juga menyatakan pentingnya nukleus (yang ditemukan Robert Brown pada tahun 1831) dalam fungsi dan pembentukan sel, namun ia salah mengira bahwa sel terbentuk dari nukleus.

[16] [19] Pada tahun 1839, Theodor Schwann, yang setelah berdiskusi dengan Schleiden menyadari bahwa ia pernah mengamati nukleus sel hewan sebagaimana Schleiden mengamatinya pada tumbuhan, menyatakan bahwa semua bagian tubuh hewan juga tersusun atas sel.

Menurutnya, prinsip universal pembentukan berbagai bagian tubuh semua organisme adalah pembentukan sel. [18] Ilmuwan lain yang kemudian memerinci teori sel sebagaimana yang dikenal dalam bentuk modern ialah Rudolf Virchow.

Pada mulanya ia sependapat dengan Schleiden mengenai pembentukan sel. Namun, pengamatan mikroskopis atas berbagai proses patologis membuatnya menyimpulkan hal yang sama dengan yang telah disimpulkan oleh Robert Remak dari pengamatannya terhadap sel darah merah dan embrio, yaitu bahwa sel berasal dari sel lain melalui pembelahan sel.

Pada tahun 1855, Virchow menerbitkan makalahnya yang memuat motonya yang terkenal, omnis cellula e cellula (semua sel berasal dari sel). [20] [21] Perkembangan biologi sel Antara tahun 1875 dan 1895, terjadi berbagai penemuan mengenai fenomena seluler dasar, seperti mitosis, meiosis, dan fertilisasi, serta berbagai organel penting, seperti mitokondria, kloroplas, dan badan Golgi.

[22] Lahirlah bidang yang mempelajari sel, yang saat itu disebut sitologi. Perkembangan teknik baru, terutama fraksinasi sel dan mikroskopi elektron, memungkinkan sitologi dan biokimia melahirkan bidang baru yang disebut biologi sel. [23] Pada tahun 1960, perhimpunan ilmiah American Society for Cell Biology didirikan di New York, Amerika Serikat, dan tidak lama setelahnya, jurnal ilmiah Journal of Biochemical and Biophysical Cytology berganti nama menjadi Journal of Cell Biology.

[24] Pada akhir dekade 1960-an, biologi sel telah menjadi suatu disiplin ilmu yang mapan, dengan perhimpunan dan publikasi ilmiahnya sendiri serta memiliki misi mengungkapkan mekanisme fungsi organel sel. [25] Struktur Semua sel dibatasi oleh suatu membran yang disebut membran plasma, sementara daerah di dalam sel disebut sitoplasma. [26] Setiap sel, pada tahap tertentu dalam hidupnya, mengandung DNA sebagai materi yang dapat diwariskan dan mengarahkan aktivitas sel tersebut.

[27] Selain itu, semua sel memiliki struktur yang disebut ribosom yang berfungsi dalam pembuatan protein yang akan digunakan sebagai katalis pada berbagai reaksi kimia dalam sel tersebut.

[5] Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktur berbeda: sel prokariotik atau sel eukariotik. Kedua jenis sel ini dibedakan berdasarkan posisi DNA di dalam sel; sebagian besar DNA pada eukariota terselubung membran organel yang disebut nukleus atau inti sel, sedangkan prokariota tidak memiliki nukleus.

Hanya bakteri dan arkea yang memiliki sel prokariotik, sementara protista, tumbuhan, jamur, dan hewan memiliki sel eukariotik. [7] Sel prokariota Gambaran umum sel prokariota. Pada sel prokariota (dari bahasa Yunani, pro, 'sebelum' dan karyon, 'biji'), tidak ada membran yang memisahkan DNA dari bagian sel lainnya, dan daerah tempat DNA terkonsentrasi di sitoplasma disebut nukleoid.

[7] Kebanyakan prokariota merupakan organisme uniseluler dengan sel berukuran kecil (berdiameter 0,7–2,0 µm dan volumenya sekitar 1 µm 3) serta umumnya terdiri dari selubung sel, membran sel, sitoplasma, nukleoid, dan beberapa struktur lain.

[28] Hampir semua sel prokariotik memiliki selubung sel di luar membran selnya. Jika selubung tersebut mengandung suatu lapisan kaku yang terbuat dari karbohidrat atau kompleks karbohidrat-protein, peptidoglikan, lapisan itu disebut sebagai dinding sel.

Kebanyakan bakteri memiliki suatu membran luar yang menutupi lapisan peptidoglikan, dan ada pula bakteri yang memiliki selubung sel dari protein. Sementara itu, kebanyakan selubung sel arkea berbahan protein, walaupun ada juga yang berbahan peptidoglikan. Selubung sel prokariota mencegah sel pecah akibat tekanan osmotik pada lingkungan yang memiliki konsentrasi lebih rendah daripada isi sel.

[29] Sejumlah prokariota memiliki struktur lain di luar selubung selnya. Banyak jenis bakteri memiliki lapisan di luar dinding sel yang disebut kapsul yang membantu sel bakteri melekat pada permukaan benda dan sel lain. Kapsul juga dapat membantu sel bakteri menghindar dari sel kekebalan tubuh manusia jenis tertentu. Selain itu, sejumlah bakteri melekat pada permukaan benda dan sel lain dengan benang protein yang disebut pilus (jamak: pili) dan fimbria (jamak: fimbriae).

Banyak jenis bakteri bergerak menggunakan flagelum (jamak: flagela) yang melekat pada dinding selnya dan berputar seperti motor. [30] Prokariota umumnya memiliki satu molekul DNA dengan struktur lingkar yang terkonsentrasi pada nukleoid. Selain itu, prokariota sering kali juga memiliki bahan genetik tambahan yang disebut plasmid yang juga berstruktur DNA lingkar. Pada umumnya, plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk pertumbuhan meskipun sering kali plasmid membawa gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan pada keadaan tertentu, misalnya resistansi terhadap antibiotik.

[31] Prokariota juga memiliki sejumlah protein struktural yang disebut sitoskeleton, yang pada mulanya dianggap tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut ada pada eukariota. [32] Protein skeleton tersebut meregulasi pembelahan sel dan berperan menentukan bentuk sel.

[33] Sel eukariota Gambaran umum sel hewan. Tidak seperti prokariota, sel eukariota ( bahasa Yunani, eu, 'sebenarnya' dan karyon) memiliki nukleus. Diameter sel eukariota biasanya 10 hingga 100 µm, sepuluh kali lebih besar daripada bakteri. Sitoplasma eukariota adalah daerah di antara nukleus dan membran sel. Sitoplasma ini terdiri dari medium semicair yang disebut sitosol, yang di dalamnya terdapat organel-organel dengan bentuk dan fungsi terspesialisasi serta sebagian besar tidak dimiliki prokariota.

[7] Kebanyakan organel dibatasi oleh satu lapis membran, namun ada pula yang dibatasi oleh dua membran, misalnya nukleus. Selain nukleus, sejumlah organel lain dimiliki hampir semua sel eukariota, yaitu (1) mitokondria, tempat sebagian besar metabolisme energi sel terjadi; (2) retikulum endoplasma, suatu jaringan membran tempat sintesis glikoprotein dan lipid; (3) badan Golgi, yang mengarahkan hasil sintesis sel ke tempat tujuannya; serta (4) peroksisom, tempat perombakan asam lemak dan asam amino.

Lisosom, yang menguraikan komponen sel yang rusak dan benda asing yang dimasukkan oleh sel, ditemukan pada sel hewan, tetapi tidak pada sel tumbuhan. Kloroplas, tempat terjadinya fotosintesis, hanya ditemukan pada sel-sel tertentu daun tumbuhan dan sejumlah organisme uniseluler. Baik sel tumbuhan maupun sejumlah eukariota uniseluler memiliki satu atau lebih vakuola, yaitu organel tempat menyimpan nutrien dan limbah serta tempat terjadinya sejumlah reaksi penguraian. [34] Jaringan protein serat sitoskeleton mempertahankan bentuk sel dan mengendalikan pergerakan struktur di dalam sel eukariota.

[34] Sentriol, yang hanya ditemukan pada sel hewan di dekat nukleus, juga terbuat dari sitoskeleton. [35] Dinding sel yang kaku, terbuat dari selulosa dan polimer lain, mengelilingi sel tumbuhan dan membuatnya kuat dan tegar.

Fungi juga memiliki dinding sel, namun komposisinya berbeda dari dinding sel bakteri maupun tumbuhan. [34] Di antara dinding sel tumbuhan yang bersebelahan terdapat saluran yang disebut plasmodesmata. [36] Komponen subseluler Membran Artikel utama: Membran sel Membran sel yang membatasi sel disebut sebagai membran plasma dan berfungsi sebagai rintangan selektif yang memungkinkan aliran oksigen, nutrien, dan limbah yang cukup untuk melayani seluruh volume sel.

[7] Membran sel juga berperan dalam sintesis ATP, pensinyalan sel, dan adhesi sel. Membran sel berupa lapisan sangat tipis yang terbentuk dari molekul lipid dan protein. Membran sel bersifat dinamik dan kebanyakan molekulnya dapat bergerak di sepanjang bidang membran.

Molekul lipid membran tersusun dalam dua lapis dengan tebal sekitar 5 nm yang menjadi penghalang bagi kebanyakan molekul hidrofilik. Molekul-molekul protein yang menembus lapisan ganda lipid tersebut berperan dalam hampir semua fungsi lain membran, misalnya mengangkut molekul tertentu melewati membran. Ada pula protein yang menjadi pengait struktural ke sel lain, atau menjadi reseptor yang mendeteksi dan menyalurkan sinyal kimiawi dalam lingkungan sel. Diperkirakan bahwa sekitar 30% protein yang dapat disintesis sel hewan merupakan protein membran.

[37] Nukleus Nukleus dan bagian-bagiannya. Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengendalikan sel eukariota (sebagian lain gen terletak di dalam mitokondria dan kloroplas). Dengan diameter rata-rata 5 µm, organel ini umumnya adalah organel yang paling mencolok dalam sel eukariota. [38] Kebanyakan sel memiliki satu nukleus, [39] namun ada pula yang memiliki banyak nukleus, contohnya sel otot rangka, dan ada pula yang tidak memiliki nukleus, contohnya sel darah merah matang yang kehilangan nukleusnya saat berkembang.

[40] Selubung nukleus melingkupi nukleus dan memisahkan isinya (yang disebut nukleoplasma) dari sitoplasma. Selubung ini terdiri dari dua membran yang masing-masing merupakan lapisan ganda lipid dengan protein terkait. Membran luar dan dalam selubung nukleus dipisahkan oleh ruangan sekitar 20–40 nm. Selubung nukleus memiliki sejumlah pori yang berdiameter sekitar 100 nm dan pada bibir setiap pori, kedua membran selubung nukleus menyatu. [38] Di dalam nukleus, DNA terorganisasi bersama dengan protein menjadi kromatin.

Sewaktu sel siap untuk membelah, kromatin kusut yang berbentuk benang akan menggulung, menjadi cukup tebal untuk dibedakan melalui mikroskop sebagai struktur terpisah yang disebut kromosom. [38] Struktur yang menonjol di dalam nukleus sel yang sedang tidak membelah ialah nukleolus, yang merupakan tempat sejumlah komponen ribosom disintesis dan dirakit. Komponen-komponen ini kemudian dilewatkan melalui pori nukleus ke sitoplasma, tempat semuanya bergabung menjadi ribosom.

Kadang-kadang terdapat lebih dari satu nukleolus, bergantung pada spesiesnya dan tahap reproduksi sel tersebut. [38] Nukleus tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut sintesis protein di dalam sitoplasma dengan cara mengirim molekul pembawa pesan berupa RNA, yaitu mRNA, yang disintesis berdasarkan "pesan" gen pada DNA.

RNA ini lalu dikeluarkan ke sitoplasma melalui pori nukleus dan melekat pada ribosom, tempat pesan genetik tersebut diterjemahkan menjadi urutan asam amino protein yang disintesis. [38] Ribosom Artikel utama: Ribosom Ribosom merupakan tempat sel membuat protein. Sel dengan laju sintesis protein yang tinggi memiliki banyak sekali ribosom, contohnya sel hati manusia yang memiliki beberapa juta ribosom. [38] Ribosom sendiri tersusun atas berbagai jenis protein dan sejumlah molekul Tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut.

Ribosom eukariota lebih besar daripada ribosom prokariota, namun keduanya sangat mirip dalam hal struktur dan fungsi. Keduanya terdiri dari satu subunit besar dan satu subunit kecil yang bergabung membentuk ribosom lengkap dengan massa beberapa juta dalton. [41] Pada eukariota, ribosom dapat ditemukan bebas di sitosol atau terikat pada bagian luar retikulum endoplasma.

Sebagian besar protein yang diproduksi ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol, sementara ribosom terikat umumnya membuat protein yang ditujukan untuk dimasukkan ke dalam membran, untuk dibungkus di dalam organel tertentu seperti lisosom, atau untuk dikirim ke luar sel.

Ribosom bebas dan terikat memiliki struktur identik dan dapat saling bertukar tempat. Sel dapat menyesuaikan jumlah relatif masing-masing ribosom begitu metabolismenya berubah. [38] Sistem endomembran Sistem endomembran sel. Berbagai membran dalam sel eukariota merupakan bagian dari sistem endomembran.

Membran ini dihubungkan melalui sambungan fisik langsung atau melalui transfer antarsegmen membran dalam bentuk vesikel (gelembung yang dibungkus membran) kecil. Sistem endomembran mencakup selubung nukleus, retikulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, berbagai jenis vakuola, dan membran plasma. [38] Sistem ini memiliki berbagai fungsi, termasuk sintesis dan modifikasi protein serta transpor protein ke membran dan organel atau ke luar sel, sintesis lipid, dan penetralan beberapa jenis racun.

[42] Retikulum endoplasma Artikel utama: Retikulum endoplasma Retikulum endoplasma merupakan perluasan selubung nukleus yang terdiri dari jaringan ( reticulum = 'jaring kecil') saluran bermembran dan vesikel yang saling terhubung.

Terdapat dua bentuk retikulum endoplasma, yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. [42] Retikulum endoplasma kasar disebut demikian karena permukaannya ditempeli banyak ribosom. Ribosom yang mulai mensintesis protein dengan tempat tujuan tertentu, seperti organel tertentu atau membran, akan menempel pada retikulum endoplasma kasar.

Protein yang terbentuk akan terdorong ke bagian dalam retikulum endoplasma yang disebut lumen. [43] Di dalam lumen, protein tersebut mengalami pelipatan dan dimodifikasi, misalnya dengan penambahan karbohidrat untuk membentuk glikoprotein. Protein tersebut lalu dipindahkan ke bagian lain sel di dalam vesikel kecil yang menyembul keluar dari retikulum endoplasma, dan bergabung dengan organel yang berperan lebih lanjut dalam modifikasi dan distribusinya.

Kebanyakan protein menuju ke badan Golgi, yang akan mengemas dan memilahnya untuk diantarkan ke tujuan akhirnya. Retikulum endoplasma halus tidak memiliki ribosom pada permukaannya. Retikulum endoplasma halus berfungsi, misalnya, dalam sintesis lipid komponen membran sel. Dalam jenis sel tertentu, misalnya sel hati, membran retikulum endoplasma halus mengandung enzim yang mengubah obat-obatan, racun, dan produk sampingan beracun dari metabolisme sel menjadi senyawa-senyawa yang kurang beracun atau lebih mudah dikeluarkan tubuh.

[42] Badan Golgi Struktur dari badan Golgi. Badan Golgi (dinamai menurut nama penemunya, Camillo Golgi) tersusun atas setumpuk kantong pipih dari membran yang disebut sisterna. Biasanya terdapat tiga sampai delapan sisterna, tetapi ada sejumlah organisme yang memiliki badan Golgi dengan puluhan sisterna. Jumlah dan ukuran badan Golgi bergantung pada jenis sel dan aktivitas metabolismenya.

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

Sel yang aktif melakukan sekresi protein dapat memiliki ratusan badan Golgi. Organel ini biasanya terletak di antara retikulum endoplasma dan membran plasma. [42] Sisi badan Golgi yang paling dekat dengan nukleus disebut sisi cis, sementara sisi yang menjauhi nukleus disebut sisi trans.

Ketika tiba di sisi cis, protein dimasukkan ke dalam lumen sisterna. Di dalam lumen, protein tersebut dimodifikasi, misalnya dengan penambahan karbohidrat, ditandai dengan penanda kimiawi, dan dipilah-pilah agar nantinya dapat dikirim ke tujuannya masing-masing.

[43] Badan Golgi mengatur pergerakan berbagai jenis protein; ada yang disekresikan ke luar sel, ada yang digabungkan ke membran plasma sebagai protein transmembran, dan ada pula yang ditempatkan di dalam lisosom. Protein yang disekresikan dari sel diangkut ke membran plasma di dalam vesikel sekresi, yang melepaskan isinya dengan cara bergabung dengan membran plasma dalam proses eksositosis. Proses sebaliknya, endositosis, dapat terjadi bila membran plasma mencekung ke dalam sel dan membentuk vesikel endositosis yang dibawa ke badan Golgi atau tempat lain, misalnya lisosom.

[42] Lisosom Artikel utama: Lisosom Lisosom pada sel hewan merupakan vesikel yang memuat lebih dari 30 jenis enzim hidrolitik untuk menguraikan berbagai molekul kompleks.

Sel menggunakan kembali subunit molekul yang sudah diuraikan lisosom itu. Bergantung pada zat yang diuraikannya, lisosom dapat memiliki berbagai ukuran dan bentuk. Organel ini dibentuk sebagai vesikel yang melepaskan diri dari badan Golgi. [42] Lisosom menguraikan molekul makanan yang masuk ke dalam sel melalui endositosis ketika suatu vesikel endositosis bergabung dengan lisosom. Dalam proses yang disebut autofagi, lisosom mencerna organel yang tidak berfungsi dengan benar.

Lisosom juga berperan dalam fagositosis, proses yang dilakukan sejumlah jenis sel untuk menelan bakteri atau fragmen sel lain untuk diuraikan. Contoh sel tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut melakukan fagositosis ialah sejenis sel darah putih yang disebut fagosit, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. [42] Vakuola Artikel utama: Vakuola Kebanyakan fungsi lisosom sel hewan dilakukan oleh vakuola pada sel tumbuhan.

Membran vakuola, yang merupakan bagian dari sistem endomembran, disebut tonoplas. Vakuola berasal dari kata bahasa Latin vacuolum yang berarti 'kosong' dan dinamai demikian karena organel ini tidak memiliki struktur internal. Umumnya vakuola lebih besar daripada vesikel, dan kadang kala terbentuk dari gabungan banyak vesikel.

[44] Sel tumbuhan muda berukuran kecil dan mengandung banyak vakuola kecil yang kemudian bergabung membentuk suatu vakuola sentral seiring dengan penambahan air ke dalamnya. Ukuran sel tumbuhan diperbesar dengan menambahkan air ke dalam vakuola sentral tersebut. Vakuola sentral juga mengandung cadangan makanan, garam-garam, pigmen, dan limbah metabolisme.

Zat yang beracun bagi herbivora dapat pula disimpan dalam vakuola sebagai mekanisme pertahanan. Vakuola juga berperan penting dalam mempertahankan tekanan turgor tumbuhan.

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

{INSERTKEYS} [44] Vakuola memiliki banyak fungsi lain dan juga dapat ditemukan pada sel hewan dan protista uniseluler.

Kebanyakan protozoa memiliki vakuola makanan, yang bergabung dengan lisosom agar makanan di dalamnya dapat dicerna. Beberapa jenis protozoa juga memiliki vakuola kontraktil, yang mengeluarkan kelebihan air dari sel. [44] Mitokondria Struktur dari mitokondria.

Sebagian besar sel eukariota mengandung banyak mitokondria, yang menempati sampai 25 persen volume sitoplasma. Organel ini termasuk organel yang besar, secara umum hanya lebih kecil dari nukleus, vakuola, dan kloroplas.

[45] Nama mitokondria berasal dari penampakannya yang seperti benang ( bahasa Yunani mitos, 'benang') di bawah mikroskop cahaya. [46] Organel ini memiliki dua macam membran, yaitu membran luar dan membran dalam, yang dipisahkan oleh ruang antarmembran.

Luas permukaan membran dalam lebih besar daripada membran luar karena memiliki lipatan-lipatan, atau krista, yang menyembul ke dalam matriks, atau ruang dalam mitokondria. [45] Mitokondria adalah tempat berlangsungnya respirasi seluler, yaitu suatu proses kimiawi yang memberi energi pada sel. [47] Karbohidrat dan lemak merupakan contoh molekul makanan berenergi tinggi yang dipecah menjadi air dan karbon dioksida oleh reaksi-reaksi di dalam mitokondria, dengan pelepasan energi.

Kebanyakan energi yang dilepas dalam proses itu ditangkap oleh molekul yang disebut ATP. Mitokondria-lah yang menghasilkan sebagian besar ATP sel. [42] Energi kimiawi ATP nantinya dapat digunakan untuk menjalankan berbagai reaksi kimia dalam sel. [44] Sebagian besar tahap pemecahan molekul makanan dan pembuatan ATP tersebut dilakukan oleh enzim-enzim yang terdapat di dalam krista dan matriks mitokondria. [45] Mitokondria memperbanyak diri secara independen dari keseluruhan bagian sel lain.

[46] Organel ini memiliki DNA sendiri yang menyandikan sejumlah protein mitokondria, yang dibuat pada ribosomnya sendiri yang serupa dengan ribosom prokariota. [44] Kloroplas Struktur dari kloroplas. {/INSERTKEYS}

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

Kloroplas merupakan salah satu jenis organel yang disebut plastid pada tumbuhan dan alga. [36] Kloroplas mengandung klorofil, pigmen hijau yang menangkap energi cahaya untuk fotosintesis, yaitu serangkaian reaksi yang mengubah energi cahaya menjadi energi kimiawi yang disimpan dalam molekul karbohidrat dan senyawa organik lain.

[48] Satu sel alga uniseluler dapat memiliki satu kloroplas saja, sementara satu sel daun dapat memiliki 20 sampai 100 kloroplas. Organel ini cenderung lebih besar daripada mitokondria, dengan panjang 5–10 µm atau lebih. Kloroplas biasanya berbentuk seperti cakram dan, seperti mitokondria, memiliki membran luar dan membran dalam yang dipisahkan oleh ruang antarmembran. Membran dalam kloroplas menyelimuti stroma, yang memuat berbagai enzim yang bertanggung jawab membentuk karbohidrat dari karbon dioksida dan air dalam fotosintesis.

Suatu sistem membran dalam yang kedua di dalam stroma terdiri dari kantong-kantong pipih disebut tilakoid yang saling berhubungan. Tilakoid-tilakoid membentuk suatu tumpukan yang disebut granum (jamak, grana).

Klorofil terdapat pada membran tilakoid, yang berperan serupa dengan membran dalam mitokondria, yaitu terlibat dalam pembentukan ATP. [48] Sebagian ATP yang terbentuk ini digunakan oleh enzim di stroma untuk mengubah karbon dioksida menjadi senyawa antara berkarbon tiga yang kemudian dikeluarkan ke sitoplasma dan diubah menjadi karbohidrat.

[49] Sama seperti mitokondria, kloroplas juga memiliki DNA dan ribosomnya sendiri serta tumbuh dan memperbanyak dirinya sendiri. [44] Kedua organel ini juga dapat berpindah-pindah tempat di dalam sel. [49] Peroksisom Artikel utama: Peroksisom Peroksisom berukuran mirip dengan lisosom dan dapat ditemukan dalam semua sel eukariota.

[50] Organel ini dinamai demikian karena biasanya mengandung satu atau lebih enzim yang terlibat dalam reaksi oksidasi menghasilkan hidrogen peroksida (H 2O 2).

[51] Hidrogen peroksida merupakan bahan kimia beracun, namun di dalam peroksisom senyawa ini digunakan untuk reaksi oksidasi lain atau diuraikan menjadi air dan oksigen. Salah satu tugas peroksisom adalah mengoksidasi asam lemak panjang menjadi lebih pendek yang kemudian dibawa ke mitokondria untuk oksidasi sempurna.

[50] Peroksisom pada sel hati dan ginjal juga mendetoksifikasi berbagai molekul beracun yang memasuki darah, misalnya alkohol. Sementara itu, peroksisom pada biji tumbuhan berperan penting mengubah cadangan lemak biji menjadi karbohidrat yang digunakan dalam tahap perkecambahan. [51] Sitoskeleton Artikel utama: Sitoskeleton Sitoskeleton eukariota terdiri dari tiga jenis serat protein, yaitu mikrotubulus, filamen intermediat, dan mikrofilamen.

[52] Protein sitoskeleton yang serupa dan berfungsi sama dengan sitoskeleton eukariota ditemukan pula pada prokariota. [33] Mikrotubulus berupa silinder berongga yang memberi bentuk sel, menuntun gerakan organel, dan membantu pergerakan kromosom pada saat pembelahan sel.

Silia dan flagela eukariota, yang merupakan alat bantu pergerakan, juga berisi mikrotubulus. Filamen intermediat mendukung bentuk sel dan membuat organel tetap berada di tempatnya.

Sementara itu, mikrofilamen, yang berupa batang tipis dari protein aktin, berfungsi antara lain dalam kontraksi otot pada hewan, pembentukan pseudopodia untuk pergerakan sel ameba, dan aliran bahan di dalam sitoplasma sel tumbuhan.

[53] Sejumlah protein motor menggerakkan berbagai organel di sepanjang sitoskeleton eukariota. Secara umum, protein motor dapat digolongkan dalam tiga jenis, yaitu kinesin, dinein, dan miosin.

Kinesin dan dinein bergerak pada mikrotubulus, sementara miosin bergerak pada mikrofilamen. [54] Komponen ekstraseluler Artikel utama: Matriks ekstraseluler dan Sambungan sel Sel-sel hewan dan tumbuhan disatukan sebagai jaringan terutama oleh matriks ekstraseluler, yaitu jejaring kompleks molekul yang disekresikan sel dan berfungsi utama membentuk kerangka pendukung. Terutama pada hewan, sel-sel pada kebanyakan jaringan terikat langsung satu sama lain melalui sambungan sel.

[55] Matriks ekstraseluler hewan Matriks ekstraseluler sel hewan berbahan penyusun utama glikoprotein ( protein yang berikatan dengan karbohidrat pendek), dan yang paling melimpah ialah kolagen yang membentuk serat kuat di bagian luar sel. Serat kolagen ini tertanam dalam jalinan tenunan yang terbuat dari proteoglikan, yang merupakan glikoprotein kelas lain [56] Variasi jenis dan susunan molekul matriks ekstraseluler menimbulkan berbagai bentuk, misalnya keras seperti permukaan tulang dan tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut, transparan seperti kornea mata, atau berbentuk seperti tali kuat pada otot.

Matriks ekstraseluler tidak hanya menyatukan sel-sel tetapi juga memengaruhi perkembangan, bentuk, dan perilaku sel. [57] Dinding sel tumbuhan Dinding sel tumbuhan merupakan matriks ekstraseluler yang menyelubungi tiap sel tumbuhan. [58] Dinding ini tersusun atas serabut selulosa yang tertanam dalam polisakarida lain serta protein dan berukuran jauh lebih tebal daripada membran plasma, yaitu 0,1 µm hingga beberapa mikrometer.

Dinding sel melindungi sel tumbuhan, mempertahankan bentuknya, dan mencegah pengisapan air secara berlebihan. [59] Sambungan antarsel Sambungan sel ( cell junction) dapat ditemukan pada titik-titik pertemuan antarsel atau antara sel dan matriks ekstraseluler. Menurut fungsinya, sambungan sel dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu (1) sambungan penyumbat ( occluding junction), (2) sambungan jangkar ( anchoring junction), dan (3) sambungan pengomunikasi ( communicating junction).

Sambungan penyumbat menyegel permukaan dua sel menjadi satu sedemikian rupa sehingga molekul kecil sekalipun tidak dapat lewat, contohnya ialah sambungan ketat ( tight junction) pada vertebrata. Sementara itu, sambungan jangkar menempelkan sel (dan sitoskeletonnya) ke sel tetangganya atau ke matriks ekstraseluler.

Terakhir, sambungan pengomunikasi menyatukan dua sel tetapi memungkinkan sinyal kimiawi atau listrik melintas antarsel tersebut.

Plasmodesmata merupakan contoh sambungan pengomunikasi yang hanya ditemukan pada tumbuhan. [60] Fungsi Metabolisme Artikel utama: Metabolisme Keseluruhan reaksi kimia yang membuat makhluk hidup mampu melakukan aktivitasnya disebut metabolisme, [61] dan sebagian besar reaksi kimia tersebut terjadi di dalam sel. [3] Metabolisme yang terjadi di dalam sel dapat berupa reaksi katabolik, yaitu perombakan senyawa kimia untuk menghasilkan energi maupun untuk dijadikan bahan pembentukan senyawa lain, dan reaksi anabolik, yaitu reaksi penyusunan komponen sel.

[62] Salah satu proses katabolik yang merombak molekul makanan untuk menghasilkan energi di dalam sel ialah respirasi seluler, yang sebagian besar berlangsung di dalam mitokondria eukariota atau sitosol prokariota dan menghasilkan ATP.

Sementara itu, contoh proses anabolik ialah sintesis protein yang berlangsung pada ribosom dan membutuhkan ATP. Komunikasi sel Artikel utama: Pensinyalan sel Kemampuan sel untuk berkomunikasi, yaitu menerima dan mengirimkan 'sinyal' dari dan kepada sel lain, menentukan interaksi antarorganisme uniseluler serta mengatur fungsi dan perkembangan tubuh organisme multiseluler.

Misalnya, bakteri berkomunikasi satu sama lain dalam proses quorum sensing (pengindraan kuorum) untuk menentukan apakah jumlah mereka sudah cukup sebelum membentuk biofilm, sementara sel-sel dalam embrio hewan berkomunikasi untuk koordinasi proses diferensiasi menjadi berbagai jenis sel.

Komunikasi sel terdiri dari proses transfer sinyal antarsel dalam bentuk molekul (misalnya hormon) atau aktivitas listrik, dan transduksi sinyal di dalam sel target ke molekul yang menghasilkan respons sel. Mekanisme transfer sinyal dapat terjadi dengan kontak antarsel (misalnya melalui sambungan pengomunikasi), penyebaran molekul sinyal ke sel yang berdekatan, penyebaran molekul sinyal ke sel yang jauh melalui saluran (misalnya pembuluh darah), atau perambatan sinyal listrik ke sel yang jauh (misalnya pada jaringan otot polos).

Selanjutnya, molekul sinyal menembus membran secara langsung, lewat melalui kanal protein, atau melekat pada reseptor berupa protein transmembran pada permukaan sel target dan memicu transduksi sinyal di dalam sel.

Transduksi sinyal ini dapat melibatkan sejumlah zat yang disebut pembawa pesan kedua ( second messenger) yang konsentrasinya meningkat setelah pelekatan molekul sinyal pada reseptor dan yang nantinya meregulasi aktivitas protein lain di dalam sel. Selain itu, transduksi sinyal juga dapat dilakukan oleh sejumlah jenis protein yang pada akhirnya dapat memengaruhi metabolisme, fungsi, atau perkembangan sel. [63] [64] Siklus sel Video yang dipercepat menggambarkan pembelahan sel bakteri E.

coli Setiap sel berasal dari pembelahan sel sebelumnya, dan tahap-tahap kehidupan sel antara pembelahan sel ke pembelahan sel berikutnya disebut sebagai siklus sel. [65] Pada kebanyakan sel, siklus ini terdiri dari empat proses terkoordinasi, yaitu pertumbuhan sel, replikasi DNA, pemisahan DNA yang sudah digandakan ke dua calon sel anakan, serta pembelahan sel.

[66] Pada bakteri, proses pemisahan DNA ke calon sel anakan dapat terjadi bersamaan dengan replikasi DNA, dan siklus sel yang berurutan dapat tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut tindih.

Hal ini tidak terjadi pada tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut yang siklus selnya terjadi dalam empat fase terpisah sehingga laju pembelahan sel bakteri dapat lebih cepat daripada laju pembelahan sel eukariota.

[67] Pada eukariota, tahap pertumbuhan sel umumnya terjadi dua kali, yaitu sebelum replikasi DNA (disebut fase G 1, gap 1) dan sebelum pembelahan sel ( fase G 2). Siklus sel bakteri tidak wajib memiliki fase G 1, namun memiliki fase G 2 yang disebut periode D. Tahap replikasi DNA pada eukariota disebut fase S (sintesis), atau pada bakteri ekuivalen dengan periode C. Selanjutnya, eukariota memiliki tahap pembelahan nukleus yang disebut fase M ( mitosis).

Peralihan antartahap siklus sel dikendalikan oleh suatu perlengkapan pengaturan yang tidak hanya mengoordinasi berbagai kejadian dalam siklus sel, tetapi juga menghubungkan siklus sel dengan sinyal ekstrasel yang mengendalikan perbanyakan sel. Misalnya, sel hewan pada fase G 1 dapat berhenti dan tidak beralih ke fase S bila tidak ada faktor pertumbuhan tertentu, melainkan memasuki keadaan yang disebut fase G 0 dan tidak mengalami pertumbuhan maupun perbanyakan.

Contohnya adalah sel fibroblas yang hanya membelah diri untuk memperbaiki kerusakan tubuh akibat luka. [66] Jika pengaturan siklus sel terganggu, misalnya karena mutasi, risiko pembentukan tumor—yaitu perbanyakan sel yang tidak normal—meningkat dan dapat berpengaruh pada pembentukan kanker. [68] Diferensiasi sel Diferensiasi sel menciptakan keberagaman jenis sel yang muncul selama perkembangan suatu organisme multiseluler dari sebuah sel telur yang sudah dibuahi.

Misalnya, mamalia yang berasal dari sebuah sel berkembang menjadi suatu organisme dengan ratusan jenis sel berbeda seperti otot, saraf, dan kulit. [69] Sel-sel dalam embrio yang sedang berkembang melakukan pensinyalan sel yang memengaruhi ekspresi gen sel dan menyebabkan diferensiasi tersebut. [70] Kematian sel terprogram Artikel utama: Apoptosis Sel dalam organisme multiseluler dapat mengalami suatu kematian terprogram yang berguna untuk pengendalian populasi sel dengan cara mengimbangi perbanyakan sel, misalnya untuk mencegah munculnya tumor.

Kematian sel juga berguna untuk menghilangkan bagian tubuh yang tidak diperlukan. Contohnya, pada saat pembentukan embrio, jari-jari pada tangan atau kaki manusia pada mulanya saling menyatu, namun kemudian terbentuk berkat kematian sel-sel antarjari. Dengan demikian, waktu dan tempat terjadinya kematian sel, sama seperti pertumbuhan dan pembelahan sel, merupakan proses yang sangat terkendali.

Kematian sel semacam itu terjadi dalam proses yang disebut apoptosis yang dimulai ketika suatu faktor penting hilang dari lingkungan sel atau ketika suatu sinyal internal diaktifkan. Gejala awal apoptosis ialah pemadatan nukleus tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut fragmentasi DNA yang diikuti oleh penyusutan sel. [71] Kajian tentang sel Tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut sel modern berkembang dari integrasi antara sitologi, yaitu kajian tentang struktur sel, dan biokimia, yaitu kajian tentang molekul dan proses kimiawi metabolisme.

Mikroskop merupakan peralatan yang paling penting dalam sitologi, sementara pendekatan biokimia yang disebut fraksinasi sel juga telah menjadi sangat penting dalam biologi sel. [72] Mikroskopi Artikel utama: Mikroskop Mikroskop berperan dalam kajian tentang sel sejak awal penemuannya.

Jenis mikroskop yang digunakan para ilmuwan Renaisans dan yang kini masih banyak digunakan di laboratorium ialah mikroskop cahaya. Cahaya tampak dilewatkan menembus spesimen dan kemudian lensa kaca yang me refraksikan cahaya sedemikian rupa sehingga citra spesimen tersebut diperbesar ketika diproyeksikan ke mata pengguna mikroskop.

Namun, mikroskop cahaya memiliki batas daya urai, yaitu tidak mampu menguraikan perincian yang lebih halus dari kira-kira 0,2 µm (ukuran bakteri kecil). Pengembangan teknik penggunaan mikroskop cahaya sejak awal abad ke-20 melibatkan usaha untuk meningkatkan kontras, misalnya dengan pewarnaan atau pemberian zat fluoresen.

Selanjutnya, biologi sel mengalami kemajuan pesat dengan penemuan mikroskop elektron yang menggunakan berkas elektron sebagai pengganti cahaya tampak dan dapat memiliki resolusi (daya urai) sekitar 2 nm.

Terdapat dua jenis dasar mikroskop elektron, yaitu mikroskop elektron transmisi ( transmission electron microscope, TEM) dan mikroskop elektron payar ( scanning electron microscope, SEM). TEM terutama digunakan untuk mengkaji struktur internal sel, sementara SEM sangat berguna untuk melihat permukaan spesimen secara rinci. [72] Fraksinasi sel Artikel utama: Fraksinasi sel Fraksinasi sel ialah teknik untuk memisahkan bagian-bagian sel.

Secara umum, teknik ini melibatkan homogenisasi, yaitu pemecahan sel secara halus dengan bantuan blender atau alat ultrasuara, dan sentrifugasi, yaitu pemisahan komponen-komponen sel oleh gaya sentrifugal dalam alat sentrifuge, alat seperti komidi putar untuk tabung reaksi yang dapat berputar pada berbagai kecepatan.

Sentrifuge yang paling canggih, yang disebut ultrasentrifuge, dapat berputar secepat 80.000 rotasi per menit (rpm) dan memberikan gaya pada partikel-partikel sampel hingga 500.000 kali gaya gravitasi bumi (500.000 g). Pemutaran homogenat di dalam sentrifuge akan memisahkan bagian-bagian sel ke dalam dua fraksi, yaitu pelet, yang terdiri atas struktur-struktur lebih besar yang terkumpul di bagian bawah tabung sentrifuge, dan supernatan, yang terdiri atas bagian-bagian sel yang lebih kecil yang tersuspensi dalam cairan di atas pelet tersebut.

Supernatan ini disentrifugasi kembali dan prosesnya diulangi, dengan kecepatan putaran yang semakin tinggi pada setiap tahap, sehingga komponen sel yang semakin lama semakin kecil terkumpul dalam pelet yang berurutan. [72] Referensi • ^ a b c Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm.

112 • ^ Fried & Hademenos 2006, hlm. 35 • ^ a b Sloane 2003, hlm. 34 • ^ a b Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm. 4 • ^ a b c Alberts et al. 2002, "The Universal Features of Cells on Earth" • ^ Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm. 3 • ^ a b c d e Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm. 116 • ^ Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm. 113 • ^ a b Starr et al. 2008, hlm. 54-55 • ^ a b c d e Stewart 2007, hlm. 10-18 • ^ (Inggris) • Micrographia: Some Physiological Descriptions of Minute Bodies Made by Magnifying Glasses with Observations and Inquiries Thereupon oleh Robert Hooke' di Proyek Gutenberg • ^ Fried & Hademenos 2006, hlm.

45 • ^ a b Stone 2004, hlm. 64 • ^ Porter 1976, hlm. 260-269 • ^ Anderson, D. (1 September 2009). "Dutch". Lens on Leeuwenhoek (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 02-02-2012. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c Everson 2007, hlm. 37-41 • ^ Stewart 2007, hlm. 31 • ^ a b Magner 2002, hlm. 154-158 • ^ Harris 2000, hlm. 98 • ^ Magner 2002, hlm. 160-161 • ^ Schwartz 2008, hlm.

146 • ^ Magner 2002, hlm. 163 • ^ Bechtel 2006, hlm. 162 • ^ Hay 1992, hlm. 384 • ^ Bechtel 2006, hlm. 13 • ^ Kratz 2009, hlm. 17 • ^ Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm. 6 • ^ Wheelis 2008, hlm. 48-49 • ^ Wheelis 2008, hlm. 50-52 • ^ Kratz 2009, hlm. 35 • ^ Yuwono 2007, hlm. 77 • ^ Karp 2009, hlm. 318-319 • ^ a b Pommerville 2011, hlm. 122-128 • ^ a b c Lodish et al.

2000, Eukaryotic Cells Contain Many Organelles and a Complex Cytoskeleton • ^ Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm. 118 • ^ a b Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm. 119 • ^ Alberts et al. 2002, "Chapter 10. Membrane Structure" • ^ a b c d e f g h Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm.

120 • ^ Solomon, Berg & Martin 2004, hlm. 77 • ^ Sloane 2003, hlm. 39 • ^ Alberts et al. 2002, "The RNA Message Is Decoded on Ribosomes" • ^ a b c d e f g h Russell, Hertz & McMillan 2011, hlm. 99 • ^ a b Kratz 2009, hlm. 24-25 • ^ a b c d e f Solomon, Berg & Martin 2004, hlm. 84 • ^ a b c Lodish et al. 2000, "Mitochondria Are the Principal Sites of ATP Production in Aerobic Cells" • ^ a b Fried & Hademenos 2006, hlm.

38 • ^ Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm. 7 • ^ a b Solomon, Berg & Martin 2004, hlm. 86 • ^ a b Lodish et al. 2000, "Chloroplasts, the Sites of Photosynthesis, Contain Three Membrane-Limited Compartments" • ^ a b Marks, Marks & Smith 2000, hlm.

135 • ^ a b Alberts et al. 2002, "Peroxisomes" • ^ Solomon, Berg & Martin 2004, hlm. 87 • ^ Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm. 139 • ^ Karp 2009, hlm. 328 • ^ Alberts et al. 2002, "Chapter 19: Cell Junctions, Cell Adhesion, and the Extracellular Matrix" • ^ Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm.

136 • ^ Alberts et al. 2002, "The Extracellular Matrix of Animals" • ^ Alberts et al. 2002, "The Plant Cell Wall" • ^ Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm. 135 • ^ Alberts et al. 2002, "Cell Junctions" • ^ Solomon, Berg & Martin 2004, hlm.

122 • ^ Yuwono 2007, hlm. 14 • ^ Lodish et al. 2000, "Section 20.1: Overview of Extracellular Signaling" • ^ Clements & Saffrey 2001, hlm. 241-291 • ^ Russell, Hertz & McMillan 2011, hlm. 200 • ^ a b Cooper 2000, The Eukaryotic Cell Cycle • ^ Wheelis 2008, hlm. 194-197 • ^ Goodman 2008, hlm.

286 • ^ Lodish et al. 2000, "Cell Differentiation Creates New Types of Cells" • ^ Campbell, Reece & Mitchell 2004, hlm. 198 • ^ Lodish et al. 2000, "Cells Die by Suicide" • ^ a b c Campbell, Reece & Mitchell 2002, hlm. 113-115 Daftar pustaka • Alberts, B.; Johnson, A.; Lewis, J.; Raff, M.; Roberts, K.; Walters, P.

(2002). Molecular Biology of the Cell (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-4). New York: Garland Science. • Bechtel, Wiiliam (2006). Discovering Cell Mechanisms: The Creation of Modern Cell Biology (dalam bahasa Inggris). Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 9780521812474. • Campbell, N.A.; Reece, J.B.; Mitchell, L.G. (2002). Biologi.

1. Diterjemahkan oleh R. Lestari dkk. (edisi ke-5). Jakarta: Erlangga. ISBN 9796884682. • Campbell, N.A.; Reece, J.B.; Mitchell, L.G. (2004). Biologi. 3.

Diterjemahkan oleh W. Manalu (edisi ke-5). Jakarta: Erlangga. ISBN 9789796884704. ( lihat di Penelusuran Buku Google) • Clements, M.; Saffrey, J.

(2001). "Communication between Cells". Dalam Saffrey, J. (penyunting). The Core of Life (dalam bahasa Inggris). 2. Milton Keynes: The Open University. ISBN 9780749235673. • Cooper, G.M. (2000). The Cell: A Molecular Approach (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-2). Sunderland, MA: Sinauer Associates. • Everson, Ted (2007). The Gene: a historical perspective (dalam bahasa Inggris). Westport, CT: Greenwood Press. ISBN 9780313334498. • Fried, George H.; Hademenos, George J.

(2006). Schaum's Outlines Biologi. Diterjemahkan oleh D. Tyas (edisi ke-2).

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

Jakarta: Erlangga. ISBN 9789797817138. • Medical Cell Biology (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-3). Burlington, MA: Academic Press. 2008. ISBN 9780123704580. Parameter -editor_last= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -first1= tanpa -last1= di Authors list ( bantuan) • Harris, Henry (2000). The Birth of the Cell (dalam bahasa Inggris). New Haven: Yale University Press. ISBN 9780300082951. • Hay, Elizabeth D. (1992), "Cell Biology", dalam Morris, C. et al. (penyunting), Academic Press Dictionary of Science and Technology (dalam bahasa Inggris), San Diego: Academic Press, ISBN 9780122004001 • Karp, Gerald (2009).

Cell and Molecular Biology: Concepts and Experiments (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-6). Hoboken, NJ: John Wiley and Sons. ISBN 9780470483374. • Kratz, R.F. (2009). Molecular & Cell Biology for Dummies (dalam bahasa Inggris). Hoboken, NJ: John Wiley & Son. ISBN 9780470531020. • Lodish, H.; Berk, A.; Zipursky, S.L.; Matsudaira, P.; Baltimore, D; Darnell, J. (2000). Molecular Cell Biology (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-4).

New York: W. H. Freeman. • Magner, L.N. (2002). A History of the Life Sciences (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-3). New York: CRC Press. ISBN 9780824743604. • Marks, D.B.; Marks, A.D.; Smith, C.M. (2000). Biokimia Kedokteran Dasar: Sebuah Pendekatan Klinis. Diterjemahkan oleh B.U. Pendit. Jakarta: EGC. ISBN 9789794484838. ( lihat di Penelusuran Buku Google) • Pommerville, J.C. (2011). Alcamo's Fundamentals of Microbiology (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-9).

Sudbury, MA: Jones & Bartlett Publishers. ISBN 9781449615666.

tubuh makhluk hidup yang terdiri atas satu sel disebut

• Porter, J.R. (Juni 1976). "Antony van Leeuwenhoek: tercentenary of his discovery of bacteria". Bacteriol. Rev. (dalam bahasa Inggris). 40: 260–269. OCLC 679604905. • Russell, P.J.; Hertz, P.E.; McMillan, B.

(2011). Biology: The Dynamic Science (dalam bahasa Inggris). 1 (edisi ke-2). Belmont, CA: Cengage Learning. ISBN 9780538493727. • Schwartz, James (2008). In Pursuit of the Gene: From Darwin to DNA (dalam bahasa Inggris). Cambridge: Harvard University Press. ISBN 9780674026704. • Sloane, Ethel (2003). Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. Diterjemahkan oleh J. Veldman. Jakarta: EGC. ISBN 9789794486221. • Solomon, E.P.; Berg, L.R.; Martin, D.W. (2004). Biology (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-7).

Belmont, CA: Cengage Learning. ISBN 9780534492762. • Starr, C.; Taggart, R.; Evers, C.; Starr, L. (2008). Cell Biology and Genetics. Biology: The Unity and Diversity of Life (dalam bahasa Inggris). 1 (edisi ke-12). Belmont, CA: Cengage Learning. ISBN 9780495557982. • Stewart, Melissa (2007). Cell Biology (dalam bahasa Inggris). Minneapolis: Twenty-First Century Books. ISBN 9780822566038. • Stone, C.L.

(2004). The Basics of Biology (dalam bahasa Inggris). Westport, CT: Greenwood Press. ISBN 9780313317866. • Wheelis, Mark (2008). Principles of Modern Microbiology (dalam bahasa Inggris). Sudbury, MA: Jones & Bartlett Learning.

ISBN 9780763710750. • Yuwono, Triwibowo (2007). Biologi Molekular. Jakarta: Erlangga. ISBN 9789797811921. Pranala luar Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sel. Wikibooks memiliki informasi lebih banyak: Kategori tersembunyi: • Artikel dengan pranala Proyek Gutenberg • Galat CS1: tanggal • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Galat CS1: tidak memiliki penulis atau penyunting • Pranala kategori Commons ditentukan secara lokal • Templat webarchive tautan wayback • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Artikel Wikipedia dengan penanda ganda • Artikel pilihan • Semua artikel pilihan • Halaman ini terakhir diubah pada 9 Februari 2022, pukul 03.42.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •none

Video Sistem Organisasi Kehidupan Kelas VII




2022 www.videocon.com